2019
2019
Laporan
Laporan
Tahunan
Tahunan
I
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianII
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019Committed to Sustainable Growth and Better Profitability in
Capturing Digital Opportunities
2019
2019
Laporan
Laporan
Tahunan
Tahunan
Saat ini, berbagai aspek kehidupan bertransformasi tanpa henti menuju
digitalisasi. Sejalan dengan itu, berbagai tantangan dan risiko di era disrupsi
digital semakin besar. Situasi tersebut memberikan tekanan kepada industri
telekomunikasi untuk berinovasi dalam mengadopsi teknologi informasi dan
digital. TelkomGroup memahami kondisi yang ada, namun di sisi lain, melihat
peluang digitalisasi baik dalam jangka pendek, menengah maupun panjang.
Untuk merespon dinamika industri di era digital, Telkom dan anak perusahaan
dalam beberapa tahun terakhir kemudian mengantisipasi tantangan dan risiko
bisnis secara strategis. Beragam inisiatif dan inovasi dilakukan TelkomGroup
dalam kerangka transformasi yang strategik menuju perusahaan telekomunikasi
digital secara menyeluruh, baik dalam hal produk, jasa, proses bisnis,
pengembangan usaha, dan sumber daya manusia. Pada tahun 2019, seluruh
upaya tersebut membuahkan hasil yang baik dengan profitabilitas yang cukup
menggembirakan di tengah berbagai tekanan dunia usaha di tingkat nasional
maupun global.
Memasuki tahun-tahun yang akan datang, TelkomGroup akan terus mewujudkan
komitmennya untuk tumbuh secara berkelanjutan, dan meraih profitabilitas
yang tetap baik di tengah berbagai tantangan dan peluang digital yang ada.
DISCLAIMER
Laporan ini berisi data dan informasi yang bersifat material bagi para pemangku kepentingan, seperti investor, pelanggan
dan pemerintah. Secara umum, isi Laporan ini berasal dari analisis internal serta sumber dokumen dan narasumber yang
dapat dipercaya.
Istilah “Telkom” yang digunakan dalam laporan ini menekankan pada entitas induk, sedangkan penyebutan “Telkom
dan anak perusahaan” atau “TelkomGroup” mengacu pada keseluruhan perusahaan induk dan anak serta entitas afiliasi
secara bersama-sama. Meski demikian, penggunaan istilah “Telkom” tidak menghilangkan entitas anak dan afiliasi dalam
lingkup isi dan pembahasan Laporan.
Selain menerbitkan laporan ini, Telkom sebagai perusahaan yang terdaftar di New York Stock Exchange (NYSE) juga
wajib menyampaikan SEC Form 20-F sebagai bentuk laporan tahunan kepada Securities and Exchange Commission
(SEC). Oleh sebab itu, sebagian informasi dalam laporan ini dapat ditemukan juga dalam SEC Form 20-F. Meski Laporan
Tahunan 2019 ini dengan SEC Form 20-F bukanlah satu kesatuan laporan yang sama.
Beberapa bagian dari Laporan ini memuat data dan informasi tentang pandangan Telkom ke depan, yang bersifat
forward-looking statement, seperti target, harapan, perkiraan, estimasi, prospek, atau proyeksi atas kinerja operasional
dan kondisi usaha Telkom di masa mendatang. Sebelum dimuat di dalam Laporan, Telkom telah mempertimbangkan
data dan informasi tersebut dengan matang.
Telkom memahami bahwa resiko dan ketidakpastian yang disebabkan oleh berbagai macam faktor, seperti perubahan
situasi ekonomi, sosial dan politik di Indonesia, dapat mempengaruhi kinerja operasional dan kondisi usaha yang akan
datang. Oleh sebab itu, Telkom mengingatkan pembaca bahwa Telkom tidak dapat menjamin data dan informasi mengenai
pandangan ke depan yang dinyatakan dalam Laporan ini adalah benar dan akurat, dan dapat terpenuhi seluruhnya.
Telkom menyediakan Laporan ini dalam bentuk softcopy yang dapat diunduh pada http://www.telkom.co.id
Para pemangku kepentingan Telkom dapat menyampaikan pertanyaan dan saran atas Laporan ini melalui:
UnIT InveSTor reLATIon
Andi Setiawan
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Telkom Landmark Tower, Lantai 39, The Telkom Hub
Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 52, Jakarta 12710, Indonesia
Tel. +62-21-5215 109
Fax. +62-21-5220 500
E-mail
Facebook
Instagram
Twitter
: investor@telkom.co.id
: TelkomIndonesia
: telkomindonesia
: @telkomindonesia
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Laporan Tahunan 2019
1
Daftar Isi
1
1
2
5
6
8
TeMA
DISCLAIMER
DAFTAr ISI
HIGHLIGHT TeLKoM
Kaleidoskop 2019
43
TenTAnG TeLKoM
44
Visi, Misi, dan Strategi
46
Riwayat Singkat Telkom
48
Kegiatan Usaha
50
Penghargaan dan Sertifikasi
56
Struktur Organisasi Telkom
Profil Telkom dan Entitas Anak
58
Profil Dewan Komisaris
10
Infrastruktur dan Layanan
68
Profil Direksi
12
13
14
18
21
23
25
Produk dan Pelanggan
Tanggung Jawab Sosial
Ikhtisar Data Keuangan Penting
Informasi Saham
Informasi Obligasi, Sukuk atau Obligasi Konversi
dan Medium Term Notes (MTN)
LAPorAn DeWAn KoMISArIS DAn DIreKSI
Laporan Dewan Komisaris
31
Laporan Direksi
40
Surat Pernyataan Tanggung Jawab atas Laporan
Tahunan 2019
untuk informasi lebih lanjut,
silakan kunjungi
www.telkom.co.id
78
83
86
Karyawan Telkom
Komposisi Pemegang Saham
Entitas Anak, Perusahaan Asosiasi, dan Perusahaan
Ventura Bersama
91
Kronologi Pencatatan Saham
93
Kronologi Pencatatan Efek Lainnya
95
Nama dan Alamat Lembaga dan/atau Profesi
Penunjang Pasar Modal
99
AnALISA DAn PeMBAHASAn MAnAJeMen
100 Tinjauan Lingkungan Bisnis 2019
103
Tinjauan Operasi per Segmen Usaha
119 Aspek Pemasaran
127
Kinerja Keuangan Komprehensif
144 Kemampuan Membayar Utang
145
Struktur Modal dan Kebijakan Manajemen atas
Struktur Modal
146 Realisasi Barang Modal
147
Ikatan Material untuk Investasi Barang Modal
150 Tingkat Kolektibilitas Piutang
151
Informasi dan Fakta Material Setelah Tanggal
Laporan Akuntan
152
Prospek Usaha dan Keberlangsungan Perusahaan
157
Perbandingan Target pada Awal Tahun dengan
Realisasi
157
Target atau Proyeksi untuk Satu Tahun Mendatang
158 Dividen
159 Realisasi Penggunaan Dana Penawaran Umum
160
161
Informasi Transaksi Material yang Mengandung
Benturan Kepentingan, Transaksi dengan Pihak
Afiliasi, Investasi, Divestasi dan Akuisisi
Perubahan Ketentuan Peraturan Perundang-
undangan
161
Perubahan Kebijakan Akuntansi
2
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Laporan Tahunan 2019
163
TATA KeLoLA PerUSAHAAn
249 TAnGGUnG JAWAB SoSIAL PerUSAHAAn
164
Prinsip dan Landasan Tata Kelola
169
Struktur Tata Kelola Perusahaan
170 Penilaian Tata Kelola Perusahaan
171
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
182 Dewan Komisaris
196 Komite Audit
201 Komite Nominasi dan Remunerasi
205
Komite Evaluasi dan Monitoring Perencanaan dan
Risiko
209 Direksi
221
Sekretaris Perusahaan
224 Unit Audit Internal
250
Bisnis Berintegritas dan Menghargai Hak Asasi
Manusia
255
Tanggung Jawab Barang atau Jasa
258
Praktik Ketenagakerjaan, Kesehatan, dan
Keselamatan Kerja
262 Pengembangan Sosial Kemasyarakatan
265 Kepedulian terhadap Lingkungan Hidup
269
270
ProGrAM KeMITrAAn DAn BInA LInGKUnGAn
(PKBL)
Laporan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan
(PKBL)
277
LAMPIrAn
228
Sistem Pengendalian Internal
278
Lampiran 1 : Daftar Istilah
230 Sistem Manajemen Risiko
283
Lampiran 2 : Daftar Singkatan
237
240
Sistem Pelaporan Pelanggaran (Whistleblowing
System)
286
Lampiran 3 : Referensi Silang Surat Edaran OJK
No. 30/SEOJK.04/2016
Kebijakan Pelaporan Kepemilikan Saham Direksi
dan Dewan Komisaris
240 Program Kepemilikan Saham Karyawan Telkom
241
Perkara Penting yang Dihadapi
241
Informasi tentang Sanksi Administratif
242
Akses Informasi dan Data Perusahaan kepada
Publik
243 Kode Etik Perusahaan
245 Budaya Perusahaan
301
LAPorAn KeUAnGAn KonSoLIDASIAn
302
Laporan Keuangan Konsolidasian Auditan 2019 dan
Laporan Keuangan PKBL Auditan 2019
TIPS MeMBACA ISI LAPorAn
Pembaca yang ingin memahami Telkom secara singkat dapat membaca Laporan ini dari awal hingga bagian “Laporan
Dewan Komisaris dan Direksi”. Pembaca lain yang ingin mengetahui Telkom secara rinci dapat melanjutkan membaca
Laporan ini hingga akhir Laporan.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Laporan Tahunan 2019
3
4
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Laporan Tahunan 2019
01
HIGHLIGHT
TELKOM
6
8
10
12
13
14
18
21
Kaleidoskop 2019
Profil Telkom dan Entitas Anak
Infrastruktur dan Layanan
Produk dan Pelanggan
Tanggung Jawab Sosial
Ikhtisar Data Keuangan Penting
Informasi Saham
Informasi Obligasi, Sukuk atau Obligasi Konversi dan
Medium Term Notes (MTN)
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Laporan Tahunan 2019
5
01
Januari
Peresmian neuCentrIX
Manado ID-10 yang
tergabung dalam cloud data
center ke-14 yang dibangun
dan dioperasikan oleh
TelkomGroup untuk melayani
pelanggan di seluruh
Indonesia.
Februari
Sebagai bentuk apresiasi
kepada pelanggan setianya,
IndiHome mempersembahkan
pengundian grand prize
IndiHome Family vaganza
yang berhadiah rumah, mobil
dan tiket perjalanan ke Eropa.
KALEIDOSKOP
2019
Maret
• IndiHome terus
berkiprah turut serta
membangun masyarakat
digital Indonesia
dengan meluncurkan
The Next Indihome:
Digital Movement
#WujudkanDarirumah.
• Telin mengadakan
Bali Annual Telkom
International Conference
(BATIC) 2019 dengan
tema Navigating the
Borderless Digital World
yang menghadirkan lebih
dari 500 partisipan dari 170
perusahaan global.
Mei
Menyambut Idul Fitri 1440 H TelkomGroup kembali
menggelar mudik bersama dengan memberangkatkan
tidak kurang dari 8.250 pemudik yang dilaksanakan di
berbagai daerah. Program ini merupakan bagian dari
kegiatan BUMn Mudik Bareng 2019.
6
April
Pergelaran Telkom
Digisummit 2019 yang
menyajikan produk-produk
digital Telkom yang
fokus pada inovasi untuk
membangun ekosistem
digital seperti digital
edutainment, game, konten
video, dan musik.
Juni
• Pencatatan Saham Perdana
Whispir, startup yang
diinvestasikan anak usaha
Telkom MDI Ventures di
Australia Stock Exchange.
Whispir bergerak dalam
bisnis pengembangan
platform teknologi automasi
dan cloud.
• Grand Launching LinkAja
yang dihadiri Bapak Wakil
Presiden, Menteri BUMN
dan Menteri Perhubungan.
LinkAja merupakan produk
kerjasama antara Telkom
dan HIMBARA untuk
mendorong peningkatan
inklusi keuangan Gerakan
Nasional Non Tunai.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianJuli
Dalam rangka Hari Ulang Tahun Telkom Indonesia ke
54, CEO TelkomGroup bersama jajaran Direksi lainnya
melakukan kunjungan ke berbagai daerah untuk
melaksanakan program Corporate Social Responsibility
yang dikemas dalam tema “AnniverSafari”.
Agustus
Telkom berpartisipasi dalam Program
BUMn Hadir Untuk negeri 2019
dengan melaksanakan program
elektrifikasi di Provinsi Kalimantan
Utara dan program Siswa Mengenal
Nusantara di Telkom Digital
Experience (TDX).
September
oktober
Dalam rangka memperingati Hari
Pelanggan nasional 2019, CEO
TelkomGroup menyambut pelanggan
yang berkunjung ke Plasa Telkom
guna mendengar secara langsung
kebutuhan dan memberikan solusi
bagi permasalahan pelanggan terkait
produk dan layanan Telkom.
Telkom memperkuat bisnis
penyediaan menara melalui Mitratel,
dengan mengakuisisi 2.100 menara
telekomunikasi milik Indosat Ooredoo
guna meningkatkan kesiapan
penyediaan teknologi 5G di Indonesia.
november
• Peresmian Proyek SKKL SLM (Sabang Lhokseumawe Medan) yang membentang
sepanjang 625 km guna memperkuat layanan komunikasi di area barat Indonesia.
• CEO TelkomGroup meresmikan Shared Service Operation Center di Lantai 10
Gedung Grha Merah Putih, The Telkom Hub.
Desember
• IndiHome meluncurkan layanan
internet berkekuatan 1 Gbps guna
memenuhi kebutuhan pelanggan atas
akses internet berkecepatan tinggi.
• Telkom menggelar IndiHome eSports
League Games yang menjadi liga
eSports terbesar dan terluas di
Indonesia, diikuti oleh lebih dari
3.000 peserta yang tersebar di
seluruh Indonesia.
7
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPROFIL TELKOM DAN
ENTITAS ANAK
ProFIL TeLKoM
nama Perusahaan
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Status Perusahaan
Perusahaan Terbuka, Badan Usaha Milik Negara
nama Komersial
Telkom
Bidang Usaha, Jenis Barang dan Jasa
Penyelenggaraan jaringan dan jasa
telekomunikasi, informatika, serta optimalisasi
pemanfaatan sumber daya yang dimiliki
Perseroan.
Kepemilikan
52,09% Pemerintah Republik Indonesia
47,91% Publik
Legalitas
NPWP 01.000.013.1-093.000
TDP 101116407740
SIUP 0029/IUP-UB/X/2017/DPMPTSP
NIB 9120304490415
Media Sosial
Facebook
Instagram
Twitter
: TelkomIndonesia
: telkomindonesia
: @telkomindonesia
Tanggal Pendirian Perusahaan
19 November 1991
Alamat dan Kontak Kantor Pusat
Graha Merah Putih
Jl. Japati No. 1, Bandung
Jawa Barat, Indonesia - 40133
Telepon : +62-22-4521404
Faksimili : +62-22-7206757
Website : www.telkom.co.id
E-mail
: corporate_comm@telkom.co.id
investor@telkom.co.id
Landasan Hukum Pendirian
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No.25 tahun 1991, status Perusahaan diubah menjadi Perseroan
Terbatas milik Negara (“Persero”) berdasarkan Akta Notaris Imas Fatimah, S.H., No.128, tanggal
24 September 1991 yang disetujui oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat
Keputusan No.C2 6870.HT.01.01.Tahun 1991 tanggal 19 November 1991 dan diumumkan dalam Berita
Negara Republik Indonesia No.5 tanggal 17 Januari 1992, Tambahan No.210.
Pencatatan Saham
Persero mencatatkan sahamnya di Bursa
Efek Indonesia (BEI) dan New York Stock
Exchange (NYSE) pada 14 November 1995
Kode Saham
Bursa Efek Indonesia: TLKM
New York Stock Exchange: TLK
Modal Dasar
1 saham Seri A Dwiwarna
399.999.999.999 saham Seri B
Modal Ditempatkan dan
Disetor Penuh
1 saham Seri A Dwiwarna
99.062.216.599 saham Seri B
Jenis Saham
Saham Seri A Dwiwarna dan saham Seri B
rating
Internasional : Baa1 (stable) dari Moody’s
BBB (stable) dari Fitch Ratings
Domestik : idAAA dari Pefindo
8
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
ProFIL enTITAS AnAK
Telkom adalah perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia dengan:
Entitas anak dengan kepemilikan langsung, tidak aktif beroperasi
10 Entitas anak dengan kepemilikan langsung, aktif beroperasi
1
24 Entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung
11 Entitas afiliasi
PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) adalah operator seluler dengan
jaringan terluas yang dapat menjangkau lebih dari 90% populasi Indonesia,
dengan bisnis inti jasa telekomunikasi seluler dan penyelenggaraan jaringan
www.telkomsel.com
telekomunikasi seluler.
PT Multimedia Nusantara (Telkom Metra) adalah perusahaan investasi dan
sub holding, melakukan ekspansi ke berbagai layanan dasar layanan digital
dan industri ICT melalui akuisisi, partnership, dan membangun ekosistem
www.metra.co.id
bisnis yang kuat.
PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) adalah perusahaan dengan
portofolio bisnis satelit yang memberikan layanan digital berbasis satelit
dari hulu sampai hilir dengan fokus pada kebutuhan pelanggan (customer-
www.telkomsat.co.id
oriented).
PT PINS Indonesia (PINS) aktif dalam bisnis integrasi perangkat, jaringan,
sistem, proses dan Internet of Things (IoT). Bisnis intinya adalah penyedia
berbagai peralatan sarana teknologi, informasi dan komunikasi serta sarana
pins.co.id
IoT.
PT Telkom Akses (Telkom Akses) bergerak dalam jasa penggelaran dan
pengelolaan infrastruktur jaringan akses fixed-broadband, dengan bisnis
inti jasa konstruksi penggelaran jaringan akses fixed broadband, managed
www.telkomakses.co.id
service & operation maintenance jaringan akses fixed broadband.
PT Telekomunikasi
Indonesia
International (Telin) adalah operator
telekomunikasi global yang menyediakan solusi layanan telekomunikasi &
IT di luar negeri. Saat ini Telin memiliki 7 anak perusahaan semuanya di luar
www.telin.net
negeri.
PT Dayamitra Telekomunikasi
(Mitratel) adalah penyedia
layanan
infrastruktur menara telekomunikasi (tower provider) yang berskala
nasional, dengan bisnis inti meliputi tower construction dan tower managed
www.mitratel.co.id
services (collocation & reseller).
PT Infrastruktur Telekomunikasi Indonesia (Telkom Infra) adalah penyedia
jasa pengelolaan
infrastruktur telekomunikasi (service and solution)
domestik dan internasional. Bisnis inti dari Telkom Infra adalah jasa
telkominfra.co.id
infrastruktur telekomunikasi dan submarine cable services.
PT Metranet (Metranet) adalah penyedia media dan konten digital
terintegrasi, dengan bisnis inti media online, digital content dan digital
www.metranet.co.id
billing.
PT Graha Sarana Duta (Telkom Property) adalah penyedia jasa properti
dengan mengedepankan leverage asset idle Telkom. Bisnis intinya adalah
property management, property development, project management dan
telkomproperty.co.id
facility management.
9
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianINFRASTRUKTUR DAN LAYANAN
Data Center
22 data center yang terdiri dari:
• 5 data center (luar negeri)
• 14 data center neuCentrIX (dalam negeri)
• 3 data center tier 3 dan 4 (dalam negeri)
id-Con
Digital Platform
Big Data & Analytics, API Factory & Internet of Things
Telkom mengemban misi
untuk mengembangkan dan
memelihara jaringan yang gesit
dan tangguh serta infrastruktur
TI untuk mendukung inovasi
layanan digitalnya.
Fiber Optic Backbone Network
164.769 km meliputi:
• 100.069 km serat optik domestik
• 64.700 km serat optik internasional
Point of Presence (PoP)
119 PoP meliputi:
• 56 PoP di jaringan domestik
• 63 PoP di jaringan internasional
id-Ring
Satelit
3 Satelit dengan total kapasita 133 TPE yang terdiri dari:
• Satelit Merah Putih (60 TPE)
• Telkom 3S (49 TPE)
• Telkom-2 (24 TPE)
Merah Putih
(1080BT)
Telkom-3S
(1180BT)
SHM
MOS
MAN
LON
LUX
AMS
PRS
MRS
MDR
FRA
SWI
MLN
PAL
WRS
KIV
VNA
SOF
IST
DUB
LSB
EIG
ALG
CAI
RYD
DUB
ND
DJI
IMEWE
BBG
SEA-ME-WE 5
SEA-ME-WE 4
BTM
DUM
JHB
10
SEO
SHI
TWN
TYO
C2C
APCN-2
SHA
HKG
MAC
RGN
BKK
HAN
SJC
DVO
BSW
SG
MDO
SMPCS
JKT
SBYDPS
IGG
DIL
SJ
TOR
CHG
NYX
SLO
LAX
ASH
FASTER
TNG-IA
AAG
HWI
JUS
UNITY
GUA
SEA-US
Point of Presence (POP)
Sambungan Langsung Internasional (SLI)
Serat Optik Bawah Laut (SEA-ME-WE 4)
Serat Optik Bawah Laut (SEA-ME-WE 5)
Serat Optik Bawah Laut APCN-2
Serat Optik Bawah Laut EIG
Serat Optik Bawah Laut SEA - US
Serat Optik Bawah Laut IGG
Serat Optik Bawah Laut SMPCS
Telekomunikasi Indonesia Internasional (TELIN)
SP
TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
id-Access
Mobile Network
212.235 BTS, di antaranya:
• 50.297 BTS 2G
• 82.104 BTS 3G
• 79.834 BTS 4G
33.892 tower di antaranya:
• 18.000 tower Telkomsel
• 15.892 tower Mitratel
Fiber Optic Access Network
• 500 Telkom Cloud
• 26,6 juta Homes Passed
• 10,9 juta Optical Port
Wi-Fi
386.420 Access Point:
• 140.169 Managed Access Point
• 246.251 Homespot
Telkom-2
(1570BT)
7
61
Kantor Telkom Regional
Wilayah Telekomunikasi
408
Outlet Plasa Telkom
9
Global offices di Singapura,
Hong Kong, Timor Leste,
Australia, Malaysia, Taiwan,
Amerika Serikat, Myanmar,
dan Selandia Baru.
5
GraPARI Internasional di
Hong Kong, Arab Saudi, dan
Taiwan.
422
GraPARI di Indonesia,
termasuk 9 GraPARI
TelkomGroup di Jakarta,
Tangerang, Bandung, dan
Medan dan yang dikelola
pihak ketiga
324
Unit Mobile GraPARI
1.078 Unit Sales Car IndiHome
SJ
TOR
CHG
NYX
SLO
LAX
ASH
FASTER
TNG-IA
JUS
UNITY
GUA
SEA-US
AAG
HWI
Point of Presence (POP)
Sambungan Langsung Internasional (SLI)
Serat Optik Bawah Laut (SEA-ME-WE 4)
Serat Optik Bawah Laut (SEA-ME-WE 5)
Serat Optik Bawah Laut APCN-2
Serat Optik Bawah Laut EIG
Serat Optik Bawah Laut SEA - US
Serat Optik Bawah Laut IGG
Serat Optik Bawah Laut SMPCS
Telekomunikasi Indonesia Internasional (TELIN)
SP
11
SHM
MOS
MAN
LON
LUX
AMS
DUB
LSB
PRS
MRS
MDR
WRS
KIV
FRA
SWI
VNA
SOF
MLN
PAL
IST
EIG
ALG
CAI
RYD
SEO
SHI
TWN
TYO
C2C
APCN-2
SHA
HKG
MAC
RGN
BKK
HAN
SJC
DVO
BSW
SG
MDO
SMPCS
JKT
SBYDPS
IGG
DIL
DUB
ND
DJI
IMEWE
BBG
SEA-ME-WE 5
SEA-ME-WE 4
BTM
DUM
JHB
TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
PRODUK DAN PELANGGAN
Untuk dapat menciptakan dan meningkatkan nilai bagi pelanggan, Telkom mengatur bisnis dengan berbasis pada
segmen pelanggan, atau Customer Facing Unit (CFU). Dengan demikian, Telkom mengategorikan portofolio produk
menjadi lima segmen: mobile, consumer, enterprise, wholesale international business, dan segmen “lainnya”.
ConSUMer
Menyediakan layanan fixed voice, fixed
broadband, IP-TV dan digital.
Pelanggan Telepon Tetap
9,4 juta
Pelanggan
Fixed
Broadband
9,0 juta
Pelanggan IndiHome
7,0 juta
Pelanggan Speedy
2,0 juta
MoBILe
Menyediakan layanan legacy
seluler termasuk voice dan
SMS, mobile broadband, dan
layanan mobile digital yang
mencakup IoT, big data,
layanan keuangan, VOD, musik,
permainan, dan iklan digital.
Pelanggan Seluler
171,1 juta
Pelanggan Pascabayar
6,4 juta
Pelanggan Prabayar
164,7 juta
Pelanggan Mobile Broadband
110,3 juta
Melon
33,9 juta
pengguna aktif
LAIn-LAIn
Menyediakan smart platform, konten
digital, e-commerce, dan manajemen
properti dalam upaya meningkatkan
aset properti Telkom di seluruh
Indonesia.
enTerPrISe
Menyediakan layanan ICT dan platform
yang mencakup konektivitas, layanan
TI, data center dan cloud, proses bisnis
outsourcing, perangkat, bisnis satelit,
layanan digital dan layanan yang
berdekatan (seperti layanan e-health
dan manajemen ATM).
Pelanggan
Korporasi
Pelanggan
UKM
1.917
300.416
Pelanggan
Institusi
Pemerintah
975
WHoLeSALe &
InTernATIonAL BUSIneSS
Menyediakan layanan wholesale telecommunication
carrier, bisnis internasional, bisnis tower/menara
telekomunikasi, dan layanan infrastruktur dan
manajemen jaringan.
Pelanggan Other Licensed
operator (oLo)
9
Pelanggan Transponder
& Closed User Group
25
Pelanggan Internet
Service Provider
167
Pelanggan Global
Partner
220
Keterangan:
Data yang disajikan pada halaman ini adalah data sampai dengan tanggal 31 Desember 2019.
12
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianTANGGUNG JAWAB SOSIAL
Customer Experience
Skor nPS
Telkom
Kenaikan Poin
Kontribusi Kepada Masyarakat
Uraian
2019
2018
2H 2019
1H 2019
2H 2018
1H 2018
43
2
41
2
39
0
39
-
2019
2018
2017
rp Miliar
Program Kemitraan dan Bina Lingkungan
368,70
385,86
385,58
Program Kemitraan
253,44
279,98
303,67
Program Bina Lingkungan
Corporate Social Responsibility
115,26
49,50
105,88
39,80
81,91
28,50
Total
418,20
425,66
414,08
Penggunaan Air dan energi
Uraian
Satuan
2019
2018
2017
Jaringan Tetap (STO)
Operasional Gedung
Jaringan Seluler (BTS)
Jumlah Pemakaian Listrik
Konsumsi Air
Jumlah Konsumsi Air
Jaringan Tetap (STO)
Kendaraan Operasional
Jaringan Seluler (BTS)
Jumlah Konsumsi BBM
kWh
kWh
kWh
kWh
m3
m3
Liter
Liter
Liter
Liter
310.351.518
327.744.883
338.902.852
73.244.675
71.226.285
69.556.971
1.776.077.129
2.159.673.322
1.679.150.702
1.549.658.684
2.078.121.870
1.958.118.507
1.881.747
1.779.662
2.034.740
1.881.747
1.779.662
2.034.740
1.583.986
N/A
N/A
1.463.650
4.799.513
± 10.000.000
± 12.000.000
2.545.689
± 15.000.000
± 13.047.636
± 16.799.513
± 17.545.689
*Penggunaan listrik mencakup STO, BTS dan operasional gedung
*Penggunaan BBM mencakup STO, BTS dan kendaraan operasional
*Penggunaan air Telkom untuk kebutuhan domestik
13
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianIKHTISAR DATA
KEUANGAN PENTING
Laporan Laba rugi Komprehensif
(dalam miliar Rupiah, kecuali untuk laba per lembar
saham dan laba per ADS disajikan dalam Rupiah)
Tahun yang berakhir 31 Desember
2019
2018
2017
2016
2015
Pendapatan
Beban*
EBITDA
Laba bruto
135.567
130.784
128.256
116.333
102.470
93.913
93.009
84.093
75.367
69.589
64.832
59.181
64.609
59.498
51.415
42.394
38.845
43.933
39.195
32.418
Laba tahun berjalan
27.592
26.979
32.701
29.172
23.317
Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk
18.663
18.032
22.145
19.352
15.489
Kepentingan non pengendali
8.929
8.947
10.556
9.820
7.828
Total laba komprehensif tahun berjalan
25.400
31.921
30.369
27.073
23.948
Laba komprehensif tahun berjalan yang dapat
diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk
16.624
22.844
19.952
17.331
16.130
Kepentingan non pengendali
8.776
9.077
10.417
9.742
7.818
Laba bersih per saham
188,40
182,03
223,55
196,19
157,77
Laba bersih per ADS (1 ADS : 100 saham biasa)
18.840
18.203
22.355
19.619
15.777
*Disajikan kembali, tanpa memperhitungkan beban lain-lain.
Laporan Posisi Keuangan (neraca) Konsolidasian
(dalam miliar Rupiah)
Tahun yang berakhir 31 Desember
2019
2018
2017
2016
2015
Aset
Liabilitas
221.208
206.196
198.484
179.611
166.173
103.958
88.893
86.354
74.067
72.745
Ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk
99.561
98.910
92.713
84.384
75.136
Modal kerja bersih (aset lancar- kewajiban lancar)
(16.647)
(2.993)
2.185
7.939
12.499
Investasi pada entitas asosiasi
1.944
2.472
2.148
1.847
1.807
Pengeluaran Modal
(dalam miliar Rupiah)
Tahun yang berakhir 31 Desember
2019
2018
2017
2016
2015
Total
36.585
33.620
33.156
29.199
26.401
14
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
rasio Keuangan dan operasi Konsolidasian
Tahun yang berakhir 31 Desember
2019
2018
2017
2016
2015
Rasio Laba terhadap Aset (ROA) (%)(1)
12,5
13,1
16,5
16,2
14,0
Rasio Laba terhadap Ekuitas (ROE) (%)(2)
23,5
23,0
29,2
27,6
25,0
Rasio Laba terhadap Pendapatan (Marjin Usaha) (%)(3)
Rasio Lancar (%)(4)
31,3
71,5
29,7
34,3
33,7
31,6
93,5
104,8
120,0
135,3
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas (%)(5)
88,7
75,8
77,0
70,2
77,9
Rasio Liabilitas terhadap Aset (%)(6)
47,0
43,1
43,5
41,2
43,8
Rasio Utang terhadap Ekuitas (x)(7)
0,44
0,38
0,32
0,30
0,37
Rasio Utang terhadap EBITDA (x)(8)
0.80
0,74
0,55
0,53
0,67
Rasio EBITDA terhadap Beban Bunga (x)(9)
15,3
16,9
23,3
21,2
20,7
Keterangan:
(1) ROA merupakan laba tahun berjalan dibagi jumlah aset pada 31 Desember akhir tahun.
(2) ROE merupakan laba tahun berjalan dibagi total ekuitas pada 31 Desember akhir tahun.
(3) Marjin usaha merupakan laba bruto dibagi total pendapatan.
(4) Rasio lancar merupakan aset lancar dibagi liabilitas jangka pendek pada 31 Desember akhir tahun.
(5) Rasio liabilitas terhadap ekuitas merupakan jumlah liabilitas dibagi total ekuitas pada 31 Desember akhir tahun.
(6) Rasio liabilitas terhadap jumlah aset merupakan jumlah liabilitas dibagi jumlah aset pada 31 Desember akhir tahun.
(7) Rasio utang terhadap ekuitas merupakan debt (termasuk utang sewa pembiayaan) dibagi total ekuitas.
(8) Rasio utang terhadap EBITDA merupakan debt (termasuk utang sewa pembiayaan) dibagi jumlah EBITDA.
(9) Rasio EBITDA terhadap beban bunga merupakan jumlah EBITDA dibagi biaya pendanaan.
15
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPendapatan
(Rp Miliar)
EBITDA
(Rp Miliar)
51.415
59.498
64.609
59.181
64.832
102.470
116.333
128.256
130.784
135.567
150.000
100.000
50.000
0
80.000
70.000
60.000
50.000
40.000
30.000
20.000
10.000
0
2015
2016
2017
2018
2019
2015
2016
2017
2018
2019
Laba Bersih
(Rp Miliar)
Laba Bersih per Saham
(Rp)
15.489
19.352
22.145
18.032
18.663
157,8
196,2
223,6
182,0
188,4
300,0
200,0
100,0
0
2015
2016
2017
2018
2019
2015
2016
2017
2018
2019
25.000
20.000
15.000
10.000
5.000
0
16
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianEBITDA Margin
Net Income Margin
60,0
50,0
40,0
50,2
51,1
50,4
47,8
45,3
17,3
16,6
13,8
13,8
20,0
15,1
15,0
10,0
2015
2016
2017
2018
2019
2015
2016
2017
2018
2019
Profitability Ratio
Leverage Ratio
ROA
ROE
29,2
27,6
25,0
30,0
25,0
20,0
16,2
16,5
15,0
14.0
10,0
23,0
23,5
13,1
12,5
0,8
0,7
0,6
0,5
0,4
0,3
0,2
Rasio Utang terhadap
EBITDA
Rasio Utang terhadap
Ekuitas (DER)
0,67
0,37
0,53
0,55
0,30
0,32
0,80
0,74
0,44
0,38
2015
2016
2017
2018
2019
2015
2016
2017
2018
2019
17
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianINFORMASI SAHAM
InForMASI SAHAM TeLKoM DI BeI
Berikut laporan harga saham tertinggi, terendah, penutupan, volume perdagangan, jumlah saham beredar serta
kapitalisasi pasar dari saham biasa yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk periode yang tertera:
Harga Saham
Tahun Kalender
Tertinggi Terendah Penutupan
(dalam rupiah)
volume
(lembar saham)
Jumlah Saham
Beredar
Tidak Termasuk
Treasury Stock
Kapitalisasi
Pasar
(rp miliar)
2015
2016
2017
3.170
2.485
3.105
18.742.850.400
98.198.216.600
312.984
4.570
3.045
3.980
23.017.915.300
99.062.216.600
401.184
4.840
3.780
4.440
21.225.443.500
99.062.216.600
447.552
Triwulan pertama
4.190
3.780
4.130
4.560.626.200
99.062.216.600
416.304
Triwulan kedua
4.670
4.010
4.520
4.954.694.500
99.062.216.600
455.616
Triwulan ketiga
4.840
4.500
4.680
4.320.051.800
99.062.216.600
471.744
Triwulan keempat
4.710
3.910
4.440
7.390.071.000
99.062.216.600
447.552
2018
4.460
3.250
3.750
24.436.003.500
99.062.216.600
371.483
Triwulan pertama
4.460
3.520
3.600
6.414.771.900
99.062.216.600
362.880
Triwulan kedua
3.890
3.250
3.750
6.052.816.300
99.062.216.600
378.000
Triwulan ketiga
Triwulan keempat
4.110
4.110
3.250
3.460
3.640
6.605.907.500
99.062.216.600
360.586
3.750
5.362.507.800
99.062.216.600
371.483
2019
4.500
3.480
3.970
20.656.298.500
99.062.216.600
393.277
Triwulan pertama
4.050
3.690
3.950
4.878.089.700
99.062.216.600
391.296
Triwulan kedua
4.200
3.480
Triwulan ketiga
4.500
4.050
Triwulan keempat
4.400
3.800
September
4.450
4.150
Oktober
November
Desember
4.400
4.060
4.200
3.800
4.140
4.310
3.970
4.310
4.110
3.930
5.154.944.000
99.062.216.600
410.118
5.234.147.400
99.062.216.600
426.958
5.389.117.400
99.062.216.600
393.277
1.662.481.700
99.062.216.600
426.958
1.623.971.000
99.062.216.600
407.146
2.161.815.600
99.062.216.600
389.315
4.110
3.900
3.970
1.603.330.800
99.062.216.600
393.277
Harga saham Telkom di hari perdagangan terakhir pada tanggal 30 Desember 2019 di BEI ditutup di level Rp3.970.
Dengan harga saham tersebut kapitalisasi pasar Telkom mencapai Rp393,3 triliun atau 5,41% dari total kapitalisasi Bursa
Efek Indonesia (BEI).
5.000
4.500
4.000
3.500
3.000
2.500
2.000
1.500
1.000
500
0
)
p
R
(
a
g
r
a
H
Triwulan 1
2018
Triwulan 2
2018
Triwulan 3
2018
Triwulan 4
2018
Triwulan 1
2019
Triwulan 2
2019
Triwulan 3
2019
Triwulan 4
2019
)
m
a
h
a
S
r
a
b
m
e
L
(
e
m
u
o
V
l
400.000.000
350.000.000
300.000.000
250.000.000
200.000.000
150.000.000
100.000.000
50.000.000
0
18
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
InForMASI AMerICAn DePoSITArY SHAreS (ADS) TeLKoM DI nYSe
Pada hari terakhir perdagangan di NYSE untuk tahun 2019, yaitu tanggal 31 Desember, harga penutupan untuk 1 ADS
Telkom adalah sebesar US$28,50. Berikut laporan harga tertinggi, terendah, penutupan serta volume perdagangan ADS
Telkom yang tercatat di New York Stock Exchange (NYSE) untuk periode yang tertera.
Tahun Kalender
Tertinggi
Terendah
Penutupan
volume
(ADS)
Harga Per ADS
(dalam US$)
2015
2016
2017
2018
2019
Triwulan pertama
Triwulan kedua
Triwulan ketiga
Triwulan keempat
Triwulan pertama
Triwulan kedua
Triwulan ketiga
Triwulan keempat
September
Oktober
November
Desember
23,54
34,65
36,19
32,51
32,51
28,31
28,41
28,00
31,48
28,55
29,49
31,48
30,70
30,85
30,70
30,01
29,08
17,05
21,22
28,10
21,75
25,96
23,66
21,75
23,11
24,27
25,75
24,27
28,24
27,18
29,54
28,58
27,18
27,46
22,20
29,16
32,22
26,21
26,42
26,01
24,48
26,21
28,50
27,46
29,24
30,11
28,50
30,11
28,88
27,67
28,50
87.438.232
110.532.172
76.122.383
98.313.215
23.643.043
33.909.842
22.674.248
18.086.082
58.515.643
17.397.564
16.129.872
13.689.830
11.298.377
4.015.363
4.065.384
3.467.009
3.765.984
Efektif mulai tanggal 26 Oktober 2016, Telkom melakukan perubahan rasio Depositary Receipt (DR) dari 1 Depositary
Shares (DS) mewakili 200 saham menjadi 1 DS mewakili 100 saham.
)
S
D
A
(
e
m
u
o
V
l
2.000.000
1.800.000
1.600.000
1.400.000
1.200.000
1.000.000
800.000
600.000
400.000
200.000
0
Triwulan 1
2018
Triwulan 2
2018
Triwulan 3
2018
Triwulan 4
2018
Triwulan 1
2019
Triwulan 2
2019
Triwulan 3
2019
Triwulan 4
2019
35,00
30,00
25,00
20,00
15,00
10,00
5,00
0
)
$
S
U
(
a
g
r
a
H
19
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
InForMASI AKSI KorPorASI TerKAIT SAHAM
Pada periode Laporan kali ini, Telkom tidak melakukan aksi korporasi, seperti pemecahan saham (stock split),
penggabungan saham (reverse stock), dividen saham, saham bonus, dan penurunan nilai nominal saham. Oleh sebab
itu, Laporan ini tidak memuat informasi mengenai tanggal pelaksanaan aksi korporasi, rasio stock split, penggabungan
saham, dividen saham, saham bonus, jumlah saham sebelum dan sesudah aksi korporasi, dan nilai saham sebelum dan
sesudah aksi korporasi.
20
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianINFORMASI OBLIGASI, SUKUK ATAU
OBLIGASI KONVERSI DAN MEDIUM TERM
NOTES (MTN)
nama obligasi
Jumlah
(rp juta)
Tanggal
Terbit
Tanggal
Jatuh
Tempo
Jangka
Waktu
(tahun)
Tingkat
Bunga
(%)
Penjamin
Wali
Amanat
Peringkat
(Pefindo)
1.995.000 25 Juni
6 Juli 2020
10
10,20 PT Bahana
2010
2.200.000
23 Juni
2015
23 Juni
2022
Sekuritas;
PT Danareksa
Sekuritas;
PT Mandiri
Sekuritas
7
9,93 PT Bahana
idAAA
PT Bank
Tabungan
Negara
(Persero)
Tbk
idAAA
PT Bank
Permata
Tbk
Sekuritas;
PT Danareksa
Sekuritas;
PT Mandiri
Sekuritas:
PT Trimegah
Sekuritas
Indonesia
Tbk
2.100.000 23 Juni
2015
23 Juni
2025
10
10,25
1.200.000 23 Juni
2015
23 Juni
2030
15
10,60
1.500.000 23 Juni
2015
23 Juni
2045
30
11,00
Obligasi II
Telkom Tahun
2010 seri B
Obligasi
Berkelanjutan
I Telkom Tahun
2015 seri A
Obligasi
Berkelanjutan
I Telkom Tahun
2015 seri B
Obligasi
Berkelanjutan
I Telkom Tahun
2015 seri C
Obligasi
Berkelanjutan
I Telkom Tahun
2015 seri D
nama MTn
Jumlah
(rp juta)
Tanggal
Terbit
Tanggal
Jatuh
Tempo
Jangka
Waktu
(tahun)
Tingkat
Bunga
(%)/Cicilan
Imbalan
Per Tahun
(rp juta)
Arranger
Pemantau
Peringkat
(Pefindo)
MTN I Telkom
Tahun 2018
seri B
200.000 4
September
2018
4
September
2020
2
8,00% PT Bahana
MTN I Telkom
Tahun 2018
seri C
MTN Syariah
Ijarah I Telkom
Tahun 2018
seri B
MTN Syariah
Ijarah I Telkom
Tahun 2018
seri C
296.000 4
September
2018
296.000 4
September
2018
182.000 4
September
2018
4
September
2021
4
September
2020
4
September
2021
3
2
3
8,35%
Rp24.000
Rp15.000
Sekuritas,
PT BNI
Sekuritas,
PT CGS-CIMB
Sekuritas
Indonesia,
PT Danareksa
Sekuritas dan
PT Mandiri
Sekuritas
idAAA
PT Bank
Tabungan
Negara
(Persero)
Tbk
idAAA Sy
21
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
22
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Laporan Tahunan 2019
02
LAPORAN DEWAN
KOMISARIS DAN
DIREKSI
25
31
40
Laporan Dewan Komisaris
Laporan Direksi
Surat Pernyataan Tanggung Jawab atas Laporan Tahunan 2019
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Laporan Tahunan 2019
23
02“
Kinerja yang
positif semakin
mengokohkan
posisi Telkom
sebagai pemimpin
pasar dalam
industri fixed
broadband maupun
selular di Indonesia.
”
Rhenald Kasali
Komisaris Utama
24
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Laporan Tahunan 2019
TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianLAPORAN DEWAN KOMISARIS
Kinerja operasional yang sangat baik ini menunjukkan kemampuan Direksi dalam memahami
industri dengan membuat dan melaksanakan program-program kerja yang tepat, sehingga
diharapkan dapat mewujudkan visi dan misi Perseroan untuk bertransformasi menuju digital
telco company yang dapat memberikan pengalaman digital terbaik bagi para pelanggan.
Para pemegang saham dan pemangku kepentingan yang
terhormat,
PENGAWASAN DAN PENILAIAN KINERJA
DIREKSI SEPANJANG TAHUN 2019
Pertama-tama kami panjatkan puji dan syukur kepada
Secara keseluruhan, kami menilai bahwa Direksi telah
Tuhan Yang Maha Esa, oleh karena TelkomGroup telah
berhasil melalui tahun 2019 dengan mencatat kinerja yang
cukup baik ditengah situasi yang menantang.
PANDANGAN UMUM TERHADAP MAKRO
EKONOMI DAN INDUSTRI
menjalankan tugas dan perannya dengan baik sepanjang
tahun 2019. Direksi telah menyusun rencana kerja dan
menjalankan strategi yang tepat untuk mencapai sasaran-
sasaran strategis Perseroan. Sebagai hasilnya, baik
pendapatan, EBITDA maupun laba bersih tumbuh positif
dari tahun sebelumnya.
Pada tahun 2019, Indonesia mencatat pertumbuhan
Dari sisi operasional, Perseroan juga mencatatkan kinerja
ekonomi yang cukup baik, yaitu sebesar 5,02%. Secara
yang sangat baik. Pelanggan fixed broadband IndiHome
umum, indikator makro utama terutama nilai tukar mata
dan pelanggan
layanan selular khususnya mobile
uang Rupiah terhadap USD dan tingkat suku bunga relatif
broadband terus tumbuh. Kinerja operasional yang positif
stabil sepanjang tahun 2019.
tersebut semakin mengokohkan posisi Telkom sebagai
pemimpin pasar dalam industri fixed broadband maupun
Bagi
industri
telekomunikasi khususnya di seluler,
selular di Indonesia.
perubahan dinamis
terus
terjadi
sejalan dengan
berubahnya cara berkomunikasi. Ini ditandai dengan
Perseroan
juga
terus mengembangkan kapabilitas
penurunan bisnis legacy yang terdiri dari voice dan SMS
infrastruktur. Jaringan backbone dan akses berbasis serat
digantikan oleh bisnis digital, baik data maupun layanannya
optik terus diperkuat, demikian pula BTS berteknologi
(digital services), yang tumbuh tinggi. Di sisi lain, kami
4G. Kinerja operasional yang sangat baik ini menunjukkan
juga melihat potensi pertumbuhan yang tinggi dalam
kemampuan Direksi dalam memahami industri dengan
industri fixed broadband. Permintaan terhadap layanan ini
membuat dan melaksanakan program-program kerja
dengan konten semakin meningkat terjadi seiring dengan
meningkatnya kebutuhan akan connectivity berkualitas
tinggi di rumah-rumah.
yang tepat, sehingga diharapkan dapat mewujudkan visi
dan misi Perseroan untuk bertransformasi menuju digital
telco company yang dapat memberikan pengalaman
digital terbaik bagi para pelanggan.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Laporan Tahunan 2019
25
TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianDari Kiri ke Kanan:
Margiyono Darsasumarja (Komisaris Independen), Rhenald Kasali (Komisaris Utama), Marsudi Wahyu Kisworo (Komisaris Independen).
26
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019Ismail (Komisaris), Cahyana Ahmadjayadi (Komisaris Independen), Marcelino Rumambo Pandin (Komisaris).
PANDANGAN ATAS PROSPEK USAHA
PENILAIAN ATAS KINERJA KOMITE DI
BAWAH DEWAN KOMISARIS
Kami memandang bahwa prospek usaha Perseroan ke
depan cukup baik. Jaringan infrastruktur Perseroan yang
Dewan Komisaris PT Telkom memiliki 3 (tiga) Komite yang
lengkap dan terintegrasi, seperti kabel serat optik, data
membantu dalam melaksanakan tugas pengawasannya,
center, jaringan BTS 3G/4G hingga satelit, menjadikan
yaitu Komite Audit, Komite Nominasi dan Remunerasi
Perseroan berada di posisi terdepan untuk menangkap
(KNR) serta Komite Evaluasi dan Monitoring Perencanaan
berbagai peluang agar dapat tumbuh secara berkelanjutan
dan Resiko (KEMPR). Dalam pandangan kami, ketiga
di masa mendatang. Peluang-peluang tersebut terutama
Komite tersebut telah melaksanakan perannya dengan
datang dari
layanan fixed broadband yang ruang
baik sesuai dengan yang diharapkan. Komite membuat
penetrasinya masih terbuka, layanan bisnis digital di
kajian-kajian dan memberikan rekomendasi kepada
mobile seiring tingginya pengguna smartphone, dan juga
Dewan Komisaris dan memberikan dukungan penuh
layanan enterprise solutions yang semakin dibutuhkan
sehingga mekanisme pengawasan terhadap Direksi dapat
kalangan korporasi maupun lembaga pemerintah.
berjalan dengan baik.
Strategi ke depan juga dapat terlihat pada kerangka
Komite Audit membantu kami dalam mengawasi dan
bisnis utama yaitu digital connectivity, digital platform
turut memastikan efektivitas pelaksanaan pengendalian
dan digital service yang masing-masing diharapkan
internal dalam penyusunan laporan keuangan, melakukan
akan menjadi mesin pendorong pertumbuhan. Layanan
penelaahan atas
informasi keuangan, melakukan
digital connectivity seperti mobile broadband dan fixed
penelaahan atas pemeriksaan Unit
Internal Audit
broadband menjadi layanan inti Perseroan. Sedangkan
dan memantau proses audit Program Kemitraan dan
digital platform mencakup berbagai
infrastruktur
Bina Lingkungan. Selanjutnya, Komite Nominasi dan
pendukung (infrastructure as a service) dan solusi seperti
Remunerasi telah memberikan berbagai rekomendasi
data center, cloud dan cyber security. Sementara digital
penting terkait kebijakan, kriteria dan seleksi jabatan
services dikembangkan sesuai dengan kebutuhan para
strategis di
lingkungan Perseroan dan anak usaha,
pelanggan untuk memberikan berbagai kemudahan,
serta remunerasi Direksi. Sedangkan Komite Evaluasi
seperti layanan digital di bidang fintech, musik, video
dan Monitoring Perencanaan dan Risiko memberikan
games dan sebagainya.
rekomendasi terkait aspek strategis dan manajemen risiko
Perseroan serta melakukan evaluasi secara komprehensif
Selain hal-hal di atas, peluang pertumbuhan juga datang
atas usulan Direksi terkait Rencana Kegiatan Anggaran
dari pendekatan inorganik dalam rangka meningkatkan
Perseroan dan memantau pelaksanaannya.
nilai tambah, memperkuat kapabilitas digital atau
menciptakan sinergi bagi Perseroan. Dalam hal ini, Dewan
Komisaris mendukung upaya Direksi untuk mengeksplorasi
peluang-peluang tersebut.
PENERAPAN TATA KELOLA PERUSAHAAN
YANG UNGGUL
Aspek tata kelola merupakan salah satu fokus pengawasan
Dewan Komisaris, dan kami memiliki komitmen untuk
memastikan pelaksanaan tata kelola di TelkomGroup
berstandar tinggi sesuai dengan prinsip-prinsip Good
Corporate Governance (GCG). Sepanjang tahun 2019,
Dewan Komisaris secara aktif mengawasi dan memberikan
saran atas berbagai aspek pengelolaan perusahaan,
termasuk dalam hal manajemen risiko.
Salah satu praktik tata kelola yang telah dilakukan Telkom
adalah Whistleblowing System (WBS). Telkom telah
memiliki mekanisme Whistleblowing System yang berjalan
baik pada tahun 2019. Dengan adanya mekanisme ini,
Perseroan secara lebih baik dapat mengidentifikasi dan
meminimalkan adanya potensi fraud serta penyimpangan
kebijakan atau pelanggaran internal.
28
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPERUBAHAN KOMPOSISI ANGGOTA DEWAN
KOMISARIS
APRESIASI KEPADA PEMANGKU
KEPENTINGAN DAN PENUTUP
Susunan anggota Dewan Komisaris Telkom mengalami
Sebagai penutup, kami atas nama Dewan Komisaris
perubahan sesuai dengan keputusan RUPST tanggal 24
mengucapkan terima kasih kepada seluruh Direksi, jajaran
Mei 2019. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan untuk
manajemen dan karyawan yang telah berkontribusi dengan
Tahun Buku 2018 memutuskan untuk mengakhiri dengan
sepenuh hati untuk mengelola kegiatan usaha Telkom dan
hormat masa jabatan Anggota Dewan Komisaris sebagai
Anak Perusahaan. Kami juga menyampaikan apresiasi
berikut:
kami kepada segenap pemegang saham, pelanggan,
mitra bisnis, serta pemangku kepentingan lainnya yang
Hendri Saparini, jabatan terakhir sebagai Komisaris
telah mendukung Telkom menjadi perusahaan digital
Utama.
telecommunication yang unggul saat ini dan di masa
Rinaldi Firmansyah, jabatan terakhir sebagai Komisaris.
depan.
Pamijati Pamela Johanna Waluyo, jabatan terakhir
sebagai Komisaris Independen.
Kami yakin dan percaya, dengan adanya kolaborasi yang
baik, Telkom dapat terus tumbuh dan meningkatkan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan untuk Tahun
profitabilitasnya secara berkelanjutan di masa depan.
Buku 2018 juga memutuskan penunjukan empat anggota
Dewan Komisaris baru yaitu Rhenald Kasali, Marsudi
Jakarta, 27 Mei 2020
Wahyu Kisworo, Ismail, dan Marcelino Rumambo Pandin.
Selain itu, 2 (dua) anggota komisaris yaitu Edwin Hidayat
Abdullah dan
Isa Rachmatarwata, berhenti sebagai
komisaris karena diangkat oleh Pemegang Saham menjadi
Direksi dan Komisaris di BUMN lainnya.
Sehingga pada tanggal 31 Desember 2019, susunan Dewan
Komisaris Perseroan menjadi sebagai berikut:
Rhenald Kasali
Komisaris Utama
Rhenald Kasali
: Komisaris Utama
Ismail
: Komisaris
Marcelino Rumambo Pandin
: Komisaris
Cahyana Ahmadjayadi
: Komisaris Independen
Margiyono Darsasumarja
: Komisaris Independen
Marsudi Wahyu Kisworo
: Komisaris Independen
29
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian“
Committed to
Sustainable
Growth and Better
Profitability in
Capturing Digital
Opportunities
”
IndiHome pada
tahun 2019 semakin
mengukuhkan
posisinya sebagai
mesin pertumbuhan
baru, dengan
profitabilitas
mendekati standar
global.
Ririek Adriansyah
Direktur Utama
30
30
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Laporan Tahunan 2019
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianLAPORAN DIREKSI
Telkom berhasil mencatatkan total Pendapatan sebesar Rp135,6 triliun atau
tumbuh sebesar 3,7% dibandingkan tahun sebelumnya. EBITDA margin
meningkat secara signifikan menjadi 47,8% dari 45,3% pada tahun sebelumnya.
Sementara itu, Laba Bersih tercatat sebesar Rp18,7 triliun, atau tumbuh
sebesar 3,5% dari Laba Bersih tahun 2018.
Para Pemegang Saham, Dewan Komisaris, dan seluruh
berdampak positif terhadap
industri telekomunikasi,
pemangku kepentingan yang terhormat,
terutama dengan terus tumbuhnya penggunaan ponsel
pintar (smartphone) dan konsumsi data.
Atas nama segenap Direksi dan jajaran manajemen
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (“Telkom” atau
Dari sisi politik, kegiatan Pemilu yang dilangsungkan pada
“Perseroan”), kami ucapkan puji dan syukur ke hadirat
bulan April 2019 berhasil terselenggara dengan lancar,
Tuhan Yang Maha Esa karena Perseroan telah berhasil
aman dan damai. Hal ini turut memberikan keyakinan
melewati tahun 2019 dengan cukup baik.
kepada para pelaku bisnis untuk merealisasikan rencana
bisnis mereka, yang mungkin sempat tertunda akibat
Dalam kesempatan ini, perkenankan kami menyampaikan
ketidakpastian politik pada tahun sebelumnya.
intisari upaya dan pencapaian kami sepanjang tahun
2019, khususnya terkait upaya Telkom dalam mewujudkan
Industri fixed broadband sepanjang tahun 2019 tumbuh
transformasi menuju digital telecommunication company
sekitar 22%, yang mengacu pada 2 pemain fixed broadband
yang berstandar global.
utama dengan pangsa pasar diperkirakan meliputi 93%.
Layanan fixed broadband masih memberikan peluang
KONDISI EKONOMI, POLITIK DAN INDUSTRI
pertumbuhan yang cukup tinggi, mengingat penetrasi
layanan ini masih sangat rendah sekitar kurang dari 15%
Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada tahun 2019
pada akhir tahun 2019. Permintaan terhadap layanan
tumbuh cukup baik mencapai 5,02%. Kontribusi terbesar
ini juga semakin meningkat seiring dengan kebutuhan
dari pertumbuhan ekonomi, yaitu sekitar 56%, masih berasal
akan connectivity berkualitas tinggi dan beraneka ragam
dari konsumsi rumah tangga. Hal ini menandakan bahwa
konten yang semakin diminati. Di samping itu, secara
daya beli masyarakat relatif cukup baik, yang di antaranya
umum persaingan pada industri fixed broadband relatif
disebabkan pembangunan
infrastruktur yang cukup
longgar, namun kebutuhan sumber daya yang cukup tinggi
masif dalam beberapa tahun terakhir. Adapun tantangan
menjadi pembatas bagi pelaku usaha untuk berekspansi
ekonomi yang dihadapi sepanjang tahun 2019 adalah masih
secara agresif.
berlanjutnya perang dagang China—Amerika Serikat. Hal ini
berdampak pada pelemahan ekonomi di beberapa negara
Industri seluler yang mengacu pada 3 operator seluler
termasuk Indonesia khususnya kinerja ekspor.
terbesar, tumbuh di kisaran sebesar 5,1% atau relatif
seiring dengan pertumbuhan PDB. Pertumbuhan yang
Dari sisi indikator makro utama, nilai tukar mata uang
cukup tinggi berasal dari bisnis digital, baik itu layanan
Rupiah terhadap USD sepanjang tahun 2019 relatif stabil
data maupun digital services. Persaingan yang ketat
bahkan cenderung menguat, dengan kurs transaksi
pada layanan data masih mewarnai industri seluler
Bank Indonesia senilai Rp14.465 per USD pada tanggal 2
yang didukung oleh meluasnya adopsi penggunaan
Januari 2019 dan pada 31 Desember 2019 ditutup dengan
smartphone. Disisi lain, penggunaan layanan legacy yaitu
nilai kurs sebesar Rp13.901. Demikian pula halnya dengan
voice dan SMS semakin menurun, sebagai konsekuensi
tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI 7-day Repo
Rate), yang cenderung menurun dari 6% pada bulan
dari semakin banyaknya pelanggan yang beralih
menggunakan layanan berbasis data untuk menggantikan
Januari 2019 dan berada di level 5% pada bulan Desember
layanan voice dan SMS.
2019. Situasi makro yang kondusif tersebut tentunya turut
31
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKINERJA PERUSAHAAN TAHUN 2019
Di segmen Consumer,
IndiHome terus melanjutkan
momentum positif dan menjadi pendorong pertumbuhan
Pada tahun 2019, secara konsolidasian Telkom berhasil
Perseroan. Sepanjang tahun 2019, pelanggan IndiHome
mencatatkan total Pendapatan sebesar Rp135,6 triliun atau
tumbuh sebesar 37,2% atau bertambah 1,9 juta menjadi
tumbuh sebesar 3,7% dibandingkan tahun sebelumnya.
7 juta pelanggan. Hal ini mencerminkan permintaan
EBITDA mampu tumbuh 9,5% mencapai Rp64,8 triliun,
yang kuat akan layanan internet berkualitas tinggi dan
dengan EBITDA margin meningkat secara signifikan
juga aneka ragam konten yang menarik dari masyarakat
menjadi 47,8% dari 45,3% pada tahun sebelumnya.
Indonesia. Dari jumlah pelanggan IndiHome, komposisi
Sementara itu, Laba Bersih tercatat sebesar Rp18,7 triliun,
pelanggan layanan triple play, yang terdiri dari fixed
atau tumbuh sebesar 3,5% dari Laba Bersih tahun 2018.
voice, fixed broadband dan IP-TV, adalah sebesar 48%
Arus kas bersih dari kegiatan operasi mencapai Rp54,9
sedangkan pelanggan dual play sebesar 52%. Pendapatan
triliun, dibandingkan Rp45,7 triliun pada tahun 2018.
segmen Consumer tumbuh cukup tinggi sebesar 27,5%
Dapat kami sampaikan bahwa kinerja yang cukup baik
menjadi Rp17,7 triliun, dan memberikan kontribusi sebesar
tersebut kami capai ditengah kondisi yang masih cukup
13,1% terhadap pendapatan konsolidasian Perseroan.
menantang pada tahun 2019, seperti industri seluler yang
Profitabilitas IndiHome juga semakin baik dengan EBITDA
sangat kompetitif, agenda politik pemilihan Presiden dan
mencapai 33,9% mendekati standar profitabilitas global.
Wakil Presiden, serta perang dagang antara China dan
Amerika Serikat yang masih berlanjut.
Pada segmen Mobile, Telkom melalui entitas anak
Pada segmen Enterprise, di tahun 2019 Perseroan
melakukan perubahan kebijakan bisnis dengan berfokus
pada lini bisnis yang memiliki profitabilitas lebih tinggi
Telkomsel, masih mengukuhkan diri sebagai operator
yang bersifat recurring terutama pada layanan enterprise
dengan basis pelanggan terbesar di Indonesia, yaitu 171,1
solutions seperti enterprise connectivity, data center
juta pelanggan dengan pengguna mobile data tercatat
dan cloud, dan secara selektif mengurangi dan tidak
sebanyak
110,3
juta pelanggan. Semakin besarnya
memprioritaskan solusi bisnis yang memiliki tingkat margin
kebutuhan layanan data di tengah masifnya gaya hidup
relatif rendah dan non-recurring. Sehingga meskipun
digital, telah mendorong trafik data tumbuh sebesar 54%
sepanjang tahun 2019 pendapatan dari segmen Enterprise
menjadi 6.558 petabyte. Sebagai hasilnya, Pendapatan
tercatat sebesar Rp18,7 triliun, atau turun 11,2% dari tahun
Digital Business Telkomsel tumbuh cukup signifikan
sebelumnya, namun dari sisi profil bisnis menjadi lebih
sebesar 23% atau Rp10,9 triliun dimana secara absolut
baik. Segmen Enterprise memberikan kontribusi sebesar
pertumbuhan pendapatan Digital Business tersebut
13,8% terhadap pendapatan konsolidasian.
tercatat sebagai pertumbuhan tertinggi secara industri
di tahun 2019 sehingga pendapatan Digital Business
Segmen Wholesale and International Business pada
Telkomsel menjadi Rp58,2 triliun yang sekaligus menjadi
tahun 2019 menunjukkan kinerja yang cukup baik. Di
katalis dalam pergeseran bisnis Legacy ke layanan Digital
segmen ini, kami memberikan layanan kepada operator
Business. Pendapatan Digital Business
ini didukung
telekomunikasi, internet service provider dan digital
oleh pertumbuhan Data sebesar 22% dan pertumbuhan
player baik domestik maupun global. Perseroan mencatat
Digital Services sebesar 29% seiring upaya Telkomsel
pendapatan sebesar Rp10,6 triliun dari Wholesale and
dalam mengembangkan berbagai Digital Services seperti
International Business pada tahun 2019, atau tumbuh
Digital Lifestyle, Digital Advertising, Big Data, Digital
5,2% dari tahun sebelumnya. Segmen Wholesale and
Enterprise Solution dan Mobile Payment. Pada tahun 2019
International Business memberikan kontribusi sebesar
kontribusi pendapatan dari Digital Business meningkat
7,9% terhadap pendapatan konsolidasian.
menjadi 64% dari total pendapatan, dari 53% pada tahun
sebelumnya. Secara konsolidasi, termasuk pendapatan
Melalui berbagai segmen bisnis di atas, Telkom
dari bisnis Legacy yang mengalami penurunan sekitar
menyediakan beragam layanan digital yang dapat kami
22%, Telkomsel mencatatkan Pendapatan sebesar Rp87,9
kategorikan ke dalam Digital Platform dan Digital Services
triliun atau tumbuh sebesar 3,0% dari tahun sebelumnya,
baik untuk B2B maupun B2C seperti video, games, music,
dan memberikan kontribusi sebesar 65,1% terhadap
advertising dan lain sebagainya. Kami terus berupaya
pendapatan konsolidasian Perseroan. Telkomsel sendiri
untuk mengembangkan berbagai layanan digital tersebut
juga berhasil melakukan pengendalian biaya dengan baik,
sesuai kebutuhan para pelanggan dan senantiasa
sehingga mampu meningkatkan EBITDA margin menjadi
memberikan pengalaman terbaik. Meskipun saat
ini
54,0% dari sebelumnya 53,2%.
kontribusi pendapatan dari layanan digital ini masih
32
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasianrelatif kecil yaitu sekitar 6% dari pendapatan konsolidasi,
Terdapat empat pilar pengembangan SDM yang dilakukan
namun memiliki tingkat pertumbuhan cukup tinggi yaitu
Perseroan. Pertama yaitu pengembangan karakter The
hampir 30%, dan kami berkeyakinan bahwa lini bisnis ini
Telkom Way di era digital. Untuk itu, Philosophy to Be the
merupakan salah satu sumber pendorong pertumbuhan
Best, Principles To Be The Star dan Practices To Be The
bagi Telkom di masa mendatang.
Winner tetap menjadi landasan filosofi The Telkom Way.
Kedua, pengembangan leadership yang menekankan pada
Dalam rangka mempertahankan dominasi di industri
kompetensi digital leader. Ketiga, pengembangan aspek
telekomunikasi, Telkom terus memperkuat infrastruktur
soft skills para profesional pada level manager & middle
seperti
jaringan akses maupun backbone, menara
management leader, yang antara lain mencakup decision
telekomunikasi,
infrastruktur pendukung
lainnya dan
making, people development, teamwork, organization
sistem IT yang mendukungnya. Sepanjang tahun 2019,
awareness, serta analytical & conceptual thinking di era
Perseroan membangun 23 ribu BTS yang seluruhnya 4G
digital. Keempat, Telkom terus berkomitmen melakukan
sehingga total BTS mencapai 212.235 unit, dengan 161.938
pengembangan kemampuan dan keahlian teknis SDM
unit di antaranya adalah BTS 3G dan 4G, membangun 3.117
berdasarkan job family, job functions dan job role yang
km jaringan backbone berbasis fiber optik sehingga total
relevan dengan kompetensi digital.
panjang backbone mencapai 164.769 km. Di akhir tahun
2019 Telkom memiliki 1,1 juta unit Optical Distribution Point
Di dalam praktiknya, transformasi digital membutuhkan
(ODP) dan 33 ribu unit Optical Distribution Cabinet (ODC),
perubahan fundamental budaya kerja dalam organisasi.
lebih dari 15 ribu unit menara telekomunikasi dan berbagai
infrastruktur pendukung lainnya. Dalam rangka penguatan
Seluruh karyawan Telkom didorong untuk memiliki
agility yang tinggi dalam bekerja dengan melibatkan
infrastruktur tersebut, Perseroan merealisasikan belanja
dan membentuk tribe dan squad
lintas-fungsi dan
modal sebesar Rp36,6 triliun. Selain itu, Perseroan juga
lintas keahlian dalam pengembangan produk layanan.
melakukan penguatan melalui aktivitas inorganik dengan
Perseroan juga terus meningkatkan kompetensi talent-
mengakuisisi 95% kepemilikan PT Persada Sokka Tama
talent digital yang memiliki kemampuan terbaik dalam
yang memiliki 1.017 menara telekomunikasi dan membeli
mengembangkan inovasi produk digital.
2.100 menara telekomunikasi dari PT Indosat Tbk.
Komitmen Untuk Terus Tumbuh dan
Mempertahankan Profitabilitas Yang Sehat
Penerapan Standar Akuntansi
Sebagai perusahaan yang terdaftar di New York Stock
Exchange (NYSE), Telkom terikat dengan regulasi United
Kinerja yang baik sebagaimana diuraikan di atas tidak
States Securities and Exchange Commission (US SEC)
terlepas dari telah dijalankannya program-program kerja
yang telah menerapkan IFRS 15 dan IFRS 9 sejak 1 Januari
tahun 2019 secara optimal dan efektif, yang meliputi tiga
2018 dan IFRS 16 mulai 1 Januari 2019. IFRS 15 mengatur
program utama yaitu customer experience, intensifying
terkait prinsip pengakuan pendapatan dari kontrak
digital business, dan cost effectiveness initiative. Perseroan
dengan pelanggan, IFRS 9 mengatur terkait instrumen
berkeyakinan bahwa keberhasilan menjalankan program-
keuangan terutama untuk cadangan kerugian penurunan
program yang telah dilakukan sepanjang tahun 2019 akan
nilai aset keuangan seperti penyisihan piutang dan IFRS
semakin diperkuat dengan kapabilitas Telkom sebagai
16 mengatur terkait transaksi sewa.
digital telco company, khususnya dalam pemenuhan
kebutuhan seluruh segmen pelanggan untuk memastikan
Telkom telah melakukan pemutakhiran kebijakan, bisnis
Perseroan dapat terus tumbuh dan mempertahankan
proses, persiapan data dan sistem serta kesiapan sumber
profitabilitas yang sehat di masa yang akan datang.
daya manusia sebagai pelaku aktivitas dan proses serta
kontrol dalam memastikan ketepatan penerapan standar-
Membangun Kompetensi Digital
standar IFRS yang cukup kompleks.
Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu faktor
Dengan berbagai proses yang dilakukan secara
kunci Perseroan dalam bertransformasi menjadi digital
terintegrasi untuk menyesuaikan
laporan keuangan
telco company yang unggul dan kompetitif di tingkat global
sesuai standar internasional IFRS tersebut, baik untuk
di masa depan. Telkom secara konsisten mengembangkan
Telkom maupun di anak-anak perusahaan, maka laporan
SDM sekaligus membangun budaya digital sebagai bagian
keuangan konsolidasian TelkomGroup yang disampaikan
dari komponen penting transformasi digital Perseroan.
ke US SEC sudah sesuai dgn IFRS 9, IFRS 15 dan IFRS
16, serta dapat dibandingkan dengan perusahaan-
perusahaan lain di dunia yang juga telah menerapkan
ketiga standar tersebut.
33
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianDari Kiri ke Kanan:
Harry Mozarta Zen (Direktur Keuangan), Edwin Aristiawan (Direktur Wholesale & International Service), Achmad Sugiarto (Direktur Strategic Portfolio),
Zulhelfi Abidin (Direktur Network & IT Solution), Faizal Rochmad Djoemadi (Direktur Digital Business).
Ririek Adriansyah (Direktur Utama), Siti Choiriana (Direktur Consumer Service), Bogi Witjaksono (Direktur Enterprise & Business Service),
Edi Witjara (Direktur Human Capital Management).
GAMBARAN ATAS PROSPEK USAHA
Perseroan memperkirakan bahwa trafik data akan terus
tumbuh signifikan dalam beberapa tahun ke depan seiring
Seiring dengan perubahan perilaku konsumen yang
semakin beragamnya layanan digital, seperti games,
semakin mengadopsi gaya hidup digital, kebutuhan
video, advertising dan payment yang masih dalam fase
akan berbagai digital services yang memberikan
awal pertumbuhan. Selain itu, Perseroan juga menjalankan
berbagai solusi dan kemudahan akan terus meningkat.
strategi untuk meningkatkan potensi pertumbuhan
Untuk mengembangkan berbagai digital services sesuai
pada High Value Customer dan layanan mobile solution
kebutuhan konsumen, diperlukan
infrastruktur dan
untuk segmen Enterprise. Saat ini, High Value Customer
kapabilitas digital platform. Untuk mengembangkan
memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan
digital service dan membangun digital platform,
Telkomsel. Kami menjaga
loyalitas mereka dengan
diperlukan fondasi infrastruktur konektivitas digital yang
memberikan pengalaman terbaik, di antaranya dengan
handal (digital connectivity). Telkom, dengan infrastruktur
menawarkan layanan yang sesuai dengan kebutuhan
dan fasilitas yang lengkap dan mumpuni, berada di posisi
personal mereka dengan memanfaatkan big data analytic
terdepan untuk mengambil peluang-peluang di masa
kami. Kami juga terus mengembangkan solusi digital
datang untuk memastikan pertumbuhan Perusahaan yang
untuk segmen Enterprise termasuk mobile security,
berkelanjutan.
NB-IoT dan berbagai solusi lainnya. Di saat yang sama,
Perseroan juga mengembangkan produk untuk memenuhi
Seiring dengan kebutuhan layanan broadband yang
kebutuhan dan tuntutan segmen youth sesuai gaya hidup
terus meningkat dan perubahan perilaku konsumen
yang semakin mengadopsi gaya hidup digital baik pada
mereka karena dalam beberapa tahun kedepan kalangan
kaum muda masih akan mendominasi struktur demografi
segmen konsumer maupun solusi-solusi ICT pada segmen
di Indonesia.
korporasi, maka saat ini dunia telekomunikasi sedang
mengantisipasinya dan tengah mengalami pergeseran
Di segmen Consumer, penetrasi layanan fixed broadband di
strategis menuju dunia digital. Telkom melihat dinamika
Indonesia masih sangat rendah, yaitu kurang dari 15% dari
perubahan tersebut dalam 3 perspektif domain bisnis
populasi rumah tangga, jauh lebih rendah dibandingkan
digital, yaitu digital connectivity, digital platform, dan
negara tetangga seperti Thailand atau Malaysia dengan
digital service. Sebagai sebagai penyedia utama pada
penetrasi sekitar 40%. Ditunjang oleh jumlah rumah
layanan bradband di Indonesia, Telkom tetap terus
tangga kelas menengah yang semakin bertambah dari
memperkuat posisinya sebagai market
leader pada
tahun ke tahun, dan inovasi produk dengan harga menarik
domain digital connectivity dengan menghadirkan
untuk menyasar rumah tangga menengah ke bawah, kami
layanan berkualitas dengan jangkauan terluas. Telkom
berkeyakinan bahwa permintaan akan layanan IndiHome
juga mengakselerasi domain digital platform dengan
masih akan tetap tinggi dalam beberapa tahun mendatang.
cara mengembangkan layanan data center & cloud pada
Melalui
IndiHome, Telkom memberikan
layanan fixed
tahap awal untuk kemudian menyediakan smart platform
broadband berkualitas tinggi untuk memenuhi kebutuhan
di atasnya sebagai enabler berbagai layanan dan solusi
internet sekaligus mendukung aneka layanan digital service
ICT. Selanjutnya produk-produk digital service akan
yang menarik. Dalam jangka panjang, IndiHome juga akan
dikembangkan secara selektif, termasuk melalui akuisisi
dikembangkan untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan
maupun kemitraan, didukung secara sinergis oleh digital
untuk mendukung aktivitas dan efektivitas di rumah
platform dan digital connectivity yang telah dibangun
tangga seperti smart home dan kebutuhan edutainment
sehingga pelanggan mendapatkan pengalaman terbaik.
yang mendidik, menginspirasi sekaligus menghibur.
Di segmen Mobile, potensi pertumbuhan di masa
Sementara itu di segmen Enterprise, Perseroan akan fokus
mendatang akan sejalan dengan semakin tingginya
pada penyediaan enterprise solutions, seiring dengan
pengguna mobile data, dimana saat
ini penetrasi
semakin besarnya kebutuhan pelanggan-pelanggan
pengguna mobile data mencapai 64% dan diperkirakan
segmen Enterprise untuk mendigitalisasi proses bisnisnya
masih tetap akan tumbuh seiring penggunaan smartphone
agar lebih berdaya saing. Penggunaan connectivity dan
yang semakin luas. Namun demikian, rata-rata konsumsi
solusi digital di kalangan UMKM juga masih sangat rendah,
mobile data masih relatif rendah yaitu 5,2 GB per
sehingga menawarkan potensi pertumbuhan yang cukup
pelanggan per bulan, dibandingkan negara lain seperti
besar kedepan. Di saat yang sama, lembaga pemerintah
Thailand atau India yang masing-masing mencapai 13 GB
dan pemerintah daerah semakin gencar memanfaatkan
dan 11 GB per pelanggan per bulan. Melihat hal tersebut,
solusi digital dalam meningkatkan pelayanan kepada
36
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasianmasyarakat melalui kebutuhan konektivitas dan platform
Program dan Sasaran Kinerja Tahun 2020
smart city sebagaimana yang telah digunakan di 470
kota di seluruh Indonesia. Secara bersamaan, dalam
Pada tahun 2020, Perseroan melanjutkan komitmen
rangka meningkatkan margin profitabilitas pada segmen
untuk terus dapat tumbuh secara sehat dengan tingkat
Enterprise, Perseroan akan tetap fokus pada pertumbuhan
profitabilitas yang baik sejalan dengan penguatan
bisnis yang lebih mengutamakan layanan solusi yang
kapabilitas digital perusahaan. Sebagai kesinambungan
bersifat recurring dengan marjin keuntungan yang
tahun
sebelumnya, pada
tahun 2020 Perseroan
lebih baik.
Pada segmen Wholesale and International Business,
Perseroan fokus sebagai enabler yaitu penyedia jasa
dan jaringan telekomunikasi, data center, infrastruktur
tower, infrastructure manage service dan power solution
bagi penyelenggara jaringan/jasa telekomunikasi dan
mencanangkan 3 program utama, yaitu:
1. Deliver best quality of digital connectivity services with
improved customer experience, dimana Perseroan akan
memperkuat posisi leadership pada layanan digital
connectivity sebagai bisnis yang mendukung kinerja
keuangan melalui infrastruktur dan operasional yang
semakin efisien, serta meningkatkan kualitas layanan
ekosistem digital baik domestik maupun regional.
dan pengalaman pelanggan.
Dengan kabel laut Indonesia Global Gateway (IGG) milik
Perseroan yang menghubungkan kabel bawah laut SEA-
ME-WE5 dengan kabel bawah laut SEA–US menjadikan
Perseroan sebagai Global Digital Hub yang menyediakan
direct broadband connectivity antara kawasan Eropa,
2. Develop digital talent and establish digital platform
business by leveraging group collaboration & synergy,
dimana Perseroan akan
terus mengembangkan
talenta-talenta digital dan mempercepat pertumbuhan
digital platform sebagai sumber pertumbuhan baru
dengan memanfaatkan potensi kolaborasi dan sinergi
Asia dan Amerika. Sebagai enabler, maka Perseroan
di TelkomGroup.
akan menjadi gerbang utama konektivitas digital yang
3. Drive portfolio optimization along with cost leadership
membawa trafik domestik ke global, trafik global
ke domestik dan juga membawa trafik antar negara
and lean organization, untuk mendorong peningkatan
nilai bisnis melalui penataan portfolio sehingga
(hubbing), baik itu trafik voice maupun A2P (Application-
terbentuk organisasi yang lincah dan produktif.
to-Person) SMS.
Perseroan memperkuat bisnis tower baik melalui inisiatif
beberapa tahun terakhir serta melalui strategi dan
organic maupun inorganic. Selain itu memberikan layanan
program-program yang disusun dan dijalankan secara
power solution, infra manage service serta pemeliharaan,
sistematis, pada tahun 2020 kami berharap kinerja
perbaikan dan penggelaran infrastruktur kabel laut di
Perseroan dapat terus bertumbuh secara kompetitif dan
perairan Indonesia dan infrastruktur kabel laut milik
meraih tingkat profitabilitas yang baik.
Dengan kapabilitas yang telah kami bangun dalam
konsorsium kabel regional.
Beberapa
inisiatif Perseroan untuk pengembangan
Digital Platform, seperti Carrier Neutral Data Center
PERKEMBANGAN PENERAPAN TATA
KELOLA PERUSAHAAN
dan pembangunan Hyperscale Data Center, Content
Perseroan senantiasa berupaya menjunjung
tinggi
Delivery Network (CDN), Cloud services dan CPaaS
penerapan tata kelola yang baik sesuai dengan lima prinsip
(Communication Platform as a Service). Untuk
Good Corporate Governance (GCG) yaitu transparansi,
pengembangan digital service beberapa inisiatif telah
akuntabilitas, tanggung jawab, independen dan keadilan,
dilakukan dengan menyediakan layanan U Poin dan U Ads,
serta mengacu pada delapan prinsip pengelolaan
dan inisiatif lain yang akan terus dikembangkan untuk
perusahaan sesuai dengan Penerapan Pedoman Tata
mendukung Perseroan sebagai Digital Ekosistem Hub.
Kelola Perusahaan Terbuka dari Otoritas Jasa Keuangan
(OJK). Kami menyadari sepenuhnya bahwa tata kelola
yang baik berdasarkan nilai-nilai best practices berperan
penting untuk membangun keberlanjutan Perseroan
dalam jangka panjang. Tata kelola yang baik sekaligus
dapat memelihara
kepercayaan para pemangku
kepentingan terhadap Telkom.
37
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianUpaya Telkom dalam
implementasi
tata kelola,
mendapatkan penghargaan dari pemangku kepentingan.
Pada tahun 2019, Telkom memperoleh penghargaan
sebagai Best State-Owned Enterprise Big Cap dalam
ajang The 11th IICD CG Conference and Award yang
diselenggarakan oleh IICD.
TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN
LINGKUNGAN SERTA PROGRAM
KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menyadari pentingnya
keberadaan masyarakat yang berkelanjutan serta kualitas
lingkungan hidup yang baik dimasa depan. Oleh sebab
itu, Telkom berkomitmen untuk menjalankan tanggung
jawab sosial dan lingkungan melalui “Telkom Indonesia
Untuk Indonesia” dalam tiga pilar, yaitu Lingkungan
Digital, Masyarakat Digital, dan Ekonomi Digital. Dalam
rangka mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif,
kami melaksanakan berbagai program di bawah kerangka
Ekonomi Digital guna mendukung usaha mikro, kecil dan
menengah, terutama industri kreatif, berupa pelatihan
untuk “go digital”, “go online”, dan “go global” serta
penyelenggaraan eksibisi produk-produk UKM.
Selanjutnya,
sebagai Badan Usaha Milik Negara
PERUBAHAN SUSUNAN ANGGOTA DIREKSI
TAHUN 2019
Pada tanggal 24 Mei 2019, Perseroan menyelenggarakan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)
dan menetapkan perubahan susunan anggota Direksi
Perseroan. Keputusan RUPST tersebut menetapkan
Direksi Telkom yang dihentikan masa jabatannya yaitu:
Alex Janangkih Sinaga : Direktur Utama
David Bangun
: Direktur Digital & Strategic
Portfolio
Dian Rachmawan
: Direktur Enterprise &
Abdus Somad Arief
Business Service
: Direktur Wholesale &
International Service
Herdy Rosadi Harman
: Direktur Human Capital
Management
Komposisi Direksi Telkom per 31 Desember 2019 setelah
pergantian tersebut menjadi:
Ririek Adriansyah
: Direktur Utama
Harry Mozarta Zen
: Direktur Keuangan
Zulhelfi Abidin
: Direktur Network and IT
Solution
(BUMN), kami melaksanakan Program Kemitraan dan
Siti Choiriana
: Direktur Consumer Service
Bina Lingkungan (PKBL). Pada tahun 2019, dana PKBL
sebesar Rp418,2 miliar kami salurkan untuk program-
Faizal Rochmad
Djoemadi
: Direktur Digital Business
program peningkatan kesejahteraan dan kehidupan
Achmad Sugiarto
: Direktor Strategic Portfolio
sosial masyarakat yang dilaksanakan dan berpedoman
pada Peraturan Menteri BUMN. Khusus untuk Program
Kemitraan, pada tahun 2019, Telkom telah menyalurkan
dana sebesar Rp253,4 miliar untuk 5.543 mitra binaan
yang berusaha di sektor industri, perdagangan, pertanian,
peternakan, perkebunan, perikanan, jasa dan lain-lain.
Kemudian, dana Bina Lingkungan yang telah direalisasikan
Edwin Aristiawan
: Direktur Wholesale and
International Service
Edi Witjara
: Direktur Human Capital
Management
Bogi Witjaksono
: Direktur Enterprise &
Business Service
pada tahun 2019 adalah sebesar Rp115,3 miliar yang
Atas peran dan kontribusi anggota Direksi yang telah
dimanfaatkan untuk 7 bidang, yaitu Bantuan Korban
berakhir masa jabatannya, kami menyampaikan apresiasi
Bencana Alam, Bantuan Pendidikan, Bantuan Peningkatan
yang sebesar-besarnya. Kami berharap nilai-nilai positif
Kesehatan, Bantuan Pengembangan Prasarana atau
yang dibangun selama ini dapat terus dipelihara dan
Sarana Umum, Bantuan Sarana
Ibadah, Bantuan
dikembangkan untuk kemajuan Perseroan.
Pelestarian Alam dan Bantuan Sosial Kemasyarakatan
dalam rangka Pengentasan Kemiskinan.
38
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPENUTUP
Mewakili Direksi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, saya
menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan
kepada pemegang saham, Dewan Komisaris, pelanggan
setia, mitra bisnis, media, masyarakat secara luas, dan
pemangku kepentingan lainnya atas dukungan yang
diberikan kepada Telkom sepanjang tahun 2019. Apresiasi
yang tinggi kami berikan kepada manajemen dan
karyawan Telkom dan anak perusahaan atas dedikasi dan
kerja kerasnya di sepanjang tahun 2019 yang dinamis dan
penuh tantangan.
Menutup Laporan ini, kami mengajak manajemen dan
karyawan semakin produktif dan berinovasi tanpa henti
agar dapat meraih peluang digital yang lebih besar, guna
mencapai pertumbuhan berkelanjutan dan profitabilitas
yang lebih baik di masa depan.
Jakarta, 27 Mei 2020
Ririek Adriansyah
Direktur Utama
39
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianSURAT PERNYATAAN ANGGOTA DEWAN KOMISARIS
TENTANG TANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN TAHUNAN 2019
PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK
Kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa semua informasi dalam Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Tahun 2019 telah dimuat secara lengkap dan bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi Laporan Tahunan Perseroan.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.
Jakarta, 27 Mei 2020
Dewan Komisaris
Rhenald Kasali
Komisaris Utama
Ismail
Komisaris
Marcelino Rumambo Pandin
Komisaris
Margiyono Darsasumarja
Komisaris Independen
Cahyana Ahmadjayadi
Komisaris Independen
Marsudi Wahyu Kisworo
Komisaris Independen
SURAT PERNYATAAN ANGGOTA DIREKSI
TENTANG TANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN TAHUNAN 2019
PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK
Kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa semua informasi dalam Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Tahun 2019 telah dimuat secara lengkap dan bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi Laporan Tahunan Perseroan.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.
Jakarta, 27 Mei 2020
Direksi
Ririek Adriansyah
Direktur Utama
Harry Mozarta Zen
Direktur Keuangan
Zulhelfi Abidin
Direktur Network & IT Solution
Siti Choiriana
Direktur Consumer Service
Faizal Rochmad Djoemadi
Direktur Digital Business
Achmad Sugiarto
Direktur Strategic Portfolio
Edwin Aristiawan
Direktur Wholesale &
International Service
Edi Witjara
Direktur Human Capital Management
Bogi Witjaksono
Direktur Enterprise & Business Service
42
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Laporan Tahunan 2019
03
TENTANG TELKOM
44
46
48
50
56
58
68
78
83
86
91
93
95
Visi, Misi, dan Strategi
Riwayat Singkat Telkom
Kegiatan Usaha
Penghargaan dan Sertifikasi
Struktur Organisasi Telkom
Profil Dewan Komisaris
Profil Direksi
Karyawan Telkom
Komposisi Pemegang Saham
Entitas Anak, Perusahaan Asosiasi, dan Perusahaan Ventura Bersama
Kronologi Pencatatan Saham
Kronologi Pencatatan Efek Lainnya
Nama dan Alamat Lembaga dan/atau Profesi Penunjang Pasar Modal
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Laporan Tahunan 2019
43
03VISI, MISI, DAN STRATEGI
Setelah melalui proses review terhadap visi dan misi perusahaan oleh Direksi dan
Dewan Komisaris, maka Telkom menetapkan purpose, visi, misi dan strategi baru
yang tercantum dalam rencana jangka panjang dan disetujui oleh Dewan Komisaris
pada 9 Desember 2019, sebagai berikut:
Mewujudkan bangsa
yang lebih sejahtera
dan berdaya saing
serta memberikan
nilai tambah
yang terbaik bagi
para pemangku
kepentingan
Purpose
Visi
Menjadi digital telco pilihan utama
untuk memajukan masyarakat
Misi
Mempercepat pembangunan
infrastruktur dan
platform digital cerdas yang berkelanjutan,
ekonomis, dan dapat diakses oleh seluruh
masyarakat
Mengembangkan talenta digital unggulan yang
membantu mendorong kemampuan digital dan
tingkat adopsi digital bangsa
Mengorkestrasi ekosistem digital untuk memberikan
pengalaman digital pelanggan terbaik
44
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianStrategi
Telkom menerjemahkan kerangka strateginya ke dalam strategi portfolio direction yang mencakup
pengembangan 3 (tiga) domain bisnis, yaitu digital connectivity, digital platform dan digital services.
Strategi domain bisnis tersebut didukung oleh strategi value delivery model yang mencakup strategi
optimalisasi portofolio, teknologi, organisasi, sinergi dan keunggulan operasional, pengelolaan talenta
dan budaya perusahaan, inisiatif inorganic, serta tata kelola perusahaan.
WIN BROADBAND CONNECTIVITY
BUSINESS TO MAXIMIZE CASHFLOW
INVEST TO SCALE DC/IaaS AND SMART
PLATFORM BIZ TO MAXIMIZE VALUE
NURTURE SELECTIVE DIGITAL
SERVICES TO MAXIMIZE SYNERGY
Drive continuous and strict optimization of business and asset portfolio
Increase group technology integration and digitization
Gear up for streamlined lean digital ready organization
Improve synergy and quality for cost leadership and better customer experience
Transform digital telco talents and incorporate digital culture
Acquire digital capabilities inorganically and accelerate ecosystem partnership
Link up group strategic planning and implementation and enhance risk management and
compliance
TRANSFORM AND DIGITIZE
Sepanjang tahun 2019, Telkom menjalankan program utama embracing best in class digital experience, intensifying
digital business, dan driving smart initiatives on cost effectiveness. Pelaksanaan program utama tersebut diarahkan
pada transformasi Telkom menuju digital telecommunication company yang unggul. Telkom memperkuat produk
dan layanan untuk pelanggan, membangun daya saing bisnis broadband dan digital, serta menciptakan lean
operation yang berkesinambungan serta berbasiskan digitalisasi proses dan manajemen. Telkom terus berupaya
menjadi yang terbaik dalam menghadirkan digital customer experience dengan menjadikan pemahaman atas
kebutuhan pelanggan sebagai landasan untuk merumuskan dan memberikan pengalaman yang melebihi batas
ekspektasi. Hal yang tidak kalah pentingnya, pada tahun 2019, Telkom terus membangun kepemimpinan yang
berorientasi pada budaya digital, efektifitas kerja, kecepatan, ketelitian, dan kolaborasi para pihak.
Untuk memastikan pelaksanaan langkah-langkah strategis transformasi bisnisnya, Telkom membentuk organisasi
Group Corporate Transformation (GCT) dengan perannya sebagai unit yang mengawal dan melakukan percepatan
transformasi, khususnya dalam penyiapan TelkomGroup menjadi perusahaan yang digital ready, ramping, lincah dan
streamlined.
Dalam implementasinya, Telkom tidak hanya melakukan pengaturan model operasi dan struktur baik di Telkom
maupun di anak perusahaan, namun juga melakukan penataan portofolio bisnis yang lebih efisien dan memberikan
value maksimal bagi TelkomGroup melalui program Subsidiary Streamlined serta mengimplementasikan Shared
Service Operation (SSO) di tahun 2020.
45
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianRIWAYAT SINGKAT TELKOM
Memasuki enam dekade, Telkom saat ini menghadapi tantangan yang besar di era digital seiring dengan berkembangnya
Over the Top Application (OTT) atau aplikasi digital berbasis internet sejak tahun 2000-an. Untuk menghadapi disrupsi
digital, Telkom sebagai perusahaan telekomunikasi perlu melakukan transformasi. Telkom kemudian beradaptasi
mengikuti perkembangan inovasi dan teknologi digital, menyesuaikan portofolio produk, membangun customer centric
organization, dan mengembangkan jaringan infrastruktur bisnis digital.
Melewati tahun 2019, Telkom berhasil mempertahankan pertumbuhan usaha dengan meraih dan menciptakan peluang
bisnis baru. Telkom bertransformasi dan melakukan ekspansi usaha untuk menghadapi disruptive competitive growth
dengan visi utama menjadi salah satu digital telecommunication company terbesar di Asia Pasifik. Pada tahun 2019,
sejalan dengan upaya transformasi yang telah dijalankan, Telkom memiliki pencapaian yang cukup memuaskan. Salah
satunya yaitu mendapatkan pengakuan dunia internasional dalam ajang Frost & Sullivan 2019 Asia Pacific Best Practices
Awards.
Pencapaian Telkom di era digital tidak terlepas dari pengalaman sepanjang enam dekade menghadapi dinamika dunia
usaha. Dimulai pada tahun 1965, sejarah Telkom ditandai dengan pemisahan layanan pos dan telekomunikasi oleh
Pemerintah, yang membagi PN Postel menjadi Perusahaan Negara Pos Giro (PN Pos Giro) dan Perusahaan Negara
Telekomunikasi (PN Telekomunikasi). Telkom terus mengalami berbagai perubahan dan tumbuh berkembang, termasuk
juga dalam hal perubahan nama perusahaan dan perubahan organisasi.
Pada tahun 1974, PN Telekomunikasi menjadi Perusahaan Umum Telekomunikasi (Perumtel) dan memisahkan PT Industri
Telekomunikasi Indonesia (PT INTI) sebagai perusahaan independen yang memproduksi peralatan telekomunikasi.
Kemudian pada 1991, Perumtel berubah menjadi perseroan terbatas milik negara dengan nama resmi PT Telekomunikasi
Indonesia (Persero) atau disebut Telkom. Sejak tahun 1995, Telkom menjadi perusahaan terbuka yang terdaftar di Bursa
Efek Indonesia (BEI) dan New York Stock Exchange (NYSE). Sampai dengan 31 Desember 2019 nilai kapitalisasi pasar
mencapai Rp393,3 triliun di BEI dan US$28,23 miliar di NYSE.
Perubahan Nama
1965, Perusahaan Negara Telekomunikasi, disebut PN Telekomunikasi.
1974, Perusahaan Umum Telekomunikasi, disebut Perumtel.
1991, PT Telekomunikasi Indonesia (Persero), disebut Telkom.
2019
Melalui Mitratel, Telkom mengakuisisi 2.100 menara milik
Indosat Ooredoo dan 95% saham PT Persada Sokka
Tama yang memiliki 1.017 menara. Selain itu Telkomsel
juga menambah 23.162 BTS atau tumbuh 12,25% dari
tahun sebelumnya. Pelanggan IndiHome juga tumbuh
1,9 juta atau 37,2% menjadi 7,0 juta pelanggan. Pada
November 2019, Telkom dinobatkan menjadi “2019
Indonesia IoT Services Provider of the Year” oleh Frost
and Sullivan pada Asia-Pacific Best Practices Awards.
Telkom menetapkan purpose, visi, misi dan strategi
baru yang tercantum dalam rencana jangka panjang
dan disetujui oleh Dewan Komisaris pada 9 Desember
2019.
46
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian2018
2017
2016
Telkom meluncurkan Satelit Merah
Telkom meluncurkan Satelit Telkom
Telkom menyelesaikan pembangunan
Putih dan meresmikan the Telkom
3S dan menyelesaikan jalur kabel
kabel laut South East Asia-Middle
Hub sebagai Center of Excellence
serat optik bawah laut Southeast
East-Western Europe 5 (SEA-ME-WE
and Source of Inspiration to Build
Asia-United States (SEA-US). Anak
5).
Digital
Indonesia. Telkom
juga
perusahaan
Telkom,
Telkomsel,
menyelesaikan pembangunan kabel
memenangkan tambahan spektrum
laut Indonesia Global Gateway (IGG),
sebesar 30 MHz di frekuensi 2,3 GHz.
yang menghubungkan dua sistem
kabel laut utama yaitu the South
East
Asia-Middle
East-Western
Europe 5 (SEA-ME-WE 5) dan the
Southeast Asia-United States (SEA-
US) Submarine Cable Systems. Pada
akhir tahun ini, pelanggan IndiHome
tercatat mencapai 5,1 juta pelanggan.
1999-2010
2011-2015
Telkom meluncurkan satelit Telkom-1
Tahun 2011, Telkom menyelesaikan proyek Super Nusantara Highway dan proyek
dan Telkom-2, serta menyelesaikan
True Broadband Access yang menyediakan akses internet dengan kapasitas 20
proyek kabel serat optik bawah laut
Mbps hingga 100 Mbps. Telkom menjadi operator pertama di Indonesia yang
JaKaLaDeMa.
menyediakan layanan 4G LTE pada tahun 2014. Setahun sesudahnya, Telkom
meluncurkan IndiHome paket layanan yang terdiri internet broadband, fixed
wireline telepon dan layanan TV interaktif.
1991-1995
1974
1965
Perumtel menjadi PT Telekomunikasi
PN Telekomunikasi berubah menjadi
Pemerintah Indonesia memisahkan
Indonesia (Persero) atau Telkom
Perusahaan Umum Telekomunikasi
layanan pos dan
telekomunikasi
sesuai dengan Peraturan Pemerintah
No. 25 Tahun 1991 yang menetapkan
yang
Indonesia
menyediakan layanan telekomunikasi.
(Perumtel),
dengan membagi PN Postel menjadi
Perusahaan Negara Pos Giro (PN
Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
PT Industri Telekomunikasi Indonesia,
Pos Giro) dan Perusahaan Negara
menjadi
Perusahaan
Perseroan.
yang
memproduksi
peralatan
Telekomunikasi (PN Telekomunikasi).
Tahun
1995, Telkom mendirikan
telekomunikasi, menjadi perusahaan
entitas anak Telkomsel
sebagai
independen dan
terpisah dari
operator seluler. Pada tahun yang
Perumtel.
sama, Telkom melakukan penawaran
umum perdana (IPO) di Bursa Efek
Jakarta dan Bursa Efek Surabaya,
mendaftarkan saham di NYSE dan
LSE, dan secara terbuka menawarkan
saham tanpa listing di Bursa Efek
Tokyo.
47
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKEGIATAN USAHA
KEGIATAN USAHA BERDASARKAN ANGGARAN DASAR PERUSAHAAN
Kegiatan usaha yang dijalankan pada tahun buku, serta jenis barang dan/atau jasa yang dihasilkan oleh Telkom
mengacu pada Anggaran Dasar perusahaan. Anggaran Dasar terakhir dengan akta No.32 tanggal 21 Juni 2019 telah
menetapkan maksud dan tujuan kegiatan usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, yaitu melakukan usaha di bidang
penyelenggaraan jaringan dan jasa telekomunikasi, informatika, serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang
dimiliki Perseroan untuk menghasilkan barang dan/atau jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat untuk
mendapat/mengejar keuntungan guna meningkatkan nilai Perseroan dengan menerapkan prinsip Perseroan Terbatas.
Berdasarkan hal tersebut, maka bidang usaha yang memuat kegiatan usaha perusahaan menurut anggaran dasar
terakhir, yaitu dapat dijelaskan sebagai berikut:
Bidang Usaha Utama
1. Merencanakan,
membangun,
menyediakan,
Bidang Usaha Penunjang
1. Menyediakan
jasa
transaksi pembayaran dan
mengembangkan, mengoperasikan, memasarkan/
pengiriman uang melalui jaringan telekomunikasi dan
menjual/menyewakan dan memelihara
jaringan
informatika.
telekomunikasi dan informatika dalam arti yang seluas-
2. Menjalankan kegiatan dan usaha lain dalam rangka
luasnya dengan memperhatikan ketentuan peraturan
optimalisasi sumber daya yang dimiliki Perseroan,
perundangan.
antara lain pemanfaatan aktiva tetap dan aktiva
2. Merencanakan, mengembangkan, menyediakan,
memasarkan/menjual dan meningkatkan layanan jasa
bergerak, fasilitas sistem informasi, fasilitas pendidikan
dan pelatihan, fasilitas pemeliharaan dan perbaikan.
telekomunikasi dan informatika dalam arti yang seluas-
luasnya dengan memperhatikan peraturan perundang-
undangan.
3. Melakukan
investasi termasuk penyertaan modal
pada perusahaan lainnya sejalan dengan dan untuk
3. Bekerja sama dengan pihak
lain dalam rangka
optimalisasi sumber daya informatika, komunikasi atau
teknologi yang dimiliki oleh pihak lain pelaku industri
informatika, komunikasi dan teknologi, sejalan dengan
dan untuk mencapai maksud dan tujuan Perseroan.
mencapai maksud dan tujuan Perseroan.
Telkom melihat bahwa era digital saat ini berdampak pada efisiensi proses produksi dan menurunnya kebutuhan tempat
dan ruang. Berbagai perlengkapan dan peralatan elektronik semakin ringkas sehingga memberi kelonggaran bagi
Telkom untuk dapat memberdayakan aset dan ruang yang idle, atau tidak terpakai. Oleh sebab itu, sejak tahun 2018,
anak perusahaan Telkom yaitu PT Graha Sarana Duta (Telkom Property) melakukan asset leverage (pendayagunaan
aset) melalui dua pendekatan, yaitu Synergy Group (internal group costumer) dan Strategic & Retail Partnership
(external group costumer). Adanya Synergy Group mendorong efisiensi biaya sedangkan Strategic & Retail Partnership
meningkatkan pendapatan melalui layanan pengembangan properti, penyewaan properti, fasilitas properti, dan
manajemen properti.
48
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPORTOFOLIO PRODUK DAN/ATAU JASA
Pada tahun 2019 kegiatan usaha Telkom telah dijalankan sesuai dengan Anggaran Dasarnya, yaitu penyediaan jasa
telekomunikasi, informatika, dan jaringan. Telkom kemudian mengembangkan kegiatan usaha pada berbagai segmen
sesuai dengan strategi transformasi digital dan perkembangan industri telekomunikasi. Pada setiap segmen usaha,
Telkom memiliki portofolio produk/jasa yang dihasilkan sebagai berikut:
Segmen
Lini Bisnis
Produk
Mobile
Legacy
Data
Digital
Mobile voice, mobile SMS
Mobile broadband
IoT, big data, financial service, VoD, music, gaming, digital
advertising
Consumer
Fixed Services
Fixed voice, fixed broadband, home digital (IPTV, gaming,
Enterprise
advertising)
Connectivity
Satellite
IT Services
Fixed voice, fixed broadband, enterprise data, CPE networks
Upstream, link, downstream
System integration, IT service management
Data Center & Cloud
Enterprise data center, internet data center, cloud (IaaS,
Paas, SaaS)
BPO
Traditional BPO, digital BPO, shared service operation
service
Device, Digital Service, &
CPE trading, CPE managed service, IoT, cyber security,
Adjacent service
financial service, big data, digital advertising, e-health,
managed ATM, professional services
Wholesale
Carrier
Wholesale Voice, Managed Services, A2P SMS, IP Transit,
IP Connectivity, Data Center & Cloud, CDN, Security, Value
Added Service, Digital Business
International
MVNO, MNO, call center
Tower & Infrastructure
Tower built to suit, colocation & reseller, microcell,
network & infra managed service, submarine cable service,
construction solution, power solutions
Lain-lain
Smart Platform &
Big data, financial service, IoT, cyber security, digital
E-Commerce
advertising, e-commerce, digital content
Digital Content
Music, gaming
Property
Property development, property management, project
management, facility management
49
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
PENGHARGAAN DAN SERTIFIKASI
PENGHARGAAN
Bulan
Tanggal
Nama Acara
Penghargaan
Januari
25
Millennials Top Brand
Award 2019
Februari
14
Top Brand Award
22
Indonesia Digital
Innovation Award 2019
IndiHome meraih 1st Millennial's
Choice in Provider & TV Cable
Category
IndiHome memperoleh
Outstanding Achievement in
Building Top Brand Category:
Internet Service Provider Fixed
Telkom memperoleh
penghargaan sebagai Innovative
Company in Providing
Technology Education Facilities
Badan atau Lembaga yang
Memberikan
Warta Ekonomi
Marketing Magazine
Warta Ekonomi
Maret
6
Women's Obsession
Award
13
Apresiasi
& Penghargaan Wajib
Pajak
26
CFO BUMN Award
2019
Siti Choiriana sebagai Direktur
Consumer Service Telkom
memperoleh penghargaan
sebagai Professional Women's
Obsession
Telkom memperoleh
penghargaan dalam kontribusi
terhadap Penerimaan Pajak
Tahun 2018 (Wajib Pajak Besar
Empat)
Harry M. Zen sebagai Direktur
Keuangan Telkom meraih The
Best CFO in Compliance &
Governance
Obsession Media Group
Direktorat Jendral
Pajak
Bisnis Indonesia
April
8
Anugerah Indonesia
Maju 2018-2019
Telkom meraih penghargaan
sebagai Penggerak Konektivitas
Broadband Indonesia
Rakyat Merdeka &
Warta Ekonomi
50
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
Bulan
Tanggal
Nama Acara
Penghargaan
Badan atau Lembaga yang
Memberikan
Mei
27
Anugerah PKBL
Indonesia 2019
Telkom memperoleh penghargaan
sebagai PKBL Terbaik Industri
Telekomunikasi Program
Unggulan “Go Digital”
Indonesia Most
Admired Companies
Award 2019
Telkom meraih penghargaan
sebagai Top 5 Most Admired
Company Category Business
Group
Warta Ekonomi
Juni
12
14
17
28
Top 100 Indonesia
Most Valuable Brand
2019
Telkom mendapatkan peringkat
1 Indonesia Most Valuable Brand
2019
SWA & Brand
Finance
Best Companies to
Work for 2019
Telkom meraih penghargaan
sebagai Best Companies to Work
for 2019
HR Asia
Indonesia Most
Creative Companies
2019
Telkom meraih penghargaan
sebagai Most Creative Company
2019
SWA & PPM
Manajemen
9th Asian Excellence
Award 2019
Telkom meraih penghargaan
sebagai Best CEO, Best CFO,
Best Investor Relation Company
dan Best Investor Relation
Professional
Corporate
Governance Asia
Juli
16
Selular Award
19
Contact Center World
(CCW) Award in APAC
Region
Selular.id
Contact Center World
IndiHome mendapat penghargaan
sebagai Best Home Internet dan
Telkom mendapat penghargaan
sebagai Best Digital
Transformation Company
Telkom meraih 1 Gold Medal
kategori Best Customer Loyalty
Program (Inhouse), 1 Silver Medal
kategori Best Contact Centre-
Large (Inhouse), dan 3 Bronze
Medal kategori Best Helpdesk
(Inhouse), Best Contact Center
Design Award (Inhouse), dan Best
Use of Self-service Technology
51
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
Bulan
Tanggal
Nama Acara
Penghargaan
Badan atau Lembaga yang
Memberikan
31
Indonesia Original
Brand Award
Telkom meraih penghargaan
dalam kategori SLI 007 dan
kategori Fixed Broadband
SWA & Business
Diggest
Agustus
21
Top Brand Award
IndiHome medapatkan
penghargaan sebagai
Outstanding Achievement in
Building the Top Brand
Frontier
23
IAEI Awards 2019
Telkom dinobatkan sebagai Mitra
Terbaik
IAEI
September
25
Asia Money Award
2019
26
Pro3 RRI BUMN Award
2019
27
Internasional IPRA
Golden World Award
(GWA) 2019
Telkom mendapatkan
penghargaan Outstanding
Company Award in
Telecommunication Sector for
Indonesia
Telkom mendapatkan
penghargaan Gold dalam
kategori Market Dominance,
Brand Strength, dan Social
Economy Contribution
Telkom meraih penghargaan
dalam kategori Crisis
Management in House dan
Sponsorship in House
Asia Money
RRI & Iconomics
IPRA
Oktober
14
The 11th IICD CG
Conference and Award
Telkom mendapat penghargaan
sebagai Best State-Owned
Enterprise Big Cap
IICD
52
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianBulan
Tanggal
Nama Acara
Penghargaan
Badan atau Lembaga yang
Memberikan
November
10
Anugerah Wira
Adhibrata
14
Asia-Pacific Best
Practices Awards 2019
15
The Stevie Awards
Institut Teknologi
Sepuluh Nopember
Frost & Sullivan
Stevie International
Telkom mendapatkan apresiasi
sebagai Perusahaan yang Telah
Memberikan Kontribusi Besar
dalam Pengembangan ITS
Telkom dinobatkan sebagai 2019
Indonesia IoT Services Provider
of the Year
Siti Choiriana sebagai Direktur
Consumer Service meraih Gold
Stevie Winner pada Female
Executive of the Year–Consumer
Services–More Than 2,500
Employees
18
21
Wi-Fi NOW Awards
2019
Telkom dinobatkankan sebagai
Best Wi-Fi Service Provider
Wi-Fi NOW
International Customer
Experience Award
(ICXA) 2019
Telkom meraih penghargaan Gold
Medal untuk Kategori Best CX
Strategy dan Best CX Team serta
Bronze Medal untuk Kategori
Best CX Transformation
ICXA
Desember
4
CNBC Indonesia Award
2019
Indonesia Marketing
Association Award
2019
Contact Center World
(CCW) Award
Tokoh Finansial
Indonesia & BUMN
Terbaik 2019
6
12
CNBC Indonesia
Indonesia Marketing Association
Contact Center World
Majalah Investor
Telkom meraih penghargaan
sebagai The Best Digital Human
Capital Development dan The
Best Corporate Strategy
Siti Choiriana sebagai Direktur
Consumer Service meraih
penghargaan sebagai The Best
Industry Marketing Champion.
Telkom meraih 2 Gold Medal
pada kategori Best Contact
Center-Large (Inhouse) dan
Best Customer Loyalty Program
(Inhouse).
Telkom meraih penghargaan
sebagai BUMN Terbaik 2019
Kategori Bidang Non Keuangan
Sektor Telekomunikasi &
Penyiaran, serta Penerbit Obligasi
Terbaik 2019 Kategori Obligasi
Sektor Non Keuangan
53
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
SERTIFIKASI
Telkom berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi pelanggan melalui penerapan sertifikasi sesuai standar
internasional.
Berikut daftar sertifikasi dan ISO yang dimiliki Telkom:
No
Penerima
Tahun perolehan
Sertifikasi
Badan atau Lembaga yang
memberikan
Masa
Berlaku
1.
Telkom
2.
3.
Laboratorium
Penguji (Divisi
Digital Service)
Laboratorium
Kalibrasi (Divisi
Digital Service)
4.
Telkomsel
5.
6.
7.
8.
9.
AdMedika
MD Media
Infomedia
Finnet
Telkomsigma
2018
2018
2018
2018
2018
2016
SNI ISO/IEC 27001:2013
TUV Rheinland
ISO 9001:2015 QMS
TUV Rheinland
ISO 27001:2013 ISMS
TUV Rheinland
ISO 22301:2012 BCMS
TUV Rheinland
ISO 20000-1:2011 ITSMS
TUV Rheinland
ISO 17025:2008
Komite Akreditasi Nasional
2016
ISO 17025:2008
Komite Akreditasi Nasional
2013
2014
2016
2018
2016
2017
2014
ISO/IEC 27001:2013
BSI
ISO 9001:2015
TUV-NORD
ISO/IEC 27001:2013
British Standards Institution
(BSI)
IT IL Foundation Certificate
in IT Service Management
IT IL Foundation
ISO 27001:2013
TUV NORD Indonesia
ISO/IEC 27001:2005
TUV Rheinland
EMS ISO 14001:2015
2014
ISO 20000-1
2014
ITMS 621081
2016
BS OHSAS 18001:2007
2016
PAS 99:2012
2016
ISO 27001
2016
ISO 9001:2015
British Standard Institution
(BSI)
British Standard Institution
(BSI)
British Standards Institution
(BSI)
British Standards Institution
(BSI)
British Standards Institution
(BSI)
British Standards Institution
(BSI)
United Registration of
System (URS)
TUV Rheinland
Payment Card Industry
Data Security
Data Center Tier III
Uptime Institute
Data Center Tier IV
Uptime Institute
2021
2021
2021
2021
2021
2019
2019
2022
*)
2019
NA
2019
2020
2019
2019
2019
2019
2019
2019
2019
2019
-
-
2017
2017
2018
54
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianNo
Penerima
Tahun perolehan
Sertifikasi
Badan atau Lembaga yang
memberikan
Masa
Berlaku
10.
Telin
11.
Telin Singapore
12.
Graha Sarana
Duta
13.
Telkomsat
14.
Telkom Akses
15.
16.
17.
PINS
SSI
Dayamitra
Telekomunikasi
18.
Telkomtelstra
19.
ILCS
2016
2018
2018
2016
2019
2019
2019
2017
2019
2017
2017
2019
2018
2017
2019
2019
2019
ISO 20000 - 1:2011
ISO 27000-1:2013
ISO 20000-1:2011
Tier IV Data Center
Certification
SGS
Intertek
Intertek
Uptime Institute
ISO 9001: 2015
LLOYD Register
OHSAS 18001:2007
SMK3
SUCOFINDO
SUCOFINDO
BS OHSAS 18001:2007
TUV Rheinland
ISO 9001:2015
ISO 9001:2015
OHSAS 18001:2007
TUV Rheinland
British Standards Institution
(BSI)
British Standards Institution
(BSI)
CISQ 2000:2008
TPCC
ISO 9001:2015
ISO 9001:2015
ISO 9001:2015
ISO/IEC 20000 Service
Management System
URS Services Indonesia
Lloyd’s Register LRQA
SGS
Intertek
ISO 27001:2013
Bureau Veritas Indonesia
2019
2019
2021
2019
2022
2022
2022
2020
2022
2019
2019
2022
2019
2020
2022
*)
-
Keterangan:
*) Dilakukan proses update setiap tahun.
55
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianStruktur organisasi Telkom per tanggal 31 Desember 2019, dengan
pengungkapan paling sedikit sampai dengan struktur 1 (satu)
tingkat di bawah Direksi, disajikan dengan bagan sebagai berikut.
Direktur Utama
(Ririek Adriansyah)
Direktur Enterprise &
Business Service
(Bogi Witjaksono)
Direktur Consumer
Service
(Siti Choiriana)
Direktur Wholesale &
International Service
(Edwin Aristiawan)
Direktur Network &
IT Solution
(Zulhelfi Abidin)
Direktur Digital Business
(Faizal Rochmad
Djoemadi)
AVP Sekretariat
Direktorat EBIS
(Nur Firman Yudhi
Wirawan)
AVP Sekretariat
Direktorat CONS
(Fitriansyah Nasution)
AVP Sekretariat
Direktorat WINS
(Heri Kurniawan)
AVP Sekretariat
Direktorat NITS
(Agung Kertioso)
AVP Sekretariat
Direktorat DB
VP Enterprise Planning
Strategy
(A. Hartono)
VP Planning & Resource
Management
(Soewiyarso)
VP Strategy &
Planing
(Mohamad Ramzy)
VP Infrastructure
Strategy
& Governance
(Era Kamali Nasution)
OVP Group of Digital
Strategy
(Asli Brahmana)
VP Enterprise Business
Development
(Dudy Effendi)
VP Marketing
Management
(Aulia E. Marinto)
VP Traffic
Product & Solution
(Tri Nugroho B. W.)
VP IT Strategy &
Governance
(Rizal Akbar)
OVP Group of Digital Business
Performance & Tribe
(Riza Agung Nugraha
Rukmana)
VP Enterprise Parenting
Operation
(Yusron Hariyadi)
OVP Consumer
Fulfillment
(Sujito)
VP Network
Infastructure Product
& Solution
(Bastian Sembiring)
VP Infrastructure &
Service Performance
(Admiral Dasrin)
EVP Digital & Next
Business
(Joddy Hernady)
Deputy EVP CX &
Digitalization BUMN
Deputy EVP Digital
Exploration
(Ery Punta Hendraswara)
Deputy EVP Digital
Platform & Enabler
(Komang Budi Aryasa)
VP Enterprise
Performance Integration
(Joni Heri)
OVP Consumer
Assurance
(Agus Winarno)
VP Infrastructure
Management
(Moh. Riza Sutjipto)
EVP Divisi Enterprise
Service
(Judi Achmadi)
EGM Divisi TV Video
(Anak Agung Gede
Mayun Wirayuda)
EVP Divisi
Wholesale Service
(Priyono)
EVP Divisi Business
Service
(Indrawan Ditapradana)
EVP Divisi Government
Service
(Mohammad Salsabil)
EGM Divisi Service
Operation
(Lukman Hakim Abd.
Rauf)
EGM Divisi Service
Solution
(Abdi Mulyanta Ginting)
EGM Divisi Planning
& Deployment
(M. Amperandus
Simanjuntak)
EGM Divisi Information
Technology
(Alip Priyono)
Kepala Project
TelkomGroup Data
Center & Cloud
(Dewa Made Widartha
Bonha)
CRO
EVP Telkom
Regional I
(I Ketut Budi Utama)
EVP Telkom
Regional II
(Teuku Muda Nanta)
EVP Telkom
Regional III
(Pontjo Suharwono)
s
r
o
t
c
e
r
i
D
f
o
d
r
a
o
B
E
C
I
F
F
O
E
T
A
R
O
P
R
O
C
S
I
N
S
I
B
T
I
N
U
Y
R
O
T
I
R
E
T
T
I
N
U
56
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
STRUKTUR ORGANISASI TELKOM
Direktur Strategic
Portfolio
(Achmad Sugiarto)
Direktur Keuangan
(Harry M. Zen)
Direktur Human Capital
Management
(Edi Witjara)
SVP Corporate Secretary
(Afriwandi)
SVP Internal Audit
(Harry Suseno
Hadisoebroto)
Koordinator Project
Management Office
(Ikhsan)
CEO’S Office
AVP Sekretariat
Direktorat DSP
(Suhartono)
AVP Sekretariat
Direktorat KEU
(Setio Nuranto)
AVP Sekretariat
Direktorat HCM
(Prayudi Nugroho)
VP Corporate Strategy
Planning
(Torkis Ropinda
Sihombing)
VP Financial Controller
CFU Enterprise
(Devindra Kamal)
VP HC Strategic
Management (PGS)
(Erfizal Fikri Yusmansyah)
SVP Portfolio & Synergy
(Pramasaleh Hario
Utomo)
VP Financial Controller
CFU Non Enterprise
(Irphan Wijaya)
VP HC Development
(Nizar)
VP Integrated Portfolio
Management
(Saiful Hidajat)
VP Corporate Finance &
Investor Relation
(Andi Setiawan)
VP HC Organizational
Effectiveness
(Danang Baskoro
Dwinugroho)
Personal
Assistant
Direksi
VP Planning &
Development Audit
(Imam Santoso)
VP Corporate
Communication
(Arif Prabowo)
VP Infrastructure &
Operation Audit
(Purwadi Siswana)
VP Regulatory
Management
(Chairudin Mirza)
VP Information
Technology Audit
(Umar Syahid)
VP Corporate Office
Support
(Hardi Purwanto)
VP Integrated & Financial
Audit
(Agus Widjajanto)
VP Synergy
(Kukuh Pribadijanto)
VP Financial &
Procurement Policy
(Achmad Aliyadin)
VP Telkom Smart Office
(Erfizal Fikri Yusmansyah)
VP Legal & Compliance
(Junian Sidharta)
Project
Controller
Group
Project
Support
Group
EVP Strategic investment
VP Strategic Invesment
Digital Telco
(Yusuf Wibisono)
VP Strategic Invesment
ICT & Services
(Bhimo Aryanto)
SGM SSO Finance Center
(Muchamad Noor
Hidayat)
SGM Assesment Center
Indonesia
(Teuku Zilmahram)
SGM SSO Procurement &
Sourcing
(Weriza)
SGM Community
Development Center
(Sindhu Aryanto)
SGM Asset Management
Center
(Heru Kurniawan)
Kepala Project CX
Transformation
(Sri Safitri)
SGM HC Business
Partner
(Sendy Aditya
Kamesvara)
SGM Telkom Corporate
University
(Bambang Budiono)
Kepala Project SSO
TelkomGroup
(Devi Alzy)
Kepala Project IFRS
(Martinus Wisnu Adji)
EVP Telkom
Regional IV
(Djatmiko)
EVP Telkom
Regional V
(Suparwiyanto)
EVP Telkom
Regional VI
(Rijanto Utomo)
EVP Telkom
Regional VII
(Aris Dwi Tjahjanto)
57
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPROFIL DEWAN KOMISARIS
ANGGOTA DEWAN KOMISARIS YANG MENJABAT PER 31 DESEMBER 2019
Rhenald Kasali
Komisaris Utama
Ismail
Komisaris
Pribadi
: Jakarta, 13 Agustus 1960
Lahir
: 59 tahun
Usia/Umur
Kewarganegaraan: Indonesia
Domisili
: Jakarta, Indonesia
Pribadi
Lahir
: Mataram, 10 Agustus 1969
Usia/Umur
: 50 tahun
Kewarganegaraan: Indonesia
Domisili
: Jakarta, Indonesia
Riwayat Pendidikan
1985
1993
Sarjana Ekonomi, Universitas Indonesia.
Master of Science in Business Administration,
University of Illinois at Urbana & Champaign,
Amerika Serikat.
Ph.D, University of Illinois at Urbana &
Champaign, Amerika Serikat.
1998
Riwayat Pendidikan
1993
1999
2010
Sarjana Teknik Fisika, Institut Teknologi
Bandung, Indonesia.
Magister Teknik Elektro, Universitas
Indonesia.
Doktor Teknik Elektro dan Informatika,
Institut Teknologi Bandung, Indonesia.
Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Telkom
tanggal 24 Mei 2019.
Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Telkom
tanggal 24 Mei 2019.
Riwayat Jabatan
2009 – sekarang
Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
2015 – 2019
Komisaris Utama Angkasa Pura II.
2007
Founder Yayasan Rumah Perubahan.
58
Riwayat Jabatan
2016 – sekarang
Direktur Jenderal Sumber Daya Dan Perangkat Pos Dan
Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika
Republik Indonesia.
2015 – 2016
Direktur Pengembangan Pita Lebar, Kementerian
Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.
2014 – 2015
Direktur Telekomunikasi Khusus, Penyiaran Publik dan
Kewajiban Pelayanan Universal, Kementerian Komunikasi
dan Informatika Republik Indonesia.
2012 – 2014
Direktur Telekomunikasi, Kementerian Komunikasi dan
Informatika Republik Indonesia.
2008 – 2012
Direktur Operasional Sistem IT, Pusat Pelaporan dan
Analisis Transaksi Keuangan, Kementerian Komunikasi
dan Informatika Republik Indonesia.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
Marcelino Rumambo Pandin
Komisaris
Margiyono Darsasumarja
Komisaris Independen
: Ujung Pandang, 23 Maret 1966
Pribadi
Lahir
Usia/Umur
: 53 tahun
Kewarganegaraan: Indonesia
Domisili
: Jakarta, Indonesia
Riwayat Pendidikan
1991
1999
Sarjana Teknik Arsitektur, Institut Teknologi
Bandung, Indonesia.
Master of Philosophy, Judge Business School
University of Cambridge, Inggris.
2005 Graduate Diploma in Company Director Course,
Australian Institute of Company Director
(GAICD), Australia.
Diploma in Company Direction (Chartered
Director Level II), The Institute of Directors
2007
(IoD), London, Inggris.
Ph.D. of Technology and Innovation, the
University of Queensland, Australia.
Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Telkom
tanggal 24 Mei 2019.
Riwayat Jabatan
2018 – 2019
Committee, World Observatory
Government Finance and Investment OECD Paris, Perancis.
Subnational
on
2017 – 2019
Senior Policy Adviser on City Finance, United City and
Local Government (UCLG) Asia Pacific.
Pribadi
Lahir
: Klaten, 14 September 1976
: 43 tahun
Usia/Umur
Kewarganegaraan: Indonesia
Domisili
: Jakarta, Indonesia
Riwayat Pendidikan
2008
2012
Sarjana Hukum, Universitas Indonesia.
Master in Cyber Law, School of Law, University
of Leeds, Inggris.
Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)
Telkom tanggal 17 April 2015.
Riwayat Jabatan
2012 – 2015
Advocat Coordinator untuk Reform the Reformers
Program pada Komitmen untuk Pembaharuan
Pemerintahan.
2012 – 2014
Pengajar Hukum Media & Internet di Universitas Bakrie.
2001 – 2011
Manajer Pengembangan Media, Voice of Human (VHR)
Media.
59
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
Cahyana Ahmadjayadi
Komisaris Independen
Marsudi Wahyu Kisworo
Komisaris Independen
Pribadi
: Garut, 12 Juli 1955
Lahir
: 64 tahun
Usia/Umur
Kewarganegaraan: Indonesia
Domisili
: Bandung dan Jakarta, Indonesia
Riwayat Pendidikan
1980
Sarjana Teknik Industri, Institut Teknologi
Bandung, Indonesia.
2004 Magister Hukum Teknologi/Hukum Bisnis,
Universitas Padjajaran, Bandung.
Doktor Hukum Cyber, Unversitas Padjajaran,
Bandung.
2010
Pribadi
Lahir
Usia/Umur
Kewarganegaraan: Indonesia
Domisili
: Kediri, 29 Oktober 1958
: 61 tahun
: Jakarta, Indonesia
Riwayat Pendidikan
1983
1990
1992
Sarjana Teknik Elektro, Institut Teknologi Bandung,
Indonesia.
Post Graduate Diploma in Computer Science, Curtin
University of Technology, Australia.
Ph.D. in Computer Science, Curtin University of
Technology, Australia.
Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Telkom
tanggal 21 April 2017.
Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Telkom
tanggal 24 Mei 2019.
Riwayat Jabatan
2010 – 2013
Komisaris, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
2011
Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika Bidang
Polkam, Kementerian Komunikasi dan Informatika.
2006
Founder Pengelola Nama Domain Internet Indonesia
(PANDI).
2005
Dirjen Aplikasi Telematika, Kementerian Komunikasi dan
Informatika.
2002
Deputi Bidang Jaringan Komunikasi dan Informasi,
Kementerian Komunikasi dan Informatika.
1993
Direktur Regional Telkom Wilayah V-Jawa Barat.
Riwayat Jabatan
2019 – sekarang
Guru Besar Ilmu Komputer Universitas Prasetiya Mulya dan
Universitas Bina Darma.
2017 – sekarang
Tenaga Ahli Telematika dan Pertahanan Siber, Kementerian
Pertahanan Republik Indonesia.
2016 – sekarang
Tim Pembimbing Gerakan Menuju 100 Smartcity, Kementerian
Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.
2015 – sekarang
Anggota Balai Pertimbangan Permasyarakatan, Kementerian
Hukum dan HAM Republik Indonesia.
2015
Anggota Dewan Pembina, Ikatan Ahli Ekonomi Islam.
2013
Ketua Bidang Industri Kreatif, Asosiasi Profesor Indonesia.
2010 – 2018
Rektor Perbanas Institute Jakarta.
2005 – 2010
Pro-Rector Swiss German University Asia.
1998 – 2004
Deputi Rektor Universitas Paramadina.
60
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
ANGGOTA DEWAN KOMISARIS YANG BERAKHIR JABATANNYA PADA TAHUN 2019
Hendri Saparini
Komisaris Utama
Rinaldi Firmansyah
Komisaris
Pribadi
Lahir
: Kebumen, 16 Juni 1964
Usia/Umur
: 55 tahun
Kewarganegaraan: Indonesia
Domisili
: Jakarta, Indonesia
Pribadi
Lahir
: Tanjung Pinang, 10 Juni 1960
: 59 tahun
Usia/Umur
Kewarganegaraan: Indonesia
Domisili
: Jakarta, Indonesia
Riwayat Pendidikan
1988
1997
1999
Sarjana Ekonomi, Universitas Gadjah Mada,
Yogyakarta, Indonesia.
Master International Development Policy,
University of Tsukuba, Jepang.
Doktor International Political Economy,
University of Tsukuba, Jepang.
Riwayat Pendidikan
1985
1988
2014
Sarjana Teknik Elektro, Institut Teknologi
Bandung, Indonesia.
Master of Business Administration, Institut
Pengembangan Manajemen Indonesia
(IPMI) Jakarta, Indonesia.
Doktor Manajemen, Universitas Padjajaran,
Bandung, Indonesia.
Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB)
Telkom tanggal 19 Desember 2014.
Riwayat Jabatan
2016 – sekarang
Anggota Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN).
2015 – sekarang
Ketua Komite Kebijakan Publik Kementerian BUMN.
2014 – sekarang
Anggota Komite Pengembangan Jasa Keuangan Syariah
OJK.
2009 – sekarang
Pengajar Tamu Lembaga Administrasi Negara (LAN),
Lemhanas dan beberapa Institusi Pemerintah.
2013 – 2016
Founder dan Executive Director CORE Indonesia.
Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)
Telkom tanggal 17 April 2015.
Riwayat Jabatan
2016 – sekarang
Advisory Board Member Daestrum Capital.
2014 – sekarang
Komisaris PT Elnusa, Tbk.
2015
Komisaris PT Indosat, Tbk.
2013 – 2016
Komisaris PT Bluebird, Tbk.
2013 – 2016
Komisaris Utama PLN Batam.
2007 – 2012
Direktur Utama Telkom.
2004 – 2007
Direktur Keuangan Telkom.
61
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
Pamijati Pamela Johanna Waluyo
Komisaris Independen
Edwin Hidayat Abdullah
Komisaris
Pribadi
Lahir
Usia/Umur
Kewarganegaraan: Indonesia
Domisili
: Jakarta, 20 Juni 1958
: 61 tahun
: Tangerang, Indonesia
Riwayat Pendidikan
1981
1983
Sarjana dari University of Technology Delft,
Belanda.
Master dari University of Technology Delft,
Belanda.
Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)
Telkom tanggal 17 April 2015.
Riwayat Jabatan
2014 – 2015
Direktur Pemasaran Korporasi, Obession Media Group.
2006 – 2014
Asisten Direktur Penjualan dan Pemasaran, Metro TV.
2000 – 2006
Humas Korporasi, Metro TV & Media Group.
62
Pribadi
Lahir
: Jakarta, 28 April 1971
: 48 tahun
Usia/Umur
Kewarganegaraan: Indonesia
Domisili
: Jakarta, Indonesia
Riwayat Pendidikan
1995
Sarjana Ekonomi, Universitas Gadjah Mada,
Yogyakarta, Indonesia.
2005 Master of Public Management, Lee Kuan
Yew School of Public Policy, NUS
(in cooperation with Kennedy
School of Government, Harvard University) di
Singapura dan Amerika Serikat.
Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)
Telkom tanggal 27 April 2018.
Riwayat Jabatan
2018 – sekarang
Komisaris Utama Indonesia Comnets Plus (Icon+).
2015 – sekarang
Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan
Pariwisata.
2016 – 2018
Komisaris PT Pertamina (Persero).
2015 – 2016
Komisaris Telkomsel.
2004 – 2015
Komisaris Independen PT Bumi Serpong Damai, Tbk.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
Isa Rachmatarwata
Komisaris
Pribadi
Lahir
: Jombang, 30 Desember 1966
Usia/Umur
: 53 tahun
Kewarganegaraan: Indonesia
Domisili
: Jakarta, Indonesia
Riwayat Pendidikan
1990
1994
Sarjana Matematika, Ilmu Pasti & Alam, Institut
Teknologi Bandung, Indonesia.
Master of Mathematic Actuarial Science,
University of Waterloo, Kanada.
Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)
Telkom tanggal 27 April 2018.
Riwayat Jabatan
2017 – sekarang
Direktur Jenderal Kekayaan Negara, Kementerian
Keuangan Republik Indonesia.
2013 – 2017
Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kebijakan dan
Regulasi Jasa Keuangan dan Pasar Modal, Kementerian
Keuangan Republik Indonesia.
2013
Pegawai Tinggi pada Badan Kebijakan Fiskal,
Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
2006 – 2012
Kepala Biro Perasuransian, Badan Pengawas Pasar
Modal dan Lembaga Keuangan (BPPMLK), Kementerian
Keuangan Republik Indonesia.
63
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
PENDIDIKAN, PELATIHAN, SEMINAR DAN KONGRES
Dalam rangka untuk meningkatkan kompetensi para anggota Dewan Komisaris, Telkom memberikan kesempatan bagi
para anggota Dewan Komisaris untuk mengembangkan pengetahuan dan keahliannya sepanjang tahun 2019.
Berikut ini pendidikan dan/atau pelatihan yang telah diikuti anggota Dewan Komisaris dalam meningkatkan kompetensi
dalam tahun buku 2019:
Nama Komisaris
Nama Kegiatan
Tanggal Pelaksanaan
Negara
Rhenald Kasali
Visit Silicon Valley
Inorganic Summit 2019
Huawei Invitation and Visit IoT
Experience
3-9 Agustus
22 Agustus
14-18 November
Amerika Serikat
Indonesia
Republik Rakyat
Tiongkok
Marcelino Rumambo
Pandin
Inorganic Panel Discussion 2019
9 Desember
Risk Beyond dan Digital Risk
Management in Insurance
25-27 September
Inorganic Summit 2019
22 Agustus
Certification in Audit Committee
Practices (CACP)
5-7 November
CLSA Investor Forum 2019
11-13 September
A Joint Conference of ADB,
KDI Korea, Argentina & Asian
Development Banks
25-28 Agustus
Asia Pacific Urban Forum 7
16-17 Oktober
Inorganic Panel Discussion 2019
9 Desember
Asosiasi Analis Kebijakan
Indonesia (AAKI)
12 Desember
United Nations ESCAP
16-18 Desember
Ismail
Inorganic Summit 2019
22 Agustus 2019
Indonesia
Indonesia
Indonesia
Indonesia
Hong Kong
Argentina
Malaysia
Indonesia
Indonesia
Thailand
Indonesia
Embrace Change and
Innovation in Internal Audit
Conference
Certification in Audit
Committee Practices (CACP)
18-20 September
Luksemburg
5-7 November
Indonesia
Inorganic Panel Discussion 2019
9 Desember
Indonesia
Marsudi Wahyu Kisworo Visit Silicon Valley
Pemahaman Pancasila
Inspiring Talks from Prominent
Alumni
Inorganic Summit 2019
FGD Penyusunan Kebijakan
Manajemen Krisis Siber
Diskusi Panel LKDI "Peran
Komisaris Independen dalam
Pengawasan atas Kendala
Laporan Keuangan"
Seminar Nasional Terorisme
di Era Digital
3-9 Agustus
15 Agustus
16 Agustus
22 Agustus
26 Agustus
Amerika Serikat
Indonesia
Indonesia
Indonesia
Indonesia
5 September
Indonesia
11 September
Indonesia
ICA International Conference
13 September
FGD “Manajemen Krises Siber”
BSSN
10 Oktober
Indonesia
Indonesia
64
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
Nama Komisaris
Nama Kegiatan
Tanggal Pelaksanaan
Negara
5G Summit Qualcomm
14-16 Oktober
23 Oktober
Spanyol
Indonesia
Great Territory Leaders
Academy
Workshop Teknologi Informasi
Badan Intelijen Negara
Seminar Digital dan Sosial
Media Marketing (Akuntansi,
Manajemen dan Ekonomi
Universitas Bandar Lampung)
Forum Konsultasi Publik
Kementerian Perindustrian
06 November
Indonesia
12 November
Indonesia
13 November
Indonesia
Forum Diskusi SESPIM POLRI
19 November
Workshop BUMN “Executive
Club: Leadership di Era Digital"
21 November
Inorganic Panel Discussion 2019
9 Desember
Property Outlook 2020
18 Desember
Margiyono Darsasumarja
Full Day Seminar Auditor's Talk
untuk penguatan peran Satuan
Pengawas Internal (SPI)
9 Mei
Cahyana Ahmadjayadi
Mobile World Congress 2019
25 - 28 Februari
Inorganic Panel Discussion 2019
9 Desember
19-21 September
Inggris
22 Agustus
5 September
3-9 Agustus
22 Agustus
5 September
Inorganic Summit 2019
Diskusi Panel LKDI "Peran
Komisaris Independen dalam
Pengawasan atas Kendala
Laporan Keuangan"
Gartner Security and Risk
Management Summit
Visit Silicon Valley
Inorganic Summit 2019
Diskusi Panel LKDI "Peran
Komisaris Independen dalam
Pengawasan atas Kendala
Laporan Keuangan"
Huawei invitation and Visit IoT
Experience
Indonesia
Indonesia
Indonesia
Indonesia
Indonesia
Indonesia
Indonesia
Indonesia
Spanyol
Amerika Serikat
Indonesia
Indonesia
14-23 November
Republik Rakyat
Tiongkok
Inorganic Panel Discussion 2019
9 Desember
Indonesia
65
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
HUBUNGAN AFILIASI ANGGOTA DEWAN KOMISARIS
Telkom mengungkapkan hubungan afiliasi sesama anggota Dewan Komisaris, Direksi, dan pemegang saham utama dan
pengendali, termasuk juga nama pihak yang terafiliasi sesuai dengan prinsip transparansi dalam penerapan tata kelola
perusahaan yang baik atau GCG.
Hubungan Keuangan dengan
Hubungan Keluarga dengan
Nama
Jabatan
Terakhir
Anggota
Dewan
Komisaris
Anggota
Direksi
Pemegang
Saham
Utama dan
Pengendali(1)
Anggota
Dewan
Komisaris
Anggota
Direksi
Pemegang
Saham
Utama dan
Pengendali(1)
Rhenald Kasali(2)
Komisaris
Utama
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Ismail(2)
Komisaris
Tidak
Tidak
Tidak
Komisaris
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Marcelino Rumambo
Pandin(2)
Margiyono Darsasumarja
Cahyana Ahmadjayadi
Marsudi Wahyu Kisworo
Hendri Saparini(3)
Komisaris
Independen
Komisaris
Independen
Komisaris
Independen
Komisaris
Utama
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Rinaldi Firmansyah(3)
Komisaris
Tidak
Tidak
Tidak
Pamijati Pamela Johanna
Waluyo(3)
Komisaris
Independen
Tidak
Tidak
Tidak
Edwin Hidayat Abdullah(4)
Komisaris
Tidak
Tidak
Tidak
Isa Rachmatarwata(5)
Komisaris
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Keterangan:
(1) Pemegang saham pengendali dalam hal ini adalah Pemerintah Indonesia yang diwakili Menteri BUMN sebagai pemegang saham utama.
(2) Menjabat sejak 24 Mei 2019.
(3) Tidak menjabat lagi sejak 24 Mei 2019.
(4) Tidak menjabat lagi sejak 18 November 2019.
(5) Tidak menjabat lagi sejak 23 Desember 2019.
PERNYATAAN INDEPENDENSI
Penegakan prinsip tata kelola perusahaan atau Good Corporate Governance (GCG) dilakukan oleh Telkom dengan
mewajibkan Komisaris Independen menandatangani Pernyataan Independensi Komisaris Independen, terutama bagi
Komisaris Independen telah menjabat lebih dari 2 (dua) periode.
Hingga saat disusunnya Laporan ini, Komisaris Independen Telkom baru menjabat sejak tahun 2015 dan 2016 sehingga
belum menjabat lebih dari 2 (dua) periode. Meski demikian, Komisaris Independen Telkom saat ini, yaitu Margiyono
Darsasumaria, Cahyana Ahmadjayadi, dan Marsudi Wahyu Kisworo telah menandatangani pernyataan independensi
sejak diangkat pertama kali.
66
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian67
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPROFIL DIREKSI
DIREKSI YANG MENJABAT PER 31 DESEMBER 2019
Ririek Adriansyah
Direktur Utama
Harry Mozarta Zen
Direktur Keuangan
Pribadi
: Yogyakarta, 2 September 1963
Lahir
: 56 tahun
Usia/Umur
Kewarganegaraan: Indonesia
Domisili
: Jakarta, Indonesia
Riwayat Pendidikan
1989
Sarjana Teknik Elektro, Institut Teknologi
Bandung.
Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)
Telkom tanggal 24 Mei 2019.
Riwayat Jabatan
2015 – 2019
Direktur Utama Telkomsel.
2014
Direktur Wholesale & International Service Telkom.
2012 – 2013
Direktur Compliance & Risk Management Telkom.
2011 – 2012
Direktur Utama Telin.
2010 – 2011
Direktur Marketing & Sales Telin.
2008 – 2010
Direktur International Carrier Service Telin.
68
Pribadi
Lahir
: Tanjung Pinang, 9 Januari 1969
: 50 tahun
Usia/Umur
Kewarganegaraan: Indonesia
Domisili
: Jakarta, Indonesia
Riwayat Pendidikan
1993
1996
Sarjana Teknik Metalurgi, Fakultas Teknik,
Universitas Indonesia.
Master of Business and Administration,
Corporate Finance and Financial Institutions &
Market, State University of New York, Buffalo,
Amerika Serikat.
Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)
Telkom tanggal 22 April 2016.
Riwayat Jabatan
2008 – 2015
Direktur Utama Credit Suisse Securities Indonesia.
2007 – 2008
Direktur Barclays Capital.
2001 – 2007
Co-Head Investment Banking Bahana Sekuritas.
1996 – 2001
Assistant Vice President Global Corporate Banking
Citibank.
1993 – 1994
Official Assistant Global Consumer Banking Citibank.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
Zulhelfi Abidin
Direktur Network & IT Solution
Siti Choiriana
Direktur Consumer Service
Pribadi
Lahir
: Bukittinggi, 1 Januari 1962
Usia/Umur
: 57 tahun
Kewarganegaraan: Indonesia
Domisili
: Jakarta, Indonesia
Pribadi
Lahir
: Magetan, 28 Mei 1970
: 49 tahun
Usia/Umur
Kewarganegaraan: Indonesia
Domisili
: Jakarta, Indonesia
Riwayat Pendidikan
1987
1996
Sarjana Teknik Informatika, Institut Teknologi
Bandung, Indonesia.
Master in Computer Science, University of
Wollongong, Australia.
Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)
Telkom tanggal 21 April 2017.
Riwayat Jabatan
2015 – 2017
Direktur Bank Rakyat Indonesia (BRI).
2014 – 2015
Senior Executive Vice President BRI.
2012 – 2015
Komisaris BRI Syariah.
2007 – 2014
Kepala Divisi Teknologi Sistem Informasi BRI.
Riwayat Pendidikan
1993
Sarjana Teknik Elektro, Institut Teknologi
Sepuluh November, Surabaya, Indonesia.
2005 Magister Manajemen Teknologi, Institut
Teknologi Sepuluh November, Surabaya,
Indonesia.
Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)
Telkom tanggal 27 April 2018.
Riwayat Jabatan
2013 – 2018
Executive Vice President Divisi Enterprise Service
Telkom.
2017 – 2018
Komisaris Telkom Sigma.
2016 – 2017
Komisaris Utama Patrakom.
2016
Komisaris Admedika.
2013 – 2015
Komisaris Finnet Indonesia.
2012 – 2013
Deputy Executive Vice President Divisi Enterprise Service
Telkom.
69
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
Faizal Rochmad Djoemadi
Direktur Digital Business
Achmad Sugiarto
Direktur Strategic Portfolio
Pribadi
: Blitar, 12 Desember 1967
Lahir
: 52 tahun
Usia/Umur
Kewarganegaraan: Indonesia
Domisili
: Bandung, Indonesia
Pribadi
Lahir
: Jakarta, 22 Agustus 1965
: 54 tahun
Usia/Umur
Kewarganegaraan: Indonesia
Domisili
: Jakarta, Indonesia
Riwayat Pendidikan
1984
1998
Sarjana Fakultas Teknologi Industri,
Universitas Trisakti, Jakarta, Indonesia.
Magister Management,
Universitas Airlangga Surabaya,
Indonesia.
Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)
Telkom tanggal 24 Mei 2019.
Riwayat Jabatan
2017 – 2019
Direktur Sigma Cipta Caraka.
2015 – 2017
SVP Synergy & Portfolio Telkom.
2014 – 2015
EGM Divisi Digital Business Telkom.
Riwayat Pendidikan
1991
Sarjana Teknik Elektro-Telekomunikasi, Institut
Teknologi Sepuluh November, Surabaya,
Indonesia.
Master of Electrical Engineering, University of
Sasakatchewan, Kanada.
Doktor Management, Universitas Brawijaya,
Malang, Indonesia
1998
2019
Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)
Telkom tanggal 24 Mei 2019.
Riwayat Jabatan
2016 – 2019
Direktur Utama Telekomunikasi Indonesia Internasional.
2015 – 2016
EVP Divisi Wholesale Service Telkom.
2012 – 2014
Deputy Executive General Manager Divisi Wholesale
Service Telkom.
70
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
Edwin Aristiawan
Direktur Wholesale & International Service
Edi Witjara
Direktur Human Capital Management
Pribadi
Lahir
: Surabaya, 14 Oktober 1969
: 50 tahun
Usia/Umur
Kewarganegaraan: Indonesia
Domisili
: Surabaya, Indonesia
Riwayat Pendidikan
1993
Sarjana Elektro Umum, Institut Teknologi
Sepuluh November, Surabaya, Indonesia.
2002 Magister Management, Sekolah Tinggi
Manajemen Bisnis, Bandung, Indonesia.
Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Telkom
tanggal 24 Mei 2019.
Riwayat Jabatan
2019
Executive Vice President Telkom Regional III Jawa Barat.
2016 – 2019
Executive Vice President Telkom Regiona VI Kalimantan.
Pribadi
Lahir
: Kediri, 17 November 1972
: 47 tahun
Usia/Umur
Kewarganegaraan: Indonesia
Domisili
: Bandung, Indonesia
Riwayat Pendidikan
1995
Sarjana Teknik Elektro, Sekolah Tinggi Teknologi
Telkom, Bandung, Indonesia.
2009 Magister Hukum Bisinis, Universitas Padjajaran,
2018
Bandung, Indonesia.
Doktor Manajemen Strategik Bisinis, Universitas
Padjajaran, Bandung, Indonesia.
Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)
Telkom tanggal 24 Mei 2019.
Riwayat Jabatan
2018 – 2019
SVP Group Financial Planning Analysis and Control
Telkom.
2015 – 2016
Deputy EVP Infrastructure Telkom Regional II
Jabodetabek & Serang.
2017 – 2018
Kepala Program Bisnis Shared Service Organization
Telkom.
2014 – 2015
Deputy Executive General Manager Telkom Regional IV
2016 – 2018
SVP Financial Planning & Analysis Telkom.
Jateng & DIY.
2013 – 2016
Komisaris Telkom Akses.
2013 – 2016
VP Management Accounting Telkom.
71
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
Bogi Witjaksono
Direktur Enterprise & Business Service
Pribadi
Lahir
: Surabaya, 8 Februari 1967
Usia/Umur
: 52 tahun
Kewarganegaraan: Indonesia
Domisili
: Bogor, Indonesia
Riwayat Pendidikan
1989
1995
Sarjana Teknik Elektro, Institut Teknologi
Sepuluh November, Surabaya, Indonesia.
Magister Teknik Telekomunikasi (Mobile
Communication), Institut Teknologi Bandung,
Indonesia.
Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Telkom
tanggal 24 Mei 2019.
Riwayat Jabatan
2018 – 2019
Deputy President Director (COO) Telkom Satelite.
2015 – 2019
Direktur Utama Patrakom.
2012 – 2019
Managing Director Metrasat.
72
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
ANGGOTA DIREKSI YANG BERAKHIR JABATANNYA PADA TAHUN 2019
Alex Janangkih Sinaga
Direktur Utama
David Bangun
Direktur Digital & Strategic Portfolio
Pribadi
Lahir
: Pematang Siantar, 27 September 1961
: 58 tahun
Usia/Umur
Kewarganegaraan: Indonesia
Domisili
: Jakarta, Indonesia
Pribadi
Lahir
: Bandung, 5 September 1965
: 54 tahun
Usia/Umur
Kewarganegaraan: Indonesia
Domisili
: Bandung, Indonesia
Riwayat Pendidikan
1986
1994
Sarjana Teknik Elektro, Institut Teknologi
Bandung, Indonesia.
Master of Science in Telematics, University of
Surrey, Guildford, Inggris.
Riwayat Pendidikan
1989
1999
Sarjana Teknik Elektro, Institut Teknologi
Bandung, Indonesia.
Master of Engineering in Electrical Engineering,
Cornell University, New York, Amerika Serikat.
Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB)
Telkom tanggal 19 Desember 2014.
Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Telkom
tanggal 21 April 2017.
Riwayat Jabatan
2012 – 2014
Direktur Utama Telkomsel.
2007 – 2012
Direktur Utama Multimedia Nusantara.
Riwayat Jabatan
2014 – 2017
Direktur Utama Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel).
2013 – 2014
Executive General Manager Network of Broadband
Telkom.
2005 – 2007
Executive General Manager Divisi Enterprise Service
Telkom.
2011 – 2014
Komisaris Telekomunikasi Indonesia International (Telin).
2002 – 2005
Executive General Manager Divisi Fixed Wireless
Network Telkom.
2011 – 2013
Executive General Manager Infratel.
2009 – 2011
Vice President Infrastructure & Service Planning Telkom.
73
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
Dian Rachmawan
Direktur Enterprise & Business Service
Herdy Rosadi Harman
Direktur Human Capital Management
Pribadi
Lahir
: Surabaya, 14 Mei 1964
Usia/Umur
: 55 tahun
Kewarganegaraan: Indonesia
Domisili
: Bogor, Indonesia
Pribadi
Lahir
: Bandung, 28 Juni 1963
: 56 tahun
Usia/Umur
Kewarganegaraan: Indonesia
Domisili
: Jakarta, Indonesia
Riwayat Pendidikan
1986
1993
1998
Sarjana Hukum, Universitas Padjajaran,
Bandung, Indonesia.
Master of Business Administration dari
Asian Institute Management, Philippines and
Institute Management Telkom University.
Master of Law (LLM), Washington College of
Law, American University, Washiongton DC,
Amerika Serikat.
Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB)
Telkom tanggal 19 Desember 2014.
Riwayat Jabatan
2012 – 2014
Direktur Human Capital Management Telkomsel.
2007 – 2012
VP Regulatory Management Telkom.
2006 – 2007
VP Legal & Compliance Telkom.
Riwayat Pendidikan
1987
1994
Sarjana Teknik Elektro dan Telekomunikasi,
Institut Teknologi Sepuluh November, Surabaya,
Indonesia.
Master of Science in Communication and
Real Time System, Telecommunications
Engineering, University of Bradford, Inggris.
Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)
Telkom tanggal 21 April 2017.
Riwayat Jabatan
2014 – 2017
Direktur Consumer Service Telkom.
2011 – 2014
Direktur Utama Telekomunikasi Indonesia International
(Hong Kong) Limited.
2007 – 2011
Direktur Network Operation & Engineering Business &
Partnership Development Telin.
2005 – 2007
Executive General Manager Divisi Fixed Wireless
Network Telkom.
74
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
Abdus Somad Arief
Direktur Wholesale & International Service
Pribadi
Lahir
: Sidoarjo, 25 September 1963
: 56 tahun
Usia/Umur
Kewarganegaraan: Indonesia
Domisili
: Jakarta, Indonesia
Riwayat Pendidikan
1988
Sarjana Teknik Elektro, Institut Teknologi
Bandung, Indonesia.
2000 Magister Sistem Teknologi dan Informasi,
Institut Teknologi Bandung, Indonesia.
Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)
Telkom tanggal 21 April 2017.
Riwayat Jabatan
2018 – 2019
Komisaris Utama Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat).
2012 – 2014
Direktur Network Telkomsel.
2017 – 2019
Komisaris Utama Telkom Indonesia International (Telin).
2012 – 2014
Komisaris Daya Mitra Telekomunikasi (Mitratel).
2015 – 2017
Komisaris Utama Infrastruktur Telekomunikasi Indonesia
(Telkom Infra).
2015 – 2017
Komisaris Utama Teltranet Aplikasi Solusi (Telkom
Telstra).
2014 – 2017
Direktur Network & IT Solution Telkom Indonesia.
2015
Komisaris Sigma Cipta Caraka (Telkom Sigma).
2015
Komisaris Telekomunikasi Selular (Telkomsel).
2011 – 2012
Komisaris Utama Pramindo Ikat Nusantara.
2009 – 2012
Executive General Manager Divisi Enterprise Service
Telkom Indonesia.
2010 – 2011
Komisaris Infomedia Nusantara.
2008 – 2009
Vice President of Business Development Telkom
Indonesia.
2007 – 2008
Deputy Executive General Manager Divisi Enterprise
Service Telkom Indonesia.
75
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
PENDIDIKAN, PELATIHAN, SEMINAR DAN
KONGRES
Telkom memberikan kesempatan bagi para anggota Direksi untuk untuk meningkatkan kompetensi melalui pendidikan,
pelatihan, seminar, kongres, maupun kegiatan lainnya yang dapat mengembangkan pengetahuan dan keahlian
sepanjang tahun 2019.
Berikut ini pendidikan dan/atau pelatihan yang telah diikuti anggota Direksi dalam meningkatkan kompetensi dalam
tahun buku 2019.
Nama Direksi
Nama Kegiatan
Waktu
Tempat
Ririek Adriansyah
Pembicara pada Celular Congress 2019
15 Juli
Pembicara pada Indonesianisme Summit - IA ITB
13 Agustus
Indonesia
Indonesia
Rapat Konsultasi Rencana Pembangunan Jangka
19 September
Indonesia
Menengah Nasional (RPJMN) 2020 - 2024
Rakor BUMN bersama Menteri BUMN
5 – 8 Oktober
Indonesia
Rapat Kerja Kedeputian Energi, Logistik,
23 – 24 Oktober
Indonesia
Kawasan, dan Pariwisata
Pembicara pada IndoTelko Forum
27 November
Indonesia
Pembicara pada Kompas 100 CEO Forum 2019
28 November
Indonesia
Harry Mozarta Zen
Pembicara pada Forum Diskusi Implementasi Standar
9 Mei
Indonesia
Keuangan Baru PSAK 71, 72, dan 73
Executive Training: High Performance Leadership
14- 18 Oktober
Amerika Serikat
Program
Siti Choiriana
Keynote Speech DataGov AI: Industri High-Speed
November
Indonesia
Broadband Cable to The Home & Rural Area
Keynote Speech World Telecommunication Day 2019:
Mei
Indonesia
5G for Growth of
Telecommunication Industry Indonesia
Zulhelfi Abidin
CIIP-ID SUMMIT 2019 (Critical Information
28 Agustus
Indonesia
Infrastructure Protection)
CTO Meeting and ITU Telecom World 2019
8-9 September
Hungaria
Leading with Advanced Analytics and Artificial
16-20 September Amerika Serikat
Intelligence Program
Faizal Rochmad
Raker Kedeputian Energi, Logistik, Kawasan &
23 Oktober
Indonesia ICT Sector Cyber Security Roundtable
16 Oktober
Indonesia
Indonesia
Djoemadi
Pariwisata
Achmad Sugiarto
Driving Profitable Growth Harvard Business School
13-16 November
Amerika Serikat
Edwin Aristiawan
Palapa Ring Non-KPBU untuk Mendukung Mitigasi
14 November
Indonesia
Bencana di Indonesia
Bandung ICT Expo 2019
Edi Witjara
The Digital Transformation Conference
BUMN in Disruptive Digital Era
Gartner Annual Executive Retreat for HR Leader
Telco in Indonesia on Welcoming 5G
FGD Cyber Sovereignty Indonesia
24 Oktober
Indonesia
2019
2019
2019
2019
2019
Inggris
Indonesia
Singapura
Indonesia
Indonesia
Bogi Witjaksono
Seminar Badan Pengaturan Hilir Minyak dan Gas
27 September
Indonesia
Bumi, “Supporting Digital dalam Industri Hilir Migas”
76
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianHUBUNGAN AFILIASI ANGGOTA DIREKSI
Sesuai dengan prinsip transparansi dalam penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau GCG, Telkom mengungkapkan
hubungan afiliasi anggota Direksi dengan sesama Direksi, Komisaris, dan pemegang saham utama dan pengendali,
termasuk juga nama pihak yang terafiliasi.
Nama
Jabatan
Terakhir
Hubungan Keuangan dengan
Hubungan Keluarga dengan
Anggota
Dewan
Komisaris
Anggota
Direksi
Pemegang
Saham
Utama dan
Pengendali(1)
Anggota
Dewan
Komisaris
Anggota
Direksi
Pemegang
Saham
Utama dan
Pengendali(1)
Ririek Adriansyah* Direktur
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Utama
Harry Mozarta Zen Direktur
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Zulhelfi Abidin
Siti Choiriana
Keuangan
Direktur
Network & IT
Solution
Direktur
Consumer
Service
Faizal Rochmad
Djoemadi*
Direktur Digital
Business
Achmad Sugiarto* Direktur
Strategic
Portfolio
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Edwin Aristiawan* Direktur
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Edi Witjara*
Bogi Witjaksono*
Wholesale &
International
Service
Direktur
Human Capital
Management
Direktur
Enterprise &
Business
Service
Alex Janangkih
Sinaga**
Direktur
Utama
David Bangun**
Direktur Digital
& Service
Portfolio
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Dian Rachmawan** Direkctur
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Abdus Somad
Arief**
Herdy Rosadi
Harman**
Enterprise &
Business
Service
Direktur
Wholesale &
International
Service
Direktur
Human Capital
Management
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Keterangan:
(1) Pemegang saham pengendali dalam hal ini adalah Pemerintah Indonesia yang diwakili Menteri BUMN sebagai pemegang saham utama.
