Quarterlytics / Communication Services / Telecommunications Services / Telkom Indonesia

Telkom Indonesia

tlk · NYSE Communication Services
Claim this profile
Ticker tlk
Exchange NYSE
Sector Communication Services
Industry Telecommunications Services
Employees 10,000+
← All annual reports
FY2019 Annual Report · Telkom Indonesia
Sign in to download
Loading PDF…
2019
2019
Laporan
Laporan
Tahunan
Tahunan

I

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianII

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019Committed to Sustainable Growth and Better Profitability in 
Capturing Digital Opportunities

2019
2019
Laporan
Laporan
Tahunan
Tahunan

Saat  ini,  berbagai  aspek  kehidupan  bertransformasi  tanpa  henti  menuju 
digitalisasi.  Sejalan  dengan  itu,  berbagai  tantangan  dan  risiko  di  era  disrupsi 
digital  semakin  besar.  Situasi  tersebut  memberikan  tekanan  kepada  industri 
telekomunikasi  untuk  berinovasi  dalam  mengadopsi  teknologi  informasi  dan 
digital. TelkomGroup memahami  kondisi yang  ada,  namun di  sisi lain, melihat 
peluang digitalisasi baik dalam jangka pendek, menengah maupun panjang.

Untuk merespon dinamika industri di era digital, Telkom dan anak perusahaan 
dalam beberapa tahun terakhir kemudian mengantisipasi tantangan dan risiko 
bisnis  secara  strategis.  Beragam  inisiatif  dan  inovasi  dilakukan  TelkomGroup 
dalam kerangka transformasi yang strategik menuju perusahaan telekomunikasi 
digital  secara  menyeluruh,  baik  dalam  hal  produk,  jasa,  proses  bisnis, 
pengembangan  usaha,  dan  sumber  daya  manusia.  Pada  tahun  2019,  seluruh 
upaya tersebut membuahkan hasil yang baik dengan profitabilitas yang cukup 
menggembirakan di tengah berbagai tekanan dunia usaha di tingkat nasional 
maupun global.

Memasuki tahun-tahun yang akan datang, TelkomGroup akan terus mewujudkan 
komitmennya  untuk  tumbuh  secara  berkelanjutan,  dan  meraih  profitabilitas 
yang tetap baik di tengah berbagai tantangan dan peluang digital yang ada.

DISCLAIMER

Laporan ini berisi data dan informasi yang bersifat material bagi para pemangku kepentingan, seperti investor, pelanggan 
dan pemerintah. Secara umum, isi Laporan ini berasal dari analisis internal serta sumber dokumen dan narasumber yang 
dapat dipercaya. 

Istilah  “Telkom”  yang  digunakan  dalam  laporan  ini  menekankan  pada  entitas  induk,  sedangkan  penyebutan  “Telkom 
dan anak perusahaan” atau “TelkomGroup” mengacu pada keseluruhan perusahaan induk dan anak serta entitas afiliasi 
secara bersama-sama. Meski demikian, penggunaan istilah “Telkom” tidak menghilangkan entitas anak dan afiliasi dalam 
lingkup isi dan pembahasan Laporan. 

Selain  menerbitkan  laporan  ini,  Telkom  sebagai  perusahaan  yang  terdaftar  di  New  York  Stock  Exchange  (NYSE)  juga 
wajib  menyampaikan  SEC  Form  20-F  sebagai  bentuk  laporan  tahunan  kepada  Securities  and  Exchange  Commission 
(SEC). Oleh sebab itu, sebagian informasi dalam laporan ini dapat ditemukan juga dalam SEC Form 20-F. Meski Laporan 
Tahunan 2019 ini dengan SEC Form 20-F bukanlah satu kesatuan laporan yang sama.

Beberapa  bagian  dari  Laporan  ini  memuat  data  dan  informasi  tentang  pandangan  Telkom  ke  depan,  yang  bersifat 
forward-looking statement, seperti target, harapan, perkiraan, estimasi, prospek, atau proyeksi atas kinerja operasional 
dan  kondisi  usaha  Telkom  di  masa  mendatang.  Sebelum  dimuat  di  dalam  Laporan,  Telkom  telah  mempertimbangkan 
data dan informasi tersebut dengan matang. 

Telkom  memahami  bahwa  resiko  dan  ketidakpastian  yang  disebabkan  oleh  berbagai  macam  faktor,  seperti  perubahan 
situasi  ekonomi,  sosial  dan  politik  di  Indonesia,  dapat  mempengaruhi  kinerja  operasional  dan  kondisi  usaha  yang  akan 
datang. Oleh sebab itu, Telkom mengingatkan pembaca bahwa Telkom tidak dapat menjamin data dan informasi mengenai 
pandangan ke depan yang dinyatakan dalam Laporan ini adalah benar dan akurat, dan dapat terpenuhi seluruhnya.

Telkom menyediakan Laporan ini dalam bentuk softcopy yang dapat diunduh pada http://www.telkom.co.id 

Para pemangku kepentingan Telkom dapat menyampaikan pertanyaan dan saran atas Laporan ini melalui:

UnIT InveSTor reLATIon

Andi Setiawan 

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Telkom Landmark Tower, Lantai 39, The Telkom Hub
Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 52, Jakarta 12710, Indonesia
Tel. +62-21-5215 109
Fax. +62-21-5220 500

E-mail  
Facebook  
Instagram  
Twitter  

: investor@telkom.co.id
: TelkomIndonesia
: telkomindonesia
: @telkomindonesia

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk

Laporan Tahunan 2019

1

 
 
 
Daftar Isi

1

1

2

5

6

8

TeMA

DISCLAIMER

DAFTAr ISI

HIGHLIGHT TeLKoM

Kaleidoskop 2019

43

TenTAnG TeLKoM

44

Visi, Misi, dan Strategi

46

Riwayat Singkat Telkom

48

Kegiatan Usaha

50

Penghargaan dan Sertifikasi

56

Struktur Organisasi Telkom

Profil Telkom dan Entitas Anak

58

Profil Dewan Komisaris

10

Infrastruktur dan Layanan

68

Profil Direksi

12

13

14

18

21

23

25

Produk dan Pelanggan

Tanggung Jawab Sosial

Ikhtisar Data Keuangan Penting

Informasi Saham

Informasi Obligasi, Sukuk atau Obligasi Konversi 
dan Medium Term Notes (MTN)

LAPorAn DeWAn KoMISArIS DAn DIreKSI

Laporan Dewan Komisaris

31

Laporan Direksi

40

Surat Pernyataan Tanggung Jawab atas Laporan 
Tahunan 2019

untuk informasi lebih lanjut, 
silakan kunjungi
www.telkom.co.id

78

83

86

Karyawan Telkom

Komposisi Pemegang Saham

Entitas Anak, Perusahaan Asosiasi, dan Perusahaan 
Ventura Bersama

91

Kronologi Pencatatan Saham

93

Kronologi Pencatatan Efek Lainnya

95

Nama dan Alamat Lembaga dan/atau Profesi 
Penunjang Pasar Modal

99

AnALISA DAn PeMBAHASAn MAnAJeMen

100 Tinjauan Lingkungan Bisnis 2019

103

Tinjauan Operasi per Segmen Usaha

119 Aspek Pemasaran

127

Kinerja Keuangan Komprehensif

144 Kemampuan Membayar Utang

145

Struktur Modal dan Kebijakan Manajemen atas 
Struktur Modal

146 Realisasi Barang Modal

147

Ikatan Material untuk Investasi Barang Modal

150 Tingkat Kolektibilitas Piutang

151

Informasi dan Fakta Material Setelah Tanggal 
Laporan Akuntan

152

Prospek Usaha dan Keberlangsungan Perusahaan

157

Perbandingan Target pada Awal Tahun dengan 
Realisasi

157

Target atau Proyeksi untuk Satu Tahun Mendatang

158 Dividen

159 Realisasi Penggunaan Dana Penawaran Umum

160

161

Informasi Transaksi Material yang Mengandung 
Benturan Kepentingan, Transaksi dengan Pihak 
Afiliasi, Investasi, Divestasi dan Akuisisi

Perubahan Ketentuan Peraturan Perundang-
undangan

161

Perubahan Kebijakan Akuntansi

2

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk

 Laporan Tahunan 2019

163

TATA KeLoLA PerUSAHAAn

249 TAnGGUnG JAWAB SoSIAL PerUSAHAAn

164

Prinsip dan Landasan Tata Kelola

169

Struktur Tata Kelola Perusahaan

170 Penilaian Tata Kelola Perusahaan

171

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)

182 Dewan Komisaris

196 Komite Audit

201 Komite Nominasi dan Remunerasi

205

Komite Evaluasi dan Monitoring Perencanaan dan 
Risiko

209 Direksi

221

Sekretaris Perusahaan

224 Unit Audit Internal

250

Bisnis Berintegritas dan Menghargai Hak Asasi 
Manusia

255

Tanggung Jawab Barang atau Jasa

258

Praktik Ketenagakerjaan, Kesehatan, dan 
Keselamatan Kerja

262 Pengembangan Sosial Kemasyarakatan

265 Kepedulian terhadap Lingkungan Hidup

269

270

ProGrAM KeMITrAAn DAn BInA LInGKUnGAn 
(PKBL)

Laporan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan 
(PKBL)

277

LAMPIrAn

228

Sistem Pengendalian Internal

278

Lampiran 1 : Daftar Istilah

230 Sistem Manajemen Risiko

283

Lampiran 2 : Daftar Singkatan

237

240

Sistem Pelaporan Pelanggaran (Whistleblowing 
System)

286

Lampiran 3 : Referensi Silang Surat Edaran OJK 
                     No. 30/SEOJK.04/2016

Kebijakan Pelaporan Kepemilikan Saham Direksi 
dan Dewan Komisaris

240 Program Kepemilikan Saham Karyawan Telkom

241

Perkara Penting yang Dihadapi

241

Informasi tentang Sanksi Administratif

242

Akses Informasi dan Data Perusahaan kepada 
Publik

243 Kode Etik Perusahaan

245 Budaya Perusahaan

301

LAPorAn KeUAnGAn KonSoLIDASIAn

302

Laporan Keuangan Konsolidasian Auditan 2019 dan  
Laporan Keuangan PKBL Auditan 2019

TIPS MeMBACA ISI LAPorAn

Pembaca  yang  ingin  memahami  Telkom  secara  singkat  dapat  membaca  Laporan  ini  dari  awal  hingga  bagian  “Laporan 
Dewan  Komisaris  dan  Direksi”.  Pembaca  lain  yang  ingin  mengetahui  Telkom  secara  rinci  dapat  melanjutkan  membaca 
Laporan ini hingga akhir Laporan.

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk

Laporan Tahunan 2019

3

4

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk

 Laporan Tahunan 2019

01

HIGHLIGHT
TELKOM

6   
8   
10  
12  
13  
14  
18  
21  

Kaleidoskop 2019
Profil Telkom dan Entitas Anak
Infrastruktur dan Layanan
Produk dan Pelanggan
Tanggung Jawab Sosial
Ikhtisar Data Keuangan Penting
Informasi Saham
Informasi Obligasi, Sukuk atau Obligasi Konversi dan 
Medium Term Notes (MTN)

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk

Laporan Tahunan 2019

5

01 
 
Januari

Peresmian neuCentrIX 
Manado ID-10 yang 
tergabung dalam cloud data 
center ke-14 yang dibangun 
dan dioperasikan oleh 
TelkomGroup untuk melayani 
pelanggan di seluruh 
Indonesia.

Februari

Sebagai bentuk apresiasi 
kepada pelanggan setianya, 
IndiHome mempersembahkan 
pengundian grand prize 
IndiHome Family vaganza 
yang berhadiah rumah, mobil 
dan tiket perjalanan ke Eropa.

KALEIDOSKOP
2019

Maret

•	 IndiHome terus 

berkiprah turut serta 
membangun masyarakat 
digital Indonesia 
dengan meluncurkan 

The Next Indihome: 
Digital Movement 
#WujudkanDarirumah.

•	 Telin mengadakan 

Bali Annual Telkom 
International Conference 
(BATIC) 2019 dengan 
tema Navigating the 
Borderless Digital World 
yang menghadirkan lebih 
dari 500 partisipan dari 170 
perusahaan global.

Mei

Menyambut Idul Fitri 1440 H TelkomGroup kembali 
menggelar mudik bersama dengan memberangkatkan 
tidak kurang dari 8.250 pemudik yang dilaksanakan di 
berbagai daerah. Program ini merupakan bagian dari 
kegiatan BUMn Mudik Bareng 2019.

6

April

Pergelaran Telkom 
Digisummit 2019 yang 
menyajikan produk-produk 
digital Telkom yang 
fokus pada inovasi untuk 
membangun ekosistem 
digital seperti digital 
edutainment, game, konten 
video, dan musik.

Juni

•	 Pencatatan Saham Perdana 

Whispir, startup yang 

diinvestasikan anak usaha 

Telkom MDI Ventures di 

Australia Stock Exchange. 

Whispir bergerak dalam 

bisnis pengembangan 

platform teknologi automasi 

dan cloud.

•	 Grand Launching LinkAja 

yang dihadiri Bapak Wakil 

Presiden, Menteri BUMN 

dan Menteri Perhubungan. 

LinkAja merupakan produk 

kerjasama antara Telkom 

dan HIMBARA untuk 

mendorong peningkatan 

inklusi keuangan Gerakan 

Nasional Non Tunai.

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianJuli

Dalam rangka Hari Ulang Tahun Telkom Indonesia ke 
54, CEO TelkomGroup bersama jajaran Direksi lainnya 
melakukan kunjungan ke berbagai daerah untuk 
melaksanakan program Corporate Social Responsibility 
yang dikemas dalam tema “AnniverSafari”.

Agustus

Telkom berpartisipasi dalam Program 
BUMn Hadir Untuk negeri 2019 
dengan melaksanakan program 
elektrifikasi di Provinsi Kalimantan 
Utara dan program Siswa Mengenal 
Nusantara di Telkom Digital 
Experience (TDX).

September

oktober

Dalam rangka memperingati Hari 
Pelanggan nasional 2019, CEO 
TelkomGroup menyambut pelanggan 
yang berkunjung ke Plasa Telkom 
guna mendengar secara langsung 
kebutuhan dan memberikan solusi 
bagi permasalahan pelanggan terkait 
produk dan layanan Telkom.

Telkom memperkuat bisnis 
penyediaan menara melalui Mitratel, 
dengan mengakuisisi 2.100 menara 
telekomunikasi milik Indosat Ooredoo 
guna meningkatkan kesiapan 
penyediaan teknologi 5G di Indonesia.

november

•	 Peresmian Proyek SKKL SLM (Sabang Lhokseumawe Medan)  yang membentang 
sepanjang 625 km guna memperkuat layanan komunikasi di area barat Indonesia.

•	 CEO TelkomGroup meresmikan Shared Service Operation Center di Lantai 10 

Gedung Grha Merah Putih, The Telkom Hub.

Desember

•	 IndiHome meluncurkan layanan 

internet berkekuatan 1 Gbps guna 
memenuhi kebutuhan pelanggan atas 
akses internet berkecepatan tinggi. 
•	 Telkom menggelar IndiHome eSports 
League Games yang menjadi liga 
eSports terbesar dan terluas di 
Indonesia, diikuti oleh lebih dari 
3.000 peserta yang tersebar di 
seluruh Indonesia.

7

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPROFIL TELKOM DAN 
ENTITAS ANAK
ProFIL TeLKoM

nama Perusahaan
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk

Status Perusahaan
Perusahaan Terbuka, Badan Usaha Milik Negara

nama Komersial
Telkom

Bidang Usaha, Jenis Barang dan Jasa
Penyelenggaraan jaringan dan jasa 
telekomunikasi, informatika, serta optimalisasi 
pemanfaatan sumber daya yang dimiliki 
Perseroan.

Kepemilikan
52,09% Pemerintah Republik Indonesia
47,91% Publik

Legalitas
NPWP 01.000.013.1-093.000
TDP 101116407740
SIUP 0029/IUP-UB/X/2017/DPMPTSP
NIB 9120304490415

Media Sosial
Facebook  
Instagram   
Twitter 

: TelkomIndonesia
: telkomindonesia
: @telkomindonesia

Tanggal Pendirian Perusahaan
19 November 1991

Alamat dan Kontak Kantor Pusat
Graha Merah Putih
Jl. Japati No. 1, Bandung
Jawa Barat, Indonesia - 40133
Telepon     : +62-22-4521404
Faksimili    : +62-22-7206757
Website     : www.telkom.co.id
E-mail 

   : corporate_comm@telkom.co.id
     investor@telkom.co.id

Landasan Hukum Pendirian
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No.25 tahun 1991, status Perusahaan diubah menjadi Perseroan 
Terbatas milik Negara (“Persero”) berdasarkan Akta Notaris Imas Fatimah, S.H., No.128, tanggal 
24 September 1991 yang disetujui oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat 
Keputusan No.C2 6870.HT.01.01.Tahun 1991 tanggal 19 November 1991 dan diumumkan dalam Berita 
Negara Republik Indonesia No.5 tanggal 17 Januari 1992, Tambahan No.210.

Pencatatan Saham
Persero mencatatkan sahamnya di Bursa 
Efek Indonesia (BEI) dan New York Stock 
Exchange (NYSE) pada 14 November 1995 

Kode Saham
Bursa Efek Indonesia: TLKM
New York Stock Exchange: TLK

Modal Dasar
1 saham Seri A Dwiwarna
399.999.999.999 saham Seri B 

Modal Ditempatkan dan 
Disetor Penuh
1 saham Seri A Dwiwarna 
99.062.216.599 saham Seri B

Jenis Saham
Saham Seri A Dwiwarna dan saham Seri B

rating
Internasional : Baa1 (stable) dari Moody’s

         BBB (stable) dari Fitch Ratings

Domestik       : idAAA dari Pefindo

8

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian 
 
 
ProFIL enTITAS AnAK

Telkom adalah perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia dengan:

Entitas anak dengan kepemilikan langsung, tidak aktif beroperasi

10   Entitas anak dengan kepemilikan langsung, aktif beroperasi
1  
24   Entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung
11   Entitas afiliasi

PT  Telekomunikasi  Selular  (Telkomsel)  adalah  operator  seluler  dengan 

jaringan terluas yang dapat menjangkau lebih dari 90% populasi Indonesia, 

dengan bisnis inti jasa telekomunikasi seluler dan penyelenggaraan jaringan 

www.telkomsel.com

telekomunikasi seluler.

PT Multimedia Nusantara (Telkom Metra) adalah perusahaan investasi dan 

sub holding, melakukan ekspansi ke berbagai layanan dasar layanan digital 

dan  industri  ICT  melalui  akuisisi,  partnership,  dan  membangun  ekosistem 

www.metra.co.id

bisnis yang kuat.

PT  Telkom  Satelit  Indonesia  (Telkomsat)  adalah  perusahaan  dengan 

portofolio  bisnis  satelit  yang  memberikan  layanan  digital  berbasis  satelit 

dari hulu sampai hilir dengan fokus pada kebutuhan pelanggan (customer-

www.telkomsat.co.id

oriented).

PT  PINS  Indonesia  (PINS)  aktif  dalam  bisnis  integrasi  perangkat,  jaringan, 
sistem, proses dan Internet of Things (IoT). Bisnis intinya adalah penyedia 
berbagai peralatan sarana teknologi, informasi dan komunikasi serta sarana 

pins.co.id

IoT.

PT  Telkom  Akses  (Telkom  Akses)  bergerak  dalam  jasa  penggelaran  dan 

pengelolaan  infrastruktur  jaringan  akses  fixed-broadband,  dengan  bisnis 

inti jasa konstruksi penggelaran jaringan akses fixed broadband, managed 

www.telkomakses.co.id

service & operation maintenance jaringan akses fixed broadband.

PT  Telekomunikasi 

Indonesia 

International  (Telin)  adalah  operator 

telekomunikasi  global  yang  menyediakan  solusi  layanan  telekomunikasi  & 

IT di luar negeri. Saat ini Telin memiliki 7 anak perusahaan semuanya di luar 

www.telin.net

negeri.

PT  Dayamitra  Telekomunikasi 

(Mitratel)  adalah  penyedia 

layanan 

infrastruktur  menara  telekomunikasi  (tower  provider)  yang  berskala 
nasional, dengan bisnis inti meliputi tower construction dan tower managed 

www.mitratel.co.id

services (collocation & reseller).

PT  Infrastruktur  Telekomunikasi  Indonesia  (Telkom  Infra)  adalah  penyedia 

jasa  pengelolaan 

infrastruktur  telekomunikasi  (service  and  solution) 

domestik  dan  internasional.  Bisnis  inti  dari  Telkom  Infra  adalah  jasa 

telkominfra.co.id

infrastruktur telekomunikasi dan submarine cable services.

PT  Metranet  (Metranet)  adalah  penyedia  media  dan  konten  digital 

terintegrasi,  dengan  bisnis  inti  media  online,  digital  content  dan  digital 

www.metranet.co.id

billing.

PT  Graha  Sarana  Duta  (Telkom  Property)  adalah  penyedia  jasa  properti 

dengan  mengedepankan  leverage  asset  idle  Telkom.  Bisnis  intinya  adalah 

property  management,  property  development,  project  management  dan 

telkomproperty.co.id

facility management.

9

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianINFRASTRUKTUR DAN LAYANAN

Data Center

22 data center yang terdiri dari:

• 5 data center (luar negeri)

• 14 data center neuCentrIX (dalam negeri)

• 3 data center tier 3 dan 4 (dalam negeri)

id-Con

Digital Platform

Big Data & Analytics, API Factory & Internet of Things

Telkom mengemban misi 
untuk mengembangkan dan 
memelihara jaringan yang gesit 
dan tangguh serta infrastruktur 
TI untuk mendukung inovasi 
layanan digitalnya.

Fiber Optic Backbone Network

164.769 km meliputi:
• 100.069 km serat optik domestik
• 64.700 km serat optik internasional

Point of Presence (PoP)

119 PoP meliputi:

• 56 PoP di jaringan domestik

• 63 PoP di jaringan internasional

id-Ring

Satelit

3 Satelit dengan total kapasita 133 TPE yang terdiri dari:
• Satelit Merah Putih (60 TPE)

• Telkom 3S (49 TPE)

• Telkom-2 (24 TPE)

Merah Putih
(1080BT)

Telkom-3S
(1180BT)

SHM

MOS

MAN
LON

LUX

AMS

PRS

MRS

MDR

FRA
SWI

MLN

PAL

WRS

KIV

VNA

SOF

IST

DUB

LSB

EIG

ALG

CAI

RYD

DUB

ND

DJI

IMEWE

BBG

SEA-ME-WE 5

SEA-ME-WE 4

BTM

DUM

JHB

10

SEO

SHI

TWN

TYO

C2C

APCN-2

SHA

HKG

MAC

RGN

BKK
HAN

SJC

DVO

BSW

SG

MDO

SMPCS

JKT

SBYDPS

IGG

DIL

SJ

TOR

CHG

NYX

SLO

LAX

ASH

FASTER

TNG-IA

AAG

HWI

JUS

UNITY

GUA

SEA-US

Point of Presence (POP)

Sambungan Langsung Internasional (SLI)

Serat Optik Bawah Laut (SEA-ME-WE 4)

Serat Optik Bawah Laut (SEA-ME-WE 5)

Serat Optik Bawah Laut APCN-2

Serat Optik Bawah Laut EIG

Serat Optik Bawah Laut SEA - US

Serat Optik Bawah Laut IGG

Serat Optik Bawah Laut SMPCS

Telekomunikasi Indonesia Internasional (TELIN)

SP

TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian 
id-Access

Mobile Network

212.235 BTS, di antaranya:

• 50.297 BTS 2G

• 82.104 BTS 3G

• 79.834 BTS 4G

33.892 tower di antaranya:

• 18.000 tower Telkomsel

• 15.892 tower Mitratel

Fiber Optic Access Network

• 500 Telkom Cloud

• 26,6 juta Homes Passed
• 10,9 juta Optical Port

Wi-Fi

386.420 Access Point:
• 140.169 Managed Access Point
• 246.251 Homespot

Telkom-2 
(1570BT)

7

61

Kantor Telkom Regional

Wilayah Telekomunikasi

408

Outlet Plasa Telkom

9

Global offices di Singapura, 

Hong Kong, Timor Leste, 

Australia, Malaysia, Taiwan, 

Amerika Serikat, Myanmar, 

dan Selandia Baru.

5

GraPARI Internasional di 

Hong Kong, Arab Saudi, dan 

Taiwan.

422

GraPARI di Indonesia, 

termasuk 9 GraPARI 

TelkomGroup di Jakarta, 

Tangerang, Bandung, dan 

Medan dan yang dikelola 

pihak ketiga

324

Unit Mobile GraPARI

1.078 Unit Sales Car IndiHome

SJ

TOR

CHG

NYX

SLO

LAX

ASH

FASTER

TNG-IA

JUS

UNITY

GUA

SEA-US

AAG

HWI

Point of Presence (POP)
Sambungan Langsung Internasional (SLI)
Serat Optik Bawah Laut (SEA-ME-WE 4)
Serat Optik Bawah Laut (SEA-ME-WE 5)
Serat Optik Bawah Laut APCN-2
Serat Optik Bawah Laut EIG
Serat Optik Bawah Laut SEA - US
Serat Optik Bawah Laut IGG
Serat Optik Bawah Laut SMPCS
Telekomunikasi Indonesia Internasional (TELIN)

SP

11

SHM

MOS

MAN

LON

LUX

AMS

DUB

LSB

PRS

MRS

MDR

WRS

KIV

FRA

SWI

VNA

SOF

MLN

PAL

IST

EIG

ALG

CAI

RYD

SEO

SHI

TWN

TYO

C2C

APCN-2

SHA

HKG

MAC

RGN

BKK

HAN

SJC

DVO

BSW

SG

MDO

SMPCS

JKT

SBYDPS

IGG

DIL

DUB

ND

DJI

IMEWE

BBG

SEA-ME-WE 5

SEA-ME-WE 4

BTM

DUM

JHB

TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian 
PRODUK DAN PELANGGAN

Untuk  dapat  menciptakan  dan  meningkatkan  nilai  bagi  pelanggan,  Telkom  mengatur  bisnis  dengan  berbasis  pada 

segmen pelanggan, atau Customer Facing Unit (CFU). Dengan demikian, Telkom mengategorikan portofolio produk 

menjadi lima segmen: mobile, consumer, enterprise, wholesale international business, dan segmen “lainnya”.

ConSUMer
Menyediakan layanan fixed voice, fixed 

broadband, IP-TV dan digital.

Pelanggan Telepon Tetap 
9,4 juta 

Pelanggan 
Fixed 
Broadband 
9,0 juta

Pelanggan IndiHome 
7,0 juta

Pelanggan Speedy 
2,0 juta

MoBILe
Menyediakan layanan legacy 

seluler termasuk voice dan 

SMS, mobile broadband, dan 

layanan mobile digital yang 

mencakup IoT, big data, 

layanan keuangan, VOD, musik, 

permainan, dan iklan digital.

Pelanggan Seluler
171,1 juta

Pelanggan Pascabayar
6,4 juta

Pelanggan Prabayar
164,7 juta

Pelanggan Mobile Broadband
110,3 juta

Melon
33,9 juta 
pengguna aktif

LAIn-LAIn
Menyediakan smart platform, konten 

digital, e-commerce, dan manajemen 

properti dalam upaya meningkatkan 

aset properti Telkom di seluruh 

Indonesia.

enTerPrISe
Menyediakan layanan ICT dan platform 

yang mencakup konektivitas, layanan 

TI, data center dan cloud, proses bisnis 

outsourcing, perangkat, bisnis satelit, 

layanan digital dan layanan yang 

berdekatan (seperti layanan e-health 

dan manajemen ATM).

Pelanggan
Korporasi

Pelanggan
UKM

1.917

300.416

Pelanggan 
Institusi 
Pemerintah
975

WHoLeSALe & 

InTernATIonAL BUSIneSS
Menyediakan layanan wholesale telecommunication 

carrier, bisnis internasional, bisnis tower/menara 

telekomunikasi, dan layanan infrastruktur dan 

manajemen jaringan.

Pelanggan Other Licensed 
operator (oLo)
9

Pelanggan Transponder 
& Closed User Group
25

Pelanggan Internet 
Service Provider
167

Pelanggan Global 
Partner
220

Keterangan:
Data yang disajikan pada halaman ini adalah data sampai dengan tanggal 31 Desember 2019.

12

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianTANGGUNG JAWAB SOSIAL

Customer Experience

Skor nPS

Telkom

Kenaikan Poin

Kontribusi Kepada Masyarakat

Uraian

2019

2018

2H 2019

1H 2019

2H 2018

1H 2018

43

2

41

2

39

0

39

-

2019

2018

2017

rp Miliar

Program Kemitraan dan Bina Lingkungan

368,70

385,86

385,58

Program Kemitraan

253,44

279,98

303,67

Program Bina Lingkungan

Corporate Social Responsibility

115,26

49,50

105,88

39,80

81,91

 28,50

Total

418,20

425,66

414,08

Penggunaan Air dan energi

Uraian

Satuan

2019

2018

2017

Jaringan Tetap (STO)

Operasional Gedung

Jaringan Seluler (BTS)

Jumlah Pemakaian Listrik

Konsumsi Air

Jumlah Konsumsi Air

Jaringan Tetap (STO)

Kendaraan Operasional

Jaringan Seluler (BTS)

Jumlah Konsumsi BBM

kWh

kWh

kWh

kWh

m3

m3

Liter

Liter

Liter

Liter

310.351.518

 327.744.883

 338.902.852

 73.244.675

 71.226.285

 69.556.971

 1.776.077.129

 2.159.673.322

 1.679.150.702

 1.549.658.684

 2.078.121.870

 1.958.118.507

 1.881.747

 1.779.662

 2.034.740

 1.881.747

 1.779.662

 2.034.740

 1.583.986

N/A

N/A

 1.463.650

 4.799.513

± 10.000.000

± 12.000.000

 2.545.689

 ± 15.000.000

± 13.047.636

± 16.799.513

± 17.545.689

*Penggunaan listrik mencakup STO, BTS dan operasional gedung
*Penggunaan BBM mencakup STO, BTS dan kendaraan operasional
*Penggunaan air Telkom untuk kebutuhan domestik

13

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianIKHTISAR DATA 
KEUANGAN PENTING

Laporan Laba rugi Komprehensif
(dalam miliar Rupiah, kecuali untuk laba per lembar 
saham dan laba per ADS disajikan dalam Rupiah)

Tahun yang berakhir 31 Desember

2019

2018

2017

2016

2015

Pendapatan

Beban*

EBITDA

Laba bruto

135.567

 130.784

 128.256

 116.333

 102.470

93.913

93.009

84.093

75.367

69.589

64.832

 59.181

 64.609

 59.498

 51.415

42.394

 38.845

 43.933

 39.195

 32.418

Laba tahun berjalan

27.592

 26.979

 32.701

 29.172

 23.317

Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:

Pemilik entitas induk

18.663

 18.032

 22.145

 19.352

 15.489

Kepentingan non pengendali

8.929

 8.947

 10.556

 9.820

 7.828

Total laba komprehensif tahun berjalan

25.400

 31.921

 30.369

 27.073

 23.948

Laba komprehensif tahun berjalan yang dapat 
diatribusikan kepada:

Pemilik entitas induk

16.624

 22.844

 19.952

 17.331

 16.130

Kepentingan non pengendali

8.776

 9.077

 10.417

 9.742

 7.818

Laba bersih per saham

188,40

 182,03

 223,55

 196,19

 157,77

Laba bersih per ADS (1 ADS : 100 saham biasa)

18.840

 18.203

 22.355

 19.619

 15.777

*Disajikan kembali, tanpa memperhitungkan beban lain-lain.

Laporan Posisi Keuangan (neraca) Konsolidasian
(dalam miliar Rupiah)

Tahun yang berakhir 31 Desember

2019

2018

2017

2016

2015

Aset

Liabilitas

221.208

 206.196

 198.484

 179.611

 166.173

103.958

 88.893

 86.354

 74.067

 72.745

Ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk

99.561

 98.910

 92.713

 84.384

 75.136

Modal kerja bersih (aset lancar- kewajiban lancar)

(16.647)

 (2.993)

 2.185

 7.939

 12.499

Investasi pada entitas asosiasi

1.944

 2.472

 2.148

 1.847

 1.807

Pengeluaran Modal
(dalam miliar Rupiah)

Tahun yang berakhir 31 Desember

2019

2018

2017

2016

2015

Total

36.585

33.620

 33.156

 29.199

 26.401

14

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian  
  
  
  
  
  
  
  
rasio Keuangan dan operasi Konsolidasian 

Tahun yang berakhir 31 Desember

2019

2018

2017

2016

2015

Rasio Laba terhadap Aset (ROA) (%)(1)

12,5

 13,1

 16,5

 16,2

14,0

Rasio Laba terhadap Ekuitas (ROE) (%)(2)

23,5

 23,0

 29,2

27,6

25,0

Rasio Laba terhadap Pendapatan (Marjin Usaha) (%)(3)

Rasio Lancar (%)(4)

31,3

71,5

 29,7

 34,3

 33,7

 31,6

 93,5

 104,8

 120,0

 135,3

Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas (%)(5)

88,7

 75,8

 77,0

 70,2

 77,9

Rasio Liabilitas terhadap Aset (%)(6)

47,0

 43,1

 43,5

 41,2

 43,8

Rasio Utang terhadap Ekuitas (x)(7)

0,44

 0,38

 0,32

 0,30

 0,37

Rasio Utang terhadap EBITDA (x)(8)

0.80

 0,74

 0,55

 0,53

 0,67

Rasio EBITDA terhadap Beban Bunga (x)(9)

15,3

 16,9

 23,3

 21,2

 20,7

Keterangan:

(1)  ROA merupakan laba tahun berjalan dibagi jumlah aset pada 31 Desember akhir tahun.

(2)  ROE merupakan laba tahun berjalan dibagi total ekuitas pada 31 Desember akhir tahun.

(3)  Marjin usaha merupakan laba bruto dibagi total pendapatan.

(4)  Rasio lancar merupakan aset lancar dibagi liabilitas jangka pendek pada 31 Desember akhir tahun.

(5)  Rasio liabilitas terhadap ekuitas merupakan jumlah liabilitas dibagi total ekuitas pada 31 Desember akhir tahun.

(6)  Rasio liabilitas terhadap jumlah aset merupakan jumlah liabilitas dibagi jumlah aset pada 31 Desember akhir tahun.

(7)  Rasio utang terhadap ekuitas merupakan debt (termasuk utang sewa pembiayaan) dibagi total ekuitas.

(8)  Rasio utang terhadap EBITDA merupakan debt (termasuk utang sewa pembiayaan) dibagi jumlah EBITDA.

(9)  Rasio EBITDA terhadap beban bunga merupakan jumlah EBITDA dibagi biaya pendanaan.

15

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPendapatan
(Rp Miliar)

EBITDA
(Rp Miliar)

51.415

59.498

64.609

59.181

64.832

102.470

116.333

128.256

130.784

135.567

150.000

100.000

50.000

0

80.000

70.000

60.000

50.000

40.000

30.000

20.000

10.000

0

2015

2016

2017

2018

2019

2015

2016

2017

2018

2019

Laba Bersih 
(Rp Miliar)

Laba Bersih per Saham
(Rp)

15.489

19.352

22.145

18.032

18.663

157,8

196,2

223,6

182,0

188,4

300,0

200,0

100,0

0

2015

2016

2017

2018

2019

2015

2016

2017

2018

2019

25.000

20.000

15.000

10.000

5.000

0

16

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianEBITDA Margin

Net Income Margin

60,0

50,0

40,0

50,2

51,1

50,4

47,8

45,3

17,3

16,6

13,8

13,8

20,0

15,1

15,0

10,0

2015

2016

2017

2018

2019

2015

2016

2017

2018

2019

Profitability Ratio

Leverage Ratio

ROA

ROE

29,2

27,6

25,0

30,0

25,0

20,0

16,2

16,5

15,0

14.0

10,0

23,0

23,5

13,1

12,5

0,8

0,7

0,6

0,5

0,4

0,3

0,2

Rasio Utang terhadap 
EBITDA

Rasio Utang terhadap 
Ekuitas (DER)

0,67

0,37

0,53

0,55

0,30

0,32

0,80

0,74

0,44

0,38

2015

2016

2017

2018

2019

2015

2016

2017

2018

2019

17

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianINFORMASI SAHAM

InForMASI SAHAM TeLKoM DI BeI
Berikut  laporan  harga  saham  tertinggi,  terendah,  penutupan,  volume  perdagangan,  jumlah  saham  beredar  serta 

kapitalisasi pasar dari saham biasa yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk periode yang tertera:

Harga Saham

Tahun Kalender

Tertinggi Terendah Penutupan

(dalam rupiah)

volume
 (lembar saham)

Jumlah Saham 
Beredar 
Tidak Termasuk 
Treasury Stock

Kapitalisasi 
Pasar 
(rp miliar)

2015

2016

2017

3.170

2.485

3.105

18.742.850.400

98.198.216.600

312.984

4.570

3.045

3.980

23.017.915.300

99.062.216.600

401.184

4.840

3.780

4.440

21.225.443.500

99.062.216.600

447.552

Triwulan pertama

4.190

3.780

4.130

4.560.626.200

99.062.216.600

416.304

Triwulan kedua

4.670

4.010

4.520

4.954.694.500

99.062.216.600

455.616

Triwulan ketiga

4.840

4.500

4.680

4.320.051.800

99.062.216.600

471.744

Triwulan keempat

4.710

3.910

4.440

7.390.071.000

99.062.216.600

447.552

2018

4.460

3.250

3.750

24.436.003.500

99.062.216.600

371.483

Triwulan pertama

  4.460

3.520

3.600

6.414.771.900

99.062.216.600

362.880

Triwulan kedua

3.890

3.250

3.750

6.052.816.300

99.062.216.600

378.000

Triwulan ketiga

Triwulan keempat

4.110

4.110

3.250

3.460

3.640

6.605.907.500

99.062.216.600

360.586

3.750

5.362.507.800

99.062.216.600

371.483

2019

4.500

3.480

3.970

20.656.298.500

99.062.216.600

393.277

Triwulan pertama

4.050

3.690

3.950

4.878.089.700

99.062.216.600

391.296

Triwulan kedua

4.200

3.480

Triwulan ketiga

4.500

4.050

Triwulan keempat

4.400

3.800

September

4.450

4.150

Oktober

November

Desember

4.400

4.060

4.200

3.800

4.140

4.310

3.970

4.310

4.110

3.930

5.154.944.000

99.062.216.600

410.118

5.234.147.400

99.062.216.600

426.958

5.389.117.400

99.062.216.600

393.277

1.662.481.700

99.062.216.600

426.958

1.623.971.000

99.062.216.600

407.146

2.161.815.600

99.062.216.600

389.315

4.110

3.900

3.970

1.603.330.800

99.062.216.600

393.277

Harga saham Telkom di hari perdagangan terakhir  pada tanggal 30 Desember 2019 di BEI ditutup di level Rp3.970. 
Dengan harga saham tersebut kapitalisasi pasar Telkom mencapai Rp393,3 triliun atau 5,41% dari total kapitalisasi Bursa 

Efek Indonesia (BEI).

5.000

4.500

4.000

3.500

3.000

2.500

2.000

1.500

1.000

500

0

)
p
R
(

a
g
r
a
H

Triwulan 1
2018

Triwulan 2
2018

Triwulan 3
2018

Triwulan 4
2018

Triwulan 1
2019

Triwulan 2
2019

Triwulan 3
2019

Triwulan 4
2019

)

m
a
h
a
S
r
a
b
m
e
L
(

e
m
u
o
V

l

400.000.000

350.000.000

300.000.000

250.000.000

200.000.000

150.000.000

100.000.000

50.000.000

0

18

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian 
 
 
InForMASI AMerICAn DePoSITArY SHAreS (ADS) TeLKoM DI nYSe

Pada hari terakhir perdagangan di NYSE untuk tahun 2019, yaitu tanggal 31 Desember, harga penutupan untuk 1 ADS 

Telkom adalah sebesar US$28,50. Berikut laporan harga tertinggi, terendah, penutupan serta volume perdagangan ADS 

Telkom yang tercatat di New York Stock Exchange (NYSE) untuk periode yang tertera.

Tahun Kalender

Tertinggi

Terendah

Penutupan

volume
(ADS)

Harga Per ADS

(dalam US$)

2015

2016

2017

2018

2019

Triwulan pertama

Triwulan kedua

Triwulan ketiga

Triwulan keempat

Triwulan pertama

Triwulan kedua

Triwulan ketiga

Triwulan keempat

September

Oktober

November

Desember

23,54

34,65

36,19

32,51

32,51

28,31

28,41

28,00

31,48

28,55

29,49

31,48

30,70

30,85

30,70

30,01

29,08

17,05

21,22

28,10

21,75

25,96

23,66

21,75

23,11

24,27

25,75

24,27

28,24

27,18

29,54

28,58

27,18

27,46

22,20

29,16

32,22

26,21

26,42

26,01

24,48

26,21

28,50

27,46

29,24

30,11

28,50

30,11

28,88

27,67

28,50

 87.438.232

 110.532.172

 76.122.383

 98.313.215

 23.643.043

 33.909.842

 22.674.248

 18.086.082

 58.515.643

 17.397.564

 16.129.872

 13.689.830

 11.298.377

 4.015.363

 4.065.384

 3.467.009

 3.765.984

Efektif mulai tanggal 26 Oktober 2016, Telkom melakukan perubahan rasio Depositary Receipt (DR) dari 1 Depositary 

Shares (DS) mewakili 200 saham menjadi 1 DS mewakili 100 saham.

)
S
D
A
(

e
m
u
o
V

l

2.000.000

1.800.000

1.600.000

1.400.000

1.200.000

1.000.000

800.000

600.000

400.000

200.000

0

Triwulan 1
2018

Triwulan 2
2018

Triwulan 3
2018

Triwulan 4
2018

Triwulan 1
2019

Triwulan 2
2019

Triwulan 3
2019

Triwulan 4
2019

35,00

30,00

25,00

20,00

15,00

10,00

5,00

0

)
$
S
U
(

a
g
r
a
H

19

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian 
 
InForMASI AKSI KorPorASI TerKAIT SAHAM

Pada  periode  Laporan  kali  ini,  Telkom  tidak  melakukan  aksi  korporasi,  seperti  pemecahan  saham  (stock  split), 

penggabungan saham (reverse stock), dividen saham, saham bonus, dan penurunan nilai nominal saham. Oleh sebab 

itu, Laporan ini tidak memuat informasi mengenai tanggal pelaksanaan aksi korporasi, rasio stock split, penggabungan 

saham, dividen saham, saham bonus, jumlah saham sebelum dan sesudah aksi korporasi, dan nilai saham sebelum dan 

sesudah aksi korporasi.

20

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianINFORMASI OBLIGASI, SUKUK ATAU 
OBLIGASI KONVERSI DAN MEDIUM TERM 
NOTES (MTN)

nama obligasi

Jumlah
(rp juta)

Tanggal
Terbit

Tanggal
Jatuh
Tempo

Jangka
Waktu
(tahun)

Tingkat
Bunga
(%)

Penjamin

Wali
Amanat

Peringkat
(Pefindo)

 1.995.000 25 Juni 

6 Juli 2020

10

10,20 PT Bahana 

2010

2.200.000

23 Juni 
2015

23 Juni 
2022

Sekuritas;
PT Danareksa 
Sekuritas;
PT Mandiri 
Sekuritas 

7

9,93 PT Bahana 

idAAA

PT Bank 
Tabungan 
Negara 
(Persero) 
Tbk

idAAA

PT Bank 
Permata 
Tbk

Sekuritas;
PT Danareksa 
Sekuritas;
PT Mandiri 
Sekuritas:
PT Trimegah 
Sekuritas 
Indonesia 
Tbk

 2.100.000 23 Juni 

2015

23 Juni 
2025

10

10,25

 1.200.000 23 Juni 

2015

23 Juni 
2030

15

10,60

 1.500.000 23 Juni 

2015

23 Juni 
2045

30

11,00

Obligasi II 
Telkom Tahun 
2010 seri B

Obligasi 
Berkelanjutan 
I Telkom Tahun 
2015 seri A

Obligasi 
Berkelanjutan 
I Telkom Tahun 
2015 seri B

Obligasi 
Berkelanjutan 
I Telkom Tahun 
2015 seri C

Obligasi 
Berkelanjutan 
I Telkom Tahun 
2015 seri D

nama MTn

Jumlah
(rp juta)

Tanggal
Terbit

Tanggal
Jatuh
Tempo

Jangka
Waktu
(tahun)

Tingkat 
Bunga 
(%)/Cicilan 
Imbalan 
Per Tahun 
(rp juta)

Arranger

Pemantau

Peringkat
(Pefindo)

MTN I Telkom 
Tahun 2018 
seri B

 200.000 4 

September 
2018

4 
September 
2020

2

8,00% PT Bahana 

MTN I Telkom 
Tahun 2018 
seri C

MTN Syariah 
Ijarah I Telkom 
Tahun 2018 
seri B

MTN Syariah 
Ijarah I Telkom 
Tahun 2018 
seri C

 296.000 4 

September 
2018

 296.000 4 

September 
2018

 182.000 4 

September 
2018

4 
September 
2021

4 
September 
2020

4 
September 
2021

3

2

3

8,35%

Rp24.000

Rp15.000

Sekuritas,
PT BNI 
Sekuritas,
PT CGS-CIMB 
Sekuritas 
Indonesia,
PT Danareksa 
Sekuritas dan 
PT Mandiri 
Sekuritas

idAAA

PT Bank 
Tabungan 
Negara 
(Persero) 
Tbk

idAAA Sy

21

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian 
22

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk

 Laporan Tahunan 2019

02

LAPORAN DEWAN 
KOMISARIS DAN 
DIREKSI

25 
31  
40 

Laporan Dewan Komisaris
Laporan Direksi
Surat Pernyataan Tanggung Jawab atas Laporan Tahunan 2019

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk

Laporan Tahunan 2019

23

02“

Kinerja yang 

positif semakin 

mengokohkan 

posisi Telkom 

sebagai pemimpin 

pasar dalam 

industri fixed 

broadband maupun 

selular di Indonesia.

”

Rhenald Kasali
Komisaris Utama

24

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk

 Laporan Tahunan 2019

TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianLAPORAN DEWAN KOMISARIS

Kinerja operasional yang sangat baik ini menunjukkan kemampuan Direksi dalam memahami 

industri  dengan  membuat  dan  melaksanakan  program-program  kerja  yang  tepat,  sehingga 

diharapkan dapat mewujudkan visi dan misi Perseroan untuk bertransformasi menuju digital 

telco company yang dapat memberikan pengalaman digital terbaik bagi para pelanggan.

Para pemegang saham dan pemangku kepentingan yang 

terhormat,

PENGAWASAN DAN PENILAIAN KINERJA 
DIREKSI SEPANJANG TAHUN 2019

Pertama-tama  kami  panjatkan  puji  dan  syukur  kepada 

Secara  keseluruhan,  kami  menilai  bahwa  Direksi  telah 

Tuhan  Yang  Maha  Esa,  oleh  karena  TelkomGroup  telah 

berhasil melalui tahun 2019 dengan mencatat kinerja yang 

cukup baik ditengah situasi yang menantang.

PANDANGAN UMUM TERHADAP MAKRO 
EKONOMI DAN INDUSTRI

menjalankan tugas dan perannya dengan baik sepanjang 
tahun  2019.  Direksi  telah  menyusun  rencana  kerja  dan 

menjalankan strategi yang tepat untuk mencapai sasaran-

sasaran  strategis  Perseroan.  Sebagai  hasilnya,  baik 

pendapatan, EBITDA maupun laba bersih tumbuh positif 

dari tahun sebelumnya. 

Pada  tahun  2019,  Indonesia  mencatat  pertumbuhan 

Dari sisi operasional, Perseroan juga mencatatkan kinerja 

ekonomi  yang  cukup  baik,  yaitu  sebesar  5,02%.  Secara 

yang  sangat  baik.  Pelanggan  fixed  broadband  IndiHome 

umum,  indikator  makro  utama  terutama  nilai  tukar  mata 

dan  pelanggan 

layanan  selular  khususnya  mobile 

uang Rupiah terhadap USD dan tingkat suku bunga relatif 

broadband terus tumbuh. Kinerja operasional yang positif 

stabil sepanjang tahun 2019. 

tersebut  semakin  mengokohkan  posisi  Telkom  sebagai 

pemimpin pasar dalam industri fixed broadband maupun 

Bagi 

industri 

telekomunikasi  khususnya  di  seluler, 

selular di Indonesia. 

perubahan  dinamis 

terus 

terjadi 

sejalan  dengan 

berubahnya  cara  berkomunikasi.  Ini  ditandai  dengan 

Perseroan 

juga 

terus  mengembangkan  kapabilitas 

penurunan bisnis legacy yang terdiri dari voice  dan  SMS 

infrastruktur. Jaringan backbone dan akses berbasis serat 

digantikan oleh bisnis digital, baik data maupun layanannya 

optik  terus  diperkuat,  demikian  pula  BTS  berteknologi 

(digital  services),  yang  tumbuh  tinggi.  Di  sisi  lain,  kami 

4G. Kinerja operasional yang sangat baik ini menunjukkan 

juga  melihat  potensi  pertumbuhan  yang  tinggi  dalam 

kemampuan  Direksi  dalam  memahami  industri  dengan 

industri fixed broadband. Permintaan terhadap layanan ini 

membuat  dan  melaksanakan  program-program  kerja 

dengan konten semakin meningkat terjadi seiring dengan 

meningkatnya  kebutuhan  akan  connectivity  berkualitas 

tinggi di rumah-rumah. 

yang tepat, sehingga diharapkan dapat mewujudkan visi 
dan misi Perseroan untuk bertransformasi menuju digital 

telco  company  yang  dapat  memberikan  pengalaman 

digital terbaik bagi para pelanggan.

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk

Laporan Tahunan 2019

25

TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianDari Kiri ke Kanan:
Margiyono Darsasumarja (Komisaris Independen), Rhenald Kasali (Komisaris Utama), Marsudi Wahyu Kisworo (Komisaris Independen).

26

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019Ismail (Komisaris), Cahyana Ahmadjayadi (Komisaris Independen), Marcelino Rumambo Pandin (Komisaris).

PANDANGAN ATAS PROSPEK USAHA

PENILAIAN ATAS KINERJA KOMITE DI 
BAWAH DEWAN KOMISARIS

Kami  memandang  bahwa  prospek  usaha  Perseroan  ke 

depan cukup baik. Jaringan infrastruktur Perseroan yang 

Dewan Komisaris PT Telkom memiliki 3 (tiga) Komite yang 

lengkap  dan  terintegrasi,  seperti  kabel  serat  optik,  data 

membantu  dalam  melaksanakan  tugas  pengawasannya, 

center,  jaringan  BTS  3G/4G  hingga  satelit,  menjadikan 

yaitu  Komite  Audit,  Komite  Nominasi  dan  Remunerasi 

Perseroan  berada  di  posisi  terdepan  untuk  menangkap 

(KNR) serta Komite Evaluasi dan Monitoring Perencanaan 

berbagai peluang agar dapat tumbuh secara berkelanjutan 

dan  Resiko  (KEMPR).  Dalam  pandangan  kami,  ketiga 

di masa mendatang. Peluang-peluang tersebut terutama 

Komite  tersebut  telah  melaksanakan  perannya  dengan 

datang  dari 

layanan  fixed  broadband  yang  ruang 

baik  sesuai  dengan  yang  diharapkan.  Komite  membuat 

penetrasinya  masih  terbuka,  layanan  bisnis  digital  di 

kajian-kajian  dan  memberikan  rekomendasi  kepada 

mobile seiring tingginya pengguna smartphone, dan juga 

Dewan  Komisaris  dan  memberikan  dukungan  penuh 

layanan  enterprise  solutions  yang  semakin  dibutuhkan 

sehingga mekanisme pengawasan terhadap Direksi dapat 

kalangan korporasi maupun lembaga pemerintah. 

berjalan dengan baik. 

Strategi  ke  depan  juga  dapat  terlihat  pada  kerangka 

Komite  Audit  membantu  kami  dalam  mengawasi  dan 

bisnis  utama  yaitu  digital  connectivity,  digital  platform 

turut  memastikan  efektivitas  pelaksanaan  pengendalian 

dan  digital  service  yang  masing-masing  diharapkan 

internal dalam penyusunan laporan keuangan, melakukan 

akan  menjadi  mesin  pendorong  pertumbuhan.  Layanan 

penelaahan  atas 

informasi  keuangan,  melakukan 

digital  connectivity  seperti  mobile  broadband  dan  fixed 

penelaahan  atas  pemeriksaan  Unit 

Internal  Audit 

broadband  menjadi  layanan  inti  Perseroan.  Sedangkan 

dan  memantau  proses  audit  Program  Kemitraan  dan 

digital  platform  mencakup  berbagai 

infrastruktur 

Bina  Lingkungan.  Selanjutnya,  Komite  Nominasi  dan 

pendukung (infrastructure as a service) dan solusi seperti 

Remunerasi  telah  memberikan  berbagai  rekomendasi 

data  center,  cloud  dan  cyber  security.  Sementara  digital 

penting  terkait  kebijakan,  kriteria  dan  seleksi  jabatan 

services  dikembangkan  sesuai  dengan  kebutuhan  para 

strategis  di 

lingkungan  Perseroan  dan  anak  usaha, 

pelanggan  untuk  memberikan  berbagai  kemudahan, 

serta  remunerasi  Direksi.  Sedangkan  Komite  Evaluasi 

seperti  layanan  digital  di  bidang    fintech,  musik,  video 

dan  Monitoring  Perencanaan  dan  Risiko  memberikan 

games dan sebagainya. 

rekomendasi terkait aspek strategis dan manajemen risiko 

Perseroan serta melakukan evaluasi secara komprehensif 

Selain hal-hal di atas, peluang pertumbuhan juga datang 

atas  usulan  Direksi  terkait  Rencana  Kegiatan  Anggaran 

dari  pendekatan  inorganik  dalam  rangka  meningkatkan 

Perseroan dan memantau pelaksanaannya.

nilai  tambah,  memperkuat  kapabilitas  digital  atau 

menciptakan sinergi bagi Perseroan. Dalam hal ini, Dewan 

Komisaris mendukung upaya Direksi untuk mengeksplorasi 

peluang-peluang tersebut.

PENERAPAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 
YANG UNGGUL 

Aspek tata kelola merupakan salah satu fokus pengawasan 

Dewan  Komisaris,  dan  kami  memiliki  komitmen  untuk 

memastikan  pelaksanaan  tata  kelola  di  TelkomGroup 

berstandar  tinggi  sesuai  dengan  prinsip-prinsip  Good 

Corporate  Governance  (GCG).  Sepanjang  tahun  2019, 

Dewan Komisaris secara aktif mengawasi dan memberikan 

saran  atas  berbagai  aspek  pengelolaan  perusahaan, 

termasuk dalam hal manajemen risiko. 

Salah satu praktik tata kelola yang telah dilakukan Telkom 

adalah  Whistleblowing  System  (WBS).  Telkom  telah 

memiliki mekanisme Whistleblowing System yang berjalan 

baik  pada  tahun  2019.  Dengan  adanya  mekanisme  ini, 

Perseroan  secara  lebih  baik  dapat  mengidentifikasi  dan 

meminimalkan adanya potensi fraud serta penyimpangan 

kebijakan atau pelanggaran internal. 

28

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPERUBAHAN KOMPOSISI ANGGOTA DEWAN 
KOMISARIS

APRESIASI KEPADA PEMANGKU 
KEPENTINGAN DAN PENUTUP

Susunan  anggota  Dewan  Komisaris  Telkom  mengalami 

Sebagai  penutup,  kami  atas  nama  Dewan  Komisaris 

perubahan  sesuai  dengan  keputusan  RUPST  tanggal  24 

mengucapkan terima kasih kepada seluruh Direksi, jajaran 

Mei 2019. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan untuk 

manajemen dan karyawan yang telah berkontribusi dengan 

Tahun Buku 2018 memutuskan untuk mengakhiri dengan 

sepenuh hati untuk mengelola kegiatan usaha Telkom dan 

hormat masa jabatan Anggota Dewan Komisaris sebagai 

Anak  Perusahaan.  Kami  juga  menyampaikan  apresiasi 

berikut:

kami  kepada  segenap  pemegang  saham,  pelanggan, 

mitra  bisnis,  serta  pemangku  kepentingan  lainnya  yang 

Hendri  Saparini,  jabatan  terakhir  sebagai  Komisaris 

telah  mendukung  Telkom  menjadi  perusahaan  digital 

Utama.

telecommunication  yang  unggul  saat  ini  dan  di  masa 

Rinaldi Firmansyah, jabatan terakhir sebagai Komisaris.

depan.

Pamijati  Pamela  Johanna  Waluyo,  jabatan  terakhir 

sebagai Komisaris Independen.

Kami yakin dan percaya, dengan adanya kolaborasi yang 

baik,  Telkom  dapat  terus  tumbuh  dan  meningkatkan 

Rapat  Umum  Pemegang  Saham  Tahunan  untuk  Tahun 

profitabilitasnya secara berkelanjutan di masa depan.

Buku 2018 juga memutuskan penunjukan empat anggota 

Dewan  Komisaris  baru  yaitu  Rhenald  Kasali,  Marsudi 

Jakarta, 27 Mei 2020

Wahyu Kisworo, Ismail, dan Marcelino Rumambo Pandin.

Selain itu, 2 (dua) anggota komisaris yaitu Edwin Hidayat 

Abdullah  dan 

Isa  Rachmatarwata,  berhenti  sebagai 

komisaris karena diangkat oleh Pemegang Saham menjadi 

Direksi dan Komisaris di BUMN lainnya.

Sehingga pada tanggal 31 Desember 2019, susunan Dewan 

Komisaris Perseroan menjadi sebagai berikut:

Rhenald Kasali
Komisaris Utama

Rhenald Kasali

: Komisaris Utama

Ismail

: Komisaris

Marcelino Rumambo Pandin

: Komisaris

Cahyana Ahmadjayadi

: Komisaris Independen

Margiyono Darsasumarja 

: Komisaris Independen

Marsudi Wahyu Kisworo

: Komisaris Independen

29

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian“

Committed to 

Sustainable 

Growth and Better 

Profitability in 

Capturing Digital 

Opportunities

”

IndiHome pada 

tahun 2019 semakin 

mengukuhkan 

posisinya sebagai 

mesin pertumbuhan 

baru, dengan 

profitabilitas 

mendekati standar 

global.

Ririek Adriansyah
Direktur Utama

30
30

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk

 Laporan Tahunan 2019

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianLAPORAN DIREKSI

Telkom berhasil mencatatkan total Pendapatan sebesar Rp135,6 triliun atau 

tumbuh  sebesar  3,7%  dibandingkan  tahun  sebelumnya.  EBITDA  margin 

meningkat secara signifikan menjadi 47,8% dari 45,3% pada tahun sebelumnya. 

Sementara  itu,  Laba  Bersih  tercatat  sebesar  Rp18,7  triliun,  atau  tumbuh 

sebesar 3,5% dari Laba Bersih tahun 2018.

Para  Pemegang  Saham,  Dewan  Komisaris,  dan  seluruh 

berdampak  positif  terhadap 

industri  telekomunikasi, 

pemangku kepentingan yang terhormat,

terutama  dengan  terus  tumbuhnya  penggunaan  ponsel 

pintar (smartphone) dan konsumsi data.

Atas  nama  segenap  Direksi  dan  jajaran  manajemen 
PT  Telkom  Indonesia  (Persero)  Tbk  (“Telkom”  atau 

Dari sisi politik, kegiatan Pemilu yang dilangsungkan pada 

“Perseroan”),  kami  ucapkan  puji  dan  syukur  ke  hadirat 

bulan  April  2019  berhasil  terselenggara  dengan  lancar, 

Tuhan  Yang  Maha  Esa  karena  Perseroan  telah  berhasil 

aman  dan  damai.  Hal  ini  turut  memberikan  keyakinan 

melewati tahun 2019 dengan cukup baik.

kepada  para  pelaku  bisnis  untuk  merealisasikan  rencana 

bisnis  mereka,  yang  mungkin  sempat  tertunda  akibat 

Dalam kesempatan ini, perkenankan kami menyampaikan 

ketidakpastian politik pada tahun sebelumnya. 

intisari  upaya  dan  pencapaian  kami  sepanjang  tahun 

2019, khususnya terkait upaya Telkom dalam mewujudkan 

Industri  fixed  broadband  sepanjang  tahun  2019  tumbuh 

transformasi menuju digital telecommunication company 

sekitar 22%, yang mengacu pada 2 pemain fixed broadband 

yang berstandar global.

utama  dengan  pangsa  pasar  diperkirakan  meliputi  93%. 

Layanan  fixed  broadband  masih  memberikan  peluang 

KONDISI EKONOMI, POLITIK DAN INDUSTRI

pertumbuhan  yang  cukup  tinggi,  mengingat  penetrasi 

layanan  ini  masih  sangat  rendah  sekitar  kurang  dari  15% 

Produk  Domestik  Bruto  (PDB)  Indonesia  pada  tahun  2019 

pada  akhir  tahun  2019.  Permintaan  terhadap  layanan 

tumbuh  cukup  baik  mencapai  5,02%.  Kontribusi  terbesar 

ini  juga  semakin  meningkat  seiring  dengan  kebutuhan 

dari pertumbuhan ekonomi, yaitu sekitar 56%, masih berasal 

akan connectivity berkualitas tinggi dan beraneka ragam 

dari  konsumsi  rumah  tangga.  Hal  ini  menandakan  bahwa 

konten  yang  semakin  diminati.  Di  samping  itu,  secara 

daya beli masyarakat relatif cukup baik, yang di antaranya 

umum  persaingan  pada  industri  fixed  broadband  relatif 

disebabkan  pembangunan 

infrastruktur  yang  cukup 

longgar, namun kebutuhan sumber daya yang cukup tinggi 

masif  dalam  beberapa  tahun  terakhir.  Adapun  tantangan 

menjadi  pembatas  bagi  pelaku  usaha  untuk  berekspansi 

ekonomi yang dihadapi sepanjang tahun 2019 adalah masih 

secara agresif.

berlanjutnya perang dagang China—Amerika Serikat. Hal ini 

berdampak  pada  pelemahan  ekonomi  di  beberapa  negara 

Industri  seluler  yang  mengacu  pada  3  operator  seluler 

termasuk Indonesia khususnya kinerja ekspor. 

terbesar,  tumbuh  di  kisaran  sebesar  5,1%  atau  relatif 

seiring  dengan  pertumbuhan  PDB.  Pertumbuhan  yang 

Dari  sisi  indikator  makro  utama,  nilai  tukar  mata  uang 

cukup  tinggi  berasal  dari  bisnis  digital,  baik  itu  layanan 

Rupiah terhadap USD sepanjang tahun 2019 relatif stabil 

data  maupun  digital  services.  Persaingan  yang  ketat 

bahkan  cenderung  menguat,  dengan  kurs  transaksi 

pada  layanan  data  masih  mewarnai  industri  seluler 

Bank Indonesia senilai Rp14.465 per USD pada tanggal 2 

yang  didukung  oleh  meluasnya  adopsi  penggunaan 

Januari 2019 dan pada 31 Desember 2019 ditutup dengan 

smartphone. Disisi lain, penggunaan layanan legacy yaitu 

nilai kurs sebesar Rp13.901. Demikian pula halnya dengan 

voice  dan  SMS  semakin  menurun,  sebagai  konsekuensi 

tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI 7-day Repo 
Rate),  yang  cenderung  menurun  dari  6%  pada  bulan 

dari  semakin  banyaknya  pelanggan  yang  beralih 
menggunakan layanan berbasis data untuk menggantikan 

Januari 2019 dan berada di level 5% pada bulan Desember 

layanan voice dan SMS. 

2019. Situasi makro yang kondusif tersebut tentunya turut 

31

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKINERJA PERUSAHAAN TAHUN 2019

Di  segmen  Consumer, 

IndiHome  terus  melanjutkan 

momentum positif dan menjadi pendorong pertumbuhan 

Pada  tahun  2019,  secara  konsolidasian  Telkom  berhasil 

Perseroan.  Sepanjang  tahun  2019,  pelanggan  IndiHome 

mencatatkan total Pendapatan sebesar Rp135,6 triliun atau 

tumbuh  sebesar  37,2%  atau  bertambah  1,9  juta  menjadi 

tumbuh  sebesar  3,7%  dibandingkan  tahun  sebelumnya. 

7  juta  pelanggan.  Hal  ini  mencerminkan  permintaan 

EBITDA  mampu  tumbuh  9,5%  mencapai  Rp64,8  triliun, 

yang  kuat  akan  layanan  internet  berkualitas  tinggi  dan 

dengan  EBITDA  margin  meningkat  secara  signifikan 

juga  aneka  ragam  konten  yang  menarik  dari  masyarakat 

menjadi  47,8%  dari  45,3%  pada  tahun  sebelumnya. 

Indonesia.  Dari  jumlah  pelanggan  IndiHome,  komposisi 

Sementara itu, Laba Bersih tercatat sebesar Rp18,7 triliun, 

pelanggan  layanan  triple  play,  yang  terdiri  dari  fixed 

atau  tumbuh  sebesar  3,5%  dari  Laba  Bersih  tahun  2018. 

voice,  fixed  broadband  dan  IP-TV,  adalah  sebesar  48% 

Arus  kas  bersih  dari  kegiatan  operasi  mencapai  Rp54,9 

sedangkan pelanggan dual play sebesar 52%. Pendapatan 

triliun,  dibandingkan  Rp45,7  triliun  pada  tahun  2018. 

segmen  Consumer  tumbuh  cukup  tinggi  sebesar  27,5% 

Dapat  kami  sampaikan  bahwa  kinerja  yang  cukup  baik 

menjadi Rp17,7 triliun, dan memberikan kontribusi sebesar 

tersebut  kami  capai  ditengah  kondisi  yang  masih  cukup 

13,1%  terhadap  pendapatan  konsolidasian  Perseroan. 

menantang pada tahun 2019, seperti industri seluler yang 

Profitabilitas IndiHome juga semakin baik dengan EBITDA 

sangat kompetitif, agenda politik pemilihan Presiden dan 

mencapai 33,9% mendekati standar profitabilitas global.

Wakil  Presiden,  serta  perang  dagang  antara  China  dan 

Amerika Serikat yang masih berlanjut.

Pada  segmen  Mobile,  Telkom  melalui  entitas  anak 

Pada  segmen  Enterprise,  di  tahun  2019  Perseroan 

melakukan  perubahan  kebijakan  bisnis  dengan  berfokus 
pada  lini  bisnis  yang  memiliki  profitabilitas  lebih  tinggi 

Telkomsel,  masih  mengukuhkan  diri  sebagai  operator 

yang bersifat recurring terutama pada layanan enterprise 

dengan basis pelanggan terbesar di Indonesia, yaitu 171,1 

solutions  seperti  enterprise  connectivity,  data  center 

juta  pelanggan  dengan  pengguna  mobile  data  tercatat 

dan  cloud,  dan  secara  selektif  mengurangi  dan  tidak 

sebanyak 

110,3 

juta  pelanggan.  Semakin  besarnya 

memprioritaskan solusi bisnis yang memiliki tingkat margin 

kebutuhan  layanan  data  di  tengah  masifnya  gaya  hidup 

relatif  rendah  dan  non-recurring.  Sehingga  meskipun 

digital, telah mendorong trafik data tumbuh sebesar 54% 

sepanjang tahun 2019 pendapatan dari segmen Enterprise 

menjadi  6.558  petabyte.  Sebagai  hasilnya,  Pendapatan 

tercatat sebesar Rp18,7 triliun, atau turun 11,2% dari tahun 

Digital  Business  Telkomsel  tumbuh  cukup  signifikan 

sebelumnya,  namun  dari  sisi  profil  bisnis  menjadi  lebih 

sebesar  23%  atau  Rp10,9  triliun  dimana  secara  absolut 

baik.  Segmen  Enterprise  memberikan  kontribusi  sebesar 

pertumbuhan  pendapatan  Digital  Business  tersebut 

13,8% terhadap pendapatan konsolidasian.

tercatat  sebagai  pertumbuhan  tertinggi  secara  industri 

di  tahun  2019  sehingga  pendapatan  Digital  Business 

Segmen  Wholesale  and  International  Business  pada 

Telkomsel  menjadi  Rp58,2  triliun  yang  sekaligus  menjadi 

tahun  2019  menunjukkan  kinerja  yang  cukup  baik.  Di 

katalis dalam pergeseran bisnis Legacy ke layanan Digital 

segmen  ini,  kami  memberikan  layanan  kepada  operator 

Business.  Pendapatan  Digital  Business 

ini  didukung 

telekomunikasi,  internet  service  provider  dan  digital 

oleh  pertumbuhan  Data  sebesar  22%  dan  pertumbuhan 

player baik domestik maupun global. Perseroan mencatat 

Digital  Services  sebesar  29%  seiring  upaya  Telkomsel 

pendapatan  sebesar  Rp10,6  triliun  dari  Wholesale  and 

dalam mengembangkan berbagai Digital Services seperti 

International  Business  pada  tahun  2019,  atau  tumbuh 

Digital  Lifestyle,  Digital  Advertising,  Big  Data,  Digital 

5,2%  dari  tahun  sebelumnya.  Segmen  Wholesale  and 

Enterprise Solution dan Mobile Payment. Pada tahun 2019 

International  Business  memberikan  kontribusi  sebesar 

kontribusi  pendapatan  dari  Digital  Business  meningkat 

7,9% terhadap pendapatan konsolidasian.

menjadi 64% dari total pendapatan, dari 53% pada tahun 

sebelumnya.  Secara  konsolidasi,  termasuk  pendapatan 

Melalui  berbagai  segmen  bisnis  di  atas,  Telkom 

dari  bisnis  Legacy  yang  mengalami  penurunan  sekitar 

menyediakan  beragam  layanan  digital  yang  dapat  kami 

22%, Telkomsel mencatatkan Pendapatan sebesar Rp87,9 

kategorikan ke dalam Digital Platform dan Digital Services 

triliun atau tumbuh sebesar 3,0% dari tahun sebelumnya, 

baik untuk B2B maupun B2C seperti video, games, music, 

dan  memberikan  kontribusi  sebesar  65,1%  terhadap 

advertising  dan  lain  sebagainya.  Kami  terus  berupaya 

pendapatan  konsolidasian  Perseroan.  Telkomsel  sendiri 

untuk mengembangkan berbagai layanan digital tersebut 

juga berhasil melakukan pengendalian biaya dengan baik, 

sesuai  kebutuhan  para  pelanggan  dan  senantiasa 

sehingga  mampu  meningkatkan  EBITDA  margin  menjadi 

memberikan  pengalaman  terbaik.  Meskipun  saat 

ini 

54,0% dari sebelumnya 53,2%.

kontribusi  pendapatan  dari  layanan  digital  ini  masih 

32

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasianrelatif kecil yaitu sekitar 6% dari pendapatan konsolidasi, 

Terdapat empat pilar pengembangan SDM yang dilakukan 

namun  memiliki  tingkat  pertumbuhan  cukup  tinggi  yaitu 

Perseroan.  Pertama  yaitu  pengembangan  karakter  The 

hampir 30%, dan kami berkeyakinan bahwa lini bisnis ini 

Telkom Way di era digital. Untuk itu, Philosophy to Be the 

merupakan  salah  satu  sumber  pendorong  pertumbuhan 

Best,  Principles  To  Be  The  Star  dan  Practices  To  Be  The 

bagi Telkom di masa mendatang.

Winner  tetap  menjadi  landasan  filosofi  The  Telkom  Way. 

Kedua, pengembangan leadership yang menekankan pada 

Dalam  rangka  mempertahankan  dominasi  di  industri 

kompetensi  digital  leader.  Ketiga,  pengembangan  aspek 

telekomunikasi,  Telkom  terus  memperkuat  infrastruktur 

soft  skills  para  profesional  pada  level  manager  &  middle 

seperti 

jaringan  akses  maupun  backbone,  menara 

management leader, yang antara lain mencakup decision 

telekomunikasi, 

infrastruktur  pendukung 

lainnya  dan 

making,  people  development,  teamwork,  organization 

sistem  IT  yang  mendukungnya.  Sepanjang  tahun  2019, 

awareness,  serta  analytical  &  conceptual  thinking  di  era 

Perseroan  membangun  23  ribu  BTS  yang  seluruhnya  4G 

digital.  Keempat,  Telkom  terus  berkomitmen  melakukan 

sehingga total BTS mencapai 212.235 unit, dengan 161.938 

pengembangan  kemampuan  dan  keahlian  teknis  SDM 

unit di antaranya adalah BTS 3G dan 4G, membangun 3.117 

berdasarkan  job  family,  job  functions  dan  job  role  yang 

km jaringan backbone berbasis fiber optik sehingga total 

relevan dengan kompetensi digital.

panjang  backbone  mencapai  164.769  km.  Di  akhir  tahun 

2019 Telkom memiliki 1,1 juta unit Optical Distribution Point 

Di  dalam  praktiknya,  transformasi  digital  membutuhkan 

(ODP) dan 33 ribu unit Optical Distribution Cabinet (ODC), 

perubahan  fundamental  budaya  kerja  dalam  organisasi. 

lebih dari 15 ribu unit menara telekomunikasi dan berbagai 
infrastruktur pendukung lainnya. Dalam rangka penguatan 

Seluruh  karyawan  Telkom  didorong  untuk  memiliki 
agility  yang  tinggi  dalam  bekerja  dengan  melibatkan 

infrastruktur  tersebut,  Perseroan  merealisasikan  belanja 

dan  membentuk  tribe  dan  squad 

lintas-fungsi  dan 

modal  sebesar  Rp36,6  triliun.  Selain  itu,  Perseroan  juga 

lintas  keahlian  dalam  pengembangan  produk  layanan. 

melakukan penguatan melalui aktivitas inorganik dengan 

Perseroan  juga  terus  meningkatkan  kompetensi  talent-

mengakuisisi  95%  kepemilikan  PT  Persada  Sokka  Tama 

talent  digital  yang  memiliki  kemampuan  terbaik  dalam 

yang  memiliki  1.017  menara  telekomunikasi  dan  membeli 

mengembangkan inovasi produk digital.

2.100 menara telekomunikasi dari PT Indosat Tbk.

Komitmen Untuk Terus Tumbuh dan 
Mempertahankan Profitabilitas Yang Sehat

Penerapan Standar Akuntansi

Sebagai  perusahaan  yang  terdaftar  di  New  York  Stock 

Exchange (NYSE), Telkom terikat dengan regulasi United 

Kinerja  yang  baik  sebagaimana  diuraikan  di  atas  tidak 

States  Securities  and  Exchange  Commission  (US  SEC) 

terlepas  dari  telah  dijalankannya  program-program  kerja 

yang telah menerapkan IFRS 15 dan IFRS 9 sejak 1 Januari 

tahun 2019 secara optimal dan efektif, yang meliputi tiga 

2018 dan IFRS 16 mulai 1 Januari 2019. IFRS 15 mengatur 

program  utama  yaitu  customer  experience,  intensifying 

terkait  prinsip  pengakuan  pendapatan  dari  kontrak 

digital business, dan cost effectiveness initiative. Perseroan 

dengan  pelanggan,  IFRS  9  mengatur  terkait  instrumen 

berkeyakinan bahwa keberhasilan menjalankan program-

keuangan terutama untuk cadangan kerugian penurunan 

program yang telah dilakukan sepanjang tahun 2019 akan 

nilai  aset  keuangan  seperti  penyisihan  piutang  dan  IFRS 

semakin  diperkuat  dengan  kapabilitas  Telkom  sebagai 

16 mengatur terkait transaksi sewa. 

digital  telco  company,  khususnya  dalam  pemenuhan 

kebutuhan seluruh segmen pelanggan untuk memastikan 

Telkom  telah  melakukan  pemutakhiran  kebijakan,  bisnis 

Perseroan  dapat  terus  tumbuh  dan  mempertahankan 

proses, persiapan data dan sistem serta kesiapan sumber 

profitabilitas yang sehat di masa yang akan datang.

daya  manusia  sebagai  pelaku  aktivitas  dan  proses  serta 

kontrol dalam memastikan ketepatan penerapan standar-

Membangun Kompetensi Digital

standar IFRS yang cukup kompleks. 

Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu faktor 

Dengan  berbagai  proses  yang  dilakukan  secara 

kunci  Perseroan  dalam  bertransformasi  menjadi  digital 

terintegrasi  untuk  menyesuaikan 

laporan  keuangan 

telco company yang unggul dan kompetitif di tingkat global 

sesuai  standar  internasional  IFRS  tersebut,  baik  untuk 

di masa depan. Telkom secara konsisten mengembangkan 

Telkom maupun di anak-anak perusahaan, maka laporan 

SDM sekaligus membangun budaya digital sebagai bagian 

keuangan konsolidasian TelkomGroup yang disampaikan 

dari komponen penting transformasi digital Perseroan.

ke  US  SEC  sudah  sesuai  dgn  IFRS  9,  IFRS  15  dan  IFRS 
16,  serta  dapat  dibandingkan  dengan  perusahaan-

perusahaan  lain  di  dunia  yang  juga  telah  menerapkan 

ketiga standar tersebut.

33

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianDari Kiri ke Kanan:
Harry Mozarta Zen (Direktur Keuangan), Edwin Aristiawan (Direktur Wholesale & International Service), Achmad Sugiarto (Direktur Strategic Portfolio), 

Zulhelfi Abidin (Direktur Network & IT Solution), Faizal Rochmad Djoemadi (Direktur Digital Business).

Ririek Adriansyah (Direktur Utama), Siti Choiriana (Direktur Consumer Service), Bogi Witjaksono (Direktur Enterprise & Business Service), 

Edi Witjara (Direktur Human Capital Management).

GAMBARAN ATAS PROSPEK USAHA

Perseroan  memperkirakan  bahwa  trafik  data  akan  terus 

tumbuh signifikan dalam beberapa tahun ke depan seiring 

Seiring  dengan  perubahan  perilaku  konsumen  yang 

semakin  beragamnya  layanan  digital,  seperti  games, 

semakin  mengadopsi  gaya  hidup  digital,  kebutuhan 

video,  advertising  dan  payment  yang  masih  dalam  fase 

akan  berbagai  digital  services  yang  memberikan 

awal pertumbuhan. Selain itu, Perseroan juga menjalankan 

berbagai  solusi  dan  kemudahan  akan  terus  meningkat. 

strategi  untuk  meningkatkan  potensi  pertumbuhan 

Untuk  mengembangkan  berbagai  digital  services  sesuai 

pada  High  Value  Customer  dan  layanan  mobile  solution 

kebutuhan  konsumen,  diperlukan 

infrastruktur  dan 

untuk  segmen  Enterprise.  Saat  ini,  High  Value  Customer 

kapabilitas  digital  platform.  Untuk  mengembangkan 

memberikan  kontribusi  signifikan  terhadap  pendapatan 

digital  service  dan  membangun  digital  platform, 

Telkomsel.  Kami  menjaga 

loyalitas  mereka  dengan 

diperlukan  fondasi  infrastruktur  konektivitas  digital  yang 

memberikan  pengalaman  terbaik,  di  antaranya  dengan 

handal (digital connectivity). Telkom, dengan infrastruktur 

menawarkan  layanan  yang  sesuai  dengan  kebutuhan 

dan fasilitas yang lengkap dan mumpuni, berada di posisi 

personal mereka dengan memanfaatkan big data analytic 

terdepan  untuk  mengambil  peluang-peluang  di  masa 

kami.  Kami  juga  terus  mengembangkan  solusi  digital 

datang untuk memastikan pertumbuhan Perusahaan yang 

untuk  segmen  Enterprise  termasuk  mobile  security, 

berkelanjutan. 

NB-IoT  dan  berbagai  solusi  lainnya.  Di  saat  yang  sama, 

Perseroan juga mengembangkan produk untuk memenuhi 

Seiring  dengan  kebutuhan  layanan  broadband  yang 

kebutuhan dan tuntutan segmen youth sesuai gaya hidup 

terus  meningkat  dan  perubahan  perilaku  konsumen 

yang  semakin  mengadopsi  gaya  hidup  digital  baik  pada 

mereka karena dalam beberapa tahun kedepan kalangan 
kaum muda masih akan mendominasi struktur demografi 

segmen konsumer maupun solusi-solusi ICT pada segmen 

di Indonesia. 

korporasi,  maka  saat  ini  dunia  telekomunikasi  sedang 

mengantisipasinya  dan  tengah  mengalami  pergeseran 

Di segmen Consumer, penetrasi layanan fixed broadband di 

strategis  menuju  dunia  digital.  Telkom  melihat  dinamika 

Indonesia masih sangat rendah, yaitu kurang dari 15% dari 

perubahan  tersebut  dalam  3  perspektif  domain  bisnis 

populasi  rumah  tangga,  jauh  lebih  rendah  dibandingkan 

digital,  yaitu  digital  connectivity,  digital  platform,  dan 

negara  tetangga  seperti  Thailand  atau  Malaysia  dengan 

digital  service.  Sebagai  sebagai  penyedia  utama  pada 

penetrasi  sekitar  40%.  Ditunjang  oleh  jumlah  rumah 

layanan  bradband  di  Indonesia,  Telkom  tetap  terus 

tangga  kelas  menengah  yang  semakin  bertambah  dari 

memperkuat  posisinya  sebagai  market 

leader  pada 

tahun ke tahun, dan inovasi produk dengan harga menarik 

domain  digital  connectivity  dengan  menghadirkan 

untuk menyasar rumah tangga menengah ke bawah, kami 

layanan  berkualitas  dengan  jangkauan  terluas.  Telkom 

berkeyakinan  bahwa  permintaan  akan  layanan  IndiHome 

juga  mengakselerasi  domain  digital  platform  dengan 

masih akan tetap tinggi dalam beberapa tahun mendatang. 

cara mengembangkan layanan data center & cloud pada 

Melalui 

IndiHome,  Telkom  memberikan 

layanan  fixed 

tahap awal untuk kemudian menyediakan smart platform 

broadband berkualitas tinggi untuk memenuhi kebutuhan 

di  atasnya  sebagai  enabler  berbagai  layanan  dan  solusi 

internet sekaligus mendukung aneka layanan digital service 

ICT.  Selanjutnya  produk-produk  digital  service  akan 

yang menarik. Dalam jangka panjang, IndiHome juga akan 

dikembangkan  secara  selektif,  termasuk  melalui  akuisisi 

dikembangkan untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan 

maupun kemitraan, didukung secara sinergis oleh digital 

untuk  mendukung  aktivitas  dan  efektivitas  di  rumah 

platform  dan  digital  connectivity  yang  telah  dibangun 

tangga  seperti  smart  home  dan  kebutuhan  edutainment 

sehingga pelanggan mendapatkan pengalaman terbaik.

yang mendidik, menginspirasi sekaligus menghibur. 

Di  segmen  Mobile,  potensi  pertumbuhan  di  masa 

Sementara itu di segmen Enterprise, Perseroan akan fokus 

mendatang  akan  sejalan  dengan  semakin  tingginya 

pada  penyediaan  enterprise  solutions,  seiring  dengan 

pengguna  mobile  data,  dimana  saat 

ini  penetrasi 

semakin  besarnya  kebutuhan  pelanggan-pelanggan 

pengguna  mobile  data  mencapai  64%  dan  diperkirakan 

segmen Enterprise untuk mendigitalisasi proses bisnisnya 

masih tetap akan tumbuh seiring penggunaan smartphone 

agar  lebih  berdaya  saing.  Penggunaan  connectivity  dan 

yang  semakin  luas.  Namun  demikian,  rata-rata  konsumsi 

solusi digital di kalangan UMKM juga masih sangat rendah, 

mobile  data  masih  relatif  rendah  yaitu  5,2  GB  per 

sehingga menawarkan potensi pertumbuhan yang cukup 

pelanggan  per  bulan,  dibandingkan  negara  lain  seperti 

besar  kedepan.  Di  saat  yang  sama,  lembaga  pemerintah 

Thailand atau India yang masing-masing mencapai 13 GB 

dan  pemerintah  daerah  semakin  gencar  memanfaatkan 

dan 11 GB per pelanggan per bulan. Melihat hal tersebut, 

solusi  digital  dalam  meningkatkan  pelayanan  kepada 

36

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasianmasyarakat melalui kebutuhan konektivitas dan platform 

Program dan Sasaran Kinerja Tahun 2020

smart  city  sebagaimana  yang  telah  digunakan  di  470 

kota  di  seluruh  Indonesia.  Secara  bersamaan,  dalam 

Pada  tahun  2020,  Perseroan  melanjutkan  komitmen 

rangka meningkatkan margin profitabilitas pada segmen 

untuk  terus  dapat  tumbuh  secara  sehat  dengan  tingkat 

Enterprise, Perseroan akan tetap fokus pada pertumbuhan 

profitabilitas  yang  baik  sejalan  dengan  penguatan 

bisnis  yang  lebih  mengutamakan  layanan  solusi  yang 

kapabilitas  digital  perusahaan.  Sebagai  kesinambungan 

bersifat  recurring  dengan  marjin  keuntungan  yang  

tahun 

sebelumnya,  pada 

tahun  2020  Perseroan 

lebih baik. 

Pada  segmen  Wholesale  and  International  Business, 

Perseroan  fokus  sebagai  enabler  yaitu  penyedia  jasa 

dan  jaringan  telekomunikasi,  data  center,  infrastruktur 

tower, infrastructure manage service dan power solution 

bagi  penyelenggara  jaringan/jasa  telekomunikasi  dan 

mencanangkan 3 program utama, yaitu: 

1.  Deliver best quality of digital connectivity services with 

improved customer experience, dimana Perseroan akan 

memperkuat  posisi  leadership  pada  layanan  digital 

connectivity  sebagai  bisnis  yang  mendukung  kinerja 

keuangan  melalui  infrastruktur  dan  operasional  yang 

semakin  efisien,  serta  meningkatkan  kualitas  layanan 

ekosistem digital baik domestik maupun regional.

dan pengalaman pelanggan. 

Dengan  kabel  laut  Indonesia  Global  Gateway  (IGG)  milik 

Perseroan  yang  menghubungkan  kabel  bawah  laut  SEA-

ME-WE5  dengan  kabel  bawah  laut  SEA–US  menjadikan 
Perseroan sebagai Global Digital Hub yang menyediakan 

direct  broadband  connectivity  antara  kawasan  Eropa, 

2.  Develop  digital  talent  and  establish  digital  platform 

business by leveraging group collaboration & synergy, 

dimana  Perseroan  akan 

terus  mengembangkan 

talenta-talenta digital dan mempercepat pertumbuhan 

digital  platform  sebagai  sumber  pertumbuhan  baru 

dengan  memanfaatkan  potensi  kolaborasi  dan  sinergi 

Asia  dan  Amerika.  Sebagai  enabler,  maka  Perseroan 

di TelkomGroup. 

akan  menjadi  gerbang  utama  konektivitas  digital  yang 

3.  Drive portfolio optimization along with cost leadership 

membawa  trafik  domestik  ke  global,  trafik  global 

ke  domestik  dan  juga  membawa  trafik  antar  negara 

and lean organization, untuk mendorong peningkatan 

nilai  bisnis  melalui  penataan  portfolio  sehingga 

(hubbing), baik itu trafik voice maupun A2P (Application-

terbentuk organisasi yang lincah dan produktif.

to-Person) SMS. 

Perseroan  memperkuat  bisnis  tower  baik  melalui  inisiatif 

beberapa  tahun  terakhir  serta  melalui  strategi  dan 

organic maupun inorganic. Selain itu memberikan layanan 

program-program  yang  disusun  dan  dijalankan  secara 

power solution, infra manage service serta pemeliharaan, 

sistematis,  pada  tahun  2020  kami  berharap  kinerja 

perbaikan  dan  penggelaran  infrastruktur  kabel  laut  di 

Perseroan dapat terus bertumbuh secara kompetitif dan 

perairan  Indonesia  dan  infrastruktur  kabel  laut  milik 

meraih tingkat profitabilitas yang baik.

Dengan  kapabilitas  yang  telah  kami  bangun  dalam 

konsorsium kabel regional.

Beberapa 

inisiatif  Perseroan  untuk  pengembangan 

Digital  Platform,  seperti  Carrier  Neutral  Data  Center 

PERKEMBANGAN PENERAPAN TATA 
KELOLA PERUSAHAAN

dan  pembangunan  Hyperscale  Data  Center,  Content 

Perseroan  senantiasa  berupaya  menjunjung 

tinggi 

Delivery  Network  (CDN),  Cloud  services  dan  CPaaS 

penerapan tata kelola yang baik sesuai dengan lima prinsip 

(Communication  Platform  as  a  Service).  Untuk 

Good  Corporate  Governance  (GCG)  yaitu  transparansi, 

pengembangan  digital  service  beberapa  inisiatif  telah 

akuntabilitas, tanggung jawab, independen dan keadilan, 

dilakukan dengan menyediakan layanan U Poin dan U Ads, 

serta  mengacu  pada  delapan  prinsip  pengelolaan 

dan  inisiatif  lain  yang  akan  terus  dikembangkan  untuk 

perusahaan  sesuai  dengan  Penerapan  Pedoman  Tata 

mendukung Perseroan sebagai Digital Ekosistem Hub.

Kelola  Perusahaan  Terbuka  dari  Otoritas  Jasa  Keuangan 

(OJK).  Kami  menyadari  sepenuhnya  bahwa  tata  kelola 

yang baik berdasarkan nilai-nilai best practices berperan 

penting  untuk  membangun  keberlanjutan  Perseroan 

dalam  jangka  panjang.  Tata  kelola  yang  baik  sekaligus 

dapat  memelihara 

kepercayaan  para  pemangku 

kepentingan terhadap Telkom.

37

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianUpaya  Telkom  dalam 

implementasi 

tata  kelola, 

mendapatkan penghargaan dari pemangku kepentingan. 

Pada  tahun  2019,  Telkom  memperoleh  penghargaan 

sebagai  Best  State-Owned  Enterprise  Big  Cap  dalam 
ajang  The  11th  IICD  CG  Conference  and  Award  yang 
diselenggarakan oleh IICD.

TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN 
LINGKUNGAN SERTA PROGRAM 
KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menyadari pentingnya 

keberadaan masyarakat yang berkelanjutan serta kualitas 

lingkungan  hidup  yang  baik  dimasa  depan.  Oleh  sebab 

itu,  Telkom  berkomitmen  untuk  menjalankan  tanggung 

jawab  sosial  dan  lingkungan  melalui  “Telkom  Indonesia 

Untuk  Indonesia”  dalam  tiga  pilar,  yaitu  Lingkungan 

Digital,  Masyarakat  Digital,  dan  Ekonomi  Digital.  Dalam 

rangka  mendorong  pertumbuhan  ekonomi  yang  inklusif, 
kami melaksanakan berbagai program di bawah kerangka 

Ekonomi Digital guna mendukung usaha mikro, kecil dan 

menengah,  terutama  industri  kreatif,  berupa  pelatihan 

untuk  “go  digital”,  “go  online”,  dan  “go  global”  serta 

penyelenggaraan eksibisi produk-produk UKM. 

Selanjutnya, 

sebagai  Badan  Usaha  Milik  Negara 

PERUBAHAN SUSUNAN ANGGOTA DIREKSI 
TAHUN 2019

Pada tanggal 24 Mei 2019, Perseroan menyelenggarakan 

Rapat  Umum  Pemegang  Saham  Tahunan  (RUPST) 

dan  menetapkan  perubahan  susunan  anggota  Direksi 

Perseroan.  Keputusan  RUPST  tersebut  menetapkan 

Direksi Telkom yang dihentikan masa jabatannya yaitu:

Alex Janangkih Sinaga :  Direktur Utama

David Bangun

:  Direktur Digital & Strategic 

Portfolio

Dian Rachmawan

:  Direktur Enterprise & 

Abdus Somad Arief

Business Service

:  Direktur Wholesale & 
International Service

Herdy Rosadi Harman

:  Direktur Human Capital 

Management

Komposisi  Direksi  Telkom  per  31  Desember  2019  setelah 
pergantian tersebut menjadi:

Ririek Adriansyah

:  Direktur Utama

Harry Mozarta Zen

:  Direktur Keuangan

Zulhelfi Abidin

:  Direktur Network and IT 

Solution

(BUMN),  kami  melaksanakan  Program  Kemitraan  dan 

Siti Choiriana

:  Direktur Consumer Service

Bina  Lingkungan  (PKBL).  Pada  tahun  2019,  dana  PKBL 

sebesar  Rp418,2  miliar  kami  salurkan  untuk  program-

Faizal Rochmad 
Djoemadi

:  Direktur Digital Business

program  peningkatan  kesejahteraan  dan  kehidupan 

Achmad Sugiarto

:  Direktor Strategic Portfolio

sosial  masyarakat  yang  dilaksanakan  dan  berpedoman 

pada  Peraturan  Menteri  BUMN.  Khusus  untuk  Program 

Kemitraan,  pada  tahun  2019,  Telkom  telah  menyalurkan 

dana  sebesar  Rp253,4  miliar  untuk  5.543  mitra  binaan 

yang berusaha di sektor industri, perdagangan, pertanian, 

peternakan,  perkebunan,  perikanan,  jasa  dan  lain-lain. 

Kemudian, dana Bina Lingkungan yang telah direalisasikan 

Edwin Aristiawan

:  Direktur Wholesale and 

International Service

Edi Witjara

:  Direktur Human Capital 

Management

Bogi Witjaksono

:  Direktur Enterprise & 

Business Service

pada  tahun  2019  adalah  sebesar  Rp115,3  miliar  yang 

Atas  peran  dan  kontribusi  anggota  Direksi  yang  telah 

dimanfaatkan  untuk  7  bidang,  yaitu  Bantuan  Korban 

berakhir masa jabatannya, kami menyampaikan apresiasi 

Bencana Alam, Bantuan Pendidikan, Bantuan Peningkatan 

yang  sebesar-besarnya.  Kami  berharap  nilai-nilai  positif 

Kesehatan,  Bantuan  Pengembangan  Prasarana  atau 

yang  dibangun  selama  ini  dapat  terus  dipelihara  dan 

Sarana  Umum,  Bantuan  Sarana 

Ibadah,  Bantuan 

dikembangkan untuk kemajuan Perseroan. 

Pelestarian  Alam  dan  Bantuan  Sosial  Kemasyarakatan 

dalam rangka Pengentasan Kemiskinan.

38

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPENUTUP

Mewakili Direksi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, saya 

menyampaikan  ucapan  terima  kasih  dan  penghargaan 

kepada  pemegang  saham,  Dewan  Komisaris,  pelanggan 

setia,  mitra  bisnis,  media,  masyarakat  secara  luas,  dan 

pemangku  kepentingan  lainnya  atas  dukungan  yang 

diberikan kepada Telkom sepanjang tahun 2019. Apresiasi 

yang  tinggi  kami  berikan  kepada  manajemen  dan 

karyawan Telkom dan anak perusahaan atas dedikasi dan 

kerja kerasnya di sepanjang tahun 2019 yang dinamis dan 

penuh tantangan. 

Menutup  Laporan  ini,  kami  mengajak  manajemen  dan 

karyawan  semakin  produktif  dan  berinovasi  tanpa  henti 

agar dapat meraih peluang digital yang lebih besar, guna 

mencapai  pertumbuhan  berkelanjutan  dan  profitabilitas 

yang lebih baik di masa depan.

Jakarta, 27 Mei 2020

Ririek Adriansyah
Direktur Utama

39

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianSURAT PERNYATAAN ANGGOTA DEWAN KOMISARIS 
TENTANG TANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN TAHUNAN 2019
PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK

Kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa semua informasi dalam Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk 

Tahun 2019 telah dimuat secara lengkap dan bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi Laporan Tahunan Perseroan.

Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.

Jakarta, 27 Mei 2020

Dewan Komisaris

Rhenald Kasali
Komisaris Utama

Ismail
Komisaris

Marcelino Rumambo Pandin
Komisaris

Margiyono Darsasumarja
Komisaris Independen

Cahyana Ahmadjayadi
Komisaris Independen

Marsudi Wahyu Kisworo
Komisaris Independen

SURAT PERNYATAAN ANGGOTA DIREKSI 
TENTANG TANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN TAHUNAN 2019
PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK

Kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa semua informasi dalam Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk 

Tahun 2019 telah dimuat secara lengkap dan bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi Laporan Tahunan Perseroan.

Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.

Jakarta, 27 Mei 2020

Direksi

Ririek Adriansyah
Direktur Utama

Harry Mozarta Zen
Direktur Keuangan

Zulhelfi Abidin
Direktur Network & IT Solution

Siti Choiriana
Direktur Consumer Service

Faizal Rochmad Djoemadi 
Direktur Digital Business

Achmad Sugiarto 
Direktur Strategic Portfolio

Edwin Aristiawan 
Direktur Wholesale & 
International Service

Edi Witjara 
Direktur Human Capital Management

Bogi Witjaksono
Direktur Enterprise & Business Service

42

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk

 Laporan Tahunan 2019

03

TENTANG TELKOM

44 
46 
48 
50 
56 
58 
68 
78 
83 
86 
91  
93 
95 

Visi, Misi, dan Strategi
Riwayat Singkat Telkom
Kegiatan Usaha
Penghargaan dan Sertifikasi
Struktur Organisasi Telkom
Profil Dewan Komisaris
Profil Direksi
Karyawan Telkom
Komposisi Pemegang Saham
Entitas Anak, Perusahaan Asosiasi, dan Perusahaan Ventura Bersama
Kronologi Pencatatan Saham
Kronologi Pencatatan Efek Lainnya
Nama dan Alamat Lembaga dan/atau Profesi Penunjang Pasar Modal

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk

Laporan Tahunan 2019

43

03VISI, MISI, DAN STRATEGI

Setelah melalui proses review terhadap visi dan misi perusahaan oleh Direksi dan 
Dewan Komisaris, maka Telkom menetapkan purpose, visi, misi dan strategi baru 
yang tercantum dalam rencana jangka panjang dan disetujui oleh Dewan Komisaris 
pada 9 Desember 2019, sebagai berikut:

Mewujudkan bangsa 
yang lebih sejahtera 
dan berdaya saing 
serta memberikan 
nilai tambah 
yang terbaik bagi 
para pemangku 
kepentingan

Purpose

Visi

Menjadi digital telco pilihan utama 
untuk memajukan masyarakat

Misi

Mempercepat  pembangunan 
infrastruktur  dan 
platform  digital  cerdas  yang  berkelanjutan, 
ekonomis,  dan  dapat  diakses  oleh  seluruh 
masyarakat

Mengembangkan  talenta  digital  unggulan  yang 
membantu  mendorong  kemampuan  digital  dan 
tingkat adopsi digital bangsa

Mengorkestrasi ekosistem digital untuk memberikan 
pengalaman digital pelanggan terbaik

44

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianStrategi

Telkom menerjemahkan kerangka strateginya ke dalam strategi portfolio direction yang mencakup 

pengembangan 3 (tiga) domain bisnis, yaitu digital connectivity, digital platform dan digital services. 

Strategi domain bisnis tersebut didukung oleh strategi value delivery model yang mencakup strategi 

optimalisasi portofolio, teknologi, organisasi, sinergi dan keunggulan operasional, pengelolaan talenta 

dan budaya perusahaan, inisiatif inorganic, serta tata kelola perusahaan.

WIN BROADBAND CONNECTIVITY 
BUSINESS TO MAXIMIZE CASHFLOW

INVEST TO SCALE DC/IaaS AND SMART 
PLATFORM BIZ TO MAXIMIZE VALUE

NURTURE SELECTIVE DIGITAL 
SERVICES TO MAXIMIZE SYNERGY

Drive continuous and strict optimization of business and asset portfolio

Increase group technology integration and digitization

Gear up for streamlined lean digital ready organization

Improve synergy and quality for cost leadership and better customer experience

Transform digital telco talents and incorporate digital culture

Acquire digital capabilities inorganically and accelerate ecosystem partnership

Link up group strategic planning and implementation and enhance risk management and 
compliance

TRANSFORM AND DIGITIZE

Sepanjang tahun 2019, Telkom menjalankan program utama embracing best in class digital experience, intensifying 

digital business, dan driving smart initiatives on cost effectiveness. Pelaksanaan program utama tersebut diarahkan 

pada transformasi Telkom menuju digital telecommunication company yang unggul. Telkom memperkuat produk 

dan layanan untuk pelanggan, membangun daya saing bisnis broadband dan digital, serta menciptakan lean 

operation yang berkesinambungan serta berbasiskan digitalisasi proses dan manajemen. Telkom terus berupaya 

menjadi yang terbaik dalam menghadirkan digital customer experience dengan menjadikan pemahaman atas 

kebutuhan pelanggan sebagai landasan untuk merumuskan dan memberikan pengalaman yang melebihi batas 

ekspektasi. Hal yang tidak kalah pentingnya, pada tahun 2019, Telkom terus membangun kepemimpinan yang 

berorientasi pada budaya digital, efektifitas kerja, kecepatan, ketelitian, dan kolaborasi para pihak.

Untuk memastikan pelaksanaan langkah-langkah strategis transformasi bisnisnya, Telkom membentuk organisasi 

Group Corporate Transformation (GCT) dengan perannya sebagai unit yang mengawal dan melakukan percepatan 

transformasi, khususnya dalam penyiapan TelkomGroup menjadi perusahaan yang digital ready, ramping, lincah dan 
streamlined.  

Dalam implementasinya, Telkom tidak hanya melakukan pengaturan model operasi dan struktur baik di Telkom 

maupun di anak perusahaan, namun juga melakukan penataan portofolio bisnis yang lebih efisien dan memberikan 

value maksimal bagi TelkomGroup melalui program Subsidiary Streamlined serta mengimplementasikan Shared 

Service Operation (SSO) di tahun 2020.

45

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianRIWAYAT SINGKAT TELKOM

Memasuki enam dekade, Telkom saat ini menghadapi tantangan yang besar di era digital seiring dengan berkembangnya 

Over the Top Application (OTT) atau aplikasi digital berbasis internet sejak tahun 2000-an. Untuk menghadapi disrupsi 

digital,  Telkom  sebagai  perusahaan  telekomunikasi  perlu  melakukan  transformasi.  Telkom  kemudian  beradaptasi 

mengikuti perkembangan inovasi dan teknologi digital, menyesuaikan portofolio produk, membangun customer centric 

organization, dan mengembangkan jaringan infrastruktur bisnis digital.

Melewati tahun 2019, Telkom berhasil mempertahankan pertumbuhan usaha dengan meraih dan menciptakan  peluang 

bisnis baru. Telkom bertransformasi dan melakukan ekspansi usaha untuk menghadapi disruptive competitive growth 

dengan visi utama menjadi salah satu digital telecommunication company terbesar di Asia Pasifik. Pada tahun 2019, 

sejalan dengan upaya transformasi yang telah dijalankan, Telkom memiliki pencapaian yang cukup memuaskan. Salah 

satunya yaitu mendapatkan pengakuan dunia internasional dalam ajang Frost & Sullivan 2019 Asia Pacific Best Practices 

Awards.

Pencapaian Telkom di era digital tidak terlepas dari pengalaman sepanjang enam dekade menghadapi dinamika dunia 

usaha.  Dimulai  pada  tahun  1965,  sejarah  Telkom  ditandai  dengan  pemisahan  layanan  pos  dan  telekomunikasi  oleh 

Pemerintah,  yang  membagi  PN  Postel  menjadi  Perusahaan  Negara  Pos  Giro  (PN  Pos  Giro)  dan  Perusahaan  Negara 

Telekomunikasi (PN Telekomunikasi). Telkom terus mengalami berbagai perubahan dan tumbuh berkembang, termasuk 

juga dalam hal perubahan nama perusahaan dan perubahan organisasi.

Pada tahun 1974, PN Telekomunikasi menjadi Perusahaan Umum Telekomunikasi (Perumtel) dan memisahkan PT Industri 

Telekomunikasi  Indonesia  (PT  INTI)  sebagai  perusahaan  independen  yang  memproduksi  peralatan  telekomunikasi. 

Kemudian pada 1991, Perumtel berubah menjadi perseroan terbatas milik negara dengan nama resmi PT Telekomunikasi 

Indonesia (Persero) atau disebut Telkom. Sejak tahun 1995, Telkom menjadi perusahaan terbuka yang terdaftar di Bursa 

Efek Indonesia (BEI) dan New York Stock Exchange (NYSE). Sampai dengan 31 Desember 2019 nilai kapitalisasi pasar 

mencapai Rp393,3 triliun di BEI dan US$28,23 miliar di NYSE.

Perubahan Nama
1965, Perusahaan Negara Telekomunikasi, disebut PN Telekomunikasi.

1974, Perusahaan Umum Telekomunikasi, disebut Perumtel.

1991, PT Telekomunikasi Indonesia (Persero), disebut Telkom.  

2019

Melalui Mitratel, Telkom mengakuisisi 2.100 menara milik 

Indosat  Ooredoo  dan  95%  saham  PT  Persada  Sokka 

Tama yang memiliki 1.017 menara. Selain itu Telkomsel 

juga  menambah  23.162  BTS  atau  tumbuh  12,25%  dari 

tahun  sebelumnya.  Pelanggan  IndiHome  juga  tumbuh 

1,9  juta  atau  37,2%  menjadi  7,0  juta  pelanggan.  Pada 

November  2019,  Telkom  dinobatkan  menjadi  “2019 

Indonesia IoT Services Provider of the Year” oleh Frost 

and Sullivan pada Asia-Pacific Best Practices Awards.

Telkom  menetapkan  purpose,  visi,  misi  dan  strategi 

baru  yang  tercantum  dalam  rencana  jangka  panjang 

dan disetujui oleh Dewan Komisaris pada 9 Desember 

2019.

46

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian2018

2017

2016

Telkom  meluncurkan  Satelit  Merah 

Telkom  meluncurkan  Satelit  Telkom 

Telkom menyelesaikan pembangunan 

Putih  dan  meresmikan  the  Telkom 

3S  dan  menyelesaikan  jalur  kabel 

kabel  laut  South  East  Asia-Middle 

Hub  sebagai  Center  of  Excellence  

serat  optik  bawah  laut  Southeast 

East-Western Europe 5 (SEA-ME-WE 

and  Source  of  Inspiration  to  Build 

Asia-United  States  (SEA-US).  Anak 

5).

Digital 

Indonesia.  Telkom 

juga 

perusahaan 

Telkom, 

Telkomsel, 

menyelesaikan  pembangunan  kabel 

memenangkan  tambahan  spektrum 

laut Indonesia Global Gateway (IGG), 

sebesar 30 MHz  di frekuensi 2,3 GHz.

yang  menghubungkan  dua  sistem 

kabel  laut  utama  yaitu  the  South 

East 

Asia-Middle 

East-Western 

Europe  5  (SEA-ME-WE  5)  dan  the 

Southeast  Asia-United  States  (SEA-

US)  Submarine  Cable  Systems.  Pada 

akhir  tahun  ini,  pelanggan  IndiHome 

tercatat mencapai 5,1 juta pelanggan.

1999-2010

2011-2015

Telkom  meluncurkan  satelit  Telkom-1 

Tahun 2011, Telkom menyelesaikan proyek Super Nusantara Highway dan proyek 

dan  Telkom-2,  serta  menyelesaikan 

True Broadband Access yang menyediakan akses internet dengan kapasitas 20 

proyek  kabel  serat  optik  bawah  laut 

Mbps hingga 100 Mbps. Telkom menjadi operator pertama di Indonesia yang 

JaKaLaDeMa.

menyediakan layanan 4G LTE pada tahun 2014. Setahun sesudahnya, Telkom 

meluncurkan  IndiHome  paket  layanan  yang  terdiri  internet  broadband,  fixed 

wireline telepon dan layanan TV interaktif.

1991-1995

1974

1965

Perumtel menjadi PT Telekomunikasi 

PN  Telekomunikasi  berubah  menjadi 

Pemerintah  Indonesia  memisahkan 

Indonesia  (Persero)  atau  Telkom 

Perusahaan  Umum  Telekomunikasi 

layanan  pos  dan 

telekomunikasi 

sesuai dengan Peraturan Pemerintah 
No.  25  Tahun  1991  yang  menetapkan 

yang 
Indonesia 
menyediakan layanan telekomunikasi. 

(Perumtel), 

dengan membagi PN Postel menjadi 
Perusahaan  Negara  Pos  Giro  (PN 

Badan  Usaha  Milik  Negara  (BUMN) 

PT Industri Telekomunikasi Indonesia, 

Pos  Giro)  dan  Perusahaan  Negara 

menjadi 

Perusahaan 

Perseroan. 

yang 

memproduksi 

peralatan 

Telekomunikasi (PN Telekomunikasi).

Tahun 

1995,  Telkom  mendirikan 

telekomunikasi,  menjadi  perusahaan 

entitas  anak  Telkomsel 

sebagai 

independen  dan 

terpisah  dari 

operator  seluler.  Pada  tahun  yang 

Perumtel.

sama,  Telkom  melakukan  penawaran 

umum  perdana  (IPO)  di  Bursa  Efek 

Jakarta  dan  Bursa  Efek  Surabaya, 

mendaftarkan  saham  di  NYSE  dan 

LSE, dan secara terbuka menawarkan 
saham  tanpa  listing  di  Bursa  Efek 

Tokyo.

47

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKEGIATAN USAHA

KEGIATAN USAHA BERDASARKAN ANGGARAN DASAR PERUSAHAAN

Kegiatan  usaha  yang  dijalankan  pada  tahun  buku,  serta  jenis  barang  dan/atau  jasa  yang  dihasilkan  oleh  Telkom 

mengacu pada Anggaran Dasar perusahaan. Anggaran Dasar terakhir dengan akta No.32 tanggal 21 Juni 2019 telah 

menetapkan maksud dan tujuan kegiatan usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, yaitu melakukan usaha di bidang 

penyelenggaraan  jaringan  dan  jasa  telekomunikasi,  informatika,  serta  optimalisasi  pemanfaatan  sumber  daya  yang 

dimiliki  Perseroan  untuk  menghasilkan  barang  dan/atau  jasa  yang  bermutu  tinggi  dan  berdaya  saing  kuat  untuk 

mendapat/mengejar keuntungan guna meningkatkan nilai Perseroan dengan menerapkan prinsip Perseroan Terbatas. 

Berdasarkan  hal  tersebut,  maka  bidang  usaha  yang  memuat  kegiatan  usaha  perusahaan  menurut  anggaran  dasar 

terakhir, yaitu dapat dijelaskan sebagai berikut:

Bidang Usaha Utama
1.  Merencanakan, 

membangun, 

menyediakan, 

Bidang Usaha Penunjang
1.  Menyediakan 

jasa 

transaksi  pembayaran  dan 

mengembangkan,  mengoperasikan,  memasarkan/

pengiriman  uang  melalui  jaringan  telekomunikasi  dan 

menjual/menyewakan  dan  memelihara 

jaringan 

informatika.

telekomunikasi dan informatika dalam arti yang seluas-

2.  Menjalankan  kegiatan  dan  usaha  lain  dalam  rangka 

luasnya  dengan  memperhatikan  ketentuan  peraturan 

optimalisasi  sumber  daya  yang  dimiliki  Perseroan, 

perundangan.

antara  lain  pemanfaatan  aktiva  tetap  dan  aktiva 

2.  Merencanakan,  mengembangkan,  menyediakan, 
memasarkan/menjual  dan  meningkatkan  layanan  jasa 

bergerak, fasilitas sistem informasi, fasilitas pendidikan 
dan pelatihan, fasilitas pemeliharaan dan perbaikan.

telekomunikasi dan informatika dalam arti yang seluas-

luasnya dengan memperhatikan peraturan perundang-

undangan.
3.  Melakukan 

investasi  termasuk  penyertaan  modal 
pada  perusahaan  lainnya  sejalan  dengan  dan  untuk 

3.  Bekerja  sama  dengan  pihak 

lain  dalam  rangka 
optimalisasi sumber daya informatika, komunikasi atau 
teknologi  yang  dimiliki  oleh  pihak  lain  pelaku  industri 

informatika, komunikasi dan teknologi, sejalan dengan 

dan untuk mencapai maksud dan tujuan Perseroan.

mencapai maksud dan tujuan Perseroan.

Telkom melihat bahwa era digital saat ini berdampak pada efisiensi proses produksi dan menurunnya kebutuhan tempat 

dan  ruang.  Berbagai  perlengkapan  dan  peralatan  elektronik  semakin  ringkas  sehingga  memberi  kelonggaran  bagi 

Telkom untuk dapat memberdayakan aset dan ruang yang idle, atau tidak terpakai. Oleh sebab itu, sejak tahun 2018, 

anak  perusahaan  Telkom  yaitu  PT  Graha  Sarana  Duta  (Telkom  Property)  melakukan  asset  leverage  (pendayagunaan 

aset)  melalui  dua  pendekatan,  yaitu  Synergy  Group  (internal  group  costumer)  dan  Strategic  &  Retail  Partnership 

(external group costumer). Adanya Synergy Group mendorong efisiensi biaya sedangkan Strategic & Retail Partnership 

meningkatkan  pendapatan  melalui  layanan  pengembangan  properti,  penyewaan  properti,  fasilitas  properti,  dan 

manajemen properti.

48

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPORTOFOLIO PRODUK DAN/ATAU JASA

Pada  tahun  2019  kegiatan  usaha  Telkom  telah  dijalankan  sesuai  dengan  Anggaran  Dasarnya,  yaitu  penyediaan  jasa 

telekomunikasi, informatika, dan jaringan. Telkom kemudian mengembangkan kegiatan usaha pada berbagai segmen 

sesuai  dengan  strategi  transformasi  digital  dan  perkembangan  industri  telekomunikasi.  Pada  setiap  segmen  usaha, 

Telkom memiliki portofolio produk/jasa yang dihasilkan sebagai berikut:

Segmen

Lini Bisnis

Produk

Mobile

Legacy

Data

Digital

Mobile voice, mobile SMS

Mobile broadband

IoT, big data, financial service, VoD, music, gaming, digital 

advertising

Consumer

Fixed Services

Fixed voice, fixed broadband, home digital (IPTV, gaming, 

Enterprise

advertising)

Connectivity

Satellite

IT Services

Fixed voice, fixed broadband, enterprise data, CPE networks

Upstream, link, downstream

System integration, IT service management

Data Center & Cloud

Enterprise  data  center,  internet  data  center,  cloud  (IaaS, 

Paas, SaaS)

BPO

Traditional  BPO,  digital  BPO,  shared  service  operation 

service

Device, Digital Service, & 

CPE  trading,  CPE  managed  service,  IoT,  cyber  security, 

Adjacent service

financial  service,  big  data,  digital  advertising,  e-health, 

managed ATM, professional services

Wholesale

Carrier

Wholesale  Voice,  Managed  Services,  A2P  SMS,  IP  Transit, 

IP Connectivity, Data Center & Cloud, CDN, Security, Value 

Added Service, Digital Business

International

MVNO, MNO, call center

Tower & Infrastructure

Tower  built  to  suit,  colocation  &  reseller,  microcell, 

network & infra managed service, submarine cable service, 

construction solution, power solutions

Lain-lain

Smart Platform & 

Big  data,  financial  service,  IoT,  cyber  security,  digital 

E-Commerce

advertising, e-commerce, digital content

Digital Content

Music, gaming

Property 

Property  development,  property  management,  project 

management, facility management

49

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian 
 
PENGHARGAAN DAN SERTIFIKASI

PENGHARGAAN

Bulan

Tanggal

Nama Acara

Penghargaan

Januari

25

Millennials Top Brand 
Award 2019

Februari

14

Top Brand Award

22

Indonesia Digital 
Innovation Award 2019

IndiHome meraih 1st Millennial's 
Choice in Provider & TV Cable 
Category

IndiHome memperoleh 
Outstanding Achievement in 
Building Top Brand Category: 
Internet Service Provider Fixed

Telkom memperoleh 
penghargaan sebagai Innovative 
Company in Providing 
Technology Education Facilities

Badan atau Lembaga yang 
Memberikan

Warta Ekonomi

Marketing Magazine

Warta Ekonomi

Maret

6

Women's Obsession
Award

13

Apresiasi 
& Penghargaan Wajib 
Pajak

26

CFO BUMN Award 
2019

Siti Choiriana sebagai Direktur 
Consumer Service Telkom 
memperoleh penghargaan
sebagai Professional Women's 
Obsession

Telkom memperoleh 
penghargaan dalam kontribusi 
terhadap Penerimaan Pajak 
Tahun 2018 (Wajib Pajak Besar 
Empat)

Harry M. Zen sebagai Direktur 
Keuangan Telkom meraih The 
Best CFO in Compliance & 
Governance

Obsession Media Group

Direktorat Jendral 
Pajak

Bisnis Indonesia

April

8

Anugerah Indonesia
Maju 2018-2019

Telkom meraih penghargaan 
sebagai Penggerak Konektivitas 
Broadband Indonesia

Rakyat Merdeka & 
Warta Ekonomi

50

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian 
 
 
 
 
 
 
 
Bulan

Tanggal

Nama Acara

Penghargaan

Badan atau Lembaga yang 
Memberikan

Mei

27

Anugerah PKBL
Indonesia 2019

Telkom memperoleh penghargaan 
sebagai PKBL Terbaik Industri 
Telekomunikasi Program 
Unggulan “Go Digital”

Indonesia Most 
Admired Companies 
Award 2019

Telkom meraih penghargaan 
sebagai Top 5 Most Admired 
Company Category Business 
Group

Warta Ekonomi

Juni

12

14

17

28

Top 100 Indonesia 
Most Valuable Brand 
2019

Telkom mendapatkan peringkat 
1 Indonesia Most Valuable Brand 
2019

SWA & Brand 
Finance

Best Companies to 
Work for 2019

Telkom meraih penghargaan 
sebagai Best Companies to Work 
for 2019

HR Asia

Indonesia Most 
Creative Companies 
2019

Telkom meraih penghargaan 
sebagai Most Creative Company 
2019

SWA & PPM 
Manajemen

9th Asian Excellence
Award 2019

Telkom meraih penghargaan 
sebagai Best CEO, Best CFO, 
Best Investor Relation Company 
dan Best Investor Relation 
Professional

Corporate 
Governance Asia

Juli

16

Selular Award

19

Contact Center World 
(CCW) Award in APAC 
Region

Selular.id

Contact Center World

IndiHome mendapat penghargaan 
sebagai Best Home Internet dan 
Telkom mendapat penghargaan 
sebagai Best Digital 
Transformation Company

Telkom meraih 1 Gold Medal 
kategori Best Customer Loyalty 
Program (Inhouse), 1 Silver Medal 
kategori Best Contact Centre-
Large (Inhouse), dan 3 Bronze 
Medal kategori Best Helpdesk 
(Inhouse), Best Contact Center 
Design Award (Inhouse), dan Best 
Use of Self-service Technology

51

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian 
 
Bulan

Tanggal

Nama Acara

Penghargaan

Badan atau Lembaga yang 
Memberikan

31

Indonesia Original 
Brand Award

Telkom meraih penghargaan 
dalam kategori SLI 007 dan 
kategori Fixed Broadband

SWA & Business 
Diggest

Agustus

21

Top Brand Award

IndiHome medapatkan 
penghargaan sebagai 
Outstanding Achievement in 
Building the Top Brand

Frontier

23

IAEI Awards 2019

Telkom dinobatkan  sebagai Mitra 
Terbaik

IAEI

September

25

Asia Money Award 
2019

26

Pro3 RRI BUMN Award 
2019

27

Internasional IPRA
Golden World Award 
(GWA) 2019

Telkom mendapatkan 
penghargaan Outstanding 
Company Award in 
Telecommunication Sector for 
Indonesia

Telkom mendapatkan 
penghargaan Gold dalam 
kategori Market Dominance, 
Brand Strength, dan Social 
Economy Contribution

Telkom meraih penghargaan 
dalam kategori Crisis 
Management in House dan 
Sponsorship in House

Asia Money

RRI & Iconomics

IPRA

Oktober

14

The 11th IICD CG 
Conference and Award

Telkom mendapat penghargaan 
sebagai Best State-Owned 
Enterprise Big Cap

IICD

52

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianBulan

Tanggal

Nama Acara

Penghargaan

Badan atau Lembaga yang 
Memberikan

November

10

Anugerah Wira 
Adhibrata

14

Asia-Pacific Best 
Practices Awards 2019

15

The Stevie Awards

Institut Teknologi 
Sepuluh Nopember

Frost & Sullivan

Stevie International

Telkom mendapatkan apresiasi 
sebagai Perusahaan yang Telah 
Memberikan Kontribusi Besar 
dalam Pengembangan ITS

Telkom dinobatkan sebagai 2019 
Indonesia IoT Services Provider 
of the Year

Siti Choiriana sebagai Direktur 
Consumer Service meraih Gold 
Stevie Winner pada Female 
Executive of the Year–Consumer 
Services–More Than 2,500 
Employees

18

21

Wi-Fi NOW Awards 
2019

Telkom dinobatkankan sebagai 
Best Wi-Fi Service Provider

Wi-Fi NOW

International Customer 
Experience Award 
(ICXA) 2019

Telkom meraih penghargaan Gold 
Medal untuk Kategori Best CX 
Strategy dan Best CX Team serta 
Bronze Medal untuk Kategori 
Best CX Transformation

ICXA

Desember

4

CNBC Indonesia Award 
2019

Indonesia Marketing 
Association Award 
2019

Contact Center World 
(CCW) Award

Tokoh Finansial 
Indonesia & BUMN 
Terbaik 2019

6

12

CNBC Indonesia

Indonesia Marketing Association

Contact Center World

Majalah Investor

Telkom meraih penghargaan 
sebagai The Best Digital Human 
Capital Development dan The 
Best Corporate Strategy

Siti Choiriana sebagai Direktur 
Consumer Service meraih 
penghargaan sebagai The Best 
Industry Marketing Champion.

Telkom meraih 2 Gold Medal 
pada kategori Best Contact 
Center-Large (Inhouse) dan 
Best Customer Loyalty Program 
(Inhouse).

Telkom meraih penghargaan 
sebagai BUMN Terbaik 2019 
Kategori Bidang Non Keuangan 
Sektor Telekomunikasi & 
Penyiaran, serta Penerbit Obligasi 
Terbaik 2019 Kategori Obligasi 
Sektor Non Keuangan

53

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian 
SERTIFIKASI

Telkom  berkomitmen  untuk  memberikan  yang  terbaik  bagi  pelanggan  melalui  penerapan  sertifikasi  sesuai  standar 

internasional. 

Berikut daftar sertifikasi dan ISO yang dimiliki Telkom:

No

Penerima

Tahun perolehan 

Sertifikasi

Badan atau Lembaga yang 
memberikan

Masa 
Berlaku

1.

Telkom

2.

3.

Laboratorium
Penguji (Divisi 
Digital Service)

Laboratorium 
Kalibrasi (Divisi 
Digital Service)

4.

Telkomsel

5.

6.

7.

8.

9.

AdMedika

MD Media

Infomedia

Finnet

Telkomsigma

2018

2018

2018

2018

2018

2016

SNI ISO/IEC 27001:2013

TUV Rheinland

ISO 9001:2015 QMS

TUV Rheinland

ISO 27001:2013 ISMS

TUV Rheinland

ISO 22301:2012 BCMS

TUV Rheinland

ISO 20000-1:2011 ITSMS

TUV Rheinland

ISO 17025:2008

Komite Akreditasi Nasional

2016

ISO 17025:2008

Komite Akreditasi Nasional

2013

2014

2016

2018

2016

2017

2014

ISO/IEC 27001:2013

BSI

ISO 9001:2015

TUV-NORD

ISO/IEC 27001:2013

British Standards Institution 
(BSI)

IT IL Foundation Certificate 
in IT Service Management

IT IL Foundation

ISO 27001:2013

TUV NORD Indonesia

ISO/IEC 27001:2005

TUV Rheinland

EMS ISO 14001:2015

2014

ISO 20000-1

2014

ITMS 621081

2016

BS OHSAS 18001:2007

2016

PAS 99:2012

2016

ISO 27001

2016

ISO 9001:2015

British Standard Institution 
(BSI)

British Standard Institution 
(BSI)

British Standards Institution 
(BSI)

British Standards Institution 
(BSI)

British Standards Institution 
(BSI)

British Standards Institution 
(BSI)

United Registration of 
System (URS)

TUV Rheinland

Payment Card Industry 
Data Security

Data Center Tier III

Uptime Institute

Data Center Tier IV

Uptime Institute

2021

2021

2021

2021

2021

2019

2019

2022

*)

2019

NA

2019

2020

2019

2019

2019

2019

2019

2019

2019

2019

-

-

2017

2017

2018

54

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianNo

Penerima

Tahun perolehan 

Sertifikasi

Badan atau Lembaga yang 
memberikan

Masa 
Berlaku

10.

Telin

11.

Telin Singapore

12.

Graha Sarana 
Duta

13.

Telkomsat

14.

Telkom Akses

15.

16.

17.

PINS

SSI 

Dayamitra
Telekomunikasi

18.

Telkomtelstra

19.

ILCS

2016

2018

2018

2016

2019

2019

2019

2017

2019

2017

2017

2019

2018

2017

2019

2019

2019

ISO 20000 - 1:2011

ISO 27000-1:2013

ISO 20000-1:2011

Tier IV Data Center
Certification

SGS

Intertek

Intertek

Uptime Institute

ISO 9001: 2015

LLOYD Register

OHSAS 18001:2007

SMK3

SUCOFINDO

SUCOFINDO

BS OHSAS 18001:2007

TUV Rheinland 

ISO 9001:2015

ISO 9001:2015

OHSAS 18001:2007

TUV Rheinland

British Standards Institution 
(BSI)

British Standards Institution 
(BSI)

CISQ 2000:2008

TPCC

ISO 9001:2015

ISO 9001:2015

ISO 9001:2015

ISO/IEC 20000 Service 
Management System

URS Services Indonesia

Lloyd’s Register LRQA

SGS

Intertek

ISO 27001:2013

Bureau Veritas Indonesia

2019

2019

2021

2019

2022

2022

2022

2020

2022

2019

2019

2022

2019

2020

2022

*)

-

Keterangan:
*)  Dilakukan proses update setiap tahun.

55

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianStruktur organisasi Telkom per tanggal 31 Desember 2019, dengan 

pengungkapan  paling  sedikit  sampai  dengan  struktur  1  (satu) 

tingkat di bawah Direksi, disajikan dengan bagan sebagai berikut.

Direktur Utama
(Ririek Adriansyah)

Direktur Enterprise & 
Business Service
(Bogi Witjaksono)

Direktur Consumer
Service
(Siti Choiriana)

Direktur Wholesale & 
International Service
(Edwin Aristiawan)

Direktur Network &
IT Solution
(Zulhelfi Abidin)

Direktur Digital Business
(Faizal Rochmad 
Djoemadi)

AVP Sekretariat 
Direktorat EBIS
(Nur Firman Yudhi 
Wirawan)

AVP Sekretariat 
Direktorat CONS
(Fitriansyah Nasution)

AVP Sekretariat 
Direktorat  WINS
(Heri Kurniawan)

AVP Sekretariat 
Direktorat NITS
(Agung Kertioso)

AVP Sekretariat
Direktorat DB

VP Enterprise Planning 
Strategy
(A. Hartono)

VP Planning & Resource 
Management
(Soewiyarso)

VP Strategy & 
Planing
(Mohamad Ramzy)

VP Infrastructure 
Strategy 
& Governance
(Era Kamali Nasution)

OVP Group of Digital 
Strategy
(Asli Brahmana)

VP Enterprise Business 
Development 
(Dudy Effendi)

VP Marketing
Management
(Aulia E. Marinto)

VP Traffic 
Product & Solution
(Tri Nugroho B. W.)

VP IT Strategy & 
Governance
(Rizal Akbar)

OVP Group of Digital Business 
Performance & Tribe
(Riza Agung Nugraha 
Rukmana)

VP Enterprise Parenting 
Operation 
(Yusron Hariyadi)

OVP Consumer 
Fulfillment
(Sujito)

VP Network 
Infastructure Product 
& Solution
(Bastian Sembiring)

VP Infrastructure &
Service Performance
(Admiral Dasrin)

EVP Digital & Next 
Business
(Joddy Hernady)

Deputy EVP CX & 
Digitalization BUMN

Deputy EVP Digital 
Exploration
(Ery Punta Hendraswara)

Deputy EVP Digital 
Platform & Enabler
(Komang Budi Aryasa)

VP Enterprise 
Performance Integration
(Joni Heri)

OVP Consumer 
Assurance
(Agus Winarno)

VP  Infrastructure
Management
(Moh. Riza Sutjipto)

EVP Divisi Enterprise 
Service
(Judi Achmadi)

EGM Divisi TV Video
(Anak Agung Gede 
Mayun Wirayuda)

EVP Divisi 
Wholesale Service
(Priyono)

EVP Divisi Business 
Service
(Indrawan Ditapradana)

EVP Divisi Government 
Service
(Mohammad Salsabil)

EGM Divisi Service 
Operation
(Lukman Hakim Abd. 
Rauf)

EGM Divisi Service 
Solution
(Abdi Mulyanta Ginting)

EGM Divisi Planning 
& Deployment
(M. Amperandus 
Simanjuntak)

EGM Divisi Information 
Technology
(Alip Priyono)

Kepala Project 
TelkomGroup Data 
Center & Cloud
(Dewa Made Widartha 
Bonha)

CRO

EVP Telkom 
Regional I
(I Ketut Budi Utama)

EVP Telkom 
Regional II
(Teuku Muda Nanta)

EVP Telkom 
Regional III
(Pontjo Suharwono)

s
r
o
t
c
e
r
i
D

f
o
d
r
a
o
B

E

C

I

F

F
O

E

T
A

R
O
P

R
O
C

S

I

N

S

I

B

T

I

N

U

Y
R
O
T
I

R
E
T

T
I

N
U

56

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian 
 
 
 
 
STRUKTUR ORGANISASI TELKOM

Direktur Strategic 
Portfolio
(Achmad Sugiarto)

Direktur Keuangan
(Harry M. Zen)

Direktur Human Capital 
Management
(Edi Witjara)

SVP Corporate Secretary
(Afriwandi)

SVP Internal Audit
(Harry Suseno 
Hadisoebroto)

Koordinator Project 
Management Office
(Ikhsan)

CEO’S Office

AVP Sekretariat 
Direktorat DSP
(Suhartono)

AVP Sekretariat 
Direktorat KEU
(Setio Nuranto)

AVP Sekretariat 
Direktorat HCM
(Prayudi Nugroho)

VP Corporate Strategy 
Planning 
(Torkis Ropinda 
Sihombing)

VP Financial Controller 
CFU Enterprise
(Devindra Kamal)

VP HC Strategic 
Management (PGS)
(Erfizal Fikri Yusmansyah)

SVP Portfolio & Synergy
(Pramasaleh Hario 
Utomo)

VP Financial Controller 
CFU Non Enterprise
(Irphan Wijaya)

VP HC Development
(Nizar)

VP Integrated Portfolio 
Management
(Saiful Hidajat)

VP Corporate Finance & 
Investor Relation
(Andi Setiawan)

VP HC Organizational 
Effectiveness
(Danang Baskoro 
Dwinugroho)

Personal 
Assistant 
Direksi

VP Planning & 
Development Audit
(Imam Santoso)

 VP Corporate
Communication
(Arif Prabowo)

VP Infrastructure & 
Operation Audit
(Purwadi Siswana)

VP Regulatory 
Management
(Chairudin Mirza)

VP Information 
Technology Audit
(Umar Syahid)

VP Corporate Office 
Support
(Hardi Purwanto)

VP Integrated & Financial 
Audit
(Agus Widjajanto)

VP Synergy
(Kukuh Pribadijanto)

VP Financial & 
Procurement Policy
(Achmad Aliyadin)

VP Telkom Smart Office
(Erfizal Fikri Yusmansyah)

VP Legal & Compliance
(Junian Sidharta)

Project 
Controller 
Group

Project 
Support 
Group

EVP Strategic investment

VP Strategic Invesment 
Digital Telco
(Yusuf Wibisono)

VP Strategic Invesment 
ICT & Services
(Bhimo Aryanto)

SGM SSO Finance Center
(Muchamad Noor 
Hidayat)

SGM Assesment Center 
Indonesia
(Teuku Zilmahram)

SGM SSO Procurement & 
Sourcing
(Weriza)

SGM Community 
Development Center
(Sindhu Aryanto)

SGM Asset Management 
Center
(Heru Kurniawan)

Kepala Project CX 
Transformation 
(Sri Safitri)

SGM HC Business 
Partner
(Sendy Aditya 
Kamesvara) 

SGM Telkom Corporate
University
(Bambang Budiono)

Kepala Project SSO 
TelkomGroup
(Devi Alzy)

Kepala Project IFRS
(Martinus Wisnu Adji)

EVP Telkom 
Regional IV
(Djatmiko)

EVP Telkom 
Regional V
(Suparwiyanto)

EVP Telkom 
Regional VI
(Rijanto Utomo)

EVP Telkom 
Regional VII
(Aris Dwi Tjahjanto)

57

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPROFIL DEWAN KOMISARIS
ANGGOTA DEWAN KOMISARIS YANG MENJABAT PER 31 DESEMBER 2019

Rhenald Kasali
Komisaris Utama

Ismail
Komisaris

Pribadi
: Jakarta, 13 Agustus 1960
Lahir  
: 59 tahun
Usia/Umur 
Kewarganegaraan: Indonesia
Domisili  

: Jakarta, Indonesia

Pribadi
Lahir 
: Mataram, 10 Agustus 1969
Usia/Umur 
: 50 tahun
Kewarganegaraan: Indonesia
Domisili  

: Jakarta, Indonesia

Riwayat Pendidikan
1985 
1993 

Sarjana Ekonomi, Universitas Indonesia.
Master of Science in Business Administration,  
University of Illinois at Urbana & Champaign,   
Amerika Serikat.
Ph.D, University of Illinois at Urbana &  
Champaign, Amerika Serikat.

1998 

Riwayat Pendidikan
1993 

1999 

2010 

Sarjana Teknik Fisika, Institut Teknologi  
Bandung, Indonesia.
Magister Teknik Elektro, Universitas   
Indonesia.
Doktor Teknik Elektro dan Informatika,  
Institut Teknologi Bandung, Indonesia.

Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Telkom 
tanggal 24 Mei 2019.

Dasar Penunjukan

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Telkom 

tanggal 24 Mei 2019.

Riwayat Jabatan
2009 – sekarang 
Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

2015 – 2019 
Komisaris Utama Angkasa Pura II.

2007 
Founder Yayasan Rumah Perubahan.

58

Riwayat Jabatan 
2016 – sekarang 
Direktur Jenderal Sumber Daya Dan Perangkat Pos Dan 
Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika 
Republik Indonesia.

2015 – 2016 
Direktur Pengembangan Pita Lebar, Kementerian 
Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

2014 – 2015 
Direktur Telekomunikasi Khusus, Penyiaran Publik dan 
Kewajiban Pelayanan Universal, Kementerian Komunikasi 
dan Informatika Republik Indonesia.

2012 – 2014 
Direktur Telekomunikasi, Kementerian Komunikasi dan 
Informatika Republik Indonesia.

2008 – 2012 
Direktur Operasional Sistem IT, Pusat Pelaporan dan 
Analisis Transaksi Keuangan, Kementerian Komunikasi 
dan Informatika Republik Indonesia.

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Marcelino Rumambo Pandin
Komisaris

Margiyono Darsasumarja
Komisaris Independen

: Ujung Pandang, 23 Maret 1966

Pribadi
Lahir  
Usia/Umur 
: 53 tahun
Kewarganegaraan: Indonesia
Domisili  

: Jakarta, Indonesia

Riwayat Pendidikan
1991 

1999 

Sarjana Teknik Arsitektur, Institut Teknologi    
Bandung, Indonesia.
Master of Philosophy, Judge Business School  
University of Cambridge, Inggris.

2005  Graduate Diploma in Company Director Course,  
Australian Institute of Company Director  
(GAICD), Australia.
Diploma in Company Direction (Chartered  

Director Level II), The Institute of Directors  

2007 

(IoD), London, Inggris.
Ph.D. of Technology and Innovation, the  

University of Queensland, Australia.

Dasar Penunjukan

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Telkom 

tanggal 24 Mei 2019.

Riwayat Jabatan
2018 – 2019 
Committee,  World  Observatory 
Government Finance and Investment OECD Paris, Perancis.

Subnational 

on 

2017 – 2019 
Senior  Policy  Adviser  on  City  Finance,  United  City  and 
Local Government (UCLG) Asia Pacific.

Pribadi 
Lahir  
: Klaten, 14 September 1976
: 43 tahun
Usia/Umur 
Kewarganegaraan: Indonesia
Domisili  

: Jakarta, Indonesia

Riwayat Pendidikan
2008 
2012 

Sarjana Hukum, Universitas Indonesia.
Master in Cyber Law, School of Law, University  
of Leeds, Inggris.

Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 
Telkom tanggal 17 April 2015.

Riwayat Jabatan
2012 – 2015 
Advocat Coordinator untuk Reform the Reformers 
Program pada Komitmen untuk Pembaharuan 
Pemerintahan.

2012 – 2014 
Pengajar Hukum Media & Internet di Universitas Bakrie.

2001 – 2011 
Manajer Pengembangan Media, Voice of Human (VHR) 
Media.

59

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Cahyana Ahmadjayadi
Komisaris Independen

Marsudi Wahyu Kisworo
Komisaris Independen

Pribadi
: Garut, 12 Juli 1955
Lahir  
: 64 tahun
Usia/Umur 
Kewarganegaraan: Indonesia
Domisili  

: Bandung dan Jakarta, Indonesia

Riwayat Pendidikan
1980 

Sarjana Teknik Industri, Institut Teknologi  
Bandung, Indonesia.

2004  Magister Hukum Teknologi/Hukum Bisnis,  
Universitas Padjajaran, Bandung.
Doktor Hukum Cyber, Unversitas Padjajaran,   
Bandung.

2010 

Pribadi
Lahir 
Usia/Umur 
Kewarganegaraan: Indonesia
Domisili  

: Kediri, 29 Oktober 1958
: 61 tahun

: Jakarta, Indonesia

Riwayat Pendidikan
1983 

1990 

1992 

Sarjana Teknik Elektro, Institut Teknologi Bandung,  
Indonesia.
Post Graduate Diploma in Computer Science, Curtin  
University of Technology, Australia.
Ph.D. in Computer Science, Curtin University of  
Technology, Australia.

Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Telkom 
tanggal 21 April 2017.

Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Telkom 
tanggal 24 Mei 2019.

Riwayat Jabatan
2010 – 2013 
Komisaris, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

2011 
Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika Bidang 
Polkam, Kementerian Komunikasi dan Informatika.

2006 
Founder Pengelola Nama Domain Internet Indonesia 
(PANDI).

2005 
Dirjen Aplikasi Telematika, Kementerian Komunikasi dan 
Informatika.

2002 
Deputi Bidang Jaringan Komunikasi dan Informasi, 
Kementerian Komunikasi dan Informatika.

1993 
Direktur Regional Telkom Wilayah V-Jawa Barat.

Riwayat Jabatan 
2019 – sekarang 
Guru Besar Ilmu Komputer Universitas Prasetiya Mulya dan 
Universitas Bina Darma.

2017 – sekarang 
Tenaga Ahli Telematika dan Pertahanan Siber, Kementerian 
Pertahanan Republik Indonesia.

2016 – sekarang 
Tim Pembimbing Gerakan Menuju 100 Smartcity, Kementerian 
Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

2015 – sekarang 
Anggota Balai Pertimbangan Permasyarakatan, Kementerian 
Hukum dan HAM Republik Indonesia.

2015 
Anggota Dewan Pembina, Ikatan Ahli Ekonomi Islam.

2013 
Ketua Bidang Industri Kreatif, Asosiasi Profesor Indonesia.

2010 – 2018 
Rektor Perbanas Institute Jakarta.

2005 – 2010 
Pro-Rector Swiss German University Asia.

1998 – 2004
Deputi Rektor Universitas Paramadina.

60

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
ANGGOTA DEWAN KOMISARIS YANG BERAKHIR JABATANNYA PADA TAHUN 2019

Hendri Saparini
Komisaris Utama

Rinaldi Firmansyah
Komisaris

Pribadi
Lahir  
: Kebumen, 16 Juni 1964
Usia/Umur 
: 55 tahun
Kewarganegaraan: Indonesia
Domisili  

: Jakarta, Indonesia

Pribadi 
Lahir  
: Tanjung Pinang, 10 Juni 1960
: 59 tahun
Usia/Umur 
Kewarganegaraan: Indonesia
Domisili  

: Jakarta, Indonesia

Riwayat Pendidikan
1988 

1997 

1999 

Sarjana Ekonomi, Universitas Gadjah Mada,    
Yogyakarta, Indonesia.
Master International Development Policy,  
University of Tsukuba, Jepang.
Doktor International Political Economy,  
University of Tsukuba, Jepang.

Riwayat Pendidikan
1985 

1988 

2014 

Sarjana Teknik Elektro, Institut Teknologi  
Bandung, Indonesia.
Master of Business Administration, Institut  
Pengembangan Manajemen Indonesia  
(IPMI) Jakarta, Indonesia.
Doktor Manajemen, Universitas Padjajaran,  
Bandung, Indonesia.

Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 
Telkom tanggal 19 Desember 2014.

Riwayat Jabatan
2016 – sekarang 
Anggota Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN).

2015 – sekarang 
Ketua Komite Kebijakan Publik Kementerian BUMN.

2014 – sekarang 
Anggota Komite Pengembangan Jasa Keuangan Syariah 
OJK.

2009 – sekarang 
Pengajar Tamu Lembaga Administrasi Negara (LAN), 
Lemhanas dan beberapa Institusi Pemerintah.

2013 – 2016 
Founder dan Executive Director CORE Indonesia.

Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 
Telkom tanggal 17 April 2015.

Riwayat Jabatan
2016 – sekarang 
Advisory Board Member Daestrum Capital.

2014 – sekarang 
Komisaris PT Elnusa, Tbk.

2015 
Komisaris PT Indosat, Tbk.

2013 – 2016 
Komisaris PT Bluebird, Tbk.

2013 – 2016 
Komisaris Utama PLN Batam.

2007 – 2012 
Direktur Utama Telkom.

2004 – 2007 
Direktur Keuangan Telkom.

61

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Pamijati Pamela Johanna Waluyo
Komisaris Independen

Edwin Hidayat Abdullah
Komisaris

Pribadi
Lahir  
Usia/Umur 
Kewarganegaraan: Indonesia
Domisili  

: Jakarta, 20 Juni 1958
: 61 tahun

: Tangerang, Indonesia

Riwayat Pendidikan
1981 

1983 

Sarjana dari University of Technology Delft,    
Belanda.
Master dari University of Technology Delft,  
Belanda.

Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 
Telkom tanggal 17 April 2015.

Riwayat Jabatan
2014 – 2015 
Direktur Pemasaran Korporasi, Obession Media Group.

2006 – 2014 
Asisten Direktur Penjualan dan Pemasaran, Metro TV.

2000 – 2006 
Humas Korporasi, Metro TV & Media Group.

62

Pribadi
Lahir 
: Jakarta, 28 April 1971
: 48 tahun
Usia/Umur 
Kewarganegaraan: Indonesia
Domisili  

: Jakarta, Indonesia

Riwayat Pendidikan
1995 

Sarjana Ekonomi, Universitas Gadjah Mada,    
Yogyakarta, Indonesia.

2005  Master of Public Management, Lee Kuan  
Yew School of Public Policy, NUS  
(in cooperation with Kennedy  
School of Government, Harvard University) di  
Singapura dan Amerika Serikat.

Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 
Telkom tanggal 27 April 2018.

Riwayat Jabatan 
2018 – sekarang 
Komisaris Utama Indonesia Comnets Plus (Icon+).

2015 – sekarang 
Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan 
Pariwisata.

2016 – 2018 
Komisaris PT Pertamina (Persero).

2015 – 2016 
Komisaris Telkomsel.

2004 – 2015 
Komisaris Independen PT Bumi Serpong Damai, Tbk.

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Isa Rachmatarwata
Komisaris

Pribadi
Lahir  
: Jombang, 30 Desember 1966
Usia/Umur 
: 53 tahun
Kewarganegaraan: Indonesia
Domisili  

: Jakarta, Indonesia

Riwayat Pendidikan
1990 

1994 

Sarjana Matematika, Ilmu Pasti & Alam, Institut  
Teknologi Bandung, Indonesia.
Master of Mathematic Actuarial Science,  
University of Waterloo, Kanada.

Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 
Telkom tanggal 27 April 2018.

Riwayat Jabatan
2017 – sekarang 
Direktur Jenderal Kekayaan Negara, Kementerian 
Keuangan Republik Indonesia.

2013 – 2017 
Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kebijakan dan 
Regulasi Jasa Keuangan dan Pasar Modal, Kementerian 
Keuangan Republik Indonesia.

2013 
Pegawai Tinggi pada Badan Kebijakan Fiskal, 
Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

2006 – 2012 
Kepala Biro Perasuransian, Badan Pengawas Pasar 
Modal dan Lembaga Keuangan (BPPMLK), Kementerian 
Keuangan Republik Indonesia.

63

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian 
 
 
 
PENDIDIKAN, PELATIHAN, SEMINAR DAN KONGRES

Dalam rangka untuk meningkatkan kompetensi para anggota Dewan Komisaris, Telkom memberikan kesempatan bagi 

para anggota Dewan Komisaris untuk mengembangkan pengetahuan dan keahliannya sepanjang tahun 2019.

Berikut ini pendidikan dan/atau pelatihan yang telah diikuti anggota Dewan Komisaris dalam meningkatkan kompetensi 

dalam tahun buku 2019:

Nama Komisaris

Nama Kegiatan

Tanggal Pelaksanaan

Negara

Rhenald Kasali

Visit Silicon Valley

Inorganic Summit 2019

Huawei Invitation and Visit IoT 
Experience

3-9 Agustus 

22 Agustus 

14-18 November 

Amerika Serikat

Indonesia

Republik Rakyat 
Tiongkok

Marcelino Rumambo 
Pandin

Inorganic Panel Discussion 2019

9 Desember

Risk Beyond dan Digital Risk 
Management in Insurance

25-27 September

Inorganic Summit 2019

22 Agustus 

Certification in Audit Committee 
Practices (CACP)

5-7 November 

CLSA Investor Forum 2019

11-13 September 

A Joint Conference of ADB, 
KDI Korea, Argentina & Asian 
Development Banks

25-28 Agustus 

Asia Pacific Urban Forum 7

16-17 Oktober 

Inorganic Panel Discussion 2019

9 Desember 

Asosiasi Analis Kebijakan 
Indonesia (AAKI)

12 Desember 

United Nations ESCAP

16-18 Desember 

Ismail

Inorganic Summit 2019

22 Agustus 2019

Indonesia

Indonesia

Indonesia

Indonesia

Hong Kong

Argentina

Malaysia

Indonesia

Indonesia

Thailand

Indonesia

Embrace Change and 
Innovation in Internal Audit 
Conference

Certification in Audit 
Committee Practices (CACP)

18-20 September 

Luksemburg

5-7 November 

Indonesia

Inorganic Panel Discussion 2019

9 Desember 

Indonesia

Marsudi Wahyu Kisworo Visit Silicon Valley

Pemahaman Pancasila

Inspiring Talks from Prominent 
Alumni

Inorganic Summit 2019

FGD Penyusunan Kebijakan 
Manajemen Krisis Siber

Diskusi Panel LKDI "Peran 
Komisaris Independen dalam 
Pengawasan atas Kendala 
Laporan Keuangan"

Seminar Nasional Terorisme
di Era Digital

3-9 Agustus 

15 Agustus 

16 Agustus 

22 Agustus 

26 Agustus 

Amerika Serikat

Indonesia

Indonesia

Indonesia

Indonesia

5 September 

Indonesia

11 September 

Indonesia

ICA International Conference

13 September 

FGD “Manajemen Krises Siber” 
BSSN

10 Oktober 

Indonesia

Indonesia

64

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian 
 
 
 
 
 
 
Nama Komisaris

Nama Kegiatan

Tanggal Pelaksanaan

Negara

5G Summit Qualcomm

14-16 Oktober 

23 Oktober 

Spanyol

Indonesia

Great Territory Leaders 
Academy

Workshop Teknologi Informasi 
Badan Intelijen Negara

Seminar Digital dan Sosial 
Media Marketing (Akuntansi, 
Manajemen dan Ekonomi 
Universitas Bandar Lampung)

Forum Konsultasi Publik 
Kementerian Perindustrian

06 November 

Indonesia

12 November 

Indonesia

13 November 

Indonesia

Forum Diskusi SESPIM POLRI

19 November 

Workshop BUMN “Executive 
Club: Leadership di Era Digital"

21 November 

Inorganic Panel Discussion 2019

9 Desember 

Property Outlook 2020

18 Desember 

Margiyono Darsasumarja

Full Day Seminar Auditor's Talk 
untuk penguatan peran Satuan 
Pengawas Internal (SPI)

9 Mei

Cahyana Ahmadjayadi

Mobile World Congress 2019

25 - 28 Februari 

Inorganic Panel Discussion 2019

9 Desember 

19-21 September 

Inggris

22 Agustus 

5 September 

3-9 Agustus 

22 Agustus 

5 September 

Inorganic Summit 2019

Diskusi Panel LKDI "Peran 
Komisaris Independen dalam 
Pengawasan atas Kendala 
Laporan Keuangan"

Gartner Security and Risk 
Management Summit 

Visit Silicon Valley

Inorganic Summit 2019

Diskusi Panel LKDI "Peran 
Komisaris Independen dalam 
Pengawasan atas Kendala 
Laporan Keuangan"

Huawei invitation and Visit IoT 
Experience

Indonesia

Indonesia

Indonesia

Indonesia

Indonesia

Indonesia

Indonesia

Indonesia

Spanyol

Amerika Serikat

Indonesia

Indonesia

14-23 November 

Republik Rakyat 
Tiongkok

Inorganic Panel Discussion 2019

9 Desember 

Indonesia

65

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian 
 
 
 
HUBUNGAN AFILIASI ANGGOTA DEWAN KOMISARIS

Telkom mengungkapkan hubungan afiliasi sesama anggota Dewan Komisaris, Direksi, dan pemegang saham utama dan 

pengendali, termasuk juga nama pihak yang terafiliasi sesuai dengan prinsip transparansi dalam penerapan tata kelola 

perusahaan yang baik atau GCG.

Hubungan Keuangan dengan

Hubungan Keluarga dengan

Nama 

Jabatan 
Terakhir

Anggota 
Dewan 
Komisaris

Anggota 
Direksi

Pemegang 
Saham
Utama dan
Pengendali(1)

Anggota 
Dewan 
Komisaris

Anggota
Direksi

Pemegang 
Saham 
Utama dan 
Pengendali(1)

Rhenald Kasali(2)

Komisaris 
Utama

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Ismail(2)

Komisaris

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Komisaris

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Marcelino Rumambo 
Pandin(2)

Margiyono Darsasumarja

Cahyana Ahmadjayadi

Marsudi Wahyu Kisworo

Hendri Saparini(3)

Komisaris 
Independen

Komisaris 
Independen

Komisaris 
Independen

Komisaris 
Utama

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Rinaldi Firmansyah(3)

Komisaris

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Pamijati Pamela Johanna 
Waluyo(3)

Komisaris 
Independen

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Edwin Hidayat Abdullah(4)

Komisaris

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Isa Rachmatarwata(5)

Komisaris

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Keterangan:
(1) Pemegang saham pengendali dalam hal ini adalah Pemerintah Indonesia yang diwakili Menteri BUMN sebagai pemegang saham utama.
(2) Menjabat sejak 24 Mei 2019.
(3) Tidak menjabat lagi sejak 24 Mei 2019.
(4) Tidak menjabat lagi sejak 18 November 2019.
(5) Tidak menjabat lagi sejak 23 Desember 2019.

PERNYATAAN INDEPENDENSI

Penegakan  prinsip  tata  kelola  perusahaan  atau  Good  Corporate  Governance  (GCG)  dilakukan  oleh  Telkom  dengan 

mewajibkan  Komisaris  Independen  menandatangani  Pernyataan  Independensi  Komisaris  Independen,  terutama  bagi 

Komisaris Independen telah menjabat lebih dari 2 (dua) periode. 

Hingga saat disusunnya Laporan ini, Komisaris Independen Telkom baru menjabat sejak tahun 2015 dan 2016 sehingga 

belum  menjabat  lebih  dari  2  (dua)  periode.  Meski  demikian,  Komisaris  Independen  Telkom  saat  ini,  yaitu  Margiyono 

Darsasumaria,  Cahyana  Ahmadjayadi,  dan  Marsudi  Wahyu  Kisworo  telah  menandatangani  pernyataan  independensi 

sejak diangkat pertama kali.

66

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian67

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPROFIL DIREKSI
DIREKSI YANG MENJABAT PER 31 DESEMBER 2019

Ririek Adriansyah
Direktur Utama

Harry Mozarta Zen
Direktur Keuangan

Pribadi
: Yogyakarta, 2 September 1963
Lahir  
: 56 tahun
Usia/Umur 
Kewarganegaraan: Indonesia
Domisili  

: Jakarta, Indonesia

Riwayat Pendidikan
1989 

Sarjana Teknik Elektro, Institut Teknologi  
Bandung.

Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 
Telkom tanggal 24 Mei 2019.

Riwayat Jabatan
2015 – 2019 
Direktur Utama Telkomsel.

2014  
Direktur Wholesale & International Service Telkom.

2012 – 2013 
Direktur Compliance & Risk Management Telkom.

2011 – 2012 
Direktur Utama Telin.

2010 – 2011 
Direktur Marketing & Sales Telin.

2008 – 2010 
Direktur International Carrier Service Telin.

68

Pribadi
Lahir 
: Tanjung Pinang, 9 Januari 1969
: 50 tahun
Usia/Umur 
Kewarganegaraan: Indonesia
Domisili  

: Jakarta, Indonesia

Riwayat Pendidikan
1993 

1996 

Sarjana Teknik Metalurgi, Fakultas Teknik,  
Universitas Indonesia.
Master of Business and Administration,  
Corporate Finance and Financial Institutions &  
Market, State University of New York, Buffalo,  
Amerika Serikat.

Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 
Telkom tanggal 22 April 2016.

Riwayat Jabatan 
2008 – 2015 
Direktur Utama Credit Suisse Securities Indonesia.

2007 – 2008 
Direktur Barclays Capital.

2001 – 2007 
Co-Head Investment Banking Bahana Sekuritas.

1996 – 2001 
Assistant Vice President Global Corporate Banking 
Citibank.

1993 – 1994 
Official Assistant Global Consumer Banking Citibank.

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Zulhelfi Abidin
Direktur Network & IT Solution

Siti Choiriana
Direktur Consumer Service

Pribadi
Lahir  
: Bukittinggi, 1 Januari 1962
Usia/Umur 
: 57 tahun
Kewarganegaraan: Indonesia
Domisili  

: Jakarta, Indonesia

Pribadi 
Lahir  
: Magetan, 28 Mei 1970
: 49 tahun
Usia/Umur 
Kewarganegaraan: Indonesia
Domisili  

: Jakarta, Indonesia

Riwayat Pendidikan
1987 

1996 

Sarjana Teknik Informatika, Institut Teknologi   
Bandung, Indonesia.
Master in Computer Science, University of  
Wollongong, Australia.

Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 
Telkom tanggal 21 April 2017.

Riwayat Jabatan
2015 – 2017 
Direktur Bank Rakyat Indonesia (BRI).

2014 – 2015 
Senior Executive Vice President BRI.

2012 – 2015 
Komisaris BRI Syariah.

2007 – 2014 
Kepala Divisi Teknologi Sistem Informasi BRI.

Riwayat Pendidikan
1993 

Sarjana Teknik Elektro, Institut Teknologi  
Sepuluh November, Surabaya, Indonesia.
2005  Magister Manajemen Teknologi, Institut  

Teknologi Sepuluh November, Surabaya,  
Indonesia.

Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 
Telkom tanggal 27 April 2018.

Riwayat Jabatan
2013 – 2018 
Executive Vice President Divisi Enterprise Service 
Telkom.

2017 – 2018 
Komisaris Telkom Sigma.

2016 – 2017 
Komisaris Utama Patrakom.

2016  
Komisaris Admedika.

2013 – 2015 
Komisaris Finnet Indonesia.

2012 – 2013 
Deputy Executive Vice President Divisi Enterprise Service 
Telkom.

69

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Faizal Rochmad Djoemadi
Direktur Digital Business

Achmad Sugiarto
Direktur Strategic Portfolio

Pribadi
: Blitar, 12 Desember 1967
Lahir  
: 52 tahun
Usia/Umur 
Kewarganegaraan: Indonesia
Domisili  

: Bandung, Indonesia

Pribadi
Lahir 
: Jakarta, 22 Agustus 1965
: 54 tahun
Usia/Umur 
Kewarganegaraan: Indonesia
Domisili  

: Jakarta, Indonesia

Riwayat Pendidikan
1984 

1998 

Sarjana Fakultas Teknologi Industri, 
Universitas Trisakti, Jakarta, Indonesia.
Magister Management,  
Universitas Airlangga Surabaya,  
Indonesia.

Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 
Telkom tanggal 24 Mei 2019.

Riwayat Jabatan 
2017 – 2019 
Direktur Sigma Cipta Caraka.

2015 – 2017 
SVP Synergy & Portfolio Telkom.

2014 – 2015 
EGM Divisi Digital Business Telkom.

Riwayat Pendidikan
1991 

Sarjana Teknik Elektro-Telekomunikasi, Institut  
Teknologi Sepuluh November, Surabaya,  
Indonesia.
Master of Electrical Engineering, University of  
Sasakatchewan, Kanada.
Doktor Management, Universitas Brawijaya,    
Malang, Indonesia

1998 

2019 

Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 
Telkom tanggal 24 Mei 2019.

Riwayat Jabatan
2016 – 2019 
Direktur Utama Telekomunikasi Indonesia Internasional.

2015 – 2016 
EVP Divisi Wholesale Service Telkom.

2012 – 2014 
Deputy Executive General Manager Divisi Wholesale 
Service Telkom.

70

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Edwin Aristiawan
Direktur Wholesale & International Service

Edi Witjara
Direktur Human Capital Management

Pribadi
Lahir  
: Surabaya, 14 Oktober 1969
: 50 tahun
Usia/Umur 
Kewarganegaraan: Indonesia
Domisili  

: Surabaya, Indonesia

Riwayat Pendidikan
1993 

Sarjana Elektro Umum, Institut Teknologi  
Sepuluh November, Surabaya, Indonesia. 

2002  Magister Management, Sekolah Tinggi  
Manajemen Bisnis, Bandung, Indonesia.

Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Telkom 
tanggal 24 Mei 2019.

Riwayat Jabatan
2019 
Executive Vice President Telkom Regional III Jawa Barat.

2016 – 2019 
Executive Vice President Telkom Regiona VI Kalimantan.

Pribadi 
Lahir  
: Kediri, 17 November 1972
: 47 tahun
Usia/Umur 
Kewarganegaraan: Indonesia
Domisili  

: Bandung, Indonesia

Riwayat Pendidikan
1995 

Sarjana Teknik Elektro, Sekolah Tinggi Teknologi  
Telkom, Bandung, Indonesia.

2009  Magister Hukum Bisinis, Universitas Padjajaran,  

2018 

Bandung, Indonesia.
Doktor Manajemen Strategik Bisinis, Universitas  
Padjajaran, Bandung, Indonesia.

Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 
Telkom tanggal 24 Mei 2019.

Riwayat Jabatan
2018 – 2019 
SVP Group Financial Planning Analysis and Control 
Telkom.

2015 – 2016 
Deputy EVP Infrastructure Telkom Regional II 
Jabodetabek & Serang.

2017 – 2018 
Kepala Program Bisnis Shared Service Organization 
Telkom.

2014 – 2015 
Deputy Executive General Manager Telkom Regional IV 

2016 – 2018 
SVP Financial Planning & Analysis Telkom.

Jateng & DIY.

2013 – 2016 
Komisaris Telkom Akses.

2013 – 2016 
VP Management Accounting Telkom.

71

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian 
 
 
 
 
 
 
 
 
Bogi Witjaksono
Direktur Enterprise & Business Service

Pribadi
Lahir  
: Surabaya, 8 Februari 1967
Usia/Umur 
: 52 tahun
Kewarganegaraan: Indonesia
Domisili  

: Bogor, Indonesia

Riwayat Pendidikan
1989 

1995 

Sarjana Teknik Elektro, Institut Teknologi  
Sepuluh November, Surabaya, Indonesia.
Magister Teknik Telekomunikasi (Mobile  
Communication), Institut Teknologi Bandung,  
Indonesia.

Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Telkom 
tanggal 24 Mei 2019.

Riwayat Jabatan
2018 – 2019  
Deputy President Director (COO) Telkom Satelite.

2015 – 2019 
Direktur Utama Patrakom.

2012 – 2019 
Managing Director Metrasat.

72

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian 
 
 
 
 
 
ANGGOTA DIREKSI YANG BERAKHIR JABATANNYA PADA TAHUN 2019

Alex Janangkih Sinaga
Direktur Utama

David Bangun
Direktur Digital & Strategic Portfolio

Pribadi
Lahir  
: Pematang Siantar, 27 September 1961
: 58 tahun
Usia/Umur 
Kewarganegaraan: Indonesia
Domisili  

: Jakarta, Indonesia

Pribadi
Lahir  
: Bandung, 5 September 1965
: 54 tahun
Usia/Umur 
Kewarganegaraan: Indonesia
Domisili  

: Bandung, Indonesia

Riwayat Pendidikan
1986 

1994 

Sarjana Teknik Elektro, Institut Teknologi  
Bandung, Indonesia.
Master of Science in Telematics, University of  
Surrey, Guildford, Inggris.

Riwayat Pendidikan
1989 

1999 

Sarjana Teknik Elektro, Institut Teknologi  
Bandung, Indonesia.
Master of Engineering in Electrical Engineering,  
Cornell University, New York, Amerika Serikat.

Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 
Telkom tanggal 19 Desember 2014.

Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Telkom 
tanggal 21 April 2017.

Riwayat Jabatan
2012 – 2014 
Direktur Utama Telkomsel.

2007 – 2012 
Direktur Utama Multimedia Nusantara.

Riwayat Jabatan
2014 – 2017 
Direktur Utama Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel).

2013 – 2014 
Executive General Manager Network of Broadband 
Telkom.

2005 – 2007 
Executive General Manager Divisi Enterprise Service 
Telkom.

2011 – 2014 
Komisaris Telekomunikasi Indonesia International (Telin).

2002 – 2005 
Executive General Manager Divisi Fixed Wireless 
Network Telkom.

2011 – 2013 
Executive General Manager Infratel.

2009 – 2011 
Vice President Infrastructure & Service Planning Telkom.

73

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian 
 
 
 
 
 
 
 
Dian Rachmawan
Direktur Enterprise & Business Service

Herdy Rosadi Harman
Direktur Human Capital Management

Pribadi
Lahir 
: Surabaya, 14 Mei 1964
Usia/Umur 
: 55 tahun
Kewarganegaraan: Indonesia
Domisili  

: Bogor, Indonesia

Pribadi
Lahir  
: Bandung, 28 Juni 1963
: 56 tahun
Usia/Umur 
Kewarganegaraan: Indonesia
Domisili  

: Jakarta, Indonesia

Riwayat Pendidikan
1986 

1993 

1998 

Sarjana Hukum, Universitas Padjajaran,  
Bandung, Indonesia.
Master of Business Administration dari  
Asian Institute Management, Philippines and   
Institute Management Telkom University.
Master of Law (LLM), Washington College of   
Law, American University, Washiongton DC,    
Amerika Serikat.

Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 
Telkom tanggal 19 Desember 2014.

Riwayat Jabatan
2012 – 2014 
Direktur Human Capital Management Telkomsel.

2007 – 2012 
VP Regulatory Management Telkom.

2006 – 2007 
VP Legal & Compliance Telkom.

Riwayat Pendidikan
1987 

1994 

Sarjana Teknik Elektro dan Telekomunikasi,  
Institut Teknologi Sepuluh November, Surabaya,  
Indonesia.
Master of Science in Communication and  
Real Time System, Telecommunications  
Engineering, University of Bradford, Inggris.

Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 
Telkom tanggal 21 April 2017.

Riwayat Jabatan
2014 – 2017 
Direktur Consumer Service Telkom.

2011 – 2014 
Direktur Utama Telekomunikasi Indonesia International 
(Hong Kong) Limited.

2007 – 2011 
Direktur Network Operation & Engineering Business & 
Partnership Development Telin.

2005 – 2007 
Executive General Manager Divisi Fixed Wireless 
Network Telkom.

74

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Abdus Somad Arief
Direktur Wholesale & International Service

Pribadi
Lahir  
: Sidoarjo, 25 September 1963
: 56 tahun
Usia/Umur 
Kewarganegaraan: Indonesia
Domisili  

: Jakarta, Indonesia

Riwayat Pendidikan
1988 

Sarjana Teknik Elektro, Institut Teknologi  
Bandung, Indonesia.

2000  Magister Sistem Teknologi dan Informasi,  

Institut Teknologi Bandung, Indonesia.

Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 
Telkom tanggal 21 April 2017.

Riwayat Jabatan
2018 – 2019 
Komisaris Utama Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat).

2012 – 2014 
Direktur Network Telkomsel.

2017 – 2019 
Komisaris Utama Telkom Indonesia International (Telin).

2012 – 2014 
Komisaris Daya Mitra Telekomunikasi (Mitratel).

2015 – 2017 
Komisaris Utama Infrastruktur Telekomunikasi Indonesia 
(Telkom Infra).

2015 – 2017 
Komisaris Utama Teltranet Aplikasi Solusi (Telkom 
Telstra).

2014 – 2017 
Direktur Network & IT Solution Telkom Indonesia.

2015 
Komisaris Sigma Cipta Caraka (Telkom Sigma).

2015 
Komisaris Telekomunikasi Selular (Telkomsel).

2011 – 2012 
Komisaris Utama Pramindo Ikat Nusantara.

2009 – 2012 
Executive General Manager Divisi Enterprise Service 
Telkom Indonesia.

2010 – 2011 
Komisaris Infomedia Nusantara.

2008 – 2009 
Vice President of Business Development Telkom 
Indonesia.

2007 – 2008 
Deputy Executive General Manager Divisi Enterprise 
Service Telkom Indonesia.

75

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian 
 
 
 
 
PENDIDIKAN, PELATIHAN, SEMINAR DAN 
KONGRES 

Telkom memberikan kesempatan bagi para anggota Direksi untuk untuk meningkatkan kompetensi melalui pendidikan, 

pelatihan,  seminar,  kongres,  maupun  kegiatan  lainnya  yang  dapat  mengembangkan  pengetahuan  dan  keahlian 

sepanjang tahun 2019.

Berikut ini pendidikan dan/atau pelatihan yang telah diikuti anggota Direksi dalam meningkatkan kompetensi dalam 

tahun buku 2019.

Nama Direksi

Nama Kegiatan

Waktu

Tempat

Ririek Adriansyah

Pembicara pada Celular Congress 2019

15 Juli

Pembicara pada Indonesianisme Summit - IA ITB

13 Agustus

Indonesia

Indonesia

Rapat Konsultasi Rencana Pembangunan Jangka 

19 September

Indonesia

Menengah Nasional (RPJMN) 2020 - 2024

Rakor BUMN bersama Menteri BUMN

5 – 8 Oktober

Indonesia

Rapat Kerja Kedeputian Energi, Logistik, 

23 – 24 Oktober

Indonesia

Kawasan, dan Pariwisata

Pembicara pada IndoTelko Forum

27 November

Indonesia

Pembicara pada Kompas 100 CEO Forum 2019

28 November

Indonesia

Harry Mozarta Zen

Pembicara pada Forum Diskusi Implementasi Standar 

9 Mei

Indonesia

Keuangan Baru PSAK 71, 72, dan 73

Executive Training: High Performance Leadership 

14- 18 Oktober

Amerika Serikat

Program

Siti Choiriana

Keynote Speech DataGov AI: Industri High-Speed 

November

Indonesia

Broadband Cable to The Home & Rural Area

Keynote Speech World Telecommunication Day 2019: 

Mei

Indonesia

5G for Growth of 

Telecommunication Industry Indonesia

Zulhelfi Abidin

CIIP-ID SUMMIT 2019 (Critical Information 

28 Agustus 

Indonesia

Infrastructure Protection)

CTO Meeting and ITU Telecom World 2019

8-9 September

Hungaria

Leading with Advanced Analytics and Artificial 

16-20 September  Amerika Serikat

Intelligence Program

Faizal Rochmad 

Raker Kedeputian Energi, Logistik, Kawasan & 

23 Oktober

Indonesia ICT Sector Cyber Security Roundtable  

16 Oktober

Indonesia

Indonesia

Djoemadi

Pariwisata

Achmad Sugiarto

Driving Profitable Growth Harvard Business School

13-16 November

Amerika Serikat

Edwin Aristiawan

Palapa Ring Non-KPBU untuk Mendukung Mitigasi 

14 November

Indonesia

Bencana di Indonesia

Bandung ICT Expo 2019

Edi Witjara

The Digital Transformation Conference

BUMN in Disruptive Digital Era

Gartner Annual Executive Retreat for HR Leader

Telco in Indonesia on Welcoming 5G

FGD Cyber Sovereignty Indonesia

24 Oktober

Indonesia

2019

2019

2019

2019

2019

Inggris

Indonesia

Singapura

Indonesia

Indonesia

Bogi Witjaksono

Seminar Badan Pengaturan Hilir Minyak dan Gas 

27 September

Indonesia

Bumi, “Supporting Digital dalam Industri Hilir Migas”

76

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianHUBUNGAN AFILIASI ANGGOTA DIREKSI

Sesuai dengan prinsip transparansi dalam penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau GCG, Telkom mengungkapkan 

hubungan  afiliasi  anggota  Direksi  dengan  sesama  Direksi,  Komisaris,  dan  pemegang  saham  utama  dan  pengendali, 

termasuk juga nama pihak yang terafiliasi.

Nama

Jabatan 
Terakhir

Hubungan Keuangan dengan

Hubungan Keluarga dengan

Anggota
Dewan
Komisaris

Anggota 
Direksi

Pemegang 
Saham 
Utama dan
Pengendali(1)

Anggota
Dewan
Komisaris

Anggota 
Direksi

Pemegang 
Saham 
Utama dan
Pengendali(1)

Ririek Adriansyah* Direktur 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Utama

Harry Mozarta Zen Direktur 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Zulhelfi Abidin

Siti Choiriana

Keuangan

Direktur 
Network & IT 
Solution

Direktur 
Consumer 
Service

Faizal Rochmad 
Djoemadi*

Direktur Digital 
Business

Achmad Sugiarto* Direktur 
Strategic 
Portfolio

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Edwin Aristiawan* Direktur

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Edi Witjara*

Bogi Witjaksono*

Wholesale & 
International
Service

Direktur 
Human Capital 
Management

Direktur
Enterprise & 
Business 
Service

Alex Janangkih 
Sinaga**

Direktur 
Utama

David Bangun**

Direktur Digital 
& Service 
Portfolio

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Dian Rachmawan** Direkctur 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Abdus Somad 
Arief**

Herdy Rosadi 
Harman**

Enterprise & 
Business 
Service

Direktur 
Wholesale & 
International 
Service

Direktur 
Human Capital 
Management

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Keterangan:
(1)  Pemegang saham pengendali dalam hal ini adalah Pemerintah Indonesia yang diwakili Menteri BUMN sebagai pemegang saham utama.
*  Mulai menjabat tanggal 24 Mei 2019
**  Tidak menjabat lagi sejak 24 Mei 2019.

77

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKARYAWAN TELKOM

Bagi  Telkom  dan  anak  perusahaan,  para  karyawan  berperan  sebagai  salah  satu  kelompok  pemangku  kepentingan 

utama yang berkontribusi pada keberlangsungan perusahaan. Selain menjalankan kegiatan usaha TelkomGroup sehari-

hari, karyawan juga menentukan keberhasilan perusahaan mencapai visi dan misinya. Untuk itu, TelkomGroup menjaga 

relasi  dan  melakukan  pelibatan  karyawan  (employee  engagement)  dengan  baik  dan  strategis.  Hal  ini  penting  untuk 

diperhatikan, khususnya pada masa transisi Telkom menuju digital telecommunication company yang berkelas dunia. 

Karyawan  Telkom  juga  didorong  untuk  memiliki  agility  yang  tinggi  dalam  bekerja,  termasuk  dengan  melibatkan  dan 

membentuk tribe dan squad lintas-fungsi dan lintas keahlian dalam pengembangan produk layanan.

Secara umum, sepanjang tahun 2019, TelkomGroup melihat karyawan di perusahaan induk maupun anak perusahaan 

telah bekerja dengan baik sesuai dengan arahan strategi manajemen. Hal tersebut tentunya tidak terlepas dari dukungan 

manajemen TelkomGroup dalam menjamin lingkungan kerja yang profesional, aman, nyaman, dan sejahtera. Selain itu, 

jaminan  keberagaman  tanpa  diskriminasi  sesuai  dengan  hak  asasi  manusia  juga  mendukung  karyawan  agar  bekerja 

dengan sepenuh hati tanpa merasa terganggu atau khawatir.  

Total Karyawan

54,4%
13.213

Usia

38,4%
9.313

Karyawan 
Telkom

Karyawan 
Entitas 
Anak

45,6%
11.059

23,8%
5.784

< 30 tahun

30-45 tahun

> 45 tahun

37,8%
9.175

Pendidikan

12,2%
2.972

Gender

25,9%
6.285

Pra Kuliah

Diploma

Sarjana

Pasca
sarjana 
(S2 dan S3)

Pria

Wanita

21,8%
5.285

8,4%
2.027

57,6%
13.988

74,1%
17.987

Posisi Jabatan

Status Kepegawaian

19,1%
4.635

1,3%
310

Manajemen 
Senior

Manajemen 
Madya

Pengawas

Lainnya

26,3%
6.377

93,2%
22.624

53,4%
12.950

78

Pegawai 
Tetap

Tenaga 
Profesional

Rehire

Masa 
Persiapan 
Pensiun
Tugas 
Belajar

3,7%
895
2,0%
474
0,9%
222
0,2%
57

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPROFIL KARYAWAN

Pada  akhir  tahun  2019,  TelkomGroup  tercatat  memiliki  24.272  karyawan,  terdiri  dari  11.059  karyawan  yang  bekerja 

untuk perusahaan induk Telkom dan 13.213 karyawan terdaftar di anak perusahaan. Total jumlah karyawan tahun 2019 

lebih  tinggi  0,84%  dari  tahun  sebelumnya,  yang  tercatat  sebesar  24.071  orang.  Perubahan  tersebut  karena  adanya 

peningkatan jumlah karyawan di entitas anak sebesar 1.907 dibanding tahun sebelumnya.

Jumlah Karyawan Telkom dan Anak Perusahaan 
per 31 Desember untuk Tahun 2017-2019

Karyawan Telkom

Karyawan Entitas Anak

Total

2019

2018

2017

11.059

13.213

24.272

12.765

11.306

24.071

13.956

10.109

24.065

JUMLAH KARYAWAN BERDASARKAN SEBARAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN 
USIA KARYAWAN

Karyawan Telkom pada akhir periode pelaporan 2019 terdiri dari 7.382 orang atau 66,8% yang berlatar belakang sarjana 

atau pascasarjana, serta 3.677 orang atau 33,2% yang pra kuliah atau memiliki ijasah diploma. Di sisi lain, anak perusahaan 

memiliki 9.578 orang atau 72,5% karyawan sarjana atau pascasarjana, serta 3.635 orang atau 27,5% karyawan pra kuliah 

atau diploma. 

Jika  dibandingkan  dengan  tahun  sebelumnya,  total  jumlah  karyawan  TelkomGroup  berlatar  belakang  sarjana  atau 

pascasarjana naik dari 16.590 orang pada tahun 2018 menjadi 16.960 orang pada akhir tahun 2019. Jumlah karyawan 

Telkom dan anak perusahaan pada tahun 2017 hingga 2019 berdasarkan pendidikan dapat dilihat sebagai berikut.

Jumlah Karyawan Telkom dan Anak Perusahaan Berdasarkan Pendidikan
per 31 Desember untuk Tahun 2017-2019

2019

2018

2017

Telkom

Entitas 
Anak

Jumlah

%

Jumlah

%

Jumlah

%

2.185

1.492

5.602

1.780

3.100

535

5.285

2.027

8.386

13.988

1.192

2.972

21,8

8,4

57,6

12,2

3.630

3.851

13.609

2.981

15,1

16,0

56,5

12,4

4.077

4.228

13.017

2.743

16,9

17,6

54,1

11,4

Pra Kuliah

Diploma

Sarjana

Pascasarjana (S2 dan 
S3)

Total

11.059

13.213

24.272

100,0

24.071

100,0

24.065

100,0

Selanjutnya, ditinjau dari usia karyawan, sebesar 61,6% atau 14.959 orang karyawan TelkomGroup pada akhir tahun 2019  

didominasi oleh karyawan berusia 45 tahun ke bawah. Jumlah tersebut naik sebesar 58,4% pada tahun sebelumnya. 

Dengan adanya komposisi tersebut, TelkomGroup menjamin adanya proses regenerasi yang baik pada jumlah karyawan 

yang akan berakhir masa kerjanya.

79

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianTabel  berikut  menyajikan  data  mengenai  jumlah  karyawan  Telkom  dan  anak  perusahaan  berdasarkan  usia  pada  tiga 

tahun terakhir.

Jumlah Karyawan Telkom dan Anak Perusahaan Berdasarkan Usia 
per 31 Desember untuk Tahun 2017-2019

2019

2018

2017

Telkom

Entitas 
Anak

Jumlah

%

Jumlah

%

Jumlah

%

< 30 tahun

30-45 tahun

> 45 tahun

2.386

1.768

6.905

3.398

7.407

2.408

5.784

9.175

9.313

23,8

37,8

38,4

5.548

8.514

10.009

23,0

35,4

41,6

4.572

8.490

11.003

19,0

35,3

45,7

Total

11.059

13.213

24.272

100,0

24.071

100,0

24.065

100,0

JUMLAH KARYAWAN BERDASARKAN POSISI JABATAN DAN STATUS 
KEPEGAWAIAN 

TelkomGroup memiliki beberapa tingkatan jabatan, yaitu manajemen senior, manajemen madya, pengawas, dan tingkat 

jabatan  lainnya.  Pada  tahun  2019,  total  jumlah  karyawan  Telkom  dan  anak  perusahaan  yang  terbanyak  yaitu  pada 

jabatan pengawas, sebanyak 12.950 orang atau 53,3%, naik dari 45,9% pada tahun sebelumnya.  Perubahan komposisi 

karyawan tersebut dipicu oleh pengisian formasi di tingkat pengawas yang diperoleh dari rekrut fresh graduate.

Berikut ini tabel yang menampilkan data jumlah karyawan Telkom dan anak perusahaan berdasarkan posisi jabatan per 

akhir tahun 2017, 2018 dan 2019. 

