Quarterlytics / Communication Services / Telecommunications Services / Telkom Indonesia

Telkom Indonesia

tlk · NYSE Communication Services
Claim this profile
Ticker tlk
Exchange NYSE
Sector Communication Services
Industry Telecommunications Services
Employees 10,000+
← All annual reports
FY2020 Annual Report · Telkom Indonesia
Sign in to download
Loading PDF…
DIGITIZING THE  NATION 

TO CREATE OPPORTUNITIES 

FOR SUSTAINABLE FUTURE

DIGITIZING THE  NATION 

TO CREATE OPPORTUNITIES 

FOR SUSTAINABLE FUTURE

TEMA

Digitizing The Nation To 
Create Opportunities For 
Sustainable Future

Pandemi COVID-19 telah berdampak pada masyarakat dan 

berbagai  sektor  dalam  skala  yang  belum  pernah  terjadi 

sebelumnya.  Bagi  TelkomGroup,  berbagai  hambatan 

yang  terjadi  akibat  pandemi  COVID-19  justru  dipandang 

sebagai  peluang  untuk  mempercepat  akselerasi  digital, 

dengan  memberikan 

layanan  dan  solusi  di  bidang 

teknologi  informasi  dan  komunikasi.  Sebagai  bagian  dari 

komponen  bangsa,  TelkomGroup  memiliki  spirit  untuk 

membantu  masyarakat  dan  Pemerintah  Indonesia  dalam 
menghadapi  pandemi  dan  bangkit  kembali  menghadapi 

masa depan. TelkomGroup memberikan berbagai layanan 

dan  solusi  kepada  seluruh  pelanggan  dan  masyarakat 

dengan dukungan infrastruktur digital connectivity, digital 

platform, dan digital services.

Sejalan  dengan  upaya  transformasi  menjadi  digital  telco 

kelas  dunia,  di  tengah  berbagai  tantangan  sepanjang 

tahun  periode  laporan,  TelkomGroup  tetap  memperluas 

dan  meningkatkan 

infrastruktur  digital  connectivity, 

memperkuat  platform  digital  dan  mengembangkan 

berbagai  layanan  digital,  guna  memberikan  customer 

digital  experience  terbaik.  Misi  kami  yaitu  menyediakan 

layanan  komunikasi  yang  tidak  terputus  sebagai  institusi 

publik  yang  membantu  Pemerintah  di  berbagai  bidang, 

termasuk ketika terjadi bencana.

Seluruh  kegiatan  usaha  dan 

inisiatif  pengembangan 

bisnis  TelkomGroup  dijalankan  secara  strategis  sesuai 

dengan  potensi  pasar  dan  kebutuhan  serta  karakteristik 

masyarakat  Indonesia,  untuk  mendukung  digitalisasi  di 

berbagai  bidang  seperti  pendidikan,  pengembangan 
Usaha  Kecil  Menengah  (UKM),  keuangan,  pertanian,  dan 

berbagai bidang lainnya.

DISCLAIMER

Laporan ini merupakan bentuk transparansi dan akuntabilitas PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk 

untuk  menyajikan  data  dan  informasi  material  mengenai  kinerja  dan  tata  kelola  perusahaan  bagi 

para pemangku kepentingan seperti investor, pelanggan, dan pemerintah. Secara umum, isi Laporan 

ini  berasal  dari  analisis  internal  serta  sumber  dokumen  dan  narasumber  yang  dapat  dipercaya. 

Beberapa bagian dari Laporan ini memuat data dan informasi tentang pandangan Telkom ke depan, 

yang bersifat forward-looking statement, seperti target, harapan, perkiraan, estimasi, prospek, atau 

proyeksi atas kinerja operasional dan kondisi usaha Telkom di masa mendatang. 

Sebelum dimuat di dalam Laporan, Telkom telah mempertimbangkan kepastian data dan informasi 

yang  bersifat  forward-looking  statement  dengan  matang.  Meski  demikian,  Telkom  tidak  dapat 

menjamin  data  dan  informasi  tersebut  benar  dan  akurat  serta  dapat  terpenuhi  seluruhnya.  Para 

pembaca  perlu  memahami  bahwa  Telkom  menghadapi  berbagai  risiko  dan  ketidakpastian  yang 

disebabkan oleh berbagai faktor, seperti perubahan situasi ekonomi, sosial, dan politik di Indonesia. 

Hal tersebut tentunya dapat mempengaruhi kinerja operasional dan kondisi usaha yang akan datang. 

Selain  menerbitkan  laporan  ini,  Telkom  sebagai  perusahaan  yang  terdaftar  di  New  York  Stock 

Exchange  (NYSE)  juga  menyampaikan  SEC  Form  20-F  sebagai  bentuk  laporan  tahunan  kepada 

Securities  and  Exchange  Commission  (SEC).  Laporan  Tahunan  2020  ini  dan  SEC  Form  20-F 

bukanlah satu kesatuan laporan yang sama, meskipun sebagian informasi dalam laporan ini dapat 

ditemukan juga dalam SEC Form 20-F. 

Istilah  “Telkom”  yang  digunakan  dalam  Laporan  menekankan  pada  entitas  induk,  sedangkan 

penyebutan  “Telkom  dan  Anak  Perusahaan”  atau  “TelkomGroup”  mengacu  pada  keseluruhan 

perusahaan  induk  dan  anak  serta  entitas  afiliasi  secara  bersama-sama.  Walaupun  demikian, 

penggunaan  istilah  “Telkom”  tidak  menghilangkan  entitas  anak  dan  afiliasi  dalam  lingkup  isi  dan 

pembahasan Laporan. 

Untuk  memudahkan  para  pemangku  kepentingan,  Laporan  ini  dapat  diakses  dan  diunduh  dalam 

bentuk softcopy melalui http://www.telkom.co.id 

atau scan di sini:

Para pemangku kepentingan Telkom dapat menyampaikan pertanyaan dan saran melalui:

Unit Investor Relation

Andi Setiawan 

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk

The Telkom Hub, Telkom Landmark Tower, Lantai 39

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 52, Jakarta 12710, Indonesia

Tel.  

Fax.  

E-mail  

Facebook  

Instagram  

: +62-21-5215 109

: +62-21-5220 500

: investor@telkom.co.id

: TelkomIndonesia

: telkomindonesia

 
 
 
DAFTAR 
ISI

TEMA

DISCLAIMER

DAFTAR ISI

HIGHLIGHT
TELKOM
Kaleidoskop 2020

Profil Telkom dan Entitas Anak

Infrastruktur

Produk dan Pelanggan

Tanggung Jawab Sosial

Ikhtisar Data Keuangan Penting

Informasi Saham

Informasi Obligasi, Sukuk atau Obligasi 
Konversi dan Medium Term Notes (MTN)

1

2

6

8

10

12

13

14

18

21

LAPORAN DEWAN KOMISARIS 
DAN DIREKSI

Laporan Dewan Komisaris

Laporan Direksi

Surat Pernyataan Tanggung Jawab atas 
Laporan Tahunan 2020

TENTANG 
TELKOM
Purpose, Visi, Misi, dan Strategi

Riwayat Singkat Telkom

Kegiatan Usaha

24

30

40

44

46

48

2

TIPS MEMBACA ISI LAPORAN
Pembaca yang ingin memahami Telkom secara singkat dapat membaca 

Laporan ini dari awal hingga bagian “Laporan Dewan Komisaris dan 

Direksi”. Pembaca lain yang ingin mengetahui Telkom secara rinci dapat 

melanjutkan membaca Laporan ini hingga akhir Laporan.

Penghargaan dan Sertifikasi

Struktur Organisasi Telkom

Profil Dewan Komisaris

Profil Direksi

Karyawan Telkom

Komposisi Pemegang Saham

Entitas Anak, Perusahaan Asosiasi, dan 
Perusahaan Ventura Bersama

Kronologi Pencatatan Saham

Kronologi Pencatatan Efek Lainnya

Nama dan Alamat Lembaga dan/atau Profesi
Penunjang Pasar Modal

ANALISA DAN 
PEMBAHASAN MANAJEMEN
Tinjauan Lingkungan Bisnis 2020

Tinjauan Operasi per Segmen Usaha

Aspek Pemasaran

Kinerja Keuangan Komprehensif

Kemampuan Membayar Utang

Struktur Modal dan Kebijakan Manajemen 
atas Struktur Modal

Realisasi Barang Modal

Ikatan Material untuk Investasi Barang Modal

Tingkat Kolektibilitas Piutang

Informasi dan Fakta Material Setelah Tanggal
Laporan Akuntan

Prospek Usaha dan Keberlangsungan 
Perusahaan

Perbandingan Target pada Awal Tahun 
dengan Realisasi

Target atau Proyeksi untuk Satu Tahun 
Mendatang

Dividen

Realisasi Penggunaan Dana Penawaran 
Umum

50

56

58

68

78

83

86

92

94

96

100

103

120

129

141

142

143

144

145

146

147

150

150

151

151

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMInformasi Material mengenai Transaksi 
Material, Transaksi yang Mengandung 
Benturan Kepentingan, Transaksi dengan 
Pihak Afiliasi, Investasi, Divestasi, dan Akuisisi

Perubahan Ketentuan Peraturan 
Perundang-undangan

Perubahan Kebijakan Akuntansi

TATA KELOLA 
PERUSAHAAN
Prinsip dan Landasan Tata Kelola

Struktur Tata Kelola Perusahaan

Penilaian Tata Kelola Perusahaan

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)

Dewan Komisaris

Komite Audit

Komite Nominasi dan Remunerasi

Komite Evaluasi dan Monitoring Perencanaan 
dan Risiko

Direksi

Sekretaris Perusahaan

Unit Audit Internal

Sistem Pengendalian Internal

Sistem Manajemen Risiko

Sistem Pelaporan Pelanggaran 
(Whistleblowing System)

Kebijakan Pelaporan Kepemilikan Saham 
Direksi dan Dewan Komisaris

Program Kepemilikan Saham Karyawan 
Telkom

Perkara Penting yang Dihadapi

Informasi tentang Sanksi Administratif

Akses Informasi dan Data Perusahaan kepada
Publik

Kode Etik Perusahaan

Budaya Perusahaan

152

153

154

158

164

165

166

176

192

199

204

208

222

226

230

232

239

242

242

243

244

244

246

248

TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN

Tata Kelola Tanggung Jawab Sosial 

Bisnis Berintegritas, Hak Asasi Manusia, dan 
Praktik Berkeadilan

Tanggung Jawab Barang atau Jasa

Tanggung Jawab Sosial Bidang 
Ketenagakerjaan

Tanggung Jawab Sosial Bidang Pelibatan dan 
Pengembangan Masyarakat

Kepedulian terhadap Lingkungan Hidup

252

256

261

267

276

281

PROGRAM KEMITRAAN DAN 
BINA LINGKUNGAN (PKBL)
Laporan Program Kemitraan dan Bina 
Lingkungan (PKBL)

290

LAMPIRAN

Lampiran 1

: Daftar Istilah

Lampiran 2

: Daftar Singkatan

Lampiran 3

: Referensi Silang Surat Edaran   
  OJK No. 30/SEOJK.04/2016

Lampiran 4

: Daftar Transaksi Afiliasi

LAPORAN KEUANGAN 
KONSOLIDASIAN
Laporan Keuangan Konsolidasian Auditan 
2020 dan Laporan Keuangan PKBL Auditan 
2020

298

303

307

320

336

3

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANHIGHLIGHT
TELKOM

6

8

Kaleidoskop 2020

Profil Telkom dan Entitas Anak

10 Infrastruktur

12 Produk dan Pelanggan

13

Tanggung Jawab Sosial

14 Ikhtisar Data Keuangan Penting

18

Informasi Saham

21

Informasi Obligasi, Sukuk atau
Obligasi Konversi dan Medium Term Notes (MTN)

KALEIDOSKOP
2020

Januari
2  TelkomGroup mendirikan 
Posko Bantuan Banjir & 
Siaga Perangkat Jaringan 
sebagai bentuk dukungan dan 
kepedulian kepada masyarakat 
dan pelanggan yang terdampak 
banjir Jabotabek.

23  Dukung Pemerintah 

memajukan pariwisata, 
Telkomsel memperkuat kualitas 
jaringan 4G di 5 lokasi super 
prioritas wisata di Indonesia 
yaitu di Danau Toba, Likupang, 
Borobudur, Mandalika, dan 
Labuan Bajo.

April
9  Peluncuran aplikasi 

PeduliLindungi oleh Menteri 
Kominfo. Aplikasi yang 
dikembangkan oleh Telkom 
dan digunakan secara 
resmi oleh  Kementerian 
Kominfo guna membantu 
menghentikan penyebaran 
COVID-19.

22  Telkom melalui MDI 

Ventures membuat inisiatif 
IndonesiaBergerak yang 
didukung oleh 4 startup 
binaannya yaitu Kata.ai, 
Qiscus, Volantis, dan Qlue. 
IndonesiaBergerak merupakan 
website yang menyajikan 
data perkembangan pasien 
COVID-19 beserta daerah 
penyebarannya secara up to 
date.

6

Februari
6  Dalam rangka 

mengembangkan ekosistem 
digital di Indonesia, 
khususnya ekosistem 
game, Telkom kembali 
menyelenggarakan 
pendaftaran program Indigo 
Game Startup Incubation.

Maret
16  Kejar percepatan 

pembangunan daerah 
tertinggal, Kementerian 
Desa, Daerah Pembangunan 
Tertinggal, dan Transmigrasi 
(Kemendesa) gandeng Telkom 
untuk melaksanakan program 
digitalisasi pariwisata desa di 
daerah Sumba.

23  TelkomGroup menyediakan 

dukungan akses internet dan 
sarana teknologi informasi 
dan komunikasi di RS Darurat 
Kemayoran.

Juni
10  Hadapi New Normal, Telkom 
menghadirkan beragam 
solusi ICT bagi korporasi 
diantaranya CCTV thermal, 
tablet camera thermal, 
aplikasi AdsQoo serta layanan 
shared service.

30  Gandeng Gojek, Telkom 

memperluas akses aplikasi 
PeduliLindungi guna 
meningkatkan penggunaan 
dan pemanfaatan aplikasi 
PeduliLindungi, serta sebagai 
bagian dari upaya memutus 
rantai penyebaran COVID-19.

Mei
20  CEO TelkomGroup dan 
Menteri BUMN bagikan 
100.000 paket bantuan 
senilai hampir Rp40,7 miliar 
yang didonasikan oleh 
keluarga besar TelkomGroup 
kepada masyarakat 
terdampak COVID-19 di 
seluruh Indonesia.

30  25 Tahun Telkomsel: 

Memaknai Konsistensi 
Melayani Negeri untuk Terus 
Bergerak Maju Bersama 
Indonesia.

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMJuli
9  Groundbreaking data center 
skala besar berstandar global 
dengan sertifikasi tier 3 dan 4, 
Telkom HyperScale Data Center 
(HDC) guna mengakselerasi 
bisnis digital platform sebagai 
enabler berbagai layanan dan 
solusi ICT.

Agustus
10  Direktorat Jenderal 

Pajak (DJP) dan Telkom 
perkuat kerja sama melalui 
integrasi data perpajakan 
yang meliputi pertukaran, 
pengolahan, penelitian, dan 
pengujian data perpajakan 
melalui sarana berbasis 
teknologi informasi.

September
4  Menyambut Hari Pelanggan 
Nasional 2020, Telkom 
menyelenggarakan berbagai 
program dan apresiasi 
menarik bagi para pelanggan 
IndiHome, seperti open 
channel dan minipack serta 
voucher diskon tagihan 
hingga 80%.

22  Telkomsel dukung program 
bantuan kuota data internet 
dari Kemendikbud RI untuk 
kenyamanan proses belajar 
jarak jauh untuk pelajar, 
mahasiswa, guru, dan dosen.

17  Launching PaDi UMKM 
(Pasar Digital UMKM), 
platform karya anak 
bangsa yang diinisiasi oleh 
Kementerian BUMN dan 
dikembangkan oleh Telkom 
yang berperan sebagai 
pengelola informasi terpusat 
dan layanan pemasaran 
business-to-business.

19  Penyerahan kepemilikan TS 
Global Network (TSGN) dari 
Telin ke Telkomsat sebagai 
rangkaian proses konsolidasi 
bisnis satelit di mana seluruh 
pengelolaan bisnis satelit 
dilakukan oleh Telkomsat.

November
16  Telkomsel melakukan investasi 
di PT Aplikasi Karya Anak 
Bangsa (Gojek) senilai US$150 
juta sebagai bentuk komitmen 
perusahaan telekomunikasi 
digital untuk memberikan 
layanan beyond connectivity.

19  Opening Bell Ceremony 

dan Peringatan 25 Tahun 
IPO Telkom di Bursa Efek 
Indonesia dan New York Stock 
Exchange.

23  Peluncuran Core Values 

AKHLAK, panduan perilaku 
bagi seluruh insan BUMN 
yang di-internalisasi dan di-
adopsi menjadi core values 
TelkomGroup.

Oktober
14  Perkuat bisnis tower 

melalui penataan Portfolio, 
TelkomGroup mengalihkan 
kepemilikan 6.050 menara 
Telkomsel ke Mitratel.

18  Menteri BUMN dan Menteri 
Pariwisata & Ekonomi 
Kreatif, Wakil Menteri BUMN 
II, Komisaris Utama Telkom, 
Direktur Utama Telkom, 
dan Direktur CONS Telkom 
melakukan soft launching 
kanal berita berbahasa 
Inggris, Southeast Asia 
Today atau SEA Today, 
dengan target audiens 
publik internasional yang 
dikelola oleh PT Metra 
Digital Media (MDM) selaku 
anak usaha Telkom.

Desember
2  Telkom Rilis Platform BigBox, 
solusi big data analytics untuk 
Program Satu Data Indonesia 
yang dicetuskan Pemerintah 
Republik Indonesia.

10  Dalam rangka meningkatkan 

pelayanan kepada masyarakat 
serta memastikan penyaluran 
Bahan Bakar Minyak (BBM) 
berjalan efektif dan efisien, 
Telkom dan Pertamina 
menuntaskan program 
digitalisasi SPBU di seluruh 
Indonesia.

7

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANPROFIL TELKOM &
ENTITAS ANAK

PROFIL TELKOM

NAMA LENGKAP PERuSAhAAN
Perusahaan Perseroan (Persero) 
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk

NAMA SINGKATAN PERuSAhAAN
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk

NAMA KOMERSIAL
Telkom

BIDANG uSAhA, JENIS BARANG, DAN JASA
Penyelenggaraan jaringan dan jasa 
telekomunikasi, informatika, serta optimalisasi 
pemanfaatan sumber daya yang dimiliki 
Perseroan untuk menghasilkan barang dan/
atau jasa yang bermutu tinggi dan berdaya 
saing kuat untuk mendapat / mengejar 
keuntungan guna meningkatkan nilai Perseroan 
dengan menerapkan prinsip Perseroan 
Terbatas.

TANGGAL PENDIRIAN PERuSAhAAN
19 November 1991

LANDASAN huKuM PENDIRIAN
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No.25 
tahun 1991, status Perusahaan diubah menjadi 
Perseroan Terbatas milik Negara (“Persero”) 
berdasarkan Akta Notaris Imas Fatimah, S.H., 
No.128, tanggal 24 September 1991 yang 
disetujui oleh Menteri Kehakiman Republik 
Indonesia dengan Surat Keputusan No.C2-
6870.HT.01.01.Tahun 1991 tanggal 19 November 
1991 dan diumumkan dalam Berita Negara 
Republik Indonesia No.5 tanggal 17 Januari 
1992, Tambahan No.210.

STATuS PERuSAhAAN
Perusahaan Terbuka, Badan Usaha Milik Negara

KEPEMILIKAN
52,09% Pemerintah Republik Indonesia
47,91% Publik

LEGALITAS
NPWP 01.000.013.1-093.000
TDP 101116407740
SIUP 0029/IUP-UB/X/2017/DPMPTSP
NIB 9120304490415

MEDIA SOSIAL
Facebook  
Instagram  
Twitter     

: TelkomIndonesia
: telkomindonesia
: @telkomindonesia

ALAMAT DAN KONTAK KANTOR PuSAT
Graha Merah Putih
Jl. Japati No. 1, Bandung
Jawa Barat, Indonesia - 40133
Telepon   
Faksimili  
Website   
E-mail  

: +62-22-4521404
: +62-22-7206757
: www.telkom.co.id
: corporate_comm@telkom.co.id
  investor@telkom.co.id

PENCATATAN SAhAM
Persero mencatatkan sahamnya di Bursa Efek 
Indonesia (BEI) dan New York Stock Exchange 
(NYSE) pada 14 November 1995

MODAL DASAR
1 saham Seri A Dwiwarna
399.999.999.999 saham Seri B

KODE SAhAM
Bursa Efek Indonesia: TLKM
New York Stock Exchange: TLK

MODAL DITEMPATKAN DAN DISETOR PENuh
1 saham Seri A Dwiwarna
99.062.216.599 saham Seri B

JENIS SAhAM
Saham Seri A Dwiwarna dan saham Seri B

Rating
Internasional  

: Baa1 (stable) dari Moody’s

                 BBB (stable) dari Fitch Ratings

Domestik  

: idAAA dari Pefindo

8

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOM 
                
 
PROFIL ENTITAS ANAK

Telkom adalah perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia dengan:

10 

24   

10   

Entitas anak dengan kepemilikan langsung, aktif beroperasi

Entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung

Entitas afiliasi

www.telkomsel.com

www.metra.co.id

www.telkomsat.co.id

PT Telekomunikasi Selular 
(Telkomsel) adalah operator seluler 
dengan jaringan terluas yang 

PT Multimedia Nusantara 
(Telkom Metra) adalah perusahaan 
investasi dan sub-holding, melakukan 

PT Telkom Satelit Indonesia 
(Telkomsat) adalah perusahaan 
dengan portofolio bisnis satelit yang 

dapat menjangkau lebih dari 90% 

ekspansi ke berbagai layanan dasar 

memberikan layanan digital berbasis 

populasi Indonesia, dengan bisnis 

layanan digital dan industri ICT 

satelit dari hulu sampai hilir dengan 

inti jasa telekomunikasi seluler 

melalui akuisisi, partnership, dan 

fokus pada kebutuhan pelanggan 

dan penyelenggaraan jaringan 

membangun ekosistem bisnis yang 

(customer-oriented).

telekomunikasi seluler.

kuat.

pins.co.id
PT PINS Indonesia (PINS) aktif 
dalam bisnis integrasi perangkat, 

jaringan, sistem, proses dan Internet 

of Things (IoT). Bisnis intinya adalah 

penyedia berbagai peralatan sarana 

teknologi, informasi, dan komunikasi 

serta sarana IoT.

www.telkomakses.co.id
PT Telkom Akses (Telkom Akses) 
bergerak dalam jasa penggelaran 

dan pengelolaan infrastruktur 

www.telin.net

PT Telekomunikasi Indonesia 
International (Telin) adalah operator
telekomunikasi global yang 

jaringan akses fixed-broadband, 

menyediakan solusi layanan 

dengan bisnis inti jasa konstruksi 

telekomunikasi & IT di luar negeri. 

penggelaran jaringan akses fixed 

Saat ini Telin memiliki 9 kantor global 

broadband, managed service & 

di luar negeri.

operation maintenance, dan jaringan 

akses fixed broadband.

www.mitratel.co.id

telkominfra.co.id

PT Dayamitra Telekomunikasi 
(Mitratel) adalah penyedia layanan
infrastruktur menara telekomunikasi 

PT Infrastruktur Telekomunikasi 
Indonesia (Telkom Infra) adalah 
penyedia jasa pengelolaan infrastruktur 

(tower provider) yang berskala 

telekomunikasi (service and solution) 

www.metranet.co.id
PT Metranet (Metranet) adalah 
penyedia media dan konten digital 

terintegrasi, dengan bisnis inti media 

online, digital content, dan digital 

nasional, dengan bisnis inti meliputi 

domestik dan internasional. Bisnis 

billing.

tower construction dan tower 

managed services (collocation & 

reseller).

inti dari Telkom Infra adalah jasa 

infrastruktur telekomunikasi dan 

submarine cable services.

telkomproperty.co.id
PT Graha Sarana Duta (Telkom Property) adalah penyedia jasa properti 
dengan mengedepankan leverage asset idle Telkom. Bisnis intinya adalah 

property management, property development, project management, dan 

facility management.

Catatan: daftar entitas anak lebih 
lengkap dapat dilihat di Laporan 
Keuangan Konsolidasian.

9

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANHIGHLIGHT
TELKOM

LAPORAN DEWAN 
KOMISARIS DAN DIREKSI

TENTANG 
TELKOM

ANALISA DAN 
PEMBAHASAN MANAJEMEN

INFRASTRUKTUR 

Merah Putih
(1080BT)

Telkom-3S
(1180BT)

Telkom-2 

(1570BT)

SHM
SHM

MOS
MOS

MAN
MAN
LON
LON

LUX
LUX

AMS
AMS

PRS
PRS

MRS
MRS

MDR
MDR

FRA
FRA
SWI
SWI

MLN
MLN

PAL
PAL

WRS
WRS

KIV
KIV

VNA
VNA

SOF
SOF

IST
IST

DUB
DUB

LSB
LSB

EIG
EIG

ALG
ALG

CAI
CAI

RYD
RYD

DUB
DUB

ND
ND

DJI
DJI

IMEWE
IMEWE

BBG
BBG

SEA-ME-WE 5
SEA-ME-WE 5

SEA-ME-WE 4
SEA-ME-WE 4

BTM
BTM

DUM
DUM

SEO
SEO

SHI
SHI

TWN
TWN

SHA
SHA

HKG
HKG

TYO
TYO

C2C
C2C

APCN-2
APCN-2

MAC
MAC

RGN
RGN

BKK
BKK
HAN
HAN

SJC
SJC

DVO
DVO

BSW
BSW

SG
SG

MDO
MDO

SMPCS
SMPCS

FASTER

FASTER

TNG-IA

TNG-IA

AAG

AAG

HWI

HWI

JUS

JUS

UNITY

UNITY

GUA

GUA

SEA-US

SEA-US

SJ

SJ

TOR

TOR

CHG

CHG

NYX

NYX

SLO

SLO

LAX

LAX

ASH

ASH

JHB
JHB

IGG
IGG

JKT
JKT

SBYDPS
SBYDPS

DIL
DIL

Point of Presence (POP)

Point of Presence (POP)

Sambungan Langsung Internasional (SLI)

Sambungan Langsung Internasional (SLI)

Serat Optik Bawah Laut SEA-ME-WE 4

Serat Optik Bawah Laut (SEA-ME-WE 4)

Serat Optik Bawah Laut SEA-ME-WE 5

Serat Optik Bawah Laut (SEA-ME-WE 5)

Serat Optik Bawah Laut APCN-2

Serat Optik Bawah Laut APCN-2

Serat Optik Bawah Laut EIG

Serat Optik Bawah Laut EIG

Serat Optik Bawah Laut SEA - US

Serat Optik Bawah Laut SEA - US

Serat Optik Bawah Laut IGG

Serat Optik Bawah Laut IGG

Serat Optik Bawah Laut SMPCS

Serat Optik Bawah Laut SMPCS

Telekomunikasi Indonesia Internasional (TELIN)

Telekomunikasi Indonesia Internasional (TELIN)

SP

SP

Fiber Optic Backbone network
167.935 km

• 103.235 km serat optik domestik
• 64.700 km serat optik internasional

Point of Presence (PoP) 
117 PoP

• 59 PoP di jaringan domestik
• 58 PoP di jaringan internasional

Satelit
3 Satelit dengan total kapasitas 133 TPE

• Satelit Merah Putih (60 TPE)
• Telkom 3S (49 TPE)
• Telkom-2 (24 TPE)

10

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK 

Data Center 
26 data center

• 5 data center (luar negeri)
• 18 data center neuCentrIX (dalam negeri)
• 3 data center tier 3 dan 4 (dalam negeri)

Digital Platform
Big Data & Analytics, API Factory 
& Internet of Things

 
 
SHM

SHM

MOS

MOS

MAN

MAN

LON

LON

LUX

LUX

AMS

AMS

DUB

DUB

LSB

LSB

PRS

PRS

MRS

MRS

MDR

MDR

WRS

WRS

KIV

KIV

FRA

FRA

SWI

SWI

VNA

VNA

SOF

SOF

MLN

MLN

PAL

PAL

IST

IST

EIG

EIG

ALG

ALG

CAI

CAI

RYD

RYD

SEO

SEO

SHI

SHI

TWN

TWN

SHA

SHA

HKG

HKG

TYO

TYO

C2C

C2C

APCN-2

APCN-2

MAC

MAC

RGN

RGN

BKK

BKK

HAN

HAN

SJC

SJC

DVO

DVO

BSW

BSW

SG

SG

MDO

MDO

SMPCS

SMPCS

JKT

JKT

SBYDPS

SBYDPS

IGG

IGG

DIL

DIL

DUB

DUB

ND

ND

DJI

DJI

IMEWE

IMEWE

BBG

BBG

SEA-ME-WE 5

SEA-ME-WE 5

SEA-ME-WE 4

SEA-ME-WE 4

BTM

BTM

DUM

DUM

JHB

JHB

TATA KELOLA 
PERUSAHAAN

TANGGUNG JAWAB SOSIAL 
PERUSAHAAN

PROGRAM KEMITRAAN DAN 
BINA LINGKUNGAN (PKBL)

LAMPIRAN

LAPORAN KEUANGAN 
KONSOLIDASIAN

Merah Putih

(1080BT)

Telkom-3S

(1180BT)

Telkom-2 
(1570BT)

FASTER
FASTER

TNG-IA
TNG-IA

JUS
JUS

UNITY
UNITY

GUA
GUA

SEA-US
SEA-US

AAG
AAG

HWI
HWI

SJ
SJ

TOR
TOR

CHG
CHG

NYX
NYX

SLO
SLO

LAX
LAX

ASH
ASH

Telkom dan anak perusahaan 
secara aktif terus melakukan 
pengembangan infrastruktur 
guna menunjang layanan 
teknologi dan informasi dan 
mendukung pertumbuhan inovasi 
layanan digital.

Point of Presence (POP)
Point of Presence (POP)
Sambungan Langsung Internasional (SLI)
Sambungan Langsung Internasional (SLI)
Serat Optik Bawah Laut SEA-ME-WE 4
Serat Optik Bawah Laut (SEA-ME-WE 4)
Serat Optik Bawah Laut SEA-ME-WE 5
Serat Optik Bawah Laut (SEA-ME-WE 5)
Serat Optik Bawah Laut APCN-2
Serat Optik Bawah Laut APCN-2
Serat Optik Bawah Laut EIG
Serat Optik Bawah Laut EIG
Serat Optik Bawah Laut SEA - US
Serat Optik Bawah Laut SEA - US
Serat Optik Bawah Laut IGG
Serat Optik Bawah Laut IGG
Serat Optik Bawah Laut SMPCS
Serat Optik Bawah Laut SMPCS
Telekomunikasi Indonesia Internasional (TELIN)
Telekomunikasi Indonesia Internasional (TELIN)

SP
SP

7

Kantor Telkom Regional

61 Wilayah Telekomunikasi

383 Outlet Plasa Telkom

9

19

Global offices di Singapura, Hong Kong, 
Timor Leste, Australia, Malaysia, Taiwan, 
Amerika Serikat, Myanmar, dan Selandia 
Baru.

GraPARI Internasional di Hong Kong, 
Taiwan, dan Timor Leste.

Mobile network
231.172 BTS 

• 50.252 BTS 2G
• 73.397 BTS 3G
• 107.523 BTS 4G

403 GraPARI di Indonesia, termasuk 9 GraPARI
TelkomGroup di Medan, Pematang Siantar, 
Pangkal Pinang, Palembang, Tangerang, 
Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Sorong.

35.822 tower

• 16.000 tower Telkomsel
• 18.473 tower Mitratel
• 1.349 tower Telkom

Fiber Optic access network

• 960 Telkom Cloud
• 30,1 juta Homes Passed
• 12,7 juta Optical Port

Wi-Fi
386.856 Access Point
• 146.053 Managed 
   Access Point
• 240.803 Homespot

365 Unit Mobile GraPARI

896 Unit Sales Car IndiHome

LAPORAN TAHUNAN 2020

11

 
 
PRODUK DAN 
PELANGGAN

Untuk  dapat  menciptakan  dan  meningkatkan  nilai  bagi  pelanggan,  Telkom  mengatur  bisnis  dengan  berbasis  pada 

segmen  pelanggan,  atau  Customer  Facing  Unit  (CFU).  Dengan  demikian,  Telkom  mengategorikan  portofolio  produk 

menjadi lima segmen: Mobile, Consumer, Enterprise, Wholesale International Business, dan segmen “lainnya”. 

CONSuMER
Menyediakan layanan fixed voice, fixed broadband, 

MOBILE
Menyediakan layanan legacy seluler termasuk voice 

IP-TV dan digital.

PELANGGAN 
FIxED BROADBAND IndiHome

8,0 juta

PELANGGAN 
TELEPON TETAP

9,1 juta

dan SMS, mobile broadband, dan layanan mobile 

digital yang mencakup IoT, big data, layanan 

keuangan, VOD, musik, permainan, dan iklan digital.

PELANGGAN 
SELULER

169,5 juta

Pelanggan 
Pascabayar
6,5 juta

Pelanggan 
Prabayar
163,0 juta

PELANGGAN 
MOBILE BROADBAND

115,9 juta

ENTERPRISE
Menyediakan layanan ICT dan platform yang mencakup konektivitas, layanan TI, data center dan cloud, 

proses bisnis outsourcing, perangkat, bisnis satelit, layanan digital dan layanan yang berdekatan (seperti 

layanan e-health dan manajemen ATM).

PELANGGAN KORPORASI

PELANGGAN UKM

PELANGGAN INSTITUSI PEMERINTAH

1.703

339.182 935

WhOLESALE &
INTERNATIONAL BuSINESS
Menyediakan layanan wholesale telecommunication 

carrier, bisnis internasional, bisnis tower/menara 

telekomunikasi, dan layanan infrastruktur dan 

manajemen jaringan

8
Pelanggan Other 
Licensed Operator 
(OLO)

237
Pelanggan Internet
Service Provider

25
Pelanggan 
Transponder
& Closed User Group

370
Pelanggan Global
Partner

LAIN-LAIN
Menyediakan layanan digital seperti platform digital, konten 

digital, e-commerce untuk B2B, guna mendukung segmen lainnya, 

dan menyediakan layanan manajemen properti dalam upaya 

memanfaatkan aset properti Telkom di seluruh Indonesia

DIGITAL MUSIC
41,7 juta
Pengguna Aktif

DIGITAL GAMES
25,2 juta
Pengguna Berbayar

Keterangan:
Data yang disajikan pada halaman ini adalah data sampai dengan tanggal 31 Desember 2020.

12

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMTANGGUNG JAWAB 
SOSIAL

CUSTOMER EXPERIENCE

Skor NPS

Telkom

Kenaikan Poin

45

2

KONTRIBUSI KEPADA MASYARAKAT

uraian

Program Kemitraan dan Bina Lingkungan

Program Kemitraan

Program Bina Lingkungan

Corporate Social Responsibility

Total

PENGGUNAAN AIR DAN ENERGI

2020

2019

2h 2020

1h 2020

2h 2019

1h 2019

43

0

2020

43

2

41

2

2019

Rp (miliar)

2018

368,70

253,44

115,26

49,50

418,20

385,86

279,98

105,88

39,80

425,66

346,39

221,66

124,73

50,75

397,14

uraian

Satuan

2020

2019****

2018****

Jaringan Tetap (STO)

Operasional Gedung*

Jaringan Seluler (BTS)

Data Center

Data Center Sigma

Data Center Telin di Hong Kong

Data Center Telin di Timor Leste

Jumlah Pemakaian Listrik

Konsumsi Air**

Jumlah Konsumsi Air

Jaringan Tetap (STO)

Kendaraan Operasional***

Jaringan Seluler (BTS)

Data Center Sigma

Data Center Telin di Timor Leste

Jumlah Konsumsi BBM

kWh

kWh

kWh

kWh

kWh

kWh

kWh

kWh

m3

m3

Liter

Liter

Liter

Liter

Liter

Liter

287.927.905

 323.667.742

 338.596.501

71.981.976

80.916.935

 84.649.125

1.889.032.157

 1.776.077.129

 1.679.150.702

64.358.862

62.736.741

251.241

1.370.880

54.191.239

52.821.841

90.678

1.278.720

43.042.256

41.801.266

18.430

1.222.560

2.313.300.900

2.234.853.045

2.145.438.584

1.588.177

1.588.177

1.082.622

2.100.567

9.979.993

18.215

9.000

 1.881.747

 1.881.747

1.583.986

 1.463.650

 1.779.662

 1.779.662

N/A

 4.799.513

 10.246.811

±

 12.000.000

16.642

10.000

27.230

12.000

13.190.397

 13.321.089

±

16.838.743

Keterangan:
*

Penggunaan listrik operasional gedung yang dikelola oleh Telkom Property.

**

***

Penggunaan air untuk kebutuhan domestik di gedung yang dikelola Telkom Property.

Penggunaan BBM kendaraan operasional yang dikelola oleh Telkom Property.

**** Disajikan kembali.

EMISI KARBON

uraian

Emisi Karbon dari Konsumsi Listrik*

Emisi Karbon dari Konsumsi BBM**

Total Emisi Karbon

Peningkatan Emisi Karbon dari Konsumsi Listrik

Penurunan Emisi Karbon dari Konsumsi BBM

Total Peningkatan Emisi Karbon

Keterangan:
*

Emisi karbon scope 2 yang mencakup penggunaan listrik.

**

Emisi karbon scope 1 yang mencakup penggunaan BBM.

unit

2020

2019

KgCO2/TJ
KgCO2/liter

Ton CO2 eq
Ton CO2 eq
Ton CO2 eq

800.309.579

34.453.894

834.763.473

27.140

608

26.532

773.169.759

35.061.450

808.231.209

30.934

8.065

22.869

13

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAAN 
 
 
IKHTISAR DATA 
KEUANGAN PENTING

Laporan Laba Rugi Komprehensif
(dalam miliar Rupiah, kecuali untuk laba per lembar saham dan laba 
per ADS disajikan dalam Rupiah)

Tahun yang berakhir 31 Desember

Pendapatan

Beban*

EBITDA

Laba bruto

Laba tahun berjalan

Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:

Pemilik entitas induk

Kepentingan non pengendali

2020

2019

2018

2017

2016

136.462

135.567

 130.784

 128.256

 116.333

93.274

93.913

 93.009

 84.093

 75.367

72.080

64.832

 59.181

 64.609

 59.498

43.505

42.394

 38.845

 43.933

 39.195

29.563

27.592

 26.979

 32.701

 29.172

20.804

18.663

 18.032

 22.145

 19.352

8.759

8.929

 8.947

 10.556

 9.820

Total laba komprehensif tahun berjalan

25.986

25.400

 31.921

 30.369

 27.073

Laba komprehensif tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:

Pemilik entitas induk

Kepentingan non pengendali

Laba bersih per saham

Laba bersih per ADS (1 ADS : 100 saham biasa)

Keterangan:
*  Tanpa memperhitungkan beban lain-lain.

17.595

8.391

210,01

21.001

16.624

 22.844

 19.952

8.776

 9.077

 10.417

188,40

 182,03

 223,55

18.840

 18.203

 22.355

 17.331

 9.742

 196,19

 19.619

Laporan Posisi Keuangan (Neraca) Konsolidasian
(dalam miliar Rupiah)

Tahun yang berakhir 31 Desember

Aset

Liabilitas

2020

2019

2018

2017

2016

246.943

221.208

 206.196

 198.484

 179.611

126.054

103.958

 88.893

 86.354

 74.067

Ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk

102.527

99.561

 98.910

 92.713

 84.384

Modal kerja bersih (aset lancar - kewajiban lancar)

(22.590)

(16.647)

 (2.993)

 2.185

 7.939

Pengeluaran Modal
(dalam miliar Rupiah)

Tahun yang berakhir 31 Desember

2020

2019

2018

2017

2016

Total

29.436

36.585

 33.620

 33.156

 29.199

14

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOM  
  
  
  
  
  
Rasio Keuangan dan Operasi Konsolidasian 

Tahun yang berakhir 31 Desember

Rasio Laba terhadap Aset (ROA) (%)(1)

Rasio Laba terhadap Ekuitas (ROE) (%)(2)

Rasio Laba terhadap Pendapatan (Marjin Usaha) (%)(3)

Rasio Lancar (%)(4)

Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas (%)(5)

Rasio Liabilitas terhadap Aset (%)(6)

Rasio Utang terhadap Ekuitas (x)(7)

Rasio Utang terhadap EBITDA (x)(8)

Rasio EBITDA terhadap Beban Bunga (x)(9)

2020

2019

2018

2017

2016

12,0

24,5

31,9

67,3

104,3

51,0

0,54

0,91

15,9

12,5

23,5

31,3

71,5

88,7

47,0

0,44

0,80

15,3

 13,1

 23,0

29,7

 93,5

 75,8

 43,1

 0,38

 0,74

 16,9

 16,5

 29,2

34,3

 16,2

 27,6

33,7

 104,8

 120,0

 77,0

 43,5

 0,32

 0,55

 23,3

 70,2

 41,2

 0,30

 0,53

 21,2

Keterangan:
(1)  ROA merupakan laba tahun berjalan dibagi jumlah aset pada 31 Desember akhir tahun.
(2) ROE merupakan laba tahun berjalan dibagi total ekuitas pada 31 Desember akhir tahun.
(3) Marjin usaha merupakan laba bruto dibagi total pendapatan.
(4) Rasio lancar merupakan aset lancar dibagi liabilitas jangka pendek pada 31 Desember akhir tahun.
(5) Rasio liabilitas terhadap ekuitas merupakan jumlah liabilitas dibagi total ekuitas pada 31 Desember akhir tahun.
(6) Rasio liabilitas terhadap jumlah aset merupakan jumlah liabilitas dibagi jumlah aset pada 31 Desember akhir tahun.
(7) Rasio utang terhadap ekuitas merupakan debt (termasuk utang sewa pembiayaan) dibagi total ekuitas.
(8) Rasio utang terhadap EBITDA merupakan debt (termasuk utang sewa pembiayaan) dibagi jumlah EBITDA.
(9) Rasio EBITDA terhadap beban bunga merupakan jumlah EBITDA dibagi biaya pendanaan.

15

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANPendapatan

(Rp Miliar)

EBITDA

(Rp Miliar)

136.462

135.567

130.784

128.256

116.333

64.609

59.498

64.832

59.181

72.080

2016

2017

2018

2019 2020

2016

2017

2018

2019 2020

Laba Bersih

Laba Bersih per Saham

(Rp Miliar)

(Rp)

22.145

19.352

20.804

18.032 18.663

223,6

196,2

210,0

182,0 188,4

2016

2017

2018

2019 2020

2016

2017

2018

2019 2020

16

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMEBITDA Margin

Net Income Margin

51,1

50,4

47,8

45,3

55,0

50,0

45,0

40,0

20,0

52,8

17,3

16,6

15,0

10,0

5,0

13,8

13,8

15,2

2016

2017

2018

2019

2020

2016

2017

2018

2019

2020

Profitability Ratio

Leverage Ratio

29,2

27,6

23,0

23,5

24,5

20,0

16,2

16,5

10,0

13,1

12,5

12,0

0,70

0,50

0,30

0,53

0,30

0,91

0,80

0,74

0,55

0,32

0,38

0,54

0,44

2016

2017

2018

2019

2020

2016

2017

2018

2019

2020

Return on Assets (ROA)

Return on Equity (ROE)

Debt to Equity Ratio (DER)

Debt to EBITDA Ratio

17

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANINFORMASI 
SAHAM

INFORMASI SAHAM TELKOM DI BEI

Berikut  laporan  harga  saham  tertinggi,  terendah,  penutupan,  volume  perdagangan,  jumlah  saham  beredar  serta 

kapitalisasi pasar dari saham biasa yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk periode yang tertera:

Tahun Kalender

Tertinggi

Terendah

Penutupan

Volume
 (lembar saham)

harga Saham

(dalam rupiah)

Jumlah Saham 
Beredar

Tidak Termasuk 
treasury Stock

Kapitalisasi 
Pasar
(Rp miliar)

2016

2017

2018

2019

2020

Triwulan pertama

Triwulan kedua

Triwulan ketiga

Triwulan keempat

Triwulan pertama

Triwulan kedua

Triwulan ketiga

Triwulan keempat

September

Oktober

November

Desember

4.570

4.840

4.460

4.500

4.050

4.200

4.500

4.400

4.030

4.030

3.540

3.190

3.640

2.970

2.850

3.500

3.640

3.045

3.780

3.250

3.480

3.690

3.480

4.050

3.800

2.450

2.450

2.970

2.540

2.540

2.540

2.600

2.540

3.160

3.980

4.440

3.750

3.970

3.950

4.140

4.310

3.970

3.310

3.160

3.050

2.560

3.310

2.560

2.620

3.230

3.310

23.017.915.300

99.062.216.600

401.184

21.225.443.500

99.062.216.600

447.552

24.436.003.500

99.062.216.600

371.483

20.656.298.500

99.062.216.600

393.277

4.878.089.700

99.062.216.600

391.296

5.154.944.000

99.062.216.600

410.118

5.234.147.400

99.062.216.600

426.958

5.389.117.400

99.062.216.600

393.277

34.789.507.100

99.062.216.600

327.896

6.183.711.600

99.062.216.600

313.037

8.074.592.300

99.062.216.600

302.140

7.535.262.700

99.062.216.600

253.599

12.995.940.500

99.062.216.600

327.896

2.760.379.700

99.062.216.600

253.599

2.809.943.700

99.062.216.600

259.543

5.838.181.000

99.062.216.600

319.971

4.347.815.800

99.062.216.600

327.896

Harga  saham  Telkom  di  hari  perdagangan  terakhir  pada  tanggal  31  Desember  2020  di  BEI  ditutup  di  level  Rp3.310. 

Dengan harga saham tersebut kapitalisasi pasar Telkom mencapai Rp328 triliun atau 4,7% dari total kapitalisasi Bursa 

Efek Indonesia (BEI). 

5.000

4.500

4.000

3.500

3.000

2.500

2.000

1.500

1.000

500

-

)
p
R
(

a
g
r
a
H

Triwulan 1
2019

Triwulan 2
2019

Triwulan 3 
2019

Triwulan 4
2019

Triwulan 1
2020

Triwulan 2
2020

Triwulan 3 
2020

Triwulan 4
2020

700.000.000

600.000.000

500.000.000

400.000.000

300.000.000

200.000.000

100.000.000

)

m
a
h
a
s

r
a
b
m
e
l
(

e
m
u
o
V

l

-

18

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOM 
 
 
INFORMASI AMERICAN DEPOSITARY SHARES (ADS) TELKOM DI NYSE

Pada hari terakhir perdagangan di New York Stock Exchange (NYSE) untuk tahun 2020, yaitu tanggal 31 Desember, harga 

penutupan  untuk  1  ADS  Telkom  adalah  sebesar  US$23,52.  Efektif  mulai  tanggal  26  Oktober  2016,  Telkom  melakukan 

perubahan rasio Depositary Receipt (DR) dari 1 Depositary Shares (DS) mewakili 200 saham menjadi 1 DS mewakili 100 

saham.

Berikut laporan harga tertinggi, terendah, penutupan serta volume perdagangan ADS Telkom yang tercatat di New York 

Stock Exchange (NYSE) untuk periode yang tertera.

Tahun Kalender

Tertinggi

Terendah

Penutupan

Volume
(ADS)

harga Per ADS

(dalam uS$)

2016

2017

2018

2019

2020

Triwulan pertama

Triwulan kedua

Triwulan ketiga

Triwulan keempat

Triwulan pertama

Triwulan kedua

Triwulan ketiga

Triwulan keempat

September

Oktober

November

Desember

34,65

36,19

32,51

31,48

28,55

29,49

31,48

30,70

29,37

29,37

23,32

22,66

25,55

20,25

19,10

24,47

25,55

21,22

28,10

21,75

24,27

25,75

24,27

28,24

27,18

16,06

16,06

18,29

17,33

16,97

17,33

16,97

17,22

22,56

29,16

32,22

26,21

28,50

27,46

29,24

30,11

28,50

23,52

19,25

21,88

17,37

23,52

17,37

17,09

22,45

23,52

)
S
D
A
(

e
m
u
o
V

l

2.500.000

2.000.000

1.500.000

1.000.000

500.000

-

Triwulan 1
2019

Triwulan 2
2019

Triwulan 3 
2019

Triwulan 4
2019

Triwulan 1
2020

Triwulan 2
2020

Triwulan 3 
2020

Triwulan 4
2020

 110.532.172

 76.122.383

 98.313.215

 58.515.643

 17.397.564

 16.129.872

 13.689.830

 11.298.377

69.959.149

14.250.945

21.448.517

16.701.828

17.557.859

6.026.745

6.000.492

6.592.934

4.964.433

35,00

30,00

25,00

20,00

15,00

10,00

5.00

-

)
$
S
U
(

a
g
r
a
H

19

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAAN 
 
INFORMASI AKSI KORPORASI TERKAIT SAHAM

Pada  periode  Laporan  kali  ini,  Telkom  tidak  melakukan  aksi  korporasi,  seperti  pemecahan  saham  (stock  split), 

penggabungan saham (reverse stock), dividen saham, saham bonus, dan penurunan nilai nominal saham. Oleh sebab 

itu, Laporan ini tidak memuat informasi mengenai tanggal pelaksanaan aksi korporasi, rasio stock split, penggabungan 

saham, dividen saham, saham bonus, jumlah saham sebelum dan sesudah aksi korporasi, dan nilai saham sebelum dan 

sesudah aksi korporasi.

20

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMINFORMASI OBLIGASI, SUKUK ATAU 
OBLIGASI KONVERSI DAN MEDIUM TERM NOTES (MTN)

Nama Obligasi

Jumlah 
(Rp juta)

Tanggal 
Terbit

Tanggal 
Jatuh Tempo

Jangka
Waktu
(tahun)

Tingkat
Bunga
(%)

Penjamin

Wali 
Amanat

Peringkat
(Pefindo)

Obligasi Berkelanjutan I 
Telkom Tahun 2015 
Seri A

Obligasi Berkelanjutan I 
Telkom Tahun 2015 
Seri B

Obligasi Berkelanjutan I 
Telkom Tahun 2015 
Seri C

Obligasi Berkelanjutan I 
Telkom Tahun 2015 
Seri D

 2.200.000

23 Juni 2015

23 Juni 2022

7

9,93

 2.100.000

23 Juni 2015

23 Juni 2025

10

10,25

 1.200.000

23 Juni 2015

23 Juni 2030

15

10,60

 1.500.000

23 Juni 2015

23 Juni 2045

30

11,00

PT Bank 
Permata 
Tbk

idAAA

PT Bahana 
Sekuritas;
PT BRI 
Danareksa 
Sekuritas;
PT Mandiri 
Sekuritas:
PT Trimegah 
Sekuritas 
Indonesia Tbk

Nama MTN

Jumlah 
(Rp juta)

Tanggal Terbit

Tanggal Jatuh 
Tempo

Jangka 
Waktu

296.000 4 September 2018 4 September 2021

182.000 4 September 2018 4 September 2021

3

3

MTN I Telkom 
Tahun 2018 
Seri C

MTN Syariah 
Ijarah I 
Telkom Tahun 
2018 Seri C

Tingkat 
Bunga (%)/ 
Cicilan 
Imbalan Per 
Tahun (Rp 
juta)

8,35%

Rp15.000

Arranger

Pemantau

Peringkat 
(Pefindo)

PT Bank 
Tabungan 
Negara 
(Persero) 
Tbk

idAAA

idAAA Sy

PT Bahana 
Sekuritas,
PT BNI 
Sekuritas,
PT CGS-
CIMB 
Sekuritas 
Indonesia, 
PT BRI 
Danareksa 
Sekuritas 
dan PT 
Mandiri 
Sekuritas

21

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANLAPORAN
DEWAN KOMISARIS 
DAN DIREKSI

24 Laporan Dewan Komisaris

30 Laporan Direksi

40

Surat Pernyataan Tanggung Jawab atas 
Laporan Tahunan 2020

LAPORAN DEWAN 
KOMISARIS

“Secara keseluruhan, kami menilai bahwa sepanjang tahun 2020, 
Direksi telah menjalankan seluruh tugas dan perannya dalam 
mengelola perusahaan dengan baik dan mampu menyeimbangkan 
aspek-aspek keuangan, operasional, bisnis proses, maupun learning 
and growth.”

Para  pemegang 

saham  dan  pemangku 

Bagi  sektor  telekomunikasi,  pembatasan  sosial 

kepentingan yang terhormat,

yang menghambat mobilitas fisik telah memaksa 

terbentuknya 

kebiasaan  baru  masyarakat 

Puji  syukur  kita  panjatkan  kepada  Tuhan 

dalam  berkomunikasi  yang  justru  menimbulkan 

Yang  Maha  Esa,  bahwa  dalam  kondisi  penuh 

berbagai  peluang  baru.  Sejalan  dengan 

tantangan  yang  kita  alami  akibat  pandemi 

terbatasnya  interaksi  fisik,  terjadi  peningkatan 

COVID-19,  TelkomGroup  berhasil  melalui  tahun 

kebutuhan  akan  internet  berkualitas  tinggi  dan 

2020 dengan mencatat kinerja yang cukup baik.

beragam  aplikasi  untuk  mendukung  aktivitas 

PANDANGAN  UMUM  TERHADAP  MAKRO 

aktivitas 

lainnya.  Kondisi  dan  kebiasaan 

EKONOMI DAN INDUSTRI

masyarakat  yang  berubah  membutuhkan 

layanan baru yang dapat dipenuhi oleh beragam 

Pandemi COVID-19 telah melumpuhkan aktivitas 

solusi  digital  yang  memerlukan  infrastruktur 

bekerja,  belajar,  belanja,  maupun  berbagai 

masyarakat  dan  memberikan  dampak  yang 

pendukung yang mumpuni. 

cukup  berat  di  berbagai  sektor  di  berbagai 

belahan  dunia.  Strategi  Pemerintah  untuk 

PENGAWASAN  DAN  PENILAIAN  KINERJA 

mengendalikan  pandemi  melalui  Pembatasan 

DIREKSI DAN DASAR PENILAIAN SEPANJANG 

Sosial  Berskala  Besar  (PSBB)  dan  diimbangi 

TAHUN 2020

dengan kebijakan ekonomi serta stimulus untuk 

mendorong  pertumbuhan  berhasil  dengan 

Secara  keseluruhan,  kami  menilai  bahwa 

cukup  baik.  Produk  Domestik  Bruto  (PDB) 

sepanjang 

tahun 

2020,  Direksi 

telah 

tumbuh  negatif  sebesar  2,07%  di  tahun  2020, 

menjalankan seluruh tugas dan perannya dalam 

lebih  baik  dibandingkan  penurunan  ekonomi 

mengelola perusahaan dengan baik dan mampu 

beberapa  negara  tetangga  seperti  Singapura, 

menyeimbangkan 

aspek-aspek 

keuangan, 

Malaysia, dan Thailand.  Kedepan, pertumbuhan 

operasional, bisnis proses, maupun learning and 

ekonomi diperkirakan akan segera pulih kembali 

growth.  Kami  memandang  bahwa  Direksi  telah 

dengan didukung oleh program vaksinasi massal 

menyusun rencana kerja dan strategi yang tepat 

yang menimbulkan keyakinan masyarakat untuk 

serta  mengeksekusinya  untuk  dapat  mencapai 

dapat  beraktivitas  kembali.  Lembaga-lembaga 

sasaran  strategis  yang  telah  ditetapkan  sesuai 

ekonomi  memperkirakan  bahwa 

Indonesia 

dengan  purpose,  visi  dan  misi  Perusahaan. 

akan  kembali  mencatat  pertumbuhan  positif 

Hasilnya 

terlihat 

dengan 

tercapainya 

di  tahun  2021,  misalnya  International  Monetary 

pertumbuhan positif pada Pendapatan, EBITDA, 

Fund  (IMF)  memproyeksikan  pertumbuhan 

dan  Laba  Bersih  Perusahaan  di  tahun  2020, 

PDB  sebesar  4,8%  sedangkan  Organization 

walaupun  kondisi  perekonomian  dan  daya 

for  Economic  Cooperation  and  Development 

beli  masyarakat  kurang  baik  akibat  pandemi 

(OECD)  memperkirakan  pertumbuhan  sebesar 

COVID-19.

4.9%. 

24

PT TELKOM IndOnEsIa (PErsErO) TbK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMPandemi COVID-19 
mendorong kami 
mempercepat proses 
transformasi digital di 
segala bidang. Kami telah 
mengarahkan Perusahaan 
untuk melakukan inovasi, 
memperbaharui DNA dan 
keterampilan, memperbaiki 
proses bisnis, mencari 
model bisnis yang relevan, 
mengembangkan produk 
dan platform baru, dan 
bekerjasama dengan 
ekosistem digital.
Ririek Adriansyah
Rhenald Kasali
Direktur Utama
Komisaris Utama/
Komisaris Independen

25

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANDilihat  dari  sisi  operasional,  Perusahaan  juga  mencatat 

Selain  hal-hal  tersebut  di  atas,  Dewan  Komisaris  juga 

pertumbuhan kinerja yang sangat baik dimana parameter 

mendukung upaya Direksi untuk mengeksplorasi peluang-

penting seperti pelanggan fixed broadband IndiHome dan 

peluang lain dalam rangka meningkatkan value Perusahaan, 

traffic  data  layanan  selular,  tumbuh  dengan  sangat  baik. 

diantaranya  untuk  melakukan  aktivitas  inorganik  secara 

Kinerja  positif  ini  semakin  mengokohkan  posisi  Telkom 

selektif dan prudent, meng-unlock aset-aset yang selama 

sebagai pemimpin pasar dalam industri telekomunikasi di 

ini belum tervaluasi secara optimal dan mengembangkan 

Indonesia.

perusahaan rintisan (startups) dengan harapan suatu saat 

dapat bernilai lebih besar atau menghasilkan nilai sinergi. 

Perusahaan 

juga  semakin  memperkuat  kapabilitas 

infrastruktur,  baik  jaringan  backbone  dan  akses  berbasis 

PENILAIAN ATAS KINERJA KOMITE DI BAWAH DEWAN 

serat  optik  maupun  BTS  berteknologi  4G  untuk 

KOMISARIS

memastikan  digital  connectivity  terbaik  dan  terluas. 

Infrastruktur yang mendukung penguatan digital platform 

Dewan  Komisaris  Telkom  dibantu  oleh  3  (tiga)  Komite 

seperti data center dan cloud juga terus dibangun. Selain 

dalam  menjalankan  tugasnya  untuk  melaksanakan  fungsi 

itu  pengembangan  berbagai  aplikasi  melalui  digital 

pengawasan.  Ketiga  Komite  tersebut  yaitu  Komite  Audit, 

services  juga  terus  dilakukan  dalam  rangka  memberikan 

Komite  Nominasi  dan  Remunerasi  (KNR),  serta  Komite 

pengalaman terbaik bagi pelanggan. Kami menilai bahwa 

Evaluasi dan Monitoring Perencanaan dan Risiko (KEMPR). 

kesemuanya  ini  dilakukan  dalam  rangka  meningkatkan 

Menurut  pandangan  kami,  fungsi  ketiga  Komite  tersebut 

daya saing dan menciptakan pertumbuhan yang kompetitif 

telah  berjalan  dengan  baik  sesuai  dengan  perannya 

dan berkelanjutan dalam jangka panjang.

masing-masing.  Komite-komite  membuat  kajian  untuk 

PANDANGAN ATAS PROSPEK USAHA

Komisaris  dalam  mendukung  mekanisme  pengawasan 

kemudian  memberikan  rekomendasi  kepada  Dewan 

terhadap Direksi agar dapat berjalan dengan baik. 

Kami berpandangan bahwa prospek usaha Perusahaan ke 

depan akan tetap baik. Hal ini didukung oleh kelengkapan 

Hal-hal yang kami lakukan beserta Komite Audit antara lain 

jaringan 

infrastruktur  Perusahaan  yang 

lengkap  dan 

pengawasan  dan  memastikan  pelaksanaan  pengendalian 

terintegrasi. Telkom juga terus berinvestasi meningkatkan 

internal  dalam  penyusunan  laporan  keuangan  berjalan 

kapasitas  dan  kapabilitas  jaringan  untuk  mengantisipasi 

secara  efektif,  melakukan  penelaahan  atas 

informasi 

bertambahnya  kebutuhan  seiring  beragamnya  kegiatan 

keuangan  Perusahaan,  melakukan  penelaahan  atas 

masyarakat,  termasuk  untuk  mempersiapkan  datangnya 

pelaksanaan  pemeriksaan  oleh  Unit  Internal  Audit  dan 

teknologi  baru  yaitu  5G.  Melalui  penguatan  digital 

pengawasan  pelaksanaan  tindak  lanjut  oleh  Direksi  atas 

connectivity,  digital  platform,  dan  digital  service,  maka 

temuan auditor internal, termasuk melakukan pemantauan 

Perusahaan  akan  semakin  mudah  dalam  menangkap 

terhadap  proses  audit  dalam  Program  Kemitraan  dan 

berbagai peluang sekaligus untuk terus bertumbuh secara 

Bina  Lingkungan.  Komite  Nominasi  dan  Remunerasi 

berkelanjutan di masa yang akan datang. 

secara efektif telah mendukung Dewan Komisaris dengan 

memberikan  berbagai  rekomendasi  terkait  kebijakan, 

Peluang  pertumbuhan  terutama  berasal  dari  layanan 

kriteria,  dan  seleksi 

jabatan  strategis  di 

lingkungan 

fixed  broadband, 

layanan  bisnis  digital  mobile,  dan 

Perusahaan, 

serta 

remunerasi  Direksi.  Kemudian, 

layanan enterprise solutions yang keberadaannya semakin 

Komite  Evaluasi  dan  Monitoring  Perencanaan  dan  Risiko 

dibutuhkan seiring dengan perubahan cara berkomunikasi 
dan  berinteraksi,  serta  adanya  kebiasaan-kebiasaan  baru 

terkait 
memberikan  beberapa 
dengan  aspek  strategis,  manajemen  risiko  perusahaan, 

rekomendasi  penting 

dalam  beraktivitas.  Dengan  didukung  oleh  kapasitas  dan 

dan  melakukan  evaluasi  serta  pemantauan  secara 

kapabilitas infrastrukturnya yang tidak tertandingi, Telkom 

komprehensif atas usulan Direksi terkait dengan Rencana 

berada  di  posisi  terdepan  untuk  menangkap  berbagai 

Kegiatan Anggaran Perusahaan.

peluang di masa depan. 

26

PT TELKOM IndOnEsIa (PErsErO) TbK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOM 
PANDANGAN  ATAS  PENERAPAN  TATA  KELOLA 

Dengan  demikian,  pada  tanggal  31  Desember  2020, 

PERUSAHAAN YANG UNGGUL 

susunan  Dewan  Komisaris  Perusahaan  menjadi  sebagai 

Tata  kelola  perusahaan  menjadi  salah  satu 

fokus 

pengawasan  Dewan  Komisaris.  Kami  berkomitmen 

untuk  memastikan  bahwa  pelaksanaan  tata  kelola  di 

Perusahaan memiliki standar tinggi sesuai dengan prinsip 

dan  praktik  terbaik  Good  Corporate  Governance  (GCG). 

Dewan  Komisaris  secara  aktif  melakukan  pengawasan 

berikut:

Rhenald Kasali

: Komisaris Utama/Komisaris  
  Independen

Marsudi Wahyu Kisworo : Komisaris Independen

Wawan Iriawan

: Komisaris Independen

Chandra Arie Setiawan

: Komisaris Independen

dan memberikan saran dan rekomendasi terkait berbagai 

Ismail

aspek tata kelola serta manajemen risiko seiring semakin 

berkembang dan kompleksnya bisnis Perusahaan.

Marcelino Rumambo 
Pandin

: Komisaris 

: Komisaris

Salah satu praktik tata kelola perusahaan yang dijalankan 

Telkom  yaitu  Whistleblowing  System  (WBS).  Sepanjang 

penerapannya pada tahun 2020, WBS cukup efektif dalam 

membantu mengidentifikasi penyimpangan kebijakan atau 

pelanggaran  internal  serta  meminimalkan  potensi  fraud 

yang dapat terjadi di lingkungan Perusahaan. 

PERUBAHAN KOMPOSISI ANGGOTA DEWAN KOMISARIS

Susunan  anggota  Dewan  Komisaris  Telkom  mengalami 

perubahan  sesuai  dengan  keputusan  RUPST  tanggal  19 

Juni 2020. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan untuk 

Tahun  Buku  2019  memutuskan  untuk  mengakhiri  dengan 

hormat masa jabatan Anggota Dewan Komisaris sebagai 

berikut:

1.   Margiyono 

Darsasumarja 

sebagai 

Komisaris 

Independen; dan

2.   Cahyana Ahmadjayadi sebagai Komisaris Independen

Selanjutnya,  Rapat  Umum  Pemegang  Saham  Tahunan 

untuk Tahun Buku 2019 juga memutuskan penunjukan lima 

anggota  Dewan  Komisaris  baru  yaitu  Alex  Denni,  Rizal 

Mallarangeng,  Ahmad  Fikri  Assegaf,  Wawan  Iriawan,  dan 

Chandra Arie Setiawan. 

Ahmad Fikri Assegaf

: Komisaris 

Alex Denni 

: Komisaris 

Rizal Mallarangeng

: Komisaris 

APRESIASI  KEPADA  PEMANGKU  KEPENTINGAN  DAN 

PENUTUP

Kami  atas  nama  Dewan  Komisaris  mengucapkan  terima 

kasih  kepada  seluruh  Direksi,  jajaran  manajemen,  serta 

karyawan  yang  telah  berkontribusi  dengan  sepenuh 

hati  dalam  mengelola  kegiatan  usaha  Telkom.  Kami  juga 

menyampaikan  apresiasi  kepada  seluruh  pemangku 

kepentingan  antara  lain  pemegang  saham,  pelanggan, 

mitra bisnis, dan pemangku kepentingan lainnya yang telah 

memberikan  dukungan  penuh  dalam  upaya  mewujudkan 

purpose, visi dan misi Perusahaan.

Kami  yakin  bahwa  dengan  adanya  kolaborasi  yang 

baik  antar  pemangku  kepentingan,  Telkom  dapat  terus 

bertumbuh  secara  berkelanjutan  dan  berperan  penting 

mendukung kemajuan bangsa di masa yang akan datang.

Jakarta, 30 April 2021

Rhenald Kasali
Komisaris Utama/Komisaris Independen

27

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANHIGHLIGHT
TELKOM

LAPORAN DEWAN 
KOMISARIS DAN DIREKSI

TENTANG 
TELKOM

ANALISA DAN 
PEMBAHASAN MANAJEMEN

Dari Kiri ke Kanan:
Ahmad Fikri Assegaf (Komisaris), Chandra Arie Setiawan (Komisaris Independen), 
Wawan Iriawan (Komisaris Independen), Rhenald Kasali (Komisaris Utama / Komisaris Independen).

28

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK 

TATA KELOLA 
PERUSAHAAN

TANGGUNG JAWAB SOSIAL 
PERUSAHAAN

PROGRAM KEMITRAAN DAN 
BINA LINGKUNGAN (PKBL)

LAMPIRAN

LAPORAN KEUANGAN 
KONSOLIDASIAN

Dari Kiri ke Kanan:
Alex Denni (Komisaris), Marsudi Wahyu Kisworo (Komisaris Independen), 
Marcelino Rumambo Pandin (Komisaris), Rizal Mallarangeng (Komisaris), Ismail (Komisaris).

LAPORAN TAHUNAN 2020

29

LAPORAN
DIREKSI

“Digitizing  the  Nation  To  Create  Opportunities  For 
Sustainable Future”

“Inisiatif  pengembangan  bisnis  TelkomGroup  terus  diarahkan  pada 
digitalisasi di berbagai bidang kehidupan masyarakat untuk menciptakan 
peluang dan kemajuan di masa depan yang berkelanjutan.”

Para  Pemegang  Saham,  Dewan  Komisaris,  dan 

Dilihat dari sisi indikator utama makro, nilai tukar 

seluruh pemangku kepentingan yang terhormat,

mata  uang  Rupiah  terhadap  USD  sepanjang 

tahun  2020  mengalami  sedikit  pelemahan 

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang 

namun  dalam  rentang  yang  masih  terkendali. 

Maha  Esa  yang  telah  melimpahkan  rahmat-

Berdasarkan  data  Bank 

Indonesia,  pada 

Nya  yang  tidak  terhingga,  sehingga  PT  Telkom 

tanggal  2  Januari  2020  kurs  USD  berada  pada 

Indonesia 

(Persero)  Tbk 

(“Telkom”  atau 

level  Rp13.895  per  USD  dan  pada  tanggal  31 

“Perusahaan”)  berhasil  melewati  periode  yang 

Desember 2020 kurs USD ditutup pada Rp14.105. 

penuh  tantangan  pada  tahun  2020  dengan 

Sementara  itu,  tingkat  suku  bunga  acuan  Bank 

cukup baik.

Indonesia  (BI  7  Days  Repo  Rate)  yang  pada 

awal 2020 berada pada 5% diturunkan menjadi 

Pada  kesempatan  yang  baik  ini,  izinkan  kami 

3,75% di akhir Desember 2020, sebagai upaya BI 

untuk menyampaikan ringkasan berbagai upaya 

dalam rangka membantu pertumbuhan ekonomi 

dan  pencapaian  yang  telah  berhasil  kami  raih 

di masa pandemi COVID-19. 

sepanjang tahun 2020. 

Di tengah pandemi COVID-19 yang mulai merebak 

KONDISI EKONOMI DAN INDUSTRI

di  awal  tahun  2020,  hampir  seluruh  industri 

terkena  dampak  negatif,  termasuk 

industri 

Pandemi COVID-19 yang melanda seluruh dunia 

telekomunikasi  yang  terutama  diakibatkan  oleh 

tidak  terkecuali  Indonesia,  telah  melemahkan 

menurunnya  daya  beli  masyarakat  khususnya 

berbagai  sektor 

industri  dan  memberikan 

untuk 

segmen  menengah-bawah.  Namun 

tekanan  cukup  berat  pada  perekonomian 

demikian di saat yang sama, pandemi COVID-19 

nasional. 

Keputusan 

Pemerintah 

untuk 

juga  meningkatkan  kebutuhan  akan  layanan 

menerapkan  pembatasan  sosial  secara  terukur 

internet  ke  rumah-rumah  (fixed  broadband) 

melalui  Pembatasan  Sosial  Berskala  Besar 

yang  dipicu  oleh 

tren  masyarakat  untuk 

(PSBB)  untuk  menekan  penyebaran  pandemi 

bekerja  dari  rumah  (work  from  home),  belajar 

dan  dibarengi  serangkaian  kebijakan  fiskal 

dari  rumah  (learn  from  home),  dan  berbagai 

dan  moneter  serta  stimulus  untuk  mendorong 

kegiatan lain seperti berbelanja melalui platform 

pertumbuhan  ekonomi,  berhasil  dengan  baik. 

e-commerce  atau  berkonsultasi  kesehatan 

Indonesia  hanya  mencatatkan  penurunan 

melalui  platform  e-health.  Kondisi  pandemi 

Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar -2,07% di 

juga  semakin  mendorong  berbagai  perusahaan 

tahun 2020, lebih baik dibandingkan penurunan 

baik  besar  maupun  kecil,  untuk  memanfaatkan 

ekonomi  negara-negara  lain  seperti  Singapura 

berbagai  layanan  digital  guna  meningkatkan 

-5,4%, Malaysia -5,6%, dan Thailand -6,1%.

layanan  kepada  para  pelanggannya  sekaligus 

menciptakan efisiensi. 

30

PT TELKOM IndOnEsIa (PErsErO) TbK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMKinerja yang positif 
semakin mengokohkan
posisi Telkom sebagai 
pemimpin pasar 
dalam industri fixed 
broadband maupun 
selular di Indonesia.

Ririek Adriansyah
Direktur Utama

31

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANLayanan digital juga dimanfaatkan oleh lembaga-lembaga 

Namun demikian, Telkomsel mampu meningkatkan  EBITDA 

Pemerintah,  termasuk  dalam  rangka  upaya  pengendalian 

margin  menjadi  58,7%  dibandingkan  tahun  sebelumnya 

penyebaran  COVID-19.  Dengan  kata 

lain,  pandemi 

sebesar  54,0%.  Segmen  Mobile  berkontribusi  sebesar 

COVID-19 ini secara tidak langsung semakin mempercepat 

61,5% terhadap Pendapatan konsolidasi Perusahaan.

transformasi  digital  masyarakat  Indonesia,  dan  sekaligus 

menjadi tantangan dan peluang bagi TelkomGroup karena 

Pada 

segmen 

Consumer, 

IndiHome 

juga 

transformasi  digital  memerlukan  dukungan  connectivity 

mempertahankan  posisinya  sebagai  pemimpin  pasar  di 

yang  andal,  digital  platform  yang  mumpuni,  dan  digital 

layanan fixed broadband di Indonesia dengan menguasai 

service yang beragam dan sesuai kebutuhan.  

82,3%  pangsa  pasar.  Jumlah  pelanggan 

IndiHome 

bertambah sebesar 1,0 juta menjadi 8,0 juta pelanggan. 

KINERJA PERUSAHAAN TAHUN 2020 

Peningkatan  jumlah  pelanggan  ini  turut  mendorong 

pertumbuhan  pendapatan  segmen  Consumer  yang 

Pada tahun 2020, Telkom membukukan total Pendapatan 

tumbuh  cukup  tinggi  sebesar  18,4%  menjadi  Rp21,0 

sebesar  Rp136,5  triliun  atau  tumbuh  sebesar  0,7% 
dibandingkan  tahun  2019.  Dari  sisi  profitabilitas,  Telkom 

triliun,  dan  memberikan  kontribusi  sebesar 
15,4% 
terhadap Pendapatan Konsolidasian Perusahaan. Selain 

mencatatkan  EBITDA  sebesar  Rp72,1  triliun  atau  tumbuh 

itu,  profitabilitas  IndiHome  juga  semakin  baik  dengan 

sebesar  11,2%  dan  Laba  Bersih  sebesar  Rp20,8  triliun, 

EBITDA  margin  mencapai  38,9%,  meningkat  signifikan 

atau  tumbuh  sebesar  11,5%    dibandingkan  tahun  2019. 

menjadi 33,9% dibandingkan tahun lalu.

Kinerja  Pendapatan  yang  tumbuh  positif  dengan  tingkat 

profitabilitas  yang  baik  ini  kami  lalui  di  tengah  situasi 

Di segmen Enterprise, pada tahun 2020 kami melanjutkan 

pandemi  COVID-19  serta  persaingan  bisnis  yang  ketat  di 

kebijakan  untuk  memperkuat  fundamental  bisnis  kami 

industri telekomunikasi.

yaitu  dengan  fokus  pada  layanan  yang  memiliki  margin 

lebih  baik  serta  mengurangi  produk  dan  layanan  dengan 

Di segmen Mobile, Telkom melalui entitas anak Telkomsel, 

margin  relatif  kecil,  untuk  lebih  memastikan  bisnis  yang 

mampu  mempertahankan  posisi 

sebagai  operator 

berkelanjutan dan pendapatan yang berkualitas. Meskipun 

seluler  terbesar  di  Indonesia  dengan  cakupan  nasional 

segmen  Enterprise  mengalami  penurunan  sebesar  5,2% 

yang  melayani 

169,5 

juta  pelanggan,  dimana 

115,9 

menjadi  Rp17,7  triliun,  namun  segmen  ini  mengalami 

juta  diantaranya  merupakan  pengguna  mobile  data. 

perbaikan yang signifikan pada paruh kedua tahun 2020. 

Pendapatan    Digital  Business  Telkomsel  tumbuh  cukup 

Segmen Enterprise memberikan kontribusi sebesar 13,0% 

baik  sebesar  7%  YoY  menjadi  Rp62,34  triliun,  yang 

terhadap Pendapatan Konsolidasian. 

didorong  oleh  semakin  tingginya  kebutuhan  layanan 

data masyarakat di tengah pandemi COVID-19. Kontribusi 

Pada  segmen  Wholesale  and 

International  Business 

pendapatan dari Digital Business telah meningkat menjadi 

(“WIB”), melalui penyediaan infrastruktur dan layanan yang 

71,6% dari total pendapatan Telkomsel, dibandingkan tahun 

lengkap,  kami  melayani  other  licensed  operator  (OLO), 

sebelumnya sebesar 63,9%. Pertumbuhan Digital Business 

service provider, dan digital player di dalam maupun di luar 

ini didukung oleh pertumbuhan pendapatan Data sebesar 
8,3% yang didorong oleh pertumbuhan traffic data (Data 

negeri. Segmen ini juga memegang peran yang vital yaitu 
sebagai  enabler  bagi  segmen  bisnis  lain  di  TelkomGroup. 

Payload)  sebesar  43,8%.  Sementara  itu,  pendapatan  dari 

Pada tahun 2020, Segmen WIB mencatatkan pendapatan 

bisnis Legacy mengalami penurunan sebesar 24,6% seiring 

sebesar  Rp13,5  triliun  atau  mengalami  pertumbuhan 

dengan  tren  peralihan  dari  voice  dan  SMS  menuju  data, 

sebesar  27,3%  dibandingkan  tahun  2019  yaitu  sebesar 

sehingga  mengakibatkan  pendapatan  Telkomsel  secara 

Rp10,6 triliun. Segmen ini memberikan kontribusi sebesar 

keseluruhan mengalami penurunan sebesar 4,4%. 

9,9% terhadap Pendapatan Konsolidasian Telkom.

32

PT TELKOM IndOnEsIa (PErsErO) TbK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMPada  segmen  Lain-lain  yang  terutama  adalah  layanan 

Meskipun  demikian,  kami  akan  tetap  cermat  dan 

Digital, pada tahun 2020 Telkom melaporkan pertumbuhan 

melakukan strategi yang tepat dalam menggelar teknologi 

sebesar 

11,2%.  Meskipun 

kontribusinya 

terhadap 

baru untuk memastikan bahwa investasi yang dibelanjakan 

Pendapatan  Konsolidasian  masih  relatif  kecil,  segmen  ini 

dapat  efisien  dan  menguntungkan.  Selain  itu,  kami  juga 

menunjukkan  inisiatif  kami  dalam  pengembangan  dan 

akan  terus  mengembangkan  berbagai  layanan  digital 

penyediaan  beragam  layanan  digital  baik  untuk  business 

untuk  memenuhi  beragam  kebutuhan  sekaligus  semakin 

to  business  (B2B)  maupun  business  to  consumer  (B2C). 

meningkatkan  pengalaman  pelanggan  mobile.  Pada 

Ragam layanan digital yang kami kembangkan diantaranya 

segmen  B2C,  kami  akan  terus  mengutamakan  customer-

di  bidang  finansial,  pendidikan,  logistik,  kesehatan  dan 

centricity  melalui  produk-produk  digital  yang  sesuai 

juga lifestyle seperti video, games, dan musik. 

kebutuhan pelanggan seperti digital lifestyle (video, music, 

GAMBARAN ATAS PROSPEK USAHA

memperkuat  layanan  B2B  dengan  menyediakan  solusi-

solusi  digital  sesuai  kebutuhan  pelanggan  kami,  seperti 

Telkom  senantiasa  berupaya  untuk  terus  menciptakan 
peluang  pertumbuhan  melalui  tiga  pilar  bisnis  yaitu 

digital  advertising,  big  data  dan  Internet  of  Things  untuk 
terobosan-terobosan  dalam 
mendukung 

terciptanya 

games)  dan  layanan  keuangan  digital.  Kami  juga  terus 

Digital Connectivity, Digital Platform, dan Digital Services. 

berbagai industri. 

Kami  secara  konsisten  berinvestasi  sebagai  salah  satu 

upaya  penting  untuk  memperkuat  posisi  kami  sebagai 

Di  segmen  Consumer,  IndiHome  merupakan  salah  satu 

market  leader  pada  domain  digital  connectivity,  dengan 

wujud  komitmen  Telkom  dalam  mendukung  terciptanya 

menghadirkan 

layanan  mobile  data  maupun  fixed 

digital lifestyle bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia. 

broadband yang berkualitas dengan jangkauan terluas ke 

Kami  percaya  kebutuhan  akan  layanan  fixed  broadband 

berbagai penjuru Indonesia. Kami juga terus membangun 

berkualitas  tinggi  akan  tetap  tinggi,  untuk  mendukung 

data  center  dan  cloud  sebagai  inti  dari  digital  platform 

beragam  kegiatan  masyarakat  sehari-hari  mulai  dari 

yang  juga  merupakan  enabler  bagi  terciptanya  berbagai 

bekerja,  belajar,  berbelanja,  mendapatkan  hiburan 

fitur  dan  solusi  digital  services  sesuai  kebutuhan  para 

dan  bahkan  berwirausaha.  Penetrasi 

layanan  fixed 

pelanggan  kami.  Kami  percaya  bahwa  ketiga  pilar  bisnis 

broadband di Indonesia yang masih relatif rendah sekitar 

tersebut  akan  semakin  relevan  di  masa  depan  sesuai 

15%  memberikan  peluang  bagi  IndiHome  untuk  dapat 

dengan kebutuhan dan permintaan konsumen, dan Telkom 

terus  melanjutkan  momentum  pertumbuhan  di  waktu 

akan tetap memiliki prospek usaha yang baik.

mendatang. 

Pada  segmen  Mobile,  dalam  upaya  untuk  memberikan 

Dalam rangka menciptakan sinergi di segmen Mobile dan 

pengalaman  terbaik  bagi  pelanggan,  kami  berkomitmen 

Consumer  sekaligus  memperkuat  peluang  pertumbuhan, 

untuk  selalu  mengimplementasikan  teknologi  terdepan 

maka  Telkom  mengembangkan  inovasi  produk  fixed 

dan terkini. Kami melihat bahwa teknologi 5G akan segera 

wireless  yang  saling  melengkapi  dan  memperkuat  satu 

diimplementasikan  dan  kami  memiliki  sumber  daya  dan 

sama lainnya. Produk inovatif ini diharapkan sesuai dengan 

kapabilitas  operasional  untuk  dapat  menggelar  teknologi 
baru tersebut. 

karakteristik  geografi  dan  demografi  di  Indonesia  dan 
diharapkan akan semakin mempercepat penetrasi layanan 

broadband di tanah air. 

33

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANPada 

segmen  Enterprise,  kami  melihat  peluang 

dimana pada umumnya memiliki valuasi yang lebih tinggi 

pertumbuhan  masih  terbuka 

lebar  seiring  semakin 

dibandingkan perusahaan telekomunikasi. Oleh karena itu, 

pentingnya  digitalisasi  proses  bisnis  bagi  perusahaan 

kami berupaya agar di masa mendatang aset-aset tersebut 

besar  maupun  kecil  dalam  rangka  meningkatkan  daya 

dapat di-unlock untuk meningkatkan nilai perusahaan, baik 

saingnya.  Digitalisasi  proses  bisnis  juga  semakin  penting 

melalui strategic partnership ataupun melalui go public di 

bagi lembaga pemerintah atau pemerintah daerah dalam 

pasar modal. 

rangka  meningkatkan  pelayanan  kepada  masyarakat. 

Dengan  beragam  enterprise  solutions  dan  didukung 

MENDUKUNG NEGERI MELALUI DIGITISASI

infrastruktur  yang  lengkap  termasuk  data  center,  Telkom 

memiliki posisi yang kuat untuk menangkap peluang bisnis 

Pandemi  COVID-19  telah  berdampak  pada  masyarakat 

dan  tumbuh  bersama-sama  korporasi  maupun  usaha 

dan  berbagai  sektor  dalam  skala  yang  belum  pernah 

menengah kecil di Indonesia. 

terjadi sebelumnya. Bagi Telkom, berbagai hambatan yang 

terjadi  akibat  pandemi  COVID-19  semakin  mempercepat 

Sementara itu untuk segmen Wholesale and International 
Business,  Telkom  akan  berfokus  pada  peningkatan  bisnis 

akselerasi  digital,  dengan  memberikan 
layanan  dan 
solusi  di  bidang  teknologi  informasi  dan  komunikasi. 

tower,  data  center,  dan  infrastructure  manage  service 

Kami  juga  memiliki  spirit  untuk  membantu  masyarakat 

untuk memperkuat posisi Telkom sebagai partner penyedia 

dan  pemerintah  Indonesia  dalam  menghadapi  pandemi 

konten  domestik  maupun  global  dalam  mendukung 

dan  bangkit  kembali  menghadapi  masa  depan.  Telkom 

ekosistem digital. 

mengembangkan  dan  menyediakan  berbagai  layanan 

dan  solusi  kepada  seluruh  pelanggan  dan  masyarakat 

Telkom 

juga 

terus  berupaya  meningkatkan  value 

dengan  dukungan 

infrastruktur  digital  connectivity 

perusahaan  melalui  hal-hal  strategis  lain  seperti  aktivitas 

yang  menjangkau  seluruh  negeri,  digital  platform  yang 

inorganik,  unlocking  aset-aset  yang  belum  tervaluasi 

mumpuni,  dan  digital  services  yang  sesuai  kebutuhan 

secara  optimal,  serta  berinvestasi,  mengembangkan  dan 

pelanggan.  Sejalan  dengan  upaya  transformasi  menjadi 

menumbuhkan  perusahaan  rintisan  (startups  company) 

digital  telco  kelas  dunia,  di  tengah  berbagai  tantangan 

dengan  harapan  suatu  saat  nanti  diantara  para  startups 

Telkom  tetap  berkomitmen  memperluas 

infrastruktur 

tersebut  dapat  memberikan  kontribusi  yang  baik  bagi 

digital 

connectivity,  memperkuat  platform  digital 

Perusahaan,  baik  melalui  sinergi  bisnis  ataupun  melalui 

dan  mengembangkan  berbagai  layanan  digital,  guna 

peningkatan valuasi seiring semakin besarnya perusahaan 

memberikan  customer  digital  experience  terbaik.  Seluruh 

rintisan.  Kami  selalu  terbuka  untuk  berinvestasi  atau 

kegiatan  usaha  dan 

inisiatif  pengembangan  bisnis 

menjalin  partnership  dengan  perusahaan  lain,  termasuk 

TelkomGroup  dijalankan  dengan  mempertimbangkan 

pada perusahaan digital untuk memperoleh peluang yang 

potensi  pasar  dan  kebutuhan 

serta  karakteristik 

lebih  besar  dalam  rangka  membangun  sinergi  sekaligus 

masyarakat  Indonesia,  untuk  mendukung  digitalisasi  di 

upaya  dalam  mempercepat  transformasi  digital.  Kami 

berbagai  bidang  seperti  keuangan,  pendidikan,  logistik, 

juga memiliki aset-aset yang valuasi perusahaannya belum 

kesehatan, pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM), 

tercermin  secara  optimal,  seperti  tower  dan  data  center, 

pertanian, dan berbagai bidang lainnya. 

34

PT TELKOM IndOnEsIa (PErsErO) TbK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMSelain  itu,  dalam  menjalankan  bisnisnya,  secara  khusus 

Kami berkomitmen untuk menjalankan 3 program utama di 

kami  konsisten  untuk  terus  mendorong  pertumbuhan 

atas dengan harapan di dukung oleh kondisi perekonomian 

ekonomi  nasional,  salah  satunya  melalui  program 

yang berangsur membaik di tahun 2021, meskipun dampak 

peningkatan  Tingkat  Komponen  Dalam  Negeri  (TKDN) 

pandemi  mungkin  masih  berlanjut  untuk  sementara 

dalam  mendukung  dan  meningkatkan  produktivitas 

waktu. Telkom berharap dapat mempercepat transformasi 

pelaku  usaha  dalam  negeri,  sehingga  dapat  mendorong 

menjadi  digital  telco  company  pilihan  masyarakat  dan 

pertumbuhan ekonomi nasional menjadi lebih baik lagi di 

dapat  memberikan  pengalaman  pelanggan  yang  lebih 

masa depan. 

baik  yang  pada  akhirnya  mendukung  terciptanya  nilai 

PROGRAM DAN SASARAN KINERJA TAHUN 2021

Perusahaan yang lebih baik.

PERKEMBANGAN 

PENERAPAN 

TATA 

KELOLA 

Di  tahun  2021,  Telkom  telah  mencanangkan  Corporate 

PERUSAHAAN

Theme  2021  yaitu  Strengthen  Business  Health  and 

Accelerate  Digital  Transformation  to  Smartly  Cope  With 
Changing Customer Behaviour. Terdapat 3 program utama 

Telkom  senantiasa  menjunjung  tinggi  dan  menerapkan 
prinsip-prinsip  tata  kelola  yang  baik  (Good  Corporate 

yang akan dijalankan yaitu:

Governance  atau  GCG)  dalam  menjalankan  kegiatan 

1.   Accelerate  transformation  to  lead  in  digital  space  and 

bisnisnya.  Kami  meyakini  bahwa  tata  kelola  yang  baik 

get  stronger  customer  engagement,  dimana  perusa-

merupakan  aspek  penting  yang  akan  turut  memastikan 

haan  akan  mempercepat  transformasi  digital  untuk 

keberlangsungan  perusahaan  dalam 

jangka  panjang. 

mendapatkan keterlibatan customer yang lebih kuat.

Nilai-nilai  GCG  tersebut  yaitu  transparansi,  akuntabilitas, 

2. Drive cost leadership and CAPEX efficiency underpinned 

by  innovative  operating  model,  dimana  Perusahaan 

akan  terus  berinovasi  untuk  menekan  biaya  maupun 

CAPEX dengan tetap menjaga efektivitas dan efisiensi 

usaha.

3.  Leverage  and  unlock  group  potential  to  increase  cor-

porate  value,  untuk  mendorong  anak-anak  usaha  Tel-

komGroup  untuk  selalu  meningkatkan  valuasinya  den-

gan melakukan go public atau mencari mitra strategis.

tanggung  jawab,  independen  dan  keadilan.  Lebih  lanjut, 

implementasi GCG di Telkom juga  mengacu pada ketentuan 

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta menerapkan delapan 

prinsip  pengelolaan  perusahaan  sesuai  dengan  praktik 

terbaik  GCG.  Penerapan  GCG  di  TelkomGroup  adalah 

dalam  rangka  mendukung  terwujudnya  purpose,  visi  dan 

misi  Perusahaan,  yang  pada  akhirnya  akan  memberikan 

nilai tambah dan manfaat bagi para pemegang saham dan 

para pemangku kepentingan lainnya. 

Upaya  Telkom  dalam  mengimplementasikan  tata  kelola 

yang baik mendapatkan penghargaan, diantaranya Telkom 

memperoleh penghargaan sebagai “The Best State Owned 

Enterprise” untuk kategori BigCap dari IICD dan The Best 

Indonesia  GCG  Award  pada  kategori  Public  Company 

Telecommunication yang diselenggarakan oleh Economic 
Review dan Indonesia-Asia Institute.

35

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANTANGGUNG  JAWAB  SOSIAL  DAN  LINGKUNGAN  SERTA 

PERUBAHAN  SUSUNAN  ANGGOTA  DIREKSI  TAHUN 

PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN

2020

Sebagai perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia 

Pada  tanggal  19  Juni  2020,  Telkom  menyelenggarakan 

sekaligus  sebagai  Badan  Usaha  Milik  Negara,  Telkom 

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dengan 

berkomitmen untuk selalu berkontribusi dan memberikan 

salah  satu  hasil  keputusan  yaitu  menetapkan  perubahan 

dukungan  kepada  masyarakat  dalam  bentuk  tanggung 

susunan  anggota  Direksi  Perusahaan.  Keputusan  RUPST 

jawab  sosial  dan 

lingkungan  serta  melalui  Program 

Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). Komitmen Telkom 

tersebut menetapkan:
1.  Memberhentikan  dengan  hormat  nama-nama  sebagai 

dalam  pelaksanaan  PKBL  mengacu  pada  ketentuan 

berikut:

Peraturan  Menteri  Nomor  PER-09/MBU/07/2015  tentang 

Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan BUMN. 

Kami  berharap,  upaya  yang  dilakukan  terkait  program-

program  sosial  dan  lingkungan  maupun  PKBL  dapat 
memberikan  kontribusi  yang  positif  kepada  masyarakat, 

termasuk  dalam  rangka  meningkatkan  kesejahteraan  dan 

perekonomian khususnya di masa pandemi ini.  