* Mulai menjabat tanggal 24 Mei 2019
** Tidak menjabat lagi sejak 24 Mei 2019.
77
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKARYAWAN TELKOM
Bagi Telkom dan anak perusahaan, para karyawan berperan sebagai salah satu kelompok pemangku kepentingan
utama yang berkontribusi pada keberlangsungan perusahaan. Selain menjalankan kegiatan usaha TelkomGroup sehari-
hari, karyawan juga menentukan keberhasilan perusahaan mencapai visi dan misinya. Untuk itu, TelkomGroup menjaga
relasi dan melakukan pelibatan karyawan (employee engagement) dengan baik dan strategis. Hal ini penting untuk
diperhatikan, khususnya pada masa transisi Telkom menuju digital telecommunication company yang berkelas dunia.
Karyawan Telkom juga didorong untuk memiliki agility yang tinggi dalam bekerja, termasuk dengan melibatkan dan
membentuk tribe dan squad lintas-fungsi dan lintas keahlian dalam pengembangan produk layanan.
Secara umum, sepanjang tahun 2019, TelkomGroup melihat karyawan di perusahaan induk maupun anak perusahaan
telah bekerja dengan baik sesuai dengan arahan strategi manajemen. Hal tersebut tentunya tidak terlepas dari dukungan
manajemen TelkomGroup dalam menjamin lingkungan kerja yang profesional, aman, nyaman, dan sejahtera. Selain itu,
jaminan keberagaman tanpa diskriminasi sesuai dengan hak asasi manusia juga mendukung karyawan agar bekerja
dengan sepenuh hati tanpa merasa terganggu atau khawatir.
Total Karyawan
54,4%
13.213
Usia
38,4%
9.313
Karyawan
Telkom
Karyawan
Entitas
Anak
45,6%
11.059
23,8%
5.784
< 30 tahun
30-45 tahun
> 45 tahun
37,8%
9.175
Pendidikan
12,2%
2.972
Gender
25,9%
6.285
Pra Kuliah
Diploma
Sarjana
Pasca
sarjana
(S2 dan S3)
Pria
Wanita
21,8%
5.285
8,4%
2.027
57,6%
13.988
74,1%
17.987
Posisi Jabatan
Status Kepegawaian
19,1%
4.635
1,3%
310
Manajemen
Senior
Manajemen
Madya
Pengawas
Lainnya
26,3%
6.377
93,2%
22.624
53,4%
12.950
78
Pegawai
Tetap
Tenaga
Profesional
Rehire
Masa
Persiapan
Pensiun
Tugas
Belajar
3,7%
895
2,0%
474
0,9%
222
0,2%
57
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPROFIL KARYAWAN
Pada akhir tahun 2019, TelkomGroup tercatat memiliki 24.272 karyawan, terdiri dari 11.059 karyawan yang bekerja
untuk perusahaan induk Telkom dan 13.213 karyawan terdaftar di anak perusahaan. Total jumlah karyawan tahun 2019
lebih tinggi 0,84% dari tahun sebelumnya, yang tercatat sebesar 24.071 orang. Perubahan tersebut karena adanya
peningkatan jumlah karyawan di entitas anak sebesar 1.907 dibanding tahun sebelumnya.
Jumlah Karyawan Telkom dan Anak Perusahaan
per 31 Desember untuk Tahun 2017-2019
Karyawan Telkom
Karyawan Entitas Anak
Total
2019
2018
2017
11.059
13.213
24.272
12.765
11.306
24.071
13.956
10.109
24.065
JUMLAH KARYAWAN BERDASARKAN SEBARAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN
USIA KARYAWAN
Karyawan Telkom pada akhir periode pelaporan 2019 terdiri dari 7.382 orang atau 66,8% yang berlatar belakang sarjana
atau pascasarjana, serta 3.677 orang atau 33,2% yang pra kuliah atau memiliki ijasah diploma. Di sisi lain, anak perusahaan
memiliki 9.578 orang atau 72,5% karyawan sarjana atau pascasarjana, serta 3.635 orang atau 27,5% karyawan pra kuliah
atau diploma.
Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, total jumlah karyawan TelkomGroup berlatar belakang sarjana atau
pascasarjana naik dari 16.590 orang pada tahun 2018 menjadi 16.960 orang pada akhir tahun 2019. Jumlah karyawan
Telkom dan anak perusahaan pada tahun 2017 hingga 2019 berdasarkan pendidikan dapat dilihat sebagai berikut.
Jumlah Karyawan Telkom dan Anak Perusahaan Berdasarkan Pendidikan
per 31 Desember untuk Tahun 2017-2019
2019
2018
2017
Telkom
Entitas
Anak
Jumlah
%
Jumlah
%
Jumlah
%
2.185
1.492
5.602
1.780
3.100
535
5.285
2.027
8.386
13.988
1.192
2.972
21,8
8,4
57,6
12,2
3.630
3.851
13.609
2.981
15,1
16,0
56,5
12,4
4.077
4.228
13.017
2.743
16,9
17,6
54,1
11,4
Pra Kuliah
Diploma
Sarjana
Pascasarjana (S2 dan
S3)
Total
11.059
13.213
24.272
100,0
24.071
100,0
24.065
100,0
Selanjutnya, ditinjau dari usia karyawan, sebesar 61,6% atau 14.959 orang karyawan TelkomGroup pada akhir tahun 2019
didominasi oleh karyawan berusia 45 tahun ke bawah. Jumlah tersebut naik sebesar 58,4% pada tahun sebelumnya.
Dengan adanya komposisi tersebut, TelkomGroup menjamin adanya proses regenerasi yang baik pada jumlah karyawan
yang akan berakhir masa kerjanya.
79
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianTabel berikut menyajikan data mengenai jumlah karyawan Telkom dan anak perusahaan berdasarkan usia pada tiga
tahun terakhir.
Jumlah Karyawan Telkom dan Anak Perusahaan Berdasarkan Usia
per 31 Desember untuk Tahun 2017-2019
2019
2018
2017
Telkom
Entitas
Anak
Jumlah
%
Jumlah
%
Jumlah
%
< 30 tahun
30-45 tahun
> 45 tahun
2.386
1.768
6.905
3.398
7.407
2.408
5.784
9.175
9.313
23,8
37,8
38,4
5.548
8.514
10.009
23,0
35,4
41,6
4.572
8.490
11.003
19,0
35,3
45,7
Total
11.059
13.213
24.272
100,0
24.071
100,0
24.065
100,0
JUMLAH KARYAWAN BERDASARKAN POSISI JABATAN DAN STATUS
KEPEGAWAIAN
TelkomGroup memiliki beberapa tingkatan jabatan, yaitu manajemen senior, manajemen madya, pengawas, dan tingkat
jabatan lainnya. Pada tahun 2019, total jumlah karyawan Telkom dan anak perusahaan yang terbanyak yaitu pada
jabatan pengawas, sebanyak 12.950 orang atau 53,3%, naik dari 45,9% pada tahun sebelumnya. Perubahan komposisi
karyawan tersebut dipicu oleh pengisian formasi di tingkat pengawas yang diperoleh dari rekrut fresh graduate.
Berikut ini tabel yang menampilkan data jumlah karyawan Telkom dan anak perusahaan berdasarkan posisi jabatan per
akhir tahun 2017, 2018 dan 2019.
Jumlah Karyawan Telkom dan Anak Perusahaan Berdasarkan Posisi Jabatan
per 31 Desember untuk Tahun 2017-2019
2019
2018
2017
Telkom
Entitas
Anak
Jumlah
%
Jumlah
%
Jumlah
%
Manajemen Senior
Manajemen Madya
Pengawas
Lainnya
Total
128
3.383
5.969
1.579
182
2.994
6.981
3.056
310
6.377
12.950
4.635
1,3
26,3
53,3
19,1
403
6.093
11.050
6.525
1,7
25,3
45,9
27,1
655
5.585
11.547
6.278
2,7
23,2
48,0
26,1
11.059
13.213
24.272
100,0
24.071
100,0
24.065
100,0
Selanjutnya, dilihat dari status kepegawaian, Telkom dan anak perusahaan per akhir Desember 2019 secara total
mempekerjakan 22.903 orang atau 94,3% karyawan tetap dan 1.369 orang atau 5,7% karyawan tidak tetap. Sebanyak
10.090 orang karyawan tetap bekerja di Telkom dan selebihnya sebanyak 12.813 orang di entitas anak, sedangkan untuk
karyawan tidak tetap, sebanyak 969 orang bekerja untuk Telkom dan 400 orang pada entitas anak. Jika dibandingkan
tahun sebelumnya, komposisi total karyawan tidak tetap dibandingkan total karyawan meningkat, yaitu sebesar 5,7%
pada tahun 2019 dibandingkan dengan 2,7% pada tahun 2018.
80
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianData lebih rinci mengenai jumlah karyawan berdasarkan status kepegawaian per 31 Desember 2017, 2018 dan 2019
dapat dilihat di bawah ini.
Jumlah Karyawan Telkom dan Anak Perusahaan Berdasarkan Status Kepegawaian
Per 31 Desember untuk Tahun 2017-2019
2019
2018
2017
Telkom
Entitas
Anak
Jumlah
%
Jumlah
%
Jumlah
%
Pegawai Tetap
9.816
12.808
22.624
93,2
22.970
95,5
23.207
96,4
Tenaga Profesional
Rehire
Masa Persiapan
Pensiun
Tugas Belajar
503
466
218
56
392
8
4
1
895
474
222
57
3,7
2,0
0,9
0,2
538
115
368
80
2,2
0,5
1,5
0,3
408
0
411
39
1,7
0,0
1,7
0,2
Total
11.059
13.213
24.272
100,0
24.071
100,0
24.065
100,0
JAMINAN KESETARAAN GENDER DAN JUMLAH KARYAWAN BERDASARKAN
GENDER
Sebagai perusahaan telekomunikasi digital yang berorientasi global, Telkom dan anak perusahaan menjamin kesetaraan
gender di lingkungan operasi perusahaan. Hal tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Direksi PD.201.01/r.00/PS150/
COP-B0400000/2014 tanggal 6 Mei 2014 tentang Etika Bisnis di Lingkungan TelkomGroup.
Pada akhir tahun 2019, dari sisi gender, jumlah karyawan pria TelkomGroup tercatat 17.987 orang, lebih banyak dari
jumlah karyawan wanita yaitu 6.285 orang, dengan perbandingan 74,1% dan 25,9%. Telkom dan anak perusahaan tidak
pernah menetapkan kuota jumlah karyawan berdasarkan gender maupun mendiskriminasi pria dan wanita dalam
ketenagakerjaan, namun TelkomGroup melihat bahwa minat pria untuk bekerja di sektor telekomunikasi lebih tinggi
daripada minat wanita.
Tabel yang ditampilkan di bawah ini menyajikan jumlah karyawan Telkom dan anak perusahaan berdasarkan gender per
31 Desember 2019.
Jumlah Karyawan Telkom dan Anak Perusahaan Berdasarkan Gender
per 31 Desember untuk Tahun 2017-2019
2019
2018
2017
Telkom
Entitas
Anak
Jumlah
%
Jumlah
%
Jumlah
%
Pria
Wanita
Total
8.188
2.871
9.799
3.414
17.987
6.285
74,1
25,9
18.021
6.050
74,9
25,1
18.231
5.834
75,8
24,2
11.059
13.213
24.272
100,0
24.071
100,0
24.065
100,0
Selanjutnya, kesetaraan gender di lingkungan kerja Telkom dan anak perusahaan juga terbuka pada berbagai posisi
jabatan. Saat ini terdapat total 23 orang wanita yang memegang jabatan manajemen senior di TelkomGroup. Kemudian
1.038 dan 3.360 orang wanita berada pada posisi manajemen madya dan pengawas.
81
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianTabel berikut memberikan gambaran sebaran karyawan pria dan wanita yang bekerja di Telkom dan anak perusahaan
pada berbagai posisi jabatan per 31 Desember 2019.
Jumlah Karyawan Telkom dan Anak Perusahaan Berdasarkan Posisi Jabatan
dan Gender per 31 Desember Tahun 2019
Telkom
Entitas Anak
Total
Pria Wanita
Total
Pria Wanita
Total
Pria Wanita
Total
Manajemen Senior
119
9
128
168
14
182
287
23
310
Manajemen Madya
2.784
599
3.383
2.555
439
2.994
5.339
1.038
6.377
Pengawas
4.349
1.620
5.969
5.241
1.740
6.981
9.590
3.360
12.950
Lainnya
Total
936
643
1.579
1.835
1.221
3.056
2.771
1.864
4.635
8.188
2.871
11.059
9.799
3.414
13.213
17.987
6.285
24.272
PERSAMAAN KESEMPATAN DALAM PENGEMBANGAN KOMPETENSI
Pengembangan kompetensi sumber daya manusia merupakan hal penting untuk dilakukan oleh TelkomGroup agar
inovasi dan kreativitas karyawan dapat terus mendukung pertumbuhan perusahaan. Di dalam mengembangkan
kompetensi karyawan, Telkom dan anak perusahaan menjamin kesempatan yang sama bagi setiap individu untuk
mengikuti program pendidikan dan pelatihan yang ditetapkan.
Sepanjang tahun 2019, tidak kurang dari Rp118,3 miliar telah dikucurkan oleh TelkomGroup untuk pengembangan
kompetensi karyawan, tidak termasuk dana beasiswa pendidikan. Jumlah tersebut lebih rendah Rp12,3 miliar atau 9,4%
dibandingkan dengan Rp130,6 miliar dana pengembangan yang telah dimanfaatkan pada tahun 2018. Sebanyak 12.775
peserta (unik) telah mengikuti pelatihan pada tahun 2019, sedangkan yang mengikuti sertifikasi mencapai 1.784 peserta
(unik) pada tahun 2019. Jumlah tersebut lebih rendah 16,4% dari 15.282 total kepesertaan dalam pelatihan tahun 2018,
yang disebabkan oleh pelatihan lebih banyak diarahkan dengan menggunakan sistem online atau e-learning.
Pengembangan Kompetensi Karyawan Telkom dan Anak Perusahaan Tahun 2017-2019
Program Pengembangan
Kompetensi
2019
2018
2017
Telkom
Entitas
Anak
Jumlah
%
Jumlah
%
Jumlah
%
Pelatihan
Sertifikasi
8.079
4.696
12.775
87,7
15.282
91,6
23.034
96,7
Beasiswa Pendidikan
16
0
16
0,1
72
1.469
315
1.784
12,2
1.340
8,0
0,4
657
133
2,8
0,5
Total
9.564
5.011
14.575
100,0
16.694
100,0
23.824
100,0
Lebih jauh lagi, program pelatihan yang diselenggarakan oleh Telkom dan anak perusahaan mencakup pelatihan reguler
dan leadership development program serta pelatihan persiapan untuk mendapatkan sertifikasi. Pelatihan reguler terdiri
dari pelatihan teknis operasional dan pelatihan manajemen. Baik karyawan pria maupun wanita telah menjadi peserta
pada berbagai jenis pelatihan tersebut.
82
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
KOMPOSISI PEMEGANG SAHAM
Struktur saham Telkom per 31 Desember 2019 dapat dilihat pada diagram berikut.
PT Telkom Indonesia
(Persero) Tbk
Publik (47,91%)
Saham Seri B
Pemerintah Republik
Indonesia (52,09%)
Saham Seri A
Saham Seri B
Pemilik Saham Asing
(36,93%)
Pemilik Saham Lokal
(10,98%)
Saham Telkom terdiri dari 1 lembar saham Seri A Dwiwarna, dan 99.062.216.599 lembar saham Seri B (saham biasa)
dengan modal dasar yang ditempatkan dan disetor penuh adalah sebanyak 99.062.216.600 lembar saham. Satu lembar
saham Seri A Dwiwarna dimiliki Pemerintah Republik Indonesia.
Dengan kepemilikan Saham Seri A Dwiwarna dan persentase kepemilikan saham total sebesar 52,09% maka Pemerintah
Republik Indonesia menjadi pemegang saham utama dan pengendali.
Komposisi Pemegang Saham Telkom Pada Tanggal 31 Desember 2019
Saham Seri A
Dwiwarna
Saham Seri B
(Saham Biasa)
%
Pemerintah Republik
Indonesia
Publik
Total
1
1
51.602.353.559
47.459.863.040
99.062.216.599
Berikut ini data dan informasi komposisi mengenai pemegang saham Telkom per tanggal 31 Desember 2019.
1. Pemegang Saham dengan Kepemilikan Lebih dari 5% (Pemegang Saham Utama/Pengendali)
Jenis Saham
Identitas Orang atau Kelompok
Jumlah Saham
%
Seri A
Seri B
Pemerintah Republik Indonesia
1
Pemerintah Republik Indonesia
51.602.353.559
52,09
47,91
100,00
0
52,09
83
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian2. Kepemilikan Saham oleh Direktur dan Komisaris
Pada tanggal 31 Desember 2019 tidak ada Komisaris atau Direktur yang memiliki lebih dari 1,0% saham Telkom.
Komisaris dan Direksi
Jumlah Saham
%
Komisaris
Direksi
Total
–
Ririek Adriansyah
Harry Mozarta Zen
Faizal Rochmad Djoemadi
Bogi Witjaksono
Edi Witjara
Siti Choiriana
–
1.156.955
474.692
126.800
55.000
32.500
540
1.846.487
–
<0,01
<0,01
<0,01
<0,01
<0,01
<0,01
<0,01
3. Pemegang Saham dengan Kepemilikan Kurang dari 5%
Pemegang Saham Biasa Telkom dengan kepemilikan masing-masing kurang dari 5%, pada tanggal 31 Desember
2019.
Asing
Lokal
Total
Kelompok
Jumlah Saham
%
Badan usaha/Institusi
Perorangan/ Individu
Badan usaha/Institusi
Perusahaan terbatas
Reksa dana
Perusahaan asuransi
Dana Pensiun
Lain-lain
Perorangan/ Individu
36.563.859.662
19.105.655
3.079.097.739
2.829.912.204
2.786.336.897
1.460.458.100
150.781.460
570.311.323
47.459.863.040
36,91
0,02
3,11
2,86
2,81
1,47
0,15
0,58
47,91
4. Persentase Saham yang Dimiliki di Indonesia dan di Luar Indonesia
Pada tanggal 31 Desember 2019, sebanyak 81.677 pemegang saham (termasuk Pemerintah Republik Indonesia),
terdaftar sebagai pemegang saham biasa. Jumlah tersebut termasuk 36.582.965.317 saham biasa yang dimiliki oleh
2.225 pemegang saham di luar negeri. Dengan demikian 36,93% saham Telkom dimiliki oleh pemegang saham di luar
negeri dan sisanya dikuasai oleh pemegang saham dalam negeri. Pada tanggal yang sama terdapat 78 pemegang
saham ADS yang memiliki 46.018.374 ADS (1 ADS setara dengan 100 saham biasa).
84
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian5. Daftar 20 Pemegang Saham Publik Terbesar
Daftar 20 pemegang saham publik terbesar per 31 Desember 2019 dapat dilihat sebagai berikut.
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
Institusi
%
DJS KETENAGAKERJAAN PROGRAM JHT
GIC S/A GOVERNMENT OF SINGAPORE
BNYM RE BNYMLB RE EMPLOYEES PROVIDENTFD
JPMCB NA RE-VANGUARD TOTAL INTERNATIONAL
JPMCB NA RE - VANGUARD EMERGING MARKETS
PT. PRUDENTIAL LIFE ASSURANCE - REF
BBH BOSTON S/A MATTHEWS PACIFIC TIGER FU
RBC S/A COMGEST GROWTH PLC COMGEST GROWT
BNYM RE VIRTUS VONTOBEL EMERGING MARKETS
GIC S/A MONETARY AUTHORITY OF SINGAPORE
RBC S/A VONTOBEL FUND - MTX SUITANABLE E
SSB 2Q27 S/A ISHARES CORE MSCI EMERGING
DJS KETENAGAKERJAAN PROGRAM JP
PT. TASPEN
BNYMSANV RE BNYM RE PEOPLE’S BANK OF CHI
JPMBL SA UCITS CLT RE-JPMORGAN FUNDS
CACEIS BANK/NON TREATY UCITS CLIENTS
PT AXA MANDIRI FINANCIAL SERVICES S/A MA
PT TASPEN (ASURANSI) - AFS
20
CITIBANK NEW YORK S/A GOVERNMENT OF NORW
2,61
2,49
0,99
0,76
0,69
0,58
0,54
0,53
0,49
0,48
0,45
0,44
0,42
0,40
0,37
0,37
0,36
0,35
0,35
0,31
85
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianENTITAS ANAK, PERUSAHAAN ASOSIASI,
DAN PERUSAHAAN VENTURA BERSAMA
Per 31 Desember 2019, Telkom memiliki total 34 entitas anak dengan kepemilikan langsung dan tidak langsung yang aktif
beroperasi dengan persentase kepemilikan lebih dari 50%, sehingga laporan keuangannya terkonsolidasi dengan Telkom
sebagai perusahaan induk.
Pemerintah indonesia
52,09%
Publik
47,91%
69,04%
100%
100%
65%
30,95%
0,01%
100%
51%
49%
60%
51%
49%
60%
51%
100%
26,6%
Fintek Karya
Nusantara
0,01%
0,01%
0,01%
0,01%
30,4%
52%
48%
99,9%
99,9%
99,9%
60%
99,9%
60%
Keterangan :
Kepemilikan Langsung (Terkonsolidasi)
10 Anak Perusahaan (Kepemilikan Langsung)
Kepemilikan Tidak Langsung (Terkonsolidasi)
24 Anak Perusahaan (Kepemilikan Tak Langsung)
Tidak Terkonsolidasi
11 Perusahaan Afiliasi
86
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
Selain itu terdapat juga 11 entitas anak yang tidak terkonsolidasi (afiliasi). Salah satu anak perusahaan, yaitu Telkomtelstra,
tidak terkonsolidasi laporan keuangannya meski kepemilikan saham secara tidak langsung mencapai 51%. Entitas yang
baru pada tahun 2019 yaitu PT Telkomsel Mitra Inovasi dan PT Fintek Karya Nusantara yang merupakan perusahaan
asosiasi Telkomsel, serta PT Persada Sokka Tama yang merupakan anak perusahaan Mitratel.
100%
100%
100%
100%
100%
100%
24%
100%
100%
100%
100%
51%
100%
55%
95%
100%
USA
70%
70%
15,67%
25%
33%
6,32%
5%
2,11%
4,33%
87
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
Pada tanggal 31 Desember 2019, Telkom telah mengonsolidasikan Laporan Keuangan semua entitas anak yang dimiliki
secara langsung maupun tidak langsung, sebagai berikut:
ENTITAS ANAK DENGAN KEPEMILIKAN LANGSUNG
Perusahaan
Kepemilikan
Saham
Bidang Usaha
Status
Operasi
Jumlah
Aset
(Rp miliar)
Alamat
Beroperasi
82.730 Telkom Landmark Tower
lt. 1-20, The Telkom Hub.
Jl. Jend Gatot Subroto
Kav. 52, Jakarta
12710,
Indonesia
PT Telekomunikasi
Selular
Jakarta, Indonesia
65%
100%
100%
PT Dayamitra
Telekomunikasi
Jakarta, Indonesia
PT Multimedia
Nusantara
Jakarta, Indonesia
PT Telekomunikasi
Indonesia
International
Jakarta, Indonesia
Telekomunikasi –
operator fasilitas
telekomunikasi dan
jasa telepon seluler
menggunakan
teknologi Global
System for Mobile
Communication (GSM)
Penyewaan menara
telekomunikasi dan jasa
telekomunikasi lainnya
Beroperasi
Jasa jaringan
telekomunikasi dan
multimedia
Beroperasi
100%
Telekomunikasi
Beroperasi
PT Graha Sarana
Duta
Jakarta, Indonesia
100%
PT Telkom Akses
Jakarta, Indonesia
100%
PT Telkom Satelit
Indonesia
Jakarta, Indonesia
100%
Penyewaan kantor dan
manajemen gedung
dan jasa pemeliharaan,
konsultan sipil dan
pengembang
Pembangunan, jasa dan
perdagangan bidang
telekomunikasi
Telekomunikasi–
menyediakan sistem
komunikasi satelit, jasa
dan sarana terkait
Beroperasi
Beroperasi
PT PINS Indonesia
Jakarta, Indonesia
100%
Jasa dan pembangunan
telekomunikasi
Beroperasi
PT Infrastruktur
Telekomunikasi
Indonesia
Jakarta, Indonesia
100%
Pembangunan, jasa dan
perdagangan bidang
telekomunikasi
Beroperasi
88
Beroperasi
6.055 Graha Telkom Property.
20.114 Telkom Landmark Tower
lt. 25-27, The Telkom Hub.
Jl. Jend Gatot Subroto
Kav. 52, Jakarta
12710,
Indonesia
16.478 Telkom Landmark Tower
lt. 22 & 41, The Telkom
Hub. Jl. Jend Gatot
Subroto Kav. 52, Jakarta
12710, Indonesia
10.970 Telkom Landmark Tower
lt. 16-17, The Telkom Hub.
Jl. Jend Gatot Subroto
Kav. 52, Jakarta
12710,
Indonesia
Jl. Kebon Sirih No. 10,
Jakarta
10110,
Pusat,
Indonesia
4.436 Gedung Telkom Jakarta
Barat. Jl. S. Parman Kav.
8 Jakarta Barat, 11440,
Indonesia
3.309 Telkom Landmark Tower
lt. 21, The Telkom Hub.
Jl. Jend Gatot Subroto
Kav. 52, Jakarta
12710,
Indonesia
2.995 Telkom Landmark Tower
lt. 42, The Telkom Hub.
Jl. Jend Gatot Subroto
Kav. 52, Jakarta
12710,
Indonesia
1.706 Telkom Landmark Tower
lt. 19, The Telkom Hub.
Jl. Jend Gatot Subroto
Kav. 52, Jakarta
12710,
Indonesia
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPerusahaan
Kepemilikan
Saham
Bidang Usaha
Status
Operasi
Jumlah
Aset
(Rp miliar)
Alamat
PT Metra-Net
Jakarta, Indonesia
100%
Jasa portal multimedia
Beroperasi
996 Mulia
Business
Park,
Gedung J.
Jl. Letjen MT Haryono Kav.
58 – 60 Pancoran, Jakarta,
12780, Indonesia
5 -
PT Napsindo
Primatel
Internasional
Jakarta, Indonesia
60%
Telekomunikasi -
menyediakan Network
Access Point (NAP),
Voice Over Data (VOD)
dan jasa terkait lainnya
Berhenti
beroperasi
pada
tanggal
13 Januari
2006
ENTITAS ANAK DENGAN KEPEMILIKAN TIDAK LANGSUNG
Perusahaan
Kepemilikan
Saham
Bidang Usaha
Status
Operasi
Jumlah Aset
(Rp miliar)
Alamat
PT Sigma Cipta Caraka
Tangerang, Indonesia
100%
Beroperasi
Jasa teknologi
informatika-implementasi
dan integrasi sistem,
outsourcing, dan
pemeliharaan lisensi
piranti lunak
Telekomunikasi
Indonesia International
Pte. Ltd. Singapura
100%
Telekomunikasi
Beroperasi
6.796 Telkom Landmark Tower
lt. 23, The Telkom Hub. Jl.
Jend Gatot Subroto Kav. 52,
Jakarta 12710, Indonesia
3.635 Maritime Square, #09-63
Harbour Front Centre,
Singapore – 099253
PT Infomedia Nusantara
Jakarta, Indonesia
100%
PT Telkom
Landmark Tower
Jakarta, Indonesia
Telekomunikasi
Indonesia
International Ltd.,
Hong Kong
PT Metra Digital
Investama
Jakarta, Indonesia
55%
100%
PT Metra Digital Media
Jakarta, Indonesia
100%
Jasa data dan informasi-
menyediakan jasa
informasi telekomunikasi
dan jasa informasi lainnya
dalam bentuk media
cetak dan elektronik, dan
jasa call center
Jasa pengembangan dan
manajemen
properti
Beroperasi
Beroperasi
100%
Telekomunikasi
Beroperasi
Jasa perdagangan
Informasi dan teknologi
multimedia, hiburan dan
investasi
Jasa layanan informasi
dalam bentuk direktori
khusus
Beroperasi
Beroperasi
2.626 PT
Infomedia Nusantara
RS.
Head Office.
Fatmawati 77-81 Jakarta,
12150, Indonesia
Jl.
2.056 Telkom Landmark Tower, The
Telkom Hub. Jl. Jend Gatot
Subroto Kav. 52, Jakarta
12710, Indonesia
1.830 Suite 905, 9/F, Ocean Centre,
5 Canton Road, Tsim Sha
Tsui, Kowloon, Hong Kong
1.475 Telkom Landmark Tower
lt. 21, The Telkom Hub. Jl.
Jend Gatot Subroto Kav. 52,
Jakarta 12710, Indonesia
1.146 Telkom Landmark Tower
lt. 18, The Telkom Hub. Jl.
Jend Gatot Subroto Kav. 52,
Jakarta 12710, Indonesia
89
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPerusahaan
Kepemilikan
Saham
Bidang Usaha
Status
Operasi
Jumlah Aset
(Rp miliar)
Alamat
100%
Telekomunikasi
Beroperasi
706 Timor Plaza Lt. 4. Rua
PT Finnet
Indonesia
Jakarta, Indonesia
PT Persada Sokka Tama
Jakarta, Indonesia
60%
95%
Jasa teknologi
informatika
Beroperasi
Penyediaan sarana
prasarana jaringan
telekomunikasi
Beroperasi
70%
Jasa satelit
Beroperasi
TS Global Network Sdn.
Bhd.
Petaling Jaya, Malaysia
Telekomunikasi
Indonesia
International S.A.
Dili, Timor Leste
PT Melon Indonesia
Jakarta, Indonesia
100%
Jasa penjualan konten
digital
Beroperasi
PT Telkomsel Mitra
Inovasi
Jakarta, Indonesia
PT Swadharma Sarana
Informatika
Jakarta, Indonesia
PT Administrasi Medika
Jakarta, Indonesia
100%
51%
100%
Jasa konsultan
manajemen bisnis dan
investasi modal
Beroperasi
Jasa pengisian kas dan
pemeliharaan ATM
Beroperasi
Jasa administrasi
asuransi kesehatan
Beroperasi
1.001 Telkom Landmark Tower
lt. 18, The Telkom Hub. Jl.
Jend Gatot Subroto Kav. 52,
Jakarta 12710, Indonesia
870 Graha Persada 2 Lt.1, Jalan
Kyai Haji Noor Alie No. 89,
Kalimalang, Kota Bekasi,
Jawa Barat 17148, Indoneias
732 Jalan Teknorat 1/2, Cyber 3,
6300 Cyberjaya, Selangor
Darul Ehsan, Malaysia
Presidente Nicolao
Lobato, Comoro, Dili, Timor
Leste
578 Telkom Landmark Tower
lt. 45, The Telkom Hub. Jl.
Jend Gatot Subroto Kav.
52, Jakarta Selatan 12710,
Indonesia
569 Telkomsel Smart Office Lt 8,
Jl Gatot Subroto Kav 52, RT
6/RW 1, Kuningan Barat, Kec
Mampang Prapatan, Jakarta
Selatan, 12710, Indonesia
520 St Arteri JORR, No. 70,
Jati Melati, Pondok Melati,
Bekasi, Indonesia.
395 STO Telkom Gambir Gedung
C Lt. 3. Jl. Medan Merdeka
Selatan No. 12, Jakarta Pusat,
10110, Indonesia
51%
Jasa pariwisata
Beroperasi
288 Jl. Cimanuk No. 33 Bandung,
100%
Jasa dan perdagangan
Beroperasi
60%
60%
Jasa jaringan &
e-commerce
Beroperasi
Jasa penyedia sistem
integrator
Beroperasi
100%
Telekomunikasi
Beroperasi
100%
Telekomunikasi
Beroperasi
70%
Telekomunikasi
Beroperasi
100%
Jasa satelit
Beroperasi
Indonesia
272 Menara Multimedia, Gedung
Annex, Lt. 2. Jl. Kebon Sirih
No
10-12, Jakarta Pusat,
Indonesia
214 Mulia Business Park, Gedung
J. Jl. Letjen MT Haryono Kav.
58 – 60 Pancoran, Jakarta
12780, Indonesia
177 Jl. Tanjung Barat Raya No.
17 Pasar Minggu, Jakarta
Selatan, 12510, Indonesia
89 800 Wilshire Boulevard,
Suite 620 Los Angeles,
California 90017, Amerika
Serikat
86 Level 4, 241 Commonwealth
Street Surry Hills NSW 2010,
Australia
67 Suite 7-3, Level 7, Wisma
UOA II No. 21, Jalan Pinang,
KLCC, 50450, Kuala Lumpur,
Malaysia.
16 Telkom Landmark Tower
lt. 41, The Telkom Hub. Jl.
Jend Gatot Subroto Kav. 52,
Jakarta 12710, Indonesia
PT Graha Yasa Selaras
Jakarta, Indonesia
PT Nusantara Sukses
Investasi
Jakarta, Indonesia
PT Metraplasa
Jakarta, Indonesia
PT Nutech Integrasi
Jakarta, Indonesia
Telekomunikasi
Indonesia International
Inc., Los Angeles, USA
Telekomunikasi
Indonesia International
Australia Pty. Ltd.
Sydney, Australia
Telekomunikasi
Indonesia International
(Malaysia) Sdn. Bhd.
Kuala Lumpur, Malaysia
PT Satelit Multimedia
Indonesia
Jakarta, Indonesia
90
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKRONOLOGI PENCATATAN SAHAM
Saham Telkom sejak 14 November 1995 hingga saat ini tercatat dan diperjualbelikan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan
New York Stock Exchange (NYSE) dengan masing-masing kode saham TLKM dan TLK.
Tanggal
Tindakan Korporasi
Komposisi Kepemilikan Saham
Pemerintah
Republik
Indonesia
Publik
13/11/1995
Pra-Penawaran Umum Perdana
8.400.000.000
-
Penjualan Saham Milik Pemerintah
(933.334.000)
933.334.000
Emisi Saham Baru Telkom
-
933.333.000
Komposisi Kepemilikan Saham
7.466.666.000
1.866.667.000
11/12/1996
Block Sale Saham Milik Pemerintah
(388.000.000)
388.000.000
Komposisi Kepemilikan Saham
7.078.666.000
2.254.667.000
15/05/1997
Pemerintah Membagikan Saham Insentif Kepada
Para Pemegang Saham Publik
(2.670.300)
2.670.300
Komposisi Kepemilikan Saham
7.075.995.700
2.257.337.300
7/5/1999
Block Sale Saham Milik Pemerintah
(898.000.000)
898.000.000
Komposisi Kepemilikan Saham
6.177.995.700
3.155.337.300
2/8/1999
Pembagian Bonus Saham (Emisi) (Setiap 50
Saham Mendapatkan 4 Saham)
494.239.656
252.426.984
Komposisi Kepemilikan Saham
6.672.235.356
3.407.764.284
7/12/2001
Block Sale Saham Milik Pemerintah
(1.200.000.000)
1.200.000.000
Komposisi Kepemilikan Saham
5.472.235.356
4.607.764.284
16/07/2002
Block Sale Saham Milik Pemerintah
(312.000.000)
312.000.000
Komposisi Kepemilikan Saham
5.160.235.356
4.919.764.284
1/10/2004
Pemecahan Nilai Nominal Saham dengan Rasio 1:2
10.320.470.712
9.839.528.568
21/12/2005
Program Pembelian Saham Kembali (I)(1)
-
(211.290.500)
Komposisi Kepemilikan Saham
10.320.470.712
9.628.238.068
29/06/2007
Program Pembelian Saham Kembali (II)(2)
-
(215.000.000)
Komposisi Kepemilikan Saham
10.320.470.712
9.413.238.068
20/06/2008
Program Pembelian Saham Kembali (III)(3)
-
(64.284.000)
Komposisi Kepemilikan Saham
10.320.470.712
9.348.954.068
91
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianTanggal
Tindakan Korporasi
Komposisi Kepemilikan Saham
Pemerintah
Republik
Indonesia
Publik
19/05/2011
Program Pembelian Saham Kembali (IV)(4)
-
(520.355.960)
Komposisi Kepemilikan Saham
10.320.470.712
8.828.598.108
14/06/2013
Pengalihan Program Pembelian Saham Kembali III
Kepada Karyawan Melalui Program ESOP
-
59.811.400
Komposisi Kepemilikan Saham
10.320.470.712
8.888.409.508
30/07/2013
Pengalihan Program Pembelian Saham Kembali I
Melalui Private Placement
-
211.290.500
Komposisi Kepemilikan Saham
10.320.470.712
9.099.700.008
2/9/2013
Pemecahan Nilai Nominal Saham dengan Rasio 1:5
51.602.353.560
45.498.500.040
13/06/2014
Pengalihan Program Pembelian Saham Kembali II
Melalui Private Placement
-
1.075.000.000
Komposisi Kepemilikan Saham
51.602.353.560
46.573.500.040
21/12/2015
Pengalihan Sisa Program Pembelian Saham Kem-
bali III Melalui Private Placement
-
22.363.000
Komposisi Kepemilikan Saham
51.602.353.560
46.595.863.040
29/06/2016
Pengalihan Sisa Program Pembelian Saham Kem-
bali IV Melalui Private Placement
-
864.000.000
Komposisi Kepemilikan Saham
51.602.353.560
47.459.863.040
2017
Tidak ada tindakan korporasi
-
-
Komposisi Kepemilikan Saham
51.602.353.560
47.459.863.040
02/07/2018
Pengalihan Saham Hasil Pembelian Kembali Melalui
Penarikan Kembali Dengan Cara Pengurangan
Modal
-
1.737.779.800
Komposisi Kepemilikan Saham
51.602.353.560
47.459.863.040
2019
Tidak ada tindakan korporasi
-
-
Komposisi Kepemilikan Saham
51.602.353.560
47.459.863.040
Keterangan:
1. Program pembelian kembali saham tahap pertama dimulai pada tanggal 21 Desember 2005 (bertepatan dengan RUPSLB ketika program tersebut
disetujui) dan berakhir pada bulan Juni 2007.
2. Program pembelian kembali saham tahap kedua dimulai pada tanggal 29 Juni 2007 (bertepatan dengan RUPSLB ketika program tersebut disetujui) dan
berakhir pada bulan Juni 2008.
3. Program pembelian kembali saham tahap ketiga dimulai pada tanggal 20 Juni 2008 (bertepatan dengan RUPSLB ketika program tersebut disetujui) dan
berakhir pada bulan Desember 2009.
4. Program pembelian kembali saham tahap keempat dimulai pada tanggal 19 Mei 2011 (bertepatan dengan RUPST ketika program tersebut disetujui) dan
berakhir pada bulan November 2012.
92
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKRONOLOGI PENCATATAN EFEK LAINNYA
Untuk pertama kalinya, Telkom menerbitkan obligasi untuk pertama kalinya dengan nilai nominal sebesar Rp1.000 miliar
pada tanggal 16 Juli 2002 untuk jangka waktu 5 (lima) tahun dan diperdagangkan di Bursa Efek Surabaya. Kemudian,
pada tanggal 16 Juli 2007, Telkom membayar seluruh utang obligasi tersebut.
Obligasi kedua Telkom diterbitkan pada tanggal 25 Juni 2010, dengan nilai masing-masing sebesar Rp1.005 miliar untuk
Seri A dengan jangka waktu 5 (lima) tahun dan Rp1.995 miliar untuk Seri B dengan jangka waktu 10 (sepuluh) tahun
yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pelunasan Obligasi II Seri A telah dilakukan Telkom saat jatuh
tempo pada tanggal 6 Juli 2015.
Selanjutnya, Telkom kembali menerbitkan obligasi berkelanjutan I Telkom Tahap I pada tanggal 16 Juni 2015, dengan
masing-masing sebesar Rp2.200 miliar untuk Seri A yang berjangka waktu 7 (tujuh) tahun, Rp2.100 miliar untuk Seri B
yang berjangka waktu 10 (sepuluh) tahun, Rp1.200 miliar untuk Seri C yang berjangka waktu 15 (lima belas) tahun, dan
Rp1.500 miliar untuk Seri D yang berjangka waktu 30 (tiga puluh) tahun. Seluruh obligasi tersebut telah dicatatkan dan
diperjualbelikan di Bursa Efek Indonesia.
Pada 26 September 2018, Wali Amanat Obligasi berganti dari semula PT Bank CIMB Niaga Tbk menjadi PT Bank
Tabungan Negara (Persero) Tbk berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Obligasi II Telkom Tahun 2010.
Nama
Obligasi
Jumlah
(Rp juta)
Tanggal dan
Tahun
Penerbitan
Tanggal
Jatuh
Tempo
Jangka
Waktu
(tahun)
Tingkat
Bunga
Penjamin
Wali
Amanat
Tanggal
Pelunasan
16 Juli
2007
6 Juli 2015
PT BNI
Tbk, PT
BRI Tbk
PT Bank
CIMB
Niaga Tbk
PT Bank
Tabungan
Negara
(Persero)
Tbk
PT Bank
Permata
Tbk
Obligasi I
Telkom Tahun
2002
Obligasi II
Telkom Tahun
2010 Seri A
Obligasi II
Telkom Tahun
2010 Seri B
Obligasi
Berkelanjutan
I Telkom Tahun
2015 Seri A
Obligasi
Berkelanjutan
I Telkom Tahun
2015 Seri B
Obligasi
Berkelanjutan
I Telkom Tahun
2015 Seri C
Obligasi
Berkelanjutan
I Telkom Tahun
2015 Seri D
1.000.000 16 Juli 2002
16 Juli 2007
5
17,00% PT Danareksa
1.005.000 25 Juni 2010
6 Juli 2015
5
1.995.000 25 Juni 2010
6 Juli 2020
10
2.200.000 23 Juni
23 Juni 2022
7
2015(1)
2.100.000 23 Juni
2015(1)
23 Juni
2025
10
Sekuritas
9,60% PT Bahana
Sekuritas;
PT Danareksa
Sekuritas;
PT Mandiri
Sekuritas
10,20% PT Bahana
Sekuritas;
PT Danareksa
Sekuritas;
PT Mandiri
Sekuritas
9,93% PT Bahana
Sekuritas;
PT Danareksa
Sekuritas;
PT Mandiri
Sekuritas;
PT Trimegah
Sekuritas
Indonesia Tbk
10,25%
1.200.000 23 Juni
2015(1)
23 Juni
2030
15
10,60%
1.500.000 23 Juni
2015(1)
23 Juni
2045
30
11,00%
Keterangan:
(1) Obligasi Berkelanjutan I Telkom tahun 2015 Seri A diterbitkan tanggl 16 Juni 2015 namun transaksi penjualan resmi di tanggal 23 Juni 2015.
93
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPada 4 September 2018, Telkom telah menerbitkan Medium Term Notes I Telkom Tahun 2018 dengan nilai pokok
Rp758.000.000.000 (tujuh ratus lima puluh delapan miliar Rupiah) dan Medium Term Notes Syariah Ijarah I Telkom
Tahun 2018 dengan sisa imbalan ijarah Rp742.000.000.000 (tujuh ratus empat puluh dua miliar Rupiah). Keduanya
masing-masing diterbitkan dalam tiga seri dan Telkom menunjuk PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sebagai
Agen Pemantau. Selama periode pelaporan, Telkom telah melunasi MTN I Telkom Tahun 2018 seri A dan MTN Syariah
Ijarah I Telkom Tahun 2018 seri A yang jatuh tempo pada tanggal 14 September 2019.
Nama
MTN
Jumlah
(Rp juta)
Tanggal
Terbit
Tanggal
Jatuh
Tempo
Jangka
Waktu
(tahun)
Tingkat
Bunga
(%)/
Cicilan
Imbalan
Per Tahun
(Rp juta)
Arranger
Pemantau
Tanggal
Pelunasan
8,00%
7,25% PT Bahana
Sekuritas,
PT BNI
Sekuritas,
PT CGS-
CIMB
Sekuritas
Indonesia,
PT
Danareksa
Sekuritas
dan PT
Mandiri
Sekuritas
8,35%
Rp19.000
14
September
2019
PT Bank
Tabungan
Negara
(Persero)
Tbk
14
September
2019
Rp24.000
Rp15.000
MTN I Telkom
Tahun 2018
seri A
MTN I Telkom
Tahun 2018
seri B
MTN I Telkom
Tahun 2018
seri C
MTN Syariah
Ijarah I
Telkom Tahun
2018 seri A
MTN Syariah
Ijarah I
Telkom Tahun
2018 seri B
MTN Syariah
Ijarah I
Telkom Tahun
2018 seri C
262.000 4
September
2018
200.000 4
September
2018
296.000 4
September
2018
264.000 4
September
2018
296.000 4
September
2018
182.000 4
September
2018
14
September
2019
4
September
2020
4
September
2021
14
September
2019
4
September
2020
4
September
2021
1
2
3
1
2
3
94
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianNAMA DAN ALAMAT LEMBAGA DAN/ATAU
PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL
Profesi
Penunjang
Pasar Modal
Alamat
Jasa
Fee
Tahun 2019
Periode
Penugasan
Auditor
Eksternal/
Akuntan
Publik
KAP Purwantono,
Sungkoro & Surja
(Firma anggota
Ernst & Young
Global Limited)
Gedung Bursa
Efek Indonesia
Tower 2, Lt. 7
Jl. Jend.
Sudirman Kav.
52 53
Jakarta - 12190
Biro
Administrasi
Efek
PT Datindo
Entrycom
Wisma Sudirman
Jl. Jend.
Sudirman
Kav. 34 35
Jakarta - 10220
Melakukan audit terintegrasi
atas laporan keuangan
konsolidasian berdasarkan
Indonesian Financial
Accounting Standards
(“IFAS”) dan International
Financial Reporting Standards
(“IFRS”) dan efektifitas
pengendalian internal atas
pelaporan keuangan.
Melakukan audit penggunaan
dana Program Kemitraan dan
Bina Lingkungan.
Melaksanakan audit dan
melaporkan berdasarkan
Standar Pemeriksaan
Keuangan Negara (“SPKN”)
yang ditetapkan oleh
Badan Pemeriksa Keuangan
Republik Indonesia (“BPK”)
atas kepatuhan Perusahaan
terhadap peraturan
perundang-undangan dan
pengendalian internal (Audit
PSA 62).
Melakukan Jasa Prosedur
yang disepakati terhadap
Laporan Kegiatan Penerapan
Prinsip Kehati-hatian
(Laporan KPPK).
Melakukan Jasa Perikatan
prosedur yang disepakati atas
pengukuran dan penilaian
capaian Key Performance
Index (KPI).
Bertindak sebagai lembaga
penyimpanan (Kustodian)
saham biasa Telkom yang
diperdagangkan di BEI.
Rp59,1 miliar
2019
2018
2017
2016
2015*
2014
2013
2012
Rp136 juta
Sejak 1995
Wali
Amanat
PT Bank
Tabungan Negara
(Persero) Tbk
Menara Bank
BTN Jl. Gajah
Mada No. 1
Jakarta - 10130
Mewakili kepentingan
pemegang obligasi dengan
Perusahaan untuk obligasi II
Telkom.
Rp75 juta
Sejak
September
2018
Mewakili kepentingan
pemegang obligasi dengan
Perusahaan untuk MTN &
Sukuk Ijarah I Telkom 2018.
Mewakili kepentingan
pemegang obligasi dengan
Perusahaan untuk obligasi
berkelanjutan tahap I Telkom.
Rp75 juta
Rp75 juta
Sejak 2015
PT Bank Permata
Tbk.
Gedung WTC II
Lt. 28
Jl. Jend
Sudirman Kav.
29 31
Jakarta - 12920
*) Pada tahun 2015 KAP Purwantono, Suherman & Surja berubah menjadi KAP Purwantono, Sungkoro & Surja sehubungan dengan perubahan atas komposisi
para Rekan.
95
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianProfesi
Penunjang
Pasar Modal
Alamat
Jasa
Kustodian
Sentral
PT Kustodian
Sentral Efek
Indonesia
Agen
Pemeringkat
PT Pemeringkat
Efek Indonesia
Moody’s
Fitch Ratings
Bank
Kustodian
ADS
The Bank of New
York Mellon
Corporation
Agen Resmi
Pelayanan
di Amerika
Serikat
Puglisi and
Associates
Konsultan
Hukum
Hadiputranto,
Hadinoto &
Partners
Baker & McKenzie.
Wong & Leow
Fee
Tahun 2019
Periode
Penugasan
Rp125 juta
Sejak 1995
Rp175 juta
Sejak 2012
Menyediakan jasa kustodian
sentral dan penyelesaian
transaksi saham di BEI.
Layanan jasa penyimpanan
dan penyelesaian transaksi
efek, distribusi hasil
corporate action.
Menyediakan peringkat atas
risiko kredit atas penerbitan
obligasi Telkom.
Menyediakan peringkat atas
risiko kredit Telkom
US$72.000 Sejak 2018
Menyediakan peringkat atas
risiko kredit Telkom
US$65.000 Sejak 2018
Bertindak sebagai lembaga
penyimpanan (Kustodian)
saham ADS yang
diperdagangkan di NYSE.
US$73.000 Sejak 1995
Gedung Bursa
Efek Indonesia
Tower 1, Lt. 5
Jl. Jend.
Sudirman
Kav. 52 53
Jakarta - 12190
Panin Tower
Senayan City,
Lt. 17
Jl. Asia Afrika
Lot. 19
Jakarta – 10270
Moody’s
Investors Service
Singapore Pte.
Ltd, 50 Raffles
Place #23-06,
Singapore Land
Tower, Singapura
- 048623
Fitch (Hong
Kong) Limited
19/F Man Yee
Building 68 Des
Voeux Road
Central, Hong
Kong.
+852 2263 9963
Corporate
Headquarters
240 Greenwich
Street New York,
NY 10286 United
States
+1 212 495 1784
850 Library
Ave# 204,
Newark
Amerika Serikat
- 19711
Bertindak sebagai perwakilan
resmi di Amerika Serikat
berkaitan dengan sekuritas
sesuai dengan persyaratan
undang-undang.
US$500 Sejak 2012
Bertindak sebagai konsultan
hukum perseroan terkait
pasar modal.
Rp187 juta
Sejak 1995
Bertindak sebagai konsultan
hukum perseroan terkait
pasar modal Amerika Serikat.
US$225.000 Sejak 2013
Pacific Century
Place, Level 35
Sudirman Central
Business District
Lt. 10
Jl. Jend.Sudirman
Kav. 52-53
Jakarta 12190,
Indonesia
8 Marina
Boulevard #05-01
Marina Bay
Financial Centre
Tower 1
Singapura 018981
Notaris
Notaris/PPAT
Ashoya Ratam,
SH, MKn
Jl. Suryo No. 54
Kebayoran Baru
Jakarta - 12180
Bertindak sebagai notaris
Rp25 juta
Sejak 2012
96
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianDalam lima tahun terakhir, Telkom telah melakukan audit terhadap Laporan Keuangan Konsolidasi. Biaya yang kami
keluarkan untuk fee jasa lainnya, tidak pernah melebihi fee untuk jasa audit. Berikut rincian fee akuntan publik selama
lima tahun terakhir:
No.
Tahun
Buku yang
Diaudit
Kantor Akuntan Publik
Akuntan Publik
Fee
(Rp juta)
Jasa
Lainnya
Jasa
Asurans
Total
1
2019
KAP Purwantono,
Handri Tjendra
57.070
2.055
59.125
Sungkoro & Surja
(Firma anggota
Ernst & Young Global
Limited)
2
2018
KAP Purwantono,
David Sungkoro
51.826
2.819
54.645
Sungkoro & Surja
(Firma anggota
Ernst & Young Global
Limited)
3
2017
KAP Purwantono,
David Sungkoro
41.618
2.042
43.660
Sungkoro & Surja
(Firma anggota
Ernst & Young Global
Limited)
4
2016
KAP Purwantono,
Feniwati Chendana
36.655
1.405
38.060
Sungkoro & Surja
(Firma anggota
Ernst & Young Global
Limited)
5
2015
KAP Purwantono,
Feniwati Chendana
39.943
400
40.343
Sungkoro & Surja
(Firma anggota
Ernst & Young Global
Limited)
97
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian98
98
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Laporan Tahunan 2019
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 20190404
ANALISA DAN
PEMBAHASAN
MANAJEMEN
100
103
119
127
144
145
146
147
150
151
152
157
157
158
159
160
161
161
Tinjauan Lingkungan Bisnis 2019
Tinjauan Operasi per Segmen Usaha
Aspek Pemasaran
Kinerja Keuangan Komprehensif
Kemampuan Membayar Utang
Struktur Modal dan Kebijakan Manajemen Atas Struktur Modal
Realisasi Barang Modal
Ikatan Material untuk Investasi Barang Modal
Tingkat Kolektibilitas Piutang
Informasi dan Fakta Material Setelah Tanggal Laporan Akuntan
Prospek Usaha dan Keberlangsungan Perusahaan
Perbandingan Target pada Awal Tahun dengan Realisasi
Target atau Proyeksi untuk Satu Tahun Mendatang
Dividen
Realisasi Penggunaan Dana Penawaran Umum
Informasi Transaksi Material yang Mengandung Benturan Kepentingan,
Transaksi dengan Pihak Afiliasi, Investasi, Divestasi, dan Akuisisi
Perubahan Ketentuan Peraturan Perundang-undangan
Perubahan Kebijakan Akuntansi
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Laporan Tahunan 2019
99
99
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk04
TINJAUAN LINGKUNGAN BISNIS 2019
EKONOMI GLOBAL DAN INDONESIA
Kondisi makro ekonomi sepanjang tahun 2019 masih mengalami ketidakpastian yang dipicu oleh berbagai dinamika geopolitik
dan gejolak perekonomian dunia. Di wilayah Eropa, beberapa faktor yang mempengaruhi ketidakpastian tersebut yaitu proses
Brexit yang belum tuntas dan kekhawatiran akan meningkatnya krisis utang negara-negara di wilayah tersebut. Selanjutnya,
perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok juga masih berlanjut sampai dengan akhir tahun 2019. Meski sebagian
besar kebijakan perang dagang tersebut ditujukan untuk saling menyerang di antara kedua negara, namun dampaknya berimbas
tidak hanya pada supply chain kedua belah pihak, namun termasuk juga negara-negara Asia lainnya. Selain itu, mencuatnya
kasus awal virus COVID-19 pada akhir Desember 2019 di Tiongkok juga memberikan dampak pada situasi perekonomian dunia.
Ketidakpastian pasar keuangan makin meningkat pasca pernyataan WHO tentang COVID-19 sebagai pandemi global. Investor
cenderung menarik penempatan dananya di pasar keuangan negara berkembang dan mengalihkan kepada aset keuangan
dan komoditas yang dianggap aman seperti US T-Bond dan emas. Kondisi ini kemudian menekan pasar keuangan dunia dan
memberikan tekanan depresiasi pada banyak mata uang global termasuk Indonesia.
Adapun tantangan ekonomi yang dihadapi sepanjang tahun 2019 adalah masih berlanjutnya perang dagang China—
Amerika Serikat. Hal ini berdampak pada pelemahan ekonomi di beberapa negara termasuk Indonesia khususnya
kinerja ekspor.
Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada tahun 2019 tumbuh cukup baik mencapai 5,02%. Kontribusi terbesar dari
pertumbuhan ekonomi, yaitu sekitar 56%, masih berasal dari konsumsi rumah tangga. Hal ini menandakan bahwa daya beli
masyarakat relatif cukup baik, yang di antaranya disebabkan pembangunan infrastruktur yang cukup masif dalam beberapa
tahun terakhir. Inflasi cukup terkendali sebesar 2,72% dan mampu menjaga daya beli masyarakat. Dari sisi indikator makro
utama, nilai tukar mata uang Rupiah terhadap USD sepanjang tahun 2019 relatif stabil bahkan cenderung menguat, dengan
kurs transaksi Bank Indonesia senilai Rp14.465 per USD pada tanggal 2 Januari 2019 dan pada 31 Desember 2019 ditutup
dengan nilai kurs sebesar Rp13.901. Demikian pula halnya dengan tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI 7-day Repo
Rate), yang cenderung menurun dari 6% pada bulan Januari 2019 dan berada di level 5% pada bulan Desember 2019.
Jika dibandingkan tahun sebelumnya, pertumbuhan ekonomi mengalami perlambatan. Namun demikian, secara
umum kondisi perekonomian Indonesia cukup kuat dan hal tersebut masih dianggap positif oleh lembaga pemeringkat
ekonomi dunia. Lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor memberi rating BBB (Stable) pada tanggal
31 Mei 2019 dan Fitch Rating menetapkan BBB/F2 untuk rating Indonesia pada 14 Maret 2019. Dengan peringkat
tersebut, maka Indonesia masih dianggap memiliki perekonomian yang stabil dan layak menjadi tujuan investasi
(investment grade).
Dari sisi politik, kegiatan Pemilu yang dilangsungkan pada bulan April 2019 berhasil terselenggara dengan lancar, aman dan
damai. Hal ini turut memberikan keyakinan kepada para pelaku bisnis untuk merealisasikan rencana bisnis mereka, yang
mungkin sempat tertunda akibat ketidakpastian politik pada tahun sebelumnya.
INDUSTRI TELEKOMUNIKASI INDONESIA
Pertumbuhan industri telekomunikasi di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir terutama didorong oleh pertumbuhan
pelanggan fixed dan mobile broadband. Penggerak utama pertumbuhan industri telekomunikasi di Indonesia adalah
peningkatan penggunaan data karena harga yang lebih terjangkau, peningkatan pelayanan, dan penetrasi smartphone.
Pergeseran dari layanan legacy (seperti voice dan SMS) ke layanan data terus berlanjut, didukung oleh ketersediaan smartphone
yang lebih murah serta adanya perkembangan segmen youth. Layanan data terus tumbuh, namun layanan SMS dan voice
mengalami penurunan secara signifikan. Aplikasi Over The Top telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia,
termasuk panggilan voice dan video, didukung oleh keunggulan aplikasi-aplikasi tersebut dibandingkan layanan konvensional,
seperti penggunaan yang lebih mudah serta ragam dan kualitas layanan terus meningkat. Akan tetapi di sisi lain, peningkatan
aktivitas ekonomi digital di masyarakat Indonesia juga menyebabkan perubahan besar dalam kegiatan seluruh aspek ekonomi.
Industri telekomunikasi, khususnya segmen mobile, masih pada intensitas persaingan yang ketat dalam beberapa tahun terakhir.
Promosi intensif oleh operator, seperti pemberian bonus data untuk menarik pelanggan baru, masih dilakukan meskipun
intensitasnya menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Pelanggan masih cukup peka terhadap harga data, dan margin yang
rendah masih menjadi tekanan bagi operator telekomunikasi. Sepanjang tahun 2019, industri seluler yang mengacu pada 3
operator seluler terbesar, tumbuh di kisaran sebesar 5,1%.
100
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianBerdasarkan perhitungan internal dan data yang tersedia untuk umum, penetrasi kartu SIM di industri seluler di Indonesia
lebih dari 100% sehingga ruang pertumbuhannya terbatas. Jumlah pelanggan, berdasarkan data yang diungkapkan oleh
para pemain pasar dan data internal perusahaan, tiga operator seluler terbesar di Indonesia adalah Telkomsel, Indosat
dan XL Axiata. Mereka menyumbang lebih dari 80% pangsa pasar pada tanggal 31 Desember 2019, dan Telkomsel tetap
menjadi penyedia seluler terbesar di Indonesia, dengan sekitar 171,1 juta pelanggan, tumbuh 5,0% dengan pangsa pasar
diantara tiga operator tersebut sekitar 59,6%.
Konsumsi data di segmen mobile terus meningkat, dan diharapkan tingkat konsumsi per pengguna akan terus bertambah
setiap tahunnya. Pertumbuhan konsumsi data ini membutuhkan dukungan belanja modal yang signifikan guna
menyediakan peningkatan kapasitas dan cakupan yang diperlukan untuk mengakomodasi pertumbuhan tersebut. Data
adalah pendorong pendapatan utama bagi perusahaan telekomunikasi, dalam bentuk volume trafik terutama didorong
oleh streaming video HD/Ultra HD, video on demand, game, dan peningkatan jumlah perangkat lain yang terhubung ke
jaringan. Untuk mendukung peningkatan trafik data tersebut, perusahaan terus berinvestasi pada tambahan BTS, core
network dan tower, baik dalam bentuk tower makro atau mikro. Pertumbuhan trafik data didukung oleh teknologi 4G dan
operator seluler berupaya untuk meningkatkan kapasitas dan jangkauan layanan ini. Perusahaan telekomunikasi memiliki
cakupan 3G/4G yang meliputi seluruh Jawa dan pulau-pulau yang berdekatan. Operator biasanya memulai dengan
cakupan tertentu kemudian berinvestasi dalam kapasitas untuk memenuhi permintaan akibat adopsi pelanggan dan
peningkatan penggunaan. Margin yang lebih rendah untuk perusahaan telekomunikasi yang disebabkan oleh pergeseran
fokus ke bisnis data dari layanan legacy mengharuskan operator telekomunikasi untuk melakukan penghematan biaya.
Sementara itu, industri fixed broadband sepanjang tahun 2019 tumbuh sekitar 22%, yang mengacu pada 2 pemain fixed
broadband utama dengan pangsa pasar diperkirakan meliputi 93%. Permintaan layanan fixed broadband di Indonesia
mengalami peningkatan pada tahun 2019, baik di kota-kota besar, menengah maupun kecil. Hal ini ditandai oleh peningkatan
jumlah pelanggan fixed broadband, meskipun untuk Indonesia ada tantangan geografis untuk menghubungkan populasi
yang tersebar di seluruh kepulauan. Pengguna Indonesia semakin mengharapkan konektivitas internet berkualitas tinggi
ke rumah mereka, sehingga mendorong operator fixed broadband untuk melakukan investasi pengembangan jaringan
serat optik. Saat ini, pasar fixed broadband nasional masih didominasi oleh beberapa perusahaan penyedia layanan ini.
Penetrasi layanan ini juga masih sangat rendah sekitar kurang dari 15% pada akhir tahun 2019. Mengingat bahwa untuk
membangun jaringan fiber optik memerlukan biaya yang cukup besar dan waktu yang relatif lama, maka hambatan
untuk masuk ke pasar fixed broadband masih tetap tinggi. Per 31 Desember 2019, Telkom memiliki 7 juta pelanggan fixed
broadband IndiHome dan sekitar 2 juta pelanggan fixed broadband non IndiHome. Untuk menarik pelanggan baru, para
operator menawarkan bundel TV berbayar dan TV on demand, serta paket dengan layanan bernilai tambah lainnya.
PERSAINGAN INDUSTRI TELEKOMUNIKASI
Telkom memiliki beragam produk dan layanan diantaranya adalah layanan seluler, fixed broadband dan fixed voice,
enterprise, interkoneksi hingga layanan satelit dengan gambaran umum persaingan sebagai berikut.
Bisnis Seluler (Mobile Business)
Pada tanggal 31 Desember 2019, Telkomsel tetap menjadi provider seluler terbesar di Indonesia, dengan sekitar 171,1
juta pelanggan seluler dan pangsa pasar sekitar 59,6% berdasarkan estimasi internal kami dari jumlah total pelanggan.
Kami percaya bahwa provider terbesar berikutnya adalah Indosat dan XL Axiata, berdasarkan jumlah pelanggan pada
tanggal 31 Desember 2019. Beberapa operator kecil lainnya juga menyediakan layanan seluler di Indonesia, termasuk
Hutchison, yang merupakan bagian dari Hutchison Asia Telecom Group dan beroperasi di bawah merek “3” atau “Tri”,
dan Smartfren Telecom, yang merupakan bagian dari Sinar Mas Group.
Penetrasi kartu SIM di industri seluler di Indonesia cukup tinggi, lebih dari 100%, membuat pertumbuhan penetrasi
yang terus menerus semakin terbatas. Ada sekitar 341 juta pelanggan seluler di Indonesia pada tanggal 31 Desember
2019, naik sekitar 6,6% dari sekitar 320 juta pada tanggal 31 Desember 2018. Tren pergeseran dari layanan legacy
(seperti voice dan SMS) ke layanan data terus berkembang, didorong oleh harga smartphone yang lebih murah serta
segmen pelanggan muda yang berkembang pesat. Trafik data telah tumbuh secara signifikan, sementara service traffic
terus mengalami penurunan. Sejak 2017, Telkomsel juga telah mengalami penurunan tajam dalam penggunaan voice.
Menit penggunaan per pelanggan seluler juga mulai menurun pada paruh kedua 2017. Tren ini berlanjut pada 2019 dan
kemungkinan akan masih terjadi pada beberapa tahun mendatang akibat substitusi layanan voice dan SMS tradisional
ke layanan over the top yang didukung oleh peningkatan penetrasi smartphone.
101
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
Bisnis Fixed Voice & Broadband (Fixed Business)
Dalam industri fixed broadband, Telkom dihadapkan pada pesaing-pesaing utama diantaranya brand First Media, BizNet
Home, MNC Play, dan MyRepublic. Diantara beberapa pesaing Telkom, First Media memiliki jumlah pelanggan paling besar.
Dalam beberapa tahun terakhir, Telkom juga menghadapi persaingan dari MNC Play dan My Republic yang fokus pada target
pasar rumah tangga yang mapan di wilayah Jabodetabek. BizNet cukup kompetitif di segmen korporat dan bisnis, khususnya
di Jawa dan Bali. Namun demikian, Telkom masih lebih unggul dari segi coverage dan infrastruktur yang telah tersebar ke
seluruh wilayah Indonesia. Dalam dua tahun terakhir Telkom juga berupaya melakukan migrasi teknologi DSL menjadi fiber-
based broadband untuk memberikan kualitas layanan yang lebih baik dan memperluas layanan digital. Persaingan semakin
ketat memasuki tahun 2019 dengan munculnya pendatang baru, diantaranya anak usaha perusahaan listrik milik negara
PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dengan brand ICON+ dan Perusahaan Gas Negara (PGN) dengan brand Gasnet yang
mulai menawarkan layanan Internet dan TV secara komersil. Didukung oleh jaringan distribusi yang telah dimiliki oleh induk
usahanya, kompetitor-kompetitor ini berpotensi mendapatkan manfaat di luar pulau Jawa. Di penghujung tahun, perubahan
pasar terus berlanjut dengan adanya pengumuman dari MNC Vision untuk mengakuisisi Link Net. Selain itu, XL Axiata dan
Indosat juga mulai masuk ke layanan rumah dengan meluncurkan produk XL Home dan Indosat GIG.
Data Center
Kami berkomitmen untuk memberikan solusi data center pada tingkat tertinggi kepada pelanggan kami, baik di Indonesia
dan di region Asia Tenggara. Didukung oleh jaringan kabel submarine milik kami, layanan co-location komprehensif kami
dirancang untuk menjadi fleksibel, modular, seamless dan dapat diskalakan untuk memenuhi kebutuhan bisnis pelanggan
kami. Sejumlah perusahaan lain, termasuk DCI Indonesia, Indosat Ooredoo, Moratelindo, IDC Indonesia, NTT Communication,
Global Axcess System, Biznet, Centrin Online, Cyber TechTonic Pratama, dan JupiterDC juga menyediakan data center di
Indonesia. Pada pasar internasional, anak perusahaan kami, Telin, bersaing dengan penyedia data center utama lainnya
seperti Equinix, Global Switch, SGX, dan Epsilon di Singapura. Di Hong Kong, Telin bersaing dengan penyedia data center
utama lainnya seperti SUNeVision, Equinix, OneAsia Network, HKCOLO, dan HK Exchange and Clearing.
Bisnis International Traffic dan Interconnection
Operator layanan international traffic SLI tradisional (non-VoIP) di Indonesia saat ini hanya Telkom dan Indosat. Namun
persaingan pada lini bisnis ini justru pada kehadiran OTT atau layanan komunikasi digital seperti Skype, Line dan WhatsApp,
ataupun penyedia jasa VoIP yang membuka akses internasional. Kontribusi terhadap pendapatan Telkom dari international
traffic SLI tradisional (non-VoIP) terus mengalami penurunan secara signifikan tergerus dengan adanya OTT.
Dalam menghadapi persaingan ini, Telkom lebih memilih untuk menyediakan platform bagi layanan OTT daripada
menghadapi persaingan secara langsung. Telkom menekankan pada perolehan pendapatan dan laba dari penggunaan
broadband melalui digital hub dan Content Delivery Network (CDN).
Bisnis Infrastruktur Network dan Satelit
Di lini bisnis infrastruktur, khususnya tower, Telkom bersaing dengan para pemain utama lainnya seperti Tower Bersama
Infrastructure, PT Profesional Telekomunikasi Indonesia, dan Solusi Tunas Pratama serta operator telekomunikasi Indosat
dan XL Axiata. Kegiatan usaha Telkom untuk bisnis tower dikelola anak perusahaannya, yaitu Mitratel dan Telkomsel. Strategi
pada lini bisnis ini yaitu dengan membangun tower baru atau co-location dengan menyewa tower yang sudah ada kepada
para operator seluler. Sebagai operator yang memiliki jaringan backbone, Telkom juga memberikan layanan traffic carrier.
Pada 2019, permintaan sewa lebih stabil sebagai akibat dari ekspansi mobile broadband.
Wilayah Asia Pasifik, dan terutama Asia Tenggara, terus membutuhkan satelit untuk infrastruktur telekomunikasi dan
penyiaran, karena karakteristik wilayah tersebut sebagai negara kepulauan. Kemampuan yang disediakan oleh satelit meliputi
cellular backhaul, broadband backhaul, enterprise network, TV penggunaan sesekali, jaringan militer dan pemerintah,
distribusi video, televisi DTH, komunikasi penerbangan, dan pemulihan bencana.
Dalam manajemen bisnis satelit, Telkom bersaing dengan sejumlah operator satelit lainnya dengan satelit yang mencakup
Asia Tenggara dan Asia Selatan, dan beberapa operator sedang dalam proses mengembangkan satelit dengan cakupan
wilayah ini. Satelit Telkom-3S mulai beroperasi pada April 2017 dan Satelit Merah Putih beroperasi pada September 2018.
Satelit Telkom-3S, beroperasi di slot orbital 118 E, Satelit Telkom-2 beroperasi di slot orbital 157 E dan Satelit Merah Putih
beroperasi di slot orbital 108 E.
102
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianTINJAUAN OPERASI PER SEGMEN USAHA
CONSUMER
MOBILE
ENTERPRISE
WHOLESALE &
INTERNATIONAL
BUSINESS
Lain - Lain
• Menyediakan
• Menyediakan
• Menyediakan
• Menyediakan
• Menyediakan
konektivitas
terbaik bagi
mobilitas tinggi
bagi pelanggan
layanan enterprise
layanan wholesale
berbagai layanan
connectivity, satelit
telecommunication
yang terkait digital
pelanggan dengan
TelkomGroup
dan digital platform
carrier services,
payment solutions,
memanfaatkan
dengan
system untuk
tower, infrastructure
big data & smart
internet
berkecepatan
memanfaatkan
layanan mobile
pelanggan korporat,
& network
platform, digital
institusional dan
management
advertising, music,
tinggi, yaitu layanan
voice, SMS, mobile
bisnis. Market
serta international
gaming, dan
fixed voice, fixed
data services, dan
leader yang telah
business.
e-commerce.
broadband, IP-TV
mobile digital
melayani klien 1.917
• Layanan di 9 negara
• Mengoperasikan
dan digital.
services merupakan
perusahaan, 300.416
melalui 7 anak
venture capital fund
• Per 31 Desember
operator jaringan
UKM dan 975
perusahaan Telin
melalui PT Metra
2019, memiliki 9,0
seluler terbesar di
institusi pemerintah
yang beroperasi di
Digital Innovation
juta pelanggan
Indonesia dengan
per akhir tahun
luar negeri.
untuk berinvestasi
fixed broadband
cakupan nasional
2019.
(termasuk 7,0
juta pelanggan
IndiHome) dan
yang menjangkau
lebih dari 90%
populasi dan
menguasai 86,5%
didukung 212.235
pangsa pasar,
yang terbesar di
Indonesia.
total BTS.
pada digital
startups.
PT Graha Sarana Duta (Telkom Property) melakukan asset leverage (pendayagunaan aset)
melalui dua pendekatan, yaitu Synergy Group (internal group costumer) dan Strategic &
Retail Partnership (external group costumer). Adanya Synergy Group mendorong efisiensi
biaya sedangkan Strategic & Retail Partnership meningkatkan pendapatan melalui layanan
pengembangan properti, penyewaan properti, fasilitas properti, dan manajemen properti.
103
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianIKHTISAR KINERJA PER SEGMEN USAHA
Kontribusi terbesar pendapatan Telkom dan anak perusahaan yaitu 65,1% dari segmen mobile sebesar Rp87.897 miliar,
sedangkan yang terendah yaitu dari segmen bisnis lain-lain sebesar Rp197 miliar atau 0,1%. Dari sisi pertumbuhan pendapatan,
Pertumbuhan pendapatan terbesar pada periode pelaporan yaitu pendapatan dari segmen usaha consumer sebesar 27,5%,
sedangkan pertumbuhan pendapatan terendah tercatat pada segmen usaha enterprise yang tumbuh negatif 11,2%.
Tabel berikut ini menyajikan ikhtisar kinerja per segmen usaha Grup Telkom tahun 2017 hingga 2019.
Hasil Operasi Berdasarkan Segmen
Pertumbuhan
Tahun-tahun yang berakhir 31 Desember,
2019-2018
2019
2018
2017
(%)
(Rp miliar)
(US$ juta)
(Rp miliar)
(Rp miliar)
Mobile
Pendapatan
Pendapatan eksternal
Pendapatan antar segmen
Total pendapatan segmen
Total beban segmen
Hasil segmen
Consumer
Pendapatan
Pendapatan eksternal
Pendapatan antar segmen
Total pendapatan segmen
Total beban segmen
Hasil segmen
Enterprise
Pendapatan
Pendapatan eksternal
Pendapatan antar segmen
Total pendapatan segmen
Total beban segmen
Hasil segmen
WIB
Pendapatan
Pendapatan eksternal
Pendapatan antar segmen
Jumlah pendapatan segmen
Total beban segmen
Hasil segmen
Lain-lain
Pendapatan
Pendapatan eksternal
Pendapatan antar segmen
Jumlah pendapatan segmen
Total beban segmen
Hasil segmen
104
3,0
(18,5)
2,1
2,6
1,3
27,5
(65,7)
14,3
2,4
87.897
3.163
91.060
6.331
228
6.559
85.338
3.880
89.218
(56.864)
(4.096)
(55.449)
34.196
2.463
33.769
17.706
786
18.492
1.275
57
1.332
13.891
2.290
16.181
(15.904)
(1.146)
(15.531)
298,2
2.588
186
650
(11,2)
(6,5)
(9,0)
(2,8)
18.701
16.834
35.535
1.347
1.213
21.054
17.995
2.560
39.049
(36.768)
(2.649)
(37.833)
(201,4)
(1.233)
(89)
1.216
5,2
(2,5)
0,4
2,3
(6,0)
51,5
45,5
46,3
44,1
(5,3)
10.609
16.265
26.874
(21.111)
5.763
197
1.289
1.486
(1.546)
(60)
764
1.172
10.084
16.678
1.936
26.762
(1.521)
(20.634)
415
6.128
14
93
107
(111)
(4)
130
886
1.016
(1.073)
(57)
90.073
3.086
93.159
(53.834)
39.325
11.105
287
11.392
(11.923)
(531)
19.130
16.801
35.931
(35.680)
252
7.439
15.305
22.744
(17.944)
4.800
126
602
728
(1.049)
(321)
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianIKHTISAR OPERASIONAL
Satuan
Tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember
2019
2018
2017
PELANGGAN
Pelanggan Seluler
Pasca bayar (kartuHalo)
(000) pelanggan
(000) pelanggan
Pra bayar (simPATI, Kartu As, Loop, by.U)
(000) pelanggan
(000) pelanggan
(000) pelanggan
(000) pelanggan
Pelanggan Broadband
Fixed broadband 1)
IndiHome
Mobile broadband 2)
Pelanggan Telepon Tetap
Fixed wireline (POTS)
INFRASTRUKTUR
Kapasitas Satelit
Point of Presence
Domestik
Internasional
BTS
BTS 2G
BTS 3G
BTS 4G
Tower
Fiber Optic Backbone Network
Domestik
Internasional
Wi-Fi Services
LAYANAN PELANGGAN
PlasaTelkom 3)
GraPARI TelkomGroup
Plasa Telkom Digital
GraPARI
Internasional
Domestik
GraPARI Mobile
IndiHome Sales Car
PEGAWAI
(000) pelanggan
110.253
106.553
105.808
(000) pelanggan
(000) pelanggan
9.369
9.369
171.105
6.376
164.729
119.290
9.037
7.003
162.987
196.322
5.400
157.587
113.813
7.260
5.104
4.739
191.583
111.074
5.266
2.965
11.111
11.111
133
118
46
72
10.957
10.957
73
99
42
57
133
119
56
63
212.235
189.081
160.705
50.297
82.104
79.834
33.892
164.769
100.069
64.700
50.310
82.118
56.653
30.485
161.652
96.952
64.700
50.324
82.228
28.153
29.061
155.524
90.854
64.670
TPE
PoP
PoP
PoP
unit
unit
unit
unit
unit
km
km
km
access point
386.420
382.361
352.642
lokasi
lokasi
lokasi
lokasi
lokasi
lokasi
unit
unit
Orang
408
9
11
427
5
422
324
1.078
422
7
10
440
11
429
761
1.142
535
4
-
442
10
432
761
1.142
24.272
24.071
24.065
Keterangan:
1) Pelanggan fixed broadband terdiri dari pelanggan IndiHome dan pelanggan high speed internet (HIS)
2) Mobile broadband termasuk Flash user, Blackberry user, dan PAYU
3) PlasaTelkom outlet adalah layanan face-to-face dengan pelanggan yang terdiri dari GraPARI TelkomGroup, Plasa Telkom Digital dan Plasa lain yang
tersebar di seluruh Indonesia
105
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
SEGMEN MOBILE
Trafik data tahun
2019 meningkat
53,6% menjadi
6.715.227 TB
212,2 ribu total
BTS, meningkat
23,2 ribu BTS
TelkomGroup memiliki portofolio produk dan layanan pada
Per 31 Desember 2019, Telkomsel memiliki total basis
segmen Mobile yang terdiri dari mobile voice dan SMS,
pelanggan seluler sebesar 171,1 juta, naik 5,0% atau 8,1
mobile data services, serta mobile digital services. Khusus
juta dari 163,0 juta pelanggan di tahun sebelumnya.
untuk layanan seluler, TelkomGroup melalui anak perusahaan
Pada tahun 2019, tercatat 96,3% pelanggan seluler
Telkomsel saat ini mengusung teknologi GSM, 3G, dan 4G /
Telkomsel merupakan pengguna prabayar, sedangkan
LTE. Berikut ini beragam produk dan layanan yang tersedia
3,7% pelanggan adalah pengguna pascabayar. Sepanjang
bagi masyarakat yang ditawarkan oleh Telkomsel:
1. simPATI, merupakan produk dan layanan prabayar bagi
pengguna kelas menengah yang menyediakan layanan
tahun 2019, jumlah pengguna prabayar naik dari 157,6
juta menjadi 164,7 juta, sedangkan jumlah pengguna
pascabayar naik dari 5,4 juta menjadi 6,4 juta pelanggan.
telekomunikasi berkualitas tinggi melalui pembelian
Suksesnya program registrasi SIM prabayar menyebabkan
paket perdana dan voucher isi ulang.
churn pelanggan yang lebih rendah, efisiensi produksi
2. Kartu As, merupakan produk dan layanan prabayar
bagi pengguna kelas menengah ke bawah dengan
SIM Card dan program pemasaran serta peningkatan
ARPU dari Rp41.000 di tahun 2018 menjadi Rp46.000 di
harga
yang
lebih
terjangkau
dibandingkan
tahun 2019.
dengan simPATI.
3. Loop, merupakan produk dan layanan prabayar bagi
pengguna kaum muda dengan berbagai opsi paket
Kemudian, dalam hal penyediaan
layanan mobile
broadband, Telkomsel memiliki produk dan layanan yang
data yang menarik dan disesuaikan dengan kebutuhan
didukung oleh teknologi 4G / LTE / HSDPA / 3G / EDGE
generasi muda saat ini.
/ GPRS. Terdapat 110,3 juta pelanggan layanan mobile
4. By.U, merupakan produk dan layanan prabayar digital
end-to-end untuk seluruh kebutuhan telekomunikasi
broadband yang tercatat pada 31 Desember 2019, naik
3.5% atau 3,7 juta dari 106,6 juta pada akhir tahun 2018.
bagi pengguna segmen Gen Z yang menjalani keseharian
Konsumsi data juga mengalami peningkatan sebesar
dengan gaya hidup digital. Pengalaman digital end-
53,6% menjadi 6.715.227 TB. Faktor yang mendukung
to-end yang dihadirkan melalui aplikasi digital by.U
pertumbuhan ini antara lain kampanye pemasaran yang
yang ter-install pada smartphone meliputi seluruh
efektif dengan inisiatif mempertahankan pelanggan, serta
proses penggunaan layanan, mulai dari pemilihan opsi
dukungan registrasi SIM prabayar yang mengarah pada
pesan antar, nomor telepon by.U, kuota internet, kuota
pergeseran perilaku pelanggan dengan tingkat churn
tambahan (topping) hingga pembayaran.
yang lebih rendah.
5. kartuHalo, merupakan produk dan layanan telekomunikasi
seluler pascabayar bagi pengguna kelas premium,
profesional, dan korporasi. kartuHalo menawarkan
berbagai pilihan paket, seperti HaloKick dan HaloFit My
Plan, yang bervariasi dari sisi harga dan kuota data yang
disesuaikan dengan kebutuhan.
106
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianDiagram berikut menggambarkan jumlah data yang
Kami juga memperluas penggunaan LinkAja, termasuk
digunakan oleh pelanggan tahun 2017-2019
penggunaan LinkAja oleh selain pelanggan Telkomsel
Diagram Trafik Data Seluler Tahun 2017-2019
taksi, pompa bensin, makanan dan minuman untuk
dan berkolaborasi dengan mitra baru seperti layanan
Trafik Data
( TB )
2.168.245
4.373.077
6.715.227
2017
2018
2019
8.000.000
6.000.000
4.000.000
2.000.000
0
penggunaan LinkAja sebagai alat pembayaran.
Selanjutnya, dalam rangka memperkuat layanan mobile
digital di masa depan, Telkom telah membentuk dua
anak usaha baru, yaitu PT Telkomsel Mitra Inovasi dan
PT Fintek Karya Nusantara. PT Telkomsel Mitra Inovasi
akan diposisikan untuk melakukan aktivitas investasi
serta proses sinergi dan kolaborasi di berbagai unit bisnis
Telkomsel untuk mendorong aspek transformasi digital
perusahaan dalam rangka mengakselerasi pengembangan
berbagai
layanan baru, meningkatkan pengalaman
pelanggan dan optimalisasi proses bisnis perusahaan.
Kemudian, PT Fintek Karya Nusantara dibentuk dengan
tujuan untuk mendukung ekosistem Fintech yang sudah
Lebih jauh lagi, terkait dengan produk dan layanan
ada sebelumnya di Telkomsel.
mobile digital, Telkomsel menawarkan antara
lain
VideoMAX, paket data broadband yang dipasarkan
Sejalan dengan filosofi kami untuk menjadi leader dalam
dengan sistem bundling, dan akses ke layanan video
penyediaan jaringan termasuk di luar Jawa, serta untuk
OTT, dan electronic money service LinkAja (sebelumnya
mempertahankan dan mengembangkan Bisnis Digital
TCASH). Untuk memperkuat posisi MAXStream dalam
kami, pada tahun 2019, kami menambah 23.162 BTS baru
industri streaming video, kami bermitra dengan
untuk mendukung layanan 4G / LTE di lebih banyak
penyedia konten video untuk memperkaya konten
kota dan memiliki 88,4 juta pelanggan 4G / LTE. Secara
dan platformnya. Terkait game, kami meluncurkan
total, kami memiliki 79.834 BTS 4G dari 212.235 total BTS
game kedua kami, Lord of Estera. Selain itu kami juga
dengan jangkauan mencakup lebih dari 90% populasi di
memiliki Langitmusik sebagai layanan streaming musik.
Indonesia pada tanggal 31 Desember 2019.
Berikut ini perbandingan jumlah BTS yang dimiliki TelkomGroup dalam tiga tahun terakhir.
Diagram Jumlah BTS TelkomGroup Tahun 2017-2019
Jumlah BTS
(unit)
50.324
82.228
28.153
50.310
82.118
56.653
50.297
82.104
79.834
250.000
200.000
150.000
100.000
50.000
2017
2018
2019
2G
3G
4G
107
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKinerja Keuangan Segmen Mobile Tahun 2017 - 2019
Sama seperti tahun sebelumnya, pada tahun 2019 ini pendapatan segmen Mobile sebesar Rp87.897 miliar (US$6.331
juta), masih menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan konsolidasi TelkomGroup, yaitu 65,1%. Kinerja segmen
Mobile selama tiga tahun terakhir dapat dilihat sebagai berikut:
Segmen Mobile
2019-2018
2019
2018
2017
(%)
(Rp miliar)
(US$ juta)
(Rp miliar)
(Rp miliar)
Pendapatan
Beban
Hasil
3,0
2,4
3,5
87.897
(41.019)
46.878
6.331
85.338
(2.955)
(40.041)
3.376
45.297
90.073
(39.452)
50.621
Sepanjang tahun 2019, segmen Mobile mencatat pendapatan sebesar Rp87.897 miliar (US$6.331 juta). Pencapaian
tersebut naik Rp2.559 miliar, atau 3,0% dari pendapatan pada periode kinerja sebelumnya. Peningkatan pendapatan
segmen Mobile tahun 2019 terutama dipicu oleh kenaikan traffic pada mobile data sebesar 54%, yang mendorong
pertumbuhan positif pendapatan data dan internet seluler tahun 2019. Kenaikan trafik data ini didorong oleh program
pemasaran yang efektif dengan menawarkan berbagai paket data yang menarik dengan harga yang kompetitif. Di
sisi lain, terdapat penurunan pendapatan dari voice dan SMS. Penurunan ini secara natural disebabkan beralihnya
pelanggan voice ke layanan data dan dampak kanibalisasi layanan OTT. Pendapatan Digital Business Telkomsel tumbuh
cukup signifikan sebesar 23% sekaligus mampu mengkompensasi pelemahan bisnis legacy yang turun sebesar 22%.
Pendapatan Digital Business ini didukung oleh pertumbuhan data sebesar 22% dan pertumbuhan Digital Services
sebesar 29% seiring upaya Telkomsel dalam mengembangkan berbagai Digital Services seperti Digital Lifestyle,
Digital Advertising, Big Data, Digital Enterprise Solution dan Mobile Payment. Pada tahun 2019 kontribusi pendapatan
dari Digital Business meningkat menjadi 64% dari total pendapatan, dari 53% pada tahun sebelumnya. Selanjutnya,
beban pada segmen Mobile tahun 2019 tercatat naik sebesar Rp978 miliar dari tahun 2018, menjadi Rp41.019 miliar
(US$2.955 juta). Telkomsel berhasil melakukan pengendalian biaya dengan baik, sehingga mampu meningkatkan
EBITDA margin menjadi 54,0% dari sebelumnya 53,2%. Perubahan pendapatan dan beban sepanjang tahun 2019
menyebabkan adanya pertumbuhan positif pada hasil segmen Mobile menjadi Rp46.878 miliar (US$3.376 juta).
Pada periode 2018, pendapatan segmen Mobile tercatat sebesar Rp85.338 miliar turun Rp4.735 miliar atau 5,3% dari
tahun sebelumnya. Penurunan pendapatan ini terutama disebabkan oleh penurunan pendapatan dari voice sebesar
Rp6.815 miliar atau 18,3% dan penurunan pendapatan SMS sebesar Rp4.007 miliar atau 30,4% dari tahun sebelumnya.
Namun demikian, penurunan pendapatan dari voice dan SMS ini dikompensasi oleh peningkatan pendapatan yang
signifikan data dan internet seluler tahun 2018 sebesar Rp7.193 miliar atau tumbuh 18,9% dari tahun 2017, yang didorong
oleh traffic pada mobile data yang tumbuh sebesar 101,7%. Sementara itu, beban untuk segmen Mobile tahun 2018
naik sebesar 1,5% dibandingkan tahun 2017, menjadi Rp40.041 miliar, yang terutama disebabkan oleh kenaikan beban
operasi dan pemeliharaan seiring dengan pembangunan BTS baru sepanjang tahun 2018. Peningkatan ini dikompensasi
dengan adanya penurunan beban depresiasi dan beban pemasaran karena pemilihan program pemasaran yang lebih
selektif. Segmen Mobile mencatatkan laba sebesar Rp45.297 miliar pada tahun 2018.
108
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianSEGMEN ENTERPRISE
1.917 pelanggan
korporasi,
300.416
pelanggan
UMKM, dan
975 pelanggan
institusi
pemerintah
3 satelit dengan
kapasitas 133 TPE
3 data center
dengan
spesifikasi tier
3 dan 4 (dalam
negeri)
Secara umum, Segmen Enterprise melayani pelanggan
Kemudian, layanan keuangan yang terdiri dari bill payment
korporasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM), serta institusi
aggregator, electronic payment platform services, online
pemerintahan dalam menyediakan solusi end-to-end dan
payment solutions, dan switching services. Per 31 Desember
ekosistem teknologi informasi. Layanan ini meliputi enterprise
2019, sekitar 23.000 ATM di seluruh Indonesia dikelola oleh
grade connectivity services (termasuk satelit), data center &
entitas anak kami, Swadharma Sarana Informatika (SSI). Selain
cloud, IT services, business process outsourcing, dan other
itu, Telkom juga membeli 70% saham PT Collega Inti Pratama,
adjacent services.
perusahaan yang fokus pada layanan core banking system.
Kedua akuisisi ini berperan penting dalam memperluas
Pada layanan connectivity, kami menawarkan layanan fixed
strategi bisnis TelkomGroup pada sektor financial technology.
broadband, Wi-Fi, Ethernet, dan data communication,
termasuk leased channels seperti metro ethernet, VPN-IP,
Layanan system integration and IT service management kami
solusi jaringan data berkapasitas tinggi yang menyediakan
meliputi business process management, business process
koneksi point-to-point, dan layanan fixed voice. Per 31
as-a-service, dan customer relationship management. Kami
Desember 2019, TelkomGroup menyediakan total bandwidth
berencana untuk melakukan digitalisasi atas layanan tersebut
in service sebesar 2.996 Gbps, dengan rincian 1.571 Gbps
untuk memenuhi kebutuhan masa depan, oleh karena itu
kepada pelanggan corporate internet dan 1.425 Gbps untuk
kami terus berfokus pada penguatan kemampuan TI kami.
pelanggan data communication. Jumlah tersebut naik 3,3%
Kami juga menyediakan layanan smart enabler platform
dari tahun sebelumnya.
untuk mempromosikan inovasi melalui next-gen technology
solution, ekosistem industri terintegrasi, dan mendorong
Kami mengintegrasikan layanan satelit sebagai bagian dari
perubahan perilaku konsumen di
Indonesia. Layanan
layanan connectivity dan terus memperkuat kehadiran
adjacent services terdiri dari beragam layanan yang berkaitan
kami di sektor ini yang menyediakan penyewaan kapasitas
dengan penjualan hardware & software termasuk layanan IT
transponder dan layanan pendukung lainnya. Operasi satelit
support nya. Pada layanan digital advertising agency, kami
kami terdiri dari penyewaan kapasitas transponder satelit
memberikan layanan untuk media placement dan integrated
untuk penyiar dan operator VSAT, telepon seluler, dan ISP,
digital media seperti mobile advertising, online advertising,
serta menyediakan layanan up-link dan down-link satelit
dan digital printing.
stasiun bumi untuk pengguna domestik dan internasional.
Total kapasitas transponder yang digunakan pelanggan
Terkait big data dan data analytics, layanan kami berupa
meningkat menjadi 195,25 TPE dibandingkan 182,83 TPE di
platform yang menghasilkan insight untuk menganalisis
tahun sebelumnya. Layanan satelit ini kami penuhi melalui
perilaku konsumen dan membentuk marketing campaigns
3 satelit kami yang memiliki kapasitas 133 TPE dan juga
untuk mendukung iklan. Selanjutnya, layanan Internet of Things
menyewa dari pihak ketiga.
(IoT) yang menawarkan solusi IoT untuk bangunan, aplikasi
IoT untuk smart energy monitoring and management, fleet
Kami juga terus meningkatkan fasilitas data center dan
management, IT security services, unified communication,
layanan cloud kami untuk memenuhi peningkatan permintaan.
and collaboration services. Solusi e-Health kami menyediakan
Layanan yang kami tawarkan mencakup enterprise data
layanan
administrasi
klaim
perawatan
kesehatan
center, collocation, hosting, disaster recovery center, managed
terintegrasi terus menjadi pemimpin pasar melalui anak
operation, dan berbagai layanan cloud seperti private cloud,
usaha kami Admedika.
cloud hybrid, dan cloud public. Dari total kapasitas tiga data
center di Indonesia yang kami miliki melalui entitas anak kami
Telkom Sigma, 74% kapasitas sudah terpakai.
109
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKeunggulan utama TelkomGroup dalam memberikan layanan pada bisnis Enterprise karena beberapa hal, salah satunya
yaitu memiliki jaringan infrastruktur berbasis serat optik dengan jangkauan terluas. Dengan adanya infrastruktur yang baik,
TelkomGroup sanggup menyediakan connectivity berkualitas tinggi. Selain itu, TelkomGroup mengelola berbagai produk dan
layanan yang dapat dipadukan dalam rangka memberikan total solutions. Hal ini seiring dengan semakin besarnya kebutuhan
pelanggan-pelanggan segmen Enterprise untuk mendigitalisasi proses bisnisnya agar lebih berdaya saing. Penggunaan
connectivity dan solusi digital di kalangan UMKM juga masih sangat rendah, sehingga menawarkan potensi pertumbuhan
yang cukup besar kedepan. Di saat yang sama, lembaga pemerintah dan pemerintah daerah semakin gencar memanfaatkan
solusi digital dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat melalui kebutuhan konektivitas dan platform smart city
sebagaimana yang telah digunakan di 470 kota di seluruh Indonesia.
Dengan berbagai keunggulan tersebut, sampai dengan 31 Desember 2019, pelanggan segmen Enterprise TelkomGroup
mencapai 303.308 pelanggan, yang terdiri dari 1.917 pelanggan korporasi, 300.416 pelanggan UKM dan 975 pelanggan institusi
Pemerintah. Masih tingginya permintaan layanan teknologi informasi dan komunikasi saat ini dan pada tahun-tahun yang akan
datang tentunya membangun rasa optimis bahwa segmen Enterprise akan terus bertumbuh dengan baik.
Pada tahun 2019, kami melakukan perubahan kebijakan bisnis dengan berfokus pada lini bisnis yang memiliki profitabilitas
lebih tinggi yang bersifat recurring terutama pada layanan enterprise solutions seperti enterprise connectivity, data center
dan cloud, dan secara selektif mengurangi dan tidak memprioritaskan solusi bisnis yang memiliki tingkat margin relatif rendah
dan non-recurring. Sejalan dengan strategi tersebut, meskipun pendapatan segmen enterprise mengalami penurunan, namun
pendapatan dari layanan Connectivity dan Data Center & Cloud tetap dapat tumbuh pada tahun 2019.
Kinerja Keuangan Segmen Enterprise Tahun 2017 - 2019
Jika dibandingkan dengan total pendapatan konsolidasi TelkomGroup, pada tahun 2019 pendapatan Segmen
Enterprise memberikan kontribusi sebesar 13,8%. Kinerja segmen Enterprise selama tiga tahun terakhir dapat dilihat
pada tabel berikut:
Segmen Enterprise
2019-2018
2019
2018
2017
(%)
(Rp miliar)
(US$ juta)
(Rp miliar)
(Rp miliar)
Pendapatan
Beban
Hasil
(11,2)
(4,3)
(213,9)
18.701
(20.782)
(2.081)
1.347
(1.497)
(150)
21.054
(21.717)
(663)
19.130
(20.653)
(1.523)
Per akhir tahun 2019, pendapatan dari segmen Enterprise turun Rp2.353 miliar atau 11,2% menjadi Rp18.701 miliar (US$1.347
juta) dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan negatif tersebut disebabkan karena perubahan strategi bisnis kami yang
mengurangi layanan yang memiliki tingkat margin relatif rendah dan non reccurring. Kemudian, beban segmen Enterprise
tercatat sebesar Rp20.782 miliar (US$1.497 juta), lebih rendah 4,3% atau Rp935 miliar dari Rp21.717 miliar pada periode kinerja
tahun 2018. Penurunan beban sepanjang tahun 2019 merupakan dampak positif dari strategi kami yang mengurangi porsi
layanan yang memiliki margin rendah. Dengan pendapatan dan beban yang terjadi pada tahun 2019, kinerja segmen Enterprise
menunjukkan adanya rugi hasil segmen sebesar Rp2.081 miliar (US$150 juta). Kinerja tahun 2019 tercatat lebih rendah dari
tahun sebelumnya yang mencatat rugi hasil segmen sebesar Rp663 miliar.
Pendapatan segmen Enterprise tahun 2018 tercatat sebesar Rp21.054 miliar, naik Rp1.924 miliar atau 10,1% dari tahun
sebelumnya. Peningkatan tersebut berasal dari pendapatan internet, komunikasi data dan jasa teknologi informatika sebesar
Rp1.741 miliar, terutama didorong pertumbuhan pendapatan IT service. Tingginya pertumbuhan tersebut seiring dengan
meningkatnya kebutuhan perusahaan untuk mendigitasi proses bisnisnya agar lebih kompetitif, institusi pemerintah baik
pusat maupun daerah untuk memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat, serta UKM dalam rangka mendukung
perkembangan bisnisnya. Di sisi lain, beban untuk segmen Enterprise tahun 2018 naik sebesar 5,2% dibandingkan tahun 2017,
menjadi Rp21.717 miliar. Peningkatan beban tersebut sejalan dengan peningkatan volume bisnis. Setelah memperhitungkan
alokasi beban antar segmen, segmen Enterprise mencatatkan rugi hasil usaha, namun mengalami perbaikan dengan
mencatatkan rugi hasil usaha sebesar Rp663 miliar, turun sebesar Rp860 miliar atau 56,5% dibandingkan rugi hasil usaha
di tahun sebelumnya.
110
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianSEGMEN CONSUMER
7,0 juta pelanggan
IndiHome,
meningkat
37,2% dari tahun
sebelumnya
10,9 juta optical
port sebagai
akses broadband
berbasiskan serat
optik
Pada segmen Consumer, portofolio produk dan layanan
Dengan berbagai strategi yang telah dijalankan, Per 31
utama TelkomGroup yaitu terdiri dari fixed voice, fixed
Desember 2019, pelanggan IndiHome tercatat tumbuh
broadband, IP-TV dan digital yang dipasarkan dengan
merek IndiHome.
1,9 juta pelanggan atau 37,2% dari 5,1 juta pelanggan
pada tahun 2018 menjadi 7,0 juta pelanggan di tahun
2019. ARPU pada tahun 2019 sebesar Rp257.000
Sepanjang tahun 2019, TelkomGroup terus berupaya
mengalami sedikit peningkatan dibandingkan tahun lalu
mengembangkan IndiHome menjadi produk dan layanan
yang mencapai Rp256.000. Untuk lebih meningkatkan
unggulan melalui program “more for less”. Program
pendapatan IndiHome, kami terus mendorong pelanggan
berjalan secara konsisten melalui penawaran bundling
untuk membeli berbagai
layanan tambahan, seperti
yang mencakup internet broadband, IP-TV dan telepon
untuk upgrade kecepatan, tambahan set-topbox dan
tidak bergerak, dengan tujuan untuk memberikan manfaat
berlangganan paket minipack. Permintaan atas minipack
lebih kepada pelanggan dengan harga yang kompetitif,
mencapai 3 juta transaksi sepanjang tahun 2019.
diantaranya promo Sensasi Extra Akhir Tahun, Fantastic
Deal, Semarak Kebahagiaan, dan Promo Rumah Ceria.
Pertumbuhan IndiHome yang positif dalam beberapa tahun
terakhir tidak terlepas dari dukungan infrastruktur jaringan,
Sebagai upaya memenuhi kebutuhan pelanggan dan
perbaikan proses bisnis terus-menerus dan teknisi yang
meningkatkan customer experience, kami meluncurkan
handal. Dalam hal infrastruktur jaringan, anak perusahaan
IndiHome 200Mbps, 300Mbps dan 1Gbps. Kami juga
Telkom, yaitu Telkom Akses, berperan penting dalam
meluncurkan IndiBox, layanan OTT berbasis Android TV
mengembangkan jaringan serat optik yang menggantikan
Box sehingga pelanggan dapat menikmati StreamingTV,
jaringan tembaga. Kemudian, penguatan Mean Time To
Musik, Games, Application dan Video on demand. Kami
Install atau MTTI terus dilakukan dengan meningkatkan
terus memperkaya beragam saluran UseeTV kami dengan
kapasitas teknisi dan memperbaiki proses bisnis. Per
saluran baru seperti Warner Bros TV, tvN, IDX Channel,
akhir tahun 2019, MTTI yang kurang dari 1 hari mencapai
dan Champions TV yang menyiarkan pertandingan
94,7%, lebih baik dari tahun 2018 yang mencapai 85,1%.
Liga Champions UEFA. Kami juga menawarkan kepada
Penyelesaian gangguan di bawah 3 jam naik menjadi 72,4%
pelanggan untuk meningkatkan kecepatan internet dan
pada tahun 2019, naik dari 50,6% pada tahun sebelumnya.
akses konten OTT seperti iflix, HOOQ dan CATCHPLAY+.
Waktu rata-rata perbaikan gangguan atau Mean Time To
Untuk menyesuaikan pilihan minipack sesuai dengan
Repair (MTTR) turun dari 9,8 jam pada tahun 2018 menjadi
preferensi dan kemampuan pelanggan, kami menambah
7,1 jam pada tahun 2019.
jumlah minipack menjadi 20, lebih banyak dari 18 minipack
pada tahun sebelumnya.
Selain pengembangan produk dan layanan IndiHome
tersebut di atas, para pelanggan IndiHome masih terus
dapat menikmati nilai tambah, yaitu keleluasaan mengakses
wifi.id tanpa batas di seluruh titik akses di Indonesia. Per
akhir Desember 2019, terdapat 140.169 manage access
point Wi-Fi yang tersebar di 32 propinsi di Indonesia yang
dapat dijangkau pelanggan IndiHome.
111
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianLebih jauh lagi, TelkomGroup terus meningkatkan kualitas layanan pelanggan dengan melakukan shutdown STO serta
mentransformasi STO menjadi Telkom Cloud atau T-Cloud. Dengan pendekatan ini, TelkomGroup memodernisasi STO
menjadi Node yang seluruhnya menggunakan serat optik. Terdapat 504 STO telah di-shutdown pada tahun 2019 sehingga
shutdown STO telah dilakukan 100% dari total 1.234 STO. Sampai dengan tahun 2019, TelkomGroup telah memiliki 500
T-Cloud yang siap memberikan kualitas layanan lebih baik kepada seluruh pelanggan. TelkomGroup menargetkan proses
transformasi seluruh STO menjadi Telkom Cloud akan selesai dilakukan pada tahun 2023.
Upaya dan strategi Telkom dan anak perusahaan yang dilakukan saat ini dapat menjadikan IndiHome sebagai pemimpin
pasar pada bisnis fixed broadband di Indonesia dengan pangsa pasar sekitar 86,5% per tahun 2019. Tumbuhnya populasi
dan bertambahnya populasi keluarga kelas menengah, memberikan peluang besar bagi produk dan layanan fixed
broadband di masa depan. Untuk itu TelkomGroup telah memiliki 10,9 juta optical port dengan serat optik yang menjadi
sebagai basis jaringan akses fixed broadband.
Kinerja Keuangan Segmen Consumer Tahun 2017 - 2019
Pada tahun 2019, pendapatan dari segmen Consumer mencapai Rp17.706 miliar (US$1.275 juta), yang berkontribusi pada
total pendapatan konsolidasian TelkomGroup sebesar 13,1%. Berikut tabel kinerja segmen Consumer selama tiga tahun
terakhir:
Segmen Consumer
2019-2018
2019
2018
2017
(%)
(Rp miliar)
(US$ juta)
(Rp miliar)
(Rp miliar)
Pendapatan
Beban
Hasil
27,5
(1,4)
184,8
17.706
(11.577)
6.129
1,275
(834)
441
13.891
(11.739)
2.152
11.105
(10.360)
745
Pertumbuhan segmen Consumer pada tahun 2019 sangat baik, dengan tingkat pertumbuhan pendapatan sebesar Rp3.815
miliar atau 27,5%, naik dari Rp13.891 miliar pada tahun 2018 menjadi Rp17.706 miliar (US$1.275 juta) pada tahun 2019.
Pendorong pertumbuhan segmen Consumer adalah IndiHome yang terus melanjutkan momentum positifnya. Sepanjang
tahun 2019, pelanggan IndiHome tumbuh sebesar 37,2% atau bertambah 1,9 juta menjadi 7 juta pelanggan. Dari jumlah
pelanggan IndiHome, komposisi pelanggan layanan triple play, yang terdiri dari fixed voice, fixed broadband dan IP-TV,
adalah sebesar 48% sedangkan pelanggan dual play sebesar 52%. Pendapatan IndiHome tumbuh sebesar 28,1% menjadi
Rp18,3 triliun, dan memberikan kontribusi sebesar 13,5% terhadap keseluruhan pendapatan Perseroan. Profitabilitas
IndiHome juga semakin baik dengan EBITDA mencapai 33,9% mendekati standar profitabilitas global yaitu 35%. Sebesar
89% dari pendapatan IndiHome berasal dari segmen Consumer, dan 11% berasal dari segmen Enterprise. Kemudian, dari
sisi beban, segmen Consumer tercatat beban yang turun sebesar Rp162 miliar atau 1,4% dari tahun sebelumnya menjadi
Rp11.577 miliar (US$834 juta). Dari hasil tersebut, segmen Consumer membukukan laba hasil usaha segmen sebesar
Rp6.129 miliar (US$441 juta), naik 184,8% dibandingkan tahun 2018.
Kinerja keuangan segmen Consumer pada tahun 2018 ditandai dengan pencapaian pendapatan sebesar Rp13.891 miliar,
tumbuh Rp2.786 miliar atau 25,1% dibanding tahun 2017. Peningkatan ini seiring dengan meningkatnya jumlah pelanggan
IndiHome yang tumbuh 72,2% menjadi 5,1 juta pelanggan di akhir tahun 2018, peningkatan pelanggan minipacks,
dan up-sell layanan seperti penambahan kecepatan internet. Pada tahun 2018, pendapatan IndiHome tumbuh positif
menjadi Rp14.310 miliar. Sementara itu, beban tahun 2018 untuk segmen Consumer tercatat Rp11.739 miliar, mengalami
peningkatan sebesar 13,3% dibandingkan tahun sebelumnya, sejalan dengan aktivitas ekspansi bisnis IndiHome. Namun
demikian, kenaikan beban segmen Consumer lebih rendah dibandingkan peningkatan pendapatan, yang menunjukkan
efektivitas pengendalian biaya. Setelah alokasi beban antar segmen, hasil usaha segmen Consumer pada tahun 2018
tercatat meningkat cukup tinggi sebesar 188,9% menjadi Rp2.152 miliar.
112
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianSEGMEN WHOLESALE AND INTERNATIONAL
BUSINESS (WIB)
$$
$$
$$
$$
$$
$$
164.769 km
Total Jaringan
backbone
serat optik
(100.069 km
domestik dan
64.700 km
internasional)
119 Point of
Presence
(PoP) (63 PoP
internasional
& 56 PoP
domestik)
5 data
center (luar
negeri) & 14
data center
neuCentrIX
(dalam
negeri)
33.892 unit
tower
Segmen Wholesale and International Business (WIB)
Per akhir Desember 2019, TelkomGroup telah memiliki
melayani pelanggan antara lain Other Licensed Operator
14 data center neuCentrIX di 10 kota di Indonesia. Selain
(OLO), Service Provider, Digital Player di dalam maupun di
itu, entitas anak Telkom yaitu Telin memiliki 5 data center
luar negeri. Segmen Wholesale and International Business
di luar negeri yang berada di Singapura (Telin-1, Telin-2
(WIB) saat ini memiliki beberapa lini bisnis, yaitu layanan
dan Telin-3), Timor Leste (1 lokasi) dan Hong Kong (1
carrier, tower, infrastructure, dan international business.
lokasi). Tingkat occupancy data center neuCentrIX rata-
Berikut ini penjelasan lebih lanjut mengenai lini bisnis
rata mencapai 63% dari total kapasitasnya, sedangkan
pada segmen WIB.
1. Layanan Carrier
Layanan utama pada lini bisnis ini mencakup layanan
jaringan (network), data dan internet, serta layanan
interkoneksi. Selain itu, TelkomGroup juga menyediakan
value-added services, signaling, voice hubbing, pusat
data (data center), platform, dan solutions. Layanan
occupancy data center yang berada di luar negeri
rata-rata sekitar 62% dari total kapasitasnya. Pada
tahun 2019, TelkomGroup menambah kapasitas data
center neuCentrIX di Indonesia untuk mengakomodasi
permintaan pelanggan dan mulai membangun pusat
data baru neuCentrIX di Jakarta yang diharapkan dapat
selesai pada 2021.
carrier pada tahun 2019 tercatat tumbuh positif didorong
oleh pertumbuhan layanan voice internasional.
TelkomGroup memiliki 119 Point of Presence (PoP), yang
terdiri dari 63 PoP Global dan 56 PoP Domestik. PoP
Global ini tersebar di 48 kota besar dunia di 29 negara.
Sepanjang tahun 2019, TelkomGroup melanjutkan
inisiatif Global Digital Hub yang dimulai pada tahun
PoP Global mengalami penurunan dibandingkan tahun
sebelumnya karena adanya penutupan beberapa
2018. Dengan kabel laut Indonesia Global Gateway
PoP yang kurang efektif. Untuk PoP Domestik,
(IGG) yang menghubungkan kabel bawah laut SEA-ME-
tersebar di 45 kota di Indonesia. Selama tahun 2019,
WE 5 dengan kabel bawah laut SEA–US menjadikan
terdapat penambahan 10 PoP domestik. Kami juga
TelkomGroup sebagai Global Digital Hub yang
mengoperasikan Content Delivery Networks (CDN)
menyediakan direct broadband connectivity antara
dengan kapasitas sebesar 6.525 Gbps berkolaborasi
kawasan Eropa, Asia dan Amerika. Sebagai enabler,
dengan Google, Facebook, Akamai, Edgecast, Level3,
maka kami akan menjadi gerbang utama konektifitas
ChinaNet, Yahoo dan penyedia konten video seperti
digital yang membawa trafik domestik ke global, trafik
iFlix dan HOOQ.
global ke domestik dan juga membawa trafik antar
negara (hubbing), baik itu trafik voice maupun A2P
(Application-to-person) SMS.
113
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
2. Layanan Tower
Layanan tower merupakan penyediaan penempatan
benua Eropa, Asia dan Amerika. Yang terdiri dari
Thailand-Indonesia-Singapore (TIS), Batam-Singapore
peralatan telekomunikasi bagi operator lain dengan
Cable System (BSCS), Dumai-Malacca Cable System
sistem sewa. Per akhir tahun 2019, sekitar 33.892
(DMCS), Asia-America Gateaway (AAG), Southeast
tower yang dimiliki oleh TelkomGroup. Sebanyak
Asia-Japan Cable System (SJC), South East Asia-
15.892 unit dimiliki oleh anak perusahaan Telkom, yaitu
Middle East-Western Europe 5 (SEA-ME-WE 5), dan
Mitratel, dan sebanyak 18.000 tower dimiliki oleh anak
Southeast Asia-United States (SEA-US).
perusahaan Telkom lainnya, yaitu Telkomsel. Mitratel
melakukan penawaran untuk colocation maupun
Sedangkan untuk
jaringan domestik, pada tahun
bisnis reseller tower milik operator pada tahun 2019.
2019, beberapa sistem kabel bawah laut domestik
Saat ini Mitratel mengelola 22.854 tenant dan 6.651
telah dibangun dan beroperasi untuk memperkuat
reseller tower.
backbone serat optik nasional, di antaranya kabel
laut SLM (Sabang-Lhokseumawe-Medan), PATARA
Pada tahun 2019, Telkom melalui Mitratel mengakuisisi
(Papua Utara) yang akan menghubungkan Sentani
95,0% modal saham di PT Persada Sokka Tama.
dan Sarmi, dan MATANUSA (Mangkajang-Takisung-
Perusahaan
ini bergerak dalam bisnis menara
Nunukan-Sangatta). Jaringan domestik kabel bawah
telekomunikasi dengan kapasitas 1.017 menara yang
laut diharapkan dapat mendorong pemerataan akses
berlokasi di seluruh Indonesia. Kemudian, pada bulan
komunikasi dan informasi berkualitas baik di seluruh
Oktober 2019, Mitratel menandatangani perjanjian
untuk membeli 2.100 menara telekomunikasi dari PT
wilayah Indonesia.
Indosat Tbk.
Selain kabel bawah laut, Telkom dan anak perusahaan
saat ini terlibat dengan Badan Usaha Milik Negara
Dengan akuisisi tersebut, TelkomGroup menguasai
(BUMN) untuk memelihara mesin diesel hingga tahun
pangsa pasar sebesar 23,9% per akhir tahun 2019.
2021. Pekerjaan tersebut merupakan kelanjutan dari
Berbagai akuisisi yang dilakukan sepanjang tahun
pembangunan pembangkit listrik bertenaga diesel
2019 diharapkan dapat memperkuat lini bisnis tower
untuk jaringan telekomunikasi yang telah selesai pada
dan membuka peluang yang lebih besar lagi untuk
tahun 2018 lalu di Kalimantan dan Sulawesi.
memperluas pangsa pasar di masa yang akan datang.
Keunggulan lain yang perlu dikembangkan pada lini
bisnis ini yaitu efisiensi pemeliharaan dan penggunaan
4. Bisnis Internasional
Telkom, melalui anak perusahaan PT Telekomunikasi
energi terbarukan pada tower yang berada jauh
Indonesia International (“Telin”), memiliki sejumlah
dari grid
listrik PLN, serta digitalisasi proses
kegiatan usaha di sembilan negara di luar Indonesia,
bisnis internal.
3. Layanan Infrastruktur dan Manajemen Jaringan
TelkomGroup
menyediakan
dan
mengelola
diantaranya menawarkan layanan wholesale, cloud
and connectivity, data center and managed services,
satellite transponder services, retail mobile services
(MVNO), IP transit dan business process outsourcing
infrastruktur serta layanan jaringan, yang mencakup
services. Sembilan global office tersebut berlokasi di
juga pembangunan dan pemeliharaan
jaringan.
Singapura, Hong Kong, Timor Leste, Australia, Myanmar,
Salah
satu di
antaranya
yaitu pemasangan
Malaysia, Taiwan, Amerika Serikat, dan Selandia Baru.
dan
pemeliharaan
kabel
bawah
laut,
dan
penyediaan energy
infrastruktur telekomunikasi.
solutions untuk ekosistem
Selama tahun 2019, kami juga melakukan beberapa
inisiatif seperti pengembangan Digital Platform baik
domestik maupun internasional, seperti Carrier Neutral
Per akhir tahun 2019, TelkomGroup memiliki jaringan
backbone berbasis serat optik sepanjang 164.769
Data Center dan pembangunan Hyperscale Data Center,
Content Delivery Network (CDN), Cloud services,
km, terdiri dari 64.700 km jaringan internasional
A2P SMS dan CPaaS (Communication Platform as a
dan 100.069 km jaringan domestik, yang secara
Service). Untuk pengembangan digital service beberapa
keseluruhan memiliki kapasitas
jaringan transmisi
inisiatif telah dilakukan dengan menyediakan layanan
sebesar 129.600 Gbps. Infrastruktur kabel bawah laut
U Poin dan U Ads, dan inisiatif lain yang akan terus
global yang dimiliki TelkomGroup menghubungkan
dikembangkan untuk mendukung TelkomGroup sebagai
Digital Ekosistem Hub.
114
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
Kinerja Keuangan Segmen Wholesale and International Business Tahun 2017-2019
Segmen WIB berperan untuk memperoleh pendapatan eksternal melalui penyediaan berbagai layanan seperti
jaringan (network), interkoneksi, internet, submarine cable, data center, tower dan infrastruktur. Disamping itu WIB
juga berperan sebagai enabler and katalisator terhadap segmen bisnis TelkomGroup lainnya agar dapat menciptakan
value terbaik bagi TelkomGroup secara keseluruhan. Hal ini menyebabkan pendapatan eksternal segmen WIB lebih
kecil dibandingkan pendapatan internal. Kontribusi pendapatan segmen WIB pada tahun 2019 mencapai 7,9% dari
total pendapatan konsolidasian Telkom dan anak perusahaan, dengan nilai pendapatan WIB sebesar Rp10.609 miliar
(US$764 juta). Tabel berikut menggambarkan kinerja segmen WIB selama tahun 2017 hingga 2019.
Segmen WIB
2019-2018
2019
2018
2017
(%)
(Rp miliar)
(US$ juta)
(Rp miliar)
(Rp miliar)
Pendapatan
Beban
Hasil
5,2
7,3
10.609
(15.691)
(11,9)
(5.082)
764
(1.130)
(366)
10.084
(14.624)
(4.540)
7.439
(12.333)
(4.894)
Segmen WIB mengalami pertumbuhan total pendapatan segmen sebesar Rp112 miliar atau tumbuh 0,4% menjadi
Rp26.874 miliar (US$1.936 juta) per akhir tahun 2019. Sedangkan pendapatan konsolidasian pada tahun 2019 adalah
sebesar Rp10.609 miliar (US$764 juta) atau 39,5% dari total pendapatan segmen, tumbuh sebesar Rp525 miliar atau
5,2%. Pertumbuhan pendapatan segmen WIB tahun 2019 ditopang antara lain dari pertumbuhan layanan wholesale
voice international, A2P SMS, Data Center dan pertumbuhan bisnis tower yang berasal dari peningkatan colocation
dan akuisisi aset. Total beban segmen WIB mencatat adanya kenaikan sebesar Rp477 milar atau tumbuh 2,3% menjadi
Rp21.111 miliar (US$1.521 juta) per akhir tahun 2019. Sedangkan beban konsolidasian pada tahun 2019 mengalami
kenaikan sebesar Rp1.067 miliar atau tumbuh 7,3% menjadi Rp15.691 miliar (US$1.130 juta). Naiknya beban pada segmen
WIB tersebut terutama terkait dengan kenaikan beban langsung (direct cost) wholesale voice international serta
peran utama segmen ini sebagai enabler segmen lainnya khususnya segmen Mobile, melalui penyediaan infrastruktur
diantaranya penyediaan tower dan pembangunan kabel laut domestik.
Segmen WIB pada tahun 2018 membukukan pendapatan sebesar Rp10.084 miliar, naik cukup tinggi sebesar
Rp2.645 miliar atau 35,6% dari Rp7.439 miliar pada tahun 2017. Kontribusi bisnis digital pada segmen ini di tahun
2018 meningkat menjadi 57% dari 53% di tahun 2017. Pencapaian tersebut terutama disebabkan oleh meningkatnya
pendapatan interkonesi internasional dari bisnis voice traffic antar negara yang dikelola oleh Telin sebesar Rp1.241 miliar.
Peningkatan Pendapatan lainnya juga dikontribusikan oleh managed service solution dari Telkom Infra sebesar Rp996
miliar dan pendapatan jaringan berupa lease line dan transponder sebesar Rp319 miliar. Di sisi lain, beban segmen WIB
tercatat Rp14.624 miliar untuk tahun 2018, mengalami peningkatan sebesar Rp2.291 miliar atau 18,6% dibandingkan
tahun 2017. Peningkatan tersebut seiring dengan penguatan infrastruktur Telkom baik domestik maupun global, seperti
pembangunan kabel bawah laut berbasis serat optik dan pembangunan menara telekomunikasi.
Oleh karena model bisnisnya sebagai enabler bagi segmen lainnya, kinerja WIB memberikan hasil segmen yang
positif yaitu Rp5.763 miliar di tahun 2019, Rp6.128 miliar di tahun 2018 dan Rp4.800 miliar di tahun 2017, sesuai
dengan tabel pada halaman 104. Sementara hasil segmen WIB konsolidasian sebesar minus Rp5.082 miliar di tahun
2019, minus Rp4.540 miliar di tahun 2018 dan minus Rp4.894 miliar di tahun 2017 karena pendapatan antar segmen
pada laporan konsolidasian dilakukan eliminasi, sementara beban ke eksternalnya tidak dieliminasi. Hasil segmen
WIB ini mencerminkan peran WIB yang sangat penting dan strategis dalam memberikan dukungan kepada internal
TelkomGroup yang tercermin dalam hasil TelkomGroup secara konsolidasi, selain di saat yang sama juga harus melayani
pelanggan eksternal.
115
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianSEGMEN LAIN-LAIN
62,9 ribu monthly
active user di
BLANJA.com
33,9 juta active
user MelOn
Segmen Digital menawarkan beragam produk dan
Terkait dengan layanan e-commerce, Telkom memiliki
layanan digital yang berbasiskan pada big data and smart
BLANJA.com yang merupakan online marketplace yang
platform, digital advertising, music and gaming, dan
memfasilitasi penjualan consumer-to-consumer, business-
e-commerce. Untuk big data dan smart platform, kami
to-consumer dan business-to-business. Selain melalui
menawarkan platform Internet of Things (IoT). Melalui
laman BLANJA.com, penjualan atau pembelian produk
platform ini, developer dapat membuat dan menguji
dapat dilakukan melalui IndiHome Store pada IP-TV dan
produk IoT.
Alfamind@IndiHome yang merupakan kemitraan antara
toko ritel Alfa dan IndiHome. Dengan sekitar 62,9 ribu
Pada bisnis digital advertising, kami menyediakan
monthly active users, jumlah GMV BLANJA.com mencapai
advertising media solutions untuk kegiatan pemasaran.
Rp188,3 miliar pada tahun 2019. Strategi yang dilakukan
Kami juga menyediakan ad exchange platform, yaitu
untuk mengembangkan BLANJA.com antara
lain
platform yang mempertemukan penerbit, pengiklan,
meningkatkan penggunaan mobile application, melakukan
dan agency untuk melakukan aktivitas periklanan digital
integrasi dengan LinkAja dalam satu akun, meluncurkan
secara efektif dan efisien.
seller application, mengintensifkan penggunaan QR code,
Kemudian untuk layanan music and gaming, PT Melon
Indonesia atau disebut “MelOn”, menjadi penyedia produk
dan layanan konten digital music. Per akhir tahun 2019,
MelOn memiliki database music dan aplikasi online digital
music content dengan 33,9 juta pengguna aktif, sedangkan
jumlah transaksi di aplikasi online digital music content
MelOn mencapai 220,3 juta transaksi. Layanan music
dan gaming pada MelOn ini menopang pertumbuhan
portofolio Digital Lifestyle & Content Telkom sebesar
70%. Pada tahun 2019, Telkom dan anak perusahaan
secara intensif, mengembangkan customer experience
dengan meluncurkan online game dan mengembangkan
komunitas gaming. Strategi ini akan terus dikembangkan
pada tahun 2020.
dan meningkatkan pemanfaatan big data.
Pada praktiknya, produk dan layanan pada segmen ini
dirancang dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan
konsumen di era digital saat ini. Terkait hal tersebut, pada
tahun 2019, TelkomGroup terus melanjutkan program
Digital Amoeba dan Indigo Creative Nation. Digital
Amoeba bertujuan untuk menjaring dan mengakselerasi
inovasi dari internal Telkom dan anak perusahaan. Di sisi
lain, Indigo Creative Nation merupakan program open
innovation Telkom bekerja sama dengan digital startup
untuk membangun
industri kreatif digital
Indonesia
sekaligus mengembangkan portofolio bisnis digital
Telkom. Anak perusahaan Telkom, yaitu PT Metra Digital
Investama atau dikenal dengan MDI Ventures mengelola
dan menginvestasikan dana ventura pada digital startup
yang potensial.
116
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianDi akhir tahun 2019, 41 tim Digital Amoeba yang masih aktif melakukan validasi produk baru dan proses baru, 12 di
antaranya siap untuk diakselerasi lebih jauh menjadi portofolio bisnis potensial. Kemudian, sejak tahun 2013, Indigo
Creative Nation telah menginkubasi 153 startup. Saat ini sekitar 60 startup telah komersial di pasar, bahkan 23 startup
di antaranya telah mendapatkan pendanaan tambahan dari para investor dalam dan luar negeri. Sejumlah startup
telah bersinergi dengan Telkom dalam penyediaan produk dan solusi digital seperti eTab, PrivyID, Kofera, Run System,
Opsigo, Goers, Nodeflux, dan Sonar.
Terkait dengan MDI Venture, saat ini sudah berinvestasi di 35 startup di 11 negara dan sampai saat ini sudah melakukan 7
exit dengan gain yang cukup tinggi. Selain itu terdapat 2 startup yang telah melakukan Initial Public Offering (IPO) yaitu
Whispir di Australian Securities Exchange (ASX) dan Geniee di Tokyo Stock Exchange (TSE). Pada tahun 2019, MDI
Ventures bersama dengan KB Financial Group asal Korea Selatan telah meluncurkan perusahaan dana modal ventura
Centauri Fund. Centauri Fund bertujuan untuk mengembangkan pengalaman kedua perusahaan terhadap ekosistem
teknologi di Asia Tenggara, termasuk mendukung startup Indonesia dan kawasan.
Kinerja Keuangan Segmen Lain-lain Tahun 2017-2019
Pendapatan pada segmen lain-lain pada tahun 2019 memberi kontribusi sebesar 0,1% pada pendapatan TelkomGroup.
Kinerja segmen lain-lain selama tiga tahun terakhir dapat dilihat pada tabel berikut:
Segmen Lain-lain
2019-2018
2019
2018
2017
(%)
(Rp miliar)
(US$ juta)
(Rp miliar)
(Rp miliar)
Pendapatan
Beban
Hasil
51,5
42,4
(41,1)
197
(1.484)
(1.287)
14
(107)
(93)
130
(1.042)
(912)
126
(979)
(853)
Pada tahun 2019, segmen lain-lain mencatat pendapatan sebesar Rp197 miliar (US$14 juta) dengan beban Rp1.484
miliar (US$107 juta). Hal tersebut menyebabkan segmen lain-lain mencatat kerugian sebesar Rp1.287 miliar (US$93
juta). Jika dibandingkan dengan kinerja keuangan periode pelaporan sebelumnya, pendapatan mengalami peningkatan
sebesar Rp67 miliar atau 51,5%, sedangkan beban meningkat sebesar Rp442 miliar atau 42,4%.
Sepanjang tahun 2018, kinerja segmen ini membukukan pendapatan sebesar Rp130 miliar, naik 3,2% dari pendapatan
tahun 2017. Peningkatan pendapatan ini terjadi karena peningkatan transaksi di BLANJA.com maupun MelOn. Beban
segmen lain-lain mencapai Rp1.042 miliar untuk tahun 2018, meningkat 6,4% dibandingkan beban tahun 2017 yang ini
disebabkan peningkatan investasi di bisnis digital. Berbagai situasi tersebut, menyebabkan rugi segmen Lain-lain tahun
2018 menjadi Rp912 miliar, meningkat 6,9% dibandingkan rugi tahun 2017.
117
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPROGRAM LEVERAGE ASSET
Telkom memanfaatkan aset properti berupa lahan dan atau bangunan milik perusahaan melalui pendayagunaan
properti (asset leveraging). Sejauh ini Telkom telah berkolaborasi dengan pemain lokal dan global terkemuka dalam
pengembangan bisnis Food & Beverage (F&B), perhotelan, coworking space dan industri ritel dalam kerangka
bisnis “Strategic & Retail Partnership”. Tujuan dari program ini adalah untuk menggali potensi pendapatan dari aset
yang belum optimal, meningkatkan efisiensi, dan mengurangi biaya pemeliharaan aset. Dalam kerja sama, Telkom
menyediakan solusi layanan dalam penyediaan konektivitas data atau akses internet, call center, security dan produk
lainnya sebagai fasilitas tambahan sehingga secara tidak langsung memberi peningkatan nilai aset dan membantu
diversifikasi ekosistem digital Telkom. Pendayagunaan aset di lingkungan TelkomGroup sebagian besar dilakukan oleh
anak perusahaan Telkom yaitu PT Graha Sarana Duta (Telkom Property).
Dalam prakteknya, manajemen properti Telkom juga melayani kebutuhan group dalam penyediaan ruang kerja yang
efisien, ruangan perangkat jaringan, dan ruang perkantoran yang kondusif bagi karyawan dan mitra. Jenis layanan
ini masuk kedalam proyek “Synergy Group”. Aset yang dimanfaatkan berupa bangunan dengan fungsi node jaringan
Telkom, titik penjualan (sales point), pusat layanan pelanggan (customer service center), kantor pusat dan cabang,
dan bisnis lainnya. Tujuan dari proyek ini adalah untuk mencapai skala ekonomi (economic of scale) dan efisiensi biaya
(cost efficiency).
Pada tahun 2019, asset leveraging program telah membukukan external revenue sebesar Rp455,2 miliar dengan kontribusi
paling besar bersumber dari bisnis retail (penyewaan lahan dan bangunan untuk tenant diluar TelkomGroup) sebesar
27,4%. Nilai tersebut diperoleh dari hasil pendayagunaan beberapa proyek properti komersial, seperti pengembangan
bisnis jaringan hotel (Nexa Makassar), F&B (McDonald’s di Jambi, Pizza Hut di Bandung) dan kerja sama retail lain
(SPBU di Semarang).
Nexa – Mercure Makassar
McDonald’s Jambi
Pizza Hut Setiabudi - Bandung
SPBU Semarang
118
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianASPEK PEMASARAN
PANGSA PASAR
Persaingan untuk meningkatkan pangsa pasar di industri telekomunikasi digital sangat dipengaruhi oleh teknologi
yang berubah pesat. Oleh sebab itu, Telkom dan anak perusahaan selalu memantau perkembangan teknologi dan
merespon dinamika pasar dengan mengadopsi teknologi baru. Pada praktiknya, TelkomGroup terus menyesuaikan dan
menciptakan produk, layanan, standar, dan model bisnis yang baru sejalan dengan perubahan teknologi. Lebih jauh
lagi, Telkom dan anak perusahaan melakukan investasi yang substansial untuk mengembangkan produk dan layanan
tambahan, sehingga dapat memberikan value yang berbeda dibandingkan dengan value produk dan layanan kompetitor.
Pangsa Pasar Segmen Mobile
Anak perusahaan Telkom, yaitu Telkomsel, memiliki 171,1 juta pelanggan seluler tahun 2019, termasuk 110,3 juta
pelanggan mobile broadband. Jumlah tersebut naik dari 163,0 juta pelanggan seluler pada tahun 2018. Berdasarkan
jumlah pelanggan, kami mengestimasi pangsa pasar Telkomsel pada tahun 2019 untuk segmen seluler mencapai 59,6%
naik dari 59,1% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Indosat dan XL Axiata merupakan pesaing utama Telkomsel pada segmen Mobile. Selain kedua operator tersebut,
pada tahun 2019 Telkomsel melihat adanya peningkatan persaingan di Indonesia dari operator seluler lainnya.
Beberapa di antaranya yaitu PT Hutchison 3 Indonesia (“Hutchison”) yang merupakan bagian dari Hutchison Asia
Telecom Group dan beroperasi di bawah merek “3” atau “Tri”, serta kelompok usaha Sinar Mas Group, yaitu
PT Smartfren Telecom Tbk. (“Smartfren Telecom”).
Diagram Market Share Pelanggan Seluler Telkomsel dengan Kompetitor Tahun 2017-2019
Market Share Pelanggan Seluler
(%)
45,5%
54,5%
40,9%
59,1%
40,4%
59,6%
150,0 %
100,0 %
50,0 %
0,0 %
2017
2018
2019
Kompetitor
Telkomsel
Persaingan pada segmen Mobile, selain dipengaruhi oleh perubahan teknologi, juga dipengaruhi oleh penggabungan
usaha, akuisisi dan konsolidasi di antara penyedia layanan seluler. Para operator seluler berpotensi untuk melakukan
hal-hal tersebut untuk mengurangi biaya operasi dan meningkatkan alokasi spektrum yang lebih luas. Dengan demikian,
operator seluler memiliki sumber daya dan peluang yang lebih besar untuk menambah keunggulan usaha. Dari sisi
Pemerintah, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mendukung upaya penggabungan, akuisisi dan
konsolidasi dengan tidak menerbitkan lisensi baru atau tambahan bagi operator seluler.
Salah satu contoh yang terjadi yaitu akuisisi XL Axiata terhadap saham mayoritas PT Axis Telekom yang telah dilakukan
sejak tahun 2014. Setelah akuisisi, XL Axiata memperoleh alokasi frekuensi tambahan untuk menyediakan layanan 4G /
LTE. XL Axiata juga memperbesar basis pelanggannya dengan serta mengambil alih pelanggan PT Axis Telekom.
119
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianSelain teknologi, pangsa pasar segmen Mobile juga dipengaruhi berbagai faktor lainnya, seperti persaingan harga,
persaingan dengan OTT yang menyediakan layanan voice dan text, serta kemampuan memperluas jaringan. Berbeda
dengan tahun-tahun sebelumnya, intensitas persaingan harga pada tahun 2019 sedikit berkurang. Meski demikian,
tekanan harga dapat berlanjut di masa depan seiring dengan semakin meningkatnya persaingan operator seluler
dengan OTT yang didukung oleh penetrasi penggunaan smartphone di Indonesia. Dalam menghadapi persaingan pada
tahun 2019, beberapa kompetitor juga berupaya meningkatkan cakupan layanan dengan melakukan ekspansi ke luar
Jawa.
Dari seluruh tantangan yang harus dihadapi, tantangan terbesar Telkom dan anak perusahaan pada segmen Mobile
yaitu persaingan menghadapi OTT. Telkomsel menghadapi peningkatan akuisisi pelanggan oleh OTT yang sangat cepat,
yang didukung oleh maraknya teknologi baru yang lebih efektif dan efisien dalam memberikan layanan voice dan text.
Hal ini berisiko pada hilangnya pangsa pasar dan dapat merugikan bisnis, keuangan, dan operasi Telkomsel.
Pangsa Pasar Segmen Consumer
Pada segmen Consumer, TelkomGroup memiliki produk dan layanan utama IndiHome yang bersaing dengan penyedia
layanan fixed broadband lainnya dengan brand First Media, BizNetHome, MNC Play dan MyRepublic. Di antara pesaing,
First Media memiliki jumlah pelanggan terbesar. Dalam hal segmentasi pelanggan, MNC Play dan MyRepublic menjadi
pesaing yang menargetkan pelanggan rumah tangga kelas menengah dan atas di Jabodetabek, sedangkan BizNet
sangat kompetitif pada pasar korporat, khususnya di Jawa dan Bali. Selain itu, XL Axiata dan Indosat juga mulai masuk
ke layanan rumah dengan meluncurkan produk XL Home dan Indosat GIG.
Sepanjang tahun 2019, pemasaran dan penjualan IndiHome tetap fokus pada potensi pelanggan di berbagai segmen di
seluruh Indonesia. Meski menghadapi persaingan yang kompetitif, per akhir tahun 2019, TelkomGroup berhasil meraih
1,9 juta tambahan pelanggan baru, sehinggal total jumlah pelanggan IndiHome menjadi 7,0 juta pelanggan. Dengan
pencapaian tersebut, pangsa pasar fixed broadband yang dikuasai sebesar 86,5% berdasarkan perhitungan internal
kami. Posisi ini lebih besar dari tahun sebelumnya dengan penguasaan pasar 84,5%. Keberhasilan meningkatkan pangsa
pasar ini didukung oleh peningkatan jangkauan infrastruktur akses, strategi pemasaran yang tepat dan pemanfaatan
teknologi informasi yang mampu meningkatkan kualitas layanan dan kepuasan pelanggan.
Diagram Market Share Fixed Broadband Telkom dan Kompetitor Tahun 2017-2019
Market Share Fixed Broadband
(%)
18,9%
81,1%
15,5%
84,5%
13,5%
86,5%
100,0 %
80,0 %
60,0 %
40,0 %
20,0 %
0,0 %
2017
2018
2019
Kompetitor
Telkom
Berbeda halnya dengan fixed broadband, produk dan layanan fixed voice mengalami pertumbuhan negatif selama tahun
2019. Jumlah pelanggan dari fixed wireline (POTS) mengalami penurunan sebesar 15,7% atau 1,7 juta pelanggan pada
tahun 2019. Dalam beberapa tahun terakhir, melalui produk IndiHome, TelkomGroup telah mengupayakan migrasi para
pelanggan dari produk dan layanan home legacy ke IndiHome yang memadukan fixed voice dengan fixed broadband,
IP-TV dan digital dalam satu produk dan layanan. Meski demikian, TelkomGroup masih menghadapi tantangan yang
besar dari pertumbuhan OTT yang masif.
120
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPangsa Pasar Segmen Enterprise
Persaingan pasar pada segmen Enterprise mencakup beberapa jenis produk dan layanan, di antaranya yaitu connectivity,
satellite, IT services, serta data center dan cloud. Terdapat perubahan strategi yang memasukkan digital service seperti
Internet of Things (IoT), cyber security, big data, dan digital ads sebagai bagian dari segmen Enterprise.
Untuk segmen Enterprise, TelkomGroup diperkirakan memiliki pangsa pasar bandwidth in service sebesar 74% pada
tahun 2019, naik dari 73% pada tahun sebelumnya. Melalui anak perusahaan Telkom Sigma, estimasi kami atas pangsa
pasar untuk system integration yang diraih mencapai 41,3% pada tahun 2019, turun dari 55,4% pada tahun 2018.
Diagram Market Share System Integration Telkom Sigma dan Kompetitor Tahun 2017-2019
Market Share System Integration
(%)
41,0%
59,0%
44,6%
55,4%
58,7%
41,3%
100,0 %
75,0 %
50,0 %
25,0 %
0,0 %
2017
2018
2019
Kompetitor
Telkom Sigma
Kemudian dari perhitungan internal kami, pangsa pasar Business Process Outsourcing (BPO) yang diperoleh anak
perusahaan Telkom, yaitu Infomedia naik dari 41% pada periode pelaporan 2018 menjadi 43% pada tahun 2019. Dalam
hal produk dan layanan satelit, per 31 Desember 2019, TelkomGroup tercatat menguasai 44% pangsa pasar bisnis satelit,
naik dari 37% pada tahun 2018.
Pada tanggal 31 Desember 2019, TelkomGroup menyediakan bandwidth secara total 1.571 Gbps kepada pelanggan
broadband dan 1.425 Gbps untuk pelanggan layanan komunikasi data. Jumlah tersebut secara total meningkat sebesar
3,3% dibandingkan tahun sebelumnya.
Pangsa Pasar Segmen Wholesale & International Business
Pangsa pasar pada segmen Wholesale & International Business secara umum mencakup pasar carrier traffic, carrier
network, tower, dan managed infrastructure services.
Carrier Traffic - Berdasarkan data dan perhitungan internal, Telkom masih menjadi pemimpin pasar interkoneksi voice
dengan menguasai pangsa pasar sebesar 74%, meskipun dari sisi produksi Telkom mengalami penurunan sebesar
16,3%. Demikian juga dengan pasar terminasi/ originasi voice, Telkom menguasai pangsa pasar sebesar 71% dengan
penurunan produksi sebesar 27,5%.
Carrier Network – Berdasarkan data dan perhitungan internal, Telkom masih menjadi pemimpin pasar wholesale network
dengan pangsa pasar sebesar 60% (untuk produk-produk seperti Metro E, Leased line dll dan juga termasuk pasar
Telkomsel). Adapun pangsa pasar wholesale domestic untuk produk IP Transit saat ini adalah sebesar 10,6% (mengalami
kenaikan dari tahun 2018 yang sebesar 9,3% sesuai data internal).
121
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianTower - Mitratel sebagai anak perusahaan Telkom bersaing dengan berbagai perusahaan dalam menyediakan produk
dan layanan tower. Beberapa perusahaan kompetitor diantaranya PT Tower Bersama Infrastructure Tbk., PT Profesional
Telekomunikasi Indonesia, PT Solusi Tunas Pratama Tbk., PT. Inti Bangun Sejahtera Tbk., PT Centratama Telekomunikasi
Indonesia Tbk., PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk. dan PT. Bali Towerindo Sentra Tbk. Pangsa pasar Mitratel pada
tahun 2019 naik 4.1%, dari 19,8% pada tahun 2018 menjadi 23,9% pada tahun 2019 berdasarkan perhitungan internal.
Meningkatnya pangsa pasar tersebut dipicu oleh pembelian 1.017 tower Persada Sokka Tama pada Bulan Maret 2019
dan 2.100 tower Indosat oleh Mitratel pada Bulan Oktober 2019
Diagram Market Share Tower Mitratel dan Kompetitor Tahun 2017-2019
Market Share Tower
(%)
80,5%
19,5%
80,2%
19,8%
76,1%
23,9%
120,0 %
100,0 %
80,0 %
60,0 %
40,0 %
20,0 %
2017
2018
2019
Kompetitor
Mitratel
Selanjutnya, TelkomGroup akan menghadapi tantangan besar terkait rencangan regulasi yang mewajibkan perusahaan
telekomunikasi untuk berbagi infrastruktur dan kapasitas jaringan. Saat ini, TelkomGroup memiliki kapasitas infrastruktur
jaringan terluas di Indonesia. Adanya regulasi tersebut akan mengurangi daya saing TelkomGroup karena kompetitor
dapat menggunakan jaringan infrastruktur Telkom dan anak perusahaan dengan modal dan beban yang lebih terjangkau.
Pangsa Pasar Segmen Digital dan Lainnya
Persaingan pada segmen digital sangat luas dan dapat mencakup berbagai sektor usaha, seperti transportasi, retail dan
keuangan. TelkomGroup memiliki platform e-commerce BLANJA.com yang memberikan kemudahan bagi masyarakat
Indonesia untuk membeli produk secara online, termasuk dari penjual di seluruh dunia melalui ebay. Estimasi kami pada
tahun 2019, BLANJA.com tercatat memiliki pangsa pasar 1,2% dari seluruh nilai transaksi e-commerce di Indonesia.
Dengan sekitar 62,9 ribu monthly active users, jumlah transaksi BLANJA.com mencapai Rp188,3 miliar pada tahun 2019.
Pada tahun 2018, TelkomGroup telah mengakuisisi 51% saham PT Swadharma Sarana Informatika (SSI) yang telah
berpengalaman selama 20 tahun mengelola layanan manajemen ATM bagi bank-bank besar di Indonesia. Per 31
Desember 2019, SSI tercatat mengelola tidak kurang dari 23.000 ATM di seluruh Indonesia. Dengan jumlah yang cukup
signifikan tersebut, Telkom dan anak perusahaan dapat memanfaatkan portofolio usaha tersebut secara strategis.
122
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianSTRATEGI PEMASARAN
Strategi pemasaran Telkom dan anak perusahaan
dilakukan secara strategis dan komprehensif, yang
menekan pada penguatan brand dan pertumbuhan sales.
Dengan dukungan jalur distribusi produk dan layanan yang
kompetitif, TelkomGroup menjalankan berbagai strategi
pemasaran sesuai dengan segmen dan sasaran serta
target pasar produk dan layanannya. Sepanjang tahun
2019, strategi pemasaran Telkom dan anak perusahaan
mencakup strategi Above The Line (ATL) dan Below The
Line (BTL), antara lain iklan media cetak dan elektronik,
promosi dan sponsorship kegiatan acara atau events.
Consumer
Pada segmen Consumer, IndiHome yang menawarkan
fixed voice, fixed broadband, IP-TV dan digital merupakan
produk dan layanan utama TelkomGroup. Melanjutkan
strategi tahun sebelumnya, TelkomGroup menerapkan
strategi pemasaran IndiHome yang komprehensif, antara
lain melalui digital channel, pemberian harga promo serta
kampanye dan promosi seperti Sensasi Extra Akhir Tahun,
Fantasic Deal, Semarak Kebahagiaan, dan Promo Rumah
Ceria. Strategi pemasaran IndiHome juga menerapkan
program point bagi tenaga penjualan untuk meningkatkan
kinerja sales, terutama di akhir pekan dan di hari libur saat
calon pelanggan tidak beraktivitas di luar rumah. Dalam
menghadapi pesaing, TelkomGroup menawarkan program
bundling
yang memberikan nilai
lebih
kepada
pelanggan IndiHome.
Sebagai upaya memenuhi kebutuhan pelanggan dan
meningkatkan customer experience, kami meluncurkan
IndiHome 200Mbps, 300Mbps dan 1Gbps. Kami juga
meluncurkan IndiBox, layanan OTT berbasis Android TV
Box sehingga pelanggan dapat menikmati StreamingTV,
Musik, Games, Application dan Video on demand. Kami
terus memperkaya beragam saluran UseeTV kami dengan
saluran baru seperti Warner Bros TV, tvN, IDX Channel,
dan Champions TV yang menyiarkan pertandingan
Liga Champions UEFA. Kami juga menawarkan kepada
pelanggan untuk meningkatkan kecepatan internat dan
akses konten OTT seperti iflix, HOOQ dan CATCHPLAY+.
Untuk menyesuaikan pilihan minipack sesuai dengan
preferensi dan kemampuan pelanggan, kami menambah
jumlah minipack menjadi 20, lebih banyak dari 18 minipack
pada tahun sebelumnya.
Segmen Consumer memperkuat pemasaran produk dan
layanan IndiHome pada pelanggan residensial, termasuk
pelanggan apartemen dan premium cluster dengan
melakukan pemasaran yang intensif dan meningkatkan
retensi pelanggan secara strategis. Penggunaan basis
data pelanggan yang kuat membuat IndiHome mampu
menyediakan layanan yang lebih menarik sesuai dengan
profil dan karakter pelanggan untuk meningkatkan
customer experience. TelkomGroup juga menerapkan
customer
relations management
yang
sanggup
mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah pelanggan
secara proaktif sehingga memberikan rasa nyaman bagi
pelanggan IndiHome.
Dengan strategi pemasaran yang telah dijalankan,
sepanjang
tahun
2019,
TelkomGroup
berhasil
meningkatkan jumlah pelanggan fixed broadband dan
IndiHome menjadi 9,0 juta dan 7,0 juta pelanggan. Di sisi
lain, jumlah pelanggan fixed wireline atau POTS tumbuh
negatif menjadi 9,4 juta pelanggan.
Mobile
Untuk segmen Mobile, pada tahun 2019 kami memfokuskan
strategi pemasaran kami agar selaras dengan segmen
pelanggan tertentu dan penawaran yang dipersonalisasi
disampaikan melalui saluran digital untuk implementasi
yang efisien. Telkomsel juga fokus dalam meningkatkan
pertumbuhan muatan dan memperoleh pengguna data
serta mendorong mereka untuk menghabiskan lebih
banyak, terutama untuk data dan produk digital, sambil
terus mendukung penggunaan produk lawas. Untuk
merangsang penggunaan yang lebih tinggi, Telkomsel
bermitra dengan beberapa pihak untuk memperkaya
konten pada platform yang ada dan terus menawarkan
program “more for more”, yang pada akhirnya akan
mendorong penciptaan nilai dan peningkatan ARPU. Kami
juga meluncurkan program OMG! (Oh My Gigabyte!) Yang
memungkinkan pelanggan untuk mengakses aplikasi
populer. Upaya kami untuk meningkatkan ARPU kami
termasuk menyediakan gaya hidup digital dan layanan
pembayaran digital yang kami sediakan sebagai layanan
kehidupan digital berbasis mobile.
Pada tahun 2019, kami terus memperkenalkan produk-
produk baru dan mengubah opsi paket seluler kami
untuk menarik minat berbagai kelompok pelanggan kami.
Misalnya, kami meluncurkan by.U sebagai layanan prabayar
yang menargetkan pengguna muda yang menawarkan
pengalaman “customer-centric” kepada pelanggan karena
mereka bebas untuk memilih dari berbagai layanan.
untuk memperkuat posisi MAXStream dalam industri
streaming video, kami bermitra dengan penyedia konten
video untuk memperkaya konten dan platformnya. Terkait
game, kami meluncurkan game kedua kami, Lord of
Estera. Selain itu kami juga memiliki Langitmusik sebagai
123
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasianlayanan streaming musik. Kami
juga meningkatkan
Wholesale and International Business
peluang bagi pelanggan untuk menggunakan LinkAja,
termasuk memperluas kemampuan untuk menggunakan
Segmen Wholesale and International Business melayani
LinkAja kepada non-pelanggan dan berkolaborasi dengan
Other License Operators (OLO), service providers, digital
mitra tambahan seperti layanan taksi, pompa bensin
player global wholesaler and carrier, dan perusahaan
dan operator makanan dan minuman untuk penggunaan
yang terkait dengan produk atau layanan Telkom seperti
LinkAja sebagai pembayaran.
international data center atau International Private Leased
Circuit (IPLC) selain pelanggan ritel Mobile Network
Per tanggal 31 Desember 2019, TelkomGroup tercatat
Operator (MNO) dan Mobile Virtual Network Operator
memiliki 171,1 juta pelanggan seluler, yang terdiri dari
(MVNO) internasional. Strategi pemasaran yang dijalankan
164,7 juta pelanggan prabayar dan 6,4 juta pelanggan
pada segmen ini, antara lain:
pascabayar. Dari total
jumlah tersebut, pelanggan
• Menawarkan skema bisnis yang menarik untuk
broadband seluler mencapai 110,3 juta pelanggan.
Enterprise
portofolio voice traffic, yaitu melalui bundling produk
dan layanan voice traffic dengan harga kompetitif yang
sesuai dengan kualitas layanan.
• Meningkatkan
layanan,
seperti
kualitas
dan
Strategi pemasaran TelkomGroup untuk
segmen
jangkauan, untuk pusat data
internasional dan
Enterprise sepanjang tahun 2019 menggunakan beberapa
pelanggan connectivity.
pendekatan. Bagi pelanggan korporasi besar, terdapat
Account Manager yang menjadi jalur interaksi utama dalam
menyediakan layanan end-to-end, dimulai dari inisiasi awal
sampai layanan purna jual. Kemudian, untuk pelanggan
• Menawarkan solusi tower yang end-to-end kepada
pelanggan, seperti built to suit (penyewaan tower
yang disesuaikan
lokasi dan spesifikasinya), co-
location, pemeliharaan
tower yang berdekatan,
pemerintah, TelkomGroup menempatkan Government
dan layanan lainnya.
Relationship Officer (GRO) yang bertanggung jawab untuk
• Menggarap pasar digital platform seperti CDN
mengelola relasi dengan lembaga Pemerintah, termasuk
(Content Delivery Network), Data Center dan layanan
juga dalam hal pengelolaan dan perpanjangan kontrak
digital platform lainnya.
pekerjaan. Yang ketiga, Telkom dan anak perusahaan
• Menjajaki pasar
regional yang
terkait dengan
memiliki Business Account Manager (BAM) yang melayani
ketersediaan kabel bawah laut.
pelanggan unit Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan Tele
Account Management (TAM) yang melayani usaha kecil,
Selanjutnya, dalam menerapkan strategi pemasaran,
serta mekanisme Value-added Reseller yang melayani
Telkom dan anak perusahaan memiliki beberapa
usaha mikro.
pendekatan manajemen
layanan pelanggan untuk
pelanggan wholesale
and
international business.
Pada
tahun 2019, Telkom dan anak perusahaan
Pendekatan tersebut di antaranya yaitu menyediakan
merumuskan dan menjalankan program “Disruptive
seperti Account Manager, OLO care center, wholesale
Digitized Nation” sebagai payung besar strategi
digital touch point Apps (domestik dan internasional),
pemasaran segmen Enterprise, yang terdiri dari:
• Ignite DISRUPTIVE Government Initiatives; di mana
Telkom bertujuan menjadi mitra Pemerintah di bidang
penyediaan teknologi dan
layanan
Informasi dan
dan World Hub Operation Command Center (WHOCC)
yang mendukung kegiatan usaha segmen ini selama 24
jam setiap hari.
Komunikasi (ICT) berkolaborasi pada proyek strategis
Pelanggan Layanan Digital dan Lainnya
ICT yang berfokus pada digital customers experience;
• Lead End to End Enterprise DIGITIZED Ecosystem; di
mana Telkom memasarkan solusi end-to-end digital
ICT kepada pelanggan korporat dengan menyediakan
solusi
khusus dan
segmented untuk
setiap
pelanggan; dan;
• Build NATION’s Digital-Driven SMB; di mana Telkom
memasarkan solusi dasar ICT dalam bentuk massifikasi
Strategi pemasaran Telkom untuk
layanan digital
services fokus pada strengthening dan improving digital
innovation, yaitu:
• Memperkaya konten digital;
• Menciptakan layanan digital dengan fitur yang unik;
• Meningkatkan brand, platform, operasional dan
customer experience;
layanan connectivity dan paket-paket solusi kepada
• Membangun model bisnis digital guna mendukung
UKM di Indonesia melalui penyediaan digital platform
yang tepat untuk memberikan pengalaman.
ekonomi digital nasional;
• Memanfaatkan aset dan inventori untuk meningkatkan
layanan digital dan customer experience;
Pada tahun 2019, strategi pemasaran pada segmen
Enterprise dapat mendorong pertumbuhan basis
• Mengembangkan portofolio bisnis digital dan menjadi
Indonesia dengan
bagian dari ekosistem digital
pelanggan TelkomGroup menjadi 303.308 pelanggan.
berinvestasi pada digital startup.
124
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPada praktiknya, penerapan strategi pemasaran dan
menyediakan
informasi
layanan pembelian paket dan
penjualan oleh TelkomGroup sepanjang tahun 2019
produk serta sebagai account management.
pada segmen ini disesuaikan dengan kebutuhan dan
karakteristik pelanggan. TelkomGroup memiliki customer
Untuk pelanggan Enterprise, kami menawarkan My Telkom
care dan channel management, termasuk contact center
Digital Solution (MyTDS), digital touch point yang berpusat
dan dedicated account management untuk perusahaan
pada pengguna yang mendigitalkan dan menyederhanakan
besar, website, dan media sosial.
proses bisnis untuk meningkatkan produktivitas dan kinerja
Selain itu, terdapat juga layanan e-commerce melalui
BLANJA.com
sebagai
online marketplace
yang
memfasilitasi penjualan customer-to-customer, business-
to-customer dan business-to-business. Kemudian,
TelkomGroup menyediakan layanan konten digital melalui
MelOn sebagai penyedia konten digital untuk music
database dan aplikasi konten digital music secara online.
JARINGAN DISTRIBUSI
Digital Touch Point
dalam memberikan layanan kepada pelanggan. MyTDS
juga meningkatkan pengalaman pengguna bagi Pelanggan
Korporat. Pengguna berinteraksi dengan kami di aplikasi
seluler dan platform web. MyTDS memberikan akses ke
katalog produk, menghasilkan kutipan digital, melacak tiket
pengiriman, dan memungkinkan pelanggan untuk meminta
dukungan karena pelanggan dapat melaporkan gangguan
layanan dengan menggunakan MyTDS untuk menghasilkan
tiket rilis yang membuat catatan gangguan. Pelanggan
Korporat juga dapat mengakses SLG dan MRTG.