Jumlah Karyawan Telkom dan Anak Perusahaan Berdasarkan Posisi Jabatan 
per 31 Desember untuk Tahun 2017-2019

2019

2018

2017

Telkom

Entitas 
Anak

Jumlah

%

Jumlah

%

Jumlah

%

Manajemen Senior

Manajemen Madya

Pengawas

Lainnya

Total

128

3.383

5.969

1.579

182

2.994

6.981

3.056

310

6.377

12.950

4.635

1,3

26,3

53,3

19,1

403

6.093

11.050

6.525

1,7

25,3

45,9

27,1

655

5.585

11.547

6.278

2,7

23,2

48,0

26,1

11.059

13.213

24.272

100,0

24.071

100,0

24.065

100,0

Selanjutnya,  dilihat  dari  status  kepegawaian,  Telkom  dan  anak  perusahaan  per  akhir  Desember  2019  secara  total 

mempekerjakan 22.903 orang atau 94,3% karyawan tetap dan 1.369 orang atau 5,7% karyawan tidak tetap. Sebanyak 

10.090 orang karyawan tetap bekerja di Telkom dan selebihnya sebanyak 12.813 orang di entitas anak, sedangkan untuk 

karyawan tidak tetap, sebanyak 969 orang bekerja untuk Telkom dan 400 orang pada entitas anak. Jika dibandingkan 

tahun sebelumnya, komposisi total karyawan tidak tetap dibandingkan total karyawan meningkat, yaitu sebesar 5,7% 

pada tahun 2019 dibandingkan dengan 2,7% pada tahun 2018.

80

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianData  lebih  rinci  mengenai  jumlah  karyawan  berdasarkan  status  kepegawaian  per  31  Desember  2017,  2018  dan  2019 

dapat dilihat di bawah ini.

Jumlah Karyawan Telkom dan Anak Perusahaan Berdasarkan Status Kepegawaian
Per 31 Desember untuk Tahun 2017-2019

2019

2018

2017

Telkom

Entitas 
Anak

Jumlah

%

Jumlah

%

Jumlah

%

Pegawai Tetap

9.816

12.808

22.624

93,2

22.970

95,5

23.207

96,4

Tenaga Profesional

Rehire

Masa Persiapan 
Pensiun

Tugas Belajar

503

466

218

56

392

8

4

1

895

474

222

57

3,7

2,0

0,9

0,2

538

115

368

80

2,2

0,5

1,5

0,3

408

0

411

39

1,7

0,0

1,7

0,2

Total

11.059

13.213

24.272

100,0

24.071

100,0

24.065

100,0

JAMINAN KESETARAAN GENDER DAN JUMLAH KARYAWAN BERDASARKAN 
GENDER

Sebagai perusahaan telekomunikasi digital yang berorientasi global, Telkom dan anak perusahaan menjamin kesetaraan 

gender di lingkungan operasi perusahaan. Hal tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Direksi PD.201.01/r.00/PS150/

COP-B0400000/2014 tanggal 6 Mei 2014 tentang Etika Bisnis di Lingkungan TelkomGroup.

Pada  akhir  tahun  2019,  dari  sisi  gender,  jumlah  karyawan  pria  TelkomGroup  tercatat  17.987  orang,  lebih  banyak  dari 

jumlah karyawan wanita yaitu 6.285 orang, dengan perbandingan 74,1% dan 25,9%. Telkom dan anak perusahaan tidak 

pernah  menetapkan  kuota  jumlah  karyawan  berdasarkan  gender  maupun  mendiskriminasi  pria  dan  wanita  dalam 

ketenagakerjaan,  namun  TelkomGroup  melihat  bahwa  minat  pria  untuk  bekerja  di  sektor  telekomunikasi  lebih  tinggi 

daripada minat wanita.

Tabel yang ditampilkan di bawah ini menyajikan jumlah karyawan Telkom dan anak perusahaan berdasarkan gender per 

31 Desember 2019.

Jumlah Karyawan Telkom dan Anak Perusahaan Berdasarkan Gender  
per 31 Desember untuk Tahun 2017-2019

2019

2018

2017

Telkom

Entitas 
Anak

Jumlah

%

Jumlah

%

Jumlah

%

Pria

Wanita

Total

8.188

2.871

9.799

3.414

17.987

6.285

74,1

25,9

18.021

6.050

74,9

25,1

18.231

5.834

75,8

24,2

11.059

13.213

24.272

100,0

24.071

100,0

24.065

100,0

Selanjutnya,  kesetaraan  gender  di  lingkungan  kerja  Telkom  dan  anak  perusahaan  juga  terbuka  pada  berbagai  posisi 

jabatan. Saat ini terdapat total 23 orang wanita yang memegang jabatan manajemen senior di TelkomGroup. Kemudian 

1.038 dan 3.360 orang wanita berada pada posisi manajemen madya dan pengawas.

81

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianTabel berikut memberikan gambaran sebaran karyawan pria dan wanita yang bekerja di Telkom dan anak perusahaan 

pada berbagai posisi jabatan per 31 Desember 2019.

Jumlah Karyawan Telkom dan Anak Perusahaan Berdasarkan Posisi Jabatan
dan Gender per 31 Desember Tahun 2019 

Telkom

Entitas Anak

Total

Pria Wanita

Total

Pria Wanita

Total

Pria Wanita

Total

Manajemen Senior

119

9

128

168

14

182

287

23

310

Manajemen Madya

2.784

599

3.383

2.555

439

2.994

5.339

1.038

6.377

Pengawas

4.349

1.620

5.969

5.241

1.740

6.981

9.590

3.360

12.950

Lainnya

Total

936

643

1.579

1.835

1.221

3.056

2.771

1.864

4.635

8.188

2.871

11.059

9.799

3.414

13.213

17.987

6.285

24.272

PERSAMAAN KESEMPATAN DALAM PENGEMBANGAN KOMPETENSI

Pengembangan  kompetensi  sumber  daya  manusia  merupakan  hal  penting  untuk  dilakukan  oleh  TelkomGroup  agar 

inovasi  dan  kreativitas  karyawan  dapat  terus  mendukung  pertumbuhan  perusahaan.  Di  dalam  mengembangkan 

kompetensi  karyawan,  Telkom  dan  anak  perusahaan  menjamin  kesempatan  yang  sama  bagi  setiap  individu  untuk 

mengikuti program pendidikan dan pelatihan yang ditetapkan. 

Sepanjang  tahun  2019,  tidak  kurang  dari  Rp118,3  miliar  telah  dikucurkan  oleh  TelkomGroup  untuk  pengembangan 

kompetensi karyawan, tidak termasuk dana beasiswa pendidikan. Jumlah tersebut lebih rendah Rp12,3 miliar atau 9,4% 

dibandingkan dengan Rp130,6 miliar dana pengembangan yang telah dimanfaatkan pada tahun 2018. Sebanyak 12.775 

peserta (unik) telah mengikuti pelatihan pada tahun 2019, sedangkan yang mengikuti sertifikasi mencapai 1.784 peserta 

(unik) pada tahun 2019. Jumlah tersebut lebih rendah 16,4% dari 15.282 total kepesertaan dalam pelatihan tahun 2018, 

yang disebabkan oleh pelatihan lebih banyak diarahkan dengan menggunakan sistem online atau e-learning.

Pengembangan Kompetensi Karyawan Telkom dan Anak Perusahaan Tahun 2017-2019

Program Pengembangan 
Kompetensi

2019

 2018

2017

Telkom

Entitas 
Anak

Jumlah

%

Jumlah

%

Jumlah

%

Pelatihan

Sertifikasi

8.079

4.696

12.775

87,7

15.282

91,6

23.034

96,7

Beasiswa Pendidikan

16

0

16

0,1

72

1.469

315

1.784

12,2

1.340

8,0

0,4

657

133

2,8

0,5

Total

9.564

5.011

14.575

100,0

16.694

100,0

23.824

100,0

Lebih jauh lagi, program pelatihan yang diselenggarakan oleh Telkom dan anak perusahaan mencakup pelatihan reguler 

dan leadership development program serta pelatihan persiapan untuk mendapatkan sertifikasi. Pelatihan reguler terdiri 

dari pelatihan teknis operasional dan pelatihan manajemen. Baik karyawan pria maupun wanita telah menjadi peserta 

pada berbagai jenis pelatihan tersebut.

82

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian 
KOMPOSISI PEMEGANG SAHAM

Struktur saham Telkom per 31 Desember 2019 dapat dilihat pada diagram berikut.

PT Telkom Indonesia 
(Persero) Tbk

Publik (47,91%)
Saham Seri B

Pemerintah Republik
Indonesia (52,09%)
Saham Seri A
Saham Seri B

Pemilik Saham Asing
(36,93%)

Pemilik Saham Lokal
(10,98%)

Saham Telkom terdiri dari 1 lembar saham Seri A Dwiwarna, dan 99.062.216.599 lembar saham Seri B (saham biasa) 

dengan modal dasar yang ditempatkan dan disetor penuh adalah sebanyak 99.062.216.600 lembar saham. Satu lembar 

saham Seri A Dwiwarna dimiliki Pemerintah Republik Indonesia.

Dengan kepemilikan Saham Seri A Dwiwarna dan persentase kepemilikan saham total sebesar 52,09% maka Pemerintah 

Republik Indonesia menjadi pemegang saham utama dan pengendali.

Komposisi Pemegang Saham Telkom Pada Tanggal 31 Desember 2019

Saham Seri A 

Dwiwarna

Saham Seri B 

(Saham Biasa)

%

Pemerintah Republik 
Indonesia

Publik

Total

1

1

51.602.353.559

47.459.863.040

99.062.216.599

Berikut ini data dan informasi komposisi mengenai pemegang saham Telkom per tanggal 31 Desember 2019.

1.  Pemegang Saham dengan Kepemilikan Lebih dari 5% (Pemegang Saham Utama/Pengendali)

Jenis Saham 

Identitas Orang atau Kelompok

Jumlah Saham

%

Seri A

Seri B

Pemerintah Republik Indonesia

1

Pemerintah Republik Indonesia

51.602.353.559

52,09

47,91

100,00

0

52,09

83

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian2.  Kepemilikan Saham oleh Direktur dan Komisaris

Pada tanggal 31 Desember 2019 tidak ada Komisaris atau Direktur yang memiliki lebih dari 1,0% saham Telkom.

Komisaris dan Direksi

Jumlah Saham

%

Komisaris

Direksi

Total

–

Ririek Adriansyah

Harry Mozarta Zen

Faizal Rochmad Djoemadi

Bogi Witjaksono

Edi Witjara

Siti Choiriana

–

1.156.955

474.692

126.800

55.000

32.500

540

1.846.487

–

<0,01

<0,01

<0,01

<0,01

<0,01

<0,01

<0,01

3.  Pemegang Saham dengan Kepemilikan Kurang dari 5%

Pemegang  Saham  Biasa  Telkom  dengan  kepemilikan  masing-masing  kurang  dari  5%,  pada  tanggal  31  Desember 

2019.

Asing

Lokal

Total

Kelompok 

Jumlah Saham

%

Badan usaha/Institusi

Perorangan/ Individu

Badan usaha/Institusi

Perusahaan terbatas

Reksa dana

Perusahaan asuransi

Dana Pensiun

Lain-lain

Perorangan/ Individu

36.563.859.662

19.105.655

3.079.097.739

2.829.912.204

2.786.336.897

1.460.458.100

150.781.460

570.311.323

47.459.863.040

36,91

0,02

3,11

2,86

2,81

1,47

0,15

0,58

47,91

4.  Persentase Saham yang Dimiliki di Indonesia dan di Luar Indonesia

Pada  tanggal  31  Desember  2019,  sebanyak  81.677  pemegang  saham  (termasuk  Pemerintah  Republik  Indonesia), 
terdaftar sebagai  pemegang saham biasa. Jumlah tersebut termasuk 36.582.965.317 saham biasa yang dimiliki oleh 

2.225 pemegang saham di luar negeri. Dengan demikian 36,93% saham Telkom dimiliki oleh pemegang saham di luar 

negeri dan sisanya dikuasai oleh pemegang saham dalam negeri. Pada tanggal yang sama terdapat 78 pemegang 

saham ADS yang memiliki 46.018.374 ADS (1 ADS setara dengan 100 saham biasa).

84

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian5.  Daftar 20 Pemegang Saham Publik Terbesar

Daftar 20 pemegang saham publik terbesar per 31 Desember 2019 dapat dilihat sebagai berikut.

No

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

Institusi

%

DJS KETENAGAKERJAAN PROGRAM JHT

GIC S/A GOVERNMENT OF SINGAPORE

BNYM RE BNYMLB RE EMPLOYEES PROVIDENTFD

JPMCB NA RE-VANGUARD TOTAL INTERNATIONAL

JPMCB NA RE - VANGUARD EMERGING MARKETS

PT. PRUDENTIAL LIFE ASSURANCE - REF

BBH BOSTON S/A MATTHEWS PACIFIC TIGER FU

RBC S/A COMGEST GROWTH PLC COMGEST GROWT

BNYM RE VIRTUS VONTOBEL EMERGING MARKETS

GIC S/A MONETARY AUTHORITY OF SINGAPORE

RBC S/A VONTOBEL FUND - MTX SUITANABLE E

SSB 2Q27 S/A ISHARES CORE MSCI EMERGING

DJS KETENAGAKERJAAN PROGRAM JP

PT. TASPEN

BNYMSANV RE BNYM RE PEOPLE’S BANK OF CHI

JPMBL SA UCITS CLT RE-JPMORGAN FUNDS

CACEIS BANK/NON TREATY UCITS CLIENTS

PT AXA MANDIRI FINANCIAL SERVICES S/A MA

PT TASPEN (ASURANSI) - AFS

20

CITIBANK NEW YORK S/A GOVERNMENT OF NORW

2,61

2,49

0,99

0,76

0,69

0,58

0,54

0,53

0,49

0,48

0,45

0,44

0,42

0,40

0,37

0,37

0,36

0,35

0,35

0,31

85

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianENTITAS ANAK, PERUSAHAAN ASOSIASI, 
DAN PERUSAHAAN VENTURA BERSAMA

Per 31 Desember 2019, Telkom memiliki total 34 entitas anak dengan kepemilikan langsung dan tidak langsung yang aktif 

beroperasi dengan persentase kepemilikan lebih dari 50%, sehingga laporan keuangannya terkonsolidasi dengan Telkom 

sebagai perusahaan induk. 

Pemerintah indonesia
52,09%

Publik
47,91%

 69,04%

 100%

 100%

 65%

30,95%

 0,01%

100%

51%

49%

60%

51%

49%

60%

51%

100%

26,6%

Fintek Karya
Nusantara

0,01%

0,01%

0,01%

0,01%

30,4%

52%

48%

99,9%

99,9%

99,9%

60%

99,9%

60%

Keterangan :

Kepemilikan Langsung (Terkonsolidasi)

10 Anak Perusahaan (Kepemilikan Langsung)

Kepemilikan Tidak Langsung (Terkonsolidasi)

24 Anak Perusahaan (Kepemilikan Tak Langsung)

Tidak Terkonsolidasi

11 Perusahaan Afiliasi

86

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian 
Selain itu terdapat juga 11 entitas anak yang tidak terkonsolidasi (afiliasi). Salah satu anak perusahaan, yaitu Telkomtelstra, 

tidak terkonsolidasi laporan keuangannya meski kepemilikan saham secara tidak langsung mencapai 51%. Entitas yang 

baru  pada  tahun  2019  yaitu  PT  Telkomsel  Mitra  Inovasi  dan  PT  Fintek  Karya  Nusantara  yang  merupakan  perusahaan  

asosiasi Telkomsel, serta PT Persada Sokka Tama yang merupakan anak perusahaan Mitratel.

100%

100%

100%

100%

100%

100%

24%

100%

100%

100%

100%

51%

100%

55%

95%

100%

USA

70%

70%

15,67%

25%

33%

6,32%

5%

2,11%

4,33%

87

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian 
Pada tanggal 31 Desember 2019, Telkom telah mengonsolidasikan Laporan Keuangan semua entitas anak yang dimiliki 

secara langsung maupun tidak langsung, sebagai berikut:

ENTITAS ANAK DENGAN KEPEMILIKAN LANGSUNG

Perusahaan

Kepemilikan 
Saham

Bidang Usaha

Status 
Operasi

Jumlah 
Aset 
(Rp miliar)

Alamat

Beroperasi

82.730 Telkom  Landmark  Tower 
lt.  1-20,  The  Telkom  Hub. 
Jl.  Jend  Gatot  Subroto 
Kav.  52,  Jakarta 
12710, 
Indonesia

PT Telekomunikasi 
Selular 
Jakarta, Indonesia

65%

100%

100%

PT Dayamitra 
Telekomunikasi 
Jakarta, Indonesia

PT Multimedia 
Nusantara 
Jakarta, Indonesia

PT Telekomunikasi 
Indonesia 
International 
Jakarta, Indonesia

Telekomunikasi – 
operator fasilitas 
telekomunikasi dan 
jasa telepon seluler 
menggunakan 
teknologi Global 
System for Mobile 
Communication (GSM) 

Penyewaan menara 
telekomunikasi dan jasa 
telekomunikasi lainnya

Beroperasi

Jasa jaringan 
telekomunikasi dan 
multimedia

Beroperasi

100%

Telekomunikasi

Beroperasi

PT Graha Sarana 
Duta 
Jakarta, Indonesia

100%

PT Telkom Akses 
Jakarta, Indonesia

100%

PT Telkom Satelit 
Indonesia 
Jakarta, Indonesia

100%

Penyewaan kantor dan 
manajemen gedung 
dan jasa pemeliharaan, 
konsultan sipil dan 
pengembang

Pembangunan, jasa dan 
perdagangan bidang 
telekomunikasi

Telekomunikasi–
menyediakan sistem 
komunikasi satelit, jasa 
dan sarana terkait

Beroperasi

Beroperasi

PT PINS Indonesia 
Jakarta, Indonesia

100%

Jasa dan pembangunan 
telekomunikasi

Beroperasi

PT Infrastruktur 
Telekomunikasi 
Indonesia  
Jakarta, Indonesia 

100%

Pembangunan, jasa dan 
perdagangan bidang 
telekomunikasi

Beroperasi

88

Beroperasi

6.055 Graha Telkom Property. 

20.114 Telkom  Landmark  Tower 
lt.  25-27,  The  Telkom  Hub. 
Jl.  Jend  Gatot  Subroto 
Kav.  52,  Jakarta 
12710, 
Indonesia

16.478 Telkom  Landmark  Tower 
lt.  22  &  41,  The  Telkom 
Hub. Jl. Jend Gatot 
Subroto  Kav.  52,  Jakarta 
12710, Indonesia

10.970 Telkom  Landmark  Tower 
lt.  16-17,  The  Telkom  Hub. 
Jl.  Jend  Gatot  Subroto 
Kav.  52,  Jakarta 
12710, 
Indonesia

Jl.  Kebon  Sirih  No.  10, 
Jakarta 
10110, 
Pusat, 
Indonesia

4.436 Gedung  Telkom  Jakarta 
Barat.  Jl.  S.  Parman  Kav. 
8  Jakarta  Barat,  11440, 
Indonesia

3.309 Telkom  Landmark  Tower 
lt.  21,  The  Telkom  Hub. 
Jl.  Jend  Gatot  Subroto 
Kav.  52,  Jakarta 
12710, 
Indonesia

2.995 Telkom  Landmark  Tower 
lt.  42,  The  Telkom  Hub. 
Jl.  Jend  Gatot  Subroto 
Kav.  52,  Jakarta 
12710, 
Indonesia

1.706 Telkom  Landmark  Tower 
lt.  19,  The  Telkom  Hub. 
Jl.  Jend  Gatot  Subroto 
Kav.  52,  Jakarta 
12710, 
Indonesia

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPerusahaan

Kepemilikan 
Saham

Bidang Usaha

Status 
Operasi

Jumlah 
Aset 
(Rp miliar)

Alamat

PT Metra-Net 
Jakarta, Indonesia

100%

Jasa portal multimedia

Beroperasi

996 Mulia 

Business 

Park, 

Gedung J. 
Jl. Letjen MT Haryono Kav. 
58 – 60 Pancoran, Jakarta, 
12780, Indonesia

5 -

PT Napsindo 
Primatel 
Internasional 
Jakarta, Indonesia

60%

Telekomunikasi - 
menyediakan Network 
Access Point (NAP), 
Voice Over Data (VOD) 
dan jasa terkait lainnya

Berhenti 
beroperasi 
pada 
tanggal 
13 Januari 
2006

ENTITAS ANAK DENGAN KEPEMILIKAN TIDAK LANGSUNG

Perusahaan

Kepemilikan 
Saham

Bidang Usaha

Status 
Operasi

Jumlah Aset 
(Rp miliar)

Alamat

PT Sigma Cipta Caraka 
Tangerang, Indonesia

100%

Beroperasi

Jasa teknologi 
informatika-implementasi 
dan integrasi sistem, 
outsourcing, dan 
pemeliharaan lisensi 
piranti lunak

Telekomunikasi 
Indonesia International 
Pte. Ltd. Singapura

100%

Telekomunikasi

Beroperasi

6.796 Telkom  Landmark  Tower 
lt.  23,  The  Telkom  Hub.  Jl. 
Jend  Gatot  Subroto  Kav.  52, 
Jakarta 12710, Indonesia

3.635 Maritime  Square,  #09-63 
Harbour Front Centre, 
Singapore – 099253

PT Infomedia Nusantara 
Jakarta, Indonesia

100%

PT Telkom 
Landmark Tower 
Jakarta, Indonesia

Telekomunikasi 
Indonesia 
International Ltd., 
Hong Kong

PT Metra Digital 
Investama 
Jakarta, Indonesia

55%

100%

PT Metra Digital Media  
Jakarta, Indonesia

100%

Jasa data dan informasi-
menyediakan jasa 
informasi telekomunikasi 
dan jasa informasi lainnya 
dalam bentuk media 
cetak dan elektronik, dan 
jasa call center

Jasa pengembangan dan 
manajemen 
properti

Beroperasi

Beroperasi

100%

Telekomunikasi

Beroperasi

Jasa perdagangan 
Informasi dan teknologi 
multimedia, hiburan dan 
investasi

Jasa layanan informasi 
dalam bentuk direktori 
khusus

Beroperasi

Beroperasi

2.626 PT 

Infomedia  Nusantara 
RS. 
Head  Office. 
Fatmawati  77-81  Jakarta, 
12150, Indonesia 

Jl. 

2.056 Telkom Landmark Tower, The 
Telkom  Hub.  Jl.  Jend  Gatot 
Subroto  Kav.  52,  Jakarta 
12710, Indonesia

1.830 Suite 905, 9/F, Ocean Centre, 
5  Canton  Road,  Tsim  Sha 
Tsui, Kowloon, Hong Kong

1.475 Telkom  Landmark  Tower 
lt.  21,  The  Telkom  Hub.  Jl. 
Jend  Gatot  Subroto  Kav.  52, 
Jakarta 12710, Indonesia

1.146 Telkom  Landmark  Tower 
lt.  18,  The  Telkom  Hub.  Jl. 
Jend  Gatot  Subroto  Kav.  52, 
Jakarta 12710, Indonesia

89

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPerusahaan

Kepemilikan 
Saham

Bidang Usaha

Status 
Operasi

Jumlah Aset 
(Rp miliar)

Alamat

100%

Telekomunikasi

Beroperasi

706 Timor  Plaza  Lt.  4.  Rua 

PT Finnet 
Indonesia 
Jakarta, Indonesia

PT Persada Sokka Tama
Jakarta, Indonesia

60%

95%

Jasa teknologi 
informatika

Beroperasi

Penyediaan sarana 
prasarana jaringan 
telekomunikasi

Beroperasi

70%

Jasa satelit

Beroperasi

TS Global Network Sdn. 
Bhd. 
Petaling Jaya, Malaysia

Telekomunikasi 
Indonesia 
International S.A. 
Dili, Timor Leste

PT Melon Indonesia
Jakarta, Indonesia

100%

Jasa penjualan konten 
digital

Beroperasi

PT Telkomsel Mitra 
Inovasi
Jakarta, Indonesia

PT Swadharma Sarana 
Informatika 
Jakarta, Indonesia

PT Administrasi Medika  
Jakarta, Indonesia

100%

51%

100%

Jasa konsultan 
manajemen bisnis dan 
investasi modal

Beroperasi

Jasa pengisian kas dan 
pemeliharaan ATM

Beroperasi

Jasa administrasi 
asuransi kesehatan

Beroperasi

1.001 Telkom  Landmark  Tower 
lt.  18,  The  Telkom  Hub.  Jl. 
Jend  Gatot  Subroto  Kav.  52, 
Jakarta 12710, Indonesia

870 Graha  Persada  2  Lt.1,  Jalan 
Kyai  Haji  Noor  Alie  No.  89, 
Kalimalang,  Kota  Bekasi, 
Jawa Barat 17148, Indoneias

732 Jalan  Teknorat  1/2,  Cyber  3, 
6300  Cyberjaya,  Selangor 
Darul Ehsan, Malaysia

Presidente Nicolao 
Lobato,  Comoro,  Dili,  Timor 
Leste

578 Telkom  Landmark  Tower 
lt.  45,  The  Telkom  Hub.  Jl. 
Jend  Gatot  Subroto  Kav. 
52,  Jakarta  Selatan  12710, 
Indonesia

569 Telkomsel  Smart  Office  Lt  8, 
Jl  Gatot  Subroto  Kav  52,  RT 
6/RW 1, Kuningan Barat, Kec 
Mampang  Prapatan,  Jakarta 
Selatan, 12710, Indonesia

520 St  Arteri  JORR,  No.  70, 
Jati  Melati,  Pondok  Melati, 
Bekasi, Indonesia.

395 STO Telkom Gambir Gedung 
C  Lt.  3.  Jl.  Medan  Merdeka 
Selatan No. 12, Jakarta Pusat, 
10110, Indonesia

51%

Jasa pariwisata

Beroperasi

288 Jl. Cimanuk No. 33 Bandung, 

100%

Jasa dan perdagangan

Beroperasi

60%

60%

Jasa jaringan & 
e-commerce

Beroperasi

Jasa penyedia sistem 
integrator

Beroperasi

100%

Telekomunikasi

Beroperasi

100%

Telekomunikasi 

Beroperasi

70%

Telekomunikasi

Beroperasi

100%

Jasa satelit

Beroperasi

Indonesia

272 Menara  Multimedia,  Gedung 
Annex,  Lt.  2.  Jl.  Kebon  Sirih 
No 
10-12,  Jakarta  Pusat, 
Indonesia

214 Mulia Business Park, Gedung 
J.  Jl. Letjen MT Haryono Kav. 
58  –  60  Pancoran,  Jakarta 
12780, Indonesia

177 Jl.  Tanjung  Barat  Raya  No. 
17  Pasar  Minggu,  Jakarta 
Selatan, 12510, Indonesia

89 800  Wilshire  Boulevard, 
Suite  620  Los  Angeles, 
California  90017,  Amerika 
Serikat

86 Level  4,  241  Commonwealth 
Street Surry Hills NSW 2010, 
Australia

67 Suite  7-3,  Level  7,  Wisma 
UOA  II  No.  21,  Jalan  Pinang, 
KLCC, 50450, Kuala Lumpur, 
Malaysia.

16 Telkom  Landmark  Tower 
lt.  41,  The  Telkom  Hub.  Jl. 
Jend  Gatot  Subroto  Kav.  52, 
Jakarta 12710, Indonesia

PT Graha Yasa Selaras 
Jakarta, Indonesia

PT Nusantara Sukses 
Investasi 
Jakarta, Indonesia

PT Metraplasa 
Jakarta, Indonesia

PT Nutech Integrasi 
Jakarta, Indonesia

Telekomunikasi 
Indonesia International 
Inc., Los Angeles, USA

Telekomunikasi 
Indonesia International 
Australia Pty. Ltd. 
Sydney, Australia

Telekomunikasi 
Indonesia International 
(Malaysia) Sdn. Bhd. 
Kuala Lumpur, Malaysia

PT Satelit Multimedia 
Indonesia 
Jakarta, Indonesia

90

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKRONOLOGI PENCATATAN SAHAM

Saham Telkom sejak 14 November 1995 hingga saat ini tercatat dan diperjualbelikan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan 

New York Stock Exchange (NYSE) dengan masing-masing kode saham TLKM dan TLK.

Tanggal

Tindakan Korporasi

Komposisi Kepemilikan Saham

Pemerintah  
Republik 
Indonesia

Publik

13/11/1995

Pra-Penawaran Umum Perdana

 8.400.000.000

 -

Penjualan Saham Milik Pemerintah

(933.334.000)

 933.334.000

Emisi Saham Baru Telkom

 -

 933.333.000

Komposisi Kepemilikan Saham

 7.466.666.000

 1.866.667.000

 11/12/1996

Block Sale Saham Milik Pemerintah

 (388.000.000)

 388.000.000

Komposisi Kepemilikan Saham

 7.078.666.000

 2.254.667.000

 15/05/1997

Pemerintah Membagikan Saham Insentif Kepada 
Para Pemegang Saham Publik

 (2.670.300)

 2.670.300

Komposisi Kepemilikan Saham

 7.075.995.700

 2.257.337.300

 7/5/1999

Block Sale Saham Milik Pemerintah

 (898.000.000)

 898.000.000

Komposisi Kepemilikan Saham

 6.177.995.700

 3.155.337.300

 2/8/1999

Pembagian Bonus Saham (Emisi) (Setiap 50 
Saham Mendapatkan 4 Saham)

 494.239.656

 252.426.984

Komposisi Kepemilikan Saham

 6.672.235.356

 3.407.764.284

 7/12/2001

Block Sale Saham Milik Pemerintah

 (1.200.000.000)

 1.200.000.000

Komposisi Kepemilikan Saham

 5.472.235.356

 4.607.764.284

 16/07/2002

Block Sale Saham Milik Pemerintah

 (312.000.000)

 312.000.000

Komposisi Kepemilikan Saham

 5.160.235.356

 4.919.764.284

1/10/2004

Pemecahan Nilai Nominal Saham dengan Rasio 1:2

 10.320.470.712

 9.839.528.568

 21/12/2005

Program Pembelian Saham Kembali (I)(1) 

 -

 (211.290.500)

Komposisi Kepemilikan Saham

 10.320.470.712

 9.628.238.068

 29/06/2007

Program Pembelian Saham Kembali (II)(2) 

 -

 (215.000.000)

Komposisi Kepemilikan Saham

 10.320.470.712

 9.413.238.068

 20/06/2008

Program Pembelian Saham Kembali (III)(3) 

 -

 (64.284.000)

Komposisi Kepemilikan Saham

 10.320.470.712

 9.348.954.068

91

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianTanggal

Tindakan Korporasi

Komposisi Kepemilikan Saham

Pemerintah  
Republik 
Indonesia

Publik

 19/05/2011

Program Pembelian Saham Kembali (IV)(4) 

 -

 (520.355.960)

Komposisi Kepemilikan Saham

 10.320.470.712

 8.828.598.108

 14/06/2013

Pengalihan Program Pembelian Saham Kembali III 
Kepada Karyawan Melalui Program ESOP

 -

 59.811.400

Komposisi Kepemilikan Saham

 10.320.470.712

 8.888.409.508

 30/07/2013

Pengalihan Program Pembelian Saham Kembali I 
Melalui Private Placement

 -

 211.290.500

Komposisi Kepemilikan Saham

 10.320.470.712

 9.099.700.008

2/9/2013

Pemecahan Nilai Nominal Saham dengan Rasio 1:5

 51.602.353.560

 45.498.500.040

13/06/2014

Pengalihan Program Pembelian Saham Kembali II 
Melalui Private Placement

 -

 1.075.000.000

Komposisi Kepemilikan Saham

 51.602.353.560

 46.573.500.040

21/12/2015

Pengalihan Sisa Program Pembelian Saham Kem-
bali III Melalui Private Placement

 -

 22.363.000

Komposisi Kepemilikan Saham

 51.602.353.560

 46.595.863.040

29/06/2016

Pengalihan Sisa Program Pembelian Saham Kem-
bali IV Melalui Private Placement

 -

 864.000.000

Komposisi Kepemilikan Saham

 51.602.353.560

 47.459.863.040

2017

Tidak ada tindakan korporasi

 -

 -

Komposisi Kepemilikan Saham

 51.602.353.560

 47.459.863.040

02/07/2018

Pengalihan Saham Hasil Pembelian Kembali Melalui 
Penarikan Kembali Dengan Cara Pengurangan 
Modal

-

1.737.779.800

Komposisi Kepemilikan Saham

51.602.353.560

47.459.863.040

2019

Tidak ada tindakan korporasi

 -

 -

Komposisi Kepemilikan Saham

 51.602.353.560

 47.459.863.040

Keterangan:
1.  Program pembelian kembali saham tahap pertama dimulai pada tanggal 21 Desember 2005 (bertepatan dengan RUPSLB ketika program tersebut 

disetujui) dan berakhir pada bulan Juni 2007.

2.  Program pembelian kembali saham tahap kedua dimulai pada tanggal 29 Juni 2007 (bertepatan dengan RUPSLB ketika program tersebut disetujui) dan 

berakhir pada bulan Juni 2008.

3.  Program pembelian kembali saham tahap ketiga dimulai pada tanggal 20 Juni 2008 (bertepatan dengan RUPSLB ketika program tersebut disetujui) dan 

berakhir pada bulan Desember 2009.

4.  Program pembelian kembali saham tahap keempat dimulai pada tanggal 19 Mei 2011 (bertepatan dengan RUPST ketika program tersebut disetujui) dan 

berakhir pada bulan November 2012.

92

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKRONOLOGI PENCATATAN EFEK LAINNYA

Untuk pertama kalinya, Telkom menerbitkan obligasi untuk pertama kalinya dengan nilai nominal sebesar Rp1.000 miliar 

pada tanggal 16 Juli 2002 untuk jangka waktu 5 (lima) tahun dan diperdagangkan di Bursa Efek Surabaya. Kemudian, 

pada tanggal 16 Juli 2007, Telkom membayar seluruh utang obligasi tersebut. 

Obligasi kedua Telkom diterbitkan pada tanggal 25 Juni 2010, dengan nilai masing-masing sebesar Rp1.005 miliar untuk 

Seri A dengan jangka waktu 5 (lima) tahun dan Rp1.995 miliar untuk Seri B dengan jangka waktu 10 (sepuluh) tahun 

yang  diperdagangkan  di  Bursa  Efek  Indonesia  (BEI).  Pelunasan  Obligasi  II  Seri  A  telah  dilakukan  Telkom  saat  jatuh 

tempo pada tanggal 6 Juli 2015.

Selanjutnya, Telkom kembali menerbitkan obligasi berkelanjutan I Telkom Tahap I pada tanggal 16 Juni 2015, dengan 

masing-masing sebesar Rp2.200 miliar untuk Seri A yang berjangka waktu 7 (tujuh) tahun, Rp2.100 miliar untuk Seri B 

yang berjangka waktu 10 (sepuluh) tahun, Rp1.200 miliar untuk Seri C yang berjangka waktu 15 (lima belas) tahun, dan 

Rp1.500 miliar untuk Seri D yang berjangka waktu 30 (tiga puluh) tahun. Seluruh obligasi tersebut telah dicatatkan dan 

diperjualbelikan di Bursa Efek Indonesia. 

Pada  26  September  2018,  Wali  Amanat  Obligasi  berganti  dari  semula  PT  Bank  CIMB  Niaga  Tbk  menjadi  PT  Bank 

Tabungan Negara (Persero) Tbk berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Obligasi II Telkom Tahun 2010.

Nama 
Obligasi

Jumlah 
(Rp juta)

Tanggal dan 
Tahun 
Penerbitan

Tanggal 
Jatuh 
Tempo

Jangka 
Waktu 
(tahun)

Tingkat 
Bunga

Penjamin

Wali 
Amanat

Tanggal 
Pelunasan

16 Juli 
2007

6 Juli 2015

PT BNI 
Tbk, PT 
BRI Tbk

PT Bank 
CIMB 
Niaga Tbk

PT Bank 
Tabungan 
Negara 
(Persero) 
Tbk

PT Bank 
Permata 
Tbk

Obligasi I 
Telkom Tahun 
2002 

Obligasi II 
Telkom Tahun 
2010 Seri A

Obligasi II 
Telkom Tahun 
2010 Seri B

Obligasi 
Berkelanjutan 
I Telkom Tahun 
2015 Seri A

Obligasi 
Berkelanjutan 
I Telkom Tahun 
2015 Seri B

Obligasi 
Berkelanjutan 
I Telkom Tahun 
2015 Seri C

Obligasi 
Berkelanjutan 
I Telkom Tahun 
2015 Seri D

1.000.000 16 Juli 2002

16 Juli 2007

 5

17,00% PT Danareksa 

1.005.000 25 Juni 2010

6 Juli 2015

 5

 1.995.000  25 Juni 2010

6 Juli 2020

10

 2.200.000  23 Juni 

23 Juni 2022

7

2015(1)

 2.100.000  23 Juni 

2015(1)

23 Juni 
2025

10

Sekuritas 

9,60% PT Bahana 
Sekuritas; 
PT Danareksa 
Sekuritas; 
PT Mandiri 
Sekuritas

10,20% PT Bahana 
Sekuritas; 
PT Danareksa 
Sekuritas; 
PT Mandiri 
Sekuritas

9,93% PT Bahana 
Sekuritas; 
PT Danareksa 
Sekuritas; 
PT Mandiri 
Sekuritas; 
PT Trimegah 
Sekuritas 
Indonesia Tbk

10,25%

 1.200.000  23 Juni 

2015(1)

23 Juni 
2030

15

10,60%

 1.500.000  23 Juni 

2015(1)

23 Juni 
2045

30

11,00%

Keterangan:
(1)  Obligasi Berkelanjutan I Telkom tahun 2015 Seri A diterbitkan tanggl 16 Juni 2015 namun transaksi penjualan resmi di tanggal 23 Juni 2015.

93

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPada  4  September  2018,  Telkom  telah  menerbitkan  Medium  Term  Notes  I  Telkom  Tahun  2018  dengan  nilai  pokok 

Rp758.000.000.000  (tujuh  ratus  lima  puluh  delapan  miliar  Rupiah)  dan  Medium  Term  Notes  Syariah  Ijarah  I  Telkom 

Tahun  2018  dengan  sisa  imbalan  ijarah  Rp742.000.000.000  (tujuh  ratus  empat  puluh  dua  miliar  Rupiah).  Keduanya 

masing-masing  diterbitkan  dalam  tiga  seri  dan  Telkom  menunjuk  PT  Bank  Tabungan  Negara  (Persero)  Tbk  sebagai 

Agen Pemantau. Selama periode pelaporan, Telkom telah melunasi MTN I Telkom Tahun 2018 seri A dan MTN Syariah 

Ijarah I Telkom Tahun 2018 seri A yang jatuh tempo pada tanggal 14 September 2019.

Nama
MTN

Jumlah
(Rp juta)

Tanggal
Terbit

Tanggal
Jatuh
Tempo

Jangka
Waktu
(tahun)

Tingkat
Bunga
(%)/
Cicilan
Imbalan
Per Tahun 
(Rp juta)

Arranger

Pemantau

Tanggal 
Pelunasan

8,00%

7,25% PT Bahana 
Sekuritas, 
PT BNI 
Sekuritas, 
PT CGS-
CIMB 
Sekuritas 
Indonesia,
PT 
Danareksa 
Sekuritas 
dan PT 
Mandiri 
Sekuritas

8,35%

Rp19.000

14 
September 
2019

PT Bank 
Tabungan 
Negara 
(Persero) 
Tbk

14 
September 
2019

Rp24.000

Rp15.000

MTN I Telkom 
Tahun 2018 
seri A

MTN I Telkom 
Tahun 2018 
seri B

MTN I Telkom 
Tahun 2018 
seri C

MTN Syariah 
Ijarah I 
Telkom Tahun 
2018 seri A

MTN Syariah 
Ijarah I 
Telkom Tahun 
2018 seri B

MTN Syariah 
Ijarah I 
Telkom Tahun 
2018 seri C

262.000 4 

September 
2018

200.000 4 

September 
2018

296.000 4 

September 
2018

264.000 4 

September 
2018

296.000 4 

September 
2018

182.000 4 

September 
2018

14 
September 
2019

4 
September 
2020

4 
September 
2021

14 
September 
2019

4 
September 
2020

4 
September 
2021

1

2

3

1

2

3

94

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianNAMA DAN ALAMAT LEMBAGA DAN/ATAU 
PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL

Profesi 
Penunjang 
Pasar Modal

Alamat

Jasa

Fee 
Tahun 2019

Periode 
Penugasan

Auditor 
Eksternal/ 
Akuntan 
Publik

KAP Purwantono, 
Sungkoro & Surja
(Firma anggota 
Ernst & Young 
Global Limited)

Gedung Bursa 
Efek Indonesia 
Tower 2, Lt. 7 
Jl. Jend. 
Sudirman Kav. 
52 53
Jakarta - 12190

Biro 
Administrasi 
Efek

PT Datindo 
Entrycom

Wisma Sudirman 
Jl. Jend. 
Sudirman 
Kav. 34 35 
Jakarta - 10220

Melakukan audit terintegrasi 
atas laporan keuangan 
konsolidasian berdasarkan 
Indonesian Financial 
Accounting Standards 
(“IFAS”) dan International 
Financial Reporting Standards 
(“IFRS”) dan efektifitas 
pengendalian internal atas 
pelaporan keuangan.

Melakukan audit penggunaan 
dana Program Kemitraan dan 
Bina Lingkungan.

Melaksanakan audit dan 
melaporkan berdasarkan 
Standar Pemeriksaan 
Keuangan Negara (“SPKN”) 
yang ditetapkan oleh 
Badan Pemeriksa Keuangan 
Republik Indonesia (“BPK”) 
atas kepatuhan Perusahaan 
terhadap peraturan 
perundang-undangan dan 
pengendalian internal (Audit 
PSA 62).

Melakukan Jasa Prosedur 
yang disepakati terhadap 
Laporan Kegiatan Penerapan 
Prinsip Kehati-hatian 
(Laporan KPPK).

Melakukan Jasa Perikatan 
prosedur yang disepakati atas 
pengukuran dan penilaian 
capaian Key Performance 
Index (KPI).

Bertindak sebagai lembaga 
penyimpanan (Kustodian) 
saham biasa Telkom yang 
diperdagangkan di BEI.

Rp59,1 miliar

2019
2018
2017
2016
2015*
2014
2013
2012

Rp136 juta

Sejak 1995

Wali 
Amanat

PT Bank
Tabungan Negara 
(Persero) Tbk

Menara Bank 
BTN Jl. Gajah 
Mada No. 1 
Jakarta - 10130

Mewakili kepentingan 
pemegang obligasi dengan 
Perusahaan untuk obligasi II 
Telkom.

Rp75 juta

Sejak 
September 
2018

Mewakili kepentingan 
pemegang obligasi dengan 
Perusahaan untuk MTN & 
Sukuk Ijarah I Telkom 2018.

Mewakili kepentingan 
pemegang obligasi dengan 
Perusahaan untuk obligasi 
berkelanjutan tahap I Telkom.

Rp75 juta

Rp75 juta

Sejak 2015

PT Bank Permata 
Tbk.

Gedung WTC II 
Lt. 28 
Jl. Jend 
Sudirman Kav. 
29 31 
Jakarta - 12920

*)  Pada tahun 2015 KAP Purwantono, Suherman & Surja berubah menjadi KAP Purwantono, Sungkoro & Surja sehubungan dengan perubahan atas komposisi 

para Rekan.

95

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianProfesi 
Penunjang 
Pasar Modal

Alamat

Jasa

Kustodian 
Sentral

PT Kustodian 
Sentral Efek 
Indonesia

Agen 
Pemeringkat

PT Pemeringkat 
Efek Indonesia

Moody’s

Fitch Ratings

Bank 
Kustodian 
ADS

The Bank of New 
York Mellon 
Corporation

Agen Resmi 
Pelayanan 
di Amerika 
Serikat

Puglisi and 
Associates 

Konsultan 
Hukum

Hadiputranto, 
Hadinoto & 
Partners

Baker & McKenzie. 
Wong & Leow

Fee 
Tahun 2019

Periode 
Penugasan

Rp125 juta

Sejak 1995

Rp175 juta

Sejak 2012

Menyediakan jasa kustodian 
sentral dan penyelesaian 
transaksi saham di BEI.

Layanan jasa penyimpanan 
dan penyelesaian transaksi 
efek, distribusi hasil 
corporate action.

Menyediakan peringkat atas 
risiko kredit atas penerbitan 
obligasi Telkom.

Menyediakan peringkat atas 
risiko kredit Telkom

US$72.000 Sejak 2018

Menyediakan peringkat atas 
risiko kredit Telkom

US$65.000 Sejak 2018

Bertindak sebagai lembaga 
penyimpanan (Kustodian) 
saham ADS yang 
diperdagangkan di NYSE.

US$73.000 Sejak 1995

Gedung Bursa 
Efek Indonesia 
Tower 1, Lt. 5
Jl. Jend. 
Sudirman 
Kav. 52 53
Jakarta - 12190

Panin Tower 
Senayan City, 
Lt. 17
Jl. Asia Afrika 
Lot. 19
Jakarta – 10270

Moody’s 
Investors Service 
Singapore Pte. 
Ltd, 50 Raffles 
Place #23-06, 
Singapore Land 
Tower, Singapura 
- 048623

Fitch (Hong 
Kong) Limited 
19/F Man Yee 
Building 68 Des 
Voeux Road 
Central, Hong 
Kong.
+852 2263 9963

Corporate 
Headquarters 
240 Greenwich 
Street New York, 
NY 10286 United 
States 
+1 212 495 1784

850 Library 
Ave# 204, 
Newark
Amerika Serikat 
- 19711

Bertindak sebagai perwakilan 
resmi di Amerika Serikat 
berkaitan dengan sekuritas 
sesuai dengan persyaratan 
undang-undang.

US$500 Sejak 2012

Bertindak sebagai konsultan 
hukum perseroan terkait 
pasar modal.

Rp187 juta

Sejak 1995

Bertindak sebagai konsultan
hukum perseroan terkait
pasar modal Amerika Serikat.

US$225.000 Sejak 2013

Pacific Century 
Place, Level 35 
Sudirman Central 
Business District 
Lt. 10 
Jl. Jend.Sudirman 
Kav. 52-53
Jakarta 12190, 
Indonesia

8 Marina 
Boulevard #05-01
Marina Bay 
Financial Centre 
Tower 1
Singapura 018981

Notaris

Notaris/PPAT 
Ashoya Ratam, 
SH, MKn

Jl. Suryo No. 54 
Kebayoran Baru
Jakarta - 12180

Bertindak sebagai notaris

Rp25 juta

Sejak 2012

96

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianDalam  lima  tahun  terakhir,  Telkom  telah  melakukan  audit  terhadap  Laporan  Keuangan  Konsolidasi.  Biaya  yang  kami 

keluarkan untuk fee jasa lainnya, tidak pernah melebihi fee untuk jasa audit. Berikut rincian fee akuntan publik selama 

lima tahun terakhir:

No.

Tahun 
Buku yang 
Diaudit

Kantor Akuntan Publik

Akuntan Publik

Fee 
(Rp juta)

Jasa 
Lainnya

Jasa 
Asurans

Total

1

2019

KAP Purwantono, 

Handri Tjendra

57.070

2.055

59.125

Sungkoro & Surja 

(Firma anggota 

Ernst & Young Global 

Limited)

2

2018

KAP Purwantono, 

David Sungkoro

51.826

2.819

54.645

Sungkoro & Surja 

(Firma anggota 

Ernst & Young Global 
Limited)

3

2017

KAP Purwantono, 

David Sungkoro

41.618

2.042

43.660

Sungkoro & Surja 

(Firma anggota 

Ernst & Young Global 

Limited)

4

2016

KAP Purwantono, 

Feniwati Chendana

36.655

1.405

38.060

Sungkoro & Surja 

(Firma anggota 

Ernst & Young Global 

Limited)

5

2015

KAP Purwantono, 

Feniwati Chendana

39.943

400

40.343

Sungkoro & Surja 

(Firma anggota 

Ernst & Young Global 

Limited)

97

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian98
98

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk

 Laporan Tahunan 2019

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 20190404

ANALISA DAN 
PEMBAHASAN
MANAJEMEN

100 
103 
119 
127 
144 
145 
146 
147 
150 
151 
152 
157 
157 
158 
159 
160 

161 
161 

Tinjauan Lingkungan Bisnis 2019
Tinjauan Operasi per Segmen Usaha
Aspek Pemasaran
Kinerja Keuangan Komprehensif
Kemampuan Membayar Utang
Struktur Modal dan Kebijakan Manajemen Atas Struktur Modal
Realisasi Barang Modal
Ikatan Material untuk Investasi Barang Modal
Tingkat Kolektibilitas Piutang
Informasi dan Fakta Material Setelah Tanggal Laporan Akuntan
Prospek Usaha dan Keberlangsungan Perusahaan
Perbandingan Target pada Awal Tahun dengan Realisasi
Target atau Proyeksi untuk Satu Tahun Mendatang
Dividen
Realisasi Penggunaan Dana Penawaran Umum
Informasi Transaksi Material yang Mengandung Benturan Kepentingan, 
Transaksi dengan Pihak Afiliasi, Investasi, Divestasi, dan Akuisisi
Perubahan Ketentuan Peraturan Perundang-undangan
Perubahan Kebijakan Akuntansi

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk

Laporan Tahunan 2019

99
99

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk04 
 
TINJAUAN LINGKUNGAN BISNIS 2019

EKONOMI GLOBAL DAN INDONESIA

Kondisi makro ekonomi sepanjang tahun 2019 masih mengalami ketidakpastian yang dipicu oleh berbagai dinamika geopolitik 

dan gejolak perekonomian dunia. Di wilayah Eropa, beberapa faktor yang mempengaruhi ketidakpastian tersebut yaitu proses 

Brexit yang belum tuntas dan kekhawatiran akan meningkatnya krisis utang negara-negara di wilayah tersebut. Selanjutnya, 

perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok juga masih berlanjut sampai dengan akhir tahun 2019. Meski sebagian 

besar kebijakan perang dagang tersebut ditujukan untuk saling menyerang di antara kedua negara, namun dampaknya berimbas 

tidak hanya pada supply chain kedua belah pihak, namun termasuk juga negara-negara Asia lainnya. Selain itu, mencuatnya 

kasus awal virus COVID-19 pada akhir Desember 2019 di Tiongkok juga memberikan dampak pada situasi perekonomian dunia. 

Ketidakpastian pasar keuangan makin meningkat pasca pernyataan WHO tentang COVID-19 sebagai pandemi global. Investor 

cenderung menarik penempatan dananya di pasar keuangan negara berkembang dan mengalihkan kepada aset keuangan 

dan komoditas yang dianggap aman seperti US T-Bond dan emas. Kondisi ini kemudian menekan pasar keuangan dunia dan 

memberikan tekanan depresiasi pada banyak mata uang global termasuk Indonesia.

Adapun  tantangan  ekonomi  yang  dihadapi  sepanjang  tahun  2019  adalah  masih  berlanjutnya  perang  dagang  China—

Amerika  Serikat.  Hal  ini  berdampak  pada  pelemahan  ekonomi  di  beberapa  negara  termasuk  Indonesia  khususnya  

kinerja ekspor. 

Produk  Domestik  Bruto  (PDB)  Indonesia  pada  tahun  2019  tumbuh  cukup  baik  mencapai  5,02%.  Kontribusi  terbesar  dari 

pertumbuhan ekonomi, yaitu sekitar 56%, masih berasal dari konsumsi rumah tangga. Hal ini menandakan bahwa daya beli 

masyarakat relatif cukup baik, yang di antaranya disebabkan pembangunan infrastruktur yang cukup masif dalam beberapa 

tahun terakhir. Inflasi cukup terkendali sebesar 2,72% dan mampu menjaga daya beli masyarakat.  Dari sisi indikator makro 

utama, nilai tukar mata uang Rupiah terhadap USD sepanjang tahun 2019 relatif stabil bahkan cenderung menguat, dengan 

kurs transaksi Bank Indonesia senilai Rp14.465 per USD pada tanggal 2 Januari 2019 dan pada 31 Desember 2019 ditutup 

dengan nilai kurs sebesar Rp13.901. Demikian pula halnya dengan tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI 7-day Repo 

Rate), yang cenderung menurun dari 6% pada bulan Januari 2019 dan berada di level 5% pada bulan Desember 2019.

Jika  dibandingkan  tahun  sebelumnya,  pertumbuhan  ekonomi  mengalami  perlambatan.  Namun  demikian,  secara 

umum  kondisi  perekonomian  Indonesia  cukup  kuat  dan  hal  tersebut  masih  dianggap  positif  oleh  lembaga  pemeringkat 

ekonomi  dunia.  Lembaga  pemeringkat  internasional  Standard  &  Poor  memberi  rating  BBB  (Stable)  pada  tanggal 

31  Mei  2019  dan  Fitch  Rating  menetapkan  BBB/F2  untuk  rating  Indonesia  pada  14  Maret  2019.  Dengan  peringkat 

tersebut,  maka  Indonesia  masih  dianggap  memiliki  perekonomian  yang  stabil  dan  layak  menjadi  tujuan  investasi  

(investment grade).

Dari sisi politik, kegiatan Pemilu yang dilangsungkan pada bulan April 2019 berhasil terselenggara dengan lancar, aman dan 

damai.  Hal  ini  turut  memberikan  keyakinan  kepada  para  pelaku  bisnis  untuk  merealisasikan  rencana  bisnis  mereka,  yang 

mungkin sempat tertunda akibat ketidakpastian politik pada tahun sebelumnya. 

INDUSTRI TELEKOMUNIKASI INDONESIA 

Pertumbuhan  industri  telekomunikasi  di  Indonesia  dalam  beberapa  tahun  terakhir  terutama  didorong  oleh  pertumbuhan 

pelanggan  fixed  dan  mobile  broadband.  Penggerak  utama  pertumbuhan  industri  telekomunikasi  di  Indonesia  adalah 

peningkatan  penggunaan  data  karena  harga  yang  lebih  terjangkau,  peningkatan  pelayanan,  dan  penetrasi  smartphone. 

Pergeseran dari layanan legacy (seperti voice dan SMS) ke layanan data terus berlanjut, didukung oleh ketersediaan smartphone 

yang lebih murah serta adanya perkembangan segmen  youth. Layanan data terus tumbuh, namun layanan SMS dan  voice 

mengalami penurunan secara signifikan. Aplikasi Over The Top  telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia, 

termasuk panggilan voice dan video, didukung oleh keunggulan aplikasi-aplikasi tersebut dibandingkan layanan konvensional, 

seperti penggunaan yang lebih mudah serta ragam dan kualitas layanan terus meningkat. Akan tetapi di sisi lain, peningkatan 

aktivitas ekonomi digital di masyarakat Indonesia juga menyebabkan perubahan besar dalam kegiatan seluruh aspek ekonomi.

Industri telekomunikasi, khususnya segmen mobile, masih pada intensitas persaingan yang ketat dalam beberapa tahun terakhir. 

Promosi  intensif  oleh  operator,  seperti  pemberian  bonus  data  untuk  menarik  pelanggan  baru,  masih  dilakukan  meskipun 

intensitasnya menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Pelanggan masih cukup peka terhadap harga data, dan margin yang 

rendah masih menjadi tekanan bagi operator telekomunikasi. Sepanjang tahun 2019, industri seluler yang mengacu pada 3 

operator seluler terbesar, tumbuh di kisaran sebesar 5,1%.

100

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianBerdasarkan perhitungan internal dan data yang tersedia untuk umum, penetrasi kartu SIM di industri seluler di Indonesia 

lebih dari 100% sehingga ruang pertumbuhannya terbatas. Jumlah pelanggan, berdasarkan data yang diungkapkan oleh 

para pemain pasar dan data internal perusahaan, tiga operator seluler terbesar di Indonesia adalah Telkomsel, Indosat 

dan XL Axiata. Mereka menyumbang lebih dari 80% pangsa pasar pada tanggal 31 Desember 2019, dan Telkomsel tetap 

menjadi penyedia seluler terbesar di Indonesia, dengan sekitar 171,1 juta pelanggan, tumbuh 5,0% dengan pangsa pasar 

diantara tiga operator tersebut sekitar 59,6%.

Konsumsi data di segmen mobile terus meningkat, dan diharapkan tingkat konsumsi per pengguna akan terus bertambah 

setiap  tahunnya.  Pertumbuhan  konsumsi  data  ini  membutuhkan  dukungan  belanja  modal  yang  signifikan  guna 

menyediakan peningkatan kapasitas dan cakupan yang diperlukan untuk mengakomodasi pertumbuhan tersebut. Data 

adalah pendorong pendapatan utama bagi perusahaan telekomunikasi, dalam bentuk volume trafik terutama didorong 

oleh streaming video HD/Ultra HD, video on demand, game, dan peningkatan jumlah perangkat lain yang terhubung ke 

jaringan. Untuk mendukung peningkatan trafik data tersebut, perusahaan terus berinvestasi pada tambahan BTS, core 

network dan tower, baik dalam bentuk tower makro atau mikro. Pertumbuhan trafik data didukung oleh teknologi 4G dan 

operator seluler berupaya untuk meningkatkan kapasitas dan jangkauan layanan ini. Perusahaan telekomunikasi memiliki 

cakupan  3G/4G  yang  meliputi  seluruh  Jawa  dan  pulau-pulau  yang  berdekatan.  Operator  biasanya  memulai  dengan 

cakupan  tertentu  kemudian  berinvestasi  dalam  kapasitas  untuk  memenuhi  permintaan  akibat  adopsi  pelanggan  dan 

peningkatan penggunaan. Margin yang lebih rendah untuk perusahaan telekomunikasi yang disebabkan oleh pergeseran 

fokus ke bisnis data dari layanan legacy mengharuskan operator telekomunikasi untuk melakukan penghematan biaya. 

Sementara itu, industri fixed broadband sepanjang tahun 2019 tumbuh sekitar 22%, yang mengacu pada 2 pemain fixed 

broadband  utama  dengan  pangsa  pasar  diperkirakan  meliputi  93%.  Permintaan  layanan  fixed  broadband  di  Indonesia 

mengalami peningkatan pada tahun 2019, baik di kota-kota besar, menengah maupun kecil. Hal ini ditandai oleh peningkatan 

jumlah pelanggan fixed broadband, meskipun untuk Indonesia ada tantangan geografis untuk menghubungkan populasi 

yang tersebar di seluruh kepulauan. Pengguna Indonesia semakin mengharapkan konektivitas internet berkualitas tinggi 

ke rumah mereka, sehingga mendorong operator fixed broadband untuk melakukan investasi pengembangan jaringan 

serat optik. Saat ini, pasar fixed broadband nasional masih didominasi oleh beberapa perusahaan penyedia layanan ini. 

Penetrasi layanan ini juga masih sangat rendah sekitar kurang dari 15% pada akhir tahun 2019. Mengingat bahwa untuk 

membangun  jaringan  fiber  optik  memerlukan  biaya  yang  cukup  besar  dan  waktu  yang  relatif  lama,  maka  hambatan 

untuk masuk ke pasar fixed broadband masih tetap tinggi. Per 31 Desember 2019, Telkom memiliki 7 juta pelanggan fixed 

broadband IndiHome dan sekitar  2 juta pelanggan fixed broadband non IndiHome. Untuk menarik pelanggan baru, para 

operator menawarkan bundel TV berbayar dan TV on demand, serta paket dengan layanan bernilai tambah lainnya.

PERSAINGAN INDUSTRI TELEKOMUNIKASI

Telkom  memiliki  beragam  produk  dan  layanan  diantaranya  adalah  layanan  seluler,  fixed  broadband  dan  fixed  voice, 

enterprise, interkoneksi hingga layanan satelit dengan gambaran umum persaingan sebagai berikut.

Bisnis Seluler (Mobile Business)

Pada tanggal 31 Desember 2019, Telkomsel tetap menjadi provider seluler terbesar di Indonesia, dengan sekitar 171,1 

juta pelanggan seluler dan pangsa pasar sekitar 59,6% berdasarkan estimasi internal kami dari jumlah total pelanggan. 

Kami percaya bahwa provider terbesar berikutnya adalah Indosat dan XL Axiata, berdasarkan jumlah pelanggan pada 

tanggal 31 Desember 2019. Beberapa operator kecil lainnya juga menyediakan layanan seluler di Indonesia, termasuk 

Hutchison, yang merupakan bagian dari Hutchison Asia Telecom Group dan beroperasi di bawah merek “3” atau “Tri”, 

dan Smartfren Telecom, yang merupakan bagian dari Sinar Mas Group.

Penetrasi  kartu  SIM  di  industri  seluler  di  Indonesia  cukup  tinggi,  lebih  dari  100%,  membuat  pertumbuhan  penetrasi 

yang terus menerus semakin terbatas. Ada sekitar 341 juta pelanggan seluler di Indonesia pada tanggal 31 Desember 

2019,  naik  sekitar  6,6%  dari  sekitar  320  juta  pada  tanggal  31  Desember  2018.  Tren  pergeseran  dari  layanan  legacy 
(seperti voice dan SMS) ke layanan data terus berkembang, didorong oleh harga smartphone yang lebih murah serta 

segmen pelanggan muda yang berkembang pesat. Trafik data telah tumbuh secara signifikan, sementara service traffic 

terus mengalami penurunan. Sejak 2017, Telkomsel juga telah mengalami penurunan tajam dalam penggunaan voice. 

Menit penggunaan per pelanggan seluler juga mulai menurun pada paruh kedua 2017. Tren ini berlanjut pada 2019 dan 

kemungkinan akan masih terjadi pada beberapa tahun mendatang akibat substitusi layanan voice dan SMS tradisional 

ke layanan over the top yang didukung oleh peningkatan penetrasi smartphone.

101

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian 
Bisnis Fixed Voice & Broadband (Fixed Business)

Dalam industri fixed broadband, Telkom dihadapkan pada pesaing-pesaing utama diantaranya brand First Media, BizNet 

Home, MNC Play, dan MyRepublic. Diantara beberapa pesaing Telkom, First Media memiliki jumlah pelanggan paling besar. 

Dalam beberapa tahun terakhir, Telkom juga menghadapi persaingan dari MNC Play dan My Republic yang fokus pada target 

pasar rumah tangga yang mapan di wilayah Jabodetabek. BizNet cukup kompetitif di segmen korporat dan bisnis, khususnya 

di Jawa dan Bali. Namun demikian, Telkom masih lebih unggul dari segi coverage dan infrastruktur yang telah tersebar ke 

seluruh wilayah Indonesia. Dalam dua tahun terakhir Telkom juga berupaya melakukan migrasi teknologi DSL menjadi fiber-

based broadband untuk memberikan kualitas layanan yang lebih baik dan memperluas layanan digital. Persaingan semakin 

ketat memasuki tahun 2019 dengan munculnya pendatang baru, diantaranya anak usaha perusahaan listrik milik negara 

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dengan brand ICON+ dan Perusahaan Gas Negara (PGN) dengan brand Gasnet yang 

mulai menawarkan layanan Internet dan TV secara komersil. Didukung oleh jaringan distribusi yang telah dimiliki oleh induk 

usahanya, kompetitor-kompetitor ini berpotensi mendapatkan manfaat di luar pulau Jawa. Di penghujung tahun, perubahan 

pasar terus berlanjut dengan adanya pengumuman dari MNC Vision untuk mengakuisisi Link Net. Selain itu, XL Axiata dan 

Indosat juga mulai masuk ke layanan rumah dengan meluncurkan produk XL Home dan Indosat GIG.

Data Center

Kami berkomitmen untuk memberikan solusi data center pada tingkat tertinggi kepada pelanggan kami, baik di Indonesia 
dan di region Asia Tenggara. Didukung oleh jaringan kabel submarine milik kami, layanan co-location komprehensif kami 

dirancang untuk menjadi fleksibel, modular, seamless dan dapat diskalakan untuk memenuhi kebutuhan bisnis pelanggan 

kami. Sejumlah perusahaan lain, termasuk DCI Indonesia, Indosat Ooredoo, Moratelindo, IDC Indonesia, NTT Communication, 

Global Axcess System, Biznet, Centrin Online, Cyber TechTonic Pratama, dan JupiterDC juga menyediakan data center di 

Indonesia.  Pada  pasar  internasional,  anak  perusahaan  kami,  Telin,  bersaing  dengan  penyedia  data  center  utama  lainnya 

seperti Equinix, Global Switch, SGX, dan Epsilon di Singapura. Di Hong Kong, Telin bersaing dengan penyedia data center 

utama lainnya seperti SUNeVision, Equinix, OneAsia Network, HKCOLO, dan HK Exchange and Clearing.

Bisnis International Traffic dan Interconnection

Operator  layanan  international  traffic  SLI  tradisional  (non-VoIP)  di  Indonesia  saat  ini  hanya  Telkom  dan  Indosat.  Namun 

persaingan pada lini bisnis ini justru pada kehadiran OTT atau layanan komunikasi digital seperti Skype, Line dan WhatsApp, 

ataupun penyedia jasa VoIP yang membuka akses internasional. Kontribusi terhadap pendapatan Telkom dari international 

traffic SLI tradisional (non-VoIP) terus mengalami penurunan secara signifikan tergerus dengan adanya OTT.

Dalam  menghadapi  persaingan  ini,  Telkom  lebih  memilih  untuk  menyediakan  platform  bagi  layanan  OTT  daripada 

menghadapi  persaingan  secara  langsung.  Telkom  menekankan  pada  perolehan  pendapatan  dan  laba  dari  penggunaan 

broadband melalui digital hub dan Content Delivery Network (CDN). 

Bisnis Infrastruktur Network dan Satelit

Di  lini  bisnis  infrastruktur,  khususnya  tower,  Telkom  bersaing  dengan  para  pemain  utama  lainnya  seperti  Tower  Bersama 

Infrastructure, PT Profesional Telekomunikasi Indonesia, dan Solusi Tunas Pratama serta operator telekomunikasi Indosat 

dan XL Axiata. Kegiatan usaha Telkom untuk bisnis tower dikelola anak perusahaannya, yaitu Mitratel dan Telkomsel. Strategi 

pada lini bisnis ini yaitu dengan membangun tower baru atau co-location dengan menyewa tower yang sudah ada kepada 

para operator seluler. Sebagai operator yang memiliki jaringan backbone, Telkom juga memberikan layanan traffic carrier. 

Pada 2019, permintaan sewa lebih stabil sebagai akibat dari ekspansi mobile broadband.

Wilayah  Asia  Pasifik,  dan  terutama  Asia  Tenggara,  terus  membutuhkan  satelit  untuk  infrastruktur  telekomunikasi  dan 

penyiaran, karena karakteristik wilayah tersebut sebagai negara kepulauan. Kemampuan yang disediakan oleh satelit meliputi 

cellular  backhaul,  broadband  backhaul,  enterprise  network,  TV  penggunaan  sesekali,  jaringan  militer  dan  pemerintah, 

distribusi video, televisi DTH, komunikasi penerbangan, dan pemulihan bencana.

Dalam manajemen bisnis satelit, Telkom bersaing dengan sejumlah operator satelit lainnya dengan satelit yang mencakup 

Asia Tenggara dan Asia Selatan, dan beberapa operator sedang dalam proses mengembangkan satelit dengan cakupan 

wilayah ini. Satelit Telkom-3S mulai beroperasi pada April 2017 dan Satelit Merah Putih beroperasi pada September 2018. 

Satelit Telkom-3S, beroperasi di slot orbital 118 E, Satelit Telkom-2 beroperasi di slot orbital 157 E dan Satelit Merah Putih 

beroperasi di slot orbital 108 E.

102

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianTINJAUAN OPERASI PER SEGMEN USAHA

CONSUMER

MOBILE

ENTERPRISE

WHOLESALE & 
INTERNATIONAL 
BUSINESS

Lain - Lain

•  Menyediakan 

•  Menyediakan 

•  Menyediakan 

•  Menyediakan 

•  Menyediakan 

konektivitas 

terbaik bagi 

mobilitas tinggi 

bagi pelanggan 

layanan enterprise 

layanan wholesale 

berbagai layanan 

connectivity, satelit 

telecommunication 

yang terkait digital 

pelanggan dengan 

TelkomGroup 

dan digital platform 

carrier services, 

payment solutions, 

memanfaatkan 

dengan 

system untuk 

tower, infrastructure 

big data & smart 

internet 

berkecepatan 

memanfaatkan 

layanan mobile 

pelanggan korporat, 

& network 

platform, digital 

institusional dan 

management 

advertising, music, 

tinggi, yaitu layanan 

voice, SMS, mobile 

bisnis. Market 

serta international 

gaming, dan 

fixed voice, fixed 

data services, dan 

leader yang telah 

business. 

e-commerce. 

broadband, IP-TV 

mobile digital 

melayani klien 1.917 

•  Layanan di 9 negara 

•  Mengoperasikan 

dan digital. 

services merupakan 

perusahaan, 300.416 

melalui 7 anak 

venture capital fund 

•  Per 31 Desember 

operator jaringan 

UKM dan 975 

perusahaan Telin 

melalui PT Metra 

2019, memiliki 9,0 

seluler terbesar di 

institusi pemerintah 

yang beroperasi di 

Digital Innovation 

juta pelanggan 

Indonesia dengan 

per akhir tahun 

luar negeri.

untuk berinvestasi 

fixed broadband 

cakupan nasional 

2019. 

(termasuk 7,0 

juta pelanggan 

IndiHome) dan 

yang menjangkau 

lebih dari 90% 

populasi dan 

menguasai 86,5% 

didukung 212.235 

pangsa pasar, 

yang terbesar di 

Indonesia.

total BTS.

pada digital 

startups.

PT Graha Sarana Duta (Telkom Property) melakukan asset leverage (pendayagunaan aset) 

melalui  dua  pendekatan,  yaitu  Synergy  Group  (internal  group  costumer)  dan  Strategic  & 

Retail Partnership (external group costumer). Adanya Synergy Group mendorong efisiensi 

biaya sedangkan Strategic & Retail Partnership meningkatkan pendapatan melalui layanan 

pengembangan properti, penyewaan properti, fasilitas properti, dan manajemen properti. 

103

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianIKHTISAR KINERJA PER SEGMEN USAHA

Kontribusi  terbesar  pendapatan  Telkom  dan  anak  perusahaan  yaitu  65,1%  dari  segmen  mobile  sebesar  Rp87.897  miliar, 

sedangkan yang terendah yaitu dari segmen bisnis lain-lain sebesar Rp197 miliar atau 0,1%. Dari sisi pertumbuhan pendapatan, 

Pertumbuhan pendapatan terbesar pada periode pelaporan yaitu pendapatan dari segmen usaha consumer sebesar 27,5%, 

sedangkan pertumbuhan pendapatan terendah tercatat pada segmen usaha enterprise yang tumbuh negatif 11,2%. 

Tabel berikut ini menyajikan ikhtisar kinerja per segmen usaha Grup Telkom tahun 2017 hingga 2019.

Hasil Operasi Berdasarkan Segmen

Pertumbuhan

Tahun-tahun yang berakhir 31 Desember,

 2019-2018

2019

2018

2017

(%)

(Rp miliar)

(US$ juta)

(Rp miliar)

(Rp miliar)

Mobile

Pendapatan

Pendapatan eksternal

Pendapatan antar segmen

Total pendapatan segmen

Total beban segmen

Hasil segmen

Consumer

Pendapatan

Pendapatan eksternal

Pendapatan antar segmen

Total pendapatan segmen

Total beban segmen

Hasil segmen

Enterprise

Pendapatan

Pendapatan eksternal

Pendapatan antar segmen

Total pendapatan segmen

Total beban segmen

Hasil segmen

WIB

Pendapatan

Pendapatan eksternal

Pendapatan antar segmen

Jumlah pendapatan segmen

Total beban segmen

Hasil segmen

Lain-lain

Pendapatan

Pendapatan eksternal

Pendapatan antar segmen

Jumlah pendapatan segmen

Total beban segmen

Hasil segmen

104

3,0

(18,5)

2,1

2,6

1,3

27,5

(65,7)

14,3

2,4

87.897

3.163

91.060

6.331

228

6.559

 85.338

 3.880

 89.218

(56.864)

(4.096)

 (55.449)

34.196

2.463

 33.769

17.706

786

18.492

1.275

57

1.332

 13.891

 2.290

 16.181

(15.904)

(1.146)

 (15.531)

298,2

2.588

186

 650

(11,2)

(6,5)

(9,0)

(2,8)

18.701

16.834

35.535

1.347

1.213

 21.054

 17.995

2.560

 39.049

(36.768)

(2.649)

 (37.833)

(201,4)

(1.233)

(89)

 1.216

5,2

(2,5)

0,4

2,3

(6,0)

51,5

45,5

46,3

44,1

(5,3)

10.609

16.265

26.874

(21.111)

5.763

197

1.289

1.486

(1.546)

(60)

764

1.172

 10.084

 16.678

1.936

 26.762

(1.521)

 (20.634)

415

 6.128

14

93

107

(111)

(4)

 130

 886

 1.016

 (1.073)

 (57)

 90.073

 3.086

 93.159

 (53.834)

 39.325

 11.105

 287

 11.392

 (11.923)

 (531)

 19.130

 16.801

 35.931

 (35.680)

 252

 7.439

 15.305

 22.744

 (17.944)

 4.800

 126

 602

 728

 (1.049)

 (321)

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianIKHTISAR OPERASIONAL

Satuan

Tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember

2019

2018

2017

PELANGGAN

Pelanggan Seluler 

   Pasca bayar (kartuHalo) 

(000) pelanggan

(000) pelanggan

   Pra bayar (simPATI, Kartu As, Loop, by.U) 

(000) pelanggan

(000) pelanggan

(000) pelanggan

(000) pelanggan

Pelanggan Broadband 

   Fixed broadband 1)

       IndiHome

   Mobile broadband 2) 

Pelanggan Telepon Tetap 

   Fixed wireline (POTS) 

INFRASTRUKTUR

   Kapasitas Satelit

   Point of Presence

      Domestik

      Internasional

   BTS

      BTS 2G

      BTS 3G

      BTS 4G

   Tower

   Fiber Optic Backbone Network

      Domestik

      Internasional

   Wi-Fi Services

LAYANAN PELANGGAN  

   PlasaTelkom  3)

       GraPARI TelkomGroup 

       Plasa Telkom Digital

   GraPARI

       Internasional

       Domestik

   GraPARI Mobile 

   IndiHome Sales Car

PEGAWAI 

(000) pelanggan

 110.253

 106.553

 105.808

(000) pelanggan

(000) pelanggan

 9.369

 9.369

 171.105

 6.376

 164.729

 119.290

 9.037

 7.003

 162.987

 196.322

 5.400

 157.587

 113.813

 7.260

 5.104

 4.739

 191.583

 111.074

 5.266

 2.965

 11.111

 11.111

133 

 118

 46

 72

 10.957

 10.957

73 

 99

 42

 57

133 

 119

 56

 63

 212.235

 189.081

 160.705

 50.297

 82.104

 79.834

 33.892

 164.769

 100.069

 64.700

 50.310

 82.118

 56.653

 30.485

 161.652

 96.952

 64.700

 50.324

 82.228

 28.153

 29.061

 155.524

 90.854

 64.670

TPE

PoP

PoP

PoP

unit

unit

unit

unit

unit

km

km

km

access point

 386.420

 382.361

 352.642

lokasi

lokasi

lokasi

lokasi

lokasi

lokasi

unit

unit

Orang

 408

 9

 11

 427

 5

 422

 324

1.078

 422

 7

 10

 440

 11

 429

 761

 1.142

 535

 4

-

 442

 10

 432

 761

 1.142

 24.272

 24.071

 24.065

Keterangan:  
1)  Pelanggan fixed broadband terdiri dari pelanggan IndiHome dan pelanggan high speed internet (HIS) 
2)  Mobile broadband termasuk Flash user, Blackberry user, dan PAYU
3)  PlasaTelkom outlet adalah layanan face-to-face dengan pelanggan yang terdiri dari GraPARI TelkomGroup, Plasa Telkom Digital dan Plasa lain yang 

tersebar di seluruh Indonesia

105

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian 
 
SEGMEN MOBILE 

Trafik data tahun 
2019 meningkat 
53,6% menjadi 
6.715.227 TB

212,2 ribu total 
BTS, meningkat 
23,2 ribu BTS

TelkomGroup memiliki portofolio produk dan layanan pada 

Per  31  Desember  2019,  Telkomsel  memiliki  total  basis 

segmen  Mobile  yang  terdiri  dari  mobile  voice  dan  SMS, 

pelanggan  seluler  sebesar  171,1  juta,  naik  5,0%  atau  8,1 

mobile  data  services,  serta  mobile  digital  services.  Khusus 

juta  dari  163,0  juta  pelanggan  di  tahun  sebelumnya. 

untuk layanan seluler, TelkomGroup melalui anak perusahaan 

Pada  tahun  2019,  tercatat  96,3%  pelanggan  seluler 

Telkomsel saat ini mengusung teknologi GSM, 3G,  dan 4G / 

Telkomsel  merupakan  pengguna  prabayar,  sedangkan 

LTE. Berikut ini beragam produk dan layanan yang tersedia 

3,7% pelanggan adalah pengguna pascabayar. Sepanjang 

bagi masyarakat yang ditawarkan oleh Telkomsel:
1.  simPATI,  merupakan  produk  dan  layanan  prabayar  bagi 
pengguna  kelas  menengah  yang  menyediakan  layanan 

tahun  2019,  jumlah  pengguna  prabayar  naik  dari  157,6 

juta  menjadi  164,7  juta,  sedangkan  jumlah  pengguna 

pascabayar naik dari 5,4 juta menjadi 6,4 juta pelanggan.  

telekomunikasi  berkualitas  tinggi  melalui  pembelian 

Suksesnya program registrasi SIM prabayar menyebabkan 

paket perdana dan voucher isi ulang. 

churn  pelanggan  yang  lebih  rendah,  efisiensi  produksi 

2.  Kartu  As,  merupakan  produk  dan  layanan  prabayar 
bagi  pengguna  kelas  menengah  ke  bawah  dengan 

SIM  Card  dan  program  pemasaran  serta  peningkatan 

ARPU dari Rp41.000 di tahun 2018 menjadi Rp46.000 di  

harga 

yang 

lebih 

terjangkau 

dibandingkan  

tahun 2019.

dengan simPATI.

3.  Loop,  merupakan  produk  dan  layanan  prabayar  bagi 
pengguna  kaum  muda  dengan  berbagai  opsi  paket 

Kemudian,  dalam  hal  penyediaan 

layanan  mobile 

broadband, Telkomsel memiliki produk dan layanan yang 

data  yang  menarik  dan  disesuaikan  dengan  kebutuhan 

didukung oleh teknologi 4G / LTE / HSDPA / 3G / EDGE 

generasi muda saat ini.

/  GPRS.  Terdapat  110,3  juta  pelanggan  layanan  mobile 

4.  By.U,  merupakan  produk  dan  layanan  prabayar  digital 
end-to-end  untuk  seluruh  kebutuhan  telekomunikasi 

broadband  yang  tercatat  pada  31  Desember  2019,  naik 

3.5% atau 3,7 juta dari 106,6 juta pada akhir tahun 2018. 

bagi pengguna segmen Gen Z yang menjalani keseharian 

Konsumsi  data  juga  mengalami  peningkatan  sebesar 

dengan  gaya  hidup  digital.  Pengalaman  digital  end-

53,6%  menjadi  6.715.227  TB.  Faktor  yang  mendukung 

to-end  yang  dihadirkan  melalui  aplikasi  digital  by.U 

pertumbuhan  ini  antara  lain  kampanye  pemasaran  yang 

yang  ter-install  pada  smartphone  meliputi    seluruh 

efektif dengan inisiatif mempertahankan pelanggan, serta 

proses  penggunaan  layanan,  mulai  dari  pemilihan  opsi 

dukungan  registrasi  SIM  prabayar  yang  mengarah  pada 

pesan  antar,  nomor  telepon  by.U,  kuota  internet,  kuota 

pergeseran  perilaku  pelanggan  dengan  tingkat  churn 

tambahan (topping) hingga pembayaran.

yang lebih rendah.

5.  kartuHalo, merupakan produk dan layanan telekomunikasi 
seluler  pascabayar  bagi  pengguna  kelas  premium, 

profesional,  dan  korporasi.  kartuHalo  menawarkan 

berbagai pilihan paket, seperti HaloKick dan HaloFit My 

Plan, yang bervariasi dari sisi harga dan kuota data yang 

disesuaikan dengan kebutuhan.

106

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianDiagram  berikut  menggambarkan  jumlah  data  yang 

Kami  juga  memperluas  penggunaan  LinkAja,  termasuk 

digunakan oleh pelanggan tahun 2017-2019

penggunaan  LinkAja  oleh  selain  pelanggan  Telkomsel 

Diagram Trafik Data Seluler Tahun 2017-2019

taksi,  pompa  bensin,  makanan  dan  minuman  untuk 

dan  berkolaborasi  dengan  mitra  baru  seperti  layanan 

Trafik Data
( TB )

2.168.245

4.373.077

6.715.227

2017

2018

2019

8.000.000

6.000.000

4.000.000

2.000.000

0

penggunaan LinkAja sebagai alat pembayaran.

Selanjutnya,  dalam  rangka  memperkuat  layanan  mobile 

digital  di  masa  depan,  Telkom  telah  membentuk  dua 

anak  usaha  baru,  yaitu  PT  Telkomsel  Mitra  Inovasi  dan 

PT  Fintek  Karya  Nusantara.  PT  Telkomsel  Mitra  Inovasi 

akan  diposisikan  untuk  melakukan  aktivitas  investasi 

serta proses sinergi dan kolaborasi di berbagai unit bisnis 

Telkomsel  untuk  mendorong  aspek  transformasi  digital 

perusahaan dalam rangka mengakselerasi pengembangan 

berbagai 

layanan  baru,  meningkatkan  pengalaman 

pelanggan  dan  optimalisasi  proses  bisnis  perusahaan. 

Kemudian,  PT  Fintek  Karya  Nusantara  dibentuk  dengan 

tujuan  untuk  mendukung  ekosistem  Fintech  yang  sudah 

Lebih  jauh  lagi,  terkait  dengan  produk  dan  layanan 

ada sebelumnya di Telkomsel. 

mobile  digital,  Telkomsel  menawarkan  antara 

lain 

VideoMAX,  paket  data  broadband  yang  dipasarkan 

Sejalan dengan filosofi kami untuk menjadi leader dalam 

dengan  sistem  bundling,  dan  akses  ke  layanan  video 

penyediaan  jaringan  termasuk  di  luar  Jawa,  serta  untuk 

OTT, dan electronic money service LinkAja (sebelumnya 

mempertahankan  dan  mengembangkan  Bisnis  Digital 

TCASH).  Untuk  memperkuat  posisi  MAXStream  dalam 

kami, pada tahun 2019, kami menambah 23.162 BTS baru 

industri  streaming  video,  kami  bermitra  dengan 

untuk  mendukung  layanan  4G  /  LTE  di  lebih  banyak 

penyedia  konten  video  untuk  memperkaya  konten 

kota  dan  memiliki  88,4  juta  pelanggan  4G  /  LTE.  Secara 

dan  platformnya.  Terkait  game,  kami  meluncurkan 

total, kami memiliki 79.834 BTS 4G dari 212.235 total BTS 

game  kedua  kami,  Lord  of  Estera.  Selain  itu  kami  juga 

dengan  jangkauan  mencakup  lebih  dari  90%  populasi  di 

memiliki Langitmusik sebagai layanan streaming musik. 

Indonesia pada tanggal 31 Desember 2019.

Berikut ini perbandingan jumlah BTS yang dimiliki TelkomGroup dalam tiga tahun terakhir.

Diagram Jumlah BTS TelkomGroup Tahun 2017-2019

Jumlah BTS
(unit)

50.324

82.228

28.153

50.310

82.118

56.653

50.297

82.104

79.834

250.000

200.000

150.000

100.000

50.000

2017

2018

2019

2G

3G

4G

107

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKinerja Keuangan Segmen Mobile Tahun 2017 - 2019

Sama seperti tahun sebelumnya, pada tahun 2019 ini pendapatan segmen Mobile sebesar Rp87.897 miliar (US$6.331 

juta), masih menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan konsolidasi TelkomGroup, yaitu 65,1%. Kinerja segmen 

Mobile selama tiga tahun terakhir dapat dilihat sebagai berikut:

Segmen Mobile

2019-2018

2019

2018

2017

(%)

(Rp miliar)

(US$ juta)

(Rp miliar)

(Rp miliar)

Pendapatan 

Beban 

Hasil 

3,0

2,4

3,5

 87.897

(41.019)

 46.878

6.331

 85.338

(2.955)

 (40.041)

3.376

 45.297

 90.073

 (39.452)

 50.621

Sepanjang  tahun  2019,  segmen  Mobile  mencatat  pendapatan  sebesar  Rp87.897  miliar  (US$6.331  juta).  Pencapaian 

tersebut naik Rp2.559 miliar, atau 3,0% dari pendapatan pada periode kinerja sebelumnya. Peningkatan  pendapatan 

segmen  Mobile  tahun  2019  terutama  dipicu  oleh  kenaikan  traffic  pada  mobile  data  sebesar  54%,  yang  mendorong 

pertumbuhan positif pendapatan data dan internet seluler tahun 2019. Kenaikan trafik data ini didorong oleh program 
pemasaran  yang  efektif  dengan  menawarkan  berbagai  paket  data  yang  menarik  dengan  harga  yang  kompetitif.  Di 

sisi  lain,  terdapat  penurunan  pendapatan  dari  voice  dan  SMS.    Penurunan  ini  secara  natural  disebabkan  beralihnya 

pelanggan voice ke layanan data dan dampak kanibalisasi layanan OTT. Pendapatan Digital Business Telkomsel tumbuh 

cukup  signifikan  sebesar  23%  sekaligus  mampu  mengkompensasi  pelemahan  bisnis  legacy  yang  turun  sebesar  22%. 

Pendapatan  Digital  Business  ini  didukung  oleh  pertumbuhan  data  sebesar  22%  dan  pertumbuhan  Digital  Services 

sebesar  29%  seiring  upaya  Telkomsel  dalam  mengembangkan  berbagai  Digital  Services  seperti  Digital  Lifestyle, 

Digital Advertising, Big Data, Digital Enterprise Solution dan Mobile Payment.  Pada tahun 2019 kontribusi pendapatan 

dari  Digital  Business  meningkat  menjadi  64%  dari  total  pendapatan,  dari  53%  pada  tahun  sebelumnya.  Selanjutnya, 

beban  pada  segmen  Mobile  tahun  2019  tercatat  naik  sebesar  Rp978  miliar  dari  tahun  2018,  menjadi  Rp41.019  miliar  

(US$2.955  juta).  Telkomsel  berhasil  melakukan  pengendalian  biaya  dengan  baik,  sehingga  mampu  meningkatkan 

EBITDA  margin  menjadi  54,0%  dari  sebelumnya  53,2%.  Perubahan  pendapatan  dan  beban  sepanjang  tahun  2019 

menyebabkan adanya pertumbuhan positif pada hasil segmen Mobile menjadi Rp46.878 miliar (US$3.376 juta).

Pada periode 2018, pendapatan segmen Mobile tercatat sebesar Rp85.338 miliar turun Rp4.735 miliar atau 5,3% dari 

tahun  sebelumnya.  Penurunan  pendapatan  ini  terutama  disebabkan  oleh  penurunan  pendapatan  dari  voice  sebesar 

Rp6.815 miliar atau 18,3% dan penurunan pendapatan SMS sebesar Rp4.007 miliar atau 30,4% dari tahun sebelumnya. 

Namun  demikian,  penurunan  pendapatan  dari  voice  dan  SMS  ini  dikompensasi  oleh  peningkatan  pendapatan  yang 

signifikan data dan internet seluler tahun 2018 sebesar Rp7.193 miliar atau tumbuh 18,9% dari tahun 2017, yang didorong 

oleh  traffic  pada  mobile  data  yang  tumbuh  sebesar  101,7%.  Sementara  itu,  beban  untuk  segmen  Mobile  tahun  2018 

naik sebesar 1,5% dibandingkan tahun 2017, menjadi Rp40.041 miliar, yang terutama disebabkan oleh kenaikan beban 

operasi dan pemeliharaan seiring dengan pembangunan BTS baru sepanjang tahun 2018. Peningkatan ini dikompensasi 
dengan adanya penurunan beban depresiasi dan beban pemasaran karena pemilihan program pemasaran yang lebih 

selektif. Segmen Mobile mencatatkan laba sebesar Rp45.297 miliar pada tahun 2018.

108

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianSEGMEN ENTERPRISE

1.917 pelanggan 
korporasi, 
300.416 
pelanggan 
UMKM, dan 
975 pelanggan 
institusi 
pemerintah

3 satelit dengan 
kapasitas 133 TPE

3 data center 
dengan 
spesifikasi tier 
3 dan 4 (dalam 
negeri)

Secara  umum,  Segmen  Enterprise  melayani  pelanggan 

Kemudian,  layanan  keuangan  yang  terdiri  dari  bill  payment 

korporasi,  Usaha  Kecil  dan  Menengah  (UKM),  serta  institusi 

aggregator,  electronic  payment  platform  services,  online 

pemerintahan  dalam  menyediakan  solusi  end-to-end  dan 

payment solutions, dan switching services. Per 31 Desember 

ekosistem teknologi informasi. Layanan ini meliputi enterprise 

2019, sekitar 23.000 ATM di seluruh Indonesia dikelola oleh 

grade connectivity services (termasuk satelit), data center & 

entitas anak kami, Swadharma Sarana Informatika (SSI). Selain 

cloud,  IT  services,  business  process  outsourcing,  dan  other 

itu, Telkom juga membeli 70% saham PT Collega Inti Pratama, 

adjacent services. 

perusahaan  yang  fokus  pada  layanan  core  banking  system. 

Kedua  akuisisi  ini  berperan  penting  dalam  memperluas 

Pada  layanan  connectivity,  kami  menawarkan  layanan  fixed 

strategi bisnis TelkomGroup pada sektor financial technology.

broadband,  Wi-Fi,  Ethernet,  dan  data  communication, 

termasuk  leased  channels  seperti  metro  ethernet,  VPN-IP, 

Layanan system integration and IT service management kami 

solusi  jaringan  data  berkapasitas  tinggi  yang  menyediakan 

meliputi  business  process  management,  business  process 

koneksi  point-to-point,  dan  layanan  fixed  voice.  Per  31 

as-a-service,  dan  customer  relationship  management.  Kami 

Desember 2019, TelkomGroup menyediakan total bandwidth 

berencana untuk melakukan digitalisasi atas layanan tersebut 

in  service  sebesar  2.996  Gbps,  dengan  rincian  1.571  Gbps 

untuk  memenuhi  kebutuhan  masa  depan,  oleh  karena  itu 

kepada pelanggan corporate internet dan 1.425 Gbps untuk 

kami  terus  berfokus  pada  penguatan  kemampuan  TI  kami. 

pelanggan  data  communication.  Jumlah  tersebut  naik  3,3% 

Kami  juga  menyediakan  layanan  smart  enabler  platform 

dari tahun sebelumnya. 

untuk mempromosikan inovasi melalui  next-gen technology 

solution,  ekosistem  industri  terintegrasi,  dan  mendorong 

Kami  mengintegrasikan  layanan  satelit  sebagai  bagian  dari 

perubahan  perilaku  konsumen  di 

Indonesia.  Layanan 

layanan  connectivity  dan  terus  memperkuat  kehadiran 

adjacent services terdiri dari beragam layanan yang berkaitan 

kami  di  sektor  ini  yang  menyediakan  penyewaan  kapasitas 

dengan penjualan hardware & software termasuk layanan IT 

transponder dan layanan pendukung lainnya. Operasi satelit 

support nya.  Pada layanan  digital advertising agency, kami 

kami  terdiri  dari  penyewaan  kapasitas  transponder  satelit 

memberikan layanan untuk media placement dan integrated 

untuk  penyiar  dan  operator  VSAT,  telepon  seluler,  dan  ISP, 

digital  media  seperti  mobile  advertising,  online  advertising, 

serta  menyediakan  layanan  up-link  dan  down-link  satelit 

dan digital printing.

stasiun  bumi  untuk  pengguna  domestik  dan  internasional. 

Total  kapasitas  transponder  yang  digunakan  pelanggan 

Terkait  big  data  dan  data  analytics,  layanan  kami  berupa 

meningkat  menjadi  195,25  TPE  dibandingkan  182,83  TPE  di 

platform  yang  menghasilkan  insight  untuk  menganalisis 

tahun  sebelumnya.  Layanan  satelit  ini  kami  penuhi  melalui 

perilaku  konsumen  dan  membentuk  marketing  campaigns 

3  satelit  kami  yang  memiliki  kapasitas  133  TPE  dan  juga 

untuk mendukung iklan. Selanjutnya, layanan Internet of Things 

menyewa dari pihak ketiga.

(IoT) yang menawarkan solusi IoT untuk bangunan, aplikasi 

IoT  untuk  smart  energy  monitoring  and  management,  fleet 

Kami  juga  terus  meningkatkan  fasilitas  data  center  dan 

management,  IT  security  services,  unified  communication, 

layanan cloud kami untuk memenuhi peningkatan permintaan. 

and collaboration services. Solusi e-Health kami menyediakan 

Layanan  yang  kami  tawarkan  mencakup  enterprise  data 

layanan 

administrasi 

klaim 

perawatan 

kesehatan 

center, collocation, hosting, disaster recovery center, managed 

terintegrasi  terus  menjadi  pemimpin  pasar  melalui  anak  

operation, dan berbagai layanan cloud seperti private cloud, 

usaha kami Admedika.

cloud hybrid, dan cloud public. Dari total kapasitas tiga data 

center di Indonesia yang kami miliki melalui entitas anak kami 

Telkom Sigma, 74% kapasitas sudah terpakai.

109

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKeunggulan  utama  TelkomGroup  dalam  memberikan  layanan  pada  bisnis  Enterprise  karena  beberapa  hal,  salah  satunya 

yaitu memiliki jaringan infrastruktur berbasis serat optik dengan jangkauan terluas. Dengan adanya infrastruktur yang baik, 

TelkomGroup sanggup menyediakan connectivity berkualitas tinggi. Selain itu, TelkomGroup mengelola berbagai produk dan 

layanan yang dapat dipadukan dalam rangka memberikan total solutions. Hal ini seiring dengan semakin besarnya kebutuhan 

pelanggan-pelanggan  segmen  Enterprise  untuk  mendigitalisasi  proses  bisnisnya  agar  lebih  berdaya  saing.  Penggunaan 

connectivity  dan  solusi  digital  di  kalangan  UMKM  juga  masih  sangat  rendah,  sehingga  menawarkan  potensi  pertumbuhan 

yang cukup besar kedepan. Di saat yang sama, lembaga pemerintah dan pemerintah daerah semakin gencar memanfaatkan 

solusi  digital  dalam  meningkatkan  pelayanan  kepada  masyarakat  melalui  kebutuhan  konektivitas  dan  platform  smart  city 

sebagaimana yang telah digunakan di 470 kota di seluruh Indonesia.

Dengan  berbagai  keunggulan  tersebut,  sampai  dengan  31  Desember  2019,  pelanggan  segmen  Enterprise  TelkomGroup 

mencapai 303.308 pelanggan, yang terdiri dari 1.917 pelanggan korporasi, 300.416 pelanggan UKM dan 975 pelanggan institusi 

Pemerintah. Masih tingginya permintaan layanan teknologi informasi dan komunikasi saat ini dan pada tahun-tahun yang akan 

datang tentunya membangun rasa optimis bahwa segmen Enterprise akan terus bertumbuh dengan baik.

Pada tahun 2019, kami melakukan perubahan kebijakan bisnis dengan berfokus pada lini bisnis yang memiliki profitabilitas 

lebih  tinggi  yang  bersifat  recurring terutama  pada  layanan  enterprise solutions  seperti  enterprise  connectivity, data  center 

dan cloud, dan secara selektif mengurangi dan tidak memprioritaskan solusi bisnis yang memiliki tingkat margin relatif rendah 

dan non-recurring. Sejalan dengan strategi tersebut, meskipun pendapatan segmen enterprise mengalami penurunan, namun 
pendapatan dari layanan Connectivity dan Data Center & Cloud tetap dapat tumbuh pada tahun 2019. 

Kinerja Keuangan Segmen Enterprise Tahun 2017 - 2019

Jika  dibandingkan  dengan  total  pendapatan  konsolidasi  TelkomGroup,  pada  tahun  2019  pendapatan  Segmen 

Enterprise  memberikan  kontribusi  sebesar  13,8%.  Kinerja  segmen  Enterprise  selama  tiga  tahun  terakhir  dapat  dilihat  

pada tabel berikut:

Segmen Enterprise

2019-2018

2019

2018

2017

(%)

(Rp miliar)

(US$ juta)

(Rp miliar)

(Rp miliar)

Pendapatan 

Beban 

Hasil 

 (11,2)

 (4,3)

 (213,9)

 18.701

 (20.782)

 (2.081)

 1.347

 (1.497)

 (150)

 21.054

 (21.717)

 (663)

 19.130

 (20.653)

 (1.523)

Per akhir tahun 2019, pendapatan dari segmen Enterprise turun Rp2.353 miliar atau 11,2% menjadi Rp18.701 miliar (US$1.347 

juta) dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan negatif tersebut disebabkan karena perubahan strategi bisnis kami yang 

mengurangi  layanan  yang  memiliki  tingkat  margin  relatif  rendah  dan  non  reccurring.  Kemudian,  beban  segmen Enterprise 

tercatat sebesar Rp20.782 miliar (US$1.497 juta), lebih rendah 4,3% atau Rp935 miliar dari Rp21.717 miliar pada periode kinerja 
tahun 2018. Penurunan beban sepanjang tahun 2019 merupakan dampak positif dari strategi kami yang mengurangi porsi 

layanan yang memiliki margin rendah.  Dengan pendapatan dan beban yang terjadi pada tahun 2019, kinerja segmen Enterprise 

menunjukkan adanya rugi hasil segmen sebesar Rp2.081 miliar (US$150 juta). Kinerja tahun 2019 tercatat lebih rendah dari 

tahun sebelumnya yang mencatat rugi hasil segmen sebesar Rp663 miliar.

Pendapatan  segmen  Enterprise  tahun  2018  tercatat  sebesar  Rp21.054  miliar,  naik  Rp1.924  miliar  atau  10,1%  dari  tahun 

sebelumnya. Peningkatan tersebut berasal dari pendapatan internet, komunikasi data dan jasa teknologi informatika sebesar 

Rp1.741  miliar,  terutama  didorong  pertumbuhan  pendapatan  IT  service.  Tingginya  pertumbuhan  tersebut  seiring  dengan 

meningkatnya  kebutuhan  perusahaan  untuk  mendigitasi  proses  bisnisnya  agar  lebih  kompetitif,  institusi  pemerintah  baik 

pusat maupun daerah untuk memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat, serta UKM dalam rangka mendukung 

perkembangan bisnisnya. Di sisi lain, beban untuk segmen Enterprise tahun 2018 naik sebesar 5,2% dibandingkan tahun 2017, 
menjadi Rp21.717 miliar. Peningkatan beban tersebut sejalan dengan peningkatan volume bisnis. Setelah memperhitungkan 

alokasi  beban  antar  segmen,  segmen  Enterprise  mencatatkan  rugi  hasil  usaha,  namun  mengalami  perbaikan  dengan 

mencatatkan  rugi  hasil  usaha  sebesar  Rp663  miliar,  turun  sebesar  Rp860  miliar  atau  56,5%  dibandingkan  rugi  hasil  usaha  

di tahun sebelumnya.

110

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianSEGMEN CONSUMER

7,0 juta pelanggan 
IndiHome, 
meningkat 
37,2% dari tahun 
sebelumnya

10,9 juta optical 
port sebagai 
akses broadband 
berbasiskan serat 
optik

Pada  segmen  Consumer,  portofolio  produk  dan  layanan 

Dengan  berbagai  strategi  yang  telah  dijalankan,  Per  31 

utama  TelkomGroup  yaitu  terdiri  dari  fixed  voice,  fixed 

Desember  2019,  pelanggan  IndiHome  tercatat  tumbuh 

broadband,  IP-TV  dan  digital  yang  dipasarkan  dengan 
merek IndiHome. 

1,9  juta  pelanggan  atau  37,2%  dari  5,1  juta  pelanggan 
pada  tahun  2018  menjadi  7,0  juta  pelanggan  di  tahun 

2019.  ARPU  pada  tahun  2019  sebesar  Rp257.000 

Sepanjang  tahun  2019,  TelkomGroup  terus  berupaya 

mengalami  sedikit  peningkatan  dibandingkan  tahun  lalu 

mengembangkan  IndiHome  menjadi  produk  dan  layanan 

yang  mencapai  Rp256.000.  Untuk  lebih  meningkatkan 

unggulan  melalui  program  “more  for  less”.  Program 

pendapatan  IndiHome,  kami  terus  mendorong  pelanggan 

berjalan  secara  konsisten  melalui  penawaran  bundling 

untuk  membeli  berbagai 

layanan  tambahan,  seperti 

yang  mencakup  internet  broadband,  IP-TV  dan  telepon 

untuk  upgrade  kecepatan,  tambahan  set-topbox  dan 

tidak bergerak, dengan tujuan untuk memberikan manfaat 

berlangganan  paket  minipack.  Permintaan  atas  minipack 

lebih  kepada  pelanggan  dengan  harga  yang  kompetitif, 

mencapai 3 juta transaksi sepanjang tahun 2019.

diantaranya  promo  Sensasi  Extra  Akhir  Tahun,  Fantastic 

Deal, Semarak Kebahagiaan, dan Promo Rumah Ceria.

Pertumbuhan IndiHome yang positif dalam beberapa tahun 

terakhir tidak terlepas dari dukungan infrastruktur jaringan, 

Sebagai  upaya  memenuhi  kebutuhan  pelanggan  dan 

perbaikan  proses  bisnis  terus-menerus  dan  teknisi  yang 

meningkatkan  customer  experience,  kami  meluncurkan 

handal. Dalam hal infrastruktur jaringan, anak perusahaan 

IndiHome  200Mbps,  300Mbps  dan  1Gbps.  Kami  juga 

Telkom,  yaitu  Telkom  Akses,  berperan  penting  dalam 

meluncurkan  IndiBox,  layanan  OTT  berbasis  Android  TV 

mengembangkan jaringan serat optik yang menggantikan 

Box  sehingga  pelanggan  dapat  menikmati  StreamingTV, 

jaringan  tembaga.  Kemudian,  penguatan  Mean  Time  To 

Musik,  Games,  Application  dan  Video  on  demand.  Kami 

Install  atau  MTTI  terus  dilakukan  dengan  meningkatkan 

terus memperkaya beragam saluran UseeTV kami dengan 

kapasitas  teknisi  dan  memperbaiki  proses  bisnis.  Per 

saluran  baru  seperti  Warner  Bros  TV,  tvN,  IDX  Channel, 

akhir  tahun  2019,  MTTI  yang  kurang  dari  1  hari  mencapai 

dan  Champions  TV  yang  menyiarkan  pertandingan 

94,7%,  lebih  baik  dari  tahun  2018  yang  mencapai  85,1%. 

Liga  Champions  UEFA.  Kami  juga  menawarkan  kepada 

Penyelesaian gangguan di bawah 3 jam naik menjadi 72,4% 

pelanggan  untuk  meningkatkan  kecepatan  internet  dan 

pada tahun 2019, naik dari 50,6% pada tahun sebelumnya. 

akses  konten  OTT  seperti  iflix,  HOOQ  dan  CATCHPLAY+. 

Waktu  rata-rata  perbaikan  gangguan  atau  Mean  Time  To 

Untuk  menyesuaikan  pilihan  minipack  sesuai  dengan 

Repair (MTTR) turun dari 9,8 jam pada tahun 2018 menjadi 

preferensi  dan  kemampuan  pelanggan,  kami  menambah 

7,1 jam pada tahun 2019.

jumlah minipack menjadi 20, lebih banyak dari 18  minipack 

pada tahun sebelumnya.

Selain  pengembangan  produk  dan  layanan  IndiHome 

tersebut  di  atas,  para  pelanggan  IndiHome  masih  terus 

dapat menikmati nilai tambah, yaitu keleluasaan mengakses 
wifi.id  tanpa  batas  di  seluruh  titik  akses  di  Indonesia.  Per 

akhir  Desember  2019,  terdapat  140.169  manage  access 

point Wi-Fi yang tersebar di 32 propinsi di Indonesia yang 

dapat dijangkau pelanggan IndiHome.

111

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianLebih  jauh  lagi,  TelkomGroup  terus  meningkatkan  kualitas  layanan  pelanggan  dengan  melakukan  shutdown  STO  serta 

mentransformasi  STO  menjadi  Telkom  Cloud  atau  T-Cloud.  Dengan  pendekatan  ini,  TelkomGroup  memodernisasi  STO 

menjadi Node yang seluruhnya menggunakan serat optik. Terdapat 504 STO telah di-shutdown pada tahun 2019 sehingga  

shutdown STO telah dilakukan 100% dari total 1.234 STO. Sampai dengan tahun 2019, TelkomGroup telah memiliki 500 

T-Cloud yang siap memberikan kualitas layanan lebih baik kepada seluruh pelanggan. TelkomGroup menargetkan proses 

transformasi seluruh STO menjadi Telkom Cloud akan selesai dilakukan pada tahun 2023.

Upaya dan strategi Telkom dan anak perusahaan yang dilakukan saat ini dapat menjadikan IndiHome sebagai pemimpin 

pasar pada bisnis fixed broadband di Indonesia dengan pangsa pasar sekitar 86,5% per tahun 2019. Tumbuhnya populasi 

dan  bertambahnya  populasi  keluarga  kelas  menengah,  memberikan  peluang  besar  bagi  produk  dan  layanan  fixed 

broadband di masa depan. Untuk itu TelkomGroup telah memiliki 10,9 juta optical port dengan serat optik yang menjadi 

sebagai basis jaringan akses fixed broadband.

Kinerja Keuangan Segmen Consumer Tahun 2017 - 2019

Pada tahun 2019, pendapatan dari segmen Consumer mencapai Rp17.706 miliar (US$1.275 juta), yang berkontribusi pada 

total pendapatan konsolidasian TelkomGroup sebesar 13,1%. Berikut tabel kinerja segmen Consumer selama tiga tahun 

terakhir:

Segmen Consumer 

2019-2018

2019

2018

2017

(%)

(Rp miliar)

(US$ juta)

(Rp miliar)

(Rp miliar)

Pendapatan 

Beban 

Hasil 

 27,5

 (1,4)

184,8

 17.706

 (11.577)

 6.129

 1,275

(834)

441

 13.891

 (11.739)

 2.152

 11.105

 (10.360)

 745

Pertumbuhan segmen Consumer pada tahun 2019 sangat baik, dengan tingkat pertumbuhan pendapatan sebesar Rp3.815 

miliar  atau  27,5%,  naik  dari  Rp13.891  miliar  pada  tahun  2018  menjadi  Rp17.706  miliar  (US$1.275  juta)  pada  tahun  2019. 

Pendorong pertumbuhan segmen Consumer adalah IndiHome yang terus melanjutkan momentum positifnya. Sepanjang 

tahun 2019, pelanggan IndiHome tumbuh sebesar 37,2% atau bertambah 1,9 juta menjadi 7 juta pelanggan. Dari jumlah 

pelanggan IndiHome, komposisi pelanggan layanan triple play, yang terdiri dari fixed voice, fixed broadband dan IP-TV, 

adalah sebesar 48% sedangkan pelanggan dual play sebesar 52%. Pendapatan IndiHome tumbuh sebesar 28,1% menjadi 

Rp18,3  triliun,  dan  memberikan  kontribusi  sebesar  13,5%  terhadap  keseluruhan  pendapatan  Perseroan.  Profitabilitas 

IndiHome juga semakin baik dengan EBITDA mencapai 33,9% mendekati standar profitabilitas global yaitu 35%. Sebesar 

89% dari pendapatan IndiHome berasal dari segmen Consumer, dan 11% berasal dari segmen Enterprise. Kemudian, dari 

sisi beban, segmen Consumer tercatat beban yang turun sebesar Rp162 miliar atau 1,4% dari tahun sebelumnya menjadi 

Rp11.577  miliar  (US$834  juta).  Dari  hasil  tersebut,  segmen  Consumer  membukukan  laba  hasil  usaha  segmen  sebesar 

Rp6.129 miliar (US$441 juta), naik 184,8% dibandingkan tahun 2018.

Kinerja keuangan segmen Consumer pada tahun 2018 ditandai dengan pencapaian pendapatan sebesar Rp13.891 miliar, 

tumbuh Rp2.786 miliar atau 25,1% dibanding tahun 2017. Peningkatan ini seiring dengan meningkatnya jumlah pelanggan 

IndiHome  yang  tumbuh  72,2%  menjadi  5,1  juta  pelanggan  di  akhir  tahun  2018,  peningkatan  pelanggan  minipacks, 

dan  up-sell  layanan  seperti  penambahan  kecepatan  internet.  Pada  tahun  2018,  pendapatan  IndiHome  tumbuh  positif 

menjadi Rp14.310 miliar. Sementara itu, beban tahun 2018 untuk segmen Consumer tercatat Rp11.739 miliar, mengalami 

peningkatan sebesar 13,3% dibandingkan tahun sebelumnya, sejalan dengan aktivitas ekspansi bisnis IndiHome. Namun 

demikian, kenaikan beban segmen  Consumer lebih rendah dibandingkan peningkatan pendapatan, yang menunjukkan 

efektivitas  pengendalian  biaya.  Setelah  alokasi  beban  antar  segmen,  hasil  usaha  segmen  Consumer  pada  tahun  2018 

tercatat meningkat cukup tinggi sebesar 188,9% menjadi Rp2.152 miliar.

112

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianSEGMEN WHOLESALE AND INTERNATIONAL 
BUSINESS (WIB)

$$

$$

$$

$$

$$

$$

164.769 km 
Total Jaringan 
backbone 
serat optik 
(100.069 km 
domestik dan 
64.700 km 
internasional)

119 Point of 
Presence 
(PoP) (63 PoP 
internasional 
& 56 PoP 
domestik)

5 data 
center (luar 
negeri) &  14 
data center 
neuCentrIX 
(dalam 
negeri)

33.892 unit 
tower

Segmen  Wholesale  and  International  Business  (WIB) 

  Per  akhir  Desember  2019,  TelkomGroup  telah  memiliki 

melayani pelanggan antara lain Other Licensed Operator 

14 data center neuCentrIX di 10 kota di Indonesia. Selain 

(OLO), Service Provider, Digital Player di dalam maupun di 

itu, entitas anak Telkom yaitu Telin memiliki 5 data center 

luar negeri. Segmen Wholesale and International Business 

di luar negeri yang berada di Singapura (Telin-1, Telin-2 

(WIB) saat ini memiliki beberapa lini bisnis, yaitu layanan 

dan  Telin-3),  Timor  Leste  (1  lokasi)  dan  Hong  Kong  (1 

carrier,  tower,  infrastructure,  dan  international  business. 

lokasi). Tingkat occupancy data center neuCentrIX rata-

Berikut  ini  penjelasan  lebih  lanjut  mengenai  lini  bisnis 

rata  mencapai  63%  dari  total  kapasitasnya,  sedangkan 

pada segmen WIB.

1.  Layanan Carrier
  Layanan  utama  pada  lini  bisnis  ini  mencakup  layanan 
jaringan  (network),  data  dan  internet,  serta  layanan 

interkoneksi. Selain itu, TelkomGroup juga menyediakan 

value-added  services,  signaling,  voice  hubbing,  pusat 

data  (data  center),  platform,  dan  solutions.  Layanan 

occupancy  data  center  yang  berada  di  luar  negeri 

rata-rata  sekitar  62%  dari  total  kapasitasnya.  Pada 

tahun  2019,  TelkomGroup  menambah  kapasitas  data 

center  neuCentrIX  di  Indonesia  untuk  mengakomodasi 

permintaan  pelanggan  dan  mulai  membangun  pusat 

data baru neuCentrIX di Jakarta yang diharapkan dapat 
selesai pada 2021. 

carrier pada tahun 2019 tercatat tumbuh positif didorong 
oleh pertumbuhan layanan voice internasional. 

  TelkomGroup memiliki 119 Point of Presence (PoP), yang 
terdiri  dari  63  PoP  Global  dan  56  PoP  Domestik.  PoP 

Global ini tersebar di 48 kota besar dunia di 29 negara. 

  Sepanjang  tahun  2019,  TelkomGroup  melanjutkan 
inisiatif  Global  Digital  Hub  yang  dimulai  pada  tahun 

PoP Global mengalami penurunan dibandingkan tahun 

sebelumnya  karena  adanya  penutupan  beberapa 

2018.  Dengan  kabel  laut  Indonesia  Global  Gateway 

PoP  yang  kurang  efektif.  Untuk  PoP  Domestik, 

(IGG) yang menghubungkan kabel bawah laut SEA-ME-

tersebar  di  45  kota  di  Indonesia.  Selama  tahun  2019, 

WE  5  dengan  kabel  bawah  laut  SEA–US  menjadikan 

terdapat  penambahan  10  PoP  domestik.  Kami  juga 

TelkomGroup  sebagai  Global  Digital  Hub  yang 

mengoperasikan  Content  Delivery  Networks  (CDN) 

menyediakan  direct  broadband  connectivity  antara 

dengan  kapasitas  sebesar  6.525  Gbps  berkolaborasi 

kawasan  Eropa,  Asia  dan  Amerika.  Sebagai  enabler, 

dengan  Google,  Facebook,  Akamai,  Edgecast,  Level3, 

maka  kami  akan  menjadi  gerbang  utama  konektifitas 

ChinaNet,  Yahoo  dan  penyedia  konten  video  seperti 

digital yang membawa trafik domestik ke global, trafik 

iFlix dan HOOQ.

global  ke  domestik  dan  juga  membawa  trafik  antar 

negara  (hubbing),  baik  itu  trafik  voice  maupun  A2P 

(Application-to-person) SMS.

113

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian 
 
 
 
2.  Layanan Tower
  Layanan  tower  merupakan  penyediaan  penempatan 

benua  Eropa,  Asia  dan  Amerika.  Yang  terdiri  dari 

Thailand-Indonesia-Singapore (TIS),  Batam-Singapore 

peralatan  telekomunikasi  bagi  operator  lain  dengan 

Cable  System  (BSCS),  Dumai-Malacca  Cable  System 

sistem  sewa.  Per  akhir  tahun  2019,  sekitar  33.892 

(DMCS),  Asia-America  Gateaway  (AAG),  Southeast 

tower    yang  dimiliki  oleh  TelkomGroup.  Sebanyak 

Asia-Japan  Cable  System  (SJC),  South  East  Asia-

15.892 unit dimiliki oleh anak perusahaan Telkom, yaitu 

Middle  East-Western  Europe  5  (SEA-ME-WE  5),  dan 

Mitratel, dan sebanyak 18.000 tower dimiliki oleh anak 

Southeast Asia-United States (SEA-US).  

perusahaan  Telkom  lainnya,  yaitu  Telkomsel.  Mitratel 

melakukan  penawaran  untuk  colocation  maupun 

  Sedangkan  untuk 

jaringan  domestik,  pada  tahun 

bisnis  reseller  tower  milik  operator  pada  tahun  2019. 

2019,  beberapa  sistem  kabel  bawah  laut  domestik 

Saat  ini  Mitratel  mengelola  22.854  tenant  dan  6.651  

telah  dibangun  dan  beroperasi  untuk  memperkuat 

reseller tower. 

backbone  serat  optik  nasional,  di  antaranya  kabel 

laut  SLM  (Sabang-Lhokseumawe-Medan),  PATARA 

  Pada tahun 2019, Telkom melalui Mitratel mengakuisisi 

(Papua  Utara)  yang  akan  menghubungkan  Sentani 

95,0%  modal  saham  di  PT  Persada  Sokka  Tama. 

dan  Sarmi,  dan  MATANUSA  (Mangkajang-Takisung-

Perusahaan 

ini  bergerak  dalam  bisnis  menara 

Nunukan-Sangatta).  Jaringan  domestik  kabel  bawah 

telekomunikasi  dengan  kapasitas  1.017  menara  yang 

laut  diharapkan  dapat  mendorong  pemerataan  akses 

berlokasi  di  seluruh  Indonesia.  Kemudian,  pada  bulan 

komunikasi  dan  informasi  berkualitas  baik  di  seluruh 

Oktober  2019,  Mitratel  menandatangani  perjanjian 
untuk  membeli  2.100  menara  telekomunikasi  dari  PT 

wilayah Indonesia.  

Indosat Tbk.  

  Selain kabel bawah laut, Telkom dan anak perusahaan 

saat  ini  terlibat  dengan  Badan  Usaha  Milik  Negara 

  Dengan  akuisisi  tersebut,  TelkomGroup  menguasai 

(BUMN) untuk memelihara mesin  diesel  hingga  tahun 

pangsa  pasar  sebesar  23,9%  per  akhir  tahun  2019. 

2021.  Pekerjaan  tersebut  merupakan  kelanjutan  dari 

Berbagai  akuisisi  yang  dilakukan  sepanjang  tahun 

pembangunan  pembangkit  listrik  bertenaga  diesel 

2019  diharapkan  dapat  memperkuat  lini  bisnis  tower 

untuk jaringan telekomunikasi yang telah selesai pada 

dan  membuka  peluang  yang  lebih  besar  lagi  untuk 

tahun 2018 lalu di Kalimantan dan Sulawesi. 

memperluas pangsa pasar di masa yang akan datang. 

Keunggulan  lain  yang  perlu  dikembangkan  pada  lini 

bisnis ini yaitu efisiensi pemeliharaan dan penggunaan 

4.  Bisnis Internasional
  Telkom,  melalui  anak  perusahaan  PT  Telekomunikasi 

energi  terbarukan  pada  tower  yang  berada  jauh 

Indonesia  International  (“Telin”),  memiliki  sejumlah 

dari  grid 

listrik  PLN,  serta  digitalisasi  proses  

kegiatan  usaha  di  sembilan  negara  di  luar  Indonesia, 

bisnis internal.  

3.  Layanan Infrastruktur dan Manajemen Jaringan
  TelkomGroup 

menyediakan 

dan 

mengelola 

diantaranya  menawarkan  layanan  wholesale,  cloud 

and  connectivity,  data  center  and  managed  services, 

satellite  transponder  services,  retail  mobile  services 

(MVNO),  IP  transit  dan  business  process  outsourcing 

infrastruktur  serta  layanan  jaringan,  yang  mencakup 

services.  Sembilan  global  office  tersebut  berlokasi  di 

juga  pembangunan  dan  pemeliharaan 

jaringan. 

Singapura, Hong Kong, Timor Leste, Australia, Myanmar, 

Salah 

satu  di 

antaranya 

yaitu  pemasangan 

Malaysia, Taiwan, Amerika Serikat, dan Selandia Baru.

dan 

pemeliharaan 

kabel 

bawah 

laut, 

dan 

penyediaan  energy 
infrastruktur telekomunikasi. 

solutions  untuk  ekosistem  

Selama  tahun  2019,  kami  juga  melakukan  beberapa 

inisiatif  seperti  pengembangan  Digital  Platform  baik 

domestik  maupun  internasional,  seperti  Carrier  Neutral 

  Per  akhir  tahun  2019,  TelkomGroup  memiliki  jaringan 
backbone  berbasis  serat  optik  sepanjang  164.769 

Data  Center  dan  pembangunan  Hyperscale  Data  Center, 

Content  Delivery  Network  (CDN),  Cloud  services, 

km,  terdiri  dari  64.700  km  jaringan  internasional 

A2P  SMS  dan  CPaaS  (Communication  Platform  as  a 

dan    100.069  km  jaringan  domestik,  yang  secara 

Service).  Untuk  pengembangan  digital  service  beberapa 

keseluruhan  memiliki  kapasitas 

jaringan  transmisi 

inisiatif  telah  dilakukan  dengan  menyediakan  layanan 

sebesar  129.600  Gbps.  Infrastruktur  kabel  bawah  laut 

U  Poin  dan  U  Ads,  dan  inisiatif  lain  yang  akan  terus 

global  yang  dimiliki  TelkomGroup  menghubungkan 

dikembangkan untuk mendukung TelkomGroup  sebagai  

Digital Ekosistem Hub. 

114

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian 
 
 
 
 
 
Kinerja Keuangan Segmen Wholesale and International Business Tahun 2017-2019

Segmen  WIB  berperan  untuk  memperoleh  pendapatan  eksternal  melalui  penyediaan  berbagai  layanan  seperti 

jaringan  (network),  interkoneksi,  internet,  submarine  cable,  data  center,  tower  dan  infrastruktur.  Disamping  itu  WIB 

juga berperan sebagai enabler and katalisator terhadap segmen bisnis TelkomGroup lainnya agar dapat menciptakan 

value  terbaik  bagi  TelkomGroup  secara  keseluruhan.  Hal  ini  menyebabkan  pendapatan  eksternal  segmen  WIB  lebih 

kecil  dibandingkan  pendapatan  internal.  Kontribusi  pendapatan  segmen  WIB  pada  tahun  2019  mencapai  7,9%  dari 

total pendapatan konsolidasian Telkom dan anak perusahaan, dengan nilai pendapatan WIB sebesar Rp10.609 miliar 

(US$764 juta). Tabel berikut menggambarkan kinerja segmen WIB selama tahun 2017 hingga 2019.

Segmen WIB 

2019-2018

2019

2018

2017

(%)

(Rp miliar)

(US$ juta)

(Rp miliar)

(Rp miliar)

Pendapatan 

Beban 

Hasil 

 5,2

 7,3

 10.609

 (15.691)

 (11,9)

 (5.082)

 764

 (1.130)

 (366)

 10.084

 (14.624)

 (4.540)

 7.439

 (12.333)

 (4.894)

Segmen  WIB  mengalami  pertumbuhan  total  pendapatan  segmen  sebesar  Rp112  miliar  atau  tumbuh  0,4%  menjadi 

Rp26.874 miliar (US$1.936 juta) per akhir tahun 2019. Sedangkan pendapatan konsolidasian pada tahun 2019 adalah 

sebesar Rp10.609 miliar (US$764 juta) atau 39,5% dari total pendapatan segmen, tumbuh sebesar Rp525 miliar atau 

5,2%.  Pertumbuhan  pendapatan  segmen  WIB  tahun  2019  ditopang  antara  lain  dari  pertumbuhan  layanan  wholesale 

voice  international,  A2P  SMS,  Data  Center  dan  pertumbuhan  bisnis  tower  yang  berasal  dari  peningkatan  colocation 

dan akuisisi aset. Total beban segmen WIB mencatat adanya kenaikan sebesar Rp477 milar atau tumbuh 2,3% menjadi 

Rp21.111  miliar  (US$1.521  juta)  per  akhir  tahun  2019.  Sedangkan  beban  konsolidasian  pada  tahun  2019  mengalami 

kenaikan sebesar Rp1.067 miliar atau tumbuh 7,3% menjadi Rp15.691 miliar (US$1.130 juta). Naiknya beban pada segmen 

WIB  tersebut  terutama  terkait  dengan  kenaikan  beban  langsung  (direct  cost)  wholesale  voice  international  serta 

peran utama segmen ini sebagai enabler segmen lainnya khususnya segmen Mobile, melalui penyediaan infrastruktur 

diantaranya penyediaan tower dan pembangunan kabel laut domestik. 

Segmen  WIB  pada  tahun  2018  membukukan  pendapatan  sebesar  Rp10.084  miliar,  naik  cukup  tinggi  sebesar 

Rp2.645  miliar  atau  35,6%  dari  Rp7.439  miliar  pada  tahun  2017.  Kontribusi  bisnis  digital  pada  segmen  ini  di  tahun 

2018  meningkat  menjadi  57%  dari  53%  di  tahun  2017.  Pencapaian  tersebut  terutama  disebabkan  oleh  meningkatnya 

pendapatan interkonesi internasional dari bisnis voice traffic antar negara yang dikelola oleh Telin sebesar Rp1.241 miliar. 

Peningkatan Pendapatan lainnya juga dikontribusikan oleh managed service solution dari Telkom Infra sebesar Rp996 

miliar dan pendapatan jaringan berupa lease line dan transponder sebesar Rp319 miliar. Di sisi lain, beban segmen WIB 

tercatat  Rp14.624  miliar  untuk  tahun  2018,  mengalami  peningkatan  sebesar  Rp2.291  miliar  atau  18,6%  dibandingkan 

tahun 2017. Peningkatan tersebut seiring dengan penguatan infrastruktur Telkom baik domestik maupun global, seperti 

pembangunan kabel bawah laut berbasis serat optik dan pembangunan menara telekomunikasi.

Oleh  karena  model  bisnisnya  sebagai  enabler  bagi  segmen  lainnya,  kinerja  WIB  memberikan  hasil  segmen  yang 

positif  yaitu  Rp5.763  miliar  di  tahun  2019,    Rp6.128  miliar  di  tahun  2018  dan  Rp4.800  miliar  di  tahun  2017,  sesuai 

dengan tabel pada halaman 104. Sementara hasil segmen WIB konsolidasian sebesar minus Rp5.082 miliar di tahun 

2019, minus Rp4.540 miliar di tahun 2018 dan minus Rp4.894 miliar di tahun 2017 karena pendapatan antar segmen 

pada  laporan  konsolidasian  dilakukan  eliminasi,  sementara  beban  ke  eksternalnya  tidak  dieliminasi.  Hasil  segmen 

WIB  ini  mencerminkan  peran  WIB  yang  sangat  penting  dan  strategis  dalam  memberikan  dukungan  kepada  internal 

TelkomGroup yang tercermin dalam hasil TelkomGroup secara konsolidasi, selain di saat yang sama juga harus melayani 

pelanggan eksternal.

115

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianSEGMEN LAIN-LAIN

62,9 ribu monthly 
active user di 
BLANJA.com

33,9 juta active 
user MelOn 

Segmen  Digital  menawarkan  beragam  produk  dan 

Terkait  dengan  layanan  e-commerce,  Telkom  memiliki 

layanan digital yang berbasiskan pada big data and smart 

BLANJA.com  yang  merupakan  online  marketplace  yang 

platform,  digital  advertising,  music  and  gaming,  dan 

memfasilitasi penjualan consumer-to-consumer, business-

e-commerce.  Untuk  big  data  dan  smart  platform,  kami 

to-consumer  dan  business-to-business.  Selain  melalui 

menawarkan  platform  Internet  of  Things  (IoT).  Melalui 

laman  BLANJA.com,  penjualan  atau  pembelian  produk 

platform  ini,  developer  dapat  membuat  dan  menguji 

dapat  dilakukan  melalui  IndiHome  Store  pada  IP-TV  dan 

produk IoT. 

Alfamind@IndiHome  yang  merupakan  kemitraan  antara 

toko  ritel  Alfa  dan  IndiHome.  Dengan  sekitar  62,9  ribu 

Pada  bisnis  digital  advertising,  kami  menyediakan 

monthly active users, jumlah GMV BLANJA.com mencapai 

advertising  media  solutions  untuk  kegiatan  pemasaran. 

Rp188,3  miliar  pada  tahun  2019.  Strategi  yang  dilakukan 

Kami  juga  menyediakan  ad  exchange  platform,  yaitu 

untuk  mengembangkan  BLANJA.com  antara 

lain 

platform  yang  mempertemukan  penerbit,  pengiklan, 

meningkatkan penggunaan mobile application, melakukan 

dan  agency  untuk  melakukan  aktivitas  periklanan  digital 

integrasi  dengan  LinkAja  dalam  satu  akun,  meluncurkan 

secara efektif dan efisien.

seller application, mengintensifkan penggunaan QR code, 

Kemudian  untuk  layanan  music  and  gaming,  PT  Melon 

Indonesia atau disebut “MelOn”, menjadi penyedia produk 

dan  layanan  konten  digital  music.  Per  akhir  tahun  2019, 

MelOn memiliki database music dan aplikasi online digital 

music content dengan 33,9 juta pengguna aktif, sedangkan 

jumlah  transaksi  di  aplikasi  online  digital  music  content 

MelOn  mencapai  220,3  juta  transaksi.    Layanan  music 

dan  gaming  pada  MelOn  ini  menopang  pertumbuhan 

portofolio  Digital  Lifestyle  &  Content  Telkom  sebesar 

70%.  Pada  tahun  2019,  Telkom  dan  anak  perusahaan 

secara  intensif,  mengembangkan  customer  experience 

dengan  meluncurkan  online  game  dan  mengembangkan 

komunitas gaming. Strategi ini akan terus dikembangkan 

pada tahun 2020. 

dan meningkatkan pemanfaatan big data.

Pada  praktiknya,  produk  dan  layanan  pada  segmen  ini 

dirancang  dan  dikembangkan  sesuai  dengan  kebutuhan 

konsumen di era digital saat ini. Terkait hal tersebut, pada 

tahun  2019,  TelkomGroup  terus  melanjutkan  program 

Digital  Amoeba  dan  Indigo  Creative  Nation.  Digital 

Amoeba  bertujuan  untuk  menjaring  dan  mengakselerasi 

inovasi dari internal Telkom dan anak perusahaan. Di sisi 

lain,  Indigo  Creative  Nation  merupakan  program  open 

innovation  Telkom  bekerja  sama  dengan  digital  startup 

untuk  membangun 

industri  kreatif  digital 

Indonesia 

sekaligus  mengembangkan  portofolio  bisnis  digital 

Telkom.  Anak  perusahaan  Telkom,  yaitu  PT  Metra  Digital 

Investama  atau  dikenal  dengan  MDI  Ventures  mengelola 

dan  menginvestasikan  dana  ventura  pada  digital  startup 

yang potensial.

116

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianDi  akhir  tahun  2019,  41  tim  Digital  Amoeba  yang  masih  aktif  melakukan  validasi  produk  baru  dan  proses  baru,  12  di 

antaranya  siap  untuk  diakselerasi  lebih  jauh  menjadi  portofolio  bisnis  potensial.  Kemudian,  sejak  tahun  2013,  Indigo 

Creative Nation telah menginkubasi 153 startup. Saat ini sekitar 60 startup telah komersial di pasar, bahkan 23 startup 

di  antaranya  telah  mendapatkan  pendanaan  tambahan  dari  para  investor  dalam  dan  luar  negeri.  Sejumlah  startup 

telah bersinergi dengan Telkom dalam penyediaan produk dan solusi digital seperti eTab, PrivyID, Kofera, Run System, 

Opsigo, Goers, Nodeflux, dan Sonar. 

Terkait dengan MDI Venture, saat ini sudah berinvestasi di 35 startup di 11 negara dan sampai saat ini sudah melakukan 7 

exit dengan gain yang cukup tinggi. Selain itu terdapat 2 startup yang telah melakukan Initial Public Offering (IPO) yaitu 

Whispir  di  Australian  Securities  Exchange  (ASX)  dan  Geniee  di  Tokyo  Stock  Exchange  (TSE).  Pada  tahun  2019,  MDI 

Ventures bersama dengan KB Financial Group asal Korea Selatan telah meluncurkan perusahaan dana modal ventura 

Centauri Fund. Centauri Fund bertujuan untuk mengembangkan pengalaman kedua perusahaan terhadap ekosistem 

teknologi di Asia Tenggara, termasuk mendukung startup Indonesia dan kawasan.

Kinerja Keuangan Segmen Lain-lain Tahun 2017-2019

Pendapatan pada segmen lain-lain pada tahun 2019 memberi kontribusi sebesar 0,1% pada pendapatan TelkomGroup. 

Kinerja segmen lain-lain selama tiga tahun terakhir dapat dilihat pada tabel berikut:

Segmen Lain-lain

2019-2018

2019

2018

2017

(%)

(Rp miliar)

(US$ juta)

(Rp miliar)

(Rp miliar)

Pendapatan 

Beban 

Hasil 

 51,5

 42,4

 (41,1)

 197

 (1.484)

 (1.287)

 14

 (107)

 (93)

 130

 (1.042)

 (912)

 126

 (979)

 (853)

Pada  tahun  2019,  segmen  lain-lain  mencatat  pendapatan  sebesar  Rp197  miliar  (US$14  juta)  dengan  beban  Rp1.484 

miliar  (US$107  juta).  Hal  tersebut  menyebabkan  segmen  lain-lain  mencatat  kerugian  sebesar  Rp1.287  miliar  (US$93 

juta). Jika dibandingkan dengan kinerja keuangan periode pelaporan sebelumnya, pendapatan mengalami peningkatan 

sebesar Rp67 miliar atau 51,5%, sedangkan beban meningkat sebesar Rp442 miliar atau 42,4%.

Sepanjang tahun 2018, kinerja segmen ini membukukan pendapatan sebesar Rp130 miliar, naik 3,2% dari pendapatan 

tahun 2017. Peningkatan pendapatan ini terjadi karena peningkatan transaksi di BLANJA.com maupun MelOn. Beban 

segmen lain-lain mencapai Rp1.042 miliar untuk tahun 2018, meningkat 6,4% dibandingkan beban tahun 2017 yang ini 

disebabkan peningkatan investasi di bisnis digital. Berbagai situasi tersebut, menyebabkan rugi segmen Lain-lain tahun 

2018 menjadi Rp912 miliar, meningkat 6,9% dibandingkan rugi tahun 2017.

117

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPROGRAM LEVERAGE ASSET

Telkom  memanfaatkan  aset  properti  berupa  lahan  dan  atau  bangunan  milik  perusahaan  melalui  pendayagunaan 

properti  (asset  leveraging).  Sejauh  ini  Telkom  telah  berkolaborasi  dengan  pemain  lokal  dan  global  terkemuka  dalam 

pengembangan  bisnis  Food  &  Beverage  (F&B),  perhotelan,  coworking  space  dan  industri  ritel  dalam  kerangka 

bisnis  “Strategic  &  Retail  Partnership”.  Tujuan  dari  program  ini  adalah  untuk  menggali  potensi  pendapatan  dari  aset 

yang  belum  optimal,  meningkatkan  efisiensi,  dan  mengurangi  biaya  pemeliharaan  aset.  Dalam  kerja  sama,  Telkom 

menyediakan solusi layanan dalam penyediaan konektivitas data atau akses internet, call center, security dan produk 

lainnya  sebagai  fasilitas  tambahan  sehingga  secara  tidak  langsung  memberi  peningkatan  nilai  aset  dan  membantu 

diversifikasi ekosistem digital Telkom. Pendayagunaan aset di lingkungan TelkomGroup sebagian besar dilakukan oleh 

anak perusahaan Telkom yaitu PT Graha Sarana Duta (Telkom Property).

Dalam prakteknya, manajemen properti Telkom juga melayani kebutuhan group dalam penyediaan ruang kerja yang 

efisien,  ruangan  perangkat  jaringan,  dan  ruang  perkantoran  yang  kondusif  bagi  karyawan  dan  mitra.  Jenis  layanan 

ini masuk kedalam proyek “Synergy Group”. Aset yang dimanfaatkan berupa bangunan dengan fungsi node jaringan 

Telkom,  titik  penjualan  (sales  point),  pusat  layanan  pelanggan  (customer  service  center),  kantor  pusat  dan  cabang, 

dan bisnis lainnya. Tujuan dari proyek ini adalah untuk mencapai skala ekonomi (economic of scale) dan efisiensi biaya  

(cost efficiency).

Pada tahun 2019, asset leveraging program telah membukukan external revenue sebesar Rp455,2 miliar dengan kontribusi 

paling besar bersumber dari bisnis retail (penyewaan lahan dan bangunan untuk tenant diluar TelkomGroup) sebesar 

27,4%. Nilai tersebut diperoleh dari hasil pendayagunaan beberapa proyek properti komersial, seperti pengembangan 

bisnis  jaringan  hotel  (Nexa  Makassar),  F&B  (McDonald’s  di  Jambi,  Pizza  Hut  di  Bandung)  dan  kerja  sama  retail  lain 

(SPBU di Semarang).

Nexa – Mercure Makassar

McDonald’s Jambi

Pizza Hut Setiabudi -  Bandung

SPBU Semarang

118

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianASPEK PEMASARAN

PANGSA PASAR 

Persaingan  untuk  meningkatkan  pangsa  pasar  di  industri  telekomunikasi  digital  sangat  dipengaruhi  oleh  teknologi 

yang  berubah  pesat.  Oleh  sebab  itu,  Telkom  dan  anak  perusahaan  selalu  memantau  perkembangan  teknologi  dan 

merespon dinamika pasar dengan mengadopsi teknologi baru. Pada praktiknya, TelkomGroup terus menyesuaikan dan 

menciptakan  produk,  layanan,  standar,  dan  model  bisnis  yang  baru  sejalan  dengan  perubahan  teknologi.  Lebih  jauh 

lagi, Telkom dan anak perusahaan melakukan investasi yang substansial untuk mengembangkan produk dan layanan 

tambahan, sehingga dapat memberikan value yang berbeda dibandingkan dengan value produk dan layanan kompetitor.

Pangsa Pasar Segmen Mobile

Anak  perusahaan  Telkom,  yaitu  Telkomsel,  memiliki  171,1  juta  pelanggan  seluler  tahun  2019,  termasuk  110,3  juta 

pelanggan mobile broadband. Jumlah tersebut naik dari 163,0 juta pelanggan seluler pada tahun 2018. Berdasarkan 

jumlah pelanggan, kami mengestimasi pangsa pasar Telkomsel pada tahun 2019 untuk segmen seluler mencapai 59,6% 

naik dari 59,1% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. 

Indosat  dan  XL  Axiata  merupakan  pesaing  utama  Telkomsel  pada  segmen  Mobile.  Selain  kedua  operator  tersebut, 

pada  tahun  2019  Telkomsel  melihat  adanya  peningkatan  persaingan  di  Indonesia  dari  operator  seluler  lainnya. 

Beberapa  di  antaranya  yaitu  PT  Hutchison  3  Indonesia  (“Hutchison”)  yang  merupakan  bagian  dari  Hutchison  Asia 

Telecom  Group  dan  beroperasi  di  bawah  merek  “3”  atau  “Tri”,  serta  kelompok  usaha  Sinar  Mas  Group,  yaitu  

PT Smartfren Telecom Tbk. (“Smartfren Telecom”).

Diagram Market Share Pelanggan Seluler Telkomsel dengan Kompetitor Tahun 2017-2019

Market Share Pelanggan Seluler
(%)

45,5%

54,5%

40,9%

59,1%

40,4%

59,6%

150,0 %

100,0 %

50,0 %

0,0 %

2017

2018

2019

Kompetitor

Telkomsel

Persaingan pada segmen Mobile, selain dipengaruhi oleh perubahan teknologi, juga dipengaruhi oleh penggabungan 

usaha, akuisisi dan konsolidasi di antara penyedia layanan seluler. Para operator seluler berpotensi untuk melakukan 

hal-hal tersebut untuk mengurangi biaya operasi dan meningkatkan alokasi spektrum yang lebih luas. Dengan demikian, 

operator  seluler  memiliki  sumber  daya  dan  peluang  yang  lebih  besar  untuk  menambah  keunggulan  usaha.  Dari  sisi 

Pemerintah,  Kementerian  Komunikasi  dan  Informatika  (Kominfo)  mendukung  upaya  penggabungan,  akuisisi  dan 

konsolidasi dengan tidak menerbitkan lisensi baru atau tambahan bagi operator seluler.

Salah satu contoh yang terjadi yaitu akuisisi XL Axiata terhadap saham mayoritas PT Axis Telekom yang telah dilakukan 

sejak tahun 2014. Setelah akuisisi, XL Axiata memperoleh alokasi frekuensi tambahan untuk menyediakan layanan 4G / 

LTE. XL Axiata juga memperbesar basis pelanggannya dengan serta mengambil alih pelanggan PT Axis Telekom.

119

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianSelain  teknologi,  pangsa  pasar  segmen  Mobile  juga  dipengaruhi  berbagai  faktor  lainnya,  seperti  persaingan  harga, 

persaingan dengan OTT yang menyediakan layanan voice dan text, serta kemampuan memperluas jaringan. Berbeda 

dengan  tahun-tahun  sebelumnya,  intensitas  persaingan  harga  pada  tahun  2019  sedikit  berkurang.  Meski  demikian, 

tekanan  harga  dapat  berlanjut  di  masa  depan  seiring  dengan  semakin  meningkatnya  persaingan  operator  seluler 

dengan OTT yang didukung oleh penetrasi penggunaan smartphone di Indonesia. Dalam menghadapi persaingan pada 

tahun 2019, beberapa kompetitor juga berupaya meningkatkan cakupan layanan dengan melakukan ekspansi ke luar 

Jawa.

Dari  seluruh  tantangan  yang  harus  dihadapi,  tantangan  terbesar  Telkom  dan  anak  perusahaan  pada  segmen  Mobile 

yaitu persaingan menghadapi OTT. Telkomsel menghadapi peningkatan akuisisi pelanggan oleh OTT yang sangat cepat, 

yang didukung oleh maraknya teknologi baru yang lebih efektif dan efisien dalam memberikan layanan voice dan text. 

Hal ini berisiko pada hilangnya pangsa pasar dan dapat merugikan bisnis, keuangan, dan operasi Telkomsel. 

Pangsa Pasar Segmen Consumer

Pada segmen Consumer, TelkomGroup memiliki produk dan layanan utama IndiHome yang bersaing dengan penyedia 

layanan fixed broadband lainnya dengan brand First Media, BizNetHome, MNC Play dan MyRepublic. Di antara pesaing, 

First Media memiliki jumlah pelanggan terbesar. Dalam hal segmentasi pelanggan, MNC Play dan MyRepublic menjadi 

pesaing  yang  menargetkan  pelanggan  rumah  tangga  kelas  menengah  dan  atas  di  Jabodetabek,  sedangkan  BizNet 
sangat kompetitif pada pasar korporat, khususnya di Jawa dan Bali. Selain itu, XL Axiata dan Indosat juga mulai masuk 

ke layanan rumah dengan meluncurkan produk XL Home dan Indosat GIG.

Sepanjang tahun 2019, pemasaran dan penjualan IndiHome tetap fokus pada potensi pelanggan di berbagai segmen di 

seluruh Indonesia. Meski menghadapi persaingan yang kompetitif, per akhir tahun 2019, TelkomGroup berhasil meraih 

1,9  juta  tambahan  pelanggan  baru,  sehinggal  total  jumlah  pelanggan  IndiHome  menjadi  7,0  juta  pelanggan.  Dengan 

pencapaian  tersebut,  pangsa  pasar  fixed  broadband  yang  dikuasai  sebesar  86,5%  berdasarkan  perhitungan  internal 

kami. Posisi ini lebih besar dari tahun sebelumnya dengan penguasaan pasar 84,5%. Keberhasilan meningkatkan pangsa 

pasar ini didukung oleh peningkatan jangkauan infrastruktur akses, strategi pemasaran yang tepat dan pemanfaatan 

teknologi informasi yang mampu meningkatkan kualitas layanan dan kepuasan pelanggan.

Diagram Market Share Fixed Broadband Telkom dan Kompetitor Tahun 2017-2019

Market Share Fixed Broadband
(%)

18,9%

81,1%

15,5%

84,5%

13,5%

86,5%

100,0 %

80,0 %

60,0 %

40,0 %

20,0 %

0,0 %

2017

2018

2019

Kompetitor

Telkom

Berbeda halnya dengan fixed broadband, produk dan layanan fixed voice mengalami pertumbuhan negatif selama tahun 

2019. Jumlah pelanggan dari fixed wireline (POTS) mengalami penurunan sebesar 15,7% atau 1,7 juta pelanggan pada 

tahun 2019. Dalam beberapa tahun terakhir, melalui produk IndiHome, TelkomGroup telah mengupayakan migrasi para 

pelanggan dari produk dan layanan home legacy ke IndiHome yang memadukan fixed voice dengan fixed broadband,  

IP-TV dan digital dalam satu produk dan layanan. Meski demikian, TelkomGroup masih menghadapi tantangan yang 

besar dari pertumbuhan OTT yang masif. 

120

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPangsa Pasar Segmen Enterprise

Persaingan pasar pada segmen Enterprise mencakup beberapa jenis produk dan layanan, di antaranya yaitu connectivity, 

satellite, IT services, serta data center dan cloud. Terdapat perubahan strategi yang memasukkan digital service seperti 

Internet of Things (IoT), cyber security, big data, dan digital ads sebagai bagian dari segmen Enterprise. 

Untuk segmen Enterprise, TelkomGroup diperkirakan memiliki pangsa pasar bandwidth in service sebesar 74% pada 

tahun 2019, naik dari 73% pada tahun sebelumnya. Melalui anak perusahaan Telkom Sigma, estimasi kami atas pangsa 

pasar untuk system integration yang diraih mencapai 41,3% pada tahun 2019, turun dari 55,4% pada tahun 2018. 

Diagram Market Share System Integration Telkom Sigma dan Kompetitor Tahun 2017-2019 

Market Share System Integration
(%)

41,0%

59,0%

44,6%

55,4%

58,7%

41,3%

100,0 %

75,0 %

50,0 %

25,0 %

0,0 %

2017

2018

2019

Kompetitor

Telkom Sigma

Kemudian  dari  perhitungan  internal  kami,  pangsa  pasar  Business  Process  Outsourcing  (BPO)  yang  diperoleh  anak 

perusahaan Telkom, yaitu Infomedia naik dari 41% pada periode pelaporan 2018 menjadi 43% pada tahun 2019. Dalam 

hal produk dan layanan satelit, per 31 Desember 2019, TelkomGroup tercatat menguasai 44% pangsa pasar bisnis satelit, 

naik dari 37% pada tahun 2018.

Pada  tanggal  31  Desember  2019,  TelkomGroup  menyediakan  bandwidth  secara  total  1.571  Gbps  kepada  pelanggan 

broadband dan 1.425 Gbps untuk pelanggan layanan komunikasi data. Jumlah tersebut secara total meningkat sebesar 

3,3% dibandingkan tahun sebelumnya.

Pangsa Pasar Segmen Wholesale & International Business

Pangsa  pasar  pada  segmen Wholesale  &  International  Business  secara  umum  mencakup  pasar  carrier  traffic,  carrier 

network, tower, dan managed infrastructure services.

Carrier Traffic -   Berdasarkan data dan perhitungan internal, Telkom masih menjadi  pemimpin pasar interkoneksi voice 

dengan  menguasai    pangsa  pasar  sebesar  74%,  meskipun  dari  sisi  produksi  Telkom  mengalami  penurunan  sebesar 

16,3%.  Demikian  juga  dengan  pasar  terminasi/  originasi  voice,  Telkom  menguasai  pangsa  pasar  sebesar  71%  dengan 

penurunan produksi sebesar 27,5%.

Carrier Network – Berdasarkan data dan perhitungan internal, Telkom masih menjadi pemimpin pasar wholesale network 

dengan  pangsa  pasar  sebesar  60%  (untuk  produk-produk  seperti  Metro  E,  Leased  line  dll  dan  juga  termasuk  pasar 

Telkomsel). Adapun pangsa pasar wholesale domestic untuk produk IP Transit saat ini adalah sebesar 10,6% (mengalami 

kenaikan  dari  tahun 2018 yang sebesar 9,3% sesuai data internal).

121

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianTower - Mitratel sebagai anak perusahaan Telkom bersaing dengan berbagai perusahaan dalam menyediakan produk 

dan layanan tower. Beberapa perusahaan kompetitor diantaranya PT Tower Bersama Infrastructure Tbk., PT Profesional 

Telekomunikasi Indonesia, PT Solusi Tunas Pratama Tbk., PT. Inti Bangun Sejahtera Tbk., PT Centratama Telekomunikasi 

Indonesia Tbk., PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk. dan PT. Bali Towerindo Sentra Tbk. Pangsa pasar Mitratel pada 

tahun 2019 naik 4.1%, dari 19,8% pada tahun 2018 menjadi 23,9% pada tahun 2019 berdasarkan perhitungan internal. 

Meningkatnya pangsa pasar tersebut dipicu oleh pembelian 1.017 tower Persada Sokka Tama pada Bulan Maret 2019 

dan 2.100 tower Indosat oleh Mitratel pada Bulan Oktober 2019 

Diagram Market Share Tower Mitratel dan Kompetitor Tahun 2017-2019 

Market Share Tower
(%)

80,5%

19,5%

80,2%

19,8%

76,1%

23,9%

120,0 %

100,0 %

80,0 %

60,0 %

40,0 %

20,0 %

2017

2018

2019

Kompetitor

Mitratel

Selanjutnya, TelkomGroup akan menghadapi tantangan besar terkait rencangan regulasi yang mewajibkan perusahaan 

telekomunikasi untuk berbagi infrastruktur dan kapasitas jaringan. Saat ini, TelkomGroup memiliki kapasitas infrastruktur 

jaringan terluas di Indonesia. Adanya regulasi tersebut akan mengurangi daya saing TelkomGroup karena kompetitor 

dapat menggunakan jaringan infrastruktur Telkom dan anak perusahaan dengan modal dan beban yang lebih terjangkau.

Pangsa Pasar Segmen Digital dan Lainnya

Persaingan pada segmen digital sangat luas dan dapat mencakup berbagai sektor usaha, seperti transportasi, retail dan 

keuangan. TelkomGroup memiliki platform e-commerce BLANJA.com yang memberikan kemudahan bagi masyarakat 

Indonesia untuk membeli produk secara online, termasuk dari penjual di seluruh dunia melalui ebay. Estimasi kami pada 

tahun  2019,  BLANJA.com  tercatat  memiliki  pangsa  pasar  1,2%  dari  seluruh  nilai  transaksi  e-commerce  di  Indonesia. 

Dengan sekitar 62,9 ribu monthly active users, jumlah transaksi BLANJA.com mencapai Rp188,3 miliar pada tahun 2019. 

Pada  tahun  2018,  TelkomGroup  telah  mengakuisisi  51%  saham  PT  Swadharma  Sarana  Informatika  (SSI)  yang  telah 

berpengalaman  selama  20  tahun  mengelola  layanan  manajemen  ATM  bagi  bank-bank  besar  di  Indonesia.  Per  31 

Desember 2019, SSI tercatat mengelola tidak kurang dari 23.000 ATM di seluruh Indonesia. Dengan jumlah yang cukup 

signifikan tersebut, Telkom dan anak perusahaan dapat memanfaatkan portofolio usaha tersebut secara strategis.

122

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianSTRATEGI PEMASARAN 

Strategi  pemasaran  Telkom  dan  anak  perusahaan 

dilakukan  secara  strategis  dan  komprehensif,  yang 

menekan pada penguatan brand dan pertumbuhan sales. 

Dengan dukungan jalur distribusi produk dan layanan yang 

kompetitif,  TelkomGroup  menjalankan  berbagai  strategi 

pemasaran  sesuai  dengan  segmen  dan  sasaran  serta 

target  pasar  produk  dan  layanannya.  Sepanjang  tahun 

2019,  strategi  pemasaran  Telkom  dan  anak  perusahaan 

mencakup strategi Above The Line (ATL) dan Below The 

Line  (BTL),  antara  lain  iklan  media  cetak  dan  elektronik, 

promosi dan sponsorship kegiatan acara atau events.

Consumer

Pada  segmen  Consumer,  IndiHome  yang  menawarkan 

fixed voice, fixed broadband, IP-TV dan digital merupakan 

produk  dan  layanan  utama  TelkomGroup.  Melanjutkan 

strategi  tahun  sebelumnya,  TelkomGroup  menerapkan 

strategi pemasaran IndiHome yang komprehensif, antara

lain melalui digital channel, pemberian harga promo serta

kampanye dan promosi seperti Sensasi Extra Akhir Tahun,

Fantasic Deal, Semarak Kebahagiaan, dan Promo Rumah 

Ceria.  Strategi  pemasaran  IndiHome  juga  menerapkan 

program point bagi tenaga penjualan untuk meningkatkan

kinerja sales, terutama di akhir pekan dan di hari libur saat

calon  pelanggan  tidak  beraktivitas  di  luar  rumah.  Dalam 

menghadapi pesaing, TelkomGroup menawarkan program

bundling 

yang  memberikan  nilai 

lebih 

kepada  

pelanggan IndiHome. 

Sebagai  upaya  memenuhi  kebutuhan  pelanggan  dan 

meningkatkan  customer  experience,  kami  meluncurkan 

IndiHome  200Mbps,  300Mbps  dan  1Gbps.  Kami  juga 

meluncurkan  IndiBox,  layanan  OTT  berbasis  Android  TV 

Box  sehingga  pelanggan  dapat  menikmati  StreamingTV, 

Musik,  Games,  Application  dan  Video  on  demand.  Kami 

terus memperkaya beragam saluran UseeTV kami dengan 

saluran  baru  seperti  Warner  Bros  TV,  tvN,  IDX  Channel, 

dan  Champions  TV  yang  menyiarkan  pertandingan 

Liga  Champions  UEFA.  Kami  juga  menawarkan  kepada 

pelanggan  untuk  meningkatkan  kecepatan  internat  dan 

akses konten OTT seperti iflix, HOOQ dan CATCHPLAY+. 

Untuk  menyesuaikan  pilihan  minipack  sesuai  dengan 

preferensi  dan  kemampuan  pelanggan,  kami  menambah 

jumlah minipack menjadi 20, lebih banyak dari 18  minipack 

pada tahun sebelumnya.

Segmen  Consumer  memperkuat  pemasaran  produk  dan 

layanan  IndiHome  pada  pelanggan  residensial,  termasuk 

pelanggan  apartemen  dan  premium  cluster  dengan 

melakukan  pemasaran  yang  intensif  dan  meningkatkan 

retensi  pelanggan  secara  strategis.  Penggunaan  basis 

data  pelanggan  yang  kuat  membuat  IndiHome  mampu 

menyediakan  layanan  yang  lebih  menarik  sesuai  dengan 

profil  dan  karakter  pelanggan  untuk  meningkatkan 

customer  experience.  TelkomGroup  juga  menerapkan 

customer 

relations  management 

yang 

sanggup 

mengidentifikasi  dan  menyelesaikan  masalah  pelanggan 

secara  proaktif  sehingga  memberikan  rasa  nyaman  bagi 

pelanggan IndiHome.

Dengan  strategi  pemasaran  yang  telah  dijalankan, 

sepanjang 

tahun 

2019, 

TelkomGroup 

berhasil 

meningkatkan  jumlah  pelanggan  fixed  broadband  dan 

IndiHome menjadi 9,0 juta dan 7,0 juta pelanggan. Di sisi 

lain, jumlah pelanggan  fixed wireline atau POTS tumbuh 
negatif menjadi 9,4 juta pelanggan.

Mobile 

Untuk segmen Mobile, pada tahun 2019 kami memfokuskan 

strategi  pemasaran  kami  agar  selaras  dengan  segmen 

pelanggan  tertentu  dan  penawaran  yang  dipersonalisasi 

disampaikan  melalui  saluran  digital  untuk  implementasi 

yang  efisien.  Telkomsel  juga  fokus  dalam  meningkatkan 

pertumbuhan  muatan  dan  memperoleh  pengguna  data 

serta  mendorong  mereka  untuk  menghabiskan  lebih 

banyak,  terutama  untuk  data  dan  produk  digital,  sambil 

terus  mendukung  penggunaan  produk  lawas.  Untuk 

merangsang  penggunaan  yang  lebih  tinggi,  Telkomsel 

bermitra  dengan  beberapa  pihak  untuk  memperkaya 

konten  pada  platform  yang  ada  dan  terus  menawarkan 

program  “more  for  more”,  yang  pada  akhirnya  akan 

mendorong penciptaan nilai dan peningkatan ARPU. Kami 

juga meluncurkan program OMG! (Oh My Gigabyte!) Yang 

memungkinkan  pelanggan  untuk  mengakses  aplikasi 

populer.  Upaya  kami  untuk  meningkatkan  ARPU  kami 

termasuk  menyediakan  gaya  hidup  digital  dan  layanan 

pembayaran  digital  yang  kami  sediakan  sebagai  layanan 

kehidupan digital berbasis mobile.

Pada  tahun  2019,  kami  terus  memperkenalkan  produk-

produk  baru  dan  mengubah  opsi  paket  seluler  kami 

untuk menarik minat berbagai kelompok pelanggan kami. 

Misalnya, kami meluncurkan by.U sebagai layanan prabayar 

yang  menargetkan  pengguna  muda  yang  menawarkan 

pengalaman “customer-centric” kepada pelanggan karena 

mereka  bebas  untuk  memilih  dari  berbagai  layanan. 
untuk  memperkuat  posisi  MAXStream  dalam  industri 

streaming video, kami bermitra dengan penyedia konten 

video untuk memperkaya konten dan platformnya. Terkait 

game,  kami  meluncurkan  game  kedua  kami,  Lord  of 

Estera. Selain itu kami juga memiliki Langitmusik sebagai 

123

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasianlayanan  streaming  musik.  Kami 

juga  meningkatkan 

Wholesale and International Business

peluang  bagi  pelanggan  untuk  menggunakan  LinkAja, 

termasuk  memperluas  kemampuan  untuk  menggunakan 

Segmen  Wholesale  and  International  Business  melayani 

LinkAja kepada non-pelanggan dan berkolaborasi dengan 

Other License Operators (OLO), service providers, digital 

mitra  tambahan  seperti  layanan  taksi,  pompa  bensin 

player  global  wholesaler  and  carrier,  dan  perusahaan 

dan operator makanan dan minuman untuk penggunaan 

yang terkait dengan produk atau layanan Telkom seperti 

LinkAja sebagai pembayaran.

international data center atau International Private Leased 

Circuit  (IPLC)  selain  pelanggan  ritel  Mobile  Network 

Per  tanggal  31  Desember  2019,  TelkomGroup  tercatat 

Operator  (MNO)  dan  Mobile  Virtual  Network  Operator 

memiliki  171,1  juta  pelanggan  seluler,  yang  terdiri  dari 

(MVNO) internasional. Strategi pemasaran yang dijalankan 

164,7  juta  pelanggan  prabayar  dan  6,4  juta  pelanggan 

pada segmen ini, antara lain:

pascabayar.  Dari  total 

jumlah  tersebut,  pelanggan 

•  Menawarkan  skema  bisnis  yang  menarik  untuk 

broadband seluler mencapai 110,3 juta pelanggan.

Enterprise 

portofolio  voice  traffic,  yaitu  melalui  bundling  produk 

dan layanan voice traffic dengan harga kompetitif yang 

sesuai dengan kualitas layanan.

•  Meningkatkan 

layanan, 

seperti 

kualitas 

dan 

Strategi  pemasaran  TelkomGroup  untuk 

segmen 

jangkauan,  untuk  pusat  data 

internasional  dan  

Enterprise sepanjang tahun 2019 menggunakan beberapa 

pelanggan connectivity.

pendekatan.  Bagi  pelanggan  korporasi  besar,  terdapat 
Account Manager yang menjadi jalur interaksi utama dalam 

menyediakan layanan end-to-end, dimulai dari inisiasi awal 

sampai  layanan  purna  jual.  Kemudian,  untuk  pelanggan 

•  Menawarkan  solusi  tower  yang  end-to-end  kepada 

pelanggan,  seperti  built  to  suit  (penyewaan  tower 

yang  disesuaikan 

lokasi  dan  spesifikasinya),  co-

location,  pemeliharaan 

tower  yang  berdekatan,  

pemerintah,  TelkomGroup  menempatkan  Government 

dan layanan lainnya.

Relationship Officer (GRO) yang bertanggung jawab untuk 

•   Menggarap  pasar  digital  platform  seperti  CDN 

mengelola  relasi  dengan  lembaga  Pemerintah,  termasuk 

(Content  Delivery  Network),  Data  Center  dan  layanan 

juga  dalam  hal  pengelolaan  dan  perpanjangan  kontrak 

digital platform lainnya.

pekerjaan.  Yang  ketiga,  Telkom  dan  anak  perusahaan 

•  Menjajaki  pasar 

regional  yang 

terkait  dengan 

memiliki Business Account Manager (BAM) yang melayani 

ketersediaan kabel bawah laut.

pelanggan unit Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan Tele 

Account  Management  (TAM)  yang  melayani  usaha  kecil, 

Selanjutnya,  dalam  menerapkan  strategi  pemasaran, 

serta  mekanisme  Value-added  Reseller  yang  melayani 

Telkom  dan  anak  perusahaan  memiliki  beberapa 

usaha mikro.

pendekatan  manajemen 

layanan  pelanggan  untuk 

pelanggan  wholesale 

and 

international  business. 

Pada 

tahun  2019,  Telkom  dan  anak  perusahaan 

Pendekatan  tersebut  di  antaranya  yaitu  menyediakan 

merumuskan  dan  menjalankan  program  “Disruptive 

seperti  Account  Manager,  OLO  care  center,  wholesale 

Digitized  Nation”  sebagai  payung  besar  strategi 

digital  touch  point  Apps  (domestik  dan  internasional), 

pemasaran segmen Enterprise, yang terdiri dari:
•  Ignite  DISRUPTIVE  Government  Initiatives;  di  mana 
Telkom bertujuan menjadi mitra Pemerintah di bidang 

penyediaan  teknologi  dan 

layanan 

Informasi  dan 

dan  World  Hub  Operation  Command  Center  (WHOCC) 

yang  mendukung  kegiatan  usaha  segmen  ini  selama  24 

jam setiap hari.

Komunikasi (ICT) berkolaborasi pada proyek strategis 

Pelanggan Layanan Digital dan Lainnya

ICT yang berfokus pada digital customers experience;
•  Lead  End  to  End  Enterprise  DIGITIZED  Ecosystem;  di 
mana  Telkom  memasarkan  solusi  end-to-end  digital 

ICT kepada pelanggan korporat dengan menyediakan 

solusi 

khusus  dan 

segmented  untuk 

setiap  

pelanggan; dan;

•  Build  NATION’s  Digital-Driven  SMB;  di  mana  Telkom 
memasarkan solusi dasar ICT dalam bentuk massifikasi 

Strategi  pemasaran  Telkom  untuk 

layanan  digital 

services  fokus  pada  strengthening  dan  improving  digital 

innovation, yaitu:
•  Memperkaya konten digital;  
•  Menciptakan layanan digital dengan fitur yang unik;
•  Meningkatkan  brand,  platform,  operasional  dan 

customer experience;

layanan  connectivity  dan  paket-paket  solusi  kepada 

•  Membangun  model  bisnis  digital  guna  mendukung 

UKM  di  Indonesia  melalui  penyediaan  digital  platform 
yang tepat untuk memberikan pengalaman.

ekonomi digital nasional;

•  Memanfaatkan aset dan inventori untuk meningkatkan 

layanan digital dan customer experience;

Pada  tahun  2019,  strategi  pemasaran  pada  segmen 

Enterprise  dapat  mendorong  pertumbuhan  basis 

•  Mengembangkan portofolio bisnis digital dan menjadi 
Indonesia  dengan 

bagian  dari  ekosistem  digital 

pelanggan TelkomGroup menjadi 303.308 pelanggan.

berinvestasi pada digital startup.

124

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPada  praktiknya,  penerapan  strategi  pemasaran  dan 

menyediakan 

informasi 

layanan  pembelian  paket  dan 

penjualan  oleh  TelkomGroup  sepanjang  tahun  2019 

produk serta sebagai account management.

pada  segmen  ini  disesuaikan  dengan  kebutuhan  dan 

karakteristik pelanggan. TelkomGroup memiliki customer 

Untuk pelanggan Enterprise, kami menawarkan My Telkom 

care dan channel management, termasuk contact center 

Digital Solution (MyTDS), digital touch point yang berpusat 

dan  dedicated  account  management  untuk  perusahaan 

pada pengguna yang mendigitalkan dan menyederhanakan 

besar, website, dan media sosial. 

proses bisnis untuk meningkatkan produktivitas dan kinerja 

Selain  itu,  terdapat  juga  layanan  e-commerce  melalui 

BLANJA.com 

sebagai 

online  marketplace 

yang 

memfasilitasi  penjualan  customer-to-customer,  business-

to-customer  dan  business-to-business.  Kemudian, 

TelkomGroup menyediakan layanan konten digital melalui 

MelOn  sebagai  penyedia  konten  digital  untuk  music 

database dan aplikasi konten digital music secara online.

JARINGAN DISTRIBUSI

Digital Touch Point

dalam  memberikan  layanan  kepada  pelanggan.  MyTDS 

juga meningkatkan pengalaman pengguna bagi Pelanggan 

Korporat.  Pengguna  berinteraksi  dengan  kami  di  aplikasi 

seluler  dan  platform  web.  MyTDS  memberikan  akses  ke 

katalog produk, menghasilkan kutipan digital, melacak tiket 

pengiriman, dan memungkinkan pelanggan untuk meminta 

dukungan  karena  pelanggan  dapat  melaporkan  gangguan 

layanan dengan menggunakan MyTDS untuk menghasilkan 

tiket  rilis  yang  membuat  catatan  gangguan.  Pelanggan 

Korporat juga dapat mengakses SLG dan MRTG.

TelkomGroup menyediakan jaringan distribusi digital touch 

Digital  Touch  Point  bukan  hanya  upaya  TelkomGroup 
membuka jaringan distribusi yang luas dengan memanfaatkan 

point  yang  berbasis  aplikasi  web  dan  mobile,  khususnya 

digitalisasi. Di sisi lain, Digital Touch Point juga dimaanfatkan 

bagi  pelanggan  IndiHome  dan  korporat.  Untuk  pelanggan 

oleh  Telkom  untuk  mengukur  pengalaman  pelanggan 

IndiHome,  TelkomGroup  menyediakan  layanan  self-care 

dengan metode standar Net Promoter Score (NPS). Dengan 

berbasis  aplikasi  mobile  yang  disebut  myIndiHome,  yang 

demikian, Telkom dan anak perusahaan  memiliki data dan 

memungkinkan  pelanggan  melakukan  permintaan  pasang 

informasi  yang  akurat  guna  meningkatkan  kualitas  produk 

baru,  pengelolaan  tagihan  dan  pembayaran.  Lebih  jauh 

dan layanan serta pengalaman pelanggan ke depan.

lagi,  pelanggan  juga  dapat  menyampaikan  laporan  dan 

memonitor  masalah  jaringan,  serta  mengakses  layanan 

Saat  ini,  sebanyak  5  juta  pengguna  telah  mengunduh  dan 

video  on  demand  dan  program  reward  pelanggan.  Selain 

memanfaatkan myIndiHome. Kemudian untuk MyTelkomsel, 

IndiHome,  anak  perusahaan  Telkom  yaitu  Telkomsel 

terdapat  18  juta  pengguna  sudah  memanfaatkan  berbagai 

menyediakan  MyTelkomsel.  Layanan 

ini  merupakan 

fitur layanan aplikasi tersebut.

aplikasi  self-care  mobile  bagi  pelanggan  Telkomsel  yang 

myIndiHome

MyTelkomsel

MyTDS

125

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian 
Customer Service Point

Sales Specialist

Customer  Service  Point  merupakan  salah  satu  bentuk 

Dalam  memenuhi  kebutuhan  teknis  pelanggan  korporat, 

upaya TelkomGroup untuk menjangkau pelanggan secara 

TelkomGroup  memiliki  sales  specialist  yang  bertugas 

langsung  untuk  memberikan  solusi  layanan  dan  produk 

mengidentifikasi  dan  merancang  kebutuhan 

teknis 

Telkom  dan  anak  perusahaan.  Pada  akhir  tahun  2019, 

pelanggan. Dalam menjalankan tugasnya, sales specialist 

TelkomGroup  memiliki  408  outlet  Plasa  Telkom  dan  422 

bekerja  sama  dengan  account  manager.  Per  akhir  tahun 

GraPARI center di Indonesia, serta 5 GraPARI luar negeri 

2019,  terdapat  186  orang  yang  menjadi  sales  specialist 

(Saudi  Arabia,  Hong  Kong  dan  Taiwan)  dan  9  GraPARI 

untuk Telkom dan anak perusahaan. 

TelkomGroup.  Selain  itu,  Telkom  dan  anak  perusahaan 

juga mengoperasikan 324 unit mobile GraPARI dan 1.078  

Channel Partner

unit IndiHome Sales Car.

Bagi pelanggan enterprise, Telkom bekerja sama dengan 

Authorized  Dealers,  Retail  Outlets  dan 
Modern Channel

VAR (Value Added Reseller) yang melaksanakan aktifitas 

penjualan  dan  pemasaran  untuk  memenuhi  permintaan 

pelanggan  enterprise  yang  spesifik  dan  bagi  pelanggan 

Telkom  dan  anak  perusahaan  mengoperasikan  jaringan 

retail  untuk  menawarkan  paket  retail.  Telkom 

juga 

authorized dealers and retail outlets di seluruh Indonesia, 

bekerjasama  dengan  pihak  ketiga  untuk  melakukan 

khususnya untuk menyediakan produk Telkomsel, seperti 

aktifitas penjualan melalui event tertentu.

kartu  perdana,  kartu  SIM  prabayar  dan  top-up  voucher. 

Jaringan  distribusi  ini  bersifat  non-eksklusif  dengan 

Website

diskon pada semua produk yang dipasarkan. 

Partnership Stores

Laman  www.telkom.co.id,  www.telkomsel.com  dan  www.

indihome.co.id merupakan jalur yang bisa diakses secara 

digital  untuk  memudahkan  pelanggan  TelkomGroup 

Selain  mengoperasikan 

sendiri 

jaringan  distribusi, 

untuk mendapatkan produk dan layanan yang diinginkan. 

TelkomGroup  juga  bekerjasama  dengan  berbagai  outlet 

Beberapa fitur layanan yang tersedia pada laman tersebut 

pemasaran pihak  ketiga. Melalui skema ini, TelkomGroup 

antara lain e-billing, registrasi, informasi collective billing, 

memperluas  jaringan  distribusinya,  antara  lain  melalui 

dan pengajuan keluhan.

toko komputer, toko elektronik, jaringan ATM perbankan, 

serta jaringan bisnis lainnya. 

Social Media

Contact Center 

Di  era  digital  saat 

ini,  pemanfaatan  media  sosial 

menjadi  kebutuhan  bagi  perusahaan  untuk  menjangkau 

TelkomGroup  memiliki  contact  center  yang  membantu 

pelanggannya secara luas dan efisien. Sama halnya dengan 

pelanggan untuk mengakses produk dan layanan. Melalui 

TelkomGroup  yang  memanfaatkan  social  media  seperti 

contact  center,  pelanggan  dapat  mengecek  tagihan, 

Facebook,  Instagram  dan  Twitter,  untuk  memberikan 

mendapatkan informasi promosi, menyampaikan keluhan 

informasi  dan  berkomunikasi  mengenai  produk  dan 

serta  mengakses  fitur  layanan.  Contact  center  24  jam 

layanan dengan pelanggan.

TelkomGroup  saat  ini  beroperasi  di  Jakarta,  Semarang, 

Bandung, Surabaya, dan Malang. 

LinkAja

Account Management Team

TelkomGroup  memiliki  aplikasi  digital  wallet  yang 

memudahkan  pelanggan  untuk  membeli  paket  layanan 

TelkomGroup  memiliki  account  management  team  yang 

data atau suara. Selain itu, aplikasi ini juga menyediakan 

bertanggung jawab untuk mengelola relasi dan portofolio 

fitur  pembayaran  tagihan  dan  pembelian  produk  dan 

pelanggan,  khususnya  untuk  pelanggan  korporat,  UKM, 

layanan tertentu dari Telkom dan anak perusahaan.

Institusi Pemerintah, dan Wholesale. Saat ini Telkom dan 

anak  perusahaan  memiliki  account  management  team 

yang seluruhnya beranggotakan 879 orang. 

126

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKINERJA KEUANGAN KOMPREHENSIF

TINJAUAN POSISI KEUANGAN

Secara umum, TelkomGroup memiliki total aset sebesar Rp221.208 miliar (US$15.934 juta) per akhir tahun 2019, naik 
7,3% dari Rp206.196 miliar per akhir tahun periode pelaporan sebelumnya. Kenaikan total aset ini terutama disebabkan 
oleh peningkatan aset tetap sejalan dengan belanja modal perseroan.

Dari sisi liabilitas, tercatat total liabilitas Telkom dan anak perusahaan sebesar Rp103.958 miliar (US$7.488 juta) per 31 
Desember 2019. Jumlah tersebut naik 16,9% atau Rp15.065 miliar dari total liabilitas akhir tahun 2018 sebesar Rp88.893 
miliar,  yang    terjadi  karena  peningkatan  utang  bank,  pinjaman  jangka  panjang  yang  jatuh  tempo  dalam  satu  tahun, 
liabilitas diestimasi manfaat pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya serta utang pajak.

Posisi keuangan konsolidasian TelkomGroup selama tiga tahun terakhir, dapat dilihat sebagai berikut.

Tabel Posisi Keuangan Konsolidasian

2019-2018

2019

2018

2017

Pertumbuhan

Tahun-tahun yang berakhir 31 Desember

Jumlah Aset Lancar

Jumlah Aset Tidak Lancar

Jumlah Aset

Jumlah Liabilitas Jangka Pendek

Jumlah Liabilitas Jangka Panjang

Jumlah Liabilitas

Ekuitas yang dapat diatribusikan ke pemilik 
entitas induk

Perbandingan Posisi Keuangan

(%)

(Rp miliar)

(US$ juta)

(Rp miliar)

(Rp miliar)

(3,6)

41.722

3.005

 43.268

 47.561

10,2

7,3

26,2

6,9

16,9

0,7

179.486

12.929

 162.928

 150.923

221.208

15.934

 206.196

 198.484

58.369

45.589

103.958

99.561

4.205

3.283

7.488

7.172

 46.261

 45.376

 42.632

 40.978

 88.893

 86.354

 98.910

 92.713

Dalam hal perbandingan posisi keuangan, diagram berikut menggambarkan komposisi aset dan liabiltas TelkomGroup 

selama tiga tahun terakhir, sebagai berikut. 

Komposisi Aset 2017-2019 (Rp miliar)

(2019)

(2018)

(2017)

18,9%
41.722

21,0%
43.268

24,0%
47.561

81,1%
179.486

79,0%
162.928

76,0%
150.923

Aset Tidak Lancar

Aset Lancar

Komposisi Liabilitas 2017-2019 (Rp miliar)

(2019)

56,1%
58.369

(2018)

52,0%
46.261

(2017)

52,5%
45.376

43,9%
45.589

48,0%
42.632

47,5%
40.978

Liabilitas Jangka Pendek

Liabilitas Jangka Panjang

127

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPerbandingan Posisi Keuangan, untuk Tahun yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2019 Dibandingkan dengan Tahun 

yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2018.

1.  Aset   

Pada  tahun  pelaporan  2019,  terjadi  peningkatan  total 
aset  TelkomGroup  sebesar  7,3%,  atau  Rp15.012  miliar, 

•  Peningkatan  aset  tidak  lancar  lainnya  sebesar 
Rp1.553  miliar  atau  16,1%  karena  peningkatan 

tagihan  restitusi  pajak  jangka  panjang  sebesar 

dari  Rp206.196  miliar  tahun  2018  menjadi  Rp221.208 

Rp1.216 miliar dan sewa dibayar dimuka sebesar 

miliar  (US$15.934  juta)  tahun  2019.  Faktor  yang 
menyebabkan perubahan tersebut yaitu: 

a.  Aset Lancar  

Aset  lancar  per  31  Desember  2019,  turun  Rp1.546 
miliar,  atau  3,6%,  dari  Rp43.268  miliar  tahun 

sebelumnya  menjadi  Rp41.722  miliar  (US$3.005 
juta), yang merupakan dampak dari: 

•  Penurunan  aset  lancar  lainnya  sebesar  Rp1.330 
miliar atau 16,7% karena penurunan uang muka,
•  Penurunan aset keuangan lancar lainnya sebesar 

Rp750 miliar atau 57,5%,

•  Penurunan  piutang  lain-lain  setelah  dikurangi 
provisi  penurunan  nilai  piutang  sebesar  Rp435 
miliar atau 59,8%, yang disebabkan oleh kenaikan 

penyisihan piutang, dan

•  Penurunan  aset  tersedia  untuk  dijual  sebesar 

Rp301 miliar atau 88,5%.

Penurunan ini dikompensasi oleh: 
•  Peningkatan  kas  dan  setara  kas  sebesar  Rp803 
miliar atau 4,6% karena peningkatan penerimaan 

kas  dari  pelanggan,  hasil  dari  penjualan  aset 

tetap,  hasil  dari  penempatan  aset  keuangan 

Rp508 miliar, dan

•  Peningkatan aset pajak tangguhan bersih sebesar 

Rp394 miliar atau 15,7%.

Peningkatan 
ini  dikompensasi  oleh  penurunan 
penyertaan  jangka  panjang  sebesar  Rp528  miliar 
atau  21,4%  karena  penurunan  nilai  penyertaan 

jangka  panjang  pada  Tiphone  sebesar  Rp1.172 

miliar. Di sisi lain terdapat penambahan penyertaan 

jangka panjang ke Finarya sebesar Rp267 miliar dan 

penyertaan  jangka  panjang  lainnya  dari  MDI  dan 

Jalin masing-masing sebesar Rp172 miliar dan Rp77 
miliar.

2.  Liabilitas 

Total  liabilitas  TelkomGroup  per  31  Desember  2019 
tercatat sebesar Rp103.958 miliar (US$7.488 juta), naik 

16,9% atau Rp15.065 miliar dari tahun 2018. Berikut ini 

penjelasan lebih rinci mengenai liabilitas Telkom.

a.  Liabilitas Jangka Pendek 

Posisi  liabilitas  jangka  pendek  Telkom  dan  anak 
perusahaan  mencapai  Rp58.369  miliar  (US$4.205 
juta)  per  akhir  tahun  2019.  Jumlah  tersebut  naik 

lancar  lainnya  dan  hasil  dari  pelepasan  anak 

Rp12.108  miliar  atau  26,2%  dibandingkan  Rp46.261 

perusahaan,  

•  Peningkatan  tagihan  restitusi  pajak  sebesar 
Rp396  miliar  atau  66,4%  karena  peningkatan 

tagihan restitusi PPh Badan, dan

•  Peningkatan  piutang  usaha  setelah  dikurangi 
provisi  penurunan  nilai  piutang  sebesar  Rp383 

miliar pada 31 Desember 2018. Peningkatan liabilitas 

jangka  pendek  TelkomGroup  terutama  disebabkan 

oleh:
•  Peningkatan utang bank jangka pendek sebesar 
Rp4.662  miliar  atau  115,3%  karena  tambahan 
utang  bank  dari  Mandiri,  BNI,  HSBC  dan  MUFG 

miliar atau 3,4% karena peningkatan piutang dari 

Bank  untuk  keperluan  modal  kerja  bagi  Telkom 

pihak ketiga.

dan entitas anak, 

b.  Aset Tidak Lancar 

Pada  tahun  2019,  TelkomGroup  memiliki  aset  tidak 
lancar  sebesar  Rp179.486  miliar  (US$12.929  juta), 

•  Peningkatan  pinjaman 

jangka  panjang  yang 

jatuh  tempo  dalam  satu  tahun  sebesar  Rp3.214 

miliar  atau  51,0%.  Hal  ini  dikarenakan  adanya 

peningkatan  obligasi  dan  wesel  bayar  serta 

naik  Rp16.558  miliar  atau  10,2%  dari  Rp162.928 

utang bank yang jatuh tempo pada tahun 2020, 

miliar pada tahun 2018. Hal-hal yang menyebabkan 
peningkatan aset tidak lancar yaitu: 
•  Peningkatan  aset 

tetap  sebesar  Rp13.725 
miliar  atau  9,6%  sejalan  dengan  peningkatan 

masing-masing  sebesar  Rp1.966  miliar  dan 

Rp962 milar. Obligasi dan wesel bayar yang jatuh 

tempo pada tahun 2020 adalah Obligasi Telkom 

2010 Seri B sebesar Rp1.995 miliar, MTN I Telkom 

pembangunan  infrastruktur  terutama  jaringan 

Tahun 2018 Seri B sebesar Rp200 miliar dan MTN 

kabel dan transmisi,

Syariah Ijarah I Telkom sebesar Rp296 miliar,

•  Peningkatan aset tak berwujud setelah dikurangi 
akumulasi amortisasi sebesar Rp1.414 miliar atau 

28,1% karena peningkatan software, goodwill dari 

•  Peningkatan  utang  pajak  sebesar  Rp2.251  miliar 
atau  190,8%  terutama  disebabkan  peningkatan 
Utang PPh Badan Telkom sebesar Rp1.065 miliar 

akuisisi  PT  Persada  Sokka  Tama  dan  aset  tak  

dan Utang PPN Telkomsel sebesar Rp842 miliar,

berwujud lainnya,  

128

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
•  Peningkatan  pendapatan  diterima  dimuka 

•  Peningkatan  pinjaman  jangka  panjang  -  setelah 

sebesar Rp2.162 miliar atau 41,7% terutama terkait 

dikurangi  bagian  yang  jatuh  tempo  dalam  satu 

peningkatan kartu pulsa prabayar sebesar Rp838 

tahun  sebesar  Rp121  miliar  atau  0,4%  karena 

miliar  dan  jasa  telekomunikasi  lainnya  sebesar 

peningkatan  utang  bank  sebesar  Rp2,418  miliar 

Rp1.039 miliar, dan

atau 12,9% dan pinjaman lainnya sebesar Rp1.163 

•  Peningkatan  beban  yang  masih  harus  dibayar 

miliar  atau  59,6%.  Peningkatan  ini  dikompensasi 

Rp967  miliar  atau  7,6%  terutama  untuk  beban 

oleh  penurunan  obligasi  dan  wesel  bayar 

operasi,  pemeliharaan  dan  jasa  telekomunikasi 

sebesar  Rp2.489  miliar  atau  25,0%,  utang  sewa 

sebesar  Rp437  miliar  dan  beban  umum, 

pembiayaan  sebesar  Rp762  miliar  atau  32,6% 

administrasi  dan  pemasaran  sebesar  Rp359 

dan  pinjaman  penerusan  sebesar  Rp209  miliar 

miliar. 

atau 27,8%.   