1) Harry Mozarta Zen

: Direktur Keuangan

2) Siti Choiriana

: Direktur Consumer  

  Service

3) Zulhelfi Abidin

: Direktur Network & IT  

  Solution

4) Achmad Sugiarto

: Direktur Strategic  

  Portfolio

Pada  tahun  2020,  dana  PKBL  yang  disalurkan  oleh 

5) Bogi Witjaksono

: Direktur Enterprise &  

TelkomGroup  sebesar  Rp346,39  miliar  untuk  berbagai 

program  berkaitan  dengan  peningkatan  kesejahteraan 

dan  kehidupan  sosial  masyarakat.  Terkait  dukungan 

penanganan  COVID-19,  Telkom  telah  mengucurkan  dana 

sebesar  Rp40,91  miliar  yang  sebagian  besar  digunakan 

untuk  alat  pelindung  diri  (APD)  tenaga  kesehatan,  obat-

obatan,  bantuan  alat  kesehatan  dan  jaring  pengamanan 

sosial.  Khusus  Program  Kemitraan,  di  tahun  2020 

TelkomGroup mengucurkan dana sebesar Rp221,66 miliar 

untuk  5.091  mitra  binaan  yang  berkecimpung  di  sektor 

industri, perdagangan, pertanian, peternakan, perkebunan, 

perikanan,  jasa  dan  lain-lain.  Sementara  itu,  untuk  dana 

Bina Lingkungan yang telah terealisasi oleh TelkomGroup 

di  tahun  2020  sebesar  Rp124,73  miliar  yang  digunakan 

dimanfaatkan  untuk  8  bidang,  yaitu  bantuan  korban 

  Business Service

6) Edwin Aristiawan

: Direktur Wholesale &  

  International Service

7) Faizal R. Djoemadi

: Direktur Digital Business

2.   Mengalihkan  penugasan  Edi  Witjara  yang  semula 

Direktur Human Capital Management menjadi Direktur 

Enterprise and Business Service.

3.   Mengangkat  nama-nama  sebagai  berikut  sebagai 

Direksi Perseroan:

1) Heri Supriadi

: Direktur Keuangan

2) Herlan Wijanarko

: Direktur Network & IT  

  Solution

bencana alam, bantuan pendidikan, bantuan peningkatan 

3) FM Venusiana R

: Direktur Consumer  

kesehatan,  bantuan  pengembangan  prasarana  dan/atau 
sarana umum, bantuan sarana ibadah, bantuan pelestarian 

alam  dan  bantuan  sosial  kemasyarakatan  dalam  rangka 

pengentasan kemiskinan.

  Service

4) Muhamad Fajrin Rasyid

: Direktur Digital      

  Business

5) Budi Setyawan Wijaya

: Direktor Strategic  

  Portfolio

6) Dian Rachmawan

: Direktur Wholesale &  

  International Service

7) Afriwandi

: Direktur Human Capital  

  Management

36

PT TELKOM IndOnEsIa (PErsErO) TbK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMSehingga,  susunan  Direksi  sejak  penutupan  RUPS  pada 

PENUTUP

tanggal 19 Juni 2020 adalah sebagai berikut:

Ririek Adriansyah

: Direktur Utama

Heri Supriadi

: Direktur Keuangan

Herlan Wijanarko

: Direktur Network & IT   

  Solution

FM Venusiana R

: Direktur Consumer Service

Kami  atas  nama  Direksi  PT  Telkom  Indonesia  (Persero) 

Tbk, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang 

tinggi  kepada  para  pemegang  saham,  Dewan  Komisaris, 

pelanggan  setia,  mitra  bisnis,  media,  masyarakat  luas, 

dan  pemangku  kepentingan  lainnya  atas  dukungan  yang 

diberikan kepada Telkom sepanjang tahun 2020. Kami juga 

Muhamad Fajrin Rasyid

: Direktur Digital Business

mengucapkan  terima  kasih  atas  dedikasi  dan  kontribusi 

Budi Setyawan Wijaya

: Direktur Strategic Portfolio

Dian Rachmawan

: Direktur Wholesale &  

  International Service

Afriwandi

: Direktur Human Capital  

  Management

kepada 

jajaran  manajemen  dan  seluruh  karyawan 

TelkomGroup  dalam  melaksanakan  tugas  dan  tanggung 

jawab  serta  dukungannya  dalam  mewujudkan  purpose, 

visi, misi, dan program kerja Perusahaan sepanjang tahun 

2020.    Semoga  ke  depan,  Telkom  dapat  terus  tumbuh 
secara  berkelanjutan  bagi  terciptanya  nilai  perusahaan 

Edi Witjara

: Direktur Enterprise &  

yang lebih tinggi lagi. 

  Business Service

Jakarta, 30 April 2021                     

Atas  peran  dan  kontribusi  anggota  Direksi  yang  telah 

berakhir  masa  jabatannya,  kami  menyampaikan  apresiasi 

yang  sebesar-besarnya.  Kami  berharap  nilai-nilai  positif 

yang telah dibangun selama ini dapat terus dipelihara dan 

dikembangkan untuk kemajuan Perusahaan. 

Ririek Adriansyah
Direktur Utama

37

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAAN  
   
   
   
Dari Kiri ke Kanan:
Afriwandi (Direktur Human Capital Management), Heri Supriadi (Direktur Keuangan), 
Herlan Wijanarko (Direktur Network & IT Solution), Ririek Adriansyah (Direktur Utama).

38
38

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK 

PT TELKOM IndOnEsIa (PErsErO) TbK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMDari Kiri ke Kanan:
FM Venusiana R (Direktur Consumer Service), Muhamad Fajrin Rasyid (Direktur Digital Business), 
Edi Witjara (Direktur Enterprise & Business Service), Dian Rachmawan (Direktur Wholesale & International Service), 
Budi Setyawan Wijaya (Direktur Strategic Portfolio).

LAPORAN TAHUNAN 2020

39
39

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANSURAT PERNYATAAN ANGGOTA DEWAN KOMISARIS 
TENTANG TANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN TAHUNAN 2020
PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK

Kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa semua informasi dalam Laporan 
Tahunan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk tahun 2020 telah dimuat secara lengkap dan 
bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi Laporan Tahunan Perseroan.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.
Jakarta, 30 April 2021

Dewan Komisaris

Rhenald Kasali
Komisaris Utama/Komisaris Independen

Marsudi Wahyu Kisworo
Komisaris Independen

Wawan Iriawan
Komisaris Independen

Chandra Arie Setiawan
Komisaris Independen

Ismail
Komisaris

Marcelino Rumambo Pandin
Komisaris

Ahmad Fikri Assegaf
Komisaris

Alex Denni
Komisaris

Rizal Mallarangeng
Komisaris

SURAT PERNYATAAN ANGGOTA DIREKSI 
TENTANG TANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN TAHUNAN 2020
PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK

Kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa semua informasi dalam Laporan 
Tahunan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk tahun 2020 telah dimuat secara lengkap dan 
bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi Laporan Tahunan Perseroan.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.
Jakarta, 30 April 2021

Direksi

Ririek Adriansyah
Direktur Utama

Edi Witjara
Direktur Enterprise & 
Business Service

FM Venusiana R.
Direktur Consumer Service

Dian Rachmawan
Direktur Wholesale & 
International Service

Heri Supriadi
Direktur Keuangan

Afriwandi
Direktur Human Capital 
Management

Herlan Wijanarko
Direktur Network & IT Solution

Muhamad Fajrin Rasyid
Direktur Digital Business

Budi Setyawan Wijaya
Direktur Strategic Portfolio

TENTANG
TELKOM

44 Purpose, Visi, Misi, dan Strategi

46 Riwayat Singkat Telkom

48 Kegiatan Usaha

50 Penghargaan dan Sertifikasi

56 Struktur Organisasi Telkom

58 Profil Dewan Komisaris

68 Profil Direksi

78 Karyawan Telkom

83 Komposisi Pemegang Saham

86

Entitas Anak, Perusahaan Asosiasi, dan 
Perusahaan Ventura Bersama

92 Kronologi Pencatatan Saham

94 Kronologi Pencatatan Efek Lainnya

96

Nama dan Alamat Lembaga dan/atau Profesi 
Penunjang Pasar Modal

PURPOSE, VISI, MISI, 
DAN STRATEGI

Telkom telah menetapkan purpose, visi, misi dan strategi yang tercantum dalam rencana jangka panjang 
dan disetujui oleh Dewan Komisaris dan Direksi pada tanggal 9 Desember 2019.

P
V
M

Mewujudkan bangsa yang lebih sejahtera dan berdaya saing serta memberikan 
nilai tambah yang terbaik bagi para pemangku kepentingan.

Menjadi digital telco pilihan utama untuk memajukan masyarakat.

1.  Mempercepat  pembangunan  infrastruktur  dan  platform  digital  cerdas  yang 

berkelanjutan, ekonomis, dan dapat diakses oleh seluruh masyarakat.

2. Mengembangkan  talenta  digital  unggulan  yang  membantu  mendorong 

kemampuan digital dan tingkat adopsi digital bangsa.

3. Mengorkestrasi  ekosistem  digital  untuk  memberikan  pengalaman  digital 

pelanggan terbaik.

S

Telkom menerjemahkan kerangka strateginya ke dalam strategi portfolio direction 
yang mencakup pengembangan 3 (tiga) domain bisnis, yaitu digital connectivity, 
digital  platform  dan  digital  services.  Strategi  domain  bisnis  tersebut  didukung 
oleh strategi value delivery model yang mencakup strategi optimalisasi portofolio, 
teknologi,  organisasi,  sinergi  dan  keunggulan  operasional,  pengelolaan  talenta 
dan budaya perusahaan, inisiatif inorganic, serta tata kelola perusahaan.

44

PT TELKOM IndOnEsIa (PErsErO) TbK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMSecara garis besar strategi Telkom tertuang dalam akronim WINDIGITAL, yang meliputi:

WIN BROADBAND 
CONNECTIVITY
BUSINESS 
TO MAXIMIZE 
CASHFLOW

INVEST TO SCALE 
DC/IaaS AND BE 
THE NATIONAL B2B 
DIgITAL LEADER TO 
MAXIMIZE VALUE

NURTURE DIgITAL 
B2C SERVICE 
ECOSYSTEM 
THROUgH 
SELECTIVE 
INVESTMENT 
TO MAXIMIZE 
SYNERgY

Drive continuous and strict optimization of business and asset value

Increase group technology integration and digitization

Gear up for streamlined lean digital-ready organization

Improve operation quality and synergy for cost leadership and better customer experience

Transform digital telco talents and incorporate digital culture

Acquire digital capabilities inorganically and accelerate ecosystem partnership

Link up group strategic plan and implementation and enhance risk management and compliance

Sepanjang tahun 2020, TelkomGroup terus menjalankan program utama deliver best quality of digital 
connectivity  services  with  improved  customer  experience,  develop  digital  talent  and  establish  digital 
platform  business  leveraging  group  collaboration  &  synergy,  dan  drive  portfolio  optimization  along 
with cost leadership and lean organization. TelkomGroup berkeyakinan bahwa konsistensi transformasi 
menuju digital telecommunication yang dijalankan dapat membawa TelkomGroup menjadi perusahaan 
yang  unggul  di  Asia.  Sejalan  dengan  upaya  TelkomGroup  menghadirkan  digital  customer  experience 
yang terbaik, Telkom memperkuat posisi leadership pada core businesses-nya yaitu digital connectivity, 
membangun serta mengembangkan talenta digital untuk mengakselerasi pertumbuhan digital platform, 
serta mendorong peningkatan business value melalui optimisasi portfolio dan lean organization. 

TelkomGroup meningkatkan daya saing bisnis broadband dan digital melalui investasi pada infrastruktur 
yang  dibutuhkan  dan  menciptakan  lean  operation  berbasis  proses  digital  yang  berkesinambungan. 
Selain itu, TelkomGroup juga bekerja sama dengan berbagai mitra yang memiliki sumber daya andal 
untuk mendukung operasi Telkom. Dengan kebijakan WFH (work from home) di sepanjang tahun 2020, 
Telkom  mempercepat  transformasi  budaya  digital  dalam  manajemen  internal  dengan  menekankan 
pada efektifitas, kecepatan, ketelitian dalam bekerja, dan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Telkom  telah  memiliki  Unit  khusus  Group  Corporate  Transformation  (GCT)  untuk  mengawal  serta 
melakukan  percepatan  transformasi  digital  dalam  strategi  bisnis  TelkomGroup.  GCT  meningkatkan 
kesiapan digital perusahaan, menjadi lebih ramping, lincah, dan streamlined. Melalui program subsidiary 
streamlining,  TelkomGroup  melakukan  berbagai  kebijakan  yang  diperlukan  untuk  meningkatkan  nilai 
secara  sinergis,  di  antaranya  melakukan  penataan  portofolio  bisnis  dengan  memfokuskan  pada  anak 
perusahaan  untuk  mendukung  visi  TelkomGroup.  Selain  itu  dengan  implementasi  shared  service 
operation (SSO) pada tahun 2020, Telkom menggabungkan beberapa kegiatan operasionalnya yang 
bersifat repetitif, masif dan transaksional termasuk di beberapa anak perusahaan untuk meningkatkan 
efisiensi dan efektifitas perusahaan secara grup.

45

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANTRANSFORM ANDDIGITIZERIWAYAT SINGKAT
TELKOM

Sejarah  Telkom  dimulai  dengan  pemisahan  layanan  pos  dan  telekomunikasi  oleh  Pemerintah  Indonesia  pada  tahun 

1965. Saat itu PN Postel dipecah menjadi Perusahaan Negara Pos dan Giro (PN Pos dan Giro) dan Perusahaan Negara 

Telekomunikasi  (PN  Telekomunikasi).  Selanjutnya,  pada  1974,  PN  Telekomunikasi  berubah  menjadi  dua  entitas,  yakni 

Perusahaan Umum Telekomunikasi (Perumtel) dan PT Industri Telekomunikasi Indonesia (PT INTI). PT INTI bergerak di 

bidang produksi peralatan telekomunikasi. Pada tahun 1991, Perumtel berubah menjadi perseroan terbatas milik negara 

dengan nama resmi PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) yang sering disebut Telkom.

Pada tahun 1995, Telkom mulai memasuki pasar modal nasional dengan mendaftarkan diri pada Bursa Efek Indonesia 

(BEI) dan sekaligus melangkah di pasar modal internasional, yakni New York Stock Exchange (NYSE). Nilai kapitalisasi 

pasar di bursa tersebut sampai akhir tahun 2020 masing-masing senilai Rp328 triliun di BEI dan US$23,3 miliar di NYSE.

2020

TelkomGroup  secara  aktif  mengambil  bagian  dalam 

beberapa  inisiatif  sebagai  tanggapan  atas  pandemi 

COVID-19  baik  di 

tingkat  perusahaan,  komunitas, 

dan  nasional.  Secara  khusus,  TelkomGroup  semakin 

meningkatkan keandalan dan ketersediaan jaringan, serta 

aksesibilitas  layanan  dengan  harga  terjangkau  seiring 

dengan  semakin  banyaknya  masyarakat  yang  diminta 

untuk bekerja atau belajar dari rumah. Selain itu, Telkom 

juga  berpartisipasi  dalam  pengembangan  aplikasi, 

termasuk untuk keperluan kampanye vaksinasi nasional.

Kemudian, TelkomGroup juga membangun Telkom HyperScale Data Center berkapasitas mega kelas tier 3 dan 

4 yang akan melengkapi 26 data center yang sudah beroperasi (lima data center internasional, 18 neuCentrIX 

dan tiga data center tier 3 dan 4). Telkom HyperScale Data Center dimaksudkan untuk mendukung transformasi 

digital  Indonesia  dengan  memberdayakan  pelaku  global  dan  korporasi  dari  berbagai  sektor  untuk  lebih 

mengembangkan akses ke layanan mereka dan melanjutkan upaya digitalisasi.

Aksi korporasi anak usaha pada tahun 2020 yaitu Telkomsel menandatangani perjanjian jual beli bersyarat untuk 

penjualan 6.050 menara telekomunikasi kepada Mitratel, dan Telkomsel mengadakan kerja sama baru sekaligus 
berinvestasi di PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (“Gojek”). 

Pada tahun 2020, Telkomsel melakukan penambahan BTS sebanyak 18.937 unit, sedangkan pelanggan IndiHome 

tumbuh 1,0 juta atau 14,5% menjadi 8,0 juta pelanggan.

2019

Dalam rangka melakukan ekspansi perusahaan, TelkomGroup melakukan akuisisi 2.100 menara milik Indosat Ooredoo 

melalui Mitratel. Selain itu TelkomGroup juga melakukan pembelian 95% saham PT Persada Sokka Tama yang memiliki 

1.017 menara. Telkomsel, anak perusahaan Telkom melakukan penambahan 23.162 BTS. Pelanggan IndiHome juga 

tumbuh 1,9 juta atau 37,2% menjadi 7,0 juta pelanggan. Pada tahun 2019, Telkom memperoleh penghargaan “2019 

Indonesia IoT Services Provider of th Year” dalam Frost & Sullivan 2019 Asia Pacific Best Practices Awards. 

46

PT TELKOM IndOnEsIa (PErsErO) TbK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOM2018

2017

Dalam 

rangka  memperluas 

jaringan, 

Telkom 

Peluncuran  satelit  Telkom  3S  merupakan 

meluncurkan  Satelit  Merah  Putih.  Telkom 

juga 

kegiatan 

lanjutan  dalam  rangka  perluasan 

menyelesaikan  proyek  pembangunan  kabel 

laut 

wilayah 

jaringan.  Tahun 

ini 

juga  Telkom 

Indonesia Global Gateway (IGG) yang menghubungkan 

menyelesaikan  jalur  kabel  serat  optik  bawah 

dua  sistem  kabel  laut  utama  yaitu  South  East  Asia-

laut  Southeast  Asia-United  States  (SEA-US). 

Middle  East-Western  Europe  5  (SEA-ME-WE  5)  dan  

Telkomsel  sebagai  Anak  perusahaan  Telkom, 

Southeast  Asia-United  States  (SEA-US)  Submarine 

juga berhasil mengembangkan cakupan layanan 

Cable  Systems.  Pada  tahun  yang  sama  Telkom 

dengan  memenangkan  tambahan  spektrum 

meresmikan Telkom Hub sebagai Center of Excellence  

sebesar 30 MHz  di frekuensi 2,3 GHz.

and  Source  of  Inspiration  to  Build  Digital  Indonesia. 

Tercatat  pertumbuhan  pelanggan 

IndiHome  yang 

merupakan layanan digital andalan Telkom menjadi 5,1 

juta pelanggan.

2011-2015

2016

Dalam rangka memasuki era digital, Telkom tahun 2011 

Proyek penting yang berhasil diselesaikan Telkom 

menyelesaikan  proyek  Super  Nusantara  Highway  dan 

yaitu  pembangunan  kabel  laut  South  East  Asia-

proyek  True  Broadband  Access  yang  menyediakan 

Middle East-Western Europe 5 (SEA-ME-WE 5).

akses  internet  dengan  kapasitas  20  Mbps  hingga  100 

Mbps.  Dengan  tersedianya  infrastruktur  yang  terbaru, 

di  tahun  2014  Telkom  menjadi  operator  pertama  di 

Indonesia yang masuk ke jaringan layanan 4G. Di tahun 

berikutnya,  Telkom  meluncurkan 

IndiHome  paket 

layanan yang terdiri internet broadband, fixed wireline 

telepon dan layanan TV interaktif.

1999-2010

1991-1995

Berdasarkan dengan Peraturan Pemerintah No. 25 

Tahun 1991, Perumtel berubah menjadi Telkom dan 

di tahun 1995, Telkom mendirikan anak perusahaan 

yang  bergerak  di  bidang  operator  seluler,  yakni 

Telkomsel. Pada tahun 1995 juga Telkom memasuki 

Dalam 

rangka  memperkuat 

infrastruktur 

layanan 

bursa  saham  dengan  penawaran  umum  perdana 

telekomunikasi, Telkom meluncurkan satelit Telkom-1 dan 

di  Bursa  Efek  Jakarta  dan  Bursa  Efek  Surabaya, 

Telkom-2.  Pada  periode  tersebut  Telkom  juga  berhasil 

selain itu mendaftarkan saham di NYSE dan LSE, 

menyelesaikan  proyek  kabel  serat  optik  bawah  laut 

serta menawarkan saham terbuka tanpa listing di 

JaKaLaDeMa.

Bursa Efek Tokyo.

1965

1974

Tahun 1965 merupakan awal berdirinya PT Telkom secara 

mandiri, yakni ketika Pemerintah Indonesia memisahkan 

layanan  pos  dan  telekomunikasi  dengan  membagi  PN 

Postel menjadi Perusahaan Negara Pos dan Giro (PN Pos 

dan  Giro)  dan  Perusahaan  Negara  Telekomunikasi  (PN 

Telekomunikasi).

PN  Telekomunikasi  dipecah  menjadi  dua  entitas, 

yakni PT INTI yang menjadi perusahaan independen 

memproduksi  peralatan 

telekomunikasi,  dan 

Perumtel.

47

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANKEGIATAN
USAHA

KEGIATAN USAHA BERDASARKAN ANGGARAN DASAR PERUSAHAAN

Mengacu  pada  Anggaran  Dasar  Perusahaan  yang  tercantum  dalam  Akta  No.32  tanggal  21  Juni  2019,  maksud  dan 

tujuan Telkom adalah melakukan usaha di bidang penyelenggaraan jaringan dan jasa telekomunikasi, informatika, serta 

optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang dimiliki Perseroan untuk menghasilkan barang dan/atau jasa yang bermutu 

tinggi  dan  berdaya  saing  kuat  untuk  mendapat/mengejar  keuntungan  guna  meningkatkan  nilai  Perseroan  dengan 

menerapkan  prinsip  Perseroan  Terbatas.  Secara  umum,  bidang  usaha  yang  memuat  kegiatan  usaha  Telkom  menurut 

Anggaran Dasar Perusahaan yang terakhir adalah sebagai berikut:

Bidang Usaha Utama
1.  Merencanakan, membangun, menyediakan, mengembangkan, mengoperasikan, memasarkan/menjual/menyewakan 

dan  memelihara  jaringan  telekomunikasi  dan  informatika  dalam  arti  yang  seluas-luasnya  dengan  memperhatikan 

ketentuan peraturan perundangan.

2.  Merencanakan, mengembangkan, menyediakan, memasarkan/menjual dan meningkatkan layanan jasa telekomunikasi 

dan informatika dalam arti yang seluas-luasnya dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan.

3.  Melakukan  investasi  termasuk  penyertaan  modal  pada  perusahaan  lainnya  sejalan  dengan  dan  untuk  mencapai 

maksud dan tujuan Perseroan.

Bidang Usaha Penunjang
1.  Menyediakan jasa transaksi pembayaran dan pengiriman uang melalui jaringan telekomunikasi dan informatika.

2.  Menjalankan  kegiatan  dan  usaha  lain  dalam  rangka  optimalisasi  sumber  daya  yang  dimiliki  Perseroan,  antara  lain 

pemanfaatan aktiva tetap dan aktiva bergerak, fasilitas sistem informasi, fasilitas pendidikan dan pelatihan, fasilitas 

pemeliharaan dan perbaikan.

3.  Bekerja sama dengan pihak lain dalam rangka optimalisasi sumber daya informatika, komunikasi atau teknologi yang 

dimiliki  oleh  pihak  lain  pelaku  industri  informatika,  komunikasi  dan  teknologi,  sejalan  dengan  dan  untuk  mencapai 

maksud dan tujuan Perseroan.

48

PT TELKOM IndOnEsIa (PErsErO) TbK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMPORTOFOLIO PRODUK DAN/ATAU JASA

Kegiatan usaha Telkom selama tahun 2020 sudah sesuai dengan Anggaran Dasar, yakni menyediakan jasa telekomunikasi, 

informatika, dan jaringan. Pengembangan kegiatan usaha di berbagai segmen menyesuaikan dengan strategi transformasi 

digital Telkom dan perkembangan industri telekomunikasi. 

Portofolio produk dan jasa Telkom diuraikan sebagai berikut:

Segmen

Lini Bisnis

Produk

Mobile

Data

Mobile broadband

Digital Service

Financial Services, Video on Demand (VoD), 
Music, Gaming, IoT Solutions, Big Data 
Analytics, Digital Advertising

Legacy

Mobile voice, mobile SMS

Consumer

Fixed Services

Enterprise

Connectivity

Satellite

IT Services

Data Center & Cloud

Business Process Operations (BPO)

Device, Digital Service, & Adjacent service

Wholesale

Telecommunication Carrier Services

International

Tower & Infrastructure

Lain-lain

Smart Platform & E-Commerce

Digital Content

Property 

Fixed voice, fixed broadband, home digital 
(IPTV, gaming, advertising)

Fixed voice, fixed broadband, enterprise data, 
CPE networks

Upstream, link, downstream

System integration, IT service management

Enterprise  data  center,  internet  data  center, 
cloud (IaaS, Paas, SaaS)

Traditional BPO, digital BPO, shared service 
operation service

CPE trading, CPE managed service, IoT, 
cyber security, financial service, big data, 
digital advertising, e-health, managed ATM, 
professional services

Wholesale Voice, Managed Services, A2P SMS, 
IP Transit, IP Connectivity, Data Center & Cloud, 
CDN, Security, Value Added Service, Digital 
Business

MVNO, MNO, call center

Tower  built  to  suit,  co-location  &  reseller, 
microcell,  network  &  infra  managed  service, 
submarine  cable  service,  construction  solution, 
power solutions

Big data, financial service, IoT, cyber security, 
digital advertising, B2B e-commerce, digital 
content

Music, gaming

Property  development,  property  management, 
project management, facility management

49

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAAN 
PENGHARGAAN DAN 
SERTIFIKASI

PENGHARGAAN

Bulan

Tanggal

Nama Acara

Penghargaan

Februari

7

12

27

28

Indonesia Corporate 
Secretary & Corporate 
Communication Award 
2020

Indonesia Digital 
Innovation Award 2020

Corporate of The Year 2020
1st The Best Indonesia Corporate 
Secretary & Corporate 
Communication 2020 kategori 
Public Company sektor 
Telecommunication

Innovative Company for Digital 
Edutainment Service Category 
Telecommunication

Badan atau Lembaga yang 
Memberikan

 Economic Review

Warta Ekonomi

Indonesian CSR Brand 
Equity Award 2020

Excellence Corporate Social 
Responsibility Program in 2020

Iconomics

Indonesia Top Digital 
PR Award 2020

Prestasi dalam Membangun 
Digital Public Relation kategori 
Infrastructure, Utilities, and 
Transportation-telecommunication

TRAS N CO Indonesia

Maret

4

BUMN Performance 
Excellence Award 2020

Industry Leader Based on 
Assessment KPKU BUMN 2019 
Total Score 763,75

Forum Ekselen BUMN

April

15

Indonesian Most 
Admirer Companies 
Award 2020

20

PR Indonesia Award

Top 3 Most Admired Company 
Category Telecommunication

Warta Ekonomi

PR Indonesia

Gold Winner PR Indonesia 
Award 2020 Kategori BUMN Sub 
Kategori Media Sosial 

Silver Winner PR Indonesia 
Award 2020 Kategori BUMN Sub 
Kategori Website

Silver Winner PR Indonesia 
Award 2020 Kategori BUMN Sub 
Kategori Brand Guideline

Pemenang PR Indonesia Award 
2020 Kategori Terpopuler di 
Media Sub Kategori BUMN Tbk.

29

Digital Innovation & ICT 
for Excellence Award 
2020

Top Corporate Performance in 
Telecommunication Industry 2020

Itech

50

PT TELKOM IndOnEsIa (PErsErO) TbK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMBulan

Tanggal

Nama Acara

Penghargaan

Badan atau Lembaga yang 
Memberikan

Mei

Juni

14

22

4

5

19

Indonesia Corporate 
Branding PR Award

Excellence in Corporate Public 
Relations

Iconomics

Contact Center Service 
Excellence Award

Contact Center 147 (IndiHome) - 
kategori Internet Service Provider

Service Excellence dan Marketing

Indonesia’s Most 
Valuable Brands 2020

1st of 100 Most Valuable Brand 
2020

SWA dan Brand Finance

Indonesia Top 
Corporate Social 
Responsibility Award 
2020

Indonesia Millennial’s 
Top Brand Award 2020

Special Achievement of The 
Corporate’s Contribution to 
Social Responsibilty in COVID-19 
Handling Activities
1st Millennial’s Choice Brand for 
Internet Provider (IndiHome)
1st Millennial’s Choice Brand - 
Category TV Cable (IndiHome)

Infobrand

Warta Ekonomi

Juli

13

Indonesia Original 
Brands Award

15

Teropong CSR Award

Champion Indonesia Original 
Brand 2020 Kategori SLI 
(International Direct Dialing) 
untuk Produk 007

Teropong CSR Award Kategori 
Peduli UMKM

Teropong CSR Award Kategori 
Pengembangan Digital E-Learning

SWA

Teropong Senayan 

23

BEST CEO – 
Employees’ Choice 
Award 2020

Best CEO 2020 in Broadband 
Telecommunication

Iconomics

Ririek Adriansyah

PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk

Broadband Telecommunications

51

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANBulan

Tanggal

Nama Acara

Penghargaan

Agustus

14

Top 100 Indonesia’s 
Most Valuable Brand 
2020

IndiHome Brand of Choice in 
Pandemic Era

27

Anugerah Gatra 2020

Anugerah Gatra kategori Inovasi 
dan Pengembangan Ekonomi 
UMKM 

Badan atau Lembaga yang 
Memberikan

SWA

Gatra

September

9

23

28

The 6th Jambore PR 
Indonesia

Most Popular Leader in Social 
Media

PR Indonesia

Indonesia CSR PKBL 
Award 2020

Best PKBL for Indonesia 
CSR x PKBL category 
Telecommunication 

Warta Ekonomi 

2nd BUMN Brand Award 
2020

BUMN Brand Award in Market 
Domination, Brand Strength, and 
Social Economy Contribution 

Iconomics

Oktober

8

22

Top Corporate Award 
2020
11th Nusantara CSR 
Award 2020

Top Corporate Award 2020

TRAS N CO Indonesia

Latofi CSR Nusantara Award 
kategori Peningkatan Mutu 
Pendidikan

La Tofi

CERTIFICATE
Gold Winner

OF APRECIATION

Market Domination, Brand Strength, Social Economy Contribution

nd

BRAND
AWARD
2020
o i c e
illenni a l s ’   C h

M

PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk.

This acknowledgement is proudly presented by Iconomics
for the excellent in brand among Indonesian millennials in 2020

28 September 2020

M. ROHANUDIN
Direktur Utama LPP
Radio Republik Indonesia

BRAM S. PUTRO
Founder & CEO Iconomics

November

4

6

WOW Brand Festive 
Day

Indonesia Information 
Technology Award 
(IITA)-III- 2020

27

BUMN Award 2020

Gold Champion Category Pay TV

Indonesia WOW Brand

Best of The Best Indonesia IT 
Award 2020

Economic Review

The Best Financial Performance 
of Indonesia Best BUMN Award 
2020 Acceleration of Digital 
Transformation During Pandemic

Warta Ekonomi 

27

HR Excellence Awards 
2020

Excellence Award, Excellence in 
CSR Strategy, Gold

HREA

52

PT TELKOM IndOnEsIa (PErsErO) TbK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMBulan

Tanggal

Nama Acara

Penghargaan

Best Companies

Badan atau Lembaga yang 
Memberikan
Obsession Media Group

Desember

3

7

10

10

17

17

18

18

22

Obsession Awards 
2020

Indonesia Best 
Companies in Creating 
Leaders from Within 
(IBC CLfW) 2020

Best of The Best 
Awards 2020

CNBC Indonesia 
Awards 2020

BUMN Terbaik 2020

Best Companies in Creating 
Leader From Within 2020

SWA

The Top 50 Companies for 2020

Forbes Indonesia

Best State Owned Company in 
Nation Building dan
Best Digitalization Enabler 
Enterprise

Kategori Non Keuangan Sektor 
Telekomunikasi dan Penyiaran

CNBC Indonesia

Berita Satu

Best Practice Awards 
2020

2020 Indonesia Telecom Service 
Provider of the Year

Frost and Sullivan

Teropong Leadership 
Award 2020

Inspiring Leader of Professional 
and Business

Teropong Senayan 

Marketeers Editor's 
Choice Award

Top Digital Awards 
2020

One stop Entertaintment Media of 
The Year - IndiHome TV

Marketeers

Top Digital Implementation on 
Digital Sector 2020

IT Works

Top Digital Transformation 
Readiness 2020

Top Leader on Digital 
Implementation 2020

Top CIO in Digital Implementation 
2020

Top ISP (Internet Service 
Provider)

Top Contact Center Solution

53

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANSERTIFIKASI

Telkom berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi pelanggan melalui penerapan sertifikasi sesuai 
standar internasional.  Berikut daftar sertifikasi dan ISO yang dimiliki TelkomGroup:

No

Penerima

1.

Telkom

2.

Telkomsel

3.

AdMedika

Tahun 
Perolehan

Sertifikasi

Badan atau Lembaga yang 
memberikan

Masa Berlaku

2018

2018

2018

2018

2018

2020

2013

2014

2019

SNI ISO/IEC 27001:2013

TUV Rheinland

ISO 9001:2015 QMS

TUV Rheinland

ISO 27001:2013 ISMS

TUV Rheinland

ISO 22301:2012 BCMS

TUV Rheinland

ISO 20000-1:2011 ITSMS

TUV Rheinland

ISO 37001:2016 Sistem 
Manajemen Anti Penyuapan

Sucofindo

ISO/IEC 27001:2013

BSI

ISO 9001:2015

TUV-NORD

ISO/IEC 27001:2013 

British Standards Institution 
(BSI)

2019

ISO/45001:2008 Standard

MSC Global

2020

ISO 9001:2015 Standard

MSC Global

2021

2021

2021

2021

2021

2023

2022

*)

2022

2022

2023

4.

MD Media

5.

6.

7.

Infomedia

Finnet

Telkom Sigma

2018

2016

2017

2014

IT IL Foundation Certificate in 
IT Service Management

IT IL Foundation

Berlaku 
seterusnya 

ISO 27001:2013

TUV NORD Indonesia

ISO/IEC 27001:2005

TUV Rheinland

ISO 20000-1

British Standards Institution 
(BSI)

**)

2020

2020

2016

EMS ISO 14001:2015

2016

BS OHSAS 18001:2007

British Standards Institution 
(BSI)

2022

British Standards Institution 
(BSI)

2021

2016

PAS 99:2012

2016

ISO 27001

2016

ISO 9001:2015

British Standards Institution 
(BSI)

British Standards Institution 
(BSI)

British Standards Institution 
(BSI)

2017

Payment Card Industry Data 
Security

TUV Rheinland

2017

Data Center Tier III

Uptime Institute

2018

Data Center Tier IV

Uptime Institute

2020

Data Center Certificate of 
Conformance Constructed 
Facilities ANSI/TIA-
942-B:2017 Rate 3

EPI

2022

2022

2022

2021

Berlaku 
seterusnya 
selama 
tidak ada 
perubahan 

Berlaku 
seterusnya 
selama 
tidak ada 
perubahan 

2023

54

PT TELKOM IndOnEsIa (PErsErO) TbK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMNo

Penerima

8.

Telin

Tahun 
Perolehan

Sertifikasi

Badan atau Lembaga yang 
memberikan

Masa Berlaku

2019

2019

2019

2019

ISO 20000 - 1:2011

ISO 27000-1:2013

ISO 22301:2012

ISO 45001:2018

Intertek

Intertek

Intertek

British Standards Institution 
(BSI)

9.

Telin Singapore

2019

10.

TelkomProperty

11.

Telkomsat

12.

TelkomAkses

2019

2019

2019

2019

2017

2019

2019

SS 564 for Telin-3 Data 
Centre

ISO 50001 Energy 
Management System for 
Telin-3 Data Centre

TUV SUD

TUV SUD

ISO 9001: 2015

LLOYD Register

OHSAS 18001:2007

SMK3

Sucofindo

Sucofindo

BS OHSAS 18001:2007

TUV Rheinland 

ISO 9001:2015

CIQS 2000:2018

2021

2023

2022

2022

2023

2023

2022

2022

2022

2020

2022

2022

2022

2023

13.

PINS

2020

ISO 9001:2015

2020

ISO 45001:2018

2020

ISO 27001:2013

2018

2019

ISO 9001:2015 

CIQS 2000:2009

2020

ISO 14001:2015

2020

OHSAS 18001:2007

14.

15.

SSI 

Dayamitra 
Telekomunikasi

16.

TelkomTelstra

2017

2019

2019

ISO 9001:2015

ISO 9001:2015

ISO/IEC 20000 Service 
Management System

17.

TelkoMedika

2018

SNI ISO 9001:2015

2018

SNI ISO 14001:2015

2018

SNI ISO 45001:2015

Keterangan:
*)   Dilakukan proses update setiap tahun.
**)  Dalam proses renewal.

TUV Rheinland

Telkom Professional 
Certificate Center (TPCC)

British Standards Institution 
(BSI)

British Standards Institution 
(BSI)

British Standards Institution 
(BSI)

*)

URS Services Indonesia 

Telkom Professional 
Certification Center (TPCC)

Quality Sertification 
Services

Quality Sertification 
Services

Lloyd’s Register LRQA

SGS

Intertek

International Certification 
Services Management

International Certification 
Services Management

International Certification 
Services Management

2021

2022

2023

2023

2020

2022

**)

2021

2021

2021

55

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANSTRUKTUR ORGANISASI
TELKOM

Per  31  Desember  2020,  Telkom  memiliki  struktur  organisasi  yang  ditetapkan  berdasarkan 

surat keputusan Direktur Human Capital Management dengan pengungkapan paling sedikit 

sampai  dengan  1  (satu)  tingkat  di  bawah  Direksi,  beserta  nama  dan  jabatan,  disajikan 

Direktur Utama

Ririek Adriansyah

dengan bagan sebagai berikut.

Direktur Enterprise & 
Business Service
Edi Witjara

Direktur Consumer 
Service
FM Venusiana R

Direktur Wholesale & 
International Service
Dian Rachmawan

Direktur Network & IT 
Solution
Herlan Wijanarko

Direktur Digital Business
Muhamad Fajrin Rasyid

AVP Sekretariat
Direktorat EBIS
Sigit Adi Pramono

AVP Sekretariat
Direktorat CONS
Fitriansyah Nasution

AVP Sekretariat
Direktorat WINS
Daniel Syafril

AVP Sekretariat
Direktorat NITS
Agung Kertioso

AVP Sekretariat
Direktorat DB 
H Mohamad Rahmat Yusuf

VP Enterprise Business
 Strategy
A Hartono

VP Planning & 
Resource
Management
Soewiyarso

VP Strategy &
Planning
Muhammad Rofik

VP Network/IT Strategy, 
Technology & Architecture
Moh. Riza Sutjipto

OVP Group of Digital
Strategy
Riza A N Rukmana

VP Enterprise Business
Orchestration
Dian Prambini

VP Marketing 
Management
Edie Kurniawan

VP Traffic
Product & Solution
Tri Nugroho B W

VP Integrated Infra Program 
& Budget Management
M Amperandus Simanjuntak

OVP Group of Digital Business
Performance & Tribe

VP Enterprise Business
Governance
Ambar Kuspardianto

OVP Consumer
Fulfillment
Mohamad Khamdan

VP Network
Infastructure Product
& Solution
Arief Hidayat

VP Performance & 
Governance Management
Admiral Dasrin

EVP Digital & Next Business
Joddy Hernady

OVP Consumer
Assurance
Suparwiyanto

OVP Cyber Security
Rizal Akbar

EGM Divisi Solution 
Delivery & Assurance
Rosyidul Umam Aly

EGM Divisi TV Video
Anak Agung Gede 
Mayun Wirayuda

EVP Divisi Wholesale 
Service
Erik Orbandi

EGM Divisi 
Service Operation
Akhmad Ludfy

EVP Divisi Enterprise 
Service
Mohammad Salsabil

EVP Divisi 
Business Service
Syaifudin

EVP Divisi 
Government Service
Dedy Mardhianto

EGM Divisi 
Digital Connectivity 
Service
Abdi Mulyanta Ginting

EGM Divisi Digital 
Infrastructure 
Development
Lukman Hakim Abd Rauf

EGM Divisi Information
Technology
Sihmirmo Adi

CRO

EVP Telkom Regional I
Machsus Kusuma 
Apriyono

EVP Telkom Regional II
Teuku Muda Nanta

EVP Telkom Regional III
Sujito

s
r
o
t
c
e
r
i
D
f
o
d
r
a
o
B

E
C

I
F
F
O

E
T
A
R
O
P
R
O
C

S
I

N
S
I

B

T
I

N
U

Y
R
O
T
I

R
R
E
T

56

PT TELKOM IndOnEsIa (PErsErO) TbK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOM 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
CEO’s Office

Direktur Strategic
Portfolio
Budi Setyawan 
Wijaya

Direktur Keuangan
Heri Supriadi

Direktur Human Capital
Management
Afriwandi

SVP Corporate 
Secretary
Indrawan 
Ditapradana

SVP Corporate 
Communication & 
Investor Relation
Ahmad Reza

SVP Internal Audit
Harry Suseno 
Hadisoebroto

SVP Group 
Corporate 
Transformation
Ikhsan

AVP Sekretariat
Direktorat SP
Zakariah

AVP Sekretariat
Direktorat Keuangan
Setio Nuranto

AVP Sekretariat
Direktorat HCM
Puspo Hendriadi

Personal
Assistant
BOD

VP Corporate 
Communication

VP Investor 
Relation
Andi Setiawan

VP Financial Controller
CFU Enterprise
Devindra Kamal

VP HC Strategic 
Management
Dwi Heriyanto B

VP Financial Controller
CFU Non-Enterprise
Irphan Wijaya

VP HC Development
Nizar

VP Corporate Finance 

VP HC Organizational 
Effectiveness
Iwan Setiawan

VP Financial &
Procurement Policy
Achmad Aliyadin

VP Telkom 
Smart Office

VP Governance 
& Risk 
Management
Jajat Sutarjat

VP Regulatory
Management
Chairudin Mirza

VP Corporate 
Office
Support
Hardi Purwanto

VP Legal & 
Compliance
Junian Sidharta

VP Corporate 
Strategic Planning
Torkis Ropinda
Sihombing

VP Integrated 
Portfolio
Management 
Saiful Hidajat

VP Synergy
Suhartono

VP Strategic 
Investment
Digital Telco
Yusuf Wibisono

VP Strategic 
Investment
ICT & Services

VP Planning & 
Development 
Audit 
Imam Santoso

VP Infrastructure 
& Operation 
Audit
Alip Priyono

VP Information 
Technology Audit
Umar Syahid

Transformation 
Program 
Leader

Taskforce 
Leader

AVP Plan, 
Governance, 
Monitor & Report
Novriwan

VP Integrated & 
Financial Audit
Agus Widjajanto

AVP Budget & 
Resourcing
Satria Utama

VP GCT Change 
Management & 
Communication
Oki Wiranto 
Sarwoto

SGM SSO Finance 
Center
Muchamad Noor
Hidayat

SGM Assesment 
Center Indonesia
Justi Ariesthiawati

SGM SSO Procurement 
& Sourcing Center
I Ketut Dody Wirawan

SGM Community
Development Center
Hery Susanto

SGM Asset 
Management Center
Weriza

SGM HC Business
Partner
Sendy Aditya
Kamesvara

SGM Telkom Corporate
University
Jemy Vestius Confido

EVP Telkom Regional IV
Djatmiko

EVP Telkom Regional V
Pontjo Suharwono

EVP Telkom Regional VI
Rijanto Utomo, Raden

EVP Telkom Regional VII
Aris Dwi Tjahjanto

57

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANPROFIL
DEWAN KOMISARIS

ANGGOTA DEWAN KOMISARIS YANG MENJABAT PER 31 DESEMBER 2020

Rhenald Kasali
Komisaris Utama/Komisaris Independen

Pribadi
Lahir
Usia/Umur

: Jakarta, 13 Agustus 1960 Kewarganegaraan : Indonesia
: 60 tahun 

Domisili

: Jakarta, Indonesia

Riwayat Pendidikan
1985 
1993 

Sarjana Ekonomi, Universitas Indonesia, Indonesia.
Master of Science in Business Administration, 
University of Illinois, Amerika Serikat.
Ph.D, University of Illinois, Amerika Serikat.

1998 

Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Telkom tanggal 24 Mei 2019.

Riwayat Jabatan
2009 - sekarang  Guru Besar Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia, Indonesia.
2015 - 2019 
2007 

Komisaris Utama, Angkasa Pura II.
Founder, Yayasan Rumah Perubahan.

Marsudi Wahyu Kisworo
Komisaris Independen

Pribadi
Lahir
Usia/Umur

: Kediri, 29 Oktober 1958
: 62 tahun

Kewarganegaraan : Indonesia
Domisili

: Jakarta, Indonesia

Riwayat Pendidikan
1983 
1990 

Sarjana Teknik Elektro, Institut Teknologi Bandung, Indonesia.
Post graduate Diploma in Computer Science, 
Curtin University of Technology, Australia.
Ph.D. in Computer Science, Curtin University of Technology, Australia.

1992 

Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Telkom tanggal 24 Mei 2019.

Riwayat Jabatan
2019 – sekarang  Guru Besar Ilmu Komputer, 

2016 – sekarang  Tim Pembimbing Gerakan Menuju 100 Smartcity,  

Universitas Prasetiya Mulya dan Universitas Bina Darma.

Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

2015 – sekarang  Tenaga Ahli Telematika dan Pertahanan Siber, 

Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.

2015 – sekarang  Anggota Balai Pertimbangan Pemasyarakatan,  

Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.

2015 – sekarang  Anggota Dewan Pembina, Ikatan Ahli Ekonomi Islam.
2013 – sekarang  Ketua Bidang Industri Kreatif, Asosiasi Profesor Indonesia.
2000 – sekarang  Chairman of the Advisory Board Indonesia China Friendship  

2010 – 2018 
2005 – 2010 
1998 – 2004 

Association.
Rektor, Perbanas Institute.
Pro-Rektor, Swiss German University Asia.
Deputi Rektor, Universitas Paramadina.

58

PT TELKOM IndOnEsIa (PErsErO) TbK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOM 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Ahmad Fikri Assegaf
Komisaris

Pribadi
Lahir
Usia/Umur

: Jakarta, 14 Juni 1968
: 52 tahun

Kewarganegaraan : Indonesia
Domisili

: Jakarta, Indonesia

Riwayat Pendidikan
1991 
1994 

Sarjana Hukum, Universitas Indonesia, Indonesia.
Magister Hukum, Cornell Law School, Amerika.

Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Telkom tanggal 19 Juni 2020, 
Surat  Keputusan  Nomor:  SR-409/MBU/06/2020  perihal  Pembetulan  Putusan 
Agenda  ke-6  (enam)  RUPST  TB  2019  PT  Telekomunikasi  Indonesia  (Persero) 
Tbk.

Riwayat Jabatan
2015 – sekarang   Dosen, Sekolah Tinggi Hukum Indonesia (STHI) Jentera.
2001 – sekarang  Co-founder, Assegaf Hamzah & Partners.
1999 – sekarang   Co-founder dan Pemegang Saham, PT Justika Siar Publika.
2017 – 2020 
2015 – 2017 

Komisaris Independen, PT Bank BNI (Persero) Tbk.
Dewan Pengawas, Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran.

Wawan Iriawan
Komisaris Independen

Pribadi
Lahir
Usia/Umur

: Jakarta, 31 Mei 1963 
: 57 tahun

Kewarganegaraan : Indonesia
Domisili

: Jakarta, Indonesia

Riwayat Pendidikan
1989 
2005  Magister Hukum, Universitas Padjadjaran, Indonesia.
2018 

Doktor Hukum, Universitas Padjadjaran, Indonesia.

Sarjana hukum, Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia.

Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Telkom tanggal 19 Juni 2020.

Riwayat Jabatan
1999 – 2020 

Managing Partner, Iriawan & Co.

59

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANChandra Arie Setiawan
Komisaris Independen

Pribadi
Lahir
Usia/Umur

: Jakarta, 4 September 1970 Kewarganegaraan : Indonesia
: 50 tahun

Domisili

: Jakarta, Indonesia

Riwayat Pendidikan
1999  
2005   Magister Manajemen, Universitas Indonesia, Indonesia.

Sarjana Ekonomi, Universitas Indonesia, Indonesia.

Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Telkom tanggal 19 Juni 2020.

Riwayat Jabatan
2011 – 2020  
2004 – 2011  
1999 – 2004  

Chief Executive Officer (CEO), PT Sarana Global Indonesia.
Direktur, PT Ketrosden Triasmitra.
Vice President (VP) Marketing, PT Sanatel.

Marcelino Rumambo Pandin
Komisaris

Pribadi

Usia/Umur

: 54 tahun

Kewarganegaraan : Indonesia
Domisili

: Jakarta, Indonesia

Riwayat Pendidikan
1991  
Sarjana Teknik Arsitektur, Institut Teknologi Bandung, Indonesia.
1999   Master of Philosophy, Judge Business School, University of Cambridge,  

Inggris.

2003   Diploma in Company Direction (Chartered Director Level II), 

The Institute of Directors (IoD), Inggris.
2005   graduate Diploma in Company Director Course, 

2007 

Australian Institute of Company Director (GAICD), Australia.
Ph.D. of Technology and Innovation, the University of Queensland,  
Australia.

Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Telkom tanggal 24 Mei 2019.

Riwayat Jabatan
2018 – 2019  

2017 – 2019  

Committee, World Observatory on Subnational Government  
Finance and Investment OECD Paris, Perancis.
Senior Policy Advisor on City Finance, 
United City and Local Government (UCLG) Asia Pacific.

60

PT TELKOM IndOnEsIa (PErsErO) TbK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOM 
 
 
 
 
 
 
 
Ismail
Komisaris

Pribadi
Lahir
Usia/Umur

: Mataram, 10 Agustus 1969 Kewarganegaraan : Indonesia
: 51 tahun

Domisili

: Jakarta, Indonesia

Riwayat Pendidikan
1993  
1999   Magister Teknik Elektro, Universitas Indonesia, Indonesia.
2010   Doktor Teknik Elektro dan Informatika, Institut Teknologi Bandung,  

Sarjana Teknik Fisika, Institut Teknologi Bandung, Indonesia.

Indonesia.

Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Telkom tanggal 24 Mei 2019.

2018 – 2019  
2016 – 2018  
2014 – 2016  

Riwayat Jabatan
2016 – sekarang   Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan  
Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika    
Republik Indonesia.
Ketua, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI).
Wakil Ketua, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI).
Direktur Pengembangan Pita Lebar (sebelumnya disebut  
Telekomunikasi Khusus), Kementerian Komunikasi dan   
Informatika Republik Indonesia.  
Direktur Telekomunikasi, Kementerian Komunikasi dan   
Informatika Republik Indonesia.
Direktur Operasional Sistem IT, Pusat Pelaporan dan  
Analisis Transaksi Keuangan, Kementerian Komunikasi dan  
Informatika Republik Indonesia.

2008 – 2012  

2012 – 2014  

Alex Denni
Komisaris

Pribadi
Lahir
Usia/Umur : 52 tahun

: Tanah Datar, 27 Desember 1968 Kewarganegaraan : Indonesia

Domisili

: Depok, Indonesia

Riwayat Pendidikan
1990  
1997   Magister Manajemen, Universitas Atmajaya, Indonesia.
2011  

Doktor Hukum Capital, Institut Pertanian Bogor, Indonesia.

Sarjana Manajemen Agro Industri, Institut Pertanian Bogor, Indonesia.

Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Telkom tanggal 19 Juni 2020

Riwayat Jabatan
2020  
2018 – 2020  
2014 – 2018  

Deputi Bidang SDM TI, Kementerian BUMN.
Direktur HC & Transformasi, PT Jasa Marga.
Chief Human Capital Officer, PT Bank Negara Indonesia (BNI).

61

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAAN 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Rizal Mallarangeng
Komisaris

Pribadi
Lahir
Usia/Umur

: Makassar, 29 Oktober 1964 Kewarganegaraan : Indonesia
: 56 tahun

Domisili

: Jakarta, Indonesia

Riwayat Pendidikan
1990  
Sarjana Ilmu Komunikasi, Universitas Gadjah Mada, Indonesia.
1994   Magister Comparative Politics, Ohio State University, Amerika.
2000   Doktoral Comparative Politics, Ohio State University, Amerika.

Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Telkom tanggal 19 Juni 2020.

Riwayat Jabatan
2001 – 2020  
2016  
2009  

Direktur Eksekutif, Freedom Institute.
Founder, Freedom Corp.
Founder, Fox Indonesia.

62

PT TELKOM IndOnEsIa (PErsErO) TbK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOM 
 
ANGGOTA DEWAN KOMISARIS YANG BERAKHIR JABATANNYA PADA TAHUN 2020

Margiyono Darsasumarja
Komisaris Independen

Pribadi
Lahir
Usia/Umur

: Klaten, 14 September 1976  Kewarganegaraan : Indonesia
: 44 tahun

Domisili

: Jakarta, Indonesia

Riwayat Pendidikan
2008   Sarjana Hukum, Universitas Indonesia, Indonesia.
2012   Master in Cyber Law, University of Leeds, Inggris.

Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Telkom tanggal 17 April 2015.

Riwayat Jabatan
2012 – 2015  

2012 – 2014  
2001 – 2011  

Advocat Coordinator untuk Reform the Reformers Program  
pada Komitmen untuk Pembaharuan Pemerintahan.
Pengajar Hukum Media & Internet, Universitas Bakrie, Indonesia.
Manajer Pengembangan Media, Voice of Human (VHR) Media.

Cahyana Ahmadjayadi
Komisaris Independen

Pribadi
Lahir
Usia/Umur

: Garut, 12 Juli 1955
: 65 tahun

Kewarganegaraan : Indonesia
Domisili

: Bandung dan    
  Jakarta, Indonesia

Riwayat Pendidikan
1980  
2004   Magister Hukum Teknologi/Hukum Bisnis, Universitas Padjajaran,  

Sarjana Teknik Industri, Institut Teknologi Bandung, Indonesia.

Indonesia.

2010   Doktor Hukum Cyber, Universitas Padjajaran, Indonesia.

Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Telkom tanggal 21 April 2017.

Riwayat Jabatan
2010 – 2013  
2011  

2006  
2005  

2002  

1993  

Komisaris, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika Bidang Polkam,  
Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Founder, Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI).
Dirjen Aplikasi Telematika, 
Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Deputi Bidang Jaringan Komunikasi dan Informasi,  
Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Direktur Regional Wilayah V-Jawa Barat, 
PT Telkom Indonesia (Persero), Tbk.

63

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAAN 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
     
PENDIDIKAN, PELATIHAN, SEMINAR DAN KONGRES

Dalam rangka untuk meningkatkan kompetensi para anggota Dewan Komisaris, Telkom memberikan kesempatan bagi 

para anggota Dewan Komisaris untuk mengembangkan pengetahuan dan keahliannya sepanjang tahun 2020.

Berikut ini pendidikan dan/atau pelatihan yang telah diikuti anggota Dewan Komisaris dalam meningkatkan kompetensi 
dalam tahun buku 2020:

No. Nama Kegiatan

Tanggal Pelaksanaan Tempat

Nama Komisaris

1.

4th Annual Global Artificial Intelligence Conference

21-23 Januari 2020

California, Amerika 
Serikat

Rhenald Kasali

Sharing Session Implementasi ISO 37001

26 Februari 2020

Sharing Session Alignment Dokumen CSS 

28 Februari 2020

Jakarta

Jakarta

Digital Capacity Building Benchmark

2-3 Maret 2020

Singapura

Workshop CSS: Strategic Insight for The New 
Normal

10 Juni 2020

Jakarta (online)

Workshop CSS: Sharing dan Diskusi Telco Industry 
& Strategy Update dari Konsultan A.T.Kearney

24 Juli 2020

Jakarta 

Sharing Session TKDN dengan BPKP

11 Agustus 2020

Jakarta (online)

Sosialisasi OJK

1 September 2020

Jakarta (online)

Workshop Finalisasi Rolling CSS 2021-2025

11 September 2020

Jakarta (online)

Tech Session: 5G Update (Huawei dan Nokia)

6 Oktober 2020

Jakarta (online)

Technology & Business Update: 5G (Ericsson dan 
ZTE)

7 Oktober 2020

Jakarta (online)

Tech Session Open RAN

Update PSAK dan SEC

Tech Session QualComm

12 Oktober 2020

Jakarta (online)

14 Oktober 2020

Jakarta (online)

13 November 2020

Jakarta (online)

2.

Sharing Session Implementasi ISO 37001

26 Februari 2020

Sharing Session Alignment Dokumen CSS 

28 Februari 2020

Jakarta

Jakarta

Marsudi Wahyu 
Kisworo

Webinar KNKG: “Pencegahan Korupsi Melalui 
Penguatan Budaya Governance, Risk Management 
dan Compliance.”

Workshop CSS: Strategic Insight for The New 
Normal

2 Juni 2020

Jakarta (online)

10 Juni 2020

Jakarta (online)

Workshop CSS: Sharing dan Diskusi Telco Industry 
& Strategy Update dari Konsultan A.T.Kearney

24 Juli 2020

Jakarta 

Sharing Session TKDN dengan BPKP

11 Agustus 2020

Jakarta (online)

Sosialisasi OJK

1 September 2020

Jakarta (online)

IPMI - Training Ecosystem Edge

10 September 2020

Jakarta (online)

Workshop Finalisasi Rolling CSS 2021-2025

11 September 2020

Jakarta (online)

Tech Session: 5G Update (Huawei dan Nokia)

6 Oktober 2020

Jakarta (online)

Technology & Business Update: 5G (Ericsson dan 
ZTE)

7 Oktober 2020

Jakarta (online)

Tech Session Open RAN

Update PSAK dan SEC

Tech Session QualComm

3. Workshop CSS: Sharing dan Diskusi Telco Industry 
& Strategy Update dari Konsultan A.T.Kearney

12 Oktober 2020

Jakarta (online)

14 Oktober 2020

Jakarta (online)

13 November 2020

Jakarta (online)

24 Juli 2020

Jakarta 

Ahmad Fikri 
Assegaf(2)

Sharing Session TKDN dengan BPKP

11 Agustus 2020

Jakarta (online)

Sosialisasi OJK

1 September 2020

Jakarta (online)

Workshop Finalisasi Rolling CSS 2021-2025

11 September 2020

Jakarta (online)

Tech Session: 5G Update (Huawei dan Nokia)

6 Oktober 2020

Jakarta (online)

64

PT TELKOM IndOnEsIa (PErsErO) TbK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMNo. Nama Kegiatan

Tanggal Pelaksanaan Tempat

Nama Komisaris

Technology & Business Update: 5G (Ericsson dan 
ZTE)

7 Oktober 2020

Jakarta (online)

Tech Session Open RAN

Update PSAK dan SEC

Tech Session QualComm

12 Oktober 2020

Jakarta (online)

14 Oktober 2020

Jakarta (online)

13 November 2020

Jakarta (online)

4. Workshop CSS: Sharing dan Diskusi Telco Industry 
& Strategy Update dari Konsultan A.T.Kearney

24 Juli 2020

Jakarta 

Wawan Iriawan(2)

Sharing Session TKDN dengan BPKP

11 Agustus 2020

Jakarta (online)

Sosialisasi OJK

1 September 2020

Jakarta (online)

Workshop Finalisasi Rolling CSS 2021-2025

11 September 2020

Jakarta (online)

Tech Session: 5G Update (Huawei dan Nokia)

6 Oktober 2020

Jakarta (online)

Technology & Business Update: 5G (Ericsson dan 
ZTE)

7 Oktober 2020

Jakarta (online)

Tech Session Open RAN

Update PSAK dan SEC

Tech Session QualComm

5. Workshop CSS: Sharing dan Diskusi Telco Industry 
& Strategy Update dari Konsultan A.T.Kearney

12 Oktober 2020

Jakarta (online)

14 Oktober 2020

Jakarta (online)

13 November 2020

Jakarta (online)

24 Juli 2020

Jakarta 

Chandra Arie 
Setiawan(2)

Sharing Session TKDN dengan BPKP

11 Agustus 2020

Jakarta (online)

Sosialisasi OJK

1 September 2020

Jakarta (online)

Workshop Finalisasi Rolling CSS 2021-2025

11 September 2020

Jakarta (online)

Tech Session: 5G Update (Huawei dan Nokia)

6 Oktober 2020

Jakarta (online)

Technology & Business Update: 5G (Ericsson dan 
ZTE)

7 Oktober 2020

Jakarta (online)

Tech Session Open RAN

Update PSAK dan SEC

Tech Session QualComm

6.

Pemantauan Perkembangan Metra Digital 
Innovation

12 Oktober 2020

Jakarta (online)

14 Oktober 2020

Jakarta (online)

13 November 2020

Jakarta (online)

16-17 Januari 2020

Singapura

Sharing Session Implementasi ISO 37001

26 Februari 2020

Sharing Session Alignment Dokumen CSS 

28 Februari 2020

Jakarta

Jakarta

ICION 8th Annual Bali Conference & Exhibition 
ASEAN Digital Economic 2020

Galilee International Management Institute 
Conference

Workshop CSS: Strategic Insight for The New 
Normal

3-5 Maret 2020

Bali, Indonesia

1 Juni 2020

Israel (online)

10 Juni 2020

Jakarta (online)

Workshop CSS: Sharing dan Diskusi Telco Industry 
& Strategy Update dari Konsultan A.T.Kearney

24 Juli 2020

Jakarta 

Sharing Session TKDN dengan BPKP

11 Agustus 2020

Jakarta (online)

Sosialisasi OJK

1 September 2020

Jakarta (online)

IPMI - Training Ecosystem Edge

10 September 2020

Jakarta (online)

Workshop Finalisasi Rolling CSS 2021-2025

11 September 2020

Jakarta (online)

Tech Session: 5G Update (Huawei dan Nokia)

6 Oktober 2020

Jakarta (online)

Technology & Business Update: 5G (Ericsson dan 
ZTE)

7 Oktober 2020

Jakarta (online)

Tech Session Open RAN

Update PSAK dan SEC

Tech Session QualComm

12 Oktober 2020

Jakarta (online)

14 Oktober 2020

Jakarta (online)

13 November 2020

Jakarta (online)

Marcelino Rumambo 
Pandin

65

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANNo. Nama Kegiatan

Tanggal Pelaksanaan Tempat

Nama Komisaris

7.

Sharing Session Implementasi ISO 37001

26 Februari 2020

Sharing Session Alignment Dokumen CSS 

28 Februari 2020

Jakarta

Jakarta

Ismail

Webinar KNKG: “Pencegahan Korupsi Melalui 
Penguatan Budaya Governance, Risk Management 
dan Compliance.”

Workshop CSS: Strategic Insight for The New 
Normal

WSIS Forum 2020 High-Level Interactive Policy 
Sessions

2 Juni 2020

Jakarta (online)

10 Juni 2020

Jakarta (online)

23 Juli 2020

Online

Workshop CSS: Sharing dan Diskusi Telco Industry 
& Strategy Update dari Konsultan A.T.Kearney

24 Juli 2020

Jakarta 

Sharing Session TKDN dengan BPKP

11 Agustus 2020

Jakarta (online)

Sosialisasi OJK

1 September 2020

Jakarta (online)

Workshop Finalisasi Rolling CSS 2021-2025

11 September 2020

Jakarta (online)

Tech Session: 5G Update (Huawei dan Nokia)

6 Oktober 2020

Jakarta (online)

Technology & Business Update: 5G (Ericsson dan 
ZTE)

7 Oktober 2020

Jakarta (online)

Tech Session Open RAN

Update PSAK dan SEC

ITU Virtual Digital World Ministrial Roundtable 
2020

12 Oktober 2020

Jakarta (online)

14 Oktober 2020

Jakarta (online)

21 Oktober 202

Online

GSMA Thrive APAC Policy Forum

 4 November 2020

Online

Tech Session QualComm

13 November 2020

Jakarta (online)

8.

SNI ISO 37001 - Roadmap Penerapan Penguatan 
Integritas dalam Organisasi

30 Juni 2020

Jakarta (online)

Alex Denni(2)

Workshop CSS: Sharing dan Diskusi Telco Industry 
& Strategy Update dari Konsultan A.T.Kearney

24 Juli 2020

Jakarta 

Sharing Session TKDN dengan BPKP

11 Agustus 2020

Jakarta (online)

Sosialisasi OJK

1 September 2020

Jakarta (online)

Workshop Finalisasi Rolling CSS 2021-2025

11 September 2020

Jakarta (online)

Tech Session: 5G Update (Huawei dan Nokia)

6 Oktober 2020

Jakarta (online)

Technology & Business Update: 5G (Ericsson dan 
ZTE)

7 Oktober 2020

Jakarta (online)

Tech Session Open RAN

Update PSAK dan SEC

Tech Session QualComm

12 Oktober 2020

Jakarta (online)

14 Oktober 2020

Jakarta (online)

13 November 2020

Jakarta (online)

9. Workshop CSS: Sharing dan Diskusi Telco Industry 
& Strategy Update dari Konsultan A.T.Kearney

24 Juli 2020

Jakarta 

Rizal Mallarangeng

Sharing Session TKDN dengan BPKP

11 Agustus 2020

Jakarta (online)

Sosialisasi OJK

1 September 2020

Jakarta (online)

Workshop Finalisasi Rolling CSS 2021-2025

11 September 2020

Jakarta (online)

Tech Session: 5G Update (Huawei dan Nokia)

6 Oktober 2020

Jakarta (online)

Technology & Business Update: 5G (Ericsson dan 
ZTE)

7 Oktober 2020

Jakarta (online)

Tech Session Open RAN

Update PSAK dan SEC

Tech Session QualComm

12 Oktober 2020

Jakarta (online)

14 Oktober 2020

Jakarta (online)

13 November 2020

Jakarta (online)

10.

Sharing Session Implementasi ISO 37001

26 Februari 2020

Jakarta

Margiyono 
Darsasumarja(3)

Sharing Session Alignment Dokumen CSS 

28 Februari 2020

Jakarta

66

PT TELKOM IndOnEsIa (PErsErO) TbK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMNo. Nama Kegiatan

Tanggal Pelaksanaan Tempat

Nama Komisaris

Workshop CSS: Strategic Insight for The New 
Normal

HARVARD PDP Online - Leading the Way Back 
from Crisis: Charting a Path to New Norms for 
Your Organizations

10 Juni 2020

Jakarta (online)

16 Juni 2020

Cambridge, Amerika 
Serikat (online)

11.

Sharing Session Implementasi ISO 37001

26 Februari 2020

Jakarta

Cahyana 
Ahmadjayadi(3)

Sharing Session Alignment Dokumen CSS 

28 Februari 2020

Jakarta

Workshop CSS: Strategic Insight for The New 
Normal

HARVARD PDP Online - Leading the Way Back 
from Crisis: Charting a Path to New Norms for 
Your Organizations

10 Juni 2020

Jakarta (online)

16 Juni 2020

Cambridge, Amerika 
Serikat (online)

HUBUNGAN AFILIASI ANGGOTA DEWAN KOMISARIS

Telkom mengungkapkan hubungan afiliasi sesama anggota Dewan Komisaris, Direksi, dan pemegang saham utama dan 

pengendali, termasuk juga nama pihak yang terafiliasi sesuai dengan prinsip transparansi dalam penerapan tata kelola 

perusahaan yang baik atau GCG.

No.

Nama

Jabatan Terakhir

1.

Rhenald Kasali

Komisaris Utama/
Komisaris Independen

Hubungan Keuangan dengan

Hubungan Keluarga dengan

Anggota 
Dewan 
Komisaris

Anggota 
Direksi

Pemegang 
Saham Utama 
dan 
Pengendali(1)

Anggota 
Dewan 
Komisaris

Anggota 
Direksi

Pemegang 
Saham Utama 
dan 
Pengendali(1)

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

2.

3.

Marsudi Wahyu Kisworo

Komisaris Independen

Tidak 

Tidak 

Ahmad Fikri Assegaf(2)

Komisaris

Tidak 

Tidak 

4. Wawan Iriawan(2)

Komisaris Independen

Tidak 

Tidak 

5.

6.

7.

8.

9.

Chandra Arie Setiawan(2) Komisaris Independen

Tidak 

Tidak 

Marcelino Rumambo 
Pandin

Ismail

Alex Denni(2)

Komisaris

Komisaris

Komisaris

Rizal Mallarangeng

Komisaris

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

10. Margiyono 

Darsasumarja(3)

Komisaris Independen

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

11.

Cahyana Ahmadjayadi(3)

Komisaris Independen

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Tidak 

Keterangan:
(1)  Pemegang saham pengendali dalam hal ini adalah Pemerintah Indonesia yang diwakili Menteri BUMN sebagai pemegang saham utama.
(2)  Menjabat sejak 19 Juni 2020 sesuai Surat Menteri BUMN yang dibacakan pada RUPST Telkom.
(3)  Tidak menjabat lagi sejak 19 Juni 2020 sesuai Surat Menteri BUMN yang dibacakan pada RUPST Telkom.

PERNYATAAN INDEPENDENSI

Penegakan  prinsip  tata  kelola  perusahaan  atau  good  Corporate  governance  (GCG)  dilakukan  oleh  Telkom  dengan 

mewajibkan  Komisaris  Independen  menandatangani  Pernyataan  Independensi  Komisaris  Independen,  terutama  bagi 

Komisaris Independen telah menjabat lebih dari 2 (dua) periode. 

Hingga saat disusunnya Laporan ini, Komisaris Independen Telkom baru menjabat sejak tahun 2019 dan 2020 sehingga 

belum menjabat lebih dari 2 (dua) periode. Meski demikian, Komisaris Independen Telkom saat ini, yaitu Rhenald Kasali, 

Marsudi Wahyu Kisworo, Wawan Iriawan, dan Chandra Arie Setiawan tetap menandatangani pernyataan independensi.

67

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANPROFIL
DIREKSI
DIREKSI YANG MENJABAT PER 31 DESEMBER 2020

Ririek Adriansyah
Direktur Utama

Pribadi
Lahir
Usia/Umur : 57 tahun

: Yogyakarta, 2 September 1963 Kewarganegaraan : Indonesia

Domisili

: Jakarta, Indonesia

Riwayat Pendidikan
1989  

Sarjana Teknik Elektro, Institut Teknologi Bandung.

Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Telkom tanggal 24 Mei 2019.

Riwayat Jabatan
2019 – 2021 
2015 – 2019  
2014   

2012 – 2013  

2011 – 2012  
2010 – 2011  

2008 – 2010  

Komisaris Utama, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel).
Direktur Utama, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel).
Direktur Wholesale & International Service, 
PT Telkom Indonesia (Persero), Tbk.
Direktur Compliance & Risk Management, 
PT Telkom Indonesia (Persero), Tbk.
Direktur Utama, PT Telekomunikasi Indonesia International.
Direktur Marketing & Sales, 
PT Telekomunikasi Indonesia International.
Direktur International Carrier Service, 
PT Telekomunikasi Indonesia International.

Dian Rachmawan
Direktur Wholesale & International Service (WINS)

Pribadi
Lahir
Usia/Umur

: Surabaya, 14 Mei 1964
: 56 tahun

Kewarganegaraan : Indonesia
Domisili

: Bogor, Indonesia

Riwayat Pendidikan
1987  
1994   Master of Science in Telecommunication and Real Time System,   
Telecommunications Engineering University of Bradford, Inggris.

Sarjana Teknik Elektro, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Indonesia.

Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Telkom tanggal 19 Juni 2020.

Riwayat Jabatan
2020 - sekarang  Komisaris Utama, PT Telkom Internationa (Telin).
2020 - sekarang  Komisaris Utama, PT Telkom Infrastruktur (Telkom Infra).
2019 – 2020  
2017 – 2019  

Direktur Utama, PT Pelabuhan Indonesia I.
Direktur Enterprise & Business Service, 
PT Telkom Indonesia (Persero), Tbk.
Direktur Consumer Service, PT Telkom Indonesia (Persero), Tbk.
Direktur Utama, Telekomunikasi Indonesia International Ltd.  
(Hong Kong).
Direktur Network Operation & Engineering, 
PT Telekomunikasi Indonesia International.
Executive General Manager Divisi Fixed Wireless Network,  
PT Telkom Indonesia (Persero), Tbk.
General Manager Telkom Jakarta Selatan, 
PT Telkom Indonesia (Persero), Tbk.
General Manager Interconnection & Partnership Regional II Jakarta,  
PT Telkom Indonesia (Persero), Tbk.

2014 – 2017  
2011 – 2014  

2007 – 2011  

2005 – 2007  

2004 – 2005   

2001 – 2004  

68

PT TELKOM IndOnEsIa (PErsErO) TbK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOM 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Afriwandi
Direktur Human Capital Management (HCM)

Pribadi
Lahir
Usia/Umur

: Bukittinggi, 3 Maret 1971  Kewarganegaraan : Indonesia
: 50 tahun

Domisili

: Bekasi, Indonesia

Riwayat Pendidikan
1995  
2011  

Sarjana Teknik Industri, Sekolah Tinggi Teknologi Telkom, Indonesia.
Magister Manajemen, Universitas Islam Sumatera Utara, Indonesia.

Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Telkom tanggal 19 Juni 2020.

Riwayat Jabatan
2020 - sekarang  Komisaris Utama, Infomedia.
2020 - sekarang  Komisaris, Finnet.
2015 – 2020  
2015 - 2015 
2014 – 2015  

SVP Corporate Secretary, PT Telkom Indonesia (Persero), Tbk.
Advisor CEO.
Executive General Manager Regional VII, 
PT Telkom Indonesia (Persero), Tbk.
Deputy EGM Divisi Business Service, 
PT Telkom Indonesia (Persero), Tbk.
General Manager of National Segment of Welfare Service Unit,  
PT Telkom Indonesia (Persero), Tbk.
General Manager Enterprise Regional Barat.
General Manager Enterprise Regional 2.
General Manager Enterprise Regional 1.

2013 – 2014  

2012 – 2013  

2012 - 2012 
2011 - 2012 
2008 - 2011 

Heri Supriadi
Direktur Keuangan (KEU)

Pribadi
Lahir
Usia/Umur

: Muara Aman, 2 Januari 1965 Kewarganegaraan : Indonesia
: 56 tahun

Domisili

: Jakarta, Indonesia

Riwayat Pendidikan
1991  
Sarjana Teknik Industri, Institut Teknologi Bandung, Indonesia.
1997   Master of Business Administration (MBA), Saint Mary’s University, Canada.
Doktor Kekhususan Manajemen Bisnis, Universitas Padjadjaran, Indonesia.
2013  

Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Telkom tanggal  19 Juni 2020.

Riwayat Jabatan
Jul 2020 - sekarang 

Feb 2019 - Des 2020 

Jun 2020 - Okt 2020 
Mar 2019 - Jul 2020 
Apr 2012 - Jun 2020 
2010 - 2012 

Jan 2008 - Jan 2011 
Sept 2007 - Mei 2010 

Jan 2009 - Okt 2009 

Komisaris Utama, PT Graha Sarana Duta 
(Telkom Property).
Komisaris Utama, PT Fintech Karya Nusantara  
(LinkAja).
Komisaris, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel).
Komisaris Utama, PT Telkomsel Mitra Inovasi.
Direktur Keuangan, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel).
Direktur Utama, PT Graha Sarana Duta 
(Telkom Property).
Komisaris, PT Multimedia Nusantara (Metra).
Vice President Subsidiary Performance, 
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.
Acting VP Investor Relation and Corporate Secretary,  
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.

69

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAAN 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
FM Venusiana R.
Direktur Consumer Service (CONS)

Pribadi
Lahir
Usia/Umur

: Manokwari, 8 Juli 1966 
: 54 tahun

Kewarganegaraan : Indonesia
Domisili

: Jakarta, Indonesia

Riwayat Pendidikan
1992  
2004   Magister Manajemen, Universitas Hasanuddin, Indonesia.

Sarjana Teknik Elektro, Universitas Diponegoro, Indonesia.

Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)  Telkom tanggal 19 Juni 2020.

Riwayat Jabatan

2020 - sekarang
2020 – 2020
2017 – 2020

2016 – 2017

2013 – 2016

Mei 2010 – 2013

Mar 2010 – Mei 2010

Jan 2008 – Mar 2010

Komisaris Utama, PT Telkom Akses.
Direktur Network, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel).
Senior Vice President Procurement, 
PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel).
Senior Vice President Consumer Marketing, 
PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel).
Executive Vice President Area Jabodetabek Jawa Barat, 
PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel).
Vice President Area Jabodetabek Jawa Barat, 
PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel).
Vice President Customer Lifecycle Management, 
PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel).
Vice President Radio Access Engineering Java-Bali, 
PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel).

Feb 2005 – Jan 2008 Vice President Network Operations, 

PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel).

Edi Witjara
Direktur Enterprise & Business Service (EBIS)

Pribadi
Lahir
Usia/Umur

: Kediri, 17 November 1972 Kewarganegaraan : Indonesia
: 48 tahun

Domisili

: Bandung, Indonesia

Riwayat Pendidikan
1995  
2009   Magister Hukum Bisnis, Universitas Padjajaran, Indonesia.
2018  

Sarjana Teknik Elektro, Sekolah Tinggi Teknologi Telkom, Indonesia.

Doktor Manajemen Strategik Bisnis, Universitas Padjajaran, Indonesia.

Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Telkom tanggal 24 Mei 2019.

Riwayat Jabatan
2020 - sekarang  Presiden Komisaris, PT Telkom Satelit Indonesia.
2020 - sekarang  Presiden Komisaris, PT PINS Indonesia.
2019 - sekarang  Presiden Komisaris, PT Multimedia Nusantara.
2019 – 2020  

2019 – 2020 
2019 – 2020  
2018 – 2019  

2017 – 2018  

2016 – 2018  
2013 – 2016  
2013 – 2016  

70

Direktur Human Capital Management, 
PT Telkom Indonesia (Persero), Tbk.
Komisaris Utama, PT Infomedia Nusantara.
Board of Supervisor, Global Council of Corporate University.
SVP Group Financial Planning Analysis and Control, 
PT Telkom Indonesia (Persero), Tbk.
Kepala Program Bisnis Shared Service Organization, 
PT Telkom Indonesia (Persero), Tbk.
SVP Financial Planning & Analysis, PT Telkom Indonesia (Persero), Tbk.
Komisaris, PT Telkom Akses.
VP Management Accounting, PT Telkom Indonesia (Persero), Tbk.

PT TELKOM IndOnEsIa (PErsErO) TbK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOM 
 
 
 
 
 
Herlan Wijanarko
Direktur Network & IT Solution (NITS)

Pribadi
Lahir
Usia/Umur

: Solo, 19 Februari 1965
: 55 tahun

Kewarganegaraan : Indonesia
Domisili

: Bandung, Indonesia

Riwayat Pendidikan
1989  
2005   Magister Manajemen, Sekolah Tinggi Manajemen Bisnis Telkom,   

Sarjana Teknik Elektro, Institut Teknologi Bandung, Indonesia.

Indonesia.

Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Telkom tanggal 19 Juni 2020.

Riwayat Jabatan
2020 - sekarang  Komisaris Utama, PT Dayamitra Telekomunikasi.
2018 – 2020  
2016 – 2018  

2015 – 2016  

2014 – 2015  

2014 – 2014  

2013 – 2014  

2010 – 2013  

2009 – 2010   

2007 – 2009  

Direktur Utama, PT Dayamitra Telekomunikasi.
EGM Divisi Service Operations, 
PT Telkom Indonesia (Persero), Tbk.
Deputy EGM Infra Operations & Maintenance, 
PT Telkom Indonesia (Persero), Tbk.
Deputy EGM Network Infrastructure & Access, 
PT Telkom Indonesia (Persero), Tbk.
Deputy EGM IP Network & Operation, 
PT Telkom Indonesia (Persero), Tbk.
GM Jawa Barat Barat Utara (Bekasi), 
PT Telkom Indonesia (Persero), Tbk.
GM Network Regional Kawasan Jawa Barat, 
PT Telkom Indonesia (Persero), Tbk.
GM Network Regional Kawasan Jawa Tengah, 
PT Telkom Indonesia (Persero), Tbk.
GM Network Regional Kawasan Timur Indonesia, 
PT Telkom Indonesia (Persero), Tbk.

Muhamad Fajrin Rasyid
Direktur Digital Business (DB)

Pribadi
Lahir
Usia/Umur : 34 tahun

: Jakarta, 11 September 1986 Kewarganegaraan : Indonesia

Domisili

: Jakarta, Indonesia

Riwayat Pendidikan
2008   Student Exchange Program, Daejeon University, Korea Selatan.
2009   Sarjana Teknik Informatika, Institut Teknologi Bandung, Indonesia.
Executive Educations in Scaling Entrepreneurial Ventures, 
2018  
Harvard Business School, Amerika Serikat.
Executive Educations in Innovations and growth, 
Stanford University of Business, Amerika Serikat.

2019  

Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Telkom tanggal 19 Juni 2020.

Riwayat Jabatan
2020 - sekarang  Komisaris Utama, PT Metranet.
2020 - sekarang  Komisaris Utama, PT MDI.
2020 - sekarang  Komisaris, PT Sigma Cipta Caraka.
2011 – 2020  
2011 – 2014  
2009 – 2011  

CO-Founder & President, Bukalapak.
Direktur Utama, Suitmedia.
Konsultan, The Boston Consulting Group (BCG).

71

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAAN 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Budi Setyawan Wijaya
Direktur Strategic Portfolio (SP)

Pribadi
Lahir
Usia/Umur : 48 tahun

: Yogyakarta, 28 Oktober 1972 Kewarganegaraan : Indonesia

Domisili

: Bandung, Indonesia

Riwayat Pendidikan
1996  

Sarjana Teknik dan Manajemen Industri, 
Sekolah Tinggi Teknologi Telkom, Indonesia.

2003   Magister Manajemen, Sekolah Tinggi Manajemen Bisnis Telkom,   

Indonesia.

Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Telkom tanggal 19 Juni 2020.

Riwayat Jabatan
2020 - sekarang  Komisaris Utama, PT Sigma Cipta Caraka.
2020 - sekarang  Komisaris Utama, PT Teltranet Aplikasi Solusi.
2020 - sekarang  Komisaris Utama, PT Jalin Pembayaran Nusantara.
Direktur Utama, PT Admedika.
2017 – 2020  
Direktur Utama, PT MD Media.
2015 – 2017  
Direktur Utama, PT Melon Indonesia.
2013 – 2015  

ANGGOTA DIREKSI YANG BERAKHIR JABATANNYA PADA TAHUN 2020

Harry Mozarta Zen
Direktur Keuangan

Pribadi
Lahir
Usia/Umur : 51 tahun

: Tanjung Pinang, 9 Januari 1969 Kewarganegaraan : Indonesia

Domisili

: Jakarta, Indonesia

Riwayat Pendidikan
1993  

Sarjana Teknik Metalurgi, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia,   
Indonesia.

1996   Master of Business and Administration, Corporate Finance and    

Financial Institutions & Market, State University of New York, 
Amerika  Serikat.

Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Telkom tanggal 22 April 2016.

Riwayat Jabatan
2008 – 2015  
2007 – 2008  
2001 – 2007  
1996 – 2001  

1993 – 1994  

Direktur Utama, PT Credit Suisse Securities Indonesia.
Direktur, PT Barclays Capital.
Co-Head Investment Banking, PT Bahana Sekuritas.
Assistant Vice President Global Corporate Banking, 
PT Citibank.
Official Assistant Global Consumer Banking, PT Citibank.

72

PT TELKOM IndOnEsIa (PErsErO) TbK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOM 
 
 
 
 
 
 
Zulhelfi Abidin
Direktur Network & IT Solution 

Pribadi
Lahir
Usia/Umur

: Bukittinggi, 1 Januari 1962 Kewarganegaraan : Indonesia
: 58 tahun

Domisili

: Jakarta, Indonesia

Riwayat Pendidikan
1987  
Sarjana Teknik Informatika, Institut Teknologi Bandung, Indonesia.
1996   Master in Computer Science, University of Wollongong, Australia.

Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Telkom tanggal 21 April 2017.

Riwayat Jabatan
2017 – 2020  

2018 –2019  
2015 – 2017  
2014 – 2015  

2012 – 2015  
2007 – 2014  

Direktur Network & IT Solution, 
PT Telkom Indonesia (Persero), Tbk.
Komisaris Utama, PT Sigma Cipta Caraka.
Direktur, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Senior Executive Vice President, 
PT Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Komisaris, PT Bank Rakyat Indonesia Syariah (BRI Syariah).
Kepala Divisi Teknologi Sistem Informasi, 
PT Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Siti Choiriana
Direktur Consumer Service

Pribadi
Lahir
Usia/Umur

: Magetan, 28 Mei 1970
: 50 tahun

Kewarganegaraan : Indonesia
Domisili

: Jakarta, Indonesia

Riwayat Pendidikan
1993  
Sarjana Teknik Elektro, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Indonesia.
2005   Magister Manajemen Teknologi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember,  

Indonesia.

Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Telkom tanggal 27 April 2018.

Riwayat Jabatan
2018 - 2020  

2017 – 2018  
2013 – 2018  

2016 – 2017  
2016   
2013 – 2015  
2012 – 2013  

Direktur Consumer Service, 
PT Telkom Indonesia (Persero), Tbk.
Komisaris, PT Telkom Sigma.
Executive Vice President Divisi Enterprise Service, 
PT Telkom Indonesia (Persero), Tbk.
Komisaris Utama, PT Patrakom.
Komisaris, PT Admedika.
Komisaris, PT Finnet Indonesia.
Deputy Executive Vice President Divisi Enterprise Service,  
PT Telkom Indonesia (Persero), Tbk.

73

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAAN 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Faizal Rochmad Djoemadi
Direktur Digital Business

Pribadi
Lahir
Usia/Umur

: Blitar, 12 Desember 1967
: 53 tahun

Kewarganegaraan : Indonesia
Domisili

: Bandung, Indonesia

Riwayat Pendidikan
1991  

Sarjana Teknik Elektro-Telekomunikasi, Institut Teknologi Sepuluh  
Nopember, Indonesia.

1998   Master of Electrical Engineering, University of Sasakatchewan,    

2019  

Kanada.
Doktor Management, Universitas Brawijaya, Indonesia.

Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Telkom tanggal 24 Mei 2019.

Riwayat Jabatan
2016 – 2019  
2015 – 2016  

2012 – 2014  

Direktur Utama, PT Telekomunikasi Indonesia Internasional.
EVP Divisi Wholesale Service, 
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.
Deputy Executive General Manager Divisi Wholesale Service,  
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.

Achmad Sugiarto
Direktur Strategic Portfolio

Pribadi
Lahir
Usia/Umur

: Jakarta, 22 Agustus 1965 Kewarganegaraan : Indonesia
: 55 tahun

Domisili

: Jakarta, Indonesia

Riwayat Pendidikan
1984 
1998 

Sarjana Fakultas Teknik Industri, Universitas Trisakti, Indonesia.
Magister Management, Universitas Airlangga, Indonesia.

Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Telkom tanggal 24 Mei 2019.

Riwayat Jabatan
2017 – 2019 
2015 – 2017  
2014 – 2015  

Direktur, PT Sigma Cipta Caraka.
SVP Synergy & Portfolio, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.
EGM Divisi Digital Business, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.

74

PT TELKOM IndOnEsIa (PErsErO) TbK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOM 
 
 
 
 
 
Edwin Aristiawan
Direktur Wholesale & International Service

Pribadi
Lahir
Usia/Umur

: Surabaya, 14 Oktober 1969 Kewarganegaraan : Indonesia
: 51 tahun

Domisili

: Surabaya, Indonesia

Riwayat Pendidikan
1993  
2002   Magister Management, Sekolah Tinggi Manajemen Bisnis, Indonesia.

Sarjana Elektro Umum, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Indonesia. 

Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Telkom tanggal 24 Mei 2019.

Riwayat Jabatan
2019  

2016 – 2019  

2015 – 2016  

2014 – 2015  

Executive Vice President Regional III Jawa Barat, 
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.
Executive Vice President Regional VI Kalimantan, 
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.
Deputy EVP Infrastructure Regional II Jabodetabek & Serang,  
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.
Deputy Executive General Manager Regional IV Jateng & DIY,  
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.

Bogi Witjaksono
Direktur Enterprise & Business Service

Pribadi
Lahir
Usia/Umur

: Surabaya, 8 Februari 1967 Kewarganegaraan : Indonesia
: 53 tahun

Domisili

: Bogor, Indonesia

Riwayat Pendidikan
1989  
1995   Magister Teknik Telekomunikasi (Mobile Communication), 

Sarjana Teknik Elektro, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Indonesia.

Institut Teknologi Bandung, Indonesia.

Dasar Penunjukan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Telkom tanggal 24 Mei 2019.

Riwayat Jabatan
2018 – 2019   
2015 – 2019  
2012 – 2019  

Deputy President Director (COO), PT Telkom Satelite.
Direktur Utama, PT Patrakom.
Managing Director, PT Metrasat.

75

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAAN 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PENDIDIKAN, PELATIHAN, 
SEMINAR DAN KONGRES 

Telkom memberikan kesempatan bagi para anggota Direksi untuk untuk meningkatkan kompetensi melalui pendidikan, 

pelatihan, seminar, kongres, maupun kegiatan lainnya yang dapat mengembangkan pengetahuan dan keahlian sepanjang 

tahun 2020.

Berikut  ini  pendidikan  dan/atau  pelatihan  yang  telah  diikuti  anggota  Direksi  dalam  meningkatkan  kompetensi  dalam 

tahun buku 2020.

No.

Nama Kegiatan

Waktu

Lembaga 
Penyelenggara

Tempat

Direksi yang 
Hadir

1. 

2. 

3.

4. 

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

15.

16.

17.

18.

Pembicara  pada  CNBC  Indonesia  Outlook 
2020  “Digitalization  as  a  Lever  for  the 
Nation’s Economy Growth”

Pembicara  pada  Webinar  Sekolah  Politik 
Indonesia  “Peran  Sektor  Telekomunikasi 
dalam Pemulihan Ekonomi Nasional”

Pembicara pada Webinar Transformasi Digital 
-  BUMN  dan  Industri  Penghela  Transformasi 
Digital 
Indonesia 
Digital Transformation Acceleration Strategy”

Nasional 

“Telkom 

Pembicara  pada  Indonesia  AI  Summit  2020 
“Infrastructure  and  Data  Preparation  for  the 
Use  of  Artificial  Intelligence  Technology  in 
Indonesia”

Kick  Andy:  Pemberdayaan  UMKM  dalam 
mendukung Percepatan Pemulihan Ekonomi 
Nasional

Pembicara  pada  IEEE  Indonesia  Student 
Congress 2020.

FGD 

pada 

Pembicara 
Kementerian 
Koordinator  Polhukam  tentang  Tantangan 
dan  Peluang  Penggelaran  SKKL  Asing  di 
Teritori  Indonesia  terhadap  Keamanan  dan 
Kedaulatan Negara.

Pembicara  pada  Indonesia  Cloud  &  Data 
Center Digital Summit.

Pembicara  pada  Webinar  Nasional:  Peran 
Pelaku  Usaha  dalam  Perubahan  Perilaku 
Adaptasi Kebiasaan Baru Melawan COVID-19

Pembicara  pada  Indonesia  Best  Companies 
in Creating Leaders from Within 2020

Pembicara  pada  Provocative  Mindset 
MetroTV Topik: Hobi Sekolah Apa Gunanya?

Pembicara  pada  Webinar  Transformasi  dan 
Strategi BUMN

26 Februari 2020

CNBC Indonesia

Ritz Carlton 
Jakarta

Direktur 
Utama

11 September 2020

Sekolah Politik 
Indonesia

Webinar

9 Oktober 2020

PIKKC ITB

Webinar

12 November 2020

BPPT

Webinar

13 Desember 2020

Metro TV

Studio Metro TV

Direktur 
Utama

Direktur 
Utama

Direktur 
Utama

Direktur 
Utama

17 Oktober 2020

IEEE Indonesia

Online Jakarta

WINS

19 November 2020

Kementerian 
Koordinator 
Polhukam

Online Jakarta

WINS

9 Desember 2020

w.media

Online Jakarta

WINS

5 November 2020

Badan Nasional 
Penanggulangan 
Bencana

Video Conference HCM

7 Desember 2020

SWA Network

Video Conference HCM

19 Januari 2020

Metro TV

Jakarta

8 Agustus 2020

SBM ITB

Jakarta

Public Expose Live 2020

27 Agustus 2020

Telkom

Prime  Talk  “Telkom  Menjaga  Momentum  di 
Tengah Pandemi”

23 Oktober 2020

Metro TV

Jakarta

Jakarta

Pembicara 
“Inovasi 
Pelanggan di Era New Normal”

pada 

Pelayanan 

19 Agustus 2020

5 November 2020

Hari Pelanggan 
Nasional

Indonesia Industry 
Outlook 2020

Video Conference CONS

Video Conference CONS

KEU

KEU

KEU

KEU

Pembicara pada “Indonesia Industry Outlook 
[IIO]  2020:  It’s  Time  to  Win  –  Back  After 
Pandemic”

Pembicara  pada  FGD  BPKN  “Transparansi 
Pemakaian Data Internet”

Pembicara  pada  FGD  MPR  RI  “Peran 
Produksi  Film  &  Konten  oleh  Negara  dalam 
Rangka  Pembentukan  Karakter  Bangsa 
untuk Mewujudkan Ketahanan Negara”

19 November 2020

BPKN RI

Video Conference CONS

10 Desember 2020

MPR RI

Gedung 
Nusantara IV MPR 
RI, Jakarta

CONS

19.