TelkomGroup menyediakan jaringan distribusi digital touch
Digital Touch Point bukan hanya upaya TelkomGroup
membuka jaringan distribusi yang luas dengan memanfaatkan
point yang berbasis aplikasi web dan mobile, khususnya
digitalisasi. Di sisi lain, Digital Touch Point juga dimaanfatkan
bagi pelanggan IndiHome dan korporat. Untuk pelanggan
oleh Telkom untuk mengukur pengalaman pelanggan
IndiHome, TelkomGroup menyediakan layanan self-care
dengan metode standar Net Promoter Score (NPS). Dengan
berbasis aplikasi mobile yang disebut myIndiHome, yang
demikian, Telkom dan anak perusahaan memiliki data dan
memungkinkan pelanggan melakukan permintaan pasang
informasi yang akurat guna meningkatkan kualitas produk
baru, pengelolaan tagihan dan pembayaran. Lebih jauh
dan layanan serta pengalaman pelanggan ke depan.
lagi, pelanggan juga dapat menyampaikan laporan dan
memonitor masalah jaringan, serta mengakses layanan
Saat ini, sebanyak 5 juta pengguna telah mengunduh dan
video on demand dan program reward pelanggan. Selain
memanfaatkan myIndiHome. Kemudian untuk MyTelkomsel,
IndiHome, anak perusahaan Telkom yaitu Telkomsel
terdapat 18 juta pengguna sudah memanfaatkan berbagai
menyediakan MyTelkomsel. Layanan
ini merupakan
fitur layanan aplikasi tersebut.
aplikasi self-care mobile bagi pelanggan Telkomsel yang
myIndiHome
MyTelkomsel
MyTDS
125
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
Customer Service Point
Sales Specialist
Customer Service Point merupakan salah satu bentuk
Dalam memenuhi kebutuhan teknis pelanggan korporat,
upaya TelkomGroup untuk menjangkau pelanggan secara
TelkomGroup memiliki sales specialist yang bertugas
langsung untuk memberikan solusi layanan dan produk
mengidentifikasi dan merancang kebutuhan
teknis
Telkom dan anak perusahaan. Pada akhir tahun 2019,
pelanggan. Dalam menjalankan tugasnya, sales specialist
TelkomGroup memiliki 408 outlet Plasa Telkom dan 422
bekerja sama dengan account manager. Per akhir tahun
GraPARI center di Indonesia, serta 5 GraPARI luar negeri
2019, terdapat 186 orang yang menjadi sales specialist
(Saudi Arabia, Hong Kong dan Taiwan) dan 9 GraPARI
untuk Telkom dan anak perusahaan.
TelkomGroup. Selain itu, Telkom dan anak perusahaan
juga mengoperasikan 324 unit mobile GraPARI dan 1.078
Channel Partner
unit IndiHome Sales Car.
Bagi pelanggan enterprise, Telkom bekerja sama dengan
Authorized Dealers, Retail Outlets dan
Modern Channel
VAR (Value Added Reseller) yang melaksanakan aktifitas
penjualan dan pemasaran untuk memenuhi permintaan
pelanggan enterprise yang spesifik dan bagi pelanggan
Telkom dan anak perusahaan mengoperasikan jaringan
retail untuk menawarkan paket retail. Telkom
juga
authorized dealers and retail outlets di seluruh Indonesia,
bekerjasama dengan pihak ketiga untuk melakukan
khususnya untuk menyediakan produk Telkomsel, seperti
aktifitas penjualan melalui event tertentu.
kartu perdana, kartu SIM prabayar dan top-up voucher.
Jaringan distribusi ini bersifat non-eksklusif dengan
Website
diskon pada semua produk yang dipasarkan.
Partnership Stores
Laman www.telkom.co.id, www.telkomsel.com dan www.
indihome.co.id merupakan jalur yang bisa diakses secara
digital untuk memudahkan pelanggan TelkomGroup
Selain mengoperasikan
sendiri
jaringan distribusi,
untuk mendapatkan produk dan layanan yang diinginkan.
TelkomGroup juga bekerjasama dengan berbagai outlet
Beberapa fitur layanan yang tersedia pada laman tersebut
pemasaran pihak ketiga. Melalui skema ini, TelkomGroup
antara lain e-billing, registrasi, informasi collective billing,
memperluas jaringan distribusinya, antara lain melalui
dan pengajuan keluhan.
toko komputer, toko elektronik, jaringan ATM perbankan,
serta jaringan bisnis lainnya.
Social Media
Contact Center
Di era digital saat
ini, pemanfaatan media sosial
menjadi kebutuhan bagi perusahaan untuk menjangkau
TelkomGroup memiliki contact center yang membantu
pelanggannya secara luas dan efisien. Sama halnya dengan
pelanggan untuk mengakses produk dan layanan. Melalui
TelkomGroup yang memanfaatkan social media seperti
contact center, pelanggan dapat mengecek tagihan,
Facebook, Instagram dan Twitter, untuk memberikan
mendapatkan informasi promosi, menyampaikan keluhan
informasi dan berkomunikasi mengenai produk dan
serta mengakses fitur layanan. Contact center 24 jam
layanan dengan pelanggan.
TelkomGroup saat ini beroperasi di Jakarta, Semarang,
Bandung, Surabaya, dan Malang.
LinkAja
Account Management Team
TelkomGroup memiliki aplikasi digital wallet yang
memudahkan pelanggan untuk membeli paket layanan
TelkomGroup memiliki account management team yang
data atau suara. Selain itu, aplikasi ini juga menyediakan
bertanggung jawab untuk mengelola relasi dan portofolio
fitur pembayaran tagihan dan pembelian produk dan
pelanggan, khususnya untuk pelanggan korporat, UKM,
layanan tertentu dari Telkom dan anak perusahaan.
Institusi Pemerintah, dan Wholesale. Saat ini Telkom dan
anak perusahaan memiliki account management team
yang seluruhnya beranggotakan 879 orang.
126
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKINERJA KEUANGAN KOMPREHENSIF
TINJAUAN POSISI KEUANGAN
Secara umum, TelkomGroup memiliki total aset sebesar Rp221.208 miliar (US$15.934 juta) per akhir tahun 2019, naik
7,3% dari Rp206.196 miliar per akhir tahun periode pelaporan sebelumnya. Kenaikan total aset ini terutama disebabkan
oleh peningkatan aset tetap sejalan dengan belanja modal perseroan.
Dari sisi liabilitas, tercatat total liabilitas Telkom dan anak perusahaan sebesar Rp103.958 miliar (US$7.488 juta) per 31
Desember 2019. Jumlah tersebut naik 16,9% atau Rp15.065 miliar dari total liabilitas akhir tahun 2018 sebesar Rp88.893
miliar, yang terjadi karena peningkatan utang bank, pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun,
liabilitas diestimasi manfaat pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya serta utang pajak.
Posisi keuangan konsolidasian TelkomGroup selama tiga tahun terakhir, dapat dilihat sebagai berikut.
Tabel Posisi Keuangan Konsolidasian
2019-2018
2019
2018
2017
Pertumbuhan
Tahun-tahun yang berakhir 31 Desember
Jumlah Aset Lancar
Jumlah Aset Tidak Lancar
Jumlah Aset
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang
Jumlah Liabilitas
Ekuitas yang dapat diatribusikan ke pemilik
entitas induk
Perbandingan Posisi Keuangan
(%)
(Rp miliar)
(US$ juta)
(Rp miliar)
(Rp miliar)
(3,6)
41.722
3.005
43.268
47.561
10,2
7,3
26,2
6,9
16,9
0,7
179.486
12.929
162.928
150.923
221.208
15.934
206.196
198.484
58.369
45.589
103.958
99.561
4.205
3.283
7.488
7.172
46.261
45.376
42.632
40.978
88.893
86.354
98.910
92.713
Dalam hal perbandingan posisi keuangan, diagram berikut menggambarkan komposisi aset dan liabiltas TelkomGroup
selama tiga tahun terakhir, sebagai berikut.
Komposisi Aset 2017-2019 (Rp miliar)
(2019)
(2018)
(2017)
18,9%
41.722
21,0%
43.268
24,0%
47.561
81,1%
179.486
79,0%
162.928
76,0%
150.923
Aset Tidak Lancar
Aset Lancar
Komposisi Liabilitas 2017-2019 (Rp miliar)
(2019)
56,1%
58.369
(2018)
52,0%
46.261
(2017)
52,5%
45.376
43,9%
45.589
48,0%
42.632
47,5%
40.978
Liabilitas Jangka Pendek
Liabilitas Jangka Panjang
127
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPerbandingan Posisi Keuangan, untuk Tahun yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2019 Dibandingkan dengan Tahun
yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2018.
1. Aset
Pada tahun pelaporan 2019, terjadi peningkatan total
aset TelkomGroup sebesar 7,3%, atau Rp15.012 miliar,
• Peningkatan aset tidak lancar lainnya sebesar
Rp1.553 miliar atau 16,1% karena peningkatan
tagihan restitusi pajak jangka panjang sebesar
dari Rp206.196 miliar tahun 2018 menjadi Rp221.208
Rp1.216 miliar dan sewa dibayar dimuka sebesar
miliar (US$15.934 juta) tahun 2019. Faktor yang
menyebabkan perubahan tersebut yaitu:
a. Aset Lancar
Aset lancar per 31 Desember 2019, turun Rp1.546
miliar, atau 3,6%, dari Rp43.268 miliar tahun
sebelumnya menjadi Rp41.722 miliar (US$3.005
juta), yang merupakan dampak dari:
• Penurunan aset lancar lainnya sebesar Rp1.330
miliar atau 16,7% karena penurunan uang muka,
• Penurunan aset keuangan lancar lainnya sebesar
Rp750 miliar atau 57,5%,
• Penurunan piutang lain-lain setelah dikurangi
provisi penurunan nilai piutang sebesar Rp435
miliar atau 59,8%, yang disebabkan oleh kenaikan
penyisihan piutang, dan
• Penurunan aset tersedia untuk dijual sebesar
Rp301 miliar atau 88,5%.
Penurunan ini dikompensasi oleh:
• Peningkatan kas dan setara kas sebesar Rp803
miliar atau 4,6% karena peningkatan penerimaan
kas dari pelanggan, hasil dari penjualan aset
tetap, hasil dari penempatan aset keuangan
Rp508 miliar, dan
• Peningkatan aset pajak tangguhan bersih sebesar
Rp394 miliar atau 15,7%.
Peningkatan
ini dikompensasi oleh penurunan
penyertaan jangka panjang sebesar Rp528 miliar
atau 21,4% karena penurunan nilai penyertaan
jangka panjang pada Tiphone sebesar Rp1.172
miliar. Di sisi lain terdapat penambahan penyertaan
jangka panjang ke Finarya sebesar Rp267 miliar dan
penyertaan jangka panjang lainnya dari MDI dan
Jalin masing-masing sebesar Rp172 miliar dan Rp77
miliar.
2. Liabilitas
Total liabilitas TelkomGroup per 31 Desember 2019
tercatat sebesar Rp103.958 miliar (US$7.488 juta), naik
16,9% atau Rp15.065 miliar dari tahun 2018. Berikut ini
penjelasan lebih rinci mengenai liabilitas Telkom.
a. Liabilitas Jangka Pendek
Posisi liabilitas jangka pendek Telkom dan anak
perusahaan mencapai Rp58.369 miliar (US$4.205
juta) per akhir tahun 2019. Jumlah tersebut naik
lancar lainnya dan hasil dari pelepasan anak
Rp12.108 miliar atau 26,2% dibandingkan Rp46.261
perusahaan,
• Peningkatan tagihan restitusi pajak sebesar
Rp396 miliar atau 66,4% karena peningkatan
tagihan restitusi PPh Badan, dan
• Peningkatan piutang usaha setelah dikurangi
provisi penurunan nilai piutang sebesar Rp383
miliar pada 31 Desember 2018. Peningkatan liabilitas
jangka pendek TelkomGroup terutama disebabkan
oleh:
• Peningkatan utang bank jangka pendek sebesar
Rp4.662 miliar atau 115,3% karena tambahan
utang bank dari Mandiri, BNI, HSBC dan MUFG
miliar atau 3,4% karena peningkatan piutang dari
Bank untuk keperluan modal kerja bagi Telkom
pihak ketiga.
dan entitas anak,
b. Aset Tidak Lancar
Pada tahun 2019, TelkomGroup memiliki aset tidak
lancar sebesar Rp179.486 miliar (US$12.929 juta),
• Peningkatan pinjaman
jangka panjang yang
jatuh tempo dalam satu tahun sebesar Rp3.214
miliar atau 51,0%. Hal ini dikarenakan adanya
peningkatan obligasi dan wesel bayar serta
naik Rp16.558 miliar atau 10,2% dari Rp162.928
utang bank yang jatuh tempo pada tahun 2020,
miliar pada tahun 2018. Hal-hal yang menyebabkan
peningkatan aset tidak lancar yaitu:
• Peningkatan aset
tetap sebesar Rp13.725
miliar atau 9,6% sejalan dengan peningkatan
masing-masing sebesar Rp1.966 miliar dan
Rp962 milar. Obligasi dan wesel bayar yang jatuh
tempo pada tahun 2020 adalah Obligasi Telkom
2010 Seri B sebesar Rp1.995 miliar, MTN I Telkom
pembangunan infrastruktur terutama jaringan
Tahun 2018 Seri B sebesar Rp200 miliar dan MTN
kabel dan transmisi,
Syariah Ijarah I Telkom sebesar Rp296 miliar,
• Peningkatan aset tak berwujud setelah dikurangi
akumulasi amortisasi sebesar Rp1.414 miliar atau
28,1% karena peningkatan software, goodwill dari
• Peningkatan utang pajak sebesar Rp2.251 miliar
atau 190,8% terutama disebabkan peningkatan
Utang PPh Badan Telkom sebesar Rp1.065 miliar
akuisisi PT Persada Sokka Tama dan aset tak
dan Utang PPN Telkomsel sebesar Rp842 miliar,
berwujud lainnya,
128
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
• Peningkatan pendapatan diterima dimuka
• Peningkatan pinjaman jangka panjang - setelah
sebesar Rp2.162 miliar atau 41,7% terutama terkait
dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu
peningkatan kartu pulsa prabayar sebesar Rp838
tahun sebesar Rp121 miliar atau 0,4% karena
miliar dan jasa telekomunikasi lainnya sebesar
peningkatan utang bank sebesar Rp2,418 miliar
Rp1.039 miliar, dan
atau 12,9% dan pinjaman lainnya sebesar Rp1.163
• Peningkatan beban yang masih harus dibayar
miliar atau 59,6%. Peningkatan ini dikompensasi
Rp967 miliar atau 7,6% terutama untuk beban
oleh penurunan obligasi dan wesel bayar
operasi, pemeliharaan dan jasa telekomunikasi
sebesar Rp2.489 miliar atau 25,0%, utang sewa
sebesar Rp437 miliar dan beban umum,
pembiayaan sebesar Rp762 miliar atau 32,6%
administrasi dan pemasaran sebesar Rp359
dan pinjaman penerusan sebesar Rp209 miliar
miliar.
atau 27,8%.
Peningkatan tersebut dikompensasi oleh:
• Penurunan utang usaha sebesar Rp869 miliar
atau 5,9% karena penurunan utang usaha dari
pihak ketiga, dan
• Penurunan uang muka pelanggan sebesar Rp280
miliar atau 17,8%.
b. Liabilitas Jangka Panjang
Posisi liabilitas jangka panjang per 31 Desember
2019 sebesar Rp45.589 miliar (US$3.284 juta), naik
3. Ekuitas
Sejalan dengan perolehan
laba perusahaan dan
pembayaran dividen yang berpengaruh pada nilai
ekuitas perusahaan, Telkom dan anak perusahaan
mencatat penurunan
jumlah ekuitas tahun 2019
sebesar Rp53 miliar, turun 0,05% dari ekuitas 2018
sebesar Rp 117.303 milar. Dengan penurunan tersebut,
nilai ekuitas per 31 Desember 2019 menjadi Rp117.250
miliar (US$8.446 juta). Turunnya ekuitas sepanjang
tahun 2019 dipengaruhi oleh penurunan kepentingan
6,9% atau Rp2.957 miliar dari total liabilitas jangka
non pengendali sebesar Rp704 miliar atau 3,8%.
panjang pada akhir tahun sebelumnya yang tercatat
Penurunan tersebut dikompensasi oleh peningkatan
total laba ditahan sebesar Rp494 miliar atau 0,5%.
sebesar Rp42.632 miliar. Peningkatan
jangka panjang tersebut terjadi karena:
• Peningkatan liabilitas diestimasi manfaat pensiun
dan imbalan pasca kerja lainnya sebesar Rp2.523
liabilitas
miliar atau 45,4% karena peningkatan manfaat
pasti Telkom sebesar Rp1.281 miliar, manfaat
pensiun Telkomsel sebesar Rp668 miliar dan
imbalan kesehatan pasca kerja sebesar Rp801
miliar,
• Peningkatan liabilitas diestimasi penghargaan
masa kerja sebesar Rp214 miliar atau 25,1%, dan
129
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
Perbandingan Posisi Keuangan, untuk Tahun yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2018 Dibandingkan dengan Tahun
yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2017
1. Aset
a. Liabilitas Jangka Pendek
TelkomGroup memiliki total aset sebesar Rp206.196 miliar
per 31 Desember 2018, meningkat 3,9% dari Rp198.484
miliar pada tahun 2017.
a. Aset Lancar
Posisi aset lancar mencapai Rp43.268 miliar pada
tanggal 31 Desember 2018, turun Rp4.293 miliar atau
9,0% dari Rp47.561 miliar pada tanggal 31 Desember
2017. Penurunan aset
lancar Telkom dan anak
perusahaan terutama disebabkan oleh:
• Penurunan kas dan setara kas sebesar Rp7.706
miliar atau 30,6% terkait pembayaran dividen,
pengeluaran belanja modal dan pembayaran
utang bank,
• Penurunan aset keuangan lancar lainnya sebesar
Rp869 miliar atau 40,0% karena penurunan aset
keuangan tersedia untuk dijual, dan
Pada tanggal 31 Desember 2018, posisi liabilitas jangka
pendek TelkomGroup mencapai Rp46.261 miliar, naik
2,0% dibandingkan Rp45.376 miliar pada 31 Desember
2017. Peningkatan liabilitas jangka pendek Telkom dan
anak perusahaan terutama disebabkan oleh:
• Peningkatan utang bank jangka pendek sebesar
Rp1.754 miliar atau 76,6% yang sebagian
disebabkan oleh peningkatan utang bank jangka
pendek dari pihak ketiga yaitu yaitu DBS dan
MUFG Bank, untuk keperluan modal kerja bagi
Telkom dan entitas anak,
• Peningkatan pinjaman jangka panjang yang jatuh
tempo dalam satu tahun sebesar Rp1.087 miliar
atau 20,9% karena obligasi dan wesel bayar yang
jatuh tempo dalam satu tahun sebesar Rp525
miliar, dan
• Peningkatan uang muka pelanggan sebesar Rp329
• Penurunan tagihan restitusi pajak sebesar Rp312
miliar atau 26,5%.
miliar atau 34,4%.
Penurunan tersebut dikompensasi oleh:
• Peningkatan piutang usaha sebesar Rp2.192 miliar
atau 23,8% yang disebabkan peningkatan piutang
usaha dari pihak ketiga sebesar Rp1.611 miliar,
• Peningkatan pajak dibayar dimuka sebesar Rp802
miliar atau 41,2% karena adanya peningkatan pajak
pertambahan nilai dibayar dimuka,
Peningkatan tersebut dikompensasi oleh:
• Penurunan utang pajak sebesar Rp1.610 miliar atau
57,7% disebabkan penurunan pajak pertambahan
nilai di entitas anak,
• Penurunan utang usaha sebesar Rp808 miliar atau
5,2% disebabkan penurunan utang usaha pada
pihak ketiga sebesar Rp905 miliar, dan
• Penurunan pendapatan diterima dimuka sebesar
• Peningkatan aset lancar lainnya sebesar Rp799
Rp237 miliar atau 4,4%.
miliar atau 11,1%,
• Peningkatan piutang lain-lain sebesar Rp385 miliar
b. Liabilitas Jangka Panjang
atau 112,6%, dan
• Peningkatan aset tersedia untuk dijual sebesar
Rp330 miliar atau 3.300,0%.
b. Aset Tidak Lancar
Pada tanggal 31 Desember 2018, posisi aset tidak
lancar mencapai Rp162.928 miliar, naik Rp12.005
miliar atau 8,0% dibandingkan Rp150.923 miliar
pada 2017. Peningkatan aset tidak lancar terutama
disebabkan oleh:
• Peningkatan aset
sebesar Rp13.077
tetap
miliar atau 10,0% sejalan dengan peningkatan
pembangunan infrastruktur,
• Peningkatan aset tak berwujud sebesar Rp1.502
miliar atau 42,5% karena peningkatan goodwill dari
akuisisi Swadharma Sarana Informatika, Collega Inti
Pratama dan Telin Malaysia, dan
• Peningkatan penyertaan jangka panjang sebesar
Rp324 miliar atau 15,1% karena akuisisi Cellum dan
penyertaan jangka panjang lainnya.
Peningkatan tersebut dikompensasi oleh:
• Penurunan aset tidak
lainnya sebesar
Rp2.598 miliar atau 21,2% yang sebagian besar
disebabkan oleh penurunan uang muka pembelian
aset tetap,
lancar
• Penurunan aset pajak tangguhan sebesar Rp300
miliar atau 10,7%.
2. Liabilitas
Telkom dan anak perusahaan memiliki liabilitas per 31
Desember 2018 dengan total Rp88.893 miliar, naik 2,9%
dari Rp86.354 miliar pada 2017.
130
Posisi liabilitas jangka panjang Telkom dan anak
perusahaan per 31 Desember 2018 mencapai
Rp42.632 miliar, naik Rp1.654 miliar atau 4,0% dari
Rp40.978 miliar per tanggal 31 Desember 2017.
Peningkatan liabilitas jangka panjang TelkomGroup
disebabkan oleh:
• Peningkatan pinjaman jangka panjang sebesar
Rp5.774 miliar atau 20,6% yang disebabkan oleh
peningkatan utang bank sebesar Rp4.859 miliar,
obligasi dan wesel bayar sebesar Rp974 miliar dan
pinjaman lainnya sebesar Rp754 miliar. Peningkatan
ini dikompensasi oleh penurunan utang sewa
pembiayaan sebesar Rp672 miliar serta pinjaman
penerusan sebesar Rp141 miliar,
• Peningkatan liabilitas pajak tangguhan sebesar
Rp319 miliar atau 34,2%.
Peningkatan ini dikompensasi oleh penurunan liabilitas
diestimasi manfaat pensiun dan imbalan pasca kerja
lainnya sebesar Rp4.640 miliar atau 45,5% karena
penurunan manfaat pensiun sebesar Rp2.405 dan
imbalan kesehatan pasca kerja sebesar Rp2.224.
3. Ekuitas
TelkomGroup mencatat
jumlah ekuitas meningkat
Rp5.173 miliar atau 4,6% dari Rp112.130 miliar pada 31
Desember 2017 menjadi Rp117.303 miliar per 31 Desember
2018. Peningkatan jumlah ekuitas terutama disebabkan
saldo laba ditahan meningkat sebesar Rp6.099 miliar
atau 7,2% karena peningkatan total laba komprehensif
tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik
entitas induk menjadi Rp22.844 miliar. Peningkatan
tersebut dikompensasi oleh penurunan kepentingan non
pengendali sebesar Rp1.024 miliar.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
TINJAUAN LABA RUGI
Sesuai dengan Laporan Keuangan Konsolidasian Telkom dan Anak Perusahaan Tahun 2019, total pendapatan konsolidasian
sebesar Rp135.567 miliar (US$9.765 juta), atau tumbuh positif sebesar 3,7% dari pendapatan konsolidasian periode
sebelumnya. Pertumbuhan pendapatan pada tahun 2019 dikontribusi oleh pendapatan bisnis digital yang tumbuh
positif dari peningkatan internet dan data seluler sebesar 23,3% dan peningkatan pada pendapatan IndiHome sebesar
28,1%. Sedangkan bisnis legacy tahun 2019 tumbuh negative, yang dikontribusi dari penurunan pendapatan telepon
sebesar 16,8% dan pendapatan SMS sebesar 23,1%. Hal ini sejalan dengan perubahan pola komunikasi masyarakat yang
menuju era komunikasi digital.
Selanjutnya total beban Telkom dan anak perusahaan tahun 2019, yaitu sebesar Rp93.913 miliar (US$6.765) atau
mengalami peningkatan sebesar 1,0% dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh peningkatan beban
depresiasi dan amortisasi tahun 2019, sebesar 8,3% atau Rp1.772 miliar, dari Rp21.406 miliar tahun 2018 menjadi
Rp23.178 miliar.
Selisih total nilai transaksi pendapatan dan beban sepanjang tahun 2019 menghasilkan laba bersih sebesar Rp18.663
miliar (US$1.344 juta), tumbuh 3,5%, dan EBITDA sebesar Rp64.832 miliar, tumbuh 9,5% dibandingkan tahun sebelumnya.
Laporan Laba Rugi Komprehensif Telkom dan anak perusahaan selama tiga tahun dari tahun 2017 sampai dengan 2019
disajikan pada tabel berikut.
Tabel Laba Rugi
Komprehensif
Pertumbuhan
2019-2018
Tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember
2019
2018
2017
(%)
(Rp miliar)
(US$ juta)
(Rp miliar)
(Rp miliar)
Pendapatan
Pendapatan telepon
Selular
Tidak Bergerak
Pendapatan
interkoneksi
Pendapatan data,
internet dan jasa
teknologi
Internet dan data
seluler
SMS
Internet
komunikasi, data
dan jasa teknologi
informatika
Lain-lain
Pendapatan jaringan
Pendapatan IndiHome
Pendapatan
telekomunikasi lainnya
Penjualan periferal
Sewa menara
telekomunikasi
Call center service
E-Payment
E-Health
CPE dan terminal
Lain-lain
3,7
(16,8)
(17,6)
(9,6)
15,1
135.567
27.978
25.090
2.888
6.286
11,0
72.788
9.765
2.015
1.807
208
453
5.243
130.784
33.626
30.431
3.195
5.463
128.256
41.004
37.246
3.758
5.175
65.552
60.131
23,3
(23,1)
(13,1)
23,7
8,3
28,1
(17,6)
(40,1)
36,3
(24,0)
26,1
(7,1)
19,4
(38,4)
55.675
4.010
45.154
37.961
7.063
9.027
1.023
1.848
18.325
8.342
1.109
1.239
800
566
523
1.732
2.373
509
650
74
133
1.320
601
80
89
58
41
38
125
170
9.185
10.386
827
1.707
14.310
10.126
1.851
909
1.052
449
563
1.450
3.852
13.192
8.645
333
1.857
11.326
8.763
2.292
796
970
505
470
536
3.194
131
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianTabel Laba Rugi
Komprehensif
Pertumbuhan
2019-2018
Tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember
2019
2018
2017
(%)
(Rp miliar)
(US$ juta)
(Rp miliar)
(Rp miliar)
1,0
8,3
93.913
23.178
(3,6)
42.226
6.765
1.670
3.042
93.009
21.406
84.093
20.446
43.791
36.603
(3,2)
4,8
(6,5)
3,2
(40,4)
4,9
(19,2)
12,8
33,5
27,5
(20,1)
(1,3)
(1,6)
7,5
(25,0)
80,1
(50,1)
20,4
3,1
31,3
18,5
(11,6)
9,1
(7,8)
32,4
24.410
1.758
25.214
22.577
5.736
4.793
2.370
1.109
1.102
618
466
641
246
735
13.012
7.945
3.538
840
290
167
136
33
63
5.077
3.724
6.696
1.653
2.283
413
345
171
80
79
45
34
46
18
53
937
572
255
61
21
12
10
2
4
366
268
482
119
164
5.473
5.125
2.297
1.860
1.051
765
413
480
193
920
13.178
8.077
3.292
1.120
161
335
113
32
48
4.283
4.214
6.137
1.792
1.724
4.276
2.607
2.249
1.544
1.037
914
301
472
294
332
13.529
7.821
3.339
1.700
255
276
62
42
34
2.987
5.268
5.260
1.449
1.494
Beban
Beban penyusutan dan
amortisasi
Beban operasi,
pemeliharaan dan jasa
telekomunikasi
Operasi dan
pemeliharaan
Beban pemakaian
frekuensi radio
Sewa sirkit dan CPE
Beban hak
penyelenggaraan
dan Kewajiban
Pelayanan Universal
Beban pokok
penjualan handset
Listrik, gas dan air
Beban pokok
penjualan kartu SIM
dan vaucer
Sewa kendaraan dan
fasilitas pendukung
Sewa menara
Asuransi
Lain-lain
Beban karyawan
Gaji dan tunjangan
Cuti, insentif dan
tunjangan
lainnya
Beban pensiun
Beban LSA
Beban imbalan
kesehatan pasca
kerja berkala
Imbalan karyawan
lainnya
Beban imbalan
pasca kerja lainnya
Lain-lain
Beban interkoneksi
Beban pemasaran
Beban umum dan
administrasi
Beban umum
Provisi penurunan
nilai piutang
132
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianTabel Laba Rugi
Komprehensif
Pertumbuhan
2019-2018
Tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember
2019
2018
2017
(%)
(Rp miliar)
(US$ juta)
(Rp miliar)
(Rp miliar)
Pelatihan,
pendidikan dan
rekrutmen
Beban penagihan
Perjalanan
Jasa profesional
Rapat
Sumbangan sosial
Lain - lain
Rugi (laba) selisih kurs
bersih
Penghasilan (beban)
lain-lain
Laba Usaha
Penghasilan
pendanaan
Biaya pendanaan
Bagian laba bersih
perusahaan asosiasi
Rugi penurunan nilai
investasi
Laba sebelum pajak
Beban pajak
penghasilan
Laba Tahun Berjalan
Jumlah Pendapatan
Komprehensif Lain -
Bersih
Jumlah Laba
Komprehensif Tahun
Berjalan
Laba tahun berjalan
yang diatribusikan
kepada pemilik entitas
induk
Laba tahun berjalan
yang diatribusikan
kepada kepentingan
non pengendali
Laba komprehensif
tahun berjalan yang
diatribusikan kepada
pemilik entitas induk
Laba komprehensif
tahun berjalan yang
diatribusikan kepada
kepentingan non
pengendali
(0,4)
12,1
(1,2)
(3,6)
18,5
10,5
27,2
(226,5)
(17,6)
9,1
7,7
20,9
(413,2)
-
4,1
9,4
2,3
144,4
461
176
410
793
276
200
444
86
826
42.394
1.092
(4.240)
(166)
(1.172)
37.908
(10.316)
27.592
(2.192)
33
13
30
57
20
14
32
6
59
3.054
79
(306)
(12)
(84)
2.731
(743)
1.988
(158)
463
157
415
823
233
181
349
(68)
1.002
38.845
1.014
531
135
475
498
241
197
240
(51)
(281)
43.933
1.434
(3.507)
(2.769)
53
-
36.405
(9.426)
26.979
4.942
61
-
42.659
(9.958)
32.701
(2.332)
(20,4)
25.400
1.830
31.921
30.369
18.663
1.344
18.032
22.145
8.929
644
8.947
10.556
16.624
1.197
22.844
19.952
8.776
633
9.077
10.417
133
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
Perbandingan Laba Rugi
Komposisi pendapatan dan beban selama tiga tahun terakhir dapat dilihat sebagai berikut.
Komposisi Pendapatan 2017-2019 (Rp miliar)
(2019)
1,4%
1.848
13,5%
18.325
53,7%
72.788
6,2%
8.342
50,1%
65.552
(2018)
1,3%
1.707
(2017)
1,4%
1.857
8,8%
11.326
10,9%
14.310
7,8%
10.126
46,9%
60.131
6,8%
8.763
32,1%
41.004
4,0%
5.175
20,6%
27.978
4,6%
6.286
4,2%
5.463
25,7%
33.626
Data, Internet dan
Teknologi Informasi
Jaringan
IndiHome
Telepon
Telekomunikasi
Lainnya
Interkoneksi
Komposisi Beban 2017-2019 (Rp miliar)
(2019)
(2018)
(2017)
7,0%
6.696
4,0%
3.724
5,4%
5.077
24,7%
23.178
6,6%
6.137
23,0%
21.406
4,5%
4.214
4,6%
4.283
6,3%
5.260
24,3%
20.446
6,3%
5.268
3,6%
2.987
13,9%
13.012
14,2%
13.178
16,0%
13.529
45,0%
42.226
47,1%
43.791
43,5%
36.603
Penyusutan dan
Amortisasi
Operasi, Pemeliharaan
dan Jasa Telekomunikasi
Karyawan
Pemasaran
Interkoneksi
Umum dan
Administrasi
134
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPerbandingan Laba Rugi Tahun yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2019 Dibandingkan dengan Tahun yang Berakhir
Tanggal 31 Desember 2018
1. Pendapatan
Peningkatan ini dikompensasi dengan:
Telkom dan anak perusahaan mencatat pendapatan
• Penurunan pendapatan SMS sebesar Rp2.122
tahun 2019 sebesar Rp135.567 miliar (US$9.765
miliar atau 23,1% akibat peralihan dari penggunaan
juta), naik 3,7% atau Rp4.783 miliar, dari Rp130.784
SMS ke layanan Over The Top (OTT), dan
miliar tahun 2018. Peningkatan tersebut terutama
• Penurunan pendapatan
internet, komunikasi
disebabkan oleh pendapatan data, internet dan jasa
data dan jasa teknologi sebesar Rp1.359 miliar
teknologi informasi, serta pendapatan IndiHome.
atau 13,1% karena penurunan bisnis Enterprise
yang mengurangi layanan yang memiliki tingkat
a. Pendapatan Telepon Seluler
margin relatif rendah.
Dilihat dari total pendapatan TelkomGroup tahun
2019, pendapatan voice seluler memberi kontribusi
d. Pendapatan Interkoneksi
pendapatan sebesar 18,5%. Pendapatan voice seluler
TelkomGroup memperoleh pendapatan interkoneksi
tersebut tumbuh negatif dari Rp30.431 miliar tahun
dari sambungan telepon tidak bergerak Telkom,
2018 menjadi Rp25.090 miliar (US$1.807 juta) tahun
termasuk
sambungan
langsung
international
2019, atau turun sebesar 17,6%. Dalam beberapa
incoming dari layanan SLI 007, dan jaringan seluler
tahun terakhir, pendapatan dari voice seluler terus
mengalami pertumbuhan negatif seiring dengan
Telkomsel. Pada tahun 2019, Telkom dan anak
perusahaan mencatat pertumbuhan pendapatan
beralihnya pola masyarakat pada penggunaan
interkoneksi sebesar Rp823 miliar atau
15,1%
layanan Over The Top (OTT) yang menyediakan
dari Rp5.463 miliar tahun 2018 menjadi Rp6.286
fasilitas komunikasi dan menjadi produk substitusi
miliar (US$453 juta) tahun 2019. Meningkatnya
layanan seluler.
pendapatan
layanan voice internasional.
ini disebabkan oleh pertumbuhan
b. Pendapatan Telepon Tidak Bergerak
Pendapatan telepon tidak bergerak tumbuh negatif
pada tahun 2019 sebesar Rp307 miliar atau 9,6%,
dari Rp3.195 miliar pada tahun 2018 menjadi
e. Pendapatan Jaringan
2019,
tahun
TelkomGroup mencatat
Pada
pertumbuhan positif pendapatan jaringan sebesar
Rp2.888 miliar
(US$208
juta). Pertumbuhan
Rp141 miliar atau 8,3%, dari Rp1.707 miliar pada
negatif tidak dapat dihindari sebagai dampak
tahun 2018 menjadi Rp1.848 miliar (US$133 juta)
dari tren perilaku konektivitas masyarakat yang
semakin mobile.
c. Pendapatan Data, Internet, dan Jasa Teknologi
Informatika
jasa teknologi
Pendapatan data,
informatika memberikan kontribusi yang besar
internet dan
pada total pendapatan TelkomGroup tahun 2019,
yaitu sebesar Rp72.788 miliar (US$5.243 juta).
Jumlah tersebut naik 11,0% atau Rp7.236 miliar
dari Rp65.552 miliar pada tahun 2018. Pendapatan
dari kegiatan usaha ini menyumbang 53,7% dari
pendapatan konsolidasian pada tahun yang berakhir
31 Desember 2019.
Tumbuhnya pendapatan data, internet dan jasa
teknologi informatika didorong oleh peningkatan
pendapatan internet dan data seluler yang tumbuh
positif sebesar Rp10.521 miliar atau 23,3% yang
dipicu oleh pertumbuhan penggunaan data sebesar
54% dengan total penggunaan 6.715.227 TB.
tahun 2019. Pertumbuhan positif tersebut terjadi
karena peningkatan pendapatan VSAT di segmen
enterprise.
f. Pendapatan IndiHome
Pendapatan
positif sebesar Rp4.015 miliar atau 28,1%, dari
IndiHome mencatat pertumbuhan
Rp14.310 miliar pada tahun 2018 menjadi Rp18.325
miliar (US$1.320 juta) tahun 2019. Pertumbuhan
tersebut sejalan dengan pertumbuhan
positif
pelanggan IndiHome sebesar 37,2% dari 5,1 juta
menjadi 7,0 juta.
g. Pendapatan Jasa Telekomunikasi Lainnya
TelkomGroup
memiliki
pendapatan
jasa
telekomunikasi lainnya yang tercatat turun sebesar
Rp1.784 miliar atau 17,6% pada tahun 2019. Total
pendapatan tahun 2019 yaitu Rp8.342 miliar
(US$601 juta), turun dari Rp10.126 miliar pada tahun
periode pelaporan 2018, yang disebabkan oleh:
135
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
• Penurunan
pendapatan
lain-lain
sebesar
c. Beban Karyawan
Rp1.479 miliar atau 38,4% terutama berasal dari
Beban karyawan turun sebesar Rp166 miliar atau
penurunan pendapatan perangkat dan konstruksi
1,3%, dari Rp13.178 miliar pada tahun 2018 menjadi
TelkomInfra sebesar Rp1.126 miliar, dan
Rp13.012 miliar (US$937 juta) pada tahun 2019.
• Penurunan pendapatan penjualan peripheral
Penurunan tersebut berasal dari penurunan beban
sebesar Rp742 miliar atau 40,1% sejalan dengan
pensiun berkala sebesar Rp280 miliar atau 25,0%,
strategi bisnis enterprise yang mengurangi
terutama karena penurunan biaya manfaat pensiun
layanan yang memiliki tingkat margin relatif
berkala bersih yang terjadi pada tahun 2019.
rendah.
Penurunan
ini dikompensasi oleh peningkatan
beban cuti, insentif dan tunjangan lainnya sebesar
Peningkatan ini dikompensasi oleh peningkatan
Rp246 miliar atau 7,5%.
pendapatan sewa tower sebesar Rp330 miliar atau
36,3% sejalan dengan peningkatan jumlah tenant.
d. Beban Interkoneksi
2. Beban
TelkomGroup mencatat
beban
interkoneksi
meningkat sebesar Rp794 miliar atau
18,5%,
TelkomGroup mencatat jumlah beban yang meningkat
dari Rp4.283 miliar pada tahun 2018 menjadi
dari Rp93.009 miliar pada tahun 2018, naik sebesar
Rp5.077 miliar
(US$366
juta) pada
tahun
Rp904 miliar atau 1,0% menjadi Rp93.913 miliar
2019. Peningkatan sejalan dengan peningkatan
(US$6.765) pada tahun 2019. Pertumbuhan beban
diantaranya disebabkan oleh:
pendapatan interkoneksi.
Pemeliharaan,
a. Beban Operasi,
Telekomunikasi
TelkomGroup mencatat beban operasi, pemeliharaan
dan jasa telekomunikasi sebesar 45,0% dari total
Jasa
dan
beban tahun 2019, atau senilai Rp42.226 miliar
(US$3.042 juta). Beban ini turun sebesar Rp1.565
miliar atau 3,6% dari tahun sebelumnya. Penurunan
tersebut disebabkan oleh hal-hal berikut:
• Penurunan beban operasi dan pemeliharaan
sebesar Rp804 miliar atau 3,2% sejalan dengan
penurunan pendapatan di Telkom Sigma dan
Telkom Infra,
• Penurunan beban pokok penjualan handset
sebesar Rp751 miliar atau 40,4% sejalan dengan
penurunan penjualan peripheral, dan
• Penurunan beban sewa sirkuit dan CPE
sebesar Rp332 miliar atau 6,5%, seiring dengan
penurunan pendapatan segmen enterprise dalam
e. Beban Pemasaran
Beban pemasaran Telkom dan anak perusahaan
pada tahun 2019 turun Rp490 miliar atau 11,6%, dari
tahun sebelumnya, yaitu dari Rp4.214 miliar pada
tahun 2018 menjadi Rp3.724 miliar (US$268 juta)
pada tahun 2019. Penurunan beban pemasaran
terutama terjadi di Telkomsel sejalan dengan
strategi pemasaran yang efektif.
f. Beban Umum dan Administrasi
Telkom dan anak perusahaan secara konsolidasi
memiliki beban umum dan administrasi yang
meningkat sebesar Rp559 miliar atau 9,1%, dari
Rp6.137 miliar pada tahun 2018 menjadi Rp6.696
miliar (US$482 juta) pada tahun 2019. Peningkatan
tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan
provisi penurunan nilai piutang sebesar Rp559
miliar atau 32,4% dari Telkom Metra dan PINS.
penyediaan end-to-end IT Solution.
3. Laba (Rugi) Selisih Kurs-Bersih
Penurunan ini dikompensasi peningkatan beban
pemakaian frekuensi radio sebesar Rp263 miliar
atau 4,8% terkait pembayaran performance bond
setiap tahunnya untuk pita frekuensi 2,1 GHz dan 2,3
GHz oleh Telkomsel.
b. Beban Penyusutan dan Amortasi
Pada tahun 2019, beban penyusutan dan amortisasi
meningkat sebesar Rp1.772 miliar atau 8,3%, dari
Rp21.406 miliar di tahun 2018 menjadi Rp23.178
miliar (US$1.670 juta). Kenaikan tersebut terkait
dengan naiknya nilai aset tetap dan aset tak
berwujud yang diakui pada tahun 2019.
Dampak dari fluktuasi kurs pada tahun 2019 yaitu
adanya rugi selisih kurs bersih sebesar Rp86 miliar
(US$6 juta) tahun 2019, dibandingkan laba selisih
kurs sebesar Rp68 miliar
tahun 2018.
yang tercatat pada
4. Penghasilan (Beban) Lain-lain
TelkomGroup mengalami penurunan pendapatan lain-
lain sebesar Rp176 miliar atau 17,6% dari Rp1.002 miliar
pada tahun 2018 menjadi Rp826 miliar pada tahun
2019.
136
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
5. Laba Usaha dan Marjin Laba Usaha
9. Laba Tahun Berjalan yang Dapat Diatribusikan kepada
Berbagai transaksi sepanjang tahun 2019 telah
mendorong pertumbuhan positif
laba
usaha
Pemilik Entitas Induk
Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada
TelkomGroup sebesar Rp3.549 miliar atau 9,1%
pemilik entitas induk naik sebesar Rp631 miliar atau
dibandingkan dengan laba usaha tahun sebelumnya.
3,5%, dari Rp18.032 miliar pada tahun 2018 menjadi
Laba usaha pada tahun 2019 tercatat sebesar Rp42.394
Rp18.663 miliar (US$1.344 juta) pada tahun 2019.
miliar (US$3.054 juta) dengan marjin laba usaha tahun
tersebut sebesar 31,3%, naik jika dibandingkan dengan
10.Laba Tahun Berjalan yang Dapat Diatribusikan kepada
marjin tahun 2018 sebesar 29,7%.
Kepentingan Non Pengendali
Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada
6. Laba Sebelum Pajak Penghasilan dan Marjin Laba
kepentingan non pengendali mengalami pertumbuhan
Sebelum Pajak Penghasilan
Telkom dan anak perusahaan mencatat kenaikan laba
negatif sebesar Rp18 miliar atau 0,2%, dari Rp8.947
miliar pada tahun 2018 menjadi Rp8.929 miliar ($644
sebelum pajak sebesar Rp1.503 miliar atau 4,1%, dari
juta) pada tahun 2019.
Rp36.405 miliar pada tahun 2018 menjadi Rp37.908
miliar (US$2.731 juta) pada tahun 2019. Kemudian,
11. Laba Komprehensif Tahun Berjalan
marjin laba sebelum pajak naik dari 27,8% pada tahun
Laba komprehesif tahun berjalan tercatat sebesar
2018 menjadi 28,0% pada tahun 2019.
Rp25.400 miliar (US$1.830
juta), turun sebesar
7. Beban Pajak Penghasilan
Rp6.521 miliar atau 20,4%, dari Rp31.921 miliar pada
tahun 2018.
Beban pajak penghasilan tahun 2019 tercatat naik
sebesar Rp890 miliar atau 9,4%, dari Rp9.426 miliar
12.Laba per Saham
pada tahun 2018 menjadi Rp10.316 miliar (US$743
juta) pada tahun 2019. Kenaikan tersebut mengikuti
Pada tahun 2019, laba bersih per saham yang dibukukan
Telkom yaitu sebesar Rp188,40. Nilai tersebut lebih
pertumbuhan
anak perusahaan.
laba sebelum pajak Telkom dan
tinggi Rp6,37 atau 3,5%, dari Rp182,03 yang dibukukan
pada tahun 2018.
8. Pendapatan (Beban) Komprehensif Lain
Sepanjang tahun 2019, TelkomGroup mencatat beban
komprehesif lain sebesar Rp2.192 miliar (US$158 juta),
dibandingkan dengan pendapatan komprehensif lain
sebesar dari Rp4.942 miliar yang tercatat pada tahun
sebelumnya. Beban komprehensif lain ini disebabkan
rugi aktuaria sebesar Rp2.109 miliar.
137
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
Perbandingan Laba Rugi Tahun yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2018 Dibandingkan dengan Tahun yang Berakhir
Tanggal 31 Desember 2017
1. Pendapatan
TelkomGroup mencatat kenaikan pendapatan sebesar
Rp2.528 miliar atau 2,0%, dari Rp128.256 miliar pada
tahun 2017 menjadi Rp130.784 miliar pada tahun
Peningkatan ini dikompensasi dengan:
• Penurunan
pendapatan
sebesar
Rp4.007 miliar atau 30,4% karena pergeseran
layanan
preferensi pelanggan dari SMS ke
SMS
2018. Peningkatan tersebut terutama disebabkan
Over The Top (OTT).
oleh pendapatan data, internet dan jasa teknologi
informatika.
d. Pendapatan Interkoneksi
a. Pendapatan Telepon Seluler
Pendapatan voice seluler menyumbang 23,3%
tahun 2018.
dari pendapatan konsolidasian
Pendapatan telepon seluler turun sebesar Rp6.815
miliar atau 18,3%, dari Rp37.246 miliar pada tahun
2017 menjadi Rp30.431 miliar pada tahun 2018.
Penurunan ini disebabkan karena pelanggan lebih
memilih untuk menggunakan layanan Over the
Top yang merupakan salah satu substitusi dari
layanan seluler.
b. Pendapatan Telepon Tidak Bergerak
telepon
tidak bergerak menurun
Pendapatan
sebesar Rp563 miliar atau 15,0%, dari Rp3.758 milliar
pada tahun 2017 menjadi Rp3.195 miliar pada tahun
2018 karena penurunan penggunaan layanan voice
akibat terkanibalisasi layanan seluler.
Pendapatan
perusahaan terdiri dari pendapatan interkoneksi dari
interkoneksi Telkom dan
anak
sambungan telepon tidak bergerak TelkomGroup
dan pendapatan interkoneksi dari jaringan seluler
Telkomsel. Pendapatan
interkoneksi
termasuk
sambungan langsung international incoming dari
layanan SLI 007. Pendapatan interkoneksi pada
tahun 2018 meningkat sebesar Rp288 miliar atau
5,6% dari Rp5.175 miliar pada tahun 2017 menjadi
Rp5.463 miliar tahun 2018, yang disebabkan
peningkatan pendapatan dari layanan voice traffic
yang menyasar dan mengambil ceruk pasar transit
global dengan mengalirkan trafik antarnegara.
e. Pendapatan Jaringan
Telkom memiliki pendapatan jaringan yang turun
sebesar Rp150 miliar atau 8,1%, dari Rp1.857 miliar
pada 2017 menjadi Rp1.707 miliar pada tahun 2018.
c. Pendapatan Data, Internet, dan Jasa Teknologi
f. Pendapatan IndiHome
Informatika
Telkom dan
pendapatan data,
informatika sebesar Rp65.552 miliar pada tahun
anak perusahaan memperoleh
jasa teknologi
internet dan
2018, meningkat Rp5.421 miliar atau 9,0% dari
Rp60.131 miliar pada 2017. Pendapatan dari kegiatan
usaha ini menyumbang 50,1% dari pendapatan
konsolidasian pada
tahun yang berakhir 31
Desember 2018. Peningkatan pendapatan data,
internet dan jasa teknologi informatika terutama
dikontribusi oleh:
• Peningkatan pendapat internet dan data seluler
sebesar Rp7.193 miliar atau 18,9% yang dipicu
oleh pertumbuhan penggunaan Data sebesar
101,7% menjadi 4.373.077 TB,
• Peningkatan pendapatan internet, komunikasi
data dan jasa teknologi informatika sebesar
Rp1.741 miliar atau 20,1% disebabkan oleh
peningkatan pendapatan IT service dari segmen
enterprise, dan
Pendapatan
positif sebesar Rp2.984 miliar atau 26,3%, dari
IndiHome mencatat pertumbuhan
Rp11.326 miliar pada tahun 2017 menjadi Rp14.310
miliar di tahun 2018. Pertumbuhan positif tersebut
sejalan dengan pertumbuhan pelanggan IndiHome
sebesar 72,1% dari 2,9 juta menjadi 5,1 juta.
g. Pendapatan Jasa Telekomunikasi Lainnya
Pendapatan jasa telekomunikasi lainnya meningkat
sebesar Rp1.363 miliar atau 15,6%, dari Rp8.763
miliar pada tahun 2017 menjadi Rp10.126 miliar
pada tahun 2018. Peningkatan tersebut terutama
disebabkan oleh:
• Peningkatan pendapatan CPE dan terminal
sebesar Rp914 miliar atau 170,5% berasal dari
layanan ICT solution pelanggan enterprise, dan
• Peningkatan pendapatan lain-lain sebesar Rp658
miliar atau 20,6%.
Peningkatan
ini dikompensasi oleh penurunan
• Peningkatan pendapatan lain-lain sebesar Rp494
miliar atau 148,3%.
penjualan
atau 19,2%.
periferal
sebesar
Rp441 miliar
138
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
2. Beban
b. Beban Penyusutan dan Amortasi
Jumlah beban meningkat sebesar Rp8.916 miliar atau
Beban penyusutan dan amortisasi meningkat
10,6%, meningkat dari Rp84.093 miliar pada tahun
sebesar Rp960 miliar atau 4,7%, dari Rp20.446
2017 menjadi Rp93.009 miliar pada tahun 2018.
miliar pada tahun 2017 menjadi Rp21.406 miliar
di tahun 2018 sejalan dengan peningkatan nilai
a. Beban Operasi,
Telekomunikasi
Beban operasi, pemeliharaan dan jasa telekomunikasi
Pemeliharaan,
Jasa
dan
yang berkontribusi sebesar 47,1% dari
total
beban Perseroan. Peningkatan beban operasi,
pemeliharaan dan
jasa telekomunikasi sebesar
Rp7.188 miliar atau 19,6%, naik dari Rp36.603 miliar
pada tahun 2017 menjadi Rp43.791 miliar pada
tahun 2018. Peningkatan ini disebabkan oleh hal-hal
berikut:
• Peningkatan beban operasi dan pemeliharaan
sebesar Rp2.637 miliar atau 11,7% disebabkan
oleh peningkatan beban terkait pemeliharaan
jaringan untuk meningkatkan layanan broadband,
baik seluler maupun fixed,
• Peningkatan beban sewa sirkit dan CPE sebesar
Rp2.518 miliar atau 96,6%, seiring dengan
peningkatan pendapatan segmen enterprise
dalam penyediaan end-to-end IT Solution,
• Peningkatan
frekuensi
radio sebesar Rp1.197 miliar atau 28,0% terkait
pemakaian
beban
pembayaran performance bond setiap tahunnya
sebesar Rp20 miliar dan Rp1.030 miliar masing-
masing untuk pita frekuensi 2,1 GHz dan 2,3 GHz
oleh Telkomsel,
• Peningkatan beban lainnya sebesar Rp588 miliar
atau 177,1%, dan
• Peningkatan beban pokok penjualan handset
sebesar Rp316 miliar atau 20,5%.
Peningkatan
ini dikompensasi oleh penurunan
beban pokok penjualan kartu SIM dan voucher
sebesar Rp149 miliar atau 16,3% disebabkan oleh
penurunan biaya produksi dan distribusi kartu karena
penerapan rregistrasi SIM Card yang mengubah
model bisnis penjualan akan lebih berorientasi pada
penjualan paket isi ulang pulsa daripada penjualan
kartu perdana.
aset tetap.
c. Beban Karyawan
Beban karyawan menyumbang 14,2% dari total
beban Perusahaan. Beban karyawan turun sebesar
Rp351 miliar atau 2,6%, dari Rp13.529 miliar pada
tahun 2017 menjadi Rp13.178 miliar pada tahun 2018.
Penurunan tersebut berasal dari penurunan beban
pensiun sebesar Rp580 miliar atau 34,1% karena
pada tahun ini tidak ada beban jasa lalu seperti
tahun 2017. Penurunan tersebut dikompensasi oleh
peningkatan beban gaji dan tunjangan karyawan
sebesar Rp256 miliar atau 3,3%.
d. Beban Interkoneksi
Beban interkoneksi meningkat sebesar Rp1.296
miliar atau 43,4%, dari Rp2.987 miliar pada
tahun 2017 menjadi Rp4.283 miliar pada tahun
2018, sejalan dengan upaya untuk meningkatkan
pendapatan interkoneksi.
e. Beban Pemasaran
Beban pemasaran mengalami penurunan sebesar
Rp1.054 miliar atau 20,0%, dari Rp5.268 miliar pada
tahun 2017 menjadi Rp4.214 miliar pada tahun 2018
karena strategi program pemasaran yang efektif
dan efisien, terutama di layanan seluler seiring
model bisnis penjualan akan lebih berorientasi pada
penjualan paket isi ulang pulsa daripada penjualan
kartu perdana.
f. Beban Umum dan Administrasi
Beban umum dan administrasi tercatat meningkat
sebesar Rp877 miliar atau 16,7%, dari Rp5.260 miliar
pada 2017 menjadi Rp6.137 miliar pada tahun 2018.
Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh:
• Peningkatan beban umum sebesar Rp343 miliar
atau 23,7%,
• Peningkatan beban jasa profesional sebesar
Rp325 miliar atau 65,3%, dan
• Peningkatan provisi penurunan nilai piutang
sebesar Rp230 miliar atau 15,4%.
139
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
3. Laba (Rugi) Selisih Kurs-Bersih
8. Pendapatan (Beban) Komprehensif Lain
Laba selisih kurs bersih sebesar Rp68 miliar
Pada
tahun 2018, Telkom memiliki pendapatan
pada tahun 2018, dibandingkan Rp51 miliar pada
komprehesif lain sebesar Rp4.942 miliar sedangkan
tahun 2017.
4. Penghasilan (Beban) Lain-lain
Pada
tahun
2018, TelkomGroup mencatatkan
penghasilan lain-lain sebesar Rp1.002 miliar. Sedangkan
pada tahun 2017, mencatatkan beban lain-lain sebesar
Rp281 miliar.
5. Laba Usaha dan Marjin Laba Usaha
pada tahun sebelumnya, Telkom mencatatkan beban
komprehensif lain sebesar Rp2.332 miliar.
9. Laba Tahun Berjalan yang Dapat Diatribusikan kepada
Pemilik Entitas Induk
Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada
pemilik entitas induk turun sebesar Rp4.113 miliar atau
18,6%, dari Rp22.145 miliar pada tahun 2017 menjadi
Rp18.032 miliar tahun 2018.
Dengan adanya berbagai peningkatan dan penurunan
10.Laba Tahun Berjalan yang Dapat Diatribusikan kepada
transkasi tersebut di atas, TelkomGroup mencatat
penurunan laba usaha sebesar Rp5.088 miliar atau
11,6%, dari Rp43.933 miliar pada tahun 2017 menjadi
Rp38.845 miliar pada tahun 2018. Marjin laba usaha
turun dari 34,3% pada tahun 2017 menjadi 29,7% pada
Kepentingan Non Pengendali
Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada
kepentingan non pengendali turun sebesar Rp1.609
miliar atau 15,2%, dari Rp10.556 miliar pada tahun 2017
menjadi Rp8.947 miliar pada tahun 2018.
tahun 2018.
6. Laba Sebelum Pajak Penghasilan dan Marjin Laba
Sebelum Pajak Penghasilan
Telkom dan anak perusahaan mencatat laba sebelum
pajak mengalami penurunan sebesar Rp6.254 miliar
atau 14,7%, dari Rp42.659 miliar pada tahun 2017
menjadi Rp36.405 miliar pada tahun 2018. Marjin
laba sebelum pajak turun dari 33,3% pada tahun 2017
menjadi 27,8% pada tahun 2018.
7. Beban Pajak Penghasilan
Beban pajak penghasilan turun sebesar Rp532 miliar
atau 5,3%, dari Rp9.958 miliar pada tahun 2017 menjadi
Rp9.426 miliar pada tahun 2018, sejalan dengan
penurunan laba sebelum pajak.
11. Laba Komprehensif Tahun Berjalan
Laba komprehesif tahun berjalan meningkat sebesar
Rp1.552 miliar atau 5,1% dari Rp30.369 miliar pada tahun
2017 menjadi Rp31.921 miliar pada tahun 2018.
12. Laba per Saham
Telkom dan anak perusahaan membukukan laba bersih
per saham turun sebesar Rp41,52 atau 18,6%, dari
Rp223,55 pada tahun 2017 menjadi Rp182,03 pada
tahun 2018.
140
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
TINJAUAN ARUS KAS
Berikut ini tabel yang menampilkan informasi tentang arus kas konsolidasi Telkom, sesuai dengan Laporan Keuangan
Konsolidasian tahun 2017 hingga 2019.
Tabel Arus Kas
2019-2018
2019
2018
2017
Pertumbuhan
Tahun-tahun yang berakhir 31 Desember
(%)
(Rp miliar)
(US$ juta)
(Rp miliar)
(Rp miliar)
Arus Kas Bersih:
Dari kegiatan operasi
Untuk kegiatan investasi
Untuk kegiatan pendanaan
Kenaikan (penurunan) bersih kas dan setara
kas
Dampak perubahan kurs terhadap kas dan
setara kas
20,3
2
(1,1)
54.949
3.958
45.671
49.405
(35.791)
(2.578)
(35.090)
(33.007)
(18.247)
(1.314)
(18.458)
(21.052)
(111,6)
911
66
(7.877)
(4.654)
(163,2)
(108)
(8)
171
32
Kas dan setara kas pada awal tahun
Kas dan setara kas pada akhir tahun
(30,6)
4,6
17.439
18.242
1.256
1.314
25.145
29.767
17.439
25.145
Perbandingan Arus Kas
Komposisi arus kas masuk dan arus kas keluar selama tiga tahun terakhir, ditampilkan dalam bentuk diagram berikut.
Komposisi Arus Kas Masuk 2017 - 2019 (Rp miliar)
(2019)
15,8%
26.583
(2018)
21,1%
35.398
(2017)
2,0%
3.333
0,6%
962
82,2%
138.673
78,3%
131.469
Operasi
Investasi
Pendanaan
8,6%
12.219
1,1%
1.550
Komposisi Arus Kas Keluar 2017 - 2019 (Rp miliar)
(2019)
(2018)
26,7%
44.830
30,7%
53.856
(2017)
22,7%
33.271
49,9%
83.724
48,8%
85.798
23,7%
34.557
23,4%
39.124
20,5%
36.052
Operasi
Investasi
Pendanaan
90,3%
127.669
53,6%
78.264
141
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
Perbandingan Arus Kas untuk Tahun yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2019 Dibandingkan dengan Tahun yang
Berakhir Tanggal 31 Desember 2018
Per 31 Desember 2019, TelkomGroup membukukan total kas
dan setara kas sebesar Rp18.242 miliar atau US$1.314 juta.
Jika dibandingkan dengan total kas dan setara kas tahun
sebelumnya sebesar Rp17.439 miliar, jumlah tersebut naik
sebesar Rp803 miliar atau 4,6%.
Kemudian, penerimaan kas terbesar tahun 2019 berasal
dari kegiatan operasi sebesar Rp138.673 miliar, yang
mencakup 82,2% dari total penerimaan kas Telkom dan
anak perusahaan. Penerimaan kas terbesar lainnya yaitu
Rp26.583 miliar, berasal dari pendanaan yang berkontribusi
sebesar 15,8% dari total penerimaan kas. Penerimaan kas
dari investasi memiliki kontribusi terkecil yaitu 2,0% dengan
nilai Rp3.333 miliar.
Dalam hal pengeluaran kas, sebesar 49,9% dari total
pengeluaran kas atau Rp83.724 miliar digunakan untuk
kegiatan operasional. Pengeluran kas lainnya untuk kegiatan
pendanaan dan investasi yaitu Rp44.830 miliar dan Rp39.124
miliar, atau 26,7% dan 23,4% dari total pengeluaran kas.
Berikut ini penjelasan lebih rinci dari kinerja arus kas Telkom
dan anak perusahaan untuk periode pelaporan tahun 2019.
1. Arus Kas Kegiatan Operasi
Arus kas bersih dari kegiatan operasi yang dibukukan
pada tahun 2019 yaitu sebesar Rp54.949 miliar
(US$3.958 juta), dibandingkan dari tahun sebelumnya
sebesar Rp45.671 miliar.
Penerimaan kas dari kegiatan operasi tahun 2019 tercatat
sebesar Rp138.673 miliar, lebih tinggi 5,5% atau Rp7.204
miliar dari Rp131.469 miliar yang diterima pada tahun
2018. Penerimaan kas tersebut diperoleh dari:
• Penerimaan pendapatan dari pelanggan dan operator
lain sebesar Rp135.372 miliar,
• Penerimaan dari pendapatan bunga dsebesar
Rp1.093 miliar,
• Penerimaan restitusi pajak sebesar Rp1.446 miliar, dan
• Penerimaan kas lainnya – bersih sebesar Rp762 miliar.
Di sisi lain, pengeluaran kas untuk kegiatan operasi tahun
2019 tercatat sebesar Rp83.724 miliar. Jika dibandingkan
dengan pengeluaran kas sebesar Rp85.798 miliar pada
tahun 2018, maka pengeluaran kas tahun 2019 turun 2,4%
atau Rp2.074 miliar. Pengeluaran kas tersebut digunakan
untuk kegiatan:
• Pembayaran kas untuk beban sebesar Rp56.787 miliar,
sebesar
kepada
• Pembayaran
karyawan
kas
Rp11.370 miliar,
• Pembayaran pajak penghasilan badan dan final
sebesar Rp10.348 miliar,
• Pembayaran beban bunga sebesar Rp4.358 miliar,
dan
• Pembayaran pajak pertambahan nilai bersih sebesar
Rp861 miliar.
2. Arus Kas untuk Kegiatan Investasi
Telkom dan anak perusahaan membukukan arus kas
bersih untuk kegiatan investasi sebesar minus Rp35.791
miliar (US$2.578 juta) pada tahun 2019, dibandingkan
arus kas bersih untuk kegiatan investasi tahun sebelumnya
yang dibukukan sebesar minus Rp35.090 miliar.
142
Penerimaan kas dari kegiatan investasi tahun 2019
tercatat naik 246,5% atau Rp2.371 miliar, dari Rp962
miliar pada tahun 2018 menjadi Rp3.333 miliar pada
tahun 2019. Penerimaan kas berasal berasal dari:
• Hasil dari penjualan aset tetap sebesar Rp1.496 miliar,
• Hasil dari aset keuangan lancar lainnya - bersih sebesar
Rp1.147 miliar,
• Hasil dari pelepasan anak perusahaan sebesar
Rp395 miliar,
• Hasil dari klaim asuransi sebesar Rp197 miliar,
• Kenaikan uang muka dan aset lainnya sebesar Rp87
miliar, dan
• Penerimaan dividen dari entitas asosiasi sebesar
Rp11 miliar.
Telkom dan anak perusahaan membukukan pengeluaran
kas kegiatan investasi tahun 2019 sebesar Rp39.124
miliar, naik 8,5% atau Rp3.072 miliar dari pengeluaran kas
kegiatan investasi tahun sebelumnya sebesar Rp36.052
miliar. Pengeluaran kas tersebut digunakan untuk
kegiatan:
• Pembelian aset tetap sebesar Rp35.218 miliar,
• Pembelian aset tak berwujud sebesar Rp2.008 miliar,
• Akuisisi bisnis setelah dikurangi kas yang diperoleh
sebesar Rp1.166 miliar, dan
• Penambahan dari penyertaan jangka panjang sebesar
Rp732 miliar.
3. Arus Kas untuk Kegiatan Pendanaan
Per 31 Desember tahun 2019, arus kas bersih TelkomGroup
yang dibukukan terkait kegiatan pendanaan yaitu sebesar
minus Rp18.247 miliar (US$1.314 juta), dibandingkan
dengan periode pelaporan sebelumnya sebesar minus
Rp18.458 miliar.
Penerimaan kas dari kegiatan pendanaan tahun 2019
tercatat sebesar Rp26.583 miliar, lebih rendah 24,9% atau
Rp8.815 miliar dari Rp35.398 miliar yang diterima pada
tahun 2018. Penerimaan kas tersebut berasal dari:
• Pencairan utang bank dan pinjaman lainnya sebesar
Rp26.524 miliar, dan
• Penerimaan setoran modal pada entitas anak
dari pemegang saham non pengendali sebesar
Rp59 miliar.
Kemudian, pada tahun 2019, Telkom dan anak perusahaan
membukukan sejumlah pengeluaran kas untuk kegiatan
pendanaan sebesar Rp44.830 miliar, yang
turun
16,8% atau Rp9.026 miliar dari Rp53.856 miliar tahun
sebelumnya. Pengeluaran kas digunakan untuk kegiatan:
• Pembayaran dividen kas kepada pemegang saham
Perusahaan dan pemegang saham non pengendali
entitas anak masing-masing sebesar Rp16.229 miliar
dan Rp9.618 miliar, dan
• Pembayaran utang bank dan pinjaman lainnya sebesar
Rp18.983 miliar.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
Perbandingan Arus Kas untuk Tahun yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2018 Dibandingkan dengan Tahun yang
Berakhir Tanggal 31 Desember 2017
Telkom dan anak perusahaan memiliki total kas dan setara
kas pada 31 Desember 2018 sebesar Rp17.439 miliar,
turun Rp7.706 miliar atau 30,6% dibandingkan tahun
2017 yang tercatat sebesar Rp25.145 miliar. Penerimaan
kas terbesar senilai Rp131.469 miliar atau 78,3% berasal
dari kegiatan operasi, diikuti dengan penerimaan dari
kegiatan pendanaan sebesar Rp35.398 miliar atau 21,1%
dan penerimaaan dari kegiatan investasi sebesar Rp962
miliar atau 0,6%.
Kas yang diterima sebagian besar TelkomGroup gunakan
untuk kegiatan operasi sebesar Rp85.798 miliar atau
48,8%, kegiatan pendanaan sebesar Rp53.856 miliar atau
30,7% dan kegiatan investasi sebesar Rp36.052 miliar
atau 20,5%.
1. Arus Kas Kegiatan Operasi
Pada tahun 2018, Telkom dan anak perusahaan
mencatat arus kas bersih dari kegiatan operasi sebesar
Rp45.671 miliar, dibandingkan Rp49.405 miliar pada
tahun 2017. Penerimaan kas kegiatan operasi sebesar
Rp131.469 miliar, mengalami peningkatan Rp3.800
miliar atau 3,0% dibandingkan tahun 2017. Penerimaan
kas tersebut berasal berasal dari:
• Penerimaan pendapatan dari pelanggan dan
operator lain sebesar Rp127.855 miliar,
diterima
• Pendapatan
bunga
sebesar
Rp1.036 miliar, dan
• Penerimaan
restitusi
pajak
sebesar
Rp2.578 miliar.
Pengeluaran kas kegiatan operasi sebesar Rp85.798
miliar pada tahun 2018, mengalami peningkatan
Rp7.534 miliar atau 9,6% dibandingkan
tahun
2017. Pengeluaran kas tersebut digunakan untuk
kegiatan:
• Pembayaran
sebesar
beban
untuk
kas
Rp54.099 miliar,
• Pembayaran kas kepada karyawan
sebesar
Rp12.657 miliar,
• Pembayaran pajak penghasilan badan dan final
sebesar Rp10.375 miliar,
• Pembayaran
beban
bunga
sebesar
Rp3.735 miliar,
• Pembayaran pajak pertambahan nilai bersih sebesar
Rp3.434 miliar, dan
• Pembayaran kas
Rp1.498 miliar.
lainnya
- bersih
sebesar
2. Arus Kas untuk Kegiatan Investasi
Pada tahun 2018 arus kas bersih terkait kegiatan investasi
mencapai minus Rp35.090 miliar dibandingkan minus
Rp33.007 miliar pada tahun 2017. Penerimaan kas dari
kegiatan investasi sebesar Rp962 miliar pada tahun
2018, dibandingkan dengan Rp1.550 miliar pada tahun
2017. Jumlah tersebut menurun sebesar Rp588 miliar
atau 37,9%.
Penerimaan kas tersebut berasal dari:
• Hasil dari penjualan
aset
tetap
sebesar
Rp629 miliar,
• Penempatan deposito berjangka dan aset keuangan
tersedia untuk dijual sebesar Rp171 miliar,
asuransi
klaim
atas
dari
• Hasil
sebesar
Rp153 miliar, dan
• Penerimaan dividen dari entitas asosiasi sebesar
Rp9 miliar.
Pengeluaran kas kegiatan investasi sebesar Rp36.052
miliar, mengalami peningkatan sebesar Rp1.495 miliar
atau 4,3% dibandingkan Rp34.557 miliar pada tahun
2017. Pengeluaran kas tersebut digunakan untuk
kegiatan:
• Pembelian aset tetap sebesar Rp35.218 miliar,
• Pembelian
berwujud
sebesar
aset
tak
Rp2.972 miliar,
• Kenaikan uang muka pembelian aset tetap sebesar
Rp761 miliar,
• Pembelian bisnis setelah dikurangi kas yang
diperoleh sebesar Rp420 miliar, dan
• Penambahan penyertaan jangka panjang sebesar
Rp337 miliar.
3. Arus Kas untuk Kegiatan Pendanaan
TelkomGroup mencatat arus kas bersih terkait kegiatan
pendanaan pada tahun 2018 sebesar minus Rp18.458
miliar dibandingkan dengan minus Rp21.052 miliar
pada tahun 2017. Penerimaan kas kegiatan pendanaan
sebesar Rp35.398 miliar, mengalami kenaikan sebesar
Rp23.179 miliar atau 189,7% dari Rp12.219 miliar yang
diterima pada tahun 2017. Penerimaan kas tersebut
berasal dari:
• Pencairan utang bank dan pinjaman lainnya sebesar
Rp35.364 miliar, dan
• Penerimaan setoran modal pada entitas anak
dari pemegang saham non pengendali sebesar
Rp34 miliar.
Pada tahun 2018, Telkom dan anak perusahaan memiliki
pengeluaran kas untuk kegiatan pendanaan sebesar
Rp53.856 miliar. Jika dibandingkan dengan Rp33.271
miliar pada tahun 2017, jumlah tersebut naik sebesar
Rp20.585 miliar atau 61,9%. Pengeluaran kas tersebut
digunakan untuk kegiatan:
• Pembayaran dividen kas kepada pemegang saham
Perusahaan dan pemegang saham non pengendali
entitas anak masing-masing sebesar Rp16.609
miliar dan Rp10.134 miliar, serta
• Pembayaran utang bank dan pinjaman lainnya
sebesar Rp27.113 miliar.
143
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
KEMAMPUAN MEMBAYAR UTANG
Laporan keuangan konsolidasian Telkom tahun 2019 yang telah diaudit mengindikasikan Telkom memiliki likuiditas keuangan
dan kemampuan membayar utang yang cukup baik. Sepanjang tahun 2019, TelkomGroup dapat menjaga aliran dana sehingga
utang jangka pendek dan jangka panjang dapat terkelola sesuai harapan. Untuk menjaga likuiditas, Telkom memanfaatkan
arus kas dari berbagai sumber, antara lain dari ketersediaan dana internal, laba usaha tahun berjalan, instrument utang,
fasilitas pinjaman dana perbankan, atau sumber lainnya yang sah sesuai dengan perangkat hukum di Indonesia.
KEMAMPUAN MEMBAYAR UTANG JANGKA PENDEK
Kemampuan TelkomGroup untuk membayar utang jangka pendek dapat dilihat dari rasio lancar (current ratio), rasio cepat
(quick ratio) dan rasio kas (cash ratio) tahun 2019. Rasio-rasio tersebut selalu diawasi dengan ketat guna memastikan
likuiditas dan ketersediaan dana untuk pembayaran utang jangka pendek yang jatuh tempo dapat dipenuhi. Di sisi lain,
Telkom dan entitas anak juga perlu menjaga likuiditas yang optimal dan dapat dimanfaatkan dengan produktif.
Pada periode kinerja tahun 2019, strategi Telkom untuk menjaga kemampuan membayar utang jangka pendek, antara lain
yaitu menjaga rasio lancar di atas rasio lancar rata-rata industri dan mempertahankan tersedianya fasilitas pinjaman yang
dapat ditarik jika diperlukan.
Rasio likuiditas jangka pendek Telkom dan entitas anak ditampilkan dalam tabel berikut:
Rasio
2019
2018
2017
Rasio Lancar
Rasio Cepat
Rasio Kas
71,5%
52,9%
32,2%
93,5%
66,8%
40,5%
104,8%
81,3%
60,2%
KEMAMPUAN MEMBAYAR UTANG JANGKA PANJANG
Dalam mengukur kemampuan membayar utang jangka panjang, Telkom dan entitas anak mengawasi rasio utang terhadap
ekuitas, rasio utang terhadap EBITDA dan rasio EBITDA terhadap beban bunga. Laporan keuangan konsolidasian Telkom
dan anak perusahaan per akhir tahun 2019 menunjukkan rasio utang terhadap ekuitas sebesar 0,44 kali, rasio utang
terhadap EBITDA sebesar 0,80 kali dan rasio EBITDA terhadap beban bunga sebesar 15,3 kali. Kinerja rasio-rasio tersebut
menunjukkan kemampuan membayar utang jangka panjang yang baik dengan risiko gagal bayar yang relatif rendah.
Saat ini, indikator kondisi keuangan cukup kuat dan dalam rangka menjaga stabilitas keuangan perusahaan dan
meningkatkan efektifitas pengelolaan pendanaan dan modal kerja, Telkom merasa perlu untuk melakukan strategi
reprofiling utang, yaitu memperbaiki profil utang dengan merubah sebagian porsi utang berbunga floating menjadi
berbunga tetap. Adapun tujuan utama dari upaya reprofiling utang ini adalah mengurangi beban bunga dan eksposure
fluktuasi suku bunga di masa datang. Beberapa strategi yang telah dilakukan sebagai berikut:
• Mengoptimalikan penggunaan sumber dana internal untuk memenuhi kebutuhan pendanaan perusahaan.
• Menyeimbangkan proporsi suku bunga antara suku bunga mengambang (floating) dan suku bunga tetap (fixed).
Tabel berikut menyajikan data rasio utang terhadap ekuitas, rasio utang terhadap EBITDA, dan rasio EBITDA terhadap
beban bunga.
Rasio
2019
2018
2017
Rasio Utang Terhadap Ekuitas
Rasio Utang Terhadap EBITDA
Rasio EBITDA Terhadap Beban Bunga
0,44X
0,80X
15,3X
0,38X
0,74X
16,9X
0,32X
0,55X
23,3X
Secara lebih rinci, data dan informasi mengenai “Likuiditas” terkait dengan pembahasan mengenai utang Telkom dan
entitas anak dapat dilihat pada catatan 15 dan 16 pada laporan keuangan konsolidasian TelkomGroup tahun 2019.
144
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianSTRUKTUR MODAL DAN KEBIJAKAN
MANAJEMEN ATAS STRUKTUR MODAL
STRUKTUR MODAL
Sama seperti tahun sebelumnya, TelkomGroup memiliki kebijakan untuk memanfaatkan sumber pendanaan dari utang
jangka pendek, utang jangka panjang dan ekuitas. Jika dibandingkan dengan utangnya, komposisi terbesar struktur
modal TelkomGroup berasal dari ekuitas.
Berikut tabel dan diagram yang menggambarkan komposisi dan struktur modal Telkom selama tiga tahun terakhir.
Struktur Modal 2017-2019 (Rp miliar)
(2019)
28,6%
43.379
(2018)
28,0%
40.044
(2017)
25,9%
33.183
5,7%
8.705
2,8%
4.043
1,8%
2.289
65,7%
99.561
69,2%
98.910
72,3%
92.713
Utang Jangka Pendek
Utang Jangka Panjang
Ekuitas
Struktur Modal
2019
2018
2017
(Rp miliar)
(US$ juta)
(Rp miliar)
(Rp miliar)
Jangka Pendek
Jangka Panjang
Utang
Ekuitas
8.705
43.379
52.084
99.561
627
3.125
3.752
7.172
4.043
40.044
44.087
98.910
2.289
33.183
35.472
92.713
Jumlah modal yang diinvestasikan
151.645
10.924
142.997
128.185
KEBIJAKAN MANAJEMEN ATAS STRUKTUR MODAL
Sebagai perusahaan terbuka, TelkomGroup memiliki kepentingan untuk menjaga creditworthiness yang tercermin
dalam peringkat kredit dan struktur modal. Secara umum, struktur modal TelkomGroup tahun 2019 dipertahankan pada
tingkat utang di bawah rata-rata industri yang tercermin dalam rasio Debt to Equity dan rasio Debt to EBITDA.
Tujuan kebijakan atas struktur modal yaitu untuk menetapkan komposisi pendanaan dari modal dan utang yang optimal
serta menjadi landasan dalam mengambil keputusan penambahan atau pembayaran utang, baik jangka pendek maupun
jangka panjang. Sejalan dengan itu, sepanjang tahun 2019, TelkomGroup terus mengoptimalkan biaya modal (weighted
average cost of capital) serta manfaat pajak, serta menjaga keseimbangan struktur modal dengan menggunakan rasio
keuangan sebagai mekanisme pengawasan. TelkomGroup dapat memperbaharui skema pembiayaan jika dianggap
lebih efisien dan menguntungkan.
Pada tahun 2019, TelkomGroup memiliki rasio utang terhadap modal (DER) sebesar 0,44 kali, dibandingkan 0,38 kali
tahun sebelumnya. Kemudian debt service coverage ratio Telkom per akhir 2019 tercatat sebesar 2,8 kali, dibandingkan
1,9 kali di tahun 2018.
Informasi kebijakan manajemen atas manajemen modal dapat dilihat di Catatan 36 Manajemen Modal pada Laporan
Keuangan Konsolidasian Tahun 2019 TelkomGroup.
145
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianREALISASI BARANG MODAL
Sepanjang tahun 2019, TelkomGroup merealisasikan barang modal sesuai dengan kebutuhan dan strategi perusahaan,
serta untuk mengantisipasi perubahan teknologi yang dinamis. Denominasi investasi barang modal yaitu dalam mata
uang Rupiah dan US Dollar.
STRATEGI DAN TUJUAN INVESTASI BARANG MODAL
Strategi dan tujuan investasi barang modal yang dilakukan Telkom dan anak perusahaan pada tahun 2019 mengacu pada
strategi bisnis perusahaan dalam rangka membangun infrastruktur dan memperluas portofolio bisnis di era digital guna
mempertahankan pertumbuhan bisnis berbasiskan connectivity dan produk digital baik dalam jangka pendek maupun
jangka panjang. Selain itu, kesinambungan investasi barang modal juga penting mengingat perubahan teknologi saat
ini yang begitu cepat di era digital.
JENIS INVESTASI BARANG MODAL
Jenis investasi barang modal Telkom dan anak perusahaan terdiri dari:
• Broadband services, terdiri dari mobile (4G) dan fixed access broadband.
• Network infrastructure, terdiri dari jaringan transmisi, metro ethernet and Regional Metro Junction (RMJ),
dan IP backbone.
• Data Center, IT, aplikasi dan konten, serta service node, dan
•
Investasi barang modal pendukung lainnya, seperti tower.
NILAI INVESTASI BARANG MODAL
Total realisasi investasi barang modal Telkom dan anak perusahaan sepanjang tahun 2019 bernilai sebesar Rp36.585
miliar atau US$2.636 juta, naik 8,8% dari nilai tahun sebelumnya, yang tercatat sebesar Rp33.620 miliar.
Berikut ini beberapa investasi barang modal Telkom dan anak usahanya selama tahun 2019:
• Membangun BTS sebanyak 23.162 buah.
• Membangun proyek kabel laut di antaranya kabel laut SLM (Sabang-Lhokseumawe-Medan), PATARA (Papua Utara)
yang akan menghubungkan Sentani dan Sarmi, dan MATANUSA (Mangkajang-Takisung-Nunukan-Sangatta).
• Pembelian 95% saham PT Persada Sokka Tama.
• Pembelian 2.100 tower PT Indosat Tbk.
Tabel berikut menyajikan data dan informasi mengenai nilai investasi barang modal Telkom dan anak perusahaan dalam
tiga tahun terakhir.
Tahun-tahun yang berakhir 31 Desember
2019
2018
2017
(Rp miliar)
(US$ juta)
(Rp miliar)
(Rp miliar)
Jumlah untuk TelkomGroup
36.585
2.636
33.620
33.156
146
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianIKATAN MATERIAL UNTUK INVESTASI BARANG
MODAL
TUJUAN IKATAN MATERIAL UNTUK INVESTASI BARANG MODAL
Sebagai perusahaan telekomunikasi digital, Telkom dan anak perusahaan perlu melakukan
investasi yang
berkesinambungan, antara lain untuk peralatan transmisi dan jaringan serta infrastruktur digital lainnya. Terkait hal
tersebut, per 31 Desember 2019, terdapat ikatan material untuk investasi barang modal yang cukup signifikan oleh
Telkom dan Telkomsel sebagai anak perusahaan. Ikatan material tersebut sebagian besar bukanlah ikatan pendanaan,
namun berbentuk perjanjian proyek, seperti yang disajikan dalam tabel berikut.
Telkom
Pihak yang terkait dengan kontrak
Tanggal perjanjian awal
Bagian yang signifikan dari perjanjian
Telkom, TII dan NEC Corporation
12 Mei 2016
Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Sistem
Komunikasi Kabel Laut (“SKKL”) Indonesia Global
Gateway
Telkom dan PT Datacomm
Diangraha
19 November 2018
Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Ekspan
Metro Ethernet Platform Nokia-ALU
Telkom dan PT NEC Indonesia
26 Maret 2019
Telkom dan PT Lintas Teknologi
Indonesia
6 April 2019
Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Radio IP
Backhaul Node-B Telkomsel Platform NEC
Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Dual
Wavelength Division Multiplexing
("DWDM")
Platform Nokia 2018
Telkom dan PT Huawei Tech
Investment
18 September 2019
Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan OTN VCN
Platform Huawei Fase II
Telkom dan PT ZTE Indonesia
10 Oktober 2019
Telkom dan PT ZTE Indonesia
16 Desember 2019
Telkom dan PT Pembangunan
Deltamas
19 Desember 2019
Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan OLT
Platform ZTE
Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan DWDM
dan OTN Platform ZTE
Perjanjian Pembelian Tanah di Greenland
International Industrial Center (“GIIC”) - Kota
Deltamas
Telkom dan PT Huawei Tech
Investment
23 Desember 2019
Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan DWDM
Platform Huawei
Telkom dan PT ZTE Indonesia
27 Desember 2019
Telkom dan PT NEC Indonesia
31 Desember 2019
Perjanjian pengadaan dan pemasangan VIMS
Platform ZTE
Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Ekspan
ISP SKKL Platform NEC Transport PoP Tahap-2
147
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianTelkomsel
Pihak yang terkait dengan kontrak
Tanggal perjanjian awal
Bagian yang signifikan dari perjanjian
Telkomsel, PT Ericsson
Indonesia,
Ericsson AB, PT Nokia Siemens
Networks, NSN Oy, dan Nokia
Siemens Network GmbH & Co. KG
17 April 2008
Perjanjian Pembangunan Jaringan Kombinasi 2G
dan 3G
Telkomsel, PT Ericsson Indonesia dan
PT Nokia Siemens Networks
17 April 2008
Perjanjian untuk Dukungan Teknik (TSA) untuk
Jaringan Kombinasi 2G dan 3G
Telkomsel,
Software
Amdocs
Solutions Limited Liability Company
dan PT Application Solutions
8 Februari 2010
Perjanjian Online Charging System (“OCS”) and
Service Control Points (“SCP”) System Solution
Development
Telkomsel dan PT Application
Solutions
8 Februari 2010
Perjanjian Technical Support untuk Menyediakan
Jasa technical support untuk OCS dan SCP
Telkomsel dan PT Huawei
25 Maret 2013
Perjanjian untuk Dukungan Teknik
(“TSA”)
untuk Pengadaan Gateway GPRS Support Node
(“GGSN”) Service Complex
Telkomsel dan Wipro Limited, and PT
WT Indonesia
23 April 2013
Perjanjian Pengembangan dan Pengadaan OSDSS
Solution
Telkomsel dan PT Ericsson Indonesia
22 Oktober 2013
Perjanjian Pengadaan GGSN Service Complex
Rollout
Telkomsel, PT NSNI, NSN Oy, PT
Huawei dan PT ZTE Indonesia
1 Februari 2018
Perjanjian Pengadaan Ultimate Radio Network
Infrastructure ROA dan TSA
Telkomsel, PT Dimension Data
Indonesia, dan PT Huawei Tech
Investment
1 April 2018
Telkomsel, PT Sigma Solusi Integrasi,
Oracle Corporation dan
PT Phincon
5 Juli 2019
Perjanjian untuk Pengadan Infrastruktur Mobile
Network Router
Perjanjian Pengadaan, Pengembangan dan
Dukungan Teknis untuk Customer Relationship
Management (“CRM”) System Integrator
TII
Pihak yang terkait dengan kontrak
Tanggal perjanjian awal
Bagian yang signifikan dari perjanjian
Telin Hong Kong dan Measat Satellite
System Sdn. Bhd.
1 Desember 2015
Perjanjian Pengadaan Jasa Sewa Transponder
Telin Singapore dan LSK Engineering
(S) Pte Ltd
1 Agustus 2019
Perjanjian
Design
Pembangunan Data Center Singapore.
Pengadaan
dan
TII dan HKT Global Singapore Pte.
Ltd.
12 September 2019
Perjanjian Pengadaan Entitlement of PLCN
Cable System
148
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianSUMBER DANA UNTUK MEMENUHI IKATAN MATERIAL INVESTASI BARANG
MODAL
Sepanjang tahun 2019, TelkomGroup memiliki tingkat leverage yang baik untuk mendanai belanja modal. Di masa depan,
TelkomGroup dapat menggunakan sumber dana internal dan eksternal, seperti pendanaan perbankan, instrument utang
atau penambahan modal saham untuk investasi barang modal sesuai dengan perencanaan bisnisnya.
MATA UANG YANG MENJADI DENOMINASI DALAM IKATAN MATERIAL
UNTUK INVESTASI BARANG MODAL
Sesuai dengan karakteristik investasinya, Telkom menggunakan beberapa denominasi mata uang dalam ikatan material
untuk investasi barang modal, yaitu mata uang Rupiah dan mata uang asing US Dollar, Euro, dan HKD. Nilai ikatan
terbesar yaitu dalam mata uang Rupiah sebesar Rp9.412 miliar.
Per 31 Desember 2019, komposisi nilai ikatan material untuk investasi barang modal dalam mata uang Rupiah dan asing
dapat dilihat sebagai berikut:
Tabel Ikatan Material berdasarkan Mata Uang
Jumlah Mata Uang Asing
Setara Rupiah
(dalam jutaan)
(dalam miliar)
Rupiah
US Dollar
Euro
HKD
Total
87,78
1,06
0,77
9.412
1.219
16
1
10.648
MITIGASI RISIKO DARI MATA UANG ASING DALAM IKATAN MATERIAL
UNTUK INVESTASI BARANG MODAL
Penggunaan mata uang asing, khususnya dalam ikatan material barang modal, memiliki risiko dan peluang dari naik
turunnya nilai tukar. Untuk itu, Telkom menetapkan deposito berjangka dan piutang dalam mata uang asing minimal
25% dari liabilitas jangka pendek dalam mata uang asing yang terutang. Dengan kebijakan tersebut, Telkom dapat
melakukan offsetting antara keuntungan kurs deposito berjangka dan piutang dengan kerugian kurs dari ikatan material
untuk investasi barang modal untuk meminimalisir risiko nilai tukar.
Penjelasan mengenai ikatan material untuk investasi barang modal dan risiko nilai tukar mata uang asing dapat dilihat
pada Catatan 33 Ikatan dan Perjanjian Signifikan dan Catatan 35 Manajemen Risiko Keuangan pada Laporan Keuangan
Konsolidasian tahun 2019.
149
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianTINGKAT KOLEKTIBILITAS PIUTANG
Sepanjang tahun 2019, TelkomGroup memiliki tingkat kolektibilitas piutang yang cukup baik, dengan nilai piutang jatuh
tempo konsolidasi per 31 Desember 2019 dan 2018 yang tidak diturunkan nilainya atau yang dapat tertagih sebesar
Rp3.942 miliar dan Rp4.296 miliar. Pada tahun 2019, rasio perputaran piutang usaha sebesar 11,7%, sedangkan rasio
lama penagihan rata-rata tahun 2019 yaitu 31,2 hari.
Analisis terhadap piutang TelkomGroup tahun 2019, dapat dilihat pada tabel berikut:
Rasio
Rasio Lama Penagihan Rata-rata (%)
2019
2018
2017
Rasio lama penagihan rata-rata (hari)
Rasio perputaran piutang (%)
31,2
11,7
28,8
12,7
23,6
15,5
Risiko kredit pelanggan dikelola dengan memantau saldo piutang dan penagihannya secara berkala. Untuk
mengantisipasi piutang tidak tertagih pada tahun 2019, Telkom melakukan berbagai usaha dalam melakukan penagihan
piutang diantaranya melakukan kunjungan dan proses penagihan langsung kepada pelanggan yang memiliki tunggakan
besar, melakukan kerjasama dengan mitra terkait jasa tenaga pencairan piutang, serta aktif menghubungi pelanggan
via telepon, surat dan email.
Sepanjang tahun 2019, TelkomGroup telah membentuk provisi penurunan nilai piutang usaha berdasarkan tingkat
penurunan nilai historis secara kolektif dan historis kredit para pelanggan secara individual. Provisi penurunan nilai
piutang tahun 2019 sebesar Rp6.203 miliar, lebih besar daripada provisi tahun 2018 sebesar Rp5.029 miliar.
Pembahasan mengenai piutang TelkomGroup secara rinci dapat lihat pada Catatan 5 Piutang Usaha pada laporan
keuangan konsolidasian Telkom dan anak perusahaan tahun 2019.
150
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianINFORMASI DAN FAKTA MATERIAL SETELAH
TANGGAL LAPORAN AKUNTAN
Guna memenuhi prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam menjalankan tata kelola perusahaan yang baik (good
corporate governance), Telkom mengungkapkan informasi dan fakta material yang terjadi setelah tanggal laporan
akuntan per 31 Desember 2019, sebagai berikut:
No
Informasi dan Fakta Material
1
2
3
4
5
6
Perusahaan akan melakukan pembelian kembali saham Perusahaan (share buyback), dengan jumlah
sebanyak-banyaknya Rp1.500 miliar dilakukan secara bertahap dalam periode tiga bulan terhitung sejak
tanggal 30 Maret 2020 sampai dengan 29 Juni 2020.
Pada tanggal 11 Januari 2020, Telkomsel melakukan pelunasan pinjaman kepada Bank Mandiri sebesar
Rp3.000 miliar.
Pada tanggal 11 Mei 2020, TII telah melakukan pelunasan pinjaman kepada MUFG Bank sebesar US$6,7 juta
atau setara dengan Rp101 miliar.
Pada bulan Januari 2020, Perusahaan menerima restitusi pajak atas PPN masa pajak Februari dan Agustus
2011 dan Januari s.d Desember 2017 masing-masing senilai Rp29,6 miliar dan Rp747 miliar.
Pada tanggal 31 Maret 2020, Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang
Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2020 yang menetapkan, antara lain, penurunan tarif pajak penghasilan
wajib pajak badan dalam negeri dan bentuk usaha tetap dari semula 25% menjadi 22% untuk tahun pajak
2020 dan 2021 dan 20% mulai tahun pajak 2022 dan seterusnya, serta pengurangan lebih lanjut tarif pajak
sebesar 3% untuk wajib pajak dalam negeri yang memenuhi persyaratan tertentu.
Tarif pajak yang baru tersebut akan digunakan sebagai acuan untuk pengukuran aset dan liabilitas pajak kini
dan tangguhan mulai tahun pajak 2020.
Sejak awal tahun 2020, penyebaran pandemik COVID-19 telah berdampak terhadap aktivitas bisnis dan
pertumbuhan ekonomi di Indonesia, akibat adanya pembatasan aktivitas dan kegiatan sosial. Dalam hal
ini Pemerintah telah mengambil beberapa kebijakan untuk menyikapi dan mengantisipasi dampak dari
pandemik ini. Grup telah menentukan, bahwa kejadian ini adalah peristiwa nonpenyesuai setelah periode
pelaporan, sehingga laporan keuangan konsolidasian ini tidak disesuaikan dengan dampak pandemik
COVID-19 karena proses penanganan oleh Pemerintah masih berlangsung dan tidak dapat ditentukan
jangka waktunya, sehingga dampak-dampak spesifik seperti misalnya terhadap bisnis, pendapatan dan nilai
terpulihkan dari aset dan liabilitas Grup, belum dapat ditentukan secara andal.
Operasi Perusahaan telah dan mungkin terus dipengaruhi oleh penyebaran virus COVID-19 yang dimulai
di Cina dan kemudian menyebar ke negara-negara lain termasuk Indonesia. Efek virus COVID-19 terhadap
ekonomi global dan Indonesia termasuk efek terhadap pertumbuhan ekonomi, penurunan pasar modal,
peningkatan risiko kredit, depresiasi nilai tukar mata uang asing dan gangguan operasi bisnis. Efek masa
depan dari virus COVID-19 terhadap Indonesia dan Perusahaan masih belum dapat ditentukan saat
ini. Peningkatan jumlah infeksi COVID-19 yang signifikan atau penyebaran yang berkepanjangan dapat
mempengaruhi Indonesia dan Perusahaan. Perusahaan sedang mengevaluasi dampak dari virus COVID-19
dan belum menentukan dampaknya terhadap laporan keuangan perusahaan.
Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan ini, telah terjadi penurunan Indeks Harga Saham
Gabungan (“IHSG”) dan nilai tukar mata uang Rupiah terhadap mata uang asing yang sebagian disebabkan
oleh dampak virus COVID-19.
Untuk mengatasi kondisi-kondisi di atas, Perusahaan telah dan berencana melakukan hal-hal sebagai berikut:
i. Menyesuaikan beberapa program dan inisiatif untuk memberikan layanan kepada pelanggan dengan
mempercepat digitalisasi penjualan untuk memastikan ketersediaan produk dan layanan.
ii. Mempertahakan arus kas Perusahaan untuk menjadi positif dan memitigasi risiko fluktuasi mata uang
asing.
iii. Mengintensifkan efisiensi memprioritaskan program dan inisiatif.
iv. Memastikan kesiapan sistem dan jaringan untuk memberikan layanan terbaik bagi pelanggan.
Penjelasan mengenai hal tersebut di atas dapat ditemukan pada Laporan Keuangan Konsolidasian Telkom tahun 2019,
khususnya pada Catatan 38 Peristiwa Setelah Tanggal Laporan Posisi Keuangan.
151
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPROSPEK USAHA DAN KEBERLANGSUNGAN
PERUSAHAAN
INFORMASI KEBERLANGSUNGAN USAHA
Telkom memiliki Direktorat Keuangan yang bertanggung
13. Peningkatan
risiko
terhadap
Pengendalian
jawab untuk menyelenggarakan assessment manajemen
Internal (ICOFR) perlu diwaspadai seiring dengan
atas hal-hal asumsi yang digunakan terkait keberlangsungan
pengembangan operasi bisnis ke depan.
usaha. Pada tahun 2019, assessment dilaksanakan dengan
14. Risiko keuangan yang sangat dinamis terkait risiko
pendekatan risk management dan mengacu pada metode
likuiditas, risiko valuta asing yang fluktuatif, risiko
framework COSO yang diterbitkan pada tahun 2014.
kredit, dan risiko suku bunga perlu dikelola oleh Telkom
Hasil assessment mengindikasikan hal-hal yang dapat
agar tidak berdampak negatif pada Telkom, seperti
berpengaruh pada keberlangsungan usaha Telkom, baik
turunnya nilai aset dan naiknya nilai kewajiban.
dari aspek internal maupun eksternal, yaitu:
1. Dinamika lingkungan makro yang berpotensi berubah
Terkait dengan kelangsungan usaha Telkom sepanjang
ke arah yang negatif dan kurang menguntungkan
tahun 2019, beberapa kejadian penting yang menjadi
bagi sektor
industri digital dan telekomunikasi,
perhatian dan dapat meningkatkan atau menurunkan
seperti likuiditas yang buruk, ketidakpastian kebijakan
risiko keberlangsungan Telkom antara lain:
moneter, dan perang dagang.
1. Gejolak geopolitik yang masih memanas akibat perang
2. Penurunan reputasi, terutama jika kinerja keuangan
dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Perang
dan tata kelola tidak berjalan baik.
3. Tekanan Over The Top (OTT) yang tinggi mendorong
cepat
pendapatan
legacy
lebih
penurunan
dari perkiraan.
4. Risiko dari ketidakpastian dalam digital business karena
perubahan di era digital sangat cepat.
5. Risiko dari ketidakpastian dalam pengembangan
usaha melalui inisiatif in-organik, yaitu melalui strategy
alliance & acquisition, yang membutuhkan investasi
yang besar.
6. Upaya monetisasi investasi organik untuk menutupi
penurunan pendapatan akibat tekanan OTT belum
sesuai dengan harapan.
7. Potensi kegagalan operasional infrastruktur karena
beragam hal, baik oleh bencana alam maupun ulah
manusia.
8. Ancaman cyber yang semakin meningkat terhadap
tarif, sanksi, perubahan regulasi untuk melindungi
teknologi, ketidakpastian supply chain, dan ancaman
gangguan kebocoran data akibat persaingan global
menjadi ancaman serius bagi Telkom.
2. Di dalam negeri, Indonesia telah melaksanakan Pemilu
2019 dengan baik. Meski indeks kerawanan Pemilu di
Indonesia cukup baik, namun para investor mengambil
sikap untuk mewaspadai jika terjadi ketidakstabilan
politik dan ekonomi.
3. Telkom masih menghadapi perkara penting dari tahun
sebelumnya, antara lain terkait gugatan PT Citra Sari
Makmur terkait pemutusan hubungan kerja sama
pemanfaatan Jaringan Tetap dan Sarana Penunjang
(Transponder) dan ahli waris H.Ali terkait tanah yang
di atasnya berdiri STO Telkom Pettarani. Dalam hal ini
Telkom terus berupaya melakukan upaya hukum yang
terbaik dalam mengawal jalannya sidang gugatan.
infrastruktur, aplikasi atau layanan Telkom.
4. Dari sisi regulasi, beberapa hal yang menjadi perhatian
9. Adanya kebocoran pendapatan dan fraud yang
ditimbulkan oleh Fraud SIMBOX, Toll Fraud dan
SMS A2P.
Telkom, yaitu:
• Revisi Peraturan Pemerintah No.52 dan 53 tahun
2000 terkait network (backbone) sharing dan
frequency sharing akan kontra produktif terhadap
Telkom.
Implementasi Peraturan Menteri Kominfo Nomor
13 Tahun 2019 yang mengubah Keputusan
Menteri Perhubungan No.21 tahun 2001 tentang
Penyelenggaran Jasa Telekomunikasi berpotensi
industri
telekomunikasi
mengubah dinamika
dan informasi.
Implementasi Undang-undang No.28 tahun 2009
tentang Pajak dan Retribusi Daerah, khususnya
terkait retribusi pengendalian menara telekomunikasi
maksimal 2% dari nilai jual objek pajak (NJOP).
•
•
10. Tantangan dalam mengembangkan digital capability
dan Entropy di dalam organisasi, khususnya terkait
dengan kinerja sumber daya manusia.
regulasi
telekomunikasi di dalam
negeri yang dapat menyebabkan meningkatnya
11. Perubahan
beban, menurunnya pendapatan, dan membatasi
operasi Telkom.
12. Meski belum mengganggu keberlangsungan usaha
Telkom secara signifikan, adanya perkara penting yang
dihadapi Telkom perlu terus dipantau dan dikelola
dengan baik agar tidak terjadi dampak negatif yang
terus berlanjut atau berkembang lebih jauh.
152
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
•
Implementasi
Peraturan
Daerah
(Perda)
4. Telkom menilai pertumbuhan sektor informasi dan
Kota Surabaya No.5
tahun 2017
tentang
komunikasi tahun 2019 cukup baik, yaitu sekitar 9,41%,
Penyelenggaraan Jaringan Utilitas terhadap seluruh
(sumber: BPS - Berita Resmi Statistik, 2020) lebih
operator telekomunikasi.
tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional sebesar
•
Implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 71
5,02%. Hal ini menunjukkan sektor industri ini masih
Tahun 2019 Tentang Penyelenggaraan Sistem dan
terus bergerak maju seiring dengan berkembangnya
Transaksi Elektronik (PSTE) yang menyebutkan
era digital.
bahwa
penyelenggara
sistem
elektronik
5. Telkom berpendapat bahwa sejak diberlakukannya
lingkup publik dapat menempatkan data di luar
registrasi kartu pra bayar pada tahun sebelumnya,
wilayah Indonesia.
kompetisi antar operator semakin sehat dengan jumlah
• Beberapa rancangan peraturan kominfo lainnya
customer base lebih kecil, tetapi lebih stabil dan
terkait
layanan Over The Top (OTT), teknis
menunjukkan potensi pasar yang sebenarnya.
infrastruktur bersama telekomunikasi, dan penetapan
tarif penyelenggaraan jasa telekomunikasi.
5. Tantangan ekonomi makro Indonesia yang tumbuh di
kisaran 5%, namun masih mengalami defisit anggaran.
Meski Indonesia memiliki postur perekonomian terbesar
di Asia Tenggara, namun hal ini perlu diwaspadai karena
dapat berdampak negatif pada stabilitas ekonomi
nasional, khususnya dalam jangka panjang.
Terkait dengan hal-hal
tersebut di atas, dampak
terhadap Telkom yaitu meningkatnya
profil risiko
Telkom pada tahun 2019 yang mencakup risiko strategis,
operasional dan kepatuhan. Selain itu, dari sisi keuangan,
Telkom memiliki risiko dengan meningkatnya piutang
tidak tertagih.
Selanjutnya, di dalam menganalisa keberlangsungan
usaha perusahaan, Telkom menggunakan beberapa
asumsi dalam pengambilan keputusan strategis tahun
2019 yaitu:
1. Telkom memandang bahwa masyarakat
telah
menjadikan digital
sebagai
kebutuhan
sehari-
hari. Oleh sebab itu transformasi Telkom menuju
digital
telecommunication
company merupakan
kebijakan yang strategis karena potensi pasar yang
terbuka lebar.
2. Telkom melihat secara positif tujuan Pemerintah untuk
membangun pondasi pertumbuhan ekonomi yang kuat
melalui empat aspek, yaitu investasi infrastruktur yang
tinggi, pembaruan anggaran yang konsisten, struktur
ekonomi baru, dan memanfaatkan potensi eknomi
yang besar dan stabil.
3. Telkom merespon dinamika global dengan melihat
ketidakpastian sebagai suatu risiko sekaligus peluang.
Kondisi makro akan tetap bergejolak dalam frekuensi
yang berbeda dan Telkom memiliki kemampuan
dan sumber daya yang cukup untuk mengantisipasi
secara strategis.
Merespon dinamika yang ada, Telkom kemudian
melakukan penyesuaian dan mengambil keputusan untuk
mengatasi hal yang berpotensi berpengaruh signifikan
pada kelangsungan usaha, antara lain:
1. Menata pengalaman digital terbaik untuk pelanggan
(embracing best in class digital customer experience),
yaitu mentransformasi pengalaman terbaik untuk
pelanggan dengan interaksi secara digital pada setiap
tahapnya, yang didukung oleh proses-proses internal
perusahaan yang terdigitisasi.
Telkom menghadirkan pengalaman yang berkesan bagi
pelanggan melalui interaksi digital yang simple, intuitif
dan progresif sesuai dengan harapan dan kebutuhan.
Pelanggan terhubung lebih intim ke Telkom secara
digital dan mendapatkan layanan sesuai kebutuhannya
secara self service, sehingga meningkatkan kinerja
penyediaan layanan (service delivery) dan menambah
jumlah pelanggan setia yang akan terus menggunakan
layanan-layanan TelkomGroup (high value customers).
Sistem dan tools pendukungnya dirancang untuk
cukup responsif dan fleksibel memenuhi kebutuhan
pelanggan, serta memungkinkan perubahan desain
layanan secara dinamis yang menyatu dengan insight
tentang pelanggan secara real-time pada setiap
journey pelanggan. Proses-proses
internal
juga
ditransformasi dan diuji secara iteratif berdasarkan
feedback pelanggan dan evaluasi atas kinerja proses.
Aktivitas tersebut didukung oleh standar perilaku dan
keahlian yang dibutuhkan, dan Telkom terus mengasah
dan melatih ulang sumber daya manusianya serta
membina talenta-talenta digital untuk memenuhi
standar tersebut. Telkom tidak hanya akan berfokus
pada pencapaian target Net Promoter Score (NPS),
melainkan juga mengeksploitasi siklus feedback to
action yang tersistem untuk menghadirkan kepuasan
pelanggan yang pada akhirnya meningkatkan
kemampuan Telkom dalam memberikan advokasi
kepada pelanggan sebagai bagian integral layanannya.
153
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
2. Mengintensifkan bisnis digital (intensifying digital
3. Mendukung inisiatif-inisiatif cerdas untuk meningkatkan
business), yaitu melanjutkan ekspansi konektivitas
efektivitas biaya
(driving
smart
initiatives on
jaringan pita lebar serta meningkatkan layanan dan
cost effectiveness), yaitu mengeksekusi
inisiatif-
solusi bisnis digital untuk mengamankan dominasi
inisiatif cerdas yang berdampak maksimal terhadap
perusahaan di pasar.
performansi
perusahaan melalui
penguatan
proses, compliance, skala sistem dan organisasi,
Telkom
terus mengintensifkan
bisnis
digital
serta pemanfaatan kapabilitas secara Grup untuk
sejalan dengan penjualan yang berkualitas untuk
meningkatkan profitabilitas perusahaan.
mempertahankan
dominasinya
di
pasar
dan
memastikan keberlangsungan pertumbuhan bisnisnya.
Program ini mendorong berbagai inisiatif cerdas untuk
Ekspansi broadband connectivity pada segmen bisnis
meningkatkan efektivitas atas biaya yang dikeluarkan
(enterprise & SME) dan retail (home & personal)
sehingga mampu menghadirkan kinerja finansial
diarahkan agar Telkom Grup menjadi yang terdepan
yang lebih sehat dan memastikan pertumbuhan yang
dalam bisnis digital. Telkom melakukan berbagai
berkelanjutan. Kompleksitas lini bisnis di lingkungan
inisiatif untuk menjangkau pasar vertikal maupun
TelkomGroup membutuhkan pendekatan yang lebih
horizontal pada semua segmen melalui keahlian dan
detail (granular) pada analisis struktur biaya dan
kemampuannya yang unggul serta bersinergi secara
implementasi inisiatif-inisiatif tersebut. Lingkup inisiatif
terpadu dengan layanan broadband yang superior,
tersebut meliputi berbagai aspek, baik beban cash
infrastruktur yang cerdas, serta platform intermediasi
(cloud, big-data, IoT, payment, cybersecurity) yang
maupun non-cash, biaya produk (cost of product),
optimasi proses bisnis dan organisasi, optimasi
handal. Di sisi internal, Telkom terus meningkatkan
biaya operasi dan pemeliharaan, procurement,
efektivitas operasional dan memastikan pengelolaan
tax, biaya bunga, depresiasi dan amortisasi, dan
profitabilitas
lini bisnisnya (business
line) melalui
sebagainya. Keunggulan Telkom dalam skala bisnis
penyelarasan sinergi Customer Facing Unit, sehingga
atau keunggulan posisi tawar lainnya didayagunakan
Telkom akan tetap memegang keunggulan kompetitif
untuk mencapai efisiensi biaya atau benefit lainnya.
bahkan layanannya semakin relevan dengan kebutuhan
Program peningkatan efektivitas biaya dan milestone-
pasar di tengah dinamika industri yang disruptif.
nya ditetapkan mencakup berbagai aspek, seperti
Inisiatif inorganik, termasuk di dalamnya partnership
pengelolaan overhead cost, evaluasi atas business
dan akuisisi, menjadi bagian yang penting dalam
model yang ada saat ini, peningkatan shared service
program ini terutama untuk menguatkan kapabilitas
operation, pengelolaan workforce secara efektif,
serta meningkatkan value secara Grup. Sejalan dengan
rekayasa ulang proses bisnis, eksploitasi value of
dinamika di lingkungan aksi korporasi, Telkom akan
synergy, serta risk sharing pada kemitraan.
terus mendorong eksekusi inorganik yang smart untuk
mendukung pencapaian target tahun 2019.
154
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian155
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianGAMBARAN PROSPEK USAHA
Telkom berkeyakinan bahwa peluang untuk dapat terus
tumbuh di masa mendatang masih sangat menjanjikan.
Konektivitas data dan
layanan digital saat
ini telah
menjadi kebutuhan dasar masyarakat, dan bahkan
penggunaannya sudah merambah di kota-kota kecil dan
pedesaan. Sedangkan untuk institusi maupun pelaku usaha,
layanan digital telah menjadi kebutuhan utama untuk
meningkatkan pelayanan maupun dalam mempertahankan
dan mengembangkan usahanya. Telkom, dengan seluruh
infrastruktur dan fasilitasnya, berada di posisi terdepan untuk
mengambil peluang-peluang tersebut dan terus tumbuh di
masa mendatang.
Untuk segmen Mobile, terdapat potensi bisnis pada tiga
area fokus yaitu meningkatkan potensi pertumbuhan pada
high value customer, layanan mobile solution untuk segmen
enterprise, dan pengembangan berbagai layanan digital
seperti mobile financial service, game dan video. Saat ini,
high value customer memberikan kontribusi signifikan
terhadap pendapatan Telkomsel. Untuk memberikan
pengalaman terbaik dalam rangka menjaga loyalitas sekaligus
meningkatkan jumlah high value customer, kami melakukan
profiling terhadap high value customer dan memanfaatkan
big data analytic sehingga dapat menawarkan layanan yang
beraneka ragam dan berkualitas sesuai dengan kebutuhan
personal mereka. Kami juga mengembangkan produk
untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan segmen youth
melalui produk by.U sesuai gaya hidup mereka karena dalam
beberapa tahun kedepan kalangan kaum muda masih akan
mendominasi struktur demografi di Indonesia. Telkom juga
terus mengembangkan produk-produk inovatif dan solusi
digital untuk segmen enterprise atau B2B termasuk mobile
security, NB-IoT dan solusi seluler lainnya yang memanfaatkan
portofolio produk Telkomel myBusiness. Sementara itu pada
layanan digital, kami fokus pada penyediaan pengalaman
gaya hidup seperti video, game dan musik.
Seiring dengan meningkatnya penggunaan smartphone,
pada akhir tahun 2019 169,5 juta pelanggan kami telah
menggunakan smartphone (naik 4,6% dari tahun lalu),
dan diharapkan akan terus bertambah. Penggunaan
smartphone yang semakin luas juga akan mendorong
pertumbuhan digital service & solution dimana Telkomsel
sudah menyiapkan platform, aplikasi dan konten untuk
mengantisipasi kebutuhan pelanggan ini. Secara global
bisnis seluler mengalami tekanan pada data yield (harga
data per gigabytes), dimana di Indonesia termasuk yang
cukup rendah dibandingkan benchmark global. Hal ini terjadi
karena tingkat persaingan yang masih kompetitif.
Pada segmen enterprise, peluang untuk meningkatkan
pertumbuhan bisnis masih terbuka cukup lebar. Kami
senantiasa berupaya untuk mencari sumber pertumbuhan
baru yang sifatnya berkelanjutan (recurring). Salah satu lini
bisnis yang akan kami kembangkan adalah data center. Kami
meyakini bahwa bisnis data center memiliki potensi demand
tinggi seiring dengan semakin berkembangnya layanan
digital seperti e-commerce dan berbagai solusi digital
lainnya serta memberikan tingkat profitabilitas cukup baik.
Kami juga meyakini bahwa tren digitalisasi proses bisnis di
kalangan korporasi akan terus semakin menguat, demikian
pula di lembaga dan institusi pemerintah, baik pusat
maupun daerah. Selain itu, penetrasi layanan ICT di kalangan
Usaha Kecil Menengah (UKM) masih relatif rendah. Kami
berharap kehadiran kami dengan penyediaan layanan ICT
dapat membantu pengembangan bisnis di kalangan UKM
mengingat besarnya manfaat yang dihasilkan, dan sekaligus
merupakan peluang pasar bagi kami untuk dapat tumbuh
bersama-sama. Kami juga secara aktif mengeksplorasi
peluang-peluang peningkatan kapabilitas digital melalui
aktifitas inorganik untuk memperkuat layanan digital yang
terintegrasi.
Pada segmen Consumer, peluang untuk terus tumbuh masih
terbuka lebar. Di samping itu, tingkat persaingan juga relatif
rendah hal ini disebabkan penyedia layanan fixed broadband
memerlukan kebutuhan belanja modal (capital expenditure)
yang relatif tinggi, yang mana menjadi salah satu penghalang
masuk (barrier to entry) bagi para pendatang baru atau bagi
operator eksisting untuk berekspansi ke berbagai wilayah.
Dari sisi produk dan layanan, Telkom senantiasa memberikan
tambahan pilihan bagi pelanggan dengan menawarkan
layanan dan produk yang
lebih bervariasi sehingga
dapat menjangkau ceruk pasar yang lebih luas sesuai
kebutuhan pelanggan. Diantaranya kami mengembangkan
produk Indihome Lite yang menawarkan harga terjangkau
untuk menjangkau segmen pasar yang lebih luas.
Untuk segmen Wholesale and International Business, dengan
terhubungnya jalur konektivitas SEA-ME-WE 5 dengan
SEA-US melalui Indonesia Global Gateway (IGG) yang
merupakan sistem komunikasi kabel laut yang dimiliki
Telkom, maka dengan ini menjadikan Telkom semakin
kuat untuk berperan menjadi Hub yang memungkinkan
Telkom menyediakan koneksi direct broadband alternative
antara kawasan Eropa, Asia dan Amerika. Kami terus
mengembangkan bisnis data center. Setelah pada tahun 2019,
TelkomGroup menambah kapasitas data center neuCentrIX
di Indonesia untuk mengakomodasi permintaan pelanggan,
kami juga membangun pusat data baru neuCentrIX di
Jakarta yang diharapkan dapat selesai pada 2021. Selain
itu, kami juga memperkuat bisnis penyediaan tower. Pada
tahun 2019, Telkom melalui Mitratel mengakuisisi 95,0%
modal saham di PT Persada Sokka Tama, yang memiliki 1.017
tower yang berlokasi di seluruh Indonesia. Kemudian, pada
bulan Oktober 2019, Mitratel menandatangani perjanjian
untuk membeli 2.100 menara telekomunikasi dari PT Indosat
Tbk. Pengembangan tower baik secara organik atau melalui
kegiatan akuisisi akan memperkuat lini bisnis tower dan
membuka peluang yang lebih besar lagi, terlebih diperkirakan
dalam beberapa tahun mendatang akan berkembang
teknologi seluler baru yaitu 5G yang memerlukan kepadatan
tower lebih tinggi.
156
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPERBANDINGAN TARGET PADA AWAL TAHUN
DENGAN REALISASI
Sepanjang tahun 2019, Telkom mengalami pertumbuhan pendapatan sebesar 3,7% menjadi Rp135.567 miliar. Kemudian
EBITDA dan Laba Bersih Telkom tahun 2019 masing-masing tercatat sebesar Rp18.663 miliar, dengan margin EBITDA
dan margin Laba Bersih sebesar 47,8% dan 13,8%. Sesuai dengan strategi bisnis yang bertujuan memperkuat bisnis
digital, Telkom membelanjakan Rp36.585 miliar untuk belanja modal pada tahun 2019, terutama untuk pengembangan
infrastruktur bisnis digital.
Perbandingan antara target/proyeksi awal tahun buku dengan hasil yang dicapai (realisasi) tahun 2019 dapat dilihat
sebagai berikut:
Indikator
Realisasi Tahun 2019
Target pada Awal Tahun 2019
Pertumbuhan Pendapatan Pendapatan tumbuh sebesar 3,7%.
Pertumbuhan pendapatan atau penjualan
di atas rata-rata industri dan pendapatan
dari bisnis digital terus meningkat.
Margin EBITDA dan Margin
Net Income
Margin EBITDA naik menjadi 47,8%
sedangkan Margin Net Income sebesar
13,8%.
Margin EBITDA dan Margin Net Income
diproyeksikan sedikit menurun sejalan
dengan
infrastruktur
broadband, baik untuk mobile maupun
porsi
disertai
seluler,
pendapatan dari bisnis digital.
pembangunan
peningkatan
Belanja Modal
Realisasi belanja modal sebesar Rp36.585
miliar atau 27% dari pendapatan dengan
fokus investasi pada infrastruktur bisnis
digital.
Belanja modal
sekitar 25-30% dari
pendapatan dengan fokus investasi pada
infrastruktur bisnis digital.
TARGET ATAU PROYEKSI UNTUK SATU TAHUN
MENDATANG
Kegiatan usaha Telkom bertujuan untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan. Telkom menerjemahkan Framework
2020-2024 ke dalam strategi korporat yang menekankan pada pengembangan tiga pilar kompetensi utama sebagai value
proposition atau portfolio direction, yaitu digital connectivity, digital platform dan digital services. Ketiga pilar tersebut
didukung oleh tujuh pilar lainnya yang menjadi delivery direction, yaitu optimalisasi portofolio, teknologi, organisasi, sinergi
dan keunggulan operasional, individu dan budaya perusahaan, inorganic, serta tata kelola.
Pada tahun 2020, Telkom menargetkan pendapatan untuk dapat tetap tumbuh secara kompetitif dengan meningkatkan
kontribusi IndiHome bagi pendapatan Telkom. Selain itu, Telkom masih mempertahankan dominasi di pasar seluler, dan
secara agresif mengembangkan bisnis digital.
Pada tahun yang akan datang, seiring peran Telkom di era digitalisasi, pendapatan dari bisnis digital akan terus meningkat
sedangkan pendapatan dari layanan voice dan SMS akan menurun. Dengan penurunan kontribusi pendapatan dari layanan
voice dan SMS, margin EBITDA diproyeksikan sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya.
Alokasi capital expenditure direncanakan kurang lebih sekitar 25% dari pendapatan untuk membangun infrastruktur
broadband baik di segmen seluler maupun fixed-line. Secara umum target Telkom untuk tahun 2020 dapat dilihat berikut ini:
Indikator
Target Tahun 2020
Pertumbuhan Pendapatan Dengan dampak Covid 19, kami memperkirakan perusahaan masih bisa mencetak sedikit
pertumbuhan positif, dimana Indihome kami yakini tumbuh double digit, segmen mobile
melalui Telkomsel akan mencetak pertumbuhan single digit, namun segmen enterprise
akan kembali mengalami tekanan.
Margin EBITDA dan
Margin Net Income
Belanja Modal
Margin EBITDA dan Margin Net Income diproyeksikan sedikit menurun sejalan dengan
pembangunan infrastruktur broadband, baik untuk mobile maupun seluler, disertai
peningkatan porsi pendapatan dari bisnis digital.
Belanja modal direncanakan sekitar 25% dari pendapatan dengan fokus investasi pada
infrastruktur bisnis digital.
157
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
DIVIDEN
Kebijakan pembagian dividen diambil berdasarkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang
dilaksanakan melalui agenda penetapan penggunaan laba bersih perseroan.
Dalam lima tahun terakhir, kebijakan dividen Telkom menetapkan rasio pembayaran dividen berkisar antara 60%
sampai 90%. Untuk kinerja tahun 2019, Telkom akan menetapkan rasio pembayaran, jumlah dividen, dan total dividen
final pada saat RUPST yang akan diselenggarakan pada tahun 2020. Dividen yang dibayarkan pada tahun 2019 untuk
kinerja usaha tahun 2018 sebesar Rp16.228.619 juta, yang mencakup dividen tunai dan dividen spesial. Pembayaran
dividen telah dilaksanakan pada 27 Juni 2019 kepada Pemegang Saham Utama dan Pengendali, serta pemegang
saham lainnya.
Berikut ini data dan informasi pembayaran dividen tahun 2015 hingga 2019.
Tahun
Dividen
Kebijakan Dividen
Tanggal
Pembayaran Dividen
Kas dan/atau
Tanggal Distribusi
Dividen Non Kas
Rasio
Pembayaran
/ Payout ratio
(%)1
Jumlah Dividen
per tahun yang
dibayar
(Rp Juta)
Jumlah Dividen
Per
Saham (kas
dan/atau
non kas)
Stock Split
(Rp)
2014
2015
2016
2017
2018
RUPST, 17 April 2015
21 Mei 2015
RUPST, 22 April 2016
26 Mei 2016
RUPST, 21 April 2017
26 Mei 2017
RUPST, 27 April 2018
31 Mei 2018
RUPST, 24 Mei 2019
27 Juni 2019
60
60
70
75
90
8.782.8122
9.293.1843
13.546.4114
16.608.7515
16.228.6196
89,46
94,64
136,75
167,66
163,82
(1) Rasio pembayaran merupakan persentase laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk yang dibayar ke pemegang saham sebagai dividen.
(2) Terdiri dari dividen tunai sebesar sejumlah Rp7.319.010 juta dan dividen tunai spesial sebesar Rp1.463.802 juta.
(3) Terdiri dari dividen tunai sebesar sejumlah Rp7.744.304 juta dan dividen tunai spesial sebesar Rp1.548.880 juta.
(4) Terdiri dari dividen tunai sebesar sejumlah Rp11.611.211 juta dan dividen tunai spesial sebesar Rp1.935.200 juta.
(5) Terdiri dari dividen tunai sebesar sejumlah Rp13.286.997 juta dan dividen tunai spesial sebesar Rp3.321.754 juta.
(6) Terdiri dari dividen tunai sebesar sejumlah Rp10.819.080 juta dan dividen tunai spesial sebesar Rp5.409.540 juta.
158
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianREALISASI PENGGUNAAN DANA PENAWARAN
UMUM
Telkom telah menerbitkan sejumlah obligasi yang saat ini masih beredar dan dimiliki investor, dengan status per 31
Desember 2019 sebagai berikut:
Nama Obligasi
Jumlah
(Rp juta)
Tanggal
Terbit
Tanggal
Jatuh
Tempo
Jangka
Waktu
(tahun)
Realisasi
Penggunaan Dana
Saldo
Akhir
(Rp Juta)
Tahun
Obligasi II Telkom Tahun 2010 seri B
1.995.000
25 Juni
2010
6 Juli 2020
Obligasi Berkelanjutan I Telkom Tahun
2015 seri A
Obligasi Berkelanjutan I Telkom Tahun
2015 seri B
Obligasi Berkelanjutan I Telkom Tahun
2015 seri C
Obligasi Berkelanjutan I Telkom Tahun
2015 seri D
2.200.000 23 Juni
2.100.000
1.200.000
1.500.000
2015
23 Juni
2015
23 Juni
2015
23 Juni
2015
23 Juni
2022
23 Juni
2025
23 Juni
2030
23 Juni
2045
10
7
10
15
30
0
0
0
0
0
2011
2016
2016
2016
2016
Penjamin pelaksana emisi obligasi tersebut yaitu PT Bahana Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas,
dan PT Trimegah Sekuritas Tbk., sedangkan PT Bank Permata Tbk. dan PT Bank Tabungan Negara Tbk. ditunjuk menjadi
Wali Amanat. Telkom menjamin seluruh obligasi dengan aset dan PEFINDO memberikan rating idAAA terhadap seluruh
obligasi Telkom.
Per akhir tahun 2019, seluruh dana yang diperoleh dari penawaran umum sudah direalisasikan Telkom sesuai dengan
rencana penggunaan dana hasil penawaran umum, dengan pencatatan sisa dana tercatat nihil. Tidak ada perubahan
realisasi penggunaan dana dari yang direncanakan sebelumnya. Detail terkait informasi obligasi dapat dilihat pada
Catatan 15 Utang Bank Jangka Pendek Dan Pinjaman Jangka Panjang Yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun, dan
Catatan 16 Pinjaman Jangka Panjang Dan Pinjaman Lainnya pada Laporan Keuangan Konsolidasian.
159
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianINFORMASI TRANSAKSI MATERIAL YANG
MENGANDUNG BENTURAN KEPENTINGAN,
TRANSAKSI DENGAN
PIHAK AFILIASI,
INVESTASI, DIVESTASI DAN AKUISISI
Sepanjang periode tahun 2019, Telkom telah menjalankan kebijakan perusahaan terkait dengan mekanisme review atas:
transaksi material yang mengandung benturan kepentingan; transaksi dengan pihak afiliasi; serta transaksi investasi,
ekspansi, divestasi, penggabungan/peleburan usaha, akuisisi, dan restrukturisasi utang/modal. Hal tersebut dilakukan
guna memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.31/POJK.04/2015 tentang Keterbukaan atas Informasi
atau Fakta Material oleh Emiten atau Perusahaan Publik dan Keputusan Direksi PT Bursa Efek Jakarta No. Kep-06/
BEJ/07-2004 tanggal 19 Juli 2004 tentang Peraturan Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi.
Melalui Laporan Tahunan 2019, Telkom menyampaikan hasil mekanisme review, khususnya terhadap transaksi yang
dapat mempengaruhi harga saham atau keputusan investasi. Dari hasil review tersebut, tidak terdapat transaksi
yang mengandung benturan kepentingan, sedangkan transaksi dengan pihak berelasi telah dilakukan dengan prinsip
kewajaran dan kelaziman usaha. Berikut review atas transaksi yang terjadi selama tahun 2019:
Transaksi
Benturan
Kepentingan
(Y/T)
Transaksi
Afiliasi
(Y/T)
Penjelasan
Kewajaran
Transaksi
Pemenuhan
Ketentuan
Terkait
Tanggal 22 Februari 2019 telah dilakukan penyetoran
modal nontunai (inbreng) PT Fintek Karya Nusantara
(Finarya) oleh PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel).
Inbreng yang disetorkan tersebut berupa bisnis layanan
uang elektronik TCASH. Atas pengalihan tersebut,
TCASH yang semula dikelola oleh Telkomsel menjadi
dikelola oleh Finarya dan berubah menjadi LinkAja.
Tanggal 6 Maret 2019 telah ditandatangani Akta Jual Beli
Saham antara PT Dayamitra Telekomunikasi (“Mitratel”)
dengan Para Pemegang Saham Lama PT Persada Sokka
Tama (“PST”) atas saham PST (“Akta Jual Beli Saham”).
Dengan ditandatanganinya Akta Jual Beli Saham ini,
Mitratel akan memiliki 95% saham PST.
Tanggal 19 Juni 2019, telah ditandatangani Akta Jual
Beli Saham atas saham Telkom pada Jalin sejumlah
654.804 lembar saham yang mewakili kurang lebih 67%
kepemilikan Jalin dengan nilai Rp394.589.700.000
kepada Danareksa.
Tanggal 27 Juni 2019 telah ditandatangani perjanjian
rencana transaksi penyetoran saham bersyarat dari para
investor kepada Finarya. Finarya saat ini dimiliki oleh
Telkomsel. Setelah seluruh tahapan penyetoran saham
dilaksanakan, total kepemilikan Telkomsel di Finarya
menjadi 25%. Pihak yang melakukan rencana transaksi
penyetoran modal adalah Telkomsel, Entitas dalam Grup
Mandiri, Entitas dalam Grup BRI, Entitas dalam Grup BNI,
Jiwasraya, Entitas dalam Grup Danareksa, Entitas dalam
Grup Pertamina, Entitas dalam Grup BTN dan Investor
BUMN Lainnya.
Tanggal 14 Oktober 2019 telah ditandatangani Perjanjian
Jual Beli (Sale and Purchase Agreement/ SPA) antara PT
Dayamitra Telekomunikasi (“Mitratel”) dengan PT Indosat
Tbk. (“Indosat”) atas 2.100 menara telekomunikasi
Indosat senilai total Rp4.443.861.000.000.
T
T
T
T
T
Y
(dikecualikan
sesuai pera-
turan No.IX.E)
T
Y
Y
-
-
Ya
Ya
Wajar
Ya
Wajar
Ya
-
Ya
Y
(dikecualikan
sesuai pera-
turan No.IX.E)
160
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPERUBAHAN
PERUNDANG-UNDANGAN
KETENTUAN
PERATURAN
Telkom telah melakukan review atau kajian terhadap perubahan ketentuan dan peraturan perundang-undangan di Indonesia
pada tahun 2019, serta dampaknya terhadap kegiatan usaha Telkom dan anak perusahaan. Hal tersebut dijalankan sesuai
dengan praktik Good Corporate Governance (GCG). Hasilnya menunjukkan tidak ada perubahan ketentuan peraturan
perundang-undangan tahun 2019 yang berdampak pada proses bisnis dan/atau strategi manajemen Telkom, termasuk
dalam hal pelaporan keuangan atau pelaporan non-finansial.
Namun demikian, Telkom memiliki catatan penting untuk Peraturan OJK No.51/POJK.03/2017 yang mewajibkan perusahaan
terbuka untuk menerbitkan laporan keberlanjutan mulai periode tahun 2020. Dengan adanya peraturan tersebut, maka
mekanisme pelaporan Telkom secara mandatori akan mencakup aspek ekonomi, sosial dan lingkungan secara komprehensif
sesuai regulasi. Tahun 2019 merupakan waktu yang tepat bagi Telkom untuk mempersiapkan diri untuk mengikuti regulasi
tersebut, antara lain dalam hal pengembangan kapasitas dan mekanisme pengumpulan data serta penyusunan laporan.
No
1.
Peraturan Perundang-undangan yang
Berpengaruh Signifikan
Dampaknya Terhadap Laporan Keuangan
N/A
N/A
PERUBAHAN KEBIJAKAN AKUNTANSI
Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian Telkom dan Anak Perusahaan dilakukan sesuai dengan Standar Akuntansi
Keuangan (SAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) di Indonesia dan Peraturan Badan
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) No.VIII.G.7 tentang “Penyajian dan Pengungkapan
Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik”, yang terlampir dalam surat KEP347/BL/2012. Selain mengacu
pada SAK, sebagai satu-satunya perusahaan Indonesia yang tercatat di New York Stock Exchange, Telkom juga wajib
menerapkan standar akuntansi International Financial Reporting Standard (IFRS) berdasarkan ketentuan Securities and
Exchange Commission (SEC).
Sepanjang periode laporan, ada perubahan kebijakan akuntansi terkait dengan penerapan IFRS 16 Leases yang mulai
efektif berlaku pada 1 Januari 2019. IFRS 16 Leases akan diadopsi menjadi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan
(PSAK) 73 Sewa, yang telah diterbitkan oleh DSAK dan akan diterapkan secara luas di Indonesia mulai 1 Januari 2020.
No
Kebijakan
Akuntansi
Alasan Perubahan
1
pesewa
sewanya
IFRS 16 Leases Model akuntansi sewa yang sebelumnya
diatur dalam IAS 17: Leases mensyaratkan
untuk
penyewa
dan
mengklasifikasikan
sebagai
sewa pembiayaan atau sewa operasi dan
mencatat kedua jenis sewa tersebut secara
berbeda. Model tersebut dikritisi tidak
mampu memenuhi kebutuhan pengguna
laporan keuangan karena tidak selalu
memberikan representasi yang tepat atas
transaksi penyewaan. Khususnya, model
tersebut tidak mensyaratkan penyewa
untuk mengakui aset dan liabilitas yang
timbul dari sewa operasi.
Dampaknya Terhadap Laporan Keuangan
Tahun Buku 2019
Laporan
Keuangan
SAK
N/A
Laporan Keuangan IFRS
IFRS 16 memperkenalkan model
akuntansi penyewa tunggal (single
lessee) dan mewajibkan penyewa
untuk mengakui aset dan liabilitas
untuk semua sewa dengan jangka
waktu lebih dari 12 bulan, kecuali
untuk aset pendasar yang bernilai
rendah. Penyewa mengakui aset
hak guna yang mewakili haknya
untuk menggunakan aset sewaan
dan liabilitas sewa yang mewakili
kewajibannya untuk melakukan
pembayaran sewa.
Penyewa
terpisah
akan mengakui beban bunga atas
kewajiban sewa dan mengakui biaya
penyusutan pada aset sewa.
secara
juga
Penjelasan mengenai perubahan kebijakan akuntansi pada laporan keuangan Telkom untuk tahun berjalan diungkapkan
di Catatan 2 Ikhtisar Kebijakan Akuntansi Yang Signifikan pada Laporan Keuangan Konsolidasian.
161
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian162
162
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Laporan Tahunan 2019
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 201905
TATA KELOLA
PERUSAHAAN
Sekretaris Perusahaan
Prinsip dan Landasan Tata Kelola
Struktur Tata Kelola Perusahaan
Penilaian Tata Kelola Perusahaan
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
Dewan Komisaris
Komite Audit
Komite Nominasi dan Remunerasi
164
169
170
171
182
196
201
205 Komite Evaluasi dan Monitoring Perencanaan dan Risiko
209 Direksi
221
224 Unit Audit Internal
228
230
237
240 Kebijakan Pelaporan Kepemilikan Saham Direksi dan Dewan Komisaris
240 Program Kepemilikan Saham Karyawan Telkom
241
241
242 Akses Informasi dan Data Perusahaan kepada Publik
243 Kode Etik Perusahaan
245 Budaya Perusahaan
Sistem Pengendalian Internal
Sistem Manajemen Risiko
Sistem Pelaporan Pelanggaran (Whistleblowing System)
Perkara Penting yang Dihadapi
Informasi tentang Sanksi Administratif
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Laporan Tahunan 2019
163
163
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk05PRINSIP DAN LANDASAN TATA KELOLA
Sejak tahun 2011, Telkom berkomitmen untuk membangun
3. Prinsip Tanggung Jawab (Responsibility)
landasan kuat bagi penerapan prinsip tata kelola
• Mematuhi undang-undang dan/atau peraturan
perusahaan yang baik dan benar (good corporate
perpajakan, persaingan yang sehat, hubungan
governance) atau GCG. Hal tersebut tercermin dalam
industrial, kesehatan dan keselamatan kerja, standar
Surat Keputusan Direksi tentang Pedoman GCG Group
penggajian, dan peraturan terkait lainnya.
No. 602/2011 sebagai acuan bagi Telkom dan anak
• Memiliki mekanisme
dan
prosedur
yang
perusahaan beroperasi dan bertransaksi sesuai etika dan
mengatur dan mengevaluasi kepatuhan terhadap
prinsip GCG.
ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang
berlaku, serta menerapkan prinsip-prinsip korporasi
Dari tahun ke tahun, penerapan prinsip-prinsip tata kelola
yang sehat.
yang baik atau Good Corporate Governance (GCG) di
• Memiliki fungsi VP Legal and Compliance yang
seluruh level organisasi. Tujuannya agar Telkom dapat
bertugas untuk memastikan pemenuhan seluruh
terus menjaga dan meningkatkan akuntabilitas dan
ketentuan peraturan dan perundangan.
kinerja sesuai harapan para pemangku kepentingan.
Penerapan prinsip GCG tentunya juga dapat membangun
4. Prinsip Independensi (Independency)
dan meningkatkan kepercayaan investor.
• Menjalankan profesionalisme di dalam perusahaan
IMPLEMENTASI PRINSIP-PRINSIP
DASAR GCG
Sejak mencatatkan sahamnya di bursa, Telkom terus
memastikan pengembangan implementasi prinsip-prinsip
dasar GCG di dalam Perusahaan.
1. Prinsip Transparansi (Transparency)
• Publikasi laporan keuangan dan laporan tahunan
serta informasi material lainnya seperti proses
pengambilan keputusan sebagai sarana bagi
investor untuk mengakses informasi penting dengan
mudah.
• Akses informasi berbentuk website Perusahaan,
media cetak, dan press release, pertemuan tatap
muka dengan para investor, public expose, dan
press gathering.
2. Prinsip Akuntabilitas (Accountability)
• Tersedianya piagam (charter), panduan, atau
manual yang memuat kejelasan fungsi, pelaksanaan,
dan pertanggungjawaban pemegang saham, Dewan
Komisaris, Direksi, komite-komite, dan Sekretaris
Perusahaan.
• Melaksanakan mekanisme check and balances
kewenangan dan peran dalam pengelolaan
Perusahaan.
• Memiliki Key Performance Indicator (KPI) dan target
operasional dengan jelas.
tanpa benturan kepentingan dan bebas dari
pengaruh tekanan pihak lain yang tidak sesuai
dengan regulasi serta bertentangan dengan prinsip
korporasi yang sehat.
• Mencantumkan
aturan-aturan/wewenang
pengambilan keputusan korporasi dalam board
charter maupun Anggaran Dasar Perusahaan yang
menekankan pada independensi.
• Memiliki kebijakan tambahan dalam Pedoman Tata
Kelola Perusahaan yang berorientasi pada prinsip
independensi, seperti kebijakan transaksi benturan
kepentingan, larangan donasi partai politik, dan
larangan hubungan afiliasi.
5. Prinsip Kesetaraan dan Kewajaran (Fairness)
• Menerapkan prinsip kesetaraan dan kewajaran
dalam memenuhi hak-hak pemangku kepentingan
yang timbul berdasarkan perjanjian dan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
• Menghormati hak pemegang saham minoritas.
• Melarang insider trading.
• Menerapkan manajemen
kinerja berdasarkan
balanced scorecard.
• Melakukan lelang terbuka dalam pengadaan barang/
jasa dan mengimplementasikan e-procurement.
164
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianIMPLEMENTASI PRINSIP-PRINSIP PENGELOLAAN GCG – OJK
Telkom telah menerapkan 8 (delapan) prinsip pengelolaan Perusahaan sesuai Pedoman Tata Kelola Perusahaan Terbuka
dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sebagai berikut:
Prinsip
Rekomendasi
Implementasi
Status
1. Cara
atau
prosedur
teknis
pengumpulan suara (voting) baik
secara terbuka maupun tertutup
yang mengedepankan independensi
dan kepentingan pemegang saham.
Perseroan telah memiliki prosedur teknis
pengumpulan suara yang terdapat dalam
tata tertib Rapat Umum Pemegang Saham.
Comply
2. Anggota Direksi
dan Dewan
Komisaris Hadir dalam RUPS
Tahunan.
Seluruh Direksi dan Dewan Komisaris hadir
dalam RUPS.
Comply
3. Ringkasan risalah RUPS tersedia
dalam situs web paling sedikit
1 tahun.
Telkom menyediakan Ringkasan Risalah
RUPS dalam website Perseroan dalam
bagian Investor Relation.
Comply
Prinsip 1
Meningkatkan Nilai
Penyelenggaraan
Rapat Umum
Pemegang Saham
(RUPS).
Prinsip 2
Meningkatkan
Kualitas Komunikasi
Perusahaan Terbuka
dengan Pemegang
Saham atau Investor.
1. Memiliki
kebijakan
Perusahaan
pemegang saham atau investor.
Terbuka
komunikasi
dengan
2. Mengungkapkan
kebijakan
komunikasi Perusahaan Terbuka
dalam situs web.
Prinsip 3
Memperkuat
Keanggotaan dan
Komposisi Dewan
Komisaris.
1. Penentuan Jumlah anggota Dewan
mempertimbangkan
Komisaris
Kondisi Perusahaan.
Telkom memiliki kebijakan komunikasi
kepada Investor melalui Non Deal Roadshow,
One on One Meeting, Earnings Call, Public
Expose, Conference, dan Investor Summit.
Telkom telah menyediakan bahan dari
setiap Earnings Call, Conference dan materi
presentasi dengan
investor di website
Perseroan untuk memberikan kesetaraan
pada Pemegang Saham atau Investor atas
pelaksanaan Komunikasi dengan Perseroan.
Comply
Comply
Telkom telah memenuhi ketentuan yang
berlaku bagi Perseroan sebagai Perusahaan
ditentukan
Terbuka
dalam Pasal 20 Peraturan OJK No. 33/
POJK.04/2014 yaitu jumlah anggota Dewan
Komisaris lebih dari 2 (dua) orang.
sebagaimana
Comply
Prinsip 4
Meningkatkan
Kualitas Pelaksanaan
Tugas dan Tanggung
Jawab Dewan
Komisaris.
2. Penentuan Komposisi
anggota
Dewan Komisaris memperhatikan
keberagaman
keahlian,
pengetahuan, dan pengalaman
yang dibutuhkan.
Berdasarkan kebijakan Pemegang Saham,
Dewan Komisaris telah dipilih dengan
memperhatikan keberagaman keahlian,
pengetahuan, pengalaman serta kondisi,
dan kompleksitas bisnis Telkom.
Comply
1. Dewan
Komisaris mempunyai
kebijakan penilaian sendiri untuk
menilai kinerja Dewan Komisaris.
2. Kebijakan
diungkapkan
Tahunan.
penilaian
dalam
sendiri
Laporan
Pada dasarnya penilaian untuk menilai
kinerja Dewan
Perseroan
dilakukan oleh Pemegang Saham Seri A
Dwiwarna melalui mekanisme Rapat Umum
Pemegang Saham.
Komisaris
Explain
Telkom belum memiliki kebijakan penilaian
sendiri sehingga tidak terdapat kebijakan
penilaian sendiri yang diungkapkan dalam
Laporan Tahunan.
Explain
165
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPrinsip
Rekomendasi
Implementasi
Status
Comply
Comply
Comply
Comply
Comply
3. Dewan
Komisaris mempunyai
kebijakan pengunduran diri apabila
terlibat dalam kejahatan keuangan.
4. Dewan
Komisaris
KNR
menyusun kebijakan suksesi dalam
Proses Nominasi anggota Direksi.
atau
Prinsip 5
Memperkuat
Keanggotaan dan
Komposisi Direksi.
1. Penentuan Jumlah anggota Direksi
mempertimbangkan
Kondisi
Perusahaan serta efektivitas dalam
pengambilan keputusan.
Berdasarkan Anggaran Dasar Telkom,
jo. Peraturan OJK No. 33/POJK.04/2014
setiap Dewan Komisaris yang
tidak
memenuhi syarat untuk menjadi Anggota
Dewan Komisaris yang disebutkan dalam
Anggaran Dasar dan Peraturan OJK
No. 33/POJK.04/2014 termasuk di dalamnya
adalah terlibat kejahatan keuangan maka
jabatannya sebagai Dewan Komisaris akan
batal demi hukum.
Dalam hal Anggota Dewan Komisaris
tersebut mengundurkan diri maka akan
diputuskan melalui mekanisme RUPS.
Komite Nominasi dan Remunerasi dalam
Charter Komite Nominasi dan Remunerasi
menyebutkan salah satu tugasnya adalah
untuk memberikan rekomendasi kepada
Dewan Komisaris untuk disampaikan
kepada Pemegang Saham Seri A Dwiwarna
mengenai salah satunya adalah Perencanaan
Suksesi Anggota Direksi.
Selain itu sebagai BUMN kebijakan suksesi
Direksi mengacu pada Peraturan Menteri
BUMN No. PER-03/MBU/02/2015 tentang
persyaratan, tata cara pengangkatan, dan
pemberhentian anggota Direksi BUMN.
Penentuan
jumlah Direksi Perseroan
mengacu pada ketentuan Perundang-
undangan yang berlaku dimana berdasarkan
Pasal 2 ayat (1) dan ayat (2) Peraturan OJK
No. 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan
Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan
Publik, paling kurang terdiri dari 2 (dua)
orang anggota Direksi, yang 1 (satu) di
antaranya diangkat menjadi Direktur Utama.
2. Penentuan Komposisi
anggota
memperhatikan
Direksi
keberagaman
keahlian,
pengetahuan, dan pengalaman
yang dibutuhkan.
Berdasarkan kebijakan Pemegang Saham,
Direksi Perseroan telah dipilih dengan
memperhatikan keberagaman keahlian,
pengetahuan, pengalaman serta kondisi,
dan kompleksitas bisnis Perseroan.
3. Anggota Direksi yang membawahi
bidang akuntansi atau keuangan
memiliki
dan/atau
keahlian
pengetahuan di bidang akuntansi.
Direksi yang membawahi bidang akuntansi
atau keuangan dalam Perseroan adalah
yang memiliki
Direktur
Keuangan
yang
pengetahuan dan pengalaman
cukup di bidang akuntansi dan keuangan
sebagaimana dapat dilihat dalam riwayat
jabatan dan pendidikan Direksi pada bagian
Profil Direksi.
166
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPrinsip
Rekomendasi
Implementasi
Status
Prinsip 6
Meningkatkan
Pelaksanaan Tugas
dan Tanggung Jawab
Direksi.
1. Direksi mempunyai
kebijakan
penilaian sendiri untuk menilai
kinerja Direksi.
Direksi telah memiliki kebijakan Penilaian
Sendiri yang tercantum dalam bagian
Penilaian Kinerja Dewan Komisaris dan
Direksi.
2. Kebijakan
diungkapkan
Tahunan.
penilaian
dalam
sendiri
Laporan
Hasil Penilaian Sendiri Direksi diungkapkan
dalam Laporan Tahunan Perseroan dalam
bagian tata Kelola Perusahaan.
3. Direksi mempunyai
kebijakan
pengunduran diri apabila terlibat
kejahatan keuangan.
Prinsip 7
Meningkatkan
Aspek Tata Kelola
Perusahaan Melalui
Partisipasi Pemangku
Kepentingan.
1. Memiliki Kebijakan untuk mencegah
terjadinya Insider Trading.
2. Memiliki Kebijakan Anti Korupsi dan
Anti Fraud.
3. Memiliki Kebijakan tentang Seleksi
Kemampuan
dan Peningkatan
Pemasok dan Vendor.
Berdasarkan Anggaran Dasar Telkom jo.
Peraturan OJK No. 33/POJK.04/2014, setiap
Anggota Direksi yang tidak memenuhi
syarat untuk menjadi Anggota Direksi
yang disebutkan dalam Anggaran Dasar
dan Peraturan OJK No. 33/POJK.04/2014
termasuk di dalamnya adalah tidak terlibat
kejahatan keuangan maka
jabatannya
sebagai Direksi akan batal demi hukum.
Dalam hal Anggota Direksi
tersebut
mengundurkan diri maka akan diputuskan
melalui mekanisme RUPS.
Berdasarkan pada Peraturan
Direktur
Human Capital Management No. PR
209.05.r.00/PS800/COP-A4000000/2017
Etika Kepatuhan Karyawan
tentang
kebijakan untuk mencegah
terjadinya
insider trading terdapat dalam Pasal 7
mengenai Pelanggaran Berat yang salah
satunya adalah penyalahgunaan wewenang
atau jabatan.
Telkom
untuk
selalu berkomitmen
mencegah terjadinya Korupsi di lingkungan
Perusahaan. Hal
ini diwujudkan melalui
adanya pakta integritas yang diisi oleh
seluruh karyawan Telkom dan adanya
website tersendiri sebagai portal integritas
seluruh karyawan Telkom yaitu myintegrity.
telkom.co.id.
seleksi
vendor
Telkom melakukan
dan pemasok berdasarkan
kebijakan
procurement yang ada di internal Telkom
yang dikelola melalui Departemen Share
Service Operation
Procurement yang
dilaksanakan dengan berpedoman kepada
Keuangan
Direktur
Peraturan
No.PR.301.08/r.01/COP-A00110000/2016
tentang pedoman pelaksanaan Pengadaan.
Comply
Comply
Comply
Comply
Comply
Comply
167
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPrinsip
Rekomendasi
Implementasi
Status
Comply
Comply
Comply
4. Memiliki Kebijakan pemenuhan hak-
hak Kreditur.
Telkom memiliki kebijakan untuk memenuhi
hak-hak dari kreditur Telkom melalui
Corporate Finance Unit yang mengatur dan
mengelola pembayaran hak-hak kreditur
Telkom.
5. Memiliki
Kebijakan
sistem
whistleblowing.
Melalui Keputusan Dewan Komisaris No. 08/
KEP/DK/2016 tanggal 8 Juni 2016 tentang
Kebijakan Prosedur Penanganan Pengaduan
(Whistleblower) PT Telkom
Indonesia,
Tbk dan entitas anak terkonsolidasi yang
kemudian diratifikasi dengan Peraturan
Direksi
PD.618.00/r.00/HK200/
COP-C0000000/2016 tanggal 21 Desember
2016, Telkom menjamin dan memastikan
adanya perlindungan kerahasiaan pelapor,
baik karyawan maupun pihak ketiga yang
menyampaikan
laporan
keluhan
dugaan tindak pelanggaran.
atau
No.
6. Memiliki
Kebijakan
pemberian
insentif jangka panjang Direksi dan
Karyawan.
Dalam menentukan insentif yang didapat
oleh Direksi, Telkom berpedoman kepada
Peraturan Menteri BUMN No. PER-04/
MBU/2014 tentang Pedoman Penetapan
Penghasilan Direksi, Dewan Komisaris, dan
Dewan Pengawas Badan Usaha Milik Negara
beserta perubahannya, sedangkan untuk
Karyawan mengenai insentif ini terdapat
dalam Perjanjian Kerja Bersama Bab VI
mengenai Kompensasi dan Benefit. Selain
itu Telkom juga memberikan insentif jangka
panjang berupa Employee Stock Option
Plan (ESOP) yang terakhir dilakukan pada
tahun 2013.
1. Memanfaatkan
penggunaan
teknologi
lebih
luas selain situs web sebagai media
keterbukaan informasi.
informasi secara
2. Laporan
Tahunan
Perusahaan
Terbuka mengungkapkan pemilik
manfaat akhir dalam kepemilikan
saham Perusahaan, paling sedikit
5% selain Pemegang Saham Utama
dan Pengendali.
Telkom juga aktif dalam berbagai sosial
media sebagai media keterbukaan informasi
itu kita
dan promosi produk. Selain
juga menggunakan sistem mailing
list
sebagai media keterbukaan informasi dan
komunikasi kepada investor.
Telkom mengungkapkan siapa pemilik
manfaat akhir dalam kepemilikan saham
Perusahaan dengan kepemilikan 5% atau
lebih dalam Laporan tahunan Telkom di
bagian Komposisi Kepemilikan Saham.
Comply
Comply
Prinsip 8
Meningkatkan
Keterbukaan
Informasi.
168
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianSTRUKTUR TATA KELOLA PERUSAHAAN
Sesuai dengan ketentuan di pasar modal dan Undang-undang Republik Indonesia No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan
Terbatas, Telkom memiliki tata kelola yang terdiri dari:
• Organ Utama, yaitu terdiri dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Dewan Komisaris dan Direksi.
• Organ Pendukung, yang terdiri dari Komite Audit, Komite Nominasi dan Remunerasi, Komite Evaluasi dan Monitoring
Perencanaan dan Risiko, Sekretaris Perusahaan, dan Internal Auditor.
Diagram berikut ini menjelaskan struktur tata kelola Telkom.
ORGAN UTAMA
DIREKSI
RAPAT UMUM PEMEGANG
SAHAM (RUPS)
DEWAN KOMISARIS
SEKRETARIS PERUSAHAAN
KOMITE AUDIT
ORGAN PENDUKUNG
INTERNAL AUDITOR
KOMITE NOMINASI & REMUNERASI
KOMITE EVALUASI & MONITORING
PERENCANAAN DAN RISIKO
169
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPENILAIAN TATA KELOLA PERUSAHAAN
Pedoman praktik
tata kelola perusahaan merupakan panduan dalam membangun, melaksanakan, dan
mengkomunikasikan praktek tata kelola kepada pemangku kepentingan. Hal ini berisi hal-hal sangat prinsip yang
semestinya menjadi landasan bagi perusahaan yang ingin mempertahankan kesinambungan usahanya dalam jangka
panjang dalam koridor etika bisnis yang berlaku. Tata kelola perusahaan diterapkan guna menjamin kesehatan
dari perusahaan atau bisnis yang sedang berjalan. Hal ini diterapkan sebagai komitmen yang kuat terhadap
penerapan GCG.
Penilaian atas pengungkapan praktik tata kelola Telkom dilakukan melalui metodologi ASEAN Corporate Governance
Scorecard, dengan mengulas informasi yang tersedia di publik dan dapat diakses oleh masyarakat umum, serta
mencakup informasi yang dimuat dalam laporan tahunan, website, anggaran dasar, pengumuman, dan informasi publik
lain yang relevan yang dibuat oleh Telkom. lnformasi yang digunakan dalam penilaian adalah informasi yang disajikan
dalam Bahasa lnggris.
Pada tahun 2019, terdapat penilaian yang dilakukan oleh Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD) terhadap
200 emiten dengan market kapitalisasi terbesar yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dimana emiten-emiten dibagi
menjadi 2 kelompok, yaitu 100 emiten dengan market kapitalisasi terbesar (BigCap) dan 100 emiten dengan market
kapitalisasi menengah (MidCap), yang didukung oleh 10 asesor dan 4 pengulas. Instrumen yang dipergunakan untuk
menilai 200 emiten tersebut adalah Corporate Governance Scorecard dari Organisation for Economic Co-operation and
Development (OECD) Principle yang meliputi:
1. Hak-hak Pemegang Saham;
2. Perlakuan yang setara terhadap Pemegang Saham;
3. Peran pemangku kepentingan;
4. Pengungkapan dan transparansi; dan
5. Tanggung jawab Dewan.
IICD telah melakukan penilaian Corporate Governance terhadap ratusan emiten sejak tahun 2005, dengan metode
Corporate Governance Scorecard OECD, yang merupakan prinsip Corporate Governance berstandar internasional,
yang sudah diimplementasi di negara-negara ASEAN termasuk Indonesia. Ke depannya, IICD akan mempertimbangkan
memasukan komponen anti korupsi dan kinerja keuangan sebagai faktor penentu dalam penilaian kinerja Corporate
Governance emiten.
Atas penilaian ini, bersama 2 emiten lain, Telkom meraih “The Best State Owned Enterprise” untuk kategori BigCap.
Telkom dianggap sebagai BUMN yang dinilai telah melakukan penerapan Good Corporate Governance
dengan baik, transparan, dan bisa menjelaskan serta memberikan pertanggungjawaban kepada publik terkait
keputusan-keputusan publik.
170
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianRAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM (RUPS)
Telkom melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sebagai salah satu organ tata kelola tertinggi yang
memfasillitasi para pemegang saham untuk membuat keputusan-keputusan penting dan strategis. Sesuai dengan
ketentuan Anggaran Dasar Telkom dan peraturan perundang-undangan, RUPS Tahunan (RUPST) diselenggarakan satu
kali setiap tahun dengan agenda pembahasan rutin sebagai berikut:
1. Persetujuan atas Laporan Tahunan Perseroan, termasuk Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris.
2. Pengesahan atas Laporan Keuangan Perseroan dan Laporan Tahunan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan,
serta Pembebasan Tanggung Jawab Anggota Direksi dan Dewan Komisaris.
3. Penetapan Penggunaan Laba Bersih Perseroan, termasuk pembagian dividen pada tahun buku.
4. Penetapan Remunerasi bagi anggota Direksi dan Dewan Komisaris.
5. Penunjukan Kantor Akuntan Publik untuk memeriksa Laporan Keuangan Perseroan termasuk Audit Pengendalian
Internal atas Pelaporan Keuangan dan Penunjukan Kantor Akuntan Publik yang akan memeriksa Laporan Keuangan
Program Kemitraan dan Bina Lingkungan.
6. Agenda lainnya yang diajukan oleh satu atau lebih Pemegang Saham yang mewakili 1/20 atau lebih dari seluruh
saham yang memiliki hak suara.