Peningkatan tersebut dikompensasi oleh:

•  Penurunan  utang  usaha  sebesar  Rp869  miliar 

atau  5,9%  karena  penurunan  utang  usaha  dari 

pihak ketiga, dan

•  Penurunan uang muka pelanggan sebesar Rp280 

miliar atau 17,8%.

b.  Liabilitas Jangka Panjang 

Posisi  liabilitas  jangka  panjang  per  31  Desember 
2019 sebesar Rp45.589 miliar (US$3.284 juta), naik 

3.  Ekuitas 

Sejalan  dengan  perolehan 

laba  perusahaan  dan 

pembayaran  dividen  yang  berpengaruh  pada  nilai 

ekuitas  perusahaan,  Telkom  dan  anak  perusahaan 

mencatat  penurunan 

jumlah  ekuitas  tahun  2019 

sebesar  Rp53  miliar,  turun  0,05%  dari  ekuitas  2018 

sebesar Rp 117.303 milar. Dengan penurunan tersebut, 
nilai ekuitas per  31  Desember 2019  menjadi  Rp117.250 

miliar  (US$8.446  juta).  Turunnya  ekuitas  sepanjang 

tahun  2019  dipengaruhi  oleh  penurunan  kepentingan 

6,9% atau Rp2.957 miliar dari total liabilitas jangka 

non  pengendali  sebesar  Rp704  miliar  atau  3,8%. 

panjang pada akhir tahun sebelumnya yang tercatat 

Penurunan  tersebut  dikompensasi  oleh  peningkatan 

total laba ditahan sebesar Rp494 miliar atau 0,5%.

sebesar  Rp42.632  miliar.  Peningkatan 
jangka panjang tersebut terjadi karena: 
•  Peningkatan liabilitas diestimasi manfaat pensiun 
dan imbalan pasca kerja lainnya sebesar Rp2.523 

liabilitas 

miliar  atau  45,4%  karena  peningkatan  manfaat 

pasti  Telkom  sebesar  Rp1.281  miliar,  manfaat 

pensiun  Telkomsel  sebesar  Rp668  miliar  dan 

imbalan  kesehatan  pasca  kerja  sebesar  Rp801 

miliar,

•  Peningkatan  liabilitas  diestimasi  penghargaan 
masa kerja sebesar Rp214 miliar atau 25,1%, dan

129

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian 
 
 
 
Perbandingan Posisi Keuangan, untuk Tahun yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2018 Dibandingkan dengan Tahun 

yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2017

1.  Aset   

a.  Liabilitas Jangka Pendek 

TelkomGroup memiliki total aset sebesar Rp206.196 miliar 
per  31  Desember  2018,  meningkat  3,9%  dari  Rp198.484 
miliar pada tahun 2017.

a.  Aset Lancar 

Posisi  aset  lancar  mencapai  Rp43.268  miliar  pada 
tanggal 31 Desember 2018, turun Rp4.293 miliar atau 
9,0% dari Rp47.561 miliar pada tanggal 31 Desember 
2017.  Penurunan  aset 
lancar  Telkom  dan  anak 
perusahaan terutama disebabkan oleh: 
•  Penurunan  kas  dan  setara  kas  sebesar  Rp7.706 
miliar  atau  30,6%  terkait  pembayaran  dividen, 
pengeluaran  belanja  modal  dan  pembayaran  
utang bank,

•  Penurunan  aset  keuangan  lancar  lainnya  sebesar 
Rp869  miliar  atau  40,0%  karena  penurunan  aset 
keuangan tersedia untuk dijual, dan

Pada tanggal 31 Desember 2018, posisi liabilitas jangka 
pendek TelkomGroup mencapai Rp46.261 miliar, naik 
2,0% dibandingkan Rp45.376 miliar pada 31 Desember 
2017. Peningkatan liabilitas jangka pendek Telkom dan 
anak perusahaan terutama disebabkan oleh: 
•  Peningkatan  utang  bank  jangka  pendek  sebesar 
Rp1.754  miliar  atau  76,6%  yang  sebagian 
disebabkan  oleh  peningkatan  utang  bank  jangka 
pendek  dari  pihak  ketiga  yaitu  yaitu  DBS  dan 
MUFG  Bank,  untuk  keperluan  modal  kerja  bagi 
Telkom dan entitas anak,

•  Peningkatan  pinjaman  jangka  panjang  yang  jatuh 
tempo  dalam  satu  tahun  sebesar  Rp1.087  miliar 
atau 20,9%  karena obligasi dan wesel bayar yang 
jatuh  tempo  dalam  satu  tahun  sebesar  Rp525 
miliar, dan

•  Peningkatan uang muka pelanggan sebesar Rp329 

•  Penurunan  tagihan  restitusi  pajak  sebesar  Rp312 

miliar atau 26,5%.

miliar atau 34,4%.

Penurunan tersebut dikompensasi oleh: 
•  Peningkatan piutang usaha sebesar Rp2.192 miliar 
atau 23,8% yang disebabkan peningkatan piutang 
usaha dari pihak ketiga sebesar Rp1.611 miliar,

•  Peningkatan pajak dibayar dimuka sebesar Rp802 
miliar atau 41,2% karena adanya peningkatan pajak 
pertambahan nilai dibayar dimuka,

Peningkatan tersebut dikompensasi oleh: 
•  Penurunan utang pajak sebesar Rp1.610 miliar atau 
57,7%  disebabkan  penurunan  pajak  pertambahan 
nilai di entitas anak,

•  Penurunan utang usaha sebesar Rp808 miliar atau 
5,2%  disebabkan  penurunan  utang  usaha  pada 
pihak ketiga sebesar Rp905 miliar, dan

•  Penurunan  pendapatan  diterima  dimuka  sebesar 

•  Peningkatan  aset  lancar  lainnya  sebesar  Rp799 

Rp237 miliar atau 4,4%.

miliar atau 11,1%,

•  Peningkatan piutang lain-lain sebesar Rp385 miliar 

b.  Liabilitas Jangka Panjang 

atau 112,6%, dan

•  Peningkatan  aset  tersedia  untuk  dijual  sebesar 

Rp330 miliar atau 3.300,0%.

b.  Aset Tidak Lancar 

Pada  tanggal  31  Desember  2018,  posisi  aset  tidak 
lancar  mencapai  Rp162.928  miliar,  naik  Rp12.005 
miliar  atau  8,0%  dibandingkan  Rp150.923  miliar 
pada  2017.  Peningkatan  aset  tidak  lancar  terutama  
disebabkan oleh: 
•  Peningkatan  aset 

sebesar  Rp13.077 
tetap 
miliar  atau  10,0%  sejalan  dengan  peningkatan  
pembangunan infrastruktur,

•  Peningkatan  aset  tak  berwujud  sebesar  Rp1.502 
miliar atau 42,5% karena peningkatan goodwill dari 
akuisisi Swadharma Sarana Informatika, Collega Inti 
Pratama dan Telin Malaysia, dan

•  Peningkatan  penyertaan  jangka  panjang  sebesar 
Rp324 miliar atau 15,1% karena akuisisi Cellum dan 
penyertaan jangka panjang lainnya.

Peningkatan tersebut dikompensasi oleh: 
•  Penurunan  aset  tidak 

lainnya  sebesar 
Rp2.598  miliar  atau  21,2%  yang  sebagian  besar 
disebabkan oleh penurunan uang muka pembelian 
aset tetap,

lancar 

•  Penurunan  aset  pajak  tangguhan  sebesar  Rp300 

miliar atau 10,7%.

2.  Liabilitas 

Telkom  dan  anak  perusahaan  memiliki  liabilitas  per  31 
Desember 2018 dengan total Rp88.893 miliar, naik 2,9% 
dari Rp86.354 miliar pada 2017. 

130

Posisi  liabilitas  jangka  panjang  Telkom  dan  anak 
perusahaan  per  31  Desember  2018  mencapai 
Rp42.632  miliar,  naik  Rp1.654  miliar  atau  4,0%  dari 
Rp40.978  miliar  per  tanggal  31  Desember  2017. 
Peningkatan  liabilitas  jangka  panjang  TelkomGroup  
disebabkan oleh: 
•  Peningkatan  pinjaman  jangka  panjang  sebesar 
Rp5.774  miliar  atau  20,6%  yang  disebabkan  oleh 
peningkatan  utang  bank  sebesar  Rp4.859  miliar, 
obligasi dan wesel bayar sebesar Rp974 miliar dan 
pinjaman lainnya sebesar Rp754 miliar. Peningkatan 
ini  dikompensasi  oleh  penurunan  utang  sewa 
pembiayaan  sebesar  Rp672  miliar  serta  pinjaman 
penerusan sebesar Rp141 miliar,

•  Peningkatan  liabilitas  pajak  tangguhan  sebesar 

Rp319 miliar atau 34,2%.

Peningkatan ini dikompensasi oleh penurunan liabilitas 

diestimasi  manfaat  pensiun  dan  imbalan  pasca  kerja 

lainnya  sebesar  Rp4.640  miliar  atau  45,5%  karena 

penurunan  manfaat  pensiun  sebesar  Rp2.405  dan 
imbalan kesehatan pasca kerja sebesar Rp2.224. 

3.  Ekuitas 

TelkomGroup  mencatat 
jumlah  ekuitas  meningkat 
Rp5.173  miliar  atau  4,6%  dari  Rp112.130  miliar  pada  31 
Desember 2017 menjadi Rp117.303 miliar per 31 Desember 
2018.  Peningkatan  jumlah  ekuitas  terutama  disebabkan 
saldo  laba  ditahan  meningkat  sebesar  Rp6.099  miliar 
atau  7,2%  karena  peningkatan  total  laba  komprehensif 
tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik 
entitas  induk  menjadi  Rp22.844  miliar.  Peningkatan 
tersebut dikompensasi oleh penurunan kepentingan non 
pengendali sebesar Rp1.024 miliar.

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
TINJAUAN LABA RUGI

Sesuai dengan Laporan Keuangan Konsolidasian Telkom dan Anak Perusahaan Tahun 2019, total pendapatan konsolidasian 

sebesar  Rp135.567  miliar  (US$9.765  juta),  atau  tumbuh  positif  sebesar  3,7%  dari  pendapatan  konsolidasian  periode 

sebelumnya.  Pertumbuhan  pendapatan  pada  tahun  2019  dikontribusi  oleh  pendapatan  bisnis  digital  yang  tumbuh 

positif dari peningkatan internet dan data seluler sebesar 23,3% dan peningkatan pada pendapatan IndiHome sebesar 

28,1%.  Sedangkan  bisnis  legacy  tahun  2019  tumbuh  negative,  yang  dikontribusi  dari  penurunan  pendapatan  telepon 

sebesar 16,8% dan pendapatan SMS sebesar 23,1%. Hal ini sejalan dengan perubahan pola komunikasi masyarakat yang 

menuju era komunikasi digital. 

Selanjutnya  total  beban  Telkom  dan  anak  perusahaan  tahun  2019,  yaitu  sebesar  Rp93.913  miliar  (US$6.765)  atau 

mengalami  peningkatan  sebesar  1,0%  dibandingkan  tahun  sebelumnya.  Hal  ini  disebabkan  oleh  peningkatan  beban 

depresiasi  dan  amortisasi  tahun  2019,  sebesar  8,3%  atau  Rp1.772  miliar,  dari  Rp21.406  miliar  tahun  2018  menjadi 

Rp23.178 miliar.

Selisih total nilai transaksi pendapatan dan beban sepanjang tahun 2019 menghasilkan laba bersih sebesar Rp18.663 

miliar (US$1.344 juta), tumbuh 3,5%, dan EBITDA sebesar Rp64.832 miliar, tumbuh 9,5% dibandingkan tahun sebelumnya. 

Laporan Laba Rugi Komprehensif Telkom dan anak perusahaan selama tiga tahun dari tahun 2017 sampai dengan 2019 

disajikan pada tabel berikut.

Tabel Laba Rugi 
Komprehensif

Pertumbuhan

2019-2018

Tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember

2019

2018

2017

(%)

(Rp miliar)

(US$ juta)

(Rp miliar)

(Rp miliar)

Pendapatan

Pendapatan telepon

Selular

Tidak Bergerak

Pendapatan 
interkoneksi

Pendapatan data, 
internet dan jasa 
teknologi

Internet dan data 
seluler

SMS

Internet 
komunikasi, data 
dan jasa teknologi 
informatika

Lain-lain

Pendapatan jaringan

Pendapatan IndiHome

Pendapatan 
telekomunikasi lainnya

Penjualan periferal

Sewa menara 
telekomunikasi

Call center service

E-Payment

E-Health

CPE dan terminal

Lain-lain

3,7

(16,8)

(17,6)

(9,6)

15,1

135.567

27.978

25.090

2.888

6.286

11,0

72.788

9.765

2.015

1.807

208

453

5.243

 130.784

 33.626

 30.431

 3.195

 5.463

 128.256

 41.004

 37.246

 3.758

 5.175

65.552

 60.131

23,3

(23,1)

(13,1)

23,7

8,3

28,1

(17,6)

(40,1)

36,3

(24,0)

26,1

(7,1)

19,4

(38,4)

55.675

4.010

 45.154

 37.961

7.063

9.027

1.023

1.848

18.325

8.342

1.109

1.239

800

566

523

1.732

2.373

509

650

74

133

1.320

601

80

89

58

41

38

125

170

 9.185

10.386

 827

 1.707

14.310

 10.126

 1.851

 909

 1.052

 449

 563

 1.450

 3.852

 13.192

8.645

 333

 1.857

11.326

 8.763

 2.292

 796

 970

 505

 470

 536

3.194

131

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianTabel Laba Rugi 
Komprehensif

Pertumbuhan

2019-2018

Tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember

2019

2018

2017

(%)

(Rp miliar)

(US$ juta)

(Rp miliar)

(Rp miliar)

1,0

8,3

93.913

23.178

(3,6)

42.226

6.765

1.670

3.042

93.009

 21.406

84.093

 20.446

 43.791

 36.603

(3,2)

4,8

(6,5)

3,2

(40,4)

4,9

(19,2)

12,8

33,5

27,5

(20,1)

(1,3)

(1,6)

7,5

(25,0)

80,1

(50,1)

20,4

3,1

31,3

18,5

(11,6)

9,1

(7,8)

32,4

24.410

1.758

 25.214

 22.577

5.736

4.793

2.370

1.109

1.102

618

466

641

246

735

13.012

7.945

3.538

840

290

167

136

33

63

5.077

3.724

6.696

1.653

2.283

413

345

171

80

79

45

34

46

18

53

937

572

255

61

21

12

10

2

4

366

268

482

119

164

 5.473

 5.125

 2.297

 1.860

 1.051

 765

 413

 480

 193

 920

 13.178

 8.077

 3.292

 1.120

 161

 335

 113

 32

 48

 4.283

 4.214

 6.137

 1.792

 1.724

 4.276

 2.607

 2.249

 1.544

 1.037

 914

 301

 472

 294

 332

 13.529

 7.821

 3.339

 1.700

 255

 276

 62

 42

 34

 2.987

 5.268

 5.260

 1.449

 1.494

Beban

Beban penyusutan dan 
amortisasi

Beban operasi, 
pemeliharaan dan jasa 
telekomunikasi

Operasi dan 
pemeliharaan

Beban pemakaian 
frekuensi radio

Sewa sirkit dan CPE

Beban hak 
penyelenggaraan 
dan Kewajiban 
Pelayanan Universal

Beban pokok 
penjualan handset

Listrik, gas dan air

Beban pokok 
penjualan kartu SIM 
dan vaucer

Sewa kendaraan dan 
fasilitas pendukung

Sewa menara

Asuransi

Lain-lain

Beban karyawan

Gaji dan tunjangan

Cuti, insentif dan 
tunjangan 
lainnya

Beban pensiun

Beban LSA

Beban imbalan 
kesehatan pasca 
kerja berkala

Imbalan karyawan 
lainnya

Beban imbalan 
pasca kerja lainnya

Lain-lain

Beban interkoneksi

Beban pemasaran

Beban umum dan 
administrasi

Beban umum  

Provisi penurunan 
nilai piutang

132

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianTabel Laba Rugi 
Komprehensif

Pertumbuhan

2019-2018

Tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember

2019

2018

2017

(%)

(Rp miliar)

(US$ juta)

(Rp miliar)

(Rp miliar)

Pelatihan, 
pendidikan dan 
rekrutmen

Beban penagihan

Perjalanan

Jasa profesional

Rapat

Sumbangan sosial

Lain - lain

Rugi (laba) selisih kurs 
bersih

Penghasilan (beban) 
lain-lain

Laba Usaha

Penghasilan 
pendanaan

Biaya pendanaan

Bagian laba bersih 
perusahaan asosiasi

Rugi penurunan nilai 
investasi

Laba sebelum pajak

Beban pajak 
penghasilan

Laba Tahun Berjalan

Jumlah Pendapatan 
Komprehensif Lain - 
Bersih

Jumlah Laba 
Komprehensif Tahun 
Berjalan

Laba tahun berjalan 
yang  diatribusikan 
kepada pemilik entitas 
induk

Laba tahun berjalan 
yang  diatribusikan 
kepada kepentingan 
non pengendali

Laba komprehensif 
tahun berjalan yang 
diatribusikan kepada 
pemilik entitas induk

Laba komprehensif 
tahun berjalan yang 
diatribusikan kepada 
kepentingan non 
pengendali

(0,4)

12,1

(1,2)

(3,6)

18,5

10,5

27,2

(226,5)

(17,6)

9,1

7,7

20,9

(413,2)

-

4,1

9,4

2,3

144,4

461

176

410

793

276

200

444

86

826

42.394

1.092

(4.240)

(166)

(1.172)

37.908

(10.316)

27.592

(2.192)

33

13

30

57

20

14

32

6

59

3.054

79

(306)

(12)

(84)

2.731

(743)

1.988

(158)

 463

 157

 415

 823

 233

 181

 349

(68)

1.002

 38.845

1.014

 531

 135

 475

 498

 241

 197

 240

(51)

(281)

 43.933

 1.434

 (3.507)

 (2.769)

 53

-

 36.405

 (9.426)

 26.979

 4.942

 61

-

 42.659

 (9.958)

 32.701

 (2.332)

(20,4)

25.400

1.830

 31.921

 30.369

18.663

1.344

 18.032

 22.145

8.929

644

 8.947

 10.556

16.624

1.197

 22.844

 19.952

8.776

633

 9.077

 10.417

133

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian  
  
Perbandingan Laba Rugi

Komposisi pendapatan dan beban selama tiga tahun terakhir dapat dilihat sebagai berikut.

Komposisi Pendapatan 2017-2019 (Rp miliar)

(2019)

1,4%
1.848

13,5%
18.325

53,7%
72.788

6,2%
8.342

50,1%
65.552

(2018)

1,3%
1.707

(2017)

1,4%
1.857

8,8%
11.326

10,9%
14.310

7,8%
10.126

46,9%
60.131

6,8%
8.763

32,1%
41.004

4,0%
5.175

20,6%
27.978

4,6%
6.286

4,2%
5.463

25,7%
33.626

Data, Internet dan 
Teknologi Informasi
Jaringan

IndiHome

Telepon

Telekomunikasi 
Lainnya

Interkoneksi

Komposisi Beban 2017-2019 (Rp miliar)

(2019)

(2018)

(2017)

7,0%
6.696

4,0%
3.724

5,4%
5.077

24,7%
23.178

6,6%
6.137

23,0%
21.406

4,5%
4.214

4,6%
4.283

6,3%
5.260

24,3%
20.446

6,3%
5.268

3,6%
2.987

13,9%
13.012

14,2%
13.178

16,0%
13.529

45,0%
42.226

47,1%
43.791

43,5%
36.603

Penyusutan dan 
Amortisasi

Operasi, Pemeliharaan 
dan Jasa Telekomunikasi

Karyawan

Pemasaran

Interkoneksi

Umum dan 
Administrasi

134

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPerbandingan Laba Rugi Tahun yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2019 Dibandingkan dengan Tahun yang Berakhir 

Tanggal 31 Desember 2018

1.  Pendapatan 

Peningkatan ini dikompensasi dengan:

Telkom  dan  anak  perusahaan  mencatat  pendapatan 

•  Penurunan  pendapatan  SMS  sebesar  Rp2.122 

tahun  2019  sebesar  Rp135.567  miliar  (US$9.765 

miliar atau 23,1% akibat peralihan dari penggunaan 

juta),  naik  3,7%  atau  Rp4.783  miliar,  dari  Rp130.784 

SMS ke layanan Over The Top (OTT), dan

miliar  tahun  2018.  Peningkatan  tersebut  terutama 

•  Penurunan  pendapatan 

internet,  komunikasi 

disebabkan  oleh  pendapatan  data,  internet  dan  jasa  

data  dan  jasa  teknologi  sebesar  Rp1.359  miliar 

teknologi informasi, serta pendapatan IndiHome. 

atau  13,1%  karena  penurunan  bisnis  Enterprise 

yang  mengurangi  layanan  yang  memiliki  tingkat 

a.  Pendapatan Telepon Seluler 

margin relatif rendah.

Dilihat  dari  total  pendapatan  TelkomGroup  tahun 

2019, pendapatan voice seluler memberi kontribusi 

d.  Pendapatan Interkoneksi 

pendapatan sebesar 18,5%. Pendapatan voice seluler 

TelkomGroup memperoleh pendapatan interkoneksi 

tersebut tumbuh negatif dari Rp30.431 miliar tahun 

dari  sambungan  telepon  tidak  bergerak  Telkom,  

2018 menjadi Rp25.090 miliar (US$1.807 juta) tahun 

termasuk 

sambungan 

langsung 

international 

2019,  atau  turun  sebesar  17,6%.  Dalam  beberapa 

incoming dari layanan SLI 007, dan jaringan seluler 

tahun  terakhir,  pendapatan  dari  voice  seluler  terus 
mengalami  pertumbuhan  negatif  seiring  dengan 

Telkomsel.  Pada  tahun  2019,  Telkom  dan  anak 
perusahaan  mencatat  pertumbuhan  pendapatan 

beralihnya  pola  masyarakat  pada  penggunaan 

interkoneksi  sebesar  Rp823  miliar  atau 

15,1% 

layanan  Over  The  Top  (OTT)  yang  menyediakan 

dari  Rp5.463  miliar  tahun  2018  menjadi  Rp6.286 

fasilitas  komunikasi  dan  menjadi  produk  substitusi 

miliar  (US$453  juta)  tahun  2019.  Meningkatnya 

layanan seluler.

pendapatan 
layanan voice internasional. 

ini  disebabkan  oleh  pertumbuhan 

b.  Pendapatan Telepon Tidak Bergerak 

Pendapatan telepon tidak bergerak tumbuh negatif 
pada  tahun  2019  sebesar  Rp307  miliar  atau  9,6%, 

dari  Rp3.195  miliar  pada  tahun  2018  menjadi 

e.  Pendapatan Jaringan 
2019, 

tahun 

TelkomGroup  mencatat 
Pada 
pertumbuhan  positif  pendapatan  jaringan  sebesar 

Rp2.888  miliar 

(US$208 

juta).  Pertumbuhan 

Rp141  miliar  atau  8,3%,  dari  Rp1.707  miliar  pada 

negatif  tidak  dapat  dihindari  sebagai  dampak 

tahun  2018  menjadi  Rp1.848  miliar  (US$133  juta) 

dari  tren  perilaku  konektivitas  masyarakat  yang  
semakin mobile. 

c.  Pendapatan  Data,  Internet,  dan  Jasa  Teknologi 

Informatika  
jasa  teknologi 
Pendapatan  data, 
informatika  memberikan  kontribusi  yang  besar 

internet  dan 

pada  total  pendapatan  TelkomGroup  tahun  2019, 

yaitu  sebesar  Rp72.788  miliar  (US$5.243  juta). 
Jumlah  tersebut  naik  11,0%  atau  Rp7.236  miliar 

dari  Rp65.552  miliar  pada  tahun  2018.  Pendapatan 

dari  kegiatan  usaha  ini  menyumbang  53,7%  dari 

pendapatan konsolidasian pada tahun yang berakhir 

31 Desember 2019. 

Tumbuhnya  pendapatan  data,  internet  dan  jasa 

teknologi  informatika  didorong  oleh  peningkatan 

pendapatan internet dan data seluler yang tumbuh 

positif  sebesar  Rp10.521  miliar  atau  23,3%  yang 

dipicu oleh pertumbuhan penggunaan data sebesar 
54% dengan total penggunaan 6.715.227 TB. 

tahun  2019.  Pertumbuhan  positif  tersebut  terjadi 

karena  peningkatan  pendapatan  VSAT  di  segmen 
enterprise. 

f.  Pendapatan IndiHome

Pendapatan 
positif  sebesar  Rp4.015  miliar  atau  28,1%,  dari 

IndiHome  mencatat  pertumbuhan 

Rp14.310  miliar  pada  tahun  2018  menjadi  Rp18.325 

miliar  (US$1.320  juta)  tahun  2019.  Pertumbuhan 
tersebut  sejalan  dengan  pertumbuhan 
positif 

pelanggan  IndiHome  sebesar  37,2%  dari  5,1  juta 

menjadi 7,0 juta.

g.  Pendapatan Jasa Telekomunikasi Lainnya

TelkomGroup 

memiliki 

pendapatan 

jasa 

telekomunikasi lainnya yang tercatat turun sebesar 

Rp1.784  miliar  atau  17,6%  pada  tahun  2019.  Total 

pendapatan  tahun  2019  yaitu  Rp8.342  miliar 

(US$601 juta), turun dari Rp10.126 miliar pada tahun 
periode pelaporan 2018, yang disebabkan oleh: 

135

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
•  Penurunan 

pendapatan 

lain-lain 

sebesar 

c.  Beban Karyawan 

Rp1.479  miliar  atau  38,4%  terutama  berasal  dari 

Beban  karyawan  turun  sebesar  Rp166  miliar  atau 

penurunan pendapatan perangkat dan konstruksi 

1,3%,  dari  Rp13.178  miliar  pada  tahun  2018  menjadi 

TelkomInfra sebesar Rp1.126 miliar, dan

Rp13.012  miliar  (US$937  juta)  pada  tahun  2019. 

•  Penurunan  pendapatan  penjualan  peripheral 

Penurunan  tersebut  berasal  dari  penurunan  beban 

sebesar  Rp742  miliar  atau  40,1%  sejalan  dengan 

pensiun  berkala  sebesar  Rp280  miliar  atau  25,0%, 

strategi  bisnis  enterprise  yang  mengurangi 

terutama karena penurunan biaya manfaat pensiun 

layanan  yang  memiliki  tingkat  margin  relatif 

berkala  bersih  yang  terjadi  pada  tahun  2019. 

rendah.

Penurunan 

ini  dikompensasi  oleh  peningkatan 

beban  cuti,  insentif  dan  tunjangan  lainnya  sebesar 

Peningkatan  ini  dikompensasi  oleh  peningkatan 

Rp246 miliar atau 7,5%. 

pendapatan sewa tower sebesar Rp330 miliar atau 

36,3% sejalan dengan peningkatan jumlah tenant. 

d.  Beban Interkoneksi   

2.  Beban 

TelkomGroup  mencatat 

beban 

interkoneksi 

meningkat  sebesar  Rp794  miliar  atau 

18,5%, 

TelkomGroup mencatat jumlah beban yang meningkat 

dari  Rp4.283  miliar  pada  tahun  2018  menjadi 

dari  Rp93.009  miliar  pada  tahun  2018,  naik  sebesar 

Rp5.077  miliar 

(US$366 

juta)  pada 

tahun 

Rp904  miliar  atau  1,0%  menjadi  Rp93.913  miliar 

2019.  Peningkatan  sejalan  dengan  peningkatan  

(US$6.765)  pada  tahun  2019.  Pertumbuhan  beban 
diantaranya disebabkan oleh: 

pendapatan interkoneksi. 

Pemeliharaan, 

a.  Beban  Operasi, 
Telekomunikasi 
TelkomGroup mencatat beban operasi, pemeliharaan 
dan  jasa  telekomunikasi  sebesar  45,0%  dari  total 

Jasa 

dan 

beban  tahun  2019,  atau  senilai  Rp42.226  miliar 

(US$3.042  juta).  Beban  ini  turun  sebesar  Rp1.565 

miliar atau 3,6% dari tahun sebelumnya. Penurunan 

tersebut disebabkan oleh hal-hal berikut:
•  Penurunan  beban  operasi  dan  pemeliharaan 
sebesar  Rp804  miliar  atau  3,2%  sejalan  dengan 
penurunan  pendapatan  di  Telkom  Sigma  dan 

Telkom Infra,

•  Penurunan  beban  pokok  penjualan  handset 
sebesar Rp751 miliar atau 40,4% sejalan dengan 
penurunan penjualan peripheral, dan

•  Penurunan  beban  sewa  sirkuit  dan  CPE 
sebesar  Rp332  miliar  atau  6,5%,  seiring  dengan 

penurunan pendapatan segmen enterprise dalam 

e.  Beban Pemasaran 

Beban  pemasaran  Telkom  dan  anak  perusahaan 
pada tahun 2019 turun Rp490 miliar atau 11,6%, dari 
tahun  sebelumnya,  yaitu  dari  Rp4.214  miliar  pada 

tahun  2018  menjadi  Rp3.724  miliar  (US$268  juta) 

pada  tahun  2019.  Penurunan  beban  pemasaran 

terutama  terjadi  di  Telkomsel  sejalan  dengan 
strategi pemasaran yang efektif. 

f.  Beban Umum dan Administrasi 

Telkom  dan  anak  perusahaan  secara  konsolidasi 
memiliki  beban  umum  dan  administrasi  yang 
meningkat  sebesar  Rp559  miliar  atau  9,1%,  dari 

Rp6.137  miliar  pada  tahun  2018  menjadi  Rp6.696 

miliar (US$482 juta) pada tahun 2019. Peningkatan 

tersebut  terutama  disebabkan  oleh  peningkatan 

provisi  penurunan  nilai  piutang  sebesar  Rp559 
miliar atau 32,4% dari Telkom Metra dan PINS. 

penyediaan end-to-end IT Solution.

3.  Laba (Rugi) Selisih Kurs-Bersih   

Penurunan  ini  dikompensasi  peningkatan  beban 

pemakaian  frekuensi  radio  sebesar  Rp263  miliar 

atau  4,8%  terkait  pembayaran  performance  bond 

setiap tahunnya untuk pita frekuensi 2,1 GHz dan 2,3 
GHz oleh Telkomsel. 

b.  Beban Penyusutan dan Amortasi 

Pada tahun 2019, beban penyusutan dan amortisasi 
meningkat  sebesar  Rp1.772  miliar  atau  8,3%,  dari 

Rp21.406  miliar    di  tahun  2018  menjadi  Rp23.178 
miliar  (US$1.670  juta).  Kenaikan  tersebut  terkait 

dengan  naiknya  nilai  aset  tetap  dan  aset  tak 

berwujud yang diakui pada tahun 2019.

Dampak  dari  fluktuasi  kurs  pada  tahun  2019  yaitu 
adanya  rugi  selisih  kurs  bersih  sebesar  Rp86  miliar 
(US$6  juta)  tahun  2019,  dibandingkan  laba  selisih 

kurs  sebesar  Rp68  miliar 
tahun 2018. 

  yang  tercatat  pada  

4. Penghasilan (Beban) Lain-lain 

TelkomGroup mengalami penurunan pendapatan lain-
lain sebesar Rp176 miliar atau 17,6% dari Rp1.002 miliar 

pada  tahun  2018  menjadi  Rp826  miliar  pada  tahun 
2019. 

136

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
5.  Laba Usaha dan Marjin Laba Usaha

9.  Laba Tahun Berjalan yang Dapat Diatribusikan kepada 

Berbagai  transaksi  sepanjang  tahun  2019  telah 

mendorong  pertumbuhan  positif 

laba 

usaha 

Pemilik Entitas Induk 
Laba  tahun  berjalan  yang  dapat  diatribusikan  kepada 

TelkomGroup  sebesar  Rp3.549  miliar  atau  9,1% 

pemilik  entitas  induk  naik  sebesar  Rp631  miliar  atau 

dibandingkan  dengan  laba  usaha  tahun  sebelumnya. 

3,5%,  dari  Rp18.032  miliar  pada  tahun  2018  menjadi 

Laba usaha pada tahun 2019 tercatat sebesar Rp42.394 

Rp18.663 miliar (US$1.344 juta) pada tahun 2019. 

miliar (US$3.054 juta) dengan marjin laba usaha tahun 

tersebut sebesar 31,3%, naik jika dibandingkan dengan 

10.Laba Tahun Berjalan yang Dapat Diatribusikan kepada 

marjin tahun 2018 sebesar 29,7%.  

Kepentingan Non Pengendali 
Laba  tahun  berjalan  yang  dapat  diatribusikan  kepada 

6.  Laba  Sebelum  Pajak  Penghasilan  dan  Marjin  Laba 

kepentingan non pengendali mengalami pertumbuhan 

Sebelum Pajak Penghasilan 
Telkom  dan  anak  perusahaan  mencatat  kenaikan  laba 

negatif  sebesar  Rp18  miliar  atau  0,2%,  dari  Rp8.947 

miliar  pada  tahun  2018  menjadi  Rp8.929  miliar  ($644 

sebelum  pajak  sebesar  Rp1.503  miliar  atau  4,1%,  dari 

juta) pada tahun 2019. 

Rp36.405  miliar  pada  tahun  2018  menjadi  Rp37.908 

miliar  (US$2.731  juta)  pada  tahun  2019.  Kemudian, 

11. Laba Komprehensif Tahun Berjalan 

marjin laba sebelum pajak naik dari 27,8% pada tahun 

Laba  komprehesif  tahun  berjalan  tercatat  sebesar 

2018 menjadi 28,0% pada tahun 2019. 

Rp25.400  miliar  (US$1.830 

juta),  turun  sebesar 

7.  Beban Pajak Penghasilan 

Rp6.521  miliar  atau  20,4%,  dari  Rp31.921  miliar  pada  
tahun 2018. 

Beban  pajak  penghasilan  tahun  2019  tercatat  naik 
sebesar  Rp890  miliar  atau  9,4%,  dari  Rp9.426  miliar 

12.Laba per Saham 

pada  tahun  2018  menjadi  Rp10.316  miliar  (US$743 

juta)  pada  tahun  2019.  Kenaikan  tersebut  mengikuti 

Pada tahun 2019, laba bersih per saham yang dibukukan 
Telkom  yaitu  sebesar  Rp188,40.  Nilai  tersebut  lebih 

pertumbuhan 
anak perusahaan. 

laba  sebelum  pajak  Telkom  dan  

tinggi Rp6,37 atau 3,5%, dari Rp182,03 yang dibukukan 
pada tahun 2018. 

8.  Pendapatan (Beban) Komprehensif Lain   

Sepanjang  tahun  2019,  TelkomGroup  mencatat  beban 
komprehesif lain sebesar Rp2.192 miliar (US$158 juta), 

dibandingkan  dengan  pendapatan  komprehensif  lain 

sebesar dari Rp4.942 miliar  yang tercatat pada tahun 

sebelumnya.  Beban  komprehensif  lain  ini  disebabkan 
rugi aktuaria sebesar Rp2.109 miliar. 

137

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Perbandingan Laba Rugi Tahun yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2018 Dibandingkan dengan Tahun yang Berakhir 

Tanggal 31 Desember 2017

1.  Pendapatan 

TelkomGroup mencatat kenaikan pendapatan sebesar 
Rp2.528  miliar  atau  2,0%,  dari  Rp128.256  miliar  pada 

tahun  2017  menjadi  Rp130.784  miliar    pada  tahun 

Peningkatan ini dikompensasi dengan: 

•  Penurunan 

pendapatan 

sebesar 
Rp4.007  miliar  atau  30,4%  karena  pergeseran 
layanan  
preferensi  pelanggan  dari  SMS  ke 

SMS 

2018.  Peningkatan  tersebut  terutama  disebabkan 

Over The Top (OTT).

oleh  pendapatan  data,  internet  dan  jasa  teknologi 

informatika.

d.  Pendapatan Interkoneksi 

a.  Pendapatan Telepon Seluler 

Pendapatan  voice  seluler  menyumbang  23,3% 
tahun  2018.
dari  pendapatan  konsolidasian 

Pendapatan  telepon  seluler  turun  sebesar  Rp6.815 

miliar  atau  18,3%,  dari  Rp37.246  miliar  pada  tahun 

2017  menjadi  Rp30.431  miliar    pada  tahun  2018. 

Penurunan  ini  disebabkan  karena  pelanggan  lebih 

memilih  untuk  menggunakan    layanan  Over  the 
Top  yang  merupakan  salah  satu  substitusi  dari 
layanan seluler. 

b.  Pendapatan Telepon Tidak Bergerak 
telepon 

tidak  bergerak  menurun 
Pendapatan 
sebesar Rp563 miliar atau 15,0%, dari Rp3.758 milliar 

pada tahun 2017 menjadi Rp3.195 miliar pada tahun 

2018  karena  penurunan  penggunaan  layanan  voice 
akibat terkanibalisasi layanan seluler. 

Pendapatan 
perusahaan terdiri dari pendapatan interkoneksi dari 

interkoneksi  Telkom  dan 

anak 

sambungan  telepon  tidak  bergerak  TelkomGroup 

dan  pendapatan  interkoneksi  dari  jaringan  seluler 

Telkomsel.  Pendapatan 

interkoneksi 

termasuk 

sambungan  langsung  international  incoming  dari 

layanan  SLI  007.  Pendapatan  interkoneksi  pada 

tahun  2018  meningkat  sebesar  Rp288  miliar  atau 

5,6%  dari  Rp5.175  miliar  pada  tahun  2017  menjadi 
Rp5.463  miliar    tahun  2018,  yang  disebabkan 

peningkatan  pendapatan  dari  layanan  voice  traffic 

yang menyasar dan mengambil ceruk pasar transit 
global dengan mengalirkan trafik antarnegara. 

e.  Pendapatan Jaringan 

Telkom  memiliki  pendapatan  jaringan  yang  turun 
sebesar  Rp150  miliar  atau  8,1%,  dari  Rp1.857  miliar 

pada 2017 menjadi Rp1.707 miliar pada tahun 2018.

c.  Pendapatan  Data,  Internet,  dan  Jasa  Teknologi 

f.  Pendapatan IndiHome

Informatika 
Telkom  dan 
pendapatan  data, 
informatika  sebesar  Rp65.552  miliar  pada  tahun 

anak  perusahaan  memperoleh 
jasa  teknologi 

internet  dan 

2018,  meningkat  Rp5.421  miliar  atau  9,0%  dari 

Rp60.131 miliar pada 2017. Pendapatan dari kegiatan 

usaha  ini  menyumbang  50,1%  dari  pendapatan 

konsolidasian  pada 

tahun  yang  berakhir  31 

Desember  2018.  Peningkatan  pendapatan  data, 

internet  dan  jasa  teknologi  informatika  terutama 
dikontribusi oleh:
•  Peningkatan  pendapat  internet  dan  data  seluler 
sebesar  Rp7.193  miliar  atau  18,9%  yang  dipicu 

oleh  pertumbuhan  penggunaan  Data  sebesar 

101,7% menjadi 4.373.077 TB,

•  Peningkatan  pendapatan  internet,  komunikasi 
data  dan  jasa  teknologi  informatika  sebesar 

Rp1.741  miliar  atau  20,1%    disebabkan  oleh 

peningkatan pendapatan IT service dari segmen 

enterprise, dan 

Pendapatan 
positif  sebesar  Rp2.984  miliar  atau  26,3%,  dari 

IndiHome  mencatat  pertumbuhan 

Rp11.326  miliar  pada  tahun  2017  menjadi  Rp14.310 

miliar  di  tahun  2018.  Pertumbuhan  positif  tersebut 

sejalan  dengan  pertumbuhan  pelanggan  IndiHome 

sebesar 72,1% dari 2,9 juta menjadi 5,1 juta.

g.  Pendapatan Jasa Telekomunikasi Lainnya 

Pendapatan  jasa  telekomunikasi  lainnya  meningkat 
sebesar  Rp1.363  miliar  atau  15,6%,  dari  Rp8.763 

miliar  pada  tahun  2017  menjadi  Rp10.126  miliar 

pada  tahun  2018.  Peningkatan  tersebut  terutama 
disebabkan oleh: 
•  Peningkatan  pendapatan  CPE  dan  terminal 
sebesar  Rp914  miliar  atau  170,5%  berasal  dari 

layanan ICT solution pelanggan enterprise, dan
•  Peningkatan pendapatan lain-lain sebesar Rp658 

miliar atau 20,6%.

Peningkatan 

ini  dikompensasi  oleh  penurunan 

•  Peningkatan pendapatan lain-lain sebesar Rp494 

miliar atau 148,3%.

penjualan 
atau 19,2%. 

periferal 

sebesar 

Rp441  miliar  

138

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian 
 
 
 
 
 
 
2.  Beban 

b.  Beban Penyusutan dan Amortasi 

Jumlah  beban  meningkat  sebesar  Rp8.916  miliar  atau 

Beban  penyusutan  dan  amortisasi  meningkat 

10,6%,  meningkat  dari  Rp84.093  miliar  pada  tahun 

sebesar  Rp960  miliar  atau  4,7%,  dari  Rp20.446 

2017 menjadi Rp93.009 miliar pada tahun 2018. 

miliar  pada  tahun  2017  menjadi  Rp21.406  miliar  

di  tahun  2018  sejalan  dengan  peningkatan  nilai  

a.  Beban  Operasi, 
Telekomunikasi 
Beban operasi, pemeliharaan dan jasa telekomunikasi 

Pemeliharaan, 

Jasa 

dan 

yang  berkontribusi  sebesar  47,1%  dari 

total 

beban  Perseroan.  Peningkatan  beban  operasi, 

pemeliharaan  dan 

jasa  telekomunikasi  sebesar 

Rp7.188 miliar atau 19,6%, naik dari Rp36.603 miliar 

pada  tahun  2017  menjadi  Rp43.791  miliar    pada 

tahun 2018. Peningkatan ini disebabkan oleh hal-hal 

berikut: 

•  Peningkatan  beban  operasi  dan  pemeliharaan 

sebesar  Rp2.637  miliar  atau  11,7%  disebabkan 

oleh  peningkatan  beban  terkait  pemeliharaan 

jaringan untuk meningkatkan layanan broadband, 
baik seluler maupun fixed,

•  Peningkatan beban sewa sirkit dan CPE sebesar 
Rp2.518  miliar  atau  96,6%,  seiring  dengan 

peningkatan  pendapatan  segmen  enterprise 

dalam penyediaan end-to-end IT Solution,

•  Peningkatan 

frekuensi 
radio  sebesar  Rp1.197  miliar  atau  28,0%  terkait 

pemakaian 

beban 

pembayaran performance bond setiap tahunnya 

sebesar Rp20 miliar dan Rp1.030 miliar masing-

masing untuk pita frekuensi 2,1 GHz dan 2,3 GHz 

oleh Telkomsel,

•  Peningkatan beban lainnya sebesar Rp588 miliar 

atau 177,1%, dan

•  Peningkatan  beban  pokok  penjualan  handset 

sebesar Rp316 miliar atau 20,5%.

Peningkatan 

ini  dikompensasi  oleh  penurunan 

beban  pokok  penjualan  kartu  SIM  dan  voucher 

sebesar  Rp149  miliar  atau  16,3%  disebabkan  oleh 

penurunan biaya produksi dan distribusi kartu karena 

penerapan  rregistrasi  SIM  Card  yang  mengubah 

model bisnis penjualan akan lebih berorientasi pada 

penjualan  paket  isi  ulang  pulsa  daripada  penjualan 
kartu perdana. 

aset tetap. 

c.  Beban Karyawan 

Beban  karyawan  menyumbang  14,2%  dari  total 

beban  Perusahaan.  Beban  karyawan  turun  sebesar 

Rp351  miliar  atau  2,6%,  dari  Rp13.529  miliar    pada 

tahun 2017 menjadi Rp13.178 miliar  pada tahun 2018. 

Penurunan  tersebut  berasal  dari  penurunan  beban 

pensiun  sebesar  Rp580  miliar  atau  34,1%  karena 

pada  tahun  ini  tidak  ada  beban  jasa  lalu  seperti 

tahun 2017. Penurunan tersebut dikompensasi oleh 

peningkatan  beban  gaji  dan  tunjangan  karyawan 

sebesar Rp256 miliar atau 3,3%. 

d.  Beban Interkoneksi 

Beban  interkoneksi  meningkat  sebesar  Rp1.296 
miliar  atau  43,4%,  dari  Rp2.987  miliar  pada 
tahun  2017  menjadi  Rp4.283  miliar    pada  tahun 

2018,  sejalan  dengan  upaya  untuk  meningkatkan 
pendapatan interkoneksi. 

e.  Beban Pemasaran 

Beban  pemasaran  mengalami  penurunan  sebesar 
Rp1.054 miliar atau 20,0%, dari Rp5.268 miliar pada 
tahun 2017 menjadi Rp4.214 miliar  pada tahun 2018 

karena  strategi  program  pemasaran  yang  efektif 

dan  efisien,  terutama  di  layanan  seluler  seiring 

model bisnis penjualan akan lebih berorientasi pada 

penjualan paket isi ulang pulsa daripada penjualan 
kartu perdana. 

f.  Beban Umum dan Administrasi 

Beban  umum  dan  administrasi  tercatat  meningkat 
sebesar Rp877 miliar atau 16,7%, dari Rp5.260 miliar 

pada 2017 menjadi Rp6.137 miliar  pada tahun 2018. 
Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh: 

•  Peningkatan beban umum sebesar Rp343 miliar 

atau 23,7%,

•  Peningkatan  beban  jasa  profesional  sebesar 

Rp325 miliar atau 65,3%, dan

•  Peningkatan  provisi  penurunan  nilai  piutang 

sebesar Rp230 miliar atau 15,4%.

139

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
3. Laba (Rugi) Selisih Kurs-Bersih 

8.  Pendapatan (Beban) Komprehensif Lain   

Laba  selisih  kurs  bersih  sebesar  Rp68  miliar 

Pada 

tahun  2018,  Telkom  memiliki  pendapatan 

pada  tahun  2018,  dibandingkan  Rp51  miliar  pada  

komprehesif  lain  sebesar  Rp4.942  miliar  sedangkan 

tahun 2017. 

4. Penghasilan (Beban) Lain-lain

Pada 

tahun 

2018,  TelkomGroup  mencatatkan 

penghasilan lain-lain sebesar Rp1.002 miliar. Sedangkan 

pada tahun 2017, mencatatkan beban lain-lain sebesar 

Rp281 miliar.

5.  Laba Usaha dan Marjin Laba Usaha 

pada  tahun  sebelumnya,  Telkom  mencatatkan  beban 

komprehensif lain sebesar Rp2.332 miliar.   

9.  Laba Tahun Berjalan yang Dapat Diatribusikan kepada 

Pemilik Entitas Induk 
Laba  tahun  berjalan  yang  dapat  diatribusikan  kepada 

pemilik entitas induk turun sebesar Rp4.113 miliar atau 

18,6%,  dari  Rp22.145  miliar  pada  tahun  2017  menjadi 

Rp18.032 miliar  tahun 2018. 

Dengan adanya berbagai peningkatan dan penurunan 

10.Laba Tahun Berjalan yang Dapat Diatribusikan kepada 

transkasi  tersebut  di  atas,  TelkomGroup  mencatat 

penurunan  laba  usaha  sebesar  Rp5.088  miliar  atau 

11,6%,  dari  Rp43.933  miliar  pada  tahun  2017  menjadi 

Rp38.845  miliar    pada  tahun  2018.  Marjin  laba  usaha 

turun dari 34,3% pada tahun 2017 menjadi 29,7% pada 

Kepentingan Non Pengendali 
Laba  tahun  berjalan  yang  dapat  diatribusikan  kepada 

kepentingan  non  pengendali  turun  sebesar  Rp1.609 

miliar atau 15,2%, dari Rp10.556 miliar pada tahun 2017 

menjadi Rp8.947 miliar  pada tahun 2018.   

tahun 2018. 

6.  Laba  Sebelum  Pajak  Penghasilan  dan  Marjin  Laba 

Sebelum Pajak Penghasilan 
Telkom  dan  anak  perusahaan  mencatat  laba  sebelum 

pajak  mengalami  penurunan  sebesar  Rp6.254  miliar 
atau  14,7%,  dari  Rp42.659  miliar  pada  tahun  2017 
menjadi  Rp36.405  miliar    pada  tahun  2018.  Marjin 

laba sebelum pajak turun dari 33,3% pada tahun 2017 
menjadi 27,8% pada tahun 2018.   

7.  Beban Pajak Penghasilan 

Beban  pajak  penghasilan  turun  sebesar  Rp532  miliar 
atau 5,3%, dari Rp9.958 miliar pada tahun 2017 menjadi 
Rp9.426  miliar    pada  tahun  2018,  sejalan  dengan 
penurunan laba sebelum pajak. 

11. Laba Komprehensif Tahun Berjalan 

Laba  komprehesif  tahun  berjalan  meningkat  sebesar 
Rp1.552 miliar atau 5,1% dari Rp30.369 miliar pada tahun 
2017 menjadi Rp31.921 miliar pada tahun 2018. 

12. Laba per Saham 

Telkom dan anak perusahaan membukukan laba bersih 
per  saham  turun  sebesar  Rp41,52  atau  18,6%,  dari 
Rp223,55  pada  tahun  2017  menjadi  Rp182,03  pada 
tahun 2018. 

140

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
TINJAUAN ARUS KAS

Berikut  ini  tabel  yang  menampilkan  informasi  tentang  arus  kas  konsolidasi  Telkom,  sesuai  dengan  Laporan  Keuangan 

Konsolidasian tahun 2017 hingga 2019.

Tabel Arus Kas

2019-2018

2019

2018

2017

Pertumbuhan

Tahun-tahun yang berakhir 31 Desember

(%)

(Rp miliar)

(US$ juta)

(Rp miliar)

(Rp miliar)

Arus Kas Bersih:

Dari kegiatan operasi

Untuk kegiatan investasi

Untuk kegiatan pendanaan

Kenaikan (penurunan) bersih kas dan setara 
kas

Dampak perubahan kurs terhadap kas dan 
setara kas

20,3

2

(1,1)

54.949

3.958

 45.671

 49.405

(35.791)

(2.578)

 (35.090)

 (33.007)

(18.247)

(1.314)

 (18.458)

 (21.052)

(111,6)

911

66

 (7.877)

 (4.654)

(163,2)

(108)

(8)

 171

 32

Kas dan setara kas pada awal tahun

Kas dan setara kas pada akhir tahun

(30,6)

4,6

17.439

18.242

1.256

1.314

 25.145

 29.767

 17.439

 25.145

Perbandingan Arus Kas

Komposisi arus kas masuk dan arus kas keluar selama tiga tahun terakhir, ditampilkan dalam bentuk diagram berikut. 

Komposisi Arus Kas Masuk 2017 - 2019 (Rp miliar)

(2019)

15,8%
26.583

(2018)

21,1%
35.398

(2017)

2,0%
3.333

0,6%
962

82,2%
138.673

78,3%
131.469

Operasi

Investasi

Pendanaan

8,6%
12.219

1,1%
1.550

Komposisi Arus Kas Keluar 2017 - 2019 (Rp miliar)

(2019)

(2018)

26,7%
44.830

30,7%
53.856

(2017)

22,7%
33.271

49,9%
83.724

48,8%
85.798

23,7%
34.557

23,4%
39.124

20,5%
36.052

Operasi

Investasi

Pendanaan

90,3%
127.669

53,6%
78.264

141

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian  
  
  
  
  
Perbandingan  Arus  Kas  untuk  Tahun  yang  Berakhir  Tanggal  31  Desember  2019  Dibandingkan  dengan  Tahun  yang 

Berakhir Tanggal 31 Desember 2018

Per 31 Desember 2019, TelkomGroup membukukan total kas 
dan  setara  kas  sebesar  Rp18.242  miliar  atau  US$1.314  juta. 
Jika  dibandingkan  dengan  total  kas  dan  setara  kas  tahun 
sebelumnya  sebesar  Rp17.439  miliar,  jumlah  tersebut  naik 
sebesar Rp803 miliar atau 4,6%.

Kemudian,  penerimaan  kas  terbesar  tahun  2019  berasal 
dari  kegiatan  operasi  sebesar  Rp138.673  miliar,  yang 
mencakup  82,2%    dari  total  penerimaan  kas  Telkom  dan 
anak  perusahaan.  Penerimaan  kas  terbesar  lainnya  yaitu 
Rp26.583 miliar, berasal dari pendanaan yang berkontribusi 
sebesar  15,8%    dari  total  penerimaan  kas.  Penerimaan  kas 
dari investasi memiliki kontribusi terkecil yaitu 2,0% dengan 
nilai Rp3.333 miliar.

Dalam  hal  pengeluaran  kas,  sebesar  49,9%  dari  total 
pengeluaran  kas  atau  Rp83.724  miliar  digunakan  untuk 
kegiatan operasional. Pengeluran kas lainnya untuk kegiatan 
pendanaan dan investasi yaitu Rp44.830 miliar  dan Rp39.124 
miliar, atau 26,7% dan 23,4% dari total pengeluaran kas.

Berikut ini penjelasan lebih rinci dari kinerja arus kas Telkom 
dan anak perusahaan untuk periode pelaporan tahun 2019.

1.  Arus Kas Kegiatan Operasi

Arus  kas  bersih  dari  kegiatan  operasi  yang  dibukukan 
pada  tahun  2019  yaitu  sebesar    Rp54.949  miliar 
(US$3.958  juta),  dibandingkan  dari  tahun  sebelumnya 
sebesar Rp45.671 miliar.  

Penerimaan kas dari kegiatan operasi tahun 2019 tercatat 
sebesar Rp138.673 miliar, lebih tinggi 5,5% atau Rp7.204 
miliar  dari  Rp131.469  miliar  yang  diterima  pada  tahun 
2018. Penerimaan kas tersebut diperoleh dari:
•  Penerimaan pendapatan dari pelanggan dan operator 

lain sebesar Rp135.372 miliar,

•  Penerimaan  dari  pendapatan  bunga  dsebesar  

Rp1.093 miliar, 

•  Penerimaan restitusi pajak sebesar Rp1.446 miliar, dan
•  Penerimaan kas lainnya – bersih sebesar Rp762 miliar.

Di sisi lain, pengeluaran kas untuk kegiatan operasi tahun 
2019 tercatat sebesar Rp83.724 miliar. Jika dibandingkan 
dengan  pengeluaran  kas  sebesar  Rp85.798  miliar  pada 
tahun 2018, maka pengeluaran kas tahun 2019 turun 2,4% 
atau Rp2.074 miliar. Pengeluaran kas tersebut digunakan 
untuk kegiatan:
•  Pembayaran kas untuk beban sebesar Rp56.787 miliar,  
sebesar  
kepada 
•  Pembayaran 

karyawan 

kas 

Rp11.370 miliar,

•  Pembayaran  pajak  penghasilan  badan  dan  final 

sebesar Rp10.348 miliar,

•  Pembayaran  beban  bunga  sebesar  Rp4.358  miliar, 

dan

•  Pembayaran  pajak  pertambahan  nilai  bersih  sebesar 

Rp861 miliar.  

2.  Arus Kas untuk Kegiatan Investasi 

Telkom  dan  anak  perusahaan  membukukan  arus  kas 
bersih  untuk  kegiatan  investasi  sebesar  minus  Rp35.791 
miliar  (US$2.578  juta)  pada  tahun  2019,  dibandingkan 
arus kas bersih untuk kegiatan investasi tahun sebelumnya 
yang dibukukan sebesar minus Rp35.090 miliar. 

142

Penerimaan  kas  dari  kegiatan  investasi  tahun  2019 
tercatat  naik  246,5%  atau  Rp2.371  miliar,  dari  Rp962 
miliar  pada  tahun  2018  menjadi  Rp3.333  miliar  pada 
tahun 2019. Penerimaan kas berasal berasal dari:
•  Hasil dari penjualan aset tetap sebesar Rp1.496 miliar,
•  Hasil dari aset keuangan lancar lainnya - bersih sebesar 

Rp1.147 miliar,

•  Hasil  dari  pelepasan  anak  perusahaan  sebesar  

Rp395 miliar,

•  Hasil dari klaim asuransi sebesar Rp197 miliar,
•  Kenaikan  uang  muka  dan  aset  lainnya  sebesar  Rp87 

miliar, dan

•  Penerimaan  dividen  dari  entitas  asosiasi  sebesar  

Rp11 miliar. 

Telkom dan anak perusahaan membukukan pengeluaran 
kas  kegiatan  investasi  tahun  2019  sebesar  Rp39.124 
miliar, naik 8,5% atau Rp3.072 miliar dari pengeluaran kas 
kegiatan  investasi  tahun  sebelumnya  sebesar  Rp36.052 
miliar.  Pengeluaran  kas  tersebut  digunakan  untuk 
kegiatan: 
•  Pembelian aset tetap sebesar Rp35.218 miliar,
•  Pembelian aset tak berwujud sebesar Rp2.008 miliar,
•  Akuisisi  bisnis  setelah  dikurangi  kas  yang  diperoleh 

sebesar Rp1.166 miliar, dan

•  Penambahan dari penyertaan jangka panjang sebesar 

Rp732 miliar.

3.  Arus Kas untuk Kegiatan Pendanaan 

Per 31 Desember tahun 2019, arus kas bersih TelkomGroup 
yang dibukukan terkait kegiatan pendanaan yaitu sebesar 
minus  Rp18.247  miliar  (US$1.314  juta),  dibandingkan 
dengan  periode  pelaporan  sebelumnya  sebesar  minus 
Rp18.458 miliar.

Penerimaan  kas  dari  kegiatan  pendanaan  tahun  2019 
tercatat sebesar Rp26.583 miliar, lebih rendah 24,9% atau 
Rp8.815  miliar  dari  Rp35.398  miliar  yang  diterima  pada 
tahun 2018. Penerimaan kas tersebut berasal dari: 
•  Pencairan  utang  bank  dan  pinjaman  lainnya  sebesar 

Rp26.524 miliar, dan

•  Penerimaan  setoran  modal  pada  entitas  anak 
dari  pemegang  saham  non  pengendali  sebesar  
Rp59 miliar. 

Kemudian, pada tahun 2019, Telkom dan anak perusahaan 
membukukan sejumlah pengeluaran kas untuk kegiatan 
pendanaan  sebesar  Rp44.830  miliar,  yang 
turun 
16,8%  atau  Rp9.026  miliar  dari  Rp53.856  miliar  tahun 
sebelumnya. Pengeluaran kas digunakan untuk kegiatan: 

•  Pembayaran  dividen  kas  kepada  pemegang  saham 
Perusahaan  dan  pemegang  saham  non  pengendali 
entitas  anak  masing-masing  sebesar  Rp16.229  miliar 
dan Rp9.618 miliar, dan

•  Pembayaran utang bank dan pinjaman lainnya sebesar 

Rp18.983 miliar.

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian 
 
 
 
 
Perbandingan  Arus  Kas  untuk  Tahun  yang  Berakhir  Tanggal  31  Desember  2018  Dibandingkan  dengan  Tahun  yang 

Berakhir Tanggal 31 Desember 2017

Telkom dan anak perusahaan memiliki total kas dan setara 
kas  pada  31  Desember  2018  sebesar  Rp17.439  miliar, 
turun  Rp7.706  miliar  atau  30,6%  dibandingkan  tahun 
2017  yang  tercatat  sebesar  Rp25.145  miliar.  Penerimaan 
kas  terbesar  senilai  Rp131.469  miliar  atau  78,3%  berasal 
dari  kegiatan  operasi,  diikuti  dengan  penerimaan  dari 
kegiatan  pendanaan  sebesar  Rp35.398  miliar  atau  21,1% 
dan  penerimaaan  dari  kegiatan  investasi  sebesar  Rp962 
miliar atau 0,6%.

Kas yang diterima sebagian besar TelkomGroup gunakan 
untuk  kegiatan  operasi  sebesar  Rp85.798  miliar  atau 
48,8%, kegiatan pendanaan sebesar Rp53.856 miliar atau 
30,7%  dan  kegiatan  investasi  sebesar  Rp36.052  miliar 
atau 20,5%.

1.  Arus Kas Kegiatan Operasi 

Pada  tahun  2018,  Telkom  dan  anak  perusahaan 
mencatat arus kas bersih dari kegiatan operasi sebesar 
Rp45.671  miliar,  dibandingkan  Rp49.405  miliar    pada 
tahun  2017.  Penerimaan  kas  kegiatan  operasi  sebesar 
Rp131.469  miliar,  mengalami  peningkatan  Rp3.800 
miliar atau 3,0% dibandingkan tahun 2017. Penerimaan 
kas tersebut berasal berasal dari: 
•  Penerimaan  pendapatan  dari  pelanggan  dan 

operator lain sebesar Rp127.855 miliar, 
diterima 

•  Pendapatan 

bunga 

sebesar  

Rp1.036 miliar, dan 

•  Penerimaan 

restitusi 

pajak 

sebesar  

Rp2.578 miliar. 

Pengeluaran  kas  kegiatan  operasi  sebesar  Rp85.798 
miliar    pada  tahun  2018,  mengalami  peningkatan 
Rp7.534  miliar  atau  9,6%  dibandingkan 
tahun 
2017.  Pengeluaran  kas  tersebut  digunakan  untuk 
kegiatan: 
•  Pembayaran 

sebesar  

beban 

untuk 

kas 

Rp54.099 miliar, 

•  Pembayaran  kas  kepada  karyawan 

sebesar  

Rp12.657 miliar, 

•  Pembayaran  pajak  penghasilan  badan  dan  final 

sebesar Rp10.375 miliar, 

•  Pembayaran 

beban 

bunga 

sebesar  

Rp3.735 miliar, 

•  Pembayaran pajak pertambahan nilai bersih sebesar 

Rp3.434 miliar, dan 
•  Pembayaran  kas 
Rp1.498 miliar. 

lainnya 

-  bersih 

sebesar  

2.  Arus Kas untuk Kegiatan Investasi 

Pada tahun 2018 arus kas bersih terkait kegiatan investasi 
mencapai minus Rp35.090 miliar dibandingkan minus 
Rp33.007 miliar pada tahun 2017. Penerimaan kas dari 
kegiatan  investasi  sebesar  Rp962  miliar  pada  tahun 
2018, dibandingkan dengan Rp1.550 miliar pada tahun 
2017.  Jumlah  tersebut  menurun  sebesar  Rp588  miliar 
atau 37,9%. 

Penerimaan kas tersebut berasal dari: 
•  Hasil  dari  penjualan 

aset 

tetap 

sebesar  

Rp629 miliar, 

•  Penempatan deposito berjangka dan aset keuangan 

tersedia untuk dijual sebesar Rp171 miliar, 
asuransi 

klaim 

atas 

dari 

•  Hasil 

sebesar  

Rp153 miliar, dan 

•  Penerimaan  dividen  dari  entitas  asosiasi  sebesar 

Rp9 miliar. 

Pengeluaran  kas  kegiatan  investasi  sebesar  Rp36.052 
miliar,  mengalami  peningkatan  sebesar  Rp1.495  miliar 
atau  4,3%  dibandingkan  Rp34.557  miliar  pada  tahun 
2017.  Pengeluaran  kas  tersebut  digunakan  untuk 
kegiatan: 
•  Pembelian aset tetap sebesar Rp35.218 miliar, 
•  Pembelian 

berwujud 

sebesar  

aset 

tak 

Rp2.972 miliar, 

•  Kenaikan uang muka pembelian aset tetap sebesar 

Rp761 miliar,

•  Pembelian  bisnis  setelah  dikurangi  kas  yang 

diperoleh sebesar Rp420 miliar, dan 

•  Penambahan  penyertaan  jangka  panjang  sebesar 

Rp337 miliar.

3.  Arus Kas untuk Kegiatan Pendanaan 

TelkomGroup mencatat arus kas bersih terkait kegiatan 
pendanaan  pada  tahun  2018  sebesar  minus  Rp18.458 
miliar    dibandingkan  dengan  minus  Rp21.052  miliar 
pada tahun 2017. Penerimaan kas kegiatan pendanaan 
sebesar Rp35.398 miliar, mengalami kenaikan sebesar 
Rp23.179  miliar  atau  189,7%  dari  Rp12.219  miliar  yang 
diterima  pada  tahun  2017.  Penerimaan  kas  tersebut 
berasal dari: 
•  Pencairan utang bank dan pinjaman lainnya sebesar 

Rp35.364 miliar, dan 

•  Penerimaan  setoran  modal  pada  entitas  anak 
dari  pemegang  saham  non  pengendali  sebesar  
Rp34 miliar. 

Pada tahun 2018, Telkom dan anak perusahaan memiliki 
pengeluaran  kas  untuk  kegiatan  pendanaan  sebesar 
Rp53.856  miliar.  Jika  dibandingkan  dengan  Rp33.271 
miliar  pada  tahun  2017,  jumlah  tersebut  naik  sebesar 
Rp20.585  miliar  atau  61,9%.  Pengeluaran  kas  tersebut 
digunakan untuk kegiatan: 
•  Pembayaran dividen kas kepada pemegang saham 
Perusahaan  dan  pemegang  saham  non  pengendali 
entitas  anak  masing-masing  sebesar  Rp16.609 
miliar dan Rp10.134 miliar, serta 

•  Pembayaran  utang  bank  dan  pinjaman  lainnya 

sebesar Rp27.113 miliar. 

143

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
KEMAMPUAN MEMBAYAR UTANG

Laporan keuangan konsolidasian Telkom tahun 2019 yang telah diaudit mengindikasikan Telkom memiliki likuiditas keuangan 

dan kemampuan membayar utang yang cukup baik. Sepanjang tahun 2019, TelkomGroup dapat menjaga aliran dana sehingga 

utang jangka pendek dan jangka panjang dapat terkelola sesuai harapan. Untuk menjaga likuiditas, Telkom memanfaatkan 

arus  kas  dari  berbagai  sumber,  antara  lain  dari  ketersediaan  dana  internal,  laba  usaha  tahun  berjalan,  instrument  utang, 

fasilitas pinjaman dana perbankan, atau sumber lainnya yang sah sesuai dengan perangkat hukum di Indonesia. 

KEMAMPUAN MEMBAYAR UTANG JANGKA PENDEK

Kemampuan TelkomGroup untuk membayar utang jangka pendek dapat dilihat dari rasio lancar (current ratio), rasio cepat 

(quick  ratio)  dan  rasio  kas  (cash  ratio)  tahun  2019.  Rasio-rasio  tersebut  selalu  diawasi  dengan  ketat  guna  memastikan 

likuiditas  dan  ketersediaan  dana  untuk  pembayaran  utang  jangka  pendek  yang  jatuh  tempo  dapat  dipenuhi.  Di  sisi  lain, 

Telkom dan entitas anak juga perlu menjaga likuiditas yang optimal dan dapat dimanfaatkan dengan produktif.

Pada periode kinerja tahun 2019, strategi Telkom untuk menjaga kemampuan membayar utang jangka pendek, antara lain 

yaitu menjaga rasio lancar di atas rasio lancar rata-rata industri dan mempertahankan tersedianya fasilitas pinjaman yang 

dapat ditarik jika diperlukan. 

Rasio likuiditas jangka pendek Telkom dan entitas anak ditampilkan dalam tabel berikut:

Rasio

2019

2018

2017

Rasio Lancar

Rasio Cepat

Rasio Kas

71,5%

52,9%

32,2%

 93,5% 

 66,8% 

 40,5% 

 104,8%

 81,3%

 60,2%

KEMAMPUAN MEMBAYAR UTANG JANGKA PANJANG

Dalam mengukur kemampuan membayar utang jangka panjang, Telkom dan entitas anak mengawasi rasio utang terhadap 

ekuitas, rasio utang terhadap EBITDA dan rasio EBITDA terhadap beban bunga. Laporan keuangan konsolidasian Telkom 

dan  anak  perusahaan  per  akhir  tahun  2019  menunjukkan  rasio  utang  terhadap  ekuitas  sebesar  0,44  kali,  rasio  utang 

terhadap EBITDA sebesar 0,80 kali dan rasio EBITDA terhadap beban bunga sebesar 15,3 kali. Kinerja rasio-rasio tersebut 

menunjukkan kemampuan membayar utang jangka panjang yang baik dengan risiko gagal bayar yang relatif rendah.

Saat  ini,  indikator  kondisi  keuangan  cukup  kuat  dan  dalam  rangka  menjaga  stabilitas  keuangan  perusahaan  dan 

meningkatkan  efektifitas  pengelolaan  pendanaan  dan  modal  kerja,  Telkom  merasa  perlu  untuk  melakukan  strategi 

reprofiling  utang,  yaitu  memperbaiki  profil  utang  dengan  merubah  sebagian  porsi  utang  berbunga  floating  menjadi 

berbunga tetap. Adapun tujuan utama dari upaya reprofiling utang ini adalah mengurangi beban bunga dan eksposure 

fluktuasi suku bunga di masa datang. Beberapa strategi yang telah dilakukan sebagai berikut:

•  Mengoptimalikan penggunaan sumber dana internal untuk memenuhi kebutuhan pendanaan perusahaan.

•  Menyeimbangkan  proporsi suku bunga antara suku bunga mengambang (floating) dan suku bunga tetap (fixed).

Tabel berikut menyajikan data rasio utang terhadap ekuitas, rasio utang terhadap EBITDA, dan rasio EBITDA terhadap 
beban bunga.

Rasio

2019

2018

2017

Rasio Utang Terhadap Ekuitas

Rasio Utang Terhadap EBITDA

Rasio EBITDA Terhadap Beban Bunga

0,44X

0,80X

15,3X

 0,38X

 0,74X

 16,9X

 0,32X

 0,55X

 23,3X

Secara lebih rinci, data dan informasi mengenai “Likuiditas” terkait dengan pembahasan mengenai utang Telkom dan 
entitas anak dapat dilihat pada catatan 15 dan 16 pada laporan keuangan konsolidasian TelkomGroup tahun 2019.

144

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianSTRUKTUR MODAL DAN KEBIJAKAN 
MANAJEMEN ATAS STRUKTUR MODAL

STRUKTUR MODAL

Sama seperti tahun sebelumnya, TelkomGroup memiliki kebijakan untuk memanfaatkan sumber pendanaan dari utang 
jangka  pendek,  utang  jangka  panjang  dan  ekuitas.  Jika  dibandingkan  dengan  utangnya,  komposisi  terbesar  struktur 
modal TelkomGroup berasal dari ekuitas.

Berikut tabel dan diagram yang menggambarkan komposisi dan struktur modal Telkom selama tiga tahun terakhir.

Struktur Modal 2017-2019 (Rp miliar)

(2019)

28,6%
43.379

(2018)

28,0%
40.044

(2017)

25,9%
33.183

5,7%
8.705

2,8%
4.043

1,8%
2.289

65,7%
99.561

69,2%
98.910

72,3%
92.713

Utang Jangka Pendek

Utang Jangka Panjang

Ekuitas

Struktur Modal

2019

2018

2017

(Rp miliar)

(US$ juta)

(Rp miliar)

(Rp miliar)

Jangka Pendek

Jangka Panjang

Utang

Ekuitas

8.705

43.379

52.084

99.561

627

3.125

3.752

7.172

 4.043

 40.044

 44.087

 98.910

 2.289

 33.183

 35.472

 92.713

Jumlah modal yang diinvestasikan

151.645

10.924

 142.997

 128.185

KEBIJAKAN MANAJEMEN ATAS STRUKTUR MODAL

Sebagai  perusahaan  terbuka,  TelkomGroup  memiliki  kepentingan  untuk  menjaga  creditworthiness  yang  tercermin 

dalam peringkat kredit dan struktur modal. Secara umum, struktur modal TelkomGroup tahun 2019 dipertahankan pada 

tingkat utang di bawah rata-rata industri yang tercermin dalam rasio Debt to Equity dan rasio Debt to EBITDA. 

Tujuan kebijakan atas struktur modal yaitu untuk menetapkan komposisi pendanaan dari modal dan utang yang optimal 

serta menjadi landasan dalam mengambil keputusan penambahan atau pembayaran utang, baik jangka pendek maupun 

jangka panjang. Sejalan dengan itu, sepanjang tahun 2019, TelkomGroup terus mengoptimalkan biaya modal (weighted 

average cost of capital) serta manfaat pajak, serta menjaga keseimbangan struktur modal dengan menggunakan rasio 

keuangan  sebagai  mekanisme  pengawasan.  TelkomGroup  dapat  memperbaharui  skema  pembiayaan  jika  dianggap 

lebih efisien dan menguntungkan.

Pada tahun 2019, TelkomGroup memiliki rasio utang terhadap modal (DER) sebesar 0,44 kali, dibandingkan 0,38 kali 

tahun sebelumnya. Kemudian debt service coverage ratio Telkom per akhir 2019 tercatat sebesar 2,8 kali, dibandingkan 

1,9 kali di tahun 2018. 

Informasi kebijakan manajemen atas manajemen modal dapat dilihat di Catatan 36 Manajemen Modal pada Laporan 

Keuangan Konsolidasian Tahun 2019 TelkomGroup. 

145

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianREALISASI BARANG MODAL

Sepanjang tahun 2019, TelkomGroup merealisasikan barang modal sesuai dengan kebutuhan dan strategi perusahaan, 

serta untuk mengantisipasi perubahan teknologi yang dinamis. Denominasi investasi barang modal yaitu dalam mata 

uang Rupiah dan US Dollar. 

STRATEGI DAN TUJUAN INVESTASI BARANG MODAL

Strategi dan tujuan investasi barang modal yang dilakukan Telkom dan anak perusahaan pada tahun 2019 mengacu pada 

strategi bisnis perusahaan dalam rangka membangun infrastruktur dan memperluas portofolio bisnis di era digital guna 

mempertahankan pertumbuhan bisnis berbasiskan connectivity dan produk digital baik dalam jangka pendek maupun 

jangka panjang. Selain itu, kesinambungan investasi barang modal juga penting mengingat perubahan teknologi saat 

ini yang begitu cepat di era digital.

JENIS INVESTASI BARANG MODAL

Jenis investasi barang modal Telkom dan anak perusahaan terdiri dari:

•  Broadband services, terdiri dari mobile (4G) dan fixed access broadband.

•  Network  infrastructure,  terdiri  dari  jaringan  transmisi,  metro  ethernet  and  Regional  Metro  Junction  (RMJ),  

dan IP backbone.

•  Data Center, IT, aplikasi dan konten, serta service node, dan

• 

Investasi barang modal pendukung lainnya, seperti tower.

NILAI INVESTASI BARANG MODAL

Total realisasi investasi barang modal Telkom dan anak perusahaan sepanjang tahun 2019 bernilai sebesar Rp36.585 

miliar atau US$2.636 juta, naik 8,8% dari nilai tahun sebelumnya, yang tercatat sebesar Rp33.620 miliar. 

Berikut ini beberapa investasi barang modal Telkom dan anak usahanya selama tahun 2019: 

•   Membangun BTS sebanyak  23.162 buah. 

•  Membangun proyek kabel laut di antaranya kabel laut SLM (Sabang-Lhokseumawe-Medan), PATARA (Papua Utara) 

yang akan menghubungkan Sentani dan Sarmi, dan MATANUSA (Mangkajang-Takisung-Nunukan-Sangatta).

•  Pembelian 95% saham PT Persada Sokka Tama.

•  Pembelian 2.100 tower PT Indosat Tbk.

Tabel berikut menyajikan data dan informasi mengenai nilai investasi barang modal Telkom dan anak perusahaan dalam 

tiga tahun terakhir.

Tahun-tahun yang berakhir 31 Desember

2019

2018

2017 

(Rp miliar)

(US$ juta)

(Rp miliar)

(Rp miliar)

Jumlah untuk TelkomGroup

36.585

2.636

 33.620

 33.156

146

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianIKATAN MATERIAL UNTUK INVESTASI BARANG 
MODAL

TUJUAN IKATAN MATERIAL UNTUK INVESTASI BARANG MODAL

Sebagai  perusahaan  telekomunikasi  digital,  Telkom  dan  anak  perusahaan  perlu  melakukan 

investasi  yang 

berkesinambungan,  antara  lain  untuk  peralatan  transmisi  dan  jaringan  serta  infrastruktur  digital  lainnya.  Terkait  hal 

tersebut,  per  31  Desember  2019,  terdapat  ikatan  material  untuk  investasi  barang  modal  yang  cukup  signifikan  oleh 

Telkom dan Telkomsel sebagai anak perusahaan. Ikatan material tersebut sebagian besar bukanlah ikatan pendanaan, 

namun berbentuk perjanjian proyek, seperti yang disajikan dalam tabel berikut.

Telkom

Pihak yang terkait dengan kontrak

Tanggal perjanjian awal

Bagian yang signifikan dari perjanjian

Telkom, TII dan NEC Corporation

12 Mei 2016

Perjanjian  Pengadaan  dan  Pemasangan  Sistem 
Komunikasi Kabel Laut (“SKKL”) Indonesia Global 
Gateway

Telkom dan PT Datacomm 
Diangraha

19 November 2018

Perjanjian  Pengadaan  dan  Pemasangan  Ekspan 
Metro Ethernet Platform Nokia-ALU

Telkom dan PT NEC Indonesia

26 Maret 2019

Telkom dan PT Lintas Teknologi
Indonesia

6 April 2019

Perjanjian  Pengadaan  dan  Pemasangan  Radio  IP 
Backhaul Node-B Telkomsel Platform NEC

Perjanjian  Pengadaan  dan  Pemasangan  Dual 
Wavelength  Division  Multiplexing 
("DWDM") 
Platform Nokia 2018

Telkom dan PT Huawei Tech 
Investment

18 September 2019

Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan OTN VCN 
Platform Huawei Fase II

Telkom dan PT ZTE Indonesia

10 Oktober 2019

Telkom dan PT ZTE Indonesia

16 Desember 2019

Telkom dan PT Pembangunan 
Deltamas

19 Desember 2019

Perjanjian  Pengadaan  dan  Pemasangan  OLT 
Platform ZTE

Perjanjian  Pengadaan  dan  Pemasangan  DWDM 
dan OTN Platform ZTE

Perjanjian  Pembelian  Tanah  di  Greenland 
International  Industrial  Center  (“GIIC”)  -  Kota 
Deltamas

Telkom dan PT Huawei Tech 
Investment

23 Desember 2019

Perjanjian  Pengadaan  dan  Pemasangan  DWDM 
Platform Huawei

Telkom dan PT ZTE Indonesia

27 Desember 2019

Telkom dan PT NEC Indonesia

31 Desember 2019

Perjanjian  pengadaan  dan  pemasangan  VIMS 
Platform ZTE

Perjanjian  Pengadaan  dan  Pemasangan  Ekspan 
ISP SKKL Platform NEC Transport PoP Tahap-2

147

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianTelkomsel

Pihak yang terkait dengan kontrak

Tanggal perjanjian awal

Bagian yang signifikan dari perjanjian

Telkomsel,  PT  Ericsson 
Indonesia, 
Ericsson  AB,  PT  Nokia  Siemens 
Networks,  NSN  Oy,  dan  Nokia 
Siemens Network GmbH & Co. KG

17 April 2008

Perjanjian  Pembangunan  Jaringan  Kombinasi  2G 
dan 3G

Telkomsel, PT Ericsson Indonesia dan 
PT Nokia Siemens Networks

17 April 2008

Perjanjian  untuk  Dukungan  Teknik  (TSA)  untuk 
Jaringan Kombinasi 2G dan 3G

Telkomsel, 
Software 
Amdocs 
Solutions  Limited  Liability  Company 
dan PT Application Solutions

8 Februari 2010

Perjanjian  Online  Charging  System  (“OCS”)  and 
Service  Control  Points  (“SCP”)  System  Solution 
Development

Telkomsel  dan  PT  Application 
Solutions

8 Februari 2010

Perjanjian  Technical  Support  untuk  Menyediakan 
Jasa technical support untuk OCS dan SCP

Telkomsel dan PT Huawei

25 Maret 2013

Perjanjian  untuk  Dukungan  Teknik 
(“TSA”) 
untuk  Pengadaan  Gateway  GPRS  Support  Node 
(“GGSN”) Service Complex

Telkomsel dan Wipro Limited, and PT 
WT Indonesia

23 April 2013

Perjanjian Pengembangan dan Pengadaan OSDSS 
Solution

Telkomsel dan PT Ericsson Indonesia

22 Oktober 2013

Perjanjian  Pengadaan  GGSN  Service  Complex 
Rollout

Telkomsel,  PT  NSNI,  NSN  Oy,  PT 
Huawei dan PT ZTE Indonesia

1 Februari 2018

Perjanjian  Pengadaan  Ultimate  Radio  Network 
Infrastructure ROA dan TSA

Telkomsel,  PT  Dimension  Data 
Indonesia,  dan  PT  Huawei  Tech 
Investment

1 April 2018

Telkomsel, PT Sigma Solusi Integrasi, 
Oracle Corporation dan
PT Phincon

5 Juli 2019

Perjanjian  untuk  Pengadan  Infrastruktur  Mobile 
Network Router

Perjanjian  Pengadaan,  Pengembangan  dan 
Dukungan  Teknis  untuk  Customer  Relationship 
Management (“CRM”) System Integrator

TII

Pihak yang terkait dengan kontrak

Tanggal perjanjian awal

Bagian yang signifikan dari perjanjian

Telin Hong Kong dan Measat Satellite 
System Sdn. Bhd.

1 Desember 2015

Perjanjian Pengadaan Jasa Sewa Transponder

Telin Singapore dan LSK Engineering 
(S) Pte Ltd

1 Agustus 2019

Perjanjian 
Design 
Pembangunan Data Center Singapore.

Pengadaan 

dan 

TII  dan  HKT  Global  Singapore  Pte. 
Ltd.

12 September 2019

Perjanjian  Pengadaan  Entitlement  of  PLCN 
Cable System   

148

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianSUMBER DANA UNTUK MEMENUHI IKATAN MATERIAL INVESTASI BARANG 
MODAL

Sepanjang tahun 2019, TelkomGroup memiliki tingkat leverage yang baik untuk mendanai belanja modal. Di masa depan, 

TelkomGroup dapat menggunakan sumber dana internal dan eksternal, seperti pendanaan perbankan, instrument utang 

atau penambahan modal saham untuk investasi barang modal sesuai dengan perencanaan bisnisnya.

MATA UANG YANG MENJADI DENOMINASI DALAM IKATAN MATERIAL 
UNTUK INVESTASI BARANG MODAL

Sesuai dengan karakteristik investasinya, Telkom menggunakan beberapa denominasi mata uang dalam ikatan material 

untuk  investasi  barang  modal,  yaitu  mata  uang  Rupiah  dan  mata  uang  asing  US  Dollar,  Euro,  dan  HKD.  Nilai  ikatan 

terbesar yaitu dalam mata uang Rupiah sebesar Rp9.412 miliar.

Per 31 Desember 2019, komposisi nilai ikatan material untuk investasi barang modal dalam mata uang Rupiah dan asing 

dapat dilihat sebagai berikut:

Tabel Ikatan Material berdasarkan Mata Uang

Jumlah Mata Uang Asing

Setara Rupiah

(dalam jutaan)

(dalam miliar)

Rupiah

US Dollar

Euro

HKD

Total

87,78

1,06

0,77

9.412

1.219

16

1

10.648

MITIGASI RISIKO DARI MATA UANG ASING DALAM IKATAN MATERIAL 
UNTUK INVESTASI BARANG MODAL

Penggunaan mata uang asing, khususnya dalam ikatan material barang modal, memiliki risiko dan peluang dari naik 

turunnya nilai tukar. Untuk itu, Telkom menetapkan deposito berjangka dan piutang dalam mata uang asing minimal 

25%  dari  liabilitas  jangka  pendek  dalam  mata  uang  asing  yang  terutang.  Dengan  kebijakan  tersebut,  Telkom  dapat 

melakukan offsetting antara keuntungan kurs deposito berjangka dan piutang dengan kerugian kurs dari ikatan material 

untuk investasi barang modal untuk meminimalisir risiko nilai tukar.

Penjelasan mengenai ikatan material untuk investasi barang modal dan risiko nilai tukar mata uang asing dapat dilihat 

pada Catatan 33 Ikatan dan Perjanjian Signifikan dan Catatan 35 Manajemen Risiko Keuangan pada Laporan Keuangan 

Konsolidasian tahun 2019.

149

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianTINGKAT KOLEKTIBILITAS PIUTANG

Sepanjang tahun 2019, TelkomGroup memiliki tingkat kolektibilitas piutang yang cukup baik, dengan nilai piutang jatuh 

tempo konsolidasi per 31 Desember 2019 dan 2018 yang tidak diturunkan nilainya atau yang dapat tertagih sebesar 

Rp3.942  miliar  dan  Rp4.296  miliar.  Pada  tahun  2019,  rasio  perputaran  piutang  usaha  sebesar  11,7%,  sedangkan  rasio 

lama penagihan rata-rata tahun 2019 yaitu 31,2 hari.  

Analisis terhadap piutang TelkomGroup tahun 2019, dapat dilihat pada tabel berikut:

Rasio

Rasio Lama Penagihan Rata-rata (%)

2019

2018

2017

Rasio lama penagihan rata-rata (hari)

Rasio perputaran piutang (%)

31,2

11,7

28,8

12,7

23,6

15,5

Risiko  kredit  pelanggan  dikelola  dengan  memantau  saldo  piutang  dan  penagihannya  secara  berkala.  Untuk 

mengantisipasi piutang tidak tertagih pada tahun 2019, Telkom melakukan berbagai usaha dalam melakukan penagihan 

piutang diantaranya melakukan kunjungan dan proses penagihan langsung kepada pelanggan yang memiliki tunggakan 

besar, melakukan kerjasama dengan mitra terkait jasa tenaga pencairan piutang, serta aktif menghubungi pelanggan 

via telepon, surat dan email.

Sepanjang  tahun  2019,  TelkomGroup  telah  membentuk  provisi  penurunan  nilai  piutang  usaha  berdasarkan  tingkat 

penurunan  nilai  historis  secara  kolektif  dan  historis  kredit  para  pelanggan  secara  individual.  Provisi  penurunan  nilai 

piutang tahun 2019 sebesar Rp6.203 miliar, lebih besar daripada provisi tahun 2018 sebesar Rp5.029 miliar.

Pembahasan  mengenai  piutang  TelkomGroup  secara  rinci  dapat  lihat  pada  Catatan  5  Piutang  Usaha  pada  laporan 

keuangan konsolidasian Telkom dan anak perusahaan tahun 2019.

150

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianINFORMASI DAN FAKTA MATERIAL SETELAH
TANGGAL LAPORAN AKUNTAN

Guna  memenuhi  prinsip  transparansi  dan  akuntabilitas  dalam  menjalankan  tata  kelola  perusahaan  yang  baik  (good 

corporate  governance),  Telkom  mengungkapkan  informasi  dan  fakta  material  yang  terjadi  setelah  tanggal  laporan 

akuntan per 31 Desember 2019, sebagai berikut:

No

Informasi dan Fakta Material

1

2

3

4

5

6

Perusahaan  akan  melakukan  pembelian  kembali  saham  Perusahaan  (share  buyback),  dengan  jumlah 
sebanyak-banyaknya  Rp1.500  miliar  dilakukan  secara  bertahap  dalam  periode  tiga  bulan  terhitung  sejak 
tanggal 30 Maret 2020 sampai dengan 29 Juni 2020.

Pada  tanggal  11  Januari  2020,  Telkomsel  melakukan  pelunasan  pinjaman  kepada  Bank  Mandiri  sebesar 
Rp3.000 miliar.

Pada tanggal 11 Mei 2020, TII telah melakukan pelunasan pinjaman kepada MUFG Bank sebesar US$6,7 juta 
atau setara dengan Rp101 miliar.

Pada bulan Januari 2020, Perusahaan menerima restitusi pajak atas PPN masa pajak Februari dan Agustus 
2011 dan Januari s.d Desember 2017 masing-masing senilai Rp29,6 miliar dan Rp747 miliar.

Pada  tanggal  31  Maret  2020,  Pemerintah  menerbitkan  Peraturan  Pemerintah  Pengganti  Undang-Undang 
Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2020 yang menetapkan, antara lain, penurunan tarif pajak penghasilan 
wajib pajak badan dalam negeri dan bentuk usaha tetap dari semula 25% menjadi 22% untuk tahun pajak 
2020 dan 2021 dan 20% mulai tahun pajak 2022 dan seterusnya, serta pengurangan lebih lanjut tarif pajak 
sebesar 3% untuk wajib pajak dalam negeri yang memenuhi persyaratan tertentu.
Tarif pajak yang baru tersebut akan digunakan sebagai acuan untuk pengukuran aset dan liabilitas pajak kini 
dan tangguhan mulai tahun pajak 2020.

Sejak  awal  tahun  2020,  penyebaran  pandemik  COVID-19  telah  berdampak  terhadap  aktivitas  bisnis  dan 
pertumbuhan  ekonomi  di  Indonesia,  akibat  adanya  pembatasan  aktivitas  dan  kegiatan  sosial.  Dalam  hal 
ini  Pemerintah  telah  mengambil  beberapa  kebijakan  untuk  menyikapi  dan  mengantisipasi  dampak  dari 
pandemik ini. Grup telah menentukan,  bahwa  kejadian  ini adalah peristiwa nonpenyesuai setelah periode 
pelaporan,  sehingga  laporan  keuangan  konsolidasian  ini  tidak  disesuaikan  dengan  dampak  pandemik 
COVID-19  karena  proses  penanganan  oleh  Pemerintah  masih  berlangsung  dan  tidak  dapat  ditentukan 
jangka waktunya, sehingga dampak-dampak spesifik seperti misalnya terhadap bisnis, pendapatan dan nilai 
terpulihkan dari aset dan liabilitas Grup, belum dapat ditentukan secara andal.
Operasi  Perusahaan  telah  dan  mungkin  terus  dipengaruhi  oleh  penyebaran  virus  COVID-19  yang  dimulai 
di Cina dan kemudian menyebar ke negara-negara lain termasuk Indonesia. Efek virus COVID-19 terhadap 
ekonomi  global  dan  Indonesia  termasuk  efek  terhadap  pertumbuhan  ekonomi,  penurunan  pasar  modal, 
peningkatan risiko kredit, depresiasi nilai tukar mata uang asing dan gangguan operasi bisnis. Efek masa 
depan  dari  virus  COVID-19  terhadap  Indonesia  dan  Perusahaan  masih  belum  dapat  ditentukan  saat 
ini.  Peningkatan  jumlah  infeksi  COVID-19  yang  signifikan  atau  penyebaran  yang  berkepanjangan  dapat 
mempengaruhi Indonesia dan Perusahaan. Perusahaan sedang mengevaluasi dampak dari virus COVID-19 
dan belum menentukan dampaknya terhadap laporan keuangan perusahaan.
Sampai  dengan  tanggal  penyelesaian  laporan  keuangan  ini,  telah  terjadi  penurunan  Indeks  Harga  Saham 
Gabungan (“IHSG”) dan nilai tukar mata uang Rupiah terhadap mata uang asing yang sebagian disebabkan 
oleh dampak virus COVID-19.
Untuk mengatasi kondisi-kondisi di atas, Perusahaan telah dan berencana melakukan hal-hal sebagai berikut:
i.  Menyesuaikan  beberapa  program  dan  inisiatif  untuk  memberikan  layanan  kepada  pelanggan  dengan 

mempercepat digitalisasi penjualan untuk memastikan ketersediaan produk dan layanan.

ii.  Mempertahakan  arus  kas  Perusahaan  untuk  menjadi  positif  dan  memitigasi  risiko  fluktuasi  mata  uang 

asing.

iii. Mengintensifkan efisiensi memprioritaskan program dan inisiatif.
iv. Memastikan kesiapan sistem dan jaringan untuk memberikan layanan terbaik bagi pelanggan.

Penjelasan mengenai hal tersebut di atas dapat ditemukan pada Laporan Keuangan Konsolidasian Telkom tahun 2019, 

khususnya pada Catatan 38 Peristiwa Setelah Tanggal Laporan Posisi Keuangan.

151

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPROSPEK USAHA DAN KEBERLANGSUNGAN 
PERUSAHAAN

INFORMASI KEBERLANGSUNGAN USAHA

Telkom  memiliki  Direktorat  Keuangan  yang  bertanggung 

13. Peningkatan 

risiko 

terhadap 

Pengendalian 

jawab  untuk  menyelenggarakan  assessment  manajemen 

Internal  (ICOFR)  perlu  diwaspadai  seiring  dengan 

atas hal-hal asumsi yang digunakan terkait keberlangsungan 

pengembangan operasi bisnis ke depan. 

usaha. Pada tahun 2019, assessment dilaksanakan dengan 

14. Risiko  keuangan  yang  sangat  dinamis  terkait  risiko 

pendekatan risk management dan mengacu pada metode 

likuiditas,  risiko  valuta  asing  yang  fluktuatif,  risiko 

framework  COSO  yang  diterbitkan  pada  tahun  2014. 

kredit, dan risiko suku bunga perlu dikelola oleh Telkom 

Hasil  assessment  mengindikasikan  hal-hal  yang  dapat 

agar  tidak  berdampak  negatif  pada  Telkom,  seperti 

berpengaruh  pada  keberlangsungan  usaha  Telkom,  baik 

turunnya nilai aset dan naiknya nilai kewajiban.

dari aspek internal maupun eksternal, yaitu: 

1.  Dinamika lingkungan makro yang berpotensi berubah 

Terkait  dengan  kelangsungan  usaha  Telkom  sepanjang 

ke  arah  yang  negatif  dan  kurang  menguntungkan 

tahun  2019,  beberapa  kejadian  penting  yang  menjadi 

bagi  sektor 

industri  digital  dan  telekomunikasi, 

perhatian  dan  dapat  meningkatkan  atau  menurunkan 

seperti likuiditas yang buruk, ketidakpastian kebijakan 

risiko keberlangsungan Telkom antara lain: 

moneter, dan perang dagang. 

1.  Gejolak geopolitik yang masih memanas akibat perang 

2.  Penurunan  reputasi,  terutama  jika  kinerja  keuangan 

dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Perang 

dan tata kelola tidak berjalan baik. 

3.  Tekanan  Over  The  Top  (OTT)  yang  tinggi  mendorong 
cepat  

pendapatan 

legacy 

lebih 

penurunan 
dari perkiraan. 

4.  Risiko dari ketidakpastian dalam digital business karena 

perubahan di era digital sangat cepat. 

5.  Risiko  dari  ketidakpastian  dalam  pengembangan 
usaha melalui inisiatif in-organik, yaitu melalui strategy 
alliance  &  acquisition,  yang  membutuhkan  investasi 
yang besar. 

6.  Upaya  monetisasi  investasi  organik  untuk  menutupi 
penurunan  pendapatan  akibat  tekanan  OTT  belum 
sesuai dengan harapan.   

7.  Potensi  kegagalan  operasional  infrastruktur  karena 
beragam  hal,  baik  oleh  bencana  alam  maupun  ulah 
manusia. 

8.  Ancaman  cyber  yang  semakin  meningkat  terhadap 

tarif,  sanksi,  perubahan  regulasi  untuk  melindungi 
teknologi,  ketidakpastian  supply  chain,  dan  ancaman 

gangguan  kebocoran  data  akibat  persaingan  global 
menjadi ancaman serius bagi Telkom. 

2.  Di dalam negeri, Indonesia telah melaksanakan Pemilu 
2019  dengan  baik.  Meski  indeks  kerawanan  Pemilu  di 
Indonesia cukup baik, namun para investor mengambil 

sikap  untuk  mewaspadai  jika  terjadi  ketidakstabilan 
politik dan ekonomi. 

3.  Telkom masih menghadapi perkara penting dari tahun 
sebelumnya,  antara  lain  terkait  gugatan  PT  Citra  Sari 

Makmur  terkait  pemutusan  hubungan  kerja  sama 

pemanfaatan  Jaringan  Tetap  dan  Sarana  Penunjang 

(Transponder)  dan  ahli  waris  H.Ali  terkait  tanah  yang 

di atasnya berdiri STO Telkom Pettarani. Dalam hal ini 

Telkom terus berupaya melakukan upaya hukum yang 
terbaik dalam mengawal jalannya sidang gugatan. 

infrastruktur, aplikasi atau layanan Telkom.  

4.  Dari sisi regulasi, beberapa hal yang menjadi perhatian 

9.  Adanya  kebocoran  pendapatan  dan  fraud  yang 
ditimbulkan  oleh  Fraud  SIMBOX,  Toll  Fraud  dan  
SMS A2P. 

Telkom, yaitu:   
•  Revisi  Peraturan  Pemerintah  No.52  dan  53  tahun 
2000  terkait  network  (backbone)  sharing  dan 

frequency  sharing  akan  kontra  produktif  terhadap 
Telkom. 
Implementasi  Peraturan  Menteri  Kominfo  Nomor 
13  Tahun  2019  yang  mengubah  Keputusan 

Menteri  Perhubungan  No.21  tahun  2001  tentang 

Penyelenggaran  Jasa  Telekomunikasi  berpotensi 

industri 

telekomunikasi  

mengubah  dinamika 
dan informasi. 
Implementasi  Undang-undang  No.28  tahun  2009 
tentang  Pajak  dan  Retribusi  Daerah,  khususnya 
terkait retribusi pengendalian menara telekomunikasi 
maksimal 2% dari nilai jual objek pajak (NJOP). 

• 

• 

10. Tantangan  dalam  mengembangkan  digital  capability 
dan  Entropy  di  dalam  organisasi,  khususnya  terkait 
dengan kinerja sumber daya manusia. 
regulasi 

telekomunikasi  di  dalam 
negeri  yang  dapat  menyebabkan  meningkatnya 

11.  Perubahan 

beban,  menurunnya  pendapatan,  dan  membatasi  
operasi Telkom. 

12. Meski  belum  mengganggu  keberlangsungan  usaha 
Telkom secara signifikan, adanya perkara penting yang 
dihadapi  Telkom  perlu  terus  dipantau  dan  dikelola 

dengan  baik  agar  tidak  terjadi  dampak  negatif  yang 
terus berlanjut atau berkembang lebih jauh. 

152

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
• 

Implementasi 

Peraturan 

Daerah 

(Perda) 

4.  Telkom  menilai  pertumbuhan  sektor  informasi  dan 

Kota  Surabaya  No.5 

tahun  2017 

tentang 

komunikasi tahun 2019 cukup baik, yaitu sekitar  9,41%, 

Penyelenggaraan Jaringan Utilitas terhadap seluruh  

(sumber:  BPS  -  Berita  Resmi  Statistik,  2020)  lebih 

operator telekomunikasi. 

tinggi  dari    pertumbuhan  ekonomi  nasional  sebesar 

• 

Implementasi  Peraturan  Pemerintah  Nomor  71 

5,02%.  Hal  ini  menunjukkan  sektor  industri  ini  masih 

Tahun  2019  Tentang  Penyelenggaraan  Sistem  dan 

terus  bergerak  maju  seiring  dengan  berkembangnya 

Transaksi  Elektronik  (PSTE)  yang  menyebutkan 

era digital. 

bahwa 

penyelenggara 

sistem 

elektronik 

5.  Telkom  berpendapat  bahwa  sejak  diberlakukannya 

lingkup  publik  dapat  menempatkan  data  di  luar  

registrasi  kartu  pra  bayar  pada  tahun  sebelumnya, 

wilayah Indonesia. 

kompetisi antar operator semakin sehat dengan jumlah 

•  Beberapa  rancangan  peraturan  kominfo  lainnya 

customer  base  lebih  kecil,  tetapi  lebih  stabil  dan 

terkait 

layanan  Over  The  Top  (OTT),  teknis 

menunjukkan potensi pasar yang sebenarnya. 

infrastruktur bersama telekomunikasi, dan penetapan 

tarif penyelenggaraan jasa telekomunikasi. 

5.  Tantangan  ekonomi  makro  Indonesia  yang  tumbuh  di 

kisaran 5%, namun masih mengalami defisit anggaran. 

Meski Indonesia memiliki postur perekonomian terbesar 

di Asia Tenggara, namun hal ini perlu diwaspadai karena 

dapat  berdampak  negatif  pada  stabilitas  ekonomi 
nasional, khususnya dalam jangka panjang. 

Terkait  dengan  hal-hal 

tersebut  di  atas,  dampak 

terhadap  Telkom  yaitu  meningkatnya 

  profil  risiko 

Telkom pada tahun 2019 yang mencakup risiko strategis, 

operasional dan kepatuhan. Selain itu, dari sisi keuangan, 

Telkom  memiliki  risiko  dengan  meningkatnya  piutang  

tidak tertagih.

Selanjutnya,  di  dalam  menganalisa  keberlangsungan 

usaha  perusahaan,  Telkom  menggunakan  beberapa 

asumsi  dalam  pengambilan  keputusan  strategis  tahun 

2019 yaitu: 

1.  Telkom  memandang  bahwa  masyarakat 

telah 

menjadikan  digital 

sebagai 

kebutuhan 

sehari-

hari.  Oleh  sebab  itu  transformasi  Telkom  menuju 

digital 

telecommunication 

company  merupakan 

kebijakan  yang  strategis  karena  potensi  pasar  yang  

terbuka lebar.   

2.  Telkom melihat secara positif tujuan Pemerintah untuk 

membangun pondasi pertumbuhan ekonomi yang kuat 

melalui empat aspek, yaitu investasi infrastruktur yang 

tinggi,  pembaruan  anggaran  yang  konsisten,  struktur 

ekonomi  baru,  dan  memanfaatkan  potensi  eknomi 
yang besar dan stabil. 

3.  Telkom  merespon  dinamika  global  dengan  melihat 
ketidakpastian sebagai suatu risiko sekaligus peluang. 

Kondisi  makro  akan  tetap  bergejolak  dalam  frekuensi 

yang  berbeda  dan  Telkom  memiliki  kemampuan 

dan  sumber  daya  yang  cukup  untuk  mengantisipasi  
secara strategis. 

Merespon  dinamika  yang  ada,  Telkom  kemudian 

melakukan penyesuaian dan mengambil keputusan untuk 

mengatasi  hal  yang  berpotensi  berpengaruh  signifikan 

pada kelangsungan usaha, antara lain:

1.  Menata  pengalaman  digital  terbaik  untuk  pelanggan 

(embracing best in class digital customer experience), 

yaitu  mentransformasi  pengalaman  terbaik  untuk 

pelanggan dengan interaksi secara digital pada setiap 

tahapnya,  yang  didukung  oleh  proses-proses  internal 

perusahaan yang terdigitisasi.

  Telkom menghadirkan pengalaman yang berkesan bagi 

pelanggan melalui interaksi digital yang simple, intuitif 

dan  progresif  sesuai  dengan  harapan  dan  kebutuhan. 

Pelanggan  terhubung  lebih  intim  ke  Telkom  secara 

digital dan mendapatkan layanan sesuai kebutuhannya 

secara  self  service,  sehingga  meningkatkan  kinerja 

penyediaan layanan (service delivery) dan menambah 

jumlah pelanggan setia yang akan terus menggunakan 

layanan-layanan TelkomGroup (high value customers). 

Sistem  dan  tools  pendukungnya  dirancang  untuk 

cukup  responsif  dan  fleksibel  memenuhi  kebutuhan 

pelanggan,  serta  memungkinkan  perubahan  desain 

layanan  secara  dinamis  yang  menyatu  dengan  insight 

tentang  pelanggan  secara  real-time  pada  setiap 

journey  pelanggan.  Proses-proses 

internal 

juga 

ditransformasi  dan  diuji  secara  iteratif  berdasarkan 

feedback  pelanggan  dan  evaluasi  atas  kinerja  proses. 

Aktivitas tersebut didukung oleh standar perilaku dan 

keahlian yang dibutuhkan, dan Telkom terus mengasah 

dan  melatih  ulang  sumber  daya  manusianya  serta 

membina  talenta-talenta  digital  untuk  memenuhi 

standar  tersebut.  Telkom  tidak  hanya  akan  berfokus 

pada  pencapaian  target  Net  Promoter  Score  (NPS), 

melainkan  juga  mengeksploitasi  siklus  feedback  to 

action  yang  tersistem  untuk  menghadirkan  kepuasan 

pelanggan  yang  pada  akhirnya  meningkatkan 

kemampuan  Telkom  dalam  memberikan  advokasi 

kepada pelanggan sebagai bagian integral layanannya.

153

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
2.  Mengintensifkan  bisnis  digital  (intensifying  digital 

3. Mendukung inisiatif-inisiatif cerdas untuk meningkatkan 

business),  yaitu  melanjutkan  ekspansi  konektivitas 

efektivitas  biaya 

(driving 

smart 

initiatives  on 

jaringan  pita  lebar  serta  meningkatkan  layanan  dan 

cost  effectiveness),  yaitu  mengeksekusi 

inisiatif-

solusi  bisnis  digital  untuk  mengamankan  dominasi 

inisiatif  cerdas  yang  berdampak  maksimal  terhadap 

perusahaan di pasar.

performansi 

perusahaan  melalui 

penguatan 

proses,  compliance,  skala  sistem  dan  organisasi, 

  Telkom 

terus  mengintensifkan 

bisnis 

digital 

serta  pemanfaatan  kapabilitas  secara  Grup  untuk 

sejalan  dengan  penjualan  yang  berkualitas  untuk 

meningkatkan profitabilitas perusahaan. 

mempertahankan 

dominasinya 

di 

pasar 

dan 

memastikan keberlangsungan pertumbuhan bisnisnya. 

  Program ini mendorong berbagai inisiatif cerdas untuk 

Ekspansi broadband connectivity pada segmen bisnis 

meningkatkan  efektivitas  atas  biaya  yang  dikeluarkan 

(enterprise  &  SME)  dan  retail  (home  &  personal) 

sehingga  mampu  menghadirkan  kinerja  finansial 

diarahkan  agar  Telkom  Grup  menjadi  yang  terdepan 

yang  lebih  sehat  dan  memastikan  pertumbuhan  yang 

dalam  bisnis  digital.  Telkom  melakukan  berbagai 

berkelanjutan.  Kompleksitas  lini  bisnis  di  lingkungan 

inisiatif  untuk  menjangkau  pasar  vertikal  maupun 

TelkomGroup  membutuhkan  pendekatan  yang  lebih 

horizontal  pada  semua  segmen  melalui  keahlian  dan 

detail  (granular)  pada  analisis  struktur  biaya  dan 

kemampuannya  yang  unggul  serta  bersinergi  secara 

implementasi inisiatif-inisiatif tersebut. Lingkup inisiatif 

terpadu  dengan  layanan  broadband  yang  superior, 

tersebut  meliputi  berbagai  aspek,  baik  beban  cash 

infrastruktur  yang  cerdas,  serta  platform  intermediasi 
(cloud,  big-data,  IoT,  payment,  cybersecurity)  yang 

maupun  non-cash,  biaya  produk  (cost  of  product), 
optimasi  proses  bisnis  dan  organisasi,  optimasi 

handal.  Di  sisi  internal,  Telkom  terus  meningkatkan 

biaya  operasi  dan  pemeliharaan,  procurement, 

efektivitas  operasional  dan  memastikan  pengelolaan 

tax,  biaya  bunga,  depresiasi  dan  amortisasi,  dan 

profitabilitas 

lini  bisnisnya  (business 

line)  melalui 

sebagainya.  Keunggulan  Telkom  dalam  skala  bisnis 

penyelarasan  sinergi  Customer  Facing  Unit,  sehingga 

atau  keunggulan  posisi  tawar  lainnya  didayagunakan 

Telkom  akan  tetap  memegang  keunggulan  kompetitif 

untuk  mencapai  efisiensi  biaya  atau  benefit  lainnya. 

bahkan layanannya semakin relevan dengan kebutuhan 

Program peningkatan efektivitas biaya dan milestone-

pasar  di  tengah  dinamika  industri  yang  disruptif. 

nya  ditetapkan  mencakup  berbagai  aspek,  seperti 

Inisiatif  inorganik,  termasuk  di  dalamnya  partnership 

pengelolaan  overhead  cost,  evaluasi  atas  business 

dan  akuisisi,  menjadi  bagian  yang  penting  dalam 

model  yang  ada  saat  ini,  peningkatan  shared  service 

program  ini  terutama  untuk  menguatkan  kapabilitas 

operation,  pengelolaan  workforce  secara  efektif, 

serta meningkatkan value secara Grup. Sejalan dengan 

rekayasa  ulang  proses  bisnis,  eksploitasi  value  of 

dinamika  di  lingkungan  aksi  korporasi,  Telkom  akan 

synergy, serta risk sharing pada kemitraan.

terus mendorong eksekusi inorganik yang smart untuk 

mendukung pencapaian target tahun 2019.

154

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian155

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianGAMBARAN PROSPEK USAHA 

Telkom  berkeyakinan  bahwa  peluang  untuk  dapat  terus 

tumbuh  di  masa  mendatang  masih  sangat  menjanjikan. 

Konektivitas  data  dan 

layanan  digital  saat 

ini  telah 

menjadi  kebutuhan  dasar  masyarakat,  dan  bahkan 

penggunaannya  sudah  merambah  di  kota-kota  kecil  dan 

pedesaan. Sedangkan untuk institusi maupun pelaku usaha, 

layanan  digital  telah  menjadi  kebutuhan  utama  untuk 

meningkatkan  pelayanan  maupun  dalam  mempertahankan 

dan  mengembangkan  usahanya.  Telkom,  dengan  seluruh 

infrastruktur dan fasilitasnya, berada di posisi terdepan untuk 

mengambil peluang-peluang tersebut dan terus tumbuh di 

masa mendatang. 

Untuk  segmen  Mobile,  terdapat  potensi  bisnis  pada  tiga 

area  fokus  yaitu  meningkatkan  potensi  pertumbuhan  pada 

high value customer, layanan mobile solution untuk segmen 

enterprise,  dan  pengembangan  berbagai  layanan  digital 

seperti  mobile  financial  service,    game  dan  video.  Saat  ini, 

high  value  customer  memberikan  kontribusi  signifikan 

terhadap  pendapatan  Telkomsel.  Untuk  memberikan 

pengalaman terbaik dalam rangka menjaga loyalitas sekaligus 

meningkatkan jumlah high value customer, kami melakukan 

profiling  terhadap  high  value  customer  dan  memanfaatkan 

big data analytic sehingga dapat menawarkan layanan yang 

beraneka  ragam  dan  berkualitas  sesuai  dengan  kebutuhan 

personal  mereka.  Kami  juga  mengembangkan  produk 

untuk  memenuhi  kebutuhan  dan  tuntutan  segmen  youth 

melalui produk by.U sesuai gaya hidup mereka karena dalam 

beberapa tahun kedepan kalangan kaum muda masih akan 

mendominasi  struktur  demografi  di  Indonesia.  Telkom  juga 

terus  mengembangkan  produk-produk  inovatif  dan  solusi 

digital untuk segmen enterprise atau B2B  termasuk mobile 

security, NB-IoT dan solusi seluler lainnya yang memanfaatkan 

portofolio produk Telkomel myBusiness. Sementara itu pada 

layanan  digital,  kami  fokus  pada  penyediaan  pengalaman 

gaya hidup seperti video, game dan musik. 

Seiring  dengan  meningkatnya  penggunaan  smartphone, 

pada  akhir  tahun  2019  169,5  juta  pelanggan  kami  telah 

menggunakan  smartphone  (naik  4,6%  dari  tahun  lalu), 

dan  diharapkan  akan  terus  bertambah.  Penggunaan 

smartphone  yang  semakin  luas  juga  akan  mendorong 

pertumbuhan  digital  service  &  solution  dimana  Telkomsel 

sudah  menyiapkan  platform,  aplikasi  dan  konten  untuk 

mengantisipasi  kebutuhan  pelanggan  ini.  Secara  global 

bisnis  seluler  mengalami  tekanan  pada  data  yield  (harga 

data  per  gigabytes),  dimana  di  Indonesia  termasuk  yang 

cukup rendah dibandingkan benchmark global. Hal ini terjadi 

karena tingkat persaingan yang masih kompetitif.

Pada  segmen  enterprise,  peluang  untuk  meningkatkan 
pertumbuhan  bisnis  masih  terbuka  cukup  lebar.  Kami 
senantiasa  berupaya  untuk  mencari  sumber  pertumbuhan 
baru yang sifatnya berkelanjutan (recurring). Salah satu lini 

bisnis yang akan kami kembangkan adalah data center. Kami 
meyakini bahwa bisnis data center memiliki potensi demand 
tinggi  seiring  dengan  semakin  berkembangnya  layanan 
digital  seperti  e-commerce  dan  berbagai  solusi  digital 
lainnya  serta  memberikan  tingkat  profitabilitas  cukup  baik. 
Kami  juga  meyakini  bahwa  tren  digitalisasi  proses  bisnis  di 
kalangan  korporasi  akan  terus  semakin  menguat,  demikian 
pula  di  lembaga  dan  institusi  pemerintah,  baik  pusat 
maupun daerah. Selain itu, penetrasi layanan ICT di kalangan 
Usaha  Kecil  Menengah  (UKM)  masih  relatif  rendah.  Kami 
berharap  kehadiran  kami  dengan  penyediaan  layanan  ICT 
dapat  membantu  pengembangan  bisnis  di  kalangan  UKM 
mengingat besarnya manfaat yang dihasilkan, dan sekaligus 
merupakan  peluang  pasar  bagi  kami  untuk  dapat  tumbuh 
bersama-sama.  Kami  juga  secara  aktif  mengeksplorasi 
peluang-peluang  peningkatan  kapabilitas  digital  melalui 
aktifitas  inorganik  untuk  memperkuat  layanan  digital  yang 
terintegrasi.

Pada segmen Consumer, peluang untuk terus tumbuh masih 
terbuka lebar. Di samping itu, tingkat persaingan juga relatif 
rendah hal ini disebabkan penyedia layanan fixed broadband 
memerlukan kebutuhan belanja modal (capital expenditure) 
yang relatif tinggi, yang mana menjadi salah satu penghalang 
masuk (barrier to entry) bagi para pendatang baru atau bagi 
operator  eksisting  untuk  berekspansi  ke  berbagai  wilayah. 
Dari sisi produk dan layanan, Telkom senantiasa memberikan 
tambahan  pilihan  bagi  pelanggan  dengan  menawarkan 
layanan  dan  produk  yang 
lebih  bervariasi  sehingga 
dapat  menjangkau  ceruk  pasar  yang  lebih  luas  sesuai  
kebutuhan  pelanggan.  Diantaranya  kami  mengembangkan 
produk  Indihome  Lite  yang  menawarkan  harga  terjangkau 
untuk menjangkau segmen pasar yang lebih luas.

Untuk segmen Wholesale and International Business, dengan 
terhubungnya  jalur  konektivitas  SEA-ME-WE  5  dengan  
SEA-US  melalui  Indonesia  Global  Gateway  (IGG)  yang 
merupakan  sistem  komunikasi  kabel  laut  yang  dimiliki 
Telkom,  maka  dengan  ini  menjadikan  Telkom  semakin 
kuat  untuk  berperan  menjadi  Hub  yang  memungkinkan 
Telkom  menyediakan  koneksi  direct  broadband  alternative 
antara  kawasan  Eropa,  Asia  dan  Amerika.  Kami  terus 
mengembangkan bisnis data center. Setelah pada tahun 2019, 
TelkomGroup menambah kapasitas data center neuCentrIX 
di Indonesia untuk mengakomodasi permintaan pelanggan, 
kami  juga  membangun  pusat  data  baru  neuCentrIX  di 
Jakarta  yang  diharapkan  dapat  selesai  pada  2021.  Selain 
itu,  kami  juga  memperkuat  bisnis  penyediaan  tower.  Pada 
tahun  2019,  Telkom  melalui  Mitratel  mengakuisisi  95,0% 
modal saham di PT Persada Sokka Tama, yang memiliki 1.017 
tower yang berlokasi di seluruh Indonesia. Kemudian, pada 
bulan  Oktober  2019,  Mitratel  menandatangani  perjanjian 
untuk membeli 2.100 menara telekomunikasi dari PT Indosat 
Tbk. Pengembangan tower baik secara organik atau melalui 
kegiatan  akuisisi  akan  memperkuat  lini  bisnis  tower  dan 
membuka peluang yang lebih besar lagi, terlebih diperkirakan 
dalam  beberapa  tahun  mendatang  akan  berkembang 
teknologi seluler baru yaitu 5G yang memerlukan kepadatan 
tower lebih tinggi.

156

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPERBANDINGAN TARGET PADA AWAL TAHUN 
DENGAN REALISASI

Sepanjang tahun 2019, Telkom mengalami pertumbuhan pendapatan sebesar 3,7% menjadi Rp135.567 miliar. Kemudian 

EBITDA dan Laba Bersih Telkom tahun 2019 masing-masing tercatat sebesar Rp18.663 miliar, dengan margin EBITDA 

dan  margin  Laba  Bersih  sebesar  47,8%  dan  13,8%.  Sesuai  dengan  strategi  bisnis  yang  bertujuan  memperkuat  bisnis 

digital, Telkom membelanjakan Rp36.585 miliar untuk belanja modal pada tahun 2019, terutama untuk pengembangan 

infrastruktur bisnis digital.

Perbandingan antara target/proyeksi awal tahun buku dengan hasil yang dicapai (realisasi) tahun 2019 dapat dilihat 

sebagai berikut:

Indikator

Realisasi Tahun 2019

Target pada Awal Tahun 2019

Pertumbuhan Pendapatan Pendapatan tumbuh sebesar 3,7%.

Pertumbuhan  pendapatan  atau  penjualan 
di  atas  rata-rata  industri  dan  pendapatan 
dari bisnis digital terus meningkat.

Margin EBITDA dan Margin 
Net Income

Margin  EBITDA  naik  menjadi  47,8% 
sedangkan  Margin  Net  Income  sebesar 
13,8%. 

Margin  EBITDA  dan  Margin  Net  Income 
diproyeksikan  sedikit  menurun  sejalan 
dengan 
infrastruktur 
broadband,  baik  untuk  mobile  maupun 
porsi 
disertai 
seluler, 
pendapatan dari bisnis digital.

pembangunan 

peningkatan 

Belanja Modal

Realisasi  belanja  modal  sebesar  Rp36.585 
miliar  atau  27%  dari  pendapatan  dengan 
fokus  investasi  pada  infrastruktur  bisnis 
digital.

Belanja  modal 
sekitar  25-30%  dari 
pendapatan  dengan  fokus  investasi  pada 
infrastruktur bisnis digital.

TARGET ATAU PROYEKSI UNTUK SATU TAHUN 
MENDATANG

Kegiatan usaha Telkom bertujuan untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan. Telkom menerjemahkan Framework 

2020-2024 ke dalam strategi korporat yang menekankan pada pengembangan tiga pilar kompetensi utama sebagai value 

proposition  atau  portfolio  direction,  yaitu  digital  connectivity,  digital  platform  dan  digital  services.  Ketiga  pilar  tersebut 

didukung oleh tujuh pilar lainnya yang menjadi delivery direction, yaitu optimalisasi portofolio, teknologi, organisasi, sinergi 

dan keunggulan operasional, individu dan budaya perusahaan, inorganic, serta tata kelola.

Pada tahun 2020, Telkom menargetkan pendapatan untuk dapat tetap tumbuh secara kompetitif dengan meningkatkan 

kontribusi  IndiHome  bagi  pendapatan  Telkom.  Selain  itu,  Telkom  masih  mempertahankan  dominasi  di  pasar  seluler,  dan 

secara agresif mengembangkan bisnis digital.

Pada tahun yang akan datang, seiring peran Telkom di era digitalisasi, pendapatan dari bisnis digital akan terus meningkat 
sedangkan pendapatan dari layanan voice dan SMS akan menurun. Dengan penurunan kontribusi pendapatan dari layanan 

voice dan SMS, margin EBITDA diproyeksikan sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya. 

Alokasi  capital  expenditure  direncanakan  kurang  lebih  sekitar  25%  dari  pendapatan  untuk  membangun  infrastruktur 

broadband baik di segmen seluler maupun fixed-line. Secara umum target Telkom untuk tahun 2020 dapat dilihat berikut ini:

Indikator

Target Tahun 2020

Pertumbuhan Pendapatan Dengan dampak Covid 19, kami memperkirakan perusahaan masih bisa mencetak sedikit 
pertumbuhan positif, dimana Indihome kami yakini tumbuh double digit, segmen mobile 
melalui Telkomsel akan mencetak pertumbuhan single digit, namun segmen enterprise 
akan kembali mengalami tekanan.

Margin EBITDA dan 
Margin Net Income

Belanja Modal

Margin EBITDA dan Margin Net Income diproyeksikan sedikit menurun sejalan dengan
pembangunan infrastruktur broadband, baik untuk mobile maupun seluler, disertai
peningkatan porsi pendapatan dari bisnis digital.

Belanja modal direncanakan sekitar 25% dari pendapatan dengan fokus investasi pada 
infrastruktur bisnis digital.

157

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian 
DIVIDEN

Kebijakan pembagian dividen diambil berdasarkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang 

dilaksanakan melalui agenda penetapan penggunaan laba bersih perseroan.

Dalam  lima  tahun  terakhir,  kebijakan  dividen  Telkom  menetapkan  rasio  pembayaran  dividen  berkisar  antara  60% 

sampai 90%. Untuk kinerja tahun 2019, Telkom akan menetapkan rasio pembayaran, jumlah dividen, dan total dividen 

final pada saat RUPST yang akan diselenggarakan pada tahun 2020. Dividen yang dibayarkan pada tahun 2019 untuk 

kinerja  usaha  tahun  2018  sebesar  Rp16.228.619  juta,  yang  mencakup  dividen  tunai  dan  dividen  spesial.  Pembayaran 

dividen  telah  dilaksanakan  pada  27  Juni  2019  kepada  Pemegang  Saham  Utama  dan  Pengendali,  serta  pemegang  

saham lainnya.

Berikut ini data dan informasi pembayaran dividen tahun 2015 hingga 2019.

Tahun
Dividen

Kebijakan Dividen

Tanggal
Pembayaran Dividen
Kas dan/atau
Tanggal Distribusi
Dividen Non Kas

Rasio 
Pembayaran
/ Payout ratio
 (%)1

Jumlah Dividen
per tahun yang
dibayar
(Rp Juta)

Jumlah Dividen 
Per
Saham (kas
dan/atau
non kas)
Stock Split
(Rp)

2014

2015

2016

2017

2018

RUPST, 17 April 2015

21 Mei 2015

RUPST, 22 April 2016

26 Mei 2016

RUPST, 21 April 2017

26 Mei 2017

RUPST, 27 April 2018

31 Mei 2018

RUPST, 24 Mei 2019

27 Juni 2019

60

60

70

75

90

8.782.8122

9.293.1843

13.546.4114

16.608.7515

16.228.6196

89,46

94,64

136,75

167,66

163,82

(1)  Rasio pembayaran merupakan persentase laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk yang dibayar ke pemegang saham sebagai dividen.
(2)  Terdiri dari dividen tunai sebesar sejumlah Rp7.319.010 juta dan dividen tunai spesial sebesar Rp1.463.802 juta.
(3)  Terdiri dari dividen tunai sebesar sejumlah Rp7.744.304 juta dan dividen tunai spesial sebesar Rp1.548.880 juta.
(4) Terdiri dari dividen tunai sebesar sejumlah Rp11.611.211 juta dan dividen tunai spesial sebesar Rp1.935.200 juta.
(5)  Terdiri dari dividen tunai sebesar sejumlah Rp13.286.997 juta dan dividen tunai spesial sebesar Rp3.321.754 juta.
(6) Terdiri dari dividen tunai sebesar sejumlah Rp10.819.080 juta dan dividen tunai spesial sebesar Rp5.409.540 juta.

158

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianREALISASI PENGGUNAAN DANA PENAWARAN 
UMUM

Telkom  telah  menerbitkan  sejumlah  obligasi  yang  saat  ini  masih  beredar  dan  dimiliki  investor,  dengan  status  per  31 

Desember 2019 sebagai berikut: 

Nama Obligasi

Jumlah
(Rp juta)

Tanggal 
Terbit

Tanggal
Jatuh 
Tempo

Jangka
Waktu
(tahun)

Realisasi 
Penggunaan Dana

Saldo 
Akhir
(Rp Juta)

Tahun

Obligasi II Telkom Tahun 2010 seri B

 1.995.000

25 Juni 
2010

6 Juli 2020

Obligasi Berkelanjutan I Telkom Tahun 
2015 seri A

Obligasi Berkelanjutan I Telkom Tahun 
2015 seri B

Obligasi Berkelanjutan I Telkom Tahun 
2015 seri C

Obligasi Berkelanjutan I Telkom Tahun 
2015 seri D

 2.200.000 23 Juni 

 2.100.000

 1.200.000

 1.500.000

2015

23 Juni 
2015

23 Juni 
2015

23 Juni 
2015

23 Juni 
2022

23 Juni 
2025

23 Juni 
2030

23 Juni 
2045

10

7

10

15

30

0

0

0

0

0

2011

2016

2016

2016

2016

Penjamin pelaksana emisi obligasi tersebut yaitu PT Bahana Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, 

dan PT Trimegah Sekuritas Tbk., sedangkan PT Bank Permata Tbk. dan PT Bank Tabungan Negara Tbk. ditunjuk menjadi 

Wali Amanat. Telkom menjamin seluruh obligasi dengan aset dan PEFINDO memberikan rating idAAA terhadap seluruh 

obligasi Telkom.

Per akhir tahun 2019, seluruh dana yang diperoleh dari penawaran umum sudah direalisasikan Telkom sesuai dengan 

rencana penggunaan dana hasil penawaran umum, dengan pencatatan sisa dana tercatat nihil. Tidak ada perubahan 

realisasi  penggunaan  dana  dari  yang  direncanakan  sebelumnya.  Detail  terkait  informasi  obligasi  dapat  dilihat  pada 

Catatan  15  Utang  Bank  Jangka  Pendek  Dan  Pinjaman  Jangka  Panjang  Yang  Jatuh  Tempo  Dalam  Satu  Tahun,  dan 

Catatan 16 Pinjaman Jangka Panjang Dan Pinjaman Lainnya pada Laporan Keuangan Konsolidasian.

159

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianINFORMASI  TRANSAKSI  MATERIAL  YANG 
MENGANDUNG  BENTURAN  KEPENTINGAN, 
TRANSAKSI  DENGAN 
PIHAK  AFILIASI, 
INVESTASI, DIVESTASI DAN AKUISISI

Sepanjang periode tahun 2019, Telkom telah menjalankan kebijakan perusahaan terkait dengan mekanisme review atas: 

transaksi material yang mengandung benturan kepentingan; transaksi dengan pihak afiliasi; serta transaksi investasi, 

ekspansi, divestasi, penggabungan/peleburan usaha, akuisisi, dan restrukturisasi utang/modal. Hal tersebut dilakukan 

guna memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.31/POJK.04/2015 tentang Keterbukaan atas Informasi 

atau  Fakta  Material  oleh  Emiten  atau  Perusahaan  Publik  dan  Keputusan  Direksi  PT  Bursa  Efek  Jakarta  No.  Kep-06/

BEJ/07-2004 tanggal 19 Juli 2004 tentang Peraturan Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi. 

Melalui  Laporan  Tahunan  2019,  Telkom  menyampaikan  hasil  mekanisme  review,  khususnya  terhadap  transaksi  yang 

dapat  mempengaruhi  harga  saham  atau  keputusan  investasi.  Dari  hasil  review  tersebut,  tidak  terdapat  transaksi 

yang mengandung benturan kepentingan, sedangkan transaksi dengan pihak berelasi telah dilakukan dengan prinsip 

kewajaran dan kelaziman usaha. Berikut review atas transaksi yang terjadi selama tahun 2019:

Transaksi

Benturan 
Kepentingan
(Y/T)

Transaksi 
Afiliasi
(Y/T)

Penjelasan 
Kewajaran 
Transaksi

Pemenuhan 
Ketentuan 
Terkait

Tanggal  22  Februari  2019  telah  dilakukan  penyetoran 
modal  nontunai  (inbreng)  PT  Fintek  Karya  Nusantara 
(Finarya)  oleh  PT  Telekomunikasi  Seluler  (Telkomsel). 
Inbreng yang disetorkan tersebut berupa bisnis layanan 
uang  elektronik  TCASH.  Atas  pengalihan  tersebut, 
TCASH  yang  semula  dikelola  oleh  Telkomsel  menjadi 
dikelola oleh Finarya dan berubah menjadi LinkAja. 

Tanggal 6 Maret 2019 telah ditandatangani Akta Jual Beli 
Saham antara PT Dayamitra Telekomunikasi (“Mitratel”) 
dengan Para Pemegang Saham Lama PT Persada Sokka 
Tama (“PST”) atas saham  PST (“Akta Jual Beli Saham”). 
Dengan  ditandatanganinya  Akta  Jual  Beli  Saham  ini, 
Mitratel akan memiliki 95% saham PST.

Tanggal  19  Juni  2019,  telah  ditandatangani  Akta  Jual 
Beli  Saham      atas  saham  Telkom  pada  Jalin  sejumlah 
654.804 lembar saham yang mewakili kurang lebih 67%  
kepemilikan Jalin dengan nilai Rp394.589.700.000 
kepada Danareksa.

Tanggal  27  Juni  2019  telah  ditandatangani  perjanjian 
rencana transaksi penyetoran saham bersyarat dari para 
investor  kepada  Finarya.  Finarya  saat  ini  dimiliki  oleh 
Telkomsel.  Setelah  seluruh  tahapan  penyetoran  saham 
dilaksanakan,  total  kepemilikan  Telkomsel  di  Finarya 
menjadi  25%.  Pihak  yang  melakukan  rencana  transaksi 
penyetoran modal adalah Telkomsel, Entitas dalam Grup 
Mandiri, Entitas dalam Grup BRI, Entitas dalam Grup BNI, 
Jiwasraya, Entitas dalam Grup Danareksa, Entitas dalam 
Grup  Pertamina,  Entitas  dalam  Grup  BTN  dan  Investor 
BUMN Lainnya.

Tanggal 14 Oktober 2019 telah ditandatangani Perjanjian 
Jual Beli (Sale and Purchase Agreement/ SPA) antara PT 
Dayamitra Telekomunikasi (“Mitratel”) dengan PT Indosat 
Tbk.  (“Indosat”)  atas  2.100  menara  telekomunikasi 
Indosat senilai total Rp4.443.861.000.000.

T

T

T

T

T

Y 
(dikecualikan 
sesuai pera-
turan No.IX.E)

T

Y

Y

-

-

Ya

Ya

Wajar

Ya

Wajar

Ya

-

Ya

Y 
(dikecualikan 
sesuai pera-
turan No.IX.E)

160

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPERUBAHAN 
PERUNDANG-UNDANGAN

KETENTUAN 

PERATURAN 

Telkom telah melakukan review atau kajian terhadap perubahan ketentuan dan peraturan perundang-undangan di Indonesia 

pada tahun 2019, serta dampaknya terhadap kegiatan usaha Telkom dan anak perusahaan. Hal tersebut dijalankan sesuai 

dengan  praktik  Good  Corporate  Governance  (GCG).  Hasilnya  menunjukkan  tidak  ada  perubahan  ketentuan  peraturan 

perundang-undangan  tahun  2019  yang  berdampak  pada  proses  bisnis  dan/atau  strategi  manajemen  Telkom,  termasuk 

dalam hal pelaporan keuangan atau pelaporan non-finansial. 

Namun demikian, Telkom memiliki catatan penting untuk Peraturan OJK No.51/POJK.03/2017 yang mewajibkan perusahaan 

terbuka  untuk  menerbitkan  laporan  keberlanjutan  mulai  periode  tahun  2020.  Dengan  adanya  peraturan  tersebut,  maka 

mekanisme pelaporan Telkom secara mandatori akan mencakup aspek ekonomi, sosial dan lingkungan secara komprehensif 

sesuai regulasi. Tahun 2019 merupakan waktu yang tepat bagi Telkom untuk mempersiapkan diri untuk mengikuti regulasi 

tersebut, antara lain dalam hal pengembangan kapasitas dan mekanisme pengumpulan data serta penyusunan laporan. 

No

1.

Peraturan Perundang-undangan yang
Berpengaruh Signifikan

Dampaknya Terhadap Laporan Keuangan

N/A

N/A

PERUBAHAN KEBIJAKAN AKUNTANSI

Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian Telkom dan Anak Perusahaan dilakukan sesuai dengan Standar Akuntansi 

Keuangan (SAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) di Indonesia dan Peraturan Badan 

Pengawas  Pasar  Modal  dan  Lembaga  Keuangan  (Bapepam-LK)  No.VIII.G.7  tentang  “Penyajian  dan  Pengungkapan 

Laporan  Keuangan  Emiten  atau  Perusahaan  Publik”,  yang  terlampir  dalam  surat  KEP347/BL/2012.  Selain  mengacu 

pada SAK, sebagai satu-satunya perusahaan  Indonesia yang tercatat di New York Stock Exchange, Telkom juga wajib 

menerapkan standar akuntansi International Financial Reporting Standard (IFRS) berdasarkan ketentuan Securities and 

Exchange Commission (SEC). 

Sepanjang  periode  laporan,  ada  perubahan  kebijakan  akuntansi  terkait  dengan  penerapan  IFRS  16  Leases  yang  mulai 

efektif  berlaku  pada  1  Januari  2019.    IFRS  16  Leases  akan  diadopsi  menjadi  Pernyataan  Standar  Akuntansi  Keuangan 

(PSAK) 73 Sewa, yang telah diterbitkan oleh DSAK dan akan diterapkan secara luas di Indonesia mulai 1 Januari 2020. 

No

Kebijakan 
Akuntansi

Alasan Perubahan

1

pesewa 
sewanya 

IFRS 16 Leases Model  akuntansi  sewa  yang  sebelumnya 
diatur dalam IAS 17: Leases mensyaratkan 
untuk 
penyewa 
dan 
mengklasifikasikan 
sebagai 
sewa  pembiayaan  atau  sewa  operasi  dan 
mencatat kedua jenis sewa tersebut secara 
berbeda.  Model  tersebut  dikritisi  tidak 
mampu  memenuhi  kebutuhan  pengguna 
laporan  keuangan  karena  tidak  selalu 
memberikan representasi yang tepat atas 
transaksi  penyewaan.  Khususnya,  model 
tersebut  tidak  mensyaratkan  penyewa 
untuk  mengakui  aset  dan  liabilitas  yang 
timbul dari sewa operasi.

Dampaknya Terhadap Laporan Keuangan 
Tahun Buku 2019

Laporan 
Keuangan 
SAK

N/A

Laporan Keuangan IFRS

IFRS  16  memperkenalkan  model 
akuntansi  penyewa  tunggal  (single 
lessee)  dan  mewajibkan  penyewa 
untuk  mengakui  aset  dan  liabilitas 
untuk  semua  sewa  dengan  jangka 
waktu  lebih  dari  12  bulan,  kecuali 
untuk  aset  pendasar  yang  bernilai 
rendah.  Penyewa  mengakui  aset 
hak  guna  yang  mewakili  haknya 
untuk  menggunakan  aset  sewaan 
dan  liabilitas  sewa  yang  mewakili 
kewajibannya  untuk  melakukan 
pembayaran sewa.
Penyewa 
terpisah 
akan  mengakui  beban  bunga  atas 
kewajiban sewa dan mengakui biaya 
penyusutan pada aset sewa.

secara 

juga 

Penjelasan mengenai perubahan kebijakan akuntansi pada laporan keuangan Telkom untuk tahun berjalan diungkapkan 

di Catatan 2 Ikhtisar Kebijakan Akuntansi Yang Signifikan pada Laporan Keuangan Konsolidasian.

161

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian162
162

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk

 Laporan Tahunan 2019

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 201905

TATA KELOLA
PERUSAHAAN

Sekretaris Perusahaan

Prinsip dan Landasan Tata Kelola
Struktur Tata Kelola Perusahaan
Penilaian Tata Kelola Perusahaan
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
Dewan Komisaris
Komite Audit
Komite Nominasi dan Remunerasi

164 
169 
170 
171 
182 
196 
201 
205  Komite Evaluasi dan Monitoring Perencanaan dan Risiko
209  Direksi
221 
224  Unit Audit Internal
228 
230 
237 
240  Kebijakan Pelaporan Kepemilikan Saham Direksi dan Dewan Komisaris
240  Program Kepemilikan Saham Karyawan Telkom
241 
241 
242  Akses Informasi dan Data Perusahaan kepada Publik
243  Kode Etik Perusahaan
245  Budaya Perusahaan

Sistem Pengendalian Internal
Sistem Manajemen Risiko
Sistem Pelaporan Pelanggaran (Whistleblowing System)

Perkara Penting yang Dihadapi
Informasi tentang Sanksi Administratif

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk

Laporan Tahunan 2019

163
163

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk05PRINSIP DAN LANDASAN TATA KELOLA

Sejak tahun 2011, Telkom berkomitmen untuk membangun 

3.  Prinsip Tanggung Jawab (Responsibility) 

landasan  kuat  bagi  penerapan  prinsip  tata  kelola 

•  Mematuhi  undang-undang  dan/atau  peraturan 

perusahaan  yang  baik  dan  benar  (good  corporate 

perpajakan,  persaingan  yang  sehat,  hubungan 

governance)  atau  GCG.  Hal  tersebut  tercermin  dalam 

industrial, kesehatan dan keselamatan kerja, standar 

Surat  Keputusan  Direksi  tentang  Pedoman  GCG  Group 

penggajian, dan peraturan terkait lainnya.

No.  602/2011  sebagai  acuan  bagi  Telkom  dan  anak 

•  Memiliki  mekanisme 

dan 

prosedur 

yang 

perusahaan beroperasi dan bertransaksi sesuai etika dan 

mengatur  dan  mengevaluasi  kepatuhan  terhadap  

prinsip GCG.

ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang  

berlaku, serta menerapkan prinsip-prinsip korporasi  

Dari tahun ke tahun, penerapan prinsip-prinsip tata kelola 

yang sehat.

yang  baik  atau  Good  Corporate  Governance  (GCG)  di 

•  Memiliki  fungsi  VP  Legal  and  Compliance  yang 

seluruh  level  organisasi.  Tujuannya  agar  Telkom  dapat 

bertugas  untuk  memastikan  pemenuhan  seluruh 

terus  menjaga  dan  meningkatkan  akuntabilitas  dan 

ketentuan peraturan dan perundangan.

kinerja  sesuai  harapan  para  pemangku  kepentingan. 

Penerapan prinsip GCG tentunya juga dapat membangun 

4.  Prinsip Independensi (Independency) 

dan meningkatkan kepercayaan investor.

•  Menjalankan  profesionalisme  di  dalam  perusahaan 

IMPLEMENTASI PRINSIP-PRINSIP 
DASAR GCG

Sejak  mencatatkan  sahamnya  di  bursa,  Telkom  terus 

memastikan pengembangan implementasi prinsip-prinsip 

dasar GCG di dalam Perusahaan.

1.  Prinsip Transparansi (Transparency) 

•  Publikasi  laporan  keuangan  dan  laporan  tahunan 

serta  informasi  material  lainnya  seperti  proses 

pengambilan  keputusan  sebagai  sarana  bagi 

investor untuk mengakses informasi penting dengan 

mudah.

•  Akses  informasi  berbentuk  website  Perusahaan, 

media  cetak,  dan  press  release,  pertemuan  tatap 

muka  dengan  para  investor,  public  expose,  dan 

press gathering.

2.  Prinsip Akuntabilitas (Accountability) 

•  Tersedianya  piagam  (charter),  panduan,  atau 

manual yang memuat kejelasan fungsi, pelaksanaan, 

dan pertanggungjawaban pemegang saham, Dewan 

Komisaris,  Direksi,  komite-komite,  dan  Sekretaris 

Perusahaan.

•  Melaksanakan  mekanisme  check  and  balances 
kewenangan  dan  peran  dalam  pengelolaan 

Perusahaan. 

•  Memiliki Key Performance Indicator (KPI) dan target 

operasional dengan jelas.

tanpa  benturan  kepentingan  dan  bebas  dari 

pengaruh  tekanan  pihak  lain  yang  tidak  sesuai 
dengan regulasi serta bertentangan dengan prinsip 

korporasi yang sehat.

•  Mencantumkan 

aturan-aturan/wewenang 
pengambilan  keputusan  korporasi  dalam  board 

charter  maupun  Anggaran  Dasar  Perusahaan  yang 

menekankan pada independensi.

•  Memiliki  kebijakan  tambahan  dalam  Pedoman  Tata 
Kelola  Perusahaan  yang  berorientasi  pada  prinsip 

independensi,  seperti  kebijakan  transaksi  benturan 

kepentingan,  larangan  donasi  partai  politik,  dan 

larangan hubungan afiliasi.

5.  Prinsip Kesetaraan dan Kewajaran (Fairness) 

•  Menerapkan  prinsip  kesetaraan  dan  kewajaran 
dalam  memenuhi  hak-hak  pemangku  kepentingan 

yang  timbul  berdasarkan  perjanjian  dan  peraturan 

perundang-undangan yang berlaku.

•  Menghormati hak pemegang saham minoritas.
•  Melarang insider trading.

•  Menerapkan  manajemen 

kinerja  berdasarkan 

balanced scorecard.

•  Melakukan lelang terbuka dalam pengadaan barang/
jasa dan mengimplementasikan e-procurement.

164

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianIMPLEMENTASI PRINSIP-PRINSIP PENGELOLAAN GCG – OJK

Telkom telah menerapkan 8 (delapan) prinsip pengelolaan Perusahaan sesuai Pedoman Tata Kelola Perusahaan Terbuka 

dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sebagai berikut:

Prinsip

Rekomendasi 

Implementasi 

Status

1.  Cara 

atau 

prosedur 

teknis 
pengumpulan  suara  (voting)  baik 
secara  terbuka  maupun  tertutup 
yang mengedepankan independensi 
dan kepentingan pemegang saham.

Perseroan  telah  memiliki  prosedur  teknis 
pengumpulan  suara  yang  terdapat  dalam 
tata tertib Rapat Umum Pemegang Saham.

Comply

2. Anggota  Direksi 

dan  Dewan 
Komisaris  Hadir  dalam  RUPS 
Tahunan.

Seluruh  Direksi  dan  Dewan  Komisaris  hadir 
dalam RUPS.

Comply

3. Ringkasan  risalah  RUPS  tersedia 
dalam  situs  web  paling  sedikit  
1 tahun.

Telkom  menyediakan  Ringkasan  Risalah 
RUPS  dalam  website  Perseroan  dalam 
bagian Investor Relation.

Comply

Prinsip 1

Meningkatkan Nilai 
Penyelenggaraan 
Rapat Umum 
Pemegang Saham 
(RUPS).

Prinsip 2

Meningkatkan 
Kualitas Komunikasi
Perusahaan Terbuka 
dengan Pemegang 
Saham atau Investor.

1.  Memiliki 

kebijakan 

Perusahaan 
pemegang saham atau investor.

Terbuka 

komunikasi 
dengan 

2. Mengungkapkan 

kebijakan 
komunikasi  Perusahaan  Terbuka 
dalam situs web.

Prinsip 3

Memperkuat 
Keanggotaan dan 
Komposisi Dewan 
Komisaris.

1.  Penentuan  Jumlah  anggota  Dewan 
mempertimbangkan 

Komisaris 
Kondisi Perusahaan.

Telkom  memiliki  kebijakan  komunikasi 
kepada Investor melalui Non Deal Roadshow, 
One  on  One  Meeting,  Earnings  Call,  Public 
Expose, Conference, dan Investor Summit.

Telkom  telah  menyediakan  bahan  dari 
setiap Earnings Call, Conference dan materi 
presentasi  dengan 
investor  di  website  
Perseroan  untuk  memberikan    kesetaraan 
pada  Pemegang  Saham  atau  Investor  atas 
pelaksanaan Komunikasi  dengan Perseroan. 

Comply

Comply

Telkom  telah  memenuhi  ketentuan  yang 
berlaku bagi Perseroan sebagai Perusahaan 
ditentukan 
Terbuka 
dalam  Pasal  20  Peraturan  OJK  No.  33/
POJK.04/2014 yaitu jumlah anggota Dewan 
Komisaris lebih dari 2 (dua) orang. 

sebagaimana 

Comply

Prinsip 4

Meningkatkan 
Kualitas Pelaksanaan 
Tugas dan Tanggung 
Jawab Dewan 
Komisaris.

2. Penentuan  Komposisi 

anggota 
Dewan  Komisaris  memperhatikan 
keberagaman 
keahlian, 
pengetahuan,  dan  pengalaman 
yang dibutuhkan.

Berdasarkan  kebijakan  Pemegang  Saham, 
Dewan  Komisaris  telah  dipilih  dengan 
memperhatikan  keberagaman  keahlian, 
pengetahuan,  pengalaman  serta  kondisi, 
dan kompleksitas bisnis Telkom.

Comply

1.  Dewan 

Komisaris  mempunyai 
kebijakan  penilaian  sendiri  untuk 
menilai kinerja Dewan Komisaris.

2. Kebijakan 

diungkapkan 
Tahunan.

penilaian 
dalam 

sendiri 
Laporan 

Pada  dasarnya  penilaian    untuk  menilai 
kinerja  Dewan 
Perseroan 
dilakukan  oleh  Pemegang  Saham  Seri  A 
Dwiwarna melalui mekanisme Rapat Umum 
Pemegang Saham.

Komisaris 

Explain

Telkom  belum  memiliki  kebijakan  penilaian 
sendiri  sehingga  tidak  terdapat  kebijakan 
penilaian sendiri yang diungkapkan dalam
Laporan Tahunan.

Explain

165

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPrinsip

Rekomendasi 

Implementasi 

Status

Comply

Comply

Comply

Comply

Comply

3. Dewan 

Komisaris  mempunyai 
kebijakan  pengunduran  diri  apabila 
terlibat dalam kejahatan keuangan.

4. Dewan 

Komisaris 

KNR 
menyusun  kebijakan  suksesi  dalam 
Proses Nominasi anggota Direksi.

atau 

Prinsip 5

Memperkuat 
Keanggotaan dan 
Komposisi Direksi.

1.  Penentuan  Jumlah  anggota  Direksi 
mempertimbangkan 
Kondisi 
Perusahaan  serta  efektivitas  dalam 
pengambilan keputusan.

Berdasarkan  Anggaran  Dasar  Telkom, 
jo.  Peraturan  OJK  No.  33/POJK.04/2014 
setiap  Dewan  Komisaris  yang 
tidak 
memenuhi  syarat  untuk  menjadi  Anggota 
Dewan  Komisaris  yang  disebutkan  dalam 
Anggaran  Dasar  dan  Peraturan  OJK  
No. 33/POJK.04/2014 termasuk di dalamnya 
adalah  terlibat  kejahatan  keuangan  maka 
jabatannya  sebagai  Dewan  Komisaris  akan 
batal demi hukum.

Dalam  hal  Anggota  Dewan  Komisaris 
tersebut  mengundurkan  diri  maka  akan 
diputuskan melalui mekanisme RUPS.

Komite  Nominasi  dan  Remunerasi  dalam 
Charter  Komite  Nominasi  dan  Remunerasi 
menyebutkan  salah  satu  tugasnya  adalah 
untuk  memberikan  rekomendasi  kepada 
Dewan  Komisaris  untuk  disampaikan 
kepada Pemegang Saham Seri A Dwiwarna 
mengenai salah satunya adalah Perencanaan
Suksesi Anggota Direksi.

Selain  itu  sebagai  BUMN  kebijakan  suksesi 
Direksi  mengacu  pada  Peraturan  Menteri 
BUMN  No.  PER-03/MBU/02/2015    tentang 
persyaratan,  tata  cara  pengangkatan,  dan  
pemberhentian anggota Direksi BUMN.

Penentuan 
jumlah  Direksi  Perseroan 
mengacu  pada  ketentuan  Perundang-
undangan yang berlaku dimana berdasarkan
Pasal 2 ayat (1) dan ayat (2) Peraturan OJK 
No.  33/POJK.04/2014  tentang  Direksi  dan 
Dewan  Komisaris  Emiten  atau  Perusahaan 
Publik,  paling  kurang  terdiri  dari  2  (dua) 
orang  anggota  Direksi,  yang  1  (satu)  di 
antaranya diangkat menjadi Direktur Utama.

2. Penentuan  Komposisi 

anggota 
memperhatikan 
Direksi 
keberagaman 
keahlian, 
pengetahuan,  dan  pengalaman 
yang dibutuhkan.

Berdasarkan  kebijakan  Pemegang  Saham, 
Direksi  Perseroan  telah  dipilih  dengan 
memperhatikan  keberagaman  keahlian, 
pengetahuan,  pengalaman  serta  kondisi, 
dan kompleksitas bisnis Perseroan.

3. Anggota  Direksi  yang  membawahi 
bidang  akuntansi  atau  keuangan 
memiliki 
dan/atau 
keahlian 
pengetahuan di bidang akuntansi.

Direksi  yang  membawahi  bidang  akuntansi 
atau  keuangan  dalam  Perseroan  adalah 
yang  memiliki  
Direktur 
  Keuangan 
yang 
pengetahuan  dan  pengalaman 
cukup  di  bidang  akuntansi  dan  keuangan 
sebagaimana  dapat  dilihat  dalam  riwayat 
jabatan dan pendidikan Direksi  pada bagian 
Profil Direksi.

166

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPrinsip

Rekomendasi 

Implementasi 

Status

Prinsip 6

Meningkatkan 
Pelaksanaan Tugas 
dan Tanggung Jawab 
Direksi.

1.  Direksi  mempunyai 

kebijakan 
penilaian  sendiri  untuk  menilai 
kinerja Direksi.

Direksi  telah  memiliki  kebijakan  Penilaian 
Sendiri  yang  tercantum  dalam  bagian 
Penilaian  Kinerja    Dewan  Komisaris  dan 
Direksi.

2. Kebijakan 

diungkapkan 
Tahunan.

penilaian 
dalam 

sendiri 
Laporan 

Hasil Penilaian Sendiri Direksi diungkapkan 
dalam Laporan  Tahunan Perseroan dalam 
bagian tata Kelola Perusahaan.

3. Direksi  mempunyai 

kebijakan 
pengunduran  diri  apabila  terlibat 
kejahatan keuangan.

Prinsip 7

Meningkatkan 
Aspek Tata Kelola 
Perusahaan Melalui 
Partisipasi  Pemangku
Kepentingan.

1.  Memiliki Kebijakan untuk mencegah 

terjadinya Insider Trading.

2. Memiliki Kebijakan Anti Korupsi dan 

Anti Fraud.

3. Memiliki  Kebijakan  tentang    Seleksi 
  Kemampuan 

dan  Peningkatan 
Pemasok dan Vendor.

Berdasarkan  Anggaran  Dasar  Telkom  jo. 
Peraturan OJK No. 33/POJK.04/2014, setiap 
Anggota  Direksi  yang  tidak  memenuhi 
syarat  untuk  menjadi  Anggota  Direksi 
yang  disebutkan  dalam  Anggaran  Dasar 
dan  Peraturan  OJK  No.  33/POJK.04/2014  
termasuk di dalamnya adalah  tidak terlibat 
kejahatan  keuangan  maka 
jabatannya 
sebagai  Direksi akan batal demi hukum.

Dalam  hal  Anggota  Direksi 
tersebut 
mengundurkan  diri  maka  akan  diputuskan 
melalui mekanisme RUPS.

Berdasarkan  pada  Peraturan 
  Direktur 
Human  Capital  Management  No.  PR 
209.05.r.00/PS800/COP-A4000000/2017 
Etika  Kepatuhan  Karyawan 
tentang 
kebijakan  untuk  mencegah 
terjadinya 
insider    trading  terdapat  dalam  Pasal  7 
mengenai  Pelanggaran  Berat  yang  salah 
satunya adalah  penyalahgunaan wewenang 
atau jabatan.

Telkom 
  untuk 
selalu  berkomitmen 
mencegah terjadinya  Korupsi di lingkungan 
Perusahaan.  Hal 
ini  diwujudkan  melalui 
adanya  pakta  integritas  yang  diisi  oleh 
seluruh  karyawan  Telkom  dan  adanya 
website tersendiri sebagai portal  integritas 
seluruh karyawan  Telkom yaitu myintegrity.
telkom.co.id.

seleksi 

vendor 
Telkom  melakukan 
dan  pemasok  berdasarkan 
  kebijakan 
procurement  yang  ada  di  internal  Telkom 
yang    dikelola  melalui  Departemen  Share 
Service  Operation 
  Procurement  yang 
dilaksanakan dengan berpedoman kepada
Keuangan 
Direktur 
Peraturan 
No.PR.301.08/r.01/COP-A00110000/2016  
tentang pedoman pelaksanaan Pengadaan.

Comply

Comply

Comply

Comply

Comply

Comply

167

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPrinsip

Rekomendasi 

Implementasi 

Status

Comply

Comply

Comply

4. Memiliki Kebijakan pemenuhan hak-

hak Kreditur.

Telkom memiliki kebijakan untuk memenuhi 
hak-hak  dari  kreditur  Telkom  melalui 
Corporate Finance Unit yang mengatur dan 
mengelola  pembayaran  hak-hak  kreditur 
Telkom.

5. Memiliki 

Kebijakan 

sistem 

whistleblowing.

Melalui Keputusan Dewan Komisaris No. 08/
KEP/DK/2016  tanggal  8  Juni  2016  tentang 
Kebijakan Prosedur Penanganan Pengaduan 
(Whistleblower)  PT  Telkom 
Indonesia, 
Tbk  dan  entitas  anak  terkonsolidasi  yang 
kemudian  diratifikasi  dengan  Peraturan 
Direksi 
PD.618.00/r.00/HK200/
COP-C0000000/2016 tanggal 21 Desember 
2016,  Telkom  menjamin  dan  memastikan 
adanya  perlindungan  kerahasiaan  pelapor, 
baik  karyawan  maupun  pihak  ketiga  yang 
menyampaikan 
laporan 
keluhan 
dugaan tindak pelanggaran.

atau 

No. 

6. Memiliki 

Kebijakan 

pemberian 
insentif  jangka  panjang  Direksi  dan 
Karyawan.

Dalam  menentukan  insentif  yang  didapat 
oleh  Direksi,  Telkom  berpedoman  kepada 
Peraturan  Menteri  BUMN  No.  PER-04/
MBU/2014  tentang  Pedoman  Penetapan 
Penghasilan Direksi, Dewan Komisaris, dan 
Dewan Pengawas Badan Usaha Milik Negara 
beserta  perubahannya,  sedangkan  untuk 
Karyawan  mengenai  insentif  ini  terdapat 
dalam  Perjanjian    Kerja  Bersama  Bab  VI 
mengenai  Kompensasi  dan  Benefit.  Selain 
itu Telkom juga memberikan  insentif jangka 
panjang  berupa  Employee  Stock  Option 
Plan  (ESOP)  yang  terakhir  dilakukan  pada 
tahun 2013.

1.  Memanfaatkan 

penggunaan  
teknologi 
lebih 
luas selain situs web sebagai  media 
keterbukaan informasi.

informasi  secara 

2. Laporan 

Tahunan 

Perusahaan 
Terbuka  mengungkapkan  pemilik 
manfaat  akhir  dalam  kepemilikan 
saham  Perusahaan,  paling  sedikit 
5%  selain  Pemegang  Saham  Utama 
dan Pengendali.

Telkom  juga  aktif  dalam    berbagai  sosial 
media sebagai media keterbukaan informasi
itu  kita 
dan  promosi  produk.  Selain 
juga  menggunakan  sistem  mailing 
list 
sebagai    media  keterbukaan  informasi  dan 
komunikasi kepada investor.

Telkom  mengungkapkan  siapa  pemilik 
manfaat  akhir  dalam  kepemilikan  saham 
Perusahaan  dengan  kepemilikan  5%  atau 
lebih  dalam  Laporan  tahunan  Telkom  di 
bagian Komposisi Kepemilikan Saham.

Comply

Comply

Prinsip 8

Meningkatkan 
Keterbukaan 
Informasi.

168

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianSTRUKTUR TATA KELOLA PERUSAHAAN

Sesuai dengan ketentuan di pasar modal dan Undang-undang Republik Indonesia No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan 

Terbatas, Telkom memiliki tata kelola yang terdiri dari:

•  Organ Utama, yaitu terdiri dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Dewan Komisaris dan Direksi.

•  Organ Pendukung, yang terdiri dari Komite Audit, Komite Nominasi dan Remunerasi, Komite Evaluasi dan Monitoring 

Perencanaan dan Risiko, Sekretaris Perusahaan, dan Internal Auditor.

Diagram berikut ini menjelaskan struktur tata kelola Telkom.

ORGAN UTAMA

DIREKSI

RAPAT UMUM PEMEGANG 
SAHAM (RUPS)

DEWAN KOMISARIS

SEKRETARIS PERUSAHAAN

KOMITE AUDIT

ORGAN PENDUKUNG

INTERNAL AUDITOR

KOMITE NOMINASI & REMUNERASI

KOMITE EVALUASI & MONITORING 
PERENCANAAN DAN RISIKO

169

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPENILAIAN TATA KELOLA PERUSAHAAN

Pedoman  praktik 

tata  kelola  perusahaan  merupakan  panduan  dalam  membangun,  melaksanakan,  dan  

mengkomunikasikan  praktek  tata  kelola  kepada  pemangku  kepentingan.  Hal  ini  berisi  hal-hal  sangat  prinsip  yang 

semestinya  menjadi  landasan  bagi  perusahaan  yang  ingin  mempertahankan  kesinambungan  usahanya  dalam  jangka 

panjang  dalam  koridor  etika  bisnis  yang  berlaku.  Tata  kelola  perusahaan  diterapkan  guna  menjamin  kesehatan 

dari  perusahaan  atau  bisnis  yang  sedang  berjalan.  Hal  ini  diterapkan  sebagai  komitmen  yang  kuat  terhadap  

penerapan GCG.

Penilaian atas pengungkapan praktik tata kelola Telkom dilakukan melalui metodologi ASEAN Corporate Governance 

Scorecard,  dengan  mengulas  informasi  yang  tersedia  di  publik  dan  dapat  diakses  oleh  masyarakat  umum,  serta 

mencakup informasi yang dimuat dalam laporan tahunan, website, anggaran dasar, pengumuman, dan informasi publik 

lain yang relevan yang dibuat oleh Telkom. lnformasi yang digunakan dalam penilaian adalah informasi yang disajikan 

dalam Bahasa lnggris.

Pada tahun 2019, terdapat penilaian yang dilakukan oleh Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD) terhadap 

200 emiten dengan market kapitalisasi terbesar yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dimana emiten-emiten dibagi 

menjadi 2 kelompok, yaitu 100 emiten dengan market kapitalisasi terbesar (BigCap) dan 100 emiten dengan market 

kapitalisasi menengah (MidCap), yang didukung oleh 10 asesor dan 4 pengulas. Instrumen yang dipergunakan untuk 

menilai 200 emiten tersebut adalah Corporate Governance Scorecard dari Organisation for Economic Co-operation and 
Development (OECD) Principle yang meliputi: 

1.  Hak-hak Pemegang Saham; 

2.  Perlakuan yang setara terhadap Pemegang Saham; 

3.  Peran pemangku kepentingan; 

4.  Pengungkapan dan transparansi; dan

5.  Tanggung jawab Dewan.

IICD  telah  melakukan  penilaian  Corporate  Governance  terhadap  ratusan  emiten  sejak  tahun  2005,  dengan  metode 

Corporate  Governance  Scorecard  OECD,  yang  merupakan  prinsip  Corporate  Governance  berstandar  internasional, 

yang sudah diimplementasi di negara-negara ASEAN termasuk Indonesia. Ke depannya, IICD akan mempertimbangkan 

memasukan komponen anti korupsi dan kinerja keuangan sebagai faktor penentu dalam penilaian kinerja Corporate 

Governance emiten. 

Atas penilaian ini, bersama 2 emiten lain, Telkom meraih “The Best State Owned Enterprise” untuk kategori BigCap.  

Telkom  dianggap  sebagai  BUMN  yang  dinilai  telah  melakukan  penerapan  Good  Corporate  Governance 

dengan  baik,  transparan,  dan  bisa  menjelaskan  serta  memberikan  pertanggungjawaban  kepada  publik  terkait  

keputusan-keputusan publik.

170

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianRAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM (RUPS)

Telkom  melaksanakan  Rapat  Umum  Pemegang  Saham  (RUPS)  sebagai  salah  satu  organ  tata  kelola  tertinggi  yang 

memfasillitasi  para  pemegang  saham  untuk  membuat  keputusan-keputusan  penting  dan  strategis.  Sesuai  dengan 

ketentuan Anggaran Dasar Telkom dan peraturan perundang-undangan, RUPS Tahunan (RUPST) diselenggarakan satu 

kali setiap tahun dengan agenda pembahasan rutin sebagai berikut:

1.  Persetujuan atas Laporan Tahunan Perseroan, termasuk Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris.

2.  Pengesahan  atas  Laporan  Keuangan  Perseroan  dan  Laporan  Tahunan  Program  Kemitraan  dan  Bina  Lingkungan, 

serta Pembebasan Tanggung Jawab Anggota Direksi dan Dewan Komisaris.

3.  Penetapan Penggunaan Laba Bersih Perseroan, termasuk pembagian dividen pada tahun buku.

4.  Penetapan Remunerasi bagi anggota Direksi dan Dewan Komisaris.

5.  Penunjukan  Kantor  Akuntan  Publik  untuk  memeriksa  Laporan  Keuangan  Perseroan  termasuk  Audit  Pengendalian 

Internal atas Pelaporan Keuangan dan Penunjukan Kantor Akuntan Publik yang akan memeriksa Laporan Keuangan 

Program Kemitraan dan Bina Lingkungan.

6.  Agenda  lainnya  yang  diajukan  oleh  satu  atau  lebih  Pemegang  Saham  yang  mewakili  1/20  atau  lebih  dari  seluruh 

saham yang memiliki hak suara.

KEPUTUSAN RUPS TAHUN BUKU 2017

Selain  itu,  Telkom  telah  melaksanakan  RUPST  tanggal  27  April  2018  untuk  kinerja  tahun  buku  2017  dengan  rincian 

agenda dan realisasi keputusan RUPST tahun buku 2017 sebagai berikut:

Agenda

Keputusan RUPST

Realisasi Keputusan RUPST

1

2

Menyetujui Laporan Tahunan termasuk Laporan Tugas Pengawasan 
Dewan  Komisaris  Perseroan  Tahun  Buku  2017,  yaitu  mengenai 
keadaan  dan  jalannya  serta  pengawasan  Perseroan,  sebagaimana 
isi  pokoknya  telah  disampaikan  dalam  Rapat  oleh  Direksi  dan  
Dewan Komisaris. 

Keputusan langsung 
berlaku.

Keputusan langsung 
berlaku. 

1.  Mengesahkan: 

a. Laporan  Keuangan  Konsolidasian  Perseroan  Tahun  Buku 
2017  yang  telah  diaudit  oleh  Kantor  Akuntan  Publik  (KAP) 
Purwantono, Sungkoro & Surja (a member firm of Ernst and Young 
Global  Limited)  sesuai  dengan  laporannya  Nomor:  RPC-5841/
PSS/2018 tanggal 12 Maret 2018 dengan opini laporan keuangan 
konsolidasian  menyajikan  secara  wajar,  dalam  semua  hal  yang 
material,  posisi  keuangan  konsolidasian  Perusahaan  Perseroan 
(Persero) PT Telekomunikasi Indonesia Tbk dan entitas anaknya 
tanggal 31 Desember 2017, serta kinerja keuangan dan arus kas 
konsolidasiannya  untuk  tahun  berakhir  pada  tanggal  tersebut 
sesuai Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia;

b. Laporan  Tahunan  Program  Kemitraan  dan  Bina  Lingkungan 
Perseroan Tahun Buku 2017, yang disusun berdasarkan peraturan 
Menteri  BUMN  yang  merupakan  basis  akuntansi  komprehensif  
selain  prinsip  akuntansi  yang  berlaku  umum  di  Indonesia 
dan  telah  diaudit  oleh  KAP  Purwantono,  Sungkoro  &  Surja  (a 
member firm of Ernst and Young Global Limited) sesuai dengan 
laporannya Nomor RPC-5580/PSS/2018 tanggal 24 Januari 2018 
dengan opini laporan keuangan menyajikan secara wajar, dalam 
semua  hal  yang  material,  posisi  keuangan  Pusat  Pengelolaan 
Program Kemitraan dan  Program Bina Lingkungan (Community 
Development  Center)  Perusahaan  Perseroan  (Persero)  PT 
Telekomunikasi Indonesia Tbk tanggal 31 Desember 2017, serta 
kinerja keuangan dan arus kas untuk tahun yang berakhir pada 
tanggal  tersebut,  sesuai  dengan  Standar  Akuntansi  Keuangan 
Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik;

171

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianAgenda

Keputusan RUPST

Realisasi Keputusan RUPST

•  Pembagian 

dilaksanakan 
tanggal 31 Mei 2018.

dividen  
pada  

•  Keputusan 
cadangan 
berlaku.

mengenai 
langsung 

•  Selanjutnya  dengan  disetujuinya      Laporan  Tahunan  Perseroan  
Tahun  Buku  2017  termasuk  Laporan  Tugas  Pengawasan  Dewan  
Komisaris  serta  disahkannya  Laporan  Keuangan  Konsolidasian  
Perseroan  Tahun  Buku  2017  dan  Laporan  Tahunan  Program  
Kemitraan dan Bina Lingkungan Perseroan Tahun Buku 2017, maka 
Rapat  memberikan  pelunasan  dan  pembebasan  tanggung  jawab 
sepenuhnya  (volledig  acquit  et  de  charge)  kepada  para  anggota 
Direksi  dan  Dewan  Komisaris  Perseroan  yang  menjabat  pada 
tahun  2017  atas  tindakan  pengurusan  Perseroan  dan  tindakan 
pengawasan  Perseroan,  sepanjang  tindakan  tersebut  bukan 
merupakan tindak pidana dan tindakan tersebut tercermin dalam 
Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan 
Tahun Buku 2017 serta Laporan Tahunan Program Kemitraan dan 
Bina Lingkungan Perseroan Tahun Buku 2017.

2. Memberikan  kuasa  kepada  Dewan  Komisaris  dengan  terlebih  
dahulu  mendapatkan  persetujuan  tertulis  dari  Pemegang  Saham 
Seri  A  Dwiwarna  terkait  kewenangan  RUPS  sebagaimana  diatur 
dalam  Peraturan  Menteri  BUMN  No.  PER-09/MBU/07/2015 
sebagaimana  diubah  terakhir  dengan  Peraturan  Menteri  BUMN 
No.PER-02/MBU/7/2017 dan perubahan-perubahannya

3

1.  Menyetujui  dan  menetapkan  penggunaan  Laba  Bersih  Perseroan 
untuk Tahun Buku yang berakhir pada 31 Desember 2017 sejumlah 
Rp22.144.990.327.956  (dua  puluh  dua  triliun  seratus  empat 
puluh  empat miliar sembilan ratus sembilan puluh juta tiga ratus 
dua  puluh  tujuh  ribu  sembilan  ratus  lima  puluh  enam  Rupiah)  
sebagai berikut:

a. Dividen  tunai  sebesar  60%  dari  laba  bersih  atau  sejumlah 
Rp13.286.997.175.681,50  (tiga  belas  triliun  dua  ratus  delapan  
puluh  enam  miliar  sembilan  ratus  sembilan  puluh  tujuh  juta 
seratus  tujuh  puluh  lima  ribu  enam  ratus  delapan  puluh  satu 
koma  lima  nol  Rupiah)  atau  sebesar  Rp134,1278  (seratus  tiga 
puluh empat koma satu dua tujuh delapan Rupiah) per saham, 
jumlah  saham  yang  telah  dikeluarkan  (tidak 
berdasarkan 
termasuk saham yang telah dibeli kembali oleh Perseroan) per 
tanggal Rapat, yaitu sebanyak 99.062.216.600 (sembilan puluh 
sembilan miliar enam puluh dua juta dua ratus enam belas ribu 
enam ratus) saham;

b. Dividen  spesial  sebesar  15%  dari  laba  bersih  atau  sejumlah 
Rp3.321.754.247.031,20  (tiga  triliun  tiga  ratus  dua  puluh  satu 
miliar tujuh ratus lima puluh empat juta dua ratus empat puluh 
tujuh  ribu  tiga  puluh  satu  koma  dua  nol  Rupiah)  atau  sebesar 
Rp33,5320 (tiga puluh tiga koma lima tiga dua nol Rupiah) per 
saham  berdasarkan jumlah saham yang telah dikeluarkan (tidak 
termasuk saham yang telah dibeli kembali oleh Perseroan) per 
tanggal Rapat, yaitu sebanyak 99.062.216.600 (sembilan puluh 
sembilan miliar enam puluh dua juta dua ratus enam belas ribu 
enam ratus) saham.

c. Dibukukan  sebagai  Laba  Ditahan  sebesar  25%  dari  laba  bersih 
atau  sejumlah  Rp5.536.238.905.243,30  (lima  triliun  lima  ratus 
tiga puluh enam miliar dua ratus tiga puluh delapan juta sembilan 
ratus  lima  ribu  dua  ratus  empat  puluh  tiga  koma  tiga  nol 
Rupiah) yang akan digunakan untuk membiayai pengembangan  
usaha Perseroan.

172

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianAgenda

Keputusan RUPST

Realisasi Keputusan RUPST

4

5

6

2. Menyetujui  pembagian  Dividen  Tunai  dan  Dividen  Spesial  Tahun 

Buku 2017 dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut:

a. Yang berhak menerima Dividen Tunai dan Dividen Spesial adalah 
para  pemegang  saham  yang  namanya  tercatat  dalam  Daftar  
Pemegang  Saham  Perseroan  per  tanggal  11  Mei  2018  sampai 
dengan pukul 16.15 WIB.

b. Dividen  Tunai  dan  Dividen  Spesial  akan  dibayarkan  secara 

sekaligus selambat-lambatnya pada tanggal 31 Mei 2018.

3. Memberikan  wewenang  dan  kuasa  kepada  Direksi  dengan  hak 
substitusi  untuk  mengatur  lebih  lanjut  tata  cara  pembagian 
dividen tersebut dan mengumumkannya dengan memperhatikan 
peraturan  yang  berlaku  pada  bursa  efek  di  tempat  saham 
Perseroan  dicatatkan.

1.  Memberikan wewenang dan kuasa kepada Pemegang Saham Seri 
A  Dwiwarna  untuk  menetapkan  besarnya  tantiem  untuk  Tahun 
Buku 2017 serta menetapkan honorarium, tunjangan, fasilitas dan 
insentif lainnya bagi anggota Dewan Komisaris untuk Tahun 2018.

2. Memberikan  wewenang  dan  kuasa  kepada  Dewan  Komisaris 
dengan  terlebih  dahulu  mendapatkan  persetujuan  tertulis  dari  
Pemegang  Saham  Seri  A  Dwiwarna  untuk  menetapkan  besarnya 
tantiem untuk Tahun Buku 2017 serta menetapkan gaji, tunjangan, 
fasilitas  dan  insentif  lainnya  bagi  anggota  Direksi  untuk  tahun 
2018.

1.  Menunjuk  Kantor  Akuntan  Publik  Purwantono,  Sungkoro  & 
Surja  (a  member  firm  of  Ernst  &  Young  Global  Limited)  untuk  
melaksanakan  Integrated  Audit  yang  mencakup  audit  Laporan 
Keuangan Konsolidasian Perseroan termasuk Audit  Pengendalian 
Internal atas Pelaporan Keuangan untuk Tahun   Buku 2018   dan   
audit  Laporan Keuangan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan 
untuk Tahun Buku 2018.

2. Melimpahkan  kewenangan  dan  kuasa  kepada  Dewan  Komisaris 

untuk:

a. Menunjuk  Kantor  Akuntan  Publik  pengganti  dan  menetapkan 
kondisi  dan  persyaratan  penunjukannya  jika  Kantor  Akuntan 
Publik  yang  telah  ditunjuk  tersebut  tidak  dapat  melaksanakan 
atau  melanjutkan  tugasnya  karena  sebab  apapun,  termasuk 
alasan  hukum  dan  peraturan  perundang-undangan  di  bidang 
pasar modal  atau tidak tercapai kata sepakat mengenai besaran 
jasa audit.

Telah dilaksanakan.

Persetujuan KAP langsung 
berlaku.

b. Menetapkan  besaran 

jasa  audit  dan  persyaratan 
penunjukan  lainnya  yang  wajar  bagi  Kantor  Akuntan  Publik 
tersebut.

imbalan 

Keputusan  berlaku  sejak 
perubahan  Anggaran  Dasar 
disetujui 
oleh  Menteri 
Hukum  dan  HAM  tanggal  2 
Juli 2018.

Menyetujui  pengalihan  saham  hasil  pembelian  kembali  melalui  
penarikan  kembali  sejumlah 
1.737.779.800  (satu  miliar  tujuh 
ratus    tiga  puluh  tujuh  juta  tujuh  ratus  tujuh  puluh  sembilan  ribu  
delapan  ratus)  saham  yang  merupakan  seluruh  saham  yang  telah 
dibeli  kembali  oleh  Perseroan,  dengan  cara  pengurangan  modal  
ditempatkan dan disetor dari semula sebesar Rp5.039.999.820.000 
(lima  triliun  tiga  puluh  sembilan  miliar  sembilan  ratus  sembilan  
puluh  sembilan  juta  delapan  ratus  dua  puluh  ribu  rupiah)  menjadi 
sebesar  Rp4.953.110.830.000  (empat  triliun  sembilan  ratus  lima 
puluh tiga miliar seratus sepuluh juta delapan ratus tiga puluh ribu 
Rupiah).  Dengan  demikian  guna  memenuhi  ketentuan  Pasal  33  
Undang-Undang  No.  40  tahun  2007  tentang  Perseroan  Terbatas, 
maka menyetujui pengurangan modal dasar Perseroan dari semula 
sebesar Rp20.000.000.000.000 (dua puluh triliun Rupiah) menjadi 
sebesar  Rp19.500.000.000.000  (sembilan  belas  triliun  lima  ratus 
miliar Rupiah).

173

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianAgenda

7

Keputusan RUPST

Realisasi Keputusan RUPST

1. Menyetujui Perubahan Pasal 4 ayat (1), (2), dan (3) Anggaran Dasar 
Perseroan  tentang  Modal  Ditempatkan  dan  Disetor,  serta  Modal 
Dasar Perseroan.

2. Menyetujui  perubahan  ketentuan  Anggaran  Dasar  Perseroan 

Perubahan  Anggaran  Dasar 
telah  disetujui  oleh  Menteri 
Hukum  dan  HAM  pada 
tanggal 2 Juli 2018.

lainnya.

3. Menyetujui untuk menyusun kembali seluruh ketentuan dalam  Anggaran 
Dasar  sehubungan  dengan  perubahan  sebagaimana    dimaksud  pada 
butir 1 (satu) dan butir 2 (dua) keputusan tersebut di atas.

4. Memberikan  kuasa  dan  wewenang  kepada  Direksi  dengan  hak 
substitusi  untuk  melakukan  segala  tindakan  yang  diperlukan  
berkaitan  dengan  keputusan  mata  acara  Rapat  ini,  termasuk  
menyusun  dan  menyatakan  kembali  seluruh  Anggaran  Dasar 
dalam  suatu  Akta  Notaris  dan  menyampaikan  kepada  Instansi 
yang    berwenang  untuk  mendapatkan  persetujuan  dan/  atau  
tanda  penerimaan  pemberitahuan  perubahan  Anggaran  Dasar, 
melakukan  segala  sesuatu  yang  dipandang  perlu  dan  berguna 
untuk  keperluan  tersebut  dengan  tidak  ada  satu  pun  yang  
dikecualikan, termasuk untuk mengadakan penambahan dan/atau 
perubahan  dalam  perubahan  Anggaran  Dasar  tersebut  jika  hal 
tersebut dipersyaratkan oleh instansi yang berwenang.

5. Menyetujui, dalam hal pengurangan modal ditempatkan dan disetor 
Perseroan  tidak  mendapatkan  persetujuan  dari  Kementerian 
Hukum  dan  HAM  Republik  Indonesia,  maka  keputusan  Agenda 
Keenam  terkait  dengan  persetujuan  atas  pengalihan  saham  
hasil  pembelian  kembali  melalui  penarikan  kembali  dengan  cara  
pengurangan  modal  menjadi  batal  dengan  sendirinya  tanpa  
diperlukan  persetujuan  Rapat  Umum  Pemegang  Saham  (RUPS) 
dan  karenanya  Pasal  4  ayat  (1)  Anggaran  Dasar  Perseroan  tidak  
mengalami  perubahan,  sehingga  Modal  Dasar  Perseroan  tetap 
seperti semula.

Menyetujui  ratifkasi  Peraturan  Menteri  Badan  Usaha  Milik  Negara 
Nomor PER-03/MBU/08/2017 tentang Pedoman Kerja Sama Badan 
Usaha  Milik  Negara  dan  Nomor  PER-04/MBU/09/2017  tentang 
Perubahan atas Peraturan Menteri Badan Usaha Milik  Negara Nomor 
PER-03/MBU/08/2017  tentang  Pedoman  Kerja  Sama  Badan  Usaha 
Milik Negara, termasuk perubahan-perubahannya.

1.  Mengukuhkan pemberhentian nama-nama tersebut dibawah ini:

1)  Sdri DEVY WILDASARI sebagai Komisaris Perseroan, terhitung 
sejak  pengangkatan  yang  bersangkutan  sebagai  Direktur 
Pemasaran  dan  Pelayanan  PT  ANGKASA  PURA  I  (Persero) 
berdasarkan  keputusan  Menteri  BUMN  Nomor  SK-289/
MBU/12/2017 tanggal 22 Desember 2017;

2) Sdr  HADIYANTO  sebagai  Komisaris  Perseroan,  sehubungan 
dengan  pengangkatan  yang  bersangkutan  sebagai  Komisaris 
PT BANK BRI (Persero) Tbk.