Directorship Program

15 – 18 Desember 
2020

Pertamina Training 
& Consulting

Live Streaming

EBIS

76

PT TELKOM IndOnEsIa (PErsErO) TbK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMNo.

20.

21.

22.

23.

24.

Nama Kegiatan

Waktu

Lembaga 
Penyelenggara

Tempat

Direksi yang 
Hadir

Pembicara  pada 
Executive”

“Corporate  Law 

for 

15 – 18 Desember 
2020

Pertamina Training 
& Consulting

Live Streaming

EBIS

Pembicara  pada  SBM-ITB  Webinar  Series: 
Arah  dan  Strategy  Digital  Transformation  di 
Indonesia

Technology  Sharing  Session  5G  and  Wifi 
Technology with Huawei

Technology  Sharing  Session  5G  Wifi  with 
Ericsson

Technology  Sharing  Session  Implementation 
open RAN in 5G era

20 Agustus 2020

ITB

Video Conference NITS

6 Oktober 2020

Huawei

Video Conference NITS

7 Oktober 2020

Ericsson

Video Conference NITS

12 Oktober 2020

Telkomsel

Video Conference NITS

25. Munaslub  ASKALSI  2020  sebagai  Ketua 

17 Desember 2020

ASKALSI

Hotel JW 
Luwansa

NITS

19 Desember 2020

ITB

Video Conference NITS

Dewan Pengawas

Pembicara pada Ganesha Student Innovation 
Summit

Leadership Speaker Series with Wakil Menteri 
BUMN

16 Juli 2020

Kementerian 
BUMN

Video Conference DB

Pembicara Gerakan Nasional 1000 Start Up

12 September 2020

Kemenkominfo

Video Conference DB

Pembicara GSMA Thrive Asia Pacific

4 November 2020

GSMA

Video Conference DB

Pembicara  pada  “Webinar  CNN  3rd  Series: 
Cegah Rugi Selama Pandemi”

6 November 2020

CNN

Video Conference

SP

HUBUNGAN AFILIASI ANGGOTA DIREKSI

Sesuai dengan prinsip transparansi dalam penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau GCG, Telkom mengungkapkan 

hubungan  afiliasi  anggota  Direksi  dengan  sesama  Direksi,  Komisaris,  dan  pemegang  saham  utama  dan  pengendali, 

termasuk juga nama pihak yang terafiliasi.

No.

Nama

Jabatan Terakhir

Ririek Adriansyah

Direktur Utama

Dian Rachmawan

3.

Afriwandi

Direktur Wholesale & 
International Service

Direktur Human Capital 
Management

Hubungan Keuangan dengan

Hubungan Keluarga dengan

Anggota 
Dewan 
Komisaris

Anggota 
Direksi

Pemegang 
Saham Utama 
dan 
Pengendali(1)

Anggota 
Dewan 
Komisaris

Anggota 
Direksi

Pemegang 
Saham Utama 
dan 
Pengendali(1)

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Heri Supriadi

Direktur Keuangan

Tidak

FM Venusiana R.

Direktur Consumer Service

Tidak

Edi Witjara

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

7.

Herlan Wijanarko

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Direktur Enterprise & 
Business Service

Direktur Network & IT 
Solution

Muhamad Fajrin Rasyid

Direktur Digital Business

Tidak

Budi Setyawan Wijaya

Direktur Strategic Portfolio

Tidak

Harry Mozarta Zen*

Direktur Keuangan

Zulhelfi Abidin*

Direktur Network & IT 
Solution

Tidak

Tidak

Siti Choiriana*

Direktur Consumer Service

Tidak

Faizal Rochmad 
Djoemadi*

Direktur Digital Business

Tidak

Achmad Sugiarto*

Direktur Strategic Portfolio

Tidak

Edwin Aristiawan*

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

16.

Bogi Witjaksono*

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Direktur Wholesale & 
International Service

Direktur Enterprise & 
Business Service

26.

27.

28.

29.

30.

1.

2.

4.

5.

6.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

15.

Keterangan:
(1) Pemegang saham pengendali dalam hal ini adalah Pemerintah Indonesia yang diwakili Menteri BUMN sebagai pemegang saham utama.
*  Tidak menjabat lagi sejak 19 Juni 2020

77

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANKARYAWAN
TELKOM

Karyawan  TelkomGroup  merupakan  salah  satu  kelompok 

Sepanjang  tahun  2020,  arahan  strategi  manajemen 

pemangku  kepentingan  utama  yang  berkontribusi 

TelkomGroup telah dipatuhi oleh karyawan dalam bekerja, 

terhadap keberhasilan pencapaian visi dan misi perusahaan. 

baik  di  perusahaan  induk  maupun  anak  perusahaan. 

Untuk  itu,  TelkomGroup  senantiasa  melakukan  pelibatan 

Manajemen TelkomGroup senantiasa menjamin lingkungan 

karyawan  (employee  engagement)  secara  strategis.  Hal 

kerja  yang  profesional,  aman,  nyaman,  dan  sejahtera. 

ini  penting  untuk  diperhatikan,  khususnya  pada  saat 

Selain  itu,  TelkomGroup  memastikan  keberagaman  tanpa 

upaya  TelkomGroup  di  masa  pandemi  terus  bertransisi 

diskriminasi  di  tempat  kerja,  sesuai  dengan  hak  asasi 

menuju  digital  telecommunication  company.  Karyawan 

manusia.  Tentunya,  hal  tersebut  menjadikan  karyawan 

TelkomGroup  juga  didorong  untuk  memiliki  agility  yang 

TelkomGroup  dapat  bekerja  dengan  sepenuh  hati  tanpa 

tinggi  dalam  bekerja,  termasuk  dengan  melibatkan  dan 

merasa  terganggu  atau  khawatir  tidak  mendapatkan 

membentuk  tribe  dan  squad  lintas-fungsi  dan  lintas 

kesempatan yang sama. 

keahlian dalam pengembangan produk layanan.

Total Karyawan

Pendidikan

61,56% | 15.603

38,44% | 9.745

61,28% | 15.533
14,37% | 3.643
12,19% | 3.090
12,16% | 3.082

Karyawan Telkom

Karyawan Entitas Anak

Usia

Posisi Jabatan

39,85% | 10.102
31,61% | 8.013
28,53% | 7.233

49,23% | 12.480
25,41% | 6.442
24,18% | 6.130
1,17% | 296

30-45 tahun

> 45 tahun

< 30 tahun

Status Kepegawaian

Gender

70,17% | 17.787

29,83% | 7.561

84,17% | 21.336
13,62% | 3.453
1,55% | 393
0,47% | 120
0,18% | 46

Pegawai Tetap

Tenaga Profesional

Rehire

Masa Persiapan Pensiun

Tugas Belajar

Sarjana

Diploma

Pra Kuliah

Pascasarjana 

(S2 dan S3)

Pengawas

Lainnya

Manajemen Madya

Manajemen Senior

Pria

Wanita

78

PT TELKOM IndOnEsIa (PErsErO) TbK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOM 
 
 
 
 
 
PROFIL KARYAWAN

Per 31 Desember 2020, Telkom tercatat mempunyai 25.348 

tahun  2019,  jumlah  karyawan  pada  tahun  ini  mengalami 

Karyawan.  Dari  total  karyawan  tersebut,  karyawan  yang 

peningkatan  sebesar 

1.076  orang  atau  4,4  persen. 

bekerja  di  perusahaan  induk  Telkom  sebanyak  9.745  dan 

Meskipun tekanan akibat dampak pandemi juga dirasakan 

karyawan  yang  bekerja  di  entitas  anak  sebanyak  15.603 

oleh TelkomGroup, namun TelkomGroup tidak melakukan 

orang.  Dibandingkan  dengan  jumlah  karyawan  pada 

pelepasan karyawan sebelum purna bakti.

Jumlah Karyawan Telkom dan Anak Perusahaan per 31 Desember 2018-2020

2020

2019

2018

Karyawan Telkom

Karyawan Entitas Anak

Total

9.745

15.603

25.348

11.059

13.213

24.272

12.765

11.306

24.071

JUMLAH KARYAWAN BERDASARKAN SEBARAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN USIA 
KARYAWAN

Berdasarkan 

latar  belakang  pendidikan,  karyawan 

perusahaan. Kemudian, untuk jenjang pascasarjana jumlah 

Telkom  pada  tahun  memiliki  latar  belakang  pra  kuliah 

karyawan  yang  bekerja  di  induk  perusahaan  sebesar 

sampai pascasarjana. Data per 31 Desember 2020 jumlah 

1.781  orang  dan  yang  bekerja  di  entitas  anak  perusahaan 

karyawan  Telkom  yang  masih  pra  kuliah  sebanyak  3.090 

sebesar 1.301 orang. 

orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.434 orang bekerja 

di perusahaan induk Telkom dan sebanyak 1.656 bekerja di 

Jika  dibandingkan  dengan  tahun  2019,  jumlah  karyawan 

entitas anak perusahaan. Untuk jenjang diploma terdapat 

tahun  2020  yang  berlatar  belakang  sarjana  dan 

sebanyak  1.060  orang  bekerja  di  induk  perusahaan  dan 

pascasarjana  mengalami  peningkatan  signifikan  yaitu 

sisanya sebesar 2.583 bekerja di entitas anak. Pada jenjang 

sebanyak 1.655 orang.

sarjana, karyawan yang bekerja di induk perusahaan lebih 

sedikit  dibandingkan  dengan  yang  ada  di  entitas  anak 

Berikut  ini  data  karyawan  berdasarkan  pendidikan  dari 

perusahaan  dengan  perbandingan  5.470  orang  di  induk 

tahun 2018 sampai dengan tahun 2020.

perusahaan dan sebanyak 10.063 berada pada entitas anak 

Jumlah Karyawan Telkom dan Anak Perusahaan Berdasarkan Pendidikan per 31 Desember 2018-2020

2020

2019

2018

Pra Kuliah

Diploma

Sarjana

Telkom

1.434

1.060

Entitas 
Anak

1.656

2.583

3.090

3.643

5.470

10.063

15.533

Jumlah

%

Jumlah

%

Jumlah

%

12,2

14,4

61,3

12,1

5.285

2.027

13.988

2.972

21,8

8,4

57,6

12,2

3.630

3.851

13.609

2.981

15,1

16,0

56,5

12,4

Pascasarjana (S2 dan S3)

1.781

1.301

3.082

Total

9.745

15.603

25.348

100,0

24.272

100,0

24.071

100,0

Selanjutnya, jika dilihat dari usia karyawan, sebesar 69,4% atau 17.335 orang karyawan TelkomGroup pada akhir tahun 

2020  didominasi  oleh  karyawan  berusia  45  tahun  ke  bawah.  Jumlah  tersebut  naik  sebesar  15,9  %  atau  2.376  orang 

dibandingkan  dengan  tahun  sebelumnya.  Dengan  adanya  komposisi  tersebut,  TelkomGroup  menjamin  adanya  proses 

regenerasi yang baik untuk mengimbangi jumlah karyawan yang akan berakhir masa kerjanya.

79

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANTabel  berikut  menyajikan  data  mengenai  jumlah  karyawan  Telkom  dan  anak  perusahaan  berdasarkan  usia  pada  tiga 

tahun terakhir.

< 30 tahun

30-45 tahun

> 45 tahun

Total

Jumlah Karyawan Telkom dan Anak Perusahaan Berdasarkan Usia per 31 Desember 2018-2020

2020

2019

2018

Telkom

2.660

1.628

5.457

Entitas 
Anak

4.573

8.474

2.556

Jumlah

%

Jumlah

%

Jumlah

%

7.233

10.102

8.013

28,5

39,9

31,6

5.784

9.175

9.313

23,8

37,8

38,4

5.548

8.514

10.009

23,0

35,4

41,6

9.745

15.603

25.348

100,0

24.272

100,0

24.071

100,0

JUMLAH KARYAWAN BERDASARKAN POSISI JABATAN DAN STATUS KEPEGAWAIAN

Tingkatan  jabatan  yang  ada  pada  TelkomGroup  yaitu 

Kemudian, jumlah karyawan terbanyak kedua yaitu jabatan 

manajemen  senior,  manajemen  madya,  pengawas,  dan 

lainnya  sebanyak  6.442  orang,  disusul  dengan  jabatan 

tingkat  jabatan  lainnya  di  bawah  tingkatan  pengawas. 

Manajemen Madya sebanyak 6.130 orang.

Pada tahun 2020, total jumlah karyawan Telkom dan anak 

perusahaan yang terbanyak yaitu pada jabatan Pengawas, 

Berikut ini tabel yang menampilkan data jumlah karyawan 

sebanyak 12.480 orang turun sebesar 3,6% atau 470 orang 

Telkom  dan  anak  perusahaan  berdasarkan  posisi  jabatan 

dibandingkan  dengan  jumlah  pada  tahun  sebelumnya. 

per akhir tahun 2018, 2019, dan 2020. 

Jumlah Karyawan Telkom dan Anak Perusahaan Berdasarkan Posisi Jabatan per 31 Desember 2018-2020

2020

2019

2018

Manajemen Senior

Manajemen Madya

Pengawas

Lainnya

Total

Telkom

129

3.143

4.928

1.545

Entitas 
Anak

167

2.987

296

6.130

7.552

12.480

4.897

6.442

Jumlah

%

Jumlah

%

Jumlah

%

1,2

24,2

49,2

25,4

310

6.377

12.950

4.635

1,3

26,3

53,3

19,1

403

6.093

11.050

6.525

1,7

25,3

45,9

27,1

9.745

15.603

25.348

100,0

24.272

100,0

24.071

100,0

Terkait  dengan  status  kepegawaian,  Telkom  dan  anak 

anak,  sedangkan  untuk  karyawan  tidak  tetap,  1.177  orang 

perusahaan  per  31  Desember  2020  secara  total  memiliki 

bekerja untuk Telkom dan 2.835 orang pada entitas anak. 

karyawan  sebanyak  21.336  orang  atau  84,2  %  karyawan 

Komposisi  total  karyawan  tidak  tetap  dibandingkan  total 

tetap  dan  4.012  orang  atau  15,8%  karyawan  tidak  tetap. 

karyawan  meningkat  dibandingkan  tahun  sebelumnya, 

Dari  total  tersebut  terdapat  8.568  orang  karyawan  tetap 

yaitu  sebesar  15,8%  pada  tahun  2020  dibandingkan 

bekerja  di  Telkom  dan  12.768  orang  bekerja  di  entitas 

dengan 6,8% pada tahun 2019.

80

PT TELKOM IndOnEsIa (PErsErO) TbK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMTerlampir berikut ini data yang lebih rinci mengenai jumlah karyawan berdasarkan status kepegawaian per 31 Desember 

2018, 2019 dan 2020.

Jumlah Karyawan Telkom dan Anak Perusahaan Berdasarkan Status Kepegawaian per 31 Desember 2018-2020

2020

2019

2018

Telkom

Entitas 
Anak

Jumlah

%

Jumlah

%

Jumlah

%

Pegawai Tetap

8.568

12.768

21.336

Tenaga Profesional

Rehire

Masa Persiapan Pensiun

Tugas Belajar

Total

673

362

97

45

2.780

3.453

31

23

1

393

120

46

84,2

13,6

1,5

0,5

0,2

22.624

93,2

22.970

95,5

895

474

222

57

3,7

2,0

0,9

0,2

538

115

368

80

2,2

0,5

1,5

0,3

9.745

15.603

25.348

100,0

24.272

100,0

24.071

100,0

JAMINAN KESETARAAN GENDER DAN JUMLAH KARYAWAN BERDASARKAN GENDER

Sesuai  dengan  Surat  Keputusan  Direksi  PD.201.01/r.00/

dan  29,8%.  Telkom  dan  anak  perusahaan  tidak  memiliki 

PS150/COP-B0400000/2014 tanggal 6 Mei 2014 tentang 

kebijakan  untuk  menetapkan  kuota  jumlah  karyawan 

Etika  Bisnis  di  Lingkungan  TelkomGroup,  praktik  bisnis 

berdasarkan gender atau mendiskriminasi pria dan wanita 

Telkom  dan  anak  perusahaan  wajib  menjamin  kesetaraan 

dalam  ketenagakerjaan.  Namun  TelkomGroup  melihat 

gender di lingkungan operasi perusahaan.

bahwa,  berdasarkan  karakteristik 

industrinya,  minat 

pria  untuk  bekerja  di  sektor  telekomunikasi  lebih  tinggi 

Per  akhir  Desember  tahun  2020, 

jumlah  karyawan 

daripada minat wanita.

TelkomGroup  jika  dikelompokkan  berdasarkan  gender 

terdiri  dari  karyawan  pria  yang  tercatat  17.787  orang, 

Jumlah  karyawan  Telkom  dan  anak  perusahaan 

lebih  banyak  dibandingkan 

jumlah  karyawan  wanita 

berdasarkan gender per 31 Desember 2020, dapat dilihat 

yaitu  sejumlah  7.561  orang,  dengan  perbandingan  70,2% 

pada tabel berikut.

Jumlah Karyawan Telkom dan Anak Perusahaan Berdasarkan Gender per 31 Desember 2018-2020

Pria

Wanita

Total

2020

2019

2018

Telkom

6.926

2.819

Entitas 
Anak

10.861

4.742

Jumlah

%

Jumlah

%

Jumlah

%

17.787

7.561

70,2

29,8

17.987

6.285

74,1

25,9

18.021

6.050

74,9

25,1

9.745

15.603

25.348

100,0

24.272

100,0

24.071

100,0

Lebih  jauh  lagi,  berdasarkan  posisi  jabatan,  Telkom  dan 

jabatannya.  Saat  ini  terdapat  total  25  orang  wanita  yang 

anak perusahaan juga tidak membedakan gender. Jabatan 

memegang  jabatan  manajemen  senior  di  TelkomGroup. 

manapun  terbuka  bagi  pria  dan  wanita  secara  setara. 

Kemudian  1.104  dan  3.305  orang  wanita  berada  pada 

Penempatan karyawan tergantung pada kemampuan dan 

posisi manajemen madya dan pengawas. 

kecakapan karyawan serta hasil penilaian untuk menduduki 

81

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANTabel berikut memberikan gambaran sebaran karyawan pria dan wanita yang bekerja di Telkom dan anak perusahaan 

pada berbagai posisi jabatan per 31 Desember 2020.

Jumlah Karyawan Telkom dan Anak Perusahaan Berdasarkan Posisi Jabatan dan Gender per 31 Desember 2020

Manajemen Senior

Manajemen Madya

Pengawas

Lainnya

Total

Telkom

Entitas Anak 

Total

Pria Wanita

Total

Pria Wanita

Total

Pria Wanita

Total

122

2.478

3.478

848

7

129

149

18

167

271

25

296

665

3.143

2.548

439

2.987

5.026

1.104

6.130

1.450

4.928

5.697

1.855

7.552

697

1.545

2.467

2.430

4.897

9.175

3.315

3.305

12.480

3.127

6.442

6.926

2.819

9.745

10.861

4.742

15.603

17.787

7.561

25.348

PERSAMAAN KESEMPATAN DALAM PENGEMBANGAN KOMPETENSI

Sejalan  dengan  visi  dan  misinya,  Telkom  memberikan 

dimanfaatkan pada tahun 2019 dikarenakan di 2020 terjadi 

kesempatan  bagi  seluruh  karyawan  untuk  meningkatkan 

pandemic sehingga metode pembelajaran dialihkan yang 

kompetensi 

dan 

kreativitas 

tanpa  memandang 

semula  kelas  menjadi  online  learning.  Sebanyak  15.128 

suku,  agama,  ras,  golongan,  dan  gender.  Di  dalam 

karyawan  telah  mengikuti  pelatihan  pada  tahun  2020, 

mengembangkan  kompetensi  karyawan,  Telkom  dan 

kemudian  yang  mengikuti  sertifikasi  mencapai 

1.917 

anak  perusahaan  menjamin  kesempatan  yang  sama  bagi 

peserta  pada  tahun  2020.  Jumlah  kepesertaan  pelatihan 

setiap  individu  untuk  mengikuti  program  pendidikan  dan 

2020  tersebut  lebih  tinggi  dari  jumlah  total  kepesertaan 

pelatihan yang ditetapkan. 

pelatihan tahun 2019. Hal tersebut dipicu oleh perubahan 

metode learning di tahun 2020 yang menggunakan metode 

Sepanjang tahun 2020, tidak kurang dari Rp94.459 miliar 

online,  sehingga  karyawan  yang  dapat  mengikutinya 

telah dikucurkan oleh TelkomGroup untuk pengembangan 

cukup banyak.

kompetensi  karyawan,  tidak  termasuk  dana  beasiswa 

pendidikan.  Jumlah  tersebut  lebih  rendah  dibandingkan 

Tabel  berikut  menyajikan  data  program  pengembangan 

dengan  Rp127,4  miliar  dana  pengembangan  yang  telah 

kompetensi TelkomGroup dalam tiga tahun terakhir.

Pengembangan Kompetensi Karyawan Telkom dan Anak Perusahaan Tahun 2018-2020

Program Pengembangan 
Kompetensi

2020

2019

2018

Telkom

Entitas 
Anak

Jumlah

%

Jumlah

%

Jumlah

%

Pelatihan

Sertifikasi

Beasiswa Pendidikan

11.190

1.814

20

3.938

15.128

88,7

12.775

103

0

1.917

20

11,2

0,1

1.784

16

87,7

12,2

0,1

15.282

1.340

72

91,6

8,0

0,4

Total

13.024

4.041

17.065

100,0

14.575

100,0

16.694

100,0

Pada praktiknya, pelatihan yang diselenggarakan Telkom dan 

Kemudian,  pelatihan 

reguler 

terdiri  dari  pelatihan 

Anak  Perusahaan  bagi  karyawan  berfokus  pada  program 

teknis  operasional  dan  pelatihan  manajemen.  Selain  itu 

pelatihan rutin dan program pengembangan kepemimpinan 

TelkomGroup juga memberikan beasiswa pendidikan kepada 

untuk  memperoleh  sertifikasi.  Pelatihan  tersebut  terbuka 

karyawan sebagai upaya untuk mengembangkan karyawan.

bagi  semua  karyawan  yang  memenuhi  persyaratan  tanpa 

memandang suku, ras, agama, dan gender. 

82

PT TELKOM IndOnEsIa (PErsErO) TbK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMKOMPOSISI PEMEGANG 
SAHAM

Struktur saham Telkom per 31 Desember 2020 dapat dilihat pada diagram berikut:

PT Telkom Indonesia 
(Persero) Tbk

Publik (47,91%)
Saham Seri B

Pemerintah Republik Indonesia 
(52,09%)
Saham Seri A
Saham Seri B

Pemilik Saham 
Asing (33,33%)

Pemilik Saham 
Lokal (14,58%)

Saham Telkom terdiri dari 1 lembar saham Seri A Dwiwarna yang hanya dimiliki oleh Pemerintah Republik Indonesia dan 

99.062.216.599 lembar saham Seri B (saham biasa). Modal dasar yang ditempatkan dan disetor penuh adalah sebanyak 

99.062.216.600  lembar  saham.  Pemerintah  Republik  Indonesia  memiliki  persentase  kepemilikan  saham  total  sebesar 

52,09%, yang menjadikannya sebagai pemegang saham utama dan pengendali. Berikut yaitu tabel komposisi pemegang 

saham Telkom per akhir tahun 2020.

Komposisi Pemegang Saham Telkom Pada Tanggal 31 Desember 2020

Pemerintah Republik Indonesia

Publik

Total

Saham Seri A 
Dwiwarna

Saham Seri B 
(Saham Biasa)

%

1

1

51.602.353.559

47.459.863.040

99.062.216.599

52,09

47,91

100,00

Berikut ini data dan informasi yang lebih rinci mengenai komposisi pemegang saham Telkom per tanggal 31 Desember 

2020.

1.  Pemegang Saham dengan Kepemilikan Lebih dari 5% (Pemegang Saham Utama/Pengendali)

Jenis Saham

Identitas Orang atau Kelompok

Jumlah Saham

%

Seri A

Seri B

Pemerintah Republik Indonesia

1

Pemerintah Republik Indonesia

51.602.353.559

 0

52,09

83

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAAN2.  Kepemilikan Saham oleh Direktur dan Komisaris

Pada tanggal 31 Desember 2020 tidak ada Komisaris atau Direktur yang memiliki lebih dari 1,0% saham Telkom.

Anggota Direksi dan Dewan 
Komisaris

Jumlah Saham

%

Komisaris

–

Direksi

Ririek Adriansyah

Budi Setyawan Wijaya

Dian Rachmawan

Afriwandi

Herlan Wijanarko

Edi Witjara

Total

–

1.156.955

275.000

120.222

42.500

42.500

32.500

1.669.677

–

<0,01

<0,01

<0,01

<0,01

<0,01

<0,01

<0,01

3.  Pemegang Saham dengan Kepemilikan Kurang dari 5%

Pemegang Saham biasa Telkom dengan kepemilikan masing-masing kurang dari 5%, pada tanggal 31 Desember 2020.

Kelompok 

Jumlah Saham 

%

Asing

Badan usaha/Institusi

Perorangan/Individu

Lokal

Badan usaha/Institusi

   Dana Pensiun

   Reksa dana

   Perusahaan asuransi

   Perusahaan terbatas

   Lain-lain

Perorangan/Individu

Total

32.979.585.012

38.918.500

4.878.552.950

3.522.211.883

3.146.793.160

355.271.522

112.869.550

2.425.660.463

47.459.863.040

33,29

0,04

4,92 

3,56 

3,18 

0,36 

0,11 

2,45

47,91

4.  Persentase Saham yang Dimiliki di Indonesia dan di Luar Indonesia

Pada  tanggal  31  Desember  2020,  sebanyak  191.972  pemegang  saham  (termasuk  Pemerintah  Republik  Indonesia), 

terdaftar sebagai pemegang saham biasa. Jumlah tersebut termasuk 33.018.503.512 saham biasa yang dimiliki oleh 

2.237 pemegang saham di luar negeri. Dengan demikian 33,33% saham Telkom dimiliki oleh pemegang saham di luar 

negeri dan sisanya dikuasai oleh pemegang saham dalam negeri. Pada tanggal yang sama terdapat 75 pemegang 

saham ADS yang memiliki 38.393.803 ADS (1 ADS setara dengan 100 saham biasa).

84

PT TELKOM IndOnEsIa (PErsErO) TbK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOM5.  Daftar 20 Pemegang Saham Publik Terbesar
Daftar 20 pemegang saham publik terbesar per 31 Desember 2020 dapat dilihat sebagai berikut.

No.

Institusi

%

1.

DJS KETENAGAKERJAAN PROGRAM JHT

2. GIC S/A GOVERNMENT OF SINGAPORE

3.

4.

5.

6.

BNYM RE BNYMLB RE EMPLOYEES PROVIDENTFD

JPMCB NA RE-VANGUARD TOTAL INTERNATIONAL

RBC S/A VONTOBEL FUND - MTX SUITANABLE E

JPMCB NA RE - VANGUARD EMERGING MARKETS

7. GIC S/A MONETARY AUTHORITY OF SINGAPORE

8.

PT. PRUDENTIAL LIFE ASSURANCE - REF

9. BNYM RE VIRTUS VONTOBEL EMERGING MARKETS

10. PT AXA MANDIRI FINANCIAL SERVICES S/A MA

11. DJS KETENAGAKERJAAN PROGRAM JP

12. BNYMSANV RE BNYM RE PEOPLE’S BANK OF CHI

13. RBC S/A COMGEST GROWTH PLC COMGEST GROWT

14. PT. TASPEN

15. SSB 2Q27 S/A ISHARES CORE MSCI EMERGING

16. PT TASPEN (ASURANSI) - AFS

17. HSBC BK PLC S/A THE PRUDENTIAL ASSURANCE

18. RD SCHRODER D PRESTASI PLUS-908294000

19.

JPMBL SA UCITS CLT RE-NORDEA 1 SICAV

20. HSBC BANK PLC S/A KUWAIT INVESTMENT AUTH

 2,79 

 2,58 

 1,14 

 0,68 

 0,68 

 0,60 

 0,53 

 0,53 

 0,51 

 0,49 

 0,44 

 0,43 

 0,42 

 0,40 

 0,39 

 0,35 

 0,33 

 0,32 

 0,30 

 0,30 

85

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANENTITAS ANAK, PERUSAHAAN ASOSIASI, DAN 
PERUSAHAAN VENTURA BERSAMA

Per 31 Desember 2020, TelkomGroup mencakup total 34 entitas anak dengan 

kepemilikan  langsung  dan  tidak  langsung  yang  aktif  beroperasi  dengan 

persentase kepemilikan lebih dari 50%. Selain itu, terdapat 10 entitas anak yang 

tidak terkonsolidasi (afiliasi). Salah satu anak perusahaan, yaitu Telkomtelstra, 

tidak  terkonsolidasi  laporan  keuangannya  meski  kepemilikan  saham  secara 

tidak langsung mencapai 51%. 

72,097% | 27,902% | 
0,001%

65,00%

100,00%

100,00%

100,00%

30,40%

52,00% | 48,00%

100,00%

51,00%

60,00%

51,00% | 49,00%

100%

25%

95,00%

24,94%

51,00%

0,01% | 99,99%

0,01% |99,99%

0,01% |99,99%

60,00%

60,00%

SMI
0,01% |99,99%

60,00%

Keterangan:

Kepemilikan langsung (terkonsolidasi)

Kepemilikan tidak langsung (terkonsolidasi)

Tidak Terkonsolidasi

Catatan: 

Pada tahun 2020, Telkom melakukan divestasi 49% saham ILCS kepada PT Pelabuhan Indonesia II. 

86

PT TELKOM IndOnEsIa (PErsErO) TbK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOM 
Pemerintah Indonesia 
52,09%

Dimiliki oleh publik sebesar 
47,91%

100,00%

100,00%

100,00%

100,00%

100,00%

100,00%

100,00%

100,00%

51,00%

100,00%

55,00%

100,00%

70,0%

100,00%

70,0%

4,33% | 15,67%

25,00%

6,32%

5,00%

2,11%

33,00%

87

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAAN 
 
Pada tanggal 31 Desember 2020, Telkom telah melakukan konsolidasi Laporan Keuangan tahun 2020 semua entitas anak 

yang dimiliki secara langsung maupun tidak langsung, sebagai berikut:

ENTITAS ANAK DENGAN KEPEMILIKAN LANGSUNG

Bidang Usaha

Status 
Operasi

Jumlah Aset
(Rp miliar)

Alamat

Perusahaan

PT Telekomunikasi 
Selular 
Jakarta, Indonesia

Kepemilikan 
Saham

65%

PT Dayamitra 
Telekomunikasi 
Jakarta, Indonesia

100%

Telekomunikasi – 
operator fasilitas 
telekomunikasi dan 
jasa telepon seluler 
menggunakan 
teknologi Global 
System for Mobile 
Communication (GSM) 

Penyewaan menara 
telekomunikasi dan 
jasa telekomunikasi 
lainnya

PT Multimedia 
Nusantara 
Jakarta, Indonesia

100%

Jasa jaringan 
telekomunikasi dan 
multimedia

Beroperasi

103.652 Telkomsel Smart 
Office
Telkom Landmark 
Tower lt. 1-20, The 
Telkom Hub.
Jl. Jend Gatot 
Subroto Kav. 52, 
Jakarta 12710, 
Indonesia

Beroperasi

25.368 Telkom Landmark 

Tower lt. 25-27, The 
Telkom Hub.
Jl. Jend Gatot 
Subroto Kav. 52, 
Jakarta 12710, 
Indonesia

Beroperasi

17.708 Telkom Landmark 

Tower lt. 22 & 41, The 
Telkom Hub.
Jl. Jend Gatot 
Subroto Kav. 52, 
Jakarta 12710, 
Indonesia

12.187 Telkom Landmark 
Tower lt. 16-17, The 
Telkom Hub.
Jl. Jend Gatot 
Subroto Kav. 52, 
Jakarta 12710, 
Indonesia

PT Telekomunikasi 
Indonesia 
International 
Jakarta, Indonesia

100%

Telekomunikasi

Beroperasi

PT Graha Sarana 
Duta
Jakarta, Indonesia

PT Telkom Satelit 
Indonesia
Jakarta, Indonesia

100%

100%

Penyewaan kantor dan 
manajemen gedung 
dan jasa pemeliharaan, 
konsultan sipil dan 
pengembang

Telekomunikasi–
menyediakan sistem 
komunikasi satelit, jasa 
dan sarana terkait

PT Telkom Akses
Jakarta, Indonesia

100%

Pembangunan, jasa 
dan perdagangan 
bidang telekomunikasi

PT PINS Indonesia
Jakarta, Indonesia

100%

Jasa dan 
pembangunan 
telekomunikasi

Beroperasi

6.163 Graha Telkom 

Property. 
Jl. Kebon Sirih No. 10, 
Jakarta Pusat, 10110, 
Indonesia

Beroperasi

4.484 Telkom Landmark 

Tower lt. 21, The 
Telkom Hub.
Jl. Jend Gatot 
Subroto Kav. 52, 
Jakarta 12710, 
Indonesia

Beroperasi

4.154 Gedung Telkom 

Jakarta Barat. 
Jl. S. Parman Kav. 8 
Jakarta Barat, 11440, 
Indonesia

Beroperasi

1.868 Telkom Landmark 

Tower lt. 42, The 
Telkom Hub.
Jl. Jend Gatot 
Subroto Kav. 52, 
Jakarta 12710, 
Indonesia

88

PT TELKOM IndOnEsIa (PErsErO) TbK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMPerusahaan

Kepemilikan 
Saham

Bidang Usaha

Status 
Operasi

Jumlah Aset
(Rp miliar)

Alamat

100%

Jasa portal multimedia Beroperasi

1.320 Mulia Business Park, 

PT Metra-Net 
Jakarta, Indonesia

Gedung J. 
Jl. Letjen MT 
Haryono Kav. 58 – 60 
Pancoran, Jakarta, 
12780, Indonesia

Beroperasi

1.074 Telkom Landmark 

Tower lt. 19, The 
Telkom Hub.
Jl. Jend Gatot 
Subroto Kav. 52, 
Jakarta 12710, 
Indonesia

5 -

PT Infrastruktur 
Telekomunikasi 
Indonesia  
Jakarta, Indonesia

100%

Pembangunan, jasa 
dan perdagangan 
bidang telekomunikasi

PT Napsindo 
Primatel 
Internasional
Jakarta, Indonesia

60%

Telekomunikasi - 
menyediakan Network 
Access Point (NAP), 
Voice Over Data 
(VOD) dan jasa terkait 
lainnya

Berhenti 
beroperasi 
pada tanggal 
13 Januari 
2006

ENTITAS ANAK DENGAN KEPEMILIKAN TIDAK LANGSUNG

Kepemilikan 
Saham

100%

Perusahaan

PT Sigma Cipta 
Caraka 
Tangerang, 
Indonesia

PT Metra Digital 
Investama  
Jakarta, Indonesia

100%

Bidang Usaha

Jasa teknologi 
informatika-
implementasi dan 
integrasi sistem, 
outsourcing, dan 
pemeliharaan lisensi 
piranti lunak

Jasa perdagangan 
Informasi dan 
teknologi multimedia, 
hiburan dan investasi

Status 
Operasi

Jumlah Aset
(Rp miliar)

Alamat

Beroperasi

6.031 Telkom Landmark 

Tower lt. 23, The 
Telkom Hub.
Jl. Jend Gatot Subroto 
Kav. 52, Jakarta 12710, 
Indonesia

Beroperasi

3.461 Telkom Landmark 

Tower lt. 21, The 
Telkom Hub.
Jl. Jend Gatot Subroto 
Kav. 52, Jakarta 12710, 
Indonesia

Telekomunikasi 
Indonesia 
International Pte. 
Ltd. 
Singapura

Telekomunikasi 
Indonesia 
International Ltd.,
Hong Kong

PT Infomedia 
Nusantara Jakarta, 
Indonesia

100%

Telekomunikasi

Beroperasi

3.320 Maritime Square, 

#09-63 Harbour Front 
Centre, Singapura – 
099253

100%

Telekomunikasi

Beroperasi

2.652 Suite 905, 9/F, Ocean 

Centre, 5 Canton 
Road, Tsim Sha Tsui, 
Kowloon, Hong Kong

Beroperasi

2.390 PT Infomedia 

Nusantara Head 
Office. Jl. RS. 
Fatmawati 77-
81 Jakarta, 12150, 
Indonesia 

100%

Jasa data dan 
informasi-menyediakan 
jasa informasi 
telekomunikasi dan 
jasa informasi lainnya 
dalam bentuk media 
cetak dan elektronik, 
dan jasa call center

89

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANPerusahaan

PT Telkom 
Landmark Tower
Jakarta, Indonesia

Kepemilikan 
Saham

55%

Bidang Usaha

Jasa pengembangan 
dan manajemen 
properti

PT Finnet Indonesia 
Jakarta, Indonesia

60%

Jasa teknologi 
informatika

PT Metra Digital 
Media  
Jakarta, Indonesia

100%

Jasa layanan informasi 
dalam bentuk direktori 
khusus

PT Melon Indonesia
Jakarta, Indonesia

100%

Jasa penjualan konten 
digital

PT Persada Sokka 
Tama, Jakarta, 
Indonesia

95%

Penyediaan sarana 
prasarana jaringan 
telekomunikasi

Status 
Operasi

Jumlah Aset
(Rp miliar)

Alamat

Beroperasi

2.204 Telkom Landmark 
Tower, The Telkom 
Hub.
Jl. Jend Gatot Subroto 
Kav. 52, Jakarta 12710, 
Indonesia

Beroperasi

1.371 Telkom Landmark 

Tower lt. 18, The 
Telkom Hub.
Jl. Jend Gatot Subroto 
Kav. 52, Jakarta 12710, 
Indonesia

Beroperasi

1.115 Telkom Landmark 

Tower lt. 18, The 
Telkom Hub.
Jl. Jend Gatot Subroto 
Kav. 52, Jakarta 12710, 
Indonesia

Beroperasi

848 Telkom Landmark 

Tower lt. 45, The 
Telkom Hub.
Jl. Jend Gatot 
Subroto Kav. 52, 
Jakarta Selatan 12710, 
Indonesia

Beroperasi

824 Graha Persada 2 

Lt.1, Jalan Kyai Haji 
Noor Alie No. 89, 
Kalimalang, Kota 
Bekasi, Jawa Barat 
17148, Indonesia

719 Timor Plaza Lt. 4. Rua 
Presidente Nicolao 
Lobato, Comoro, Dili, 
Timor Leste

Telekomunikasi 
Indonesia 
International S.A.
Dili, Timor Leste

TS Global Network 
Sdn. Bhd. 
Petaling Jaya, 
Malaysia

PT Telkomsel Mitra 
Inovasi
Jakarta, Indonesia

100%

Telekomunikasi

Beroperasi

70%

Jasa satelit

Beroperasi

669 Jalan Teknorat 

100%

Jasa konsultan 
manajemen bisnis dan 
investasi modal

1/2, Cyber 3, 6300 
Cyberjaya, Selangor 
Darul Ehsan, Malaysia

Beroperasi

594 Telkomsel Smart 

Office Lt 8, Jl Gatot 
Subroto Kav 52, RT 
6/RW 1, Kuningan 
Barat, Kec Mampang 
Prapatan, Jakarta 
Selatan, 12710, 
Indonesia

PT Swadharma 
Sarana Informatika
Jakarta, Indonesia

51%

Jasa pengisian kas dan 
pemeliharaan ATM

Beroperasi

577 St Arteri JORR, 

No. 70, Jati Melati, 
Pondok Melati, Bekasi, 
Indonesia.

90

PT TELKOM IndOnEsIa (PErsErO) TbK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMKepemilikan 
Saham

100%

Bidang Usaha

Jasa administrasi 
asuransi kesehatan

Status 
Operasi

Jumlah Aset
(Rp miliar)

Alamat

Beroperasi

480 STO Telkom Gambir 

Perusahaan

PT Administrasi 
Medika  
Jakarta, Indonesia

PT Nusantara 
Sukses Investasi
Jakarta, Indonesia

PT Graha Yasa 
Selaras 
Jakarta, Indonesia

PT Metraplasa 
Jakarta, Indonesia

100%

Jasa dan perdagangan Beroperasi

51%

Jasa pariwisata

Beroperasi

60%

Jasa jaringan & 
e-commerce

Beroperasi

Gedung C Lt. 3. Jl. 
Medan Merdeka 
Selatan No. 12, Jakarta 
Pusat, 10110, Indonesia

316 Menara Multimedia, 
Gedung Annex, Lt. 
2. Jl. Kebon Sirih No 
10-12, Jakarta Pusat, 
Indonesia

289 Jl. Cimanuk No. 33 
Bandung, Indonesia

260 Mulia Business Park, 
Gedung J.  Jl. Letjen 
MT Haryono Kav. 58 – 
60 Pancoran, Jakarta 
12780, Indonesia

PT Nutech Integrasi
Jakarta, Indonesia

60%

Jasa penyedia sistem 
integrator 

Beroperasi

137 Jl. Tanjung Barat Raya 

No. 17 Pasar Minggu, 
Jakarta Selatan, 12510, 
Indonesia

Telekomunikasi 
Indonesia 
International Inc.,
Los Angeles, 
Amerika Serikat

Telekomunikasi 
Indonesia 
International 
Australia Pty. Ltd. 
Sydney, Australia

Telekomunikasi 
Indonesia 
International 
(Malaysia) Sdn. 
Bhd. Kuala Lumpur, 
Malaysia

PT Satelit 
Multimedia 
Indonesia  
Jakarta, Indonesia

100%

Telekomunikasi

Beroperasi

115 800 Wilshire 

Boulevard, Suite 
620 Los Angeles, 
California 90017, 
Amerika Serikat

100%

Telekomunikasi 

Beroperasi

88 Level 4, 241 

Commonwealth Street 
Surry Hills NSW 2010, 
Australia

70%

Telekomunikasi

Beroperasi

39 Suite 7-3, Level 7, 

100%

Jasa satelit

Beroperasi

Wisma UOA II No. 21, 
Jalan Pinang, KLCC, 
50450, Kuala Lumpur, 
Malaysia.

14 Telkom Landmark 
Tower lt. 41, The 
Telkom Hub.
Jl. Jend Gatot Subroto 
Kav. 52, Jakarta 12710, 
Indonesia

91

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANKRONOLOGI PENCATATAN 
SAHAM

Saham Telkom sejak 14 November 1995 hingga saat ini tercatat dan diperjualbelikan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan 

New York Stock Exchange (NYSE) dengan masing-masing kode saham TLKM dan TLK.

Tanggal

Tindakan Korporasi

Komposisi Kepemilikan Saham

Pemerintah 
Republik Indonesia

Publik

13/11/1995

Pra-Penawaran Umum Perdana

 8.400.000.000

 -

Penjualan Saham Milik Pemerintah

 (933.334.000)

 933.334.000

Emisi Saham Baru Telkom

Komposisi Kepemilikan Saham

 -

 933.333.000

 7.466.666.000

 1.866.667.000

11/12/1996

Block Sale Saham Milik Pemerintah

 (388.000.000)

 388.000.000

Komposisi Kepemilikan Saham

 7.078.666.000

 2.254.667.000

15/05/1997

Pemerintah Membagikan Saham Insentif Kepada 
Para Pemegang Saham Publik

 (2.670.300)

 2.670.300

Komposisi Kepemilikan Saham

 7.075.995.700

 2.257.337.300

07/05/1999

Block Sale Saham Milik Pemerintah

 (898.000.000)

 898.000.000

Komposisi Kepemilikan Saham

02/08/1999

Pembagian Bonus Saham (Emisi) (Setiap 50 Saham 
Mendapatkan 4 Saham)

 6.177.995.700

 3.155.337.300

 494.239.656

 252.426.984

Komposisi Kepemilikan Saham

 6.672.235.356

 3.407.764.284

07/12/2001

Block Sale Saham Milik Pemerintah

 (1.200.000.000)

 1.200.000.000

Komposisi Kepemilikan Saham

 5.472.235.356

 4.607.764.284

16/07/2002

Block Sale Saham Milik Pemerintah

 (312.000.000)

 312.000.000

Komposisi Kepemilikan Saham

 5.160.235.356

 4.919.764.284

01/10/2004

Pemecahan Nilai Nominal Saham dengan Rasio 1:2

 10.320.470.712

 9.839.528.568

21/12/2005

Program Pembelian Saham Kembali (I)(1) 

 -

 (211.290.500)

Komposisi Kepemilikan Saham

 10.320.470.712

 9.628.238.068

29/06/2007

Program Pembelian Saham Kembali (II)(2) 

 -

 (215.000.000)

Komposisi Kepemilikan Saham

 10.320.470.712

 9.413.238.068

20/06/2008

Program Pembelian Saham Kembali (III)(3) 

 -

 (64.284.000)

Komposisi Kepemilikan Saham

 10.320.470.712

 9.348.954.068

19/05/2011

Program Pembelian Saham Kembali (IV)(4) 

 -

 (520.355.960)

Komposisi Kepemilikan Saham

 10.320.470.712

 8.828.598.108

14/06/2013

Pengalihan Program Pembelian Saham Kembali III 
Kepada Karyawan Melalui Program ESOP

 -

 59.811.400

Komposisi Kepemilikan Saham

 10.320.470.712

 8.888.409.508

30/07/2013

Pengalihan Program Pembelian Saham Kembali I 
Melalui Private Placement

 -

 211.290.500

Komposisi Kepemilikan Saham

 10.320.470.712

 9.099.700.008

92

PT TELKOM IndOnEsIa (PErsErO) TbK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMTanggal

Tindakan Korporasi

Komposisi Kepemilikan Saham

Pemerintah 
Republik Indonesia

Publik

02/09/2013

Pemecahan Nilai Nominal Saham dengan Rasio 1:5

 51.602.353.560

 45.498.500.040

13/06/2014

Pengalihan Program Pembelian Saham Kembali II 
Melalui Private Placement

 -

 1.075.000.000

Komposisi Kepemilikan Saham

 51.602.353.560

 46.573.500.040

21/12/2015

Pengalihan Sisa Program Pembelian Saham Kembali 
III Melalui Private Placement

 -

 22.363.000

Komposisi Kepemilikan Saham

 51.602.353.560

 46.595.863.040

29/06/2016

Pengalihan Sisa Program Pembelian Saham Kembali 
IV Melalui Private Placement

 -

 864.000.000

Komposisi Kepemilikan Saham

 51.602.353.560

 47.459.863.040

2017

Tidak ada tindakan korporasi

 -

 -

Komposisi Kepemilikan Saham

 51.602.353.560

 47.459.863.040

02/07/2018

Pengalihan Saham Hasil Pembelian Kembali Melalui 
Penarikan Kembali Dengan Cara Pengurangan 
Modal

-

1.737.779.800

Komposisi Kepemilikan Saham

51.602.353.560

47.459.863.040

2019

Tidak ada tindakan korporasi

 -

 -

Komposisi Kepemilikan Saham

 51.602.353.560

 47.459.863.040

2020

Tidak ada tindakan korporasi

 -

 -

Komposisi Kepemilikan Saham

 51.602.353.560

 47.459.863.040

Keterangan:

(1)  Program pembelian kembali saham tahap pertama dimulai pada tanggal 21 Desember 2005 (bertepatan dengan RUPSLB ketika program tersebut disetujui) 

dan berakhir pada bulan Juni 2007.

(2)  Program pembelian kembali saham tahap kedua dimulai pada tanggal 29 Juni 2007 (bertepatan dengan RUPSLB ketika program tersebut disetujui) dan 

berakhir pada bulan Juni 2008.

(3)  Program pembelian kembali saham tahap ketiga dimulai pada tanggal 20 Juni 2008 (bertepatan dengan RUPSLB ketika program tersebut disetujui) dan 

berakhir pada bulan Desember 2009.

(4) Program pembelian kembali saham tahap keempat dimulai pada tanggal 19 Mei 2011 (bertepatan dengan RUPST ketika program tersebut disetujui) dan 

berakhir pada bulan November 2012.

93

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANKRONOLOGI PENCATATAN
EFEK LAINNYA

Untuk pertama kalinya, Telkom menerbitkan obligasi dengan nilai nominal sebesar Rp1.000 miliar pada tanggal 16 Juli 

2002. Obligasi tersebut berjangka waktu 5 (lima) tahun dan diperdagangkan di Bursa Efek Surabaya. Pada tanggal jatuh 

tempo, yaitu 16 Juli 2007, Telkom memenuhi seluruh kewajiban atas utang obligasi tersebut. 

Obligasi  kedua  Telkom  terdiri  atas  Seri  A  dan  Seri  B,  diterbitkan  pada  tanggal  25  Juni  2010.  Nilai  obligasi  yang 

diperdagangkan  di  Bursa  Efek  Indonesia  (BEI)  tersebut  masing-masing  sebesar  Rp1.005  miliar  untuk  Seri  A  yang 

berjangka waktu 5 (lima) tahun dan Rp1.995 miliar untuk Seri B yang berjangka waktu 10 (sepuluh) tahun. Pemenuhan 

kewajiban atas diterbitkannya Obligasi II Seri A dan B telah dilakukan Telkom saat jatuh tempo pada tanggal 6 Juli 2015 

dan 6 Juli 2020.

Selanjutnya,  pada  tanggal  16  Juni  2015  Telkom  kembali  menerbitkan  obligasi  berkelanjutan  I  Telkom  Tahap  I.  Obligasi 

tersebut terdiri dari obligasi senilai Rp2.200 miliar untuk Seri A yang berjangka waktu 7 (tujuh) tahun, Rp2.100 miliar 

untuk Seri B yang berjangka waktu 10 (sepuluh) tahun, Rp1.200 miliar untuk Seri C yang berjangka waktu 15 (lima belas) 

tahun,  dan  Rp1.500  miliar  untuk  Seri  D  yang  berjangka  waktu  30  (tiga  puluh)  tahun.  Seluruh  obligasi  tersebut  telah 

dicatatkan  dan  diperjualbelikan  di  Bursa  Efek  Indonesia.  Berdasarkan  keputusan  Rapat  Umum  Pemegang  Obligasi  II 

Telkom Tahun 2010, pada tanggal 26 September 2018, Telkom mengganti Wali Amanat Obligasi dari PT Bank CIMB Niaga 

Tbk menjadi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk hingga saat ini.

Nama
Obligasi

Jumlah 
(Rp juta)

Tanggal dan 
Tahun
Penerbitan

Tanggal 
Jatuh Tempo

Jangka
Waktu
(tahun)

Tingkat 
Bunga

Penjamin

Wali Amanat

1.000.000 16 Juli 2002

16 Juli 2007

1.005.000 25 Juni 2010 6 Juli 2015

 5

 5

17,00 % PT Danareksa 

Sekuritas 

PT BNI Tbk,
PT BRI Tbk

Tanggal 
Pelunasan

16 Juli 2007

9,60 % PT Bahana 

Sekuritas; PT 
Danareksa 
Sekuritas; 
PT Mandiri 
Sekuritas

PT Bank CIMB 
Niaga Tbk

6 Juli 2015

6 Juli 2020

PT Bank 
Tabungan 
Negara 
(Persero) Tbk

PT Bank 
Permata Tbk

-

 1.995.000  25 Juni 2010 6 Juli 2020

10

10,20% PT Bahana 

Sekuritas; PT 
Danareksa 
Sekuritas; 
PT Mandiri 
Sekuritas.

 2.200.000  23 Juni 

23 Juni 2022

7

9,93% PT Bahana 

2015(1)

 2.100.000  23 Juni 

23 Juni 2025

10

10,25%

2015(1)

 1.200.000  23 Juni 

23 Juni 2030

15

10,60%

2015(1)

 1.500.000  23 Juni 

23 Juni 2045

30

11,00%

2015(1)

Sekuritas; PT 
Danareksa 
Sekuritas; 
PT Mandiri 
Sekuritas; 
PT Trimegah 
Sekuritas 
Indonesia Tbk.

Obligasi I 
Telkom Tahun 
2002 

Obligasi II 
Telkom Tahun 
2010 Seri A

Obligasi II 
Telkom Tahun 
2010 Seri B

Obligasi 
Berkelanjutan 
I Telkom Tahun 
2015 Seri A

Obligasi 
Berkelanjutan 
I Telkom Tahun 
2015 Seri B

Obligasi 
Berkelanjutan 
I Telkom Tahun 
2015 Seri C

Obligasi 
Berkelanjutan 
I Telkom Tahun 
2015 Seri D

Keterangan:
(1) Obligasi Berkelanjutan I Telkom tahun 2015 Seri A diterbitkan tanggl 16 Juni 2015 namun transaksi penjualan resmi di tanggal 23 Juni 2015.

94

PT TELKOM IndOnEsIa (PErsErO) TbK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMPada 4 September 2018, Telkom telah menerbitkan Medium Term Notes I Telkom Tahun 2018. Notes tersebut memiliki nilai 

pokok Rp758.000.000.000 (tujuh ratus lima puluh delapan miliar Rupiah). Selain itu, Telkom menerbitkan Medium Term 

Notes Syariah Ijarah I Telkom Tahun 2018 dengan sisa imbalan ijarah Rp742.000.000.000 (tujuh ratus empat puluh dua 

miliar Rupiah). Kedua notes tersebut masing-masing diterbitkan dalam tiga seri. Telkom menunjuk PT Bank Tabungan 

Negara (Persero) Tbk sebagai Agen Pemantau. Di tahun 2020, Telkom telah melunasi MTN I Telkom Tahun 2018 seri B 

dan MTN Syariah Ijarah I Telkom Tahun 2018 seri B yang jatuh tempo pada tanggal 4 September 2020.

Nama
MTN

Jumlah 
(Rp juta)

Tanggal
Terbit

Tanggal 
Jatuh 
Tempo

Jangka
Waktu
(tahun)

MTN I Telkom 
Tahun 2018 
Seri A

MTN I Telkom 
Tahun 2018 
Seri B

MTN I Telkom 
Tahun 2018 
Seri C

MTN Syariah 
Ijarah I Telkom 
Tahun 2018 
Seri A

MTN Syariah 
Ijarah I Telkom 
Tahun 2018 
Seri B

MTN Syariah 
Ijarah I Telkom 
Tahun 2018 
Seri C

262.000 4 

September 
2018

200.000 4 

September 
2018

296.000 4 

September 
2018

264.000 4 

September 
2018

296.000 4 

September 
2018

182.000 4 

September 
2018

14 
September 
2019

4 
September 
2020

4 
September 
2021

14 
September 
2019

4 
September 
2020

4 
September 
2021

1

2

3

2

2

2

Tingkat
Bunga
(%)/
Cicilan
Imbalan
Per Tahun 
(Rp juta)

Arranger

Pemantau

Tanggal 
Pelunasan

PT Bank 
Tabungan 
Negara 
(Persero) 
Tbk

7,25% PT Bahana 

Sekuritas, 
PT BNI 
Sekuritas, 
PT CGS-CIMB 
Sekuritas 
Indonesia, 
PT Danareksa 
Sekuritas dan 
PT Mandiri 
Sekuritas

8,00%

8,35%

Rp19.000

Rp24.000

Rp15.000

14 
September 
2019

4 
September 
2020

14 
September 
2019

4 
September 
2020

95

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANNAMA DAN ALAMAT LEMBAGA DAN/ATAU 
PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL

Auditor 
Eksternal/
Akuntan Publik

Profesi Penunjang 
Pasar Modal

KAP Purwantono, 
Sungkoro & Surja
(Firma anggota 
Ernst & Young 
Global Limited)

Alamat

Jasa

Fee Tahun 
2020

Periode 
Penugasan

Gedung Bursa Efek 
Indonesia Tower 2, 
Lt. 7
Jl. Jend. Sudirman 
Kav. 52 53
Jakarta - 12190

Rp65,4 miliar

2020
2019
2018
2017
2016
2015*
2014
2013
2012

keuangan 

•	 Melakukan	 audit	

terintegrasi	 atas	
konsolidasian 
laporan 
berdasarkan 
Indonesian  Financial 
Accounting  Standards  (“IFAS”)  dan 
International 
Reporting 
Standards  (“IFRS”)    dan  efektifitas 
pengendalian  internal  atas  pelaporan 
keuangan.
•	 Melakukan	

penggunaan	
audit	
dana  Program  Kemitraan  dan  Bina 
Lingkungan.

Financial 

•	 Melaksanakan	 audit	 dan	 melaporkan	
berdasarkan  Standar  Pemeriksaan 
Keuangan  Negara 
(“SPKN”)  yang 
ditetapkan  oleh  Badan  Pemeriksa 
Keuangan Republik Indonesia (“BPK”) 
atas  kepatuhan  Perusahaan  terhadap 
peraturan  perundang-undangan  dan 
pengendalian internal (Audit PSA 62).

•	 Melakukan	

Jasa	 Prosedur	

yang	
disepakati terhadap Laporan Kegiatan 
Penerapan 
Kehati-hatian 
(Laporan KPPK).

Prinsip 

PT Datindo
Entrycom

Wisma Sudirman
Jl. Jend. Sudirman 
Kav. 34 35
Jakarta - 10220

•	 Melakukan	 Jasa	 Perikatan	 prosedur	
yang  disepakati  atas  pengukuran  dan 
penilaian  capaian  Key  Performance 
Index (KPI).

Bertindak sebagai lembaga penyimpanan 
(Kustodian)  saham  biasa  Telkom  yang 
diperdagangkan di BEI.

Rp136 juta

Sejak 1995

PT Bank Tabungan 
Negara (Persero) 
Tbk

Menara Bank BTN Jl. 
Gajah Mada No. 1 
Jakarta - 10130

Mewakili kepentingan pemegang obligasi 
dengan  Perusahaan  untuk  obligasi 
II 
Telkom.

Rp75 juta

Sejak 
September 
2018

Biro 
Administrasi 
Efek

Wali Amanat

Mewakili kepentingan pemegang obligasi 
dengan  Perusahaan  untuk  MTN  &  Sukuk 
Ijarah I Telkom 2018.

Rp75 juta

Mewakili kepentingan pemegang obligasi 
dengan  Perusahaan  untuk  obligasi 
berkelanjutan tahap I Telkom.

Rp75 juta

Sejak 2015

•	 Menyediakan	jasa	kustodian	sentral	dan	
penyelesaian transaksi saham di BEI.

Rp125 juta

Sejak 1995

•	 Layanan	

jasa	 penyimpanan	 dan	
penyelesaian  transaksi  efek,  distribusi 
hasil corporate action.

Menyediakan peringkat atas risiko kredit 
atas penerbitan obligasi Telkom.

Rp175 juta

Sejak 2012

Menyediakan peringkat atas risiko kredit 
Telkom.

US$74.500

Sejak 2018

Menyediakan peringkat atas risiko kredit 
Telkom.

US$65.000

Sejak 2018

PT Bank Permata 
Tbk.

Kustodian 
Sentral

PT Kustodian 
Sentral Efek 
Indonesia

Agen 
Pemeringkat

PT Pemeringkat 
Efek Indonesia

Moody’s

Fitch

Gedung WTC II Lt. 28
Jl. Jend Sudirman Kav. 
29-31
Jakarta - 12920

Gedung Bursa Efek 
Indonesia Tower 1, 
Lt. 5
Jl. Jend. Sudirman
Kav. 52 53
Jakarta  - 12190

Equity Tower, lantai 30
Sudirman Central 
Business District Lot. 9
Jl. Jenderal Sudirman 
Kav. 52-53
Jakarta 12190

Moody’s Investors 
Service Singapore Pte. 
Ltd, 50 Raffles Place 
#23-06, Singapore 
Land Tower, 
Singapura - 048623

Fitch (Hong Kong) 
Limited
19/F Man Yee Building
68 Des Voeux Road 
Central, 
Hong Kong
+ 852 2263 9963

96

PT TELKOM IndOnEsIa (PErsErO) TbK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMProfesi Penunjang 
Pasar Modal

Alamat

Jasa

Bertindak sebagai lembaga penyimpanan 
(Kustodian) 
yang 
diperdagangkan di NYSE.

saham 

ADS 

Fee Tahun 
2020

Periode 
Penugasan

US$68.750

Sejak 1995 

Bertindak  sebagai  konsultan  hukum 
perseroan  terkait  pasar  modal  Amerika 
Serikat.

Sejak 2013

Bertindak  sebagai  konsultan  hukum 
perseroan terkait pasar modal.

US$225.000

Sejak 1995

Bank 
Kustodian ADS

The Bank of 
New York Mellon 
Corporation

Konsultan 
Hukum

Baker & McKenzie. 
Wong & Leow

Hadiputranto, 
Hadinoto & Partners

Corporate 
Headquarters
240 Greenwich Street
New York, NY 10286
Amerika Serikat
+1 212 495 1784

8 Marina Boulevard 
#05-01
Marina Bay Financial 
Centre Tower 1
Singapura 018981

Pacific Century Place, 
Level 35 Sudirman 
Central Business 
District Lot. 10 
Jl. Jend. Sudirman 
Kav. 52-53
Jakarta 12190, 
Indonesia

Notaris

Notaris/PPAT 
Ashoya Ratam, SH, 
MKn

Jl. Suryo No. 54 
Kebayoran Baru
Jakarta - 12180

Bertindak sebagai notaris.

Rp46,5 juta

Sejak 2012

Keterangan:
*)  Pada tahun 2015 KAP Purwantono, Suherman & Surja berubah menjadi KAP Purwantono, Sungkoro & Surja sehubungan dengan perubahan atas komposisi 

para Rekan.

Dalam  lima  tahun  terakhir,  Telkom  telah  melakukan  audit  terhadap  Laporan  Keuangan  Konsolidasi.  Biaya  yang  kami 

keluarkan untuk fee jasa lainnya, tidak pernah melebihi fee untuk jasa audit. Berikut rincian fee akuntan publik selama 

lima tahun terakhir:

No.

Tahun Buku 
yang Diaudit

Kantor Akuntan Publik

Akuntan Publik

Fee (Rp juta)

Jasa 
Asurans

Jasa 
Lainnya

Total

1

2

3

4

5

2020

2019

2018

2017

2016

KAP Purwantono, Sungkoro 
& Surja (Firma anggota Ernst 
& Young Global Limited)

KAP Purwantono, Sungkoro 
& Surja (Firma anggota Ernst 
& Young Global Limited)

KAP Purwantono, Sungkoro 
& Surja (Firma anggota Ernst 
& Young Global Limited)

KAP Purwantono, Sungkoro 
& Surja (Firma anggota Ernst 
& Young Global Limited)

KAP Purwantono, Sungkoro 
& Surja (Firma anggota Ernst 
& Young Global Limited)

Handri Tjendra

63.461

1.925

65.386

Handri Tjendra

57.070

2.055

59.125

David Sungkoro

51.826

2.819

54.645

David Sungkoro

41.618

2.042

43.660

Feniwati Chendana

36.655

1.405

38.060

97

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANANALISA DAN 
PEMBAHASAN 
MANAJEMEN

100 Tinjauan Lingkungan Bisnis 2020

103

Tinjauan Operasi per Segmen Usaha

120 Aspek Pemasaran

129 Kinerja Keuangan Komprehensif

141

Kemampuan Membayar Utang

142

Struktur Modal dan Kebijakan Manajemen Atas 
Struktur Modal

143 Realisasi Barang Modal

144 Ikatan Material untuk Investasi Barang Modal

145

146

Tingkat Kolektibilitas Piutang

Informasi dan Fakta Material Setelah Tanggal 
Laporan Akuntan

147

Prospek Usaha dan Keberlangsungan Perusahaan

150 Perbandingan Target pada Awal Tahun dengan 

Realisasi

150 Target atau Proyeksi untuk Satu Tahun Mendatang

151 Dividen

151

152

Realisasi Penggunaan Dana Penawaran Umum

Informasi Material Mengenai Transaksi Material, 
Transaksi yang Mengandung Benturan Kepentingan, 
Transaksi dengan Pihak Afiliasi, Investasi, Divestasi, 
dan Akuisisi

153

Perubahan Ketentuan Peraturan Perundang-
Undangan

154 Perubahan Kebijakan Akuntansi

TINJAUAN 
LINGKUNGAN BISNIS 2020

EKONOMI GLOBAL DAN INDONESIA

Terjadinya  pandemi  COVID-19  pada 

tahun  2020 

berdampak  pada  kinerja  berbagai  sektor  industri  di 

seluruh dunia. Menyusul ditetapkannya COVID-19 sebagai 

pandemi  global,  ketidakpastian  meningkat  sehingga 

investor cenderung menarik dananya dari pasar keuangan 

di beberapa negara berkembang. Para investor kemudian 

mengalihkannya  pada  aset  lain  yang  dianggap  aman, 

seperti  emas.  Perang  dagang  antara  Amerika  dan  China 

yang  masih  berlanjut  sampai  dengan  tahun  2020  juga 

turut  berdampak  pada  pelemahan  ekonomi  di  beberapa 

negara  termasuk  Indonesia,  khususnya  terkait  kinerja 

ekspor.

Berdasarkan  Badan  Pusat  Statistik  Indonesia,  pandemi 

COVID-19  mempengaruhi  Produk  Domestik  Bruto  (PDB) 

Indonesia  yang  mengalami  kontraksi  2,07  %  sepanjang 

tahun  2020.  Ditinjau  dari  sisi  Lapangan  Usaha  (LU), 

kontraksi pertumbuhan hampir terjadi diseluruh LU, kecuali 

LU  khususnya  yang  terkait  dengan  antisipasi  dan  upaya 

penanggulangan  COVID-19  serta  sumber  daya  alam.  LU 

Informasi  dan  Komunikasi  tetap  tumbuh  seiring  dengan 

meningkatnya kebutuhan layanan broadband untuk rumah 

dan  penggunaan  teknologi  digital  untuk  mendukung 

penerapan work from home (WFH) dan school from home 

(SFH).  Pada  tahun  2020,  LU  Informasi  dan  Komunikasi 

mengalami pertumbuhan sebesar 10,58%.

Selanjutnya,  jika  dilihat  dari  sisi  indikator  makro  utama, 

nilai  tukar  mata  uang  Rupiah  terhadap  USD  sepanjang 

tahun  2020  mengalami  sedikit  fluktuasi.  Kurs  transaksi 

Bank  Indonesia  senilai  Rp13.895  per  USD  pada  tanggal  2 

Januari  2020  dan  kurs  pada  tanggal  31  Desember  2020 

ditutup  sedikit  melemah  dengan  nilai  Rp14.105.  Tingkat 

suku  bunga  acuan  Bank  Indonesia  (BI  7-day  Repo  Rate) 

mengalami  penurunan  pada  Januari  2020  sebesar  5% 

menjadi 3,75% pada bulan Desember 2020. Dibandingkan 

dengan  tahun  sebelumnya,  seluruh  negara  mengalami 

perlambatan  ekonomi  signifikan.  Lembaga  pemeringkat 

internasional  Fitch  Rating  mempertahankan  Sovereign 

Credit  Rating Indonesia pada peringkat BBB (investment 

grade)  dengan  outlook  stabil  pada  tanggal  10  Agustus 

tahun  2020.  Selain  itu,  Standard  &  Poor  memberi  rating 

BBB (Negative) pada tanggal 17 April 2020.

Dari sisi politik, kegiatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 

pada  bulan  Desember  2020  berhasil  terlaksana  dengan 

lancar, aman, dan damai dengan protokol kesehatan yang 

berlaku.  Hal  ini  memberikan  keyakinan  kepada  investor 

dan  para  pelaku  bisnis  untuk  kembali  membangun  dan 

merealisasikan rencana bisnis yang sempat tertunda akibat 

pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

INDUSTRI TELEKOMUNIKASI INDONESIA

Dalam  beberapa 

kurun  waktu 

terakhir, 

industri 

telekomunikasi  di  Indonesia  bertumbuh  pesat,  didorong 

oleh  naiknya 

jumlah  pelanggan  fixed  dan  mobile 

broadband.  Pergeseran  dari  layanan  legacy  ke  layanan 

data, yang didukung oleh ketersediaan smartphone dengan 

harga  terjangkau,  telah  menarik  minat  segmen  youth 

turut  mendorong  pertumbuhan  tersebut.  Bertambahnya 

jumlah  pelanggan  broadband  menjadikan  harga  layanan 

data  menjadi  lebih  terjangkau  dibanding  sebelumnya 

dan  menekan  permintaan  layanan  SMS  dan  voice  secara 

signifikan.  Di  sisi  lain,  layanan  data  terus  meningkat  dan 

menjadi  bagian  tidak  terpisahkan  dari  aktivitas  ekonomi 

masyarakat.

Pada tahun 2020, terjadi peningkatan permintaan layanan 

fixed  broadband  di  sejumlah  kota  besar,  menengah 

maupun kecil. Adanya tantangan geografis yang dihadapi 

tidak  menyebabkan  penurunan  minat  Perusahaan  untuk 

tetap  meningkatkan  layanan  fixed  broadband  dengan 

melakukan  pengembangan  investasi  jaringan  serat  optik. 

Kondisi  pasar  fixed  broadband  nasional  saat  ini  masih 

didominasi  oleh  beberapa  Perusahaan,  dikarenakan 

membutuhkan  biaya  yang  cukup  besar  dan  waktu  yang 

relatif lama untuk membangun jaringan fiber optik.

Pada  segmen  mobile  masih  terjadi  persaingan  yang 

ketat antar operator. Berbagai promosi dilakukan, seperti 

penawaran  bonus  data  untuk  menarik  pelanggan  baru 

dan  mempertahankan  pelanggan  yang  ada.  Informasi 

promo  yang  semakin  mudah  diakses  oleh  masyarakat 

membuat tingkat persaingan antar industri telekomunikasi 

semakin  ketat.  Sepanjang  tahun  2020,  meski  mendapat 

tekanan  dari  layanan  OTT,  industri  seluler  di  Indonesia 

yang  mengacu  pada  tiga  operator  seluler  terbesar  justru 

mengalami pertambahan sebesar 0,6 juta pelanggan.  

100

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMBerdasarkan  perhitungan  internal  dan  data  publik  yang 

2020,  Telkom  memiliki  lebih  dari  8  juta  pelanggan  fixed 

tersedia,  penetrasi  kartu  SIM  pada  industri  seluler  di 

broadband,  meskipun  secara  nasional  penetrasi  layanan 

Indonesia  cukup  tinggi  melebihi  100%  sehingga  ruang 

fixed  broadband  ini  masih  tergolong  rendah.  Untuk 

pertumbuhan  cukup  terbatas.  Jumlah  pelanggan  pada 

menarik  pelanggan  baru  para  operator  memberikan 

tiga operator seluler terbesar di Indonesia, yaitu Telkomsel, 

penawaran  bundel  TV  berbayar  dan  TV  on  demand, 

Indosat,  dan  XL  Axiata,  menyumbang  lebih  dari  80% 

serta paket layanan bernilai tambah lainnya seperti home 

pangsa  pasar  per  31  Desember  2020.  Telkomsel  tetap 

security  dan  smart  home.  Di  sisi  lain,  segmen  Enterprise 

menjadi  penyedia  seluler  terbesar  di  Indonesia  dengan 

mengalami  tekanan  selama  pandemi  COVID-19.  Hal  ini 

169,5  juta  pelanggan,  mengalami  penurunan  sekitar  0,9% 

sejalan  dengan  kondisi  perekonomian  yang  menurun 

dengan pangsa pasar sekitar 58,9%.

sehingga  Perusahaan  atau  pelaku  bisnis  melakukan 

pembatasan  penggunaan  budget  atau  menunda  belanja 

Di  era  digitalisasi  saat  ini,  konsumsi  data  pada  segmen 

supaya dapat bertahan selama periode resesi. 

Mobile  terus  mengalami  peningkatan  dan  mendorong 

pendapatan Perusahaan dari layanan data. Hal ini sejalan 

dengan peningkatan volume trafik data baik dari layanan 

komunikasi berbasis data, streaming video, game, maupun 

PERSAINGAN INDUSTRI 
TELEKOMUNIKASI

content dan aplikasi, serta meningkatnya jumlah perangkat 

Kebangkitan  ekonomi  digital  telah  merambah  di  seluruh 

yang terhubung ke jaringan. Di sisi lain belanja modal juga 

spektrum  sosial  ekonomi.  Hal  tersebut  dirasakan  oleh 

sangat  diperlukan  untuk  meningkatkan  kapasitas  guna 

masyarakat Indonesia, terutama adanya perubahan besar 

mendukung pertumbuhan layanan data tersebut.

perilaku  pasar  dalam  kegiatan  ekonomi.  Laju  perubahan 

tersebut  terus  meningkat  dan  terakselerasi  pada  tahun 

Pemerintah  Indonesia  melalui  Menteri  Kominfo  telah 

2020  karena  pandemi  COVID-19.  Untuk  mengantisipasi 

mengumumkan rencana alokasi spektrum baru untuk para 

persaingan,  TelkomGroup  terus  menyediakan  berbagai 

operator  telekomunikasi  termasuk  untuk  memfasilitasi 

produk dan layanan sesuai kebutuhan pelanggan, seperti 

pengembangan teknologi baru yaitu 5G. Migrasi TV analog 

layanan seluler, fixed broadband dan fixed voice, enterprise, 

ke digital yang diharapkan paling lambat tuntas pada tahun 

interkoneksi, maupun layanan satelit. 

2022 akan memberikan digital dividen selebar 112 MHz di 

frekuensi 700 MHz yang sesuai untuk layanan 5G. Sejalan 

Bisnis Seluler (Mobile Business)

dengan  inisiatif  Pemerintah  tersebut,  Perusahaan  terus 

melakukan investasi pembangunan BTS, core network, dan 

Sampai  dengan  31  Desember  2020,  Telkomsel  tetap 

tower, baik tower makro maupun mikro, untuk memenuhi 

menjadi  provider  seluler  terbesar  di  Indonesia  dengan 

kebutuhan  layanan  mobile  data  yang  terus  meningkat. 

169,5  juta  pelanggan  dan  pangsa  pasar  sekitar  58,9% 

Upaya  peningkatan  kapasitas  dan  perluasan  jangkauan 

dari  jumlah  total  pelanggan.  Selanjutnya  berdasarkan 

layanan  4G  dan  inisiasi  strategi  pengembangan  layanan 

hasil analisis internal, posisi provider terbesar selanjutnya 

5G secara tepat dan terukur diharapkan dapat menambah 

adalah Indosat dan XL Axiata. Kemudian, disusul dengan 

kepuasan pada digital service experience pelanggan.  

beberapa operator lainnya yang juga menyediakan layanan 

seluler di Indonesia, seperti Hutchison dengan merek “Tri” 

Sepanjang  tahun  2020  terjadi  peningkatan  permintaan 

dan Sinar Mas Group dibawah merek “Fren”.

layanan fixed broadband di sejumlah kota besar, menengah 

maupun  kecil.  Hal  tersebut  terutama  disebabkan  oleh 

Sampai  dengan  akhir  Desember  2020,  pertumbuhan 

peningkatan  konsumsi  yang  didorong  oleh  kebutuhan 

penetrasi kartu SIM di industri seluler mencapai diatas 100%, 

akan home broadband semenjak pandemi COVID-19 serta 

dengan  jumlah  356,6  juta  pelanggan,  naik  sebesar  4.6% 

aktivitas  work  from  home  (WFH)  dan  learn  from  home 

dari 341,1 juta pelanggan pada tanggal 31 Desember 2019.

(LFH).  Kondisi  geografis  khususnya  sebaran  penduduk 

Trafik  data  menunjukkan  pertumbuhan  yang  signifikan, 

pada area sub urban dan rural menjadi tantangan tersendiri 

sedangkan  service  traffic  terus  mengalami  penurunan, 

bagi Perusahaan untuk tetap meningkatkan layanan fixed 

yang disebabkan oleh menurunnya penggunaan voice. Tren 

broadband  melalui  pengembangan  jaringan  serat  optik. 

penurunan  ini  berlanjut  pada  tahun  2020  dan  diprediksi 

Kondisi  pasar  fixed  broadband  nasional  saat  ini  masih 

akan  berlanjut  untuk  beberapa  tahun  mendatang  akibat 

didominasi  oleh  sejumlah  kecil  Perusahaan  karena  untuk 

peningkatan smartphone yang menjadi substitusi layanan 

penggelaran infrastruktur jaringan serat optik dibutuhkan 

voice dan SMS tradisional ke layanan Over The Top.

biaya  investasi  yang  cukup  besar.  Per  31  Desember 

101

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANBisnis Fixed Voice & Broadband (Fixed Business)

Bisnis International Traffic dan Interconnection

Dalam  industri  fixed  broadband,  TelkomGroup  memiliki 

Untuk  bisnis  international  traffic  SLI  tradisional  (non-

beberapa  pesaing  utama  yaitu  PT  Supra  Primatama 

VoIP), di Indonesia hanya ada Telkom dan Indosat. Namun, 

Nusantara (“BizNet Networks”), PT MNC Kabel Mediacom 

adanya OTT atau layanan komunikasi digital seperti Line, 

(“MNC  Vision”),  dan  PT  Eka  Mas  Republik  (afiliasi  dari 

Whatsapp,  dan  Skype  menambah  ketatnya  persaingan 

Smartfren  Telecom  yang  beroperasi  di  bawah  merek 

karena adanya penyediaan jasa VoIP yang dapat membuka 

“MyRepublic”).  Brand  ini  memiliki  target  pasar  yang 

akses  internasional.  Kehadiran  OTT  ini  menyebabkan 

berbeda,  seperti  MNC  Vision  dan  My  Republic  yang 

penurunan  kontribusi  pendapatan  Telkom  yang  berasal 

memiliki  target  pasar  rumah  tangga  yang  mapan  di 

dari international traffic SLI tradisional (non-VoIP).

wilayah  Jabodetabek.  Kemudian,  BizNet  memiliki  target 

pasar di segmen korporat dan bisnis di daerah Jawa dan 

Dengan  ketatnya  persaingan  di  era  pandemi  COVID-19, 

Bali. 

TelkomGroup  lebih  memilih  untuk  menyediakan  platform 

bagi layanan OTT. Dengan demikian,  TelkomGroup mampu 

Dengan  infrastruktur  yang  dimiliki,  TelkomGroup  masih 

meningkatkan  penggunaan  broadband  melalui  digital 

unggul  dari  segi  coverage  di  seluruh  Indonesia.  Selama 

hub  dan  Content  Delivery  Network  (CDN)  yang  dapat 

tiga  tahun  terakhir,  TelkomGroup  berupaya  melakukan 

mendatangkan pendapatan dan laba bagi Perusahaan.

migrasi  teknologi  DSL  menjadi  fiber-based  broadband 

untuk meningkatkan layanan kualitas yang lebih baik dan 

Bisnis Infrastruktur Network dan Satelit

memperluas  layanan  digital.  Adanya  pendatang  baru 

sejak  tahun  2019,  yaitu  anak  usaha  Perusahaan  listrik 

Dalam  bisnis 

infrastruktur,  khususnya  tower,  Telkom 

milik negara PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dengan 

memiliki  beberapa  pesaing  utama,  antara  lain  Tower 

brand ICON+ dan Perusahaan Gas Negara (PGN) dengan 

Bersama 

Infrastructure,  Solusi  Tunas  Pratama,  PT 

brand Gasnet semakin meramaikan persaingan di bidang 

Profesional  Telekomunikasi 

Indonesia,  serta  operator 

layanan  internet  dan  TV  secara  komersil.  Para  pesaing 

telekomunikasi  Indosat  dan  XL  Axiata.  Anak  Perusahaan 

tersebut  memperoleh  dukungan  yang  kuat  dari  induk 

Telkom  yang  menjalankan  bisnis  tower  yaitu  Mitratel  dan 

usahanya  berupa  jaringan  distribusi  yang  tentunya  akan 

Telkomsel.  Pembangunan  tower  baru  atau  co-location 

memperkuat posisinya.

Data Center

dengan  menyewa  tower  yang  sudah  didirikan  oleh 

para  operator  seluler  menjadi  salah  satu  strategi  yang 

diterapkan pada lini bisnis ini. 

TelkomGroup berkomitmen untuk senantiasa memberikan 

Pangsa  pasar  pelanggan  TelkomGroup  yang  tersebar 

layanan  terbaik  kepada  para  pelanggan  di  kawasan 

di  wilayah  Asia  Pasifik,  terutama  di  Asia  Tenggara  yang 

Indonesia  maupun  Asia  Tenggara  melalui  penyediaan 

memiliki  kondisi  geografis  kepulauan,  membutuhkan 

data center yang didukung oleh jaringan kabel submarine, 

satelit sebagai infrastruktur telekomunikasi dan penyiaran. 

layanan co-location komprehensif yang dirancang fleksibel, 

Kemampuan 

layanan  satelit 

ini  meliputi  broadband 

modular, seamless, dan scalable. Anak Perusahaan Telkom 

backhaul,  cellular  backhaul,  TV  on  demand,  enterprise 

yaitu  Telin,  bersaing  pada  pasar  internasional  dengan 

network, distribusi video, jaringan militer dan pemerintah, 

penyedia  data  center  utama  lain  seperti  Equinix,  Global 

televisi  DTH,  komunikasi  penerbangan,  dan  pemulihan 

Switch,  SGX,  dan  Epsilon  di  Singapura.  Di  Hong  Kong, 

bencana.

Telin  bersaing  dengan  SUNeVision,  Equinix,  OneAsia 

Network,  HKCOLO,  dan  HK  Exchange  and  Clearing. 

Dalam  manajemen 

bisnis 

satelit, 

TelkomGroup 

Beberapa  Perusahaan  pesaing,  termasuk  DCI  Indonesia, 

bersaing  dengan  operator  lainnya  yang  sudah  memiliki 

Indosat  Ooredoo,  Moratelindo, 

IDC 

Indonesia,  NTT 

satelit  maupun  operator  yang  sedang  dalam  proses 

Communication,  Global  Axcess  System,  Biznet,  Centrin 

mengembangkan  satelit  di  wilayah  Asia  Tenggara  dan 

Online,  Cyber  TechTonic  Pratama,  dan  Jup1terDC  juga 

Asia Selatan. Beberapa satelit yang dimiliki Telkom antara 

turut mendirikan data center di Indonesia.

lain Satelit Telkom-3S yang beroperasi di slot orbital 118 E, 

Satelit Telkom-2 yang beroperasi di slot orbital 157 E, dan 

Satelit Merah Putih yang beroperasi di slot orbital 108E.

102

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOM 
 
TINJAUAN OPERASI 
PER SEGMEN USAHA

MOBILE

CONSUMER

ENTERPRISE

WHOLESALE & 
INTERNATIONAL 
BUSINESS

LAIN-LAIN

•	 Menyediakan 

mobilitas tinggi 
bagi pelanggan 
TelkomGroup 
dengan 
memanfaatkan 
layanan mobile 
voice, SMS, mobile 
data services, 
dan mobile 
digital services 
yang merupakan 
operator jaringan 
seluler terbesar di 
Indonesia dengan 
cakupan nasional 
yang menjangkau 
lebih dari 90% 
populasi dan 
didukung 231.172 
total BTS.

•	 Menyediakan 
konektivitas 
terbaik bagi 
pelanggan dengan 
memanfaatkan 
internet 
berkecepatan 
tinggi, yaitu 
layanan fixed 
voice, fixed 
broadband, IP-TV 
dan digital.

•	 Per 31 Desember 

2020 memiliki 8,0 
juta pelanggan 
IndiHome, 
meningkat 
14,5% dari tahun 
sebelumnya.

•	 Menyediakan 

•	 Menyediakan 

•	 Menyediakan 

layanan enterprise 
connectivity, 
satelit dan digital 
platform system 
untuk pelanggan 
korporat, 
institusional dan 
bisnis. Market 
leader yang telah 
melayani klien 
1.703 Perusahaan, 
339.182 UKM 
dan 935 institusi 
pemerintah per 
akhir tahun 2020.

layanan wholesale 
telecommunication 
carrier 
services, tower, 
infrastructure 
& network 
management 
serta international 
business.

•	 Layanan di 10 

negara melalui 1 
headquarter di 
Indonesia dan 9 
kantor global Telin 
yang beroperasi di 
luar negeri.

berbagai layanan 
yang terkait 
digital payment 
solutions, big data 
& smart platform, 
digital advertising, 
music, gaming dan 
e-commerce.
•	 Mengoperasikan 
venture capital 
fund melalui 
MDI pada digital 
startups.

PT Graha Sarana Duta (Telkom Property) melakukan asset leverage (pendayagunaan aset) 
dan  meningkatkan  pendapatan  melalui  layanan  pengembangan  properti,  penyewaan 
properti, fasilitas properti, dan manajemen properti.

103

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANIKHTISAR KINERJA PER SEGMEN USAHA

Sepanjang tahun 2020, terjadinya pandemi COVID-19 membatasi pergerakan dunia usaha dan menekan pertumbuhan 

ekonomi global. Namun, di sisi lain, pembatasan aktivitas masyarakat mendorong berkembangnya digitalisasi. Kebijakan 

work from home dan school from home mendorong permintaan pada sektor telekomunikasi, khususnya untuk layanan 

broadband.

Kinerja keuangan yang terjadi pada tahun 2020 dipengaruhi secara negatif oleh terhentinya kegiatan ekonomi. Segmen 

Enterprise  merupakan  yang  paling  mengalami  tekanan  dengan  adanya  pandemi.  Namun  demikian,  kinerja  keuangan 

TelkomGroup terdampak positif dari adanya permintaan layanan digital dan konektivitas digital dari pelanggan personal 

dan perumahan.

Kontribusi terbesar pendapatan Telkom dan Anak Perusahaan selama tahun 2020, yaitu sebesar 61,5% masih  berasal 

dari  segmen  Mobile  sebesar  Rp83.720  miliar.  Kontribusi  terbesar  kedua  yaitu  dari  segmen  Consumer,  sebesar  15,4% 

atau Rp20.957 miliar, diikuti segmen Enterprise sebesar 13,0% atau Rp17.729 miliar dan segmen Wholesale sebesar 9,9% 

atau Rp13.501 miliar.  Segmen Lain-lain memberikan kontribusi terkecil, yaitu sebesar Rp219 miliar, atau 0,2% dari total 

pendapatan Telkom dan Anak Perusahaan secara agregat.  

Hasil Operasi Berdasarkan Segmen

Pertumbuhan

Tahun-tahun yang berakhir 31 Desember,

2020-2019

2020

2019

2018

(%)

(Rp miliar)

(US$ juta)

(Rp miliar)

(Rp miliar)

(4,8)

4,2

(4,4)

(4,9)

(3,6)

18,4

46,1

19,5

10,3

76,2

(5,2)

10,4

2,2

0,3

55,9

83.720

3.297

87.017

5.959

235

6.194

87.897

3.163

91.060

 85.338

 3.880

 89.218

(54.051)

(3.847)

(56.864)

 (55.449)

32.966

2.347

34.196

 33.769

20.957

1.148

22.105

1.492

82

1.574

17.706

786

18.492

 13.891

 2.290

 16.181

(17.544)

(1.249)

(15.904)

 (15.531)

4.561

325

2.588

 650

17.729

18.591

36.320

1.262

1.323

2.585

18.701

16.834

35.535

 21.054

 17.995

 39.049

(36.864)

(2.624)

(36.768)

 (37.833)

(544)

(39)

(1.233)

 1.216

Mobile

Pendapatan

Pendapatan eksternal

Pendapatan antar segmen

Total pendapatan segmen

Total beban segmen

Hasil segmen

Consumer

Pendapatan

Pendapatan eksternal

Pendapatan antar segmen

Total pendapatan segmen

Total beban segmen

Hasil segmen

Enterprise

Pendapatan

Pendapatan eksternal

Pendapatan antar segmen

Total pendapatan segmen

Total beban segmen

Hasil segmen

104

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMHasil Operasi Berdasarkan Segmen

Pertumbuhan

Tahun-tahun yang berakhir 31 Desember,

2020-2019

2020

2019

2018

(%)

(Rp miliar)

(US$ juta)

(Rp miliar)

(Rp miliar)

WIB

Pendapatan

Pendapatan eksternal

Pendapatan antar segmen

Jumlah pendapatan segmen

Total beban segmen

Hasil segmen

Lain-lain

Pendapatan

Pendapatan eksternal

Pendapatan antar segmen

Jumlah pendapatan segmen

Total beban segmen

Hasil segmen

27,3

(0,8)

10,3

9,6

12,7

11,2

20,2

19,0

7,5

278,3

13.501

16.139

29.640

(23.143)

6.497

219

1.550

1.769

(1.662)

107

961

1.149

2.110

10.609

16.265

26.874

 10.084

 16.678

 26.762

(1.647)

(21.111)

 (20.634)

463

5.763

 6.128

16

110

126

(118)

8

197

1.289

1.486

 130

 886

 1.016

(1.546)

 (1.073)

(60)

 (57)

105

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANIKHTISAR OPERASIONAL

Dari  sisi  operasional,  TelkomGroup  mengalami  pertumbuhan  negatif  pada  jumlah  pelanggan  seluler  dari  171,1  juta 
pelanggan  tahun  2019  menjadi  169,5  juta  pelanggan  tahun  2020.  Jumlah  pelanggan  broadband  tumbuh  positif  dari 
117,3 juta pelanggan tahun 2019 menjadi 123,9 juta pelanggan pada akhir periode laporan. Di sisi lain, jumlah pelanggan 
telepon tetap mengalami penurunan dari 9,3 juta pelanggan menjadi 9,1 juta pelangan. Berkurangnya jumlah pelanggan 
telepon tetap menunjukkan adanya perubahan perilaku pasar menuju konektivitas digital berbasiskan broadband, yang 
diakselerasi selama masa pandemi COVID-19.

Di tengah pandemi yang terjadi selama tahun 2020, TelkomGroup tetap melakukan pengembangan infrastruktur. Beberapa 
di antaranya yaitu pertambahan BTS dan tower serta fiber optic backbone network untuk domestik. TelkomGroup juga 
menambah  access  point  guna  menyediakan  Wi-Fi  services  yang  accessible  bagi  masyarakat.  Terkait  dengan  layanan 
pelanggan,  TelkomGroup  mengurangi  jaringan  PlasaTelkom  dan  GraPARI  dalam  rangka  untuk  lebih  memberdayakan 
layanan digital touch point yang kami miliki.

Satuan

Tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember

2020

2019

2018

PELANGGAN

Pelanggan Seluler 

   Pasca bayar (kartuHalo) 

(000) pelanggan

(000) pelanggan

   Pra bayar (simPATI, Kartu As, Loop, by.U) 

(000) pelanggan

169.542

6.496

163.046

 171.105

 6.376

 164.729

 162.987

 5.400

 157.587

Pelanggan Broadband 

(000) pelanggan

           123.954 

            117.256 

                113.813 

   Fixed broadband IndiHome 1)

   Mobile broadband 2) 

Pelanggan Telepon Tetap 

   Fixed wireline (POTS) 

(000) pelanggan

(000) pelanggan

(000) pelanggan

(000) pelanggan

INFRASTRUKTUR

   Kapasitas Satelit

   Point of Presence

      Domestik

      Internasional

   BTS

      BTS 2G

      BTS 3G

      BTS 4G

   Tower

   Fiber Optic Backbone Network

      Domestik

      Internasional

   Wi-Fi Services

LAYANAN PELANGGAN

   PlasaTelkom 3)

   GraPARI TelkomGroup 

   Plasa Telkom Digital

   GraPARI

       Internasional

       Domestik

   GraPARI Mobile 

   IndiHome Sales Car

PEGAWAI 

8.016

115.938

9.119

9.119

133

117

59

58

231.172

50.252

73.397

107.523

35.822

167.935

103.235

64.700

TPE

PoP

PoP

PoP

unit

unit

unit

unit

unit

km

km

km

access point

386.856

lokasi

lokasi

lokasi

lokasi

lokasi

lokasi

unit

unit

Orang

383

9

16

422

19

403

365

896

25.348

 7.003

 110.253

 9.369

 9.369

133 

 119

 56

 63

 212.235

 50.297

 82.104

 79.834

 33.892

 164.769

 100.069

 64.700

 386.420

 408

 9

 11

 427

 5

 422

 324

 1.078

 24.272

 5.104

 106.553

 11.111

 11.111

133 

 118

 46

 72

 189.081

 50.310

 82.118

 56.653

 30.485

 161.652

 96.952

 64.700

 382.361

 422

 7

 10

 440

 11

 429

 761

 1.142

 24.071

Keterangan:  
1)  Fixed broadband IndiHome merupakan produk yang memungkinkan pelanggan untuk memilih satu atau lebih portofolio segmen Consumer seperti 

telepon tetap, layanan fixed broadband, dan IPTV termasuk layanan digital konsumen.

2)  Mobile broadband termasuk Flash user, Blackberry user, PAYU dan Home LTE.
3)  PlasaTelkom outlet adalah layanan face-to-face dengan pelanggan yang terdiri dari GraPARI TelkomGroup, Plasa Telkom Digital dan Plasa lain yang 

tersebar di seluruh Indonesia.

106

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOM 
  
 
  
 
 
SEGMEN 
MOBILE

Trafik data tahun 
2020 meningkat 
43,8% 
menjadi 9,7 juta TB

231 ribu total BTS dengan 
180,9 ribu BTS 3G/4G, 
meningkat 18,9 ribu BTS.