KEPUTUSAN RUPS TAHUN BUKU 2017
Selain itu, Telkom telah melaksanakan RUPST tanggal 27 April 2018 untuk kinerja tahun buku 2017 dengan rincian
agenda dan realisasi keputusan RUPST tahun buku 2017 sebagai berikut:
Agenda
Keputusan RUPST
Realisasi Keputusan RUPST
1
2
Menyetujui Laporan Tahunan termasuk Laporan Tugas Pengawasan
Dewan Komisaris Perseroan Tahun Buku 2017, yaitu mengenai
keadaan dan jalannya serta pengawasan Perseroan, sebagaimana
isi pokoknya telah disampaikan dalam Rapat oleh Direksi dan
Dewan Komisaris.
Keputusan langsung
berlaku.
Keputusan langsung
berlaku.
1. Mengesahkan:
a. Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan Tahun Buku
2017 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP)
Purwantono, Sungkoro & Surja (a member firm of Ernst and Young
Global Limited) sesuai dengan laporannya Nomor: RPC-5841/
PSS/2018 tanggal 12 Maret 2018 dengan opini laporan keuangan
konsolidasian menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang
material, posisi keuangan konsolidasian Perusahaan Perseroan
(Persero) PT Telekomunikasi Indonesia Tbk dan entitas anaknya
tanggal 31 Desember 2017, serta kinerja keuangan dan arus kas
konsolidasiannya untuk tahun berakhir pada tanggal tersebut
sesuai Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia;
b. Laporan Tahunan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan
Perseroan Tahun Buku 2017, yang disusun berdasarkan peraturan
Menteri BUMN yang merupakan basis akuntansi komprehensif
selain prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia
dan telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro & Surja (a
member firm of Ernst and Young Global Limited) sesuai dengan
laporannya Nomor RPC-5580/PSS/2018 tanggal 24 Januari 2018
dengan opini laporan keuangan menyajikan secara wajar, dalam
semua hal yang material, posisi keuangan Pusat Pengelolaan
Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan (Community
Development Center) Perusahaan Perseroan (Persero) PT
Telekomunikasi Indonesia Tbk tanggal 31 Desember 2017, serta
kinerja keuangan dan arus kas untuk tahun yang berakhir pada
tanggal tersebut, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan
Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik;
171
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianAgenda
Keputusan RUPST
Realisasi Keputusan RUPST
• Pembagian
dilaksanakan
tanggal 31 Mei 2018.
dividen
pada
• Keputusan
cadangan
berlaku.
mengenai
langsung
• Selanjutnya dengan disetujuinya Laporan Tahunan Perseroan
Tahun Buku 2017 termasuk Laporan Tugas Pengawasan Dewan
Komisaris serta disahkannya Laporan Keuangan Konsolidasian
Perseroan Tahun Buku 2017 dan Laporan Tahunan Program
Kemitraan dan Bina Lingkungan Perseroan Tahun Buku 2017, maka
Rapat memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab
sepenuhnya (volledig acquit et de charge) kepada para anggota
Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan yang menjabat pada
tahun 2017 atas tindakan pengurusan Perseroan dan tindakan
pengawasan Perseroan, sepanjang tindakan tersebut bukan
merupakan tindak pidana dan tindakan tersebut tercermin dalam
Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan
Tahun Buku 2017 serta Laporan Tahunan Program Kemitraan dan
Bina Lingkungan Perseroan Tahun Buku 2017.
2. Memberikan kuasa kepada Dewan Komisaris dengan terlebih
dahulu mendapatkan persetujuan tertulis dari Pemegang Saham
Seri A Dwiwarna terkait kewenangan RUPS sebagaimana diatur
dalam Peraturan Menteri BUMN No. PER-09/MBU/07/2015
sebagaimana diubah terakhir dengan Peraturan Menteri BUMN
No.PER-02/MBU/7/2017 dan perubahan-perubahannya
3
1. Menyetujui dan menetapkan penggunaan Laba Bersih Perseroan
untuk Tahun Buku yang berakhir pada 31 Desember 2017 sejumlah
Rp22.144.990.327.956 (dua puluh dua triliun seratus empat
puluh empat miliar sembilan ratus sembilan puluh juta tiga ratus
dua puluh tujuh ribu sembilan ratus lima puluh enam Rupiah)
sebagai berikut:
a. Dividen tunai sebesar 60% dari laba bersih atau sejumlah
Rp13.286.997.175.681,50 (tiga belas triliun dua ratus delapan
puluh enam miliar sembilan ratus sembilan puluh tujuh juta
seratus tujuh puluh lima ribu enam ratus delapan puluh satu
koma lima nol Rupiah) atau sebesar Rp134,1278 (seratus tiga
puluh empat koma satu dua tujuh delapan Rupiah) per saham,
jumlah saham yang telah dikeluarkan (tidak
berdasarkan
termasuk saham yang telah dibeli kembali oleh Perseroan) per
tanggal Rapat, yaitu sebanyak 99.062.216.600 (sembilan puluh
sembilan miliar enam puluh dua juta dua ratus enam belas ribu
enam ratus) saham;
b. Dividen spesial sebesar 15% dari laba bersih atau sejumlah
Rp3.321.754.247.031,20 (tiga triliun tiga ratus dua puluh satu
miliar tujuh ratus lima puluh empat juta dua ratus empat puluh
tujuh ribu tiga puluh satu koma dua nol Rupiah) atau sebesar
Rp33,5320 (tiga puluh tiga koma lima tiga dua nol Rupiah) per
saham berdasarkan jumlah saham yang telah dikeluarkan (tidak
termasuk saham yang telah dibeli kembali oleh Perseroan) per
tanggal Rapat, yaitu sebanyak 99.062.216.600 (sembilan puluh
sembilan miliar enam puluh dua juta dua ratus enam belas ribu
enam ratus) saham.
c. Dibukukan sebagai Laba Ditahan sebesar 25% dari laba bersih
atau sejumlah Rp5.536.238.905.243,30 (lima triliun lima ratus
tiga puluh enam miliar dua ratus tiga puluh delapan juta sembilan
ratus lima ribu dua ratus empat puluh tiga koma tiga nol
Rupiah) yang akan digunakan untuk membiayai pengembangan
usaha Perseroan.
172
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianAgenda
Keputusan RUPST
Realisasi Keputusan RUPST
4
5
6
2. Menyetujui pembagian Dividen Tunai dan Dividen Spesial Tahun
Buku 2017 dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Yang berhak menerima Dividen Tunai dan Dividen Spesial adalah
para pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar
Pemegang Saham Perseroan per tanggal 11 Mei 2018 sampai
dengan pukul 16.15 WIB.
b. Dividen Tunai dan Dividen Spesial akan dibayarkan secara
sekaligus selambat-lambatnya pada tanggal 31 Mei 2018.
3. Memberikan wewenang dan kuasa kepada Direksi dengan hak
substitusi untuk mengatur lebih lanjut tata cara pembagian
dividen tersebut dan mengumumkannya dengan memperhatikan
peraturan yang berlaku pada bursa efek di tempat saham
Perseroan dicatatkan.
1. Memberikan wewenang dan kuasa kepada Pemegang Saham Seri
A Dwiwarna untuk menetapkan besarnya tantiem untuk Tahun
Buku 2017 serta menetapkan honorarium, tunjangan, fasilitas dan
insentif lainnya bagi anggota Dewan Komisaris untuk Tahun 2018.
2. Memberikan wewenang dan kuasa kepada Dewan Komisaris
dengan terlebih dahulu mendapatkan persetujuan tertulis dari
Pemegang Saham Seri A Dwiwarna untuk menetapkan besarnya
tantiem untuk Tahun Buku 2017 serta menetapkan gaji, tunjangan,
fasilitas dan insentif lainnya bagi anggota Direksi untuk tahun
2018.
1. Menunjuk Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro &
Surja (a member firm of Ernst & Young Global Limited) untuk
melaksanakan Integrated Audit yang mencakup audit Laporan
Keuangan Konsolidasian Perseroan termasuk Audit Pengendalian
Internal atas Pelaporan Keuangan untuk Tahun Buku 2018 dan
audit Laporan Keuangan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan
untuk Tahun Buku 2018.
2. Melimpahkan kewenangan dan kuasa kepada Dewan Komisaris
untuk:
a. Menunjuk Kantor Akuntan Publik pengganti dan menetapkan
kondisi dan persyaratan penunjukannya jika Kantor Akuntan
Publik yang telah ditunjuk tersebut tidak dapat melaksanakan
atau melanjutkan tugasnya karena sebab apapun, termasuk
alasan hukum dan peraturan perundang-undangan di bidang
pasar modal atau tidak tercapai kata sepakat mengenai besaran
jasa audit.
Telah dilaksanakan.
Persetujuan KAP langsung
berlaku.
b. Menetapkan besaran
jasa audit dan persyaratan
penunjukan lainnya yang wajar bagi Kantor Akuntan Publik
tersebut.
imbalan
Keputusan berlaku sejak
perubahan Anggaran Dasar
disetujui
oleh Menteri
Hukum dan HAM tanggal 2
Juli 2018.
Menyetujui pengalihan saham hasil pembelian kembali melalui
penarikan kembali sejumlah
1.737.779.800 (satu miliar tujuh
ratus tiga puluh tujuh juta tujuh ratus tujuh puluh sembilan ribu
delapan ratus) saham yang merupakan seluruh saham yang telah
dibeli kembali oleh Perseroan, dengan cara pengurangan modal
ditempatkan dan disetor dari semula sebesar Rp5.039.999.820.000
(lima triliun tiga puluh sembilan miliar sembilan ratus sembilan
puluh sembilan juta delapan ratus dua puluh ribu rupiah) menjadi
sebesar Rp4.953.110.830.000 (empat triliun sembilan ratus lima
puluh tiga miliar seratus sepuluh juta delapan ratus tiga puluh ribu
Rupiah). Dengan demikian guna memenuhi ketentuan Pasal 33
Undang-Undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas,
maka menyetujui pengurangan modal dasar Perseroan dari semula
sebesar Rp20.000.000.000.000 (dua puluh triliun Rupiah) menjadi
sebesar Rp19.500.000.000.000 (sembilan belas triliun lima ratus
miliar Rupiah).
173
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianAgenda
7
Keputusan RUPST
Realisasi Keputusan RUPST
1. Menyetujui Perubahan Pasal 4 ayat (1), (2), dan (3) Anggaran Dasar
Perseroan tentang Modal Ditempatkan dan Disetor, serta Modal
Dasar Perseroan.
2. Menyetujui perubahan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan
Perubahan Anggaran Dasar
telah disetujui oleh Menteri
Hukum dan HAM pada
tanggal 2 Juli 2018.
lainnya.
3. Menyetujui untuk menyusun kembali seluruh ketentuan dalam Anggaran
Dasar sehubungan dengan perubahan sebagaimana dimaksud pada
butir 1 (satu) dan butir 2 (dua) keputusan tersebut di atas.
4. Memberikan kuasa dan wewenang kepada Direksi dengan hak
substitusi untuk melakukan segala tindakan yang diperlukan
berkaitan dengan keputusan mata acara Rapat ini, termasuk
menyusun dan menyatakan kembali seluruh Anggaran Dasar
dalam suatu Akta Notaris dan menyampaikan kepada Instansi
yang berwenang untuk mendapatkan persetujuan dan/ atau
tanda penerimaan pemberitahuan perubahan Anggaran Dasar,
melakukan segala sesuatu yang dipandang perlu dan berguna
untuk keperluan tersebut dengan tidak ada satu pun yang
dikecualikan, termasuk untuk mengadakan penambahan dan/atau
perubahan dalam perubahan Anggaran Dasar tersebut jika hal
tersebut dipersyaratkan oleh instansi yang berwenang.
5. Menyetujui, dalam hal pengurangan modal ditempatkan dan disetor
Perseroan tidak mendapatkan persetujuan dari Kementerian
Hukum dan HAM Republik Indonesia, maka keputusan Agenda
Keenam terkait dengan persetujuan atas pengalihan saham
hasil pembelian kembali melalui penarikan kembali dengan cara
pengurangan modal menjadi batal dengan sendirinya tanpa
diperlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
dan karenanya Pasal 4 ayat (1) Anggaran Dasar Perseroan tidak
mengalami perubahan, sehingga Modal Dasar Perseroan tetap
seperti semula.
Menyetujui ratifkasi Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara
Nomor PER-03/MBU/08/2017 tentang Pedoman Kerja Sama Badan
Usaha Milik Negara dan Nomor PER-04/MBU/09/2017 tentang
Perubahan atas Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor
PER-03/MBU/08/2017 tentang Pedoman Kerja Sama Badan Usaha
Milik Negara, termasuk perubahan-perubahannya.
1. Mengukuhkan pemberhentian nama-nama tersebut dibawah ini:
1) Sdri DEVY WILDASARI sebagai Komisaris Perseroan, terhitung
sejak pengangkatan yang bersangkutan sebagai Direktur
Pemasaran dan Pelayanan PT ANGKASA PURA I (Persero)
berdasarkan keputusan Menteri BUMN Nomor SK-289/
MBU/12/2017 tanggal 22 Desember 2017;
2) Sdr HADIYANTO sebagai Komisaris Perseroan, sehubungan
dengan pengangkatan yang bersangkutan sebagai Komisaris
PT BANK BRI (Persero) Tbk.
3) Sdr MAS’UD KHAMID sebagai Direktur Consumer Service
Perseroan terhitung sejak pengangkatan yang bersangkutan
sebagai Direktur Pemasaran Retail PT PERTAMINA (Persero)
berdasarkan keputusan Menteri BUMN Nomor SK-97/
MBU/04/2018 tanggal 20 April 2018;
Dengan ucapan
tenaga dan
pikiran yang diberikan selama menjabat sebagai Komisaris dan
Direksi Perseroan.
terimakasih atas sumbangan
8
9
Keputusan langsung
berlaku.
Keputusan langsung
berlaku.
174
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianAgenda
Keputusan RUPST
Realisasi Keputusan RUPST
2. Mengangkat nama-nama tersebut di bawah ini sebagai anggota
Direksi dan anggota Dewan Komisaris Perseroan:
1) Sdri SITI CHOIRIANA sebagai Direktur Consumer Service;
2) Sdr EDWIN HIDAYAT ABDULLAH sebagai Komisaris; dan
3) Sdr ISA RACHMATARWATA sebagai Komisaris;
Masa jabatan anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris
dimaksud sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar, dengan
memperhatikan peraturan perundangan di bidang Pasar Modal
dan tanpa mengurangi RUPS memberhentikan sewaktu waktu.
3. Bagi anggota Direksi dan Dewan Komisaris yang diangkat se-
bagaimana dimaksud pada angka 2 yang masih menjabat pada
jabatan lain yang dilarang oleh peraturan perundang-undangan
untuk dirangkap dengan jabatan Direksi dan Dewan Komisaris
BUMN, maka yang bersangkutan harus mengundurkan diri atau
diberhentikan dari jabatannya tersebut.
4. Dengan adanya pemberhentian dan pengangkatan anggota
Direksi dan anggota Dewan Komisaris sebagaimana dimaksud
pada angka 1 dan angka 2, maka susunan keanggotaan anggota
Direksi dan anggota Dewan Komisaris Perseroan menjadi:
A. Direksi:
1) Bapak ALEX JANANGKIH SINAGA sebagai Direktur Utama;
2) Bapak HARRY MOZARTA ZEN sebagai Direktur Keuangan;
3) Bapak DAVID BANGUN sebagai Direktur Digital and Strategic
Portfolio;
4) Bapak DIAN RACHMAWAN sebagai Direktur Enterprise
& Business Service;
5) Bapak ABDUS SOMAD ARIEF sebagai Direktur Wholesale
& International Service;
6) Bapak HERDY ROSADI HARMAN sebagai Direktur Human
Capital Management;
7) Bapak ZULHELFI ABIDIN sebagai Direktur Network
& Information Technology Solution;
8) Ibu SITI CHOIRIANA sebagai Direktur Consumer Service.
B. Dewan Komisaris:
1) Ibu HENDRI SAPARINI sebagai Komisaris Utama;
2) Bapak MARGIYONO DARSA SUMARJA sebagai Komisaris
Independen;
3) Bapak DOLFIE OTHNIEL FREDRIC PALIT sebagai Komisaris
Independen;
4) Ibu PAMIJATI PAMELA JOHANNA W. sebagai Komisaris
Independen;
5) Bapak CAHYANA AHMADJAYADI sebagai Komisaris
Independen;
6) Bapak EDWIN HIDAYAT ABDULLAH sebagai Komisaris;
7) Bapak RINALDI FIRMANSYAH sebagai Komisaris;
8) Bapak ISA RACHMATARWATA sebagai Komisaris.
Memberikan kuasa dan wewenang kepada Direksi Perseroan dengan
hak substitusi untuk melakukan segala tindakan yang diperlukan
berkaitan dengan keputusan agenda ini sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku, termasuk untuk menyatakan
dalam akta Notaris tersendiri dan memberitahukan susunan Dewan
Komisaris dan Direksi Perseroan kepada Kementerian Hukum
dan HAM.
Catatan: Seluruh keputusan RUPST di atas telah sesuai dengan agenda yang sudah ditetapkan dan tercantum dalam panggilan RUPST
175
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKEPUTUSAN RUPST TAHUN BUKU 2018
Selain itu, Telkom telah melaksanakan RUPST tanggal 24 Mei 2019 untuk kinerja tahun buku 2018 dengan rincian agenda
dan realisasi keputusan RUPST tahun buku 2018 sebagai berikut:
Agenda
Keputusan RUPST
Realisasi Keputusan RUPST
Keputusan langsung berlaku.
Keputusan langsung berlaku.
• Pembagian
dividen
dilaksanakan pada tanggal 27
Juni 2019.
• Keputusan
mengenal
cadangan langsung berlaku.
1
2
3
Menyetujui Laporan Tahunan termasuk Laporan Tugas
Pengawasan Dewan Komisaris Perseroan Tahun Buku 2018
sepanjang bukan merupakan tindak pidana dan tercermin
dalam buku-buku laporan Perseroan.
1. Mengesahkan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan
Tahun Buku 2018 yang telah diaudit oleh Kantor
Akuntan Publik (KAP) Purwantono, Sungkoro & Surja
(a member firm of Ernst and Young Global Limited)
sesuai dengan laporannya Nomor 00910/2.1032/AU.1/06
/0691-2/1/IV/2019 tanggal 29 April 2019 dengan opini
laporan keuangan konsolidasian menyajikan secara wajar,
dalam semua hal yang material, dan sepanjang bukan
merupakan tindak pidana dan tercermin dalam buku-buku
laporan Perseroan;
2. Menyetujui dan mengesahkan Laporan Tahunan Program
Kemitraan dan Bina Lingkungan Perseroan Tahun Buku
2018, dan Laporan Keuangan Program Kemitraan dan Bina
Lingkungan Perseroan Tahun Buku 2018 yang disusun
berdasarkan peraturan Menteri BUMN yang merupakan
basis akuntansi komprehensif selain prinsip akuntansi
yang berlaku umum di Indonesia dan telah diaudit KAP
Purwantono, Sungkoro & Surja (a member firm of Ernst and
Young Global Limited) sesuai dengan laporannya Nomor
00046/2.1032/AU.2/11/0687-2/2/1/I/2019
24
Januari 2019 dengan opini laporan keuangan menyajikan
secara wajar, dalam semua hal yang material, dan
sepanjang bukan merupakan tindak pidana dan tercermin
dalam buku-buku laporan Perseroan;
tanggal
3. Memberikan pelunasan dan pembebasan
tanggung
jawab sepenuhnya (volledig acquit et de charge) kepada
segenap anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan
atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang telah
dijalankan selama Tahun Buku 2018 sepanjang tindakan
tersebut bukan merupakan tindak pidana dan tercermin
dalam buku-buku laporan Perseroan.
1. Menyetujui dan menetapkan penggunaan laba bersih
Perseroan Tahun Buku 2018 yang seluruhnya berjumlah
Rp18.031.796.084.638,- (delapan belas triliun tiga puluh
satu miliar tujuh ratus sembilan puluh enam juta delapan
puluh empat ribu enam ratus tiga puluh delapan Rupiah)
diperuntukkan sebagai berikut:
a. Dividen Tunai sebesar 60% dari laba bersih atau sejumlah
Rp10.819.079.985.969,- (sepuluh triliun delapan ratus
sembilan belas miliar tujuh puluh sembilan juta sembilan
ratus delapan puluh lima ribu sembilan ratus enam puluh
sembilan Rupiah) atau sebesar Rp109,2150,- (seratus
sembilan koma dua satu lima nol Rupiah) per saham,
berdasarkan jumlah saham yang telah dikeluarkan per
tanggal Rapat, yaitu sebanyak 99.062.216.600 (sembilan
puluh sembilan miliar enam puluh dua juta dua ratus
enam belas ribu enam ratus) saham;
176
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianAgenda
Keputusan RUPST
Realisasi Keputusan RUPST
b. Dividen spesial sebesar 30% dari laba bersih atau
sejumlah Rp5.409.539.992.984,50,- (lima triliun empat
ratus sembilan miliar lima ratus tiga puluh sembilan
juta sembilan ratus sembilan puluh dua ribu sembilan
ratus delapan puluh empat koma lima nol Rupiah) atau
sebesar Rp54,6075 (lima puluh empat koma enam nol
tujuh lima Rupiah) per saham berdasarkan jumlah saham
yang telah dikeluarkan per tanggal Rapat, yaitu sebanyak
99.062.216.600 (sembilan puluh sembilan miliar enam
puluh dua juta dua ratus enam belas ribu enam ratus)
saham;
c. Dibukukan sebagai Laba Ditahan sebesar 10% dari laba
bersih atau sejumlah Rp1.803.176.105.684,50 (satu triliun
delapan ratus tiga miliar seratus tujuh puluh enam juta
serratus lima ribu enam ratus delapan puluh empat koma
lima nol Rupiah) yang akan digunakan untuk membiayai
pengembangan usaha Perseroan.
2. Pembagian Dividen Tunai dan Dividen Spesial Tahun Buku
2018 dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Yang berhak menerima Dividen Tunai dan Dividen
Spesial adalah para pemegang saham yang namanya
tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan per
tanggal 13 Juni 2019 sampai dengan pukul 16.15 WIB;
b. Dividen Tunai dan Dividen Spesial akan dibayarkan secara
sekaligus selambat-lambatnya pada tanggal 27 Juni 2019.
3. Memberikan wewenang dan kuasa kepada Direksi dengan
hak substitusi untuk mengatur lebih lanjut tata cara
pembagian dividen tersebut dan mengumumkannya
dengan memperhatikan peraturan yang berlaku pada
bursa efek di tempat saham Perseroan dicatatkan.
1. Memberikan wewenang dan kuasa kepada Pemegang
Saham Seri A Dwiwarna untuk menetapkan besarnya
tantiem untuk Tahun Buku 2018 serta menetapkan
honorarium, tunjangan, fasilitas dan insentif lainnya bagi
anggota Dewan Komisaris untuk Tahun 2019;
2. Memberikan wewenang dan kuasa kepada Dewan Komisaris
dengan terlebih dahulu mendapatkan persetujuan tertulis
dari Pemegang Saham Seri A Dwiwarna untuk menetapkan
besarnya tantiem untuk Tahun Buku 2018 serta menetapkan
gaji, tunjangan, fasilitas dan insentif lainnya bagi anggota
Direksi untuk tahun 2019.
1. Menyetujui penunjukan Kantor Akuntan Publik Purwantono,
Sungkoro & Surja (a member firm of Ernst & Young Global
Limited) untuk melakukan jasa Integrated Audit atas
Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan termasuk
Audit Pengendalian Internal atas Pelaporan Keuangan
dan audit Laporan Keuangan Program Kemitraan dan Bina
Lingkungan untuk Tahun Buku yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2019;
4
5
Telah dilaksanakan.
Persetujuan KAP langsung
berlaku.
177
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianAgenda
Keputusan RUPST
Realisasi Keputusan RUPST
Keputusan langsung berlaku.
6
2. Memberikan pelimpahan kewenangan kepada Dewan
Komisaris Perseroan untuk menetapkan besaran imbalan
jasa audit, penambahan ruang lingkup pekerjaan yang
diperlukan dan persyaratan lainnya yang wajar bagi kantor
akuntan publik tersebut;
3. Memberikan wewenang dan kuasa kepada Dewan Komisaris
dengan terlebih dahulu mendapatkan persetujuan tertulis
Pemegang Saham Seri A Dwiwarna untuk menetapkan
Kantor Akuntan Publik Pengganti dalam hal Kantor
Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja (a member
firm of Ernst & Young Global Limited), karena sebab apapun
tidak dapat menyelesaikan audit atas Laporan Keuangan
Perseroan dan Laporan Keuangan Pelaksanaan Program
Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) Perseroan Tahun
Buku 2019.
1. Menyetujui Perubahan Pasal 3 tentang Maksud dan Tujuan
serta Kegiatan Usaha Perseroan, Pasal 12 ayat 7i huruf b
tentang Batasan Kewenangan atas Perbuatan Direksi
Yang Harus Mendapatkan Persetujuan Dewan Komisaris
Dalam Hal Kerja Sama, Pasal 12 ayat 7i huruf g tentang
Batasan Kewenangan atas Perbuatan Direksi Yang Harus
Mendapatkan Persetujuan Dewan Komisaris Dalam Hal
Pengusulan Wakil Perseroan Untuk Menjadi Calon Anggota
Direksi dan Dewan Komisaris Anak Perusahaan;
2. Menyetujui untuk menyusun kembali seluruh ketentuan
dalam Anggaran Dasar sehubungan dengan perubahan
sebagaimana dimaksud pada butir 1 (satu) keputusan
tersebut di atas;
3. Memberikan kuasa dan wewenang kepada Direksi dengan
hak substitusi untuk melakukan segala tindakan yang
diperlukan berkaitan dengan keputusan mata acara
Rapat ini, termasuk menyusun dan menyatakan kembali
seluruh Anggaran Dasar dalam suatu Akta Notaris dan
menyampaikan kepada instansi yang berwenang untuk
mendapatkan persetujuan dan/atau tanda penerimaan
pemberitahuan perubahan Anggaran Dasar, melakukan
segala sesuatu yang dipandang perlu dan berguna untuk
keperluan tersebut dengan tidak ada satu pun yang
dikecualikan, termasuk untuk mengadakan penambahan
dan/atau perubahan dalam perubahan Anggaran Dasar
tersebut jika hal tersebut dipersyaratkan oleh instansi yang
berwenang.
178
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianAgenda
Keputusan RUPST
Realisasi Keputusan RUPST
7
A 1. Memberhentikan dengan hormat nama-nama tersebut di
Keputusan langsung berlaku
bawah ini sebagai anggota Direksi Perseroan:
1) Sdr. Alex J. Sinaga - sebagai Direktur Utama
2) Sdr. David Bangun - sebagai Direktur Digital &
Strategic Portfolio
3) Sdr. Abdus Somad Arief - sebagai Direktur Wholesale
& International Service
4) Sdr. Herdy Rosadi Harman - sebagai Direktur Human
Capital Management
5) Sdr. Dian Rachmawan - sebagai Direktur Enterprise &
Business Service
2. Mengubah nomenklatur
jabatan Anggota-Anggota
Direksi Perseroan sebagai berikut:
No.
Semula
Menjadi
1
2
Direktur Digital &
Direktur Digital Business
Strategic Portfolio
-
Direktur Strategic Portfolio
3. Mengangkat nama-nama tersebut di bawah ini sebagai
anggota Direksi Perseroan:
1) Sdr. Ririek Adriansyah - sebagai Direktur Utama
2) Sdr. Edwin Aristiawan - sebagai Direktur Wholesale
& International Service
3) Sdr. Edi Witjara - sebagai Direktur Human Capital
Management
4) Sdr. Faizal R. Djoemadi - sebagai Direktur Digital
Business
5) Sdr. Achmad Sugiarto - sebagai Direktur Strategic
Portfolio
6) Sdr. Bogi Witjaksono - sebagai Direktur Enterprise
& Business Service
4. Masa
jabatan
yang diangkat
anggota Direksi
sebagaimana angka 3, sesuai dengan ketentuan
Anggaran Dasar Perseroan, dengan memperhatikan
peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal
dan tanpa mengurangi hak RUPS untuk memberhentikan
sewaktu-waktu.
179
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianAgenda
Keputusan RUPST
Realisasi Keputusan RUPST
5. Dengan adanya pemberhentian, perubahan nomenklatur
jabatan, dan pengangkatan anggota Direksi Perseroan
sebagaimana dimaksud pada angka 1, angka 2, dan angka
3, maka susunan Anggota Direksi Perseroan menjadi
sebagai berikut:
No. Nama
Jabatan
1
2
3
4
5
6
7
8
9
Ririek Adriansyah
Direktur Utama
Harry Mozarta Zen
Direktur Keuangan
Siti Choiriana
Direktur Consumer Service
Bogi Witjaksono
Zulhelfi Abidin
Edwin Aristiawan
Edi Witjara
Direktur Enterprise & Business
Service
Direktur Network & IT
Solution
Direktur Wholesale &
International Service
Direktur Human Capital
Management
Faizal R. Djoemadi
Direktur Digital Business
Achmad Sugiarto
Direktur Strategic Portfolio
6. Anggota-Anggota Direksi yang diangkat sebagaimana
dimaksud pada angka 3 yang masih menjabat pada jabatan
lain yang dilarang oleh peraturan perundang-undangan
untuk dirangkap dengan jabatan Anggota Direksi Badan
Usaha Milik Negara, maka yang bersangkutan harus
mengundurkan diri atau diberhentikan dari jabatannya
tersebut.
7. Memberikan kuasa dan wewenang kepada Direksi
Perseroan dengan hak substitusi untuk melakukan segala
tindakan yang diperlukan berkaitan dengan keputusan
ini sesuai dengan peraturan perundang-
agenda
undangan yang berlaku, termasuk untuk menyatakan
dalam Akta Notaris tersendiri dan memberitahukan
susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan kepada
Kementerian Hukum dan HAM.
B 1. Mengukuhkan pemberhentian dengan hormat Sdr. Dolfie
Othniel Fredric Palit sebagai Komisaris Independen
Perseroan, terhitung sejak tanggal 20 September 2018.
2. Memberhentikan dengan hormat nama-nama tersebut di
bawah ini sebagai anggota Dewan Komisaris Perseroan:
1) Sdri. Hendri Saparini - sebagai Komisaris Utama
2) Sdri. Pamijati Pamela Johanna Waluyo - sebagai
Komisaris Independen
3) Sdr. Rinaldi Firmansyah - sebagai Komisaris
180
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianAgenda
Keputusan RUPST
Realisasi Keputusan RUPST
3. Mengangkat nama-nama tersebut di bawah ini sebagai
anggota Dewan Komisaris Perseroan:
1) Sdr. Rhenald Kasali - sebagai Komisaris Utama
merangkap Komisaris Independen
2) Sdr. Marsudi Wahyu Kisworo - sebagai Komisaris
Independen
3) Sdr. Ismail - sebagai Komisaris
4) Sdr. Marcelino Pandin - sebagai Komisaris
4. Masa jabatan anggota-anggota Dewan Komisaris yang
diangkat sebagaimana angka 3, sesuai dengan ketentuan
Anggaran Dasar Perseroan, dengan memperhatikan
peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal
dan tanpa mengurangi hak RUPS untuk memberhentikan
sewaktu-waktu.
5. Dengan
adanya
pengukuhan
pemberhentian,
pemberhentian, dan pengangkatan anggota-anggota
Dewan Komisaris Perseroan sebagaimana dimaksud
pada angka 1, angka 2, dan angka 3, maka susunan
Anggota Dewan Komisaris Perseroan menjadi sebagai
berikut:
No. Nama
Jabatan
1
2
3
4
5
6
7
8
Rhenald Kasali
Komisaris Utama/
Komisaris Independen
Marsudi Wahyu Kisworo
Komisaris Independen
Margiyono Darsasumarja
Komisaris Independen
Cahyana Ahmadjayadi
Komisaris Independen
Edwin Hidayat Abdullah
Komisaris
Isa Rachmatarwata
Komisaris
Ismail
Marcelino Pandin
Komisaris
Komisaris
6. Anggota-Anggota Dewan Komisaris yang diangkat
sebagaimana dimaksud pada angka 3 yang masih
menjabat pada jabatan lain yang dilarang oleh peraturan
perundang-undangan untuk dirangkap dengan jabatan
Anggota Dewan Komisaris Badan Usaha Milik Negara,
maka yang bersangkutan harus mengundurkan diri atau
diberhentikan dari jabatannya tersebut.
7. Memberikan kuasa dan wewenang kepada Dewan
Komisaris Perseroan dengan hak substitusi untuk
melakukan segala tindakan yang diperlukan berkaitan
dengan keputusan agenda ini sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku, termasuk untuk
menyatakan dalam Akta Notaris
tersendiri dan
memberitahukan susunan Dewan Komisaris dan Dewan
Komisaris Perseroan kepada Kementerian Hukum dan
HAM.
Catatan: Seluruh keputusan RUPST di atas telah sesuai dengan agenda yang sudah ditetapkan dan tercantum dalam panggilan RUPST
181
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianDEWAN KOMISARIS
Telkom memiliki Dewan Komisaris yang bertugas dan
6. Meneliti dan menelaah laporan berkala dan Laporan
bertanggung jawab secara kolektif dalam mengawasi
Tahunan yang disiapkan Direksi serta menandatangani
jalannya perusahaan dan memberikan nasihat kepada
Laporan Tahunan;
Direksi. Hal tersebut sejalan dengan penerapan prinsip-
prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good
7. Memberikan penjelasan, pendapat dan saran kepada
RUPS mengenai Laporan Tahunan, apabila diminta;
Corporate Governance (GCG) principles.
8. Membuat
risalah
rapat Dewan Komisaris dan
PIAGAM/BOARD CHARTER DEWAN
KOMISARIS
Sejak
tahun 2013, Telkom
telah memiliki Piagam
atau Board Charter Dewan Komisaris yang disahkan
melalui Surat Keputusan Dewan Komisaris No. 16/KEP/
DK/2013 tanggal 17 Desember 2013. Hingga disusunnya
Laporan ini, Piagam atau Board Charter tersebut belum
direvisi kembali.
Piagam atau Board Charter Dewan Komisaris merupakan
pedoman dan tata tertib kerja yang mengatur wewenang,
tugas, tanggung jawab, kewajiban, pembagian tugas,
rapat, ketentuan benturan kepentingan, kepemilikan
saham, dan hubungan Dewan Komisaris dengan Direksi
dan RUPS. Selain melalui Piagam atau Board Charter,
tugas, dan tanggung jawab anggota Dewan Komisaris
juga diatur dalam Anggaran Dasar Perusahaan dan surat
keputusan bersama antara Dewan Komisaris dan Direksi.
WEWENANG, TUGAS, DAN
TANGGUNG JAWAB DEWAN
KOMISARIS
menyimpan salinannya;
9. Melaporkan kepada Perseroan mengenai kepemilikan
sahamnya dan/atau keluarganya pada Perseroan
tersebut dan perseroan lain;
10. Memberikan laporan tentang tugas pengawasan yang
telah dilakukan selama tahun buku yang baru lampau
kepada RUPS;
11. Memberikan penjelasan tentang segala hal yang
ditanyakan atau yang diminta Pemegang Saham
Seri A Dwiwarna dengan memperhatikan peraturan
perundang-undangan khususnya yang berlaku di
bidang Pasar Modal;
12. Melaksanakan kewajiban lainnya dalam rangka tugas
pengawasan dan pemberian nasihat, sepanjang tidak
bertentangan dengan peraturan perundang-undangan,
Anggaran Dasar, dan/atau keputusan RUPS.
Adapun kewenangan Dewan Komisaris yaitu sebagai
berikut:
1. Memeriksa buku, surat, serta dokumen
lainnya,
memeriksa kas untuk keperluan verifikasi dan lain-lain
surat berharga dan memeriksa kekayaan Perseroan;
2. Memasuki pekarangan, gedung, dan kantor yang
dipergunakan oleh Perseroan;
3. Meminta penjelasan dari Direksi dan/atau pejabat
lainnya mengenai segala persoalan yang menyangkut
Anggaran Dasar Telkom menetapkan kewajiban Dewan
pengelolaan Perseroan;
Komisaris untuk:
4. Mengetahui segala kebijakan dan tindakan yang telah
1. Memberikan
nasihat
kepada Direksi
dalam
dan akan dijialankan oleh Direksi;
melaksanakan pengurusan Perseroan;
5. Meminta Direksi dan/atau pejabat lainnya di bawah
2. Memberikan pendapat dan persetujuan Rencana
Direksi dengan
sepengetahuan Direksi
untuk
Kerja dan Anggaran Tahunan Perseroan serta rencana
menghadiri rapat Dewan Komisaris:
kerja lainnya yang disiapkan Direksi, sesuai dengan
6. Mengangkat dan memberhentikan seorang Sekretaris
ketentuan Anggaran Dasar;
Dewan Komisaris;
3. Mengikuti
perkembangan
kegiatan
Perseroan,
7. Memberhentikan sementara anggota Direksi sesuai
memberikan pendapat dan saran kepada RUPS
dengan ketentuan Anggaran Dasar;
mengenai setiap masalah yang dianggap penting bagi
kepengurusan Perseroan;
8. Membentuk Komite Audit, Komite Remunerasi dan
Nominasi, Komite Pemantau Risiko dan Komite lain jika
4. Melaporkan kepada Pemegang Saham Seri A Dwiwarna
dianggap perlu dengan memperhatikan kemampuan
apabila terjadi gejala menurunnya kinerja Perseroan;
perusahaan;
5. Mengusulkan kepada RUPS penunjukan Akuntan
Publik yang akan melakukan pemeriksaan atas
9. Menggunakan tenaga ahli untuk hal tertentu dan
dalam jangka waktu tertentu atas beban Perseroan jika
buku Perseroan;
dianggap perlu;
182
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian10. Melakukan tindakan pengurusan Perseroan dalam
keadaan tertentu untuk jangka waktu tertentu sesuai
dengan ketentuan Anggaran Dasar ini;
11. Menyetujui
pengangkatan
dan
pemberhentian
Sekretaris Perusahaan dan/atau Kepala Satuan
Pengawas Intern;
12. Menghadiri Rapat Direksi dan memberikan pandangan
terhadap hal yang dibicarakan;
13. Melaksanakan kewenangan pengawasan
lainnya
sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan
perundang-undangan, Anggaran Dasar, dan/atau
keputusan RUPS.
Dalam hal terjadi kerugian perusahaan, anggota Dewan
Komisaris memiliki tanggung jawab secara kolektif atas
kesalahan atau kelalaian dalam menjalankan tugasnya,
kecuali dapat dibuktikan:
1. Kerugian tersebut bukan karena kesalahan atau
kelalaiannya;
2. Telah melakukan pengurusan dengan itikad baik, penuh
tanggung jawab, dan kehati-hatian untuk kepentingan
dan sesuai dengan maksud dan tujuan Perusahaan;
3. Tidak mempunyai benturan kepentingan baik langsung
maupun tidak langsung atas tindakan pengurusan
yang mengakibatkan kerugian; dan
4. Telah mengambil tindakan untuk mencegah timbul
atau berlanjutnya kerugian tersebut.
KOMPOSISI DEWAN KOMISARIS
Pada tahun 2019, komposisi Dewan Komisaris berubah
karena Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)
memutuskan untuk memberhentikan dengan hormat
Anggota Dewan Komisaris sebagai berikut:
1. Ibu Hendri Saparini dari jabatan Komisaris Utama;
2. Ibu Pamijati Pamela Johanna Waluyo dari jabatan
Komisaris Independen; dan
3. Bapak Rinaldi Firmansyah dari Jabatan Komisaris.
Selain perubahan
tersebut, Bapak Edwin Hidayat
Abdullah ditunjuk sebagai Wakil Direktur Utama Angkasa
Pura II pada tanggal 18 November 2019 dan Bapak Isa
Rachmatarwata sebagai Komisaris Pertamina pada
tanggal 23 Desember 2019, sehingga keduanya sudah
tidak menjabat sebagai Komisaris Perseroan.
Selain itu, RUPST juga memutuskan untuk mengangkat
nama-nama sebagai berikut:
1. Bapak Rhenald Kasali sebagai Komisaris Utama
merangkap Komisaris Independen;
2. Bapak Marsudi Wahyu Kisworo sebagai Komisaris
Independen;
3. Bapak Ismail sebagai Komisaris; dan
4. Bapak Marcelino Rumambo Pandin sebagai Komisaris.
Dengan demikian, komposisi Dewan Komisaris per 31 Desember 2018 dan 2019 dapat dilihat sebagai berikut:
Komposisi Dewan Komisaris per 31 Desember 2018
No.
Nama
Jabatan
Diangkat
Berakhir
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Hendri Saparini
Rinaldi Firmansyah
Edwin Hidayat Abdullah
Isa Rachmatarwata
Komisaris Utama
Komisaris
Komisaris
Komisaris
Margiyono Darsasumarja
Komisaris Independen
Cahyana Ahmadjayadi
Komisaris Independen
Pamijati Pamela Johanna Waluyo
Komisaris Independen
2014
2015
2018
2018
2015
2017
2015
RUPST 2019
RUPST 2019
RUPST 2023
RUPST 2023
RUPST 2020
RUPST 2022
RUPST 2019
Komposisi Dewan Komisaris per 31 Desember 2019
No.
Nama
Jabatan
Diangkat
Berakhir
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Rhenald Kasali
Komisaris Utama/
Komisaris Independen
Marsudi Wahyu Kisworo
Komisaris Independen
Margiyono Darsasumarja
Komisaris Independen
Cahyana Ahmadjayadi
Komisaris Independen
Ismail
Marcelino Rumambo Pandin
Komisaris
Komisaris
2019
2019
2015
2017
2019
2019
RUPST 2024
RUPST 2024
RUPST 2020
RUPST 2022
RUPST 2024
RUPST 2024
183
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKEBERAGAMAN DEWAN KOMISARIS
Secara umum, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan
integritas yang sesuai dengan kebutuhan. Meski belum
(RUPST) Telkom memastikan mekanisme pemilihan
ada kebijakan tertulis mengenai hal ini, Pemegang Saham
dan pengangkatan anggota Dewan Komisaris Telkom
Utama dan Pengendali Telkom, dalam hal ini Pemerintah
memenuhi
aspek
keberagaman,
non-diskriminasi
Indonesia yang diwakili Kementerian Badan Usaha Milik
dan hak asasi manusia, serta mengacu pada prinsip
Negara (BUMN), selalu memperhatikan penerapan prinsip
fairness. Anggota Dewan Komisaris dipilih dan diangkat
GCG dan UU No.39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia
berdasarkan latar belakang, kompetensi, keahlian, dan
di dalam mekanisme tersebut.
Komposisi Keberagaman Dewan Komisaris per 31 Desember 2019
No.
Nama
Jabatan
Gender
Latar Belakang Keahlian &
Kecakapan
Tingkat
Pendidikan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Rhenald Kasali
Komisaris Utama/
Komisaris Independen
Pria
Manajemen
Marsudi Wahyu Kisworo Komisaris Independen
Margiyono Darsasumarja Komisaris Independen
Pria
Pria
Cahyana Ahmadjayadi
Komisaris Independen
Pria
Ismail
Marcelino Rumambo
Pandin
Komisaris
Komisaris
Pria
Pria
Teknologi Informasi
Media, Hukum Media dan
Internet
Teknik Telekomunikasi,
Hukum dan Aplikasi Konten
Teknik Elektro dan Teknik
Telekomunikasi
Manajemen Bisnis, dan
Teknologi
Doktor
Doktor
Magister
Doktor
Doktor
Doktor
Keberagaman Komposisi
Jabatan Dewan Komisaris
Keberagaman Komposisi Tingkat
Pendidikan Dewan Komisaris
33%
Independen
Non
Independen
83%
Doktor
Magister
67%
17%
184
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianRANGKAP JABATAN DEWAN KOMISARIS
Sebagai bagian dari penerapan prinsip transparansi, Telkom mengungkapkan rangkap jabatan Dewan Komisaris per 31
Desember tahun 2019, sebagai berikut:
Rangkap Jabatan Dewan Komisaris
No. Nama
Telkom
Entitas Anak
Jabatan
Jabatan Lainnya
1.
2.
3.
4.
5.
Rhenald Kasali
Komisaris Utama/
Komisaris Independen
Tidak ada
Marsudi Wahyu Kisworo
Komisaris Independen
1. Anggota KNR
2. Anggota KEMPR
Margiyono Darsasumarja
Komisaris Independen
1. Ketua Komite Audit
Cahyana Ahmadjayadi
Komisaris Independen
Ismail
Komisaris
1. Ketua KNR
2. Anggota KEMPR
1. Anggota Komite Audit
2. Anggota KNR
3. Anggota KEMPR
1. Anggota Komite Audit
2. Anggota KNR
6.
Marcelino Rumambo Pandin Komisaris
Keterangan:
KEMPR
KNR
: Komite Evaluasi dan Monitoring Perencanaan dan Risiko
: Komite Nominasi dan Remunerasi
REMUNERASI DEWAN KOMISARIS
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
Kebijakan remunerasi bagi Dewan Komisaris Telkom ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri Negara Badan Usaha
Milik Negara No. PER-04/MBU/2014 tentang Pedoman Penetapan Penghasilan Direksi, Dewan Komisaris, dan Dewan
Pengawas BUMN beserta perubahannya. Sesuai dengan peraturan tersebut, remunerasi Dewan Komisaris memiliki
komponen yang terdiri dari:
1. Gaji/Honorarium;
2. Tunjangan;
3. Fasilitas; dan
4. Tantiem/Insentif Kinerja.
PROSEDUR DAN MEKANISME REMUNERASI DEWAN KOMISARIS
1
3
Dewan Komisaris Meminta
KNR* Menyusun draft
remunerasi.
Hasilnya diajukan ke RUPS.
5
4
RUPS
KNR meminta masukan
dari pihak independen
2
Pihak independen
memberikan masukan
kepada KNR.
*KNR: Komite Nominasi dan Remunerasi
185
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
Lebih jauh lagi, prosedur pengusulan sampai dengan
3. Komite Nominasi dan Remunerasi mengusulkan
penetapan remunerasi Dewan Komisaris Telkom dijelaskan
kerangka dimaksud kepada Dewan Komisaris.
sebagai berikut:
4. Dewan Komisaris mengusulkan
remunerasi bagi
1. Dewan Komisaris meminta Komite Nominasi dan
anggota Dewan Komisaris kepada RUPS.
Remunerasi untuk menyusun
rancangan usulan
5. RUPS melimpahkan kewenangan dan kuasa kepada
remunerasi Dewan Komisaris.
Dewan Komisaris dengan terlebih dahulu mendapat
2. Komite Nominasi dan Remunerasi meminta pihak
persetujuan Pemegang Saham Seri A Dwiwarna
independen untuk menyusun kerangka kerja untuk
untuk menetapkan
remunerasi bagi
anggota
remunerasi Dewan Komisaris.
Dewan Komisaris.
Selama tahun 2019, Telkom telah membayar remunerasi bagi Dewan Komisaris dengan nilai total Rp92,7 miliar dengan
pajak penghasilan dari remunerasi ditanggung oleh Telkom sebesar Rp27,0 miliar.
Secara lebih detail, struktur remunerasi yang menunjukkan komponen remunerasi dan jumlah nominal per komponen
untuk setiap anggota Dewan Komisaris dapat dilihat sebagai berikut:
Rekapitulasi Remunerasi Dewan Komisaris
No.
Dewan Komisaris
Honorarium &
Tunjangan Lainnya
Tantiem & THR(1)
Total
(Rp juta)
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
Rhenald Kasali (2)
Marsudi Wahyu Kisworo (2)
Margiyono Darsasumarja
Cahyana Ahmadjayadi
Edwin Hidayat Abdullah (4)
Isa Rachmatarwata (5)
Ismail (2)
Marcelino Rumambo Pandin (2)
Hendri Saparini (3)
Rinaldi Firmansyah (3)
Pamijati Pamela Johanna Waluyo (3)
2.475
2.220
3.421
3.422
3.165
3.413
2.214
2.214
1.097
1.388
1.392
-
-
10.233
10.233
6.990
6.990
-
-
11.370
10.233
10.233
2.475
2.220
13.654
13.655
10.155
10.403
2.214
2.214
12.467
11.621
11.625
Keterangan:
(1) THR mengacu pada Tunjangan Hari Raya atau tunjangan hari raya keagamaan
(2) Sejak 24 Mei 2019
(3) Sampai dengan 24 Mei 2019
(4) Sampai dengan 18 November 2019
(5) Sampai dengan 23 Desember 2019
186
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKEPESERTAAN BPJS
Per 31 Desember 2019, Telkom mengikutsertakan seluruh Dewan Komisaris dan Direksi, beserta keluarganya untuk
menjadi peserta BPJS Kesehatan. Ini merupakan upaya Telkom untuk mendukung program Jaminan Kesehatan Nasional
yang diinisiasi oleh Pemerintah.
KOMISARIS INDEPENDEN
Sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 33/POJK.04/2014, Telkom memiliki Komisaris Independen
sebanyak 4 orang per 31 Desember 2019. Jumlah tersebut terhitung 67% (puluh tujuh persen) dari jumlah total anggota
Dewan Komisaris, yang berarti melebihi ketentuan POJK sebesar 30% (tiga puluh persen).
Kriteria penentuan Komisaris Independen dan pengangkatan dalam RUPS mengacu pada:
1. Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. PER-02/MBU/02/2015, yaitu mencakup Persyaratan Formal,
Persyaratan Materiil, dan Persyaratan Lainnya.
2. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau
Perusahaan Publik, yaitu sebagai berikut:
• Bukan merupakan orang yang bekerja atau mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk merencanakan,
memimpin, mengendalikan, atau mengawasi kegiatan perusahaan terkait dalam waktu 6 (enam) bulan terakhir,
kecuali untuk pengangkatan kembali sebagai Komisaris Independen pada periode berikutnya.
• Tidak mempunyai saham Telkom baik langsung maupun tidak langsung.
• Tidak mempunyai hubungan afiliasi dengan Telkom, anggota Dewan Komisaris, anggota Direksi, atau pemegang
saham utama Telkom.
• Tidak mempunyai hubungan usaha baik langsung maupun tidak langsung yang berkaitan dengan kegiatan usaha
Telkom.
PERNYATAAN INDEPENDENSI
Dalam melaksanakan pekerjaannya, Dewan Komisaris harus melaksanakan tugasnya secara independen tanpa adanya
intervensi dari pihak lain. Selain itu dalam komposisi Dewan Komisaris itu sendiri terdapat Komisaris independen yang
memiliki syarat yang berdasarkan pada ketentuan yang berlaku di lingkungan Pasar Modal. Mengacu pada Pasal 25,
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 33/POJK.04/2014, Komisaris Independen yang telah menjabat selama dua
periode masa jabatan (dua kali masa jabatan lima tahun) dapat diangkat kembali dengan menyatakan independensinya
kepada RUPS dan diungkapkan secara terbuka pada laporan tahunan perusahaan. Per 31 Desember 2019, belum ada
Komisaris Independen Telkom yang memenuhi ketentuan tersebut di atas.
Tabel berikut mengungkapkan status pernyataan independensi masing-masing Komisaris Independen Telkom per akhir
tahun 2019.
Pernyataan Independensi Masing-masing Komisaris Independen
No. Nama
Jabatan
Waktu Penandatangan
Status
1.
2.
3.
4.
Rhenald Kasali
Komisaris Utama/
Komisaris Independen
Januari 2020
Pertama kali
Marsudi Wahyu Kisworo
Komisaris Independen
Januari 2020
Margiyono Darsasumarja
Komisaris Independen
Cahyana Ahmadjayadi
Komisaris Independen
April 2017
April 2017
Pertama kali
Diperbaharui
Diperbaharui
187
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianRAPAT DEWAN KOMISARIS
Di Telkom, Dewan Komisaris wajib melaksanakan rapat paling kurang 1 (satu) kali dalam 2 (dua) bulan atau pada setiap
waktu apabila dianggap perlu. Hal tersebut dijalankan sesuai dengan Peraturan OJK No. 33/POJK.04/2014, khususnya
Pasal 31. Rapat Dewan Komisaris dianggap Kuorum jika lebih dari separuh jumlah anggota Dewan Komisaris hadir
dalam rapat tersebut. Dewan Komisaris juga wajib mengadakan Rapat Gabungan bersama dengan Direksi setidaknya 1
(satu) kali dalam 4 (empat) bulan dan setiap waktu jika diperlukan.
Rapat Dewan Komisaris mengambil keputusan dengan mengutamakan musyawarah untuk mufakat. Jika mufakat tidak
dapat tercapai, maka pengambilan keputusan didasarkan pada suara mayoritas anggota Dewan Komisaris yang hadir
atau yang diwakili pada rapat. Dalam hal jumlah suara berimbang, maka keputusan yang diambil adalah yang sesuai
dengan pendapat Ketua Rapat.
Dewan Komisaris telah menyelenggarakan rapat internal sebanyak 22 kali dan Rapat Gabungan bersama Direksi
sebanyak 13 kali pada tahun 2019. Berikut tabel yang menampilkan frekuensi kehadiran setiap anggota Dewan Komisaris
dalam rapat internal, dan frekuensi kehadiran setiap anggota Dewan Komisaris dan Direksi dalam Rapat Gabungan:
Agenda dan Kehadiran Dewan Komisaris dalam Rapat Internal
No. Tanggal
Agenda/Pembahasan Rapat
1.
24 Januari 2019
1. Persetujuan Penyertaan Modal Telkom Metra untuk diteruskan ke Blanja.com sebesar
USD 30 juta
2. Lain-lain
a. Perubahan Susunan Keanggotaan Komite
b. BPJS Ketenagakerjaan
c. Penerimaan Staf Komite Nominasi dan Remunerasi
Daftar Kehadiran
RK1
N/A
MWK1 MGD
N/A
√
CA
√
EHA3
√
IR4
-
IS1
MRP1
HS2
RF2
PJW2
N/A
N/A
√
√
√
2.
7 Februari 2019
1. Permohonan Persetujuan Penyaluran Dana PK melalui BUMN Khusus
2. Lain-lain:
a. BPJS Ketenagakerjaan
b. Keanggotaan Komite Audit
Daftar Kehadiran
RK1
N/A
MWK1 MGD
N/A
√
CA
√
EHA3
-
IR4
√
IS1
N/A
MRP1
HS2
RF2
PJW2
N/A
√
√
√
3.
6 Maret 2019
1. Permohonan Persetujuan Final Project NK
2. Permohonan Persetujuan Strategic Fit Project NT
3. Lain-lain:
a. Perpanjangan Staf Sekretariat Dewan Komisaris
b. Perpanjangan Anggota Komite Audit
c. Kebutuhan Alat Pendukung Kerja
Daftar Kehadiran
RK1
N/A
MWK1 MGD
N/A
√
CA
√
EHA3
-
IR4
√
IS1
MRP1
HS2
RF2
PJW2
N/A
N/A
√
√
-
4.
1 April 2019
Penentuan Nominasi untuk Calon Direktur Utama dan Komisaris Utama Anak
Perusahaan
Daftar kehadiran
RK1
N/A
MWK1 MGD
N/A
√
CA
√
EHA3
-
IR4
-
IS1
MRP1
HS2
RF2
PJW2
N/A
N/A
√
√
√
5.
30 April 2019
1. Penentuan Pimpinan RUPS Tahun 2019
2. Pengajuan Bakal Calon Direksi PT Telkom Indonesia, Tbk ke Pemegang Saham
Seri A Dwiwarna
3. Penentuan Nominasi untuk Calon Direktur dan Komisaris Anak Perusahaan
Daftar Kehadiran
RK1
N/A
MWK1 MGD
N/A
√
CA
√
EHA3
√
IR4
√
IS1
N/A
MRP1
HS2
RF2
PJW2
N/A
√
√
√
188
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianNo. Tanggal
Agenda/Pembahasan Rapat
6.
2 Mei 2019
1. Permohonan Persetujuan Strategic Fit Project NT
2. Penentuan Nominasi untuk Calon Direktur dan Komisaris Anak Perusahaan
Daftar Kehadiran
RK1
MWK1 MGD
CA
EHA3
IR4
IS1
MRP1
HS2
RF2
PJW2
N/A
N/A
√
√
√
-
N/A
N/A
√
√
√
7.
13 Mei 2019
1. Usulan Perubahan Anggaran Dasar dalam RUPS 2019
2. Permohonan Persetujuan Release Capex Wifi RKAP 2019
3. Permohonan Persetujuan Final Pelepasan Saham PT Jalin
Daftar Kehadiran
RK1
N/A
MWK1 MGD
N/A
√
CA
√
EHA3
-
IR4
√
IS1
N/A
MRP1
HS2
RF2
PJW2
N/A
√
√
√
8.
29 Mei 2019
1. Prosedur Usulan AA melalui Penyertaan Modal Anak Perusahaan
2. Kepatuhan Pengangkatan Pengurus Anak Perusahaan
3. Permohonan Persetujuan Final Project NK
4. Penentuan Susunan Keanggotaan Komite
5. Masa Tugas Sekretaris Dewan Komisaris
Daftar Kehadiran
RK1
MWK1 MGD
√
√
√
CA
√
EHA3
√
IR4
√
IS1
√
MRP1
√
HS2
N/A
RF2
N/A
PJW2
N/A
9.
20 Juni 2019
1. Penentuan Pengurus Anak Perusahaan yang Menjadi Kewenangan Pemegang Saham
Seri A Dwiwarna
2. Penyampaian Draft CSS 2020-2024
Daftar Kehadiran
RK1
MWK1 MGD
√
√
√
CA
√
EHA3
-
IR4
√
IS1
√
MRP1
-
HS2
N/A
RF2
N/A
PJW2
N/A
10.
1 Juli 2019
1. Penentuan Pengurus Anak Perusahaan yang Menjadi Kewenangan Dewan Komisaris
2. Pelaksanaan Tugas Sekretaris Dewan Komisaris
3. Penetapan Spesifikasi dan Jenis Kendaraan Dinas Direksi
4. Lain-lain:
a. Pengurangan Jumlah Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi
b. Rencana Mengundang Bapak Ali Nurdin untuk Memberikan Pembekalan
c. Jadwal 1st Round CSS 2020-2024
Daftar Kehadiran
RK1
MWK1 MGD
√
-
√
CA
√
EHA3
-
IR4
-
IS1
√
11.
9 Juli 2019
Pembahasan Penambahan Biaya Audit Tahun Buku 2018
Daftar Kehadiran
RK1
MWK1 MGD
√
√
√
CA
√
EHA3
-
IR4
-
IS1
√
MRP1
√
MRP1
√
HS2
N/A
HS2
N/A
RF2
N/A
RF2
N/A
PJW2
N/A
PJW2
N/A
12.
18 Juli 2019
1. Persetujuan Strategic Fit Project Titan
2. Penentuan Calon Pengurus Anak Perusahaan yang menjadi Kewenangan Dewan
Komisaris
Daftar Kehadiran
RK1
MWK1 MGD
√
√
√
CA
√
EHA3
√
IR4
√
13.
30 Juli 2019
1. Persetujuan Capex Data Center Cloud (DCC)
2. Pengajuan Usulan Perubahan Uang Saku PDLN
Daftar Kehadiran
RK1
MWK1 MGD
√
-
√
CA
√
EHA3
√
IR4
-
14.
21 Agustus 2019
1. Persetujuan Capex Data Center Cloud (DCC)
2. Lain-lain:
IS1
√
IS1
√
MRP1
-
HS2
N/A
RF2
N/A
PJW2
N/A
MRP1
√
HS2
N/A
RF2
N/A
PJW2
N/A
a. Penentuan Tenaga Organik yang Diperbantukan di Sekretariat Dewan Komisaris
Daftar Kehadiran
RK1
MWK1 MGD
√
√
√
CA
√
EHA3
√
IR4
√
IS1
√
MRP1
√
HS2
N/A
RF2
N/A
PJW2
N/A
189
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianNo. Tanggal
Agenda/Pembahasan Rapat
15.
20 September 2019 1. Persetujuan Final Penyertaan Modal PT Telkom Indonesia, Tbk pada PT Dayamitra
Telekomunikasi (Project Titan)
2. Persetujuan Release Commitment Budget Capex Tahap II Tahun 2019
3. Lain-lain:
a. Project Hyperscale Data Center
Daftar Kehadiran
RK1
MWK1 MGD
√
-
√
CA
√
EHA3
√
IR4
√
IS1
√
MRP1
√
HS2
N/A
RF2
N/A
PJW2
N/A
16.
25 September 2019 1. Penentuan Pengurusan Anak Perusahaan
2. Perpanjangan Kontrak Kerja Staf Sekretariat Dewan Komisaris
3. Penyesuaian Nama Jabatan dalam kontrak Sdr. Ario Guntoro
Daftar Kehadiran
RK1
MWK1 MGD
√
√
√
CA
√
EHA3
-
17.
7 Oktober 2019
Update Mengenai Telkom University
Daftar Kehadiran
RK1
MWK1 MGD
√
√
-
CA
-
EHA3
-
IR4
-
IR4
-
IS1
√
IS1
√
MRP1
√
MRP1
√
HS2
N/A
HS2
N/A
RF2
N/A
RF2
N/A
PJW2
N/A
PJW2
N/A
18.
31 Oktober 2019
1. Penyampaian Usulan Perpanjangan Anggota dan Staf Komite
2. Penyampaian Pokok-pokok Arahan Dekom untuk Program kerja dan Anggaran Dekom
tahun 2020
3. Rencana Kunjungan Dekom ke Regional Tw IV tahun 2019
4. Jadwal Pembahasan/Pendalaman RKAP 2020
Daftar Kehadiran
RK1
MWK1 MGD
√
√
√
CA
√
EHA3
-
IR4
-
IS1
√
MRP1
-
HS2
N/A
RF2
N/A
PJW2
N/A
19.
25 November 2019
1. Usulan Pengangkatan Anggota Dewan Komisaris PT Telkomsel
2. Lain-lain:
a. Pengangkatan Komisaris Edwin Hidayat Abdullah sebagai Wakil Direktur Utama
PT Angkasa Pura II
b. Dukungan Data dan Informasi kepada Komisaris Utama dalam berkomunikasi
dengan Pemegang Saham Seri A Dwiwarna mengenai Pengurus Perseroan
c. Pengelolaan Anak Perusahaan TelkomGroup
d. Penghapusbukuan Piutang
e. Progress Penanganan Pembenahan Senat Telkom University
Daftar Kehadiran
RK1
MWK1 MGD
√
√
√
CA
√
EHA3
N/A
IR4
√
20.
26 November 2019
1. Pembahasan Turn Around Blanja.com
2. Pembahasan Risk Assessment CSS 2020-2024
3. Pendalaman Data Penghapusbukuan Piutang
Daftar Kehadiran
RK1
MWK1 MGD
-
√
√
CA
-
EHA3
N/A
IR4
-
IS1
√
IS1
-
MRP1
√
HS2
N/A
RF2
N/A
PJW2
N/A
MRP1
√
HS2
N/A
RF2
N/A
PJW2
N/A
21.
3 Desember 2019
1. Penetapan Usulan Pengurus Anak Perusahaan (Telkomsel)
2. Update Turn Around Blanja.com
3. Pembahasan Arahan Dewan Komisaris dalam CSS 2020-2024
4. Pembahasan RKAP 2020
Daftar Kehadiran
RK1
MWK1 MGD
√
√
√
CA
√
EHA3
N/A
IR4
√
IS1
√
MRP1
√
HS2
N/A
RF2
N/A
PJW2
N/A
190
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianNo. Tanggal
Agenda/Pembahasan Rapat
22.
17 Desember 2019
1. Persetujuan Rencana Penarikan Pinjaman Jangka Menengah dan Jangka Panjang
Telkom Parent Tahun 2020
2. Release Commitment Capex Tahap 1 dalam RKAP 2020
Daftar Kehadiran
RK1
MWK1 MGD
√
√
√
CA
√
EHA3
N/A
IR4
√
IS1
√
MRP1
√
HS2
N/A
RF2
N/A
PJW2
N/A
Keterangan:
RK
Rhenald Kasali
EHA Edwin Hidayat Abdullah
MWK Marsudi Wahyu Kisworo
MGD Margiyono Darsasumarja
IR
IS
Isa Rachmatarwata
HS
RF
Hendri Saparini
1 Sejak 24 Mei 2019
Rinaldi Firmansyah
2 Sampai dengan 24 Mei 2019
Ismail
PJW Pamijati Pamela Johanna Waluyo
3 Sampai dengan 18 November 2019
CA
Cahyana Ahmadjayadi
MRP Marcelino Rumambo Pandin
4 Sampai dengan 23 Desember 2019
Rekapitulasi Kehadiran Dewan Komisaris dalam Rapat Internal
No. Nama
Jumlah Rapat
Jumlah Kehadiran
Persentase Kehadiran
%
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
Rhenald Kasali (1)
Marsudi Wahyu Kisworo (1)
Margiyono Darsasumarja
Cahyana Ahmadjayadi
Edwin Hidayat Abdullah (3)
Isa Rachmatarwata (4)
Ismail (1)
Marcelino Rumambo Pandin (1)
Hendri Saparini (2)
Rinaldi Firmansyah (2)
Pamijati Pamela Johanna Waluyo (2)
Keterangan:
(1) Sejak 24 Mei 2019
(2) Sampai dengan 24 Mei 2019
(3) Sampai dengan 18 November 2019
(4) Sampai dengan 23 Desember 2019
15
15
22
22
18
22
15
15
7
7
7
14
12
21
20
8
12
14
12
7
7
6
93
80
95
91
44
55
93
80
100
100
86
191
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianAgenda dan Kehadiran Dewan Komisaris dan Direksi dalam Rapat Gabungan
No. Tanggal
Agenda/Pembahasan Rapat
1.
29 Januari 2019
1. Kinerja Perseroan Bulan Desember 2018
2. Progress Closing Integrated Audit tahun buku 2018
Daftar Kehadiran
Dewan Komisaris
Daftar Kehadiran
Direksi
RK1
MWK1
MGD
CA
EHA3
IR4
IS1
MRP1
HS2
RF2
PJW2
N/A
RA1
N/A
N/A
HMZ
√
√
SC
√
√
BW1
N/
-
ZA
√
√
EA1
N /A
N/A
EW1
N/A
N/A
FRD1
N/A
√
AS1
N/A
√
√
AJS2
DB2
DR2
ASA2
HRH2
√
√
√
√
√
2.
19 Februari 2019
Kinerja Perseroan Bulan Januari 2019
Daftar Kehadiran
Dewan Komisaris
Daftar Kehadiran
Direksi
RK1
MWK1
MGD
CA
EHA3
IR4
IS1
MRP1
HS2
RF2
PJW2
N/A
N/A
√
√
√
√
N/A
N/A
√
√
√
RA1
HMZ
SC
BW1
ZA
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
DB2
DR2
ASA2
HRH2
N/A
√
√
N/A
√
N /A
N /A
N /A
N /A
√
√
√
√
√
3.
22 Maret 2019
Kinerja Perseroan Bulan Februari 2019
Daftar Kehadiran
Dewan Komisaris
Daftar Kehadiran
Direksi
RK1
MWK1
MGD
CA
EHA3
IR4
IS1
MRP1
HS2
RF2
PJW2
N/A
N/A
√
√
√
√
N/A
N/A
√
√
√
RA1
HMZ
SC
BW1
ZA
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
DB2
DR2
ASA2
HRH2
N/A
√
√
N/A
√
N/A
N/A
N/A
N/A
-
√
√
√
√
4.
29 April 2019
1. Kinerja Perseroan Bulan Maret 2019
2. Laporan Pelaksanaan RUPS Tahun 2019
Daftar Kehadiran
Dewan Komisaris
Daftar Kehadiran
Direksi
RK1
MWK1
MGD
CA
EHA3
IR4
IS1
MRP1
HS2
RF2
PJW2
N/A
N/A
RA1
N/A
HMZ
√
√
SC
√
√
BW1
N/A
√
ZA
√
√
N/A
N/A
√
√
√
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
DB2
DR2
ASA2
HRH2
N /A
N /A
N /A
N /A
√
√
√
√
√
5.
22 Mei 2019
Kinerja Perseroan Bulan April 2019
Daftar Kehadiran
Dewan Komisaris
Daftar Kehadiran
Direksi
6.
26 Juni 2019
RK1
MWK1
MGD
CA
EHA3
IR4
IS1
MRP1
HS2
RF2
PJW2
N/A
RA1
N/A
N/A
HMZ
√
√
SC
√
√
BW1
N/A
√
ZA
√
√
N/A
N/A
√
√
√
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
DB2
DR2
ASA2
HRH2
N /A
N /A
N /A
N /A
√
√
√
√
√
1. Kinerja Perseroan Bulan Mei 2019 dan Outlook Kinerja Tahun 2019
2. Penyampaian Draft CSS 2020-2024
3. Laporan Kesiapan Pelaksanaan Integrated Audit tahun buku 2019
4. Lain-lain:
a. Time frame/tenggat waktu pemenuhan dan tanggapan/laporan hal-hal yang perlu di follow-up
b. Penyelesaian notulen Rapat adalah 2 (dua) minggu setelah Ragab
Daftar Kehadiran
Dewan Komisaris
Daftar Kehadiran
Direksi
RK1
MWK1
MGD
CA
EHA3
IR4
√
√
RA1
HMZ
√
√
√
SC
√
√
BW1
√
√
ZA
√
IS1
-
MRP1
√
HS2
N/A
RF2
N/A
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
√
√
√
√
N/A
PJW2
N/A
DB2
N/A
DR2
N/A
ASA2
HRH2
N/A
N/A
7.
30 Juli 2019
1. Kinerja Perseroan Bulan Juni 2019
2. Laporan Persiapan Filling Laporan Keuangan Konsolidasian & Keterbukaan Informasi
Semester 1 Tahun 2019
RK1
MWK1
MGD
CA
EHA3
IR4
√
√
RA1
HMZ
√
√
√
SC
√
√
BW1
-
√
ZA
√
IS1
√
MRP1
√
HS2
N/A
RF2
N/A
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
√
√
√
√
N/A
PJW2
N/A
DB2
N/A
DR2
N/A
ASA2
HRH2
N/A
N/A
√
-
Daftar Kehadiran
Dewan Komisaris
Daftar Kehadiran
Direksi
192
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianNo. Tanggal
Agenda/Pembahasan Rapat
8.
28 Agustus 2019
1. Kinerja Perseroan Bulan Juli 2019
2. Penyampaian Final Draft CSS Lite 2020-2024
Daftar Kehadiran
Dewan Komisaris
Daftar Kehadiran
Direksi
RK1
MWK1
MGD
CA
EHA3
IR4
MRP1
HS2
RF2
PJW2
√
√
RA1
HMZ
√
√
√
SC
√
√
BW1
√
√
ZA
-
-
N/A
N/A
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
√
√
√
√
N/A
IS1
√
9.
25 September
2019
1. Kinerja Perserian Bulan Agustus 2019
2. Penyampaian Presentasi Telkomsel
Daftar Kehadiran
Dewan Komisaris
Daftar Kehadiran
Direksi
10.
31 Oktober 2019
Daftar Kehadiran
Dewan Komisaris
Daftar Kehadiran
Direksi
RK1
MWK1
MGD
CA
EHA3
IR4
√
√
RA1
HMZ
√
√
√
SC
√
√
BW1
√
-
ZA
√
IS1
√
MRP1
√
HS2
N/A
RF2
N/A
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
√
√
√
√
N/A
1. Kinerja Perseroan Bulan Oktober 2019
2. Penyampaian CSS Final 2020-2024
3. Penyampaian Usulan Awal RKAP 2020
RK1
MWK1
MGD
CA
EHA3
IR4
√
√
RA1
HMZ
√
√
√
SC
√
√
BW1
√
√
ZA
√
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
√
√
√
√
N/A
IS1
√
MRP1
HS2
RF2
PJW2
-
N/A
N/A
11.
26 November 2019 1. Kinerja Perseroan Bulan September 2019
√
√
-
2. Penyampaian CSS 2020-2024 Per CFU/FU
3. Lain-lain:
a. Inorganic Summit
b. Penghapus bukuan piutang
c. Program Papua Muda Inspiratif
RK1
MWK1
MGD
CA
EHA3
IR4
√
√
RA1
HMZ
√
√
√
SC
√
√
N/A
√
IS1
√
MRP1
√
HS2
N/A
RF2
N/A
BW1
√
ZA
√
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
√
√
√
√
N/A
RK1
MWK1
MGD
CA
EHA3
IR4
√
N/A
√
IS1
√
MRP1
√
HS2
N/A
RF2
N/A
√
√
RA1
HMZ
√
√
√
SC
√
BW1
-
ZA
√
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
√
√
√
√
N/A
Daftar Kehadiran
Dewan Komisaris
Daftar Kehadiran
Direksi
Daftar Kehadiran
Dewan Komisaris
Daftar Kehadiran
Direksi
12.
10 Desember 2019
Penyampaian Final RKAP 2020
13.
17 Desember 2019
1. Kinerja Perseroan Bulan November 2019
2. Konsep Streamlining Subsidiaries
Daftar Kehadiran
Dewan Komisaris
Daftar Kehadiran
Direksi
√
√
RA1
HMZ
√
√
√
SC
√
RK1
MWK1
MGD
CA
EHA3
IR4
√
N/A
√
IS1
-
MRP1
√
HS2
N/A
RF2
N/A
BW1
√
ZA
√
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
√
-
√
√
N/A
N/A
DB2
N/A
PJW2
N/A
DB2
N/A
DR2
N/A
ASA2
HRH2
N/A
N/A
DR2
N/A
ASA2
HRH2
N/A
N/A
N/A
DB2
N/A
PJW2
N/A
DB2
N/A
PJW2
N/A
DB2
N/A
PJW2
N/A
DB2
N/A
DR2
N/A
ASA2
HRH2
N/A
N/A
DR2
N/A
ASA2
HRH2
N/A
N/A
DR2
N/A
ASA2
HRH2
N/A
N/A
DR2
N/A
ASA2
HRH2
N/A
N/A
Keterangan:
RK
Rhenald Kasali
MWK Marsudi Wahyu Kisworo
IR
IS
Isa Rachmatarwata
RA
Ririek Adriansyah
FRD Faizal Rochmad Djoemadi
Ismail
HMZ Harry Mozarta Zen
AS
Achmad Sugiarto
MGD Margiyono Darsasumarja
MRP Marcelino Rumambo Pandin
SC
Siti Choiriana
AJS Alex Janangkih Sinaga
CA
Cahyana Ahmadjayadi
EHA Edwin Hidayat Abdullah
1
2
Sejak 24 Mei 2019
Sampai dengan 24 Mei 2019
HS
RF
3
4
Hendri Saparini
Rinaldi Firmansyah
Sampai dengan 18 November 2019
ZA
EA
BW Bogi Witjaksono
Zulhelfi Abidin
DB
DR
David Bangun
Dian Rachmawan
Edwin Aristiawan
ASA Abdus Somad Arief
Sampai dengan 23 Desember 2019
EW Edi Witjara
HRH Herdy Rosadi Harman
193
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianRekapitulasi Kehadiran Dewan Komisaris dalam Rapat Gabungan
No. Nama
Jumlah Rapat
Jumlah Kehadiran
Persentase Kehadiran
%
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
Rhenald Kasali (1)
Marsudi Wahyu Kisworo (1)
Margiyono Darsasumarja
Cahyana Ahmadjayadi
Edwin Hidayat Abdullah (3)
Isa Rachmatarwata (4)
Ismail (1)
Marcelino Rumambo Pandin (1)
Hendri Saparini (2)
Rinaldi Firmansyah (2)
Pamijati Pamela Johanna Waluyo (2)
Keterangan:
(1) Sejak 24 Mei 2019
(2) Sampai dengan 24 Mei 2019
(3) Sampai dengan 18 November 2019
(4) Sampai dengan 23 Desember 2019
8
8
13
13
10
13
8
8
5
5
5
8
8
13
13
8
11
6
6
5
5
5
100
100
100
100
80
85
75
75
100
100
100
Rekapitulasi Kehadiran Direksi dalam Rapat Gabungan
No. Nama
Jumlah Rapat
Jumlah Kehadiran
Persentase Kehadiran
%
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
Ririek Adriansyah (1)
Harry Mozarta Zen
Siti Choiriana
Bogi Witjaksono (1)
Zulhelfi Abidin
Edwin Aristiawan (1)
Edi Witjara (1)
Faizal Rochmad Djoemadi (1)
Achmad Sugiarto (1)
Alex Janangkih Sinaga (2)
David Bangun (2)
Dian Rachmawan (2)
Abdus Somad Arief (2)
Herdy Rosadi Harman (2)
Keterangan:
(1) Sejak 24 Mei 2019
(2) Sampai dengan 24 Mei 2019
8
13
13
8
13
8
8
8
8
5
5
5
5
5
8
13
13
6
12
8
7
8
8
4
5
5
5
5
100
100
100
75
92
100
88
100
100
80
100
100
100
100
194
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPENILAIAN TERHADAP KINERJA DEWAN KOMISARIS
Melalui RUPS Tahunan, Pemegang Saham mengevaluasi kinerja Dewan Komisaris berdasarkan Laporan Pelaksanaan
Kinerja Dewan Komisaris yang dipertanggungjawabkan untuk tahun buku yang berjalan. Evaluasi kinerja tersebut
mencakup tingkat partisipasi anggota Dewan Komisaris dalam rapat dan kegiatan Perusahaan, pencapaian target, dan
sasaran kerja, baik dalam menjalankan fungsinya sebagai anggota Dewan Komisaris maupun sebagai anggota komite.
PENILAIAN KOMITE DIBAWAH DEWAN KOMISARIS
Dalam menjalankan tugasnya, Dewan Komisaris dibantu oleh Komite Audit, Komite Nominasi dan Remunerasi, serta
Komite Evaluasi dan Monitoring Perencanaan dan Risiko. Secara umum, komite-komite tersebut memiliki kinerja yang
baik sepanjang tahun 2019 dan dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya yang dijabarkan sebagai berikut:
Komite
Kinerja 2019
Komite Audit
Komite Nominasi dan
Remunerasi
Evaluasi
Komite
dan
Monitoring Perencanaan
dan Risiko
•
•
•
•
•
•
Membantu Dewan Komisaris dalam mengawal proses audit yang dilakukan oleh auditor
independen dengan baik.
Membantu mengevaluasi dan memberikan rekomendasi terhadap hasil audit internal
maupun audit eksternal dengan sangat baik.
Membantu Dewan Komisaris memberikan pertimbangan kepada Direksi dalam
mengambil keputusan strategis yang tepat.
Membantu merumuskan usulan kandidat dan remunerasi Direksi dan top management
yang tepat dan wajar.
Membantu Dewan Komisaris dalam hal perencanaan bisnis dan manajemen risiko.
Membantu Dewan Komisaris memberikan rekomendasi dengan baik terhadap Direksi
atas jalannya Telkom dalam jangka panjang, termasuk juga keputusan atas Merger and
Acquisition (M&A).
PENILAIAN TERHADAP KINERJA DIREKSI
Penilaian kinerja Direksi menggunakan balance scorecard pada empat aspek utama yaitu financial, customer, internal
business process, dan learning and growth. Selain itu kinerja Direksi juga dinilai berdasarkan pencapaian Key Performance
Indicator (KPI) sesuai Anggaran Dasar Perusahaan, serta realisasi atas RKAP. Telkom menentukan tiga tipe KPI, yaitu:
• Shared KPI, yaitu KPI dengan penamaan, target, realisasi, dan pencapaian yang sama untuk seluruh Direksi.
• Common KPI, yaitu KPI dengan penamaan dan target yang sama, namun realisasi dan pencapaian yang berbeda
untuk setiap Direksi.
• Specific KPI, yaitu KPI yang berbeda untuk masing-masing Direksi dan merupakan program spesifik yang menjadi
tugas utama dan prioritas masing-masing Direktur dan Direktorat yang dipimpin.
Proses evaluasi kinerja Direksi diawali dengan pengisian realisasi Kontrak Manajemen (KM) secara online dan
ditindaklanjuti dengan pertemuan tatap muka untuk proses klarifikasi dan penetapan nilai akhir kinerja, yang akan
disampaikan kepada Komite Kinerja dan Direktur Utama untuk penetapan final. Selanjutnya, hasil evaluasi akan
dilaporkan kepada Dewan Komisaris.
195
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKOMITE AUDIT
Telkom memiliki Komite Audit yang bekerja berdasarkan
7. Melakukan penelaahan atas pelaksanaan pemeriksaan
Audit Committee Charter, yang ditetapkan melalui
yang dilakukan oleh auditor internal.
Keputusan Dewan Komisaris No.10/KEP/DK/2018 tentang
8. Mengawasi pelaksanaan tindak lanjut temuan auditor
Pedoman Pelaksanaan Kerja (Charter) Komite Audit
internal oleh manajemen (Direksi).
Perusahaan Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi
Indonesia Tbk. Tugas dan fungsi Komite Audit yaitu
9. Menyediakan sarana untuk menerima, menelaah, dan
menindaklanjuti pengaduan (Whistleblower) yang
membantu Dewan Komisaris dalam menjalankan fungsi
mencakup Perseroan, entitas anak dan afiliasi (Definisi
pengawasan perusahaan sesuai dengan Peraturan
afiliasi sesuai yang diatur dalam UU No. 8 Tahun 1995
OJK No.55/POJK.04/2015 tanggal 23 Desember 2015,
tentang Pasar Modal, pada Pasal 1 angka 1).
ketentuan US SEC Exchange Act 10A-3, prinsip Good
10. Memonitor kepatuhan Perseroan pada peraturan
Corporate Governance (GCG), dan regulasi terkait lainnya.
perundang-undangan di bidang pasar modal dan
RUANG LINGKUP, TUGAS, DAN
TANGGUNG JAWAB KOMITE AUDIT
Ruang lingkup, tugas dan tanggung jawab Komite Audit
yaitu:
1. Membantu Dewan Komisaris melakukan proses
penunjukan calon auditor independen yang akan
melaksanakan
integrated audit pada Perseroan
dan entitas anak Perseroan yang dikonsolidasi
yang didasarkan pada independensi, ruang lingkup
penugasan dan imbalan jasa.
2. Melakukan pengawasan
(oversight) atas proses
integrated audit pada Perseroan dan proses audit pada
entitas anak yang laporan keuangannya dikonsolidasi
ke dalam laporan keuangan konsolidasian Perseroan.
3. Memberikan pendapat independen dalam hal terjadi
perbedaan pendapat antara manajemen dan auditor
independen.
4. Memberikan pre-approval untuk jasa-jasa non-audit
yang akan ditugaskan kepada auditor independen.
5. Melakukan penelaahan atas
informasi keuangan
yang akan dipublikasikan Perseroan seperti laporan
keuangan, proyeksi, dan informasi keuangan lainnya.
6. Memonitor kecukupan usaha manajemen untuk
membangun dan mengoperasikan pengendalian
internal yang efektif, khususnya pengendalian internal
atas pelaporan keuangan.
peraturan
perundang-undangan
lainnya
yang
berhubungan dengan usaha Perseroan.
11. Melakukan penelaahan
terhadap kebijakan dan
pelaksanaan manajemen risiko yang dibuat dan
dijalankan oleh manajemen.
12. Menelaah dan memberikan saran kepada Dewan
Komisaris terkait dengan adanya potensi benturan
kepentingan (conflict of interest) di dalam Perseroan.
13. Menjaga kerahasiaan dokumen, data dan informasi
Perseroan dan entitas anak yang dikonsolidasi.
14. Melaksanakan tugas
lain yang diberikan Dewan
Komisaris.
Selanjutnya, Keputusan Dewan Komisaris No.04/KEP/
DK/2011 tanggal 24 Maret 2011 tentang Pedoman
Pelaksanaan
Kerja
(Charter)
Komite
Evaluasi
dan Monitoring Perencanaan Risiko
(KEMPR) PT
Telekomunikasi
Indonesia, Tbk mengatur pembagian
tugas antara Komite Audit dengan KEMPR, khususnya
pada butir 10 dan 11 di atas, sebagai berikut:
1. Komite Audit melakukan penelaahan kepatuhan
Perseroan terhadap Peraturan pasar modal dimana
saham Perseroan tercatat, terutama yang terkait
dengan risiko-risiko pelaporan keuangan (financial
reporting risks).
2. KEMPR melakukan penelaahan kepatuhan Perseroan
terhadap peraturan perundang-undangan dan risiko-
risiko yang terkait dengan usaha Perseroan.
196
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKOMPOSISI KOMITE AUDIT
Mengacu kepada Peraturan OJK dan Peraturan US SEC, Komite Audit sedikitnya memiliki tiga orang anggota dengan
satu di antaranya merupakan Komisaris Independen sekaligus Ketua Komite Audit. Kemudian, dua anggota Komite
Audit lainnya harus merupakan pihak yang independen.
Pada tanggal 29 Mei 2019, Telkom telah melakukan RUPS Tahunan dan merubah susunan Dewan Komisaris, termasuk
juga pergantian anggota Komisaris Independen. Dengan adanya perubahan tersebut, maka Komite Audit Telkom juga
mengalami perubahan dengan melalui Keputusan Dewan Komisaris No. 04/KEP/DK/2019 tanggal 29 Mei 2019 tentang
Susunan Keanggotaan Komite Audit Perusahaan Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, sebagai berikut:
Jabatan
Ketua
Sekretaris/Anggota
Anggota
Komposisi Komite Audit per 31 Desember 2018
Nama
Status Rangkap Jabatan
Margiyono Darsasumarja*
Komisaris Independen
Tjatur Purwadi
Rinaldi Firmansyah*
Anggota Independen
Komisaris/Non-Voting Member
Cahyana Ahmadjayadi*
Komisaris Independen
Sarimin Mietra Sardi
Anggota Independen
Keterangan:
* Profil anggota Komite Audit yang berasal dari Komisaris dapat dilihat pada bagian profil Dewan Komisaris
Komposisi Komite Audit per 31 Desember 2019
Jabatan
Nama dan
Status Rangkap Jabatan
Dasar Penunjukan
Ketua
Margiyono Darsasumarja*
Komisaris Independen
Sekretaris
Tjatur Purwadi
Anggota Independen
Keputusan Dewan Komisaris No.05/KEP/DK/2017
tanggal 28 April 2017, lalu ditetapkan kembali
dalam Keputusan Dewan Komisaris No.07/KEP/
DK/2018 tanggal 28 September 2018, dan terakhir
ditetapkan kembali melalui Keputusan Dewan
Komisaris No. 04/KEP/DK/2019 tanggal 29 Mei 2019.
Keputusan Dewan Komisaris No.05/KEP/DK/2014
tanggal 25 Maret 2014, lalu ditetapkan kembali dalam
Keputusan Dewan Komisaris No.09/KEP/DK/2016
tanggal 27 Juli 2016, lalu ditetapkan lagi dalam
Keputusan Dewan Komisaris No.07/KEP/DK/2018
tanggal 28 September 2018, dan terakhir ditetapkan
kembali melalui Keputusan Dewan Komisaris
No. 04/KEP/DK/2019 tanggal 29 Mei 2019.
Periode Jabatan
2017-Sekarang
2014-Sekarang
Anggota
Ismail*
Komisaris
Keputusan Dewan Komisaris No. 04/KEP/DK/2019
tanggal 29 Mei 2019.
2019-Sekarang
Marcelino Rumambo Pandin*
Komisaris
Keputusan Dewan Komisaris No. 04/KEP/DK/2019
tanggal 29 Mei 2019.
2019-Sekarang
Sarimin Mietra Sardi
Anggota Independen
Keputusan Dewan Komisaris No.04/KEP/DK/2016
tanggal 31 Maret 2016, lalu ditetapkan lagi dalam
Keputusan Dewan Komisaris No.07/KEP/DK/2018
tanggal 28 September 2018, dan ditetapkan
kembali melalui Keputusan Dewan Komisaris
No. 04/KEP/DK/2019 tanggal 29 Mei 2019.
2016-Sekarang
Keterangan:
* Profil anggota Komite Audit yang berasal dari Komisaris dapat dilihat pada bagian profil Dewan Komisaris
197
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPROFIL ANGGOTA KOMITE AUDIT DILUAR RANGKAP JABATAN DEWAN
KOMISARIS
Tjatur Purwadi
Sekretaris dan Anggota Independen
: Surabaya, 28 Januari 1956
Lahir
Usia/Umur
: 63 tahun
Kewarganegaraan : Indonesia
: Bandung
Domisili
Riwayat Pendidikan
1990
Sarjana Akuntansi, Universitas Gadjah Mada,
Yogyakarta, Indonesia.
2000 Magister Manajemen bidang Finance,
Universitas Padjajaran, Bandung, Indonesia.
Dasar Penunjukan
Keputusan Dewan Komisaris No.05/KEP/DK/2014
tanggal 25 Maret 2014 dan ditetapkan kembali melalui
Keputusan Dewan Komisaris No.07/KEP/DK/2018 tanggal
28 September 2018 dan terakhir ditetapkan dengan
Surat Keputusan Dewan Komisaris No.04/KEP/DK/2019.
Selain menjadi Sekretaris Komite Audit, saat ini tidak
ada jabatan lain yang dirangkap Tjatur Purwadi di dalam
Perusahaan. Sesuai dengan Keputusan DK tersebut, yang
bersangkutan ditunjuk sebagai Sekretaris merangkap
anggota independen Komite Audit.
Periode Jabatan
Tahun 2014 sampai dengan sekarang.
Tugas dan Tanggung Jawab
Bertugas untuk memfasilitasi pelaksanaan tugas anggota
Komite Audit, melakukan korespondensi, menyiapkan
dokumentasi, membuat
laporan perubahan Audit
Committee Charter, serta mengoordinasikan proses
seleksi auditor independen.
Riwayat Jabatan
2014 - Sekarang
2012 - 2014
1979 - 2012
Sekretaris/Anggota Komite Audit.
Director - Assurance Team KAP
Tanudiredja, Wibisana & Rekan/PwC.
Indonesia
(Persero)
PT Telkom
Tbk. (Menjabat beberapa
jabatan
strategis di antaranya Vice President
(VP) - Financial & Logistic Policy dan
Head of Internal Audit).
Sarimin Mietra Sardi
Anggota Independen
Lahir
Usia/Umur
Kewarganegaraan : Indonesia
: Bandung
Domisili
: Ujung Pandang, 17 September 1958
: 61 tahun
Riwayat Pendidikan
1993
Sarjana Terapan Akuntansi, Sekolah Tinggi
Akuntansi Negara (STAN), Jakarta, Indonesia.
2008 Magister Manajemen, Universitas Pendidikan
Indonesia (UPI), Jakarta, Indonesia.
Dasar Penunjukan
Keputusan Dewan Komisaris No.04/KEP/DK/2016 tanggal
31 Maret 2016 dan ditetapkan kembali melalui Keputusan
Dewan Komisaris No.07/KEP/DK/2018
tanggal 28
September 2018, dan ditetapkan kembali Surat Keputusan
Dewan Komisaris No.04/KEP/DK/2019. Sesuai dengan SK
Dewan Komisaris tersebut, jabatan yang dibebankan yaitu
sebagai anggota tenaga ahli keuangan (Financial Expert)
di Komite Audit.
Periode Jabatan
31 Maret 2016 sampai dengan sekarang.
Tugas dan Tanggung Jawab
Bertugas untuk mengawasi dan memantau proses
integrated audit, proses konsolidasi laporan keuangan,
efektivitas pengendalian internal atas pelaporan keuangan
sesuai dengan Keputusan Dewan Komisaris No. 04/KEP/
DK/2019.
Riwayat Jabatan
2016 - Sekarang
1982 - 2014
Anggota Independen Komite Audit.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.
(Pernah menjabat beberapa jabatan
strategis di antaranya Deputy SGM
Finance Operation dan Direktur
Keuangan & SDM Dana
Pensiun
Telkom).
198
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
INDEPENDENSI KOMITE AUDIT
Telkom mewajibkan seluruh anggota Komite Audit
untuk memegang teguh integritas dan independensi
sejak pertama kali diangkat sehingga kami yakin
bahwa keputusan Komite Audit akan berorientasi pada
independensi dan terhindar dari tekanan pihak lain dalam
menjalankan wewenang tugas dan tanggung jawabnya.
KINERJA DAN PELAKSANAAN
KEGIATAN KOMITE AUDIT
Kinerja dan pelaksanaan kegiatan Komite Audit selama
periode laporan telah dirangkum dalam Laporan Kegiatan
Komite Audit selama tahun 2019, yang di antaranya berisi
informasi tentang:
b. Komite Audit telah menelaah dan membahas
laporan keuangan konsolidasian auditan dan
catatan atas laporan keuangan konsolidasian dalam
Laporan Tahunan (Form 20F) dengan Manajemen
Perusahaan.
Berkaitan
dengan manajemen
risiko Perusahaan, Komite Audit mengawasi dan
memonitor risiko kecurangan, dan risiko-risiko
pelaporan keuangan yang mungkin berdampak
material pada penyajian laporan keuangan.
c. Selain itu, Komite Audit menelaah dan mendiskusikan
dengan Auditor Independen (KAP PSS/EY) atas
kepatuhan manajemen
terhadap pelaksanaan
peraturan pasar modal dan peraturan lain yang
berhubungan dengan usaha Perusahaan sesuai
dengan standar PSA 62 yang mulai dilakukan audit
pada tahun 2017.
1. Melakukan evaluasi Auditor
Independen yang
3. Melakukan review dan supervisi terhadap rencana
mengaudit laporan keuangan konsolidasian Perseroan
tahun buku 2018 dan memberikan rekomendasi
kepada Dewan Komisaris terkait penunjukan Auditor
Independen yang akan mengaudit laporan keuangan
konsolidasian Perseroan tahun buku 2019
a. Komite Audit membuat laporan evaluasi pelaksanaan
audit terhadap laporan keuangan konsolidasian
Perseroan tahun buku 2018 yang disampaikan
kepada Dewan Komisaris dan Otoritas Pasar Modal
(OJK).
b. Berdasarkan laporan Komite Audit atas hasil evaluasi
pelaksanaan audit terhadap
laporan keuangan
konsolidasian Perseroan tahun buku 2018, Dewan
Komisaris mengusulkan calon auditor independen
untuk mengaudit laporan keuangan konsolidasian
tahun buku 2019 kepada Rapat Umum Pemegang
Saham Tahunan (RUPST) Perseroan tahun 2019.
2. Melakukan supervisi proses Integrated Audit tahun
buku 2019
a. Komite Audit
telah melakukan pembahasan
dengan Manajemen (VP Financial Policy, SGM
Internal Auditor
Shared Service of Finance),
dan Auditor
Independen KAP Purwantono,
Sungkoro & Surja firma anggota Ernst & Young
Global Limited (KAP PSS/EY) terkait dengan
kualitas dan akseptabilitas standar akuntansi
keuangan yang diterapkan oleh Perusahaan,
kelayakan accounting estimate and judgement
yang signifikan, dan kecukupan pengungkapan
dalam
laporan
keuangan
konsolidasian,
serta efektivitas pengendalian
internal yang
dilaksanakan oleh Manajemen, sehingga kuantitas
dan kualitas laporan keuangan yang diterbitkan
oleh Manajemen disajikan secara wajar dan tidak
terdapat kesalahan penyajian yang material.
dan pelaksanaan program kerja Unit Internal Auditor
tahun buku 2019
a. Komite Audit
telah melakukan
review dan
pembahasan tentang usulan program kerja Unit
Internal Audit tahun 2019 dikaitkan dengan risiko
yang kemungkinan terjadi dalam tahun 2019
sebelum program kerja tersebut ditetapkan oleh
Manajemen.
b. Komite Audit
secara
triwulanan melakukan
pembahasan temuan dan rekomendasi hasil dari
proses audit dan konsultasi internal dari Unit Internal
Audit, termasuk monitoring tindak lanjut yang telah
diselesaikan oleh Manajemen.
4. Melakukan supervisi atas proses audit Program
Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) yang
dilaksanakan oleh Unit Community Development
Center (CDC) tahun buku 2019
Komite Audit telah melakukan pembahasan dengan
Manajemen CDC dan auditor independent (KAP PSS/
EY) terkait dengan pelaksanaan Program Kemitraan
dan Bina Lingkungan tahun 2019, proses audit
laporan keuangan tahun buku 2019, serta prosedur
yang disepakati
(Agreed Upon Procedure/AUP)
atas kepatuhan terhadap peraturan-peraturan yang
berlaku dalam pengelolaan program Kemitraan dan
Bina Lingkungan.
5. Melakukan penelaah
informasi pengaduan yang
masuk melalui program Whistleblower (WBS) tahun
buku 2019
Untuk memberikan kesempatan dan kemudahan
kepada semua pihak dalam menyampaikan pengaduan
baik oleh karyawan TelkomGroup maupun dari luar
TelkomGroup (pihak ketiga), Komite Audit menyiapkan
sistem aplikasi Whistleblower sehingga dapat diakses
dengan mudah dari manapun melalui akses internet.
199
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
RAPAT KOMITE AUDIT
Pada tahun 2019, Komite Audit telah mengadakan 29 rapat. Jumlah tersebut memenuhi ketentuan Audit Committee
Charter Telkom mengatur bahwa Komite Audit melaksanakan rapat satu kali per bulan dan Peraturan OJK No.55/
POJK.04/2015 tanggal 23 Desember 2015 tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit,
khususnya pada Pasal 13, yang menyatakan bahwa Komite Audit melaksanakan rapat secara berkala paling sedikit satu
kali dalam tiga bulan.
Seluruh rapat Komite Audit diselenggarakan sesuai dengan Audit Committee Charter dan bertujuan untuk memfasilitasi
pelaksanaan tugas dan tanggung jawab anggota Komite Audit. Berikut ini data yang lebih rinci mengenai kehadiran
setiap anggota dalam rapat Komite Audit.
Kehadiran Rapat Komite Audit Tahun 2019
No. Nama
Jumlah Rapat
Jumlah Kehadiran
Persentase Kehadiran
%
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Margiyono Darsasumarja
Tjatur Purwadi
Ismail (1)
Marcelino Rumambo Pandin (1)
Sarimin Mietra Sardi
Cahyana Ahmadjayadi (2)
Rinaldi Firmansyah (2)
Keterangan:
(1) Sejak 24 Mei 2019
(2) Sampai dengan 24 Mei 2019
29
29
14
14
29
15
15
26
29
11
11
29
15
15
90
100
79
79
100
100
100
PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KOMITE AUDIT
Telkom membutuhkan Komite Audit yang handal dan dapat dipercaya dengan kompetensi terbaik yang sesuai dengan
perkembangan bisnis di era digital. Untuk itu, Telkom mengikutsertakan anggota Komite Audit dalam berbagai program
kegiatan pendidikan dan pelatihan tahun 2019, sebagai berikut:
No. Nama
Program Pelatihan
Tanggal
Lokasi
1.
2.
Margiyono Darsasumarja
Security & Risk Management, Gartner
9 – 11 September
Inggris
Tjatur Purwadi
1. ECIIA Conference 2019
2. Certification in Audit Committee
18 – 20 September
5 – 7 November
Luksemburg
Indonesia
Practices, IKAI
3.
Ismail
1. ECIIA Conference 2019
2. Certification in Audit Committee
18 – 20 September
5 – 7 November
Luksemburg
Indonesia
Practices, IKAI
4.
5.
Marcelino Rumambo Pandin Certification in Audit Committee
5 – 7 November
Indonesia
Practices, IKAI
Sarimin Mietra Sardi
ECIIA Conference 2019
18 - 20 September
Luksemburg
200
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKOMITE NOMINASI
DAN REMUNERASI
Peraturan OJK No.34/POJK.04/2015 tentang Komite
Nominasi dan Remunerasi Emiten atau Perusahaan Publik
4. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris
untuk kemudian menyerahkannya kepada RUPS melalui
mewajibkan Telkom untuk memiliki Komite Nominasi dan
pemegang saham seri A Dwiwarna terkait dengan
Remunerasi (KNR). Secara internal, ketentuan mengenai
kebijakan, besaran dan/atau struktur remunerasi
KNR diatur dalam Pedoman/Piagam Komite Nominasi dan
Direksi dan Dewan Komisaris.
Remunerasi (Nomination and Remuneration Committee
5. Remunerasi dari Direksi dan Dewan Komisaris yang
Charter) yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Dewan
bersifat tetap dalam bentuk gaji atau honorarium,
Komisaris No.13/KEP/DK/2018 tanggal 31 Desember
tunjangan dan fasilitas serta bersifat variabel yang
2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Kerja (Charter)
berupa insentif.
Komite Nominasi dan Remunerasi Perusahaan Perseroan
6. Menelaah perjanjian kerja dan/atau pernyataan kinerja
(Persero) PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk.
dari setiap anggota Direksi.
Pedoman/Piagam tersebut berisi tata cara kerja KNR
Ketua KNR bertanggung jawab untuk mengoordinir
yang bertugas membantu Dewan Komisaris mengawasi
dan mengarahkan pelaksanaan tugas dan tanggung
penetapan kualifikasi dan proses nominasi, serta
jawab Komite. Kemudian, posisi Sekretaris di dalam KNR
remunerasi Dewan Komisaris, Direksi, dan pejabat
eksekutif. Dengan adanya KNR, Telkom berharap proses
ditugaskan untuk membantu Ketua dalam mengelola
administrasi, dokumen, dan kegiatan. Anggota Komite
seleksi dan pengambilan kebijakan remunerasi dapat
merupakan pihak yang menyerap aspirasi dan merumuskan
dilakukan sesuai dengan pertimbangan profesional dan
rekomendasi terkait nominasi dan remunerasi Direksi dan
independen tanpa ada tekanan pihak lain.
Dewan Komisaris, serta pejabat eksekutif.
RUANG LINGKUP, TUGAS, DAN
TANGGUNG JAWAB KNR
Telkom memiliki Komite Nominasi dan Remunerasi dengan
lingkup, tugas dan tanggung jawab sebagai berikut:
1. Menyusun kebijakan, kriteria dan seleksi yang
dibutuhkan untuk
jabatan-jabatan
strategis di
lingkungan Perseroan yaitu jabatan satu tingkat di
bawah Direktur dan Pengurus (anggota Direksi dan
anggota Dewan Komisaris) entitas anak konsolidasi
yang mengacu pada prinsip-prinsip Good Corporate
Governance.
2. Membantu Dewan Komisaris yang bersama atau
berkonsultasi dengan Direksi menyeleksi kandidat
untuk
jabatan-jabatan
strategis di
lingkungan
Perseroan (anggota Direksi dan anggota Dewan
Komisaris) entitas anak konsolidasi.
3. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris
untuk disampaikan kepada pemegang saham seri A
Dwiwarna mengenai:
a. Komposisi jabatan anggota Direksi.
b. Perencanaan suksesi anggota Direksi.
c. Penilaian berdasarkan tolak ukur yang telah disusun
sebagai bahan evaluasi pengembangan kemampuan
anggota Direksi.
Merujuk kepada Surat Menteri BUMN nomor S.675/
MBU/10/2018
tanggal
18 Oktober 2018,
tentang
persetujuan usulan, batasan dan/atau kriteria kewenangan
Dewan Komisaris PT Telekomunikasi Indonesia (persero)
Tbk., disebutkan adanya pembagian dalam kewenangan
untuk pengusulan wakil perseroan di pengurus anak
perusahaan perseroan, maka:
1. Kewenangan Pemegang Saham Seri A Dwiwarna,
adalah untuk:
a. Direktur Utama dan Komisaris Utama Anak
Perusahaan Perseroan.
b. Pengurus Perusahaan (Direktur dan Komisaris),
dengan total aset ≥ 50% dari total aset induk
dan/atau revenue anak perusahaan ≥ 50% dari
revenue induk.
2. Kewenangan Dewan Komisaris PT Telkom Indonesia
(persero) Tbk., adalah Direktur (selain Direktur Utama)
dan Dewan Komisaris (selain Komisaris Utama) di anak
perusahaan perseroan dengan total aset ≤ 50% dari
total aset perusahaan induk, dan/atau anak perusahaan
dengan revenue sebesar ≤ 50% dari total revenue
perusahaan induk.
Sebagai bagian dari tindak lanjut Surat Menteri BUMN
nomor S.675/MBU/10/2018, tanggal 18 Oktober 2018
tersebut, maka pada tahun 2019 Komite Nominasi dan
Remunerasi telah melakukan kegiatan Uji Kelayakan dan
Kepatuhan sebanyak 29 kali, untuk 70 posisi pengurus
(target
jabatan) dengan 208 kandidat di 11 anak
perusahaan dan di Sekertariat Dewan Komisaris.
201
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKOMPOSISI KNR
Berdasarkan Peraturan OJK No.34/POJK.04/2015, jumlah anggota Komite Nominasi dan Remunerasi paling sedikit tiga
orang. Salah satunya, yaitu sebagai anggota merangkap Ketua, merupakan Komisaris Independen. Dua anggota lainnya
dapat berasal dari anggota Dewan Komisaris, pihak dari luar perseroan, maupun pihak manajemen di bawah Direksi.
Hingga akhir periode laporan tahun 2019, KNR Telkom tidak memiliki anggota yang berasal dari pihak eksternal.
Komposisi anggota Komite Nominasi dan Remunerasi diatur melalui Keputusan Dewan Komisaris No.14/KEP/DK/2019
tanggal 17 Desember 2019 tentang Susunan Keanggotaan Komite Nominasi dan Remunerasi Perusahaan Perseroan
(Persero) PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. Surat keputusan tersebut menetapkan Anggota Komite Nominasi dan
Remunerasi sebagai berikut:
Komposisi Komite Nominasi dan Remunerasi per 31 Desember 2018
Jabatan
Nama
Status Rangkap Jabatan
Ketua/Anggota
Pamijati Pamela Johanna Waluyo* Komisaris Independen
Anggota
Rinaldi Firmansyah*
Edwin Hidayat Abdullah*
Isa Rachmatarwata*
Komisaris
Komisaris
Komisaris
Margiyono Darsasumarja*
Komisaris Independen
Cahyana Ahmadjayadi*
Komisaris Independen
Keterangan:
* Profil anggota KNR yang berasal dari Komisaris dapat dilihat pada bagian profil Dewan Komisaris
Jabatan
Ketua
Anggota
Komposisi Komite Nominasi dan Remunerasi per 31 Desember 2019
Nama dan
Status Rangkap jabatan
Tugas Masing - masing Anggota
Cahyana Ahmadjayadi*
Komisaris Independen
Bertanggung
koordinasi pelaksanaan tugas Komite.
jawab terhadap pemberian arahan dan
Ismail*
Komisaris
Marcellino Rumambo Pandin*
Komisaris
Marsudi Wahyu Kisworo*
Komisaris Independen
Bertanggung jawab untuk mengoordinasikan masukan
yang berasal dari pihak yang berhubungan dengan
pemegang saham pengendali terkait dengan isu nominasi
dan remunerasi.
Keterangan:
* Profil anggota KNR yang berasal dari Komisaris dapat dilihat pada bagian profil Dewan Komisaris
INDEPENDENSI KNR
Telkom memastikan anggota Komite Nominasi dan Remunerasi (KNR) memiliki integritas dan independensi yang cukup
sebagai landasan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Untuk itu, Telkom mewajibkan setiap anggota
KNR menandatangani pernyataan integritas dan independensi sejak pertama kali diangkat. Tujuannya yaitu agar setiap
anggota KNR dapat bekerja secara independen dan profesional, serta menghindari konflik kepentingan.
KINERJA DAN PELAKSANAAN KEGIATAN KNR
Sepanjang tahun 2019, Komite Nominasi dan Remunerasi telah membantu pelaksanaan tugas dari Dewan Komisaris
dalam menghasilkan keputusan-keputusan, melalui pelaksanaan agenda kegiatan, antara lain:
1. Rapat dan Persetujuan Komite Nominasi dan Remunerasi dan Sekretariat Dewan Komisaris, untuk penyelesaian
internal sekretariat di dalam lingkungan Dewan Komisaris, sejumlah 23 kegiatan, diantaranya:
a. Susunan keanggotaan Komite.
b. Administrasi staf maupun anggota Komite dan staf sekretariat Dewan Komisaris.
202
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
2. Pelaksanaan Uji Kelayakan dan Kepatutan pengurus anak perusahaan perseroan, sejumlah 29 kegiatan, dengan
pembagian sebagai berikut:
a. Kewenangan Pemegang saham Seri A Dwiwarna:
No. Posisi Pengurus
Anak Perusahaan
Jumlah kandidat
Seluruh Direksi dan Dewan Komisaris
PT Multimedia Nusantara
Komisaris Utama dan Direktur Utama
PT PINS Indonesia
Direktur Utama dan Komisaris Utama
PT Jalin Pembayaran Nusantara
Komisaris Utama ( Ex Officio)
PT Infomedia Nusantara
CEO dan Komisaris Utama ( Ex Officio)
PT Telkom Indonesia International
Direktur Utama dan Komisaris Utama ( Ex Officio)
PT Telkom Infra
Komisaris Utama ( Ex Officio)
PT Dayamitra Telekomunikasi
Komisaris Utama ( Ex Officio)
PT Graha Sarana Duta
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
CEO dan Komisaris Utama ( Ex Officio)
10.
Komisaris Utama ( Ex Officio)
Total
PT Telkomsat
PT Metranet
39
10
10
0
5
5
0
0
5
5
79
b. Kewenangan Dewan Komisaris PT Telkom Indonesia (persero) Tbk.:
No. Posisi Pengurus
Anak Perusahaan
Jumlah kandidat
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
4 Direktur dan 1 Komisaris
3 Direktur dan 1 Komisaris
1 Direktur
2 Komisaris
3 Direktur dan 3 Komisaris
4 Direktur dan 1 Komisaris
2 Direktur dan 3 Komisaris
4 Direktur dan 3 Komisaris
4 Direktur dan 2 Komisaris
1 Komisaris
PT Telkomsat
PT PINS Indonesia
PT Jalin Pembayaran Nusantara
PT Infomedia Nusantara
PT Telkom Indonesia International
PT Telkom Infra
PT Dayamitra Telekomunikasi
PT Telkom Akses
PT Graha Sarana Duta
PT Metranet
Organik PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.
Sekretariat Dekom
Total
15
12
3
6
18
15
15
21
16
3
5
129
3. Pengajuan bakal calon Direksi Perseroan serta Persetujuan hasil Uji Kelayakan dan Kepatutan, sejumlah 23 kegiatan,
diantaranya:
a. Pengajuan Bakal Calon Direksi PT Telkom Indonesia (persero) Tbk. ke pemegang saham Seri A Dwiwarna.
b. Penentuan Nominasi untuk Calon Direktur Utama dan Komisaris Utama Anak Perusahaan.
c. Penentuan Calon Pengurus Anak Perusahaan yang menjadi Kewenangan Dewan Komisaris.
d. Permohonan Pembaharuan Persetujuan Usulan Wakil Perseroan di Anak Perusahaan PT Telkom Indonesia, Tbk.
e. Persetujuan Direksi Anak Perusahaan PT Telkom Indonesia, Tbk.
4. Persetujuan Struktur Organisasi satu tingkat dibawah direksi, sejumlah 3 kegiatan, diantaranya:
a. Struktur Organisasi Satu Tingkat di bawah Direksi untuk Direktorat Strategic Portfolio dan Direktorat Digital
Business.
b. Persetujuan Perubahan Struktur Organisasi Satu Tingkat di bawah Direksi untuk Direktorat Keuangan.
5. Persetujuan Remunerasi sejumlah 5 kegiatan, diantaranya:
a. Permohonan Tantiem Tahun Buku 2018 dan Remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris untuk Tahun Buku 2019.
b. Penjelasan usulan kontrak management Direktur SP & Direktur DB, Semester II 2019.
203
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
RAPAT KNR
Telkom wajib mematuhi Peraturan OJK No.34/POJK.04/2014 tentang Komite Nominasi dan Remunerasi yang mengatur
jumlah minimal Rapat Komite Nominasi dan Remunerasi paling tidak satu kali dalam empat bulan. Pada tahun 2019,
KNR Telkom telah menyelenggarakan rapat sebanyak 82 kali.
Kehadiran Rapat Komite Nominasi dan Remunerasi Tahun 2019
No. Nama
Jumlah Rapat
Jumlah Kehadiran
Persentase Kehadiran
%
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
Cahyana Ahmadjayadi
Ario Guntoro
Edwin Hidayat Abdullah (4)
Ismail (1)
Marcelino Rumambo Pandin (1)
Marsudi Wahyu Kisworo (1)
Isa Rachmatarwata (3)
Margiyono Darsasumarja (3)
Pamijati Pamela Johanna Waluyo (2)
10.
Rinaldi Firmansyah (2)
Keterangan:
(1) Sejak 29 Mei 2019
(2) Sampai dengan 24 Mei 2019
(3) Sampai dengan 28 Juni 2019
(4) Sampai dengan 18 November 2019
82
82
72
49
49
49
43
43
33
33
76
82
41
42
41
39
23
41
26
32
93
100
57
86
84
80
53
95
79
97
PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KNR
Sepanjang tahun buku 2019, Telkom belum menyusun kegiatan pendidikan dan pelatihan dalam rangka meningkatkan
kompetensi para anggota Komite Nominasi dan Remunerasi. Sejauh ini, KNR didukung oleh konsultan independen yang
profesional dan berpengalaman dalam menjalankan kegiatannya dan merumuskan rekomendasi terkait nominasi dan
remunerasi.
204
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKOMITE EVALUASI DAN MONITORING
PERENCANAAN DAN RISIKO
Kegiatan dan pengembangan usaha Telkom di industri telekomunikasi dan digital membutuhkan mekanisme evaluasi,
monitoring, dan perencanaan yang baik agar dapat mengelola berbagai risiko yang ada. Untuk itu, Dewan Komisaris
Telkom melakukan pengawasan secara kontinu atas perencanaan, manajemen, dan evaluasi risiko perusahaan. Di dalam
melaksanakan tugasnya dan sejalan dengan penerapan prinsip GCG, Dewan Komisaris menjalankan tugas dan tanggung
jawab pengawasan dibantu oleh Komite Evaluasi dan Monitoring Perencanaan dan Risiko (KEMPR).
RUANG LINGKUP, TUGAS, DAN TANGGUNG JAWAB KEMPR
Landasan KEMPR membantu pengawasan oleh Dewan Komisaris Telkom yaitu Pedoman/Piagam Komite Evaluasi dan
Monitoring Perencanaan dan Risiko (KEMPR) atau Risk and Planning Monitoring and Evaluation Committee Charter.
Piagam atau Charter tersebut ditetapkan secara resmi melalui Surat Keputusan Dewan Komisaris No.04/KEP/DK/2011
tanggal 24 Maret 2011 perihal Pedoman Pelaksanaan Kerja (Charter) Komite Evaluasi dan Monitoring Perencanaan dan
Risiko Perusahaan Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk.
Ada pun hal-hal yang tercakup dalam Piagam atau Charter antara lain sebagai berikut:
1. Mengatur mengenai pembentukan dan pengangkatan anggota;
2. Struktur dan persyaratan keanggotaan, tugas, kewajiban, dan kewenangan; dan
3. Lingkup pelaksanaan pekerjaan, rapat, pelaporan, masa tugas, dan pendanaan.
Kemudian, ruang lingkup, tugas dan tanggung jawab KEMPR dalam membantu Dewan Komisaris mengawasi jalannya
perusahaan yaitu:
1. Melakukan evaluasi secara komprehensif atas usulan Rencana Jangka Panjang Perseroan (RJPP) atau CSS dan
Rencana Kegiatan Anggaran Perseroan yang diajukan oleh Direksi;
2. Melakukan evaluasi atas pelaksanaan RJPP dan RKAP agar sesuai dengan sasaran RJPP dan RKAP yang disahkan
oleh Dewan Komisaris; dan
3. Melakukan pemantauan pelaksanaan enterprise risk management di lingkungan Perseroan.
205
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKOMPOSISI KEMPR
Berdasarkan Keputusan Dewan Komisaris No.05/KEP/DK/2019 tanggal 29 Mei 2019 tentang Susunan Keanggotaan
Komite Evaluasi dan Monitoring Perencanaan dan Risiko Telkom, maka komposisi anggota KEMPR yaitu sebagai berikut:
Komposisi Komite Evaluasi dan Monitoring Perencanaan dan Risiko per 31 Desember 2018
Jabatan
Ketua
Anggota
Nama
Status Rangkap Jabatan
Edwin Hidayat Abdullah*
Isa Rachmatarwata*
Komisaris
Komisaris
Cahyana Ahmadjayadi*
Komisaris Independen
Widia Praptiwi
Anggota Independen
Keterangan:
* Profil anggota KEMPR yang berasal dari Komisaris dapat dilihat pada bagian profil Dewan Komisaris
Komposisi Komite Evaluasi dan Monitoring Perencanaan dan Risiko per 31 Desember 2019
Jabatan Nama dan
Tugas Masing-masing Anggota
Periode Jabatan
Status Rangkap Jabatan
Ketua
Isa Rachmatarwata*
Komisaris
Memberikan arahan, mengoordinasikan dan memonitor
pelaksanaan tugas dari seluruh anggota Komite.
Mulai 9 Mei 2018
Anggota Ismail*
Komisaris
Marsudi Wahyu Kisworo*
Komisaris Independen
Cahyana Ahmadjayadi*
Komisaris Independen
Widia Praptiwi
Anggota Independen
•
•
implementasi
Melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap
implementasi RJPP/CSS, RKAP dan enterprise
risk management serta
inisiatif
pertumbuhan bisnis non-organik.
Memberikan kajian, evaluasi dan laporan di bidang
hukum, kepatuhan serta pengendalian risiko dalam
rangka mendukung pelaksanaan tugas pengawasan
Dewan Komisaris terhadap pengurusan Perseroan
yang dilakukan Direksi.
Mulai 24 Mei 2019
Mulai 24 Mei 2019
Mulai 8 Mei 2017
Mulai 25 Oktober 2018
Keterangan:
* Profil anggota KEMPR yang berasal dari Komisaris dapat dilihat pada bagian profil Dewan Komisaris
206
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPROFIL ANGGOTA KEMPR DILUAR ANGGOTA DEWAN KOMISARIS
Widia Praptiwi
Anggota Independen
Lahir
: 7 Juli 1974
Usia/Umur
: 45 tahun
Kewarganegaraan : Indonesia
Domisili
: Jakarta
Riwayat Pendidikan
1992 - 1997
Sarjana Akuntansi, Universitas
Indonesia.
2001 - 2004
Magister Akuntansi, Universitas
Indonesia.
Dasar Penunjukan
Keputusan Dewan Komisaris No. 09/KEP/DK/2018
tanggal 25 Oktober 2018 dan ditetapkan kembali melalui
Keputusan Dewan Komisaris No.05/KEP/DK/2019
tanggal 29 Mei 2019 tentang Susunan Keanggotaan
Komite Evaluasi dan Monitoring Perencanaan dan Risiko
Perusahaan Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi
Indonesia, Tbk.
INDEPENDENSI KEMPR
Telkom mensyaratkan Komite Evaluasi dan Monitoring
Perencanaan dan Risiko (KEMPR) untuk memiliki
integritas dan independensi yang baik demi kemajuan
perusahaan. Oleh sebab itu, meski tidak diatur oleh
regulator, Telkom memastikan setiap anggota KEMPR
untuk menandatangani pakta integritas dan independensi.
KINERJA DAN PELAKSANAAN
KEGIATAN KEMPR
1. Rencana Jangka Panjang Perseroan (RJPP)
a. Evaluasi RJPP 2019-2023
· Kecenderungan penurunan legacy business.
· Peningkatan kontribusi digital business.
· Perkembangan inisiatif bisnis inorganic.
b. Penyusunan RJPP 2020-2024
Fokus KEMPR dalam penyusunan RJPP 2020 -2024
antara lain mengenai:
· Peningkatan revenue dari digital connectivity dan
digital service.
· Pengintesifan dan peningkatan akurasi dari
kegiatan bisnis inorganik.
· Identifikasi dan mitigasi atas potensi risiko yang
berpengaruh pada pencapaian CSS 2020-2024.
Periode Jabatan
25 Oktober 2018 sampai 31 Desember 2019.
Riwayat Jabatan
2015 - Sekarang Dosen di Universitas Krisnadwipayana
Jakarta.
2015 - 2018
Anggota Komite Audit Hotel Indonesia
2002 - 2008
PT Bina Prima Perdana.
Natour.
Tugas dan Tanggung Jawab
Bersama dengan anggota KEMPR lainnya, bertugas
untuk mengevaluasi usulan Rencana Jangka Panjang
Perseroan (RJPP) atau CSS dan Rencana Kegiatan
Anggaran Perseroan yang diajukan oleh Direksi,
mengevaluasi atas pelaksanaan RJPP dan RKAP, serta
melakukan pengawasan pelaksanaan enterprise risk
management Telkom.
2. Rencana Kerja dan Anggaran Perseroan, serta Belanja
Modal
a. Fokus Pemantauan RKAP dan Belanja Modal 2019
· Pengendalian pertumbuhan beban terhadap
pertumbuhan pendapatan.
· Pengembangan dan peningkatan revenue dari
inisiatif bisnis digital.
· Kinerja anak perusahaan, khususnya yang masuk
pada kategori red alert.
· Efisiensi dan efektivitas capex, khususnya yang
bernilai strategis.
b. Evaluasi Usulan RKAP dan Belanja Modal 2020
Evaluasi usulan RKAP dan belanja modal tahun
2020 antara lain menitikberatkan pada 3 (tiga) hal
sebagai berikut:
· Pengendalian dan peningkatan efisiensi proporsi
cash operating expense terhadap revenue.
· Peningkatan kualitas sales dan revenue, penurunan
churn, dan peningkatan collection rate.
· Peningkatan capex healthiness & effectiveness
pada semua CFU dan FU.
207
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
3. Manajemen Risiko Perseroan
(Enterprise Risk
Management/ERM)
Berdasarkan pemantauan atas profil risiko Perseroan,
terdapat tiga hal yang mendapatkan perhatian, yaitu:
a. Mitigasi atas risiko strategis, finansial, operasional,
dan kepatuhan;
b. Efektivitas organisasi pengelola ERM di Perseroan;
dan
c. Integrasi pengelolaan risiko di TelkomGroup.
RAPAT KEMPR
yang Memerlukan
tahun 2019, KEMPR
4. Tindakan Tertentu Direksi
Persetujuan Dewan Komisaris
Selama
telah membantu
Dewan Komisaris dalam menelaah usulan-usulan
rencana strategis yang disampaikan oleh Direksi, di
antaranya:
a. Divestasi Saham Telkom di PT Jalin Pembayaran
Nusantara (JPN).
b. Project NK.
c. Release Capex Hyperscale Data Center.
d. Project Titan.
Pada tahun 2019, KEMPR telah melaksanakan 8 kali rapat Komite yang dihadiri oleh anggota, dengan tingkat kehadiran
sebagai berikut:
Kehadiran Rapat Komite Evaluasi dan Monitoring Perencanaan dan Risiko Tahun 2019
No.
Nama
Jumlah Rapat
Jumlah Kehadiran
Persentase Kehadiran
%
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Isa Rahmatawarta
Ismail (1)
Marsudi Wahyu Kisworo (1)
Cahyana Ahmadjayadi
Rinaldi Firmansyah (2)
Edwin Hidayat Abdullah (3)
Widia Praptiwi
Keterangan:
(1) Sejak 24 Mei 2019
(2) Sampai dengan 24 Mei 2019
(3) Sampai dengan 18 November 2019
8
4
4
8
4
0
8
7
2
4
8
4
0
8
88
50
100
100
100
0
100
PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEMPR
Telkom memahami bahwa saat ini, aspek risiko dan manajemen risiko mengalami perkembangan yang sesuai dengan
kondisi usaha di era digital. Untuk itu, Telkom terus menjaga dan meningkatkan kompetensi anggota KEMPR Telkom dengan
mengikutsertakan anggota KEMPR dalam berbagai kegiatan pelatihan dan pendidikan sepanjang tahun 2019, yaitu:
No.
Tanggal
Nama Kegiatan
Penyelenggara
25-28 Februari
2019 Mobile World Congress
GSM Association
16-19 Juli
PSAK-Konvergensi IFRS
Ikatan Akuntan Indonesia
2-6 September
ERM Fundamental & Certfication Center for Risk Management Studies
Indonesia
Lokasi
Spanyol
Indonesia
1.
2.
3.
208
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
DIREKSI
Direksi Telkom memiliki tugas dan tanggung jawab
kolektif mengelola Perusahaan sesuai dengan ketentuan
6. Menyampaikan Laporan Tahunan setelah ditelaah oleh
Dewan Komisaris dalam jangka waktu paling lambat
Anggaran Dasar Perseroan dan Piagam atau Board
5 (lima) bulan setelah tahun buku Perseroan berakhir
Charter Direksi. Meski bersifat kolektif, namun setiap
kepada RUPS untuk disetujui dan disahkan;
anggota Direksi memiliki kewenangan untuk mengambil
7. Memberikan penjelasan kepada RUPS mengenai
kebijakan dan memimpin sesuai dengan masing-masing
Laporan Tahunan;
fungsi yang ditugaskan kepada setiap anggota.
8. Menyampaikan Neraca dan Laporan Laba Rugi yang
PIAGAM/BOARD CHARTER DIREKSI
Piagam atau Board Charter Direksi yang disahkan
melalui Surat Ketetapan Direksi No.PD.604.00/r.00/
HK000/C00-D0030000/2011
tanggal
11 Juli 2011,
menjadi pedoman bagi pelaksanaan tugas, tanggung
jawab dan wewenangnya Direksi. Dokumen tersebut
memuat pedoman dan tata tertib kerja, wewenang, tugas,
tanggung jawab, kewajiban, pembagian tugas, rapat,
ketentuan benturan kepentingan, kepemilikan saham,
pengaturan mekanisme dan pembagian kerja antar para
anggota Direksi yang tidak diatur di dalam Anggaran
Dasar Perseroan maupun ketentuan perundang-undangan
yang berlaku. Dengan adanya Board Charter Direksi,
diharapkan kinerja Direksi lebih terarah dan bersinergi
satu sama lain.
WEWENANG, TUGAS, DAN
TANGGUNG JAWAB DIREKSI
Anggaran Dasar Telkom menetapkan kewajiban Direksi
sebagai berikut:
1. Mengusahakan dan menjamin terlaksananya usaha dan
kegiatan Perseroan sesuai dengan maksud dan tujuan
serta kegiatan usahanya;
2. Menyiapkan pada waktunya Rencana
Jangka
Panjang Perseroan, Rencana Kerja dan Anggaran
Tahunan Perseroan dan
rencana kerja
lainnya
serta perubahannya untuk disampaikan kepada
Dewan Komisaris dan mendapatkan persetujuan
Dewan Komisaris;
3. Membuat Daftar Pemegang Saham, Daftar Khusus,
Risalah RUPS dan Risalah Rapat Direksi;
4. Membuat Laporan Tahunan yang antara lain berisi
laporan keuangan, sebagai wujud pertanggungjawaban
pengurus Perseroan,
serta dokumen keuangan
Perseroan sebagaimana dimaksud dalam Undang-
undang tentang Dokumen Perusahaan;
5. Menyusun
laporan keuangan dalam angka 4 di
atas berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan dan
menyerahkan kepada Akuntan Publik untuk diaudit;
telah disahkan oleh RUPS kepada Menteri di Bidang
Hukum sesuai dengan ketentuan perundang-undangan;
9. Menyusun
laporan
lainnya yang diwajibkan oleh
ketentuan peraturan perundang-undangan;
10. Memelihara Daftar Pemegang Saham, Daftar Khusus,
Risalah RUPS, Risalah Rapat Dewan Komisaris dan
Risalah Rapat Direksi, Laporan Tahunan dan dokumen
keuangan Perseroan sebagaimana dimaksud dalam
angka 4 dan angka 5 di atas, dan dokumen Perseroan
lainnya;
11. Menyimpan di tempat kedudukan Perseroan: Daftar
Pemegang Saham, Daftar Khusus, Risalah RUPS,
Risalah Rapat Dewan Komisaris dan Risalah Rapat
Direksi, Laporan Tahunan dan dokumen keuangan
Perseroan, serta dokumen Perseroan lainnya;
12. Mengadakan dan memelihara pembukuan dan
administrasi Perseroan sesuai dengan kelaziman yang
berlaku bagi suatu Perseroan;
13. Menyusun sistem akuntansi sesuai dengan Standar
Akuntansi Keuangan dan berdasarkan prinsip
pengendalian internal, terutama fungsi pengurusan,
pencatatan, penyimpanan, dan pengawasan;
14. Memberikan laporan berkala menurut cara dan waktu
sesuai dengan ketentuan, serta laporan lainnya setiap
kali diminta oleh Dewan Komisaris dan/atau Pemegang
Saham Seri A Dwiwarna, dengan memperhatikan
peraturan perundang-undangan khususnya peraturan
di bidang Pasar Modal;
15. Menyiapkan susunan organisasi Perseroan lengkap
dengan perincian tugasnya;
16. Memberikan penjelasan tentang segala hal yang
ditanyakan atau yang diminta anggota Dewan
Komisaris dan Pemegang Saham Seri A Dwiwarna,
dengan memperhatikan
peraturan
perundang-
undangan khususnya peraturan di bidang Pasar Modal;
17. Menjalankan kewajiban lainnya sesuai dengan ketentuan
yang diatur dalam Anggaran Dasar ini dan yang
ditetapkan oleh RUPS dengan tetap memperhatikan
peraturan perundang-undangan.
209
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianSelain itu, Direksi juga memiliki hak dan wewenang yaitu:
1. Menetapkan kebijakan yang dipandang tepat dalam kepengurusan Perseroan;
2. Mengatur penyerahan kekuasaan Direksi untuk mewakili Perseroan di dalam dan di luar Pengadilan kepada seorang
atau beberapa orang yang khusus ditunjuk untuk itu termasuk pekerja Perseroan baik sendiri-sendiri maupun bersama-
sama dan/atau badan lain;
3. Mengatur ketentuan tentang pekerja Perseroan termasuk penetapan upah, pensiun atau jaminan hari tua, dan
penghasilan lain bagi pekerja Perseroan berdasarkan peraturan perundang-undangan;
4. Mengangkat dan memberhentikan pekerja Perseroan berdasarkan peraturan ketenagakerjaan Perseroan dan
peraturan perundang-undangan;
5. Mengangkat dan memberhentikan seorang Sekretaris Perusahaan dan/atau Kepala Satuan Pengawas Intern dengan
persetujuan Dewan Komisaris;
6. Menghapusbukukan piutang macet dengan ketentuan sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar yang selanjutnya
dilaporkan kepada Dewan Komisaris selanjutnya dilaporkan dan dipertanggungjawabkan dalam Laporan Tahunan;
7. Tidak menagih lagi piutang bunga, denda, ongkos, dan piutang lainnya di luar pokok yang dilakukan dalam rangka
restrukturisasi dan/atau penyelesaian piutang serta perbuatan lain dalam rangka penyelesaian piutang Perseroan
dengan kewajiban melaporkan kepada Dewan Komisaris yang ketentuan dan tata cara pelaporannya ditetapkan oleh
Dewan Komisaris;
8. Melakukan segala tindakan dan perbuatan lainnya mengenai pengurusan maupun pemilikan kekayaan Perseroan,
mengikat Perseroan dengan pihak lain dan/atau pihak lain dengan Perseroan serta mewakili Perseroan di dalam dan
di luar Pengadilan tentang segala hal dan segala kejadian, dengan pembatasan sebagaimana diatur dalam peraturan
perundang-undangan, Anggaran Dasar ini dan/atau Keputusan RUPS.
Selanjutnya, dalam hal terjadi kerugian atas Perusahaan, setiap anggota Direksi bertanggung jawab secara tanggung
renteng atas kerugian yang disebabkan oleh kesalahan atau kelalaian dalam menjalankan tugasnya. Anggota Direksi
tidak bertanggung jawab atas kerugian Perusahaan apabila dapat membuktikan:
1. Kerugian tersebut bukan karena kesalahan atau kelalaiannya.
2. Telah melakukan pengurusan dengan itikad baik, penuh tanggung jawab, dan kehati-hatian untuk kepentingan dan
sesuai dengan maksud dan tujuan Perusahaan.
3. Tidak mempunyai benturan kepentingan baik langsung maupun tidak langsung atas tindakan pengurusan yang
mengakibatkan kerugian.
4. Telah mengambil tindakan untuk mencegah timbul atau berlanjutnya kerugian tersebut.
KOMPOSISI DIREKSI
Pada 24 Mei 2019, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Mengubah jabatan Direktur Digital & Strategic
Portfolio menjadi dua jabatan selain itu juga terdapat perubahan komposisi direksi yang dapat dilihat pada tabel berikut:
Komposisi Direksi per 31 Desember 2018
No. Nama
Jabatan
Diangkat
Berakhir
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
Alex Janangkih Sinaga
Direktur Utama
Harry Mozarta Zen
Direktur Keuangan (KEU)
David Bangun
Direktur Digital & Strategic Portfolio (DSP)
Dian Rachmawan
Direktur Enterprise & Business Service (EBIS)
2014
2016
2017
2014
RUPST 2019
RUPST 2021
RUPST 2019
RUPST 2019
Abdus Somad Arief
Direktur Wholesale & International Service (WINS)
2014
RUPST 2019
Herdy Rosadi Harman
Direktur Human Capital Management (HCM)
Zulhelfi Abidin
Direktur Network & IT Solution (NITS)
Siti Choiriana
Direktur Consumer Service (CONS)
2014
2017
2018
RUPST 2019
RUPST 2022
RUPST 2023
210
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKomposisi Direksi per 31 Desember 2019
No. Nama
Jabatan
Diangkat
Berakhir
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
Ririek Adriansyah
Direktur Utama
Harry Mozarta Zen
Direktur Keuangan (KEU)
Siti Choiriana
Direktur Consumer Service (CONS)
2019
2016
2018
RUPST 2024
RUPST 2021
RUPST 2023
Bogi Witjaksono
Direktur Enterprise & Business Service (EBIS) 2019
RUPST 2024
Zulhelfi Abidin
Direktur Network & IT Solution (NITS)
Edwin Aristiawan
Direktur Wholesale & International Service
(WINS)
2017
2019
RUPST 2022
RUPST 2024
Edi Witjara
Direktur Human Capital Management (HCM)
2019
RUPST 2024
Faizal Rochmad Djoemadi
Direktur Digital Business (DB)
Achmad Sugiarto
Direktur Strategic Portfolio (SP)
2019
2019
RUPST 2024
RUPST 2024
KEBERAGAMAN DIREKSI
Sebagai sebuah badan usaha yang berorientasi pada prinsip-prinsip GCG, Telkom menghargai hak asasi manusia seperti
yang tercantum dalam UU No.39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. Salah satu perwujudannya yaitu Pemegang
Saham Utama dan Pengendali Telkom menjamin tidak adanya diskriminasi dalam pemilihan dan pengangkatan Direksi
meski tidak tertuang dalam kebijakan khusus hak asasi manusia. Setiap anggota Direksi terpilih merupakan para profesional
yang memiliki keahlian, kecakapan, dan integritas yang baik sesuai dengan kebutuhan Telkom di era digital. Hasil RUPST
tahun 2019 menetapkan Sembilan anggota Direksi dengan satu orang Direksi merupakan wanita. Ketetapan tersebut
diambil berdasarkan hasil seleksi dan bukan merupakan upaya diskriminasi terhadap posisi Direksi Telkom.
Keberagaman Direksi, per 31 Desember 2019
No. Nama
Jabatan
Gender
Latar Belakang Keahlian &
Kecakapan
Tingkat
Pendidikan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
Ririek Adriansyah
Direktur Utama
Pria
Teknik Elektro
Harry Mozarta Zen
Direktur KEU
Pria
Administrasi Bisnis, dan
Keuangan
Sarjana
Magister
Siti Choiriana
Direktur CONS Wanita
Teknik Elektro dan Manajemen
Teknologi
Magister
Bogi Witjaksono
Direktur EBIS
Pria
Teknik Telekomunikasi
Magister
Zulhelfi Abidin
Direktur NITS
Pria
Ilmu Komputer
Edwin Aristiawan
Direktur WINS
Pria
Manajemen
Magister
Magister
Edi Witjara
Direktur HCM
Pria
Manajemen Strategi Bisnis
Doktor
Faizal Rochmad Djoemadi
Direktur DB
Achmad Sugiarto
Direktur SP
Pria
Pria
Manajemen
Manajemen
Doktor
Magister
Keterangan:
KEU Keuangan, CONS Consumer Service, EBIS Enterprise & Business Service, NITS Network & IT Solution, WINS Wholesale & International Service,
HCM Human Capital Management, DB Digital Business, SP Strategic Portfolio.
211
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKeberagaman Komposisi
Gender Direksi
Keberagaman Komposisi
Tingkat Pendidikan Direksi
11%
Wanita
Pria
22%
11%
Sarjana
Magister
Doktor
89%
67%
RANGKAP JABATAN DIREKSI
Pada tahun 2019, terdapat Direksi Telkom yang memiliki rangkap jabatan, baik di Telkom sebagai induk Perusahaan
maupun entitas anak, atau entitas lainnya. Informasi mengenai rangkap jabatan Direksi dapat dilihat pada tabel berikut:
Rangkap Jabatan Direksi per 31 Desember 2019
No. Nama
Telkom
Entitas Anak
Jabatan
Jabatan Lainnya
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Ririek Adriansyah
Direktur Utama
Tidak Ada
Komisaris Utama
PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel)
Harry Mozarta Zen
Direktur KEU
Tidak Ada
1. Komisaris Utama PT Graha Sarana
Duta (Telkom Property)
2. Komisaris PT Telekomunikasi Selular
(Telkomsel)
Siti Choiriana
Direktur CONS
Tidak Ada
Komisaris Utama PT Telkom Akses (TA)
Bogi Witjaksono
Direktur EBIS
Tidak Ada
Zulhelfi Abidin
Direktur NITS
Tidak Ada
1. Presiden Komisaris PT Teltranet
Aplikasi Solusi (Telkom Telstra)
2. Komisaris Utama PT Telkom Satelit
Indonesia (Telkomsat)
3. Komisaris PT Multimedia Nusantara
(Metra)
Komisaris Utama PT Infrastruktur
Telekomunikasi Indonesia (Telkom Infra)
Edwin Aristiawan
Direktur WINS
Tidak Ada
1. Komisaris Utama PT Dayamitra
Telekomunikasi (Mitratel)
2. Komisaris Utama PT Telkom Indonesia
Internasional (Telin)
7.
Edi Witjara
Direktur HCM
Tidak Ada
1. Komisaris Utama PT Multimedia
Nusantara (Metra)
2. Komisaris Utama PT Infomedia
Nusantara (Infomedia)
8.
Faizal Rochmad Djoemadi Direktur DB
Tidak Ada
1. Komisaris Utama PT Sigma Cipta
Caraka (Sigma)
2. Komisaris Utama PT Metra-Net
9.
Achmad Sugiarto
Direktur SP
Tidak Ada
Tidak ada
Keterangan:
KEU Keuangan, CONS Consumer Service, EBIS Enterprise & Business Service, NITS Network & IT Solution, WINS Wholesale & International Service,
HCM Human Capital Management, DB Digital Business, SP Strategic Portfolio
212
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianREMUNERASI DIREKSI
Telkom memiliki struktur remunerasi Direksi yang mengacu
pada Peraturan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara
No.PER-04/MBU/2014 jo Nomor : PER-02/MBU/06/2016
jo Nomor: PER-01/MBU/06/2017 jo Nomor: PER-06/
MBU/06/2018 tentang Pedoman Penetapan Penghasilan
Direksi, Dewan Komisaris, dan Dewan Pengawas BUMN.
Berdasarkan peraturan tersebut komponen penghasilan
Dewan Komisaris terdiri dari:
1. Gaji/Honorarium;
2. Tunjangan;
3. Fasilitas; dan
4. Tantiem/Insentif Kinerja.
Telkom menetapkan remunerasi Direksi melalui prosedur
sebagai berikut:
1. Dewan Komisaris meminta Komite Nominasi dan
rancangan usulan
Remunerasi untuk menyusun
remunerasi Direksi.
2. Komite Nominasi dan Remunerasi meminta pihak
independen untuk menyusun kerangka kerja untuk
remunerasi Direksi.
3. Komite Nominasi dan Remunerasi mengusulkan
kerangka dimaksud kepada Dewan Komisaris.
4. Dewan Komisaris mengusulkan
anggota Direksi kepada RUPS.
remunerasi bagi
5. RUPS melimpahkan kewenangan dan kuasa kepada
Dewan Komisaris dengan terlebih dahulu mendapat
persetujuan Pemegang Saham Seri A Dwiwarna untuk
menetapkan remunerasi bagi anggota Direksi.
Penetapan Penghasilan berupa gaji/honorarium, tunjangan
serta fasilitas yang bersifat tetap dilakukan dengan
mempertimbangkan kondisi perusahaan. Sementara
tantiem/insentif kerja merupakan imbalan kerja tahunan
berdasarkan kinerja Perseroan yang besarnya ditentukan
oleh Rapat Umum Pemegang Saham.
PROSEDUR DAN MEKANISME REMUNERASI DIREKSI
Direksi Meminta KNR*
Menyusun draft remunerasi.
Hasilnya diajukan ke RUPS.
1
3
5
4
RUPS
KNR meminta masukan
dari pihak independen
2
Pihak independen
memberikan masukan
kepada KNR.
Sepanjang tahun 2019, Telkom memiliki total remunerasi untuk seluruh Direksi sebesar Rp163,6 miliar dengan pajak dari
remunerasi yang ditanggung oleh perusahaan adalah sebesar Rp67,7 miliar. Tabel berikut menggambarkan remunerasi
yang diterima oleh Direksi Telkom pada tahun 2019:
*KNR: Komite Nominasi dan Remunerasi
Rekapitulasi Remunerasi Direksi
No.
Anggota Direksi
Honorarium
Tantiem dan THR (1)
Tunjangan Lainnya
Total
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
Ririek Adriansyah (2)
Harry Mozarta Zen
Siti Choiriana
Bogi Witjaksono (2)
Zulhelfi Abidin
Edwin Aristiawan (2)
Edi Witjara (2)
Faizal Rochmad Djoemadi (2)
Achmad Sugiarto (2)
Alex Janangkih Sinaga (3)
David Bangun (3)
Dian Rachmawan (3)
Abdus Somad Arief (3)
Herdy Rosadi Harman (3)
2.549
3.732
3.732
2.194
3.732
2.194
2.323
2.190
2.193
1.870
1.590
1.590
1.590
1.698
(Rp juta)
-
15.107
10.344
-
15.107
-
-
-
-
17.773
15.107
15.107
15.107
15.107
1.081
933
933
949
935
949
993
949
949
523
741
464
464
464
3.630
19.772
15.009
3.143
19.774
3.143
3.316
3.139
3.142
20.166
17.438
17.161
17.161
17.269
Keterangan:
(1) THR mengacu pada Tunjangan Hari Raya atau tunjangan hari raya keagamaan
(2) Sejak 24 Mei 2019
(3) Sampai dengan 24 Mei 2019
213
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
Selain memberikan remunerasi, Telkom mengikutsertakan Direksi menjadi peserta BPJS Kesehatan. Ini merupakan
upaya Telkom mendukung program-program Pemerintah, termasuk juga program Jaminan Kesehatan Nasional.
RAPAT DIREKSI
Direksi memiliki ketentuan untuk mengadakan rapat internal 1 (satu) kali setiap bulan. Jika diperlukan, Direksi dapat
mengadakan rapat lainnya setiap saat. Selain rapat Direksi, Telkom mengadakan Rapat Gabungan antara Direksi
bersama dengan Dewan Komisaris minimal 1 (satu) kali dalam 4 (empat) bulan.
Di dalam Rapat, Kuorum dicapai apabila lebih dari setengah dari anggota Direksi hadir atau diwakili dengan sah secara
hukum dalam rapat tersebut. Setiap anggota Direksi yang hadir memiliki satu suara (dan satu suara untuk setiap
Direktur lainnya yang diwakili). Mekanisme pengambilan keputusan pada rapat Direksi didasarkan atas musyawarah
untuk mufakat. Apabila mufakat tidak tercapai, maka pengambilan keputusan akan dilaksanakan berdasarkan atas
pengambilan suara mayoritas dari anggota Direksi yang hadir.
Direksi Telkom mengadakan rapat Direksi sebanyak 60 kali pada tahun 2019. Tabel berikut menjelaskan frekuensi
kehadiran rapat Direksi sepanjang periode laporan tahun 2019:
Agenda dan Kehadiran Direksi dalam Rapat Internal
No. Tanggal
Agenda/Pembahasan Rapat
1.
3 Januari 2019
Laporan Performansi Operasional & Revenue MtD Desember 2018
Daftar Kehadiran
RA1
HMZ
SC
N/A
√
√
BW1
N/A
ZA
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
DB2
DR2
ASA2
HRH2
√
N/A
N/A
N/A
N/A
-
-
-
√
√
2.
9 Januari 2019
1. Laporan Performansi Operasional & Revenue YtD Desember 2018
2. Laporan Kesiapan TelkomClick 2019
3. Laporan Agenda Terbatas
Daftar Kehadiran
RA1
HMZ
SC
N/A
√
√
BW1
N/A
ZA
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
DB2
DR2
ASA2
HRH2
√
N/A
N/A
N/A
N/A
√
√
√
√
√
3.
15 Januari 2019
1. Laporan Format Monitoring Performansi RKAP CFU/FU Tahun 2019
2. Laporan Agenda Terbatas
Daftar Kehadiran
RA1
HMZ
SC
N/A
√
√
BW1
N/A
ZA
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
DB2
DR2
ASA2
HRH2
√
N/A
N/A
N/A
N/A
√
√
√
√
√
4.
22 Januari 2019
1. Laporan Performansi Operasional & Revenue MtD Januari 2019
2. Laporan FU HCM
3. Laporan Agenda Terbatas
Daftar Kehadiran
RA1
HMZ
SC
N/A
√
-
BW1
N/A
ZA
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
DB2
DR2
ASA2
HRH2
-
N/A
N/A
N/A
N/A
√
√
√
√
√
5.
29 Januari 2019
1. Laporan Agenda Terbatas
2 Laporan Performansi Operasional & Revenue MtD Januari 2019
3. Laporan Agenda Terbatas
Daftar Kehadiran
RA1
HMZ
SC
N/A
√
√
BW1
N/A
ZA
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
DB2
DR2
ASA2
HRH2
-
N/A
N/A
N/A
N/A
√
√
√
√
√
6.
6 Februari 2019
1. Laporan Performansi Operasional & Revenue YtD Januari 2019
2. Laporan Agenda Terbatas
Daftar Kehadiran
RA1
HMZ
SC
N/A
√
√
BW1
N/A
ZA
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
DB2
DR2
ASA2
HRH2
√
N/A
N/A
N/A
N/A
√
√
√
-
√
7.
12 Februari 2019
Laporan Agenda Terbatas
Daftar Kehadiran
RA1
HMZ
SC
N/A
√
√
BW1
N/A
ZA
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
DB2
DR2
ASA2
HRH2
√
N/A
N/A
N/A
N/A
√
√
√
√
√
214
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianNo. Tanggal
Agenda/Pembahasan Rapat
8.
19 Februari 2019
1. Laporan Performansi Operasional & Revenue MtD Februari 2019
2. Laporan Agenda Terbatas
Daftar Kehadiran
RA1
HMZ
SC
N/A
√
√
BW1
N/A
ZA
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
DB2
DR2
ASA2
HRH2
√
N/A
N/A
N/A
N/A
√
√
√
√
√
9.
26 Februari 2019
1. Laporan Performansi Operasional & Revenue MtD Februari 2019
2. Laporan Rencana Pelaksanaan Peringatan HUT ke-21 BUMN, HUT Bersama BUMN tahun 2019
dan Launching LinkAja
3. Laporan Agenda Terbatas
Daftar Kehadiran
RA1
HMZ
SC
N/A
√
√
BW1
N/A
ZA
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
DB2
DR2
ASA2
HRH2
√
N/A
N/A
N/A
N/A
-
√
-
√
√
10.
5 Maret 2019
1. Laporan Performansi Operasional & Revenue YtD Februari 2019
2. Laporan Agenda Terbatas
Daftar Kehadiran
RA1
HMZ
SC
N/A
√
√
BW1
N/A
ZA
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
DB2
DR2
ASA2
HRH2
√
N/A
N/A
N/A
N/A
√
√
√
√
√
11.
13 Maret 2019
1. Laporan Performansi Operasional & Revenue MtD Maret 2019
2. Laporan Konsolidasi Data Center
3. Laporan Agenda Terbatas
Daftar Kehadiran
RA1
HMZ
SC
N/A
√
√
BW1
N/A
ZA
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
DB2
DR2
ASA2
HRH2
√
N/A
N/A
N/A
N/A
√
√
√
√
√
12.
19 Maret 2019
1. Laporan Performansi Operasional & Revenue MtD Maret 2019
2. Laporan FU DSP: Laporan Customer Experience (CX)
3. Laporan Agenda Terbatas
Daftar Kehadiran
RA1
HMZ
SC
N/A
√
-
BW1
N/A
ZA
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
DB2
DR2
ASA2
HRH2
√
N/A
N/A
N/A
N/A
√
√
√
√
-
13.
22 Maret 2019
Laporan Agenda Terbatas
Daftar Kehadiran
RA1
HMZ
SC
N/A
√
√
BW1
N/A
ZA
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
DB2
DR2
ASA2
HRH2
√
N/A
N/A
N/A
N/A
-
√
√
√
√
14.
27 Maret 2019
1. Laporan Performansi Operasional & Revenue MtD Maret 2019
2. Laporan FU DSP: Telco Digital Maturity
3. Laporan Agenda Terbatas
Daftar Kehadiran
RA1
HMZ
SC
N/A
√
√
BW1
N/A
ZA
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
DB2
DR2
ASA2
HRH2
√
N/A
N/A
N/A
N/A
√
√
√
√
-
15.
4 April 2019
1. Laporan Performansi Operasional & Revenue MtD Maret 2019
2. Laporan Agenda Terbatas
Daftar Kehadiran
RA1
HMZ
SC
N/A
√
√
BW1
N/A
ZA
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
DB2
DR2
ASA2
HRH2
√
N/A
N/A
N/A
N/A
√
√
√
√
√
16.
10 April 2019
1. Laporan Performansi Operasional & Revenue YtD Maret & MtD April 2019
2. Update Google Station
3. Laporan Agenda Terbatas
Daftar Kehadiran
RA1
HMZ
SC
N/A
√
√
BW1
N/A
ZA
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
DB2
DR2
ASA2
HRH2
√
N/A
N/A
N/A
N/A
√
√
√
√
√
17.
16 April 2019
1. Laporan Performansi Operasional & Revenue MtD April 2019
2. Laporan Tema RAPIM TelkomGroup I Tahun 2019
3. Laporan Agenda Terbatas
4. Laporan Agenda Terbatas
Daftar Kehadiran
RA1
HMZ
SC
N/A
√
-
BW1
N/A
ZA
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
DB2
DR2
ASA2
HRH2
√
N/A
N/A
N/A
N/A
√
√
√
√
√
215
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianNo. Tanggal
Agenda/Pembahasan Rapat
18.
29 April 2019
Laporan Agenda Terbatas
Daftar Kehadiran
RA1
HMZ
SC
N/A
√
√
BW1
N/A
ZA
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
DB2
DR2
ASA2
HRH2
√
N/A
N/A
N/A
N/A
√
√
√
√
√
19.
30 April 2019
1. Laporan Performansi Operasional & Revenue MtD April 2019
2. Laporan Agenda Terbatas
Daftar Kehadiran
RA1
HMZ
SC
N/A
√
√
BW1
N/A
ZA
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
DB2
DR2
ASA2
HRH2
√
N/A
N/A
N/A
N/A
√
√
√
√
√
20.
7 Mei 2019
1. Laporan Performansi Operasional & Revenue YtD April 2019
2. Laporan Agenda Terbatas
Daftar Kehadiran
RA1
HMZ
SC
N/A
√
√
BW1
N/A
ZA
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
DB2
DR2
ASA2
HRH2
√
N/A
N/A
N/A
N/A
√
√
√
√
√
21.
14 Mei 2019
1. Laporan Performansi Operasional & Revenue MtD Mei 2019
2. Laporan Program BUMN Hadir untuk Negeri 2019
3. Laporan Agenda Terbatas
Daftar Kehadiran
RA1
HMZ
SC
N/A
√
√
BW1
N/A
ZA
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
DB2
DR2
ASA2
HRH2
√
N/A
N/A
N/A
N/A
√
√
√
√
√
22.
20 Mei 2019
Laporan Agenda Terbatas
Daftar Kehadiran
RA1
HMZ
SC
N/A
√
√
BW1
N/A
ZA
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
DB2
DR2
ASA2
HRH2
√
N/A
N/A
N/A
N/A
√
√
√
√
√
23.
21 Mei 2019
Laporan Agenda Terbatas
Daftar Kehadiran
RA1
HMZ
SC
N/A
√
√
BW1
N/A
ZA
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
DB2
DR2
ASA2
HRH2
√
N/A
N/A
N/A
N/A
√
√
√
√
√
24.
28 Mei 2019
1. Update BOD
2. Update SVP PMO terkait Format Laporan Radir
3. Laporan Agenda Terbatas
Daftar Kehadiran
RA1
HMZ
SC
BW1
ZA
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
DB2
DR2
ASA2
HRH2
√
√
√
√
√
√
√
√
√
N/A
N/A
N/A
N/A
N/A
25.
11 Juni 2019
1. Laporan Performansi Operasional & Revenue YtD Mei 2019
2. Update Rencana Pelaksanaan Acara Pisah Sambut BoD & BoC Telkom dan Halal Bi Halal
TelkomGroup 2019
3. Laporan Agenda Terbatas
Daftar Kehadiran
RA1
HMZ
SC
BW1
ZA
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
DB2
DR2
ASA2
HRH2
√
-
√
√
√
-
-
√
√
N/A
N/A
N/A
N/A
N/A
26.
18 Juni 2019
1. Laporan Performansi Operasional & Revenue MtD Juni 2019
2. Update Kesiapan Assessment KPKU 2019
3. Laporan Agenda Terbatas
Daftar Kehadiran
RA1
HMZ
SC
BW1
ZA
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
DB2
DR2
ASA2
HRH2
√
√
√
√
√
√
√
√
√
N/A
N/A
N/A
N/A
N/A
27.
19 Juni 2019
Laporan Agenda Terbatas
Daftar Kehadiran
RA1
HMZ
SC
BW1
ZA
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
DB2
DR2
ASA2
HRH2
√
√
√
√
√
√
√
√
-
N/A
N/A
N/A
N/A
N/A
28.
20 Juni 2019
Laporan Agenda Terbatas
Daftar Kehadiran
RA1
HMZ
SC
BW1
ZA
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
DB2
DR2
ASA2
HRH2
√
√
√
√
√
√
√
√
√
N/A
N/A
N/A
N/A
N/A
216
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianNo. Tanggal
Agenda/Pembahasan Rapat
29.
25 Juni 2019
1. Laporan Performansi Operasional & Revenue YtD Mei 2019
2. Update Kesiapan Pelaksanaan Seremoni HUT Telkom ke-54
3. Laporan Agenda Terbatas
Daftar Kehadiran
RA1
HMZ
SC
BW1
ZA
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
DB2
DR2
ASA2
HRH2
√
√
√
√
√
√
√
√
√
N/A
N/A
N/A
N/A
N/A
30.
2 Juli 2019
1. Laporan Performansi Operasional & Revenue W3 Juni 2019
2. Laporan Kesiapan HUT Telkom ke-54
3. Update Future State Network Architecture
4. Laporan Agenda Terbatas
Daftar Kehadiran
RA1
HMZ
SC
BW1
ZA
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
DB2
DR2
ASA2
HRH2
√
√
√
√
√
√
√
√
√
N/A
N/A
N/A
N/A
N/A
31.
9 Juli 2019
1. Laporan Performansi Operasional & Revenue YtD Juni 2019
2. Laporan Agenda Terbatas
Daftar Kehadiran
RA1
HMZ
SC
BW1
ZA
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
DB2
DR2
ASA2
HRH2
√
√
√
√
√
√
√
√
√
N/A
N/A
N/A
N/A
N/A
32.
16 Juli 2019
1. Laporan Performansi Operasional & Revenue W2 Juli 2019
2. Laporan Agenda Terbatas
Daftar Kehadiran
RA1
HMZ
SC
BW1
ZA
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
DB2
DR2
ASA2
HRH2
√
√
√
√
√
√
√
√
√
N/A
N/A
N/A
N/A
N/A
33.
24 Juli 2019
Laporan Agenda Terbatas
Daftar Kehadiran
RA1
HMZ
SC
BW1
ZA
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
DB2
DR2
ASA2
HRH2
√
√
√
√
√
√
√
√
√
N/A
N/A
N/A
N/A
N/A
34.