3) Sdr  MAS’UD  KHAMID  sebagai  Direktur  Consumer  Service  
Perseroan  terhitung  sejak  pengangkatan  yang  bersangkutan 
sebagai  Direktur  Pemasaran  Retail  PT  PERTAMINA  (Persero) 
berdasarkan  keputusan  Menteri  BUMN  Nomor  SK-97/
MBU/04/2018 tanggal 20 April 2018;

Dengan  ucapan 
tenaga  dan 
pikiran  yang  diberikan  selama  menjabat  sebagai  Komisaris  dan  
Direksi Perseroan.

terimakasih  atas  sumbangan 

8

9

Keputusan langsung 
berlaku.

Keputusan langsung 
berlaku.

174

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianAgenda

Keputusan RUPST

Realisasi Keputusan RUPST

2. Mengangkat  nama-nama  tersebut  di  bawah  ini  sebagai  anggota 

Direksi dan anggota Dewan Komisaris Perseroan:
1)  Sdri SITI CHOIRIANA sebagai Direktur Consumer Service;
2) Sdr EDWIN HIDAYAT ABDULLAH sebagai Komisaris; dan
3) Sdr ISA RACHMATARWATA sebagai Komisaris;

  Masa  jabatan  anggota  Direksi  dan  anggota  Dewan  Komisaris 
dimaksud  sesuai  dengan  ketentuan  Anggaran  Dasar,  dengan 
memperhatikan  peraturan  perundangan  di  bidang  Pasar  Modal 
dan tanpa mengurangi RUPS memberhentikan sewaktu waktu.

3. Bagi  anggota  Direksi  dan  Dewan  Komisaris    yang  diangkat  se-
bagaimana  dimaksud    pada  angka  2  yang  masih  menjabat  pada 
jabatan  lain  yang  dilarang  oleh  peraturan  perundang-undangan 
untuk  dirangkap  dengan  jabatan  Direksi  dan  Dewan  Komisaris 
BUMN,  maka  yang  bersangkutan  harus  mengundurkan  diri  atau 
diberhentikan dari jabatannya tersebut.

4. Dengan  adanya  pemberhentian  dan  pengangkatan  anggota 
Direksi  dan  anggota  Dewan  Komisaris  sebagaimana  dimaksud 
pada  angka  1  dan  angka  2,  maka  susunan  keanggotaan  anggota 
Direksi dan anggota Dewan Komisaris Perseroan menjadi:
A.  Direksi:

1)  Bapak ALEX JANANGKIH SINAGA sebagai Direktur Utama;
2) Bapak HARRY MOZARTA ZEN sebagai Direktur Keuangan;
3) Bapak DAVID BANGUN sebagai Direktur Digital and Strategic 

Portfolio;

4) Bapak  DIAN  RACHMAWAN  sebagai  Direktur  Enterprise  

& Business Service;

5) Bapak  ABDUS  SOMAD  ARIEF  sebagai  Direktur  Wholesale  

&  International Service;

6) Bapak  HERDY  ROSADI  HARMAN  sebagai  Direktur  Human 

Capital Management;

7) Bapak  ZULHELFI  ABIDIN  sebagai  Direktur  Network  

& Information Technology Solution;

8) Ibu SITI CHOIRIANA sebagai Direktur Consumer Service.

B. Dewan Komisaris:

1)  Ibu HENDRI SAPARINI sebagai Komisaris Utama;
2) Bapak  MARGIYONO  DARSA  SUMARJA  sebagai  Komisaris  

Independen;

3) Bapak DOLFIE OTHNIEL FREDRIC PALIT sebagai Komisaris  

Independen;

4) Ibu  PAMIJATI  PAMELA  JOHANNA  W.  sebagai  Komisaris  

Independen;

5) Bapak  CAHYANA  AHMADJAYADI  sebagai  Komisaris 

Independen;

6) Bapak EDWIN HIDAYAT ABDULLAH sebagai Komisaris;
7) Bapak RINALDI FIRMANSYAH sebagai Komisaris;
8) Bapak ISA RACHMATARWATA sebagai Komisaris.

Memberikan kuasa dan wewenang kepada Direksi Perseroan  dengan 
hak  substitusi  untuk  melakukan  segala  tindakan  yang  diperlukan 
berkaitan  dengan  keputusan  agenda  ini  sesuai  dengan  peraturan  
perundang-undangan  yang  berlaku,  termasuk  untuk  menyatakan 
dalam akta Notaris tersendiri dan memberitahukan susunan Dewan 
Komisaris  dan  Direksi  Perseroan  kepada  Kementerian  Hukum  
dan HAM.

Catatan: Seluruh keputusan RUPST di atas telah sesuai dengan agenda yang sudah ditetapkan dan tercantum dalam panggilan RUPST

175

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKEPUTUSAN RUPST TAHUN BUKU 2018

Selain itu, Telkom telah melaksanakan RUPST tanggal 24 Mei 2019 untuk kinerja tahun buku 2018 dengan rincian agenda 

dan realisasi keputusan RUPST tahun buku 2018 sebagai berikut:

Agenda

Keputusan RUPST

Realisasi Keputusan RUPST

Keputusan langsung berlaku.

Keputusan langsung berlaku.

•  Pembagian 

dividen 
dilaksanakan pada tanggal 27 
Juni 2019.
•  Keputusan 

mengenal 

cadangan langsung berlaku.

1

2

3

Menyetujui  Laporan  Tahunan  termasuk  Laporan  Tugas 
Pengawasan  Dewan  Komisaris  Perseroan  Tahun  Buku  2018 
sepanjang  bukan  merupakan  tindak  pidana  dan  tercermin 
dalam buku-buku laporan Perseroan.

1.  Mengesahkan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan 
Tahun  Buku  2018  yang  telah  diaudit  oleh  Kantor 
Akuntan  Publik  (KAP)  Purwantono,  Sungkoro  &  Surja   
(a  member  firm  of  Ernst  and  Young  Global  Limited) 
sesuai  dengan  laporannya  Nomor  00910/2.1032/AU.1/06 
/0691-2/1/IV/2019  tanggal  29  April  2019  dengan  opini 
laporan keuangan  konsolidasian menyajikan secara wajar, 
dalam  semua  hal  yang  material,  dan  sepanjang  bukan 
merupakan tindak pidana dan tercermin dalam buku-buku 
laporan Perseroan;

2. Menyetujui  dan  mengesahkan  Laporan  Tahunan  Program  
Kemitraan  dan  Bina  Lingkungan  Perseroan  Tahun  Buku 
2018, dan Laporan Keuangan Program Kemitraan dan Bina 
Lingkungan  Perseroan  Tahun  Buku  2018  yang  disusun  
berdasarkan  peraturan  Menteri  BUMN  yang  merupakan 
basis  akuntansi  komprehensif  selain  prinsip  akuntansi 
yang  berlaku  umum  di  Indonesia  dan  telah  diaudit  KAP 
Purwantono, Sungkoro & Surja (a member firm of Ernst and 
Young  Global  Limited)  sesuai  dengan  laporannya  Nomor 
00046/2.1032/AU.2/11/0687-2/2/1/I/2019 
24 
Januari  2019  dengan  opini  laporan  keuangan  menyajikan 
secara  wajar,  dalam  semua  hal  yang  material,  dan 
sepanjang bukan merupakan tindak pidana dan tercermin 
dalam buku-buku laporan Perseroan;

tanggal 

3. Memberikan  pelunasan  dan  pembebasan 

tanggung 
jawab  sepenuhnya  (volledig  acquit  et  de  charge)  kepada 
segenap anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan 
atas  tindakan  pengurusan  dan  pengawasan  yang  telah 
dijalankan  selama  Tahun  Buku  2018  sepanjang  tindakan 
tersebut  bukan  merupakan  tindak  pidana  dan  tercermin 
dalam buku-buku laporan Perseroan.

1.  Menyetujui  dan  menetapkan  penggunaan  laba  bersih 
Perseroan  Tahun  Buku  2018  yang  seluruhnya  berjumlah 
Rp18.031.796.084.638,-  (delapan  belas  triliun  tiga  puluh 
satu  miliar  tujuh  ratus  sembilan  puluh  enam  juta  delapan 
puluh  empat  ribu  enam  ratus  tiga  puluh  delapan  Rupiah) 
diperuntukkan sebagai berikut:

a. Dividen Tunai sebesar 60% dari laba bersih atau sejumlah 
Rp10.819.079.985.969,-  (sepuluh  triliun  delapan  ratus 
sembilan belas miliar tujuh puluh sembilan juta sembilan 
ratus delapan puluh lima ribu sembilan ratus enam puluh 
sembilan  Rupiah)  atau  sebesar  Rp109,2150,-  (seratus 
sembilan  koma  dua  satu  lima  nol  Rupiah)  per  saham, 
berdasarkan  jumlah  saham  yang  telah  dikeluarkan  per 
tanggal Rapat, yaitu sebanyak 99.062.216.600 (sembilan 
puluh  sembilan  miliar  enam  puluh  dua  juta  dua  ratus 
enam belas ribu enam ratus) saham;

176

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianAgenda

Keputusan RUPST

Realisasi Keputusan RUPST

b. Dividen  spesial  sebesar  30%  dari  laba  bersih  atau 
sejumlah  Rp5.409.539.992.984,50,-  (lima  triliun  empat 
ratus  sembilan  miliar  lima  ratus  tiga  puluh  sembilan 
juta  sembilan  ratus  sembilan  puluh  dua  ribu  sembilan 
ratus delapan puluh empat koma lima nol Rupiah) atau 
sebesar  Rp54,6075  (lima  puluh  empat  koma  enam  nol 
tujuh lima Rupiah) per saham berdasarkan jumlah saham 
yang telah dikeluarkan per tanggal Rapat, yaitu sebanyak 
99.062.216.600  (sembilan  puluh  sembilan  miliar  enam 
puluh  dua  juta  dua  ratus  enam  belas  ribu  enam  ratus) 
saham;

c. Dibukukan  sebagai  Laba  Ditahan  sebesar  10%  dari  laba 
bersih atau sejumlah Rp1.803.176.105.684,50 (satu triliun 
delapan  ratus  tiga  miliar  seratus  tujuh  puluh  enam  juta 
serratus lima ribu enam ratus delapan puluh empat koma 
lima nol Rupiah) yang akan digunakan untuk membiayai 
pengembangan usaha Perseroan.

2. Pembagian Dividen Tunai dan Dividen Spesial Tahun Buku 

2018 dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut:

a. Yang  berhak  menerima  Dividen  Tunai  dan  Dividen 
Spesial  adalah  para  pemegang  saham  yang  namanya 
tercatat  dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan per  
tanggal  13  Juni  2019  sampai  dengan  pukul  16.15  WIB;

b. Dividen Tunai dan Dividen Spesial akan dibayarkan secara 
sekaligus selambat-lambatnya pada tanggal 27 Juni 2019.

3. Memberikan wewenang dan kuasa kepada Direksi  dengan 
hak  substitusi  untuk  mengatur  lebih  lanjut  tata  cara 
pembagian  dividen  tersebut  dan  mengumumkannya 
dengan  memperhatikan  peraturan  yang  berlaku  pada 
bursa efek di tempat saham Perseroan dicatatkan.

1.  Memberikan  wewenang  dan  kuasa  kepada  Pemegang  
Saham  Seri  A  Dwiwarna  untuk  menetapkan  besarnya 
tantiem  untuk  Tahun  Buku  2018  serta  menetapkan 
honorarium,  tunjangan,  fasilitas  dan  insentif  lainnya  bagi 
anggota Dewan Komisaris untuk Tahun 2019;

2. Memberikan wewenang dan kuasa kepada Dewan  Komisaris 
dengan  terlebih  dahulu  mendapatkan  persetujuan  tertulis 
dari Pemegang Saham Seri A Dwiwarna untuk menetapkan 
besarnya tantiem untuk Tahun Buku 2018 serta menetapkan 
gaji,  tunjangan,  fasilitas  dan  insentif  lainnya  bagi  anggota 
Direksi untuk tahun 2019.

1.  Menyetujui penunjukan Kantor Akuntan Publik Purwantono, 
Sungkoro & Surja (a member firm of Ernst & Young Global 
Limited)  untuk  melakukan  jasa  Integrated  Audit  atas 
Laporan  Keuangan  Konsolidasian  Perseroan  termasuk 
Audit  Pengendalian  Internal  atas  Pelaporan  Keuangan 
dan audit Laporan Keuangan Program Kemitraan dan Bina 
Lingkungan untuk Tahun Buku yang berakhir pada tanggal 
31 Desember 2019;

4

5

Telah dilaksanakan.

Persetujuan KAP langsung 
berlaku.

177

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianAgenda

Keputusan RUPST

Realisasi Keputusan RUPST

Keputusan langsung berlaku.

6

2. Memberikan  pelimpahan  kewenangan  kepada  Dewan 
Komisaris  Perseroan  untuk  menetapkan  besaran  imbalan 
jasa  audit,  penambahan  ruang  lingkup  pekerjaan          yang 
diperlukan dan persyaratan lainnya yang wajar bagi kantor 
akuntan publik tersebut;

3. Memberikan wewenang dan kuasa kepada Dewan Komisaris 
dengan  terlebih  dahulu  mendapatkan  persetujuan  tertulis  
Pemegang  Saham  Seri  A  Dwiwarna  untuk  menetapkan 
Kantor  Akuntan  Publik  Pengganti  dalam  hal  Kantor 
Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja (a member 
firm of Ernst & Young Global Limited), karena sebab apapun 
tidak  dapat  menyelesaikan  audit  atas  Laporan  Keuangan 
Perseroan  dan  Laporan  Keuangan  Pelaksanaan  Program 
Kemitraan  dan  Bina  Lingkungan  (PKBL)  Perseroan  Tahun 
Buku 2019.

1.  Menyetujui Perubahan Pasal 3 tentang Maksud dan Tujuan 
serta  Kegiatan  Usaha  Perseroan,  Pasal  12  ayat  7i  huruf  b 
tentang  Batasan  Kewenangan  atas  Perbuatan  Direksi 
Yang  Harus  Mendapatkan  Persetujuan  Dewan  Komisaris 
Dalam  Hal  Kerja  Sama,  Pasal  12  ayat  7i  huruf  g  tentang 
Batasan  Kewenangan  atas  Perbuatan  Direksi  Yang  Harus 
Mendapatkan  Persetujuan  Dewan  Komisaris  Dalam  Hal 
Pengusulan Wakil Perseroan Untuk Menjadi Calon Anggota 
Direksi dan Dewan Komisaris Anak Perusahaan;

2. Menyetujui  untuk  menyusun  kembali  seluruh  ketentuan 
dalam  Anggaran  Dasar  sehubungan  dengan  perubahan 
sebagaimana  dimaksud  pada  butir  1  (satu)  keputusan 
tersebut di atas;

3. Memberikan kuasa dan wewenang kepada Direksi dengan 
hak  substitusi  untuk  melakukan  segala  tindakan  yang 
diperlukan  berkaitan  dengan  keputusan  mata  acara 
Rapat  ini,  termasuk  menyusun  dan  menyatakan  kembali 
seluruh  Anggaran  Dasar  dalam  suatu  Akta  Notaris  dan 
menyampaikan  kepada  instansi  yang  berwenang  untuk 
mendapatkan  persetujuan  dan/atau  tanda  penerimaan 
pemberitahuan  perubahan  Anggaran  Dasar,  melakukan 
segala  sesuatu  yang  dipandang  perlu  dan  berguna  untuk 
keperluan  tersebut  dengan  tidak  ada  satu  pun  yang 
dikecualikan,  termasuk  untuk  mengadakan  penambahan 
dan/atau  perubahan  dalam  perubahan  Anggaran  Dasar 
tersebut jika hal tersebut dipersyaratkan oleh instansi yang 
berwenang.

178

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianAgenda

Keputusan RUPST

Realisasi Keputusan RUPST

7

A 1.  Memberhentikan dengan hormat nama-nama tersebut di 

Keputusan langsung berlaku

bawah ini sebagai anggota Direksi Perseroan:
1)  Sdr. Alex J. Sinaga - sebagai Direktur Utama
2) Sdr.  David  Bangun  -  sebagai  Direktur  Digital  & 

Strategic Portfolio

3) Sdr. Abdus Somad Arief - sebagai Direktur Wholesale 

& International Service

4) Sdr. Herdy Rosadi Harman - sebagai Direktur Human 

Capital Management

5) Sdr. Dian Rachmawan - sebagai Direktur Enterprise & 

Business Service

   2. Mengubah  nomenklatur 

jabatan  Anggota-Anggota 

Direksi Perseroan sebagai berikut:

No.

Semula

Menjadi

1

2

Direktur Digital & 

Direktur Digital Business

Strategic Portfolio

-

Direktur Strategic Portfolio

   3. Mengangkat  nama-nama  tersebut  di  bawah  ini  sebagai 

anggota Direksi Perseroan:
1)  Sdr. Ririek Adriansyah - sebagai Direktur Utama
2) Sdr.  Edwin  Aristiawan  -  sebagai  Direktur  Wholesale  

& International Service

3) Sdr.  Edi  Witjara  -  sebagai  Direktur  Human  Capital 

Management

4) Sdr.  Faizal  R.  Djoemadi  -  sebagai  Direktur  Digital 

Business

5) Sdr.  Achmad  Sugiarto  -  sebagai  Direktur  Strategic 

Portfolio

6) Sdr.  Bogi  Witjaksono  -  sebagai  Direktur  Enterprise  

& Business Service

   4. Masa 

jabatan 

yang  diangkat 
anggota  Direksi 
sebagaimana  angka  3,  sesuai  dengan  ketentuan 
Anggaran  Dasar  Perseroan,  dengan  memperhatikan 
peraturan  perundang-undangan  di  bidang  Pasar  Modal 
dan tanpa mengurangi hak RUPS untuk memberhentikan 
sewaktu-waktu.

179

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianAgenda

Keputusan RUPST

Realisasi Keputusan RUPST

   5. Dengan adanya pemberhentian, perubahan nomenklatur 
jabatan,  dan  pengangkatan  anggota  Direksi  Perseroan 
sebagaimana dimaksud pada angka 1, angka 2, dan angka 
3,  maka  susunan  Anggota  Direksi  Perseroan  menjadi 
sebagai berikut:

No. Nama

Jabatan

1

2

3

4

5

6

7

8

9

Ririek Adriansyah

Direktur Utama

Harry Mozarta Zen

Direktur Keuangan

Siti Choiriana

Direktur Consumer Service

Bogi Witjaksono

Zulhelfi Abidin

Edwin Aristiawan

Edi Witjara

Direktur Enterprise & Business 
Service

Direktur Network & IT 
Solution

Direktur Wholesale & 
International Service

Direktur Human Capital 
Management

Faizal R. Djoemadi

Direktur Digital Business

Achmad Sugiarto

Direktur Strategic Portfolio

   6. Anggota-Anggota  Direksi  yang  diangkat  sebagaimana 
dimaksud pada angka 3 yang masih menjabat pada jabatan 
lain  yang  dilarang  oleh  peraturan  perundang-undangan 
untuk dirangkap dengan jabatan Anggota Direksi Badan 
Usaha  Milik  Negara,  maka  yang  bersangkutan  harus 
mengundurkan  diri  atau  diberhentikan  dari  jabatannya 
tersebut.

   7.  Memberikan  kuasa  dan  wewenang  kepada  Direksi 
Perseroan dengan hak substitusi untuk melakukan segala 
tindakan  yang  diperlukan  berkaitan  dengan  keputusan 
ini  sesuai  dengan  peraturan  perundang-
agenda 
undangan  yang  berlaku,  termasuk  untuk  menyatakan 
dalam  Akta  Notaris  tersendiri  dan  memberitahukan 
susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan kepada 
Kementerian Hukum dan HAM.

B 1.  Mengukuhkan pemberhentian dengan hormat Sdr. Dolfie 
Othniel  Fredric  Palit  sebagai  Komisaris  Independen 
Perseroan, terhitung sejak tanggal 20 September 2018.

   2. Memberhentikan dengan hormat nama-nama tersebut di 

bawah ini sebagai anggota Dewan Komisaris Perseroan:
1)  Sdri. Hendri Saparini - sebagai Komisaris Utama
2) Sdri. Pamijati Pamela Johanna Waluyo - sebagai  

Komisaris Independen

3) Sdr. Rinaldi Firmansyah - sebagai Komisaris

180

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianAgenda

Keputusan RUPST

Realisasi Keputusan RUPST

   3. Mengangkat  nama-nama  tersebut  di  bawah  ini  sebagai 

anggota Dewan Komisaris Perseroan:
1)  Sdr. Rhenald Kasali - sebagai Komisaris Utama 

merangkap Komisaris Independen

2) Sdr. Marsudi Wahyu Kisworo - sebagai Komisaris 

Independen

3) Sdr. Ismail - sebagai Komisaris
4) Sdr. Marcelino Pandin - sebagai Komisaris

   4. Masa  jabatan  anggota-anggota  Dewan  Komisaris  yang 
diangkat sebagaimana angka 3, sesuai dengan ketentuan 
Anggaran  Dasar  Perseroan,  dengan  memperhatikan 
peraturan  perundang-undangan  di  bidang  Pasar  Modal 
dan tanpa mengurangi hak RUPS untuk memberhentikan 
sewaktu-waktu.

   5. Dengan 

adanya 

pengukuhan 

pemberhentian, 
pemberhentian,  dan  pengangkatan  anggota-anggota 
Dewan  Komisaris  Perseroan  sebagaimana  dimaksud 
pada  angka  1,  angka  2,  dan  angka  3,  maka  susunan 
Anggota  Dewan  Komisaris  Perseroan  menjadi  sebagai 
berikut:

No. Nama

Jabatan

1

2

3

4

5

6

7

8

Rhenald Kasali 

Komisaris Utama/ 
Komisaris Independen

Marsudi Wahyu Kisworo 

Komisaris Independen

Margiyono Darsasumarja 

Komisaris Independen

Cahyana Ahmadjayadi 

Komisaris Independen

Edwin Hidayat Abdullah 

Komisaris

Isa Rachmatarwata 

Komisaris

Ismail

Marcelino Pandin 

Komisaris

Komisaris

   6. Anggota-Anggota  Dewan  Komisaris  yang  diangkat 
sebagaimana  dimaksud  pada  angka  3  yang  masih 
menjabat pada jabatan lain yang dilarang oleh peraturan 
perundang-undangan  untuk  dirangkap  dengan  jabatan 
Anggota  Dewan  Komisaris  Badan  Usaha  Milik  Negara, 
maka yang bersangkutan harus mengundurkan diri atau 
diberhentikan dari jabatannya tersebut.

   7.  Memberikan  kuasa  dan  wewenang  kepada  Dewan 
Komisaris  Perseroan  dengan  hak  substitusi  untuk 
melakukan  segala  tindakan  yang  diperlukan  berkaitan 
dengan  keputusan  agenda  ini  sesuai  dengan  peraturan 
perundang-undangan  yang  berlaku,  termasuk  untuk 
menyatakan  dalam  Akta  Notaris 
tersendiri  dan 
memberitahukan  susunan  Dewan  Komisaris  dan  Dewan 
Komisaris  Perseroan  kepada  Kementerian  Hukum  dan 
HAM.

Catatan: Seluruh keputusan RUPST di atas telah sesuai dengan agenda yang sudah ditetapkan dan tercantum dalam panggilan RUPST

181

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianDEWAN KOMISARIS

Telkom  memiliki  Dewan  Komisaris  yang  bertugas  dan 

6.  Meneliti  dan  menelaah  laporan  berkala  dan  Laporan 

bertanggung  jawab  secara  kolektif  dalam  mengawasi 

Tahunan yang disiapkan Direksi serta menandatangani 

jalannya  perusahaan  dan  memberikan  nasihat  kepada 

Laporan Tahunan;

Direksi.  Hal  tersebut  sejalan  dengan  penerapan  prinsip-

prinsip  tata  kelola  perusahaan  yang  baik  atau  Good 

7.  Memberikan  penjelasan,  pendapat  dan  saran  kepada 
RUPS mengenai Laporan Tahunan, apabila diminta;

Corporate Governance (GCG) principles.

8.  Membuat 

risalah 

rapat  Dewan  Komisaris  dan 

PIAGAM/BOARD CHARTER DEWAN 
KOMISARIS

Sejak 

tahun  2013,  Telkom 

telah  memiliki  Piagam 

atau  Board  Charter  Dewan  Komisaris  yang  disahkan 

melalui  Surat  Keputusan  Dewan  Komisaris  No.  16/KEP/

DK/2013  tanggal  17  Desember  2013.  Hingga  disusunnya 

Laporan  ini,  Piagam  atau  Board  Charter  tersebut  belum  

direvisi kembali. 

Piagam atau Board Charter Dewan Komisaris merupakan 

pedoman dan tata tertib kerja yang mengatur wewenang, 

tugas,  tanggung  jawab,  kewajiban,  pembagian  tugas, 

rapat,  ketentuan  benturan  kepentingan,  kepemilikan 

saham,  dan  hubungan  Dewan  Komisaris  dengan  Direksi 

dan  RUPS.  Selain  melalui  Piagam  atau  Board  Charter, 

tugas,  dan  tanggung  jawab  anggota  Dewan  Komisaris 

juga diatur dalam Anggaran Dasar Perusahaan dan surat 

keputusan bersama antara Dewan Komisaris dan Direksi.

WEWENANG, TUGAS, DAN 
TANGGUNG JAWAB DEWAN 
KOMISARIS

menyimpan salinannya;

9.  Melaporkan  kepada  Perseroan  mengenai  kepemilikan 

sahamnya  dan/atau  keluarganya  pada  Perseroan 

tersebut dan perseroan lain;

10. Memberikan laporan tentang tugas pengawasan yang 

telah dilakukan selama tahun buku yang baru lampau 

kepada RUPS;

11.  Memberikan  penjelasan  tentang  segala  hal  yang 
ditanyakan  atau  yang  diminta  Pemegang  Saham 

Seri  A  Dwiwarna  dengan  memperhatikan  peraturan 

perundang-undangan  khususnya  yang  berlaku  di 

bidang Pasar Modal;

12. Melaksanakan  kewajiban  lainnya  dalam  rangka  tugas 

pengawasan  dan  pemberian  nasihat,  sepanjang  tidak 

bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, 

Anggaran Dasar, dan/atau keputusan RUPS.

Adapun  kewenangan  Dewan  Komisaris  yaitu  sebagai 

berikut:
1.  Memeriksa  buku,  surat,  serta  dokumen 

lainnya, 

memeriksa kas untuk keperluan verifikasi dan lain-lain 

surat berharga dan memeriksa kekayaan Perseroan;
2.  Memasuki  pekarangan,  gedung,  dan  kantor  yang 

dipergunakan oleh Perseroan;

3.  Meminta  penjelasan  dari  Direksi  dan/atau  pejabat 

lainnya  mengenai  segala  persoalan  yang  menyangkut 

Anggaran  Dasar  Telkom  menetapkan  kewajiban  Dewan 

pengelolaan Perseroan;

Komisaris untuk:

4.  Mengetahui segala kebijakan dan tindakan yang telah 

1.  Memberikan 

nasihat 

kepada  Direksi 

dalam 

dan akan dijialankan oleh Direksi;

melaksanakan pengurusan Perseroan;

5.  Meminta  Direksi  dan/atau  pejabat  lainnya  di  bawah 

2.  Memberikan  pendapat  dan  persetujuan  Rencana 

Direksi  dengan 

sepengetahuan  Direksi 

untuk 

Kerja dan Anggaran Tahunan Perseroan serta rencana 

menghadiri rapat Dewan Komisaris:

kerja  lainnya  yang  disiapkan  Direksi,  sesuai  dengan 

6.  Mengangkat  dan  memberhentikan  seorang  Sekretaris 

ketentuan Anggaran Dasar;

Dewan Komisaris;

3.  Mengikuti 

perkembangan 

kegiatan 

Perseroan, 

7.  Memberhentikan  sementara  anggota  Direksi  sesuai 

memberikan  pendapat  dan  saran  kepada  RUPS 

dengan ketentuan Anggaran Dasar;

mengenai setiap masalah yang dianggap penting bagi 

kepengurusan Perseroan;

8.  Membentuk  Komite  Audit,  Komite  Remunerasi  dan 
Nominasi, Komite Pemantau Risiko dan Komite lain jika 

4.  Melaporkan kepada Pemegang Saham Seri A Dwiwarna 

dianggap  perlu  dengan  memperhatikan  kemampuan 

apabila terjadi gejala menurunnya kinerja Perseroan;

perusahaan;

5.  Mengusulkan  kepada  RUPS  penunjukan  Akuntan 

Publik  yang  akan  melakukan  pemeriksaan  atas  

9.  Menggunakan  tenaga  ahli  untuk  hal  tertentu  dan 
dalam jangka waktu tertentu atas beban Perseroan jika 

buku Perseroan;

dianggap perlu;

182

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian10. Melakukan  tindakan  pengurusan  Perseroan  dalam 

keadaan  tertentu  untuk  jangka  waktu  tertentu  sesuai 

dengan ketentuan Anggaran Dasar ini;

11.  Menyetujui 

pengangkatan 

dan 

pemberhentian 

Sekretaris  Perusahaan  dan/atau  Kepala  Satuan 

Pengawas Intern;

12. Menghadiri Rapat Direksi dan memberikan pandangan 

terhadap hal yang dibicarakan;

13. Melaksanakan  kewenangan  pengawasan 

lainnya 

sepanjang  tidak  bertentangan  dengan  peraturan 

perundang-undangan,  Anggaran  Dasar,  dan/atau 

keputusan RUPS.

Dalam  hal  terjadi  kerugian  perusahaan,  anggota  Dewan 

Komisaris  memiliki  tanggung  jawab  secara  kolektif  atas 

kesalahan  atau  kelalaian  dalam  menjalankan  tugasnya, 

kecuali dapat dibuktikan: 

1.  Kerugian  tersebut  bukan  karena  kesalahan  atau 

kelalaiannya;

2.  Telah melakukan pengurusan dengan itikad baik, penuh 
tanggung jawab, dan kehati-hatian untuk kepentingan 

dan sesuai dengan maksud dan tujuan Perusahaan;
3.  Tidak mempunyai benturan kepentingan baik langsung 
maupun  tidak  langsung  atas  tindakan  pengurusan 
yang mengakibatkan kerugian; dan

4.  Telah  mengambil  tindakan  untuk  mencegah  timbul 

atau berlanjutnya kerugian tersebut.

KOMPOSISI DEWAN KOMISARIS

Pada  tahun  2019,  komposisi  Dewan  Komisaris  berubah 

karena Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 

memutuskan  untuk  memberhentikan  dengan  hormat 

Anggota Dewan Komisaris sebagai berikut:

1.  Ibu Hendri Saparini dari jabatan Komisaris Utama;

2.  Ibu  Pamijati  Pamela  Johanna  Waluyo  dari  jabatan 

Komisaris Independen; dan

3.  Bapak Rinaldi Firmansyah dari Jabatan Komisaris.

Selain  perubahan 

tersebut,  Bapak  Edwin  Hidayat 

Abdullah ditunjuk sebagai Wakil Direktur Utama Angkasa 

Pura  II  pada  tanggal  18  November  2019  dan  Bapak  Isa 

Rachmatarwata  sebagai  Komisaris  Pertamina  pada 

tanggal  23  Desember  2019,  sehingga  keduanya  sudah 

tidak menjabat sebagai Komisaris Perseroan.

Selain  itu,  RUPST  juga  memutuskan  untuk  mengangkat 

nama-nama sebagai berikut:
1.  Bapak  Rhenald  Kasali  sebagai  Komisaris  Utama 

merangkap Komisaris Independen;

2.  Bapak  Marsudi  Wahyu  Kisworo  sebagai  Komisaris 

Independen;

3.  Bapak Ismail sebagai Komisaris; dan
4.  Bapak Marcelino Rumambo Pandin sebagai Komisaris.

Dengan demikian, komposisi Dewan Komisaris per 31 Desember 2018 dan 2019 dapat dilihat sebagai berikut: 

Komposisi Dewan Komisaris per 31 Desember 2018

No.

Nama

Jabatan

Diangkat

Berakhir

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

Hendri Saparini

Rinaldi Firmansyah

Edwin Hidayat Abdullah

Isa Rachmatarwata

Komisaris Utama

Komisaris

Komisaris

Komisaris

Margiyono Darsasumarja

Komisaris Independen

Cahyana Ahmadjayadi

Komisaris Independen

Pamijati Pamela Johanna Waluyo

Komisaris Independen

2014

2015

2018

2018

2015

2017

2015

RUPST 2019

RUPST 2019

RUPST 2023

RUPST 2023

RUPST 2020

RUPST 2022

RUPST 2019

Komposisi Dewan Komisaris per 31 Desember 2019

No.

Nama

Jabatan

Diangkat

Berakhir

1.

2.

3.

4.

5.

6.

Rhenald Kasali 

Komisaris Utama/
Komisaris Independen

Marsudi Wahyu Kisworo 

Komisaris Independen

Margiyono Darsasumarja 

Komisaris Independen

Cahyana Ahmadjayadi 

Komisaris Independen

Ismail

Marcelino Rumambo Pandin 

Komisaris

Komisaris

2019

2019

2015

2017

2019

2019

RUPST 2024

RUPST 2024

RUPST 2020

RUPST 2022

RUPST 2024

RUPST 2024

183

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKEBERAGAMAN DEWAN KOMISARIS

Secara  umum,  Rapat  Umum  Pemegang  Saham  Tahunan 

integritas  yang  sesuai  dengan  kebutuhan.  Meski  belum 

(RUPST)  Telkom  memastikan  mekanisme  pemilihan 

ada kebijakan tertulis mengenai hal ini, Pemegang Saham 

dan  pengangkatan  anggota  Dewan  Komisaris  Telkom 

Utama dan Pengendali Telkom, dalam hal ini Pemerintah 

memenuhi 

aspek 

keberagaman, 

non-diskriminasi 

Indonesia  yang  diwakili  Kementerian  Badan  Usaha  Milik 

dan  hak  asasi  manusia,  serta  mengacu  pada  prinsip 

Negara (BUMN), selalu memperhatikan penerapan prinsip 

fairness.  Anggota  Dewan  Komisaris  dipilih  dan  diangkat 

GCG dan UU No.39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia 

berdasarkan  latar  belakang,  kompetensi,  keahlian,  dan 

di dalam mekanisme tersebut. 

Komposisi Keberagaman Dewan Komisaris per 31 Desember 2019

No.

Nama

Jabatan

Gender

Latar Belakang Keahlian & 
Kecakapan

Tingkat 
Pendidikan

1.

2.

3.

4.

5.

6.

Rhenald Kasali 

Komisaris Utama/ 
Komisaris Independen

Pria

Manajemen

Marsudi Wahyu Kisworo  Komisaris Independen

Margiyono Darsasumarja Komisaris Independen

Pria

Pria

Cahyana Ahmadjayadi

Komisaris Independen

Pria

Ismail

Marcelino Rumambo 
Pandin 

Komisaris

Komisaris

Pria

Pria

Teknologi Informasi

Media, Hukum Media dan 
Internet

Teknik Telekomunikasi, 
Hukum dan Aplikasi Konten

Teknik Elektro dan Teknik 
Telekomunikasi

Manajemen Bisnis, dan 
Teknologi

Doktor

Doktor

Magister

Doktor

Doktor

Doktor

Keberagaman Komposisi 
Jabatan Dewan Komisaris

Keberagaman Komposisi Tingkat 
Pendidikan Dewan Komisaris

33%

Independen

Non 
Independen

83%

Doktor

Magister

67%

17%

184

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianRANGKAP JABATAN DEWAN KOMISARIS

Sebagai bagian dari penerapan prinsip transparansi, Telkom mengungkapkan rangkap jabatan Dewan Komisaris per 31 

Desember tahun 2019, sebagai berikut: 

Rangkap Jabatan Dewan Komisaris 

No. Nama

Telkom

Entitas Anak

Jabatan

Jabatan Lainnya

1.

2.

3.

4.

5.

Rhenald Kasali 

Komisaris Utama/ 
Komisaris Independen

Tidak ada

Marsudi Wahyu Kisworo 

Komisaris Independen

1.  Anggota KNR
2. Anggota KEMPR

Margiyono Darsasumarja

Komisaris Independen

1.  Ketua Komite Audit

Cahyana Ahmadjayadi

Komisaris Independen

Ismail

Komisaris

1.  Ketua KNR
2. Anggota KEMPR

1.  Anggota Komite Audit
2. Anggota KNR
3. Anggota KEMPR

1.  Anggota Komite Audit
2. Anggota KNR

6.

Marcelino Rumambo Pandin  Komisaris

Keterangan:
KEMPR 
KNR 

: Komite Evaluasi dan Monitoring Perencanaan dan Risiko 
: Komite Nominasi dan Remunerasi

REMUNERASI DEWAN KOMISARIS

Tidak ada

Tidak ada

Tidak ada

Tidak ada

Tidak ada

Tidak ada

Kebijakan remunerasi bagi Dewan Komisaris Telkom ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri Negara Badan Usaha 

Milik Negara No. PER-04/MBU/2014 tentang Pedoman Penetapan Penghasilan Direksi, Dewan Komisaris, dan Dewan 

Pengawas  BUMN  beserta  perubahannya.  Sesuai  dengan  peraturan  tersebut,  remunerasi  Dewan  Komisaris  memiliki 

komponen yang terdiri dari:

1.  Gaji/Honorarium;

2.  Tunjangan;

3.  Fasilitas; dan

4.  Tantiem/Insentif Kinerja.

PROSEDUR DAN MEKANISME REMUNERASI DEWAN KOMISARIS

1

3

Dewan Komisaris Meminta 
KNR* Menyusun draft 
remunerasi.
Hasilnya diajukan ke RUPS.

5

4

RUPS

KNR meminta masukan 
dari pihak independen

2

Pihak independen 
memberikan masukan 
kepada KNR.

*KNR: Komite Nominasi dan Remunerasi

185

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian 
Lebih  jauh  lagi,  prosedur  pengusulan  sampai  dengan 

3.  Komite  Nominasi  dan  Remunerasi  mengusulkan 

penetapan remunerasi Dewan Komisaris Telkom dijelaskan 

kerangka dimaksud kepada Dewan Komisaris. 

sebagai berikut:

4.  Dewan  Komisaris  mengusulkan 

remunerasi  bagi 

1.  Dewan  Komisaris  meminta  Komite  Nominasi  dan 

anggota Dewan Komisaris kepada RUPS.

Remunerasi  untuk  menyusun 

rancangan  usulan 

5.  RUPS  melimpahkan  kewenangan  dan  kuasa  kepada 

remunerasi Dewan Komisaris.

Dewan  Komisaris  dengan  terlebih  dahulu  mendapat 

2.  Komite  Nominasi  dan  Remunerasi  meminta  pihak 

persetujuan  Pemegang  Saham  Seri  A  Dwiwarna 

independen  untuk  menyusun  kerangka  kerja  untuk 

untuk  menetapkan 

remunerasi  bagi 

anggota  

remunerasi Dewan Komisaris.

Dewan Komisaris.

Selama tahun 2019, Telkom telah membayar remunerasi bagi Dewan Komisaris dengan nilai total Rp92,7 miliar dengan 

pajak penghasilan dari remunerasi ditanggung oleh Telkom sebesar Rp27,0 miliar.

Secara lebih detail, struktur remunerasi yang menunjukkan komponen remunerasi dan jumlah nominal per komponen 

untuk setiap anggota Dewan Komisaris dapat dilihat sebagai berikut:

Rekapitulasi Remunerasi Dewan Komisaris

No.

Dewan Komisaris

Honorarium & 
Tunjangan Lainnya

Tantiem & THR(1)

Total

(Rp juta)

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

Rhenald Kasali (2)

Marsudi Wahyu Kisworo (2)

Margiyono Darsasumarja 

Cahyana Ahmadjayadi 

Edwin Hidayat Abdullah (4)

Isa Rachmatarwata (5)

Ismail (2)

Marcelino Rumambo Pandin (2)

Hendri Saparini (3)

Rinaldi Firmansyah (3)

Pamijati Pamela Johanna Waluyo (3)

2.475

2.220

3.421

3.422

3.165

3.413

2.214

2.214

1.097

1.388

1.392

 -

 -

10.233

10.233

6.990

6.990

 -

 -

11.370

10.233

10.233

2.475

2.220

13.654

13.655

10.155

10.403

2.214

2.214

12.467

11.621

11.625

Keterangan:
(1)  THR mengacu pada Tunjangan Hari Raya atau tunjangan hari raya keagamaan
(2)  Sejak 24 Mei 2019
(3)  Sampai dengan 24 Mei 2019
(4) Sampai dengan 18 November 2019
(5)  Sampai dengan 23 Desember 2019

186

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKEPESERTAAN BPJS

Per  31  Desember  2019,  Telkom  mengikutsertakan  seluruh  Dewan  Komisaris  dan  Direksi,  beserta  keluarganya  untuk 

menjadi peserta BPJS Kesehatan. Ini merupakan upaya Telkom untuk mendukung program Jaminan Kesehatan Nasional 

yang diinisiasi oleh Pemerintah.

KOMISARIS INDEPENDEN

Sesuai  dengan  Peraturan  Otoritas  Jasa  Keuangan  No.  33/POJK.04/2014,  Telkom  memiliki  Komisaris  Independen 

sebanyak 4 orang per 31 Desember 2019. Jumlah tersebut terhitung 67% (puluh tujuh persen) dari jumlah total anggota 

Dewan Komisaris, yang berarti melebihi ketentuan POJK sebesar 30% (tiga puluh persen).

Kriteria penentuan Komisaris Independen dan pengangkatan dalam RUPS mengacu pada:

1.  Peraturan  Menteri  Badan  Usaha  Milik  Negara  No.  PER-02/MBU/02/2015,  yaitu  mencakup  Persyaratan  Formal, 

Persyaratan Materiil, dan Persyaratan Lainnya. 

2.  Peraturan  Otoritas  Jasa  Keuangan  No.  33/POJK.04/2014  tentang  Direksi  dan  Dewan  Komisaris  Emiten  atau 

Perusahaan Publik, yaitu sebagai berikut:

•  Bukan  merupakan  orang  yang  bekerja  atau  mempunyai  wewenang  dan  tanggung  jawab  untuk  merencanakan, 
memimpin, mengendalikan, atau mengawasi kegiatan perusahaan terkait dalam waktu 6 (enam) bulan terakhir, 

kecuali untuk pengangkatan kembali sebagai Komisaris Independen pada periode berikutnya.

•  Tidak mempunyai saham Telkom baik langsung maupun tidak langsung.

•  Tidak mempunyai hubungan afiliasi dengan Telkom, anggota Dewan Komisaris, anggota Direksi, atau pemegang 

saham utama Telkom.

•  Tidak mempunyai hubungan usaha baik langsung maupun tidak langsung yang berkaitan dengan kegiatan usaha 

Telkom.

PERNYATAAN INDEPENDENSI

Dalam melaksanakan pekerjaannya, Dewan Komisaris harus melaksanakan tugasnya secara independen tanpa adanya 

intervensi dari pihak lain. Selain itu dalam komposisi Dewan Komisaris itu sendiri terdapat Komisaris independen yang 

memiliki syarat yang berdasarkan pada ketentuan yang berlaku di lingkungan Pasar Modal. Mengacu pada Pasal 25, 

Peraturan  Otoritas  Jasa  Keuangan  No.  33/POJK.04/2014,  Komisaris  Independen  yang  telah  menjabat  selama  dua 

periode masa jabatan (dua kali masa jabatan lima tahun) dapat diangkat kembali dengan menyatakan independensinya 

kepada RUPS dan diungkapkan secara terbuka pada laporan tahunan perusahaan. Per 31 Desember 2019, belum ada 

Komisaris Independen Telkom yang memenuhi ketentuan tersebut di atas.

Tabel berikut mengungkapkan status pernyataan independensi masing-masing Komisaris Independen Telkom per akhir 

tahun 2019.

Pernyataan Independensi Masing-masing Komisaris Independen 

No. Nama

Jabatan

Waktu Penandatangan

Status

1.

2.

3.

4.

Rhenald Kasali 

Komisaris Utama/
Komisaris Independen

Januari 2020

Pertama kali

Marsudi Wahyu Kisworo 

Komisaris Independen

Januari 2020

Margiyono Darsasumarja

Komisaris Independen

Cahyana Ahmadjayadi

Komisaris Independen

April 2017

April 2017

Pertama kali

Diperbaharui

Diperbaharui

187

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianRAPAT DEWAN KOMISARIS

Di Telkom, Dewan Komisaris wajib melaksanakan rapat paling kurang 1 (satu) kali dalam 2 (dua) bulan atau pada setiap 

waktu apabila dianggap perlu. Hal tersebut dijalankan sesuai dengan Peraturan OJK No. 33/POJK.04/2014, khususnya 

Pasal  31.  Rapat  Dewan  Komisaris  dianggap  Kuorum  jika  lebih  dari  separuh  jumlah  anggota  Dewan  Komisaris  hadir 

dalam rapat tersebut. Dewan Komisaris juga wajib mengadakan Rapat Gabungan bersama dengan Direksi setidaknya 1 

(satu) kali dalam 4 (empat) bulan dan setiap waktu jika diperlukan.

Rapat Dewan Komisaris mengambil keputusan dengan mengutamakan musyawarah untuk mufakat. Jika mufakat tidak 

dapat tercapai, maka pengambilan keputusan didasarkan pada suara mayoritas anggota Dewan Komisaris yang hadir 

atau yang diwakili pada rapat. Dalam hal jumlah suara berimbang, maka keputusan yang diambil adalah yang sesuai 

dengan pendapat Ketua Rapat.

Dewan  Komisaris  telah  menyelenggarakan  rapat  internal  sebanyak  22  kali  dan  Rapat  Gabungan  bersama  Direksi 

sebanyak 13 kali pada tahun 2019. Berikut tabel yang menampilkan frekuensi kehadiran setiap anggota Dewan Komisaris 

dalam rapat internal, dan frekuensi kehadiran setiap anggota Dewan Komisaris dan Direksi dalam Rapat Gabungan:

Agenda dan Kehadiran Dewan Komisaris dalam Rapat Internal

No. Tanggal

Agenda/Pembahasan Rapat

1.

24 Januari 2019

1.  Persetujuan Penyertaan Modal Telkom Metra untuk diteruskan ke Blanja.com sebesar 

USD 30 juta

2. Lain-lain

a. Perubahan Susunan Keanggotaan Komite
b. BPJS Ketenagakerjaan
c. Penerimaan Staf Komite Nominasi dan Remunerasi

Daftar Kehadiran

RK1

N/A

MWK1 MGD

N/A

√

CA

√

EHA3

√

IR4

-

IS1

MRP1

HS2

RF2

PJW2

N/A

N/A

√

√

√

2.

7 Februari 2019

1.  Permohonan Persetujuan Penyaluran Dana PK melalui BUMN Khusus
2. Lain-lain:

a. BPJS Ketenagakerjaan
b. Keanggotaan Komite Audit

Daftar Kehadiran

RK1

N/A

MWK1 MGD

N/A

√

CA

√

EHA3

-

IR4

√

IS1

N/A

MRP1

HS2

RF2

PJW2

N/A

√

√

√

3.

6 Maret 2019

1.  Permohonan Persetujuan Final Project NK
2. Permohonan Persetujuan Strategic Fit Project NT
3. Lain-lain:

a. Perpanjangan Staf Sekretariat Dewan Komisaris
b. Perpanjangan Anggota Komite Audit
c. Kebutuhan Alat Pendukung Kerja

Daftar Kehadiran

RK1

N/A

MWK1 MGD

N/A

√

CA

√

EHA3

-

IR4

√

IS1

MRP1

HS2

RF2

PJW2

N/A

N/A

√

√

-

4.

1 April 2019

Penentuan Nominasi untuk Calon Direktur Utama dan Komisaris Utama Anak 
Perusahaan

Daftar kehadiran

RK1

N/A

MWK1 MGD

N/A

√

CA

√

EHA3

-

IR4

-

IS1

MRP1

HS2

RF2

PJW2

N/A

N/A

√

√

√

5.

30 April 2019

1.  Penentuan Pimpinan RUPS Tahun 2019
2. Pengajuan Bakal Calon Direksi PT Telkom Indonesia, Tbk ke Pemegang Saham  

Seri A Dwiwarna

3. Penentuan Nominasi untuk Calon Direktur dan Komisaris Anak Perusahaan

Daftar Kehadiran

RK1

N/A

MWK1 MGD

N/A

√

CA

√

EHA3

√

IR4

√

IS1

N/A

MRP1

HS2

RF2

PJW2

N/A

√

√

√

188

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianNo. Tanggal

Agenda/Pembahasan Rapat

6.

2 Mei 2019

1.  Permohonan Persetujuan Strategic Fit Project NT
2. Penentuan Nominasi untuk Calon Direktur dan Komisaris Anak Perusahaan

Daftar Kehadiran

RK1

MWK1 MGD

CA

EHA3

IR4

IS1

MRP1

HS2

RF2

PJW2

N/A

N/A

√

√

√

-

N/A

N/A

√

√

√

7.

13 Mei 2019

1.  Usulan Perubahan Anggaran Dasar dalam RUPS 2019
2. Permohonan Persetujuan Release Capex Wifi RKAP 2019
3. Permohonan Persetujuan Final Pelepasan Saham PT Jalin

Daftar Kehadiran

RK1

N/A

MWK1 MGD

N/A

√

CA

√

EHA3

-

IR4

√

IS1

N/A

MRP1

HS2

RF2

PJW2

N/A

√

√

√

8.

29 Mei 2019

1.  Prosedur Usulan AA melalui Penyertaan Modal Anak Perusahaan
2. Kepatuhan Pengangkatan Pengurus Anak Perusahaan
3. Permohonan Persetujuan Final Project NK
4. Penentuan Susunan Keanggotaan Komite
5. Masa Tugas Sekretaris Dewan Komisaris

Daftar Kehadiran

RK1

MWK1 MGD

√

√

√

CA

√

EHA3

√

IR4

√

IS1

√

MRP1

√

HS2

N/A

RF2

N/A

PJW2

N/A

9.

20 Juni 2019

1.  Penentuan Pengurus Anak Perusahaan yang Menjadi Kewenangan Pemegang Saham 

Seri A Dwiwarna

2. Penyampaian Draft CSS 2020-2024

Daftar Kehadiran

RK1

MWK1 MGD

√

√

√

CA

√

EHA3

-

IR4

√

IS1

√

MRP1

-

HS2

N/A

RF2

N/A

PJW2

N/A

10.

1 Juli 2019

1.  Penentuan Pengurus Anak Perusahaan yang Menjadi Kewenangan Dewan Komisaris
2. Pelaksanaan Tugas Sekretaris Dewan Komisaris
3. Penetapan Spesifikasi dan Jenis Kendaraan Dinas Direksi
4. Lain-lain:

a. Pengurangan Jumlah Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi
b. Rencana Mengundang Bapak Ali Nurdin untuk Memberikan Pembekalan
c. Jadwal 1st Round CSS 2020-2024

Daftar Kehadiran

RK1

MWK1 MGD

√

-

√

CA

√

EHA3

-

IR4

-

IS1

√

11.

9 Juli 2019

Pembahasan Penambahan Biaya Audit Tahun Buku 2018

Daftar Kehadiran

RK1

MWK1 MGD

√

√

√

CA

√

EHA3

-

IR4

-

IS1

√

MRP1

√

MRP1

√

HS2

N/A

HS2

N/A

RF2

N/A

RF2

N/A

PJW2

N/A

PJW2

N/A

12.

18 Juli 2019

1.  Persetujuan Strategic Fit Project Titan
2. Penentuan Calon Pengurus Anak Perusahaan yang menjadi Kewenangan Dewan 

Komisaris

Daftar Kehadiran

RK1

MWK1 MGD

√

√

√

CA

√

EHA3

√

IR4

√

13.

30 Juli 2019

1.  Persetujuan Capex Data Center Cloud (DCC)
2. Pengajuan Usulan Perubahan Uang Saku PDLN

Daftar Kehadiran

RK1

MWK1 MGD

√

-

√

CA

√

EHA3

√

IR4

-

14.

21 Agustus 2019

1.  Persetujuan Capex Data Center Cloud (DCC)
2. Lain-lain:

IS1

√

IS1

√

MRP1

-

HS2

N/A

RF2

N/A

PJW2

N/A

MRP1

√

HS2

N/A

RF2

N/A

PJW2

N/A

a. Penentuan Tenaga Organik yang Diperbantukan di Sekretariat Dewan Komisaris

Daftar Kehadiran

RK1

MWK1 MGD

√

√

√

CA

√

EHA3

√

IR4

√

IS1

√

MRP1

√

HS2

N/A

RF2

N/A

PJW2

N/A

189

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianNo. Tanggal

Agenda/Pembahasan Rapat

15.

20 September 2019 1.  Persetujuan Final Penyertaan Modal PT Telkom Indonesia, Tbk pada PT Dayamitra 

Telekomunikasi (Project Titan)

2. Persetujuan Release Commitment Budget Capex Tahap II Tahun 2019
3. Lain-lain:

a. Project Hyperscale Data Center

Daftar Kehadiran

RK1

MWK1 MGD

√

-

√

CA

√

EHA3

√

IR4

√

IS1

√

MRP1

√

HS2

N/A

RF2

N/A

PJW2

N/A

16.

25 September 2019 1.  Penentuan Pengurusan Anak Perusahaan

2. Perpanjangan Kontrak Kerja Staf Sekretariat Dewan Komisaris
3. Penyesuaian Nama Jabatan dalam kontrak Sdr. Ario Guntoro

Daftar Kehadiran

RK1

MWK1 MGD

√

√

√

CA

√

EHA3

-

17.

7 Oktober 2019

Update Mengenai Telkom University

Daftar Kehadiran

RK1

MWK1 MGD

√

√

-

CA

-

EHA3

-

IR4

-

IR4

-

IS1

√

IS1

√

MRP1

√

MRP1

√

HS2

N/A

HS2

N/A

RF2

N/A

RF2

N/A

PJW2

N/A

PJW2

N/A

18.

31 Oktober 2019

1.  Penyampaian Usulan Perpanjangan Anggota dan Staf Komite
2. Penyampaian Pokok-pokok Arahan Dekom untuk Program kerja dan Anggaran Dekom 

tahun 2020 

3. Rencana Kunjungan Dekom ke Regional Tw IV tahun 2019
4. Jadwal Pembahasan/Pendalaman RKAP 2020

Daftar Kehadiran

RK1

MWK1 MGD

√

√

√

CA

√

EHA3

-

IR4

-

IS1

√

MRP1

-

HS2

N/A

RF2

N/A

PJW2

N/A

19.

25 November 2019

1.  Usulan Pengangkatan Anggota Dewan Komisaris PT Telkomsel
2. Lain-lain:

a. Pengangkatan Komisaris Edwin Hidayat Abdullah sebagai Wakil Direktur Utama  

PT Angkasa Pura II

b. Dukungan Data dan Informasi kepada Komisaris Utama dalam berkomunikasi 
dengan Pemegang Saham Seri A Dwiwarna mengenai Pengurus Perseroan

c. Pengelolaan Anak Perusahaan TelkomGroup
d. Penghapusbukuan Piutang
e. Progress Penanganan Pembenahan Senat Telkom University

Daftar Kehadiran

RK1

MWK1 MGD

√

√

√

CA

√

EHA3

N/A

IR4

√

20.

26 November 2019

1.  Pembahasan Turn Around Blanja.com
2. Pembahasan Risk Assessment CSS 2020-2024
3. Pendalaman Data Penghapusbukuan Piutang

Daftar Kehadiran

RK1

MWK1 MGD

-

√

√

CA

-

EHA3

N/A

IR4

-

IS1

√

IS1

-

MRP1

√

HS2

N/A

RF2

N/A

PJW2

N/A

MRP1

√

HS2

N/A

RF2

N/A

PJW2

N/A

21.

3 Desember 2019

1.  Penetapan Usulan Pengurus Anak Perusahaan (Telkomsel)
2. Update Turn Around Blanja.com
3. Pembahasan Arahan Dewan Komisaris dalam CSS 2020-2024
4. Pembahasan RKAP 2020

Daftar Kehadiran

RK1

MWK1 MGD

√

√

√

CA

√

EHA3

N/A

IR4

√

IS1

√

MRP1

√

HS2

N/A

RF2

N/A

PJW2

N/A

190

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianNo. Tanggal

Agenda/Pembahasan Rapat

22.

17 Desember 2019

1.  Persetujuan Rencana Penarikan Pinjaman Jangka Menengah dan Jangka Panjang 

Telkom Parent Tahun 2020

2. Release Commitment Capex Tahap 1 dalam RKAP 2020

Daftar Kehadiran

RK1

MWK1 MGD

√

√

√

CA

√

EHA3

N/A

IR4

√

IS1

√

MRP1

√

HS2

N/A

RF2

N/A

PJW2

N/A

Keterangan:

RK

Rhenald Kasali 

EHA Edwin Hidayat Abdullah 

MWK Marsudi Wahyu Kisworo 

MGD Margiyono Darsasumarja 

IR

IS

Isa Rachmatarwata 

HS

RF

Hendri Saparini 

1 Sejak 24 Mei 2019

Rinaldi Firmansyah 

2 Sampai dengan 24 Mei 2019

Ismail 

PJW Pamijati Pamela Johanna Waluyo 

3 Sampai dengan 18 November 2019

CA

Cahyana Ahmadjayadi 

MRP Marcelino Rumambo Pandin 

4 Sampai dengan 23 Desember 2019

Rekapitulasi Kehadiran Dewan Komisaris dalam Rapat Internal

No. Nama

Jumlah Rapat

Jumlah Kehadiran

Persentase Kehadiran
%

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

Rhenald Kasali (1)

Marsudi Wahyu Kisworo (1)

Margiyono Darsasumarja 

Cahyana Ahmadjayadi 

Edwin Hidayat Abdullah (3)

Isa Rachmatarwata (4)

Ismail (1)

Marcelino Rumambo Pandin (1)

Hendri Saparini (2)

Rinaldi Firmansyah (2)

Pamijati Pamela Johanna Waluyo (2)

Keterangan:
(1)  Sejak 24 Mei 2019
(2) Sampai dengan 24 Mei 2019
(3) Sampai dengan 18 November 2019
(4) Sampai dengan 23 Desember 2019

15

15

22

22

18

22

15

15

7

7

7

14

12

21

20

8

12

14

12

7

7

6

93

80

95

91

44

55

93

80

100

100

86

191

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianAgenda dan Kehadiran Dewan Komisaris dan Direksi dalam Rapat Gabungan 

No. Tanggal

Agenda/Pembahasan Rapat

1.

29 Januari 2019

1.  Kinerja Perseroan Bulan Desember 2018
2. Progress Closing Integrated Audit tahun buku 2018

Daftar Kehadiran
Dewan Komisaris

Daftar Kehadiran 
Direksi

RK1

MWK1

MGD

CA

EHA3

IR4

IS1

MRP1

HS2

RF2

PJW2

N/A

RA1

N/A

N/A

HMZ

√

√

SC

√

√

BW1

N/

-

ZA

√

√

EA1

N /A

N/A

EW1

N/A

N/A

FRD1

N/A

√

AS1

N/A

√

√

AJS2

DB2

DR2

ASA2

HRH2

√

√

√

√

√

2.

19 Februari 2019

Kinerja Perseroan Bulan Januari 2019

Daftar Kehadiran
Dewan Komisaris

Daftar Kehadiran 
Direksi

RK1

MWK1

MGD

CA

EHA3

IR4

IS1

MRP1

HS2

RF2

PJW2

N/A

N/A

√

√

√

√

N/A

N/A

√

√

√

RA1

HMZ

SC

BW1

ZA

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

DB2

DR2

ASA2

HRH2

N/A

√

√

N/A

√

N /A

N /A

N /A

N /A

√

√

√

√

√

3.

22 Maret 2019

Kinerja Perseroan Bulan Februari 2019

Daftar Kehadiran
Dewan Komisaris

Daftar Kehadiran 
Direksi

RK1

MWK1

MGD

CA

EHA3

IR4

IS1

MRP1

HS2

RF2

PJW2

N/A

N/A

√

√

√

√

N/A

N/A

√

√

√

RA1

HMZ

SC

BW1

ZA

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

DB2

DR2

ASA2

HRH2

N/A

√

√

N/A

√

N/A

N/A

N/A

N/A

-

√

√

√

√

4.

29 April 2019

1.  Kinerja Perseroan Bulan Maret 2019
2. Laporan Pelaksanaan RUPS Tahun 2019

Daftar Kehadiran
Dewan Komisaris

Daftar Kehadiran 
Direksi

RK1

MWK1

MGD

CA

EHA3

IR4

IS1

MRP1

HS2

RF2

PJW2

N/A

N/A

RA1

N/A

HMZ

√

√

SC

√

√

BW1

N/A

√

ZA

√

√

N/A

N/A

√

√

√

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

DB2

DR2

ASA2

HRH2

N /A

N /A

N /A

N /A

√

√

√

√

√

5.

22 Mei 2019

Kinerja Perseroan Bulan April 2019

Daftar Kehadiran
Dewan Komisaris

Daftar Kehadiran 
Direksi

6.

26 Juni 2019

RK1

MWK1

MGD

CA

EHA3

IR4

IS1

MRP1

HS2

RF2

PJW2

N/A

RA1

N/A

N/A

HMZ

√

√

SC

√

√

BW1

N/A

√

ZA

√

√

N/A

N/A

√

√

√

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

DB2

DR2

ASA2

HRH2

N /A

N /A

N /A

N /A

√

√

√

√

√

1.  Kinerja Perseroan Bulan Mei 2019 dan Outlook Kinerja Tahun 2019
2. Penyampaian Draft CSS 2020-2024
3. Laporan Kesiapan Pelaksanaan Integrated Audit tahun buku 2019
4. Lain-lain:

a. Time frame/tenggat waktu pemenuhan dan tanggapan/laporan hal-hal yang perlu di follow-up
b. Penyelesaian notulen Rapat adalah 2 (dua) minggu setelah Ragab

Daftar Kehadiran
Dewan Komisaris

Daftar Kehadiran 
Direksi

RK1

MWK1

MGD

CA

EHA3

IR4

√

√

RA1

HMZ

√

√

√

SC

√

√

BW1

√

√

ZA

√

IS1

-

MRP1

√

HS2

N/A

RF2

N/A

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

√

√

√

√

N/A

PJW2

N/A

DB2

N/A

DR2

N/A

ASA2

HRH2

N/A

N/A

7.

30 Juli 2019

1.  Kinerja Perseroan Bulan Juni 2019
2. Laporan Persiapan Filling Laporan Keuangan Konsolidasian & Keterbukaan Informasi  

Semester 1 Tahun 2019

RK1

MWK1

MGD

CA

EHA3

IR4

√

√

RA1

HMZ

√

√

√

SC

√

√

BW1

-

√

ZA

√

IS1

√

MRP1

√

HS2

N/A

RF2

N/A

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

√

√

√

√

N/A

PJW2

N/A

DB2

N/A

DR2

N/A

ASA2

HRH2

N/A

N/A

√

-

Daftar Kehadiran
Dewan Komisaris

Daftar Kehadiran 
Direksi

192

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianNo. Tanggal

Agenda/Pembahasan Rapat

8.

28 Agustus 2019

1.  Kinerja Perseroan Bulan Juli 2019
2. Penyampaian Final Draft CSS Lite 2020-2024

Daftar Kehadiran
Dewan Komisaris

Daftar Kehadiran 
Direksi

RK1

MWK1

MGD

CA

EHA3

IR4

MRP1

HS2

RF2

PJW2

√

√

RA1

HMZ

√

√

√

SC

√

√

BW1

√

√

ZA

-

-

N/A

N/A

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

√

√

√

√

N/A

IS1

√

9.

25 September 
2019

1.  Kinerja Perserian Bulan Agustus 2019
2. Penyampaian Presentasi Telkomsel

Daftar Kehadiran
Dewan Komisaris

Daftar Kehadiran 
Direksi

10.

31 Oktober 2019

Daftar Kehadiran
Dewan Komisaris

Daftar Kehadiran 
Direksi

RK1

MWK1

MGD

CA

EHA3

IR4

√

√

RA1

HMZ

√

√

√

SC

√

√

BW1

√

-

ZA

√

IS1

√

MRP1

√

HS2

N/A

RF2

N/A

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

√

√

√

√

N/A

1.  Kinerja Perseroan Bulan Oktober 2019
2. Penyampaian CSS Final 2020-2024
3. Penyampaian Usulan Awal RKAP 2020

RK1

MWK1

MGD

CA

EHA3

IR4

√

√

RA1

HMZ

√

√

√

SC

√

√

BW1

√

√

ZA

√

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

√

√

√

√

N/A

IS1

√

MRP1

HS2

RF2

PJW2

-

N/A

N/A

11.

26 November 2019 1.  Kinerja Perseroan Bulan September 2019

√

√

-

2. Penyampaian CSS 2020-2024 Per CFU/FU
3. Lain-lain:

a. Inorganic Summit
b. Penghapus bukuan piutang
c. Program Papua Muda Inspiratif

RK1

MWK1

MGD

CA

EHA3

IR4

√

√

RA1

HMZ

√

√

√

SC

√

√

N/A

√

IS1

√

MRP1

√

HS2

N/A

RF2

N/A

BW1

√

ZA

√

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

√

√

√

√

N/A

RK1

MWK1

MGD

CA

EHA3

IR4

√

N/A

√

IS1

√

MRP1

√

HS2

N/A

RF2

N/A

√

√

RA1

HMZ

√

√

√

SC

√

BW1

-

ZA

√

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

√

√

√

√

N/A

Daftar Kehadiran
Dewan Komisaris

Daftar Kehadiran 
Direksi

Daftar Kehadiran
Dewan Komisaris

Daftar Kehadiran 
Direksi

12.

10 Desember 2019

Penyampaian Final RKAP 2020

13.

17 Desember 2019

1.  Kinerja Perseroan Bulan November 2019
2. Konsep Streamlining Subsidiaries

Daftar Kehadiran
Dewan Komisaris

Daftar Kehadiran 
Direksi

√

√

RA1

HMZ

√

√

√

SC

√

RK1

MWK1

MGD

CA

EHA3

IR4

√

N/A

√

IS1

-

MRP1

√

HS2

N/A

RF2

N/A

BW1

√

ZA

√

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

√

-

√

√

N/A

N/A

DB2

N/A

PJW2

N/A

DB2

N/A

DR2

N/A

ASA2

HRH2

N/A

N/A

DR2

N/A

ASA2

HRH2

N/A

N/A

N/A

DB2

N/A

PJW2

N/A

DB2

N/A

PJW2

N/A

DB2

N/A

PJW2

N/A

DB2

N/A

DR2

N/A

ASA2

HRH2

N/A

N/A

DR2

N/A

ASA2

HRH2

N/A

N/A

DR2

N/A

ASA2

HRH2

N/A

N/A

DR2

N/A

ASA2

HRH2

N/A

N/A

Keterangan:

RK

Rhenald Kasali 

MWK Marsudi Wahyu Kisworo 

IR

IS

Isa Rachmatarwata 

RA

Ririek Adriansyah 

FRD Faizal Rochmad Djoemadi  

Ismail 

HMZ Harry Mozarta Zen

AS

Achmad Sugiarto  

MGD Margiyono Darsasumarja 

MRP Marcelino Rumambo Pandin 

SC

Siti Choiriana

AJS Alex Janangkih Sinaga 

CA

Cahyana Ahmadjayadi 

EHA Edwin Hidayat Abdullah 

1

2

Sejak 24 Mei 2019

Sampai dengan 24 Mei 2019

HS

RF

3

4

Hendri Saparini 

Rinaldi Firmansyah 

Sampai dengan 18 November 2019

ZA

EA

BW Bogi Witjaksono  

Zulhelfi Abidin

DB

DR

David Bangun 

Dian Rachmawan 

Edwin Aristiawan  

ASA Abdus Somad Arief 

Sampai dengan 23 Desember 2019

EW Edi Witjara  

HRH Herdy Rosadi Harman 

193

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianRekapitulasi Kehadiran Dewan Komisaris dalam Rapat Gabungan 

No. Nama

Jumlah Rapat

Jumlah Kehadiran

Persentase Kehadiran
%

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

Rhenald Kasali (1)

Marsudi Wahyu Kisworo (1)

Margiyono Darsasumarja 

Cahyana Ahmadjayadi 

Edwin Hidayat Abdullah (3)

Isa Rachmatarwata (4)

Ismail (1)

Marcelino Rumambo Pandin (1)

Hendri Saparini (2)

Rinaldi Firmansyah (2)

Pamijati Pamela Johanna Waluyo (2)

Keterangan:
(1)  Sejak 24 Mei 2019
(2)  Sampai dengan 24 Mei 2019
(3)  Sampai dengan 18 November 2019
(4) Sampai dengan 23 Desember 2019

8

8

13

13

10

13

8

8

5

5

5

8

8

13

13

8

11

6

6

5

5

5

100

100

100

100

80

85

75

75

100

100

100

Rekapitulasi Kehadiran Direksi dalam Rapat Gabungan 

No. Nama

Jumlah Rapat

Jumlah Kehadiran

Persentase Kehadiran 
%

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

Ririek Adriansyah (1)

Harry Mozarta Zen

Siti Choiriana

Bogi Witjaksono (1)

Zulhelfi Abidin

Edwin Aristiawan (1)

Edi Witjara (1)

Faizal Rochmad Djoemadi (1)

Achmad Sugiarto (1)

Alex Janangkih Sinaga (2)

David Bangun (2)

Dian Rachmawan (2)

Abdus Somad Arief (2)

Herdy Rosadi Harman (2)

Keterangan:
(1)  Sejak 24 Mei 2019
(2)  Sampai dengan 24 Mei 2019

8

13

13

8

13

8

8

8

8

5

5

5

5

5

8

13

13

6

12

8

7

8

8

4

5

5

5

5

100

100

100

75

92

100

88

100

100

80

100

100

100

100

194

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPENILAIAN TERHADAP KINERJA DEWAN KOMISARIS

Melalui  RUPS  Tahunan,  Pemegang  Saham  mengevaluasi  kinerja  Dewan  Komisaris  berdasarkan  Laporan  Pelaksanaan 

Kinerja  Dewan  Komisaris  yang  dipertanggungjawabkan  untuk  tahun  buku  yang  berjalan.  Evaluasi  kinerja  tersebut 

mencakup tingkat partisipasi anggota Dewan Komisaris dalam rapat dan kegiatan Perusahaan, pencapaian target, dan 

sasaran kerja, baik dalam menjalankan fungsinya sebagai anggota Dewan Komisaris maupun sebagai anggota komite.

PENILAIAN KOMITE DIBAWAH DEWAN KOMISARIS

Dalam  menjalankan  tugasnya,  Dewan  Komisaris  dibantu  oleh  Komite  Audit,  Komite  Nominasi  dan  Remunerasi,  serta 

Komite Evaluasi dan Monitoring Perencanaan dan Risiko. Secara umum, komite-komite tersebut memiliki kinerja yang 

baik sepanjang tahun 2019 dan dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya yang dijabarkan sebagai berikut:

Komite

Kinerja 2019

Komite Audit

Komite  Nominasi  dan 
Remunerasi

Evaluasi 

Komite 
dan 
Monitoring  Perencanaan 
dan Risiko

•      

•

•

•

•
•

Membantu Dewan Komisaris dalam mengawal proses audit yang dilakukan oleh auditor 
independen dengan baik.
Membantu mengevaluasi dan memberikan rekomendasi terhadap hasil audit  internal 
maupun audit eksternal dengan sangat baik.

Membantu  Dewan  Komisaris  memberikan  pertimbangan  kepada  Direksi  dalam  
mengambil keputusan strategis yang tepat.
Membantu merumuskan usulan kandidat dan remunerasi Direksi dan top  management 
yang tepat dan wajar.

Membantu Dewan Komisaris dalam hal perencanaan bisnis dan manajemen risiko.
Membantu Dewan Komisaris memberikan rekomendasi dengan baik terhadap Direksi 
atas jalannya Telkom dalam jangka panjang, termasuk juga keputusan atas Merger and 
Acquisition (M&A).

PENILAIAN TERHADAP KINERJA DIREKSI

Penilaian kinerja Direksi menggunakan balance scorecard pada empat aspek utama yaitu financial, customer, internal 

business process, dan learning and growth. Selain itu kinerja Direksi juga dinilai berdasarkan pencapaian Key Performance 

Indicator (KPI) sesuai Anggaran Dasar Perusahaan, serta realisasi atas RKAP. Telkom menentukan tiga tipe KPI, yaitu:
•  Shared KPI, yaitu KPI dengan penamaan, target, realisasi, dan pencapaian yang sama untuk seluruh Direksi.
•  Common KPI, yaitu KPI dengan penamaan dan target yang sama, namun realisasi dan pencapaian yang berbeda 

untuk setiap Direksi.

•  Specific KPI, yaitu KPI yang berbeda untuk masing-masing Direksi dan merupakan program spesifik yang menjadi 

tugas utama dan prioritas masing-masing Direktur dan Direktorat yang dipimpin.

Proses  evaluasi  kinerja  Direksi  diawali  dengan  pengisian  realisasi  Kontrak  Manajemen  (KM)  secara  online  dan 

ditindaklanjuti  dengan  pertemuan  tatap  muka  untuk  proses  klarifikasi  dan  penetapan  nilai  akhir  kinerja,  yang  akan 

disampaikan  kepada  Komite  Kinerja  dan  Direktur  Utama  untuk  penetapan  final.  Selanjutnya,  hasil  evaluasi  akan 

dilaporkan kepada Dewan Komisaris.

195

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKOMITE AUDIT

Telkom memiliki Komite Audit yang bekerja berdasarkan 

7.  Melakukan penelaahan atas pelaksanaan pemeriksaan 

Audit  Committee  Charter,  yang  ditetapkan  melalui 

yang dilakukan oleh auditor internal.

Keputusan Dewan Komisaris No.10/KEP/DK/2018 tentang 

8.  Mengawasi  pelaksanaan  tindak  lanjut  temuan  auditor 

Pedoman  Pelaksanaan  Kerja  (Charter)  Komite  Audit 

internal oleh manajemen (Direksi).

Perusahaan  Perseroan  (Persero)  PT  Telekomunikasi 

Indonesia  Tbk.  Tugas  dan  fungsi  Komite  Audit  yaitu 

9.  Menyediakan  sarana  untuk  menerima,  menelaah,  dan 
menindaklanjuti  pengaduan  (Whistleblower)  yang 

membantu  Dewan  Komisaris  dalam  menjalankan  fungsi 

mencakup Perseroan, entitas anak dan afiliasi (Definisi 

pengawasan  perusahaan  sesuai  dengan  Peraturan 

afiliasi sesuai yang diatur dalam UU No. 8 Tahun 1995 

OJK  No.55/POJK.04/2015  tanggal  23  Desember  2015, 

tentang Pasar Modal, pada Pasal 1 angka 1).

ketentuan  US  SEC  Exchange  Act  10A-3,  prinsip  Good 

10. Memonitor  kepatuhan  Perseroan  pada  peraturan 

Corporate Governance (GCG), dan regulasi terkait lainnya.

perundang-undangan  di  bidang  pasar  modal  dan 

RUANG LINGKUP, TUGAS, DAN 
TANGGUNG JAWAB KOMITE AUDIT

Ruang lingkup, tugas dan tanggung jawab Komite Audit 

yaitu:

1.  Membantu  Dewan  Komisaris  melakukan  proses 
penunjukan  calon  auditor  independen  yang  akan 

melaksanakan 

integrated  audit  pada  Perseroan 

dan  entitas  anak  Perseroan  yang  dikonsolidasi 

yang  didasarkan  pada  independensi,  ruang  lingkup 

penugasan dan imbalan jasa.

2.  Melakukan  pengawasan 

(oversight)  atas  proses 
integrated audit pada Perseroan dan proses audit pada 

entitas  anak  yang  laporan  keuangannya  dikonsolidasi 

ke dalam laporan keuangan konsolidasian Perseroan.
3.  Memberikan  pendapat  independen  dalam  hal  terjadi 
perbedaan  pendapat  antara  manajemen  dan  auditor 
independen.

4.  Memberikan  pre-approval  untuk  jasa-jasa  non-audit 
yang akan ditugaskan kepada auditor independen.

5.  Melakukan  penelaahan  atas 

informasi  keuangan 

yang  akan  dipublikasikan  Perseroan  seperti  laporan 

keuangan, proyeksi, dan informasi keuangan lainnya.
6.  Memonitor  kecukupan  usaha  manajemen  untuk 
membangun  dan  mengoperasikan  pengendalian 
internal yang efektif, khususnya pengendalian internal 

atas pelaporan keuangan.

peraturan 

perundang-undangan 

lainnya 

yang 

berhubungan dengan usaha Perseroan.

11.  Melakukan  penelaahan 

terhadap  kebijakan  dan 

pelaksanaan  manajemen  risiko  yang  dibuat  dan 

dijalankan oleh manajemen.

12. Menelaah  dan  memberikan  saran  kepada  Dewan 

Komisaris  terkait  dengan  adanya  potensi  benturan 
kepentingan (conflict of interest) di dalam Perseroan.
13. Menjaga  kerahasiaan  dokumen,  data  dan  informasi 

Perseroan dan entitas anak yang dikonsolidasi.

14. Melaksanakan  tugas 

lain  yang  diberikan  Dewan 

Komisaris.

Selanjutnya,  Keputusan  Dewan  Komisaris  No.04/KEP/

DK/2011  tanggal  24  Maret  2011  tentang  Pedoman 

Pelaksanaan 

Kerja 

(Charter) 

Komite 

Evaluasi 

dan  Monitoring  Perencanaan  Risiko 

(KEMPR)  PT 

Telekomunikasi 

Indonesia,  Tbk  mengatur  pembagian 

tugas  antara  Komite  Audit  dengan  KEMPR,  khususnya 

pada butir 10 dan 11 di atas, sebagai berikut:
1.  Komite  Audit  melakukan  penelaahan  kepatuhan 
Perseroan  terhadap  Peraturan  pasar  modal  dimana 

saham  Perseroan  tercatat,  terutama  yang  terkait 

dengan  risiko-risiko  pelaporan  keuangan  (financial 

reporting risks).

2.  KEMPR  melakukan  penelaahan  kepatuhan  Perseroan 
terhadap  peraturan  perundang-undangan  dan  risiko-

risiko yang terkait dengan usaha Perseroan.

196

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKOMPOSISI KOMITE AUDIT 

Mengacu kepada Peraturan OJK dan Peraturan US SEC, Komite Audit sedikitnya memiliki tiga orang anggota dengan 

satu  di  antaranya  merupakan  Komisaris  Independen  sekaligus  Ketua  Komite  Audit.  Kemudian,  dua  anggota  Komite 

Audit lainnya harus merupakan pihak yang independen. 

Pada tanggal 29 Mei 2019, Telkom telah melakukan RUPS Tahunan dan merubah susunan Dewan Komisaris, termasuk 

juga pergantian anggota Komisaris Independen. Dengan adanya perubahan tersebut, maka Komite Audit Telkom juga 

mengalami perubahan dengan melalui Keputusan Dewan Komisaris No. 04/KEP/DK/2019 tanggal 29 Mei 2019 tentang 

Susunan Keanggotaan Komite Audit Perusahaan Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, sebagai berikut:

Jabatan

Ketua

Sekretaris/Anggota

Anggota

Komposisi Komite Audit per 31 Desember 2018

Nama

Status Rangkap Jabatan

Margiyono Darsasumarja*

Komisaris Independen

Tjatur Purwadi

Rinaldi Firmansyah*

Anggota Independen

Komisaris/Non-Voting Member

Cahyana Ahmadjayadi*

Komisaris Independen

Sarimin Mietra Sardi 

Anggota Independen

Keterangan:
*  Profil anggota Komite Audit yang berasal dari Komisaris dapat dilihat pada bagian profil Dewan Komisaris

Komposisi Komite Audit per 31 Desember 2019

Jabatan

Nama dan
Status Rangkap Jabatan

Dasar Penunjukan

Ketua

Margiyono Darsasumarja*
Komisaris Independen

Sekretaris

Tjatur Purwadi
Anggota Independen

Keputusan  Dewan  Komisaris  No.05/KEP/DK/2017 
tanggal  28  April  2017,  lalu  ditetapkan  kembali
dalam  Keputusan  Dewan  Komisaris  No.07/KEP/
DK/2018  tanggal  28  September  2018,  dan  terakhir 
ditetapkan  kembali  melalui  Keputusan  Dewan  
Komisaris No. 04/KEP/DK/2019 tanggal 29 Mei 2019.

Keputusan  Dewan  Komisaris  No.05/KEP/DK/2014 
tanggal 25 Maret 2014, lalu ditetapkan kembali dalam
Keputusan  Dewan  Komisaris  No.09/KEP/DK/2016 
tanggal  27  Juli  2016,  lalu  ditetapkan  lagi  dalam 
Keputusan  Dewan  Komisaris  No.07/KEP/DK/2018 
tanggal 28 September 2018, dan terakhir ditetapkan
kembali  melalui  Keputusan  Dewan  Komisaris
No. 04/KEP/DK/2019 tanggal 29 Mei 2019.

Periode Jabatan

2017-Sekarang

2014-Sekarang

Anggota

Ismail*
Komisaris

Keputusan  Dewan  Komisaris  No.  04/KEP/DK/2019 
tanggal 29 Mei 2019.

2019-Sekarang

Marcelino Rumambo Pandin*
Komisaris

Keputusan  Dewan  Komisaris  No.  04/KEP/DK/2019 
tanggal 29 Mei 2019.

2019-Sekarang

Sarimin Mietra Sardi
Anggota Independen

Keputusan  Dewan  Komisaris  No.04/KEP/DK/2016 
tanggal  31  Maret  2016,  lalu  ditetapkan  lagi  dalam 
Keputusan  Dewan  Komisaris  No.07/KEP/DK/2018 
tanggal  28  September  2018,  dan  ditetapkan
kembali  melalui  Keputusan  Dewan  Komisaris
No. 04/KEP/DK/2019 tanggal 29 Mei 2019.

2016-Sekarang

Keterangan:
*  Profil anggota Komite Audit yang berasal dari Komisaris dapat dilihat pada bagian profil Dewan Komisaris

197

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPROFIL ANGGOTA KOMITE AUDIT DILUAR RANGKAP JABATAN DEWAN 
KOMISARIS

Tjatur Purwadi
Sekretaris dan Anggota Independen

 : Surabaya, 28 Januari 1956
Lahir 
Usia/Umur 
 : 63 tahun
Kewarganegaraan  : Indonesia
 : Bandung
Domisili   

Riwayat Pendidikan
1990 

Sarjana Akuntansi, Universitas Gadjah Mada,   
Yogyakarta, Indonesia.

2000  Magister Manajemen bidang Finance,  

Universitas Padjajaran, Bandung, Indonesia.

Dasar Penunjukan
Keputusan  Dewan  Komisaris  No.05/KEP/DK/2014 
tanggal  25  Maret  2014  dan  ditetapkan  kembali  melalui 
Keputusan Dewan Komisaris No.07/KEP/DK/2018 tanggal 
28  September  2018  dan  terakhir  ditetapkan  dengan 
Surat  Keputusan  Dewan  Komisaris  No.04/KEP/DK/2019. 
Selain  menjadi  Sekretaris  Komite  Audit,  saat  ini  tidak 
ada jabatan lain yang dirangkap Tjatur Purwadi di dalam 
Perusahaan. Sesuai dengan Keputusan DK tersebut, yang 
bersangkutan  ditunjuk  sebagai  Sekretaris  merangkap 
anggota independen Komite Audit.

Periode Jabatan
Tahun 2014 sampai dengan sekarang.

Tugas dan Tanggung Jawab
Bertugas untuk memfasilitasi pelaksanaan tugas anggota 
Komite  Audit,  melakukan  korespondensi,  menyiapkan 
dokumentasi,  membuat 
laporan  perubahan  Audit 
Committee  Charter,  serta  mengoordinasikan  proses 
seleksi auditor independen.

Riwayat Jabatan
2014 - Sekarang

2012 - 2014

1979 - 2012

Sekretaris/Anggota Komite Audit.

Director  -  Assurance  Team  KAP 
Tanudiredja, Wibisana & Rekan/PwC.

Indonesia 

(Persero) 
PT  Telkom 
Tbk.  (Menjabat  beberapa 
jabatan 
strategis di antaranya Vice President  
(VP) - Financial & Logistic Policy dan 

Head of Internal Audit).

Sarimin Mietra Sardi
Anggota Independen

Lahir 
Usia/Umur 
Kewarganegaraan  : Indonesia
 : Bandung
Domisili   

 : Ujung Pandang, 17 September 1958
 : 61 tahun

Riwayat Pendidikan
1993 

Sarjana Terapan Akuntansi, Sekolah Tinggi  
Akuntansi Negara (STAN), Jakarta, Indonesia.
2008  Magister Manajemen, Universitas Pendidikan   
Indonesia (UPI), Jakarta, Indonesia.

Dasar Penunjukan
Keputusan Dewan Komisaris No.04/KEP/DK/2016 tanggal 
31 Maret 2016 dan ditetapkan kembali melalui Keputusan 
Dewan  Komisaris  No.07/KEP/DK/2018 
tanggal  28 
September 2018, dan ditetapkan kembali Surat Keputusan 
Dewan Komisaris No.04/KEP/DK/2019. Sesuai dengan SK 
Dewan Komisaris tersebut, jabatan yang dibebankan yaitu 
sebagai anggota tenaga ahli keuangan (Financial Expert) 
di Komite Audit.

Periode Jabatan
31 Maret 2016 sampai dengan sekarang.

Tugas dan Tanggung Jawab
Bertugas  untuk  mengawasi  dan  memantau  proses 
integrated  audit,  proses  konsolidasi  laporan  keuangan, 
efektivitas pengendalian internal atas pelaporan keuangan 
sesuai dengan Keputusan Dewan Komisaris No. 04/KEP/
DK/2019.

Riwayat Jabatan
2016 - Sekarang

1982 - 2014

Anggota Independen Komite Audit.

PT  Telkom  Indonesia  (Persero)  Tbk. 
(Pernah  menjabat  beberapa  jabatan 
strategis  di  antaranya  Deputy  SGM 
Finance  Operation  dan  Direktur 
Keuangan & SDM  Dana 
Pensiun 
Telkom).

198

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian 
 
 
 
 
 
 
 
INDEPENDENSI KOMITE AUDIT

Telkom  mewajibkan  seluruh  anggota  Komite  Audit 

untuk  memegang  teguh  integritas  dan  independensi 

sejak  pertama  kali  diangkat  sehingga  kami  yakin 

bahwa  keputusan  Komite  Audit  akan  berorientasi  pada 

independensi dan terhindar dari tekanan pihak lain dalam 

menjalankan wewenang tugas dan tanggung jawabnya.

KINERJA DAN PELAKSANAAN 
KEGIATAN KOMITE AUDIT

Kinerja  dan  pelaksanaan  kegiatan  Komite  Audit  selama 

periode laporan telah dirangkum dalam Laporan Kegiatan 

Komite Audit selama tahun 2019, yang di antaranya berisi 

informasi tentang:

b.  Komite  Audit  telah  menelaah  dan  membahas 

laporan  keuangan  konsolidasian  auditan  dan 

catatan atas laporan keuangan konsolidasian dalam 

Laporan  Tahunan  (Form  20F)  dengan  Manajemen 

Perusahaan. 

Berkaitan 

dengan  manajemen 

risiko  Perusahaan,  Komite  Audit  mengawasi  dan 

memonitor  risiko  kecurangan,  dan  risiko-risiko 

pelaporan  keuangan  yang  mungkin  berdampak 

material pada penyajian laporan keuangan.

c.  Selain itu, Komite Audit menelaah dan mendiskusikan 

dengan  Auditor  Independen  (KAP  PSS/EY)  atas 

kepatuhan  manajemen 

terhadap  pelaksanaan 

peraturan  pasar  modal  dan  peraturan  lain  yang 

berhubungan  dengan  usaha  Perusahaan  sesuai 

dengan standar PSA 62 yang mulai dilakukan audit 

pada tahun 2017.     

1.  Melakukan  evaluasi  Auditor 

Independen  yang 

3.  Melakukan  review  dan  supervisi  terhadap  rencana 

mengaudit laporan keuangan konsolidasian Perseroan 

tahun  buku  2018  dan  memberikan  rekomendasi 

kepada Dewan Komisaris terkait penunjukan Auditor 

Independen yang akan mengaudit laporan keuangan 
konsolidasian Perseroan tahun buku 2019 
a.  Komite Audit membuat laporan evaluasi pelaksanaan 

audit  terhadap  laporan  keuangan  konsolidasian 

Perseroan  tahun  buku  2018  yang  disampaikan 

kepada Dewan Komisaris dan Otoritas Pasar Modal 

(OJK).

b.  Berdasarkan laporan Komite Audit atas hasil evaluasi 

pelaksanaan  audit  terhadap 

laporan  keuangan 

konsolidasian  Perseroan  tahun  buku  2018,  Dewan 

Komisaris  mengusulkan  calon  auditor  independen 

untuk  mengaudit  laporan  keuangan  konsolidasian 

tahun  buku  2019  kepada  Rapat  Umum  Pemegang 

Saham Tahunan (RUPST) Perseroan tahun 2019.

2.  Melakukan  supervisi  proses  Integrated  Audit  tahun 

buku 2019 
a.  Komite  Audit 

telah  melakukan  pembahasan 

dengan  Manajemen  (VP  Financial  Policy,  SGM 
Internal  Auditor 
Shared  Service  of  Finance), 

dan  Auditor 

Independen  KAP  Purwantono, 

Sungkoro  &  Surja  firma  anggota  Ernst  &  Young 

Global  Limited  (KAP  PSS/EY)  terkait  dengan 

kualitas  dan  akseptabilitas  standar  akuntansi 

keuangan  yang  diterapkan  oleh  Perusahaan, 

kelayakan  accounting  estimate  and  judgement 

yang  signifikan,  dan  kecukupan  pengungkapan 

dalam 

laporan 

keuangan 

konsolidasian, 

serta  efektivitas  pengendalian 

internal  yang 

dilaksanakan oleh Manajemen, sehingga kuantitas 
dan  kualitas  laporan  keuangan  yang  diterbitkan 

oleh  Manajemen  disajikan  secara  wajar  dan  tidak 

terdapat kesalahan penyajian yang material.

dan pelaksanaan program kerja Unit Internal Auditor 
tahun buku 2019 
a.  Komite  Audit 

telah  melakukan 

review  dan 

pembahasan  tentang  usulan  program  kerja  Unit 

Internal  Audit  tahun  2019  dikaitkan  dengan  risiko 

yang  kemungkinan  terjadi  dalam  tahun  2019 

sebelum  program  kerja  tersebut  ditetapkan  oleh 

Manajemen.

b.  Komite  Audit 

secara 

triwulanan  melakukan 

pembahasan  temuan  dan  rekomendasi  hasil  dari 

proses audit dan konsultasi internal dari Unit Internal 

Audit, termasuk monitoring tindak lanjut yang telah 

diselesaikan oleh Manajemen.

4.  Melakukan  supervisi  atas  proses  audit  Program 

Kemitraan  dan  Bina  Lingkungan  (PKBL)  yang 

dilaksanakan  oleh  Unit  Community  Development 
Center (CDC) tahun buku 2019 

  Komite  Audit  telah  melakukan  pembahasan  dengan 

Manajemen  CDC  dan  auditor  independent  (KAP  PSS/

EY)  terkait  dengan  pelaksanaan  Program  Kemitraan 

dan  Bina  Lingkungan  tahun  2019,  proses  audit 

laporan  keuangan  tahun  buku  2019,  serta  prosedur 

yang  disepakati 

(Agreed  Upon  Procedure/AUP) 

atas  kepatuhan  terhadap  peraturan-peraturan  yang 

berlaku  dalam  pengelolaan  program  Kemitraan  dan  
Bina Lingkungan.   

5.  Melakukan  penelaah 

informasi  pengaduan  yang 
masuk  melalui  program  Whistleblower  (WBS)  tahun 
buku 2019 

  Untuk  memberikan  kesempatan  dan  kemudahan 
kepada semua pihak dalam menyampaikan pengaduan 
baik  oleh  karyawan  TelkomGroup  maupun  dari  luar 

TelkomGroup (pihak ketiga), Komite Audit menyiapkan 

sistem  aplikasi  Whistleblower  sehingga  dapat  diakses 

dengan mudah dari manapun melalui akses internet.

199

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian 
 
 
 
 
RAPAT KOMITE AUDIT

Pada tahun 2019, Komite Audit telah mengadakan 29 rapat. Jumlah tersebut memenuhi ketentuan Audit Committee 

Charter  Telkom  mengatur  bahwa  Komite  Audit  melaksanakan  rapat  satu  kali  per  bulan  dan  Peraturan  OJK  No.55/

POJK.04/2015  tanggal  23  Desember  2015  tentang  Pembentukan  dan  Pedoman  Pelaksanaan  Kerja  Komite  Audit, 

khususnya pada Pasal 13, yang menyatakan bahwa Komite Audit melaksanakan rapat secara berkala paling sedikit satu 

kali dalam tiga bulan. 

Seluruh rapat Komite Audit diselenggarakan sesuai dengan Audit Committee Charter dan bertujuan untuk memfasilitasi 

pelaksanaan tugas dan tanggung jawab anggota Komite Audit. Berikut ini data yang lebih rinci mengenai kehadiran 

setiap anggota dalam rapat Komite Audit.

Kehadiran Rapat Komite Audit Tahun 2019

No. Nama

Jumlah Rapat

Jumlah Kehadiran

Persentase Kehadiran
%

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

Margiyono Darsasumarja

Tjatur Purwadi

Ismail (1)

Marcelino Rumambo Pandin (1)

Sarimin Mietra Sardi

Cahyana Ahmadjayadi (2)

Rinaldi Firmansyah (2)

Keterangan:
(1)  Sejak 24 Mei 2019
(2)  Sampai dengan 24 Mei 2019

29

29

14

14

29

15

15

26

29

11

11

29

15

15

90

100

79

79

100

100

100

PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KOMITE AUDIT

Telkom membutuhkan Komite Audit yang handal dan dapat dipercaya dengan kompetensi terbaik yang sesuai dengan 

perkembangan bisnis di era digital. Untuk itu, Telkom mengikutsertakan anggota Komite Audit dalam berbagai program 

kegiatan pendidikan dan pelatihan tahun 2019, sebagai berikut:

No. Nama

Program Pelatihan

Tanggal

Lokasi

1.

2.

Margiyono Darsasumarja

Security & Risk Management, Gartner

9 – 11 September

Inggris

Tjatur Purwadi

1.  ECIIA Conference 2019
2. Certification in Audit Committee 

18 – 20 September
5 – 7 November

Luksemburg
Indonesia  

Practices, IKAI

3.

Ismail

1.  ECIIA Conference 2019
2. Certification in Audit Committee 

18 – 20 September
5 – 7 November

Luksemburg
Indonesia

Practices, IKAI

4.

5.

Marcelino Rumambo Pandin Certification in Audit Committee 

5 – 7 November

Indonesia

Practices, IKAI

Sarimin Mietra Sardi

ECIIA Conference 2019

18 - 20 September

Luksemburg

200

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKOMITE NOMINASI 
DAN REMUNERASI

Peraturan  OJK  No.34/POJK.04/2015  tentang  Komite 

Nominasi dan Remunerasi Emiten atau Perusahaan Publik 

4.  Memberikan  rekomendasi  kepada  Dewan  Komisaris 
untuk kemudian menyerahkannya kepada RUPS melalui 

mewajibkan Telkom untuk memiliki Komite Nominasi dan 

pemegang  saham  seri  A  Dwiwarna  terkait  dengan 

Remunerasi  (KNR).  Secara  internal,  ketentuan  mengenai 

kebijakan,  besaran  dan/atau  struktur  remunerasi 

KNR diatur dalam Pedoman/Piagam Komite Nominasi dan 

Direksi dan Dewan Komisaris. 

Remunerasi  (Nomination  and  Remuneration  Committee 

5.  Remunerasi  dari  Direksi  dan  Dewan  Komisaris  yang 

Charter) yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Dewan 

bersifat  tetap  dalam  bentuk  gaji  atau  honorarium, 

Komisaris  No.13/KEP/DK/2018  tanggal  31  Desember 

tunjangan  dan  fasilitas  serta  bersifat  variabel  yang 

2018  tentang  Pedoman  Pelaksanaan  Kerja  (Charter) 

berupa insentif. 

Komite Nominasi dan Remunerasi Perusahaan Perseroan 

6.  Menelaah perjanjian kerja dan/atau pernyataan kinerja 

(Persero) PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk.

dari setiap anggota Direksi. 

Pedoman/Piagam  tersebut  berisi  tata  cara  kerja  KNR 

Ketua  KNR  bertanggung  jawab  untuk  mengoordinir 

yang  bertugas  membantu  Dewan  Komisaris  mengawasi 

dan  mengarahkan  pelaksanaan  tugas  dan  tanggung 

penetapan  kualifikasi  dan  proses  nominasi,  serta 

jawab Komite. Kemudian, posisi Sekretaris di dalam KNR 

remunerasi  Dewan  Komisaris,  Direksi,  dan  pejabat 
eksekutif.  Dengan  adanya  KNR,  Telkom  berharap  proses 

ditugaskan  untuk  membantu  Ketua  dalam  mengelola 
administrasi,  dokumen,  dan  kegiatan.  Anggota  Komite 

seleksi  dan  pengambilan  kebijakan  remunerasi  dapat 

merupakan pihak yang menyerap aspirasi dan merumuskan 

dilakukan  sesuai  dengan  pertimbangan  profesional  dan 

rekomendasi terkait nominasi dan remunerasi Direksi dan 

independen tanpa ada tekanan pihak lain.

Dewan Komisaris, serta pejabat eksekutif.

RUANG LINGKUP, TUGAS, DAN 
TANGGUNG JAWAB KNR

Telkom memiliki Komite Nominasi dan Remunerasi dengan 

lingkup, tugas dan tanggung jawab sebagai berikut:

1.  Menyusun  kebijakan,  kriteria  dan  seleksi  yang 

dibutuhkan  untuk 

jabatan-jabatan 

strategis  di 

lingkungan  Perseroan  yaitu  jabatan  satu  tingkat  di 

bawah  Direktur  dan  Pengurus  (anggota  Direksi  dan 

anggota  Dewan  Komisaris)  entitas  anak  konsolidasi 

yang  mengacu  pada  prinsip-prinsip  Good  Corporate 

Governance. 

2.  Membantu  Dewan  Komisaris  yang  bersama  atau 

berkonsultasi  dengan  Direksi  menyeleksi  kandidat 

untuk 

jabatan-jabatan 

strategis  di 

lingkungan 

Perseroan  (anggota  Direksi  dan  anggota  Dewan 

Komisaris) entitas anak konsolidasi. 

3.  Memberikan  rekomendasi  kepada  Dewan  Komisaris 

untuk  disampaikan  kepada  pemegang  saham  seri  A 

Dwiwarna mengenai: 

a.  Komposisi jabatan anggota Direksi.

b.  Perencanaan suksesi anggota Direksi.

c.  Penilaian berdasarkan tolak ukur yang telah disusun 

sebagai bahan evaluasi pengembangan kemampuan 

anggota Direksi.

Merujuk  kepada  Surat  Menteri  BUMN  nomor  S.675/

MBU/10/2018 

tanggal 

18  Oktober  2018, 

tentang 

persetujuan usulan, batasan dan/atau kriteria kewenangan 

Dewan  Komisaris  PT  Telekomunikasi  Indonesia  (persero) 

Tbk.,  disebutkan  adanya  pembagian  dalam  kewenangan 

untuk  pengusulan  wakil  perseroan  di  pengurus  anak 

perusahaan perseroan, maka:

1.  Kewenangan  Pemegang  Saham  Seri  A  Dwiwarna, 

adalah untuk: 

a.  Direktur  Utama  dan  Komisaris  Utama  Anak 

Perusahaan Perseroan.

b.  Pengurus  Perusahaan  (Direktur  dan  Komisaris), 
dengan  total  aset  ≥  50%  dari  total  aset  induk 
dan/atau  revenue  anak  perusahaan  ≥  50%  dari  
revenue induk.

2.  Kewenangan  Dewan  Komisaris  PT  Telkom  Indonesia 

(persero) Tbk., adalah Direktur (selain Direktur Utama) 

dan Dewan Komisaris (selain Komisaris Utama) di anak 
perusahaan  perseroan  dengan  total  aset  ≤  50%  dari 
total aset perusahaan induk, dan/atau anak perusahaan 
dengan  revenue  sebesar  ≤  50%  dari  total  revenue 
perusahaan induk. 

Sebagai  bagian  dari  tindak  lanjut  Surat  Menteri  BUMN 

nomor  S.675/MBU/10/2018,  tanggal  18  Oktober  2018 

tersebut,  maka  pada  tahun  2019  Komite  Nominasi  dan 

Remunerasi  telah  melakukan  kegiatan  Uji  Kelayakan  dan 
Kepatuhan  sebanyak  29  kali,  untuk  70  posisi  pengurus 

(target 

jabatan)  dengan  208  kandidat  di  11  anak 

perusahaan dan di Sekertariat Dewan Komisaris. 

201

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKOMPOSISI KNR

Berdasarkan Peraturan OJK No.34/POJK.04/2015, jumlah anggota Komite Nominasi dan Remunerasi paling sedikit tiga 
orang. Salah satunya, yaitu sebagai anggota merangkap Ketua, merupakan Komisaris Independen. Dua anggota lainnya 
dapat berasal dari anggota Dewan Komisaris, pihak dari luar perseroan, maupun pihak manajemen di bawah Direksi. 
Hingga akhir periode laporan tahun 2019, KNR Telkom tidak memiliki anggota yang berasal dari pihak eksternal.

Komposisi anggota Komite Nominasi dan Remunerasi diatur melalui Keputusan Dewan Komisaris No.14/KEP/DK/2019 
tanggal  17  Desember  2019  tentang  Susunan  Keanggotaan  Komite  Nominasi  dan  Remunerasi  Perusahaan  Perseroan 
(Persero)  PT  Telekomunikasi  Indonesia  Tbk.  Surat  keputusan  tersebut  menetapkan  Anggota  Komite  Nominasi  dan 
Remunerasi sebagai berikut:

Komposisi Komite Nominasi dan Remunerasi per 31 Desember 2018

Jabatan

Nama

Status Rangkap Jabatan

Ketua/Anggota

Pamijati Pamela Johanna Waluyo* Komisaris Independen

Anggota

Rinaldi Firmansyah*

Edwin Hidayat Abdullah*

Isa Rachmatarwata*

Komisaris

Komisaris

Komisaris

Margiyono Darsasumarja*

Komisaris Independen

Cahyana Ahmadjayadi*

Komisaris Independen

Keterangan:
*  Profil anggota KNR yang berasal dari Komisaris dapat dilihat pada bagian profil Dewan Komisaris

Jabatan

Ketua

Anggota

Komposisi Komite Nominasi dan Remunerasi per 31 Desember 2019

Nama dan 
Status Rangkap jabatan

Tugas Masing - masing Anggota

Cahyana Ahmadjayadi*
Komisaris Independen

Bertanggung 
koordinasi pelaksanaan tugas Komite.

jawab  terhadap  pemberian  arahan  dan 

Ismail*
Komisaris

Marcellino Rumambo Pandin*
Komisaris

Marsudi Wahyu Kisworo*
Komisaris Independen

Bertanggung  jawab  untuk  mengoordinasikan  masukan 
yang  berasal  dari  pihak  yang  berhubungan  dengan 
pemegang saham pengendali terkait dengan isu nominasi 
dan remunerasi.

Keterangan: 
*  Profil anggota KNR yang berasal dari Komisaris dapat dilihat pada bagian profil Dewan Komisaris

INDEPENDENSI KNR

Telkom memastikan anggota Komite Nominasi dan Remunerasi (KNR) memiliki integritas dan independensi yang cukup 
sebagai  landasan  dalam  menjalankan  tugas  dan  tanggung  jawabnya.  Untuk  itu,  Telkom  mewajibkan  setiap  anggota 
KNR menandatangani pernyataan integritas dan independensi sejak pertama kali diangkat. Tujuannya yaitu agar setiap 
anggota KNR dapat bekerja secara independen dan profesional, serta menghindari konflik kepentingan.

KINERJA DAN PELAKSANAAN KEGIATAN KNR

Sepanjang  tahun  2019,  Komite  Nominasi  dan  Remunerasi  telah  membantu  pelaksanaan  tugas  dari  Dewan  Komisaris 
dalam menghasilkan keputusan-keputusan, melalui pelaksanaan agenda kegiatan, antara lain: 
1.  Rapat  dan  Persetujuan  Komite  Nominasi  dan  Remunerasi  dan  Sekretariat  Dewan  Komisaris,  untuk  penyelesaian 

internal sekretariat di dalam lingkungan Dewan Komisaris, sejumlah 23 kegiatan, diantaranya: 
a.  Susunan keanggotaan Komite.  
b.  Administrasi staf maupun anggota Komite dan staf sekretariat Dewan Komisaris. 

202

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
2.  Pelaksanaan  Uji  Kelayakan  dan  Kepatutan  pengurus  anak  perusahaan  perseroan,  sejumlah  29  kegiatan,  dengan 

pembagian sebagai berikut: 

a.  Kewenangan Pemegang saham Seri A Dwiwarna: 

No. Posisi Pengurus

Anak Perusahaan

Jumlah kandidat

Seluruh Direksi dan Dewan Komisaris 

PT Multimedia Nusantara

Komisaris Utama dan Direktur Utama

PT PINS Indonesia

Direktur Utama dan Komisaris Utama

PT Jalin Pembayaran Nusantara

Komisaris Utama ( Ex Officio)

PT Infomedia Nusantara

CEO dan Komisaris Utama ( Ex Officio)

PT Telkom Indonesia International

Direktur Utama dan Komisaris Utama ( Ex Officio)

PT Telkom Infra

Komisaris Utama ( Ex Officio)

PT Dayamitra Telekomunikasi

Komisaris Utama ( Ex Officio)

PT Graha Sarana Duta

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

CEO dan Komisaris Utama ( Ex Officio)

10.

Komisaris Utama ( Ex Officio)

Total

PT Telkomsat

PT Metranet

39

10

10

0

5

5

0

0

5

5

79

b.  Kewenangan Dewan Komisaris PT Telkom Indonesia (persero) Tbk.: 

No. Posisi Pengurus

Anak Perusahaan

Jumlah kandidat

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

4 Direktur dan 1 Komisaris 

3 Direktur dan 1 Komisaris 

1 Direktur

2 Komisaris 

3 Direktur dan 3 Komisaris 

4 Direktur dan 1 Komisaris 

2 Direktur dan 3 Komisaris 

4 Direktur dan 3 Komisaris 

4 Direktur dan 2 Komisaris 

1 Komisaris

PT Telkomsat

PT PINS Indonesia

PT Jalin Pembayaran Nusantara

PT Infomedia Nusantara

PT Telkom Indonesia International

PT Telkom Infra

PT Dayamitra Telekomunikasi

PT Telkom Akses

PT Graha Sarana Duta

PT Metranet

Organik PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.

Sekretariat Dekom

Total

15

12

3

6

18

15

15

21

16

3

5

129

3.  Pengajuan bakal calon Direksi Perseroan serta Persetujuan hasil Uji Kelayakan dan Kepatutan, sejumlah 23 kegiatan, 

diantaranya: 

a.  Pengajuan Bakal Calon Direksi PT Telkom Indonesia (persero) Tbk. ke pemegang saham Seri A Dwiwarna. 

b.  Penentuan Nominasi untuk Calon Direktur Utama dan Komisaris Utama Anak Perusahaan. 
c.  Penentuan Calon Pengurus Anak Perusahaan yang menjadi Kewenangan Dewan Komisaris. 
d.  Permohonan Pembaharuan Persetujuan Usulan Wakil Perseroan di Anak Perusahaan PT Telkom Indonesia, Tbk. 
e.  Persetujuan Direksi Anak Perusahaan PT Telkom Indonesia, Tbk. 

4.  Persetujuan Struktur Organisasi satu tingkat dibawah direksi, sejumlah 3 kegiatan, diantaranya: 

a.  Struktur  Organisasi  Satu  Tingkat  di  bawah  Direksi  untuk  Direktorat  Strategic  Portfolio  dan  Direktorat  Digital 

Business. 

b.  Persetujuan Perubahan Struktur Organisasi Satu Tingkat di bawah Direksi untuk Direktorat Keuangan.

5.  Persetujuan Remunerasi sejumlah 5 kegiatan, diantaranya: 

a.  Permohonan Tantiem Tahun Buku 2018 dan Remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris untuk Tahun Buku 2019. 

b.  Penjelasan usulan kontrak management Direktur SP & Direktur DB, Semester II 2019.   

203

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
RAPAT KNR

Telkom wajib mematuhi Peraturan OJK No.34/POJK.04/2014 tentang Komite Nominasi dan Remunerasi yang mengatur 

jumlah minimal Rapat Komite Nominasi dan Remunerasi paling tidak satu kali dalam empat bulan. Pada tahun 2019, 

KNR Telkom telah menyelenggarakan rapat sebanyak 82 kali.

Kehadiran Rapat  Komite Nominasi dan Remunerasi Tahun 2019

No. Nama

Jumlah Rapat

Jumlah Kehadiran

Persentase Kehadiran
%

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

Cahyana Ahmadjayadi

Ario Guntoro

Edwin Hidayat Abdullah (4)

Ismail (1)

Marcelino Rumambo Pandin (1)

Marsudi Wahyu Kisworo (1)

Isa Rachmatarwata (3)

Margiyono Darsasumarja (3)

Pamijati Pamela Johanna Waluyo (2)

10.

Rinaldi Firmansyah (2)

Keterangan:
(1)  Sejak 29 Mei 2019
(2)  Sampai dengan 24 Mei 2019
(3)  Sampai dengan 28 Juni 2019
(4) Sampai dengan 18 November 2019

82

82

72

49

49

49

43

43

33

33

76

82

41

42

41

39

23

41

26

32

93

100

57

86

84

80

53

95

79

97

PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KNR

Sepanjang tahun buku 2019, Telkom belum menyusun kegiatan pendidikan dan pelatihan dalam rangka meningkatkan 

kompetensi para anggota Komite Nominasi dan Remunerasi. Sejauh ini, KNR didukung oleh konsultan independen yang 

profesional dan berpengalaman dalam menjalankan kegiatannya dan merumuskan rekomendasi terkait nominasi dan 

remunerasi.

204

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKOMITE EVALUASI DAN MONITORING 
PERENCANAAN DAN RISIKO

Kegiatan dan pengembangan usaha Telkom di industri telekomunikasi dan digital membutuhkan mekanisme evaluasi, 

monitoring, dan perencanaan yang baik agar dapat mengelola berbagai risiko yang ada. Untuk itu, Dewan Komisaris 

Telkom melakukan pengawasan secara kontinu atas perencanaan, manajemen, dan evaluasi risiko perusahaan. Di dalam 

melaksanakan tugasnya dan sejalan dengan penerapan prinsip GCG, Dewan Komisaris menjalankan tugas dan tanggung 

jawab pengawasan dibantu oleh Komite Evaluasi dan Monitoring Perencanaan dan Risiko (KEMPR).  

RUANG LINGKUP, TUGAS, DAN TANGGUNG JAWAB KEMPR

Landasan KEMPR membantu pengawasan oleh Dewan Komisaris Telkom yaitu Pedoman/Piagam Komite Evaluasi dan 

Monitoring  Perencanaan  dan  Risiko  (KEMPR)  atau  Risk  and  Planning  Monitoring  and  Evaluation  Committee  Charter. 

Piagam atau Charter tersebut ditetapkan secara resmi melalui Surat Keputusan Dewan Komisaris No.04/KEP/DK/2011 

tanggal 24 Maret 2011 perihal Pedoman Pelaksanaan Kerja (Charter) Komite Evaluasi dan Monitoring Perencanaan dan 

Risiko Perusahaan Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. 

Ada pun hal-hal yang tercakup dalam Piagam atau Charter antara lain sebagai berikut:

1.  Mengatur mengenai pembentukan dan pengangkatan anggota;
2.  Struktur dan persyaratan keanggotaan, tugas, kewajiban, dan kewenangan; dan
3.  Lingkup pelaksanaan pekerjaan, rapat, pelaporan, masa tugas, dan pendanaan.

Kemudian, ruang lingkup, tugas dan tanggung jawab KEMPR dalam membantu Dewan Komisaris mengawasi jalannya 

perusahaan yaitu:
1.  Melakukan  evaluasi  secara  komprehensif  atas  usulan  Rencana  Jangka  Panjang  Perseroan  (RJPP)  atau  CSS  dan 

Rencana Kegiatan Anggaran Perseroan yang diajukan oleh Direksi;

2.  Melakukan evaluasi atas pelaksanaan RJPP dan RKAP agar sesuai dengan sasaran RJPP dan RKAP yang disahkan 

oleh Dewan Komisaris; dan

3.  Melakukan pemantauan pelaksanaan enterprise risk management di lingkungan Perseroan.

205

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKOMPOSISI KEMPR

Berdasarkan  Keputusan  Dewan  Komisaris  No.05/KEP/DK/2019  tanggal  29  Mei  2019  tentang  Susunan  Keanggotaan 

Komite Evaluasi dan Monitoring Perencanaan dan Risiko Telkom, maka komposisi anggota KEMPR yaitu sebagai berikut: 

Komposisi Komite Evaluasi dan Monitoring Perencanaan dan Risiko per 31 Desember 2018

Jabatan

Ketua

Anggota

Nama

Status Rangkap Jabatan

Edwin Hidayat Abdullah*

Isa Rachmatarwata*

Komisaris

Komisaris

Cahyana Ahmadjayadi*

Komisaris Independen

Widia Praptiwi

Anggota Independen

Keterangan:
*  Profil anggota KEMPR yang berasal dari Komisaris dapat dilihat pada bagian profil Dewan Komisaris

Komposisi Komite Evaluasi dan Monitoring Perencanaan dan Risiko per 31 Desember 2019

Jabatan Nama dan 

Tugas Masing-masing Anggota

Periode Jabatan

Status Rangkap Jabatan

Ketua 

Isa Rachmatarwata*
Komisaris

Memberikan arahan, mengoordinasikan dan memonitor
pelaksanaan tugas dari seluruh anggota Komite.

Mulai 9 Mei 2018

Anggota Ismail*

Komisaris

Marsudi Wahyu Kisworo*
Komisaris Independen

Cahyana Ahmadjayadi*
Komisaris Independen

Widia Praptiwi
Anggota Independen

•

•

implementasi 

Melakukan  pengawasan  dan  pemantauan  terhadap 
implementasi  RJPP/CSS,  RKAP  dan  enterprise 
risk  management  serta 
inisiatif 
pertumbuhan bisnis non-organik.
Memberikan  kajian,  evaluasi  dan  laporan  di  bidang 
hukum,  kepatuhan  serta  pengendalian  risiko  dalam 
rangka mendukung pelaksanaan tugas pengawasan 
Dewan  Komisaris  terhadap  pengurusan  Perseroan 
yang dilakukan Direksi.

Mulai 24 Mei 2019

Mulai 24 Mei 2019

Mulai 8 Mei 2017

Mulai 25 Oktober 2018

Keterangan: 
*  Profil anggota KEMPR yang berasal dari Komisaris dapat dilihat pada bagian profil Dewan Komisaris

206

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPROFIL ANGGOTA KEMPR DILUAR ANGGOTA DEWAN KOMISARIS

Widia Praptiwi
Anggota Independen

Lahir 

 : 7 Juli 1974

Usia/Umur 

 : 45 tahun

Kewarganegaraan  : Indonesia

Domisili   

 : Jakarta

Riwayat Pendidikan
1992 - 1997  

Sarjana Akuntansi, Universitas  

Indonesia.

2001 - 2004 

Magister Akuntansi, Universitas  

Indonesia.

Dasar Penunjukan
Keputusan  Dewan  Komisaris  No.  09/KEP/DK/2018 

tanggal 25 Oktober 2018 dan ditetapkan kembali melalui 

Keputusan  Dewan  Komisaris  No.05/KEP/DK/2019 

tanggal  29  Mei  2019  tentang  Susunan  Keanggotaan 

Komite  Evaluasi  dan  Monitoring  Perencanaan  dan  Risiko 

Perusahaan  Perseroan  (Persero)  PT  Telekomunikasi 

Indonesia, Tbk.

INDEPENDENSI KEMPR

Telkom  mensyaratkan  Komite  Evaluasi  dan  Monitoring 
Perencanaan  dan  Risiko  (KEMPR)  untuk  memiliki 
integritas  dan  independensi  yang  baik  demi  kemajuan 
perusahaan.  Oleh  sebab  itu,  meski  tidak  diatur  oleh 
regulator,  Telkom  memastikan  setiap  anggota  KEMPR 
untuk menandatangani pakta integritas dan independensi.

KINERJA DAN PELAKSANAAN 
KEGIATAN KEMPR 

1.  Rencana Jangka Panjang Perseroan (RJPP) 

a.  Evaluasi RJPP 2019-2023 

·  Kecenderungan penurunan legacy business. 
·  Peningkatan kontribusi digital business.
·  Perkembangan inisiatif bisnis inorganic.

b.  Penyusunan RJPP 2020-2024

Fokus KEMPR dalam penyusunan RJPP 2020 -2024 
antara lain mengenai: 
·  Peningkatan revenue dari digital connectivity dan 

digital service. 

·  Pengintesifan  dan  peningkatan  akurasi  dari 

kegiatan bisnis inorganik. 

·  Identifikasi dan mitigasi atas potensi risiko yang 
berpengaruh pada pencapaian CSS 2020-2024. 

Periode Jabatan
25 Oktober 2018 sampai 31 Desember 2019.

Riwayat Jabatan
2015 - Sekarang  Dosen di Universitas Krisnadwipayana  

Jakarta.

2015 - 2018 

Anggota Komite Audit Hotel Indonesia  

2002 - 2008 

PT Bina Prima Perdana.

Natour.

Tugas dan Tanggung Jawab
Bersama  dengan  anggota  KEMPR  lainnya,  bertugas 

untuk  mengevaluasi  usulan  Rencana  Jangka  Panjang 

Perseroan  (RJPP)  atau  CSS  dan  Rencana  Kegiatan 

Anggaran  Perseroan  yang  diajukan  oleh  Direksi, 

mengevaluasi  atas  pelaksanaan  RJPP  dan  RKAP,  serta 

melakukan  pengawasan  pelaksanaan  enterprise  risk  

management Telkom. 

2.  Rencana Kerja dan Anggaran Perseroan, serta Belanja 

Modal 
a.  Fokus Pemantauan RKAP dan Belanja Modal 2019 

·  Pengendalian  pertumbuhan  beban  terhadap 

pertumbuhan pendapatan.

·  Pengembangan  dan  peningkatan  revenue  dari 

inisiatif bisnis digital.

·  Kinerja anak perusahaan, khususnya yang masuk 

pada kategori red alert.

·  Efisiensi  dan  efektivitas  capex,  khususnya  yang 

bernilai strategis.  

b.  Evaluasi Usulan RKAP dan Belanja Modal 2020

Evaluasi  usulan  RKAP  dan  belanja  modal  tahun 
2020 antara lain menitikberatkan pada 3 (tiga) hal 
sebagai berikut: 
·  Pengendalian  dan  peningkatan  efisiensi  proporsi 

cash operating expense terhadap revenue.

·  Peningkatan kualitas sales dan revenue, penurunan 

churn, dan peningkatan collection rate.

·  Peningkatan  capex  healthiness  &  effectiveness 

pada semua CFU dan FU.

207

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
3.  Manajemen  Risiko  Perseroan 

(Enterprise  Risk 

Management/ERM)
Berdasarkan  pemantauan  atas  profil  risiko  Perseroan, 
terdapat tiga hal yang mendapatkan perhatian, yaitu:
a.  Mitigasi  atas  risiko  strategis,  finansial,  operasional, 

dan kepatuhan; 

b.  Efektivitas  organisasi  pengelola  ERM  di  Perseroan; 

dan 

c.  Integrasi pengelolaan risiko di TelkomGroup.  

RAPAT KEMPR

yang  Memerlukan 

tahun  2019,  KEMPR 

4.  Tindakan  Tertentu  Direksi 
Persetujuan Dewan Komisaris
Selama 
telah  membantu 
Dewan  Komisaris  dalam  menelaah  usulan-usulan 
rencana  strategis  yang  disampaikan  oleh  Direksi,  di 
antaranya: 
a.  Divestasi  Saham  Telkom  di  PT  Jalin  Pembayaran 

Nusantara (JPN).  

b.  Project NK. 
c.  Release Capex Hyperscale Data Center.

d.  Project Titan. 

Pada tahun 2019, KEMPR telah melaksanakan 8 kali rapat Komite yang dihadiri oleh anggota, dengan tingkat kehadiran 

sebagai berikut:

Kehadiran Rapat Komite Evaluasi dan Monitoring Perencanaan dan Risiko Tahun 2019 

No.

Nama

Jumlah Rapat

Jumlah Kehadiran

Persentase Kehadiran
%

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

Isa Rahmatawarta

Ismail (1)

Marsudi Wahyu Kisworo (1)

Cahyana Ahmadjayadi

Rinaldi Firmansyah (2)

Edwin Hidayat Abdullah (3)

Widia Praptiwi

Keterangan:
(1)  Sejak 24 Mei 2019
(2)  Sampai dengan 24 Mei 2019
(3)  Sampai dengan 18 November 2019

8

4

4

8

4

0

8

7

2

4

8

4

0

8

88

50

100

100

100

0

100

PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEMPR

Telkom  memahami  bahwa  saat  ini,  aspek  risiko  dan  manajemen  risiko  mengalami  perkembangan  yang  sesuai  dengan 

kondisi usaha di era digital. Untuk itu, Telkom terus menjaga dan meningkatkan kompetensi anggota KEMPR Telkom dengan 

mengikutsertakan anggota KEMPR dalam berbagai kegiatan pelatihan dan pendidikan sepanjang tahun 2019, yaitu: 

No.

Tanggal

Nama Kegiatan

Penyelenggara

25-28 Februari

2019 Mobile World Congress

GSM Association

16-19 Juli

PSAK-Konvergensi IFRS

Ikatan Akuntan Indonesia

2-6 September

ERM Fundamental & Certfication Center for Risk Management Studies

Indonesia

Lokasi

Spanyol

Indonesia

1.

2.

3.

208

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian 
 
 
DIREKSI

Direksi  Telkom  memiliki  tugas  dan  tanggung  jawab 

kolektif  mengelola  Perusahaan  sesuai  dengan  ketentuan 

6.  Menyampaikan Laporan Tahunan setelah ditelaah oleh 
Dewan  Komisaris  dalam  jangka  waktu  paling  lambat 

Anggaran  Dasar  Perseroan  dan  Piagam  atau  Board 

5  (lima)  bulan  setelah  tahun  buku  Perseroan  berakhir 

Charter  Direksi.  Meski  bersifat  kolektif,  namun  setiap 

kepada RUPS untuk disetujui dan disahkan;

anggota  Direksi  memiliki  kewenangan  untuk  mengambil 

7.  Memberikan  penjelasan  kepada  RUPS  mengenai 

kebijakan  dan  memimpin  sesuai  dengan  masing-masing 

Laporan Tahunan;

fungsi yang ditugaskan kepada setiap anggota. 

8.  Menyampaikan  Neraca  dan  Laporan  Laba  Rugi  yang 

PIAGAM/BOARD CHARTER DIREKSI

Piagam  atau  Board  Charter  Direksi  yang  disahkan 

melalui  Surat  Ketetapan  Direksi  No.PD.604.00/r.00/

HK000/C00-D0030000/2011 

tanggal 

11  Juli  2011, 

menjadi  pedoman  bagi  pelaksanaan  tugas,  tanggung 

jawab  dan  wewenangnya  Direksi.  Dokumen  tersebut 

memuat pedoman dan tata tertib kerja, wewenang, tugas, 

tanggung  jawab,  kewajiban,  pembagian  tugas,  rapat, 

ketentuan  benturan  kepentingan,  kepemilikan  saham, 
pengaturan  mekanisme  dan  pembagian  kerja  antar  para 

anggota  Direksi  yang  tidak  diatur  di  dalam  Anggaran 

Dasar Perseroan maupun ketentuan perundang-undangan 

yang  berlaku.  Dengan  adanya  Board  Charter  Direksi, 

diharapkan  kinerja  Direksi  lebih  terarah  dan  bersinergi 

satu sama lain.

WEWENANG, TUGAS, DAN 
TANGGUNG JAWAB DIREKSI

Anggaran  Dasar  Telkom  menetapkan  kewajiban  Direksi 

sebagai berikut:

1.  Mengusahakan dan menjamin terlaksananya usaha dan 

kegiatan Perseroan sesuai dengan maksud dan tujuan 

serta kegiatan usahanya;

2.  Menyiapkan  pada  waktunya  Rencana 

Jangka 

Panjang  Perseroan,  Rencana  Kerja  dan  Anggaran 

Tahunan  Perseroan  dan 

rencana  kerja 

lainnya 

serta  perubahannya  untuk  disampaikan  kepada 

Dewan  Komisaris  dan  mendapatkan  persetujuan  
Dewan Komisaris;

3.  Membuat  Daftar  Pemegang  Saham,  Daftar  Khusus, 

Risalah RUPS dan Risalah Rapat Direksi;

4.  Membuat  Laporan  Tahunan  yang  antara  lain  berisi 
laporan keuangan, sebagai wujud pertanggungjawaban 

pengurus  Perseroan, 

serta  dokumen  keuangan 

Perseroan  sebagaimana  dimaksud  dalam  Undang-

undang tentang Dokumen Perusahaan;

5.  Menyusun 

laporan  keuangan  dalam  angka  4  di 

atas  berdasarkan  Standar  Akuntansi  Keuangan  dan 
menyerahkan kepada Akuntan Publik untuk diaudit;

telah  disahkan  oleh  RUPS  kepada  Menteri  di  Bidang 

Hukum sesuai dengan ketentuan perundang-undangan;

9.  Menyusun 

laporan 

lainnya  yang  diwajibkan  oleh 

ketentuan peraturan perundang-undangan;

10. Memelihara  Daftar  Pemegang  Saham,  Daftar  Khusus, 

Risalah  RUPS,  Risalah  Rapat  Dewan  Komisaris  dan 

Risalah Rapat Direksi, Laporan Tahunan dan dokumen 

keuangan  Perseroan  sebagaimana  dimaksud  dalam 

angka 4 dan angka 5 di atas, dan dokumen Perseroan 

lainnya;

11.  Menyimpan  di  tempat  kedudukan  Perseroan:  Daftar 
Pemegang  Saham,  Daftar  Khusus,  Risalah  RUPS, 

Risalah  Rapat  Dewan  Komisaris  dan  Risalah  Rapat 

Direksi,  Laporan  Tahunan  dan  dokumen  keuangan 

Perseroan, serta dokumen Perseroan lainnya;

12. Mengadakan  dan  memelihara  pembukuan  dan 

administrasi Perseroan sesuai dengan kelaziman yang 

berlaku bagi suatu Perseroan;

13. Menyusun  sistem  akuntansi  sesuai  dengan  Standar 

Akuntansi  Keuangan  dan  berdasarkan  prinsip 

pengendalian  internal,  terutama  fungsi  pengurusan, 

pencatatan, penyimpanan, dan pengawasan;

14. Memberikan laporan berkala menurut cara dan waktu 

sesuai dengan ketentuan, serta laporan lainnya setiap 

kali diminta oleh Dewan Komisaris dan/atau Pemegang 

Saham  Seri  A  Dwiwarna,  dengan  memperhatikan 

peraturan  perundang-undangan  khususnya  peraturan 

di bidang Pasar Modal;

15. Menyiapkan  susunan  organisasi  Perseroan  lengkap 

dengan perincian tugasnya;

16. Memberikan  penjelasan  tentang  segala  hal  yang 

ditanyakan  atau  yang  diminta  anggota  Dewan 

Komisaris  dan  Pemegang  Saham  Seri  A  Dwiwarna, 

dengan  memperhatikan 

peraturan 

perundang-

undangan khususnya peraturan di bidang Pasar Modal;
17. Menjalankan kewajiban lainnya sesuai dengan ketentuan 
yang  diatur  dalam  Anggaran  Dasar  ini  dan  yang 

ditetapkan  oleh  RUPS  dengan  tetap  memperhatikan 

peraturan perundang-undangan.

209

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianSelain itu, Direksi juga memiliki hak dan wewenang yaitu:

1.  Menetapkan kebijakan yang dipandang tepat dalam kepengurusan Perseroan;

2.  Mengatur penyerahan kekuasaan Direksi untuk mewakili Perseroan di dalam dan di luar Pengadilan kepada seorang 

atau beberapa orang yang khusus ditunjuk untuk itu termasuk pekerja Perseroan baik sendiri-sendiri maupun bersama-

sama dan/atau badan lain;

3.  Mengatur  ketentuan  tentang  pekerja  Perseroan  termasuk  penetapan  upah,  pensiun  atau  jaminan  hari  tua,  dan 

penghasilan lain bagi pekerja Perseroan berdasarkan peraturan perundang-undangan;

4.  Mengangkat  dan  memberhentikan  pekerja  Perseroan  berdasarkan  peraturan  ketenagakerjaan  Perseroan  dan 

peraturan perundang-undangan;

5.  Mengangkat dan memberhentikan seorang Sekretaris Perusahaan dan/atau Kepala Satuan Pengawas Intern dengan 

persetujuan Dewan Komisaris;

6.  Menghapusbukukan piutang macet dengan ketentuan sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar yang selanjutnya 

dilaporkan kepada Dewan Komisaris selanjutnya dilaporkan dan dipertanggungjawabkan dalam Laporan Tahunan;

7.  Tidak menagih lagi piutang bunga, denda, ongkos, dan piutang lainnya di luar pokok yang dilakukan dalam rangka 

restrukturisasi  dan/atau  penyelesaian  piutang  serta  perbuatan  lain  dalam  rangka  penyelesaian  piutang  Perseroan 

dengan kewajiban melaporkan kepada Dewan Komisaris yang ketentuan dan tata cara pelaporannya ditetapkan oleh 

Dewan Komisaris;

8.  Melakukan  segala  tindakan  dan  perbuatan  lainnya  mengenai  pengurusan  maupun  pemilikan  kekayaan  Perseroan, 

mengikat Perseroan dengan pihak lain dan/atau pihak lain dengan Perseroan serta mewakili Perseroan di dalam dan 
di luar Pengadilan tentang segala hal dan segala kejadian, dengan pembatasan sebagaimana diatur dalam peraturan 

perundang-undangan, Anggaran Dasar ini dan/atau Keputusan RUPS.

Selanjutnya, dalam hal terjadi kerugian atas Perusahaan, setiap anggota Direksi bertanggung jawab secara tanggung 

renteng atas kerugian yang disebabkan oleh kesalahan atau kelalaian dalam menjalankan tugasnya. Anggota Direksi 

tidak bertanggung jawab atas kerugian Perusahaan apabila dapat membuktikan:
1.  Kerugian tersebut bukan karena kesalahan atau kelalaiannya.
2.  Telah melakukan pengurusan dengan itikad baik, penuh tanggung jawab, dan kehati-hatian untuk kepentingan dan 

sesuai dengan maksud dan tujuan Perusahaan.

3.  Tidak  mempunyai  benturan  kepentingan  baik  langsung  maupun  tidak  langsung  atas  tindakan  pengurusan  yang 

mengakibatkan kerugian.

4.  Telah mengambil tindakan untuk mencegah timbul atau berlanjutnya kerugian tersebut.

KOMPOSISI DIREKSI

Pada 24 Mei 2019, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Mengubah jabatan Direktur Digital & Strategic 

Portfolio menjadi dua jabatan selain itu juga terdapat perubahan komposisi direksi yang dapat dilihat pada tabel berikut:

Komposisi Direksi per 31 Desember 2018

No. Nama

Jabatan

Diangkat

Berakhir

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

Alex Janangkih Sinaga

Direktur Utama

Harry Mozarta Zen

Direktur Keuangan (KEU)

David Bangun

Direktur Digital & Strategic Portfolio (DSP)

Dian Rachmawan

Direktur Enterprise & Business Service (EBIS)

2014

2016

2017

2014

RUPST 2019

RUPST 2021

RUPST 2019

RUPST 2019

Abdus Somad Arief

Direktur Wholesale & International Service (WINS)

2014

RUPST 2019

Herdy Rosadi Harman

Direktur Human Capital Management (HCM)

Zulhelfi Abidin

Direktur Network & IT Solution (NITS)

Siti Choiriana

Direktur Consumer Service (CONS)

2014

2017

2018

RUPST 2019

RUPST 2022

RUPST 2023

210

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKomposisi Direksi per 31 Desember 2019

No. Nama

Jabatan

Diangkat

Berakhir

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

Ririek Adriansyah

Direktur Utama

Harry Mozarta Zen

Direktur Keuangan (KEU)

Siti Choiriana

Direktur Consumer Service (CONS)

2019

2016

2018

RUPST 2024

RUPST 2021

RUPST 2023

Bogi Witjaksono

Direktur Enterprise & Business Service (EBIS) 2019

RUPST 2024

Zulhelfi Abidin

Direktur Network & IT Solution (NITS)

Edwin Aristiawan

Direktur Wholesale & International Service 
(WINS)

2017

2019

RUPST 2022

RUPST 2024

Edi Witjara

Direktur Human Capital Management (HCM)

2019

RUPST 2024

Faizal Rochmad Djoemadi

Direktur Digital Business (DB)

Achmad Sugiarto

Direktur Strategic Portfolio (SP)

2019

2019

RUPST 2024

RUPST 2024

KEBERAGAMAN DIREKSI

Sebagai sebuah badan usaha yang berorientasi pada prinsip-prinsip GCG, Telkom menghargai hak asasi manusia seperti 

yang  tercantum  dalam  UU  No.39  Tahun  1999  tentang  Hak  Asasi  Manusia.  Salah  satu  perwujudannya  yaitu  Pemegang 

Saham Utama dan Pengendali Telkom menjamin tidak adanya diskriminasi dalam pemilihan dan pengangkatan Direksi 

meski tidak tertuang dalam kebijakan khusus hak asasi manusia. Setiap anggota Direksi terpilih merupakan para profesional 

yang memiliki keahlian, kecakapan, dan integritas yang baik sesuai dengan kebutuhan Telkom di era digital. Hasil RUPST 

tahun  2019  menetapkan  Sembilan  anggota  Direksi  dengan  satu  orang  Direksi  merupakan  wanita.  Ketetapan  tersebut 

diambil berdasarkan hasil seleksi dan bukan merupakan upaya diskriminasi terhadap posisi Direksi Telkom. 

Keberagaman Direksi, per 31 Desember 2019

No. Nama

Jabatan

Gender

Latar Belakang Keahlian & 
Kecakapan

Tingkat 
Pendidikan

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

Ririek Adriansyah

Direktur Utama

Pria

Teknik Elektro

Harry Mozarta Zen

Direktur KEU

Pria

Administrasi Bisnis, dan 
Keuangan

Sarjana

Magister

Siti Choiriana

Direktur CONS Wanita

Teknik Elektro dan Manajemen 
Teknologi

Magister

Bogi Witjaksono

Direktur EBIS

Pria

Teknik Telekomunikasi

Magister

Zulhelfi Abidin

Direktur NITS

Pria

Ilmu Komputer

Edwin Aristiawan

Direktur WINS

Pria

Manajemen

Magister

Magister

Edi Witjara

Direktur HCM

Pria

Manajemen Strategi Bisnis

Doktor

Faizal Rochmad Djoemadi

Direktur DB

Achmad Sugiarto

Direktur SP

Pria

Pria

Manajemen

Manajemen

Doktor

Magister

Keterangan: 
KEU Keuangan, CONS Consumer Service, EBIS Enterprise & Business Service, NITS Network & IT Solution, WINS Wholesale & International Service, 
HCM Human Capital Management, DB Digital Business, SP Strategic Portfolio.

211

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKeberagaman Komposisi 
Gender Direksi

Keberagaman Komposisi 
Tingkat Pendidikan Direksi

11%

Wanita

Pria

22%

11%

Sarjana

Magister

Doktor

89%

67%

RANGKAP JABATAN DIREKSI

Pada  tahun  2019,  terdapat  Direksi  Telkom  yang  memiliki  rangkap  jabatan,  baik  di  Telkom  sebagai  induk  Perusahaan 

maupun entitas anak, atau entitas lainnya. Informasi mengenai rangkap jabatan Direksi dapat dilihat pada tabel berikut:

Rangkap Jabatan Direksi per 31 Desember 2019

No. Nama

Telkom

Entitas Anak

Jabatan

Jabatan Lainnya

1.

2.

3.

4.

5.

6.

Ririek Adriansyah

Direktur Utama

Tidak Ada

Komisaris Utama 
PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel)

Harry Mozarta Zen

Direktur KEU

Tidak Ada

1.  Komisaris Utama PT Graha Sarana 

Duta (Telkom Property)

2. Komisaris PT Telekomunikasi Selular 

(Telkomsel)

Siti Choiriana

Direktur CONS

Tidak Ada

Komisaris Utama PT Telkom Akses (TA)

Bogi Witjaksono

Direktur EBIS

Tidak Ada

Zulhelfi Abidin

Direktur NITS

Tidak Ada

1.  Presiden Komisaris PT Teltranet 
Aplikasi Solusi (Telkom Telstra)

2. Komisaris Utama PT Telkom Satelit 

Indonesia (Telkomsat)

3. Komisaris PT Multimedia Nusantara 

(Metra)

Komisaris Utama PT Infrastruktur 
Telekomunikasi Indonesia (Telkom Infra)

Edwin Aristiawan

Direktur WINS

Tidak Ada

1.  Komisaris Utama PT Dayamitra 

Telekomunikasi (Mitratel) 

2. Komisaris Utama PT Telkom Indonesia 

Internasional (Telin)

7.

Edi Witjara

Direktur HCM

Tidak Ada

1.  Komisaris Utama PT Multimedia 

Nusantara (Metra)

2. Komisaris Utama PT Infomedia 

Nusantara (Infomedia)

8.

Faizal Rochmad Djoemadi Direktur DB

Tidak Ada

1.  Komisaris Utama PT Sigma Cipta 

Caraka (Sigma) 

2. Komisaris Utama PT Metra-Net

9.

Achmad Sugiarto

Direktur SP

Tidak Ada

Tidak ada

Keterangan:
KEU Keuangan, CONS Consumer Service, EBIS Enterprise & Business Service, NITS Network & IT Solution, WINS Wholesale & International Service,  
HCM Human Capital Management, DB Digital Business, SP Strategic Portfolio

212

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianREMUNERASI DIREKSI

Telkom memiliki struktur remunerasi Direksi yang mengacu 
pada Peraturan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara 
No.PER-04/MBU/2014 jo Nomor : PER-02/MBU/06/2016 
jo  Nomor:  PER-01/MBU/06/2017  jo  Nomor:  PER-06/
MBU/06/2018  tentang  Pedoman  Penetapan  Penghasilan 
Direksi,  Dewan  Komisaris,  dan  Dewan  Pengawas  BUMN. 
Berdasarkan  peraturan  tersebut  komponen  penghasilan 
Dewan Komisaris terdiri dari:
1.  Gaji/Honorarium;
2.  Tunjangan;
3.  Fasilitas; dan
4.  Tantiem/Insentif Kinerja.

Telkom menetapkan remunerasi Direksi melalui prosedur 
sebagai berikut:
1.  Dewan  Komisaris  meminta  Komite  Nominasi  dan 
rancangan  usulan 

Remunerasi  untuk  menyusun 
remunerasi Direksi.

2.  Komite  Nominasi  dan  Remunerasi  meminta  pihak 
independen  untuk  menyusun  kerangka  kerja  untuk 
remunerasi Direksi.

3.  Komite  Nominasi  dan  Remunerasi  mengusulkan 

kerangka dimaksud kepada Dewan Komisaris. 

4.  Dewan  Komisaris  mengusulkan 
anggota Direksi kepada RUPS.

remunerasi  bagi 

5.  RUPS  melimpahkan  kewenangan  dan  kuasa  kepada 
Dewan  Komisaris  dengan  terlebih  dahulu  mendapat 
persetujuan Pemegang Saham Seri A Dwiwarna untuk 
menetapkan remunerasi bagi anggota Direksi.

Penetapan Penghasilan berupa gaji/honorarium, tunjangan 
serta  fasilitas  yang  bersifat  tetap  dilakukan  dengan 
mempertimbangkan  kondisi  perusahaan.  Sementara 
tantiem/insentif  kerja  merupakan  imbalan  kerja  tahunan 
berdasarkan kinerja Perseroan yang besarnya ditentukan 
oleh Rapat Umum Pemegang Saham.

PROSEDUR DAN MEKANISME REMUNERASI DIREKSI

Direksi Meminta KNR* 
Menyusun draft remunerasi.
Hasilnya diajukan ke RUPS.

1

3

5

4

RUPS

KNR meminta masukan 
dari pihak independen

2

Pihak independen 
memberikan masukan 
kepada KNR.

Sepanjang tahun 2019, Telkom memiliki total remunerasi untuk seluruh Direksi sebesar Rp163,6 miliar dengan pajak dari 
remunerasi yang ditanggung oleh perusahaan adalah sebesar Rp67,7 miliar. Tabel berikut menggambarkan remunerasi 

yang diterima oleh Direksi Telkom pada tahun 2019:

*KNR: Komite Nominasi dan Remunerasi

Rekapitulasi Remunerasi Direksi 

No.

Anggota Direksi

Honorarium

Tantiem dan THR (1)

Tunjangan Lainnya

Total

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

Ririek Adriansyah (2)

Harry Mozarta Zen

Siti Choiriana

Bogi Witjaksono (2)

Zulhelfi Abidin

Edwin Aristiawan (2)

Edi Witjara (2)

Faizal Rochmad Djoemadi (2)

Achmad Sugiarto (2)

Alex Janangkih Sinaga (3)

David Bangun (3)

Dian Rachmawan (3) 

Abdus Somad Arief (3)

Herdy Rosadi Harman (3)

2.549

3.732

3.732

2.194

3.732

2.194

2.323

2.190

2.193

1.870

1.590

1.590

1.590

1.698

(Rp juta)

-

15.107

10.344

-

15.107

-

-

-

-

17.773

15.107

15.107

15.107

15.107

1.081

933

933

949

935

949

993

949

949

523

741

464

464

464

3.630

19.772

15.009

3.143

19.774

3.143

3.316

3.139

3.142

20.166

17.438

17.161

17.161

17.269

Keterangan:  
(1)  THR mengacu pada Tunjangan Hari Raya atau tunjangan hari raya keagamaan
(2)  Sejak 24 Mei 2019
(3)  Sampai dengan 24 Mei 2019

213

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian 
 
 
 
 
 
Selain  memberikan  remunerasi,  Telkom  mengikutsertakan  Direksi  menjadi  peserta  BPJS  Kesehatan.  Ini  merupakan 

upaya Telkom mendukung program-program Pemerintah, termasuk juga program Jaminan Kesehatan Nasional. 

RAPAT DIREKSI

Direksi memiliki ketentuan untuk mengadakan rapat internal 1 (satu) kali setiap bulan. Jika diperlukan, Direksi dapat 

mengadakan  rapat  lainnya  setiap  saat.  Selain  rapat  Direksi,  Telkom  mengadakan  Rapat  Gabungan  antara  Direksi 

bersama dengan Dewan Komisaris minimal 1 (satu) kali dalam 4 (empat) bulan.

Di dalam Rapat, Kuorum dicapai apabila lebih dari setengah dari anggota Direksi hadir atau diwakili dengan sah secara 

hukum  dalam  rapat  tersebut.  Setiap  anggota  Direksi  yang  hadir  memiliki  satu  suara  (dan  satu  suara  untuk  setiap 

Direktur  lainnya  yang  diwakili).  Mekanisme  pengambilan  keputusan  pada  rapat  Direksi  didasarkan  atas  musyawarah 

untuk  mufakat.  Apabila  mufakat  tidak  tercapai,  maka  pengambilan  keputusan  akan  dilaksanakan  berdasarkan  atas 

pengambilan suara mayoritas dari anggota Direksi yang hadir.

Direksi  Telkom  mengadakan  rapat  Direksi  sebanyak  60  kali  pada  tahun  2019.  Tabel  berikut  menjelaskan  frekuensi 

kehadiran rapat Direksi sepanjang periode laporan tahun 2019:

Agenda dan Kehadiran Direksi dalam Rapat Internal

No. Tanggal

Agenda/Pembahasan Rapat

1.

3 Januari 2019

Laporan Performansi Operasional & Revenue MtD Desember 2018

Daftar Kehadiran

RA1

HMZ

SC

N/A

√

√

BW1

N/A

ZA

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

DB2

DR2

ASA2

HRH2

√

N/A

N/A

N/A

N/A

-

-

-

√

√

2.

9 Januari 2019

1.  Laporan Performansi Operasional & Revenue YtD Desember 2018
2. Laporan Kesiapan TelkomClick 2019
3. Laporan Agenda Terbatas

Daftar Kehadiran

RA1

HMZ

SC

N/A

√

√

BW1

N/A

ZA

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

DB2

DR2

ASA2

HRH2

√

N/A

N/A

N/A

N/A

√

√

√

√

√

3.

15 Januari 2019

1.  Laporan Format Monitoring Performansi RKAP CFU/FU Tahun 2019
2. Laporan Agenda Terbatas

Daftar Kehadiran

RA1

HMZ

SC

N/A

√

√

BW1

N/A

ZA

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

DB2

DR2

ASA2

HRH2

√

N/A

N/A

N/A

N/A

√

√

√

√

√

4.

22 Januari 2019

1.  Laporan Performansi Operasional & Revenue MtD Januari 2019
2. Laporan FU HCM
3. Laporan Agenda Terbatas

Daftar Kehadiran

RA1

HMZ

SC

N/A

√

-

BW1

N/A

ZA

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

DB2

DR2

ASA2

HRH2

-

N/A

N/A

N/A

N/A

√

√

√

√

√

5.

29 Januari 2019

1.  Laporan Agenda Terbatas
2  Laporan Performansi Operasional & Revenue MtD Januari 2019
3. Laporan Agenda Terbatas

Daftar Kehadiran

RA1

HMZ

SC

N/A

√

√

BW1

N/A

ZA

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

DB2

DR2

ASA2

HRH2

-

N/A

N/A

N/A

N/A

√

√

√

√

√

6.

6 Februari 2019

1.  Laporan Performansi Operasional & Revenue YtD Januari 2019
2. Laporan Agenda Terbatas

Daftar Kehadiran

RA1

HMZ

SC

N/A

√

√

BW1

N/A

ZA

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

DB2

DR2

ASA2

HRH2

√

N/A

N/A

N/A

N/A

√

√

√

-

√

7.

12 Februari 2019

Laporan Agenda Terbatas

Daftar Kehadiran

RA1

HMZ

SC

N/A

√

√

BW1

N/A

ZA

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

DB2

DR2

ASA2

HRH2

√

N/A

N/A

N/A

N/A

√

√

√

√

√

214

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianNo. Tanggal

Agenda/Pembahasan Rapat

8.

19 Februari 2019

1.  Laporan Performansi Operasional & Revenue MtD Februari 2019
2. Laporan Agenda Terbatas

Daftar Kehadiran

RA1

HMZ

SC

N/A

√

√

BW1

N/A

ZA

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

DB2

DR2

ASA2

HRH2

√

N/A

N/A

N/A

N/A

√

√

√

√

√

9.

26 Februari 2019

1.  Laporan Performansi Operasional & Revenue MtD Februari 2019
2. Laporan Rencana Pelaksanaan Peringatan HUT ke-21 BUMN, HUT Bersama BUMN tahun 2019 

dan Launching LinkAja
3. Laporan Agenda Terbatas

Daftar Kehadiran

RA1

HMZ

SC

N/A

√

√

BW1

N/A

ZA

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

DB2

DR2

ASA2

HRH2

√

N/A

N/A

N/A

N/A

-

√

-

√

√

10.

5 Maret 2019

1.  Laporan Performansi Operasional & Revenue YtD Februari 2019
2. Laporan Agenda Terbatas

Daftar Kehadiran

RA1

HMZ

SC

N/A

√

√

BW1

N/A

ZA

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

DB2

DR2

ASA2

HRH2

√

N/A

N/A

N/A

N/A

√

√

√

√

√

11.

13 Maret 2019

1.  Laporan Performansi Operasional & Revenue MtD Maret 2019
2. Laporan Konsolidasi Data Center
3. Laporan Agenda Terbatas

Daftar Kehadiran

RA1

HMZ

SC

N/A

√

√

BW1

N/A

ZA

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

DB2

DR2

ASA2

HRH2

√

N/A

N/A

N/A

N/A

√

√

√

√

√

12.

19 Maret 2019

1.  Laporan Performansi Operasional & Revenue MtD Maret 2019
2. Laporan FU DSP: Laporan Customer Experience (CX)
3. Laporan Agenda Terbatas

Daftar Kehadiran

RA1

HMZ

SC

N/A

√

-

BW1

N/A

ZA

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

DB2

DR2

ASA2

HRH2

√

N/A

N/A

N/A

N/A

√

√

√

√

-

13.

22 Maret 2019

Laporan Agenda Terbatas

Daftar Kehadiran

RA1

HMZ

SC

N/A

√

√

BW1

N/A

ZA

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

DB2

DR2

ASA2

HRH2

√

N/A

N/A

N/A

N/A

-

√

√

√

√

14.

27 Maret 2019

1.  Laporan Performansi Operasional & Revenue MtD Maret 2019
2. Laporan FU DSP: Telco Digital Maturity
3. Laporan Agenda Terbatas

Daftar Kehadiran

RA1

HMZ

SC

N/A

√

√

BW1

N/A

ZA

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

DB2

DR2

ASA2

HRH2

√

N/A

N/A

N/A

N/A

√

√

√

√

-

15.

4 April 2019

1.  Laporan Performansi Operasional & Revenue MtD Maret 2019
2. Laporan Agenda Terbatas

Daftar Kehadiran

RA1

HMZ

SC

N/A

√

√

BW1

N/A

ZA

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

DB2

DR2

ASA2

HRH2

√

N/A

N/A

N/A

N/A

√

√

√

√

√

16.

10 April 2019

1.  Laporan Performansi Operasional & Revenue YtD Maret & MtD April 2019
2. Update Google Station
3. Laporan Agenda Terbatas

Daftar Kehadiran

RA1

HMZ

SC

N/A

√

√

BW1

N/A

ZA

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

DB2

DR2

ASA2

HRH2

√

N/A

N/A

N/A

N/A

√

√

√

√

√

17.

16 April 2019

1.  Laporan Performansi Operasional & Revenue MtD April 2019
2. Laporan Tema RAPIM TelkomGroup I Tahun 2019
3. Laporan Agenda Terbatas
4. Laporan Agenda Terbatas

Daftar Kehadiran

RA1

HMZ

SC

N/A

√

-

BW1

N/A

ZA

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

DB2

DR2

ASA2

HRH2

√

N/A

N/A

N/A

N/A

√

√

√

√

√

215

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianNo. Tanggal

Agenda/Pembahasan Rapat

18.

29 April 2019

Laporan Agenda Terbatas

Daftar Kehadiran

RA1

HMZ

SC

N/A

√

√

BW1

N/A

ZA

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

DB2

DR2

ASA2

HRH2

√

N/A

N/A

N/A

N/A

√

√

√

√

√

19.

30 April 2019

1.  Laporan Performansi Operasional & Revenue MtD April 2019
2. Laporan Agenda Terbatas

Daftar Kehadiran

RA1

HMZ

SC

N/A

√

√

BW1

N/A

ZA

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

DB2

DR2

ASA2

HRH2

√

N/A

N/A

N/A

N/A

√

√

√

√

√

20.

7 Mei 2019

1.  Laporan Performansi Operasional & Revenue YtD April 2019
2. Laporan Agenda Terbatas

Daftar Kehadiran

RA1

HMZ

SC

N/A

√

√

BW1

N/A

ZA

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

DB2

DR2

ASA2

HRH2

√

N/A

N/A

N/A

N/A

√

√

√

√

√

21.

14 Mei 2019

1.  Laporan Performansi Operasional & Revenue MtD Mei 2019
2. Laporan Program BUMN Hadir untuk Negeri 2019
3. Laporan Agenda Terbatas

Daftar Kehadiran

RA1

HMZ

SC

N/A

√

√

BW1

N/A

ZA

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

DB2

DR2

ASA2

HRH2

√

N/A

N/A

N/A

N/A

√

√

√

√

√

22.

20 Mei 2019

Laporan Agenda Terbatas

Daftar Kehadiran

RA1

HMZ

SC

N/A

√

√

BW1

N/A

ZA

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

DB2

DR2

ASA2

HRH2

√

N/A

N/A

N/A

N/A

√

√

√

√

√

23.

21 Mei 2019

Laporan Agenda Terbatas

Daftar Kehadiran

RA1

HMZ

SC

N/A

√

√

BW1

N/A

ZA

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

DB2

DR2

ASA2

HRH2

√

N/A

N/A

N/A

N/A

√

√

√

√

√

24.

28 Mei 2019

1.  Update BOD
2. Update SVP PMO terkait Format Laporan Radir
3. Laporan Agenda Terbatas

Daftar Kehadiran

RA1

HMZ

SC

BW1

ZA

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

DB2

DR2

ASA2

HRH2

√

√

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A

N/A

N/A

N/A

25.

11 Juni 2019

1.  Laporan Performansi Operasional & Revenue YtD Mei 2019
2. Update Rencana Pelaksanaan Acara Pisah Sambut BoD & BoC Telkom dan Halal Bi Halal  

TelkomGroup 2019

3. Laporan Agenda Terbatas

Daftar Kehadiran

RA1

HMZ

SC

BW1

ZA

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

DB2

DR2

ASA2

HRH2

√

-

√

√

√

-

-

√

√

N/A

N/A

N/A

N/A

N/A

26.

18 Juni 2019

1.  Laporan Performansi Operasional & Revenue MtD Juni 2019
2. Update Kesiapan Assessment KPKU 2019
3. Laporan Agenda Terbatas

Daftar Kehadiran

RA1

HMZ

SC

BW1

ZA

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

DB2

DR2

ASA2

HRH2

√

√

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A

N/A

N/A

N/A

27.

19 Juni 2019

Laporan Agenda Terbatas

Daftar Kehadiran

RA1

HMZ

SC

BW1

ZA

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

DB2

DR2

ASA2

HRH2

√

√

√

√

√

√

√

√

-

N/A

N/A

N/A

N/A

N/A

28.

20 Juni 2019

Laporan Agenda Terbatas

Daftar Kehadiran

RA1

HMZ

SC

BW1

ZA

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

DB2

DR2

ASA2

HRH2

√

√

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A

N/A

N/A

N/A

216

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianNo. Tanggal

Agenda/Pembahasan Rapat

29.

25 Juni 2019

1.  Laporan Performansi Operasional & Revenue YtD Mei 2019
2. Update Kesiapan Pelaksanaan Seremoni HUT Telkom ke-54
3. Laporan Agenda Terbatas

Daftar Kehadiran

RA1

HMZ

SC

BW1

ZA

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

DB2

DR2

ASA2

HRH2

√

√

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A

N/A

N/A

N/A

30.

2 Juli 2019

1.  Laporan Performansi Operasional & Revenue W3 Juni 2019
2. Laporan Kesiapan HUT Telkom ke-54
3. Update Future State Network Architecture
4. Laporan Agenda Terbatas

Daftar Kehadiran

RA1

HMZ

SC

BW1

ZA

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

DB2

DR2

ASA2

HRH2

√

√

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A

N/A

N/A

N/A

31.

9 Juli 2019

1.  Laporan Performansi Operasional & Revenue YtD Juni 2019
2. Laporan Agenda Terbatas

Daftar Kehadiran

RA1

HMZ

SC

BW1

ZA

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

DB2

DR2

ASA2

HRH2

√

√

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A

N/A

N/A

N/A

32.

16 Juli 2019

1.  Laporan Performansi Operasional & Revenue W2 Juli 2019
2. Laporan Agenda Terbatas

Daftar Kehadiran

RA1

HMZ

SC

BW1

ZA

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

DB2

DR2

ASA2

HRH2

√

√

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A

N/A

N/A

N/A

33.

24 Juli 2019

Laporan Agenda Terbatas

Daftar Kehadiran

RA1

HMZ

SC

BW1

ZA

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

DB2

DR2

ASA2

HRH2

√

√

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A

N/A

N/A

N/A

34.

30 Juli 2019

1.  Laporan Agenda Terbatas
2. Laporan Performansi Operasional & Revenue W4 Juli 2019
3. Laporan Agenda Terbatas

Daftar Kehadiran

RA1

HMZ

SC

BW1

ZA

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

DB2

DR2

ASA2

HRH2

√

√

-

-

√

√

√

√

√

N/A

N/A

N/A

N/A

N/A

35.

6 Agustus 2019

1.  Laporan Performansi Operasional & Revenue YtD Juli 2019
2. Laporan Agenda Terbatas

Daftar Kehadiran

RA1

HMZ

SC

BW1

ZA

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

DB2

DR2

ASA2

HRH2

√

√

√

-

√

√

√

-

√

N/A

N/A

N/A

N/A

N/A

36.

13 Agustus 2019

1.  Laporan Performansi Operasional & Revenue W1 Agustus 2019
2. Update Big Data Platform
3. Laporan Agenda Terbatas

Daftar Kehadiran

RA1

HMZ

SC

BW1

ZA

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

DB2

DR2

ASA2

HRH2

√

√

√

-

√

√

-

√

√

N/A

N/A

N/A

N/A

N/A

37.

20 Agustus 2019

1.  Laporan Performansi Operasional & Revenue Full Month Juli 2019 (Closing) & W2 Agustus 2019
2. Laporan Program FU HCM
3. Laporan Agenda Terbatas

Daftar Kehadiran

RA1

HMZ

SC

BW1

ZA

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

DB2

DR2

ASA2

HRH2

√

√

√

-

√

√

√

√

√

N/A

N/A

N/A

N/A

N/A

38.

23 Agustus 2019

Laporan Agenda Terbatas

Daftar Kehadiran

RA1

HMZ

SC

BW1

ZA

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

DB2

DR2

ASA2

HRH2

√

√

√

-

√

√

√

√

√

N/A

N/A

N/A

N/A

N/A

217

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianNo. Tanggal

Agenda/Pembahasan Rapat

39.

27 Agustus 2019

1.  Laporan Performansi Operasional & Revenue W3 Agustus 2019
2. Laporan Progress Implementasi SEADEX (FMC)
3. Update Solusi Digital Agriculture Agree
4. Laporan Agenda Terbatas

Daftar Kehadiran

RA1

HMZ

SC

BW1

ZA

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

DB2

DR2

ASA2

HRH2

√

√

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A

N/A

N/A

N/A

40. 3 September 2019 1.  Laporan Performansi Operasional & Revenue W4 Agustus 2019

2. Laporan FU DB: Hackaton dan Workshop FU DB
3. Laporan Agenda Terbatas

Daftar Kehadiran

RA1

HMZ

SC

BW1

ZA

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

DB2

DR2

ASA2

HRH2

41.

10 September 
2019

√

-

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A

N/A

N/A

N/A

1.  Laporan Performansi Operasional & Revenue Full Month Agustus (Outlook) &  

W1 September 2019

2. Laporan Agenda Terbatas
3. Laporan Agenda Terbatas
4. Laporan Agenda Terbatas

Daftar Kehadiran

RA1

HMZ

SC

BW1

ZA

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

DB2

DR2

ASA2

HRH2

√

√

√

√

-

√

√

-

√

N/A

N/A

N/A

N/A

N/A

42.

17 September 
2019

1.  Laporan Performansi Operasional & Revenue W2 September 2019
2. Update Game Developer
3. Laporan FU HCM (Digital HC Policy)
4. Laporan Agenda Terbatas

Daftar Kehadiran

RA1

HMZ

SC

BW1

ZA

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

DB2

DR2

ASA2

HRH2

√

√

√

√

-

√

√

√

√

N/A

N/A

N/A

N/A

N/A

43.

20 September 
2019

Laporan Agenda Terbatas

Daftar Kehadiran

RA1

HMZ

SC

BW1

ZA

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

DB2

DR2

ASA2

HRH2

√

√

√

-

-

√

-

√

√

N/A

N/A

N/A

N/A

N/A

44.

24 September 
2019

1.  Laporan Agenda Terbatas
2. Laporan Performansi Operasional & Revenue Full Month Agustus (Closing) &  

W3 September 2019 

3. Draft KM Direktorat SP & Direktorat DB Semester II 2019
4. Laporan FU DB: Update SmartCity
5. Update Guidance Penyusunan RKAP 2020
6. Laporan Agenda Terbatas

Daftar Kehadiran

RA1

HMZ

SC

BW1

ZA

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

DB2

DR2

ASA2

HRH2

√

√

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A

N/A

N/A

N/A

45.

1 Oktober 2019

Laporan Agenda Terbatas

Daftar Kehadiran

RA1

HMZ

SC

BW1

ZA

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

DB2

DR2

ASA2

HRH2

√

√

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A

N/A

N/A

N/A

46.

2 Oktober 2019

Laporan Agenda Terbatas

Daftar Kehadiran

RA1

HMZ

SC

BW1

ZA

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

DB2

DR2

ASA2

HRH2

√

√

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A

N/A

N/A

N/A

47.

11 Oktober 2019

1.  Laporan Performansi Operasional & Revenue Full Month September 2019
2. Laporan Agenda Terbatas

Daftar Kehadiran

RA1

HMZ

SC

BW1

ZA

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

DB2

DR2

ASA2

HRH2

√

√

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A

N/A

N/A

N/A

218

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianNo. Tanggal

Agenda/Pembahasan Rapat

48.

15 Oktober 2019

1.  Laporan Performansi Operasional & Revenue W2 Oktober 2019
2. Laporan Agenda Terbatas

Daftar Kehadiran

RA1

HMZ

SC

BW1

ZA

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

DB2

DR2

ASA2

HRH2

√

-

√

√

√

√

√

-

√

N/A

N/A

N/A

N/A

N/A

49.

22 Oktober 2019

1.  Laporan Agenda Terbatas
2. Laporan Performansi Operasional & Revenue W3 Oktober 2019
3. Laporan Agenda Terbatas

Daftar Kehadiran

RA1

HMZ

SC

BW1

ZA

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

DB2

DR2

ASA2

HRH2

√

√

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A

N/A

N/A

N/A

50.

25 Oktober 2019

Laporan Agenda Terbatas

Daftar Kehadiran

RA1

HMZ

SC

BW1

ZA

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

DB2

DR2

ASA2

HRH2

√

√

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A

N/A

N/A

N/A

51.

5 November 2019

1.  Laporan Performansi Operasional & Revenue YtD Oktober 2019

2. Update Wisuda Purnabakti
3. Laporan Agenda Terbatas

Daftar Kehadiran

RA1

HMZ

SC

BW1

ZA

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

DB2

DR2

ASA2

HRH2

√

√

√

√

√

√

√

√

-

N/A

N/A

N/A

N/A

N/A

52.

12 November 2019 1.  Laporan Performansi Operasional & Revenue W1 November 2019

2. Laporan Agenda Terbatas

Daftar Kehadiran

RA1

HMZ

SC

BW1

ZA

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

DB2

DR2

ASA2

HRH2

√

√

√

√

√

√

√

√

-

N/A

N/A

N/A

N/A

N/A

53.

21 November 2019 1.  Laporan Performansi Operasional & Revenue YtD Oktober 2019

2. Laporan Agenda Terbatas

Daftar Kehadiran

RA1

HMZ

SC

BW1

ZA

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

DB2

DR2

ASA2

HRH2

√

√

√

√

√

-

-

√

√

N/A

N/A

N/A

N/A

N/A

54.

25 November 
2019

Laporan Agenda Terbatas

Daftar Kehadiran

RA1

HMZ

SC

BW1

ZA

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

DB2

DR2

ASA2

HRH2

√

√

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A

N/A

N/A

N/A

55.

26 November 
2019

1.  Laporan Performansi Operasional & Revenue W3 November 2019
2. Laporan Agenda Terbatas

Daftar Kehadiran

RA1

HMZ

SC

BW1

ZA

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

DB2

DR2

ASA2

HRH2

√

√

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A

N/A

N/A

N/A

56.

3 Desember 2019

1.  Laporan Performansi Operasional & Revenue W4 November 2019
2. Laporan Agenda Terbatas

Daftar Kehadiran

RA1

HMZ

SC

BW1

ZA

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

DB2

DR2

ASA2

HRH2

√

-

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A

N/A

N/A

N/A

57.

10 Desember 2019 1.  Laporan Performansi Operasional & Revenue (Outlook) YtD November dan W1 Desember 2019

2. Laporan Agenda Terbatas

Daftar Kehadiran

RA1

HMZ

SC

BW1

ZA

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

DB2

DR2

ASA2

HRH2

√

√

√

-

√

√

√

√

√

N/A

N/A

N/A

N/A

N/A

58.

13 Desember 2019 Laporan Agenda Terbatas

Daftar Kehadiran

RA1

HMZ

SC

BW1

ZA

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

DB2

DR2

ASA2

HRH2

√

√

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A

N/A

N/A

N/A

219

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianNo. Tanggal

Agenda/Pembahasan Rapat

59.

17 Desember 2019 1.  Laporan Agenda Terbatas

2. Laporan Performansi Operasional & Revenue YtD November (P&L, AR/BPPU, CF,  

Capex Weekly) dan W2 Desember 2019

3. Update Smart City (Smart City Navigator, Smart Village Nusantara)
4. Update Kesiapan TelkomClick 2020
5. Laporan Agenda Terbatas

Daftar Kehadiran

RA1

HMZ

SC

BW1

ZA

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

DB2

DR2

ASA2

HRH2

√

√

√

√

√

√

-

√

√

N/A

N/A

N/A

N/A

N/A

60.

27 Desember 
2019

Laporan Performansi Operasional & Revenue W3 Desember 2019

Daftar Kehadiran

RA1

HMZ

SC

BW1

ZA

EA1

EW1

FRD1

AS1

AJS2

DB2

DR2

ASA2

HRH2

-

√

√

√

√

√

√

-

-

N/A

N/A

N/A

N/A

N/A

Keterangan: 

RA

Ririek Adriansyah 

HMZ

Harry Mozarta Zen

ZA

EA

Zulhelfi Abidin

Edwin Aristiawan  

SC

Siti Choiriana

EW Edi Witjara  

BW Bogi Witjaksono  

FRD Faizal Rochmad Djoemadi  

AS

AJS

DB

DR

Achmad Sugiarto  

Alex Janangkih Sinaga 

David Bangun 

Dian Rachmawan 

ASA

HRH

1

2

Abdus Somad Arief 

Herdy Rosadi Harman 

Sejak 24 Mei 2019

Sampai dengan 24 Mei 2019

Rekapitulasi Kehadiran Direksi dalam Rapat Internal

No. Nama

Jumlah Rapat

Jumlah Kehadiran

Persentase Kehadiran
%

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

Ririek Adriansyah (1)

Harry Mozarta Zen

Siti Choiriana

Bogi Witjaksono (1)

Zulhelfi Abidin

Edwin Aristiawan (1)

Edi Witjara (1)

Faizal Rochmad Djoemadi (1)

Achmad Sugiarto (1)

Alex Janangkih Sinaga (2)

David Bangun (2)

Dian Rachmawan (2)

Abdus Somad Arief (2)

Herdy Rosadi Harman (2)

Keterangan:
(1)  Sejak 24 Mei 2019
(2)  Sampai dengan 24 Mei 2019

37

60

60

37

60

37

37

37

37

23

23

23

23

23

36

56

56

30

55

35

32

33

33

20

22

21

22

21

97

93

93

81

92

95

86

89

89

87

96

91

96

91

220

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianSEKRETARIS PERUSAHAAN

Telkom memiliki Sekretaris Perusahaan/Investor Relations yang memfasilitasi komunikasi internal Direksi dan Dewan 
Komisaris. Selain itu, dalam hal komunikasi eksternal, Sekretaris Perusahaan/Investor Relations memiliki fungsi untuk 
menjalin hubungan antara Perusahaan dengan para pemangku kepentingan, terutama Pemerintah, pemegang saham, 
dan  Otoritas  Jasa  Keuangan.  Dari  sisi  kepatuhan,  Sekretaris  Perusahaan  juga  berperan  penting  dalam  memastikan 
Telkom dapat mengikuti peraturan perundang-undangan pasar modal.

PROFIL SEKRETARIS PERUSAHAAN 

Andi Setiawan
Lahir 
Usia/Umur 
Kewarganegaraan  
Domisili   

: 6 Juni 1978
: 41 tahun
: Indonesia
: Jakarta

Riwayat Pendidikan

2002

Sarjana  Manajemen  Keuangan,  Universitas 
Indonesia, Indonesia.

Dasar Penunjukan
Surat Keputusan Direksi Perseroan.

Periode Jabatan
Berlaku  sejak  tanggal  4  Maret  2015  sampai  dengan 
sekarang.

Riwayat Jabatan

2014-2015

2010-2014

2007-2010

PT  Telekomunikasi  Selular  sebagai  GM 
Investor Relation.

PT  Summarecon  Agung  Tbk  sebagai 
Manager Investor Relations.

PT  Bakrieland  Development  Tbk  sebagai 
Manager Sekretaris Perusahaan.

2004-2007

PT  Pemeringkat  Efek  Indonesia  sebagai 
Corporate Rating Analyst.

FUNGSI SEKRETARIS PERUSAHAAN

Fungsi Sekretaris Perusahaan yaitu mencakup: 
1.  Menyiapkan 

dan  mengomunikasikan 

informasi 
yang  akurat,  lengkap,  dan  tepat  waktu  mengenai 
kinerja  dan  prospek  Perusahaan  kepada  pemangku 
kepentingan. 

2.  Sinergi  dengan  unit  terkait  termasuk  dengan  entitas 
anak  untuk  sosialisasi,  implementasi,  monitoring,  dan 
penelaahan GCG, beserta pelaksanaannya. 

3.  Membantu Direksi dalam berbagai kegiatan, informasi, 

dan dokumentasi antara lain: 
a.  Membuat Daftar Pemegang Saham.
b.  Menghadiri  Rapat  Direksi  dan  membuat  minute  

of meeting.

c.  Mengorganisasikan penyelenggaraan RUPS.

4.  Memublikasikan  informasi  Perusahaan  secara  taktis, 

strategis, dan tepat waktu. 

221

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB 
SEKRETARIS PERUSAHAAN 

Sekretaris  Perusahaan  memiliki  tugas  dan  tanggung 
jawab sebagai berikut:
1.  Menyiapkan penyelenggaraan RUPS, termasuk materi, 

khususnya Laporan Tahunan (Annual Report);

2.  Menghadiri  rapat  Direksi  dan  rapat  gabungan  antara 

Dewan Komisaris dengan Direksi;

3.  Mengelola  dan  menyimpan  dokumen  yang  terkait 
dengan kegiatan Perusahaan meliputi dokumen RUPS, 
risalah  rapat  Direksi,  risalah  rapat  gabungan  antara 
Direksi  dengan  Dewan  Komisaris,  dan  dokumen-
dokumen Perusahaan penting lainnya; dan

4.  Menentukan  kriteria  mengenai 

jenis  dan  materi 
informasi yang dapat disampaikan kepada stakeholder, 
termasuk  informasi  yang  dapat  disampaikan  sebagai 
dokumen publik.

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian 
 
 
 
 
PELAKSANAAN KEGIATAN SEKRETARIS PERUSAHAAN

Sepanjang tahun 2019, Sekretaris Perusahaan Telkom telah menyelenggarakan kegiatan sebagai berikut: 

No.

Tanggal

Nama Kegiatan

Penyelenggara

Lokasi

16 Januari 

23 Januari 

31 Januari 

Nomura Indonesia All Access (IDAA) 
2019 

Nomura

Indonesia

Investor Day with Citi

Citi

Singapura

Mandiri Investment Forum 2019

Mandiri Sekuritas

Indonesia

15 Februari 

Investor Day with UBS

UBS Indonesia Conference 2019 

UBS

UBS

Hong Kong

Indonesia

J.P. Morgan ASEAN TMT 1x1 Forum 

J.P. Morgan

Singapura

4 Maret 

6 Maret 

7 - 8 Maret 

Investor Day with Morgan Stanley

Morgan Stanley

Inggris

19 Juni 

27 Juni 

Asia TMI Conference 2019

CGS-CIMB 13th Annual Indonesia 
Conference

10.

12 Juli 

Investor Day with UBS

11.

7 Agustus 

CITI - Indonesia Investor Conference 
2019 

UBS

CIMB

UBS

Citi

Indonesia

Indonesia

Hong Kong

Indonesia

26 - 27 Agustus 

Macquarie ASEAN Conference 2019

Macquarie

Singapura

3 September 

Investor Day with Citi

14.

4 - 5 September 

Citi's GEMS Conference 2019

15.

6 September 

Investor Day with Citi

11 - 13 September 

26th CLSA Investor Forum

12 - 13 November 

Daiwa Investment Conference Hong 
Kong 2019

15 November 

Investor Day with HSBC

Citi

Citi

Citi

CLSA

Daiwa

HSBC

Amerika 
Serikat

Amerika 
Serikat

Amerika 
Serikat

Hong Kong

Hong Kong

Singapura

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

12.

13.

16.

17.

18.

19.

19 & 21 November 

Investor Day with Macquarie

Macquarie

Australia

20.

2 - 3 Desember 

Investor Day with CLSA 

21.

4 - 6 Desember 

Investor Day with BofA

CLSA

BofA

Denmark dan 
Perancis

Inggris

22.

10 - 11 Desember 

Investor Day with Indonesian Ministry 
of State-Owned Enterprise

Bahana

Singapura

222

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPENDIDIKAN DAN PELATIHAN SEKRETARIS PERUSAHAAN 

Dalam  rangka  pengembangan  kompetensi  Sekretaris  Perusahaan/Investor  Relation,  Perseroan  telah  melaksanakan 

pelatihan untuk unit Investor Relation antara lain:

No.

Tanggal

Nama Kegiatan

Penyelenggara

Lokasi

1.

10 Januari 

2.

3.

4.

5.

12 Februari 

11 Maret 

31 Mei 

17 - 21 Juni  dan
28 Oktober - 1 
November 

6.

24 Juni 

7.

8.

9.

27 Juni 

7 Agustus 

13 Agustus 

10.

15 Agustus 

Sosialisasi Perubahan Peraturan Nomor I-A Bursa 
Efek Indonesia tentang Pencatatan Saham dan 
Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang 
Diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat dan 
Implementasi Notasi Khusus

Bursa Efek 
Indonesia

Indonesia

Seminar POJK Nomor 36/POJK.04/2018 tentang 
Tata Cara Pemeriksaan di Sektor Pasar Modal

Otoritas Jasa 
Keuangan

Next Step in Sustainability Report: How to Start & 
Common Technical Issues in Reporting?

Bursa Efek 
Indonesia

Indonesia

Indonesia

BNY Mellon 12th Annual Depositary Receipt 
Issuers Conference Asia Pacific

Leadership Training - Great People Managerial 
Program 3

BNY Mellon

Vietnam

Telkom CorpU

Indonesia

Sosialisasi POJK 14/POJK.04/2019 tentang 
Penambahan Modal Perusahaan Terbuka 
dengan Memberikan Hak Memesan Efek 
Terlebih Dahulu

Understanding an Award Winning Report & 
Reporting the SDGs

Indonesia

•  Bursa Efek 
Indonesia

•  Asosiasi Emiten 

Indonesia

CSR Works

Indonesia

Update Knowledge - Macro Economic 2020 & 
Finance Regulatory Update

Telkom CorpU

Indonesia

Memahami Peraturan Buyback Saham terkait 
POJK No. 30/POJK.04/2017

Bursa Efek 
Indonesia

Memahami Informasi yang Perlu Disampaikan 
dalam Laporan Keberlanjutan

ProAd 
Communications

Indonesia

Indonesia

11.

2 September 

Sosialisasi Kondisi Terkini dan Prospek 
Perekonomian ke Depan

Telkom CorpU

Indonesia

12.

4 - 5 September 

Asia Sustainability Reporting Summit 2019

13.

22 Oktober 

Workshop Pemahaman, Perencanaan dan 
Penyusunan Laporan Keberlanjutan Berdasarkan 
POJK No. 51/POJK.03/2017 

14.

12 - 13 Desember 

Form 20-F In-depth Workshop 

15.

18 Desember 

Lokakarya Alignment POJK No. 51/POJK.03/2017 
dan Monitoring dan Evaluasi SDGs Khususnya 
Non-Pemerintah

Singapura

Indonesia

Amerika 
Serikat

Indonesia

CSR Works 
International

Asosiasi Emiten 
Indonesia 

Practising Law 
Institute 

•  Kementerian 
Perencanaan 
Pembangunan 
Nasional/Badan 
Perencanaan 
Pembangunan 
Nasional 
(Bappenas)
•  Otoritas Jasa 
Keuangan
•  Bursa Efek 
Indonesia

16.

20 Desember 

Forum Koordinasi Investor Relations Bank/
Korporasi 2019 

Bank Indonesia 

Indonesia

223

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianUNIT AUDIT 
INTERNAL

Bagi Telkom, Unit Audit Internal atau Departemen Internal 

5.  Melakukan 

review  dan/atau  audit  atas 

laporan 

Audit  (IA)  merupakan  katalisator  dalam  meningkatkan 

keuangan Perusahaan secara periodik;

efektifitas operasional usaha. Pada praktiknya, Unit Audit 

6.  Melakukan pemeriksaan kepatuhan terhadap ketentuan 

Internal  memberikan  pandangan  dan  menyampaikan 

peraturan dan perundang-undangan yang terkait;

berbagai  rekomendasi  secara  independen  dan  objektif 

mengenai  kondisi  pengendalian  internal,  pengelolaan 

7.  Mengidentifikasi alternatif perbaikan dan peningkatan 
efisiensi  dan  efektivitas  penggunaan  sumber  daya  

risiko, dan proses Tata Kelola Perusahaan dalam kegiatan 

dan dana;

bisnis Telkom.

PEDOMAN/PIAGAM AUDIT 
INTERNAL (INTERNAL AUDIT 
CHARTER)

Kegiatan  Unit  IA  Telkom  mengacu  pada  Piagam  Internal 

Audit  IA  Charter  yang  memaparkan  visi,  misi,  struktur, 
status,  tugas,  tanggung  jawab,  dan  wewenang  IA,  serta 

persyaratan  personil  auditor  IA.  Penyusunan  IA  Charter 

berpedoman pada standar Internasional yang dikeluarkan 

oleh  Institute  of  Internal  Auditor  (IIA),  dan  tertuang 

dalam  Keputusan  Direksi  No.Tel.09/PW000/UTA/ 

COP-C0000000/2015  tanggal  12  Februari  2015  perihal 

Internal  Audit  Charter,  serta  telah  disetujui  oleh  Direktur 

Utama maupun Komite Audit.