Sepanjang  tahun  periode  pelaporan,  TelkomGroup  terus 

5.  kartuHalo,  merupakan 

produk 

dan 

layanan 

melanjutkan  transformasi  pada  segmen  Mobile.  Salah 

telekomunikasi  seluler  pascabayar  bagi  pengguna 

satu  yang  menjadi  prioritas  TelkomGroup  yaitu  inisiatif 

kelas  premium,  profesional,  dan  korporasi.  kartuHalo 

untuk  melakukan  sinergi  baik  dengan  pihak  eksternal 

menawarkan berbagai pilihan paket yang komprehensif 

maupun internal. Lebih jauh lagi, TelkomGroup juga terus 

dengan berbagai keunggulan yang eksklusif.

meningkatkan peluang dari bisnis digital pada segmen ini 

dengan  didukung  pengembangan  teknologi  5G  di  masa 

Per  31  Desember  2020,  TelkomGroup  berhasil  memiliki 

depan.

basis  pelanggan  seluler  sebesar  169,5  juta.  Dari  total 

tersebut,  tercatat  96,2%  merupakan  pelanggan  prabayar 

Pada  segmen  Mobile,  TelkomGroup  memiliki  beragam 

dan  3,8%  pelanggan  pascabayar.  Sepanjang  tahun  2020 

portofolio  produk  dan  layanan  yang  terdiri  dari  mobile 

terdapat penurunan jumlah pengguna prabayar dari 164,7 

voice  dan  SMS,  mobile  data  services,  serta  mobile  digital 

juta  pelanggan  menjadi  163,0  juta  pelanggan,  sedangkan 

services.  Khusus  untuk  layanan  seluler,  TelkomGroup 

pengguna pascabayar naik dari 6,4 juta pelanggan menjadi 

melalui  Anak  Perusahaan  Telkomsel  saat  ini  mengusung 

6,5 juta pelanggan. Penurunan jumlah pengguna prabayar 

teknologi  GSM,  3G,  dan  4G/LTE.  Berikut  ini  beragam 

ini disebabkan oleh turunnya daya beli masyarakat akibat 

produk  dan  layanan  yang  tersedia  bagi  masyarakat  yang 

pandemi  COVID-19  disertai  iklim  kompetisi  yang  masih 

ditawarkan oleh Telkomsel:

terus  berlanjut.  Menghadapi  kondisi  penuh  tantangan 

ini,  TelkomGroup  melakukan  strategi  untuk  membangun 

1.  simPATI, merupakan produk dan layanan prabayar bagi 
pengguna kelas menengah yang menyediakan layanan 

landasan  yang  kuat  dan  meningkatkan  keterlibatan 

pelanggan dengan didukung oleh kapasitas jaringan yang 

telekomunikasi  berkualitas  tinggi  melalui  beragam 

andal.

paket layanan dan promosi yang inovatif dan menarik.
2.  Kartu  As,  merupakan  produk  dan  layanan  prabayar 
bagi pelanggan yang mencari biaya terjangkau dengan 

Terkait  layanan  mobile  broadband,  hingga  akhir  tahun 
2020  tercatat  memiliki  115,9  juta  pelanggan,  naik  5,7  juta 

menawarkan berbagai keunggulan.

atau  5,2%  pada  tahun  2020  dengan  jumlah  data  yang 

3.  Loop,  merupakan  produk  dan  layanan  prabayar  bagi 
pengguna  kaum  muda  dengan  berbagai  opsi  paket 

digunakan juga meningkat pada tahun 2020 dari 6,7 juta TB 

tahun 2019 menjadi 9,7 juta TB. Peningkatan ini terutama 

layanan data dan digital yang menarik dan disesuaikan 

disebabkan  oleh  pelaksanaan  strategi  keterlibatan 

dengan kebutuhan generasi muda saat ini.

pelanggan dengan penyediaan produk yang lebih bernilai 

4.  By.U,  merupakan  produk  dan  layanan  prabayar  digital 
end-to-end  untuk  seluruh  kebutuhan  telekomunikasi 

tambah  dan  harga  lebih  terjangkau  terutama  di  kondisi 

pandemi  COVID-19  untuk  meningkatkan  produktivitas 

bagi pengguna segmen Gen Z yang menjalani keseharian 

pelanggan.  Selain 

layanan  konektivitas  seluler,  kami 

dengan  gaya  hidup  digital.  Pengalaman  digital  end-
to-end  yang  dihadirkan  melalui  aplikasi  digital  by.U 
yang  ter-install  pada  smartphone  meliputi    seluruh 

meluncurkan  Orbit,  layanan  akses  fixed  wireless  dengan 
jaringan 4G  pada tahun 2020, dengan target pelanggan 
yang tidak memiliki akses ke infrastruktur fiber.

proses penggunaan layanan, mulai dari pemilihan opsi 

pesan antar, nomor telepon by.U, kuota internet, kuota 

tambahan (topping) hingga pembayaran.

107

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANDiagram Trafik Data Seluler Tahun 2018-2020

Trafik Data (TB)

9.654.742

6.715.227

4.373.077

10.000.000

8.000.000

6.000.000

4.000.000

2.000.000

-

Gojek  dapat  memberikan  layanan  dan  solusi  yang  lebih 

baik  kepada  masyarakat  dalam  membangun  ekosistem 

digital.  Dengan  kolaborasi 

ini,  Telkomsel  diharapkan 

dapat  membuka  nilai  sinergi  bagi  kedua  belah  pihak 

terutama  melalui  integrasi  platform-apps,  diversifikasi 

penawaran  produk,  meningkatkan  trafik  dan  pendapatan 

data,  memperluas  pangsa  pasar  dan  mengurangi  churn 

pelanggan. Selain dengan pihak eksternal, sinergi internal 

juga  terus  dikembangkan  di  antaranya  sinergi  Telkomsel 

dan IndiHome agar dapat saling mengisi celah pasar.

Demi  memperkokoh  posisi  Telkom  sebagai 

leader 

penyediaan jaringan, pada tahun 2020 Telkom menambah 

18,9  ribu  BTS  baru  untuk  mendukung  layanan  4G/LTE 

2018

2019

2020

di  berbagai  kota  dan  berhasil  mengakuisisi  18,3  juta 

tambahan  pelanggan  4G/LTE.  Sampai  akhir  Desember 

Selanjutnya,  terkait  layanan  mobile  digital,  Telkomsel 

2020,  Telkom  memiliki  total  107,5  ribu  BTS  4G  dengan 

mengeksplorasi banyak peluang dalam inisiatif digital baru 

jangkauan mencakup lebih dari 90% di seluruh Indonesia.

untuk memenuhi kebutuhan pelanggan guna melengkapi 

konektivitas  jaringan.  Layanan  mobile  digital  semakin 

diperkaya  melalui  inisiatif  yang  terkait  dengan  beragam 

konten video, musik, game, dan fintech yang pada akhirnya 

akan memperkaya ekosistem digital pelanggan. Telkomsel 

memperkuat posisi MAXstream dalam industri  streaming 

150.000

video  dengan  tambahan  HBO  Go  dan  Disney+  untuk 

melengkapi  konten  video.  Bagi  pecinta  musik  dan  game, 

Telkomsel  menyediakan  layanan  streaming  LangitMusik 

100.000

dan Telkomsel Dunia Games, yang menyediakan ekosistem 

game  lengkap  yang  menggabungkan  media  content, 

distribusi, 

fasilitas  pembayaran,  e-sport,  dan  game 

publishing.  Kami  meluncurkan  game  online  dan  mulai 

mengembangkan  komunitas  game  untuk  memperluas 

50.000

pengalaman  pelanggan.  Di  tahun  2020  ini  kami  telah 

merilis  game  ketiga  yaitu  Rise  of  Nowlin,  game  keempat 

-

Diagram Jumlah BTS TelkomGroup 
Tahun 2018-2020

Jumlah BTS (unit)

107.523

82.118

82.104

56.653

79.834

73.397

50.310

50.297

50.252

2018

2019

2020

2G

3G

4G

Wabah  COVID-19  sejak  awal  2020  terus  memberikan 

dampak  ketidakpastian  yang  menyebabkan  perlambatan 

ekonomi  dan  penurunan  daya  beli  masyarakat.  Dalam 

situasi ini, Telkomsel terus mendukung masyarakat dengan 

memberikan  layanan  optimal  dan  harga  yang  terjangkau 

kepada  pelanggan  sebagai  respons  Perusahaan  dalam 

krisis COVID-19 termasuk dukungan untuk program paket 

subsidi data pemerintah untuk siswa dan guru di seluruh 

negeri.

yaitu  Kolak  Express  3,  dan  game  kelima  yaitu  Three 

Kingdoms: Quest of Infinity. Selain layanan entertainment, 

TelkomGroup  menyediakan  electronic  money  service 

LinkAja yang dikelola oleh anak usahanya yaitu PT Fintek 

Karya  Nusantara  (Finarya).  Sebagai  alat  pembayaran, 

LinkAja telah berkolaborasi dengan berbagai mitra seperti 
taksi,  pom  bensin,  gerai  makanan  dan  minuman,  serta 

pembayaran tol dan pajak.

Untuk  memperkuat 

layanan  mobile  digital  di  masa 

depan, Telkomsel melakukan strategic investment kepada 

PT  Aplikasi  Karya  Anak  Bangsa  (Gojek)  pada  bulan 

November  2020.  Telkomsel  percaya  kolaborasi  dengan 

108

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMKinerja Keuangan Segmen Mobile

Meskipun  mengalami  penurunan  pada  tahun  2020,  pendapatan  segmen  Mobile  masih  menjadi  kontributor  utama 

sebesar Rp83.720 miliar atau sebesar 61,5% dari pendapatan konsolidasi TelkomGroup. Kinerja segmen Mobile selama 

tiga tahun terakhir dapat dilihat sebagai berikut:

Segmen Mobile

2020-2019

2020

2019

2018

(%)

(Rp miliar)

(US$ juta)

(Rp miliar)

(Rp miliar)

Pendapatan 

Beban 

Hasil 

(4,8)

(1,7)

(7,5)

83.720

(40.335)

43.385

5.959

(2.871)

3.088

 87.897

(41.019)

 46.878

 85.338

 (40.041)

 45.297

Pada tahun 2020, segmen Mobile yang dihasilkan dari entitas anak Telkomsel, berhasil mencatatkan pendapatan sebesar 

Rp83.720 miliar, turun Rp4.177 miliar atau 4,8%. Sedangkan beban mengalami penurunan sebesar Rp684 miliar atau 1,7% 

dari tahun sebelumnya menjadi Rp40.335 miliar.

Perolehan pendapatan tersebut menurun dari tahun sebelumnya yang dipicu oleh penurunan pendapatan voice seluler 
sebesar Rp5.551 miliar atau 22,2% dan pendapatan SMS sebesar Rp2.287 miliar atau 34,3%. Hal ini merupakan dampak 

peralihan  perilaku  pelanggan  dari  layanan  voice  ke  layanan  data  serta  dampak  penggunaan  layanan  OTT.  Disisi  lain, 

pendapatan  internet  dan  data  seluler  mengalami  peningkatan  sebesar  Rp3.827  miliar  atau  6,9%,  sebagai  hasil  dari 

strategi  pemasaran  yang  efektif  melalui  program  paket  data  yang  menarik  dengan  harga  yang  kompetitif  terutama 

untuk mengakomodasi daya beli masyarakat yang turun selama pandemi COVID-19. Secara keseluruhan, segmen Mobile 

masih membukukan laba hasil segmen sebesar Rp43.385 miliar.

Telkomsel sendiri mampu mempertahankan posisinya sebagai operator seluler terbesar di Indonesia dengan cakupan 

nasional  yang  melayani  169,5  juta  pelanggan,  dimana  115,9  juta  diantaranya  merupakan  pengguna  mobile  data. 

Pendapatan  Digital Business Telkomsel tumbuh sebesar 7% YoY menjadi Rp62,32 triliun.

109

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANSEGMEN 
ENTERPRISE

%

$

1.703 pelanggan 
korporasi, 339.182 
pelanggan 
UMKM dan 935 
pelanggan institusi 
pemerintah

3 satelit 
dengan 
kapasitas 133 
TPE

3 data center 
dengan spesifikasi 
tier 3 dan 
4 (dalam negeri)

Pada segmen Enterprise, TelkomGroup melayani pelanggan 

ethernet,  VPN-IP,  dan  solusi  jaringan  data  berkapasitas 

korporasi, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), dan 

tinggi  yang  menyediakan  koneksi  point-to-point,  serta 

institusi  pemerintahan.  Layanan  yang  diberikan  antara 

layanan  fixed  voice.  Sampai  akhir  Desember  2020, 

lain  enterprise  grade  connectivity  services  (termasuk 

TelkomGroup  telah  menyediakan  bandwidth  in  service 

satelit), data center & cloud, IT services, business process 

total  sebesar  2.998  Gbps,  dengan  rincian  1.339  Gbps 

outsourcing,  dan  other  adjacent  services  dalam  rangka 

kepada  pelanggan  corporate  internet  dan  1.659  Gbps 

menyediakan  solusi  end-to-end  dan  ekosistem  teknologi 

untuk  pelanggan  data  communication.  Jumlah  tersebut 

informasi.

naik 0,1% dari tahun sebelumnya. 

Di  masa  pandemi,  segmen  Enterprise  memiliki  kinerja 

Sebagai  bagian  dari  pemberian  layanan  connectivity, 

yang  paling  mendapatkan  tekanan  diakibatkan  oleh 

Telkom  melalui  entitas  anak  Telkomsat,  berupaya 

adanya  pandemi  yang  dihadapi  TelkomGroup.  Untuk 

mengintegrasikan 

layanan  satelit  dan  menyediakan 

menghadapi  tantangan  tersebut,  segmen  Enterprise 

penyewaan  kapasitas  transponder  serta  menawarkan 

berupaya  melakukan  perbaikan  secara  fundamental  dan 

layanan  pendukung  lainnya.  Kegiatan  operasional  satelit 

meningkatkan  consultative  selling.  Sejumlah  pelanggan 

meliputi  penyewaan  kapasitas  transponder  satelit  untuk 

yang  bisnis  dan  operasinya  terkena  dampak  negatif 

broadcasting dan operator VSAT, telepon seluler, dan ISP, 

dari  pandemi  COVID-19  telah  meminta  perpanjangan 

juga  penyediaan  layanan  up-link  dan  down-link  satelit 

pembayaran terkait proyek yang diselesaikan pada tahun 

stasiun  bumi  bagi  pengguna  domestik  dan  internasional. 

2020.  Namun,  pembayaran  yang  ditangguhkan  tersebut 

Selama  tahun  2020,  kapasitas  satelit  yang  digunakan 

tidak  berdampak  signifikan  terhadap  arus  kas  dan  hasil 

dilayani  oleh  3  satelit  Telkom  yang  memiliki  kapasitas 

operasi  kami  pada  tahun  2020.  Kami  juga  melanjutkan 

transponder  133  TPE  sekaligus  melakukan  penyewaan 

kebijakan  bisnis  yang  dimulai  pada  tahun  2019  dengan 

dari pihak ketiga dengan kapasitas sekitar 52 TPE. Telkom 

berfokus  pada  lini  bisnis  yang  memiliki  profitabilitas 

berencana  untuk  meluncurkan  High  Throughput  Satellite 

lebih tinggi dan bersifat recurring terutama pada layanan 

(HTS)  di  masa  mendatang.  Teknologi  tersebut  cocok 

enterprise  solutions  seperti  enterprise  connectivity, 

untuk melayani pelanggan broadband satelit. Satelit baru 

data  center  dan  cloud,  dan  secara  selektif  mengurangi 

ini diharapkan akan membantu Telkomsat mencapai posisi 

serta  tidak  memprioritaskan  solusi  bisnis  yang  memiliki 

terdepan di antara penyedia layanan satelit regional.

tingkat  margin  relatif  rendah  dan  non-recurring.  Sejalan 

dengan  strategi  tersebut,  meskipun  pendapatan  segmen 

Lebih  jauh  lagi,  dalam  rangka  meningkatkan  pelayanan 

Enterprise mengalami penurunan, namun pendapatan dari 

kepada  pelanggan  segmen  Enterprise,  Telkom  terus 

layanan Connectivity dan Data Center & Cloud tetap dapat 

meningkatkan  fasilitas  data  center  dan  layanan  cloud. 

tumbuh positif.

Telkom  memberikan 

layanan  enterprise  data  center, 

collocation,  hosting,  disaster  recovery  center,  managed 

Secara  umum, 

layanan  connectivity  pada  segmen 

operation,  dan  berbagai  layanan  cloud  seperti  private 

Enterprise  yang  disediakan  oleh  TelkomGroup  yaitu 

cloud,  cloud  hybrid,  dan  cloud  public.  Anak  Perusahaan 

berupa layanan fixed broadband, Wi-Fi, ethernet, dan data 

Telkom yaitu Telkomsigma saat ini memiliki tiga data center 

communication,  termasuk  leased  channels  seperti  metro 

di Indonesia dengan sekitar 73% kapasitas sudah terpakai. 

110

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMPada  2020,  kami  melalui  Telkomsigma  meluncurkan 

Terkait 

layanan 

adjacent 

services, 

TelkomGroup 

layanan FLOU cloud yang menyediakan cloud hybrid yang 

menyediakan  beragam  layanan  yang  berkaitan  dengan 

menargetkan pelanggan baik untuk segmen UMKM/UKM, 

penjualan  hardware  &  software  termasuk  layanan  IT 

startup, hingga enterprise dengan penawaran paket yang 

support nya. TelkomGroup juga memberikan solusi Internet 

dapat disesuaikan dengan kebutuhan Perusahaan.

of  Things  (IoT)  untuk  gedung,  mengembangkan  aplikasi 

Selanjutnya,  TelkomGroup 

juga  memberikan 

layanan 

management, IT security services, unified communication, 

IoT  untuk  smart  energy  monitoring  management,  fleet 

keuangan  seperti  bill  payment  aggregator,  electronic 

dan collaboration services. 

payment  platform  services,  online  payment  solutions, 

dan  switching  services.  Selama  2020,  sekitar  22.583 

Keunggulan layanan TelkomGroup pada segmen Enterprise 

ATM  di  seluruh  Indonesia  yang  berhasil  dikelola  melalui 

yaitu  adanya  jaringan  infrastruktur  berbasis  serat  optik 

entitas  anak  Swadharma  Sarana  Informatika  (SSI).  Untuk 

dengan  jangkauan  yang  luas.  Dengan  meningkatnya 

layanan  system  integration  and  IT  service  management, 

kebutuhan  pelanggan  pada  segmen  ini,  TelkomGroup 

TelkomGroup menyediakan business process management, 

mengambil  peluang  dengan  mengelola  berbagai  produk 

business  process  as-a-service,  dan  customer  relationship 

dan  layanan  yang  dipadukan  secara  bersamaan  untuk 

management. Dalam rangka pemenuhan kebutuhan masa 

memberikan total solutions. Pelanggan segmen Enterprise 

depan,  TelkomGroup  terus  meningkatkan  kemampuan 

TelkomGroup  pada  tahun  2020  mencapai  341.820 

IT  dan  melakukan  digitalisasi.  Salah  satunya  yaitu  digital 

pelanggan,  yang  terdiri  dari  1.703  pelanggan  korporasi, 

advertising  agency  yang  dikembangkan  TelkomGroup 

339.182  pelanggan  UMKM  dan  935  pelanggan  institusi 

dalam  bentuk  media  placement  dan  integrated  digital 

Pemerintah.  Pelanggan  UMKM  mengalami  peningkatan 

media,  seperti  mobile  advertising,  online  advertising, 

karena  pandemi  COVID-19  secara 

tidak 

langsung 

dan  digital  printing.  Guna  mendukung  layanan  tersebut, 

mendorong pelaku UMKM untuk memanfaatkan teknologi 

TelkomGroup  memiliki  platform  yang  memberikan 

yang  mana  sebelum  pandemi  penggunaan  connectivity 

insight dalam menganalisis perilaku konsumen dan untuk 

dan solusi digital di kalangan UMKM masih rendah. Hal ini 

menyusun marketing campaigns berbasiskan big data dan 

menjadi  peluang  untuk  memberikan  produk  dan  layanan 

data analytics. 

digital sesuai dengan kebutuhan sektor UMKM. 

Kinerja Keuangan Segmen Enterprise

Pendapatan segmen Enterprise memberikan kontribusi sebesar 13,0% dari total pendapatan konsolidasian pada tahun 

2020. Kinerja segmen Enterprise selama tiga tahun terakhir dapat dilihat pada tabel berikut:

Segmen Enterprise

2020-2019

2020

2019

2018

(%)

(Rp miliar)

(US$ juta)

(Rp miliar)

(Rp miliar)

Pendapatan 

Beban 

Hasil 

(5,2)

(6,3)

16,6

17.729

(19.464)

(1.735)

1.262

 18.701

(1.385)

 (20.782)

(123)

 (2.081)

 21.054

 (21.717)

 (663)

Pada tahun 2020, pendapatan segmen Enterprise mengalami penurunan dari Rp18.701 miliar tahun sebelumnya menjadi 

Rp17.729 miliar pada tahun 2020. Pendapatan ini turun sebesar 5,2% atau Rp972 miliar yang disebabkan oleh penurunan 

pendapatan telekomunikasi lainnya sebesar Rp1.483 miliar atau 25,7% yang disebabkan penurunan pendapatan periferal 

sebesar Rp1.109 miliar dan pendapatan manage service dan terminal sebesar Rp440 miliar akibat tertundanya beberapa 

proyek sebagai dampak pandemi COVID-19 dan perubahan strategi untuk mengurangi pendapatan yang memiliki margin 

rendah. Penurunan ini dikompensasi dengan peningkatan pendapatan data, internet, dan jasa teknologi informasi sebesar 

Rp835 miliar atau 9,7%, terutama berasal dari pertumbuhan bisnis data center dan cloud yang dikelola oleh Telkomsigma. 

Sedangkan beban tahun 2020 tercatat sebesar Rp19.464 miliar, turun Rp1.318 miliar atau 6,3% dari Rp20.782 miliar pada 

tahun 2019. Hal tersebut menyebabkan segmen Enterprise membukukan rugi hasil segmen sebesar Rp1.735 miliar.

111

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANSEGMEN 
CONSUMER

%

$

8,0 juta pelanggan 
IndiHome, meningkat 
14,5% dari tahun 
sebelumnya

12,7 juta optical 
port sebagai 
akses broadband 
berbasiskan serat 
optik

TelkomGroup memiliki portofolio produk dan layanan utama 

from  Home”  dan  “Paket  Guru  dan  Dosen”.  Telkom 

pada Segmen Consumer, yang terdiri dari fixed voice, fixed 

juga  menawarkan  paket  khusus  Rumah  Ibadah  untuk 

broadband,  IP-TV,  dan  digital  services  yang  dipasarkan 

mendukung  kegiatan  beribadah  secara  online  di  masa 

dengan  merek  IndiHome.  Pada  masa  pandemi  COVID-19, 

pandemi.

IndiHome menjadi salah satu kebutuhan masyarakat yang 

harus  beraktivitas  dari  rumah.  Hal  tersebut  mendorong 

Selain  itu,  Telkom  terus  mengembangkan  produk  dan 

pertumbuhan  pendapatan  dan  berdampak  positif  pada 

teknologi  untuk  memenuhi  aspirasi  dan  kebutuhan 

kinerja TelkomGroup secara keseluruhan. Per 31 Desember 

pelanggan.  Pada  tahun  2020,  Telkom  meluncurkan 

2020, TelkomGroup mencatat jumlah pelanggan IndiHome 

IndiHome  Gamer  2.0  dengan  peningkatan  speed  ratio. 

8,0  juta  pelanggan,  tumbuh  sebesar  14,5%  atau  1,0  juta 

Telkom  juga  bermitra  dengan  game  publisher  untuk 

pelanggan  dari  tahun  sebelumnya.  ARPU  pada  tahun 

meluncurkan  game  baru  sebagai  nilai  tambah  layanan, 

2020 mencapai 249 ribu, turun dibandingkan Rp257 ribu 

meningkatkan 

layanan  penyimpanan  cloud  dengan 

pada  tahun  sebelumnya  disebabkan  adanya  program 

fitur-fitur  baru,  dan  mendorong  pelanggan  kami  untuk 

pemasaran  untuk  optimalisasi  jaringan  idle  pada  daerah 

meningkatkan  kecepatan  internet  mereka.  Pada  tahun 

low affordability di awal tahun 2020. Program pemasaran 

2020, 1,4 juta pelanggan melakukan upgrade speed. 

yang  dibarengi  dengan  program  leveraging  pelanggan 

untuk  meningkatkan  ARPU  berhasil  dilakukan,  hal  ini 

Terkait  layanan  IPTV,  Telkom  menawarkan  IndiHome  TV 

ditunjukkan  dengan  adanya  kenaikan  ARPU  terjadi  pada 

melalui perangkat Android TV box dan terhubung dengan 

Q4 2020 sebesar Rp262 ribu naik dibanding Q4 2019 dan 

Google Ecosystem. Layanan IPTV kami mencakup saluran 

mengalami  kenaikan  tiap  kuartal  2020.  Selain  itu,  trafik 

TV  linier,  TV-on-demand,  video-on-demand  (VOD),  dan 

data mengalami lonjakan dari 13,7 juta terabytes menjadi 

ekstensi  ke  layanan  OTT  melalui  aplikasi  UseeTV  Go  dan 

24,5 juta terabytes. 

situs  web  UseeTV.com  untuk  menikmati  multi-screen 

dan  pengalaman  akses  konten  TV  di  mana  saja.  Telkom 

Pada tahun 2020, TelkomGroup berupaya mengembangkan 

terus  memperkaya  ragam  saluran  TV  IndiHome  baik 

IndiHome  menjadi  produk  dan  layanan  unggulan  melalui 

Standard Definition, High Definition hingga High Definition 

program “More For Less” yang merupakan kelanjutan dari 

with  Dolby  Support  yang  memungkinkan  pelanggan 

tahun-tahun  sebelumnya.  Program  dilaksanakan  melalui 

merasakan  pengalaman  menonton  bioskop  dirumah. 

penawaran bundling mencakup internet broadband, IP-TV 

Untuk  memperjelas  diferensiasi,  IndiHome  menghadirkan 

dan telepon tidak bergerak. Produk-produk ini ditawarkan 

7  saluran  in-house  yang  selalu  ditingkatkan  kualitas 

melalui  berbagai  saluran  penjualan  termasuk  digital 

siarannya.  Salah  satunya  adalah  revamp  saluran  idKU 

channel  dan  berbagai  promo.  Promo  yang  dilaksanakan 

menjadi  SEA  Today  yang  merupakan  saluran  berita  dan 

selama  tahun  2020  antara  lain  Wujudkan  Rumah  Ceria 

lifestyle  dalam  bahasa  Inggris  yang  menyajikan  berita 

2020,  Semangat  Kemerdekaan  dan  Semua  Bisa  Berubah 

tentang  Indonesia  dan  Asia  Tenggara  sebagai  referensi 

Maju.  Mempertimbangkan  tantangan  yang  dihadapi  oleh 
pelanggan kami dan masyarakat selama wabah COVID-19, 

pemberitaan yang akurat. Saluran SEA Today diharapkan 
mampu membuka mata dunia terhadap Indonesia meliputi 

Telkom  juga  meluncurkan  paket  yang  dirancang  khusus 

sosial-budaya,  potensi  alam,  pariwisata  dan  gaya  hidup 

untuk  membantu  masyarakat  yang  terlibat  dalam  proses 

serta  hal-hal  lainnya  yang  dikemas  dalam  format  acara 

kegiatan pembelajaran jarak jauh berupa “Paket Learning 

yang menarik.

112

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMIndiHome  tetap  mempertahankan  posisinya  sebagai 

Tantangan  bagi  TelkomGroup  pada  tahun  2020  yaitu 

penyedia saluran TV terlengkap dan terbesar di Indonesia 

meningkatkan  kualitas 

layanan 

IndiHome.  Dengan 

dengan  kualitas  HD  dan  beberapa  saluran  dengan  audio 

bertambahnya jumlah pelanggan, maka terdapat tuntutan 

Dolby. Keragaman konten video tetap dijaga melalui kerja 

yang semakin kuat untuk memberikan customer experience 

sama  dengan  berbagai  penyedia  streaming  video  OTT 

yang  terbaik.  Tantangan  lainnya  yaitu  meningkatkan 

terkemuka.  Untuk  memenuhi  preferensi  dan  kemampuan 

average revenue per user (ARPU) dan menurunkan churn. 

pelanggan, 

IndiHome  memberikan  pilihan  berbagai 

Keandalan infrastruktur jaringan menjadi salah satu aspek 

minipack  yang  dapat  diaktifasi  dengan  mudah,  hal  ini 

yang penting. Telkom saat ini telah memiliki 12,7 juta optical 

tercermin  dari  besarnya  transaksi  add-on  minipack  yang 

port dengan serat optik yang menjadi basis jaringan akses 

mecapai 3 juta transaksi selama tahun 2020.

fixed  broadband.  Upaya  modernisasi  STO  menjadi  node 

yang  seluruhnya  menggunakan  serat  optik  (T-Cloud) 

Telkom  juga  menawarkan  konten  OTT  dari  mitra  seperti 

terus  dilakukan  untuk  memberikan  kualitas  layanan  yang 

iflix, Catchplay+, Vidio, dan Mola TV untuk meningkatkan 

lebih  baik  bagi  pelanggan.  Sampai  dengan  tahun  2020, 

pengalaman  pelanggan,  kami  terbuka  untuk  kerja  sama 

TelkomGroup  telah  memiliki  960  T-Cloud.  Kemudian, 

dengan  OTT  video  sehingga  ke  depannya  IndiHomeTV 

penguatan  Mean  Time  To  Install  (MTTI)  dan  Mean  Time 

akan  menjadi  platform  dengan  konten  yang  sangat 

To  Repair  (MTTR)  terus  menerus  dilakukan  dengan 

beragam. Selain itu, Telkom merilis VOD baru dan layanan 

cara  meningkatkan  kapasitas  teknisi  dan  memperbaiki 

game  cloud  GameQoo  untuk  pengguna  IndiBox,  layanan 

proses bisnis. Telkom melalui entitas anak, Telkom Akses, 

OTT  kami  berdasarkan  perangkat  Android  TV  Box  yang 

meluncurkan  Telkom  Akses  Command  Center  sebagai 

kami  luncurkan  pada  tahun  2019  dan  memungkinkan 

pusat  pengelolaan  jaringan  akses  dengan  pengendalian 

pelanggan untuk mengakses streaming TV, musik, game, 

yang  terintegrasi  secara  digital.  Fasilitas  ini  juga  mampu 

berbagai  aplikasi,  dan  VOD.  Kami  juga  menawarkan 

mendeteksi  potensi  gangguan  secara  cepat  di  suatu 

layanan  wifi.id  kepada  pelanggan  IndiHome,  sebuah 

daerah  sehingga  dapat  segera  diperbaiki.  Tiket  prediktif 

layanan 

tambahan  yang  memungkinkan  pelanggan 

yang dibuat secara otomatis akan memerintahkan teknisi 

tersebut  menikmati  akses  internet  tanpa  batas  di  semua 

lapangan untuk melakukan langkah proaktif ke pelanggan. 

titik akses wifi.id di Indonesia. wifi.id adalah singkatan dari 

Selanjutnya  agen  melakukan  tracking  atas  penyelesaian 

Indonesia  Wi-Fi,  jaringan  internet  publik  nirkabel  kami 

tiket gangguan yang dikerjakan oleh teknisi tersebut. 

yang  menyediakan  fasilitas  pengguna  untuk  menikmati 

layanan internet berkecepatan tinggi dan berbagai layanan 

multimedia lainnya.

Kinerja Keuangan Segmen Consumer

Pendapatan dari segmen Consumer mencapai Rp20.956 miliar yang berkontribusi pada total pendapatan konsolidasian 

TelkomGroup sebesar 15,4% pada tahun 2020. Berikut tabel kinerja segmen Consumer selama tiga tahun terakhir:

Segmen Consumer 

2020-2019

2020

2019

2018

(%)

(Rp miliar)

(US$ juta)

(Rp miliar)

(Rp miliar)

Pendapatan 

Beban 

Hasil 

18,4

1,2

50,7

20.957

(11.721)

9.236

1.492

(834)

658

 17.706

 (11.577)

 6.129

 13.891

 (11.739)

 2.152

Pada  tahun  2020  pendapatan  dari  segmen  Consumer  mencapai  Rp20.957  miliar.  Pendapatan  tersebut  meningkat 

sebesar  Rp3.251  miliar  atau  18,4%  dari  tahun  sebelumnya.  Adanya  peningkatan  ini  disebabkan  oleh  peningkatan 

pendapatan  IndiHome  sebesar  Rp3.744  miliar  atau  23,3%  yang  didorong  tumbuhnya  pelanggan  IndiHome  sebesar 

14,5%  menjadi  8  juta  pelanggan.  Peningkatan  ini  dikompensasi  oleh  adanya  penurunan  pendapatan  telepon  sebesar 

Rp476 miliar atau 30,9%. Dari sisi beban, pada tahun 2020, tercatat beban segmen Consumer mencapai Rp11.721 miliar, 

sedikit  lebih  tinggi  dari  tahun  sebelumnya.  Dengan  adanya  peningkatan  pendapatan  dan  keberhasilan  pengendalian 
beban tersebut,  segmen Consumer mencatatkan laba hasil segmen sebesar Rp9.235 miliar pada tahun 2020, meningkat 
50,7% dibanding tahun sebelumnya. Profitabilitas IndiHome juga semakin baik dengan EBITDA margin mencapai 38,9%, 

meningkat signifikan dibandingkan 33,9% tahun lalu.

113

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANSEGMEN 
WHOLESALE AND INTERNATIONAL BUSINESS (WIB)

167,9 ribu km 
total jaringan 
backbone serat 
optik (103,2 ribu 
km domestik 
dan 64,7 ribu km 
internasional)

117 Point of 
Presence 
(PoP) 
(58 PoP 
internasional 
& 59 PoP 
domestik)

5 data 
center (luar 
negeri) & 18 
data center 
neuCentrIX 
(dalam 
negeri)

35,8 ribu unit 
tower (18,5 ribu
tower Mitratel, 1,3 
ribu tower
Telkom dan 16 ribu 
tower
Telkomsel)

Pada Segmen Wholesale and International Business (WIB), 

untuk  layanan  SMS  A2P  karena  adanya  perubahan 

TelkomGroup  melayani  Other  Licensed  Operator  (OLO), 
Service  Provider,  dan  Digital  Player  di  dalam  maupun  di 

kebiasaan  konsumsi  yang  disebabkan  oleh  wabah 
COVID-19  menyebabkan  peningkatan  aktivitas  digital 

luar  negeri.  Segmen  WIB  saat  ini  memiliki  beberapa  lini 

pelanggan  dari  rumah,  seperti  bekerja  dari  rumah 

bisnis,  yaitu  layanan  carrier,  tower,  infrastructure,  dan 

atau  belajar  dari  rumah  dengan  mengakses  aplikasi 

international  business.  Sepanjang  tahun  2020  segmen 

tertentu.  Penggunaan  aplikasi  tersebut  sering  kali 

Wholesale  berada  dalam  kondisi  relatif  stabil  meski  ada 

memerlukan pemberitahuan dan autentikasi pengguna, 

beberapa  penundaan  proyek  dari  pelanggan.  Namun 

mengakibatkan peningkatan penggunaan layanan SMS 

untuk tetap menjaga profitabilitasnya, TelkomGroup perlu 

A2P kami.

menyiapkan inisiatif bisnis yang baru.

  Sampai  akhir  Desember  2020,  TelkomGroup  telah 

1.  Layanan Carrier
  Pada lini bisnis ini, layanan utama yang diberikan antara 

memiliki 18 data center neuCentriX di 12 kota di seluruh 

Indonesia,  bertambah  4  lokasi  dibandingkan  tahun 

lain  layanan  jaringan  (network),  data  dan  internet, 

sebelumnya.  Telin  telah  memiliki  5  data  center  di  luar 

serta layanan interkoneksi. Selain layanan interkoneksi, 

negeri  yang  berada  di  Singapura  (Telin-1,  Telin-2,  dan 

TelkomGroup  juga  menyediakan  value-added  services, 

Telin-3), Timor Leste (1 lokasi), dan Hong Kong (1 lokasi) 

signaling,  voice  hubbing,  pusat  data  (data  center), 

untuk memberikan pelayanan secara maksimal. Tingkat 

platform,  dan  solutions.  Pada  tahun  2020,  layanan 

occupancy data center neuCentrIX rata-rata mencapai 

carrier  tercatat  tumbuh  positif  yang  didorong  oleh 

50,83%  dari  total  kapasitasnya  sedangkan  dengan 

adanya kenaikan tren revenue A2P domestik dibanding 

occupancy  data  center  yang  berada  di  luar  negeri 

tahun lalu.

rata-rata  sekitar  84,70%  pada  tahun  2020.  Kapasitas 

data  center  di  Singapura  naik  karena  meningkatnya 

  Selanjutnya, 

inisiatif  TelkomGroup  berupa  Global 

permintaan  bisnis  enterprise.  Pada  Juli  2020,  Telkom 

Digital  Hub  yang  dimulai  pada  tahun  2018  tetap 

mulai  membangun  Telkom  HyperScale  Data  Center 

dilanjutkan  sampai  tahun  2020.  TelkomGroup  berhasil 

tier  3  dan  4  yang  akan  melengkapi  data  center  yang 

menghubungkan  kabel  bawah  laut  SEA-ME-WE  5 

sudah beroperasi dan dimaksudkan untuk mendukung 

dengan  kabel  bawah  laut  SEA-US  yang  menyediakan 

transformasi digital Indonesia. 

direct  broadband  connectivity  antara  kawasan  Eropa, 

Asia  dan  Amerika  yang  menjadikan  Telkom  sebagai 

  Saat  ini,  TelkomGroup  memiliki  117  Point  of  Presence 

gerbang  utama  konektivitas  digital  yang  membawa 

(PoP),  terdiri  dari  58  PoP  Global  di  28  negara,  dan 

trafik domestik ke global, trafik global ke domestik dan 

59  PoP  Domestik  di  49  kota.  Pada  tahun  2020, 

juga membawa trafik antar negara (hubbing) baik voice 

terdapat pengurangan 5 PoP Global dari hasil evaluasi 

maupun A2P (application-to-person) SMS. Pada tahun 

cost  efficiency.  Layanan 

lainnya  yang  disediakan 

2020,  kami  melihat  adanya  peningkatan  permintaan 

TelkomGroup  yaitu  pengoperasian  Content  Delivery 

114

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOM 
 
 
Networks (CDN) dengan kapasitas sebesar 10.546 Gbps, 

  Sampai akhir tahun 2020, TelkomGroup telah memiliki 

meningkat  61,6%  dibandingkan  tahun  sebelumnya. 

jaringan  backbone  berbasis  serat  optik  sepanjang 

Layanan 

tersebut  diselenggarakan  berkolaborasi 

167.935  km,  yang  terdiri  dari  64.700  km  jaringan 

dengan  Google,  Facebook,  Akamai,  Edgecast,  Level3, 

internasional,  dan 

103.235  km 

jaringan  domestik 

ChinaNet,  Yahoo  dan  penyedia  konten  video  seperti 

dengan  kapasitas  total  secara  keseluruhan  sebesar 

iflix  dan  HOOQ.  Peningkatan  trafik  ini  terjadi  sebagai 

129.600  Gbps.  Dengan  adanya  infrastruktur  kabel 

dampak dari pandemi COVID-19.

2.  Layanan Tower
  TelkomGroup  memberikan 

bawah  laut,  TelkomGroup  memiliki  jaringan  koneksi 

benua  Eropa,  Asia  dan  Amerika,  yang  terdiri  dari 

Thailand-Indonesia-Singapore  (TIS),  Batam-Singapore 

layanan 

penyediaan 

Cable  System  (BSCS),  Dumai-Malacca  Cable  System 

dan  penempatan  peralatan 

telekomunikasi  yang 

(DMCS),  Asia-America  Gateaway  (AAG),  Southeast 

diperuntukkan bagi operator lain dengan sistem sewa. 

Asia-Japan  Cable  System  (SJC),  South  East  Asia-

Sampai  akhir  tahun  2020  terdapat  sekitar  35.822 

Middle  East-Western  Europe  5  (SEA-ME-WE  5),  dan 

tower  yang  dimiliki  oleh  TelkomGroup,  dengan  rincian 

Southeast Asia-United States (SEA-US) dan Indonesia 

18.473 unit tower dimiliki oleh Mitratel, 1.349 unit tower 

Global  Gateway  (IGG)  yang  menghubungkan  kota-

dimiliki  oleh  Telkom  dan  sebanyak  16.000  unit  tower 

kota besar di Indonesia dengan benua Asia, Eropa dan 

dimiliki  oleh  Telkomsel.  TelkomGroup  melalui  Mitratel 

Amerika melalui SEA-ME-WE 5 dan SEA-US. Selain itu, 

melakukan penawaran untuk co-location maupun bisnis 

Telkom  juga  mengoperasikan  dan  memiliki  hak  pakai 

reseller tower milik operator.  Pada tahun 2020, Mitratel 

jaringan  backbone  berbasis  serat  optik  dengan  total 

mengelola 30,570 tenant dan 3,887 reseller tower.

keseluruhan  134.040  km  berdasarkan  perjanjian  sewa 

telekomunikasi  permanen,  bersama  dengan  operator/

  Untuk  memperkuat  posisi  Mitratel  di  industri  menara 

konsorsium kabel bawah laut global lainnya.

telekomunikasi  Indonesia,  pada  bulan  Oktober  2020, 

Mitratel  telah  menandatangani  Perjanjian  Jual  Beli 

  Saat  ini  Telkom  sedang  dalam  proses  pengerjaan 

Bersyarat dengan Telkomsel. Melalui perjanjian tersebut, 

dua    jaringan  kabel  laut  domestik  PATARA-2  (Papua 

Mitratel membeli 6.050 menara Telkomsel dengan nilai 

Utara-2) yang akan menghubungkan Sarmi dan Waisei 

Rp10,3 triliun. Sebelumnya, Mitratel juga telah membeli 

dengan  total  panjang  1.126  km  dan  LUMORI  (Luwuk-

2.100 menara senilai total Rp4,4 triliun dari PT Indosat 

Morowali-Kendari) yang akan menghubungkan Luwuk, 

Ooredoo  Tbk.  Sejak  tahun  2019,  Mitratel  berhasil 

Bonepute,  Kolaka  dan  Kendari,  dengan  total  panjang 

mengakuisisi 95% modal saham PT Persada Sokka Tama 

436  km.  PATARA-2  dan  LUMORI  diharapkan  siap 

yang bergerak dalam bisnis menara telekomunikasi dan 

untuk  layanan  pada  semester  dua  tahun  2021.  Untuk 

akan dilanjutkan seterusnya hingga mencapai 100% pada 

jaringan  kabel  laut  internasional,  Telkom  juga  telah 

tahun  2021.  Adanya  akuisisi  aset  tersebut  merupakan 

merundingkan  hak  guna  atas  3.250  km  kabel  bawah 

kebijakan strategis Telkom untuk memusatkan layanan 

laut  dengan  konsorsium  Southeast  Asia-Japan  Cable 

tower kepada Anak Perusahaan Mitratel yang bertujuan 

2  (SJC2).    Dengan  tambahan  kabel  bawah  laut  ini 

untuk  meningkatkan  pendapatan  sewa  menara  kami 

akan  meningkatkan  kapasitas  jaringan  Telkom  dalam 

serta meningkatkan efisiensi operasi dan pemeliharaan.

melayani pelanggan.

3.  Layanan Infrastruktur dan Manajemen Jaringan
  TelkomGroup  sebagai  Perusahaan  telekomunikasi  juga 

  Terkait dengan energy solutions, Telkom melalui entitas 

anak Infratel memiliki kerja sama dengan Badan Usaha 

menyediakan dan mengelola infrastruktur serta layanan 

Milik  Negara  (BUMN)  untuk  melakukan  pemeliharaan 

jaringan,  yang  mencakup  juga  pembangunan  serta 

mesin diesel hingga tahun 2021. Kerja sama ini berawal 

pemeliharaan  jaringan.  Salah  satu  contoh  aktivitasnya 

dari pembangunan pembangkit listrik bertenaga diesel 

yaitu  pemasangan  dan  pemeliharaan  kabel  bawah 

laut dan penyediaan energy solutions untuk ekosistem 

untuk  jaringan  telekomunikasi  pada  tahun  2018  yang 
berlokasi di Kalimantan dan Sulawesi. 

infrastruktur telekomunikasi.

115

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAAN 
 
 
 
 
 
 
4.  Bisnis Internasional
  PT  Telekomunikasi  Indonesia  International  (Telin)  merupakan  Anak  Perusahaan  Telkom  yang  mengembangkan 

kegiatan  usahanya  di  Singapura,  Hong  Kong,  Timor  Leste,  Australia,  Myanmar,  Malaysia,  Taiwan,  Amerika  Serikat, 

dan Selandia Baru. Layanan yang ditawarkan antara lain layanan wholesale, cloud and connectivity, data center and 

managed  services,  satellite  transponder  services,  retail  mobile  services  (MVNO),  IP  transit,  dan  business  process 

outsourcing services. Telkom secara teratur menilai operasi luar negeri, baik dari segi profitabilitas, prospek dan posisi 

strategisnya untuk mengoptimalkan struktur portofolio. Sehingga ke depannya dapat melakukan investasi lebih lanjut 

atau melepaskan investasi yang ada dari waktu ke waktu berdasarkan penilaian tersebut.

  Telin berencana untuk melanjutkan penggunaan kapasitas pusat data neuCentrIX yang baru dan mengembangkan 

layanan CPaaS berbasis cloud NeuAPIX dengan fitur komunikasi omni-channel (bots and live chat, real-time voice 

capabilities, SMS, emails, video call, dan messaging service). Telin juga meluncurkan NeuTrafiX, platform pertukaran 

publik  berbasis  web  untuk  menghubungkan  pembeli  dan  penjual  dengan  mudah  dan  transparan  untuk  wholesale 

voice, SMS dan virtual numbers trading.

Kinerja Keuangan Segmen Wholesale and International Business

Segmen  WIB  memperoleh  pendapatan  eksternal  melalui  penyediaan  berbagai  layanan  seperti  jaringan  (network), 

interkoneksi, internet, submarine cable, data center, tower, dan infrastruktur. WIB berperan sebagai enabler dan katalisator 

segmen bisnis lainnya dalam rangka menciptakan value bagi TelkomGroup. Hal ini menyebabkan pendapatan eksternal 

segmen WIB lebih kecil bila dibandingkan dengan pendapatan internal. Kontribusi pendapatan segmen WIB terhadap 

total pendapatan konsolidasian pada tahun 2020 sebesar 9,9% dengan nilai pendapatan WIB sebesar Rp13.501 miliar.

Segmen WIB

2020-2019

2020

2019

2018

(%)

(Rp miliar)

(US$ juta)

(Rp miliar)

(Rp miliar)

Pendapatan 

Beban 

Hasil 

27,3

10,7

23,9

13.501

(17.370)

(3.869)

961

(1.236)

(275)

 10.609

 (15.691)

 (5.082)

 10.084

 (14.624)

 (4.540)

Pendapatan segmen WIB mengalami pertumbuhan sebesar Rp2.892 miliar atau 27,3% dengan nilai pendapatan tahun 

2020  menjadi  Rp13.501  miliar.  Pertumbuhan  pendapatan  segmen  WIB  tersebut  karena  peningkatan  pendapatan 

interkoneksi sebesar Rp1.566 miliar atau 27,4% disebabkan meningkatkan pendapatan A2P. Selain itu, pendapatan data, 

internet dan jasa teknologi informasi juga mengalami peningkatan sebesar Rp577 miliar atau 33,5%, antara lain karena 

pertumbuhan pendapatan data center Telin.

Selanjutnya,  total  beban  segmen  WIB  sebesar  Rp17.370  miliar  pada  tahun  2020,  mengalami  peningkatan  Rp1.679 

miliar atau 10,7% dibanding tahun sebelumnya. Naiknya beban tersebut dipicu oleh penambahan infrastruktur. Dengan 

demikian, segmen WIB memberikan rugi hasil segmen sebesar Rp3.869 miliar.

116

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOM 
SEGMEN 
LAIN-LAIN

41,7 juta active 
user Digital 
Music dan 25,2 
juta pengguna 
berbayar Digital 
Games

Segmen Digital menawarkan beragam produk dan layanan 

Di bidang digital entertainment, Telkom Indonesia melalui 

digital  yang  berbasiskan  pada  big  data,  smart  platform, 

anak  usaha  PT.  Melon  Indonesia  menyediakan  layanan 

digital  advertising,  digital  entertainment  (music  &  game), 

digital  music  melalui  ring  back  tone  dengan  brand  Nada 

serta e-commerce. Untuk mengelola dana modal ventura, 

Sambung  Pribadi  (NSP)  dan  music  streaming  brand 

Telkom  melalui  PT  Metra  Digital  Innovation  (juga  dikenal 

Langit  Musik  serta  layanan  game  melalui  UPoint.  Hingga 

sebagai MDI Ventures) selama tahun 2020 telah melakukan 

akhir  tahun  2020,  layanan  digital  music  memiliki  41,7 

investasi di Perusahaan startup digital yang dirasa memiliki 

juta  pengguna  aktif  dengan  217  juta  transaksi  melalui 

potensi  untuk  berkembang  di  masa  yang  akan  datang, 

aplikasi online digital music content MelOn. Di bisnis game 

serta  berinvestasi  di  Perusahaan  yang  dapat  mendukung 

publishing,  Melon  Indonesia  telah  meluncurkan  6  game 

kinerja bisnis TelkomGroup.

hingga  akhir  tahun  2020  dengan  rincian  3  game  dimana 

MelOn  bertindak  sebagai  publisher,  dan  3  game  dimana 

Di  bidang  big  data  dan  smart  platform,  Telkom 

MelOn  bertindak  sebagai  co-publisher.  Layanan  digital 

menawarkan platform yang bernama BigBox serta layanan 

games  ini  memiliki  sekitar  25,2  juta  pengguna  berbayar 

platform  Internet  of  Things  (IoT)  dengan  nama  Antares 

Digital Games.

untuk  pelanggan  segmen  Enterprise.  Bigbox  merupakan 

service  platform  big  data  yang  menyediakan  berbagai 

Pada  bulan  September  2020,  Telkom  secara  resmi 

layanan, seperti analytic, data & business solution, hingga 

menghentikan 

operasional 

platform 

e-commerce 

platform  penyedia  API  untuk  membantu  para  developer 

BLANJA.com  sebagai  bentuk  strategi  Perusahaan 

dan  Perusahaan  startup  dalam  membangun  bisnisnya. 

dalam  mewujudkan  tata  kelola  portofolio  digital  yang 

Kemudian pada tahun 2020, Telkom meluncurkan program 

lebih  efisien  dan  sehat.  Namun,  kiprah  Telkom  di  bisnis 

One  Data  Management  Platform  sebagai  komitmen 

e-commerce tidak berhenti begitu saja dengan ditutupnya 

Perusahaan  untuk  mendukung  pemerintah  mewujudkan 

platform  BLANJA.com.  Telkom  terus  berkomitmen  untuk 

program  Satu  Data  Indonesia.  Untuk  smart  platform 
IoT,  Telkom  telah  mengerjakan  berbagai  project  yang 

layanan  yang  terbaik  bagi  masyarakat 
memberikan 
dengan  meluncurkan  layanan  B2B  commerce  platform 

dapat  mewujudkan  terjadinya  konektivitas  perangkat 

yang bernama Pasar Digital (PaDi) UMKM yang bertujuan 

seperti  Smart  Manufacturing,  Air  Polution  Monitoring, 

memperluas  ekosistem  bisnis  dan  usaha  mikro,  kecil  dan 

Smart  Electricity, Waste  Management  dan  lain-lain,  untuk 

menengah (UMKM). PaDi UMKM merupakan wujud nyata 

mendukung peningkatan produktivitas dan kualitas hidup 

Telkom  dalam  mendukung  program  pemerintah  melalui 

masyarakat.

Kementerian  BUMN,  untuk  menjembatani  kontribusi 

BUMN  terhadap  UMKM  di  seluruh  Indonesia.  Dengan 

Pada  lini  bisnis  digital  advertising,  Telkom  menyediakan 

adanya  platform  tersebut,  diharapkan  ketahanan  rantai 

advertising  media  solutions  untuk  mendukung  kegiatan 

pasokan 

lokal  dapat  terus  terjaga  terutama  dalam 

pemasaran  melalui  portal  berita  UZone.id.  Selain  portal 

menghadapi wabah pandemi COVID-19. Selain itu, di tahun 

berita, Telkom menyediakan platform layanan ad exchange 

2020  Telkom  terus  meningkatkan  layanan  dan  kualitas 

bernama  UAds  yang  berfungsi  untuk  mempertemukan 

platform B2B commerce lain yang bernama Xooply untuk 

penerbit, pemasang iklan, dan agency agar supaya aktivitas 
pemasangan iklan digital dapat berlangsung secara efektif 

segmen  Enterprise  non  BUMN  dengan  pemasok  yang 
lebih beragam. Terkait dengan wabah pandemi COVID-19, 

dan efisien.

sepanjang 

tahun  2020  Telkom 

telah  memberikan 

117

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANdukungan  yang  maksimal  kepada  pemerintah  melalui 

Di tahun 2020, MDI Ventures berinvestasi pada 15 startup 

Kementerian  Komunikasi  dan  Informatika  yaitu  berupa 

baru  yang  tersebar  di  4  negara  yaitu  Indonesia,  India, 

pengembangan aplikasi PeduliLindungi dan platform yang 

Singapura,  dan  Amerika  Serikat,  dimana  2  startup,  yaitu 

memiliki  fitur  berhubungan  dengan  pandemi  COVID-19. 

Observeit  dan  Sonar  telah  exit  melalui  akuisisi.  Sejak 

Fitur-fitur  tersebut  diantaranya  contact  tracking,  zone 

tahun 2016, MDI Ventures sudah berinvestasi di lebih dari 

identification,  transportation  &  distribution  system,  serta 

50 startup di 12 negara dengan total keseluruhan sampai 

dashboard untuk memantau distribusi vaksin.

dengan saat ini sejumlah 8 startup yang telah exit dengan 

Terkait  dengan  MDI  Venture,  entitas  anak  Telkom  ini 

mengelola tiga fund, diluar pengelolaan dana dari Telkom. 

2  diantaranya  melalui  IPO.  Sampai  saat  ini  MDI  sudah 

bertugas  sebagai  corporate  venture  capital  dengan 

Ketiga fund tersebut adalah:

aktivitas  bisnisnya  yang  terdiri  dari  investing  –  synergy  – 

portfolio  management  –  value  creation  dan  fundraising. 

•	 TMI	 Fund	 dari	 Telkomsel	 Mitra	 Inovasi	 yang	 berfokus	

MDI sebagai inisiatif modal ventura Telkom ini berbasis di 

pada pendanaan kepada startup yang bisa memberikan 

Jakarta  dengan  operasi  di  Singapura  dan  Silicon  Valley. 

nilai sinergi bagi Telkomsel.

MDI  menggabungkan  model  Venture  Capital  dengan 

•	 Centauri	 Fund,	 bekerja	 sama	 dengan	 KB	 Financial	

memberikan akses synergy di TelkomGroup kepada startup 

Group  (Kook  Min  Bank)  asal  Korea  Selatan  yang 

setelah  melakukan  investasi  finansial.  Fokus  investasi  ini 

berfokus  pada  growth  stage  startup.  Tujuannya  yaitu 

yaitu  high  growth  business  verticals  untuk  meningkatkan 

untuk  mendukung  startup  Indonesia  dan  kawasan, 

pengalaman digital dan memberikan layanan terbaik yang 

khususnya  di  startup  teknologi,  termasuk  teknologi 

mengarah  pada  pengalaman  pelanggan,  seperti  logistic, 

keuangan,  infrastruktur  e-commerce,  Software  as  a 

financial  technology,  cloud  computing,  agritech/food, 

Service (SaaS), dan juga big data.

deep tech, digital life, healthtech, new retail, dan Internet 

•	 Arise	 Fund,	 diluncurkan	 pada	 tahun	 2020	 dimana	

of Things.

Kinerja Keuangan Segmen Lain-lain

MDI bekerja sama dengan Finch Capital Belanda yang 

mempunyai fokus utama pada early stage startup bagi 

startup teknologi Indonesia.

Pendapatan pada segmen lain-lain pada tahun 2020 memberi kontribusi sebesar 0,2% pada pendapatan TelkomGroup. 

Kinerja segmen lain-lain selama tiga tahun terakhir dapat dilihat pada tabel berikut:

Segmen Lain-lain

2020-2019

2020

2019

2018

(%)

(Rp miliar)

(US$ juta)

(Rp miliar)

(Rp miliar)

Pendapatan 

Beban 

Hasil 

11,2

11,4

(11,4)

219

(1.653)

(1.434)

16

(118)

(102)

 197

 (1.484)

 (1.287)

 130

 (1.042)

 (912)

Pendapatan pada segmen Lain-lain pada tahun 2020 tercatat sebesar Rp219 miliar, naik 11,2% atau Rp22 miliar dari tahun 

sebelumnya. Dari sisi beban, terdapat peningkatan sebesar 11,4% atau Rp169 miliar, dari Rp1.484 miliar tahun 2019 menjadi 
Rp1.653 miliar tahun 2020. Secara keseluruhan, segmen Lain-lain mencatatkan rugi hasil segmen sebesar Rp1.434 miliar. 

118

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMPROGRAM LEVERAGE ASSET

Sejalan  dengan  strategi  Perusahaan  kami  untuk  mempercepat  penciptaan  ekosistem  digital,  Telkom  memprioritaskan 
peningkatan pemanfaatan aset sekaligus memanfaatkan portofolio aset properti yang cukup besar melalui kemitraan 
dan kolaborasi eksternal, khususnya melalui program “Go Digital Telkom” yang berfokus pada perluasan kapasitas digital 
dan jaringan data center. Telkom juga terus memberikan alokasi ruang yang efisien untuk peralatan jaringan lama kami 
dan pengalaman kantor yang menyenangkan bagi karyawan. Telkom melaksanakan proses leveraging ini melalui Anak 
Perusahaan,  PT  Graha  Sarana  Duta  (Telkom  Property),  yang  menawarkan  layanan  seperti  pengembangan  properti 
(perencanaan,  pengembangan  dan  pembangunan  area  properti),  sewa  properti  (property  rent  and  leasing),  fasilitas 
properti (lini bisnis yang bergerak di bidang retail dan leasing, sistem manajemen transportasi) dan manajemen properti 
(manajemen gedung, mall, apartemen dan jasa keamanan). Layanan ini berkontribusi pada peningkatan pemanfaatan 
aset properti dan diversifikasi ekosistem digital.

Pada  tahun  2020  kami  berfokus  pada  konversi  gedung/ruang  menjadi  data  center  untuk  mendukung  percepatan 
digitalisasi  pelanggan,  khususnya  untuk  pelanggan  yang  menawarkan  layanan  dan  solusi  TIK,  serta  berada  di  area 
dengan trafik data yang tinggi. Sedangkan proyek komersial yang diluncurkan selama tahun 2020 antara lain gerai ritel 
minimart di seluruh Indonesia, Kompleks Gedung Perkantoran Telkom Landmark Tower Surabaya di Jawa Timur melalui 
proyek  ritel  dan  kemitraan  strategis,  Kampus  Telkom  University  (Tel-U)  di  Surabaya  yang  memanfaatkan  bangunan 
kantor regional yang sudah ada sebelumnya, dan hotel kapsul di Semarang, Jawa Tengah.

Terlepas dari lingkungan yang menantang karena pandemi COVID-19, Telkom terus mencari peluang untuk meningkatkan 
pendapatan dengan memanfaatkan portofolio properti, khususnya melalui pendapatan tenant. Dalam jangka pendek, 
akan ada beberapa pembukaan ritel makanan dan minuman (F&B). Telkom juga membuka kolaborasi dengan institusi 
pendidikan  dengan  menyediakan  lahan  atau  gedung  kosong  untuk  dijadikan  kampus  dan  disewakan  ke  universitas 
dan sekolah. Strategi kami juga termasuk memanfaatkan captive market BUMN dan institusi pemerintah lainnya untuk 
memfasilitasi pembukaan cabang atau kantor penjualan di seluruh Indonesia. Selain memanfaatkan properti idle melalui 
kemitraan seperti yang dijelaskan di atas, Telkom juga menggabungkan kompetensi digital dan solusi produk ke dalam 
penawaran.  Misalnya,  penyediaan  konektivitas  jaringan  atau  akses  internet  kepada  tenant  atau  pelanggan  sebagai 

fasilitas tambahan.

119

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANASPEK 
PEMASARAN

PANGSA PASAR 

senantiasa  memantau  perkembangan 
TelkomGroup 
teknologi dan merespons dinamika pasar. Untuk menjaga 
keunggulan  kompetitif  dan  memenangkan  persaingan 
di 
industri,  TelkomGroup  terus  menciptakan  produk, 
layanan,  standar,  dan  model  bisnis  yang  sejalan  dengan 
perkembangan  terkini.  Guna  mewujudkan  hal  tersebut, 
Telkom  dan  Anak  Perusahaan  senantiasa  melakukan 
investasi  pada 
infrastruktur  demi 
meningkatkan  value  dan  memberikan  digital  experience 
terbaik bagi pelanggan.

teknologi  dan 

Pangsa Pasar Segmen Mobile

Pada  tahun  2020,  TelkomGroup  memperkuat  ekosistem 
digital  dan  memperluas  jaringan  pelanggan  melalui  kerja 
sama dengan PT Aplikasi Anak Bangsa, yaitu pemilik super 
app Gojek. Inisiatif kolaborasi Telkom dan Gojek tersebut 
salah satunya diwujudkan dengan meluncurkan paket data 
murah untuk driver Gojek, yaitu Paket Swadaya Telkomsel.

Kemudian,  Telkomsel  sebagai  ujung  tombak  Segmen 
Mobile  TelkomGroup  memiliki  dua  pesaing  utama  yaitu 
Indosat  dan  XL  Axiata.  Selain  itu,  pesaing  lainnya  yang 
Indonesia 
perlu  diperhatikan  yakni  PT  Hutchison  3 
sebagai  bagian  dari  Hutchison  Asia  Telecom  Group  yang 
beroperasi  di  bawah  merek  Tri,  dan  Smartfren  Telecom 
yang  merupakan  kelompok  usaha  Sinar  Mas  Group,  
PT  Smartfren  Telecom  Tbk.  Sepanjang  tahun  2020  tidak 
ada penerbitan lisensi baru atau tambahan bagi operator 
seluler.

Sebagai  bagian  dari  keluarga  besar  TelkomGroup, 
Telkomsel memiliki 169,5 juta pelanggan seluler pada tahun 
2020,  termasuk  115,9  juta  pelanggan  mobile  broadband. 
Jumlah  tersebut  turun  dari  171,1  juta  pelanggan  seluler 
pada tahun 2019. Berdasarkan jumlah pelanggan, pangsa 
pasar  Telkomsel  diantara  3  operator  besar  di  Indonesia 
pada tahun 2020 mencapai 58,9% untuk Segmen Mobile, 
turun dari 59,6% dibandingkan tahun sebelumnya.

Market Share Pelanggan Seluler Telkomsel 
Tahun 2018-2020

100%

59,1%

59,6%

58,9%

50%

40,9%

40,4%

41,1%

0%

2018

2019

2020

Telkomsel

Kompetitor

Secara  umum,  kebutuhan  data 
seluler  melonjak 
selama  masa  pandemi  COVID-19.  Meskipun  demikian, 
meningkatnya  kebutuhan  tersebut  tidak  proporsional 
dengan  pendapatan  yang  diterima  oleh  operator  mobile, 
hal  ini  disebabkan  adanya  kompetisi  yang  cukup  intensif 
di  antara  operator  mobile  serta  adanya  pergeseran 
perilaku pelanggan dari menggunakan mobile broadband 
ke  fixed  broadband  terutama  untuk  menunjang  kegiatan 
Work  From  Home  (WFH)  dan  Learn  From  Home  (LFH) 
ini.  Provider  saling  bersaing  untuk 
selama  pandemi 
jaringan  yang  maksimal  dengan 
memberikan  akses 
harga  yang  terjangkau.  Menghadapi  situasi  tersebut, 
Telkomsel  menjalankan  program  pemasaran  yang  sudah 
direncanakan  sebelumnya  dengan  tujuan  agar  tidak 
kehilangan market share dan tetap menjaga profitabilitas 
dalam kondisi baik.

Faktor  lain  yang  juga  mempengaruhi  pangsa  pasar 
Segmen  Mobile  yaitu  persaingan  dengan  layanan  Over-
The-Top  (OTT).  Dengan  adanya  teknologi  digital  saat  ini, 
layanan  OTT  sanggup  menyediakan  layanan  voice  dan 
text serta data berbiaya murah dengan jaringan yang luas. 
Penetrasi penggunaan smartphone di Indonesia yang kuat 
juga  mendukung  layanan  OTT,  sehingga  menekan  bisnis 
dan keuangan TelkomGroup, khususnya Telkomsel.

Pangsa Pasar Segmen Consumer

Segmen  Consumer  terdampak  positif  karena  adanya 
perubahan  kebiasaan  pelanggan  selama  masa  pandemi 
COVID-19.  Keterbatasan  mobilitas 
telah  memaksa 
masyarakat  untuk  membiasakan  diri  bekerja  dan 
bersekolah menggunakan fasilitas jaringan komunikasi dari 
rumah.  Hal  ini  membuat  semua  provider  telekomunikasi 
saling  bersaing  memberikan  akses  jaringan  maksimal 
dengan harga yang terjangkau. 

120

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMUntuk  memenuhi 
konektivitas  digital 
kebutuhan 
masyarakat,  TelkomGroup  memiliki  produk  dan  layanan 
utama  yaitu  IndiHome.  Produk  dan  layanan  ini  menjadi 
salah  satu  faktor  pertumbuhan  bisnis  TelkomGroup  serta 
berperan sebagai new engine of growth yang menunjang 
peningkatan revenue dengan sangat baik.

Selanjutnya, IndiHome bersaing dengan penyedia layanan 
fixed  broadband  besar 
lainnya  seperti  First  Media, 
BizNetHome, MNC Play dan MyRepublic. Diantara pesaing 
utama ini, First Media memiliki jumlah pelanggan terbesar. 
IndiHome 
Dalam  beberapa  tahun  terakhir,  pesaing 
untuk  pelanggan  rumah  tangga  kelas  menengah  dan 
atas  di  Jabodetabek  adalah  MNC  Play  dan  MyRepublic. 
Sedangkan untuk pelanggan korporat, BizNet merupakan 
pesaing  IndiHome  di  Jawa  dan  Bali.  IndiHome  juga 
menghadapi  persaingan  yang  semakin  ketat  sejak  tahun 
2019,  termasuk  dari  pendatang  baru,  Anak  Perusahaan 
Perusahaan  Perseroan  (Persero)  PT  Perusahaan  Listrik 
Negara  (PLN)  yang  mulai  menawarkan  layanan  internet 
dan TV pada tahun 2019 melalui Anak Perusahaan ICON+. 
Selain  itu,  XL  Axiata  dan  Indosat  telah  mengembangkan 
layanan rumah melalui produk XL Home dan Indosat GIG.

Pada akhir tahun 2020, fixed broadband IndiHome berhasil 
meraih 1,0 juta tambahan pelanggan baru, sehingga total 
pelanggan IndiHome menjadi 8,0 juta pelanggan. Dengan 
jumlah pelanggan tersebut, IndiHome menguasai pangsa 
pasar  dominan  dalam  layanan  fixed  broadband  berbasis 
jaringan 
fiber.  Dominasi  tersebut  dapat  dilihat  dari 
IndiHome  yang  menjangkau  96,5%  kabupaten/kota  atau 
sebanyak 496 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Kami  tidak  lagi  menampilkan  jumlah  pelanggan  internet 
media tembaga di Laporan Tahunan 2020 ini dikarenakan 
kami  sudah 
tidak  memasarkan  produk  bermedia 
tembaga,  namun  lebih  fokus  untuk  mengembangkan 
fixed  broadband  berbasis  fiber  yang  dapat  melayani 
berbagai aplikasi sesuai kebutuhan masyarakat yang saat 
ini  menjadikan  rumah  sebagai  pusat  aktivitas  dimasa 
pandemi. Dengan tidak ditampilkannya internet bermedia 
tembaga,  maka  market  share  IndiHome  di  tahun  2020 
adalah 82,3%.

Untuk  produk  dan  layanan  fixed  voice,  TelkomGroup 
mencatat pertumbuhan negatif selama tahun 2020. Jumlah 
pelanggan  fixed  wireline  (POTS)  mengalami  penurunan 
sebesar  2,7%  atau  0,2  juta  pelanggan  pada  tahun  2020. 
Selama  beberapa  tahun  terakhir,  TelkomGroup  berupaya 
melakukan migrasi terhadap para pelanggan, dari produk 
dan  layanan  home  legacy  ke  IndiHome.  Migrasi  ini  untuk 
memadukan fixed voice dengan fixed broadband, serta IP-
TV  yang  berbasiskan  koneksi  digital  dengan  kabel  serat 
optik ke dalam satu produk dan layanan.

Pangsa Pasar Segmen Enterprise

Pada  Segmen  Enterprise,  TelkomGroup  mendorong 
pertumbuhan  digital  services  seperti  internet  of  things 
(IoT),  cyber  security,  big  data,  dan  digital  ads.  Produk 
dan  layanan  tersebut  melengkapi  berbagai  jenis  produk 
dan layanan connectivity, satellite, IT services, data center, 
dan  cloud  yang  sesuai  kebutuhan  pelanggan  Segmen 
Enterprise.  Melalui  platform  BigData  dan  BigBox,  Telkom 
juga  menawarkan  solusi,  analisis,  dan  pemahaman 
mendalam  bagi  Perusahaan  untuk  memenuhi  kebutuhan 
bisnis.  Platform  tersebut  membantu  Perusahaan  untuk 
pengambilan  keputusan,  tata  kelola,  perumusan  strategi, 
dan  berbagai  pandangan  ke  masa  depan  yang  berguna 
bagi Perusahaan.

selama 

tahun  2020 
Bagi  pelanggan  broadband, 
TelkomGroup 
telah  berhasil  menyediakan  bandwith 
sebanyak  2.998  Gbps,  yang  tercatat  meningkat  0,1%  dari 
tahun 2019. TelkomGroup memiliki pangsa pasar bandwith 
in service sebesar 74,5% untuk tahun 2020, meningkat dari 
tahun sebelumnya yaitu 0,7%. 

Diagram Market Share System Integration  
Telkomsigma dan Kompetitor Tahun 2018-2020

100%

55,7%

50%

44,3%

72,0%

77,8%

Diagram Market Share Fixed Broadband IndiHome 
dan Kompetitor Tahun 2018-2020

28,0%

22,2%

100%

84,5%

86,5%

82,3%

0%

2018

2019

2020

Telkomsigma

Kompetitor

50%

0%

15,5%

13,5%

17,7%

2018

2019

2020

IndiHome

Kompetitor

121

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANKemudian,  melalui  Telkomsigma  yang  merupakan  Anak 
Perusahaan  Telkom,  pangsa  pasar  system  integration 
TelkomGroup  dibukukan  mencapai  22,2%  pada  tahun 
2020,  menurun  sebesar  5,8%  dari  tahun  2019.  Untuk 
pangsa  pasar  Business  Process  Outsourcing  (BPO), 
Infomedia yang merupakan anak usaha Telkom mengalami 
pertumbuhan  bisnis  secara  positif  sebesar  6,8%  menjadi 
55,4% pada tahun 2020 dibandingkan tahun sebelumnya. 
Terkait produk dan layanan satelit per 31 Desember 2020, 
TelkomGroup menguasai 29,4% pangsa pasar bisnis satelit, 
menurun dari periode pelaporan tahun 2019.  

Pangsa Pasar Segmen Wholesale & International 
Business

Pada  Segmen  Wholesale  and  International  Business, 
TelkomGroup  melayani  other  license  operators  (OLO), 
service  providers,  dan  digital  player  global  wholesaler 
and  carrier.  TelkomGroup  juga  melayani  Perusahaan  lain 
seperti international data center atau international private 
leased circuit (IPLC), serta pelanggan ritel mobile network 
operator  (MNO)  dan  mobile  virtual  network  operator 
(MVNO) internasional. 

Pangsa pasar Segmen Wholesale & International Business 
(WIB)  mencakup  kegiatan  usaha  carrier  traffic,  carrier 
network,  tower,  dan  managed  infrastructure  services. 
Untuk  Wholesale,  selama  tahun  2020  relatif  stabil  meski 
terjadi  pandemi  COVID-19.  Meskipun  stabil,  TelkomGroup 
tetap  menyiapkan  portofolio  bisnis  yang  baru  untuk 
menunjang posisi Perusahaan. Pada segmen International 
Business,  TelkomGroup  meningkatkan  kapasitas  data 
centre  di  Singapura  sejalan  dengan  kenaikan  permintaan 
atas data center di market.

TelkomGroup  melakukan  penguatan  fundamental  bisnis 
Mitratel dengan melakukan pengalihan kepemilikan tower 
milik  Telkomsel  kepada  Mitratel.  Pengalihan  tower  ini 
merupakan  bentuk  penataan  portofolio  yang  dilakukan 
oleh  Telkom  untuk  memberikan  optimal  value  kepada 
pemegang 
saham  dengan  mengoptimalkan  bisnis 
dan  aset  yang  dimiliki  Telkom.  Di  sisi  lain,  pengalihan 
tower  juga  menjadi  upaya  value  creation  bisnis  tower 
dan  memastikan  entitas  anak  dapat 
fokus  pada 
pengembangan dan penguatan lini bisnis masing-masing. 
Menara  yang  dialihkan  adalah  sebanyak  6.050  menara 
telekomunikasi  dari  Telkomsel  kepada  Mitratel,  sehingga 
menjadikan  Mitratel  sebagai  salah  satu  provider  menara 
terbesar  di  Indonesia.  Pengalihan  kepemilikan  tower  juga 
menjadi  salah  satu  persiapan  Mitratel  untuk  menjajaki 
IPO. Pengalihan kepemilikan tower akan dilakukan secara 
bertahap  dan  ditargetkan  untuk  selesai  pada  triwulan 
pertama tahun 2021.

Dipicu  oleh  kondisi  pandemi  COVID-19  yang  telah 
meningkatkan  kebutuhan  masyarakat  akan 
fasilitas 
telekomunikasi, maka kebutuhan akan tower baru maupun 
co-location  juga  meningkat.  Mitratel  menyewakan  tower 
untuk  memenuhi  kebutuhan  Perusahaan  operator  lain 
yang  memerlukan  lokasi  untuk  menempatkan  peralatan 
telekomunikasi mereka.

Diagram Market Share Tower Mitratel dan 
Kompetitor Tahun 2018-2020

100%

80,2%

76,1%

73,1%

Sampai  saat  ini,  TelkomGroup  masih  menjadi  pemimpin 
pasar carrier traffic dengan penguasaan interkoneksi voice 
sebesar  80%.  Kemudian,  TelkomGroup  memiliki  pangsa 
pasar  wholesale  network  sebesar  64%  yang  didukung 
oleh produk seperti Metro E dan leased line. Pangsa pasar 
TelkomGroup  pada  wholesale  domestic  untuk  produk 
IP  Transit  tercatat  sebesar  14,4%,  yang  menunjukkan 
peningkatan dari tahun 2019 sebesar 36%.

50%

0%

19,8%

26,9%

23,9%

2018

2019

2020

Mitratel

Kompetitor

Pada  kegiatan  bisnis  tower  telekomunikasi  nirkabel, 
TelkomGroup  memiliki  Anak  Perusahaan  yaitu  Mitratel 
yang melaksanakan kegiatan usaha tersebut. Pangsa pasar 
Mitratel pada tahun 2020 mencapai 26,9%, naik dari tahun 
sebelumnya  sebesar  23,9%.  Mitratel  memiliki  beberapa 
kompetitor  antara  lain  PT  Tower  Bersama  Infrastructure 
Tbk,  PT  Profesional  Telekomunikasi  Indonesia,  PT  Solusi 
Tunas  Pratama  Tbk,  PT.  Inti  Bangun  Sejahtera,  Tbk,  
PT  Centratama  Telekomunikasi  Indonesia  Tbk,  PT  Gihon 
Telekomunikasi  Indonesia  Tbk,  dan  PT.  Bali  Towerindo 
Sentra, Tbk. 

Saat  ini  regulasi  mewajibkan  Perusahaan  telekomunikasi 
untuk saling berbagi infrastruktur dan kapasitas jaringan. 
Kebijakan  ini  merupakan  tantangan  bagi  TelkomGroup, 
dikarenakan Telkom telah memiliki kapasitas infrastruktur 
jaringan  terluas  di  Indonesia,  dan  kompetitor  dapat 
menggunakan jaringan infrastruktur Telkom dengan modal 
dan beban yang lebih terjangkau.

122

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMPangsa Pasar Segmen Digital dan Lainnya

STRATEGI PEMASARAN 

Pada segmen lain-lain khususnya layanan digital, memiliki 
portofolio  beragam  yang  dikelompokkan  menjadi  smart 
platform  dan  memberikan  akses  ke  konten  digital  serta 
e-commerce. Selain itu, Telkom juga mengelola dana modal 
ventura melalui Anak Perusahaan MDI dalam berinvestasi 
di startup digital.

Lini  bisnis  smart  platform  TelkomGroup  terdiri  dari 
periklanan  digital,  intelligent  application,  big  data,  IoT, 
dan  layanan  keuangan.  LinkAja  merupakan  layanan  uang 
elektronik  yang  disediakan  oleh  Telkomsel,  menyediakan 
solusi  digital  yang  memungkinkan  konsumen  Telkomsel 
melakukan  aktivitas  perbankan  secara  aman,  mudah  dan 
sederhana.  Saat  ini,  Telkomsel  memiliki  25%  pemilikan 
ekuitas  di  Finarya,  pemilik  LinkAja.  Di  sisi  lain,  investasi 
dan  kemitraan  strategis  dengan  Gojek  memungkinkan 
TelkomGroup  untuk  memperluas  ekosistem  digital, 
mendapatkan  manfaat  dari  kegiatan  co-branding  dan 
promosi  bersama  serta 
lebih  mendekatkan  dengan 
pelanggan layanan digital.

Pada portofolio konten digital yang terdiri dari musik dan 
game,  Telkom  berfokus  pada  memberikan  pengalaman 
entertainment  kepada  pelanggan  seluler.  Layanan  yang 
ditawarkan  meliputi  aplikasi  untuk  musik  (seperti  Langit 
Musik dan aplikasi untuk nada dering) dan GameMax, yang 
menggabungkan data konten game untuk beberapa game 
dan voucher game. 

Untuk  e-commerce,  sesuai  dengan  program  digitalisasi 
Perusahaan,  Telkom  akan fokus pada peluang e-commerce 
B2B  melalui  PaDi  UMKM  untuk  memperluas  ekosistem 
bisnis  UMKM,  dan  Xooply  untuk  segmen  enterprise  non 
BUMN  dengan  pemasok  yang  lebih  beragam.  Selain  itu, 
pelanggan  atau  konsumen  dapat  menjual  dan  membeli 
produk  melalui  TV  mereka  dengan  mengakses  Toko 
IndiHome  dan  Alfamidi@IndiHome,  yang  merupakan 
kemitraan antara toko retail Alfa dan IndiHome. 

Telkom,  melalui  MDI  yang  berbasis  di  Jakarta  dan 
beroperasi  di  Singapura  dan  Silicon  Valley,  mengelola 
dana  modal  ventura  untuk  berinvestasi  di  startup  digital. 
MDI  memiliki  fokus  investasi  pada  vertikal  bisnis  dengan 
pertumbuhan  tinggi  yang  memberikan  pengalaman  dan 
layanan  digital  terbaik  bagi  pelanggan,  seperti  financial 
technology, cloud computing, big data, health technology, 
e-commerce,  IoT  dan  layanan  lainnya.  Pada  tahun  2020, 
MDI berinvestasi pada 15 startup baru di Indonesia, India, 
Singapura,  dan  Amerika  Serikat.  Sejak  2016,  MDI  telah 
berinvestasi di lebih dari 50 startup di 12 negara. 

TelkomGroup  menjalankan  bisnisnya  dengan  didukung 
jalur distribusi produk dan layanan yang sangat kompetitif, 
strategis,  dan  komprehensif.  Melalui  penguatan  brand 
dan  pertumbuhan  sales,  TelkomGroup  menunjukkan 
komitmennya  memberikan  nilai  tambah  dan  customer 
experience dari produk dan layanan yang diberikan untuk 
menjaga  posisi  dan  memenangkan  persaingan  pasar, 
khususnya  dalam  menghadapi  disrupsi  digital.  Selain  itu, 
TelkomGroup juga memperhatikan harga yang ditawarkan 
sesuai kemampuan pasar agar tetap berada pada rentang 
yang  baik,  dengan  memperhatikan  sisi  utilisasi  network, 
traffic load, dan revenue.

Salah satu strategi Telkom untuk memperluas pasar yaitu 
dengan  memperkuat  ekosistem  digital.  Salah  satunya 
dengan  berinvestasi  senilai  US$150  juta  melalui  Anak 
Perusahaan  Telkomsel  di  PT  Aplikasi  Anak  Bangsa  atau 
pemilik super app Gojek. Kolaborasi ini akan menghadirkan 
jasa  dan  solusi  yang  lebih  baik  bagi  masyarakat  dalam 
membangun  ekosistem  digital  yang 
terpadu  dan 
berkelanjutan.  Kerja  sama  antara  Telkomsel  dan  Gojek 
bertujuan  untuk  membangun  exclusive  co-branding,  join 
promotion, dan leverage data dalam rangka memperkuat 
database pelanggan kedua pihak.

Selanjutnya, strategi TelkomGroup sepanjang tahun 2020 
yaitu  menjaga  jaringan  agar  tetap  dapat  memberikan 
layanan optimal kepada pelanggan. Hal ini berkaitan dengan 
kondisi  pandemi  COVID-19  yang  menyebabkan  traffic 
penggunaan  produk  dan  layanan  digital  menjadi  tinggi.  
Upaya yang dilakukan TelkomGroup di antaranya:
•	 Melakukan	 upgrade  dan  menambah  kapasitas  yang 

memadai agar layanan tetap baik.
keandalan	

•	 Monitor	

jaringan	 melalui	

integrated 

command centre (TIOC).

•	 Memiliki	 tim	 maintenance  yang  melakukan  patroli 
berkala  untuk  mencegah  terjadinya  gangguan  atau 
intrusi,  dengan  dilengkapi  aplikasi  agar  tim  tersebut 
bisa menangani permasalahan end-to-end.

Pada  tahun  2020,  TelkomGroup  menghadapi  tantangan 
dalam  mengatasi  gangguan  produk  dan  layanan.  Akibat 
jumlah  teknisi  yang  diperbolehkan 
kondisi  pandemi, 
lapangan  dibatasi,  sehingga  menghalangi 
bekerja  di 
mobilitas  dan  proses  recovery  menjadi  lebih  lambat  dari 
yang  biasanya.  Hal  ini  tentunya  mengganggu  kepuasan 
pelanggan  dan  berdampak  negatif  pada  strategi 
pemasaran.  Untuk  mengatasi  hal  tersebut,  TelkomGroup 
menerapkan kebijakan prioritas berdasarkan pada area. 

123

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANLebih  jauh  lagi,  pandemi  COVID-19  diperkirakan  akan 
mempercepat  transformasi  digital  di  Indonesia  dan  telah 
memicu  kesempatan  menuju  diimplementasikannya 
jaringan  5G.  Saat 
ini  syarat-syarat  peraturan  masih 
difinalisasi  oleh  pemerintah  dan  para  pemangku 
kepentingan. Perkembangan terkait 5G di antaranya yaitu 
telah dilakukan kolaborasi teknologi TelkomGroup dengan 
Cisco  serta  ZTE  dengan  membangun  fasilitas  minilab 
untuk  tujuan  riset.  Kerja  sama  dengan  Cisco  sudah  siap 
100%  karena  tidak  memerlukan  lisensi  spektrum.  Di  sisi 
lain,  kerja  sama  dengan  ZTE  baru  mencapai  60%  karena 
terkendala lisensi spektrum.

Terkait  dengan 
jaringan  5G,  TelkomGroup  masih 
memerlukan studi kelayakan berkenaan dengan permintaan 
pelanggan,  kemampuan  harga,  dan  lingkungan  rumah 
yang lebih cocok pada fixed network dibandingkan mobile 
network.  Jaringan  5G  juga  membutuhkan  pengeluaran 
modal yang tinggi sehingga akan berdampak pada harga 
jual yang tinggi pula. Saat ini, waktu yang diperlukan untuk 
implementasi  5G  belum  ditentukan  karena  tergantung 
pada skema bisnis yang masih dirancang.

Kami  terus  menjalin  komunikasi  secara  aktif  dengan 
pemerintah  untuk  memastikan  penyelenggaraan  5G  di 
Indonesia dapat memberikan hasil yang optimal. Kami juga 
fokus dalam mengembangkan infrastruktur telekomunikasi 
lainnya  termasuk  ekosistem  pendukung  seperti  aplikasi 
dan  device  agar  tulang  punggung  dan  fondasi  dari  5G 
di  Indonesia  menjadi  kokoh  sehingga  manfaat  kualitas 
jaringan 5G bisa diterima masyarakat dan industri secara 
maksimal.

Mobile

Pada  tahun  2020,  Anak  Perusahaan  Telkom,  yaitu 
Telkomsel menyediakan produk dan layanan pada segmen 
Mobile  dengan  strategi  pemasaran  yang  menargetkan 
pada  segmen  pelanggan  tertentu  dan  mempersonalisasi 
penawaran  yang  disampaikan  melalui  saluran  digital 
untuk 
fokus 
implementasi  yang  efisien.  Telkomsel 
untuk  menemukan  keseimbangan  yang  tepat  antara 
pertumbuhan pangsa pasar, pendapatan, dan profitabilitas. 
Selain  itu,  Telkomsel  juga  fokus  untuk  meningkatkan 
pertumbuhan  payload  dan  memperoleh  pengguna  data 
baru  sambil  terus  mendukung  penggunaan  produk  lama. 
Untuk  mendorong  penggunaan  data  dan  produk  digital 
yang  lebih  tinggi,    Telkomsel  bermitra  dengan  pihak  lain 
dalam upaya memperkaya konten pada platform yang ada 
dan terus menawarkan program “more for more” dimana 
pelanggan yang berlangganan paket data yang lebih tinggi 
akan  mendapatkan  add-on  dan  fitur  yang  lebih  menarik, 
untuk  selanjutnya  akan  mendorong  value  creation  dan 
peningkatan ARPU (ARPU uplift). 

customer-centric 

Guna  memperkuat  penguasaan  pasar,  TelkomGroup 
senantiasa  meluncurkan  beberapa  produk  baru  untuk 
meningkatkan  customer  experience  pelanggan.  Layanan 
by.U  merupakan  layanan  prabayar  dengan  basis  digital 
yang  menargetkan  generasi  muda  yang  menawarkan 
pengalaman 
pelanggan. 
Melalui  produk  dan  layanan  tersebut,  pelanggan  dapat 
mengakses  pesan  antar,  nomor  telepon,  kuota  internet, 
kuota  tambahan,  hingga  pembayaran.  Selain  itu  Telkom 
memiliki  LangitMusik  yang  ditujukan  untuk  para  Gen  Z 
sebagai  layanan  streaming  musik.  Untuk  dompet  digital, 
Telkom memiliki LinkAja yang sudah berkolaborasi dengan 
mitra tambahan seperti taksi, pom bensin, serta operator 
makanan dan minuman, dan layanan pembayaran.

kepada 

Pada  Segmen  Mobile, 
terdapat  beberapa  strategi 
pengembangan  pasar  yang  dilakukan  oleh  TelkomGroup. 
Beberapa  di  antaranya  yaitu  tetap  melanjutkan  program 
transformasi,  implementasi  sinergi  dengan  Gojek,  dan 
meningkatkan  digital  business.  TelkomGroup 
juga 
menggali  peluang  baru  melalui  teknologi  5G  yang  akan 
segera dihadirkan dan meningkatkan partnership internal, 
seperti meningkatkan sinergi Telkomsel dengan IndiHome 
agar maksimal.

Pada  tahun  2020,  kami  meluncurkan  paket  Ketengan 
(batch kecil) untuk pengguna yang ingin memilih layanan 
data  untuk  penggunaan  aplikasi  tertentu  dan  paket 
tak  terbatas  untuk  memanfaatkan  kapabilitas  jaringan 
yang  kuat  dan,  dengan  mempertimbangkan  kebutuhan 
pelanggan  dalam  lingkungan  makro  ekonomi  setelah 
layanan 
wabah  COVID-19,  menyediakan  produk  dan 
berharga  untuk  meningkatkan  keterlibatan  dan  loyalitas 
pelanggan.

Telkom,  melalui  Telkomsel,  bekerja  sama  dengan  PT 
Aplikasi  Anak  Bangsa  memperkuat  ekosistem  digital 
dengan  memperluas  pelanggan  mobile.  Dengan  kerja 
sama  tersebut,  pengemudi  Gojek  dari  PT  Aplikasi  Anak 
Bangsa  diharapkan  akan  menggunakan  kartu  Telkomsel 
dalam  aktivitasnya,  karena  Telkom  memberikan  paket 
data  khusus  bagi  para  pengemudi  Gojek.  Di  sisi  lain, 
peningkatan juga diharapkan dengan adanya kemudahan 
transaksi  yang  memudahkan  pengguna  Gojek  untuk 
layanan  Telkomsel  secara 
membeli  beragam  produk 
langsung  dari  mitra  reseller/outlet  seperti  kartu  perdana, 
voucher fisik, dan program bundling device.

Consumer

Segmen  Consumer  mendapatkan  benefit  dari  perubahan 
kebiasaan  pelanggan  akibat  adanya  pandemi  yang 
memaksa untuk beraktivitas dari rumah. Beberapa strategi 
yang  dilakukan  oleh  TelkomGroup  untuk  meningkatkan 
pendapatan  Segmen  Consumer  yaitu  mendorong 
penjualan yang lebih berkualitas, serta perbaikan layanan 
untuk  mengurangi  churn.  TelkomGroup  juga  melakukan 
improvisasi  penjualan,  mengantisipasi  adanya  pesaing 
sesama  operator  fixed  broadband  maupun  platform 
lainnya,  melakukan  peningkatan  revenue  add  on,  serta 
melakukan efisiensi opex.

124

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMUntuk  produk  dan  layanan  utama  TelkomGroup  pada 
segmen  Consumer,  terdapat  layanan  IndiHome  yang 
memadukan  fixed  voice,  fixed  broadband,  dan 
IP-
TV  berbasiskan  digital.  Beragam  strategi  marketing 
seperti  diskon  dan  benefit  layanan  dimanfaatkan  untuk 
menyediakan  produk 
IndiHome  yang  menarik  bagi 
pelanggan.  Pemasaran  dilakukan  pada  beragam  channel, 
termasuk  digital  channel,  dan  berjalan  sepanjang  tahun, 
terutama  pada  periode  khusus  festival.  Kampanye  dan 
promosi yang berjalan di tahun 2020 di antaranya:
•	 Wujudkan  Rumah  Ceria  2020.  Kampanye  IndiHome 
untuk merayakan Tahun Baru 2020. IndiHome melakukan 
rangkaian kegiatan promosi seperti memberikan diskon 
10%  kepada  pelanggan  yang  berlangganan  minipack 
IndiKorea,  Dynasty  2  dan  IndiJapan,  beserta  dengan 
undian-undian berhadiah.

•	 Berkah  dari  Rumah.  Kampanye 

IndiHome  untuk 
merayakan  bulan  Ramadhan  dan  mendukung 
masyarakat  yang  bekerja,  belajar,  atau  melakukan 
aktivitas  lain  dari  rumah  akibat  wabah  COVID-19. 
IndiHome  melakukan  berbagai  kegiatan  promosi 
seperti  memberikan  diskon  20%  bagi  pelanggan  yang  
meng-upgrade  kecepatan  internetnya,  akses  gratis 
konten  tertentu  selama  satu  bulan  (30  Menit  Bisa 
Membaca Al-Quran), serta undian-undian berhadiah.
•	 Semangat  Kemerdekaan.  Kampanye  IndiHome  untuk 
merayakan  Hari  Kemerdekaan  Indonesia.  IndiHome 
memberikan berbagai diskon seperti diskon 17% untuk 
8  minipack  dan  top-up  saldo  LinkAja.  Pelanggan  juga 
berkesempatan untuk mengikuti undian berhadiah.

Pada tahun 2020, strategi penjualan melanjutkan program 
“more for less” yang menyediakan beragam benefit  pada 
harga  yang  kompetitif  melalui  produk  bundling  yang 
memberikan  nilai  lebih  bagi  pelanggan  IndiHome.  Selain 
itu  terdapat  penerapan  harga  produk  dan  layanan  yang 
dinamis  sehingga  harga  jual  dapat  lebih  mencerminkan 
kondisi  lokal  di  berbagai  wilayah  di  Indonesia,  sambil 
memberikan pelanggan produk unggul dan layanan yang 
lebih cepat.  