30 Juli 2019
1. Laporan Agenda Terbatas
2. Laporan Performansi Operasional & Revenue W4 Juli 2019
3. Laporan Agenda Terbatas
Daftar Kehadiran
RA1
HMZ
SC
BW1
ZA
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
DB2
DR2
ASA2
HRH2
√
√
-
-
√
√
√
√
√
N/A
N/A
N/A
N/A
N/A
35.
6 Agustus 2019
1. Laporan Performansi Operasional & Revenue YtD Juli 2019
2. Laporan Agenda Terbatas
Daftar Kehadiran
RA1
HMZ
SC
BW1
ZA
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
DB2
DR2
ASA2
HRH2
√
√
√
-
√
√
√
-
√
N/A
N/A
N/A
N/A
N/A
36.
13 Agustus 2019
1. Laporan Performansi Operasional & Revenue W1 Agustus 2019
2. Update Big Data Platform
3. Laporan Agenda Terbatas
Daftar Kehadiran
RA1
HMZ
SC
BW1
ZA
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
DB2
DR2
ASA2
HRH2
√
√
√
-
√
√
-
√
√
N/A
N/A
N/A
N/A
N/A
37.
20 Agustus 2019
1. Laporan Performansi Operasional & Revenue Full Month Juli 2019 (Closing) & W2 Agustus 2019
2. Laporan Program FU HCM
3. Laporan Agenda Terbatas
Daftar Kehadiran
RA1
HMZ
SC
BW1
ZA
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
DB2
DR2
ASA2
HRH2
√
√
√
-
√
√
√
√
√
N/A
N/A
N/A
N/A
N/A
38.
23 Agustus 2019
Laporan Agenda Terbatas
Daftar Kehadiran
RA1
HMZ
SC
BW1
ZA
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
DB2
DR2
ASA2
HRH2
√
√
√
-
√
√
√
√
√
N/A
N/A
N/A
N/A
N/A
217
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianNo. Tanggal
Agenda/Pembahasan Rapat
39.
27 Agustus 2019
1. Laporan Performansi Operasional & Revenue W3 Agustus 2019
2. Laporan Progress Implementasi SEADEX (FMC)
3. Update Solusi Digital Agriculture Agree
4. Laporan Agenda Terbatas
Daftar Kehadiran
RA1
HMZ
SC
BW1
ZA
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
DB2
DR2
ASA2
HRH2
√
√
√
√
√
√
√
√
√
N/A
N/A
N/A
N/A
N/A
40. 3 September 2019 1. Laporan Performansi Operasional & Revenue W4 Agustus 2019
2. Laporan FU DB: Hackaton dan Workshop FU DB
3. Laporan Agenda Terbatas
Daftar Kehadiran
RA1
HMZ
SC
BW1
ZA
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
DB2
DR2
ASA2
HRH2
41.
10 September
2019
√
-
√
√
√
√
√
√
√
N/A
N/A
N/A
N/A
N/A
1. Laporan Performansi Operasional & Revenue Full Month Agustus (Outlook) &
W1 September 2019
2. Laporan Agenda Terbatas
3. Laporan Agenda Terbatas
4. Laporan Agenda Terbatas
Daftar Kehadiran
RA1
HMZ
SC
BW1
ZA
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
DB2
DR2
ASA2
HRH2
√
√
√
√
-
√
√
-
√
N/A
N/A
N/A
N/A
N/A
42.
17 September
2019
1. Laporan Performansi Operasional & Revenue W2 September 2019
2. Update Game Developer
3. Laporan FU HCM (Digital HC Policy)
4. Laporan Agenda Terbatas
Daftar Kehadiran
RA1
HMZ
SC
BW1
ZA
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
DB2
DR2
ASA2
HRH2
√
√
√
√
-
√
√
√
√
N/A
N/A
N/A
N/A
N/A
43.
20 September
2019
Laporan Agenda Terbatas
Daftar Kehadiran
RA1
HMZ
SC
BW1
ZA
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
DB2
DR2
ASA2
HRH2
√
√
√
-
-
√
-
√
√
N/A
N/A
N/A
N/A
N/A
44.
24 September
2019
1. Laporan Agenda Terbatas
2. Laporan Performansi Operasional & Revenue Full Month Agustus (Closing) &
W3 September 2019
3. Draft KM Direktorat SP & Direktorat DB Semester II 2019
4. Laporan FU DB: Update SmartCity
5. Update Guidance Penyusunan RKAP 2020
6. Laporan Agenda Terbatas
Daftar Kehadiran
RA1
HMZ
SC
BW1
ZA
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
DB2
DR2
ASA2
HRH2
√
√
√
√
√
√
√
√
√
N/A
N/A
N/A
N/A
N/A
45.
1 Oktober 2019
Laporan Agenda Terbatas
Daftar Kehadiran
RA1
HMZ
SC
BW1
ZA
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
DB2
DR2
ASA2
HRH2
√
√
√
√
√
√
√
√
√
N/A
N/A
N/A
N/A
N/A
46.
2 Oktober 2019
Laporan Agenda Terbatas
Daftar Kehadiran
RA1
HMZ
SC
BW1
ZA
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
DB2
DR2
ASA2
HRH2
√
√
√
√
√
√
√
√
√
N/A
N/A
N/A
N/A
N/A
47.
11 Oktober 2019
1. Laporan Performansi Operasional & Revenue Full Month September 2019
2. Laporan Agenda Terbatas
Daftar Kehadiran
RA1
HMZ
SC
BW1
ZA
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
DB2
DR2
ASA2
HRH2
√
√
√
√
√
√
√
√
√
N/A
N/A
N/A
N/A
N/A
218
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianNo. Tanggal
Agenda/Pembahasan Rapat
48.
15 Oktober 2019
1. Laporan Performansi Operasional & Revenue W2 Oktober 2019
2. Laporan Agenda Terbatas
Daftar Kehadiran
RA1
HMZ
SC
BW1
ZA
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
DB2
DR2
ASA2
HRH2
√
-
√
√
√
√
√
-
√
N/A
N/A
N/A
N/A
N/A
49.
22 Oktober 2019
1. Laporan Agenda Terbatas
2. Laporan Performansi Operasional & Revenue W3 Oktober 2019
3. Laporan Agenda Terbatas
Daftar Kehadiran
RA1
HMZ
SC
BW1
ZA
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
DB2
DR2
ASA2
HRH2
√
√
√
√
√
√
√
√
√
N/A
N/A
N/A
N/A
N/A
50.
25 Oktober 2019
Laporan Agenda Terbatas
Daftar Kehadiran
RA1
HMZ
SC
BW1
ZA
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
DB2
DR2
ASA2
HRH2
√
√
√
√
√
√
√
√
√
N/A
N/A
N/A
N/A
N/A
51.
5 November 2019
1. Laporan Performansi Operasional & Revenue YtD Oktober 2019
2. Update Wisuda Purnabakti
3. Laporan Agenda Terbatas
Daftar Kehadiran
RA1
HMZ
SC
BW1
ZA
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
DB2
DR2
ASA2
HRH2
√
√
√
√
√
√
√
√
-
N/A
N/A
N/A
N/A
N/A
52.
12 November 2019 1. Laporan Performansi Operasional & Revenue W1 November 2019
2. Laporan Agenda Terbatas
Daftar Kehadiran
RA1
HMZ
SC
BW1
ZA
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
DB2
DR2
ASA2
HRH2
√
√
√
√
√
√
√
√
-
N/A
N/A
N/A
N/A
N/A
53.
21 November 2019 1. Laporan Performansi Operasional & Revenue YtD Oktober 2019
2. Laporan Agenda Terbatas
Daftar Kehadiran
RA1
HMZ
SC
BW1
ZA
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
DB2
DR2
ASA2
HRH2
√
√
√
√
√
-
-
√
√
N/A
N/A
N/A
N/A
N/A
54.
25 November
2019
Laporan Agenda Terbatas
Daftar Kehadiran
RA1
HMZ
SC
BW1
ZA
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
DB2
DR2
ASA2
HRH2
√
√
√
√
√
√
√
√
√
N/A
N/A
N/A
N/A
N/A
55.
26 November
2019
1. Laporan Performansi Operasional & Revenue W3 November 2019
2. Laporan Agenda Terbatas
Daftar Kehadiran
RA1
HMZ
SC
BW1
ZA
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
DB2
DR2
ASA2
HRH2
√
√
√
√
√
√
√
√
√
N/A
N/A
N/A
N/A
N/A
56.
3 Desember 2019
1. Laporan Performansi Operasional & Revenue W4 November 2019
2. Laporan Agenda Terbatas
Daftar Kehadiran
RA1
HMZ
SC
BW1
ZA
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
DB2
DR2
ASA2
HRH2
√
-
√
√
√
√
√
√
√
N/A
N/A
N/A
N/A
N/A
57.
10 Desember 2019 1. Laporan Performansi Operasional & Revenue (Outlook) YtD November dan W1 Desember 2019
2. Laporan Agenda Terbatas
Daftar Kehadiran
RA1
HMZ
SC
BW1
ZA
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
DB2
DR2
ASA2
HRH2
√
√
√
-
√
√
√
√
√
N/A
N/A
N/A
N/A
N/A
58.
13 Desember 2019 Laporan Agenda Terbatas
Daftar Kehadiran
RA1
HMZ
SC
BW1
ZA
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
DB2
DR2
ASA2
HRH2
√
√
√
√
√
√
√
√
√
N/A
N/A
N/A
N/A
N/A
219
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianNo. Tanggal
Agenda/Pembahasan Rapat
59.
17 Desember 2019 1. Laporan Agenda Terbatas
2. Laporan Performansi Operasional & Revenue YtD November (P&L, AR/BPPU, CF,
Capex Weekly) dan W2 Desember 2019
3. Update Smart City (Smart City Navigator, Smart Village Nusantara)
4. Update Kesiapan TelkomClick 2020
5. Laporan Agenda Terbatas
Daftar Kehadiran
RA1
HMZ
SC
BW1
ZA
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
DB2
DR2
ASA2
HRH2
√
√
√
√
√
√
-
√
√
N/A
N/A
N/A
N/A
N/A
60.
27 Desember
2019
Laporan Performansi Operasional & Revenue W3 Desember 2019
Daftar Kehadiran
RA1
HMZ
SC
BW1
ZA
EA1
EW1
FRD1
AS1
AJS2
DB2
DR2
ASA2
HRH2
-
√
√
√
√
√
√
-
-
N/A
N/A
N/A
N/A
N/A
Keterangan:
RA
Ririek Adriansyah
HMZ
Harry Mozarta Zen
ZA
EA
Zulhelfi Abidin
Edwin Aristiawan
SC
Siti Choiriana
EW Edi Witjara
BW Bogi Witjaksono
FRD Faizal Rochmad Djoemadi
AS
AJS
DB
DR
Achmad Sugiarto
Alex Janangkih Sinaga
David Bangun
Dian Rachmawan
ASA
HRH
1
2
Abdus Somad Arief
Herdy Rosadi Harman
Sejak 24 Mei 2019
Sampai dengan 24 Mei 2019
Rekapitulasi Kehadiran Direksi dalam Rapat Internal
No. Nama
Jumlah Rapat
Jumlah Kehadiran
Persentase Kehadiran
%
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
Ririek Adriansyah (1)
Harry Mozarta Zen
Siti Choiriana
Bogi Witjaksono (1)
Zulhelfi Abidin
Edwin Aristiawan (1)
Edi Witjara (1)
Faizal Rochmad Djoemadi (1)
Achmad Sugiarto (1)
Alex Janangkih Sinaga (2)
David Bangun (2)
Dian Rachmawan (2)
Abdus Somad Arief (2)
Herdy Rosadi Harman (2)
Keterangan:
(1) Sejak 24 Mei 2019
(2) Sampai dengan 24 Mei 2019
37
60
60
37
60
37
37
37
37
23
23
23
23
23
36
56
56
30
55
35
32
33
33
20
22
21
22
21
97
93
93
81
92
95
86
89
89
87
96
91
96
91
220
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianSEKRETARIS PERUSAHAAN
Telkom memiliki Sekretaris Perusahaan/Investor Relations yang memfasilitasi komunikasi internal Direksi dan Dewan
Komisaris. Selain itu, dalam hal komunikasi eksternal, Sekretaris Perusahaan/Investor Relations memiliki fungsi untuk
menjalin hubungan antara Perusahaan dengan para pemangku kepentingan, terutama Pemerintah, pemegang saham,
dan Otoritas Jasa Keuangan. Dari sisi kepatuhan, Sekretaris Perusahaan juga berperan penting dalam memastikan
Telkom dapat mengikuti peraturan perundang-undangan pasar modal.
PROFIL SEKRETARIS PERUSAHAAN
Andi Setiawan
Lahir
Usia/Umur
Kewarganegaraan
Domisili
: 6 Juni 1978
: 41 tahun
: Indonesia
: Jakarta
Riwayat Pendidikan
2002
Sarjana Manajemen Keuangan, Universitas
Indonesia, Indonesia.
Dasar Penunjukan
Surat Keputusan Direksi Perseroan.
Periode Jabatan
Berlaku sejak tanggal 4 Maret 2015 sampai dengan
sekarang.
Riwayat Jabatan
2014-2015
2010-2014
2007-2010
PT Telekomunikasi Selular sebagai GM
Investor Relation.
PT Summarecon Agung Tbk sebagai
Manager Investor Relations.
PT Bakrieland Development Tbk sebagai
Manager Sekretaris Perusahaan.
2004-2007
PT Pemeringkat Efek Indonesia sebagai
Corporate Rating Analyst.
FUNGSI SEKRETARIS PERUSAHAAN
Fungsi Sekretaris Perusahaan yaitu mencakup:
1. Menyiapkan
dan mengomunikasikan
informasi
yang akurat, lengkap, dan tepat waktu mengenai
kinerja dan prospek Perusahaan kepada pemangku
kepentingan.
2. Sinergi dengan unit terkait termasuk dengan entitas
anak untuk sosialisasi, implementasi, monitoring, dan
penelaahan GCG, beserta pelaksanaannya.
3. Membantu Direksi dalam berbagai kegiatan, informasi,
dan dokumentasi antara lain:
a. Membuat Daftar Pemegang Saham.
b. Menghadiri Rapat Direksi dan membuat minute
of meeting.
c. Mengorganisasikan penyelenggaraan RUPS.
4. Memublikasikan informasi Perusahaan secara taktis,
strategis, dan tepat waktu.
221
TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB
SEKRETARIS PERUSAHAAN
Sekretaris Perusahaan memiliki tugas dan tanggung
jawab sebagai berikut:
1. Menyiapkan penyelenggaraan RUPS, termasuk materi,
khususnya Laporan Tahunan (Annual Report);
2. Menghadiri rapat Direksi dan rapat gabungan antara
Dewan Komisaris dengan Direksi;
3. Mengelola dan menyimpan dokumen yang terkait
dengan kegiatan Perusahaan meliputi dokumen RUPS,
risalah rapat Direksi, risalah rapat gabungan antara
Direksi dengan Dewan Komisaris, dan dokumen-
dokumen Perusahaan penting lainnya; dan
4. Menentukan kriteria mengenai
jenis dan materi
informasi yang dapat disampaikan kepada stakeholder,
termasuk informasi yang dapat disampaikan sebagai
dokumen publik.
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
PELAKSANAAN KEGIATAN SEKRETARIS PERUSAHAAN
Sepanjang tahun 2019, Sekretaris Perusahaan Telkom telah menyelenggarakan kegiatan sebagai berikut:
No.
Tanggal
Nama Kegiatan
Penyelenggara
Lokasi
16 Januari
23 Januari
31 Januari
Nomura Indonesia All Access (IDAA)
2019
Nomura
Indonesia
Investor Day with Citi
Citi
Singapura
Mandiri Investment Forum 2019
Mandiri Sekuritas
Indonesia
15 Februari
Investor Day with UBS
UBS Indonesia Conference 2019
UBS
UBS
Hong Kong
Indonesia
J.P. Morgan ASEAN TMT 1x1 Forum
J.P. Morgan
Singapura
4 Maret
6 Maret
7 - 8 Maret
Investor Day with Morgan Stanley
Morgan Stanley
Inggris
19 Juni
27 Juni
Asia TMI Conference 2019
CGS-CIMB 13th Annual Indonesia
Conference
10.
12 Juli
Investor Day with UBS
11.
7 Agustus
CITI - Indonesia Investor Conference
2019
UBS
CIMB
UBS
Citi
Indonesia
Indonesia
Hong Kong
Indonesia
26 - 27 Agustus
Macquarie ASEAN Conference 2019
Macquarie
Singapura
3 September
Investor Day with Citi
14.
4 - 5 September
Citi's GEMS Conference 2019
15.
6 September
Investor Day with Citi
11 - 13 September
26th CLSA Investor Forum
12 - 13 November
Daiwa Investment Conference Hong
Kong 2019
15 November
Investor Day with HSBC
Citi
Citi
Citi
CLSA
Daiwa
HSBC
Amerika
Serikat
Amerika
Serikat
Amerika
Serikat
Hong Kong
Hong Kong
Singapura
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
12.
13.
16.
17.
18.
19.
19 & 21 November
Investor Day with Macquarie
Macquarie
Australia
20.
2 - 3 Desember
Investor Day with CLSA
21.
4 - 6 Desember
Investor Day with BofA
CLSA
BofA
Denmark dan
Perancis
Inggris
22.
10 - 11 Desember
Investor Day with Indonesian Ministry
of State-Owned Enterprise
Bahana
Singapura
222
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPENDIDIKAN DAN PELATIHAN SEKRETARIS PERUSAHAAN
Dalam rangka pengembangan kompetensi Sekretaris Perusahaan/Investor Relation, Perseroan telah melaksanakan
pelatihan untuk unit Investor Relation antara lain:
No.
Tanggal
Nama Kegiatan
Penyelenggara
Lokasi
1.
10 Januari
2.
3.
4.
5.
12 Februari
11 Maret
31 Mei
17 - 21 Juni dan
28 Oktober - 1
November
6.
24 Juni
7.
8.
9.
27 Juni
7 Agustus
13 Agustus
10.
15 Agustus
Sosialisasi Perubahan Peraturan Nomor I-A Bursa
Efek Indonesia tentang Pencatatan Saham dan
Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang
Diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat dan
Implementasi Notasi Khusus
Bursa Efek
Indonesia
Indonesia
Seminar POJK Nomor 36/POJK.04/2018 tentang
Tata Cara Pemeriksaan di Sektor Pasar Modal
Otoritas Jasa
Keuangan
Next Step in Sustainability Report: How to Start &
Common Technical Issues in Reporting?
Bursa Efek
Indonesia
Indonesia
Indonesia
BNY Mellon 12th Annual Depositary Receipt
Issuers Conference Asia Pacific
Leadership Training - Great People Managerial
Program 3
BNY Mellon
Vietnam
Telkom CorpU
Indonesia
Sosialisasi POJK 14/POJK.04/2019 tentang
Penambahan Modal Perusahaan Terbuka
dengan Memberikan Hak Memesan Efek
Terlebih Dahulu
Understanding an Award Winning Report &
Reporting the SDGs
Indonesia
• Bursa Efek
Indonesia
• Asosiasi Emiten
Indonesia
CSR Works
Indonesia
Update Knowledge - Macro Economic 2020 &
Finance Regulatory Update
Telkom CorpU
Indonesia
Memahami Peraturan Buyback Saham terkait
POJK No. 30/POJK.04/2017
Bursa Efek
Indonesia
Memahami Informasi yang Perlu Disampaikan
dalam Laporan Keberlanjutan
ProAd
Communications
Indonesia
Indonesia
11.
2 September
Sosialisasi Kondisi Terkini dan Prospek
Perekonomian ke Depan
Telkom CorpU
Indonesia
12.
4 - 5 September
Asia Sustainability Reporting Summit 2019
13.
22 Oktober
Workshop Pemahaman, Perencanaan dan
Penyusunan Laporan Keberlanjutan Berdasarkan
POJK No. 51/POJK.03/2017
14.
12 - 13 Desember
Form 20-F In-depth Workshop
15.
18 Desember
Lokakarya Alignment POJK No. 51/POJK.03/2017
dan Monitoring dan Evaluasi SDGs Khususnya
Non-Pemerintah
Singapura
Indonesia
Amerika
Serikat
Indonesia
CSR Works
International
Asosiasi Emiten
Indonesia
Practising Law
Institute
• Kementerian
Perencanaan
Pembangunan
Nasional/Badan
Perencanaan
Pembangunan
Nasional
(Bappenas)
• Otoritas Jasa
Keuangan
• Bursa Efek
Indonesia
16.
20 Desember
Forum Koordinasi Investor Relations Bank/
Korporasi 2019
Bank Indonesia
Indonesia
223
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianUNIT AUDIT
INTERNAL
Bagi Telkom, Unit Audit Internal atau Departemen Internal
5. Melakukan
review dan/atau audit atas
laporan
Audit (IA) merupakan katalisator dalam meningkatkan
keuangan Perusahaan secara periodik;
efektifitas operasional usaha. Pada praktiknya, Unit Audit
6. Melakukan pemeriksaan kepatuhan terhadap ketentuan
Internal memberikan pandangan dan menyampaikan
peraturan dan perundang-undangan yang terkait;
berbagai rekomendasi secara independen dan objektif
mengenai kondisi pengendalian internal, pengelolaan
7. Mengidentifikasi alternatif perbaikan dan peningkatan
efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya
risiko, dan proses Tata Kelola Perusahaan dalam kegiatan
dan dana;
bisnis Telkom.
PEDOMAN/PIAGAM AUDIT
INTERNAL (INTERNAL AUDIT
CHARTER)
Kegiatan Unit IA Telkom mengacu pada Piagam Internal
Audit IA Charter yang memaparkan visi, misi, struktur,
status, tugas, tanggung jawab, dan wewenang IA, serta
persyaratan personil auditor IA. Penyusunan IA Charter
berpedoman pada standar Internasional yang dikeluarkan
oleh Institute of Internal Auditor (IIA), dan tertuang
dalam Keputusan Direksi No.Tel.09/PW000/UTA/
COP-C0000000/2015 tanggal 12 Februari 2015 perihal
Internal Audit Charter, serta telah disetujui oleh Direktur
Utama maupun Komite Audit.
TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB
UNIT AUDIT INTERNAL
8. Membuat
laporan hasil audit dan menyampaikan
laporan tersebut kepada Direktur Utama dan Dewan
Komisaris melalui, Ketua Komite Audit;
9. Memantau, menganalisis, dan melaporkan pelaksanaan
tindak lanjut perbaikan yang telah disarankan;
10. Memberikan saran perbaikan dan informasi yang
objektif tentang kegiatan yang diperiksa pada semua
tingkat manajemen Perseroan dan Perusahaan
afiliasi Perseroan;
11. Memberikan
konsultasi yang dibutuhkan oleh
manajemen Perseroan dan Perusahaan afiliasi
Perseroan
yang
sifat
cakupan penugasannya
telah disepakati;
12. Melakukan kegiatan sebagaimana angka 2 sampai
dengan angka 10 pada Perusahaan afiliasi Perseroan
atas
permintaan Direktur Utama
Perseroan
(instruksi manajemen);
13. Bekerja sama dengan Komite Audit, termasuk di
tindak
dalamnya adalah melakukan monitoring
lanjut atas rekomendasi hasil pemeriksaan yang
berdampak signifikan dan melaporkan hasilnya kepada
Tugas dan tanggung jawab Internal Audit berdasarkan
Komite Audit;
Piagam Internal Audit (Internal Audit Charter) yaitu:
1. Menyusun rencana Internal Audit Tahunan;
14. Menyusun metodologi evaluasi dan program untuk
meningkatkan mutu kegiatan Internal Audit bekerja
2. Melaksanakan rencana Internal Audit Tahunan yang
sama/koordinasi dengan Komite Audit;
telah dikonsultasikan kepada Komite Audit atau
ditinjau oleh Komite Audit;
15. Melakukan review dan/atau pemeriksaan pendalaman
rangka
atas permintaan Komite Audit dalam
3. Menguji dan mengevaluasi kecukupan pelaksanaan
menindaklanjuti whistleblower dan/atau dugaan
pengendalian internal dan sistem manajemen risiko
adanya kecurangan (fraud) pada Perseroan atau
sesuai dengan kebijakan Perusahaan;
Perusahaan afiliasinya, dan menyampaikan hasil
4. Melakukan pemeriksaan dan penilaian atas efisiensi dan
efektivitas di bidang keuangan, akuntansi, operasional,
sumber daya manusia, pemasaran, teknologi informasi,
pemeriksaan tersebut kepada Direktur Utama dan
Komite Audit; dan
16. Melakukan pemeriksaan pendahuluan dengan tujuan
dan kegiatan lainnya;
tertentu.
224
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPROFIL KEPALA UNIT AUDIT INTERNAL
Harry Suseno Hadisoebroto
Lahir
: Bandung, 24 Juni 1966
Usia/Umur
: 53 Tahun
Kewarganegaraan : Indonesia
Domisili
: Bandung
Riwayat Pendidikan
1990
1999
Graduate Study: Civil Engineering (Ir.), Institut
Teknologi Bandung, Bandung, Indonesia.
Postgraduate Study: Engineering - Project
Management (MSc.), University of Manchester,
Institute
Technology,
Manchester, Inggris.
Science
and
of
Dasar Penunjukan
Surat Keputusan Direksi No.1905/PS720/HCC-10/2015
tanggal 9 Juni 2015 yang mulai berlaku sejak tanggal
1 Juli 2015 hingga saat ini. Berdasarkan surat keputusan
tersebut, Kepala Unit Audit Internal diangkat langsung oleh
Direktur Utama.
Periode Jabatan
1 Juli 2015 sampai dengan sekarang.
Riwayat Jabatan
2015 – Sekarang
SVP Internal Audit, PT Telkom Indonesia, Tbk.
2014 - 2015
2011 - 2014
2010 - 2011
SVP Internal Audit, PT Telekomunikasi Seluler
VP Infrastructure & Supply Management Audit, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.
AVP Infrastructure Audit, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.
2007 - 2009
Deputy General Manager Kandatel Malang, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.
225
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
STRUKTUR DAN KEDUDUKAN UNIT AUDIT INTERNAL
IA Telkom terdiri atas 93 orang Karyawan, yang bertanggung jawab langsung kepada Direktur Utama, sejalan dengan
prinsip GCG dan ketentuan regulasi yang berlaku. SVP IA yang diangkat dan diberhentikan oleh Direktur Utama atas
persetujuan Dewan Komisaris.
Jika SVP IA tidak memenuhi persyaratan dan atau gagal atau tidak cakap menjalankan tugasnya, maka Direktur Utama
dapat memberhentikan SVP IA tersebut dengan persetujuan Dewan Komisaris. Hal ini sejalan dengan Peraturan OJK
No. 56/POJK.04/2015 tentang “Pembentukan dan Pedoman Penyusunan Piagam Unit Audit Internal”. Masa tugas SVP
IA paling lama 3 (tiga) tahun dan dapat diangkat kembali untuk satu periode berikutnya. Hingga akhir tahun 2019,
Berikut adalah bagan struktur organisasi IA Telkom.
SVP INTERNAL AUDIT
VP PLANNING &
DEVELPOMENT AUDIT
VP INFRASTRUCTURE &
OPERATION AUDIT
VP IT AUDIT
VP INTEGRATED &
FINANCIAL AUDIT
AVP SYSTEM
DEVELOPMENT QUALITY
ASSURANCE
AVP INFRASTRUCTURE &
SUPPLY AUDIT
AVP APPLICATION
TRANSACTION AUDIT
AVP ICOFR & RISK
MANAGEMENT AUDIT
AVP RESOURCE &
ADMINISTRATION
AVP SERVICE
OPERATION & SUPPORT
AUDIT
AVP IS OPERATION
AUDIT
AVP FINANCIAL & ASSET
MANAGEMENT AUDIT
AVP AUDIT PARTNER 1
AVP SERVICE DELIVERY
AUDIT
AVP INFORMATION
SECURITY AUDIT
AVP A&A COMPLIANCE
AUDIT
AVP AUDIT PARTNER 2
AVP AUDIT PARTNER 3
POOL OF AUDITOR
226
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPELAKSANAAN KEGIATAN UNIT AUDIT INTERNAL
IA Telkom setiap tahun membuat Rencana Kerja yang dituangkan dalam Program Kerja Audit Tahunan Departemen
Internal Audit. Pada tahun 2019, Unit IA telah melaksanakan 70 (tujuh puluh) penugasan, yang mencakup kegiatan
audit, konsultasi, evaluasi, dan review sebagai berikut:
Sub Departemen
Audit
Konsultansi
Review
Evaluasi
Jumlah
Infrastructure & Operation Audit (IOA)
Integrated & Financial Audit (IFA)
Information & Technology Audit (ITA)
Total
9
7
12
28
8
5
9
22
-
15
-
15
-
5
-
5
17
32
21
70
KUALIFIKASI, SERTIFIKASI, DAN KOMPETENSI AUDIT INTERNAL
Per 31 Desember 2019, karyawan di IA Telkom memiliki berbagai sertifikasi yang dibutuhkan untuk melaksanakan
pekerjaannya dengan terstandar dan kualitas pengawasan internal dapat terjamin berjalan baik. Berikut adalah detail
sertifikasi yang dimiliki oleh anggota Internal Audit Telkom pada akhir 2019.
No.
Jenis Sertifikasi
Jumlah Sertifikasi
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
Certification in Risk Management Assurance (CRMA)
Certified Accountant (CA)
Certified Data Center Specialist (CDCS)
Certified Data Center Prosessional (CDCP)
Certified Ethical Hacker (CEH)
Certified Fraud Examiner (CFE)
Certified Forensic Auditor (CFrA)
Certified Information Systems Auditor (CISA)
Certified Internal Auditor (CIA)
Certified IT Infrastructure Library
ISO (9000, 9001, 9002, 9003, 14001, 18001, 20000, 22301, 27001)
Qualified Internal Audit (QIA)
Jumlah
1
2
1
1
1
1
1
2
2
1
7
5
25
PENDIDIKAN DAN PELATIHAN AUDIT INTERNAL
Telkom memahami pentingnya menjaga kompetensi anggota Unit Internal Audit. Untuk itu, sepanjang tahun 2019,
Telkom mengikutsertakan para anggota Unit Internal Audit pada berbagai kegiatan pendidikan dan pelatihan sebagai
berikut:
Program
Culture
Leadership
Business
Technical
Certification
Sharing Knowledge
Jumlah
Jumlah Peserta
Jumlah Hari
111
15
54
125
4
7
316
426
73
59
314
8
9
889
227
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianSISTEM PENGENDALIAN INTERNAL
Telkom memiiki kewajiban untuk membangun, memelihara, menguji, dan mengungkapkan efektivitas pengendalian
internal atas pelaporan keuangan, yang sejalan dengan ketentuan SOX Section 404. Selain itu, penerapan Sistem
Pengendalian Internal (SPI) bertujuan untuk mendapatkan kepercayaan publik mengenai efektivitas pelaporan keuangan
dan penyusunan laporan keuangan konsolidasian yang sesuai dengan Standar Akuntasi Keuangan dari Ikatan Akuntan
Indonesia. Terkait hal tersebut, Telkom memiliki SPI di bawah pengawasan Direktur Utama dan Direktur Keuangan, serta
dijalankan oleh Direksi, manajemen, dan personel lainnya.
KERANGKA (FRAMEWORK) PENGENDALIAN INTERNAL
Internal Control-Integrated Framework 2013 dari The Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway
Commission (COSO) menjadi referensi penerapan SPI di Telkom. Selain mengacu pada COSO framework, Telkom juga
berkomitmen untuk terus memastikan bahwa kebijakan, kepatuhan Perusahaan dan seluruh aktivitas bisnis dilakukan
sesuai dengan ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku, baik internal maupun eksternal seperti legal advisory, legal
opinion, legal review dan litigation. Unit yang bertanggung jawab dalam kepatuhan terhadap perundang-undangan
yaitu Unit Legal & Compliance di bawah Departemen Sekretaris Perusahaan (Corporate Secretary).
Sesuai dengan COSO Framework, Telkom menerapkan lima komponen pengendalian internal yang saling terikat di
semua tingkat dan unit bisnis Perusahaan, yaitu:
1. Lingkungan Pengendalian
a. Demonstrates commitment to integrity and ethical values.
b. Exercises oversight responsibility.
c. Establishes structure, authority and responsibility.
d. Demonstrates commitment to competence.
e. Enforces accountability.
2. Penilaian Risiko
a. Specifies relevant objectives
b. Identifies and analyzes risk.
c. Assesses fraud risk.
d. Identifies and analyzes significant change.
3. Aktivitas Pengendalian
a. Selects and develops control activities.
b. Selects and develops general controls over technology.
c. Deploys through policies and procedures.
4. Informasi dan Komunikasi
a. Uses relevant information.
b. Communicates internally.
c. Communicates externally.
5. Aktivitas Pemantauan
a. Conducts ongoing and/or separate evaluations.
b. Evaluates and communicates deficiencies.
228
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
Kelima komponen tersebut telah diterapkan dan diaplikasikan ke dalam kebijakan-kebijakan Telkom, di antaranya
sebagai berikut:
PENERAPAN PENGENDALIAN INTERNAL DI TELKOM
Lingkungan Pengendalian
· Telkom membangun budaya Perusahaan sebagai panduan bagi para pemegang peran utama dalam membangun pola
kepemimpinan dan memperkuat sinergi organisasi, serta mempertinggi sustainability competitive growth berdasarkan nilai-
nilai yang telah dirumuskan dalam The Telkom Way. Hal tersebut yang diperkuat dan dipelihara secara berkelanjutan yang
mencakup empat dimensi, yaitu dimensi spiritual, dimensi emotional, dimensi intellectual dan dimensi physical sekaligus
great spirit dari core values yakni 3S: Solid, Speed, Smart.
· Telkom memastikan efektivitas penyelenggaraan aktivitas Internal Audit yang dilaksanakan dengan mengimplementasikan
prasyarat SOA 302/404 dan dikelola dengan pendekatan risk based audit. Telkom juga memastikan terselenggaranya
koordinasi dan kerja sama yang efektif dengan pihak internal maupun pihak eksternal, serta risiko bisnis pada seluruh
aktivitas bisnis telah dikelola secara memadai dengan sistem internal control.
· Telkom memiliki Direktori Kompetensi yang menetapkan kebutuhan kompetensi Perusahaan. Salah satunya yaitu Stream
Finance yang meliputi kompetensi Corporate Finance dengan sub area kompetensi Capital Structure dan Working
Capital Management (Treasury Management). Kemudian, Accounting dengan sub area kompetensi Financial Accounting,
Management Accounting dan Corporate Tax. Kebijakan pengembangan kompetensi ditujukan untuk menciptakan karyawan
yang unggul, berkualitas global, dan berdaya saing tinggi.
Penilaian Risiko
· Telkom memiliki beberapa pertimbangan dalam menyusun kebijakan akuntansi seperti Pernyataan Standar Akuntansi
Keuangan (PSAK), Interpretasi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (ISAK), International Accounting Standards (IAS),
Undang-undang yang terkait, dan perubahan lingkungan internal yang berdampak.
· Telkom memiliki prinsip asersi keuangan dalam perencanaan ICOFR yang diperhatikan dengan baik oleh semua karyawan
yang terkait.
· Telkom mengelola risiko Perusahaan yang muncul baik internal maupun eksternal dengan mekanisme yang telah ditentukan.
· Telkom juga menerapkan sistem pengendalian kebijakan anti fraud dan memiliki pencegahan potensi fraud.
Aktivitas Pengendalian
· Telkom menetapkan BPO (Business Process Owner) dan AO (Application Owner) yang memiliki tugas dan tanggung jawab
terkait ICOFR.
· Kaidah penentuan risiko dan pengendalian internal mengacu pada kebijakan ICOFR yang terdiri dari segregation of duties,
penentuan risiko, dan penentuan pengendalian internal.
· Telkom memiliki pedoman penerapan sekuriti sistem informasi yang selaras dengan kebutuhan Perusahaan dan dapat
dilaksanakan secara berkesinambungan.
Informasi dan Komunikasi
· Telkom memiliki kebijakan akuntansi yang diterapkan berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia dan IFRS, yang
diuraikan berdasarkan prinsip-prinsip akuntansi dan penerapan, termasuk informasi atau data yang terkait dalam proses dan
pengungkapan pelaporan keuangan, serta mengatur tentang komponen laporan keuangan konsolidasian.
· Telkom memiliki kebijakan teknologi informasi yang memberikan kerangka acuan bagi setiap proses maupun unit yang
terkait dengan penyelenggaraan TI Perusahaan dalam penyusunan dan penetapan petunjuk pelaksanaan dan prosedur.
Ruang lingkup peraturan TI di Perusahaan Telkom mencakup aspek tata kelola TI governance dan TI management.
Aktivitas Pemantauan
· Telkom memiliki Internal Audit Charter yang mencakup persyaratan auditor di unit Internal Audit, yaitu memiliki integritas
dan perilaku yang profesional, pengetahuan tentang risiko dan pengendalian yang penting di bidang teknologi informasi,
pengetahuan tentang peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.
· CEO Telkom senantiasa meningkatkan awareness dari management terkait audit maupun change management dalam
bentuk CEO Notes dan menetapkan Integrated Audit, serta membentuk Probis IFRS.
Telkom telah melakukan suatu penilaian atas keefektivitasan pengendalian internal atas pelaporan keuangan
TelkomGroup pada tanggal 31 Desember 2019. Proses penilaian ini sejalan dengan Peraturan Menteri Badan Usaha Milik
Negara Pasal 26 Ayat 2 Tahun 2011 dan berdasarkan hasil penilaiannya secara keseluruhan, Telkom tidak menemukan
adanya hal-hal material yang dapat mengindikasikan adanya suatu pengendalian internal atas pelaporan keuangan
TelkomGroup yang tidak efektif pada tanggal 31 Desember 2019.
229
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianSISTEM MANAJEMEN RISIKO
Telkom menerapkan manajemen risiko sebagai bentuk kepatuhan (compliance) terhadap regulasi yang berlaku dan
dalam rangka melindungi aset dan kegiatan usaha. Selain itu, penerapan manajemen risiko juga menciptakan nilai
(creating value) bagi para pemangku kepentingan. Peran dan fungsi manajemen risiko Telkom yaitu mendukung bisnis
telekomunikasi dengan cakupan area bisnis yang luas di tengah berbagai risiko usaha terkait transformasi komunikasi
di era digital, investasi yang sangat besar dengan tingkat kompetisi tinggi, perkembangan teknologi yang cepat, dan
dinamika regulasi di sektor industri telekomunikasi dan informasi.
GAMBARAN UMUM MENGENAI SISTEM MANAJEMEN RISIKO
Peraturan Menteri BUMN No.1 Tahun 2011 mewajibkan BUMN, termasuk Telkom menerapkan manajemen risiko. Selain
itu, pelaksanaan manajemen risiko juga merupakan kewajiban Telkom sebagai Perusahaan yang terdaftar di Bursa
Saham New York (NYSE) untuk memenuhi Sarbanes-Oxley Act, khususnya article 302 dan 404.
Kebijakan dan (Framework) Sistem Manajemen Risiko
Peraturan Direksi No.PD.614.00/r.00/HK.200/COP-D0030000/2015 tanggal 30 September 2015 tentang Manajemen
Risiko Perusahaan (Telkom Enterprise Risk Management) dan Peraturan Direktur Keuangan nomor PR.614.01/r.00/
HK200/COP-D0030000/2016 tentang Pedoman Implementasi Manajemen Risiko Perusahaan (Telkom Enterprise Risk
Management) menjadi landasan Kebijakan Manajemen Risiko Telkom.
Kerangka utama Manajemen Risiko di Telkom mengacu kepada kerangka dari COSO (COSO ERM Framework), yang
mencakup tiga komponen utama:
1. Penerapan manajemen risiko Perusahaan harus dapat mendukung tujuan Perusahaan dari aspek-aspek strategic,
operational, reporting, dan compliance.
2. Manajemen risiko Perusahaan diterapkan pada semua tingkatan organisasi, yaitu Enterprise level, Divisi, Business
Unit, dan Subsidiary dalam Perusahaan.
3. Penerapan manajemen risiko Perusahaan terdiri dari 8 komponen proses yaitu:
a. Pengembangan lingkungan internal.
b. Penetapan tujuan (objective setting).
c. Identifikasi kejadian (event identification).
d. Penilaian risiko (risk assessment).
e. Penanganan risiko (risk response).
f. Aktivitas pengendalian (control activities).
g. Informasi dan komunikasi (information/communication).
h. Pemantauan (monitoring).
Referensi dan pedoman lain yang relevan dengan penerapan manajemen risiko di Telkom, antara lain:
1. ISO 31000
Enterprise Risk Management sebagai pembanding dan pelengkap implementasi.
2. ISO 27001
Information Security Management System (ISMS) sebagai referensi dalam pengembangan manajemen
risiko untuk menjamin Keamanan Informasi dalam hal Confidentiality, Integrity, dan Availibility.
3. ISO 22301
Business Continuity Management System (BCMS) sebagai referensi dalam upaya menjamin
kelangsungan bisnis.
4. ISO 20000 Information Technology Service Management (ITSM) sebagai referensi dalam menjamin layanan IT.
230
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianSertifikasi Profesi
Unit Manajemen Risiko beranggotakan para profesional yang ahli di bidangnya. Perakhir tahun periode pelaporan,
terdapat 4 anggota Unit Manajemen Risiko Telkom yang memiliki sertifikasi profesi terkait manajemen risiko, sebagai
berikut:
Sertifikasi Profesi Anggota Unit Manajemen Risiko Telkom per 31 Desember 2019
No. Nama Anggota
Sertifikasi
Tahun Perolehan
Status
1.
2.
3.
Moh Ahmad
Enterprise Risk & Governance
(CERG)
Dewi Anggraeni
Certified Risk Associate
Agus Suprijanto
• Certified Risk Associate
• ERMAP
4.
Rudi Sudiro Murbonegoro Certified Risk Associate
2017
2017
2017
2017
2017
Aktif/Sudah diperpanjang
2019 s.d 2021
Aktif/2019
Aktif/2019
Aktif/2019
Aktif/2019
Struktur Organisasi Pengelola Manajemen Risiko
Fungsi manajemen risiko Telkom dijalankan oleh Unit Risk Management, Departemen Group Financial Planning Analysis
& Control di Direktorat Keuangan. Jumlah pegawai yang menjadi anggota Unit Manajemen Risiko yaitu 8 orang.
Pengelolaan fungsi Manajemen Risiko tersebut mengacu kepada Peraturan Direksi dan Peraturan Direktur Human
Capital Management tahun 2018, dengan struktur sebagai berikut:
SVP GROUP FINANCIAL
PLANNING ANALYSIS &
CONTROL
VP FINANCIAL CONTROLLER
CFU CONSUMER WIB & DIGITAL
SERVICE
VP FINANCIAL CONTROLLER
CFU ENTERPRISE
AVP MANAGEMENT
REPORTING,
ANALYSIS & SUPPORT
AVP GROUP STRATEGIC
BUDGETING & INVESMENT
AVP GROUP COASTING
MANAGEMENT
AVP RISK MANAGEMENT
231
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianJENIS RISIKO DAN CARA PENGELOLAANNYA
Telkom mengidentifikasi dan mengelola risiko sosial dan politik, makro ekonomi, bencana, dan risiko lainnya yang
bersifat makro di Indonesia. Selain itu, Telkom juga mengidentifikasi dan mengelola risiko operasional, keuangan, hukum,
dan kepatuhan, regulasi, risiko inherent bisnis telekomunikasi tetap dan seluler. Di samping itu, Telkom melakukan
pengungkapan kuantitatif dan kualitatif atas risiko pasar. Risiko-risiko yang dikelola Telkom dapat dilihat berikut ini.
Jenis Risiko
Risiko yang Dihadapi
Dampak Terhadap Telkom
Mitigasi/
Pengelolaan Risiko
1. Monitoring
gejolak
terhadap
operasional/layanan.
pengaruh
politik
gangguan
sosial
2. Pemeliharaan kewaspadaan
melalui peningkatan fungsi
safety & security.
1. Monitoring
pengaruh
makro ekonomi terhadap
potensi
peningkatan
beban melalui program
cost leadership.
2. Mencari
opportunity
spending
fokus
(maritim,
energi,
sesuai
peningkatan
APBN
pemerintah
wisata,
transportasi, dsb).
1. Transfer
risiko
menggunakan
asuransi
aset untuk mengantisipasi
bencana
dan
kebakaran.
alam
2. Koordinasi
dengan
ASKALSI (Asosiasi Kabel
Laut Seluruh Indonesia)
untuk pengamanan SKKL.
3. Preventive & corrective
action melalui penyusunan
disaster recovery plan dan
crisis management team.
a. Risiko–risiko yang terkait dengan Indonesia
Politik dan Sosial
Gangguan stabilitas politik
dan gejolak sosial atas isu-
isu spesifik.
Berdampak negatif bagi
bisnis, operasi, keadaan
keuangan, hasil usaha, dan
prospek serta harga pasar
surat berharga.
Makro Ekonomi
Perubahan
aktivitas
ekonomi global, regional
ataupun di Indonesia.
1. Berpengaruh pada bisnis,
kondisi keuangan, hasil
usaha maupun prospek
usaha.
Fluktuasi nilai tukar Rupiah. 2. Berdampak material dan
merugikan pada bisnis,
kondisi keuangan, hasil
usaha maupun prospek
usaha.
Peningkatan suku bunga
pinjaman.
Penurunan peringkat kredit
Pemerintah atau
Perusahaan.
Risiko Bencana
Banjir, petir, angin ribut,
tsunami,
gempa bumi,
letusan gunung berapi,
kebakaran,
wabah,
kekeringan,
pemadaman
listrik, dan peristiwa lain
yang berada di luar kendali
Telkom.
Mengganggu operasional
bisnis dan memberikan
dampak negatif terhadap
kinerja
dan
keu tungan, prospek usaha
serta harga pasar surat
berharga.
keuangan
232
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
Jenis Risiko
Risiko yang Dihadapi
Dampak Terhadap Telkom
Mitigasi/
Pengelolaan Risiko
Risiko lain
keterbukaan
Standar
korporat
informasi
berbeda
Indonesia
signifikan dengan yang
negara-
diterapkan di
negara
termasuk
Amerika Serikat.
lain
Menggangu
operasional
bisnis dan memberikan
dampak negatif terhadap
kinerja
dan
keuntungan, prospek usaha
serta harga pasar surat
berharga.
keuangan
Penggunaan
konsultan
hukum yang kompeten dan
dengan
berpengalaman
isu-isu hukum korporasi
di negara
lain khususnya
Amerika Serikat.
Perbedaan
penetapan dividen.
peraturan
ketetapan
Masalah
hukum di
Indonesia dan
Amerika Serikat termasuk
ketetapan
penerapan
hukum.
Kemungkinan perbedaan
pemegang
kepentingan
pengendali
saham
dengan kepentingan dari
pemegang saham lain.
b. Risiko-risiko terkait bisnis
Risiko Operasional
Kegagalan
keberlanjutan
jaringan,
gateway pada
Telkom
atau
operator lain.
dalam
operasi
sistem utama,
jaringan
jaringan
negatif
Berdampak
terhadap bisnis, kondisi
keuangan, hasil operasi dan
prospek usaha.
Ancaman
keamanan
fisik dan cyber, seperti
pencurian, perusakan atau
tindakan lain.
Berpengaruh
negatif
terhadap bisnis, kondisi
keuangan dan hasil operasi
secara material.
Risiko
internet.
terkait
layanan
Dapat
tuntutan
merusak reputasi.
menghadapi
dan
hukum
1. Implementasi BCM, BCP,
dan DRP.
2. Sertifikasi
Integrated
Management
System
(IMS) untuk pengelolaan
infrastruktur.
1. Peningkatan Preventive
Action
berupa
Vulnerability Assessment
Test
Penetration
dan
secara periodik.
2. Monitor dan
jenis
Identifikasi
serangan
semua
secara real time serta
memilih dan melakukan
tindakan yang diperlukan
segera.
3. Menyusun
rekomendasi
penanganan cyber attack
berdasarkan
analisis
historis incident.
4. Koordinasi yang intensif
pihak-pihak yang terkait
penanganan
dengan
cyber attack.
Peningkatan kehati-hatian
dalam penyusunan kontrak
dengan mitra penyedia
konten.
233
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
Jenis Risiko
Risiko yang Dihadapi
Dampak Terhadap Telkom
Kebocoran
akibat
kapabilitas
faktor eksternal.
pendapatan
kelemahan
internal atau
Berdampak negatif pada
hasil usaha Telkom.
Teknologi baru.
Berdampak negatif pada
daya saing.
masa
Keterbatasan
operasional, kerusakan atau
kehancuran,
penundaan
atau kegagalan peluncuran,
atau pencabutan
lisensi
Satelit.
kondisi
Merugikan
keuangan, hasil operasi
dan
kemampuan untuk
memberikan layanan.
Risiko Keuangan
Risiko suku bunga.
buruk
Berakibat
pada
bisnis, kondisi keuangan
dan hasil operasional.
Risiko nilai tukar mata uang
asing.
Berdampak negatif pada
kondisi keuangan atau hasil
operasi.
Keterbatasan membiayai
belanja modal.
Berdampak
merugikan
secara material terhadap
bisnis, kondisi keuangan,
kinerja operasional, dan
prospek usaha.
Mitigasi/
Pengelolaan Risiko
waktu
1. Akselerasi
deteksi
kebocoran
dan pendapatan yang
terindikasi fraud eksternal
secara real time.
2. Monitoring
kebocoran
khususnya pada
call billing.
titik
rawan
pendapatan
reject
1. Penyusunan
Roadmap
Teknologi dengan mem-
pertimbangkan teknolo-
gi ke depan dan potensi
implementasi teknologi
kompetitor.
2. Percepatan
program
(Indonesia Digital
IDN
Network)
untuk
mendukung layanan masa
depan.
1. Perencanaan penggantian
Satelit yang masa operasi
akan segera habis.
2. Asuransi operasi Satelit
dalam masa aktif.
3. Asuransi Manufacturing
dan Launching Satelit
baru.
4. Membangun
kesepaha-
man dengan Regulator
terkait
pengoperasian
Satelit oleh Telkom.
swap
Kontrak
suku
bunga dari suku bunga
mengambang menjadi suku
bunga
tenor
tetap atas
pinjaman tertentu.
deposito
Penempatan
berjangka
lindung
nilai untuk menutup risiko
fluktuasi mata uang asing.
dan
Menjaga dan meningkatkan
Perusahaan
performansi
untuk
memperoleh
kepercayaan dari lembaga/
sumber
pendanaan
Nasional maupun Global.
234
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianJenis Risiko
Risiko yang Dihadapi
Dampak Terhadap Telkom
Mitigasi/
Pengelolaan Risiko
Risiko Hukum dan
Kepatuhan
Risiko Regulasi
Hukuman/denda oleh KPPU
terkait penetapan harga
dan terjadi class action.
Menurunkan
pendapatan
Telkom dan berdampak
bisnis,
pada
negatif
reputasi dan keuntungan.
Penguatan Legal Review
terhadap rencana corporate
action atau kontrak tertentu.
Perubahan
Indonesia
Internasional.
regulasi
atau
Berdampak terhadap bisnis,
kondisi keuangan, kinerja
operasional dan prospek
usaha.
1. Analisa dampak rencana
regulasi terhadap industri
secara umum dan Telkom
secara khusus.
2. Memberikan
masukan
agar peraturan yang akan
memberi
ditetapkan
bagi
manfaat
perusahaan dan industri.
positif
Risiko Terkait dengan
Bisnis Telekomunikasi
Tetap dan Seluler
Kehilangan
pelanggan
sambungan telepon kabel
dari
pendapatan
dan
layanan
telepon
suara
kabel.
Berpengaruh
negatif
secara material terhadap
hasil operasional, kondisi
keuangan dan prospek
usaha Telkom.
Persaingan layanan internet
(Fixed Broadband).
Berdampak
negatif
terhadap bisnis, kondisi
keuangan,
kinerja
operasional dan prospek
usaha.
Persaingan layanan seluler. Berdampak
negatif
terhadap bisnis, kondisi
keuangan,
kinerja
operasional dan prospek
usaha.
1. Meningkatkan
QoS –
Quality of Service pelang-
gan telepon kabel.
2. Memberikan Value Added
Service.
1. Penguatan persepsi dan
kualitas indihome sebagai
New Digital Life Style.
2. Percepatan penggelaran
infrastruktur layanan fixed
broadband.
1. Percepatan penggelaran
infrastruktur layanan 4G.
2. Meningkatkan QoS
Quality of Service.
–
TINJAUAN ATAS EFEKTIVITAS SISTEM MANAJEMEN RISIKO
Selama periode pelaporan, penerapan sistem manajemen risiko Telkom berjalan efektif mengelola berbagai risiko guna
mendukung setiap kebijakan dan proses bisnis di Telkom dan anak Perusahaan. Telkom menggunakan aplikasi (tools)/
sistem informasi manajemen risiko sebagai infrastruktur penunjang efektivitas sistem manajemen risiko, antara lain:
1. Generic Tools Enterprise Risk Management Online (ERM Online) yang dipergunakan oleh seluruh unit untuk
pengelolaan Risk Assessment.
2. Spesific Tools untuk tujuan pengelolaan risiko tertentu misalnya:
a. Aplikasi Fraud Management System (FRAMES) yang dipergunakan untuk sistem deteksi dini potensi
Customer Fraud.
b. Aplikasi i-Library yang dikelola oleh Divisi Service Operation dan dipergunakan untuk pengelolaan sistem
dokumentasi Integrated Management System.
c. Aplikasi SMK 3 Online yang dikelola oleh Unit Security & Safety untuk pengelolaan dokumentasi Health
and Safety.
235
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPada tahun 2019, Telkom telah melakukan proses evaluasi penilaian efektivitas Implementasi Manajemen Risiko, yaitu:
1. Evaluasi/diskusi one-on-one dengan unit bisnis sesuai kebutuhan.
2. Workshop sharing implementasi dan pengembangan ERM dengan entitas anak sesuai kebutuhan.
3. Program Audit Implementasi Manajemen Risiko sesuai kebutuhan.
4. Evaluasi dengan Komite Risiko, Kepatuhan, dan Revenue Assurance di tingkat Direksi sesuai kebutuhan.
5. Evaluasi dengan Komite Evaluasi Monitoring Perencanaan dan Risiko (KEMPR) sesuai kebutuhan.
Selanjutnya, pada tahun 2019, Telkom mendapatkan penghargaan atau sertifikasi dari pihak eksternal atas sistem
manajemen risiko yang dijalankan, yaitu:
Lembaga Eksternal
Jenis Penghargaan
TUV Indonesia
Surveilance Sertifikasi ISO 9001: Quality Management; ISO 20000: ITSMS,
ISO 27001: ISMS, dan ISO 23001: BCMS
PENDIDIKAN DAN PELATIHAN UNIT MANAJEMEN RISIKO
Sepanjang tahun 2019, Telkom mengikutsertakan anggota Unit Manajemen Risiko pada berbagai kegiatan pendidikan
dan pelatihan. Tujuannya yaitu untuk mengembangkan kompetensi manajemen risiko serta dapat selalu mengetahui
isu terkini mengenai manajemen risiko. Selain itu, Telkom juga melakukan sosialisasi dan workshop terkait pengelolaan
manajemen risiko di lingkungan kantor divisi dan anak perusahaan agar terjadi kesamaan persepsi terhadap manajemen
risiko di Telkom. Berikut ini tabel yang menjelaskan kegiatan pelatihan manajemen risiko sepanjang tahun 2019.
No.
Tanggal
Jenis Pelatihan
Pelatihan Manajemen Risiko Tahun 2019
1.
2.
3.
4.
20 - 21 Februari
Pelatihan Risk Register untuk peserta pengelola Risiko dari Unit Bisnis & Divisi,
termasuk beberapa subsidiary sebanyak 2 (dua) batch
26 Februari
Pelatihan Fraud & Revas
4 - 5 April
Update Knowledge COSO 2017
5 - 6 Desember
Risk Beyond international Conference
236
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
SISTEM PELAPORAN PELANGGARAN
(WHISTLEBLOWING SYSTEM)
Sepanjang tahun 2019, sistem pelaporan pelanggaran atau yang dikenal dengan Whistleblowing System (WBS) berjalan
baik di Telkom. Mekanisme ini memungkinkan seluruh individu di internal Telkom maupun pihak ketiga melaporkan
pelanggaran, kecurangan atau bentuk pelanggaran etika lainnya yang terjadi di Telkom. Semua individu di seluruh
jenjang kepegawaian Telkom, termasuk Direksi, Dewan Komisaris dan anggota-anggota komite di bawah Dewan
Komisaris, berhak untuk memanfaatkan WBS.
Sejak dibentuk tahun 2006, WBS dikelola oleh Komite Audit melalui keputusan Dewan Komisaris dan diratifikasi dengan
keputusan Direksi. Setiap tahun, Telkom melakukan sosialisasi WBS kepada karyawan agar mekanisme tersebut dapat
digunakan secara baik dan efektif.
MENYAMPAIKAN LAPORAN PELANGGARAN
Laporan dapat disampaikan melalui website, email, fax, atau surat dengan alamat:
Komite Audit
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
The Telkom Hub, Telkom Landmark Tower Lantai 40
Jl. Jend. Gatot Subroto Kav 52, Jakarta Selatan, 12710
Email: whistleblower@telkom.co.id; ka301@telkom.co.id
Fax:
+6221 80863540
Website: www.telkom.co.id
Pengaduan harus memenuhi syarat sebagai berikut:
1. Disampaikan melalui website, email, fax atau surat.
2. Pengaduan yang disampaikan terkait dengan permasalahan pengendalian internal, akuntansi, auditing, pelanggaran
peraturan, dugaan kecurangan dan/atau dugaan korupsi, dan pelanggaran kode etik.
3. Informasi yang dilaporkan harus didukung dengan bukti-bukti yang cukup memadai dan dapat diandalkan sebagai
data awal untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
PERLINDUNGAN BAGI PELAPOR
Telkom menjamin perlindungan atas identitas pelapor yang memanfaatkan mekanisme WBS. Hal ini didasari oleh
kebijakan internal berikut:
1. Keputusan Dewan Komisaris No.08/KEP/DK/2016 tanggal 8 Juni 2016 tentang Kebijakan Prosedur Penanganan
Pengaduan (Whistleblower) PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dan Anak-Anak Perusahaan Terkonsolidasi.
2. Peraturan Direksi No.PD.618.00/r.00/HK200/COP-C0000000/2016 tanggal 21 Desember 2016.
3. Keputusan Dewan Komisaris No.01/KEP/DK/2018 tentang Standard Operating Procedure Whistleblower System
pada Perusahaan Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. dan Anak-anak Perusahaan Terkonsolidasi.
Dalam menindaklanjuti setiap aduan atau laporan, mekanisme WBS Telkom mengedepankan kerahasiaan dan asas
praduga tidak bersalah. Tujuannya yaitu untuk mendorong pelaporan pelanggaran yang aman tanpa ada rasa takut atau
khawatir akan keselamatannya.
PENANGANAN PENGADUAN
Mengacu pada Peraturan OJK No.55/POJK.04/2015 dan Sarbanes-Oxley Act 2002 Section 301 tentang Public Company
Audit Committee, mekanisme Whistleblowing System merupakan tanggung jawab Komite Audit. Laporan pengaduan
oleh internal maupun pihak ketiga yang ditangani Komite Audit mencakup topik berikut:
1. Akuntansi dan auditing.
2. Pelanggaran peraturan.
3. Kecurangan dan/atau dugaan korupsi.
4. Kode etik.
237
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianDalam menangani pengaduan, Telkom menentukan syarat pengaduan tertentu yang memastikan pelapor menyampaikan
pengaduan secara bertanggung jawab dan bukan bersifat fitnah terhadap seseorang. Agar laporan dapat segera
ditindaklanjuti, perlu dipastikan kebenaran dan ketepatan informasi dengan didukung data-data yang cukup. Beberapa
pengaduan WBS tidak dapat ditindaklanjuti karena data dan informasi yang tidak akurat dan tidak dapat diandalkan.
MEKANISME PENANGANAN PENGADUAN
Berikut ini diagram mekanisme pengaduan WBS Telkom.
U B I S
H R
S U B S I D I A R Y
K O M I T E
I N V E S T I G A S I
D I R U T
K O M I T E
A U D I T
K
a
s
u
s
M
e
n
e
l
a
a
h
M
u
l
a
i
K
e
t
e
r
a
n
g
a
n
:
K
E
K
D
:
K
o
m
i
t
e
E
t
i
k
a
d
a
n
K
e
p
a
t
u
h
a
n
&
D
i
s
i
p
l
i
n
T
L
?
S
u
r
a
t
J
a
w
a
b
a
n
i
T
d
a
k
S
u
b
s
i
d
i
a
r
y
I
n
v
e
s
t
i
g
a
s
i
l
o
e
h
S
u
b
s
i
d
i
a
r
y
K
E
K
D
S
u
b
s
i
d
i
a
r
y
P
e
m
b
a
h
a
s
a
n
d
i
3
.
I
A
S
u
b
s
i
d
i
a
r
y
2
.
K
o
m
i
t
e
A
u
d
i
t
1
.
I
D
R
U
T
T
e
r
k
a
i
t
S
u
b
s
i
d
i
a
r
y
C
c
.
S
u
r
a
t
D
R
U
T
k
e
I
S
u
b
s
i
d
i
a
r
i
e
s
?
Y
a
i
T
n
d
a
k
L
a
n
u
t
j
P
e
r
s
e
t
u
u
a
n
j
i
T
d
a
k
i
T
d
a
k
T
e
n
a
g
a
a
h
l
i
P
e
n
u
n
u
k
a
n
j
P
r
o
s
e
s
Y
a
T
e
n
a
g
a
A
h
l
i
C
C
T
L
?
Y
a
i
T
d
a
k
i
T
d
a
k
I
n
v
e
s
t
i
g
a
s
i
M
e
n
y
u
s
u
l
i
T
m
P
e
r
l
u
A
h
l
i
?
I
n
v
e
s
t
i
g
a
s
i
P
e
l
a
k
s
a
n
a
a
n
I
n
v
e
s
t
i
g
a
s
i
L
a
p
o
r
a
n
H
a
s
i
l
K
E
K
D
?
N
o
t
a
T
L
Y
a
L
a
p
o
r
a
n
T
L
Y
a
Y
a
T
L
G
a
b
u
n
g
a
n
i
T
d
a
k
A
u
d
i
t
L
a
p
o
r
a
n
H
a
s
i
l
L
a
p
o
r
a
n
K
E
K
D
N
o
t
a
T
L
D
o
k
u
m
e
n
t
a
s
i
l
S
e
e
s
a
i
P
R
O
S
E
S
I
N
V
E
S
T
I
G
A
S
I
P
E
L
A
P
O
R
A
N
D
A
N
T
I
N
D
A
K
L
A
N
J
U
T
B
a
h
a
n
E
v
a
l
u
a
s
i
A
r
s
i
p
G
a
b
u
n
g
a
n
K
E
K
D
Y
a
G
a
b
u
n
g
a
n
?
i
T
m
i
T
d
a
k
L
a
p
o
r
a
n
K
E
K
D
T
L
U
b
i
s
L
a
p
o
r
a
n
T
L
238
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
PIHAK YANG MENGELOLA PENGADUAN
Mekanisme WBS di Telkom dikelola oleh beberapa pihak yaitu Whistleblower Protection Officer (WPO), Komite Audit,
dan Komite Investigasi dengan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing.
Whistleblower Protection Officer (WPO) merupakan anggota Komite Audit yang bertugas untuk menangani pengaduan
dengan melakukan hal-hal berikut:
1. Menerima pengaduan.
2. Mengadministrasikan pengaduan.
3. Memverifikasi awal apakah pengaduan sesuai dengan kriteria.
4. Memonitor tindak lanjut pengaduan.
Komite Audit melalui rapat menentukan:
1. Memberikan persetujuan untuk ditindaklanjuti atau tidaknya pengaduan yang diterima.
2. Memberikan persetujuan apakah pengaduan ditindaklanjuti ke pihak internal atau eksternal.
3. Memberikan penilaian apakah tindak lanjut pengaduan sudah memadai atau tidak.
Internal Auditor berperan dalam:
1. Melakukan pemeriksaan pendahuluan atas pengaduan yang diterima dari Komite Audit.
2. Membuat laporan pemeriksaan pendahuluan dan menyampaikan ke Direktur Utama ditembuskan ke Komite Audit.
Komite Investigasi berperan dalam:
1. Melakukan investigasi lanjutan atas pengaduan yang telah dilakukan pemeriksaan pendahuluan oleh Internal Auditor.
2. Membuat laporan hasil investigasi lanjutan dan menyampaikan ke Direktur Utama dan ditembuskan ke Komite Audit.
HASIL PENANGANAN PENGADUAN
Telkom menerima 44 pengaduan sepanjang tahun 2019 melalui mekanisme WBS. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5
pengaduan masuk dalam kategori WBS dan layak untuk ditindaklanjuti. Sebanyak 5 pengaduan telah diselesaikan
dengan sanksi atau tindak lanjut.
Deskripsi
Jumlah pengaduan
Memenuhi syarat
Tindak lanjut:
• Melalui Litigasi
• Melalui Non-litigasi
Jumlah
Keterangan
44
5
0
5
Pengaduan yang diterima
Pengaduan yang layak ditindaklanjuti
Putusan pengadilan
Kebijakan perusahaan
239
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKEBIJAKAN PELAPORAN KEPEMILIKAN
SAHAM DIREKSI DAN DEWAN KOMISARIS
Telkom berupaya mematuhi regulasi yang ada di Indonesia, termasuk Peraturan OJK No.11/POJK.04/2017 tentang
Laporan Kepemilikan atau Setiap Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka. Untuk itu, Telkom mewajibkan
setiap anggota Direksi dan Dewan Komisaris Telkom melaporkan secara berkala setiap perubahan kepemilikan saham
langsung maupun tidak langsung. Pada Laporan ini Telkom menyediakan informasi tentang kepemilikan saham
oleh anggota Direksi dan Dewan Komisaris, serta perubahannya sepanjang tahun 2019, yang disajikan pada bagian
“Komposisi Pemegang Saham”.
PROGRAM KEPEMILIKAN SAHAM KARYAWAN
TELKOM
Telkom memiliki Program Kepemilikan Saham oleh karyawan dan/atau manajemen, disebut Employee Stock Ownership
Program (ESOP) dan/atau Management Stock Ownership Program (MSOP), yang diselenggarakan pada saat Initial Public
Offering (IPO) pada tahun 1995. Kemudian Telkom melaksanakan lagi program kepemilikan saham pada tahun 2013.
Pada tahun 2019, Telkom belum mengadakan program ESOP/MSOP kembali, sehingga tidak ada informasi terbaru
terkait jumlah saham dan/atau opsi, jangka waktu pelaksanaan, persyaratan karyawan dan/atau manajemen yang
berhak, dan harga pelaksanaan yang ditampilkan dalam laporan ini.
No.
Tanggal
Jumlah Karyawan
Jumlah Saham
Nilai Saham
1.
2.
14 November 1995
43.218 116.666.475 lembar
14 Juni 2013
24.993 59.811.400 lembar
Rp239 miliar
Rp661 miliar
(setara dengan 299.057.000
lembar saham setelah stock split)
240
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPERKARA PENTING YANG DIHADAPI
Pada tahun 2019, Telkom dan entitas anak sebagai badan usaha menghadapi 70 perkara penting yang terdiri dari 26
perkara hukum pidana dan 44 perkara hukum perdata. Dari jumlah tersebut, total 59 perkara merupakan kelanjutan dari
tahun sebelumnya dan 11 dimulai pada tahun 2019.
Rekapitulasi Perkara Gugatan Tahun 2017-2019
Permasalah Hukum
Status
2019
2018
2017
Pidana
Perdata
Pidana
Perdata
Pidana
Perdata
Dalam proses penyelesaian
Sudah memiliki kekuatan hukum tetap
Sub Total
Total
26
3
29
44
8
52
14
22
36
38
27
65
4
19
23
36
29
65
81
101
88
Permasalahan hukum yang signifikan dan dihadapi Telkom selama periode Januari hingga Desember 2019 dapat dilihat
dalam tabel berikut.
Perkara Penting yang Dihadapi Tahun 2019
Jenis
Pengadilan
Pengadilan
Tinggi
Pokok Perkara
Telkom menjadi Terbanding
di Pengadilan Tinggi DKI
dugaan
Jakarta dengan
itikad tidak baik
adanya
penghentian
melakukan
transponder
layanan
kepada
PT Citra Sari
Makmur (PT CSM).
Status Perkara
Risiko
Nilai
Tuntutan
Pengaruhnya
Terhadap Telkom dan
Dampak Keuangan
-
16 triliun
-
Pengadilan
Tinggi DKI
Jakarta sudah mengeluarkan
Putusan Banding yang inti
amarnya ialah menyatakan
perkara ini adalah wewenang
absolut dari Pengadilan
Pajak.
Selama tahun 2019, selain perkara penting yang dihadapi Telkom dan entitas anak, tidak ada perkara penting perdata
atau pidana yang dihadapi anggota Dewan Komisaris dan Direksi Telkom, baik yang masih menjabat maupun yang telah
berakhir jabatannya.
INFORMASI TENTANG SANKSI ADMINISTRATIF
Sepanjang periode tahun buku 2019, terdapat beberapa catatan terkait sanksi adminsitratif yang dikenakan kepada
Telkom, anggota Dewan Komisaris dan/atau Direksi oleh otoritas Pasar Modal dan otoritas lainnya, sebagai berikut:
Sanksi Administratif Tahun 2019
No.
Pihak yang
Diberi Sanksi
Penjelasan Sanksi Administratif
Otoritas Pemberi
Sanksi
Dampak Keuangan
1.
Telkom
Keterlambatan Keterbukaan Informasi
Perjanjian Penyetoran Saham Bersyarat
PT Fintek Karya Nusantara oleh Para
Investor.
OJK
Rp2.000.000,-
241
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
AKSES INFORMASI DAN DATA PERUSAHAAN
KEPADA PUBLIK
Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Telkom berupaya menjalin relasi yang baik dengan para pemangku kepentingan
dan menyediakan akses informasi melalui berbagai pendekatan dan jalur komunikasi. Hal tersebut dilakukan sesuai
dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam Good Corporate Governance (GCG). Ketersediaan akses informasi
juga dijalankan guna mematuhi ketentuan Peraturan OJK No. 31/POJK.04/2015 tentang Keterbukaan atas Informasi dan
Fakta Material oleh Emiten atau Perusahaan Publik.
Pendekatan serta jalur komunikasi yang diterapkan Telkom antara lain:
1. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
Melalui RUPS, Telkom memberikan informasi terkait kinerja perusahaan kepada Pemegang Saham. Dalam RUPS
tersebut, Pemegang Saham berpartisipasi dalam pengambilan keputusan, terutama untuk hal-hal strategis.
2. Website
Telkom menyediakan website dengan laman www.telkom.co.id yang tersedia dalam Bahasa Indonesia dan Inggris.
Informasi terkini mengenai Telkom dapat diakses oleh para pemangku kepentingan melalui website tersebut,
termasuk mengenai profil, tata kelola perusahaan, program CSR, karir, serta produk-produk dari Telkom. Selain
itu website Telkom juga menyediakan akses laporan tahunan, laporan keuangan, dan laporan lainnya kepada para
pemangku kepentingan.
3. Media
Sepanjang tahun 2019, Telkom membuat news release dan mengirimkan kepada media massa dalam rangka
menyebarluaskan informasi perusahaan kepada para pemangku kepentingan.
4. Pertemuan dengan Analis dan Investor
Pertemuan dengan analis dan investor sebagai pemangku kepentingan yang signifikan merupakan upaya Telkom
untuk memberikan informasi mengenai kinerja serta prospek Perseroan, maupun memberikan informasi terkini
tentang industri telekomunikasi secara umum.
5. Kontak Via E-Mail
Fasilitas kontak perusahaan pada website Telkom yang tertera salah satunya yaitu berupa kontak e-mail, yang
dapat dimanfaatkan oleh para pemangku kepentingan untuk saling berkomunikasi dengan Telkom. Khusus
pelanggan Telkom dapat menggunakan alamat e-mail customercare@telkom.co.id, sedangkan alamat e-mail
investor@telkom.co.id ditujukan bagi para investor.
6. Media Internal
Telkom memiliki buletin Intra Telkom yang dikelola sebagai sarana informasi, edukasi, dan sosialisasi kepada seluruh
karyawan internal perusahaan.
7. Media Sosial
Sejalan dengan era digital saat ini, Telkom menggunakan beragam media sosial untuk menjangkau para pemangku
kepentingan dan masyarakat luas. Jalur komunikasi ini juga bermanfaat untuk berkomunikasi dengan generasi muda
yang sangat akrab dengan media digital dan media sosial saat ini.
Media Sosial
Twitter
Facebook
Instagram
Youtube
Account
@TelkomIndonesia Telkom Indonesia @telkomindonesia Telkom Indonesia Official
Followers/Subscribers/
Fans
120.881 Followers
349.386 Fans
297.709 Followers
10.805 Subscribers
242
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
KODE ETIK PERUSAHAAN
PEMBERLAKUAN PENERAPAN KODE ETIK BAGI DIREKSI, DEWAN
KOMISARIS, DAN KARYAWAN
Telkom memiliki kode etik yang berlaku bagi seluruh level organisasi, yang ditetapkan melalui Peraturan Direksi
No. PD.201.01/2014 tentang Etika Bisnis di Lingkungan TelkomGroup dan Peraturan Direktur Human Capital
Management No. PR.209.05/r.00/PS800/COP-A4000000/2017 tentang Etika dan Kepatuhan Karyawan. Penetapan
kode etik tersebut dilakukan sesuai ketentuan Surat Edaran OJK No. 32/SEOJK.04/2015 tentang Pedoman Tata Kelola
Perusahaan Terbuka dan Sarbanes-Oxley Act (SOA) 2002 section 406.
Kode etik Telkom mencakup etika usaha yang ditujukan untuk lingkungan eksternal dan etika kerja karyawan yang
ditujukan untuk internal Telkom. Etika usaha Telkom berlaku bagi anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris dan
keluarga besar karyawan Telkom dalam berhubungan dengan pelanggan, pemasok, kontraktor dan pihak eksternal
lainnya yang mempunyai hubungan dengan Perusahaan. Di sisi lain, etika kerja karyawan berlaku bagi sesama karyawan
selama bekerja di TelkomGroup.
Secara khusus, Board Charter Direksi yang disahkan melalui Peraturan No. PD.604.00/r.00/HK000/C00-D0030000/2011
tanggal 11 Juli 2011 selain berisi tugas dan tanggung jawab Direksi juga mengatur kode etik yang wajib diikuti seluruh
Direksi. Kemudian, Board Charter Dewan Komisaris yang dituangkan dalam Keputusan Dewan Komisaris No. 16/KEP/
DK/2013, mencakup juga kode etik bagi setiap anggota Dewan Komisaris, termasuk Komisaris Independen.
Disamping kode etik, Telkom mewajibkan karyawan, Direksi, dan Dewan Komisaris untuk menandatangani Pakta
Integritas melalui Keputusan Direksi Nomor KD. 36/HK290/COP-D0053000/2009. Pakta Integritas berisi komitmen
karyawan dan Direksi untuk tidak melanggar integritas dan kode etik yang ditetapkan.
POKOK-POKOK KODE ETIK
Kode Etik Telkom yang diberlakukan antara lain mengatur hal-hal pokok mengenai:
1. Etika Kerja Karyawan
Sistem nilai atau norma yang digunakan oleh seluruh karyawan dan pemimpin dalam bekerja sehari-hari.
2. Etika Usaha
Sistem nilai atau norma yang dianut oleh Perusahaan sebagai acuan perusahaan, manajemen, dan karyawannya
untuk berhubungan dengan lingkungan usaha sekitarnya.
SOSIALISASI KODE ETIK DAN UPAYA PENEGAKANNYA
Pelanggaran atas kode etik akan berpotensi pada pemberian sanksi yang ditentukan setelah melalui investigasi
dan berbagai pertimbangan. Kode etik Telkom telah mengatur ketentuan terkait sanksi untuk masing-masing jenis
pelanggaran sebagai berikut:
No.
Hal Pokok
Jenis Pelanggaran
Sanksi
1.
Etika Kerja Karyawan
2.
Etika Usaha
1. Pelanggaran Ringan
2. Pelanggaran Sedang
3. Pelanggaran Berat
1. Insider Trading
2. Conflict of Interest
3. Windows dressing
4. Melakukan Gratifikasi
Tindakan Administrasi Ringan
Tindakan Administrasi Sedang
Tindakan Administrasi Berat
Keputusan Komite Integritas
Keputusan Komite
Keputusan Komite Integritas
Keputusan Komite Integritas
243
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianUPAYA PENYEBARLUASAN KODE ETIK
Upaya penyebarluasan kode etik Telkom dilakukan melalui berbagai pendekatan. Secara rutin, manajemen Telkom
mengirimkan materi sosialisasi terkait kode etik kepada karyawan yang mencakup juga topik mengenai GCG, etika
bisnis, pakta integritas, fraud, manajemen risiko, pengendalian internal (SOA), whistleblowing, pelarangan gratifikasi,
tata kelola TI, keamanan informasi, dan hal-hal lain yang terkait dengan praktik Tata Kelola Perusahaan yang baik dan
beretika.
Melalui e-learning, Telkom juga melakukan sosialisasi tentang etika bisnis dan kode etik agar karyawan dapat terus
memahami dan menerapkan kode etik dalam menjalankan kegiatan sehari-hari. Pendekatan lainnya yaitu melalui
kewajiban untuk membuat pernyataan berupa pakta integritas yang ditandatangani dan dipatuhi oleh seluruh karyawan
selama menjadi bagian dari entitas Telkom.
Pada tahun 2019, upaya penyebarluasan kode etik Telkom dapat dilihat pada tabel berikut:
No.
Pendekatan
Jumlah Terjangkau / Partisipasi
1.
2.
3.
E-learning
Tatap muka (pelatihan, Forum komunikasi/workshop)
Materi sosialisasi melalui portal intranet
181 orang
127 orang
6.102 hit/orang
LAPORAN HASIL PENERAPAN KODE ETIK
Telkom mencatat total jumlah pelanggaran kode etik tahun 2019 sebanyak 2 (dua) kasus yang terdiri dari 18 (delapan
belas) orang pelaku lebih rendah dari tahun sebelumnya sebanyak 9 (sembilan) kasus yang terdiri dari 9 (sembilan) orang
pelaku pelanggaran. Secara umum, tren kualitas penerapan kode etik cukup baik sepanjang tahun 2019, terlihat dari
jumlah kasus yang turun atau proses penanganan yang lebih baik. Ada keunikan dalam keragaman kasus pelanggaran
bahwa kasus di 2019 meskipun hanya 2 (dua) kasus tetapi dilakukan secara bersama-sama, sehingga jumlah pelaku
lebih banyak, sedangkan di tahun sebelumnya bersifat individual.
Tabel berikut ini menyajikan data mengenai bentuk pelanggaran kode etik, jumlah pelanggaran dan sanksi yang
diberikan pada tahun 2019.
No.
Bentuk Pelanggaran Kode Etik
Jumlah Pelanggaran Kode Etik
pada Tahun 2019
Sanksi yang Diberikan pada
Tahun 2019
Penyalahgunaan barang/aset/
uang Perusahaan/wewenang-
jabatan
2 (dua) kasus
terdiri dari 18 (delapan belas)
orang karyawan
Kemangkiran
Perkara Tindak Pidana
Menolak mutasi
Nihil
Nihil
Nihil
5 (lima) orang : Tindakan
Administrasi Sedang,
13 (tigabelas) orang : Tindakan
Administrasi Berat terdiri dari :
• Demosi : 6 orang
• 6 Bulan : 5 orang
• 5 Bulan : 1 orang
• 4 Bulan : 1 orang
Nihil
Nihil
Nihil
1.
2.
3.
4.
244
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianBUDAYA PERUSAHAAN
THE TELKOM WAY
The Telkom Way adalah budaya perusahaan yang ditetapkan Direksi sejak tanggal 10 Juni 2013 melalui Keputusan
Direksi tentang Arsitektur Kepemimpinan dan Budaya Perusahaan. Pedoman implementasi The Telkom Way dituangkan
dalam Peraturan Direktur Human Capital Management tentang Budaya Perusahaan Telkom. Secara rinci, peraturan
tersebut mengatur pelaksanaan Telkom Way dengan mendeskripsikan Do’s dan Dont’s (hal yang baik dan dilarang),
dengan demikian setiap individu di TelkomGroup dapat dengan mudah memahami dan menjalankan nilai tersebut.
PROGRAM AKTIVASI BUDAYA PERUSAHAAN
CEO TelkomGroup dan seluruh pimpinan unit berperan sebagai role model sekaligus penggerak utama dalam
program aktivasi budaya perusahaan. Untuk pelaksanaan aktivasi budaya, pimpinan unit menunjuk Culture Agent guna
memastikan internalisasi budaya berjalan dengan baik dengan partisipasi seluruh karyawan. Jumlah Culture Agent
saat ini adalah 1.827 orang, di mana 1.255 di antaranya merupakan Culture Agent dari unit-unit di Telkom dan 572
orang Culture Agent di anak perusahaan. Untuk membekali tugasnya, seorang Culture Agent harus mengikuti program
Culture Agent on Boarding agar memiliki pemahaman dan pengetahuan mengenai budaya perusahaan yang relatif
sama. Pimpinan Unit dibantu oleh Culture Agent kemudian membentuk wadah untuk aktivasi budaya di unitnya, yang
disebut Komunitas Provokasi Aktivasi Budaya (Kipas Budaya).
245
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianCALENDAR OF CULTURE ACTION
Setiap tahun perusahaan menetapkan tema program budaya perusahaan, dimana untuk tahun 2019 adalah Infusing
Digital & Innovation to Support CX. Tema ini sejalan dan mendukung program utama perusahaan karena kegiatan budaya
perusahaan harus mendukung tujuan perusahaan.
Tema tersebut kemudian menjadi landasan bagi penyusunan aktivitas budaya perusahaan selama tahun 2019. Aktivitas
budaya setiap tahunnya disusun dalam suatu Calendar of Culture Action (COCA). COCA ini menjadi referensi bagi unit-
unit untuk menyusun dan melaksanakan berbagai program aktivasi budaya The Telkom Way dengan terarah, sehingga
dapat menanamkan nilai-nilai tersebut ke dalam perilaku sehari-hari dengan baik guna pencapaian performansi.
Pada bulan Agustus 2019, dilakukan penajaman tema aktivasi budaya menjadi Culture to Commerce yang diikuti dengan
penyesuaian beberapa kegiatan aktivasi budaya. Hal ini bertujuan untuk lebih menekankan bahwa kegiatan aktivasi
budaya harus berdampak terhadap performansi bisnis perusahaan serta mendukung tercapainya tujuan perusahaan.
246
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianMEMBANGUN BUDAYA DIGITAL
Dalam rangka mendukung transformasi digital perusahaan, maka dilakukan berbagai program budaya perusahaan yang
mendorong perubahan pola pikir, perilaku, kemampuan, dan keahlian yang berorientasi digital, dengan tetap mengacu
pada Telkom Way sebagai sistem nilai perusahaan.
Salah satu program utama pengembangan budaya digital adalah kegiatan Hack Idea, yaitu wadah penyaluran inovasi
karyawan. Hack Idea merupakan rangkaian kegiatan yang dimulai dengan Talent Booster, yaitu pengembangan
pengetahuan dan kemampuan inovasi melalui pembelajaran e-learning maupun class room, dilanjutkan dengan
penilaian inovasi yang dihasilkan, di mana inovasi yang dinilai layak akan masuk ke dalam tahapan development di
bawah bimbingan mentor-mentor yang berpengalaman dan difasilitasi oleh perusahaan dalam program yang disebut
AMOEBA. Program ini sudah menghasilkan berbagai produk dan pengembangan proses bisnis internal berbasis digital.
Upaya Telkom membangun budaya digital juga tercermin dengan penggunaan berbagai digital tools pada proses
bisnis Telkom, antara lain aplikasi operasional harian corporate portal, yang meliputi e-office, e-budgeting, file sharing,
collaboration (Diarium), career & succession management (Ingenium), learning & knowledge management (Cognitium),
dan lainnya.
Sepanjang tahun 2019, Telkom juga membangun budaya digital melalui pelatihan-pelatihan yang berlandaskan pada
empat pilar pengembangan:
1. Pengembangan karakter, yang merujuk pada nilai budaya perusahaan The Telkom Way.
2. Pengembangan leadership, untuk membangun kompetensi utama seorang digital leader yang berkarakter baik,
berkemampuan bisnis dan leadership kuat, berwawasan nasional, serta berorientasi global.
3. Pengembangan professional, yang menekankan pada aspek soft skill untuk menjadi seorang manager & leader,
meliputi antara lain: decision making, people development, teamwork, organization awareness, serta analytical &
conceptual thinking.
4. Pengembangan kemampuan dan keahlian teknis, yang dibangun berdasarkan job family, job functions dan job role
yang relevan, seperti digital business, user interface (UI) & user experience (UX), data analytics, dan digital marketing.
EVALUASI BUDAYA PERUSAHAAN
Untuk mengetahui efektivitas implementasi budaya perusahaan, Telkom melakukan evaluasi budaya perusahaan melalui
pengukuran OHI (Organizational Health Index) pada akhir tahun 2019. Pengukuran menunjukkan menunjukkan tingkat
kesehatan perusahaan masuk dalam kategori Baik dan dengan nilai meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, baik
secara keseluruhan maupun spesifik untuk aspek yang mengukur culture and climate.
247
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian248
248
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Laporan Tahunan 2019
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 201906
TANGGUNG
JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
250 Bisnis Berintegritas dan Menghargai Hak Asasi Manusia
Tanggung Jawab Barang atau Jasa
255
Praktik Ketenagakerjaan, Kesehatan, dan Keselamatan Kerja
258
262
Pengembangan Sosial Kemasyarakatan
265 Kepedulian Terhadap Lingkungan Hidup
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Laporan Tahunan 2019
249
249
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk06BISNIS BERINTEGRITAS DAN MENGHARGAI
HAK ASASI MANUSIA
KOMITMEN, KEBIJAKAN DAN TATA KELOLA TANGGUNG JAWAB SOSIAL
Telkom berkomitmen untuk melaksanakan bisnis yang beretika, sehingga terjalin hubungan yang fair dan sehat dengan
seluruh stakeholder perusahaan. Komitmen dan tata kelola bisnis yang beretika di Telkom, tertuang pada Kebijakan
Direksi Nomor PD.201.01/r,.00/PS150/COP-B0400000/2014 tanggal 6 Mei 2014 tentang Etika Bisnis di Lingkungan
TelkomGroup. Etika bisnis merupakan standar etika usaha (etika perusahaan) dan etika kerja karyawan (etika karyawan)
dalam berhubungan dengan stakeholders yang mempunyai hubungan dengan perusahaan.
Dalam menjalankan bisnis, Telkom melakukan due diligence internal terhadap dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan
hidup dari kegiatan operasi dengan metode diskusi terbatas. Sejalan dengan identifikasi isu-isu penting sosial, ekonomi
dan lingkungan hidup, Telkom telah melakukan juga identifikasi terhadap stakeholder penting yang terdampak atau
berpengaruh pada dampak dari kegiatan perusahaan, yaitu pelanggan, karyawan, pemegang saham dan investor,
Pemerintah, mitra kerja, kreditur, masyarakat, dan media masa. Berikut komitmen Telkom terhadap para stakeholder:
1. Komitmen terhadap Pelanggan
2. Komitmen terhadap Mitra Kerja
a. Memberikan
informasi
dan
mudah dimengerti tentang hak dan kewajiban
pelanggan sebelum akad/ kontrak berlangganan
ditandatangani kedua belah pihak.
secara
jelas
b. Memenuhi hak-hak pelanggan dalam memberikan
layanan sesuai dengan yang telah dijanjikan dalam
Service Level Guarantee (SLG).
c. Menyediakan dan mengelola media kontak
pelanggan sehingga memudahkan pelanggan
untuk menyampaikan keluhan, feedback serta
mencari informasi tentang produk/jasa.
a. Memberikan peningkatan skill, kompetensi dan
pelatihan tentang produk/jasa, prosedur layanan
dan etika pelayanan kepada agen, reseller,
instalatur dan setter dalam rangka memberikan
pengetahuan produk. Layanan sehingga dapat
meningkatkan layanan kepada pelanggan.
b. Proses pengadaan barang dan jasa dilakukan secara
fair, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan
dengan melibatkan calon pemasok/rekanan
yang memiliki reputasi dengan klasifikasi baik,
sesuai peraturan perundangan yang berlaku serta
prinsip GCG.
c. Wajib melakukan seleksi dan evaluasi mitra kerja
secara objektif.
3. Komitmen terhadap Kompetitor
4. Komitmen terhadap Sosial Masyarakat
a. Usaha untuk mendapatkan
informasi tentang
bisnis kompetitor/pesaing dilakukan dengan cara
yang jujur dan didapatkan dari sumber yang sah.
b. Dilarang mendapatkan
informasi kompetitor
dengan cara ilegal dan tidak etis, antara lain
namun tidak terbatas pada spionase, penyadapan
dan atau pencurian.
5. Komitmen terhadap Karyawan
a. Menghindari praktik diskriminasi karyawan melalui:
• Menghormati hak asasi karyawan serta hak dan
kewajiban sesuai dengan kesepakatan dalam
perjanjian kerjasama.
• Memberikan kesempatan yang sama tanpa
membedakan umur, kelompok, suku, bangsa
dan agama, almamater dan gender.
• Menghargai kebebasan beragama.
• Memberikan perlakukan yang setara dan
ketenagakerjaan,
berkeadilan dalam
pemberian benefit dan kompensasi lainnya.
hal
a. Membangun dan membina hubungan yang serasi
dan harmonis serta memberi manfaat kepada
masyarakat sekitar tempat usaha perusahaan.
b. Mendorong munculnya rasa ikut memiliki dari
masyarakat terhadap Perusahaan dengan tujuan
agar masyarakat ikut menjaga Perusahaan.
c. Mengurangi seminimal mungkin dampak terhadap
lingkungan hidup antara lain namun tidak terbatas
pada penggalian jalur kabel dan penggunaan
frekuensi.
b. Menjaga kesehatan, keamanan, keselamatan dan
kenyamanan lingkungan kerja melalui:
• Memberikan jaminan kesehatan bagi karyawan
dan keluarga.
• Memberikan imbal jasa yang layak dan jaminan
pensiun sesuai kemampuan perusahaan.
• Mewadahi aspirasi karyawan melalui serikat
karyawan dan menjadikannya sebagai mitra
dalam membangun bisnis.
• Menyediakan lingkungan kerja yang nyaman.
250
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
MELAKSANAKAN OPERASI YANG ADIL
Komitmen Anti Persaingan Usaha Tidak Sehat
Sebagaimana ditetapkan dalam UU No.5 tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak
Sehat (UU Anti Monopoli), Komite Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dibentuk dengan fungsi sebagai pengawas anti
monopoli di Indonesia yang berwenang untuk menerapkan ketentuan UU Anti Monopoli. UU Anti Monopoli diterapkan
bersama peraturan lainnya, termasuk Peraturan Pemerintah No.57/2010 tanggal 20 Juli 2010 mengenai Merger dan
Akuisisi yang dapat Mengarah pada Praktik-praktik Monopoli atau Praktik Bisnis yang Tidak Sehat.
Telkom, sebagai salah satu pelaku industri telekomunikasi dengan pangsa pasar terbesar, menjunjung tinggi ketentuan
perundangan dan peraturan terkait tersebut dan menghormati peran KPPU dengan senantiasa melaksanakan praktek
bisnis yang mengedepankan persaingan sehat. Kami mengedepankan keunggulan layanan, kelengkapan produk dan
infrastruktur pendukung serta efisiensi operasional dalam mendapatkan kepercayaan pelanggan.
Telkom pernah diduga melanggar hukum persaingan usaha pada 2017 karena menjual layanan produk secara bundling
yang dipasarkan di bawah ritel merek “IndiHome”. Layanan IndiHome ini memungkinkan pelanggan untuk memilih satu
atau lebih layanan Telkom, yang terdiri dari internet broadband, layanan telepon kabel, dan TV interaktif dengan harga
yang kompetitif. Pada tanggal 27 September 2017, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) telah memutuskan
bahwa penjualan layanan IndiHome secara bundling tersebut tidak melanggar hukum persaingan usaha.
Selanjutnya, di tahun 2018, Telkom menerima surat peringatan dari KPPU terkait tuduhan pelanggaran UU Persaingan
Usaha. Surat pelanggaran ini telah melalui proses kajian untuk diskusi lebih lanjut dengan KPPU karena alasan
penyelidikan yang belum jelas. Berdasarkan komunikasi dengan KPPU, penyelidikan atas dugaan yang tidak jelas ini
telah dihentikan.
Pada tahun 2019, Telkom menerima panggilan dari KPPU terkait dugaan pelanggaran UU Persaingan Usaha terkait
kebijakan Telkom dan Telkomsel yang memblokir akses Netflix. Telkom telah memberikan informasi pada investigasi
yang dilaksanakan oleh KPPU dan menyampaikan bahwa Telkom perlu melakukan blokir tersebut karena Netflix belum
sepenuhnya patuh pada regulasi di Indonesia terkait dengan konten dan aturan terkait pelaksanaans sensor. Saat ini
kami belum mendapatkan informasi dari KPPU dan masih menunggu pernyataan resmi dari KPPU terkait keberlanjutan
proses investigasi.
Pada bulan November 2019, Telkom juga menerima panggilan dari KPPU mengenai tuduhan pelanggaran Undang-
Undang Persaingan Usaha terkait dengan Bisnis Transit Internet Protocol Telkom di Papua. Telkom dipanggil dalam
tahap klarifikasi dan belum memasuki tahap investigasi. Kami telah memberikan klarifikasi kepada KPPU pada bulan
Desember 2019 dan belum ada konfirmasi resmi lebih lanjut mengenai kasus ini.
Selain itu, Telkom juga memiliki kebijakan internal yang mengatur etika usaha dengan kompetitor yang tertuang
pada Kebijakan Direksi Nomor PD.201.01/r,.00/PS150/COP-B0400000/2014 tanggal 6 Mei 2014 tentang Etika Bisnis
di Lingkungan TelkomGroup. Dalam usaha untuk mendapatkan informasi tentang bisnis kompetitor, perusahaan
berkewajiban untuk melakukan dengan cara yang jujur dan didapatkan dari sumber yang sah. Perusahaan juga
melarang informasi yang diperoleh dengan cara ilegal dan tidak etis diantaranya melalui spionase, penyadapan dan
atau pencurian.
Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, dalam tiga tahun terakhir, tidak ada denda maupun sanksi yang dikenakan kepada
Telkom terkait pelanggaran ketentuan persaingan usaha.
251
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPerlindungan Hak Cipta
Dalam rangka melindungi sekaligus memberikan penghargaan terhadap kreativitas hasil riset dan pengembangan
produk dan layanan, Telkom telah mendaftarkan sejumlah hak kekayaan ìntelektual yang terdiri dari merek, hak cipta
dan paten di Direktorat Jenderal Kekayaan lntelektual, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
Kami mendaftarkan berbagai hak kekayaan intelektual, meliputi:
• Merek dagang maupun jasa atas produk barang dan layanan jasa perusahaan, logo dan nama perusahaan.
• Hak cipta atas logo dan nama perusahaan, logo produk barang dan layanan jasa perusahaan, program-program
komputer, riset dan lagu.
• Paten atas penemuan-penemuan di bidang teknologi berupa produk, sistem dan metode di bidang telekomunikasì.
Dalam hal hak cipta dimiliki oleh perusahaan dengan pihak lain (co owner), maka komersialisasinya harus dengan
persetujuan pemilik lainnya (co owner) dan atau sepengetahuan pihak terkait. Kebijakan terkait perlindungan hak cipta,
diatur melalui Keputusan Direksi Nomor PD.605.00/r.oo/HK000/COO-D0030000/2011 tanggal 11 Juli 2011 tentang
Pengelolaan Kekayaan Intelektual dan Hak Kekayaan Intelektual.
Transparansi dalam Pelaksanaan Kegiatan Tender
Sesuai dengan kebijakan internal yang tertuang pada Keputusan Direktur Keuangan Nomor PR 301.08/r.02/HK240/
COP-A00110000/2019 tanggal 2 Oktober 2019 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan, kami terus konsisten hingga
saat ini untuk mengelola proses pengadaan dan kemitraan dengan penggunaan sistem e-auction melalui aplikasi yang
meminimalkan kontak fisik antara pemasok/mitra dengan panitia karena keseluruhan proses tender dan negosiasi telah
berbasis komputer sehingga berlangsung adil dan transparan. Kami melakukan pemilihan pemasok dengan melalui
tiga tahapan utama yaitu Registrasi Supplier dimana Supplier melakukan registrasi secara online melalui aplikasi
Supply Management and Logistic Enhancement (“SMILE”), kemudian dilanjutkan dengan seleksi supplier dimana kami
melakukan assessment pemasok sesuai dengan klasifikasi usaha dan beberapa kriteria lain sehingga menghasilkan
ranking dan short-list dan dilanjutkan dengan penetapan Eligible Bidder yaitu pemasok yang berhak atau akan dilibatkan
untuk mengikuti proses procurement.
Dalam proses seleksi pemasok dan kontraktor, kami turut menilai komitmen setiap calon pemasok dimaksud terhadap
pemenuhan aturan di bidang ketenagakerjaan/hak asasi manusia, serta kesehatan dan keselamatan kerja. Setiap calon
pemasok/kontraktor diharuskan mematuhi kriteria ini. Beberapa manfaat yang telah diperoleh antara lain kecepatan
proses tender, penetapan calon peserta tender secara elektronik sesuai persyaratan yang ditentukan, pemilihan
pemenang secara elektronik, dan manfaat lainnya terkait dengan kualitas proses yang semakin baik, kewajaran harga,
transparansi dan mencegah terjadinya intervensi.
Kami juga melakukan penilaian atas kinerja pemasok terkait pemberian dukungan kepada Telkom dalam mencapai visi
dan misi perusahaan. Melalui proses penilaian kinerja tersebut, diharapkan terjalin hubungan kerja sama Telkom dengan
para pemasok yang lebih baik, berkelanjutan dan membawa benefit optimal bagi Perseroan.
252
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKEBIJAKAN DAN PROSEDUR ANTI KORUPSI DAN FRAUD
Kebijakan anti korupsi yang dimiliki oleh Telkom antara lain:
1. Keputusan Direksi No.43 tahun 2008 tentang Kebijakan Anti Fraud di Lingkungan Telkom tanggal 2 Desember 2008.
2. Keputusan Direksi Nomor.36/HK290/COP-D0053000/2009 tanggal 20 November 2009 tentang Pakta Integritas.
3. Keputusan Direksi Nomor. PD.201.01/r.00/PS150/COP-B0400000/2014 tanggal 6 Mei 2014 tentang Etika Bisnis
di Lingkungan TelkomGroup.
4. Keputusan Direktur Human Capital Management Nomor. PR.209.04/r.00/PS000/COP-A4000000/2016 tanggal
26 Juli 2016 tentang Pengendalian Gratifikasi.
Telkom menunjukkan komitmen anti korupsi dan fraud melalui tiga pendekatan, yakni:
1. Pencegahan, dilaksanakan melalui penyiapan prosedur kerja yang akuntabel, seperti pada proses pengadaan dan
transaksi keuangan, kode etik, budaya perusahaan dan integritas.
2. Pengawasan, dilaksanakan melalui implementasi sistem pengendalian dan pengawasan yang dijalankan oleh Unit
Internal Audit.
3. Penindakan, dilaksanakan dengan dukungan sistem Whistleblowing dan bukti-bukti dari Internal Audit.
Dalam mendukung penerapan kebijakan anti korupsi, TelkomGroup memiliki berbagai mekanisme terkait anti korupsi.
Salah satu di antaranya yaitu mewajibkan karyawan untuk menandatangani Pakta Integritas. Karyawan wajib menghindari
adanya benturan kepentingan dan dilarang menerima gratifikasi sesuai dengan prosedur pengendalian gratifikasi.
Telkom juga menyediakan portal myintegrity.telkom.co.id dan meningkatkan pemahaman karyawan mengenai anti
korupsi dan anti fraud melalui pelatihan.
Kemudian, Telkom juga mewajibkan seluruh pejabat eselon I dan II untuk melaporkan harta kekayaannya sesuai prosedur
yang berlaku. Ketentuan tersebut merupakan bentuk kepatuhan pada Peraturan Pemerintah yang mengatur kewajiban
bagi penyelenggara negara untuk melaporkan harta kekayaannya, melalui:
1. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara Yang Bersih Dan Bebas Dari Korupsi, Kolusi
Dan Nepotisme.
2. Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pindana Korupsi
3. Peraturan Komisi Pemberantasan Korupsi Nomor: 07 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pendaftaran, Pengumuman dan
Pemeriksaan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara.
4. Keputusan Direktur Human Capital Management Nomor PR.209.03/r.01/PS000/COP-A4000000/2017 tanggal 27
Oktober 2017 tentang Kewajiban Pelaporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara di Lingkungan TelkomGroup.
Komitmen kami dalam anti korupsi dan fraud, juga menjangkau vendor/mitra kami sesuai yang tertuang dalam
Kebijakan Perusahaan berupa Keputusan Direktur Keuangan No. PR 301.08/r.02/HK240/COP-A00110000/2019 tanggal
2 Oktober 2019 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan. Dalam proses pengadaan barang dan jasa, kami meminta
setiap vendor/mitra untuk menandatangani pakta integritas yang di dalamnya antara lain menyatakan tidak melakukan
praktik KKN, kolusi harga dan konflik kepentingan atau conflict of interest.
Lebih jauh lagi, komitmen Telkom untuk mencegah korupsi juga tercermin pada inisiatif Telkom untuk menjadi anggota
asosiasi Kolaborasi Tunas Integritas dan Rembug Integritas Nasional (RIN) yang diinisiasi oleh para Tunas Integritas
dan Pengelola Unit Pengendali Kepatuhan dan Gratifikasi Kementrian Lembaga Organisasi dan Perusahaan (KLOP)
sejak tahun 2015. Keikutsertaan Telkom dalam organisasi ini adalah dengan menjadi anggota aktif dalam berbagai
event kolaborasi, sebagai narasumber, diskusi panel, dan objek benchmarking bagi KLOP dan Swasta Nasional bidang
pembangunan Etika Bisnis dan Integritas.
Telkom juga melakukan review dan evaluasi terhadap berbagai mekanisme, inisiatif dan kebijakan internal terkait anti
korupsi yang akan digunakan untuk perbaikan ke depannya. Pada tahun 2019, Telkom menempatkan salah seorang
karyawannya untuk mengikuti Sertifikasi Ahli Pembangun Integritas (API LSP KPK BNSP) dan sekaligus memperoleh
Sertifikat Assesor Ahli Pembangun Integritas dari LSP KPK dalam ajang Sertifikasi Ahli Pembangun Integritas yang
diselenggarakan oleh LSP KPK – BNSP. Upaya Telkom untuk mencegah korupsi dan fraud mendapatkan penghargaan
dari pemangku kepentingan. Pada tahun 2019, Telkom memperoleh penghargaan sebagai Best State-Owned Enterprise
Big Cap dalam ajang The 11th IICD CG Conference and Award yang diselenggarakan oleh IICD.
253
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
MENGHARGAI HAK ASASI MANUSIA
Salah satu apresiasi Telkom dan anak perusahaan terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) yaitu diwujudkan dalam bentuk
dukungan terhadap hak-hak dasar di tempat kerja yang diatur dalam Keputusan Direksi Nomor PD.201.01/r,.00/PS150/
COP-B0400000/2014 tanggal 6 Mei 2014 tentang etika bisnis di lingkungan TelkomGroup. Dalam kebijakan tersebut,
perusahaan berkomitmen untuk:
1. Menghindari praktik diskriminasi karyawan, dengan memberi kesempatan yang sama tanpa membedakan umur,
kelompok, suku, bangsa, agama dan gender.
2. Menjaga kesehatan, keamanan, dan kenyamanan lingkungan kerja.
3. Menjamin hak asasi karyawan sebagai warna negara dalam berkumpul, berserikat, berorganisasi dan menyalurkan
aspirasi politik dengan batasan tertentu.
Upaya tersebut berdampak pada hubungan yang baik antara TelkomGroup dan karyawan, sehingga tidak terjadi
adanya tuntutan atau demonstrasi sepanjang tahun 2019. Baik Telkom maupun anak perusahaan TelkomGroup tidak
pernah mengalami aksi buruh yang material. Sejalan dengan UU No.13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan UU
No.21 tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh, karyawan Telkom mendirikan SEKAR (Serikat Karyawan).
Berdasarkan regulasi, SEKAR berhak mewakili karyawan dalam negosiasi kolektif dengan manajemen perusahaan. Pada
tanggal 19 Januari 2018, perjanjian ketenagakerjaan kolektif ketujuh disepakati oleh Telkom dan SEKAR, yang berlaku
untuk periode dua tahun.
Selain SEKAR, asosiasi pekerja lainnya yang ada yaitu Serikat Karyawan Telkomsel, PT Infomedia Nusantara, Metra
Digital Media dan Graha Sarana Duta juga serikat pekerja yang didirikan. Serikat Pekerja Telkomsel (SEPAKAT), Serikat
Pekerja Infomedia Nusantara (SPIN), Serikat Pekerja Metra Digital Media (Serikat Pekerja Metra Digital atau SPMD), dan
Serikat Pekerja Graha Sarana Duta atau SEJAGAD).
254
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
TANGGUNG JAWAB BARANG ATAU JASA
Terkait etika usaha dengan pelanggan, kami berkewajiban untuk:
1. Memberikan informasi secara jelas dan mudah dimengerti tentang hak dan kewajiban pelanggan sebelum akad/
kontrak berlangganan ditandatangani kedua belah pihak.
2. Memenuhi hak-hak pelanggan dalam memberikan layanan sesuai dengan yang dijanjikan dalam Service Level
Guarantee (SLG).
3. Menyediakan dan mengelola media kontak pelanggan (loket pengaduan, telepon pengaduan, email dan media
lainnya) sehingga memudahkan pelanggan untuk menyampaikan keluhan, feedback serta mencari informasi tentang
produk/jasa.
Kewajiban ini telah dituangkan pada Keputusan Direksi Nomor PD.201.01/r.00/PS150/COP-B0400000/2014 tanggal 6
Mei 2014 tentang Etika Bisnis di Lingkungan TelkomGroup.
INFORMASI PRODUK
Telkom dan anak perusahaan memahami pentingnya pemenuhan hak konsumen untuk mendapatkan informasi yang
akurat dan terkini mengenai berbagai produk dan layanan. Dengan demikian, konsumen dapat mengambil keputusan
yang tepat saat membeli produk dan layanan TelkomGroup sesuai kebutuhan dan keinginannya. Terkait hal tersebut,
penyediaan informasi produk dilakukan dengan berbagai cara seperti melalui informasi produk pada kemasan starter
pack mobile, website, kegiatan promosi, dan komunikasi pemasaran yang intensif.
KESEHATAN DAN KESELAMATAN KONSUMEN
Program Telkom Integrated Quality Assurance (TIQA) bertujuan untuk menjamin produk dan layanan yang ditawarkan
tidak merugikan konsumen, termasuk dalam hal ini tidak berisiko pada kesehatan dan keselamatan. TIQA memberikan
garansi purna jual dan menerapkan kebijakan layanan pelanggan yang menekankan pada service delivery, service
assurance, dan pengukuran kualitas layanan.
PENGALAMAN PELANGGAN (CUSTOMER EXPERIENCE)
Kami berusaha memahami dan mengantisipasi kebutuhan pelanggan untuk memberikan pengalaman pelanggan
terbaik dan melampaui harapan dengan memfasilitasi interaksi pelanggan dengan kami, termasuk melalui antarmuka
digital untuk pembelian produk dan layanan, melakukan pembayaran, mengajukan permintaan untuk peningkatan
layanan atau mengajukan keluhan. Interaksi-interaksi tersebut didukung oleh proses digital. Kami juga memaksimalkan
keterlibatan kami dengan pelanggan melalui manajemen hubungan pelanggan yang dikenal dengan Customer Facing
Unit (CFU).
Kami senantiasa berupaya memperbaiki pengalaman pelanggan, dengan secara aktif mencari umpan balik dan
masukan dari pelanggan. Perbaikan yang kami lakukan melalui dua cara, yakni pertama dengan memperbaiki secara
cepat hal-hal yang sederhana, seperti perbaikan proses dan training. Cara kedua adalah perbaikan yang bersifat radikal
dan menyeluruh, yang meliputi aspek people, process, systems dan tools. Untuk memastikan perbaikan yang kami
lakukan sudah diterima dengan memuaskan oleh pelanggan, kami mengukur kemajuannya melalui program close the
loop menggunakan metrik pengukuran Net Promote System (NPS) yang sudah berjalan sejak tahun 2018. Melalui NPS,
kami ingin mengetahui voice of customer terkini, sebagai masukan dalam perbaikan pengalaman pelanggan. Kami
juga melakukan tracking dan monitoring NPS melalui dua level pengukuran, meliputi Top-down NPS (strategic NPS),
yaitu persepsi keseluruhan pelanggan tentang Telkom yang diukur oleh pihak eksternal dan buttom-up NPS (episode
NPS), yaitu pengalaman pelanggan selama berinteraksi langsung dengan Telkom yang diukur melalui survei internal.
Skor NPS kami secara keseluruhan TelkomGroup telah meningkat 4 poin year on year (H2-2018 to H2-2019). Year on
year NPS (H2-2018 to H2-2019) di semua CFU meningkat bervariasi antar 2 sampai 13 poin. Kami melihat adanya
peningkatan yang konsisten dari pengalaman pelanggan yang membuat kami tetap berkomitmen untuk fokus pada
peningkatan pengalaman pelanggan di tahun-tahun mendatang.
255
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianSkor NPS TelkomGroup selama tahun 2018-2019, seperti tertera pada tabel berikut (satuan: poin NPS).
Skor NPS
Telkom
Kenaikan Point
2019
2018
2H 2019
1H 2019
2H 2018
1H 2018
43
2
41
2
39
0
39
-
Pengukuran kepuasan pelanggan dilakukan setiap tahun melalui survei Indeks Kepuasan Pelanggan. Berikut ini tabel
yang menunjukkan hasil survei tiga tahun terakhir:
Survei CSLS
Consumer
Customer Satisfaction Index (CSI)
Customer Loyalty Index (CLI)
Customer Dissatisfaction Index (CDI)
Enterprise
Customer Satisfaction Index (CSI)
Customer Loyalty Index (CLI)
Customer Dissatisfaction Index (CDI)
2019
2018
%
2017
88,56
83,44
1,04
97,70
95,20
0,62
87,71
82,84
2,17
98,00
96,10
0,58
86,56
82,01
2,78
97,20
97,40
0,95
Survey Customer Satisfaction and Loyalty Survey (CSLS) tetap dilaksanakan untuk mengetahui informasi-informasi
detail yang tidak diakomodasi dalam survey NPS Top Down. CSLS menjawab indeks kepuasan, ketidakpuasan, dan
loyalitas pelanggan melalui pendekatan Structured Equation Method (SEM) dengan dimensi Product, Price, Delivery
System, Service Mindset dan Relationship yang kemudian diperdalam lagi ke dalam pilar-pilar yang lebih detail dari
setiap dimensinya. Dengan pendekatan SEM ini mudah bagi Telkom untuk menelusuri faktor-faktor teknis maupun non-
teknis yang kemudian menjadi bahan perbaikan atau Opportunity for Improvement (OFI).
LAYANAN PENGADUAN PELANGGAN
Telkom memiliki pendekatan tertentu untuk menangani pengaduan konsumen, yang dibedakan antara pelanggan
individu dan korporat. Pelanggan individu dapat menyampaikan keluhannya melalui saluran pengaduan sebagai berikut:
• Aplikasi : myIndiHome.
• Social Media : @IndiHome (Twitter), @IndiHome (Instagram), IndiHome (Facebook).
• Sarana pengaduan via web chat di www.indihome.co.id.
• E-mail : customercare@telkom.co.id.
• Call Center : 147.
• Plasa Telkom.
Khusus untuk pelanggan seluler, Telkom menyediakan call center “Caroline”, atau customer care online, yaitu:
• 188 (24 jam berbayar) untuk pelanggan pascabayar dan prabayar.
• 0807-1811811 (tarif lokal PSTN) untuk skala nasional.
Selanjutnya, pengaduan oleh pelanggan korporat dapat disampaikan melalui:
• 1500250 dan e-mail tele-am@telkom.co.id, dan social media @Smart_Bisnis (Twitter) serta Smartbisnis (Facebook)
bagi pelanggan UMKM.
• 08001 Telkom atau 08001035566 dan e-mail: c4@telkom.co.id, dan social media @TelkomSolution (Twitter) dan
TelkomSolutionID (Facebook) bagi pelanggan korporat dan institusi Pemerintah.
256
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPada tahun 2019, kecepatan penanganan gangguan mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Penguatan skill teknisi telah meningkatkan prosentase penyelesaian gangguan. Berikut data waktu rata-rata perbaikan
gangguan (Mean Time To Repair atau MTTR) dalam tiga tahun terakhir.
Uraian
2019
2018
Jam
2017
Mean Time To Repair (MTTR)
7,10
9,80
23,40
257
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPRAKTIK KETENAGAKERJAAN, KESEHATAN,
DAN KESELAMATAN KERJA
Komitmen Telkom dalam praktik ketenagakerjaan tertuang pada Keputusan Direksi Nomor PD.201.01/r.00/PS150/
COP-B0400000/2014 tanggal 6 Mei 2014 tentang Etika Bisnis di Lingkungan TelkomGroup, yang di dalamnya mengatur
etika usaha dengan karyawan. Perusahaan berkewajiban menghindari praktik diskriminasi karyawan dan menjaga
kesehatan, keamanan, kenyamanan lingkungan kerja.
KESETARAAN GENDER DAN KESEMPATAN KERJA
Telkom memiliki praktik ketenagakerjaan sesuai dengan ketentuan regulasi dan etika bisnis yang berlaku internasional.
Salah satu aspek yang sangat diperhatikan Telkom yaitu kesetaraan gender dan kesempatan kerja yang sama tanpa
diskriminasi. Di Telkom, baik laki-laki maupun perempuan dapat menjabat atau memegang posisi di berbagai level
sesuai kompetensinya. Hal ini sesuai dengan Keputusan Direksi Nomor PR.208.03/r.00/HK250/COP-B0020000/2012
tanggal 10 September 2012 tentang Manajemen Karir, yang mana pengambilan keputusan karir harus didasarkan pada
kesamaan kesempatan (equal opportunity) dengan mengacu pada kriteria yang jelas, terukur dan penilaian objektif.
Proses rekrut Telkom dilaksanakan dengan berdasarkan asas terbuka, objektif, efektif dan efisien sesuai dengan
Keputusan Direksi Nomor PR.204.03/r.02/HK200/COP-J2000000/2015 tanggal 26 Juni 2015 tentang Sistem Rekrut.
Pada tahun 2019, Telkom merekrut 256 pria dan 231 wanita. Jumlah karyawan pria dan wanita per akhir 2019 sebanyak
17.987 dan 6.285 orang. Besarnya proporsi jumlah karyawan pria terhadap wanita di Telkom bukan karena faktor
diskriminasi. Namun hal tersebut disebabkan karena pada kenyataannya lebih banyak pria dibanding wanita yang
berminat bekerja di industri telekomunikasi, terutama untuk jenis pekerjaan yang dilakukan di luar ruangan.
Tabel Jumlah Rekrutment Karyawan Berdasarkan Gender Tahun 2017-2019
Uraian
Telkom
Jumlah
2019
2018
2017
Pria
Wanita
Jumlah
Pria
Wanita
Jumlah
Pria
Wanita
Jumlah
256
256
231
231
487
487
349
349
212
212
561
561
253
253
160
160
413
413
Keterangan: Untuk tahun 2019 terdapat rekrutment GPTP dari Jalur BUMN dan disabilitas (usia ada yang diatas 30 tahun)
Tabel Jumlah Karyawan Berdasarkan Gender dan Posisi Managerial per 31 Desember 2017-2019
Uraian
Band I
Band II
Band III
Jumlah
2019
2018
2017
Pria
Wanita
Jumlah
Pria
Wanita
Jumlah
Pria
Wanita
Jumlah
119
604
1.661
2.384
9
62
368
439
128
666
144
607
2.029
2.010
2.823
2.761
6
58
355
419
150
665
111
498
2.365
2.027
3.180
2.636
8
44
319
371
119
542
2.346
3.007
258
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPENDIDIKAN DAN ATAU PELATIHAN
Telkom berkomitmen untuk memberikan pendidikan dan pelatihan karyawan yang terbaik karena peningkatan
kompetensi karyawan akan berdampak pada peningkatan kinerja Telkom. Program ini didukung kebijakan internal
Telkom yaitu:
1. Keputusan Direktur Human Capital and General Affairs Nomor PR.206.03/r.00/HK250/COP-B0200000/2013
tanggal 12 April 2013 tentang Pengembangan Kompetensi.
2. Keputusan Direktur Human Capital Management Nomor PR.207.09/r.00/HK200/COP-B02000000/2013 tanggal 21
Desember 2013 tentang Tunjangan Pendidikan Atas Inisiatif Perusahaan.
3. Keputusan Direktur Human Capital Management Nomor PR.206.09/r.02/HK200/COP-J2000000/2015 tanggal 29
Juni 2015 tentang Sistem Pengembangan Kepemimpinan TelkomGroup.
Telkom selalu mengupayakan ada peningkatan secara kuantitatif dan kualitatif untuk pendidikan dan pelatihan
karyawan. Pada tahun 2019, Telkom memberikan kesempatan pendidikan dan pelatihan bagi 8.297 pria dan 4.478
wanita. Jumlah itu secara umum turun karena terjadi perubahan metode learning menjadi self-led learning dimana
Telkom menyediakan knowledge repository berdasarkan kebutuhan bisnis.
Uraian
Pelatihan Sertifikasi
Pelatihan Leadership
Development Program
2019
2018
2017
Pria Wanita Jumlah
Pria Wanita Jumlah
Pria Wanita
Jumlah
1.213
1.215
571
637
1.784
1.140
1.852
1.048
193
426
1.333
1.474
850
822
321
262
1.171
1.084
Pelatihan Reguler
5.869
3.270
9.139 10.709
1.766
12.475
14.719
6.060
20.779
Jumlah
8.297
4.478
12.775
12.897
2.385
15.282 16.391
6.643
23.034
TINGKAT PERPINDAHAN (TURNOVER) KARYAWAN
Tingkat turnover karyawan Telkom pada tahun 2019 mencapai 17,61% dibandingkan dengan 15,03% pada tahun 2018.
Sebagian besar karyawan yang meninggalkan Telkom disebabkan karena pensiun.
Uraian
2019
2018
2017
Jumlah karyawan Telkom (orang)
Jumlah perputaran karyawan
Atas permintaan sendiri
Menjadi pengurus partai politik
Menjadi direksi BUMN/pejabat pemerintah
Pelanggaran disiplin
Menikah dengan karyawan Telkom
Pensiun
Wafat
Persentase Turnover
Keterangan: penyajian kembali dengan memasukkan data pensiun & wafat
11.059
1.947
22
9
2
1.849
65
17,61%
12.765
1.919
13.956
1.506
15
-
4
-
2
1.832
66
15,03%
15
-
4
-
8
1.407
72
10,79%
259
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianREMUNERASI
Dalam hal remunerasi, Telkom mematuhi ketentuan regulasi Upah Minimum Provinsi (UMP) dan kebijakan internal yaitu:
1. Keputusan Direksi Nomor KD.28/PS560/SDM-20/2004 tanggal 4 Juni 2004 tentang Sistem Remunerasi
2. Keputusan Direktur Human Capital Management Nomor PR.207.19/r.00/PS560/COP-J2000000/2015 tanggal
8 Desember 2015 tentang Pengaturan Sistem dan Struktur Remunerasi
Telkom menetapkan gaji terendah perusahaan Telkom berada di atas UMP. Selain itu, tidak ada perbedaan gaji yang
diterima antara karyawan laki-laki dan perempuan pada posisi yang sama. Tabel berikut menunjukkan bahwa ketentuan
gaji tersebut berlaku bagi seluruh karyawan Telkom pada berbagai tingkatan.
Uraian
Manajemen Senior
Manajemen Madya
Pengawas
Lainnya
PROGRAM PENSIUN
2019
2018
2017
Pria
Wanita
Pria
Wanita
Pria
Wanita
100%
100%
100%
100%
100%
100%
100%
100%
100%
100%
100%
100%
100%
100%
100%
100%
100%
100%
100%
100%
100%
100%
100%
100%
Usia pensiun untuk semua karyawan kami adalah 56 tahun. Kami memiliki dua skema pensiun: (a) Program Pensiun
Manfaat Pasti, yang berlaku untuk karyawan tetap yang permanen sebelum 1 Juli 2002 (selain Direktur kami) dan
(b) Program Pensiun Iuran Pasti yang berlaku untuk karyawan tetap (selain Direktur kami) yang permanen pada atau
setelah 1 Juli 2002.
SARANA DAN KESELAMATAN KERJA
Dalam hal keselamatan dan kesehatan kerja (K3), Telkom memiliki kebijakan internal tentang keselamatan kerja berupa
Surat Keputusan Direksi No.37 tahun 2010 tentang Penetapan Kebijakan Pengelolaan Keamanan dan Keselamatan
Perusahaan tertanggal 26 Oktober 2010. Selain itu, Telkom juga mencantumkan juga aspek K3 dalam PKB VII pasal
48 yang menyatakan “Telkom wajib menjaga keselamatan dan kesehatan kerja karyawan sesuai perundang-undangan
yang berlaku”.
Telkom juga menjaga reputasi jam kerja selamat dan zero fatality dalam beberapa tahun terakhir serta menerapkan
Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (SMK3). Salah satu inisiatif dalam sistem manajemen K3 yang
dilakukan oleh TelkomGroup yaitu melakukan simulasi tanggap darurat dan pertolongan pertama pada kecelakaan. Serta
untuk menjaga konsistensi implementasi SMK3 maka dibuatkan aplikasi di Portal SAS yang memenuhi kriteria dalam
Peraturan Pemerintah No.50 Tahun 2012. Melalui Program ini, kesiapan keselamatan kerja pada karyawan dirasakan
meningkat signifikan. Per 31 Desember 2019, telah mendapatkan sertifikasi SMK3 (Golden Flag) dari Kementerian
Tenaga Kerja untuk 54 lokasi kantor TelkomGroup di seluruh Indonesia.
TINGKAT KECELAKAAN KERJA
Telkom telah mempertahankan zero accident sejak 2016. Hal ini merupakan pencapaian yang baik dari berbagai upaya
Telkom untuk menangani keselamatan dan kesehatan karyawan.
260
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianMEKANISME PENGADUAN MASALAH KETENAGAKERJAAN
Telkom memahami pentingnya ketenagakerjaan dalam melaksanakan kegiatan usaha dan mencapai target kinerja
secara efektif dan efisien. Untuk itu, Telkom mencoba meminimalisir dampak negatif dari berbagai permasalahan
ketenagakerjaan yang ada. Salah satu hal yang Telkom lakukan yaitu menyediakan mekanisme pengaduan karyawan
agar sejak awal masalah dapat diketahui dan diselesaikan dengan baik.
Pengaduan masalah ketenagakerjaan dapat dilakukan melalui:
• HR helpdesk, yaitu mekanisme pengaduan melalui web-in service, email-in service HR_helpdesk@telkom.co.id,
phone-in service nomor 1500305 dan Chat-in melalui Whatsapp serta Telegram di nomor 08111-900-305.
• HR Wiki, yaitu layanan search engine yang digunakan bagi karyawan untuk mencari informasi seputar ketenagaker-
jaan Telkom dan katalog kebijakan human capital Telkom.
• Employee aspiration, yaitu adaptasi dari Employee Suggestion System (ESS) yang dapat dimanfaatkan karyawan
untuk menyampaikan saran dan aspirasinya.
Sepanjang tahun 2019, Telkom menerima 522 pengaduan ketenagakerjaan dan telah diselesaikan sebanyak 490
pengaduan. Sebagian besar pengaduan karyawan mengenai layanan administrasi, manajemen karir dan manajemen
waktu. Perbaikan yang telah dilakukan Telkom antara lain:
• Pengembangan pengaduan melalui Chat-bot dilengkapi dengan AI (Artificial Intelligence) berkolaborasi dengan
Aplikasi Chat-aja!.
• Pengembangan dan perbaikan sistem HR Wiki dilengkapi dengan teknologi elastic search untuk meningkatkan user
experience.
• Penggabungan database katalog kebijakan human capital (semula Employee Reference) ke dalam HR Wiki agar
karyawan mengakses informasi human capital melalui satu pintu.
261
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPENGEMBANGAN SOSIAL KEMASYARAKATAN
Perusahaan menempatkan program CSR sebagai salah satu program prioritas perusahaan terkait etika usaha dengan
social masyarakat sesuai dengan Keputusan Direksi Nomor PD.201.01/r.00/PS150/COP-B0400000/2014 tanggal 6 Mei
2014 tentang Etika Bisnis di Lingkungan TelkomGroup. Dalam mengemban tanggung jawab sosial dan pengabdian
masyarakat, perusahaan melakukan hal sebagai berikut:
1. Membangun dan membina hubungan yang serasi dan harmonis serta memberi manfaat kepada masyarakat sekitar
tempat usaha perusahaan.
2. Mewujudkan kontribusi sosial, serta memberikan manfaat perusahaan kepada masyarakat.
3. Mendorong rasa ikut memiliki masyarakat terhadap perusahaan dengan tujuan agar masyarakat ikut menjaga
aset perusahaan.
PENGGUNAAN TENAGA KERJA LOKAL
Telkom merupakan badan usaha yang juga menjadi kepanjangan tangan Pemerintah Indonesia untuk berperan sebagai
agen pembangunan nasional. Oleh sebab itu, Telkom sangat memperhatikan pemanfaatan tenaga kerja lokal dan
vendor lokal sebagai salah satu mekanisme untuk mendukung pembangunan nasional.
Per akhir tahun 2019, 99,37% karyawan TelkomGroup merupakan tenaga kerja lokal. Terdapat 151 orang tenaga kerja
asing yang dipekerjakan karena memiliki kemampuan yang dibutuhkan Telkom dan juga sebagian bertugas di anak
perusahaan yang beroperasi di luar negeri. Sedangkan untuk vendor, mayoritas vendor Telkom berasal dari lokal.
Sampai dengan 31 Desember 2019, terdapat 623 vendor lokal dan 10 vendor asing yang tercatat pada aplikasi SMILE.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SEKITAR
Terkait pemberdayaan masyarakat sekitar, Telkom telah merumuskan sebuah pedoman kebijakan dan operasional, yakni
peraturan Direksi No. PD.701.00/r.00/PR.000/COP-A3000000/2014 tanggal 14 Oktober 2014 tentang Pengelolaan
Telkom Corporate Social Responsibility (Telkom CSR). Pemberdayaan masyarakat di Telkom diwujudkan dalam Program
Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) dan Program Corporate Social Responsibility. Program PKBL merupakan
inisiatif yang yang dilakukan berdasarkan arahan dan ketentuan Kementerian BUMN mengenai PKBL. Program
pemberdayaan masyarakat Telkom tercermin pada kerangka besar “BUMN Hadir untuk Negeri”, yang pada tahun 2019
masih melanjutkan tema “Telkom Indonesia untuk Indonesia”. Program utama yang diusung yaitu Planet – Lingkungan
Digital, People – Masyarakat Digital, dan Profit – Ekonomi Digital.
Planet
People
Profit
Wifi Corner
Disability Care
UMKM Go DIgital
Board Learning Center
& Pustaka Digital
Digital Lounge
Creative Camp
Balai Ekonomi Desa
Bedah Rumah Veteran
Bantuan Korban
Bencana Alam
BUMN Hadir di kampus
Telkom Peduli Budaya
Indonesia Digital
Learning
Pelatihan Marketing
Online
Rumah Kreatif BUMN
Kampung UMKM Digital
Mitra BUMDes
Bersama
Balai Ekonomi Desa
(Balkondes)
262
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianSepanjang tahun 2019, Telkom telah mengeluarkan biaya sebesar Rp418,20 miliar untuk penyelenggaraan kegiatan
tanggung jawab sosial, yang mencakup juga pemberdayaan masyarakat dan investasi sosial. Dari jumlah tersebut,
sebesar Rp253,44 miliar atau 60,6% disalurkan untuk Program Kemitraan dan Rp115,26 miliar atau 27,5% dimanfaatkan
untuk Program Bina Lingkungan. Selebihnya disalurkan melalui Program Corporate Social Responsibility.
Berikut dana yang dialokasikan untuk pemberdayaan masyarakat:
Uraian
Program Kemitraan dan Bina Lingkungan
Program Kemitraan
Program Bina Lingkungan
Corporate Social Responsibility
2019
2018
2017
Rp (Miliar)
368,70
253,44
115,26
49,50
385,86
279,98
105,88
39,80
385,58
303,67
81,91
28,50
414,08
Total
418,20
425,66
Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL)
Program pemberdayaan masyarakat melalui program PKBL, akan dibahas lebih detil pada Bab Program Kemitraan dan
Bina Lingkungan (PKBL) pada laporan tahunan ini.
Program Corporate Social Responsibility (CSR)
Selama tahun 2019, Telkom melaksanakan berbagai program CSR-PR yang sebagian berfokus pada pendidikan. Melalui
infrastruktur dan layanan terbaik, Telkom mendukung generasi muda untuk mendapatkan pendidikan yang layak,
membantu guru meningkatkan kompetensi khususnya terkait digital dan meningkatkan sarana pendidikan di sekolah-
sekolah. Sejak tahun 2000, Telkom memulai program Internet Goes to School yang tersebar di lebih dari 70.000 sekolah
di Indonesia. Komitmen Telkom untuk meningkatkan kompetensi dilakukan dengan menghadirkan program Bagimu
Guru Kupersemhabkan dan Indonesia Digital Learning. Telkom juga mengapresiasi guru-guru melalui penghargaan
My Teacher My Hero sebagai program penghargaan bagi guru yang berprestasi dalam pemanfaatan ICT di dunia pendidikan.
Untuk mendukung dunia pendidikan, Telkom membangun fasilitas Broadband Learning Center di lebih dari 4.554
lokasi di seluruh Indonesia baik di sekolah, madrasah ataupun ruang publik lainnya. Fasilitas ini dilengkapi dengan
sarana Pustaka Digital yang tersebar di 4.124 lokasi termasuk area pelayanan Plasa Telkom dengan koleksi lebih dari
1.000 e-book yang dapat meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia khususnya di pelosok serta daerah terpencil,
terdepan dan terluar.
263
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianSebagai bagian dari rangkaian peringatan 54 tahun PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), Program CSR Peduli
Pendidikan Nasional secara simbolis memberikan bantuan kepada siswa dan guru berupa alat bantu ajar dan beasiswa
diberikan kepada guru dan siswa yang didatangkan langsung dari Riau, Flores dan Papua yang mewakili wilayah 3T
(Terluar, Terdepan, dan Tertinggal).
Komitmen Telkom untuk membangun pendidikan Indonesia telah dilakukan sejak lama melalui berbagai program seperti
Internet Goes to School, Bagimu Guru Kupersembahkan, Indonesia Digital Learning, My Teacher My Hero, Broadband
Learning Center, Pustaka Digital, Employee Volunteer Program, dan AnniverSafari.
PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mendukung program Pemerintah dalam pemerataan pendidikan
di Indonesia, khususnya bagi milenial Papua. Telkom menyuguhkan pendidikan formal dan informal guna meningkatkan
mutu pendidikan dan daya saing masyarakat Papua. Program ini merupakan salah satu wujud nyata kehadiran Telkom
di tengah-tengah masyarakat untuk meningkatkan kualitas generasi penerus bangsa.
Menteri BUMN RI Rini M. Soemarno (tengah) didampingi oleh Direktur
Menteri BUMN Republik Indonesia Rini M. Soemarno menyerahkan
Utama Telkom Ririek Adriansyah (kanan) dan Direktur Human Capital
simbolis bantuan Renovasi dan Perangkat Digital Learning disaksikan oleh
Management Telkom Edi Witjara (kiri) berfoto bersama salah satu
Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah dan Direktur Consumer Service
penerima bantuan siswa berprestasi asal Mimika, Papua dalam acara
Telkom Siti Choiriana.
peringatan 54 tahun PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom).
264
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKEPEDULIAN TERHADAP LINGKUNGAN HIDUP
Meskipun secara umum, proses bisnis Telkom di bidang Telekomunikasi, tidak berkaitan langsung dengan lingkungan
hidup dibandingkan sektor industri lainnya seperti pertambangan, perkebunan dan penerbangan, Telkom tetap berusaha
mengurangi seminimal mungkin dampak terhadap lingkungan hidup. Hal ini sesuai dengan etika usaha perusahaan
yang tertuang pada kebijakan nomor PD.201.01/r.00/PS150/COP-B0400000/2014 tanggal 6 Mei 2014 tentang Etika
Bisnis di Lingkungan TelkomGroup.
PENGGUNAAN MATERIAL DAN ENERGI YANG RAMAH LINGKUNGAN DAN
DAPAT DIDAUR ULANG
Telkom melakukan berbagai upaya guna mengurangi dampak buruk pada lingkungan. Sejak 2010, Telkom telah
menggunakan AC berteknologi inverter dan lampu LED. Untuk menghemat penggunaan energi gedung kantor, Telkom
menggunakan kaca reflektif dengan ketebalan 6 mm, pada sebagian gedung kantor sehingga mengurangi panas yang
masuk, menggunakan skema zoning lighting, yakni membedakan area penyalaan lighting sesuai kebutuhan sehingga
mampu menghemat energi dan menerapkan jadwal pengoperasian penerangan maupun perangkat otomatis guna
menghemat konsumsi listrik tanpa mengganggu kenyamanan dan keamanan pengguna gedung.
Per akhir tahun 2019, TelkomGroup telah melakukan perhitungan konsumsi listrik untuk jaringan tetap dan jaringan
seluler, serta operasional Gedung. Total konsumsi energi tahun 2019 untuk ruang lingkup tersebut yaitu 2.159.673.322
KwH, naik 81.551.452 KwH atau 3,9% dari tahun sebelumnya. Peningkatan ini dikontribusi oleh konsumsi listrik untuk
jaringan seluler, sejalan dengan peningkatan jumlah BTS. Sedangkan konsumsi listrik untuk STO, mengalami penurunan
karena adanya shutdown beberapa STO dan bertransformasi Telkom Cloud atau T-Cloud. Berikut konsumsi listrik
selama tiga tahun terakhir:
Konsumsi Listrik
Jaringan Tetap (STO)
Operasional (Gedung)
Jaringan Seluler (BTS)
2019
2018
Kwh
2017
310.351.518
327.744.883
338.902.852
73.244.675
71.226.285
69.556.971
1.776.077.129
1.679.150.702
1.549.658.684
Total
2.159.673.322
2.078.121.870
1.958.118.507
Selanjutnya, Telkom menyediakan kendaraan “Employee Shuttle Bus (EMSHUB)” yang turut berkontribusi terhadap
penurunan tingkat kemacetan di Kota Jakarta. Kehadiran EMSHUB didukung dengan fasilitas Satellite Office di Bogor,
Tangerang dan Bekasi yang memungkinkan karyawan tetap bekerja ketika sedang high traffic. EMSHUB juga memiliki
ruang rapat dan ruang kolaborasi yang dilengkapi dengan fasilitas video conference dan high speed internet sehingga
dapat bekerja secara mobile dengan nyaman dan tetap produktif.
265
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKonsumsi BBM sebagian besar digunakan untuk keperluan kendaraan operasional, BTS dan STO. Pada tahun 2019,
terjadi penurunan konsumsi BBM untuk kendaraan operasional sekitar 70% karena adanya pengurangan 50% jumlah
kendaraan operasional yang dilakukan secara bertahap. Berikut konsumsi BBM selama tiga tahun terakhir.
Konsumsi BBM
Jaringan Tetap (STO)
Kendaraan Operasional
Jaringan Seluler (BTS)
2019
2018
Liter
2017
1.583.986
N/A
N/A
1.463.650
4.799.513
2.545.689
+/- 10.000.000
+/- 12.000.000
+/- 15.000.000
Total
+/- 13.047.636
+/- 16.799.513
+/- 17.545.689
Pada wilayah tertentu dimana pasokan listrik yang menjadi sumber daya Base Transceiver Station (BTS) sulit untuk
diperoleh, Telkom memanfaatkan panel surya untuk menghasilkan listrik. Tercatat sebanyak 32 lokasi BTS memiliki
panel surya dengan kemampuan menghasilkan energi setiap tahun setara 420,480 KwH.
Konsumsi air Telkom menggunakan sumber Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Penggunaan air mencakup
penggunaan untuk kebutuhan domestik. beberapa upaya efisiensi yang dilakukan yaitu menerapkan kebijakan hemat
air dan menggunakan keran-keran otomatis di sebagian gedung Telkom. Berikut konsumsi air pada tahun 2017-2019:
Konsumsi Air
2019
2018
Liter
2017
Operasional Kantor
1.881.747
1.779.662
2.034.740
Total
1.881.747
1.779.662
2.034.740
BUDAYA KERJA RAMAH LINGKUNGAN
Kami juga berupaya melakukan edukasi terhadap karyawan internal untuk terbiasa manjalankan pola hidup ramah
lingkungan. Sejak tahun 2009, Telkom memulai program “Bike to Work” sebagai salah satu kampanye mengurangi emisi
carbon. Selain itu, Telkom telah menerapkan konsep kantor tanpa kertas untuk pemakaian kertas seminimum mungkin,
diantaranya penggunaan aplikasi nota dinas online, virtual meeting, shared files, online survey dan pelayanan SDM
berbasis IT. Selama tahun 2019 terdapat 291.639 Nota Dinas online yang terbit. Apabila setiap nota dinas memerlukan
1 lembar kertas dan ditujukan kepada 2 orang penerima, Telkom telah melakukan penghematan 583.278 lembar kertas
(setara dengan 1.166 rim kertas).
266
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKami juga mengedukasi pelanggan dengan menyampaikan tagihan paperless melalui email serta dapat dilihat melalui
aplikasi MyIndiHome dan MyTelkomsel. Dari 7,0 juta pelanggan IndiHome dan 6,4 juta pelanggan seluler pascabayar,
Telkom dapat menghemat 160,8 juta lembar kertas (setara dengan 321.600 rim kertas) dengan asumsi 1 lembar kertas
tagihan per bulannya dalam 1 tahun.
PENURUNAN EMISI CARBON
Sejauh ini, TelkomGroup baru melakukan perhitungan terbatas terhadap pemakaian energi listrik dan BBM. TelkomGroup
mencatat terjadi peningkatan konsumsi listrik sebesar 81.551.452 KwH (setara dengan peningkatan emisi karbon sebesar
28.214 Ton CO2 eg) pada tahun 2019 dan 120.003.363 KwH (setara dengan peningkatan emisi karbon sebesar 41.516
Ton CO2 eg) pada tahun 2018. Sedangkan untuk konsumsi BBM, terjadi penurunan sekitar 3.751.877 liter (setara dengan
penurunan emisi karbon sebesar 8.523 Ton CO2 eg) pada tahun 2019 dan 746.176 liter (setara dengan penurunan emisi
karbon sebesar 1.695 Ton CO2 eg) pada tahun 2018. Meskipun Telkom belum bisa melakukan penurunan emisi karbon
karena peningkatan operasional perusahaan, peningkatan emisi karbon yang dihasilkan mulai mengalami penurunan
dari 39.821 Ton CO2 eg menjadi 19.691 Ton CO2 eg.
Emisi Carbon
Satuan
2019
2018
Peningkatan Konsumsi Listrik
Penurunan Konsumsi BBM
Ton CO2 eg
28.214
Ton CO2 eg
(8.523)
Total Peningkatan Emisi Karbon
19.691
41.516
(1.695)
39.821
SISTEM PENGOLAHAN LIMBAH
Pengelolaan limbah di lingkungan Telkom dan anak perusahaan disesuaikan dengan kegatan operasional yang ada.
Untuk pengelolaan limbah organik dan non organik, tidak termasuk e-waste, TelkomGroup bekerja sama dengan Dinas
Kebersihan Pemerintah setempat.
MEKANISME PENGADUAN MASALAH LINGKUNGAN
TelkomGroup berkomitmen untuk peduli terhadap lingkungan hidup, termasuk juga dampak operasi terhadap
lingkungan hidup sekitar. Jika terdapat keluhan terkait lingkungan hidup, masyarakat dapat menyampaikan melalui
melalui email dan media sosial resmi Telkom. Sepanjang tahun 2019, Telkom dan anak perusahaan tidak terdapat
pengaduan lingkungan hidup dari masyarakat.
PENGHARGAAN DI BIDANG LINGKUNGAN
Pada tahun 2019, Telkom dan anak perusahaan mendapatkan Penghargaan Subroto Bidang Efisiensi Energi Tahun 2019,
yaitu Witel Jaktim Juara 2 kategori retrofitted dan GTG Bogor Juara 2 kategori energi manajemen.
267
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian268
268
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Laporan Tahunan 2019
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 201907
PROGRAM
KEMITRAAN DAN
BINA LINGKUNGAN
(PKBL)
270
Laporan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL)
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Laporan Tahunan 2019
269
269
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk07LAPORAN PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA
LINGKUNGAN (PKBL)
Bagi Telkom, Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan (PKBL) menjadi salah satu upaya untuk mengelola
dampak dari kebijakan dan kegiatan operasional terhadap masyarakat dan lingkungan alam secara berkesinambungan.
Program Kemitraan (PK) merupakan amanat pemerintah untuk menyalurkan dana pinjaman kepada usaha mikro dan
kecil serta meningkatkan kapasitas Mitra Binaan, sedangkan Program Bina Lingkungan (BL) merupakan merupakan
pemberdayaan kondisi sosial masyarakat yang terdiri dari tujuh objek bantuan, yaitu:
1. Bantuan korban bencana alam
2. Bantuan pendidikan
3. Bantuan peningkatan kesehatan
4. Bantuan pengembangan prasarana dan/atau sarana umum
5. Bantuan sarana ibadah
6. Bantuan pelestarian alam
7. Bantuan sosial kemasyarakatan dalam rangka pengentasan kemiskinan
Digitalisasi Pengelolaan PKBL
Telkom telah menggunakan teknologi digital dalam mengelola data Mitra Binaan Program Kemitraan sejak
mengimplementasikan Sistem Informasi Manjemen (SIM) PKBL tahun 2007. Kemudian, pada tahun 2016 Telkom
menerapkan layanan pengajuan pinjaman dana Program Kemitraan melalui web SmartBisnis serta fasilitas pembayaran
angsuran melalui virtual account bank, yaitu Bank Mandiri dan Bank BNI.
Pada tahun 2017, pembayaran angsuran melalui virtual account diperluas dalam program sinergi dengan anak
perusahaan PT. Finnet Indonesia sebagai aggregator payment point non-bank, termasuk dengan PT Pos indonesia, PT
Pegadaian, Alfamart dan Indomaret. Hal tersebut bertujuan untuk memberi kemudahan Mitra Binaan dalam melakukan
pembayaran angsuran.
Selain itu, pada tahun 2018, Telkom melakukan inovasi berupa Smart Survey dan SMS Reminder. Kemudian, sepanjang
tahun 2019, Telkom kembali melakukan berbagai inovasi dalam hal digitalisasi proses bisnis PKBL, termasuk di dalamnya
adalah Dashboard PKBL, sistem pencatatan transaksi kegiatan Bina Lingkungan di aplikasi FiNEC, dan Helpdesk PKBL.
DASAR HUKUM DAN KEBIJAKAN UMUM
Dasar hukum pelaksanaan kegiatan PKBL telah diatur melalui Undang-undang No.19 tanggal 19 Juni 2003 tentang
BUMN, serta serangkaian Keputusan Menteri BUMN yang telah berapa kali diubah. Perubahan yang terakhir yaitu
Peraturan Menteri Negara BUMN No.PER 02/MBU/07/2017 tanggal 5 Juli 2017 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan
Menteri Badan Usaha Milik Negara No.PER 09/MBU/07/2015 tentang Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan
Badan Usaha Milik Negara. Dasar Hukum lainnya yaitu Surat Menteri Badan Usaha Milik Negara No. S-564/MBU/08/2018
tanggal 31 Agustus 2018 tentang Aspirasi Pemegang Saham/Pemilik Modal untuk Penyusunan Rencana Kerja dan
Anggaran Perusahaan Tahun 2019.
Untuk menjalankan kewajiban ini Telkom telah merumuskan pedoman kebijakan dan operasional, yakni Peraturan
Direksi PR.202.60/r.00/HK200/COP-A2000000/2017 tanggal 8 Agustus 2017, tentang Organisasi Community
Development Center.
270
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPARAMETER KEBERHASILAN
CSR (PKBL) Index
Tahun 2019, Perseroan melakukan pengukuran CSR (PKBL) Index dengan pencapaian 76,08%. Pencapaian tersebut
menggambarkan bahwa kegiatan CSR yang dilakukan oleh Perseroan berada pada kategori baik atau level strong,
dan memberi pengaruh positif terhadap citra Perusahaan. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, CSR (PKBL)
Index tersebut meningkat dari 72,14% pada tahun 2018. Hal tersebut disebabkan karena adanya peningkatan persepsi
mitra binaan/objek bantuan dan masyarakat sekitar terkait terhadap program CSR Telkom, khususnya pada dimensi
citizenship dan governance.
Net Promotor Score - NPS
Dalam mengukur keberhasilan tanggung jawab sosial terhadap masyarakat, Telkom menggunakan pengukuran
Net Promotor Score (NPS). Dengan NPS, Telkom mengidentifikasi motivasi masyarakat untuk menganjurkan atau
mempromosikan produk dan layanan Telkom. Hasil pengukuran NPS tahun 2019 sebesar 25,23% yang menunjukan nilai
positif dari sudut pandang masyarakat dalam merekomendasikan penggunaan produk Telkom. Meski demikian hasil
tersebut lebih rendah dari tahun sebelumnya sebesar 26,6%.
Melihat penurunan tersebut, Telkom berupaya memperbaiki ke depan dengan mengambil beberapa langkah strategis,
meningkatkan awareness masyarakat terhadap kegiatan PKBL yang dilakukan Telkom melalui program communication
dan branding terhadap program unggulan dengan tema dan materi yang menarik, serta melakukan sharing kepada
stakehoder terkait dengan program CSR Telkom.
Berikut ini tabel yang menyajikan NPS Telkom dalam tiga tahun terakhir.
Tabel NPS Telkom Tahun 2017-2019
Kriteria
Promoters
Passive
Detractor
NPS
2019
2018
%
2017
38,53
48,18
13,30
25,23
42,23
42,14
15,63
26,60
39,31
35,95
24,74
14,57
271
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianREALISASI PKBL
Program Kemitraan
Program Kemitraan merupakan program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang bertujuan utama untuk meningkatkan
pendapatan kegiatan usaha skala mikro dan kecil (usaha mikro, kecil dan menengah/UMKM) melalui pemberian dana
pinjaman dengan bunga dan jasa administrasi yang rendah. Pengelolaan Program Kemitraan yang dijalankan oleh
Telkom juga difokuskan pada digitalisasi. Oleh sebab itu, selain memberikan pinjaman, Telkom memberikan pelatihan
digital bagi Mitra Binaan serta mengikutsertakan Mitra Binaan pada pameran berskala nasional dan internasional.
Sepanjang tahun 2019, dana Program Kemitraan yang telah disalurkan Telkom yaitu sebesar Rp253,44 miliar kepada
5.543 UMKM yang bergerak di sektor usaha industri, perdagangan, pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, jasa,
dan lain-lain. Berikut ini data realisasi jumlah Mitra Binaan dan Penyaluran dana per sektor usaha dari tahun 2017 sampai
dengan tahun 2019.
Tabel Penyaluran Dana Program Kemitraan dan Jumlah Mitra Binaan Telkom Tahun 2017-2019
No.
Sektor Usaha
Jumlah
Mitra Binaan
Total Penyaluran
(Rp miliar)
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
Industri
Perdagangan
Pertanian
Peternakan
Perkebunan
Perikanan
Jasa
Lain-lain
BUMN Khusus
Sub Jumlah
Dana Pembinaan
Kemitraan
Jumlah
CAGR (%)
2019
2018
2017
2019
2018
2017
1.261
2.872
108
144
46
116
985
10
1
1.699
4.028
125
216
80
146
1.683
4.592
120
237
121
199
1.184
1.404
20
—
11
—
46,34
53,86
53,92
108,91
134,39
144,56
4,53
5,80
1,80
4,06
38,28
0,44
25,00
4,17
8,20
2,71
4,78
43,06
0,77
—
4,37
8,56
3,46
6,48
47,80
0,43
—
5.543
7.498
8.367
235,16
251,99
269,58
18,28
27,99
34,09
5.543
7.498
8.367
253,44
279,98
303,67
(26,07)
(10,39)
(23,63)
(9,48)
(7,80)
(15,86)
Jumlah penerima dana Program Kemitraan tahun 2019 turun 26.10% dibanding tahun 2018, sedangkan jumlah dana yang
disalurkan pada tahun 2019 mengalami penurunan sebesar 10.55%. Hal tersebut dikarenakan tidak adanya persetujuan
tambahan alokasi anggaran Program kemitraan dari Kementerian BUMN.
272
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianPeningkatan Kapasitas Mitra Binaan
Pada tahun 2019, Telkom meningkatkan kapasitas Mitra Binaan dengan tiga kegiatan utama yaitu digitalisasi pengelolaan
program kemitraan, sertifikasi Mitra Binaan, dan mengadakan pelatihan digital bagi Mitra Binaan. Selain itu Telkom
mengikutsertakan Mitra Binaan pada pameran berskala nasional dan internasional, antara lain: Pameran Adiwastra
Nusantara di Jakarta tanggal 20 – 24 Maret 2019, Pameran Artigiano in Fiera di Milan - Italia tanggal 30 November - 8
Desember 2019, Pameran Indonesia Creative Product Festival (ICPF) di Kuala Lumpur - Malaysia tanggal 3 - 5 Mei 2019,
dan Indonesia Festival di Seoul - Korea Selatan, 20 - 22 September 2019.
Efektivitas Penyaluran Dana Program Kemitraan
Tahun 2019, Telkom menargetkan efektivitas penyaluran dana Progrm Kemitraan sebesar 90% dari dana tersedia.
Efektivitas penyaluran dana Program Kemitraan mencapai 94,40% dengan skor 3. Pencapaian tersebut tidak jauh
berbeda dalam tiga tahun terakhir.
Tabel Efektivitas Penyaluran Dana Program Kemitraan Telkom Tahun 2017-2019
Program Kemitraan
Satuan
2019
2018
2017
Jumlah Dana Disalurkan
Jumlah Dana Tersedia
Tingkat Efektivitas Penyaluran Dana
Skor Tingkat Efektivitas Penyaluran Dana
Rp Miliar
Rp Miliar
%
253,44
268,48
94,40
3
279,98
293,87
95,27
3
303,67
328,21
92,52
3
273
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKolektibilitas Pengembalian Dana Program Kemitraan
Realisasi kolektibilitas pengembalian dana Program Kemitraan Telkom tahun 2019 mencapai 86,96% dengan skor 3.
Dengan target kolektibilitas sebesar 70%, pencapaian tersebut melebihi yang diharapkan. Kinerja tersebut juga relatif
konstan dalam tiga tahun terakhir.
Tabel Kolektibilitas Pengembalian Dana Program Kemitraan Tahun 2017-2019
Kolektibilitas
Satuan
2019
2018
2017
Persentase Kolektibilitas
Nilai
%
86,96
3
88,85
3
85,17
3
Efektivitas Penyaluran Dana Program Bina Lingkungan
Dalam menetapkan target tahun 2019, Telkom diharapkan dapat menyalurkan 80% dana Bina Lingkungan dari alokasi
dana sebesar Rp118,93 miliar. Realisasi dana Program Bina Lingkungan tahun 2019 yaitu sebesar Rp115,26 miliar atau
96,91% dari alokasi dana tahun tersebut. Pencapaian di 2019 ini terhitung yang terendah dalam tiga tahun terakhir
karena terdapat mandatory program yang di-carry over ke tahun selanjutnya.
Tabel Efektivitas Penyaluran Dana Program Bina Lingkungan Telkom Tahun 2017-2019
Program Bina Lingkungan
Satuan
2019
2018
2017
Jumlah Dana Disalurkan
Alokasi Dana Tersedia
Tingkat Efektivitas Penyaluran Dana
Rp Miliar
Rp Miliar
%
115,26
118,93
96,91
105,88
105,00
100,84
81,91
82,00
99,97
274
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianALOKASI ANGGARAN PKBL
Sesuai regulasi Kementerian BUMN, alokasi anggaran Program Kemitraan dan Bina Lingkungan berasal dari penyisihan
laba dan/atau berasal dari anggaran yang diperhitungan sebagai biaya BUMN. Pada tahun 2019, total anggaran PKBL
turun dari Rp405 miliar di tahun 2018 menjadi Rp383,93 miliar di tahun 2019. Pertimbangan yang mendasari turunnya
dana PKBL yaitu penyerapan anggaran tahun sebelumnya dan faktor pertumbuhan berdasarkan rencana program.
Tabel Alokasi Anggaran Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Telkom Tahun 2017-2019
No.
Jenis Program
Perubahan
2019
2018
2017
%
Rp (miliar)
1.
2.
Program Kemitraan
Program Bina Lingkungan
Jumlah Total
(11,67)
13,27
(5,20)
265,00
118,93
383,93
300,00
105,00
405,00
322,00
82,00
404,00
275
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian276
276
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.
Laporan Tahunan 2019
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 20190808
LAMPIRAN
278
283
286
Lampiran 1
Lampiran 2
Lampiran 3
: Daftar Istilah
: Daftar Singkatan
: Referensi Silang Surat Edaran OJK NO.30/SEOJK.04/2016
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.
Laporan Tahunan 2019
277
277
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk08LAMPIRAN 1:
DAFTAR ISTILAH
2G
Singkatan untuk generasi kedua: berkaitan dengan
Balanced Scorecard
Salah satu alat yang digunakan oleh manager untuk
penggunaan teknologi yang memberi pengguna ponsel
mengukur kinerja suatu bisnis yang dilihat dari empat
fitur yang lebih baik dan memungkinkan orang mengirim
perspektif. Keempat perspektif itu terdiri dari perspektif
pesan teks (SMS).
keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis
internal, serta perspektif pertumbuhan dan pembelajaran.
3G
Istilah umum untuk teknologi telekomunikasi bergerak
generasi ketiga. 3G menawarkan koneksi berkecepatan
tinggi bagi telepon seluler dan perangkat komunikasi
Bandwidth
Kapasitas hubungan komunikasi.
bergerak
lainnya, sehingga memungkinkan
jalannya
aplikasi video conference dan aplikasi lainnya yang
Bapepam-LK
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan,
membutuhkan konektivitas broadband ke
jaringan
merupakan pendahulu OJK.
internet.
4G/LTE
4G/LTE adalah teknologi jaringan internet super cepat
Brexit
Pada 23 Juni 2016, Britania Raya mengadakan referendum
di mana mayoritas pemilih memberikan suara mendukung
generasi keempat berbasis Internet Protocol (IP) yang
Inggris meninggalkan Uni Eropa (umumnya disebut
membuat proses transfer data jadi lebih cepat dan stabil.
“Brexit”).
5G
Generasi kelima komunikasi seluler yang menargetkan
Sebagai hasil dari referendum, Pemerintah Inggris telah
bernegosiasi dan dapat menegosiasikan lebih lanjut
kecepatan data tinggi, latensi berkurang, penghematan
persyaratan penarikan Britania Raya dari Uni Eropa dan
energi, pengurangan biaya, kapasitas sistem yang lebih
hubungan masa depan Inggris dengan Uni Eropa. Efek
tinggi, dan konektivitas perangkat yang masif.
Brexit akan tergantung pada perjanjian yang timbul dari
ADS
American Depositary Share (juga dikenal sebagai
negosiasi tersebut atau tidak adanya perjanjian tersebut
(biasanya disebut “no-deal Brexit”)
American Depositary Receipt, atau “ADR”), sertifikat yang
diperdagangkan di pasar sekuritas A.S. (seperti New York
Broadband
Metode pensinyalan yang mencakup atau menangani
Stock Exchange) yang mewakili sejumlah saham asing.
rentang frekuensi (atau pita) yang relatif luas.
Setiap ADS kami mewakili 100 saham common stock.