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB 
UNIT AUDIT INTERNAL

8.  Membuat 

laporan  hasil  audit  dan  menyampaikan 
laporan  tersebut  kepada  Direktur  Utama  dan  Dewan 

Komisaris melalui, Ketua Komite Audit;

9.  Memantau, menganalisis, dan melaporkan pelaksanaan 

tindak lanjut perbaikan yang telah disarankan;

10. Memberikan  saran  perbaikan  dan  informasi  yang 
objektif  tentang  kegiatan  yang  diperiksa  pada  semua 

tingkat  manajemen  Perseroan  dan  Perusahaan  

afiliasi Perseroan;

11.  Memberikan 

konsultasi  yang  dibutuhkan  oleh 
manajemen  Perseroan  dan  Perusahaan  afiliasi 

Perseroan 

yang 

sifat 

cakupan  penugasannya  

telah disepakati;

12. Melakukan  kegiatan  sebagaimana  angka  2  sampai 
dengan  angka  10  pada  Perusahaan  afiliasi  Perseroan 

atas 

permintaan  Direktur  Utama 

Perseroan  

(instruksi manajemen);

13. Bekerja  sama  dengan  Komite  Audit,  termasuk  di 
tindak 

dalamnya  adalah  melakukan  monitoring 

lanjut  atas  rekomendasi  hasil  pemeriksaan  yang 

berdampak signifikan dan melaporkan hasilnya kepada  

Tugas  dan  tanggung  jawab  Internal  Audit  berdasarkan 

Komite Audit;

Piagam Internal Audit (Internal Audit Charter) yaitu:

1.  Menyusun rencana Internal Audit Tahunan;

14. Menyusun  metodologi  evaluasi  dan  program  untuk 
meningkatkan  mutu  kegiatan  Internal  Audit  bekerja 

2.  Melaksanakan  rencana  Internal  Audit  Tahunan  yang 

sama/koordinasi dengan Komite Audit;

telah  dikonsultasikan  kepada  Komite  Audit  atau 

ditinjau oleh Komite Audit;

15. Melakukan  review  dan/atau  pemeriksaan  pendalaman 
rangka 

atas  permintaan  Komite  Audit  dalam 

3.  Menguji  dan  mengevaluasi  kecukupan  pelaksanaan 

menindaklanjuti  whistleblower  dan/atau  dugaan 

pengendalian  internal  dan  sistem  manajemen  risiko 

adanya  kecurangan  (fraud)  pada  Perseroan  atau 

sesuai dengan kebijakan Perusahaan;

Perusahaan  afiliasinya,  dan  menyampaikan  hasil 

4.  Melakukan pemeriksaan dan penilaian atas efisiensi dan 
efektivitas di bidang keuangan, akuntansi, operasional, 
sumber daya manusia, pemasaran, teknologi informasi, 

pemeriksaan  tersebut  kepada  Direktur  Utama  dan 

Komite Audit; dan

16. Melakukan  pemeriksaan  pendahuluan  dengan  tujuan 

dan kegiatan lainnya;

tertentu.

224

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPROFIL KEPALA UNIT AUDIT INTERNAL

Harry Suseno Hadisoebroto 

Lahir 

: Bandung, 24 Juni 1966

Usia/Umur 

: 53 Tahun

Kewarganegaraan : Indonesia

Domisili   

: Bandung

Riwayat Pendidikan

1990

1999

Graduate  Study:  Civil  Engineering  (Ir.),  Institut 
Teknologi Bandung, Bandung, Indonesia.

Postgraduate  Study:  Engineering  -  Project 
Management (MSc.), University of Manchester, 
Institute 
Technology, 
Manchester, Inggris.

Science 

and 

of 

Dasar Penunjukan
Surat  Keputusan  Direksi  No.1905/PS720/HCC-10/2015 

tanggal  9  Juni  2015  yang  mulai  berlaku  sejak  tanggal  

1  Juli  2015  hingga  saat  ini.  Berdasarkan  surat  keputusan 

tersebut, Kepala Unit Audit Internal diangkat langsung oleh  

Direktur Utama. 

Periode Jabatan
1 Juli 2015 sampai dengan sekarang.

Riwayat Jabatan

2015 – Sekarang 

SVP Internal Audit, PT Telkom Indonesia, Tbk.

2014 - 2015

2011 - 2014

2010 - 2011

SVP Internal Audit, PT Telekomunikasi Seluler

VP Infrastructure & Supply Management Audit, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.

AVP Infrastructure Audit, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.

2007 - 2009

Deputy General Manager Kandatel Malang, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.

225

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian 
STRUKTUR DAN KEDUDUKAN UNIT AUDIT INTERNAL

IA Telkom terdiri atas 93 orang Karyawan, yang bertanggung jawab langsung kepada Direktur Utama, sejalan dengan 

prinsip GCG dan ketentuan regulasi yang berlaku. SVP IA yang diangkat dan diberhentikan oleh Direktur Utama atas 

persetujuan Dewan Komisaris. 

Jika SVP IA tidak memenuhi persyaratan dan atau gagal atau tidak cakap menjalankan tugasnya, maka Direktur Utama 

dapat memberhentikan SVP IA tersebut dengan persetujuan Dewan Komisaris. Hal ini sejalan dengan Peraturan OJK 

No. 56/POJK.04/2015 tentang “Pembentukan dan Pedoman Penyusunan Piagam Unit Audit Internal”. Masa tugas SVP 

IA  paling  lama  3  (tiga)  tahun  dan  dapat  diangkat  kembali  untuk  satu  periode  berikutnya.  Hingga  akhir  tahun  2019, 

Berikut adalah bagan struktur organisasi IA Telkom. 

SVP INTERNAL AUDIT

VP PLANNING & 
DEVELPOMENT AUDIT

VP INFRASTRUCTURE & 
OPERATION AUDIT

VP IT AUDIT

VP INTEGRATED & 
FINANCIAL AUDIT

AVP SYSTEM 
DEVELOPMENT QUALITY 
ASSURANCE

AVP INFRASTRUCTURE & 
SUPPLY AUDIT

AVP APPLICATION 
TRANSACTION AUDIT

AVP ICOFR & RISK 
MANAGEMENT AUDIT

AVP RESOURCE & 
ADMINISTRATION

AVP SERVICE 
OPERATION & SUPPORT 
AUDIT

AVP IS OPERATION 
AUDIT

AVP FINANCIAL & ASSET 
MANAGEMENT AUDIT

AVP AUDIT PARTNER 1

AVP SERVICE DELIVERY 
AUDIT

AVP INFORMATION 
SECURITY AUDIT

AVP A&A COMPLIANCE 
AUDIT

AVP AUDIT PARTNER 2

AVP AUDIT PARTNER 3

POOL OF AUDITOR

226

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPELAKSANAAN KEGIATAN UNIT AUDIT INTERNAL

IA  Telkom  setiap  tahun  membuat  Rencana  Kerja  yang  dituangkan  dalam  Program  Kerja  Audit  Tahunan  Departemen 
Internal  Audit.  Pada  tahun  2019,  Unit  IA  telah  melaksanakan    70  (tujuh  puluh)  penugasan,  yang  mencakup  kegiatan 

audit, konsultasi, evaluasi, dan review sebagai berikut: 

Sub Departemen

Audit

Konsultansi

Review

Evaluasi

Jumlah

Infrastructure & Operation Audit (IOA)

Integrated & Financial Audit (IFA)

Information & Technology Audit (ITA)

Total

9

7

12

28 

8

5

9

22

-

15

-

15 

-

5

-

5

17 

32

21

70

KUALIFIKASI, SERTIFIKASI, DAN KOMPETENSI AUDIT INTERNAL

Per  31  Desember  2019,  karyawan  di  IA  Telkom  memiliki  berbagai  sertifikasi  yang  dibutuhkan  untuk  melaksanakan 
pekerjaannya dengan terstandar dan kualitas pengawasan internal dapat terjamin berjalan baik. Berikut adalah detail 
sertifikasi yang dimiliki oleh anggota Internal Audit Telkom pada akhir 2019. 

No.

Jenis Sertifikasi

Jumlah Sertifikasi

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

Certification in Risk Management Assurance (CRMA) 

Certified Accountant (CA)

Certified Data Center Specialist (CDCS)

Certified Data Center Prosessional (CDCP)

Certified Ethical Hacker (CEH)

Certified Fraud Examiner (CFE)

Certified Forensic Auditor (CFrA)

Certified Information Systems Auditor (CISA)

Certified Internal Auditor (CIA)

Certified IT Infrastructure Library

ISO (9000, 9001, 9002, 9003, 14001, 18001, 20000, 22301, 27001)

Qualified Internal Audit (QIA)

Jumlah

1

2

1

1

1

1

1

2

2

1

7

5

25

PENDIDIKAN DAN PELATIHAN AUDIT INTERNAL

Telkom  memahami  pentingnya  menjaga  kompetensi  anggota  Unit  Internal  Audit.  Untuk  itu,  sepanjang  tahun  2019, 
Telkom mengikutsertakan para anggota Unit Internal Audit pada berbagai kegiatan pendidikan dan pelatihan sebagai 

berikut: 

Program

Culture

Leadership

Business

Technical

Certification

Sharing Knowledge

Jumlah

Jumlah Peserta

Jumlah Hari

111 

15

54 

125

4

7

316

426

73

59

314

8

9

889

227

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianSISTEM PENGENDALIAN INTERNAL

Telkom  memiiki  kewajiban  untuk  membangun,  memelihara,  menguji,  dan  mengungkapkan  efektivitas  pengendalian 

internal  atas  pelaporan  keuangan,  yang  sejalan  dengan  ketentuan  SOX  Section  404.  Selain  itu,  penerapan  Sistem 

Pengendalian Internal (SPI) bertujuan untuk mendapatkan kepercayaan publik mengenai efektivitas pelaporan keuangan 

dan penyusunan laporan keuangan konsolidasian yang sesuai dengan Standar Akuntasi Keuangan dari Ikatan Akuntan 

Indonesia. Terkait hal tersebut, Telkom memiliki SPI di bawah pengawasan Direktur Utama dan Direktur Keuangan, serta 

dijalankan oleh Direksi, manajemen, dan personel lainnya.

KERANGKA (FRAMEWORK) PENGENDALIAN INTERNAL

Internal  Control-Integrated  Framework  2013  dari  The  Committee  of  Sponsoring  Organizations  of  the  Treadway 

Commission (COSO) menjadi referensi penerapan SPI di Telkom. Selain mengacu pada COSO framework, Telkom juga 

berkomitmen untuk terus memastikan bahwa kebijakan, kepatuhan Perusahaan dan seluruh aktivitas bisnis dilakukan 

sesuai dengan ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku, baik internal maupun eksternal seperti legal advisory, legal 

opinion,  legal  review  dan  litigation.  Unit  yang  bertanggung  jawab  dalam  kepatuhan  terhadap  perundang-undangan 

yaitu Unit Legal & Compliance di bawah Departemen Sekretaris Perusahaan (Corporate Secretary).

Sesuai  dengan  COSO  Framework,  Telkom  menerapkan  lima  komponen  pengendalian  internal  yang  saling  terikat  di 

semua tingkat dan unit bisnis Perusahaan, yaitu:
1.  Lingkungan Pengendalian 

a.  Demonstrates commitment to integrity and ethical values. 
b.  Exercises oversight responsibility.
c.  Establishes structure, authority and responsibility.
d.  Demonstrates commitment to competence.
e.  Enforces accountability.

2.  Penilaian Risiko 

a.  Specifies relevant objectives 

b.  Identifies and analyzes risk.

c.  Assesses fraud risk.

d.  Identifies and analyzes significant change.

3.  Aktivitas Pengendalian 

a.  Selects and develops control activities.
b.  Selects and develops general controls over technology.
c.  Deploys through policies and procedures.

4.  Informasi dan Komunikasi 

a.  Uses relevant information.
b.  Communicates internally.
c.  Communicates externally.

5.  Aktivitas Pemantauan 

a.  Conducts ongoing and/or separate evaluations.
b.  Evaluates and communicates deficiencies.

228

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian 
 
 
 
 
 
Kelima  komponen  tersebut  telah  diterapkan  dan  diaplikasikan  ke  dalam  kebijakan-kebijakan  Telkom,  di  antaranya 

sebagai berikut: 

PENERAPAN PENGENDALIAN INTERNAL DI TELKOM

Lingkungan Pengendalian

·  Telkom  membangun  budaya  Perusahaan  sebagai  panduan  bagi  para  pemegang  peran  utama  dalam  membangun  pola 

kepemimpinan dan memperkuat sinergi organisasi, serta mempertinggi sustainability competitive growth berdasarkan nilai-

nilai yang telah dirumuskan dalam The Telkom Way. Hal tersebut yang diperkuat dan dipelihara secara berkelanjutan yang 

mencakup  empat  dimensi,  yaitu  dimensi  spiritual,  dimensi  emotional,  dimensi  intellectual  dan  dimensi  physical  sekaligus 

great spirit dari core values yakni 3S: Solid, Speed, Smart.

·  Telkom memastikan efektivitas penyelenggaraan aktivitas Internal Audit yang dilaksanakan dengan mengimplementasikan 

prasyarat  SOA  302/404  dan  dikelola  dengan  pendekatan  risk  based  audit.  Telkom  juga  memastikan  terselenggaranya 

koordinasi  dan  kerja  sama  yang  efektif  dengan  pihak  internal  maupun  pihak  eksternal,  serta  risiko  bisnis  pada  seluruh 

aktivitas bisnis telah dikelola secara memadai dengan sistem internal control. 

·  Telkom memiliki Direktori Kompetensi yang menetapkan kebutuhan kompetensi Perusahaan. Salah satunya yaitu Stream 

Finance  yang  meliputi  kompetensi  Corporate  Finance  dengan  sub  area  kompetensi  Capital  Structure  dan  Working 

Capital  Management  (Treasury  Management).  Kemudian,  Accounting  dengan  sub  area  kompetensi  Financial  Accounting, 

Management Accounting dan Corporate Tax. Kebijakan pengembangan kompetensi ditujukan untuk menciptakan karyawan 

yang unggul, berkualitas global, dan berdaya saing tinggi.

Penilaian Risiko

·  Telkom  memiliki  beberapa  pertimbangan  dalam  menyusun  kebijakan  akuntansi  seperti  Pernyataan  Standar  Akuntansi 

Keuangan (PSAK), Interpretasi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (ISAK), International Accounting Standards (IAS), 

Undang-undang yang terkait, dan perubahan lingkungan internal yang berdampak.

·  Telkom memiliki prinsip asersi keuangan dalam perencanaan ICOFR yang diperhatikan dengan baik oleh semua karyawan 

yang terkait.

·  Telkom mengelola risiko Perusahaan yang muncul baik internal maupun eksternal dengan mekanisme yang telah ditentukan. 

·  Telkom juga menerapkan sistem pengendalian kebijakan anti fraud dan memiliki pencegahan potensi fraud.

Aktivitas Pengendalian

·  Telkom menetapkan BPO (Business Process Owner) dan AO (Application Owner) yang memiliki tugas dan tanggung jawab 

terkait ICOFR.

·  Kaidah penentuan risiko dan pengendalian internal mengacu pada kebijakan ICOFR yang terdiri dari segregation of duties, 

penentuan risiko, dan penentuan pengendalian internal.

·  Telkom  memiliki  pedoman  penerapan  sekuriti  sistem  informasi  yang  selaras  dengan  kebutuhan  Perusahaan  dan  dapat 

dilaksanakan secara berkesinambungan.

Informasi dan Komunikasi

·  Telkom memiliki kebijakan akuntansi yang diterapkan berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia dan IFRS, yang 

diuraikan berdasarkan prinsip-prinsip akuntansi dan penerapan, termasuk informasi atau data yang terkait dalam proses dan 

pengungkapan pelaporan keuangan, serta mengatur tentang komponen laporan keuangan konsolidasian. 

·  Telkom  memiliki  kebijakan  teknologi  informasi  yang  memberikan  kerangka  acuan  bagi  setiap  proses  maupun  unit  yang 

terkait  dengan  penyelenggaraan  TI  Perusahaan  dalam  penyusunan  dan  penetapan  petunjuk  pelaksanaan  dan  prosedur. 

Ruang lingkup peraturan TI di Perusahaan Telkom mencakup aspek tata kelola TI governance dan TI management.

Aktivitas Pemantauan

·  Telkom memiliki Internal Audit Charter yang mencakup persyaratan auditor di unit Internal Audit, yaitu memiliki integritas 

dan perilaku yang profesional, pengetahuan tentang risiko dan pengendalian yang penting di bidang teknologi informasi, 

pengetahuan tentang peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.

·  CEO  Telkom  senantiasa  meningkatkan  awareness  dari  management  terkait  audit  maupun  change  management  dalam 

bentuk CEO Notes dan menetapkan Integrated Audit, serta membentuk Probis IFRS.

Telkom  telah  melakukan  suatu  penilaian  atas  keefektivitasan  pengendalian  internal  atas  pelaporan  keuangan 

TelkomGroup pada tanggal 31 Desember 2019.  Proses penilaian ini sejalan dengan Peraturan Menteri Badan Usaha Milik 

Negara Pasal 26 Ayat 2 Tahun 2011 dan berdasarkan hasil penilaiannya secara keseluruhan, Telkom tidak menemukan 

adanya  hal-hal  material  yang  dapat  mengindikasikan  adanya  suatu  pengendalian  internal  atas  pelaporan  keuangan 

TelkomGroup yang tidak efektif pada tanggal 31 Desember 2019.

229

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianSISTEM MANAJEMEN RISIKO

Telkom  menerapkan  manajemen  risiko  sebagai  bentuk  kepatuhan  (compliance)  terhadap  regulasi  yang  berlaku  dan 

dalam  rangka  melindungi  aset  dan  kegiatan  usaha.  Selain  itu,  penerapan  manajemen  risiko  juga  menciptakan  nilai 

(creating value) bagi para pemangku kepentingan. Peran dan fungsi manajemen risiko Telkom yaitu mendukung bisnis 

telekomunikasi dengan cakupan area bisnis yang luas di tengah berbagai risiko usaha terkait transformasi komunikasi 

di era digital, investasi yang sangat besar dengan tingkat kompetisi tinggi, perkembangan teknologi yang cepat, dan 

dinamika regulasi di sektor industri telekomunikasi dan informasi.

GAMBARAN UMUM MENGENAI SISTEM MANAJEMEN RISIKO

Peraturan Menteri BUMN No.1 Tahun 2011 mewajibkan BUMN, termasuk Telkom menerapkan manajemen risiko. Selain 

itu,  pelaksanaan  manajemen  risiko  juga  merupakan  kewajiban  Telkom  sebagai  Perusahaan  yang  terdaftar  di  Bursa 

Saham New York (NYSE) untuk memenuhi Sarbanes-Oxley Act, khususnya article 302 dan 404.

Kebijakan dan (Framework) Sistem Manajemen Risiko

Peraturan Direksi  No.PD.614.00/r.00/HK.200/COP-D0030000/2015 tanggal 30 September 2015 tentang Manajemen 

Risiko  Perusahaan  (Telkom  Enterprise  Risk  Management)  dan  Peraturan  Direktur  Keuangan  nomor  PR.614.01/r.00/

HK200/COP-D0030000/2016 tentang Pedoman Implementasi Manajemen Risiko Perusahaan (Telkom Enterprise Risk 
Management) menjadi landasan Kebijakan Manajemen Risiko Telkom.

Kerangka utama Manajemen Risiko di Telkom mengacu kepada kerangka dari COSO (COSO ERM Framework), yang 

mencakup tiga komponen utama:
1.  Penerapan  manajemen  risiko  Perusahaan  harus  dapat  mendukung  tujuan  Perusahaan  dari  aspek-aspek  strategic, 

operational, reporting, dan compliance.

2.  Manajemen risiko Perusahaan diterapkan pada semua tingkatan organisasi, yaitu  Enterprise level,  Divisi, Business 

Unit, dan Subsidiary dalam Perusahaan.

3.  Penerapan manajemen risiko Perusahaan terdiri dari 8 komponen proses yaitu:

a.  Pengembangan lingkungan internal.

b.  Penetapan tujuan (objective setting).
c.  Identifikasi kejadian (event identification).
d.  Penilaian risiko (risk assessment).
e.  Penanganan risiko (risk response).
f.  Aktivitas pengendalian (control activities).
g.  Informasi dan komunikasi (information/communication).
h.  Pemantauan (monitoring).

Referensi dan pedoman lain yang relevan dengan penerapan manajemen risiko di Telkom, antara lain: 

1.  ISO 31000

Enterprise Risk Management sebagai pembanding dan pelengkap implementasi.

2.  ISO 27001

Information Security Management System (ISMS) sebagai referensi dalam pengembangan manajemen 
risiko untuk menjamin Keamanan Informasi dalam hal Confidentiality, Integrity, dan Availibility.

3.  ISO 22301

Business  Continuity  Management  System  (BCMS)  sebagai  referensi  dalam  upaya  menjamin 
kelangsungan bisnis.

4.  ISO 20000 Information Technology Service Management (ITSM) sebagai referensi dalam menjamin layanan IT.

230

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianSertifikasi Profesi

Unit  Manajemen  Risiko  beranggotakan  para  profesional  yang  ahli  di  bidangnya.  Perakhir  tahun  periode  pelaporan, 

terdapat 4 anggota Unit Manajemen Risiko Telkom yang memiliki sertifikasi profesi  terkait manajemen risiko, sebagai 

berikut:

Sertifikasi Profesi Anggota Unit Manajemen Risiko Telkom per 31 Desember 2019

No. Nama Anggota

Sertifikasi

Tahun Perolehan

Status

1.

2.

3.

Moh Ahmad

Enterprise Risk & Governance 
(CERG)

Dewi Anggraeni

Certified Risk Associate 

Agus Suprijanto

•  Certified Risk Associate
•  ERMAP

4.

Rudi Sudiro Murbonegoro Certified Risk Associate 

2017

2017

2017
2017

2017

Aktif/Sudah diperpanjang 
2019 s.d 2021

Aktif/2019

Aktif/2019
Aktif/2019

Aktif/2019

Struktur Organisasi Pengelola Manajemen Risiko

Fungsi manajemen risiko Telkom dijalankan oleh Unit Risk Management, Departemen Group Financial Planning Analysis 

&  Control  di  Direktorat  Keuangan.  Jumlah  pegawai  yang  menjadi  anggota  Unit  Manajemen  Risiko  yaitu  8  orang. 

Pengelolaan  fungsi  Manajemen  Risiko  tersebut  mengacu  kepada  Peraturan  Direksi  dan  Peraturan  Direktur  Human 

Capital Management tahun 2018, dengan struktur sebagai berikut:

SVP GROUP FINANCIAL 
PLANNING ANALYSIS & 
CONTROL

VP FINANCIAL CONTROLLER 
CFU CONSUMER WIB & DIGITAL 
SERVICE

VP FINANCIAL CONTROLLER 
CFU ENTERPRISE

AVP MANAGEMENT 
REPORTING,
ANALYSIS & SUPPORT

AVP GROUP STRATEGIC
BUDGETING & INVESMENT

AVP GROUP COASTING
MANAGEMENT

AVP RISK MANAGEMENT

231

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianJENIS RISIKO DAN CARA PENGELOLAANNYA

Telkom  mengidentifikasi  dan  mengelola  risiko  sosial  dan  politik,  makro  ekonomi,  bencana,  dan  risiko  lainnya  yang 

bersifat makro di Indonesia. Selain itu, Telkom juga mengidentifikasi dan mengelola risiko operasional, keuangan, hukum, 

dan  kepatuhan,  regulasi,  risiko  inherent  bisnis  telekomunikasi  tetap  dan  seluler.  Di  samping  itu,  Telkom  melakukan 

pengungkapan kuantitatif dan kualitatif atas risiko pasar. Risiko-risiko yang dikelola Telkom dapat dilihat berikut ini. 

Jenis Risiko

Risiko yang Dihadapi

Dampak Terhadap Telkom

Mitigasi/
Pengelolaan Risiko

1.  Monitoring 
gejolak 
terhadap 
operasional/layanan.

pengaruh  
politik  
gangguan  

sosial 

2. Pemeliharaan     kewaspadaan 
melalui  peningkatan  fungsi 
safety & security.

1.  Monitoring 

pengaruh 
makro ekonomi  terhadap 
potensi 
  peningkatan 
beban  melalui  program 
cost  leadership.

2. Mencari 

opportunity  
spending 
fokus  
(maritim, 
energi, 

sesuai 

peningkatan 
APBN 
pemerintah 
wisata, 
transportasi, dsb).

1.  Transfer 

risiko  
menggunakan 
asuransi 
aset untuk  mengantisipasi  
bencana 
dan 
kebakaran.

alam 

2. Koordinasi 

dengan 
ASKALSI  (Asosiasi  Kabel 
Laut  Seluruh  Indonesia) 
untuk pengamanan SKKL.

3. Preventive  &  corrective 
action melalui penyusunan 
disaster recovery plan dan 
crisis management team.

a. Risiko–risiko yang terkait dengan Indonesia

Politik dan Sosial

Gangguan  stabilitas  politik 
dan gejolak sosial atas isu-
isu spesifik.

Berdampak  negatif  bagi 
bisnis,  operasi,  keadaan 
keuangan,  hasil  usaha,  dan 
prospek  serta  harga  pasar 
surat berharga.

Makro Ekonomi

Perubahan 
aktivitas 
ekonomi  global,  regional 
ataupun di Indonesia.

1.  Berpengaruh pada bisnis, 
kondisi      keuangan,  hasil 
usaha  maupun  prospek 
usaha.

Fluktuasi nilai tukar Rupiah. 2. Berdampak  material  dan 
merugikan  pada  bisnis, 
kondisi  keuangan,  hasil 
usaha  maupun  prospek 
usaha.

Peningkatan  suku  bunga 
pinjaman.

Penurunan peringkat kredit 
Pemerintah atau 
Perusahaan.

Risiko Bencana

Banjir,  petir,  angin  ribut, 
tsunami, 
gempa  bumi, 
letusan  gunung  berapi, 
kebakaran, 
wabah, 
kekeringan, 
pemadaman 
listrik,  dan  peristiwa  lain 
yang berada di luar kendali 
Telkom.

Mengganggu    operasional 
bisnis  dan  memberikan 
dampak    negatif  terhadap 
kinerja 
dan  
keu  tungan,  prospek  usaha 
serta  harga    pasar  surat 
berharga.

keuangan 

232

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian          
          
          
 
Jenis Risiko

Risiko yang Dihadapi

Dampak Terhadap Telkom

Mitigasi/
Pengelolaan Risiko

Risiko lain

keterbukaan  
Standar 
korporat  
informasi 
berbeda  
Indonesia 
signifikan  dengan  yang 
  negara-
diterapkan  di 
negara 
termasuk 
Amerika Serikat.

lain 

Menggangu 
operasional 
bisnis  dan  memberikan 
dampak  negatif  terhadap 
kinerja 
dan 
keuntungan, prospek usaha 
serta  harga  pasar  surat 
berharga.

keuangan 

Penggunaan 
konsultan 
hukum  yang  kompeten  dan 
dengan 
berpengalaman 
isu-isu  hukum  korporasi 
di  negara 
lain  khususnya 
Amerika Serikat.

Perbedaan 
penetapan dividen.

peraturan  

ketetapan 
Masalah 
hukum  di 
Indonesia  dan 
Amerika  Serikat  termasuk  
ketetapan 
penerapan 
hukum.

Kemungkinan  perbedaan 
pemegang 
kepentingan 
pengendali 
saham 
dengan  kepentingan  dari  
pemegang saham lain.

b. Risiko-risiko terkait bisnis

Risiko Operasional

Kegagalan 
keberlanjutan 
jaringan, 
gateway  pada 
Telkom 
atau 
operator lain.

dalam  
operasi  
sistem  utama, 
jaringan  
jaringan  

negatif  
Berdampak 
terhadap  bisnis,  kondisi 
keuangan, hasil operasi dan 
prospek usaha.

Ancaman 
keamanan 
fisik  dan  cyber,  seperti  
pencurian,  perusakan  atau 
tindakan lain. 

Berpengaruh 
negatif 
terhadap  bisnis,  kondisi 
keuangan dan hasil operasi 
secara material.

Risiko 
internet.

terkait 

layanan 

Dapat 
tuntutan 
merusak reputasi.

menghadapi 
dan  

hukum 

1.  Implementasi  BCM,  BCP, 

dan DRP. 

2. Sertifikasi 

Integrated 
Management 
System 
(IMS)  untuk    pengelolaan  
infrastruktur.

1.  Peningkatan  Preventive 
Action 
berupa  
Vulnerability    Assessment 
Test 
Penetration 
dan 
secara periodik. 

2. Monitor  dan 
jenis 

Identifikasi 
serangan 
semua 
secara  real  time  serta 
memilih  dan  melakukan 
tindakan yang  diperlukan 
segera.

3. Menyusun 

rekomendasi 
penanganan  cyber  attack 
berdasarkan 
analisis 
historis  incident.

4. Koordinasi  yang  intensif 
pihak-pihak  yang  terkait 
  penanganan 
dengan 
cyber attack.

Peningkatan  kehati-hatian 
dalam  penyusunan  kontrak 
dengan  mitra  penyedia 
konten.

233

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian          
          
          
 
Jenis Risiko

Risiko yang Dihadapi

Dampak Terhadap Telkom

Kebocoran 
akibat 
kapabilitas 
faktor eksternal. 

pendapatan 
kelemahan  
internal  atau 

Berdampak  negatif  pada 
hasil usaha Telkom.

Teknologi baru.

Berdampak  negatif  pada 
daya saing.

masa  
Keterbatasan 
operasional,  kerusakan atau  
kehancuran, 
penundaan 
atau kegagalan peluncuran, 
atau  pencabutan 
lisensi 
Satelit.

kondisi  
Merugikan 
keuangan,  hasil  operasi 
dan 
kemampuan  untuk 
memberikan layanan.

Risiko Keuangan

Risiko suku bunga.

buruk 

Berakibat 
pada 
bisnis,  kondisi  keuangan 
dan hasil operasional.

Risiko nilai tukar mata uang 
asing.

Berdampak  negatif  pada 
kondisi keuangan atau hasil 
operasi.

Keterbatasan  membiayai 
belanja modal.

Berdampak 
merugikan 
secara  material  terhadap 
bisnis,  kondisi  keuangan, 
kinerja  operasional,  dan 
prospek usaha.

Mitigasi/
Pengelolaan Risiko

waktu 
1.  Akselerasi 
deteksi 
kebocoran 
dan  pendapatan  yang  
terindikasi fraud  eksternal 
secara real time.

2. Monitoring 
kebocoran 
khususnya  pada 
call billing.

titik 
rawan 
pendapatan 
reject  

1.  Penyusunan 

Roadmap 
Teknologi  dengan    mem-
pertimbangkan    teknolo-
gi  ke  depan  dan    potensi 
implementasi    teknologi 
kompetitor.

2. Percepatan 

program 
(Indonesia  Digital 
IDN 
Network) 
untuk  
mendukung layanan masa 
depan.

1.  Perencanaan  penggantian 
Satelit yang masa operasi 
akan segera habis.

2. Asuransi  operasi  Satelit 

dalam masa aktif.

3. Asuransi  Manufacturing 
dan  Launching  Satelit 
baru.

4. Membangun 

  kesepaha-
man  dengan    Regulator 
terkait 
  pengoperasian 
Satelit oleh Telkom.

swap 

Kontrak 
suku 
bunga  dari  suku  bunga  
mengambang  menjadi  suku 
bunga 
tenor 
tetap  atas 
pinjaman tertentu.

deposito 
Penempatan 
berjangka 
lindung 
nilai  untuk  menutup  risiko 
fluktuasi mata uang asing.

dan 

Menjaga  dan  meningkatkan 
Perusahaan 
performansi 
untuk 
memperoleh  
kepercayaan  dari  lembaga/
sumber 
pendanaan  
Nasional maupun Global.

234

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianJenis Risiko

Risiko yang Dihadapi

Dampak Terhadap Telkom

Mitigasi/
Pengelolaan Risiko

Risiko Hukum dan 
Kepatuhan

Risiko Regulasi

Hukuman/denda oleh KPPU 
terkait  penetapan  harga 
dan terjadi class action.

Menurunkan 
pendapatan 
Telkom  dan  berdampak 
bisnis,  
pada 
negatif 
reputasi dan keuntungan.

Penguatan  Legal  Review 
terhadap rencana  corporate 
action atau  kontrak tertentu.

Perubahan 
Indonesia 
Internasional.

regulasi  
atau  

Berdampak terhadap bisnis, 
kondisi  keuangan,  kinerja 
operasional  dan  prospek 
usaha.

1.  Analisa  dampak    rencana 
regulasi  terhadap industri  
secara umum dan  Telkom 
secara khusus.

2. Memberikan 

masukan 
agar peraturan yang akan 
  memberi  
ditetapkan 
bagi  
manfaat 
perusahaan dan industri.

positif 

Risiko Terkait dengan 
Bisnis Telekomunikasi 
Tetap dan Seluler

Kehilangan 
pelanggan 
sambungan  telepon  kabel 
dari 
pendapatan 
dan 
layanan 
telepon 
suara 
kabel.

Berpengaruh 
negatif 
secara  material  terhadap 
hasil  operasional,  kondisi 
keuangan dan prospek 
usaha Telkom.

Persaingan layanan internet 
(Fixed Broadband).

Berdampak 
negatif 
terhadap  bisnis,  kondisi 
keuangan, 
kinerja 
operasional  dan  prospek 
usaha.

Persaingan layanan seluler. Berdampak 

negatif  
terhadap  bisnis,  kondisi 
keuangan, 
kinerja 
operasional  dan  prospek 
usaha.

1.  Meningkatkan 

  QoS  – 
Quality of  Service pelang-
gan  telepon kabel.

2. Memberikan Value  Added 

Service.

1.  Penguatan  persepsi  dan 
kualitas indihome sebagai 
New Digital Life Style.

2. Percepatan  penggelaran 
infrastruktur layanan fixed 
broadband.

1.  Percepatan  penggelaran 
infrastruktur layanan 4G.

2. Meningkatkan  QoS 
Quality of Service.

– 

TINJAUAN ATAS EFEKTIVITAS SISTEM MANAJEMEN RISIKO

Selama periode pelaporan, penerapan sistem manajemen risiko Telkom berjalan efektif mengelola berbagai risiko guna 

mendukung setiap kebijakan dan proses bisnis di Telkom dan anak Perusahaan. Telkom menggunakan aplikasi (tools)/

sistem informasi manajemen risiko sebagai infrastruktur penunjang efektivitas sistem manajemen risiko, antara lain: 

1.  Generic  Tools  Enterprise  Risk  Management  Online  (ERM  Online)  yang  dipergunakan  oleh  seluruh  unit  untuk 

pengelolaan Risk Assessment.

2.  Spesific Tools untuk tujuan pengelolaan risiko tertentu misalnya: 

a.  Aplikasi  Fraud  Management  System  (FRAMES)  yang  dipergunakan  untuk  sistem  deteksi  dini  potensi  

Customer Fraud.

b.  Aplikasi  i-Library  yang  dikelola  oleh  Divisi  Service  Operation  dan  dipergunakan  untuk  pengelolaan  sistem 

dokumentasi Integrated Management System.

c.  Aplikasi  SMK  3  Online  yang  dikelola  oleh  Unit  Security  &  Safety  untuk  pengelolaan  dokumentasi  Health  

and Safety.

235

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPada tahun 2019, Telkom telah melakukan proses evaluasi penilaian efektivitas Implementasi Manajemen Risiko, yaitu: 

1.  Evaluasi/diskusi one-on-one dengan unit bisnis sesuai kebutuhan.

2.  Workshop sharing implementasi dan pengembangan ERM dengan entitas anak sesuai kebutuhan.

3.  Program Audit Implementasi Manajemen Risiko sesuai kebutuhan.

4.  Evaluasi dengan Komite Risiko, Kepatuhan, dan Revenue Assurance di tingkat Direksi sesuai kebutuhan.

5.  Evaluasi dengan Komite Evaluasi Monitoring Perencanaan dan Risiko (KEMPR) sesuai kebutuhan.

Selanjutnya,  pada  tahun  2019,  Telkom  mendapatkan  penghargaan  atau  sertifikasi  dari  pihak  eksternal  atas  sistem 

manajemen risiko yang dijalankan, yaitu:

Lembaga Eksternal

Jenis Penghargaan

TUV Indonesia 

Surveilance Sertifikasi ISO 9001: Quality Management; ISO 20000: ITSMS,  
ISO 27001: ISMS, dan ISO 23001: BCMS

PENDIDIKAN DAN PELATIHAN UNIT MANAJEMEN RISIKO

Sepanjang tahun 2019, Telkom mengikutsertakan anggota Unit Manajemen Risiko pada berbagai kegiatan pendidikan 

dan pelatihan. Tujuannya yaitu untuk mengembangkan kompetensi manajemen risiko serta dapat selalu mengetahui 

isu terkini mengenai manajemen risiko. Selain itu, Telkom juga melakukan sosialisasi dan workshop terkait pengelolaan 

manajemen risiko di lingkungan kantor divisi dan anak perusahaan agar terjadi kesamaan persepsi terhadap manajemen 

risiko di Telkom. Berikut ini tabel yang menjelaskan kegiatan pelatihan manajemen risiko sepanjang tahun 2019.

No.

Tanggal

Jenis Pelatihan

Pelatihan Manajemen Risiko Tahun 2019

1.

2.

3.

4.

20 - 21 Februari 

Pelatihan Risk Register untuk peserta pengelola Risiko dari Unit Bisnis & Divisi, 
termasuk beberapa subsidiary sebanyak 2 (dua) batch

26 Februari 

Pelatihan Fraud & Revas

4 - 5 April 

Update Knowledge COSO 2017 

5 - 6 Desember 

Risk Beyond international Conference

236

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian 
SISTEM PELAPORAN PELANGGARAN 
(WHISTLEBLOWING SYSTEM)

Sepanjang tahun 2019, sistem pelaporan pelanggaran atau yang dikenal dengan Whistleblowing System (WBS) berjalan 

baik  di  Telkom.    Mekanisme  ini  memungkinkan  seluruh  individu  di  internal  Telkom  maupun  pihak  ketiga  melaporkan 

pelanggaran,  kecurangan  atau  bentuk  pelanggaran  etika  lainnya  yang  terjadi  di  Telkom.  Semua  individu  di  seluruh 

jenjang  kepegawaian  Telkom,  termasuk  Direksi,  Dewan  Komisaris  dan  anggota-anggota  komite  di  bawah  Dewan 

Komisaris, berhak untuk memanfaatkan WBS.

Sejak dibentuk tahun 2006, WBS dikelola oleh Komite Audit melalui keputusan Dewan Komisaris dan diratifikasi dengan 

keputusan Direksi. Setiap tahun, Telkom melakukan sosialisasi WBS kepada karyawan agar mekanisme tersebut dapat 

digunakan secara baik dan efektif.

MENYAMPAIKAN LAPORAN PELANGGARAN

Laporan dapat disampaikan melalui website, email, fax, atau surat dengan alamat:

Komite Audit
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
The Telkom Hub, Telkom Landmark Tower Lantai 40 

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav 52, Jakarta Selatan, 12710

Email:  whistleblower@telkom.co.id; ka301@telkom.co.id

Fax:  

+6221 80863540

Website: www.telkom.co.id

Pengaduan harus memenuhi syarat sebagai berikut: 

1.  Disampaikan melalui website, email, fax atau surat. 

2.  Pengaduan yang disampaikan terkait dengan permasalahan pengendalian internal, akuntansi, auditing, pelanggaran 

peraturan, dugaan kecurangan dan/atau dugaan korupsi, dan pelanggaran kode etik.

3.  Informasi yang dilaporkan harus didukung dengan bukti-bukti yang cukup memadai dan dapat diandalkan sebagai 

data awal untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

PERLINDUNGAN BAGI PELAPOR

Telkom  menjamin  perlindungan  atas  identitas  pelapor  yang  memanfaatkan  mekanisme  WBS.  Hal  ini  didasari  oleh 

kebijakan internal berikut:

1.  Keputusan  Dewan  Komisaris  No.08/KEP/DK/2016  tanggal  8  Juni  2016  tentang  Kebijakan  Prosedur  Penanganan 

Pengaduan (Whistleblower) PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dan Anak-Anak Perusahaan Terkonsolidasi.

2.  Peraturan Direksi No.PD.618.00/r.00/HK200/COP-C0000000/2016 tanggal 21 Desember 2016.

3.  Keputusan  Dewan  Komisaris  No.01/KEP/DK/2018  tentang  Standard  Operating  Procedure  Whistleblower  System 

pada Perusahaan Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. dan Anak-anak Perusahaan Terkonsolidasi.

Dalam  menindaklanjuti  setiap  aduan  atau  laporan,  mekanisme  WBS  Telkom  mengedepankan  kerahasiaan  dan  asas 

praduga tidak bersalah. Tujuannya yaitu untuk mendorong pelaporan pelanggaran yang aman tanpa ada rasa takut atau 

khawatir akan keselamatannya.

PENANGANAN PENGADUAN

Mengacu pada Peraturan OJK No.55/POJK.04/2015 dan Sarbanes-Oxley Act 2002 Section 301 tentang Public Company 

Audit Committee, mekanisme Whistleblowing System merupakan tanggung jawab Komite Audit. Laporan pengaduan 
oleh internal maupun pihak ketiga yang ditangani Komite Audit mencakup topik berikut:

1.  Akuntansi dan auditing.

2.  Pelanggaran peraturan.

3.  Kecurangan dan/atau dugaan korupsi.

4.  Kode etik.

237

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianDalam menangani pengaduan, Telkom menentukan syarat pengaduan tertentu yang memastikan pelapor menyampaikan 

pengaduan  secara  bertanggung  jawab  dan  bukan  bersifat  fitnah  terhadap  seseorang.  Agar  laporan  dapat  segera 

ditindaklanjuti, perlu dipastikan kebenaran dan ketepatan informasi dengan didukung data-data yang cukup. Beberapa 

pengaduan WBS tidak dapat ditindaklanjuti karena data dan informasi yang tidak akurat dan tidak dapat diandalkan.

MEKANISME PENANGANAN PENGADUAN

Berikut ini diagram mekanisme pengaduan WBS Telkom.

U B I S

H R

S U B S I D I A R Y

K O M I T E
I N V E S T I G A S I

D I R U T

K O M I T E
A U D I T

K
a
s
u
s

M
e
n
e
l
a
a
h

M
u
l
a
i

K
e
t
e
r
a
n
g
a
n

:

K
E
K
D

:

K
o
m

i
t
e
E
t
i
k
a
d
a
n
K
e
p
a
t
u
h
a
n
&
D
i
s
i
p

l
i

n

T
L
?

S
u
r
a
t

J
a
w
a
b
a
n

i

T
d
a
k

S
u
b
s
i
d
i
a
r
y

I

n
v
e
s
t
i
g
a
s
i

l

o
e
h

S
u
b
s
i
d
i
a
r
y

K
E
K
D

S
u
b
s
i
d
i
a
r
y

P
e
m
b
a
h
a
s
a
n
d

i

3

.

I

A
S
u
b
s
i
d
i
a
r
y

2

.

K
o
m

i
t
e
A
u
d
i
t

1
.

I

D
R
U
T
T
e
r
k
a
i
t

S
u
b
s
i
d
i
a
r
y
C
c
.

S
u
r
a
t
D
R
U
T
k
e

I

S
u
b
s
i
d
i
a
r
i
e
s
?

Y
a

i

T
n
d
a
k
L
a
n
u
t

j

P
e
r
s
e
t
u
u
a
n

j

i

T
d
a
k

i

T
d
a
k

T
e
n
a
g
a

a
h

l
i

P
e
n
u
n
u
k
a
n

j

P
r
o
s
e
s

Y
a

T
e
n
a
g
a
A
h

l
i

C
C

T
L
?

Y
a

i

T
d
a
k

i

T
d
a
k

I
n
v
e
s
t
i
g
a
s
i

M
e
n
y
u
s
u

l

i

T
m

P
e
r
l
u
A
h

l
i
?

I
n
v
e
s
t
i
g
a
s
i

P
e
l
a
k
s
a
n
a
a
n

I
n
v
e
s
t
i
g
a
s
i

L
a
p
o
r
a
n
H
a
s
i
l

K
E
K
D
?

N
o
t
a
T
L

Y
a

L
a
p
o
r
a
n
T
L

Y
a

Y
a

T
L
G
a
b
u
n
g
a
n

i

T
d
a
k

A
u
d
i
t

L
a
p
o
r
a
n
H
a
s
i
l

L
a
p
o
r
a
n
K
E
K
D

N
o
t
a
T
L

D
o
k
u
m
e
n
t
a
s
i

l

S
e
e
s
a
i

P
R
O
S
E
S
I

N
V
E
S
T
I
G
A
S
I

P
E
L
A
P
O
R
A
N
D
A
N
T
I
N
D
A
K
L
A
N
J
U
T

B
a
h
a
n
E
v
a
l
u
a
s
i

A
r
s
i
p

G
a
b
u
n
g
a
n

K
E
K
D

Y
a

G
a
b
u
n
g
a
n
?

i

T
m

i

T
d
a
k

L
a
p
o
r
a
n
K
E
K
D

T
L
U
b
i
s

L
a
p
o
r
a
n
T
L

238

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PIHAK YANG MENGELOLA PENGADUAN

Mekanisme WBS di Telkom dikelola oleh beberapa pihak yaitu Whistleblower Protection Officer (WPO), Komite Audit, 

dan Komite Investigasi dengan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing.

Whistleblower Protection Officer (WPO) merupakan anggota Komite Audit yang bertugas untuk menangani pengaduan 

dengan melakukan hal-hal berikut: 

1.  Menerima pengaduan.

2.  Mengadministrasikan pengaduan.

3.  Memverifikasi awal apakah pengaduan sesuai dengan kriteria.

4.  Memonitor tindak lanjut pengaduan.

Komite Audit melalui rapat menentukan:

1.  Memberikan persetujuan untuk ditindaklanjuti atau tidaknya pengaduan yang diterima.

2.  Memberikan persetujuan apakah pengaduan ditindaklanjuti ke pihak internal atau eksternal.

3.  Memberikan penilaian apakah tindak lanjut pengaduan sudah memadai atau tidak.

Internal Auditor berperan dalam:

1.  Melakukan pemeriksaan pendahuluan atas pengaduan yang diterima dari Komite Audit.

2.  Membuat laporan pemeriksaan pendahuluan dan menyampaikan ke Direktur Utama ditembuskan ke Komite Audit.

Komite Investigasi berperan dalam:

1.  Melakukan investigasi lanjutan atas pengaduan yang telah dilakukan pemeriksaan pendahuluan oleh Internal Auditor. 

2.  Membuat laporan hasil investigasi lanjutan dan menyampaikan ke Direktur Utama dan ditembuskan ke Komite Audit.

HASIL PENANGANAN PENGADUAN

Telkom  menerima  44  pengaduan  sepanjang  tahun  2019  melalui  mekanisme  WBS.  Dari  jumlah  tersebut,  sebanyak  5 

pengaduan  masuk  dalam  kategori  WBS  dan  layak  untuk  ditindaklanjuti.  Sebanyak  5  pengaduan  telah  diselesaikan 

dengan sanksi atau tindak lanjut.

Deskripsi

Jumlah pengaduan

Memenuhi syarat

Tindak lanjut:
• Melalui Litigasi
• Melalui Non-litigasi

Jumlah

Keterangan

44

5

0
5

Pengaduan yang diterima

Pengaduan yang layak ditindaklanjuti

Putusan pengadilan
Kebijakan perusahaan

239

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKEBIJAKAN PELAPORAN KEPEMILIKAN 
SAHAM DIREKSI DAN DEWAN KOMISARIS

Telkom  berupaya  mematuhi  regulasi  yang  ada  di  Indonesia,  termasuk  Peraturan  OJK  No.11/POJK.04/2017  tentang 

Laporan Kepemilikan atau Setiap Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka. Untuk itu, Telkom mewajibkan 

setiap anggota Direksi dan Dewan Komisaris Telkom melaporkan secara berkala setiap perubahan kepemilikan saham 

langsung  maupun  tidak  langsung.  Pada  Laporan  ini  Telkom  menyediakan  informasi  tentang  kepemilikan  saham 

oleh  anggota  Direksi  dan  Dewan  Komisaris,  serta  perubahannya  sepanjang  tahun  2019,  yang  disajikan  pada  bagian 

“Komposisi Pemegang Saham”.

PROGRAM KEPEMILIKAN SAHAM KARYAWAN 
TELKOM

Telkom memiliki Program Kepemilikan Saham oleh karyawan dan/atau manajemen, disebut Employee Stock Ownership 

Program (ESOP) dan/atau Management Stock Ownership Program (MSOP), yang diselenggarakan pada saat Initial Public 

Offering (IPO) pada tahun 1995. Kemudian Telkom melaksanakan lagi program kepemilikan saham pada tahun 2013.  

Pada  tahun  2019,  Telkom  belum  mengadakan  program  ESOP/MSOP  kembali,  sehingga  tidak  ada  informasi  terbaru 

terkait  jumlah  saham  dan/atau  opsi,  jangka  waktu  pelaksanaan,  persyaratan  karyawan  dan/atau  manajemen  yang 

berhak, dan harga pelaksanaan yang ditampilkan dalam laporan ini.

No.

Tanggal

Jumlah Karyawan

Jumlah Saham

Nilai Saham

1.

2.

14 November 1995

43.218 116.666.475 lembar

14 Juni 2013

24.993 59.811.400 lembar 

Rp239 miliar

Rp661 miliar

(setara dengan 299.057.000 
lembar saham setelah stock split)

240

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPERKARA PENTING YANG DIHADAPI

Pada tahun 2019, Telkom dan entitas anak sebagai badan usaha menghadapi 70 perkara penting yang terdiri dari 26 

perkara hukum pidana dan 44 perkara hukum perdata. Dari jumlah tersebut, total 59 perkara merupakan kelanjutan dari 

tahun sebelumnya dan 11 dimulai pada tahun 2019.

Rekapitulasi Perkara Gugatan Tahun 2017-2019

Permasalah Hukum 

Status

2019

2018

2017

Pidana

Perdata

Pidana

Perdata

Pidana

Perdata

Dalam proses penyelesaian

Sudah memiliki kekuatan hukum tetap

Sub Total 

Total 

26

3

29

44

8

52

14

22

36

38

27

65

4

19

23

36

29

65

81

101

88

Permasalahan hukum yang signifikan dan dihadapi Telkom selama periode Januari hingga Desember 2019 dapat dilihat 

dalam tabel berikut.

Perkara Penting yang Dihadapi Tahun 2019

Jenis 
Pengadilan

Pengadilan 
Tinggi

Pokok Perkara

Telkom  menjadi  Terbanding 
di  Pengadilan  Tinggi  DKI 
  dugaan 
Jakarta  dengan 
itikad  tidak  baik 
adanya 
  penghentian 
melakukan 
transponder 
layanan 
kepada 
  PT  Citra  Sari 
Makmur (PT CSM).

Status Perkara

Risiko

Nilai 
Tuntutan

Pengaruhnya 
Terhadap Telkom dan 
Dampak Keuangan

-

16 triliun

-

Pengadilan 
Tinggi  DKI 
Jakarta sudah mengeluarkan 
Putusan  Banding  yang  inti 
amarnya  ialah  menyatakan 
perkara ini adalah wewenang 
absolut  dari  Pengadilan 
Pajak.

Selama tahun 2019, selain perkara penting yang dihadapi Telkom dan entitas anak, tidak ada perkara penting perdata 

atau pidana yang dihadapi anggota Dewan Komisaris dan Direksi Telkom, baik yang masih menjabat maupun yang telah 

berakhir jabatannya.

INFORMASI TENTANG SANKSI ADMINISTRATIF

Sepanjang  periode  tahun  buku  2019,  terdapat  beberapa  catatan  terkait  sanksi  adminsitratif  yang  dikenakan  kepada 

Telkom, anggota Dewan Komisaris dan/atau Direksi oleh otoritas Pasar Modal dan otoritas lainnya, sebagai berikut:

Sanksi Administratif Tahun 2019

No.

Pihak yang 
Diberi Sanksi

Penjelasan Sanksi Administratif

Otoritas Pemberi 
Sanksi

Dampak Keuangan

1.

Telkom

Keterlambatan Keterbukaan Informasi 
Perjanjian Penyetoran Saham Bersyarat 
PT Fintek Karya Nusantara oleh Para 
Investor.

OJK

Rp2.000.000,-

241

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian 
AKSES INFORMASI DAN DATA PERUSAHAAN 
KEPADA PUBLIK

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Telkom berupaya menjalin relasi yang baik dengan para pemangku kepentingan 

dan  menyediakan  akses  informasi  melalui  berbagai  pendekatan  dan  jalur  komunikasi.  Hal  tersebut  dilakukan  sesuai 

dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam Good Corporate Governance (GCG). Ketersediaan akses informasi 

juga dijalankan guna mematuhi ketentuan Peraturan OJK No. 31/POJK.04/2015 tentang Keterbukaan atas Informasi dan 

Fakta Material oleh Emiten atau Perusahaan Publik.

Pendekatan serta jalur komunikasi yang diterapkan Telkom antara lain:

1.  Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)

Melalui  RUPS,  Telkom  memberikan  informasi  terkait  kinerja  perusahaan  kepada  Pemegang  Saham.  Dalam  RUPS 

tersebut, Pemegang Saham berpartisipasi dalam pengambilan keputusan, terutama untuk hal-hal strategis.

2.  Website 

Telkom menyediakan website dengan laman www.telkom.co.id yang tersedia dalam Bahasa Indonesia dan Inggris. 

Informasi  terkini  mengenai  Telkom  dapat  diakses  oleh  para  pemangku  kepentingan  melalui  website  tersebut, 

termasuk  mengenai  profil,  tata  kelola  perusahaan,  program  CSR,  karir,  serta  produk-produk  dari  Telkom.  Selain 

itu website Telkom juga menyediakan akses laporan tahunan, laporan keuangan, dan laporan lainnya kepada para 
pemangku kepentingan.

3.  Media

Sepanjang  tahun  2019,  Telkom  membuat  news  release  dan  mengirimkan  kepada  media  massa  dalam  rangka 

menyebarluaskan informasi perusahaan kepada para pemangku kepentingan.

4.  Pertemuan dengan Analis dan Investor

Pertemuan  dengan  analis  dan  investor  sebagai  pemangku  kepentingan  yang  signifikan  merupakan  upaya  Telkom 

untuk  memberikan  informasi  mengenai  kinerja  serta  prospek  Perseroan,  maupun  memberikan  informasi  terkini 

tentang industri telekomunikasi secara umum.

5.  Kontak Via E-Mail

Fasilitas  kontak  perusahaan  pada  website  Telkom  yang  tertera  salah  satunya  yaitu  berupa  kontak  e-mail,  yang 

dapat  dimanfaatkan  oleh  para  pemangku  kepentingan  untuk  saling  berkomunikasi  dengan  Telkom.  Khusus 

pelanggan  Telkom  dapat  menggunakan  alamat  e-mail  customercare@telkom.co.id,  sedangkan  alamat  e-mail  

investor@telkom.co.id ditujukan bagi para investor.

6.  Media Internal

Telkom memiliki buletin Intra Telkom yang dikelola sebagai sarana informasi, edukasi, dan sosialisasi kepada seluruh 

karyawan internal perusahaan.

7.  Media Sosial 

Sejalan dengan era digital saat ini, Telkom menggunakan beragam media sosial untuk menjangkau para pemangku 
kepentingan dan masyarakat luas. Jalur komunikasi ini juga bermanfaat untuk berkomunikasi dengan generasi muda 

yang sangat akrab dengan media digital dan media sosial saat ini.

Media Sosial

Twitter

Facebook

Instagram

Youtube

Account

@TelkomIndonesia Telkom Indonesia @telkomindonesia Telkom Indonesia Official

Followers/Subscribers/
Fans

120.881  Followers

349.386 Fans

297.709 Followers

10.805  Subscribers

242

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian 
KODE ETIK PERUSAHAAN

PEMBERLAKUAN PENERAPAN KODE ETIK BAGI DIREKSI, DEWAN 
KOMISARIS, DAN KARYAWAN

Telkom  memiliki  kode  etik  yang  berlaku  bagi  seluruh  level  organisasi,  yang  ditetapkan  melalui  Peraturan  Direksi  

No.  PD.201.01/2014  tentang  Etika  Bisnis  di  Lingkungan  TelkomGroup  dan  Peraturan  Direktur  Human  Capital 

Management  No.  PR.209.05/r.00/PS800/COP-A4000000/2017  tentang  Etika  dan  Kepatuhan  Karyawan.  Penetapan 

kode etik tersebut dilakukan sesuai ketentuan Surat Edaran OJK No. 32/SEOJK.04/2015 tentang Pedoman Tata Kelola 
Perusahaan Terbuka dan Sarbanes-Oxley Act (SOA) 2002 section 406.

Kode  etik  Telkom  mencakup  etika  usaha  yang  ditujukan  untuk  lingkungan  eksternal  dan  etika  kerja  karyawan  yang 

ditujukan  untuk  internal  Telkom.  Etika  usaha  Telkom  berlaku  bagi  anggota  Direksi,  anggota  Dewan  Komisaris  dan 

keluarga  besar  karyawan  Telkom  dalam  berhubungan  dengan  pelanggan,  pemasok,  kontraktor  dan  pihak  eksternal 

lainnya yang mempunyai hubungan dengan Perusahaan. Di sisi lain, etika kerja karyawan berlaku bagi sesama karyawan 

selama bekerja di TelkomGroup. 

Secara khusus, Board Charter Direksi yang disahkan melalui Peraturan No. PD.604.00/r.00/HK000/C00-D0030000/2011 

tanggal 11 Juli 2011 selain berisi tugas dan tanggung jawab Direksi juga mengatur kode etik yang wajib diikuti seluruh 

Direksi. Kemudian, Board Charter Dewan Komisaris yang dituangkan dalam Keputusan Dewan Komisaris No. 16/KEP/

DK/2013, mencakup juga kode etik bagi setiap anggota Dewan Komisaris, termasuk Komisaris Independen.

Disamping  kode  etik,  Telkom  mewajibkan  karyawan,  Direksi,  dan  Dewan  Komisaris  untuk  menandatangani  Pakta 

Integritas  melalui  Keputusan  Direksi  Nomor  KD.  36/HK290/COP-D0053000/2009.  Pakta  Integritas  berisi  komitmen 

karyawan dan Direksi untuk tidak melanggar integritas dan kode etik yang ditetapkan.

POKOK-POKOK KODE ETIK

Kode Etik Telkom yang diberlakukan antara lain mengatur hal-hal pokok mengenai:

1.  Etika Kerja Karyawan

Sistem nilai atau norma yang digunakan oleh seluruh karyawan dan pemimpin dalam bekerja sehari-hari.

2.  Etika Usaha

Sistem  nilai  atau  norma  yang  dianut  oleh  Perusahaan  sebagai  acuan  perusahaan,  manajemen,  dan  karyawannya 

untuk berhubungan dengan lingkungan usaha sekitarnya.

SOSIALISASI KODE ETIK DAN UPAYA PENEGAKANNYA

Pelanggaran  atas  kode  etik  akan  berpotensi  pada  pemberian  sanksi  yang  ditentukan  setelah  melalui  investigasi 

dan  berbagai  pertimbangan.  Kode  etik  Telkom  telah  mengatur  ketentuan  terkait  sanksi  untuk  masing-masing  jenis 
pelanggaran sebagai berikut:

No.

Hal Pokok

Jenis Pelanggaran

Sanksi

1.

Etika Kerja Karyawan

2.

Etika Usaha

1.  Pelanggaran Ringan
2. Pelanggaran Sedang
3. Pelanggaran Berat

1.  Insider Trading
2. Conflict of Interest
3. Windows dressing
4. Melakukan Gratifikasi

Tindakan Administrasi Ringan
Tindakan Administrasi Sedang
Tindakan Administrasi Berat

Keputusan Komite Integritas
Keputusan Komite
Keputusan Komite Integritas
Keputusan Komite Integritas

243

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianUPAYA PENYEBARLUASAN KODE ETIK 

Upaya  penyebarluasan  kode  etik  Telkom  dilakukan  melalui  berbagai  pendekatan.  Secara  rutin,  manajemen  Telkom 

mengirimkan  materi  sosialisasi  terkait  kode  etik  kepada  karyawan  yang  mencakup  juga  topik  mengenai  GCG,  etika 

bisnis, pakta integritas, fraud, manajemen risiko, pengendalian internal (SOA), whistleblowing, pelarangan gratifikasi, 

tata kelola TI, keamanan informasi, dan hal-hal lain yang terkait dengan praktik Tata Kelola Perusahaan yang baik dan 

beretika. 

Melalui  e-learning,  Telkom  juga  melakukan  sosialisasi  tentang  etika  bisnis  dan  kode  etik  agar  karyawan  dapat  terus 

memahami  dan  menerapkan  kode  etik  dalam  menjalankan  kegiatan  sehari-hari.  Pendekatan  lainnya  yaitu  melalui 

kewajiban untuk membuat pernyataan berupa pakta integritas yang ditandatangani dan dipatuhi oleh seluruh karyawan 

selama menjadi bagian dari entitas Telkom. 

Pada tahun 2019, upaya penyebarluasan kode etik Telkom dapat dilihat pada tabel berikut:

No.

Pendekatan

Jumlah Terjangkau / Partisipasi

1.

2.

3.

E-learning

Tatap muka (pelatihan, Forum komunikasi/workshop)

Materi sosialisasi melalui portal intranet

181 orang

127 orang

6.102 hit/orang

LAPORAN HASIL PENERAPAN KODE ETIK

Telkom mencatat total jumlah pelanggaran kode etik tahun 2019 sebanyak 2 (dua) kasus yang terdiri dari 18 (delapan 

belas) orang pelaku lebih rendah dari tahun sebelumnya sebanyak 9 (sembilan) kasus yang terdiri dari 9 (sembilan) orang 

pelaku pelanggaran. Secara umum, tren kualitas penerapan kode etik cukup baik sepanjang tahun 2019, terlihat dari 

jumlah kasus yang turun atau proses penanganan yang lebih baik. Ada keunikan dalam keragaman kasus pelanggaran 

bahwa  kasus  di  2019  meskipun  hanya  2  (dua)  kasus  tetapi  dilakukan  secara  bersama-sama,  sehingga  jumlah  pelaku 

lebih banyak, sedangkan di tahun sebelumnya bersifat individual.

Tabel  berikut  ini  menyajikan  data  mengenai  bentuk  pelanggaran  kode  etik,  jumlah  pelanggaran  dan  sanksi  yang 

diberikan pada tahun 2019.

No.

Bentuk Pelanggaran Kode Etik

Jumlah Pelanggaran Kode Etik 
pada Tahun 2019

Sanksi yang Diberikan pada 
Tahun 2019

Penyalahgunaan barang/aset/ 
uang Perusahaan/wewenang-
jabatan

2 (dua) kasus 
terdiri dari 18 (delapan belas) 
orang karyawan

Kemangkiran

Perkara Tindak Pidana 

Menolak mutasi

Nihil

Nihil

Nihil

5 (lima) orang : Tindakan 
Administrasi Sedang,
13 (tigabelas) orang : Tindakan 
Administrasi Berat terdiri dari :
•  Demosi : 6 orang
•  6 Bulan : 5 orang
•  5 Bulan : 1 orang
•  4 Bulan : 1 orang

Nihil

Nihil

Nihil

1.

2.

3.

4.

244

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianBUDAYA PERUSAHAAN

THE TELKOM WAY

The  Telkom  Way  adalah  budaya  perusahaan  yang  ditetapkan  Direksi  sejak  tanggal  10  Juni  2013  melalui    Keputusan 

Direksi tentang Arsitektur Kepemimpinan dan Budaya Perusahaan. Pedoman implementasi The Telkom Way dituangkan 

dalam  Peraturan  Direktur  Human  Capital  Management  tentang  Budaya  Perusahaan  Telkom.  Secara  rinci,  peraturan 

tersebut mengatur pelaksanaan Telkom Way dengan mendeskripsikan Do’s dan Dont’s (hal yang baik dan dilarang), 

dengan demikian setiap individu di TelkomGroup dapat dengan mudah memahami dan menjalankan nilai tersebut.

PROGRAM AKTIVASI BUDAYA PERUSAHAAN

CEO  TelkomGroup  dan  seluruh  pimpinan  unit  berperan  sebagai  role  model  sekaligus  penggerak  utama  dalam 

program aktivasi budaya perusahaan. Untuk pelaksanaan aktivasi budaya, pimpinan unit menunjuk Culture Agent guna 

memastikan  internalisasi  budaya  berjalan  dengan  baik  dengan  partisipasi  seluruh  karyawan.  Jumlah  Culture  Agent 

saat  ini  adalah  1.827  orang,  di  mana  1.255  di  antaranya  merupakan  Culture  Agent  dari  unit-unit  di  Telkom  dan  572 

orang Culture Agent di anak perusahaan. Untuk membekali tugasnya, seorang Culture Agent harus mengikuti program 

Culture  Agent  on  Boarding  agar  memiliki  pemahaman  dan  pengetahuan  mengenai  budaya  perusahaan  yang  relatif 

sama. Pimpinan Unit dibantu oleh Culture Agent kemudian membentuk wadah untuk aktivasi budaya di unitnya, yang 

disebut Komunitas Provokasi Aktivasi Budaya (Kipas Budaya).

245

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianCALENDAR OF CULTURE ACTION

Setiap  tahun  perusahaan  menetapkan  tema  program  budaya  perusahaan,  dimana  untuk  tahun  2019  adalah  Infusing 

Digital & Innovation to Support CX. Tema ini sejalan dan mendukung program utama perusahaan karena kegiatan budaya 

perusahaan harus mendukung tujuan perusahaan.

Tema tersebut kemudian menjadi landasan bagi penyusunan aktivitas budaya perusahaan selama tahun 2019. Aktivitas 

budaya setiap tahunnya disusun dalam suatu Calendar of Culture Action (COCA). COCA ini menjadi referensi bagi unit-

unit untuk menyusun dan melaksanakan berbagai program aktivasi budaya The Telkom Way dengan terarah, sehingga 

dapat menanamkan nilai-nilai tersebut ke dalam perilaku sehari-hari dengan baik guna pencapaian performansi.

Pada bulan Agustus 2019, dilakukan penajaman tema aktivasi budaya menjadi Culture to Commerce yang diikuti dengan 

penyesuaian  beberapa  kegiatan  aktivasi  budaya.  Hal  ini  bertujuan  untuk  lebih  menekankan  bahwa  kegiatan  aktivasi 

budaya harus berdampak terhadap performansi bisnis perusahaan serta mendukung tercapainya tujuan perusahaan.

246

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianMEMBANGUN BUDAYA DIGITAL

Dalam rangka mendukung transformasi digital perusahaan, maka dilakukan berbagai program budaya perusahaan yang 

mendorong perubahan pola pikir, perilaku, kemampuan, dan keahlian yang berorientasi digital, dengan tetap mengacu 

pada Telkom Way sebagai sistem nilai perusahaan. 

Salah satu program utama pengembangan budaya digital adalah kegiatan Hack Idea, yaitu wadah penyaluran inovasi 

karyawan.  Hack  Idea  merupakan  rangkaian  kegiatan  yang  dimulai  dengan  Talent  Booster,  yaitu  pengembangan 

pengetahuan  dan  kemampuan  inovasi  melalui  pembelajaran  e-learning  maupun  class  room,    dilanjutkan  dengan 

penilaian  inovasi  yang  dihasilkan,  di  mana  inovasi  yang  dinilai  layak  akan  masuk  ke  dalam  tahapan  development  di 

bawah bimbingan mentor-mentor yang berpengalaman dan difasilitasi oleh perusahaan dalam program yang disebut 

AMOEBA. Program ini sudah menghasilkan berbagai produk dan pengembangan proses bisnis internal berbasis digital.

Upaya  Telkom  membangun  budaya  digital  juga  tercermin  dengan  penggunaan  berbagai  digital  tools  pada  proses 

bisnis Telkom, antara lain aplikasi operasional harian corporate portal, yang meliputi e-office, e-budgeting, file sharing, 

collaboration (Diarium), career & succession management (Ingenium), learning & knowledge management (Cognitium), 

dan lainnya.

Sepanjang tahun 2019, Telkom juga membangun budaya digital melalui pelatihan-pelatihan yang berlandaskan pada 

empat pilar pengembangan:
1.  Pengembangan karakter, yang merujuk pada nilai budaya perusahaan The Telkom Way.  
2. Pengembangan leadership, untuk membangun kompetensi utama seorang digital leader yang berkarakter baik,  

berkemampuan bisnis dan leadership kuat, berwawasan nasional, serta berorientasi global.   

3. Pengembangan  professional,  yang  menekankan  pada  aspek  soft  skill  untuk  menjadi  seorang  manager  &  leader, 
meliputi  antara  lain:  decision  making,  people  development,  teamwork,  organization  awareness,  serta  analytical  & 

conceptual thinking.   

4. Pengembangan kemampuan dan keahlian teknis, yang dibangun berdasarkan job family, job functions dan job role 
yang relevan, seperti digital business, user interface (UI) & user experience (UX), data analytics, dan digital marketing.   

EVALUASI BUDAYA PERUSAHAAN 

Untuk mengetahui efektivitas implementasi budaya perusahaan, Telkom melakukan evaluasi budaya perusahaan melalui 

pengukuran OHI (Organizational Health Index) pada akhir tahun 2019. Pengukuran menunjukkan menunjukkan tingkat 

kesehatan perusahaan masuk dalam kategori Baik dan dengan nilai meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, baik 

secara keseluruhan maupun spesifik untuk aspek yang mengukur culture and climate.

247

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian248
248

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk

 Laporan Tahunan 2019

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 201906

TANGGUNG 
JAWAB SOSIAL 
PERUSAHAAN

250  Bisnis Berintegritas dan Menghargai Hak Asasi Manusia
Tanggung Jawab Barang atau Jasa
255 
Praktik Ketenagakerjaan, Kesehatan, dan Keselamatan Kerja
258 
262 
Pengembangan Sosial Kemasyarakatan
265  Kepedulian Terhadap Lingkungan Hidup

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk

Laporan Tahunan 2019

249
249

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk06BISNIS BERINTEGRITAS DAN MENGHARGAI 
HAK ASASI MANUSIA

KOMITMEN, KEBIJAKAN DAN TATA KELOLA TANGGUNG JAWAB SOSIAL

Telkom berkomitmen untuk melaksanakan bisnis yang beretika, sehingga terjalin hubungan yang fair dan sehat dengan 

seluruh  stakeholder  perusahaan.  Komitmen  dan  tata  kelola  bisnis  yang  beretika  di  Telkom,  tertuang  pada  Kebijakan 

Direksi  Nomor  PD.201.01/r,.00/PS150/COP-B0400000/2014  tanggal  6  Mei  2014  tentang  Etika  Bisnis  di  Lingkungan 

TelkomGroup. Etika bisnis merupakan standar etika usaha (etika perusahaan) dan etika kerja karyawan (etika karyawan) 

dalam berhubungan dengan stakeholders yang mempunyai hubungan dengan perusahaan. 

Dalam menjalankan bisnis, Telkom melakukan due diligence internal terhadap dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan 

hidup dari kegiatan operasi dengan metode diskusi terbatas. Sejalan dengan identifikasi isu-isu penting sosial, ekonomi 

dan  lingkungan  hidup,  Telkom  telah  melakukan  juga  identifikasi  terhadap  stakeholder  penting  yang  terdampak  atau 

berpengaruh  pada  dampak  dari  kegiatan  perusahaan,  yaitu  pelanggan,  karyawan,  pemegang  saham  dan  investor, 

Pemerintah, mitra kerja, kreditur, masyarakat, dan media masa. Berikut komitmen Telkom terhadap para stakeholder:

1.  Komitmen terhadap Pelanggan 

2.  Komitmen terhadap Mitra Kerja 

a.  Memberikan 

informasi 

dan 
mudah  dimengerti  tentang  hak  dan  kewajiban 
pelanggan  sebelum  akad/  kontrak  berlangganan 
ditandatangani kedua belah pihak. 

secara 

jelas 

b.  Memenuhi hak-hak pelanggan dalam memberikan 
layanan sesuai dengan yang telah dijanjikan dalam 
Service Level Guarantee (SLG).

c.  Menyediakan  dan  mengelola  media  kontak 
pelanggan  sehingga  memudahkan  pelanggan 
untuk  menyampaikan  keluhan,  feedback  serta 
mencari informasi tentang produk/jasa. 

a.  Memberikan  peningkatan  skill,  kompetensi  dan 
pelatihan  tentang  produk/jasa,  prosedur  layanan 
dan  etika  pelayanan  kepada  agen,  reseller, 
instalatur  dan  setter  dalam  rangka  memberikan 
pengetahuan  produk.  Layanan  sehingga  dapat 
meningkatkan layanan kepada pelanggan. 

b.  Proses pengadaan barang dan jasa dilakukan secara 
fair, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan 
dengan  melibatkan  calon  pemasok/rekanan 
yang  memiliki  reputasi  dengan  klasifikasi  baik, 
sesuai peraturan perundangan yang berlaku serta  
prinsip GCG. 

c.  Wajib  melakukan  seleksi  dan  evaluasi  mitra  kerja 

secara objektif.

3.  Komitmen terhadap Kompetitor 

4.  Komitmen terhadap Sosial Masyarakat 

a.  Usaha  untuk  mendapatkan 

informasi  tentang 
bisnis  kompetitor/pesaing  dilakukan  dengan  cara 
yang jujur dan didapatkan dari sumber yang sah. 

b.  Dilarang  mendapatkan 

informasi  kompetitor 
dengan  cara  ilegal  dan  tidak  etis,  antara  lain 
namun tidak terbatas pada spionase, penyadapan 
dan atau pencurian.

5.  Komitmen terhadap Karyawan 

a.  Menghindari praktik diskriminasi karyawan melalui:
•  Menghormati hak asasi karyawan serta hak dan 
kewajiban  sesuai  dengan  kesepakatan  dalam 
perjanjian kerjasama. 

•  Memberikan  kesempatan  yang  sama  tanpa 
membedakan  umur,  kelompok,  suku,  bangsa 
dan agama, almamater dan gender. 
•  Menghargai kebebasan beragama. 
•  Memberikan  perlakukan  yang  setara  dan 
ketenagakerjaan, 

berkeadilan  dalam 
pemberian benefit dan kompensasi lainnya. 

hal 

a.  Membangun dan membina hubungan yang serasi 
dan  harmonis  serta  memberi  manfaat  kepada 
masyarakat sekitar tempat usaha perusahaan. 
b.  Mendorong  munculnya  rasa  ikut  memiliki  dari 
masyarakat  terhadap  Perusahaan  dengan  tujuan 
agar masyarakat ikut menjaga Perusahaan. 

c.  Mengurangi seminimal mungkin dampak terhadap 
lingkungan  hidup antara lain namun tidak terbatas 
pada  penggalian  jalur  kabel  dan  penggunaan 
frekuensi.

b.  Menjaga  kesehatan,  keamanan,  keselamatan  dan 

kenyamanan lingkungan kerja melalui: 
•  Memberikan jaminan kesehatan bagi karyawan 

dan keluarga. 

•  Memberikan imbal jasa yang layak dan jaminan 

pensiun sesuai kemampuan perusahaan. 

•  Mewadahi  aspirasi  karyawan  melalui  serikat 
karyawan  dan  menjadikannya  sebagai  mitra 
dalam membangun bisnis. 

•  Menyediakan lingkungan kerja yang nyaman. 

250

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian 
 
 
 
 
 
 
 
 
MELAKSANAKAN OPERASI YANG ADIL

Komitmen Anti Persaingan Usaha Tidak Sehat

Sebagaimana ditetapkan dalam UU No.5 tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak 

Sehat (UU Anti Monopoli), Komite Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dibentuk dengan fungsi sebagai pengawas anti 

monopoli di Indonesia yang berwenang untuk menerapkan ketentuan UU Anti Monopoli. UU Anti Monopoli diterapkan 

bersama  peraturan  lainnya,  termasuk  Peraturan  Pemerintah  No.57/2010  tanggal  20  Juli  2010  mengenai  Merger  dan 

Akuisisi yang dapat Mengarah pada Praktik-praktik Monopoli atau Praktik Bisnis yang Tidak Sehat. 

Telkom, sebagai salah satu pelaku industri telekomunikasi dengan pangsa pasar terbesar, menjunjung tinggi ketentuan 

perundangan dan peraturan terkait tersebut dan menghormati peran KPPU dengan senantiasa melaksanakan praktek 

bisnis yang mengedepankan persaingan sehat. Kami mengedepankan keunggulan layanan, kelengkapan produk dan 

infrastruktur pendukung serta efisiensi operasional dalam mendapatkan kepercayaan pelanggan.

Telkom pernah diduga melanggar hukum persaingan usaha pada 2017 karena menjual layanan produk secara bundling 

yang dipasarkan di bawah ritel merek “IndiHome”. Layanan IndiHome ini memungkinkan pelanggan untuk memilih satu 

atau lebih layanan Telkom, yang terdiri dari internet broadband, layanan telepon kabel, dan TV interaktif dengan harga 

yang  kompetitif.  Pada  tanggal  27  September  2017,  Komisi  Pengawas  Persaingan  Usaha  (KPPU)  telah  memutuskan 

bahwa penjualan layanan IndiHome secara bundling tersebut tidak melanggar hukum persaingan usaha.

Selanjutnya, di tahun 2018, Telkom menerima surat peringatan dari KPPU terkait tuduhan pelanggaran UU Persaingan 

Usaha.  Surat  pelanggaran  ini  telah  melalui  proses  kajian  untuk  diskusi  lebih  lanjut  dengan  KPPU  karena  alasan 

penyelidikan yang belum jelas. Berdasarkan komunikasi dengan KPPU, penyelidikan atas dugaan yang tidak jelas ini 

telah dihentikan. 

Pada  tahun  2019,  Telkom  menerima  panggilan  dari  KPPU  terkait  dugaan  pelanggaran  UU  Persaingan  Usaha  terkait 

kebijakan  Telkom  dan  Telkomsel  yang  memblokir  akses  Netflix.  Telkom  telah  memberikan  informasi  pada  investigasi 

yang dilaksanakan oleh KPPU dan menyampaikan bahwa Telkom perlu melakukan blokir tersebut karena Netflix belum 

sepenuhnya patuh pada regulasi di Indonesia terkait dengan konten dan aturan terkait pelaksanaans sensor. Saat ini 

kami belum mendapatkan informasi dari KPPU dan masih menunggu pernyataan resmi dari KPPU terkait keberlanjutan 

proses investigasi. 

Pada  bulan  November  2019,  Telkom  juga  menerima  panggilan  dari  KPPU  mengenai  tuduhan  pelanggaran  Undang-

Undang  Persaingan  Usaha  terkait  dengan  Bisnis  Transit  Internet  Protocol  Telkom  di  Papua.  Telkom  dipanggil  dalam 

tahap klarifikasi dan belum memasuki tahap investigasi. Kami telah memberikan klarifikasi kepada KPPU pada bulan 

Desember 2019 dan belum ada konfirmasi resmi lebih lanjut mengenai kasus ini.

Selain  itu,  Telkom  juga  memiliki  kebijakan  internal  yang  mengatur  etika  usaha  dengan  kompetitor  yang  tertuang 

pada  Kebijakan  Direksi  Nomor  PD.201.01/r,.00/PS150/COP-B0400000/2014  tanggal  6  Mei  2014  tentang  Etika  Bisnis 

di  Lingkungan  TelkomGroup.  Dalam  usaha  untuk  mendapatkan  informasi  tentang  bisnis  kompetitor,  perusahaan 

berkewajiban  untuk  melakukan  dengan  cara  yang  jujur  dan  didapatkan  dari  sumber  yang  sah.  Perusahaan  juga 

melarang  informasi  yang  diperoleh  dengan  cara  ilegal  dan  tidak  etis  diantaranya  melalui  spionase,  penyadapan  dan 

atau pencurian.

Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, dalam tiga tahun terakhir, tidak ada denda maupun sanksi yang dikenakan kepada 

Telkom terkait pelanggaran ketentuan persaingan usaha.

251

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPerlindungan Hak Cipta

Dalam  rangka  melindungi  sekaligus  memberikan  penghargaan  terhadap  kreativitas  hasil  riset  dan  pengembangan 

produk dan layanan, Telkom telah mendaftarkan sejumlah hak kekayaan ìntelektual yang terdiri dari merek, hak cipta 

dan paten di Direktorat Jenderal Kekayaan lntelektual, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. 

Kami mendaftarkan berbagai hak kekayaan intelektual, meliputi:

•  Merek dagang maupun jasa atas produk barang dan layanan jasa perusahaan, logo dan nama perusahaan.

•  Hak  cipta  atas  logo  dan  nama  perusahaan,  logo  produk  barang  dan  layanan  jasa  perusahaan,  program-program 

komputer, riset dan lagu.

•  Paten atas penemuan-penemuan di bidang teknologi berupa produk, sistem dan metode di bidang telekomunikasì.

Dalam  hal  hak  cipta  dimiliki  oleh  perusahaan  dengan  pihak  lain  (co  owner),  maka  komersialisasinya  harus  dengan 

persetujuan pemilik lainnya (co owner) dan atau sepengetahuan pihak terkait. Kebijakan terkait perlindungan hak cipta, 

diatur  melalui  Keputusan  Direksi  Nomor  PD.605.00/r.oo/HK000/COO-D0030000/2011  tanggal  11  Juli  2011  tentang 

Pengelolaan Kekayaan Intelektual dan Hak Kekayaan Intelektual.

Transparansi dalam Pelaksanaan Kegiatan Tender

Sesuai  dengan  kebijakan  internal  yang  tertuang  pada  Keputusan  Direktur  Keuangan  Nomor  PR  301.08/r.02/HK240/

COP-A00110000/2019 tanggal 2 Oktober 2019 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan, kami terus konsisten hingga 

saat ini untuk mengelola proses pengadaan dan kemitraan dengan penggunaan sistem e-auction melalui aplikasi yang 

meminimalkan kontak fisik antara pemasok/mitra dengan panitia karena keseluruhan proses tender dan negosiasi telah 

berbasis  komputer  sehingga  berlangsung  adil  dan  transparan.  Kami  melakukan  pemilihan  pemasok  dengan  melalui 

tiga  tahapan  utama  yaitu  Registrasi  Supplier  dimana  Supplier  melakukan  registrasi  secara  online  melalui  aplikasi 

Supply Management and Logistic Enhancement (“SMILE”), kemudian dilanjutkan dengan seleksi supplier dimana kami 

melakukan  assessment  pemasok  sesuai  dengan  klasifikasi  usaha  dan  beberapa  kriteria  lain  sehingga  menghasilkan 

ranking dan short-list dan dilanjutkan dengan penetapan Eligible Bidder yaitu pemasok yang berhak atau akan dilibatkan 

untuk mengikuti proses procurement.

Dalam proses seleksi pemasok dan kontraktor, kami turut menilai komitmen setiap calon pemasok dimaksud terhadap 

pemenuhan aturan di bidang ketenagakerjaan/hak asasi manusia, serta kesehatan dan keselamatan kerja. Setiap calon 

pemasok/kontraktor  diharuskan  mematuhi  kriteria  ini.  Beberapa  manfaat  yang  telah  diperoleh  antara  lain  kecepatan 

proses  tender,  penetapan  calon  peserta  tender  secara  elektronik  sesuai  persyaratan  yang  ditentukan,  pemilihan 

pemenang secara elektronik, dan manfaat lainnya terkait dengan kualitas proses yang semakin baik, kewajaran harga, 

transparansi dan mencegah terjadinya intervensi.

Kami juga melakukan penilaian atas kinerja pemasok terkait pemberian dukungan kepada Telkom dalam mencapai visi 

dan misi perusahaan. Melalui proses penilaian kinerja tersebut, diharapkan terjalin hubungan kerja sama Telkom dengan 

para pemasok yang lebih baik, berkelanjutan dan membawa benefit optimal bagi Perseroan. 

252

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKEBIJAKAN DAN PROSEDUR ANTI KORUPSI DAN FRAUD

Kebijakan anti korupsi yang dimiliki oleh Telkom antara lain: 

1.  Keputusan Direksi No.43 tahun 2008 tentang Kebijakan Anti Fraud di Lingkungan Telkom tanggal 2 Desember 2008.

2.  Keputusan Direksi Nomor.36/HK290/COP-D0053000/2009 tanggal 20 November 2009 tentang Pakta Integritas.

3.  Keputusan  Direksi  Nomor.  PD.201.01/r.00/PS150/COP-B0400000/2014  tanggal  6  Mei  2014  tentang  Etika  Bisnis  

di Lingkungan TelkomGroup.

4.  Keputusan  Direktur  Human  Capital  Management  Nomor.  PR.209.04/r.00/PS000/COP-A4000000/2016  tanggal  

26 Juli 2016 tentang Pengendalian Gratifikasi.

Telkom menunjukkan komitmen anti korupsi dan fraud melalui tiga pendekatan, yakni: 

1.  Pencegahan, dilaksanakan melalui penyiapan prosedur kerja yang akuntabel, seperti pada proses pengadaan dan 

transaksi keuangan, kode etik, budaya perusahaan dan integritas.

2.  Pengawasan,  dilaksanakan  melalui  implementasi  sistem  pengendalian  dan  pengawasan  yang  dijalankan  oleh  Unit 

Internal Audit.

3.  Penindakan, dilaksanakan dengan dukungan sistem Whistleblowing dan bukti-bukti dari Internal Audit.

Dalam mendukung penerapan kebijakan anti korupsi, TelkomGroup memiliki berbagai mekanisme terkait anti korupsi. 

Salah satu di antaranya yaitu mewajibkan karyawan untuk menandatangani Pakta Integritas. Karyawan wajib menghindari 

adanya  benturan  kepentingan  dan  dilarang  menerima  gratifikasi  sesuai  dengan  prosedur  pengendalian  gratifikasi. 

Telkom  juga  menyediakan  portal  myintegrity.telkom.co.id  dan  meningkatkan  pemahaman  karyawan  mengenai  anti 
korupsi dan anti fraud melalui pelatihan.  

Kemudian, Telkom juga mewajibkan seluruh pejabat eselon I dan II untuk melaporkan harta kekayaannya sesuai prosedur 
yang berlaku. Ketentuan tersebut merupakan bentuk kepatuhan pada  Peraturan Pemerintah yang mengatur kewajiban 
bagi penyelenggara negara untuk melaporkan harta kekayaannya, melalui: 
1.  Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara Yang Bersih Dan Bebas Dari Korupsi, Kolusi 

Dan Nepotisme.

2.  Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pindana Korupsi
3.  Peraturan Komisi Pemberantasan Korupsi Nomor: 07 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pendaftaran, Pengumuman dan 

Pemeriksaan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara.

4.  Keputusan  Direktur  Human  Capital  Management  Nomor  PR.209.03/r.01/PS000/COP-A4000000/2017  tanggal  27 
Oktober 2017 tentang Kewajiban Pelaporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara  di Lingkungan TelkomGroup.

Komitmen  kami  dalam  anti  korupsi  dan  fraud,  juga  menjangkau  vendor/mitra  kami  sesuai  yang  tertuang  dalam 

Kebijakan Perusahaan berupa Keputusan Direktur Keuangan No. PR 301.08/r.02/HK240/COP-A00110000/2019 tanggal 

2 Oktober 2019 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan. Dalam proses pengadaan barang dan jasa, kami meminta 

setiap vendor/mitra untuk menandatangani pakta integritas yang di dalamnya antara lain menyatakan tidak melakukan 

praktik KKN, kolusi harga dan konflik kepentingan atau conflict of interest.

Lebih jauh lagi, komitmen Telkom untuk mencegah korupsi juga tercermin pada inisiatif Telkom untuk menjadi anggota 

asosiasi  Kolaborasi  Tunas  Integritas  dan  Rembug  Integritas  Nasional  (RIN)  yang  diinisiasi  oleh  para  Tunas  Integritas 

dan  Pengelola  Unit  Pengendali  Kepatuhan  dan  Gratifikasi  Kementrian  Lembaga  Organisasi  dan  Perusahaan  (KLOP) 

sejak  tahun  2015.  Keikutsertaan  Telkom  dalam  organisasi  ini  adalah  dengan  menjadi  anggota  aktif  dalam  berbagai 

event kolaborasi, sebagai narasumber, diskusi panel, dan objek benchmarking bagi KLOP dan Swasta Nasional bidang 

pembangunan Etika Bisnis dan Integritas.

Telkom juga melakukan review dan evaluasi terhadap berbagai mekanisme, inisiatif dan kebijakan internal terkait anti 

korupsi  yang  akan  digunakan  untuk  perbaikan  ke  depannya.  Pada  tahun  2019,  Telkom  menempatkan  salah  seorang 

karyawannya untuk mengikuti Sertifikasi Ahli Pembangun Integritas (API LSP KPK BNSP) dan sekaligus memperoleh 

Sertifikat  Assesor  Ahli  Pembangun  Integritas  dari  LSP  KPK  dalam  ajang  Sertifikasi  Ahli  Pembangun  Integritas  yang 

diselenggarakan oleh LSP KPK – BNSP. Upaya Telkom untuk mencegah korupsi dan fraud mendapatkan penghargaan 

dari pemangku kepentingan. Pada tahun 2019, Telkom memperoleh penghargaan sebagai Best State-Owned Enterprise 
Big Cap dalam ajang The 11th IICD CG Conference and Award yang diselenggarakan oleh IICD.

253

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian 
 
 
 
 
 
 
 
MENGHARGAI HAK ASASI MANUSIA

Salah satu apresiasi Telkom dan anak perusahaan terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) yaitu diwujudkan dalam bentuk 

dukungan terhadap hak-hak dasar di tempat kerja yang diatur dalam Keputusan Direksi Nomor PD.201.01/r,.00/PS150/

COP-B0400000/2014 tanggal 6 Mei 2014 tentang etika bisnis di lingkungan TelkomGroup. Dalam kebijakan tersebut, 

perusahaan berkomitmen untuk: 

1.  Menghindari  praktik  diskriminasi  karyawan,  dengan  memberi  kesempatan  yang  sama  tanpa  membedakan  umur, 

kelompok, suku, bangsa, agama dan gender. 

2.  Menjaga kesehatan, keamanan, dan kenyamanan lingkungan kerja. 

3.  Menjamin hak asasi karyawan sebagai warna negara dalam berkumpul, berserikat, berorganisasi dan menyalurkan 

aspirasi politik dengan batasan tertentu.

Upaya  tersebut  berdampak  pada  hubungan  yang  baik  antara  TelkomGroup  dan  karyawan,  sehingga  tidak  terjadi 

adanya tuntutan atau demonstrasi sepanjang tahun 2019. Baik Telkom maupun anak perusahaan TelkomGroup tidak 

pernah mengalami aksi buruh yang material. Sejalan dengan UU No.13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan UU 

No.21  tahun  2000  tentang  Serikat  Pekerja/Serikat  Buruh,  karyawan  Telkom  mendirikan  SEKAR  (Serikat  Karyawan). 

Berdasarkan regulasi, SEKAR berhak mewakili karyawan dalam negosiasi kolektif dengan manajemen perusahaan. Pada 

tanggal 19 Januari 2018, perjanjian ketenagakerjaan kolektif ketujuh disepakati oleh Telkom dan SEKAR, yang berlaku 

untuk periode dua tahun.

Selain  SEKAR,  asosiasi  pekerja  lainnya  yang  ada  yaitu  Serikat  Karyawan  Telkomsel,  PT  Infomedia  Nusantara,  Metra 

Digital Media dan Graha Sarana Duta juga serikat pekerja yang didirikan. Serikat Pekerja Telkomsel (SEPAKAT), Serikat 

Pekerja Infomedia Nusantara (SPIN), Serikat Pekerja Metra Digital Media (Serikat Pekerja Metra Digital atau SPMD), dan 

Serikat Pekerja Graha Sarana Duta atau SEJAGAD). 

254

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian 
 
 
 
 
TANGGUNG JAWAB BARANG ATAU JASA

Terkait etika usaha dengan pelanggan, kami berkewajiban untuk:

1.  Memberikan  informasi  secara  jelas  dan  mudah  dimengerti  tentang  hak  dan  kewajiban  pelanggan  sebelum  akad/

kontrak berlangganan ditandatangani kedua belah pihak.

2.  Memenuhi  hak-hak  pelanggan  dalam  memberikan  layanan  sesuai  dengan  yang  dijanjikan  dalam  Service  Level 

Guarantee (SLG).

3.  Menyediakan  dan  mengelola  media  kontak  pelanggan  (loket  pengaduan,  telepon  pengaduan,  email  dan  media 

lainnya) sehingga memudahkan pelanggan untuk menyampaikan keluhan, feedback serta mencari informasi tentang 

produk/jasa.

Kewajiban ini telah dituangkan pada Keputusan Direksi Nomor PD.201.01/r.00/PS150/COP-B0400000/2014 tanggal 6 

Mei 2014 tentang Etika Bisnis di Lingkungan TelkomGroup.

INFORMASI PRODUK

Telkom dan anak perusahaan memahami pentingnya pemenuhan hak konsumen untuk mendapatkan informasi yang 

akurat dan terkini mengenai berbagai produk dan layanan. Dengan demikian, konsumen dapat mengambil keputusan 

yang tepat saat membeli produk dan layanan TelkomGroup sesuai kebutuhan dan keinginannya. Terkait hal tersebut, 

penyediaan informasi produk dilakukan dengan berbagai cara seperti melalui informasi produk pada kemasan starter 
pack mobile, website, kegiatan promosi, dan komunikasi pemasaran yang intensif.

KESEHATAN DAN KESELAMATAN KONSUMEN

Program Telkom Integrated Quality Assurance (TIQA) bertujuan untuk menjamin produk dan layanan yang ditawarkan 

tidak merugikan konsumen, termasuk dalam hal ini tidak berisiko pada kesehatan dan keselamatan. TIQA memberikan 

garansi  purna  jual  dan  menerapkan  kebijakan  layanan  pelanggan  yang  menekankan  pada  service  delivery,  service 

assurance, dan pengukuran kualitas layanan. 

PENGALAMAN PELANGGAN (CUSTOMER EXPERIENCE)

Kami  berusaha  memahami  dan  mengantisipasi  kebutuhan  pelanggan  untuk  memberikan  pengalaman  pelanggan 

terbaik dan melampaui harapan dengan memfasilitasi interaksi pelanggan dengan kami, termasuk melalui antarmuka 

digital  untuk  pembelian  produk  dan  layanan,  melakukan  pembayaran,  mengajukan  permintaan  untuk  peningkatan 

layanan atau mengajukan keluhan. Interaksi-interaksi tersebut didukung oleh proses digital. Kami juga memaksimalkan 

keterlibatan kami dengan pelanggan melalui manajemen hubungan pelanggan yang dikenal dengan Customer Facing 

Unit (CFU).

Kami  senantiasa  berupaya  memperbaiki  pengalaman  pelanggan,  dengan  secara  aktif  mencari  umpan  balik  dan  
masukan dari pelanggan. Perbaikan yang kami lakukan melalui dua cara, yakni pertama dengan memperbaiki secara 

cepat hal-hal yang sederhana, seperti perbaikan proses dan training.  Cara kedua adalah perbaikan yang bersifat radikal 

dan  menyeluruh,  yang  meliputi  aspek  people,  process,  systems  dan  tools.  Untuk  memastikan  perbaikan  yang  kami 

lakukan sudah diterima dengan memuaskan oleh pelanggan, kami mengukur kemajuannya  melalui program close the 

loop menggunakan metrik pengukuran Net Promote System (NPS) yang sudah berjalan sejak tahun 2018.  Melalui NPS, 

kami  ingin  mengetahui  voice  of  customer  terkini,  sebagai  masukan  dalam  perbaikan  pengalaman  pelanggan.    Kami 

juga melakukan tracking dan monitoring NPS melalui dua level pengukuran, meliputi Top-down NPS (strategic NPS), 

yaitu persepsi keseluruhan pelanggan tentang Telkom yang diukur oleh pihak eksternal dan buttom-up NPS (episode 

NPS), yaitu pengalaman pelanggan selama berinteraksi langsung dengan Telkom yang diukur melalui survei internal. 

Skor NPS kami secara keseluruhan TelkomGroup telah meningkat 4 poin year on year (H2-2018 to H2-2019). Year on 

year  NPS  (H2-2018  to  H2-2019)  di  semua  CFU  meningkat  bervariasi  antar  2  sampai  13  poin.    Kami  melihat  adanya 
peningkatan  yang  konsisten  dari  pengalaman  pelanggan  yang  membuat  kami  tetap  berkomitmen  untuk  fokus  pada 

peningkatan pengalaman pelanggan di tahun-tahun mendatang.

255

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianSkor NPS TelkomGroup selama tahun 2018-2019, seperti tertera pada tabel berikut (satuan: poin NPS).

Skor NPS

Telkom

Kenaikan Point

2019

2018

2H 2019

1H 2019

2H 2018

1H 2018

43

2

41

2

39

0

39

-

Pengukuran kepuasan pelanggan dilakukan setiap tahun melalui survei Indeks Kepuasan Pelanggan. Berikut ini tabel 

yang menunjukkan hasil survei tiga tahun terakhir:

Survei CSLS

Consumer

Customer Satisfaction Index  (CSI)

Customer Loyalty Index  (CLI)

Customer Dissatisfaction Index  (CDI)

Enterprise

Customer Satisfaction Index  (CSI)

Customer Loyalty Index  (CLI)

Customer Dissatisfaction Index  (CDI)

2019

2018

%

2017

 88,56

 83,44

 1,04

 97,70

 95,20

 0,62

 87,71

 82,84

2,17

 98,00

 96,10

 0,58

 86,56

 82,01

2,78

 97,20

 97,40

 0,95

Survey  Customer  Satisfaction  and  Loyalty  Survey  (CSLS)  tetap  dilaksanakan  untuk  mengetahui  informasi-informasi 

detail  yang  tidak  diakomodasi  dalam  survey  NPS  Top  Down.  CSLS  menjawab  indeks  kepuasan,  ketidakpuasan,  dan 

loyalitas  pelanggan  melalui  pendekatan  Structured  Equation  Method  (SEM)  dengan  dimensi  Product,  Price,  Delivery 

System,  Service  Mindset  dan  Relationship  yang  kemudian  diperdalam  lagi  ke  dalam  pilar-pilar  yang  lebih  detail  dari 

setiap dimensinya. Dengan pendekatan SEM ini mudah bagi Telkom untuk menelusuri faktor-faktor teknis maupun non-

teknis yang kemudian menjadi bahan perbaikan atau Opportunity for Improvement (OFI).

LAYANAN PENGADUAN PELANGGAN

Telkom  memiliki  pendekatan  tertentu  untuk  menangani  pengaduan  konsumen,  yang  dibedakan  antara  pelanggan 

individu dan korporat. Pelanggan individu dapat menyampaikan keluhannya melalui saluran pengaduan sebagai berikut:
•  Aplikasi : myIndiHome.
•  Social Media : @IndiHome (Twitter), @IndiHome (Instagram), IndiHome (Facebook).
•  Sarana pengaduan via web chat di www.indihome.co.id.
•  E-mail : customercare@telkom.co.id.
•  Call Center : 147.
•  Plasa Telkom.

Khusus untuk pelanggan seluler, Telkom menyediakan call center “Caroline”, atau customer care online, yaitu:
•  188 (24 jam berbayar) untuk pelanggan pascabayar dan prabayar.
•  0807-1811811 (tarif lokal PSTN) untuk skala nasional.

Selanjutnya, pengaduan oleh pelanggan korporat dapat disampaikan melalui:
•  1500250 dan e-mail tele-am@telkom.co.id, dan social media @Smart_Bisnis (Twitter) serta Smartbisnis (Facebook) 

bagi pelanggan UMKM.

•  08001  Telkom  atau  08001035566  dan  e-mail:  c4@telkom.co.id,  dan  social  media  @TelkomSolution  (Twitter)  dan 

TelkomSolutionID (Facebook) bagi pelanggan korporat dan institusi Pemerintah.

256

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPada  tahun  2019,  kecepatan  penanganan  gangguan  mengalami  peningkatan  dibandingkan  tahun  sebelumnya. 

Penguatan skill teknisi telah meningkatkan prosentase penyelesaian gangguan. Berikut data  waktu rata-rata perbaikan 

gangguan (Mean Time To Repair atau MTTR) dalam tiga tahun terakhir.

Uraian

2019

2018

Jam

2017

Mean Time To Repair (MTTR)

 7,10

 9,80

 23,40

257

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPRAKTIK KETENAGAKERJAAN, KESEHATAN, 
DAN KESELAMATAN KERJA

Komitmen  Telkom  dalam  praktik  ketenagakerjaan  tertuang  pada  Keputusan  Direksi  Nomor  PD.201.01/r.00/PS150/

COP-B0400000/2014 tanggal 6 Mei 2014 tentang Etika Bisnis di Lingkungan TelkomGroup, yang di dalamnya mengatur 

etika  usaha  dengan  karyawan.  Perusahaan  berkewajiban  menghindari  praktik  diskriminasi  karyawan  dan  menjaga 

kesehatan, keamanan, kenyamanan lingkungan kerja. 

KESETARAAN GENDER DAN KESEMPATAN KERJA

Telkom memiliki praktik ketenagakerjaan sesuai dengan ketentuan regulasi dan etika bisnis yang berlaku internasional. 

Salah satu aspek yang sangat diperhatikan Telkom yaitu kesetaraan gender dan kesempatan kerja yang sama tanpa 

diskriminasi.  Di  Telkom,  baik  laki-laki  maupun  perempuan  dapat  menjabat  atau  memegang  posisi  di  berbagai  level 

sesuai kompetensinya. Hal ini sesuai dengan Keputusan Direksi Nomor PR.208.03/r.00/HK250/COP-B0020000/2012 

tanggal 10 September 2012 tentang Manajemen Karir, yang mana pengambilan keputusan karir harus didasarkan pada 

kesamaan kesempatan (equal opportunity) dengan mengacu pada kriteria yang jelas, terukur dan penilaian objektif.

Proses  rekrut  Telkom  dilaksanakan  dengan  berdasarkan  asas  terbuka,  objektif,  efektif  dan  efisien  sesuai  dengan 

Keputusan Direksi Nomor PR.204.03/r.02/HK200/COP-J2000000/2015 tanggal 26 Juni 2015 tentang Sistem Rekrut. 
Pada tahun 2019, Telkom merekrut 256 pria dan 231 wanita. Jumlah karyawan pria dan wanita per akhir 2019 sebanyak 

17.987  dan  6.285  orang.  Besarnya  proporsi  jumlah  karyawan  pria  terhadap  wanita  di  Telkom  bukan  karena  faktor 

diskriminasi.  Namun  hal  tersebut  disebabkan  karena  pada  kenyataannya  lebih  banyak  pria  dibanding  wanita  yang 

berminat bekerja di industri telekomunikasi, terutama untuk jenis pekerjaan yang dilakukan di luar ruangan.

Tabel Jumlah Rekrutment Karyawan Berdasarkan Gender Tahun 2017-2019

Uraian

Telkom

Jumlah

2019

2018

2017

Pria

Wanita

Jumlah

Pria

Wanita

Jumlah

Pria

Wanita

Jumlah

 256

 256

 231

 231

 487

 487

 349

 349

 212

 212

 561

 561

 253

 253

 160

 160

 413

 413

Keterangan: Untuk tahun 2019 terdapat rekrutment GPTP dari Jalur BUMN dan disabilitas (usia ada yang diatas 30 tahun)

Tabel Jumlah Karyawan Berdasarkan Gender dan Posisi Managerial per 31 Desember 2017-2019

Uraian

Band I

Band  II

Band III

Jumlah

2019

2018

2017

Pria

Wanita

Jumlah

Pria

Wanita

Jumlah

Pria

Wanita

Jumlah

 119

 604

1.661

2.384

 9

 62

368

439

 128

 666

 144

 607

2.029

 2.010

2.823

 2.761

 6

 58

 355

 419

 150

 665

 111

 498

 2.365

 2.027

 3.180

 2.636

 8

 44

 319

 371

 119

 542

 2.346

 3.007

258

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPENDIDIKAN DAN ATAU PELATIHAN

Telkom  berkomitmen  untuk  memberikan  pendidikan  dan  pelatihan  karyawan  yang  terbaik  karena  peningkatan 
kompetensi  karyawan  akan  berdampak  pada  peningkatan  kinerja  Telkom.  Program  ini  didukung  kebijakan  internal 
Telkom yaitu:
1.  Keputusan  Direktur  Human  Capital  and  General  Affairs  Nomor  PR.206.03/r.00/HK250/COP-B0200000/2013 

tanggal 12 April 2013 tentang Pengembangan Kompetensi.

2.  Keputusan Direktur Human Capital Management Nomor PR.207.09/r.00/HK200/COP-B02000000/2013 tanggal 21 

Desember 2013 tentang Tunjangan Pendidikan Atas Inisiatif Perusahaan.

3.  Keputusan Direktur Human Capital Management Nomor PR.206.09/r.02/HK200/COP-J2000000/2015 tanggal 29 

Juni 2015 tentang Sistem Pengembangan Kepemimpinan TelkomGroup.

Telkom  selalu  mengupayakan  ada  peningkatan  secara  kuantitatif  dan  kualitatif  untuk  pendidikan  dan  pelatihan 
karyawan.  Pada  tahun  2019,  Telkom  memberikan  kesempatan  pendidikan  dan  pelatihan  bagi  8.297  pria  dan  4.478 
wanita.  Jumlah  itu  secara  umum  turun  karena  terjadi  perubahan  metode  learning  menjadi  self-led  learning  dimana 
Telkom menyediakan knowledge repository berdasarkan kebutuhan bisnis.

Uraian

Pelatihan Sertifikasi

Pelatihan Leadership 
Development Program

2019

2018

2017

Pria Wanita Jumlah

Pria Wanita Jumlah

Pria Wanita

Jumlah

 1.213

 1.215

571

637

1.784

 1.140

1.852

 1.048

 193

 426

 1.333

 1.474

 850

 822

 321

 262

 1.171

 1.084

Pelatihan Reguler

5.869

3.270

9.139  10.709

 1.766

 12.475

 14.719

 6.060

 20.779

Jumlah

8.297

4.478

12.775

12.897

 2.385

 15.282  16.391

 6.643

 23.034

TINGKAT PERPINDAHAN (TURNOVER) KARYAWAN

Tingkat turnover karyawan Telkom pada tahun 2019 mencapai 17,61% dibandingkan dengan 15,03% pada tahun 2018.  

Sebagian besar karyawan yang meninggalkan Telkom disebabkan karena pensiun.

Uraian

2019

2018

2017

Jumlah karyawan Telkom (orang)

Jumlah perputaran karyawan

Atas permintaan sendiri

Menjadi pengurus partai politik

Menjadi direksi BUMN/pejabat pemerintah

Pelanggaran disiplin

Menikah dengan karyawan Telkom

Pensiun

Wafat

Persentase Turnover

Keterangan: penyajian kembali dengan memasukkan data pensiun & wafat

11.059

1.947

22

9

2

1.849

65

17,61%

 12.765

 1.919

 13.956

 1.506

 15

 -

 4

 -

 2

 1.832

 66

15,03%

 15

 -

 4

 -

8 

 1.407

 72

10,79%

259

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianREMUNERASI

Dalam hal remunerasi, Telkom mematuhi ketentuan regulasi Upah Minimum Provinsi (UMP) dan kebijakan internal yaitu:

1.  Keputusan Direksi Nomor KD.28/PS560/SDM-20/2004 tanggal 4 Juni 2004 tentang Sistem Remunerasi

2.  Keputusan  Direktur  Human  Capital  Management  Nomor  PR.207.19/r.00/PS560/COP-J2000000/2015  tanggal  

8 Desember 2015 tentang Pengaturan Sistem dan Struktur Remunerasi

Telkom menetapkan gaji terendah perusahaan Telkom berada di atas UMP. Selain itu, tidak ada perbedaan gaji yang 

diterima antara karyawan laki-laki dan perempuan pada posisi yang sama. Tabel berikut menunjukkan bahwa ketentuan 

gaji tersebut berlaku bagi seluruh karyawan Telkom pada berbagai tingkatan.

Uraian

Manajemen Senior 

Manajemen Madya

Pengawas 

Lainnya 

PROGRAM PENSIUN

2019

2018

2017

Pria

Wanita

Pria

Wanita

Pria

Wanita

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

Usia  pensiun  untuk  semua  karyawan  kami  adalah  56  tahun.  Kami  memiliki  dua  skema  pensiun:  (a)  Program  Pensiun 

Manfaat  Pasti,  yang  berlaku  untuk  karyawan  tetap  yang  permanen  sebelum  1  Juli  2002  (selain  Direktur  kami)  dan 

(b) Program Pensiun Iuran Pasti yang berlaku untuk karyawan tetap (selain Direktur kami) yang permanen pada atau 

setelah 1 Juli 2002.

SARANA DAN KESELAMATAN KERJA

Dalam hal keselamatan dan kesehatan kerja (K3), Telkom memiliki kebijakan internal tentang keselamatan kerja berupa 

Surat  Keputusan  Direksi  No.37  tahun  2010  tentang  Penetapan  Kebijakan  Pengelolaan  Keamanan  dan  Keselamatan 

Perusahaan  tertanggal  26  Oktober  2010.  Selain  itu,  Telkom  juga  mencantumkan  juga  aspek  K3  dalam  PKB  VII  pasal 

48 yang menyatakan “Telkom wajib menjaga keselamatan dan kesehatan kerja karyawan sesuai perundang-undangan 

yang berlaku”.

Telkom  juga  menjaga  reputasi  jam  kerja  selamat  dan  zero  fatality  dalam  beberapa  tahun  terakhir  serta  menerapkan 
Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (SMK3). Salah satu inisiatif dalam sistem manajemen K3 yang 

dilakukan oleh TelkomGroup yaitu melakukan simulasi tanggap darurat dan pertolongan pertama pada kecelakaan. Serta 

untuk menjaga konsistensi implementasi SMK3 maka dibuatkan aplikasi di Portal SAS yang memenuhi kriteria dalam 

Peraturan  Pemerintah  No.50  Tahun  2012.  Melalui  Program  ini,  kesiapan  keselamatan  kerja  pada  karyawan  dirasakan 

meningkat  signifikan.  Per  31  Desember  2019,  telah  mendapatkan  sertifikasi  SMK3  (Golden  Flag)  dari  Kementerian 

Tenaga Kerja untuk 54 lokasi kantor TelkomGroup di seluruh Indonesia.

TINGKAT KECELAKAAN KERJA

Telkom telah mempertahankan zero accident sejak 2016. Hal ini merupakan pencapaian yang baik dari berbagai upaya 

Telkom untuk menangani keselamatan dan kesehatan karyawan.

260

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianMEKANISME PENGADUAN MASALAH KETENAGAKERJAAN

Telkom  memahami  pentingnya  ketenagakerjaan  dalam  melaksanakan  kegiatan  usaha  dan  mencapai  target  kinerja 

secara  efektif  dan  efisien.  Untuk  itu,  Telkom  mencoba  meminimalisir  dampak  negatif  dari  berbagai  permasalahan 

ketenagakerjaan yang ada. Salah satu hal yang Telkom lakukan yaitu menyediakan mekanisme pengaduan karyawan 

agar sejak awal masalah dapat diketahui dan diselesaikan dengan baik.

Pengaduan masalah ketenagakerjaan dapat dilakukan melalui:
•  HR  helpdesk,  yaitu  mekanisme  pengaduan  melalui  web-in  service,  email-in  service  HR_helpdesk@telkom.co.id, 

phone-in service nomor 1500305 dan Chat-in melalui Whatsapp serta Telegram di nomor 08111-900-305.

•  HR Wiki, yaitu layanan search engine yang digunakan bagi karyawan untuk mencari informasi seputar ketenagaker-

jaan Telkom dan katalog kebijakan human capital Telkom.

•  Employee aspiration, yaitu adaptasi dari Employee Suggestion System (ESS) yang dapat dimanfaatkan karyawan 

untuk menyampaikan saran dan aspirasinya.

Sepanjang  tahun  2019,  Telkom  menerima  522  pengaduan  ketenagakerjaan  dan  telah  diselesaikan  sebanyak  490 

pengaduan.  Sebagian besar pengaduan karyawan mengenai layanan administrasi, manajemen karir dan manajemen 

waktu. Perbaikan yang telah dilakukan Telkom antara lain:

•  Pengembangan  pengaduan  melalui  Chat-bot  dilengkapi  dengan  AI  (Artificial  Intelligence)  berkolaborasi  dengan 

Aplikasi Chat-aja!.

•  Pengembangan dan perbaikan sistem HR Wiki dilengkapi dengan teknologi elastic search untuk meningkatkan user 

experience.

•  Penggabungan  database  katalog  kebijakan  human  capital  (semula  Employee  Reference)  ke  dalam  HR  Wiki  agar 

karyawan mengakses informasi human capital melalui satu pintu.

261

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPENGEMBANGAN SOSIAL KEMASYARAKATAN

Perusahaan menempatkan program CSR sebagai salah satu program prioritas perusahaan terkait etika usaha dengan 

social masyarakat sesuai dengan Keputusan Direksi Nomor PD.201.01/r.00/PS150/COP-B0400000/2014 tanggal 6 Mei 

2014  tentang  Etika  Bisnis  di  Lingkungan  TelkomGroup.  Dalam  mengemban  tanggung  jawab  sosial  dan  pengabdian 

masyarakat, perusahaan melakukan hal sebagai berikut:

1.  Membangun dan membina hubungan yang serasi dan harmonis serta memberi manfaat kepada masyarakat sekitar 

tempat usaha perusahaan. 

2.  Mewujudkan kontribusi sosial, serta memberikan manfaat perusahaan kepada masyarakat. 

3.  Mendorong  rasa  ikut  memiliki  masyarakat  terhadap  perusahaan  dengan  tujuan  agar  masyarakat  ikut  menjaga  

aset perusahaan.

PENGGUNAAN TENAGA KERJA LOKAL

Telkom merupakan badan usaha yang juga menjadi kepanjangan tangan Pemerintah Indonesia untuk berperan sebagai 

agen  pembangunan  nasional.  Oleh  sebab  itu,  Telkom  sangat  memperhatikan  pemanfaatan  tenaga  kerja  lokal  dan 

vendor lokal sebagai salah satu mekanisme untuk mendukung pembangunan nasional. 

Per akhir tahun 2019, 99,37% karyawan TelkomGroup merupakan tenaga kerja lokal. Terdapat 151 orang tenaga kerja 

asing  yang  dipekerjakan  karena  memiliki  kemampuan  yang  dibutuhkan  Telkom  dan  juga  sebagian  bertugas  di  anak 
perusahaan  yang  beroperasi  di  luar  negeri.  Sedangkan  untuk  vendor,  mayoritas  vendor  Telkom  berasal  dari  lokal. 

Sampai dengan 31 Desember 2019, terdapat 623 vendor lokal dan 10 vendor asing yang tercatat pada aplikasi SMILE.

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SEKITAR

Terkait pemberdayaan masyarakat sekitar, Telkom telah merumuskan sebuah pedoman kebijakan dan operasional, yakni 

peraturan  Direksi  No.  PD.701.00/r.00/PR.000/COP-A3000000/2014  tanggal  14  Oktober  2014  tentang  Pengelolaan 

Telkom Corporate Social Responsibility (Telkom CSR). Pemberdayaan masyarakat di Telkom diwujudkan dalam Program 

Kemitraan  dan  Bina  Lingkungan  (PKBL)  dan  Program  Corporate  Social  Responsibility.  Program  PKBL  merupakan 

inisiatif  yang  yang  dilakukan  berdasarkan  arahan  dan  ketentuan  Kementerian  BUMN  mengenai  PKBL.  Program 

pemberdayaan masyarakat Telkom tercermin pada kerangka besar “BUMN Hadir untuk Negeri”, yang pada tahun 2019 

masih melanjutkan tema “Telkom Indonesia untuk Indonesia”. Program utama yang diusung yaitu Planet – Lingkungan 

Digital, People – Masyarakat Digital, dan Profit – Ekonomi Digital.

Planet

People

Profit

Wifi Corner

Disability Care

UMKM Go DIgital

Board Learning Center
& Pustaka Digital

Digital Lounge
Creative Camp

Balai Ekonomi Desa

Bedah Rumah Veteran

Bantuan Korban
Bencana Alam

BUMN Hadir di kampus

Telkom Peduli Budaya

Indonesia Digital 
Learning

Pelatihan Marketing 
Online

Rumah Kreatif BUMN
Kampung UMKM Digital

Mitra BUMDes 
Bersama

Balai Ekonomi Desa
(Balkondes)

262

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianSepanjang  tahun  2019,  Telkom  telah  mengeluarkan  biaya  sebesar  Rp418,20  miliar  untuk  penyelenggaraan  kegiatan 

tanggung  jawab  sosial,  yang  mencakup  juga  pemberdayaan  masyarakat  dan  investasi  sosial.  Dari  jumlah  tersebut, 

sebesar Rp253,44 miliar atau 60,6% disalurkan untuk Program Kemitraan dan Rp115,26 miliar atau 27,5% dimanfaatkan 

untuk Program Bina Lingkungan. Selebihnya disalurkan melalui Program Corporate Social Responsibility. 

Berikut dana yang dialokasikan untuk pemberdayaan masyarakat:

Uraian

Program Kemitraan dan Bina Lingkungan

Program Kemitraan

Program Bina Lingkungan

Corporate Social Responsibility

2019

2018

2017

Rp (Miliar)

 368,70

 253,44

 115,26

 49,50

385,86

279,98

105,88

 39,80

385,58

303,67

81,91

 28,50

414,08

Total

 418,20

425,66

Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL)

Program pemberdayaan masyarakat melalui program PKBL, akan dibahas lebih detil pada Bab Program Kemitraan dan 

Bina Lingkungan (PKBL) pada laporan tahunan ini.

Program Corporate Social Responsibility (CSR)

Selama  tahun  2019,  Telkom  melaksanakan  berbagai  program  CSR-PR  yang  sebagian  berfokus  pada  pendidikan.  Melalui 

infrastruktur  dan  layanan  terbaik,  Telkom  mendukung  generasi  muda  untuk  mendapatkan  pendidikan  yang  layak, 

membantu  guru  meningkatkan  kompetensi  khususnya  terkait  digital  dan  meningkatkan  sarana  pendidikan  di  sekolah-

sekolah. Sejak tahun 2000, Telkom memulai program Internet Goes to School yang tersebar di lebih dari 70.000 sekolah 

di  Indonesia.  Komitmen  Telkom  untuk  meningkatkan  kompetensi  dilakukan  dengan  menghadirkan  program  Bagimu 

Guru  Kupersemhabkan  dan  Indonesia  Digital  Learning.  Telkom  juga  mengapresiasi  guru-guru  melalui  penghargaan  

My Teacher My Hero sebagai program penghargaan bagi guru yang berprestasi dalam pemanfaatan ICT di dunia pendidikan.

Untuk  mendukung  dunia  pendidikan,  Telkom  membangun  fasilitas  Broadband  Learning  Center  di  lebih  dari  4.554 

lokasi  di  seluruh  Indonesia  baik  di  sekolah,  madrasah  ataupun  ruang  publik  lainnya.  Fasilitas  ini  dilengkapi  dengan 

sarana Pustaka Digital yang tersebar di 4.124 lokasi termasuk area pelayanan Plasa Telkom dengan koleksi lebih dari 

1.000 e-book yang dapat meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia khususnya di pelosok serta daerah terpencil, 

terdepan dan terluar.

263

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianSebagai bagian dari rangkaian peringatan 54 tahun PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), Program CSR Peduli 

Pendidikan Nasional  secara simbolis memberikan bantuan kepada siswa dan guru berupa alat bantu ajar dan beasiswa 

diberikan kepada guru dan siswa yang didatangkan langsung dari Riau, Flores dan Papua yang mewakili wilayah 3T 

(Terluar, Terdepan, dan Tertinggal).

Komitmen Telkom untuk membangun pendidikan Indonesia telah dilakukan sejak lama melalui berbagai program seperti 

Internet Goes to School, Bagimu Guru Kupersembahkan, Indonesia Digital Learning, My Teacher My Hero, Broadband 

Learning Center, Pustaka Digital, Employee Volunteer Program, dan AnniverSafari.

PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mendukung program Pemerintah dalam pemerataan pendidikan 

di Indonesia, khususnya bagi milenial Papua. Telkom menyuguhkan pendidikan formal dan informal guna meningkatkan 

mutu pendidikan dan daya saing masyarakat Papua. Program ini merupakan salah satu wujud nyata kehadiran Telkom 

di tengah-tengah masyarakat untuk meningkatkan kualitas generasi penerus bangsa.

Menteri  BUMN  RI  Rini  M.  Soemarno  (tengah)  didampingi  oleh  Direktur 

Menteri  BUMN  Republik  Indonesia  Rini  M.  Soemarno  menyerahkan 

Utama  Telkom  Ririek  Adriansyah  (kanan)  dan  Direktur  Human  Capital 

simbolis bantuan Renovasi dan Perangkat Digital Learning disaksikan oleh 

Management  Telkom  Edi  Witjara  (kiri)  berfoto  bersama  salah  satu 

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah dan Direktur Consumer Service 

penerima  bantuan  siswa  berprestasi  asal  Mimika,  Papua  dalam  acara 

Telkom Siti Choiriana.

peringatan 54 tahun PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom).

264

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKEPEDULIAN TERHADAP LINGKUNGAN HIDUP

Meskipun secara umum, proses bisnis Telkom di bidang Telekomunikasi, tidak berkaitan langsung dengan lingkungan 
hidup dibandingkan sektor industri lainnya seperti pertambangan, perkebunan dan penerbangan, Telkom tetap berusaha 
mengurangi  seminimal  mungkin  dampak  terhadap  lingkungan  hidup.  Hal  ini  sesuai  dengan  etika  usaha  perusahaan 
yang  tertuang  pada  kebijakan  nomor  PD.201.01/r.00/PS150/COP-B0400000/2014  tanggal  6  Mei  2014  tentang  Etika 

Bisnis di Lingkungan TelkomGroup.

PENGGUNAAN MATERIAL DAN ENERGI YANG RAMAH LINGKUNGAN DAN 
DAPAT DIDAUR ULANG

Telkom  melakukan  berbagai  upaya  guna  mengurangi  dampak  buruk  pada  lingkungan.  Sejak  2010,  Telkom  telah 
menggunakan AC berteknologi inverter dan lampu LED. Untuk menghemat penggunaan energi gedung kantor, Telkom 
menggunakan kaca reflektif dengan ketebalan 6 mm, pada sebagian gedung kantor sehingga mengurangi panas yang 
masuk, menggunakan skema zoning lighting, yakni membedakan area penyalaan lighting sesuai kebutuhan sehingga 
mampu  menghemat  energi  dan  menerapkan  jadwal  pengoperasian  penerangan  maupun  perangkat  otomatis  guna 
menghemat konsumsi listrik tanpa mengganggu kenyamanan dan keamanan pengguna gedung. 

Per  akhir  tahun  2019,  TelkomGroup  telah  melakukan  perhitungan  konsumsi  listrik  untuk  jaringan  tetap  dan  jaringan 
seluler, serta operasional Gedung. Total konsumsi energi tahun 2019 untuk ruang lingkup tersebut yaitu 2.159.673.322 
KwH, naik 81.551.452 KwH atau 3,9% dari tahun sebelumnya. Peningkatan ini dikontribusi oleh konsumsi listrik untuk 
jaringan seluler, sejalan dengan peningkatan jumlah BTS. Sedangkan konsumsi listrik untuk STO, mengalami penurunan 
karena  adanya  shutdown  beberapa  STO  dan  bertransformasi  Telkom  Cloud  atau  T-Cloud.  Berikut  konsumsi  listrik 

selama tiga tahun terakhir:

Konsumsi Listrik

Jaringan Tetap (STO)

Operasional (Gedung)

Jaringan Seluler (BTS)

2019

2018

Kwh

2017

310.351.518

327.744.883

338.902.852

73.244.675

71.226.285

 69.556.971

 1.776.077.129

 1.679.150.702

 1.549.658.684

Total

 2.159.673.322

 2.078.121.870

 1.958.118.507

Selanjutnya,  Telkom  menyediakan  kendaraan  “Employee  Shuttle  Bus  (EMSHUB)”  yang  turut  berkontribusi  terhadap 
penurunan tingkat kemacetan di Kota Jakarta. Kehadiran EMSHUB didukung dengan fasilitas Satellite Office di Bogor, 
Tangerang dan Bekasi yang memungkinkan karyawan tetap bekerja ketika sedang high traffic. EMSHUB juga memiliki 
ruang rapat dan ruang kolaborasi yang dilengkapi dengan fasilitas video conference dan high speed internet sehingga 

dapat bekerja secara mobile dengan nyaman dan tetap produktif. 

265

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKonsumsi  BBM  sebagian  besar  digunakan  untuk  keperluan  kendaraan  operasional,  BTS  dan  STO.  Pada  tahun  2019, 

terjadi penurunan konsumsi BBM untuk kendaraan operasional sekitar 70% karena adanya pengurangan 50% jumlah 

kendaraan operasional yang dilakukan secara bertahap. Berikut konsumsi BBM selama tiga tahun terakhir.

Konsumsi BBM

Jaringan Tetap (STO)

Kendaraan Operasional

Jaringan Seluler (BTS)

2019

2018

Liter

2017

1.583.986

N/A

N/A

 1.463.650

4.799.513

2.545.689

+/- 10.000.000

+/- 12.000.000

+/- 15.000.000

Total

+/- 13.047.636

+/- 16.799.513

+/- 17.545.689

Pada  wilayah  tertentu  dimana  pasokan  listrik  yang  menjadi  sumber  daya  Base  Transceiver  Station  (BTS)  sulit  untuk 

diperoleh,  Telkom  memanfaatkan  panel  surya  untuk  menghasilkan  listrik.  Tercatat  sebanyak  32  lokasi  BTS  memiliki 

panel surya dengan kemampuan menghasilkan energi setiap tahun setara 420,480 KwH.

Konsumsi  air  Telkom  menggunakan  sumber  Perusahaan  Daerah  Air  Minum  (PDAM).  Penggunaan  air  mencakup 

penggunaan untuk kebutuhan domestik. beberapa upaya efisiensi yang dilakukan yaitu menerapkan kebijakan hemat 

air dan menggunakan keran-keran otomatis di sebagian gedung Telkom.  Berikut konsumsi air pada tahun 2017-2019:

Konsumsi Air

2019

2018

Liter

2017

Operasional Kantor

 1.881.747

 1.779.662

2.034.740

Total

1.881.747

1.779.662

 2.034.740

BUDAYA KERJA RAMAH LINGKUNGAN

Kami  juga  berupaya  melakukan  edukasi  terhadap  karyawan  internal  untuk  terbiasa  manjalankan  pola  hidup  ramah 

lingkungan. Sejak tahun 2009, Telkom memulai program “Bike to Work” sebagai salah satu kampanye mengurangi emisi 

carbon. Selain itu, Telkom telah menerapkan konsep kantor tanpa kertas untuk pemakaian kertas seminimum mungkin, 

diantaranya  penggunaan  aplikasi  nota  dinas  online,  virtual  meeting,  shared  files,  online  survey  dan  pelayanan  SDM 

berbasis IT. Selama tahun 2019 terdapat 291.639 Nota Dinas online yang terbit. Apabila setiap nota dinas memerlukan 

1 lembar kertas dan ditujukan kepada 2 orang penerima, Telkom telah melakukan penghematan 583.278 lembar kertas 

(setara dengan 1.166 rim kertas).

266

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKami juga mengedukasi pelanggan dengan menyampaikan tagihan paperless melalui email serta dapat dilihat melalui 

aplikasi MyIndiHome dan MyTelkomsel. Dari 7,0 juta pelanggan IndiHome dan 6,4 juta pelanggan seluler pascabayar, 

Telkom dapat menghemat 160,8 juta lembar kertas (setara dengan 321.600 rim kertas) dengan asumsi 1 lembar kertas 

tagihan per bulannya dalam 1 tahun.

PENURUNAN EMISI CARBON

Sejauh ini, TelkomGroup baru melakukan perhitungan terbatas terhadap pemakaian energi listrik dan BBM. TelkomGroup 

mencatat terjadi peningkatan konsumsi listrik sebesar 81.551.452 KwH (setara dengan peningkatan emisi karbon sebesar 
28.214 Ton CO2 eg) pada tahun 2019 dan 120.003.363 KwH (setara dengan peningkatan emisi karbon sebesar 41.516 
Ton CO2 eg) pada tahun 2018. Sedangkan untuk konsumsi BBM, terjadi penurunan sekitar 3.751.877 liter (setara dengan 
penurunan emisi karbon sebesar 8.523 Ton CO2 eg) pada tahun 2019 dan 746.176 liter (setara dengan penurunan emisi 
karbon sebesar 1.695 Ton CO2 eg) pada tahun 2018. Meskipun Telkom belum bisa melakukan penurunan emisi karbon 
karena peningkatan operasional perusahaan, peningkatan emisi karbon yang dihasilkan mulai mengalami penurunan 
dari 39.821 Ton CO2 eg menjadi 19.691 Ton CO2 eg.

Emisi Carbon

Satuan

2019

2018

Peningkatan Konsumsi Listrik

Penurunan Konsumsi BBM

Ton CO2 eg

 28.214

Ton CO2 eg

 (8.523)

Total Peningkatan Emisi Karbon

 19.691

 41.516

 (1.695)

 39.821

SISTEM PENGOLAHAN LIMBAH 

Pengelolaan  limbah  di  lingkungan  Telkom  dan  anak  perusahaan  disesuaikan  dengan  kegatan  operasional  yang  ada. 

Untuk pengelolaan limbah organik dan non organik, tidak termasuk e-waste, TelkomGroup bekerja sama dengan Dinas 

Kebersihan Pemerintah setempat.

MEKANISME PENGADUAN MASALAH LINGKUNGAN

TelkomGroup  berkomitmen  untuk  peduli  terhadap  lingkungan  hidup,  termasuk  juga  dampak  operasi  terhadap 

lingkungan  hidup  sekitar.  Jika  terdapat  keluhan  terkait  lingkungan  hidup,  masyarakat  dapat  menyampaikan  melalui 

melalui  email  dan  media  sosial  resmi  Telkom.  Sepanjang  tahun  2019,  Telkom  dan  anak  perusahaan  tidak  terdapat 

pengaduan lingkungan hidup dari masyarakat.

PENGHARGAAN DI BIDANG LINGKUNGAN

Pada tahun 2019, Telkom dan anak perusahaan mendapatkan Penghargaan Subroto Bidang Efisiensi Energi Tahun 2019, 

yaitu Witel Jaktim Juara 2 kategori retrofitted dan GTG Bogor Juara 2 kategori energi manajemen.  

267

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian268
268

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk

 Laporan Tahunan 2019

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 201907

PROGRAM 
KEMITRAAN DAN 
BINA LINGKUNGAN 
(PKBL)

270 

Laporan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL)

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk

Laporan Tahunan 2019

269
269

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk07LAPORAN PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA 
LINGKUNGAN (PKBL)

Bagi  Telkom,  Program  Kemitraan  dan  Program  Bina  Lingkungan  (PKBL)  menjadi  salah  satu  upaya  untuk  mengelola 

dampak dari kebijakan dan kegiatan operasional terhadap masyarakat dan lingkungan alam secara berkesinambungan. 

Program Kemitraan (PK) merupakan amanat pemerintah untuk menyalurkan dana pinjaman kepada usaha mikro dan 

kecil  serta  meningkatkan  kapasitas  Mitra  Binaan,  sedangkan  Program  Bina  Lingkungan  (BL)  merupakan  merupakan 

pemberdayaan kondisi sosial masyarakat yang terdiri dari tujuh objek bantuan, yaitu: 

1.  Bantuan korban bencana alam 

2.  Bantuan pendidikan

3.  Bantuan peningkatan kesehatan

4.  Bantuan pengembangan prasarana dan/atau sarana umum

5.  Bantuan sarana ibadah 

6.  Bantuan pelestarian alam 

7.  Bantuan sosial kemasyarakatan dalam rangka pengentasan kemiskinan

Digitalisasi Pengelolaan PKBL

Telkom  telah  menggunakan  teknologi  digital  dalam  mengelola  data  Mitra  Binaan  Program  Kemitraan  sejak 

mengimplementasikan  Sistem  Informasi  Manjemen  (SIM)  PKBL  tahun  2007.  Kemudian,  pada  tahun  2016  Telkom 

menerapkan layanan pengajuan pinjaman dana Program Kemitraan melalui web SmartBisnis serta fasilitas pembayaran 

angsuran melalui virtual account bank, yaitu Bank Mandiri dan Bank BNI.

Pada  tahun  2017,  pembayaran  angsuran  melalui  virtual  account  diperluas  dalam  program  sinergi  dengan  anak 

perusahaan PT. Finnet Indonesia sebagai aggregator payment point non-bank, termasuk dengan PT Pos indonesia, PT 

Pegadaian, Alfamart dan Indomaret. Hal tersebut bertujuan untuk memberi kemudahan Mitra Binaan dalam melakukan 

pembayaran angsuran. 

Selain itu, pada tahun 2018, Telkom melakukan inovasi berupa Smart Survey dan SMS Reminder. Kemudian, sepanjang 

tahun 2019, Telkom kembali melakukan berbagai inovasi dalam hal digitalisasi proses bisnis PKBL, termasuk di dalamnya 

adalah Dashboard PKBL, sistem pencatatan transaksi kegiatan Bina Lingkungan di aplikasi FiNEC, dan Helpdesk PKBL.

DASAR HUKUM DAN KEBIJAKAN UMUM

Dasar  hukum  pelaksanaan  kegiatan  PKBL  telah  diatur  melalui  Undang-undang  No.19  tanggal  19  Juni  2003  tentang 

BUMN,  serta  serangkaian  Keputusan  Menteri  BUMN  yang  telah  berapa  kali  diubah.  Perubahan  yang  terakhir  yaitu 

Peraturan Menteri Negara BUMN No.PER 02/MBU/07/2017 tanggal 5 Juli 2017 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan 

Menteri Badan Usaha Milik Negara No.PER 09/MBU/07/2015 tentang Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan 

Badan Usaha Milik Negara. Dasar Hukum lainnya yaitu Surat Menteri Badan Usaha Milik Negara No. S-564/MBU/08/2018 

tanggal  31  Agustus  2018  tentang  Aspirasi  Pemegang  Saham/Pemilik  Modal  untuk  Penyusunan  Rencana  Kerja  dan 

Anggaran Perusahaan Tahun 2019.

Untuk  menjalankan  kewajiban  ini  Telkom  telah  merumuskan  pedoman  kebijakan  dan  operasional,  yakni  Peraturan 

Direksi  PR.202.60/r.00/HK200/COP-A2000000/2017  tanggal  8  Agustus  2017,  tentang  Organisasi  Community 

Development Center.

270

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPARAMETER KEBERHASILAN

CSR (PKBL) Index

Tahun  2019,  Perseroan  melakukan  pengukuran  CSR  (PKBL)  Index  dengan  pencapaian  76,08%.  Pencapaian  tersebut 

menggambarkan  bahwa  kegiatan  CSR  yang  dilakukan  oleh  Perseroan  berada  pada  kategori  baik  atau  level  strong, 

dan memberi pengaruh positif terhadap citra Perusahaan. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, CSR (PKBL) 

Index tersebut meningkat dari 72,14% pada tahun 2018. Hal tersebut disebabkan karena adanya peningkatan persepsi 

mitra binaan/objek bantuan dan masyarakat  sekitar terkait  terhadap program CSR Telkom, khususnya pada  dimensi 

citizenship dan governance.

Net Promotor Score - NPS

Dalam  mengukur  keberhasilan  tanggung  jawab  sosial  terhadap  masyarakat,  Telkom  menggunakan  pengukuran 

Net  Promotor  Score  (NPS).  Dengan  NPS,  Telkom  mengidentifikasi  motivasi  masyarakat  untuk  menganjurkan  atau 

mempromosikan produk dan layanan Telkom. Hasil pengukuran NPS tahun 2019 sebesar 25,23% yang menunjukan nilai 

positif  dari  sudut  pandang  masyarakat  dalam  merekomendasikan  penggunaan  produk  Telkom.  Meski  demikian  hasil 

tersebut lebih rendah dari tahun sebelumnya sebesar 26,6%. 

Melihat penurunan tersebut, Telkom berupaya memperbaiki ke depan dengan mengambil beberapa langkah strategis, 

meningkatkan awareness masyarakat terhadap kegiatan PKBL yang dilakukan Telkom melalui program communication 

dan  branding  terhadap  program  unggulan  dengan  tema  dan  materi  yang  menarik,  serta  melakukan  sharing  kepada 

stakehoder terkait dengan program CSR Telkom.

Berikut ini tabel yang menyajikan NPS Telkom dalam tiga tahun terakhir.

Tabel NPS Telkom Tahun 2017-2019

Kriteria

Promoters

Passive

Detractor

NPS

2019

2018

%

2017

       38,53

48,18

13,30

25,23

42,23

42,14

15,63

26,60

39,31

35,95

24,74

14,57

271

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianREALISASI PKBL

Program Kemitraan

Program Kemitraan merupakan program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang bertujuan utama untuk meningkatkan 

pendapatan kegiatan usaha skala mikro dan kecil (usaha mikro, kecil dan menengah/UMKM) melalui pemberian dana 

pinjaman  dengan  bunga  dan  jasa  administrasi  yang  rendah.  Pengelolaan  Program  Kemitraan  yang  dijalankan  oleh 

Telkom juga difokuskan pada digitalisasi. Oleh sebab itu, selain memberikan pinjaman, Telkom memberikan pelatihan 

digital bagi Mitra Binaan serta mengikutsertakan Mitra Binaan pada pameran berskala nasional dan internasional.

Sepanjang tahun 2019, dana Program Kemitraan yang telah disalurkan Telkom yaitu sebesar Rp253,44 miliar kepada 

5.543 UMKM yang bergerak di sektor usaha industri, perdagangan, pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, jasa, 

dan lain-lain. Berikut ini data realisasi jumlah Mitra Binaan dan Penyaluran dana per sektor usaha dari tahun 2017 sampai 

dengan tahun 2019.

Tabel Penyaluran Dana Program Kemitraan dan Jumlah Mitra Binaan Telkom Tahun 2017-2019

No.

Sektor Usaha

Jumlah 
Mitra Binaan

Total Penyaluran 
(Rp miliar)

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

Industri

Perdagangan

Pertanian

Peternakan

Perkebunan

Perikanan

Jasa

Lain-lain

BUMN Khusus

Sub Jumlah

Dana Pembinaan 
Kemitraan

Jumlah

CAGR (%)

2019

2018

2017

2019

2018

2017

 1.261

 2.872

 108

 144

 46

 116

 985

 10

 1

 1.699

 4.028

 125

 216

 80

 146

 1.683

 4.592

 120

 237

 121

 199

 1.184

 1.404

 20

 —

 11

 —

46,34

 53,86

 53,92

 108,91

 134,39

 144,56

 4,53

5,80

1,80

4,06

38,28

 0,44

 25,00

 4,17

 8,20

 2,71

 4,78

 43,06

 0,77

 —

 4,37

 8,56

 3,46

 6,48

 47,80

 0,43

 —

 5.543

 7.498

 8.367

235,16

251,99

 269,58

 18,28

 27,99

34,09

 5.543

 7.498

 8.367

253,44

279,98

303,67

 (26,07)

 (10,39)

 (23,63)

(9,48)

(7,80)

(15,86)

Jumlah penerima dana Program Kemitraan tahun 2019 turun 26.10% dibanding tahun 2018, sedangkan jumlah dana yang 

disalurkan pada tahun 2019 mengalami penurunan sebesar 10.55%. Hal tersebut dikarenakan tidak adanya persetujuan 

tambahan alokasi anggaran Program kemitraan dari Kementerian BUMN.

272

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPeningkatan Kapasitas Mitra Binaan

Pada tahun 2019, Telkom meningkatkan kapasitas Mitra Binaan dengan tiga kegiatan utama yaitu digitalisasi pengelolaan 

program  kemitraan,  sertifikasi  Mitra  Binaan,  dan  mengadakan  pelatihan  digital  bagi  Mitra  Binaan.  Selain  itu  Telkom 

mengikutsertakan  Mitra  Binaan  pada  pameran  berskala  nasional  dan  internasional,  antara  lain:  Pameran  Adiwastra 

Nusantara di Jakarta tanggal 20 – 24 Maret 2019, Pameran Artigiano in Fiera di Milan - Italia tanggal 30 November - 8 

Desember 2019, Pameran Indonesia Creative Product Festival (ICPF) di Kuala Lumpur - Malaysia tanggal 3 - 5 Mei 2019, 

dan Indonesia Festival di Seoul - Korea Selatan, 20 - 22 September 2019.

Efektivitas Penyaluran Dana Program Kemitraan

Tahun  2019,  Telkom  menargetkan  efektivitas  penyaluran  dana  Progrm  Kemitraan  sebesar  90%  dari  dana  tersedia. 

Efektivitas  penyaluran  dana  Program  Kemitraan  mencapai  94,40%  dengan  skor  3.  Pencapaian  tersebut  tidak  jauh 

berbeda dalam tiga tahun terakhir.

Tabel Efektivitas Penyaluran Dana Program Kemitraan Telkom Tahun 2017-2019

Program Kemitraan

Satuan

2019

2018

2017

Jumlah Dana Disalurkan

Jumlah Dana Tersedia

Tingkat Efektivitas Penyaluran Dana

Skor Tingkat Efektivitas Penyaluran Dana

Rp Miliar

Rp Miliar

%

 253,44

 268,48

 94,40

 3

279,98

 293,87

 95,27

 3

303,67

 328,21

92,52

 3

273

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKolektibilitas Pengembalian Dana Program Kemitraan

Realisasi  kolektibilitas  pengembalian  dana  Program  Kemitraan  Telkom  tahun  2019  mencapai  86,96%  dengan  skor  3. 

Dengan target kolektibilitas sebesar 70%, pencapaian tersebut melebihi yang diharapkan. Kinerja tersebut juga relatif 

konstan dalam tiga tahun terakhir.

Tabel Kolektibilitas Pengembalian Dana Program Kemitraan Tahun 2017-2019

Kolektibilitas

Satuan

2019

2018

2017

Persentase Kolektibilitas

Nilai

%

 86,96

 3

 88,85

 3

 85,17

 3

Efektivitas Penyaluran Dana Program Bina Lingkungan

Dalam menetapkan target tahun 2019, Telkom diharapkan dapat menyalurkan 80% dana Bina Lingkungan dari alokasi 

dana sebesar Rp118,93 miliar. Realisasi dana Program Bina Lingkungan tahun 2019 yaitu sebesar Rp115,26 miliar atau 

96,91%  dari  alokasi  dana  tahun  tersebut.  Pencapaian  di  2019  ini  terhitung  yang  terendah  dalam  tiga  tahun  terakhir 

karena terdapat mandatory program yang di-carry over ke tahun selanjutnya.

Tabel Efektivitas Penyaluran Dana Program Bina Lingkungan Telkom Tahun 2017-2019

Program Bina Lingkungan

Satuan

2019

2018

2017

Jumlah Dana Disalurkan 

Alokasi Dana Tersedia 

Tingkat Efektivitas Penyaluran Dana 

Rp Miliar

Rp Miliar

%

 115,26

 118,93

 96,91

105,88

 105,00

100,84

81,91

 82,00

 99,97

274

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianALOKASI ANGGARAN PKBL

Sesuai regulasi Kementerian BUMN, alokasi anggaran Program Kemitraan dan Bina Lingkungan berasal dari penyisihan 

laba dan/atau berasal dari anggaran yang diperhitungan sebagai biaya BUMN. Pada tahun 2019, total anggaran PKBL 

turun dari Rp405 miliar di tahun 2018 menjadi Rp383,93 miliar di tahun 2019. Pertimbangan yang mendasari turunnya 

dana PKBL yaitu penyerapan anggaran tahun sebelumnya dan faktor pertumbuhan berdasarkan rencana program.

Tabel Alokasi Anggaran Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Telkom Tahun 2017-2019

No.

Jenis Program

Perubahan

2019

2018

2017

%

Rp (miliar)

1.

2.

Program Kemitraan

Program Bina Lingkungan

Jumlah Total

(11,67)

13,27

(5,20)

 265,00

118,93

383,93

 300,00

 105,00

 405,00

322,00

82,00

404,00

275

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian276
276

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.

 Laporan Tahunan 2019

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 20190808

LAMPIRAN

278 
283 
286 

Lampiran 1 
Lampiran 2 
Lampiran 3 

: Daftar Istilah
: Daftar Singkatan
: Referensi Silang Surat Edaran OJK NO.30/SEOJK.04/2016

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.

Laporan Tahunan 2019

277
277

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk08LAMPIRAN 1:

DAFTAR ISTILAH

2G
Singkatan  untuk  generasi  kedua:  berkaitan  dengan 

Balanced Scorecard
Salah  satu  alat  yang  digunakan  oleh  manager  untuk 

penggunaan  teknologi  yang  memberi  pengguna  ponsel 

mengukur  kinerja  suatu  bisnis  yang  dilihat  dari  empat 

fitur yang lebih baik dan memungkinkan orang mengirim 

perspektif.  Keempat  perspektif  itu  terdiri  dari  perspektif 

pesan teks (SMS).

keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis 

internal, serta perspektif pertumbuhan dan pembelajaran.

3G
Istilah  umum  untuk  teknologi  telekomunikasi  bergerak 

generasi  ketiga.  3G  menawarkan  koneksi  berkecepatan 

tinggi  bagi  telepon  seluler  dan  perangkat  komunikasi 

Bandwidth
Kapasitas hubungan komunikasi.

bergerak 

lainnya,  sehingga  memungkinkan 

jalannya 

aplikasi  video  conference  dan  aplikasi  lainnya  yang 

Bapepam-LK
Badan  Pengawas  Pasar  Modal  dan  Lembaga  Keuangan, 

membutuhkan  konektivitas  broadband  ke 

jaringan 

merupakan pendahulu OJK.

internet.

4G/LTE
4G/LTE  adalah  teknologi  jaringan  internet  super  cepat 

Brexit
Pada 23 Juni 2016, Britania Raya mengadakan referendum 

di mana mayoritas pemilih memberikan suara mendukung 

generasi  keempat  berbasis  Internet  Protocol  (IP)  yang 

Inggris  meninggalkan  Uni  Eropa  (umumnya  disebut 

membuat proses transfer data jadi lebih cepat dan stabil.

“Brexit”).

5G
Generasi  kelima  komunikasi  seluler  yang  menargetkan 

Sebagai  hasil  dari  referendum,  Pemerintah  Inggris  telah 

bernegosiasi  dan  dapat  menegosiasikan  lebih  lanjut 

kecepatan  data  tinggi,  latensi  berkurang,  penghematan 

persyaratan  penarikan  Britania  Raya  dari  Uni  Eropa  dan 

energi,  pengurangan  biaya,  kapasitas  sistem  yang  lebih 

hubungan  masa  depan  Inggris  dengan  Uni  Eropa.  Efek 

tinggi, dan konektivitas perangkat yang masif.

Brexit  akan  tergantung  pada  perjanjian  yang  timbul  dari 

ADS
American  Depositary  Share  (juga  dikenal  sebagai 

negosiasi  tersebut  atau  tidak  adanya  perjanjian  tersebut 

(biasanya disebut “no-deal Brexit”)

American Depositary Receipt, atau “ADR”), sertifikat yang 

diperdagangkan di pasar sekuritas A.S. (seperti New York 

Broadband
Metode  pensinyalan  yang  mencakup  atau  menangani 

Stock  Exchange)  yang  mewakili  sejumlah  saham  asing. 

rentang frekuensi (atau pita) yang relatif luas.

Setiap ADS kami mewakili 100 saham common stock.

ARPU
Average  Revenue  per  User,  ukuran  yang  digunakan 

BSS
Base Station Subsystem yaitu bagian dari jaringan telepon 

seluler  yang  bertanggung 

jawab  untuk  menangani 

terutama  oleh  perusahaan  telekomunikasi  dan  jaringan 

trafik  dan  sinyal  antara  telepon  bergerak  dan  subsistem 

yang  menyatakan  berapa  banyak  pendapatan  yang 

switching  jaringan.  BSS  terdiri  dari  dua  komponen:  BTS 

dihasilkan oleh pengguna secara rata-rata. Ini didefinisikan 

dan BSC.

sebagai  total  pendapatan  dari  layanan  tertentu  dibagi 

dengan jumlah pengguna layanan tersebut.

Backbone
Jaringan  telekomunikasi  utama  terdiri  dari  fasilitas 

transmisi dan switching yang menghubungkan beberapa 

node  akses  jaringan.  Tautan  transmisi  antara  node  dan 

fasilitas switching termasuk microwave, kabel bawah laut, 

satelit, serat optik dan teknologi transmisi lainnya.

BTS
Base Transceiver Station, peralatan yang mentransmisikan 

dan  menerima  sinyal  telepon  radio  ke  dan  dari  sistem 

telekomunikasi lainnya.

278

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian 
BUMN
Badan  Usaha  Milik  Negara  (State-Owned  Enterprise/

DBPP
Defined Benefit Pension Plan / Program Pensiun Manfaat 

SOE)  adalah  perusahaan  milik  pemerintah,  perusahaan 

Pasti.  Suatu  jenis  program  pensiun  di  mana  pemberi 

milik  negara,  badan  usaha  milik  negara,  perusahaan 

kerja  menjanjikan  tunjangan  bulanan  tertentu  pada 

milik  negara,  perusahaan  milik  publik,  atau  parastatal 

masa pensiun yang telah ditentukan sebelumnya dengan 

yang  merupakan  badan  hukum  yang  dibentuk  oleh 

formula  berdasarkan  riwayat  pendapatan  karyawan, 

Pemerintah  untuk  melakukan  kegiatan  komersial  atas 

masa  kerja  dan  usia  pekerja,  daripada  tergantung  pada 

nama Pemerintah sebagai pemilik.

pengembalian  investasi.  Dianggap  ‘didefinisikan’  dalam 

arti  bahwa  rumus  untuk  menghitung  manfaat  pensiun 

C-Band
Alokasi  frekuensi  untuk  satelit  komunikasi.  C-Band 

diketahui sebelumnya.

menggunakan  3,7-4,2GHz  untuk  downlink  dan  5,925-

6,425Ghz untuk uplink. Frekuensi yang lebih rendah yang 

DCPP
Defined  Contribution  Pension  Plan  /  Program  Pensiun 

digunakan C-Band lebih baik dalam kondisi cuaca buruk 

Iuran  Pasti.  Suatu 

jenis  program  pensiun  di  mana 

daripada frekuensi Ku-Band.

jumlah  kontribusi  tahunan  pemberi  kerja  ditentukan. 

Akun  individual  disiapkan  untuk  peserta  dan  tunjangan 

CFU
Customer Facing Unit, mirip dengan unit bisnis strategis, 

didasarkan  pada  jumlah  yang  dikreditkan  ke  akun-akun 

ini (melalui kontribusi majikan dan, jika berlaku, kontribusi 

ini  adalah  unit  organisasi  yang  berinteraksi  dengan 

karyawan)  ditambah  pendapatan  investasi  apa  pun  atas 

segmen  pelanggan  tertentu,  dengan  tanggung  jawab 

uang  di  dalam  akun.  Hanya  kontribusi  majikan  ke  akun 

untuk  untung  dan  rugi  masing-masing,  dan  yang 

yang  dijamin,  bukan  manfaat  di  masa  depan.  Dalam 

menyusun kembali anak perusahaan dan portofolio bisnis 

program  iuran  pasti,  manfaat  masa  depan  berfluktuasi 

yang relevan dengan segmen bisnis tertentu yang menjadi 

berdasarkan pendapatan investasi.

tanggung jawab mereka.

Common stock
Saham Seri B kami memiliki nilai nominal Rp50 per saham.

e-Commerce
Electronic  Commerce,  pembelian  dan  penjualan  produk 

atau layanan melalui sistem elektronik seperti internet dan 

jaringan komputer lainnya.

CPE
Customer Premises Equipment, setiap handset, penerima, 

set-top  box  atau  peralatan  lain  yang  digunakan  oleh 

e-Procurement
Electronic  procurement.  Proses  pengadaan  barang  dan 

konsumen layanan nirkabel, telepon kabel atau broadband, 

jasa yang dilakukan secara online.

yang  merupakan  properti  dari  operator  jaringan  dan 

terletak di lokasi pelanggan.

EBITDA
Laba  usaha  sebelum  bunga,  pajak,  penyusutan  dan 

Cyber Attack
Cyber attack disengaja untuk eksploitasi sistem komputer, 

amortisasi.  EBITDA  disesuaikan  dan  rasio-rasio  terkait 

lainnya  yang  terdapat  dalam  Laporan  Tahunan 

ini 

perusahaan  yang  bergantung  pada  teknologi,  dan 

merupakan indikator tambahan atas kinerja dan likuiditas 

jaringan.  Cyber  attack  menggunakan  kode  berbahaya 

Perusahaan yang merupakan ukuran keuangan yang tidak 

untuk  mengubah  kode  komputer,  logika  atau  data,  yang 

diatur dalam SAK.

mengakibatkan  konsekuensi  yang  mengganggu  yang 

dapat  membahayakan  data  dan  menyebabkan  cyber 

crimes, seperti pencurian informasi dan identitas.

Edutainment
Edukasi dan hiburan (entertainment).

Cyber Security
Cyber Security adalah upaya untuk melindungi informasi 

Fiber Optic
Kabel yang menggunakan serat optik dan teknologi laser 

dari  serangan  dunia  maya.  Serangan  dunia  maya  dalam 

dimana  pantulan  cahaya  yang  mewakili  data  dikirim 

operasi 

informasi  adalah  segala  bentuk 

tindakan 

melalui filamen kaca yang tipis.

sengaja  untuk  mengganggu  kerahasiaan,  integritas,  dan 

ketersediaan informasi.

279

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianGateway
Gateway  adalah  perangkat  yang  menjembatani  jaringan 

Intranet
jaringan komputer berdasarkan protokol TCP / IP seperti 

berbasis paket (IP) dan jaringan berbasis sirkuit (PSTN).

internet,  namun,  penggunaannya  dibatasi  atau  ditutup 

Gbps
Gigabyte per second adalah rata-rata jumlah bits, karakter, 

dan  hanya  orang  atau  pengguna  tertentu  yang  dapat 

masuk dan menggunakan jaringan intranet.

atau blok per unit waktu yang bergerak antara perangkat 

dalam  sistem  pengiriman  data.  Biasanya  diukur  dalam 

IP
Internet Protocol, metode atau protokol yang dengannya 

kumpulan bit unit per detik atau byte per detik.

data  dikirim  dari  satu  komputer  ke  komputer  lainnya  di 

internet.

GHz
Gigahertz,  hertz  (simbol  Hz),  adalah  satuan  frekuensi 

standar  internasional  yang  didefinisikan  sebagai  jumlah 

IPO
Initial  Public  Offering  adalah  penjualan  saham  perdana 

siklus per detik dari fenomena periodik.

yang diterbitkan Perusahaan kepada masyarakat.

GPRS
General Packet Radio Service yang merupakan teknologi 

IPTV
Internet  Protocol  Television,  sebuah  sistem  di  mana 

packet  switching  data  yang  memungkinkan  informasi 

layanan  televisi  dikirim  menggunakan  suite 

Internet 

untuk  dikirim  dan  diterima  di  seluruh  jaringan  bergerak 

Protocol melalui jaringan packet-switched seperti internet, 

dan hanya menggunakan jaringan tersebut ketika terdapat 

alih-alih dikirim melalui format terestrial tradisional, sinyal 

data yang akan dikirim.

satelit, dan televisi kabel.

GraPARI
Jaringan pelayanan Telkomsel.

GSM
Global  System  for  Mobile  Telecommunication  yang 

merupakan standar Eropa untuk telepon seluler digital.

Homes passed
Sambungan dengan akses ke jaringan suara telepon tetap, 

IPTV, dan layanan broadband.

ISP
Internet  Service  Provider  adalah  organisasi  yang 

menyediakan akses internet.

Kabel Tetap / Fixed Wireline 
Jalur  kabel  atau  kabel  tetap  yang  menghubungkan 

pelanggan di lokasi tertentu ke pertukaran lokal, biasanya 

dengan nomor telepon individu.

Kabel Tidak Bergerak / Fixed Line
Fixed wireline dan fixed wireless.

IDD
International Direct Dialing, layanan yang memungkinkan 

pelanggan  melakukan  panggilan 

internasional  tanpa 

Kartu SIM
Kartu  Subscriber  Identity  Module  adalah  sebuah  kartu 

bantuan  atau  intervensi  operator  dari  terminal  telepon 

pintar seukuran prangko yang ditaruh di telepon genggam 

apa pun.

yang menyimpan kunci pengenal jasa telekomunikasi.

Insider Trading
Perdagangan saham perusahaan publik atau sekuritas lain 

Kewajiban Pelayanan Universal 
Kewajiban  Pelayanan  Universal  atau  Universal  Service 

(seperti  obligasi  atau  opsi  saham)  oleh  individu  dengan 

Obligation (USO), kewajiban layanan yang dikenakan oleh 

akses  ke  informasi  non  publik  tentang  perusahaan. 

Pemerintah pada semua penyedia layanan telekomunikasi 

Di  berbagai  negara,  beberapa 

jenis  perdagangan 

untuk tujuan menyediakan layanan publik di Indonesia.

berdasarkan informasi orang dalam adalah ilegal.

Interkoneksi
Tautan  fisik  jaringan  operator  dengan  peralatan  atau 

Ku-Band
Band  Kurtz-under  (Ku  band)  adalah  rentang  frekuensi 

atau  segmen  dari  spektrum  radio  11-17GHz.  Rentang  ini 

fasilitas yang bukan milik jaringan itu. 

sering  digunakan  untuk  komunikasi  satelit,  termasuk 

VSAT, dan beberapa jenis antena satelit.

280

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianLeased Line
Saluran 

transmisi 

telekomunikasi 

khusus 

yang 

Pay TV
Televisi berbayar, televisi premium, atau saluran premium, 

menghubungkan  satu  titik  tetap  ke  titik  tetap  lainnya, 

layanan  televisi  berbasis  langganan,  biasanya  disediakan 

disewa dari operator untuk penggunaan eksklusif.

oleh  kabel  dan  satelit  analog  dan  digital,  tetapi  juga 

semakin  meningkat  melalui  televisi  digital  terestrial  dan 

Market Cap 
Market cap (market capitalization) atau kapitalisasi pasar 

internet.

adalah  nilai  pasar  dari  saham  beredar  perusahaan  yang 

diperdagangkan secara publik.

PoP
Point  of  Presence.  Jalur  akses,  lokasi  atau  fasilitas 

yang  menghubungkan  dan  membantu  perangkat  lain 

Mbps
Megabyte per second, ukuran kecepatan untuk transmisi 

membangun  koneksi  dengan  Internet,  yang  mungkin 

terdiri dari router, switch, server dan perangkat komunikasi 

sinyal digital dinyatakan dalam jutaan bit per detik.

data  lainnya.  Kami  mengoperasikan  dua  lapisan  titik 

kehadiran,  yaitu  titik  kehadiran  utama  dan  utama.  “Titik 

Metro Ethernet
Jembatan  atau  hubungan  antara  lokasi  yang  terpisah 

utama keberadaan” adalah tulang punggung transportasi 

yang  mengagregasi  lalu  lintas  nasional.  “Titik  kehadiran 

secara geografis, jaringan ini menghubungkan pelanggan 

utama”  adalah  tulang  punggung  transportasi  regional 

LAN di beberapa lokasi yang berbeda.

agregat yang memiliki kemampuan menciptakan layanan.

MHz
Megahertz,  satuan  ukuran  frekuensi  sama  dengan  satu 

Prabayar
Jenis  layanan  komunikasi  dimana  pelanggan  melakukan 

juta siklus per detik.

pembayaran 

terlebih  dahulu  di  awal  agar  dapat 

menggunakan layanan telekomunikasi.

Mobile Broadband
Istilah  pemasaran  untuk  akses  internet  nirkabel  melalui 

modem portable, telepon bergerak, modem USB nirkabel 

PSA 62
Pernyataan  Standar  Audit  No.  62  (PSA  62)  adalah 

atau perangkat bergerak lainnya.

pernyataan  yang  dikeluarkan  oleh 

Ikatan  Akuntansi 

Network Access Point
Fasilitas pertukaran jaringan publik tempat ISP terhubung 

dalam pengaturan peering.

Indonesia  yang  menyebutkan  bahwa  dalam  melakukan 

audit  atas  laporan  keuangan  entitas  pemerintahan  atau 

penerima 

lain  bantuan  keuangan  pemerintah  yang 

melakukan  penawaran  efek  melalui  Pasar  Modal,  auditor 

wajib mematuhi ketentuan Undang-Undang Pasar Modal.

OJK
Otoritas  Jasa  Keuangan,  penerus  Bapepam-LK,  adalah 

lembaga independen dengan wewenang untuk mengatur 

PSTN
Public Switched Telephone Network yaitu jaringan telepon 

dan  mengawasi  kegiatan 

jasa  keuangan  di  sektor 

yang dioperasikan dan dipelihara oleh Telkom.

perbankan,  sektor  Pasar  Modal  serta  sektor  industri 

keuangan non-bank.

Pulsa
Unit dalam perhitungan biaya telepon.

OTT
Over The Top, Istilah umum yang biasa digunakan untuk 

merujuk  pada  pengiriman  audio,  video,  dan  media  lain 

Reverse Stock
Pemampatan 

jumlah 

lembar  saham  menjadi 

jumlah 

melalui internet tanpa keterlibatan operator multi-sistem 

lembar  yang  lebih  sedikit  dengan  menggunakan  nilai 

dalam kontrol atau distribusi konten.

nominal yang lebih tinggi per lembar sahamnya.

Pascabayar
Jenis 

layanan  komunikasi  dimana  pelanggan  dapat 

RMJ
Regional Metro Junction adalah layanan instalasi jaringan 

menggunakan  layanan  telekomunikasi  terlebih  dahulu 

kabel antara kota di satu wilayah atau provinsi.

kemudian baru membayarnya.

RUPS
Rapat Umum Pemegang Saham, yang juga dapat berarti 

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (“RUPST”) atau 

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (“RUPSLB”).

281

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianSaham Dwiwarna
Saham Seri A Dwiwarna memiliki nilai nominal Rp50 per 

Switching
Perangkat elektronik, listrik atau mekanis yang berfungsi 

saham. Saham Dwiwarna dipegang oleh Pemerintah dan 

membuka  atau  menutup  sirkuit,  melengkapi  atau 

memberikan  hak  suara  khusus  dan  hak  veto  atas  hal-hal 

menghentikan jalur listrik, atau memilih jalur atau sirkuit, 

tertentu yang terkait dengan tata kelola perusahaan kami. 

yang  digunakan  untuk  mengarahkan  trafik  di  jaringan 

telekomunikasi.

Satellite Transponder
Peralatan  relai  radio  yang  tertanam  dalam  satelit 

yang  menerima  sinyal  dari  bumi  dan  menguatkan  dan 

Telepon Tidak Bergerak
Layanan telepon tidak bergerak kabel dan tidak bergerak 

mengirimkan kembali sinyal ke bumi.

nirkabel.

SKKL
Sistem  Komunikasi  Kabel  Laut  adalah  kabel  yang 

TPE
Cara normalisasi yang merujuk pada bandwith transponder 

dibentangkan di bawah laut antara stasiun yang dibangun 

sederhana  mengenai  berapa  banyak  transponder  akan 

di  daratan  untuk  menghantarkan  sinyal  telekomunikasi 

digunakan  jika  total  bandwidth  yang  sama  digunakan 

melalui jalan bawah laut.

hanya 36 Mt transponder (1 TPE = 36 MHz).

SMS
Short  Messaging  Service  atau  Layanan  Pesan  Pendek, 

Treasury Stock
Saham  Perusahaan  yang  dibeli  kembali  dari  peredaraan 

teknologi  yang  memungkinkan  pertukaran  pesan  teks 

untuk sementara.

antara ponsel dan antara telepon nirkabel tidak bergerak.

SOA
Sarbanes-Oxley  Act,  diberlakukan  pada  tanggal  30  Juli 

2002,  juga  dikenal  sebagai  Public  Company  Accounting 

Reform  and  Investor  Protection  Act  dan  Corporate  and 

Auditing Accountability and Responsibility Act.

VoIP
Voice over Internet Protocol, sarana pengiriman informasi 

suara menggunakan IP.

VPN
Virtual  Private  Network,  koneksi  jaringan  pribadi  yang 

aman, dibangun di atas infrastruktur yang dapat diakses 

SOX Section 404
SOX  Section  404  (Sarbanes-Oxley  Act  Section  404) 

publik, seperti internet atau jaringan telepon umum. VPN 

biasanya  menggunakan  kombinasi  enkripsi,  sertifikat 

mengamanatkan  bahwa  semua  perusahaan  publik  harus 

digital, otentikasi pengguna yang kuat, dan kontrol akses 

membuat kontrol dan prosedur internal untuk pelaporan 

untuk  mengamankan  lalu  lintas  yang  dibawanya.  VPN 

keuangan  dan  harus  mendokumentasikan,  menguji 

menyediakan  konektivitas  ke  banyak  mesin  di  belakang 

dan  memelihara  kontrol  dan  prosedur  tersebut  untuk 

gateway atau firewall.

memastikan efektivitasnya.

Stasiun Bumi / Earth Station
Antena  dan  peralatan  terkait  yang  digunakan  untuk 

VSAT
Very  Small  Aperture  Terminal,  antena  yang  relatif  kecil, 

biasanya  berdiameter  1,5  hingga  3,0  meter,  ditempatkan 

menerima  atau  mengirim  sinyal  telekomunikasi  melalui 

di tempat pengguna dan digunakan untuk komunikasi dua 

satelit.

arah oleh satelit.

Stock split
Pemecahan  jumlah  saham  menjadi  jumlah  lembar  yang 

Whistleblower
Istilah  bagi  karyawan,  mantan  karyawan  atau  pekerja, 

lebih  banyak  dengan  menggunakan  nilai  nominal  yang 

anggota  dari  suatu 

institusi  atau  organisasi  yang 

lebih rendah per lembar sahamnya secara proposional.

melaporkan  suatu  tindakan  yang  dianggap  melanggar 

ketentuan kepada pihak yang berwenang.

282

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianLAMPIRAN 2:

DAFTAR SINGKATAN 

Kata Kunci

Deskripsi

Kata Kunci

Deskripsi

AAG

AC

ADS

AO

ARPU

ASEAN

ATL

ATM

AUP

BATIC

BCM

BCP

Asia-America Gateway

Air Conditioner

American Depositary Shares

Application Owner

Average Revenue Per Unit

Association of Southeast Asian Nations

Above The Line

Anjungan Tunai MandirI

Agreed Upon Procedure

Bali Annual Telkom International 
Conferences

Business Continuity Management

Business Continuity Plan

Beban LSA

Beban Long Service Award

BEI / IDX

Bursa Efek Indonesia atau Indonesia 
Stock Exchange

DMCS

Dumai-Malacca Cable System

DR

DRP

DS

DSAK

DSP

EBIS

Depositary Receipt

Disaster Recovery Plan

Depositary Shares

Dewan Standar Akuntansi Keuangan

Digital & Strategic Portfolio

Enterprise & Business Service

Edutainment Education and Entertainment

EDGE

Enhanced Data Rates for GSM Evolution

EMSHUB

Employee Shuttle Bus

ERM

ESOP

EVP

EY

Enterprise Risk Management

Employee Stock Ownership Program

Employee Volunteer Program

Ernst & Young

FRAMES

Fraud Management System

Board of Commisioners

Board of Directors

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial

FO

FU

Fiber Optic

Functional Unit

Gbps

Gigabyte per second

BOC

BOD

BPJS

BPO

BPS

BSCS

BSI

BTL

CAGR

CAPEX

CDC

CDI

CDN

CEO

CFO

CLI

COCA

CONS

COSO

CSI

CSR

CSS

DBPP

DCPP

Business Process Outsourcing

Biro Pusat Statistik

Batam-Singapore Cable System 

British Standard Institution

Below The Line

Compound Annual Growth Rate

Capital Expenditure

Community Development Center

Customer Dissatisfaction Index

Content Delivery Networks 

Chief Executive Officer

Chief Financial Officer

Customer Loyalty Index

Calendar of Culture Action

Consumer Service

Committee of Sponsoring Organizations 
of the Treadway Commission

Customer Satisfaction Index

Corporate Social Responsibility

Corporate Strategic Scenario

Defined Benefit Pension Plan / Program 
Pensiun Manfaat Pasti

Defined Contribution Pension Plan / 
Program Pensiun Iuran Pasti

GCG

GHz

GSD

GTG

HCM

HIS

HR

Good Corporate Governance

Gigahertz

Graha Sarana Duta

GraPARI TelkomGroup 

Human Capital Management

High Speed Internet

Human Research

HSDPA 

High Speed Downlink Packet Access

IA

IAS

ICOFR

ICPF

ICT

IDN

IFRS

IGG

IICD

IMS

IoT

IPLC

ISAK

Internal Audit

International Accounting Standards

Internal Control Over Financial 
Reporting

Indonesia Creative Product Festival

Information and Communications 
Technology

Indonesian Digital Network

International Financial Reporting 
Standard

Indonesia Global Gateway

Indonesian Institute for Corporate 
Directorship

Integrated Management System

Internet of Things

International Private Leased Circuit

Interpretasi Standar Akuntansi 
Keuangan

283

DER

Debt-To-Equity Ratio

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKata Kunci

Deskripsi

Kata Kunci

Deskripsi

International Organization for 
Standardization

PANDI

Pengelola nama Domain Internet 
Indonesia

ISO

ISP

IT

Internet Service Provider

Information Technology

JaKaLaDeMa Jawa Kalimantan Sulawesi Denpasar 

Jo.

KA

KAP

KEKD

KEMPR

KEU

KIPAS

KM

KNR

KPEI

KPI

KPKU

KPPU

KSEI

Kwh

LED

LSE

M&A

Mataram

Juncto

Komite Audit

Kantor Akuntan Publik

Komite Etika dan Kepatuhan & Disiplin

Komite Evaluasi dan Monitoring 
Perencanaan dan Risiko

Keuangan

Komunitas Provokasi Aktivasi

Kontrak Manajemen

Komite Nominasi dan Remunerasi

Kliring Penjaminan Efek Indonesia

Key Performance Indicator

Kriteria Penilaian Kinerja Unggul

Komisi Pengawasan Persaingan Usaha

Kustodian Sentral Efek Indonesia

Kilo Watt Hour

Light Emitting Diode

London Stock Exchange

Merger & Acquisition

MATANUSA Mangkajang-Takisung-Nunukan-Sangatta

MDI

MNO

MTN

Metra Digital Investama

Mobile Network Operator

Medium Term Notes

MVNO

Mobile Virtual Network Operator

Network Access Point

Network, IT & Solution 

Net Promotor Score

Nomor Pokok Wajib Pajak

New York Stock Exchange

Online Charging System

Organization for Economic Co-operation 
and Development

SMK3 /
OHSAS

Organizational Health Index

Other Licensed Operator

Over The Top

SOP

SOX

SPBU

NAP

NITS

NPS

NPWP

NYSE

OCS

OECD

OHI

OLO

OTT

284

PATARA

Papua Utara

PAYU

PKBL

PN

POJK

PoP

POTS

PR

PSAK

QMS

QoS 

RJPP

RKAP

ROA

ROE

SAK

SAS

SCP

SDM

Pay As You Use

Program Kemitraan dan Bina 
Lingkungan

Perusahaan Negara

Peraturan Otoritas Jasa Keuangan

Point of Presence

Plain Old Telephone Service

Public Relation

Pernyataan Standar Akuntansi 
Keuangan

Quality Management System

Quality of Service

Rencana Jangka Panjang Perusahaan

Rencana Kerja Anggaran dan 
Pendapatan

Return on Asset

Return on Equity

Standar Akuntansi Keuangan

Security and Safety

Service Control Points

Sumber Daya Manusia

SEA-ME-
WE 5

South East Asia – Middle East – Western 
Europe 5

SEA-US

South East Asia-United States

SEC

SEOJK

SIUP

SJC

SKKL

SLM

SLI

SMB

SMILE

Securities and Exchange Commission

Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan

Surat Izin Usaha Perdagangan

South East Asia Japan 

Sistem Komunikasi Kabel Laut

Sabang - Lhokseumawe - Medan

Sambungan Langsung Internasional

Small Medium Business

Supply Management and Logistic 
Enhancement

Sistem Manajemen Keselamatan dan 
Kesehatan Kerja atau Occupational 
Health and Safety Assessment System

Standard Operating Procedures

Sarbanes Oxley Act

Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKata Kunci

Deskripsi

Kata Kunci

Deskripsi

SPI

STO

TAM

TDP

THR

TIQA

TIS

TLK

TLKM

TLT

UI

UKM

Sistem Pengendalian Internal

Sentral Telepon Otomat

Tele Account Management 

Tanda Daftar Perusahaan

Tunjangan Hari Raya

Telkom Integrated Quality Assurance

Thailand-Indonesia-Singapore 

Kode Saham Telkom di New York Stock 
Exchange

Kode Saham Telkom di Bursa Efek 
Indonesia

Telkom Landmark Tower

User Interface

Usaha Kecil Menengah

UMKM

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah

UMP

UU

UX

VAR

VOD

VoIP

VP

VPN

WBS

Upah Minimum Provinsi

Undang-undang

User Experience

Value Added Reseller

Voice Over Data

Voice over Internet Protocol

Vice President

Virtual Private Network

Whistleblowing System

WHOCC

World Hub Operation Command Center

WIB

WINS

WPO

Wholesale and International Business

Wholesale and International Service

Whistleblower Protection Officer

285

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianLAMPIRAN 3:

REFERENSI SILANG SURAT EDARAN OJK NO.30/SEOJK.04/2016

KRITERIA

PENJELASAN

HALAMAN

BENTUK LAPORAN TAHUNAN

Laporan Tahunan disajikan dalam bentuk dokumen cetak dan salinan dokumen elektronik.

Laporan  Tahunan  disajikan  dalam  bentuk  dokumen  cetak,  dicetak  pada  kertas  yang 
berwarna  terang,  berkualitas  baik,  berukuran  A4,  dijilid,  dan  dapat  diperbanyak  dengan 
kualitas yang baik.

Laporan  Tahunan  yang  disajikan  dalam  bentuk  salinan  dokumen  elektronik  merupakan 
Laporan Tahunan yang dikonversi dalam format pdf.

√

√

√

I

1

2

3

II

1

a

ISI LAPORAN TAHUNAN

Ketentuan Umum

Laporan  Tahunan  paling  sedikit 
memuat informasi mengenai:

1)

2)

3)

4)

5)

6)

7)

8)

9)

ikhtisar data keuangan penting;

informasi saham (jika ada);

laporan Direksi;

laporan Dewan Komisaris;

Profil Emiten atau Perusahaan Publik;

analisis dan pembahasan manajemen;

tata kelola Emiten atau Perusahaan Publik;

tanggung  jawab  sosial  dan  lingkungan  Emiten 
atau Perusahaan Publik;

laporan  keuangan  tahunan  yang  telah  diaudit; 
dan

10)

surat  pernyataan  anggota  Direksi  dan  anggota 
Dewan  Komisaris  tentang  tanggung  jawab  atas 
Laporan Tahunan.

b.

Laporan  Tahunan  dapat  menyajikan  informasi  berupa  gambar,  grafik,  tabel,  dan/atau 
diagram  dengan  mencantumkan  judul  dan/atau  keterangan  yang  jelas,  sehingga  mudah 
dibaca dan dipahami.

2. Uraian Isi Laporan Tahunan

a.

Ikhtisar Data Keuangan Penting

Ikhtisar  data  keuangan  penting  memuat  informasi 
keuangan  yang  disajikan  dalam  bentuk  perbandingan 
selama  3  (tiga)  tahun  buku  atau  sejak  memulai 
usahanya jika Emiten atau Perusahaan Publik tersebut 
menjalankan  kegiatan  usahanya  kurang  dari  3  (tiga) 
tahun, paling sedikit memuat:

1)

2)

3)

4)

5)

6)

7)

8)

9)

pendapatan/penjualan;

laba bruto;

laba (rugi);

jumlah  laba  (rugi)  yang  dapat  diatribusikan 
kepada  pemilik  entitas  induk  dan  kepentingan 
non pengendali;

total laba (rugi) komprehensif;

jumlah  laba  (rugi)  komprehensif  yang  dapat 
diatribusikan  kepada  pemilik  entitas  induk  dan 
kepentingan non pengendali;

laba (rugi) per saham;

jumlah aset;

jumlah liabilitas;

10)

jumlah ekuitas;

11)

rasio laba (rugi) terhadap jumlah aset;

286

14-17

18-20

31-39

25-29

8-9

99-161

163-247

249-267

301

40-41

√

14-17

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKRITERIA

PENJELASAN

HALAMAN

12)

13)

14)

15)

16)

17)

rasio laba (rugi) terhadap ekuitas;

rasio laba (rugi) terhadap pendapatan/penjualan;

rasio lancar;

rasio liabilitas terhadap ekuitas;

rasio liabilitas terhadap jumlah aset; dan

informasi  dan  rasio  keuangan 
lainnya  yang 
relevan  dengan  Emiten  atau  Perusahaan  Publik 
dan jenis industrinya.

b.

Informasi Saham

Informasi saham (jika ada) paling sedikit memuat:

18-20

1)

saham yang telah diterbitkan untuk setiap masa 
triwulan  (jika  ada)  yang  disajikan  dalam  bentuk 
perbandingan selama 2 (dua) tahun buku terakhir, 
paling sedikit meliputi:

a)  jumlah saham yang beredar;

b)  kapitalisasi  pasar  berdasarkan  harga  pada 

Bursa Efek tempat saham dicatatkan;

c)  harga 

saham 

terendah,  dan 
tertinggi, 
penutupan  berdasarkan  harga  pada  Bursa 
Efek tempat saham dicatatkan; dan

2)

3)

4)

d)  volume perdagangan pada Bursa Efek tempat 

saham dicatatkan.

terjadi  aksi  korporasi,  seperti 
dalam  hal 
pemecahan  saham  (stock  split),  penggabungan 
saham  (reverse  stock),  dividen  saham,  saham 
bonus,  dan  perubahan  nilai  nominal  saham, 
informasi  saham  sebagaimana  dimaksud  pada 
angka  1)  ditambahkan  penjelasan  paling  sedikit 
mengenai:

a)  tanggal pelaksanaan aksi korporasi;

20

b)  rasio  pemecahan 

split), 
penggabungan saham (reverse stock), dividen 
saham,  saham  bonus,  dan  perubahan  nilai 
nominal saham;

saham 

(stock 

c)  jumlah  saham  beredar  sebelum  dan  sesudah 

aksi korporasi; dan

d)  harga  saham  sebelum  dan  sesudah  aksi 

korporasi.

dalam  hal 
terjadi  penghentian  sementara 
perdagangan  saham  (suspension),  dan/atau 
(delisting) 
penghapusan  pencatatan  saham 
dalam tahun buku, Emiten atau Perusahaan Publik 
menjelaskan  alasan  penghentian  sementara 
(suspension)  dan/atau 
perdagangan  saham 
penghapusan  pencatatan  saham 
(delisting) 
tersebut; dan

dalam  hal  penghentian  sementara  perdagangan 
saham  (suspension)  dan/atau  penghapusan 
pencatatan  saham 
(delisting)  sebagaimana 
dimaksud  pada  angka  3)  masih  berlangsung 
hingga  akhir  periode  Laporan  Tahunan,  Emiten 
atau  Perusahaan  Publik  menjelaskan  tindakan 
yang dilakukan untuk menyelesaikan penghentian 
sementara  perdagangan  saham  (suspension) 
dan/atau  penghapusan  pencatatan 
saham 
(delisting) tersebut.