Strategi  pemasaran  IndiHome  yang  dilakukan  dalam 
menghadapi  pandemi  yaitu  kami  peluncuran  paket  yang 
dirancang  khusus  untuk  membantu  orang-orang  yang 
sedang atau masih harus belajar dari rumah atau terlibat 
dalam  kegiatan  pembelajaran  jarak  jauh  seperti  “Paket 
Learning  from  Home”  serta  “Paket  Guru  dan  Dosen”. 
Telkom  juga  menawarkan  paket  khusus  Rumah  Ibadah 
untuk  mendukung  kegiatan  beribadah  secara  online  di 
masa pandemi.

Pada akhir tahun 2020 kami menetapkan kebijakan kontrak 
minimum berlangganan 1 (satu) tahun dan menjual paket 
IndiHome  minimal  kecepatan  20  Mbps  dari  sebelumnya 
10 Mbps dalam upaya meningkatkan customer experience 
pelanggan. Sejalan dengan hal tersebut, khusus pelanggan 
setia  terpilih  kami  memberikan  loyalty  program  berupa 
kenaikan  kecepatan  dari  10  Mbps  ke  20  Mbps  tanpa 
tambahan biaya.

Secara 
strategis  dan  berkelanjutan,  TelkomGroup 
memperkuat  pemasaran  produk  dan  layanan  IndiHome 
bagi  pelanggan  residensial,  termasuk  di  dalamnya  para 
pelanggan apartemen dan premium cluster. Strategi yang 
dilakukan yaitu melalui pemasaran yang intensif, beragam 
promosi serta produk dengan nilai lebih yang didapatkan 
oleh pelanggan. 

Enterprise 

Segmen  Enterprise  konsisten  melakukan  perbaikan 
fundamental  secara  berkelanjutan,  peningkatan  dan 
improvisasi  consultative  selling,  serta  penguatan  strategi 
untuk  mendorong  produk  dan  layanan  memasuki  pasar. 
Selain  itu,  untuk  menarik  pelanggan  Perusahaan  pasar 
kelas  atas,  Telkom  menerapkan  pengelolaan  akun  kunci 
strategis  sehingga  dapat  meningkatkan  relasi  bisnis 
Telkom  dengan  pelanggan.  Hal  ini  dilakukan  Telkom 
melalui proses kerja sama dalam merancang layanan yang 
dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan tersebut.

Pada  tahun  2020,  Telkom  beserta  Anak  Perusahaan 
menjalankan  beberapa  program  transformasi  digital 
dalam  aspek  pemasaran  bagi  segmen  Enterprise,  yang 
terdiri dari beberapa kegiatan berikut:
•	 Government  Initiatives;  yaitu  TelkomGroup  menjadi 
mitra  Pemerintah  di  bidang  penyediaan  teknologi 
dan  layanan  informasi  dan  komunikasi  (ICT)  dengan 
melakukan  kolaborasi  atas  berbagai  proyek  strategis 
ICT yang berfokus pada digital customers experience;
•	 End  to  End  Digital  Ecosystem  Initiatives;  yaitu 
TelkomGroup  memasarkan  solusi  end-to-end  digital 
ICT  kepada  pelanggan  korporat  dengan  menyediakan 
solusi khusus dan segmented untuk setiap pelanggan; 
dan
•	 Build 

Initiatives;  yaitu 
TelkomGroup  menyediakan  dan  menawarkan  solusi 
dasar  ICT  berupa  layanan  connectivity  hingga  paket-
paket  solusi  lainnya  kepada  UKM  di  Indonesia  melalui 
optimalisasi  ekosistem  digital  yang  dikembangkan  di 
dalam  negeri,  aplikasi  dan  konten  yang  bermanfaat, 
serta memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan 
UKM.

the-Nation  Digital  SME 

Sepanjang 
tahun  2020,  TelkomGroup  menerapkan 
berbagai  strategi  pasar  untuk  menciptakan  value  yang 
terbaik bagi seluruh segmen pelanggan. Untuk pelanggan 
korporasi,  Telkom  menyediakan  Account  Manager 
sebagai jalur interaksi utama dalam menyediakan layanan 
end-to-end  hingga  layanan  purna  jual.  Untuk  melayani 
pelanggan  Perusahaan  milik  pemerintah,  TelkomGroup 
memiliki  Government  Relationship  Officer  (GRO)  yang 
bertanggung  jawab  dalam  pengelolaan  relasi  dengan 
lembaga pemerintah dan perpanjangan kontrak pekerjaan. 
Untuk pelanggan unit Usaha Kecil dan Menengah (UKM), 
TelkomGroup memiliki Business Account Manager (BAM) 
dan  Tele  Account  Management  (TAM)  untuk  melayani 
usaha  kecil,  serta  mekanisme  value-added  reseller  untuk 
melayani usaha mikro.

125

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANWholesale and International Business

Pelanggan Layanan Digital dan Lainnya

Beberapa  strategi  yang  dapat  dilakukan  oleh  Segmen 
Wholesale  and  International  Business  antara  lain  melalui 
peningkatan  efektivitas  dan  efisiensi  cost  structure, 
pengembangan  berbagai  peluang  baru,  serta  turut 
mendukung  program  kementerian  yang  mencanangkan 
BUMN Go Global. 

untuk  meninjau 

Terkait  dengan  bisnis  di  luar  negeri,  TelkomGroup  terus 
melakukan  review  untuk  bisnis  yang  tengah  berjalan. 
Review  dilakukan 
kemungkinan 
membangun  struktur  portofolio  yang  lebih  baik.  Dengan 
struktur  portofolio  yang  baik,  diharapkan  TelkomGroup 
dapat  memaksimalkan  nilai  pada  segmen  ini.  Berbagai 
kemungkinan  juga  terus  dikaji,  termasuk  kemungkinan 
melakukan  divestasi  pada  portofolio  bisnis  yang  kurang 
potensial.

Sepanjang tahun 2020, strategi pemasaran yang dijalankan 
TelkomGroup, yaitu:
•	 Menawarkan	 skema	 bisnis	 yang	 menarik	 untuk	
portofolio  voice  traffic,  yaitu  melalui  bundling  produk 
dan layanan voice traffic dengan harga kompetitif yang 
sesuai dengan kualitas layanan.

•	 Meningkatkan	layanan,	seperti	kualitas	dan	jangkauan,	
internasional  dan  pelanggan 

untuk  pusat  data 
connectivity.

•	 Menawarkan	 solusi	 tower  yang  end-to-end  kepada 
pelanggan, seperti built to suit (penyewaan tower yang 
disesuaikan 
lokasi  dan  spesifikasinya),  co-location, 
pemeliharaan  tower  yang  berdekatan,  dan  layanan 
lainnya.

•	 Menjajaki	pasar	regional	dengan	menyediakan	layanan	

pemasangan dan pemeliharaan kabel bawah laut.

Selanjutnya,  salah  satu  strategi  TelkomGroup  terkait 
pengembangan pasar tower pada segmen ini yaitu melalui 
pengalihan  operasi  tower  dari  Telkomsel  ke  Mitratel. 
Pada  dasarnya,  kebijakan  tersebut  bertujuan  untuk 
meningkatkan nilai tenancy ratio. Dengan berada di bawah 
Mitratel, bisnis tower dapat dioptimalkan bersaing dengan 
kompetitor lainnya. 

jauh 

Lebih 
lagi,  Telkom  beserta  Anak  Perusahaan 
menggunakan  berbagai  pendekatan  dalam  menerapkan 
strategi  pemasaran  bagi  pelanggan  Wholesale  and 
International  Business.  Beberapa  pendekatan  tersebut 
diantaranya  menyediakan  account  manager,  wholesale 
digital touch point Apps, dan customer care support selama 
24 jam.  TelkomGroup terus mengembangkan kapabilitas 
dan  kompetensi  tim  untuk  meningkatkan  kapabilitas 
dalam memberikan layanan terbaik dan keterlibatan yang 
kuat dengan pelanggan. Untuk mendapatkan pemahaman 
yang  lebih  baik  tentang  kebutuhan  dan  umpan  balik 
pelanggan, TelkomGroup melakukan survei secara berkala 
melalui  digital  touch  point  dan  wawancara.  Hasil  survei 
ini  pada  umumnya  menghasilkan  program-program 
peningkatan layanan yang baru.

karakteristik 

Pada Segmen Digital dan Lainnya, sepanjang tahun 2020, 
TelkomGroup  menerapkan  strategi  yang  disesuaikan 
dengan 
kebutuhan  pelanggan, 
serta 
terutama  selama  pandemi  COVID-19.  Salah  satunya  yaitu 
memperkuat  database  pelanggan  melalui  kerja  sama 
dengan  PT  Aplikasi  Anak  Bangsa.  Dengan  penguatan 
database  tersebut,  Telkom  memiliki  modal  yang  semakin 
kuat untuk bekerja sama dengan Biofarma. 

Pada  tahun  2021,  TelkomGroup  akan  berkolaborasi 
dengan  Biofarma  membantu  Pemerintah  membangun 
pusat informasi satu data vaksinasi COVID-19. Kerja sama 
dengan Biofarma cukup strategis untuk mendukung upaya 
Pemerintah mengatasi COVID-19, mengingat TelkomGroup 
selama ini memiliki database yang cukup kuat.

Dalam melayani pelanggan, TelkomGroup memiliki contact 
center,  dedicated  account  management,  customer  care, 
channel  management,  website,  dan  media  sosial  sebagai 
jalur  komunikasi.  Pada  segmen  ini,  strategi  TelkomGroup 
menekankan  pada  digital  vertical  yang  relevan,  antara 
lain  melalui  pengembangan  business  to  business  (B2B) 
dan  business  to  costumer  (B2C).  Pengembangan  B2B 
dapat  diterapkan  pada  sektor  logistik  dan  transportasi, 
agriculture, healthcare, energy & mining, financial services, 
dan government services. 

Di  sisi  lain  pengembangan  B2C  diterapkan  pada  video, 
music, gaming, financial services, dan collaboration. Salah 
satunya  layanan  konten  digital  untuk  music  database 
yaitu  MelOn.  MelOn  sebagai  salah  satu  aplikasi  konten 
digital  music  secara  online  diharapkan  dapat  menjawab 
kebutuhan hiburan bagi pelanggan.  

ini,  TelkomGroup  mulai  memasuki  ekosistem 
Saat 
agrikultur dan perikanan dalam rangka transformasi digital 
pada  sektor-sektor  tersebut.  TelkomGroup  membuat 
aplikasi-aplikasi yang dapat dijalankan untuk mendukung 
bisnis  di  bidang  agrikultur  dan  perikanan.  TelkomGroup 
juga  akan  memperluas  B2B  e-commerce,  salah  satunya 
melalui Pasar Digital (PaDi) bagi UMKM yang berkolaborasi 
dengan  beberapa  BUMN  lainnya.  Dengan  PaDi,  UMKM 
akan terbantu dalam melebarkan bisnisnya. 

Khusus  untuk  IndiHome,  program  pelanggan  layanan 
digital  kami  juga  berfokus  pada  pemanfaatan  layanan 
IndiHome,  misalnya  dengan  mempromosikan  aplikasi 
MyIndiHomeX sebagai titik sentuh digital bagi pelanggan 
IndiHome  dan  IndiBox  sebagai  sumber  layanan  bernilai 
tambah (seperti konten video, game, dan aplikasi Google 
lainnya).  GameQoo  adalah  layanan  cloud  gaming  dan 
manfaat  tambahan  untuk  layanan  IndiHome.  IndiHome 
Smart  adalah  layanan  rumah  IoT  yang  menyediakan 
layanan digital konsumen bagi pengguna IndiHome.

126

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMSampai dengan saat ini, total 5,7 juta pelanggan IndiHome 
telah  teregister  pada  aplikasi  myIndiHome.  Kemudian, 
sebanyak  58,7 
telah  mengunduh 
MyTelkomsel  dan  sudah  memanfaatkan  berbagai  fitur 
pada aplikasi tersebut.

juta  pelanggan 

Customer Service Point

TelkomGroup menyediakan customer service point, seperti 
Plasa  Telkom  dan  GraPARI,  untuk  memberikan  solusi 
layanan  dan  produk  Telkom  beserta  Anak  Perusahaan. 
Sampai  dengan  Desember  2020,  TelkomGroup  memiliki 
383  Plasa  Telkom  dan  403  GraPARI  Center  di  Indonesia. 
Di  luar  negeri,  terdapat  19  GraPARI,  yaitu  berada  di 
Hong  Kong,  Taiwan  dan  Timor  Leste.  Telkom  dan  Anak 
Perusahaan juga mengoperasikan 365 unit mobile GraPARI 
dan 896 unit IndiHome sales car.

Authorized Dealers, Retail Outlets dan Modern 
Channel

TelkomGroup  memiliki  jaringan  distribusi  non-eksklusif, 
yaitu authorized dealers and retail outlets yang beroperasi 
di  seluruh  Indonesia.  Jaringan  distribusi  ini  menyediakan 
berbagai  produk  Telkomsel  seperti  kartu  perdana,  kartu 
SIM prabayar, dan top-up voucher dengan berbagai diskon 
untuk produk-produk yang dipasarkan. 

JARINGAN DISTRIBUSI

Digital Touch Point

TelkomGroup  menyediakan 
jaringan  distribusi  digital 
touch  point  bagi  pelanggan  IndiHome  dan  korporat, 
yang  berbasiskan  pada  aplikasi  web  dan  mobile  untuk 
mendukung  perluasan  jaringan  distribusi.  MyIndiHome 
merupakan  digital  touch  point  yang  menjadi  layanan 
self-care 
IndiHome  berbasis  aplikasi  mobile  untuk 
memudahkan  pelanggan  melakukan  permintaan  pasang 
baru  serta  pengelolaan 
tagihan  dan  pembayaran. 
Kemudian,  Telkomsel  menyediakan  MyTelkomsel  sebagai 
aplikasi  self-care  mobile  yang  menyediakan  informasi 
layanan pembelian paket dan produk bagi pelanggan.

Bagi pelanggan Segmen Enterprise, Telkom menyediakan 
My  Telkom  Digital  Solution  (MyTDS),  yaitu  digital  touch 
point  yang  menyederhanakan  proses  bisnis  untuk  dapat 
meningkatkan produktivitas dan kinerja pelayanan kepada 
pelanggan.  MyTDS  memberikan  kemudahan  akses  untuk 
katalog  produk,  menghasilkan  kutipan  digital,  melacak 
tiket  pengiriman,  dan  memungkinkan  pelanggan  untuk 
layanan  secara  cepat 
dapat  melaporkan  gangguan 
karena  adanya  tiket  rilis  yang  berfungsi  sebagai  catatan 
gangguan. 

Untuk  mengukur  pengalaman  pelanggan,  TelkomGroup 
menggunakan  digital  touch  point  dengan  metode  Net 
Promoter Score (NPS). Dengan metode ini Telkom beserta 
Anak  Perusahaan  memiliki  data  serta  informasi  yang 
akurat guna meningkatkan kualitas kepada pelanggan baik 
dari produk maupun layanan serta pengalaman pelanggan 
ke depan. 

myIndiHome

MyTelkomsel

MyTDS

127

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANPartnership Stores

Channel Partner

TelkomGroup  bekerja  sama  dengan  berbagai  outlet 
pemasaran  pihak  ketiga  dalam  rangka  memperluas 
jaringan  distribusinya.  Pihak  ketiga  ini  antara  lain  toko 
komputer  dan  elektronik,  jaringan  ATM  perbankan,  dan 
jaringan bisnis lainnya.

Pada tahun 2020 terjadi perpindahan saluran dari Saluran 
Tradisional  ke  Saluran  Modern.  Selama  tahun  ini,  seiring 
wabah COVID-19, masyarakat mengubah perilaku mengisi 
ulang,  mengurangi  kontak  fisik,  dengan  lebih  memilih 
bertransaksi  di  saluran  modern  (perbankan,  aplikasi, 
online,  dan  lain-lain)  daripada  di  outlet  tradisional.  Oleh 
karena  itu,  beberapa  penyesuaian  dan  peningkatan  telah 
dilakukan  pada  Saluran  Tradisional  dan  Saluran  Modern 
untuk menyesuaikan dengan situasi terkini.

Saluran  Modern 
telah  menerapkan  strategi  Digital 
Transformation  and  Destructive  Competitive  Era  2020, 
terkait  dengan  peningkatan  pesat  saluran  digital 
(e-commerce,  fintech,  e-money,  dan  fleet  transportation) 
serta  pergeseran  perilaku  pelanggan  dari  saluran 
Tradisional ke saluran Modern.

Untuk  mengoptimalkan  model  bisnis  pada  saluran 
Tradisional,  Telkomsel  mengubah  dan  menyempurnakan 
model KPI dan konsep reward untuk mitra. Untuk KPI, ada 
perbaikan  untuk  penguatan  fundamental  sales  retail.  Di 
level outlet, Telkomsel meningkatkan insentif agar mampu 
bersaing  dengan  kompetitor  serta  meningkatkan  outlet 
engagement untuk meningkatkan advokasi outlet.

Contact Center 

TelkomGroup  memiliki 
layanan  contact  center  yang 
beroperasi  24  jam  di  Semarang,  Bandung  dan  Malang. 
Contact  center 
ini  disediakan  untuk  memudahkan 
pelanggan  dalam  melakukan  registrasi,  menyampaikan 
pengaduan dan mendapatkan informasi layanan IndiHome 
serta produk Telkom lainnya. 

Account Management Team

TelkomGroup  memiliki  account  management  team  yang 
bertanggung jawab dalam mengelola relasi dan portofolio 
pelanggan, serta memastikan adanya kepuasan pelanggan. 
Account management team melayani pelanggan korporat, 
UKM,  institusi  Pemerintah,  dan  wholesale  &  international. 
Account  management  team  kami  yang  mengelola  relasi 
dan portfolio pelanggan wholesale & international saat ini 
beranggotakan 154 orang.

Sales Specialist

TelkomGroup memiliki sales specialist yang bekerja sama 
dengan  account  manager  untuk  mengidentifikasi  dan 
merancang kebutuhan teknis pelanggan. 

TelkomGroup  bekerja  sama  dengan  pihak  lain  untuk 
meningkatkan pendapatan, baik melalui aktivitas penjualan 
dan pemasaran, termasuk melalui penyelenggaraan event, 
bagi  pelanggan  Enterprise.  TelkomGroup  juga  bekerja 
sama dengan VAR (Value Added Reseller) untuk memenuhi 
permintaan  pelanggan  enterprise  serta  menjangkau 
pelanggan retail.

Website

TelkomGroup  menyiapkan  berbagai  laman  yang  dapat 
diakses  oleh  pelanggan  sesuai  kebutuhannya,  antara  lain 
www.telkom.co.id, www.telkomsel.com, dan www.telin.net. 
Berbagai  laman  tersebut  memberikan  kemudahan  bagi 
pelanggan  untuk  mengakses  informasi,  menyampaikan 
keluhan, maupun mendapatkan beberapa layanan seperti 
e-billing, registrasi, dan informasi collective billing.

Social Media

TelkomGroup mengelola social media untuk meningkatkan 
jangkauan  pelanggan  pada  era  digital.  Melalui  Facebook, 
Instagram,  dan  Twitter,  TelkomGroup  berkomunikasi 
dengan  pelanggan  dan  mendapatkan  umpan  balik 
mengenai produk dan layanan dengan cepat.

LinkAja

LinkAja  merupakan 
aplikasi  digital  wallet  yang 
menyediakan  fitur  pembayaran  tagihan  serta  pembelian 
produk  dan  layanan  tertentu  dari  Telkom  beserta  Anak 
Perusahaan. Dalam mengelola aplikasi LinkAja, Telkomsel 
bekerja sama dengan badan usaha milik negara (BUMN). 
Salah  satunya  yaitu  untuk  pembayaran  pembelian  BBM 
secara digital melalui MyPertamina.

CUSTOMER RELATIONSHIP 
MANAGEMENT (CRM)

Strategi dalam pelibatan konsumen dilakukan TelkomGroup 
dengan  menerapkan  customer  relationship  management. 
Penerapan  customer  relationship  management  dilakukan 
TelkomGroup  untuk  mengidentifikasi 
layanan  yang 
menarik dan sesuai dengan ketertarikan konsumen melalui 
kompilasi  data  yang  digunakan  untuk  mempersonalisasi 
layanan.  Salah 
satu  wujud  penerapan  customer 
relationship management adalah dalam layanan IndiHome. 
Penerapan  customer  relationship  management  dapat 
mengidentifikasi dan menyelesaikan permasalahan secara 
proaktif  sehingga  akan  meningkatkan  kenyamanan 
pelanggan IndiHome. Dengan adanya basis data yang kuat 
mengenai  pelanggan,  IndiHome  mampu  menyediakan 
kualitas  pelayanan  yang  lebih  menarik  sesuai  dengan 
masing-masing  karakteristik  pelanggan  dalam  rangka 
meningkatkan customer experience.

128

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOM 
KINERJA KEUANGAN 
KOMPREHENSIF

TINJAUAN POSISI KEUANGAN

Per  akhir  tahun  2020,  TelkomGroup  memiliki  total  aset  sebesar  Rp246.943  miliar  (US$17.576  juta),  naik  11,6%  dari  

Rp221.208 miliar pada periode pelaporan tahun sebelumnya. Kenaikan total aset tersebut disebabkan oleh peningkatan 

aset hak guna, aset tetap, kas dan setara kas, serta penyertaan jangka panjang pada instrument utang dan ekuitas.

Pada  sisi  liabilitas,  TelkomGroup  mencatatkan  total  liabilitas  sebesar  Rp126.054  miliar  (US$8.972  juta)  naik  sebesar 

21,3%  dari  total  liabilitas  pada  tahun  2019  yang  tercatat  sebesar  Rp103.958  miliar.  Perubahan  tersebut  terjadi 

karena  peningkatan  liabilitas  sewa,  liabilitas  diestimasi  manfaat  pensiun  dan  imbalan  pasca  kerja  lainnya,  serta  

utang usaha.

Posisi Keuangan Konsolidasian Telkom dan Anak Perusahaan Tahun 2018-2020

Pertumbuhan

Tahun-tahun yang berakhir 31 Desember

2020-2019

2020

2019

2018

(%)

(Rp miliar)

(US$ juta)

(Rp miliar)

(Rp miliar)

11,5

11,7

11,6

18,4

24,9

21,3

3,0

46.503

200.440

246.943

69.093

56.961

126.054

3.310

14.266

17.576

4.918

4.054

8.972

41.722

179.486

221.208

58.369

45.589

103.958

 43.268

 162.928

 206.196

 46.261

 42.632

 88.893

102.527

7.297

99.561

 98.910

Jumlah Aset Lancar

Jumlah Aset Tidak Lancar

Jumlah Aset

Jumlah Liabilitas Jangka Pendek

Jumlah Liabilitas Jangka Panjang

Jumlah Liabilitas

Ekuitas yang dapat diatribusikan 
ke pemilik entitas induk

Perbandingan Posisi Keuangan

Dalam hal perbandingan posisi keuangan, posisi aset lancar dan aset tidak lancar memiliki persentase 18,8% dan 81,2%. 

Komposisi  tersebut  tidak  memiliki  perbedaan  signifikan  dibandingkan  dengan  tahun  sebelumnya.  Dari  sisi  liabilitas, 

TelkomGroup memiliki 54,8% liabilitas jangka pendek dan 45,2% liabilitas jangka panjang. 

Komposisi Aset 2018-2020 (Rp miliar)

162.928 | 79,0%

43.268 | 21,0%

179.486 | 81,1%

41.722 | 18,9%

200.440 | 81,2%

46.503 | 18,8%

Aset Lancar

Aset Tidak 
Lancar

Aset Lancar

Aset Tidak 
Lancar

Aset Lancar

Aset Tidak 
Lancar

2018

2019

2020

129

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANKomposisi Liabilitas 2018-2020 (Rp miliar)

46.261 | 52,0%

42.632 | 48,0%

58.369 | 56,1%

45.589 | 43,9%

69.093 | 54,8%

56.961 | 45,2%

Liabilitas 
Jangka 
Pendek

Liabilitas 
Jangka 
Panjang

Liabilitas 
Jangka 
Pendek

Liabilitas 
Jangka 
Panjang

Liabilitas 
Jangka 
Pendek

Liabilitas 
Jangka 
Panjang

2018

2019

2020

Perbandingan  Posisi  Keuangan,  untuk  Tahun  yang 

Berakhir  Tanggal  31  Desember  2020  Dibandingkan 

b.  Aset Tidak Lancar 
  Di penghujung tahun 2020, TelkomGroup mencatat 

dengan Tahun yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2019.

aset 

tidak 

lancar  sebesar  Rp200.440  miliar 

1.  Aset   
  Pada  tahun  2020,  total  aset  TelkomGroup  sebesar 

(US$14.266  juta),  naik  sebesar  11,7%  atau  Rp20.954 

miliar  dari  tahun  2019  sebesar  Rp179.486  miliar. 

Perubahan tersebut terjadi karena:

Rp246.943 miliar (US$17.576 juta) mengalami kenaikan 

•	 Peningkatan  aset  hak  guna  sebesar  Rp18.566 

sebesar  11,6%  atau  Rp25.735  miliar  dibanding  tahun 

miliar karena implementasi PSAK 73 terkait sewa 

2019  sebesar  Rp221.208  miliar.  Penyebab  perubahan 

aset yang digunakan dalam operasi Perusahaan,

tersebut yaitu:   

a.  Aset Lancar 
  Aset 

lancar  per  31  Desember  2020  tercatat  

•	 Peningkatan  aset 

tetap 

sebesar  Rp3.950 

miliar  atau  2,5%  sejalan  dengan  peningkatan 

pembangunan  infrastruktur  terutama  jaringan 

Rp46.503  miliar  (US$3.310  juta),  naik  sebesar  11,5% 

kabel dan transmisi,

atau  Rp4.781  miliar  dari  tahun  sebelumnya  sebesar 

•	 Peningkatan  penyertaan  jangka  panjang  pada 

Rp41.722 miliar. Hal tersebut terjadi karena: 

instrumen keuangan sebesar Rp2.992 miliar atau 

•	 Peningkatan kas dan setara kas sebesar Rp2.347 

284,1%  karena  adanya  investasi  Telkomsel  ke  PT 

miliar atau 12,9%  karena penurunan pengeluaran 

Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) dalam bentuk 

kas untuk kegiatan operasional dan investasi,

obligasi konversi tanpa bunga senilai US$150 juta,  

•	 Peningkatan aset kontrak sebesar Rp1.036 miliar 

•	 Peningkatan biaya kontrak sebesar Rp1.254 miliar 

karena  implementasi  PSAK  72  terkait  layanan 

karena implementasi PSAK 72,

pelanggan pascabayar Telkomsel, 

•	 Peningkatan  aset  pajak  tangguhan  -  bersih  

•	 Peningkatan aset keuangan lancar lainnya sebesar 

sebesar  Rp680  miliar  atau  23,5%  karena 

Rp749  miliar  atau  135,2%  yang  disebabkan  oleh 

peningkatan aset pajak tangguhan Telkom, dan

peningkatan deposito berjangka sebesar Rp1.031 

•	 Peningkatan  aset  tak  berwujud  sebesar  Rp400 

miliar, 

•	 Peningkatan pajak dibayar dimuka sebesar Rp601 

miliar  atau  23,4%  karena  peningkatan  pajak 

dibayar  dimuka  untuk  PPh  Badan  Telkom  dan 

Entitas Anak, dan

•	 Peningkatan  persediaan  sebesar  Rp398  miliar 

atau  68,0%  karena  peningkatan  persediaan 

komponen, kartu SIM dan voucher prabayar.

miliar atau 6,2% karena adanya peningkatan pada 
piranti lunak.

Peningkatan ini dikompensasi oleh:

•	 Penurunan	 aset	 tidak	 lancar	 lainnya	 sebesar	

Rp6.073  miliar  atau  55,7%  karena  penurunan 

sewa dibayar dimuka sebesar Rp3.170 miliar dan 

tagihan  restitusi  pajak  sebesar  Rp2.284  miliar, 

dan 

  Peningkatan 

ini  dikompensasi  oleh  penurunan 

•	 Penurunan	 penyertaan	

jangka	 panjang	 pada	 

piutang usaha sebesar Rp458 miliar atau 3,9% karena 

entitas asosiasi sebesar Rp1,018 miliar atau 84,1% 

penurunan piutang usaha dari pihak ketiga. 

karena adanya penurunan nilai investasi TiPhone 

dan  Indonusa  masing-masing  sebesar  Rp526 

miliar dan Rp210 miliar.

130

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOM 
 
 
 
 
 
2.  Liabilitas 
  Total  liabilitas  TelkomGroup  per  31  Desember  2020 

b.  Liabilitas Jangka Panjang 
  Per  akhir  tahun  2020,  liabilitas  jangka  panjang 

tercatat  sebesar    Rp126.054  miliar  (US$8.972  juta)    

TelkomGroup  sebesar  Rp56.961  miliar  (US$4.054 

mengalami  kenaikan  21,3%  atau    Rp22.096  miliar 

juta),  mengalami  kenaikan  sebesar  24,9%  atau 

dibandingkan  tahun  2019  yang  tercatat  sebesar 

Rp11.372  miliar  dari  total  liabilitas  jangka  panjang 

Rp103.958 miliar. Perubahan liabilitas sepanjang tahun 

tahun  2019  sebesar  Rp45.589  miliar.  Peningkatan 

2020 dipengaruhi oleh hal-hal berikut: 

liabilitas jangka panjang terjadi karena: 

a.  Liabilitas Jangka Pendek 
  Liabilitas 

jangka  pendek  Telkom  dan  Anak 

•	 Peningkatan 

liabilitas  sewa  sebesar  Rp8.645 

miliar atau 548,5% akibat implementasi PSAK 73,

Perusahaan  mencapai  Rp69.093  miliar  (US$4.918 

•	 Peningkatan liabilitas diestimasi manfaat pensiun 

juta)  pada akhir 2020. Jumlah tersebut naik sebesar 

dan imbalan pasca kerja lainnya sebesar Rp4.898 

Rp10.724  miliar  atau  18,4%  dibandingkan  di  tahun 

miliar  atau  60,6%  karena  peningkatan  manfaat 

sebelumnya  yaitu  2019  yang  tercatat  sebesar 

pasti  Telkom  sebesar  Rp3.219  miliar,  manfaat 

Rp58.369 miliar. Pergerakan liabilitas jangka pendek 

pensiun  Telkomsel  sebesar  Rp1.643  miliar  dan 

TelkomGroup terutama disebabkan oleh: 

imbalan  kesehatan  pasca  kerja  sebesar  Rp411 

•	 Peningkatan  liabilitas  kontrak  sebesar  Rp7.834 

miliar, dan

miliar  karena 

implementasi  PSAK  72  terkait 

•	 Peningkatan  liabilitas  kontrak  sebesar  Rp1.004 

layanan pelanggan prabayar Telkomsel,

miliar  karena implementasi PSAK 72.

•	 Peningkatan  liabilitas  sewa  yang  jatuh  tempo 

dalam  satu  tahun  sebesar  Rp4.632  miliar  atau 

  Peningkatan tersebut dikompensasi oleh:

606,3% karena implementasi PSAK 73,  

•	 Penurunan  pinjaman 

jangka  panjang  dan 

•	 Peningkatan  utang  usaha  sebesar  Rp3.102  miliar 

pinjaman lainnya sebesar Rp1.732 miliar atau 5,4% 

atau 22,3% karena peningkatan utang usaha dari 

karena  penurunan  utang  bank  sebesar  Rp590 

pihak ketiga, 

miliar,  pinjaman  lainnya  sebesar  Rp508  miliar,  

•	 Peningkatan  utang  bank  jangka  pendek  sebesar 

obligasi  dan  wesel  bayar  sebesar  Rp476  miliar 

Rp1.229 miliar atau 14,1% karena tambahan utang 

serta pinjaman penerusan sebesar Rp158 miliar,

bank  dari  MUFG  Bank,  HSBC  dan  Mandiri  untuk 

•	 Penurunan  pendapatan  diterima  di  muka  - 

keperluan  modal  kerja  bagi  Telkom  dan  entitas 

jangka  panjang  sebesar  Rp803  miliar  karena 

anak,  

implementasi PSAK 72, dan

•	 Peningkatan  deposit  pada  pelanggan  sebesar 

•	 Penurunan 

liabilitas  pajak  tangguhan  bersih 

Rp735 miliar atau 57,0% karena adanya program 

sebesar  Rp669  miliar  atau  54,4%  terutama 

uang muka bagi pelanggan baru IndiHome,

disebabkan penurunan liabilitas pajak tangguhan 

•	 Peningkatan pinjaman jangka panjang yang jatuh 

Telkomsel.

tempo  dalam  satu  tahun  sebesar  Rp604  miliar 

atau 6,9% dikarenakan adanya peningkatan utang 

bank yang jatuh tempo pada tahun 2021 sebesar 

3.  Ekuitas 
  Sejalan  dengan  perolehan 

laba  Perusahaan  dan 

Rp2.214  miliar  dan  pinjaman  lainnya  sebesar 

pembayaran  dividen  yang  berpengaruh  pada  nilai 

Rp413  miliar.  Peningkatan  ini  dikompensasi  oleh 

ekuitas  Perusahaan,  Telkom  dan  Anak  Perusahaan 

penurunan  obligasi  dan  wesel  bayar  sebesar 

mencatat jumlah ekuitas tahun 2020 sebesar  Rp120.889 

Rp2.013 miliar, dan

miliar (US$8.604 juta) naik sebesar  Rp3.639 miliar atau 

•	 Peningkatan  beban  yang  masih  harus  dibayar 

3,1% dari tahun 2019 sebesar Rp117.250 miliar. 

sebesar Rp529 miliar atau 3,9% terkait beban gaji 

dan tunjangan.

  Peningkatan tersebut dikompensasi oleh:  

•	 Penurunan pendapatan diterima di muka - jangka 

pendek  sebesar  Rp7.352  miliar  atau  100,0%  

karena implementasi PSAK 72. 

•	 Penurunan utang pajak sebesar Rp718 miliar atau 

20,9%  terutama  disebabkan  penurunan  utang 

PPN Telkom dan entitas anak.

131

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAAN 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
TINJAUAN LABA RUGI

Pada akhir tahun 2020, Telkom mencatat total pendapatan konsolidasian sebesar Rp136.462 miliar (US$9.713 juta) atau 
tumbuh  positif  sebesar  0,7%  dibandingkan  tahun  sebelumnya  sebesar  Rp135.567  miliar  di  tahun  2019.  Pertumbuhan 
pendapatan tersebut dikarenakan pertumbuhan pendapatan IndiHome, pendapatan data, internet, dan jasa teknologi 
informasi serta pendapatan interkoneksi. 

Total  beban  Telkom  dan  Anak  Perusahaannya  di  tahun  2020  sebesar  Rp93.274  miliar  (US$6.639  juta)  mengalami 
penurunan sebesar 0,7% dibandingkan Rp93.913 miliar pada tahun 2019. Perubahan tersebut terjadi karena penurunan 
beban operasi, pemeliharaan dan jasa telekomunikasi, serta beban pemasaran.

Dari kinerja tersebut, Telkom menghasilkan laba bersih sebesar Rp20.804 miliar (US$1.481 juta), tumbuh positif 11,5% dan 
EBITDA sebesar Rp72.080 miliar dan mengalami pertumbuhan secara positif dibandingkan tahun sebelumnya.  Laporan 
Laba Rugi Komprehensif Telkom dan Anak Perusahaan selama tiga tahun dari tahun 2018 sampai dengan 2020 disajikan 

pada tabel berikut.

Laba Rugi Konsolidasian Telkom dan Anak Perusahaan Tahun 2018-2020

Pertumbuhan

Tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember

2020-2019

2020

2019

2018

(%)

(Rp miliar)

(US$ juta)

(Rp miliar)

(Rp miliar)

Pendapatan

Pendapatan telepon

Selular

Tidak Bergerak

Pendapatan interkoneksi

Pendapatan data, internet dan jasa teknologi 
informatika

Internet dan data seluler

Internet komunikasi, data dan jasa teknologi 
informatika

SMS

Lain-lain

Pendapatan jaringan

Pendapatan IndiHome

Pendapatan layanan lainnya

Manage service dan terminal

Call center service

E-Health

E-Payment

Sewa menara telekomunikasi

Penjualan Periferal

Lain-lain

Pendapatan dari transaksi lessor

Beban

Beban penyusutan dan amortisasi

Beban operasi, pemeliharaan dan jasa 
telekomunikasi

Operasi dan pemeliharaan

Beban pemakaian frekuensi radio

Sewa sirkuit  dan CPE

Beban hak penyelenggaraan dan KPU

Listrik, gas dan air

Manajemen proyek

Beban pokok penjualan kartu SIM dan voucher

0,7

(22,8)

(22,2)

(27,2)

22,3

4,2

6,9

7,9

(31,8)

71,4

(8,6)

21,2

(38,0)

(25,4)

5,6

5,0

(11,8)

(100)

(100)

(16,4)

100

(0,7)

24,7

(18,1)

(18,4)

3,4

(29,7)

1,7

(14,2)

16,2

(21,2)

136.462

21.610

19.427

2.183

7.686

75.816

59.502

9.744

4.817

1.753

1.689

22.214

5.170

1.292

845

549

499

-

0

1.985

2.277

93.274

28.892

34.593

19.930

5.930

3.371

2.411

946

538

487

9.713

1.538

1.383

155

547

5.396

4.235

694

343

125

120

1.581

368

92

60

39

36

-

0

141

162

6.639

2.056

2.462

1.419

422

240

172

67

38

35

135.567

 130.784

27.978

24.978

3.000

6.286

 33.626

 30.431

 3.195

 5.463

72.788

 65.552

55.675

 45.154

9.027

7.063

1.023

1.848

18.325

8.342

1.732

800

523

566

1.239

1.109

2.373

-

93.913

23.178

 10.386

 9.185

 827

 1.707

14.310

 10.126

 1.851

 1.052

 563

 449

 909

 1.450

 3.852

-

 93.009

 21.406

42.226

 43.791

24.410

 25.214

5.736

4.793

2.370

1.102

463

618

 5.473

 5.125

 2.297

 1.051

-

 765

132

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMAsuransi

Sewa kendaraan dan fasilitas pendukung

Beban pokok penjualan periferal

Sewa menara

Lain-lain

Beban karyawan

Gaji dan tunjangan

Cuti, insentif dan tunjangan lainnya

Beban pensiun berkala, bersih

Beban penghargaan masa kerja

Beban pensiun berdasarkan Undang-Undang 
Ketenagakerjaan

Beban imbalan kesehatan pasca kerja berkala, 
bersih

Beban imbalan pasca kerja lainnya

Beban imbalan tunjangan masa kerja

Lain-lain

Beban interkoneksi

Beban pemasaran

Beban umum dan administrasi

Penyisihan kerugian kredit ekspektasian

Beban umum  

Jasa profesional

Pelatihan, pendidikan dan rekrutmen

Perjalanan

Sumbangan sosial

Beban penagihan

Rapat

Lain - lain

Laba (rugi) selisih kurs bersih

Penghasilan lain-lain - bersih

Laba Usaha

Penghasilan pendanaan

Biaya pendanaan

Bagian laba (rugi) bersih entitas asosiasi

Rugi penurunan nilai investasi

Laba sebelum pajak

Manfaat (Beban) pajak penghasilan

Laba Tahun Berjalan

Penghasilan (Rugi) Komprehensif Lain 

Jumlah Laba Komprehensif Tahun Berjalan

Laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada 
pemilik entitas induk

Laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada 
kepentingan non pengendali

Laba komprehensif tahun berjalan yang 
diatribusikan kepada pemilik entitas induk

Laba komprehensif tahun berjalan yang 
diatribusikan kepada kepentingan non 
pengendali

Pertumbuhan

Tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember

2020-2019

2020

2019

2018

(%)

(Rp miliar)

(US$ juta)

(Rp miliar)

(Rp miliar)

53,7

(26,4)

(94,9)

(97,3)

(32,0)

10,6

4,1

22,1

(4,3)

0

89,7

51,5

145,5

100

(7,9)

6,5

(6,5)

(2,8)

0,7

9,2

23,7

(33,2)

(32,9)

11,5

9,7

(33,3)

(38,1)

0

(51,2)

2,6

(26,8)

6,6

48,2

(34,9)

2,3

(10,7)

7,1

(63,2)

2,3

378

343

57

17

185

14.390

8.272

4.321

804

290

258

253

81

53

58

5.406

3.482

6.511

2.267

1.805

981

308

275

223

193

184

275

(86)

403

43.505

799

(4.520)

(246)

(763)

38.775

(9.212)

29.563

(3.577)

25.986

20.804

27

24

4

1

13

1.024

589

308

57

21

18

18

6

4

4

385

248

463

161

128

70

22

20

16

14

13

20

(6)

29

3.096

57

(323)

(18)

(54)

2.760

(656)

2.104

(255)

1.850

1.481

246

466

1.109

641

272

13.012

7.945

3.538

840

290

136

167

33

-

63

5.077

3.724

6.696

2.283

1.653

793

461

410

200

176

276

444

(86)

826

42.394

1.092

(4.240)

(166)

(1.172)

37.908

(10.316)

27.592

(2.192)

25.400

 193

 413

 1.860

 480

 920

 13.178

 8.077

 3.292

 1.120

 161

 113

 335

 32

-

 48

 4.283

 4.214

 6.137

 1.724

 1.792

 823

 463

 415

 181

 157

 233

 349

68

 1.002

 38.845

 1.014

 (3.507)

 53

-

 36.405

 (9.426)

 26.979

 4.942

 31.921

18.663

 18.032

8.759

624

8.929

 8.947

17.595

1.252

16.624

 22.844

8.391

598

8.776

 9.077

133

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAAN  
  
Perbandingan Laba Rugi

Sepanjang tahun 2020, TelkomGroup mencatat komposisi pendapatan terbesar berasal dari pendapatan data, internet 

dan  jasa  teknologi  informatika  sebesar  55,6%,  kemudian  diikuti  pendapatan  IndiHome  yang  memberikan  kontribusi 

sebesar 16,3% dan pendapatan telepon sebesar 15,8%.

Terkait  dengan  beban  yang  tercatat  pada  tahun  2020,  TelkomGroup  memiliki  komposisi  beban  terbesar  yaitu  untuk 

operasi,  pemeliharaan,  dan  jasa  telekomunikasi  sebesar  37,1%  dan  beban  penyusutan  dan  amortisasi  tercatat  dengan 

komposisi 31,0% dari total beban Perusahaan karena terkait dengan penggunaan aset tetap, perangkat lunak, perangkat 

keras, dan infrastruktur teknologi oleh TelkomGroup. Beban paling rendah yaitu beban pemasaran dengan persentase 

sebesar 3,7%.

Komposisi Pendapatan 2018-2020 (Rp miliar)

65.552 | 50,1%
33.626 | 25,7%
14.310 | 10,9%
10.126 | 7,8%
5.463 | 4,2%
1.707 | 1,3%
0 | 0,0%

72.788 | 53,7%
27.978 | 20,6%
18.325 | 13,5%
8.342 | 6,2%
6.286 | 4,6%
1.848 | 1,4%
0 | 0,0%

75.816 | 55,6%
22.214 | 16,3%
21.610 | 15,8%
7.686 | 5,6%
5.170 | 3,8%
2.277 | 1,7%
1.689 | 1,2%

Data, Internet, dan 
Jasa Teknologi 
Informatika

Data, Internet, dan 
Jasa Teknologi 
Informatika

Data, Internet, dan 
Jasa Teknologi 
Informatika

Telepon

IndiHome

Telepon

IndiHome

Telepon

IndiHome

Layanan Lainnya

Interkoneksi

Layanan Lainnya

Interkoneksi

Layanan Lainnya

Interkoneksi

Jaringan

Pendapatan dari 
Transaksi Lessor

Jaringan

Pendapatan dari 
Transaksi Lessor

Jaringan

Pendapatan dari 
Transaksi Lessor

2018

2019

2020

Komposisi Beban 2018-2020 (Rp miliar)

43.791 | 47,1%
21.406 | 23,0%
13.178 | 14,2%
6.137 | 6,6%
4.283 | 4,6%
4.214 | 4,5%

42.226 | 45,0%
23.178 | 24,7%
13.012 | 13,9%
6.696 | 7,0%
5.077 | 5,4%
3.724| 4,0%

34.593 | 37,1%
28.892 | 31,0%
14.390 | 15,4%
6.511 | 7,0%
5.406 | 5,8%
3.482 | 3,7%

Operasi, Pemeliharaan dan 
Jasa Telekomunikasi

Penyusutan dan 
Amortisasi

Operasi, Pemeliharaan dan 
Jasa Telekomunikasi

Penyusutan dan 
Amortisasi

Operasi, Pemeliharaan dan 
Jasa Telekomunikasi

Penyusutan dan 
Amortisasi

Karyawan

Umum dan 
Administrasi

Karyawan

Umum dan 
Administrasi

Karyawan

Umum dan 
Administrasi

Interkoneksi

Pemasaran

Interkoneksi

Pemasaran

Interkoneksi

Pemasaran

2018

2019

2020

134

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOM 
  
Perbandingan Laba Rugi Tahun yang Berakhir Tanggal 

  Peningkatan  ini  dikompensasi  dengan  penurunan 

31 Desember 2020 Dibandingkan dengan Tahun yang 

pendapatan SMS sebesar Rp2.246 miliar atau 31,8% 

Berakhir Tanggal 31 Desember 2019

akibat  peralihan  dari  penggunaan  SMS  ke  layanan 

Over The Top (OTT)

1.  Pendapatan 
  Telkom  dan  Anak  Perusahaan  mencatat  pendapatan 

tahun  2020  sebesar  Rp136.462  miliar  (US$9.713  juta) 

d.  Pendapatan Interkoneksi 
  Pendapatan  interkoneksi  TelkomGroup  merupakan 

naik  0,7%  atau  Rp895  miliar  dari  Rp135.567  miliar  di 

gabungan 

dari 

sambungan 

telepon 

tidak 

tahun 2019. Peningkatan tersebut terutama disebabkan 

bergerak  Telkom,    termasuk  sambungan  langsung 

naiknya  pendapatan  data,  internet  dan  jasa  teknologi 

international 

incoming  dari 

layanan  SLI  007, 

informatika, serta pendapatan IndiHome.

dan  jaringan  seluler  Telkomsel.  Di  tahun  2020, 

a.  Pendapatan Telepon Seluler 
  Pendapatan  voice  seluler  mengalami  penurunan 

TelkomGroup  melaporkan  Rp7.686  miliar  (US$547 

juta)  pendapatan  interkoneksi,  yang  mengalami 

kenaikan  dibandingkan  tahun  sebelumnya  sebesar 

22,2%  di  tahun  2020  menjadi  Rp19.427  miliar  

Rp1.400  miliar  atau  22,3%  dari  Rp6.286  miliar  di 

(US$1.383  juta)  dibandingkan  tahun  sebelumnya 

tahun 2019. Pertumbuhan tersebut disebabkan oleh 

sebesar Rp24.978 miliar. Penurunan tersebut terjadi 

peningkatan trafik antar negara, khususnya layanan 

seiring  dengan  meningkatnya  perilaku  masyarakat 

SMS A2P (application to person).

dalam berkomunikasi melalui layanan Over The Top 

(OTT). 

e.  Pendapatan Jaringan 
  Pada 

tahun 

2020,  TelkomGroup  mencatat 

b.  Pendapatan Telepon Tidak Bergerak 
  Pendapatan  telepon  tidak  bergerak  mengalami 

pertumbuhan  negatif  dari  pendapatan 

jaringan 

sebesar 8,6% atau Rp159 miliar dari Rp Rp1.848 miliar 

pertumbuhan  negatif  27,2%  pada  tahun  2020 

di  tahun  2019  menjadi  Rp1.689  miliar  (US$120  juta) 

menjadi  Rp2.183  miliar  (US$155  juta)  dibandingkan 

pada  tahun  2020.  Penurunan  tersebut  dipicu  oleh 

tahun  2019  sebesar  Rp3.000  miliar.  Hal  tersebut 

penurunan pendapatan leased line dan satelit. 

merupakan  dampak  dari  perubahan  kebiasaan 

masyarakat yang semakin mobile. 

f.  Pendapatan IndiHome 
  Pendapatan 

IndiHome  mengalami  pertumbuhan 

c.  Pendapatan Data, Internet, dan Jasa Teknologi 

secara positif  sebesar 21,2% di tahun 2020 menjadi 

Informatika 

Rp22.214 miliar (US$1.581 juta), dibandingkan tahun 

  Akhir  periode  2020,  TelkomGroup  mencatat 

2019 sebesar Rp18.325 miliar. Hal tersebut didorong 

pendapatan  data, 

internet  dan 

jasa  teknologi 

oleh  semakin  bertambahnya  pelanggan  IndiHome 

informatika  sebesar  Rp75.816  miliar  (US$5.396 

sebesar  14,5%  menjadi  8,0  juta  pelanggan,  dengan 

juta),  naik  sebesar  4,2%  atau  Rp3.028  miliar  bila 

peningkatan  trafik  dari  13,7  juta  terabytes  menjadi 

dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp72.788 miliar.  

24,5  juta  terabytes.  Selain  itu,  selama  tahun  2020, 

terdapat  sekitar  3  juta  transaksi  add-on  minipack 

  Tumbuhnya  pendapatan  data,  internet  dan  jasa 

oleh pelanggan IndiHome. 

teknologi informatika disebabkan oleh:

•	 Peningkatan pendapatan internet dan data seluler 

yang tumbuh positif sebesar Rp3.827 miliar atau 

g.  Layanan Lainnya 
  Pada 

layanan 

lainnya,  TelkomGroup  mencatat 

6,9% yang dipicu oleh pertumbuhan penggunaan 

pendapatan  tahun  2020  sebesar  Rp5.170  miliar 

mobile  data  dari  6,7  juta  terabytes  menjadi  9,7 

(US$368  juta),  turun  sebesar  38,0%  atau  Rp3.172 

juta terabytes, 

miliar bila dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp8.342 

•	 Peningkatan pendapatan lain-lain sebesar Rp730 

miliar. Penurunan tersebut diakibatkan oleh: 

miliar atau 71,4% yang disebabkan pertumbuhan 

•	 Penurunan	

pendapatan	

sewa	

menara	

data center dan cloud, dan

telekomunikasi  sebesar  Rp1.239  miliar  sejalan 

•	 Peningkatan  pendapatan  internet,  komunikasi 

dengan  penerapan  PSAK  72  dialihkan  ke 

data  dan  jasa  teknologi  informatika  sebesar  

pendapatan dari transaksi lessor, 

Rp717  miliar 

atau  7,9%  yang  didorong 

•	 Penurunan	 penjualan	 periferal	 sebesar	 Rp1.109	

pertumbuhan layanan IT services.

terutama  berasal  dari 
miliar  atau 
penurunan  pendapatan  penjualan  periferal  

100,0% 

PT PIN,

135

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAAN 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
•	 Penurunan	 pendapatan	 manage  service  dan 

terminal  sebesar  Rp440  miliar  atau  25,4% 

b.  Beban Penyusutan dan Amortasi 
  Akhir tahun 2020, TelkomGroup melaporkan beban 

sejalan  dengan  strategi  bisnis  enterprise  yang 

penyusutan dan amortisasi sebesar Rp28.892 miliar 

mengurangi layanan yang memiliki tingkat margin 

(US$2.056  juta),  yang  mengalami  pertumbuhan 

relatif rendah, dan

sebesar 24,7% atau Rp5.714 miliar  bila dibandingkan 

•	 Penurunan	 pendapatan	 lain-lain	 sebesar	 Rp388	

tahun  sebelumnya  2019  sebesar  Rp23.178  miliar. 

miliar atau 16,4% terutama berasal dari penurunan 

Pertumbuhan  tersebut  terutama  disebabkan  oleh 

pendapatan konstruksi Telkom Infra.

dampak penerapan PSAK 73 terkait Amortisasi Aset 

Hak Pakai. 

h.  Pendapatan dari Transaksi Lessor
  Pendapatan dari transaksi lessor berjumlah Rp2.277 

miliar  pada  tahun  2020  yang  dihasilkan  dari 

c.  Beban Karyawan 
  Beban  karyawan  pada  tahun  2020  mengalami 

penerapan  PSAK  72.  Berdasarkan  PSAK  72,  kami 

kenaikan sebesar 10,6% atau Rp1.378 miliar menjadi 

diwajibkan  untuk  mengungkapkan  pendapatan 

Rp14.390  miliar  (US$1.024  juta)  bila  dibandingkan 

dari  transaksi  lessor,  seperti  sewa,  terpisah  dari 

tahun  sebelumnya  yang  tercatat  sebesar  Rp13.012 

pendapatan  dari  kontrak  dengan  pelanggan. 

miliar.  Kenaikan  tersebut  berasal  dari  peningkatan 

Pendapatan  dari 

transaksi 

lessor  sebelumnya 

beban  cuti,  insentif  dan  tunjangan  lainnya  sebesar 

diklasifikasikan  sebagai  pendapatan  data,  internet, 

Rp783 miliar dan beban gaji dan tunjangan sebesar 

dan teknologi informasi serta pendapatan lain-lain.

Rp327 miliar, Peningkatan ini terjadi seiring dengan 

peningkatan jumlah karyawan TelkomGroup. 

2.  Beban 
  Pada  periode  pelaporan  2020  ini,  jumlah  beban  yang 

dilaporkan  oleh  TelkomGroup  mengalami  penurunan 

d.  Beban Interkoneksi 
   TelkomGroup  mencatat  beban  interkoneksi  tahun 

sebesar  0,7%  atau  Rp639  miliar  dari  Rp93.913  miliar 

2020  meningkat  sebesar  Rp329  miliar  atau 

tahun  2019  menjadi  Rp93.274  miliar  (US$6.639  juta) 

6,5%.  Dengan  perubahan  tersebut,  maka  beban 

pada  tahun  2020.  Perubahan  tersebut  di  antaranya 

interkoneksi meningkat dari Rp5.077 miliar di tahun 

disebabkan oleh: 

a.  Beban Operasi, Pemeliharaan, dan Jasa 

Telekomunikasi 

  TelkomGroup  melaporkan 

beban 

operasi, 

2019  menjadi  Rp5.406  miliar  (US$385  juta)  pada 

tahun 2020 sejalan dengan peningkatan pendapatan 

interkoneksi.  

pemeliharaan  dan  jasa  telekomunikasi  pada  tahun 

2020 sebesar Rp34.593 miliar (US$2.462 juta) turun 

e.  Beban Pemasaran 
  Beban  pemasaran  TelkomGroup  pada 

tahun 

18,1%  atau  Rp7.633  miliar  bila  dibandingkan  tahun 

2020  tercatat  sebesar  Rp3.482  miliar  (US$248 

sebelumnya  sebesar  Rp42.226  miliar.  Penurunan 

juta),  turun  sebesar  6,5%  atau  Rp242  miliar  bila 

beban operasi, pemeliharaan, dan jasa telekomunikasi 

dibandingkan 

tahun  sebelumnya  sebesar  Rp 

tersebut terjadi karena:

Rp3.724  miliar.  Penurunan  tersebut  terjadi  sejalan 

•	 Penurunan  beban  operasi  dan  pemeliharaan 

dengan pelaksanaan program marketing yang lebih 

sebesar  Rp4.480  miliar  atau  18,4%.  Penurunan 

selektif. 

ini terutama disebabkan oleh dampak penerapan 

PSAK 73 terkait Amortisasi Aset Hak Pakai,

•	 Penurunan  beban  sewa  sirkuit  dan  CPE  sebesar 

f.  Beban Umum dan Administrasi 
  Beban  umum  dan  administrasi  mencapai  Rp6.511 

Rp1.422  miliar  atau  29,7%,  seiring  dengan 

miliar  (US$463 

juta)  pada  tahun  2020,  turun 

penurunan pendapatan segmen Enterprise dalam 

2,8%  atau  Rp185  miliar  jika  dibandingkan  dengan 

penyediaan end-to-end IT Solution,

pencatatan  tahun  2019  sebesar  Rp6.696  miliar. 

•	 Penurunan  beban  pokok  penjualan  periferal  

Penurunan  tersebut  disebabkan  oleh  penurunan 

sebesar Rp1.052 miliar atau 94,9% sejalan dengan 

biaya  pelatihan,  pendidikan  dan  rekrutmen  sebesar 

penurunan penjualan periferal, dan

Rp153 miliar.

•	 Penurunan  beban  sewa  menara  sebesar  Rp624 

miliar atau 97,3%, disebabkan oleh efisiensi beban 

sewa menara Telkomsel setelah menjual sebagian 

tower-nya kepada Mitratel.

136

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOM 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
3.  Laba (Rugi) Selisih Kurs-Bersih   
  Bisnis  TelkomGroup  mencakup  berbagai  transaksi 

8.  Penghasilan (Rugi) Komprehensif Lain  
  Pada 

tahun  2020,  TelkomGroup  mencatat 

rugi 

termasuk  transaksi  dengan  mata  uang  asing.  Oleh 

komprehensif lain sebesar Rp3.577 miliar (US$255 juta), 

sebab  itu,  fluktuasi  kurs  yang  terjadi  sepanjang  tahun 

dibandingkan  dengan  rugi  komprehensif  lain  sebesar 

dapat berdampak positif maupun negatif pada transaksi 

dari Rp2.192 miliar pada tahun 2019. Rugi komprehensif 

keuangan Perusahaan.

lain  ini  disebabkan  oleh  rugi  aktuaria  bersih  sebesar 

Rp3.596 miliar.  

  Pada  tahun  periode  laporan,  TelkomGroup  mencatat 

rugi  akibat  selisih  kurs-bersih  sebesar  Rp86  miliar 

9.  Laba Tahun Berjalan yang Dapat Diatribusikan 

(US$6 juta) sama dengan tahun 2019. 

kepada Pemilik Entitas Induk 

  Laba 

tahun  berjalan  TelkomGroup  yang  dapat 

4.  Penghasilan Lain-Lain - Bersih 
  Pada  penghasilan  (beban) 

lain-lain,  TelkomGroup 

diatribusikan  kepada  pemilik  entitas  induk  tercatat 

naik  sebesar  Rp2.141  miliar    atau  11,5%,  dari  Rp18.663 

mencatat  penghasilan  sebesar  Rp403  miliar  (US$29 

miliar  pada  tahun  2019  menjadi  Rp20.804  miliar  

juta)  pada  tahun  2020.  Jumlah  tersebut  menunjukkan 

(US$1.481 juta) di tahun 2020. 

adanya penurunan sebesar 51,2% atau Rp423 miliar bila 

dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp826 miliar. 

10.Laba Tahun Berjalan yang Dapat Diatribusikan 

5.  Laba Usaha dan Margin Laba Usaha 
  Di tengah terjadinya pandemi COVID-19, TelkomGroup 

  Laba 

tahun  berjalan  TelkomGroup  yang  dapat 

diatribusikan  kepada  kepentingan  non  pengendali 

mencatat 

laba  usaha  pada  tahun  2020  sebesar 

turun  menjadi  Rp8.759  miliar  (US$624  juta)  dengan 

Rp43.505  miliar 

(US$3.096 

juta).  Dibandingkan 

penurunan sebesar 1,9% bila dibandingkan tahun 2019 

dengan  laba  usaha  tahun  2019,  yang  tercatat  sebesar 

yang tercatat sebesar Rp8.929 miliar. 

kepada Kepentingan Non Pengendali 

Rp42.394 miliar, laba usaha tersebut naik sebesar 2,6%. 

Kemudian,  margin  laba  usaha  tahun  2020  tercatat 

naik  menjadi  31,9%  dibandingkan  tahun  sebelumnya  

sebesar 31,3%. 

11. Laba Komprehensif Tahun Berjalan 
  Pada  tahun  2020,  laba  komprehensif  tahun  berjalan 

tercatat  mencapai  Rp25.986  miliar  (US$1.850  juta), 

mengalami  kenaikan  sebesar  2,3%  atau  Rp586  miliar  

6.  Laba Sebelum Pajak Penghasilan dan Margin Laba 

dari Rp25.400 miliar pada tahun 2019. 

Sebelum Pajak Penghasilan 

  Laba  TelkomGroup  sebelum  pajak  penghasilan  pada 

tahun  2020  tumbuh  sebesar  2,3%  atau  Rp867  miliar, 

12. Laba per Saham 
  TelkomGroup  mencatat 

laba  bersih  per  saham 

dari    Rp37.908  miliar  di  tahun  2019  menjadi  Rp38.775 

pada  tahun  2020  ini  sebesar  Rp210,01,  mengalami 

miliar  (US$2.760  juta).  Margin  laba  sebelum  pajak 

peningkatan  sebesar  11,5%  atau  Rp21,61  dibandingkan 

penghasilan  mengalami  kenaikan  dari  28,0%  pada 

tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp188,40 per 

tahun 2019 menjadi sebesar 28,4%. 

lembar saham.   

7.  Beban (Manfaat) Pajak Penghasilan 
  Beban  pajak  penghasilan  tercatat  turun  sebesar  

Rp1.104  miliar  atau  10,7%  dari  Rp10.316  miliar  pada 

tahun  2019  menjadi  Rp9.212  miliar  (US$656  juta)  di 

tahun  2020.  Penurunan  tersebut  merupakan  dampak 

dari  pemberian  stimulus  perpajakan  dari  Pemerintah 

selama pandemi COVID-19. 

137

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAAN 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
TINJAUAN ARUS KAS

Secara  umum,  kas  dan  setara  kas  TelkomGroup  berada  pada  posisi  yang  baik  dengan  nilai  sebesar  Rp20.589  miliar 

(US$1.466 juta). Arus kas bersih terbesar berasal dari kegiatan operasi sebesar Rp65.317 miliar sedangkan arus kas bersih 

dari kegiatan investasi sebesar negatif Rp35.256 miliar, yang sebagian digunakan untuk investasi pada aset tetap dan 

infrastruktur serta investasi lainnya. Arus kas bersih dari pendanaan sebesar negatif Rp27.753 miliar antara lain digunakan 

untuk pembayaran dividen dan pinjaman sepanjang tahun 2020.

Arus Kas TelkomGroup Tahun 2018-2020

Pertumbuhan

Tahun-tahun yang berakhir 31 Desember

2020-2019

2020

2019

2018

(%)

(Rp miliar)

(US$ juta)

(Rp miliar)

(Rp miliar)

Arus Kas Bersih:

dari kegiatan operasi

untuk kegiatan investasi

untuk kegiatan pendanaan

Kenaikan (penurunan) bersih kas dan 
setara kas

Dampak perubahan kurs terhadap kas dan 
setara kas

Kas dan setara kas pada awal tahun

Kas dan setara kas pada akhir tahun

Perbandingan Arus Kas

18,9

(1,5)

52,1

65.317

4.649

54.949

 45.671

(35.256)

(2.509)

(35.791)

 (35.090)

(27.753)

(1.975)

(18.247)

 (18.458)

153,3

2.308

(136,1)

39

4,6

12,9

18.242

20.589

165

3

1.298

1.466

911

 (7.877)

(108)

17.439

18.242

 171

 25.145

 17.439

Komposisi  arus  kas  masuk  TelkomGroup  sepanjang  tahun  2020  menunjukkan  arus  kas  masuk  terbesar  dari  kegiatan 

operasi  dengan  persentase  sebesar  84,8%,  diikuti  dengan  arus  kas  masuk  dari  kegiatan  pendanaan  sebesar  14,9%. 

Komposisi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan operasional TelkomGroup didukung dengan dana yang berasal dari 

internal dan eksternal Perusahaan.

Komposisi Arus Kas Masuk (Rp miliar)

131.469 | 78,3%

35.398 | 21,1%

962 | 0,6%

138.673 | 82,3%

26.583 | 15.8%

3.246 | 1,9%

139.451 | 84,8%

24.469 | 14,9%

475 | 0,3%

Operasi

Pendanaan

Investasi

Operasi

Pendanaan

Investasi

Operasi

Pendanaan

Investasi

2018

2019

2020

138

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOM  
  
  
  
  
 
Komposisi Arus Kas Keluar (Rp miliar)

85.798 | 48,8%

53.856 | 30,7%

36.052 | 20,5%

83.724 | 50,0%

44.830 | 26,7%

39.037 | 23,3%

74.134 | 45,7%

52.222 | 32,3%

35.731 | 22,0%

Operasi

Pendanaan

Investasi

Operasi

Pendanaan

Investasi

Operasi

Pendanaan

Investasi

2018

2019

2020

Perbandingan  Arus  Kas  untuk  Tahun  yang  Berakhir 

  Pada  sisi  penerimaan  kas  dari  kegiatan  operasi, 

Tanggal 31 Desember 2020 Dibandingkan dengan Tahun 

TelkomGroup  membukukan  Rp139.451  miliar  pada  

yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2019

tahun  2020,  lebih  besar  bila  dibandingkan  tahun 

sebelumnya  yaitu  Rp138.673  miliar  dengan  tingkat 

Pada  akhir  tahun  2020,  TelkomGroup  melaporkan  total 

pertumbuhan  sebesar  0,6%  atau  Rp778  miliar. 

saldo kas dan setara kas sebesar Rp20.589 miliar (US$1.466 

Penerimaan kas tersebut diperoleh dari: 

juta). Dibandingkan dengan total kas dan setara kas tahun 

•	 Penerimaan  pendapatan  dari  pelanggan  dan 

sebelumnya sebesar Rp18.242 miliar, jumlah tersebut naik 

operator lain sebesar Rp133.610 miliar,

sebesar Rp2.347 miliar atau 12,9%.

•	 Penerimaan restitusi pajak sebesar Rp4.687 miliar, 

•	 Penerimaan dari pendapatan bunga sebesar Rp806 

Penerimaan kas terbesar tahun 2020 berasal dari kegiatan 

miliar, dan

operasi  sebesar  Rp139.451  miliar  atau  84,8%,  diikuti 

•	 Penerimaan  kas  lainnya  –  bersih  sebesar  Rp348 

penerimaan  dari  kegiatan  pendanaan  sebesar  Rp24.469 

miliar. 

miliar  yang  berkontribusi  sebesar 

14,9%  dari  total 

penerimaan  kas.  Penerimaan  kas  dari  investasi  memiliki 

  Di  sisi  lain,  pengeluaran  kas  untuk  kegiatan  operasi 

kontribusi terkecil yaitu Rp475 miliar atau 0,3%.

tahun  2020  tercatat  sebesar  Rp74.134  miliar  tercatat 

turun bila dibandingkan  tahun 2019  sebesar  Rp83.724 

Dalam  hal  pengeluaran  kas,  Rp74.134  miliar  atau  45,7%  

miliar.  Pengeluaran  kas  tersebut  digunakan  untuk 

dari  total  pengeluaran  kas  digunakan  untuk  kegiatan 

kegiatan: 

operasional.  Pengeluaran  kas  lainnya  untuk  kegiatan 

•	 Pembayaran  kas  untuk  beban  sebesar  Rp40.533 

pendanaan sebesar Rp52.222 miliar atau 32,3% dan untuk 

miliar,

kegiatan investasi sebesar Rp35.731 miliar atau 22,0% dari 

•	 Pembayaran  pajak  penghasilan  badan  dan  final 

total pengeluaran kas.

sebesar Rp11.452 miliar,

1.  Arus Kas Kegiatan Operasi 
  Arus  kas  bersih  yang  dihasilkan  dari  kegiatan  operasi 

miliar,

•	 Pembayaran beban bunga sebesar Rp4.768 miliar,

dicatat  sebesar  Rp65.317  miliar  (US$4.649  juta)  pada 

•	 Pembayaran  sewa 

jangka  pendek  dan  bernilai 

tahun  2020,  mengalami  kenaikan  bila  dibandingkan 

rendah sebesar Rp3.731 miliar, dan

tahun 2019 sebesar Rp54.949 miliar. 

•	 Pembayaran pajak pertambahan nilai bersih sebesar 

•	 Pembayaran kas kepada karyawan sebesar Rp11.057 

Rp2.593 miliar.

139

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAAN 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
2.  Arus Kas untuk Kegiatan Investasi 
  Arus kas bersih yang digunakan untuk kegiatan investasi 

3.  Arus Kas untuk Kegiatan Pendanaan 
  Di  akhir  2020,  arus  kas  bersih  yang  digunakan  untuk 

di tahun 2020 ini dicatat sebesar minus Rp35.256 miliar 

kegiatan pendanaan tercatat oleh TelkomGroup sebesar 

(US$2.509 juta), dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu 

minus  Rp27.753  miliar  (US$1.975  juta)  dibandingkan 

sebesar minus Rp35.791 miliar pada tahun 2019.

tahun 2019 sebesar minus Rp18.247 miliar.

  Penerimaan  kas  dari  kegiatan 

investasi  tercatat 

  Penerimaan  kas  dari  kegiatan  pendanaan  di  tahun 

sebesar  Rp475  miliar,  turun  85,4%  atau  Rp2.771  miliar  

2020  ini  dibukukan  sebesar  Rp24.469  miliar,  turun 

dibandingkan  tahun  2019  sebesar  Rp3.246  miliar. 

8,0%  dibandingkan  tahun  sebelumnya  yaitu  sebesar 

Penerimaan kas berasal dari:

Rp26.583  miliar.  Penerimaan  kas  tersebut  berasal  dari 

•	 Hasil	dari	penjualan	aset	tetap	sebesar	Rp236	miliar,

pencairan  utang  bank  dan  pinjaman  lainnya  sebesar 

•	 Hasil	dari	klaim	asuransi	sebesar	Rp234	miliar,	dan

Rp24.469 miliar.

•	 Penerimaan	 dividen	 dari	 entitas	 asosiasi	 sebesar	

Rp5 miliar. 

  Pengeluaran 

kas 

untuk 

kegiatan 

pendanaan 

TelkomGroup 

tercatat 

sebesar  Rp52.222  miliar, 

  Dari sisi pengeluaran kas kegiatan investasi pada tahun 

mengalami  kenaikan  16,5%  atau  Rp7.392  miliar  dari 

2020,  TelkomGroup  mencatat  sebesar  Rp35.731  miliar, 

Rp44.830  miliar  di  tahun  2019.  Pengeluaran  kas 

lebih  rendah  8,5%  atau  Rp3.306  miliar  dari  Rp39.037 

digunakan untuk kegiatan: 

miliar  pada  tahun  2019.  Pengeluaran  kas  tersebut 

•	 Pembayaran  dividen  kas  kepada  pemegang  saham 

digunakan untuk kegiatan: 

Perusahaan  dan  pemegang  saham  non  pengendali 

•	 Pembelian aset tetap sebesar Rp29.560 miliar,

entitas anak masing-masing sebesar Rp15.262 miliar 

•	 Penambahan  dari  penyertaan  jangka  panjang  pada 

dan Rp7.778 miliar,

instrumen keuangan sebesar Rp2.809 miliar,

•	 Pembayaran  utang  bank  dan  pinjaman  lainnya 

•	 Pembelian aset tak berwujud sebesar Rp2.538 miliar, 

sebesar Rp24.380 miliar, dan

•	 Penempatan  pada  aset  keuangan  lancar  lainnya  - 

•	 Pembayaran kewajiban sewa sebesar Rp4.802 miliar.

bersih Rp796 miliar, dan

•	 Penambahan  dari  penyertaan  jangka  panjang  pada 

entitas asosiasi sebesar Rp28 miliar.

140

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOM 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
KEMAMPUAN 
MEMBAYAR UTANG

Laporan  keuangan  konsolidasi  TelkomGroup  tahun  2020  menunjukkan  likuiditas  maupun  solvabilitas  Perusahaan 

yang baik, dengan kemampuan untuk membayar utang jangka pendek dan panjang yang positif. Secara umum, upaya 

pembayaran utang TelkomGroup bersumber dari kas yang masuk dari hasil kegiatan operasional. Manajemen mampu 

mengelola kegiatan operasi Telkom dalam menjaga likuiditas tanpa harus mengandalkan dana arus kas non-operasi. 

KEMAMPUAN MEMBAYAR UTANG JANGKA PENDEK

TelkomGroup memantau rasio lancar (current ratio), rasio cepat (quick ratio), dan rasio kas (cash ratio) sebagai  dasar 

untuk  mengukur  kemampuan  Perusahaan  membayar  hutang  jangka  pendeknya.  TelkomGroup  senantiasa  melakukan 

pengawasan terhadap ketiga rasio tersebut guna menjaga likuiditas dan memastikan ketersediaan dana untuk membayar 

utang  jangka  pendek  yang  telah  jatuh  tempo.  Pengawasan  terhadap  tingkat  likuiditas  diperlukan  agar  TelkomGroup 

mampu memanfaatkan aset secara optimal dan produktif.

Pada  periode  tahun  2020,  Telkom  memiliki  strategi  untuk  tetap  menjaga  kemampuan  membayar  utang  jangka 

pendek  dengan  menjaga  persentase  rasio  lancar  tetap  di  atas  rasio  lancar  rata-rata  industri.  Selain  itu.  TelkomGroup 

mempertahankan ketersediaan fasilitas pinjaman yang dapat ditarik jika diperlukan. 

Rasio Likuiditas TelkomGroup Tahun 2018-2020

Rasio

Rasio Lancar

Rasio Cepat

Rasio Kas

2020

2019

2018

67,3 %

48,4 %

31,7 %

71,5 %  

52,9 %  

32,2 %  

 93,5 %

 66,8 %

 40,5 %

KEMAMPUAN MEMBAYAR UTANG JANGKA PANJANG

Untuk mengukur kemampuan membayar utang jangka panjang, TelkomGroup melakukan pengawasan ketat terhadap 

rasio utang terhadap ekuitas, rasio utang terhadap EBITDA, dan rasio EBITDA terhadap beban bunga. Laporan keuangan 

konsolidasian  Telkom  per  31  Desember  2020  menunjukkan  rasio  utang  terhadap  ekuitas  sebesar  0,54  kali  dan  rasio 

utang terhadap EBITDA sebesar 0,91 kali. Kemudian, rasio EBITDA terhadap beban bunga sebesar 15,9 kali. Pencapaian 

tersebut menunjukkan kemampuan Telkom dan Anak Perusahaan dalam membayar utang jangka panjang memiliki risiko 

gagal bayar yang relatif rendah.

Guna  menjaga  kualitas  dan  stabilitas  keuangan,  TelkomGroup  mengoptimalkan  penggunaan  sumber  dana  internal 

guna  memenuhi  kebutuhan  pendanaan  Perusahaan.  TelkomGroup  juga  menerapkan  strategi  reprofiling  utang.  Upaya 

reprofiling  merupakan  perbaikan  terhadap  profil  utang  dengan  melakukan  perubahan  terhadap  sebagian  utang  yang 

berbunga floating menjadi berbunga tetap. Tujuan utama proses ini yaitu untuk mengurangi beban bunga dan eksposur 

fluktuasi suku bunga di masa mendatang. 

Berikut  tabel  data  yang  menyajikan  rasio  utang  terhadap  ekuitas,  rasio  utang  terhadap  EBITDA,  dan  rasio  EBITDA 

terhadap beban bunga selama tiga tahun terakhir.

Rasio

Rasio Utang Terhadap Ekuitas

Rasio Utang Terhadap EBITDA

Rasio EBITDA Terhadap Beban Bunga

2020

2019

2018

0,54 X

0,91 X

15,9 X

0,44 X

0,80 X

15,3 X

 0,38 X

 0,74 X

 16,9 X

Untuk keterangan lebih lanjut mengenai likuiditas yang terkait dengan pembahasan mengenai utang Telkom dan Anak 

Perusahaan dapat dilihat pada Catatan 19 dan 20 pada Laporan Keuangan Konsolidasian TelkomGroup Tahun 2020.

141

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANSTRUKTUR MODAL DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN 
ATAS STRUKTUR MODAL

STRUKTUR MODAL

Sampai  saat  ini  TelkomGroup  memiliki  kebijakan  struktur  modal  yang  menekankan  pada  pemanfaatan  sumber 
pendanaan  dari  utang  jangka  pendek,  utang  jangka  panjang,  dan  ekuitas.  Per  31  Desember  2020,  komposisi  struktur 
modal  TelkomGroup  terbesar  berasal  dari  ekuitas,  kemudian  diikuti  dengan  utang  jangka  panjang.  Jika  ditinjau  dari 
komposisinya, tidak ada perubahan yang signifikan atas komposisi ekuitas dan modal pada tahun 2020 dibandingkan 
tahun pelaporan periode sebelumnya.

Berikut diagram dan tabel yang menggambarkan komposisi dan struktur modal Telkom selama tiga tahun terakhir.

Struktur Modal 2018 – 2020 (Rp miliar)

98.910 | 69,2%

40.044 | 28,0%

4.043 | 2,8%

Ekuitas

Utang Jangka 
Panjang

Utang Jangka 
Pendek

99.561 | 65,7%

43.379 | 28,6%

8.705 | 5,7%

Ekuitas

Utang Jangka 
Panjang

Utang Jangka 
Pendek

102.527 | 61,0%

55.528 | 33,1%

9.934 | 5,9%

Ekuitas

Utang Jangka 
Panjang

Utang Jangka 
Pendek

2018

2019

2020

Struktur Modal

2020

2019

2018

(Rp miliar)

(US$ juta)

(Rp miliar)

(Rp miliar)

Utang

Utang Jangka Pendek

Utang Jangka Panjang

Ekuitas

Jumlah

65.462

9.934

55.528

102.527

167.989

4.659

707

3.952

7.297

11.956

52.084

8.705

43.379

99.561

 44.087

 4.043

 40.044

 98.910

151.645

 142.997

KEBIJAKAN MANAJEMEN ATAS STRUKTUR MODAL

Sebagai sebuah Perusahaan terbuka, TelkomGroup memiliki kewajiban untuk menjaga creditworthiness, yang tercermin 
dalam peringkat kredit dan struktur modal. Struktur modal TelkomGroup pada tahun 2020 tetap dipertahankan yang 
mengacu pada tingkat utang di bawah rata-rata industri. Hal ini tercermin dalam rasio Debt to Equity dan rasio Debt to 
EBITDA.

Sepanjang  tahun  2020  TelkomGroup  mengoptimalkan  biaya  modal  (weighted  average  cost  of  capital)  dan  manfaat 
pajak,  serta  menjaga  keseimbangan  struktur  modal  dengan  melakukan  pengawasan  terhadap  rasio  keuangan.  Hal  ini 
mendukung kebijakan Perusahaan atas struktur modal dalam rangka menetapkan komposisi pendanaan yang berasal dari 
modal dan utang yang optimal. Kebijakan tersebut juga menjadi landasan dalam mengambil keputusan untuk menambah 
atau melakukan pembayaran utang jangka pendek maupun jangka panjang. TelkomGroup dapat memperbaharui skema 
pembiayaan jika dianggap lebih efisien dan menguntungkan.

Pada tahun 2020, TelkomGroup tercatat memiliki rasio utang terhadap modal (DER) sebesar 0,54 kali, sedangkan tahun 
2019 sebesar 0,44 kali. Untuk debt service coverage ratio Telkom per akhir 2020 sebesar 2,5 kali, sedangkan tahun 2019 
tercatat  sebesar  2,8  kali.  Informasi  lebih  detail  mengenai  kebijakan  manajemen  atas  struktur  modal  dapat  dilihat  di 
Catatan 39 Manajemen Modal pada Laporan Keuangan Konsolidasian TelkomGroup Tahun 2020.

142

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMREALISASI 
BARANG MODAL

Sepanjang tahun 2020, TelkomGroup telah merealisasikan investasi barang modal yang disesuaikan dengan kebutuhan 

dan strategi Perusahaan. Investasi juga bertujuan untuk mengantisipasi perubahan teknologi yang terjadi secara dinamis. 

Denominasi investasi barang modal yang digunakan oleh TelkomGroup disajikan dalam dua mata uang yaitu mata uang 

Rupiah dan mata uang Dolar Amerika.

STRATEGI DAN TUJUAN INVESTASI BARANG MODAL

Strategi  bisnis  Perusahaan  dalam  rangka  membangun  infrastruktur  serta  memperluas  portofolio  bisnis  menjadi  dasar 

bagi strategi dan tujuan investasi barang modal yang dilakukan Telkom pada tahun 2020. Telkom fokus pada perluasan 

bisnis  di  era  digital  saat  ini  untuk  mempertahankan  pertumbuhan  bisnis  yang  berbasis  digital  connectivity,  digital 

platform, dan digital services.

JENIS INVESTASI BARANG MODAL

Jenis investasi barang modal Telkom dan Anak Perusahaan terdiri dari: 

•	 Broadband services, terdiri dari mobile (4G) dan fixed access broadband;

•	 Network infrastructure, terdiri dari jaringan transmisi, metro ethernet and Regional Metro Junction (RMJ), dan IP 

backbone;

•	 Data Center, IT, aplikasi dan konten, serta service node, dan

•	

Investasi	barang	modal	pendukung	lainnya,	seperti	tower

NILAI INVESTASI BARANG MODAL

Sepanjang tahun 2020 total realisasi investasi barang modal Telkom dan Anak Perusahaan bernilai sebesar Rp29.436 

miliar atau US$2.096 juta. Jumlah ini menurun 19,5% dari nilai tahun sebelumnya, yang tercatat sebesar Rp36.585 miliar. 

Berikut ini beberapa investasi barang modal Telkom dan anak usahanya selama tahun 2020:

•	 Membangun	BTS	Telkomsel.

•	 Membangun	proyek	kabel	laut	di	antaranya	kabel	laut	Luwuk-Morowali-Kendari,	Sarmi-Wasai-Manokwari-Supiori,	Gili	

Lombok, dan Labuan Bajo.

•	 Membangun	data center neuCentrix dan hyperscale.

Tabel berikut menyajikan data dan informasi mengenai nilai investasi barang modal Telkom dan Anak Perusahaan dalam 

tiga tahun terakhir.

Investasi Barang Modal TelkomGroup Tahun 2018-2020

Jumlah Investasi Barang Modal

29.436

2.096

36.585

33.620

Tahun-tahun yang berakhir 31 Desember

2020

2019

2018

(Rp miliar)

(US$ juta)

(Rp miliar)

(Rp miliar)

143

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANIKATAN MATERIAL 
UNTUK INVESTASI BARANG MODAL

TUJUAN IKATAN MATERIAL UNTUK INVESTASI BARANG MODAL

Tujuan  ikatan  material  untuk  investasi  barang  modal  yang  dilakukan  oleh  Telkom  sebagai  Perusahaan  telekomunikasi 

digital antara lain untuk peralatan transmisi dan jaringan, serta infrastruktur digital lainnya. Terkait tujuan tersebut, selama 

tahun 2020 terdapat ikatan material antara Telkom dan Anak Perusahaan maupun pihak lain dalam bentuk perjanjian 

proyek,  detailnya  dapat  dilihat  pada  Catatan  36  tentang  Ikatan  dan  Perjanjian  Signifikan  pada  Laporan  Keuangan 

Konsolidasian TelkomGroup Tahun 2020.

SUMBER DANA UNTUK MEMENUHI IKATAN MATERIAL INVESTASI BARANG MODAL

Tingkat  leverage  TelkomGroup  sepanjang  tahun  2020  berada  dalam  kondisi  baik  untuk  mendanai  belanja  modal 

Perusahaan.  TelkomGroup  memiliki  alternatif  pendanaan  lain  yaitu  menggunakan  sumber  dana  internal  dan  eksternal 

seperti  pendanaan  perbankan,  instrumen  utang,  ataupun  penambahan  modal  saham  untuk  investasi  barang  modal 

sesuai dengan perencanaan bisnis yang telah ditetapkan.

MATA  UANG  YANG  MENJADI  DENOMINASI  DALAM  IKATAN  MATERIAL  UNTUK 
INVESTASI BARANG MODAL

Telkom memiliki karakteristik tersendiri dalam melakukan investasi, yaitu menggunakan beberapa denominasi mata uang 

dalam ikatan material untuk investasi barang modal. Denominasi ini terdiri dari mata uang Rupiah dan beberapa mata 

uang asing yaitu US Dollar dan HK Dollar. Nilai ikatan terbesar yaitu dalam mata uang Rupiah sebesar Rp10.727 miliar.

Berikut tabel komposisi nilai ikatan material untuk investasi barang modal dalam mata uang Rupiah dan asing per 31 

Desember 2020:

Tabel Ikatan Material berdasarkan Mata Uang

Jumlah Mata Uang Asing
(dalam jutaan)

Setara Rupiah
(dalam miliar)

Rupiah

US Dollar

HKD

Total

-

66,05

0,24

9.789

929

0

10.727

MITIGASI  RISIKO  DARI  MATA  UANG  ASING  DALAM  IKATAN  MATERIAL  UNTUK 
INVESTASI BARANG MODAL

Fluktuasi nilai tukar dapat meningkatkan risiko ikatan material barang modal yang menggunakan mata uang asing. Oleh 

sebab itu, TelkomGroup menetapkan deposito berjangka dan piutang dalam mata uang asing dengan jumlah minimal 

sebesar 25% dari liabilitas jangka pendek dalam mata uang asing yang terutang. Dengan kebijakan tersebut, TelkomGroup 

dapat mengimbangi kerugian fluktuasi nilai tukar dengan keuntungan kurs deposito berjangka dan piutang, sehingga 

risiko fluktuasi nilai tukar dapat diminimalisir.

Penjelasan  lebih  detail  mengenai  ikatan  material  untuk  investasi  barang  modal  dan  risiko  nilai  tukar  mata  uang  asing 

dapat  dilihat  pada  Catatan  36  Ikatan  dan  Perjanjian  Signifikan  dan  Catatan  38  Instrumen  Keuangan  pada  Laporan 

Keuangan Konsolidasian TelkomGroup Tahun 2020.

144

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMTINGKAT 
KOLEKTIBILITAS PIUTANG

Pada  tahun  2020,  TelkomGroup  memiliki  tingkat  kolektibilitas  piutang  yang  cukup  baik  dengan  nilai  piutang  jatuh 

tempo  konsolidasi  per  31  Desember  2020  dan  2019  yang  tidak  diturunkan  nilainya  atau  yang  dapat  tertagih  sebesar  

Rp4.217  miliar  dan  Rp3.942  miliar.  Rasio  perputaran  piutang  usaha  tercatat  sebesar  11,8%,  sedangkan  rasio  lama  

penagihan rata-rata adalah 30,9 hari.

Untuk meminimalisir risiko kredit pelanggan, TelkomGroup selalu melakukan pemantauan saldo piutang dan penagihan 

secara berkala. Berbagai usaha dilakukan oleh Telkom dalam melakukan penagihan piutang, antara lain dengan melakukan 

kunjungan dan proses penagihan secara langsung kepada pelanggan, melakukan kerja sama dengan mitra terkait jasa 

tenaga pencairan piutang, aktif menghubungi pelanggan via telepon, surat, ataupun email.

Tabel Kolektibilitas Piutang TelkomGroup Tahun 2018-2020

Rasio

Rasio lama penagihan rata-rata (hari)

Rasio perputaran piutang (%)

Rasio Lama Penagihan Rata-rata (%)

2020

2019

2018

30,9

11,8

31,2

11,7

 28,8

 12,7

ANALISIS DAN  PENJELASAN KOLEKTIBILITAS PIUTANG

Dalam melakukan analisa piutang usaha berdasarkan umur piutang, TelkomGroup melakukan pengelompokan piutang  

sebagai berikut.

Analisis Umur Piutang TelkomGroup Tahun 2018-2020

Analisis Umur Piutang

2020

2019

2018

Rp (miliar)

Belum jatuh tempo

0 – 3 bulan

3 – 6 bulan

> 6 bulan

Total piutang sebelum provisi

Provisi penurunan nilai piutang

Jumlah bersih piutang setelah provisi

7.818

2.300

1.274

8.307

19.699

(8.360)

11.339

8.250

2.583

1.314

5.853

18.000

(6.203)

11.797

 7.512

2.244

1.797

4.890

16.443

(5.029)

 11.414

TelkomGroup  membentuk  provisi  penurunan  nilai  piutang  usaha  berdasarkan  tingkat  penurunan  nilai  historis  secara 

kolektif dan historis kredit para pelanggan secara individual. Provisi penurunan nilai piutang tahun 2020 sebesar Rp8.360 

miliar,  lebih  besar  daripada  provisi  tahun  2019  sebesar  Rp6.203  miliar.  Pembahasan  mengenai  piutang  TelkomGroup 

secara rinci dapat lihat pada Catatan 5 Piutang Usaha pada Laporan Keuangan Konsolidasian TelkomGroup Tahun 2020.

145

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANINFORMASI DAN FAKTA MATERIAL 
SETELAH TANGGAL LAPORAN AKUNTAN

Sesuai  dengan  prinsip  transparansi  dan  akuntabilitas  dalam  menjalankan  tata  kelola  Perusahaan  yang  baik  (Good 

Corporate  Governance),  TelkomGroup  wajib  menyampaikan  informasi  dan  fakta  material  setelah  tanggal  pelaporan 

keuangan. Beberapa informasi dan fakta material yang terjadi setelah tanggal laporan akuntan per 31 Desember 2020, 

antara lain sebagai berikut:

Informasi dan Fakta Material setelah Tanggal Laporan Akuntan untuk Periode Laporan tahun 2020

No.

1.

2.

3.

4.

Informasi dan Fakta Material

Pada tanggal 2 Februari 2021, Pemerintah mengundangkan dan memberlakukan Peraturan Pemerintah Nomor 
35 Tahun 2021 (PP 35/2021) untuk melaksanakan ketentuan Pasal 81 dan Pasal 185 (b) UU No. 11/2020 mengenai 
Cipta Kerja yang bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja yang seluas-luasnya.

PP 35/2021 mengatur mengenai perjanjian kerja waktu tertentu (karyawan tidak tetap), alih daya, waktu kerja, 
waktu istirahat, dan pemutusan hubungan kerja, yang dapat mempengaruhi manfaat imbalan minimum yang 
harus diberikan kepada karyawan.

Pada  tanggal  laporan  keuangan  konsolidasian  diotorisasi,  Grup  masih  mengevaluasi  dampak  potensial 
penerapan peraturan pelaksana PP 35/2021, termasuk dampaknya pada laporan keuangan konsolidasian Grup  
untuk periode pelaporan berikutnya.

Pada tanggal 3 Februari 2021, Dayamitra melakukan pembelian saham PST sebanyak 134.999 saham dari Ibu 
Rahina Dewayani senilai Rp58 miliar sehingga kepemilikan Dayamitra atas PST berubah menjadi 99,99%.

Berdasarkan Keputusan Dewan Komisaris Perusahaan No.02/KEP/DK/2021 tanggal 26 Februari 2021, susunan 
keanggotaan komite audit Perusahaan berubah menjadi sebagai berikut:
Komisaris Independen
Komisaris Independen
Komisaris Independen
Komisaris
Komisaris
Financial Expert

: Chandra Arie Setiawan
: Marsudi Wahyu Kisworo
: Wawan Iriawan
: Marcelino Rumambo Pandin
: Ahmad Fikri Assegaf
: Emmanuel Bambang Suyitno

Di bulan Februari, Maret, dan April 2021, Grup melakukan pelunasan dan penarikan fasilitas pinjaman, sebagai 
berikut:
i.  Pada tanggal 25 dan 26 Februari 2021, Dayamitra melakukan penarikan pinjaman dari BCA, Bank Mandiri, 
Bank  Permata,  dan  Sindikasi  Bank  Mandiri  dan  BNI  masing-masing  sebesar  Rp1.750  miliar,  Rp1.600  miliar, 
Rp500 miliar, dan Rp424 miliar.

ii.  Pada  tanggal  8  Maret  2021,  Perusahaan  melakukan  penarikan  pinjaman  dari  BCA,  Bank  Mandiri,  Bank  of 
China, dan HSBC masing-masing sebesar Rp500 miliar, Rp2.000 miliar, Rp1.000 miliar (yang telah dilunasi 
pada tanggal 8 April 2021), dan Rp500 miliar.

iii. Pada tanggal 17 Maret 2021, Telkomsel melakukan pelunasan pinjaman kepada Bank Mandiri sebesar Rp2.000 

miliar dan pada tanggal 31 Maret 2021, Telkomsel melakukan penarikan sebesar Rp1.000 miliar.

iv.  Pada  tanggal  23  April  2021,  Telkomsel    melakukan  penarikan  pinjaman  dari  MUFG  Bank  sebesar  Rp1.500 

miliar.

Penjelasan  detail  mengenai  transaksi  di  atas  dapat  ditemukan  pada  Laporan  Keuangan  Konsolidasian  TelkomGroup 

Tahun 2020, khususnya pada Catatan 41 Peristiwa Setelah Tanggal Laporan Posisi Keuangan.