ARPU
Average Revenue per User, ukuran yang digunakan
BSS
Base Station Subsystem yaitu bagian dari jaringan telepon
seluler yang bertanggung
jawab untuk menangani
terutama oleh perusahaan telekomunikasi dan jaringan
trafik dan sinyal antara telepon bergerak dan subsistem
yang menyatakan berapa banyak pendapatan yang
switching jaringan. BSS terdiri dari dua komponen: BTS
dihasilkan oleh pengguna secara rata-rata. Ini didefinisikan
dan BSC.
sebagai total pendapatan dari layanan tertentu dibagi
dengan jumlah pengguna layanan tersebut.
Backbone
Jaringan telekomunikasi utama terdiri dari fasilitas
transmisi dan switching yang menghubungkan beberapa
node akses jaringan. Tautan transmisi antara node dan
fasilitas switching termasuk microwave, kabel bawah laut,
satelit, serat optik dan teknologi transmisi lainnya.
BTS
Base Transceiver Station, peralatan yang mentransmisikan
dan menerima sinyal telepon radio ke dan dari sistem
telekomunikasi lainnya.
278
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian
BUMN
Badan Usaha Milik Negara (State-Owned Enterprise/
DBPP
Defined Benefit Pension Plan / Program Pensiun Manfaat
SOE) adalah perusahaan milik pemerintah, perusahaan
Pasti. Suatu jenis program pensiun di mana pemberi
milik negara, badan usaha milik negara, perusahaan
kerja menjanjikan tunjangan bulanan tertentu pada
milik negara, perusahaan milik publik, atau parastatal
masa pensiun yang telah ditentukan sebelumnya dengan
yang merupakan badan hukum yang dibentuk oleh
formula berdasarkan riwayat pendapatan karyawan,
Pemerintah untuk melakukan kegiatan komersial atas
masa kerja dan usia pekerja, daripada tergantung pada
nama Pemerintah sebagai pemilik.
pengembalian investasi. Dianggap ‘didefinisikan’ dalam
arti bahwa rumus untuk menghitung manfaat pensiun
C-Band
Alokasi frekuensi untuk satelit komunikasi. C-Band
diketahui sebelumnya.
menggunakan 3,7-4,2GHz untuk downlink dan 5,925-
6,425Ghz untuk uplink. Frekuensi yang lebih rendah yang
DCPP
Defined Contribution Pension Plan / Program Pensiun
digunakan C-Band lebih baik dalam kondisi cuaca buruk
Iuran Pasti. Suatu
jenis program pensiun di mana
daripada frekuensi Ku-Band.
jumlah kontribusi tahunan pemberi kerja ditentukan.
Akun individual disiapkan untuk peserta dan tunjangan
CFU
Customer Facing Unit, mirip dengan unit bisnis strategis,
didasarkan pada jumlah yang dikreditkan ke akun-akun
ini (melalui kontribusi majikan dan, jika berlaku, kontribusi
ini adalah unit organisasi yang berinteraksi dengan
karyawan) ditambah pendapatan investasi apa pun atas
segmen pelanggan tertentu, dengan tanggung jawab
uang di dalam akun. Hanya kontribusi majikan ke akun
untuk untung dan rugi masing-masing, dan yang
yang dijamin, bukan manfaat di masa depan. Dalam
menyusun kembali anak perusahaan dan portofolio bisnis
program iuran pasti, manfaat masa depan berfluktuasi
yang relevan dengan segmen bisnis tertentu yang menjadi
berdasarkan pendapatan investasi.
tanggung jawab mereka.
Common stock
Saham Seri B kami memiliki nilai nominal Rp50 per saham.
e-Commerce
Electronic Commerce, pembelian dan penjualan produk
atau layanan melalui sistem elektronik seperti internet dan
jaringan komputer lainnya.
CPE
Customer Premises Equipment, setiap handset, penerima,
set-top box atau peralatan lain yang digunakan oleh
e-Procurement
Electronic procurement. Proses pengadaan barang dan
konsumen layanan nirkabel, telepon kabel atau broadband,
jasa yang dilakukan secara online.
yang merupakan properti dari operator jaringan dan
terletak di lokasi pelanggan.
EBITDA
Laba usaha sebelum bunga, pajak, penyusutan dan
Cyber Attack
Cyber attack disengaja untuk eksploitasi sistem komputer,
amortisasi. EBITDA disesuaikan dan rasio-rasio terkait
lainnya yang terdapat dalam Laporan Tahunan
ini
perusahaan yang bergantung pada teknologi, dan
merupakan indikator tambahan atas kinerja dan likuiditas
jaringan. Cyber attack menggunakan kode berbahaya
Perusahaan yang merupakan ukuran keuangan yang tidak
untuk mengubah kode komputer, logika atau data, yang
diatur dalam SAK.
mengakibatkan konsekuensi yang mengganggu yang
dapat membahayakan data dan menyebabkan cyber
crimes, seperti pencurian informasi dan identitas.
Edutainment
Edukasi dan hiburan (entertainment).
Cyber Security
Cyber Security adalah upaya untuk melindungi informasi
Fiber Optic
Kabel yang menggunakan serat optik dan teknologi laser
dari serangan dunia maya. Serangan dunia maya dalam
dimana pantulan cahaya yang mewakili data dikirim
operasi
informasi adalah segala bentuk
tindakan
melalui filamen kaca yang tipis.
sengaja untuk mengganggu kerahasiaan, integritas, dan
ketersediaan informasi.
279
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianGateway
Gateway adalah perangkat yang menjembatani jaringan
Intranet
jaringan komputer berdasarkan protokol TCP / IP seperti
berbasis paket (IP) dan jaringan berbasis sirkuit (PSTN).
internet, namun, penggunaannya dibatasi atau ditutup
Gbps
Gigabyte per second adalah rata-rata jumlah bits, karakter,
dan hanya orang atau pengguna tertentu yang dapat
masuk dan menggunakan jaringan intranet.
atau blok per unit waktu yang bergerak antara perangkat
dalam sistem pengiriman data. Biasanya diukur dalam
IP
Internet Protocol, metode atau protokol yang dengannya
kumpulan bit unit per detik atau byte per detik.
data dikirim dari satu komputer ke komputer lainnya di
internet.
GHz
Gigahertz, hertz (simbol Hz), adalah satuan frekuensi
standar internasional yang didefinisikan sebagai jumlah
IPO
Initial Public Offering adalah penjualan saham perdana
siklus per detik dari fenomena periodik.
yang diterbitkan Perusahaan kepada masyarakat.
GPRS
General Packet Radio Service yang merupakan teknologi
IPTV
Internet Protocol Television, sebuah sistem di mana
packet switching data yang memungkinkan informasi
layanan televisi dikirim menggunakan suite
Internet
untuk dikirim dan diterima di seluruh jaringan bergerak
Protocol melalui jaringan packet-switched seperti internet,
dan hanya menggunakan jaringan tersebut ketika terdapat
alih-alih dikirim melalui format terestrial tradisional, sinyal
data yang akan dikirim.
satelit, dan televisi kabel.
GraPARI
Jaringan pelayanan Telkomsel.
GSM
Global System for Mobile Telecommunication yang
merupakan standar Eropa untuk telepon seluler digital.
Homes passed
Sambungan dengan akses ke jaringan suara telepon tetap,
IPTV, dan layanan broadband.
ISP
Internet Service Provider adalah organisasi yang
menyediakan akses internet.
Kabel Tetap / Fixed Wireline
Jalur kabel atau kabel tetap yang menghubungkan
pelanggan di lokasi tertentu ke pertukaran lokal, biasanya
dengan nomor telepon individu.
Kabel Tidak Bergerak / Fixed Line
Fixed wireline dan fixed wireless.
IDD
International Direct Dialing, layanan yang memungkinkan
pelanggan melakukan panggilan
internasional tanpa
Kartu SIM
Kartu Subscriber Identity Module adalah sebuah kartu
bantuan atau intervensi operator dari terminal telepon
pintar seukuran prangko yang ditaruh di telepon genggam
apa pun.
yang menyimpan kunci pengenal jasa telekomunikasi.
Insider Trading
Perdagangan saham perusahaan publik atau sekuritas lain
Kewajiban Pelayanan Universal
Kewajiban Pelayanan Universal atau Universal Service
(seperti obligasi atau opsi saham) oleh individu dengan
Obligation (USO), kewajiban layanan yang dikenakan oleh
akses ke informasi non publik tentang perusahaan.
Pemerintah pada semua penyedia layanan telekomunikasi
Di berbagai negara, beberapa
jenis perdagangan
untuk tujuan menyediakan layanan publik di Indonesia.
berdasarkan informasi orang dalam adalah ilegal.
Interkoneksi
Tautan fisik jaringan operator dengan peralatan atau
Ku-Band
Band Kurtz-under (Ku band) adalah rentang frekuensi
atau segmen dari spektrum radio 11-17GHz. Rentang ini
fasilitas yang bukan milik jaringan itu.
sering digunakan untuk komunikasi satelit, termasuk
VSAT, dan beberapa jenis antena satelit.
280
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianLeased Line
Saluran
transmisi
telekomunikasi
khusus
yang
Pay TV
Televisi berbayar, televisi premium, atau saluran premium,
menghubungkan satu titik tetap ke titik tetap lainnya,
layanan televisi berbasis langganan, biasanya disediakan
disewa dari operator untuk penggunaan eksklusif.
oleh kabel dan satelit analog dan digital, tetapi juga
semakin meningkat melalui televisi digital terestrial dan
Market Cap
Market cap (market capitalization) atau kapitalisasi pasar
internet.
adalah nilai pasar dari saham beredar perusahaan yang
diperdagangkan secara publik.
PoP
Point of Presence. Jalur akses, lokasi atau fasilitas
yang menghubungkan dan membantu perangkat lain
Mbps
Megabyte per second, ukuran kecepatan untuk transmisi
membangun koneksi dengan Internet, yang mungkin
terdiri dari router, switch, server dan perangkat komunikasi
sinyal digital dinyatakan dalam jutaan bit per detik.
data lainnya. Kami mengoperasikan dua lapisan titik
kehadiran, yaitu titik kehadiran utama dan utama. “Titik
Metro Ethernet
Jembatan atau hubungan antara lokasi yang terpisah
utama keberadaan” adalah tulang punggung transportasi
yang mengagregasi lalu lintas nasional. “Titik kehadiran
secara geografis, jaringan ini menghubungkan pelanggan
utama” adalah tulang punggung transportasi regional
LAN di beberapa lokasi yang berbeda.
agregat yang memiliki kemampuan menciptakan layanan.
MHz
Megahertz, satuan ukuran frekuensi sama dengan satu
Prabayar
Jenis layanan komunikasi dimana pelanggan melakukan
juta siklus per detik.
pembayaran
terlebih dahulu di awal agar dapat
menggunakan layanan telekomunikasi.
Mobile Broadband
Istilah pemasaran untuk akses internet nirkabel melalui
modem portable, telepon bergerak, modem USB nirkabel
PSA 62
Pernyataan Standar Audit No. 62 (PSA 62) adalah
atau perangkat bergerak lainnya.
pernyataan yang dikeluarkan oleh
Ikatan Akuntansi
Network Access Point
Fasilitas pertukaran jaringan publik tempat ISP terhubung
dalam pengaturan peering.
Indonesia yang menyebutkan bahwa dalam melakukan
audit atas laporan keuangan entitas pemerintahan atau
penerima
lain bantuan keuangan pemerintah yang
melakukan penawaran efek melalui Pasar Modal, auditor
wajib mematuhi ketentuan Undang-Undang Pasar Modal.
OJK
Otoritas Jasa Keuangan, penerus Bapepam-LK, adalah
lembaga independen dengan wewenang untuk mengatur
PSTN
Public Switched Telephone Network yaitu jaringan telepon
dan mengawasi kegiatan
jasa keuangan di sektor
yang dioperasikan dan dipelihara oleh Telkom.
perbankan, sektor Pasar Modal serta sektor industri
keuangan non-bank.
Pulsa
Unit dalam perhitungan biaya telepon.
OTT
Over The Top, Istilah umum yang biasa digunakan untuk
merujuk pada pengiriman audio, video, dan media lain
Reverse Stock
Pemampatan
jumlah
lembar saham menjadi
jumlah
melalui internet tanpa keterlibatan operator multi-sistem
lembar yang lebih sedikit dengan menggunakan nilai
dalam kontrol atau distribusi konten.
nominal yang lebih tinggi per lembar sahamnya.
Pascabayar
Jenis
layanan komunikasi dimana pelanggan dapat
RMJ
Regional Metro Junction adalah layanan instalasi jaringan
menggunakan layanan telekomunikasi terlebih dahulu
kabel antara kota di satu wilayah atau provinsi.
kemudian baru membayarnya.
RUPS
Rapat Umum Pemegang Saham, yang juga dapat berarti
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (“RUPST”) atau
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (“RUPSLB”).
281
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianSaham Dwiwarna
Saham Seri A Dwiwarna memiliki nilai nominal Rp50 per
Switching
Perangkat elektronik, listrik atau mekanis yang berfungsi
saham. Saham Dwiwarna dipegang oleh Pemerintah dan
membuka atau menutup sirkuit, melengkapi atau
memberikan hak suara khusus dan hak veto atas hal-hal
menghentikan jalur listrik, atau memilih jalur atau sirkuit,
tertentu yang terkait dengan tata kelola perusahaan kami.
yang digunakan untuk mengarahkan trafik di jaringan
telekomunikasi.
Satellite Transponder
Peralatan relai radio yang tertanam dalam satelit
yang menerima sinyal dari bumi dan menguatkan dan
Telepon Tidak Bergerak
Layanan telepon tidak bergerak kabel dan tidak bergerak
mengirimkan kembali sinyal ke bumi.
nirkabel.
SKKL
Sistem Komunikasi Kabel Laut adalah kabel yang
TPE
Cara normalisasi yang merujuk pada bandwith transponder
dibentangkan di bawah laut antara stasiun yang dibangun
sederhana mengenai berapa banyak transponder akan
di daratan untuk menghantarkan sinyal telekomunikasi
digunakan jika total bandwidth yang sama digunakan
melalui jalan bawah laut.
hanya 36 Mt transponder (1 TPE = 36 MHz).
SMS
Short Messaging Service atau Layanan Pesan Pendek,
Treasury Stock
Saham Perusahaan yang dibeli kembali dari peredaraan
teknologi yang memungkinkan pertukaran pesan teks
untuk sementara.
antara ponsel dan antara telepon nirkabel tidak bergerak.
SOA
Sarbanes-Oxley Act, diberlakukan pada tanggal 30 Juli
2002, juga dikenal sebagai Public Company Accounting
Reform and Investor Protection Act dan Corporate and
Auditing Accountability and Responsibility Act.
VoIP
Voice over Internet Protocol, sarana pengiriman informasi
suara menggunakan IP.
VPN
Virtual Private Network, koneksi jaringan pribadi yang
aman, dibangun di atas infrastruktur yang dapat diakses
SOX Section 404
SOX Section 404 (Sarbanes-Oxley Act Section 404)
publik, seperti internet atau jaringan telepon umum. VPN
biasanya menggunakan kombinasi enkripsi, sertifikat
mengamanatkan bahwa semua perusahaan publik harus
digital, otentikasi pengguna yang kuat, dan kontrol akses
membuat kontrol dan prosedur internal untuk pelaporan
untuk mengamankan lalu lintas yang dibawanya. VPN
keuangan dan harus mendokumentasikan, menguji
menyediakan konektivitas ke banyak mesin di belakang
dan memelihara kontrol dan prosedur tersebut untuk
gateway atau firewall.
memastikan efektivitasnya.
Stasiun Bumi / Earth Station
Antena dan peralatan terkait yang digunakan untuk
VSAT
Very Small Aperture Terminal, antena yang relatif kecil,
biasanya berdiameter 1,5 hingga 3,0 meter, ditempatkan
menerima atau mengirim sinyal telekomunikasi melalui
di tempat pengguna dan digunakan untuk komunikasi dua
satelit.
arah oleh satelit.
Stock split
Pemecahan jumlah saham menjadi jumlah lembar yang
Whistleblower
Istilah bagi karyawan, mantan karyawan atau pekerja,
lebih banyak dengan menggunakan nilai nominal yang
anggota dari suatu
institusi atau organisasi yang
lebih rendah per lembar sahamnya secara proposional.
melaporkan suatu tindakan yang dianggap melanggar
ketentuan kepada pihak yang berwenang.
282
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianLAMPIRAN 2:
DAFTAR SINGKATAN
Kata Kunci
Deskripsi
Kata Kunci
Deskripsi
AAG
AC
ADS
AO
ARPU
ASEAN
ATL
ATM
AUP
BATIC
BCM
BCP
Asia-America Gateway
Air Conditioner
American Depositary Shares
Application Owner
Average Revenue Per Unit
Association of Southeast Asian Nations
Above The Line
Anjungan Tunai MandirI
Agreed Upon Procedure
Bali Annual Telkom International
Conferences
Business Continuity Management
Business Continuity Plan
Beban LSA
Beban Long Service Award
BEI / IDX
Bursa Efek Indonesia atau Indonesia
Stock Exchange
DMCS
Dumai-Malacca Cable System
DR
DRP
DS
DSAK
DSP
EBIS
Depositary Receipt
Disaster Recovery Plan
Depositary Shares
Dewan Standar Akuntansi Keuangan
Digital & Strategic Portfolio
Enterprise & Business Service
Edutainment Education and Entertainment
EDGE
Enhanced Data Rates for GSM Evolution
EMSHUB
Employee Shuttle Bus
ERM
ESOP
EVP
EY
Enterprise Risk Management
Employee Stock Ownership Program
Employee Volunteer Program
Ernst & Young
FRAMES
Fraud Management System
Board of Commisioners
Board of Directors
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial
FO
FU
Fiber Optic
Functional Unit
Gbps
Gigabyte per second
BOC
BOD
BPJS
BPO
BPS
BSCS
BSI
BTL
CAGR
CAPEX
CDC
CDI
CDN
CEO
CFO
CLI
COCA
CONS
COSO
CSI
CSR
CSS
DBPP
DCPP
Business Process Outsourcing
Biro Pusat Statistik
Batam-Singapore Cable System
British Standard Institution
Below The Line
Compound Annual Growth Rate
Capital Expenditure
Community Development Center
Customer Dissatisfaction Index
Content Delivery Networks
Chief Executive Officer
Chief Financial Officer
Customer Loyalty Index
Calendar of Culture Action
Consumer Service
Committee of Sponsoring Organizations
of the Treadway Commission
Customer Satisfaction Index
Corporate Social Responsibility
Corporate Strategic Scenario
Defined Benefit Pension Plan / Program
Pensiun Manfaat Pasti
Defined Contribution Pension Plan /
Program Pensiun Iuran Pasti
GCG
GHz
GSD
GTG
HCM
HIS
HR
Good Corporate Governance
Gigahertz
Graha Sarana Duta
GraPARI TelkomGroup
Human Capital Management
High Speed Internet
Human Research
HSDPA
High Speed Downlink Packet Access
IA
IAS
ICOFR
ICPF
ICT
IDN
IFRS
IGG
IICD
IMS
IoT
IPLC
ISAK
Internal Audit
International Accounting Standards
Internal Control Over Financial
Reporting
Indonesia Creative Product Festival
Information and Communications
Technology
Indonesian Digital Network
International Financial Reporting
Standard
Indonesia Global Gateway
Indonesian Institute for Corporate
Directorship
Integrated Management System
Internet of Things
International Private Leased Circuit
Interpretasi Standar Akuntansi
Keuangan
283
DER
Debt-To-Equity Ratio
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKata Kunci
Deskripsi
Kata Kunci
Deskripsi
International Organization for
Standardization
PANDI
Pengelola nama Domain Internet
Indonesia
ISO
ISP
IT
Internet Service Provider
Information Technology
JaKaLaDeMa Jawa Kalimantan Sulawesi Denpasar
Jo.
KA
KAP
KEKD
KEMPR
KEU
KIPAS
KM
KNR
KPEI
KPI
KPKU
KPPU
KSEI
Kwh
LED
LSE
M&A
Mataram
Juncto
Komite Audit
Kantor Akuntan Publik
Komite Etika dan Kepatuhan & Disiplin
Komite Evaluasi dan Monitoring
Perencanaan dan Risiko
Keuangan
Komunitas Provokasi Aktivasi
Kontrak Manajemen
Komite Nominasi dan Remunerasi
Kliring Penjaminan Efek Indonesia
Key Performance Indicator
Kriteria Penilaian Kinerja Unggul
Komisi Pengawasan Persaingan Usaha
Kustodian Sentral Efek Indonesia
Kilo Watt Hour
Light Emitting Diode
London Stock Exchange
Merger & Acquisition
MATANUSA Mangkajang-Takisung-Nunukan-Sangatta
MDI
MNO
MTN
Metra Digital Investama
Mobile Network Operator
Medium Term Notes
MVNO
Mobile Virtual Network Operator
Network Access Point
Network, IT & Solution
Net Promotor Score
Nomor Pokok Wajib Pajak
New York Stock Exchange
Online Charging System
Organization for Economic Co-operation
and Development
SMK3 /
OHSAS
Organizational Health Index
Other Licensed Operator
Over The Top
SOP
SOX
SPBU
NAP
NITS
NPS
NPWP
NYSE
OCS
OECD
OHI
OLO
OTT
284
PATARA
Papua Utara
PAYU
PKBL
PN
POJK
PoP
POTS
PR
PSAK
QMS
QoS
RJPP
RKAP
ROA
ROE
SAK
SAS
SCP
SDM
Pay As You Use
Program Kemitraan dan Bina
Lingkungan
Perusahaan Negara
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
Point of Presence
Plain Old Telephone Service
Public Relation
Pernyataan Standar Akuntansi
Keuangan
Quality Management System
Quality of Service
Rencana Jangka Panjang Perusahaan
Rencana Kerja Anggaran dan
Pendapatan
Return on Asset
Return on Equity
Standar Akuntansi Keuangan
Security and Safety
Service Control Points
Sumber Daya Manusia
SEA-ME-
WE 5
South East Asia – Middle East – Western
Europe 5
SEA-US
South East Asia-United States
SEC
SEOJK
SIUP
SJC
SKKL
SLM
SLI
SMB
SMILE
Securities and Exchange Commission
Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan
Surat Izin Usaha Perdagangan
South East Asia Japan
Sistem Komunikasi Kabel Laut
Sabang - Lhokseumawe - Medan
Sambungan Langsung Internasional
Small Medium Business
Supply Management and Logistic
Enhancement
Sistem Manajemen Keselamatan dan
Kesehatan Kerja atau Occupational
Health and Safety Assessment System
Standard Operating Procedures
Sarbanes Oxley Act
Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKata Kunci
Deskripsi
Kata Kunci
Deskripsi
SPI
STO
TAM
TDP
THR
TIQA
TIS
TLK
TLKM
TLT
UI
UKM
Sistem Pengendalian Internal
Sentral Telepon Otomat
Tele Account Management
Tanda Daftar Perusahaan
Tunjangan Hari Raya
Telkom Integrated Quality Assurance
Thailand-Indonesia-Singapore
Kode Saham Telkom di New York Stock
Exchange
Kode Saham Telkom di Bursa Efek
Indonesia
Telkom Landmark Tower
User Interface
Usaha Kecil Menengah
UMKM
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah
UMP
UU
UX
VAR
VOD
VoIP
VP
VPN
WBS
Upah Minimum Provinsi
Undang-undang
User Experience
Value Added Reseller
Voice Over Data
Voice over Internet Protocol
Vice President
Virtual Private Network
Whistleblowing System
WHOCC
World Hub Operation Command Center
WIB
WINS
WPO
Wholesale and International Business
Wholesale and International Service
Whistleblower Protection Officer
285
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianLAMPIRAN 3:
REFERENSI SILANG SURAT EDARAN OJK NO.30/SEOJK.04/2016
KRITERIA
PENJELASAN
HALAMAN
BENTUK LAPORAN TAHUNAN
Laporan Tahunan disajikan dalam bentuk dokumen cetak dan salinan dokumen elektronik.
Laporan Tahunan disajikan dalam bentuk dokumen cetak, dicetak pada kertas yang
berwarna terang, berkualitas baik, berukuran A4, dijilid, dan dapat diperbanyak dengan
kualitas yang baik.
Laporan Tahunan yang disajikan dalam bentuk salinan dokumen elektronik merupakan
Laporan Tahunan yang dikonversi dalam format pdf.
√
√
√
I
1
2
3
II
1
a
ISI LAPORAN TAHUNAN
Ketentuan Umum
Laporan Tahunan paling sedikit
memuat informasi mengenai:
1)
2)
3)
4)
5)
6)
7)
8)
9)
ikhtisar data keuangan penting;
informasi saham (jika ada);
laporan Direksi;
laporan Dewan Komisaris;
Profil Emiten atau Perusahaan Publik;
analisis dan pembahasan manajemen;
tata kelola Emiten atau Perusahaan Publik;
tanggung jawab sosial dan lingkungan Emiten
atau Perusahaan Publik;
laporan keuangan tahunan yang telah diaudit;
dan
10)
surat pernyataan anggota Direksi dan anggota
Dewan Komisaris tentang tanggung jawab atas
Laporan Tahunan.
b.
Laporan Tahunan dapat menyajikan informasi berupa gambar, grafik, tabel, dan/atau
diagram dengan mencantumkan judul dan/atau keterangan yang jelas, sehingga mudah
dibaca dan dipahami.
2. Uraian Isi Laporan Tahunan
a.
Ikhtisar Data Keuangan Penting
Ikhtisar data keuangan penting memuat informasi
keuangan yang disajikan dalam bentuk perbandingan
selama 3 (tiga) tahun buku atau sejak memulai
usahanya jika Emiten atau Perusahaan Publik tersebut
menjalankan kegiatan usahanya kurang dari 3 (tiga)
tahun, paling sedikit memuat:
1)
2)
3)
4)
5)
6)
7)
8)
9)
pendapatan/penjualan;
laba bruto;
laba (rugi);
jumlah laba (rugi) yang dapat diatribusikan
kepada pemilik entitas induk dan kepentingan
non pengendali;
total laba (rugi) komprehensif;
jumlah laba (rugi) komprehensif yang dapat
diatribusikan kepada pemilik entitas induk dan
kepentingan non pengendali;
laba (rugi) per saham;
jumlah aset;
jumlah liabilitas;
10)
jumlah ekuitas;
11)
rasio laba (rugi) terhadap jumlah aset;
286
14-17
18-20
31-39
25-29
8-9
99-161
163-247
249-267
301
40-41
√
14-17
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKRITERIA
PENJELASAN
HALAMAN
12)
13)
14)
15)
16)
17)
rasio laba (rugi) terhadap ekuitas;
rasio laba (rugi) terhadap pendapatan/penjualan;
rasio lancar;
rasio liabilitas terhadap ekuitas;
rasio liabilitas terhadap jumlah aset; dan
informasi dan rasio keuangan
lainnya yang
relevan dengan Emiten atau Perusahaan Publik
dan jenis industrinya.
b.
Informasi Saham
Informasi saham (jika ada) paling sedikit memuat:
18-20
1)
saham yang telah diterbitkan untuk setiap masa
triwulan (jika ada) yang disajikan dalam bentuk
perbandingan selama 2 (dua) tahun buku terakhir,
paling sedikit meliputi:
a) jumlah saham yang beredar;
b) kapitalisasi pasar berdasarkan harga pada
Bursa Efek tempat saham dicatatkan;
c) harga
saham
terendah, dan
tertinggi,
penutupan berdasarkan harga pada Bursa
Efek tempat saham dicatatkan; dan
2)
3)
4)
d) volume perdagangan pada Bursa Efek tempat
saham dicatatkan.
terjadi aksi korporasi, seperti
dalam hal
pemecahan saham (stock split), penggabungan
saham (reverse stock), dividen saham, saham
bonus, dan perubahan nilai nominal saham,
informasi saham sebagaimana dimaksud pada
angka 1) ditambahkan penjelasan paling sedikit
mengenai:
a) tanggal pelaksanaan aksi korporasi;
20
b) rasio pemecahan
split),
penggabungan saham (reverse stock), dividen
saham, saham bonus, dan perubahan nilai
nominal saham;
saham
(stock
c) jumlah saham beredar sebelum dan sesudah
aksi korporasi; dan
d) harga saham sebelum dan sesudah aksi
korporasi.
dalam hal
terjadi penghentian sementara
perdagangan saham (suspension), dan/atau
(delisting)
penghapusan pencatatan saham
dalam tahun buku, Emiten atau Perusahaan Publik
menjelaskan alasan penghentian sementara
(suspension) dan/atau
perdagangan saham
penghapusan pencatatan saham
(delisting)
tersebut; dan
dalam hal penghentian sementara perdagangan
saham (suspension) dan/atau penghapusan
pencatatan saham
(delisting) sebagaimana
dimaksud pada angka 3) masih berlangsung
hingga akhir periode Laporan Tahunan, Emiten
atau Perusahaan Publik menjelaskan tindakan
yang dilakukan untuk menyelesaikan penghentian
sementara perdagangan saham (suspension)
dan/atau penghapusan pencatatan
saham
(delisting) tersebut.
Tidak ada
suspension/
delisting
Tidak ada
suspension/
delisting
287
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKRITERIA
PENJELASAN
c.
Laporan Direksi
Laporan Direksi paling sedikit memuat:
HALAMAN
31-39
1)
uraian singkat mengenai kinerja Emiten atau
Perusahaan Publik, paling sedikit meliputi:
a) strategi dan kebijakan strategis Emiten atau
Perusahaan Publik;
b) perbandingan antara hasil yang dicapai
dengan yang ditargetkan; dan
c) kendala yang dihadapi Emiten atau Perusahaan
Publik;
2)
3)
4)
gambaran tentang prospek usaha;
penerapan tata kelola Emiten atau Perusahaan
Publik; dan
perubahan komposisi anggota Direksi dan alasan
perubahannya (jika ada).
d.
Laporan Dewan Komisaris
Laporan Dewan Komisaris paling sedikit memuat:
25-29
1)
2)
3)
4)
5)
6)
penilaian terhadap kinerja Direksi mengenai
pengelolaan Emiten atau Perusahaan Publik;
pengawasan terhadap
Emiten atau Perusahaan Publik;
implementasi strategi
pandangan atas prospek usaha Emiten atau
Perusahaan Publik yang disusun oleh Direksi;
pandangan atas penerapan tata kelola Emiten
atau Perusahaan Publik;
perubahan komposisi anggota Dewan Komisaris
dan alasan perubahannya (jika ada); dan
frekuensi dan cara pemberian nasihat kepada
anggota Direksi.
e.
Profil Emiten atau Perusahaan
Publik
Profil Emiten atau Perusahaan Publik paling sedikit
memuat:
8-9
1)
2)
3)
4)
5)
6)
nama Emiten atau Perusahaan Publik termasuk
apabila
terdapat perubahan nama, alasan
perubahan, dan tanggal Efektif perubahan nama
pada tahun buku;
akses terhadap Emiten atau Perusahaan Publik
termasuk kantor cabang atau kantor perwakilan
yang memungkinkan masyarakat
dapat
memperoleh informasi mengenai Emiten atau
Perusahaan Publik, meliputi:
a) alamat;
b) nomor telepon;
c) nomor faksimile;
d) alamat surat elektronik; dan
e) alamat Situs Web
riwayat singkat Emiten atau Perusahaan Publik;
visi dan misi Emiten atau Perusahaan Publik;
kegiatan usaha menurut anggaran dasar terakhir,
kegiatan usaha yang dijalankan pada tahun buku,
serta jenis barang dan/atau jasa yang dihasilkan;
struktur organisasi Emiten atau Perusahaan
Publik dalam bentuk bagan, paling sedikit sampai
dengan struktur 1 (satu) tingkat di bawah Direksi,
disertai dengan nama dan jabatan;
8
46-47
44-45
48-49
56-57
288
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKRITERIA
PENJELASAN
HALAMAN
7)
profil Direksi, paling sedikit memuat:
68-77
a) nama dan jabatan yang sesuai dengan tugas
dan tanggung jawab;
b) foto terbaru;
c) usia;
d) kewarganegaraan;
e) riwayat pendidikan;
f) riwayat jabatan, meliputi informasi:
1. dasar hukum penunjukan sebagai anggota
Direksi pada Emiten atau Perusahaan
Publik yang bersangkutan;
2. rangkap jabatan, baik sebagai anggota
Direksi, anggota Dewan Komisaris, dan/
atau anggota komite serta jabatan lainnya
(jika ada); dan
3. pengalaman
periode
waktunya baik di dalam maupun di luar
Emiten atau Perusahaan Publik;
beserta
kerja
g) pendidikan dan/atau pelatihan yang telah
diikuti anggota Direksi dalam meningkatkan
kompetensi dalam tahun buku (jika ada); dan
h) hubungan Afiliasi dengan anggota Direksi
lainnya, anggota Dewan Komisaris, dan
pemegang saham utama (jika ada) meliputi
nama pihak yang terAfiliasi;
8)
profil Dewan Komisaris, paling sedikit memuat:
58-66
a) nama;
b) foto terbaru;
c) usia;
d) kewarganegaraan;
e) riwayat pendidikan;
f) riwayat jabatan, meliputi informasi:
1. dasar hukum penunjukan sebagai anggota
Dewan Komisaris yang bukan merupakan
Komisaris Independen pada Emiten atau
Perusahaan Publik yang bersangkutan;
2. dasar hukum penunjukan pertama kali
sebagai anggota Dewan Komisaris yang
merupakan Komisaris Independen pada
Emiten atau Perusahaan Publik yang
bersangkutan;
3. rangkap jabatan, baik sebagai anggota
Dewan Komisaris, anggota Direksi, dan/
atau anggota komite serta jabatan lainnya
(jika ada); dan
4. pengalaman
periode
waktunya baik di dalam maupun di luar
Emiten atau Perusahaan Publik;
beserta
kerja
g) pendidikan dan/atau pelatihan yang telah
diikuti anggota Dewan Komisaris dalam
meningkatkan kompetensi dalam tahun buku
(jika ada);
289
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKRITERIA
PENJELASAN
HALAMAN
9)
10)
11)
h) hubungan Afiliasi dengan anggota Dewan
lainnya dan pemegang saham
Komisaris
utama (jika ada) meliputi nama pihak yang
terAfiliasi; dan
i) pernyataan
Komisaris
independensi
Independen dalam hal Komisaris Independen
telah menjabat lebih dari 2 (dua) periode (jika
ada); dan
j) pendidikan dan/atau pelatihan yang telah
diikuti anggota Dewan Komisaris dalam
meningkatkan kompetensi dalam tahun buku
(jika ada);
dalam hal terdapat perubahan susunan anggota
Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris
yang terjadi setelah tahun buku berakhir sampai
dengan batas waktu penyampaian Laporan
Tahunan, susunan yang dicantumkan dalam
Laporan Tahunan adalah susunan anggota
Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris yang
terakhir dan sebelumnya;
jumlah karyawan dan deskripsi sebaran tingkat
pendidikan dan usia karyawan dalam tahun buku;
nama pemegang
saham dan persentase
kepemilikan pada akhir tahun buku, yang terdiri
dari:
a) Pemegang saham yang memiliki 5% (lima
lebih saham Emiten atau
persen) atau
Perusahaan Publik;
b) Anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris
yang memiliki saham Emiten atau Perusahaan
Publik; dan
c) Kelompok pemegang saham masyarakat, yaitu
kelompok pemegang saham yang masing-
masing memiliki kurang dari 5% (lima persen)
saham Emiten atau Perusahaan Publik;
58-77
78-82
83-85
12)
jumlah pemegang saham dan persentase
kepemilikan per akhir tahun buku berdasarkan
klasifikasi:
83-85
a) kepemilikan institusi lokal;
b) kepemilikan institusi asing;
c) kepemilikan individu lokal; dan
d) kepemilikan individu asing;
13)
14)
informasi mengenai pemegang saham utama dan
pengendali Emiten atau Perusahaan Publik, baik
langsung maupun tidak langsung, sampai kepada
pemilik individu, yang disajikan dalam bentuk
skema atau bagan;
nama entitas anak, perusahaan asosiasi,
perusahaan ventura bersama dimana Emiten
atau Perusahaan Publik memiliki pengendalian
bersama entitas, beserta persentase kepemilikan
saham, bidang usaha, total aset, dan status
operasi Emiten atau Perusahaan Publik tersebut
(jika ada);
Untuk entitas anak, ditambahkan
mengenai alamat entitas anak tersebut;
informasi
83
86-90
290
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianHALAMAN
91-92
93-94
95-96
95-96
50-55
103-118
127-143
KRITERIA
PENJELASAN
f. Analisis dan Pembahasan
Manajemen
15)
16)
17)
18)
kronologi pencatatan saham,
jumlah saham,
nilai nominal, dan harga penawaran dari awal
pencatatan hingga akhir tahun buku serta
nama Bursa Efek dimana saham Emiten atau
Perusahaan Publik dicatatkan (jika ada);
selain
kronologi pencatatan Efek
Efek sebagaimana dimaksud pada angka 15),
yang paling sedikit memuat nama Efek, tahun
penerbitan, tanggal jatuh tempo, nilai penawaran,
dan peringkat Efek (jika ada);
lainnya
nama dan alamat lembaga dan/atau profesi
penunjang Pasar Modal;
dalam hal terdapat profesi penunjang Pasar Modal
yang memberikan jasa secara berkala kepada
Emiten atau Perusahaan Publik, diungkapkan
informasi mengenai jasa yang diberikan, komisi
(fee), dan periode penugasan; dan
19) penghargaan dan/atau sertifikasi yang diterima
Emiten atau Perusahaan Publik baik yang
berskala nasional maupun internasional dalam
tahun buku terakhir (jika ada), yang memuat:
a) nama penghargaan dan/atau sertifikasi;
b) Badan atau lembaga yang memberikan; dan
c) masa berlaku penghargaan dan/atau sertifikasi
(jika ada);
Analisis dan pembahasan manajemen memuat analisis
dan pembahasan mengenai laporan keuangan dan
informasi penting lainnya dengan penekanan pada
perubahan material yang terjadi dalam tahun buku,
yaitu paling sedikit memuat:
1)
tinjauan operasi per segmen operasi sesuai
dengan jenis industri Emiten atau Perusahaan
Publik, paling sedikit mengenai:
a) produksi, yang meliputi proses, kapasitas, dan
perkembangannya;
b) pendapatan/penjualan; dan
c) profitabilitas;
2)
Kinerja keuangan komprehensif yang mencakup
perbandingan kinerja keuangan dalam 2 (dua)
tahun buku terakhir, penjelasan tentang penyebab
adanya perubahan dan dampak perubahan
tersebut, paling sedikit mengenai:
a) aset lancar, aset tidak lancar, dan total aset;
b) liabilitas
jangka pendek,
panjang, dan total liabilitas;
liabilitas
jangka
c) ekuitas;
d) pendapatan/penjualan, beban,
laba (rugi),
penghasilan komprehensif lain, dan total laba
(rugi) komprehensif; dan
e) arus kas;
3)
kemampuan membayar utang dengan menyajikan
perhitungan rasio yang relevan;
144
291
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKRITERIA
PENJELASAN
HALAMAN
150
145
147-149
4)
5)
6)
tingkat kolektibilitas piutang Emiten atau
dengan menyajikan
Perusahaan
perhitungan rasio yang relevan;
Publik
struktur modal (capital structure) dan kebijakan
manajemen atas
(capital
structure) tersebut disertai dasar penentuan
kebijakan dimaksud;
struktur modal
bahasan mengenai ikatan yang material untuk
investasi barang modal dengan penjelasan paling
sedikit meliputi:
a) tujuan dari ikatan tersebut;
b) sumber dana yang diharapkan untuk
memenuhi ikatan tersebut;
c) mata uang yang menjadi denominasi; dan
d) langkah yang direncanakan Emiten atau
Perusahaan Publik untuk melindungi risiko
dari posisi mata uang asing yang terkait;
7)
bahasan mengenai investasi barang modal yang
direalisasikan dalam tahun buku terakhir, paling
sedikit meliputi:
146
a) jenis investasi barang modal;
b) tujuan investasi barang modal; dan
c) nilai investasi barang modal yang dikeluarkan;
8)
9)
informasi dan fakta material yang terjadi setelah
tanggal laporan akuntan (jika ada);
prospek usaha dari Emiten atau Perusahaan
Publik dikaitkan dengan kondisi industri, ekonomi
secara umum dan pasar internasional disertai
data pendukung kuantitatif dari sumber data
yang layak dipercaya;
10) perbandingan antara target/proyeksi pada awal
tahun buku dengan hasil yang dicapai (realisasi),
mengenai:
a) pendapatan/penjualan;
b) laba (rugi);
c) struktur modal (capital structure); atau
d) hal
lainnya yang dianggap penting bagi
Emiten atau Perusahaan Publik;
11)
ingin dicapai Emiten
target/proyeksi yang
atau Perusahaan Publik untuk 1 (satu) tahun
mendatang, mengenai:
a) pendapatan/penjualan;
b) laba (rugi);
c) struktur modal (capital structure);
d) kebijakan dividen; atau
151
152-156
157
157
e) hal
lainnya yang dianggap penting bagi
Emiten atau Perusahaan Publik;
12)
aspek pemasaran atas barang dan/atau jasa
Emiten atau Perusahaan Publik, paling sedikit
mengenai strategi pemasaran dan pangsa pasar;
119-126
292
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKRITERIA
PENJELASAN
13)
uraian mengenai dividen selama 2 (dua) tahun
buku terakhir (jika ada), paling sedikit:
a) kebijakan dividen;
b) tanggal pembayaran dividen kas dan/atau
tanggal distribusi dividen non kas;
c) jumlah dividen per saham (kas dan/atau non
kas); dan
d) jumlah dividen per tahun yang dibayar;
HALAMAN
158
14)
realisasi penggunaan dana hasil Penawaran
Umum, dengan ketentuan:
159
a) dalam hal selama tahun buku, Emiten memiliki
kewajiban menyampaikan
laporan realisasi
penggunaan dana, maka diungkapkan realisasi
penggunaan dana hasil Penawaran Umum
secara kumulatif sampai dengan akhir tahun
buku; dan
b) dalam hal terdapat perubahan penggunaan
dana sebagaimana diatur dalam Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan tentang Laporan
Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran
Umum, maka Emiten menjelaskan perubahan
tersebut;
15)
informasi material (jika ada), antara lain mengenai
investasi, ekspansi, divestasi, penggabungan/
peleburan usaha, akuisisi, restrukturisasi utang/
modal, transaksi Afiliasi, dan transaksi yang
mengandung benturan kepentingan, yang terjadi
pada tahun buku, antara lain memuat:
a) tanggal, nilai, dan objek transaksi;
b) nama pihak yang melakukan transaksi;
c) sifat hubungan Afiliasi (jika ada);
d) penjelasan mengenai kewajaran transaksi; dan
e) pemenuhan ketentuan terkait;
16) perubahan ketentuan peraturan perundang-
undangan yang berpengaruh signifikan terhadap
Emiten atau Perusahaan Publik dan dampaknya
terhadap laporan keuangan (jika ada); dan
17)
perubahan kebijakan akuntansi, alasan dan
dampaknya terhadap laporan keuangan (jika
ada);
160
161
161
g.
Tata
Perusahaan Publik
Kelola
Emiten
atau
tata kelola Emiten atau Perusahaan Publik paling
sedikit memuat uraian singkat mengenai:
209-220;
171-181
1)
Direksi, mencakup antara lain:
a) tugas dan tanggung jawab masing-masing
anggota Direksi;
b) pernyataan bahwa Direksi memiliki pedoman
atau piagam (charter) Direksi;
c) prosedur, dasar penetapan, struktur, dan
besarnya remunerasi masing-masing anggota
Direksi, serta hubungan antara remunerasi
dengan kinerja Emiten atau Perusahaan
Publik;
293
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKRITERIA
PENJELASAN
HALAMAN
d) kebijakan dan pelaksanaan tentang frekuensi
rapat Direksi, termasuk rapat bersama Dewan
Komisaris, dan tingkat kehadiran anggota
Direksi dalam rapat tersebut;
e) informasi mengenai keputusan RUPS 1 (satu)
tahun sebelumnya, meliputi:
1. Keputusan RUPS yang direalisasikan pada
tahun buku; dan
2. Alasan dalam hal terdapat keputusan yang
belum direalisasikan;
f) informasi mengenai keputusan RUPS pada
tahun buku, meliputi:
1. Keputusan RUPS yang direalisasikan pada
tahun buku; dan
2. Alasan dalam hal terdapat keputusan yang
belum direalisasikan; dan
g) penilaian
terhadap kinerja komite yang
mendukung pelaksanaan tugas Direksi;
2)
Dewan Komisaris, mencakup antara lain:
182-195
a) tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris;
b) pernyataan bahwa Dewan Komisaris memiliki
pedoman atau piagam (charter) Dewan
Komisaris;
c) prosedur, dasar penetapan, struktur, dan
besarnya remunerasi masing-masing anggota
Dewan Komisaris;
d) kebijakan dan pelaksanaan tentang frekuensi
rapat
tingkat kehadiran
rapat
rapat Dewan Komisaris,
bersama Direksi, dan
anggota Dewan Komisaris dalam
tersebut;
termasuk
e) kebijakan Emiten atau Perusahaan Publik
tentang penilaian terhadap kinerja anggota
Direksi dan anggota Dewan Komisaris dan
pelaksanaannya, paling sedikit meliputi:
1) prosedur pelaksanaan penilaian kinerja;
2) Kriteria yang digunakan; dan
3) pihak yang melakukan penilaian;
f) penilaian
terhadap kinerja komite yang
tugas Dewan
mendukung pelaksanaan
Komisaris; dan
g) dalam hal Dewan Komisaris tidak membentuk
Komite Nominasi dan remunerasi, dimuat
informasi paling sedikit mengenai:
1) Alasan tidak dibentuknya komite; dan
2) prosedur nominasi dan remunerasi yang
dilakukan dalam tahun buku;
294
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianHALAMAN
Tidak Relevan
KRITERIA
PENJELASAN
3)
Dewan Pengawas Syariah, bagi Emiten atau
Perusahaan Publik yang menjalankan kegiatan
usaha berdasarkan Prinsip Syariah sebagaimana
tertuang dalam anggaran dasar, paling sedikit
memuat:
a) nama;
b) tugas dan tanggung jawab Dewan Pengawas
Syariah; dan
c) frekuensi dan cara pemberian nasihat dan
saran serta pengawasan pemenuhan Prinsip
Syariah di Pasar Modal terhadap Emiten atau
Perusahaan Publik;
4)
Komite Audit, mencakup antara lain:
196-200
a) nama dan jabatannya dalam keanggotaan
komite;
b) usia;
c) kewarganegaraan;
d) riwayat pendidikan;
e) riwayat jabatan, meliputi informasi:
1. dasar hukum penunjukan sebagai anggota
komite;
2. rangkap jabatan, baik sebagai anggota
Dewan Komisaris, anggota Direksi, dan/
atau anggota komite serta jabatan lainnya
(jika ada); dan
3. pengalaman
periode
waktunya baik di dalam maupun di luar
Emiten atau Perusahaan Publik;
beserta
kerja
f) periode dan masa jabatan anggota Komite
Audit;
g) pernyataan independensi Komite Audit;
h) kebijakan dan pelaksanaan tentang frekuensi
rapat Komite Audit dan tingkat kehadiran
anggota Komite Audit dalam rapat tersebut;
i) pendidikan dan/atau pelatihan yang telah
diikuti dalam tahun buku (jika ada); dan
j) pelaksanaan kegiatan Komite Audit pada
tahun buku sesuai dengan yang dicantumkan
dalam pedoman atau piagam (charter) Komite
Audit;
5)
Komite lain yang dimiliki Emiten atau Perusahaan
Publik dalam rangka mendukung fungsi dan
tugas Direksi dan/atau Dewan Komisaris, seperti
Komite Nominasi dan Remunerasi, mencakup
antara lain:
a) nama dan jabatannya dalam keanggotaan
201-208
komite;
b) usia;
c) kewarganegaraan;
d) riwayat pendidikan;
295
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKRITERIA
PENJELASAN
HALAMAN
e) riwayat jabatan, meliputi informasi:
1. dasar hukum penunjukan sebagai anggota
komite;
2. rangkap jabatan, baik sebagai anggota
Dewan Komisaris, anggota Direksi, dan/
atau anggota komite serta jabatan lainnya
(jika ada); dan
3. pengalaman
periode
waktunya baik di dalam maupun di luar
Emiten atau Perusahaan Publik;
beserta
kerja
f) periode dan masa jabatan anggota komite;
g) uraian tugas dan tanggung jawab;
h) pernyataan bahwa telah memiliki pedoman
atau piagam (charter) komite;
i) pernyataan independensi komite;
j) kebijakan dan pelaksanaan tentang frekuensi
rapat komite dan tingkat kehadiran anggota
komite dalam rapat tersebut;
k) pendidikan dan/atau pelatihan yang telah
diikuti dalam tahun buku (jika ada); dan
l) uraian singkat pelaksanaan kegiatan komite
pada tahun buku;
6)
Sekretaris Perusahaan, mencakup antara lain:
221-223
a) nama;
b) domisili;
c) riwayat jabatan, meliputi informasi:
1. dasar hukum penunjukan sebagai Sekretaris
Perusahaan; dan
2. pengalaman
periode
waktunya baik di dalam maupun di luar
Emiten atau Perusahaan Publik;
beserta
kerja
d) riwayat pendidikan;
e) pendidikan dan/atau pelatihan yang diikuti
dalam tahun buku; dan
f) uraian singkat pelaksanaan tugas sekretaris
perusahaan pada tahun buku;
7)
Unit Audit Internal, mencakup antara lain:
224-227
a) nama kepala Unit Audit Internal;
b) riwayat jabatan, meliputi informasi:
1. dasar hukum penunjukan sebagai kepala
Unit Audit Internal; dan
2. pengalaman
periode
waktunya baik di dalam maupun di luar
Emiten atau Perusahaan Publik;
beserta
kerja
c) kualifikasi atau sertifikasi sebagai profesi audit
internal (jika ada);
d) pendidikan dan/atau pelatihan yang diikuti
dalam tahun buku;
e) struktur dan kedudukan Unit Audit Internal;
f) uraian tugas dan tanggung jawab;
296
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKRITERIA
PENJELASAN
HALAMAN
g) pernyataan bahwa telah memiliki pedoman
atau piagam (charter) Unit Audit Internal; dan
h) uraian singkat pelaksanaan tugas Unit Audit
Internal pada tahun buku;
8)
uraian mengenai sistem pengendalian internal
(internal control) yang diterapkan oleh Emiten
atau Perusahaan Publik, paling sedikit mengenai:
228-229
a) pengendalian keuangan dan operational, serta
kepatuhan terhadap peraturan perundang-
undangan lainnya; dan
b) tinjauan atas Efektivitas sistem pengendalian
internal;
9)
sistem manajemen risiko yang diterapkan oleh
Emiten atau Perusahaan Publik, paling sedikit
mengenai:
230-236
a) gambaran umum mengenai sistem manajemen
risiko Emiten atau Perusahaan Publik;
b) jenis risiko dan cara pengelolaannya; dan
c) tinjauan atas Efektivitas sistem manajemen
risiko Emiten atau Perusahaan Publik;
10) perkara penting yang dihadapi oleh Emiten atau
Perusahaan Publik, entitas anak, anggota Direksi
dan anggota Dewan Komisaris (jika ada), antara
lain meliputi:
a) pokok perkara/gugatan;
b) status penyelesaian perkara/gugatan; dan
c) pengaruhnya terhadap kondisi Emiten atau
Perusahaan Publik;
11)
informasi tentang sanksi administratif yang
dikenakan kepada Emiten atau Perusahaan
Publik, anggota Dewan Komisaris dan Direksi,
oleh otoritas Pasar Modal dan otoritas lainnya
pada tahun buku (jika ada);
241
241
12)
informasi mengenai kode etik Emiten atau
Perusahaan Publik meliputi:
243-244
a) pokok-pokok kode etik;
b) bentuk sosialisasi kode etik dan upaya
penegakannya; dan
c) pernyataan bahwa kode etik berlaku bagi
anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris,
dan karyawan Emiten atau Perusahaan Publik;
13)
14)
informasi mengenai
perusahaan
(corporate culture) atau nilai-nilai perusahaan
(jika ada);
budaya
uraian mengenai program kepemilikan saham
oleh karyawan dan/atau manajemen yang
dilaksanakan Emiten atau Perusahaan Publik (jika
ada), antara lain mengenai:
245-247
240
a) jumlah saham dan/atau opsi;
b) jangka waktu pelaksanaan;
c) persyaratan karyawan dan/atau manajemen
yang berhak; dan
d) harga pelaksanaan;
297
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianHALAMAN
237-239
KRITERIA
PENJELASAN
15)
uraian mengenai sistem pelaporan pelanggaran
atau
(whistleblowing
Perusahaan Publik (jika ada), antara lain meliputi:
system) di Emiten
a) cara penyampaian laporan pelanggaran;
b) perlindungan bagi pelapor;
c) penanganan pengaduan;
d) pihak yang mengelola pengaduan; dan
e) hasil dari penanganan pengaduan, paling
sedikit meliputi:
1. jumlah pengaduan yang masuk dan
diproses dalam tahun buku; dan
2. tindak lanjut pengaduan;
16) penerapan atas Pedoman Tata Kelola Perusahaan
Terbuka bagi Emiten yang menerbitkan Efek
Bersifat Ekuitas atau Perusahaan Publik, meliputi:
164-170
h.
Tanggung Jawab Sosial dan
atau
Lingkungan
Perusahaan Publik
Emiten
1)
a) pernyataan mengenai rekomendasi yang telah
dilaksanakan; dan/atau
b) penjelasan atas rekomendasi yang belum
dilaksanakan, disertai alasan dan alternatif
pelaksanaannya (jika ada);
Informasi mengenai tanggung jawab sosial dan
lingkungan Emiten atau Perusahaan Publik
meliputi kebijakan, jenis program, dan biaya yang
dikeluarkan, antara lain terkait aspek:
a) lingkungan hidup, antara lain:
265-267
1. Penggunaan material dan energi yang
ramah lingkungan dan dapat didaur ulang;
2. sistem pengolahan limbah Emiten atau
Perusahaan Publik;
3. mekanisme
pengaduan
masalah
lingkungan; dan
4. sertifikasi di bidang
lingkungan yang
dimiliki;
b) praktik ketenagakerjaan, kesehatan, dan
258-261
keselamatan kerja, antara lain:
1. kesetaraan gender dan kesempatan kerja;
2. sarana dan keselamatan kerja;
3. tingkat perpindahan (turnover) karyawan;
4. tingkat kecelakaan kerja;
5. pendidikan dan/atau pelatihan;
6. remunerasi; dan
7. mekanisme
pengaduan
masalah
ketenagakerjaan;
298
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2019TemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan KonsolidasianKRITERIA
PENJELASAN
HALAMAN
c) pengembangan sosial dan kemasyarakatan,
262-264
antara lain:
1. Penggunaan tenaga kerja lokal;
2. pemberdayaan masyarakat sekitar Emiten
atau Perusahaan Publik antara lain melalui
penggunaan bahan baku yang dihasilkan
oleh masyarakat atau pemberian edukasi;
3. perbaikan sarana dan prasarana sosial;
4. bentuk donasi lainnya; dan
5. komunikasi mengenai
kebijakan dan
prosedur anti korupsi di Emiten atau
Perusahaan
pelatihan
mengenai anti korupsi (jika ada);
Publik,
serta
d) tanggung jawab barang dan/atau jasa, antara
255-257
lain:
2)
1. kesehatan dan keselamatan konsumen;
2. informasi barang dan/atau jasa; dan
3. sarana, jumlah, dan penanggulangan atas
pengaduan konsumen.
Dalam hal Emiten atau Perusahaan Publik
menyajikan informasi mengenai tanggung jawab
sosial dan lingkungan sebagaimana dimaksud
pada angka 1) pada laporan tersendiri seperti
laporan tanggung jawab sosial dan lingkungan
atau laporan keberlanjutan (sustainability report),
Emiten atau Perusahaan Publik dikecualikan
untuk mengungkapkan
informasi mengenai
tanggung jawab sosial dan lingkungan dalam
Laporan Tahunan; dan
3)
Laporan sebagaimana dimaksud pada angka 2)
disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan
bersamaan dengan penyampaian Laporan
Tahunan.
Laporan keuangan tahunan yang dimuat dalam
Laporan Tahunan disusun sesuai dengan Standar
Akuntansi Keuangan di indonesia dan telah diaudit
oleh Akuntan. laporan keuangan dimaksud memuat
pernyataan mengenai pertanggungjawaban atas
laporan
sebagaimana diatur dalam
peraturan perundang-undangan di sektor Pasar Modal
yang mengatur mengenai tanggung jawab Direksi
atas laporan keuangan atau peraturan perundang-
undangan di sektor Pasar Modal yang mengatur
mengenai laporan berkala Perusahaan Efek dalam hal
Emiten merupakan Perusahaan Efek; dan
keuangan
Surat pernyataan anggota Direksi dan anggota
jawab atas
Dewan Komisaris tentang tanggung
Laporan Tahunan disusun sesuai dengan format Surat
Pernyataan Anggota Direksi dan Anggota Dewan
Komisaris tentang Tanggung Jawab atas Laporan
Tahunan sebagaimana tercantum dalam Lampiran
yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Surat
Edaran Otoritas Jasa Keuangan ini.
301
40-41
i.
Laporan Keuangan Tahunan yang
telah diaudit
j.
Surat Pernyataan Anggota Direksi
dan Anggota Dewan Komisaris
tentang Tanggung Jawab atas
Laporan Tahunan
299
Laporan Tahunan 2019PT Telkom Indonesia (Persero) TbkTemaHighlight TelkomLaporan Dewan Komisaris dan DireksiTentang TelkomAnalisa dan Pembahasan ManajemenTata Kelola PerusahaanTanggung Jawab Sosial PerusahaanProgram Kemitraan dan Bina LingkunganLampiranLaporan Keuangan Konsolidasian300
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Laporan Tahunan 2019
0909
LAPORAN
KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
302
Laporan Keuangan Konsolidasian Auditan 2019 dan
Laporan Keuangan PKBL Auditan 2019
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Laporan Tahunan 2019
Laporan Tahunan 2019
301
09
Perusahaan Perseroan (Persero)
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. dan entitas anaknya
Laporan keuangan konsolidasian
tanggal 31 Desember 2019 dan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal tersebut
beserta laporan auditor independen
25
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2019
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
DAFTAR ISI
Surat Pernyataan Direksi
Laporan Auditor Independen
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian
Laporan Arus Kas Konsolidasian
Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Halaman
1
2
3
4
5-135
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan
2019
2018
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas
Aset keuangan lancar lainnya
Piutang usaha - setelah dikurangi provisi
penurunan nilai piutang
Pihak berelasi
Pihak ketiga
Piutang lain-lain - setelah dikurangi provisi
penurunan nilai piutang
Persediaan - setelah dikurangi provisi persediaan usang
Aset tersedia untuk dijual
Pajak dibayar di muka
Tagihan restitusi pajak
Aset lancar lainnya
Jumlah Aset Lancar
ASET TIDAK LANCAR
Penyertaan jangka panjang
Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan
Aset tak berwujud - setelah dikurangi akumulasi
amortisasi
Aset pajak tangguhan - bersih
Aset tidak lancar lainnya
Jumlah Aset Tidak Lancar
JUMLAH ASET
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha
Pihak berelasi
Pihak ketiga
Utang lain-lain
Utang pajak
Beban yang masih harus dibayar
Pendapatan diterima di muka - jangka pendek
Uang muka pelanggan
Utang bank jangka pendek
Pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo
dalam satu tahun
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek
2c,2e,2u,3,30,35
2c,2e,2u,4,30,35
2g,2u,2ad,5,35
2c,30
2g,2u,35
2h,6
2j,9
2t,25a
2t,25b
2c,2i,2m,7,30
2f,2u,8
2l,2m,2ab,9,33
2d,2k,2n,2ab,11
2t,2ad,25f
2c,2g,2i,2n,2t,2u,10,25,30,35
2o,2u,12,35
2c,30
2u,35
2t,25c
2c,2u,13,30,35
2r,14a
2c,30
2c,2p,2u,15a,30,35
2c,2m,2p,2u,2v,15b,30,35
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas pajak tangguhan - bersih
Pendapatan diterima di muka - jangka panjang
Liabilitas diestimasi penghargaan masa kerja
Liabilitas diestimasi manfaat pensiun dan imbalan
pasca kerja lainnya
Pinjaman jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
2t,2ad,25f
2r,14b
2s,29
2s,28
jatuh tempo dalam satu tahun
Liabilitas lainnya
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang
JUMLAH LIABILITAS
EKUITAS
Modal saham
Tambahan modal disetor
Komponen ekuitas lainnya
Saldo laba
Ditentukan penggunaannya
Belum ditentukan penggunaannya
Jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk - bersih
Kepentingan nonpengendali
JUMLAH EKUITAS
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS
2c,2m,2p,2u,2v,16,30,35
2o,2u
1c,18
2w,19
2f,2u,20
27
2b,17
18.242
554
1.792
10.005
292
585
39
2.569
992
6.652
41.722
1.944
156.973
6.446
2.898
11.225
179.486
221.208
819
13.078
449
3.431
13.736
7.352
1.289
8.705
9.510
58.369
1.230
803
1.066
8.078
33.869
543
45.589
103.958
4.953
2.711
408
15.337
76.152
99.561
17.689
117.250
221.208
17.439
1.304
2.126
9.288
727
717
340
2.749
596
7.982
43.268
2.472
143.248
5.032
2.504
9.672
162.928
206.196
993
13.773
448
1.180
12.769
5.190
1.569
4.043
6.296
46.261
1.252
652
852
5.555
33.748
573
42.632
88.893
4.953
2.455
507
15.337
75.658
98.910
18.393
117.303
206.196
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian integral dari laporan keuangan konsolidasian ini.
1
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2019
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan
2c,2r,21,30
2019
2018
135.567
130.784
PENDAPATAN
Beban operasi, pemeliharaan dan jasa telekomunikasi
Beban penyusutan dan amortisasi
Beban karyawan
Beban interkoneksi
Beban umum dan administrasi
Beban pemasaran
Laba (rugi) selisih kurs - bersih
Penghasilan lain-lain - bersih
LABA USAHA
Penghasilan pendanaan
Biaya pendanaan
Bagian laba (rugi) bersih entitas asosiasi
Rugi penurunan nilai investasi
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN
2c,2r,23,30
2k,2l,2m,9,11
2c,2r,2s,22,30
2c,2r,30
2c,2r,24,30
2c,2r,30
2q
2l,2r
2c,30
2c,2p,2r,30
2f,8
2f,8
(BEBAN) MANFAAT PAJAK PENGHASILAN
2t,2ad,25d
Pajak kini
Pajak tangguhan
LABA TAHUN BERJALAN
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Penghasilan komprehensif lain yang akan direklasifikasikan
ke laba rugi pada periode berikutnya:
Selisih kurs penjabaran laporan keuangan
Perubahan bersih nilai wajar aset keuangan tersedia untuk dijual
Bagian penghasilan komprehensif lain entitas asosiasi
Penghasilan komprehensif lain yang tidak akan
direklasifikasikan ke laba rugi pada periode berikutnya:
Laba (rugi) aktuaria - bersih
Penghasilan (rugi) komprehensif lain - bersih
2f,2q,20
2u,20
2f,8
2s,28
(42.226)
(23.178)
(13.012)
(5.077)
(6.696)
(3.724)
(86)
826
(43.791)
(21.406)
(13.178)
(4.283)
(6.137)
(4.214)
68
1.002
42.394
38.845
1.092
(4.240)
(166)
(1.172)
1.014
(3.507)
53
-
37.908
36.405
(10.619)
303
(10.316)
(9.432)
6
(9.426)
27.592
26.979
(105)
6
16
(2.109)
(2.192)
146
(10)
(14)
4.820
4.942
JUMLAH LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN
25.400
31.921
Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk
Kepentingan nonpengendali
Jumlah laba komprehensif tahun berjalan yang dapat
diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk
Kepentingan nonpengendali
LABA PER SAHAM DASAR
(dalam jumlah penuh)
Laba bersih per saham
Laba bersih per ADS (100 saham Seri B per ADS)
2b,17
2b
2y,26
18.663
8.929
27.592
16.624
8.776
25.400
18.032
8.947
26.979
22.844
9.077
31.921
188,40
18.839,68
182,03
18.202,70
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian integral dari laporan keuangan konsolidasian ini.
2
i
i
D
v
d
e
n
k
a
s
L
a
b
a
t
a
h
u
n
b
e
r
j
a
a
n
l
S
a
l
d
o
,
3
1
D
e
s
e
m
b
e
r
2
0
1
9
P
e
n
g
h
a
s
i
l
a
n
(
r
u
g
i
)
k
o
m
p
r
e
h
e
n
s
i
f
n
o
n
p
e
n
g
e
n
d
a
l
i
a
n
a
k
p
e
r
u
s
a
h
a
a
n
P
e
n
a
m
b
a
h
a
n
s
e
t
o
r
a
n
m
o
d
a
l
S
e
t
o
r
a
n
m
o
d
a
l
d
a
r
i
k
e
p
e
n
t
i
n
g
a
n
T
r
a
n
s
a
k
s
i
e
n
t
i
t
a
s
s
e
p
e
n
g
e
n
d
a
l
i
L
a
b
a
t
a
h
u
n
b
e
r
j
a
a
n
l
S
a
l
d
o
,
3
1
D
e
s
e
m
b
e
r
2
0
1
8
P
e
n
g
h
a
s
i
l
a
n
(
r
u
g
i
)
k
o
m
p
r
e
h
e
n
s
i
f
l
i
a
n
-
l
i
a
n
-
l
i
d
p
e
r
o
e
h
k
e
m
b
a
l
i
i
i
D
v
d
e
n
k
a
s
n
o
n
p
e
n
g
e
n
d
a
l
i
P
e
n
a
r
i
k
a
n
m
o
d
a
l
s
a
h
a
m
y
a
n
g
A
k
u
s
s
i
i
A
k
u
s
s
i
i
i
i
b
s
n
s
i
k
e
p
e
m
i
l
i
k
a
n
k
e
p
e
n
t
i
n
g
a
n
a
n
a
k
p
e
r
u
s
a
h
a
a
n
S
a
l
d
o
,
1
J
a
n
u
a
r
i
2
0
1
8
P
e
n
a
m
b
a
h
a
n
s
e
t
o
r
a
n
m
o
d
a
l
3
C
a
t
a
t
a
n
a
t
a
s
l
a
p
o
r
a
n
k
e
u
a
n
g
a
n
k
o
n
s
o
l
i
d
a
s
a
n
i
t
e
r
l
a
m
p
i
r
m
e
r
u
p
a
k
a
n
b
a
g
a
n
i
i
n
t
e
g
r
a
l
d
a
r
i
l
a
p
o
r
a
n
k
e
u
a
n
g
a
n
k
o
n
s
o
l
i
d
a
s
a
n
i
i
n
i
.
b
e
r
s
h
i
2
f
,
2
q
,
2
s
,
2
u
,
1
7
2
b
,
1
7
1
7
,
2
7
b
e
r
s
h
i
2
f
,
2
q
,
2
s
,
2
u
,
1
7
2
b
,
1
7
1
7
,
2
7
4
.
9
5
3
2
.
7
1
1
-
-
-
-
-
-
4
.
9
5
3
-
-
(
8
7
)
-
-
-
-
-
-
-
-
2
5
6
-
2
.
4
5
5
-
-
(
2
.
4
5
4
)
-
-
(
2
2
)
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
2
.
5
4
1
-
-
-
-
5
.
0
4
0
4
.
9
3
1
(
2
.
5
4
1
)
4
0
8
(
9
9
)
-
-
-
-
-
5
0
7
1
3
6
-
-
-
-
(
1
6
)
-
3
8
7
1
5
.
3
3
7
-
-
-
-
-
-
1
5
.
3
3
7
-
-
-
-
-
-
-
.
7
6
1
5
2
.
1
8
6
6
3
.
(
1
9
4
0
)
.
(
1
6
2
2
9
)
-
-
-
.
7
5
6
5
8
.
1
8
0
3
2
.
4
6
7
6
-
.
9
9
5
6
1
.
1
8
6
6
3
.
(
2
0
3
9
)
.
(
1
6
2
2
9
)
2
5
6
-
-
.
9
8
9
1
0
.
1
8
0
3
2
.
4
8
1
2
-
.
(
1
6
6
0
9
)
.
(
1
6
6
0
9
)
-
-
-
-
(
3
8
)
-
1
7
.
6
8
9
8
.
9
2
9
(
9
.
6
1
8
)
(
1
5
3
)
7
0
5
9
9
1
8
.
3
9
3
8
.
9
4
7
1
3
0
-
(
1
0
.
1
3
1
)
(
6
9
)
6
5
3
4
1
5
.
3
3
7
.
6
9
5
5
9
.
9
2
7
1
3
1
9
.
4
1
7
U
r
a
i
a
n
C
a
t
a
t
a
n
M
o
d
a
l
s
a
h
a
m
m
o
d
a
l
d
i
s
e
t
o
r
k
e
m
b
a
l
i
e
k
u
i
t
a
s
l
a
i
n
n
y
a
p
e
n
g
g
u
n
a
a
n
n
y
a
p
e
n
g
g
u
n
a
a
n
n
y
a
T
a
m
b
a
h
a
n
i
y
a
n
g
d
p
e
r
o
l
e
h
M
o
d
a
l
s
a
h
a
m
K
o
m
p
o
n
e
n
D
i
t
e
n
t
u
k
a
n
d
i
t
e
n
t
u
k
a
n
B
e
l
u
m
D
i
a
t
r
i
b
u
s
i
k
a
n
k
e
p
a
d
a
p
e
m
i
l
i
k
e
n
t
i
t
a
s
i
n
d
u
k
S
a
l
d
o
l
a
b
a
(
A
n
g
k
a
d
a
l
a
m
t
a
b
e
l
i
d
n
y
a
t
a
k
a
n
d
a
a
m
m
l
i
l
i
a
r
a
n
R
u
p
a
h
i
,
k
e
c
u
a
l
i
i
d
n
y
a
t
a
k
a
n
l
a
i
n
)
U
n
t
u
k
T
a
h
u
n
y
a
n
g
B
e
r
a
k
h
i
r
p
a
d
a
T
a
n
g
g
a
l
3
1
D
e
s
e
m
b
e
r
2
0
1
9
L
A
P
O
R
A
N
P
E
R
U
B
A
H
A
N
E
K
U
T
A
S
K
O
N
S
O
L
D
A
S
A
N
I
I
I
P
T
T
E
L
E
K
O
M
U
N
K
A
S
I
I
I
N
D
O
N
E
S
A
T
b
k
I
.
I
D
A
N
E
N
T
T
A
S
A
N
A
K
N
Y
A
P
E
R
U
S
A
H
A
A
N
P
E
R
S
E
R
O
A
N
(
P
E
R
S
E
R
O
)
l
J
u
m
a
h
b
e
r
s
h
i
n
o
n
p
e
n
g
e
n
d
a
l
i
K
e
p
e
n
t
i
n
g
a
n
1
1
7
.
2
5
0
2
7
.
5
9
2
(
2
.
1
9
2
)
(
2
5
.
8
4
7
)
7
0
2
6
5
5
9
1
1
7
.
3
0
3
2
6
.
9
7
9
4
.
9
4
2
-
(
2
6
.
7
4
0
)
(
6
9
)
2
7
3
4
J
u
m
l
a
h
e
k
u
i
t
a
s
1
1
2
.
1
3
0
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2019
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan
2019
2018
ARUS KAS DARI KEGIATAN OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan dan operator lain
Penerimaan restitusi pajak
Penerimaan dari pendapatan bunga
Pembayaran kas untuk beban
Pembayaran kas kepada karyawan
Pembayaran pajak penghasilan badan dan final
Pembayaran beban bunga
Pembayaran pajak pertambahan nilai - bersih
Penerimaan (pembayaran) kas lainnya - bersih
Arus kas bersih yang dihasilkan dari kegiatan operasi
ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI
Hasil dari penjualan aset tetap
Hasil dari penempatan aset keuangan lancar lainnya - bersih
Hasil dari pelepasan anak perusahaan
Hasil dari klaim asuransi
Penerimaan dividen dari entitas asosiasi
Pembelian aset tetap
Pembelian aset takberwujud
Akuisisi bisnis setelah dikurangi kas yang diperoleh
Penambahan dari penyertaan jangka panjang
Kenaikan (penurunan) uang muka dan aset lainnya
Arus kas bersih yang digunakan untuk kegiatan investasi
ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN
Pencairan utang bank dan pinjaman lainnya
Penerimaan setoran modal pada entitas anak dari pemegang
saham nonpengendali
Pembayaran utang bank dan pinjaman lainnya
Pembayaran dividen kas kepada pemegang saham
Perusahaan
Pembayaran dividen kas kepada pemegang saham
nonpengendali entitas anak
Arus kas bersih yang digunakan untuk kegiatan pendanaan
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS
DAMPAK PERUBAHAN KURS TERHADAP KAS DAN
SETARA KAS
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN
9
9
8
9,37
11,37
8
15,16
15,16
27
3
3
135.372
1.446
1.093
(56.787)
(11.370)
(10.348)
(4.358)
(861)
762
54.949
1.496
1.147
395
197
11
(35.218)
(2.008)
(1.166)
(732)
87
(35.791)
26.524
59
(18.983)
(16.229)
(9.618)
(18.247)
911
(108)
17.439
18.242
127.855
2.578
1.036
(54.099)
(12.657)
(10.375)
(3.735)
(3.434)
(1.498)
45.671
629
171
-
153
9
(31.562)
(2.972)
(420)
(337)
(761)
(35.090)
35.364
34
(27.113)
(16.609)
(10.134)
(18.458)
(7.877)
171
25.145
17.439
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian integral dari laporan keuangan konsolidasian ini.
4
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
a. Pendirian dan informasi umum
Perusahaan Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (“Perusahaan”) pada mulanya
merupakan bagian dari “Post en Telegraafdienst”, yang didirikan dan beroperasi secara komersial
pada tahun 1884 berdasarkan Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda No. 7 tanggal
27 Maret 1884 dan diumumkan dalam Berita Negara Hindia Belanda No. 52 tanggal 3 April 1884.
Pada tahun 1991, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 25 tahun 1991, status Perusahaan diubah
menjadi perseroan terbatas milik negara (“Persero”). Entitas induk terakhir Perusahaan adalah
Pemerintah Republik Indonesia (“Pemerintah”) (Catatan 1c dan 18).
Imas Fatimah, S.H. No. 128
Perusahaan didirikan berdasarkan akta notaris
tanggal
24 September 1991. Akta pendirian tersebut telah disetujui oleh Menteri Kehakiman Republik
Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-6870.HT.01.01.Th.1991 tanggal 19 November 1991 dan
diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 5 tanggal 17 Januari 1992, Tambahan
No. 210. Anggaran Dasar Perusahaan telah beberapa kali diubah, perubahan terakhir dilakukan
sehubungan dengan adanya kebutuhan Perusahaan untuk meningkatkan
fleksibilitas dan
kemandirian Dewan Komisaris dalam memberikan persetujuan atas tindakan Direksi yang melebihi
batasan nilai tertentu serta kebutuhan Perusahaan untuk mengubah ketentuan terkait modal
ditempatkan dan disetor, serta modal dasar sehubungan dengan adanya pengalihan saham hasil
pembelian kembali melalui penarikan kembali dengan cara pengurangan modal, sebagaimana
tertuang dalam Akta Notaris Ashoya Ratam, S.H., Mkn. No. 34 dan No. 35 tanggal 15 Mei 2018.
Perubahan telah diterima dan disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia (“Menkumham”) berdasarkan surat No. AHU-AH.01.03.0214555 tanggal 8 Juni 2018 dan
Keputusan Menkumham No. AHU-0013328.AH.01.02 tahun 2018 tanggal 2 Juli 2018.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah
menyelenggarakan jaringan dan jasa telekomunikasi dan informatika, serta optimalisasi sumber daya
Perusahaan untuk menyediakan barang dan/atau jasa berkualitas tinggi dan kompetitif untuk
mendapatkan/mengejar laba guna meningkatkan nilai Perusahaan dengan menerapkan prinsip
Perusahaan Terbatas. Untuk mencapai tujuan tersebut di atas, Perusahaan menjalankan kegiatan
yang meliputi:
i. Usaha utama:
(a) Merencanakan, membangun, menyediakan, mengembangkan, mengoperasikan,
memasarkan atau menjual atau menyewakan, dan memelihara jaringan telekomunikasi dan
informatika dalam arti yang luas dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundangan-
undangan.
(b) Merencanakan, mengembangkan, menyediakan, memasarkan/menjual, dan meningkatkan
layanan jasa telekomunikasi dan informatika dalam arti yang luas dengan memperhatikan
ketentuan peraturan perundang-undangan.
(c) Melakukan investasi termasuk penyertaan modal pada perusahaan lainnya sejalan dengan
dan untuk mencapai maksud dan tujuan Perusahaan.
ii. Usaha penunjang:
(a) Menyediakan
jasa
transaksi pembayaran dan pengiriman uang melalui
jaringan
telekomunikasi dan informatika.
(b) Menjalankan kegiatan dan usaha lain dalam rangka optimalisasi sumber daya yang dimiliki
Perusahaan, yang antara lain pemanfaatan aset tetap dan aset bergerak, fasilitas sistem
informasi, fasilitas pendidikan dan pelatihan, fasilitas pemeliharaan dan perbaikan.
(c) Bekerja sama dengan pihak lain dalam rangka optimalisasi sumber daya informatika,
komunikasi atau teknologi yang dimiliki oleh pihak lain pelaku industri informatika, komunikasi
dan teknologi, sejalan dengan dan untuk mencapai maksud dan tujuan Perusahaan.
Kantor pusat Perusahaan berlokasi di Jalan Japati No. 1, Bandung, Jawa Barat.
5
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
a. Pendirian dan informasi umum (lanjutan)
Perusahaan memiliki beberapa izin penyelenggaraan jaringan dan/atau jasa dari Pemerintah yang
berlaku sampai jangka waktu yang tidak terbatas selama Perusahaan tunduk pada ketentuan
perundang-undangan yang berlaku dan melaksanakan ketentuan sebagaimana tercantum dalam izin-
izin tersebut. Untuk setiap izin, yang diterbitkan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika
(“Menkominfo”), evaluasi dilakukan setiap tahun dan evaluasi menyeluruh dilakukan setiap lima tahun.
Perusahaan wajib menyampaikan laporan atas penyelenggaraan jaringan dan/atau jasa berdasarkan
izin-izin tersebut diatas setiap tahun kepada Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan
Informatika (“DJPPI”) sebelumnya Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi (“DJPT”).
Laporan tersebut meliputi beberapa informasi seperti kemajuan pengembangan jaringan, pencapaian
standar kualitas jasa, jumlah pelanggan, pembayaran biaya atas hak penyelenggaraan, dan kontribusi
pelayanan universal, sementara untuk Jasa Internet Teleponi untuk Keperluan Publik, Jasa
Interkoneksi Internet, dan Jasa Akses Internet terdapat tambahan informasi yang dipersyaratkan
seperti kinerja operasi, segmen pelanggan, lalu lintas, dan pendapatan kotor.
Rincian izin-izin tersebut adalah sebagai berikut:
Izin
Izin penerbit uang elektronik
Izin penyelenggaraan
pengiriman uang
Izin penyelenggaraan jasa
internet teleponi untuk
keperluan publik
Izin penyelenggaraan
jaringan tetap sambungan
langsung jarak jauh
Izin penyelenggaraan
No. Izin
Jenis jasa
Izin Bank Indonesia
11/432/DSAP
Izin Bank Indonesia
11/23/bd/8
127/KEP/DJPPI/
KOMINFO/3/2016
Penerbit uang
elektronik
Penyelenggaraan
pengiriman uang
Jasa internet teleponi
untuk keperluan
publik
Jaringan tetap
sambungan
langsung jarak jauh
839/KEP/M.KOMINFO/
05/2016
844/KEP/M.KOMINFO/
846/KEP/M.KOMINFO/
05/2016
Jaringan tetap
tertutup
Jaringan tetap
sambungan
internasional
jaringan tetap tertutup
05/2016
Tanggal
penetapan/
perpanjangan
3 Juli 2009
5 Agustus 2009
30 Maret 2016
16 Mei 2016
16 Mei 2016
16 Mei 2016
Izin penyelenggaraan
jaringan tetap
sambungan
internasional
Izin penyelenggaraan
jaringan tetap lokal
berbasis circuit
switched
Izin penyelenggaraan
jasa sistem
komunikasi data
948/KEP/M.KOMINFO/
Jaringan tetap
31 Mei 2016
05/2016
lokal berbasis
circuit switched
191/KEP/DJPPI/
Jasa sistem
31 Oktober 2016
KOMINFO/10/2016
komunikasi data
6
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
a. Pendirian dan informasi umum (lanjutan)
Izin
No. Izin
Jenis jasa
Tanggal
penetapan/
perpanjangan
Izin penyelenggaraan jasa
2176/KEP/M.KOMINFO/
Jasa akses internet
30 Desember 2016
akses internet
12/2016
Izin penyelenggaraan jasa
penyediaan konten
Izin penyelenggaraan jasa
interkoneksi internet
1040/KEP/M.KOMINFO/
16/2017 1004/KEP/
Jasa penyediaan
16 Mei 2017
konten
M.KOMINFO/2018
Jasa interkoneksi
26 Desember 2018
internet
b. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit, Corporate Secretary, Internal Audit, dan Karyawan
i. Dewan Komisaris dan Direksi
Berdasarkan keputusan yang dibuat pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (“RUPST”)
yang dinyatakan dalam akta notaris Ashoya Ratam, S.H., M.Kn. No. 133 tanggal 24 Mei 2019
dan No. 54 tanggal 27 April 2018, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada
tanggal 31 Desember 2019 dan 2018 masing-masing adalah sebagai berikut:
Komisaris Utama
Komisaris*
Komisaris*
Komisaris
Komisaris
Komisaris Independen
Komisaris Independen
Komisaris Independen
Direktur Utama
Direktur Keuangan
Direktur Digital Business
Direktur Strategic Portfolio
Direktur Enterprise and
Business Service
Direktur Wholesale and
International Services
Direktur Human Capital
Management
Direktur Network,
Information Technology
and Solution
Direktur Consumer
Service
2019
Rhenald Kasali
-
-
Ismail
Marcelino Rumambo Pandin
Marsudi Wahyu Kisworo
Cahyana Ahmadjayadi
Margiyono Darsasumarja
Ririek Adriansyah
Harry Mozarta Zen
Faizal Rochmad Djoemadi
Achmad Sugiarto
2018
Hendri Saparini
Edwin Hidayat Abdullah
Isa Rachmatarwata
Rinaldi Firmansyah
-
Pamijati Pamela Johanna
Cahyana Ahmadjayadi
Margiyono Darsasumarja
Alex Janangkih Sinaga
Harry Mozarta Zen
David Bangun
-
Bogi Witjaksono
Dian Rachmawan
Edwin Aristiawan
Abdus Somad Arief
Edi Witjara
Herdy Rosadi Harman
Zulhelfi Abidin
Zulhelfi Abidin
Siti Choiriana
Siti Choiriana
* Berdasarkan SK-271/MBU/11/2019 tanggal 18 November 2019, Edwin Hidayat Abdullah diangkat sebagai Wakil Direktur Utama PT
Angkasa Pura II (Persero) dan berdasarkan SK-327/MBU/12/2019 tanggal 23 Desember 2019, Isa Rachmatarwata diangkat sebagai
Komisaris PT Pertamina (Persero), sehingga masa jabatan yang bersangkutan sebagai Komisaris Perusahaan telah berakhir demi
hukum.
7
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
b. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit, Corporate Secretary, Internal Audit, dan Karyawan
(lanjutan)
ii. Komite Audit, Corporate Secretary, dan Internal Audit
Susunan Komite Audit, Corporate Secretary, dan Internal Audit Perusahaan pada tanggal
31 Desember 2019 dan 2018 adalah sebagai berikut:
Ketua
Sekretaris
Anggota
Anggota
Anggota
Corporate Secretary
Internal Audit
2019
Margiyono Darsasumarja
Tjatur Purwadi
Ismail
Marcelino Rumambo Pandin
Sarimin Mietra Sardi
Andi Setiawan
Harry Suseno Hadisoebroto
2018
Margiyono Darsasumarja
Tjatur Purwadi
Rinaldi Firmansyah
Cahyana Ahmadjayadi
Sarimin Mietra Sardi
Andi Setiawan
Harry Suseno Hadisoebroto
iii. Karyawan
Jumlah karyawan Perusahaan dan entitas anak (“Grup”) pada tanggal 31 Desember 2019 dan
2018 masing-masing adalah 24.272 orang dan 24.071 orang (tidak diaudit).
c. Penawaran umum efek Perusahaan
Jumlah saham Perusahaan sesaat sebelum penawaran umum perdana (Initial Public Offering
atau “IPO”) adalah 8.400.000.000, yang terdiri dari 8.399.999.999 saham Seri B dan 1 saham Seri A
Dwiwarna yang seluruhnya dimiliki oleh Pemerintah. Pada tanggal 14 November 1995, Pemerintah
menjual saham Perusahaan yang terdiri dari 933.333.000 saham baru Seri B dan 233.334.000 saham
Seri B milik Pemerintah kepada masyarakat melalui IPO di Bursa Efek Indonesia (“BEI”), dan
penawaran dan pencatatan di Bursa Efek New York (“NYSE”) dan Bursa Efek London (“LSE”) atas
700.000.000 saham Seri B milik Pemerintah dalam bentuk American Depositary Shares (“ADS”).
Terdapat 35.000.000 ADS dan masing-masing ADS mewakili 20 saham Seri B pada saat itu.
Pada bulan Desember 1996, Pemerintah menjual saham Perusahaan sebanyak 388.000.000 saham
Seri B dan selanjutnya pada tahun 1997, Pemerintah membagikan 2.670.300 saham Seri B sebagai
insentif bagi para pemegang saham Perusahaan yang tidak menjual sahamnya selama satu tahun
terhitung sejak tanggal IPO. Pada bulan Mei 1999, Pemerintah kembali menjual 898.000.000 saham
Seri B.
Untuk memenuhi ketentuan Undang-Undang No. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas, pada
RUPST Perusahaan tanggal 16 April 1999, para pemegang saham Perusahaan memutuskan untuk
meningkatkan modal ditempatkan yang berasal dari kapitalisasi sebagian tambahan modal disetor
melalui pembagian saham bonus sejumlah 746.666.640 lembar saham. Pembagian saham bonus
kepada para pemegang saham Perusahaan dilakukan pada bulan Agustus 1999.
Pada tanggal 16 Agustus 2007, Undang-Undang No. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas telah
diamandemen dengan dikeluarkannya Undang-Undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan
Terbatas yang berlaku efektif pada tanggal yang sama. Pemberlakuan Undang-Undang No. 40 tahun
2007 tidak berdampak terhadap penawaran umum efek Perusahaan. Perusahaan telah memenuhi
ketentuan Undang-Undang tersebut.
Pada bulan Desember 2001, Pemerintah menjual 1.200.000.000 saham atau 11,9% dari jumlah
saham Seri B yang beredar. Pada bulan Juli 2002, Pemerintah kembali menjual 312.000.000 saham
atau 3,1% dari jumlah saham Seri B yang beredar.
8
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
c. Penawaran umum efek Perusahaan (lanjutan)
Berdasarkan hasil RUPST Perusahaan yang dinyatakan dalam akta notaris A. Partomuan Pohan,
S.H., LLM. No. 26 tanggal 30 Juli 2004, para pemegang saham Perusahaan menyetujui pemecahan
saham Perusahaan untuk Seri A Dwiwarna dan Seri B dari 1 menjadi 2. Untuk 1 saham Seri A
Dwiwarna dengan nilai nominal Rp500 dipecah menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dengan nilai
nominal Rp250 dan 1 saham Seri B dengan nilai nominal Rp250. Jumlah modal saham dasar
Perusahaan setelah pemecahan meningkat dari 1 saham Seri A Dwiwarna dan 39.999.999.999
saham Seri B menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dan 79.999.999.999 saham Seri B, dan jumlah
modal saham ditempatkan Perusahaan meningkat dari 1 saham Seri A Dwiwarna dan
10.079.999.639 saham Seri B menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dan 20.159.999.279 saham Seri B.
Setelah pemecahan saham, setiap ADS mewakili 40 saham Seri B.
Berdasarkan keputusan RUPST Perusahaan tanggal 19 April 2013 yang dinyatakan dalam akta
notaris No. 38 tanggal 19 April 2013 oleh Ashoya Ratam, S.H., MKn., para pemegang saham
Perusahaan menyetujui pemecahan saham Perusahaan untuk Seri A Dwiwarna dan Seri B dari
1 menjadi 5. Untuk 1 saham Seri A Dwiwarna dengan nilai nominal Rp250 dipecah menjadi 1 saham
Seri A Dwiwarna dengan nilai nominal Rp50 dan 4 saham Seri B dengan nilai nominal Rp50. Jumlah
modal saham dasar Perusahaan setelah pemecahan meningkat dari 1 saham Seri A Dwiwarna dan
79.999.999.999 saham Seri B menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dan 399.999.999.999 saham Seri
B. Jumlah modal saham ditempatkan Perusahaan meningkat dari 1 saham Seri A Dwiwarna dan
20.159.999.279 saham Seri B menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dan 100.799.996.399 saham
Seri B. Setelah pemecahan saham, setiap ADS mewakili 200 saham Seri B. Efektif tanggal
26 Oktober 2016, Perusahaan melakukan perubahan rasio Depositary Receipt dari 1 ADS mewakili
200 saham Seri B menjadi 1 ADS mewakili 100 saham Seri B (Catatan 18). Informasi laba bersih per
ADS pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lainnya konsolidasian telah disesuaikan
dengan perubahan rasio ini.
Pada tanggal 16 Mei dan 5 Juni 2014, Perusahaan telah melakukan pembatalan pencatatan pada
Bursa Efek Tokyo (“TSE”) dan delisting pada LSE.
Pada tanggal 31 Desember 2019, seluruh saham Seri B Perusahaan telah dicatatkan pada BEI dan
46.018.374 ADS telah dicatatkan pada NYSE (Catatan 18).
Pada tanggal 25 Juni 2010, Perusahaan menerbitkan obligasi Rupiah kedua masing-masing sebesar
Rp1.005 miliar untuk Seri A yang berjangka waktu 5 (lima) tahun dan Rp1.995 miliar untuk Seri B yang
berjangka waktu 10 (sepuluh) tahun dan dicatatkan di BEI (Catatan 16b.i).
Pada tanggal 16 Juni 2015, Perusahaan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Telkom Tahap I Tahun
2015 masing-masing sebesar Rp2.200 miliar untuk Seri A yang berjangka waktu 7 (tujuh) tahun,
Rp2.100 miliar untuk Seri B yang berjangka waktu 10 (sepuluh) tahun, Rp1.200 miliar untuk Seri C
yang berjangka waktu 15 (lima belas) tahun dan Rp1.500 miliar untuk Seri D yang berjangka waktu 30
(tiga puluh) tahun dan dicatatkan di BEI (Catatan 16b.i).
9
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
d. Entitas anak
Pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018, Perusahaan telah mengkonsolidasikan laporan keuangan
semua entitas anak yang dimiliki secara langsung maupun tidak langsung, sebagai berikut
(Catatan 2b dan 2d):
i. Entitas anak dengan kepemilikan langsung:
Entitas anak/
domisili
PT Telekomunikasi
Selular
(“Telkomsel”),
Jakarta, Indonesia
Jenis usaha/tanggal
pendirian atau akuisisi
oleh Perusahaan
Telekomunikasi - operator
fasilitas telekomunikasi
dan jasa telepon seluler
menggunakan teknologi
Global System for Mobile
Communication (“GSM”)/
26 Mei 1995
Tahun
dimulainya
komersial
1995
Persentase kepemilikan*
2019
2018
65
65
Jumlah aset sebelum
eliminasi
2019
82.730
2018
82.650
PT Dayamitra
Penyewaan menara
1995
100
100
20.114
13.053
Telekomunikasi
(“Dayamitra”),
Jakarta, Indonesia
telekomunikasi dan jasa
telekomunikasi lainnya/
17 Mei 2001
PT Multimedia
Nusantara
(“Metra”),
Jakarta, Indonesia
Jasa jaringan telekomunikasi
1998
100
100
16.478
16.524
dan multimedia/
9 Mei 2003
PT Telekomunikasi
Telekomunikasi/
1995
100
100
10.970
10.408
Indonesia
International
(“TII”),
Jakarta, Indonesia
31 Juli 2003
PT Graha Sarana
Penyewaan kantor dan
1982
100
100
6.055
5.805
Duta
("GSD"),
Jakarta, Indonesia
manajemen gedung dan
jasa pemeliharaan,
konsultan sipil, dan
pengembang/
25 April 2001
PT Telkom Akses
Pembangunan, jasa dan
2013
100
100
4.436
4.244
(“Telkom Akses”),
Jakarta, Indonesia
perdagangan bidang
telekomunikasi/
26 November 2012
PT Telkom
Satelit
Indonesia
(“Telkomsat”),
Jakarta, Indonesia
Telekomunikasi -
1996
100
100
3.309
3.192
menyediakan sistem
komunikasi satelit, jasa
dan sarana terkait/
28 September 1995
PT PINS Indonesia
Jasa dan pembangunan
1995
100
100
2.995
4.004
(“PINS”),
Jakarta, Indonesia
telekomunikasi/
15 Agustus 2002
PT Infrastruktur
Pembangunan, jasa dan
2014
100
100
1.706
3.351
Telekomunikasi
Indonesia
(“Telkom Infratel”),
Jakarta, Indonesia
perdagangan bidang
telekomunikasi/
16 Januari 2014
PT Metra-Net
Jasa portal multimedia/
2009
100
100
996
782
(“Metra-Net”),
Jakarta, Indonesia
17 April 2009
*Persentase kepemilikan sebesar 99,99% disajikan dengan pembulatan menjadi 100%.
10
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
d. Entitas anak (lanjutan)
i. Entitas anak dengan kepemilikan langsung (lanjutan):
Entitas anak/
domisili
PT Napsindo
Primatel
Internasional
(“Napsindo”),
Jakarta, Indonesia
Jenis usaha/tanggal
pendirian atau akuisisi
oleh Perusahaan
Telekomunikasi -
menyediakan Network,
Access Point (“NAP”),
Voice Over Data (“VOD”),
dan jasa terkait lainnya/
29 Desember 1998
Tahun
dimulainya
komersial
1999;
berhenti
beroperasi
pada
tanggal
13 Januari
2006
Persentase kepemilikan*
2019
2018
Jumlah aset sebelum
eliminasi
2019
2018
60
60
5
5
PT Jalin Pembayaran Jasa pembayaran -
kegiatan prinsipal,
kegiatan switching,
kliring, dan settlement/
3 November 2016
Nusantara
(“Jalin”),ª
Jakarta, Indonesia
2016
-
100
-
298
ª Perusahaan menjual 67% kepemilikan sahamnya, sehingga Jalin berubah menjadi entitas asosiasi (Catatan 8).
*Persentase kepemilikan sebesar 99,99% disajikan dengan pembulatan menjadi 100%.
ii. Entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung:
Entitas anak/
domisili
Jenis usaha/tanggal
pendirian atau akuisisi
oleh Perusahaan
PT Sigma Cipta Caraka Jasa teknologi informatika -
Tahun
dimulainya
operasi
komersial
1988
Persentase kepemilikan*
2019
100
2018
Jumlah aset sebelum
eliminasi
2019
2018
100
6.796
7.785
(“Sigma”),
Tangerang, Indonesia
implementasi dan
integrasi sistem,
outsourcing, dan
pemeliharaan lisensi
piranti lunak/
1 Mei 1987
Telekomunikasi
Indonesia
International Pte. Ltd.,
("Telin Singapore"),
Singapore
Telekomunikasi/
6 Desember 2007
PT Infomedia
Nusantara
(“Infomedia”),
Jakarta, Indonesia
Jasa data dan informasi -
menyediakan jasa
informasi telekomunikasi
dan jasa informasi
lainnya dalam bentuk
media cetak dan
elektronik, dan jasa
call center/
22 September 1999
PT Telkom Landmark
Tower
(“TLT”),
Jakarta, Indonesia
Jasa pengembangan dan
manajemen properti/
1 Februari 2012
Telekomunikasi
Indonesia
International Ltd.
("Telin Hong Kong"),
Hong Kong
Telekomunikasi/
8 Desember 2010
2008
100
100
3.635
3.413
1984
100
100
2.626
2.389
2012
55
55
2.056
2.128
2010
100
100
1.830
1.185
PT Metra Digital
Investama
(“MDI”),
Jakarta, Indonesia
Jasa perdagangan informasi
dan teknologi multimedia,
hiburan dan investasi/
8 Januari 2013
PT Metra Digital Media Jasa layanan informasi
dalam bentuk direktori
khusus/
22 Januari 2013
(“MD Media”),
Jakarta, Indonesia
2013
100
100
1.475
979
2013
100
100
1.146
1.339
*Persentase kepemilikan sebesar 99,99% disajikan dengan pembulatan menjadi 100%.
11
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
s
d. Entitas anak (lanjutan)
ii. Entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung (lanjutan):
Entitas anak/
domisili
PT Finnet Indonesia
(“Finnet”),
Jakarta, Indonesia
Jenis usaha/tanggal
pendirian atau akuisisi
oleh Perusahaan
Jasa teknologi informatika/
Tahun
dimulainya
operasi
komersial
2006
31 Oktober 2005
PT Persada Sokka
Tama
("PST"),
Jakarta, Indonesia
Penyediaan sarana
prasarana jaringan
telekomunikasi/
19 Februari 2019
2008
Persentase kepemilikan*
2019
2018
Jumlah aset sebelum
eliminasi
2019
2018
60
95
60
1.001
1.011
-
870
-
TS Global
Network Sdn. Bhd.
(“TSGN”),
Petaling Jaya,
Malaysia
Telekomunikasi
Indonesia
International
(“Telin TL”) S.A.,
Dili, Timor Leste
Jasa satelit/
14 Desember 2017
1996
70
70
732
832
Telekomunikasi/
11 September 2012
2012
100
100
706
677
PT Melon Indonesia
Jasa penjualan konten
2010
100
100
578
457
(“Melon”),
Jakarta, Indonesia
digital/
14 November 2016
PT Telkomsel Mitra
Inovasi
(“TMI”),
Jakarta, Indonesia
Jasa konsultan manajemen
bisnis dan investasi
modal/
18 Januari 2019
PT Swadharma
Sarana Informatika
(“SSI”),
Jakarta, Indonesia
Jasa pengisian kas dan
pemeliharaan ATM/
2 April 2018
2019
100
-
569
-
2001
51
51
520
460
PT Administrasi
Jasa administrasi asuransi
2002
100
100
395
346
Medika
(“Ad Medika”),
Jakarta, Indonesia
kesehatan/
25 Februari 2010
PT Graha Yasa Selaras Jasa pariwisata/
27 April 2012
(”GYS”),
Jakarta, Indonesia
PT Nusantara Sukses
Investasi
(“NSI”),
Jakarta, Indonesia
Jasa dan perdagangan/
1 September 2014
2012
51
51
288
250
2014
100
100
272
290
*Persentase kepemilikan sebesar 99,99% disajikan dengan pembulatan menjadi 100%.
12
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
d. Entitas anak (lanjutan)
ii. Entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung (lanjutan):
Entitas anak/
domisili
PT Metraplasa
(“Metraplasa”),
Jakarta, Indonesia
Jenis usaha/tanggal
pendirian atau akuisisi
oleh Perusahaan
Jasa jaringan &
e-commerce/
9 April 2012
Tahun
dimulainya
operasi
komersial
Persentase kepemilikan*
2019
2018
2012
60
60
214
Jumlah aset sebelum
eliminasi
2019
2018
168
PT Nutech Integrasi
Jasa penyedia sistem
2001
60
60
177
93
(“Nutech”),
Jakarta, Indonesia
integrator/
13 Desember 2017
Telekomunikasi
Indonesia
International Inc.,
(“Telkom USA”),
Los Angeles, USA
Telekomunikasi/
11 Desember 2013
Telekomunikasi
Indonesia
International Pty. Ltd.,
(“Telkom Australia”),
Sydney, Australia
Telekomunikasi/
9 Januari 2013
Telekomunikasi
Indonesia Intl
(Malaysia) Sdn. Bhd.
(”Telin Malaysia”),
Malaysia
Telekomunikasi/
2 Juli 2013
2014
100
100
89
57
2013
100
100
86
115
2013
70
70
67
76
PT Satelit Multimedia
Jasa satelit/
2013
100
100
16
16
Indonesia
(“SMI”),
Jakarta, Indonesia
25 Maret 2013
*Persentase kepemilikan sebesar 99,99% disajikan dengan pembulatan menjadi 100%.
e. Transaksi akuisisi pada entitas anak
i. Metra
SSI
Berdasarkan Akta Jual Beli Saham No. 3, 4, dan 5 Notaris Utiek Rochmuljati Abdurachman, S.H.,
MLI., M.Kn, tanggal 2 April 2018, Metra membeli saham SSI yang dimiliki oleh Yayasan Danar
Dana Swadharma, PT Tri Handayani Utama, dan Koperasi Swadharma sebanyak 14.600 lembar
atau setara dengan 36,50% kepemilikan saham dari SSI dengan nilai perolehan sebesar
Rp220 miliar.
Berdasarkan Akta No. 4 Notaris N.M. Dipo Nusantara Pua Upa, S.H., MKn, tanggal 9 April 2018,
Perusahaan sebagai pemegang saham Metra menyetujui mengambil bagian atas 11.837 lembar
saham baru yang diterbitkan oleh SSI dengan nilai perolehan sebesar Rp178 miliar. Atas
perubahan tersebut terdapat perubahan komposisi kepemilikan Perusahaan atas SSI menjadi
51% sehingga Perusahaan memiliki pengendalian atas SSI sebagai entitas anak dengan jumlah
harga perolehan sebesar Rp397 miliar (arus kas keluar neto untuk memperoleh pengendalian,
setelah dikurangi kas yang diperoleh Rp210 miliar). Harga perolehan transaksi akusisi saham
SSI lebih besar dibandingkan porsi kepemilikan pada nilai buku aset bersih yaitu sebesar Rp196
miliar per tanggal 31 Desember 2018, selisih tersebut dicatat sebagai provisional goodwill.
Berdasarkan laporan purchase price allocation, selisih nilai wajar aset bersih dicatat sebagai
goodwill menjadi Rp179 miliar, dan pada tanggal 31 Desember 2019 Metra telah melakukan
penyesuaian atas nilai goodwill tersebut.
13
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
e. Transaksi akuisisi pada entitas anak (lanjutan)
i. Metra (lanjutan)
PT Collega Inti Pratama (“CIP”)
Berdasarkan Akta Jual Beli Saham No. 151 dan 152 Notaris Utiek Rochmuljati Abdurachman,
SH., MLI., Mkn, tanggal 28 Desember 2018, Sigma membeli saham CIP sebanyak 2.493 saham
(setara dengan 67% kepemilikan saham) dari PT Upperco Usaha Maxima dengan harga Rp208
miliar, dan sebanyak 111 saham (setara dengan 3% kepemilikan saham) dari PT Abdi Anugerah
Persada dengan harga Rp9 miliar, sehingga kepemilikan Sigma pada CIP menjadi 2.604 saham
(setara dengan 70% kepemilikan saham) yang menjadikan Sigma memiliki pengendalian atas
CIP sebagai entitas anak dengan jumlah harga perolehan sebesar Rp217 miliar (arus kas keluar
neto untuk memperoleh pengendalian, setelah dikurangi kas yang diperoleh Rp188 miliar). Harga
perolehan transaksi akusisi saham CIP lebih besar dibandingkan porsi kepemilikan pada nilai
buku aset bersih yaitu sebesar Rp165 miliar. Pada tanggal 31 Desember 2018, selisih tersebut
dicatat sebagai provisional goodwill. Berdasarkan laporan purchase price allocation, selisih nilai
wajar aset bersih dicatat sebagai goodwill menjadi Rp78 miliar, dan pada tanggal 31 Desember
2019 Metra telah melakukan penyesuaian atas nilai goodwill tersebut.
ii. TII
TSGN
Pada tanggal 14 Desember 2017, TII membeli 49% kepemilikan saham di TSGN sebesar
MYR66.150.000 (setara dengan Rp220 miliar). TSGN bergerak dalam jasa penyediaan sistem
ICT (Information and Communication Technologies) untuk satellite communication services,
satellite bandwith services dan Very Small Aperture Terminal (“VSAT”) services. Kepentingan
nonpengendali pada pihak akuisisi diukur pada nilai wajar. Berdasarkan Sale and Subscription
Agreement, TII memperoleh hak pengendalian atas TSGN melalui penempatan dan penggantian
3 dari 5 manajemen kunci yang mengendalikan keseluruhan bisnis TSGN. Pada tanggal 25 April
2018, TII kembali membeli 21% kepemilikan saham tambahan.
Akuisisi ini akan meningkatkan sinergi serta pendayagunaan aset dan sumber daya antar
perusahaan dalam rangka memberikan layanan yang lebih inovatif untuk pelanggan.
Nilai wajar aset dan liabilitas teridentifikasi pada tanggal akuisisi adalah sebagai berikut:
Aset
Kas dan setara kas
Piutang usaha
Aset lancar lainnya
Aset tetap
Aset tidak lancar lainnya
Liabilitas
Liabilitas jangka pendek
Liabilitas jangka panjang
Nilai wajar aset bersih teridentifikasi yang diperoleh
Nilai wajar atas kepentingan nonpengendali
Goodwill (Catatan 11)
Nilai wajar imbalan yang dialihkan
14
Total
21
18
57
770
20
(422)
(155)
309
(157)
68
220
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
e. Transaksi akuisisi pada entitas anak (lanjutan)
ii. TII (lanjutan)
Telin Malaysia
Pada tanggal 18 April 2018, TII kembali membeli 21% kepemilikan saham yang dimiliki oleh Telin
Malaysia dengan harga perolehan MYR8.764.798 atau setara dengan Rp31 miliar
(arus kas keluar neto untuk memperoleh pengendalian, setelah dikurangi kas yang diperoleh
Rp16 miliar) dari Compudyne Telecommunication Systems Sdn., Bhd. Sebelumnya, Telin
Malaysia dicatat sebagai perusahaan asosiasi dengan kepemilikan saham 49%. Pada tanggal
31 Desember 2018, TII mengakui provisional goodwill sebesar Rp61 miliar (Catatan 11).
Berdasarkan laporan purchase price allocation final di tahun 2019, tidak ada perbedaan signifikan
untuk masing-masing aset tetap dan aset takberwujud sehingga tidak ada penyesuaian atas nilai
goodwill.
Akuisisi Telin Malaysia ini bertujuan untuk memperkuat hubungan bisnis antara Indonesia dan
Malaysia dalam bidang telekomunikasi.
iii. Dayamitra
PST
Pada tanggal 19 Februari 2019, Dayamitra telah mengakuisisi 95% kepemilikan langsung
di PST dari Rahina Dewayani dan Rahayu berdasarkan Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat.
Berdasarkan perjanjian tersebut, Dayamitra membeli 95% kepemilikan saham PST senilai
Rp1.113 miliar dan wajib membeli sisa 5% kepemilikan saham PST dalam waktu maksimal 24
bulan sejak 8 Maret 2019, dengan harga per saham yang sama dengan akuisisi 95% saham
sebelumnya. Sehubungan dengan kewajiban tersebut, pada tanggal 31 Desember 2019
Dayamitra mengakui kewajiban kepada pemilik saham sebelumnya sebesar Rp80 miliar.
Berdasarkan analisa yang dilakukan terhadap persyaratan dan kondisi yang terkait dengan
transaksi tersebut, disimpulkan bahwa pada tanggal akuisisi Dayamitra telah secara substantif
memegang 100% kepemilikan saham PST dan dengan demikian tidak terdapat kepentingan
nonpengendali.
PST adalah perusahaan yang bergerak dalam pengelolaan sewa menara. Investasi baru ini
diharapkan dapat memperkuat portofolio bisnis Perusahaan. Sejak tanggal akuisisi hingga
tanggal 31 Desember 2019, total pendapatan dan laba sebelum pajak yang dicatat oleh PST dan
diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian adalah masing-
masing sebesar Rp200 miliar dan Rp41 miliar. Transaksi ini diperlakukan sebagai transaksi
akuisisi bisnis kombinasi.
Pembelian Menara Indosat
Pada tanggal 14 Oktober 2019, Dayamitra menandatangani Sales Purchase Agreement ("SPA")
dengan PT Indosat Tbk. ("Indosat") terkait pembelian menara milik Indosat. Hal-hal yang
ditetapkan dan disepakati secara simultan dengan SPA adalah sebagai berikut:
(a) Pengalihan kepemilikan atas 2.100 menara telekomunikasi (3.982 tenant) beserta
perizinannya; (cid:1)
(b) Pengalihan sewa tanah untuk 1.731 lokasi yang sebelumnya disewa oleh Indosat ke pihak
ketiga; (cid:1)
(c) Penyewaan sewa tanah untuk 369 lokasi yang dimiliki oleh Indosat; dan (cid:1)
(d) Pengalihan kontrak berserta detail pengguna dengan 3.982 penyewa kolokasi yang sudah
ada di menara yang diakuisisi.
15
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
e. Transaksi akuisisi pada entitas anak (lanjutan)
iii. Dayamitra (lanjutan)
Pembelian Menara Indosat (lanjutan)
Pada tanggal 20 Desember 2019, Dayamitra dan Indosat telah melakukan penandatanganan
Letter Agreement (Closing Memo), sebagai tindaklanjut SPA yang ditandatangani oleh Indosat
dan Dayamitra senilai Rp4.443 miliar.
Selain itu, disepakati juga penyewaan kembali oleh Indosat atas masing-masing 1 slot di 2.100
menara telekomunikasi yang diakuisisi oleh Dayamitra yang ditandai dengan penandatanganan
Master Tower Lease Agreement (“MTLA”). Transaksi akuisisi ini diperlakukan sebagai transaksi
akuisisi aset.
Nilai wajar aset dan liabilitas teridentifikasi untuk kedua transaksi di atas adalah sebagai berikut:
Aset
Aset lancar
Aset tetap
Aset tidak lancar
Liabilitas
Nilai buku aset neto
Selisih nilai wajar dengan nilai buku aset tetap
Hubungan pelanggan (aset takberwujud)
Pajak tangguhan
Nilai wajar aset bersih teridentifikasi yang diperoleh
Nilai wajar imbalan yang dialihkan
Goodwill (Catatan 11)
iv. Telkomsel
Menara
Indosat
Saham
PST
Total
517
3.453
-
-
3.970
-
473
-
4.443
4.443
-
146
634
91
(610)
261
398
194
(148)
705
1.172
467
663
4.087
91
(610)
4.231
398
667
(148)
5.148
5.615
467
Berdasarkan akta notaris Bonardo Nasution, S.H. No. 12 tanggal 18 Januari 2019, Telkomsel
mendirikan anak perusahaan, TMI. Telkomsel menyetorkan modal awal sebesar Rp550 miliar
untuk 549.989 lembar saham dari keseluruhan 550.000 lembar saham TMI yang dibayarkan pada
tanggal 18 Februari 2019.
TMI bergerak di bidang inovasi dan strategic investment. Investasi baru ini diharapkan dapat
memperkuat portofolio bisnis Perusahaan dalam rangka bertransformasi menjadi perusahaan
telekomunikasi digital.
f. Penyelesaian dan kewenangan penerbitan laporan keuangan konsolidasian
Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan
konsolidasian ini sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, yang telah disetujui dan
diotorisasi untuk diterbitkan oleh Direksi Perusahaan pada tanggal 25 Mei 2020.
16
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN
Laporan keuangan konsolidasian Grup disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi
Keuangan (“SAK”) di Indonesia yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) di
Indonesia dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (“ISAK”) di Indonesia yang dikeluarkan oleh
Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia dan Peraturan Badan Pengawas Pasar
Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) No. VIII.G.7 tentang “Penyajian dan Pengungkapan
Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik”, yang terlampir dalam surat KEP-347/BL/2012.
a. Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian, disusun dengan
dasar akrual. Laporan keuangan konsolidasian juga disusun dengan dasar harga perolehan, kecuali
untuk akun tertentu yang diukur dengan menggunakan dasar seperti yang disebutkan dalam catatan
yang relevan.
Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dan menyajikan
perubahan kas dan setara kas dari kegiatan operasi, investasi, dan pendanaan.
Angka-angka dalam laporan keuangan konsolidasian ini disajikan dalam dan dibulatkan menjadi
miliaran Rupiah (“Rp”), kecuali dinyatakan lain. Untuk angka-angka dalam laporan keuangan
konsolidasian ini yang masih mengandung nilai tetapi dibawah Rp1 miliar disajikan dengan angka nol.
i. Penerapan standar akuntansi baru
Pada tanggal 1 Januari 2019, Grup menerapkan pernyataan standar akuntansi keuangan dan
interpretasi standar akuntansi keuangan baru dan revisi yang efektif sejak tanggal tersebut.
Perubahan kebijakan akuntansi Grup telah dibuat seperti yang disyaratkan, sesuai dengan
ketentuan transisi dalam masing-masing standar dan interpretasi.
ISAK 33: Transaksi Valuta Asing dan Imbalan di Muka
ISAK 34: Ketidakpastian dalam Perlakuan Pajak Penghasilan
Penerapan standar dan interpretasi yang baru dan direvisi tidak menghasilkan perubahan besar
terhadap kebijakan akuntansi Grup dan tidak memiliki dampak material pada jumlah yang
dilaporkan untuk tahun keuangan saat ini atau sebelumnya:
•
•
• PSAK 24 (Amandemen 2018): Imbalan Kerja
• PSAK 22 (Penyesuaian 2018): Kombinasi Bisnis
• PSAK 26 (Penyesuaian 2018): Biaya Pinjaman
• PSAK 46 (Penyesuaian 2018): Pajak Penghasilan
• PSAK 66 (Penyesuaian 2018): Pengaturan Bersama
ii. Standar akuntansi yang telah diterbitkan namun belum berlaku efektif
telah diterbitkan sampai
Standar akuntansi yang
laporan keuangan
konsolidasian Grup namun belum berlaku efektif diungkapkan berikut ini. Manajemen bermaksud
untuk menerapkan standar tersebut yang dipertimbangkan relevan terhadap Grup pada saat efektif,
dan pengaruhnya terhadap posisi dan kinerja keuangan konsolidasian Grup masih diestimasi pada
tanggal 31 Desember 2019. Dalam tahap ini, besaran dampak penyesuaian yang harus dibukukan
oleh Grup masih belum dapat ditentukan.
tanggal penerbitan
17
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
a. Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian (lanjutan)
ii. Standar akuntansi yang telah diterbitkan namun belum berlaku efektif (lanjutan)
Berlaku efektif 1 Januari 2020:
• PSAK 71: Instrumen Keuangan
PSAK 71 merevisi persyaratan terkait klasifikasi dan pengukuran instrumen keuangan,
termasuk model kerugian kredit ekspektasian untuk menghitung penurunan nilai aset
keuangan, dan persyaratan akuntansi lindung nilai secara umum yang baru. PSAK ini tetap
mempertahankan kriteria pengakuan dan penghentian pengakuan instrumen keuangan yang
sebelumnya diatur dalam PSAK 55: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran. PSAK
71 menggantikan ketentuan akuntansi instrumen keuangan yang saat ini diatur dalam PSAK
55: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran.
Grup memperkirakan penerapan PSAK 71 tidak berdampak signifikan pada klasifikasi dan
pengukuran instrumen keuangan, tidak berdampak pada liabilitas keuangan dan berdampak
pada penurunan nilai aset keuangan.
• PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan
PSAK 72 menetapkan kerangka yang komprehensif untuk menentukan bagaimana, kapan dan
seberapa besar suatu pendapatan dapat diakui. PSAK ini memperkenalkan model lima langkah
untuk penentuan dan pengakuan pendapatan untuk diterapkan kepada semua kontrak dengan
pelanggan. PSAK ini juga memberikan panduan spesifik yang mewajibkan beberapa jenis biaya
untuk mendapatkan dan atau memenuhi kontrak untuk dikapitalisasi dan diamortisasi secara
sistematis mengacu kepada transfer barang dan jasa kepada pelanggan yang terkait biaya
kapitalisasi.
PSAK 72 menggantikan sejumlah standar akuntansi pendapatan yang ada saat ini, termasuk
PSAK 23: Pendapatan, PSAK 34: Kontrak Konstruksi dan ISAK 10: Program Loyalitas
Pelanggan.
Grup memperkirakan penerapan PSAK 72 berdampak pada penentuan pengakuan dan
pengukuran pendapatan dan kapitalisasi beberapa jenis biaya tertentu yang memenuhi syarat.
• PSAK 73: Sewa
PSAK 73 menetapkan prinsip pengakuan, pengukuran, penyajian dan pengungkapan atas
sewa dan mensyaratkan penyewa untuk mengukur seluruh sewa menggunakan model
akuntansi tunggal yang sama dengan akuntansi sewa pembiayaan menurut PSAK 30. PSAK
73 memberikan dua pengecualian kepada penyewa terkait model akuntansi tersebut, yaitu
untuk sewa dengan aset pendasar bernilai rendah dan sewa dengan jangka waktu 12 bulan
atau kurang. Pada saat dimulainya masa sewa, penyewa akan mengakui kewajiban untuk
melakukan pembayaran sewa dan aset yang mewakili hak untuk menggunakan aset pendasar
selama masa sewa. Penyewa juga secara terpisah akan mengakui beban bunga atas
kewajiban sewa dan biaya penyusutan pada aset sewa.
Akuntansi untuk pesewa berdasarkan PSAK 73 secara substansial tidak berubah dari akuntansi
yang diatur dalam PSAK 30. Pesewa akan melanjutkan pengklasifikasian seluruh sewa
berdasarkan prinsip klasifikasi sebagaimana yang saat ini diatur dalam PSAK 30.
PSAK 73 menggantikan PSAK 30: Sewa dan ISAK 8: Penentuan Apakah Suatu Perjanjian
Mengandung Sewa.
Grup memperkirakan penerapan PSAK 73 berdampak material pada laporan posisi keuangan
konsolidasian terutama kenaikan aset hak-guna dan liabilitas sewa dan tidak berdampak
material pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
18
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
a. Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian (lanjutan)
ii. Standar akuntansi yang telah diterbitkan namun belum berlaku efektif (lanjutan)
Berlaku efektif 1 Januari 2020 (lanjutan):
• Amandemen PSAK 15: Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama tentang
Kepentingan Jangka Panjang pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama
Amandemen ini mengatur bahwa entitas juga menerapkan PSAK 71 atas instrumen keuangan
pada entitas asosiasi atau ventura bersama dimana metode ekuitas tidak diterapkan. Hal ini
termasuk kepentingan jangka panjang yang secara substansi membentuk bagian investasi neto
entitas pada entitas asosiasi atau ventura bersama.
Amandemen ini diperkirakan tidak berdampak pada laporan posisi keuangan atau laba rugi
konsolidasian.
• Amandemen PSAK 71: Instrumen Keuangan tentang Fitur Percepatan Pelunasan dengan
Kompensasi Negatif
Amandemen ini mengatur bahwa aset keuangan dengan fitur percepatan pelunasan yang
dapat menghasilkan kompensasi negatif memenuhi kualifikasi sebagai arus kas kontraktual
yang berasal semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.
Amandemen ini diperkirakan tidak berdampak pada laporan posisi keuangan atau laba rugi
konsolidasian.
• Amandemen PSAK 1 dan PSAK 25: Definisi Material
Amandemen ini mengklarifikasi definisi material dengan tujuan untuk menyelaraskan definisi
yang digunakan dalam kerangka konseptual dan beberapa PSAK yang relevan. Selain itu
Amendemen ini juga memberikan panduan yang lebih jelas terkait definisi material dalam
konteks mengurangi over disclosure karena perubahan ambang batas (thresholds) dari definisi
material tersebut.
Amandemen ini diperkirakan tidak berdampak pada laporan posisi keuangan atau laba rugi
konsolidasian.
• Amandemen PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan tentang Judul Laporan Keuangan dan
Penyesuaian Tahunan 2019
Amandemen ini membuka opsi yang memperkenankan entitas menggunakan judul laporan
selain yang digunakan dalam PSAK 1. Selain itu amandemen ini juga melakukan penyesuaian
kalimat pada paragraf 05 untuk menyelaraskannya dengan intensi dari paragraf 05 pada
International Accounting Standard (“IAS”) 1 Presentation of Financial Statements.
Amandemen ini diperkirakan tidak berdampak pada laporan posisi keuangan atau laba rugi
konsolidasian.
Berlaku efektif 1 Januari 2021:
• PSAK 22: Kombinasi Bisnis
Amandemen ini mengklarifikasi definisi bisnis dengan tujuan untuk membantu entitas dalam
menentukan apakah suatu transaksi seharusnya dicatat sebagai kombinasi bisnis atau akuisisi
aset.
Amandemen ini diperkirakan akan berdampak pada transaksi kombinas bisnis Grup di masa
depan.
Standar baru atau amandemen berikut, dipertimbangkan tidak dapat diaplikasikan bagi Laporan
Keuangan Konsolidasian Grup:
•
ISAK 35: Penyajian Laporan Keuangan Entitas Berorientasi Nirlaba, akan berlaku efektif 1 Januari
2020.
• Amandemen PSAK 62: Kontrak Asuransi - Menerapkan PSAK 71: Instrumen Keuangan dengan
PSAK 62: Kontrak Asuransi, akan berlaku efektif 1 Januari 2022.
19
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
b. Prinsip konsolidasi
Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan entitas anak dimana
Perusahaan memiliki kendali. Pengendalian timbul ketika Grup terekspos atau memiliki hak atas imbal
hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi
imbal hasil tersebut melalui kekuasaannya atas investee. Secara spesifik, Grup mengendalikan
investee jika dan hanya jika Grup memiliki kekuasaan atas investee, eksposur atau hak, atas imbal
hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee, dan kemampuan untuk menggunakan
kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi imbal hasil.
Umumnya, ada dugaan bahwa mayoritas hak suara menghasilkan kontrol. Untuk mendukung
anggapan ini bila Grup memiliki mayoritas atau kurang dari mayoritas hak suara atau hak serupa dari
investee, Grup mempertimbangkan semua fakta dan keadaan yang relevan dalam menilai apakah ia
memiliki kuasa atas investee, termasuk:
i. Pengaturan kontraktual dengan pemilik hak suara lainnya dari investee,
ii. Hak yang timbul atas pengaturan kontraktual lain, dan
iii. Hak suara dan hak suara potensial yang dimiliki Grup.
Grup menilai kembali apakah Grup mengendalikan investee jika fakta dan keadaan mengindikasikan
adanya perubahan terhadap satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian. Entitas anak dikonsolidasi
sejak tanggal ketika Grup memperoleh pengendalian secara efektif dan tidak dikonsolidasikan lagi
sejak tanggal Grup kehilangan pengendalian. Aset, liabilitas, pendapatan, dan beban entitas anak
yang diperoleh atau dilepaskan selama periode berjalan dimasukkan ke dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian dan laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian sejak
tanggal ketika Grup memperoleh pengendalian hingga tanggal sejak Grup kehilangan pengendalian.
Laba atau rugi dan setiap komponen pendapatan komprehensif lain diatribusikan pada pemilik
Perusahaan dan pada kepentingan nonpengendali, meskipun hal ini akan mengakibatkan timbulnya
saldo defisit pada kepentingan nonpengendali.
Seluruh aset dan liabilitas, ekuitas, penghasilan dan beban dan arus kas atas transaksi antar Grup
dieliminasi sepenuhnya pada saat konsolidasi.
Saat Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak, maka Grup:
• menghentikan pengakuan aset (termasuk setiap goodwill) dan liabilitas entitas anak pada nilai
tercatatnya ketika pengendalian hilang;
• menghentikan pengakuan jumlah tercatat setiap kepentingan nonpengendali pada entitas anak
terdahulu pada tanggal hilangnya pengendalian;
• mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima (jika ada) dari transaksi, peristiwa atau keadaan
yang mengakibatkan hilangnya pengendalian;
• mengakui setiap sisa investasi pada entitas anak terdahulu pada nilai wajarnya pada tanggal
hilangnya pengendalian;
• mengakui setiap perbedaan yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian dalam laporan laba
rugi konsolidasian yang dapat diatribusikan pada pemilik Perusahaan.
c. Transaksi dengan pihak berelasi
Grup mempunyai transaksi dengan pihak berelasi. Definisi pihak berelasi yang digunakan sesuai
dengan Peraturan Bapepam-LK No. VIII.G.7 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan
Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik, yang
terlampir dalam surat keputusan
No.KEP-347/BL/2012. Pihak-pihak yang dipertimbangkan sebagai pihak berelasi adalah orang atau
entitas yang terkait dengan entitas yang menyiapkan laporan keuangannya.
Berdasarkan Peraturan Bapepam-LK No. VIII.G.7 tersebut, entitas berelasi dengan pemerintah
merupakan entitas yang dikendalikan, dikendalikan bersama, atau dipengaruhi secara signifikan oleh
pemerintah. Pemerintah dalam hal ini adalah Menteri Keuangan atau Pemerintah Daerah yang
merupakan pemegang saham dari entitas.
20
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
c. Transaksi dengan pihak berelasi (lanjutan)
Personil manajemen kunci adalah orang-orang yang mempunyai kewenangan dan tanggung jawab
untuk merencanakan, memimpin, dan mengendalikan aktivitas entitas, secara langsung atau tidak
langsung, termasuk direktur (baik eksekutif maupun bukan eksekutif) dari Grup. Status pihak berelasi
diperluas sampai dengan manajemen kunci dari entitas anak sampai dengan tingkatan mereka
mengarahkan operasi entitas anak dengan tingkat keterlibatan minimal dari manajemen Perusahaan.
d. Kombinasi bisnis
Kombinasi bisnis dicatat dengan metode akuisisi. Imbalan yang dialihkan diukur sebesar nilai
wajarnya, yang merupakan agregat dari nilai wajar aset yang dialihkan, liabilitas yang diambil alih dan
instrumen ekuitas yang diterbitkan sebagai pertukaran atas pengendalian dari pihak yang diakuisisi.
Untuk setiap kombinasi bisnis, kepentingan nonpengendali diukur pada nilai wajar atau pada proporsi
kepemilikan nonpengendali atas aset neto teridentifikasi dari entitas yang diakuisisi. Pilihan dasar
pengukuran dibuat berdasarkan basis tiap transaksi. Biaya terkait akuisisi dicatat sebagai beban pada
saat timbulnya. Aset dan liabilitas yang teridentifikasi dari pihak yang diakuisisi diakui pada nilai wajar
pada tanggal akuisisi.
Goodwill awalnya diukur pada harga perolehan, yang merupakan selisih lebih dari nilai agregat
imbalan yang dialihkan dan nilai yang diakui oleh kepentingan nonpengendali dan nilai kepentingan
ekuitas yang dimiliki sebelumnya, atas jumlah neto dari aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas
yang diambil alih. Jika nilai wajar dari jumlah neto aset yang diakuisisi melebihi nilai agregat imbalan
yang dialihkan, Grup menilai kembali apakah semua aset yang diakuisisi dan liabilitas yang diambil
alih sudah diidentifikasi dengan benar dan memeriksa prosedur yang digunakan untuk mengukur nilai
yang harus diakui pada tanggal akuisisi. Jika hasil penilaian kembali tersebut masih menghasilkan
selisih lebih atas nilai wajar dari aset neto diakuisisi atas nilai agregat imbalan yang dialihkan, maka
keuntungan diakui pada laba atau rugi.
Saat penentuan imbalan dari kombinasi bisnis termasuk imbalan kontinjensi, imbalan kontinjensi ini
diukur pada nilai wajar saat tanggal akuisisi. Imbalan kontinjensi diklasifikasikan sebagai ekuitas atau
liabilitas keuangan. Jumlah yang diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan selanjutnya diukur
kembali pada nilai wajar dimana perubahan pada nilai wajar tersebut diakui dalam laba rugi atau ketika
penyesuaian dicatat diluar periode pengukuran. Perubahan pada nilai wajar imbalan kontinjensi yang
memenuhi persyaratan sebagai penyesuaian periode pengukuran, disesuaikan secara retrospektif,
dengan penyesuaian terkait terhadap goodwill. Penyesuaian periode pengukuran adalah penyesuaian
yang timbul dari informasi tambahan yang didapat selama periode pengukuran, yang tidak boleh
melebihi satu tahun dari tanggal akusisi, tentang fakta dan kondisi yang ada pada saat tanggal
akuisisi.
Jika akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai pada akhir periode pelaporan saat
kombinasi bisnis terjadi, maka Grup akan melaporkan jumlah sementara untuk pos-pos yang proses
akuntansinya belum selesai dalam laporan keuangan konsolidasian. Selama periode pengukuran,
Grup menyesuaikan secara retrospektif jumlah sementara yang diakui pada tanggal akuisisi untuk
mencerminkan informasi baru yang diperoleh tentang fakta dan keadaan yang ada pada tanggal
akuisisi dan, jika diketahui, telah berdampak pada pengukuran jumlah yang diakui pada tanggal
tersebut. Periode pengukuran berakhir segera setelah Perusahaan menerima informasi yang dicari
tentang fakta dan keadaan yang ada pada tanggal akuisisi atau mempelajari bahwa informasi
tambahan tidak dapat diperoleh. Namun demikian, periode pengukuran tidak boleh melebihi satu
tahun dari tanggal akuisisi.
Dalam suatu kombinasi bisnis yang dilakukan secara bertahap, pihak pengakuisisi mengukur kembali
kepentingan ekuitas yang dimiliki sebelumnya pada pihak diakuisisi pada nilai wajar tanggal akuisisi
dan mengakui keuntungan atau kerugian yang dihasilkan, jika ada, dalam laba rugi.
21
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
d. Kombinasi bisnis (lanjutan)
Berdasarkan PSAK 38 (Revisi 2012), “Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali”, pengalihan aset,
liabilitas, saham, dan instrumen kepemilikan lain antara entitas sepengendali tidak akan menghasilkan
suatu laba atau rugi bagi Perusahaan atau entitas individual yang berada dalam Grup yang sama.
Oleh karena transaksi restrukturisasi antara entitas sepengendali tidak mengubah substansi ekonomi
atas kepemilikan aset, liabilitas, saham atau instrumen kepemilikan lain yang dipertukarkan, aset atau
liabilitas yang dialihkan harus dicatat berdasarkan nilai buku yang menggunakan metode penyatuan
kepentingan (pooling-of interests).
Dalam pelaksanaan metode penyatuan kepentingan, komponen-komponen laporan keuangan selama
restrukturisasi terjadi disajikan seolah-olah restrukturisasi tersebut telah terjadi sejak awal periode
penyajian paling awal. Selisih imbalan yang dibayar atau diterima dengan nilai buku historis terkait
dengan nilai tercatat dari kepentingan yang diperoleh, setelah memperhitungkan dampak pajak
penghasilan, diakui secara langsung di ekuitas dan disajikan sebagai “Tambahan Modal Disetor” pada
bagian ekuitas di laporan posisi keuangan konsolidasian.
Pada saat penerapan awal PSAK 38 (Revisi 2012), seluruh saldo Selisih Nilai Transaksi
Restrukturisasi Entitas Sepengendali direklasifikasikan ke akun “Tambahan Modal Disetor” pada
laporan posisi keuangan konsolidasian.
e. Kas dan setara kas
Kas dan setara kas terdiri dari kas ditangan, kas dan bank, dan semua deposito berjangka yang tidak
dibatasi penggunaannya, yang jatuh tempo dalam tiga bulan atau kurang sejak tanggal penempatan.
Deposito yang jatuh temponya lebih dari tiga bulan tetapi tidak lebih dari satu tahun disajikan sebagai
“Aset Keuangan Lancar Lainnya” pada laporan posisi keuangan konsolidasian (Catatan 2u).
f. Penyertaan pada entitas asosiasi
Asosiasi adalah entitas dimana Grup (sebagai investor) memiliki pengaruh yang signifikan. Pengaruh
signifikan adalah kekuasaan untuk berpartisipasi dalam keputusan terkait kebijakan keuangan dan
operasional investee, tapi tidak termasuk kendali atau kendali bersama atas kebijakan operasional
tersebut. Pertimbangan dalam menentukan pengaruh signifikan sama dengan pertimbangan saat
menentukan pengendalian atas entitas anak.
Grup menghitung investasi pada entitas asosiasi dengan menggunakan metode ekuitas.
Berdasarkan metode ekuitas, investasi pada entitas asosiasi pada awalnya diakui sebesar biaya
perolehan. Jumlah tercatat investasi disesuaikan untuk mengakui perubahan dalam bagian investor
atas aset neto entitas asosiasi sejak tanggal akuisisi. Pada saat perolehan investasi, setiap selisih
antara biaya perolehan investasi dengan bagian investor atas nilai wajar neto aset dan liabilitas
teridentifikasi dari entitas asosiasi dicatat dengan cara sebagai berikut:
i. Goodwill yang terkait dengan entitas asosiasi atau ventura bersama termasuk dalam nilai tercatat
investasi dan tidak diperkenankan diamortisasi ataupun pengujian penurunan nilai secara
individu, dan
ii. Setiap selisih lebih bagian investor atas nilai wajar neto aset dan liabilitas teridentifikasi dari entitas
asosiasi terhadap biaya perolehan investasi dimasukkan sebagai penghasilan dalam menentukan
bagian investor atas laba rugi entitas asosiasi pada periode investasi diperoleh.
Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian mencerminkan bagian Grup atas
hasil operasi entitas asosiasi. Setiap perubahan dalam penghasilan komprehensif lain entitas asosiasi
akan disajikan sebagai bagian dari penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Selanjutnya, jika ada
perubahan yang langsung diakui dalam ekuitas entitas asosiasi maka Grup mengakui bagiannya atas
perubahan tersebut dalam laporan perubahan ekuitas konsolidasian. Laba dan rugi belum direalisasi
yang berasal dari transaksi antara Grup dan entitas asosiasi dieliminasi sejumlah porsi kepemilikan
atas entitas asosiasi.
22
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
f. Penyertaan pada entitas asosiasi (lanjutan)
Grup pada setiap akhir periode pelaporan menentukan apakah terdapat bukti obyektif bahwa
penyertaan pada entitas asosiasi mengalami penurunan nilai. Apabila hal ini terjadi, Grup menghitung
dan mengakui nilai penurunan sebagai selisih antara nilai investasi di entitas asosiasi yang dapat
terpulihkan dan nilai tercatatnya.
Aset-aset ini termasuk dalam “Penyertaan Jangka Panjang” dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian.
Mata uang fungsional Cellum Global Zrt (“Cellum”) adalah Forint Hungaria (“HUF”) dan PT Cipta Sari
Makmur (“CSM”) adalah Dolar Amerika Serikat (“Dollar”). Untuk tujuan pelaporan investasi tersebut
menggunakan metode ekuitas, aset dan liabilitas kedua perusahaan ini pada tanggal laporan posisi
keuangan masing-masing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan menggunakan kurs yang berlaku pada
tanggal tersebut, sedangkan pendapatan dan beban dijabarkan ke dalam Rupiah dengan
menggunakan kurs rata-rata selama periode tersebut. Selisih kurs akibat penjabaran diakui dan
dilaporkan sebagai “Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan” pada bagian ekuitas di laporan
posisi keuangan konsolidasian.
g. Piutang usaha dan piutang lain-lain
Piutang usaha dan piutang lain-lain pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan selanjutnya diukur
pada biaya perolehan diamortisasi, setelah dikurangi provisi atas penurunan nilai. Provisi penurunan
nilai piutang dibentuk berdasarkan evaluasi manajemen terhadap tingkat ketertagihan saldo. Piutang
dihapuskan dalam periode ketika piutang tersebut dipastikan tidak dapat ditagih (Catatan 2u).
h. Persediaan
Persediaan terdiri dari komponen yang kemudian dibebankan pada saat pemakaian. Komponen
mewakili terminal telepon, kabel, dan suku cadang lainnya. Persediaan juga termasuk kartu
Subscriber Identification Module (“SIM”), pesawat telepon, modem wireless broadband, dan voucer
prabayar yang dibebankan pada saat dijual.
Biaya persediaan terdiri dari harga pembelian, bea masuk, pajak lainnya, transportasi, penanganan,
dan biaya lainnya yang langsung melekat pada akuisisinya. Persediaan diakui sebesar nilai yang lebih
rendah antara harga perolehan dan nilai realisasi bersih. Nilai realisasi bersih adalah perkiraan harga
jual dikurangi biaya untuk menjual.
Harga perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang.
Jumlah penurunan nilai persediaan di bawah biaya perolehan menjadi nilai realisasi bersih dan
seluruh kerugian persediaan diakui sebagai beban pada periode terjadinya penurunan atau kerugian
tersebut. Setiap pemulihan kembali penurunan nilai persediaan karena peningkatan kembali nilai
realisasi bersih, diakui sebagai pengurangan terhadap jumlah beban umum dan administrasi pada
periode terjadinya pemulihan tersebut.
Provisi persediaan usang ditentukan berdasarkan estimasi penggunaan setiap jenis persediaan pada
masa depan.
i. Beban dibayar di muka
Beban dibayar di muka diamortisasi sesuai masa manfaatnya dengan menggunakan metode garis
lurus.
23
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
j. Aset tersedia untuk dijual
Aset (atau kelompok lepasan) diklasifikasikan sebagai aset tersedia untuk dijual ketika nilai
tercatatnya akan dipulihkan terutama melalui transaksi penjualan daripada melalui pemakaian
berlanjut dan penjualannya sangat mungkin terjadi. Aset ini dicatat pada nilai yang lebih rendah antara
jumlah tercatat dan nilai wajar setelah dikurangi biaya untuk menjual.
Aset yang memenuhi kriteria untuk diklasifikasikan sebagai aset tersedia untuk dijual direklasifikasi
dari aset tetap dan penyusutan atas aset tersebut dihentikan.
k. Aset takberwujud
Aset takberwujud terutama terdiri dari piranti lunak. Aset takberwujud diakui jika kemungkinan besar
Grup akan memperoleh manfaat ekonomis masa depan dari aset takberwujud tersebut dan biaya
perolehan aset tersebut dapat diukur secara andal.
Aset takberwujud dicatat berdasarkan biaya perolehan dikurangi akumulasi amortisasi dan rugi
penurunan nilai, apabila ada. Aset takberwujud diamortisasi selama estimasi masa manfaatnya. Grup
mengestimasi nilai yang dapat diperoleh kembali dari aset takberwujud. Apabila nilai tercatat aset
takberwujud melebihi estimasi nilai yang dapat diperoleh kembali, maka nilai tercatat aset tersebut
diturunkan menjadi sebesar estimasi jumlah terpulihkan.
Aset takberwujud, kecuali goodwill diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus
berdasarkan estimasi masa manfaat aset takberwujud sebagai berikut:
Piranti lunak
Lisensi
Aset takberwujud lainnya
Tahun
3-6
3-20
1-30
Aset takberwujud dihentikan pengakuannya ketika aset tersebut dilepaskan atau ketika tidak terdapat
lagi manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasan aset tersebut.
Selisih dalam laporan antara nilai tercatat aset dengan hasil neto yang diterima dari pelepasannya
diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
l. Aset tetap
Aset tetap dinyatakan pada harga perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan
nilai, jika ada.
Biaya perolehan aset tetap terdiri dari: (a) harga perolehan, (b) setiap biaya yang dapat diatribusikan
secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan, dan (c) estimasi awal
biaya pembongkaran dan pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi aset tetap. Setiap bagian aset
tetap yang memiliki harga perolehan cukup signifikan terhadap biaya perolehan seluruh aset tetap
disusutkan secara terpisah.
24
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
l. Aset tetap (lanjutan)
Aset tetap, kecuali tanah, disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan estimasi
masa manfaat aset tetap sebagai berikut:
Bangunan
Renovasi bangunan sewa
Peralatan sentral telepon
Peralatan telegraf, teleks dan komunikasi data
Peralatan dan instalasi transmisi
Satelit, stasiun bumi dan peralatannya
Jaringan kabel
Catu daya
Kendaraan
Peralatan pengolahan data
Peralatan telekomunikasi lainnya
Peralatan kantor
Aset Customer Premises Equipment (“CPE”)
Peralatan lainnya
Tahun
15-40
2-15
3-15
5-15
3-25
3-20
5-25
3-20
4-8
3-20
5
2-5
4-5
2-5
Biaya signifikan sehubungan dengan renovasi bangunan sewa dikapitalisasi dan disusutkan selama
masa sewa.
Metode penyusutan, umur manfaat dan nilai residu dari suatu aset direviu paling tidak setiap akhir
tahun buku dan disesuaikan jika diperlukan. Nilai residu dari aset adalah estimasi jumlah yang dapat
diperoleh Grup dari pelepasan aset, setelah dikurangi estimasi biaya pelepasan, ketika aset telah
mencapai umur dan kondisi yang diharapkan pada akhir umur manfaatnya.
Aset tetap yang diperoleh dalam pertukaran dengan aset non-moneter atau kombinasi aset moneter
dan non-moneter diukur pada nilai wajar kecuali, (i) transaksi pertukaran tidak memiliki substansi
komersial, atau (ii) nilai wajar aset yang diterima dan aset yang diserahkan tidak dapat diukur secara
andal.
Suku cadang utama dan suku cadang siap pakai yang diperkirakan dapat digunakan lebih dari
12 bulan dicatat sebagai bagian aset tetap.
Ketika aset tetap tidak digunakan lagi atau dijual, maka harga perolehan dan akumulasi
penyusutannya dikeluarkan dari laporan posisi keuangan konsolidasian dan laba atau rugi yang timbul
dari pelepasan atau penjualan aset tetap diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian.
Piranti keras komputer tertentu tidak dapat dioperasikan tanpa ketersediaan piranti lunak komputer
tertentu. Dalam kondisi tersebut, piranti lunak komputer dicatat sebagai bagian dari piranti keras
komputer. Jika piranti lunak komputer berdiri sendiri dari piranti keras komputernya, piranti lunak
komputer tersebut dicatat sebagai bagian dari aset takberwujud.
Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
lain konsolidasian pada saat terjadinya. Pemugaran dan penambahan yang signifikan dikapitalisasi.
25
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
l. Aset tetap (lanjutan)
Aset dalam pembangunan diakui sebesar biaya perolehan hingga pembangunan selesai, yang
kemudian direklasifikasi ke akun aset tetap yang terkait. Selama masa pembangunan hingga aset
tetap siap untuk digunakan/dijual, biaya pinjaman, yang termasuk di dalamnya beban bunga dan
selisih kurs yang timbul atas pinjaman yang diperoleh untuk membiayai pembangunan aset,
dikapitalisasi secara proporsional terhadap rata-rata nilai akumulasi pengeluaran selama periode
tersebut sepanjang aset tetap tersebut memenuhi definisi aset kualifikasian. Kapitalisasi biaya
pinjaman dihentikan ketika pembangunan selesai dan aset tetap siap untuk digunakan atau dijual.
m. Sewa
i. Sebagai lessee
Sewa diklasifikasikan pada tanggal permulaan sebagai sewa pembiayaan atau sewa operasi.
Suatu sewa yang mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan
kepemilikan saham ke Grup diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan.
Sewa pembiayaan dikapitalisasi pada saat dimulainya masa sewa guna usaha pada nilai wajar
properti sewa yang disewa atau, jika nilai yang lebih rendah, pada nilai kini dari pembayaran sewa
minimum. Pembayaran sewa dipisahkan antara bagian yang merupakan beban keuangan dan
bagian yang merupakan beban sewa sehingga terjadi tingkat bunga yang konstan atas sisa saldo
liabilitas. Beban keuangan diakui sebagai beban keuangan dalam laba rugi.
Aset sewaan disusutkan selama masa manfaat aset. Namun, jika tidak ada kepastian yang
memadai bahwa Grup akan memperoleh kepemilikan pada akhir masa sewa, maka aset tersebut
akan disusutkan selama jangka waktu taksiran masa manfaat aset dan masa sewa yang lebih
pendek.
Sewa operasi adalah sewa selain sewa pembiayaan. Pembayaran sewa operasi diakui sebagai
beban usaha dalam laba rugi dengan dasar garis lurus (straight-line basis) selama masa sewa.
ii. Sebagai lessor
Sewa dimana Grup tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat kepemilikan
suatu aset diklasifikasikan sebagai sewa operasi. Biaya langsung awal yang dikeluarkan untuk
melakukan negosiasi dan pengaturan sewa operasi ditambahkan ke nilai tercatat dari aset sewaan
dan diakui selama masa sewa dengan dasar yang sama dengan pendapatan sewa. Sewa kontinjen
diakui sebagai pendapatan pada periode di mana mereka memperolehnya.
n. Beban tangguhan - hak atas tanah
Hak atas tanah termasuk biaya pengurusan legal hak atas tanah ketika tanah diperoleh pertama kali
dicatat sebagai bagian dari aset tetap dan tidak diamortisasi. Biaya yang terjadi sehubungan dengan
pengurusan perpanjangan atau pembaruan legal hak atas tanah ditangguhkan dan diamortisasi
dengan metode garis lurus selama periode legal hak atas tanah atau umur ekonomis tanah, mana
yang lebih pendek.
o. Utang usaha
Utang usaha adalah kewajiban membayar barang dan/atau jasa yang telah diterima dalam kegiatan
usaha normal dari pemasok. Utang usaha diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka pendek jika
pembayarannya jatuh tempo dalam waktu satu tahun atau kurang. Jika tidak, utang tersebut disajikan
sebagai liabilitas jangka panjang.
Utang usaha pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan
diamortisasi dengan menggunakan metode bunga efektif.
26
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
p. Pinjaman
Pada saat pengakuan awal, pinjaman diakui sebesar nilai wajar, dikurangi dengan biaya-biaya
transaksi yang terjadi. Selanjutnya, pinjaman diukur sebesar biaya perolehan diamortisasi, selisih
antara penerimaan (dikurangi biaya transaksi) dan nilai pelunasan dicatat pada laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian selama periode pinjaman dengan menggunakan metode
bunga efektif.
Biaya yang dibayar untuk memperoleh fasilitas pinjaman diakui sebagai biaya transaksi pinjaman
sepanjang besar kemungkinan sebagian atau seluruh fasilitas akan ditarik. Dalam hal ini, biaya
ditangguhkan sampai penarikan terjadi. Sepanjang tidak terdapat bukti bahwa besar kemungkinan
sebagian atau seluruh fasilitas akan ditarik, biaya dikapitalisasi sebagai pembayaran di muka untuk
jasa likuiditas dan diamortisasi selama periode fasilitas yang terkait.
q. Penjabaran valuta asing
Mata uang fungsional dan mata uang pembukuan Grup adalah Rupiah, kecuali Telekomunikasi
Indonesia International Ltd., Hong Kong, Telekomunikasi Indonesia International Pte. Ltd., Singapura,
Telekomunikasi Indonesia International Inc., USA, dan Telekomunikasi Indonesia International S.A.,
Timor Leste yang menggunakan mata uang Dolar A.S., Telekomunikasi Indonesia International Pty.
Ltd., Australia yang menggunakan mata uang Dolar Australia, TS Global Network Sdn. Bhd., dan
Telekomunikasi Indonesia International Sdn. Bhd. yang menggunakan Ringgit Malaysia.
Transaksi-transaksi dalam valuta asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan kurs yang berlaku pada
saat terjadinya transaksi. Pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, aset dan liabilitas
moneter dalam valuta asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan menggunakan kurs beli dan jual yang
diterbitkan oleh Reuters pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian dengan rincian sebagai
berikut:
Dolar A.S. (“US$”) 1
Dolar Australia (“AU$”) 1
Euro (“EUR”) 1
Yen Jepang (“JPY”) 1
Ringgit Malaysia (“MYR”) 1
2019
2018
Beli
Jual
Beli
Jual
13.880
9.724
15.559
127,76
3.390
13.885
9.729
15.571
127,82
3.394
14.375
10.157
16.432
130,56
3.474
14.385
10.167
16.446
130,70
3.480
Laba atau rugi selisih kurs yang timbul, baik yang telah maupun yang belum direalisasi, dikreditkan
atau dibebankan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian periode
berjalan, kecuali untuk selisih kurs yang timbul dari pinjaman selama pembangunan suatu aset
tertentu yang memenuhi syarat untuk dikapitalisasi, dimana pinjaman dapat diatribusikan terhadap
pembangunan aset tersebut (Catatan 2l).
r. Pengakuan pendapatan dan beban
i. Pendapatan telepon selular
Pendapatan dari jasa pascabayar, yang terdiri dari pendapatan pemakaian dan biaya abonemen
bulanan diakui sebagai berikut:
• Pendapatan pulsa dan pemakaian atas jasa nilai tambah diakui berdasarkan penggunaan
pelanggan.
• Biaya abonemen bulanan diakui sebagai pendapatan pada saat pelanggan berlangganan.
27
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
r. Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan)
i. Pendapatan telepon selular (lanjutan)
Pendapatan dari jasa prabayar, yang terdiri dari penjualan kartu perdana (yang berisi kartu SIM
dan voucer perdana) dan voucer isi ulang diakui pertama kali sebagai pendapatan diterima di
muka dan diakui sebagai pendapatan berdasarkan jumlah panggilan yang berhasil dilakukan dan
pemakaian jasa nilai tambah oleh pelanggan atau pada saat sisa pulsa pada voucer prabayar
telah habis masa berlakunya.
ii. Pendapatan sambungan telepon tidak bergerak
Pendapatan dari pemakaian telepon diakui pada saat pelanggan memakai telepon tersebut. Biaya
abonemen bulanan diakui sebagai pendapatan pada saat pelanggan berlangganan.
Penerimaan dari instalasi sambungan telepon tidak bergerak ditangguhkan dan diakui sebagai
pendapatan dengan dasar metode garis lurus sepanjang taksiran jangka waktu hubungan dengan
pelanggan berdasarkan informasi historis dan tren pelanggan serta memperbarui evaluasi
tersebut setiap tahun.
iii. Pendapatan Indihome
Pendapatan Indihome berasal dari pelanggan consumer yang berlangganan layanan internet atau
lebih dari satu produk retail. Layanan tersebut ditawarkan berdasarkan pascabayar yang ditagih
pada bulan berikutnya. Kontrak ditawarkan sebagai kontrak bulan ke bulan dan pendapatan diakui
secara bulanan sesuai tagihan paket Indihome.
Penerimaan dari instalasi sambungan Indihome ditangguhkan dan diakui sebagai pendapatan
dengan dasar metode garis lurus sepanjang taksiran jangka waktu hubungan dengan pelanggan
berdasarkan informasi historis dan tren pelanggan serta memperbarui evaluasi tersebut setiap
tahun.
iv. Pendapatan interkoneksi
Pendapatan dari interkoneksi jaringan dengan penyelenggara telekomunikasi dalam negeri dan
internasional diakui bulanan berdasarkan lalu lintas tercatat aktual untuk bulan tersebut.
Pendapatan interkoneksi terdiri dari pendapatan yang berasal dari panggilan pelanggan operator
lain kepada pelanggan Grup (incoming) serta panggilan antar pelanggan operator lain yang
melalui jaringan Grup (transit).
v. Pendapatan data, internet, dan jasa teknologi informatika
Pendapatan dari komunikasi data dan internet diakui berdasarkan pemakaian, yang diukur
berdasarkan jangka waktu pemakaian internet atau berdasarkan jumlah biaya tetap tergantung
pengaturan dengan pelanggan.
Pendapatan dari penjualan, instalasi dan implementasi piranti lunak dan perangkat keras
komputer, jasa pemasangan jaringan data komputer, dan instalasi diakui pada saat penyerahan
barang kepada pelanggan atau instalasi perangkat.
Pendapatan dari jasa pengembangan piranti lunak komputer diakui berdasarkan metode
persentase penyelesaian.
28
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
r. Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan)
vi. Pendapatan jaringan
Pendapatan dari jaringan terdiri dari pendapatan dari sewa sirkit dan transponder satelit yang
diakui pada periode saat jasa diberikan.
vii. Pendapatan lainnya
Pendapatan dari penjualan periferal atau perangkat telekomunikasi lainnya diakui pada saat
penyerahan kepada pelanggan.
Pendapatan sewa menara telekomunikasi diakui sebagai pendapatan dengan dasar garis lurus
selama masa sewa sesuai kesepakatan dengan pelanggan.
Pendapatan jasa lainnya diakui pada saat jasa diserahkan kepada pelanggan.
viii. Multiple-element arrangements
Ketika dua atau lebih barang dan jasa yang menghasilkan pendapatan dijual sebagai satu unit
penjualan, tiap barang atau jasa yang telah dikaji sebagai unit akuntansi terpisah dicatat secara
terpisah. Jumlah pendapatan dialokasikan secara terpisah pada tiap barang dan jasa
teridentifikasi berdasarkan nilai wajar masing-masing barang dan jasa tersebut dan kriteria
pengakuan pendapatan yang tepat diterapkan pada tiap barang dan jasa sebagaimana dijelaskan
di atas.
ix. Hubungan keagenan
Pendapatan dalam hubungan keagenan dicatat sebesar jumlah tagihan bruto kepada pelanggan
ketika Grup bertindak sebagai prinsipal dalam penjualan barang dan jasa. Pendapatan dicatat
sebesar jumlah bersih yang diperoleh (jumlah yang dibayarkan oleh pelanggan dikurangi jumlah
yang dibayarkan kepada pemasok) ketika secara substansi Grup bertindak sebagai agen dan
memperoleh komisi dari pemasok atas penjualan barang dan jasa.
x. Program loyalitas pelanggan
Grup melaksanakan program loyalitas pelanggan dimana pelanggan dapat mengumpulkan poin
penghargaan untuk setiap kelipatan tertentu pemakaian jasa telekomunikasi. Poin penghargaan
dapat ditukarkan di masa depan dengan barang atau jasa secara gratis atau dengan potongan
harga, sepanjang ketentuan program lainnya terpenuhi.
Imbalan yang diterima dialokasikan antara jasa telekomunikasi dan poin penghargaan yang
diberikan, dimana imbalan yang dialokasikan ke poin penghargaan adalah sebesar nilai wajarnya.
Nilai wajar poin penghargaan ditentukan dengan menggunakan data historis tingkat penukaran
poin penghargaan dari program sejenis.
Nilai wajar poin penghargaan yang diberikan ditangguhkan dan diakui sebagai pendapatan ketika
poin penghargaan tersebut ditukar oleh pelanggan atau telah habis masa berlakunya.
xi. Beban
Beban diakui pada saat terjadinya.
s. Imbalan kerja
i.
Imbalan kerja jangka pendek
Seluruh imbalan kerja jangka pendek yang terdiri dari gaji dan imbalan terkait, tunjangan cuti,
insentif, dan imbalan kerja jangka pendek lain diakui sebagai biaya yang tidak didiskonto saat
karyawan telah memberikan jasa kepada Grup.
29
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
s. Imbalan kerja (lanjutan)
ii.
Imbalan pasca kerja dan imbalan kerja jangka panjang lain
Imbalan pasca kerja terdiri dari program pensiun imbalan pasti yang funded dan unfunded,
program pensiun iuran pasti, imbalan pasca kerja lainnya, program imbalan kesehatan pasca
kerja imbalan pasti, program imbalan kesehatan kerja iuran pasti, dan kewajiban berdasarkan
undang-undang ketenagakerjaan.
Imbalan kerja jangka panjang lain terdiri dari penghargaan masa kerja, cuti masa kerja, dan masa
persiapan pensiun.
Perhitungan biaya terkait dengan program imbalan pasca kerja dan imbalan kerja jangka panjang
lain dilakukan oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode projected unit credit.
Kewajiban bersih Perusahaan berkaitan dengan imbalan pasti pensiun dan imbalan kesehatan
pasca kerja dihitung sebesar nilai kini dari estimasi imbalan yang akan diperoleh karyawan di
masa depan sehubungan dengan jasa di masa sekarang dan masa lalu, dikurangi dengan nilai
wajar dari aset program. Nilai kini kewajiban imbalan pasti ditentukan dengan mendiskontokan
estimasi arus kas keluar di masa depan dengan menggunakan tingkat bunga obligasi pemerintah,
yang didenominasi dalam mata uang dimana manfaat akan dibayarkan dan yang mempunyai
jangka waktu sampai dengan jatuh tempo mendekati jangka waktu kewajiban imbalan pasca kerja
terkait. Obligasi pemerintah digunakan karena tidak ada pasar aktif untuk obligasi korporat
berkualitas tinggi.