Tidak ada 
suspension/
delisting

Tidak ada 
suspension/
delisting

287

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKRITERIA

PENJELASAN

c.

Laporan Direksi

Laporan Direksi paling sedikit memuat:

HALAMAN

31-39

1)

uraian  singkat  mengenai  kinerja  Emiten  atau 
Perusahaan Publik, paling sedikit meliputi:

a)  strategi  dan  kebijakan  strategis  Emiten  atau 

Perusahaan Publik;

b)  perbandingan  antara  hasil  yang  dicapai 

dengan yang ditargetkan; dan

c)  kendala yang dihadapi Emiten atau Perusahaan 

Publik;

2)

3)

4)

gambaran tentang prospek usaha;

penerapan  tata  kelola  Emiten  atau  Perusahaan 
Publik; dan

perubahan komposisi anggota Direksi dan alasan 
perubahannya (jika ada).

d.

Laporan Dewan Komisaris

Laporan Dewan Komisaris paling sedikit memuat:

25-29

1)

2)

3)

4)

5)

6)

penilaian  terhadap  kinerja  Direksi  mengenai 
pengelolaan Emiten atau Perusahaan Publik;

pengawasan  terhadap 
Emiten atau Perusahaan Publik;

implementasi  strategi 

pandangan  atas  prospek  usaha  Emiten  atau 
Perusahaan Publik yang disusun oleh Direksi;

pandangan  atas  penerapan  tata  kelola  Emiten 
atau Perusahaan Publik;

perubahan komposisi anggota Dewan Komisaris 
dan alasan perubahannya (jika ada); dan

frekuensi  dan  cara  pemberian  nasihat  kepada 
anggota Direksi.

e.

Profil Emiten atau Perusahaan 
Publik

Profil  Emiten  atau  Perusahaan  Publik  paling  sedikit 
memuat:

8-9

1)

2)

3)

4)

5)

6)

nama  Emiten  atau  Perusahaan  Publik  termasuk 
apabila 
terdapat  perubahan  nama,  alasan 
perubahan, dan tanggal Efektif perubahan nama 
pada tahun buku;

akses  terhadap  Emiten  atau  Perusahaan  Publik 
termasuk kantor cabang atau kantor perwakilan 
yang  memungkinkan  masyarakat 
dapat 
memperoleh  informasi  mengenai  Emiten  atau 
Perusahaan Publik, meliputi:

a)  alamat;

b) nomor telepon;

c)  nomor faksimile;

d) alamat surat elektronik; dan

e)  alamat Situs Web

riwayat singkat Emiten atau Perusahaan Publik;

visi dan misi Emiten atau Perusahaan Publik;

kegiatan usaha menurut anggaran dasar terakhir, 
kegiatan usaha yang dijalankan pada tahun buku, 
serta jenis barang dan/atau jasa yang dihasilkan;

struktur  organisasi  Emiten  atau  Perusahaan 
Publik dalam bentuk bagan, paling sedikit sampai 
dengan struktur 1 (satu) tingkat di bawah Direksi, 
disertai dengan nama dan jabatan;

8

46-47

44-45

48-49

56-57

288

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKRITERIA

PENJELASAN

HALAMAN

7)

profil Direksi, paling sedikit memuat:

68-77

a)  nama  dan  jabatan  yang  sesuai  dengan  tugas 

dan tanggung jawab;

b)  foto terbaru;

c)  usia;

d)  kewarganegaraan;

e)  riwayat pendidikan;

f)  riwayat jabatan, meliputi informasi:

1.   dasar hukum penunjukan sebagai anggota 
Direksi  pada  Emiten  atau  Perusahaan 
Publik yang bersangkutan;

2.  rangkap  jabatan,  baik  sebagai  anggota 
Direksi,  anggota  Dewan  Komisaris,  dan/
atau  anggota  komite  serta  jabatan  lainnya 
(jika ada); dan

3.  pengalaman 

periode 
waktunya  baik  di  dalam  maupun  di  luar 
Emiten atau Perusahaan Publik;

beserta 

kerja 

g) pendidikan  dan/atau  pelatihan  yang  telah 
diikuti  anggota  Direksi  dalam  meningkatkan 
kompetensi dalam tahun buku (jika ada); dan

h)  hubungan  Afiliasi  dengan  anggota  Direksi 
lainnya,  anggota  Dewan  Komisaris,  dan 
pemegang  saham  utama  (jika  ada)  meliputi 
nama pihak yang terAfiliasi;

8)

profil Dewan Komisaris, paling sedikit memuat:

58-66

a)  nama;

b)  foto terbaru;

c)  usia;

d)  kewarganegaraan;

e)  riwayat pendidikan;

f)  riwayat jabatan, meliputi informasi:

1.   dasar hukum penunjukan sebagai anggota 
Dewan  Komisaris  yang  bukan  merupakan 
Komisaris  Independen  pada  Emiten  atau 
Perusahaan Publik yang bersangkutan;

2.  dasar  hukum  penunjukan  pertama  kali 
sebagai  anggota  Dewan  Komisaris  yang 
merupakan  Komisaris  Independen  pada 
Emiten  atau  Perusahaan  Publik  yang 
bersangkutan;

3.  rangkap  jabatan,  baik  sebagai  anggota 
Dewan  Komisaris,  anggota  Direksi,  dan/
atau  anggota  komite  serta  jabatan  lainnya 
(jika ada); dan

4.  pengalaman 

periode 
waktunya  baik  di  dalam  maupun  di  luar 
Emiten atau Perusahaan Publik;

beserta 

kerja 

g)  pendidikan  dan/atau  pelatihan  yang  telah 
diikuti  anggota  Dewan  Komisaris  dalam 
meningkatkan  kompetensi  dalam  tahun  buku 
(jika ada);

289

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKRITERIA

PENJELASAN

HALAMAN

9)

10)

11)

h)  hubungan  Afiliasi  dengan  anggota  Dewan 
lainnya  dan  pemegang  saham 
Komisaris 
utama  (jika  ada)  meliputi  nama  pihak  yang 
terAfiliasi; dan

i)   pernyataan 

Komisaris 
independensi 
Independen  dalam  hal  Komisaris  Independen 
telah menjabat lebih dari 2 (dua) periode (jika 
ada); dan

j)   pendidikan  dan/atau  pelatihan  yang  telah 
diikuti  anggota  Dewan  Komisaris  dalam 
meningkatkan  kompetensi  dalam  tahun  buku 
(jika ada);

dalam hal terdapat perubahan susunan anggota 
Direksi  dan/atau  anggota  Dewan  Komisaris 
yang terjadi setelah tahun buku berakhir sampai 
dengan  batas  waktu  penyampaian  Laporan 
Tahunan,  susunan  yang  dicantumkan  dalam 
Laporan  Tahunan  adalah  susunan  anggota 
Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris yang 
terakhir dan sebelumnya;

jumlah  karyawan  dan  deskripsi  sebaran  tingkat 
pendidikan dan usia karyawan dalam tahun buku;

nama  pemegang 
saham  dan  persentase 
kepemilikan  pada  akhir  tahun  buku,  yang  terdiri 
dari:

a)  Pemegang  saham  yang  memiliki  5%  (lima 
lebih  saham  Emiten  atau 

persen)  atau 
Perusahaan Publik;

b)  Anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris 
yang memiliki saham Emiten atau Perusahaan 
Publik; dan

c)  Kelompok pemegang saham masyarakat, yaitu 
kelompok  pemegang  saham  yang  masing-
masing memiliki kurang dari 5% (lima persen) 
saham Emiten atau Perusahaan Publik;

58-77

78-82

83-85

12)

jumlah  pemegang  saham  dan  persentase 
kepemilikan  per  akhir  tahun  buku  berdasarkan 
klasifikasi:

83-85

a)  kepemilikan institusi lokal;

b)  kepemilikan institusi asing;

c)  kepemilikan individu lokal; dan

d)  kepemilikan individu asing;

13)

14)

informasi mengenai pemegang saham utama dan 
pengendali Emiten atau Perusahaan Publik, baik 
langsung maupun tidak langsung, sampai kepada 
pemilik  individu,  yang  disajikan  dalam  bentuk 
skema atau bagan;

nama  entitas  anak,  perusahaan  asosiasi, 
perusahaan  ventura  bersama  dimana  Emiten 
atau  Perusahaan  Publik  memiliki  pengendalian 
bersama entitas, beserta persentase kepemilikan 
saham,  bidang  usaha,  total  aset,  dan  status 
operasi Emiten atau Perusahaan Publik tersebut 
(jika ada);
Untuk  entitas  anak,  ditambahkan 
mengenai alamat entitas anak tersebut;

informasi 

83

86-90

290

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianHALAMAN

91-92

93-94

95-96

95-96

50-55

103-118

127-143

KRITERIA

PENJELASAN

f. Analisis dan Pembahasan 

Manajemen

15)

16)

17)

18)

kronologi  pencatatan  saham, 
jumlah  saham, 
nilai  nominal,  dan  harga  penawaran  dari  awal 
pencatatan  hingga  akhir  tahun  buku  serta 
nama  Bursa  Efek  dimana  saham  Emiten  atau 
Perusahaan Publik dicatatkan (jika ada);

selain 
kronologi  pencatatan  Efek 
Efek  sebagaimana  dimaksud  pada  angka  15), 
yang  paling  sedikit  memuat  nama  Efek,  tahun 
penerbitan, tanggal jatuh tempo, nilai penawaran, 
dan peringkat Efek (jika ada);

lainnya 

nama  dan  alamat  lembaga  dan/atau  profesi 
penunjang Pasar Modal;

dalam hal terdapat profesi penunjang Pasar Modal 
yang  memberikan  jasa  secara  berkala  kepada 
Emiten  atau  Perusahaan  Publik,  diungkapkan 
informasi  mengenai  jasa  yang  diberikan,  komisi 
(fee), dan periode penugasan; dan

19) penghargaan  dan/atau  sertifikasi  yang  diterima 
Emiten  atau  Perusahaan  Publik  baik  yang 
berskala  nasional  maupun  internasional  dalam 
tahun buku terakhir (jika ada), yang memuat:

a)  nama penghargaan dan/atau sertifikasi;

b)  Badan atau lembaga yang memberikan; dan

c)  masa berlaku penghargaan dan/atau sertifikasi 

(jika ada);

Analisis dan pembahasan manajemen memuat analisis 
dan  pembahasan  mengenai  laporan  keuangan  dan 
informasi  penting  lainnya  dengan  penekanan  pada 
perubahan  material  yang  terjadi  dalam  tahun  buku, 
yaitu paling sedikit memuat:

1)

tinjauan  operasi  per  segmen  operasi  sesuai 
dengan  jenis  industri  Emiten  atau  Perusahaan 
Publik, paling sedikit mengenai:

a)  produksi, yang meliputi proses, kapasitas, dan 

perkembangannya;

b)  pendapatan/penjualan; dan

c)  profitabilitas;

2)

Kinerja  keuangan  komprehensif  yang  mencakup 
perbandingan  kinerja  keuangan  dalam  2  (dua) 
tahun buku terakhir, penjelasan tentang penyebab 
adanya  perubahan  dan  dampak  perubahan 
tersebut, paling sedikit mengenai:

a)  aset lancar, aset tidak lancar, dan total aset;

b)  liabilitas 

jangka  pendek, 
panjang, dan total liabilitas;

liabilitas 

jangka 

c)  ekuitas;

d)  pendapatan/penjualan,  beban, 

laba  (rugi), 
penghasilan komprehensif lain, dan total laba 
(rugi) komprehensif; dan

e)  arus kas;

3)

kemampuan membayar utang dengan menyajikan 
perhitungan rasio yang relevan;

144

291

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKRITERIA

PENJELASAN

HALAMAN

150

145

147-149

4)

5)

6)

tingkat  kolektibilitas  piutang  Emiten  atau 
dengan  menyajikan 
Perusahaan 
perhitungan rasio yang relevan;

Publik 

struktur  modal  (capital  structure)  dan  kebijakan 
manajemen  atas 
(capital 
structure)  tersebut  disertai  dasar  penentuan 
kebijakan dimaksud;

struktur  modal 

bahasan  mengenai  ikatan  yang  material  untuk 
investasi barang modal dengan penjelasan paling 
sedikit meliputi:

a) tujuan dari ikatan tersebut;

b)  sumber  dana  yang  diharapkan  untuk 

memenuhi ikatan tersebut;

c)  mata uang yang menjadi denominasi; dan

d)  langkah  yang  direncanakan  Emiten  atau 
Perusahaan  Publik  untuk  melindungi  risiko 
dari posisi mata uang asing yang terkait;

7)

bahasan mengenai investasi barang modal yang 
direalisasikan  dalam  tahun  buku  terakhir,  paling 
sedikit meliputi:

146

a)  jenis investasi barang modal;

b)  tujuan investasi barang modal; dan

c)  nilai investasi barang modal yang dikeluarkan;

8)

9)

informasi dan fakta material yang terjadi setelah 
tanggal laporan akuntan (jika ada);

prospek  usaha  dari  Emiten  atau  Perusahaan 
Publik dikaitkan dengan kondisi industri, ekonomi 
secara  umum  dan  pasar  internasional  disertai 
data  pendukung  kuantitatif  dari  sumber  data 
yang layak dipercaya;

10) perbandingan  antara  target/proyeksi  pada  awal 
tahun buku dengan hasil yang dicapai (realisasi), 
mengenai:

a)  pendapatan/penjualan;

b)  laba (rugi);

c)  struktur modal (capital structure); atau

d)  hal 

lainnya  yang  dianggap  penting  bagi 

Emiten atau Perusahaan Publik;

11)

ingin  dicapai  Emiten 
target/proyeksi  yang 
atau  Perusahaan  Publik  untuk  1  (satu)  tahun 
mendatang, mengenai:

a)  pendapatan/penjualan;

b)  laba (rugi);

c)  struktur modal (capital structure);

d)  kebijakan dividen; atau

151

152-156

157

157

e)  hal 

lainnya  yang  dianggap  penting  bagi 

Emiten atau Perusahaan Publik;

12)

aspek  pemasaran  atas  barang  dan/atau  jasa 
Emiten  atau  Perusahaan  Publik,  paling  sedikit 
mengenai strategi pemasaran dan pangsa pasar;

119-126

292

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKRITERIA

PENJELASAN

13)

uraian  mengenai  dividen  selama  2  (dua)  tahun 
buku terakhir (jika ada), paling sedikit:

a)  kebijakan dividen;

b)  tanggal  pembayaran  dividen  kas  dan/atau 

tanggal distribusi dividen non kas;

c)  jumlah  dividen  per  saham  (kas  dan/atau  non 

kas); dan

d)  jumlah dividen per tahun yang dibayar;

HALAMAN

158

14)

realisasi  penggunaan  dana  hasil  Penawaran 
Umum, dengan ketentuan:

159

a)  dalam hal selama tahun buku, Emiten memiliki 
kewajiban  menyampaikan 
laporan  realisasi 
penggunaan dana, maka diungkapkan realisasi 
penggunaan  dana  hasil  Penawaran  Umum 
secara  kumulatif  sampai  dengan  akhir  tahun 
buku; dan

b)  dalam  hal  terdapat  perubahan  penggunaan 
dana  sebagaimana  diatur  dalam  Peraturan 
Otoritas  Jasa  Keuangan  tentang  Laporan 
Realisasi  Penggunaan  Dana  Hasil  Penawaran 
Umum,  maka  Emiten  menjelaskan  perubahan 
tersebut;

15)

informasi material (jika ada), antara lain mengenai 
investasi,  ekspansi,  divestasi,  penggabungan/
peleburan  usaha,  akuisisi,  restrukturisasi  utang/
modal,  transaksi  Afiliasi,  dan  transaksi  yang 
mengandung benturan kepentingan, yang terjadi 
pada tahun buku, antara lain memuat:

a)  tanggal, nilai, dan objek transaksi;

b)  nama pihak yang melakukan transaksi;

c)  sifat hubungan Afiliasi (jika ada);

d)  penjelasan mengenai kewajaran transaksi; dan

e)  pemenuhan ketentuan terkait;

16) perubahan  ketentuan  peraturan  perundang-
undangan yang berpengaruh signifikan terhadap 
Emiten  atau  Perusahaan  Publik  dan  dampaknya 
terhadap laporan keuangan (jika ada); dan

17)

perubahan  kebijakan  akuntansi,  alasan  dan 
dampaknya  terhadap  laporan  keuangan  (jika 
ada);

160

161

161

g.

Tata 
Perusahaan Publik

Kelola 

Emiten 

atau 

tata  kelola  Emiten  atau  Perusahaan  Publik  paling 
sedikit memuat uraian singkat mengenai:

209-220;
171-181

1)

Direksi, mencakup antara lain:

a)  tugas  dan  tanggung  jawab  masing-masing 

anggota Direksi;

b)  pernyataan  bahwa  Direksi  memiliki  pedoman 

atau piagam (charter) Direksi;

c)  prosedur,  dasar  penetapan,  struktur,  dan 
besarnya remunerasi masing-masing anggota 
Direksi,  serta  hubungan  antara  remunerasi 
dengan  kinerja  Emiten  atau  Perusahaan 
Publik;

293

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKRITERIA

PENJELASAN

HALAMAN

d)  kebijakan  dan  pelaksanaan  tentang  frekuensi 
rapat Direksi, termasuk rapat bersama Dewan 
Komisaris,  dan  tingkat  kehadiran  anggota 
Direksi dalam rapat tersebut;

e)  informasi  mengenai  keputusan  RUPS  1  (satu) 

tahun sebelumnya, meliputi:

1.   Keputusan  RUPS  yang  direalisasikan  pada 

tahun buku; dan

2.  Alasan dalam hal terdapat keputusan yang 

belum direalisasikan;

f)  informasi  mengenai  keputusan  RUPS  pada 

tahun buku, meliputi:

1.   Keputusan  RUPS  yang  direalisasikan  pada 

tahun buku; dan

2.  Alasan dalam hal terdapat keputusan yang 

belum direalisasikan; dan

g)  penilaian 

terhadap  kinerja  komite  yang 

mendukung pelaksanaan tugas Direksi;

2)

Dewan Komisaris, mencakup antara lain:

182-195

a)  tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris;

b)  pernyataan  bahwa  Dewan  Komisaris  memiliki 
pedoman  atau  piagam  (charter)  Dewan 
Komisaris;

c)  prosedur,  dasar  penetapan,  struktur,  dan 
besarnya remunerasi masing-masing anggota 
Dewan Komisaris;

d)  kebijakan  dan  pelaksanaan  tentang  frekuensi 
rapat 
tingkat  kehadiran 
rapat 

rapat  Dewan  Komisaris, 
bersama  Direksi,  dan 
anggota  Dewan  Komisaris  dalam 
tersebut;

termasuk 

e)  kebijakan  Emiten  atau  Perusahaan  Publik 
tentang  penilaian  terhadap  kinerja  anggota 
Direksi  dan  anggota  Dewan  Komisaris  dan 
pelaksanaannya, paling sedikit meliputi:

1)  prosedur pelaksanaan penilaian kinerja;

2)  Kriteria yang digunakan; dan

3)  pihak yang melakukan penilaian;

f)  penilaian 

terhadap  kinerja  komite  yang 
tugas  Dewan 

mendukung  pelaksanaan 
Komisaris; dan

g)  dalam hal Dewan Komisaris tidak membentuk 
Komite  Nominasi  dan  remunerasi,  dimuat 
informasi paling sedikit mengenai:

1)  Alasan tidak dibentuknya komite; dan

2)  prosedur  nominasi  dan  remunerasi  yang 

dilakukan dalam tahun buku;

294

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianHALAMAN

Tidak Relevan

KRITERIA

PENJELASAN

3)

Dewan  Pengawas  Syariah,  bagi  Emiten  atau 
Perusahaan  Publik  yang  menjalankan  kegiatan 
usaha  berdasarkan  Prinsip  Syariah  sebagaimana 
tertuang  dalam  anggaran  dasar,  paling  sedikit 
memuat:

a)  nama;

b)  tugas  dan  tanggung  jawab  Dewan  Pengawas 

Syariah; dan

c)  frekuensi  dan  cara  pemberian  nasihat  dan 
saran  serta  pengawasan  pemenuhan  Prinsip 
Syariah di Pasar Modal terhadap Emiten atau 
Perusahaan Publik;

4)

Komite Audit, mencakup antara lain:

196-200

a)  nama  dan  jabatannya  dalam  keanggotaan 

komite;

b)  usia;

c)  kewarganegaraan;

d)  riwayat pendidikan;

e)  riwayat jabatan, meliputi informasi:

1.   dasar hukum penunjukan sebagai anggota 

komite;

2.  rangkap  jabatan,  baik  sebagai  anggota 
Dewan  Komisaris,  anggota  Direksi,  dan/
atau  anggota  komite  serta  jabatan  lainnya 
(jika ada); dan

3.  pengalaman 

periode 
waktunya  baik  di  dalam  maupun  di  luar 
Emiten atau Perusahaan Publik;

beserta 

kerja 

f)  periode  dan  masa  jabatan  anggota  Komite 

Audit;

g)  pernyataan independensi Komite Audit;

h)  kebijakan  dan  pelaksanaan  tentang  frekuensi 
rapat  Komite  Audit  dan  tingkat  kehadiran 
anggota Komite Audit dalam rapat tersebut;

i)   pendidikan  dan/atau  pelatihan  yang  telah 

diikuti dalam tahun buku (jika ada); dan

j)   pelaksanaan  kegiatan  Komite  Audit  pada 
tahun buku sesuai dengan yang dicantumkan 
dalam pedoman atau piagam (charter) Komite 
Audit;

5)

Komite lain yang dimiliki Emiten atau Perusahaan 
Publik  dalam  rangka  mendukung  fungsi  dan 
tugas Direksi dan/atau Dewan Komisaris, seperti 
Komite  Nominasi  dan  Remunerasi,  mencakup 
antara lain:

a)  nama  dan  jabatannya  dalam  keanggotaan 

201-208

komite;

b)  usia;

c)  kewarganegaraan;

d)  riwayat pendidikan;

295

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKRITERIA

PENJELASAN

HALAMAN

e)  riwayat jabatan, meliputi informasi:

1.  dasar hukum penunjukan sebagai anggota 

komite;

2.  rangkap  jabatan,  baik  sebagai  anggota 
Dewan  Komisaris,  anggota  Direksi,  dan/
atau  anggota  komite  serta  jabatan  lainnya 
(jika ada); dan

3.  pengalaman 

periode 
waktunya  baik  di  dalam  maupun  di  luar 
Emiten atau Perusahaan Publik;

beserta 

kerja 

f)  periode dan masa jabatan anggota komite;

g)  uraian tugas dan tanggung jawab;

h)  pernyataan  bahwa  telah  memiliki  pedoman 

atau piagam (charter) komite;

i)   pernyataan independensi komite;

j)   kebijakan  dan  pelaksanaan  tentang  frekuensi 
rapat  komite  dan  tingkat  kehadiran  anggota 
komite dalam rapat tersebut;

k)  pendidikan  dan/atau  pelatihan  yang  telah 

diikuti dalam tahun buku (jika ada); dan

l)   uraian  singkat  pelaksanaan  kegiatan  komite 

pada tahun buku;

6)

Sekretaris Perusahaan, mencakup antara lain:

221-223

a)  nama;

b)  domisili;

c)  riwayat jabatan, meliputi informasi:

1.   dasar hukum penunjukan sebagai Sekretaris 

Perusahaan; dan

2.  pengalaman 

periode 
waktunya  baik  di  dalam  maupun  di  luar 
Emiten atau Perusahaan Publik;

beserta 

kerja 

d)  riwayat pendidikan;

e)  pendidikan  dan/atau  pelatihan  yang  diikuti 

dalam tahun buku; dan

f)  uraian  singkat  pelaksanaan  tugas  sekretaris 

perusahaan pada tahun buku;

7)

Unit Audit Internal, mencakup antara lain:

224-227

a)  nama kepala Unit Audit Internal;

b)  riwayat jabatan, meliputi informasi:

1.   dasar  hukum  penunjukan  sebagai  kepala 

Unit Audit Internal; dan

2.  pengalaman 

periode 
waktunya  baik  di  dalam  maupun  di  luar 
Emiten atau Perusahaan Publik;

beserta 

kerja 

c)  kualifikasi atau sertifikasi sebagai profesi audit 

internal (jika ada);

d)  pendidikan  dan/atau  pelatihan  yang  diikuti 

dalam tahun buku;

e)  struktur dan kedudukan Unit Audit Internal;

f)  uraian tugas dan tanggung jawab;

296

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKRITERIA

PENJELASAN

HALAMAN

g)  pernyataan  bahwa  telah  memiliki  pedoman 
atau piagam (charter) Unit Audit Internal; dan

h)  uraian  singkat  pelaksanaan  tugas  Unit  Audit 

Internal pada tahun buku;

8)

uraian  mengenai  sistem  pengendalian  internal 
(internal  control)  yang  diterapkan  oleh  Emiten 
atau Perusahaan Publik, paling sedikit mengenai:

228-229

a)  pengendalian keuangan dan operational, serta 
kepatuhan  terhadap  peraturan  perundang-
undangan lainnya; dan

b)  tinjauan  atas  Efektivitas  sistem  pengendalian 

internal;

9)

sistem  manajemen  risiko  yang  diterapkan  oleh 
Emiten  atau  Perusahaan  Publik,  paling  sedikit 
mengenai:

230-236

a)  gambaran umum mengenai sistem manajemen 

risiko Emiten atau Perusahaan Publik;

b)  jenis risiko dan cara pengelolaannya; dan

c)  tinjauan  atas  Efektivitas  sistem  manajemen 

risiko Emiten atau Perusahaan Publik;

10) perkara penting yang dihadapi oleh Emiten atau 
Perusahaan Publik, entitas anak, anggota Direksi 
dan anggota Dewan Komisaris (jika ada), antara 
lain meliputi:

a)  pokok perkara/gugatan;

b)  status penyelesaian perkara/gugatan; dan

c)  pengaruhnya  terhadap  kondisi  Emiten  atau 

Perusahaan Publik;

11)

informasi  tentang  sanksi  administratif  yang 
dikenakan  kepada  Emiten  atau  Perusahaan 
Publik,  anggota  Dewan  Komisaris  dan  Direksi, 
oleh  otoritas  Pasar  Modal  dan  otoritas  lainnya 
pada tahun buku (jika ada);

241

241

12)

informasi  mengenai  kode  etik  Emiten  atau 
Perusahaan Publik meliputi:

243-244

a)  pokok-pokok kode etik;

b)  bentuk  sosialisasi  kode  etik  dan  upaya 

penegakannya; dan

c)  pernyataan  bahwa  kode  etik  berlaku  bagi 
anggota  Direksi,  anggota  Dewan  Komisaris, 
dan karyawan Emiten atau Perusahaan Publik;

13)

14)

informasi  mengenai 
perusahaan 
(corporate  culture)  atau  nilai-nilai  perusahaan 
(jika ada);

budaya 

uraian  mengenai  program  kepemilikan  saham 
oleh  karyawan  dan/atau  manajemen  yang 
dilaksanakan Emiten atau Perusahaan Publik (jika 
ada), antara lain mengenai:

245-247

240

a)  jumlah saham dan/atau opsi;

b)  jangka waktu pelaksanaan;

c)  persyaratan  karyawan  dan/atau  manajemen 

yang berhak; dan

d)  harga pelaksanaan;

297

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianHALAMAN

237-239

KRITERIA

PENJELASAN

15)

uraian  mengenai  sistem  pelaporan  pelanggaran 
atau 
(whistleblowing 
Perusahaan Publik (jika ada), antara lain meliputi:

system)  di  Emiten 

a)  cara penyampaian laporan pelanggaran;

b)  perlindungan bagi pelapor;

c)  penanganan pengaduan;

d)  pihak yang mengelola pengaduan; dan

e)  hasil  dari  penanganan  pengaduan,  paling 

sedikit meliputi:

1.   jumlah  pengaduan  yang  masuk  dan 

diproses dalam tahun buku; dan

2.  tindak lanjut pengaduan;

16) penerapan atas Pedoman Tata Kelola Perusahaan 
Terbuka  bagi  Emiten  yang  menerbitkan  Efek 
Bersifat Ekuitas atau Perusahaan Publik, meliputi:

164-170

h.

Tanggung  Jawab  Sosial  dan 
atau 
Lingkungan 
Perusahaan Publik

Emiten 

1)

a)  pernyataan mengenai rekomendasi yang telah 

dilaksanakan; dan/atau

b)  penjelasan  atas  rekomendasi  yang  belum 
dilaksanakan,  disertai  alasan  dan  alternatif 
pelaksanaannya (jika ada);

Informasi  mengenai  tanggung  jawab  sosial  dan 
lingkungan  Emiten  atau  Perusahaan  Publik 
meliputi kebijakan, jenis program, dan biaya yang 
dikeluarkan, antara lain terkait aspek:

a)  lingkungan hidup, antara lain:

265-267

1.   Penggunaan  material  dan  energi  yang 
ramah lingkungan dan dapat didaur ulang;

2.  sistem  pengolahan  limbah  Emiten  atau 

Perusahaan Publik;

3.  mekanisme 

pengaduan 

masalah 

lingkungan; dan

4.  sertifikasi  di  bidang 

lingkungan  yang 

dimiliki;

b)  praktik  ketenagakerjaan,  kesehatan,  dan 

258-261

keselamatan kerja, antara lain:

1.   kesetaraan gender dan kesempatan kerja;

2.  sarana dan keselamatan kerja;

3.  tingkat perpindahan (turnover) karyawan;

4.  tingkat kecelakaan kerja;

5.  pendidikan dan/atau pelatihan;

6.  remunerasi; dan

7.  mekanisme 

pengaduan 

masalah 

ketenagakerjaan;

298

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKRITERIA

PENJELASAN

HALAMAN

c)  pengembangan  sosial  dan  kemasyarakatan, 

262-264

antara lain:

1.   Penggunaan tenaga kerja lokal;

2.  pemberdayaan  masyarakat  sekitar  Emiten 
atau  Perusahaan  Publik  antara  lain  melalui 
penggunaan  bahan  baku  yang  dihasilkan 
oleh masyarakat atau pemberian edukasi;

3.  perbaikan sarana dan prasarana sosial;

4.  bentuk donasi lainnya; dan

5.  komunikasi  mengenai 

kebijakan  dan 
prosedur  anti  korupsi  di  Emiten  atau 
Perusahaan 
pelatihan 
mengenai anti korupsi (jika ada);

Publik, 

serta 

d)  tanggung jawab barang dan/atau jasa, antara 

255-257

lain:

2)

1.   kesehatan dan keselamatan konsumen;

2.  informasi barang dan/atau jasa; dan

3.  sarana,  jumlah,  dan  penanggulangan  atas 

pengaduan konsumen.

Dalam  hal  Emiten  atau  Perusahaan  Publik 
menyajikan informasi mengenai tanggung jawab 
sosial  dan  lingkungan  sebagaimana  dimaksud 
pada  angka  1)  pada  laporan  tersendiri  seperti 
laporan  tanggung  jawab  sosial  dan  lingkungan 
atau laporan keberlanjutan (sustainability report), 
Emiten  atau  Perusahaan  Publik  dikecualikan 
untuk  mengungkapkan 
informasi  mengenai 
tanggung  jawab  sosial  dan  lingkungan  dalam 
Laporan Tahunan; dan

3)

Laporan  sebagaimana  dimaksud  pada  angka  2) 
disampaikan  kepada  Otoritas  Jasa  Keuangan 
bersamaan  dengan  penyampaian  Laporan 
Tahunan.

Laporan  keuangan  tahunan  yang  dimuat  dalam 
Laporan  Tahunan  disusun  sesuai  dengan  Standar 
Akuntansi  Keuangan  di  indonesia  dan  telah  diaudit 
oleh  Akuntan.  laporan  keuangan  dimaksud  memuat 
pernyataan  mengenai  pertanggungjawaban  atas 
laporan 
sebagaimana  diatur  dalam 
peraturan perundang-undangan di sektor Pasar Modal 
yang  mengatur  mengenai  tanggung  jawab  Direksi 
atas  laporan  keuangan  atau  peraturan  perundang-
undangan  di  sektor  Pasar  Modal  yang  mengatur 
mengenai laporan berkala Perusahaan Efek dalam hal 
Emiten merupakan Perusahaan Efek; dan

keuangan 

Surat  pernyataan  anggota  Direksi  dan  anggota 
jawab  atas 
Dewan  Komisaris  tentang  tanggung 
Laporan Tahunan disusun sesuai dengan format Surat 
Pernyataan  Anggota  Direksi  dan  Anggota  Dewan 
Komisaris  tentang  Tanggung  Jawab  atas  Laporan 
Tahunan  sebagaimana  tercantum  dalam  Lampiran 
yang  merupakan  bagian  tidak  terpisahkan  dari  Surat 
Edaran Otoritas Jasa Keuangan ini.

301

40-41

i.

Laporan  Keuangan  Tahunan  yang 
telah diaudit

j.

Surat Pernyataan Anggota Direksi 
dan  Anggota  Dewan  Komisaris 
tentang  Tanggung  Jawab  atas 
Laporan Tahunan

299

Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian300

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk

 Laporan Tahunan 2019

0909

LAPORAN 
KEUANGAN 
KONSOLIDASIAN

302 

Laporan Keuangan Konsolidasian Auditan 2019 dan 
Laporan Keuangan PKBL Auditan 2019 

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk

Laporan Tahunan 2019
Laporan Tahunan 2019

301

09 
Perusahaan Perseroan (Persero) 
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. dan entitas anaknya 

Laporan keuangan konsolidasian  
tanggal  31  Desember  2019  dan  untuk  tahun  yang  berakhir  pada 
tanggal tersebut  
beserta laporan auditor independen 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
25

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
TANGGAL 31 DESEMBER 2019  
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT 
BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN 

DAFTAR ISI 

Surat Pernyataan Direksi 

Laporan Auditor Independen 

Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 

Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian 

Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 

Laporan Arus Kas Konsolidasian 

Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasian 

Halaman   

1   

2   

3   

4   

5-135  

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN   
Tanggal 31 Desember 2019 
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

Catatan 

2019 

2018 

ASET 

ASET LANCAR 
Kas dan setara kas 
Aset keuangan lancar lainnya 
Piutang usaha - setelah dikurangi provisi 

penurunan nilai piutang 

Pihak berelasi 
Pihak ketiga 

Piutang lain-lain - setelah dikurangi provisi  

penurunan nilai piutang 

Persediaan - setelah dikurangi provisi persediaan usang 
Aset tersedia untuk dijual 
Pajak dibayar di muka 
Tagihan restitusi pajak 
Aset lancar lainnya 
Jumlah Aset Lancar 

ASET TIDAK LANCAR 
Penyertaan jangka panjang 
Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan 
Aset tak berwujud - setelah dikurangi akumulasi 

amortisasi 

Aset pajak tangguhan - bersih 
Aset tidak lancar lainnya 
Jumlah Aset Tidak Lancar 
JUMLAH ASET 

LIABILITAS DAN EKUITAS 

LIABILITAS JANGKA PENDEK 
Utang usaha 

Pihak berelasi 
Pihak ketiga 
Utang lain-lain 
Utang pajak 
Beban yang masih harus dibayar 
Pendapatan diterima di muka - jangka pendek 
Uang muka pelanggan 
Utang bank jangka pendek 
Pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo 

dalam satu tahun 

Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 

2c,2e,2u,3,30,35 
2c,2e,2u,4,30,35 

2g,2u,2ad,5,35 
2c,30 

2g,2u,35 
2h,6 
2j,9 
2t,25a 
2t,25b 
2c,2i,2m,7,30 

2f,2u,8 
2l,2m,2ab,9,33 

2d,2k,2n,2ab,11 
2t,2ad,25f 
   2c,2g,2i,2n,2t,2u,10,25,30,35   

2o,2u,12,35 
2c,30 

2u,35 
2t,25c 
2c,2u,13,30,35 
2r,14a 
2c,30 
2c,2p,2u,15a,30,35 

2c,2m,2p,2u,2v,15b,30,35    

LIABILITAS JANGKA PANJANG 
Liabilitas pajak tangguhan - bersih 
Pendapatan diterima di muka - jangka panjang 
Liabilitas diestimasi penghargaan masa kerja 
Liabilitas diestimasi manfaat pensiun dan imbalan 

pasca kerja lainnya 

Pinjaman jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang   

2t,2ad,25f 
2r,14b 
2s,29 

2s,28 

jatuh tempo dalam satu tahun 

Liabilitas lainnya 
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 
JUMLAH LIABILITAS 

EKUITAS 
Modal saham 
Tambahan modal disetor 
Komponen ekuitas lainnya 
Saldo laba 

Ditentukan penggunaannya 
Belum ditentukan penggunaannya 

Jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada: 

Pemilik entitas induk - bersih 
Kepentingan nonpengendali 

JUMLAH EKUITAS 
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 

2c,2m,2p,2u,2v,16,30,35 
2o,2u 

1c,18 
2w,19 
2f,2u,20 

27 

2b,17 

 18.242   
 554   

 1.792   
 10.005   

 292   
 585   
 39   
 2.569   
 992   
 6.652   
 41.722   

 1.944   
 156.973   

 6.446   
 2.898   
 11.225   
 179.486   
 221.208   

 819   
 13.078   
 449   
 3.431   
 13.736   
 7.352   
 1.289   
 8.705   

 9.510   
 58.369   

 1.230   
 803   
 1.066   

 8.078   

 33.869   
 543   
 45.589   
 103.958   

 4.953   
 2.711   
 408   

 15.337   
 76.152   

 99.561   
 17.689   
 117.250   
 221.208   

 17.439 
 1.304 

 2.126 
 9.288 

 727 
 717 
 340 
 2.749 
 596 
 7.982 
 43.268 

 2.472 
 143.248 

 5.032 
 2.504 
 9.672 
 162.928 
 206.196 

 993 
 13.773 
 448 
 1.180 
 12.769 
 5.190 
 1.569 
 4.043 

 6.296 
 46.261 

 1.252 
 652 
 852 

 5.555 

 33.748 
 573 
 42.632 
 88.893 

 4.953 
 2.455 
 507 

 15.337 
 75.658 

 98.910 
 18.393 
 117.303 
 206.196 

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian integral dari laporan keuangan konsolidasian ini. 

1 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
     
     
     
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
  
  
 
  
 
 
 
  
  
 
 
 
  
  
  
 
  
 
 
 
 
  
 
 
 
  
  
  
  
 
 
 
 
  
  
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
  
 
  
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
   
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
  
 
  
 
  
  
 
  
 
  
  
  
 
  
  
  
 
 
 
 
  
  
  
  
 
 
 
 
 
 
  
 
  
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
  
 
  
  
  
  
  
  
  
   
  
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
  
  
 
 
  
 
  
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
  
 
  
  
  
  
 
 
 
 
 
 
  
 
  
  
  
   
  
 
 
 
 
  
 
 
 
 
  
  
  
 
  
  
 
  
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN 
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2019  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

Catatan 
2c,2r,21,30 

2019 

2018 

 135.567   

 130.784 

PENDAPATAN 

Beban operasi, pemeliharaan dan jasa telekomunikasi 
Beban penyusutan dan amortisasi 
Beban karyawan 
Beban interkoneksi 
Beban umum dan administrasi 
Beban pemasaran 
Laba (rugi) selisih kurs - bersih 
Penghasilan lain-lain - bersih 

LABA USAHA 

Penghasilan pendanaan 
Biaya pendanaan 
Bagian laba (rugi) bersih entitas asosiasi 
Rugi penurunan nilai investasi 

LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 

2c,2r,23,30 
2k,2l,2m,9,11    
2c,2r,2s,22,30    
2c,2r,30 
2c,2r,24,30 
2c,2r,30 
2q 
2l,2r 

2c,30 
2c,2p,2r,30 
2f,8 
2f,8 

(BEBAN) MANFAAT PAJAK PENGHASILAN 

2t,2ad,25d 

Pajak kini 
Pajak tangguhan 

LABA TAHUN BERJALAN 

PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN 
Penghasilan komprehensif lain yang akan direklasifikasikan  

ke laba rugi pada periode berikutnya: 
Selisih kurs penjabaran laporan keuangan 
Perubahan bersih nilai wajar aset keuangan tersedia untuk dijual 
Bagian penghasilan komprehensif lain entitas asosiasi 
Penghasilan komprehensif lain yang tidak akan  

direklasifikasikan ke laba rugi pada periode berikutnya: 

Laba (rugi) aktuaria - bersih 
Penghasilan (rugi) komprehensif lain - bersih 

2f,2q,20 
2u,20 
2f,8 

2s,28 

 (42.226)   
 (23.178)   
 (13.012)   
 (5.077)   
 (6.696)   
 (3.724)   
 (86)   
 826   

 (43.791) 
 (21.406) 
 (13.178) 
 (4.283) 
 (6.137) 
 (4.214) 
 68 
 1.002 

 42.394   

 38.845 

 1.092   
 (4.240)   
 (166)  
 (1.172)   

 1.014 
 (3.507) 
 53 
 - 

 37.908   

 36.405 

 (10.619)   
 303   
 (10.316)  

 (9.432) 
 6 
 (9.426) 

 27.592   

 26.979 

 (105)   
 6   
 16   

 (2.109)   
 (2.192)   

 146 
 (10) 
 (14) 

 4.820 
 4.942 

JUMLAH LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN 

 25.400   

 31.921 

Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada: 

Pemilik entitas induk 
Kepentingan nonpengendali 

Jumlah laba komprehensif tahun berjalan yang dapat 

diatribusikan kepada: 
Pemilik entitas induk 
Kepentingan nonpengendali 

LABA PER SAHAM DASAR 

(dalam jumlah penuh) 
Laba bersih per saham 
Laba bersih per ADS (100 saham Seri B per ADS) 

2b,17 

2b 

2y,26 

 18.663   
 8.929   
 27.592  

 16.624   
 8.776   
 25.400  

 18.032 
 8.947 
 26.979 

 22.844 
 9.077 
 31.921 

 188,40  
 18.839,68  

 182,03 
 18.202,70 

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian integral dari laporan keuangan konsolidasian ini. 

2 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
  
  
  
  
  
  
 
 
   
   
 
  
 
 
   
   
  
  
 
  
 
 
   
   
 
  
 
 
   
   
   
   
 
  
 
  
 
 
 
 
 
   
   
 
  
 
 
   
   
 
   
    
 
   
   
 
   
    
  
  
  
 
   
   
 
   
   
  
 
  
 
 
   
   
 
  
 
 
   
   
 
   
   
 
  
  
 
 
 
 
   
   
 
   
   
 
  
 
 
 
 
 
   
   
   
   
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
 
 
 
 
 
 
i

i

D
v
d
e
n
k
a
s

L
a
b
a
t
a
h
u
n
b
e
r
j
a
a
n

l

S
a
l
d
o

,
3
1
D
e
s
e
m
b
e
r
2
0
1
9

P
e
n
g
h
a
s

i
l

a
n
(
r
u
g
i
)

k
o
m
p
r
e
h
e
n
s
i
f

n
o
n
p
e
n
g
e
n
d
a

l
i

a
n
a
k

p
e
r
u
s
a
h
a
a
n

P
e
n
a
m
b
a
h
a
n

s
e
t
o
r
a
n
m
o
d
a

l

S
e
t
o
r
a
n
m
o
d
a

l

d
a
r
i

k
e
p
e
n
t
i
n
g
a
n

T
r
a
n
s
a
k
s

i

e
n
t
i
t
a
s

s
e
p
e
n
g
e
n
d
a

l
i

L
a
b
a
t
a
h
u
n
b
e
r
j
a
a
n

l

S
a
l
d
o

,
3
1
D
e
s
e
m
b
e
r
2
0
1
8

P
e
n
g
h
a
s

i
l

a
n
(
r
u
g
i
)

k
o
m
p
r
e
h
e
n
s
i
f

l

i

a
n
-

l

i

a
n
-

l

i

d
p
e
r
o
e
h
k
e
m
b
a

l
i

i

i

D
v
d
e
n
k
a
s

n
o
n
p
e
n
g
e
n
d
a

l
i

P
e
n
a
r
i
k
a
n
m
o
d
a

l

s
a
h
a
m
y
a
n
g

A
k
u
s
s

i

i

A
k
u
s
s

i

i

i

i

b
s
n
s

i

k
e
p
e
m

i
l
i

k
a
n

k
e
p
e
n
t
i
n
g
a
n

a
n
a
k

p
e
r
u
s
a
h
a
a
n

S
a
l
d
o

,
1
J
a
n
u
a
r
i
2
0
1
8

P
e
n
a
m
b
a
h
a
n

s
e
t
o
r
a
n
m
o
d
a

l

  3

C
a

t

a

t

a
n

a

t

a
s

l

a
p
o
r
a
n

k
e
u
a
n
g
a
n

k
o
n
s
o

l
i

d
a
s
a
n

i

t
e
r
l
a
m
p
i
r

m
e
r
u
p
a
k
a
n

b
a
g
a
n

i

i

n
t
e
g
r
a

l

d
a
r
i

l

a
p
o
r
a
n

k
e
u
a
n
g
a
n

k
o
n
s
o

l
i

d
a
s
a
n

i

i

n
i
.

b
e
r
s
h

i

2
f
,
2
q
,
2
s
,
2
u
,
1
7

2
b
,
1
7

1
7
,
2
7

b
e
r
s
h

i

2
f
,
2
q
,
2
s
,
2
u
,
1
7

2
b
,
1
7

1
7
,
2
7

4
.
9
5
3

2
.
7
1
1

-

-

-

-

-

-

4
.
9
5
3

-

-

(
8
7
)

-

-

-

-

-

-

-

-

2
5
6

-

2
.
4
5
5

-

-

(
2
.
4
5
4
)

-

-

(
2
2
)

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

2
.
5
4
1

-

-

-

-

5
.
0
4
0

4
.
9
3
1

(
2
.
5
4
1
)

4
0
8

(
9
9
)

-

-

-

-

-

5
0
7

1
3
6

-

-

-

-

(
1
6
)

-

3
8
7

1
5
.
3
3
7

-

-

-

-

-

-

1
5
.
3
3
7

-

-

-

-

-

-

-

.

7
6
1
5
2

.

1
8
6
6
3

.

(
1
9
4
0
)

.

(
1
6
2
2
9
)

-

-

-

.

7
5
6
5
8

.

1
8
0
3
2

.

4
6
7
6

-

.

9
9
5
6
1

.

1
8
6
6
3

.

(
2
0
3
9
)

.

(
1
6
2
2
9
)

2
5
6

-

-

.

9
8
9
1
0

.

1
8
0
3
2

.

4
8
1
2

-

.

(
1
6
6
0
9
)

.

(
1
6
6
0
9
)

-

-

-

-

(
3
8
)

-

1
7
.
6
8
9

8
.
9
2
9

(
9
.
6
1
8
)

(
1
5
3
)

7
0

5
9

9

1
8
.
3
9
3

8
.
9
4
7

1
3
0

-

(
1
0
.
1
3
1
)

(
6
9
)

6
5

3
4

1
5
.
3
3
7

.

6
9
5
5
9

.

9
2
7
1
3

1
9
.
4
1
7

U
r
a
i
a
n

C
a
t
a
t
a
n

M
o
d
a
l
s
a
h
a
m

m
o
d
a
l

d
i
s
e
t
o
r

k
e
m
b
a
l
i

e
k
u
i
t
a
s
l
a
i
n
n
y
a

p
e
n
g
g
u
n
a
a
n
n
y
a

p
e
n
g
g
u
n
a
a
n
n
y
a

T
a
m
b
a
h
a
n

i

y
a
n
g
d
p
e
r
o
l
e
h

M
o
d
a
l
s
a
h
a
m

K
o
m
p
o
n
e
n

D

i
t
e
n
t
u
k
a
n

d
i
t
e
n
t
u
k
a
n

B
e
l
u
m

D
i
a
t
r
i
b
u
s
i
k
a
n
k
e
p
a
d
a
p
e
m

i
l
i
k
e
n
t
i
t
a
s
i

n
d
u
k

S
a
l
d
o

l
a
b
a

(

A
n
g
k
a
d
a
l
a
m

t
a
b
e
l

i

d
n
y
a
t
a
k
a
n
d
a
a
m
m

l

i
l
i

a
r
a
n
R
u
p
a
h

i

,

k
e
c
u
a

l
i

i

d
n
y
a
t
a
k
a
n

l
a
i
n
)

U
n
t
u
k
T
a
h
u
n
y
a
n
g
B
e
r
a
k
h
i
r
p
a
d
a
T
a
n
g
g
a

l

3
1
D
e
s
e
m
b
e
r

2
0
1
9

L
A
P
O
R
A
N
P
E
R
U
B
A
H
A
N
E
K
U
T
A
S
K
O
N
S
O
L
D
A
S
A
N

I

I

I

P
T
T
E
L
E
K
O
M
U
N
K
A
S

I

I

I

N
D
O
N
E
S
A
T
b
k

I

.

I

D
A
N
E
N
T
T
A
S
A
N
A
K
N
Y
A

P
E
R
U
S
A
H
A
A
N
P
E
R
S
E
R
O
A
N

(

P
E
R
S
E
R
O

)

l

J
u
m
a
h
b
e
r
s
h

i

n
o
n
p
e
n
g
e
n
d
a
l
i

K
e
p
e
n
t
i
n
g
a
n

1
1
7
.
2
5
0

2
7
.
5
9
2

(
2
.
1
9
2
)

(
2
5
.
8
4
7
)

7
0

2
6
5

5
9

1
1
7
.
3
0
3

2
6
.
9
7
9

4
.
9
4
2

-

(
2
6
.
7
4
0
)

(
6
9
)

2
7

3
4

J
u
m
l
a
h
e
k
u
i
t
a
s

1
1
2
.
1
3
0

  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
    
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN 
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2019 
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

Catatan 

2019 

2018 

ARUS KAS DARI KEGIATAN OPERASI 

Penerimaan kas dari pelanggan dan operator lain 
Penerimaan restitusi pajak 
Penerimaan dari pendapatan bunga 
Pembayaran kas untuk beban 
Pembayaran kas kepada karyawan 
Pembayaran pajak penghasilan badan dan final 
Pembayaran beban bunga 
Pembayaran pajak pertambahan nilai - bersih 
Penerimaan (pembayaran) kas lainnya - bersih 

Arus kas bersih yang dihasilkan dari kegiatan operasi 

ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI 

Hasil dari penjualan aset tetap 
Hasil dari penempatan aset keuangan lancar lainnya - bersih 
Hasil dari pelepasan anak perusahaan 
Hasil dari klaim asuransi 
Penerimaan dividen dari entitas asosiasi 
Pembelian aset tetap 
Pembelian aset takberwujud 
Akuisisi bisnis setelah dikurangi kas yang diperoleh 
Penambahan dari penyertaan jangka panjang 
Kenaikan (penurunan) uang muka dan aset lainnya 

Arus kas bersih yang digunakan untuk kegiatan investasi 

ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN 
Pencairan utang bank dan pinjaman lainnya 
Penerimaan setoran modal pada entitas anak dari pemegang 

saham nonpengendali 

Pembayaran utang bank dan pinjaman lainnya 
Pembayaran dividen kas kepada pemegang saham 

Perusahaan 

Pembayaran dividen kas kepada pemegang saham  

nonpengendali entitas anak 

Arus kas bersih yang digunakan untuk kegiatan pendanaan 

KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS 

DAMPAK PERUBAHAN KURS TERHADAP KAS DAN 

SETARA KAS 

KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN 

KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN 

9 

9 
8 
9,37 
11,37 

8 

15,16 

15,16 

27 

3 

3 

 135.372  
 1.446  
 1.093  
 (56.787)  
 (11.370)  
 (10.348)  
 (4.358)  
 (861)  
 762  

 54.949  

 1.496  
 1.147  
 395  
 197  
 11  
 (35.218)  
 (2.008)  
 (1.166)  
 (732)  
 87  

 (35.791)  

 26.524  

 59  
 (18.983)  

 (16.229)  

 (9.618)  

 (18.247)  

 911  

 (108)  

 17.439  

 18.242  

 127.855 
 2.578 
 1.036 
 (54.099) 
 (12.657) 
 (10.375) 
 (3.735) 
 (3.434) 
 (1.498) 

 45.671 

 629 
 171 
 - 
 153 
 9 
 (31.562) 
 (2.972) 
 (420) 
 (337) 
 (761) 

 (35.090) 

 35.364 

 34 
 (27.113) 

 (16.609) 

 (10.134) 

 (18.458) 

 (7.877) 

 171 

 25.145 

 17.439 

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian integral dari laporan keuangan konsolidasian ini. 

4 

 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
  
 
  
 
  
 
  
 
  
 
  
 
 
   
   
 
  
 
 
   
   
 
   
   
  
 
 
 
 
  
  
  
 
 
  
 
 
  
 
 
   
   
 
  
 
 
   
   
 
   
   
  
 
   
   
 
  
  
 
   
   
  
 
   
   
 
  
 
 
   
   
 
 
 
 
   
   
 
  
 
 
   
   
 
   
   
 
  
 
 
   
   
  
 
 
   
   
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

1.  UMUM 

a.  Pendirian dan informasi umum 

    Perusahaan Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (“Perusahaan”) pada mulanya 
merupakan  bagian  dari  “Post  en  Telegraafdienst”,  yang  didirikan  dan  beroperasi  secara  komersial 
pada  tahun  1884  berdasarkan  Keputusan  Gubernur  Jenderal  Hindia  Belanda  No.  7  tanggal 
27 Maret 1884 dan diumumkan dalam Berita Negara Hindia Belanda No. 52 tanggal 3 April 1884.  

    Pada tahun 1991, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 25 tahun 1991, status Perusahaan diubah 
menjadi  perseroan  terbatas  milik  negara  (“Persero”).  Entitas  induk  terakhir  Perusahaan  adalah 
Pemerintah Republik Indonesia (“Pemerintah”) (Catatan 1c dan 18). 

Imas  Fatimah,  S.H.  No.  128 

Perusahaan  didirikan  berdasarkan  akta  notaris 
tanggal 
24 September 1991.  Akta  pendirian  tersebut  telah  disetujui  oleh  Menteri  Kehakiman  Republik 
Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-6870.HT.01.01.Th.1991 tanggal 19 November 1991 dan 
diumumkan  dalam  Berita  Negara  Republik  Indonesia  No.  5  tanggal  17  Januari  1992,  Tambahan 
No. 210.  Anggaran  Dasar  Perusahaan  telah  beberapa  kali  diubah,  perubahan  terakhir  dilakukan 
sehubungan  dengan  adanya  kebutuhan  Perusahaan  untuk  meningkatkan 
fleksibilitas  dan 
kemandirian Dewan Komisaris dalam memberikan persetujuan atas tindakan Direksi yang melebihi 
batasan  nilai  tertentu  serta  kebutuhan  Perusahaan  untuk  mengubah  ketentuan  terkait  modal 
ditempatkan  dan  disetor,  serta  modal  dasar  sehubungan  dengan  adanya  pengalihan  saham  hasil 
pembelian  kembali  melalui  penarikan  kembali  dengan  cara  pengurangan  modal,  sebagaimana 
tertuang  dalam  Akta  Notaris  Ashoya  Ratam,  S.H.,  Mkn.  No.  34  dan  No.  35  tanggal  15  Mei  2018. 
Perubahan  telah  diterima  dan  disetujui  oleh  Menteri  Hukum  dan  Hak  Asasi  Manusia  Republik 
Indonesia (“Menkumham”) berdasarkan surat No. AHU-AH.01.03.0214555 tanggal 8 Juni 2018 dan 
Keputusan Menkumham No. AHU-0013328.AH.01.02 tahun 2018 tanggal 2 Juli 2018. 

Sesuai  dengan  Pasal  3  Anggaran  Dasar  Perusahaan,  ruang  lingkup  kegiatan  Perusahaan  adalah 
menyelenggarakan jaringan dan jasa telekomunikasi dan informatika, serta optimalisasi sumber daya 
Perusahaan  untuk  menyediakan  barang  dan/atau  jasa  berkualitas  tinggi  dan  kompetitif  untuk 
mendapatkan/mengejar  laba  guna  meningkatkan  nilai  Perusahaan  dengan  menerapkan  prinsip 
Perusahaan  Terbatas.  Untuk  mencapai  tujuan  tersebut  di  atas,  Perusahaan  menjalankan  kegiatan 
yang meliputi: 

i.    Usaha utama: 

(a)  Merencanakan,  membangun,  menyediakan,  mengembangkan,  mengoperasikan, 
memasarkan atau menjual atau menyewakan, dan memelihara jaringan telekomunikasi dan 
informatika dalam arti yang luas dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundangan-
undangan. 

(b)  Merencanakan,  mengembangkan,  menyediakan,  memasarkan/menjual,  dan  meningkatkan 
layanan  jasa  telekomunikasi  dan  informatika  dalam  arti  yang  luas  dengan  memperhatikan 
ketentuan peraturan perundang-undangan. 

(c)  Melakukan investasi termasuk penyertaan modal pada perusahaan lainnya sejalan dengan 

dan untuk mencapai maksud dan tujuan Perusahaan. 

ii.   Usaha penunjang: 
(a)  Menyediakan 

jasa 

transaksi  pembayaran  dan  pengiriman  uang  melalui 

jaringan 

telekomunikasi dan informatika. 

(b)  Menjalankan kegiatan dan usaha lain dalam rangka optimalisasi sumber daya yang dimiliki 
Perusahaan,  yang  antara  lain  pemanfaatan  aset  tetap  dan  aset  bergerak,  fasilitas  sistem 
informasi, fasilitas pendidikan dan pelatihan, fasilitas pemeliharaan dan perbaikan. 

(c)  Bekerja  sama  dengan  pihak  lain  dalam  rangka  optimalisasi  sumber  daya  informatika, 
komunikasi atau teknologi yang dimiliki oleh pihak lain pelaku industri informatika, komunikasi 
dan teknologi, sejalan dengan dan untuk mencapai maksud dan tujuan Perusahaan. 

Kantor pusat Perusahaan berlokasi di Jalan Japati No. 1, Bandung, Jawa Barat.   

5 

 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

1.  UMUM (lanjutan) 

a.  Pendirian dan informasi umum (lanjutan) 

Perusahaan  memiliki  beberapa  izin  penyelenggaraan  jaringan  dan/atau  jasa  dari  Pemerintah  yang 
berlaku  sampai  jangka  waktu  yang  tidak  terbatas  selama  Perusahaan  tunduk  pada  ketentuan 
perundang-undangan yang berlaku dan melaksanakan ketentuan sebagaimana tercantum dalam izin-
izin  tersebut.  Untuk  setiap  izin,  yang  diterbitkan  oleh  Menteri  Komunikasi  dan  Informatika 
(“Menkominfo”), evaluasi dilakukan setiap tahun dan evaluasi menyeluruh dilakukan setiap lima tahun. 
Perusahaan wajib menyampaikan laporan atas penyelenggaraan jaringan dan/atau jasa berdasarkan 
izin-izin  tersebut  diatas  setiap  tahun  kepada  Direktorat  Jenderal  Penyelenggaraan  Pos  dan 
Informatika (“DJPPI”) sebelumnya Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi (“DJPT”). 

Laporan tersebut meliputi beberapa informasi seperti kemajuan pengembangan jaringan, pencapaian 
standar kualitas jasa, jumlah pelanggan, pembayaran biaya atas hak penyelenggaraan, dan kontribusi 
pelayanan  universal,  sementara  untuk  Jasa  Internet  Teleponi  untuk  Keperluan  Publik,  Jasa 
Interkoneksi  Internet,  dan  Jasa  Akses  Internet  terdapat  tambahan  informasi  yang  dipersyaratkan 
seperti kinerja operasi, segmen pelanggan, lalu lintas, dan pendapatan kotor. 

Rincian izin-izin tersebut adalah sebagai berikut: 

Izin 
Izin penerbit uang elektronik     

Izin penyelenggaraan 
pengiriman uang  

Izin penyelenggaraan  jasa 
internet teleponi untuk 
keperluan publik 
Izin penyelenggaraan 

jaringan tetap  sambungan 
langsung jarak jauh 
Izin penyelenggaraan 

No. Izin 

Jenis jasa 

Izin Bank Indonesia 
   11/432/DSAP 
 Izin Bank Indonesia   
   11/23/bd/8 
 127/KEP/DJPPI/ 
   KOMINFO/3/2016 

Penerbit uang 
elektronik  
  Penyelenggaraan 

pengiriman uang  

  Jasa internet teleponi  
untuk keperluan 
publik 

Jaringan tetap 
sambungan 
langsung jarak jauh  

839/KEP/M.KOMINFO/             

05/2016 

844/KEP/M.KOMINFO/    

846/KEP/M.KOMINFO/   

05/2016 

  Jaringan tetap 
tertutup 
Jaringan tetap 
sambungan 
internasional 

jaringan tetap tertutup 

05/2016 

Tanggal 
penetapan/ 
perpanjangan 

3 Juli 2009 

5 Agustus 2009 

30 Maret 2016 

16 Mei 2016 

16 Mei 2016 

16 Mei 2016 

Izin penyelenggaraan 
jaringan tetap 
sambungan 
internasional 

Izin penyelenggaraan 
jaringan tetap lokal 
berbasis circuit 
switched 

Izin penyelenggaraan  

jasa sistem 
komunikasi data 

948/KEP/M.KOMINFO/ 

  Jaringan tetap 

31 Mei 2016 

05/2016 

lokal berbasis 
circuit switched 

 191/KEP/DJPPI/ 

  Jasa sistem 

31 Oktober 2016   

KOMINFO/10/2016 

komunikasi data 

6 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

1.  UMUM (lanjutan) 

a.  Pendirian dan informasi umum (lanjutan) 

Izin 

No. Izin 

Jenis jasa 

Tanggal 
penetapan/ 
perpanjangan 

Izin penyelenggaraan jasa 

2176/KEP/M.KOMINFO/ 

Jasa akses internet  

30 Desember 2016 

akses internet  

12/2016 

Izin penyelenggaraan jasa 
penyediaan konten 
Izin penyelenggaraan jasa 
interkoneksi internet  

1040/KEP/M.KOMINFO/ 
16/2017 1004/KEP/ 

Jasa penyediaan 

16 Mei 2017 

konten 

M.KOMINFO/2018  

 Jasa interkoneksi 

26 Desember 2018 

internet  

b.  Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit,  Corporate Secretary, Internal Audit, dan Karyawan  

i.  Dewan Komisaris dan Direksi 

Berdasarkan keputusan yang dibuat pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (“RUPST”) 
yang dinyatakan dalam akta notaris Ashoya Ratam, S.H., M.Kn. No. 133 tanggal 24 Mei 2019  
dan  No.  54  tanggal  27  April  2018,  susunan  Dewan  Komisaris  dan  Direksi  Perusahaan  pada 
tanggal 31 Desember 2019 dan 2018 masing-masing adalah sebagai berikut: 

Komisaris Utama 
Komisaris* 
Komisaris* 
Komisaris 
Komisaris  
Komisaris Independen 
Komisaris Independen 
Komisaris Independen 
Direktur Utama 
Direktur Keuangan 
Direktur Digital Business 
Direktur Strategic Portfolio 
Direktur Enterprise and 

Business Service 

Direktur Wholesale and 
International Services 
Direktur Human Capital  

Management 
Direktur Network,  

Information Technology 
and Solution 

Direktur Consumer 

Service 

2019 

Rhenald Kasali 
- 
- 
Ismail 
Marcelino Rumambo Pandin 
Marsudi Wahyu Kisworo 
Cahyana Ahmadjayadi 
Margiyono Darsasumarja 
Ririek Adriansyah 
Harry Mozarta Zen 
Faizal Rochmad Djoemadi 
Achmad Sugiarto 

2018 
  Hendri Saparini 
  Edwin Hidayat Abdullah 
Isa Rachmatarwata 
  Rinaldi Firmansyah 

- 

  Pamijati Pamela Johanna 
  Cahyana Ahmadjayadi 
  Margiyono Darsasumarja 
  Alex Janangkih Sinaga 
  Harry Mozarta Zen 
  David Bangun 

- 

Bogi Witjaksono 

  Dian Rachmawan 

Edwin Aristiawan 

  Abdus Somad Arief 

Edi Witjara 

  Herdy Rosadi Harman 

Zulhelfi Abidin 

  Zulhelfi Abidin 

Siti Choiriana 

  Siti Choiriana 

                  *    Berdasarkan  SK-271/MBU/11/2019  tanggal  18  November  2019,  Edwin  Hidayat  Abdullah  diangkat  sebagai  Wakil  Direktur  Utama  PT 
Angkasa Pura II (Persero) dan berdasarkan  SK-327/MBU/12/2019 tanggal 23 Desember 2019, Isa Rachmatarwata diangkat sebagai 
Komisaris  PT  Pertamina  (Persero),  sehingga  masa  jabatan  yang  bersangkutan  sebagai  Komisaris  Perusahaan  telah  berakhir  demi 
hukum. 

7 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

1.  UMUM (lanjutan) 

b.  Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit,  Corporate Secretary, Internal Audit, dan Karyawan 

(lanjutan) 

             ii.     Komite Audit, Corporate Secretary, dan Internal Audit 

Susunan  Komite  Audit,  Corporate  Secretary,  dan  Internal  Audit  Perusahaan  pada  tanggal  
31 Desember 2019 dan 2018 adalah sebagai berikut: 

Ketua 
Sekretaris 
Anggota 
Anggota 
Anggota 
Corporate Secretary 
Internal Audit 

2019 

Margiyono Darsasumarja 
Tjatur Purwadi 
Ismail 
Marcelino Rumambo Pandin 
Sarimin Mietra Sardi 
Andi Setiawan 
Harry Suseno Hadisoebroto 

2018 

  Margiyono Darsasumarja 
  Tjatur Purwadi 
  Rinaldi Firmansyah 
  Cahyana Ahmadjayadi 
  Sarimin Mietra Sardi 
  Andi Setiawan 
  Harry Suseno Hadisoebroto 

iii.  Karyawan 

Jumlah karyawan Perusahaan dan entitas anak (“Grup”) pada tanggal 31 Desember 2019 dan  
2018 masing-masing adalah 24.272 orang dan 24.071 orang (tidak diaudit). 

c. Penawaran umum efek Perusahaan 

Jumlah  saham  Perusahaan  sesaat  sebelum  penawaran  umum  perdana  (Initial  Public  Offering 
atau “IPO”) adalah 8.400.000.000, yang terdiri dari 8.399.999.999 saham Seri B dan 1 saham Seri A 
Dwiwarna yang seluruhnya dimiliki oleh Pemerintah. Pada tanggal 14 November 1995, Pemerintah 
menjual saham Perusahaan yang terdiri dari 933.333.000 saham baru Seri B dan 233.334.000 saham 
Seri  B  milik  Pemerintah  kepada  masyarakat  melalui  IPO  di  Bursa  Efek  Indonesia  (“BEI”),  dan 
penawaran dan pencatatan di Bursa Efek New York (“NYSE”) dan Bursa Efek London (“LSE”) atas 
700.000.000  saham  Seri B  milik  Pemerintah  dalam  bentuk  American  Depositary  Shares  (“ADS”). 
Terdapat 35.000.000 ADS dan masing-masing ADS mewakili 20 saham Seri B pada saat itu. 

Pada bulan Desember 1996, Pemerintah menjual saham Perusahaan sebanyak 388.000.000 saham 
Seri B dan selanjutnya pada tahun 1997, Pemerintah membagikan 2.670.300 saham Seri B sebagai 
insentif  bagi  para  pemegang  saham  Perusahaan  yang  tidak menjual  sahamnya  selama  satu tahun 
terhitung sejak tanggal IPO. Pada bulan Mei 1999, Pemerintah kembali menjual 898.000.000 saham 
Seri B. 

Untuk  memenuhi  ketentuan  Undang-Undang  No.  1  tahun  1995  tentang  Perseroan  Terbatas,  pada 
RUPST Perusahaan tanggal 16 April 1999, para pemegang saham Perusahaan memutuskan untuk 
meningkatkan  modal  ditempatkan  yang  berasal  dari  kapitalisasi  sebagian  tambahan  modal  disetor 
melalui  pembagian  saham  bonus  sejumlah  746.666.640  lembar  saham.  Pembagian  saham  bonus 
kepada  para  pemegang  saham  Perusahaan  dilakukan  pada  bulan  Agustus  1999.  
Pada tanggal 16 Agustus 2007, Undang-Undang No. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas telah 
diamandemen  dengan  dikeluarkannya  Undang-Undang  No.  40  tahun  2007  tentang  Perseroan 
Terbatas yang berlaku efektif pada tanggal yang sama. Pemberlakuan Undang-Undang No. 40 tahun 
2007  tidak  berdampak  terhadap  penawaran  umum  efek  Perusahaan.  Perusahaan  telah  memenuhi 
ketentuan Undang-Undang tersebut. 

Pada  bulan  Desember  2001,  Pemerintah  menjual  1.200.000.000  saham  atau  11,9%  dari  jumlah 
saham Seri B yang beredar. Pada bulan Juli 2002, Pemerintah kembali menjual 312.000.000 saham 
atau 3,1% dari jumlah saham Seri B yang beredar. 

8 

 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

1.  UMUM (lanjutan) 

c.  Penawaran umum efek Perusahaan (lanjutan) 

Berdasarkan  hasil  RUPST  Perusahaan  yang  dinyatakan  dalam  akta  notaris  A.  Partomuan  Pohan, 
S.H., LLM. No. 26 tanggal 30 Juli 2004, para pemegang saham Perusahaan menyetujui pemecahan 
saham  Perusahaan  untuk  Seri  A  Dwiwarna  dan  Seri  B  dari  1  menjadi  2.  Untuk  1 saham  Seri  A 
Dwiwarna  dengan  nilai  nominal  Rp500  dipecah  menjadi  1  saham  Seri  A  Dwiwarna  dengan  nilai 
nominal  Rp250  dan  1  saham  Seri  B  dengan  nilai  nominal  Rp250.  Jumlah  modal  saham  dasar 
Perusahaan  setelah   pemecahan  meningkat  dari  1  saham  Seri  A  Dwiwarna  dan  39.999.999.999 
saham  Seri  B  menjadi 1 saham  Seri  A  Dwiwarna  dan  79.999.999.999  saham  Seri  B,  dan  jumlah 
modal saham ditempatkan  Perusahaan  meningkat  dari  1  saham  Seri  A  Dwiwarna  dan 
10.079.999.639 saham Seri B menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dan 20.159.999.279 saham Seri B. 
Setelah pemecahan saham, setiap ADS mewakili 40 saham Seri B. 

Berdasarkan  keputusan  RUPST  Perusahaan  tanggal  19  April  2013  yang  dinyatakan  dalam  akta 
notaris  No.  38  tanggal  19  April  2013  oleh  Ashoya  Ratam,  S.H.,  MKn.,  para  pemegang  saham 
Perusahaan  menyetujui  pemecahan  saham  Perusahaan  untuk  Seri  A  Dwiwarna  dan  Seri  B  dari 
1 menjadi 5. Untuk 1 saham Seri A Dwiwarna dengan nilai nominal Rp250 dipecah menjadi 1 saham 
Seri A Dwiwarna dengan nilai nominal Rp50 dan 4 saham Seri B dengan nilai nominal Rp50. Jumlah 
modal saham dasar Perusahaan setelah pemecahan meningkat dari 1 saham Seri A Dwiwarna dan 
79.999.999.999 saham Seri B menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dan 399.999.999.999 saham Seri 
B.  Jumlah  modal  saham  ditempatkan  Perusahaan  meningkat  dari  1  saham  Seri  A  Dwiwarna  dan 
20.159.999.279  saham  Seri  B  menjadi  1  saham  Seri  A  Dwiwarna  dan  100.799.996.399  saham 
Seri  B.  Setelah  pemecahan  saham,  setiap  ADS  mewakili  200  saham  Seri  B.  Efektif  tanggal 
26 Oktober 2016, Perusahaan melakukan perubahan rasio Depositary Receipt dari 1 ADS mewakili 
200 saham Seri B menjadi 1 ADS mewakili 100 saham Seri B (Catatan 18). Informasi laba bersih per 
ADS pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lainnya konsolidasian telah disesuaikan 
dengan perubahan rasio ini. 

Pada  tanggal  16  Mei  dan  5  Juni  2014,  Perusahaan  telah  melakukan  pembatalan  pencatatan  pada 
Bursa Efek Tokyo (“TSE”) dan delisting pada LSE. 

Pada tanggal 31 Desember 2019, seluruh saham Seri B Perusahaan telah dicatatkan pada BEI dan 
46.018.374 ADS telah dicatatkan pada NYSE (Catatan 18). 

Pada tanggal 25 Juni 2010, Perusahaan menerbitkan obligasi Rupiah kedua masing-masing sebesar 
Rp1.005 miliar untuk Seri A yang berjangka waktu 5 (lima) tahun dan Rp1.995 miliar untuk Seri B yang 
berjangka waktu 10 (sepuluh) tahun dan dicatatkan di BEI (Catatan 16b.i).  

Pada tanggal 16 Juni 2015, Perusahaan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Telkom Tahap I Tahun 
2015  masing-masing  sebesar  Rp2.200  miliar  untuk  Seri  A  yang  berjangka  waktu  7  (tujuh)  tahun, 
Rp2.100 miliar untuk Seri B yang berjangka waktu 10 (sepuluh) tahun, Rp1.200 miliar untuk Seri C 
yang berjangka waktu 15 (lima belas) tahun dan Rp1.500 miliar untuk Seri D yang berjangka waktu 30 
(tiga puluh) tahun dan dicatatkan di BEI (Catatan 16b.i). 

9 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

1.  UMUM (lanjutan) 

d.  Entitas anak 

Pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018, Perusahaan telah mengkonsolidasikan laporan keuangan 
semua  entitas  anak  yang  dimiliki  secara  langsung  maupun  tidak  langsung,  sebagai  berikut  
(Catatan 2b dan 2d):  

i.     Entitas anak dengan kepemilikan langsung: 

Entitas anak/ 
domisili 

PT Telekomunikasi  

Selular   
(“Telkomsel”), 
Jakarta, Indonesia 

Jenis usaha/tanggal 
pendirian atau akuisisi 
oleh Perusahaan 

  Telekomunikasi - operator 
fasilitas telekomunikasi 
dan jasa telepon seluler  
menggunakan teknologi  
Global System for Mobile  
Communication (“GSM”)/ 
26 Mei 1995 

Tahun 
dimulainya  
     komersial      
1995 

Persentase kepemilikan*   

2019 

2018 

65  

65  

Jumlah aset sebelum 
eliminasi 

2019 

82.730 

2018 

82.650 

PT Dayamitra  

  Penyewaan menara 

1995 

100  

100  

20.114 

 13.053 

Telekomunikasi 
(“Dayamitra”),  
Jakarta, Indonesia 

telekomunikasi dan jasa 
telekomunikasi lainnya/ 
17 Mei 2001 

PT Multimedia  
Nusantara  
(“Metra”), 
Jakarta, Indonesia 

  Jasa jaringan telekomunikasi   

1998 

100  

100  

16.478 

 16.524 

dan multimedia/ 
9 Mei 2003 

PT Telekomunikasi  

  Telekomunikasi/ 

1995 

100  

100  

    10.970 

 10.408 

Indonesia  
International 
(“TII”), 
Jakarta, Indonesia 

31 Juli 2003 

PT Graha Sarana  

  Penyewaan kantor dan  

1982 

100  

100  

6.055 

 5.805 

Duta  
("GSD"), 
Jakarta, Indonesia 

manajemen gedung dan  
jasa pemeliharaan,  
konsultan sipil, dan  
pengembang/ 
25 April 2001 

PT Telkom Akses  

  Pembangunan, jasa dan  

2013 

100  

100  

4.436 

4.244 

(“Telkom Akses”),    
Jakarta, Indonesia 

perdagangan bidang  
telekomunikasi/ 
26 November 2012 

PT Telkom 
Satelit 
Indonesia 
(“Telkomsat”), 
Jakarta, Indonesia 

  Telekomunikasi - 

1996 

100  

100 

3.309 

 3.192 

menyediakan sistem  
komunikasi satelit, jasa  
dan sarana terkait/ 
28 September 1995 

PT PINS Indonesia 

  Jasa dan pembangunan  

1995 

100  

100 

2.995 

 4.004 

(“PINS”), 
Jakarta, Indonesia 

telekomunikasi/ 
15 Agustus 2002 

PT Infrastruktur  

  Pembangunan, jasa dan  

2014 

100  

100 

1.706 

 3.351 

Telekomunikasi  
Indonesia 
(“Telkom Infratel”),   
 Jakarta, Indonesia 

perdagangan bidang  
telekomunikasi/ 
16 Januari 2014 

PT Metra-Net  

  Jasa portal multimedia/ 

2009 

 100  

 100  

996  

 782 

(“Metra-Net”),  
Jakarta, Indonesia 

17 April 2009 

*Persentase kepemilikan sebesar 99,99% disajikan dengan pembulatan menjadi 100%. 

10 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
    
 
    
    
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

1.  UMUM (lanjutan) 

d.  Entitas anak (lanjutan) 

i.     Entitas anak dengan kepemilikan langsung (lanjutan): 

Entitas anak/ 
domisili 

PT Napsindo  
Primatel  
Internasional  
(“Napsindo”),  
Jakarta, Indonesia 

Jenis usaha/tanggal 
pendirian atau akuisisi 
oleh Perusahaan 

  Telekomunikasi -  
  menyediakan Network,  
Access Point (“NAP”),  
Voice Over Data (“VOD”),    
dan jasa terkait lainnya/ 
29 Desember 1998 

Tahun 
dimulainya  
    komersial     
1999;  

berhenti      
  beroperasi     
pada 
tanggal 
  13 Januari     
2006 

Persentase kepemilikan* 

2019 

2018 

Jumlah aset sebelum 
eliminasi 

2019 

2018 

 60  

 60  

 5  

 5 

PT Jalin Pembayaran    Jasa pembayaran -  
kegiatan prinsipal,  
kegiatan switching,  
kliring, dan settlement/ 
3 November 2016 

Nusantara 
(“Jalin”),ª 
Jakarta, Indonesia 

2016 

-  

 100  

-  

 298 

                                   ª Perusahaan menjual 67% kepemilikan sahamnya, sehingga Jalin berubah menjadi entitas asosiasi (Catatan 8). 
                               *Persentase kepemilikan sebesar 99,99% disajikan dengan pembulatan menjadi 100%. 

ii.    Entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung: 

Entitas anak/ 
domisili 

Jenis usaha/tanggal 
pendirian atau akuisisi 
oleh Perusahaan 

PT Sigma Cipta Caraka    Jasa teknologi informatika -   

Tahun 
  dimulainya  
operasi 
    komersial     
1988 

Persentase kepemilikan* 

2019 

100  

2018 

Jumlah aset sebelum 
 eliminasi 

2019 

2018 

100  

 6.796  

 7.785 

(“Sigma”),  
Tangerang, Indonesia   

implementasi dan  
integrasi sistem,  
outsourcing, dan  
pemeliharaan lisensi  
piranti lunak/ 
1 Mei 1987 

Telekomunikasi 
Indonesia 
International Pte. Ltd.,  
("Telin Singapore"), 
Singapore 

  Telekomunikasi/ 

6 Desember 2007 

PT Infomedia  
Nusantara 
(“Infomedia”),  
Jakarta, Indonesia 

  Jasa data dan informasi -  
  menyediakan jasa  

informasi telekomunikasi    
dan jasa informasi  
lainnya dalam bentuk  

  media cetak dan  

elektronik, dan jasa 
call center/ 
22 September 1999 

PT Telkom Landmark 

Tower  
(“TLT”), 
Jakarta, Indonesia 

  Jasa pengembangan dan  
  manajemen properti/ 
1 Februari 2012 

Telekomunikasi 
Indonesia 
International Ltd. 
("Telin Hong Kong"),   
Hong Kong  

  Telekomunikasi/ 

8 Desember 2010 

2008 

 100  

 100  

 3.635  

 3.413 

1984 

100  

100  

 2.626  

 2.389 

2012 

55  

55  

 2.056  

 2.128 

2010 

 100  

 100  

 1.830  

 1.185 

PT Metra Digital  

Investama 
(“MDI”), 
Jakarta, Indonesia 

  Jasa perdagangan informasi   
dan teknologi multimedia,   
hiburan dan investasi/ 
8 Januari 2013 

PT Metra Digital Media     Jasa layanan informasi  
dalam bentuk direktori  
khusus/ 
22 Januari 2013 

(“MD Media”), 
Jakarta, Indonesia 

2013 

100  

100  

 1.475  

 979 

2013 

100  

100  

 1.146  

 1.339 

                              *Persentase kepemilikan sebesar 99,99% disajikan dengan pembulatan menjadi 100%. 

11 

 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
    
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
 
 
 
   
   
 
   
 
 
   
   
 
 
   
 
 
   
   
 
 
 
 
   
   
 
 
 
 
   
 
 
   
   
 
 
 
 
 
   
 
 
   
   
 
 
 
   
   
 
 
   
   
 
   
   
 
 
   
   
 
   
   
 
 
   
   
 
 
   
   
 
 
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
    
    
    
    
 
 
 
 
 
  
 
 
    
 
 
 
  
 
 
    
 
 
 
 
 
  
 
 
    
 
 
 
 
 
  
 
 
    
 
 
 
 
 
  
 
 
    
 
 
 
 
 
  
 
 
    
 
 
 
 
 
 
  
 
 
    
 
 
 
 
 
 
  
 
 
    
 
 
 
 
  
 
 
    
 
 
 
 
 
  
 
 
    
 
 
 
 
 
  
 
 
    
 
 
 
 
 
 
  
 
 
    
 
 
 
 
 
  
 
 
    
 
 
 
  
 
 
    
 
 
 
 
  
 
 
    
 
 
 
 
 
  
 
 
    
 
 
 
 
  
 
 
    
 
 
 
 
 
  
 
 
    
 
 
 
 
 
  
 
 
    
 
 
 
 
 
  
 
 
    
 
 
 
 
 
 
  
 
 
    
 
 
 
 
 
  
 
 
    
 
 
 
 
  
 
 
    
 
 
 
 
 
  
 
 
    
 
 
 
 
 
 
  
 
 
    
 
 
 
 
 
 
 
 
  
    
 
 
 
 
 
 
 
  
    
 
 
 
 
 
 
  
    
 
 
 
 
 
 
 
  
    
 
 
 
 
 
 
  
 
 
    
 
 
 
 
 
 
 
   
   
 
 
 
 
 
 
 
   
   
 
 
 
 
 
 
 
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
    
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
 
 
 
 
 
 
 
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

1.  UMUM (lanjutan) 
 s 

d.  Entitas anak (lanjutan) 

ii.    Entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung (lanjutan): 

Entitas anak/ 
domisili 

PT Finnet Indonesia  

(“Finnet”), 
Jakarta, Indonesia 

Jenis usaha/tanggal 
pendirian atau akuisisi   
oleh Perusahaan 
  Jasa teknologi informatika/   

Tahun 
  dimulainya  
operasi 
    komersial     
2006 

31 Oktober 2005 

PT Persada Sokka 

Tama 
("PST"), 
Jakarta, Indonesia 

  Penyediaan sarana 

prasarana jaringan 
telekomunikasi/ 
     19 Februari 2019 

2008 

Persentase kepemilikan* 

2019 

2018 

Jumlah aset sebelum 
 eliminasi 

2019 

2018 

60  

95  

60  

1.001  

 1.011 

-  

 870  

 - 

TS Global 

Network Sdn. Bhd. 
(“TSGN”), 
Petaling Jaya, 
Malaysia 

Telekomunikasi  
Indonesia  
International 
(“Telin TL”) S.A., 
Dili, Timor Leste 

  Jasa satelit/ 
     14 Desember 2017 

1996 

70  

70  

732  

 832 

  Telekomunikasi/ 

11 September 2012 

2012 

100  

100  

706  

 677 

PT Melon Indonesia 

  Jasa penjualan konten  

2010 

100  

100 

578 

 457 

(“Melon”), 
Jakarta, Indonesia 

digital/ 
14 November 2016 

PT Telkomsel Mitra  

Inovasi 
(“TMI”), 
Jakarta, Indonesia 

  Jasa konsultan manajemen  
     bisnis dan investasi 
     modal/ 
      18 Januari 2019 

PT Swadharma  

Sarana Informatika  
(“SSI”), 
 Jakarta, Indonesia 

  Jasa pengisian kas dan 
pemeliharaan ATM/ 
2 April 2018 

2019 

100  

-  

 569  

 - 

2001 

51  

51  

520  

 460 

PT Administrasi  

  Jasa administrasi asuransi   

2002 

100  

100  

395  

 346 

Medika 
(“Ad Medika”),  
Jakarta, Indonesia 

kesehatan/ 
25 Februari 2010 

PT Graha Yasa Selaras    Jasa pariwisata/ 
27 April 2012 

(”GYS”), 
Jakarta, Indonesia 

PT Nusantara Sukses  

Investasi 
(“NSI”), 
Jakarta, Indonesia 

  Jasa dan perdagangan/ 
1 September 2014 

2012 

51  

51  

 288  

 250 

2014 

100  

 100  

 272  

 290 

*Persentase kepemilikan sebesar 99,99% disajikan dengan pembulatan menjadi 100%. 

12 

 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
    
    
    
    
 
 
 
 
 
    
 
  
 
 
 
 
 
 
    
 
  
 
 
   
 
 
 
    
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
 
 
   
 
    
 
  
 
   
 
    
 
  
 
 
   
   
 
    
 
  
 
 
 
   
 
    
 
  
 
 
 
 
 
 
    
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
 
 
 
 
 
 
 
    
 
  
 
 
 
 
 
 
    
 
  
 
   
 
 
 
    
 
  
 
   
 
 
 
  
  
  
 
 
  
 
 
 
 
    
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
    
 
  
 
 
 
 
 
    
 
  
 
 
   
 
 
 
    
 
  
 
 
   
 
    
 
  
 
 
 
 
    
 
  
 
 
 
 
 
 
  
  
 
 
   
 
 
 
    
 
  
 
 
 
 
 
 
 
    
 
  
 
 
 
 
 
    
 
  
 
   
 
 
 
    
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
 
 
 
 
 
 
    
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
  
 
   
 
 
 
 
 
  
  
 
 
 
 
 
 
 
    
 
  
 
 
 
 
 
 
 
    
 
  
 
 
 
 
 
 
    
 
  
 
 
   
 
 
 
 
 
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
   
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

1.  UMUM (lanjutan) 

d.  Entitas anak (lanjutan) 

ii.    Entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung (lanjutan): 

Entitas anak/ 
domisili 

PT Metraplasa  

(“Metraplasa”),  
Jakarta, Indonesia 

Jenis usaha/tanggal   
  pendirian atau akuisisi  
     oleh Perusahaan 
  Jasa jaringan & 
e-commerce/ 
9 April 2012 

Tahun 
dimulainya   
operasi 

     komersial 

Persentase kepemilikan* 

2019 

2018 

2012 

60  

60  

214  

Jumlah aset sebelum 
 eliminasi 

2019 

2018 

 168 

PT Nutech Integrasi  

  Jasa penyedia sistem  

2001 

60  

60  

177  

 93 

(“Nutech”),  
Jakarta, Indonesia 

integrator/ 
13 Desember 2017 

Telekomunikasi  
Indonesia  
International Inc.,  
(“Telkom USA”), 
Los Angeles, USA 

  Telekomunikasi/ 

11 Desember 2013 

Telekomunikasi  
Indonesia  
International Pty. Ltd.,   
(“Telkom Australia”),    
Sydney, Australia 

  Telekomunikasi/ 
9 Januari 2013 

Telekomunikasi  
Indonesia Intl  
(Malaysia) Sdn. Bhd. 
(”Telin Malaysia”), 
Malaysia 

  Telekomunikasi/ 
2 Juli 2013 

2014 

100  

100 

 89 

 57 

2013 

 100  

 100  

 86  

 115 

2013 

70  

70  

67  

 76 

PT Satelit Multimedia  

  Jasa satelit/ 

2013 

100  

100  

16  

 16 

Indonesia 
(“SMI”), 
Jakarta, Indonesia 

25 Maret 2013 

*Persentase kepemilikan sebesar 99,99% disajikan dengan pembulatan menjadi 100%. 

e.  Transaksi akuisisi pada entitas anak 

             i.     Metra 

                    SSI 

Berdasarkan Akta Jual Beli Saham No. 3, 4, dan 5 Notaris Utiek Rochmuljati Abdurachman, S.H., 
MLI., M.Kn, tanggal 2 April 2018, Metra membeli saham SSI yang dimiliki oleh Yayasan Danar 
Dana Swadharma, PT Tri Handayani Utama, dan Koperasi Swadharma sebanyak 14.600 lembar 
atau  setara  dengan  36,50%  kepemilikan  saham  dari  SSI  dengan  nilai  perolehan  sebesar  
Rp220 miliar. 

Berdasarkan Akta No. 4 Notaris N.M. Dipo Nusantara Pua Upa, S.H., MKn, tanggal 9 April 2018, 
Perusahaan sebagai pemegang saham Metra menyetujui mengambil bagian atas 11.837 lembar 
saham  baru  yang  diterbitkan  oleh  SSI  dengan  nilai  perolehan  sebesar  Rp178  miliar.  Atas 
perubahan  tersebut  terdapat  perubahan  komposisi  kepemilikan  Perusahaan  atas  SSI  menjadi 
51% sehingga Perusahaan memiliki pengendalian atas SSI sebagai entitas anak dengan jumlah 
harga perolehan sebesar Rp397 miliar (arus kas keluar neto untuk memperoleh pengendalian, 
setelah  dikurangi  kas  yang  diperoleh  Rp210  miliar).  Harga  perolehan  transaksi  akusisi  saham 
SSI lebih besar dibandingkan porsi kepemilikan pada nilai buku aset bersih yaitu sebesar Rp196 
miliar  per  tanggal  31  Desember  2018,  selisih  tersebut  dicatat  sebagai  provisional  goodwill. 
Berdasarkan  laporan  purchase  price  allocation,  selisih  nilai  wajar  aset  bersih  dicatat  sebagai 
goodwill    menjadi  Rp179  miliar,  dan  pada  tanggal  31  Desember  2019  Metra  telah  melakukan 
penyesuaian atas nilai goodwill tersebut. 

13 

 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
    
    
    
    
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
   
 
 
 
  
  
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
   
 
 
 
  
 
 
  
 
 
   
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
                     
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

1.   UMUM (lanjutan) 

e.  Transaksi akuisisi pada entitas anak (lanjutan) 

i.     Metra (lanjutan) 

                            PT Collega Inti Pratama (“CIP”) 

Berdasarkan  Akta  Jual  Beli Saham  No.  151  dan  152 Notaris  Utiek  Rochmuljati  Abdurachman, 
SH., MLI., Mkn, tanggal 28 Desember 2018, Sigma membeli saham CIP sebanyak 2.493 saham 
(setara dengan 67% kepemilikan saham) dari PT Upperco Usaha Maxima dengan harga Rp208 
miliar, dan sebanyak 111 saham (setara dengan 3% kepemilikan saham) dari PT Abdi Anugerah 
Persada dengan harga Rp9 miliar, sehingga kepemilikan Sigma pada CIP menjadi 2.604 saham 
(setara  dengan  70%  kepemilikan  saham)  yang  menjadikan  Sigma  memiliki  pengendalian  atas 
CIP sebagai entitas anak dengan jumlah harga perolehan sebesar Rp217 miliar (arus kas keluar 
neto untuk memperoleh pengendalian, setelah dikurangi kas yang diperoleh Rp188 miliar). Harga 
perolehan  transaksi  akusisi  saham  CIP  lebih  besar  dibandingkan  porsi  kepemilikan  pada  nilai 
buku aset bersih yaitu sebesar Rp165 miliar. Pada tanggal 31 Desember 2018, selisih tersebut 
dicatat sebagai provisional goodwill. Berdasarkan laporan purchase price allocation, selisih nilai 
wajar aset bersih dicatat sebagai goodwill  menjadi Rp78 miliar, dan pada tanggal 31 Desember 
2019 Metra telah melakukan penyesuaian atas nilai goodwill tersebut.  

ii.     TII 

TSGN 

Pada  tanggal  14  Desember  2017,  TII  membeli  49%  kepemilikan  saham  di  TSGN  sebesar 
MYR66.150.000 (setara dengan Rp220 miliar). TSGN bergerak dalam jasa penyediaan sistem 
ICT  (Information  and  Communication  Technologies)  untuk  satellite  communication  services, 
satellite  bandwith  services  dan  Very  Small  Aperture  Terminal  (“VSAT”)  services.  Kepentingan 
nonpengendali pada pihak akuisisi diukur pada nilai wajar. Berdasarkan Sale and Subscription 
Agreement, TII memperoleh hak pengendalian atas TSGN melalui penempatan dan penggantian 
3 dari 5 manajemen kunci yang mengendalikan keseluruhan bisnis TSGN. Pada tanggal 25 April 
2018, TII kembali membeli 21% kepemilikan saham tambahan. 

Akuisisi  ini  akan  meningkatkan  sinergi  serta  pendayagunaan  aset  dan  sumber  daya  antar 
perusahaan dalam rangka memberikan layanan yang lebih inovatif untuk pelanggan. 

Nilai wajar aset dan liabilitas teridentifikasi pada tanggal akuisisi adalah sebagai berikut: 

Aset 
Kas dan setara kas   
Piutang usaha  
Aset lancar lainnya    
Aset tetap                  
Aset tidak lancar lainnya  

Liabilitas 
Liabilitas jangka pendek  
Liabilitas jangka panjang         

Nilai wajar aset bersih teridentifikasi yang diperoleh 
Nilai wajar atas kepentingan nonpengendali  
Goodwill (Catatan 11) 

Nilai wajar imbalan yang dialihkan   

14 

Total 

21 
18 
57 
                         770 
20 

          (422) 
          (155) 

           309 
          (157) 

                          68 

           220 

 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

1.  UMUM (lanjutan) 

e.  Transaksi akuisisi pada entitas anak (lanjutan) 

ii.     TII (lanjutan) 

Telin Malaysia 

Pada tanggal 18 April 2018, TII kembali membeli 21% kepemilikan saham yang dimiliki oleh Telin 
Malaysia  dengan  harga  perolehan  MYR8.764.798  atau  setara  dengan  Rp31  miliar  
(arus  kas  keluar  neto  untuk  memperoleh  pengendalian,  setelah  dikurangi  kas  yang  diperoleh 
Rp16  miliar)  dari  Compudyne  Telecommunication  Systems  Sdn.,  Bhd.  Sebelumnya,  Telin 
Malaysia dicatat sebagai perusahaan asosiasi dengan  kepemilikan saham 49%. Pada tanggal  
31  Desember  2018,  TII  mengakui  provisional  goodwill  sebesar  Rp61  miliar  (Catatan  11). 
Berdasarkan laporan purchase price allocation final di tahun 2019, tidak ada perbedaan signifikan 
untuk masing-masing aset tetap dan aset takberwujud sehingga tidak ada penyesuaian atas nilai 
goodwill. 

Akuisisi  Telin  Malaysia  ini  bertujuan  untuk  memperkuat  hubungan  bisnis  antara  Indonesia  dan 
Malaysia dalam bidang telekomunikasi. 

iii.    Dayamitra 

       PST 

Pada  tanggal  19  Februari  2019,  Dayamitra  telah  mengakuisisi  95%  kepemilikan  langsung  
di PST dari Rahina Dewayani dan Rahayu berdasarkan Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat. 
Berdasarkan  perjanjian  tersebut,  Dayamitra  membeli  95%  kepemilikan  saham  PST  senilai 
Rp1.113 miliar dan wajib membeli sisa 5% kepemilikan saham PST dalam waktu maksimal 24 
bulan  sejak  8  Maret  2019,  dengan  harga  per  saham  yang  sama  dengan  akuisisi  95%  saham 
sebelumnya.  Sehubungan  dengan  kewajiban  tersebut,  pada  tanggal  31  Desember  2019 
Dayamitra  mengakui  kewajiban  kepada  pemilik  saham  sebelumnya  sebesar  Rp80  miliar. 
Berdasarkan  analisa  yang  dilakukan  terhadap  persyaratan  dan  kondisi  yang  terkait  dengan 
transaksi tersebut, disimpulkan bahwa pada tanggal akuisisi Dayamitra telah secara substantif 
memegang  100%  kepemilikan  saham  PST  dan  dengan  demikian  tidak  terdapat  kepentingan 
nonpengendali.  

PST  adalah  perusahaan  yang  bergerak  dalam  pengelolaan  sewa  menara.  Investasi  baru  ini 
diharapkan  dapat  memperkuat  portofolio  bisnis  Perusahaan.  Sejak  tanggal  akuisisi  hingga 
tanggal 31 Desember 2019, total pendapatan dan laba sebelum pajak yang dicatat oleh PST dan 
diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian adalah masing-
masing  sebesar  Rp200  miliar  dan  Rp41  miliar.  Transaksi  ini  diperlakukan  sebagai  transaksi 
akuisisi bisnis kombinasi. 

Pembelian Menara Indosat 

Pada tanggal 14 Oktober 2019, Dayamitra menandatangani Sales Purchase Agreement ("SPA") 
dengan  PT  Indosat  Tbk.  ("Indosat")  terkait  pembelian  menara  milik  Indosat.  Hal-hal  yang 
ditetapkan dan disepakati secara simultan dengan SPA adalah sebagai berikut: 

 (a)  Pengalihan  kepemilikan  atas  2.100  menara  telekomunikasi  (3.982  tenant)  beserta 

perizinannya;  (cid:1) 

 (b)  Pengalihan sewa tanah untuk 1.731 lokasi yang sebelumnya disewa oleh Indosat ke pihak 

ketiga; (cid:1) 

 (c)  Penyewaan sewa tanah untuk 369 lokasi yang dimiliki oleh Indosat; dan (cid:1) 
 (d)  Pengalihan  kontrak  berserta  detail  pengguna  dengan  3.982  penyewa  kolokasi  yang  sudah 

ada di menara yang diakuisisi. 

15 

 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

1.  UMUM (lanjutan) 

e.  Transaksi akuisisi pada entitas anak (lanjutan) 

iii.    Dayamitra (lanjutan) 

Pembelian Menara Indosat (lanjutan) 

Pada  tanggal  20  Desember  2019,  Dayamitra  dan  Indosat  telah  melakukan  penandatanganan 
Letter Agreement (Closing Memo), sebagai tindaklanjut SPA yang ditandatangani oleh Indosat 
dan Dayamitra senilai Rp4.443 miliar.  

Selain itu, disepakati juga penyewaan kembali oleh Indosat atas masing-masing 1 slot di 2.100 
menara telekomunikasi yang diakuisisi oleh Dayamitra yang ditandai dengan penandatanganan 
Master Tower Lease Agreement (“MTLA”). Transaksi akuisisi ini diperlakukan sebagai transaksi 
akuisisi aset. 

Nilai wajar aset dan liabilitas teridentifikasi untuk kedua transaksi di atas adalah sebagai berikut: 

Aset 
Aset lancar 
Aset tetap  
Aset tidak lancar 
Liabilitas 
Nilai buku aset neto 

Selisih nilai wajar dengan nilai buku aset tetap 
Hubungan pelanggan (aset takberwujud) 
Pajak tangguhan 

Nilai wajar aset bersih teridentifikasi yang diperoleh 
Nilai wajar imbalan yang dialihkan 
Goodwill (Catatan 11) 

iv.   Telkomsel 

Menara 
Indosat 

 Saham 
PST 

Total 

517 
3.453 
- 
- 
3.970 

- 
473 
- 

4.443 
4.443 
- 

146 
634 
91 

     (610)   
261 

398 
194 
(148)   

705 
1.172 
467 

663 
4.087 
91 
(610) 
4.231 

398 
667 
(148) 

5.148 
5.615 
467 

Berdasarkan  akta  notaris  Bonardo  Nasution,  S.H.  No.  12  tanggal  18  Januari  2019,  Telkomsel 
mendirikan  anak  perusahaan,  TMI.  Telkomsel  menyetorkan  modal  awal  sebesar  Rp550  miliar 
untuk 549.989 lembar saham dari keseluruhan 550.000 lembar saham TMI yang dibayarkan pada 
tanggal 18 Februari 2019. 

TMI  bergerak  di  bidang  inovasi  dan  strategic  investment.  Investasi  baru  ini  diharapkan  dapat 
memperkuat  portofolio  bisnis  Perusahaan  dalam  rangka  bertransformasi  menjadi  perusahaan 
telekomunikasi digital. 

f.  Penyelesaian dan kewenangan penerbitan laporan keuangan konsolidasian 

Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan 
konsolidasian ini sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, yang telah disetujui dan 
diotorisasi untuk diterbitkan oleh Direksi Perusahaan pada tanggal 25 Mei 2020.        

16 

 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

2. 

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN 

Laporan  keuangan  konsolidasian  Grup  disusun  dan  disajikan  sesuai  dengan  Standar  Akuntansi 
Keuangan (“SAK”) di Indonesia yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) di 
Indonesia  dan  Interpretasi  Standar  Akuntansi  Keuangan  (“ISAK”)  di  Indonesia  yang  dikeluarkan  oleh 
Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia dan Peraturan Badan Pengawas Pasar 
Modal  dan  Lembaga  Keuangan  (Bapepam-LK)  No.  VIII.G.7  tentang  “Penyajian  dan  Pengungkapan 
Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik”, yang terlampir dalam surat KEP-347/BL/2012. 

a.  Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian 

Laporan  keuangan  konsolidasian,  kecuali  untuk  laporan  arus  kas  konsolidasian,  disusun  dengan 
dasar akrual. Laporan keuangan konsolidasian juga disusun dengan dasar harga perolehan, kecuali 
untuk akun tertentu yang diukur dengan menggunakan dasar seperti yang disebutkan dalam catatan 
yang relevan. 

Laporan  arus  kas  konsolidasian  disusun  dengan  menggunakan  metode  langsung  dan  menyajikan 
perubahan kas dan setara kas dari kegiatan operasi, investasi, dan pendanaan. 

Angka-angka  dalam  laporan  keuangan  konsolidasian  ini  disajikan  dalam  dan  dibulatkan  menjadi 
miliaran  Rupiah  (“Rp”),  kecuali  dinyatakan  lain.  Untuk  angka-angka  dalam  laporan  keuangan 
konsolidasian ini yang masih mengandung nilai tetapi dibawah Rp1 miliar disajikan dengan angka nol. 

i.  Penerapan standar akuntansi baru 

Pada  tanggal  1  Januari  2019,  Grup  menerapkan  pernyataan  standar  akuntansi  keuangan  dan 
interpretasi  standar  akuntansi  keuangan  baru  dan  revisi  yang  efektif  sejak  tanggal  tersebut. 
Perubahan  kebijakan  akuntansi  Grup  telah  dibuat  seperti  yang  disyaratkan,  sesuai  dengan 
ketentuan transisi dalam masing-masing standar dan interpretasi.  

ISAK 33: Transaksi Valuta Asing dan Imbalan di Muka 
ISAK 34: Ketidakpastian dalam Perlakuan Pajak Penghasilan 

Penerapan  standar  dan  interpretasi  yang  baru  dan  direvisi  tidak  menghasilkan  perubahan  besar 
terhadap  kebijakan  akuntansi  Grup  dan  tidak  memiliki  dampak  material  pada  jumlah  yang 
dilaporkan untuk tahun keuangan saat ini atau sebelumnya: 
• 
• 
•  PSAK 24 (Amandemen 2018): Imbalan Kerja 
•  PSAK 22 (Penyesuaian 2018): Kombinasi Bisnis 
•  PSAK 26 (Penyesuaian 2018): Biaya Pinjaman 
•  PSAK 46 (Penyesuaian 2018): Pajak Penghasilan 
•  PSAK 66 (Penyesuaian 2018): Pengaturan Bersama 

ii.  Standar akuntansi yang telah diterbitkan namun belum berlaku efektif 

telah  diterbitkan  sampai 

Standar  akuntansi  yang 
laporan  keuangan 
konsolidasian Grup namun belum berlaku efektif diungkapkan berikut ini. Manajemen bermaksud 
untuk menerapkan standar tersebut yang dipertimbangkan relevan terhadap Grup pada saat efektif, 
dan pengaruhnya terhadap posisi dan kinerja keuangan konsolidasian Grup masih diestimasi pada 
tanggal 31 Desember 2019. Dalam tahap ini, besaran dampak penyesuaian yang harus dibukukan 
oleh Grup masih belum dapat ditentukan.  

tanggal  penerbitan 

17 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

2. 

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 

a.  Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian (lanjutan) 

ii.  Standar akuntansi yang telah diterbitkan namun belum berlaku efektif (lanjutan) 

Berlaku efektif 1 Januari 2020: 

•  PSAK 71: Instrumen Keuangan 

PSAK  71  merevisi  persyaratan  terkait  klasifikasi  dan  pengukuran  instrumen  keuangan, 
termasuk  model  kerugian  kredit  ekspektasian  untuk  menghitung  penurunan  nilai  aset 
keuangan,  dan  persyaratan  akuntansi  lindung  nilai  secara  umum  yang  baru.  PSAK  ini  tetap 
mempertahankan  kriteria  pengakuan  dan  penghentian  pengakuan  instrumen keuangan  yang 
sebelumnya diatur dalam PSAK 55: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran. PSAK 
71 menggantikan ketentuan akuntansi instrumen keuangan yang saat ini diatur dalam PSAK 
55: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran. 

Grup  memperkirakan  penerapan  PSAK  71  tidak  berdampak  signifikan  pada  klasifikasi  dan 
pengukuran  instrumen  keuangan,  tidak  berdampak  pada  liabilitas  keuangan  dan  berdampak 
pada penurunan nilai aset keuangan.  

•  PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan 

PSAK 72 menetapkan kerangka yang komprehensif untuk menentukan bagaimana, kapan dan 
seberapa besar suatu pendapatan dapat diakui. PSAK ini memperkenalkan model lima langkah 
untuk penentuan dan pengakuan pendapatan untuk diterapkan kepada semua kontrak dengan 
pelanggan. PSAK ini juga memberikan panduan spesifik yang mewajibkan beberapa jenis biaya 
untuk mendapatkan dan atau memenuhi kontrak untuk dikapitalisasi dan diamortisasi secara 
sistematis  mengacu  kepada  transfer  barang  dan  jasa  kepada  pelanggan  yang  terkait  biaya 
kapitalisasi. 

PSAK 72 menggantikan sejumlah standar akuntansi pendapatan yang ada saat ini, termasuk 
PSAK  23:  Pendapatan,  PSAK  34:  Kontrak  Konstruksi  dan  ISAK  10:  Program  Loyalitas 
Pelanggan. 

Grup  memperkirakan  penerapan  PSAK  72  berdampak  pada  penentuan  pengakuan  dan 
pengukuran pendapatan dan kapitalisasi beberapa jenis biaya tertentu yang memenuhi syarat. 

•  PSAK 73: Sewa 

PSAK  73  menetapkan  prinsip  pengakuan,  pengukuran,  penyajian  dan  pengungkapan  atas 
sewa  dan  mensyaratkan  penyewa  untuk  mengukur  seluruh  sewa  menggunakan  model 
akuntansi tunggal yang sama dengan akuntansi sewa pembiayaan menurut PSAK 30. PSAK 
73  memberikan  dua  pengecualian  kepada  penyewa  terkait  model  akuntansi  tersebut,  yaitu 
untuk  sewa  dengan  aset  pendasar  bernilai  rendah  dan  sewa  dengan  jangka  waktu  12  bulan 
atau  kurang.  Pada  saat  dimulainya  masa  sewa,  penyewa  akan  mengakui  kewajiban  untuk 
melakukan pembayaran sewa dan aset yang mewakili hak untuk menggunakan aset pendasar 
selama  masa  sewa.  Penyewa  juga  secara  terpisah  akan  mengakui  beban  bunga  atas 
kewajiban sewa dan biaya penyusutan pada aset sewa. 

Akuntansi untuk pesewa berdasarkan PSAK 73 secara substansial tidak berubah dari akuntansi 
yang  diatur  dalam  PSAK  30.  Pesewa  akan  melanjutkan  pengklasifikasian  seluruh  sewa 
berdasarkan prinsip klasifikasi sebagaimana yang saat ini diatur dalam PSAK 30. 

PSAK  73  menggantikan  PSAK  30:  Sewa  dan  ISAK  8:  Penentuan  Apakah  Suatu  Perjanjian 
Mengandung Sewa. 

Grup memperkirakan penerapan PSAK 73 berdampak material pada laporan posisi keuangan 
konsolidasian  terutama  kenaikan  aset  hak-guna  dan  liabilitas  sewa  dan  tidak  berdampak 
material pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. 
18 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

2. 

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 

a.  Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian (lanjutan) 

ii.  Standar akuntansi yang telah diterbitkan namun belum berlaku efektif (lanjutan) 

Berlaku efektif 1 Januari 2020 (lanjutan): 

•  Amandemen  PSAK  15:  Investasi  pada  Entitas  Asosiasi  dan  Ventura  Bersama  tentang 

Kepentingan Jangka Panjang pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama 
Amandemen ini mengatur bahwa entitas juga menerapkan PSAK 71 atas instrumen keuangan 
pada  entitas  asosiasi  atau  ventura  bersama  dimana metode  ekuitas tidak  diterapkan.  Hal  ini 
termasuk kepentingan jangka panjang yang secara substansi membentuk bagian investasi neto 
entitas pada entitas asosiasi atau ventura bersama. 

Amandemen  ini  diperkirakan  tidak  berdampak  pada  laporan  posisi  keuangan  atau  laba  rugi 
konsolidasian. 

•  Amandemen  PSAK  71:  Instrumen  Keuangan  tentang  Fitur  Percepatan  Pelunasan  dengan 

Kompensasi Negatif 
Amandemen  ini  mengatur  bahwa  aset  keuangan  dengan  fitur  percepatan  pelunasan  yang 
dapat  menghasilkan  kompensasi  negatif  memenuhi  kualifikasi  sebagai  arus  kas  kontraktual 
yang berasal semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang. 

Amandemen  ini  diperkirakan  tidak  berdampak  pada  laporan  posisi  keuangan  atau  laba  rugi 
konsolidasian. 

•  Amandemen PSAK 1 dan PSAK 25: Definisi Material 

Amandemen ini mengklarifikasi definisi material dengan tujuan untuk menyelaraskan definisi 
yang  digunakan  dalam  kerangka  konseptual  dan  beberapa  PSAK  yang  relevan.  Selain  itu 
Amendemen  ini  juga  memberikan  panduan  yang  lebih  jelas  terkait  definisi  material  dalam 
konteks mengurangi over disclosure karena perubahan ambang batas (thresholds) dari definisi 
material tersebut. 

Amandemen  ini  diperkirakan  tidak  berdampak  pada  laporan  posisi  keuangan  atau  laba  rugi 
konsolidasian. 

•  Amandemen  PSAK  1:  Penyajian  Laporan  Keuangan  tentang  Judul  Laporan  Keuangan  dan 

Penyesuaian Tahunan 2019  
Amandemen  ini  membuka  opsi  yang  memperkenankan  entitas  menggunakan  judul  laporan 
selain yang digunakan dalam PSAK 1. Selain itu amandemen ini juga melakukan penyesuaian 
kalimat  pada  paragraf  05  untuk  menyelaraskannya  dengan  intensi  dari  paragraf  05  pada 
International Accounting Standard (“IAS”) 1 Presentation of Financial Statements. 

Amandemen  ini  diperkirakan  tidak  berdampak  pada  laporan  posisi  keuangan  atau  laba  rugi 
konsolidasian. 

Berlaku efektif 1 Januari 2021: 

•  PSAK 22: Kombinasi Bisnis 

Amandemen  ini  mengklarifikasi  definisi  bisnis  dengan  tujuan  untuk  membantu  entitas  dalam 
menentukan apakah suatu transaksi seharusnya dicatat sebagai kombinasi bisnis atau akuisisi 
aset.  

Amandemen ini diperkirakan akan berdampak pada transaksi kombinas bisnis Grup di masa 
depan.  

 Standar  baru  atau  amandemen  berikut,  dipertimbangkan  tidak  dapat  diaplikasikan  bagi  Laporan 
Keuangan Konsolidasian Grup:  
• 

ISAK 35: Penyajian Laporan Keuangan Entitas Berorientasi Nirlaba, akan berlaku efektif 1 Januari 
2020.  

•  Amandemen PSAK 62: Kontrak Asuransi - Menerapkan PSAK 71: Instrumen Keuangan dengan 

PSAK 62: Kontrak Asuransi, akan berlaku efektif 1 Januari 2022. 

19 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

2. 

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 

b.  Prinsip konsolidasi 

Laporan  keuangan  konsolidasian  meliputi  laporan  keuangan  Perusahaan  dan  entitas  anak  dimana 
Perusahaan memiliki kendali. Pengendalian timbul ketika Grup terekspos atau memiliki hak atas imbal 
hasil  variabel  dari  keterlibatannya  dengan investee  dan  memiliki  kemampuan  untuk  mempengaruhi 
imbal  hasil  tersebut  melalui  kekuasaannya  atas  investee.  Secara  spesifik,  Grup  mengendalikan 
investee jika dan hanya jika Grup memiliki kekuasaan atas investee, eksposur atau hak, atas imbal 
hasil  variabel  dari  keterlibatannya  dengan  investee,  dan  kemampuan  untuk  menggunakan 
kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi imbal hasil. 

Umumnya,  ada  dugaan  bahwa  mayoritas  hak  suara  menghasilkan  kontrol.  Untuk  mendukung 
anggapan ini bila Grup memiliki mayoritas atau kurang dari mayoritas hak suara atau hak serupa dari 
investee, Grup mempertimbangkan semua fakta dan keadaan yang relevan dalam menilai apakah ia 
memiliki kuasa atas investee, termasuk: 
i.  Pengaturan kontraktual dengan pemilik hak suara lainnya dari investee, 
ii. Hak yang timbul atas pengaturan kontraktual lain, dan 
iii. Hak suara dan hak suara potensial yang dimiliki Grup. 

Grup menilai kembali apakah Grup mengendalikan investee jika fakta dan keadaan mengindikasikan 
adanya perubahan terhadap satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian. Entitas anak dikonsolidasi 
sejak  tanggal  ketika  Grup  memperoleh  pengendalian  secara  efektif  dan  tidak  dikonsolidasikan  lagi 
sejak  tanggal  Grup  kehilangan  pengendalian.  Aset,  liabilitas,  pendapatan,  dan  beban  entitas  anak 
yang  diperoleh  atau  dilepaskan  selama  periode  berjalan  dimasukkan  ke  dalam  laporan  posisi 
keuangan konsolidasian dan laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian sejak 
tanggal ketika Grup memperoleh pengendalian hingga tanggal sejak Grup kehilangan pengendalian. 

Laba  atau  rugi  dan  setiap  komponen  pendapatan  komprehensif  lain  diatribusikan  pada  pemilik 
Perusahaan dan pada kepentingan nonpengendali, meskipun hal ini akan mengakibatkan timbulnya 
saldo defisit pada kepentingan nonpengendali.  

Seluruh aset dan liabilitas, ekuitas, penghasilan dan beban dan arus kas atas transaksi antar Grup 
dieliminasi sepenuhnya pada saat konsolidasi. 

Saat Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak, maka Grup: 
•  menghentikan  pengakuan  aset  (termasuk  setiap  goodwill)  dan  liabilitas  entitas  anak  pada  nilai 

tercatatnya ketika pengendalian hilang; 

•  menghentikan  pengakuan  jumlah  tercatat  setiap  kepentingan  nonpengendali  pada  entitas  anak 

terdahulu pada tanggal hilangnya pengendalian; 

•  mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima (jika ada) dari transaksi, peristiwa atau keadaan 

yang mengakibatkan hilangnya pengendalian;  

•  mengakui  setiap  sisa  investasi  pada  entitas  anak  terdahulu  pada  nilai  wajarnya  pada  tanggal 

hilangnya pengendalian; 

•  mengakui setiap perbedaan yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian dalam laporan laba 

rugi konsolidasian yang dapat diatribusikan pada pemilik Perusahaan. 

c.  Transaksi dengan pihak berelasi 

Grup  mempunyai  transaksi  dengan  pihak  berelasi.  Definisi  pihak  berelasi  yang  digunakan  sesuai 
dengan  Peraturan  Bapepam-LK  No.  VIII.G.7  tentang  Penyajian  dan  Pengungkapan  Laporan 
Keuangan  Emiten  atau  Perusahaan  Publik,  yang 
terlampir  dalam  surat  keputusan  
No.KEP-347/BL/2012. Pihak-pihak yang dipertimbangkan sebagai pihak berelasi adalah orang atau 
entitas yang terkait dengan entitas yang menyiapkan laporan keuangannya. 

Berdasarkan  Peraturan  Bapepam-LK  No.  VIII.G.7  tersebut,  entitas  berelasi  dengan  pemerintah 
merupakan entitas yang dikendalikan, dikendalikan bersama, atau dipengaruhi secara signifikan oleh 
pemerintah.    Pemerintah  dalam  hal  ini  adalah  Menteri  Keuangan  atau  Pemerintah  Daerah  yang 
merupakan pemegang saham dari entitas. 

20 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

2. 

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 

c.  Transaksi dengan pihak berelasi (lanjutan) 

Personil manajemen kunci adalah orang-orang yang  mempunyai kewenangan dan tanggung jawab 
untuk  merencanakan,  memimpin,  dan  mengendalikan  aktivitas  entitas,  secara  langsung  atau  tidak 
langsung, termasuk direktur (baik eksekutif maupun bukan eksekutif) dari Grup. Status pihak berelasi 
diperluas  sampai  dengan  manajemen  kunci  dari  entitas  anak  sampai  dengan  tingkatan  mereka 
mengarahkan operasi entitas anak dengan tingkat keterlibatan minimal dari manajemen Perusahaan. 

d.  Kombinasi bisnis 

Kombinasi  bisnis  dicatat  dengan  metode  akuisisi.  Imbalan  yang  dialihkan  diukur  sebesar  nilai 
wajarnya, yang merupakan agregat dari nilai wajar aset yang dialihkan, liabilitas yang diambil alih dan 
instrumen ekuitas yang diterbitkan sebagai pertukaran atas pengendalian dari pihak yang diakuisisi. 
Untuk setiap kombinasi bisnis, kepentingan nonpengendali diukur pada nilai wajar atau pada proporsi 
kepemilikan  nonpengendali  atas  aset  neto  teridentifikasi  dari  entitas  yang  diakuisisi.  Pilihan  dasar 
pengukuran dibuat berdasarkan basis tiap transaksi. Biaya terkait akuisisi dicatat sebagai beban pada 
saat timbulnya. Aset dan liabilitas yang teridentifikasi dari pihak yang diakuisisi diakui pada nilai wajar 
pada tanggal akuisisi. 

Goodwill  awalnya  diukur  pada  harga  perolehan,  yang  merupakan  selisih  lebih  dari  nilai  agregat 
imbalan yang dialihkan dan nilai yang diakui oleh kepentingan nonpengendali dan nilai kepentingan 
ekuitas yang dimiliki sebelumnya, atas jumlah neto dari aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas 
yang diambil alih. Jika nilai wajar dari jumlah neto aset yang diakuisisi melebihi nilai agregat imbalan 
yang dialihkan, Grup menilai kembali apakah semua aset yang diakuisisi dan liabilitas yang diambil 
alih sudah diidentifikasi dengan benar dan memeriksa prosedur yang digunakan untuk mengukur nilai 
yang  harus  diakui  pada  tanggal  akuisisi.  Jika  hasil  penilaian  kembali  tersebut  masih  menghasilkan 
selisih lebih atas nilai wajar dari aset neto diakuisisi atas nilai agregat imbalan yang dialihkan, maka 
keuntungan diakui pada laba atau rugi. 

Saat penentuan imbalan dari kombinasi bisnis termasuk imbalan kontinjensi, imbalan kontinjensi ini 
diukur pada nilai wajar saat tanggal akuisisi. Imbalan kontinjensi diklasifikasikan sebagai ekuitas atau 
liabilitas  keuangan.  Jumlah  yang  diklasifikasikan  sebagai  liabilitas  keuangan  selanjutnya  diukur 
kembali pada nilai wajar dimana perubahan pada nilai wajar tersebut diakui dalam laba rugi atau ketika 
penyesuaian dicatat diluar periode pengukuran. Perubahan pada nilai wajar imbalan kontinjensi yang 
memenuhi  persyaratan  sebagai  penyesuaian  periode  pengukuran,  disesuaikan  secara  retrospektif, 
dengan penyesuaian terkait terhadap goodwill. Penyesuaian periode pengukuran adalah penyesuaian 
yang  timbul  dari  informasi  tambahan  yang  didapat  selama  periode  pengukuran,  yang  tidak  boleh 
melebihi  satu  tahun  dari  tanggal  akusisi,  tentang  fakta  dan  kondisi  yang  ada  pada  saat  tanggal 
akuisisi. 

Jika  akuntansi  awal  untuk  kombinasi  bisnis  belum  selesai  pada  akhir  periode  pelaporan  saat 
kombinasi bisnis terjadi, maka Grup akan melaporkan jumlah sementara untuk pos-pos yang proses 
akuntansinya  belum  selesai  dalam  laporan  keuangan  konsolidasian.  Selama  periode  pengukuran, 
Grup  menyesuaikan  secara  retrospektif  jumlah  sementara  yang  diakui  pada  tanggal  akuisisi  untuk 
mencerminkan  informasi  baru  yang  diperoleh  tentang  fakta  dan  keadaan  yang  ada  pada  tanggal 
akuisisi  dan,  jika  diketahui,  telah  berdampak  pada  pengukuran  jumlah  yang  diakui  pada  tanggal 
tersebut.  Periode  pengukuran  berakhir  segera  setelah  Perusahaan  menerima  informasi  yang  dicari 
tentang  fakta  dan  keadaan  yang  ada  pada  tanggal  akuisisi  atau  mempelajari  bahwa  informasi 
tambahan  tidak  dapat  diperoleh.  Namun  demikian,  periode  pengukuran  tidak  boleh  melebihi  satu 
tahun dari tanggal akuisisi. 

Dalam suatu kombinasi bisnis yang dilakukan secara bertahap, pihak pengakuisisi mengukur kembali 
kepentingan ekuitas yang dimiliki sebelumnya pada pihak diakuisisi pada nilai wajar tanggal akuisisi 
dan mengakui keuntungan atau kerugian yang dihasilkan, jika ada, dalam laba rugi. 

21 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

2. 

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 

d.  Kombinasi bisnis (lanjutan) 

Berdasarkan  PSAK  38  (Revisi  2012),  “Kombinasi  Bisnis  Entitas  Sepengendali”,  pengalihan  aset, 
liabilitas, saham, dan instrumen kepemilikan lain antara entitas sepengendali tidak akan menghasilkan 
suatu  laba  atau  rugi  bagi  Perusahaan  atau  entitas  individual  yang  berada  dalam Grup  yang  sama. 
Oleh karena transaksi restrukturisasi antara entitas sepengendali tidak mengubah substansi ekonomi 
atas kepemilikan aset, liabilitas, saham atau instrumen kepemilikan lain yang dipertukarkan, aset atau 
liabilitas yang dialihkan harus dicatat berdasarkan nilai buku yang menggunakan metode penyatuan 
kepentingan (pooling-of interests).  

Dalam pelaksanaan metode penyatuan kepentingan, komponen-komponen laporan keuangan selama 
restrukturisasi  terjadi  disajikan  seolah-olah  restrukturisasi  tersebut  telah  terjadi  sejak  awal  periode 
penyajian  paling  awal.  Selisih  imbalan  yang  dibayar  atau  diterima  dengan  nilai  buku  historis  terkait 
dengan  nilai  tercatat  dari  kepentingan  yang  diperoleh,  setelah  memperhitungkan  dampak  pajak 
penghasilan, diakui secara langsung di ekuitas dan disajikan sebagai “Tambahan Modal Disetor” pada 
bagian ekuitas di laporan posisi keuangan konsolidasian. 

Pada  saat  penerapan  awal  PSAK  38  (Revisi  2012),  seluruh  saldo  Selisih  Nilai  Transaksi 
Restrukturisasi  Entitas  Sepengendali  direklasifikasikan  ke  akun  “Tambahan  Modal  Disetor”  pada 
laporan posisi keuangan konsolidasian. 

e.  Kas dan setara kas 

Kas dan setara kas terdiri dari kas ditangan, kas dan bank, dan semua deposito berjangka yang tidak 
dibatasi penggunaannya, yang jatuh tempo dalam tiga bulan atau kurang sejak tanggal penempatan. 

Deposito yang jatuh temponya lebih dari tiga bulan tetapi tidak lebih dari satu tahun disajikan sebagai 
“Aset Keuangan Lancar Lainnya” pada laporan posisi keuangan konsolidasian (Catatan 2u).  

f.  Penyertaan pada entitas asosiasi 

Asosiasi adalah entitas dimana Grup (sebagai investor) memiliki pengaruh yang signifikan. Pengaruh 
signifikan  adalah  kekuasaan  untuk  berpartisipasi  dalam  keputusan  terkait  kebijakan  keuangan  dan 
operasional  investee,  tapi  tidak  termasuk  kendali  atau  kendali  bersama  atas  kebijakan  operasional 
tersebut.  Pertimbangan  dalam  menentukan  pengaruh  signifikan  sama  dengan  pertimbangan  saat 
menentukan pengendalian atas entitas anak. 

Grup menghitung investasi pada entitas asosiasi dengan menggunakan metode ekuitas. 

Berdasarkan  metode  ekuitas,  investasi  pada  entitas  asosiasi  pada  awalnya  diakui  sebesar  biaya 
perolehan. Jumlah tercatat investasi disesuaikan untuk mengakui perubahan dalam bagian investor 
atas  aset  neto  entitas  asosiasi  sejak  tanggal  akuisisi. Pada  saat  perolehan  investasi,  setiap  selisih 
antara  biaya  perolehan  investasi  dengan  bagian  investor  atas  nilai  wajar  neto  aset  dan  liabilitas 
teridentifikasi dari entitas asosiasi dicatat dengan cara sebagai berikut: 
i.  Goodwill yang terkait dengan entitas asosiasi atau ventura bersama termasuk dalam nilai tercatat 
investasi  dan  tidak  diperkenankan  diamortisasi  ataupun  pengujian  penurunan  nilai  secara 
individu, dan   

ii.  Setiap selisih lebih bagian investor atas nilai wajar neto aset dan liabilitas teridentifikasi dari entitas 
asosiasi terhadap biaya perolehan investasi dimasukkan sebagai penghasilan dalam menentukan 
bagian investor atas laba rugi entitas asosiasi pada periode investasi diperoleh. 

Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian mencerminkan bagian Grup atas 
hasil operasi entitas asosiasi. Setiap perubahan dalam penghasilan komprehensif lain entitas asosiasi 
akan disajikan sebagai bagian dari penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Selanjutnya, jika ada 
perubahan yang langsung diakui dalam ekuitas entitas asosiasi maka Grup mengakui bagiannya atas 
perubahan tersebut dalam laporan perubahan ekuitas konsolidasian. Laba dan rugi belum direalisasi 
yang berasal dari transaksi antara Grup dan entitas asosiasi dieliminasi sejumlah porsi kepemilikan 
atas entitas asosiasi. 

22 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

2. 

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 

f.  Penyertaan pada entitas asosiasi (lanjutan) 

Grup  pada  setiap  akhir  periode  pelaporan  menentukan  apakah  terdapat  bukti  obyektif  bahwa 
penyertaan pada entitas asosiasi mengalami penurunan nilai. Apabila hal ini terjadi, Grup menghitung 
dan  mengakui  nilai  penurunan  sebagai  selisih  antara  nilai  investasi  di  entitas  asosiasi  yang  dapat 
terpulihkan dan nilai tercatatnya. 

Aset-aset  ini  termasuk  dalam  “Penyertaan  Jangka  Panjang”  dalam  laporan  posisi  keuangan 
konsolidasian. 

Mata uang fungsional Cellum Global Zrt (“Cellum”) adalah Forint Hungaria (“HUF”) dan PT Cipta Sari 
Makmur (“CSM”) adalah Dolar Amerika Serikat (“Dollar”). Untuk tujuan pelaporan investasi tersebut 
menggunakan metode ekuitas, aset dan liabilitas kedua perusahaan ini pada tanggal laporan posisi 
keuangan masing-masing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan menggunakan kurs yang berlaku pada 
tanggal  tersebut,  sedangkan  pendapatan  dan  beban  dijabarkan  ke  dalam  Rupiah  dengan 
menggunakan  kurs  rata-rata  selama  periode  tersebut.  Selisih  kurs  akibat  penjabaran  diakui  dan 
dilaporkan sebagai “Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan” pada bagian ekuitas di laporan 
posisi keuangan konsolidasian. 

g.  Piutang usaha dan piutang lain-lain 

Piutang usaha dan piutang lain-lain pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan selanjutnya diukur 
pada biaya perolehan diamortisasi, setelah dikurangi provisi atas penurunan nilai. Provisi penurunan 
nilai piutang dibentuk berdasarkan evaluasi manajemen terhadap tingkat ketertagihan saldo. Piutang 
dihapuskan dalam periode ketika piutang tersebut dipastikan tidak dapat ditagih (Catatan 2u). 

h.  Persediaan 

Persediaan  terdiri  dari  komponen  yang  kemudian  dibebankan  pada  saat  pemakaian.  Komponen 
mewakili  terminal  telepon,  kabel,  dan  suku  cadang  lainnya.  Persediaan  juga  termasuk  kartu 
Subscriber Identification Module (“SIM”), pesawat telepon, modem wireless broadband, dan voucer 
prabayar yang dibebankan pada saat dijual. 

Biaya persediaan terdiri dari harga pembelian, bea masuk, pajak lainnya, transportasi, penanganan, 
dan biaya lainnya yang langsung melekat pada akuisisinya. Persediaan diakui sebesar nilai yang lebih 
rendah antara harga perolehan dan nilai realisasi bersih. Nilai realisasi bersih adalah perkiraan harga 
jual dikurangi biaya untuk menjual. 

Harga perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang.  

Jumlah  penurunan  nilai  persediaan  di  bawah  biaya  perolehan  menjadi  nilai  realisasi  bersih  dan 
seluruh kerugian persediaan diakui sebagai beban pada periode terjadinya penurunan atau kerugian 
tersebut.  Setiap  pemulihan  kembali  penurunan  nilai  persediaan  karena  peningkatan  kembali  nilai 
realisasi  bersih,  diakui  sebagai  pengurangan  terhadap  jumlah  beban  umum  dan  administrasi  pada 
periode terjadinya pemulihan tersebut. 

Provisi persediaan usang ditentukan berdasarkan estimasi penggunaan setiap jenis persediaan pada 
masa depan. 

i.  Beban dibayar di muka 

Beban  dibayar  di  muka  diamortisasi  sesuai  masa  manfaatnya  dengan  menggunakan  metode  garis 
lurus. 

23 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

2. 

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 

j.  Aset tersedia untuk dijual 

Aset  (atau  kelompok  lepasan)  diklasifikasikan  sebagai  aset  tersedia  untuk  dijual  ketika  nilai 
tercatatnya  akan  dipulihkan  terutama  melalui  transaksi  penjualan  daripada  melalui  pemakaian 
berlanjut dan penjualannya sangat mungkin terjadi. Aset ini dicatat pada nilai yang lebih rendah antara 
jumlah tercatat dan nilai wajar setelah dikurangi biaya untuk menjual. 

Aset yang memenuhi kriteria untuk diklasifikasikan sebagai aset tersedia untuk dijual direklasifikasi 
dari aset tetap dan penyusutan atas aset tersebut dihentikan. 

k.  Aset takberwujud 

Aset takberwujud terutama terdiri dari piranti lunak. Aset takberwujud diakui jika kemungkinan besar 
Grup  akan  memperoleh  manfaat  ekonomis  masa  depan  dari  aset  takberwujud  tersebut  dan  biaya 
perolehan aset tersebut dapat diukur secara andal. 

Aset  takberwujud  dicatat  berdasarkan  biaya  perolehan  dikurangi  akumulasi  amortisasi  dan  rugi 
penurunan nilai, apabila ada. Aset takberwujud diamortisasi selama estimasi masa manfaatnya. Grup 
mengestimasi  nilai  yang  dapat  diperoleh  kembali  dari  aset  takberwujud.  Apabila  nilai  tercatat  aset 
takberwujud  melebihi  estimasi  nilai  yang  dapat  diperoleh  kembali,  maka  nilai  tercatat  aset  tersebut 
diturunkan menjadi sebesar estimasi jumlah terpulihkan. 

Aset  takberwujud,  kecuali  goodwill  diamortisasi  dengan  menggunakan  metode  garis  lurus 
berdasarkan estimasi masa manfaat aset takberwujud sebagai berikut: 

Piranti lunak 
Lisensi 
Aset takberwujud lainnya 

Tahun   
3-6 
3-20 
1-30 

Aset takberwujud dihentikan pengakuannya ketika aset tersebut dilepaskan atau ketika tidak terdapat 
lagi manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasan aset tersebut. 
Selisih  dalam  laporan  antara  nilai  tercatat  aset  dengan  hasil  neto  yang  diterima  dari  pelepasannya 
diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. 

l.  Aset tetap 

Aset  tetap  dinyatakan  pada  harga  perolehan  dikurangi  akumulasi  penyusutan  dan  rugi  penurunan 
nilai, jika ada. 

Biaya perolehan aset tetap terdiri dari: (a) harga perolehan, (b) setiap biaya yang dapat diatribusikan 
secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan, dan (c) estimasi awal 
biaya pembongkaran dan pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi aset tetap. Setiap bagian aset 
tetap  yang  memiliki  harga  perolehan  cukup  signifikan  terhadap  biaya  perolehan  seluruh  aset  tetap 
disusutkan secara terpisah. 

24 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

2. 

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 

l.  Aset tetap (lanjutan) 

Aset tetap, kecuali tanah, disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan estimasi 
masa manfaat aset tetap sebagai berikut: 

Bangunan 
Renovasi bangunan sewa 
Peralatan sentral telepon 
Peralatan telegraf, teleks dan komunikasi data 
Peralatan dan instalasi transmisi 
Satelit, stasiun bumi dan peralatannya 
Jaringan kabel 
Catu daya 
Kendaraan 
Peralatan pengolahan data 
Peralatan telekomunikasi lainnya 
Peralatan kantor 
Aset Customer Premises Equipment (“CPE”) 
Peralatan lainnya 

Tahun  
15-40  
2-15   
3-15   
5-15   
3-25   
3-20   
5-25   
3-20   
4-8 
3-20   
5 
2-5 
4-5 
2-5 

Biaya signifikan sehubungan dengan renovasi bangunan sewa dikapitalisasi dan disusutkan selama 
masa sewa. 

Metode  penyusutan,  umur  manfaat  dan  nilai  residu  dari  suatu  aset  direviu  paling  tidak  setiap  akhir 
tahun buku dan disesuaikan jika diperlukan. Nilai residu dari aset adalah estimasi jumlah yang dapat 
diperoleh  Grup  dari  pelepasan  aset,  setelah  dikurangi  estimasi  biaya  pelepasan,  ketika  aset  telah 
mencapai umur dan kondisi yang diharapkan pada akhir umur manfaatnya. 

Aset tetap yang diperoleh dalam pertukaran dengan aset non-moneter atau kombinasi aset moneter 
dan  non-moneter  diukur  pada  nilai  wajar  kecuali,  (i)  transaksi  pertukaran  tidak  memiliki  substansi 
komersial, atau (ii) nilai wajar aset yang diterima dan aset yang diserahkan tidak dapat diukur secara 
andal. 

Suku  cadang  utama  dan  suku  cadang  siap  pakai  yang  diperkirakan  dapat  digunakan  lebih  dari 
12 bulan dicatat sebagai bagian aset tetap. 

Ketika  aset  tetap  tidak  digunakan  lagi  atau  dijual,  maka  harga  perolehan  dan  akumulasi 
penyusutannya dikeluarkan dari laporan posisi keuangan konsolidasian dan laba atau rugi yang timbul 
dari  pelepasan  atau  penjualan  aset  tetap  diakui  dalam  laporan  laba  rugi  dan  penghasilan 
komprehensif lain konsolidasian.  

Piranti keras komputer tertentu tidak dapat dioperasikan tanpa ketersediaan piranti lunak komputer 
tertentu.  Dalam  kondisi  tersebut,  piranti  lunak  komputer  dicatat  sebagai  bagian  dari  piranti  keras 
komputer.  Jika  piranti  lunak  komputer  berdiri  sendiri  dari  piranti  keras  komputernya,  piranti  lunak 
komputer tersebut dicatat sebagai bagian dari aset takberwujud. 

Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif 
lain konsolidasian pada saat terjadinya. Pemugaran dan penambahan yang signifikan dikapitalisasi. 

25 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

2.  IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 

l.  Aset tetap (lanjutan) 

Aset  dalam  pembangunan  diakui  sebesar  biaya  perolehan  hingga  pembangunan  selesai,  yang 
kemudian  direklasifikasi  ke  akun  aset  tetap  yang  terkait.  Selama  masa  pembangunan  hingga  aset 
tetap  siap  untuk  digunakan/dijual,  biaya  pinjaman,  yang  termasuk  di  dalamnya  beban  bunga  dan 
selisih  kurs  yang  timbul  atas  pinjaman  yang  diperoleh  untuk  membiayai  pembangunan  aset, 
dikapitalisasi  secara  proporsional  terhadap  rata-rata  nilai  akumulasi  pengeluaran  selama  periode 
tersebut  sepanjang  aset  tetap  tersebut  memenuhi  definisi  aset  kualifikasian.  Kapitalisasi  biaya 
pinjaman dihentikan ketika pembangunan selesai dan aset tetap siap untuk digunakan atau dijual. 

m.   Sewa 

i.  Sebagai lessee 

Sewa  diklasifikasikan  pada  tanggal  permulaan  sebagai  sewa  pembiayaan  atau  sewa  operasi. 
Suatu sewa yang mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan 
kepemilikan saham ke Grup diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan. 

Sewa  pembiayaan  dikapitalisasi  pada  saat  dimulainya  masa  sewa  guna  usaha  pada  nilai  wajar 
properti sewa yang disewa atau, jika nilai yang lebih rendah, pada nilai kini dari pembayaran sewa 
minimum.  Pembayaran  sewa  dipisahkan  antara  bagian  yang  merupakan  beban  keuangan  dan 
bagian yang merupakan beban sewa sehingga terjadi tingkat bunga yang konstan atas sisa saldo 
liabilitas. Beban keuangan diakui sebagai beban keuangan dalam laba rugi. 

Aset  sewaan  disusutkan  selama  masa  manfaat  aset.  Namun,  jika  tidak  ada  kepastian  yang 
memadai bahwa Grup akan memperoleh kepemilikan pada akhir masa sewa, maka aset tersebut 
akan  disusutkan  selama  jangka  waktu  taksiran  masa  manfaat  aset  dan  masa  sewa  yang  lebih 
pendek. 

Sewa  operasi  adalah  sewa  selain  sewa  pembiayaan.  Pembayaran  sewa  operasi  diakui  sebagai 
beban usaha dalam laba rugi dengan dasar garis lurus (straight-line basis) selama masa sewa. 

ii.  Sebagai lessor 

Sewa dimana Grup tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat kepemilikan 
suatu  aset  diklasifikasikan  sebagai  sewa  operasi.  Biaya  langsung  awal  yang  dikeluarkan  untuk 
melakukan negosiasi dan pengaturan sewa operasi ditambahkan ke nilai tercatat dari aset sewaan 
dan diakui selama masa sewa dengan dasar yang sama dengan pendapatan sewa. Sewa kontinjen 
diakui sebagai pendapatan pada periode di mana mereka memperolehnya. 

n.  Beban tangguhan - hak atas tanah 

Hak atas tanah termasuk biaya pengurusan legal hak atas tanah ketika tanah diperoleh pertama kali 
dicatat sebagai bagian dari aset tetap dan tidak diamortisasi. Biaya yang terjadi sehubungan dengan 
pengurusan  perpanjangan  atau  pembaruan  legal  hak  atas  tanah  ditangguhkan  dan  diamortisasi 
dengan  metode  garis  lurus selama  periode  legal  hak atas  tanah  atau  umur  ekonomis tanah, mana 
yang lebih pendek. 

o.  Utang usaha 

  Utang usaha adalah kewajiban membayar barang dan/atau jasa yang telah diterima dalam kegiatan 
usaha  normal  dari  pemasok.  Utang  usaha  diklasifikasikan  sebagai  liabilitas  jangka  pendek  jika 
pembayarannya jatuh tempo dalam waktu satu tahun atau kurang. Jika tidak, utang tersebut disajikan 
sebagai liabilitas jangka panjang. 

Utang usaha pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan 
diamortisasi dengan menggunakan metode bunga efektif. 

26 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

2. 

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 

p.  Pinjaman 

Pada  saat  pengakuan  awal,  pinjaman  diakui  sebesar  nilai  wajar,  dikurangi  dengan  biaya-biaya 
transaksi  yang  terjadi.  Selanjutnya,  pinjaman  diukur  sebesar  biaya  perolehan  diamortisasi,  selisih 
antara penerimaan (dikurangi biaya transaksi) dan nilai pelunasan dicatat pada laporan laba rugi dan 
penghasilan komprehensif lain konsolidasian selama periode pinjaman dengan menggunakan metode 
bunga efektif. 

Biaya  yang  dibayar  untuk  memperoleh  fasilitas  pinjaman  diakui  sebagai  biaya  transaksi  pinjaman 
sepanjang  besar  kemungkinan  sebagian  atau  seluruh  fasilitas  akan  ditarik.  Dalam  hal  ini,  biaya 
ditangguhkan  sampai  penarikan  terjadi.  Sepanjang  tidak  terdapat  bukti  bahwa  besar  kemungkinan 
sebagian atau seluruh fasilitas akan ditarik, biaya dikapitalisasi sebagai pembayaran di muka untuk 
jasa likuiditas dan diamortisasi selama periode fasilitas yang terkait. 

q.  Penjabaran valuta asing 

Mata  uang  fungsional  dan  mata  uang  pembukuan  Grup  adalah  Rupiah,  kecuali  Telekomunikasi 
Indonesia International Ltd., Hong Kong, Telekomunikasi Indonesia International Pte. Ltd., Singapura, 
Telekomunikasi Indonesia International Inc., USA, dan Telekomunikasi Indonesia International S.A., 
Timor Leste yang menggunakan mata uang Dolar A.S., Telekomunikasi Indonesia International Pty. 
Ltd.,  Australia  yang  menggunakan  mata  uang  Dolar  Australia,  TS  Global  Network  Sdn.  Bhd.,  dan 
Telekomunikasi Indonesia International Sdn. Bhd. yang menggunakan Ringgit Malaysia.  

Transaksi-transaksi dalam valuta asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan kurs yang berlaku pada 
saat  terjadinya  transaksi.  Pada  tanggal  laporan  posisi  keuangan  konsolidasian,  aset  dan  liabilitas 
moneter dalam valuta asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan menggunakan kurs beli dan jual yang 
diterbitkan oleh Reuters pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian dengan rincian sebagai 
berikut: 

Dolar A.S. (“US$”) 1 
Dolar Australia (“AU$”) 1 
Euro (“EUR”) 1 
Yen Jepang (“JPY”) 1 
Ringgit Malaysia (“MYR”) 1 

2019 

2018 

Beli 

Jual 

Beli 

Jual 

 13.880   
 9.724   
 15.559   
127,76   
 3.390   

 13.885   
 9.729   
 15.571   
127,82   
 3.394   

14.375   
10.157   
16.432   
130,56   
3.474   

14.385 
10.167 
16.446 
130,70 
3.480 

Laba atau rugi selisih kurs yang timbul, baik yang telah maupun yang belum direalisasi, dikreditkan 
atau dibebankan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian periode 
berjalan,  kecuali  untuk  selisih  kurs  yang  timbul  dari  pinjaman  selama  pembangunan  suatu  aset 
tertentu  yang  memenuhi  syarat  untuk  dikapitalisasi,  dimana  pinjaman  dapat  diatribusikan  terhadap 
pembangunan aset tersebut (Catatan 2l). 

r.  Pengakuan pendapatan dan beban 

i.  Pendapatan telepon selular 

Pendapatan dari jasa pascabayar, yang terdiri dari pendapatan pemakaian dan biaya abonemen 
bulanan diakui sebagai berikut: 

•  Pendapatan  pulsa  dan  pemakaian  atas  jasa  nilai  tambah  diakui  berdasarkan  penggunaan 

pelanggan.  

•  Biaya abonemen bulanan diakui sebagai pendapatan pada saat pelanggan berlangganan.  

27 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

2. 

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 

r.  Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan) 

i.  Pendapatan telepon selular (lanjutan) 

Pendapatan dari jasa prabayar, yang terdiri dari penjualan kartu perdana (yang berisi kartu SIM 
dan  voucer  perdana)  dan  voucer  isi  ulang  diakui  pertama  kali  sebagai  pendapatan  diterima  di 
muka dan diakui sebagai pendapatan berdasarkan jumlah panggilan yang berhasil dilakukan dan 
pemakaian  jasa  nilai  tambah  oleh  pelanggan  atau  pada  saat  sisa  pulsa  pada  voucer  prabayar 
telah habis masa berlakunya. 

ii.  Pendapatan sambungan telepon tidak bergerak 

Pendapatan dari pemakaian telepon diakui pada saat pelanggan memakai telepon tersebut. Biaya 
abonemen bulanan diakui sebagai pendapatan pada saat pelanggan berlangganan.  

Penerimaan  dari  instalasi  sambungan  telepon  tidak  bergerak  ditangguhkan  dan  diakui  sebagai 
pendapatan dengan dasar metode garis lurus sepanjang taksiran jangka waktu hubungan dengan 
pelanggan  berdasarkan  informasi  historis  dan  tren  pelanggan  serta  memperbarui  evaluasi 
tersebut setiap tahun. 

iii.  Pendapatan Indihome 

Pendapatan Indihome berasal dari pelanggan consumer yang berlangganan layanan internet atau 
lebih dari satu produk retail. Layanan tersebut ditawarkan berdasarkan pascabayar yang ditagih 
pada bulan berikutnya. Kontrak ditawarkan sebagai kontrak bulan ke bulan dan pendapatan diakui 
secara bulanan sesuai tagihan paket Indihome. 

Penerimaan  dari  instalasi  sambungan  Indihome  ditangguhkan  dan  diakui  sebagai  pendapatan 
dengan dasar metode garis lurus sepanjang taksiran jangka waktu hubungan dengan pelanggan 
berdasarkan  informasi  historis  dan  tren  pelanggan  serta  memperbarui  evaluasi  tersebut  setiap 
tahun. 

iv.  Pendapatan interkoneksi  

Pendapatan dari interkoneksi jaringan dengan penyelenggara telekomunikasi dalam negeri dan 
internasional  diakui  bulanan  berdasarkan  lalu  lintas  tercatat  aktual  untuk  bulan  tersebut. 
Pendapatan interkoneksi terdiri dari pendapatan yang berasal dari panggilan pelanggan operator 
lain  kepada  pelanggan  Grup  (incoming)  serta  panggilan  antar  pelanggan  operator  lain  yang 
melalui jaringan Grup (transit). 

 v.  Pendapatan data, internet, dan jasa teknologi informatika 

Pendapatan  dari  komunikasi  data  dan  internet  diakui  berdasarkan  pemakaian,  yang  diukur 
berdasarkan jangka waktu pemakaian internet atau berdasarkan jumlah biaya tetap tergantung 
pengaturan dengan pelanggan. 

Pendapatan  dari  penjualan,  instalasi  dan  implementasi  piranti  lunak  dan  perangkat  keras 
komputer, jasa pemasangan jaringan data komputer, dan instalasi diakui pada saat penyerahan 
barang kepada pelanggan atau instalasi perangkat. 

Pendapatan  dari  jasa  pengembangan  piranti  lunak  komputer  diakui  berdasarkan  metode 
persentase penyelesaian.  

28 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

2. 

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 

r.  Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan) 

vi.  Pendapatan jaringan 

Pendapatan  dari  jaringan  terdiri  dari  pendapatan  dari  sewa  sirkit  dan  transponder  satelit  yang 
diakui pada periode saat jasa diberikan. 

vii.  Pendapatan lainnya 

Pendapatan  dari  penjualan  periferal  atau  perangkat  telekomunikasi  lainnya  diakui  pada  saat 
penyerahan kepada pelanggan. 

Pendapatan sewa menara telekomunikasi diakui sebagai pendapatan dengan dasar garis lurus 
selama masa sewa sesuai kesepakatan dengan pelanggan. 

Pendapatan jasa lainnya diakui pada saat jasa diserahkan kepada pelanggan. 

viii. Multiple-element arrangements 

Ketika  dua  atau  lebih  barang  dan  jasa  yang  menghasilkan  pendapatan  dijual  sebagai  satu  unit 
penjualan, tiap barang atau jasa yang telah dikaji sebagai unit akuntansi terpisah dicatat secara 
terpisah.  Jumlah  pendapatan  dialokasikan  secara  terpisah  pada  tiap  barang  dan  jasa 
teridentifikasi  berdasarkan  nilai  wajar  masing-masing  barang  dan  jasa  tersebut  dan  kriteria 
pengakuan pendapatan yang tepat diterapkan pada tiap barang dan jasa sebagaimana dijelaskan 
di atas. 

ix.  Hubungan keagenan 

Pendapatan dalam hubungan keagenan dicatat sebesar jumlah tagihan bruto kepada pelanggan 
ketika  Grup  bertindak  sebagai  prinsipal  dalam  penjualan  barang  dan  jasa.  Pendapatan  dicatat 
sebesar jumlah bersih yang diperoleh (jumlah yang dibayarkan oleh pelanggan dikurangi jumlah 
yang  dibayarkan  kepada  pemasok)  ketika  secara  substansi  Grup  bertindak  sebagai  agen  dan 
memperoleh komisi dari pemasok atas penjualan barang dan jasa. 

 x.  Program loyalitas pelanggan 

Grup melaksanakan program loyalitas pelanggan dimana pelanggan dapat mengumpulkan poin 
penghargaan untuk setiap kelipatan tertentu pemakaian jasa telekomunikasi. Poin penghargaan 
dapat ditukarkan di masa depan dengan barang atau jasa secara gratis atau dengan potongan 
harga, sepanjang ketentuan program lainnya terpenuhi. 

Imbalan  yang  diterima  dialokasikan  antara  jasa  telekomunikasi  dan  poin  penghargaan  yang 
diberikan, dimana imbalan yang dialokasikan ke poin penghargaan adalah sebesar nilai wajarnya. 
Nilai wajar poin penghargaan ditentukan dengan menggunakan data historis tingkat penukaran 
poin penghargaan dari program sejenis.  

Nilai wajar poin penghargaan yang diberikan ditangguhkan dan diakui sebagai pendapatan ketika 
poin penghargaan tersebut ditukar oleh pelanggan atau telah habis masa berlakunya.  

xi.  Beban 

    Beban diakui pada saat terjadinya. 

s.  Imbalan kerja 

i.  

Imbalan kerja jangka pendek 

Seluruh  imbalan  kerja  jangka  pendek  yang  terdiri  dari  gaji  dan  imbalan  terkait,  tunjangan  cuti, 
insentif,  dan  imbalan  kerja  jangka  pendek  lain  diakui  sebagai  biaya  yang  tidak  didiskonto  saat 
karyawan telah memberikan jasa kepada Grup. 

29 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

2. 

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 

s.  Imbalan kerja (lanjutan) 

ii. 

Imbalan pasca kerja dan imbalan kerja jangka panjang lain 

Imbalan  pasca  kerja  terdiri  dari  program  pensiun  imbalan  pasti  yang  funded  dan  unfunded, 
program  pensiun  iuran  pasti,  imbalan  pasca  kerja  lainnya,  program  imbalan  kesehatan  pasca 
kerja  imbalan  pasti,  program  imbalan  kesehatan  kerja  iuran  pasti,  dan  kewajiban  berdasarkan 
undang-undang ketenagakerjaan. 

Imbalan kerja jangka panjang lain terdiri dari penghargaan masa kerja, cuti masa kerja, dan masa 
persiapan pensiun. 

Perhitungan biaya terkait dengan program imbalan pasca kerja dan imbalan kerja jangka panjang 
lain dilakukan oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode projected unit credit.     

Kewajiban  bersih  Perusahaan  berkaitan  dengan  imbalan  pasti  pensiun  dan  imbalan  kesehatan 
pasca  kerja  dihitung  sebesar  nilai  kini  dari  estimasi  imbalan  yang  akan  diperoleh  karyawan  di 
masa depan sehubungan dengan jasa di masa sekarang dan masa lalu, dikurangi dengan nilai 
wajar  dari  aset  program.  Nilai  kini  kewajiban  imbalan  pasti  ditentukan  dengan  mendiskontokan 
estimasi arus kas keluar di masa depan dengan menggunakan tingkat bunga obligasi pemerintah, 
yang  didenominasi  dalam  mata  uang  dimana  manfaat  akan  dibayarkan  dan  yang  mempunyai 
jangka waktu sampai dengan jatuh tempo mendekati jangka waktu kewajiban imbalan pasca kerja 
terkait.  Obligasi  pemerintah  digunakan  karena  tidak  ada  pasar  aktif  untuk  obligasi  korporat 
berkualitas tinggi. 

Aset  program  adalah  aset  yang  dimiliki  oleh  program  pensiun  imbalan  pasti  dan  imbalan 
kesehatan pasca kerja serta polis asuransi yang memenuhi syarat. Aset ini diukur pada nilai wajar 
pada  akhir  periode  pelaporan.  Nilai  wajar  polis  asuransi  adalah  jumlah  yang  sama  dengan 
kewajiban  yang  terkait  (dan  dapat  dikurangi  jika  jumlah  yang  dapat  diterima  dari  polis  asuransi 
tidak dapat diperoleh secara penuh). 

Pengukuran  kembali,  terdiri  dari  keuntungan  dan  kerugian  aktuarial,  dampak  batas  atas  aset 
(tidak  termasuk  jumlah  yang  dimasukkan  dalam  bunga  neto  atas  liabilitas  (aset)  imbalan  pasti 
neto) dan imbal hasil aset program (tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam bunga neto 
atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto) diakui pada ekuitas melalui penghasilan komprehensif lain 
di  periode  terjadinya.  Pengukuran  kembali  tidak  diklasifikasikan  ke  laba  rugi  di  periode 
selanjutnya. 

Biaya jasa lalu diakui di laba rugi pada tanggal yang lebih awal antara: 
(a)  ketika amandemen atau kurtailmen program terjadi; dan 
(b)  ketika Grup mengakui biaya restrukturisai terkait. 

Bunga  neto  dihitung  dengan  mengalikan  liabilitas  (aset)  imbalan  pasti  neto  dengan  tingkat 
diskonto. 

Laba atau rugi kurtailmen diakui apabila terdapat komitmen untuk melakukan pengurangan jumlah 
karyawan dalam jumlah yang material yang ditanggung oleh suatu program atau apabila terdapat 
perubahan ketentuan-ketentuan pada suatu program imbalan pasti, dimana bagian yang material 
dari  jasa  yang  diberikan  karyawan  pada  masa  depan  tidak  lagi  memberikan  imbalan,  atau 
memberikan imbalan yang lebih rendah. 

Laba  atau  rugi  penyelesaian  diakui  apabila  terdapat  transaksi  yang  menghapuskan  semua 
kewajiban  hukum  atau  konstruktif  atas  sebagian  atau seluruh  imbalan  dalam  program  manfaat 
pasti (selain pembayaran imbalan sesuai dengan ketentuan program dan termasuk dalam asumsi 
aktuaria). 

Untuk  program  iuran  pasti,  Perusahaan  membayar  iuran  secara  rutin  yang  merupakan  biaya 
berkala bersih untuk periode iuran tersebut dan dicatat sebagai bagian dari beban karyawan ketika 
terutang. 

30 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

2. 

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 

s.  Imbalan kerja (lanjutan) 

iii.   Kompensasi berbasis saham  

Perusahaan  menjalankan  program  kompensasi  berbasis  saham  dengan  penyelesaian 
menggunakan  ekuitas.  Nilai  wajar  dari  jasa  karyawan  yang  dikompensasikan  dengan  saham 
Perusahaan  diakui  sebagai  beban  pada  laporan  laba  rugi  dan  penghasilan  komprehensif  lain 
konsolidasian  dan  mengkredit  akun  tambahan  modal  disetor  pada 
tanggal  pemberian 
kompensasi. 

iv.  Pensiun dini (“Pendi”) 

Beban Pendi diakui pada saat Grup berkomitmen untuk membayar pesangon Pendi yang timbul 
sehubungan  dengan  tawaran  yang  diajukan  Grup  agar  karyawan  mengundurkan  diri  secara 
sukarela.  Grup  dianggap  berkomitmen  untuk  membayar  pesangon  Pendi  jika,  dan  hanya  jika, 
Grup telah memiliki rencana formal terinci yang tidak dapat dibatalkan. 

t.  Pajak  

Pajak Penghasilan (“PPh”) 

Pajak kini dan pajak tangguhan diakui sebagai penghasilan atau beban dalam laporan laba rugi dan 
penghasilan komprehensif lain konsolidasian, kecuali pajak penghasilan tersebut sehubungan dengan 
transaksi atau kejadian yang diakui secara langsung di ekuitas dimana pajak penghasilannya diakui 
secara langsung di ekuitas. 

Aset dan liabilitas pajak kini dihitung sebesar jumlah yang diperkirakan dapat diperoleh atau dibayar 
dengan menggunakan tarif dan ketentuan pajak yang telah ditetapkan pada setiap tanggal pelaporan. 
Manajemen  secara  periodik  mengevaluasi  perlakuan  pajak  yang  diterapkan  dalam  Surat 
Pemberitahuan  Tahunan  (“SPT  Tahunan”)  sehubungan  dengan  situasi  di  mana  aturan  pajak  yang 
berlaku  membutuhkan  interpretasi.  Jika  perlu,  manajemen  menentukan  provisi  berdasarkan  jumlah 
yang diperkirakan akan dibayar kepada Otoritas Pajak. 

Pemeriksaan pajak 

Perubahan  terhadap  liabilitas  perpajakan  dicatat  pada  saat  diterimanya  Surat  Ketetapan  Pajak 
(“SKP”)  atau  apabila  dilakukan  banding,  ketika  hasil  banding  sudah  diputuskan.  Jumlah  tambahan 
pokok dan denda pajak yang ditetapkan dengan SKP diakui sebagai pendapatan atau beban dalam 
laba rugi periode berjalan, kecuali jika diajukan upaya penyelesaian selanjutnya. Jumlah tambahan 
pokok  pajak  dan  denda  yang  ditetapkan  dengan  SKP  ditangguhkan  pembebanannya  sepanjang 
memenuhi  kriteria  pengakuan  aset.  Perubahan  dikarenakan  kesalahan  akan  disajikan  berdasarkan 
PSAK 25: Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan. 

Pajak tangguhan 

Grup mengakui aset dan liabilitas pajak tangguhan untuk semua perbedaan temporer antara dasar 
pengenaan pajak aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya pada setiap tanggal pelaporan. Grup juga 
mengakui  aset  pajak  tangguhan  yang  berasal  dari  manfaat  pajak  pada  masa  depan,  seperti 
kompensasi  rugi  fiskal,  jika  kemungkinan  realisasi  manfaat  tersebut  di  masa  depan  cukup  besar 
(probable).  Aset  pajak  tangguhan  dan  liabilitas  pajak  tangguhan  diukur  dengan  menggunakan  tarif 
pajak  dan  undang-undang  pajak  pada  setiap  tanggal  pelaporan  yang  diharapkan  berlaku  terhadap 
penghasilan kena pajak ketika aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan. 

Jumlah  tercatat  aset  pajak  tangguhan  direviu  pada  setiap  tanggal  pelaporan  dan  dikurangi  apabila 
tidak  lagi  terdapat  kemungkinan  besar  bahwa  laba  kena pajak  yang  memadai  akan  tersedia  untuk 
mengkompensasi sebagian atau semua manfaat aset pajak tangguhan. Aset pajak tangguhan yang 
tidak diakui ditinjau ulang pada setiap tanggal pelaporan dan akan diakui apabila besar kemungkinan 
bahwa  laba  fiskal  pada  masa  yang  akan  datang  akan  tersedia  untuk  pemulihannya.  Pengurangan 
pajak yang berasal dari pembalikan aset pajak tangguhan dikecualikan dari estimasi laba kena pajak 
masa depan. 

31 

 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

2. 

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 

t.  Pajak (lanjutan) 

Pajak tangguhan (lanjutan) 

Pajak tangguhan suatu transaksi diakui diluar laba rugi, diakui di luar laba rugi. Oleh karena itu, pajak 
tangguhan  atas  transaksi  tersebut  diakui  dalam  penghasilan  komprehensif  lain  konsolidasian  atau 
diakui langsung di ekuitas. 

Aset and liabilitas pajak tangguhan disajikan saling hapus di laporan posisi keuangan konsolidasian, 
jika dan hanya jika entitas memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling 
hapus  aset  dan  liabilitas  pajak  kini  dan  aset  dan  liabilitas  pajak  tangguhan  terkait  dengan  pajak 
penghasilan yang dikenakan oleh Otoritas Pajak yang sama atas entitas kena pajak yang sama atau 
entitas kena pajak yang berbeda yang memiliki intensi untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini 
dengan dasar neto, atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan, pada 
setiap  periode  masa  depan  di  mana  jumlah  signifikan  atas  aset  atau  liabilitas  pajak  tangguhan 
diharapkan untuk dipulihkan atau diselesaikan. 

Pajak Pertambahan Nilai (“PPN”) 

Pendapatan, beban-beban dan aset-aset diakui neto atas jumlah PPN kecuali: 
i. 

PPN yang muncul dari pembelian aset atau jasa yang tidak dapat dikreditkan oleh kantor pajak, 
yang dalam hal ini PPN diakui sebagai bagian dari biaya perolehan aset atau sebagai bagian 
dari item beban-beban yang diterapkan; dan 
Piutang dan utang yang disajikan termasuk dengan jumlah PPN 

ii. 

Ketidakpastian dalam perlakuan pajak penghasilan 

Sesuai  dengan  ISAK  34:  Ketidakpastian  dalam  Perlakuan  Pajak  Penghasilan  yang  berlaku  efektif 
pada tanggal 1 Januari 2019, pengakuan dan pengukuran aset dan liabilitas pajak yang mengandung 
ketidakpastian  perlakuan  pajak  penghasilan  ditentukan  dengan  mempertimbangkan  apakah 
diperlakukan  secara  terpisah  atau  bersamaan,  penggunaan  asumsi  tentang  pemeriksaan  atas 
perlakuan  pajak  tidak  pasti  oleh  otoritas  perpajakan,  pertimbangan  apakah  besar  kemungkinan 
Otoritas Pajak akan menerima perlakuan pajak tidak pasti dan penilaian kembali pertimbangan atau 
estimasi yang disyaratkan jika terjadi perubahan fakta dan keadaan.  

Pajak final 

Peraturan perpajakan Indonesia mengatur beberapa jenis penghasilan dikenakan pajak yang bersifat 
final. Pajak final yang dikenakan atas nilai bruto transaksi tetap dikenakan walaupun atas transaksi 
tersebut  pelaku  transaksi  mengalami  kerugian.  Mengacu  pada  revisi  PSAK  46,  pajak  final  tersebut 
tidak termasuk dalam lingkup yang diatur oleh PSAK 46. 

Pajak  final  atas  jasa  konstruksi  dan  sewa  disajikan  sebagai  bagian  dari  “Penghasilan  (Beban)  
Lain-Lain - bersih”. 

u.  Instrumen keuangan  

Grup mengklasifikasikan instrumen keuangan dalam bentuk aset keuangan dan liabilitas keuangan. 
Aset dan liabilitas keuangan diakui pertama kali pada nilai wajar termasuk biaya transaksi. Aset dan 
liabilitas  keuangan  ini  selanjutnya  diukur  pada  nilai  wajar  atau  biaya  diamortisasi  menggunakan 
metode bunga efektif sesuai dengan klasifikasinya.  

i.  Aset keuangan 

Grup  mengklasifikasikan  aset  keuangannya  sebagai:  (i)  aset  keuangan  yang  diukur  pada  nilai 
wajar  melalui  laporan  laba  rugi,  (ii)  pinjaman  yang  diberikan  dan  piutang,  (iii)  aset  keuangan 
dimiliki hingga jatuh tempo, atau (iv) aset keuangan tersedia untuk dijual. Klasifikasi ini tergantung 
dari tujuan perolehan aset keuangan tersebut. Manajemen menentukan klasifikasi aset keuangan 
tersebut pada saat awal pengakuannya. 

32 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

2. 

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 

u.  Instrumen keuangan (lanjutan) 

i. 

 Aset keuangan (lanjutan) 

Pembelian atau penjualan aset keuangan yang memerlukan penyerahan aset dalam kurun waktu 
yang  telah  ditetapkan  oleh  peraturan  atau  kebiasaan  yang  berlaku  di  pasar  (pembelian  yang 
lazim)  diakui  pada  tanggal  perdagangan,  yaitu  tanggal  Grup  berkomitmen  untuk  membeli  atau 
menjual aset tersebut. 

Aset keuangan Grup termasuk kas dan setara kas, aset keuangan lancar lainnya, piutang usaha 
dan piutang lain-lain, aset keuangan tidak lancar lainnya dan penyertaan jangka panjang. 

(a)  Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi 

Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi termasuk aset keuangan yang 
diperdagangkan.  Aset  keuangan  diklasifikasikan  sebagai  aset  keuangan  yang 
diperdagangkan  jika  perolehannya  ditujukan  untuk  dijual  atau  dibeli  kembali  dalam  waktu 
dekat dan terdapat bukti adanya kecenderungan untuk mengambil keuntungan dalam jangka 
pendek. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar disajikan sebagai 
(beban)/penghasilan  lain-lain  pada  laporan  laba  rugi  dan  penghasilan    komprehensif  lain 
konsolidasian dalam periode timbulnya keuntungan atau kerugian tersebut. 

Tidak  ada  aset  keuangan  yang  diklasifikasi  sebagai  aset  keuangan  yang  diukur  pada  nilai 
wajar melalui laporan laba rugi pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018. 

(b)   Pinjaman yang diberikan dan piutang 

Pinjaman  yang  diberikan  dan  piutang  adalah  aset  keuangan  non-derivatif  dengan 
pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif.  

Pinjaman yang diberikan dan piutang meliputi, antara lain, kas dan setara kas, aset keuangan 
lancar lainnya, piutang usaha dan piutang lain-lain, dan aset keuangan tidak lancar lainnya 
(piutang usaha jangka panjang dan kas yang dibatasi penggunaannya). 

Pinjaman yang diberikan dan piutang pada awalnya diakui pada nilai wajar termasuk biaya 
transaksi  dan  selanjutnya  diukur  pada  biaya  diamortisasi,  menggunakan  metode  bunga 
efektif. 

(c)  Aset keuangan dimiliki hingga jatuh tempo 

Investasi  dalam  kelompok  dimiliki  hingga  jatuh  tempo  adalah  aset  keuangan  non-derivatif 
dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan jatuh temponya telah ditetapkan, serta 
manajemen  mempunyai  intensi  positif  dan  kemampuan  untuk  memiliki  aset  keuangan 
tersebut hingga jatuh tempo, kecuali: 
• 

investasi yang pada saat pengakuan awal ditetapkan Grup sebagai aset keuangan yang 
diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi;  
investasi yang ditetapkan oleh Grup sebagai kelompok tersedia untuk dijual; dan 
investasi yang memenuhi definisi pinjaman yang diberikan dan piutang.  

• 
• 

Tidak  ada  aset  keuangan  yang  diklasifikasi  sebagai  kelompok  dimiliki  hingga  jatuh  tempo 
pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018. 

33 

 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

2. 

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 

u.  Instrumen keuangan (lanjutan) 

i.  Aset keuangan (lanjutan) 

(d)  Aset keuangan tersedia untuk dijual 

Investasi  dalam  kelompok  tersedia  untuk  dijual  adalah  aset  keuangan  non-derivatif  yang 
ditujukan untuk dimiliki sampai periode yang tidak ditentukan, yang mana dapat dijual dalam 
rangka  pemenuhan  likuiditas  atau  perubahan  suku  bunga,  valuta  asing  atau  yang  tidak 
diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang, investasi yang diklasifikasikan 
dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo atau aset keuangan yang diukur pada nilai wajar 
melalui laporan laba rugi. Aset keuangan tersedia untuk dijual terdiri dari reksadana, obligasi 
korporasi dan negara, dan modal saham yang dicatat sebagai “Aset keuangan lancar lainnya” 
dan “Penyertaan jangka panjang” di dalam laporan posisi keuangan konsolidasian. 

Penyertaan  pada  efek  yang  tersedia  untuk  dijual  (available-for-sale  investment)  dinyatakan 
sebesar nilai wajarnya. Laba atau rugi yang belum direalisasi atas efek yang tersedia untuk 
dijual tidak diakui sebagai pendapatan periode berjalan, dan dilaporkan sebagai komponen 
terpisah  pada  bagian  ekuitas  di  laporan  posisi  keuangan  konsolidasian  hingga  terealisasi. 
Laba atau rugi yang telah direalisasi atas efek yang tersedia untuk dijual dicatat pada laporan 
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian, dan dihitung berdasarkan metode 
identifikasi khusus.  

ii.  Liabilitas keuangan  

Grup mengklasifikasikan liabilitas keuangannya sebagai (a) liabilitas keuangan yang diukur pada 
nilai  wajar  melalui  laporan  laba  rugi  atau  (b)  liabilitas  keuangan  yang  diukur  dengan  biaya 
perolehan diamortisasi. 

Liabilitas keuangan Grup terdiri dari utang usaha, utang lain-lain, beban yang masih harus dibayar, 
pinjaman,  dan  liabilitas  lainnya.  Pinjaman  termasuk  utang  bank  jangka  pendek,  pinjaman 
penerusan,  obligasi  dan  wesel  bayar,  utang  bank  jangka  panjang,  pinjaman  lainnya  dan  utang 
sewa pembiayaan. 

(a)  Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi 

Liabilitas  keuangan  yang  diukur  pada  nilai  wajar  melalui  laporan  laba  rugi  adalah  liabilitas 
keuangan  yang  diperdagangkan.  Liabilitas  keuangan  diklasifikasikan  sebagai  liabilitas 
keuangan yang diperdagangkan jika perolehannya ditujukan untuk dijual atau dibeli kembali 
dalam waktu dekat dan terdapat bukti adanya kecenderungan untuk mengambil keuntungan 
dalam jangka pendek.  

Tidak  ada  liabilitas  keuangan  yang  diklasifikasikan  sebagai  liabilitas  keuangan  yang 
diperdagangkan pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018. 

(b)  Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi 

Liabilitas keuangan yang tidak diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada 
nilai wajar melalui laporan laba rugi diklasifikasikan dalam kategori ini dan diukur pada biaya 
perolehan  diamortisasi.  Liabilitas  keuangan  yang  diukur  pada  biaya  perolehan  diamortisasi 
antara  lain  utang  usaha,  utang  lain-lain,  beban  yang  masih  harus  dibayar,  pinjaman,  dan 
liabilitas  lainnya.  Pinjaman  termasuk  utang  bank  jangka  pendek,  pinjaman  penerusan, 
obligasi  dan  wesel  bayar,  utang  bank  jangka  panjang,  pinjaman  lainnya  dan  utang  sewa 
pembiayaan. 

34 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

2. 

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 

u.  Instrumen keuangan (lanjutan) 

iii.  Saling hapus instrumen keuangan 

Aset  keuangan  dan  liabilitas  keuangan  disaling  hapus  dan  jumlah  netonya  dilaporkan  pada 
laporan  posisi  keuangan  konsolidasian  ketika  terdapat  hak  yang  berkekuatan  hukum  untuk 
melakukan  saling  hapus  atas  jumlah  yang  telah  diakui  tersebut  dan  adanya  niat  untuk 
merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara simultan. Hak saling hapus harus tidak 
kontinjen  atas  peristiwa  di  masa  depan  dan  harus  dapat  dipaksakan  secara  hukum  terhadap 
seluruh keadaan sebagai berikut: 

(a)  situasi bisnis yang normal; 
(b)  peristiwa kegagalan; dan 
(c)  peristiwa kepailitan atau kebangkrutan dari Grup dan seluruh pihak lawan. 

iv.  Pengukuran nilai wajar instrumen keuangan 

Nilai  wajar  adalah  suatu  jumlah  dimana  aset  dapat  ditukar  atau  liabilitas  dapat  diselesaikan 
dengan transaksi yang dilakukan secara wajar. 

Nilai  wajar  instrumen  keuangan  yang  diperdagangkan  dalam  pasar  aktif  pada  setiap  tanggal 
pelaporan  ditentukan  berdasarkan  referensi  harga  pasar  kuotasian,  tanpa  dikurangi  biaya 
transaksi. 

Untuk  instrumen  keuangan  yang  tidak  diperdagangkan  dalam  pasar  aktif,  nilai  wajarnya 
ditentukan berdasarkan teknik penilaian yang sesuai. Teknik penilaian tersebut meliputi transaksi 
pasar  wajar  terkini,  referensi  kepada  nilai  wajar  kini  instrumen  keuangan  lainnya  yang  secara 
substansi adalah serupa dan analisis arus kas diskonto atau model penilaian lainnya. 

Analisis nilai wajar instrumen keuangan dan rincian lebih lanjut mengenai penentuan nilai wajar 
diungkapkan dalam Catatan 35. 

v.  Penurunan nilai aset keuangan 

Grup  mendeteksi  penurunan  nilai  aset  keuangannya  apabila  terdapat  bukti  objektif  adanya 
peristiwa merugikan (“loss event”) yang menimbulkan pengaruh negatif terhadap arus kas masa 
depan dari suatu aset keuangan. Penurunan nilai tersebut diakui apabila loss event tersebut dapat 
diperkirakan  secara  andal  telah  terjadi.  Kerugian  yang  diperkirakan  akan  timbul  akibat  dari 
peristiwa masa depan tidak boleh diakui, terlepas hal tersebut sangat mungkin terjadi.  

Untuk aset keuangan yang diukur pada biaya diamortisasi, Grup terlebih dahulu menilai apakah 
penurunan  nilai  terjadi  secara  individual  untuk  aset  keuangan  yang  secara  individu  memang 
signifikan, atau secara gabungan apabila aset keuangan tersebut secara individu tidak signifikan. 
Jika Grup tidak menemukan bukti yang objektif atas penurunan nilai aset keuangan yang dinilai 
secara  individu,  terlepas  apakah  signifikan  maupun  tidak,  aset  keuangan  tersebut  dimasukkan 
dalam kelompok aset keuangan dengan karakteristik risiko kredit serupa dan menilai penurunan 
nilai kelompok tersebut secara kolektif. Aset yang penurunan nilainya dinilai secara individual, dan 
untuk  itu  kerugian  penurunan  nilai  diakui  atau  tidak  diakui,  tidak  termasuk  dalam  penilaian 
penurunan nilai secara kolektif.   

Penurunan nilai aset keuangan yang diukur pada biaya diamortisasi diukur dari perbedaan antara 
nilai tercatat aset keuangan dengan nilai kini dari estimasi arus kas masa depan (diluar rugi kredit 
yang diperkirakan muncul di masa depan yang belum terjadi saat ini). Arus kas masa depan ini 
didiskontokan menggunakan suku bunga efektif awal dari aset keuangan tersebut. Nilai tercatat 
aset berkurang melalui penggunaan akun cadangan dan jumlah kerugian yang terjadi diakui pada 
laba rugi. 

35 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

2. 

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 

u.  Instrumen keuangan (lanjutan) 

v.  Penurunan nilai aset keuangan (lanjutan) 

Untuk aset keuangan tersedia untuk dijual, pada setiap tanggal pelaporan Grup menilai apakah 
terdapat bukti objektif bahwa suatu investasi atau grup investasi mengalami penurunan nilai. Jika 
penurunan  dalam  nilai  wajar  atas  aset  keuangan  tersedia  untuk  dijual  telah  diakui  dalam 
pendapatan  komprehensif  lain  konsolidasian  dan  terdapat  bukti  objektif  bahwa  aset  tersebut 
mengalami  penurunan  nilai,  maka  kerugian  kumulatif  yang  sebelumnya  telah  diakui  dalam 
pendapatan komprehensif lain konsolidasian diakui dalam laba rugi sebagai kerugian penurunan 
nilai.  Jumlah  kerugian  kumulatif  tersebut  merupakan  selisih  antara  biaya  perolehan  (setelah 
dikurangi pelunasan pokok dan amortisasi) dengan nilai wajar kini, dikurangi kerugian penurunan 
nilai aset keuangan yang sebelumnya telah diakui. 

vi.  Penghentian pengakuan instrumen keuangan 

Grup menghentikan pengakuan aset keuangan saat hak kontraktual atas arus kas yang berasal 
dari aset keuangan tersebut berakhir, atau saat seluruh resiko dan manfaat dari aset keuangan 
tersebut ditransfer secara substansial kepada pihak lain.  

Grup menghentikan pengakuan liabilitas keuangan saat kewajiban kontraktual untuk membayar 
dilepaskan, dibatalkan atau berakhir. 

v.  Sukuk Ijarah 

Sukuk Ijarah yang diterbitkan oleh Grup diakui sebesar nilai nominal, disesuaikan dengan premium 
atau  diskonto  dan  biaya  transaksi  terkait.  Perbedaan  antara  nilai  tercatat  dan  nilai  nominal 
diamortisasi secara garis lurus selama jangka waktu sukuk dan diakui pada laporan laba rugi sebagai 
beban penerbitan sukuk.  

 Sukuk  Ijarah,  setelah  disesuaikan  dengan  premium  atau  diskonto  dan  biaya  transaksi  yang  belum 
diamortisasi, disajikan sebagai bagian dari liabilitas. 

w.  Modal saham yang diperoleh kembali 

Saham  diperoleh kembali  dicatat  dengan  menggunakan  nilai  perolehannya  sebagai  “Modal  Saham 
yang  Diperoleh  Kembali”  dan  disajikan  sebagai  pengurang  modal  saham.  Harga  pokok  dari 
penjualan/pengalihan saham yang diperoleh kembali dicatat dengan menggunakan metode rata-rata 
tertimbang.  Modal  saham  diperoleh  kembali  yang  dialihkan  dalam  bentuk kepemilikan  saham 
karyawan  dicatat  sebesar  nilai  wajarnya.  Selisih  antara  harga  perolehan  kembali  dan  harga  jual 
kembali/nilai pengalihan saham dicatat sebagai "Tambahan Modal Disetor". 

x.  Dividen 

Pembagian  dividen  kepada  para  pemegang  saham  Perusahaan  diakui  sebagai  liabilitas  dalam 
laporan keuangan konsolidasian pada periode ketika dividen tersebut disetujui oleh para pemegang 
saham  Perusahaan.  Untuk  dividen  interim,  Perusahaan  mengakui  sebagai  liabilitas  berdasarkan 
keputusan Rapat Direksi dengan persetujuan Rapat Dewan Komisaris. 

y.  Laba per saham dan laba per ADS 

Laba  per  saham  dasar  dihitung  dengan  membagi  laba  periode  berjalan  yang  dapat  diatribusikan 
kepada pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar selama periode 
tersebut. Laba per ADS dihitung dengan mengalikan laba per saham dasar dengan 100, yaitu jumlah 
lembar saham per ADS. 

Perusahaan tidak memiliki instrumen keuangan yang berpotensi dilutif. 

36 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

2.  IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 

z. 