146

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMPROSPEK USAHA 
DAN KEBERLANGSUNGAN PERUSAHAAN

Pandemi  COVID-19  telah  melemahkan  berbagai  sektor 
industri dan memberikan tekanan berat pada perekonomian 
nasional.  Keputusan  Pemerintah  untuk  menerapkan 
pembatasan  sosial  secara  terukur  melalui  Pembatasan 
Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penyebaran 
pandemi  dan  dibarengi  serangkaian  kebijakan  fiskal  dan 
moneter  serta  stimulus  untuk  mendorong  pertumbuhan 
ekonomi,  berhasil  dengan  baik. 
Indonesia  hanya 
mencatatkan  penurunan  Produk  Domestik  Bruto  (PDB) 
sebesar  -2,07%  di  tahun  2020,  lebih  baik  dibandingkan 
penurunan ekonomi negara-negara lain seperti Singapura 
-5,4%, Malaysia -5,6%, dan Thailand -6,1%.

Dari  sisi  indikator  utama  makro,  nilai  tukar  mata  uang 
Rupiah  terhadap  USD  sepanjang  tahun  2020  mengalami 
sedikit  pelemahan  namun  dalam  rentang  yang  masih 
terkendali. Berdasarkan data Bank Indonesia, pada tanggal 
2  Januari  2020  kurs  USD  berada  pada  level  Rp13.895 
per  USD  dan  kurs  USD  pada  tanggal  31  Desember  2020 
ditutup  pada  Rp14.105.  Sementara  itu,  tingkat  suku 
bunga acuan Bank Indonesia (BI 7 Days Repo Rate) yang 
pada  awal  2020  berada  pada  5%    diturunkan  menjadi 
3.75%  di  akhir  Desember  2020,  sebagai  upaya  BI  dalam 
rangka membantu pertumbuhan ekonomi masa pandemi 
COVID-19.

sepanjang 

tahun 
Perubahan  perilaku  masyarakat 
2020  menjadikan 
layanan  digital  semakin  penting. 
TelkomGroup  telah  melakukan  antisipasi  dan  memenuhi 
kebutuhan  masyarakat  dengan 
terus  menyediakan 
dan  mengembangkan  layanan  digital  secara  optimal. 
Situasi  pandemi  COVID-19  secara  tidak  langsung  telah 
mendorong  Telkom  untuk  mempercepat  transformasinya 
menuju digital telecommunication company.

Konsistensi  Pemerintah  dalam  menjaga  kesinambungan 
pertumbuhan  ekonomi, 
termasuk  potensi  ekonomi 
digital,  membuka  peluang  bagi  pengembangan  usaha 
TelkomGroup. Upaya Pemerintah untuk mengembangkan 
perekonomian  yang  berkelanjutan  saat  ini  menekankan 
pada  beberapa  aspek,  antara 
lain  pembangunan 
sumber  daya  manusia  (SDM)  yang  andal,  pembangunan 
infrastruktur 
sumber-
sumber  ekonomi  termasuk  dalam  rangka  mendukung 
pengembangan  pariwisata,  penyederhanaan 
regulasi 
diantaranya  melalui  penerbitan  Omnibus  Law  Cipta 
Lapangan  Kerja,  penyederhanaan  birokrasi,  dan  upaya 
transformasi  ekonomi  untuk  beralih  dari  sumber  daya 
alam  menuju  manufaktur  dan  jasa  modern  yang  bernilai 
tambah tinggi.

menghubungkan 

untuk 

Meskipun secara umum kondisi makro ekonomi memasuki 
masa  sulit,  namun  TelkomGroup 
terus  mengambil 
peran  dalam  visi  dan  misi  pembangunan  nasional. 
TelkomGroup  memandang  tantangan  yang  ada  saat  ini, 
justru  sebagai  peluang  untuk  menjadi  garda  terdepan 
dalam  digitalisasi  ekonomi  melalui  tiga  pilar  bisnisnya, 
yaitu  digital  connectivity,  digital  platform,  dan  digital 
services.  Di  tengah  ekonomi  nasional  yang  tertekan, 
sektor  industri  telekomunikasi  dan  informasi  sepanjang 
tahun 2020 tetap tumbuh sebesar 10,58% seiring dengan 
berkembangnya ekonomi digital yang semakin dibutuhkan 
dalam  mendukung  aktivitas  masyarakat.  Sementara  itu, 
kompetisi  antar  operator  diharapkan  akan  semakin  sehat 
dengan fokus persaingan pada kualitas dan ragam layanan 
sesuai dengan kebutuhan pelanggan dan potensi market-
nya yang semakin besar.

Sepanjang  tahun  2020,  TelkomGroup  terus  menjalankan 
program utama deliver best quality of digital connectivity 
services  with  improved  customer  experience,  develop 
digital  talent  and  establish  digital  platform  business 
leveraging  group  collaboration  &  synergy,  dan  drive 
portfolio  optimization  along  with  cost  leadership  and 
lean  organization.  TelkomGroup  berkeyakinan  bahwa 
konsistensi transformasi menuju digital telecommunication 
company 
akan  membawa  TelkomGroup  menjadi 
Perusahaan  yang  unggul  di  Asia.  Sejalan  dengan  upaya 
TelkomGroup  menghadirkan  digital  customer  experience 
leadership 
yang  terbaik,  Telkom  memperkuat  posisi 
pada  core  businesses-nya  yaitu  digital  connectivity, 
membangun serta mengembangkan talenta digital untuk 
mengakselerasi  pertumbuhan  digital  platform,  serta 
mendorong peningkatan business value melalui optimisasi 
portfolio dan lean organization.

Terkait  dengan  prospek  usaha  pada  segmen  bisnis 
TelkomGroup,  di  tengah  pandemi  COVID-19  yang  belum 
usai,  meningkatnya  penggunaan  layanan  dan  teknologi 
digital  oleh  masyarakat  memberikan  peluang  bagi 
Perusahaan  untuk  mendukung  pertumbuhan  ekonomi 
digital  di  Indonesia.  Pergeseran  dari  layanan  legacy  ke 
layanan  digital  mendorong  industri  telekomunikasi  untuk 
menjadi ujung tombak pemenuhan kebutuhan konektivitas 
dan layanan digital nasional.  Telkom berkomitmen untuk 
menyediakan  layanan  fixed  dan  mobile  broadband  yang 
handal  dan  berkualitas  beserta  platform  dan  layanan  
digital  di  seluruh  penjuru  negeri  sehingga  mampu 
mendukung  masyarakat  dalam  beraktivitas  secara 
produktif dan kreatif.

147

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANPada  segmen  Enterprise,  pengembangan  data  center 
merupakan  salah  satu  lini  bisnis  yang  akan  Telkom 
kembangkan  ke  depannya.  Bisnis  data  center  memiliki 
potensi  demand 
semakin 
berkembangnya  layanan  digital  seperti  e-commerce  dan 
berbagai  solusi  digital  lainnya  serta  memberikan  tingkat 
profitabilitas cukup baik. 

seiring  dengan 

tinggi 

Pada  segmen  Wholesale  and 
International  Business, 
Telkom akan tetap fokus pada peningkatan bisnis menara 
telekomunikasi dan Voice Wholesale, menyediakan jasa dan 
jaringan telekomunikasi, data center, infrastructure manage 
service dan power solution bagi penyelenggara jaringan/
jasa  telekomunikasi  dan  ekosistem  digital  baik  domestik 
maupun regional. Selain itu, pengembangan Global Digital 
Hub  yang  menyediakan  direct  broadband  connectivity 
antara  kawasan  Eropa,  Asia  dan  Amerika  akan  terus 
dikembangkan. Hal ini didukung dengan adanya kabel laut 
Indonesia  Global  Gateway  (IGG)  yang  menghubungkan 
kabel bawah laut SEA-ME-WE 5 dengan kabel bawah laut 
SEA–US.  Telkom  sebagai  enabler,  akan  menjadi  gerbang 
utama konektivitas digital yang membawa trafik domestik 
ke  global,  trafik  global  ke  domestik,  dan  juga  membawa 
trafik antar negara (hubbing), baik itu trafik voice maupun 
A2P (Application-to-person) SMS.

Untuk  segmen  Mobile,  Telkom  berfokus  pada  3  (tiga) 
area yaitu meningkatkan potensi pertumbuhan pada high 
value  customer,  layanan  mobile  solution  untuk  segmen 
Enterprise,  dan  pengembangan  berbagai  layanan  digital 
seperti  mobile  financial  service,    game  dan  video.  Untuk 
segmen  B2B,  Telkomsel  terus  melakukan  penetrasi 
terhadap  solusi-solusi  digital  seperti  Digital  Advertising 
(MyADS  Telkomsel),  Big  Data  (Telkomsel  MSight), 
dan  Internet  of  Things  (Telkomsel  IoT)  untuk  dapat 
menciptakan  terobosan-terobosan  lintas  industri.  Untuk 
segmen  B2C,  dengan  berlandaskan  pada  customer-
centricity maka Telkom melalui Telkomsel mengembangkan 
produk-produk digital yang sesuai kebutuhan pelanggan. 
Portofolio  Telkomsel  di  dalam  layanan  digital  sendiri 
meliputi Digital Lifestyle (MAXstream, LangitMusik, Dunia 
Games),  Mobile  Financial  Services  (LinkAja),  dan  Digital 
Banking (mBanking Telkomsel).

Untuk segmen Consumer, Telkom memiliki peluang besar 
dalam  persaingan  penyedia  layanan  fixed  broadband. 
Telkom fokus untuk memberikan layanan fixed broadband 
berkualitas  tinggi  untuk  memenuhi  kebutuhan  internet 
sekaligus  mendukung  aneka  layanan  digital  service  yang 
menarik.  Penetrasi  layanan  fixed  broadband  di  Indonesia 
masih  relatif  rendah  di  kisaran  15%  dan  kebutuhan  akan 
internet  berkualitas  tinggi  ke  rumah-rumah  semakin 
dibutuhkan  seiring  dengan  tren  bekerja  dan  belajar  di 
rumah  dan  berbagai  aktivitas  lainnya  seperti  belanja 
melalui  e-commerce  atau  mendapatkan  hiburan.  Untuk 
semakin  meningkatkan  coverage 
layanan  broadband 
bagi  masyarakat  Indonesia,  Telkom  juga  menjajaki  untuk 
membangun sinergi antara segmen Mobile dan Consumer 
melalui  pengembangan  produk  inovatif  fixed  wireless 
yang dapat saling melengkapi satu dan lainnya.

148

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMTelkomGroup
Firming The Fundamentals

TELKOMGROUP CORPORATE THEME

2020

2021

Strengthen market leadership 
in core businesses and build 
digital capabilities to ensure 
profitability improvement and 
future sustainable growth

Strengthen business health 
and accelerate digital 
transformation to smartly 
cope with changing customer 
behaviour

TELKOMGROUP MAIN PROGRAMS

2020

2021

Deliver best quality digital 
connectivity services with 
improved customer experience

Develop digital talent and 
establish digital platform 
business leveraging group 
collaboration & synergy

Accelerate transformation 
to lead in digital space 
and get stronger customer 
engagement

Drive cost leadership and 
CAPEX efficiency underpinned 
by innovative operating models

Drive portfolio optimization 
along with cost leadership and 
lean organization

Leverage and unlock group 
potential to increase corporate 
value

149

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANPERBANDINGAN TARGET 
PADA AWAL TAHUN DENGAN REALISASI

Hingga  akhir  tahun  2020,  Telkom  mengalami  pertumbuhan  pendapatan  sebesar  0,7%  menjadi  Rp136.462  miliar 
dibandingkan dengan tahun periode pelaporan sebelumnya. EBITDA Telkom tercatat sebesar Rp72.080 miliar dan Laba 
Bersih  sebesar  Rp20.804  miliar.  Kemudian,  margin  EBITDA  dan  margin  Laba  Bersih  masing-masing  tercatat  sebesar 
52,8% dan 15,2%.  

Dalam  rangka  merealisasikan  strategi  bisnis  untuk  memperkuat  bisnis  digital,  Telkom  menggunakan  Rp29.436  miliar 

untuk belanja modal selama tahun 2020. Jumlah tersebut mencapai 21,6% dari total pendapatan.   

Perbandingan Target dan Realisasi TelkomGroup Tahun 2020

Realisasi Tahun 2020

Target pada Awal Tahun 2020

Indikator

Pertumbuhan 
Pendapatan

Pendapatan tumbuh sebesar 0,7%.

Margin EBITDA 
dan Margin Net 
Income

Margin EBITDA naik menjadi 52,8% 
sedangkan Margin Net Income naik 
menjadi 15,2%.  

Belanja Modal

Realisasi belanja modal sebesar Rp29.436 
miliar atau 21,6% dari pendapatan dengan 
fokus investasi pada infrastruktur bisnis 
digital.

Dengan dampak COVID-19, kami memperkirakan Perusahaan masih 
bisa mencetak sedikit pertumbuhan positif, dimana IndiHome kami 
yakini tumbuh double digit, segmen Mobile melalui Telkomsel akan 
mencetak  pertumbuhan  single  digit,  namun  segmen  Enterprise 
akan kembali mengalami tekanan.

Margin  EBITDA  dan  Margin  Net  Income  diproyeksikan  sedikit 
menurun  sejalan  dengan  pembangunan  infrastruktur  broadband, 
baik  untuk  mobile  maupun  seluler,  disertai  peningkatan  porsi 
pendapatan dari bisnis digital.

Belanja  modal  direncanakan  sekitar  25%  dari  pendapatan  dengan 
fokus investasi pada infrastruktur bisnis digital.

TARGET ATAU PROYEKSI 
UNTUK SATU TAHUN MENDATANG

TelkomGroup saat ini terus berupaya mencapai pertumbuhan Perusahaan yang berkelanjutan sesuai dengan Framework 
2021-2025  sebagai  landasan  strategi  korporasi  yang  menekankan  pada  pengembangan  tiga  pilar  utama,  yaitu  digital 
connectivity, digital platform, dan digital services. Ketiga pilar tersebut menjadi value proposition atau portfolio direction 
dengan didukung oleh tujuh pilar lainnya sebagai delivery direction. Ketujuh pilar tersebut yaitu optimalisasi portofolio, 
teknologi, organisasi, sinergi dan keunggulan operasional, individu dan budaya Perusahaan, inorganic, serta tata kelola. 

Pada  tahun  2021,  dengan  pertumbuhan  yang  sangat  baik,  IndiHome  sebagai  salah  satu  produk  dan  layanan  digital 
unggulan  dapat  meningkatkan  kontribusinya  pada  pendapatan  TelkomGroup.  Ke  depan,  IndiHome  diharapkan  terus 
tumbuh  dan  menopang  pendapatan  dari  produk  dan  layanan  legacy  TelkomGroup  yang  menurun  seiring  dengan 
transformasi masyarakat menuju digitalisasi. Dominasi Telkom dalam pasar seluler saat ini diharapkan mendukung hal 
tersebut.

Dalam mewujudkan transformasi tersebut, TelkomGroup akan terus membangun infrastruktur broadband baik segmen 
seluler maupun segmen fixed-line. Dengan alokasi capital expenditure sekitar 24-27% dari pendapatan untuk infrastruktur 
pada  tahun  yang  akan  datang,  TelkomGroup  diharapkan  dapat  meningkatkan  pemasaran,  pendapatan,  produksi,  dan 

laba Perusahaan.

Target atau Proyeksi TelkomGroup untuk Satu Tahun Mendatang

Indikator

Pertumbuhan Pendapatan

Margin EBITDA dan Margin Net Income

Belanja Modal

150

Target Tahun 2021

Dampak dari pandemi COVID-19 kami perkirakan masih akan memengaruhi 
Perusahaan terutama pada paruh pertama.  Secara keseluruhan Perusahaan 
diharapkan dapat tumbuh positif pada kisaran low to mid single digit.

Margin  EBITDA  dan  Margin  Net  Income  diproyeksikan  sedikit  mengalami 
penurunan sejalan dengan penurunan bisnis legacy yang beralih ke bisnis 
digital.

Sekitar 24%-27% dari pendapatan kami rencanakan untuk belanja modal 
dengan fokus membangun infrastruktur bisnis digital.

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOM 
DIVIDEN

Setiap tahun, TelkomGroup berkomitmen untuk mengoptimalkan nilai bagi para pemegang saham melalui pembagian 
dividen. Pelaksanaannya dilakukan melalui proses penentuan dan persetujuan dari pemegang saham dalam Rapat Umum 
Pemegang Saham Tahunan (RUPST).

Selama  lima  tahun  terakhir,  Telkom  menetapkan  rasio  pembayaran  dividen  berkisar  antara  60%  hingga  90%.  Dividen 
yang dibayarkan pada tahun 2020 untuk kinerja usaha tahun 2019 adalah sebesar Rp15.262.338 juta, yang mencakup 
dividen  tunai  dan  dividen  tunai  spesial.  Dengan  pembayaran  dividen  tersebut,  maka  rasio  pembayaran  dividen  untuk 
kinerja operasi tahun 2019 mencapai 81,78 persen.

Untuk  kinerja  tahun  2020,  Telkom  akan  menetapkan  rasio  pembayaran,  jumlah  dividen,  dan  total  dividen  final  pada 
RUPST yang akan diselenggarakan di tahun berikutnya yaitu 2021. 

Pembayaran Dividen Telkom Tahun untuk Kinerja Operasi tahun 2015-2019

Tahun 
Dividen

Kebijakan Dividen

Tanggal
Pembayaran Dividen
Kas dan/atau
Tanggal Distribusi
Dividen Non Kas

Rasio 
Pembayaran/ 
Payout ratio
 (%) 1

Jumlah Dividen
per tahun yang
dibayar
(Rp Juta)

Jumlah Dividen 
PerSaham   
(kas dan/atau non kas) 
Stock Split
(Rp)

2015

2016

2017

2018

RUPST, 22 April 2016

26 Mei 2016

RUPST, 21 April 2017

26 Mei 2017

RUPST, 27 April 2018

31 Mei 2018

RUPST, 24 Mei 2019

27 Juni 2019

 60

 70

 75

 90

 9.293.184 2
 13.546.411 3
 16.608.751 4
 16.228.619 5
15.262.338 6

 94,64

 136,75

 167,66

 163,82

23 Juli 2020

RUPST, 19 Juni 2020

2019
Keterangan:
1.  Rasio pembayaran merupakan persentase laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk yang dibayar ke pemegang saham sebagai dividen.
2.  Terdiri dari dividen tunai sebesar sejumlah Rp7.744.304 juta dan dividen tunai spesial sebesar Rp1.548.880 juta.
3.  Terdiri dari dividen tunai sebesar sejumlah Rp11.611.211 juta dan dividen tunai spesial sebesar Rp1.935.200 juta.
4.  Terdiri dari dividen tunai sebesar sejumlah Rp13.286.997 juta dan dividen tunai spesial sebesar Rp3.321.754 juta
5.  Terdiri dari dividen tunai sebesar sejumlah Rp10.819.080 juta dan dividen tunai spesial sebesar Rp5.409.540 juta.
6.  Terdiri dari dividen tunai sebesar sejumlah Rp11.197.606 juta dan dividen tunai spesial sebesar Rp4.064.730 juta.

81,78

154,07

REALISASI PENGGUNAAN DANA 
PENAWARAN UMUM

Per 31 Desember 2020, sejumlah obligasi Telkom masih beredar dan dimiliki investor. Penjamin pelaksana emisi obligasi 
Telkom  yaitu  PT  Bahana  Sekuritas,  PT  Danareksa  Sekuritas,  PT  Mandiri  Sekuritas,  dan  PT  Trimegah  Sekuritas  Tbk, 
sedangkan  PT  Bank  Permata  Tbk  ditunjuk  menjadi Wali  Amanat.  Telkom  menjamin  seluruh  obligasi  dengan  aset  dan 
PEFINDO memberikan rating idAAA terhadap seluruh obligasi Telkom.

Saat ini, Telkom telah merealisasikan seluruh dana yang diperoleh dari penawaran umum, dengan sisa dana yang tercatat 
nihil. Tidak terdapat perubahan mengenai realisasi dari penggunaan dana yang direncanakan sebelumnya. Detail terkait 
informasi obligasi dapat dilihat pada Catatan 19 Utang Bank Jangka Pendek Dan Pinjaman Jangka Panjang Yang Jatuh 
Tempo Dalam Satu Tahun, dan Catatan 20 Pinjaman Jangka Panjang Dan Pinjaman Lainnya pada Laporan Keuangan 
Konsolidasian TelkomGroup Tahun 2020.

Realisasi Penggunaan Dana Penawaran Umum Telkom per 31 Desember 2020

Nama Obligasi

Jumlah
(Rp juta)

Tanggal Terbit

Tanggal
Jatuh Tempo

Jangka
Waktu
(tahun)

Realisasi Penggunaan Dana

Saldo Akhir
(Rp Juta)

Tahun

Obligasi Berkelanjutan I 
Telkom Tahun 2015 seri A

Obligasi Berkelanjutan I 
Telkom Tahun 2015 seri B

Obligasi Berkelanjutan I 
Telkom Tahun 2015 seri C

Obligasi Berkelanjutan I 
Telkom Tahun 2015 seri D

 2.200.000

23 Juni 2015

23 Juni 2022

 2.100.000

23 Juni 2015

23 Juni 2025

 1.200.000

23 Juni 2015

23 Juni 2030

7

10

15

 1.500.000

23 Juni 2015

23 Juni 2045

30

0

0

0

0

2016

2016

2016

2016

151

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANINFORMASI MATERIAL MENGENAI TRANSAKSI 
MATERIAL, TRANSAKSI YANG MENGANDUNG BENTURAN 
KEPENTINGAN, TRANSAKSI DENGAN PIHAK AFILIASI, 
INVESTASI, DIVESTASI, DAN AKUISISI

TelkomGroup telah melaksanakan berbagai kebijakan mengenai pelaksanaan review sesuai dengan Peraturan Otoritas 

Jasa  Keuangan  No.31/POJK.04/2015  tentang  Keterbukaan  atas  Informasi  atau  Fakta  Material  oleh  Emiten  atau 

Perusahaan Publik dan POJK No.42/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan. Review tersebut juga 

sejalan dengan POJK No.17/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Usaha, serta Keputusan Direksi PT Bursa Efek 

Jakarta No.Kep-06/BEJ/07-2004 tanggal 19 Juli 2004 tentang Peraturan Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian 

Informasi. Kami juga memiliki kebijakan internal terkait dengan Prosedur Pokok Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan 

Kepentingan yang tercantum dalam Nota Dinas dari Direktur Utama.

Berdasarkan review, Telkom menyatakan bahwa seluruh transaksi afiliasi telah melalui prosedur internal yang memadai 

untuk memastikan bahwa transaksi tersebut telah dilaksanakan dengan praktik bisnis yang berlaku umum serta sesuai 

dengan  ketentuan  POJK  No.42/2020.  Selama  tahun  2020,  tidak  terdapat  transaksi  yang  mengandung  benturan 

kepentingan, yang mana transaksi dengan pihak berelasi dilakukan dengan prinsip kewajaran dan kelaziman usaha. 

Berikut transaksi yang mengandung informasi material selama tahun 2020:

Transaksi

Jenis Transaksi

Alasan Dilakukan Transaksi

Pada  bulan  Oktober  2020,  dilakukan 
penandatanganan akta jual beli antara PT 
Multimedia  Nusantara  (“Telkom  Metra”) 
dengan  PT  Pelabuhan  Indonesia  II  atas 
49%  saham  PT  Integrasi  Logistik  Cipta 
Solusi (“ILCS”) 

Pada tanggal 14 Oktober 2020 di Jakarta, 
telah  ditandatangani  Perjanjian  Jual  Beli 
Bersyarat (Conditional Sale and Purchase 
Agreement/CSPA)  antara  PT  Dayamitra 
Telekomunikasi  (“Mitratel”)  dengan  PT 
Telekomunikasi  Selular 
(“Telkomsel”). 
Dalam  Perjanjian  Jual  Beli  Bersyarat  ini, 
Mitratel  akan  membeli  6.050  menara 
telekomunikasi  milik  Telkomsel  senilai 
Rp10,3 triliun.

Pada  tanggal  16  November  2020  di 
Jakarta  PT  Telekomunikasi 
Selular 
(“Telkomsel”)  Anak  Perusahaan  dari 
PT  Telkom 
Indonesia  (Persero)  Tbk 
(“Telkom”)  dan  PT  Aplikasi  Karya  Anak 
Bangsa  (“AKAB”)  telah  menandatangani 
perjanjian  atas  investasi  senilai  US$150 
Juta.

Divestasi

Afiliasi

Investasi

Penataan  portofolio  entitas  anak  agar 
lebih fokus di lini bisnis masing-masing.

Penataan  portofolio  entitas  anak  agar 
lebih fokus di lini bisnis masing-masing.

telekomunikasi 

Investasi  di  AKAB  dilakukan  sebagai 
bentuk  komitmen  Telkomsel  sebagai 
digital 
Perusahaan 
untuk  memberikan 
layanan  beyond 
connectivity.  Telkom  percaya  kolaborasi 
ini dapat memberikan layanan dan solusi 
yang lebih baik kepada masyarakat dalam 
membangun  ekosistem  digital  yang 
inklusif dan berkesinambungan.

Daftar transaksi afiliasi yang wajib diungkapkan dalam Laporan Tahunan selama tahun buku 2020 lebih detailnya dapat 

dilihat dalam Catatan 33 tentang Transaksi dengan Pihak Berelasi pada Laporan Keuangan Konsolidasian TelkomGroup 

Tahun 2020 dan Lampiran 4 pada Laporan Tahunan Tahun Buku 2020.

152

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMPERUBAHAN KETENTUAN 
PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

Sejalan dengan penerapan Good Corporate Governance (GCG), TelkomGroup melakukan kajian secara teliti atas setiap 

perubahan  ketentuan  atau  peraturan  perundangan  yang  diperkirakan  akan  mempengaruhi  kegiatan  operasi.  Pada  2 

November 2020, Pemerintah mengesahkan  Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU Cipta Kerja).  

Bidang telekomunikasi dalam UU Cipta Kerja diatur dalam Pasal 71. Pengaturan tersebut mengubah beberapa ketentuan 

dalam UU Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi (UU Telekomunikasi) dengan tujuan untuk menyehatkan industri 

melalui  berbagai  kemudahan  berusaha.  Saat  ini  sedang  disusun  Rancangan  Peraturan  Pemerintah  (RPP)  mengenai 

pelaksanaan  UU  Cipta  Kerja  yang  wajib  ditetapkan  3  bulan  sejak  UU  Cipta  Kerja  diundangkan.  Rancangan  Peraturan 

Pemerintah Pelaksanaan UU Cipta Kerja sektor Pos, Telekomunikasi, dan Penyiaran telah diuji publik pada 14 November 

2020  untuk  mendapatkan  masukan  dari  masyarakat,  industri,  dan  pemangku  kepentingan  lainnya.  Dampak  dari 

pemberlakuan peraturan tersebut masih mungkin berubah tergantung pada peraturan penerapannya nanti di industri 

telekomunikasi.  Secara  umum,  hasil  kajian  Telkom  menunjukkan  belum  terdapat  dampak  signifikan  dari  penerapan 

peraturan tersebut yang dapat berdampak pada strategi bisnis Telkom. 

Dalam  perspektif  regulasi  ketenagakerjaan,  pada  prinsipnya  keberadaan  UU  Cipta  Kerja  mengindikasikan  adanya 

relaksasi  ketentuan  alih  daya  (outsourcing)  dan  ketentuan  mengenai  pekerja  dengan  perjanjian  kerja  waktu  tertentu 

(pekerja kontrak). Perubahan tersebut secara umum mendukung upaya Telkom untuk dapat lebih lincah dan tangkas 

dalam merespon berbagai perubahan dan kebutuhan dalam bisnis Telkom. Di sisi lain, terdapat beberapa pengaturan 

mengenai  benefit  tambahan  bagi  pekerja  kontrak  yang  diatur  dalam  UU  Cipta  Kerja.  Telkom  masih  harus  menunggu 

Peraturan  Pemerintah  mengenai  ketenagakerjaan  yang  merupakan  turunan  dari  UU  Cipta  Kerja  untuk  menentukan 

strategi  dan  langkah  yang  tepat  dalam  merespons  perubahan  kebijakan  ketenagakerjaan  baik  yang  bersifat  relaksasi 

ketentuan maupun tambahan kewajiban tersebut. 

153

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAAN 
PERUBAHAN 
KEBIJAKAN AKUNTANSI

Dalam menyusun Laporan Keuangan Konsolidasian, TelkomGroup mengacu pada Standar Akuntansi Keuangan (SAK) 

yang  diterbitkan  Ikatan  Akuntan  Indonesia  (IAI)  dan  standar  akuntansi  internasional.  Selain  itu  pelaporan  keuangan 

Telkom memenuhi Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) No.VIII.G.7 tentang 

“Penyajian  dan  Pengungkapan  Laporan  Keuangan  Emiten  atau  Perusahaan  Publik”,  yang  terlampir  dalam  surat  

KEP347/BL/2012.  Sebagai  Perusahaan  yang  tercatat  di  New  York  Stock  Exchange,  TelkomGroup  menerapkan 

standar  akuntansi  International  Financial  Reporting  Standard  (IFRS)  berdasarkan  ketentuan  Securities  and  Exchange  

Commission (SEC).

Pada tahun buku 2020, ada perubahan kebijakan akuntansi IFRS yaitu dampak adanya amandemen IFRS 9, IAS 39 dan 

IFRS 7 tentang interest rate benchmark reform, amandemen IAS 1 dan IAS 8 tentang definisi material, amandemen IFRS 3 

tentang definisi bisnis dan amandemen IFRS 16 tentang COVID-19-Related Rent Concessions. Adapun Pernyataan Standar 

Akuntansi Keuangan (PSAK) yang berubah yaitu PSAK 71 tentang Instrumen Keuangan, PSAK 72 tentang Pendapatan 

dari Kontrak dengan Pelanggan, PSAK 73 tentang Sewa,  amandemen PSAK 1 dan PSAK 25 tentang Definisi Materialitas, 

amandemen PSAK 1 tentang Penyajian Laporan Keuangan, amandemen PSAK 15 tentang Kepentingan Jangka Panjang 

pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama, amandemen PSAK 71, PSAK 55 Dan PSAK 60 tentang Reformasi Acuan 

Suku  Bunga,  ISAK  36  tentang  Hak  Atas  Tanah  dalam  PSAK  16:  Aset  Tetap  dan  PSAK  73:  Sewa.  Penerbitan  standar 

akuntansi, amandemen dan interpretasi standar akuntansi keuangan tersebut berlaku efektif 1 Januari 2020 dan sudah 

diadopsi sepenuhnya dalam penyusunan laporan konsolidasian Telkom periode pelaporan 2020. 

Secara umum, penerapan standar akuntansi yang baru berdampak pada saldo awal ekuitas pada 1 Januari 2020.

Penerapan dan Perubahan Kebijakan Akuntansi di TelkomGroup Tahun 2020

No

Kebijakan 
Akuntansi

Alasan Perubahan

Dampaknya Terhadap Laporan Keuangan Tahun Buku 
2020

Laporan Keuangan SAK

Laporan Keuangan IFRS

1.

IFRS 9, IAS 39, 

IASB menerbitkan amandemen 

Tidak berdampak pada 

Tidak berdampak pada 

IFRS 7

standar akuntansi tersebut terkait 

laporan keuangan SAK.

laporan keuangan IFRS.

Interest Rate Benchmark Reform.

2

IAS 1, IAS 8

IASB menerbitkan amandemen 

Tidak berdampak pada 

Tidak berdampak pada 

standar akuntansi tersebut 

laporan keuangan SAK.

laporan keuangan IFRS.

terkait definisi material dan 

penerapannya.

3

IFRS 3

IASB menerbitkan amandemen 

Tidak berdampak pada 

Tidak berdampak pada 

standar akuntansi tersebut untuk 

laporan keuangan SAK.

laporan keuangan IFRS.

mengklarifikasi definisi Bisnis.

4

IFRS 16

IASB menerbitkan amandemen 

Tidak berdampak pada 

Tidak berdampak pada 

IFRS 16 COVID-19-Related Rent 

laporan keuangan SAK.

laporan keuangan IFRS.

Concessions.

5

PSAK 71

DSAK menerbitkan PSAK 71 

Mengakui dampak 

Tidak berdampak pada 

sebagai adopsi dari IFRS 9.

kumulatif penerapan 

laporan keuangan IFRS.

awal PSAK 71 sebagai 

penyesuaian terhadap 

saldo awal ekuitas pada 1 

Januari 2020.

154

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMNo

Kebijakan 
Akuntansi

Alasan Perubahan

Dampaknya Terhadap Laporan Keuangan Tahun Buku 
2020

Laporan Keuangan SAK

Laporan Keuangan IFRS

6

PSAK 72

DSAK menerbitkan PSAK 72 

Mengakui dampak 

Tidak berdampak pada 

sebagai adopsi dari IFRS 15.

kumulatif penerapan 

laporan keuangan IFRS.

awal PSAK 72 sebagai 

penyesuaian terhadap 

saldo awal ekuitas pada 1 

Januari 2020.

7

PSAK 73

DSAK menerbitkan PSAK 73 

Mengakui dampak 

Tidak berdampak pada 

sebagai adopsi dari IFRS 16.

kumulatif penerapan 

laporan keuangan IFRS.

awal PSAK 73 sebagai 

penyesuaian terhadap 

saldo awal ekuitas pada 1 

Januari 2020.

8

PSAK 1 dan 

DSAK menerbitkan amandemen 

Tidak berdampak pada 

Tidak berdampak pada 

PSAK 25

standar akuntansi tersebut sebagai 

laporan keuangan SAK.

laporan keuangan IFRS.

adopsi dari IAS 1 dan IAS 8.

9

PSAK 15

DSAK menerbitkan amandemen 

Tidak berdampak pada 

Tidak berdampak pada 

standar akuntansi tersebut sebagai 

laporan keuangan SAK.

laporan keuangan IFRS.

adopsi dari IAS 28.

10

PSAK 71, PSAK 

DSAK menerbitkan amandemen 

Tidak berdampak pada 

Tidak berdampak pada 

55 dan PSAK 

standar akuntansi tersebut sebagai 

laporan keuangan SAK.

laporan keuangan IFRS.

60

adopsi dari IFRS 9, IAS 39, dan 

IFRS 7.

11

ISAK 36

DSAK menerbitkan interpretasi 

Tidak berdampak pada 

Tidak berdampak pada 

standar akuntansi tersebut sejalan 

laporan keuangan SAK.

laporan keuangan IFRS.

berlakunya PSAK 73 terutama 

dampak perlakuan akuntansi hak 

atas tanah yang bersifat sekunder 

di Indonesia.

Penjelasan mengenai perubahan kebijakan akuntansi pada laporan keuangan Telkom untuk tahun berjalan diungkapkan 

di  Catatan  2  Ikhtisar  Kebijakan  Akuntansi  yang  Signifikan  pada  Laporan  Keuangan  Konsolidasian  TelkomGroup  

Tahun 2020.

155

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANTATA KELOLA
PERUSAHAAN

158

164

165

166

176

192

199

Prinsip dan Landasan Tata Kelola

Struktur Tata Kelola Perusahaan

Penilaian Tata Kelola Perusahaan

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)

Dewan Komisaris

Komite Audit

Komite Nominasi dan Remunerasi

204 Komite Evaluasi dan Monitoring Perencanaan dan Risiko

208 Direksi

222

Sekretaris Perusahaan

226 Unit Audit Internal

230 Sistem Pengendalian Internal

232

239

242

Sistem Manajemen Risiko

Sistem Pelaporan Pelanggaran (Whistleblowing System)

Kebijakan Pelaporan Kepemilikan Saham Direksi dan 
Dewan Komisaris

242

Program Kepemilikan Saham Karyawan Telkom

243

Perkara Penting yang Dihadapi

244

Informasi tentang Sanksi Administratif

244 Akses Informasi dan Data Perusahaan kepada Publik

246

248

Kode Etik Perusahaan

Budaya Perusahaan

PRINSIP DAN LANDASAN
TATA KELOLA

Secara  konsisten,  Telkom  berupaya  untuk  menerapkan 

8.  Peraturan OJK No. 29/POJK.04/2016 tentang Laporan 

prinsip-prinsip  Tata  Kelola  Perusahaan  yang  Baik 

Tahunan Emiten atau Perusahaan Publik;

(Good  Corporate  Governance/GCG)  untuk  memenuhi  

9.  Peraturan OJK No. 21/POJK.04/2015 tentang Penerapan 

tujuan berikut:

Pedoman Tata Kelola Perusahaan Terbuka;

1.  Mendukung  Purpose  Telkom  yaitu 

“Mewujudkan 

10. Surat  Edaran  OJK  No.  32/SEOJK.04/2015  tentang 

bangsa  yang  lebih  sejahtera  dan  berdaya  saing  serta 

Pedoman Tata Kelola Perusahaan Terbuka;

memberikan  nilai  tambah  yang  terbaik  bagi  para 

11.  Surat  Edaran  OJK  No.  30/SEOJK.04/2016  tentang 

pemangku kepentingan. 

Bentuk  dan 

Isi  Laporan  Tahunan  Emiten  atau 

2.  Mendukung  visi  Telkom  yaitu  “Menjadi  Digital  Telco 

Perusahaan Publik.

Pilihan Utama untuk Memajukan Masyarakat.”

3.  Mendukung  misi  Telkom, 

yaitu  mempercepat 

Selain itu, Telkom membangun landasan yang kuat dalam 

pembangunan Infrastruktur dan platform digital cerdas 

penerapan GCG tidak hanya bagi Perusahaan Induk, tetapi 

yang berkelanjutan, ekonomis, dan dapat diakses oleh 

juga  pada  Entitas  Anak.  Hal  tersebut  tertuang  dalam 

seluruh  masyarakat;  mengembangkan  talenta  digital 

Surat  Keputusan  Direksi  tentang  Pedoman  GCG  Group 

unggulan  yang  membantu  mendorong  kemampuan 

No.  602/2011  sebagai  panduan  bagi  Telkom  dan  Anak 

digital  dan 

tingkat  adopsi  digital  bangsa;  dan 

Perusahaan  beroperasi  dan  bertransaksi  sesuai  etika  dan 

mengorkestrasi  ekosistem  digital  untuk  memberikan 

prinsip GCG.

pengalaman digital pelanggan terbaik.

4.  Memberikan  nilai  tambah  dan  manfaat  bagi  para 

Pemegang Saham dan para pemangku kepentingan.

5.  Mempertahankan  dan  meningkatkan  kelangsungan 

IMPLEMENTASI  PRINSIP-PRINSIP  DASAR 
GCG

usaha yang sehat dan kompetitif dalam jangka panjang.

Dalam menjalankan proses bisnisnya, Telkom menerapkan 

6.  Meningkatkan kepercayaan para Pemegang Saham dan 

5 (lima) prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik yaitu: 

Stakeholder kepada Telkom.

1. Prinsip Transparansi (Transparency)

Telkom  senantiasa  berkomitmen  menerapkan  Tata  Kelola 

a.  Publikasi  laporan  keuangan  dan  laporan  tahunan 
serta informasi material lainnya sebagai sarana bagi 

Perusahaan  dengan  mengacu  kepada  berbagai  regulasi 

investor untuk mengakses informasi penting dengan 

yang 

relevan.  Peraturan  perundang-undangan  yang 

mudah dan transparan.

dijadikan  dijadikan  rujukan  penyusunan  kebijakan  Tata 

b.  Akses  informasi  berbentuk  website  Perusahaan, 

Kelola Perusahaan yang Baik di Telkom, antara lain:

media  cetak,  dan  press  release,  pertemuan  tatap 

1.  Undang-Undang  No.  40 

tahun  2007 

tentang 

muka  dengan  para  investor,  public  expose,  dan 

Perusahaan Terbatas;

press gathering.

2.  Undang-Undang No. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal;

3.  Peraturan  Otoritas  Jasa  Keuangan  (OJK)  No.  33/

2. Prinsip Akuntabilitas (Accountability)

POJK.04/2014  tentang  Direksi  dan  Komisaris  Emiten 

a.  Tersedianya  Piagam 

(Charter),  panduan,  atau 

atau Perusahaan Publik;

manual yang memuat kejelasan fungsi, pelaksanaan, 

4.  Peraturan  OJK  No.  34/POJK.04/2014 

tentang 
Komite  Nominasi  dan  Remunerasi  Emiten  atau  

dan  pertanggungjawaban  Pemegang  Saham, 
Dewan  Komisaris,  Direksi,  Komite-Komite,  dan  

Perusahaan Publik;

Sekretaris Perusahaan.

5.  Peraturan  OJK  No.  55/POJK.04/2015 

tentang 

b.  Melaksanakan 

mekanisme 

check 

and 

Pembentukan  dan  Pedoman  Pelaksanaan  Kerja  

balances 

kewenangan 

dan 

peran 

dalam  

Komite Audit;

pengelolaan Perusahaan. 

6.  Peraturan  OJK  No.  60/POJK.04/2015 

tentang 

c. Memiliki Key Performance Indicator (KPI) dan target 

Keterbukaan Informasi Pemegang Saham Tertentu;

operasional dengan jelas.

7.  Peraturan OJK No. 8/POJK.04/2015 tentang Situs Web 

Emiten atau Perusahaan Publik;

158

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOM3. Prinsip Tanggung Jawab (Responsibility)

a.  Mematuhi Undang-Undang dan/atau peraturan perpajakan, persaingan yang sehat, hubungan industrial, kesehatan 

dan keselamatan kerja, standar penggajian, dan peraturan terkait lainnya.

b.  Memiliki mekanisme dan prosedur yang mengatur dan mengevaluasi kepatuhan terhadap ketentuan dan peraturan 

perundang-undangan yang berlaku, serta menerapkan prinsip-prinsip korporasi yang sehat.

c.  Memiliki  fungsi  VP  Legal  and  Compliance  yang  bertugas  untuk  memastikan  pemenuhan  seluruh  ketentuan 

peraturan dan perundangan.

4. Prinsip Independensi (Independency)

a.  Menjalankan profesionalisme di dalam Perusahaan tanpa benturan kepentingan dan bebas dari pengaruh tekanan 

pihak lain yang tidak sesuai dengan regulasi serta bertentangan dengan prinsip korporasi yang sehat.

b.  Mencantumkan  aturan-aturan/wewenang  pengambilan  keputusan  korporasi  dalam  Board  Charter  maupun 

Anggaran Dasar Perusahaan yang menekankan pada independensi.

c.  Memiliki kebijakan tambahan dalam Pedoman Tata Kelola Perusahaan yang berorientasi pada prinsip independensi, 

seperti kebijakan transaksi benturan kepentingan, larangan donasi partai politik, dan larangan hubungan afiliasi.

5. Prinsip Kesetaraan dan Kewajaran (Fairness)

a.  Menerapkan  prinsip  kesetaraan  dan  kewajaran  dalam  memenuhi  hak-hak  pemangku  kepentingan  yang  timbul 

berdasarkan perjanjian dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

b.  Menghormati hak Pemegang Saham minoritas.

c.  Melarang Insider Trading.

d.  Menerapkan manajemen kinerja berdasarkan Balanced Scorecard.

e.  Melakukan lelang terbuka dalam pengadaan barang/jasa dan mengimplementasikan e-procurement.

IMPLEMENTASI PRINSIP-PRINSIP PENGELOLAAN GCG – OJK

Telkom telah menerapkan 8 (delapan) prinsip pengelolaan Perusahaan sesuai Pedoman Tata Kelola Perusahaan Terbuka 

dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sebagai berikut.

Prinsip

Rekomendasi

Implementasi

Status

Prinsip 1

Meningkatkan Nilai 
Penyelenggaraan 
Rapat Umum 
Pemegang Saham 
(RUPS).

1.

suara 

atau  prosedur 

teknis 
Cara 
(voting) 
pengumpulan 
baik  secara 
terbuka  maupun 
tertutup  yang  mengedepankan 
independensi  dan  kepentingan 
Pemegang Saham.

Perseroan  telah  memiliki  prosedur 
teknis  pengumpulan 
suara  yang 
terdapat  dalam  tata  tertib  Rapat 
Umum Pemegang Saham.

Comply

2. Anggota  Direksi  dan  Dewan 
Komisaris  hadir  dalam  RUPS 
Tahunan.

Seluruh  Direksi  dan  Dewan  Komisaris 
hadir dalam RUPS.

Comply

3. Ringkasan  risalah  RUPS  tersedia 
dalam  situs  web  paling  sedikit  1 
(satu) tahun.

Telkom  menyediakan 
Ringkasan 
Risalah RUPS dalam website Perseroan 
dalam bagian Investor Relation.

Comply

Prinsip 2

Meningkatkan 
Kualitas Komunikasi 
Perusahaan Terbuka 
dengan Pemegang 
Saham atau Investor.

1. Memiliki  kebijakan  komunikasi 
dengan 

Perusahaan 
pemegang saham atau investor.

Terbuka 

Telkom memiliki kebijakan komunikasi 
kepada  investor  melalui  Non  Deal 
Roadshow,  One  on  One  Meeting, 
Expose, 
Earnings 
Conference, dan Investor Summit.

Public 

Call, 

2. Mengungkapkan 

kebijakan 
komunikasi  Perusahaan  Terbuka 
dalam situs web.

Telkom telah menyediakan bahan dari 
setiap  Earnings  Call,  Conference  dan 
materi  presentasi  dengan  investor  di 
website Perseroan untuk memberikan 
kesetaraan  pada  pemegang  saham 
atau 
atas  pelaksanaan 
komunikasi dengan Perseroan. 

investor 

Comply

Comply

159

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANPrinsip

Rekomendasi

Implementasi

Status

Prinsip 3

Memperkuat 
Keanggotaan dan 
Komposisi Dewan 
Komisaris.

1.

Penentuan jumlah anggota Dewan 
Komisaris  mempertimbangkan 
kondisi Perusahaan.

Prinsip 4

Meningkatkan 
Kualitas Pelaksanaan 
Tugas dan Tanggung 
Jawab Dewan 
Komisaris.

2. Penentuan  Komposisi  anggota 
Dewan Komisaris memperhatikan 
keberagaman 
keahlian, 
pengetahuan,  dan  pengalaman 
yang dibutuhkan.

1. Dewan  Komisaris  mempunyai 
kebijakan  penilaian  sendiri  untuk 
menilai kinerja Dewan Komisaris.

2. Kebijakan 

penilaian 
diungkapkan  dalam 
Tahunan.

sendiri 
Laporan 

3. Dewan  Komisaris  mempunyai 
kebijakan 
diri 
apabila  terlibat  dalam  kejahatan 
keuangan.

pengunduran 

Comply

Comply

Comply

Comply

Comply

Telkom  telah  memenuhi  ketentuan 
yang  berlaku  bagi  Perseroan  sebagai 
sebagaimana 
Perusahaan  Terbuka 
ditentukan  dalam  Pasal  20  Peraturan 
OJK  No.  33/POJK.04/2014  yaitu 
jumlah  anggota  Dewan  Komisaris 
lebih dari 2 (dua) orang. 

Berdasarkan  kebijakan  Pemegang 
Saham,  Dewan  Komisaris  telah  dipilih 
dengan memperhatikan keberagaman 
keahlian,  pengetahuan,  pengalaman 
serta kondisi, dan kompleksitas bisnis 
Telkom.

Berdasarkan Peraturan Bersama Dewan 
Komisaris  dan  Direksi  PD.620.00/r.00/
HK200/COP-M4000000/2020  terdapat 
kebijakan  untuk  menilai  kinerja  Dewan 
Komisaris  Perseroan  dilakukan  oleh 
Pemegang  Saham  Seri  A  Dwiwarna 
melalui  mekanisme  Rapat  Umum 
Pemegang Saham.

Berdasarkan Peraturan Bersama Dewan 
Komisaris  dan  Direksi  PD.620.00/r.00/
HK200/COP-M4000000/2020  terdapat 
kebijakan  untuk  penilaian 
sendiri 
(self  assessment)  yang  diungkapkan 
diungkapkan dalam Laporan Tahunan.

Anggaran 

Dasar 
Berdasarkan 
jo.  Peraturan  OJK  No. 
Telkom, 
setiap  Dewan 
33/POJK.04/2014 
tidak  memenuhi 
Komisaris  yang 
syarat untuk menjadi Anggota Dewan 
Komisaris  yang  disebutkan  dalam 
Anggaran  Dasar  dan  Peraturan  OJK 
No.  33/POJK.04/2014  termasuk  di 
dalamnya  adalah  terlibat  kejahatan 
keuangan  maka  jabatannya  sebagai 
Dewan  Komisaris  akan  batal  demi 
hukum.

Dalam  hal  Anggota  Dewan  Komisaris 
tersebut  mengundurkan  diri  maka 
akan  diputuskan  melalui  mekanisme 
RUPS.

160

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMPrinsip

Rekomendasi

Implementasi

4. Dewan  Komisaris  atau  KNR 
menyusun 
suksesi 
dalam  Proses  Nominasi  Anggota 
Direksi.

kebijakan 

Komite  Nominasi  dan  Remunerasi 
dalam  Charter  Komite  Nominasi  dan 
Remunerasi  menyebutkan  salah  satu 
tugasnya  adalah  untuk  memberikan 
rekomendasi kepada Dewan Komisaris 
untuk disampaikan kepada Pemegang 
Saham  Seri  A  Dwiwarna  mengenai 
salah  satunya  adalah  Perencanaan 
Suksesi Anggota Direksi.

Status

Comply

Selain  itu  sebagai  BUMN  kebijakan 
suksesi  Direksi  mengacu 
pada 
Peraturan Menteri BUMN No. PER-03/
MBU/02/2015  tentang  persyaratan, 
dan 
tata 
pemberhentian 
Direksi 
BUMN.

pengangkatan, 
anggota 

cara 

Prinsip 5

Memperkuat 
Keanggotaan dan 
Komposisi Direksi.

1.

Penentuan jumlah anggota Direksi 
kondisi 
mempertimbangkan 
Perusahaan 
efektivitas 
serta 
dalam pengambilan keputusan.

2. Penentuan  komposisi  anggota 
memperhatikan 
Direksi 
keberagaman 
keahlian, 
pengetahuan,  dan  pengalaman 
yang dibutuhkan.

3. Anggota Direksi yang membawahi 
bidang  akuntansi  atau  keuangan 
memiliki 
dan/atau 
keahlian 
pengetahuan di bidang akuntansi.

Comply

Comply

Comply

Penentuan  jumlah  Direksi  Perseroan 
mengacu pada ketentuan perundang-
undangan  yang  berlaku  dimana 
berdasarkan  Pasal  2  ayat  (1)  dan 
ayat  (2)  Peraturan  OJK  No.  33/
POJK.04/2014 
Direksi 
dan  Dewan  Komisaris  Emiten  atau 
Perusahaan  Publik,  paling  kurang 
terdiri  dari  2  (dua)  orang  anggota 
Direksi,  yang  1  (satu)  di  antaranya 
diangkat menjadi Direktur Utama.

tentang 

Berdasarkan  kebijakan  Pemegang 
Saham, Direksi Perseroan telah dipilih 
dengan memperhatikan keberagaman 
keahlian,  pengetahuan,  pengalaman 
serta kondisi, dan kompleksitas bisnis 
Perseroan.

Direksi  yang  membawahi  bidang 
akuntansi  atau  keuangan  dalam 
Perseroan  adalah  Direktur  Keuangan 
yang  memiliki  pengetahuan  dan 
pengalaman  yang  cukup  di  bidang 
akuntansi dan keuangan sebagaimana 
dapat  dilihat  dalam  riwayat  jabatan 
dan  pendidikan  Direksi  pada  bagian 
Profil Direksi.

161

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANPrinsip

Rekomendasi

Implementasi

Status

Prinsip 6

Meningkatkan 
Pelaksanaan Tugas 
dan Tanggung Jawab 
Direksi.

1. Direksi  mempunyai 

kebijakan 
penilaian  sendiri  untuk  menilai 
kinerja Direksi.

2. Kebijakan 

penilaian 
diungkapkan  dalam 
Tahunan.

sendiri 
Laporan 

3. Direksi  mempunyai 

kebijakan 
pengunduran  diri  apabila  terlibat 
kejahatan keuangan.

Prinsip 7

Meningkatkan 
Aspek Tata Kelola 
Perusahaan Melalui 
Partisipasi Pemangku 
Kepentingan.

1. Memiliki 

mencegah 
Trading.

kebijakan 
terjadinya 

untuk 
Insider 

2. Memiliki  kebijakan  anti  korupsi 

dan anti fraud.

3. Memiliki kebijakan tentang seleksi 
dan  peningkatan  kemampuan 
Pemasok dan Vendor.

4. Memiliki  kebijakan  pemenuhan 

hak-hak Kreditur.

162

Comply

Comply

Comply

telah  memiliki  kebijakan 
Direksi 
penilaian  sendiri  yang 
tercantum 
dalam bagian Penilaian Kinerja Dewan 
Komisaris dan Direksi. 

penilaian 

Hasil 
sendiri  Direksi 
diungkapkan  dalam  Laporan  Tahunan 
Perseroan  dalam  bagian  Tata  Kelola 
Perusahaan.

setiap 

Anggaran 

Berdasarkan 
Dasar 
Telkom  jo.  Peraturan  OJK  No.  33/
POJK.04/2014, 
anggota 
Direksi  yang  tidak  memenuhi  syarat 
untuk  menjadi  anggota  Direksi  yang 
disebutkan dalam Anggaran Dasar dan 
Peraturan  OJK  No.  33/POJK.04/2014 
termasuk  di  dalamnya  adalah  tidak 
terlibat  kejahatan  keuangan  maka 
jabatannya sebagai Direksi akan batal 
demi hukum.

Dalam  hal  anggota  Direksi  tersebut 
mengundurkan  diri  maka 
akan 
diputuskan melalui mekanisme RUPS.

Berdasarkan  pada  Peraturan  Direktur 
Human  Capital  Management  No.  PR 
209.05/r.01/HK250/COP-A4000000/ 
2020 
tentang  Disiplin  Karyawan 
kebijakan  untuk  mencegah  terjadinya 
Insider  Trading  terdapat  dalam  Pasal 
7  mengenai  Pelanggaran  Berat  yang 
salah satunya adalah penyalahgunaan 
wewenang atau jabatan.

Telkom  selalu  berkomitmen  untuk 
terjadinya  korupsi  di 
mencegah 
lingkungan  Perusahaan.  Hal 
ini 
diwujudkan  melalui  adanya  pakta 
integritas  yang  diisi  oleh  seluruh 
karyawan Telkom dan adanya website 
tersendiri  sebagai  portal  integritas 
seluruh 
yaitu 
myintegrity.telkom.co.id.

karyawan  Telkom 

yang 

Telkom  melakukan  seleksi  Vendor 
dan  Pemasok  berdasarkan  kebijakan 
procurement  yang  ada  di  internal 
Telkom 
dikelola  melalui 
Departemen  Share  Service  Operation 
Procurement 
dilaksanakan 
yang 
dengan berpedoman kepada Peraturan 
Direktur Keuangan No.PR.301.08/r.03/
COP-A00110000/2020 
tentang 
Pedoman Pelaksanaan Pengadaan.

Telkom  memiliki  kebijakan  untuk 
memenuhi  hak-hak  dari  Kreditur 
Telkom  melalui  Corporate  Finance 
Unit  yang  mengatur  dan  mengelola 
pembayaran hak-hak Kreditur Telkom.

Comply

Comply

Comply

Comply

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMStatus

Comply

Comply

Prinsip

Rekomendasi

Implementasi

5. Memiliki 

kebijakan 

sistem 

Whistleblowing.

6. Memiliki  kebijakan  pemberian 
insentif  jangka  panjang  Direksi 
dan Karyawan.

08/KEP/DK/2016 

Melalui  Keputusan  Dewan  Komisaris 
No. 
tanggal 
8  Juni  2016 
tentang  Kebijakan 
Prosedur  Penanganan  Pengaduan 
(Whistleblower) PT Telkom Indonesia, 
Tbk  dan  Entitas  Anak  terkonsolidasi 
yang  kemudian  diratifikasi  dengan 
Peraturan  Direksi  No.  PD.618.00/r.00/
HK200/COP-C0000000/2016  tanggal 
21  Desember  2016,  Telkom  menjamin 
dan memastikan adanya perlindungan 
kerahasiaan  pelapor,  baik  karyawan 
maupun 
yang 
menyampaikan  keluhan  atau  laporan 
dugaan tindak pelanggaran. 

ketiga 

pihak 

oleh 

Direksi, 

Pedoman 

insentif  yang 
Dalam  menentukan 
didapat 
Telkom 
berpedoman kepada Peraturan Menteri 
BUMN  No.  PER-01/MBU/05/2019 
Penetapan 
tentang 
Penghasilan Direksi, Dewan Komisaris, 
dan  Dewan  Pengawas  Badan  Usaha 
Milik  Negara  beserta  perubahannya, 
sedangkan untuk Karyawan mengenai 
insentif  ini  terdapat  dalam  Perjanjian 
Kerja  Bersama  Bab  VI  mengenai 
Kompensasi  dan  Benefit.  Selain  itu 
Telkom 
insentif 
juga  memberikan 
jangka  panjang  berupa  Employee 
Stock  Option  Plan  (ESOP)  yang 
terakhir dilakukan pada tahun 2013.

Prinsip 8

Meningkatkan 
Keterbukaan 
Informasi.

1. Memanfaatkan 

penggunaan 
teknologi  informasi  secara  lebih 
luas  selain  situs  web  sebagai 
media keterbukaan informasi.

Comply

Telkom juga aktif dalam berbagai sosial 
media  sebagai  media  keterbukaan 
informasi  dan  promosi  produk. 
juga  menggunakan 
Selain 
itu  kita 
sistem  mailing 
list  sebagai  media 
keterbukaan informasi dan komunikasi 
kepada investor.

2.

Laporan  Tahunan  Perusahaan 
Terbuka  mengungkapkan  pemilik 
manfaat  akhir  dalam  kepemilikan 
saham  Perusahaan,  paling  sedikit 
5%  selain  Pemegang  Saham 
Utama dan Pengendali.

Telkom mengungkapkan siapa pemilik 
manfaat  akhir  dalam  kepemilikan 
dengan 
saham 
Perusahaan 
kepemilikan  5%  atau 
lebih  dalam 
Laporan  Tahunan  Telkom  di  bagian 
Komposisi Kepemilikan Saham. 

Comply

163

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANSTRUKTUR TATA KELOLA
PERUSAHAAN

Sesuai dengan ketentuan di Pasar Modal dan Undang-Undang Republik Indonesia No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan 

Terbatas, Telkom memiliki Tata Kelola yang terdiri dari:

1.  Organ Utama, yaitu terdiri dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Dewan Komisaris, dan Direksi.

2.  Organ Pendukung, yang terdiri dari Komite Audit, Komite Nominasi dan Remunerasi, Komite Evaluasi dan Monitoring 

Perencanaan dan Risiko, Sekretaris Perusahaan, dan Internal Auditor.

Diagram berikut ini menjelaskan struktur Tata Kelola Telkom.

ORGAN UTAMA

DIREKSI

RAPAT UMUM PEMEGANG 

SAHAM (RUPS)

DEWAN KOMISARIS

SEKRETARIS PERUSAHAAN

KOMITE AUDIT

ORGAN PENDUKUNG

INTERNAL AUDITOR

KOMITE NOMINASI DAN 

REMUNERASI

KOMITE EVALUASI DAN MONITORING 

PERENCANAAN DAN RISIKO

164

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMPENILAIAN  TATA KELOLA
PERUSAHAAN

Penerapan  Tata  Kelola  Perusahaan  yang  Baik  merupakan  wujud  komitmen  Telkom  untuk  meningkatkan  keberhasilan 

usaha dan akuntabilitas. Dalam jangka panjang diharapkan Tata Kelola Perusahaan yang Baik dapat meningkatkan nilai 

Perusahaan dan menciptakan citra Perusahaan yang unggul. Guna mengukur implementasi dalam penerapan Tata Kelola 

Perusahaan yang Baik di lingkungan Telkom, kami melakukan penilaian yang dilaksanakan oleh pihak eksternal.

Pada tahun 2020, terdapat penilaian dari pihak eksternal, yakni Indonesian Institute of Corporate Directorship (IICD). IICD 

telah melakukan penilaian Corporate Governance terhadap ratusan emiten sejak tahun 2005, dengan metode Corporate 

Governance Scorecard yang dikembangkan oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), 

yang  merupakan  prinsip  Corporate  Governance  berstandar  internasional  dan  sudah  diimplementasikan  secara  global 

dan regional ASEAN, termasuk Indonesia. Tahun 2020 IICD melakukan penilaian terhadap ratusan emiten dengan market 

kapitalisasi terbesar yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dimana emiten-emiten dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu 100 

emiten dengan market kapitalisasi terbesar (BigCap) dan 100 emiten dengan market kapitalisasi menengah (MidCap). 

Penilaian tersebut menggunakan metodologi ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) dengan instrumen yang 

dipergunakan meliputi:

1.  Hak-hak Pemegang Saham;

2.  Perlakuan setara terhadap Pemegang Saham;

3.  Peran pemangku kepentingan; 

4.  Pengungkapan dan transparansi; dan

5.  Tanggung jawab Dewan Komisaris.

Berdasarkan  hasil  penelitian  tersebut  Telkom  meraih  “The  Best  State  Owned  Enterprise”  untuk  kategori 

BigCap.  Telkom  dianggap  sebagai  BUMN  yang  dinilai  telah  melakukan  penerapan  Good  Corporate  Governance 

dengan  baik,  transparan,  dan  bisa  menjelaskan  serta  memberikan  pertanggungjawaban  kepada  publik  terkait  

keputusan-keputusan publik.

Selain  itu,  pada  tahun  2021  Telkom  mampu  meraih  1st  The  Best  Indonesia  GCG  Award  2021  pada  kategori  Public 
Company Telecommunication dalam event Indonesia GCG Award VI 2021 (IGCGA-VI-2021). Event ini merupakan inisiasi 
dari Economic Review dan Indonesia-Asia Institute sebagai bentuk penghargaan kepada Perusahaan yang telah mampu 

mengimplementasikan  Tata  Kelola  Perusahaan  dengan  Baik.  Penyaringan  awal  dilakukan  dengan  penilaian  terhadap 

sekitar  1.000  Perusahaan  Publik  Tbk  dan  non  Tbk  selanjutnya  dikategorikan  menjadi  46  sub  sektor  industri  serta 

kepemilikan dan asetnya.

Metodologi  yang  digunakan  dalam  assessment  GCG  kedua  event  tersebut  ialah  dengan  mengulas  informasi  yang 

tersedia di publik dan dapat diakses oleh masyarakat umum. Informasi tersebut mencakup informasi yang dimuat dalam 

Laporan  Tahunan,  website,  anggaran  dasar,  pengumuman,  dan  informasi  publik  lain  yang  relevan  yang  dibuat  oleh 

Telkom. Apresiasi dari lembaga nasional tersebut menunjukkan konsistensi Telkom dalam penerapan GCG.

165

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANRAPAT UMUM PEMEGANG
SAHAM (RUPS)

Organ Tata Kelola tertinggi Telkom yaitu Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). RUPS merupakan sarana bagi para 

Pemegang  Saham  dalam  membuat  keputusan  penting  dan  strategis.  Sesuai  dengan  Anggaran  Dasar  Telkom  dan 

peraturan  perundang-undangan,  RUPS  Tahunan  (RUPST)  diselenggarakan  1  (satu)  kali  setiap  tahun  dengan  agenda 

pembahasan rutin sebagai berikut:

1.  Persetujuan atas Laporan Tahunan Perseroan, termasuk Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris.

2.  Pengesahan atas Laporan Keuangan Perseroan dan Laporan Tahunan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan, serta 

Pembebasan Tanggung Jawab anggota Direksi dan Dewan Komisaris.

3.  Penetapan Penggunaan Laba Bersih Perseroan, termasuk pembagian dividen pada Tahun Buku.

4.  Penetapan Remunerasi bagi anggota Direksi dan Dewan Komisaris.

5.  Penunjukan  Kantor  Akuntan  Publik  untuk  memeriksa  Laporan  Keuangan  Perseroan  termasuk  Audit  Pengendalian 

Internal atas Pelaporan Keuangan dan Penunjukan Kantor Akuntan Publik yang akan memeriksa Laporan Keuangan 

Program Kemitraan dan Bina Lingkungan.

6.  Agenda  lainnya  yang  diajukan  oleh  satu  atau  lebih  Pemegang  Saham  yang  mewakili  1/20  atau  lebih  dari  seluruh 

saham yang memiliki hak suara.

KEPUTUSAN RUPST TAHUN BUKU 2018

Selain itu, Telkom telah melaksanakan RUPST tanggal 24 Mei 2019 untuk kinerja Tahun Buku 2018 dengan rincian agenda 

dan realisasi keputusan RUPST Tahun Buku 2018 sebagai berikut.

Agenda

Keputusan RUPST

Realisasi Keputusan RUPST

Keputusan langsung berlaku.

Keputusan langsung berlaku.

1.

2.

Menyetujui Laporan Tahunan termasuk Laporan Tugas Pengawasan Dewan 
Komisaris Perseroan Tahun Buku 2018 sepanjang bukan merupakan tindak 
pidana dan tercermin dalam buku-buku laporan Perseroan.

1. Mengesahkan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan Tahun Buku 
2018 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Purwantono, 
Sungkoro & Surja (a member firm of Ernst and Young Global Limited) 
laporannya  Nomor  00910/2.1032/AU.1/06/0691-
sesuai  dengan 
2/1/IV/2019  tanggal  29  April  2019  dengan  opini  laporan  keuangan 
konsolidasian menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, 
dan  sepanjang  bukan  merupakan  tindak  pidana  dan  tercermin  dalam 
buku-buku laporan Perseroan;

2. Menyetujui dan mengesahkan Laporan Tahunan Program Kemitraan dan 
Bina Lingkungan Perseroan Tahun Buku 2018, dan Laporan Keuangan 
Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Perseroan Tahun Buku 2018 
yang  disusun  berdasarkan  peraturan  Menteri  BUMN  yang  merupakan 
basis  akuntansi  komprehensif  selain  prinsip  akuntansi  yang  berlaku 
umum  di  Indonesia  dan  telah  diaudit  KAP  Purwantono,  Sungkoro  & 
Surja (a member firm of Ernst and Young Global Limited) sesuai dengan 
laporannya  Nomor  00046/2.1032/AU.2/11/0687-2/2/1/I/2019  tanggal 
24  Januari  2019  dengan  opini  laporan  keuangan  menyajikan  secara 
wajar, dalam semua hal yang material, dan sepanjang bukan merupakan 
tindak pidana dan tercermin dalam buku-buku laporan Perseroan;

3. Memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya 
(volledig  acquit  et  de  charge)  kepada  segenap  anggota  Direksi  dan 
Dewan Komisaris Perseroan atas tindakan pengurusan dan pengawasan 
yang  telah  dijalankan  selama  Tahun  Buku  2018  sepanjang  tindakan 
tersebut  bukan  merupakan  tindak  pidana  dan  tercermin  dalam  buku-
buku laporan Perseroan.

166

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMAgenda

3.

Keputusan RUPST

Realisasi Keputusan RUPST

1. Menyetujui dan menetapkan penggunaan laba bersih Perseroan Tahun 
Buku 2018 yang seluruhnya berjumlah Rp18.031.796.084.638,- (delapan 
belas  triliun  tiga  puluh  satu  miliar  tujuh  ratus  sembilan  puluh  enam 
juta delapan puluh empat ribu enam ratus tiga puluh delapan Rupiah) 
diperuntukkan sebagai berikut:

•  Pembagian 

dividen 
dilaksanakan  pada  tanggal 
27 Juni 2019.

•  Keputusan  mengenai  laba 
ditahan langsung berlaku.

a. Dividen  Tunai  sebesar  60%  dari  laba  bersih  atau  sejumlah 
Rp10.819.079.985.969,-  (sepuluh  triliun  delapan  ratus  sembilan 
belas miliar tujuh puluh sembilan juta sembilan ratus delapan puluh 
lima ribu sembilan ratus enam puluh sembilan Rupiah) atau sebesar 
Rp109,2150,-  (seratus  sembilan  koma  dua  satu  lima  nol  Rupiah) 
per saham, berdasarkan jumlah saham yang telah dikeluarkan per 
tanggal  Rapat,  yaitu  sebanyak  99.062.216.600  (sembilan  puluh 
sembilan  miliar  enam  puluh  dua  juta  dua  ratus  enam  belas  ribu 
enam ratus) saham;

b. Dividen  spesial  sebesar  30%  dari  laba  bersih  atau  sejumlah 
Rp5.409.539.992.984,50,- (lima triliun empat ratus sembilan miliar 
lima ratus tiga puluh sembilan juta sembilan ratus sembilan puluh 
dua ribu sembilan ratus delapan puluh empat koma lima nol Rupiah) 
atau sebesar Rp54,6075 (lima puluh empat koma enam nol tujuh 
lima  Rupiah)  per  saham  berdasarkan  jumlah  saham  yang  telah 
dikeluarkan  per  tanggal  Rapat,  yaitu  sebanyak  99.062.216.600 
(sembilan  puluh  sembilan  miliar  enam  puluh  dua  juta  dua  ratus 
enam belas ribu enam ratus) saham;

c. Dibukukan sebagai Laba Ditahan sebesar 10% dari laba bersih atau 
sejumlah  Rp1.803.176.105.684,50  (satu  triliun  delapan  ratus  tiga 
miliar seratus tujuh puluh enam juta serratus lima ribu enam ratus 
delapan puluh empat koma lima nol Rupiah) yang akan digunakan 
untuk membiayai pengembangan usaha Perseroan.

2. Pembagian  Dividen  Tunai  dan  Dividen  Spesial  Tahun  Buku  2018 

dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut:

a. Yang berhak menerima Dividen Tunai dan Dividen Spesial adalah 
para  Pemegang  Saham  yang  namanya  tercatat  dalam  Daftar 
Pemegang  Saham  Perseroan  per  tanggal  13  Juni  2019  sampai 
dengan pukul 16.15 WIB;

b. Dividen Tunai dan Dividen Spesial akan dibayarkan secara sekaligus 

selambat-lambatnya pada tanggal 27 Juni 2019.

3. Memberikan wewenang dan kuasa kepada Direksi dengan hak substitusi 
untuk mengatur lebih lanjut tata cara pembagian dividen tersebut dan 
mengumumkannya  dengan  memperhatikan  peraturan  yang  berlaku 
pada bursa efek di tempat saham Perseroan dicatatkan.

1. Memberikan  wewenang  dan  kuasa  kepada  Pemegang  Saham  Seri  A 
Dwiwarna untuk menetapkan besarnya tantiem untuk Tahun Buku 2018 
serta menetapkan honorarium, tunjangan, fasilitas dan insentif lainnya 
bagi anggota Dewan Komisaris untuk Tahun 2019;

2. Memberikan  wewenang  dan  kuasa  kepada  Dewan  Komisaris  dengan 
terlebih  dahulu  mendapatkan  persetujuan  tertulis  dari  Pemegang 
Saham  Seri  A  Dwiwarna  untuk  menetapkan  besarnya  tantiem  untuk 
Tahun Buku 2018 serta menetapkan gaji, tunjangan, fasilitas dan insentif 
lainnya bagi anggota Direksi untuk tahun 2019.

1. Menyetujui penunjukan Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & 
Surja (a member firm of Ernst & Young Global Limited) untuk melakukan 
jasa Integrated Audit atas Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan 
termasuk  Audit  Pengendalian  Internal  atas  Pelaporan  Keuangan  dan 
audit  Laporan  Keuangan  Program  Kemitraan  dan  Bina  Lingkungan 
untuk Tahun Buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019;

2. Memberikan  pelimpahan  kewenangan  kepada  Dewan  Komisaris 
Perseroan untuk menetapkan besaran imbalan jasa audit, penambahan 
ruang lingkup pekerjaan yang diperlukan dan persyaratan lainnya yang 
wajar bagi kantor akuntan publik tersebut;

4.

5.

Telah dilaksanakan.

Persetujuan KAP langsung 
berlaku.

167

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANAgenda

Keputusan RUPST

Realisasi Keputusan RUPST

Keputusan langsung berlaku.

6.

3. Memberikan  wewenang  dan  kuasa  kepada  Dewan  Komisaris  dengan 
terlebih  dahulu  mendapatkan  persetujuan  tertulis  Pemegang  Saham 
Seri A Dwiwarna untuk menetapkan Kantor Akuntan Publik Pengganti 
dalam  hal  Kantor  Akuntan  Publik  Purwantono,  Sungkoro  &  Surja  (a 
member firm of Ernst & Young Global Limited), karena sebab apapun 
tidak  dapat  menyelesaikan  audit  atas  Laporan  Keuangan  Perseroan 
dan  Laporan  Keuangan  Pelaksanaan  Program  Kemitraan  dan  Bina 
Lingkungan (PKBL) Perseroan Tahun Buku 2019.

1. Menyetujui Perubahan Pasal 3 tentang Maksud dan Tujuan serta Kegiatan 
Usaha Perseroan, Pasal 12 ayat 7i huruf b tentang Batasan Kewenangan 
atas  Perbuatan  Direksi  Yang  Harus  Mendapatkan  Persetujuan  Dewan 
Komisaris  Dalam  Hal  Kerja  Sama,  Pasal  12  ayat  7i  huruf  g  tentang 
Batasan Kewenangan atas Perbuatan Direksi Yang Harus Mendapatkan 
Persetujuan Dewan Komisaris Dalam Hal Pengusulan Wakil Perseroan 
Untuk  Menjadi  Calon  Anggota  Direksi  dan  Dewan  Komisaris  Anak 
Perusahaan;

2. Menyetujui untuk menyusun kembali seluruh ketentuan dalam Anggaran 
Dasar  sehubungan  dengan  perubahan  sebagaimana  dimaksud  pada 
butir 1 (satu) keputusan tersebut di atas;

3. Memberikan kuasa dan wewenang kepada Direksi dengan hak substitusi 
untuk  melakukan  segala  tindakan  yang  diperlukan  berkaitan  dengan 
keputusan mata acara Rapat ini, termasuk menyusun dan menyatakan 
kembali  seluruh  Anggaran  Dasar  dalam  suatu  Akta  Notaris  dan 
menyampaikan  kepada  instansi  yang  berwenang  untuk  mendapatkan 
persetujuan  dan/atau  tanda  penerimaan  pemberitahuan  perubahan 
Anggaran Dasar, melakukan segala sesuatu yang dipandang perlu dan 
berguna  untuk  keperluan  tersebut  dengan  tidak  ada  satu  pun  yang 
dikecualikan,  termasuk  untuk  mengadakan  penambahan  dan/atau 
perubahan dalam perubahan Anggaran Dasar tersebut jika hal tersebut 
dipersyaratkan oleh instansi yang berwenang.

7.

A1. Memberhentikan  dengan  hormat  nama-nama  tersebut  di  bawah  ini 

Keputusan langsung berlaku.

sebagai anggota Direksi Perseroan:

1)

Sdr. Alex J. Sinaga

2) Sdr. David Bangun

3) Sdr. Abdus Somad Arief

4) Sdr. Herdy Rosadi Harman

5) Sdr. Dian Rachmawan

sebagai Direktur Utama

sebagai Direktur Digital & 
Strategic Portfolio

sebagai Direktur Wholesale & 
International Service

sebagai Direktur Human Capital 
Management

sebagai Direktur Enterprise & 
Business Service

2. Mengubah  nomenklatur  jabatan  anggota-anggota  Direksi  Perseroan 

sebagai berikut.

No. Semula
1.

Direktur Digital & Strategic 
Portfolio

Menjadi
Direktur Digital Business

2.

-

Direktur Strategic Portfolio

3. Mengangkat nama-nama tersebut di bawah ini sebagai anggota Direksi 

Perseroan:

1)

Sdr. Ririek Adriansyah

sebagai Direktur Utama

2) Sdr. Edwin Aristiawan

3) Sdr. Edi Witjara

sebagai Direktur Wholesale & 
International Service

sebagai Direktur Human Capital 
Management

4) Sdr. Faizal R. Djoemadi

sebagai Direktur Digital Business

5) Sdr. Achmad Sugiarto

6) Sdr. Bogi Witjaksono

sebagai Direktur Strategic 
Portfolio

sebagai Direktur Enterprise & 
Business Service

168

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMAgenda

Keputusan RUPST

Realisasi Keputusan RUPST

4. Masa  jabatan  anggota  Direksi  yang  diangkat  sebagaimana  angka 
3,  sesuai  dengan  ketentuan  Anggaran  Dasar  Perseroan,  dengan 
memperhatikan peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal 
dan  tanpa  mengurangi  hak  RUPS  untuk  memberhentikan  sewaktu-
waktu.

5. Dengan adanya pemberhentian, perubahan nomenklatur jabatan, dan 
pengangkatan anggota Direksi Perseroan sebagaimana dimaksud pada 
angka 1, angka 2, dan angka 3, maka susunan anggota Direksi Perseroan 
menjadi sebagai berikut.

No. Nama

Jabatan

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

Ririek Adriansyah

Direktur Utama

Harry Mozarta Zen

Direktur Keuangan

Siti Choiriana

Direktur Consumer Service

Bogi Witjaksono

Direktur Enterprise & Business 
Service

Zulhelfi Abidin

Direktur Network & IT Solution

Edwin Aristiawan

Edi Witjara

Direktur Wholesale & 
International Service

Direktur Human Capital 
Management

Faizal R. Djoemadi

Direktur Digital Business

Achmad Sugiarto

Direktur Strategic Portfolio

6. Anggota-anggota  Direksi  yang  diangkat  sebagaimana  dimaksud 
pada  angka  3  yang  masih  menjabat  pada  jabatan  lain  yang  dilarang 
oleh peraturan perundang-undangan untuk dirangkap dengan jabatan 
anggota  Direksi  Badan  Usaha  Milik  Negara,  maka  yang  bersangkutan 
harus mengundurkan diri atau diberhentikan dari jabatannya tersebut.

7. Memberikan  kuasa  dan  wewenang  kepada  Direksi  Perseroan  dengan 
hak  substitusi  untuk  melakukan  segala  tindakan  yang  diperlukan 
berkaitan  dengan  keputusan  agenda  ini  sesuai  dengan  peraturan 
perundang-undangan  yang  berlaku,  termasuk  untuk  menyatakan 
dalam  Akta  Notaris  tersendiri  dan  memberitahukan  susunan  Direksi 
dan Dewan Komisaris Perseroan kepada Kementerian Hukum dan HAM.

B1. Mengukuhkan  pemberhentian  dengan  hormat  Sdr.  Dolfie  Othniel 
Fredric Palit sebagai Komisaris Independen Perseroan, terhitung sejak 
tanggal 20 September 2018.

2. Memberhentikan  dengan  hormat  nama-nama  tersebut  di  bawah  ini 

sebagai anggota Dewan Komisaris Perseroan:

1)

Sdri. Hendri Saparini

sebagai Komisaris Utama

2) Sdri. Pamijati Pamela 
Johanna Waluyo

sebagai Komisaris Independen

3) Sdr. Rinaldi Firmansyah

sebagai Komisaris

3. Mengangkat nama-nama tersebut di bawah ini sebagai anggota Dewan 

Komisaris Perseroan:

1)

Sdr. Rhenald Kasali

sebagai Komisaris Utama 
merangkap Komisaris 
Independen

2) Sdr. Marsudi Wahyu Kisworo sebagai Komisaris Independen

3) Sdr. Ismail

sebagai Komisaris

4) Sdr. Marcelino Pandin

sebagai Komisaris

169

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANAgenda

Keputusan RUPST

Realisasi Keputusan RUPST

4. Masa  jabatan  anggota-anggota  Dewan  Komisaris  yang  diangkat 
sebagaimana  angka  3,  sesuai  dengan  ketentuan  Anggaran  Dasar 
Perseroan,  dengan  memperhatikan  peraturan  perundang-undangan 
di  bidang  Pasar  Modal  dan  tanpa  mengurangi  hak  RUPS  untuk 
memberhentikan sewaktu-waktu.

5. Dengan  adanya  pengukuhan  pemberhentian,  pemberhentian, 
dan  pengangkatan  anggota-anggota  Dewan  Komisaris  Perseroan 
sebagaimana  dimaksud  pada  angka  1,  angka  2,  dan  angka  3,  maka 
susunan anggota Dewan Komisaris Perseroan menjadi sebagai berikut.

No. Nama
1.

Rhenald Kasali 

Jabatan
Komisaris Utama/Komisaris 
Independen

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

Marsudi Wahyu Kisworo 

Komisaris Independen

Margiyono Darsasumarja 

Komisaris Independen

Cahyana Ahmadjayadi 

Komisaris Independen

Edwin Hidayat Abdullah 

Komisaris

Isa Rachmatarwata 

Ismail 

Marcelino Pandin 

Komisaris

Komisaris

Komisaris

6. Anggota-anggota  Dewan  Komisaris  yang  diangkat  sebagaimana 
dimaksud pada angka 3 yang masih menjabat pada jabatan lain yang 
dilarang oleh peraturan perundang-undangan untuk dirangkap dengan 
jabatan  anggota  Dewan  Komisaris  Badan  Usaha  Milik  Negara,  maka 
yang  bersangkutan  harus  mengundurkan  diri  atau  diberhentikan  dari 
jabatannya tersebut.

7. Memberikan kuasa dan wewenang kepada Dewan Komisaris Perseroan 
dengan hak substitusi untuk melakukan segala tindakan yang diperlukan 
berkaitan  dengan  keputusan  agenda  ini  sesuai  dengan  peraturan 
perundang-undangan yang berlaku, termasuk untuk menyatakan dalam 
Akta Notaris tersendiri dan memberitahukan susunan Dewan Komisaris 
dan Dewan Komisaris Perseroan kepada Kementerian Hukum dan HAM.

Catatan: Seluruh keputusan RUPST di atas telah sesuai dengan agenda yang sudah ditetapkan dan tercantum dalam panggilan RUPST

170

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMKEPUTUSAN RUPS TAHUN BUKU 2019

Telkom telah melaksanakan RUPST pada tanggal 19 Juni 2020 untuk kinerja Tahun Buku 2019 dengan rincian agenda dan 

realisasi keputusan RUPST Tahun Buku 2020 sebagai berikut.

Agenda

Keputusan RUPST 2019

Realisasi Keputusan RUPST

1.

2.

3.

Keputusan langsung berlaku.

Keputusan langsung berlaku.

Menyetujui  atas  Laporan  Tahunan  Perseroan  Tahun  Buku  2019,  termasuk 
Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris, sebagaimana isi pokoknya 
telah disampaikan dalam Rapat oleh Direksi dan Dewan Komisaris.

1. Mengesahkan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan Tahun Buku 
2019 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Purwantono, 
Sungkoro & Surja (a member firm of Ernst and Young Global Limited) 
sesuai dengan laporannya No. 01105/2.1032/AU.1/06/1007-1/1/V/2020 
tanggal  25  Mei  2020  dengan  opini  laporan  keuangan  konsolidasian 
menyajikan  secara  wajar,  dalam  semua  hal  yang  material,  dan 
sepanjang bukan merupakan tindak pidana dan tercermin dalam buku-
buku laporan Perseroan;

2. Menyetujui dan mengesahkan Laporan Tahunan Program Kemitraan dan 
Bina Lingkungan Perseroan Tahun Buku 2019, dan Laporan Keuangan 
Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Perseroan Tahun Buku 2019 
yang disusun berdasarkan peraturan Menteri BUMN yang merupakan 
basis  akuntansi  komprehensif  selain  prinsip  akuntansi  yang  berlaku 
umum  di  Indonesia  dan  telah  diaudit  KAP  Purwantono,  Sungkoro 
&  Surja  (a  member  firm  of  Ernst  and  Young  Global  Limited)  sesuai 
dengan  laporannya  Nomor  00073/2.1032/AU.2/11/0687-3/2/1/I/2020 
tanggal 29 Januari 2020 dengan opini laporan keuangan menyajikan 
secara  wajar,  dalam  semua  hal  yang  material,  dan  sepanjang  bukan 
merupakan  tindak  pidana  dan  tercermin  dalam  buku-buku  laporan 
Perseroan;

3. Memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya 
(volledig acquit et de charge) kepada para anggota Direksi dan Dewan 
Komisaris Perseroan atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang 
telah dijalankan selama Tahun Buku 2019 sepanjang tindakan tersebut 
bukan  merupakan  tindak  pidana  dan  tercermin  dalam  buku-buku 
laporan Perseroan.

1. Menyetujui dan menetapkan penggunaan laba bersih Perseroan Tahun 
Buku  2019  yang  seluruhnya  berjumlah  Rp18.662.677.911.536  (delapan 
belas triliun enam ratus enam puluh dua miliar enam ratus tujuh puluh 
tujuh  juta  sembilan  ratus  sebelas  ribu  lima  ratus  tiga  puluh  enam 
Rupiah) diperuntukkan sebagai berikut:

•  Pembagian 

dividen 
dilaksanakan  pada  tanggal 
23 Juli 2020.

•  Keputusan  mengenai  Laba 
Ditahan langsung berlaku.

a.

Dividen  sebesar  81,78%  dari 
laba  bersih  atau  sejumlah 
Rp15.262.337.996.054,14 (lima belas triliun dua ratus enam puluh 
dua miliar tiga ratus tiga puluh tujuh juta sembilan ratus sembilan 
puluh  enam  ribu  lima  puluh  empat  koma  satu  empat  Rupiah) 
atau  sebesar  Rp154,0682  (seratus  lima  puluh  empat  koma  nol 
enam  delapan  dua  Rupiah)    per  saham,  berdasarkan  jumlah 
saham yang telah dikeluarkan per tanggal Rapat, yaitu sebanyak 
99.062.216.600  (sembilan  puluh  sembilan  miliar  enam  puluh 
dua juta dua  ratus enam belas ribu enam ratus) saham, dengan 
perincian sebagai berikut:

a) Dividen  tunai  sebesar  60%  dari  laba  bersih  atau  sejumlah 
Rp11.197.606.621.819,30  (sebelas  triliun  seratus  sembilan 
puluh  tujuh  miliar  enam  ratus  enam  juta  enam    ratus  dua 
puluh satu ribu delapan ratus sembilan belas koma tiga nol 
Rupiah)  atau  sebesar  Rp113,0361  (seratus  tiga  belas  koma 
nol tiga enam satu Rupiah) per saham, berdasarkan jumlah 
saham  yang  telah  dikeluarkan  per  tanggal  Rapat,  yaitu 
sebanyak  99.062.216.600  (sembilan  puluh  sembilan  miliar 
enam puluh dua juta dua ratus enam belas ribu enam ratus) 
saham;

171

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANAgenda

Keputusan RUPST 2019

Realisasi Keputusan RUPST

b) Dividen spesial sebesar 21,78% dari laba bersih atau sejumlah 
Rp4.064.730.777.752,84  (empat  triliun  enam  puluh  empat 
miliar  tujuh  ratus  tiga  puluh  juta  tujuh  ratus  tujuh  puluh 
tujuh  ribu  tujuh  ratus  lima  puluh  dua  koma  delapan  empat 
Rupiah) atau sebesar Rp41,0321 (empat puluh satu koma nol 
tiga dua satu Rupiah) per saham berdasarkan jumlah saham 
yang  telah  dikeluarkan  per  tanggal  Rapat,  yaitu  sebanyak 
99.062.216.600 (sembilan puluh sembilan miliar enam puluh 
dua juta dua ratus enam belas ribu enam ratus) saham.

b.

Dibukukan sebagai Laba Ditahan sebesar 18,22% dari laba bersih 
atau  sejumlah  Rp3.400.339.915.481,86  (tiga  triliun  empat  ratus 
miliar tiga ratus tiga puluh sembilan juta sembilan ratus lima belas 
ribu empat ratus delapan puluh satu rupiah koma delapan enam 
Rupiah) yang akan digunakan untuk membiayai pengembangan 
usaha Perseroan.

2. Pembagian Dividen Tahun Buku 2019 dilaksanakan dengan ketentuan 

sebagai berikut:

a.

b.

Yang  berhak  menerima  Dividen  adalah  para  Pemegang  Saham 
yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan 
per tanggal 1 Juli 2019 sampai dengan pukul 16.15 WIB;

Dividen  akan  dibayarkan  secara  sekaligus  selambat-lambatnya 
pada tanggal 23 Juli 2020.

3. Memberikan  wewenang  dan  kuasa  kepada  Direksi  dengan  hak 
substitusi  untuk  mengatur  lebih  lanjut  tata  cara  pembagian  dividen 
tersebut  dan  mengumumkannya  dengan  memperhatikan  peraturan 
yang berlaku pada bursa efek di tempat saham Perseroan dicatatkan.

1. Memberikan  wewenang  dan  kuasa  kepada  Pemegang  Saham  Seri  A 
Dwiwarna  untuk  menetapkan  besarnya  tantiem  untuk  Tahun  Buku 
2019  serta  menetapkan  honorarium,  tunjangan,  fasilitas  dan  insentif 
lainnya bagi anggota Dewan Komisaris untuk Tahun 2020;

2. Memberikan  wewenang  dan  kuasa  kepada  Dewan  Komisaris  dengan 
terlebih  dahulu  mendapatkan  persetujuan  tertulis  dari  Pemegang 
Saham  Seri  A  Dwiwarna  untuk  menetapkan  besarnya  tantiem  untuk 
Tahun  Buku  2019  serta  menetapkan  gaji,  tunjangan,  fasilitas  dan 
insentif lainnya bagi anggota Direksi untuk tahun 2020.

1. Menyetujui  penunjukkan  Kantor  Akuntan  Publik  Purwantono, 
Sungkoro  &  Surja  (a  member  firm  of  Ernst  &  Young  Global  Limited) 
untuk  melakukan  jasa  Integrated  Audit  atas  Laporan  Keuangan 
Konsolidasian  Perseroan  termasuk  Audit  Pengendalian  Internal  atas 
Pelaporan Keuangan dan audit Laporan Keuangan Program Kemitraan 
dan  Bina  Lingkungan  untuk  Tahun  Buku  2020  yang  berakhir  pada 
tanggal 31 Desember 2020;

2. Memberikan  pelimpahan  kewenangan  kepada  Dewan  Komisaris 
Perseroan untuk menetapkan besaran imbalan jasa audit, penambahan 
ruang lingkup pekerjaan yang diperlukan dan persyaratan lainnya yang 
wajar bagi kantor akuntan publik tersebut;

3. Memberikan  wewenang  dan  kuasa  kepada  Dewan  Komisaris  dengan 
terlebih  dahulu  mendapatkan  persetujuan  tertulis  Pemegang  Saham 
Seri A Dwiwarna untuk menetapkan Kantor Akuntan Publik Pengganti 
dalam  hal  Kantor  Akuntan  Publik  Purwantono,  Sungkoro  &  Surja  (a 
member firm of Ernst & Young Global Limited), karena sebab apapun 
tidak  dapat  menyelesaikan  audit  atas  Laporan  Keuangan  Perseroan 
dan  Laporan  Keuangan  Pelaksanaan  Program  Kemitraan  dan  Bina 
Lingkungan (PKBL) Perseroan Tahun Buku 2020.

Keputusan langsung berlaku.

Persetujuan KAP langsung 
berlaku.

4.

5.

172

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMAgenda

Keputusan RUPST 2019

Realisasi Keputusan RUPST

6.

1. Memberhentikan  dengan  hormat  nama-nama  tersebut  di  bawah  ini 

Keputusan langsung berlaku.

sebagai anggota Direksi Perseroan.

No. Nama
1)

Bapak Harry Mozarta Zen

Jabatan
Direktur Keuangan

2)

3)

4)

5)

Ibu Siti Choiriana

Direktur Consumer Service

Bapak Zulhelfi Abidin

Direktur Network & IT Solution

Bapak Achmad Sugiarto

Direktur Strategic Portfolio

Bapak Bogi Witjaksono

6)

Bapak Edwin Aristiawan

Direktur Enterprise & Business 
Service

Direktur Wholesale & 
International Service

7)

Bapak Faizal R. Djoemadi

Direktur Digital Business

2. Mengalihkan  penugasan  Sdr.  Edi  Witjara  yang  diangkat  berdasarkan 
keputusan  RUPS  Tahunan  Tahun  Buku  2018,  semula  Direktur  Human 
Capital Management menjadi Direktur Enterprise and Business Service, 
dengan  masa  jabatan  meneruskan  sisa  masa  jabatan  sebagaimana 
keputusan RUPS dimaksud.

3. Mengangkat  nama-nama  tersebut  di  bawah  ini  sebagai  anggota 

Direksi Perseroan.

No. Nama
1)

Bapak Heri Supriadi

Jabatan
Direktur Keuangan

2)

3)

4)

Ibu FM Venusiana R.

Direktur Consumer Service

Bapak Herlan Wijanarko

Direktur Network & IT Solution

Bapak Budi Setyawan 
Wijaya

Direktur Strategic Portfolio

5)

Bapak Dian Rachmawan

6)

Bapak Muhamad Fajrin 
Rasyid

7)

Bapak Afriwandi

Direktur Wholesale & 
International Service

Direktur Digital Business

Direktur Human Capital 
Management

4. Mengukuhkan pemberhentian dengan hormat nama-nama tersebut di 

bawah ini sebagai anggota Dewan Komisaris Perseroan.

No. Nama
1)

Bapak Edwin Hidayat 
Abdullah

Jabatan
Komisaris Perseroan

2)

Bapak Isa Rachmatarwata

Komisaris Perseroan

5. Memberhentikan  dengan  hormat  nama-nama  tersebut  di  bawah  ini 

sebagai anggota Dewan Komisaris Perseroan.