Aset program adalah aset yang dimiliki oleh program pensiun imbalan pasti dan imbalan
kesehatan pasca kerja serta polis asuransi yang memenuhi syarat. Aset ini diukur pada nilai wajar
pada akhir periode pelaporan. Nilai wajar polis asuransi adalah jumlah yang sama dengan
kewajiban yang terkait (dan dapat dikurangi jika jumlah yang dapat diterima dari polis asuransi
tidak dapat diperoleh secara penuh).
Pengukuran kembali, terdiri dari keuntungan dan kerugian aktuarial, dampak batas atas aset
(tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam bunga neto atas liabilitas (aset) imbalan pasti
neto) dan imbal hasil aset program (tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam bunga neto
atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto) diakui pada ekuitas melalui penghasilan komprehensif lain
di periode terjadinya. Pengukuran kembali tidak diklasifikasikan ke laba rugi di periode
selanjutnya.
Biaya jasa lalu diakui di laba rugi pada tanggal yang lebih awal antara:
(a) ketika amandemen atau kurtailmen program terjadi; dan
(b) ketika Grup mengakui biaya restrukturisai terkait.
Bunga neto dihitung dengan mengalikan liabilitas (aset) imbalan pasti neto dengan tingkat
diskonto.
Laba atau rugi kurtailmen diakui apabila terdapat komitmen untuk melakukan pengurangan jumlah
karyawan dalam jumlah yang material yang ditanggung oleh suatu program atau apabila terdapat
perubahan ketentuan-ketentuan pada suatu program imbalan pasti, dimana bagian yang material
dari jasa yang diberikan karyawan pada masa depan tidak lagi memberikan imbalan, atau
memberikan imbalan yang lebih rendah.
Laba atau rugi penyelesaian diakui apabila terdapat transaksi yang menghapuskan semua
kewajiban hukum atau konstruktif atas sebagian atau seluruh imbalan dalam program manfaat
pasti (selain pembayaran imbalan sesuai dengan ketentuan program dan termasuk dalam asumsi
aktuaria).
Untuk program iuran pasti, Perusahaan membayar iuran secara rutin yang merupakan biaya
berkala bersih untuk periode iuran tersebut dan dicatat sebagai bagian dari beban karyawan ketika
terutang.
30
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
s. Imbalan kerja (lanjutan)
iii. Kompensasi berbasis saham
Perusahaan menjalankan program kompensasi berbasis saham dengan penyelesaian
menggunakan ekuitas. Nilai wajar dari jasa karyawan yang dikompensasikan dengan saham
Perusahaan diakui sebagai beban pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian dan mengkredit akun tambahan modal disetor pada
tanggal pemberian
kompensasi.
iv. Pensiun dini (“Pendi”)
Beban Pendi diakui pada saat Grup berkomitmen untuk membayar pesangon Pendi yang timbul
sehubungan dengan tawaran yang diajukan Grup agar karyawan mengundurkan diri secara
sukarela. Grup dianggap berkomitmen untuk membayar pesangon Pendi jika, dan hanya jika,
Grup telah memiliki rencana formal terinci yang tidak dapat dibatalkan.
t. Pajak
Pajak Penghasilan (“PPh”)
Pajak kini dan pajak tangguhan diakui sebagai penghasilan atau beban dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian, kecuali pajak penghasilan tersebut sehubungan dengan
transaksi atau kejadian yang diakui secara langsung di ekuitas dimana pajak penghasilannya diakui
secara langsung di ekuitas.
Aset dan liabilitas pajak kini dihitung sebesar jumlah yang diperkirakan dapat diperoleh atau dibayar
dengan menggunakan tarif dan ketentuan pajak yang telah ditetapkan pada setiap tanggal pelaporan.
Manajemen secara periodik mengevaluasi perlakuan pajak yang diterapkan dalam Surat
Pemberitahuan Tahunan (“SPT Tahunan”) sehubungan dengan situasi di mana aturan pajak yang
berlaku membutuhkan interpretasi. Jika perlu, manajemen menentukan provisi berdasarkan jumlah
yang diperkirakan akan dibayar kepada Otoritas Pajak.
Pemeriksaan pajak
Perubahan terhadap liabilitas perpajakan dicatat pada saat diterimanya Surat Ketetapan Pajak
(“SKP”) atau apabila dilakukan banding, ketika hasil banding sudah diputuskan. Jumlah tambahan
pokok dan denda pajak yang ditetapkan dengan SKP diakui sebagai pendapatan atau beban dalam
laba rugi periode berjalan, kecuali jika diajukan upaya penyelesaian selanjutnya. Jumlah tambahan
pokok pajak dan denda yang ditetapkan dengan SKP ditangguhkan pembebanannya sepanjang
memenuhi kriteria pengakuan aset. Perubahan dikarenakan kesalahan akan disajikan berdasarkan
PSAK 25: Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan.
Pajak tangguhan
Grup mengakui aset dan liabilitas pajak tangguhan untuk semua perbedaan temporer antara dasar
pengenaan pajak aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya pada setiap tanggal pelaporan. Grup juga
mengakui aset pajak tangguhan yang berasal dari manfaat pajak pada masa depan, seperti
kompensasi rugi fiskal, jika kemungkinan realisasi manfaat tersebut di masa depan cukup besar
(probable). Aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif
pajak dan undang-undang pajak pada setiap tanggal pelaporan yang diharapkan berlaku terhadap
penghasilan kena pajak ketika aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan.
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan direviu pada setiap tanggal pelaporan dan dikurangi apabila
tidak lagi terdapat kemungkinan besar bahwa laba kena pajak yang memadai akan tersedia untuk
mengkompensasi sebagian atau semua manfaat aset pajak tangguhan. Aset pajak tangguhan yang
tidak diakui ditinjau ulang pada setiap tanggal pelaporan dan akan diakui apabila besar kemungkinan
bahwa laba fiskal pada masa yang akan datang akan tersedia untuk pemulihannya. Pengurangan
pajak yang berasal dari pembalikan aset pajak tangguhan dikecualikan dari estimasi laba kena pajak
masa depan.
31
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
t. Pajak (lanjutan)
Pajak tangguhan (lanjutan)
Pajak tangguhan suatu transaksi diakui diluar laba rugi, diakui di luar laba rugi. Oleh karena itu, pajak
tangguhan atas transaksi tersebut diakui dalam penghasilan komprehensif lain konsolidasian atau
diakui langsung di ekuitas.
Aset and liabilitas pajak tangguhan disajikan saling hapus di laporan posisi keuangan konsolidasian,
jika dan hanya jika entitas memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling
hapus aset dan liabilitas pajak kini dan aset dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak
penghasilan yang dikenakan oleh Otoritas Pajak yang sama atas entitas kena pajak yang sama atau
entitas kena pajak yang berbeda yang memiliki intensi untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini
dengan dasar neto, atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan, pada
setiap periode masa depan di mana jumlah signifikan atas aset atau liabilitas pajak tangguhan
diharapkan untuk dipulihkan atau diselesaikan.
Pajak Pertambahan Nilai (“PPN”)
Pendapatan, beban-beban dan aset-aset diakui neto atas jumlah PPN kecuali:
i.
PPN yang muncul dari pembelian aset atau jasa yang tidak dapat dikreditkan oleh kantor pajak,
yang dalam hal ini PPN diakui sebagai bagian dari biaya perolehan aset atau sebagai bagian
dari item beban-beban yang diterapkan; dan
Piutang dan utang yang disajikan termasuk dengan jumlah PPN
ii.
Ketidakpastian dalam perlakuan pajak penghasilan
Sesuai dengan ISAK 34: Ketidakpastian dalam Perlakuan Pajak Penghasilan yang berlaku efektif
pada tanggal 1 Januari 2019, pengakuan dan pengukuran aset dan liabilitas pajak yang mengandung
ketidakpastian perlakuan pajak penghasilan ditentukan dengan mempertimbangkan apakah
diperlakukan secara terpisah atau bersamaan, penggunaan asumsi tentang pemeriksaan atas
perlakuan pajak tidak pasti oleh otoritas perpajakan, pertimbangan apakah besar kemungkinan
Otoritas Pajak akan menerima perlakuan pajak tidak pasti dan penilaian kembali pertimbangan atau
estimasi yang disyaratkan jika terjadi perubahan fakta dan keadaan.
Pajak final
Peraturan perpajakan Indonesia mengatur beberapa jenis penghasilan dikenakan pajak yang bersifat
final. Pajak final yang dikenakan atas nilai bruto transaksi tetap dikenakan walaupun atas transaksi
tersebut pelaku transaksi mengalami kerugian. Mengacu pada revisi PSAK 46, pajak final tersebut
tidak termasuk dalam lingkup yang diatur oleh PSAK 46.
Pajak final atas jasa konstruksi dan sewa disajikan sebagai bagian dari “Penghasilan (Beban)
Lain-Lain - bersih”.
u. Instrumen keuangan
Grup mengklasifikasikan instrumen keuangan dalam bentuk aset keuangan dan liabilitas keuangan.
Aset dan liabilitas keuangan diakui pertama kali pada nilai wajar termasuk biaya transaksi. Aset dan
liabilitas keuangan ini selanjutnya diukur pada nilai wajar atau biaya diamortisasi menggunakan
metode bunga efektif sesuai dengan klasifikasinya.
i. Aset keuangan
Grup mengklasifikasikan aset keuangannya sebagai: (i) aset keuangan yang diukur pada nilai
wajar melalui laporan laba rugi, (ii) pinjaman yang diberikan dan piutang, (iii) aset keuangan
dimiliki hingga jatuh tempo, atau (iv) aset keuangan tersedia untuk dijual. Klasifikasi ini tergantung
dari tujuan perolehan aset keuangan tersebut. Manajemen menentukan klasifikasi aset keuangan
tersebut pada saat awal pengakuannya.
32
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
u. Instrumen keuangan (lanjutan)
i.
Aset keuangan (lanjutan)
Pembelian atau penjualan aset keuangan yang memerlukan penyerahan aset dalam kurun waktu
yang telah ditetapkan oleh peraturan atau kebiasaan yang berlaku di pasar (pembelian yang
lazim) diakui pada tanggal perdagangan, yaitu tanggal Grup berkomitmen untuk membeli atau
menjual aset tersebut.
Aset keuangan Grup termasuk kas dan setara kas, aset keuangan lancar lainnya, piutang usaha
dan piutang lain-lain, aset keuangan tidak lancar lainnya dan penyertaan jangka panjang.
(a) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi termasuk aset keuangan yang
diperdagangkan. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang
diperdagangkan jika perolehannya ditujukan untuk dijual atau dibeli kembali dalam waktu
dekat dan terdapat bukti adanya kecenderungan untuk mengambil keuntungan dalam jangka
pendek. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar disajikan sebagai
(beban)/penghasilan lain-lain pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian dalam periode timbulnya keuntungan atau kerugian tersebut.
Tidak ada aset keuangan yang diklasifikasi sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai
wajar melalui laporan laba rugi pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018.
(b) Pinjaman yang diberikan dan piutang
Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non-derivatif dengan
pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif.
Pinjaman yang diberikan dan piutang meliputi, antara lain, kas dan setara kas, aset keuangan
lancar lainnya, piutang usaha dan piutang lain-lain, dan aset keuangan tidak lancar lainnya
(piutang usaha jangka panjang dan kas yang dibatasi penggunaannya).
Pinjaman yang diberikan dan piutang pada awalnya diakui pada nilai wajar termasuk biaya
transaksi dan selanjutnya diukur pada biaya diamortisasi, menggunakan metode bunga
efektif.
(c) Aset keuangan dimiliki hingga jatuh tempo
Investasi dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo adalah aset keuangan non-derivatif
dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan jatuh temponya telah ditetapkan, serta
manajemen mempunyai intensi positif dan kemampuan untuk memiliki aset keuangan
tersebut hingga jatuh tempo, kecuali:
•
investasi yang pada saat pengakuan awal ditetapkan Grup sebagai aset keuangan yang
diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi;
investasi yang ditetapkan oleh Grup sebagai kelompok tersedia untuk dijual; dan
investasi yang memenuhi definisi pinjaman yang diberikan dan piutang.
•
•
Tidak ada aset keuangan yang diklasifikasi sebagai kelompok dimiliki hingga jatuh tempo
pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018.
33
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
u. Instrumen keuangan (lanjutan)
i. Aset keuangan (lanjutan)
(d) Aset keuangan tersedia untuk dijual
Investasi dalam kelompok tersedia untuk dijual adalah aset keuangan non-derivatif yang
ditujukan untuk dimiliki sampai periode yang tidak ditentukan, yang mana dapat dijual dalam
rangka pemenuhan likuiditas atau perubahan suku bunga, valuta asing atau yang tidak
diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang, investasi yang diklasifikasikan
dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo atau aset keuangan yang diukur pada nilai wajar
melalui laporan laba rugi. Aset keuangan tersedia untuk dijual terdiri dari reksadana, obligasi
korporasi dan negara, dan modal saham yang dicatat sebagai “Aset keuangan lancar lainnya”
dan “Penyertaan jangka panjang” di dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
Penyertaan pada efek yang tersedia untuk dijual (available-for-sale investment) dinyatakan
sebesar nilai wajarnya. Laba atau rugi yang belum direalisasi atas efek yang tersedia untuk
dijual tidak diakui sebagai pendapatan periode berjalan, dan dilaporkan sebagai komponen
terpisah pada bagian ekuitas di laporan posisi keuangan konsolidasian hingga terealisasi.
Laba atau rugi yang telah direalisasi atas efek yang tersedia untuk dijual dicatat pada laporan
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian, dan dihitung berdasarkan metode
identifikasi khusus.
ii. Liabilitas keuangan
Grup mengklasifikasikan liabilitas keuangannya sebagai (a) liabilitas keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laporan laba rugi atau (b) liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya
perolehan diamortisasi.
Liabilitas keuangan Grup terdiri dari utang usaha, utang lain-lain, beban yang masih harus dibayar,
pinjaman, dan liabilitas lainnya. Pinjaman termasuk utang bank jangka pendek, pinjaman
penerusan, obligasi dan wesel bayar, utang bank jangka panjang, pinjaman lainnya dan utang
sewa pembiayaan.
(a) Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi
Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi adalah liabilitas
keuangan yang diperdagangkan. Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas
keuangan yang diperdagangkan jika perolehannya ditujukan untuk dijual atau dibeli kembali
dalam waktu dekat dan terdapat bukti adanya kecenderungan untuk mengambil keuntungan
dalam jangka pendek.
Tidak ada liabilitas keuangan yang diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang
diperdagangkan pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018.
(b) Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi
Liabilitas keuangan yang tidak diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laporan laba rugi diklasifikasikan dalam kategori ini dan diukur pada biaya
perolehan diamortisasi. Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi
antara lain utang usaha, utang lain-lain, beban yang masih harus dibayar, pinjaman, dan
liabilitas lainnya. Pinjaman termasuk utang bank jangka pendek, pinjaman penerusan,
obligasi dan wesel bayar, utang bank jangka panjang, pinjaman lainnya dan utang sewa
pembiayaan.
34
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
u. Instrumen keuangan (lanjutan)
iii. Saling hapus instrumen keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan disaling hapus dan jumlah netonya dilaporkan pada
laporan posisi keuangan konsolidasian ketika terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk
melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan adanya niat untuk
merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara simultan. Hak saling hapus harus tidak
kontinjen atas peristiwa di masa depan dan harus dapat dipaksakan secara hukum terhadap
seluruh keadaan sebagai berikut:
(a) situasi bisnis yang normal;
(b) peristiwa kegagalan; dan
(c) peristiwa kepailitan atau kebangkrutan dari Grup dan seluruh pihak lawan.
iv. Pengukuran nilai wajar instrumen keuangan
Nilai wajar adalah suatu jumlah dimana aset dapat ditukar atau liabilitas dapat diselesaikan
dengan transaksi yang dilakukan secara wajar.
Nilai wajar instrumen keuangan yang diperdagangkan dalam pasar aktif pada setiap tanggal
pelaporan ditentukan berdasarkan referensi harga pasar kuotasian, tanpa dikurangi biaya
transaksi.
Untuk instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan dalam pasar aktif, nilai wajarnya
ditentukan berdasarkan teknik penilaian yang sesuai. Teknik penilaian tersebut meliputi transaksi
pasar wajar terkini, referensi kepada nilai wajar kini instrumen keuangan lainnya yang secara
substansi adalah serupa dan analisis arus kas diskonto atau model penilaian lainnya.
Analisis nilai wajar instrumen keuangan dan rincian lebih lanjut mengenai penentuan nilai wajar
diungkapkan dalam Catatan 35.
v. Penurunan nilai aset keuangan
Grup mendeteksi penurunan nilai aset keuangannya apabila terdapat bukti objektif adanya
peristiwa merugikan (“loss event”) yang menimbulkan pengaruh negatif terhadap arus kas masa
depan dari suatu aset keuangan. Penurunan nilai tersebut diakui apabila loss event tersebut dapat
diperkirakan secara andal telah terjadi. Kerugian yang diperkirakan akan timbul akibat dari
peristiwa masa depan tidak boleh diakui, terlepas hal tersebut sangat mungkin terjadi.
Untuk aset keuangan yang diukur pada biaya diamortisasi, Grup terlebih dahulu menilai apakah
penurunan nilai terjadi secara individual untuk aset keuangan yang secara individu memang
signifikan, atau secara gabungan apabila aset keuangan tersebut secara individu tidak signifikan.
Jika Grup tidak menemukan bukti yang objektif atas penurunan nilai aset keuangan yang dinilai
secara individu, terlepas apakah signifikan maupun tidak, aset keuangan tersebut dimasukkan
dalam kelompok aset keuangan dengan karakteristik risiko kredit serupa dan menilai penurunan
nilai kelompok tersebut secara kolektif. Aset yang penurunan nilainya dinilai secara individual, dan
untuk itu kerugian penurunan nilai diakui atau tidak diakui, tidak termasuk dalam penilaian
penurunan nilai secara kolektif.
Penurunan nilai aset keuangan yang diukur pada biaya diamortisasi diukur dari perbedaan antara
nilai tercatat aset keuangan dengan nilai kini dari estimasi arus kas masa depan (diluar rugi kredit
yang diperkirakan muncul di masa depan yang belum terjadi saat ini). Arus kas masa depan ini
didiskontokan menggunakan suku bunga efektif awal dari aset keuangan tersebut. Nilai tercatat
aset berkurang melalui penggunaan akun cadangan dan jumlah kerugian yang terjadi diakui pada
laba rugi.
35
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
u. Instrumen keuangan (lanjutan)
v. Penurunan nilai aset keuangan (lanjutan)
Untuk aset keuangan tersedia untuk dijual, pada setiap tanggal pelaporan Grup menilai apakah
terdapat bukti objektif bahwa suatu investasi atau grup investasi mengalami penurunan nilai. Jika
penurunan dalam nilai wajar atas aset keuangan tersedia untuk dijual telah diakui dalam
pendapatan komprehensif lain konsolidasian dan terdapat bukti objektif bahwa aset tersebut
mengalami penurunan nilai, maka kerugian kumulatif yang sebelumnya telah diakui dalam
pendapatan komprehensif lain konsolidasian diakui dalam laba rugi sebagai kerugian penurunan
nilai. Jumlah kerugian kumulatif tersebut merupakan selisih antara biaya perolehan (setelah
dikurangi pelunasan pokok dan amortisasi) dengan nilai wajar kini, dikurangi kerugian penurunan
nilai aset keuangan yang sebelumnya telah diakui.
vi. Penghentian pengakuan instrumen keuangan
Grup menghentikan pengakuan aset keuangan saat hak kontraktual atas arus kas yang berasal
dari aset keuangan tersebut berakhir, atau saat seluruh resiko dan manfaat dari aset keuangan
tersebut ditransfer secara substansial kepada pihak lain.
Grup menghentikan pengakuan liabilitas keuangan saat kewajiban kontraktual untuk membayar
dilepaskan, dibatalkan atau berakhir.
v. Sukuk Ijarah
Sukuk Ijarah yang diterbitkan oleh Grup diakui sebesar nilai nominal, disesuaikan dengan premium
atau diskonto dan biaya transaksi terkait. Perbedaan antara nilai tercatat dan nilai nominal
diamortisasi secara garis lurus selama jangka waktu sukuk dan diakui pada laporan laba rugi sebagai
beban penerbitan sukuk.
Sukuk Ijarah, setelah disesuaikan dengan premium atau diskonto dan biaya transaksi yang belum
diamortisasi, disajikan sebagai bagian dari liabilitas.
w. Modal saham yang diperoleh kembali
Saham diperoleh kembali dicatat dengan menggunakan nilai perolehannya sebagai “Modal Saham
yang Diperoleh Kembali” dan disajikan sebagai pengurang modal saham. Harga pokok dari
penjualan/pengalihan saham yang diperoleh kembali dicatat dengan menggunakan metode rata-rata
tertimbang. Modal saham diperoleh kembali yang dialihkan dalam bentuk kepemilikan saham
karyawan dicatat sebesar nilai wajarnya. Selisih antara harga perolehan kembali dan harga jual
kembali/nilai pengalihan saham dicatat sebagai "Tambahan Modal Disetor".
x. Dividen
Pembagian dividen kepada para pemegang saham Perusahaan diakui sebagai liabilitas dalam
laporan keuangan konsolidasian pada periode ketika dividen tersebut disetujui oleh para pemegang
saham Perusahaan. Untuk dividen interim, Perusahaan mengakui sebagai liabilitas berdasarkan
keputusan Rapat Direksi dengan persetujuan Rapat Dewan Komisaris.
y. Laba per saham dan laba per ADS
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba periode berjalan yang dapat diatribusikan
kepada pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar selama periode
tersebut. Laba per ADS dihitung dengan mengalikan laba per saham dasar dengan 100, yaitu jumlah
lembar saham per ADS.
Perusahaan tidak memiliki instrumen keuangan yang berpotensi dilutif.
36
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
z.
Informasi segmen
Informasi segmen Grup disajikan menurut segmen operasi yang telah diidentifikasi. Segmen operasi
adalah suatu komponen dari entitas:
i.
yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang mana memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban
(termasuk pendapatan dan beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas
yang sama);
ii. hasil operasinya direviu secara reguler oleh Pengambil Keputusan Operasional (PKO) Grup,
misalnya Dewan Direksi untuk membuat keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada
segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan
tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan.
iii.
aa. Provisi
Provisi diakui ketika Grup memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif)
sebagai akibat peristiwa masa
tersebut
mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang
andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat.
lalu, besar kemungkinan penyelesaian kewajiban
Provisi untuk kontrak yang memberatkan diakui ketika kontrak tersebut menjadi memberatkan sebesar
mana yang lebih rendah antara biaya neto memenuhi kontrak dengan denda atau kompensasi yang
dibayar jika tidak memenuhi kontrak.
ab. Penurunan nilai aset non-keuangan
Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup menilai apakah terdapat indikasi suatu aset mengalami
penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, maka jumlah terpulihkan diestimasi untuk aset
individual. Jika tidak mungkin untuk mengestimasi jumlah terpulihkan aset individual, maka Grup
menentukan jumlah terpulihkan dari Unit Penghasil Kas (“UPK”) yang mana aset tercakup
(“aset UPK”).
Jumlah terpulihkan dari suatu aset (baik aset individual maupun UPK) adalah jumlah yang lebih tinggi
antara nilai wajarnya dikurangi biaya pelepasan dengan nilai pakainya. Jika nilai tercatat aset lebih
besar daripada jumlah terpulihkannya, maka aset tersebut dianggap mengalami penurunan nilai dan
nilai tercatat aset diturunkan nilai menjadi sebesar nilai terpulihkannya. Dalam menghitung nilai pakai,
estimasi arus kas masa depan neto didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat diskonto
sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas
aset.
Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, digunakan harga penawaran pasar
terakhir, jika tersedia. Jika tidak terdapat transaksi tersebut, Grup menggunakan model penilaian yang
sesuai untuk menentukan nilai wajar aset. Perhitungan-perhitungan ini dikuatkan oleh penilaian
berganda atau indikator nilai wajar lain yang tersedia.
Rugi penurunan nilai dari operasi yang berkelanjutan dibebankan pada operasi berjalan dan disajikan
sebagai bagian dari “Penyusutan dan Amortisasi” pada laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian.
Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup menilai apakah terdapat indikasi bahwa rugi penurunan
nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya, untuk aset selain goodwill, mungkin tidak ada lagi
atau mungkin telah menurun. Jika indikasi dimaksud ditemukan, maka jumlah terpulihkan aset
tersebut diestimasi. Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya, untuk aset
selain goodwill, dibalik hanya jika terdapat perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk
menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui. Pembalikan
tersebut dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun jumlah
tercatat yang telah ditentukan, neto setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi penurunan nilai
yang telah diakui untuk aset tersebut pada periode sebelumnya. Pemulihan rugi penurunan nilai diakui
dalam laba rugi konsolidasian.
37
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
ab. Penurunan nilai aset non-keuangan (lanjutan)
Penurunan nilai goodwill diuji setiap tahun dan ketika terdapat keadaan yang mengindikasikan adanya
penurunan nilai. Penurunan nilai untuk goodwill ditentukan dengan menilai jumlah terpulihkan dari
UPK (atau kelompok UPK) yang mana goodwill tercakup. Jika nilai terpulihkan dari UPK lebih rendah
dari nilai tercatatnya, maka rugi penurunan nilai diakui. Rugi penurunan nilai atas goodwill tidak dapat
dipulihkan pada periode mendatang.
ac. Klasifikasi lancar dan tidak lancar
Grup menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian berdasarkan
klasifikasi lancar/tak lancar. Suatu aset disajikan lancar bila:
i. akan direalisasi, dijual atau dikonsumsi dalam siklus operasi normal,
ii. untuk diperdagangkan,
iii. akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau kas atau setara kas kecuali yang
dibatasi penggunaannya atau akan digunakan untuk melunasi suatu liabilitas dalam paling lambat
12 bulan setelah tanggal pelaporan.
Aset yang tidak memenuhi kriteria di atas, diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar.
Suatu liabilitas disajikan lancar bila:
i. akan dilunasi dalam siklus operasi normal,
ii. untuk diperdagangkan,
iii. akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau
iv. tidak ada hak tanpa syarat untuk menangguhkan pelunasannya dalam paling tidak 12 bulan
setelah tanggal pelaporan.
Liabilitas yang tidak memenuhi kriteria di atas, diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diklasifikasikan sebagai aset dan liabilitas tidak lancar.
ad. Pertimbangan, estimasi dan asumsi akuntansi yang penting
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian Grup mengharuskan manajemen untuk membuat
keputusan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah pendapatan, beban, aset dan liabilitas
yang dilaporkan, dan pengungkapan yang menyertainya, dan pengungkapan liabilitas kontinjensi,
pada akhir periode pelaporan.
Ketidakpastian tentang asumsi dan perkiraan ini dapat menghasilkan hasil yang memerlukan
penyesuaian material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas yang terpengaruh pada periode
mendatang.
i. Pertimbangan
Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi
Grup yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan
konsolidasian:
Pajak penghasilan
Pertimbangan signifikan diperlukan dalam menentukan provisi pajak penghasilan. Terdapat
banyak transaksi dan perhitungan yang hasil pajak akhirnya tidak pasti. Grup mengakui liabilitas
untuk area pemeriksaan pajak yang diantisipasi berdasarkan estimasi apakah tambahan pajak
akan terutang. Jika hasil akhir pajak berbeda dengan jumlah yang sudah dicatat, selisihnya akan
mempengaruhi aset dan liabilitas pajak kini dan tangguhan pada periode ditentukannya hasil pajak
tersebut. Rincian atas sifat dan jumlah tercatat pajak penghasilan diungkapkan pada Catatan 25.
38
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
ad. Pertimbangan estimasi dan asumsi akuntansi yang penting (lanjutan)
ii. Estimasi dan asumsi
Estimasi dan asumsi terus dievaluasi dan didasarkan kepada pengalaman historis dan faktor-
faktor lain, termasuk ekspektasi peristiwa masa depan yang diyakini wajar berdasarkan kondisi
yang ada.
Grup membuat estimasi dan asumsi mengenai masa depan. Estimasi akuntansi yang dihasilkan,
menurut definisi, jarang yang sama dengan hasil aktualnya. Estimasi dan asumsi pada saat
tanggal pelaporan yang secara signifikan berisiko menyebabkan penyesuaian material terhadap
jumlah tercatat aset dan liabilitas selama satu tahun laporan keuangan ke depan dipaparkan
di bawah.
(a) Imbalan pasca kerja
Nilai kini kewajiban imbalan pasca kerja tergantung pada beberapa faktor yang ditentukan
dengan dasar aktuaria berdasarkan beberapa asumsi. Asumsi yang digunakan untuk
menentukan biaya (penghasilan) pensiun neto mencakup tingkat diskonto dan tingkat
pengembalian investasi. Perubahan asumsi ini akan mempengaruhi jumlah tercatat liabilitas
imbalan pasca kerja.
Grup menentukan tingkat diskonto yang sesuai pada akhir periode pelaporan. Tingkat diskonto
tersebut adalah tingkat suku bunga yang harus digunakan untuk menentukan nilai kini dari
estimasi arus kas keluar masa depan yang diharapkan untuk menyelesaikan kewajiban. Dalam
menentukan tingkat suku bunga yang sesuai, Grup mempertimbangkan tingkat suku bunga
obligasi pemerintah yang didenominasikan dalam mata uang imbalan yang akan dibayar dan
memiliki jangka waktu yang serupa dengan jangka waktu liabilitas yang terkait.
Jika terdapat peningkatan peringkat seperti pada obligasi pemerintah atau penurunan tingkat
bunga sebagai hasil dari peningkatan kondisi ekonomi, maka akan terdapat dampak material
terhadap tingkat diskonto yang digunakan dalam menentukan kewajiban pasca kerja.
Asumsi kunci kewajiban imbalan pasca kerja lainnya sebagian ditentukan berdasarkan kondisi
pasar saat ini. Informasi tambahan diungkapkan pada Catatan 28 dan 29.
(b) Umur manfaat aset tetap
Grup mengestimasi umur manfaat aset tetap berdasarkan ekspektasi penggunaan aset oleh
Grup dengan mempertimbangkan rencana strategi usaha, perkembangan teknologi di masa
depan, dan perilaku pasar. Estimasi umur manfaat aset tetap adalah berdasarkan pada
penelaahan Grup secara kolektif terhadap praktik industri, evaluasi teknis internal, dan
pengalaman untuk aset yang sejenis.
Grup melakukan reviu atas estimasi umur manfaat sekurang-kurangnya setiap akhir periode
pelaporan dan diperbarui jika ekspektasi berbeda dengan estimasi sebelumnya, yang
dikarenakan adanya perubahan ekspektasi daya pakai aset akibat pemakaian dan kerusakan
fisik, keusangan secara teknis atau komersial dan hukum atau pembatasan lain atas
penggunaan aset. Jumlah beban tercatat setiap tahun akan terpengaruh oleh perubahan atas
faktor-faktor dan situasi tersebut. Perubahan estimasi umur manfaat aset tetap merupakan
perubahan estimasi akuntansi dan diakui secara prospektif dalam laporan laba rugi pada
periode perubahan dan periode mendatang.
Rincian atas sifat dan jumlah tercatat atas aset tetap diungkapkan pada Catatan 9.
39
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
ad. Pertimbangan estimasi dan asumsi akuntansi yang penting (lanjutan)
ii. Estimasi dan asumsi (lanjutan)
(c) Provisi untuk penurunan nilai piutang
Grup mengevaluasi adanya bukti obyektif bahwa piutang usaha mengalami penurunan nilai
pada setiap akhir periode pelaporan. Provisi atas penurunan nilai piutang usaha dan piutang
lain-lain, dihitung berdasarkan kondisi terkini dan tingkat ketertagihan historis piutang usaha.
Provisi ini disesuaikan secara berkala untuk mencerminkan hasil aktual dan taksiran. Rincian
atas sifat dan jumlah tercatat provisi penurunan nilai piutang diungkapkan pada Catatan 5.
(d) Uji penurunan nilai aset tidak lancar dan goodwill
Penerapan metode akuisisi dalam suatu kombinasi bisnis mensyaratkan penggunaan estimasi
akuntansi secara ekstensif dalam mengalokasikan harga beli kepada nilai pasar wajar aset
dan liabilitas yang diakuisisi, termasuk aset takberwujud. Akuisisi bisnis tertentu oleh Grup
menimbulkan goodwill, yang tidak diamortisasi namun diuji bagi penurunan nilai setiap
tahunnya dan setiap terdapat indikasi penurunan nilai.
Perhitungan arus kas masa depan dalam menentukan nilai wajar aset tetap dan aset tidak
lancar lainnya dari entitas yang diakuisisi pada tanggal akuisisi melibatkan estimasi yang
signifikan. Walaupun manajemen berkeyakinan bahwa asumsi yang digunakan adalah tepat
dan memiliki dasar yang kuat, perubahan signifikan pada asumsi
tersebut dapat
mempengaruhi secara material evaluasi atas nilai terpulihkan dan dapat menimbulkan
penurunan nilai sesuai PSAK 48: Penurunan Nilai Aset.
(e) Akuisisi
Grup mengevaluasi setiap transaksi akuisisi untuk menentukan akan diperlakukan sebagai
akuisisi aset atau kombinasi bisnis. Untuk transaksi yang diperlakukan sebagai akuisisi aset,
harga pembelian dialokasikan untuk aset yang diperoleh, tanpa pengakuan goodwill. Untuk
akuisisi yang memenuhi definisi kombinasi bisnis, Grup menerapkan metode akuisisi
akuntansi atas aset yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih dicatat pada nilai wajar pada
tanggal akuisisi, dan hasil operasi disertakan dengan hasil Grup dari tanggal akuisisi masing-
masing.
Setiap kelebihan dari harga pembelian dibayar atas jumlah yang diakui untuk aset yang
diperoleh dan liabilitas diambil alih dicatat sebagai goodwill. Grup terus mengevaluasi akuisisi
yang diperhitungkan sebagai kombinasi bisnis untuk jangka waktu tidak melebihi satu tahun
setelah tanggal akuisisi yang berlaku dari setiap transaksi untuk menentukan apakah
penyesuaian tambahan diperlukan untuk alokasi harga pembelian yang dibayarkan untuk aset
yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih. Nilai wajar dari aset yang diperoleh dan liabilitas
yang diambil alih biasanya ditentukan dengan menggunakan salah satu perkiraan biaya
penggantian atau metode penilaian arus kas diskonto. Ketika menentukan nilai wajar dari aset
berwujud yang diperoleh, Grup memperkirakan biaya untuk mengganti aset dengan aset baru
dengan mempertimbangkan faktor seperti umur, kondisi dan masa manfaat ekonomi dari aset.
Ketika menentukan nilai wajar dari aset tidak berwujud yang diperoleh, Grup memperkirakan
tingkat diskonto yang berlaku dan waktu dan jumlah arus kas masa depan, termasuk tingkat
dan persyaratan atas perpanjangan dan pengurangan.
40
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. KAS DAN SETARA KAS
Kas
Bank
Pihak berelasi
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (“Bank Mandiri”)
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (“BNI”)
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (“BRI”)
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (“BTN”)
Lain-lain
Sub-jumlah
Pihak ketiga
PT Bank Permata Tbk. (“Bank Permata”)
PT Bank HSBC Indonesia ("HSBC")
The Hongkong and Shanghai Banking
Corporation Ltd. ("HSBC Hongkong")
Standard Chartered Bank (“SCB”)
PT Bank Pembangunan Daerah (“BPD”)
PT Bank Bukopin Tbk. (“Bank Bukopin”)
Lain-lain
Sub-jumlah
Jumlah bank
Deposito berjangka
Pihak berelasi
BNI
BRI
BTN
Bank Mandiri
Sub-jumlah
2019
Saldo
2018
Saldo
Mata uang
asing
(dalam jutaan)
Setara
Rupiah
Mata uang
asing
(dalam jutaan)
Setara
Rupiah
-
-
9
1
0
1
0
-
6
0
0
-
3
-
-
0
-
4
-
14
6
-
11
1
-
-
0
-
8
1
27
4
1
0
0
0
-
32
-
36
-
4
-
16
37
1.407
122
23
1
0
0
1.033
86
0
0
198
44
51
20
0
2.985
335
62
3
188
10
0
150
7
121
76
0
358
113
17
13
12
7
3
1
0
1.476
4.461
2.693
450
2.561
500
2.733
49
1.129
215
10.330
-
-
10
1
1
8
0
-
2
0
0
-
2
-
-
0
-
2
-
12
5
-
10
1
-
-
0
-
8
1
17
6
0
2
0
0
-
58
-
47
-
31
-
16
36
1.199
139
20
1
1
0
791
28
0
0
728
31
342
15
0
3.295
218
30
1
181
9
0
148
14
43
6
0
165
115
20
8
21
2
14
0
0
995
4.290
2.640
837
1.911
676
2.559
446
611
230
9.910
Mata uang
Rp
Rp
US$
EUR
HKD
JPY
AUD
Rp
US$
SGD
EUR
Rp
US$
Rp
Rp
US$
Rp
US$
Rp
US$
HKD
Rp
US$
SGD
Rp
Rp
US$
Rp
US$
EUR
TWD
MYR
AUD
SGD
MOP
HKD
Rp
US$
Rp
US$
Rp
US$
Rp
US$
41
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. KAS DAN SETARA KAS (lanjutan)
2019
Saldo
2018
Saldo
Mata uang
Mata uang
asing
(dalam jutaan)
Setara
Rupiah
Mata uang
asing
(dalam jutaan)
Setara
Rupiah
Deposito berjangka (lanjutan)
Pihak ketiga
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat
dan Banten Tbk. (“BJB”)
PT Bank CIMB Niaga Tbk.
(“Bank CIMB Niaga”)
PT Bank Mega Tbk. (“Bank Mega”)
Bank Bukopin
PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk.
(“BTPN”)
United Overseas Bank Limited (“UOB Singapore”)
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk.
Lain-lain
Rp
Rp
US$
Rp
Rp
Rp
US$
US$
Rp
Rp
US$
MYR
Sub-jumlah
Jumlah deposito berjangka
Jumlah
-
-
29
-
-
-
-
-
-
-
8
9
1.394
992
398
400
10
1
-
-
20
57
112
30
3.414
13.744
18.242
-
-
-
-
-
-
25
30
-
-
-
11
1.295
190
-
365
248
181
363
429
40
53
-
39
3.203
13.113
17.439
Tingkat bunga deposito berjangka per tahun adalah sebagai berikut:
Rupiah
Mata uang asing
2019
4,00% - 9,25%
0,50% - 3,30%
2018
2,60% - 9,25%
0,50% - 3,75%
Pihak berelasi dimana Grup melakukan penempatan dananya merupakan bank milik negara. Grup
menempatkan sebagian besar kas dan setara kasnya di bank-bank tersebut karena mereka memiliki
jaringan cabang yang luas di Indonesia dan dipertimbangkan sebagai bank yang sehat secara finansial
karena dimiliki oleh negara.
42
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4. ASET KEUANGAN LANCAR LAINNYA
2019
Saldo
2018
Saldo
Mata uang
asing
Mata uang (dalam jutaan)
Setara
Rupiah
Mata uang
asing
(dalam jutaan)
Setara
Rupiah
Deposito berjangka
Pihak berelasi
BNI
Pihak ketiga
SCB
Lain-lain
Jumlah deposito berjangka
Aset keuangan tersedia untuk dijual
Pihak berelasi
PT Bahana TCW Investment Management
(“Bahana TCW”)
PT Mandiri Manajemen Investasi
Jumlah aset keuangan tersedia untuk dijual
Rekening penampungan
Lainnya
Jumlah
Rp
US$
Rp
US$
Rp
Rp
Rp
US$
MYR
Rp
MYR
-
8
-
5
-
-
-
1
6
-
2
-
111
18
71
200
71
-
71
142
15
19
102
5
554
-
8
-
6
-
-
-
0
5
-
-
1
116
-
88
205
91
379
470
136
1
16
476
-
1.304
Seluruh deposito berjangka di atas memiliki tanggal jatuh tempo lebih dari tiga bulan tetapi tidak lebih
dari satu tahun, dengan tingkat bunga per tahun sebagai berikut:
Rupiah
Mata uang asing
2019
6,50%
1,20% - 2,51%
2018
5,00%
1,35% - 2,18%
43
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. PIUTANG USAHA
Piutang usaha berhubungan dengan
non-retail, dengan rincian sebagai berikut:
jasa yang diberikan kepada pelanggan
retail dan
a. Berdasarkan pelanggan
(i) Pihak berelasi
BUMN
Indonusa
Indosat
Lain-lain
Jumlah
Provisi penurunan nilai piutang
Jumlah bersih
(ii) Pihak ketiga
Pelanggan individual dan bisnis
Penyelenggara jasa telekomunikasi
internasional luar negeri
Jumlah
Provisi penurunan nilai piutang
Jumlah bersih
b. Berdasarkan umur
(i) Pihak berelasi
Sampai dengan 3 bulan
3 sampai dengan 6 bulan
Lebih dari 6 bulan
Jumlah
Provisi penurunan nilai piutang
Jumlah bersih
(ii) Pihak ketiga
Sampai dengan 3 bulan
3 sampai dengan 6 bulan
Lebih dari 6 bulan
Jumlah
Provisi penurunan nilai piutang
Jumlah bersih
44
2019
2018
1.604
494
150
459
2.707
(915)
1.792
2019
2018
13.710
1.583
15.293
(5.288)
10.005
2019
2018
1.563
237
907
2.707
(915)
1.792
2019
2018
9.270
1.077
4.946
15.293
(5.288)
10.005
1.649
522
219
467
2.857
(731)
2.126
12.044
1.542
13.586
(4.298)
9.288
1.748
296
813
2.857
(731)
2.126
8.006
1.502
4.078
13.586
(4.298)
9.288
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. PIUTANG USAHA (lanjutan)
b. Berdasarkan umur (lanjutan)
(iii) Umur total piutang usaha
2019
2018
Sebelum
provisi
Provisi
penurunan
nilai piutang
Sebelum
provisi
Provisi
penurunan
nilai piutang
Belum jatuh tempo
Jatuh tempo sampai dengan 3 bulan
Jatuh tempo lebih dari 3 bulan sampai
dengan 6 bulan
Jatuh tempo lebih dari 6 bulan
Jumlah
8.250
2.583
1.314
5.853
18.000
395
513
458
4.837
6.203
7.512
2.244
1.797
4.890
16.443
394
281
329
4.025
5.029
Grup telah membentuk provisi penurunan nilai piutang usaha berdasarkan tingkat penurunan nilai
historis secara kolektif dan historis kredit para pelanggan secara individual. Grup tidak
membedakan piutang usaha pihak berelasi dan piutang usaha pihak ketiga dalam menilai jumlah
yang jatuh tempo. Pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018, nilai tercatat piutang usaha Grup
yang
tidak diturunkan nilainya masing-masing sebesar
Rp3.942 miliar dan Rp4.296 miliar. Manajemen telah menyimpulkan bahwa piutang usaha yang
telah jatuh tempo tetapi tidak diturunkan nilainya, termasuk piutang usaha yang belum jatuh tempo
dan juga tidak diturunkan nilainya, adalah terutang dari para pelanggan dengan tingkat
ketertagihan yang baik dan diharapkan dapat terpulihkan.
tempo
tetapi
telah
jatuh
c. Berdasarkan mata uang
(i) Pihak berelasi
Rupiah
Dolar A.S.
Lain-lain
Jumlah
Provisi penurunan nilai piutang
Jumlah bersih
(ii) Pihak ketiga
Rupiah
Dolar A.S.
Dolar Australia
Lain-lain
Jumlah
Provisi penurunan nilai piutang
Jumlah bersih
2019
2018
2.705
2
0
2.707
(915)
1.792
2019
2018
12.883
2.298
12
100
15.293
(5.288)
10.005
2.850
7
0
2.857
(731)
2.126
11.348
2.118
19
101
13.586
(4.298)
9.288
45
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. PIUTANG USAHA (lanjutan)
d. Mutasi provisi penurunan nilai piutang
Saldo awal
Provisi yang diakui selama tahun berjalan
(Catatan 24)
Penghapusbukuan piutang
Saldo akhir
2019
2018
5.029
2.283
(1.109)
6.203
4.331
1.724
(1.026)
5.029
Penghapusbukuan piutang merupakan penghapusbukuan piutang usaha pihak berelasi dan pihak
ketiga.
Manajemen berpendapat bahwa saldo provisi atas penurunan nilai piutang usaha cukup untuk
menutup kerugian atas tidak tertagihnya piutang.
Pada tanggal 31 Desember 2019, piutang usaha tertentu entitas anak sebesar Rp6.812 miliar telah
dijaminkan dalam beberapa perjanjian pinjaman (Catatan 15 dan 16c).
6. PERSEDIAAN
Komponen
Kartu SIM dan voucer prabayar
Lain-lain
Jumlah
Provisi atas persediaan usang
Komponen
Kartu SIM dan voucer prabayar
Lain-lain
Jumlah
Jumlah bersih
2019
2018
351
154
172
677
(62)
(28)
(2)
(92)
585
Mutasi provisi atas persediaan usang adalah sebagai berikut:
Saldo awal
Provisi yang diakui selama tahun berjalan
Penghapusbukuan persediaan
Saldo akhir
2019
2018
67
25
-
92
429
137
218
784
(38)
(28)
(1)
(67)
717
53
22
(8)
67
Manajemen berpendapat bahwa saldo provisi atas persediaan usang cukup untuk menutup kerugian
akibat dari penurunan nilai persediaan karena usang.
Persediaan yang diakui sebagai beban dan termasuk dalam beban usaha operasi, pemeliharaan, dan
jasa telekomunikasi pada tahun 2019 dan 2018 masing-masing sebesar Rp1.727 miliar dan
Rp2.625 miliar (Catatan 23).
46
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6. PERSEDIAAN (lanjutan)
Persediaan tertentu entitas anak sebesar Rp343 miliar telah dijaminkan dalam beberapa perjanjian
pinjaman (Catatan 16c).
Pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018, modul (bagian dari aset tetap) dan komponen dengan nilai
buku masing-masing sebesar Rp112 miliar dan Rp125 miliar, yang dimiliki oleh Grup telah diasuransikan
terhadap risiko kebakaran, pencurian, dan risiko lain. Total nilai pertanggungan pada tanggal
31 Desember 2019 dan 2018 masing-masing sebesar Rp155 miliar dan Rp176 miliar.
Manajemen berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan asuransi tersebut memadai untuk menutup
kemungkinan kerugian atas persediaan yang muncul dari risiko yang ditanggung.
7. ASET LANCAR LAINNYA
Rincian dari aset lancar lainnya adalah sebagai berikut:
Izin penggunaan frekuensi
dibayar di muka (Catatan 33c.i)
Sewa dibayar di muka
Uang muka
Gaji dibayar di muka
Lain-lain
Jumlah
2019
2018
3.879
1.403
670
189
511
6.652
3.636
1.382
1.803
200
961
7.982
8. PENYERTAAN JANGKA PANJANG
Grup memiliki penyertaan saham pada beberapa entitas sebagai berikut:
Penyertaan jangka panjang
Persentase
kepemilikan Saldo awal
Penambahan
(pengurangan)
2019
Bagian
laba (rugi)
bersih
Dividen
Bagian
penghasilan
komprehensif
lain
Penurunan
nilai
Saldo akhir
pada entitas
asosiasi:
Tiphonea
Finaryab
Indonusac
Jalind
Cellume
ILCSf
GSNg
Teltraneth
Lain-laini
Sub-jumlah
Penyertaan jangka panjang
lainnya
Jumlah penyertaan jangka
panjang
24,00
26,58
20,00
33,00
30,40
49,00
45,00
51,00
6,32-32,00
1.602
-
210
-
79
44
14
-
4
1.953
519
-
484
-
70
-
-
-
34
(2)
586
215
88
(217)
-
7
(8)
(13)
(1)
(24)
2
(166)
(11)
-
-
-
-
-
-
-
-
(11)
-
-
19
-
-
(0)
-
0
-
1
-
20
-
(1.172)
-
-
-
-
-
-
-
-
(1.172)
526
267
210
77
71
31
13
11
4
1.210
-
734
2.472
801
(166)
(11)
20
(1.172)
1.944
47
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
8. PENYERTAAN JANGKA PANJANG (lanjutan)
Ringkasan informasi keuangan investasi Grup yang diperhitungkan dengan menggunakan metode
ekuitas untuk tahun 2019:
Laporan posisi keuangan
Aset lancar
Aset tidak lancar
Liabilitas jangka pendek
Liabilitas jangka panjang
Ekuitas (defisit)
Laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lainnya
Pendapatan
Beban operasional
Penghasilan (beban) lain-lain
termasuk biaya pendanaan - bersih
Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan
Manfaat (beban) pajak penghasilan
Laba (rugi) tahun berjalan
Laba (rugi) komprehensif lain
Jumlah laba (rugi) komprehensif
tahun berjalan
Tiphone Finarya Indonusa Jalin
Cellum
ILCS
GSN
Teltranet Lain-lain
8.165
778
(3.824)
(741)
4.378
2.382
132
(1.533)
(3)
978
495
253
(534)
(278)
(64)
100
222
(78)
(10)
234
28.442
(27.621)
(321)
500
(138)
362
77
38
(877)
17
(822)
1
(821)
-
794
(738)
205
(148)
1
57
(10)
47
(1)
2
59
(17)
42
(0)
14
17
(10)
(27)
(6)
13
(40)
-
(27)
-
(27)
-
119
41
(95)
(2)
63
17
169
(2)
(155)
29
291
66
(356)
(58)
(57)
615
4.033
(1.089)
(5.101)
(1.542)
206
(212)
(16)
(22)
(4)
(26)
0
7
(9)
(0)
(2)
(0)
(2)
-
195
(242)
(15)
(62)
(43)
(105)
2
784
(800)
(128)
(144)
(1)
(145)
-
439
(821)
46
42
(27)
(26)
(2)
(103)
(145)
31
2018
Persentase
kepemilikan Saldo awal
Penambahan
(pengurangan)
Bagian laba
(rugi) bersih Dividen
Bagian
penghasilan
komprehensif
lain
Penurunan
nilai
Saldo
akhir
Penyertaan jangka panjang
pada entitas
asosiasi:
Tiphonea
Indonusac
Cellume
ILCSf
GSNg
Lain-laini
Teltraneth
Sub-jumlah
Penyertaan jangka panjang
lainnya
Jumlah penyertaan jangka
panjang
24,00
20,00
30,40
49,00
45,00
25,00-32,00
51,00
1.539
221
-
43
14
4
18
1.839
-
-
84
-
-
-
-
84
309
253
87
(11)
(5)
1
0
0
(19)
53
-
2.148
337
53
(9)
-
-
-
-
-
-
(9)
-
(9)
(15)
-
-
0
-
0
1
(14)
-
-
-
-
-
-
-
-
1.602
210
79
44
14
4
-
1.953
-
(43)
519
(14)
(43)
2.472
48
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
8. PENYERTAAN JANGKA PANJANG (lanjutan)
Ringkasan informasi keuangan investasi Grup yang diperhitungkan dengan menggunakan metode
ekuitas untuk tahun 2018:
©©
Laporan posisi keuangan
Aset lancar
Aset tidak lancar
Liabilitas jangka pendek
Liabilitas jangka panjang
Ekuitas (defisit)
Laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lainnya
Pendapatan
Beban operasional
Penghasilan (beban) lain-lain
termasuk biaya pendanaan - bersih
Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan
Manfaat (beban) pajak penghasilan
Laba (rugi) tahun berjalan
Laba (rugi) komprehensif lain
Jumlah laba (rugi) komprehensif
tahun berjalan
Tiphone
Indonusa Teltranet
ILCS
GSN
Cellum
Lain-lain
7.615
892
(1.466)
(3.062)
3.979
29.228
(28.117)
(391)
720
(137)
583
(63)
449
310
(571)
(297)
(109)
824
(583)
(39)
202
(55)
147
(3)
520
144
269
116
(269)
(138)
(22)
132
47
(87)
(2)
90
184
-
154
-
338
206
(264)
164
(162)
(13)
(71)
12
(59)
1
(58)
1
3
(1)
2
-
2
5
(5)
1
1
(0)
1
-
1
22
43
(23)
(20)
22
22
(46)
(10)
(34)
-
(34)
-
201
601
(663)
(1.863)
(1.724)
95
(233)
(33)
(171)
(1)
(172)
-
(34)
(172)
a Tiphone berdiri pada tanggal 25 Juni 2008 dengan nama PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk. Tiphone bergerak di bidang
perdagangan perangkat telekomunikasi berupa telepon seluler berikut suku cadang, aksesoris, pulsa serta jasa perbaikan dan
penyediaan konten melalui anak perusahaan. Pada tanggal 18 September 2014, Perusahaan melalui PINS melakukan pembelian
25% saham kepemilikan di Tiphone senilai Rp1.395 miliar.
Nilai wajar penyertaan pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018 masing-masing adalah sebesar Rp526 miliar dan
Rp1.649 miliar. Nilai wajar dihitung dengan mengalikan jumlah lembar saham dengan harga pasar pada tanggal
31 Desember 2019 dan 2018 masing-masing sebesar Rp300 dan Rp940 per lembar saham.
Rekonsiliasi
informasi keuangan dan nilai
tercatat penyertaan
jangka panjang pada Tiphone pada
tanggal
31 Desember 2019 dan 2018 adalah sebagai berikut:
Aset
Liabilitas
Aset bersih
Bagian Grup atas aset bersih (24,00% tahun 2019 dan 2018)
Goodwill
Penurunan nilai
Nilai tercatat penyertaan jangka panjang
2019
2018
8.943
(4.565)
4.378
1.051
647
(1.172)
526
8.507
(4.528)
3.979
955
647
-
1.602
b Pada tanggal 21 Januari 2019, Telkomsel mendirikan anak perusahaan PT Fintek Karya Nusantara (“Finarya”) dengan modal
awal Rp25 miliar dan pada tanggal 22 Februari 2019 Telkomsel mengalihkan asetnya sebesar Rp 150 miliar. Atas akuisisi ini
Telkomsel memperoleh masing-masing 2.499 dan 14.974 lembar saham (kepemilikan saham 100%). Telkomsel dengan
PT Mandiri Capital Indonesia, PT BRI Ventura Indonesia, PT BNI Sekuritas, PT Jasamarga Tollroad Operator, PT Dana Tabungan
dan Asuransi Pegawai Negeri (Persero), PT Pertamina Retail, PT Kereta Commuter Indonesia (“KCI”), PT Asuransi Jiwasraya
(Persero), dan PT Danareksa Capital, menandatangani perjanjian pemegang saham pada tanggal 31 Juli 2019, 31 Oktober 2019,
dan 31 Desember 2019 sehubungan dengan peningkatan modal ditempatkan dan disetor oleh masing-masing pemegang saham.
Pada tanggal 31 Desember 2019, Telkomsel memiliki 48.530 lembar saham atau setara dengan 26,58% kepemilikan saham.
c Indonusa sebelumnya adalah entitas anak. Pada
tahun 2013 Perusahaan menjual 80% kepemilikan sahamnya.
Pada tanggal 14 Mei 2014, berdasarkan Surat Sirkuler Pemegang Saham Indonusa yang tercakup dalam akta notaris
No. 57 tanggal 23 April 2014 oleh FX Budi Santoso Isbandi, S.H., yang disetujui oleh Menkumham dalam Surat
No. AHU-02078.40.20.2014 tanggal 29 April 2014, pemegang saham Indonusa menyetujui atas peningkatan jumlah saham yang
diterbitkan dan dibayar penuh sejumlah Rp80 miliar. Perusahaan telah menggunakan haknya atas saham yang diterbitkan dan
melakukan pengalihan ke Metra sehingga kepemilikan Metra atas Indonusa meningkat menjadi 4,33% dan kepemilikan
Perusahaan atas Indonusa menjadi 15,67%.
d Jalin sebelumnya adalah entitas anak. Pada tanggal 19 Juni 2019 Perusahaan menjual 67% kepemilikan sahamnya kepada
PT Danareksa (Persero) (“Danareksa”) senilai Rp395 miliar.
e Investasi pada Cellum dicatat dengan metode ekuitas berdasarkan perjanjian pernyertaan saham baru bersyarat antara Metranet
dengan Cellum Global Zrt pada tanggal 30 Januari 2018. Cellum adalah perusahaan penyedia solusi mobile payment dan
commerce services.
f
PT Integrasi Logistik Cipta Solusi (“ILCS“) bergerak dalam bidang penyelenggaraan jasa layanan E-trade logistic dan jasa terkait
lainnya.
g Pada tanggal 31 Agustus 2017, NSI dan pihak ketiga mendirikan PT Graha Sakura Nusantara (“GSN“) yang menjalankan usaha
h
real estate, pemasaran perumahan dan apartemen.
Investasi pada Teltranet dicatat dengan metode ekuitas berdasarkan perjanjian antara Metra dengan Telstra Holding Singapore
Pte. Ltd. pada tanggal 29 Agustus 2014. Teltranet bergerak dalam bidang jasa sistem komunikasi. Metra tidak memiliki
pengendalian dalam menentukan kebijakan keuangan dan operasi dari Teltranet.
i Bagian kumulatif rugi atas investasi lain-lain yang tidak diakui hingga tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 adalah
Rp480 miliar.
49
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9. ASET TETAP
Harga perolehan:
Aset tetap pemilikan langsung
Tanah
Bangunan
Renovasi bangunan sewa
Peralatan sentral telepon
Peralatan telegraf, teleks dan
komunikasi data
Peralatan dan instalasi transmisi
Satelit, stasiun bumi dan peralatannya
Jaringan kabel
Catu daya
Peralatan pengolahan data
Peralatan telekomunikasi lainnya
Peralatan kantor
Kendaraan
Peralatan lainnya
Aset dalam pembangunan
Aset sewa pembiayaan
Peralatan dan instalasi transmisi
Peralatan pengolahan data
Kendaraan
Peralatan kantor
Aset CPE
Catu daya
Aset Pola Bagi Hasil (“PBH”)
Jumlah
1 Januari
2019
Akuisisi
Penambahan Pengurangan
Reklasifikasi/
Translasi
31 Desember
2019
1.626
11.833
1.375
15.291
1.586
141.408
11.972
45.451
17.864
14.265
3.423
2.142
641
94
4.876
5.603
1
578
16
22
125
252
280.444
6
12
-
-
-
686
-
-
-
10
-
7
-
-
81
-
-
1
-
-
-
-
803
16
779
37
1.228
675
6.768
108
8.197
793
709
1.904
208
99
57
14.923
-
-
54
30
-
-
-
36.585
-
(4)
(58)
(61)
-
(6.240)
(11)
(113)
(253)
(107)
-
(101)
(167)
-
(20)
(102)
-
(80)
(4)
-
-
-
(7.321)
(4)
1.442
195
890
(3)
9.128
275
822
1.709
1.532
13
105
(5)
(28)
(17.241)
(1)
-
(50)
-
-
(125)
(163)
(1.509)
1.644
14.062
1.549
17.348
2.258
151.750
12.344
54.357
20.113
16.409
5.340
2.361
568
123
2.619
5.500
1
503
42
22
-
89
309.002
1 Januari
2019
Akuisisi
Penambahan Pengurangan
Reklasifikasi/
Translasi
31 Desember
2019
Akumulasi penyusutan dan penurunan nilai:
Aset tetap pemilikan langsung
Bangunan
Renovasi bangunan sewa
Peralatan sentral telepon
Peralatan telegraf, teleks dan
komunikasi data
Peralatan dan instalasi transmisi
Satelit, stasiun bumi dan peralatannya
Jaringan kabel
Catu daya
Peralatan pengolahan data
Peralatan telekomunikasi lainnya
Peralatan kantor
Kendaraan
Peralatan lainnya
Aset sewa pembiayaan
Peralatan dan instalasi transmisi
Peralatan pengolahan data
Kendaraan
Peralatan kantor
Aset CPE
Catu daya
Aset PBH
Jumlah
Nilai buku bersih
3.405
949
10.550
1.320
74,247
5.005
12.185
12.316
10.747
1.029
1.312
281
75
3.241
1
126
70
20
73
244
137.196
143.248
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
726
198
1.488
260
11.059
818
2.349
1.454
1.304
737
383
72
1
587
-
72
3
-
-
-
21.511
(4)
(56)
(45)
-
(5.260)
(10)
(102)
(239)
(61)
-
(55)
(137)
-
(94)
-
(58)
(3)
-
-
-
(6.124)
(14)
-
(17)
-
(53)
(4)
(261)
65
(13)
-
38
(6)
(10)
-
-
(25)
(26)
-
(73)
(155)
(554)
4.113
1.091
11.976
1.580
79.993
5.809
14.171
13.596
11.977
1.766
1.678
210
66
3.734
1
115
44
20
-
89
152.029
156.973
50
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9. ASET TETAP (lanjutan)
1 Januari
2018
Akuisisi
Penambahan Pengurangan
Reklasifikasi/
Translasi
31 Desember
2018
Harga perolehan:
Aset tetap pemilikan langsung
Tanah
Bangunan
Renovasi bangunan sewa
Peralatan sentral telepon
Peralatan telegraf, teleks, dan
komunikasi data
Peralatan dan instalasi transmisi
Satelit, stasiun bumi, dan peralatannya
Jaringan kabel
Catu daya
Peralatan pengolahan data
Peralatan telekomunikasi lainnya
Peralatan kantor
Kendaraan
Peralatan lainnya
Aset dalam pembangunan
Aset sewa pembiayaan
Peralatan dan instalasi transmisi
Peralatan pengolahan data
Kendaraan
Peralatan kantor
Aset CPE
Catu daya
Aset Pola Bagi Hasil (“PBH”)
Jumlah
1.519
9.802
1.257
18.463
1.583
133.797
9.300
47.155
16.279
13.294
1.659
1.557
439
97
4.415
5.582
83
401
80
22
215
252
267.251
46
43
-
-
-
-
-
-
13
23
-
46
6
-
2
-
-
-
-
-
-
-
179
39
67
23
818
3
3.266
2.414
5.887
484
140
1.765
471
203
18
17.821
21
-
176
4
-
-
-
33.620
-
(1)
(24)
(1.920)
-
(6.398)
(3)
(36)
(187)
(540)
-
(18)
(1)
-
(23)
-
(82)
-
(68)
-
(90)
-
22
1.922
119
(2.070)
-
10.743
261
(7.555)
1.275
1.348
(1)
86
(6)
(21)
(17.339)
-
-
1
-
-
-
-
(9.391)
(11.215)
1.626
11.833
1.375
15.291
1.586
141.408
11.972
45.451
17.864
14.265
3.423
2.142
641
94
4.876
5.603
1
578
16
22
125
252
280.444
1 Januari
2018
Akuisisi
Penambahan Pengurangan
Reklasifikasi/
Translasi
31 Desember
2018
Akumulasi penyusutan dan penurunan nilai:
Aset tetap pemilikan langsung
Bangunan
Renovasi bangunan sewa
Peralatan sentral telepon
Peralatan telegraf, teleks, dan
komunikasi data
Peralatan dan instalasi transmisi
Satelit, stasiun bumi, dan peralatannya
Jaringan kabel
Catu daya
Peralatan pengolahan data
Peralatan telekomunikasi lainnya
Peralatan kantor
Kendaraan
Peralatan lainnya
Aset sewa pembiayaan
Peralatan dan instalasi transmisi
Peralatan pengolahan data
Kendaraan
Peralatan kantor
Aset CPE
Catu daya
Aset PBH
Jumlah
Nilai buku bersih
a. Laba dari penjualan aset tetap
2.880
823
14.553
802
69.240
4.334
17.864
11.154
10.236
602
1.036
226
96
2.638
76
66
80
20
120
234
137.080
130.171
Hasil penjualan aset tetap
Nilai buku bersih
Laba dari pelepasan atau penjualan aset tetap
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
513
150
1.307
518
10.958
677
2.076
1.332
1.040
428
290
62
4
603
7
60
44
-
43
10
20.122
(1)
(24)
(1.920)
-
(5.579)
(3)
(36)
(177)
(519)
-
(18)
(1)
-
-
(82)
-
(54)
-
(90)
-
13
-
(3.390)
-
(372)
(3)
(7.719)
7
(10)
(1)
4
(6)
(25)
-
-
-
-
-
-
-
(8.504)
(11.502)
3.405
949
10.550
1.320
74.247
5.005
12.185
12.316
10.747
1.029
1.312
281
75
3.241
1
126
70
20
73
244
137.196
143.248
2019
2018
1.496
(853)
643
629
(1)
628
51
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9. ASET TETAP (lanjutan)
b. Lain-lain
(i) Pada tanggal 31 Desember 2019, UPK yang menghasilkan proyeksi arus kas masuk adalah
sambungan nirkabel tidak bergerak, seluler, dan lainnya. Manajemen berpendapat bahwa tidak
ada indikasi penurunan nilai aset dari UPK tersebut pada tanggal 31 Desember 2019.
(ii) Bunga
yang
pinjaman
pembangunan
sejumlah Rp99 miliar dan Rp271 miliar masing-masing untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2019 dan 2018. Tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah biaya
pinjaman yang layak dikapitalisasi berkisar antara 4,12%-11% dan 9,68%-11% masing-masing
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018.
dikapitalisasi
dalam
aset
ke
(iii) Tidak ada rugi selisih kurs yang dikapitalisasi ke aset dalam pembangunan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018.
(iv) Pada tahun 2019 dan 2018, Grup telah mendapat klaim asuransi atas aset tetap yang hilang dan
rusak masing-masing sebesar Rp197 miliar dan Rp153 miliar dan dicatat sebagai bagian dari
lain
“Penghasilan Lain-Lain” dalam
konsolidasian. Pada tahun 2019 dan 2018, nilai tercatat aset tetap tersebut masing-masing
sebesar Rp165 miliar dan Rp51 miliar, telah dibebankan dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian.
laba rugi dan penghasilan komprehensif
laporan
(v) Di tahun 2019 dan 2018, Telkomsel memutuskan untuk mengganti peralatan tertentu dengan
nilai tercatat bersih masing-masing sebesar Rp267 miliar dan Rp341 miliar, sebagai bagian dari
program modernisasi, dan melakukan percepatan pencatatan penyusutan. Dampak
penambahan beban penyusutan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019
adalah sebesar Rp259 miliar.
Pada tahun 2018, umur manfaat lisensi piranti lunak radio dan peralatan pengolahan data diubah
masing-masing dari 7 tahun menjadi 10 tahun dan dari 3 tahun menjadi 5 tahun. Dampak
tanggal
pengurangan
31 Desember 2019 adalah sebesar Rp637 miliar.
penyusutan
berakhir
beban
tahun
untuk
pada
yang
Dampak perubahan umur manfaat ini atas laba sebelum pajak di masa yang akan datang,
sebagai berikut:
Tahun
2020
2021
2022
Kenaikan (Penurunan)
266
18
(106)
52
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9. ASET TETAP (lanjutan)
b. Lain-lain (lanjutan)
(vi) Pada tahun 2019 dan 2018, peralatan Telkomsel dengan nilai tercatat bersih masing-masing
sebesar Rp803 miliar dan Rp777 miliar ditukarkan dengan peralatan Ericsson AB, PT Ericsson
Indonesia, PT Huawei Tech Investment, PT Nokia Solutions and Networks Indonesia, dan
PT ZTE Indonesia. Pada tanggal 31 Desember 2019, peralatan Telkomsel dengan nilai tercatat
bersih Rp39 miliar akan ditukarkan, dan oleh karenanya peralatan tersebut direklasifikasi sebagai
aset tersedia untuk dijual pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
(vii) Grup memiliki beberapa bidang tanah yang terletak di berbagai daerah di Indonesia dengan
status Hak Guna Bangunan (“HGB”) berjangka waktu 10-50 tahun yang akan habis masa
berlakunya antara tahun 2019 sampai dengan tahun 2069. Manajemen berkeyakinan bahwa
tidak akan terdapat kesulitan untuk memperpanjang hak atas tanah pada saat berakhirnya hak
tersebut.
(viii) Pada tanggal 31 Desember 2019, aset tetap milik Grup kecuali tanah, dengan nilai tercatat bersih
sebesar Rp150.891 miliar telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran, pencurian, gempa bumi
dan risiko lainnya, termasuk gangguan bisnis, dengan jumlah keseluruhan pertanggungan
sebesar Rp18.190 miliar, USD74 juta, HKD8 juta, SGD269 juta, TWD21 juta, dan MYR39 juta
dan first loss basis sebesar Rp2.760 miliar. Manajemen berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan
asuransi
tersebut memadai untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset yang
dipertanggungkan.
(ix) Pada tanggal 31 Desember 2019, tingkat persentase penyelesaian aset dalam pembangunan
adalah sekitar 32,39% dari nilai kontrak dengan perkiraan penyelesaian sampai dengan
November 2021. Saldo aset dalam pembangunan tersebut terutama terdiri dari bangunan,
peralatan dan instalasi transmisi, jaringan kabel dan catu daya. Manajemen berkeyakinan bahwa
tidak terdapat hambatan yang dapat mempengaruhi penyelesaian aset dalam pembangunan.
(x) Seluruh aset yang dimiliki Perusahaan
telah dijaminkan dalam perjanjian obligasi
(Catatan 16b.i). Aset tetap entitas anak tertentu dengan biaya perolehan sebesar Rp11.147 miliar
telah dijaminkan dalam beberapa perjanjian pinjaman (Catatan 15, 16c dan 16d).
(xi) Pada tanggal 31 Desember 2019, jumlah tercatat bruto dari setiap aset tetap Grup yang telah
disusutkan secara penuh dan masih digunakan adalah sebesar Rp60.081 miliar. Grup saat ini
sedang melakukan modernisasi aset jaringan untuk menggantikan aset tetap yang sudah
disusutkan secara penuh.
(xii) Pada tahun 2019, nilai wajar tanah dan bangunan Grup, yang ditentukan berdasarkan Nilai Jual
tanah dan bangunan yang bersangkutan adalah sebesar
(“NJOP”)
Objek Pajak
Rp36.842 miliar.
(xiii) Telkomsel menandatangani perjanjian dengan perusahaan penyedia menara lainnya untuk
penyewaan ruangan di menara telekomunikasi (slot) dan lokasi menara dengan jangka waktu
selama 10 tahun. Telkomsel dapat memperpanjang periode sewa berdasarkan kesepakatan
kedua belah pihak. Disamping itu, Grup juga memiliki komitmen berkaitan dengan sewa
pembiayaan untuk peralatan dan instalasi transmisi, peralatan pengolahan data, peralatan
kantor, kendaraan, dan aset CPE dengan hak opsi untuk membeli aset-aset pembiayaan tertentu
pada akhir masa sewa pembiayaan.
53
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9. ASET TETAP (lanjutan)
c. Aset sewa pembiayaan
Pembayaran sewa pembiayaan minimum di masa depan untuk aset sewa pembiayaan adalah
sebagai berikut:
Tahun
2019
2020
2021
2022
2023
2024
Selanjutnya
Jumlah pembayaran minimum sewa pembiayaan
Bunga
Nilai kini bersih atas pembayaran minimum
sewa pembiayaan
Bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun
(Catatan 15b)
Bagian jangka panjang (Catatan 16)
2019
2018
-
936
785
607
255
85
45
2.713
(373)
2.340
(764)
1.576
1.049
945
781
605
254
85
45
3.764
(619)
3.145
(807)
2.338
Rincian utang sewa pembiayaan pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018 adalah sebagai berikut:
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk.
PT Profesional Telekomunikasi Indonesia
PT Solusi Tunas Pratama
PT Putra Arga Binangun
PT Mandiri Utama Finance
Lain-lain (masing-masing dibawah Rp75 miliar)
Jumlah
2019
2018
868
723
148
125
80
396
2.340
1.089
930
181
159
186
600
3.145
54
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. ASET TIDAK LANCAR LAINNYA
Rincian dari aset tidak lancar lainnya adalah sebagai berikut:
Tagihan restitusi pajak (Catatan 25b)
Sewa dibayar di muka
Izin penggunaan frekuensi dibayar di muka - setelah
dikurangi bagian jangka pendek (Catatan 7)
Pajak dibayar di muka (Catatan 25a)
Beban tangguhan
Uang muka pembelian aset tetap
Obligasi konversi
Setoran jaminan
Lain-lain
Jumlah
2019
2018
3.666
3.170
1.488
678
570
481
319
210
643
11.225
2.450
2.662
1.743
1.142
474
387
213
356
245
9.672
Sewa dibayar di muka merupakan pembayaran atas perjanjian sewa jaringan dan peralatan
telekomunikasi serta sewa tanah dan bangunan oleh Perusahaan dan beberapa entitas anak dengan
jangka waktu di atas 1 tahun.
Pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018, beban tangguhan mencerminkan Hak Penggunaan yang
Tidak Dapat Dibatalkan (Indefeasible Right of Use atau “IRU”). Jumlah beban amortisasi untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018 masing-masing sebesar Rp66 miliar dan
Rp56 miliar.
11. ASET TAKBERWUJUD
Rincian aset takberwujud adalah sebagai berikut:
Nilai tercatat bruto:
Saldo, 1 Januari 2019
Penambahan
Akuisisi
Pengurangan
Reklasifikasi/translasi
Saldo, 31 Desember 2019
Akumulasi amortisasi dan penurunan nilai:
Saldo, 1 Januari 2019
Beban amortisasi
Pengurangan
Reklasifikasi/translasi
Saldo, 31 Desember 2019
Nilai buku bersih
Goodwill
Piranti lunak
Lisensi
Aset
takberwujud
lainnya
Jumlah
1.066
-
467
(104)
3
1.432
(29)
-
-
-
(29)
1.403
10.680
1.942
-
(166)
24
12.480
(6.896)
(1.165)
71
(410)
(8.400)
4.080
94
4
-
(12)
10
96
(81)
(357)
2
343
(93)
3
687
511
379
(14)
8
1.571
(489)
(145)
14
9
(611)
960
12.527
2.457
846
(296)
45
15.579
(7.495)
(1.667)
87
(58)
(9.133)
6.446
55
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. ASET TAKBERWUJUD (lanjutan)
Rincian aset takberwujud adalah sebagai berikut (lanjutan):
Nilai tercatat bruto:
Saldo, 1 Januari 2018
Penambahan
Akuisisi
Pengurangan
Reklasifikasi/translasi
Saldo, 31 Desember 2018
Akumulasi amortisasi dan penurunan nilai:
Saldo, 1 Januari 2018
Beban amortisasi
Pengurangan
Reklasifikasi/translasi
Saldo, 31 Desember 2018
Nilai buku bersih
Goodwill
Piranti lunak
Lisensi
Aset
takberwujud
lainnya
Jumlah
680
-
422
-
(36)
1.066
(29)
-
-
-
(29)
1.037
8.387
2.328
1
(51)
15
10.680
(5.714)
(1.226)
51
(7)
(6.896)
3.784
84
14
2
(11)
5
94
(71)
(9)
4
(5)
(81)
13
635
19
-
-
33
687
(442)
(49)
-
2
(489)
198
9.786
2.361
425
(62)
17
12.527
(6.256)
(1.284)
55
(10)
(7.495)
5.032
(i) Goodwill timbul dari akuisisi Sigma (2008), Admedika (2010), data center PT Bina Data Mandiri
(“BDM”) (2012), Contact Centres Australia Pty. Ltd. (2014), PT Media Nusantara Data Global
(“MNDG”) (2015), Melon dan PT Griya Silkindo Drajatmoerni (“GSDm”) (2016), TSGN dan Nutech
(2017), SSI, CIP, dan Telin Malaysia (2018), dan PST (2019) (Catatan 1d).
(ii) Beban amortisasi diakui sebagai bagian dari “Penyusutan dan Amortisasi” dalam laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Sisa periode amortisasi dari aset takberwujud
piranti lunak adalah 1- 5 tahun.
(iii) Pada tanggal 31 Desember 2019, jumlah tercatat bruto dari aset takberwujud yang telah diamortisasi
seluruhnya dan masih digunakan adalah sebesar Rp5.526 miliar.
12. UTANG USAHA
Rincian utang usaha adalah sebagai berikut:
Pihak berelasi
Pembelian peralatan, barang, dan jasa
Utang kepada penyelenggara telekomunikasi lainnya
Sub-jumlah
Pihak ketiga
Pembelian peralatan, barang, dan jasa
Beban pemakaian frekuensi radio, beban hak
Penyelenggaraan, dan Kewajiban Pelayanan Universal (“KPU”)
Utang kepada penyelenggara telekomunikasi lainnya
Sub-jumlah
Jumlah
Utang usaha berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut:
Rupiah
Dolar A.S.
Lain-lain
Jumlah
Lihat Catatan 30 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi.
56
2019
2018
683
136
819
804
189
993
10.634
10.874
1.374
1.070
13.078
13.897
1.471
1.428
13.773
14.766
2019
2018
12.027
1.823
47
13.897
11.726
2.978
62
14.766
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13. BEBAN YANG MASIH HARUS DIBAYAR
Rincian beban yang masih harus dibayar adalah sebagai berikut:
Operasi, pemeliharaan, dan jasa telekomunikasi
Umum, administrasi, dan pemasaran
Gaji dan tunjangan
Beban bunga dan administrasi bank
Jumlah
14. PENDAPATAN DITERIMA DI MUKA
a. Pendapatan diterima di muka jangka pendek
Kartu pulsa prabayar
Jasa telekomunikasi lainnya
Sewa menara telekomunikasi
Lain-lain
Jumlah
b. Pendapatan diterima di muka jangka panjang
Jasa telekomunikasi lainnya
Hak penggunaan yang tidak dapat dibatalkan
Jumlah
2019
2018
8.450
2.658
2.412
216
13.736
8.013
2.299
2.219
238
12.769
2019
2018
5.212
1.323
617
200
7.352
2019
2018
476
327
803
4.374
284
356
176
5.190
394
258
652
15. UTANG BANK JANGKA PENDEK DAN PINJAMAN JANGKA PANJANG YANG JATUH TEMPO
DALAM SATU TAHUN
a. Utang bank jangka pendek
Kreditur
Pihak berelasi
2019
Saldo terutang
Mata uang
Mata uang
asing
(dalam jutaan)
Setara
Rupiah
2018
Saldo terutang
Mata uang
asing
(dalam jutaan)
Setara
Rupiah
Bank Mandiri
BNI
PT Bank BNI Syariah (“BNI Syariah”)
Sub-jumlah
Pihak ketiga
HSBC
MUFG Bank, Ltd.
("MUFG Bank")
PT Bank DBS Indonesia ("DBS")
PT Bank UOB Indonesia ("UOB")
SCB
PT Bank Central Asia Tbk. ("BCA")
Bank CIMB Niaga
Lain-lain
Sub-jumlah
Jumlah
Rp
Rp
Rp
Rp
US$
Rp
Rp
US$
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
-
-
-
-
0
-
-
1
-
-
-
-
-
2.400
1.238
17
3.655
1.754
4
1.705
722
13
500
150
124
78
-
5.050
8.705
-
-
-
-
0
-
-
1
-
-
-
-
-
-
956
-
956
317
4
1.295
699
13
580
100
-
78
1
3.087
4.043
57
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. UTANG BANK JANGKA PENDEK DAN PINJAMAN JANGKA PANJANG YANG JATUH TEMPO
DALAM SATU TAHUN (lanjutan)
a. Utang bank jangka pendek (lanjutan)
Beberapa informasi lain yang signifikan terkait utang bank jangka pendek pada tanggal
31 Desember 2019 adalah sebagai berikut:
Peminjam
Mata
Uang
Total fasilitas
(dalam miliar)*
Jatuh tempo
fasilitas pinjaman
Periode
pembayaran
bunga
Tingkat suku bunga
per tahun
Jaminan**
Perusahaan Rp
2.400 21 November 2020 Triwulanan 3 Bulan JIBOR + 0,6%
Tidak ada
Mandiri
2019
BNI
2014 - 2017
Sigmaa, GSD Rp
Rp
Telkom
Infratel,
Infomediab,
Sigmah,
MD Media,
Metranet
Sigmac,h Rp
Sigmac,h US$
Rp
Sigma,
Melon, Metra,
MD Media,
PINS
525
3.160
9 Januari 2020 -
8 November 2020
9 Januari 2020 -
19 Desember 2020
Bulanan
Bulanan
600
0,004
1.484
31 Juli 2020 Bulanan
31 Juli 2020 Bulanan
Bulanan,
Triwulanan
8 April 2020 - 30
Agustus 2020
Rp
2.360 23 Januari 2020 -
29 Oktober 2020
Bulanan,
Triwulanan
Rp
600
26 Februari 2020 Bulanan
Perusahaan,
Infomedia,
Metra, GSD,
PINS,
Telkom
Infratel
Telkom
Infratel,
Infomedia
Nutech Rp
Sigmad,e US$
4
0,02
18 Oktober 2020 Bulanan
31 Juli 2020 Semesteran
Finnetf Rp
500
20 Desember 2020
Bulanan
8,41% - 9,00% Piutang usaha
dan aset tetap
Piutang usaha
1 bulan
JIBOR + 2,20% -
2,50%
6,74% Piutang usaha
4,12% Piutang usaha
Piutang usaha
1 bulan
JIBOR + 0,60% -
0,70%
3 bulan
JIBOR + 1,00%
Tidak ada
1 bulan
JIBOR + 0,70% -
0,95%
3 bulan
JIBOR + 1,00%
1 bulan
JIBOR + 0,70%
Tidak ada
10,50%
3,25% (US$),
10,75% (Rp)
Tidak ada
Piutang usaha
1 bulan
JIBOR + 2,00%
Tidak ada
2013 - 2019
HSBC
2018
2018
2018 - 2019
MUFG Bank
2018 - 2019
DBS
2018
2016
2016
UOB
2016
SCB
2015
BCA
2019
GSDg
Rp
Telkom
Infratel
Rp
150
600
16 April 2020
Bulanan
Cost of fund + 2,50%
Tidak ada
30 April 2020 -
22 Mei 2020
Bulanan
1 bulan
JIBOR + 1,75%
Piutang usaha
Bank CIMB Niaga
2013
GSDh
Rp
85
1 Januari 2020
Bulanan
10,90% - 11,50%
Piutang usaha
dan aset tetap
* Disajikan dalam mata uang asal.
** Lihat Catatan 5 dan Catatan 9 untuk piutang usaha dan aset tetap yang dijaminkan.
a Berdasarkan amandemen terakhir tanggal 23 April 2019.
b Berdasarkan amandemen terakhir tanggal 28 Maret 2018 dan 6 Juli 2018.
c Berdasarkan amandemen terakhir tanggal 16 Juli 2018.
d Berdasarkan amandemen terakhir tanggal 5 Desember 2018.
e Fasilitas dalam mata uang Dolar A.S. Penarikan dapat dilakukan dalam mata uang Dolar A.S. dan Rupiah.
f Berdasarkan amandemen terakhir tanggal 5 Juni 2018.
g Berdasarkan amandemen terakhir tanggal 18 Januari 2019.
h Perpanjangan otomatis jika belum dilunasi.
58
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. UTANG BANK JANGKA PENDEK DAN PINJAMAN JANGKA PANJANG YANG JATUH TEMPO
DALAM SATU TAHUN (lanjutan)
a. Utang bank jangka pendek (lanjutan)
Sebagaimana dinyatakan dalam perjanjian, Grup diharuskan untuk menaati semua persyaratan atau
batasan seperti adanya batasan bahwa Perusahaan harus memiliki kepemilikan saham mayoritas
paling sedikit 51% terhadap anak perusahaan dalam perjanjian dan mempertahankan rasio-rasio
keuangan. Pada tanggal 31 Desember 2019, Grup telah memenuhi ketentuan mengenai rasio
keuangan tersebut, kecuali untuk pinjaman tertentu. Pada tanggal 31 Desember 2019, Grup telah
memperoleh persetujuan (waiver) dari pemberi pinjaman untuk tidak mensyaratkan pembayaran
sebagai konsekuensi atas pelanggaran tersebut, kecuali untuk Telkom Infratel, waiver dari BCA
diterima pada tanggal 27 Januari 2020.
Pada tanggal 26 Februari 2018, Perusahaan, Telkom Infratel, dan Infomedia menandatangani
perjanjian kredit modal kerja dengan DBS sebesar Rp600 miliar. Pada tanggal 31 Desember 2019,
fasilitas yang belum digunakan sebesar Rp125 miliar.
Pada tanggal 27 Maret 2019, Perusahaan, TII, Infomedia, dan Metra menandatangani perjanjian kredit
modal kerja dengan MUFG Bank sebesar Rp600 miliar. Pada tanggal 31 Desember 2019, fasilitas
yang belum digunakan sebesar Rp180 miliar.
Pada tanggal 8 April 2019, Perusahaan, Metra, MD Media, dan Metranet menandatangani perjanjian
kredit modal kerja dengan HSBC sebesar Rp1.000 miliar. Pada tanggal 31 Desember 2019, fasilitas
yang belum digunakan sebesar Rp582 miliar.
Pada tanggal 24 Juni 2019, Perusahaan, Infomedia, MD Media, dan Telkom Infratel menandatangani
perjanjian kredit modal kerja dengan MUFG Bank sebesar Rp1.560 miliar. Pada tanggal 31 Desember
2019, fasilitas yang belum digunakan sebesar Rp400 miliar.
Pada tanggal 30 Agustus 2019, Perusahaan, Sigma, dan Melon menandatangani perjanjian kredit
modal kerja dengan HSBC sebesar Rp500 miliar. Pada tanggal 31 Desember 2019, fasilitas yang
belum digunakan sebesar Rp216 miliar.
Pada tanggal 29 Oktober 2019, Perusahaan dan GSD menandatangani perjanjian kredit modal kerja
dengan MUFG Bank sebesar Rp900 miliar. Pada tanggal 31 Desember 2019, fasilitas yang belum
digunakan sebesar Rp814 miliar.
Pada tanggal 21 November 2019, Perusahaan, Dayamitra, dan GSD menandatangani perjanjian
kredit modal kerja dengan Bank Mandiri sebesar Rp2.400 miliar. Pada tanggal 31 Desember 2019,
seluruh fasilitas telah digunakan.
Fasilitas utang bank yang diperoleh Grup digunakan untuk keperluan modal kerja.
b. Pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun
2019
2018
194
2.491
5.434
627
764
9.510
198
525
4.472
294
807
6.296
Pinjaman penerusan (two-step loans)
Obligasi dan wesel bayar
Utang bank
Pinjaman lainnya
Utang sewa pembiayaan
Jumlah
Catatan
16a
16b
16c
16d
9c
59
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. PINJAMAN JANGKA PANJANG DAN PINJAMAN LAINNYA
Pinjaman penerusan (two-step loans)
Obligasi dan wesel bayar
Utang bank
Pinjaman lainnya
Utang sewa pembiayaan
Jumlah
Catatan
16a
16b
16c
16d
9c
2019
2018
542
7.467
21.171
3.113
1.576
33.869
751
9.956
18.753
1.950
2.338
33.748
Jadwal pembayaran pokok utang pada tanggal 31 Desember 2019 adalah sebagai berikut:
Catatan
Jumlah
2021
Tahun
2022
2023
2024
Selanjutnya
Pinjaman penerusan
(two-step loans)
16a
Obligasi dan wesel bayar 16b
16c
Utang bank
16d
Pinjaman lainnya
Utang sewa pembiayaan
9c
Jumlah
542
7.467
21.171
3.113
1.576
33.869
178
477
7.148
852
675
9.330
141
2.198
3.464
853
550
7.206
125
-
5.852
862
233
7.072
98
-
2.312
460
77
2.947
-
4.792
2.395
86
41
7.314
a. Pinjaman penerusan (two-step loans)
Pinjaman penerusan (two-step loans) adalah pinjaman tanpa jaminan yang diperoleh Pemerintah
yang kemudian diteruskan kepada Perusahaan. Pinjaman yang diperoleh hingga bulan Juli 1994
dicatat dan terutang dalam Rupiah berdasarkan kurs pada tanggal penarikan pinjaman. Pinjaman
yang diperoleh setelah bulan Juli 1994 terutang dalam mata uang asalnya dan keuntungan atau
kerugian selisih kurs yang terjadi ditanggung oleh Perusahaan.
2019
Saldo terutang
Mata uang
Kreditur
Bank luar negeri
Mata uang
Yen
US$
Rp
Jumlah
Bagian yang jatuh tempo
dalam satu tahun (Catatan 15b)
Bagian jangka panjang
asing
(dalam jutaan)
Setara
Rupiah
3.839
9
-
491
120
125
736
(194)
542
2018
Saldo terutang
Mata uang
asing
(dalam jutaan)
4.607
13
-
Setara
Rupiah
602
188
159
949
(198)
751
Kreditur
Bank luar negeri
Periode jadwal
Mata uang
Yen
US$
Rp
pembayaran
Semesteran
Semesteran
Semesteran
Pembayaran
bunga
Semesteran
Semesteran
Semesteran
Tingkat bunga
per tahun
2,95%
3,85%
8,38%
Pinjaman tersebut ditujukan untuk membiayai pengembangan infrastruktur dan sarana penunjang
telekomunikasi. Pinjaman ini akan dilunasi dalam angsuran semesteran dan jatuh tempo pada
berbagai tanggal sampai dengan tahun 2024.
Sejak 2008, Perusahaan telah menggunakan seluruh fasilitas pinjaman penerusan dan periode
penarikan pinjaman penerusan tersebut telah berakhir.
60
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. PINJAMAN JANGKA PANJANG DAN PINJAMAN LAINNYA (lanjutan)
a. Pinjaman penerusan (two-step loans) (lanjutan)
Perusahaan diharuskan untuk mempertahankan rasio-rasio keuangan sebagai berikut:
a. Rasio projected net revenue to projected debt service harus melebihi 1,2:1 untuk pinjaman
penerusan yang berasal dari Bank Pembangunan Asia (“ADB”).
b. Pendanaan dari sumber internal (laba sebelum penyusutan dan biaya pendanaan) harus melebihi
20% dari rata-rata jumlah pengeluaran barang modal tahunan untuk pinjaman penerusan yang
berasal dari ADB.
Pada tanggal 31 Desember 2019, Perusahaan telah memenuhi ketentuan rasio-rasio tersebut di atas.
b. Obligasi dan wesel bayar
2019
Saldo terutang
2018
Saldo terutang
Obligasi dan wesel bayar
Obligasi
2010
Seri B
2015
Seri A
Seri B
Seri C
Seri D
Wesel bayar jangka menengah
(Medium term notes atau "MTN")
MTN I Telkom Tahun 2018
Seri A
Seri B
Seri C
MTN Syariah Ijarah I Telkom
Tahun 2018
Seri A
Seri B
Seri C
Jumlah
Biaya perolehan pinjaman yang belum
diamortisasi
Jumlah
Bagian yang akan jatuh tempo dalam
satu tahun (catatan 15b)
Bagian jangka panjang
i. Obligasi
Tahun 2010
Mata uang
(dalam jutaan)
Rupiah
Mata uang asing Setara
Mata uang asing Setara
(dalam jutaan) Rupiah
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
-
1.995
-
1.995
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
2.200
2.100
1.200
1.500
-
200
296
-
296
182
9.969
(11)
9.958
(2.491)
7.467
-
-
-
-
2.200
2.100
1.200
1.500
-
-
-
-
-
-
262
200
296
264
296
182
10.495
(14)
10.481
(525)
9.956
Obligasi
Seri B
Pokok
utang
1.995
Penerbit
Perusahaan
Tempat
pencatatan
BEI
Tanggal
terbit
25 Juni 2010
Jatuh
tempo
6 Juli 2020
Periode
pembayaran bunga
Kuartalan
Tingkat bunga
per tahun
10,20%
Obligasi ini tidak dijaminkan dengan jaminan khusus tetapi dijamin dengan seluruh harta kekayaan
Perusahaan baik barang bergerak maupun tidak bergerak, baik yang telah ada maupun yang akan
ada dikemudian hari (Catatan 9b.x). Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi ini
adalah PT Bahana Sekuritas (“Bahana”), PT Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas.
Sedangkan bertindak sebagai Wali Amanat adalah Bank CIMB Niaga. Berdasarkan Rapat Umum
Pemegang Obligasi pada tanggal 26 September 2018, wali amanat obligasi berganti menjadi BTN.
Perusahaan menerima hasil penerbitan obligasi ini pada tanggal 6 Juli 2010.
61
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. PINJAMAN JANGKA PANJANG DAN PINJAMAN LAINNYA (lanjutan)
b. Obligasi dan wesel bayar (lanjutan)
i. Obligasi (lanjutan)
Tahun 2010 (lanjutan)
Dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum obligasi setelah dikurangi biaya-biaya emisi,
seluruhnya akan dipergunakan untuk membiayai belanja modal yang meliputi: wave broadband (pita
lebar, softswitching, datakom, teknologi informasi, dan lainnya), infrastruktur (backbone, metro
network, regional metro junction, internet protocol, dan sistem satelit) dan optimasi legacy dan
fasilitas penunjang (fixed wireline dan wireless).
tanggal 31 Desember 2019, peringkat obligasi Perusahaan yang diberikan oleh
Pada
PT Pemeringkat Efek Indonesia (“Pefindo”) adalah idAAA (Triple A).
Berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan, Perusahaan dipersyaratkan untuk menaati semua
pembatasan, termasuk mempertahankan rasio-rasio keuangan sebagai berikut:
(a) Debt to equity tidak lebih dari 2:1.
(b) EBITDA terhadap beban bunga tidak kurang dari 5:1.
(c) Debt service coverage minimal sebesar 125%.
Pada tanggal 31 Desember 2019, Perusahaan telah memenuhi ketentuan mengenai rasio-rasio
tersebut di atas.
Tahun 2015
Obligasi
Pokok
utang
Seri A
Seri B
Seri C
Seri D
Total
2.200
2.100
1.200
1.500
7.000
Penerbit
Perusahaan
Perusahaan
Perusahaan
Perusahaan
Tempat
pencatatan
BEI
BEI
BEI
BEI
Tanggal
terbit
Jatuh
tempo
23 Juni 2015 23 Juni 2022
23 Juni 2015 23 Juni 2025
23 Juni 2015 23 Juni 2030
23 Juni 2015 23 Juni 2045
Periode
pembayaran
bunga
Kuartalan
Kuartalan
Kuartalan
Kuartalan
Tingkat
bunga per
tahun
9,93%
10,25%
10,60%
11,00%
Obligasi ini tidak dijamin dengan jaminan khusus, tetapi dijamin dengan seluruh harta kekayaan
Perusahaan baik berupa barang bergerak maupun tidak bergerak, baik yang telah ada maupun yang
akan ada dikemudian hari (Catatan 9b.x). Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi ini
adalah Bahana, PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas
Indonesia, Tbk. Sedangkan bertindak sebagai Wali Amanat adalah Bank Permata.
Perusahaan menerima hasil penerbitan obligasi ini pada tanggal 23 Juni 2015.
Dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum obligasi setelah dikurangi biaya-biaya emisi,
seluruhnya akan dipergunakan untuk pengembangan usaha: broadband, backbone, metro network,
regional metro junction, information technology application and support, dan akuisisi beberapa
perusahaan baik dalam lingkup domestik maupun internasional.
Pada tanggal 31 Desember 2019, peringkat obligasi Perusahaan yang diberikan oleh Pefindo adalah
idAAA (Triple A).
Berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan, Perusahaan dipersyaratkan untuk menaati semua
pembatasan, termasuk mempertahankan rasio-rasio keuangan sebagai berikut:
(a) Debt to equity tidak lebih dari 2:1.
(b) EBITDA terhadap beban bunga tidak kurang dari 4:1.
(c) Debt service coverage minimal sebesar 125%.
Pada tanggal 31 Desember 2019, Perusahaan telah memenuhi ketentuan mengenai rasio-rasio
tersebut di atas.
62
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. PINJAMAN JANGKA PANJANG DAN PINJAMAN LAINNYA (lanjutan)
b. Obligasi dan wesel bayar (lanjutan)
ii. Wesel bayar
MTN I Telkom Tahun 2018
Wesel
bayar
Seri A
Seri B
Seri C
Mata uang
Pokok
utang
Tanggal
terbit
Jatuh
tempo
Rp
Rp
Rp
262 4 September 2018 14 September 2019
200 4 September 2018 4 September 2020
296 4 September 2018 4 September 2021
758
Periode
Tingkat
pembayaran bunga
bunga
Kuartalan
Kuartalan
Kuartalan
per tahun Jaminan
7,25%
8,00%
8,35%
Seluruh aset
Seluruh aset
Seluruh aset
Berdasarkan Perjanjian Penerbitan dan Agen Pemantauan Medium Term Notes (“MTN”) I Telkom
Tahun 2018 yang dinyatakan dalam akta Notaris No. 24 tanggal 31 Agustus 2018 oleh Fathiah
Helmi, S.H., Perusahaan menerbitkan MTN dengan keseluruhan nilai pokok MTN yaitu sebanyak-
banyaknya sebesar Rp758 miliar yang diterbitkan secara berseri.
Bertindak sebagai Arranger atas MTN adalah Bahana, PT BNI Sekuritas, PT CGS-CIMB Sekuritas
Indonesia, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas. BTN sebagai Agen Pemantau, dan
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (“KSEI”) bertindak sebagai Agen Pembayaran dan Kustodian.
MTN tersebut diterbitkan tanpa melalui transaksi regular di bursa (private placement). Dana yang
diperoleh dari MTN tersebut digunakan untuk pengembangan jaringan akses dan backbone.
Pada tanggal 31 Desember 2019, peringkat MTN yang diberikan oleh Pefindo adalah idAAA
(Triple A).
Berdasarkan perjanjian, Perusahaan dipersyaratkan menaati seluruh perjanjian dan pembatasan
termasuk mempertahankan rasio-rasio keuangan sebagai berikut:
(a) Debt to equity tidak lebih dari 2:1.
(b) EBITDA terhadap beban bunga tidak kurang dari 4:1.
(c) Debt service coverage minimal sebesar 125%.
Pada tanggal 31 Desember 2019, Perusahaan telah memenuhi ketentuan mengenai rasio-rasio
tersebut di atas.
MTN Syariah Ijarah I Telkom Tahun 2018
Jaminan
Hak manfaat
obyek Ijarah
Hak manfaat
obyek Ijarah
Hak manfaat
obyek Ijarah
Wesel bayar Mata uang
Seri A
Rp
Pokok
utang
Tanggal
terbit
Jatuh
tempo
Periode
imbalan
264 4 September 2018 14 September 2019 Kuartalan
Cicilan
imbalan
per tahun
19
Seri B
Seri C
Rp
Rp
296 4 September 2018 4 September 2020 Kuartalan
182 4 September 2018 4 September 2021 Kuartalan
742
24
15
58
63
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. PINJAMAN JANGKA PANJANG DAN PINJAMAN LAINNYA (lanjutan)
b. Obligasi dan wesel bayar (lanjutan)
ii. Wesel bayar (lanjutan)
MTN Syariah Ijarah I Telkom Tahun 2018 (lanjutan)
Berdasarkan Perjanjian Penerbitan dan Agen Pemantauan MTN Syariah Ijarah Telkom Tahun
2018 yang dinyatakan dalam akta Notaris No. 26 tanggal 31 Agustus 2018 oleh Fathiah Helmi,
S.H., Perusahaan menerbitkan MTN Syariah Ijarah dengan keseluruhan nilai pokok MTN Syariah
Ijarah yaitu sebanyak-banyaknya sebesar Rp742 miliar yang diterbitkan secara berseri.
Bertindak sebagai Arranger atas MTN adalah Bahana, PT BNI Sekuritas, PT CGS-CIMB Sekuritas
Indonesia, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas. BTN sebagai Agen Pemantau, dan
KSEI bertindak sebagai Agen Pembayaran dan Kustodian. MTN Syariah Ijarah tersebut diterbitkan
tanpa melalui transaksi regular di bursa (private placement). Dana yang diperoleh dari MTN Syariah
Ijarah tersebut digunakan untuk pengembangan jaringan akses dan backbone. Objek Ijarah dari
MTN Syariah Ijarah tersebut berupa jaringan telekomunikasi di wilayah D.I. Yogyakarta yaitu
jaringan kabel, peralatan teknologi informasi, dan alat-alat produksi layanan telekomunikasi
lainnya.
Pada tanggal 31 Desember 2019, peringkat MTN Syariah Ijarah yang diberikan oleh Pefindo
adalah idAAA Sy (Triple A Syariah).
Berdasarkan perjanjian, Perusahaan dipersyaratkan menaati seluruh perjanjian dan pembatasan
termasuk mempertahankan rasio-rasio keuangan sebagai berikut:
(a) Debt to equity tidak lebih dari 2:1.
(b) EBITDA terhadap beban bunga tidak kurang dari 4:1.
(c) Debt service coverage minimal sebesar 125%.
Pada tanggal 31 Desember 2019, Perusahaan telah memenuhi ketentuan mengenai rasio-rasio
tersebut di atas.
64
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. PINJAMAN JANGKA PANJANG DAN PINJAMAN LAINNYA (lanjutan)
Kreditur
Mata uang
2019
Saldo terutang
2018
Saldo terutang
Mata uang
Mata uang
asing
Setara
(dalam jutaan) Rupiah
asing
Setara
(dalam jutaan) Rupiah
c. Utang bank
Pihak berelasi
Bank Mandiri
BNI
BRI
BNI Syariah
Sub-jumlah
Pihak ketiga
MUFG Bank
Bank Sindikasi
BCA
DBS
UOB Singapore
PT Bank BTPN ("BTPN") (dahulu
"Sumitomo")
Citibank
HSBC
Bank of China
ANZ
Bank CIMB Niaga
UOB
PT Bank ICBC Indonesia ("ICBC")
Exim Bank of Malaysia Berhad
Japan Bank for International Cooperation
("JBIC")
Lain-lain
Sub-jumlah
Jumlah
Biaya perolehan pinjaman yang belum
diamortisasi
Utang bank yang jatuh tempo dalam satu
tahun (Catatan 15b)
Bagian jangka panjang
-
-
-
-
-
8
-
37
-
-
40
-
-
-
-
-
-
-
-
8
-
-
11
7.611
5.898
1.758
52
15.319
2.981
108
1.250
514
1.665
770
556
537
500
500
500
440
439
357
159
28
-
9
38
11.351
26.670
(65)
26.605
(5.434)
21.171
-
-
-
-
4.546
6.826
1.248
-
12.620
-
10
-
37
-
-
49
-
-
-
-
-
-
-
-
23
3
-
13
3.011
144
1.750
532
740
379
710
661
1.000
-
-
440
462
428
204
81
45
33
46
10.666
23.286
(61)
23.225
(4.472)
18.753
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
US$
Rp
US$
Rp
Rp
US$
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
MYR
US$
Rp
MYR
65
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. PINJAMAN JANGKA PANJANG DAN PINJAMAN LAINNYA (lanjutan)
c. Utang bank (lanjutan)
Informasi lain yang signifikan terkait utang bank pada tanggal 31 Desember 2019 adalah sebagai
berikut:
Total
fasilitas
(dalam
miliar)*
Pembayaran
periode
berjalan
(dalam
miliar)*
Mata
Uang
Jadwal
pembayaran
Periode
pembayaran
bunga
Tingkat suku
bunga per
tahun
Jaminan**
Rp
2.342
31 2018 - 2026
Rp
8.112
3.779 2016 - 2033
Rp
9.455
3.449 2018 - 2025
Rp
3.763
255 2019 - 2026
Bulanan,
Kuartalan
8,75%, 9,00%
Bulanan,
Kuartalan
1 bulan JIBOR
+ 2,20% -
2,50%;
3 bulan JIBOR
+ 1,85% -
2,25%
Bulanan,
Kuartalan
8,50% - 9,00%
Kuartalan 3 bulan JIBOR
+ 0,60% -
1,85%
Piutang
usaha dan
seluruh aset
Piutang
usaha,
persediaan,
dan aset
tetap
Piutang
usaha,
persediaan,
dan aset
tetap
Tidak ada
Peminjam
GSD,
Perusahaan
Perusahaan,
GSD, TLT,
Sigma,
Dayamitra,
Telkom Infratel
Perusahaan,
Telkomsela,b,
Balebat
GSD,
Dayamitra,
Telkomsel
Perusahaan
Rp
2.000
48 2021 - 2026
Kuartalan
9,00% Seluruh asset
Perusahaan,
Dayamitra,
GSD
GSD, Metra,
Infomedia,
Dayamitra
TII
Rp
1.253
195 2019 - 2025
Rp
3.950
1.980 2016 - 2025
US$
0,01
0,002 2019 - 2022
Kuartalan 3 bulan JIBOR
+ 1,85% -
2,00%
Aset tetap
Kuartalan 3 bulan JIBOR
+ 1,43% -
2,15%
Kuartalan 3 bulan LIBOR
+ 1,25%
Aset tetap
dan kontrak
sewa
Tidak ada
Perusahaan,
GSD
TII
Rp
3.000
US$
0,09
500 2016 - 2022
Kuartalan 3 bulan JIBOR
+ 2,00%
- 2019 - 2024 Semesteran 6 bulan LIBOR
+ 1,25%
Seluruh aset
Tidak ada
Perusahaan
Rp
1.000
500 2019 - 2020
Kuartalan
8,50%
Tidak ada
PST
Rp
805
102 2017 - 2024
Metra,
Dayamitra,
Telkom Infratel
Rp
1.470
117 2018 - 2026
Kuartalan
10,00%-
10,50%
Kuartalan 3 bulan JIBOR
+ 1,50% -
1,85%
Aset tetap
Aset tetap
BNI
2018 - 2019
2013 - 2018
Bank Mandiri
2017 - 2018
2017 - 2019
BRI
2019
2017 - 2019
MUFG Bank
2015 - 2018
2018
Bank Sindikasi
2015
2018
Citibank
2018
BCA
2016 - 2018
2017 - 2019
66
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. PINJAMAN JANGKA PANJANG DAN PINJAMAN LAINNYA (lanjutan)
c. Utang bank (lanjutan)
Peminjam
Mata
Uang
Total
fasilitas
(dalam
miliar)*
Pembayaran
periode
berjalan
(dalam
miliar)*
Jadwal
pembayaran
Periode
pembayaran
bunga
Tingkat suku
bunga per
tahun
Jaminan**
TII US$
0,06
0,009 2019 - 2024
GSD, Metra,
Infomedia,
Dayamitra, TII
Rp
1.309
214 2016 - 2023
Bulanan 1 bulan LIBOR
+ 1,25%
Tidak ada
Kuartalan 3 bulan JIBOR
+ 1,44% -
2,15%
Tidak ada
UOB Singapore
2016
BTPN
2015 - 2019
Bank CIMB
Niaga
2011
UOB
2016
DBS
2016
2017 - 2019
ICBC
2017
Exim Bank of
Malaysia
Berhad
2016
HSBC
2019
Bank of China
2019
GSD
Rp
41
7 2012 - 2021
Bulanan
9,75%
2017-2019
GSD, Metra
Rp
695
108 2018 - 2024
Kuartalan 3 bulan JIBOR
+ 1,50%
ANZ
2015 - 2017
GSD, PINS
Rp
500
-
2020
Aset tetap
dan kontrak
sewa
Tidak ada
Kuartalan 3 bulan JIBOR
+ 2,00%
Tidak ada
Kuartalan 3 bulan JIBOR
+ 2,20%
Aset tetap
Dayamitra
Rp
500
71 2018 - 2024
Nutech
Rp
6
1 2017 - 2021
Bulanan
11,00%
PINS,
Dayamitra,
Telkomsat
Rp
1.030
108 2018 - 2026
Kuartalan 3 bulan JIBOR
+ 1,50%-1,85%
Piutang
usaha dan
aset tetap
Tidak ada
GSD
Rp
272
45 2017 - 2023
Kuartalan 3 bulan JIBOR
+ 2,36%
Piutang
usaha dan
aset tetap
TII MYR
0,06
0,015 2017 - 2020
Bulanan ECOF + 1,89%
Tidak ada
Telkomsela
Rp
1.000
500 2019 - 2021
Bulanan 1 bulan JIBOR
+ 0,60%
Tidak ada
Telkomsela
Rp
1.000
500 2019 - 2021
Bulanan 1 bulan JIBOR
+ 0,60%
Tidak ada
* Disajikan dalam mata uang asal
** Lihat Catatan 5, Catatan 6 dan Catatan 9 untuk piutang usaha, persediaan dan aset tetap yang dijaminkan.
a Telkomsel tidak memberikan jaminan apa pun atas setiap pinjaman atau fasilitas kredit lainnya. Persyaratan dari berbagai
pinjaman antara Telkomsel dengan krediturnya dan penyedia dana, mengharuskan ketaatan terhadap sejumlah jaminan dan
larangan termasuk persyaratan keuangan dan lainnya, diantaranya pembatasan atas jumlah dividen dan bentuk distribusi
laba lainnya yang dapat berdampak buruk pada kemampuan Telkomsel untuk memenuhi persyaratan dari fasilitas-fasilitas
tersebut. Persyaratan dari perjanjian yang relevan juga meliputi klausul gagal bayar dan gagal bayar silang. Pada tanggal
31 Desember 2019, Telkomsel memenuhi persyaratan tersebut di atas.
b Berdasarkan amandemen terakhir tanggal 11 Desember 2018.
67
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. PINJAMAN JANGKA PANJANG DAN PINJAMAN LAINNYA (lanjutan)
c. Utang bank (lanjutan)
Sebagaimana dinyatakan dalam perjanjian, Grup diharuskan untuk menaati semua persyaratan atau
batasan seperti adanya pembatasan pembagian dividen, pembatasan perolehan utang baru,
termasuk mempertahankan rasio-rasio keuangan. Pada tanggal 31 Desember 2019, Grup telah
memenuhi ketentuan mengenai rasio keuangan tersebut, kecuali untuk pinjaman tertentu.
Pada tanggal 31 Desember 2019, Grup telah memperoleh persetujuan (waiver) dari pemberi pinjaman
atas tidak terpenuhinya rasio-rasio keuangan kecuali current ratio untuk posisi keuangan Telkom
Infratel. Waiver untuk Telkom Infratel diterima pada tanggal 27 Januari 2020, sehingga pada tanggal
31 Desember 2019, pinjaman kepada BCA sebesar Rp50 miliar telah diklasifikasikan kembali sebagai
liabilitas lancar.
Pada tanggal 13 Maret 2015, Perusahaan, GSD, Metra dan Infomedia menandatangani perjanjian
kredit dengan BTPN, MUFG Bank, ANZ, dan bank sindikasi (BCA dan BNI) dengan jumlah fasilitas
masing-masing sebesar Rp750 miliar, Rp750 miliar, Rp500 miliar, dan Rp3.000 miliar. Berdasarkan
amandemen pada tanggal 2 Agustus 2016, Dayamitra dan Telkom Akses dimasukkan sebagai
peminjam ke perjanjian fasilitas kredit BTPN dan MUFG Bank, serta mengecualikan GSD dari
perjanjian tersebut. Berdasarkan amandemen terakhir pada tanggal 13 Maret 2017, PINS dimasukkan
sebagai salah satu peminjam dalam perjanjian fasilitas kredit ANZ. Pada tahun 2017, PINS melakukan
penarikan fasilitas kredit sebesar Rp200 miliar. Pada tanggal 31 Desember 2019, fasilitas yang belum
digunakan dari BTPN, MUFG Bank, dan ANZ masing-masing sebesar Rp82,5 miliar, Rp82,5 miliar,
dan Rp60 miliar.
Pada tanggal 24 Maret 2017, Perusahaan, Dayamitra, Sigma, GSD, dan TII menandatangani
perjanjian kredit dengan BRI, BNI, dan Bank Mandiri dengan jumlah fasilitas masing-masing sebesar
Rp1.000 miliar, Rp2.005 miliar, dan Rp1.500 miliar. Pada tanggal 31 Desember 2019, fasilitas yang
belum digunakan dari BNI dan Bank Mandiri masing-masing sebesar Rp68 miliar dan Rp5 miliar.
Pada tanggal 30 Maret 2017, Perusahaan, GSD, Metra, Dayamitra, PINS, dan Telkomsat
menandatangani perjanjian kredit dengan MUFG Bank, BTPN, DBS, Bank CIMB Niaga, dan BCA,
dengan jumlah fasilitas masing-masing sebesar Rp400 miliar, Rp400 miliar, Rp850 miliar,
Rp495 miliar, dan Rp850 miliar. Berdasarkan amandemen pada tanggal 29 Juni 2017, BCA setuju
Telkom Infratel menggantikan PINS selaku debitur yang dapat melakukan penarikan kredit. Pada
tanggal 31 Desember 2019, fasilitas yang belum digunakan dari MUFG Bank, BTPN, DBS, Bank CIMB
Niaga, dan BCA masing-masing sebesar Rp79 miliar, Rp79 miliar, Rp420 miliar, Rp20 miliar, dan
Rp564 miliar.
Pada tanggal 27 Maret 2018, Perusahaan dan Dayamitra menandatangani perjanjian kredit dengan
BRI, Bank Mandiri dan MUFG Bank, dengan jumlah fasilitas masing-masing sebesar Rp200 miliar,
Rp775 miliar, dan Rp800 miliar. Pada tanggal 31 Desember 2019, semua fasilitas sudah digunakan.
Pada tanggal 15 Januari 2019, Perusahaan, Infomedia, TII, Telkom Infratel, Telkomsat, dan Sigma
menandatangani perjanjian kredit dengan BTPN dengan jumlah fasilitas masing-masing sebesar
Rp628 miliar. Pada tanggal 31 Desember 2019, fasilitas yang belum digunakan dari BTPN sebesar
Rp538 miliar.
Pada tanggal 19 Juni 2019, Perusahaan dan Dayamitra menandatangani perjanjian dengan BNI
dengan jumlah fasilitas masing-masing sebesar Rp2.160 miliar dan Rp840 miliar. Pada tanggal
31 Desember 2019, fasilitas yang belum digunakan dari BNI sebesar Rp2.800 miliar.
Pada tanggal 8 Juli 2019, Perusahaan, PINS, dan GSD menandatangani perjanjian kredit dengan
Bank CIMB Niaga dengan jumlah fasilitas masing-masing sebesar Rp500 miliar, Rp300 miliar, dan
Rp200 miliar. Pada tanggal 31 Desember 2019, fasilitas yang belum digunakan Bank CIMB Niaga
sebesar Rp908 miliar.
Pada tanggal 21 November 2019, Perusahaan, Dayamitra, dan GSD menandatangani perjanjian
dengan Bank Mandiri dengan jumlah fasilitas masing-masing sebesar Rp1.400 miliar, Rp1.113 miliar,
dan Rp200 miliar. Pada tanggal 31 Desember 2019, fasilitas yang belum digunakan Bank Mandiri
sebesar Rp2.069 miliar.
Fasilitas utang bank yang diperoleh Grup tersebut digunakan untuk keperluan modal kerja.
68
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. PINJAMAN JANGKA PANJANG DAN PINJAMAN LAINNYA (lanjutan)
d. Pinjaman lainnya
Kreditur
PT Sarana Multi Infrastruktur
Biaya perolehan pinjaman yang belum
diamortisasi
Jumlah
Bagian yang akan jatuh tempo dalam satu
tahun (catatan 15b)
Bagian jangka panjang
i. Dayamitra
Mata uang
Rp
Saldo terutang
2019
2018
3.748
(8)
3.740
(627)
3.113
2.250
(6)
2.244
(294)
1.950
Peminjam
Mata uang
Total
fasilitas
(dalam
miliar)
Pembayaran
periode
berjalan
(dalam
miliar)
Jadwal
pembayaran
Tingkat suku bunga
per tahun
Jaminan
PT Sarana Multi
Infrastruktur
12 Oktober 2016
Dayamitra
29 Maret 2017
Dayamitra
Rp
Rp
700
600
100 Semesteran
(2018-2024)
86 Semesteran
(2018-2024)
3 bulan
JIBOR + 1,85%
3 bulan
JIBOR + 1,85%
Aset tetap
(Catatan 9)
Aset tetap
(Catatan 9)
Berdasarkan perjanjian tersebut, Dayamitra diharuskan memenuhi beberapa persyaratan dan
ketentuan, diantaranya mempertahankan rasio-rasio keuangan sebagai berikut:
(a) Debt to equity tidak lebih dari 5:1.
(b) Net Debt to EBITDA tidak lebih dari 4:1.
(c) Debt service coverage minimal 100%.
Pada tanggal 31 Desember 2019, Dayamitra telah memenuhi ketentuan mengenai rasio-rasio
tersebut di atas.
ii. Perusahaan
PT Sarana Multi
Infrastruktur
14 November
2018
29 Maret 2019
Peminjam
Mata uang
Total
fasilitas
(dalam
miliar)
Pembayaran
periode
berjalan
(dalam
miliar)
Jadwal
pembayaran
Tingkat suku
bunga per tahun
Jaminan
Perusahaan
Perusahaan
Rp
Rp
1.000
2.273
110 Semesteran
(2019-2023)
- Semesteran
(2020-2024)
8,35%
Tidak ada
8,49%
Tidak ada
Berdasarkan perjanjian tersebut, Perusahaan diharuskan memenuhi beberapa persyaratan dan
ketentuan, diantaranya mempertahankan rasio-rasio keuangan sebagai berikut:
(a) Debt to equity tidak lebih dari 2:1.
(b) EBITDA terhadap biaya bunga tidak kurang dari 4:1.
(c) Debt service coverage minimal 125%.
Pada tanggal 31 Desember 2019, Perusahaan telah memenuhi ketentuan mengenai rasio-rasio
tersebut di atas.
69
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. PINJAMAN JANGKA PANJANG DAN PINJAMAN LAINNYA (lanjutan)
d. Pinjaman lainnya (lanjutan)
iii. Telkomsat
Peminjam
Mata uang
Total
fasilitas
(dalam
miliar)
Pembayaran
periode
berjalan
(dalam
miliar)
Jadwal
pembayaran
Tingkat
suku bunga
per tahun
Jaminan
PT Sarana Multi
Infrastruktur
29 Maret 2019
Telkomsat
Rp
164
- Semesteran
(2020-2024)
8,49%
Tidak ada
Berdasarkan perjanjian tersebut, Telkomsat diharuskan memenuhi beberapa persyaratan dan
ketentuan, diantaranya mempertahankan rasio-rasio keuangan sebagai berikut:
(a) Debt to equity tidak lebih dari 2:1.
(b) EBITDA terhadap biaya bunga tidak kurang dari 4:1.
(c) Debt service coverage minimal 125%.
Pada tanggal 31 Desember 2019, Telkomsat telah memenuhi ketentuan mengenai rasio-rasio
tersebut di atas.
Pada tanggal 29 Maret 2019, Perusahaan, Telkomsat, dan Telkom Infratel menandatangani perjanjian
kredit dengan PT Sarana Multi Infrastruktur dengan jumlah fasilitas masing-masing sebesar
Rp2.273 miliar, Rp164 miliar, dan Rp563 miliar. Pada tanggal 31 Desember 2019, fasilitas yang belum
digunakan dari PT Sarana Multi Infrastruktur sebesar Rp1.206 miliar, termasuk sebesar Rp563 miliar
oleh Telkom Infratel.
17. KEPENTINGAN NONPENGENDALI
Rincian kepentingan nonpengendali adalah sebagai berikut:
Kepentingan nonpengendali atas aset bersih entitas anak:
Telkomsel
GSD
Metra
TII
Jumlah
Kepentingan nonpengendali atas laba (rugi)
tahun berjalan entitas anak:
Telkomsel
Metra
TII
GSD
Jumlah
2019
2018
17.221
230
130
108
17.689
17.899
212
171
111
18.393
2019
2018
9.029
(53)
(5)
(42)
8.929
8.937
11
7
(8)
8.947
70
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. KEPENTINGAN NONPENGENDALI (lanjutan)
Entitas anak dengan kepemilikan nonpengendali yang material
Pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018, kepemilikan kepentingan nonpengendali yang dianggap
material oleh Perusahaan adalah kepemilikan kepentingan nonpengendali atas Telkomsel sebesar 35%
(Catatan 1d).
Ringkasan informasi keuangan Telkomsel dibawah ini disajikan berdasarkan nilai sebelum eliminasi saldo
dan transaksi antar perusahaan.
Ringkasan laporan posisi keuangan
Aset lancar
Aset tidak lancar
Liabilitas jangka pendek
Liabilitas jangka panjang
Jumlah ekuitas
Yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk
Kepentingan nonpengendali
Ringkasan laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
Pendapatan
Beban operasi
Pendapatan (beban) lain-lain - bersih
Laba sebelum pajak penghasilan
Beban pajak penghasilan - bersih
Laba tahun berjalan dari operasi yang masih berlanjut
Penghasilan (rugi) komprehensif lain - bersih
Jumlah laba komprehensif tahun berjalan
Diatribusikan kepada kepentingan nonpengendali
Dividen yang dibayar kepada kepentingan nonpengendali
Ringkasan laporan arus kas
Kegiatan operasi
Kegiatan investasi
Kegiatan pendanaan
Kenaikan (penurunan) bersih kas dan setara kas
2019
2018
18.657
64.073
(20.892)
(12.629)
49.209
31.988
17.221
16.836
65.814
(20.737)
(10.767)
51.146
33.247
17.899
2019
2018
91.088
(56.097)
(389)
34.602
(8.803)
25.799
(424)
25.375
9.029
8.490
89.246
(55.286)
124
34.084
(8.548)
25.536
356
25.892
8.937
10.105
2019
2018
41.515
(13.448)
(25.943)
2.124
36.848
(16.095)
(24.867)
(4.114)
71
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
18. MODAL SAHAM
Keterangan
Saham Seri A Dwiwarna
Pemerintah
Saham Seri B
Pemerintah
The Bank of New York Mellon Corporation*
Direksi (Catatan 1b):
Ririek Adriansyah
Harry Mozarta Zen
Faizal Rochmad Djoemadi
Bogi Witjaksono
Edi Witjara
Siti Choiriana
Masyarakat (masing-masing dibawah 5%)
Jumlah
Keterangan
Saham Seri A Dwiwarna
Pemerintah
Saham Seri B
Pemerintah
The Bank of New York Mellon Corporation*
Komisaris (Catatan 1b):
Hendri Saparini
Rinaldi Firmansyah
Direksi (Catatan 1b):
Alex Janangkih Sinaga
Dian Rachmawan
Abdus Somad Arief
Herdy Rosadi Harman
Harry Mozarta Zen
David Bangun
Siti Choiriana
Masyarakat (masing-masing dibawah 5%)
Jumlah
Jumlah saham
1
51.602.353.559
4.601.837.380
1.156.955
474.692
126.800
55.000
32.500
540
42.856.179.173
99.062.216.600
2019
Persentase
kepemilikan
Jumlah modal
disetor
0
52,09
4,65
0
0
0
0
0
0
43,26
100,00
0
2.580
230
0
0
0
0
0
0
2.143
4.953
Jumlah saham
2018
Persentase
kepemilikan
Jumlah modal
disetor
1
51.602.353.559
4.944.921.880
654.505
454.113
1.683.359
1.575.562
1.515.022
1.514.720
689.492
1.000
540
42.506.852.847
99.062.216.600
0
52,09
4,99
0
0
0
0
0
0
0
0
0
42,92
100,00
0
2.580
247
0
0
0
0
0
0
0
0
0
2.126
4.953
* The Bank of New York Mellon Corporation bertindak sebagai lembaga penyimpanan untuk saham ADS Perusahaan.
Perusahaan hanya menerbitkan 1 saham Seri A Dwiwarna yang dimiliki oleh Pemerintah dan tidak dapat
dialihkan kepada siapapun, dan mempunyai hak veto dalam RUPS Perusahaan berkaitan dengan
pengangkatan dan penggantian Dewan Komisaris dan Direksi, penerbitan saham baru, serta perubahan
Anggaran Dasar Perusahaan.
72
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. TAMBAHAN MODAL DISETOR
Hasil penjualan 933.333.000 saham di atas nilai nominal
melalui IPO pada tahun 1995
2019
2018
1.446
1.446
Selisih lebih harga penjualan kembali 211.290.500 saham
I atas biaya
tahap
yang diperoleh kembali pada
perolehannya
Selisih lebih harga penjualan kembali 215.000.000 saham
yang diperoleh kembali pada tahap II atas biaya
perolehannya
Selisih lebih harga pengalihan saham yang diperoleh
kembali untuk program kepemilikan saham karyawan
atas biaya perolehannya
Selisih lebih harga penjualan kembali 22.363.000 sisa
saham yang diperoleh kembali pada tahap III atas biaya
perolehannya
Selisih lebih harga penjualan kembali 864.000.000 saham
yang diperoleh kembali pada tahap IV atas biaya
perolehannya
Kapitalisasi menjadi 746.666.640 saham Seri B pada
tahun 1999
Pengurangan tambahan modal disetor sebagai akibat
penarikan modal saham yang diperoleh kembali
Selisih atas akuisisi kepentingan nonpengendali
Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali
Jumlah bersih
544
576
228
36
1.996
(373)
(2.454)
(22)
734
2.711
544
576
228
36
1.996
(373)
(2.454)
(22)
478
2.455
Di tahun 2019, terdapat transaksi restrukturisasi entitas sepengendali terkait perubahan kepemilikan
saham Telkomsel di Finarya dan Perusahaan di Jalin, masing-masing sebesar Rp17 miliar dan
Rp239 miliar.
20. KOMPONEN EKUITAS LAINNYA
Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan
Selisih transaksi perubahan ekuitas entitas asosiasi
Laba belum direalisasi atas kepemilikan efek
yang tersedia untuk dijual
Selisih transaksi akuisi kepemilikan kepentingan
nonpengendali pada entitas anak
Komponen ekuitas lainnya
Jumlah
2019
2018
568
386
54
(637 )
37
408
673
386
48
(637)
37
507
73
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
21. PENDAPATAN
Pendapatan telepon
Telepon bergerak
Telepon tidak bergerak
Jumlah pendapatan telepon
Pendapatan interkoneksi
Pendapatan data, internet, dan jasa teknologi
informatika
Internet dan data selular
Internet, komunikasi data, dan jasa teknologi informatika
Short Messaging Services (“SMS”)
Lain-lain
Jumlah pendapatan data, internet, dan jasa teknologi
informatika
Pendapatan jaringan
Pendapatan Indihome
Pendapatan lainnya
CPE dan terminal
Sewa menara telekomunikasi
Penjualan periferal
Call center service
E-payment
E-health
Lain-lain
Jumlah pendapatan lainnya
Jumlah pendapatan
2019
2018
25.090
2.888
27.978
6.286
55.675
9.027
7.063
1.023
72.788
1.848
18.325
1.732
1.239
1.109
800
566
523
2.373
8.342
135.567
30.431
3.195
33.626
5.463
45.154
10.386
9.185
827
65.552
1.707
14.310
1.450
909
1.851
1.052
449
563
3.852
10.126
130.784
Rincian dari komponen pendapatan neto yang diperoleh Grup dari transaksi keagenan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018 adalah sebagai berikut:
Pendapatan bruto
Kompensasi kepada penyedia jasa nilai tambah
Pendapatan neto
2019
2018
57.983
(2.308)
55.675
46.672
(1.518)
45.154
Lihat Catatan 30 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi.
Penyajian akun pendapatan dalam laporan keuangan konsolidasian tahun 2018 telah disesuaikan
dengan penyajian laporan keuangan konsolidasian tahun 2019. Ikhtisar akun Pendapatan yang
disesuaikan tahun 2018 adalah sebagai berikut:
Sebelum
penyesuaian Penyesuaian
Setelah
penyesuaian
Pendapatan telepon
Telepon tidak bergerak
Pendapatan data, internet, dan jasa teknologi
informatika
Internet, komunikasi data, dan jasa teknologi informatika
TV berbayar
Lain-lain
Pendapatan jaringan
Pendapatan Indihome
5.888
(2.693)
3.195
19.454
2.508
852
1.723
-
(9.068)
(2.508)
(25)
(16)
14.310
10.386
-
827
1.707
14.310
74
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
22. BEBAN KARYAWAN
Rincian dari beban karyawan adalah sebagai berikut:
Gaji dan tunjangan
Cuti, insentif, dan tunjangan lainnya
Beban pensiun berkala, bersih (Catatan 28)
Beban penghargaan masa kerja (Catatan 29)
Beban imbalan kesehatan pasca kerja
berkala, bersih (Catatan 28)
Beban pensiun berdasarkan
Undang-Undang Ketenagakerjaan (Catatan 28)
Beban imbalan pasca kerja lainnya (Catatan 28)
Lain-lain
Jumlah
2019
2018
7.945
3.538
840
290
167
136
33
63
13.012
8.077
3.292
1.120
161
335
113
32
48
13.178
Lihat Catatan 30 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi.
23. BEBAN OPERASI, PEMELIHARAAN DAN JASA TELEKOMUNIKASI
Rincian dari beban operasi, pemeliharaan dan jasa telekomunikasi adalah sebagai berikut:
Operasi dan pemeliharaan
Beban pemakaian frekuensi radio (Catatan 33c.i)
Sewa sirkit dan CPE
Beban hak penyelenggaraan dan KPU
Beban pokok penjualan handset (Catatan 6)
Listrik, gas, dan air
Sewa menara
Beban pokok penjualan kartu SIM dan
voucer (Catatan 6)
Sewa kendaraan dan fasilitas pendukung
Asuransi
Lain-lain
Jumlah
Lihat Catatan 30 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi.
24. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
Rincian dari beban umum dan administrasi adalah sebagai berikut:
Provisi penurunan nilai piutang (Catatan 5d)
Beban umum
Jasa profesional
Pelatihan, pendidikan, dan rekrutmen
Perjalanan
Rapat
Sumbangan sosial
Beban penagihan
Lain-lain
Jumlah
Lihat Catatan 30 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi.
75
2019
2018
24.410
5.736
4.793
2.370
1.109
1.102
641
618
466
246
735
42.226
25.214
5.473
5.125
2.297
1.860
1.051
480
765
413
193
920
43.791
2019
2018
2.283
1.653
793
461
410
276
200
176
444
6.696
1.724
1.792
823
463
415
233
181
157
349
6.137
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PERPAJAKAN
a. Pajak dibayar di muka
Perusahaan:
PPh
Pasal 22 - Pembelian barang
Pasal 23 - Penyerahan jasa
PPN
Entitas anak:
PPh
PPh Badan
Pasal 4 (2) - Pajak final
Pasal 23 - Penyerahan jasa
PPN
Jumlah pajak dibayar di muka
Bagian jangka pendek
Bagian jangka panjang (Catatan 10)
b. Tagihan restitusi pajak
Perusahaan:
PPh Badan
PPN
Entitas anak:
PPh
PPh Badan
Pasal 23 - Penyerahan jasa
PPN
Jumlah tagihan restitusi pajak
Bagian jangka pendek
Bagian jangka panjang (Catatan 10)
2019
2018
6
90
678
-
13
2
2.458
3.247
(2.569)
678
2019
2018
406
2.046
992
44
1.170
4.658
(992)
3.666
-
63
1.048
14
-
1
2.765
3.891
(2.749)
1.142
494
1.119
406
-
1.027
3.046
(596)
2.450
76
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PERPAJAKAN (lanjutan)
c. Utang pajak
Perusahaan:
PPh
Pasal 4 (2) - Pajak final
Pasal 21 - PPh pribadi
Pasal 22 - Pembelian barang
Pasal 23 - Penyerahan jasa
Pasal 25 - Angsuran PPh Badan
Pasal 26 - PPh Wajib Pajak Luar Negeri
Pasal 29 - PPh Badan
PPN atas Pemungutan Pajak ("WAPU")
Entitas anak:
PPh
Pasal 4 (2) - Pajak final
Pasal 21 - PPh pribadi
Pasal 22 - Pembelian barang
Pasal 23 - Penyerahan jasa
Pasal 25 - Angsuran PPh Badan
Pasal 26 - PPh Wajib Pajak Luar Negeri
Pasal 29 - PPh Badan
PPN
Jumlah utang pajak
2019
2018
43
101
7
38
6
9
1.059
487
1.750
153
108
3
80
7
5
473
852
1.681
3.431
d. Komponen beban (manfaat) pajak penghasilan konsolidasian adalah sebagai berikut:
2019
2018
Kini
Perusahaan
Entitas anak
Tangguhan
Perusahaan
Entitas anak
Beban pajak penghasilan bersih
1.272
9.347
10.619
(82)
(221)
(303)
10.316
18
47
3
36
1
3
-
334
442
75
113
5
110
14
7
389
25
738
1.180
236
9.196
9.432
(103)
97
(6)
9.426
77
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PERPAJAKAN (lanjutan)
d. Komponen beban (manfaat) pajak penghasilan konsolidasian adalah sebagai berikut (lanjutan):
Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan dengan estimasi laba kena pajak untuk tahun
yang berakhir pada 31 Desember 2019 dan 2018 adalah sebagai berikut:
2019
2018
Laba sebelum pajak penghasilan konsolidasian
Penambahan kembali eliminasi konsolidasian
Laba konsolidasian sebelum pajak penghasilan
dan eliminasi
Dikurangi: laba entitas anak sebelum pajak penghasilan
Laba sebelum pajak penghasilan sebelum dikurangi
pajak penghasilan atas pajak final - Perusahaan
Dikurangi: penghasilan yang telah dikenakan pajak final
Laba sebelum pajak penghasilan setelah dikurangi
penghasilan atas pajak final - Perusahaan
Perbedaan temporer:
Provisi penurunan nilai piutang
Provisi imbalan karyawan
Hak atas tanah, aset takberwujud, dan lainnya
Pendapatan instalasi tangguhan
Beban pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya
berkala bersih
Perbedaan nilai buku aset tetap menurut akuntansi
dan pajak
Beban yang masih harus dibayar dan provisi
persediaan usang
Sewa pembiayaan
Jumlah perbedaan temporer - bersih
Perbedaan tetap:
Imbalan karyawan
Sumbangan
Beban imbalan kesehatan pasca kerja berkala bersih
Beban untuk mendapatkan pendapatan obyek
PPh final
Bagian laba bersih entitas asosiasi dan entitas anak
Pendapatan lain-lain dari hasil pemeriksaan pajak
Lain-lain
Jumlah perbedaan tetap - bersih
Kompensasi rugi fiskal
Penghasilan kena pajak - Perusahaan
Beban pajak penghasilan kini
Beban pajak penghasilan final
Beban pajak penghasilan kini atas pemeriksaan pajak
Jumlah beban pajak penghasilan kini - Perusahaan
Beban pajak penghasilan kini - entitas anak
Jumlah beban pajak penghasilan kini
37.908
23.555
61.463
(41.390)
20.073
(515)
19.558
641
74
48
2
(348)
(309)
(20)
(7)
81
225
212
167
133
(13.911)
(483)
25
(13.632)
-
6.007
1.201
70
1
1.272
9.347
10.619
36.405
25.933
62.338
(43.322)
19.016
(425)
18.591
193
(381)
52
92
133
(180)
146
(10)
45
215
123
335
123
(17.852)
(56)
(138)
(17.250)
(986)
400
80
57
99
236
9.196
9.432
78
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PERPAJAKAN (lanjutan)
d. Komponen beban (manfaat) pajak penghasilan konsolidasian adalah sebagai berikut (lanjutan):
Rekonsiliasi antara pajak penghasilan yang dihitung dengan menggunakan tarif pajak perusahaan
20% terhadap laba sebelum pajak penghasilan setelah dikurang pendapatan yang dikenakan pajak
final dan beban pajak bersih pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian
adalah sebagai berikut:
2019
2018
Laba sebelum pajak penghasilan konsolidasian
Dikurangi: pendapatan yang dikenakan
pajak final – bersih konsolidasian
Beban pajak penghasilan dihitung pada tarif
Perusahaan 20%
Perbedaan pada tarif pajak entitas anak
Beban yang tidak dapat dikurangkan untuk tujuan
perpajakan
Beban pajak penghasilan final
Pajak tangguhan yang tidak diakui
Lain-lain
Beban pajak penghasilan bersih
37.908
(1.138)
36.770
7.354
1.557
764
73
323
245
10.316
36.405
(1.277)
35.128
7.026
1.753
398
60
(2)
191
9.426
Undang-Undang Pajak No. 36 tahun 2008 menerapkan peraturan di bawah Peraturan Pemerintah
(“PP”) No. 56/2015 mengenai pemberian pengurangan tarif pajak sebesar 5% dari tarif pajak tertinggi
kepada perusahaan yang sahamnya tercatat dan diperdagangkan di BEI dengan jumlah paling sedikit
40% dari jumlah seluruh saham yang disetor perusahaan dan saham tersebut dimiliki paling sedikit
oleh 300 pemegang saham, dimana kepemilikan masing-masing tidak boleh melebihi 5%. Ketentuan
tersebut harus dipenuhi oleh perusahaan yang mencatatkan sahamnya di bursa dalam waktu paling
singkat 183 hari kalender dalam jangka waktu satu tahun fiskal. Perusahaan telah memenuhi seluruh
kriteria yang telah dipersyaratkan, sehingga untuk perhitungan beban pajak kini dan liabilitas untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018, Perusahaan menurunkan tarif pajak
sebesar 5%.
Perusahaan menerapkan tarif pajak sebesar 20% untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2019 dan 2018. Entitas anak menerapkan tarif pajak sebesar 25% untuk tahun yang
berakhir tanggal 31 Desember 2019 dan 2018.
Perusahaan akan menyampaikan perhitungan penghasilan kena pajak dan beban pajak penghasilan
kini di atas dalam SPT Tahunan PPh Badan untuk tahun fiskal 2019 kepada kantor pajak dan
dilaporkan berdasarkan peraturan yang berlaku. Terdapat perbedaan antara jumlah PPh Badan tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 dengan yang dilaporkan dalam SPT Tahunan
dikarenakan penyesuaian atas koreksi pajak yang berasal dari hasil pemeriksaan tahun 2017.
e. Pemeriksaan pajak
(i) Perusahaan
PPN Tahun 2007
Pada tanggal 15 November 2013, Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar
(“SKPKB”) untuk PPN masa pajak Januari s.d. September dan November 2007 senilai
Rp142 miliar.
79
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PERPAJAKAN (lanjutan)
e. Pemeriksaan pajak (lanjutan)
(i) Perusahaan (lanjutan)
PPN Tahun 2007 (lanjutan)
Pada tanggal 20 Januari 2014, Perusahaan mengajukan keberatan dan pada bulan Desember
2014, Otoritas Pajak menerbitkan keputusan penolakan atas keberatan yang diajukan oleh
Perusahaan. Perusahaan menerima hasil pemeriksaan kurang bayar PPN senilai Rp22 miliar
(termasuk denda Rp10 miliar) dan telah dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian tahun 2014. Sedangkan atas PPN interkoneksi international
incoming call senilai Rp120 miliar (termasuk denda Rp39 miliar) dicatat sebagai tagihan restitusi
pajak.
Pada tanggal 12 Maret 2015, Perusahaan telah mengajukan banding kepada Pengadilan Pajak
atas penolakan keberatan terhadap pemeriksaan atas PPN interkoneksi international incoming
call.
Pada tanggal 1 dan 2 Agustus 2017, Pengadilan Pajak menerbitkan putusan atas proses banding
PPN interkoneksi international incoming call tersebut, dimana dalam putusannya dinyatakan
bahwa transaksi atas interkoneksi international incoming call adalah penyerahan jasa kena pajak
dan dikategorikan sebagai ekspor jasa kena pajak dan terutang PPN sebesar 0% dan
mengabulkan seluruh permohonan banding Perusahaan. Pada bulan September 2017,
Perusahaan menerima restitusi pajak senilai Rp116 miliar dan saldo tersisa senilai Rp5 miliar
telah dikompensasikan sebagai pembayaran Surat Tagihan Pajak (“STP”) untuk PPh Pasal 21
dan SKPKB untuk PPN WAPU dan PPN Jasa Luar Negeri untuk masa pajak tahun 2012. Pada
tanggal 26 Oktober dan 23 November 2017, Perusahaan menerima pemberitahuan dari
Pengadilan Pajak bahwa Otoritas Pajak mengajukan memori peninjauan kembali. Pada tanggal
23 November dan 21 Desember 2017, sebagai tanggapan atas memori peninjauan kembali dari
Otoritas Pajak, Perusahaan mengajukan kontra memori peninjauan kembali kepada Mahkamah
Agung atas perkara PPN interkoneksi international incoming call.
Pada bulan September dan November 2018, Perusahaan menerima putusan Mahkamah Agung
yang diputuskan pada bulan April dan Oktober 2018 sebagai hasil pemeriksaan pajak untuk masa
pajak Juni s.d. Agustus dan November 2007 dengan putusan menolak permohonan peninjauan
kembali yang diajukan oleh Otoritas Pajak dan memperkuat putusan Pengadilan Pajak.
Pada bulan Januari, Februari dan Maret 2019, Perusahaan menerima putusan dari Mahkamah
Agung yang diputuskan pada bulan Oktober dan Desember 2018 sebagai hasil dari pemeriksaan
pajak untuk masa pajak Januari s.d. April dan September 2007. Pada tanggal 19 September 2019,
Perusahaan menerima putusan Mahkamah Agung yang diputuskan pada tanggal 8 Mei 2019 atas
sengketa pajak masa Mei 2007. Berdasarkan hasil keputusan tersebut, Mahkamah Agung
menolak permohonan peninjauan kembali yang diajukan oleh Otoritas Pajak dan menguatkan
keputusan Pengadilan Pajak. Dengan demikian, Perusahaan telah menerima seluruh putusan
Mahkamah Agung atas sengketa PPN interkoneksi international incoming call atas masa pajak
Januari s.d. September dan November 2007 yang menguatkan penerapan PPN atas transaksi
interkoneksi international incoming call yang dilakukan Perusahaan.
80
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PERPAJAKAN (lanjutan)
e. Pemeriksaan pajak (lanjutan)
(i) Perusahaan (lanjutan)
PPh dan PPN Tahun 2011
Pada tanggal 21 Oktober 2014, Perusahaan menerima SKPKB dari Otoritas Pajak untuk tahun
pajak 2011. Berdasarkan SKPKB tersebut, Perusahaan menerima SKPKB PPN masa pajak
Januari s.d. Desember 2011 senilai Rp182,5 miliar (termasuk denda Rp60 miliar) dan SKPKB
PPh Badan senilai Rp2,8 miliar (termasuk denda Rp929 juta). Bagian yang telah diterima senilai
Rp4,7 miliar (termasuk denda Rp2 miliar) atas SKPKB PPN telah dibebankan pada laporan laba
rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian tahun 2014. Sedangkan atas PPN
interkoneksi international incoming call senilai Rp177,9 miliar (termasuk denda Rp58 miliar)
dicatat sebagai tagihan restitusi pajak.
PPN Tahun 2011
Pada tanggal 7 Januari 2015, Perusahaan telah mengajukan keberatan. Atas keberatan tersebut,
pada tanggal 20 Oktober 2015, Otoritas Pajak telah menerbitkan putusan penolakan keberatan.
Sebagai tanggapan atas putusan keberatan tersebut, pada tanggal 20 Januari 2016, Perusahaan
mengajukan banding kepada Pengadilan Pajak atas penolakan keberatan terhadap pemeriksaan
atas PPN interkoneksi international incoming call.
Pada tanggal 4 dan 5 April 2017, Pengadilan Pajak menerbitkan putusan yang diputuskan pada
tanggal 20 Maret 2017 atas proses banding terkait PPN interkoneksi international incoming call.
Dalam putusannya, dinyatakan bahwa transaksi atas PPN interkoneksi international incoming call
adalah penyerahan jasa kena pajak dan dikategorikan sebagai ekspor jasa kena pajak dan
terutang PPN sebesar 0% dan mengabulkan seluruh permohonan Perusahaan untuk masa pajak
Januari dan September s.d. Desember 2011 senilai Rp73,9 miliar. Pengadilan Pajak menolak
banding yang diajukan oleh Perusahaan untuk masa pajak Februari s.d. Agustus 2011 senilai
Rp104 miliar, dikarenakan Perusahan dianggap tidak memenuhi ketentuan formal. Atas putusan
penolakan tersebut, pada tanggal 19 dan 21 Juni 2017, Perusahaan mengajukan memori
peninjauan kembali. Pada bulan Mei 2017, Perusahaan menerima pengembalian atas restitusi
pajak untuk masa pajak Januari dan September s.d. Desember 2011 senilai Rp73,9 miliar yang
dikompensasi dengan STP 2013 dan 2014 masing-masing senilai Rp59,9 miliar dan Rp14 miliar.
Pada tanggal 15 Oktober 2018, Perusahaan menerima pemberitahuan dari Pengadilan Pajak
bahwa Otoritas Pajak mengajukan memori peninjauan kembali untuk masa pajak Januari dan
September s.d. Desember 2011. Pada tanggal 13 November 2018, Perusahaan mengajukan
kontra memori peninjauan kembali untuk masa pajak Januari dan September s.d. Desember 2011
kepada Mahkahmah Agung. Pada bulan April dan November 2018, Perusahaan menerima
pemberitahuan dari Pengadilan Pajak bahwa Otoritas Pajak mengajukan kontra memori
peninjauan kembali untuk masa pajak Februari s.d. Agustus 2011.
Pada bulan Mei s.d. September dan November 2019, Perusahaan telah menerima putusan
Mahkamah Agung yang diputuskan pada bulan Maret, April, Mei, Juli, Agustus, dan September
2019, dimana Mahkamah Agung mengabulkan permohonan peninjauan kembali Perusahaan atas
masa pajak Februari, Maret, dan Mei s.d. Agustus 2011, serta menolak permohonan peninjauan
kembali Otoritas Pajak atas masa pajak Januari dan September s.d. Desember 2011. Pada
tanggal 21 Agustus 2019, Perusahaan menerima pengembalian atas restitusi pajak untuk masa
pajak Maret, Mei, dan Juni 2011 senilai Rp44 miliar. Atas putusan masa pajak April 2011 yang
diputuskan pada bulan April 2019, Mahkamah Agung mengabulkan permohonan peninjauan
kembali Perusahaan dan putusan tersebut sudah diunggah melalui laman Mahkamah Agung.
Dengan demikian, sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini, seluruh
proses peninjauan kembali atas masa pajak Januari s.d. Desember 2011 telah mendapatkan
kekuatan hukum dari Mahkamah Agung.
81
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PERPAJAKAN (lanjutan)
e. Pemeriksaan pajak (lanjutan)
(i) Perusahaan (lanjutan)
PPh dan PPN Tahun 2012
Pada tanggal 3 Mei 2016, Otoritas Pajak menerbitkan Surat Pemberitahuan Pemeriksaan
Lapangan masa pajak Januari s.d. Desember 2012. Pada tanggal 3 November 2016, Otoritas
Pajak menerbitkan SKPKB PPh Badan senilai Rp991,6 miliar (termasuk denda Rp321,6 miliar),
SKPKB PPN senilai Rp467 miliar (termasuk denda Rp153,5 miliar), SKPKB PPN atas
Pemanfaatan Jasa Kena Pajak (“JKP”) dari Luar Daerah Pabean senilai Rp1,2 miliar (termasuk
denda Rp392 juta), SKPKB PPN WAPU senilai Rp57 miliar (termasuk denda Rp18,5 miliar),
tagihan pajak PPN senilai Rp37,5 miliar, SKPKB PPh Pasal 21 senilai Rp16,2 miliar (termasuk
denda Rp5,3 miliar), SKPKB PPh Final Pasal 21 senilai Rp1,2 miliar (termasuk denda Rp407 juta),
SKPKB PPh Pasal 23 senilai Rp63,5 miliar (termasuk denda Rp20,6 miliar), SKPKB PPh Pasal
4 (2) senilai Rp25 miliar (termasuk denda Rp8,1 miliar), dan SKPKB PPh Pasal 26 senilai
Rp197,6 miliar (termasuk denda Rp64 miliar). Perusahaan telah menyetujui senilai Rp35,2 miliar
terkait perhitungan kembali pengkreditan pajak masukan atas penyelenggaraan jasa interkoneksi
international incoming call, Rp613,3 juta atas Pajak Penghasilan, dan Rp311,5 juta atas PPh
Pasal 26 dan telah diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian
tahun 2016. Pada tanggal 16 November 2016, Perusahaan telah mengajukan keberatan atas hasil
pemeriksaan lainnya.
Pada tanggal 1 Maret 2017 dan 9 Mei 2017, Perusahaan menerima surat keputusan dari Otoritas
Pajak atas kurang bayar PPN Jasa Luar Negeri senilai Rp1,8 juta (termasuk denda Rp0,6 juta)
dan kurang bayar PPN WAPU senilai Rp4,4 miliar (termasuk denda Rp1,4 miliar). Atas keputusan
keberatan tersebut, Perusahaan menerima keputusan tersebut. Pada tanggal 19 Oktober 2017,
Otoritas Pajak menerbitkan surat keputusan keberatan yang diajukan oleh Perusahaan dimana
Otoritas Pajak telah mengurangi kurang bayar atas PPh Badan dan menambah kurang bayar atas
PPh Pasal 21, PPh Pasal 21 Final, PPh Pasal 23, PPh Pasal 4 (2) dan PPh Pasal 26 dengan
rincian kurang bayar Pajak Pasal 21 senilai Rp20,7 miliar (termasuk denda Rp6,7 miliar), kurang
bayar PPh Pasal 21 Final senilai Rp23,8 miliar (termasuk denda Rp7,7 miliar), kurang bayar PPh
Pasal 23 senilai Rp115,7 miliar (termasuk denda Rp37,5 miliar), kurang bayar PPh Pasal 4 (2)
senilai Rp25 miliar (termasuk denda Rp8,1miliar), kurang bayar PPh Pasal 26 senilai
Rp197,6 miliar (termasuk denda Rp64,1 miliar), dan kurang bayar PPh Badan senilai
Rp496,4 miliar (termasuk denda Rp161 miliar). Pada tanggal 30 dan 31 Oktober 2017, Otoritas
Pajak menerbitkan surat keputusan atas keberatan yang diajukan oleh Perusahaan untuk PPN
masa pajak Januari s.d. Desember 2012 dimana Otoritas Pajak telah menambahkan dan
mengurangi jumlah kurang bayar yang masih harus dibayar oleh Perusahaan senilai Rp429,3
miliar (termasuk denda Rp141,2 miliar).
Atas keputusan keberatan tersebut, pada tanggal 17 dan 26 Januari 2018, Perusahaan
mengajukan banding dan telah menempuh serangkaian sidang banding. Pada bulan September
2018, Otoritas Pajak menerbitkan surat keputusan (pembetulan) atas keberatan yang diajukan
oleh Perusahaan, dimana Otoritas Pajak telah mengurangi jumlah kurang bayar atas PPN untuk
masa pajak Maret, April, September, dan Desember 2012 senilai Rp9,9 miliar (termasuk denda
Rp3,2 miliar). Sehingga, sampai dengan 31 Desember 2018, kurang bayar atas PPN untuk masa
pajak Januari s.d. Desember 2012 senilai Rp419,4 miliar (termasuk denda Rp138 miliar).
82
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PERPAJAKAN (lanjutan)
e. Pemeriksaan pajak (lanjutan)
(i) Perusahaan (lanjutan)
PPh dan PPN Tahun 2012 (lanjutan)
Pada tanggal 16 Desember 2019, Perusahaan menerima putusan dari Pengadilan Pajak atas
sengketa pajak atas semua jenis pajak tahun 2012. Pengadilan Pajak mengabulkan sebagian
permohonan banding yang diajukan Perusahaan terkait pajak penghasilan sehingga jumlah pajak
yang masih harus dibayar untuk PPh Pasal 21 senilai Rp52,4 juta (termasuk denda Rp17 juta),
PPh Pasal 23 senilai Rp1,4 miliar (termasuk denda Rp0,4 miliar), PPh Pasal 26 senilai
Rp802,6 juta (termasuk denda Rp260,3 juta), dan PPh Pasal 4 (2) senilai Rp1,3 juta (termasuk
denda Rp0,4 juta). Untuk permohonan banding atas PPh Pasal 21 Final, Pengadilan Pajak
mengabulkan seluruh permohonan Perusahaan. Selanjutnya, Pengadilan Pajak mengabulkan
sebagian permohonan banding terkait PPh Badan dan PPN yang diajukan Perusahaan, sehingga
jumlah pajak yang masih harus dibayar untuk PPh Badan senilai Rp29,6 miliar (termasuk denda
Rp9,6 miliar) dan PPN senilai Rp51,1 miliar (termasuk denda Rp17,5 miliar). Sampai dengan
tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini, Perusahaan telah menerima seluruh
Salinan Putusan Banding tersebut di atas dan setuju untuk membayar kurang bayar atas PPh
Pasal 21, PPh Pasal 23, PPh Pasal 26, PPh Pasal 4 (2), PPh Badan, dan PPN.
PPN Masa November dan Desember Tahun 2014
Pada tanggal 11 September 2017 dan 9 Januari 2018, Otoritas Pajak menerbitkan Surat
Pemberitahuan Pemeriksaan Lapangan masa Pajak Desember dan November 2014 untuk klaim
restitusi lebih bayar pembetulan SPT PPN masa pajak Desember dan November 2014, masing-
masing senilai Rp129 miliar dan Rp86,7 miliar. Pada tanggal 25 Juli dan 7 September 2018,
Otoritas Pajak menerbitkan SKPLB untuk masa pajak Desember dan November 2014 masing-
masing senilai Rp122,5 miliar dan Rp84,4 miliar. Pada tanggal 24 Agustus 2018, Perusahaan
menerima restitusi senilai Rp122,5 miliar untuk masa pajak Desember 2014. Pada bulan Oktober
2018, Perusahaan menerima restitusi senilai Rp80,8 miliar dan Rp3,6 miliar untuk masa pajak
November 2014 yang telah dikompensasikan sebagai pembayaran SKPKB PPN atas
pemanfaatan JKP dari Luar Daerah Pabean masa pajak Maret, April, dan Juni 2015, STP PPN
masa November 2014 dan surat ketetapan pajak lainnya. Sampai dengan tanggal penerbitan
laporan keuangan konsolidasian ini, Perusahaan tidak menerima Surat Ketetapan Pajak atas
masa Januari s.d. Oktober 2014.
PPh dan PPN Tahun 2015
Pada tanggal 23 Agustus 2016, Otoritas Pajak menerbitkan Surat Pemberitahuan Pemeriksaan
Lapangan masa pajak Januari s.d. Desember 2015.
Pada tanggal 25 April 2017, Otoritas Pajak menerbitkan Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar
(“SKPLB”) PPh Badan senilai Rp147 miliar, SKPKB PPN senilai Rp13 miliar (termasuk denda
Rp4,1 miliar), SKPKB PPN WAPU senilai Rp6 miliar (termasuk denda Rp1,5 miliar), dan SKPKB
PPN atas Pemanfaatan JKP dari Luar Daerah Pabean senilai Rp55,3 miliar (termasuk denda
Rp16,8 miliar). Perusahaan juga menerima STP atas PPN senilai Rp34 miliar, PPN WAPU senilai
Rp7 miliar, dan PPN atas Pemanfaatan JKP dari Luar Daerah Pabean senilai Rp8 miliar.
Perusahaan setuju untuk menerima putusan pemeriksaan senilai Rp17 miliar atas PPh Badan,
mengalihkan perhitungan pajak atas realisasi ganti rugi migrasi Flexi senilai Rp42 miliar yang
sebelumnya dilaporkan pada SPT PPh Badan tahun 2015 ke SPT PPh Badan tahun 2016.
Perusahaan juga menerima ketetapan kurang bayar PPN, kurang bayar PPN WAPU, serta STP
PPN WAPU senilai Rp26 miliar. Bagian yang telah diterima telah dibebankan pada laporan laba
rugi dan komprehensif lain konsolidasian tahun 2017. Pada tanggal 24 Juli 2017, Perusahaan
mengajukan Surat Keberatan kepada Otoritas Pajak atas SKPLB PPh Badan dengan keberatan
senilai Rp210,5 miliar dan PPN atas pemanfaatan JKP dari Luar Daerah Pabean senilai
Rp55 miliar.
83
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PERPAJAKAN (lanjutan)
e. Pemeriksaan pajak (lanjutan)
(i) Perusahaan (lanjutan)
PPh dan PPN Tahun 2015 (lanjutan)
Pada tanggal 3 dan 22 Mei 2018, Otoritas Pajak menerbitkan surat keputusan keberatan atas
SKPLB PPN atas pemanfaatan JKP dari Luar Daerah Pabean yang mengurangkan jumlah pajak
yang masih harus dibayar senilai Rp54,6 miliar dan mengabulkan seluruh keberatan yang
diajukan Perusahaan. Perusahaan telah menyetujui hasil dari Otoritas Pajak atas SKPLB PPN
atas pemanfaatan JKP dari Luar Daerah Pabean senilai Rp793 juta dan telah diakui pada laporan
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian tahun 2018. Pada tanggal 18 Juli 2018,
Otoritas Pajak menerbitkan Surat Keputusan Keberatan atas SKPLB PPh Badan yang menambah
jumlah pajak yang masih harus diterima senilai Rp76 miliar. Atas keputusan keberatan tersebut,
pada tanggal 10 Oktober 2018, Perusahaan mengajukan banding. Sampai dengan tanggal
penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini, proses banding masih berlangsung.