Informasi segmen 

Informasi segmen Grup disajikan menurut segmen operasi yang telah diidentifikasi. Segmen operasi 
adalah suatu komponen dari entitas: 
i. 

yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang mana memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban 
(termasuk  pendapatan  dan  beban  terkait  dengan  transaksi  dengan  komponen  lain  dari  entitas 
yang sama); 

ii.  hasil  operasinya  direviu  secara  reguler  oleh  Pengambil  Keputusan  Operasional  (PKO)  Grup, 
misalnya Dewan Direksi untuk membuat keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada 
segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan 
tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan. 

iii. 

aa.  Provisi 

Provisi  diakui  ketika Grup memiliki  kewajiban  kini  (baik  bersifat  hukum  maupun  bersifat  konstruktif) 
sebagai  akibat  peristiwa  masa 
tersebut 
mengakibatkan  arus  keluar  sumber  daya  yang  mengandung  manfaat  ekonomi  dan  estimasi  yang 
andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat. 

lalu,  besar  kemungkinan  penyelesaian  kewajiban 

Provisi untuk kontrak yang memberatkan diakui ketika kontrak tersebut menjadi memberatkan sebesar 
mana yang lebih rendah antara biaya neto memenuhi kontrak dengan denda atau kompensasi yang 
dibayar jika tidak memenuhi kontrak. 

ab.  Penurunan nilai aset non-keuangan 

Pada  setiap  akhir  periode  pelaporan,  Grup  menilai  apakah  terdapat  indikasi  suatu  aset  mengalami 
penurunan  nilai.  Jika  terdapat  indikasi  tersebut,  maka  jumlah  terpulihkan  diestimasi  untuk  aset 
individual.  Jika  tidak  mungkin  untuk  mengestimasi  jumlah  terpulihkan  aset  individual,  maka  Grup 
menentukan  jumlah  terpulihkan  dari  Unit  Penghasil  Kas  (“UPK”)  yang  mana  aset  tercakup 
(“aset UPK”). 

Jumlah terpulihkan dari suatu aset (baik aset individual maupun UPK) adalah jumlah yang lebih tinggi 
antara nilai wajarnya dikurangi biaya pelepasan dengan nilai  pakainya. Jika nilai tercatat aset lebih 
besar daripada jumlah terpulihkannya, maka aset tersebut dianggap mengalami penurunan nilai dan 
nilai tercatat aset diturunkan nilai menjadi sebesar nilai terpulihkannya. Dalam menghitung nilai pakai, 
estimasi arus kas masa depan neto didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat diskonto 
sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas 
aset. 

Dalam  menentukan  nilai  wajar  dikurangi  biaya  untuk  menjual,  digunakan  harga  penawaran  pasar 
terakhir, jika tersedia. Jika tidak terdapat transaksi tersebut, Grup menggunakan model penilaian yang 
sesuai  untuk  menentukan  nilai  wajar  aset.  Perhitungan-perhitungan  ini  dikuatkan  oleh  penilaian 
berganda atau indikator nilai wajar lain yang tersedia. 

Rugi penurunan nilai dari operasi yang berkelanjutan dibebankan pada operasi berjalan dan disajikan 
sebagai  bagian  dari  “Penyusutan  dan  Amortisasi”  pada  laporan  laba  rugi  dan  penghasilan 
komprehensif lain konsolidasian. 

Pada  setiap  akhir  periode  pelaporan, Grup menilai  apakah  terdapat  indikasi  bahwa  rugi  penurunan 
nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya, untuk aset selain goodwill, mungkin tidak ada lagi 
atau  mungkin  telah  menurun.  Jika  indikasi  dimaksud  ditemukan,  maka  jumlah  terpulihkan  aset 
tersebut diestimasi. Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya, untuk aset 
selain  goodwill,  dibalik  hanya  jika  terdapat  perubahan  asumsi-asumsi  yang  digunakan  untuk 
menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui. Pembalikan 
tersebut dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun jumlah 
tercatat yang telah ditentukan, neto setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi penurunan  nilai 
yang telah diakui untuk aset tersebut pada periode sebelumnya. Pemulihan rugi penurunan nilai diakui 
dalam laba rugi konsolidasian. 

37 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

2.  IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 

ab.  Penurunan nilai aset non-keuangan (lanjutan) 

Penurunan nilai goodwill diuji setiap tahun dan ketika terdapat keadaan yang mengindikasikan adanya 
penurunan  nilai.  Penurunan  nilai  untuk  goodwill  ditentukan  dengan  menilai  jumlah  terpulihkan  dari 
UPK (atau kelompok UPK) yang mana goodwill tercakup. Jika nilai terpulihkan dari UPK lebih rendah 
dari nilai tercatatnya, maka rugi penurunan nilai diakui. Rugi penurunan nilai atas goodwill tidak dapat 
dipulihkan pada periode mendatang. 

ac.  Klasifikasi lancar dan tidak lancar 

Grup  menyajikan  aset  dan  liabilitas  dalam  laporan  posisi  keuangan  konsolidasian  berdasarkan 
klasifikasi lancar/tak lancar. Suatu aset disajikan lancar bila: 
i.  akan direalisasi, dijual atau dikonsumsi dalam siklus operasi normal, 
ii.  untuk diperdagangkan, 
iii.  akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau kas atau setara kas kecuali yang 
dibatasi penggunaannya atau akan digunakan untuk melunasi suatu liabilitas dalam paling lambat 
12 bulan setelah tanggal pelaporan. 

Aset yang tidak memenuhi kriteria di atas, diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar.  

Suatu liabilitas disajikan lancar bila: 
i.  akan dilunasi dalam siklus operasi normal, 
ii.  untuk diperdagangkan, 
iii.  akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau 
iv.  tidak  ada  hak  tanpa  syarat  untuk  menangguhkan  pelunasannya  dalam  paling  tidak  12  bulan 

setelah tanggal pelaporan. 

Liabilitas yang tidak memenuhi kriteria di atas, diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang.  

Aset dan liabilitas pajak tangguhan diklasifikasikan sebagai aset dan liabilitas tidak lancar. 

ad.  Pertimbangan, estimasi dan asumsi akuntansi yang penting 

Penyusunan  laporan  keuangan  konsolidasian  Grup  mengharuskan  manajemen  untuk  membuat 
keputusan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah pendapatan, beban, aset dan liabilitas 
yang  dilaporkan,  dan  pengungkapan  yang  menyertainya,  dan  pengungkapan  liabilitas  kontinjensi, 
pada akhir periode pelaporan. 

Ketidakpastian  tentang  asumsi  dan  perkiraan  ini  dapat  menghasilkan  hasil  yang  memerlukan 
penyesuaian  material  terhadap  nilai  tercatat  aset  dan  liabilitas  yang  terpengaruh  pada  periode 
mendatang. 

i.  Pertimbangan 

Pertimbangan berikut  ini  dibuat  oleh  manajemen  dalam  rangka  penerapan  kebijakan  akuntansi 
Grup yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan 
konsolidasian: 

Pajak penghasilan 

Pertimbangan  signifikan  diperlukan  dalam  menentukan  provisi  pajak  penghasilan.  Terdapat 
banyak transaksi dan perhitungan yang hasil pajak akhirnya tidak pasti. Grup mengakui liabilitas 
untuk  area  pemeriksaan  pajak  yang  diantisipasi  berdasarkan  estimasi  apakah  tambahan  pajak 
akan terutang. Jika hasil akhir pajak berbeda dengan jumlah yang sudah dicatat, selisihnya akan 
mempengaruhi aset dan liabilitas pajak kini dan tangguhan pada periode ditentukannya hasil pajak 
tersebut. Rincian atas sifat dan jumlah tercatat pajak penghasilan diungkapkan pada Catatan 25. 

38 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

2.  IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 

ad.  Pertimbangan estimasi dan asumsi akuntansi yang penting (lanjutan) 

ii.  Estimasi dan asumsi 

Estimasi  dan  asumsi  terus  dievaluasi  dan  didasarkan  kepada  pengalaman  historis  dan  faktor-
faktor  lain,  termasuk  ekspektasi  peristiwa masa  depan  yang  diyakini  wajar  berdasarkan  kondisi 
yang ada. 

Grup membuat estimasi dan asumsi mengenai masa depan. Estimasi akuntansi yang dihasilkan, 
menurut  definisi,  jarang  yang  sama  dengan  hasil  aktualnya.  Estimasi  dan  asumsi  pada  saat 
tanggal pelaporan yang secara signifikan berisiko menyebabkan penyesuaian material terhadap 
jumlah  tercatat  aset  dan  liabilitas  selama  satu  tahun  laporan  keuangan  ke  depan  dipaparkan  
di bawah. 

(a)  Imbalan pasca kerja 

Nilai  kini  kewajiban  imbalan  pasca  kerja  tergantung  pada  beberapa  faktor  yang  ditentukan 
dengan  dasar  aktuaria  berdasarkan  beberapa  asumsi.  Asumsi  yang  digunakan  untuk 
menentukan  biaya  (penghasilan)  pensiun  neto  mencakup  tingkat  diskonto  dan  tingkat 
pengembalian  investasi.  Perubahan  asumsi  ini  akan mempengaruhi  jumlah  tercatat  liabilitas 
imbalan pasca kerja. 

Grup menentukan tingkat diskonto yang sesuai pada akhir periode pelaporan. Tingkat diskonto 
tersebut  adalah  tingkat  suku  bunga  yang  harus  digunakan  untuk  menentukan  nilai  kini  dari 
estimasi arus kas keluar masa depan yang diharapkan untuk menyelesaikan kewajiban. Dalam 
menentukan  tingkat  suku  bunga  yang  sesuai,  Grup  mempertimbangkan  tingkat  suku  bunga 
obligasi pemerintah yang didenominasikan dalam mata uang imbalan yang akan dibayar dan 
memiliki jangka waktu yang serupa dengan jangka waktu liabilitas yang terkait. 

Jika terdapat peningkatan peringkat seperti pada obligasi pemerintah atau penurunan tingkat 
bunga sebagai hasil dari peningkatan kondisi ekonomi, maka akan terdapat dampak material 
terhadap tingkat diskonto yang digunakan dalam menentukan kewajiban pasca kerja.  

Asumsi kunci kewajiban imbalan pasca kerja lainnya sebagian ditentukan berdasarkan kondisi 
pasar saat ini. Informasi tambahan diungkapkan pada Catatan 28 dan 29. 

(b)  Umur manfaat aset tetap 

 Grup mengestimasi umur manfaat aset tetap berdasarkan ekspektasi penggunaan aset oleh 
Grup dengan mempertimbangkan rencana strategi usaha, perkembangan teknologi di masa 
depan,  dan  perilaku  pasar.  Estimasi  umur  manfaat  aset  tetap  adalah  berdasarkan  pada 
penelaahan  Grup  secara  kolektif  terhadap  praktik  industri,  evaluasi  teknis  internal,  dan 
pengalaman untuk aset yang sejenis.  

 Grup melakukan reviu atas estimasi umur manfaat sekurang-kurangnya setiap akhir periode 
pelaporan  dan  diperbarui  jika  ekspektasi  berbeda  dengan  estimasi  sebelumnya,  yang 
dikarenakan adanya perubahan ekspektasi daya pakai aset akibat pemakaian dan kerusakan 
fisik,  keusangan  secara  teknis  atau  komersial  dan  hukum  atau  pembatasan  lain  atas 
penggunaan aset. Jumlah beban tercatat setiap tahun akan terpengaruh oleh perubahan atas 
faktor-faktor  dan  situasi  tersebut.  Perubahan  estimasi  umur  manfaat  aset  tetap  merupakan 
perubahan  estimasi  akuntansi  dan  diakui  secara  prospektif  dalam  laporan  laba  rugi  pada 
periode perubahan dan periode mendatang. 

 Rincian atas sifat dan jumlah tercatat atas aset tetap diungkapkan pada Catatan 9. 

39 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

2. 

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 

ad.  Pertimbangan estimasi dan asumsi akuntansi yang penting (lanjutan) 

ii.  Estimasi dan asumsi (lanjutan) 

(c)  Provisi untuk penurunan nilai piutang 

Grup mengevaluasi adanya bukti obyektif bahwa piutang usaha mengalami penurunan nilai 
pada setiap akhir periode pelaporan. Provisi atas penurunan nilai piutang usaha dan piutang 
lain-lain, dihitung berdasarkan kondisi terkini dan tingkat ketertagihan historis piutang usaha. 
Provisi ini disesuaikan secara berkala untuk mencerminkan hasil aktual dan taksiran. Rincian 
atas sifat dan jumlah tercatat provisi penurunan nilai piutang diungkapkan pada Catatan 5. 

(d)  Uji penurunan nilai aset tidak lancar dan goodwill 

Penerapan metode akuisisi dalam suatu kombinasi bisnis mensyaratkan penggunaan estimasi 
akuntansi  secara  ekstensif  dalam  mengalokasikan  harga  beli  kepada  nilai  pasar  wajar  aset 
dan  liabilitas  yang  diakuisisi,  termasuk  aset  takberwujud.    Akuisisi  bisnis tertentu  oleh Grup 
menimbulkan  goodwill,  yang  tidak  diamortisasi  namun  diuji  bagi  penurunan  nilai  setiap 
tahunnya dan setiap terdapat indikasi penurunan nilai.  

Perhitungan  arus  kas  masa  depan  dalam  menentukan  nilai  wajar  aset  tetap  dan  aset  tidak 
lancar  lainnya  dari  entitas  yang  diakuisisi  pada  tanggal  akuisisi  melibatkan  estimasi  yang 
signifikan. Walaupun manajemen berkeyakinan bahwa asumsi yang digunakan adalah tepat 
dan  memiliki  dasar  yang  kuat,  perubahan  signifikan  pada  asumsi 
tersebut  dapat 
mempengaruhi  secara  material  evaluasi  atas  nilai  terpulihkan  dan  dapat  menimbulkan 
penurunan nilai sesuai PSAK 48: Penurunan Nilai Aset. 

(e)  Akuisisi 

Grup  mengevaluasi  setiap  transaksi  akuisisi  untuk  menentukan  akan  diperlakukan  sebagai 
akuisisi aset atau kombinasi bisnis. Untuk transaksi yang diperlakukan sebagai akuisisi aset, 
harga  pembelian  dialokasikan  untuk  aset  yang  diperoleh,  tanpa  pengakuan goodwill.  Untuk 
akuisisi  yang  memenuhi  definisi  kombinasi  bisnis,  Grup  menerapkan  metode  akuisisi 
akuntansi atas aset yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih dicatat pada nilai wajar pada 
tanggal akuisisi, dan hasil operasi disertakan dengan hasil Grup dari tanggal akuisisi masing-
masing. 

Setiap  kelebihan  dari  harga  pembelian  dibayar  atas  jumlah  yang  diakui  untuk  aset  yang 
diperoleh dan liabilitas diambil alih dicatat sebagai goodwill. Grup terus mengevaluasi akuisisi 
yang diperhitungkan sebagai kombinasi bisnis untuk jangka waktu tidak melebihi satu tahun 
setelah  tanggal  akuisisi  yang  berlaku  dari  setiap  transaksi  untuk  menentukan  apakah 
penyesuaian tambahan diperlukan untuk alokasi harga pembelian yang dibayarkan untuk aset 
yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih. Nilai wajar dari aset yang diperoleh dan liabilitas 
yang  diambil  alih  biasanya  ditentukan  dengan  menggunakan  salah  satu  perkiraan  biaya 
penggantian atau metode penilaian arus kas diskonto. Ketika menentukan nilai wajar dari aset 
berwujud yang diperoleh, Grup memperkirakan biaya untuk mengganti aset dengan aset baru 
dengan mempertimbangkan faktor seperti umur, kondisi dan masa manfaat ekonomi dari aset. 
Ketika menentukan nilai wajar dari aset tidak berwujud yang diperoleh, Grup memperkirakan 
tingkat diskonto yang berlaku dan waktu dan jumlah arus kas masa depan, termasuk tingkat 
dan persyaratan atas perpanjangan dan pengurangan. 

40 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

3.  KAS DAN SETARA KAS  

Kas 
Bank 

Pihak berelasi 

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (“Bank Mandiri”) 

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (“BNI”) 

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (“BRI”) 

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (“BTN”) 
Lain-lain 

Sub-jumlah 

Pihak ketiga 

PT Bank Permata Tbk. (“Bank Permata”) 

PT Bank HSBC Indonesia ("HSBC") 
The Hongkong and Shanghai Banking  
Corporation Ltd. ("HSBC Hongkong") 

Standard Chartered Bank (“SCB”) 

PT Bank Pembangunan Daerah (“BPD”) 
PT Bank Bukopin Tbk. (“Bank Bukopin”) 

Lain-lain 

Sub-jumlah 

Jumlah bank 

Deposito berjangka 
Pihak berelasi 

BNI 

BRI 

BTN 

Bank Mandiri 

Sub-jumlah 

2019 
Saldo 

2018 
Saldo 

Mata uang 
asing 
(dalam jutaan) 

Setara 
Rupiah 

Mata uang 
asing 
(dalam jutaan) 

Setara 
Rupiah 

-   

 -   
 9   
 1   
0   
 1   
0   
 -   
 6   
0   
0   
 -   
 3   
 -   
 -   
0   

 -   
4   
 -   

 14   
 6   
 -   
 11   
 1   
 -   
 -   
0   
 -   
 8   
 1   
 27   
 4   
 1   
0   
0   
0   

 -   
 32   
 -   
 36   
 -   
 4   
 -   
 16   

 37   

 1.407   
 122   
 23   
 1   
0   
0   
 1.033   
 86   
0   
 0   
 198   
 44   
 51   
 20   
0   
2.985   

 335   
62   
 3   

 188   
 10   
0   
 150   
 7   
 121   
 76   
0   
 358   
 113   
 17   
 13   
 12   
 7   
 3   
 1   
0   
 1.476   

4.461   

 2.693   
 450   
 2.561   
 500   
 2.733   
 49   
 1.129   
 215   
10.330   

-   

 -   
10   
1   
1   
8   
0   
 -   
2   
0   
0   
 -   
2   
 -   
 -   
0   

 -   
2   
 -   

12   
5   
 -   
10   
1   
 -   
 -   
0   
 -   
8   
1   
17   
6   
0   
2   
0   
0   

-   
58   
-   
47   
-   
31   
-   
16   

36 

 1.199 
139 
20 
1 
1 
0 
791 
28 
0 
0 
728 
31 
342 
15 
0 
3.295 

218 
30 
1 

181 
9 
0 
148 
14 
43 
6 
0 
165 
115 
20 
8 
21 
2 
14 
0 
0 
 995 

4.290 

2.640 
837 
1.911 
676 
2.559 
446 
611 
230 
9.910 

Mata uang   
Rp 

Rp 
US$ 
EUR 
HKD 
JPY 
AUD 
Rp 
US$ 
SGD 
EUR 
Rp 
US$ 
Rp 
Rp 
US$ 

Rp 
US$ 
Rp 

US$ 
HKD 
Rp 
US$ 
SGD 
Rp 
Rp 
US$ 
Rp 
US$ 
EUR 
TWD 
MYR 
AUD 
SGD 
MOP 
HKD 

Rp 
US$ 
Rp 
US$ 
Rp 
US$ 
Rp 
US$ 

41 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
 
 
 
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
 
 
 
  
  
   
 
 
 
  
  
  
 
 
 
 
 
 
   
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
 
 
 
  
  
  
 
 
 
  
  
 
 
 
  
  
   
 
 
 
   
   
   
 
 
 
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
 
 
 
  
  
   
 
 
  
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

3.     KAS DAN SETARA KAS (lanjutan) 

2019 
Saldo 

2018 
Saldo 

Mata uang   

Mata uang 
asing 
(dalam jutaan) 

Setara 
Rupiah 

Mata uang 
asing 
(dalam jutaan) 

Setara 
Rupiah 

Deposito berjangka (lanjutan) 

Pihak ketiga 

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat 

 dan Banten Tbk. (“BJB”) 
PT Bank CIMB Niaga Tbk. 
(“Bank CIMB Niaga”) 

PT Bank Mega Tbk. (“Bank Mega”) 
Bank Bukopin 
PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk. 

 (“BTPN”) 

United Overseas Bank Limited (“UOB Singapore”) 
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. 
Lain-lain 

Rp 

Rp 
US$ 
Rp 
Rp 

Rp 
US$ 
US$ 
Rp 
Rp 
US$ 
MYR 

Sub-jumlah 

Jumlah deposito berjangka 

Jumlah 

 -   

 -   
 29   
 -   
 -   

 -   
-   
 -   
 -   
 -   
 8   
 9   

 1.394   

 992   
 398   
 400   
 10   

1   
-   
 -   
20   
57   
 112   
 30   
3.414   

13.744   

18.242   

-   

-   
-   
-   
-   

-   
25   
30   
-   
-   
-   
11   

1.295 

190 
- 
365 
248 

181 
363 
429 
40 
53 
- 
39 
3.203 

13.113 

17.439 

Tingkat bunga deposito berjangka per tahun adalah sebagai berikut: 

Rupiah 
Mata uang asing 

2019 
4,00% - 9,25% 
0,50% - 3,30% 

2018 
2,60% - 9,25% 
0,50% - 3,75% 

Pihak  berelasi  dimana  Grup  melakukan  penempatan  dananya  merupakan  bank  milik  negara.  Grup 
menempatkan  sebagian  besar  kas  dan  setara  kasnya  di  bank-bank  tersebut  karena  mereka  memiliki 
jaringan cabang yang luas di Indonesia dan dipertimbangkan sebagai bank yang sehat secara finansial 
karena dimiliki oleh negara. 

42 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
   
 
 
 
  
  
   
 
 
 
  
  
   
 
 
 
 
  
  
   
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
 
 
 
  
  
  
 
 
 
  
  
 
 
 
  
  
  
 
 
 
  
  
 
 
 
  
  
   
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

4.  ASET KEUANGAN LANCAR LAINNYA 

2019 
Saldo 

2018 
Saldo 

  Mata uang 

asing 

Mata uang    (dalam jutaan)   

Setara 
Rupiah 

  Mata uang 

asing 
 (dalam jutaan)  

Setara  
Rupiah 

Deposito berjangka 
Pihak berelasi 

BNI 

Pihak ketiga 

SCB 
Lain-lain 

Jumlah deposito berjangka 

Aset keuangan tersedia untuk dijual 

Pihak berelasi 
   PT Bahana TCW Investment Management 

          (“Bahana TCW”) 

PT Mandiri Manajemen Investasi 

Jumlah aset keuangan tersedia untuk dijual 

Rekening penampungan 

Lainnya 

Jumlah 

Rp 

US$ 
Rp 
US$ 

Rp 
Rp 

Rp 
US$ 
MYR 
Rp 
MYR 

-   

 8   
-   
 5   

 -   
 -   

 -   
 1   
 6   
 -   
 2   

 -   

 111   
 18   
 71   
 200   

 71  
 -  
 71   

 142  
 15   
 19   
 102   
 5   
 554   

-   

 8   
-   
 6   

 -   
 -   

 -   
0   
 5   
 -   
-   

 1 

 116 
- 
 88 
 205 

 91 
 379 
 470 

 136 
 1 
 16 
 476 
- 
 1.304 

Seluruh deposito berjangka di atas memiliki tanggal jatuh tempo lebih dari tiga bulan tetapi tidak lebih 
dari satu tahun, dengan tingkat bunga per tahun sebagai berikut: 

Rupiah 
Mata uang asing 

2019 
6,50% 
1,20% - 2,51% 

2018 
5,00% 
1,35% - 2,18% 

43 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
 
 
 
  
  
  
 
 
 
 
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 
  
  
 
 
 
  
  
  
 
 
 
  
  
  
 
 
 
  
  
  
 
 
 
  
  
  
 
 
 
 
 
  
  
 
 
 
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

5.   PIUTANG USAHA 

Piutang  usaha  berhubungan  dengan 
non-retail, dengan rincian sebagai berikut: 

jasa  yang  diberikan  kepada  pelanggan 

retail  dan  

a.  Berdasarkan pelanggan 

(i)  Pihak berelasi 

BUMN 
Indonusa 
Indosat 
Lain-lain 
Jumlah 
Provisi penurunan nilai piutang 
Jumlah bersih 

(ii)  Pihak ketiga 

Pelanggan individual dan bisnis 
Penyelenggara jasa telekomunikasi 

internasional luar negeri 

Jumlah 
Provisi penurunan nilai piutang 
Jumlah bersih 

b.  Berdasarkan umur 

(i)  Pihak berelasi 

Sampai dengan 3 bulan 
3 sampai dengan 6 bulan 
Lebih dari 6 bulan 
Jumlah 
Provisi penurunan nilai piutang 
Jumlah bersih 

(ii)  Pihak ketiga 

Sampai dengan 3 bulan 
3 sampai dengan 6 bulan 
Lebih dari 6 bulan 
Jumlah 
Provisi penurunan nilai piutang 
Jumlah bersih 

44 

2019 

2018 

 1.604  
 494  
 150  
 459  
 2.707  
 (915)  
 1.792  

2019 

2018 

 13.710  

 1.583  
 15.293  
 (5.288)  
 10.005  

2019 

2018 

 1.563  
 237  
 907  
 2.707  
 (915)  
 1.792  

2019 

2018 

 9.270  
 1.077  
 4.946  
 15.293  
 (5.288)  
 10.005  

 1.649 
 522 
 219 
 467 
 2.857 
 (731) 
 2.126 

 12.044 

 1.542 
 13.586 
 (4.298) 
 9.288 

 1.748 
 296 
 813 
 2.857 
 (731) 
 2.126 

 8.006 
 1.502 
 4.078 
 13.586 
 (4.298) 
 9.288 

 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

5.    PIUTANG USAHA (lanjutan) 

b.  Berdasarkan umur (lanjutan) 

(iii)  Umur total piutang usaha 

2019 

2018 

Sebelum 
provisi 

Provisi 
penurunan 
  nilai piutang 

Sebelum 
provisi 

Provisi 
penurunan 
  nilai piutang 

Belum jatuh tempo 
Jatuh tempo sampai dengan 3 bulan 
Jatuh tempo lebih dari 3 bulan sampai   

dengan 6 bulan 

Jatuh tempo lebih dari 6 bulan 
Jumlah 

 8.250   
 2.583   

 1.314   
 5.853   
 18.000   

 395   
 513   

 458   
 4.837   
 6.203   

 7.512   
 2.244   

 1.797   
 4.890   
 16.443   

 394 
 281 

 329 
 4.025 
 5.029 

Grup telah membentuk provisi penurunan nilai piutang usaha berdasarkan tingkat penurunan nilai 
historis  secara  kolektif  dan  historis  kredit  para  pelanggan  secara  individual.  Grup  tidak 
membedakan piutang usaha pihak berelasi dan piutang usaha pihak ketiga dalam menilai jumlah 
yang jatuh tempo. Pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018, nilai tercatat piutang usaha Grup 
yang 
tidak  diturunkan  nilainya  masing-masing  sebesar  
Rp3.942 miliar dan Rp4.296 miliar. Manajemen telah menyimpulkan bahwa piutang usaha yang 
telah jatuh tempo tetapi tidak diturunkan nilainya, termasuk piutang usaha yang belum jatuh tempo 
dan  juga  tidak  diturunkan  nilainya,  adalah  terutang  dari  para  pelanggan  dengan  tingkat 
ketertagihan yang baik dan diharapkan dapat terpulihkan. 

tempo 

tetapi 

telah 

jatuh 

c.  Berdasarkan mata uang 

(i)  Pihak berelasi 

Rupiah 
Dolar A.S. 
Lain-lain 
Jumlah 
Provisi penurunan nilai piutang 
Jumlah bersih 

(ii)  Pihak ketiga 

Rupiah 
Dolar A.S. 
Dolar Australia 
Lain-lain 
Jumlah 
Provisi penurunan nilai piutang 
Jumlah bersih 

2019 

2018 

 2.705  
 2  
 0  
 2.707  
 (915)  
 1.792  

2019 

2018 

 12.883  
 2.298  
 12  
 100  
 15.293  
 (5.288)  
 10.005  

 2.850 
 7 
 0 
 2.857 
 (731) 
 2.126 

 11.348 
 2.118 
 19 
 101 
 13.586 
 (4.298) 
 9.288 

45 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
 
     
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

5.  PIUTANG USAHA (lanjutan) 

d.  Mutasi provisi penurunan nilai piutang 

Saldo awal 
Provisi yang diakui selama tahun berjalan 

(Catatan 24) 

Penghapusbukuan piutang 
Saldo akhir 

2019 

2018 

 5.029  

 2.283  
 (1.109)  
 6.203  

 4.331 

 1.724 
 (1.026) 
 5.029 

Penghapusbukuan  piutang merupakan penghapusbukuan  piutang  usaha pihak berelasi dan pihak 
ketiga. 

Manajemen  berpendapat  bahwa  saldo  provisi  atas  penurunan  nilai  piutang  usaha  cukup  untuk 
menutup kerugian atas tidak tertagihnya piutang. 

Pada  tanggal  31  Desember  2019,  piutang  usaha  tertentu  entitas  anak  sebesar  Rp6.812  miliar  telah 
dijaminkan dalam beberapa perjanjian pinjaman (Catatan 15 dan 16c).  

6.  PERSEDIAAN 

Komponen 
Kartu SIM dan voucer prabayar 
Lain-lain 
Jumlah 
Provisi atas persediaan usang 

Komponen 
Kartu SIM dan voucer prabayar 
Lain-lain 

Jumlah 
Jumlah bersih 

2019 

2018 

 351  
 154  
 172  
 677  

 (62)  
 (28)  
 (2)  
 (92)  
 585  

Mutasi provisi atas persediaan usang adalah sebagai berikut: 

Saldo awal 
Provisi yang diakui selama tahun berjalan 
Penghapusbukuan persediaan 
Saldo akhir 

2019 

2018 

 67   
 25   
 -   
 92   

 429 
 137 
 218 
 784 

 (38) 
 (28) 
 (1) 
 (67) 
 717 

 53 
 22 
 (8) 
 67 

Manajemen  berpendapat  bahwa  saldo  provisi  atas  persediaan  usang  cukup  untuk  menutup  kerugian 
akibat dari penurunan nilai persediaan karena usang.  

Persediaan  yang  diakui  sebagai  beban  dan  termasuk dalam  beban  usaha  operasi,  pemeliharaan,  dan 
jasa  telekomunikasi  pada  tahun  2019  dan  2018  masing-masing  sebesar  Rp1.727  miliar  dan  
Rp2.625 miliar (Catatan 23). 

46 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

6.    PERSEDIAAN (lanjutan) 

Persediaan  tertentu  entitas  anak  sebesar  Rp343  miliar  telah  dijaminkan  dalam  beberapa  perjanjian 
pinjaman (Catatan 16c). 

Pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018, modul (bagian dari aset tetap) dan komponen dengan nilai 
buku masing-masing sebesar Rp112 miliar dan Rp125 miliar, yang dimiliki oleh Grup telah diasuransikan 
terhadap  risiko  kebakaran,  pencurian,  dan  risiko  lain.  Total  nilai  pertanggungan  pada  tanggal  
31 Desember 2019 dan 2018 masing-masing sebesar Rp155 miliar dan Rp176 miliar. 

Manajemen  berkeyakinan  bahwa  nilai  pertanggungan  asuransi  tersebut  memadai  untuk  menutup 
kemungkinan kerugian atas persediaan yang muncul dari risiko yang ditanggung. 

7.  ASET LANCAR LAINNYA 

Rincian dari aset lancar lainnya adalah sebagai berikut: 

Izin penggunaan frekuensi 

dibayar di muka (Catatan 33c.i) 

Sewa dibayar di muka 
Uang muka 
Gaji dibayar di muka 
Lain-lain 
Jumlah 

2019 

2018 

 3.879  
 1.403  
 670  
 189  
 511  
 6.652  

 3.636 
 1.382 
 1.803 
 200 
 961 
 7.982 

8.  PENYERTAAN JANGKA PANJANG  

Grup memiliki penyertaan saham pada beberapa entitas sebagai berikut: 

Penyertaan jangka panjang 

Persentase 
kepemilikan   Saldo awal  

Penambahan 
(pengurangan)   

2019 

Bagian 
laba (rugi) 
bersih 

  Dividen 

Bagian 
penghasilan 
komprehensif 
lain 

Penurunan 
nilai 

  Saldo akhir 

pada entitas 
asosiasi: 
Tiphonea 
Finaryab 
Indonusac 
Jalind 
Cellume 
ILCSf 
GSNg 
Teltraneth 
Lain-laini 
Sub-jumlah 

Penyertaan jangka panjang  

lainnya 

Jumlah penyertaan jangka 

panjang 

24,00 
26,58 
20,00 
33,00 
30,40 
49,00 
45,00 
51,00 
6,32-32,00   

 1.602   
 -   
 210   
 -   
 79   
 44   
 14   
-   
 4   
 1.953   

 519   

 -   
 484   
 -   
 70   
 -   
 -   
 -   
 34   
 (2)  
 586   

 215   

 88   
 (217)  
 -   
 7   
 (8)  
 (13)  
 (1)  
 (24)  
 2   
 (166)  

 (11)  
 -   
 -   
 -   
 -   
 -   
 -   
 -   
 -   
 (11)  

 -   

 -   

 19   
 -   
 -   
(0)   
 -   
0   
 -   
 1   
 -   
 20   

 -   

 (1.172)  
 -   
 -   
 -   
 -   
 -   
 -   
 -   
 -   
 (1.172)  

 526 
 267 
 210 
 77 
 71 
 31 
 13 
 11 
 4 
 1.210 

 -   

 734 

 2.472   

 801   

 (166)  

 (11)  

 20   

 (1.172)  

 1.944 

47 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
  
   
 
 
 
 
  
  
  
  
   
 
 
 
 
  
  
  
  
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
  
  
  
 
 
 
 
  
 
  
  
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

8.  PENYERTAAN JANGKA PANJANG (lanjutan) 

Ringkasan  informasi  keuangan  investasi  Grup  yang  diperhitungkan  dengan  menggunakan  metode 
ekuitas untuk tahun 2019: 

Laporan posisi keuangan 

Aset lancar 
Aset tidak lancar 
Liabilitas jangka pendek 
Liabilitas jangka panjang 
Ekuitas (defisit) 

Laporan laba rugi dan penghasilan  

komprehensif lainnya 
Pendapatan 
Beban operasional 
Penghasilan (beban) lain-lain 

 termasuk biaya pendanaan - bersih 
Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan 
Manfaat (beban) pajak penghasilan 
Laba (rugi) tahun berjalan 
Laba (rugi) komprehensif lain 
Jumlah laba (rugi) komprehensif 

 tahun berjalan 

Tiphone    Finarya    Indonusa    Jalin 

  Cellum   

ILCS 

  GSN 

  Teltranet   Lain-lain 

 8.165   
 778   
 (3.824)  
 (741)  
 4.378   

 2.382   
 132   
 (1.533)  
 (3)  
 978   

 495   
 253   
 (534)  
 (278)  
 (64)  

 100   
 222   
 (78)  
 (10)  
 234   

 28.442   
 (27.621)  

 (321)  
 500   
 (138)  
 362   
 77   

 38   
 (877)  

 17   
 (822)  
 1   
 (821)  
 -   

 794   
 (738)  

 205   
 (148)  

 1   
 57   
 (10)  
 47   
 (1)  

 2   
 59   
 (17)  
 42   
(0)  

 14   
 17   
 (10)  
 (27)  
 (6)  

 13   
 (40)  

 -   
 (27)  
 -   
 (27)  
 -   

 119   
 41   
 (95)  
 (2)  
 63   

 17   
 169   
 (2)  
 (155)  
 29   

 291   
 66   
 (356)  
 (58)  
 (57)  

 615 
 4.033 
 (1.089) 
 (5.101) 
 (1.542) 

 206   
 (212)  

 (16)  
 (22)  
 (4)  
 (26)  
 0   

 7   
 (9)  

(0)  
 (2)  
(0)  
 (2)  
 -   

 195   
 (242)  

 (15)  
 (62)  
 (43)  
 (105)  
 2   

 784 
 (800) 

 (128) 
 (144) 
 (1) 
 (145) 
 - 

 439   

 (821)  

 46   

 42   

 (27)  

 (26)  

 (2)  

 (103)  

 (145) 

31  

2018 

Persentase 
kepemilikan   Saldo awal   

Penambahan 
(pengurangan)  

Bagian laba 
(rugi) bersih   Dividen 

Bagian 
penghasilan 
komprehensif 
lain 

Penurunan 
nilai 

Saldo 
akhir 

Penyertaan jangka panjang 

pada entitas 
asosiasi: 
Tiphonea 
Indonusac 
Cellume 
ILCSf 
GSNg 
Lain-laini 
Teltraneth 
Sub-jumlah 

Penyertaan jangka panjang 

lainnya 

Jumlah penyertaan jangka 

panjang 

24,00 
20,00 
30,40 
49,00 
45,00 
25,00-32,00  
51,00 

 1.539   
 221   
-   
 43   
 14   
 4   
 18   
 1.839   

 -   
 -   
 84   
 -   
 -   
 -   
 -   
 84   

 309   

 253   

 87   
 (11)  
 (5)  
 1   
0   
0   
 (19)  
 53   

 -   

 2.148   

 337   

 53   

 (9)  
 -   
 -   
 -   
 -   
 -   
 -   
 (9)  

 -   

 (9)  

 (15)  
 -   
 -   
0   
 -   
0   
 1   
 (14)  

 -   
 -   
 -   
 -   
 -   
 -   
 -   
 -   

 1.602 
 210 
 79 
 44 
 14 
 4 
- 
 1.953 

 -   

 (43)  

 519 

 (14)  

 (43)  

 2.472 

48 

 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
  
  
  
  
  
 
  
  
  
  
  
  
  
  
 
 
  
  
  
  
  
  
  
  
 
  
  
  
  
  
  
  
  
 
  
  
  
  
  
  
  
  
 
  
  
  
  
  
  
  
  
 
  
  
  
  
  
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
  
   
 
 
 
 
  
  
  
  
   
 
 
 
 
  
  
  
  
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
  
  
  
 
 
 
 
  
 
  
  
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
                                                               
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

8.  PENYERTAAN JANGKA PANJANG (lanjutan) 

Ringkasan  informasi  keuangan  investasi  Grup  yang  diperhitungkan  dengan  menggunakan  metode 
ekuitas untuk tahun 2018: 

©© 
Laporan posisi keuangan 

Aset lancar 
Aset tidak lancar 
Liabilitas jangka pendek 
Liabilitas jangka panjang 
Ekuitas (defisit) 

Laporan laba rugi dan penghasilan 

komprehensif lainnya 
Pendapatan 
Beban operasional 
Penghasilan (beban) lain-lain 

 termasuk biaya pendanaan - bersih 
Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan 
Manfaat (beban) pajak penghasilan 
Laba (rugi) tahun berjalan 
Laba (rugi) komprehensif lain 
Jumlah laba (rugi) komprehensif 

 tahun berjalan 

Tiphone 

Indonusa    Teltranet 

ILCS 

GSN 

  Cellum 

  Lain-lain 

 7.615 
 892 
 (1.466)   
 (3.062)   
 3.979 

 29.228 
 (28.117)   

 (391)   
 720 
 (137)   
 583 
 (63)   

 449 
 310 
 (571)   
 (297)   
 (109)   

 824 
 (583)   

 (39)   
 202 
 (55)   
 147 

 (3)   

 520 

 144 

 269   
 116   
 (269)   
 (138)   
 (22)   

 132   
 47   
 (87)   
 (2)   
 90   

 184   
 -   
 154   
 -   
 338   

 206   
 (264)   

 164   
 (162)   

 (13)   
 (71)   
 12   
 (59)   
 1   

 (58)   

 1   
 3   
 (1)   
 2   
 -   

 2   

 5   
 (5)   

 1   
 1   
(0)   
 1   
 -   

 1   

 22   
 43   
 (23)   
 (20)   
 22   

 22   
 (46)   

 (10)   
 (34)   
 -   
 (34)   
 -   

 201 
 601 
 (663) 
 (1.863) 
 (1.724) 

 95 
 (233) 

 (33) 
 (171) 
 (1) 
 (172) 
 - 

 (34)   

 (172) 

a  Tiphone  berdiri  pada  tanggal  25  Juni  2008  dengan  nama  PT  Tiphone  Mobile  Indonesia  Tbk.  Tiphone  bergerak  di  bidang 
perdagangan perangkat telekomunikasi berupa telepon seluler berikut suku cadang, aksesoris, pulsa serta jasa perbaikan dan 
penyediaan konten melalui anak perusahaan. Pada tanggal 18 September 2014, Perusahaan melalui PINS melakukan pembelian 
25% saham kepemilikan di Tiphone senilai Rp1.395 miliar. 

  Nilai  wajar  penyertaan  pada  tanggal  31  Desember  2019  dan  2018  masing-masing  adalah  sebesar  Rp526  miliar  dan  
Rp1.649  miliar.  Nilai  wajar  dihitung  dengan  mengalikan  jumlah  lembar  saham  dengan  harga  pasar  pada  tanggal  
31 Desember 2019 dan 2018 masing-masing sebesar Rp300 dan Rp940 per lembar saham. 

  Rekonsiliasi 

informasi  keuangan  dan  nilai 

tercatat  penyertaan 

jangka  panjang  pada  Tiphone  pada 

tanggal  

31 Desember 2019 dan 2018 adalah sebagai berikut:  

Aset 
Liabilitas 
Aset bersih 
Bagian Grup atas aset bersih (24,00% tahun 2019 dan  2018) 
Goodwill 
Penurunan nilai 
Nilai tercatat penyertaan jangka panjang 

2019 

2018 

 8.943  
 (4.565)  
 4.378  
 1.051  
 647  
 (1.172)  
 526  

 8.507 
 (4.528) 
 3.979 
 955 
 647 
 - 
 1.602 

b  Pada tanggal 21 Januari 2019, Telkomsel mendirikan anak perusahaan PT Fintek Karya Nusantara (“Finarya”) dengan modal 
awal Rp25 miliar dan  pada  tanggal 22 Februari 2019 Telkomsel mengalihkan asetnya sebesar Rp  150 miliar.  Atas akuisisi ini 
Telkomsel  memperoleh  masing-masing  2.499  dan  14.974  lembar  saham  (kepemilikan  saham  100%).  Telkomsel  dengan  
PT Mandiri Capital Indonesia, PT BRI Ventura Indonesia, PT BNI Sekuritas, PT Jasamarga Tollroad Operator, PT Dana Tabungan 
dan Asuransi Pegawai Negeri (Persero), PT Pertamina Retail, PT Kereta Commuter Indonesia (“KCI”), PT Asuransi Jiwasraya 
(Persero), dan PT Danareksa Capital, menandatangani perjanjian pemegang saham pada tanggal 31 Juli 2019, 31 Oktober 2019, 
dan 31 Desember 2019 sehubungan dengan peningkatan modal ditempatkan dan disetor oleh masing-masing pemegang saham. 
Pada tanggal 31 Desember 2019, Telkomsel memiliki 48.530 lembar saham atau setara dengan 26,58% kepemilikan saham. 

c  Indonusa  sebelumnya  adalah  entitas  anak.  Pada 

tahun  2013  Perusahaan  menjual  80%  kepemilikan  sahamnya.  
Pada  tanggal  14  Mei  2014,  berdasarkan  Surat  Sirkuler  Pemegang  Saham  Indonusa  yang  tercakup  dalam  akta  notaris  
No. 57 tanggal    23    April    2014   oleh   FX   Budi    Santoso    Isbandi, S.H.,  yang  disetujui oleh  Menkumham dalam Surat 
No. AHU-02078.40.20.2014 tanggal 29 April 2014, pemegang saham Indonusa menyetujui atas peningkatan jumlah saham yang 
diterbitkan dan dibayar penuh sejumlah Rp80 miliar. Perusahaan telah menggunakan haknya atas saham yang diterbitkan dan 
melakukan  pengalihan  ke  Metra  sehingga  kepemilikan  Metra  atas  Indonusa  meningkat  menjadi  4,33%  dan  kepemilikan 
Perusahaan atas Indonusa menjadi 15,67%. 

d  Jalin  sebelumnya  adalah  entitas  anak.  Pada  tanggal  19  Juni  2019  Perusahaan  menjual  67%  kepemilikan  sahamnya  kepada  

PT Danareksa (Persero) (“Danareksa”) senilai Rp395 miliar. 

e  Investasi pada Cellum dicatat dengan metode ekuitas berdasarkan perjanjian pernyertaan saham baru bersyarat antara Metranet 
dengan  Cellum  Global  Zrt  pada  tanggal  30  Januari  2018.  Cellum  adalah  perusahaan  penyedia  solusi  mobile  payment  dan 
commerce services. 

f

  PT Integrasi Logistik Cipta Solusi (“ILCS“) bergerak dalam bidang penyelenggaraan jasa layanan E-trade logistic dan jasa terkait 

lainnya. 

g  Pada tanggal 31 Agustus 2017, NSI dan pihak ketiga mendirikan PT Graha Sakura Nusantara (“GSN“) yang menjalankan usaha 

h

real estate, pemasaran perumahan dan apartemen. 
  Investasi pada Teltranet dicatat dengan metode ekuitas berdasarkan perjanjian antara Metra dengan Telstra Holding Singapore 
Pte.  Ltd.  pada  tanggal  29  Agustus  2014.  Teltranet  bergerak  dalam  bidang  jasa  sistem  komunikasi.  Metra  tidak  memiliki 
pengendalian dalam menentukan kebijakan keuangan dan operasi dari Teltranet.  

i  Bagian kumulatif rugi atas investasi lain-lain yang tidak diakui hingga tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 adalah 

Rp480 miliar. 

49 

 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
   
   
   
   
 
 
   
   
   
   
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
   
   
   
   
 
   
   
   
   
   
   
 
   
   
   
   
   
   
 
 
 
   
   
   
   
   
   
 
 
 
 
 
   
   
   
   
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

9.  ASET TETAP 

Harga perolehan: 
Aset tetap pemilikan langsung 
     Tanah 
     Bangunan 
     Renovasi bangunan sewa 
     Peralatan sentral telepon 
     Peralatan telegraf, teleks dan  

     komunikasi data 

     Peralatan dan instalasi transmisi 
     Satelit, stasiun bumi dan peralatannya 
     Jaringan kabel 
     Catu daya 
     Peralatan pengolahan data 
     Peralatan telekomunikasi lainnya 
     Peralatan kantor 
     Kendaraan 
     Peralatan lainnya 
     Aset dalam pembangunan 
Aset sewa pembiayaan 
     Peralatan dan instalasi transmisi 
     Peralatan pengolahan data 
     Kendaraan 
     Peralatan kantor 
     Aset CPE 
     Catu daya 
     Aset Pola Bagi Hasil (“PBH”) 
     Jumlah 

1 Januari 
2019 

Akuisisi 

Penambahan    Pengurangan   

Reklasifikasi/ 
Translasi 

31 Desember 
2019 

 1.626 
 11.833 
 1.375 
 15.291 

 1.586 
 141.408 
 11.972 
 45.451 
 17.864 
 14.265 
 3.423 
 2.142 
 641 
 94 
 4.876 

 5.603 
 1 
 578 
 16 
 22 
 125 
 252 
 280.444 

 6 
 12 
 - 
 - 

 - 
 686 
 - 
 - 
 - 
 10 
 - 
 7 
 - 
 - 
 81 

 - 
 - 
 1 
 - 
 - 
 - 
 - 
 803 

 16 
 779 
 37 
 1.228 

 675 
 6.768 
 108 
 8.197 
 793 
 709 
 1.904 
 208 
 99 
 57 
 14.923 

 - 
 - 
 54 
 30 
 - 
 - 
 - 
 36.585 

 - 
 (4)   
 (58)   
 (61)   

 - 

 (6.240)   
 (11)   
 (113)   
 (253)   
 (107)   
 - 
 (101)   
 (167)   
 - 
 (20)   

 (102)   
 - 
 (80)   
 (4)   
 - 
 - 
 - 

 (7.321)   

 (4)   

 1.442 
 195 
 890 

 (3)   

 9.128 
 275 
 822 
 1.709 
 1.532 
 13 
 105 

 (5)   
 (28)   
 (17.241)   

 (1)   
- 
 (50)   
- 
 - 
 (125)   
 (163)   
 (1.509)   

 1.644 
 14.062 
 1.549 
 17.348 

 2.258 
 151.750 
 12.344 
 54.357 
 20.113 
 16.409 
 5.340 
 2.361 
 568 
 123 
 2.619 

 5.500 
 1 
 503 
 42 
 22 
 - 
 89 
 309.002 

1 Januari 
2019 

Akuisisi 

Penambahan    Pengurangan   

Reklasifikasi/ 
Translasi 

31 Desember 
2019 

Akumulasi penyusutan dan penurunan nilai: 
Aset tetap pemilikan langsung 
     Bangunan 
     Renovasi bangunan sewa 
     Peralatan sentral telepon 
     Peralatan telegraf, teleks dan  

     komunikasi data 

     Peralatan dan instalasi transmisi 
     Satelit, stasiun bumi dan peralatannya 
     Jaringan kabel 
     Catu daya 
     Peralatan pengolahan data 
     Peralatan telekomunikasi lainnya 
     Peralatan kantor 
     Kendaraan 
     Peralatan lainnya 
Aset sewa pembiayaan 
     Peralatan dan instalasi transmisi 
     Peralatan pengolahan data 
     Kendaraan 
     Peralatan kantor 
     Aset CPE 
     Catu daya 
     Aset PBH 
     Jumlah 
Nilai buku bersih 

 3.405 
 949 
 10.550 

 1.320 
 74,247 
 5.005 
 12.185 
 12.316 
 10.747 
 1.029 
 1.312 
 281 
 75 

 3.241 
 1 
 126 
 70 
 20 
 73 
 244 
 137.196 
 143.248   

 - 
 - 
 - 

 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 - 

 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 - 

 726 
 198 
 1.488 

 260 
 11.059 
 818 
 2.349 
 1.454 
 1.304 
 737 
 383 
 72 
 1 

 587 
 - 
 72 
 3 
 - 
 - 
 - 
 21.511 

 (4)   
 (56)   
 (45)   

 - 

 (5.260)   
 (10)   
 (102)   
 (239)   
 (61)   
 - 
 (55)   
 (137)   
- 

 (94)   
 - 
 (58)   
 (3)   
 - 
 - 
 - 

 (6.124)   

 (14)   
 - 
 (17)   

 - 
 (53)   
 (4)   
 (261)   
 65 
 (13)   
 - 
 38 
 (6)   
 (10)   

 - 
 - 
 (25)   
 (26)   
 - 
 (73)   
 (155)   
 (554)   

 4.113 
 1.091 
 11.976 

 1.580 
 79.993 
 5.809 
 14.171 
 13.596 
 11.977 
 1.766 
 1.678 
 210 
 66 

 3.734 
 1 
 115 
 44 
 20 
-  
 89 
 152.029 
 156.973 

50 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
 
 
 
 
 
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
   
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
   
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
  
  
 
 
  
  
  
  
  
 
 
 
 
 
  
  
   
 
 
 
 
 
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
   
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
   
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

9.  ASET TETAP (lanjutan) 

1 Januari 
2018 

Akuisisi 

Penambahan    Pengurangan   

Reklasifikasi/ 
Translasi 

31 Desember 
2018 

Harga perolehan: 
Aset tetap pemilikan langsung 
     Tanah 
     Bangunan 
     Renovasi bangunan sewa 
     Peralatan sentral telepon 
     Peralatan telegraf, teleks, dan  

     komunikasi data 

     Peralatan dan instalasi transmisi 
     Satelit, stasiun bumi, dan peralatannya 
     Jaringan kabel 
     Catu daya 
     Peralatan pengolahan data 
     Peralatan telekomunikasi lainnya 
     Peralatan kantor 
     Kendaraan 
     Peralatan lainnya 
     Aset dalam pembangunan 
Aset sewa pembiayaan 
     Peralatan dan instalasi transmisi 
     Peralatan pengolahan data 
     Kendaraan 
     Peralatan kantor 
     Aset CPE 
     Catu daya 
     Aset Pola Bagi Hasil (“PBH”) 
     Jumlah 

 1.519 
 9.802 
 1.257 
 18.463 

 1.583 
 133.797 
 9.300 
 47.155 
 16.279 
 13.294 
 1.659 
 1.557 
 439 
 97 
 4.415 

 5.582 
 83 
 401 
 80 
 22 
 215 
252 
 267.251 

 46 
 43 
 - 
 - 

 - 
 - 
 - 
 - 
 13 
 23 
 - 
 46 
 6 
 - 
 2 

 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 179 

 39 
 67 
 23 
 818 

 3 
 3.266 
 2.414 
 5.887 
 484 
 140 
 1.765 
 471 
 203 
 18 
 17.821 

 21 
 - 
 176 
 4 
 - 
 - 
 - 
 33.620 

 - 
 (1)   
 (24)   
 (1.920)   

 - 

 (6.398)   
 (3)   
 (36)   
 (187)   
 (540)   
 - 
 (18)   
 (1)   
 - 
 (23)   

 - 
 (82)   
 - 
 (68)   
 - 
 (90)   
 - 

 22 
 1.922 
 119 
 (2.070)   

 - 
 10.743 
 261 
 (7.555)   
 1.275 
 1.348 

 (1)   
 86 
 (6)   
 (21)   
 (17.339)   

 - 
 - 
 1 
 - 
 - 
 - 
 - 

 (9.391)   

 (11.215)   

 1.626 
 11.833 
 1.375 
 15.291 

 1.586 
 141.408 
 11.972 
 45.451 
 17.864 
 14.265 
 3.423 
 2.142 
 641 
 94 
 4.876 

 5.603 
 1 
 578 
 16 
 22 
 125 
 252 
 280.444 

1 Januari 
2018 

Akuisisi 

Penambahan    Pengurangan   

Reklasifikasi/ 
Translasi 

31 Desember 
2018 

Akumulasi penyusutan dan penurunan nilai: 
Aset tetap pemilikan langsung 
     Bangunan 
     Renovasi bangunan sewa 
     Peralatan sentral telepon 
     Peralatan telegraf, teleks, dan  

     komunikasi data 

     Peralatan dan instalasi transmisi 
     Satelit, stasiun bumi, dan peralatannya 
     Jaringan kabel 
     Catu daya 
     Peralatan pengolahan data 
     Peralatan telekomunikasi lainnya 
     Peralatan kantor 
     Kendaraan 
     Peralatan lainnya 
Aset sewa pembiayaan 
     Peralatan dan instalasi transmisi 
     Peralatan pengolahan data 
     Kendaraan 
     Peralatan kantor 
     Aset CPE 
     Catu daya 
     Aset PBH 
     Jumlah 
Nilai buku bersih 

a.  Laba dari penjualan aset tetap 

 2.880 
 823 
 14.553 

 802 
 69.240 
 4.334 
 17.864 
 11.154 
 10.236 
 602 
 1.036 
 226 
 96 

 2.638 
 76 
 66 
 80 
 20 
 120 
 234 
 137.080 
 130.171  

Hasil penjualan aset tetap 
Nilai buku bersih 
Laba dari pelepasan atau penjualan aset tetap 

 - 
 - 
 - 

 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 - 

 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 - 

 513 
 150 
 1.307 

 518 
 10.958 
 677 
 2.076 
 1.332 
 1.040 
 428 
 290 
 62 
 4 

 603 
 7 
 60 
 44 
 - 
 43 
 10 
 20.122 

 (1)   
 (24)   
 (1.920)   

 - 

 (5.579)   
 (3)   
 (36)   
 (177)   
 (519)   
 - 
 (18)   
 (1)   
 - 

 - 
 (82)   
 - 
 (54)   
 - 
 (90)   
 - 

 13 
 - 

 (3.390)   

 - 
 (372)   
 (3)   
 (7.719)   

 7 
 (10)   
 (1)   
 4 
 (6)   
 (25)   

 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 - 

 (8.504)   

 (11.502)   

 3.405 
 949 
 10.550 

 1.320 
 74.247 
 5.005 
 12.185 
 12.316 
 10.747 
 1.029 
 1.312 
 281 
 75 

 3.241 
 1 
 126 
 70 
 20 
 73 
 244 
 137.196 
 143.248 

2019 

2018 

 1.496  
 (853)  
 643  

 629 
 (1) 
 628 

51 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
   
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
   
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
  
  
 
 
  
  
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
   
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
   
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

9.  ASET TETAP (lanjutan) 

b.  Lain-lain 

(i)  Pada  tanggal  31  Desember  2019,  UPK  yang  menghasilkan  proyeksi  arus  kas  masuk  adalah 
sambungan nirkabel tidak bergerak, seluler, dan lainnya. Manajemen berpendapat bahwa tidak 
ada indikasi penurunan nilai aset dari UPK tersebut pada tanggal 31 Desember 2019. 

(ii)  Bunga 

yang 

pinjaman 

pembangunan 
sejumlah Rp99 miliar dan Rp271 miliar masing-masing untuk tahun yang berakhir pada tanggal 
31 Desember 2019 dan 2018. Tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah biaya 
pinjaman yang layak dikapitalisasi berkisar antara 4,12%-11% dan 9,68%-11% masing-masing 
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018. 

dikapitalisasi 

dalam 

aset 

ke 

(iii)  Tidak  ada  rugi  selisih  kurs  yang  dikapitalisasi  ke  aset  dalam  pembangunan  untuk  tahun  yang 

berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018. 

(iv)  Pada tahun 2019 dan 2018, Grup telah mendapat klaim asuransi atas aset tetap yang hilang dan 
rusak  masing-masing  sebesar  Rp197 miliar  dan  Rp153 miliar  dan  dicatat  sebagai  bagian  dari 
lain 
“Penghasilan  Lain-Lain”  dalam 
konsolidasian.  Pada  tahun  2019  dan  2018,  nilai  tercatat  aset  tetap  tersebut  masing-masing 
sebesar Rp165 miliar dan Rp51 miliar, telah dibebankan dalam laporan laba rugi dan penghasilan 
komprehensif lain konsolidasian. 

laba  rugi  dan  penghasilan  komprehensif 

laporan 

(v)  Di  tahun  2019  dan  2018,  Telkomsel  memutuskan  untuk  mengganti  peralatan  tertentu  dengan  
nilai tercatat bersih masing-masing sebesar Rp267 miliar dan Rp341 miliar, sebagai bagian dari 
program  modernisasi,  dan  melakukan  percepatan  pencatatan  penyusutan.  Dampak 
penambahan  beban  penyusutan  untuk  tahun  yang  berakhir  pada  tanggal  31  Desember  2019 
adalah sebesar Rp259 miliar.  

Pada tahun 2018, umur manfaat lisensi piranti lunak radio dan peralatan pengolahan data diubah 
masing-masing  dari  7  tahun  menjadi  10  tahun  dan  dari  3  tahun  menjadi  5  tahun.  Dampak 
tanggal  
pengurangan 
31 Desember 2019 adalah sebesar Rp637 miliar.  

penyusutan 

berakhir 

beban 

tahun 

untuk 

pada 

yang 

Dampak  perubahan  umur  manfaat  ini  atas  laba  sebelum  pajak  di  masa  yang  akan  datang, 
sebagai berikut: 

Tahun 
2020 
2021 
2022 

Kenaikan (Penurunan) 

266 
18 
(106) 

52 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

9.    ASET TETAP (lanjutan) 

b.  Lain-lain (lanjutan)  

(vi)  Pada  tahun  2019  dan  2018,  peralatan  Telkomsel  dengan  nilai  tercatat  bersih  masing-masing 
sebesar Rp803 miliar dan Rp777 miliar ditukarkan dengan peralatan Ericsson AB, PT Ericsson 
Indonesia,  PT  Huawei  Tech  Investment,  PT  Nokia  Solutions  and  Networks  Indonesia,  dan  
PT ZTE Indonesia. Pada tanggal 31 Desember 2019, peralatan Telkomsel dengan nilai tercatat 
bersih Rp39 miliar akan ditukarkan, dan oleh karenanya peralatan tersebut direklasifikasi sebagai 
aset tersedia untuk dijual pada laporan posisi keuangan konsolidasian. 

(vii)  Grup  memiliki  beberapa  bidang  tanah  yang  terletak  di  berbagai  daerah  di  Indonesia  dengan 
status  Hak  Guna  Bangunan  (“HGB”)  berjangka  waktu  10-50  tahun  yang  akan  habis  masa 
berlakunya  antara  tahun  2019  sampai  dengan  tahun  2069.  Manajemen  berkeyakinan  bahwa 
tidak akan terdapat kesulitan untuk memperpanjang hak atas tanah pada saat berakhirnya hak 
tersebut. 

(viii) Pada tanggal 31 Desember 2019, aset tetap milik Grup kecuali tanah, dengan nilai tercatat bersih 
sebesar Rp150.891 miliar telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran, pencurian, gempa bumi 
dan  risiko  lainnya,  termasuk  gangguan  bisnis,  dengan  jumlah  keseluruhan  pertanggungan 
sebesar Rp18.190 miliar, USD74 juta, HKD8 juta, SGD269 juta, TWD21 juta, dan MYR39 juta 
dan first loss basis sebesar Rp2.760 miliar. Manajemen berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan 
asuransi 
tersebut  memadai  untuk  menutupi  kemungkinan  kerugian  atas  aset  yang 
dipertanggungkan. 

(ix)  Pada  tanggal  31  Desember  2019,  tingkat  persentase  penyelesaian  aset  dalam  pembangunan 
adalah  sekitar  32,39%  dari  nilai  kontrak  dengan  perkiraan  penyelesaian  sampai  dengan  
November  2021.  Saldo  aset  dalam  pembangunan  tersebut  terutama  terdiri  dari  bangunan, 
peralatan dan instalasi transmisi, jaringan kabel dan catu daya. Manajemen berkeyakinan bahwa 
tidak terdapat hambatan yang dapat mempengaruhi penyelesaian aset dalam pembangunan. 

(x)  Seluruh  aset  yang  dimiliki  Perusahaan 

telah  dijaminkan  dalam  perjanjian  obligasi  
(Catatan 16b.i). Aset tetap entitas anak tertentu dengan biaya perolehan sebesar Rp11.147 miliar 
telah dijaminkan dalam beberapa perjanjian pinjaman (Catatan 15, 16c dan 16d). 

(xi)  Pada  tanggal 31  Desember  2019,  jumlah tercatat  bruto  dari  setiap  aset  tetap  Grup  yang telah 
disusutkan secara penuh dan masih digunakan adalah sebesar Rp60.081 miliar. Grup saat ini 
sedang  melakukan  modernisasi  aset  jaringan  untuk  menggantikan  aset  tetap  yang  sudah 
disusutkan secara penuh. 

(xii)  Pada tahun 2019, nilai wajar tanah dan bangunan Grup, yang ditentukan berdasarkan Nilai Jual 
tanah  dan  bangunan  yang  bersangkutan  adalah  sebesar  

(“NJOP”) 

Objek  Pajak 
Rp36.842 miliar.  

(xiii) Telkomsel  menandatangani  perjanjian  dengan  perusahaan  penyedia  menara  lainnya  untuk 
penyewaan  ruangan  di  menara  telekomunikasi  (slot)  dan  lokasi  menara  dengan  jangka  waktu 
selama  10  tahun.  Telkomsel  dapat  memperpanjang  periode  sewa  berdasarkan  kesepakatan 
kedua  belah  pihak.  Disamping  itu,  Grup  juga  memiliki  komitmen  berkaitan  dengan  sewa 
pembiayaan  untuk  peralatan  dan  instalasi  transmisi,  peralatan  pengolahan  data,  peralatan 
kantor, kendaraan, dan aset CPE dengan hak opsi untuk membeli aset-aset pembiayaan tertentu 
pada akhir masa sewa pembiayaan. 

53 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

9.  ASET TETAP (lanjutan) 

c.  Aset sewa pembiayaan 

Pembayaran  sewa  pembiayaan  minimum  di  masa  depan  untuk  aset  sewa  pembiayaan  adalah 
sebagai berikut: 

Tahun 
2019 
2020 
2021 
2022 
2023 
2024 
Selanjutnya 
Jumlah pembayaran minimum sewa pembiayaan 
Bunga 
Nilai kini bersih atas pembayaran minimum  

sewa pembiayaan 

Bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun  

(Catatan 15b) 

Bagian jangka panjang (Catatan 16) 

2019 

2018 

 -   
 936   
 785   
 607   
 255   
 85   
 45   
 2.713   
 (373)  

 2.340   

 (764)  
 1.576   

 1.049 
 945 
 781 
 605 
 254 
 85 
 45 
 3.764 
 (619) 

 3.145 

 (807) 
 2.338 

Rincian utang sewa pembiayaan pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018 adalah sebagai berikut: 

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. 
PT Profesional Telekomunikasi Indonesia 
PT Solusi Tunas Pratama 
PT Putra Arga Binangun 
PT Mandiri Utama Finance 
Lain-lain (masing-masing dibawah Rp75 miliar) 
Jumlah 

2019 

2018 

 868  
 723  
 148  
 125  
 80  
 396  
 2.340  

 1.089 
 930 
 181 
 159 
 186 
 600 
3.145 

54 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
      
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

10.   ASET TIDAK LANCAR LAINNYA  

Rincian dari aset tidak lancar lainnya adalah sebagai berikut: 

Tagihan restitusi pajak (Catatan 25b)  
Sewa dibayar di muka 
Izin penggunaan frekuensi dibayar di muka - setelah 

dikurangi bagian jangka pendek (Catatan 7) 

Pajak dibayar di muka (Catatan 25a) 
Beban tangguhan 
Uang muka pembelian aset tetap 
Obligasi konversi 
Setoran jaminan 
Lain-lain 
Jumlah 

2019 

2018 

 3.666  
 3.170  

 1.488  
 678  
 570  
 481  
 319  
 210  
 643  
 11.225  

 2.450 
 2.662 

 1.743 
 1.142 
 474 
 387 
 213 
 356 
 245 
 9.672 

Sewa  dibayar  di  muka  merupakan  pembayaran  atas  perjanjian  sewa  jaringan  dan  peralatan 
telekomunikasi  serta  sewa  tanah  dan  bangunan  oleh  Perusahaan  dan  beberapa  entitas  anak  dengan 
jangka waktu di atas 1 tahun. 

Pada  tanggal  31  Desember  2019  dan  2018,  beban  tangguhan  mencerminkan  Hak  Penggunaan  yang 
Tidak  Dapat  Dibatalkan  (Indefeasible  Right  of  Use  atau  “IRU”).  Jumlah  beban  amortisasi  untuk  tahun 
yang  berakhir  pada  tanggal  31  Desember  2019  dan  2018  masing-masing  sebesar  Rp66  miliar  dan  
Rp56 miliar. 

11.  ASET TAKBERWUJUD  

Rincian aset takberwujud adalah sebagai berikut: 

Nilai tercatat bruto: 

Saldo, 1 Januari 2019 
Penambahan 
Akuisisi 
Pengurangan 
Reklasifikasi/translasi 
Saldo, 31 Desember 2019 

Akumulasi amortisasi dan penurunan nilai: 

Saldo, 1 Januari 2019 
Beban amortisasi 
Pengurangan 
Reklasifikasi/translasi 
Saldo, 31 Desember 2019 

Nilai buku bersih 

Goodwill 

  Piranti lunak   

Lisensi 

Aset 
takberwujud 
lainnya 

Jumlah 

 1.066 
 - 
 467 
 (104)   
 3 
 1.432 

 (29)   
 - 
 - 
 - 
 (29)   

 1.403 

 10.680 
 1.942 
 - 
 (166)   
 24 
 12.480 

 (6.896)   
 (1.165)   
 71 
 (410)   
 (8.400)   
 4.080 

 94 
 4 
 - 
 (12)   
 10 
 96 

 (81)   
 (357)   
 2 
 343 
 (93)   
 3 

 687 
 511 
 379 
 (14)   
 8 
 1.571 

 (489)   
 (145)   
 14 
 9 
 (611)   
 960 

 12.527 
 2.457 
 846 
 (296) 
 45 
 15.579 

 (7.495) 
 (1.667) 
 87 
 (58) 
 (9.133) 
 6.446 

55 

 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

11.  ASET TAKBERWUJUD (lanjutan) 

Rincian aset takberwujud adalah sebagai berikut (lanjutan): 

Nilai tercatat bruto: 

Saldo, 1 Januari 2018 
Penambahan 
Akuisisi 
Pengurangan 
Reklasifikasi/translasi 
Saldo, 31 Desember 2018 

Akumulasi amortisasi dan penurunan nilai: 

Saldo, 1 Januari 2018 
Beban amortisasi 
Pengurangan 
Reklasifikasi/translasi 
Saldo, 31 Desember 2018 

Nilai buku bersih 

Goodwill 

  Piranti lunak   

Lisensi 

Aset 
takberwujud 
lainnya 

Jumlah 

 680 
 - 
 422 
 - 
 (36)   

 1.066 

 (29)   
 - 
 - 
 - 
 (29)   

 1.037 

 8.387 
 2.328 
 1 
 (51)   
 15 
 10.680 

 (5.714)   
 (1.226)   
 51 
 (7)   
 (6.896)   
 3.784 

 84 
 14 
 2 
 (11)   
 5 
 94 

 (71)   
 (9)   
 4 
 (5)   
 (81)   
 13 

 635 
 19 
 - 
 - 
 33 
 687 

 (442)   
 (49)   
 - 
 2 
 (489)   
 198 

 9.786 
 2.361 
 425 
 (62) 
 17 
 12.527 

 (6.256) 
 (1.284) 
 55 
 (10) 
 (7.495) 
 5.032 

(i)  Goodwill  timbul  dari  akuisisi  Sigma  (2008),  Admedika  (2010),  data  center  PT  Bina  Data  Mandiri 
(“BDM”)  (2012),  Contact  Centres  Australia  Pty.  Ltd.  (2014),  PT  Media  Nusantara  Data  Global 
(“MNDG”)  (2015),  Melon  dan  PT  Griya  Silkindo  Drajatmoerni  (“GSDm”)  (2016),  TSGN  dan  Nutech 
(2017), SSI, CIP, dan Telin Malaysia (2018), dan PST (2019) (Catatan 1d).  

(ii) Beban  amortisasi  diakui  sebagai  bagian  dari “Penyusutan  dan Amortisasi”  dalam  laporan  laba  rugi 
dan  penghasilan  komprehensif  lain  konsolidasian.  Sisa  periode  amortisasi  dari  aset  takberwujud  
piranti lunak adalah 1- 5 tahun. 

(iii) Pada tanggal 31 Desember 2019, jumlah tercatat bruto dari aset takberwujud yang telah diamortisasi 

seluruhnya dan masih digunakan adalah sebesar Rp5.526 miliar. 

12.  UTANG USAHA 

Rincian utang usaha adalah sebagai berikut: 

Pihak berelasi 

Pembelian peralatan, barang, dan jasa 
Utang kepada penyelenggara telekomunikasi lainnya 

Sub-jumlah 

Pihak ketiga 

Pembelian peralatan, barang, dan jasa 
Beban pemakaian frekuensi radio, beban hak  

Penyelenggaraan, dan Kewajiban Pelayanan Universal (“KPU”) 

Utang kepada penyelenggara telekomunikasi lainnya 

Sub-jumlah 
Jumlah 

Utang usaha berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut: 

Rupiah 
Dolar A.S. 
Lain-lain 
Jumlah 

Lihat Catatan 30 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi.  

56 

2019 

2018 

 683   
 136   
 819   

 804 
 189 
 993 

 10.634   

 10.874 

 1.374  
 1.070   
 13.078   
 13.897   

 1.471 
 1.428 
 13.773 
 14.766 

2019 

2018 

 12.027   
 1.823   
 47   
 13.897   

 11.726 
 2.978 
 62 
 14.766 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
     
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
     
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

13.  BEBAN YANG MASIH HARUS DIBAYAR 

Rincian beban yang masih harus dibayar adalah sebagai berikut: 

Operasi, pemeliharaan, dan jasa telekomunikasi 
Umum, administrasi, dan pemasaran 
Gaji dan tunjangan 
Beban bunga dan administrasi bank 
Jumlah 

14.  PENDAPATAN DITERIMA DI MUKA 

a.  Pendapatan diterima di muka jangka pendek 

Kartu pulsa prabayar 
Jasa telekomunikasi lainnya 
Sewa menara telekomunikasi 
Lain-lain 
Jumlah 

b.  Pendapatan diterima di muka jangka panjang 

Jasa telekomunikasi lainnya 
Hak penggunaan yang tidak dapat dibatalkan 
Jumlah 

2019 

2018 

 8.450 
 2.658 
 2.412 
 216 
 13.736 

 8.013 
 2.299 
 2.219 
 238 
 12.769 

2019 

2018 

 5.212 
 1.323 
 617 
 200 
 7.352 

2019 

2018 

 476 
 327 
 803 

 4.374 
 284 
 356 
 176 
 5.190 

 394 
 258 
 652 

15.  UTANG  BANK  JANGKA  PENDEK  DAN  PINJAMAN  JANGKA  PANJANG  YANG  JATUH  TEMPO 

DALAM SATU TAHUN 

a.  Utang bank jangka pendek 

Kreditur 
Pihak berelasi 

2019 
Saldo terutang 

      Mata uang 

  Mata uang   

asing 
(dalam jutaan)  

Setara 
Rupiah 

2018 
Saldo terutang 

      Mata uang 

asing 
(dalam jutaan)  

Setara 
Rupiah 

Bank Mandiri 
BNI 
PT Bank BNI Syariah (“BNI Syariah”)   

Sub-jumlah 
Pihak ketiga 
HSBC 

MUFG Bank, Ltd. 
    ("MUFG Bank") 
PT Bank DBS Indonesia ("DBS") 

PT Bank UOB Indonesia ("UOB") 
SCB 
PT Bank Central Asia Tbk. ("BCA") 
Bank CIMB Niaga 
Lain-lain 
Sub-jumlah 
Jumlah 

Rp 
Rp 
Rp 

Rp 
US$ 

Rp 
Rp 
US$ 
Rp 
Rp 
Rp 
Rp 
Rp 

 -  
 -  
 -  

 -  
0  

 -  
 -  
 1  
 -  
 -  
 -  
 -  
 -  

 2.400   
 1.238   
 17   
 3.655   

 1.754  
 4  

 1.705   
 722   
 13   
 500   
 150  
 124  
 78  
-   
 5.050   
 8.705   

 -   
 -   
 -   

 -  
0  

 -   
-   
 1   
-   
 -  
-  
 -  
 -   

 - 
 956 
 - 
 956 

 317 
 4 

 1.295 
 699 
 13 
 580 
 100 
- 
 78 
 1 
 3.087 
 4.043 

57 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
     
 
     
 
     
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
   
 
   
 
   
 
   
  
  
  
  
  
  
     
  
   
  
     
     
     
     
   
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
 
 
 
  
  
  
 
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
     
  
     
  
     
  
     
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

15.  UTANG  BANK  JANGKA  PENDEK  DAN  PINJAMAN  JANGKA  PANJANG  YANG  JATUH  TEMPO 

DALAM SATU TAHUN (lanjutan) 

a.  Utang bank jangka pendek (lanjutan) 

  Beberapa  informasi  lain  yang  signifikan  terkait  utang  bank  jangka  pendek  pada  tanggal  
31 Desember 2019 adalah sebagai berikut: 

  Peminjam 

Mata 
Uang   

Total fasilitas 
(dalam miliar)*  

Jatuh tempo 
fasilitas pinjaman   

Periode 
pembayaran 
bunga 

Tingkat suku bunga 
per tahun 

  Jaminan** 

Perusahaan    Rp 

2.400   21 November 2020    Triwulanan   3 Bulan JIBOR + 0,6%  

Tidak ada 

Mandiri 
2019 

BNI 

2014 - 2017 

Sigmaa, GSD    Rp 

  Rp 

Telkom 
Infratel, 
Infomediab, 
Sigmah,  
MD Media, 
Metranet 

Sigmac,h    Rp 
Sigmac,h    US$ 
  Rp 

Sigma, 
Melon, Metra,  
MD Media, 
PINS 

525  

3.160  

9 Januari 2020 -  
8 November 2020 
9 Januari 2020 -  
19 Desember 2020 

  Bulanan 

  Bulanan 

600  
0,004  
1.484  

31 Juli 2020    Bulanan 
31 Juli 2020    Bulanan 
  Bulanan,  
Triwulanan 

8 April 2020 - 30 
Agustus 2020 

  Rp 

2.360    23 Januari 2020 - 
29 Oktober 2020 

  Bulanan,  
Triwulanan 

  Rp 

600  

26 Februari 2020    Bulanan 

Perusahaan, 
Infomedia, 
Metra, GSD, 
PINS, 
Telkom 
Infratel 

Telkom 
Infratel, 
Infomedia 

Nutech    Rp 
Sigmad,e    US$ 

4  
0,02  

18 Oktober 2020    Bulanan 

31 Juli 2020   Semesteran  

Finnetf    Rp 

500 

20 Desember 2020 

Bulanan 

8,41% - 9,00%   Piutang usaha 
dan aset tetap 
  Piutang usaha 

1 bulan  
JIBOR + 2,20% - 
2,50% 

6,74%    Piutang usaha 
4,12%   Piutang usaha 
  Piutang usaha 
1 bulan  
JIBOR + 0,60% - 
0,70% 
3 bulan  
JIBOR + 1,00% 

Tidak ada 

1 bulan  
JIBOR + 0,70% - 
0,95% 
3 bulan  
JIBOR + 1,00% 

1 bulan  
JIBOR + 0,70% 

Tidak ada 

10,50%   
3,25% (US$), 
10,75% (Rp) 

Tidak ada 
  Piutang usaha 

1 bulan 
JIBOR + 2,00%  

Tidak ada 

2013 - 2019 

HSBC 
2018 
2018 
2018 - 2019 

MUFG Bank 
2018 - 2019 

DBS 

2018 

2016 
2016 

UOB 

2016 

SCB 

2015 

BCA 

2019 

GSDg 

Rp 

Telkom 
Infratel 

  Rp 

150 

600 

16 April 2020 

Bulanan 

Cost of fund + 2,50% 

Tidak ada 

30 April 2020 -  
22 Mei 2020 

Bulanan 

1 bulan 
JIBOR + 1,75% 

Piutang usaha 

Bank CIMB Niaga 

2013 

GSDh 

Rp 

85 

1 Januari 2020 

Bulanan 

10,90% - 11,50% 

Piutang usaha 
dan aset tetap 

*   Disajikan dalam mata uang asal. 
** Lihat Catatan 5 dan Catatan 9 untuk piutang usaha dan aset tetap yang dijaminkan. 
a   Berdasarkan amandemen terakhir tanggal 23 April 2019. 
b  Berdasarkan amandemen terakhir tanggal 28 Maret 2018 dan 6 Juli 2018. 
c   Berdasarkan amandemen terakhir tanggal 16 Juli 2018. 
d  Berdasarkan amandemen terakhir tanggal 5 Desember 2018. 
e  Fasilitas dalam mata uang Dolar A.S. Penarikan dapat dilakukan dalam mata uang Dolar A.S. dan Rupiah. 
f   Berdasarkan amandemen terakhir tanggal 5 Juni 2018. 
g  Berdasarkan amandemen terakhir tanggal 18 Januari 2019. 
h  Perpanjangan otomatis jika belum dilunasi. 

58 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
  
  
  
  
	
 
 
  
 
  
  
  
  
  
	
 
 
	
 
 
 
  
 
  
 
  
 
  
 
 
	
 
 
 
 
 
	
 
 
	
  
 
  
 
  
 
 
  
 
	
 
 
 
 
  
 
  
 
  
 
  
 
 
	
 
 
 
	
 
 
	
 
	
  
 
  
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
	
  
 
  
 
  
 
 
  
 
	
	
	
	
	
	
	
	
  
 
  
 
  
 
  
 
 
 
 
 
   
 
 
	
 
	
 
	
 
	
 
	
 
		
	
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

15.  UTANG  BANK  JANGKA  PENDEK  DAN  PINJAMAN  JANGKA  PANJANG  YANG  JATUH  TEMPO 

DALAM SATU TAHUN (lanjutan) 

a.  Utang bank jangka pendek (lanjutan) 

Sebagaimana dinyatakan dalam perjanjian, Grup diharuskan untuk menaati semua persyaratan atau 
batasan  seperti  adanya  batasan  bahwa  Perusahaan  harus  memiliki  kepemilikan  saham  mayoritas 
paling  sedikit  51%  terhadap  anak  perusahaan  dalam  perjanjian  dan  mempertahankan  rasio-rasio 
keuangan.  Pada  tanggal  31  Desember  2019,  Grup  telah  memenuhi  ketentuan  mengenai  rasio 
keuangan  tersebut,  kecuali  untuk  pinjaman  tertentu.  Pada  tanggal  31  Desember  2019,  Grup  telah 
memperoleh  persetujuan  (waiver)  dari  pemberi  pinjaman  untuk  tidak  mensyaratkan  pembayaran 
sebagai  konsekuensi  atas  pelanggaran  tersebut,  kecuali  untuk  Telkom  Infratel,  waiver  dari  BCA 
diterima pada tanggal 27 Januari 2020. 

Pada  tanggal  26  Februari  2018,  Perusahaan,  Telkom  Infratel,  dan  Infomedia  menandatangani 
perjanjian kredit modal kerja dengan DBS sebesar Rp600 miliar. Pada tanggal 31 Desember 2019, 
fasilitas yang belum digunakan sebesar Rp125 miliar. 

Pada tanggal 27 Maret 2019, Perusahaan, TII, Infomedia, dan Metra menandatangani perjanjian kredit 
modal  kerja  dengan  MUFG Bank  sebesar  Rp600  miliar.  Pada  tanggal  31 Desember  2019, fasilitas 
yang belum digunakan sebesar Rp180 miliar. 

Pada tanggal 8 April 2019, Perusahaan, Metra, MD Media, dan Metranet menandatangani perjanjian 
kredit modal kerja dengan HSBC sebesar Rp1.000 miliar. Pada tanggal 31 Desember 2019, fasilitas 
yang belum digunakan sebesar Rp582 miliar. 

Pada tanggal 24 Juni 2019, Perusahaan, Infomedia, MD Media, dan Telkom Infratel menandatangani 
perjanjian kredit modal kerja dengan MUFG Bank sebesar Rp1.560 miliar. Pada tanggal 31 Desember 
2019, fasilitas yang belum digunakan sebesar Rp400 miliar. 

Pada  tanggal  30  Agustus  2019,  Perusahaan,  Sigma,  dan  Melon  menandatangani  perjanjian  kredit 
modal  kerja  dengan  HSBC  sebesar  Rp500  miliar.  Pada  tanggal  31  Desember  2019,  fasilitas  yang 
belum digunakan sebesar Rp216 miliar. 

Pada tanggal 29 Oktober 2019, Perusahaan dan GSD menandatangani perjanjian kredit modal kerja 
dengan  MUFG  Bank  sebesar  Rp900  miliar.  Pada tanggal  31  Desember  2019,  fasilitas  yang  belum 
digunakan sebesar Rp814 miliar. 

Pada  tanggal  21  November  2019,  Perusahaan,  Dayamitra,  dan  GSD  menandatangani  perjanjian 
kredit modal kerja dengan Bank Mandiri sebesar Rp2.400 miliar. Pada tanggal 31 Desember 2019, 
seluruh fasilitas telah digunakan. 

Fasilitas utang bank yang diperoleh Grup digunakan untuk keperluan modal kerja. 

b.  Pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun 

2019 

2018 

 194  
 2.491  
 5.434  
 627  
 764  
 9.510  

 198 
 525 
 4.472 
 294 
 807 
 6.296 

Pinjaman penerusan (two-step loans) 
Obligasi dan wesel bayar 
Utang bank 
Pinjaman lainnya 
Utang sewa pembiayaan 
Jumlah 

Catatan 
16a 
16b 
16c 
16d 
9c 

59 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

16. PINJAMAN JANGKA PANJANG DAN PINJAMAN LAINNYA 

Pinjaman penerusan (two-step loans) 
Obligasi dan wesel bayar 
Utang bank 
Pinjaman lainnya 
Utang sewa pembiayaan 
Jumlah 

Catatan 
16a 
16b 
16c 
16d 
9c 

2019 

2018 

 542  
 7.467  
 21.171  
 3.113  
 1.576  
 33.869  

 751 
 9.956 
 18.753 
 1.950 
 2.338 
 33.748 

Jadwal pembayaran pokok utang pada tanggal 31 Desember 2019 adalah sebagai berikut: 

Catatan   

Jumlah 

2021 

Tahun 
2022 

2023 

2024 

 Selanjutnya 

Pinjaman penerusan 
(two-step loans) 

16a 
Obligasi dan wesel bayar  16b 
16c 
Utang bank 
16d 
Pinjaman lainnya 
Utang sewa pembiayaan 
9c 
Jumlah 

 542  
 7.467  
 21.171  
 3.113  
 1.576  
 33.869  

 178  
 477  
 7.148  
 852  
 675  
 9.330  

 141  
 2.198  
 3.464  
 853  
 550  
 7.206  

 125  
 -  
 5.852  
 862  
 233  
 7.072  

 98  
 -  
 2.312  
 460  
 77  
 2.947  

 - 
 4.792 
 2.395 
 86 
 41 
 7.314 

a.  Pinjaman penerusan (two-step loans) 

Pinjaman  penerusan  (two-step  loans)  adalah  pinjaman  tanpa  jaminan  yang  diperoleh  Pemerintah 
yang  kemudian  diteruskan  kepada  Perusahaan.  Pinjaman  yang  diperoleh  hingga  bulan  Juli  1994 
dicatat  dan  terutang  dalam  Rupiah  berdasarkan  kurs  pada  tanggal  penarikan  pinjaman.  Pinjaman 
yang  diperoleh  setelah  bulan  Juli  1994  terutang  dalam  mata  uang  asalnya  dan  keuntungan  atau 
kerugian selisih kurs yang terjadi ditanggung oleh Perusahaan. 

2019 
Saldo terutang 

      Mata uang 

Kreditur 

Bank luar negeri 

  Mata uang   
Yen 
US$ 
Rp 

Jumlah 
Bagian yang jatuh tempo 

dalam satu tahun (Catatan 15b)   

Bagian jangka panjang 

asing 
(dalam jutaan) 

Setara 
  Rupiah  

 3.839  
 9  
 -  

 491   
 120   
 125   
 736   

 (194)   
 542   

2018 
Saldo terutang 

Mata uang 
asing 
(dalam jutaan) 

 4.607  
 13  
 -  

Setara 
Rupiah  
 602 
 188 
 159 
 949 

 (198) 
 751 

Kreditur 
Bank luar negeri 

  Periode jadwal 

Mata uang 
Yen 
US$ 
Rp 

pembayaran 
Semesteran  
Semesteran  
Semesteran  

Pembayaran 
bunga 
Semesteran 
Semesteran 
Semesteran 

Tingkat bunga 

per tahun 

2,95% 
3,85% 
8,38% 

Pinjaman  tersebut  ditujukan  untuk  membiayai  pengembangan  infrastruktur  dan  sarana  penunjang 
telekomunikasi.  Pinjaman  ini  akan  dilunasi  dalam  angsuran  semesteran  dan  jatuh  tempo  pada 
berbagai tanggal sampai dengan tahun 2024. 

Sejak  2008,  Perusahaan  telah  menggunakan  seluruh  fasilitas  pinjaman  penerusan  dan  periode 
penarikan pinjaman penerusan tersebut telah berakhir.  

60 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
   
   
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
     
 
     
 
     
     
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
 
  
  
 
  
  
  
   
  
 
 
   
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
  
 
 
   
  
  
   
  
 
 
   
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

16. PINJAMAN JANGKA PANJANG DAN PINJAMAN LAINNYA (lanjutan) 

a.  Pinjaman penerusan (two-step loans) (lanjutan) 

Perusahaan diharuskan untuk mempertahankan rasio-rasio keuangan sebagai berikut:  
a.  Rasio  projected  net  revenue  to  projected  debt  service  harus  melebihi  1,2:1  untuk  pinjaman 

penerusan yang berasal dari Bank Pembangunan Asia (“ADB”). 

b.  Pendanaan dari sumber internal (laba sebelum penyusutan dan biaya pendanaan) harus melebihi 
20% dari rata-rata jumlah pengeluaran barang modal tahunan untuk pinjaman penerusan yang 
berasal dari ADB. 

Pada tanggal 31 Desember 2019, Perusahaan telah memenuhi ketentuan rasio-rasio tersebut di atas. 

b.  Obligasi dan wesel bayar 

2019 
Saldo terutang 

2018 
Saldo terutang 

Obligasi dan wesel bayar 
Obligasi 
2010 

Seri B 

2015 

Seri A 
Seri B 
Seri C 
Seri D 

Wesel bayar jangka menengah  

(Medium term notes atau "MTN") 
MTN I Telkom Tahun 2018 

Seri A 
Seri B 
Seri C 

MTN Syariah Ijarah I Telkom  

Tahun 2018 

Seri A 
Seri B 
Seri C 

Jumlah 
Biaya perolehan pinjaman yang belum 

diamortisasi 

Jumlah 
Bagian yang akan jatuh tempo dalam  

satu tahun (catatan 15b) 

Bagian jangka panjang 

i.  Obligasi 

Tahun 2010 

  Mata uang  

(dalam jutaan) 

  Rupiah   

  Mata uang asing    Setara 

 Mata uang asing   Setara 
(dalam jutaan)    Rupiah 

Rp 

Rp 
Rp 
Rp 
Rp 

Rp 
Rp 
Rp 

Rp 
Rp 
Rp 

 -   

 1.995   

 -   

 1.995 

 -   
 -   
 -   
 -   

 -   
 -   
 -   

 -   
 -   
 -   

 2.200   
 2.100   
 1.200   
 1.500   

 -  
 200  
 296  

 -  
 296  
 182  
 9.969  

 (11)  
 9.958  

 (2.491)    
 7.467    

 -   
 -   
 -   
 -   

 2.200 
 2.100 
 1.200 
 1.500 

 -  
 -  
 -  

 -  
 -  
 -  

 262 
 200 
 296 

 264 
 296 
 182 
 10.495 

 (14) 
 10.481 

 (525) 
 9.956 

Obligasi  
Seri B  

Pokok 
utang 

1.995 

Penerbit 
 Perusahaan  

Tempat 
pencatatan  
BEI 

Tanggal 
terbit 
  25 Juni 2010  

Jatuh 
tempo 
6 Juli 2020  

Periode 
pembayaran bunga  
Kuartalan 

Tingkat bunga 
per tahun 
10,20% 

Obligasi ini tidak dijaminkan dengan jaminan khusus tetapi dijamin dengan seluruh harta kekayaan 
Perusahaan baik barang bergerak maupun tidak bergerak, baik yang telah ada maupun yang akan 
ada  dikemudian  hari  (Catatan  9b.x).  Bertindak  sebagai  penjamin  pelaksana  emisi  obligasi  ini 
adalah  PT  Bahana  Sekuritas  (“Bahana”),  PT Danareksa  Sekuritas,  dan  PT  Mandiri  Sekuritas. 
Sedangkan bertindak sebagai Wali Amanat  adalah Bank CIMB Niaga. Berdasarkan Rapat Umum 
Pemegang Obligasi pada tanggal 26 September 2018, wali amanat obligasi berganti menjadi BTN. 

Perusahaan menerima hasil penerbitan obligasi ini pada tanggal 6 Juli 2010. 

61 

 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
      
      
      
      
   
  
  
  
     
  
   
     
 
  
  
  
  
  
  
  
  
 
 
 
  
  
  
 
 
 
 
  
  
  
 
 
 
 
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
 
 
 
 
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 
  
     
      
     
  
     
       
   
   
 
 
 
 
 
     
  
     
      
     
  
     
      
  
     
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

16. PINJAMAN JANGKA PANJANG DAN PINJAMAN LAINNYA (lanjutan) 

 b.  Obligasi dan wesel bayar (lanjutan) 

i.  Obligasi (lanjutan) 

Tahun 2010 (lanjutan) 

Dana  yang  diperoleh  dari  hasil  penawaran  umum  obligasi  setelah  dikurangi  biaya-biaya  emisi, 
seluruhnya akan dipergunakan untuk membiayai belanja modal yang meliputi: wave broadband (pita 
lebar,  softswitching,  datakom,  teknologi  informasi,  dan  lainnya),  infrastruktur  (backbone,  metro 
network,  regional  metro  junction,  internet  protocol,  dan  sistem  satelit)  dan  optimasi  legacy  dan 
fasilitas penunjang (fixed wireline dan wireless). 

tanggal  31  Desember  2019,  peringkat  obligasi  Perusahaan  yang  diberikan  oleh 

Pada 
PT Pemeringkat Efek Indonesia (“Pefindo”) adalah idAAA (Triple A). 

Berdasarkan  Perjanjian  Perwaliamanatan,  Perusahaan  dipersyaratkan  untuk  menaati  semua 
pembatasan, termasuk mempertahankan rasio-rasio keuangan sebagai berikut: 
(a) Debt to equity tidak lebih dari 2:1. 
(b) EBITDA terhadap beban bunga tidak kurang dari 5:1. 
(c) Debt service coverage minimal sebesar 125%. 

Pada  tanggal  31  Desember  2019,  Perusahaan  telah  memenuhi  ketentuan  mengenai  rasio-rasio 
tersebut di atas. 

Tahun 2015 

Obligasi 

Pokok 
utang 

Seri A 
Seri B 
Seri C 
Seri D 
Total 

2.200 
2.100 
1.200 
1.500 
7.000   

Penerbit 
 Perusahaan   
 Perusahaan   
 Perusahaan   
 Perusahaan   

Tempat 
pencatatan  
BEI 
BEI 
BEI 
BEI 

Tanggal 
terbit 

Jatuh 
tempo 

  23 Juni 2015   23 Juni 2022  
  23 Juni 2015   23 Juni 2025  
  23 Juni 2015   23 Juni 2030  
  23 Juni 2015   23 Juni 2045  

Periode 
pembayaran 
bunga 
Kuartalan  
Kuartalan  
Kuartalan  
Kuartalan  

Tingkat 
bunga per 
tahun 
9,93% 
10,25% 
10,60% 
11,00% 

Obligasi  ini  tidak  dijamin  dengan  jaminan  khusus,  tetapi  dijamin  dengan  seluruh  harta  kekayaan 
Perusahaan baik berupa barang bergerak maupun tidak bergerak, baik yang telah ada maupun yang 
akan ada dikemudian hari (Catatan 9b.x). Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi ini 
adalah  Bahana,  PT  Danareksa  Sekuritas,  PT  Mandiri  Sekuritas,  dan  PT  Trimegah  Sekuritas 
Indonesia, Tbk. Sedangkan bertindak sebagai Wali Amanat adalah Bank Permata.  

Perusahaan menerima hasil penerbitan obligasi ini pada tanggal 23 Juni 2015. 

Dana  yang  diperoleh  dari  hasil  penawaran  umum  obligasi  setelah  dikurangi  biaya-biaya  emisi, 
seluruhnya  akan dipergunakan untuk pengembangan usaha: broadband, backbone, metro network, 
regional  metro  junction,  information  technology  application  and  support,  dan  akuisisi  beberapa 
perusahaan baik dalam lingkup domestik maupun internasional. 

Pada tanggal 31 Desember 2019, peringkat obligasi Perusahaan yang diberikan oleh Pefindo adalah 
idAAA (Triple A). 

Berdasarkan  Perjanjian  Perwaliamanatan,  Perusahaan  dipersyaratkan  untuk  menaati  semua 
pembatasan, termasuk mempertahankan rasio-rasio keuangan sebagai berikut: 
(a) Debt to equity tidak lebih dari 2:1. 
(b) EBITDA terhadap beban bunga tidak kurang dari 4:1. 
(c) Debt service coverage minimal sebesar 125%. 

Pada  tanggal  31  Desember  2019,  Perusahaan  telah  memenuhi  ketentuan  mengenai  rasio-rasio 
tersebut di atas. 

62 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

16.  PINJAMAN JANGKA PANJANG DAN PINJAMAN LAINNYA (lanjutan) 

b.  Obligasi dan wesel bayar (lanjutan) 

ii.  Wesel bayar 

MTN I Telkom Tahun 2018 

Wesel 
bayar 

Seri A 
Seri B 
Seri C 

  Mata uang 

Pokok 
utang 

Tanggal 
terbit 

Jatuh 
tempo 

Rp 
Rp 
Rp 

262   4 September 2018    14 September 2019  
200   4 September 2018    4 September 2020  
296   4 September 2018    4 September 2021  
758    

Periode 

  Tingkat 
  pembayaran    bunga 

bunga 
Kuartalan 
Kuartalan 
Kuartalan 

  per tahun    Jaminan 
  7,25% 
  8,00% 
  8,35% 

  Seluruh aset 
  Seluruh aset 
  Seluruh aset 

Berdasarkan Perjanjian Penerbitan dan Agen Pemantauan Medium Term Notes (“MTN”) I Telkom 
Tahun  2018  yang  dinyatakan  dalam  akta  Notaris  No. 24  tanggal  31  Agustus  2018  oleh  Fathiah 
Helmi, S.H., Perusahaan menerbitkan MTN dengan keseluruhan nilai pokok MTN yaitu sebanyak-
banyaknya sebesar Rp758 miliar yang diterbitkan secara berseri.  

Bertindak sebagai Arranger atas MTN adalah Bahana, PT BNI Sekuritas, PT CGS-CIMB Sekuritas 
Indonesia, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas. BTN sebagai Agen Pemantau, dan 
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (“KSEI”) bertindak sebagai Agen Pembayaran dan Kustodian. 
MTN tersebut diterbitkan tanpa melalui transaksi regular di bursa (private placement). Dana yang 
diperoleh dari MTN tersebut digunakan untuk pengembangan jaringan akses dan backbone. 

Pada  tanggal  31  Desember  2019,  peringkat  MTN  yang  diberikan  oleh  Pefindo  adalah  idAAA  
(Triple A). 

Berdasarkan perjanjian, Perusahaan dipersyaratkan menaati seluruh perjanjian dan pembatasan 
termasuk mempertahankan rasio-rasio keuangan sebagai berikut:   
(a) Debt to equity  tidak lebih dari 2:1.  
(b) EBITDA terhadap beban bunga tidak kurang dari 4:1.  
(c) Debt service coverage minimal sebesar 125%.  

Pada  tanggal 31  Desember  2019,  Perusahaan telah memenuhi  ketentuan  mengenai  rasio-rasio 
tersebut di atas. 

MTN Syariah Ijarah I Telkom Tahun 2018 

Jaminan 

Hak manfaat  
obyek Ijarah 
Hak manfaat  
obyek Ijarah 
Hak manfaat  
obyek Ijarah 

Wesel bayar  Mata uang  
Seri A 

Rp 

  Pokok 
utang 

Tanggal 
terbit 

Jatuh 
tempo 

  Periode 
imbalan 

264   4 September 2018   14 September 2019   Kuartalan   

  Cicilan 
imbalan 
  per tahun   
19 

Seri B 

Seri C 

Rp 

Rp 

296   4 September 2018   4 September 2020   Kuartalan   

182   4 September 2018   4 September 2021   Kuartalan   

742    

24 

15 

58   

63 

 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
   
   
   
   
 
   
   
   
   
   
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
   
   
 
 
   
   
   
   
   
   
  
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

16.   PINJAMAN JANGKA PANJANG DAN PINJAMAN LAINNYA (lanjutan) 

b.  Obligasi dan wesel bayar (lanjutan) 

ii.  Wesel bayar (lanjutan) 

MTN Syariah Ijarah I Telkom Tahun 2018 (lanjutan) 

Berdasarkan  Perjanjian  Penerbitan  dan  Agen  Pemantauan  MTN  Syariah  Ijarah  Telkom  Tahun 
2018  yang  dinyatakan  dalam  akta  Notaris  No.  26  tanggal  31  Agustus  2018  oleh  Fathiah  Helmi, 
S.H., Perusahaan menerbitkan MTN Syariah Ijarah dengan keseluruhan nilai pokok MTN Syariah 
Ijarah yaitu sebanyak-banyaknya sebesar Rp742 miliar yang diterbitkan secara berseri. 

Bertindak sebagai Arranger atas MTN adalah Bahana, PT BNI Sekuritas, PT CGS-CIMB Sekuritas 
Indonesia, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas. BTN sebagai Agen Pemantau, dan 
KSEI bertindak sebagai Agen Pembayaran dan Kustodian. MTN Syariah Ijarah tersebut diterbitkan 
tanpa melalui transaksi regular di bursa (private placement). Dana yang diperoleh dari MTN Syariah 
Ijarah tersebut digunakan untuk pengembangan jaringan akses dan backbone. Objek Ijarah dari 
MTN  Syariah  Ijarah  tersebut  berupa  jaringan  telekomunikasi  di  wilayah  D.I.  Yogyakarta  yaitu 
jaringan  kabel,  peralatan  teknologi  informasi,    dan  alat-alat  produksi  layanan  telekomunikasi 
lainnya. 

Pada  tanggal  31  Desember  2019,  peringkat  MTN  Syariah  Ijarah  yang  diberikan  oleh  Pefindo 
adalah idAAA Sy (Triple A Syariah). 

Berdasarkan perjanjian, Perusahaan dipersyaratkan menaati seluruh perjanjian dan pembatasan 
termasuk mempertahankan rasio-rasio keuangan sebagai berikut:   
(a) Debt to equity  tidak lebih dari 2:1.  
(b) EBITDA terhadap beban bunga tidak kurang dari 4:1.  
(c) Debt service coverage minimal sebesar 125%.  

Pada  tanggal  31  Desember  2019, Perusahaan  telah memenuhi  ketentuan  mengenai  rasio-rasio 
tersebut di atas. 

64 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

16.  PINJAMAN JANGKA PANJANG DAN PINJAMAN LAINNYA (lanjutan) 

Kreditur 

  Mata uang 

2019 
Saldo terutang 

2018 
Saldo terutang 

  Mata uang 

  Mata uang 

asing 

  Setara 
  (dalam jutaan)    Rupiah 

asing 

  Setara 
  (dalam jutaan)    Rupiah 

c.  Utang bank 

Pihak berelasi 

Bank Mandiri   
BNI 
BRI 
BNI Syariah 

Sub-jumlah 
Pihak ketiga 

MUFG Bank 

Bank Sindikasi 

BCA 
DBS 
UOB Singapore 
PT Bank BTPN ("BTPN") (dahulu  

"Sumitomo") 

Citibank 
HSBC 
Bank of China 
ANZ 
Bank CIMB Niaga 
UOB 
PT Bank ICBC Indonesia ("ICBC") 
Exim Bank of Malaysia Berhad 
Japan Bank for International Cooperation 

("JBIC") 

Lain-lain 

Sub-jumlah 
Jumlah 
Biaya perolehan pinjaman yang belum 

diamortisasi 

Utang bank yang jatuh tempo dalam satu 

tahun (Catatan 15b) 
Bagian jangka panjang 

 -   
 -   
 -   
 -  

 -  
 8  
 -  
 37  
 -  
 -  
 40  

 -  
 -  
-  
-  
 -  
 -  
 -  
 -  
 8  

-  
 -  
 11  

 7.611   
 5.898   
 1.758   
 52  
 15.319   

 2.981   
 108  
 1.250   
 514  
 1.665   
 770   
 556   

 537   
 500  
 500  
 500  
 440   
 439   
 357   
 159   
 28   

 -   
 9   
 38   
 11.351   
 26.670   

 (65)   
 26.605   

 (5.434)   
 21.171   

 -   
 -   
 -   
 -  

 4.546 
 6.826 
 1.248 
 - 
 12.620 

 -   
 10  
 -   
 37  
 -   
 -   
 49   

 -   
 -  
-  
-  
 -   
 -   
 -   
 -   
 23   

 3   
 -   
 13   

 3.011 
 144 
 1.750 
 532 
 740 
 379 
 710 

 661 
 1.000 
- 
- 
 440 
 462 
 428 
 204 
 81 

 45 
 33 
 46 
 10.666 
 23.286 

 (61) 
 23.225 

 (4.472) 
 18.753 

Rp 
Rp 
Rp 
Rp 

Rp 
US$ 
Rp 
US$ 
Rp 
Rp 
US$ 

Rp 
Rp 
Rp 
Rp 
Rp 
Rp 
Rp 
Rp 
MYR 

US$ 
Rp 
MYR 

65 

 
 
 
 
 
   
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
   
 
   
 
   
 
   
  
  
  
  
  
  
 
 
  
     
  
     
  
     
  
   
     
   
  
  
 
 
 
  
  
 
 
 
  
  
  
  
 
  
    
 
 
 
 
 
 
   
 
  
 
 
 
 
 
 
  
  
  
  
  
  
  
  
  
  
    
 
 
 
 
 
 
   
 
  
  
  
 
  
  
  
     
  
     
  
     
  
     
 
 
 
 
 
 
 
 
   
  
     
  
     
 
  
     
  
     
 
 
 
 
 
 
 
 
   
  
     
  
     
  
     
  
     
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

16.  PINJAMAN JANGKA PANJANG DAN PINJAMAN LAINNYA (lanjutan) 

c.  Utang bank (lanjutan) 

Informasi  lain  yang  signifikan  terkait  utang  bank pada  tanggal  31  Desember  2019  adalah  sebagai 
berikut: 

Total 
fasilitas 
(dalam 
miliar)*   

Pembayaran 
periode 
berjalan 
(dalam 
miliar)* 

Mata 
Uang 

Jadwal 
pembayaran  

Periode 
pembayaran 
bunga 

Tingkat suku 
bunga per 
tahun 

  Jaminan** 

Rp 

 2.342  

 31   2018 - 2026  

Rp 

 8.112  

 3.779   2016 - 2033  

Rp 

 9.455  

 3.449   2018 - 2025  

Rp 

 3.763  

 255   2019 - 2026  

Bulanan, 
Kuartalan 

  8,75%, 9,00%  

Bulanan,  
Kuartalan 

  1 bulan JIBOR 
+ 2,20% - 
2,50%;  
3 bulan JIBOR 
+ 1,85% - 
2,25% 

Bulanan,  
Kuartalan 

  8,50% - 9,00%   

Kuartalan   3 bulan JIBOR 
+ 0,60% -
1,85% 

Piutang 
usaha dan 
seluruh aset 
Piutang 
usaha, 
persediaan,  
dan aset 
tetap  

Piutang 
usaha, 
persediaan,  
dan aset 
tetap  
Tidak ada 

Peminjam 

GSD, 
Perusahaan 

Perusahaan, 
GSD, TLT, 
Sigma, 
Dayamitra, 
Telkom Infratel  

Perusahaan, 
Telkomsela,b, 
Balebat  

GSD, 
Dayamitra, 
Telkomsel 

Perusahaan   

Rp 

 2.000  

 48   2021 - 2026  

Kuartalan  

9,00%   Seluruh asset 

Perusahaan, 
Dayamitra, 
GSD 

GSD, Metra, 
Infomedia, 
Dayamitra  
TII   

Rp 

 1.253  

 195   2019 - 2025  

Rp 

 3.950  

 1.980   2016 - 2025  

US$ 

 0,01  

 0,002   2019 - 2022  

Kuartalan   3 bulan JIBOR 
+ 1,85% - 
2,00% 

Aset tetap  

Kuartalan   3 bulan JIBOR 
+ 1,43% - 
2,15% 
Kuartalan   3 bulan LIBOR 
+ 1,25% 

Aset tetap  
dan kontrak 
sewa 
Tidak ada 

Perusahaan, 
GSD 
TII   

Rp 

 3.000  

US$ 

 0,09  

 500   2016 - 2022  

Kuartalan   3 bulan JIBOR 
+ 2,00% 
 -   2019 - 2024   Semesteran   6 bulan LIBOR 
+ 1,25% 

  Seluruh aset 

Tidak ada 

Perusahaan   

Rp 

 1.000  

500   2019 - 2020  

Kuartalan  

8,50%  

Tidak ada 

PST   

Rp 

 805  

 102   2017 - 2024  

Metra, 
Dayamitra, 
Telkom Infratel 

Rp 

 1.470  

 117   2018 - 2026  

Kuartalan  

10,00%-
10,50% 
Kuartalan   3 bulan JIBOR 
+ 1,50% - 
1,85% 

Aset tetap  

Aset tetap  

BNI 

2018 - 2019 

2013 - 2018 

Bank Mandiri 
2017 - 2018 

2017 - 2019 

BRI 

2019 

2017 - 2019 

MUFG Bank 
2015 - 2018 

2018 

Bank Sindikasi  

2015 

2018 

Citibank 
2018 

BCA 

2016 - 2018 

2017 - 2019 

66 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
   
   
   
 
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
   
   
 
 
 
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
   
   
 
 
 
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
   
   
 
 
 
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
   
   
 
 
 
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
   
   
 
 
 
  
  
 
 
 
 
  
 
   
   
 
 
 
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

16.  PINJAMAN JANGKA PANJANG DAN PINJAMAN LAINNYA (lanjutan) 

c.  Utang bank (lanjutan) 

Peminjam 

Mata 
Uang 

Total 
fasilitas 
(dalam 
miliar)*   

Pembayaran 
periode 
berjalan 
(dalam 
miliar)* 

Jadwal 
pembayaran  

Periode 
pembayaran 
bunga 

Tingkat suku 
bunga per 
tahun 

  Jaminan** 

TII    US$ 

 0,06  

 0,009   2019 - 2024  

GSD, Metra, 
Infomedia, 
Dayamitra, TII 

Rp 

 1.309  

 214   2016 - 2023  

Bulanan   1 bulan LIBOR 
+ 1,25% 

Tidak ada 

Kuartalan   3 bulan JIBOR 
+ 1,44% - 
2,15% 

Tidak ada 

UOB Singapore  

2016 

BTPN 

2015 - 2019 

Bank CIMB  
   Niaga 
2011 

UOB 

2016 

DBS 

2016 

2017 - 2019 

ICBC 

2017 

Exim Bank of   
   Malaysia  
   Berhad 
2016 

HSBC 
2019 

Bank of China  

2019 

GSD   

Rp 

 41  

 7   2012 - 2021  

Bulanan  

9,75%  

2017-2019 

GSD, Metra   

Rp 

 695  

 108   2018 - 2024  

Kuartalan   3 bulan JIBOR 
+ 1,50% 

ANZ 

2015 - 2017 

GSD, PINS   

Rp 

 500  

 -  

2020 

Aset tetap  
dan kontrak 
sewa 
Tidak ada 

Kuartalan   3 bulan JIBOR 
+ 2,00% 

Tidak ada 

Kuartalan   3 bulan JIBOR 
+ 2,20% 

Aset tetap  

Dayamitra   

Rp 

 500  

 71   2018 - 2024  

Nutech   

Rp 

 6  

 1   2017 - 2021  

Bulanan  

11,00%  

PINS, 
Dayamitra, 
Telkomsat 

Rp 

 1.030  

 108   2018 - 2026  

Kuartalan   3 bulan JIBOR 
+ 1,50%-1,85% 

Piutang 
usaha  dan 
aset tetap  
Tidak ada 

GSD   

Rp 

 272  

 45   2017 - 2023  

Kuartalan   3 bulan JIBOR 
+ 2,36% 

Piutang 
usaha  dan 
aset tetap  

TII    MYR 

 0,06  

 0,015   2017 - 2020  

Bulanan   ECOF + 1,89%  

Tidak ada 

Telkomsela   

Rp 

 1.000  

 500   2019 - 2021  

Bulanan   1 bulan JIBOR 
+ 0,60%  

Tidak ada 

Telkomsela   

Rp 

 1.000  

 500   2019 - 2021  

Bulanan   1 bulan JIBOR 
+ 0,60%  

Tidak ada 

*   Disajikan dalam mata uang asal 
**  Lihat Catatan 5, Catatan 6 dan Catatan 9 untuk piutang usaha, persediaan dan aset tetap yang dijaminkan. 
a  Telkomsel tidak memberikan jaminan apa pun atas setiap pinjaman atau fasilitas kredit lainnya. Persyaratan dari berbagai 
pinjaman antara Telkomsel dengan krediturnya dan penyedia dana, mengharuskan ketaatan terhadap sejumlah jaminan dan 
larangan termasuk persyaratan keuangan dan lainnya, diantaranya pembatasan atas jumlah dividen dan bentuk distribusi 
laba lainnya yang dapat berdampak buruk pada kemampuan Telkomsel untuk memenuhi persyaratan dari fasilitas-fasilitas 
tersebut. Persyaratan dari perjanjian yang relevan juga meliputi klausul gagal bayar dan gagal bayar silang. Pada tanggal 
31 Desember 2019, Telkomsel memenuhi persyaratan tersebut di atas. 

b  Berdasarkan amandemen terakhir tanggal 11 Desember 2018. 

67 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
   
   
 
 
 
  
  
 
 
 
 
 
  
 
   
   
 
 
 
  
  
 
 
 
 
 
 
  
 
   
   
 
 
 
  
  
 
 
  
 
   
   
 
 
 
  
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
   
   
 
 
 
  
  
 
 
 
 
 
 
  
 
   
   
 
 
 
  
  
 
 
 
 
 
  
 
   
   
 
 
 
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
   
   
 
 
 
  
  
 
 
 
 
  
 
   
   
 
 
 
  
  
 
 
  
 
   
   
 
 
 
  
  
 
 
  
 
   
   
 
 
 
  
  
 
 
 
 
 
  
 
   
   
 
 
 
  
  
 
 
 
 
 
  
 
   
   
 
 
 
  
  
 
 
 
 
 
 
   
 
 
  
  
 
 
  
  
 
 
 
   
 
 
  
  
 
 
  
  
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

16.  PINJAMAN JANGKA PANJANG DAN PINJAMAN LAINNYA (lanjutan) 

c.  Utang bank (lanjutan) 

Sebagaimana dinyatakan dalam perjanjian, Grup diharuskan untuk menaati semua persyaratan atau 
batasan  seperti  adanya  pembatasan  pembagian  dividen,  pembatasan  perolehan  utang  baru, 
termasuk  mempertahankan  rasio-rasio  keuangan.  Pada  tanggal  31  Desember  2019,  Grup  telah 
memenuhi  ketentuan  mengenai  rasio  keuangan  tersebut,  kecuali  untuk  pinjaman  tertentu. 
Pada tanggal 31 Desember 2019, Grup telah memperoleh persetujuan (waiver) dari pemberi pinjaman 
atas  tidak  terpenuhinya  rasio-rasio  keuangan  kecuali  current  ratio  untuk  posisi  keuangan  Telkom 
Infratel. Waiver untuk Telkom Infratel diterima pada tanggal 27 Januari 2020, sehingga pada tanggal 
31 Desember 2019, pinjaman kepada BCA sebesar Rp50 miliar telah diklasifikasikan kembali sebagai 
liabilitas lancar. 

Pada  tanggal  13  Maret  2015,  Perusahaan,  GSD,  Metra  dan  Infomedia  menandatangani  perjanjian 
kredit dengan BTPN, MUFG Bank, ANZ, dan bank sindikasi (BCA dan BNI) dengan jumlah fasilitas 
masing-masing sebesar Rp750 miliar, Rp750 miliar, Rp500 miliar, dan Rp3.000 miliar. Berdasarkan 
amandemen  pada  tanggal  2  Agustus  2016,  Dayamitra  dan  Telkom  Akses  dimasukkan  sebagai 
peminjam  ke  perjanjian  fasilitas  kredit  BTPN  dan  MUFG  Bank,  serta  mengecualikan  GSD  dari 
perjanjian tersebut. Berdasarkan amandemen terakhir pada tanggal 13 Maret 2017, PINS dimasukkan 
sebagai salah satu peminjam dalam perjanjian fasilitas kredit ANZ. Pada tahun 2017, PINS melakukan 
penarikan fasilitas kredit sebesar Rp200 miliar. Pada tanggal 31 Desember 2019, fasilitas yang belum 
digunakan dari BTPN, MUFG Bank, dan ANZ masing-masing sebesar Rp82,5 miliar, Rp82,5 miliar, 
dan Rp60 miliar. 

Pada  tanggal  24  Maret  2017,  Perusahaan,  Dayamitra,  Sigma,  GSD,  dan  TII  menandatangani 
perjanjian kredit dengan BRI, BNI, dan Bank Mandiri dengan jumlah fasilitas masing-masing sebesar 
Rp1.000 miliar, Rp2.005 miliar, dan Rp1.500 miliar. Pada tanggal 31 Desember 2019, fasilitas yang 
belum digunakan dari BNI dan Bank Mandiri masing-masing sebesar Rp68 miliar dan Rp5 miliar. 

Pada  tanggal  30  Maret  2017,  Perusahaan,  GSD,  Metra,  Dayamitra,  PINS,  dan  Telkomsat 
menandatangani  perjanjian  kredit  dengan  MUFG  Bank,  BTPN,  DBS,  Bank  CIMB  Niaga,  dan  BCA, 
dengan  jumlah  fasilitas  masing-masing  sebesar  Rp400  miliar,  Rp400  miliar,  Rp850  miliar,  
Rp495 miliar, dan Rp850 miliar. Berdasarkan amandemen pada tanggal 29 Juni  2017, BCA setuju 
Telkom  Infratel  menggantikan  PINS  selaku  debitur  yang  dapat  melakukan  penarikan  kredit.  Pada 
tanggal 31 Desember 2019, fasilitas yang belum digunakan dari MUFG Bank, BTPN, DBS, Bank CIMB 
Niaga,  dan  BCA  masing-masing  sebesar  Rp79  miliar,  Rp79  miliar,  Rp420  miliar,  Rp20  miliar,  dan 
Rp564 miliar. 

Pada tanggal 27 Maret 2018, Perusahaan dan Dayamitra menandatangani perjanjian kredit dengan 
BRI, Bank Mandiri dan MUFG Bank, dengan jumlah fasilitas masing-masing sebesar Rp200 miliar, 
Rp775 miliar, dan Rp800 miliar. Pada tanggal 31 Desember 2019, semua fasilitas sudah digunakan. 

Pada tanggal 15 Januari 2019,  Perusahaan, Infomedia, TII, Telkom Infratel, Telkomsat, dan Sigma 
menandatangani  perjanjian  kredit  dengan  BTPN  dengan  jumlah  fasilitas  masing-masing  sebesar 
Rp628 miliar. Pada tanggal 31 Desember 2019, fasilitas yang belum digunakan dari BTPN sebesar 
Rp538 miliar. 

Pada  tanggal  19  Juni  2019,  Perusahaan  dan  Dayamitra  menandatangani  perjanjian  dengan  BNI 
dengan  jumlah  fasilitas  masing-masing  sebesar  Rp2.160  miliar  dan  Rp840  miliar.  Pada  tanggal  
31 Desember 2019, fasilitas yang belum digunakan dari BNI sebesar Rp2.800 miliar. 

Pada  tanggal  8  Juli  2019,  Perusahaan,  PINS,  dan  GSD  menandatangani  perjanjian  kredit  dengan 
Bank CIMB Niaga dengan jumlah fasilitas masing-masing sebesar Rp500 miliar, Rp300 miliar, dan 
Rp200  miliar.  Pada  tanggal  31  Desember  2019, fasilitas  yang  belum  digunakan  Bank  CIMB  Niaga 
sebesar Rp908 miliar. 

Pada  tanggal  21  November  2019,  Perusahaan,  Dayamitra,  dan  GSD  menandatangani  perjanjian 
dengan Bank Mandiri dengan jumlah fasilitas masing-masing sebesar Rp1.400 miliar, Rp1.113 miliar, 
dan  Rp200  miliar.  Pada  tanggal  31  Desember  2019,  fasilitas  yang  belum  digunakan  Bank  Mandiri 
sebesar Rp2.069 miliar. 

Fasilitas utang bank yang diperoleh Grup tersebut digunakan untuk keperluan modal kerja. 

68 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

16.  PINJAMAN JANGKA PANJANG DAN PINJAMAN LAINNYA (lanjutan) 

d.  Pinjaman lainnya 

Kreditur 
PT Sarana Multi Infrastruktur 
Biaya perolehan pinjaman yang belum 

diamortisasi 

Jumlah 
Bagian yang akan jatuh tempo dalam satu 

tahun (catatan 15b) 
Bagian jangka panjang 

i.  Dayamitra 

Mata uang 
Rp 

Saldo terutang 

2019 

2018 

 3.748  

 (8)  
 3.740  

 (627)  
 3.113  

 2.250 

 (6) 
 2.244 

 (294) 
 1.950 

Peminjam 

  Mata uang   

Total 
fasilitas 
(dalam 
miliar) 

Pembayaran 
periode 
berjalan 
(dalam 
miliar) 

Jadwal 
pembayaran  

Tingkat suku bunga 
per tahun 

  Jaminan 

PT Sarana Multi    
   Infrastruktur 

12 Oktober 2016  

Dayamitra 

29 Maret 2017 

Dayamitra 

Rp 

Rp 

700  

600  

100   Semesteran  
  (2018-2024)  
86   Semesteran  
  (2018-2024)  

3 bulan  
JIBOR + 1,85%  
3 bulan  
JIBOR + 1,85%  

Aset tetap  
(Catatan 9) 
Aset tetap  
(Catatan 9) 

Berdasarkan  perjanjian  tersebut,  Dayamitra  diharuskan  memenuhi  beberapa  persyaratan  dan 
ketentuan, diantaranya mempertahankan rasio-rasio keuangan sebagai berikut: 
(a)  Debt to equity tidak lebih dari 5:1. 
(b)  Net Debt to EBITDA tidak lebih dari 4:1. 
(c)  Debt service coverage minimal 100%. 

Pada  tanggal  31  Desember  2019,  Dayamitra  telah  memenuhi  ketentuan  mengenai  rasio-rasio 
tersebut di atas. 

ii.  Perusahaan 

PT Sarana Multi 
   Infrastruktur  

14 November   
2018 
29 Maret 2019  

Peminjam 

  Mata uang   

Total 
fasilitas 
(dalam 
miliar) 

Pembayaran 
periode 
berjalan 
(dalam 
miliar) 

Jadwal 
pembayaran   

Tingkat suku 
bunga per tahun 

  Jaminan 

Perusahaan 

Perusahaan 

Rp 

Rp 

 1.000  

 2.273  

110   Semesteran   
(2019-2023)  
-   Semesteran   
(2020-2024)  

8,35%  

Tidak ada 

8,49%  

Tidak ada 

Berdasarkan  perjanjian  tersebut,  Perusahaan  diharuskan  memenuhi  beberapa  persyaratan  dan 
ketentuan, diantaranya mempertahankan rasio-rasio keuangan sebagai berikut: 
(a)  Debt to equity tidak lebih dari 2:1. 
(b)  EBITDA terhadap biaya bunga tidak kurang dari 4:1. 
(c)  Debt service coverage minimal 125%. 

Pada  tanggal 31  Desember  2019, Perusahaan  telah memenuhi  ketentuan  mengenai  rasio-rasio 
tersebut di atas. 

69 

 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
     
 
     
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
  
 
 
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
   
   
   
 
  
 
 
  
 
   
   
   
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
 
 
 
 
 
  
 
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
   
   
 
 
 
  
 
 
  
 
   
   
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
   
   
 
  
 
 
 
 
 
  
 
   
   
 
  
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

16.  PINJAMAN JANGKA PANJANG DAN PINJAMAN LAINNYA (lanjutan) 

d.  Pinjaman lainnya (lanjutan) 

iii.  Telkomsat 

Peminjam 

  Mata uang   

Total 
fasilitas 
(dalam 
miliar) 

Pembayaran 
periode 
berjalan 
(dalam 
miliar) 

Jadwal 
pembayaran   

Tingkat 
suku bunga 
per tahun 

Jaminan 

PT Sarana Multi  
   Infrastruktur 

29 Maret 2019  

Telkomsat 

Rp 

 164  

-   Semesteran   
(2020-2024)  

8,49%  

Tidak ada 

Berdasarkan  perjanjian  tersebut,  Telkomsat  diharuskan  memenuhi  beberapa  persyaratan  dan 
ketentuan, diantaranya mempertahankan rasio-rasio keuangan sebagai berikut: 
(a)  Debt to equity tidak lebih dari 2:1. 
(b)  EBITDA terhadap biaya bunga tidak kurang dari 4:1. 
(c)  Debt service coverage minimal 125%. 

Pada  tanggal  31  Desember  2019,  Telkomsat  telah  memenuhi  ketentuan  mengenai  rasio-rasio 
tersebut di atas. 

Pada tanggal 29 Maret 2019, Perusahaan, Telkomsat, dan Telkom Infratel menandatangani perjanjian 
kredit  dengan  PT  Sarana  Multi  Infrastruktur  dengan  jumlah  fasilitas  masing-masing  sebesar  
Rp2.273 miliar, Rp164 miliar, dan Rp563 miliar. Pada tanggal 31 Desember 2019, fasilitas yang belum 
digunakan dari PT Sarana Multi Infrastruktur sebesar Rp1.206 miliar, termasuk sebesar Rp563 miliar 
oleh Telkom Infratel. 

17. KEPENTINGAN NONPENGENDALI 

Rincian kepentingan nonpengendali adalah sebagai berikut: 

Kepentingan nonpengendali atas aset bersih entitas anak: 

Telkomsel 
GSD 
Metra 
TII 
Jumlah 

Kepentingan nonpengendali atas laba (rugi) 

tahun berjalan entitas anak: 
Telkomsel 
Metra 
TII 
GSD 
Jumlah 

2019 

2018 

 17.221 
 230 
 130 
 108 
 17.689 

 17.899 
 212 
 171 
 111 
 18.393 

2019 

2018 

 9.029 

 (53)   
 (5)   
 (42)   

 8.929 

 8.937 
 11 
 7 
 (8) 
 8.947 

70 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
   
   
   
 
  
 
 
  
 
   
   
   
 
  
 
 
 
 
 
  
 
   
   
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
   
 
   
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

17.  KEPENTINGAN NONPENGENDALI (lanjutan) 

Entitas anak dengan kepemilikan nonpengendali yang material 

Pada  tanggal  31  Desember  2019  dan  2018,  kepemilikan  kepentingan  nonpengendali  yang  dianggap 
material oleh Perusahaan adalah kepemilikan kepentingan nonpengendali atas Telkomsel sebesar 35% 
(Catatan 1d).  

Ringkasan informasi keuangan Telkomsel dibawah ini disajikan berdasarkan nilai sebelum eliminasi saldo 
dan transaksi antar perusahaan. 

Ringkasan laporan posisi keuangan 

Aset lancar 
Aset tidak lancar 
Liabilitas jangka pendek 
Liabilitas jangka panjang 
Jumlah ekuitas 
Yang dapat diatribusikan kepada: 

Pemilik entitas induk 
Kepentingan nonpengendali 

Ringkasan laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain 

Pendapatan 
Beban operasi 
Pendapatan (beban) lain-lain - bersih 
Laba sebelum pajak penghasilan 
Beban pajak penghasilan - bersih 
Laba tahun berjalan dari operasi yang masih berlanjut 
Penghasilan (rugi) komprehensif lain - bersih 
Jumlah laba komprehensif tahun berjalan 

Diatribusikan kepada kepentingan nonpengendali 
Dividen yang dibayar kepada kepentingan nonpengendali 

Ringkasan laporan arus kas 

Kegiatan operasi 
Kegiatan investasi 
Kegiatan pendanaan 
Kenaikan (penurunan) bersih kas dan setara kas 

2019 

2018 

 18.657 
 64.073 
 (20.892)   
 (12.629)   
 49.209 

 31.988 
 17.221 

 16.836 
 65.814 
 (20.737) 
 (10.767) 
 51.146 

 33.247 
 17.899 

2019 

2018 

 91.088 
 (56.097)   
 (389)   

 34.602 
 (8.803)   
 25.799 

 (424)   

 25.375 

 9.029 
 8.490 

 89.246 
 (55.286) 
 124 
 34.084 
 (8.548) 
 25.536 
 356 
 25.892 

 8.937 
 10.105 

2019 

2018 

 41.515 
 (13.448)   
 (25.943)   
 2.124 

 36.848 
 (16.095) 
 (24.867) 
 (4.114) 

71 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
    
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

18.  MODAL SAHAM 

Keterangan 
Saham Seri A Dwiwarna 

Pemerintah 
Saham Seri B 
Pemerintah 
The Bank of New York Mellon Corporation* 
Direksi (Catatan 1b): 
Ririek Adriansyah 
Harry Mozarta Zen 
Faizal Rochmad Djoemadi 
Bogi Witjaksono 
Edi Witjara 
Siti Choiriana 

Masyarakat (masing-masing dibawah 5%) 

Jumlah 

Keterangan 
Saham Seri A Dwiwarna 

Pemerintah 
Saham Seri B 
Pemerintah 
The Bank of New York Mellon Corporation* 
Komisaris (Catatan 1b): 

Hendri Saparini 
Rinaldi Firmansyah 
Direksi (Catatan 1b): 

Alex Janangkih Sinaga 
Dian Rachmawan 
Abdus Somad Arief 
Herdy Rosadi Harman 
Harry Mozarta Zen 
David Bangun 
Siti Choiriana 

Masyarakat (masing-masing dibawah 5%) 

Jumlah 

Jumlah saham 

 1  

 51.602.353.559   
 4.601.837.380   

 1.156.955   
 474.692   
 126.800   
 55.000   
 32.500   
 540   
 42.856.179.173   
99.062.216.600   

2019 
Persentase 
kepemilikan 

Jumlah modal 
disetor 

0   

52,09   
4,65   

0   
0   
0   
0   
0   
0   
43,26   
100,00   

0 

 2.580 
 230 

0 
0 
0 
0 
0 
0 
 2.143 
4.953 

Jumlah saham 

2018 
Persentase 
kepemilikan 

Jumlah modal 
disetor 

1   

51.602.353.559   
4.944.921.880   

654.505   
454.113   

1.683.359   
1.575.562   
1.515.022   
1.514.720   
689.492   
1.000   
540   
42.506.852.847   
99.062.216.600   

0   

52,09   
4,99   

0   
0   

0   
0   
0   
0   
0   
0   
0   
42,92   
100,00   

0 

2.580 
247 

0 
0 

0 
0 
0 
0 
0 
0 
0 
2.126 
4.953 

* The Bank of New York Mellon Corporation bertindak sebagai lembaga penyimpanan untuk saham ADS Perusahaan. 

Perusahaan hanya menerbitkan 1 saham Seri A Dwiwarna yang dimiliki oleh Pemerintah dan tidak dapat 
dialihkan  kepada  siapapun,  dan  mempunyai  hak  veto  dalam  RUPS  Perusahaan  berkaitan  dengan 
pengangkatan dan penggantian Dewan Komisaris dan Direksi, penerbitan saham baru, serta perubahan 
Anggaran Dasar Perusahaan. 

72 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
 
 
  
  
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
  
  
 
   
  
  
 
 
 
  
  
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

19.  TAMBAHAN MODAL DISETOR 

Hasil penjualan 933.333.000 saham di atas nilai nominal  

melalui IPO pada tahun 1995 

2019 

2018 

 1.446  

 1.446 

Selisih lebih harga penjualan kembali 211.290.500 saham  
I  atas  biaya 

tahap 

yang  diperoleh  kembali  pada 
perolehannya  

Selisih lebih harga penjualan kembali 215.000.000 saham  
yang  diperoleh  kembali  pada  tahap  II  atas  biaya 
perolehannya  

Selisih lebih harga pengalihan saham yang diperoleh  

kembali untuk program kepemilikan saham karyawan  
atas biaya perolehannya  

Selisih lebih harga penjualan kembali 22.363.000 sisa  

saham yang diperoleh kembali pada tahap III atas biaya 
perolehannya 

Selisih lebih harga penjualan kembali 864.000.000 saham   

yang diperoleh kembali pada tahap IV atas biaya  
perolehannya  

Kapitalisasi menjadi 746.666.640 saham Seri B pada 

tahun 1999 

Pengurangan tambahan modal disetor sebagai akibat  

penarikan modal saham yang diperoleh kembali 

Selisih atas akuisisi kepentingan nonpengendali 
Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali 
Jumlah bersih 

 544  

 576  

 228  

 36  

 1.996  

 (373)  

 (2.454)  
 (22)  
 734  
 2.711  

 544 

 576 

 228 

 36 

 1.996 

 (373) 

 (2.454) 
 (22) 
 478 
 2.455 

Di  tahun  2019,  terdapat  transaksi  restrukturisasi  entitas  sepengendali  terkait  perubahan  kepemilikan 
saham  Telkomsel  di  Finarya  dan  Perusahaan  di  Jalin,  masing-masing  sebesar  Rp17  miliar  dan  
Rp239 miliar. 

20.   KOMPONEN EKUITAS LAINNYA   

Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan 
Selisih transaksi perubahan ekuitas entitas asosiasi 
Laba belum direalisasi atas kepemilikan efek   
  yang tersedia untuk dijual 
Selisih transaksi akuisi kepemilikan kepentingan  
   nonpengendali pada entitas anak 
Komponen ekuitas lainnya 
Jumlah 

2019 

2018 

568  
386  

54  

(637 ) 
37 
 408 

 673 
 386 

 48 

 (637) 
 37 
 507 

73 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
  
 
  
 
 
   
 
   
  
 
   
  
 
 
   
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

21.  PENDAPATAN 

Pendapatan telepon 
Telepon bergerak 
Telepon tidak bergerak 

Jumlah pendapatan telepon 
Pendapatan interkoneksi 
Pendapatan data, internet, dan jasa teknologi  

informatika 
Internet dan data selular 
Internet, komunikasi data, dan jasa teknologi informatika 
Short Messaging Services (“SMS”) 
Lain-lain 

Jumlah pendapatan data, internet, dan jasa teknologi  

informatika 

Pendapatan jaringan 
Pendapatan Indihome 
Pendapatan lainnya 
CPE dan terminal 
Sewa menara telekomunikasi 
Penjualan periferal 
Call center service 
E-payment 
E-health 
Lain-lain 

Jumlah pendapatan lainnya 
Jumlah pendapatan 

2019 

2018 

 25.090   
 2.888  
 27.978   
 6.286  

 55.675  
 9.027  
 7.063  
 1.023  

 72.788  
 1.848  
 18.325  

 1.732  
 1.239  
 1.109  
 800  
 566  
 523  
 2.373  
 8.342   
 135.567   

 30.431 
 3.195 
 33.626 
 5.463 

 45.154 
 10.386 
 9.185 
 827 

 65.552 
 1.707 
 14.310 

 1.450 
 909 
 1.851 
 1.052 
 449 
 563 
 3.852 
 10.126 
 130.784 

Rincian dari komponen pendapatan neto yang diperoleh Grup dari transaksi keagenan untuk tahun yang 
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018 adalah sebagai berikut: 

Pendapatan bruto 
Kompensasi kepada penyedia jasa nilai tambah 
Pendapatan neto 

2019 

2018 

 57.983    
 (2.308)    
 55.675    

 46.672 
 (1.518) 
 45.154 

Lihat Catatan 30 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi. 

Penyajian  akun  pendapatan  dalam  laporan  keuangan  konsolidasian  tahun  2018  telah  disesuaikan 
dengan  penyajian  laporan  keuangan  konsolidasian  tahun  2019.  Ikhtisar  akun  Pendapatan  yang 
disesuaikan tahun 2018 adalah sebagai berikut: 

Sebelum 

penyesuaian  Penyesuaian  

Setelah 
penyesuaian 

Pendapatan telepon 

Telepon tidak bergerak 

Pendapatan data, internet, dan jasa teknologi  

informatika 
Internet, komunikasi data, dan jasa teknologi informatika 
TV berbayar 
Lain-lain 

Pendapatan jaringan 
Pendapatan Indihome 

 5.888  

 (2.693)  

 3.195 

 19.454  
 2.508  
 852  
 1.723  
 -  

 (9.068)  
 (2.508)  
 (25)  
 (16)  
 14.310  

 10.386 
 - 
 827 
 1.707 
 14.310 

74 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
     
      
   
      
   
  
 
  
 
  
 
 
  
 
 
 
 
     
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
 
   
   
 
   
   
 
   
   
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

22.  BEBAN KARYAWAN 

Rincian dari beban karyawan adalah sebagai berikut: 

Gaji dan tunjangan 
Cuti, insentif, dan tunjangan lainnya 
Beban pensiun berkala, bersih (Catatan 28) 
Beban penghargaan masa kerja (Catatan 29) 
Beban imbalan kesehatan pasca kerja  

berkala, bersih (Catatan 28) 
Beban pensiun berdasarkan 

Undang-Undang Ketenagakerjaan (Catatan 28) 
Beban imbalan pasca kerja lainnya (Catatan 28) 
Lain-lain 
Jumlah 

2019 

2018 

 7.945  
 3.538  
 840  
 290  

 167  

 136  
 33  
 63  
 13.012   

 8.077 
 3.292 
 1.120 
 161 

 335 

 113 
 32 
 48 
 13.178 

Lihat Catatan 30 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi. 

23.  BEBAN OPERASI, PEMELIHARAAN DAN JASA TELEKOMUNIKASI 

Rincian dari beban operasi, pemeliharaan dan jasa telekomunikasi adalah sebagai berikut: 

Operasi dan pemeliharaan 
Beban pemakaian frekuensi radio (Catatan 33c.i) 
Sewa sirkit dan CPE 
Beban hak penyelenggaraan dan KPU 
Beban pokok penjualan handset (Catatan 6) 
Listrik, gas, dan air 
Sewa menara 
Beban pokok penjualan kartu SIM dan  

voucer (Catatan 6) 

Sewa kendaraan dan fasilitas pendukung 
Asuransi 
Lain-lain 
Jumlah 

Lihat Catatan 30 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi. 

24.  BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI 

Rincian dari beban umum dan administrasi adalah sebagai berikut: 

Provisi penurunan nilai piutang (Catatan 5d) 
Beban umum 
Jasa profesional 
Pelatihan, pendidikan, dan rekrutmen 
Perjalanan 
Rapat 
Sumbangan sosial 
Beban penagihan 
Lain-lain 
Jumlah 

Lihat Catatan 30 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi. 

75 

2019 

2018 

 24.410  
 5.736  
 4.793  
2.370  
 1.109  
 1.102  
 641  

 618  
 466  
 246  
 735  
 42.226  

 25.214 
 5.473 
 5.125 
2.297 
 1.860 
 1.051 
 480 

 765 
 413 
 193 
 920 
 43.791 

2019 

2018 

 2.283   
 1.653   
 793   
 461   
 410   
 276  
 200   
 176  
 444   
 6.696   

 1.724 
 1.792 
 823 
 463 
 415 
 233 
 181 
 157 
 349 
 6.137 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
     
  
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
    
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

25.  PERPAJAKAN 

a.  Pajak dibayar di muka 

Perusahaan: 
    PPh 
      Pasal 22 - Pembelian barang 
      Pasal 23 - Penyerahan jasa 
    PPN 
Entitas anak: 
    PPh  
      PPh Badan 
      Pasal 4 (2) - Pajak final 
      Pasal 23 - Penyerahan jasa 
    PPN 
Jumlah pajak dibayar di muka 
Bagian jangka pendek 
Bagian jangka panjang (Catatan 10) 

b.  Tagihan restitusi pajak 

Perusahaan: 
    PPh Badan 
    PPN 
Entitas anak: 
    PPh  

    PPh Badan 
    Pasal 23 - Penyerahan jasa 

    PPN 
Jumlah tagihan restitusi pajak 
Bagian jangka pendek 
Bagian jangka panjang (Catatan 10) 

2019 

2018 

 6  
 90  
 678  

 -  
 13  
 2  
 2.458  
 3.247   
 (2.569)  
 678   

2019 

2018 

 406  
 2.046  

 992  
 44  
 1.170  
 4.658  
 (992)  
 3.666  

 - 
 63 
 1.048 

 14 
 - 
 1 
 2.765 
 3.891 
 (2.749) 
 1.142 

 494 
 1.119 

 406 
 - 
 1.027 
 3.046 
 (596) 
 2.450 

76 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
     
     
   
  
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
     
  
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

25.  PERPAJAKAN (lanjutan) 

c.  Utang pajak 

Perusahaan: 
  PPh 

  Pasal 4 (2) - Pajak final 
  Pasal 21 - PPh pribadi 
  Pasal 22 - Pembelian barang 
  Pasal 23 - Penyerahan jasa 
  Pasal 25 - Angsuran PPh Badan 
  Pasal 26 - PPh Wajib Pajak Luar Negeri 
  Pasal 29 - PPh Badan 

  PPN atas Pemungutan Pajak ("WAPU") 

Entitas anak: 
  PPh 

  Pasal 4 (2) - Pajak final 
  Pasal 21 - PPh pribadi 
  Pasal 22 - Pembelian barang 
  Pasal 23 - Penyerahan jasa 
  Pasal 25 - Angsuran PPh Badan 
  Pasal 26 - PPh Wajib Pajak Luar Negeri 
  Pasal 29 - PPh Badan 

  PPN 

Jumlah utang pajak 

2019 

2018 

 43   
 101   
 7   
 38   
 6  
 9   
 1.059  
 487   
 1.750   

 153   
 108   
 3   
 80   
 7  
 5  
 473  
 852   
 1.681   
 3.431   

d.  Komponen beban (manfaat) pajak penghasilan konsolidasian adalah sebagai berikut: 

2019 

2018 

Kini 

 Perusahaan 
 Entitas anak 

Tangguhan 

 Perusahaan 
 Entitas anak 

Beban pajak penghasilan bersih 

 1.272  
 9.347  
 10.619   

 (82)  
 (221)  
 (303)   
 10.316   

 18 
 47 
 3 
 36 
 1 
 3 
 - 
 334 
 442 

 75 
 113 
 5 
 110 
 14 
 7 
 389 
 25 
 738 
 1.180 

 236 
 9.196 
 9.432 

 (103) 
 97 
 (6) 
 9.426 

77 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
     
  
 
  
 
 
   
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
     
      
   
 
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

25.  PERPAJAKAN (lanjutan) 

d.  Komponen beban (manfaat) pajak penghasilan konsolidasian adalah sebagai berikut (lanjutan): 

Rekonsiliasi  antara  laba  sebelum  pajak  penghasilan  dengan  estimasi  laba  kena  pajak  untuk tahun 
yang berakhir pada 31 Desember 2019 dan 2018 adalah sebagai berikut: 

2019 

2018 

Laba sebelum pajak penghasilan konsolidasian 
Penambahan kembali eliminasi konsolidasian 
Laba konsolidasian sebelum pajak penghasilan  

dan eliminasi 

Dikurangi: laba entitas anak sebelum pajak penghasilan  
Laba sebelum pajak penghasilan sebelum dikurangi 
pajak penghasilan atas pajak final - Perusahaan 

Dikurangi: penghasilan yang telah dikenakan pajak final 
Laba sebelum pajak penghasilan setelah dikurangi 

penghasilan atas pajak final - Perusahaan 

Perbedaan temporer: 
Provisi penurunan nilai piutang  
Provisi imbalan karyawan 
Hak atas tanah, aset takberwujud, dan lainnya 
Pendapatan instalasi tangguhan 
Beban pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya  

berkala bersih 

Perbedaan nilai buku aset tetap menurut akuntansi 

dan pajak 

Beban yang masih harus dibayar dan provisi  

persediaan usang 
Sewa pembiayaan 
Jumlah perbedaan temporer - bersih 
Perbedaan tetap: 
Imbalan karyawan 
Sumbangan 
Beban imbalan kesehatan pasca kerja berkala bersih 
Beban untuk mendapatkan pendapatan obyek  

PPh final 

Bagian laba bersih entitas asosiasi dan entitas anak 
Pendapatan lain-lain dari hasil pemeriksaan pajak 
Lain-lain 
Jumlah perbedaan tetap - bersih 
Kompensasi rugi fiskal 
Penghasilan kena pajak - Perusahaan 
Beban pajak penghasilan kini 
Beban pajak penghasilan final 
Beban pajak penghasilan kini atas pemeriksaan pajak 
Jumlah beban pajak penghasilan kini - Perusahaan 
Beban pajak penghasilan kini - entitas anak 
Jumlah beban pajak penghasilan kini 

 37.908  
 23.555  

 61.463  
 (41.390)  

 20.073  
 (515)  

 19.558  

 641  
 74  
 48  
 2  

 (348)  

 (309)  

 (20)  
 (7)  
 81  

 225  
 212  
 167  

 133  
 (13.911)  
 (483)  
 25  
 (13.632)  
 -  
 6.007  
 1.201  
 70  
 1  
 1.272  
 9.347  
 10.619  

 36.405 
 25.933 

 62.338 
 (43.322) 

 19.016 
 (425) 

 18.591 

 193 
 (381) 
 52 
 92 

 133 

 (180) 

 146 
 (10) 
 45 

 215 
 123 
 335 

 123 
 (17.852) 
 (56) 
 (138) 
 (17.250) 
 (986) 
 400 
 80 
 57 
 99 
 236 
 9.196 
 9.432 

78 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
     
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

25.  PERPAJAKAN (lanjutan) 

d.  Komponen beban (manfaat) pajak penghasilan konsolidasian adalah sebagai berikut (lanjutan): 

Rekonsiliasi  antara  pajak  penghasilan  yang  dihitung  dengan  menggunakan  tarif  pajak  perusahaan 
20% terhadap laba sebelum pajak penghasilan setelah dikurang pendapatan yang dikenakan pajak 
final dan beban pajak bersih pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian 
adalah sebagai berikut: 

2019 

2018 

Laba sebelum pajak penghasilan konsolidasian 
Dikurangi: pendapatan yang dikenakan  

pajak final – bersih konsolidasian 

Beban pajak penghasilan dihitung pada tarif  

Perusahaan 20% 

Perbedaan pada tarif pajak entitas anak 
Beban yang tidak dapat dikurangkan untuk tujuan  

perpajakan 

Beban pajak penghasilan final 
Pajak tangguhan yang tidak diakui 
Lain-lain 
Beban pajak penghasilan bersih 

 37.908  

 (1.138)  
 36.770  

 7.354  
 1.557  

 764  
 73  
 323  
 245  
 10.316   

 36.405 

 (1.277) 
 35.128 

 7.026 
 1.753 

 398 
 60 
 (2) 
 191 
 9.426 

Undang-Undang  Pajak  No.  36  tahun  2008  menerapkan  peraturan  di  bawah  Peraturan  Pemerintah 
(“PP”) No. 56/2015 mengenai pemberian pengurangan tarif pajak sebesar 5% dari tarif pajak tertinggi 
kepada perusahaan yang sahamnya tercatat dan diperdagangkan di BEI dengan jumlah paling sedikit 
40% dari jumlah seluruh saham yang disetor perusahaan dan saham tersebut dimiliki paling sedikit 
oleh 300 pemegang saham, dimana kepemilikan masing-masing tidak boleh melebihi 5%. Ketentuan 
tersebut harus dipenuhi oleh perusahaan yang mencatatkan sahamnya di bursa dalam waktu paling 
singkat 183 hari kalender dalam jangka waktu satu tahun fiskal. Perusahaan telah memenuhi seluruh 
kriteria yang telah dipersyaratkan, sehingga untuk perhitungan beban pajak kini  dan liabilitas untuk 
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018, Perusahaan menurunkan tarif pajak 
sebesar 5%. 

Perusahaan  menerapkan  tarif  pajak  sebesar  20%  untuk  tahun  yang  berakhir  pada  tanggal  
31 Desember 2019 dan  2018. Entitas anak menerapkan tarif pajak sebesar 25% untuk tahun yang 
berakhir tanggal 31 Desember 2019 dan 2018. 

Perusahaan akan menyampaikan perhitungan penghasilan kena pajak dan beban pajak penghasilan 
kini  di  atas  dalam  SPT  Tahunan  PPh  Badan  untuk  tahun  fiskal  2019  kepada  kantor  pajak  dan 
dilaporkan berdasarkan peraturan yang berlaku. Terdapat perbedaan antara jumlah PPh Badan tahun 
yang  berakhir  pada  tanggal  31  Desember  2018  dengan  yang  dilaporkan  dalam  SPT  Tahunan 
dikarenakan penyesuaian atas koreksi pajak yang berasal dari hasil pemeriksaan tahun 2017. 

e.  Pemeriksaan pajak 

(i)  Perusahaan 

PPN Tahun 2007 

Pada tanggal 15 November 2013, Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar 
(“SKPKB”)  untuk  PPN  masa  pajak  Januari  s.d.  September  dan  November  2007  senilai  
Rp142 miliar.  

79 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
     
  
 
 
 
  
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

25.  PERPAJAKAN (lanjutan) 

e.  Pemeriksaan pajak (lanjutan) 

(i)  Perusahaan (lanjutan) 

PPN Tahun 2007 (lanjutan) 

Pada  tanggal  20  Januari  2014, Perusahaan  mengajukan  keberatan  dan  pada bulan  Desember 
2014,  Otoritas  Pajak  menerbitkan  keputusan  penolakan  atas  keberatan  yang  diajukan  oleh 
Perusahaan.  Perusahaan  menerima  hasil  pemeriksaan  kurang  bayar  PPN  senilai  Rp22  miliar 
(termasuk  denda  Rp10  miliar)  dan  telah  dibebankan  pada  laporan  laba  rugi  dan  penghasilan 
komprehensif  lain  konsolidasian  tahun  2014.  Sedangkan  atas  PPN  interkoneksi  international 
incoming call senilai Rp120 miliar (termasuk denda Rp39 miliar) dicatat sebagai tagihan restitusi 
pajak.  

Pada tanggal 12 Maret 2015, Perusahaan telah mengajukan banding kepada Pengadilan Pajak 
atas  penolakan  keberatan  terhadap  pemeriksaan  atas  PPN  interkoneksi international  incoming 
call. 

Pada tanggal 1 dan 2 Agustus 2017, Pengadilan Pajak menerbitkan putusan atas proses banding 
PPN  interkoneksi  international  incoming  call  tersebut,  dimana  dalam  putusannya  dinyatakan 
bahwa transaksi atas interkoneksi international incoming call adalah penyerahan jasa kena pajak 
dan  dikategorikan  sebagai  ekspor  jasa  kena  pajak  dan  terutang  PPN  sebesar  0%  dan 
mengabulkan  seluruh  permohonan  banding  Perusahaan.  Pada  bulan  September  2017, 
Perusahaan  menerima  restitusi  pajak  senilai  Rp116  miliar  dan  saldo  tersisa  senilai  Rp5  miliar 
telah  dikompensasikan  sebagai  pembayaran  Surat  Tagihan  Pajak  (“STP”)  untuk  PPh  Pasal  21 
dan SKPKB untuk PPN WAPU dan PPN Jasa Luar Negeri untuk masa pajak tahun 2012. Pada 
tanggal  26  Oktober  dan  23  November  2017,  Perusahaan  menerima  pemberitahuan  dari 
Pengadilan Pajak bahwa Otoritas Pajak mengajukan memori peninjauan kembali. Pada tanggal 
23 November dan 21 Desember 2017, sebagai tanggapan atas memori peninjauan kembali dari 
Otoritas Pajak, Perusahaan mengajukan kontra memori peninjauan kembali kepada Mahkamah 
Agung atas perkara PPN interkoneksi international incoming call. 

Pada bulan September dan November 2018, Perusahaan menerima putusan Mahkamah Agung 
yang diputuskan pada bulan April dan Oktober 2018 sebagai hasil pemeriksaan pajak untuk masa 
pajak Juni s.d. Agustus dan November 2007 dengan putusan menolak permohonan peninjauan 
kembali yang diajukan oleh Otoritas Pajak dan memperkuat putusan Pengadilan Pajak.  

Pada  bulan  Januari, Februari  dan  Maret  2019,  Perusahaan  menerima  putusan  dari  Mahkamah 
Agung yang diputuskan pada bulan Oktober dan Desember 2018 sebagai hasil dari pemeriksaan 
pajak untuk masa pajak Januari s.d. April dan September 2007. Pada tanggal 19 September 2019, 
Perusahaan menerima putusan Mahkamah Agung yang diputuskan pada tanggal 8 Mei 2019 atas 
sengketa  pajak  masa  Mei  2007.  Berdasarkan  hasil  keputusan  tersebut,  Mahkamah  Agung 
menolak  permohonan  peninjauan  kembali  yang  diajukan  oleh  Otoritas  Pajak  dan  menguatkan 
keputusan  Pengadilan  Pajak.  Dengan  demikian,  Perusahaan  telah  menerima  seluruh  putusan 
Mahkamah Agung atas sengketa PPN interkoneksi international incoming call atas masa pajak 
Januari  s.d.  September  dan  November  2007  yang  menguatkan  penerapan  PPN  atas  transaksi 
interkoneksi international incoming call yang dilakukan Perusahaan. 

80 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

25.  PERPAJAKAN (lanjutan) 

e.  Pemeriksaan pajak (lanjutan) 

(i)  Perusahaan (lanjutan) 

PPh dan PPN Tahun 2011 

Pada tanggal 21 Oktober 2014, Perusahaan menerima SKPKB dari Otoritas Pajak untuk tahun 
pajak  2011.  Berdasarkan  SKPKB  tersebut,  Perusahaan  menerima  SKPKB  PPN  masa  pajak 
Januari  s.d.  Desember  2011  senilai  Rp182,5  miliar  (termasuk  denda  Rp60  miliar)  dan  SKPKB 
PPh Badan senilai Rp2,8 miliar (termasuk denda Rp929 juta). Bagian yang telah diterima senilai 
Rp4,7 miliar (termasuk denda Rp2 miliar) atas SKPKB PPN telah dibebankan pada laporan laba 
rugi  dan  penghasilan  komprehensif  lain  konsolidasian  tahun  2014.  Sedangkan  atas  PPN 
interkoneksi  international  incoming  call  senilai  Rp177,9  miliar  (termasuk  denda  Rp58  miliar) 
dicatat sebagai tagihan restitusi pajak.  

PPN Tahun 2011 

Pada tanggal 7 Januari 2015, Perusahaan telah mengajukan keberatan. Atas keberatan tersebut, 
pada tanggal 20 Oktober 2015, Otoritas Pajak telah menerbitkan putusan penolakan keberatan.  

Sebagai tanggapan atas putusan keberatan tersebut, pada tanggal 20 Januari 2016, Perusahaan 
mengajukan banding kepada Pengadilan Pajak atas penolakan keberatan terhadap pemeriksaan 
atas PPN interkoneksi international incoming call.  

Pada tanggal 4 dan 5 April 2017, Pengadilan Pajak menerbitkan putusan yang diputuskan pada 
tanggal 20 Maret 2017 atas proses banding terkait PPN interkoneksi international incoming call. 
Dalam putusannya, dinyatakan bahwa transaksi atas PPN interkoneksi international incoming call 
adalah  penyerahan  jasa  kena  pajak  dan  dikategorikan  sebagai  ekspor  jasa  kena  pajak  dan 
terutang PPN sebesar 0% dan mengabulkan seluruh permohonan Perusahaan untuk masa pajak 
Januari  dan  September  s.d.  Desember  2011  senilai  Rp73,9  miliar.  Pengadilan  Pajak  menolak 
banding  yang  diajukan  oleh  Perusahaan  untuk  masa  pajak  Februari  s.d.  Agustus  2011  senilai 
Rp104 miliar, dikarenakan Perusahan dianggap tidak memenuhi ketentuan formal. Atas putusan 
penolakan  tersebut,  pada  tanggal  19  dan  21  Juni  2017,  Perusahaan  mengajukan  memori 
peninjauan  kembali.  Pada  bulan  Mei  2017,  Perusahaan  menerima  pengembalian  atas  restitusi 
pajak untuk masa pajak Januari dan September s.d. Desember 2011 senilai Rp73,9 miliar yang 
dikompensasi dengan STP 2013 dan 2014 masing-masing senilai Rp59,9 miliar dan Rp14 miliar.  

Pada  tanggal  15  Oktober  2018,  Perusahaan  menerima  pemberitahuan  dari  Pengadilan  Pajak 
bahwa  Otoritas  Pajak  mengajukan  memori  peninjauan  kembali  untuk  masa  pajak  Januari  dan 
September  s.d.  Desember  2011.  Pada  tanggal  13  November  2018,  Perusahaan  mengajukan 
kontra memori peninjauan kembali untuk masa pajak Januari dan September s.d. Desember 2011 
kepada  Mahkahmah  Agung.  Pada  bulan  April  dan  November  2018,  Perusahaan  menerima 
pemberitahuan  dari  Pengadilan  Pajak  bahwa  Otoritas  Pajak  mengajukan  kontra  memori 
peninjauan kembali untuk masa pajak Februari s.d. Agustus 2011.  

Pada  bulan  Mei  s.d.  September  dan  November  2019,  Perusahaan  telah  menerima  putusan 
Mahkamah Agung yang diputuskan pada bulan Maret, April, Mei, Juli, Agustus, dan September 
2019, dimana Mahkamah Agung mengabulkan permohonan peninjauan kembali Perusahaan atas 
masa pajak Februari, Maret, dan Mei s.d. Agustus 2011, serta menolak permohonan peninjauan 
kembali  Otoritas  Pajak  atas  masa  pajak  Januari  dan  September  s.d.  Desember  2011.  Pada 
tanggal 21 Agustus 2019, Perusahaan menerima pengembalian atas restitusi pajak untuk masa 
pajak Maret, Mei, dan Juni 2011 senilai Rp44 miliar. Atas putusan masa pajak April 2011 yang 
diputuskan  pada  bulan  April  2019,  Mahkamah  Agung  mengabulkan  permohonan  peninjauan 
kembali  Perusahaan  dan  putusan  tersebut  sudah  diunggah  melalui  laman  Mahkamah  Agung. 
Dengan demikian, sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini, seluruh 
proses  peninjauan  kembali  atas  masa  pajak  Januari  s.d.  Desember  2011  telah  mendapatkan 
kekuatan hukum dari Mahkamah Agung. 

81 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

25.  PERPAJAKAN (lanjutan) 

e.  Pemeriksaan pajak (lanjutan) 

(i)  Perusahaan (lanjutan) 

PPh dan PPN Tahun 2012 

Pada  tanggal  3  Mei  2016,  Otoritas  Pajak  menerbitkan  Surat  Pemberitahuan  Pemeriksaan 
Lapangan  masa  pajak  Januari  s.d.  Desember  2012.  Pada  tanggal  3  November  2016,   Otoritas 
Pajak menerbitkan SKPKB PPh Badan senilai Rp991,6 miliar (termasuk denda Rp321,6 miliar), 
SKPKB  PPN  senilai  Rp467  miliar  (termasuk  denda  Rp153,5  miliar),  SKPKB    PPN  atas 
Pemanfaatan Jasa Kena Pajak (“JKP”) dari Luar Daerah Pabean senilai Rp1,2 miliar (termasuk 
denda  Rp392  juta),  SKPKB  PPN  WAPU  senilai  Rp57  miliar  (termasuk  denda  Rp18,5  miliar), 
tagihan pajak PPN senilai Rp37,5 miliar, SKPKB PPh Pasal 21 senilai Rp16,2 miliar (termasuk 
denda Rp5,3 miliar), SKPKB PPh Final Pasal 21 senilai Rp1,2 miliar (termasuk denda Rp407 juta), 
SKPKB PPh Pasal 23 senilai Rp63,5 miliar (termasuk denda Rp20,6 miliar), SKPKB PPh Pasal  
4  (2)  senilai  Rp25  miliar  (termasuk  denda  Rp8,1  miliar),  dan  SKPKB  PPh  Pasal  26  senilai  
Rp197,6 miliar (termasuk denda Rp64 miliar). Perusahaan telah menyetujui senilai Rp35,2 miliar 
terkait perhitungan kembali pengkreditan pajak masukan atas penyelenggaraan jasa interkoneksi 
international  incoming  call,  Rp613,3  juta  atas  Pajak  Penghasilan,  dan  Rp311,5  juta  atas  PPh 
Pasal 26 dan telah diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian 
tahun 2016. Pada tanggal 16 November 2016, Perusahaan telah mengajukan keberatan atas hasil 
pemeriksaan lainnya. 

Pada tanggal 1 Maret 2017 dan 9 Mei 2017, Perusahaan menerima surat keputusan dari Otoritas 
Pajak atas kurang bayar PPN Jasa Luar Negeri senilai Rp1,8 juta (termasuk denda Rp0,6 juta) 
dan kurang bayar PPN WAPU senilai Rp4,4 miliar (termasuk denda Rp1,4 miliar). Atas keputusan 
keberatan tersebut, Perusahaan menerima keputusan tersebut. Pada tanggal 19 Oktober 2017, 
Otoritas Pajak menerbitkan surat keputusan keberatan yang diajukan oleh Perusahaan dimana 
Otoritas Pajak telah mengurangi kurang bayar atas PPh Badan dan menambah kurang bayar atas 
PPh  Pasal  21,  PPh  Pasal  21 Final,  PPh  Pasal  23,  PPh  Pasal  4  (2)  dan PPh Pasal  26 dengan 
rincian kurang bayar Pajak Pasal 21 senilai Rp20,7 miliar (termasuk denda Rp6,7 miliar), kurang 
bayar PPh Pasal 21 Final senilai Rp23,8 miliar (termasuk denda Rp7,7 miliar), kurang bayar PPh 
Pasal 23 senilai Rp115,7 miliar (termasuk denda Rp37,5 miliar), kurang bayar PPh Pasal 4 (2) 
senilai  Rp25  miliar  (termasuk  denda  Rp8,1miliar),  kurang  bayar  PPh  Pasal  26  senilai  
Rp197,6  miliar  (termasuk  denda  Rp64,1  miliar),  dan  kurang  bayar  PPh  Badan  senilai  
Rp496,4 miliar (termasuk denda Rp161 miliar). Pada tanggal 30 dan 31 Oktober 2017, Otoritas 
Pajak menerbitkan surat keputusan atas keberatan yang diajukan  oleh Perusahaan untuk PPN 
masa  pajak  Januari  s.d.  Desember  2012  dimana  Otoritas  Pajak  telah  menambahkan  dan 
mengurangi  jumlah  kurang  bayar  yang  masih  harus  dibayar  oleh  Perusahaan  senilai  Rp429,3 
miliar (termasuk denda Rp141,2 miliar).  

Atas  keputusan  keberatan  tersebut,  pada  tanggal  17  dan  26  Januari  2018,  Perusahaan 
mengajukan banding dan telah menempuh serangkaian sidang banding. Pada bulan September 
2018,  Otoritas  Pajak  menerbitkan  surat  keputusan  (pembetulan)  atas  keberatan  yang  diajukan 
oleh Perusahaan, dimana Otoritas Pajak telah mengurangi jumlah kurang bayar atas PPN untuk 
masa pajak Maret, April, September, dan Desember 2012 senilai Rp9,9 miliar (termasuk denda 
Rp3,2 miliar). Sehingga, sampai dengan 31 Desember 2018, kurang bayar atas PPN untuk masa 
pajak Januari s.d. Desember 2012 senilai Rp419,4 miliar (termasuk denda Rp138 miliar). 

82 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

25.  PERPAJAKAN (lanjutan) 

e.  Pemeriksaan pajak (lanjutan) 

(i)  Perusahaan (lanjutan) 

PPh dan PPN Tahun 2012 (lanjutan) 

Pada  tanggal  16  Desember  2019,  Perusahaan  menerima  putusan  dari  Pengadilan  Pajak  atas 
sengketa  pajak  atas  semua  jenis  pajak  tahun  2012.  Pengadilan  Pajak  mengabulkan  sebagian 
permohonan banding yang diajukan Perusahaan terkait pajak penghasilan sehingga jumlah pajak 
yang masih harus dibayar untuk PPh Pasal 21 senilai Rp52,4 juta (termasuk denda Rp17 juta), 
PPh  Pasal  23  senilai  Rp1,4  miliar  (termasuk  denda  Rp0,4  miliar),  PPh  Pasal  26  senilai  
Rp802,6 juta (termasuk denda Rp260,3 juta), dan PPh Pasal 4 (2) senilai Rp1,3 juta (termasuk 
denda  Rp0,4  juta).  Untuk  permohonan  banding  atas  PPh  Pasal  21  Final,  Pengadilan  Pajak 
mengabulkan  seluruh  permohonan  Perusahaan.  Selanjutnya,  Pengadilan  Pajak  mengabulkan 
sebagian permohonan banding terkait PPh Badan dan PPN yang diajukan Perusahaan, sehingga 
jumlah pajak yang masih harus dibayar untuk PPh Badan senilai Rp29,6 miliar (termasuk denda 
Rp9,6  miliar)  dan  PPN  senilai  Rp51,1  miliar  (termasuk  denda  Rp17,5  miliar).  Sampai  dengan 
tanggal  penerbitan  laporan  keuangan  konsolidasian  ini,  Perusahaan  telah  menerima  seluruh 
Salinan  Putusan  Banding  tersebut  di  atas  dan  setuju  untuk  membayar  kurang  bayar  atas  PPh 
Pasal 21, PPh Pasal 23, PPh Pasal 26, PPh Pasal 4 (2), PPh Badan, dan PPN. 

PPN Masa November dan Desember Tahun 2014 

Pada  tanggal  11  September  2017  dan  9  Januari  2018,  Otoritas  Pajak  menerbitkan  Surat 
Pemberitahuan Pemeriksaan Lapangan masa Pajak Desember dan November 2014 untuk klaim 
restitusi lebih bayar pembetulan SPT PPN masa pajak Desember dan November 2014, masing-
masing  senilai  Rp129  miliar  dan  Rp86,7  miliar.  Pada  tanggal  25  Juli  dan  7  September  2018, 
Otoritas  Pajak  menerbitkan  SKPLB  untuk masa  pajak  Desember  dan  November  2014  masing-
masing  senilai  Rp122,5  miliar  dan  Rp84,4  miliar.  Pada  tanggal  24  Agustus  2018,  Perusahaan 
menerima restitusi senilai Rp122,5 miliar untuk masa pajak Desember 2014. Pada bulan Oktober 
2018,  Perusahaan  menerima  restitusi  senilai  Rp80,8  miliar  dan  Rp3,6  miliar  untuk  masa  pajak 
November  2014  yang  telah  dikompensasikan  sebagai  pembayaran  SKPKB  PPN  atas 
pemanfaatan JKP dari Luar Daerah Pabean masa pajak Maret, April, dan Juni 2015, STP PPN 
masa  November  2014  dan  surat  ketetapan  pajak  lainnya.  Sampai  dengan  tanggal  penerbitan 
laporan  keuangan  konsolidasian  ini,  Perusahaan  tidak  menerima  Surat  Ketetapan  Pajak  atas 
masa Januari s.d. Oktober 2014. 

PPh dan PPN Tahun 2015 

Pada tanggal 23 Agustus 2016, Otoritas Pajak menerbitkan Surat Pemberitahuan Pemeriksaan 
Lapangan masa pajak Januari s.d. Desember 2015.  

Pada  tanggal  25  April  2017,  Otoritas  Pajak  menerbitkan  Surat  Ketetapan  Pajak  Lebih  Bayar 
(“SKPLB”)  PPh  Badan  senilai  Rp147  miliar,  SKPKB  PPN  senilai  Rp13  miliar  (termasuk  denda  
Rp4,1 miliar), SKPKB PPN WAPU senilai Rp6 miliar (termasuk denda Rp1,5 miliar), dan SKPKB 
PPN  atas  Pemanfaatan  JKP  dari  Luar  Daerah  Pabean  senilai  Rp55,3  miliar  (termasuk  denda  
Rp16,8 miliar). Perusahaan juga menerima STP atas PPN senilai Rp34 miliar, PPN WAPU senilai  
Rp7  miliar,  dan  PPN  atas  Pemanfaatan  JKP  dari  Luar  Daerah  Pabean  senilai  Rp8  miliar. 
Perusahaan  setuju  untuk  menerima  putusan  pemeriksaan  senilai Rp17  miliar  atas  PPh  Badan, 
mengalihkan  perhitungan  pajak  atas  realisasi  ganti  rugi  migrasi  Flexi  senilai  Rp42  miliar  yang 
sebelumnya  dilaporkan  pada  SPT  PPh  Badan  tahun  2015  ke  SPT  PPh  Badan  tahun  2016. 
Perusahaan juga menerima ketetapan kurang bayar PPN,  kurang bayar PPN WAPU, serta STP 
PPN WAPU senilai Rp26 miliar. Bagian yang telah diterima telah dibebankan pada laporan laba 
rugi  dan  komprehensif  lain  konsolidasian  tahun  2017.  Pada  tanggal  24  Juli  2017,  Perusahaan 
mengajukan Surat Keberatan kepada Otoritas Pajak atas SKPLB PPh Badan dengan keberatan 
senilai  Rp210,5  miliar  dan  PPN  atas  pemanfaatan  JKP  dari  Luar  Daerah  Pabean  senilai  
Rp55 miliar.  

83 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

25.  PERPAJAKAN (lanjutan) 

e.  Pemeriksaan pajak (lanjutan) 

(i)  Perusahaan (lanjutan) 

PPh dan PPN Tahun 2015 (lanjutan) 

Pada  tanggal  3  dan  22  Mei  2018,  Otoritas  Pajak  menerbitkan  surat  keputusan  keberatan  atas 
SKPLB PPN atas pemanfaatan JKP dari Luar Daerah Pabean yang mengurangkan jumlah pajak 
yang  masih  harus  dibayar  senilai  Rp54,6  miliar  dan  mengabulkan  seluruh  keberatan  yang 
diajukan  Perusahaan.  Perusahaan  telah  menyetujui  hasil  dari  Otoritas  Pajak  atas  SKPLB  PPN 
atas pemanfaatan JKP dari Luar Daerah Pabean senilai Rp793 juta dan telah diakui pada laporan 
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian tahun 2018. Pada tanggal 18 Juli 2018, 
Otoritas Pajak menerbitkan Surat Keputusan Keberatan atas SKPLB PPh Badan yang menambah 
jumlah pajak yang masih harus diterima senilai Rp76 miliar. Atas keputusan keberatan tersebut, 
pada  tanggal  10  Oktober  2018,  Perusahaan  mengajukan  banding.  Sampai  dengan  tanggal 
penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini, proses banding masih berlangsung. 

PPh dan PPN Tahun 2016 

Pada tanggal 25 Agustus 2017, Otoritas Pajak menerbitkan Surat Pemberitahuan Pemeriksaan 
Lapangan masa pajak Januari s.d. Desember 2016.  

Pada tanggal 7 Juni 2018, Otoritas Pajak menerbitkan SKPLB PPh Badan senilai Rp15,3 miliar, 
SKPKB PPh Pasal 26 senilai Rp556,7 juta (termasuk denda Rp180,5 juta) dan SKPLB PPN senilai 
Rp922,7 miliar. Perusahaan setuju untuk menerima putusan pemeriksa atas PPh Badan senilai 
Rp15,3  miliar  dan  saldo  tersisa  senilai  Rp99,1  miliar  telah  dibebankan  sebagai  pajak  kini  atas 
pemeriksaan  pajak,  kurang  bayar  PPh  Pasal  26  senilai  Rp557  juta,  kredit  pajak  PPN  senilai 
Rp10,5  milliar,  STP  PPN  WAPU  senilai  Rp7,1  miliar,  PPN  atas  pemberian  cuma-cuma  senilai 
Rp7,3 miliar, PPN atas pengalihan aset senilai Rp1,2 miliar, dan STP PPN senilai Rp1,7 miliar. 
Bagian  yang  telah  diterima  telah  dibebankan  pada  laporan  laba  rugi  dan  komprehensif  lain 
konsolidasian  tahun  2018.  Pada  bulan  Juli  2018,  Perusahaan  menerima  restitusi  pajak  senilai 
Rp882,7  miliar  dan  untuk  sisa  saldo  senilai  Rp39,9  miliar  telah  dikompensasikan  ke  STP  PPN 
senilai Rp31,9 miliar, PPN WAPU senilai Rp7,1 miliar, PPh Pasal 23 senilai Rp556 juta, dan PPh 
Pasal  21  senilai  Rp300  juta.  Atas  surat  ketetapan  tersebut,  pada  tanggal  31  Agustus  2018, 
Perusahaan  mengajukan  keberatan  atas  pengenaan  PPN  terkait  interkoneksi  international 
incoming call senilai Rp151,7 miliar dan STP PPN senilai Rp30,3 miliar.  

Pada tanggal 11 Maret dan 27 Mei 2019, Otoritas Pajak menerbitkan surat putusan atas keberatan 
Perusahaan, dimana Otoritas Pajak mengabulkan semua keberatan Perusahaan dan menambah 
jumlah  kelebihan  bayar  untuk  masa  pajak  Januari  s.d.  Desember  2016.  Pada  bulan  April  dan  
Juli 2019, Perusahaan menerima restitusi pajak senilai Rp151,7 miliar dan senilai Rp1,9 juta telah 
dikompensasikan ke PPh Pasal 21 untuk beberapa masa pajak. 

PPh dan PPN Tahun 2017 

Pada tanggal 6 November 2018, Otoritas Pajak menerbitkan Surat Pemberitahuan Pemeriksaan 
Lapangan masa pajak Januari s.d. Desember 2017.  

84 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

25.  PERPAJAKAN (lanjutan) 

e.  Pemeriksaan pajak (lanjutan) 

(i)  Perusahaan (lanjutan) 

PPh dan PPN Tahun 2017 (lanjutan) 

Pada tanggal 13 dan 14 November 2019, Otoritas Pajak menerbitkan SKPLB PPh Badan senilai 
Rp294,4  miliar  dari  pengajuan  lebih  bayar  senilai  Rp294,5  miliar,  SKPLB  PPN  senilai  
Rp746,9 miliar dari pengajuan lebih bayar senilai Rp748,3 miliar, dan SKPKB PPh Pasal 21 senilai 
Rp1,8  miliar  (termasuk  denda  Rp0,5  miliar).  Perusahaan  setuju  atas  koreksi  pajak  senilai  
Rp1,5 miliar yang terdiri atas PPh Badan senilai Rp0,1 miliar dan PPN Masukan yang tidak dapat 
dikreditkan senilai Rp1,4 miliar. Selanjutnya, Perusahaan menerima STP dan SKPKB atas PPN 
WAPU masing-masing senilai Rp1,2 miliar dan Rp957 juta (termasuk denda Rp0,3 miliar). Pada 
tanggal  14  November  2019,  Otoritas  Pajak  menerbitkan  Surat  Ketetapan  Pajak  Nihil  (“SKPN”) 
untuk PPN atas Pemanfaatan JKP dari Luar Daerah Pabean, PPh Pasal 21 Final, PPh Pasal 22, 
PPh Pasal 26, dan PPh Pasal 4 (2). Bagian yang telah diterima oleh Perusahaan telah dibebankan 
pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Sampai dengan tanggal 
penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini, Perusahaan telah menerima restitusi PPh Badan 
senilai Rp292,3 miliar dan senilai Rp2,1 miliar telah dikompensasikan ke SKPKB  dan STP PPN 
WAPU.  

PPh tahun 2018 

Pada bulan Desember 2019, Perusahaan melaporkan lebih bayar dan mengajukan restitusi dalam 
SPT  Tahunan  Pembetulan  PPh  Badan  tahun  2018  senilai  Rp102,7  miliar.  Sampai  dengan 
penerbitan 
ini,  Perusahaan  belum  menerima  Surat  Pemberitahuan 
Pemeriksaan Lapangan dari Otoritas Pajak, sebagai tindak lanjut dari pengajuan restitusi tersebut 
di atas. 

laporan  keuangan 

(ii)  Telkomsel  

PPh dan PPN Tahun 2006 

Pada bulan Desember 2013, Pengadilan Pajak telah menerima banding Telkomsel atas PPN dan 
PPh tahun 2006 senilai Rp116 miliar.  

Pada bulan Februari 2014, Telkomsel menerima pengembalian pajak.  

Pada tanggal 3 Juli 2015, dalam hal menanggapi surat Telkomsel untuk klaim pendapatan bunga 
atas  putusan  PPN  dan  PPh  untuk  tahun  2006,  Otoritas  pajak  menginformasikan  bahwa  klaim 
tersebut  tidak  bisa  dikabulkan.  Otoritas  Pajak  mengajukan  memori  peninjauan  kembali  ke 
Mahkamah Agung.  

Pada  tanggal  19  Agustus  2016,  Telkomsel  menerima  pemberitahuan  dari  Pengadilan  Pajak 
bahwa Otoritas Pajak mengajukan memori peninjauan kembali ke Mahkamah Agung atas PPN 
untuk tahun 2006 senilai Rp108 miliar. Telkomsel mengajukan kontra memori peninjauan kembali 
dan telah dikirim pada tanggal 14 September 2016.  

Pada  bulan  April  2017,  Otoritas  Pajak  telah  mengabulkan  klaim  Telkomsel  atas  pendapatan 
bunga yang akan dikompensasikan ke pembayaran cicilan PPh Badan untuk periode April 2017.  

Pada bulan Juli 2018, Telkomsel menerima keputusan dari Mahkamah Agung yang menyatakan 
bahwa Mahkamah Agung menolak permintaan peninjauan kembali Otoritas Pajak.  

85 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

25.  PERPAJAKAN (lanjutan) 

e.  Pemeriksaan pajak (lanjutan) 

(ii)  Telkomsel (lanjutan) 

PPh dan PPN Tahun 2010 

Pada bulan Mei dan Juni 2012, Telkomsel menerima pengembalian denda atas kurang bayar PPh 
Pasal 25 untuk tahun 2010 senilai Rp15,7 miliar berdasarkan putusan Pengadilan Pajak. Pada 
tanggal 17 Juli 2012, Otoritas Pajak mengajukan memori peninjauan kembali kepada Mahkamah 
Agung atas putusan Pengadilan Pajak. Pada tanggal 14 September 2012, Telkomsel mengajukan 
kontra  memori  peninjauan  kembali  kepada  Mahkamah  Agung.  Pada  tanggal  24  Mei  2012, 
Telkomsel  mengajukan  keberatan  kepada  Otoritas  Pajak  atas  kurang  bayar  PPN  senilai  
Rp290,6  miliar  (termasuk  denda  Rp67  miliar)  untuk  tahun  2010  dan  dicatat  sebagai  tagihan 
restitusi pajak. 

Pada  tanggal  2  Mei  2016,  Telkomsel  menerima  surat  pemberitahuan  bahwa  Otoritas  Pajak 
mengajukan  memori  peninjauan  kembali  atas  kurang  bayar  PPN 
tahun  2010  senilai  
Rp290,6  miliar.  Pada  tanggal  27  Mei  2016,  Telkomsel  mengajukan  kontra  memori  peninjauan 
kembali. Pada bulan Juli 2016, Telkomsel mengakui denda pajak senilai Rp15,7 miliar sebagai 
beban.  

Pada tanggal 9 Mei 2017, Telkomsel menerima keputusan dari Mahkamah Agung yang menolak 
banding Telkomsel, sehingga atas kurang bayar PPN tersebut telah dilakukan pembayaran pada 
tanggal  10  Juli  2017.  Pada  tanggal  19  Juli  2017,  Telkomsel  mengajukan  peninjauan  kembali 
tahap kedua atas keputusan Mahkamah Agung.  

Pada tanggal 8 Agustus 2018, Mahkamah Agung mengabulkan pengajuan banding Telkomsel.  

Pada  tanggal  18  Februari  2019,  Telkomsel  menerima  Surat  Pelaksanaan  Putusan  Peninjauan 
Kembali (“SP2PK”) dari Kantor Pajak terkait PPN tahun fiskal 2010 senilai Rp290,6 miliar. Pada 
tanggal 25 Maret 2019, Telkomsel menerima pembayaran SP2PK dari Kantor Pajak terkait PPN 
untuk tahun 2010 senilai Rp290,6 miliar. 

PPh dan PPN Tahun 2011 

Pada  tanggal  15  Februari  2016,  Telkomsel  mengajukan  banding  kepada  Otoritas  Pajak  atas 
kurang bayar PPh Badan senilai Rp250 miliar (termasuk denda Rp81,1 miliar). Selanjutnya, pada 
tanggal  17  Maret  2016,  Telkomsel  juga  mengajukan  banding  kepada  Pengadilan  Pajak  atas 
kurang bayar PPN senilai Rp1,2 miliar (termasuk denda Rp392 juta).  