No. Nama
1.

Bapak Margiyono 
Darsasumarja

2.

Bapak Cahyana 
Ahmadjayadi

Jabatan
Komisaris Independen

Komisaris Independen

173

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANAgenda

Keputusan RUPST 2019

Realisasi Keputusan RUPST

6. Mengangkat  nama-nama  tersebut  di  bawah  ini  sebagai  anggota 

Dewan Komisaris Perseroan.

No. Nama
1.

Bapak Alex Denni

Jabatan
Komisaris

2.

3.

4.

5.

Bapak Rizal Mallarangeng

Komisaris

Bapak Ahmad Fikri Assegaf Komisaris Independen

Bapak Wawan Iriawan

Komisaris Independen

Bapak Chandra Arie 
Setiawan

Komisaris Independen

7. Dengan adanya pemberhentian, pengalihan tugas, dan pengangkatan 
anggota-anggota Direksi sebagaimana dimaksud pada angka 1, angka 
2  dan  angka  3,  serta  pengukuhan  pemberhentian,  pemberhentian, 
dan  pengangkatan  anggota-anggota  Dewan  Komisaris  sebagaimana 
dimaksud pada angka 4, angka 5, dan angka 6, maka susunan Pengurus 
Perseroan menjadi sebagai berikut:

a.

Direksi

No. Nama
1.

Bapak Ririek Adriansyah Direktur Utama

Jabatan

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

Bapak Dian Rachmawan Direktur Wholesale & 

Bapak Afriwandi

International Service

Direktur Human Capital 
Management

Bapak Heri Supriadi

Direktur Keuangan

Ibu FM Venusiana R.

Direktur Consumer Service

Bapak Edi Witjara

Direktur Enterprise and 
Business Services

Bapak Herlan Wijanarko Direktur Network & IT 

Bapak Muhamad Fajrin 
Rasyid

Bapak Budi Setyawan 
Wijaya

Solution

Direktur Digital Business

Direktur Strategic Portfolio

174

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMAgenda

Keputusan RUPST 2019

Realisasi Keputusan RUPST

b.

Dewan Komisaris

No. Nama
1.

Bapak Rhenald Kasali

Jabatan
Komisaris Utama

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

Bapak Marsudi Wahyu 
Kisworo

Bapak Ahmad Fikri 
Assegaf

Komisaris Independen

Komisaris Independen

Bapak Wawan Iriawan

Komisaris Independen

Bapak Chandra Arie 
Setiawan

Bapak Marcelino 
Rumambo Pandin

Bapak Ismail

Bapak Alex Denni

Komisaris Independen

Komisaris

Komisaris

Komisaris

Bapak Rizal Mallarangeng Komisaris

8. Anggota  Direksi  dan  anggota  Dewan  Komisaris  yang  diangkat 
sebagaimana dimaksud pada angka 3 dan angka 6 yang masih menjabat 
pada jabatan lain yang dilarang oleh peraturan perundang-undangan 
untuk dirangkap dengan jabatan anggota Direksi atau anggota Dewan 
Komisaris Badan Usaha Milik Negara, maka yang bersangkutan harus 
mengundurkan diri atau diberhentikan dari jabatannya tersebut.

9. Memberikan  kuasa  dengan  hak  substitusi  kepada  Direksi  Perseroan 
untuk  menyatakan  yang  diputuskan  RUPS  ini  dalam  bentuk  Akta 
Notaris serta menghadap Notaris atau pejabat yang berwenang, dan 
melakukan  penyesuaian  atau  perbaikan-perbaikan  yang  diperlukan 
apabila  dipersyaratkan  oleh  pihak  yang  berwenang  untuk  keperluan 
pelaksanaan isi keputusan rapat.

Dalam pelaksanaannya, putusan RUPS Tahunan Tahun Buku 2019 telah mengalami 1 (satu) kali pembetulan sesuai dengan 

Keterbukaan Informasi yang telah kami lakukan melalui Surat No. TEL.93/LP 000/COP-I5000000/2020 tanggal 25 Juni 

2020 tentang Keterbukaan Informasi tentang Pembetulan atas Putusan Agenda ke-6 (enam) RUPST Tahun Buku 2019 

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk yang intinya adalah:

“Berdasarkan Surat dari Menteri Badan Usaha Milik Negara No. SR-409/MBU/06/2020, tanggal 22 Juni 2020 tentang 

Pembetulan  Putusan  Agenda  ke-6  (enam)  Tahun  Buku  2019  PT  Telekomunikasi  Indonesia  (Persero)  Tbk,  terdapat 

pembetulan atas keputusan Agenda ke-6 RUPS Tahunan Tahun Buku 2019 Telkom sebagai berikut:

Dahulu
1.  Bapak Rhenald Kasali sebagai Komisaris Utama;

2. Bapak Ahmad Fikri Assegaf sebagai Komisaris Independen.

Menjadi
1.  Bapak Rhenald Kasali sebagai Komisaris Utama/Komisaris Independen;

2. Bapak Ahmad Fikri Assegaf sebagai Komisaris.”

175

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANDEWAN
KOMISARIS

Berdasarkan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang 

4.  Melaporkan kepada Pemegang Saham Seri A Dwiwarna 

Perseroan  Terbatas,  Dewan  Komisaris  merupakan  salah 

apabila terjadi gejala menurunnya kinerja Perseroan;

satu  organ  Perseroan  dan  memiliki  tugas  dan  tanggung 

5.  Mengusulkan  kepada  RUPS  penunjukan  Akuntan 

jawab yang secara kolektif mengawasi jalannya Perusahaan 

Publik  yang  akan  melakukan  pemeriksaan  atas  

dan memberikan nasihat kepada Direksi. Dewan Komisaris 

buku Perseroan;

juga  bertugas  untuk  memastikan  pelaksanaan  prinsip-

6.  Meneliti  dan  menelaah  laporan  berkala  dan  Laporan 

prinsip  Tata  Kelola  Perusahaan  yang  Baik  atau  Good 

Tahunan yang disiapkan Direksi serta menandatangani 

Corporate  Governance  (GCG)  diterapkan  di  dalam  setiap 

Laporan Tahunan;

praktik bisnis Telkom.

PIAGAM/BOARD  CHARTER  DEWAN 
KOMISARIS

7.  Memberikan  penjelasan,  pendapat  dan  saran  kepada 

RUPS mengenai Laporan Tahunan, apabila diminta;

8.  Membuat 

risalah  Rapat  Dewan  Komisaris  dan 

menyimpan salinannya;

9.  Melaporkan  kepada  Perseroan  mengenai  kepemilikan 

Telkom  telah  memiliki  Piagam  atau  Board  Charter 

sahamnya  dan/atau  keluarganya  pada  Perseroan 

Dewan  Komisaris  yang  disahkan  dan  ditandatangani 

tersebut dan Perseroan lain;

oleh  Dewan  Komisaris  melalui  Surat  Keputusan  Dewan 

10. Memberikan  laporan  tentang  tugas  pengawasan  yang 

Komisaris  No.  08/KEP/DK/2020  tanggal  18  Juni  2020. 

telah  dilakukan  selama  tahun  buku  yang  baru  lampau 

Berbagai  ketentuan  yang  menjadi  pedoman  bagi  Dewan 

kepada RUPS;

Komisaris  diatur  dalam  Piagam  atau  Board  Charter 

11.  Memberikan  penjelasan  tentang  segala  hal  yang 

tersebut.  Di  dalamnya  terdapat  tata  tertib  kerja  yang 

ditanyakan  atau  yang  diminta  Pemegang  Saham 

mengatur  tanggung  jawab,  kewajiban,  pembagian  tugas  

Seri  A  Dwiwarna  dengan  memperhatikan  peraturan 

Dewan Komisaris. 

perundang-undangan  khususnya  yang  berlaku  di 

bidang Pasar Modal;

Selain  itu,  Piagam  atau  Board  Charter  Dewan  Komisaris 

12. Melaksanakan  kewajiban  lainnya  dalam  rangka  tugas 

mencakup 

juga  ketentuan  tentang  Rapat,  benturan 

pengawasan  dan  pemberian  nasihat,  sepanjang  tidak 

kepentingan,  kepemilikan  saham,  dan  hubungan  Dewan 

bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, 

Komisaris  dengan  Direksi  dan  RUPS.  Selain  di  dalam 

Anggaran Dasar, dan/atau keputusan RUPS.

Piagam  atau  Board  Charter,  tugas,  dan  tanggung  jawab 

anggota  Dewan  Komisaris  juga  diatur  dalam  Anggaran 

Adapun 

kewenangan 

Dewan 

Komisaris 

yaitu  

Dasar  Perusahaan  dan  surat  keputusan  bersama  antara 

sebagai berikut:

Dewan Komisaris dan Direksi.

1.  Memeriksa  buku,  surat,  serta  dokumen 

lainnya, 

WEWENANG,  TUGAS,  DAN  TANGGUNG 
JAWAB DEWAN KOMISARIS

memeriksa  kas  untuk  keperluan  verifikasi  dan  lain-lain 

surat berharga dan memeriksa kekayaan Perseroan;

2.  Memasuki  pekarangan,  gedung,  dan  kantor  yang 

dipergunakan oleh Perseroan;

Anggaran  Dasar  Telkom  menetapkan  kewajiban  Dewan 

3.  Meminta  penjelasan  dari  Direksi  dan/atau  pejabat 

Komisaris untuk:
1.  Memberikan nasihat kepada Direksi dalam melaksanakan 

lainnya  mengenai  segala  persoalan  yang  menyangkut 
pengelolaan Perseroan;

pengurusan Perseroan;

4.  Mengetahui  segala  kebijakan  dan  tindakan  yang  telah 

2.  Memberikan pendapat dan persetujuan Rencana Kerja 

dan akan dijialankan oleh Direksi;

dan  Anggaran  Tahunan  Perseroan  serta  rencana  kerja 

5.  Meminta  Direksi  dan/atau  pejabat  lainnya  di  bawah 

lainnya yang disiapkan Direksi, sesuai dengan ketentuan 

Direksi  dengan 

sepengetahuan  Direksi 

untuk 

Anggaran Dasar;

menghadiri Rapat Dewan Komisaris:

3.  Mengikuti 

perkembangan 

kegiatan 

Perseroan, 

6.  Mengangkat  dan  memberhentikan  seorang  Sekretaris 

memberikan  pendapat  dan  saran  kepada  RUPS 

Dewan Komisaris;

mengenai setiap masalah yang dianggap penting bagi 

7.  Memberhentikan  sementara  anggota  Direksi  sesuai 

kepengurusan Perseroan;

dengan ketentuan Anggaran Dasar;

176

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOM8.  Membentuk  Komite  Audit,  Komite  Remunerasi  dan 

Dalam  hal  terjadi  kerugian  Perusahaan,  anggota  Dewan 

Nominasi,  Komite  Pemantau  Risiko  dan  Komite 

Komisaris  memiliki  tanggung  jawab  secara  kolektif  atas 

lain 

jika  dianggap  perlu  dengan  memperhatikan  

kesalahan  atau  kelalaian  dalam  menjalankan  tugasnya, 

kemampuan Perusahaan;

kecuali dapat dibuktikan:

9. Menggunakan tenaga ahli untuk hal tertentu dan dalam 

1.  Kerugian 

tersebut 

bukan 

karena 

kesalahan  

jangka  waktu  tertentu  atas  beban  Perseroan  jika 

atau kelalaiannya;

dianggap perlu;

2. Telah melakukan pengurusan dengan itikad baik, penuh 

10. Melakukan  tindakan  pengurusan  Perseroan  dalam 

tanggung jawab, dan kehati-hatian untuk kepentingan 

keadaan  tertentu  untuk  jangka  waktu  tertentu  sesuai 

dan sesuai dengan maksud dan tujuan Perusahaan;

dengan ketentuan Anggaran Dasar ini;

3. Tidak mempunyai benturan kepentingan baik langsung 

11.  Menyetujui 

pengangkatan 

dan 

pemberhentian 

maupun tidak langsung atas tindakan pengurusan yang 

Sekretaris  Perusahaan  dan/atau  Kepala  Satuan 

mengakibatkan kerugian; dan

Pengawas Intern;

4. Telah mengambil tindakan untuk mencegah timbul atau 

12.  Meneliti  dan  melakukan  telaah  Laporan  Tahunan  yang 

berlanjutnya kerugian tersebut.

disiapkan  oleh  Direksi  serta  menandatangani  Laporan 

Tahunan tersebut;

13. Menghadiri Rapat Direksi dan memberikan pandangan-

KOMPOSISI DEWAN KOMISARIS

pandangan terhadap hal-hal yang dibicarakan;

Pada  tahun  2020,  komposisi  Dewan  Komisaris  berubah 

14. Melaksanakan 

kewenangan  pengawasan 

lainnya 

karena Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 

sepanjang 

tidak  bertentangan  dengan  peraturan 

tanggal 19 Juni 2020 memutuskan untuk memberhentikan 

perundang-undangan,  Anggaran  Dasar,  dan/atau 

dengan hormat anggota Dewan Komisaris sebagai berikut:

keputusan RUPS;

1.   Pengukuhan pemberhentian Bapak Isa Rachmatarwata 

15. Dalam 

rangka  menjalankan 

fungsi  pengawasan, 

sebagai  Komisaris  Perseroan  yang  sudah  tidak  lagi 

anggota-anggota  Dewan  Komisaris  pada  jam  kerja 

menjabat  sebagai  Dewan  Komisaris  Telkom  karena 

atau waktu lain yang disepakati, secara bersama-sama 

ditunjuk  menjadi  Komisaris  Pertamina  berdasarkan 

atau sendiri-sendiri, dengan atau tanpa pemberitahuan 

Keputusan  Menteri  Badan  Usaha  Milik  Negara  Nomor: 

terlebih dahulu kepada Direksi, dengan memperhatikan 

SK  327/MBU/12/2019  tanggal  23  Desember  2019 

profesionalisme,  kepentingan  Perseroan,  Publik  serta 

tentang  Pemberhentian  dan  Pengangkatan  anggota-

organ,  memiliki  hak  akses  termasuk  namun  tidak 

anggota  Dewan  Komisaris  Perusahaan  Perseroan 

terbatas  pada  bangunan-bangunan  dan  lokasi-lokasi 

(Persero) PT Pertamina;

dari  atau  tempat-tempat  lain  yang  digunakan  untuk 

2.  Margiyono 

Darsasumarja 

sebagai 

Komisaris 

dikuasai oleh Anak Perusahaan Perseroan dan memiliki 

Independen; dan

hak  untuk  memeriksa  pembukuan,  surat-surat  bukti, 

3.  Cahyana Ahmadjayadi sebagai Komisaris Independen.

laporan,  dan  persediaan  barang,  dan  memeriksa 

posisi  kas  (untuk  maksud  verifikasi)  dan  jaminan-

RUPST  yang  diselenggarakan  pada  tanggal  19  Juni 

jaminan lainnya dan untuk mengetahui segala tindakan 

2020  beserta  koreksinya  sebagaimana  diungkapkan 

yang  diambil  oleh  Direksi  Anak  Perusahaan  yang 

oleh 

keterbukaan 

kami  No.TEL. 

9/LP 

000/

didasari  pada  prinsip  keterbukaan  informasi  dengan 

COP-I5000000/2020 

tanggal  25  Juni  2020 

telah 

memperhatikan  kerahasiaan  Perseroan,  serta  dapat 

memutuskan untuk menunjuk nama-nama berikut:

memberikan  nasihat  kepada  Anak  Perusahaan  terkait 

1. Alex Denni sebagai Komisaris;

kebijakan/tindakan  yang  telah  diputuskan  maupun 

2. Rizal Mallarangeng sebagai Komisaris;

yang  akan  diambil  oleh  Direksi  Anak  Perusahaan  baik 

3. Ahmad Fikri Assegaf sebagai Komisaris;

diminta maupun tidak diminta.

4. Wawan Iriawan sebagai Komisaris Independen; dan

5. Chandra Arie Setiawan sebagai Komisaris Independen.

177

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANKomposisi Dewan Komisaris per 31 Desember 2019 dan 2020 dapat dilihat sebagai berikut.

Komposisi Dewan Komisaris per 31 Desember 2019

No.

Nama

Jabatan

Diangkat

Akhir Periode(1)

1.

2.

3.

4.

5.

6.

Rhenald Kasali 

Komisaris Utama/Komisaris Independen

RUPST 2019

RUPST 2024

Marsudi Wahyu Kisworo 

Komisaris Independen

RUPST 2019

RUPST 2024

Margiyono Darsasumarja 

Komisaris Independen

RUPST 2015

RUPST 2020

Cahyana Ahmadjayadi 

Komisaris Independen

RUPST 2017

RUPST 2020

Ismail  

Komisaris

Marcelino Rumambo Pandin 

Komisaris

RUPST 2019

RUPST 2024

RUPST 2019

RUPST 2024

Keterangan:
(1) Masa jabatan anggota Dewan Komisaris ditetapkan 5 (lima) tahun dan dapat diangkat kembali untuk 1 (satu) kali masa jabatan. RUPS dapat 
memberhentikan Dewan Komisaris sebelum berakhirnya masa jabatan

Komposisi Dewan Komisaris per 31 Desember 2020

No.

1.

2.

3.

Nama

Jabatan

Diangkat

Akhir Periode(1)

Rhenald Kasali

Komisaris Utama/Komisaris Independen

RUPST 2019

RUPST 2024

Marsudi Wahyu Kisworo

Komisaris Independen

RUPST 2019

RUPST 2024

Ahmad Fikri Assegaf

Komisaris

RUPST 2020

RUPST 2025

4. Wawan Iriawan

Komisaris Independen

RUPST 2020

RUPST 2025

5.

6.

7.

8.

9.

Chandra Arie Setiawan

Komisaris Independen

RUPST 2020

RUPST 2025

Marcelino Rumambo Pandin

Komisaris

Ismail

Alex Denni

Rizal Mallarangeng

Komisaris

Komisaris

Komisaris

RUPST 2019

RUPST 2024

RUPST 2019

RUPST 2024

RUPST 2020

RUPST 2025

RUPST 2020

RUPST 2025

Keterangan:
(1) Masa jabatan anggota Dewan Komisaris ditetapkan 5 (lima) tahun dan dapat diangkat kembali untuk 1 (satu) kali masa jabatan. RUPS dapat 
memberhentikan Dewan Komisaris sebelum berakhirnya masa jabatan

KEBERAGAMAN DEWAN KOMISARIS

Mekanisme pemilihan dan pengangkatan anggota Dewan Komisaris Telkom dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang 

Saham  (RUPS).  Secara  umum  calon  anggota  ditetapkan  dengan  memenuhi  prinsip  fairness  setelah  memenuhi  aspek 

terkait  keberagaman,  non-diskriminasi,  dan  hak  asasi  manusia.  Pengangkatan  atau  pemilihan  Dewan  Komisaris 

mempertimbangkan  kompetensi  dan  keahlian  serta  latar  belakang  yang  dibutuhkan  Perusahaan,  juga  penilaian  atas 

integritas. Meski belum ada kebijakan tertulis mengenai hal ini, Pemegang Saham utama dan pengendali Telkom, dalam 
hal  ini  Pemerintah  Indonesia  yang  diwakili  Kementerian  Badan  Usaha  Milik  Negara  (BUMN),  selalu  memperhatikan 
penerapan prinsip GCG dan UU No. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia di dalam mekanisme tersebut. 

178

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMKomposisi Keberagaman Dewan Komisaris per 31 Desember 2020

No.

Nama

Jabatan

Gender

Latar Belakang 
Keahlian & 
Kecakapan

Tingkat 
Pendidikan

Rhenald Kasali

Komisaris Utama/
Komisaris Independen

Pria

Manajemen

Doktor

Marsudi Wahyu Kisworo

Komisaris Independen

Pria

1.

2.

3.

Ahmad Fikri Assegaf

Komisaris

4. Wawan Iriawan

Komisaris Independen

5.

6.

Chandra Arie Setiawan

Komisaris Independen

Marcelino Rumambo Pandin

Komisaris

7.

Ismail

Komisaris

8.

9.

Alex Denni

Komisaris

Rizal Mallarangeng

Komisaris

Pria

Pria

Pria

Pria

Pria

Pria

Pria

Teknologi 
Informasi

Hukum

Hukum

Bisnis

Manajemen 
Bisnis dan 
Teknologi

Teknik Elektro 
dan Teknik 
Telekomunikasi

Sumber Daya 
Manusia

Komunikasi 
Publik dan 
Politik

Doktor

Magister

Doktor

Magister

Doktor

Doktor

Doktor

Doktor

Keberagaman Komposisi Jabatan Dewan Komisaris

Keberagaman Komposisi Tingkat Pendidikan Dewan 

56%

44%

Komisaris

78%

22%

Non Independen

Independen

Doktor

Magister

179

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANRANGKAP JABATAN DEWAN KOMISARIS

Sebagai  bagian  dari  penerapan  prinsip  transparansi,  Telkom  mengungkapkan  rangkap  jabatan  Dewan  Komisaris  per  

31 Desember tahun 2020, sebagai berikut.

Rangkap Jabatan Dewan Komisaris Telkom per 31 Desember 2020

No.

Nama

1.

Rhenald Kasali

2.

3.

Marsudi Wahyu Kisworo

Ahmad Fikri Assegaf

4. Wawan Iriawan

Chandra Arie Setiawan

Telkom

Jabatan

Jabatan Lainnya

Entitas Anak

Entitas Lainnya

Komisaris Utama/
Komisaris 
Independen 

Komisaris 
Independen

Komisaris

Komisaris 
Independen

Komisaris 
Independen

Tidak ada

Tidak ada

Tidak ada

Komite Audit, KNR Tidak ada

Tidak ada

Komite Audit, 
KEMPR

Komite Audit, 
KEMPR

Tidak ada

Tidak ada

Tidak ada

Tidak ada

Komite Audit, KNR Tidak ada

Tidak ada

Marcelino Rumambo Pandin

Komisaris

Komite Audit, KNR Tidak ada

Ismail

Alex Denni

Rizal Mallarangeng

Komisaris

Komisaris

Komisaris

KNR, KEMPR

KNR, KEMPR

KNR, KEMPR

Tidak ada

Tidak ada

Tidak ada

Tidak ada

Tidak ada

Tidak ada

Komisaris PT 
Visi Media Asia

5.

6.

7.

8.

9.

KEBIJAKAN SELF ASSESSMENT DEWAN KOMISARIS

Berdasarkan  Peraturan  Bersama  Dewan  Komisaris  dan  Direksi  No.  08/KEP/DK/2020  dan  PD.620.00/r.00/HK200/

COP-M4000000/2020 tentang Panduan Tata Kerja Dewan Komisaris dan Direksi (Board Manual) Perusahaan Perseroan 

(Persero) PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk, Dewan Komisaris memiliki kebijakan self assessment untuk menilai kinerja 

Dewan  Komisaris.  Kebijakan  tersebut  merupakan  suatu  pedoman  yang  digunakan  sebagai  bentuk  akuntabilitas  atas 

penilaian  kinerja  Dewan  Komisaris  secara  kolegial.  Self  assessment  tersebut  dilakukan  oleh  masing-masing  anggota 

Dewan  Komisaris  untuk  menilai  kinerja  Dewan  Komisaris  secara  kolegial  dan  bukan  menilai  kinerja  individual  masing-

masing  anggota  Dewan  Komisaris.  Dengan  adanya  self  assessment  ini  diharapkan  masing-masing  anggota  Dewan 

Komisaris dapat berkontribusi untuk memperbaiki kinerja Dewan Komisaris secara berkesinambungan.

Keterangan  lebih  lengkap  mengenai  kebijakan  self  assessment  Dewan  Komisaris  dapat  dilihat  melalui  Board  Manual 

Telkom yang dapat diakses melalui menu GCG di website Telkom.

180

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMREMUNERASI DEWAN KOMISARIS

Kebijakan  remunerasi  bagi  Dewan  Komisaris  Telkom  ditetapkan  berdasarkan  Peraturan  Menteri  Negara  Badan  Usaha 

Milik Negara No. PER-04/MBU/2014 sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri BUMN No. PER-12/

MBU/11/2020  tentang  Perubahan  Kelima  atas  Peraturan  Menteri  Badan  Usaha  Milik  Negara  diganti  Nomor  PER-04/

MBU/2014 tentang Pedoman Penetapan Penghasilan Direksi, Dewan Komisaris, dan Dewan Pengawas Badan Usaha Milik 

Negara. Sesuai dengan peraturan tersebut, remunerasi Dewan Komisaris memiliki komponen yang terdiri dari:

1.  Gaji/Honorarium;

2.  Tunjangan; yang terdiri atas:

a. Tunjangan hari raya;

b. Tunjangan transportasi;

c. Asuransi purna jabatan.

3.  Fasilitas; yang terdiri atas:

a. Fasilitas kesehatan;

b. Fasilitas bantuan hukum.

4.  Tantiem/Insentif Kinerja, dimana di dalam Tantiem dapat diberikan tambahan berupa Penghargaan Jangka Panjang 

(Long Term Incentive/LTI).

PROSEDUR DAN MEKANISME REMUNERASI DEWAN KOMISARIS

Dewan Komisaris Meminta KNR* 

Menyusun draft remunerasi. 

Hasilnya diajukan ke RUPS

1

3

KNR meminta masukan dari pihak 

independen

Pihak independen memberikan 

2

masukan kepada KNR

5

4

RUPS

*KNR: Komite Nominasi dan Remunerasi

Lebih  jauh  lagi,  prosedur  pengusulan  sampai  dengan  penetapan  remunerasi  Dewan  Komisaris  Telkom  dijelaskan  

sebagai berikut:

1.  Dewan  Komisaris  meminta  Komite  Nominasi  dan  Remunerasi  untuk  menyusun  rancangan  usulan  remunerasi  

Dewan Komisaris.

2.  Apabila dibutuhkan, Komite Nominasi dan Remunerasi dapat meminta pihak independen untuk menyusun kerangka 

kerja untuk remunerasi Dewan Komisaris.

3.  Komite Nominasi dan Remunerasi mengusulkan kerangka remunerasi tersebut kepada Dewan Komisaris.

4.  Dewan Komisaris mengusulkan remunerasi bagi anggota Dewan Komisaris kepada RUPS.

5.  RUPS melimpahkan kewenangan dan kuasa kepada Dewan Komisaris dengan terlebih dahulu mendapat persetujuan 

Pemegang Saham Seri A Dwiwarna untuk menetapkan remunerasi bagi anggota Dewan Komisaris.

181

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANUntuk 2020, total remunerasi yang dibayarkan kepada seluruh Dewan Komisaris adalah Rp96,0 miliar. Tabel di bawah ini 

menunjukkan remunerasi yang dibayarkan kepada Dewan Komisaris kami yang diterima pada tahun 2020.

Rekapitulasi Remunerasi Dewan Komisaris

No.

Dewan Komisaris

Jabatan

1.

2.

3.

Rhenald Kasali

Komisaris Utama/
Komisaris Independen 

Marsudi Wahyu Kisworo

Komisaris Independen

Ahmad Fikri Assegaf(2)

Komisaris

4. Wawan Iriawan(2)

Komisaris Independen

Chandra Arie Setiawan(2)

Komisaris Independen

Margiyono Darsasumarja(3)

Komisaris Independen

Cahyana Ahmadjayadi(3)

Komisaris Independen

Marcelino Rumambo Pandin

Komisaris

5.

6.

7.

8.

9.

Komisaris

Komisaris 

Komisaris

Ismail

10. Alex Denni(2)

11.

12.

13.

14.

15.

16.

Rizal Mallarangeng(2)

Hendri Saparini(4)

Rinaldi Firmansyah(4)

Isa Rachmatarwata(6)

Edwin Hidayat Abdullah(5)

Pamijati Pamela Johanna W.(4)

Keterangan:
(1)  Tantiem dinyatakan sebagai tantiem kotor
(2)  Sejak 19 Juni 2020
(3)  Sampai dengan 19 Juni 2020
(4) Sampai dengan 24 Mei 2019
(5)  Sampai dengan 18 November 2019
(6) Sampai dengan 23 Desember 2019

Honorarium 
& Tunjangan 
Lainnya

Tantiem(1)

Total

Rp juta

3.816

3.430

1.489

1.489

1.491

1.506

1.906

3.423

3.421

1.491

1.493

6.047

5.442

-

-

-

9.405

9.405

5.442

5.442

-

-

4.403

3.963

9.208

8.346

3.963

9.863

8.872

1.489

1.489

1.491

10.911

11.311

8.865

8.863

1.491

1.493

4.403

3.963

9.208

8.346

3.963

Selain  memberikan  remunerasi,  Telkom  mengikutsertakan  Dewan  Komisaris  menjadi  peserta  BPJS  Kesehatan  sebagai 

upaya Telkom mendukung program-program Jaminan Kesehatan Nasional yang dijalankan oleh Pemerintah.

Dalam  rangka  mendukung  program  Pemerintah  untuk  memberantas  pandemi  COVID-19,  seluruh  Dewan  Komisaris 

memberikan dukungan penuh baik secara moral maupun material. Pada tahun 2020 Dewan Komisaris mendonasikan 

seluruh Tunjangan Hari Raya (THR) untuk membantu Pemerintah dalam melaksanakan program-program yang berkaitan 
dengan pemberantasan pandemi COVID-19 di seluruh wilayah Indonesia.

182

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMKOMISARIS INDEPENDEN

Sesuai  dengan  Peraturan  Otoritas  Jasa  Keuangan  No.  33/POJK.04/2014,  Telkom  memiliki  Komisaris  Independen 

sebanyak 4 (empat) orang per 31 Desember 2020, dengan total komisaris sebanyak 9 (sembilan) orang. Jumlah tersebut 

melebihi ketentuan POJK sebesar 30% (tiga puluh persen).

Kriteria penentuan Komisaris Independen dan pengangkatan dalam RUPS mengacu pada:

1.   Peraturan  Menteri  Badan  Usaha  Milik  Negara  No.  PER-02/MBU/02/2015,  yaitu  mencakup  Persyaratan  Formal, 

Persyaratan Materiil, dan Persyaratan Lainnya. 

2.  Peraturan  Otoritas  Jasa  Keuangan  No.  33/POJK.04/2014  tentang  Direksi  dan  Dewan  Komisaris  Emiten  atau 

Perusahaan Publik, yaitu sebagai berikut:

a.  Bukan  merupakan  orang  yang  bekerja  atau  mempunyai  wewenang  dan  tanggung  jawab  untuk  merencanakan, 

memimpin,  mengendalikan,  atau  mengawasi  kegiatan  Perusahaan  terkait  dalam  waktu  6  (enam)  bulan  terakhir, 

kecuali untuk pengangkatan kembali sebagai Komisaris Independen pada periode berikutnya.

b.  Tidak mempunyai saham Telkom baik langsung maupun tidak langsung.

c.  Tidak mempunyai hubungan afiliasi dengan Telkom, anggota Dewan Komisaris, anggota Direksi, atau Pemegang 

Saham utama Telkom.

d.  Tidak  mempunyai  hubungan  usaha  baik  langsung  maupun  tidak  langsung  yang  berkaitan  dengan  kegiatan  

usaha Telkom.

PERNYATAAN INDEPENDENSI

Dalam melaksanakan pekerjaannya, Dewan Komisaris harus melaksanakan tugasnya secara independen tanpa adanya 

intervensi dari pihak lain. Selain itu dalam komposisi Dewan Komisaris itu sendiri terdapat Komisaris Independen yang 

memiliki  syarat  yang  berdasarkan  pada  ketentuan  yang  berlaku  di  lingkungan  Pasar  Modal.  Mengacu  pada  Pasal  25, 

Peraturan  Otoritas  Jasa  Keuangan  No.  33/POJK.04/2014,  Komisaris  Independen  yang  telah  menjabat  selama  dua 

periode masa jabatan (dua kali masa jabatan lima tahun) dapat diangkat kembali dengan menyatakan independensinya 

kepada RUPS dan diungkapkan secara terbuka pada Laporan Tahunan Perusahaan.

Per 31 Desember 2020, belum ada Komisaris Independen Telkom yang memenuhi ketentuan tersebut di atas. Namun, 

sebagai salah satu upaya penerapan GCG, Telkom mensyaratkan setiap Komisaris Independen tetap menandatangani 

Pernyataan Indepedensi setiap tahunnya.

RAPAT DEWAN KOMISARIS

Berdasarkan Board Manual Telkom, Dewan Komisaris wajib melaksanakan Rapat setidaknya 1 (satu) kali dalam 1 (satu) 

bulan atau pada setiap waktu apabila dianggap perlu. Hal tersebut sejalan dengan Peraturan OJK No. 33/POJK.04/2014, 

khususnya  Pasal  31.  Dewan  Komisaris  juga  wajib  mengadakan  Rapat  Gabungan  bersama  dengan  Direksi  setidaknya 

1  (satu)  kali  dalam  3  (tiga)  bulan  dan  setiap  waktu  jika  diperlukan.  Dewan  Komisaris  telah  menyelenggarakan  Rapat 

Internal sebanyak 30 kali dan Rapat Gabungan bersama Direksi sebanyak 13 kali pada tahun 2020.

183

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANRapat Dewan Komisaris dianggap kuorum jika lebih dari separuh jumlah anggota Dewan Komisaris hadir dalam Rapat 

tersebut. Pengambilan keputusan dalam Rapat Dewan Komisaris dilakukan dengan mengutamakan musyawarah untuk 

mufakat.  Jika  mufakat  tidak  dapat  tercapai,  maka  pengambilan  keputusan  didasarkan  pada  suara  mayoritas  anggota 

Dewan Komisaris yang hadir atau yang diwakili pada Rapat. Dalam hal jumlah suara berimbang, maka keputusan yang 

diambil adalah yang sesuai dengan pendapat Ketua Rapat.

Berikut tabel yang menampilkan frekuensi kehadiran setiap anggota Dewan Komisaris dalam Rapat Internal, dan frekuensi 

kehadiran setiap anggota Dewan Komisaris dan Direksi dalam Rapat Gabungan.

No.

Tanggal

1.

8 Januari 2020

Agenda dan Kehadiran Dewan Komisaris  dalam Rapat Internal

Agenda/Pembahasan Rapat 

1.  Perubahan susunan keanggotaan KEMPR
2. Program kerja Dewan Komisaris Tahun 2020
3. Pembahasan usulan Project Inorganic

Daftar Kehadiran

RK

√

MWK AFA(1) WI(1)

CAS(1) MRP

IS(2)

AD(1)

RM(1) MGD(2 )

CA(2)

√

N/A

N/A

N/A

√

√

N/A

N/A

√

√

2.

30 Januari 2020

1.  Update Board Manual
2. Laporan Komite Audit mengenai progres penyelesaian Audit Tahun Buku 2019
3. Rekomendasi Komite Nominasi dan Remunerasi tentang usulan KPI
4. Agenda Terbatas

Daftar Kehadiran

RK

√

MWK AFA(1) WI(1)

CAS(1) MRP

IS(2)

AD(1)

RM(1) MGD(2)

CA(2)

√

N/A

N/A

N/A

√

√

N/A

N/A

√

√

3.

7 Februari 2020

1. Pembahasan KPI Dewan Komisaris Tahun 2020

Daftar Kehadiran

RK

√

MWK AFA(1) WI(1)

CAS(1) MRP

IS(2)

AD(1)

RM(1) MGD(2)

CA(2)

√

N/A

N/A

N/A

-

√

N/A

N/A

√

√

4.

12 Februari 2020

1.  Streamlining Subsidiary
2. Pembahasan usulan Project Inorganic
3. Pembahasan tentang usulan Program Studi Kedokteran Telkom University
4. Pembahasan tentang kerjasama Telkom University dan Telkomsel

Daftar Kehadiran

RK

√

MWK AFA(1) WI(1)

CAS(1) MRP

IS(2)

AD(1)

RM(1) MGD(2)

CA(2)

√

N/A

N/A

N/A

√

√

N/A

N/A

√

√

5.

25 Februari 2020

1.  Perubahan susunan keanggotaan Komite Audit
2. Penyampaian hasil uji kelayakan dan kepatutan Anak Perusahaan Telkom Internasional
3. Pembahasan usulan Project Inorganic

Daftar Kehadiran

RK

√

MWK AFA(1) WI(1)

CAS(1) MRP

IS(2)

AD(1)

RM(1) MGD(2)

CA(2)

√

N/A

N/A

N/A

√

√

N/A

N/A

√

√

6.

9 Maret 2020

1.  Update Direktur Human Capital: Transformasi, HCM Issues
2. Tindak lanjut pembahasan Strategic Due Diligence McKinsey dan Alignment dengan 

Master Plan

3. Pembahasan usulan Project Inorganic

Daftar Kehadiran

RK

√

MWK AFA(1) WI(1)

CAS(1) MRP

IS(2)

AD(1)

RM(1) MGD(2)

CA(2)

√

N/A

N/A

N/A

√

√

N/A

N/A

√

√

7.

13 Maret 2020

1.  LinkAja
2. Blanja.com
3. Pembahasan usulan Project Inorganic

Daftar Kehadiran

RK

√

MWK AFA(1) WI(1)

CAS(1) MRP

IS(2)

AD(1)

RM(1) MGD(2)

CA(2)

√

N/A

N/A

N/A

√

-

N/A

N/A

√

√

184

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMNo.

Tanggal

Agenda/Pembahasan Rapat 

8.

16 Maret 2020

1. Penjelasan share Buyback oleh Direksi

Daftar Kehadiran

RK

√

MWK AFA(1) WI(1)

CAS(1) MRP

IS(2)

AD(1)

RM(1) MGD(2)

CA(2)

√

N/A

N/A

N/A

√

√

N/A

N/A

√

√

9.

20 Maret 2020

1. Pembahasan share Buyback

Daftar Kehadiran

RK

√

MWK AFA(1) WI(1)

CAS(1) MRP

IS(2)

AD(1)

RM(1) MGD(2)

CA(2)

√

N/A

N/A

N/A

-

√

N/A

N/A

√

√

10.

23 Maret 2020

1. Konsultasi pelaksanaan share Buyback

Daftar Kehadiran

RK

√

MWK AFA(1) WI(1)

CAS(1) MRP

IS(2)

AD(1)

RM(1) MGD(2)

CA(2)

√

N/A

N/A

N/A

√

√

N/A

N/A

√

√

11.

24 Maret 2020

1.  Konsultasi pelaksanaan share Buyback
2. Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Telkom

Daftar Kehadiran

RK

√

MWK AFA(1) WI(1)

CAS(1) MRP

IS(2)

AD(1)

RM(1) MGD(2)

CA(2)

√

N/A

N/A

N/A

√

√

N/A

N/A

√

√

12.

27 Maret 2020

1.  Pembahasan draft keputusan Dewan Komisaris mengenai SOP berkenaan dengan 

proses pemberian persetujuan Dewan Komisaris

2. Persetujuan Streamlining Subsidiaries

Daftar Kehadiran

RK

√

MWK AFA(1) WI(1)

CAS(1) MRP

IS(2)

AD(1)

RM(1) MGD(2)

CA(2)

√

N/A

N/A

N/A

√

√

N/A

N/A

√

√

13.

30 Maret 2020

1. Pembahasan TKDN TelkomGroup

Daftar Kehadiran

RK

√

MWK AFA(1) WI(1)

CAS(1) MRP

IS(2)

AD(1)

RM(1) MGD(2)

CA(2)

√

N/A

N/A

N/A

√

√

N/A

N/A

√

√

14.

20 April 2020

1. Agenda Terbatas

Daftar Kehadiran

RK

√

MWK AFA(1) WI(1)

CAS(1) MRP

IS(2)

AD(1)

RM(1) MGD(2)

CA(2)

√

N/A

N/A

N/A

√

√

N/A

N/A

√

√

15.

28 April 2020

1. Agenda Terbatas

Daftar Kehadiran

RK

√

MWK AFA(1) WI(1)

CAS(1) MRP

IS(2)

AD(1)

RM(1) MGD(2)

CA(2)

√

N/A

N/A

N/A

√

√

N/A

N/A

√

√

16.

29 April 2020

1. Agenda Terbatas
2. Pengalokasian THR Dewan Komisaris untuk penanganan COVID-19

Daftar Kehadiran

RK

√

MWK AFA(1) WI(1)

CAS(1) MRP

IS(2)

AD(1)

RM(1) MGD(2)

CA(2)

√

N/A

N/A

N/A

√

√

N/A

N/A

√

√

17.

28 Mei 2020

1.  Persetujuan kriteria pengadaan substantial
2. Persetujuan perpanjangan batas waktu First Submission CSS
3. Agenda Terbatas
4. KPI pengawasan Dewan Komisaris

Daftar Kehadiran

RK

√

MWK AFA(1) WI(1)

CAS(1) MRP

IS(2)

AD(1)

RM(1) MGD(2)

CA(2)

√

N/A

N/A

N/A

√

√

N/A

N/A

√

-

18.

5 Juni 2020

1.  Pembahasan usulan penerbitan obligasi
2. Persiapan RUPST Tahun Buku 2019
3. Lain-lain: Usulan master plan cluster telekomunikasi yang akan disampaikan secara 

formal kepada Kementerian BUMN

Daftar Kehadiran

RK

√

MWK AFA(1) WI(1)

CAS(1) MRP

IS(2)

AD(1)

RM(1) MGD(2)

CA(2)

√

N/A

N/A

N/A

√

√

N/A

N/A

√

√

185

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANNo.

Tanggal

19.

22 Juni 2020

Agenda/Pembahasan Rapat 

1.  Penentuan keanggotaan Komite
2. Pending items yang perlu segera diselesaikan
3. Briefing Komisaris Utama

Daftar Kehadiran

RK

√

MWK AFA(1) WI(1)

CAS(1) MRP

IS(2)

AD(1)

RM(1) MGD(2)

CA(2)

√

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A

20.

6 Juli 2020

1. Pemantauan kinerja Anak Perusahaan (Telkom Metra, PINS, dan Telkom Infra)

Daftar Kehadiran

RK

√

MWK AFA(1) WI(1)

CAS(1) MRP

IS(2)

AD(1)

RM(1) MGD(2)

CA(2)

√

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A

21.

20 Juli 2020

1.  Pembahasan usulan Project Inorganic
2. Usulan revisi/perubahan RKAP 2020
3. Persetujuan atas Peraturan Direksi mengenai SOP Kerja Sama
4. Lain-lain

Daftar Kehadiran

RK

√

MWK AFA(1) WI(1)

CAS(1) MRP

IS(2)

AD(1)

RM(1) MGD(2)

CA(2)

√

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A

22.

11 Agustus 2020

1.  Tata cara pengisian jabatan pengurus Anak Perusahaan
2. Persetujuan tambahan biaya Audit Tahun 2019
3. Laporan seleksi anggota Komite Audit
4. Penggunaan Privy-Id sebagai platform digital signature di Sekretariat Dewan 

Komisaris

5. Agenda Terbatas
6. Sharing session dengan BPKP mengenai TKDN

Daftar Kehadiran

RK

√

MWK AFA(1) WI(1)

CAS(1) MRP

IS(2)

AD(1)

RM(1) MGD(2)

CA(2)

√

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A

23.

4 September 2020 1. Evaluasi Dewan Komisaris terhadap kinerja Anak Perusahaan

Daftar Kehadiran

RK

√

MWK AFA(1) WI(1)

CAS(1) MRP

IS(2)

AD(1)

RM(1) MGD(2)

CA(2)

√

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A

24.

16 September 2020 1. Pembahasan TKDN

Daftar Kehadiran

RK

√

MWK AFA(1) WI(1)

CAS(1) MRP

IS(2)

AD(1)

RM(1) MGD(2)

CA(2)

√

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A

25.

22 September 2020 1.  Pembahasan usulan Project Inorganic
2. Release Commitment Capex tahap II
3. Key Performance Indicator Perseroan Tahun 2020

Daftar Kehadiran

RK

√

MWK AFA(1) WI(1)

CAS(1) MRP

IS(2)

AD(1)

RM(1) MGD(2)

CA(2)

√

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A

26.

12 Oktober 2020

1. Pengambilan keputusan Project Inorganic

Daftar Kehadiran

RK

√

MWK AFA(1) WI(1)

CAS(1) MRP

IS(2)

AD(1)

RM(1) MGD(2)

CA(2)

√

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A

186

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMNo.

Tanggal

27.

2 November 2020

Agenda/Pembahasan Rapat 

1.  SEA Today
2. Sosialisasi Omnibus Law: Bab Telekomunikasi
3. Usulan KPI Direksi Semester ll Tahun 2020
4. Usulan anggaran Dewan Komisaris Tahun 2021
5. Penyesuaian keanggotaan Tim Pendamping Dewan Komisaris dalam pelaksanaan 

Subsidiary Streamlining

6. Keputusan keberlanjutan kontrak kerja organ Dewan Komisaris

Daftar Kehadiran

RK

√

MWK AFA(1) WI(1)

CAS(1) MRP

IS(2)

AD(1)

RM(1) MGD(2)

CA(2)

√

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A

28.

9 November 2020

1. Pembahasan SEA Today

Daftar Kehadiran

RK

√

MWK AFA(1) WI(1)

CAS(1) MRP

IS(2)

AD (1)

RM(1) MGD(2)

CA(2)

√

√

√

√

-

√

√

√

N/A

N/A

29.

12 November 2020 1. Pembahasan pengurus Anak Perusahaan

Daftar Kehadiran

RK

√

MWK AFA(1) WI(1)

CAS(1) MRP

IS(2)

AD(1)

RM(1) MGD(2)

CA(2)

√

√

√

√

-

√

√

√

N/A

N/A

30.

7 Desember 2020

1. Pembahasan RKAP Tahun 2021

Daftar Kehadiran

RK

√

MWK AFA(1) WI(1)

CAS(1) MRP

IS(2)

AD(1)

RM(1) MGD(2)

CA(2)

√

√

√

√

√

-

√

√

N/A

N/A

Keterangan:

RK

Rhenald Kasali

CAS

Chandra Arie Setiawan RM

Rizal Mallarangeng

(1) Sejak 19 Juni 2020

MRP Marcelino Rumambo 

MGD Margiyono 

(2) Sampai dengan 19 Juni 

MWK Marsudi Wahyu 
Kisworo

AFA Ahmad Fikri Assegaf

WI

Wawan Iriawan

IS

AD

Pandin

Ismail

Alex Denni

Darsasumarja

2020

CA

Cahyana Ahmadjayadi

Rekapitulasi Kehadiran Dewan Komisaris dalam Rapat Internal

Nama

Jumlah Rapat

Jumlah Kehadiran

Persentase Kehadiran
%

No.

1.

2.

3.

Rhenald Kasali

Marsudi Wahyu Kisworo

Ahmad Fikri Assegaf(1)

4. Wawan Iriawan(1)

5.

6.

7.

8.

9.

Chandra Arie Setiawan(1)

Marcelino Rumambo Pandin

Ismail

Alex Denni(1)

Rizal Mallarangeng(1)

10. Margiyono Darsasumarja(2) 

11.

Cahyana Ahmadjayadi(2)

Keterangan:
(1)  Sejak 19 Juni 2020
(2)  Sampai dengan 19 Juni 2020

30

30

12

12

12

30

30

12

12

18

18

30

30

12

12

12

26

28

12

12

18

17

100%

100%

100%

100%

100%

87%

93%

100%

100%

100%

94%

187

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANAgenda dan Kehadiran Dewan Komisaris  dalam Rapat Gabungan

No.

Tanggal

Agenda/Pembahasan Rapat 

1.

30 Januari 2020

1.  Kinerja Perseroan bulan Desember 2019
2. Materi khusus:

a. Persetujuan Prinsip KPI Perseroan 2020
b. Persetujuan Prinsip-Prinsip Board Manual 2020
c. Capex Tracking: IndiHome

Daftar Kehadiran 
Dewan Komisaris

Daftar Kehadiran 
Dewan Direksi

RK MWK AFA(1) WI(1) CAS(1) MRP

IS(2) AD(1)

RM(1) MGD(2) CA(2)

√

√

N/A

N/A

N/A

√

√

N/A

N/A

√

√

RA

DR(1) AW(1) HS(1) FMV(1) EW(3) HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) EW(4) FRD(2)

√

N/A

N/A

N/A  N/A

N/A N/A

N/A

N/A

√

√

√

-

√

√

√

√

2.

25 Februari 2020

1. Kinerja Perseroan bulan Januari 2020
2. Materi khusus:

a.  Sosialisasi ISO 37001
b. Telkomsel: Optimizing New Growth Engine To Compensate Legacy Decline
c. Big Data
d. Penanganan isu Cyber Security MDM
e. Update Subsidiary Streamlining

RK MWK AFA(1) WI(1) CAS(1) MRP

IS(2) AD(1)

RM(1) MGD(2) CA(2)

√

√

N/A

N/A

N/A

√

√

N/A

N/A

√

√

RA

DR(1) AW(1) HS(1) FMV(1) EW(3) HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) EW(4) FRD(2)

√

N/A

N/A

N/A  N/A

N/A N/A

N/A

N/A

√

√

√

√

√

√

√

√

Daftar Kehadiran 
Dewan Komisaris

Daftar Kehadiran 
Dewan Direksi

3.

26 Maret 2020

1.  Kinerja Perseroan Ytd Februari 2020 (termasuk analisis dampak COVID-19 terhadap RKAP 2020 dan 

persetujuan revisi PD pengelolaan logistik)

2. Materi khusus:

a.  Evaluasi pencapaian business plan merger dan akuisisi dalam 5 tahun terakhir
b. Evaluasi konsolidasi Telkomsat

RK MWK AFA(1) WI(1) CAS(1) MRP

IS(2) AD(1)

RM(1) MGD(2) CA(2)

√

√

N/A

N/A

N/A

√

√

N/A

N/A

√

√

RA

DR(1) AW(1) HS(1) FMV(1) EW(3) HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) EW(4) FRD(2)

√

N/A

N/A

N/A  N/A

N/A N/A

N/A

N/A

√

√

√

√

√

√

√

√

Daftar Kehadiran 
Dewan Komisaris

Daftar Kehadiran 
Dewan Direksi

4.

28 April 2020

1.  Kinerja Perseroan Ytd Maret 2020
2. Progress persiapan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
3. Pembahasan tindak lanjut/concern Dewan Komisaris:

a.  Progress pembenahan UmeetMe
b. Sinergi TelkomGroup dalam pengembangan platform digital dan bundling produk selama COVID-19 outbreak
c. Evaluasi Work From Home

Daftar Kehadiran 
Dewan Komisaris

Daftar Kehadiran 
Dewan Direksi

RK MWK AFA(1) WI(1) CAS(1) MRP

IS(2) AD(1)

RM(1) MGD(2) CA(2)

√

√

N/A

N/A

N/A

√

√

N/A

N/A

√

√

RA

DR(1) AW(1) HS(1) FMV(1) EW(3) HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) EW(4) FRD(2)

√

N/A

N/A

N/A  N/A

N/A N/A

N/A

N/A

√

√

√

N/A

N/A

N/A 

√

N/A

5.

28 Mei 2020

1.  Kinerja Perseroan Ytd April 2020
2. Persiapan RUPST tahun 2020

Daftar Kehadiran 
Dewan Komisaris

Daftar Kehadiran 
Dewan Direksi

RK MWK AFA(1) WI(1) CAS(1) MRP

IS(2) AD(1)

RM(1) MGD(2) CA(2)

√

√

N/A

N/A

N/A

√

√

N/A

N/A

√

√

RA

DR(1) AW(1) HS(1) FMV(1) EW(3) HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) EW(4) FRD(2)

√

N/A

N/A

N/A  N/A

N/A N/A

N/A

N/A

√

√

√

N/A

N/A

N/A 

-

N/A

6.

29 Juni 2020

1. Kinerja Perseroan Ytd Mei 2020

Daftar Kehadiran 
Dewan Komisaris

Daftar Kehadiran 
Dewan Direksi

RK MWK AFA(1) WI(1) CAS(1) MRP

IS(2) AD(1)

RM(1) MGD(2) CA(2)

√

√

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A

RA

DR(1) AW(1) HS(1) FMV(1) EW(3) HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) EW(4) FRD(2)

√

√

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A N/A N/A

N/A

N/A

N/A

N/A

7.

27 Juli 2020

1. Kinerja Perseroan Ytd Juni 2020

Daftar Kehadiran 
Dewan Komisaris

Daftar Kehadiran 
Dewan Direksi

RK MWK AFA(1) WI(1) CAS(1) MRP

IS(2) AD(1)

RM(1) MGD(2) CA(2)

√

√

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A

RA

DR(1) AW(1) HS(1) FMV(1) EW(3) HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) EW(4) FRD(2)

√

√

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A N/A N/A

N/A

N/A

N/A

N/A

188

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMNo.

Tanggal

Agenda/Pembahasan Rapat 

8.

28 Agustus 2020

1. Kinerja Perseroan Ytd Juli 2020

Daftar Kehadiran 
Dewan Komisaris

Daftar Kehadiran 
Dewan Direksi

RK MWK AFA(1) WI(1) CAS(1) MRP

IS(2) AD(1)

RM(1) MGD(2) CA(2)

√

√

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A

RA

DR(1) AW(1) HS(1) FMV(1) EW(3) HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) EW(4) FRD(2)

√

√

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A N/A N/A

N/A

N/A

N/A

N/A

9.

28 September 
2020

1.  Kinerja Perseroan Ytd Agustus 2020
2. Pembahasan final draft CSS 2021-2025

Daftar Kehadiran 
Dewan Komisaris

Daftar Kehadiran 
Dewan Direksi

RK MWK AFA(1) WI(1) CAS(1) MRP

IS(2) AD(1)

RM(1) MGD(2) CA(2)

√

√

√

√

√

-

√

√

√

N/A

N/A

RA

DR(1) AW(1) HS(1) FMV(1) EW(3) HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) EW(4) FRD(2)

√

√

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A N/A N/A

N/A

N/A

N/A

N/A

10.

26 Oktober 2020

1. Kinerja Perseroan Ytd September 2020

Daftar Kehadiran 
Dewan Komisaris

Daftar Kehadiran 
Dewan Direksi

RK MWK AFA(1) WI(1) CAS(1) MRP

IS(2) AD(1)

RM(1) MGD(2) CA(2)

√

√

√

√

√

-

√

√

√

N/A

N/A

RA

DR(1) AW(1) HS(1) FMV(1) EW(3) HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) EW(4) FRD(2)

√

√

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A N/A N/A

N/A

N/A

N/A

N/A

11.

27 November 2020 1. Kinerja Perseroan Ytd Oktober 2020.

Daftar Kehadiran 
Dewan Komisaris

Daftar Kehadiran 
Dewan Direksi

RK MWK AFA(1) WI(1) CAS(1) MRP

IS(2) AD(1)

RM(1) MGD(2) CA(2)

√

√

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A

RA

DR(1) AW(1) HS(1) FMV(1) EW(3) HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) EW(4) FRD(2)

√

√

√

√

√

-

√

√

√

N/A

N/A N/A N/A

N/A

N/A

N/A

N/A

12.

8 Desember 2020

1. Pembahasan usulan final RKAP 2021 dan penyampaian keputusan Dewan Komisaris mengenai RKAP 2021

Daftar Kehadiran 
Dewan Komisaris

Daftar Kehadiran 
Dewan Direksi

RK MWK AFA(1) WI(1) CAS(1) MRP

IS(2) AD(1)

RM(1) MGD(2) CA(2)

√

√

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A

RA

DR(1) AW(1) HS(1) FMV(1) EW(3) HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) EW(4) FRD(2)

√

√

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A N/A N/A

N/A

N/A

N/A

N/A

13.

21 Desember 2020 1. Kinerja Perseroan Ytd November 2020

Daftar Kehadiran 
Dewan Komisaris

Daftar Kehadiran 
Dewan Direksi

RK MWK AFA(1) WI(1) CAS(1) MRP

IS(2) AD(1)

RM(1) MGD(2) CA(2)

√

√

√

√

√

√

-

√

√

N/A

N/A

RA

DR(1) AW(1) HS(1) FMV(1) EW(3) HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) EW(4) FRD(2)

√

√

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A N/A N/A

N/A

N/A

N/A

N/A

Keterangan:

RK

Rhenald Kasali

MWK Marsudi Wahyu Kisworo

AFA

Ahmad Fikri Assegaf

CA

RA

DR

WI

Wawan Iriawan

AW Afriwandi

Cahyana Ahmadjayadi

HMZ

Harry Mozarta Zen

(1) Sejak 19 Juni 2020

Ririek Adriansyah

Dian Rachmawan

SC

ZA

AS

Siti Choiriana

Zulhelfi Abidin

(2) Sampai dengan 19 Juni 2020

(3) Direktur EBIS sejak 19 Juni 2020

Achmad Sugiarto

(4) Direktur HCM sampai dengan 19 Juni 2020

CAS

Chandra Arie Setiawan

HS

Heri Supriadi

BW Bogi Witjaksono

MRP Marcelino Rumambo 

FMV

FM Venusiana R.

EA

Edwin Aristiawan

Pandin

Ismail

EW Edi Witjara

FRD

Faizal Rochmad Djoemadi

Alex Denni

HW Herlan Wijanarko

Rizal Mallarangeng

MFR Muhamad Fajrin Rasyid

IS

AD

RM

MGD Margiyono Darsasumarja BSW Budi Setyawan Wijaya

189

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANRekapitulasi Kehadiran Dewan Komisaris  dalam Rapat Gabungan

Nama

Jumlah Rapat

Jumlah Kehadiran

Persentase Kehadiran
%

No.

1.

2.

3.

Rhenald Kasali

Marsudi Wahyu Kisworo

Ahmad Fikri Assegaf(1)

4. Wawan Iriawan(1)

5.

6.

7.

8.

9.

Chandra Arie Setiawan(1)

Marcelino Rumambo Pandin

Ismail

Alex Denni(1)

Rizal Mallarangeng(1)

10. Margiyono Darsasumarja(2) 

11.

Cahyana Ahmadjayadi(2)

Keterangan:
(1)  Sejak 19 Juni 2020
(2)  Sampai dengan 19 Juni 2020

13

13

8

8

8

13

13

8

8

5

5

13

13

8

8

8

11

12

8

8

5

5

100%

100%

100%

100%

100%

85%

92%

100%

100%

100%

100%

Rekapitulasi Kehadiran Direksi  dalam Rapat Gabungan

No.

Nama

Jumlah Rapat

Jumlah Kehadiran

Persentase Kehadiran
%

1.

2

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

15.

16.

17.

Ririek Adriansyah 

Dian Rachmawan(1)

Afriwandi(1)

Heri Supriadi(1)

FM Venusiana R.(1)

Edi Witjara(3)

Herlan Wijanarko(1)

Muhamad Fajrin Rasyid(1)

Budi Setyawan Wijaya(1)

Harry Mozarta Zen(2)

Siti Choiriana(2)

Zulhelfi Abidin

Achmad Sugiarto(2)

Bogi Witjaksono(2)

Edwin Aristiawan(2)

Edi Witjara(4)

Faizal Rochmad Djoemadi(2)

Keterangan:
(1)  Sejak 19 Juni 2020
(2)  Sampai dengan 19 Juni 2020
(3)  Direktur EBIS sejak 19 Juni 2020
(4) Direktur HCM sampai dengan 19 Juni 2020

13

8

8

8

8

8

8

8

8

5

5

5

5

5

5

5

5

13

8

8

8

8

7

8

8

8

5

5

5

4

5

5

4

5

100%

100%

100%

100%

100%

88%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

80%

100%

100%

80%

100%

PENILAIAN TERHADAP KINERJA DEWAN KOMISARIS

Melalui  RUPS  Tahunan,  Pemegang  Saham  mengevaluasi  kinerja  Dewan  Komisaris  berdasarkan  Laporan  Pelaksanaan 

Kinerja  Dewan  Komisaris  yang  dipertanggungjawabkan  untuk  Tahun  Buku  yang  berjalan.  Evaluasi  kinerja  tersebut 
mencakup tingkat partisipasi anggota Dewan Komisaris dalam Rapat dan kegiatan Perusahaan, pencapaian target, dan 

sasaran kerja, baik dalam menjalankan fungsinya sebagai anggota Dewan Komisaris maupun sebagai anggota komite.

190

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMSecara  umum  dapat  disampaikan  bahwa  Dewan  Komisaris  bertugas  melakukan  pengawasan  terhadap  kebijakan 

pengurusan, jalannya pengurusan pada umumnya baik mengenai Perseroan maupun usaha Perseroan yang dilakukan 

oleh  Direksi  dan  memberikan  nasihat  kepada  Direksi  termasuk  pengawasan  terhadap  pelaksanaan  Rencana  Jangka 

Panjang Perseroan, Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan Perseroan serta ketentuan Anggaran Dasar dan Keputusan 

RUPS,  serta  peraturan  perundang-undangan,  untuk  kepentingan  Perseroan  sesuai  dengan  maksud  dan  tujuan 

Perseroan. Pada tahun 2020, tugas-tugas tersebut telah diformulasikan dalam bentuk Key Performance Indicator (KPI) 

Pengawasan Dewan Komisaris yang pencapaiannya dievaluasi setiap triwulan, dan agregasi hasil evaluasi pada tahun 

2020 menunjukkan bahwa Dewan Komisaris telah melaksanakan tugas pengawasan dengan baik. 

PENILAIAN KOMITE DI BAWAH DEWAN KOMISARIS

Dalam  menjalankan  tugasnya,  Dewan  Komisaris  dibantu  oleh  Komite  Audit,  Komite  Nominasi  dan  Remunerasi,  serta 

Komite Evaluasi dan Monitoring Perencanaan dan Risiko. Secara umum, komite-komite tersebut memiliki kinerja yang 

baik  sepanjang  tahun  2020  dan  dapat  menjalankan  tugas  dan  tanggung  jawabnya  yang  dijabarkan  sebagai  berikut. 

Penilaian kinerja komite dilakukan setiap tahun oleh Dewan Komisaris, dan untuk tahun 2020 dilakukan dengan pengisian 

kuesioner self dan cross assessment.

Komite

Kinerja 2020

Komite Audit

1. Membantu  Dewan  Komisaris  dalam  mengawal  proses  audit  yang 

dilakukan oleh auditor independen dengan baik.

2. Membantu  mengevaluasi  dan  memberikan  rekomendasi  terhadap  hasil 

audit internal maupun audit eksternal dengan sangat baik.

Komite Nominasi dan Remunerasi

1. Membantu Dewan Komisaris memberikan pertimbangan kepada Direksi 

dalam mengambil keputusan strategis mengenai kebijakan remunerasi.

2. Membantu merumuskan usulan Top Talent yang fair dan akuntabel.

Komite Evaluasi dan Monitoring 
Perencanaan dan Risiko

1. Membantu  Dewan  Komisaris  dalam  hal  perencanaan  bisnis  dan 

monitoring penerapan manajemen risiko. 

2. Membantu  Dewan  Komisaris  memberikan  rekomendasi  dengan  baik 
terhadap Direksi atas jalannya Telkom dalam jangka panjang, termasuk 
juga keputusan atas inisiatif aksi korporasi.

PENILAIAN TERHADAP KINERJA DIREKSI

Dalam hal penilaian terhadap kinerja Direksi, salah satu alat ukur yang dapat digunakan adalah Key Performance Indicator 

(KPI). Apabila dibandingkan dengan tahun 2019, terdapat perbedaan landasan formal penilaian kinerja Direksi karena 

terbitnya Peraturan Menteri BUMN Nomor: PER-11/MBU/11/2020 tanggal 12 November 2020 tentang Kontrak Manajemen 

dan  Kontrak  Manajemen  Tahunan  Direksi  Badan  Usaha  Milik  Negara.  Berdasarkan  peraturan  tersebut,  ditetapkan 

beberapa hal, yaitu: 

1.  Kewajiban penandatangaan Kontrak Manajemen oleh Direksi. Kontrak Manajemen memuat janji atau pernyataan calon 

anggota Direksi, yaitu apabila diangkat/diangkat kembali menjadi anggota Direksi, berjanji antara lain akan memenuhi 

segala target yang ditetapkan oleh RUPS/Menteri, termasuk KPI yang sudah ditetapkan sebelumnya, dan menerapkan 

prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik atau (Good Corporate Governance).

2.  Penilaian  kinerja  berdasarkan  KPI  ditetapkan  secara  kolegial  untuk  Direktur  Utama,  dan  secara  individual  untuk 

masing-masing anggota Direksi.

3.  Penetapan  lima  perspektif  dalam  penyusunan  KPI  Direksi  secara  kolegial,  yaitu:  nilai  ekonomi  dan  sosial  untuk 

Indonesia; inovasi model bisnis; kepemimpinan teknologi; peningkatan investasi; dan pengembangan talenta. Adapun 

KPI Direksi secara individual terdiri dari KPI Bersama/Kolegial, dan KPI Direktorat.  

Perhitungan  pencapaian  KPI  Direksi  secara  kolegial  dan  secara  individual  dilakukan  peninjauan  oleh  Kantor  Akuntan 

Publik (KAP) yang mengaudit laporan keuangan Perusahaan. Laporan hasil pencapaian KPI secara kolegial disampaikan 

dalam bagian lain di laporan tahunan ini.

191

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANKOMITE
AUDIT

KOMITE AUDIT

Telkom  memiliki  Komite  Audit  yang  bekerja  berdasarkan 

Keputusan  Dewan  Komisaris  No. 

10/KEP/DK/2018 

tentang  Pedoman  Pelaksanaan  Kerja  (Charter)  Komite 

Audit  Perusahaan  Perseroan  (Persero)  PT  Telekomunikasi 

Indonesia,  Tbk.  Tugas  dan  fungsi  Komite  Audit  yaitu 

membantu  Dewan  Komisaris  dalam  menjalankan  fungsi 

pengawasan Perusahaan sesuai dengan Peraturan OJK No. 

55/POJK.04/2015  tanggal  23  Desember  2015,  ketentuan 

US  SEC  Exchange  Act  10A-3,  prinsip  Good  Corporate 

Governance (GCG), dan regulasi terkait lainnya.

RUANG LINGKUP, TUGAS, DAN TANGGUNG 
JAWAB KOMITE AUDIT

Ruang 

lingkup,  tugas  dan  tanggung 

jawab  Komite  

Audit yaitu:

1.  Membantu  Dewan  Komisaris  melakukan  proses 

penunjukan  calon  Auditor 

Independen  yang  akan 

melaksanakan  Integrated  Audit  pada  Perseroan  dan 

Entitas  Anak  Perseroan  yang  dikonsolidasi  yang 

didasarkan pada independensi, ruang lingkup penugasan 

dan imbalan jasa.

2.  Melakukan  pengawasan 

(oversight)  atas  proses 

Integrated Audit pada Perseroan dan proses audit pada 

Entitas Anak yang laporan keuangannya dikonsolidasi ke 

dalam laporan keuangan konsolidasian Perseroan.

3.  Memberikan 

pendapat 

independen 

dalam 

hal 

terjadi  perbedaan  pendapat  antara  Manajemen  dan  

Auditor Independen.

4.  Memberikan pre-approval untuk jasa-jasa non-audit yang 

akan ditugaskan kepada Auditor Independen.

5.  Melakukan  penelaahan  atas  informasi  keuangan  yang 

akan dipublikasikan Perseroan seperti laporan keuangan, 

proyeksi, dan informasi keuangan lainnya.

6.  Memonitor 

kecukupan  usaha  Manajemen  untuk 

membangun dan mengoperasikan pengendalian internal 

yang  efektif,  khususnya  pengendalian 

internal  atas 

pelaporan keuangan.

7.  Melakukan  penelaahan  atas  pelaksanaan  pemeriksaan 

yang dilakukan oleh Auditor Internal.

8.  Mengawasi  pelaksanaan  tindak  lanjut  temuan  Auditor 

Internal oleh Manajemen (Direksi).

9.  Menyediakan  sarana  untuk  menerima,  menelaah,  dan 

menindaklanjuti  pengaduan 
(Whistleblower)  yang 
mencakup  Perseroan,  Entitas  Anak  dan  afiliasi  (Definisi 
afiliasi  sesuai  yang  diatur  dalam  UU  No.  8  Tahun  1995 

tentang Pasar Modal, pada Pasal 1 angka 1).

10. Memonitor  kepatuhan  Perseroan  pada  peraturan 

perundang-undangan  di  bidang  Pasar  Modal  dan 

peraturan 

perundang-undangan 

lainnya 

yang 

berhubungan dengan usaha Perseroan.

11.  Melakukan  penelaahan 

terhadap 

kebijakan  dan 

pelaksanaan Manajemen risiko yang dibuat dan dijalankan 

oleh Manajemen.

12. Menelaah dan memberikan saran kepada Dewan Komisaris 

terkait  dengan  adanya  potensi  benturan  kepentingan 

(conflict of interest) di dalam Perseroan.

13. Menjaga  kerahasiaan  dokumen,  data  dan 

informasi 

Perseroan dan Entitas Anak yang dikonsolidasi.

14. Melaksanakan tugas lain yang diberikan Dewan Komisaris.

Selanjutnya,  dalam  Keputusan  Dewan  Komisaris  No.  04/

KEP/DK/2011  tanggal  24  Maret  2011  tentang  Pedoman 

Pelaksanaan Kerja (Charter) Komite Evaluasi dan Monitoring 

Perencanaan  dan  Risiko  (KEMPR)  PT  Telekomunikasi 

Indonesia, Tbk diatur pembagian tugas antara Komite Audit 

dengan  KEMPR,  khususnya  pada  butir  10  dan  11  di  atas, 

sebagai berikut:

1.  Komite  Audit  melakukan  penelaahan  kepatuhan 

Perseroan terhadap peraturan Pasar Modal dimana saham 

Perseroan tercatat, terutama yang terkait dengan risiko-

risiko pelaporan keuangan (financial reporting risks).

2.  KEMPR  melakukan  penelaahan  kepatuhan  Perseroan 

terhadap  peraturan  perundang-undangan  dan  risiko-

risiko yang terkait dengan usaha Perseroan.

KOMPOSISI KOMITE AUDIT 

Sesuai dengan Peraturan OJK dan Peraturan US SEC, Komite 

Audit di Telkom sedikitnya memiliki tiga orang anggota, yang 

diketuai  oleh  Komisaris  Independen.  Dua  anggota  Komite 

Audit lainnya harus merupakan pihak yang independen. 

Pada  RUPS  Tahunan  tanggal  19  Juni  2020,  salah  satu 
keputusan  RUPST  menetapkan  perubahan  susunan  Dewan 

Komisaris,  termasuk  juga  pergantian  anggota  Komisaris 

Independen.  Dengan  adanya  perubahan  tersebut,  maka 

Komite  Audit  Telkom  juga  mengalami  perubahan  dengan 

melalui  Keputusan  Dewan  Komisaris  No.  17/KEP/DK/2020 

tanggal  1  September  2020  tentang  Susunan  Keanggotaan 

Komite  Audit  Perusahaan  Perseroan 

(Persero)  PT 

Telekomunikasi Indonesia, Tbk, sebagai berikut.

192

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMKomposisi Komite Audit per 31 Desember 2020

Jabatan

Ketua

Nama dan
Status Rangkap Jabatan

Chandra Arie Setiawan*
Komisaris Independen

Anggota

Marcelino Rumambo 
Pandin*
Komisaris

Marsudi Wahyu Kisworo*
Komisaris Independen

Wawan Iriawan*
Komisaris Independen

Ahmad Fikri Assegaf*
Komisaris

Sarimin Mietra Sardi
Anggota Independen/
Financial Expert

Emmanuel Bambang 
Suyitno
Anggota Independen/
Financial Expert

Dasar Penunjukan

Periode Jabatan

Keputusan Dewan Komisaris No. 09/KEP/DK/2020 
tanggal  29  Juni  2020  dan  terakhir  ditetapkan 
kembali melalui Keputusan Dewan Komisaris No. 17/
KEP/DK/2020 tanggal 1 September 2020.

Keputusan  Dewan  Komisaris  No.  04/KEP/DK/2019 
tanggal  29  Mei  2019,  sebagaimana  telah  beberapa 
kali  diubah  dan  ditetapkan  kembali,  dan  terakhir 
ditetapkan  kembali  melalui  Keputusan  Dewan 
Komisaris No. 17/KEP/DK/2020 tanggal 1 September 
2020.

Keputusan  Dewan  Komisaris  No.  01/KEP/DK/2020 
tanggal 15 Januari 2020, sebagaimana telah diubah 
dan  ditetapkan  kembali,  dan  terakhir  ditetapkan 
kembali melalui Keputusan Dewan Komisaris No. 17/
KEP/DK/2020 tanggal 1 September 2020.

Keputusan Dewan Komisaris No. 09/KEP/DK/2020 
tanggal  29  Juni  2020  dan  terakhir  ditetapkan 
kembali melalui Keputusan Dewan Komisaris No. 17/
KEP/DK/2020 tanggal 1 September 2020.

Keputusan Dewan Komisaris No. 09/KEP/DK/2020 
tanggal  29  Juni  2020  dan  terakhir  ditetapkan 
kembali melalui Keputusan Dewan Komisaris No. 17/
KEP/DK/2020 tanggal 1 September 2020.

Keputusan  Dewan  Komisaris  No.  04/KEP/
DK/2016 tanggal 31 Maret 2016, sebagaimana telah 
beberapa  kali  diubah  dan  ditetapkan  kembali,  dan 
terakhir  ditetapkan  kembali  dengan  Keputusan 
Dewan  Komisaris  No.  17/KEP/DK/2020  tanggal  
1 September 2020.

2020 - Sekarang

2019 - Sekarang

2020 - Sekarang

2020 - Sekarang

2020 - Sekarang

2016 - Sekarang

Keputusan  Dewan  Komisaris  No.  17/KEP/DK/2020 
tanggal 1 September 2020.

2020 - Sekarang

Keterangan:
* Profil anggota Komite Audit yang berasal dari Dewan Komisaris dapat dilihat pada bagian Profil Dewan Komisaris

Hasil  RUPST  terakhir,  yang  disusul  dengan  ketetapan  Dewan  Komisaris  tanggal  1  September  2020  merupakan  dasar 

hukum bagi Komite Audit sebelumnya untuk berhenti dari jabatannya. Beberapa anggota lama kemudian diangkat kembali 

dan  bergabung  dalam  Komite  Audit  yang  baru,  yaitu  Bapak  Marcelino  Rumambo  Pandin,  dan  anggota  independen  

Sdr. Sarimin Mietra Sardi.

Komposisi Komite Audit per 31 Desember 2019

Jabatan

Nama

Status Rangkap Jabatan

Ketua

Margiyono Darsasumarja*

Sekretaris/Anggota

Tjatur Purwadi

Anggota

Ismail*

Marcelino Rumambo Pandin*

Sarimin Mietra Sardi 

Komisaris Independen

Anggota Independen

Komisaris

Komisaris 

Anggota Independen

Keterangan:
* Profil anggota Komite Audit yang berasal dari Dewan Komisaris dapat dilihat pada bagian Profil Dewan Komisaris

193

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANPROFIL ANGGOTA KOMITE AUDIT DI LUAR RANGKAP JABATAN DEWAN KOMISARIS

Sarimin Mietra Sardi
Anggota Independen/Financial Expert

Pribadi

Lahir

: Ujung Pandang, 17 September 1958

Usia/Umur

: 62 tahun 

Kewarganegaraan

: Indonesia

Domisili

: Bandung, Indonesia

Riwayat Pendidikan

1993 

2008

Dasar Penunjukan

Sarjana Terapan Akuntansi, Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), Indonesia.

Magister Manajemen, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Indonesia.

Keputusan Dewan Komisaris No. 04/KEP/DK/2016 tanggal 31 Maret 2016, sebagaimana telah beberapa kali diubah dan 
ditetapkan kembali, dan terakhir ditetapkan kembali dengan Keputusan Dewan Komisaris No. 17/KEP/DK/2020 tanggal 
1 September 2020.

Periode Jabatan

31 Maret 2016 sampai dengan sekarang.

Tugas dan Tanggung Jawab

Bertugas untuk mengawasi dan memantau proses Integrated Audit, proses konsolidasi laporan keuangan, efektivitas 
pengendalian internal atas pelaporan keuangan.

Riwayat Jabatan

2020 - Sekarang

Anggota Independen/Financial Expert Komite Audit.

2016 - 2020

Anggota Independen Komite Audit.

1982 - 2014

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.
(Pernah menjabat beberapa jabatan strategis di antaranya Direktur Keuangan dan Administrasi 
PT  Dayamitra  Telekomunikasi,  Deputy  SGM  Finance  Operation  dan  Direktur  Keuangan  &  SDM 
Dana Pensiun Telkom).

Sertifikasi dan Lisensi Profesional

2017

2014

2013

2011

2008

Certification in Audit Committee Practices (CACP), Ikatan Komite Audit Indonesia.

Certified Financial Consultant, The Institute of Finance Consultants.

Certification of Completion the Chief of Financial Officer Leadership Program, School of Business 
& Management Institut Teknologi Bandung (SBM-ITB).

Sertifikasi Pengetahuan Dasar di Bidang Dana Pensiun, Lembaga Standar Profesi Dana Pensiun 
(LSPDP).

Certification in International Tax Law Program, Robert Kennedy College.

194

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMEmmanuel Bambang Suyitno
Anggota Independen/Financial Expert

Pribadi

Lahir

: Solo, 20 Maret 1970

Usia/Umur

: 50 tahun

Kewarganegaraan

: Indonesia

Domisili

: Jakarta, Indonesia

Riwayat Pendidikan

2007

1995

Dasar Penunjukan

MBA,  Institut  Pengembangan  Manajemen  Indonesia  (IPMI)  International  Business  School, 
Indonesia.

Sarjana Akuntansi, Universitas Indonesia, Indonesia.

Keputusan Dewan Komisaris No. 17/KEP/DK/2020 tanggal 1 September 2020.

Periode Jabatan

1 September 2020 sampai dengan sekarang.

Tugas dan Tanggung Jawab

Bertugas untuk mengawasi dan memantau proses Integrated Audit, proses konsolidasi laporan keuangan, efektivitas 
pengendalian internal atas pelaporan keuangan.

Riwayat Jabatan

2020 - Sekarang

Anggota Independen/Financial Expert Komite Audit.

2017 - 2020

Divisi Sekretaris Perusahaan, PT PP Presisi Tbk.

2016 - 2017

2014 - 2016

1994 - 2014

SVP - Head of Investor Relations, Corporate Finance, MIS & Audit, Lucky Group of Indonesia.

Anggota Komite Audit, PT Danareksa (Persero).

Komite Audit, Risk Management and Audit, Sekretaris Perusahaan, Investor Relations, Corporate 
Finance,  ChemOne  Holdings  Pte  Ltd,  PT  Indika  Energy  Tbk,  PT  Surya  Citra  Media  Tbk.,  PT 
Kopitime Dot Com Tbk Jan Darmadi Group, Ernst and Young.

Sertifikasi dan Lisensi Profesional

2019

2015

2014

Certification in Audit Committee Practices (CACP), Ikatan Komite Audit Indonesia.

Indonesia Registered Accountant (RNA) by Ministry of Finance of the Republic of Indonesia.

Chartered  of  Accountant  by  International  Federation  of  Accountants  (IFAC),  Ikatan  Akuntan 
Indonesia (IAI).

195

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANINDEPENDENSI KOMITE AUDIT

Anggota  Komite  Audit  wajib  untuk  selalu  memiliki  integritas  serta  bersikap  independen  dalam  menjalankan  tugas 

dan  tanggung  jawabnya.  Sebagai  bentuk  komitmen  independensi,  seluruh  anggota  Komite  Audit  diwajibkan  untuk 

menandatangani  pakta  integritas  dan  independensi  agar  Telkom  yakin  bahwa  setiap  keputusan  yang  diambil  melalui 

Komite Audit akan bebas dari tekanan pihak lain.

KINERJA DAN PELAKSANAAN KEGIATAN KOMITE AUDIT

Kinerja dan pelaksanaan kegiatan Komite Audit selama periode laporan telah dirangkum dalam Laporan Kegiatan Komite 

Audit selama tahun 2020, yang di antaranya berisi informasi tentang:

1.  Melakukan  evaluasi  Auditor  Independen  yang  mengaudit  laporan  keuangan  konsolidasian  Perseroan  Tahun  Buku  2019  dan 

memberikan  rekomendasi  kepada  Dewan  Komisaris  terkait  penunjukan  Auditor  Independen  yang  akan  mengaudit  laporan 

keuangan konsolidasian Perseroan Tahun Buku 2020
a.  Komite Audit membuat laporan evaluasi pelaksanaan audit terhadap laporan keuangan konsolidasian Perseroan 

Tahun Buku 2019 yang disampaikan kepada Dewan Komisaris dan Otoritas Pasar Modal (OJK).

b.  Berdasarkan laporan Komite Audit atas hasil evaluasi pelaksanaan audit terhadap laporan keuangan konsolidasian 

Perseroan Tahun Buku 2019, Dewan Komisaris mengusulkan calon Auditor Independen untuk mengaudit laporan 
keuangan konsolidasian Tahun Buku 2020 kepada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Perseroan 

tahun 2020.

2.  Melakukan supervisi proses Integrated Audit Tahun Buku 2019 dan Tahun Buku 2020

a.  Komite  Audit  telah  melakukan  pembahasan  dengan  Manajemen  (VP  Financial  Policy,  SGM  Shared  Service  of 

Finance),  Internal  Auditor  dan  Auditor  Independen  KAP  Purwantono,  Sungkoro  &  Surja  firma  anggota  Ernst 

&  Young  Global  Limited  (KAP  PSS/EY)  terkait  dengan  kualitas  dan  akseptabilitas  standar  akuntansi  keuangan 

yang diterapkan oleh Perusahaan, kelayakan accounting estimate and judgement yang signifikan dan kecukupan 

pengungkapan dalam laporan keuangan konsolidasian, serta efektivitas pengendalian internal yang dilaksanakan 

oleh  Manajemen,  sehingga  kuantitas  dan  kualitas  laporan  keuangan  yang  diterbitkan  oleh  Manajemen  disajikan 

secara wajar dan tidak terdapat kesalahan penyajian yang material.

b.  Komite Audit telah menelaah dan membahas laporan keuangan konsolidasian auditan dan catatan atas laporan 

keuangan konsolidasian dalam Laporan Tahunan (Form 20F) dengan Manajemen Perusahaan. Berkaitan dengan 

Manajemen  Risiko  Perusahaan,  Komite  Audit  mengawasi  dan  memonitor  risiko  kecurangan,  dan  risiko-risiko 

pelaporan keuangan yang mungkin berdampak material pada penyajian laporan keuangan.

c.  Selain  itu,  Komite  Audit  juga  menelaah  dan  mendiskusikan  dengan  Auditor  Independen  (KAP  PSS/EY)  atas 

kepatuhan Manajemen terhadap pelaksanaan peraturan Pasar Modal dan peraturan lain yang berhubungan dengan 

usaha Perusahaan sesuai dengan standar PSA 62 yang mulai dilakukan audit pada tahun 2017.    

d.  Komite Audit telah melakukan pembahasan dengan KAP PSS/EY terkait dengan rencana Integrated Audit Tahun 

Buku 2020.

e.  Komite Audit telah membahas perkembangan – interim Integrated Audit Tahun Buku 2020 serta Early Warning 

Report (EWR).

3.  Melakukan review dan supervisi terhadap rencana dan pelaksanaan program kerja Unit Internal Auditor Tahun Buku 2020

a.  Komite  Audit  telah  melakukan  review  dan  pembahasan  tentang  usulan  program  kerja  Unit  Internal  Audit  tahun 

2020  dikaitkan  dengan  risiko  yang  kemungkinan  terjadi  dalam  tahun  2020  sebelum  program  kerja  tersebut 

ditetapkan oleh Manajemen.

b.  Komite  Audit  secara  triwulanan  melakukan  pembahasan  temuan  dan  rekomendasi  hasil  dari  proses  audit 

dan  konsultasi  internal  dari  Unit  Internal  Audit,  termasuk  monitoring  tindak  lanjut  yang  telah  diselesaikan  

oleh Manajemen.

c.  Komite Audit telah membahas Significant Issue serta perkembangan tindak lanjut yang telah dilakukan dan/atau 

akan dilakukan.

196

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOM4.  Melakukan supervisi atas proses audit Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) yang dilaksanakan oleh Unit Community 

Development Center (CDC) Tahun Buku 2020

Komite Audit telah melakukan pembahasan dengan Manajemen CDC terkait dengan pelaksanaan Program Kemitraan 
dan Bina Lingkungan Tahun 2020, proses audit laporan keuangan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Tahun 
Buku  2020,  serta  prosedur  yang  disepakati  (Agreed  Upon  Procedure/AUP)  atas  kepatuhan  terhadap  peraturan-
peraturan yang berlaku dalam pengelolaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan.  

5.  Melakukan Pembahasan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan Triwulanan

Komite Audit telah melakukan pembahasan dengan Manajemen tentang laporan keuangan konsolidasian Perseroan 
Triwulanan sebelum laporan keuangan tersebut dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa, agar kualitas 
laporan  keuangan  yang  diterbitkan  oleh  Manajemen  disajikan  secara  wajar,  telah  cukup  pengungkapan  dan  tidak 
terdapat kesalahan penyajian yang material.

6.  Melakukan kajian bersama Komite Evaluasi dan Monitoring Perencanaan dan Risiko (KEMPR)

Komite Audit telah melakukan pembahasan bersama terkait dengan penerapan Enterprise Risk Management (ERM) 
yang dilakukan oleh Manajemen.

7.  Menyiapkan Program Kerja Tahunan Komite Audit

Komite Audit telah menyiapkan dan melakukan pembahasan Program Kerja Tahunan Komite Audit bersama dengan 
Dewan Komisaris untuk memastikan bahwa program kerja tersebut telah mencakup semua tugas dan tanggung jawab 
yang telah diatur dan ditetapkan di dalam Charter serta tugas–tugas khusus yang diberikan oleh Dewan Komisaris.

8.  Melakukan penelaahan informasi pengaduan yang masuk melalui program Whistleblowing System (WBS) Tahun Buku 2020

Untuk  memberikan  kesempatan  dan  kemudahan  kepada  semua  pihak  dalam  menyampaikan  pengaduan  baik  oleh 
karyawan  TelkomGroup  maupun  dari  luar  TelkomGroup  (pihak  ketiga),  Komite  Audit  menyiapkan  sistem  aplikasi 
Whistleblower sehingga dapat diakses dengan mudah dari manapun melalui akses internet.

RAPAT KOMITE AUDIT

Sesuai  dengan  Audit  Committee  Charter  Telkom,  telah  ditetapkan  bahwa  Komite  Audit  melaksanakan  rapat  1  (satu) 
kali per bulan, lebih intensif dibandingkan ketentuan minimal rapat Komite yang diatur dalam Peraturan OJK No. 55/
POJK.04/2015  tanggal  23  Desember  2015  tentang  Pembentukan  dan  Pedoman  Pelaksanaan  Kerja  Komite  Audit, 
khususnya  pada  Pasal  13,  yang  menyatakan  bahwa  Komite  Audit  melaksanakan  rapat  secara  berkala  paling  sedikit  1 
(satu) kali dalam 3 (tiga) bulan. Selama tahun 2020, Komite Audit telah mengadakan rapat komite sebanyak  29 kali 
dengan tingkat kehadiran seperti tercantum pada tabel berikut.

Kehadiran Rapat Komite Audit Tahun 2020

Nama

Jumlah Rapat

Jumlah Kehadiran

Persentase Kehadiran
%

No.

1.

2.

3.

Chandra Arie Setiawan(1)

Marcelino Rumambo Pandin

Marsudi Wahyu Kisworo

4. Wawan Iriawan(1)

5.

6.

7.

8.

9.

Ahmad Fikri Assegaf(1)

Sarimin Mietra Sardi

Emmanuel Bambang Suyitno(2)

Margiyono Darsasumaja(1)

Tjatur Purwadi(3)

Keterangan:
(1)  Sejak 19 Juni 2020
(2)  Sejak 1 September 2020
(3)  Sampai dengan 31 Agustus 2020

11

29

29

11

11

29

8

18

20

11

25

27

11

11

29

8

18

20

100%

86%

93%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

197

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANPENDIDIKAN DAN PELATIHAN KOMITE AUDIT

Dalam  rangka  peningkatan  dan  pengembangan  kompetensi  yang  berkaitan  dengan  pelaksanaan  tugas  dan  fungsi 

Komite Audit, para anggota Komite Audit secara rutin mengikuti berbagai pelatihan, seminar dan workshop. Pada tahun 

2020, pelatihan yang telah diikuti oleh anggota Komite Audit disajikan dalam tabel berikut.

No.

1.

Nama

Sarimin Mietra 
Sardi

Program Pelatihan

Tanggal

Lokasi

a. Diskusi  Panel  Three  Lines 

sebagai 
Katalisator  Pemulihan  Bisnis  era  Normal 
Baru

b. Peran  Auditor  Internal,  Komite  Audit,  dan 
Auditor  Eksternal  dalam  ISO  37001-2016 
Sistem Manajemen Anti Penyuapan

25 Juni 2020

Jakarta (Virtual)

29 Juli 2020

Jakarta (Virtual)

c. Tech  Session:  5G  Update  (Huawei  dan 

6 Oktober 2020

Jakarta (Virtual)

Nokia)

d. Technology  &  Business  Update:  5G 

7 Oktober 2020

Jakarta (Virtual)

(Ericsson dan ZTE)

e. Tech Session Open RAN

12 Oktober 2020

Jakarta (Virtual)

f. Update PSAK dan SEC

14 Oktober 2020

Jakarta (Virtual)

g. Tech Session QualComm

13 November 2020

Jakarta (Virtual)

2.

Emmanuel 
Bambang Suyitno

a. Agile  Auditing:  Kemitraan  Komite  Audit 
Dengan  Auditor  Internal  dalam  Merespon 
Disrupsi

22 Juni 2020

Jakarta (Virtual)

b. Three  Lines  sebagai  Katalisator  Pemulihan 

25 Juni 2020

Jakarta (Virtual)

Bisnis era Normal Baru

c. Membangun  Ekonomi  &  Keuangan  Digital 

2 Juli 2020

Jakarta (Virtual)

Indonesia 2025

d. Scenario Analysis for Top Management

18 September 2020 Jakarta (Virtual)

e. Tax  Incentives  di  Masa  Pandemi  &  Tax 

24 September 2020 Jakarta (Virtual)

Dispute Update

f.

Tech  Session:  5G  Update  (Huawei  dan 
Nokia)

6 Oktober 2020

Jakarta (Virtual)

g. Technology  &  Business  Update:  5G 

7 Oktober 2020

Jakarta (Virtual)

(Ericsson dan ZTE)

h. Tech Session Open RAN

12 Oktober 2020

Jakarta (Virtual)

i. Optimalisasi  Peran  Komite  Audit  dalam 
Pengawasan dan Evaluasi atas Pelaksanaan 
Pemberian Jasa Audit oleh Akuntan Publik 
atau Kantor Akuntan Publik

12 Oktober 2020

Jakarta (Virtual)

j. Update PSAK dan SEC

14 Oktober 2020

Jakarta (Virtual)

k. Mandiri Sekuritas - Macro Series: Omnibus 

15 Oktober 2020

Jakarta (Virtual)

Law

l.

The  New  Path  on  Digital  Talent,  Holistic 
Leadership & Social Fintech

27 Oktober 2020

Jakarta (Virtual)

m. Accounting,  Organization  &  Sustainable 

13 November 2020

Jakarta (Virtual)

Development Relationship

n.

ISO 
37001: 
Implementing 
Control in Organization

Beyond 
Effective 

Certification-
Anti-Bribery 

13 November 2020

Jakarta (Virtual)

o. Tech Session QualComm

13 November 2020

Jakarta (Virtual)

*  Pendidikan dan Pelatihan anggota Komite Audit yang merupakan anggota Dewan Komisaris dapat dilihat pada Pendidikan dan Pelatihan Dewan 

Komisaris

198

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMKOMITE NOMINASI DAN 
REMUNERASI

Sebagai bentuk penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG), Telkom memiliki Komite Nominasi dan Remunerasi 

(KNR) yang membantu Dewan Komisaris dalam memenuhi tanggung jawabnya terkait keputusan remunerasi, penyampaian 

usulan  Top  Talent,  dan  nominasi  Direksi  dan  Dewan  Komisaris  Anak  Perusahaan.  Keberadaan  Komite  Nominasi  dan 

Remunerasi  merupakan  salah  satu  komitmen  Telkom  agar  dalam  segala  praktik  bisnisnya  selalu  berlandaskan  pada 

prinsip-prinsip GCG yaitu keterbukaan, akuntabilitas, pertanggungjawaban, independensi dan kewajaran.

Pembentukan  Komite  Nominasi  dan  Remunerasi  (KNR)  mengacu  pada  Peraturan  OJK  No.  34/POJK.04/2015 

tentang  Komite  Nominasi  dan  Remunerasi  Emiten  atau  Perusahaan  Publik.  Secara  internal,  ketentuan  mengenai 

KNR  diatur  dalam  Pedoman/Piagam  Komite  Nominasi  dan  Remunerasi  (Nomination  and  Remuneration  Committee 

Charter)  yang  ditetapkan  melalui  Surat  Keputusan  Dewan  Komisaris  No.  13/KEP/DK/2018  tanggal  31  Desember  2018 

tentang  Pedoman  Pelaksanaan  Kerja  (Charter)  Komite  Nominasi  dan  Remunerasi  Perusahaan  Perseroan  (Persero)  

PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk.