PPh dan PPN Tahun 2016
Pada tanggal 25 Agustus 2017, Otoritas Pajak menerbitkan Surat Pemberitahuan Pemeriksaan
Lapangan masa pajak Januari s.d. Desember 2016.
Pada tanggal 7 Juni 2018, Otoritas Pajak menerbitkan SKPLB PPh Badan senilai Rp15,3 miliar,
SKPKB PPh Pasal 26 senilai Rp556,7 juta (termasuk denda Rp180,5 juta) dan SKPLB PPN senilai
Rp922,7 miliar. Perusahaan setuju untuk menerima putusan pemeriksa atas PPh Badan senilai
Rp15,3 miliar dan saldo tersisa senilai Rp99,1 miliar telah dibebankan sebagai pajak kini atas
pemeriksaan pajak, kurang bayar PPh Pasal 26 senilai Rp557 juta, kredit pajak PPN senilai
Rp10,5 milliar, STP PPN WAPU senilai Rp7,1 miliar, PPN atas pemberian cuma-cuma senilai
Rp7,3 miliar, PPN atas pengalihan aset senilai Rp1,2 miliar, dan STP PPN senilai Rp1,7 miliar.
Bagian yang telah diterima telah dibebankan pada laporan laba rugi dan komprehensif lain
konsolidasian tahun 2018. Pada bulan Juli 2018, Perusahaan menerima restitusi pajak senilai
Rp882,7 miliar dan untuk sisa saldo senilai Rp39,9 miliar telah dikompensasikan ke STP PPN
senilai Rp31,9 miliar, PPN WAPU senilai Rp7,1 miliar, PPh Pasal 23 senilai Rp556 juta, dan PPh
Pasal 21 senilai Rp300 juta. Atas surat ketetapan tersebut, pada tanggal 31 Agustus 2018,
Perusahaan mengajukan keberatan atas pengenaan PPN terkait interkoneksi international
incoming call senilai Rp151,7 miliar dan STP PPN senilai Rp30,3 miliar.
Pada tanggal 11 Maret dan 27 Mei 2019, Otoritas Pajak menerbitkan surat putusan atas keberatan
Perusahaan, dimana Otoritas Pajak mengabulkan semua keberatan Perusahaan dan menambah
jumlah kelebihan bayar untuk masa pajak Januari s.d. Desember 2016. Pada bulan April dan
Juli 2019, Perusahaan menerima restitusi pajak senilai Rp151,7 miliar dan senilai Rp1,9 juta telah
dikompensasikan ke PPh Pasal 21 untuk beberapa masa pajak.
PPh dan PPN Tahun 2017
Pada tanggal 6 November 2018, Otoritas Pajak menerbitkan Surat Pemberitahuan Pemeriksaan
Lapangan masa pajak Januari s.d. Desember 2017.
84
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PERPAJAKAN (lanjutan)
e. Pemeriksaan pajak (lanjutan)
(i) Perusahaan (lanjutan)
PPh dan PPN Tahun 2017 (lanjutan)
Pada tanggal 13 dan 14 November 2019, Otoritas Pajak menerbitkan SKPLB PPh Badan senilai
Rp294,4 miliar dari pengajuan lebih bayar senilai Rp294,5 miliar, SKPLB PPN senilai
Rp746,9 miliar dari pengajuan lebih bayar senilai Rp748,3 miliar, dan SKPKB PPh Pasal 21 senilai
Rp1,8 miliar (termasuk denda Rp0,5 miliar). Perusahaan setuju atas koreksi pajak senilai
Rp1,5 miliar yang terdiri atas PPh Badan senilai Rp0,1 miliar dan PPN Masukan yang tidak dapat
dikreditkan senilai Rp1,4 miliar. Selanjutnya, Perusahaan menerima STP dan SKPKB atas PPN
WAPU masing-masing senilai Rp1,2 miliar dan Rp957 juta (termasuk denda Rp0,3 miliar). Pada
tanggal 14 November 2019, Otoritas Pajak menerbitkan Surat Ketetapan Pajak Nihil (“SKPN”)
untuk PPN atas Pemanfaatan JKP dari Luar Daerah Pabean, PPh Pasal 21 Final, PPh Pasal 22,
PPh Pasal 26, dan PPh Pasal 4 (2). Bagian yang telah diterima oleh Perusahaan telah dibebankan
pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Sampai dengan tanggal
penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini, Perusahaan telah menerima restitusi PPh Badan
senilai Rp292,3 miliar dan senilai Rp2,1 miliar telah dikompensasikan ke SKPKB dan STP PPN
WAPU.
PPh tahun 2018
Pada bulan Desember 2019, Perusahaan melaporkan lebih bayar dan mengajukan restitusi dalam
SPT Tahunan Pembetulan PPh Badan tahun 2018 senilai Rp102,7 miliar. Sampai dengan
penerbitan
ini, Perusahaan belum menerima Surat Pemberitahuan
Pemeriksaan Lapangan dari Otoritas Pajak, sebagai tindak lanjut dari pengajuan restitusi tersebut
di atas.
laporan keuangan
(ii) Telkomsel
PPh dan PPN Tahun 2006
Pada bulan Desember 2013, Pengadilan Pajak telah menerima banding Telkomsel atas PPN dan
PPh tahun 2006 senilai Rp116 miliar.
Pada bulan Februari 2014, Telkomsel menerima pengembalian pajak.
Pada tanggal 3 Juli 2015, dalam hal menanggapi surat Telkomsel untuk klaim pendapatan bunga
atas putusan PPN dan PPh untuk tahun 2006, Otoritas pajak menginformasikan bahwa klaim
tersebut tidak bisa dikabulkan. Otoritas Pajak mengajukan memori peninjauan kembali ke
Mahkamah Agung.
Pada tanggal 19 Agustus 2016, Telkomsel menerima pemberitahuan dari Pengadilan Pajak
bahwa Otoritas Pajak mengajukan memori peninjauan kembali ke Mahkamah Agung atas PPN
untuk tahun 2006 senilai Rp108 miliar. Telkomsel mengajukan kontra memori peninjauan kembali
dan telah dikirim pada tanggal 14 September 2016.
Pada bulan April 2017, Otoritas Pajak telah mengabulkan klaim Telkomsel atas pendapatan
bunga yang akan dikompensasikan ke pembayaran cicilan PPh Badan untuk periode April 2017.
Pada bulan Juli 2018, Telkomsel menerima keputusan dari Mahkamah Agung yang menyatakan
bahwa Mahkamah Agung menolak permintaan peninjauan kembali Otoritas Pajak.
85
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PERPAJAKAN (lanjutan)
e. Pemeriksaan pajak (lanjutan)
(ii) Telkomsel (lanjutan)
PPh dan PPN Tahun 2010
Pada bulan Mei dan Juni 2012, Telkomsel menerima pengembalian denda atas kurang bayar PPh
Pasal 25 untuk tahun 2010 senilai Rp15,7 miliar berdasarkan putusan Pengadilan Pajak. Pada
tanggal 17 Juli 2012, Otoritas Pajak mengajukan memori peninjauan kembali kepada Mahkamah
Agung atas putusan Pengadilan Pajak. Pada tanggal 14 September 2012, Telkomsel mengajukan
kontra memori peninjauan kembali kepada Mahkamah Agung. Pada tanggal 24 Mei 2012,
Telkomsel mengajukan keberatan kepada Otoritas Pajak atas kurang bayar PPN senilai
Rp290,6 miliar (termasuk denda Rp67 miliar) untuk tahun 2010 dan dicatat sebagai tagihan
restitusi pajak.
Pada tanggal 2 Mei 2016, Telkomsel menerima surat pemberitahuan bahwa Otoritas Pajak
mengajukan memori peninjauan kembali atas kurang bayar PPN
tahun 2010 senilai
Rp290,6 miliar. Pada tanggal 27 Mei 2016, Telkomsel mengajukan kontra memori peninjauan
kembali. Pada bulan Juli 2016, Telkomsel mengakui denda pajak senilai Rp15,7 miliar sebagai
beban.
Pada tanggal 9 Mei 2017, Telkomsel menerima keputusan dari Mahkamah Agung yang menolak
banding Telkomsel, sehingga atas kurang bayar PPN tersebut telah dilakukan pembayaran pada
tanggal 10 Juli 2017. Pada tanggal 19 Juli 2017, Telkomsel mengajukan peninjauan kembali
tahap kedua atas keputusan Mahkamah Agung.
Pada tanggal 8 Agustus 2018, Mahkamah Agung mengabulkan pengajuan banding Telkomsel.
Pada tanggal 18 Februari 2019, Telkomsel menerima Surat Pelaksanaan Putusan Peninjauan
Kembali (“SP2PK”) dari Kantor Pajak terkait PPN tahun fiskal 2010 senilai Rp290,6 miliar. Pada
tanggal 25 Maret 2019, Telkomsel menerima pembayaran SP2PK dari Kantor Pajak terkait PPN
untuk tahun 2010 senilai Rp290,6 miliar.
PPh dan PPN Tahun 2011
Pada tanggal 15 Februari 2016, Telkomsel mengajukan banding kepada Otoritas Pajak atas
kurang bayar PPh Badan senilai Rp250 miliar (termasuk denda Rp81,1 miliar). Selanjutnya, pada
tanggal 17 Maret 2016, Telkomsel juga mengajukan banding kepada Pengadilan Pajak atas
kurang bayar PPN senilai Rp1,2 miliar (termasuk denda Rp392 juta).
Pada tanggal 6 Februari 2017, Telkomsel menerima putusan dari Pengadilan Pajak atas PPN
senilai Rp1,2 miliar yang mendukung Telkomsel. Selanjutnya, Telkomsel menerima restitusi pajak
di bulan Maret dan Juni 2017. Pada tanggal 2 Maret 2017, Telkomsel menerima putusan dari
Pengadilan Pajak atas kurang bayar PPh Badan yang menerima sebagian dari banding Telkomsel
senilai Rp247,6 miliar dan mencatatnya sebagai tagihan restitusi pajak. Pada tanggal 31 Agustus
2017, Telkomsel menerima restitusi pajak. Di bulan Juli dan Oktober 2017, Telkomsel menerima
pemberitahuan dari Mahkamah Agung bahwa Otoritas Pajak mengajukan memori peninjauan
kembali atas kurang bayar PPh Badan dan PPN masing-masing senilai Rp62 miliar dan
Rp1,2 miliar. Atas hal ini, Telkomsel mengajukan kontra memori peninjauan kembali di bulan
Agustus dan November 2017.
Sampai dengan tanggal 31 Desember 2018, Telkomsel telah menerima keputusan resmi dari
Mahkamah Agung secara parsial, dimana Mahkamah Agung menolak permintaan Otoritas Pajak
berkaitan dengan PPN senilai Rp1,1 miliar.
86
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PERPAJAKAN (lanjutan)
e. Pemeriksaan pajak (lanjutan)
(ii) Telkomsel (lanjutan)
PPh dan PPN Tahun 2011 (lanjutan)
Pada tanggal 17 Oktober 2019, Telkomsel mengirimkan surat kepada Pengadilan Pajak untuk
meminta keputusan resmi terkait kasus PPN tahun 2011 yang mendukung Telkomsel
sebagaimana yang telah diumumkan oleh Mahkamah Agung. Pada bulan Oktober 2019,
Telkomsel telah menerima keputusan dari Mahkamah Agung yang menolak permintaan Otoritas
Pajak atas PPh Badan senilai Rp62 miliar.
PPh dan PPN Tahun 2014
Pada tanggal 31 Mei 2019, Telkomsel menerima SKPKB dan STP untuk tahun fiskal 2014 senilai
Rp150,6 miliar (termasuk denda Rp54,6 miliar). Telkomsel menerima atas bagian senilai
Rp16,5 miliar dan telah dilakukan pembayaran pada tanggal 27 Juni 2019 dan dicatat sebagai
beban lain-lain. Pada tanggal 20 Agustus 2019, Telkomsel telah membayar sebesar Rp99,1 miliar
dan mencatat sebagai tagihan restitusi pajak. Selanjutnya pada tanggal 23 Agustus 2019,
Telkomsel mengajukan keberatan kepada Otoritas Pajak senilai Rp134,1 miliar. Sampai dengan
tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini, proses keberatan masih berlangsung.
PPh dan PPN Tahun 2015
Pada tanggal 1 Agustus 2019, Telkomsel menerima SKPKB dan STP untuk tahun fiskal 2015
senilai Rp384,8 miliar (termasuk denda Rp128,6 miliar) dan telah dibayar penuh pada tanggal
28 Agustus 2019. Atas nilai tagihan sebesar Rp34,6 miliar dibebankan pada laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lainnya dan saldo tersisa senilai Rp350,2 miliar dicatat sebagai tagihan
restitusi pajak. Pada tanggal 24 September 2019, Telkomsel mengajukan keberatan kepada
Otoritas Pajak senilai Rp350,2 miliar. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan
konsolidasian ini, proses keberatan masih berlangsung.
87
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PERPAJAKAN (lanjutan)
f. Aset dan liabilitas pajak tangguhan
Rincian aset dan liabilitas pajak tangguhan Grup adalah sebagai berikut:
(Dibebankan)
dikreditkan ke
laporan laba
rugi
31 Desember
2018
Dikreditkan ke
penghasilan
komprehensif
lainnya
Dibebankan ke
ekuitas dan
reklasifikasi
31 Desember
2019
Perusahaan
Aset pajak tangguhan:
Beban pensiun dan beban imbalan pasca
kerja lainnya berkala bersih
Provisi penurunan nilai piutang
Perbedaan nilai buku aset tetap menurut
akuntansi dan pajak
Provisi imbalan karyawan
Pendapatan instalasi tangguhan
Beban yang masih harus dibayar dan provisi
persediaan usang
Hak atas tanah, aset takberwujud, dan
lainnya
Jumlah aset pajak tangguhan
Liabilitas pajak tangguhan:
Penilaian investasi jangka panjang
Sewa pembiayaan
Jumlah liabilitas pajak tangguhan
Jumlah aset pajak tangguhan
Perusahaan - bersih
Aset pajak tangguhan
entitas anak lainnya - bersih
Aset pajak tangguhan - bersih
Telkomsel
Aset pajak tangguhan:
Provisi imbalan karyawan
Provisi penurunan nilai piutang
Jumlah aset pajak tangguhan
Liabilitas pajak tangguhan:
Sewa pembiayaan
Perbedaan nilai buku aset tetap menurut
akuntansi dan pajak
Amortisasi lisensi
Jumlah liabilitas pajak tangguhan
Liabilitas pajak tangguhan
Telkomsel - bersih
Liabilitas pajak tangguhan
entitas anak lainnya - bersih
Liabilitas pajak tangguhan - bersih
663
632
420
215
92
79
9
2.110
(11)
(1)
(12)
2.098
406
2.504
641
270
911
(896)
(616)
(118)
(1.630)
(719)
(533)
(1.252)
(70)
128
7
15
0
(4)
10
86
-
(4)
(4)
82
152
234
83
(11)
72
(203)
68
(33)
(168)
(96)
165
69
244
-
-
-
-
-
-
244
-
-
-
244
10
254
141
-
141
-
-
-
-
141
16
157
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
(94)
(94)
-
-
-
-
(9)
-
(9)
(9)
(195)
(204)
837
760
427
230
92
75
19
2.440
(11)
(5)
(16)
2.424
474
2,898
865
259
1.124
(1,099)
(557)
(151)
(1.807)
(683)
(547)
(1.230)
88
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PERPAJAKAN (lanjutan)
f. Aset dan liabilitas pajak tangguhan (lanjutan)
(Dibebankan)
dikreditkan ke
laporan laba
rugi
31 Desember
2017
Dibebankan ke
penghasilan
komprehensif
lainnya
Dibebankan ke
ekuitas dan
reklasifikasi
31 Desember
2018
Perusahaan
Aset pajak tangguhan:
Beban pensiun dan beban imbalan pasca
kerja lainnya berkala bersih
Provisi penurunan nilai piutang
Perbedaan nilai buku aset tetap menurut
akuntansi dan pajak
Provisi imbalan karyawan
Pendapatan instalasi tangguhan
Beban yang masih harus dibayar dan provisi
persediaan usang
Hak atas tanah, aset takberwujud, dan
lainnya
Rugi fiskal
Jumlah aset pajak tangguhan
Liabilitas pajak tangguhan:
Sewa pembiayaan
Penilaian investasi jangka panjang
Jumlah liabilitas pajak tangguhan
Jumlah aset pajak tangguhan
Perusahaan - bersih
Aset pajak tangguhan
entitas anak lainnya - bersih
Aset pajak tangguhan - bersih
Telkomsel
Aset pajak tangguhan:
Provisi imbalan karyawan
Provisi penurunan nilai piutang
Jumlah aset pajak tangguhan
Liabilitas pajak tangguhan:
Sewa pembiayaan
Perbedaan nilai buku aset tetap menurut
akuntansi dan pajak
Amortisasi lisensi
Jumlah liabilitas pajak tangguhan
Liabilitas pajak tangguhan
Telkomsel - bersih
Liabilitas pajak tangguhan
entitas anak lainnya - bersih
Liabilitas pajak tangguhan - bersih
1.102
594
240
247
74
43
(1)
172
2.471
1
(11)
(10)
2.461
343
2.804
677
184
861
(561)
(552)
(225)
(1.338)
(477)
(456)
(933)
27
38
180
(32)
18
36
10
(172)
105
(2)
-
(2)
103
76
179
83
86
169
(335)
(64)
107
(292)
(123)
(50)
(173)
(466)
-
-
-
-
-
-
-
(466)
-
-
-
(466)
(8)
(474)
(119)
-
(119)
-
-
-
-
(119)
(5)
(124)
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
(5)
(5)
-
-
-
-
-
-
-
-
(22)
(22)
663
632
420
215
92
79
9
-
2.110
(1)
(11)
(12)
2.098
406
2.504
641
270
911
(896)
(616)
(118)
(1.630)
(719)
(533)
(1.252)
Pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018, jumlah agregat perbedaan temporer yang terkait dengan
investasi pada entitas anak dan entitas asosiasi atas liabilitas pajak tangguhan yang belum diakui
adalah masing-masing sebesar Rp29.731 miliar dan Rp31.461 miliar.
Realisasi dari aset pajak tangguhan tergantung kepada kemampuan Grup dalam menghasilkan laba
fiskal di masa depan. Meskipun tidak ada jaminan atas realisasi tersebut, Grup yakin bahwa
kemungkinan besar aset pajak tangguhan tersebut akan terealisasi melalui pengurangan atas laba
fiskal masa depan ketika perbedaan temporer terpulihkan. Jumlah aset pajak tangguhan tersebut
diperkirakan dapat direalisasi, namun bisa berkurang jika laba fiskal di masa depan lebih kecil dari
pada yang diestimasikan.
g. Administrasi
Sejak tahun 2008 s.d. 2019, secara berturut-turut Perusahaan berhak memperoleh insentif
pengurangan tarif pajak sebesar 5% karena telah memenuhi persyaratan sesuai dengan
PP No. 81 tahun 2007 sebagaimana telah diubah dengan PP No. 77 tahun 2013 dan diubah terakhir
dengan PP No. 56 tahun 2015, serta PMK No. 238/PMK.03/2008. Berdasarkan hal tersebut untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018, Perusahaan menghitung pajak
tangguhannya dengan menggunakan tarif 20%.
89
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PERPAJAKAN (lanjutan)
g. Administrasi (lanjutan)
Undang-Undang Perpajakan yang berlaku di Indonesia mengatur bahwa Perusahaan dan entitas
anaknya dalam negeri menghitung, menetapkan dan membayar sendiri besarnya jumlah pajak yang
terutang secara individu. Berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, Direktur
Jenderal Pajak (“DJP”) dapat menetapkan atau mengubah jumlah pajak terutang dalam jangka waktu
tertentu. Untuk tahun pajak 2007 dan sebelumnya, jangka waktu tersebut adalah sepuluh tahun sejak
saat terutangnya pajak tetapi tidak lebih dari tahun 2013, sedangkan untuk tahun pajak 2008 dan
seterusnya, jangka waktunya adalah lima tahun sejak saat terutangnya pajak.
Indonesia
tanggal 6 Juni 2012 sebagaimana
telah menetapkan Peraturan Menteri Keuangan
Menteri Keuangan Republik
No. 85/PMK.03/2012
telah diubah oleh PMK
No. 136/PMK.03/2012 tanggal 16 Agustus 2012 tentang penunjukan BUMN untuk memungut,
menyetor, dan melaporkan PPN atau PPN dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (“PPnBM”) yang
berlaku efektif pada 1 Juli 2012 dan Peraturan Menteri Keuangan No. 224/PMK.011/2012 tanggal
26 Desember 2012 tentang penunjukan kembali BUMN sebagai pemungut PPh Pasal 22
sebagaimana telah diubah terakhir dengan PMK No. 34/PMK.010/2017 tanggal 1 Maret 2017.
Perusahaan telah melakukan pemungutan, penyetoran dan pelaporan PPN dan PPnBM serta PPh
Pasal 22 sesuai dengan peraturan tersebut.
Pada bulan Mei 2019, Perusahaan ditetapkan sebagai PKP Beresiko Rendah melalui Keputusan DJP
Keuangan
No.KEP-00080/WPJ.19/KP.04/2019.
No. 39/PMK.03/2018 tanggal 12 April 2018 sebagaimana telah diubah terakhir dengan PMK
No. 117/PMK.03/2019 tanggal 6 Agustus 2019, maka Perusahaan dapat diberikan pengembalian
pendahuluan kelebihan pembayaran pajak sebagaimana dimaksud dalam peraturan perundang-
undangan di bidang perpajakan.
Peraturan Menteri
dengan
Sesuai
26. LABA PER SAHAM DASAR
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada
pemilik entitas induk sebesar Rp18.663 miliar dan Rp18.032 miliar dengan jumlah rata-rata tertimbang
saham yang beredar sejumlah 99.062.216.600 masing-masing untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2019 dan 2018. Jumlah rata-rata tertimbang juga memperhitungkan rata-rata tertimbang
atas dampak transaksi modal saham yang diperoleh kembali dalam perubahan transaksi pembelian
saham kembali selama tahun berjalan.
Laba per saham dasar masing-masing sejumlah Rp188,40 dan Rp182,03 (dalam jumlah penuh) untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018.
Perusahaan tidak memiliki instrumen keuangan yang berpotensi dilutif untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2019 dan 2018.
27. DIVIDEN KAS DAN CADANGAN UMUM
Berdasarkan hasil RUPST Perusahaan yang dinyatakan dalam akta notaris Ashoya Ratam, S.H., MKn.
No. 54 tertanggal 27 April 2018, para pemegang saham Perusahaan menyetujui pembagian dividen kas
dan dividen kas spesial untuk tahun buku 2017 masing-masing sebesar Rp13.287 miliar (Rp134,13 per
lembar saham) dan Rp3.322 miliar (Rp33,53 per lembar saham).
Berdasarkan hasil RUPST Perusahaan yang dinyatakan dalam akta notaris Ashoya Ratam, S.H., MKn.
No. 133 tertanggal 24 Mei 2019, para pemegang saham Perusahaan menyetujui pembagian dividen kas
dan dividen kas spesial untuk tahun buku 2018 masing-masing sebesar Rp10.819 miliar (Rp109,22 per
lembar saham) dan Rp5.410 miliar (Rp54,61 per lembar saham).
90
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. DIVIDEN KAS DAN CADANGAN UMUM (lanjutan)
Berdasarkan Undang-Undang Perseroan Terbatas, Perusahaan diharuskan untuk membuat penyisihan
cadangan wajib hingga sekurang-kurangnya 20% dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh.
Saldo laba dicadangkan Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018 masing-masing adalah
sebesar Rp15.337 miliar.
28. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA
Rincian liabilitas manfaat pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya adalah sebagai berikut:
Catatan
2019
2018
Liabilitas diestimasi manfaat pensiun dan
imbalan pasca kerja lainnya
Pensiun
Perusahaan - funded
Manfaat pasti
Manfaat tambahan
Perusahaan - unfunded
Telkomsel
Telkomsat
MD Media
Infomedia
Liabilitas diestimasi manfaat pensiun
Imbalan kesehatan pasca kerja
Imbalan pasca kerja lainnya
Kewajiban pensiun berdasarkan Undang-
Undang Ketenagakerjaan
Jumlah
28a.i.a
28a.i.a.i
28a.i.a.ii
28a.i.b
28a.ii
28b
28c
28d
2.338
-
1.479
2.209
0
0
0
6.026
996
366
690
8.078
1.057
6
1.830
1.541
0
0
-
4.434
195
419
507
5.555
Beban manfaat pensiun yang diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian adalah sebagai berikut:
Catatan
2019
2018
Beban pensiun
Perusahaan - funded
Manfaat pasti
Manfaat tambahan
Perusahaan - unfunded
Telkomsel
MD Media
Infomedia
Telkomsat
Beban pensiun berkala, bersih
Beban imbalan kesehatan pasca kerja
berkala, bersih
Beban imbalan pasca kerja lainnya
Beban pensiun berdasarkan Undang-Undang
Ketenagakerjaan
Jumlah
28a.i.a
28a.i.a.i
28a.i.a.ii
28a.i.b
28a.ii
22
22,28b
22,28c
22,28d
91
362
1
163
314
0
0
0
840
167
33
136
1.176
511
69
198
342
0
0
0
1.120
335
32
113
1.600
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
28. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)
Beban manfaat pensiun yang diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian adalah sebagai berikut (lanjutan):
Laba (rugi) aktuaria program manfaat pasti
Catatan
2019
2018
Perusahaan - funded
Manfaat pasti
Manfaat tambahan
Perusahaan - unfunded
Telkomsel
MD Media
Infomedia
Telkomsat
28a.i.a
28a.i.a.i
28a.i.a.ii
28a.i.b
28a.ii
Beban imbalan kesehatan pasca kerja
Beban imbalan pasca kerja lainnya
Beban pensiun berdasarkan Undang-Undang
Ketenagakerjaan
Sub-jumlah
Pajak tangguhan dengan tarif pajak yang
berlaku
Laba (rugi) aktuaria program manfaat pasti -
bersih
28b
28c
28d
25f
a. Beban manfaat pensiun
i. Perusahaan
a. Funded
i. Manfaat pasti
(1.116)
7
(94)
(561)
0
0
0
(634)
(15)
(107)
(2.520)
411
(2.109)
1.236
934
137
514
0
0
0
2.559
24
14
5.418
(598)
4.820
Perusahaan menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti bagi karyawan tetap yang
mulai bekerja sebelum 1 Juli 2002. Program pensiun ini diatur didalam undang-undang
pensiun Indonesia dan dikelola oleh Dana Pensiun Telkom (“Dapen”). Pengelolaan Dana
Pensiun sesuai dengan Peraturan Dana Pensiun dan Arahan Investasi yang ditetapkan oleh
Pendiri dilaksanakan oleh Dewan Pengurus. Dewan Pengurus diawasi oleh Dewan Pengawas
yang terdiri dari perwakilan Perusahaan dan peserta.
Manfaat pensiun yang dibayar dihitung berdasarkan gaji pokok pada saat mulai pensiun dan
masa kerja karyawan. Karyawan yang ikut serta dalam program pensiun ini membayar
kontribusi 18% (sebelum Maret 2003: 8,4%) dari gaji pokok ke dana pensiun. Perusahaan
memberikan kontribusi kepada Dapen untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2019 sebesar Rp233 miliar. Perusahaan tidak memberikan kontribusi kepada Dapen untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018.
Risiko yang terekspos pada program manfaat pasti adalah risiko seperti volatilitas aset dan
perubahan imbal hasil obligasi. Liabilitas program dihitung menggunakan tingkat diskonto
yang merujuk kepada tingkat imbal hasil obligasi pemerintah, jika imbal hasil aset program
lebih rendah, maka akan menghasilkan defisit program. Penurunan imbal hasil obligasi
pemerintah akan meningkatkan liabilitas program, walaupun hal ini akan saling hapus secara
sebagian dengan kenaikan dari nilai obligasi program yang dimiliki. Perusahaan memastikan
bahwa posisi investasi telah diatur dalam kerangka asset-liability matching (“ALM”) yang telah
dibentuk untuk mencapai hasil jangka panjang yang sejalan dengan liabilitas pada program
pensiun imbalan pasti. Dalam kerangka ALM, tujuan Perusahaan adalah untuk menyesuaikan
aset-aset dan liabilitas pensiun dengan berinvestasi pada portofolio yang terdiversifikasi
dengan baik dalam menghasilkan
tingkat pengembalian yang optimal, dengan
mempertimbangkan tingkat risikonya. Investasi pada program telah terdiversifikasi dengan
baik, sehingga kinerja buruk satu investasi tidak akan memberikan dampak material bagi
seluruh kelompok aset.
92
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
28. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)
a. Beban manfaat pensiun (lanjutan)
i. Perusahaan (lanjutan)
a. Funded (lanjutan)
i. Manfaat pasti (lanjutan)
Tabel berikut ini menyajikan perubahan liabilitas manfaat pensiun, perubahan aset program
pensiun, status pendanaan program pensiun, dan jumlah bersih yang diakui dalam laporan
posisi keuangan konsolidasian pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018 untuk program
pensiun manfaat pasti:
Perubahan liabilitas manfaat pensiun
Liabilitas manfaat pensiun pada awal tahun
Dibebankan pada laba rugi:
Beban jasa
Beban bunga
Kontribusi peserta program pensiun
(Laba) rugi aktuaria yang diakui pada
penghasilan komprehensif lainnya
Pembayaran pensiun
Liabilitas manfaat pensiun pada akhir tahun
Perubahan aset program pensiun
Nilai wajar aset program pensiun pada awal tahun
Pendapatan bunga
Pengembalian aset program pensiun
(setelah dikurangi nilai yang termasuk
dalam beban bunga bersih)
Kontribusi pemberi kerja
Kontribusi peserta program pensiun
Pembayaran pensiun
Penyisihan manfaat tambahan
Beban administrasi program
Nilai wajar aset program pensiun
pada akhir tahun
Liabilitas diestimasi manfaat pensiun pada
akhir tahun
2019
2018
20.121
22.354
259
1.599
33
1.514
(1.465)
22.061
384
1.459
38
(2.691)
(1.423)
20.121
2019
2018
19.064
1.524
398
233
32
(1.465)
-
(63)
19.723
2.338
20.814
1.357
(1.455)
-
38
(1.423)
(205)
(62)
19.064
1.057
93
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
28. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)
a. Beban manfaat pensiun (lanjutan)
ii. Perusahaan (lanjutan)
a. Funded (lanjutan)
i. Manfaat pasti (lanjutan)
Pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018, aset program terdiri dari:
Kas dan setara kas
Instrumen ekuitas:
Keuangan
Barang konsumen
Infrastruktur, peralatan dan
transportasi
Konstruksi, properti dan
real estat
Industri dasar dan bahan kimia
Perdagangan, jasa dan investasi
Tambang
Agrikultur
Industri lainnya
Reksadana berbasis saham
Instrumen keuangan pendapatan
tetap:
Obligasi korporasi
Obligasi pemerintah
Reksadana
Saham non publik:
Penempatan langsung
Properti
Lainnya
Jumlah
2019
Harga kuotasian Tidak memiliki
harga kuotasian
-
di pasar aktif
521
2018
Harga kuotasian Tidak memiliki
harga kuotasian
-
di pasar aktif
873
1.735
1.085
540
210
135
395
159
70
292
1.027
-
6.493
85
-
-
-
12.747
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
6.077
-
-
374
186
339
6.976
1.456
1.336
530
199
124
420
112
55
362
1.336
-
6.166
54
-
-
-
13.023
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
5.267
-
-
288
178
308
6.041
Aset program pensiun termasuk didalamnya saham Seri B yang dikeluarkan oleh Perusahaan
dengan nilai wajar Rp346 miliar dan Rp372 miliar, yang mewakili 1,75% dan 1,95%
dari total aset program pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018, dan obligasi yang
dikeluarkan oleh Perusahaan dengan nilai wajar masing-masing senilai Rp341 miliar dan
Rp314 miliar mewakili masing-masing 1,73% dan 1,65% dari total aset per tanggal
31 Desember 2019 dan 2018.
Perkiraan pengembalian ditentukan berdasarkan ekspektasi pasar untuk pengembalian
keseluruhan masa liabilitas dengan mempertimbangkan perpaduan portofolio dari aset
program. Hasil aktual aset program adalah Rp1.858 miliar dan Rp(158) miliar masing-masing
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018. Berdasarkan Peraturan
Perusahaan yang diterbitkan tanggal 14 Januari 2014 mengenai kebijakan pendanaan Dapen,
Perusahaan tidak akan memberikan kontribusi ke Dapen bila Rasio Kecukupan Pendanaan
(RKD) Dapen diatas 105%. Berdasarkan
tanggal
31 Desember 2019, RKD Dapen dibawah 105% sehingga Perusahaan akan memberikan
kontribusi pemberi kerja ke program pensiun manfaat pasti di tahun 2020.
laporan keuangan Dapen pada
Berdasarkan Peraturan Perusahaan yang diterbitkan tanggal 7 Juni 2017 tentang Peraturan
Dana Pensiun dari Dapen, Perusahaan memberikan manfaat lain berupa manfaat tambahan
di tahun 2017 sebesar Rp4,5 juta kepada penerima manfaat pensiun bulanan dari peserta
yang berhenti bekerja sebelum akhir bulan Juni 2002 dan Rp2,25 juta kepada penerima
manfaat pensiun bulanan dari peserta yang berhenti bekerja sejak akhir bulan Juni 2002
sampai dengan akhir April 2017.
94
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
28. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)
a. Beban manfaat pensiun (lanjutan)
i. Perusahaan (lanjutan)
a. Funded (lanjutan)
i. Manfaat pasti (lanjutan)
Perubahan liabilitas diestimasi manfaat pensiun untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2019 dan 2018 adalah sebagai berikut:
Liabilitas diestimasi manfaat pensiun
(beban manfaat pensiun dibayar di muka) pada
awal tahun
Beban pensiun berkala bersih
Penyisihan manfaat tambahan
Kontribusi pemberi kerja
(Laba) rugi aktuaria yang diakui pada
penghasilan komprehensif lainnya
Pengembalian aset program pensiun
(setelah dikurangi nilai yang termasuk dalam
beban bunga bersih)
Liabilitas diestimasi manfaat pensiun pada
akhir tahun
2019
2018
1.057
398
-
(233)
1.514
(398)
2.338
1.540
548
205
-
(2.691)
1.455
1.057
Komponen beban pensiun berkala bersih untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2019 dan 2018 sebagai berikut:
2019
2018
Beban jasa
Beban administrasi program
Beban bunga bersih
Beban pensiun berkala bersih
Dibebankan kepada entitas anak berdasarkan
perjanjian
Beban pensiun berkala bersih dikurangi
jumlah yang dibebankan kepada entitas anak
259
63
76
398
(36)
362
384
62
102
548
(37)
511
Jumlah yang diakui pada penghasilan komprehensif lainnya untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2019 dan 2018 adalah sebagai berikut:
(Laba) rugi aktuaria yang diakui pada
tahun berjalan:
Penyesuaian atas pengalaman
Perubahan asumsi finansial
Perubahan asumsi demografik
Pengembalian aset program pensiun (setelah
dikurangi nilai yang termasuk dalam beban
bunga bersih)
Jumlah bersih
2019
2018
(677)
1.952
239
(398)
1.116
329
(3.020)
-
1.455
(1.236)
95
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
28. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)
a. Beban manfaat pensiun (lanjutan)
ii. Perusahaan (lanjutan)
a. Funded (lanjutan)
i. Manfaat pasti (lanjutan)
Penilaian aktuaria atas program pensiun manfaat pasti dilakukan berdasarkan perhitungan
pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018, pada laporan masing-masing tertanggal
20 April 2020 dan 1 April 2019 yang dilakukan oleh PT Towers Watson Purbajaga (“TWP”),
aktuaris independen yang berasosiasi dengan Willis Towers Watson (“WTW”) (dahulu Towers
Watson). Asumsi dasar aktuaria yang digunakan oleh aktuaris independen pada tanggal
31 Desember 2019 dan 2018 adalah sebagai berikut:
Tingkat diskonto
Tingkat kenaikan kompensasi
Tabel tingkat kematian di Indonesia
ii. Manfaat tambahan
2019
2018
7,25%
8,00%
2011
8,25%
8,00%
2011
Berdasarkan Peraturan Perusahaan yang diterbitkan tanggal 7 Juni 2017 tentang Peraturan
Dana Pensiun dari Dapen, Perusahaan membentuk dana manfaat tambahan yang bersumber
dari hasil pengembangan program pensiun paling banyak 10%, dengan ketentuan Rasio
Kecukupan Dana (“RKD”) diatas 105% dan tingkat pengembalian investasi diatas suku bunga
aktuaria untuk pendanaan.
2019
2018
Perubahan liabilitas manfaat pensiun
Liabilitas manfaat pensiun pada awal tahun
Dibebankan pada laba rugi:
Beban bunga
Laba aktuaria yang diakui pada
penghasilan komprehensif lainnya
Pembayaran pensiun
Liabilitas manfaat pensiun pada akhir tahun
Perubahan aset program pensiun
Nilai wajar aset program pensiun pada
awal tahun
Pendapatan bunga dari aset
Penyisihan manfaat tambahan
Pengembalian atas aset program pensiun
Pembayaran manfaat pensiun
Nilai wajar aset program pensiun pada akhir
tahun
(Surplus) defisit pada program
Perubahan dampak batas atas yang tidak termasuk
dalam bunga
Liabilitas diestimasi manfaat pensiun pada
akhir tahun
96
104
9
(17)
(96)
-
98
8
-
(5)
(96)
5
(5)
5
-
1.076
69
(948)
(93)
104
-
-
205
(14)
(93)
98
6
-
6
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
28. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)
a. Beban manfaat pensiun (lanjutan)
i. Perusahaan (lanjutan)
a. Funded (lanjutan)
ii. Manfaat tambahan (lanjutan)
Aset program untuk manfaat tambahan telah disisihkan sejak 2018 sesuai persetujuan Dewan
Pengawas. Per tanggal 31 Desember 2019, aset program tersebut telah habis dibayarkan ke
penerima manfaat pensiun.
Perubahan liabilitas manfaat tambahan pensiun untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2019 dan 2018 adalah sebagai berikut:
Liabilitas manfaat tambahan pensiun pada
awal tahun
Beban pensiun berkala bersih
Penyisihan manfaat tambahan
Laba aktuaria yang diakui pada
penghasilan komprehensif lainnya
Pengembalian aset program pensiun
Liabilitas diestimasi manfaat pensiun pada
akhir tahun
2019
2018
6
1
-
(12)
5
-
1.076
69
(205)
(948)
14
6
Komponen beban manfaat tambahan pensiun untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2019 dan 2018 adalah sebagai berikut:
Beban pensiun
2019
2018
1
69
Jumlah yang diakui pada penghasilan komprehensif lainnya untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2019 dan 2018 adalah sebagai berikut:
Laba aktuaria yang diakui pada tahun berjalan:
Penyesuaian atas pengalaman
Perubahan asumsi finansial
Pengembalian aset program pensiun (setelah
dikurangi nilai yang termasuk dalam beban
bunga bersih)
Perubahan batas atas asset yang tidak termasuk
dalam bunga
Jumlah bersih
2019
2018
(17)
-
5
5
(7)
(773)
(175)
14
-
(934)
97
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
28. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)
a. Beban manfaat pensiun (lanjutan)
ii. Perusahaan (lanjutan)
a. Funded (lanjutan)
ii. Manfaat tambahan (lanjutan)
Penilaian aktuaria atas program pensiun manfaat tambahan dilakukan berdasarkan
perhitungan pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018, pada laporan masing-masing
tertanggal 20 April 2020 dan 1 April 2019 yang dilakukan oleh TWP, aktuaris independen
yang berasosiasi dengan WTW. Asumsi dasar aktuaria yang digunakan oleh aktuaris
independen pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018 adalah sebagai berikut:
2019
2018
Tingkat pengembalian investasi
Tingkat diskonto
Tingkat suku bunga aktuaria pendanaan
Tingkat kenaikan kompensasi
Tabel tingkat kematian di Indonesia
b. Unfunded
7,25%
9,00% - 9,50% 9,30% - 10,00%
8,25%
9,25% - 9,50% 9,25% - 9,50%
8,00%
2011
8,00%
2011
Perusahaan menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti tanpa pendanaan dan program
pensiun iuran pasti untuk karyawannya.
Program pensiun iuran pasti diselenggarakan bagi karyawan tetap yang mulai bekerja pada
atau setelah tanggal 1 Juli 2002. Program ini dikelola oleh Dana Pensiun Lembaga Keuangan
(“DPLK”). Kontribusi Perusahaan kepada DPLK dihitung berdasarkan persentase tertentu dari
gaji karyawan dimana untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018
adalah masing-masing sebesar Rp55 miliar dan Rp13 miliar.
Sejak tahun 2007, Perusahaan memberlakukan manfaat pensiun berdasarkan uniformulation
bagi peserta sebelum 20 April 1992 dan peserta sejak 20 April 1992 yang mulai diterapkan bagi
karyawan yang akan pensiun terhitung sejak 1 Februari 2009. Pada tahun 2010, Perusahaan
menggantikan uniformulation dengan Manfaat Pensiun Sekaligus (“MPS”). MPS diberikan bagi
karyawan yang telah mencapai usia pensiun, kematian, atau cacat sejak 1 Februari 2009.
Perusahaan juga menyelenggarakan manfaat bagi karyawan yang akan memasuki masa
persiapan pensiun, dimana karyawan tidak aktif selama periode 6 bulan sebelum mencapai usia
pensiun yakni 56 tahun yang disebut dengan Masa Persiapan Pensiun (“MPP”). Selama periode
tersebut, karyawan tetap menerima manfaat-manfaat yang diselenggarakan bagi pegawai aktif,
diantaranya termasuk, namun tidak terbatas pada gaji regular, kesehatan, cuti besar, bonus,
dan manfaat-manfaat lainnya. Sejak tahun 2012, Perusahaan memberlakukan ketentuan baru
MPP yang mulai diterapkan bagi karyawan yang akan pensiun terhitung sejak 1 April 2012,
dimana karyawan harus mengajukan permohonan MPP terlebih dahulu dan apabila tidak
mengajukan MPP, maka dianggap tetap akan bekerja sampai dengan masa pensiun.
98
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
28. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)
a. Beban manfaat pensiun (lanjutan)
i. Perusahaan (lanjutan)
b. Unfunded (lanjutan)
Tabel berikut ini menyajikan perubahan liabilitas program pensiun manfaat pasti tanpa
pendanaan MPS
tanggal
31 Desember 2019 dan 2018:
dan MPP
berakhir
tahun
untuk
pada
yang
2019
2018
Liabilitas diestimasi manfaat pensiun tanpa
pendanaan pada awal tahun
Beban jasa
Beban bunga bersih
(Laba) rugi aktuaria diakui pada penghasilan
komprehensif lainnya
Pembayaran manfaat oleh pemberi kerja
Liabilitas diestimasi manfaat pensiun tanpa
pendanaan pada akhir tahun
1.830
29
134
94
(608)
1.479
Komponen biaya manfaat pensiun untuk
31 Desember 2019 dan 2018 adalah sebagai berikut:
tahun yang berakhir pada
2.384
54
144
(137)
(615)
1.830
tanggal
Beban jasa
Beban bunga bersih
Jumlah
2019
2018
29
134
163
54
144
198
Jumlah yang diakui pada penghasilan komprehensif lainnya untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2019 dan 2018 adalah sebagai berikut:
(Laba) rugi aktuaria yang diakui pada tahun berjalan:
Penyesuaian atas pengalaman
Perubahan asumsi demografik
Perubahan asumsi finansial
Jumlah bersih
2019
2018
12
37
45
94
27
(21)
(143)
(137)
Penilaian aktuaria atas program pensiun manfaat pasti dilakukan berdasarkan perhitungan
pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018, pada laporan masing-masing tertanggal
20 April 2020 dan 1 April 2019 yang dilakukan oleh TWP, aktuaris independen yang berasosiasi
dengan WTW. Asumsi dasar aktuaria yang digunakan oleh aktuaris independen pada tanggal
31 Desember 2019 dan 2018 adalah sebagai berikut:
Tingkat diskonto
Tingkat kenaikan kompensasi
Tabel tingkat kematian di Indonesia
2019
2018
6,50% - 7,25%
6,10% - 8,00%
2011
8,00% - 8,25%
6,10% - 8,00%
2011
99
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
28. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)
a. Beban manfaat pensiun (lanjutan)
ii. Telkomsel
Telkomsel menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti bagi para karyawannya.
Berdasarkan program ini, para karyawan berhak atas manfaat pensiun berdasarkan gaji dasar
terakhir atau gaji bersih yang diterima dan masa kerja karyawan. Program pensiun ini dikelola oleh
PT Asuransi Jiwasraya (Persero) (“Jiwasraya”), perusahaan asuransi jiwa milik negara, di bawah
suatu kontrak asuransi anuitas. Sampai dengan tahun 2004, kontribusi karyawan terhadap
program ini adalah sebesar 5% dari gaji pokok bulanan dan kontribusi atas sisa jumlah yang
diperlukan untuk mendanai program tersebut ditanggung oleh Telkomsel. Mulai tahun 2005,
kontribusi ditanggung sepenuhnya oleh Telkomsel.
Kontribusi Telkomsel ke Jiwasraya Rp207 miliar dan Rp125 miliar masing-masing untuk tahun
yang berakhir 31 Desember 2019 dan 2018.
ini menyajikan perubahan
liabilitas manfaat pensiun, perubahan aset
Tabel berikut
program pensiun, status pendanaan program pensiun, dan nilai bersih yang tercatat pada laporan
posisi keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 dan
2018 untuk program pensiun manfaat pasti:
Perubahan liabilitas manfaat pensiun
Liabilitas manfaat pensiun pada awal tahun
Dibebankan pada laba rugi:
Beban jasa
Beban bunga
(Laba) rugi aktuaria yang diakui pada
penghasilan komprehensif lainnya
Pembayaran pensiun
Liabilitas manfaat pensiun pada akhir tahun
Perubahan aset program pensiun
Nilai wajar aset program pensiun pada awal tahun
Pendapatan bunga
Pengembalian aset program pensiun
(setelah dikurangi nilai yang termasuk
dalam beban bunga bersih)
Kontribusi pemberi kerja
Pembayaran pensiun
Nilai wajar aset program pensiun pada akhir tahun
Liabilitas diestimasi manfaat pensiun pada
akhir tahun
2019
2018
2.734
2.928
187
224
614
(21)
3.738
1.193
97
53
207
(21)
1.529
2.209
213
203
(583)
(27)
2.734
1.089
74
(68)
125
(27)
1.193
1.541
100
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
28. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)
a. Beban manfaat pensiun (lanjutan)
ii. Telkomsel (lanjutan)
Perubahan liabilitas diestimasi manfaat pensiun untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2019 dan 2018:
Liabilitas diestimasi manfaat pensiun pada awal tahun
Beban manfaat pensiun
(Laba) rugi aktuaria yang diakui pada penghasilan
komprehensif lainnya
Pengembalian aset program pensiun
(setelah dikurangi nilai yang termasuk dalam
beban bunga bersih)
Kontribusi pemberi kerja
Liabilitas diestimasi manfaat pensiun
pada akhir tahun
2019
2018
1.541
314
614
(53)
(207)
2.209
1.839
342
(583)
68
(125)
1.541
Komponen biaya manfaat pensiun untuk
31 Desember 2019 dan 2018 adalah sebagai berikut:
tahun
yang berakhir pada
tanggal
Beban jasa
Beban bunga bersih
Jumlah
2019
2018
187
127
314
213
129
342
Jumlah yang diakui pada penghasilan komprehensif lainnya untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2019 dan 2018 adalah sebagai berikut:
(Laba) rugi aktuaria yang diakui pada tahun berjalan:
Penyesuaian atas pengalaman
Perubahan asumsi finansial
Pengembalian aset program pensiun (setelah
dikurangi nilai yang termasuk dalam beban
bunga bersih)
Jumlah bersih
2019
2018
115
499
(53)
561
192
(774)
68
(514)
101
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
28. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)
a. Beban manfaat pensiun (lanjutan)
ii. Telkomsel (lanjutan)
Penilaian aktuaria atas program pensiun manfaat pasti dilakukan berdasarkan perhitungan pada
tanggal 31 Desember 2019 dan 2018 dengan laporan tertanggal masing-masing 28 Februari 2020
dan 14 Februari 2019 yang dilakukan oleh TWP, aktuaris independen yang berasosiasi dengan
WTW. Asumsi dasar aktuaria yang digunakan oleh aktuaris independen pada tanggal 31
Desember 2019 dan 2018 adalah sebagai berikut:
Tingkat diskonto
Tingkat kenaikan kompensasi
Tabel tingkat kematian di Indonesia
b. Imbalan kesehatan pasca kerja
2019
2018
7,50%
8,00%
2011
8,25%
8,00%
2011
Perusahaan menyelenggarakan program imbalan kesehatan pasca kerja untuk semua karyawannya
yang sudah bekerja sebelum tanggal 1 November 1995 dengan masa kerja 20 tahun atau lebih pada
saat pensiun, dan anggota keluarganya yang memenuhi syarat. Ketentuan untuk masa kerja selama
20 tahun ini tidak berlaku bagi karyawan yang memasuki masa pensiun sebelum tanggal 3 Juni 1995.
Program ini tidak berlaku bagi karyawan yang mulai bekerja pada Perusahaan sejak tanggal
1 November 1995. Program jaminan kesehatan pasca kerja tersebut dikelola oleh Yayasan
Kesehatan Telkom (“Yakes Telkom”).
Program imbalan kesehatan pasca kerja iuran pasti diselenggarakan bagi karyawan tetap yang mulai
bekerja pada atau setelah tanggal 1 November 1995 atau karyawan dengan masa kerja kurang dari
20 tahun pada saat pensiun. Perusahaan tidak memberikan kontribusi ke Yakes untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018.
Tabel berikut ini menyajikan perubahan liabilitas imbalan kesehatan pasca kerja, perubahan aset
program imbalan kesehatan pasca kerja, status pendanaan program imbalan kesehatan pasca kerja,
dan jumlah bersih yang diakui dalam laporan posisi keuangan konsolidasian pada tanggal
31 Desember 2019 dan 2018:
Perubahan liabilitas imbalan kesehatan pasca kerja
Liabilitas diestimasi imbalan kesehatan pasca kerja pada
awal tahun
Dibebankan pada laba rugi:
Beban bunga
(Laba) rugi aktuaria yang diakui pada penghasilan
komprehensif lainnya
Pembayaran imbalan kesehatan pasca kerja
Liabilitas diestimasi imbalan kesehatan pasca kerja pada
akhir tahun
Perubahan aset program
Nilai wajar aset program pada awal tahun
Pendapatan bunga
Pengembalian aset program (setelah dikurangi nilai
yang termasuk dalam beban bunga bersih)
Pembayaran imbalan kesehatan pasca kerja
Beban administrasi program
Nilai wajar aset program pada akhir tahun
2019
2018
12.423
15.448
1.062
1.102
905
(567)
(3.641)
(486)
13.823
12.423
12.228
1.045
271
(567)
(150)
12.827
13.029
927
(1.082)
(486)
(160)
12.228
Liabilitas diestimasi imbalan kesehatan pasca kerja pada
akhir tahun
996
195
102
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
28. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)
b. Imbalan kesehatan pasca kerja (lanjutan)
Pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018, aset program terdiri dari:
Kas dan setara kas
Saham publik:
Industri keuangan
Manufaktur dan konsumen
Infrastruktur dan telekomunikasi
Konstruksi
Grosir
Tambang
Industri lainnya:
Bioteknologi dan industri farmasi
Jasa
Agrikultur
Lainnya
Reksadana berbasis ekuitas
Instrumen keuangan pendapatan tetap:
Reksadana pendapatan tetap
Saham non-publik:
Penempatan privat
Jumlah
2019
Harga kuotasian Tidak memiliki
harga kuotasian
-
di pasar aktif
563
2018
Harga kuotasian Tidak memiliki
harga kuotasian
-
di pasar aktif
1.115
954
706
317
181
159
117
96
75
49
3
1.202
8.071
-
12.493
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
334
334
799
799
332
190
177
77
85
60
32
3
1.204
7.020
-
11.893
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
335
335
Aset program Yakes juga termasuk saham Seri B yang diterbitkan Perusahaan dengan nilai wajar
sebesar Rp222 miliar dan Rp249 miliar yang merupakan 1,73% dan 2,03% dari keseluruhan aset
program masing-masing pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018.
Perkiraan pengembalian ditentukan berdasarkan ekspektasi pasar untuk pengembalian keseluruhan
masa liabilitas dengan mempertimbangkan perpaduan portofolio dari aset program. Hasil aktual aset
program adalah Rp1.166 miliar dan Rp(315) miliar masing-masing untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2019 dan 2018.
Perubahan liabilitas diestimasi imbalan kesehatan pasca kerja untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2019 dan 2018:
Liabilitas diestimasi imbalan kesehatan pasca kerja pada
awal tahun
Beban imbalan kesehatan pasca kerja berkala
(Laba) rugi aktuaria yang diakui di penghasilan
komprehensif lainnya
Pengembalian aset program (setelah dikurangi nilai yang
termasuk dalam beban bunga bersih)
Liabilitas diestimasi imbalan kesehatan pasca kerja pada
akhir tahun
2019
2018
195
167
905
(271)
996
2.419
335
(3.641)
1.082
195
103
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
28. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)
b. Imbalan kesehatan pasca kerja (lanjutan)
Komponen beban imbalan kesehatan pasca kerja berkala bersih untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2019 dan 2018 adalah sebagai berikut:
Beban administrasi program
Beban bunga bersih
Jumlah beban imbalan kesehatan pasca kerja
2019
2018
150
17
167
160
175
335
Jumlah yang diakui pada penghasilan komprehensif lainnya sebagai berikut:
(Laba) rugi aktuaria yang diakui pada tahun berjalan:
Penyesuaian atas pengalaman
Perubahan asumsi finansial
Perubahan asumsi demografik
Pengembalian aset program pensiun (setelah
dikurangi nilai yang termasuk dalam beban bunga bersih)
Jumlah bersih
2019
2018
810
1.190
(1.095)
(271)
634
(1.100)
(2.541)
-
1.082
(2.559)
tanggal 31 Desember 2019 dan 2018 pada
Penilaian aktuaria untuk program imbalan kesehatan pasca kerja dilakukan berdasarkan perhitungan
pada
tertanggal
20 April 2020 dan 1 April 2019 yang dilakukan oleh TWP, aktuaris independen yang berasosiasi
dengan WTW. Asumsi dasar aktuaria yang digunakan oleh aktuaris independen pada tanggal
31 Desember 2019 dan 2018 adalah sebagai berikut:
laporan masing-masing
Tingkat diskonto
Tingkat pertumbuhan beban kesehatan untuk tahun depan
Tingkat tren beban kesehatan
Tahun tingkat tren beban kesehatan tercapai
Tabel tingkat kematian di Indonesia
8,00%
7,00%
7,00%
2019
2011
8,75%
7,00%
7,00%
2018
2011
2019
2018
c. Imbalan pasca kerja lainnya
Perusahaan memberikan imbalan pasca kerja lainnya dalam bentuk uang tunai yang dibayarkan pada
saat karyawan pensiun atau saat pemutusan hubungan kerja. Imbalan pasca kerja lainnya tersebut
adalah Biaya Fasilitas Perumahan Terakhir (“BFPT”) dan Biaya Perjalanan Pensiun dan Purnabhakti
(“BPP”).
104
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
28. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)
c. Imbalan pasca kerja lainnya (lanjutan)
Perubahan liabilitas diestimasi imbalan pasca kerja lainnya untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2019 dan 2018:
Liabilitas diestimasi imbalan pasca kerja lainnya
pada awal tahun
Dibebankan pada laba rugi:
Beban jasa kini
Beban bunga bersih
(Laba) rugi aktuaria yang diakui pada penghasilan
komprehensif lainnya
Pembayaran manfaat oleh Perusahaan
Liabilitas diestimasi imbalan pasca kerja lainnya
pada akhir tahun
2019
2018
419
4
29
15
(101)
366
510
6
26
(24)
(99)
419
Komponen beban
31 Desember 2019 dan 2018:
imbalan pasca kerja lainnya untuk
tahun yang berakhir pada tanggal
Beban jasa kini
Beban bunga bersih
Jumlah
2019
2018
4
29
33
Jumlah yang diakui pada penghasilan komprehensif lainnya sebagai berikut:
(Laba) rugi aktuaria yang diakui pada tahun berjalan:
Penyesuaian atas pengalaman
Perubahan asumsi demografik
Perubahan asumsi finansial
Jumlah
(25)
20
20
15
2019
2018
6
26
32
40
(34)
(30)
(24)
tanggal 31 Desember 2019 dan 2018, pada
Penilaian aktuaria untuk program imbalan pasca kerja lainnya dilakukan berdasarkan perhitungan
pada
tertanggal
20 April 2020 dan 1 April 2019 yang dilakukan oleh TWP, aktuaris independen yang berasosiasi
dengan WTW. Asumsi dasar aktuaria yang digunakan oleh aktuaris independen pada tanggal
31 Desember 2019 dan 2018 adalah sebagai berikut:
laporan masing-masing
Tingkat diskonto
Tabel tingkat kematian di Indonesia
2019
2018
6,25%
2011
8,00%
2011
d. Kewajiban pensiun berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan
Berdasarkan Undang-Undang No. 13 tahun 2003 mengenai Ketenagakerjaan, Perusahaan dan
entitas anak diharuskan untuk memberikan manfaat pensiun minimum, jika belum dipenuhi oleh
program pensiun yang diselenggarakan, kepada para karyawannya yang mencapai usia pensiun.
Jumlah tercatat kewajiban tambahan ini pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018 masing-masing
sebesar Rp690 miliar dan Rp507 miliar. Beban pensiun yang dibebankan adalah sebesar
Rp136 miliar dan Rp113 miliar masing-masing untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2019 dan 2018 (Catatan 22). (Laba) rugi aktuaria yang diakui pada penghasilan
komprehensif lainnya adalah sebesar Rp107 miliar dan Rp(14) miliar masing-masing untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018.
105
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
28. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)
e. Profil jatuh tempo atas liabilitas manfaat pasti
Waktu perkiraan pembayaran manfaat dan rata-rata tertimbang durasi atas liabilitas manfaat pasti
untuk 2019 adalah sebagai berikut (dalam miliaran Rupiah):
Perkiraan pembayaran manfaat
Perusahaan
Funded
Manfaat
pasti
Manfaat
tambahan
Unfunded Telkomsel
Imbalan
kesehatan
pasca kerja
Imbalan
pasca kerja
lainnya
18.392
21.855
20.154
15.351
4.265
468
32
0
-
-
-
-
-
-
-
-
1.587
125
52
18
-
-
-
-
3.486
9.420
7.150
1.267
-
-
-
-
6.064
8.001
7.501
4.123
958
42
0
-
418
68
38
3
-
-
-
-
10,16 tahun 10,16 tahun 4,69 tahun 10,44 tahun
13,34 tahun
3,65 tahun
16.370
20.349
16.207
9.400
3.383
644
62
2
-
-
20
38
30
50
101
-
948
160
29
9
-
-
-
-
2.498
7.880
6.680
1.580
-
-
-
-
5.620
6.913
6.217
3.193
661
22
0
-
485
91
39
3
-
-
-
-
9,11 tahun 9,11 tahun
3,97 tahun 10,58 tahun
17,41 tahun
3,13 tahun
Jangka waktu
31 Desember 2019
Dalam 10 tahun kedepan
Dalam 10-20 tahun
Dalam 20-30 tahun
Dalam 30-40 tahun
Dalam 40-50 tahun
Dalam 50-60 tahun
Dalam 60-70 tahun
Dalam 70-80 tahun
Rata-rata tertimbang
durasi atas liabilitas
manfaat pasti
31 Desember 2018
Dalam 10 tahun kedepan
Dalam 10-20 tahun
Dalam 20-30 tahun
Dalam 30-40 tahun
Dalam 40-50 tahun
Dalam 50-60 tahun
Dalam 60-70 tahun
Dalam 70-80 tahun
Rata-rata tertimbang
durasi atas liabilitas
manfaat pasti
f. Analisis sensitivitas
Perubahan 1% pada
tahun 2019 atas liabilitas manfaat pasti sebagai berikut:
tingkat diskonto dan
tingkat gaji akan memberikan dampak pada
31 Desember 2019
Sensitivitas
Didanai:
Manfaat pasti
Manfaat tambahan
Tidak didanai
Telkomsel
Imbalan kesehatan pasca kerja
Imbalan pasca kerja lainnya
31 Desember 2018
Sensitivitas
Didanai:
Manfaat pasti
Manfaat tambahan
Tidak didanai
Telkomsel
Imbalan kesehatan pasca kerja
Imbalan pasca kerja lainnya
Tingkat diskonto
Tingkat gaji
Peningkatan 1%
Penurunan 1%
Jumlah peningkatan (penurunan)
Peningkatan 1%
Penurunan 1%
Jumlah peningkatan (penurunan)
2.416
-
33
777
1.888
13
1.832
(1)
38
562
1.815
13
257
-
34
390
2.030
-
275
-
42
294
1.783
-
(275)
-
(43)
(366)
(1.689)
-
(286)
-
(45)
(276)
(1.508)
-
(1.952)
-
(40)
(686)
(1.551)
(12)
(1.568)
(2)
(41)
(497)
(1.428)
(12)
106
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
28. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)
f. Analisis sensitivitas (lanjutan)
Analisis sensitivitas dilakukan dengan menggunakan metode yang mengekstrapolasi dampak atas
liabilitas manfaat pasti sebagai akibat perubahan atas asumsi utama yang muncul pada akhir periode
pelaporan.
Hasil sensitivitas tersebut diatas menentukan dampak secara individu atas liabilitas manfaat pasti
masing-masing program pada akhir tahun. Dalam kenyataannya, setiap program bergantung pada
beberapa hal lain eksternal yang dapat menyebabkan liabilitas manfaat pasti bergerak baik searah
maupun berlawanan, dan sensitivitas setiap program dapat berubah secara bervariasi dari waktu ke
waktu.
Tidak terdapat perubahan metode dan asumsi yang digunakan dalam menghitung analisis sensitivitas
dari periode sebelumnya.
29. PENGHARGAAN MASA KERJA (“LONG SERVICE AWARDS” atau “LSA”)
Telkomsel dan Telkomsat memberikan penghargaan dalam bentuk uang tunai atau sejumlah hari cuti
tertentu kepada karyawan yang telah memenuhi syarat masa kerja tertentu, termasuk LSA dan Long
Service Leaves (“LSL”). LSA diberikan saat karyawan mencapai kelipatan tahun tertentu atau saat
pemutusan hubungan kerja. LSL dalam bentuk sejumlah hari cuti atau uang tunai, tergantung persetujuan
manajemen, diberikan kepada karyawan yang memenuhi syarat masa kerja dan dengan usia minimum
tertentu.
Liabilitas yang timbul sehubungan dengan penghargaan ini ditentukan berdasarkan perhitungan aktuaria
dengan menggunakan metode Projected Unit Credit, sebesar Rp1.066 miliar dan Rp852 miliar masing-
masing pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018. Manfaat yang dibebankan adalah sebesar
Rp290 miliar dan Rp161 miliar masing-masing untuk
tanggal
31 Desember 2019 dan 2018 (Catatan 22).
tahun yang berakhir pada
30. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI
a. Hubungan dan sifat saldo akun/transaksi dengan pihak berelasi
Rincian hubungan dan sifat akun/transaksi dengan pihak berelasi yang signifikan adalah sebagai
berikut:
Pihak Berelasi
Pemerintah
Menteri Keuangan
Hubungan
Pemegang saham utama
BUMN
Indosat
Entitas sepengendali
Entitas sepengendali
Sifat Saldo Akun/ Transaksi
Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa
telekomunikasi lainnya, beban operasional dan
perbaikan, penghasilan pendanaan, biaya
pendanaan, dan investasi pada instrumen
keuangan
Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa
telekomunikasi lainnya, beban operasi, dan
pembelian aset tetap
Pendapatan interkoneksi, pendapatan sewa jaringan,
pendapatan atas penggunaan satelit transponder,
beban interkoneksi, beban penggunaan fasilitas
telekomunikasi, beban operasional dan
pemeliharaan, dan beban atas penggunaan data
jaringan sistem komunikasi
PT Pertamina (Persero)
Entitas sepengendali
Pendapatan jasa internet dan data, dan
(“Pertamina”)
Bank milik negara
Bank Mandiri
Entitas sepengendali
Entitas sepengendali
BNI
Entitas sepengendali
pendapatan jasa telekomunikasi lainnya
Penghasilan pendanaan dan biaya pendanaan
Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa
telekomunikasi lainnya, penghasilan pendanaan,
dan biaya pendanaan
Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa
telekomunikasi lainnya, penghasilan pendanaan,
dan biaya pendanaan
107
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)
a. Hubungan dan sifat saldo akun/transaksi dengan pihak berelasi (lanjutan)
Rincian hubungan dan sifat akun/transaksi dengan pihak berelasi yang signifikan adalah sebagai
berikut (lanjutan):
Pihak Berelasi
BRI
Hubungan
Entitas sepengendali
BTN
Entitas sepengendali
Sifat Saldo Akun/ Transaksi
Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa
telekomunikasi lainnya, penghasilan pendanaan,
dan biaya pendanaan
Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa
telekomunikasi lainnya, dan penghasilan
pendanaan
PT Kereta Api Indonesia
Entitas sepengendali
Pendapatan jasa internet dan data, dan pendapatan
(“KAI”)
jasa telekomunikasi lainnya
PT Pegadaian (“Pegadaian”)
Entitas sepengendali
Pendapatan jasa internet dan data, dan pendapatan
PT Garuda Indonesia
(“Garuda Indonesia”)
PT Kimia Farma
(“Kimia Farma”)
PT Pos Indonesia
(“Pos Indonesia”)
Perum Peruri (“Peruri”)
Entitas sepengendali
Pendapatan jasa internet dan data, dan pendapatan
Entitas sepengendali
Pendapatan jasa internet dan data, dan pendapatan
jasa telekomunikasi lainnya
jasa telekomunikasi lainnya
jasa telekomunikasi lainnya
Entitas sepengendali
Pendapatan jasa internet dan data, dan pendapatan
Entitas sepengendali
Pendapatan jasa internet dan data, dan pendapatan
jasa telekomunikasi lainnya
jasa telekomunikasi lainnya
PT Taspen (“Taspen”)
Entitas sepengendali
Pendapatan jasa internet dan data, dan pendapatan
PT Asuransi Jasa Indonesia
Entitas sepengendali
(“Jasindo”)
jasa telekomunikasi lainnya
Beban asuransi asset tetap
PT Perusahaan Listrik Negara
Entitas sepengendali
Beban listrik
(“PLN”)
PT Mandiri Manajemen Investasi
Bahana TCW
PT Sarana Multi Infrastruktur
Tiphone
Indonusa
Teltranet
PT Poin Multi Media Nusantara
Entitas sepengendali
Entitas sepengendali
Entitas sepengendali
Entitas asosiasi
Entitas asosiasi
Entitas asosiasi
Entitas berelasi lainnya
(“POIN”)
Aset keuangan tersedia untuk dijual
Aset keuangan tersedia untuk dijual dan obligasi
Biaya pendanaan
Distribusi kartu SIM dan voucer prabayar
Beban TV berbayar
Beban CPE
Pembelian handset
PT Perdana Mulia Makmur
Entitas berelasi lainnya
Pembelian handset
(“PMM”)
Yakes
Koperasi Pegawai Telkom
Entitas berelasi lainnya
Entitas berelasi lainnya
Beban pengobatan
Pembelian aset tetap, pembangunan dan
(“Kopegtel”)
Koperasi Pegawai Telkomsel
Entitas berelasi lainnya
(“Kisel”)
instalasi, beban sewa bangunan, beban sewa
mobil, pembelian mobil, pembelian barang dan jasa
pembangunan, beban jasa pemeliharaan dan
kebersihan, dan bagi hasil pendapatan PBH
Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa
telekomunikasi lainnya, beban sewa mobil, beban
pencetakan dan pendistribusian tagihan pelanggan,
beban jasa penagihan, beban jasa-jasa lainnya,
distribusi kartu SIM dan voucer prabayar, dan
pembelian aset tetap
PT Graha Informatika Nusantara
Entitas berelasi lainnya
Pendapatan jasa jaringan, beban operasi dan
(“Gratika”)
Direksi
Komisaris
Personil manajemen kunci
Personil pengawas
pemeliharaan, pembelian aset tetap dan jasa
konstruksi, dan distribusi kartu SIM dan voucer
prabayar
Gaji dan fasilitas
Gaji dan fasilitas
Jumlah saldo dari piutang dan utang usaha pada akhir tahun bebas dari bunga dan penyelesaiannya
akan terjadi dalam bentuk kas. Tidak ada jaminan yang disediakan atau diterima untuk setiap piutang
dan utang usaha dengan pihak berelasi. Pada tanggal 31 Desember 2019, Grup mencatat adanya
penambahan nilai provisi yang diakui selama tahun berjalan dari pihak berelasi sebesar
Rp184 miliar. Penilaian ini dilakukan di setiap tahun dengan menilai status masa kini dari piutang yang
ada dan historis penagihan piutang yang lalu.
108
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)
b. Transaksi yang signifikan dengan pihak berelasi
Pendapatan
Pemegang saham utama
Pemerintah
Entitas sepengendali
Indosat
BRI
BNI
Taspen
BTN
Pegadaian
Pos Indonesia
Bank Mandiri
Pertamina
Peruri
Kimia Farma
KAI
Garuda Indonesia
Lain-lain
Sub-jumlah
Entitas berelasi lainnya
Entitas asosiasi
Jumlah
Beban
Entitas sepengendali
PLN
Indosat
Jasindo
Lain-lain
Sub-jumlah
Entitas berelasi lainnya
Kopegtel
Kisel
PMM
POIN
Yakes
Lain-lain
Sub-jumlah
Entitas asosiasi
Indonusa
Teltranet
Lain-lain
Sub-jumlah
Jumlah
Penghasilan pendanaan
Entitas sepengendali
Bank milik negara
Lain-lain
Jumlah
2019
% terhadap jumlah
pendapatan
Jumlah
2018
% terhadap jumlah
Jumlah
pendapatan
101
860
619
578
298
258
229
216
204
196
164
161
144
112
824
4.863
105
75
5.144
0,07
0,63
0,46
0,43
0,22
0,19
0,17
0,16
0,15
0,14
0,12
0,12
0,11
0,08
0,61
3,59
0,08
0,06
3,80
258
1.002
397
188
7
179
228
50
173
183
120
72
83
105
762
3.549
73
55
3.935
0,20
0,77
0,30
0,14
0,01
0,14
0,17
0,04
0,13
0,14
0,09
0,06
0,06
0,08
0,57
2,70
0,06
0,04
3,00
2019
Jumlah
% terhadap jumlah
beban
2018
% terhadap jumlah
Jumlah
beban
2.434
676
267
147
3.524
1.049
818
587
547
133
141
3.275
437
173
79
689
7.488
2,59
0,72
0,28
0,16
3,75
1,12
0,87
0,63
0,58
0,14
0,15
3,49
0,47
0,18
0,08
0,73
7,97
2.596
933
349
189
4.067
916
850
836
850
128
190
3.770
306
181
11
498
8.335
2,79
1,00
0,38
0,20
4,37
0,98
0,91
0,90
0,91
0,14
0,20
4,04
0,33
0,19
0,01
0,53
8,94
2019
% terhadap jumlah
penghasilan
pendanaan
2018
% terhadap jumlah
penghasilan
pendanaan
Jumlah
Jumlah
743
10
753
68,04
0,92
68,96
596
6
602
58,78
0,59
59,37
109
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)
b. Transaksi yang signifikan dengan pihak berelasi (lanjutan)
Biaya pendanaan
Pemegang saham utama
Pemerintah
Entitas sepengendali
Bank milik negara
Sarana Multi Infrastruktur
Jumlah
2019
2018
Jumlah
% terhadap jumlah
biaya pendanaan
Jumlah
% terhadap jumlah
biaya pendanaan
33
1.332
263
1.628
0,78
31,42
6,20
38,40
41
1.140
110
1.291
1,17
32,51
3,14
36,82
Pembelian asset tetap
(Catatan 9)
Entitas sepengendali
Entitas berelasi lainnya
Kopegtel
Lain-lain
Jumlah
Distribusi kartu SIM dan
voucer
Entitas berelasi lainnya
Tiphone
Kisel
Gratika
Jumlah
2019
Jumlah
% terhadap jumlah
pembelian
2018
% terhadap jumlah
Jumlah
pembelian
69
158
115
273
342
0,19
0,44
0,32
0,76
0,95
178
144
328
472
650
0,56
0,46
1,04
1,50
2,06
2019
Jumlah
% terhadap jumlah
pendapatan
2018
% terhadap jumlah
Jumlah
pendapatan
5.927
5.077
563
11.567
4,37
3,75
0,42
8,54
4.390
4.221
474
9.085
3,36
3,23
0,36
6,95
c. Saldo akun dengan pihak berelasi
Kas dan setara kas
(Catatan 3)
Aset keuangan lancar lainnya
(Catatan 4)
Piutang usaha - bersih
(Catatan 5)
Aset lancar lainnya
Aset tidak lancar lainnya
2019
% terhadap jumlah
aset
Jumlah
2018
% terhadap jumlah
Jumlah
aset
13.315
71
1.792
111
31
6,02
0,03
0,81
0,05
0,01
13.205
470
2.126
159
44
6,40
0,23
1,03
0,08
0,02
110
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)
c. Saldo akun dengan pihak berelasi (lanjutan)
2019
Jumlah
% terhadap jumlah
liabilitas
2018
% terhadap jumlah
Jumlah
liabilitas
Utang usaha (Catatan 12)
Pemegang saham utama
Menteri Keuangan
Entitas sepengendali
BUMN
Indosat
Sub-jumlah
Entitas berelasi lainnya
Kopegtel
Lain-lain
Sub-jumlah
Jumlah
Beban yang masih harus
dibayar
Pemegang saham utama
Pemerintah
Entitas sepengendali
BUMN
Bank milik negara
Sub-jumlah
Entitas berelasi lainnya
Kisel
Lain-lain
Jumlah
Uang muka pelanggan
Pemegang saham utama
Pemerintah
Entitas sepengendali
PLN
Jumlah
Utang bank jangka pendek
(Catatan 15)
Pinjaman penerusan
(Catatan 16a)
Utang bank jangka panjang
(Catatan 16c)
Pinjaman lainnya
(Catatan 16d)
5
206
68
274
269
271
540
819
6
88
75
163
188
15
372
19
6
25
3.655
736
15.319
3.740
0,00
0,20
0,07
0,27
0,26
0,26
0,52
0,79
0,01
0,09
0,07
0,16
0,18
0,01
0,36
0,02
0,01
0,03
3,52
0,71
14,74
3,60
2
294
122
416
279
296
575
993
7
86
61
147
183
13
350
19
12
31
956
949
12.620
2.244
0,00
0,33
0,14
0,47
0,31
0,33
0,64
1,11
0,01
0,10
0,07
0,17
0,21
0,01
0,40
0,02
0,01
0,03
1,08
1,07
14,20
2,52
d. Perjanjian signifikan dengan pihak berelasi
i. Pemerintah
Perusahaan memperoleh pinjaman penerusan dari Pemerintah (Catatan 16a).
111
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)
d. Perjanjian signifikan dengan pihak berelasi (lanjutan)
ii. Indosat
Perusahaan mengadakan perjanjian dengan
telekomunikasi internasional kepada masyarakat.
Indosat untuk menyelenggarakan
jasa
Perusahaan juga mengadakan perjanjian interkoneksi dengan Indosat antara jaringan telepon
tidak bergerak (“Public Switched Telephone Network” atau “PSTN”) milik Perusahaan dan jaringan
telekomunikasi bergerak selular GSM milik Indosat dalam rangka penyelenggaraan jasa Indosat
Multimedia Mobile serta penyelesaian hak dan liabilitas interkoneksi terkait.
juga mengadakan perjanjian dengan
jaringan
Perusahaan
telekomunikasi bergerak selular GSM milik
Indosat dengan PSTN Perusahaan, yang
memungkinkan pelanggan masing-masing perusahaan untuk melakukan panggilan domestik
antara jaringan telekomunikasi bergerak selular GSM milik Indosat dan jaringan tidak bergerak
Perusahaan, serta memungkinkan pelanggan Indosat untuk mengakses jasa SLI Perusahaan
dengan menekan “007”.
Indosat untuk
interkoneksi
Perusahaan selama ini menangani pembuatan kuitansi tagihan dan melakukan penagihan kepada
pelanggan untuk Indosat. Indosat secara bertahap akan mengambil alih kegiatan tersebut dan
melakukan sendiri penerbitan kuitansi tagihan dan melakukan penagihan secara langsung.
Perusahaan menerima kompensasi dari Indosat yang dihitung sebesar 1% dari jumlah yang ditagih
oleh Perusahaan terhitung sejak tanggal 1 Januari 1995, ditambah dengan beban pemrosesan
tagihan yang ditetapkan sebesar jumlah tertentu untuk setiap data (record). Pada tanggal
11 Desember 2008, Perusahaan dan Indosat sepakat untuk memberlakukan tarif biaya layanan
SLI, besaran tarif tersebut telah memperhitungkan besaran kompensasi penerbitan kuitansi
tagihan dan penagihan. Kesepakatan ini berlaku efektif di tahun berjalan dan berlaku selanjutnya
sampai ada Berita Acara Kesepakatan baru.
Pada tanggal 28 Desember 2006, Perusahaan dan Indosat menandatangani amandemen atas
perjanjian kerja sama interkoneksi untuk jaringan tidak bergerak (lokal, Sambungan Langsung
Jarak Jauh (“SLJJ”), dan internasional) dan jaringan bergerak dalam rangka implementasi
liabilitas tarif berbasis biaya berdasarkan Peraturan Menkominfo No. 8 tahun 2006. Amandemen
ini berlaku efektif mulai 1 Januari 2007.
Telkomsel
telekomunikasi internasional kepada pelanggan jaringan bergerak selular GSM.
juga mengadakan perjanjian dengan
Indosat untuk menyelenggarakan
jasa
Perusahaan menyediakan layanan sirkit langganan kepada Indosat dan entitas anaknya, yaitu
PT Indosat Mega Media dan PT Aplikanusa Lintasarta (“Lintasarta”). Saluran ini dapat digunakan
perusahaan-perusahaan tersebut untuk hubungan telepon, telegraf, data, teleks, faksimili, atau
jasa telekomunikasi lainnya.
Dayamitra menandatangani SPA dengan Indosat terkait pembelian menara milik Indosat. Selain
itu, disepakati juga penyewaan kembali oleh Indosat atas menara telekomunikasi yang diakuisisi
oleh Dayamitra yang ditandai dengan penandatanganan MTLA (Catatan 1e).
iii. Lain-lain
Kisel adalah koperasi yang didirikan oleh karyawan Telkomsel, bergerak dalam jasa penyewaan
kendaraan, percetakan dan distribusi tagihan pelanggan, penagihan, dan jasa-jasa lainnya yang
bermanfaat bagi Telkomsel. Telkomsel juga mengadakan perjanjian penjualan dengan Kisel untuk
distribusi kartu SIM dan voucer pulsa isi ulang.
112
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)
e. Remunerasi personil manajemen kunci dan pengawas
Personil manajemen kunci adalah Direksi Perusahaan dan personil pengawas adalah Dewan
Komisaris.
Perusahaan memberikan remunerasi dalam bentuk honor dan fasilitas untuk keperluan tugas
operasional Dewan Komisaris dan imbalan kerja jangka pendek berupa gaji dan fasilitas untuk
keperluan tugas operasional Direksi. Jumlah tunjangan tersebut adalah sebagai berikut:
2019
% terhadap jumlah
Jumlah
beban
Jumlah
2018
% terhadap jumlah
beban
Direksi
Dewan Komisaris
270
123
0,29%
0,13%
360
166
0,39%
0,18%
Jumlah yang disajikan pada tabel diatas adalah jumlah yang diakui sebagai beban selama periode
laporan keuangan.
31. SEGMEN OPERASI
Grup memiliki empat segmen utama yang dilaporkan, yaitu mobile, consumer, enterprise, dan
Wholesale and International Business (“WIB”). Segmen mobile menyediakan produk mobile voice, SMS,
value added service, dan mobile broadband. Segmen consumer menyediakan jasa Indihome (terdiri dari
jasa telepon tidak bergerak, TV berbayar, dan internet), dan jasa telekomunikasi lainnya yang diberikan
kepada pelanggan perumahan. Segmen enterprise menyediakan solusi end-to-end ke pelanggan
korporat dan institusional. Segmen WIB menyediakan jasa interkoneksi, sewa sirkit, satelit, VSAT,
broadband access, teknologi informasi, data dan jasa internet yang diberikan ke operator telekomunikasi
lainnya dan pelanggan internasional. Segmen lain-lain merupakan segmen digital services yang tidak
memenuhi persyaratan pengungkapan dari laporan segmen ini. Tidak terdapat segmen operasi yang
digabungkan dalam menentukan laporan segmen.
Manajemen memantau hasil operasi unit bisnis secara terpisah untuk tujuan pengambilan keputusan
tentang alokasi sumber daya dan menilai kinerja. Kinerja segmen dinilai berdasarkan laba atau rugi usaha
segmen yang diukur sesuai dengan laba atau rugi usaha dalam laporan keuangan konsolidasian. Namun
demikian, kegiatan pendanaan dan pajak penghasilan tidak dievaluasi secara terpisah dan tidak
dialokasikan ke segmen operasi.
Pendapatan dan beban segmen meliputi juga transaksi antar segmen operasi dan dinilai sebesar nilai
yang dipercaya manajemen untuk merepresentasikan nilai pasar.
Hasil segmen
Pendapatan
Pendapatan eksternal
Pendapatan antar segmen
Jumlah pendapatan segmen
Beban segmen
Hasil segmen
Informasi lain
Pembelian barang modal
Penyusutan dan amortisasi
Provisi diakui selama
periode berjalan
Mobile
Consumer Enterprise
WIB
Lain-lain
Total
segmen
Penyesuaian
dan
Eliminasi
Jumlah
konsolidasian
2019
87.897
3.163
91.060
(56.864)
34.196
17.706
786
18.492
(15.904)
2.588
18.701
16.834
35.535
(36.768)
(1.233)
10.609
16.265
26.874
(21.111)
5.763
197
1.289
1.486
(1.546)
(60)
135.110
38.337
173.447
(132.193)
41.254
457
(38.337)
(37.880)
39.020
1.140
135.567
-
135.567
(93.173)
42.394
(11.963)
(13.829)
(10.581)
(3.438)
(5.614)
(2.737)
(7.907)
(3.262)
(21)
(21)
(36.086)
(23.287)
(499)
109
(36.585)
(23.178)
(521)
(665)
(973)
(121)
(13)
(2.293)
10
(2.283)
113
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. SEGMEN OPERASI (lanjutan)
Hasil segmen
Pendapatan
Pendapatan eksternal
Pendapatan antar segmen
Jumlah pendapatan segmen
Beban segmen
Hasil segmen
Informasi lain
Pembelian barang modal
Penyusutan dan amortisasi
Provisi diakui selama
periode berjalan
Mobile
Consumer Enterprise
WIB
Lain-lain
Total segmen
Penyesuaian
dan
Eliminasi
Jumlah
konsolidasian
2018
85.338
3.880
89.218
(55.449)
33.769
13.891
2.290
16.181
(15.531)
650
21.054
17.995
39.049
(37.833)
1.216
10.084
16.678
26.762
(20.634)
6.128
130
886
1.016
(1.073)
(57)
130.497
41.729
172.226
(130.520)
41.706
287
(41.729)
(41.442)
38.581
(2.861)
130.784
-
130.784
(91.939)
38.845
(14.373)
(13.095)
(6.958)
(3.060)
(5.325)
(2.128)
(6.321)
(3.146)
(18)
(21)
(32.995)
(21.450)
(625)
44
(33.620)
(21.406)
(438)
(438)
(764)
(71)
(5)
(1.716)
(8)
(1.724)
Penyesuaian dan eliminasi:
Hasil segmen
Rugi usaha unit bisnis
Eliminasi dan penyesuaian lainnya
Laba usaha konsolidasi
Informasi geografis:
Informasi pendapatan di bawah berdasarkan lokasi unit bisnis.
Pendapatan eksternal
Indonesia
Luar negeri
Jumlah
2019
2018
41.254
(599)
1.739
42.394
41.706
(798)
(2.063)
38.845
2019
2018
130.989
4.578
135.567
127.438
3.346
130.784
Aset operasional tidak lancar untuk tujuan segmen ini terdiri dari aset tetap dan aset takberwujud.
Aset operasional tidak lancar
Indonesia
Luar negeri
Jumlah
2019
2018
159.811
3.608
163.419
144.631
3.649
148.280
tabel
114
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. TARIF JASA TELEKOMUNIKASI
Berdasarkan UU No. 36 tahun 1999 dan Peraturan Pemerintah No. 52 tahun 2000, tarif penyelenggaraan
jaringan dan/atau jasa telekomunikasi ditetapkan oleh penyelenggara berdasarkan jenis tarif, struktur,
dan dengan mengacu pada formula batasan tarif jasa telekomunikasi yang ditetapkan oleh Pemerintah.
a. Tarif telepon tidak bergerak
Pemerintah telah mengeluarkan formula penyesuaian tarif baru yang diatur dalam Peraturan
Menkominfo No. 15/PER/M.KOMINFO/4/2008 tanggal 30 April 2008 tentang “Tata Cara Penetapan
Tarif Jasa Teleponi Dasar yang Disalurkan melalui Jaringan Tetap”. Peraturan ini menggantikan
peraturan sebelumnya No. 09/PER/M.KOMINFO/02/2006.
Berdasarkan peraturan tersebut, struktur tarif jasa teleponi dasar yang disalurkan melalui jaringan
tetap terdiri dari:
i. Biaya aktivasi
ii. Biaya berlangganan
iii. Biaya penggunaan
iv. Biaya fasilitas tambahan.
b. Tarif telepon selular
7
April
tanggal
Peraturan Menkominfo
Pada
No. 09/PER/M.KOMINFO/04/2008 tentang ”Tata Cara Penetapan Tarif Jasa Telekomunikasi yang
Disalurkan melalui Jaringan Bergerak Selular” yang memberikan pedoman untuk menentukan tarif
selular dengan formula yang terdiri dari unsur biaya elemen jaringan dan biaya aktivitas layanan retail.
Peraturan ini menggantikan peraturan sebelumnya No. 12/PER/M.KOMINFO/02/2006.
2008, Menkominfo menerbitkan
Berdasarkan Peraturan Menkominfo No. 09/PER/M.KOMINFO/04/2008 tanggal 7 April 2008, jenis
tarif penyelenggaraan jasa telekomunikasi yang disalurkan melalui jaringan bergerak selular dapat
terdiri dari:
i. Tarif jasa teleponi dasar
ii. Tarif jelajah, dan/atau
iii. Tarif jasa multimedia,
dengan struktur tarif sebagai berikut:
i. Biaya aktivasi
ii. Biaya berlangganan bulanan
iii. Biaya penggunaan
iv. Biaya fasilitas tambahan.
c. Tarif interkoneksi
Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (“BRTI”), dalam suratnya No. 262/BRTI/XII/2011 tanggal
12 Desember 2011, memutuskan untuk mengubah tarif interkoneksi SMS menjadi berbasis biaya
dengan tarif maksimal sebesar Rp23 per SMS efektif sejak tanggal 1 Juni 2012 dan berlaku untuk
seluruh operator penyelenggara telekomunikasi.
115
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. TARIF JASA TELEKOMUNIKASI (lanjutan)
c. Tarif interkoneksi (lanjutan)
surat
Direktur
Jenderal
Berdasarkan
Informatika
tanggal 30 Januari 2014, Direktur Jenderal
No. 118/KOMINFO/DJPPI/PI.02.04/01/2014
Penyelenggaraan Pos dan Informatika memutuskan untuk menerapkan tarif interkoneksi baru yang
berlaku efektif sejak 1 Februari 2014 sampai dengan 31 Desember 2016 dan dapat dievaluasi setiap
tahun oleh BRTI. Sebagai tindak lanjut, Perusahaan dan Telkomsel diminta untuk menyampaikan
usulan Dokumen Penawaran Interkoneksi (“DPI”) kepada BRTI untuk dievaluasi.
Penyelenggaraan
Pos
dan
Selanjutnya, BRTI melalui suratnya No. 60/BRTI/III/2014
tanggal 10 Maret 2014 dan
No. 125/BRTI/IV/2014 tanggal 24 April 2014 menyetujui revisi DPI Telkomsel dan Perusahaan terkait
tarif interkoneksi. Melalui surat tersebut, BRTI juga menyetujui perubahan tarif interkoneksi SMS
menjadi Rp24 per SMS.
Pada
tanggal 18 Januari 2017, BRTI melalui suratnya No. 20/BRTI/DPI/I/2017 dan
No. 21/BRTI/DPI/I/2017, memutuskan untuk tetap memberlakukan tarif interkoneksi sesuai dengan
DPI Perusahaan dan Telkomsel tahun 2014 sampai dengan tarif interkoneksi yang baru ditetapkan.
d. Tarif sewa jaringan
Melalui Peraturan Menkominfo No. 03/PER/M.KOMINFO/1/2007 tanggal 26 Januari 2007 tentang
“Sewa Jaringan”, Pemerintah mengatur bentuk penyediaan, jenis, struktur tarif, dan formula tarif
layanan untuk sewa jaringan. Sebagai tindak lanjut dari Peraturan Menkominfo tersebut, maka
Pemerintah mengeluarkan Keputusan Direktur
No. 115 Tahun 2008 tanggal 24 Maret 2008 tentang “Persetujuan terhadap Dokumen Jenis Layanan
Sewa Jaringan, Besaran Tarif Sewa Jaringan, Kapasitas Tersedia Layanan Sewa Jaringan, Kualitas
Layanan Sewa Jaringan, dan Prosedur Penyediaan Layanan Sewa Jaringan Tahun 2008 Milik
Penyelenggara Dominan Layanan Sewa Jaringan”, sebagai persetujuan atas usulan Perusahaan.
Jenderal Pos
dan
Telekomunikasi
e. Tarif jasa lainnya
Tarif sewa satelit, jasa teleponi, dan multimedia lainnya ditentukan oleh penyedia layanan dengan
memperhitungkan berbagai pengeluaran dan harga pasar. Pemerintah hanya menetapkan formula
tarif untuk layanan teleponi dasar. Tidak ada aturan untuk tarif atas jasa-jasa lainnya.
116
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
33. IKATAN DAN PERJANJIAN SIGNIFIKAN
a. Pembelian barang modal
Pada tanggal 31 Desember 2019, jumlah ikatan pembelian barang modal berdasarkan kontrak,
terutama sehubungan dengan pengadaan dan instalasi untuk keperluan data, internet, dan jasa
teknologi dan informatika, selular, peralatan transmisi, dan jaringan kabel adalah sebagai berikut:
Mata uang
Jumlah dalam mata uang
asing (dalam jutaan)
Setara Rupiah
Rupiah
Dolar A.S.
Euro
HKD
Jumlah
-
87,78
1,06
0,77
9.412
1.219
16
1
10.648
Jumlah di atas termasuk perjanjian-perjanjian signifikan berikut:
(i) Perusahaan
Pihak yang terkait dengan kontrak
Tanggal perjanjian awal
Perusahaan, TII dan NEC Corporation
12 Mei 2016
Perusahaan
Diangraha
dan PT Datacomm
19 November 2018
Perusahaan dan PT NEC Indonesia
26 Maret 2019
Perusahaan dan PT Lintas Teknologi
Indonesia
Perusahaan dan PT Huawei Tech
Investment
6 April 2019
18 September 2019
Perusahaan dan PT ZTE Indonesia
10 Oktober 2019
Perusahaan dan PT ZTE Indonesia
16 Desember 2019
Perusahaan dan PT Pembangunan
Deltamas
Perusahaan dan PT Huawei Tech
Investment
19 Desember 2019
23 Desember 2019
Perusahaan dan PT ZTE Indonesia
27 Desember 2019
Perusahaan dan PT NEC Indonesia
31 Desember 2019
Bagian yang signifikan dari perjanjian
Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan
Sistem Komunikasi Kabel Laut (“SKKL”)
Indonesia Global Gateway
Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan
Ekspan Metro Ethernet Platform Nokia-ALU
Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan
Radio
IP Backhaul Node-B Telkomsel
Platform NEC
Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan
Dual Wavelength Division Multiplexing
("DWDM") Platform Nokia 2018
Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan
OTN VCN Platform Huawei Fase II
Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan
OLT Platform ZTE
Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan
DWDM dan OTN Platform ZTE
Perjanjian Pembelian Tanah di Greenland
International Industrial Center (“GIIC”) - Kota
Deltamas
Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan
DWDM Platform Huawei
Perjanjian pengadaan dan pemasangan
VIMS Platform ZTE
Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan
Ekspan ISP SKKL Platform NEC Transport
PoP Tahap-2
117
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
33. IKATAN DAN PERJANJIAN SIGNIFIKAN (lanjutan)
a. Pembelian barang modal (lanjutan)
(ii) Telkomsel
Pihak yang terkait dengan kontrak
Tanggal perjanjian awal
Bagian yang signifikan dari perjanjian
17 April 2008
Perjanjian
Kombinasi 2G dan 3G
Pembangunan
Jaringan
Telkomsel, PT Ericsson
Indonesia,
Ericsson AB, PT Nokia Siemens
Networks, NSN Oy, dan Nokia Siemens
Network GmbH & Co. KG
Telkomsel, PT Ericsson Indonesia, dan
PT Nokia Siemens Networks
Telkomsel, Amdocs Software Solutions
Limited
dan
PT Application Solutions
Company,
Liability
17 April 2008
8 Februari 2010
Telkomsel dan PT Application Solutions
8 Februari 2010
Telkomsel dan PT Huawei Tech
Investment
Telkomsel dan Wipro Limited dan PT WT
Indonesia
25 Maret 2013
23 April 2013
Telkomsel dan PT Ericsson Indonesia
22 Oktober 2013
Support
Technical
Perjanjian untuk Dukungan Teknik (TSA)
untuk Jaringan Kombinasi 2G dan 3G
Perjanjian Online Charging System (“OCS”)
and Service Control Points (“SCP”) System
Solution Development
untuk
Perjanjian
Menyediakan Jasa technical support untuk
OCS dan SCP
Perjanjian untuk Dukungan Teknik (TSA)
untuk Pengadaan Gateway GPRS Support
Node (“GGSN”) Service Complex
Perjanjian Pengembangan dan Pengadaan
OSDSS Solution
Perjanjian Pengadaan GGSN Service
Complex Rollout
Telkomsel, PT NSNI, NSN Oy,
PT Huawei Tech Investment, dan PT ZTE
Indonesia
Telkomsel,
Data
Indonesia, dan PT Huawei Tech
Investment
PT Dimension
1 Februari 2018
Perjanjian Pengadaan Ultimate Radio
Network Infrastructure ROA dan TSA
1 April 2018
Perjanjian untuk Pengadan
Mobile Network Router
Infrastruktur
Telkomsel, PT Sigma Solusi Integrasi,
Oracle Corporation, dan PT Phincon
5 Juli 2019
Perjanjian Pengadaan, Pengembangan dan
Dukungan
Customer
Relationship Management (“CRM”) System
Integrator
Teknis
untuk
Tanggal perjanjian awal
Bagian yang signifikan dari perjanjian
1 Desember 2015
Jasa
Sewa
Pengadaan
Perjanjian
Transponder
Perjanjian Pengadaan Entitlement of PLCN
Cable System
Perjanjian
Pengadaan
Pembangunan Data Center Singapore.
Design
dan
(iii) TII
Pihak yang terkait dengan kontrak
Telin Hong Kong dan Measat Satellite
System Sdn. Bhd.
TII and HKT Global Singapore Pte. Ltd.
12 September 2019
Telin Singapore dan LSK Engineering (S)
Pte Ltd
1 Agustus 2019
118
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
33. IKATAN DAN PERJANJIAN SIGNIFIKAN (lanjutan)
b. Perjanjian pinjaman dan fasilitas kredit lainnya
(i) Pada tanggal 31 Desember 2019, Perusahaan memiliki fasilitas bank garansi untuk jaminan
penawaran (tender bond), pelaksanaan (performance bond), pemeliharaan (maintenance bond),
setoran jaminan, dan uang muka (advance payment bond) berbagai proyek Perusahaan, dengan
rincian sebagai berikut:
Fasilitas yang digunakan
Kreditur
BRI
BNI
Bank Mandiri
Jumlah
Jumlah
fasilitas
500
500
500
1.500
Akhir periode
fasilitas
14 Maret 2020
31 Maret 2020
23 Desember 2021
Mata uang
asal
Rp
Rp
Rp
Mata uang asal
(dalam jutaan)
-
-
-
Setara Rupiah
291
386
290
967
(ii) Telkomsel memiliki fasilitas bank garansi dengan BRI sebesar Rp1.000 miliar. Fasilitas ini akan
berakhir pada tanggal 25 September 2022. Pada tanggal 31 Desember 2019, Telkomsel telah
menggunakan fasilitas bank garansi sebesar Rp531 miliar sebagai garansi atas perjanjian
pembayaran untuk biaya hak pakai tahunan yang akan berakhir pada tanggal 31 Maret 2020 dan
sebesar Rp20 miliar sebagai jaminan pelaksanaan frekuensi radio yang berlaku sampai dengan
tanggal 31 Mei 2020 (Catatan 33c.i).
Telkomsel memiliki fasilitas bank garansi dengan BCA sebesar Rp150 miliar. Fasilitas ini akan
berakhir pada tanggal 15 April 2020. Pada tanggal 31 Desember 2019, Telkomsel telah
menerbitkan bank garansi sebesar Rp2 miliar sebagai jaminan pelaksanaan M2M.
Telkomsel juga memiliki fasilitas bank garansi dengan BNI sebesar Rp2.100 miliar. Fasilitas ini
akan berakhir pada tanggal 11 Desember 2020. Telkomsel menggunakan fasilitas ini untuk
surety bond sebesar Rp1.030 miliar sebagai jaminan pelaksanaan frekuensi radio 2,3 GHz
(Catatan 33c.i) dan performance bond sebesar Rp4 miliar sebagai jaminan pelaksanaan M2M.
(iii) TII memiliki fasilitas bank garansi sebesar US$15 juta atau setara dengan Rp202 miliar dari Bank
Mandiri dan telah diperbaharui sesuai dengan adendum VIII (kedelapan) pada tanggal
18 Desember 2019 dengan batas kredit maksimum sebesar US$25 juta atau setara dengan
tanggal
Rp353 miliar. Fasilitas
31 Desember 2019, TII belum menggunakan fasilitas bank garansi tersebut.
tanggal 23 Desember 2020. Pada
ini berakhir pada
(iv) Pada tanggal 31 Desember 2019, Sigma memiliki sisa fasilitas bank garansi dari BNI sebesar
Rp119 miliar.
c. Lainnya
(i) Penggunaan frekuensi radio
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 80 tanggal 2 November 2015, yang
menggantikan Peraturan Pemerintah No. 76 tanggal 15 Desember 2010, Telkomsel harus
membayar biaya penggunaan frekuensi radio tahunan untuk pita frekuensi 800 Megahertz
(“MHz”), 900 MHz, dan 1800 MHz ditentukan menggunakan formula yang ditetapkan dalam
Peraturan.
Sebagai penerapan atas Peraturan Pemerintah tersebut, Perusahaan dan Telkomsel telah
membayar biaya penggunaan frekuensi radio tahunan sejak 2010.
119
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
33. IKATAN DAN PERJANJIAN SIGNIFIKAN (lanjutan)
c. Lainnya (lanjutan)
(i) Penggunaan frekuensi radio (lanjutan)
Berdasarkan Surat Keputusan Menkominfo No.
tanggal
15 November 2017, yang menggantikan Surat Keputusan No. 42 Tahun 2014 tanggal
29 Januari 2014, Menkominfo memberikan wewenang kepada Telkomsel untuk:
1. Layanan telekomunikasi bergerak dengan pita frekuensi radio di 800 MHz, 900 MHz, 1800
Tahun
1987
2017
MHz, 2,1 GHz, dan 2,3 GHz; dan
2. Layanan telekomunikasi dasar.
pada Surat Keputusan Menkominfo No.
Mengacu
268/KEP/M.KOMINFO/9/2009,
No. 191 Tahun 2013, No. 509 Tahun 2016, No. 1896 Tahun 2017 dan No. 806 Tahun 2019,
Telkomsel diharuskan, antara lain untuk:
1. Membayar iuran tahunan Biaya Hak Penyelenggara (“BHP”) yang dihitung berdasarkan
formula tertentu selama jangka waktu lisensi (10 tahun) sebagaimana ditetapkan dalam Surat
Keputusan. BHP terutang pada saat diterimanya Surat Pemberitahuan Pembayaran dari
DJPPI. Iuran tahunan BHP terutang sampai dengan berakhirnya periode lisensi.
2. Mengeluarkan setiap tahunnya performance bond sebesar Rp20 miliar untuk pita frekuensi
2,1 GHz dan surety bond sebesar Rp1,03 triliun untuk pita frekuensi 2,3 GHz (Catatan 33b.ii).
(ii) Pembayaran sewa minimum masa depan sewa operasi
Grup menandatangani beberapa perjanjian sewa menyewa dengan pihak ketiga maupun pihak
berelasi yang tidak dapat dibatalkan. Perjanjian tersebut meliputi sewa jaringan, peralatan
telekomunikasi serta tanah dan bangunan dengan jangka waktu bervariasi berkisar 1 sampai
dengan 10 tahun yang akan berakhir bervariasi antara tahun 2020 hingga 2029. Periode sewa
menyewa dapat diperpanjang berdasarkan perjanjian oleh kedua belah pihak.
Jumlah pembayaran dan penerimaan sewa minimum di masa yang akan datang untuk perjanjian
sewa operasi pada tanggal 31 Desember 2019 adalah sebagai berikut:
Sebagai lessee
Sebagai lessor
Jumlah
18.344
8.526
Kurang dari 1
tahun
1-5 tahun
Lebih dari 5
tahun
5.084
1.722
10.597
4.446
2.663
2.358
120
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
33. IKATAN DAN PERJANJIAN SIGNIFIKAN (lanjutan)
c. Lainnya (lanjutan)
(iii) KPU
tanggal
Menkominfo menerbitkan Peraturan Menkominfo No. 17 Tahun 2016
26 September 2016 yang menggantikan Surat Keputusan Menkominfo No. 45 Tahun 2012 dan
peraturan-peraturan sebelumnya yang terkait kebijakan program KPU. Peraturan tersebut
mengharuskan penyelenggara telekomunikasi untuk memberikan kontribusi sebesar 1,25% dari
pendapatan kotor penyelenggaraan telekomunikasi (dengan mempertimbangkan piutang tidak
tertagih dari penyelenggaraan telekomunikasi dan/atau beban interkoneksi dan/atau beban
ketersambungan dan/atau pendapatan yang tidak diperhitungkan sebagai pendapatan kotor
penyelenggara telekomunikasi) untuk pengembangan KPU.
Selanjutnya, Peraturan Menkominfo No. 17 tahun 2016 tanggal 26 September 2016 digantikan
dengan Peraturan Menkominfo No. 19 tahun 2016 yang berlaku pada tanggal 4 November 2016.
Peraturan tersebut menetapkan bahwa kontribusi pengembangan KPU berlaku efektif untuk
tahun 2016 dan seterusnya.
Berdasarkan Peraturan Menkominfo No. 25 tahun 2015 tanggal 30 Juni 2015, dalam hal
penyediaan akses dan layanan telekomunikasi di daerah pedesaan (Program KPU), penyedia
dipilih melalui proses seleksi oleh Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi
dan
Informatika
dan
(“BTIP”) yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Menkominfo
Informatika Pedesaan
No. 18/PER/M.KOMINFO/11/2010
tanggal 19 November 2010. Berdasarkan Peraturan
Menkominfo No. 3 tahun 2018 tanggal 23 Mei 2018, BPPPTI berganti nama menjadi Badan
Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (“BAKTI”). Berikutnya, Peraturan Menkominfo No. 25
tahun 2015 digantikan dengan Peraturan Menkominfo No. 10 tahun 2018.
(“BPPPTI”). BPPPTI menggantikan Balai Telekomunikasi
Pada tanggal 27 Desember 2011, Telkomsel (atas nama Konsorsium Telkomsel, konsorsium
yang dibentuk dengan Dayamitra pada 9 Desember 2011) ditunjuk oleh BPPPTI
semua paket
sebagai penyedia Program KPU di daerah perbatasan untuk
(paket 1 - 13) dengan total harga sebesar Rp830 miliar. Pada tanggal tersebut, Telkomsel juga
ditunjuk oleh BPPPTI sebagai penyedia Program KPU (Upgrading) “Desa Pinter” atau “Desa
Punya Internet” untuk paket 1, 2, dan 3 dengan total harga sebesar Rp261 miliar.
Pada tahun 2015, program tersebut dihentikan. Pada Januari 2016, Telkomsel mengajukan
klaim arbitrase ke BANI terkait penyelesaian dari sisa piutang atas penyelenggaraan program
tersebut.
22
Juni
tanggal
keputusan BANI
2017, Telkomsel menerima
Pada
No. 792/1/ARB-BANI/2016 yang menginstruksikan BPPPTI untuk membayar kompensasi
kepada Telkomsel sebesar Rp217 miliar, dan sampai dengan tanggal penerbitan laporan
keuangan konsolidasian ini, Telkomsel telah menerima pembayaran dari BAKTI sebesar
Rp91 miliar (sebelum pajak).
surat
Pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018, nilai tercatat piutang Telkomsel terkait program KPU
tersebut yang diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif masing-masing
adalah sebesar Rp115 milliar.
121
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
34. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM VALUTA ASING
Saldo aset dan liabilitas moneter dalam valuta asing adalah sebagai berikut:
2019
Dolar A.S.
Setara Rupiah
(dalam jutaan) (dalam jutaan) (dalam jutaan) (dalam miliaran)
Yen Jepang
Lain-lain*
Aset
Kas dan setara kas
Aset keuangan lancar lainnya
Piutang usaha
Pihak berelasi
Pihak ketiga
Piutang lain-lain
Aset lancar lainnya
Aset tidak lancar lainnya
Jumlah aset
Liabilitas
Utang usaha
Pihak berelasi
Pihak ketiga
Utang lain-lain
Beban yang masih harus dibayar
Utang bank jangka pendek
Uang muka pelanggan
Pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun
Pinjaman jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang jatuh
tempo dalam satu tahun
Liabilitas lainnya
Jumlah liabilitas
Aset (liabilitas) bersih
178,66
14,18
0,12
165,16
0,31
-
63,29
421,72
(0,08)
(131,14)
(4,17)
(46,57)
(1,19)
(0,23)
(22,31)
(71,12)
(13,94)
(290,75)
130,97
1,18
-
-
-
-
-
49,15
50,33
-
(4,25)
-
(152,56)
-
-
(767,90)
(3.071,59)
-
(3.996,30)
(3.945,97)
9,42
1,74
-
8,96
0,05
0,89
12,28
33,34
-
(5,23)
(13,92)
(2,02)
-
-
(4,36)
(0,38)
(0,01)
(25,92)
7,42
2.612
221
2
2.409
5
12
1.044
6.305
(1)
(1.869)
(251)
(691)
(16)
(3)
(469)
(1.386)
(194)
(4.880)
1.425
2018
Dolar A.S.
Setara Rupiah
(dalam jutaan) (dalam jutaan) (dalam jutaan) (dalam miliaran)
Yen Jepang
Lain-lain*
Aset
Kas dan setara kas
Aset keuangan lancar lainnya
Piutang usaha
Pihak berelasi
Pihak ketiga
Piutang lain-lain
Aset lancar lainnya
Aset tidak lancar lainnya
Jumlah aset
Liabilitas
Utang usaha
Pihak berelasi
Pihak ketiga
Utang lain-lain
Beban yang masih harus dibayar
Utang bank jangka pendek
Uang muka pelanggan
Pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun
Pinjaman jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang jatuh
tempo dalam satu tahun
Liabilitas lainnya
Jumlah liabilitas
Aset (liabilitas) bersih
253,37
14,56
0,49
146,39
0,34
-
57,42
472,57
(0,21)
(206,20)
(3,63)
(47,10)
(1,15)
(0,76)
(18,77)
(93,41)
(19,63)
(390,86)
81,71
8,02
-
-
-
-
-
-
8,02
-
(33,39)
-
(15,64)
-
-
(767,90)
(3.839,49)
-
(4.656,42)
(4.648,40)
10,50
1,30
-
9,55
0,12
0,51
1,17
23,15
-
(4,99)
(4,44)
(2,51)
-
-
(4,07)
(4,71)
-
(20,72)
2,43
3.802
223
7
2.238
6
14
840
7.130
(3)
(3.037)
(111)
(709)
(17)
(11)
(430)
(1.917)
(284)
(6.519)
611
*Aset dan liabilitas dalam mata uang asing disajikan dalam setara Dolar A.S. dengan menggunakan kurs beli dan jual yang diterbitkan oleh Reuters pada akhir periode
pelaporan.
Aktivitas Grup memiliki kemungkinan terhadap berbagai risiko keuangan termasuk dampak perubahan
harga pasar surat utang dan efek, nilai tukar mata uang asing, dan tingkat bunga.
Jika Grup melaporkan aset dan liabilitas dalam mata uang asing pada tanggal 31 Desember 2019
menggunakan kurs tanggal 22 Mei 2020, keuntungan selisih kurs yang belum terealisasi sebesar
Rp51 miliar.
122
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
35. INSTRUMEN KEUANGAN
a. Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan
i. Klasifikasi
(a) Aset keuangan
Pinjaman yang diberikan dan piutang
Kas dan setara kas
Aset keuangan lancar lainnya
Piutang usaha dan lain-lain, bersih
Aset keuangan tidak lancar lainnya
Aset keuangan tersedia untuk dijual
Penyertaan tersedia untuk dijual
Jumlah aset keuangan
(b) Liabilitas keuangan
Liabilitas keuangan yang diukur pada
biaya perolehan di amortisasi
Utang usaha dan utang lain-lain
Beban yang masih harus dibayar
Pinjaman
Utang bank jangka pendek
Pinjaman penerusan (two-step loans)
Obligasi dan wesel bayar
Utang bank jangka panjang
Utang sewa pembiayaan
Pinjaman lainnya
Liabilitas lainnya
Jumlah liabilitas keuangan
ii. Nilai wajar
2019
2018
18.242
483
12.089
258
1.124
32.196
2019
2018
14.346
13.736
8.705
736
9.958
26.605
2.340
3.740
194
80.360
17.439
834
12.141
460
1.204
32.078
15.214
12.769
4.043
949
10.481
23.225
3.145
2.244
261
72.331
Tabel dibawah ini menggambarkan perbandingan nilai buku dan nilai wajar instrumen keuangan
Perusahaan, selain dari itu nilai wajar instrumen keuangan dipertimbangkan mendekati nilai buku
sebagai hasil dari pendiskontoan yang tidak signifikan:
Pengukuran nilai wajar pada tanggal pelaporan
Jumlah nilai
tercatat
Nilai wajar
Harga pasar aset
atau liabilitas
sejenis pada
pasar aktif
(level 1)
menggunakan
Input
signifikan
yang dapat
diobservasi
Input signifikan
yang tidak
dapat
diobservasi
2019
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar
Penyertaan tersedia untuk dijual
Liabilitas keuangan yang nilai wajarnya
disajikan
Pinjaman
Pinjaman penerusan (two-step loans)
Obligasi dan wesel bayar
Utang bank jangka panjang
Utang sewa pembiayaan
Pinjaman lainnya
Liabilitas lainnya
Jumlah
(level 2)
(level 3)
-
-
-
-
-
-
-
-
1.053
759
991
26.537
2.340
3.709
194
35.583
1.124
1.124
71
736
9.958
26.605
2.340
3.740
194
44.697
759
10.897
26.537
2.340
3.709
194
45.560
-
9.906
-
-
-
-
9.977
123
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
35. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)
a. Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)
ii. Nilai wajar (lanjutan)
Tabel dibawah ini menggambarkan perbandingan nilai buku dan nilai wajar instrumen keuangan
Perusahaan, selain dari itu nilai wajar instrumen keuangan dipertimbangkan mendekati nilai buku
sebagai hasil dari pendiskontoan yang tidak signifikan (lanjutan):
Pengukuran nilai wajar pada tanggal pelaporan
menggunakan
2018
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar
Penyertaan tersedia untuk dijual
Liabilitas keuangan yang nilai wajarnya
disajikan
Pinjaman
Pinjaman penerusan (two-step loans)
Obligasi dan wesel bayar
Utang bank jangka panjang
Utang sewa pembiayaan
Pinjaman lainnya
Liabilitas lainnya
Jumlah
Jumlah nilai
tercatat
Nilai wajar
Harga pasar aset
atau liabilitas
sejenis pada
pasar aktif
(level 1)
Input
signifikan
yang dapat
diobservasi
(level 2)
Input
signifikan
yang tidak
dapat
diobservasi
(level 3)
1.204
1.204
470
-
734
949
10.481
23.225
3.145
2.244
261
41.509
898
10.894
22.878
3.145
2.154
261
41.434
-
9.380
-
-
-
-
9.850
-
-
-
-
-
-
-
898
1.514
22.878
3.145
2.154
261
31.584
Keuntungan atas pengukuran nilai wajar yang diakui pada laba rugi dan penghasilan komprehensif
lain konsolidasian tahun 2019 senilai Rp6 miliar. Tidak ada perpindahan antar hirarki nilai wajar
selama tahun 2019.
Rekonsiliasi saldo awal dan akhir untuk investasi yang nilai wajarnya diukur dengan input signifikan
yang tidak dapat diobservasi (level 3) pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018 adalah:
Saldo awal
Laba (rugi) yang diakui dalam laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian
Pembelian/penambahan
Penjualan
Saldo akhir
734
3
390
(74)
1.053
373
(43)
438
(34)
734
2019
2018
124
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
35. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)
a. Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)
iii. Pengukuran nilai wajar
Nilai wajar adalah jumlah suatu aset dapat ditukarkan, atau suatu liabilitas dapat diselesaikan,
antara berbagai pihak secara arm’s length transaction.
Grup menentukan pengukuran nilai wajar untuk tujuan pelaporan dari tiap kelas aset dan liabilitas
keuangan berdasarkan metode dan asumsi sebagai berikut:
(a) Aset tersedia untuk dijual terutama terdiri dari saham, reksadana, obligasi korporasi dan
Pemerintah, dan obligasi konversi. Saham dan reksadana yang aktif diperdagangkan di pasar
yang tersedia dinyatakan pada nilai wajarnya dengan menggunakan kuotasi harga pasar atau
jika tidak dikuotasi, ditentukan menggunakan biaya perolehan dikurangi dengan penurunan
nilai. Nilai wajar obligasi konversi ditentukan dengan menggunakan biaya perolehan dikurangi
dengan penurunan nilai. Obligasi korporasi dan Pemerintah dinyatakan pada nilai wajar
dengan referensi harga dari surat berharga yang sejenis pada tanggal pelaporan.
(b) Nilai wajar liabilitas keuangan jangka panjang diestimasikan dengan mendiskontokan arus kas
kontraktual masa depan dari tiap liabilitas pada tingkat suku bunga yang ditawarkan kepada
Grup untuk liabilitas sejenis yang jatuh temponya bisa diperbandingkan oleh para pelaku bank
Grup, kecuali untuk obligasi yang didasarkan pada harga pasar.
Estimasi nilai wajar bersifat judgmental dan melibatkan batasan-batasan yang beragam, termasuk:
(a) Nilai wajar disajikan tidak mempertimbangkan dampak fluktuasi mata uang di masa depan.
(b) Estimasi nilai wajar tidak selalu mengindikasikan nilai yang Grup akan catat pada saat
pelepasan/penghentian aset dan liabilitas keuangan.
b. Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan
Aktivitas Grup mengandung berbagai macam risiko keuangan, seperti risiko pasar (termasuk risiko
nilai tukar mata uang asing, risiko harga pasar, dan risiko tingkat suku bunga), risiko kredit, dan risiko
likuiditas. Secara keseluruhan, program manajemen risiko keuangan Grup bertujuan untuk
meminimalkan kerugian atas nilai aset dan liabilitas yang dapat timbul dari pergerakan nilai tukar mata
uang asing dan pergerakan tingkat suku bunga. Manajemen mempunyai kebijakan tertulis untuk
manajemen risiko valuta asing yang sebagian besar melalui penempatan deposito berjangka dan
lindung nilai untuk mengantisipasi risiko fluktuasi valuta asing untuk jangka waktu 3 sampai dengan
12 bulan.
Fungsi manajemen risiko keuangan dijalankan oleh unit Corporate Finance di bawah kebijakan-
kebijakan yang disetujui oleh Direksi. Unit Corporate Finance mengidentifikasi, mengevaluasi, dan
melakukan aktivitas lindung nilai risiko-risiko keuangan.
i. Risiko nilai tukar mata uang asing
Grup rentan terhadap risiko nilai tukar mata uang asing atas transaksi penjualan, pembelian, dan
pinjaman yang didenominasi dalam mata uang asing. Transaksi yang didenominasi dalam mata
uang asing terutama dalam Dolar A.S. dan Yen Jepang. Eksposur risiko nilai tukar mata uang
asing Grup tidak material.
Risiko kenaikan nilai tukar mata uang asing terhadap liabilitas Grup diharapkan dapat saling
hapus dengan dampak dari nilai tukar atas deposito berjangka dan piutang dalam mata uang
asing yang ditetapkan minimal 25% dari liabilitas jangka pendek dalam mata uang asing yang
terutang.
125
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
35. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)
b. Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan (lanjutan)
i. Risiko nilai tukar mata uang asing (lanjutan)
Tabel di bawah ini menggambarkan eksposur aset dan liabilitas keuangan Grup terhadap risiko
nilai tukar mata uang:
2019
2018
Dolar A.S.
(dalam miliar)
Yen Jepang
(dalam miliar)
Dolar A.S.
(dalam miliar)
Yen Jepang
(dalam miliar)
0,42
(0,29)
0,13
0,05
(4,00)
(3,95)
0,47
(0,39)
0,08
0,01
(4,66)
(4,65)
Aset keuangan
Liabilitas keuangan
Eksposur bersih
Analisis sensitivitas
Penguatan Dolar A.S. dan Yen Jepang, sebagaimana diindikasikan di bawah, terhadap Rupiah
pada 31 Desember 2019 akan menurunkan ekuitas dan laba atau rugi sebesar jumlah yang
ditunjukkan di bawah. Analisis ini didasarkan pada varian nilai tukar mata uang asing yang Grup
pertimbangkan sebagai sangat mungkin terjadi pada tanggal pelaporan. Analisis mengasumsikan
bahwa seluruh variabel lain, pada khususnya tingkat bunga, tidak berubah.
31 Desember 2019
Dolar A.S. (penguatan 1%)
Yen Jepang (penguatan 5%)
Ekuitas/ laba
(rugi)
18
(25)
Pelemahan Dolar A.S. dan Yen Jepang terhadap Rupiah pada 31 Desember 2019 akan
mempunyai dampak yang setara tetapi berlawanan terhadap jumlah yang ditunjukkan di atas,
pada dasar seluruh variabel lain tidak berubah.
ii. Risiko harga pasar
Grup rentan terhadap perubahan dalam harga pasar atas utang dan ekuitas terkait penyertaan
tersedia untuk dijual yang dicatat pada nilai wajar. Keuntungan dan kerugian yang timbul dari
perubahan nilai wajar penyertaan tersedia untuk dijual diakui pada laporan laba rugi dan
pendapatan komprehensif lainnya.
Kinerja penyertaan tersedia untuk dijual Grup dimonitor secara berkala, bersama dengan
penilaian secara teratur mengenai keterkaitannya dengan rencana strategis jangka panjang
Grup.
Pada tanggal 31 Desember 2019, manajemen mempertimbangkan risiko harga untuk penyertaan
tersedia untuk dijual adalah tidak material dalam hal dampak yang mungkin terjadi pada laba rugi
dan total ekuitas dari perubahan dalam nilai wajar yang sangat mungkin terjadi.
126
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
35. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)
b. Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan (lanjutan)
iii. Risiko tingkat suku bunga
Pergerakan tingkat suku bunga diawasi untuk meminimalisasi dampak negatif terhadap posisi
keuangan. Pinjaman dalam berbagai tingkat suku bunga menyebabkan Grup terpapar risiko
tingkat suku bunga (Catatan 15 dan 16). Untuk mengukur risiko pasar atas pergerakan suku
bunga, Grup melakukan analisis pada pergerakan marjin suku bunga dan pada profil jatuh tempo
aset dan liabilitas keuangan berdasarkan jadwal perubahan suku bunga.
Pada tanggal pelaporan, profil risiko tingkat bunga pinjaman yang dikenakan bunga milik Grup
adalah sebagai berikut:
Pinjaman bunga tetap
Pinjaman bunga mengambang
2019
2018
(23.001)
(29.083)
(21.260)
(22.827)
Analisis sensitivitas untuk pinjaman bunga mengambang
Pada 31 Desember 2019, penurunan (kenaikan) 25 poin dasar pada tingkat bunga pinjaman
bunga mengambang akan menaikan (menurunkan) ekuitas dan laba atau rugi masing-masing
sebesar Rp73 miliar. Analisis mengasumsikan bahwa seluruh variabel lain, pada khususnya nilai
tukar mata uang asing, tidak berubah.
iv. Risiko kredit
Tabel di bawah ini menggambarkan eksposur maksimum risiko kredit atas aset keuangan Grup:
2019
2018
Kas dan setara kas
Aset keuangan lancar lainnya
Piutang usaha dan lain-lain, bersih
Aset tidak lancar lainnya
Jumlah
18.242
554
12.089
258
31.143
17.439
1.304
12.141
460
31.344
Grup rentan terhadap risiko kredit terutama dari piutang usaha dan piutang lain-lain. Risiko kredit
dikendalikan dengan pengawasan terus menerus atas saldo dan penagihan. Risiko kredit yang
berasal dari saldo bank dan institusi keuangan dikelola oleh Grup melalui Unit Corporate Finance
sesuai dengan kebijakan tertulis dari Grup.
Grup menempatkan sebagian besar kas dan setara kasnya di bank milik pemerintah karena bank
milik pemerintah memiliki jaringan cabang terluas di Indonesia dan dipertimbangkan sebagai
bank terpercaya. Oleh karena itu, penempatan ini bertujuan untuk meminimalisasi kerugian
secara finansial yang berasal dari potensi kegagalan dalam pembayaran dari bank dan institusi
keuangan.
Risiko kredit pelanggan dikelola dengan memantau saldo piutang dan penagihannya secara
berkala. Piutang usaha dan piutang lain-lain tidak memiliki suatu konsentrasi utama risiko kredit
dimana tidak ada saldo piutang pelanggan yang melebihi 4,09% dari piutang usaha dan
piutang lain-lain pada tanggal 31 Desember 2019.
Manajemen yakin akan kemampuannya untuk mengawasi dan mempertahankan eksposur risiko
kredit yang minimal, dimana Grup telah menyediakan provisi yang memadai untuk menutupi
kerugian yang timbul dari piutang yang tidak tertagih berdasarkan data kerugian historis.
127
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
35. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)
b. Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan (lanjutan)
v. Risiko likuiditas
Risiko likuiditas timbul apabila Grup mengalami kesulitan untuk memenuhi liabilitas keuangan
ketika liabilitas keuangan tersebut jatuh tempo.
Manajemen risiko likuiditas berarti menjaga kecukupan saldo kas dalam upaya pemenuhan
liabilitas keuangan Grup. Grup secara terus menerus melakukan analisis untuk mengawasi rasio-
rasio likuiditas laporan posisi keuangan, seperti antara lain: rasio lancar dan rasio debt equity
terhadap persyaratan-persyaratan yang diharuskan perjanjian utang.
Berikut adalah analisis jatuh tempo liabilitas keuangan Grup berdasarkan pembayaran
kontraktual yang tidak didiskontokan:
2019
Utang usaha dan lain-lain
Beban yang masih harus
dibayar
Pinjaman
Pinjaman penerusan
(two-step loans)
Obligasi dan wesel bayar
Utang bank
Pinjaman lainnya
Utang sewa pembiayaan
Liabilitas lainnya
Jumlah
2018
Utang usaha dan lain-lain
Beban yang masih harus
dibayar
Pinjaman
Pinjaman penerusan
(two-step loans)
Obligasi dan wesel bayar
Utang bank
Pinjaman lainnya
Utang sewa pembiayaan
Liabilitas lainnya
Jumlah
Nilai buku Arus kas
tercatat
wajib
2020
2021
2022
2023
2024 dan
selanjutnya
14.346
(14.346)
(14.346)
13.736
(13.736)
(13.736)
-
-
-
-
-
-
-
-
736
9.958
35.310
3.740
2.340
194
80.360
(804)
(17.454)
(40.732)
(4.534)
(2.713)
(223)
(94.542)
(222)
(3.402)
(15.956)
(926)
(936)
(12)
(49.536)
(196)
(1.231)
(8.495)
(1.082)
(785)
(52)
(11.841)
(154)
(2.817)
(4.435)
(1.010)
(607)
(53)
(9.076)
(132)
(507)
(6.417)
(948)
(255)
(53)
(8.312)
(100)
(9.497)
(5.429)
(568)
(130)
(53)
(15.777)
Nilai buku Arus kas
tercatat
wajib
2019
2020
2021
2022
15.214
(15.214)
(15.214)
12.769
(12.769)
(12.769)
-
-
-
-
2023 dan
selanjutnya
-
-
-
-
949
10.481
27.268
2.244
3.145
261
72.331
(1.075)
(19.050)
(33.363)
(2.905)
(3.764)
(306)
(88.446)
(242)
(1.562)
(10.434)
(490)
(1.049)
(16)
(41.776)
(232)
(3.436)
(9.160)
(570)
(945)
(36)
(14.379)
(205)
(1.231)
(3.991)
(533)
(781)
(36)
(6.777)
(159)
(2.817)
(3.219)
(495)
(605)
(109)
(7.404)
(237)
(10.004)
(6.559)
(817)
(384)
(109)
(18.110)
Perbedaan antara nilai buku tercatat dengan arus kas wajib merupakan nilai bunga. Nilai bunga
dari pinjaman mengambang ditentukan berdasarkan tingkat suku bunga efektif pada tanggal
pelaporan.
128
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
36. MANAJEMEN MODAL
Struktur modal Grup adalah sebagai berikut:
Utang jangka pendek
Utang jangka panjang
Total utang
Ekuitas yang dapat diatribusikan
kepada pemilik
Jumlah
2019
2018
Jumlah
Bagian
Jumlah
Bagian
8.705
43.379
52.084
5,74%
28,61%
34,35%
4.043
40.044
44.087
2,83%
28,00%
30,83%
99.561
151.645
65,65%
100,00%
98.910
142.997
69,17%
100,00%
Tujuan Grup dalam pengelolaan permodalan adalah untuk mempertahankan kelangsungan usaha Grup
guna memberikan imbal hasil kepada pemegang saham dan manfaat kepada pemegang kepentingan
lainnya serta menjaga struktur modal yang optimal untuk mengurangi biaya modal.
Secara berkala, Grup melakukan penilaian utang untuk menilai kemungkinan pembiayaan kembali
kewajiban yang ada dengan yang baru yang memiliki biaya yang lebih efisien yang akan mengarahkan
pada biaya utang yang lebih optimal. Dalam kasus kas menganggur dengan kesempatan investasi
terbatas, Grup akan mempertimbangkan membeli kembali saham-sahamnya atau membayar dividen
kepada para pemegang sahamnya.
Sebagai tambahan untuk patuh kepada pembatasan-pembatasan utang, Grup juga menjaga struktur
modalnya pada tingkat yang diyakini tidak akan membahayakan peringkat kredit dan yang hampir setara
dengan pesaingnya.
Rasio utang terhadap ekuitas (perbandingan utang dengan bunga bersih terhadap total ekuitas) adalah
rasio yang dimonitor oleh manajemen untuk mengevaluasi struktur modal Grup dan mengkaji efektifitas
utang Grup. Grup memonitor tingkat utangnya untuk meyakinkan bahwa rasio utang terhadap ekuitas
sesuai atau dibawah rasio yang ditetapkan dalam pinjaman kontraktual dan bahwa rasio tersebut
sebanding atau lebih baik daripada entitas industri telekomunikasi lain dalam area regional.
Rasio utang terhadap ekuitas Grup pada 31 Desember 2019 dan 2018 adalah sebagai berikut:
Jumlah utang dengan bunga
Dikurangi: kas dan setara kas
Utang bersih
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik
Rasio utang bersih terhadap ekuitas
2019
2018
52.084
(18.242)
33.842
99.561
33,99%
44.087
(17.439)
26.648
98.910
26,94%
Sebagaimana disajikan dalam Catatan 16, Grup dipersyaratkan untuk memelihara rasio utang terhadap
ekuitas dan rasio debt service coverage tertentu oleh kreditur. Selama tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2019 dan 2018, Grup telah mematuhi persyaratan permodalan yang diberikan oleh pihak
eksternal.
129
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. INFORMASI TAMBAHAN ARUS KAS
38. PERISTIWA SETELAH TANGGAL LAPORAN POSISI KEUANGAN (lanjutan)
a. Aktivitas non-kas investasi untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018
f. Sejak awal tahun 2020, penyebaran pandemik COVID-19 telah berdampak terhadap aktivitas bisnis
adalah sebagai berikut:
Penambahan aset tetap melalui:
Utang usaha
Sewa pembiayaan
Kapitalisasi bunga
Uang muka
Penambahan aset takberwujud melalui:
Utang usaha
2019
2018
5.459
84
99
-
4.275
201
270
2.837
684
235
b. Perubahan dalam kenaikan liabilitas dari kegiatan pendanaan adalah sebagai berikut:
1 Januari
2019
Arus kas
Akuisisi valuta asing Sewa baru
-
-
-
4.657
Perubahan nontunai
Perubahan
Perubahan 31 Desember
Utang bank jangka pendek
Pinjaman penerusan
(two step loan)
Obligasi dan wesel bayar
Utang bank jangka panjang
Pinjaman lainnya
Utang sewa pembiayaan
Jumlah liabilitas dari
aktivitas pendanaan
4.043
949
10.481
23.225
2.244
3.145
(198)
(526)
2.917
1.498
(807)
-
-
520
-
-
44.087
7.541
520
lainnya
2019
5
-
3
(4)
(2)
-
2
8.705
736
9.958
26.605
3.740
2.340
52.084
(15)
-
(53)
-
-
(68)
-
-
-
-
2
2
38. PERISTIWA SETELAH TANGGAL LAPORAN POSISI KEUANGAN
a. Perusahaan akan melakukan pembelian kembali saham Perusahaan (share buyback), dengan
jumlah sebanyak-banyaknya Rp1.500 miliar dilakukan secara bertahap dalam periode tiga bulan
terhitung sejak tanggal 30 Maret 2020 sampai dengan 29 Juni 2020.
b. Pada tanggal 11 Januari 2020, Telkomsel melakukan pelunasan pinjaman kepada Bank Mandiri
sebesar Rp3.000 miliar.
c. Pada tanggal 11 Mei 2020, TII telah melakukan pelunasan pinjaman kepada MUFG Bank sebesar
US$6,7 juta atau setara dengan Rp101 miliar.
d. Pada bulan Januari 2020, Perusahaan menerima restitusi pajak atas PPN masa pajak Februari dan
Agustus 2011 dan Januari s.d Desember 2017 masing-masing senilai Rp29,6 miliar dan Rp747 miliar.
e. Pada tanggal 31 Maret 2020, Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-
Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2020 yang menetapkan, antara lain, penurunan tarif
pajak penghasilan wajib pajak badan dalam negeri dan bentuk usaha tetap dari semula 25% menjadi
22% untuk tahun pajak 2020 dan 2021 dan 20% mulai tahun pajak 2022 dan seterusnya, serta
pengurangan lebih lanjut tarif pajak sebesar 3% untuk wajib pajak dalam negeri yang memenuhi
persyaratan tertentu.
Tarif pajak yang baru tersebut akan digunakan sebagai acuan untuk pengukuran aset dan liabilitas
pajak kini dan tangguhan mulai tahun pajak 2020.
130
131
dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia, akibat adanya pembatasan aktivitas dan kegiatan sosial.
Dalam hal ini Pemerintah telah mengambil beberapa kebijakan untuk menyikapi dan mengantisipasi
dampak dari pandemik ini. Grup telah menentukan, bahwa kejadian ini adalah peristiwa
nonpenyesuai setelah periode pelaporan, sehingga laporan keuangan konsolidasian ini tidak
disesuaikan dengan dampak pandemik COVID-19 karena proses penanganan oleh Pemerintah
masih berlangsung dan tidak dapat ditentukan jangka waktunya, sehingga dampak-dampak spesifik
seperti misalnya terhadap bisnis, pendapatan dan nilai terpulihkan dari aset dan liabilitas Grup, belum
dapat ditentukan secara andal.
Operasi Perusahaan telah dan mungkin terus dipengaruhi oleh penyebaran virus COVID-19 yang
dimulai di Cina dan kemudian menyebar ke negara-negara lain termasuk Indonesia. Efek virus
COVID-19 terhadap ekonomi global dan Indonesia termasuk efek terhadap pertumbuhan ekonomi,
penurunan pasar modal, peningkatan risiko kredit, depresiasi nilai tukar mata uang asing dan
gangguan operasi bisnis. Efek masa depan dari virus COVID-19 terhadap Indonesia dan Perusahaan
masih belum dapat ditentukan saat ini. Peningkatan jumlah infeksi COVID-19 yang signifikan atau
penyebaran yang berkepanjangan dapat mempengaruhi Indonesia dan Perusahaan. Perusahaan
sedang mengevaluasi dampak dari virus COVID-19 dan belum menentukan dampaknya terhadap
laporan keuangan perusahaan.
Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan ini, telah terjadi penurunan Indeks Harga
Saham Gabungan (“IHSG”) dan nilai tukar mata uang Rupiah terhadap mata uang asing yang
sebagian disebabkan oleh dampak virus COVID-19.
Untuk mengatasi kondisi-kondisi di atas, Perusahaan telah dan berencana melakukan hal-hal sebagai
berikut:
uang asing.
i. Menyesuaikan beberapa program dan inisiatif untuk memberikan layanan kepada pelanggan
dengan mempercepat digitalisasi penjualan untuk memastikan ketersediaan produk dan layanan.
ii. Mempertahakan arus kas Perusahaan untuk menjadi positif dan memitigasi risiko fluktuasi mata
iii. Mengintensifkan efisiensi memprioritaskan program dan inisiatif.
iv. Memastikan kesiapan sistem dan jaringan untuk memberikan layanan terbaik bagi pelanggan.
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
38. PERISTIWA SETELAH TANGGAL LAPORAN POSISI KEUANGAN (lanjutan)
f. Sejak awal tahun 2020, penyebaran pandemik COVID-19 telah berdampak terhadap aktivitas bisnis
dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia, akibat adanya pembatasan aktivitas dan kegiatan sosial.
Dalam hal ini Pemerintah telah mengambil beberapa kebijakan untuk menyikapi dan mengantisipasi
dampak dari pandemik ini. Grup telah menentukan, bahwa kejadian ini adalah peristiwa
nonpenyesuai setelah periode pelaporan, sehingga laporan keuangan konsolidasian ini tidak
disesuaikan dengan dampak pandemik COVID-19 karena proses penanganan oleh Pemerintah
masih berlangsung dan tidak dapat ditentukan jangka waktunya, sehingga dampak-dampak spesifik
seperti misalnya terhadap bisnis, pendapatan dan nilai terpulihkan dari aset dan liabilitas Grup, belum
dapat ditentukan secara andal.
Operasi Perusahaan telah dan mungkin terus dipengaruhi oleh penyebaran virus COVID-19 yang
dimulai di Cina dan kemudian menyebar ke negara-negara lain termasuk Indonesia. Efek virus
COVID-19 terhadap ekonomi global dan Indonesia termasuk efek terhadap pertumbuhan ekonomi,
penurunan pasar modal, peningkatan risiko kredit, depresiasi nilai tukar mata uang asing dan
gangguan operasi bisnis. Efek masa depan dari virus COVID-19 terhadap Indonesia dan Perusahaan
masih belum dapat ditentukan saat ini. Peningkatan jumlah infeksi COVID-19 yang signifikan atau
penyebaran yang berkepanjangan dapat mempengaruhi Indonesia dan Perusahaan. Perusahaan
sedang mengevaluasi dampak dari virus COVID-19 dan belum menentukan dampaknya terhadap
laporan keuangan perusahaan.
Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan ini, telah terjadi penurunan Indeks Harga
Saham Gabungan (“IHSG”) dan nilai tukar mata uang Rupiah terhadap mata uang asing yang
sebagian disebabkan oleh dampak virus COVID-19.
Untuk mengatasi kondisi-kondisi di atas, Perusahaan telah dan berencana melakukan hal-hal sebagai
berikut:
i. Menyesuaikan beberapa program dan inisiatif untuk memberikan layanan kepada pelanggan
dengan mempercepat digitalisasi penjualan untuk memastikan ketersediaan produk dan layanan.
ii. Mempertahakan arus kas Perusahaan untuk menjadi positif dan memitigasi risiko fluktuasi mata
uang asing.
iii. Mengintensifkan efisiensi memprioritaskan program dan inisiatif.
iv. Memastikan kesiapan sistem dan jaringan untuk memberikan layanan terbaik bagi pelanggan.
131
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA PSAK DAN INTERNATIONAL FINANCIAL
REPORTING STANDARDS (“IFRS”)
Dibawah ini disajikan ikhtisar perbedaan signifikan antara PSAK dan IFRS untuk tahun 2019.
Dampak perbedaan antara PSAK dan IFRS atas pos-pos dalam Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
tanggal 31 Desember 2019 adalah sebagai berikut:
ASET
Kas dan setara kas
Piutang usaha - setelah dikurangi provisi
penurunan nilai piutang
Pihak berelasi
Pihak ketiga
Aset kontrak
Piutang lain-lain - setelah dikurangi provisi
penurunan nilai piutang
Biaya kontrak
Aset lancar lainnya
Jumlah Aset Lancar
Penyertaan jangka panjang
Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan
Aset hak-guna
Aset pajak tangguhan - bersih
Aset kontrak
Biaya kontrak
Aset tidak lancar lainnya
Jumlah Aset Tidak Lancar
JUMLAH ASET
LIABILITAS DAN EKUITAS
Utang usaha
Pihak berelasi
Pihak ketiga
Beban yang masih harus dibayar
Pendapatan diterima di muka – jangka pendek
Liabilitas kontrak
Pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo
dalam satu tahun
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek
Liabilitas pajak tangguhan – bersih
Pendapatan diterima di muka – jangka panjang
Liabilitas kontrak
Liabilitas lainnya
Pinjaman jangka panjang – setelah dikurangi bagian yang
jatuh tempo dalam satu tahun
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang
JUMLAH LIABILITAS
EKUITAS
Tambahan modal disetor
Komponen ekuitas lainnya
Saldo laba
Jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada
pemilik entitas induk - bersih
Kepentingan nonpengendali
JUMLAH EKUITAS
Referensi
PSAK
REKONSILIASI
IFRS
d
18.242
(1)
18.241
b,c,d
b,c,d
c
d
c
d,e
d
a,e
e
c,d,e
c
c,d
e
b
b
e
c
c
e
c,d,e
c
c
e
d,e
f
d
c,d,e
c,d,e
1.792
10.005
-
292
-
6.652
41.722
1.944
156.973
-
2.898
-
-
11.225
179.486
(51)
(730)
629
(36)
534
(1.150)
(805)
255
(3.799)
20.893
(119)
315
651
(3.542)
14.654
1.741
9.275
629
256
534
5.502
40.917
2.199
153.174
20.893
2.779
315
651
7.683
194.140
221.208
13.849
235.057
819
13.078
13.736
7.352
-
9.510
58.369
1.230
803
-
543
33.869
45.589
1.423
(1.445)
(975)
(7.352)
7.430
2.242
11.633
12.761
-
7.430
3.899
2.980
13.409
61.349
(26)
(803)
805
(55)
1.204
-
805
488
10.974
10.895
44.843
56.484
103.958
13.875
117.833
2.711
408
91.489
99.561
17.689
117.250
(734)
(186)
1.155
1.977
222
92.644
235
(261)
(26)
99.796
17.428
117.224
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS
221.208
13.849
235.057
132
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA PSAK DAN INTERNATIONAL FINANCIAL
REPORTING STANDARDS (“IFRS”) (lanjutan)
Dampak perbedaan atas pos-pos Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 antara PSAK dan IFRS adalah sebagai
berikut:
PENDAPATAN
Beban operasi, pemeliharaan, dan jasa telekomunikasi
Beban penyusutan dan amortisasi
Beban umum dan administrasi
Beban pemasaran
Laba (rugi) selisih kurs - bersih
Penghasilan lain-lain - bersih
LABA USAHA
Penghasilan pendanaan
Biaya pendanaan
Referensi PSAK
REKONSILIASI
IFRS
c
c,e
a,e
d
c
d
d
e
c,e
135.567
(10)
135.557
(42.226)
(23.178)
(6.696)
(3.724)
(86)
826
42.394
1.092
(4.240)
4.773
(4.026)
489
308
(3)
69
1.600
(37.453)
(27.204)
(6.207)
(3.416)
(89)
895
43.994
3
(1.212)
1.095
(5.452)
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN
37.908
391
38.299
(BEBAN) MANFAAT PAJAK PENGHASILAN
(10.316)
(123)
(10.439)
LABA TAHUN BERJALAN
27.592
268
27.860
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Penghasilan komprehensif lain yang akan direklasifikasikan
ke laba rugi pada periode berikutnya:
Perubahan bersih nilai wajar aset keuangan tersedia untuk dijual
Penghasilan komprehensif lain - bersih
d
6
(2.192)
3
3
9
(2.189)
JUMLAH LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN
25.400
271
25.671
Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk
Kepentingan nonpengendali
Jumlah laba komprehensif tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk
Kepentingan nonpengendali
LABA PER SAHAM DASAR
(dalam jumlah penuh)
Laba bersih per saham
Laba bersih per ADS (100 saham Seri B per ADS)
18.663
8.929
27.592
16.624
8.776
25.400
405
(137)
268
405
(134)
271
19.068
8.792
27.860
17.029
8.642
25.671
188,40
18.839,68
4,09
192,49
408,83 19.248,51
133
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA PSAK DAN INTERNATIONAL FINANCIAL
REPORTING STANDARDS (“IFRS”) (lanjutan)
a. Hak atas tanah
Berdasarkan PSAK, hak atas tanah dicatat sebagai bagian dari aset tetap dan tidak diamortisasi
kecuali terdapat bukti yang mengindikasikan bahwa perpanjangan atau pembaruan hak atas tanah
kemungkinan besar atau pasti tidak diperoleh. Biaya pengurusan perpanjangan atau pembaruan legal
hak atas tanah diakui sebagai aset takberwujud dan diamortisasi sepanjang umur hukum hak atau
umur ekonomis tanah, mana yang lebih pendek.
Berdasarkan IFRS, hak atas tanah dicatat sebagai sewa pembiayaan dan disajikan sebagai bagian
dari aset hak-guna. Hak atas tanah diamortisasi selama masa sewa.
b. Transaksi dengan pihak berelasi
Berdasarkan Peraturan Bapepam-LK No VIII.G.7 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan
Keuangan Emiten, atau Perusahaan Publik, entitas berelasi dengan pemerintah merupakan entitas
yang dikendalikan, dikendalikan bersama atau dipengaruhi oleh suatu pemerintahan. Pemerintah
dalam hal ini adalah Menteri Keuangan atau Pemerintah Daerah yang merupakan pemegang saham
dari entitas.
Berdasarkan
IFRS, entitas berelasi dengan pemerintah adalah entitas yang dikendalikan,
dikendalikan bersama, atau dipengaruhi oleh suatu pemerintahan. Pemerintah dalam hal ini mengacu
pada pemerintah, instansi pemerintah dan lembaga sejenis baik lokal, nasional, maupun internasional.
c. Pengakuan pendapatan dan beban
Berdasarkan PSAK, untuk penjualan barang, pendapatan diakui jika entitas sudah mentransfer
seluruh risiko atas barang kepada pembeli atas penjualan barang dan entitas tidak lagi memiliki
pengendalian efektif atas barang tersebut. Sedangkan untuk penjualan jasa, pendapatan diakui jika
jumlah pendapatan dapat diukur secara andal dan tingkat penyelesaian dari suatu transaksi pada akhir
periode pelaporan dapat diukur secara andal. Beban diakui pada saat terjadinya.
Berdasarkan IFRS, pendapatan diakui ketika pengendalian atas suatu produk atau jasa ditransfer
kepada pelanggan dan diukur berdasarkan nilai yang diharapkan diterima dalam suatu kontrak
dengan pelanggan. Lebih lanjut, ketika salah satu pihak dalam kontrak telah melaksanakan, entitas
menyajikan kontrak dalam laporan posisi keuangan sebagai aset kontrak atau liabilitas, bergantung
pada hubungan antara kinerja dan pembayaran pelanggan. Entitas menyajikan hak tanpa syarat
terhadap imbalan secara terpisah sebagai piutang.
Selain itu, IFRS mensyaratkan biaya yang timbul atas perolehan kontrak dan biaya pemenuhan
kontrak sebagai aset sepanjang memenuhi persyaratan tertentu.
d. Instrumen keuangan
Berdasarkan PSAK, pengklasifikasian aset keuangan diklasifikasikan berdasarkan
intensi
manajemen. Pengakuan cadangan kerugian atas aset keuangan menggunakan metode incurred loss
dimana cadangan kerugian penurunan nilai dibentuk ketika kualitas aset keuangan telah menurun.
Berdasarkan IFRS, pengklasifikasian aset keuangan diklasifikasikan berdasarkan model bisnis entitas
dan karakteristik arus kas kontraktual dari aset keuangan. Pengakuan cadangan kerugian atas aset
keuangan menggunakan metode expected credit loss dimana cadangan kerugian penurunan nilai
dibentuk sepanjang aset keuangan tersebut dimiliki oleh Perusahaan dan dimulai sejak aset keuangan
tersebut diperoleh.
134
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA PSAK DAN INTERNATIONAL FINANCIAL
REPORTING STANDARDS (“IFRS”) (lanjutan)
e. Sewa
PSAK mensyaratkan penyewa dan pihak yang menyewakan untuk mengklasifikasikan sewa sebagai
sewa pembiayaan atau sewa operasi dan mencatat kedua jenis sewa tersebut secara berbeda.
Berdasarkan IFRS sewa dikategorikan sebagai sewa operasi apabila memenuhi dua syarat yaitu sewa
jangka pendek dan sewa yang aset pendasarnya bernilai rendah. Penerapan IFRS 16 akan
menyebabkan peningkatan aset sewaan dan liabilitas keuangan pada laporan posisi keuangan
penyewa, sementara Laba sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi dan Amortisasi (EBITDA) dari penyewa
juga akan meningkat. Sementara pihak yang menyewakan akan terus mengklasifikasikan sewa
sebagai sewa pembiayaan atau sewa operasi dan memperhitungkan kedua jenis sewa tersebut
secara berbeda.
f. Selisih transaksi restrukturisasi entitas sepengendali
Menurut PSAK, selisih transaksi restrukturisasi entitas sepengendali masuk ke dalam kelompok
tambahan modal disetor di ekuitas. Sementara menurut IFRS, selisih transaksi restrukturisasi entitas
sepengendali masuk ke dalam kelompok laba ditahan.
135
LEMBAR UMPAN BALIK LAPORAN TAHUNAN 2019
PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK
Terima kasih atas kesediaan Anda untuk membaca Laporan Tahunan 2019 ini. Sebagai bagian dari upaya untuk
menyempurnakan isi pelaporan tahun berikutnya. kami mengharapkan kiranya Anda berkenan memberikan masukan
dengan menjawab beberapa pertanyaan di bawah ini.
PERTANYAAN
1. Menurut Anda, Laporan Tahunan ini telah memberikan informasi bermanfaat mengenai berbagai aktivitas yang telah dilaksanakan
oleh PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.
SS
S
RR
TS
STS
2. Menurut Anda, materi dalam pelaporan ini termasuk data dan informasi yang disajikan mudah dimengerti dan dipahami.
SS
S
RR
TS
STS
3. Menurut Anda, materi dalam pelaporan ini termasuk data dan informasi yang disajikan sudah cukup lengkap, mencakup semua isu
keberlanjutan.
SS
S
RR
TS
STS
4. Menurut Anda, materi dalam pelaporan ini termasuk data dan informasi yang disajikan dapat diandalkan untuk pengambilan
keputusan.
Keterangan:
SS
S
RR
TS
STS
SS: Sangat Setuju S: Setuju RR: Rata-rata TS: Tidak Setuju STS: Sangat Tidak Setuju
5. Menurut Anda, informasi apa saja yang telah disampaikan dalam pelaporan ini dan dirasakan bermanfaat?
a.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
b.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
c.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
6. Menurut Anda, informasi apa saja yang telah disampaikan dalam pelaporan ini dan dirasakan kurang berguna?
a.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
b.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
c.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
7. Menurut Anda, bagaimana dengan tampilan pelaporan ini baik dari isi desain dan tata letak serta foto-foto yang disertakan?
a.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
b.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
c.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
8. Menurut Anda, informasi apa saja yang dirasakan kurang dan harus dilengkapi dalam Laporan Tahunan mendatang?
a.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
b.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
c.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Profil Anda
Nama Lengkap
: . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Umur dan Jenis Kelamin
: . . . . . . . . . . .Thn L / P (coret yang tidak perlu)
Lembaga/Perusahaan
: . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Jenis Lembaga/Perusahaan
:
Pemerintah
Industri
LSM
Masyarakat
Media
Lain-lain
Pengembalian formulir dan hal-hal lain terkait Laporan Tahunan 2019 dapat disampaikan kepada:
Investor Relations
The Telkom Hub, Telkom Landmark Tower Lantai 39
Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 52, Jakarta 12710
Tel
Fax
: (6221) 521 5109
: (6221) 522 0500
email
: investor@telkom.co.id
Website
: www.telkom.co.id
TIM PRODUKSI LAPORAN TAHUNAN
Melakukan pekerjaan yang baik, tidak selalu tentang inovasi yang
mengesankan. Kadang-kadang hanya tentang melakukan sesuatu
dengan dedikasi sederhana.
Terima kasih untuk kontribusi terbaiknya!
NARASUMBER
Adrian Sulistiono
Gandung
Ratri Taluningtias
Filda Trya Winanda
Adriani
Agung Kertioso
Agung Nugroho
Githa Kharismawati
Hany Ghina Laudza
Haris Widjanarko
Ressa Luthfi Rusminar
Riffa Rufaida
Rizky Vindi N
Joko Susilo
Rizki Utami
Rizky Fauzi
Agung Prasetyo Budi
Hazim Ahmadi
Rohmat Nugroho
Adinda Syifaurrohmah
Agus Purwanto
Agus Wachid
Agus Windarto
Hendra Gunawan
Hendra Kurniawan
Romles Simanjuntak
Natazha
Ronny Rahmat Hidayat
Hendra Marta Mulyana
Saiful Arifin
DESIGNER
Agustinus Budi Wibowo
Hendri Purnaratman
Sang Kompiang Muliartawan
PT Desain Nindya Amarta (DNA Komunika)
Ahmad Zamri
Ahmed Yasser
Ambar Permana
Anang Supriadi
Hepta Yuniarita
Heru Kurniawan
Hery Saepul Azis
Hery Susanto
Santi Indrawati
Setio Nuranto
Shera Aulia
Sinai Handayani
Ananto Dwi Nugroho
I Wayan Sukerata
Sindu Yuwana, IR. MM
Andri Herawan Sasoko
Anggia Permata
Ida Widayani
Imam Rijanto
Sonny Komara
Sri Safitri
Anggoro Kurnianto Widiawan
Indrama Yusuf Muda Purba
Steffi Susyati Fransiska Hutasoit
Annisa Arnizanthya
Irphan Wijaya
Antonius Dwi Ananto
Ismanto
Sudaryadi
Suhartono
www.dnakomunika.com
COPYWRITER
Matahati Insphira
PRINTING
PT Metra Digital Media
(MD MEDIA)
PHOTOGRAPHY
Mike Marcus
Jarot Widyatmoko
Sukma Nandini
Asep Taryaman
Kurnia Rimadani
Bagas Satyaparahatma
Lola Bastarawanto
Taufik Hendra Lukmana
Bagaskoro Rizky Pradana
M. Rivai Tadjudin
Bima Aryo Putro
Malikoeswari S
Junainah
Junike Laura
Kenny Nazar
Mario Holasan Lubis
Maya Putri Arini
Meilia Candrawati
Sumarno
Suroso Yulianto
Surya Mardi Dominic
Susilo Budi Utomo
Teuku M Marsya
Utami Saritidar
Uum Suryaman
Valian Kusumawardhana
Wahyu Winarto, MM
Ardi Desento
Arieyanto
Arif Rudiana
Aryandi
Bonny S
Buddy Restiady
Budi Cahyadinata
Budi Wahyudi
Burhanuddin
Chairudin Mirza
Melani Muchlis Moechtar
Wibowo Sigit Sudjendro
Mochamad Yazid Saktiono
Widhiowati
Moh Ahmad
Widuri Meintari Kusumawati
TALENT
KOMUNITAS FOTOGRAFI
TELKOMGROUP (KFT)
Ery Punta H
Taufik Zamzami
Suleksono
Andri MR
Arya Pradana Nugrahandito
Elnofian
Gde Ivan Syahputra
Gama Bismatama Prasetyo
Kenneth Li
Pritjohan Agung Winawang
Ryan Arifianto Nugroho
Sofyan
Chintia Febrianti Soepardi
Mohammad Satria Utama
Willy Arief Yudhistira
Cholis Safrudin
Dendi Feriandi
Desi Ariani
Dessy Sandra
Devindra Kamal
Didi Haryadi
Didit Dwiantoro
Dinoor Susatyo
Muhamad Patria Narotama Widjaja
Winda Susliani
Muhamad Wahyudi
Wintoko M Pribadi
Muhammad Arief Setiawan
Yanti Lestari
Muhammad Ramli
Yantito Simanjuntak
Nadifa Amalia Gunadi Putri
Yota Yoedi Goestinnenda
Nova Yuanita
Novangga
Yuddy Aryadi
Yudha Bestari
Novy Kartikayanti
Yusfi Ardiansyah
Dwi Fitri Parmania
Nur Firman Yudhi Wirawan
Elysabeth Damayanti
Nurcholis Feri Ahmadi
TIM PENYUSUN
Endang Trisia
Era Azura
Fadjrul Falah
Fahmi Khaudzi
Fauzan Feizal
Fenni Linting
Pradipta Wismaya Alby
Andi Setiawan
Prayudi Nugroho
Pujo Pramono
Dewi
Erni Ambarsari
Putri Irmawati Yuniasari
Heti Triaswati
Putriana Rahmatika
Hendra Priatna
Raden Achmad Faisal
Mohammad Izzatullah
Ferry Studiyono Purba
Raden Bayu Hartoko
Anisa Ayu Artati
Fikri Akhmadi
Raden Dekki Krismasasono
Kartika Ayu Ningrum
Fitriansyah Nasution
Fridh Zurriady Ridwan
Raden Riharso
Ratri Natarini
Thalia Isavani
Candri Yuniar Roisy
Ahmad Fitriadi
Annisa Arnizanthya
Arnesius Victor Leleuly
Enishaputri Endriastari
Evan Christopher
Ikenny Rachmawati
Muhammad Fadhil
Narda Virelia
Ni Putu Desy Cristiana Y
Rakhmawati Fitri Putranti
Riama Gupfietta S
Rizkya LN
Syanita Febrianti
PHOTO LOCATION
Vertical Garden, Telkom Landmark Tower
Lapangan Banteng
GraPari TelkomGroup Graha Merah Putih
Telkom Digital Experience (TDX)
Stasiun Sudirman
Halte Gelora Bung Karno
2019
Laporan
Tahunan
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Investor Relations
Telkom Landmark Tower Lantai 39
The Telkom Hub
Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 52
Jakarta 12710, Indonesia
T +62 21 521 5109
F +62 21 522 0500
e-mail: investor@telkom.co.id
www.telkom.co.id