Pada  tanggal  6  Februari  2017,  Telkomsel  menerima  putusan  dari  Pengadilan  Pajak  atas  PPN 
senilai Rp1,2 miliar yang mendukung Telkomsel. Selanjutnya, Telkomsel menerima restitusi pajak 
di  bulan  Maret  dan  Juni  2017.  Pada  tanggal  2  Maret  2017,  Telkomsel  menerima  putusan  dari 
Pengadilan Pajak atas kurang bayar PPh Badan yang menerima sebagian dari banding Telkomsel 
senilai Rp247,6 miliar dan mencatatnya sebagai tagihan restitusi pajak. Pada tanggal 31 Agustus 
2017, Telkomsel menerima restitusi pajak. Di bulan Juli dan Oktober 2017, Telkomsel menerima 
pemberitahuan  dari  Mahkamah  Agung  bahwa  Otoritas  Pajak  mengajukan  memori  peninjauan 
kembali  atas  kurang  bayar  PPh  Badan  dan  PPN  masing-masing  senilai  Rp62  miliar  dan  
Rp1,2  miliar.  Atas  hal  ini,  Telkomsel  mengajukan  kontra  memori  peninjauan  kembali  di  bulan 
Agustus dan November 2017.  

Sampai  dengan  tanggal  31  Desember  2018,  Telkomsel    telah  menerima  keputusan  resmi  dari 
Mahkamah Agung secara parsial, dimana Mahkamah Agung menolak permintaan Otoritas Pajak 
berkaitan dengan PPN senilai Rp1,1 miliar.  

86 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

25.  PERPAJAKAN (lanjutan) 

e.  Pemeriksaan pajak (lanjutan) 

(ii)  Telkomsel (lanjutan) 

PPh dan PPN Tahun 2011 (lanjutan) 

Pada  tanggal  17  Oktober  2019,  Telkomsel  mengirimkan  surat  kepada  Pengadilan  Pajak  untuk 
meminta  keputusan  resmi  terkait  kasus  PPN  tahun  2011  yang  mendukung  Telkomsel 
sebagaimana  yang  telah  diumumkan  oleh  Mahkamah  Agung.  Pada  bulan  Oktober  2019, 
Telkomsel telah menerima keputusan dari Mahkamah Agung yang menolak permintaan Otoritas 
Pajak atas PPh Badan senilai Rp62 miliar. 

PPh dan PPN Tahun 2014 

Pada tanggal 31 Mei 2019, Telkomsel menerima SKPKB dan STP untuk tahun fiskal 2014 senilai 
Rp150,6  miliar  (termasuk  denda  Rp54,6  miliar).  Telkomsel  menerima  atas  bagian  senilai  
Rp16,5  miliar  dan  telah  dilakukan  pembayaran  pada  tanggal  27  Juni  2019  dan  dicatat sebagai 
beban lain-lain. Pada tanggal 20 Agustus 2019, Telkomsel telah membayar sebesar Rp99,1 miliar 
dan  mencatat  sebagai  tagihan  restitusi  pajak.  Selanjutnya  pada  tanggal  23  Agustus  2019, 
Telkomsel mengajukan keberatan kepada Otoritas Pajak senilai Rp134,1 miliar. Sampai dengan 
tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini, proses keberatan masih berlangsung.  

PPh dan PPN Tahun 2015 

Pada  tanggal  1  Agustus  2019,  Telkomsel  menerima  SKPKB  dan  STP  untuk  tahun  fiskal  2015 
senilai  Rp384,8  miliar  (termasuk  denda  Rp128,6  miliar)  dan  telah  dibayar  penuh  pada  tanggal  
28 Agustus 2019. Atas nilai tagihan sebesar Rp34,6 miliar dibebankan pada laporan laba rugi dan 
penghasilan komprehensif lainnya dan saldo tersisa senilai Rp350,2 miliar dicatat sebagai tagihan 
restitusi  pajak.  Pada  tanggal  24  September  2019,  Telkomsel  mengajukan  keberatan  kepada 
Otoritas  Pajak  senilai  Rp350,2  miliar.  Sampai  dengan  tanggal  penerbitan  laporan  keuangan 
konsolidasian ini, proses keberatan masih berlangsung. 

87 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

25.  PERPAJAKAN (lanjutan) 

f.  Aset dan liabilitas pajak tangguhan 

Rincian aset dan liabilitas pajak tangguhan Grup adalah sebagai berikut: 

(Dibebankan)   
  dikreditkan ke  
laporan laba   
rugi 

31 Desember  
2018 

Dikreditkan ke 
penghasilan 
komprehensif 
lainnya 

  Dibebankan ke   
ekuitas dan 
reklasifikasi 

31 Desember 
2019 

Perusahaan 

Aset pajak tangguhan: 
Beban pensiun dan beban imbalan pasca  

kerja lainnya berkala bersih  
Provisi penurunan nilai piutang 
Perbedaan nilai buku aset tetap menurut 

akuntansi dan pajak 
Provisi imbalan karyawan 
Pendapatan instalasi tangguhan 
Beban yang masih harus dibayar dan provisi 

persediaan usang 

Hak atas tanah, aset takberwujud, dan  

lainnya 

Jumlah aset pajak tangguhan 
Liabilitas pajak tangguhan: 
Penilaian investasi jangka panjang 
Sewa pembiayaan 
Jumlah liabilitas pajak tangguhan 
Jumlah aset pajak tangguhan 

Perusahaan - bersih 
Aset pajak tangguhan  

entitas anak lainnya - bersih 

Aset pajak tangguhan - bersih 
Telkomsel 

Aset pajak tangguhan: 
Provisi imbalan karyawan 
Provisi penurunan nilai piutang 
Jumlah aset pajak tangguhan 
Liabilitas pajak tangguhan: 
Sewa pembiayaan 
Perbedaan nilai buku aset tetap menurut  

akuntansi dan pajak 

Amortisasi lisensi 
Jumlah liabilitas pajak tangguhan 
Liabilitas pajak tangguhan  

Telkomsel - bersih 

Liabilitas pajak tangguhan  

entitas anak lainnya - bersih 
Liabilitas pajak tangguhan - bersih 

 663  
 632  

 420  
 215  
 92  

 79  

 9  
 2.110   

 (11)  
 (1)  
 (12)   

 2.098  

 406   
2.504   

 641  
 270  
 911   

 (896)  

 (616)  
 (118)  
 (1.630)   

 (719)  

 (533)  
 (1.252)   

 (70)  
 128  

 7  
 15  
0  

 (4)  

 10  
 86 

 -  
 (4)  
 (4)   

 82  

 152  
234   

 83  
 (11)  
 72   

 (203)  

 68  
 (33)  
 (168)   

 (96)  

 165  
 69   

 244  
 -   

 -   
 -   
 -   

 -   

 -   
 244    

 -   
 -   
 -    

 244   

 10   
 254    

 141   
 -   
 141    

 -   

 -   
 -   
 -    

 141   

 16   
 157    

 -  
 -  

 -  
 -  
 -  

 -  

 -  
 -   

 -  
 -  
 -   

 -  

 (94)  
 (94)   

 -  
 -  
 -   

 -  

 (9)  
 -  
 (9)   

 (9)  

 (195)  
 (204)   

 837 
 760 

 427 
 230 
 92 

 75 

 19 
 2.440 

 (11) 
 (5) 
 (16) 

 2.424 

 474 
 2,898 

 865 
 259 
 1.124 

 (1,099) 

 (557) 
 (151) 
 (1.807) 

 (683) 

 (547) 
 (1.230) 

88 

 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
      
      
      
      
   
   
     
      
     
   
  
  
  
  
 
  
  
  
  
 
  
  
  
  
 
  
  
  
  
 
 
     
     
      
     
   
  
  
  
  
 
  
  
  
  
 
     
     
      
     
   
     
     
      
     
   
     
     
      
     
   
  
  
  
  
 
  
  
  
  
 
   
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

25. PERPAJAKAN (lanjutan) 

f.  Aset dan liabilitas pajak tangguhan (lanjutan) 

(Dibebankan)   
  dikreditkan ke  
laporan laba   
rugi 

31 Desember   
2017 

Dibebankan ke 
penghasilan  
komprehensif 
lainnya 

  Dibebankan ke  
ekuitas dan 
reklasifikasi   

31 Desember 
2018 

Perusahaan 

Aset pajak tangguhan: 
Beban pensiun dan beban imbalan pasca  

kerja lainnya berkala bersih  
Provisi penurunan nilai piutang 
Perbedaan nilai buku aset tetap menurut 

akuntansi dan pajak 
Provisi imbalan karyawan 
Pendapatan instalasi tangguhan 
Beban yang masih harus dibayar dan provisi  

persediaan usang 

Hak atas tanah, aset takberwujud, dan  

lainnya 
Rugi fiskal 
Jumlah aset pajak tangguhan 
Liabilitas pajak tangguhan: 
Sewa pembiayaan 
Penilaian investasi jangka panjang 
Jumlah liabilitas pajak tangguhan 
Jumlah aset pajak tangguhan 

Perusahaan - bersih 
Aset pajak tangguhan  

entitas anak lainnya - bersih 

Aset pajak tangguhan - bersih 
Telkomsel 

Aset pajak tangguhan: 
Provisi imbalan karyawan 
Provisi penurunan nilai piutang 
Jumlah aset pajak tangguhan 
Liabilitas pajak tangguhan: 
Sewa pembiayaan 
Perbedaan nilai buku aset tetap menurut  

akuntansi dan pajak 

Amortisasi lisensi 
Jumlah liabilitas pajak tangguhan 
Liabilitas pajak tangguhan  

Telkomsel - bersih 

Liabilitas pajak tangguhan  

entitas anak lainnya - bersih 
Liabilitas pajak tangguhan - bersih 

 1.102  
 594  

 240  
 247  
 74  

 43  

 (1)  
 172  
 2.471   

 1  
 (11)  
 (10)   

 2.461  

 343   
 2.804   

 677  
 184  
 861   

 (561)  

 (552)  
 (225)  
 (1.338)   

 (477)  

 (456)  
 (933)   

 27  
 38  

 180  
 (32)  
 18  

 36  

 10  
 (172)  
 105 

 (2)  
 -  
 (2)   

 103  

 76  
 179   

 83  
 86  
 169   

 (335)  

 (64)  
 107  
 (292)   

 (123)  

 (50)  
 (173)   

 (466)  
 -  

 -  
 -  
 -  

 -  

 -  
 -  
 (466)   

 -  
 -  
 -   

 (466)  

 (8)  
 (474)   

 (119)  
 -  
 (119)   

 -  

 -  
 -  
 -   

 (119)  

 (5)  
 (124)   

 -   
 -   

 -   
 -   
 -   

 -   

 -   
 -   
 -    

 -   
 -   
 -    

 -   

 (5)  
 (5)   

 -   
 -   
 -    

 -   

 -   
 -   
 -    

 -   

 (22)  
 (22)   

 663 
 632 

 420 
 215 
 92 

 79 

 9 
 - 
 2.110 

 (1) 
 (11) 
 (12) 

 2.098 

 406 
 2.504 

 641 
 270 
 911 

 (896) 

 (616) 
 (118) 
 (1.630) 

 (719) 

 (533) 
 (1.252) 

Pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018, jumlah agregat perbedaan temporer yang terkait dengan 
investasi  pada  entitas  anak  dan  entitas  asosiasi  atas  liabilitas  pajak  tangguhan  yang  belum  diakui 
adalah masing-masing sebesar Rp29.731 miliar dan Rp31.461 miliar. 

   Realisasi dari aset pajak tangguhan tergantung kepada kemampuan Grup dalam menghasilkan laba 
fiskal  di  masa  depan.  Meskipun  tidak  ada  jaminan  atas  realisasi  tersebut,  Grup  yakin  bahwa 
kemungkinan  besar  aset  pajak  tangguhan  tersebut  akan  terealisasi  melalui  pengurangan  atas  laba 
fiskal  masa  depan  ketika  perbedaan  temporer  terpulihkan.  Jumlah  aset  pajak  tangguhan  tersebut 
diperkirakan  dapat  direalisasi,  namun  bisa  berkurang  jika  laba  fiskal  di masa  depan  lebih  kecil  dari 
pada yang diestimasikan. 

g.   Administrasi 

 Sejak  tahun  2008  s.d.  2019,  secara  berturut-turut  Perusahaan  berhak  memperoleh  insentif 
pengurangan  tarif  pajak  sebesar  5%  karena  telah  memenuhi  persyaratan  sesuai  dengan 
PP No. 81 tahun 2007 sebagaimana telah diubah dengan PP No. 77 tahun 2013 dan diubah terakhir 
dengan  PP  No.  56  tahun  2015,  serta  PMK  No.  238/PMK.03/2008.  Berdasarkan  hal  tersebut  untuk 
tahun  yang  berakhir  pada  tanggal  31  Desember  2019  dan  2018,  Perusahaan  menghitung  pajak 
tangguhannya dengan menggunakan tarif 20%. 

89 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
      
      
      
      
   
   
     
     
      
   
  
  
  
  
 
  
  
  
   
 
  
  
  
   
 
  
  
  
  
 
 
     
     
     
      
   
  
  
  
  
 
  
  
  
  
 
     
     
     
      
   
     
     
     
      
   
     
     
     
      
   
  
  
  
  
 
  
  
  
  
 
   
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

25.  PERPAJAKAN (lanjutan) 

g.  Administrasi (lanjutan) 

Undang-Undang  Perpajakan  yang  berlaku  di  Indonesia  mengatur  bahwa  Perusahaan  dan  entitas 
anaknya dalam negeri menghitung, menetapkan dan membayar sendiri besarnya jumlah pajak yang 
terutang  secara  individu.  Berdasarkan  peraturan  perundang-undangan  yang  berlaku,  Direktur 
Jenderal Pajak (“DJP”)  dapat menetapkan atau mengubah jumlah pajak terutang dalam jangka waktu 
tertentu. Untuk tahun pajak 2007 dan sebelumnya, jangka waktu tersebut adalah sepuluh tahun sejak 
saat  terutangnya  pajak  tetapi  tidak  lebih  dari  tahun  2013,  sedangkan  untuk  tahun  pajak  2008  dan 
seterusnya, jangka waktunya adalah lima tahun sejak saat terutangnya pajak. 

Indonesia 

tanggal  6  Juni  2012  sebagaimana 

telah  menetapkan  Peraturan  Menteri  Keuangan  
Menteri  Keuangan  Republik 
No.  85/PMK.03/2012 
telah  diubah  oleh  PMK  
No.  136/PMK.03/2012  tanggal  16  Agustus  2012  tentang  penunjukan  BUMN  untuk  memungut, 
menyetor, dan melaporkan PPN atau PPN dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (“PPnBM”) yang 
berlaku  efektif  pada  1  Juli  2012  dan  Peraturan  Menteri  Keuangan  No.  224/PMK.011/2012  tanggal  
26  Desember  2012  tentang  penunjukan  kembali  BUMN  sebagai  pemungut  PPh  Pasal  22 
sebagaimana  telah  diubah  terakhir  dengan  PMK  No.  34/PMK.010/2017  tanggal  1  Maret  2017. 
Perusahaan  telah  melakukan  pemungutan,  penyetoran  dan  pelaporan  PPN  dan  PPnBM serta  PPh 
Pasal 22 sesuai dengan peraturan tersebut. 

Pada bulan Mei 2019, Perusahaan ditetapkan sebagai PKP Beresiko Rendah melalui Keputusan DJP 
Keuangan  
No.KEP-00080/WPJ.19/KP.04/2019. 
No.  39/PMK.03/2018  tanggal  12  April  2018  sebagaimana  telah  diubah  terakhir  dengan  PMK  
No.  117/PMK.03/2019  tanggal  6  Agustus  2019,  maka  Perusahaan  dapat  diberikan  pengembalian 
pendahuluan  kelebihan  pembayaran  pajak  sebagaimana  dimaksud  dalam  peraturan  perundang-
undangan di bidang perpajakan. 

Peraturan  Menteri 

dengan 

Sesuai 

26.  LABA PER SAHAM DASAR 

Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada 
pemilik entitas induk sebesar Rp18.663 miliar dan Rp18.032 miliar dengan jumlah rata-rata tertimbang 
saham yang beredar sejumlah 99.062.216.600 masing-masing untuk tahun yang berakhir pada tanggal 
31  Desember  2019  dan  2018.  Jumlah  rata-rata  tertimbang  juga  memperhitungkan  rata-rata tertimbang 
atas  dampak  transaksi  modal  saham  yang  diperoleh  kembali  dalam  perubahan  transaksi  pembelian 
saham kembali selama tahun berjalan. 

Laba  per  saham  dasar  masing-masing sejumlah  Rp188,40  dan  Rp182,03 (dalam  jumlah  penuh)  untuk 
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018. 

Perusahaan  tidak  memiliki  instrumen keuangan  yang berpotensi  dilutif  untuk  tahun yang  berakhir  pada 
tanggal 31 Desember 2019 dan 2018. 

27.  DIVIDEN KAS DAN CADANGAN UMUM 

Berdasarkan hasil RUPST Perusahaan yang dinyatakan dalam akta notaris Ashoya Ratam, S.H., MKn. 
No. 54 tertanggal 27 April 2018, para pemegang saham Perusahaan menyetujui pembagian dividen kas 
dan dividen kas spesial untuk tahun buku 2017 masing-masing sebesar Rp13.287 miliar (Rp134,13 per 
lembar saham) dan Rp3.322 miliar (Rp33,53 per lembar saham). 

Berdasarkan hasil RUPST Perusahaan yang dinyatakan dalam akta notaris Ashoya Ratam, S.H., MKn. 
No. 133 tertanggal 24 Mei 2019, para pemegang saham Perusahaan menyetujui pembagian dividen kas 
dan dividen kas spesial untuk tahun buku 2018 masing-masing sebesar Rp10.819 miliar (Rp109,22 per 
lembar saham) dan Rp5.410 miliar (Rp54,61 per lembar saham). 

90 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

27.  DIVIDEN KAS DAN CADANGAN UMUM (lanjutan) 

Berdasarkan Undang-Undang Perseroan Terbatas, Perusahaan diharuskan untuk membuat penyisihan 
cadangan wajib hingga sekurang-kurangnya 20% dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh. 

Saldo laba dicadangkan Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018 masing-masing adalah 
sebesar Rp15.337 miliar. 

28.  PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA 

Rincian liabilitas manfaat pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya  adalah sebagai berikut: 

Catatan   

2019 

2018 

Liabilitas diestimasi manfaat pensiun dan  

imbalan pasca kerja lainnya 
Pensiun 

Perusahaan - funded 

Manfaat pasti 
Manfaat tambahan 
Perusahaan - unfunded 
Telkomsel 
Telkomsat 
MD Media 
Infomedia 

Liabilitas diestimasi manfaat pensiun 
Imbalan kesehatan pasca kerja 
Imbalan pasca kerja lainnya 
Kewajiban pensiun berdasarkan Undang- 

Undang Ketenagakerjaan 

Jumlah 

28a.i.a     
28a.i.a.i   
28a.i.a.ii  
28a.i.b   
28a.ii 

28b 
28c 

28d 

 2.338  
-  
 1.479  
 2.209  
0  
0  
0  
 6.026  
 996  
 366  

 690  
 8.078  

 1.057 
 6 
 1.830 
 1.541 
 0 
 0 
 - 
 4.434 
 195 
 419 

 507 
 5.555 

Beban  manfaat  pensiun  yang  diakui  pada  laporan  laba  rugi  dan  penghasilan  komprehensif  lain 
konsolidasian adalah sebagai berikut: 

Catatan   

2019 

2018 

Beban pensiun 

Perusahaan - funded 

Manfaat pasti 
Manfaat tambahan 
Perusahaan - unfunded 
Telkomsel 
MD Media 
Infomedia 
Telkomsat 

Beban pensiun berkala, bersih 
Beban imbalan kesehatan pasca kerja  

berkala, bersih 

Beban imbalan pasca kerja lainnya 
Beban pensiun berdasarkan Undang-Undang 

Ketenagakerjaan 

Jumlah 

28a.i.a     
28a.i.a.i  
28a.i.a.ii  
28a.i.b   
28a.ii   

22 

22,28b   
22,28c   

22,28d   

91 

 362  
 1  
 163  
 314  
0  
0  
0  
 840  

 167  
 33  

 136  
 1.176  

 511 
 69 
 198 
 342 
 0 
 0 
 0 
 1.120 

 335 
 32 

 113 
 1.600 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
 
   
   
 
   
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
 
   
   
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

28.  PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) 

Beban  manfaat  pensiun  yang  diakui  pada  laporan  laba  rugi  dan  penghasilan  komprehensif  lain 
konsolidasian adalah sebagai berikut (lanjutan): 

Laba (rugi) aktuaria program manfaat pasti 

Catatan   

2019 

2018 

Perusahaan - funded 

Manfaat pasti 
Manfaat tambahan 
Perusahaan - unfunded 
Telkomsel 
MD Media 
Infomedia 
Telkomsat 

28a.i.a 
28a.i.a.i   
28a.i.a.ii   
28a.i.b 
28a.ii 

Beban imbalan kesehatan pasca kerja 
Beban imbalan pasca kerja lainnya 
Beban pensiun berdasarkan Undang-Undang 

Ketenagakerjaan 

Sub-jumlah 
Pajak tangguhan dengan tarif pajak yang 

berlaku 

Laba (rugi) aktuaria program manfaat pasti - 

bersih 

28b 
28c 

28d 

25f 

a.  Beban manfaat pensiun 

i.  Perusahaan 

a. Funded 

i.  Manfaat pasti 

 (1.116)  
 7  
 (94)  
 (561)  
0  
0  
0  
 (634)  
 (15)  

 (107)  
 (2.520)  

 411  

 (2.109)  

 1.236 
 934 
 137 
 514 
 0 
 0 
 0 
 2.559 
 24 

 14 
 5.418 

 (598) 

 4.820 

Perusahaan  menyelenggarakan  program  pensiun  manfaat  pasti  bagi  karyawan  tetap  yang 
mulai  bekerja  sebelum  1  Juli  2002.  Program  pensiun  ini  diatur  didalam  undang-undang 
pensiun  Indonesia  dan  dikelola  oleh  Dana  Pensiun  Telkom  (“Dapen”).  Pengelolaan  Dana 
Pensiun  sesuai dengan Peraturan Dana Pensiun dan Arahan Investasi yang ditetapkan oleh 
Pendiri dilaksanakan oleh Dewan Pengurus. Dewan Pengurus diawasi oleh Dewan Pengawas 
yang terdiri dari perwakilan Perusahaan dan peserta. 

Manfaat pensiun yang dibayar dihitung berdasarkan gaji pokok pada saat mulai pensiun dan 
masa  kerja  karyawan.  Karyawan  yang  ikut  serta  dalam  program  pensiun  ini  membayar 
kontribusi  18%  (sebelum  Maret  2003:  8,4%)  dari  gaji  pokok  ke  dana  pensiun.  Perusahaan 
memberikan kontribusi kepada Dapen untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 
2019  sebesar  Rp233  miliar.  Perusahaan  tidak  memberikan  kontribusi  kepada  Dapen  untuk 
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018. 

Risiko yang terekspos pada program manfaat pasti adalah risiko seperti volatilitas aset dan 
perubahan  imbal  hasil  obligasi.  Liabilitas  program  dihitung  menggunakan  tingkat  diskonto 
yang  merujuk  kepada  tingkat  imbal  hasil  obligasi  pemerintah,  jika  imbal  hasil  aset  program 
lebih  rendah,  maka  akan  menghasilkan  defisit  program.  Penurunan  imbal  hasil  obligasi 
pemerintah akan meningkatkan liabilitas program, walaupun hal ini akan saling hapus secara 
sebagian dengan kenaikan dari nilai obligasi program yang dimiliki. Perusahaan memastikan 
bahwa posisi investasi telah diatur dalam kerangka asset-liability matching (“ALM”) yang telah 
dibentuk untuk mencapai hasil jangka panjang yang sejalan dengan liabilitas pada program 
pensiun imbalan pasti. Dalam kerangka ALM, tujuan Perusahaan adalah untuk menyesuaikan 
aset-aset  dan  liabilitas  pensiun  dengan  berinvestasi  pada  portofolio  yang  terdiversifikasi 
dengan  baik  dalam  menghasilkan 
tingkat  pengembalian  yang  optimal,  dengan 
mempertimbangkan  tingkat  risikonya.  Investasi  pada  program  telah  terdiversifikasi  dengan 
baik,  sehingga  kinerja  buruk  satu  investasi  tidak  akan  memberikan  dampak  material  bagi 
seluruh kelompok aset. 

92 

 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
 
 
 
   
   
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
 
 
 
 
   
   
 
 
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

28.  PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) 

a.  Beban manfaat pensiun (lanjutan) 

i.  Perusahaan (lanjutan) 

a. Funded (lanjutan) 

i.  Manfaat pasti (lanjutan) 

Tabel berikut ini menyajikan perubahan liabilitas manfaat pensiun, perubahan aset program 
pensiun, status pendanaan program pensiun, dan  jumlah bersih yang  diakui  dalam laporan  
posisi  keuangan  konsolidasian  pada  tanggal  31  Desember  2019  dan  2018  untuk  program 
pensiun manfaat pasti: 

Perubahan liabilitas manfaat pensiun 

Liabilitas manfaat pensiun pada awal tahun 
Dibebankan pada laba rugi: 

Beban jasa 
Beban bunga 

Kontribusi peserta program pensiun 
(Laba) rugi aktuaria yang diakui pada 
penghasilan komprehensif lainnya 

Pembayaran pensiun 

Liabilitas manfaat pensiun pada akhir tahun 

Perubahan aset program pensiun 

Nilai wajar aset program pensiun pada awal tahun 
Pendapatan bunga 
Pengembalian aset program pensiun 

(setelah dikurangi nilai yang termasuk  
dalam beban bunga bersih) 

Kontribusi pemberi kerja 
Kontribusi peserta program pensiun 
Pembayaran pensiun 
Penyisihan manfaat tambahan 
Beban administrasi program 
Nilai wajar aset program pensiun  

pada akhir tahun 

Liabilitas diestimasi manfaat pensiun pada 

akhir tahun 

2019 

2018 

 20.121  

 22.354 

 259  
 1.599  
 33  

 1.514  
 (1.465)  
 22.061  

 384 
 1.459 
 38 

 (2.691) 
 (1.423) 
 20.121 

2019 

2018 

 19.064  
 1.524  

 398  
 233  
 32  
 (1.465)  
 -  
 (63)  

 19.723  

 2.338  

 20.814 
 1.357 

 (1.455) 
 - 
 38 
 (1.423) 
 (205) 
 (62) 

 19.064 

 1.057 

93 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
   
 
   
 
   
  
 
 
 
 
 
 
   
 
   
 
   
 
   
 
   
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

28.  PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) 

a.  Beban manfaat pensiun (lanjutan) 

ii.  Perusahaan (lanjutan) 

a. Funded (lanjutan) 

i.  Manfaat pasti (lanjutan) 

Pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018, aset program terdiri dari: 

Kas dan setara kas 
Instrumen ekuitas: 

Keuangan 
Barang konsumen 
Infrastruktur, peralatan dan 

transportasi 

Konstruksi, properti dan 

real estat 

Industri dasar dan bahan kimia 
Perdagangan, jasa dan investasi 
Tambang 
Agrikultur 
Industri lainnya 

Reksadana berbasis saham 
Instrumen keuangan pendapatan   

tetap: 
Obligasi korporasi 
Obligasi pemerintah 
Reksadana 

Saham non publik: 

Penempatan langsung 
Properti 
Lainnya 

Jumlah 

2019 
Harga kuotasian    Tidak memiliki 
  harga kuotasian 
 -  

di pasar aktif 

 521   

2018 

  Harga kuotasian    Tidak memiliki 
  harga kuotasian 
 - 

di pasar aktif 

 873  

 1.735   
 1.085   

 540   

 210   
 135   
 395   
 159   
 70   
 292   
 1.027   

 -   
 6.493   
 85   

 -   
 -   
 -   
 12.747   

 -  
 -  

 -  

 -  
 -  
 -  
 -  
 -  
 -  
 -  

 6.077  
 -  
 -  

 374  
 186  
 339  
 6.976  

 1.456  
 1.336  

 530  

 199  
 124  
 420  
 112  
 55  
 362  
 1.336  

 -  
 6.166  
 54  

 -  
 -  
 -  
 13.023  

 - 
 - 

 - 

 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 - 

 5.267 
 - 
 - 

 288 
 178 
 308 
 6.041 

Aset program pensiun termasuk didalamnya saham Seri B yang dikeluarkan oleh Perusahaan 
dengan  nilai  wajar  Rp346  miliar  dan  Rp372  miliar,  yang  mewakili  1,75%  dan  1,95%  
dari  total  aset  program  pada  tanggal  31  Desember  2019  dan  2018,  dan  obligasi  yang 
dikeluarkan  oleh  Perusahaan  dengan  nilai  wajar  masing-masing  senilai  Rp341  miliar  dan 
Rp314  miliar  mewakili  masing-masing  1,73%  dan  1,65%  dari  total  aset  per  tanggal  
31 Desember 2019 dan 2018. 

Perkiraan  pengembalian  ditentukan  berdasarkan  ekspektasi  pasar  untuk  pengembalian 
keseluruhan  masa  liabilitas  dengan  mempertimbangkan  perpaduan  portofolio  dari  aset 
program. Hasil aktual aset program adalah  Rp1.858 miliar dan Rp(158) miliar masing-masing 
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018. Berdasarkan Peraturan 
Perusahaan yang diterbitkan tanggal 14 Januari 2014 mengenai kebijakan pendanaan Dapen, 
Perusahaan tidak akan memberikan kontribusi ke Dapen bila Rasio Kecukupan Pendanaan 
(RKD)  Dapen  diatas  105%.  Berdasarkan 
tanggal  
31  Desember  2019,  RKD  Dapen  dibawah  105%  sehingga  Perusahaan  akan  memberikan 
kontribusi pemberi kerja ke program pensiun manfaat pasti di tahun 2020. 

laporan  keuangan  Dapen  pada 

Berdasarkan Peraturan Perusahaan yang diterbitkan tanggal 7 Juni 2017 tentang Peraturan 
Dana Pensiun dari Dapen, Perusahaan memberikan manfaat lain berupa manfaat tambahan 
di  tahun  2017  sebesar  Rp4,5  juta  kepada  penerima  manfaat  pensiun  bulanan  dari  peserta 
yang  berhenti  bekerja  sebelum  akhir  bulan  Juni  2002  dan  Rp2,25  juta  kepada  penerima 
manfaat  pensiun  bulanan  dari  peserta  yang  berhenti  bekerja  sejak  akhir  bulan  Juni  2002 
sampai dengan akhir April 2017. 

94 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
   
 
   
 
 
   
 
   
 
 
   
   
 
 
   
 
   
 
 
   
 
   
 
 
   
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

28.  PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) 

a.  Beban manfaat pensiun (lanjutan) 

i.  Perusahaan (lanjutan) 

a. Funded (lanjutan) 

i.  Manfaat pasti (lanjutan) 

Perubahan  liabilitas  diestimasi  manfaat  pensiun  untuk  tahun  yang  berakhir  pada  tanggal  
31 Desember 2019 dan 2018 adalah sebagai berikut: 

Liabilitas diestimasi manfaat pensiun 

(beban manfaat pensiun dibayar di muka) pada 
awal tahun 

Beban pensiun berkala bersih 
Penyisihan manfaat tambahan 
Kontribusi pemberi kerja 
(Laba) rugi aktuaria yang diakui pada 
penghasilan komprehensif lainnya 
Pengembalian aset program pensiun 

(setelah dikurangi nilai yang termasuk dalam 
beban bunga bersih) 

Liabilitas diestimasi manfaat pensiun pada 

akhir tahun 

2019 

2018 

 1.057  
 398  
 -   
 (233)  

 1.514  

 (398)  

 2.338  

 1.540 
 548 
 205 
 - 

 (2.691) 

 1.455 

 1.057 

Komponen  beban  pensiun  berkala  bersih  untuk  tahun  yang  berakhir  pada  tanggal  
31 Desember 2019 dan 2018 sebagai berikut: 

2019 

2018 

Beban jasa 
Beban administrasi program 
Beban bunga bersih 
Beban pensiun berkala bersih 
Dibebankan kepada entitas anak berdasarkan 

perjanjian 

Beban pensiun berkala bersih dikurangi 

jumlah yang dibebankan kepada entitas anak 

 259  
 63  
 76  
 398  

 (36)  

 362  

 384 
 62 
 102 
 548 

 (37) 

 511 

 Jumlah yang diakui pada penghasilan komprehensif lainnya untuk tahun yang berakhir pada 
tanggal 31 Desember 2019 dan 2018 adalah sebagai berikut: 

(Laba) rugi aktuaria yang diakui pada  

tahun berjalan: 
Penyesuaian atas pengalaman 
Perubahan asumsi finansial 
Perubahan asumsi demografik 

Pengembalian aset program pensiun (setelah 
dikurangi nilai yang termasuk dalam beban 
bunga bersih) 
Jumlah bersih 

2019 

2018 

 (677)  
 1.952  
 239  

 (398)  
 1.116  

 329 
 (3.020) 
- 

 1.455 
 (1.236) 

95 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
   
 
   
 
   
 
   
 
   
 
   
 
  
 
 
 
 
 
 
   
 
   
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
   
 
   
 
   
 
   
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

28.  PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) 

a.  Beban manfaat pensiun (lanjutan) 

ii.  Perusahaan (lanjutan) 

a. Funded (lanjutan) 

i.  Manfaat pasti (lanjutan) 

Penilaian  aktuaria  atas  program  pensiun  manfaat  pasti  dilakukan  berdasarkan  perhitungan 
pada  tanggal  31  Desember  2019  dan  2018,  pada  laporan  masing-masing  tertanggal 
20 April 2020 dan 1 April 2019 yang dilakukan oleh PT Towers Watson Purbajaga (“TWP”), 
aktuaris independen yang berasosiasi dengan Willis Towers Watson (“WTW”) (dahulu Towers 
Watson).  Asumsi  dasar  aktuaria  yang  digunakan  oleh  aktuaris  independen  pada  tanggal  
31 Desember 2019 dan 2018 adalah sebagai berikut: 

Tingkat diskonto 
Tingkat kenaikan kompensasi 
Tabel tingkat kematian di Indonesia 

ii.  Manfaat tambahan 

2019 

2018 

7,25%   
8,00%   
2011   

8,25% 
8,00% 
2011 

Berdasarkan Peraturan Perusahaan yang diterbitkan tanggal 7 Juni 2017 tentang Peraturan 
Dana Pensiun dari Dapen, Perusahaan membentuk dana manfaat tambahan yang bersumber 
dari  hasil  pengembangan  program  pensiun  paling  banyak  10%,  dengan  ketentuan  Rasio 
Kecukupan Dana (“RKD”) diatas 105% dan tingkat pengembalian investasi diatas suku bunga 
aktuaria untuk pendanaan.  

2019 

2018 

Perubahan liabilitas manfaat pensiun 

Liabilitas manfaat pensiun pada awal tahun 
Dibebankan pada laba rugi: 

Beban bunga 

Laba aktuaria yang diakui pada 

penghasilan komprehensif lainnya 

Pembayaran pensiun 

Liabilitas manfaat pensiun pada akhir tahun 
Perubahan aset program pensiun 

Nilai wajar aset program pensiun pada 

awal tahun 

Pendapatan bunga dari aset 
Penyisihan manfaat tambahan 
Pengembalian atas aset program pensiun 
Pembayaran manfaat pensiun 
Nilai wajar aset program pensiun pada akhir   

tahun 

(Surplus) defisit pada program 
Perubahan dampak batas atas yang tidak termasuk  

dalam bunga 

Liabilitas diestimasi manfaat pensiun pada 

akhir tahun 

96 

 104  

 9  

 (17)  
 (96)  
-  

 98  
 8  
 -  
 (5)  
 (96)  

 5  
 (5)  

 5  

 -  

 1.076 

 69 

 (948) 
 (93) 
 104 

 - 
 - 
 205 
 (14) 
 (93) 

 98 
 6 

 - 

 6 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
   
 
   
 
   
 
   
 
   
   
   
 
   
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

28.  PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) 

a.  Beban manfaat pensiun (lanjutan) 

i. Perusahaan (lanjutan) 

a. Funded (lanjutan) 

ii.   Manfaat tambahan (lanjutan) 

Aset program untuk manfaat tambahan telah disisihkan sejak 2018 sesuai persetujuan Dewan 
Pengawas. Per tanggal 31 Desember 2019, aset program tersebut telah habis dibayarkan ke 
penerima manfaat pensiun. 

Perubahan  liabilitas  manfaat  tambahan  pensiun  untuk  tahun  yang  berakhir  pada  tanggal  
31 Desember 2019 dan 2018 adalah sebagai berikut: 

Liabilitas manfaat tambahan pensiun pada 

awal tahun 

Beban pensiun berkala bersih 
Penyisihan manfaat tambahan 
Laba aktuaria yang diakui pada 

penghasilan komprehensif lainnya 
Pengembalian aset program pensiun 
Liabilitas diestimasi manfaat pensiun pada 

akhir tahun 

2019 

2018 

 6  
 1  
 -  

 (12)  
 5  

 -  

 1.076 
 69 
 (205) 

 (948) 
 14 

 6 

Komponen  beban  manfaat  tambahan  pensiun  untuk  tahun  yang  berakhir  pada  tanggal  
31 Desember 2019 dan 2018 adalah sebagai berikut: 

Beban pensiun 

2019 

2018 

 1  

 69 

 Jumlah yang diakui pada penghasilan komprehensif lainnya untuk tahun yang berakhir pada 
tanggal 31 Desember 2019 dan 2018 adalah sebagai berikut: 

Laba aktuaria yang diakui pada tahun berjalan: 

Penyesuaian atas pengalaman 
Perubahan asumsi finansial 

Pengembalian aset program pensiun (setelah 
dikurangi nilai yang termasuk dalam beban 
bunga bersih) 

Perubahan batas atas asset yang tidak termasuk 

dalam bunga 
Jumlah bersih 

2019 

2018 

 (17)  
 -  

 5  

 5  
 (7)  

 (773) 
 (175) 

 14 

 - 
 (934) 

97 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
   
 
   
 
   
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
   
 
   
 
   
 
   
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

28.  PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) 

a.  Beban manfaat pensiun (lanjutan) 

ii. Perusahaan (lanjutan) 

a. Funded (lanjutan) 

ii.   Manfaat tambahan (lanjutan) 

Penilaian  aktuaria  atas  program  pensiun  manfaat  tambahan  dilakukan  berdasarkan 
perhitungan  pada  tanggal  31  Desember  2019  dan  2018,  pada  laporan  masing-masing 
tertanggal 20  April  2020    dan  1  April  2019  yang  dilakukan  oleh  TWP,  aktuaris  independen 
yang  berasosiasi  dengan  WTW.  Asumsi  dasar  aktuaria  yang  digunakan  oleh  aktuaris 
independen pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018 adalah sebagai berikut: 

2019 

2018 

Tingkat pengembalian investasi 
Tingkat diskonto 
Tingkat suku bunga aktuaria pendanaan 
Tingkat kenaikan kompensasi 
Tabel tingkat kematian di Indonesia 

b. Unfunded  

7,25%   

9,00% - 9,50%    9,30% - 10,00% 
8,25% 
9,25% - 9,50%    9,25% - 9,50% 
8,00% 
2011 

8,00%  
2011  

Perusahaan menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti tanpa pendanaan dan program     
pensiun iuran pasti untuk karyawannya. 

Program  pensiun  iuran  pasti  diselenggarakan  bagi  karyawan  tetap  yang  mulai  bekerja  pada 
atau setelah tanggal 1 Juli 2002. Program ini dikelola oleh Dana Pensiun Lembaga Keuangan 
(“DPLK”). Kontribusi Perusahaan kepada DPLK dihitung berdasarkan persentase tertentu dari 
gaji karyawan dimana untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018 
adalah masing-masing sebesar Rp55 miliar dan Rp13 miliar. 

Sejak tahun 2007, Perusahaan memberlakukan manfaat pensiun berdasarkan uniformulation 
bagi peserta sebelum 20 April 1992 dan peserta sejak 20 April 1992 yang mulai diterapkan bagi 
karyawan yang akan pensiun terhitung sejak 1 Februari 2009. Pada tahun 2010, Perusahaan 
menggantikan uniformulation dengan Manfaat Pensiun Sekaligus (“MPS”). MPS diberikan bagi 
karyawan yang telah mencapai usia pensiun, kematian, atau cacat sejak 1 Februari 2009. 

Perusahaan  juga  menyelenggarakan  manfaat  bagi  karyawan  yang  akan  memasuki  masa 
persiapan pensiun, dimana karyawan tidak aktif selama periode 6 bulan sebelum mencapai usia 
pensiun yakni 56 tahun yang disebut dengan Masa Persiapan Pensiun (“MPP”). Selama periode 
tersebut, karyawan tetap menerima manfaat-manfaat yang diselenggarakan bagi pegawai aktif, 
diantaranya  termasuk,  namun tidak terbatas  pada  gaji  regular, kesehatan,  cuti  besar,  bonus, 
dan manfaat-manfaat lainnya. Sejak tahun 2012, Perusahaan memberlakukan ketentuan baru 
MPP  yang  mulai  diterapkan  bagi  karyawan  yang  akan  pensiun  terhitung  sejak  1  April  2012, 
dimana  karyawan  harus  mengajukan  permohonan  MPP  terlebih  dahulu  dan  apabila  tidak 
mengajukan MPP, maka dianggap tetap akan bekerja sampai dengan masa pensiun. 

98 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

28.  PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) 

a.  Beban manfaat pensiun (lanjutan) 

i.  Perusahaan (lanjutan) 

b.  Unfunded (lanjutan) 

Tabel  berikut  ini  menyajikan  perubahan  liabilitas  program  pensiun  manfaat  pasti  tanpa 
pendanaan  MPS 
tanggal  
31 Desember 2019 dan 2018: 

dan  MPP 

berakhir 

tahun 

untuk 

pada 

yang 

2019 

2018 

Liabilitas diestimasi manfaat pensiun tanpa 

pendanaan pada awal tahun 
Beban jasa 
Beban bunga bersih 
(Laba) rugi aktuaria diakui pada penghasilan 

komprehensif lainnya 

Pembayaran manfaat oleh pemberi kerja 

Liabilitas diestimasi manfaat pensiun tanpa 

pendanaan pada akhir tahun 

 1.830  
 29  
 134  

 94  
 (608)  

 1.479  

Komponen  biaya  manfaat  pensiun  untuk 
31 Desember 2019 dan 2018 adalah sebagai berikut: 

tahun  yang  berakhir  pada 

 2.384 
 54 
 144 

 (137) 
 (615) 

 1.830 

tanggal  

Beban jasa 
Beban bunga bersih 
Jumlah 

2019 

2018 

 29  
 134  
 163  

 54 
 144 
 198 

Jumlah  yang  diakui  pada  penghasilan  komprehensif  lainnya  untuk tahun  yang  berakhir  pada 
tanggal 31 Desember 2019 dan 2018 adalah sebagai berikut: 

(Laba) rugi aktuaria yang diakui pada tahun berjalan:  

Penyesuaian atas pengalaman 
Perubahan asumsi demografik 
Perubahan asumsi finansial 

Jumlah bersih 

2019 

2018 

 12  
 37  
 45  
 94  

 27 
 (21) 
 (143) 
 (137) 

Penilaian  aktuaria  atas  program  pensiun  manfaat  pasti  dilakukan  berdasarkan  perhitungan 
pada  tanggal  31  Desember  2019  dan  2018,  pada  laporan  masing-masing  tertanggal 
20 April 2020 dan 1 April 2019 yang dilakukan oleh TWP, aktuaris independen yang berasosiasi 
dengan WTW. Asumsi dasar aktuaria yang digunakan oleh aktuaris independen pada tanggal 
31 Desember 2019 dan 2018 adalah sebagai berikut: 

Tingkat diskonto 
Tingkat kenaikan kompensasi  
Tabel tingkat kematian di Indonesia 

2019 

2018 

6,50% - 7,25%   
6,10% - 8,00%   
2011   

8,00% - 8,25% 
6,10% - 8,00% 
2011 

99 

 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
   
 
   
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
   
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

28.  PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) 

a.  Beban manfaat pensiun (lanjutan) 

 ii.   Telkomsel 

Telkomsel  menyelenggarakan  program  pensiun  manfaat  pasti  bagi  para  karyawannya. 
Berdasarkan  program  ini,  para  karyawan  berhak  atas  manfaat  pensiun  berdasarkan  gaji  dasar 
terakhir atau gaji bersih yang diterima dan masa kerja karyawan. Program pensiun ini dikelola oleh 
PT Asuransi Jiwasraya (Persero) (“Jiwasraya”), perusahaan asuransi jiwa milik negara, di bawah 
suatu  kontrak  asuransi  anuitas.  Sampai  dengan  tahun  2004,  kontribusi  karyawan  terhadap 
program  ini  adalah  sebesar  5%  dari  gaji  pokok  bulanan  dan  kontribusi  atas  sisa  jumlah  yang 
diperlukan  untuk  mendanai  program  tersebut  ditanggung  oleh  Telkomsel.  Mulai  tahun  2005, 
kontribusi ditanggung sepenuhnya oleh Telkomsel. 

Kontribusi  Telkomsel  ke  Jiwasraya  Rp207  miliar  dan  Rp125  miliar  masing-masing  untuk  tahun 
yang berakhir 31 Desember 2019 dan 2018. 

ini  menyajikan  perubahan 

liabilitas  manfaat  pensiun,  perubahan  aset  
Tabel  berikut 
program pensiun, status pendanaan program pensiun, dan nilai bersih yang tercatat pada laporan 
posisi keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 dan 
2018 untuk program pensiun manfaat pasti: 

Perubahan liabilitas manfaat pensiun 

Liabilitas manfaat pensiun pada awal tahun 
Dibebankan pada laba rugi: 

Beban jasa 
Beban bunga 

(Laba) rugi aktuaria yang diakui pada 
penghasilan komprehensif lainnya 

Pembayaran pensiun 

Liabilitas manfaat pensiun pada akhir tahun 

Perubahan aset program pensiun 

Nilai wajar aset program pensiun pada awal tahun 
Pendapatan bunga 
Pengembalian aset program pensiun 

(setelah dikurangi nilai yang termasuk  
dalam beban bunga bersih) 

Kontribusi pemberi kerja 
Pembayaran pensiun 
Nilai wajar aset program pensiun pada akhir tahun 

Liabilitas diestimasi manfaat pensiun pada 

akhir tahun 

2019 

2018 

 2.734  

 2.928 

 187  
 224  

 614  
 (21)  
 3.738  

 1.193  
 97  

 53  
 207  
 (21)  
 1.529  

 2.209  

 213 
 203 

 (583) 
 (27) 
 2.734 

 1.089 
 74 

 (68) 
 125 
 (27) 
 1.193 

 1.541 

100 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
   
 
   
 
   
 
 
 
 
 
 
   
 
   
 
   
 
   
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

28.  PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) 

a.  Beban manfaat pensiun (lanjutan) 

 ii.   Telkomsel (lanjutan) 

Perubahan  liabilitas  diestimasi  manfaat  pensiun  untuk  tahun  yang  berakhir  pada  tanggal  
31 Desember 2019 dan 2018: 

Liabilitas diestimasi manfaat pensiun pada awal tahun 
Beban manfaat pensiun 
(Laba) rugi aktuaria yang diakui pada penghasilan 

komprehensif lainnya 

Pengembalian aset program pensiun 

(setelah dikurangi nilai yang termasuk dalam 
beban bunga bersih) 
Kontribusi pemberi kerja 
Liabilitas diestimasi manfaat pensiun 

pada akhir tahun 

2019 

2018 

 1.541  
 314  

 614  

 (53)  
 (207)  

 2.209  

 1.839 
 342 

 (583) 

 68 
 (125) 

 1.541 

Komponen  biaya  manfaat  pensiun  untuk 
31 Desember 2019 dan 2018 adalah sebagai berikut: 

tahun 

yang  berakhir  pada 

tanggal  

Beban jasa 
Beban bunga bersih 
Jumlah 

2019 

2018 

 187  
 127  
 314  

 213 
 129 
 342 

Jumlah  yang  diakui  pada  penghasilan  komprehensif  lainnya  untuk  tahun  yang  berakhir  pada 
tanggal 31 Desember 2019 dan 2018 adalah sebagai berikut: 

(Laba) rugi aktuaria yang diakui pada tahun berjalan: 
   Penyesuaian atas pengalaman 
   Perubahan asumsi finansial 
Pengembalian aset program pensiun (setelah 
dikurangi nilai yang termasuk dalam beban 
bunga bersih) 
Jumlah bersih 

2019 

2018 

 115  
 499  

 (53)  
 561  

 192 
 (774) 

 68 
 (514) 

101 

 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
   
 
   
 
   
 
   
 
  
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
   
 
  
 
 
 
 
 
 
   
 
   
 
   
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

28.  PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) 

a.  Beban manfaat pensiun (lanjutan) 

 ii.   Telkomsel (lanjutan) 

Penilaian aktuaria atas program pensiun manfaat pasti dilakukan berdasarkan perhitungan  pada 
tanggal 31 Desember 2019 dan 2018 dengan laporan tertanggal masing-masing 28 Februari 2020 
dan 14 Februari 2019 yang dilakukan oleh TWP, aktuaris independen yang berasosiasi dengan 
WTW.  Asumsi  dasar  aktuaria  yang  digunakan  oleh  aktuaris  independen  pada  tanggal  31 
Desember 2019 dan 2018 adalah sebagai berikut: 

Tingkat diskonto 
Tingkat kenaikan kompensasi  
Tabel tingkat kematian di Indonesia 

b.  Imbalan kesehatan pasca kerja 

2019 

2018 

7,50%   
8,00%   
2011   

8,25% 
8,00% 
2011 

Perusahaan menyelenggarakan program imbalan kesehatan pasca kerja untuk semua karyawannya 
yang sudah bekerja sebelum tanggal 1 November 1995 dengan masa kerja 20 tahun atau lebih pada 
saat pensiun, dan anggota keluarganya yang memenuhi syarat. Ketentuan untuk masa kerja  selama 
20 tahun ini tidak berlaku bagi karyawan yang memasuki masa pensiun sebelum tanggal 3 Juni 1995. 
Program  ini  tidak  berlaku  bagi  karyawan  yang  mulai  bekerja  pada  Perusahaan  sejak  tanggal 
1 November  1995.  Program  jaminan  kesehatan  pasca  kerja  tersebut  dikelola  oleh  Yayasan 
Kesehatan Telkom (“Yakes Telkom”). 

Program imbalan kesehatan pasca kerja iuran pasti diselenggarakan bagi karyawan tetap yang mulai 
bekerja pada atau setelah tanggal 1 November 1995 atau karyawan dengan masa kerja kurang dari 
20  tahun  pada  saat  pensiun.  Perusahaan  tidak  memberikan  kontribusi  ke  Yakes  untuk  tahun  yang 
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018. 

Tabel  berikut  ini  menyajikan  perubahan  liabilitas  imbalan  kesehatan  pasca  kerja,  perubahan  aset 
program imbalan kesehatan pasca kerja, status pendanaan program imbalan kesehatan pasca kerja, 
dan  jumlah  bersih  yang  diakui  dalam  laporan  posisi  keuangan  konsolidasian  pada  tanggal 
31 Desember 2019 dan 2018: 

Perubahan liabilitas imbalan kesehatan pasca kerja 

Liabilitas diestimasi imbalan kesehatan pasca kerja pada 

awal tahun 

Dibebankan pada laba rugi: 

Beban bunga 

(Laba) rugi aktuaria yang diakui pada penghasilan 

komprehensif lainnya 

Pembayaran imbalan kesehatan pasca kerja 

Liabilitas diestimasi imbalan kesehatan pasca kerja pada   

akhir tahun 

Perubahan aset program 

Nilai wajar aset program pada awal tahun 
Pendapatan bunga 
Pengembalian aset program (setelah dikurangi nilai 

 yang termasuk dalam beban bunga bersih) 
Pembayaran imbalan kesehatan pasca kerja 
Beban administrasi program 
Nilai wajar aset program pada akhir tahun 

2019 

2018 

 12.423  

 15.448 

 1.062  

 1.102 

 905  
 (567)  

 (3.641) 
 (486) 

 13.823  

 12.423 

 12.228  
 1.045  

 271  
 (567)  
 (150)  
 12.827  

 13.029 
 927 

 (1.082) 
 (486) 
 (160) 
 12.228 

Liabilitas diestimasi imbalan kesehatan pasca kerja pada   

akhir tahun 

 996  

 195 

102 

 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
   
 
   
 
   
    
   
 
   
 
   
   
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

28.  PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) 

b.  Imbalan kesehatan pasca kerja (lanjutan) 

Pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018, aset program terdiri dari: 

Kas dan setara kas 
Saham publik: 

Industri keuangan 
Manufaktur dan konsumen 
Infrastruktur dan telekomunikasi 
Konstruksi 
Grosir 
Tambang 

Industri lainnya: 

Bioteknologi dan industri farmasi 
Jasa 
Agrikultur 
Lainnya 

Reksadana berbasis ekuitas 
Instrumen keuangan pendapatan tetap: 

Reksadana pendapatan tetap 

Saham non-publik: 

Penempatan privat 

Jumlah 

2019 
Harga kuotasian    Tidak memiliki 
  harga kuotasian 
 -   

di pasar aktif 

 563   

2018 

  Harga kuotasian    Tidak memiliki 
  harga kuotasian 
 - 

di pasar aktif 

 1.115   

 954   
 706   
 317   
 181   
 159   
 117   

 96   
 75   
 49   
 3   
 1.202   

 8.071   

 -   
 12.493   

 -   
 -   
 -   
 -   
 -   
 -   

 -   
 -   
 -   
 -   
 -   

 -   

 334   
 334   

 799   
 799   
 332   
 190   
 177   
 77   

 85   
 60   
 32   
 3   
 1.204   

 7.020   

 -   
 11.893   

 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 - 

 - 
 - 
 - 
 - 
 - 

 - 

 335 
 335 

Aset  program  Yakes  juga  termasuk  saham  Seri  B  yang  diterbitkan  Perusahaan  dengan  nilai  wajar 
sebesar  Rp222  miliar  dan  Rp249  miliar  yang  merupakan  1,73%  dan  2,03%  dari  keseluruhan  aset 
program masing-masing pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018. 

Perkiraan pengembalian ditentukan berdasarkan ekspektasi pasar untuk pengembalian keseluruhan 
masa liabilitas dengan mempertimbangkan perpaduan portofolio dari aset program. Hasil aktual aset 
program adalah Rp1.166 miliar dan Rp(315) miliar masing-masing untuk tahun yang berakhir pada 
tanggal 31 Desember 2019 dan 2018. 

Perubahan liabilitas diestimasi imbalan kesehatan pasca kerja untuk tahun yang berakhir pada tanggal 
31 Desember 2019 dan 2018: 

Liabilitas diestimasi imbalan kesehatan pasca kerja pada  

awal tahun 

Beban imbalan kesehatan pasca kerja berkala 
(Laba) rugi aktuaria yang diakui di penghasilan 

komprehensif lainnya 

Pengembalian aset program (setelah dikurangi nilai yang 

termasuk dalam beban bunga bersih) 

Liabilitas diestimasi imbalan kesehatan pasca kerja pada   

akhir tahun 

2019 

2018 

 195  
 167  

 905  

 (271)  

 996  

 2.419 
 335 

 (3.641) 

 1.082 

 195 

103 

 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
   
 
   
 
 
   
 
   
 
 
   
 
   
 
 
   
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
   
 
   
 
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

28.  PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) 

b.  Imbalan kesehatan pasca kerja (lanjutan) 

Komponen  beban  imbalan  kesehatan  pasca  kerja  berkala  bersih  untuk  tahun  yang  berakhir  pada 
tanggal 31 Desember 2019 dan 2018 adalah sebagai berikut: 

Beban administrasi program 
Beban bunga bersih 
Jumlah beban imbalan kesehatan pasca kerja 

2019 

2018 

 150  
 17  
 167  

 160 
 175 
 335 

Jumlah yang diakui pada penghasilan komprehensif lainnya sebagai berikut: 

(Laba) rugi aktuaria yang diakui pada tahun berjalan: 

Penyesuaian atas pengalaman 
Perubahan asumsi finansial 
Perubahan asumsi demografik 

Pengembalian aset program pensiun (setelah 

dikurangi nilai yang termasuk dalam beban bunga bersih) 

Jumlah bersih 

2019 

2018 

 810  
 1.190  
 (1.095)  

 (271)  
 634  

 (1.100) 
 (2.541) 
 - 

 1.082 
 (2.559) 

tanggal  31  Desember  2019  dan  2018  pada 

Penilaian aktuaria untuk program imbalan kesehatan pasca kerja dilakukan berdasarkan perhitungan 
pada 
tertanggal  
20  April  2020  dan  1  April  2019  yang  dilakukan  oleh  TWP,  aktuaris  independen  yang  berasosiasi 
dengan  WTW.  Asumsi  dasar  aktuaria  yang  digunakan  oleh  aktuaris  independen  pada  tanggal  
31 Desember 2019 dan 2018 adalah sebagai berikut: 

laporan  masing-masing 

Tingkat diskonto 
Tingkat pertumbuhan beban kesehatan untuk tahun depan 
Tingkat tren beban kesehatan 
Tahun tingkat tren beban kesehatan tercapai 
Tabel tingkat kematian di Indonesia 

8,00%  
7,00%  
7,00%  
2019  
2011  

8,75% 
7,00% 
7,00% 
2018 
2011 

2019 

2018 

c.  Imbalan pasca kerja lainnya 

Perusahaan memberikan imbalan pasca kerja lainnya dalam bentuk uang tunai yang dibayarkan pada 
saat karyawan pensiun atau saat pemutusan hubungan kerja. Imbalan pasca kerja lainnya tersebut 
adalah Biaya Fasilitas Perumahan Terakhir (“BFPT”) dan Biaya Perjalanan Pensiun dan Purnabhakti 
(“BPP”). 

104 

 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
   
 
   
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

28.  PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) 

c.  Imbalan pasca kerja lainnya (lanjutan) 

Perubahan liabilitas diestimasi imbalan pasca kerja lainnya untuk tahun yang berakhir pada tanggal  
31 Desember 2019 dan 2018:  

Liabilitas diestimasi imbalan pasca kerja lainnya  

pada awal tahun 

Dibebankan pada laba rugi: 

Beban jasa kini 
Beban bunga bersih 

(Laba) rugi aktuaria yang diakui pada penghasilan  

komprehensif lainnya 

Pembayaran manfaat oleh Perusahaan 
Liabilitas diestimasi imbalan pasca kerja lainnya  

pada akhir tahun 

2019 

2018 

 419  

 4  
 29  

 15  
 (101)  

 366  

 510 

 6 
 26 

 (24) 
 (99) 

 419 

Komponen  beban 
31 Desember 2019 dan 2018: 

imbalan  pasca  kerja  lainnya  untuk 

tahun  yang  berakhir  pada  tanggal  

Beban jasa kini 
Beban bunga bersih 
Jumlah 

2019 

2018 

 4  
 29  
 33  

Jumlah yang diakui pada penghasilan komprehensif lainnya sebagai berikut: 

(Laba) rugi aktuaria yang diakui pada tahun berjalan: 

Penyesuaian atas pengalaman 
Perubahan asumsi demografik 
Perubahan asumsi finansial 

Jumlah 

 (25)  
 20  
 20  
 15  

2019 

2018 

 6 
 26 
 32 

 40 
 (34) 
 (30) 
 (24) 

tanggal  31  Desember  2019  dan  2018,  pada 

Penilaian  aktuaria  untuk  program  imbalan  pasca  kerja  lainnya  dilakukan  berdasarkan  perhitungan  
pada 
tertanggal  
20  April  2020  dan  1  April  2019  yang  dilakukan  oleh  TWP,  aktuaris  independen  yang  berasosiasi 
dengan  WTW.  Asumsi  dasar  aktuaria  yang  digunakan  oleh  aktuaris  independen  pada  tanggal  
31 Desember 2019 dan 2018 adalah sebagai berikut: 

laporan  masing-masing 

Tingkat diskonto 
Tabel tingkat kematian di Indonesia 

2019 

2018 

6,25%  
2011  

8,00% 
2011 

d.  Kewajiban pensiun berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan 

Berdasarkan  Undang-Undang  No.  13  tahun  2003  mengenai  Ketenagakerjaan,  Perusahaan  dan 
entitas  anak  diharuskan  untuk  memberikan  manfaat  pensiun  minimum,  jika  belum  dipenuhi  oleh 
program  pensiun  yang  diselenggarakan,  kepada  para  karyawannya  yang  mencapai  usia  pensiun. 
Jumlah tercatat kewajiban tambahan ini pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018 masing-masing 
sebesar  Rp690  miliar  dan  Rp507  miliar.  Beban  pensiun  yang  dibebankan  adalah  sebesar  
Rp136  miliar  dan  Rp113  miliar  masing-masing  untuk  tahun  yang  berakhir  pada  tanggal  
31  Desember  2019  dan  2018  (Catatan  22).  (Laba)  rugi  aktuaria  yang  diakui  pada  penghasilan 
komprehensif lainnya adalah sebesar Rp107 miliar dan Rp(14) miliar masing-masing untuk tahun yang 
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018. 

105 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
   
 
   
 
     
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

28.  PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) 

e.  Profil jatuh tempo atas liabilitas manfaat pasti 

Waktu  perkiraan  pembayaran  manfaat  dan  rata-rata  tertimbang  durasi  atas  liabilitas  manfaat  pasti 
untuk 2019 adalah sebagai berikut (dalam miliaran Rupiah): 

Perkiraan pembayaran manfaat 

Perusahaan 

Funded 

Manfaat 
pasti 

  Manfaat 
tambahan 

  Unfunded    Telkomsel 

Imbalan  
kesehatan 
  pasca kerja 

Imbalan 
  pasca kerja 
lainnya 

 18.392   
 21.855   
 20.154   
 15.351   
 4.265   
 468   
 32   
0   

-   
-   
-   
-   
-   
-   
-   
-   

 1.587   
 125   
 52   
 18   
-   
-   
-   
-   

 3.486   
 9.420   
 7.150   
 1.267   
-   
-   
-   
-   

 6.064   
 8.001   
 7.501   
 4.123   
 958   
 42   
0   
-   

 418 
 68 
 38 
 3 
- 
- 
- 
- 

10,16 tahun    10,16 tahun    4,69 tahun    10,44 tahun 

13,34 tahun 

  3,65 tahun 

 16.370   
 20.349   
 16.207   
 9.400   
3.383   
644   
62   
2   

-   
-   
20   
38   
30   
50   
101   
-   

 948   
160   
29   
9   
-   
-   
-   
-   

2.498   
7.880   
6.680   
 1.580   
-   
-   
-   
-   

 5.620   
6.913   
 6.217   
3.193   
 661   
 22   
0   
-   

 485 
 91 
 39 
 3 
- 
- 
- 
- 

9,11 tahun    9,11 tahun 

  3,97 tahun    10,58 tahun 

17,41 tahun 

  3,13 tahun 

Jangka waktu 

31 Desember 2019 
Dalam 10 tahun kedepan 
Dalam 10-20 tahun 
Dalam 20-30 tahun 
Dalam 30-40 tahun 
Dalam 40-50 tahun 
Dalam 50-60 tahun 
Dalam 60-70 tahun 
Dalam 70-80 tahun 

Rata-rata tertimbang 
durasi atas liabilitas 
manfaat pasti 

31 Desember 2018 
Dalam 10 tahun kedepan 
Dalam 10-20 tahun 
Dalam 20-30 tahun 
Dalam 30-40 tahun 
Dalam 40-50 tahun 
Dalam 50-60 tahun 
Dalam 60-70 tahun 
Dalam 70-80 tahun 

Rata-rata tertimbang 
durasi atas liabilitas 
manfaat pasti 

f.  Analisis sensitivitas 

Perubahan  1%  pada 
tahun 2019 atas liabilitas manfaat pasti sebagai berikut: 

tingkat  diskonto  dan 

tingkat  gaji  akan  memberikan  dampak  pada  

31 Desember 2019 
Sensitivitas 
Didanai: 

Manfaat pasti 
Manfaat tambahan 

Tidak didanai 
Telkomsel 
Imbalan kesehatan pasca kerja 
Imbalan pasca kerja lainnya 

31 Desember 2018 
Sensitivitas 
Didanai: 

Manfaat pasti 
Manfaat tambahan 

Tidak didanai 
Telkomsel 
Imbalan kesehatan pasca kerja 
Imbalan pasca kerja lainnya 

Tingkat diskonto 

Tingkat gaji 

Peningkatan 1% 

  Penurunan 1% 
Jumlah peningkatan (penurunan) 

  Peningkatan 1% 

  Penurunan 1% 
Jumlah peningkatan (penurunan) 

 2.416  
 -  
 33  
 777  
 1.888  
 13  

 1.832  
 (1)  
 38  
 562  
 1.815  
 13  

 257  
 -  
 34  
 390  
 2.030  
 -  

 275  
 -  
 42  
 294  
 1.783  
 -  

 (275) 
 - 
 (43) 
 (366) 
 (1.689) 
 - 

 (286) 
 - 
 (45) 
 (276) 
 (1.508) 
 - 

 (1.952)  
 -  
 (40)  
 (686)  
 (1.551)  
 (12)  

 (1.568)  
 (2)  
 (41)  
 (497)  
 (1.428)  
 (12)  

106 

 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
  
  
 
 
  
  
  
  
  
 
  
  
  
  
  
 
  
  
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
  
  
 
  
  
  
  
  
 
  
  
  
  
  
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
   
 
   
 
 
   
 
   
 
 
   
 
  
  
  
 
  
  
  
 
 
   
 
 
   
 
   
 
 
   
 
  
  
  
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

28.  PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) 

f.  Analisis sensitivitas (lanjutan) 

Analisis  sensitivitas  dilakukan  dengan  menggunakan  metode  yang  mengekstrapolasi  dampak  atas 
liabilitas manfaat pasti sebagai akibat perubahan atas asumsi utama yang muncul pada akhir periode 
pelaporan. 

Hasil  sensitivitas  tersebut  diatas  menentukan  dampak  secara  individu  atas  liabilitas  manfaat  pasti 
masing-masing  program  pada  akhir  tahun.  Dalam  kenyataannya,  setiap  program  bergantung  pada 
beberapa  hal  lain  eksternal  yang  dapat menyebabkan  liabilitas  manfaat  pasti  bergerak  baik  searah 
maupun berlawanan, dan sensitivitas setiap program dapat berubah secara bervariasi dari waktu ke 
waktu. 

Tidak terdapat perubahan metode dan asumsi yang digunakan dalam menghitung analisis sensitivitas 
dari periode sebelumnya. 

29.  PENGHARGAAN MASA KERJA (“LONG SERVICE AWARDS” atau “LSA”) 

Telkomsel  dan  Telkomsat memberikan  penghargaan  dalam  bentuk  uang  tunai  atau  sejumlah  hari  cuti 
tertentu  kepada  karyawan  yang  telah  memenuhi  syarat  masa  kerja  tertentu,  termasuk  LSA  dan  Long 
Service  Leaves  (“LSL”).  LSA  diberikan  saat  karyawan  mencapai  kelipatan  tahun  tertentu  atau  saat 
pemutusan hubungan kerja. LSL dalam bentuk sejumlah hari cuti atau uang tunai, tergantung persetujuan 
manajemen, diberikan kepada karyawan yang memenuhi syarat masa kerja dan dengan usia minimum 
tertentu. 

 Liabilitas yang timbul sehubungan dengan penghargaan ini ditentukan berdasarkan perhitungan aktuaria 
dengan menggunakan metode Projected Unit Credit, sebesar Rp1.066 miliar dan Rp852 miliar masing-
masing  pada  tanggal  31  Desember  2019  dan  2018.  Manfaat  yang  dibebankan  adalah  sebesar  
Rp290  miliar  dan  Rp161  miliar  masing-masing  untuk 
tanggal  
31 Desember 2019 dan 2018 (Catatan 22). 

tahun  yang  berakhir  pada 

30.  TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI 

a.  Hubungan dan sifat saldo akun/transaksi dengan pihak berelasi 

  Rincian  hubungan  dan  sifat  akun/transaksi  dengan  pihak  berelasi  yang  signifikan  adalah  sebagai 

berikut: 

Pihak Berelasi 
Pemerintah 

Menteri Keuangan 

Hubungan 

Pemegang saham utama 

BUMN 

Indosat 

Entitas sepengendali 

Entitas sepengendali 

Sifat Saldo Akun/ Transaksi 
Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa 
telekomunikasi lainnya, beban operasional dan 
perbaikan, penghasilan pendanaan, biaya 
pendanaan, dan investasi pada instrumen 
keuangan 

Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa 

telekomunikasi lainnya, beban operasi, dan 
pembelian aset tetap 

Pendapatan interkoneksi, pendapatan sewa jaringan, 
pendapatan atas penggunaan satelit transponder, 
beban interkoneksi, beban penggunaan fasilitas 
telekomunikasi, beban operasional dan 
pemeliharaan, dan beban atas penggunaan data 
jaringan sistem komunikasi 

PT Pertamina (Persero) 

Entitas sepengendali 

Pendapatan jasa internet dan data, dan 

(“Pertamina”) 
Bank milik negara 
Bank Mandiri 

Entitas sepengendali 
Entitas sepengendali 

BNI 

Entitas sepengendali 

pendapatan jasa telekomunikasi lainnya 
Penghasilan pendanaan dan biaya pendanaan 
Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa 
telekomunikasi lainnya, penghasilan pendanaan, 
dan biaya pendanaan 

Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa 
telekomunikasi lainnya, penghasilan pendanaan, 
dan biaya pendanaan 

107 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

30.  TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan) 

a.  Hubungan dan sifat saldo akun/transaksi dengan pihak berelasi (lanjutan) 

Rincian  hubungan  dan  sifat  akun/transaksi  dengan  pihak  berelasi  yang  signifikan  adalah  sebagai 
berikut (lanjutan): 

Pihak Berelasi 
BRI 

Hubungan 

Entitas sepengendali 

BTN 

Entitas sepengendali 

Sifat Saldo Akun/ Transaksi 
Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa 
telekomunikasi lainnya, penghasilan pendanaan, 
dan biaya pendanaan 

Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa 

telekomunikasi lainnya, dan penghasilan 
pendanaan 

PT Kereta Api Indonesia 

Entitas sepengendali 

Pendapatan jasa internet dan data, dan pendapatan 

(“KAI”) 

jasa telekomunikasi lainnya 

PT Pegadaian (“Pegadaian”) 

Entitas sepengendali 

Pendapatan jasa internet dan data, dan pendapatan 

PT Garuda Indonesia 

(“Garuda Indonesia”) 

PT Kimia Farma 

(“Kimia Farma”) 
PT Pos Indonesia  
(“Pos Indonesia”) 
Perum Peruri (“Peruri”) 

Entitas sepengendali 

Pendapatan jasa internet dan data, dan pendapatan 

Entitas sepengendali 

Pendapatan jasa internet dan data, dan pendapatan 

jasa telekomunikasi lainnya 

jasa telekomunikasi lainnya 

jasa telekomunikasi lainnya 

Entitas sepengendali 

Pendapatan jasa internet dan data, dan pendapatan 

Entitas sepengendali 

Pendapatan jasa internet dan data, dan pendapatan 

jasa telekomunikasi lainnya 

jasa telekomunikasi lainnya 

PT Taspen (“Taspen”) 

Entitas sepengendali 

Pendapatan jasa internet dan data, dan pendapatan 

PT Asuransi Jasa Indonesia 

Entitas sepengendali 

(“Jasindo”) 

jasa telekomunikasi lainnya 

Beban asuransi asset tetap 

PT Perusahaan Listrik Negara 

Entitas sepengendali 

Beban listrik 

(“PLN”) 

PT Mandiri Manajemen Investasi  
Bahana TCW 
PT Sarana Multi Infrastruktur 
Tiphone 
Indonusa 
Teltranet 
PT Poin Multi Media Nusantara 

Entitas sepengendali 
 Entitas sepengendali 
Entitas sepengendali 
Entitas asosiasi 
Entitas asosiasi 
Entitas asosiasi 
Entitas berelasi lainnya 

(“POIN”) 

Aset keuangan tersedia untuk dijual 
Aset keuangan tersedia untuk dijual dan obligasi 
Biaya pendanaan 

  Distribusi kartu SIM dan voucer prabayar 
  Beban TV berbayar 
  Beban CPE 

Pembelian handset 

PT Perdana Mulia Makmur 

Entitas berelasi lainnya 

Pembelian handset 

(“PMM”) 

Yakes 
Koperasi Pegawai Telkom 

Entitas berelasi lainnya 
Entitas berelasi lainnya 

Beban pengobatan 
Pembelian aset tetap, pembangunan dan 

(“Kopegtel”) 

Koperasi Pegawai Telkomsel 

Entitas berelasi lainnya 

(“Kisel”) 

instalasi, beban sewa bangunan, beban sewa 
mobil, pembelian mobil, pembelian barang dan jasa 
pembangunan, beban jasa pemeliharaan dan 
kebersihan, dan bagi hasil pendapatan PBH 

Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa 
telekomunikasi lainnya, beban sewa mobil, beban 
pencetakan dan pendistribusian tagihan pelanggan, 
beban jasa penagihan, beban jasa-jasa lainnya, 
distribusi kartu SIM dan voucer prabayar, dan 
pembelian aset tetap 

PT Graha Informatika Nusantara 

Entitas berelasi lainnya 

Pendapatan jasa jaringan, beban operasi dan 

(“Gratika”) 

Direksi 
Komisaris 

Personil manajemen kunci 
Personil pengawas 

pemeliharaan, pembelian aset tetap dan jasa 
konstruksi, dan distribusi kartu SIM dan voucer 
prabayar 
  Gaji dan fasilitas 
  Gaji dan fasilitas 

Jumlah saldo dari piutang dan utang usaha pada akhir tahun bebas dari bunga dan penyelesaiannya 
akan terjadi dalam bentuk kas. Tidak ada jaminan yang disediakan atau diterima untuk setiap piutang 
dan  utang  usaha  dengan  pihak  berelasi.  Pada  tanggal  31  Desember  2019,  Grup  mencatat  adanya 
penambahan  nilai  provisi  yang  diakui  selama  tahun  berjalan  dari  pihak  berelasi  sebesar  
Rp184 miliar. Penilaian ini dilakukan di setiap tahun dengan menilai status masa kini dari piutang yang 
ada dan historis penagihan piutang yang lalu. 

108 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

30.  TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan) 

b.  Transaksi yang signifikan dengan pihak berelasi  

Pendapatan 

Pemegang saham utama 

Pemerintah 

Entitas sepengendali 

Indosat 
BRI 
BNI 
Taspen 
BTN 
Pegadaian 
Pos Indonesia 
Bank Mandiri 
Pertamina 
Peruri 
Kimia Farma 
KAI 
Garuda Indonesia 
Lain-lain 
Sub-jumlah 
Entitas berelasi lainnya 
Entitas asosiasi 

Jumlah 

Beban 

Entitas sepengendali 

PLN 
Indosat 
Jasindo 
Lain-lain 
Sub-jumlah 
Entitas berelasi lainnya 

Kopegtel 
Kisel 
PMM 
POIN 
Yakes 
Lain-lain 
Sub-jumlah 
Entitas asosiasi 

Indonusa 
Teltranet 
Lain-lain 
Sub-jumlah 

Jumlah 

Penghasilan pendanaan 
Entitas sepengendali 
Bank milik negara 

Lain-lain 

Jumlah 

2019 
     % terhadap jumlah      
pendapatan 

Jumlah 

2018 
     % terhadap jumlah 

Jumlah 

pendapatan 

 101   

 860   
 619   
 578   
 298   
 258   
 229   
 216   
 204   
 196   
 164   
 161   
 144   
 112   
 824   
 4.863   
 105   
 75   
 5.144   

0,07   

0,63   
0,46   
0,43   
0,22   
0,19   
0,17   
0,16   
0,15   
0,14   
0,12   
0,12   
0,11   
0,08   
0,61   
3,59   
0,08   
0,06   
3,80   

 258   

 1.002   
 397   
 188   
 7   
 179   
 228   
 50   
 173   
 183   
 120   
 72   
 83   
 105   
 762   
 3.549   
 73   
 55   
 3.935   

0,20 

0,77 
0,30 
0,14 
0,01 
0,14 
0,17 
0,04 
0,13 
0,14 
0,09 
0,06 
0,06 
0,08 
0,57 
2,70 
0,06 
0,04 
3,00 

2019 

Jumlah 

     % terhadap jumlah      
beban 

2018 
     % terhadap jumlah 

Jumlah 

beban 

 2.434   
 676   
 267   
 147   
 3.524   

 1.049   
 818   
 587   
 547   
 133   
 141   
 3.275   

 437   
 173   
 79   
 689   
 7.488   

2,59  
0,72  
0,28  
0,16  
3,75  

1,12  
0,87  
0,63  
0,58  
0,14  
0,15  
3,49  

0,47  
0,18  
0,08  
 0,73  
7,97  

 2.596   
 933   
 349   
 189   
 4.067   

 916   
 850   
 836   
 850   
 128   
 190   
 3.770   

 306   
 181   
 11   
 498   
 8.335   

2,79 
1,00 
0,38 
0,20 
4,37 

0,98 
0,91 
0,90 
0,91 
0,14 
0,20 
4,04 

0,33 
0,19 
0,01 
 0,53 
8,94 

2019 

  % terhadap jumlah 

penghasilan  
pendanaan 

2018 
  % terhadap jumlah 

penghasilan  
pendanaan 

Jumlah 

Jumlah 

 743  
 10  
 753  

68,04  
0,92  
68,96  

 596  
 6  
 602  

58,78 
0,59 
59,37 

109 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
      
      
      
   
  
   
      
   
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
      
     
      
   
  
  
  
 
   
  
   
 
   
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
    
    
    
   
    
  
    
   
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

30.  TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan) 

b.  Transaksi yang signifikan dengan pihak berelasi (lanjutan) 

Biaya pendanaan 

Pemegang saham utama 

Pemerintah 

Entitas sepengendali 
Bank milik negara 
Sarana Multi Infrastruktur 

Jumlah 

2019 

2018 

Jumlah 

  % terhadap jumlah   
  biaya pendanaan 

Jumlah 

  % terhadap jumlah 
  biaya pendanaan 

 33  

 1.332  
 263  
 1.628  

0,78  

31,42  
6,20  
38,40  

 41   

 1.140   
 110   
 1.291   

1,17 

32,51 
3,14 
36,82 

Pembelian asset tetap  

(Catatan 9) 
Entitas sepengendali 
Entitas berelasi lainnya 

Kopegtel 
Lain-lain 

Jumlah 

Distribusi kartu SIM dan 

voucer 
Entitas berelasi lainnya 

Tiphone 
Kisel 
Gratika 

Jumlah 

2019 

Jumlah 

      % terhadap jumlah      
pembelian 

2018 
     % terhadap jumlah 

Jumlah 

pembelian 

 69  

 158  
 115  
 273  
 342  

 0,19  

 0,44  
 0,32  
 0,76  
 0,95  

 178   

 144   
 328   
 472   
 650   

 0,56 

 0,46 
 1,04 
 1,50 
 2,06 

2019 

Jumlah 

     % terhadap jumlah      
pendapatan 

2018 
     % terhadap jumlah 

Jumlah 

pendapatan 

 5.927   
 5.077   
 563   
 11.567   

4,37   
3,75   
0,42   
8,54   

 4.390   
 4.221   
 474   
 9.085   

3,36 
3,23 
0,36 
6,95 

      c.    Saldo akun dengan pihak berelasi  

Kas dan setara kas 
    (Catatan 3) 
Aset keuangan lancar lainnya 
    (Catatan 4) 
Piutang usaha - bersih 
    (Catatan 5) 
Aset lancar lainnya 
Aset tidak lancar lainnya  

2019 
      % terhadap jumlah       
aset 

Jumlah 

2018 
     % terhadap jumlah 

Jumlah 

aset 

13.315  

71  

1.792  
 111  
 31  

6,02  

0,03  

0,81  
0,05  
0,01  

 13.205  

 470  

 2.126  
 159  
 44  

6,40 

0,23 

1,03 
0,08 
0,02 

110 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
     
     
      
   
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
     
     
      
   
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
      
      
      
   
  
  
  
 
      
      
      
   
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

30.  TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan) 

       c.   Saldo akun dengan pihak berelasi (lanjutan) 

2019 

Jumlah 

     % terhadap jumlah      
liabilitas 

2018 

     % terhadap jumlah 

Jumlah 

liabilitas 

Utang usaha (Catatan 12) 
Pemegang saham utama 

Menteri Keuangan 
Entitas sepengendali 

BUMN 
Indosat 
Sub-jumlah 
Entitas berelasi lainnya 

Kopegtel 
Lain-lain 
Sub-jumlah 

Jumlah 

Beban yang masih harus 
   dibayar  
   Pemegang saham utama 
     Pemerintah 
   Entitas sepengendali 
     BUMN 
     Bank milik negara 
   Sub-jumlah 
   Entitas berelasi lainnya 
     Kisel 
   Lain-lain 
Jumlah 

Uang muka pelanggan 
   Pemegang saham utama 
     Pemerintah 
   Entitas sepengendali 
     PLN 
Jumlah 

Utang bank jangka pendek 
   (Catatan 15) 
Pinjaman penerusan 
   (Catatan 16a) 
Utang bank jangka panjang 
   (Catatan 16c) 
Pinjaman lainnya 
   (Catatan 16d) 

 5   

 206   
 68   
 274   

 269   
 271   
 540   
 819   

 6   

 88   
 75   
 163   

 188   
 15   
 372   

 19  

 6  
 25   

 3.655  

 736  

 15.319  

 3.740  

0,00   

0,20   
0,07   
0,27    

0,26   
0,26   
0,52    
0,79    

0,01   

0,09   
0,07   
0,16   

0,18   
0,01   
0,36    

0,02   

0,01   
0,03    

3,52  

0,71  

14,74  

3,60  

 2  

 294  
 122  
 416   

 279  
 296  
 575   
 993   

 7   

 86   
 61   
 147   

 183   
 13   
 350    

 19  

 12  
 31   

 956   

 949   

 12.620   

 2.244   

0,00 

0,33 
0,14 
0,47 

0,31 
0,33 
0,64 
1,11 

0,01 

0,10 
0,07 
0,17 

0,21 
0,01 
0,40 

0,02 

0,01 
0,03 

1,08 

1,07 

14,20 

2,52 

d.  Perjanjian signifikan dengan pihak berelasi  

i.  Pemerintah 

Perusahaan memperoleh pinjaman penerusan dari Pemerintah (Catatan 16a). 

111 

 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
      
      
     
   
      
      
     
   
 
 
 
  
   
  
   
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
      
      
      
   
  
  
  
 
      
      
                                                                                                                  
  
   
 
 
 
  
   
  
   
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
 
     
      
     
   
 
 
 
      
  
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

30.  TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan) 

d.  Perjanjian signifikan dengan pihak berelasi (lanjutan) 

ii.  Indosat 

Perusahaan  mengadakan  perjanjian  dengan 
telekomunikasi internasional kepada masyarakat. 

Indosat  untuk  menyelenggarakan 

jasa 

Perusahaan  juga  mengadakan  perjanjian  interkoneksi  dengan  Indosat  antara  jaringan  telepon 
tidak bergerak (“Public Switched Telephone Network” atau “PSTN”) milik Perusahaan dan jaringan 
telekomunikasi bergerak selular GSM milik Indosat dalam rangka penyelenggaraan jasa Indosat 
Multimedia Mobile serta penyelesaian hak dan liabilitas interkoneksi terkait. 

juga  mengadakan  perjanjian  dengan 

jaringan 
Perusahaan 
telekomunikasi  bergerak  selular  GSM  milik 
Indosat  dengan  PSTN  Perusahaan,  yang 
memungkinkan  pelanggan  masing-masing  perusahaan  untuk  melakukan  panggilan  domestik 
antara  jaringan  telekomunikasi  bergerak  selular  GSM  milik  Indosat  dan  jaringan  tidak  bergerak 
Perusahaan,  serta  memungkinkan  pelanggan  Indosat  untuk  mengakses  jasa  SLI  Perusahaan 
dengan menekan “007”. 

Indosat  untuk 

interkoneksi 

Perusahaan selama ini menangani pembuatan kuitansi tagihan dan melakukan penagihan kepada 
pelanggan  untuk  Indosat.  Indosat  secara  bertahap  akan  mengambil  alih  kegiatan  tersebut  dan 
melakukan  sendiri  penerbitan  kuitansi  tagihan  dan  melakukan  penagihan  secara    langsung. 
Perusahaan menerima kompensasi dari Indosat yang dihitung sebesar 1% dari jumlah yang ditagih 
oleh  Perusahaan  terhitung  sejak  tanggal  1  Januari  1995,  ditambah  dengan  beban  pemrosesan 
tagihan  yang  ditetapkan  sebesar  jumlah  tertentu  untuk  setiap  data  (record).  Pada  tanggal  
11 Desember 2008, Perusahaan dan Indosat sepakat untuk memberlakukan tarif biaya layanan 
SLI,  besaran  tarif  tersebut  telah  memperhitungkan  besaran  kompensasi  penerbitan  kuitansi 
tagihan dan penagihan. Kesepakatan ini berlaku efektif di tahun berjalan dan berlaku selanjutnya 
sampai ada Berita Acara Kesepakatan baru. 

Pada  tanggal  28  Desember  2006,  Perusahaan  dan  Indosat  menandatangani  amandemen  atas 
perjanjian  kerja  sama  interkoneksi  untuk  jaringan  tidak  bergerak  (lokal,  Sambungan  Langsung 
Jarak  Jauh  (“SLJJ”),  dan  internasional)  dan  jaringan  bergerak  dalam  rangka  implementasi 
liabilitas tarif berbasis biaya berdasarkan Peraturan Menkominfo No. 8 tahun 2006. Amandemen 
ini berlaku efektif mulai 1 Januari 2007. 

Telkomsel 
telekomunikasi internasional kepada pelanggan jaringan bergerak selular GSM. 

juga  mengadakan  perjanjian  dengan 

Indosat  untuk  menyelenggarakan 

jasa 

Perusahaan  menyediakan  layanan  sirkit  langganan  kepada  Indosat  dan  entitas  anaknya,  yaitu 
PT Indosat Mega Media dan PT Aplikanusa Lintasarta (“Lintasarta”). Saluran ini dapat digunakan 
perusahaan-perusahaan  tersebut  untuk  hubungan  telepon,  telegraf,  data,  teleks,  faksimili,  atau 
jasa telekomunikasi lainnya. 

Dayamitra menandatangani SPA dengan Indosat terkait pembelian menara milik Indosat. Selain 
itu, disepakati juga penyewaan kembali oleh Indosat atas menara telekomunikasi yang diakuisisi 
oleh Dayamitra yang ditandai dengan penandatanganan MTLA (Catatan 1e). 

iii.  Lain-lain 

Kisel adalah koperasi yang didirikan oleh karyawan Telkomsel, bergerak dalam jasa penyewaan 
kendaraan, percetakan dan distribusi tagihan pelanggan, penagihan, dan jasa-jasa lainnya yang 
bermanfaat bagi Telkomsel. Telkomsel juga mengadakan perjanjian penjualan dengan Kisel untuk 
distribusi kartu SIM dan voucer pulsa isi ulang. 

112 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

30.  TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan) 

e.  Remunerasi personil manajemen kunci dan pengawas 

Personil  manajemen  kunci  adalah  Direksi  Perusahaan  dan  personil  pengawas  adalah  Dewan 
Komisaris. 

Perusahaan  memberikan  remunerasi  dalam  bentuk  honor  dan  fasilitas  untuk  keperluan  tugas 
operasional  Dewan  Komisaris  dan  imbalan  kerja  jangka  pendek  berupa  gaji  dan  fasilitas  untuk 
keperluan tugas operasional Direksi. Jumlah tunjangan tersebut adalah sebagai berikut: 

2019 

  % terhadap jumlah 

Jumlah 

beban 

Jumlah 

2018 
  % terhadap jumlah 
beban 

Direksi 
Dewan Komisaris 

 270  
 123  

0,29%  
0,13%  

 360  
 166  

0,39% 
0,18% 

Jumlah yang disajikan pada tabel diatas adalah jumlah yang diakui sebagai beban selama periode 
laporan keuangan. 

31.  SEGMEN OPERASI 

Grup  memiliki  empat  segmen  utama  yang  dilaporkan,  yaitu  mobile,  consumer,  enterprise,  dan  
Wholesale and International Business (“WIB”). Segmen mobile menyediakan produk mobile voice, SMS, 
value added service, dan mobile broadband. Segmen consumer menyediakan jasa Indihome (terdiri dari 
jasa telepon tidak bergerak, TV berbayar, dan internet), dan jasa telekomunikasi lainnya yang diberikan 
kepada  pelanggan  perumahan.  Segmen  enterprise  menyediakan  solusi  end-to-end  ke  pelanggan 
korporat  dan  institusional.  Segmen  WIB  menyediakan  jasa  interkoneksi,  sewa  sirkit,  satelit,  VSAT, 
broadband access, teknologi informasi, data dan jasa internet yang diberikan ke operator telekomunikasi 
lainnya  dan  pelanggan  internasional.  Segmen  lain-lain  merupakan  segmen  digital  services  yang  tidak 
memenuhi  persyaratan  pengungkapan  dari  laporan  segmen  ini.  Tidak  terdapat  segmen  operasi  yang 
digabungkan dalam menentukan laporan segmen. 

Manajemen  memantau  hasil  operasi  unit  bisnis  secara  terpisah  untuk  tujuan  pengambilan  keputusan 
tentang alokasi sumber daya dan menilai kinerja. Kinerja segmen dinilai berdasarkan laba atau rugi usaha 
segmen yang diukur sesuai dengan laba atau rugi usaha dalam laporan keuangan konsolidasian. Namun 
demikian,  kegiatan  pendanaan  dan  pajak  penghasilan  tidak  dievaluasi  secara  terpisah  dan  tidak 
dialokasikan ke segmen operasi. 

Pendapatan dan beban segmen meliputi juga transaksi antar segmen operasi dan dinilai sebesar nilai 
yang dipercaya manajemen untuk merepresentasikan nilai pasar. 

Hasil segmen 
Pendapatan 

Pendapatan eksternal 
Pendapatan antar segmen 
Jumlah pendapatan segmen 
Beban segmen 
Hasil segmen 
Informasi lain 
Pembelian barang modal 
Penyusutan dan amortisasi 
Provisi diakui selama 
 periode berjalan 

Mobile 

  Consumer    Enterprise   

WIB 

  Lain-lain 

Total 
segmen 

Penyesuaian 
dan 
Eliminasi 

Jumlah 
konsolidasian 

2019 

 87.897   
 3.163   
 91.060   
 (56.864)  
 34.196   

 17.706   
 786   
 18.492   
 (15.904)  
 2.588   

 18.701   
 16.834   
 35.535   
 (36.768)  
 (1.233)  

 10.609   
 16.265   
 26.874   
 (21.111)  
 5.763   

 197   
 1.289   
 1.486   
 (1.546)  
 (60)  

 135.110   
 38.337   
 173.447   
 (132.193)  
 41.254   

 457   
 (38.337)  
 (37.880)  
 39.020   
 1.140   

 135.567 
 - 
 135.567 
 (93.173) 
 42.394 

 (11.963)  
 (13.829)  

 (10.581)  
 (3.438)  

 (5.614)  
 (2.737)  

 (7.907)  
 (3.262)  

 (21)  
 (21)  

 (36.086)  
 (23.287)  

 (499)  
 109   

 (36.585) 
 (23.178) 

 (521)  

 (665)  

 (973)  

 (121)  

 (13)  

 (2.293)  

 10   

 (2.283) 

113 

 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
  
  
  
 
 
 
  
  
  
  
  
  
 
 
 
  
  
  
  
  
  
  
 
  
  
  
  
  
  
  
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

31.  SEGMEN OPERASI (lanjutan) 

Hasil segmen 
Pendapatan 

Pendapatan eksternal 
Pendapatan antar segmen 
Jumlah pendapatan segmen 
Beban segmen 
Hasil segmen 
Informasi lain 
Pembelian barang modal 
Penyusutan dan amortisasi 
Provisi diakui selama 
 periode berjalan 

Mobile 

  Consumer    Enterprise   

WIB 

  Lain-lain 

 Total segmen  

Penyesuaian 
dan 
Eliminasi 

Jumlah 
konsolidasian 

2018 

 85.338   
 3.880   
 89.218   
 (55.449)  
 33.769   

 13.891   
 2.290   
 16.181   
 (15.531)  
 650   

 21.054   
 17.995   
 39.049   
 (37.833)  
 1.216   

 10.084   
 16.678   
 26.762   
 (20.634)   
 6.128   

 130   
 886   
 1.016   
 (1.073)   
 (57)   

 130.497   
 41.729   
 172.226   
 (130.520)   
 41.706   

 287   
 (41.729)   
 (41.442)   
 38.581   
 (2.861)   

 130.784 
 - 
 130.784 
 (91.939) 
 38.845 

 (14.373)  
 (13.095)  

 (6.958)  
 (3.060)  

 (5.325)  
 (2.128)  

 (6.321)   
 (3.146)   

 (18)   
 (21)   

 (32.995)   
 (21.450)   

 (625)   
 44   

 (33.620) 
 (21.406) 

 (438)  

 (438)  

 (764)  

 (71)   

 (5)   

 (1.716)   

 (8)   

 (1.724) 

Penyesuaian dan eliminasi: 

Hasil segmen 
Rugi usaha unit bisnis 
Eliminasi dan penyesuaian lainnya 
Laba usaha konsolidasi 

Informasi geografis: 

Informasi pendapatan di bawah berdasarkan lokasi unit bisnis. 

Pendapatan eksternal 

 Indonesia 
 Luar negeri 

Jumlah 

2019 

2018 

41.254  
(599) 
1.739  
42.394  

 41.706 
 (798) 
 (2.063) 
 38.845 

2019 

2018 

 130.989 
 4.578 
 135.567  

 127.438 
 3.346 
 130.784 

Aset operasional tidak lancar untuk tujuan segmen ini terdiri dari aset tetap dan aset takberwujud. 

Aset operasional tidak lancar 

Indonesia 
Luar negeri 

Jumlah 

2019 

2018 

 159.811 
 3.608 
 163.419  

 144.631 
 3.649 
 148.280 

tabel 

114 

 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
  
  
  
 
 
 
  
  
  
  
  
  
 
 
 
  
  
  
   
   
   
   
 
  
  
  
   
   
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

32.  TARIF JASA TELEKOMUNIKASI 

Berdasarkan UU No. 36 tahun 1999 dan Peraturan Pemerintah No. 52 tahun 2000, tarif penyelenggaraan 
jaringan  dan/atau  jasa  telekomunikasi  ditetapkan  oleh  penyelenggara  berdasarkan  jenis  tarif,  struktur, 
dan dengan mengacu pada formula batasan tarif jasa telekomunikasi yang ditetapkan oleh Pemerintah.  

a.  Tarif telepon tidak bergerak 

Pemerintah  telah  mengeluarkan  formula  penyesuaian  tarif  baru  yang  diatur  dalam  Peraturan 
Menkominfo  No. 15/PER/M.KOMINFO/4/2008  tanggal 30 April 2008 tentang “Tata Cara Penetapan 
Tarif  Jasa  Teleponi  Dasar  yang  Disalurkan  melalui  Jaringan  Tetap”.  Peraturan  ini  menggantikan 
peraturan sebelumnya No. 09/PER/M.KOMINFO/02/2006. 

Berdasarkan  peraturan  tersebut,  struktur  tarif  jasa  teleponi  dasar  yang  disalurkan  melalui  jaringan 
tetap terdiri dari: 
i.    Biaya aktivasi 
ii.   Biaya berlangganan  
iii.  Biaya penggunaan 
iv.  Biaya fasilitas tambahan. 

b.  Tarif telepon selular 

7 

April 

tanggal 

Peraturan  Menkominfo  
Pada 
No.  09/PER/M.KOMINFO/04/2008  tentang  ”Tata  Cara  Penetapan  Tarif  Jasa  Telekomunikasi  yang 
Disalurkan  melalui  Jaringan  Bergerak  Selular”  yang  memberikan  pedoman  untuk  menentukan  tarif 
selular dengan formula yang terdiri dari unsur biaya elemen jaringan dan biaya aktivitas layanan retail. 
Peraturan ini menggantikan peraturan sebelumnya No. 12/PER/M.KOMINFO/02/2006.  

2008,  Menkominfo  menerbitkan 

Berdasarkan  Peraturan  Menkominfo  No.  09/PER/M.KOMINFO/04/2008  tanggal  7  April  2008,  jenis 
tarif  penyelenggaraan  jasa  telekomunikasi  yang  disalurkan  melalui  jaringan  bergerak  selular  dapat 
terdiri dari: 
i.    Tarif jasa teleponi dasar 
ii.   Tarif jelajah, dan/atau  
iii.  Tarif jasa multimedia, 
dengan struktur tarif sebagai berikut: 
i.    Biaya aktivasi 
ii.   Biaya berlangganan bulanan 
iii.  Biaya penggunaan 
iv.  Biaya fasilitas tambahan. 

c.  Tarif interkoneksi 

Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (“BRTI”), dalam suratnya No. 262/BRTI/XII/2011 tanggal 
12  Desember  2011,  memutuskan  untuk  mengubah  tarif  interkoneksi  SMS  menjadi  berbasis  biaya 
dengan  tarif  maksimal  sebesar  Rp23  per  SMS  efektif sejak  tanggal  1  Juni  2012  dan  berlaku  untuk 
seluruh operator penyelenggara telekomunikasi. 

115 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

32.   TARIF JASA TELEKOMUNIKASI (lanjutan) 

c.  Tarif interkoneksi (lanjutan) 

surat 

Direktur 

Jenderal 

Berdasarkan 
Informatika 
tanggal  30  Januari  2014,  Direktur  Jenderal 
No. 118/KOMINFO/DJPPI/PI.02.04/01/2014 
Penyelenggaraan Pos dan Informatika memutuskan untuk menerapkan tarif interkoneksi baru yang 
berlaku efektif sejak 1 Februari 2014 sampai dengan 31 Desember 2016 dan dapat dievaluasi setiap 
tahun  oleh  BRTI.  Sebagai  tindak  lanjut,  Perusahaan  dan  Telkomsel  diminta  untuk  menyampaikan 
usulan Dokumen Penawaran Interkoneksi (“DPI”) kepada BRTI untuk dievaluasi.  

Penyelenggaraan 

Pos 

dan 

Selanjutnya,  BRTI  melalui  suratnya  No.  60/BRTI/III/2014 
tanggal  10  Maret  2014  dan 
No. 125/BRTI/IV/2014 tanggal 24 April 2014 menyetujui revisi DPI Telkomsel dan Perusahaan terkait 
tarif  interkoneksi.  Melalui  surat  tersebut,  BRTI  juga  menyetujui  perubahan  tarif  interkoneksi  SMS 
menjadi Rp24 per SMS. 

Pada 
tanggal  18  Januari  2017,  BRTI  melalui  suratnya  No.  20/BRTI/DPI/I/2017  dan 
No.  21/BRTI/DPI/I/2017, memutuskan  untuk  tetap  memberlakukan  tarif  interkoneksi  sesuai  dengan 
DPI Perusahaan dan Telkomsel tahun 2014 sampai dengan tarif interkoneksi yang baru ditetapkan. 

d.  Tarif sewa jaringan 

Melalui  Peraturan  Menkominfo  No.  03/PER/M.KOMINFO/1/2007  tanggal  26  Januari  2007  tentang 
“Sewa  Jaringan”,  Pemerintah  mengatur  bentuk  penyediaan,  jenis,  struktur  tarif,  dan  formula  tarif 
layanan  untuk  sewa  jaringan.  Sebagai  tindak  lanjut  dari  Peraturan  Menkominfo  tersebut,  maka 
Pemerintah  mengeluarkan  Keputusan  Direktur 
No. 115 Tahun 2008 tanggal 24 Maret 2008 tentang “Persetujuan terhadap Dokumen Jenis Layanan 
Sewa Jaringan, Besaran Tarif Sewa Jaringan, Kapasitas Tersedia Layanan Sewa Jaringan, Kualitas 
Layanan  Sewa  Jaringan,  dan  Prosedur  Penyediaan  Layanan  Sewa  Jaringan  Tahun  2008  Milik 
Penyelenggara Dominan Layanan Sewa Jaringan”, sebagai persetujuan atas usulan Perusahaan. 

Jenderal  Pos 

dan 

Telekomunikasi                 

e.  Tarif jasa lainnya 

 Tarif  sewa  satelit,  jasa  teleponi,  dan  multimedia  lainnya  ditentukan  oleh  penyedia  layanan  dengan 
memperhitungkan  berbagai  pengeluaran  dan  harga  pasar.  Pemerintah  hanya  menetapkan  formula 
tarif untuk layanan teleponi dasar. Tidak ada aturan untuk tarif atas jasa-jasa lainnya.  

116 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

33.  IKATAN DAN PERJANJIAN SIGNIFIKAN 

a.  Pembelian barang modal 

Pada  tanggal  31  Desember  2019,  jumlah  ikatan  pembelian  barang  modal  berdasarkan  kontrak, 
terutama  sehubungan  dengan  pengadaan  dan  instalasi  untuk  keperluan  data,  internet,  dan  jasa 
teknologi dan informatika, selular, peralatan transmisi, dan jaringan kabel adalah sebagai berikut: 

Mata uang 

Jumlah dalam mata uang 
asing (dalam jutaan) 

Setara Rupiah 

Rupiah 
Dolar A.S. 
Euro 
HKD 
Jumlah 

 - 
 87,78 
 1,06  
 0,77  

 9.412 
 1.219 
 16 
 1 
 10.648 

Jumlah di atas termasuk perjanjian-perjanjian signifikan berikut: 

(i)  Perusahaan 

Pihak yang terkait dengan kontrak 

Tanggal perjanjian awal 

Perusahaan, TII dan NEC Corporation 

12 Mei 2016 

Perusahaan 
Diangraha  

dan  PT  Datacomm 

19 November 2018 

Perusahaan dan PT NEC Indonesia 

26 Maret 2019 

Perusahaan  dan  PT  Lintas  Teknologi 
Indonesia 

Perusahaan  dan  PT  Huawei  Tech 
Investment 

6 April 2019 

18 September 2019 

Perusahaan dan PT ZTE Indonesia 

10 Oktober 2019 

Perusahaan dan PT ZTE Indonesia 

16 Desember 2019 

Perusahaan  dan  PT  Pembangunan 
Deltamas 

Perusahaan  dan  PT  Huawei  Tech 
Investment 

19 Desember 2019 

23 Desember 2019 

Perusahaan dan PT ZTE Indonesia 

27 Desember 2019 

Perusahaan dan PT NEC Indonesia 

31 Desember 2019 

Bagian yang signifikan dari perjanjian 
Perjanjian  Pengadaan  dan  Pemasangan 
Sistem  Komunikasi  Kabel  Laut  (“SKKL”) 
Indonesia Global Gateway 
Perjanjian  Pengadaan  dan  Pemasangan 
Ekspan Metro Ethernet Platform Nokia-ALU 
Perjanjian  Pengadaan  dan  Pemasangan 
Radio 
IP  Backhaul  Node-B  Telkomsel 
Platform NEC 
Perjanjian  Pengadaan  dan  Pemasangan 
Dual  Wavelength  Division  Multiplexing 
("DWDM") Platform Nokia 2018 
Perjanjian  Pengadaan  dan  Pemasangan 
OTN VCN Platform Huawei Fase II 
Perjanjian  Pengadaan  dan  Pemasangan 
OLT Platform ZTE 
Perjanjian  Pengadaan  dan  Pemasangan 
DWDM dan OTN Platform ZTE 
Perjanjian  Pembelian  Tanah  di  Greenland 
International Industrial Center (“GIIC”) - Kota 
Deltamas 
Perjanjian  Pengadaan  dan  Pemasangan 
DWDM Platform Huawei 
Perjanjian  pengadaan  dan  pemasangan 
VIMS Platform ZTE 
Perjanjian  Pengadaan  dan  Pemasangan 
Ekspan  ISP  SKKL  Platform  NEC  Transport 
PoP Tahap-2 

117 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

33.  IKATAN DAN PERJANJIAN SIGNIFIKAN (lanjutan) 

a.  Pembelian barang modal (lanjutan) 

(ii)  Telkomsel 

Pihak yang terkait dengan kontrak 

Tanggal perjanjian awal 

Bagian yang signifikan dari perjanjian 

17 April 2008 

Perjanjian 
Kombinasi 2G dan 3G  

Pembangunan 

Jaringan 

Telkomsel,  PT  Ericsson 
Indonesia, 
Ericsson  AB,  PT  Nokia  Siemens 
Networks, NSN Oy,  dan Nokia Siemens 
Network GmbH & Co. KG 
Telkomsel,  PT  Ericsson  Indonesia,  dan 
PT Nokia Siemens Networks 
Telkomsel,  Amdocs  Software  Solutions 
Limited 
dan  
PT Application Solutions 

Company, 

Liability 

17 April 2008 

8 Februari 2010 

Telkomsel dan PT Application Solutions 

8 Februari 2010 

Telkomsel  dan  PT  Huawei  Tech 
Investment 

Telkomsel dan Wipro Limited dan PT WT 
Indonesia 

25 Maret 2013 

23 April 2013 

Telkomsel dan PT Ericsson Indonesia 

22 Oktober 2013 

Support 

Technical 

Perjanjian  untuk  Dukungan  Teknik  (TSA) 
untuk Jaringan Kombinasi 2G dan 3G  
Perjanjian  Online  Charging  System  (“OCS”) 
and  Service  Control  Points  (“SCP”)  System 
Solution Development 
untuk 
Perjanjian 
Menyediakan  Jasa  technical  support  untuk 
OCS dan SCP 
Perjanjian  untuk  Dukungan  Teknik  (TSA) 
untuk  Pengadaan  Gateway  GPRS  Support 
Node (“GGSN”) Service Complex 
Perjanjian  Pengembangan  dan  Pengadaan 
OSDSS Solution 
Perjanjian  Pengadaan  GGSN  Service 
Complex Rollout 

Telkomsel,  PT  NSNI,  NSN  Oy,  
PT Huawei Tech Investment, dan PT ZTE 
Indonesia 
Telkomsel, 
Data 
Indonesia,  dan  PT  Huawei  Tech 
Investment 

PT Dimension 

1 Februari 2018 

Perjanjian  Pengadaan  Ultimate  Radio 
Network Infrastructure ROA dan TSA 

1 April 2018 

Perjanjian  untuk  Pengadan 
Mobile Network Router  

Infrastruktur 

Telkomsel,  PT  Sigma  Solusi  Integrasi, 
Oracle Corporation, dan PT Phincon  

5 Juli 2019 

Perjanjian  Pengadaan,  Pengembangan  dan 
Dukungan 
Customer 
Relationship  Management  (“CRM”)  System 
Integrator 

Teknis 

untuk 

Tanggal perjanjian awal 

Bagian yang signifikan dari perjanjian 

1 Desember 2015 

Jasa 

Sewa 

Pengadaan 

Perjanjian 
Transponder 
Perjanjian  Pengadaan  Entitlement  of  PLCN 
Cable System 
Perjanjian 
Pengadaan 
Pembangunan Data Center Singapore.  

Design 

dan 

 (iii)   TII 

Pihak yang terkait dengan kontrak 
Telin  Hong  Kong  dan  Measat  Satellite 
System Sdn. Bhd.  

TII and HKT Global Singapore Pte. Ltd. 

12 September 2019 

Telin Singapore dan LSK Engineering (S) 
Pte Ltd 

1 Agustus 2019 

118 

 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

33.  IKATAN DAN PERJANJIAN SIGNIFIKAN (lanjutan) 

b.  Perjanjian pinjaman dan fasilitas kredit lainnya 

(i)  Pada  tanggal  31  Desember  2019,  Perusahaan  memiliki  fasilitas  bank  garansi  untuk  jaminan 
penawaran (tender bond), pelaksanaan (performance bond), pemeliharaan (maintenance bond), 
setoran jaminan, dan uang muka (advance payment bond) berbagai proyek Perusahaan, dengan 
rincian sebagai berikut: 

Fasilitas yang digunakan 

Kreditur 
BRI 
BNI 
Bank Mandiri 
Jumlah 

Jumlah 
fasilitas 

 500    
 500    
 500    
 1.500   

Akhir periode 
fasilitas 
14 Maret 2020 
31 Maret 2020 
23 Desember 2021 

      Mata uang 

asal 
Rp 
Rp 
Rp 

      Mata uang asal   
(dalam jutaan) 

 -  
 -  
 -  

  Setara Rupiah 
 291 
 386 
 290 
 967 

(ii)  Telkomsel memiliki fasilitas bank garansi dengan BRI sebesar Rp1.000 miliar. Fasilitas ini akan 
berakhir  pada  tanggal  25  September  2022. Pada  tanggal  31  Desember  2019,  Telkomsel  telah 
menggunakan  fasilitas  bank  garansi  sebesar  Rp531  miliar  sebagai  garansi  atas  perjanjian 
pembayaran untuk biaya hak pakai tahunan yang akan berakhir pada tanggal 31 Maret 2020 dan 
sebesar Rp20 miliar sebagai jaminan pelaksanaan frekuensi radio yang berlaku sampai dengan 
tanggal 31 Mei 2020 (Catatan 33c.i). 

Telkomsel  memiliki  fasilitas  bank  garansi  dengan  BCA  sebesar  Rp150  miliar. Fasilitas  ini  akan 
berakhir  pada  tanggal  15  April  2020.  Pada  tanggal  31  Desember  2019,  Telkomsel  telah 
menerbitkan bank garansi sebesar Rp2 miliar sebagai jaminan pelaksanaan M2M. 

Telkomsel juga memiliki fasilitas bank garansi dengan BNI sebesar Rp2.100 miliar. Fasilitas ini 
akan  berakhir  pada  tanggal  11  Desember  2020.  Telkomsel  menggunakan  fasilitas  ini  untuk  
surety  bond  sebesar  Rp1.030  miliar  sebagai  jaminan  pelaksanaan  frekuensi  radio  2,3  GHz 
(Catatan 33c.i) dan performance bond sebesar Rp4 miliar sebagai jaminan pelaksanaan M2M. 

 (iii)  TII memiliki fasilitas bank garansi sebesar US$15 juta atau setara dengan Rp202 miliar dari Bank 
Mandiri  dan  telah  diperbaharui  sesuai  dengan  adendum  VIII  (kedelapan)  pada  tanggal  
18  Desember  2019  dengan  batas  kredit  maksimum  sebesar  US$25  juta  atau  setara  dengan  
tanggal  
Rp353  miliar.  Fasilitas 
31 Desember 2019, TII belum menggunakan fasilitas bank garansi tersebut. 

tanggal  23  Desember  2020.  Pada 

ini  berakhir  pada 

(iv)  Pada  tanggal 31  Desember  2019,  Sigma memiliki sisa  fasilitas  bank  garansi  dari  BNI  sebesar  

Rp119 miliar.  

c.  Lainnya 

(i)  Penggunaan frekuensi radio 

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 80 tanggal 2 November 2015, yang 
menggantikan  Peraturan  Pemerintah  No.  76  tanggal  15  Desember  2010,  Telkomsel  harus 
membayar  biaya  penggunaan  frekuensi  radio  tahunan  untuk  pita  frekuensi  800  Megahertz 
(“MHz”),  900  MHz,  dan  1800  MHz  ditentukan  menggunakan  formula  yang  ditetapkan  dalam 
Peraturan. 

Sebagai  penerapan  atas  Peraturan  Pemerintah  tersebut,  Perusahaan  dan  Telkomsel  telah 
membayar biaya penggunaan frekuensi radio tahunan sejak 2010. 

119 

 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
     
     
 
 
 
 
 
  
  
  
  
  
  
  
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

33.  IKATAN DAN PERJANJIAN SIGNIFIKAN (lanjutan) 

c.  Lainnya (lanjutan) 

(i)  Penggunaan frekuensi radio (lanjutan) 

Berdasarkan  Surat  Keputusan  Menkominfo  No. 
tanggal 
15  November  2017,  yang  menggantikan  Surat  Keputusan  No.  42  Tahun  2014  tanggal  
29 Januari 2014, Menkominfo memberikan wewenang kepada Telkomsel untuk: 
1.  Layanan  telekomunikasi  bergerak  dengan  pita frekuensi  radio  di  800  MHz,  900  MHz,  1800 

Tahun 

1987 

2017 

MHz, 2,1 GHz, dan 2,3 GHz; dan 

2.  Layanan telekomunikasi dasar. 

pada  Surat  Keputusan  Menkominfo  No. 

Mengacu 
268/KEP/M.KOMINFO/9/2009, 
No.  191  Tahun  2013,  No.  509  Tahun  2016,  No.  1896  Tahun  2017  dan  No.  806 Tahun  2019, 
Telkomsel diharuskan, antara lain untuk: 
1.  Membayar  iuran  tahunan  Biaya  Hak  Penyelenggara  (“BHP”)  yang  dihitung  berdasarkan 
formula tertentu selama jangka waktu lisensi (10 tahun) sebagaimana ditetapkan dalam Surat 
Keputusan.  BHP  terutang  pada  saat  diterimanya  Surat  Pemberitahuan  Pembayaran  dari 
DJPPI. Iuran tahunan BHP terutang sampai dengan berakhirnya periode lisensi. 

2.  Mengeluarkan setiap tahunnya performance bond sebesar Rp20 miliar untuk pita frekuensi 
2,1 GHz dan surety bond sebesar Rp1,03 triliun untuk pita frekuensi 2,3 GHz (Catatan 33b.ii). 

(ii)  Pembayaran sewa minimum masa depan sewa operasi 

Grup menandatangani beberapa perjanjian sewa menyewa dengan pihak ketiga maupun pihak 
berelasi  yang  tidak  dapat  dibatalkan.  Perjanjian  tersebut  meliputi  sewa  jaringan,  peralatan 
telekomunikasi  serta  tanah  dan  bangunan  dengan  jangka  waktu  bervariasi  berkisar  1  sampai 
dengan  10  tahun  yang  akan  berakhir  bervariasi  antara  tahun  2020  hingga  2029.  Periode sewa 
menyewa dapat diperpanjang berdasarkan perjanjian oleh kedua belah pihak. 

Jumlah pembayaran dan penerimaan sewa minimum di masa yang akan datang untuk perjanjian 
sewa operasi pada tanggal 31 Desember 2019 adalah sebagai berikut:  

Sebagai lessee 
Sebagai lessor 

Jumlah 

 18.344   
 8.526   

Kurang dari 1 
tahun 

  1-5 tahun 

Lebih dari 5 
tahun 

 5.084   
 1.722   

 10.597   
 4.446   

 2.663 
 2.358 

120 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

33.  IKATAN DAN PERJANJIAN SIGNIFIKAN (lanjutan) 

c.  Lainnya (lanjutan) 

 (iii)  KPU  

tanggal 
Menkominfo  menerbitkan  Peraturan  Menkominfo  No.  17  Tahun  2016 
26 September 2016 yang menggantikan Surat Keputusan Menkominfo  No. 45 Tahun 2012 dan 
peraturan-peraturan  sebelumnya  yang  terkait  kebijakan  program  KPU.  Peraturan  tersebut 
mengharuskan penyelenggara telekomunikasi untuk memberikan kontribusi sebesar 1,25% dari 
pendapatan  kotor  penyelenggaraan  telekomunikasi  (dengan  mempertimbangkan  piutang  tidak 
tertagih  dari  penyelenggaraan  telekomunikasi  dan/atau  beban  interkoneksi  dan/atau  beban 
ketersambungan  dan/atau  pendapatan  yang  tidak  diperhitungkan  sebagai  pendapatan  kotor 
penyelenggara telekomunikasi) untuk pengembangan KPU.  

Selanjutnya, Peraturan Menkominfo No. 17 tahun 2016 tanggal 26 September 2016 digantikan 
dengan Peraturan Menkominfo No. 19 tahun 2016 yang berlaku pada tanggal 4 November 2016. 
Peraturan  tersebut  menetapkan  bahwa  kontribusi  pengembangan  KPU  berlaku  efektif  untuk 
tahun 2016 dan seterusnya.   

Berdasarkan  Peraturan  Menkominfo  No.  25  tahun  2015  tanggal  30  Juni  2015,  dalam  hal 
penyediaan akses  dan  layanan  telekomunikasi  di  daerah  pedesaan  (Program  KPU),  penyedia 
dipilih  melalui  proses  seleksi  oleh  Balai  Penyedia  dan  Pengelola  Pembiayaan  Telekomunikasi 
dan  
Informatika 
dan 
(“BTIP”)  yang  ditetapkan  berdasarkan  Keputusan  Menkominfo  
Informatika  Pedesaan 
No.  18/PER/M.KOMINFO/11/2010 
tanggal  19  November  2010.  Berdasarkan  Peraturan 
Menkominfo  No.  3  tahun  2018  tanggal  23  Mei  2018,  BPPPTI  berganti  nama  menjadi  Badan 
Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (“BAKTI”). Berikutnya, Peraturan Menkominfo No. 25 
tahun 2015 digantikan dengan Peraturan Menkominfo No. 10 tahun 2018. 

(“BPPPTI”).  BPPPTI  menggantikan  Balai  Telekomunikasi 

Pada  tanggal  27  Desember  2011,  Telkomsel  (atas  nama  Konsorsium  Telkomsel,  konsorsium 
yang  dibentuk  dengan  Dayamitra  pada  9  Desember  2011)  ditunjuk  oleh  BPPPTI  
semua  paket  
sebagai  penyedia  Program  KPU  di  daerah  perbatasan  untuk 
(paket 1 - 13) dengan total harga sebesar Rp830 miliar. Pada tanggal tersebut, Telkomsel juga 
ditunjuk  oleh  BPPPTI  sebagai  penyedia  Program  KPU  (Upgrading)  “Desa  Pinter”  atau  “Desa 
Punya Internet” untuk paket 1, 2, dan 3 dengan total harga sebesar Rp261 miliar. 

Pada  tahun  2015,  program  tersebut  dihentikan.  Pada  Januari  2016,  Telkomsel    mengajukan 
klaim  arbitrase  ke BANI  terkait  penyelesaian  dari  sisa  piutang  atas  penyelenggaraan program 
tersebut. 

22 

Juni 

tanggal 

keputusan  BANI  
2017,  Telkomsel  menerima 
Pada 
No.  792/1/ARB-BANI/2016  yang  menginstruksikan  BPPPTI  untuk  membayar  kompensasi 
kepada  Telkomsel  sebesar  Rp217  miliar,  dan  sampai  dengan  tanggal  penerbitan  laporan 
keuangan  konsolidasian  ini,  Telkomsel  telah  menerima  pembayaran  dari  BAKTI  sebesar  
Rp91 miliar (sebelum pajak). 

surat 

Pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018, nilai tercatat piutang Telkomsel terkait program KPU 
tersebut  yang  diamortisasi  dengan  menggunakan  metode  suku  bunga  efektif  masing-masing 
adalah sebesar Rp115 milliar.  

121 

 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

34.  ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM VALUTA ASING 

Saldo aset dan liabilitas moneter dalam valuta asing adalah sebagai berikut: 

2019 

Dolar A.S. 

  Setara Rupiah 
(dalam jutaan)  (dalam jutaan)   (dalam jutaan)   (dalam miliaran) 

  Yen Jepang   

Lain-lain* 

Aset 
Kas dan setara kas 
Aset keuangan lancar lainnya 
Piutang usaha 
   Pihak berelasi 
   Pihak ketiga 
Piutang lain-lain 
Aset lancar lainnya 
Aset tidak lancar lainnya 
Jumlah aset 
Liabilitas 
Utang usaha 
   Pihak berelasi 
   Pihak ketiga 
Utang lain-lain 
Beban yang masih harus dibayar 
Utang bank jangka pendek 
Uang muka pelanggan 
Pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun 
Pinjaman jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang jatuh 
   tempo dalam satu tahun 
Liabilitas lainnya 
Jumlah liabilitas 
Aset (liabilitas) bersih 

 178,66  
 14,18  

 0,12  
 165,16  
 0,31  
 -  
 63,29  
 421,72  

 (0,08)  
 (131,14)  
 (4,17)  
 (46,57)  
 (1,19)  
 (0,23)  
 (22,31)  

 (71,12)  
 (13,94)  
 (290,75)  
 130,97  

 1,18  
 -  

 -  
 -  
 -  
 -  
 49,15  
 50,33  

 -  
 (4,25)  
 -  
 (152,56)  
 -  
 -  
 (767,90)  

 (3.071,59)  
 -  
 (3.996,30)  
 (3.945,97)  

 9,42  
 1,74  

 -   
 8,96  
 0,05  
 0,89  
 12,28  
 33,34  

 -  
 (5,23)  
 (13,92)  
 (2,02)  
 -  
 -  
 (4,36)  

 (0,38)  
 (0,01)  
 (25,92)  
 7,42  

 2.612 
 221 

 2 
 2.409 
 5 
 12 
 1.044 
 6.305 

 (1) 
 (1.869) 
 (251) 
 (691) 
 (16) 
 (3) 
 (469) 

 (1.386) 
 (194) 
 (4.880) 
 1.425 

2018 

Dolar A.S. 

  Setara Rupiah 
(dalam jutaan)  (dalam jutaan)   (dalam jutaan)   (dalam miliaran) 

  Yen Jepang   

Lain-lain* 

Aset 
Kas dan setara kas 
Aset keuangan lancar lainnya 
Piutang usaha 
   Pihak berelasi 
   Pihak ketiga 
Piutang lain-lain 
Aset lancar lainnya 
Aset tidak lancar lainnya 
Jumlah aset 
Liabilitas 
Utang usaha 
   Pihak berelasi 
   Pihak ketiga 
Utang lain-lain 
Beban yang masih harus dibayar 
Utang bank jangka pendek 
Uang muka pelanggan 
Pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun 
Pinjaman jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang jatuh 
   tempo dalam satu tahun 
Liabilitas lainnya 
Jumlah liabilitas 
Aset (liabilitas) bersih 

 253,37  
 14,56  

 0,49  
 146,39  
 0,34  
 -  
 57,42  
 472,57  

 (0,21)  
 (206,20)  
 (3,63)  
 (47,10)  
 (1,15)  
 (0,76)  
 (18,77)  

 (93,41)  
 (19,63)  
 (390,86)  
 81,71  

 8,02  
 -  

 -  
 -  
 -  
 -  
 -  
 8,02  

-  
 (33,39)  
-  
 (15,64)  
 -  
 -  
 (767,90)  

 (3.839,49)  
 -  
 (4.656,42)  
 (4.648,40)  

 10,50  
 1,30  

 -   
 9,55  
 0,12  
 0,51  
 1,17  
 23,15  

-  
 (4,99)  
 (4,44)  
 (2,51)  
 -  
 -  
 (4,07)  

 (4,71)  
 -  
 (20,72)  
 2,43  

 3.802 
 223 

 7 
 2.238 
 6 
 14 
 840 
 7.130 

 (3) 
 (3.037) 
 (111) 
 (709) 
 (17) 
 (11) 
 (430) 

 (1.917) 
 (284) 
 (6.519) 
 611 

*Aset  dan liabilitas dalam  mata  uang  asing  disajikan  dalam  setara  Dolar  A.S.  dengan  menggunakan kurs  beli  dan jual yang  diterbitkan  oleh  Reuters  pada  akhir  periode   
pelaporan. 

Aktivitas Grup memiliki kemungkinan terhadap berbagai risiko keuangan termasuk dampak perubahan 
harga pasar surat utang dan efek, nilai tukar mata uang asing, dan tingkat bunga. 

Jika  Grup  melaporkan  aset  dan  liabilitas  dalam  mata  uang  asing  pada  tanggal  31  Desember  2019 
menggunakan  kurs  tanggal  22  Mei  2020,  keuntungan  selisih  kurs  yang  belum  terealisasi  sebesar  
Rp51 miliar. 

122 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
 
 
 
 
  
  
  
  
   
  
 
  
  
  
 
  
  
  
  
  
  
 
 
 
 
  
  
 
 
 
  
  
  
 
 
 
 
  
  
  
  
   
  
 
  
  
  
 
  
  
  
  
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

35.  INSTRUMEN KEUANGAN 

a. Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan 

i.  Klasifikasi 

(a)  Aset keuangan 

Pinjaman yang diberikan dan piutang 
Kas dan setara kas 
Aset keuangan lancar lainnya 
Piutang usaha dan lain-lain, bersih 
Aset keuangan tidak lancar lainnya 
Aset keuangan tersedia untuk dijual 
Penyertaan tersedia untuk dijual 
Jumlah aset keuangan 

(b)  Liabilitas keuangan 

Liabilitas keuangan yang diukur pada 

biaya perolehan di amortisasi 

Utang usaha dan utang lain-lain 
Beban yang masih harus dibayar 
Pinjaman 

Utang bank jangka pendek 
Pinjaman penerusan (two-step loans) 
Obligasi dan wesel bayar 
Utang bank jangka panjang 
Utang sewa pembiayaan 
Pinjaman lainnya 

Liabilitas lainnya 
Jumlah liabilitas keuangan 

ii.  Nilai wajar 

2019 

2018 

 18.242  
 483  
 12.089  
 258  

 1.124  
 32.196  

2019 

2018 

 14.346  
 13.736  

 8.705  
 736  
 9.958  
 26.605  
 2.340  
 3.740  
 194  
 80.360  

 17.439 
 834 
 12.141 
 460 

 1.204 
 32.078 

 15.214 
 12.769 

 4.043 
 949 
 10.481 
 23.225 
 3.145 
 2.244 
 261 
 72.331 

Tabel dibawah ini menggambarkan perbandingan nilai buku dan nilai wajar instrumen keuangan 
Perusahaan, selain dari itu nilai wajar instrumen keuangan dipertimbangkan mendekati nilai buku 
sebagai hasil dari pendiskontoan yang tidak signifikan: 

  Pengukuran nilai wajar pada tanggal pelaporan 

  Jumlah nilai   
tercatat 

Nilai wajar 

 Harga pasar aset   
  atau liabilitas 
  sejenis pada 
pasar aktif 
(level 1) 

menggunakan 
Input 
signifikan  
  yang dapat 
  diobservasi 

 Input signifikan 
yang tidak  
dapat 

  diobservasi 

2019 
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar 
Penyertaan tersedia untuk dijual 
Liabilitas keuangan yang nilai wajarnya 

disajikan 

Pinjaman 

Pinjaman penerusan (two-step loans) 
Obligasi dan wesel bayar 
Utang bank jangka panjang 
Utang sewa pembiayaan 
Pinjaman lainnya 

Liabilitas lainnya 
Jumlah 

(level 2) 

(level 3) 

 -   

 -   
 -   
 -   
 -   
 -   
 -   
 -   

 1.053 

 759 
 991 
 26.537 
 2.340 
 3.709 
 194 
 35.583 

 1.124   

 1.124   

 71   

 736   
 9.958   
 26.605   
 2.340   
 3.740   
 194   
 44.697   

 759   
 10.897   
 26.537   
 2.340   
 3.709   
 194   
 45.560   

 -   
 9.906   
 -   
 -   
 -   
 -   
 9.977   

123 

 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
   
   
   
 
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

35.  INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan) 

a.  Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) 

ii.  Nilai wajar (lanjutan) 

Tabel dibawah ini menggambarkan perbandingan nilai buku dan nilai wajar instrumen keuangan 
Perusahaan, selain dari itu nilai wajar instrumen keuangan dipertimbangkan mendekati nilai buku 
sebagai hasil dari pendiskontoan yang tidak signifikan (lanjutan): 

  Pengukuran nilai wajar pada tanggal pelaporan 
menggunakan 

2018 
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar 
Penyertaan tersedia untuk dijual 
Liabilitas keuangan yang nilai wajarnya 
   disajikan 
Pinjaman 

Pinjaman penerusan (two-step loans) 
Obligasi dan wesel bayar 
Utang bank jangka panjang 
Utang sewa pembiayaan 
Pinjaman lainnya 

Liabilitas lainnya 
Jumlah 

  Jumlah nilai 

tercatat 

  Nilai wajar 

 Harga pasar aset   
  atau liabilitas 
  sejenis pada 
pasar aktif 
(level 1) 

Input 
signifikan  
yang dapat 
  diobservasi 

(level 2) 

Input 
signifikan 
  yang tidak  
dapat 
  diobservasi 
(level 3) 

 1.204  

 1.204  

 470  

 -  

 734 

 949  
 10.481  
 23.225  
 3.145  
 2.244  
 261  
 41.509  

 898  
 10.894  
 22.878  
 3.145  
 2.154  
 261  
 41.434  

 -  
 9.380  
 -  
 -  
 -  
 -  
 9.850  

 -  
 -  
 -  
 -  
 -  
 -  
 -  

 898 
 1.514 
 22.878 
 3.145 
 2.154 
 261 
 31.584 

Keuntungan atas pengukuran nilai wajar yang diakui pada laba rugi dan penghasilan komprehensif 
lain  konsolidasian  tahun  2019 senilai  Rp6 miliar.  Tidak  ada  perpindahan  antar  hirarki  nilai  wajar 
selama tahun 2019. 

Rekonsiliasi saldo awal dan akhir untuk investasi yang nilai wajarnya diukur dengan input signifikan 
yang tidak dapat diobservasi (level 3) pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018 adalah: 

Saldo awal 
Laba (rugi) yang diakui dalam laporan laba rugi  

dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian  

Pembelian/penambahan 
Penjualan 
Saldo akhir 

 734  

 3  
 390  
 (74)  
 1.053  

 373 

 (43) 
 438 
 (34) 
 734 

2019 

2018 

124 

 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
   
   
   
 
 
  
  
  
  
 
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
 
 
 
 
  
  
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

35.  INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan) 

a.  Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) 

iii.  Pengukuran nilai wajar  

Nilai  wajar  adalah  jumlah  suatu  aset  dapat  ditukarkan,  atau  suatu  liabilitas  dapat  diselesaikan, 
antara berbagai pihak secara arm’s length transaction. 

Grup menentukan pengukuran nilai wajar untuk tujuan pelaporan dari tiap kelas aset dan liabilitas 
keuangan berdasarkan metode dan asumsi sebagai berikut: 
(a)  Aset  tersedia  untuk  dijual  terutama  terdiri  dari  saham,  reksadana,  obligasi  korporasi  dan 
Pemerintah, dan obligasi konversi. Saham dan reksadana yang aktif diperdagangkan di pasar 
yang tersedia dinyatakan pada nilai wajarnya dengan menggunakan kuotasi harga pasar atau 
jika  tidak  dikuotasi,  ditentukan  menggunakan  biaya  perolehan  dikurangi  dengan  penurunan 
nilai. Nilai wajar obligasi konversi ditentukan dengan menggunakan biaya perolehan dikurangi 
dengan  penurunan  nilai.  Obligasi  korporasi  dan  Pemerintah  dinyatakan  pada  nilai  wajar 
dengan referensi harga dari surat berharga yang sejenis pada tanggal pelaporan. 

(b)  Nilai wajar liabilitas keuangan jangka panjang diestimasikan dengan mendiskontokan arus kas 
kontraktual masa depan dari tiap liabilitas pada tingkat suku bunga yang ditawarkan kepada 
Grup untuk liabilitas sejenis yang jatuh temponya bisa diperbandingkan oleh para pelaku bank 
Grup, kecuali untuk obligasi yang didasarkan pada harga pasar. 

Estimasi nilai wajar bersifat judgmental dan melibatkan batasan-batasan yang beragam, termasuk: 
(a)  Nilai wajar disajikan tidak mempertimbangkan dampak fluktuasi mata uang di masa depan. 
(b)  Estimasi  nilai  wajar  tidak  selalu  mengindikasikan  nilai  yang  Grup  akan  catat  pada  saat 

pelepasan/penghentian aset dan liabilitas keuangan.   

b.  Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan 

Aktivitas  Grup  mengandung  berbagai  macam  risiko  keuangan,  seperti  risiko  pasar  (termasuk  risiko 
nilai tukar mata uang asing, risiko harga pasar, dan risiko tingkat suku bunga), risiko kredit, dan risiko 
likuiditas.  Secara  keseluruhan,  program  manajemen  risiko  keuangan  Grup  bertujuan  untuk 
meminimalkan kerugian atas nilai aset dan liabilitas yang dapat timbul dari pergerakan nilai tukar mata 
uang  asing  dan  pergerakan  tingkat  suku  bunga.  Manajemen  mempunyai  kebijakan  tertulis  untuk 
manajemen  risiko  valuta  asing  yang  sebagian  besar  melalui  penempatan  deposito  berjangka  dan 
lindung nilai untuk mengantisipasi risiko fluktuasi valuta asing untuk jangka waktu 3 sampai dengan 
12 bulan. 

Fungsi  manajemen  risiko  keuangan  dijalankan  oleh  unit  Corporate  Finance  di  bawah  kebijakan-
kebijakan  yang  disetujui  oleh  Direksi.  Unit  Corporate  Finance  mengidentifikasi,  mengevaluasi,  dan 
melakukan aktivitas lindung nilai risiko-risiko keuangan.  

i.  Risiko nilai tukar mata uang asing 

Grup rentan terhadap risiko nilai tukar mata uang asing atas transaksi penjualan, pembelian, dan 
pinjaman yang didenominasi dalam mata uang asing. Transaksi yang didenominasi dalam mata 
uang asing terutama dalam Dolar A.S. dan Yen Jepang. Eksposur risiko nilai tukar mata uang 
asing Grup tidak material. 

Risiko  kenaikan  nilai  tukar  mata  uang  asing  terhadap  liabilitas  Grup  diharapkan  dapat  saling 
hapus  dengan  dampak  dari  nilai  tukar  atas  deposito  berjangka  dan  piutang  dalam  mata  uang 
asing  yang  ditetapkan minimal  25%  dari  liabilitas  jangka  pendek  dalam mata  uang  asing  yang 
terutang. 

125 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

35.  INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan) 

b.  Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan (lanjutan) 

i.  Risiko nilai tukar mata uang asing (lanjutan) 

Tabel di bawah ini menggambarkan eksposur aset dan liabilitas keuangan Grup terhadap risiko 
nilai tukar mata uang: 

2019 

2018 

Dolar A.S. 
(dalam miliar) 

Yen Jepang 
(dalam miliar) 

Dolar A.S. 
(dalam miliar) 

Yen Jepang 
(dalam miliar) 

 0,42  
 (0,29)  
 0,13  

 0,05  
 (4,00)  
 (3,95)  

 0,47  
 (0,39)  
 0,08   

 0,01 
 (4,66) 
 (4,65) 

Aset keuangan  
Liabilitas keuangan 
Eksposur bersih 

Analisis sensitivitas 

Penguatan Dolar A.S. dan Yen Jepang, sebagaimana diindikasikan di bawah, terhadap Rupiah 
pada  31  Desember  2019  akan  menurunkan  ekuitas  dan  laba  atau  rugi  sebesar  jumlah  yang 
ditunjukkan di bawah. Analisis ini didasarkan pada varian nilai tukar mata uang asing yang Grup 
pertimbangkan sebagai sangat mungkin terjadi pada tanggal pelaporan. Analisis mengasumsikan 
bahwa seluruh variabel lain, pada khususnya tingkat bunga, tidak berubah. 

31 Desember 2019 
Dolar A.S. (penguatan 1%)   
Yen Jepang (penguatan 5%)  

Ekuitas/ laba 
(rugi) 

 18 
 (25) 

Pelemahan  Dolar  A.S.  dan  Yen  Jepang  terhadap  Rupiah  pada  31  Desember  2019  akan 
mempunyai  dampak  yang  setara  tetapi  berlawanan  terhadap  jumlah  yang  ditunjukkan  di  atas, 
pada dasar seluruh variabel lain tidak berubah. 

ii.   Risiko harga pasar 

Grup rentan terhadap perubahan dalam harga pasar atas utang dan ekuitas terkait penyertaan 
tersedia  untuk  dijual  yang  dicatat  pada  nilai  wajar.  Keuntungan  dan  kerugian  yang  timbul  dari 
perubahan  nilai  wajar  penyertaan  tersedia  untuk  dijual  diakui  pada  laporan  laba  rugi  dan 
pendapatan komprehensif lainnya. 

Kinerja  penyertaan  tersedia  untuk  dijual  Grup  dimonitor  secara  berkala,  bersama  dengan 
penilaian  secara  teratur  mengenai  keterkaitannya  dengan  rencana  strategis  jangka  panjang 
Grup. 

Pada tanggal 31 Desember 2019, manajemen mempertimbangkan risiko harga untuk penyertaan 
tersedia untuk dijual adalah tidak material dalam hal dampak yang mungkin terjadi pada laba rugi 
dan total ekuitas dari perubahan dalam nilai wajar yang sangat mungkin terjadi. 

126 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
 
 
  
  
 
 
  
  
 
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

35.  INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan) 

b.  Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan (lanjutan) 

iii.   Risiko tingkat suku bunga 

Pergerakan  tingkat  suku  bunga  diawasi  untuk  meminimalisasi  dampak  negatif  terhadap  posisi 
keuangan.  Pinjaman  dalam  berbagai  tingkat  suku  bunga  menyebabkan  Grup  terpapar  risiko 
tingkat  suku  bunga  (Catatan 15  dan  16).  Untuk  mengukur  risiko  pasar  atas  pergerakan  suku 
bunga, Grup melakukan analisis pada pergerakan marjin suku bunga dan pada profil jatuh tempo 
aset dan liabilitas keuangan berdasarkan jadwal perubahan suku bunga.  

Pada tanggal pelaporan, profil risiko tingkat bunga pinjaman yang dikenakan bunga milik Grup 
adalah sebagai berikut: 

Pinjaman bunga tetap 
Pinjaman bunga mengambang 

2019 

2018 

 (23.001)  
 (29.083)  

 (21.260) 
 (22.827) 

Analisis sensitivitas untuk pinjaman bunga mengambang 

Pada  31  Desember  2019,  penurunan  (kenaikan)  25  poin  dasar  pada  tingkat  bunga  pinjaman 
bunga  mengambang  akan  menaikan  (menurunkan)  ekuitas  dan  laba  atau  rugi  masing-masing 
sebesar Rp73 miliar. Analisis mengasumsikan bahwa seluruh variabel lain, pada khususnya nilai 
tukar mata uang asing, tidak berubah. 

iv.  Risiko kredit 

Tabel di bawah ini menggambarkan eksposur maksimum risiko kredit atas aset keuangan Grup: 

2019 

2018 

Kas dan setara kas 
Aset keuangan lancar lainnya 
Piutang usaha dan lain-lain, bersih 
Aset tidak lancar lainnya 
Jumlah 

 18.242  
 554  
 12.089  
 258  
 31.143  

 17.439 
 1.304 
 12.141 
 460 
 31.344 

Grup rentan terhadap risiko kredit terutama dari piutang usaha dan piutang lain-lain. Risiko kredit 
dikendalikan dengan pengawasan terus menerus atas saldo dan penagihan. Risiko kredit yang 
berasal dari saldo bank dan institusi keuangan dikelola oleh Grup melalui Unit Corporate Finance 
sesuai dengan kebijakan tertulis dari Grup. 

Grup menempatkan sebagian besar kas dan setara kasnya di bank milik pemerintah karena bank 
milik  pemerintah  memiliki  jaringan  cabang  terluas  di  Indonesia  dan  dipertimbangkan  sebagai 
bank  terpercaya.  Oleh  karena  itu,  penempatan  ini  bertujuan  untuk  meminimalisasi  kerugian 
secara finansial yang berasal dari potensi kegagalan dalam pembayaran dari bank dan institusi 
keuangan.  

Risiko  kredit  pelanggan  dikelola  dengan  memantau  saldo  piutang  dan  penagihannya  secara 
berkala. Piutang usaha dan piutang lain-lain tidak memiliki suatu konsentrasi utama risiko kredit 
dimana  tidak  ada  saldo  piutang  pelanggan  yang  melebihi  4,09%  dari  piutang  usaha  dan  
piutang lain-lain pada tanggal 31 Desember 2019. 

Manajemen yakin akan kemampuannya untuk mengawasi dan mempertahankan eksposur risiko 
kredit  yang  minimal,  dimana  Grup  telah  menyediakan  provisi  yang  memadai  untuk  menutupi 
kerugian yang timbul dari piutang yang tidak tertagih berdasarkan data kerugian historis. 

127 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

35.  INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan) 

b.  Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan (lanjutan) 

v.  Risiko likuiditas 

Risiko  likuiditas  timbul  apabila  Grup  mengalami  kesulitan  untuk  memenuhi  liabilitas  keuangan 
ketika liabilitas keuangan tersebut jatuh tempo.  

Manajemen  risiko  likuiditas  berarti  menjaga  kecukupan  saldo  kas  dalam  upaya  pemenuhan 
liabilitas keuangan Grup. Grup secara terus menerus melakukan analisis untuk mengawasi rasio-
rasio  likuiditas  laporan  posisi  keuangan,  seperti  antara  lain:  rasio  lancar  dan  rasio  debt  equity 
terhadap persyaratan-persyaratan yang diharuskan perjanjian utang. 

Berikut  adalah  analisis  jatuh  tempo  liabilitas  keuangan  Grup  berdasarkan  pembayaran 
kontraktual yang tidak didiskontokan: 

2019 
Utang usaha dan lain-lain 
Beban yang masih harus 

dibayar 
Pinjaman 

Pinjaman penerusan 
(two-step loans) 

Obligasi dan wesel bayar 
Utang bank 
Pinjaman lainnya 
Utang sewa pembiayaan 

Liabilitas lainnya 
Jumlah 

2018 
Utang usaha dan lain-lain 
Beban yang masih harus 

dibayar 
Pinjaman 

Pinjaman penerusan 
(two-step loans) 

Obligasi dan wesel bayar 
Utang bank 
Pinjaman lainnya 
Utang sewa pembiayaan 

Liabilitas lainnya 
Jumlah 

Nilai buku    Arus kas 

tercatat 

wajib 

2020 

2021 

2022 

2023 

  2024 dan 
  selanjutnya 

 14.346  

 (14.346) 

   (14.346)  

 13.736  

 (13.736) 

   (13.736)  

 -  

 -  

 -  

 -  

 -  

 -  

 - 

 - 

 736  
 9.958  
 35.310  
 3.740  
 2.340  
 194  
 80.360  

 (804)  
 (17.454)  
 (40.732)  
 (4.534)  
 (2.713)  
 (223)  
 (94.542) 

 (222)  
 (3.402)  
 (15.956)  
 (926)  
 (936)  
 (12)  
   (49.536)  

 (196)  
 (1.231)  
 (8.495)  
 (1.082)  
 (785)  
 (52)  
 (11.841)  

 (154)  
 (2.817)  
 (4.435)  
 (1.010)  
 (607)  
 (53)  
 (9.076)  

 (132)  
 (507)  
 (6.417)  
 (948)  
 (255)  
 (53)  
 (8.312)  

 (100) 
 (9.497) 
 (5.429) 
 (568) 
 (130) 
 (53) 
 (15.777) 

Nilai buku    Arus kas 

tercatat 

wajib 

2019 

2020 

2021 

2022 

 15.214  

 (15.214) 

   (15.214)  

 12.769  

 (12.769) 

   (12.769)  

 -  

 -  

 -  

 -  

  2023 dan 
 selanjutnya 

 -  

 -  

 - 

 - 

 949  
 10.481  
 27.268  
 2.244  
 3.145  
 261  
 72.331  

 (1.075)  
 (19.050)  
 (33.363)  
 (2.905)  
 (3.764)  
 (306)  
 (88.446) 

 (242)  
 (1.562)  
 (10.434)  
 (490)  
 (1.049)  
 (16)  
   (41.776)  

 (232)  
 (3.436)  
 (9.160)  
 (570)  
 (945)  
 (36)  
 (14.379)  

 (205)  
 (1.231)  
 (3.991)  
 (533)  
 (781)  
 (36)  
 (6.777)  

 (159)  
 (2.817)  
 (3.219)  
 (495)  
 (605)  
 (109)  
 (7.404)  

 (237) 
 (10.004) 
 (6.559) 
 (817) 
 (384) 
 (109) 
 (18.110) 

Perbedaan antara nilai buku tercatat dengan arus kas wajib merupakan nilai bunga. Nilai bunga 
dari  pinjaman  mengambang  ditentukan  berdasarkan  tingkat  suku  bunga  efektif  pada  tanggal 
pelaporan. 

128 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
  
  
  
 
 
 
 
   
  
  
  
 
  
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
  
  
  
 
 
 
 
 
  
  
  
  
 
  
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
  
  
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

36.  MANAJEMEN MODAL 

Struktur modal Grup adalah sebagai berikut: 

Utang jangka pendek 
Utang jangka panjang 
Total utang 
Ekuitas yang dapat diatribusikan 

kepada pemilik 

Jumlah 

2019 

2018 

Jumlah 

Bagian 

Jumlah 

Bagian 

 8.705  
 43.379  
 52.084  

5,74%  
28,61%  
34,35%  

 4.043  
 40.044  
 44.087  

2,83% 
28,00% 
30,83% 

 99.561  
 151.645  

65,65%  
100,00%  

 98.910  
 142.997  

69,17% 
100,00% 

Tujuan Grup dalam pengelolaan permodalan adalah untuk mempertahankan kelangsungan usaha Grup 
guna  memberikan  imbal  hasil  kepada  pemegang  saham  dan  manfaat  kepada  pemegang  kepentingan 
lainnya serta menjaga struktur modal yang optimal untuk mengurangi biaya modal. 

Secara  berkala,  Grup  melakukan  penilaian  utang  untuk  menilai  kemungkinan  pembiayaan  kembali 
kewajiban yang ada dengan yang baru yang memiliki biaya yang lebih efisien yang akan mengarahkan 
pada  biaya  utang  yang  lebih  optimal.  Dalam  kasus  kas  menganggur  dengan  kesempatan  investasi 
terbatas,  Grup  akan  mempertimbangkan  membeli  kembali  saham-sahamnya  atau  membayar  dividen 
kepada para pemegang sahamnya. 

Sebagai  tambahan  untuk  patuh  kepada  pembatasan-pembatasan  utang,  Grup  juga  menjaga  struktur 
modalnya pada tingkat yang diyakini tidak akan membahayakan peringkat kredit dan yang hampir setara 
dengan pesaingnya. 

Rasio utang terhadap ekuitas (perbandingan utang dengan bunga bersih terhadap total ekuitas) adalah 
rasio yang dimonitor oleh manajemen untuk mengevaluasi struktur modal Grup dan mengkaji efektifitas 
utang  Grup. Grup  memonitor tingkat  utangnya  untuk meyakinkan  bahwa  rasio  utang  terhadap  ekuitas 
sesuai  atau  dibawah  rasio  yang  ditetapkan  dalam  pinjaman  kontraktual  dan  bahwa  rasio  tersebut 
sebanding atau lebih baik daripada entitas industri telekomunikasi lain dalam area regional. 

Rasio utang terhadap ekuitas Grup pada 31 Desember 2019 dan 2018 adalah sebagai berikut: 

Jumlah utang dengan bunga 

Dikurangi: kas dan setara kas 
Utang bersih 
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik 
Rasio utang bersih terhadap ekuitas 

2019 

2018 

 52.084  

 (18.242)  
 33.842  
 99.561  
33,99%  

 44.087 

 (17.439) 
 26.648 
 98.910 
26,94% 

Sebagaimana disajikan dalam Catatan 16, Grup dipersyaratkan untuk memelihara rasio utang terhadap 
ekuitas dan rasio debt service coverage tertentu oleh kreditur. Selama tahun yang berakhir pada tanggal 
31 Desember 2019 dan 2018, Grup telah mematuhi persyaratan permodalan yang diberikan oleh pihak 
eksternal. 

129 

 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
  
   
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 

Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

37.  INFORMASI TAMBAHAN ARUS KAS 

38.  PERISTIWA SETELAH TANGGAL LAPORAN POSISI KEUANGAN (lanjutan) 

a.  Aktivitas  non-kas  investasi  untuk  tahun  yang  berakhir  pada  tanggal  31  Desember  2019  dan  2018 

f.  Sejak awal tahun 2020, penyebaran pandemik COVID-19 telah berdampak terhadap aktivitas bisnis 

adalah sebagai berikut: 

Penambahan aset tetap melalui: 

Utang usaha 
Sewa pembiayaan 
Kapitalisasi bunga 
Uang muka 

Penambahan aset takberwujud melalui: 

Utang usaha 

2019 

2018 

 5.459   
 84   
 99   
 -   

 4.275 
 201 
 270 
 2.837 

 684   

 235 

b.  Perubahan dalam kenaikan liabilitas dari kegiatan pendanaan adalah sebagai berikut: 

1 Januari 
2019 

  Arus kas 

  Akuisisi    valuta asing    Sewa baru   
 -   

 -   

 -   

 4.657   

Perubahan nontunai 

  Perubahan 

  Perubahan    31 Desember 

Utang bank jangka pendek 
Pinjaman penerusan 

(two step loan) 

Obligasi dan wesel bayar 
Utang bank jangka panjang 
Pinjaman lainnya 
Utang sewa pembiayaan 
Jumlah liabilitas dari 
aktivitas pendanaan 

 4.043  

 949  
 10.481  
 23.225  
 2.244  
 3.145  

 (198)  
 (526)  
 2.917   
 1.498   
 (807)  

 -   
 -   
 520   
 -   
 -   

 44.087  

 7.541   

 520   

lainnya 

2019 

 5   

 -   
 3   
 (4)  
 (2)  
 -   

 2   

 8.705 

 736 
 9.958 
 26.605 
 3.740 
 2.340 

 52.084 

 (15)  
 -   
 (53)  
 -   
 -   

 (68)  

 -   
 -   
 -   
 -   
 2   

2   

38.  PERISTIWA SETELAH TANGGAL LAPORAN POSISI KEUANGAN 

a.  Perusahaan  akan  melakukan  pembelian  kembali  saham  Perusahaan  (share  buyback),  dengan 
jumlah  sebanyak-banyaknya  Rp1.500  miliar  dilakukan  secara  bertahap  dalam  periode  tiga  bulan 
terhitung sejak tanggal 30 Maret 2020 sampai dengan 29 Juni 2020. 

b.  Pada  tanggal  11  Januari  2020,  Telkomsel  melakukan  pelunasan  pinjaman  kepada  Bank  Mandiri 

sebesar Rp3.000 miliar. 

c.  Pada tanggal 11 Mei 2020, TII telah melakukan pelunasan pinjaman kepada MUFG Bank sebesar 

US$6,7 juta atau setara dengan Rp101 miliar. 

d.  Pada bulan Januari 2020, Perusahaan menerima restitusi pajak atas PPN masa pajak Februari dan 
Agustus 2011 dan Januari s.d Desember 2017 masing-masing senilai Rp29,6 miliar dan Rp747 miliar. 

e.  Pada  tanggal  31  Maret  2020,  Pemerintah  menerbitkan  Peraturan  Pemerintah  Pengganti  Undang-
Undang  Republik  Indonesia  Nomor  1  Tahun  2020  yang  menetapkan,  antara  lain,  penurunan  tarif 
pajak penghasilan wajib pajak badan dalam negeri dan bentuk usaha tetap dari semula 25% menjadi 
22%  untuk  tahun  pajak  2020  dan  2021  dan  20%  mulai  tahun  pajak  2022  dan  seterusnya,  serta 
pengurangan  lebih  lanjut  tarif  pajak  sebesar  3%  untuk  wajib  pajak  dalam  negeri  yang  memenuhi 
persyaratan tertentu. 

Tarif pajak yang baru tersebut akan digunakan sebagai acuan untuk pengukuran aset dan liabilitas 
pajak kini dan tangguhan mulai tahun pajak 2020. 

130 

131 

dan  pertumbuhan  ekonomi  di  Indonesia,  akibat  adanya  pembatasan  aktivitas  dan  kegiatan  sosial. 

Dalam hal ini Pemerintah telah mengambil beberapa kebijakan untuk menyikapi dan mengantisipasi 

dampak  dari  pandemik  ini.  Grup  telah  menentukan,  bahwa  kejadian  ini  adalah  peristiwa 

nonpenyesuai  setelah  periode  pelaporan,  sehingga  laporan  keuangan  konsolidasian  ini  tidak 

disesuaikan  dengan  dampak  pandemik  COVID-19  karena  proses  penanganan  oleh  Pemerintah 

masih berlangsung dan tidak dapat ditentukan jangka waktunya, sehingga  dampak-dampak spesifik 

seperti misalnya terhadap bisnis, pendapatan dan nilai terpulihkan dari aset dan liabilitas Grup, belum 

dapat ditentukan secara andal. 

 Operasi  Perusahaan  telah  dan  mungkin  terus  dipengaruhi  oleh  penyebaran  virus  COVID-19  yang 

dimulai  di  Cina  dan  kemudian  menyebar  ke  negara-negara  lain  termasuk  Indonesia.  Efek  virus 

COVID-19 terhadap ekonomi global dan Indonesia termasuk efek terhadap pertumbuhan ekonomi, 

penurunan  pasar  modal,  peningkatan  risiko  kredit,  depresiasi  nilai  tukar  mata  uang  asing  dan 

gangguan operasi bisnis. Efek masa depan dari virus COVID-19 terhadap Indonesia dan Perusahaan 

masih  belum  dapat  ditentukan  saat  ini.  Peningkatan  jumlah  infeksi COVID-19  yang signifikan  atau 

penyebaran  yang  berkepanjangan  dapat  mempengaruhi  Indonesia  dan  Perusahaan.  Perusahaan 

sedang  mengevaluasi  dampak  dari  virus  COVID-19  dan  belum  menentukan  dampaknya  terhadap 

laporan keuangan perusahaan. 

Sampai  dengan  tanggal penyelesaian  laporan  keuangan  ini,  telah  terjadi  penurunan  Indeks  Harga 

Saham  Gabungan  (“IHSG”)  dan  nilai  tukar  mata  uang  Rupiah  terhadap  mata  uang  asing  yang 

sebagian disebabkan oleh dampak virus COVID-19. 

Untuk mengatasi kondisi-kondisi di atas, Perusahaan telah dan berencana melakukan hal-hal sebagai 

berikut: 

uang asing. 

 i.    Menyesuaikan  beberapa  program  dan  inisiatif  untuk  memberikan  layanan  kepada  pelanggan 

dengan mempercepat digitalisasi penjualan untuk memastikan ketersediaan produk dan layanan. 

 ii.   Mempertahakan arus kas Perusahaan untuk menjadi positif dan memitigasi risiko fluktuasi mata 

 iii.  Mengintensifkan efisiensi memprioritaskan program dan inisiatif. 

 iv.  Memastikan kesiapan sistem dan jaringan untuk memberikan layanan terbaik bagi pelanggan. 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
   
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
  
  
  
 
 
  
  
  
  
  
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

38.  PERISTIWA SETELAH TANGGAL LAPORAN POSISI KEUANGAN (lanjutan) 

f.  Sejak awal tahun 2020, penyebaran pandemik COVID-19 telah berdampak terhadap aktivitas bisnis 
dan  pertumbuhan  ekonomi  di  Indonesia,  akibat  adanya  pembatasan  aktivitas  dan  kegiatan  sosial. 
Dalam hal ini Pemerintah telah mengambil beberapa kebijakan untuk menyikapi dan mengantisipasi 
dampak  dari  pandemik  ini.  Grup  telah  menentukan,  bahwa  kejadian  ini  adalah  peristiwa 
nonpenyesuai  setelah  periode  pelaporan,  sehingga  laporan  keuangan  konsolidasian  ini  tidak 
disesuaikan  dengan  dampak  pandemik  COVID-19  karena  proses  penanganan  oleh  Pemerintah 
masih berlangsung dan tidak dapat ditentukan jangka waktunya, sehingga  dampak-dampak spesifik 
seperti misalnya terhadap bisnis, pendapatan dan nilai terpulihkan dari aset dan liabilitas Grup, belum 
dapat ditentukan secara andal. 

 Operasi  Perusahaan  telah  dan  mungkin  terus  dipengaruhi  oleh  penyebaran  virus  COVID-19  yang 
dimulai  di  Cina  dan  kemudian  menyebar  ke  negara-negara  lain  termasuk  Indonesia.  Efek  virus 
COVID-19 terhadap ekonomi global dan Indonesia termasuk efek terhadap pertumbuhan ekonomi, 
penurunan  pasar  modal,  peningkatan  risiko  kredit,  depresiasi  nilai  tukar  mata  uang  asing  dan 
gangguan operasi bisnis. Efek masa depan dari virus COVID-19 terhadap Indonesia dan Perusahaan 
masih  belum  dapat  ditentukan  saat  ini.  Peningkatan  jumlah  infeksi COVID-19  yang signifikan  atau 
penyebaran  yang  berkepanjangan  dapat  mempengaruhi  Indonesia  dan  Perusahaan.  Perusahaan 
sedang  mengevaluasi  dampak  dari  virus  COVID-19  dan  belum  menentukan  dampaknya  terhadap 
laporan keuangan perusahaan. 

Sampai  dengan  tanggal penyelesaian  laporan  keuangan  ini,  telah  terjadi  penurunan  Indeks  Harga 
Saham  Gabungan  (“IHSG”)  dan  nilai  tukar  mata  uang  Rupiah  terhadap  mata  uang  asing  yang 
sebagian disebabkan oleh dampak virus COVID-19. 

Untuk mengatasi kondisi-kondisi di atas, Perusahaan telah dan berencana melakukan hal-hal sebagai 
berikut: 

 i.    Menyesuaikan  beberapa  program  dan  inisiatif  untuk  memberikan  layanan  kepada  pelanggan 
dengan mempercepat digitalisasi penjualan untuk memastikan ketersediaan produk dan layanan. 
 ii.   Mempertahakan arus kas Perusahaan untuk menjadi positif dan memitigasi risiko fluktuasi mata 

uang asing. 

 iii.  Mengintensifkan efisiensi memprioritaskan program dan inisiatif. 
 iv.  Memastikan kesiapan sistem dan jaringan untuk memberikan layanan terbaik bagi pelanggan. 

131 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

39.  RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA PSAK DAN INTERNATIONAL FINANCIAL 

REPORTING STANDARDS (“IFRS”) 

Dibawah ini disajikan ikhtisar perbedaan signifikan antara PSAK dan IFRS untuk tahun 2019. 

Dampak perbedaan antara PSAK dan IFRS atas pos-pos dalam Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 
tanggal 31 Desember 2019 adalah sebagai berikut: 

ASET 

Kas dan setara kas 
Piutang usaha - setelah dikurangi provisi 

 penurunan nilai piutang 

    Pihak berelasi  
    Pihak ketiga  
Aset kontrak 
Piutang lain-lain - setelah dikurangi provisi 

 penurunan nilai piutang 

Biaya kontrak 
Aset lancar lainnya 
Jumlah Aset Lancar 

Penyertaan jangka panjang  
Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan 
Aset hak-guna 
Aset pajak tangguhan - bersih 
Aset kontrak 
Biaya kontrak 
Aset tidak lancar lainnya 
Jumlah Aset Tidak Lancar 

JUMLAH ASET 

LIABILITAS DAN EKUITAS 

Utang usaha 
   Pihak berelasi  
   Pihak ketiga  
Beban yang masih harus dibayar 
Pendapatan diterima di muka – jangka pendek 
Liabilitas kontrak 
Pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo  

dalam satu tahun 

Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 

Liabilitas pajak tangguhan – bersih  
Pendapatan diterima di muka – jangka panjang 
Liabilitas kontrak 
Liabilitas lainnya 
Pinjaman jangka panjang – setelah dikurangi bagian yang 

jatuh tempo dalam satu tahun 
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 

JUMLAH LIABILITAS 

EKUITAS 
Tambahan modal disetor 
Komponen ekuitas lainnya 
Saldo laba 
Jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada 

pemilik entitas induk - bersih 

Kepentingan nonpengendali 
JUMLAH EKUITAS 

Referensi 

  PSAK 

  REKONSILIASI   

IFRS 

d 

 18.242  

 (1)  

 18.241 

b,c,d 
b,c,d 
c 

d 
c 
d,e 

d 
a,e 
e 
c,d,e 
c 
c,d 
e 

b 
b 
e 
c 
c 

e 

c,d,e 
c 
c 
e 

d,e 

f 
d 
c,d,e 

c,d,e 

 1.792  
 10.005  
 -  

 292  
 -  
 6.652  
 41.722  

 1.944  
   156.973  
 -  
 2.898  
 -  
 -  
 11.225  
   179.486  

 (51)  
 (730)  
 629  

 (36)  
 534  
 (1.150)  
 (805)  

 255  
 (3.799)  
 20.893  
 (119)  
 315  
 651  
 (3.542)  
 14.654  

 1.741 
 9.275 
 629 

 256 
 534 
 5.502 
 40.917 

 2.199 
 153.174 
 20.893 
 2.779 
 315 
 651 
 7.683 
 194.140 

   221.208  

 13.849  

 235.057 

 819  
 13.078  
 13.736  
 7.352  
 -  

 9.510  
 58.369  

 1.230  
 803  
 -  
543  

 33.869  
 45.589  

 1.423  
 (1.445)  
 (975)  
 (7.352)  
 7.430  

 2.242 
 11.633 
 12.761 
 - 
 7.430 

 3.899  
 2.980  

 13.409 
61.349 

 (26)  
 (803)  
 805  
(55)  

 1.204 
 - 
 805 
488 

 10.974  
 10.895  

 44.843 
 56.484 

   103.958  

 13.875  

 117.833 

 2.711  
 408  
 91.489  

  99.561  
 17.689  
   117.250  

 (734)  
 (186)  
 1.155  

 1.977 
 222 
 92.644 

 235  
 (261)  
 (26)  

 99.796 
 17.428 
 117.224 

JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 

   221.208  

 13.849  

 235.057 

132 

 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

39.  RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA PSAK DAN INTERNATIONAL FINANCIAL 

REPORTING STANDARDS (“IFRS”) (lanjutan) 

Dampak perbedaan atas pos-pos Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian 
untuk  tahun  yang  berakhir  pada  tanggal  31  Desember  2019  antara  PSAK  dan  IFRS  adalah  sebagai 
berikut: 

PENDAPATAN 

Beban operasi, pemeliharaan, dan jasa telekomunikasi 
Beban penyusutan dan amortisasi 
Beban umum dan administrasi 
Beban pemasaran 
Laba (rugi) selisih kurs - bersih 
Penghasilan lain-lain - bersih 
LABA USAHA 

Penghasilan pendanaan 
Biaya pendanaan 

Referensi    PSAK 

 REKONSILIASI  

IFRS 

c 

c,e 
a,e 
d 
c 
d 
d 

e 
c,e 

 135.567  

 (10)  

 135.557 

 (42.226)  
 (23.178)  
 (6.696)  
 (3.724)  
 (86)  
826  
 42.394  

 1.092  
 (4.240)  

 4.773   
 (4.026)  
 489   
 308   
 (3)  
69   
 1.600   

 (37.453) 
 (27.204) 
 (6.207) 
 (3.416) 
 (89) 
 895 
 43.994 

 3   
 (1.212)  

 1.095 
 (5.452) 

LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 

 37.908  

 391   

 38.299 

(BEBAN) MANFAAT PAJAK PENGHASILAN 

 (10.316)  

 (123)  

 (10.439) 

LABA TAHUN BERJALAN 

 27.592  

 268   

 27.860 

PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN 
Penghasilan komprehensif lain yang akan direklasifikasikan  

ke laba rugi pada periode berikutnya: 

Perubahan bersih nilai wajar aset keuangan tersedia untuk dijual 
Penghasilan komprehensif lain - bersih 

d 

 6  
 (2.192)  

 3   
 3   

 9 
 (2.189) 

JUMLAH LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN 

 25.400  

 271   

 25.671 

Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada: 
    Pemilik entitas induk 
    Kepentingan nonpengendali 

Jumlah laba komprehensif tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada: 
   Pemilik entitas induk 
   Kepentingan nonpengendali 

LABA PER SAHAM DASAR 

(dalam jumlah penuh) 
Laba bersih per saham 
Laba bersih per ADS (100 saham Seri B per ADS) 

 18.663  
 8.929  
 27.592  

 16.624  
 8.776  
 25.400  

 405   
 (137)  
 268   

 405   
 (134)  
 271   

 19.068 
 8.792 
 27.860 

 17.029 
 8.642 
 25.671 

 188,40  
  18.839,68  

 4,09   

 192,49 
 408,83    19.248,51 

133 

 
 
 
 
 
  
 
  
  
  
 
 
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
 
 
 
 
  
  
  
 
 
 
 
  
  
  
 
 
 
 
  
  
  
 
 
 
 
  
  
  
 
  
  
  
 
  
  
  
 
  
  
  
 
 
 
 
 
  
  
  
 
 
 
 
  
  
  
 
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
 
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

39.  RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA PSAK DAN INTERNATIONAL FINANCIAL 

REPORTING STANDARDS (“IFRS”) (lanjutan) 

a.  Hak atas tanah 

Berdasarkan  PSAK,  hak  atas  tanah  dicatat  sebagai  bagian  dari  aset  tetap  dan  tidak  diamortisasi 
kecuali  terdapat  bukti  yang mengindikasikan  bahwa  perpanjangan  atau  pembaruan  hak  atas  tanah 
kemungkinan besar atau pasti tidak diperoleh. Biaya pengurusan perpanjangan atau pembaruan legal 
hak  atas  tanah  diakui  sebagai  aset takberwujud  dan  diamortisasi  sepanjang  umur  hukum  hak  atau 
umur ekonomis tanah, mana yang lebih pendek. 

Berdasarkan IFRS, hak atas tanah dicatat sebagai sewa pembiayaan dan disajikan sebagai bagian 
dari aset hak-guna. Hak atas tanah diamortisasi selama masa sewa. 

b.  Transaksi dengan pihak berelasi 

Berdasarkan  Peraturan  Bapepam-LK  No  VIII.G.7  tentang  Penyajian  dan  Pengungkapan  Laporan 
Keuangan Emiten, atau Perusahaan Publik, entitas berelasi dengan pemerintah merupakan entitas 
yang  dikendalikan,  dikendalikan  bersama  atau  dipengaruhi  oleh  suatu  pemerintahan.  Pemerintah 
dalam hal ini adalah Menteri Keuangan atau Pemerintah Daerah yang merupakan pemegang saham 
dari entitas.  

Berdasarkan 
IFRS,  entitas  berelasi  dengan  pemerintah  adalah  entitas  yang  dikendalikan, 
dikendalikan bersama, atau dipengaruhi oleh suatu pemerintahan. Pemerintah dalam hal ini mengacu 
pada pemerintah, instansi pemerintah dan lembaga sejenis baik lokal, nasional, maupun internasional. 

c.  Pengakuan pendapatan dan beban 

Berdasarkan  PSAK,  untuk  penjualan  barang,  pendapatan  diakui  jika  entitas  sudah  mentransfer 
seluruh  risiko  atas  barang  kepada  pembeli  atas  penjualan  barang  dan  entitas  tidak  lagi  memiliki 
pengendalian efektif atas barang tersebut. Sedangkan untuk penjualan jasa, pendapatan diakui jika 
jumlah pendapatan dapat diukur secara andal dan tingkat penyelesaian dari suatu transaksi pada akhir 
periode pelaporan dapat diukur secara andal. Beban diakui pada saat terjadinya. 

Berdasarkan  IFRS,  pendapatan  diakui  ketika  pengendalian  atas  suatu  produk  atau  jasa  ditransfer 
kepada  pelanggan  dan  diukur  berdasarkan  nilai  yang  diharapkan  diterima  dalam  suatu  kontrak 
dengan pelanggan. Lebih lanjut, ketika salah satu pihak dalam kontrak telah melaksanakan, entitas 
menyajikan kontrak dalam laporan posisi keuangan sebagai aset kontrak atau liabilitas, bergantung 
pada  hubungan  antara  kinerja  dan  pembayaran  pelanggan.  Entitas  menyajikan  hak  tanpa  syarat 
terhadap imbalan secara terpisah sebagai piutang.  

Selain  itu,  IFRS  mensyaratkan  biaya  yang  timbul  atas  perolehan  kontrak  dan  biaya  pemenuhan 
kontrak sebagai aset sepanjang memenuhi persyaratan tertentu. 

d.  Instrumen keuangan 

Berdasarkan  PSAK,  pengklasifikasian  aset  keuangan  diklasifikasikan  berdasarkan 
intensi 
manajemen. Pengakuan cadangan kerugian atas aset keuangan menggunakan metode incurred loss 
dimana cadangan kerugian penurunan nilai dibentuk ketika kualitas aset keuangan telah menurun. 

Berdasarkan IFRS, pengklasifikasian aset keuangan diklasifikasikan berdasarkan model bisnis entitas 
dan karakteristik arus kas kontraktual dari aset keuangan. Pengakuan cadangan kerugian atas aset 
keuangan  menggunakan  metode  expected  credit  loss  dimana  cadangan  kerugian  penurunan  nilai 
dibentuk sepanjang aset keuangan tersebut dimiliki oleh Perusahaan dan dimulai sejak aset keuangan 
tersebut diperoleh.  

134 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

39.  RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA PSAK DAN INTERNATIONAL FINANCIAL 

REPORTING STANDARDS (“IFRS”) (lanjutan) 

e.  Sewa 

PSAK mensyaratkan penyewa dan pihak yang menyewakan untuk mengklasifikasikan sewa sebagai 
sewa pembiayaan atau sewa operasi dan mencatat kedua jenis sewa tersebut secara berbeda.  

Berdasarkan IFRS sewa dikategorikan sebagai sewa operasi apabila memenuhi dua syarat yaitu sewa 
jangka  pendek  dan  sewa  yang  aset  pendasarnya  bernilai  rendah.  Penerapan  IFRS  16  akan 
menyebabkan  peningkatan  aset  sewaan  dan  liabilitas  keuangan  pada  laporan  posisi  keuangan 
penyewa, sementara Laba sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi dan Amortisasi (EBITDA) dari penyewa 
juga  akan  meningkat.  Sementara  pihak  yang  menyewakan  akan  terus  mengklasifikasikan  sewa 
sebagai  sewa  pembiayaan  atau  sewa  operasi  dan  memperhitungkan  kedua  jenis  sewa  tersebut 
secara berbeda. 

f.  Selisih transaksi restrukturisasi entitas sepengendali 

Menurut  PSAK,  selisih  transaksi  restrukturisasi  entitas  sepengendali  masuk  ke  dalam  kelompok 
tambahan modal disetor di ekuitas. Sementara menurut IFRS, selisih transaksi restrukturisasi entitas 
sepengendali masuk ke dalam kelompok laba ditahan. 

135 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
LEMBAR UMPAN BALIK LAPORAN TAHUNAN 2019
PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK

Terima  kasih  atas  kesediaan  Anda  untuk  membaca  Laporan  Tahunan  2019  ini.  Sebagai  bagian  dari  upaya  untuk 

menyempurnakan isi pelaporan tahun berikutnya. kami mengharapkan kiranya Anda berkenan memberikan masukan 

dengan menjawab beberapa pertanyaan di bawah ini.

PERTANYAAN

1.  Menurut Anda, Laporan Tahunan ini telah memberikan informasi bermanfaat mengenai berbagai aktivitas yang telah dilaksanakan 

oleh PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. 

SS

S

RR

TS

STS

2.  Menurut Anda, materi dalam pelaporan ini termasuk data dan informasi yang disajikan mudah dimengerti dan dipahami.   

SS

S

RR

TS

STS

3.  Menurut Anda, materi dalam pelaporan ini termasuk data dan informasi yang disajikan sudah cukup lengkap, mencakup  semua isu 

keberlanjutan. 

SS

S

RR

TS

STS

4.  Menurut  Anda,  materi  dalam  pelaporan  ini  termasuk  data  dan  informasi  yang  disajikan  dapat  diandalkan  untuk  pengambilan 

keputusan. 

Keterangan:

SS

S

RR

TS

STS

SS: Sangat Setuju S: Setuju RR: Rata-rata TS: Tidak Setuju STS: Sangat Tidak Setuju

5.  Menurut Anda, informasi apa saja yang telah disampaikan dalam pelaporan ini dan dirasakan bermanfaat? 

a. 

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

  b. 

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

c. 

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

6.  Menurut Anda, informasi apa saja yang telah disampaikan dalam pelaporan ini dan dirasakan kurang berguna? 

a. 

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

  b. 

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

c. 

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

7.  Menurut Anda, bagaimana dengan tampilan pelaporan ini baik dari isi desain dan tata letak serta foto-foto yang disertakan? 

a. 

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

  b. 

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

c. 

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

8.  Menurut Anda, informasi apa saja yang dirasakan kurang dan harus dilengkapi dalam Laporan Tahunan mendatang? 

a. 

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

  b. 

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

c. 

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Profil Anda 

Nama Lengkap 

: . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .  

Umur dan Jenis Kelamin 

: . . . . . . . . . . .Thn L / P (coret yang tidak perlu) 

Lembaga/Perusahaan 

: . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .  

Jenis Lembaga/Perusahaan 

:  

Pemerintah 

Industri 

LSM 

Masyarakat 

Media

Lain-lain

Pengembalian formulir dan hal-hal lain terkait Laporan Tahunan 2019 dapat disampaikan kepada:

Investor Relations 

The Telkom Hub, Telkom Landmark Tower Lantai 39

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 52, Jakarta 12710

Tel  

Fax  

: (6221) 521 5109

: (6221) 522 0500

email  

: investor@telkom.co.id

Website 

: www.telkom.co.id

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
TIM PRODUKSI LAPORAN TAHUNAN

Melakukan pekerjaan yang baik, tidak selalu tentang inovasi yang 
mengesankan. Kadang-kadang hanya tentang melakukan sesuatu 
dengan dedikasi sederhana.

Terima kasih untuk kontribusi terbaiknya!

NARASUMBER

Adrian Sulistiono

Gandung

Ratri Taluningtias

Filda Trya Winanda

Adriani

Agung Kertioso

Agung Nugroho

Githa Kharismawati

Hany Ghina Laudza

Haris Widjanarko

Ressa Luthfi Rusminar

Riffa Rufaida

Rizky Vindi N

Joko Susilo

Rizki Utami

Rizky Fauzi

Agung Prasetyo Budi

Hazim Ahmadi

Rohmat Nugroho

Adinda Syifaurrohmah

Agus Purwanto

Agus Wachid

Agus Windarto

Hendra Gunawan

Hendra Kurniawan

Romles Simanjuntak

Natazha

Ronny Rahmat Hidayat

Hendra Marta Mulyana

Saiful Arifin

DESIGNER

Agustinus Budi Wibowo

Hendri Purnaratman

Sang Kompiang Muliartawan

PT Desain Nindya Amarta (DNA Komunika)

Ahmad Zamri

Ahmed Yasser

Ambar Permana

Anang Supriadi

Hepta Yuniarita

Heru Kurniawan

Hery Saepul Azis

Hery Susanto

Santi Indrawati

Setio Nuranto

Shera Aulia

Sinai Handayani

Ananto Dwi Nugroho

I Wayan Sukerata

Sindu Yuwana, IR. MM

Andri Herawan Sasoko

Anggia Permata

Ida Widayani

Imam Rijanto

Sonny Komara

Sri Safitri

Anggoro Kurnianto Widiawan

Indrama Yusuf Muda Purba

Steffi Susyati Fransiska Hutasoit

Annisa Arnizanthya

Irphan Wijaya

Antonius Dwi Ananto

Ismanto

Sudaryadi

Suhartono

www.dnakomunika.com

COPYWRITER

Matahati Insphira

PRINTING

PT Metra Digital Media

(MD MEDIA)

PHOTOGRAPHY

Mike Marcus

Jarot Widyatmoko

Sukma Nandini

Asep Taryaman

Kurnia Rimadani

Bagas Satyaparahatma

Lola Bastarawanto

Taufik Hendra Lukmana

Bagaskoro Rizky Pradana

M. Rivai Tadjudin

Bima Aryo Putro

Malikoeswari S

Junainah

Junike Laura

Kenny Nazar

Mario Holasan Lubis

Maya Putri Arini

Meilia Candrawati

Sumarno

Suroso Yulianto

Surya Mardi Dominic

Susilo Budi Utomo

Teuku M Marsya

Utami Saritidar

Uum Suryaman

Valian Kusumawardhana

Wahyu Winarto, MM

Ardi Desento

Arieyanto

Arif Rudiana

Aryandi

Bonny S

Buddy Restiady

Budi Cahyadinata

Budi Wahyudi

Burhanuddin

Chairudin Mirza

Melani Muchlis Moechtar

Wibowo Sigit Sudjendro

Mochamad Yazid Saktiono

Widhiowati

Moh Ahmad

Widuri Meintari Kusumawati

TALENT

KOMUNITAS FOTOGRAFI 
TELKOMGROUP (KFT)
Ery Punta H

Taufik Zamzami

Suleksono

Andri MR

Arya Pradana Nugrahandito

Elnofian

Gde Ivan Syahputra

Gama Bismatama Prasetyo

Kenneth Li

Pritjohan Agung Winawang

Ryan Arifianto Nugroho

Sofyan 

Chintia Febrianti Soepardi

Mohammad Satria Utama

Willy Arief Yudhistira

Cholis Safrudin

Dendi Feriandi

Desi Ariani

Dessy Sandra

Devindra Kamal

Didi Haryadi

Didit Dwiantoro

Dinoor Susatyo

Muhamad Patria Narotama Widjaja

Winda Susliani

Muhamad Wahyudi

Wintoko M Pribadi

Muhammad Arief Setiawan

Yanti Lestari

Muhammad Ramli

Yantito Simanjuntak

Nadifa Amalia Gunadi Putri

Yota Yoedi Goestinnenda

Nova Yuanita

Novangga

Yuddy Aryadi

Yudha Bestari

Novy Kartikayanti

Yusfi Ardiansyah

Dwi Fitri Parmania

Nur Firman Yudhi Wirawan

Elysabeth Damayanti

Nurcholis Feri Ahmadi

TIM PENYUSUN

Endang Trisia

Era Azura

Fadjrul Falah

Fahmi Khaudzi

Fauzan Feizal

Fenni Linting

Pradipta Wismaya Alby

Andi Setiawan

Prayudi Nugroho

Pujo Pramono

Dewi

Erni Ambarsari

Putri Irmawati Yuniasari

Heti Triaswati

Putriana Rahmatika

Hendra Priatna

Raden Achmad Faisal

Mohammad Izzatullah

Ferry Studiyono Purba

Raden Bayu Hartoko 

Anisa Ayu Artati

Fikri Akhmadi

Raden Dekki Krismasasono

Kartika Ayu Ningrum

Fitriansyah Nasution

Fridh Zurriady Ridwan

Raden Riharso

Ratri Natarini

Thalia Isavani

Candri Yuniar Roisy

Ahmad Fitriadi

Annisa Arnizanthya

Arnesius Victor Leleuly

Enishaputri Endriastari

Evan Christopher

Ikenny Rachmawati

Muhammad Fadhil

Narda Virelia

Ni Putu Desy Cristiana Y

Rakhmawati Fitri Putranti

Riama Gupfietta S

Rizkya LN

Syanita Febrianti

PHOTO LOCATION

Vertical Garden, Telkom Landmark Tower

Lapangan Banteng

GraPari TelkomGroup Graha Merah Putih

Telkom Digital Experience (TDX)

Stasiun Sudirman

Halte Gelora Bung Karno

2019
Laporan
Tahunan

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Investor Relations
Telkom Landmark Tower Lantai 39
The Telkom Hub
Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 52
Jakarta 12710, Indonesia
T +62 21 521 5109
F +62 21 522 0500
e-mail: investor@telkom.co.id
www.telkom.co.id