Pedoman/Piagam tersebut berisi tata cara kerja KNR yang bertugas membantu Dewan Komisaris mengawasi penetapan 

kualifikasi dan proses nominasi, serta remunerasi Dewan Komisaris, Direksi, dan pejabat eksekutif. Dengan adanya KNR, 

Telkom berharap proses seleksi dan pengambilan kebijakan remunerasi dapat dilakukan sesuai dengan pertimbangan 

profesional dan independen tanpa ada tekanan pihak lain.

RUANG LINGKUP, TUGAS, DAN TANGGUNG JAWAB KNR

Telkom memiliki Komite Nominasi dan Remunerasi dengan lingkup, tugas dan tanggung jawab sebagai berikut:

1.  Menyusun  kebijakan,  kriteria  dan  seleksi  yang  dibutuhkan  untuk  jabatan-jabatan  strategis  di  lingkungan  Perseroan 

yaitu jabatan satu tingkat di bawah Direktur dan Pengurus (anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris) Entitas 

Anak konsolidasi yang mengacu pada prinsip-prinsip Good Corporate Governance.

2.  Membantu  Dewan  Komisaris  yang  bersama  atau  berkonsultasi  dengan  Direksi  menyeleksi  kandidat  untuk  jabatan-

jabatan strategis di lingkungan Perseroan (anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris) Entitas Anak konsolidasi.

3.  Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris untuk disampaikan kepada Pemegang Saham seri A Dwiwarna 

mengenai:

a.  Komposisi jabatan anggota Direksi.

b.  Perencanaan suksesi anggota Direksi.

c.  Penilaian  berdasarkan  tolok  ukur  yang  telah  disusun  sebagai  bahan  evaluasi  pengembangan  kemampuan  

anggota Direksi.

4.  Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris untuk kemudian menyerahkannya kepada RUPS melalui Pemegang 

Saham Seri A Dwiwarna terkait dengan kebijakan, besaran dan/atau struktur remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris.

5.  Remunerasi dari Direksi dan Dewan Komisaris yang bersifat tetap dalam bentuk gaji atau honorarium, tunjangan dan 

fasilitas serta bersifat variabel yang berupa insentif.

6.  Menelaah perjanjian kerja dan/atau pernyataan kinerja dari setiap anggota Direksi.

Ketua KNR bertanggung jawab untuk mengoordinasi dan mengarahkan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Komite. 

Kemudian, posisi Sekretaris di dalam KNR ditugaskan untuk membantu Ketua dalam mengelola administrasi, dokumen, 

dan kegiatan. Anggota Komite merupakan pihak yang menyerap aspirasi dan merumuskan rekomendasi terkait nominasi 

dan remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris, serta pejabat eksekutif.

199

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANSesuai dengan Surat Menteri BUMN nomor S.675/MBU/10/2018 tanggal 18 Oktober 2018, tentang persetujuan usulan, 

batasan dan/atau kriteria kewenangan Dewan Komisaris PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk, disebutkan adanya 

pembagian dalam kewenangan untuk pengusulan wakil Perseroan di pengurus Anak Perusahaan Perseroan, maka:

1.  Kewenangan Pemegang Saham Seri A Dwiwarna, adalah untuk:

a.  Direktur Utama dan Komisaris Utama Anak Perusahaan Perseroan.
b.  Pengurus Perusahaan (Direktur dan Komisaris), dengan total aset ≥ 50% dari total aset induk dan/atau revenue 

Anak Perusahaan ≥ 50% dari revenue Induk.

2.  Kewenangan Dewan Komisaris PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, adalah Direktur (selain Direktur Utama) dan Dewan 
Komisaris (selain Komisaris Utama) di Anak Perusahaan Perseroan dengan total aset ≤ 50% dari total aset Perusahaan 
Induk, dan/atau Anak Perusahaan dengan sebesar ≤ 50% dari total revenue Perusahaan Induk.

Sebagai bagian dari tindak lanjut Surat Menteri BUMN nomor S.675/MBU/10/2018, tanggal 18 Oktober 2018 tersebut, 

maka  pada  tahun  2020  Komite  Nominasi  dan  Remunerasi  telah  melakukan  kegiatan  Uji  Kelayakan  dan  Kepatuhan 

sebanyak 19 kali, untuk 22 posisi pengurus (target jabatan) dengan 76 kandidat di 11 Anak Perusahaan. 

KOMPOSISI KNR

Peraturan  OJK  No.  34/POJK.04/2015  mengenai  Komite  Nominasi  dan  Remunerasi  Emiten  atau  Perusahaan  Publik 

menetapkan bahwa, jumlah anggota Komite Nominasi dan Remunerasi paling sedikit 3 (tiga) orang dengan ketentuan 

1  (satu) orang Ketua merangkap sebagai anggota merupakan Komisaris Independen, dan dua anggota lainnya dapat 

berasal dari anggota Dewan Komisaris, pihak dari luar Perseroan, maupun pihak yang menduduki jabatan manajerial di 

bawah Direksi yang membidangi sumber daya manusia.

Dengan mengacu pada peraturan tersebut, Dewan Komisaris kemudian mengeluarkan Keputusan Dewan Komisaris No. 

10/KEP/DK/2020 tanggal 29 Juni 2020 tentang Susunan Keanggotaan Komite Nominasi dan Remunerasi Perusahaan 

Perseroan  (Persero)  PT  Telekomunikasi  Indonesia,  Tbk  yang  menetapkan  anggota  Komite  Nominasi  dan  Remunerasi 

sebagai berikut.

Jabatan

Ketua

Sekretaris

Anggota

Komposisi Komite Nominasi dan Remunerasi per 31 Desember 2020

Nama Anggota dan 
Rangkap Jabatan

Tugas Masing-Masing Anggota

Periode Jabatan

Marsudi Wahyu Kisworo* 
Komisaris Independen

Bertanggung jawab terhadap pemberian arahan 
dan koordinasi pelaksanaan tugas Komite.

Mei 2019 - Sekarang

Ario Guntoro
Sekretaris Komite

Alex Denni* 
Komisaris

Ismail* 
Komisaris

Marcelino Rumambo 
Pandin* 
Komisaris

Rizal Mallarangeng* 
Komisaris

Chandra Arie Setiawan* 
Komisaris Independen

Bertanggung 
jawab  untuk  mempersiapkan 
dan  mengelola  administrasi  dan  dokumentasi 
Komite.

Bertanggung  jawab  untuk  mengoordinasikan 
masukan  yang  berasal  dari  pihak  yang 
berhubungan  dengan  Pemegang  Saham 
pengendali  terkait  dengan  isu  nominasi  dan 
remunerasi.

Des 2018 - Sekarang

Jun 2020 - Sekarang

Mei 2019 - Sekarang

Mei 2019 - Sekarang

Jun 2020 - Sekarang

Jun 2020 - Sekarang

Keterangan: 
* Profil anggota KNR yang berasal dari Dewan Komisaris dapat dilihat pada bagian Profil Dewan Komisaris

200

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMKeputusan Dewan Komisaris No. 10/KEP/DK/2020 tanggal 29 Juni 2020 tentang Susunan Keanggotaan Komite Nominasi 

dan  Remunerasi  Perusahaan  Perseroan  (Persero)  PT  Telekomunikasi  Indonesia,  Tbk  tersebut  sekaligus  mencabut 

keputusan Dewan Komisaris No. 14/KEP/DK/2019 tanggal 17 Desember 2019 yang menetapkan susunan keanggotaan 

Komite Nominasi dan Remunerasi sebagai berikut.

Komposisi Komite Nominasi dan Remunerasi per 31 Desember 2019

Jabatan

Nama

Status Rangkap Jabatan

Ketua

Sekretaris

Anggota

Cahyana Ahmadjayadi *

Komisaris Independen

Ario Guntoro

Ismail*

Marcelino Rumambo Pandin*

Komisaris

Komisaris

Marsudi Wahyu Kisworo*

Komisaris Independen

Keterangan:
* Profil anggota KNR dapat dilihat pada bagian Profil Dewan Komisaris

INDEPENDENSI KNR

Dalam  menjalankan  tugasnya  anggota  KNR  telah  bertindak  independen  dan  memenuhi  aspek  independensi  sesuai 

dengan syarat dan ketentuan yang tercantum dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 34/POJK.04/2015 tentang 

Komite Nominasi dan Remunerasi Emiten atau Perusahaan Publik serta Surat Keputusan Dewan Komisaris No. 13/KEP/

DK/2018 tanggal 31 Desember 2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Kerja (Charter) Komite Nominasi dan Remunerasi 

Perusahaan Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk.

KINERJA DAN PELAKSANAAN KEGIATAN KNR

Sepanjang  tahun  2020,  Komite  Nominasi  dan  Remunerasi  telah  membantu  pelaksanaan  tugas  dari  Dewan  Komisaris 

dalam menghasilkan keputusan-keputusan, melalui pelaksanaan serangkaian agenda kegiatan, antara lain:

1.   Pelaksanaan Uji Kelayakan dan Kepatutan pengurus Anak Perusahaan Perseroan, sejumlah 19 kegiatan, dengan pembagian 

sebagai berikut:

a. Kewenangan Pemegang Saham Seri A Dwiwarna

No.

Posisi Pengurus

Anak Perusahaan

Jumlah Kandidat

1.

2.

3.

4.

5.

Direktur Utama

Direktur Utama

Direktur Utama

Direktur Utama

Direktur Utama

PT Telkomsel

PT Multimedia Nusantara

PT Dayamitra Telekomunikasi

PT Graha Sarana Duta

PT Metra-Net

Total

5 Orang

5 Orang

5 Orang

5 Orang

5 Orang

25 Orang

201

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANb. Kewenangan Dewan Komisaris PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk

No.

Posisi Pengurus

Anak Perusahaan

Jumlah Kandidat

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

Komisaris

PT Telekomunikasi Indonesia 
International

Direktur HCM

PT Telkom Akses

Direktur Operasi & Marketing

PT Infrastruktur Telekomunikasi

Komisaris

Komisaris

Komisaris

Komisaris

PT Graha Sarana Duta

PT Infrastruktur Telekomunikasi

PT Telkom Akses

PT Dayamitra Telekomunikasi

Direktur Planning & Performance

PT Infrastruktur Telekomunikasi

Komisaris

10. Direktur Finance & Business Partner

PT Telkom Satelit Indonesia

PT Telekomunikasi Indonesia 
International

11.

12.

13.

14.

15.

16.

17.

Direktur Operasi & IT

PT Dayamitra Telekomunikasi

Direktur Planning & Performance

PT Infrastruktur Telekomunikasi

Direktur Bisnis

Komisaris

Komisaris

Direktur Bisnis

Komisaris

PT Dayamitra Telekomunikasi

PT Telkom Akses

PT Telkom Akses

PT Dayamitra Telekomunikasi

PT Dayamitra Telekomunikasi

3 Orang

3 Orang

3 Orang

3 Orang

3 Orang

3 Orang

3 Orang

3 Orang

3 Orang

3 Orang

3 Orang

3 Orang

3 Orang

3 Orang

3 Orang

3 Orang

3 Orang

Total

51 Orang

2.  Pembahasan Top Talent BOD-1 TelkomGroup Tahun 2020

3.  Persetujuan Usulan Struktur Satu Tingkat Di Bawah Direksi
a.  Pembentukan Group Corporate Transformation.

b.  Pembentukan  Organisasi  Departemen  Governance,  Risk  Management,  &  Compliance  serta  penataan  organisasi 

Direktorat Strategic Portfolio.

c.  Perubahan  Organisasi  Departemen  Corporate  Secretary,  Departemen  Corporate  Communication  &  Investor 

Relations, Direktorat Enterprise Business, dan Direktorat Network IT & Solution.

4.  Penelaahan Terhadap Usulan KPI dan Remunerasi 

Selama tahun 2020, KNR telah melakukan penelaahan dan penyampaian rekomendasi kepada Dewan Komisaris 

terhadap usulan-usulan Direksi berkaitan dengan KPI antara lain:

a.  Usulan Penetapan KPI Perseroan dan KPI Direksi Tahun 2020.
b.  Penetapan Kontrak Manajemen Direksi Tahun 2020.

c.  Usulan Perubahan KPI Perseroan Tahun 2020 yang diselaraskan dengan dengan Master Plan Kementerian BUMN 

Tahun 2020-2024.

d.  Usulan Penetapan KPI Individual Direksi Tahun 2020.

e.  Pembahasan Pencapaian Kontrak Manajemen Direksi Secara Triwulanan Tahun 2020.

f.  Pembahasan Progres Pencapaian KPI Perseroan dan KPI Individual Tahun 2020.

  Selain  itu,  KNR  juga  melakukan  penelaahan  dan  penyampaian  rekomendasi  kepada  Dewan  Komisaris  berkaitan 

dengan remunerasi, antara lain:

a.  Pembahasan usulan draft remunerasi pengurus PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk Tahun 2020.
b.  Permohonan tantiem tahun buku 2019, dan remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris untuk tahun buku 2020.

c.  Pembahasan kriteria Long Term Incentive (LTI).

202

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOM5.  Pelaksanaan  tugas-tugas  rutin  yang  berkaitan  dengan  tata  kelola  Komite  Nominasi  dan  Remunerasi  serta  tindak  lanjut 

penugasan dari Dewan Komisaris, diantaranya:
a.  Penyampaian usulan susunan keanggotaan Komite

  Komite Nominasi dan Remunerasi menyampaikan usulan susunan keanggotaan Komite Nominasi dan Remunerasi 

Perusahaan Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk yang kemudian ditetapkan dalam Keputusan 

Dewan Komisaris Nomor: 10/KEP/DK/2020, tanggal 29 Juni 2020.

b.  Pengaturan tata cara pengisian jabatan pengurus Anak Perusahaan

  Penyusunan rancangan peraturan tentang tata cara pengisian jabatan pengurus Anak Perusahaan Telkom yang 

kemudian  dituangkan  dalam  Keputusan  Dewan  Komisaris  Nomor  15/KEP/DK/2020/RHS,  tanggal  28  Agustus 

2020, yang sesuai dengan Peraturan Menteri BUMN Nomor 04/MBU/06/2020 tanggal 26 Juni 2020.

c.  Lain-lain

1)  Persetujuan penggunaan fasilitas kesehatan untuk pensiunan dan mantan Komisaris Telkom.

2) Penyelesaian laporan pelaksanaan tugas KNR Tahun 2019.

3) Penyelesaian  laporan  pelaksanaan  tugas  KNR  yang  disampaikan  per  Triwulan  (TW.  I,  TW.  II,  dan  TW.  III)  

Tahun 2020.

4) Pembahasan laporan hasil sidang Komite Etika, Kepatuhan dan Disiplin.

5) Pemantauan perkembangan penanganan klaim asuransi Jiwasraya.

6) Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran KNR Tahun 2021.
7) Penugasan  KNR  dalam  keanggotaan  Tim  Pendamping  Dewan  Komisaris  dalam  pengawasan  pelaksanaan 

Telkom Governance & Corporate Transformation.

RAPAT KNR

Telkom wajib mematuhi Peraturan OJK No. 34/POJK.04/2014 tentang Komite Nominasi dan Remunerasi yang mengatur 

jumlah minimal Rapat Komite Nominasi dan Remunerasi paling tidak satu kali dalam empat bulan. Pada tahun 2020, KNR 

Telkom telah menyelenggarakan Rapat sebanyak 127 kali.

Kehadiran Rapat  Komite Nominasi dan Remunerasi Tahun 2020

No.

Nama

Jumlah Rapat

Jumlah Kehadiran

Persentase Kehadiran
%

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

Marsudi Wahyu Kisworo

Alex Denni

Ismail

Marcelino Rumambo Pandin

Rizal Mallarangeng

Chandra Arie Setiawan

Cahyana Ahmadjayadi(1)

Keterangan:
(1) Sampai dengan tanggal 29 Juni 2020

127

84

127

127

84

84

43

PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KNR

127

83

125

119

84

84

43

100%

99%

98%

94%

100%

100%

100%

Dalam rangka peningkatan dan pengembangan kompetensi di KNR, pelatihan yang telah diikuti oleh Sekretaris KNR di 

tahun 2020, disajikan dalam tabel berikut.

No.

Nama

Program Pelatihan

Tanggal

1.

Ario Guntoro

Leading  in  Crisis  – 
Preparing 
for  the 
Rebound

15 Juni 2020

Lokasi

Online

Lembaga 
Penyelenggara

Korn Ferry & IMD

*   Pendidikan dan Pelatihan anggota KNR yang merupakan anggota Dewan Komisaris dapat dilihat pada Pendidikan dan Pelatihan Dewan Komisaris

203

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANKOMITE EVALUASI DAN MONITORING PERENCANAAN
DAN RISIKO

Dalam menjalankan kegiatan usahanya, perangkat Tata Kelola tertinggi Telkom harus mampu melakukan evaluasi dan 
monitoring terhadap perencanaan dan risiko bisnis yang dihadapi. Oleh karena itu, Telkom memiliki Komite Evaluasi dan 
Monitoring Perencanaan dan Risiko (KEMPR) yang bertugas membantu Dewan Komisaris untuk mengawasi sekaligus 
memonitor aktivitas perencanaan dan manajemen risiko Perusahaan. 

RUANG LINGKUP, TUGAS, DAN TANGGUNG JAWAB KEMPR

Tugas  dan  tanggung  jawab  Komite  Evaluasi  dan  Monitoring  Perencanaan  dan  Risiko  (KEMPR)  Telkom  ditetapkan 
secara resmi melalui Surat Keputusan Dewan Komisaris No. 04/KEP/DK/2011 tanggal 24 Maret 2011 perihal Pedoman 
Pelaksanaan Kerja (Charter) Komite Evaluasi dan Monitoring Perencanaan dan Risiko Perusahaan Perseroan (Persero) 
PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk.

Ada pun hal-hal yang tercakup dalam Piagam atau Charter antara lain sebagai berikut:
1.  Mengatur mengenai pembentukan dan pengangkatan anggota;
2.  Struktur dan persyaratan keanggotaan, tugas, kewajiban, dan kewenangan; dan
3.  Lingkup pelaksanaan pekerjaan, rapat, pelaporan, masa tugas, dan pendanaan.

Ruang  lingkup,  tugas  dan  tanggung  jawab  KEMPR  dalam  membantu  Dewan  Komisaris  mengawasi  jalannya  
Perusahaan yaitu:
1.  Melakukan  evaluasi  secara  komprehensif  atas  usulan  Rencana  Jangka  Panjang  Perseroan  (RJPP)  atau  CSS  dan 

Rencana Kegiatan Anggaran Perseroan yang diajukan oleh Direksi;

2.  Melakukan evaluasi atas pelaksanaan RJPP dan RKAP agar sesuai dengan sasaran RJPP dan RKAP yang disahkan 

oleh Dewan Komisaris; dan

3.  Melakukan pemantauan pelaksanaan enterprise risk management di lingkungan Perseroan.

KOMPOSISI KEMPR

Berdasarkan  Keputusan  Dewan  Komisaris  No.  11/KEP/DK/2020  tanggal  29  Juni  2020  tentang  Susunan  Keanggotaan 
Komite Evaluasi dan Monitoring Perencanaan dan Risiko Telkom, maka komposisi anggota KEMPR per akhir tahun 2020 
dapat dilihat pada tabel berikut.

Komposisi Komite Evaluasi dan Monitoring Perencanaan dan Risiko per 31 Desember 2020

Jabatan

Ketua

Nama Anggota dan 
Rangkap Jabatan

Ismail*
Komisaris

Anggota

Alex Denni* 
Komisaris

Ahmad Fikri Assegaf*
Komisaris

Wawan Iriawan* 
Komisaris Independen

Rizal Mallarangeng* 
Komisaris

Embun Prowanta
Anggota Independen

Tugas Masing-Masing Anggota

Periode Jabatan

Memberikan  arahan,  mengoordinasikan  dan 
memonitor  pelaksanaan  tugas  dari  seluruh 
anggota Komite.

1.

Melakukan  pengawasan  dan  pemantauan 
terhadap  implementasi  RJPP/CSS,  RKAP 
dan  enterprise  risk  management  serta 
implementasi  inisiatif  pertumbuhan  bisnis 
non-organik.

2.  Memberikan 

kajian, 

evaluasi 

pengendalian 

dan 
laporan  di  bidang  hukum,  kepatuhan 
serta 
dalam 
rangka  mendukung  pelaksanaan  tugas 
pengawasan  Dewan  Komisaris  terhadap 
pengurusan  Perseroan  yang  dilakukan 
Direksi.

risiko 

15 Jan 2020 - Sekarang

29 Jun 2020 - Sekarang

29 Jun 2020 - Sekarang

29 Jun 2020 - Sekarang

29 Jun 2020 - Sekarang

9 Jan 2020 - Sekarang

Keterangan:
* Profil anggota KEMPR yang berasal dari Dewan Komisaris dapat dilihat pada bagian Profil Dewan Komisaris

204

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMDengan adanya penunjukan anggota KEMPR tersebut, maka pada tanggal 29 Juni 2020, anggota KEMPR 
yang lama berikut ini tidak lagi menjalankan tugasnya di dalam komite.

Komposisi Komite Evaluasi dan Monitoring Perencanaan dan Risiko per 31 Desember 2019

Jabatan

Nama

Status Rangkap Jabatan

Ketua

Anggota

Isa Rachmatarwata *

Ismail*

Komisaris

Komisaris

Marsudi Wahyu Kisworo*

Komisaris Independen

Cahyana Ahmadjayadi*

Komisaris Independen

Widia Praptiwi

Anggota Independen

Keterangan:
* Profil anggota KEMPR dapat dilihat pada bagian Profil Dewan Komisaris

PROFIL ANGGOTA KEMPR DILUAR ANGGOTA DEWAN KOMISARIS

Embun Prowanta
Anggota Independen

Pribadi

Lahir

: Plaju, 26 Maret 1964

Usia/Umur

: 57 Tahun

Kewarganegaraan

: Indonesia

Domisili

: Jakarta, Indonesia

Riwayat Pendidikan

1988

1993

2017

Sarjana MIPA, Universitas Nasional, Indonesia.

Magister Manajemen, Universitas Gajah Mada, Indonesia.

Doktor, Universitas Brawijaya, Indonesia.

Dasar Penunjukan

Keputusan  Dewan  Komisaris  No.  02/KEP/DK/2020  tanggal  15  Januari  2020  tentang  Susunan  Keanggotaan  Komite 
Evaluasi  dan  Monitoring  Perencanaan  dan  Risiko  Perusahaan  Perseroan  (Persero)  PT  Telekomunikasi  Indonesia,  Tbk 
sebagaimana  kemudian  diubah  dan  diperbaharui  melalui  Keputusan  Dewan  Komisaris  No.  11/KEP/DK/2020  tanggal 
29  Juni  2020  tentang  Susunan  Keanggotaan  Komite  Evaluasi  dan  Monitoring  Perencanaan  dan  Risiko  Perusahaan 
Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk.

Surat  Dewan  Komisaris  nomor:  012/SRT/DK/2020  tanggal  9  Januari  2020  tentang  Keanggotaan/Sekretaris  Komite 
Evaluasi  dan  Monitoring  Perencanaan  dan  Risiko  (KEMPR)  Perusahaan  Perseroan  (Persero)  PT  Telekomunikasi 
Indonesia, Tbk.

Periode Jabatan

9 Januari 2020  sampai dengan sekarang.

Tugas dan Tanggung Jawab

Bersama dengan anggota KEMPR lainnya, bertugas untuk mengevaluasi usulan Rencana Jangka Panjang Perseroan 
(RJPP) atau CSS dan Rencana Kegiatan Anggaran Perseroan yang diajukan oleh Direksi, mengevaluasi atas pelaksanaan 
RJPP dan RKAP, serta melakukan pengawasan pelaksanaan enterprise risk management Telkom. 

Riwayat Jabatan

2020

Sekretaris Komite Evaluasi dan Monitoring Perencanaan dan Risiko.

205

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANINDEPENDENSI KEMPR

2. Rencana Kerja dan Anggaran Perseroan, serta Belanja Modal

Anggota KEMPR telah bertindak independen dan memenuhi 

aspek  independensi  sesuai  dengan  syarat  dan  ketentuan 

yang  tercantum  dalam  Surat  Keputusan  Dewan  Komisaris 

No. 04/KEP/DK/2011 tanggal 24 Maret 2011 perihal Pedoman 

Pelaksanaan Kerja (Charter) Komite Evaluasi dan Monitoring 

Perencanaan dan Risiko Perusahaan Perseroan (Persero) PT 

Telekomunikasi Indonesia, Tbk dalam menjalankan tugasnya 

sepanjang tahun 2020.

KINERJA  DAN  PELAKSANAAN  KEGIATAN 
KEMPR

Sepanjang  tahun  2020,  Komite  Evaluasi  dan  Monitoring 

Perencanaan  dan  Risiko  (KEMPR)  Telkom  telah  melakukan 

berbagai kegiatan  yang terdiri dari:

1.  Rencana  Jangka  Panjang  Perseroan  (RJPP)  dan  Corporate 

Strategic Scenario (CSS)

a. Evaluasi RJPP dan CSS 2020-2024

•  Penguatan  kapabilitas  dalam  rangka  menahan 

penurunan  legacy  business  dan  meningkatkan 

kinerja digital business.

a. Fokus Pemantauan RKAP dan Belanja Modal 2020

•  Menjaga  sustainability  bisnis  Perseroan  di  tengah 

pandemi COVID-19.

•  Peningkatan 

kinerja 

Anak 

Perusahaan 

termasuk  turn-around  kinerja  Anak  Perusahaan  

yang bermasalah.

•  Peningkatan  efisiensi  dan  efektivitas  capex 

serta  meningkatkan  pemanfaatan  capex  untuk 

mendukung  peluang-peluang  bisnis  baru  yang 

muncul seiring dengan pandemi COVID-19.

b. Evaluasi Usulan RKAP dan Belanja Modal 2021
  Evaluasi  usulan  RKAP  dan  belanja  modal  tahun  2021 

antara lain mengenai:

•  Peningkatan penetrasi, quality of sales dan customer 

experience pada bisnis IndiHome.

•  Pemanfaatan  peluang-peluang  bisnis  digital 

terutama pada lingkup bisnis enterprise. 

•  Optimalisasi pemanfaatan capex dalam mendukung 

digital  business  transformation  dengan  tetap 

memperhatikan capex healthiness dan profitability.

•  Revitalisasi  portofolio  bisnis  dalam  rangka  adopsi 

3.  Manajemen  Risiko  Perseroan  (Enterprise  Risk  Management/

digital business. 

ERM)

•  Koordinasi  dan  sinergi  TelkomGroup 

terkait 

pengembangan digital business.

b. Penyusunan CSS 2021-2025
  Fokus  KEMPR  dalam  penyusunan  CSS  2021-2025 

antara lain mengenai:

•  Transformasi  organisasi  dan  bisnis 

untuk 

mendukung bisnis digital Perseroan.

•  Penajaman  strategi 

tiga  pilar  bisnis  digital 

yaitu  digital  connectivity,  digital  platform  dan  

digital service.

  Berdasarkan  pemantauan  atas  profil  risiko  Perseroan, 

terdapat tiga hal yang mendapatkan perhatian, yaitu:

a.  Implementasi  Manajemen  risiko  baik  pada  lingkup 

Perusahaan maupun pada proyek-proyek strategis.

b.  Peningkatan  kapasitas  dan  kompetensi  organisasi 

pengelola ERM di Perseroan.

c. Peningkatan kualitas implementasi ERM pada Anak-

Anak Perusahaan. 

4.  Tindakan  Tertentu  Direksi  yang  Memerlukan  Persetujuan 

•  Penguatan  orkestrasi  dalam  TelkomGroup  untuk 

Dewan Komisaris

membangun digital business ecosystem. 

•  Mengkaji peluang unlock value pada portfolio bisnis 

yang potensial.

  Selama  tahun  2020  KEMPR  telah  membantu  Dewan 

Komisaris  dalam  menelaah  usulan-usulan 

rencana 

strategis  yang  disampaikan  oleh  Direksi,  diantaranya 

project-project  sebagai  berikut:  Golden,  MDI  500,  Tiger, 

Reunion, dan Subsidiary Streamlining.

206

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMRAPAT KEMPR

Pada tahun 2020, KEMPR telah melaksanakan 11 kali rapat Komite yang dihadiri oleh anggota, dengan tingkat kehadiran 
sebagai berikut.

Kehadiran Rapat Komite Evaluasi dan Monitoring Perencanaan dan Risiko Tahun 2020

Nama

Jumlah Rapat

Jumlah Kehadiran

Persentase Kehadiran
%

No.

1.

2.

Alex Denni(1) 

Ahmad Fikri Assegaf(1)

3. Wawan Iriawan(1)

4.

5.

6.

7.

8.

9.

Rizal Mallarangeng(1)  

Marcelino Rumambo Pandin (2)  

Ismail  

Marsudi Wahyu Kisworo(2)  

Cahyana Ahmadjayadi(2)  

Embun Prowanta 

Keterangan:
(1)  Sejak 19 Juni 2020
(2)  Sampai dengan 19 Juni 2020

PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEMPR

7

7

7

7

4

11

4

4

11

6

7

7

6

3

11

3

3

11

86%

100%

100%

86%

75%

100%

75%

75%

100%

Selama tahun 2020, Telkom telah mengikutsertakan anggota untuk meningkatkan kompetensi anggota Komite Evaluasi dan 

Monitoring Perencanaan dan Risiko (KEMPR), sebagaimana ditunjukkan dalam tabel sebagai berikut.

Pendidikan dan Pelatihan yang Diikuti Komite Evaluasi dan Monitoring Perencanaan dan Risiko Tahun 2020

No.

Nama

Program Pelatihan

Tanggal

Lokasi

Penyelenggara

1.

Embun Prowanta

GRC Certification

30 Juni 2020

Jakarta (Virtual)

OECG

* Pendidikan dan Pelatihan anggota KEMPR yang merupakan anggota Dewan Komisaris dapat dilihat pada Pendidikan dan Pelatihan Dewan Komisaris

207

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANDIREKSI

Berdasarkan  Undang-Undang  No.  40  Tahun  2007  tentang 

4.  Membuat 

laporan  tahunan  yang  antara 

lain  berisi 

Perseroan Terbatas, Direksi merupakan organ Perseroan yang 

laporan  keuangan,  sebagai  wujud  pertanggungjawaban 

berwenang dan bertanggung jawab penuh atas pengurusan 

pengurus Perseroan, serta dokumen keuangan Perseroan 

Perseroan  untuk  kepentingan  Perseroan,  sesuai  dengan 

sebagaimana  dimaksud  dalam  Undang-Undang  tentang 

maksud dan tujuan Perseroan, serta mewakili Perseroan baik 

Dokumen Perusahaan;

di dalam maupun luar pengadilan sesuai dengan ketentuan 

5.  Menyusun 

laporan  keuangan  berdasarkan  Standar 

Anggaran  Dasar  dan  peraturan  perundang-undangan  

Akuntansi  Keuangan  dan  menyerahkan  kepada  Akuntan 

yang berlaku.

Publik untuk diaudit;

Dalam  melaksanakan  tugasnya,  Direksi  harus  mematuhi 

Dewan  Komisaris  dalam  jangka  waktu  paling  lambat 

Anggaran  Dasar  Perseroan  dan  peraturan  perundang-

5  (lima)  bulan  setelah  tahun  buku  Perseroan  berakhir 

undangan 

serta  wajib  melaksanakan  prinsip-prinsip 

kepada RUPS untuk disetujui dan disahkan;

profesionalisme, 

efisiensi, 

transparansi, 

kemandirian, 

7.   Memberikan  penjelasan  kepada  RUPS  mengenai  

akuntabilitas, pertanggungjawaban serta kewajaran.

laporan tahunan;

6.  Menyampaikan  laporan  tahunan  setelah  ditelaah  oleh 

PIAGAM/BOARD CHARTER DIREKSI

8.  Menyampaikan  neraca  dan  laporan  laba  rugi  yang  telah 

disahkan  oleh  RUPS  kepada  Menteri  di  Bidang  Hukum 

sesuai dengan ketentuan perundang-undangan;

Pelaksanaan  tugas,  tanggung  jawab  dan  wewenang  Direksi 

9.  Menyusun laporan lainnya yang diwajibkan oleh ketentuan 

disahkan  melalui  Piagam  atau  Board  Charter  Direksi  yang 

peraturan perundang-undangan;

disahkan  melalui  Peraturan  Direksi  No.PD.620.00/r.00/

10. Memelihara  Daftar  Pemegang  Saham,  Daftar  Khusus, 

HK200/COP-M4000000/2020 

tanggal 

18  Juni  2020. 

Risalah RUPS, Risalah Rapat Dewan Komisaris dan Risalah 

Dokumen  tersebut  memuat  pedoman  dan  tata  tertib  kerja, 

Rapat  Direksi,  laporan  tahunan  dan  dokumen  keuangan 

wewenang,  tugas,  tanggung  jawab,  kewajiban,  pembagian 

Perseroan  sebagaimana  dimaksud  dalam  angka  4  dan 

tugas,  rapat,  ketentuan  benturan  kepentingan,  kepemilikan 

angka 5 di atas, dan dokumen Perseroan lainnya;

saham,  pengaturan  mekanisme  dan  pembagian  kerja  antar 

11.  Menyimpan  di  tempat  kedudukan  Perseroan:  Daftar 

para  anggota  Direksi  yang  tidak  diatur  di  dalam  Anggaran 

Pemegang  Saham,  Daftar  Khusus,  Risalah  RUPS,  Risalah 

Dasar  Perseroan  maupun  ketentuan  perundang-undangan 

Rapat  Dewan  Komisaris  dan  Risalah  Rapat  Direksi, 

yang  berlaku.  Dengan  adanya  Board  Charter  Direksi, 

laporan tahunan dan dokumen keuangan Perseroan serta 

diharapkan  kinerja  Direksi  lebih  terarah  dan  bersinergi  

dokumen Perseroan lainnya;

satu sama lain.

WEWENANG,  TUGAS,  DAN  TANGGUNG 
JAWAB DIREKSI

12. Mengadakan dan memelihara pembukuan dan administrasi 

Perseroan  sesuai  dengan  kelaziman  yang  berlaku  bagi 

suatu Perseroan;

13. Menyusun  sistem  akuntansi  sesuai  dengan  Standar 

Akuntansi  Keuangan 

dan 

berdasarkan 

prinsip 

Anggaran  Dasar  Telkom  menetapkan  kewajiban  Direksi 

pengendalian 

internal,  terutama  fungsi  pengurusan, 

sebagai berikut:

pencatatan, penyimpanan, dan pengawasan;

1.   Mengusahakan  dan  menjamin  terlaksananya  usaha  dan 
kegiatan  Perseroan  sesuai  dengan  maksud  dan  tujuan 

14. Memberikan  laporan  berkala  menurut  cara  dan  waktu 
sesuai  dengan  ketentuan,  serta  laporan  lainnya  setiap 

serta kegiatan usahanya;

kali  diminta  oleh  Dewan  Komisaris  dan/atau  Pemegang 

2.  Menyiapkan  pada  waktunya  Rencana  Jangka  Panjang 

Saham  Seri  A  Dwiwarna,  dengan  memperhatikan 

Perseroan,  Rencana  Kerja  dan  Anggaran  Tahunan 

peraturan  perundang-undangan  khususnya  peraturan  di 

Perseroan dan rencana kerja lainnya serta perubahannya 

bidang Pasar Modal;

untuk  disampaikan  kepada  Dewan  Komisaris  dan 

15. Menyiapkan  susunan  organisasi  Perseroan 

lengkap 

mendapatkan persetujuan Dewan Komisaris;

dengan perincian tugasnya;

3.  Membuat Daftar Pemegang Saham, Daftar Khusus, Risalah 

16. Memberikan  penjelasan 

tentang  segala  hal  yang 

RUPS dan Risalah Rapat Direksi;

ditanyakan atau yang diminta anggota Dewan Komisaris 

dan  Pemegang  Saham  Seri  A  Dwiwarna,  dengan 

memperhatikan 

peraturan 

perundang-undangan 

khususnya peraturan di bidang Pasar Modal;

208

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOM17.  Menjalankan  kewajiban  lainnya  sesuai  dengan  ketentuan 

7.  Tidak  menagih  lagi  piutang  bunga,  denda,  ongkos,  dan 

yang diatur dalam Anggaran Dasar ini dan yang ditetapkan 

piutang  lainnya  di  luar  pokok  yang  dilakukan  dalam 

oleh  RUPS  dengan  tetap  memperhatikan  peraturan 

rangka  restrukturisasi  dan/atau  penyelesaian  piutang 

perundang-undangan;

serta  perbuatan  lain  dalam  rangka  penyelesaian  piutang 

18. Dalam  menjalankan  kepengurusan  Perseroan  terdapat 

Perseroan dengan kewajiban melaporkan kepada Dewan 

perbuatan  Direksi  yang  harus  mendapatkan  persetujuan 

Komisaris  yang  ketentuan  dan  tata  cara  pelaporannya 

tertulis dari Dewan Komisaris dan/atau Pemegang Saham 

ditetapkan oleh Dewan Komisaris;

Seri  A  Dwiwarna.  Perbuatan  sebagaimana  dimaksud 

8.  Melakukan  segala  tindakan  dan  perbuatan 

lainnya 

diatur dalam Anggaran Dasar;

mengenai  pengurusan  maupun  pemilikan  kekayaan 

19. Apabila  dalam  menjalankan  kepengurusan  Perseroan 

Perseroan,  mengikat  Perseroan  dengan  pihak  lain  dan/

terdapat  perbuatan  Direksi  yang  tidak  memerlukan 

atau pihak lain dengan Perseroan serta mewakili Perseroan 

persetujuan  Dewan  Komisaris,  namun  dalam  proses 

di  dalam  dan  di  luar  Pengadilan  tentang  segala  hal  dan 

pengambilan keputusan Direksi tersebut dipandang perlu 

segala kejadian, dengan pembatasan sebagaimana diatur 

oleh  Direksi  untuk  dikonsultasikan  dengan  Kementerian 

dalam  peraturan  perundang-undangan,  Anggaran  Dasar 

BUMN  selaku  Pemegang  Saham  Seri  A  Dwiwarna, 

ini dan/atau Keputusan RUPS.

maka  Direksi  dapat  meminta  nasihat  terlebih  dahulu 

kepada  Dewan  Komisaris  sebelum  berkonsultasi  dengan 

Selanjutnya,  dalam  hal  terjadi  kerugian  atas  Perusahaan, 

Kementerian BUMN, dan terhadap setiap hasil konsultasi 

setiap anggota Direksi bertanggung jawab secara tanggung 

yang bersifat material khususnya setiap hal yang berkaitan 

renteng atas kerugian yang disebabkan oleh kesalahan atau 

dengan  penunjukan  Manajemen  atau  Personil,  arahan 

kelalaian dalam menjalankan tugasnya. Anggota Direksi tidak 

dan instruksi, serta kebijakan Perseroan wajib dituangkan 

bertanggung jawab atas kerugian Perusahaan apabila dapat 

secara  tertulis  untuk  selanjutnya  disampaikan  kepada 

membuktikan:

Dewan Komisaris;

1.   Kerugian 

tersebut 

bukan 

karena 

kesalahan  

20.Pembagian  tugas  dan  wewenang  setiap  anggota 

atau kelalaiannya.

Direksi  ditetapkan  oleh  RUPS.  Dalam  hal  RUPS  tidak 

2.  Telah  melakukan  pengurusan  dengan  itikad  baik,  penuh 

menetapkan  pembagian  tugas  dan  wewenang  tersebut, 

tanggung jawab, dan kehati-hatian untuk kepentingan dan 

maka pembagian tugas dan wewenang di antara Direksi 

sesuai dengan maksud dan tujuan Perusahaan.

ditetapkan berdasarkan keputusan Direksi.

3.  Tidak  mempunyai  benturan  kepentingan  baik  langsung 

Selain itu, Direksi juga memiliki hak dan wewenang yaitu:

mengakibatkan kerugian.

1.   Menetapkan  kebijakan  yang  dipandang  tepat  dalam 

4.  Telah  mengambil  tindakan  untuk  mencegah  timbul  atau 

maupun  tidak  langsung  atas  tindakan  pengurusan  yang 

kepengurusan Perseroan;

berlanjutnya kerugian tersebut.

2.  Mengatur  penyerahan  kekuasaan  Direksi  untuk  mewakili 

Perseroan di dalam dan di luar Pengadilan kepada seorang 

atau  beberapa  orang  yang  khusus  ditunjuk  untuk  itu 

KOMPOSISI DIREKSI

termasuk  pekerja  Perseroan  baik  sendiri-sendiri  maupun 

Pada 19 Juni 2020, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 

bersama-sama dan/atau badan lain;

(RUPST)  telah  menetapkan  komposisi  Direksi  yang  baru. 

3.  Mengatur ketentuan tentang pekerja Perseroan termasuk 

RUPST  menetapkan  untuk  menghentikan  masa  bakti  

penetapan  upah,  pensiun  atau  jaminan  hari  tua,  dan 

Direksi berikut:

penghasilan  lain  bagi  pekerja  Perseroan  berdasarkan 

1.  Bapak Harry Mozarta Zen sebagai Direktur Keuangan;

peraturan perundang-undangan;

2.  Ibu Siti Choiriana sebagai Direktur Consumer Service;

4.  Mengangkat  dan  memberhentikan  pekerja  Perseroan 

3.  Bapak  Zulhelfi  Abidin  sebagai  Direktur  Network  &  IT 

berdasarkan  peraturan  ketenagakerjaan  Perseroan  dan 

Solution;

peraturan perundang-undangan;

4.  Bapak  Achmad  Sugiarto  sebagai  Direktur  Strategic 

5.  Mengangkat  dan  memberhentikan  seorang  Sekretaris 

Portfolio;

Perusahaan  dan/atau  Kepala  Satuan  Pengawas  Intern 

5.  Bapak  Bogi  Witjaksono  sebagai  Direktur  Enterprise  & 

dengan persetujuan Dewan Komisaris;

Business Service;

6.  Menghapusbukukan  piutang  macet  dengan  ketentuan 

6.  Bapak  Edwin  Aristiawan  sebagai  Direktur  Wholesale  & 

sebagaimana  diatur  dalam  Anggaran  Dasar  yang 

International Service; dan

selanjutnya  dilaporkan  kepada  Dewan  Komisaris 

7.  Bapak Faizal Rochmad Djoemadi sebagai Direktur Digital 

selanjutnya  dilaporkan  dan  dipertanggungjawabkan 
dalam Laporan Tahunan;

Business.

209

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANdan kemudian mengangkat;

1.  Bapak Heri Supriadi sebagai Direktur Keuangan;

2.  Ibu FM Venusiana R. sebagai Direktur Consumer Service;

3.  Bapak Herlan Wijanarko sebagai Direktur Network & IT Solution;

4.  Bapak Budi Setyawan Wijaya sebagai Direktur Strategic Portfolio;

5.  Bapak Dian Rachmawan sebagai Direktur Wholesale & International Service;

6.  Bapak Muhamad Fajrin Rasyid sebagai Direktur Digital Business; dan

7.  Bapak Afriwandi sebagai Direktur Human Capital Management.

Salah  satu  Direktur,  yaitu  Bapak  Edi  Witjara  yang  sebelumnya  menjabat  sebagai  Direktur  Human  Capital  Management 

menduduki jabatan baru sebagai Direktur Enterprise & Business Service.

Dengan adanya keputusan tersebut di atas, maka komposisi Direksi per akhir tahun 2019 dan 2020 dapat dilihat pada tabel-

tabel berikut.

Komposisi Direksi per 31 Desember 2019

No.

Nama

Jabatan

Diangkat

Akhir Periode(1)

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

Ririek Adriansyah

Direktur Utama

RUPST 2019

RUPST 2024

Harry Mozarta Zen

Direktur Keuangan (KEU)

RUPST 2016

RUPST 2020

Siti Choiriana

Bogi Witjaksono

Zulhelfi Abidin

Edwin Aristiawan

Edi Witjara

Direktur Consumer Service (CONS)

RUPST 2018

RUPST 2020

Direktur Enterprise & Business Service 
(EBIS)

RUPST 2019

RUPST 2020

Direktur Network & IT Solution (NITS)

RUPST 2017

RUPST 2020

Direktur Wholesale & International 
Service (WINS)

Direktur Human Capital Management 
(HCM)

RUPST 2019

RUPST 2020

RUPST 2019

RUPST 2024

Faizal Rochmad Djoemadi

Direktur Digital Business (DB)

RUPST 2019

RUPST 2020

Achmad Sugiarto

Direktur Strategic Portfolio (SP)

RUPST 2019

RUPST 2020

Keterangan:
1) Masa jabatan anggota Direksi ditetapkan 5 (lima) tahun dan dapat diangkat kembali untuk 1 (satu) kali masa jabatan. RUPS dapat memberhentikan 
Direksi sebelum berakhirnya masa jabatan

Komposisi Direksi per 31 Desember 2020

No.

Nama

Jabatan

Diangkat

Akhir Periode(1)

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

Ririek Adriansyah

Dian Rachmawan

Afriwandi

Direktur Utama

Direktur Wholesale & International 
Service (WINS)

Direktur Human Capital Management 
(HCM)

RUPST 2019

RUPST 2024

RUPST 2020

RUPST 2025

RUPST 2020

RUPST 2025

Heri Supriadi

Direktur Keuangan (KEU)

RUPST 2020

RUPST 2025

FM Venusiana R.

Direktur Consumer Service (CONS)

RUPST 2020

RUPST 2025

Edi Witjara

Direktur Enterprise & Business service 
(EBIS)

RUPST 2019

RUPST 2024

Herlan Wijanarko

Direktur Network & IT Solution (NITS)

RUPST 2020

RUPST 2025

Muhamad Fajrin Rasyid

Direktur Digital Business (DB)

RUPST 2020

RUPST 2025

Budi Setyawan Wijaya

Direktur Strategic Portfolio (SP)

RUPST 2020

RUPST 2025

Keterangan:
(1) Masa jabatan anggota Direksi ditetapkan 5 (lima) tahun dan dapat diangkat kembali untuk 1 (satu) kali masa jabatan. RUPS dapat memberhentikan 
Direksi sebelum berakhirnya masa jabatan

210

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMKEBERAGAMAN DIREKSI

Telkom  menjunjung  tinggi  persamaan  hak  asasi  manusia  (HAM)  yang  tertuang  dalam  UU  No.  39  Tahun  1999  tentang  Hak 

Asasi Manusia. Salah satu bentuk perwujudan Telkom untuk menghargai HAM yaitu Pemegang Saham Utama dan Pengendali 

Telkom menjamin tidak adanya diskriminasi dalam pemilihan dan pengangkatan Direksi meski tidak tertuang dalam kebijakan 

khusus atas hal tersebut. Setiap anggota Direksi dipilih karena sebagai profesional yang memiliki keahlian, kecakapan, dan 

integritas yang baik sesuai dengan kebutuhan Telkom di era digital. 

Hasil RUPST tahun 2020 menetapkan 9 (sembilan) anggota Direksi, dengan 1 (satu) orang Direksi merupakan wanita. Ketetapan 

tersebut diambil berdasarkan hasil seleksi dan bukan merupakan upaya diskriminasi terhadap perempuan dalam penetapan 

posisi Direksi Telkom.

Keberagaman Direksi per 31 Desember 2020

No.

Nama

Jabatan

Gender

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

Ririek Adriansyah

Dian Rachmawan

Afriwandi

Heri Supriadi

FM Venusiana R.

Edi Witjara

Direktur Utama

Direktur WINS

Direktur HCM

Direktur KEU

Direktur CONS

Direktur EBIS

Herlan Wijanarko

Direktur NITS

Muhamad Fajrin Rasyid

Direktur DB

Budi Setyawan Wijaya

Direktur SP

Latar Belakang 
Keahlian & 
Kecakapan

Tingkat 
Pendidikan

Teknik Elektro

Sarjana

Teknik Elektro

Magister

Teknik Industri Magister

Manajemen 
Bisnis

Doktor

Pria

Pria

Pria

Pria

Wanita

Teknik Elektro

Magister

Pria

Pria

Pria

Pria

Manajemen 
Strategik Bisnis

Doktor

Teknik Elektro

Magister

Teknik 
Informatika

Teknik dan 
Manajemen 
Industri

Sarjana

Magister

Keterangan: 
KEU Keuangan, CONS Consumer Service, EBIS Enterprise & Business Service, NITS Network & IT Solution, WINS Wholesale & International Service, HCM 
Human Capital Management, DB Digital Business, SP Strategic Portofolio

Keberagaman Posisi Gender Direksi

Keberagaman Komposisi Tingkat Pendidikan Direksi

89%

11%

56%
22%
22%

Pria

Wanita

Magister

Doktor

Sarjana

211

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANRANGKAP JABATAN DIREKSI

Pada tahun 2020, terdapat Direksi Telkom yang memiliki rangkap jabatan, baik di Telkom sebagai Induk Perusahaan maupun 

Entitas Anak, atau Entitas lainnya. Informasi mengenai rangkap jabatan Direksi dapat dilihat pada tabel berikut.

Rangkap Jabatan Direksi per 31 Desember 2020

No.

Nama

Telkom

Jabatan

Jabatan Lainnya

Entitas Anak

Entitas Lainnya

1.

Ririek Adriansyah Direktur Utama

Tidak ada

a. Komisaris Utama 

Tidak ada

PT Telekomunikasi Selular 
(Telkomsel)

2.

Dian Rachmawan Direktur WINS

Tidak ada

a. Komisaris Utama PT Telkom 

Tidak ada

3.

Afriwandi

Direktur HCM

Tidak ada

International

b. Komisaris Utama PT Telkom Infra

a. Komisaris Utama Infomedia
b. Komisaris Finnet

Tidak ada

4.

Heri Supriadi

Direktur KEU

Tidak ada

a. Komisaris Utama PT Graha 

Tidak ada

Sarana Duta (GSD)

5.

FM Venusiana R.

Direktur CONS

Tidak ada

a. Komisaris Utama Telkom Akses

Tidak ada

6.

Edi Witjara

Direktur EBIS

Tidak ada

a. Presiden Komisaris PT Telkom 

Tidak ada

Satelit Indonesia

b. Presiden Komisaris PT PINS 

Indonesia

c. Presiden Komisaris PT 
Multimedia Nusantara

7.

8.

9.

Herlan Wijanarko Direktur NITS

Tidak ada

a. Komisaris Utama PT Dayamitra 

Tidak ada

Muhamad Fajrin 
Rasyid

Direktur DB

Tidak ada

Telekomunikasi

a. Komisaris Utama 
PT Metra-Net

b. Komisaris Utama PT MDI
c. Komisaris PT Sigma Cipta 

Caraka

Tidak ada

Budi Setyawan 
Wijaya

Direktur SP

Tidak ada

a. Komisaris Utama PT Sigma Cipta 

Tidak ada

Caraka

b. Komisaris Utama PT Teltranet 

Aplikasi Solusi

c. Komisaris Utama PT Jalin 
Pembayaran Nusantara

Keterangan:
KEU Keuangan, CONS Consumer Service, EBIS Enterprise & Business Service, NITS Network & IT Solution, WINS Wholesale & International Service, HCM 
Human Capital Management, DB Digital Business, SP Strategic Portofolio

KEBIJAKAN SELF ASSESSMENT DIREKSI

Berdasarkan  Peraturan  Bersama  Dewan  Komisaris  dan  Direksi  No.  08/KEP/DK/2020  dan  PD.620.00/r.00/HK200/

COP-M4000000/2020  tentang  Panduan  Tata  Kerja  Dewan  Komisaris  dan  Direksi  (Board  Manual)  Perusahaan  Perseroan 

(Persero) PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk, Direksi memiliki kebijakan self assessment untuk menilai kinerja Direksi. Kebijakan 

tersebut merupakan suatu pedoman yang digunakan sebagai bentuk akuntabilitas atas penilaian kinerja Direksi secara kolegial. 

Self assessment tersebut dilakukan oleh masing-masing anggota Direksi untuk menilai kinerja Direksi secara kolegial dan bukan 

menilai  kinerja  individual  masing-masing  anggota  Direksi.  Dengan  adanya  self  assessment  ini  diharapkan  masing-masing 
anggota Direksi dapat berkontribusi untuk memperbaiki kinerja Direksi secara berkesinambungan.

Keterangan lebih lengkap mengenai kebijakan self assessment Direksi dapat dilihat melalui Board Manual Telkom yang dapat 

diakses melalui menu GCG di website Telkom.

212

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMPENILAIAN KINERJA DIREKSI KOLEGIAL

Sasaran Strategis

Nilai Ekonomi dan Sosial Untuk Indonesia

Ekspansi operasi dilihat dari ekspansi EBITDA dan 
laba bersih

Menjaga  kondisi  keuangan  BUMN  dengan 
mempertahankan 
  rasio-rasio  gearing  setara 
dengan investment grade company

Pengembangan  rencana  untuk  one-stop-digital 
platform dan marketplace untuk UMKM

Pengembangan  rencana  investasi    di  Start-up 
potensial

Bobot

40,0%

Ukuran

Nilai(1)

8,0%

EBITDA tercapai minimal sesuai RKAP revisii 2020

8,0%

8,0%

8,0%

8,0%

Net  Income  tercapai  minimal  sesuai  RKAP  revisi 
2020

Debt to EBITDA tercapai minimal sesuai RKAP revisi 
2020

Persetujuan Kementerian BUMN untuk model bisnis 
Digital Platform UMKM

Persetujuan  Kementerian  BUMN  untuk  rencana 
investasi  MDI  di  ekosistem  Industri  Kesehatan  dan 
Industri Pangan

Inovasi Model Bisnis

30,0%

Menjadi pemimpin B2B IT/layanan digital

Digital Services & Platform B2B

5,0%

•  External Revenue

5,0%

•  EBITDA Margin (Nett Intra before Cost Allocation 

(CA))

Pembentukan ekosistem B2C digital

10,0%

Digital Service & Platform B2C revenue

Menghasilkan  proposition 
pelanggan  IndiHome

terintegrasi  bagi 

5,0%

Persetujuan Kementerian BUMN untuk business plan 
disertai  persetujuan  regulator  (BRTI)  atas  Produk 
Bundling Fixed dan Mobile TelkomGroup

Memaksimalkan operasional dan capital efficiency 
sejalan dengan utilisasi spektrum

5,0%

Lean Operator: Home-served/home-passed

A.

1.

2.

3.

4.

B.

5.

6.

7.

8.

C.

9.

Kepemimpinan Teknologi

Kepemimpinan 5G sebagai operator nasional

D.

Pengembangan Investasi

5,0%

5,0%

15%

Persetujuan  Kementerian  BUMN  atas  Business  
Case 5G

10. Akselerasi restrukturisasi Anak Perusahaan

7,50%

Jumlah Subsidiaries dengan ROIC > WACC Telkom

11.

Telkom  Digital  Venture  sebagai  modal  ventura 
berskala dunia

Telkom Digital Venture (Scale up MDI):

2,50%

•  Total nilai/value atas investasi Telkom di Start-up

2,50%

•  Tingkat pengembalian investasi di Start-up (> = 1 

year investment)

2,50%

•  Jumlah  Start-up  yang  diberikan  investasi  di 

bidang health & food

10,0%

5,0%

5,0%

100,0%

Terbentuk  Indonesian  Telecommunication  &  Digital 
Research Institute

Persetujuan  Kementerian  BUMN  untuk  program 
pengembangan 
termasuk  didalamnya 
program  suksesi  Direksi  dan  pengembangan  Top 
Talent muda (≤ 40 tahun)

talent, 

Pengembangan Talenta

Pembentukan  Digital  Capabilities  Center  dan 
Digital Academy

E.

12.

Total

Keterangan:
(1) Audit KPI masih dalam proses sehingga nilai belum tersedia

213

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANREMUNERASI DIREKSI

Hingga  per  akhir  Desember  2020,  struktur  remunerasi  Direksi  Telkom  mengacu  pada  Peraturan  Menteri  Negara  Badan 

Usaha Milik Negara No. PER-04/MBU/2014 sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri BUMN No. PER-12/

MBU/11/2020 tentang Perubahan Kelima atas Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara diganti Nomor PER-04/MBU/2014 

Tentang  Pedoman  Penetapan  Penghasilan  Direksi,  Dewan  Komisaris,  dan  Dewan  Pengawas  Badan  Usaha  Milik  Negara. 

Berdasarkan peraturan tersebut komponen penghasilan Direksi terdiri dari:

1. Gaji/Honorarium;

2. Tunjangan;

3. Fasilitas; dan

4. Tantiem/Insentif Kinerja.

Telkom menetapkan remunerasi Direksi melalui prosedur sebagai berikut:

1.  Dewan Komisaris meminta Komite Nominasi dan Remunerasi untuk menyusun rancangan usulan remunerasi Direksi.

2.  Apabila dibutuhkan, Komite Nominasi dan Remunerasi dapat meminta pihak independen untuk menyusun kerangka kerja 

untuk remunerasi Direksi.

3.  Komite Nominasi dan Remunerasi mengusulkan kerangka remunerasi tersebut kepada Dewan Komisaris. 

4.  Dewan Komisaris mengusulkan remunerasi bagi anggota Direksi kepada RUPS.
5.  RUPS  melimpahkan  kewenangan  dan  kuasa  kepada  Dewan  Komisaris  dengan  terlebih  dahulu  mendapat  persetujuan 

Pemegang Saham Seri A Dwiwarna untuk menetapkan remunerasi bagi anggota Direksi.

Penetapan  Penghasilan  berupa  gaji/honorarium,  tunjangan  serta  fasilitas  yang  bersifat  tetap  dilakukan  dengan 

mempertimbangkan  kondisi  Perusahaan.  Sementara  tantiem/insentif  kerja  merupakan  imbalan  kerja  tahunan  berdasarkan 

kinerja Perseroan yang besarnya ditentukan oleh Rapat Umum Pemengan Saham.

PROSEDUR DAN MEKANISME REMUNERASI DIREKSI

Dewan Komisaris Meminta KNR* 

Menyusun draft remunerasi. 

Hasilnya diajukan ke RUPS

1

3

KNR meminta masukan dari pihak 

independen

Pihak independen memberikan 

2

masukan kepada KNR

5

4

RUPS

*KNR: Komite Nominasi dan Remunerasi

214

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMUntuk 2020, total remunerasi yang dibayarkan kepada seluruh Direksi adalah Rp223,9 miliar. Tabel di bawah ini menunjukkan 

remunerasi yang dibayarkan kepada Direksi kami yang diterima pada tahun 2020.

Rekapitulasi Remunerasi Direksi

No.

Direksi

Jabatan

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

Ririek Adriansyah

Direktur Utama

Edi Witjara

Afriwandi

Direktur EBIS

Direktur HCM(2)

Dian Rachmawan

Direktur WINS(2)

Herlan Wijanarko

Direktur NITS(2)

Heri Supriadi

Direktur KEU(2)

FM Venusiana R.

Direktur CONS(2)

Budi Setyawan Wijaya

Direktur SP(2)

Muhamad Fajrin Rasyid

Direktur DB(2)

10.

Zulhelfi Abidin

Direktur NITS(3)

11.

12.

13.

14.

15.

16.

17.

18.

19.

Achmad Sugiarto

Direktur SP(3)

Bogi Witjaksono

Direktur EBIS(3)

Faizal Rochmad Djoemadi Direktur DB(3)

Edwin Aristiawan

Direktur WINS(3)

Harry Mozarta Zen

Direktur KEU(3)

Siti Choiriana

Alex J. Sinaga

Direktur CONS(3)

Direktur Utama(4)

Abdus Somad Arief

Direktur WINS(4)

Herdy R. Harman

Direktur HCM(4)

20. David Bangun

Direktur DSP(4)

Keterangan:
(1)  Tantiem dinyatakan sebagai tantiem kotor
(2)  Sejak 19 Juni 2020
(3)  Sampai dengan 19 Juni 2020
(4) Sampai dengan 24 Mei 2019

Honorarium & Tunjangan 
Lainnya

Tantiem(1)

Total

Rp juta

5.532

4.903

2.996

2.883

2.884

2.884

2.884

2.849

2.884

2.752

2.750

2.750

2.750

2.750

2.750

2.750

-

-

-

-

13.438

12.094

-

8.317

-

-

-

-

-

18.970

16.997

2.996

11.200

2.884

2.884

2.884

2.849

2.884

19.739

22.491

11.422

11.422

11.422

11.422

19.739

19.739

9.785

8.317

8.807

8.317

14.172

14.172

14.172

14.172

22.489

22.489

9.785

8.317

8.807

8.317

Selain  memberikan  remunerasi,  Telkom  mengikutsertakan  Direksi  menjadi  peserta  BPJS  Kesehatan  sebagai  upaya  Telkom 
mendukung program-program Jaminan Kesehatan Nasional yang dijalankan oleh Pemerintah. 

Berkaitan  dengan  adanya  pandemi  COVID-19  yang  mempengaruhi  hampir  seluruh  kegiatan  perekonomian  di  Indonesia, 
TelkomGroup memberikan dukungan penuh baik secara moral maupun material. Direksi mendonasikan seluruh THR untuk 
membantu Pemerintah dalam melaksanakan program-program yang berkaitan dengan pemberantasan pandemi COVID-19 di 
seluruh wilayah Indonesia, sehingga dapat meningkatkan kembali perekonomian di seluruh wilayah Indonesia.

RAPAT DIREKSI

Direksi memiliki ketentuan untuk mengadakan Rapat Internal 1 (satu) kali setiap bulan. Jika diperlukan, Direksi dapat mengadakan 
Rapat lainnya setiap saat. Selain Rapat Direksi, Telkom mengadakan Rapat Gabungan antara Direksi bersama dengan Dewan 
Komisaris minimal 1 (satu) kali dalam 4 (empat) bulan.

Di dalam Rapat, kuorum dicapai apabila lebih dari setengah dari anggota Direksi hadir atau diwakili dengan sah secara hukum 
dalam Rapat tersebut. Setiap anggota Direksi yang hadir memiliki satu suara (dan satu suara untuk setiap Direktur lainnya 
yang diwakili). Mekanisme pengambilan keputusan pada Rapat Direksi didasarkan atas musyawarah untuk mufakat. Apabila 
mufakat tidak tercapai, maka pengambilan keputusan akan dilaksanakan berdasarkan atas pengambilan suara mayoritas dari 

anggota Direksi yang hadir.

215

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANDireksi Telkom mengadakan Rapat Direksi sebanyak  65 kali pada tahun 2020. Tabel berikut menjelaskan frekuensi kehadiran 

Rapat Direksi sepanjang periode laporan tahun 2020. 

No.

Tanggal

1.

2 Januari 2020

Agenda dan Kehadiran Direksi dalam Rapat Internal

Agenda/Pembahasan Rapat

1.  Laporan performansi Operasional & Revenue W4 Desember 2019
2. Update Telkom Codes
3. Laporan agenda terbatas

Daftar Kehadiran

RA DR(1) AW(1) HS(1)

FMV(1)

EW HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) FRD(2)

√

N/A N/A

N/A

N/A

√

N/A

N/A

N/A

√

-

√

√

√

√

√

2.

7 Januari 2020

1.  Laporan performansi Operasional & Revenue YtD Desember (outlook) 2019
2. Laporan agenda terbatas

Daftar Kehadiran

RA DR(1) AW(1) HS(1)

FMV(1)

EW HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) FRD(2)

√

N/A N/A

N/A

N/A

√

N/A

N/A

N/A

√

√

√

√

√

√

√

3.

14 Januari 2020

1.  Laporan performansi Operasional & Revenue W2 Januari 2020
2. Laporan Logo dan Corporate Theme 2020
3. Update Tribe Edukasi
4. Laporan agenda terbatas

Daftar Kehadiran

RA DR(1) AW(1) HS(1)

FMV(1)

EW HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) FRD(2)

√

N/A N/A

N/A

N/A

-

N/A

N/A

N/A

√

√

√

√

√

√

√

4.

21 Januari 2020

1.  Laporan performansi Operasional & Revenue W3 Januari 2020
2. Update ChatAja
3. Laporan agenda terbatas

Daftar Kehadiran

RA DR(1) AW(1) HS(1)

FMV(1)

EW HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) FRD(2)

√

N/A N/A

N/A

N/A

√

N/A

N/A

N/A

√

√

-

√

√

-

√

5.

24 Januari 2020

1.  Laporan agenda terbatas

Daftar Kehadiran

RA DR(1) AW(1) HS(1)

FMV(1)

EW HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) FRD(2)

√

N/A N/A

N/A

N/A

√

N/A

N/A

N/A

√

√

-

-

√

-

√

6.

28 Januari 2020

1.  Laporan performansi Operasional & Revenue YtD Des 2019 (closing) dan W4 Januari 2020
2. Update IOT Platform
3. Laporan agenda terbatas

Daftar Kehadiran

RA DR(1) AW(1) HS(1)

FMV(1)

EW HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) FRD(2)

√

N/A N/A

N/A

N/A

√

N/A

N/A

N/A

√

√

-

-

√

√

√

7.

4 Februari 2020

1.  Laporan performansi Operasional & Revenue W5 Januari 2020
2. Laporan agenda terbatas

Daftar Kehadiran

RA DR(1) AW(1) HS(1)

FMV(1)

EW HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) FRD(2)

√

N/A N/A

N/A

N/A

√

N/A

N/A

N/A

√

√

√

√

√

√

√

8.

11 Februari 2020

1.  Laporan performansi Operasional & Revenue YtD Januari 2020 (outlook) dan W1 Februari 2020 (menggunakan 

format baru)

2. Laporan Future State Architecture (FSA) Infrastructure
3. Laporan agenda terbatas

Daftar Kehadiran

RA DR(1) AW(1) HS(1)

FMV(1)

EW HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) FRD(2)

√

N/A N/A

N/A

N/A

√

N/A

N/A

N/A

√

√

√

√

√

√

√

9.

18 Februari 2020

1.  Laporan performansi Operasional & Revenue W2 Februari 2020
2. Update Digital Business
3. Laporan agenda terbatas

Daftar Kehadiran

RA DR(1) AW(1) HS(1)

FMV(1)

EW HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) FRD(2)

√

N/A N/A

N/A

N/A

√

N/A

N/A

N/A

√

√

√

√

√

√

√

10.

24 Februari 2020

1.  Laporan agenda terbatas
2.  Laporan agenda terbatas

Daftar Kehadiran

RA DR(1) AW(1) HS(1)

FMV(1)

EW HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) FRD(2)

√

N/A N/A

N/A

N/A

√

N/A

N/A

N/A

√

√

√

√

√

√

√

11.

25 Februari 2020

1.  Laporan agenda terbatas
2.  Laporan agenda terbatas
3.  Laporan performansi Operasional & Revenue YtD Januari 2020 (closing) dan W3 Februari 2020

Daftar Kehadiran

RA DR(1) AW(1) HS(1)

FMV(1)

EW HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) FRD(2)

√

N/A N/A

N/A

N/A

√

N/A

N/A

N/A

√

√

√

√

√

√

√

12.

3 Maret 2020

1.  Laporan agenda terbatas
2.  Laporan performansi Operasional & Revenue W5 Februari 2020

Daftar Kehadiran

RA DR(1) AW(1) HS(1)

FMV(1)

EW HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) FRD(2)

√

N/A N/A

N/A

N/A

√

N/A

N/A

N/A

√

√

√

√

√

√

√

216

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOM 
No.

Tanggal

13.

10 Maret 2020

1.  Laporan performansi Operasional & Revenue YtD Februari 2020 (outlook) dan W1 Maret 2020
2.  Laporan Future State Architecture (FSA) IT
3.  Laporan agenda terbatas

Agenda/Pembahasan Rapat

Daftar Kehadiran

RA DR(1) AW(1) HS(1)

FMV(1)

EW HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) FRD(2)

√

N/A N/A

N/A

N/A

√

N/A

N/A

N/A

√

√

√

√

√

√

√

14.

16 Maret 2020

1. Laporan agenda terbatas

Daftar Kehadiran

RA DR(1) AW(1) HS(1)

FMV(1)

EW HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) FRD(2)

√

N/A N/A

N/A

N/A

√

N/A

N/A

N/A

√

√

√

√

√

√

√

15.

17 Maret 2020

1.  Laporan performansi Operasional & Revenue W2 Maret 2020
2.  Laporan Future State Architecture (FSA) service
3.  Laporan kesiapan produk digital untuk Darurat COVID-19 dan update MelOn
4.  Laporan kajian aspek hukum terkait penetapan virus Corona sebagai pandemi (wabah) oleh WHO
5.  Update kebijakan pengelolaan logistik
6.  Laporan kesiapan mitigasi persebaran COVID-19 di area kantor TelkomGroup
7.  Laporan agenda terbatas

Daftar Kehadiran

RA DR(1) AW(1) HS(1)

FMV(1)

EW HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) FRD(2)

√

N/A N/A

N/A

N/A

√

N/A

N/A

N/A

√

√

√

√

√

√

√

16.

20 Maret 2020

1. Laporan agenda terbatas

Daftar Kehadiran

RA DR(1) AW(1) HS(1)

FMV(1)

EW HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) FRD(2)

√

N/A N/A

N/A

N/A

√

N/A

N/A

N/A

√

√

√

√

√

√

√

17.

24 Maret 2020

1.  Laporan performansi Operasional & Revenue YtD Februari 2020 (closing) dan W3 Maret 2020
2.  Laporan sosialisasi Satuan Tugas COVID-19 Crisis Center Telkom
3.  Laporan agenda terbatas

Daftar Kehadiran

RA DR(1) AW(1) HS(1)

FMV(1)

EW HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) FRD(2)

√

N/A N/A

N/A

N/A

√

N/A

N/A

N/A

√

√

√

√

√

√

√

18.

31 Maret 2020

1.  Laporan performansi Operasional & Revenue W4 Maret 2020
2.  Laporan Future State Architecture IT
3.  Update platform Pijar Mahir sebagai bentuk dukungan terhadap kartu prakerja
4.  Laporan agenda terbatas

Daftar Kehadiran

RA DR(1) AW(1) HS(1)

FMV(1)

EW HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) FRD(2)

√

N/A N/A

N/A

N/A

√

N/A

N/A

N/A

√

√

√

√

√

√

√

19.

7 April 2020

1.  Laporan performansi Operasional & Revenue YtD Maret 2020 (outlook)
2.  Laporan agenda terbatas

Daftar Kehadiran

RA DR(1) AW(1) HS(1)

FMV(1)

EW HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) FRD(2)

√

N/A N/A

N/A

N/A

√

N/A

N/A

N/A

√

√

√

√

√

√

√

20.

14 April 2020

1.  Laporan performansi Operasional & Revenue W1 April 2020
2.  Laporan tema RAPIM TelkomGroup I tahun 2020
3.  Laporan progress dukungan Telkom terhadap program Pemerintah terkait wabah COVID-19 dan kesiapan aplikasi 

UMeetMe

4.  Laporan agenda terbatas

Daftar Kehadiran

RA DR(1) AW(1) HS(1)

FMV(1)

EW HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) FRD(2)

√

N/A N/A

N/A

N/A

√

N/A

N/A

N/A

√

√

√

√

√

√

√

21.

23 April 2020

1. Laporan agenda terbatas

Daftar Kehadiran

RA DR(1) AW(1) HS(1)

FMV(1)

EW HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) FRD(2)

√

N/A N/A

N/A

N/A

√

N/A

N/A

N/A

√

√

√

√

√

√

√

22.

28 April 2020

1.  Laporan agenda terbatas
2.  Laporan performansi Operasional & Revenue W3 April 2020

Daftar Kehadiran

RA DR(1) AW(1) HS(1)

FMV(1)

EW HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) FRD(2)

√

N/A N/A

N/A

N/A

√

N/A

N/A

N/A

√

√

√

√

√

√

√

23.

4 Mei 2020

1. Laporan agenda terbatas

Daftar Kehadiran

RA DR(1) AW(1) HS(1) FMV(1)

EW HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) FRD(2)

√

N/A N/A

N/A

N/A

√

N/A

N/A

N/A

√

√

√

√

√

√

√

24.

5 Mei 2020

1.  Laporan performansi Operasional & Revenue YtD April 2020 (outlook)
2.  Laporan agenda terbatas

Daftar Kehadiran

RA DR(1) AW(1) HS(1) FMV(1)

EW HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) FRD(2)

√

N/A N/A

N/A

N/A

√

N/A

N/A

N/A

√

√

√

√

√

√

√

217

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANNo.

Tanggal

25.

12 Mei 2020

Agenda/Pembahasan Rapat

1.  Laporan performansi Operasional & Revenue W1 Mei 2020
2.  Update CorCom: Program CSR, greeting Lebaran dan video sosialisasi PSBB
3.  Laporan FU HCM
4.  Laporan progress My IndiHomeX
5.  Laporan agenda terbatas

Daftar Kehadiran

RA DR(1) AW(1) HS(1)

FMV(1)

EW HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) FRD(2)

√

N/A N/A

N/A

N/A

√

N/A

N/A

N/A

√

√

√

√

√

√

√

26.

19 Mei 2020

1.  Laporan performansi Operasional & Revenue W2 Mei 2020
2.  Update persiapan acara TelkomGroup Siaga
3.  Laporan agenda terbatas

Daftar Kehadiran

RA DR(1) AW(1) HS(1)

FMV(1)

EW HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) FRD(2)

√

N/A N/A

N/A

N/A

√

N/A

N/A

N/A

√

√

√

√

√

√

√

27.

26 Mei 2020

1. Laporan agenda terbatas

Daftar Kehadiran

RA DR(1) AW(1) HS(1) FMV(1)

EW HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) FRD(2)

√

N/A N/A

N/A

N/A

√

N/A

N/A

N/A

√

√

√

√

√

√

√

28.

27 Mei 2020

1.  Laporan performansi Operasional & Revenue YtD April dan W3 Mei 2020
2.  Laporan agenda terbatas

Daftar Kehadiran

RA DR(1) AW(1) HS(1)

FMV(1)

EW HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) FRD(2)

√

N/A N/A

N/A

N/A

√

N/A

N/A

N/A

√

√

√

√

√

√

√

29.

3 Juni 2020

1.  Laporan agenda terbatas
2.  Update produk Cloud TelkomSigma
3.  Laporan performansi Operasional & Revenue W4 Mei 2020

Daftar Kehadiran

RA DR(1) AW(1) HS(1)

FMV(1)

EW HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) FRD(2)

√

N/A N/A

N/A

N/A

√

N/A

N/A

N/A

√

√

√

√

√

√

√

30.

9 Juni 2020

1.  Laporan performansi Operasional & Revenue YtD Mei 2020 (outlook)
2.  Laporan agenda terbatas

Daftar Kehadiran

RA DR(1) AW(1) HS(1)

FMV(1)

EW HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) FRD(2)

√

N/A N/A

N/A

N/A

√

N/A

N/A

N/A

√

√

√

√

√

√

√

31.

16 Juni 2020

1.  Laporan performansi Operasional & Revenue W2 Juni 2020
2.  Laporan agenda terbatas

Daftar Kehadiran

RA DR(1) AW(1) HS(1)

FMV(1)

EW HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) FRD(2)

√

N/A N/A

N/A

N/A

√

N/A

N/A

N/A

√

√

√

√

√

√

√

32.

22 Juni 2020

1. Laporan agenda terbatas

Daftar Kehadiran

RA DR(1) AW(1) HS(1)

FMV(1)

EW HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) FRD(2)

√

√

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A N/A N/A

N/A

N/A

N/A

33.

23 Juni 2020

1.  Update CSS 2020-2024
2.  Update format Laporan Radir
3.  Laporan agenda terbatas

Daftar Kehadiran

RA DR(1) AW(1) HS(1)

FMV(1)

EW HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) FRD(2)

√

√

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A N/A N/A

N/A

N/A

N/A

34.

24 Juni 2020

1. Laporan agenda terbatas

Daftar Kehadiran

RA DR(1) AW(1) HS(1)

FMV(1)

EW HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) FRD(2)

√

√

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A N/A N/A

N/A

N/A

N/A

35.

30 Juni 2020

1.  Laporan performansi Operasional & Revenue W4 Juni 2020
2.  Laporan kesiapan HUT Telkom
3.  Laporan agenda terbatas

Daftar Kehadiran

RA DR(1) AW(1) HS(1)

FMV(1)

EW HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) FRD(2)

√

√

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A N/A N/A

N/A

N/A

N/A

36.

7 Juli 2020

1.  Laporan performansi Operasional & Revenue YtD Juni 2020 (outlook)
2.  Update Core Values BUMN
3.  Laporan agenda terbatas

Daftar Kehadiran

RA DR(1) AW(1) HS(1)

FMV(1)

EW HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) FRD(2)

√

√

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A N/A N/A

N/A

N/A

N/A

37.

14 Juli 2020

1.  Laporan performansi Operasional & Revenue W1 Juli 2020 (outlook)
2.  Laporan dan Kick off Satgas End To End IndiHome CX Improvement
3.  Laporan agenda terbatas

Daftar Kehadiran

RA DR(1) AW(1) HS(1)

FMV(1)

EW HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) FRD(2)

√

√

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A N/A N/A

N/A

N/A

N/A

218

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMNo.

Tanggal

38.

28 Juli 2020

1.  Laporan performansi Operasional & Revenue W3 Juli 2020
2.  Laporan agenda terbatas

Agenda/Pembahasan Rapat

Daftar Kehadiran

RA DR(1) AW(1) HS(1)

FMV(1)

EW HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) FRD(2)

√

√

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A N/A N/A

N/A

N/A

N/A

39.

4 Agustus 2020

1.  Laporan performansi Operasional & Revenue W3 Juli 2020
2.  Virtual tour BOD ke Digital Capability Center Singapura
3.  Laporan Satgas CX IndiHome Improvement
4.  Update perayaan HUT RI ke-75
5.  Laporan digitalisasi di lingkungan TelkomGroup (kesiapan Resources, pengawakan SDM, KPI dan kewenangan 

Pengadaan)

6.  Laporan agenda terbatas

Daftar Kehadiran

RA DR(1) AW(1) HS(1)

FMV(1)

EW HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) FRD(2)

√

√

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A N/A N/A

N/A

N/A

N/A

40.

11 Agustus 2020

1.  Laporan performansi Operasional & Revenue YtD Juli (outlook) dan W1 Agustus 2020
2. Laporan progress Dashboard Monitoring performansi AP (termasuk kebijakan penetapan ratio keuangan yang menjadi 

KPI Direksi AP)

3. Laporan agenda terbatas

Daftar Kehadiran

RA DR(1) AW(1) HS(1)

FMV(1)

EW HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) FRD(2)

√

√

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A N/A N/A

N/A

N/A

N/A

41.

19 Agustus 2020

1.  Laporan performansi Operasional & Revenue W2 Agustus 2020
2.  Laporan agenda terbatas

Daftar Kehadiran

RA DR(1) AW(1) HS(1)

FMV(1)

EW HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) FRD(2)

√

√

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A N/A N/A

N/A

N/A

N/A

42.

24 Agustus 2020

1. Laporan agenda terbatas

Daftar Kehadiran

RA DR(1) AW(1) HS(1)

FMV(1)

EW HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) FRD(2)

√

√

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A N/A N/A

N/A

N/A

N/A

43.

25 Agustus 2020

1.  Laporan performansi Operasional & Revenue YtD Juli (closing) dan W3 Agustus 2020
2.  Laporan agenda terbatas

Daftar Kehadiran

RA DR(1) AW(1) HS(1)

FMV(1)

EW HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) FRD(2)

√

√

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A N/A N/A

N/A

N/A

N/A

44.

1 September 2020

1.  Laporan performansi Operasional & Revenue W4 Agustus 2020
2.  Update terkait Smart City
3.  Laporan FU HCM (Program Pengembangan Talent)
4.  Sharing Session 5G oleh AT Kearney
5.  Laporan agenda terbatas

Daftar Kehadiran

RA DR(1) AW(1) HS(1)

FMV(1)

EW HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) FRD(2)

√

√

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A N/A N/A

N/A

N/A

N/A

45.

8 September 2020

1.  Pembentukan Indonesian Telecommunication and Digital Research Institute
2.  Laporan performansi Operasional & Revenue YtD Agustus 2020
3.  Update progress program #PeduliInfrastruktur
4.  Laporan agenda terbatas

Daftar Kehadiran

RA DR(1) AW(1) HS(1)

FMV(1)

EW HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) FRD(2)

√

√

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A N/A N/A

N/A

N/A

N/A

46.

15 September 2020 1.  Laporan performansi Operasional & Revenue W1 September 2020
2.  Laporan Satgas CX IndiHome Improvement
3.  Laporan persiapan Tender DC Microsoft
4.  (KPI Perseroan 2020) - Update pembentukan Indonesian Telecommunication and Digital Research Institute
5.  Laporan KPI Perseroan 2020
6.  (KPI Perseroan 2020) - Kick Off Satgas TelkomGroup untuk pengembangan strategi dan Business Case 5G
7.  Laporan agenda terbatas

Daftar Kehadiran

RA DR(1) AW(1) HS(1)

FMV(1)

EW HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) FRD(2)

√

N/A N/A

N/A

N/A

N/A

√

N/A

N/A

√

√

√

√

√

√

√

47.

22 September 2020 1.  Laporan performansi Operasional & Revenue YtD Agustus (closing) dan W2 September 2020

2.  Laporan agenda terbatas

Daftar Kehadiran

RA DR(1) AW(1) HS(1)

FMV(1)

EW HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) FRD(2)

√

√

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A N/A N/A

N/A

N/A

N/A

48.

29 September 2020 1.  Laporan FU DB: Update model bisnis Digital Platform UMKM

2.  Laporan performansi Operasional & Revenue W3 September 2020
3.  Laporan agenda terbatas

Daftar Kehadiran

RA DR(1) AW(1) HS(1)

FMV(1)

EW HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) FRD(2)

√

√

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A N/A N/A

N/A

N/A

N/A

219

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANNo.

Tanggal

49.

6 Oktober 2020

1.  Laporan performansi Operasional & Revenue W3 September 2020
2.  Laporan agenda terbatas

Agenda/Pembahasan Rapat

Daftar Kehadiran

RA DR(1) AW(1) HS(1)

FMV(1)

EW HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) FRD(2)

√

√

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A N/A N/A

N/A

N/A

N/A

50.

13 Oktober 2020

1.  Laporan performansi Operasional & Revenue W1 Oktober 2020
2.  Laporan progress Satgas CX IndiHome Improvement
3.  Kick Off Tim Satgas TKDN
4.  Laporan rencana penyelenggaraan RAPIM TG III tahun 2020
5.  Laporan agenda terbatas

Daftar Kehadiran

RA DR(1) AW(1) HS(1)

FMV(1)

EW HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) FRD(2)

√

√

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A N/A N/A

N/A

N/A

N/A

51.

19 Oktober 2020

1.  Laporan agenda terbatas
2.  Laporan agenda terbatas

Daftar Kehadiran

RA DR(1) AW(1) HS(1)

FMV(1)

EW HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) FRD(2)

√

√

√

√

-

√

√

√

√

N/A

N/A N/A N/A

N/A

N/A

N/A

52.

20 Oktober 2020

1.  Laporan performansi Operasional & Revenue W2 Oktober 2020
2.  Laporan agenda terbatas

Daftar Kehadiran

RA DR(1) AW(1) HS(1)

FMV(1)

EW HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) FRD(2)

√

√

√

√

-

√

√

√

√

N/A

N/A N/A N/A

N/A

N/A

N/A

53.

26 Oktober 2020

1. Laporan agenda terbatas

Daftar Kehadiran

RA DR(1) AW(1) HS(1)

FMV(1)

EW HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) FRD(2)

√

√

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A N/A N/A

N/A

N/A

N/A

54.

3 November 2020

1.  Laporan agenda terbatas
2.  Laporan performansi Operasional & Revenue W4 Oktober 2020

Daftar Kehadiran

RA DR(1) AW(1) HS(1)

FMV(1)

EW HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) FRD(2)

√

√

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A N/A N/A

N/A

N/A

N/A

55.

10 November 2020

1.  Laporan agenda terbatas
2.  Laporan progress Satgas CX IndiHome Improvement
3.  Laporan performansi Operasional & Revenue YtD Oktober (outlook) dan W1 November 2020

Daftar Kehadiran

RA DR(1) AW(1) HS(1)

FMV(1)

EW HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) FRD(2)

√

√

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A N/A N/A

N/A

N/A

N/A

56.

17 November 2020

1.  Laporan performansi Operasional & Revenue W2 November 2020
2.  Laporan agenda terbatas

Daftar Kehadiran

RA DR(1) AW(1) HS(1)

FMV(1)

EW HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) FRD(2)

√

√

√

√

-

√

-

√

√

N/A

N/A N/A N/A

N/A

N/A

N/A

57.

23 November 2020

1. Laporan agenda terbatas

Daftar Kehadiran

RA DR(1) AW(1) HS(1)

FMV(1)

EW HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) FRD(2)

√

-

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A N/A N/A

N/A

N/A

N/A

58.

24 November 2020

1.  Laporan agenda terbatas
2.  Laporan performansi Operasional & Revenue YtD Oktober (closing) dan W3 November 2020

Daftar Kehadiran

RA DR(1) AW(1) HS(1)

FMV(1)

EW HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) FRD(2)

√

√

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A N/A N/A

N/A

N/A

N/A

59.

27 November 2020

1. Laporan agenda terbatas

Daftar Kehadiran

RA DR(1) AW(1) HS(1)

FMV(1)

EW HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) FRD(2)

√

√

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A N/A N/A

N/A

N/A

N/A

60.

1 Desember 2020

1.  Laporan agenda terbatas
2.  Laporan performansi Operasional & Revenue W4 November 2020

Daftar Kehadiran

RA DR(1) AW(1) HS(1)

FMV(1)

EW HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) FRD(2)

√

√

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A N/A N/A

N/A

N/A

N/A

61.

8 Desember 2020

1.  Laporan agenda terbatas HCM
2.  Laporan agenda terbatas
3.  Laporan progress Transformasi Telkom
4.  Laporan performansi Operasional & Revenue YtD November 2020 (outlook)

Daftar Kehadiran

RA DR(1) AW(1) HS(1)

FMV(1)

EW HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) FRD(2)

√

√

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A N/A N/A

N/A

N/A

N/A

220

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMNo.

Tanggal

62.

15 Desember 2020

1.  Laporan performansi Operasional & Revenue W2 Desember 2020
2.  Laporan Satgas CX IndiHome
3.  Laporan agenda terbatas

Agenda/Pembahasan Rapat

Daftar Kehadiran

RA DR(1) AW(1) HS(1)

FMV(1)

EW HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) FRD(2)

√

-

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A N/A N/A

N/A

N/A

N/A

63.

18 Desember 2020

1. Laporan agenda terbatas

Daftar Kehadiran

RA DR(1) AW(1) HS(1)

FMV(1)

EW HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) FRD(2)

√

-

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A N/A N/A

N/A

N/A

N/A

64.

22 Desember 2020

1.  Laporan agenda terbatas HCM
2.  Laporan agenda terbatas (sesi ke-1)
3.  Laporan performansi Operasional & Revenue YtD November (closing) & W3 Desember 2020
4.  Laporan kesiapan visit POSKO NARU 2020/2021
5.  Laporan agenda terbatas (sesi ke-2)

Daftar Kehadiran

RA DR(1) AW(1) HS(1)

FMV(1)

EW HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) FRD(2)

√

√

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A N/A N/A

N/A

N/A

N/A

65.

29 Desember 2020

1.  Laporan agenda terbatas
2.  Update progress Transformasi - Data Center Committee
3.  Laporan performansi Operasional & Revenue W4 Desember 2020

Daftar Kehadiran

RA DR(1) AW(1) HS(1)

FMV(1)

EW HW(1) MFR(1) BSW(1) HMZ(2) SC(2) ZA(2) AS(2) BW(2) EA(2) FRD(2)

√

√

√

√

√

√

√

√

√

N/A

N/A N/A N/A

N/A

N/A

N/A

Keterangan:

RA

DR

AW

HS

FMV

EW

Ririek Adriansyah

Dian Rachmawan

Afriwandi

Heri Supriadi

FM Venusiana R.

Edi Witjara

HW

MFR

BSW

HMZ

SC

ZA

Herlan Wijanarko

Muhamad Fajrin Rasyid

Budi Setyawan Wijaya

AS

BW

EA

Achmad Sugiarto

Bogi Witjaksono

Edwin Aristiawan

Harry Mozarta Zen

FRD

Faizal Rochmad Djoemadi

(1)

(2)

Sejak 19 Juni 2020

Sampai dengan 19 Juni 2020

Siti Choiriana

Zulhelfi Abidin

Rekapitulasi Kehadiran Direksi dalam Rapat Internal

No.

Nama

Jabatan

Jumlah Rapat

Jumlah 
Kehadiran

Persentase 
Kehadiran
%

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

15.

16.

Ririek Adriansyah

Dian Rachmawan

Afriwandi

Heri Supriadi

FM Venusiana R.

Edi Witjara

Herlan Wijanarko

Direktur Utama

Direktur WINS(1)

Direktur HCM(1)

Direktur KEU(1)

Direktur CONS(1)

Direktur EBIS

Direktur NITS(1)

Muhamad Fajrin Rasyid

Direktur DB(1)

Budi Setyawan Wijaya

Direktur SP(1)

Harry Mozarta Zen

Siti Choiriana

Zulhelfi Abidin

Achmad Sugiarto

Bogi Witjaksono

Edwin Aristiawan

Direktur KEU(2)

Direktur CONS(2)

Direktur NITS(2)

Direktur SP(2)

Direktur EBIS(2)

Direktur WINS(2)

Faizal Rochmad Djoemadi

Direktur DB(2)

Keterangan:
(1)  Sejak 19 Juni 2020
(2)  Sampai dengan 19 Juni 2020

65

34

34

34

34

65

34

34

31

31

31

31

31

31

31

31

65

31

34

34

31

64

33

34

31

31

30

28

29

31

30

31

100%

91,17%

100%

100%

91,17%

98,46%

97,05%

100%

100%

100%

96,77%

90,32%

93,54%

100%

96,77%

100%

221

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANSEKRETARIS
PERUSAHAAN

Sesuai  dengan  POJK  No.  35/POJK.04/2014  tentang  Sekretaris  Perusahaan  Emiten  atau  Perusahaan  Publik,  Telkom 

memiliki  fungsi  Sekretaris  Perusahaan/Investor  Relations  yang  memfasilitasi  komunikasi  internal  Direksi  dan  Dewan 

Komisaris. Selain itu, dalam hal komunikasi eksternal, Sekretaris Perusahaan/Investor Relations berperan untuk menjalin 

hubungan  antara  Perusahaan  dengan  para  pemangku  kepentingan,  terutama  Pemerintah,  Pemegang  Saham,  dan 

Otoritas  Jasa  Keuangan  (OJK).  Dari  sisi  kepatuhan,  Sekretaris  Perusahaan  juga  berperan  penting  dalam  memastikan 

Telkom mengikuti peraturan perundang-undangan Pasar Modal.

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB SEKRETARIS PERUSAHAAN 

Sekretaris Perusahaan memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut:

1.   Menyiapkan penyelenggaraan RUPS, termasuk materi, khususnya laporan tahunan (annual report);

2.  Menghadiri Rapat Direksi dan Rapat Gabungan antara Dewan Komisaris dengan Direksi;

3.  Mengelola  dan  menyimpan  dokumen  yang  terkait  dengan  kegiatan  Perusahaan  meliputi  dokumen  RUPS,  dan 

dokumen-dokumen Perusahaan penting lainnya; dan

4.  Menentukan  kriteria  mengenai  jenis  dan  materi  informasi  yang  dapat  disampaikan  kepada  Stakeholder,  termasuk 

informasi yang dapat disampaikan sebagai dokumen publik.

FUNGSI SEKRETARIS PERUSAHAAN

Fungsi Sekretaris Perusahaan yaitu mencakup: 

1.   Menyiapkan dan mengomunikasikan informasi yang akurat, lengkap, dan tepat waktu mengenai kinerja dan prospek 

Perusahaan kepada pemangku kepentingan.

2.  Sinergi dengan unit terkait termasuk dengan Entitas Anak untuk sosialisasi, implementasi, monitoring, dan penelaahan 

GCG, beserta pelaksanaannya.

3.  Membantu Direksi dalam berbagai kegiatan, informasi, dan dokumentasi antara lain:

a. Membuat daftar Pemegang Saham.

b. Menghadiri Rapat Direksi dan membuat minutes of meeting.

c. Mengorganisasikan penyelenggaraan RUPS.

4.  Mempublikasikan informasi Perusahaan secara taktis, strategis, dan tepat waktu.

222

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMPROFIL SEKRETARIS PERUSAHAAN

Andi Setiawan

Pribadi

Lahir

: 6 Juni 1978

Usia/Umur

: 42 tahun

Kewarganegaraan

: Indonesia

Domisili

: Jakarta, Indonesia

Riwayat Pendidikan

2002

Dasar Penunjukan

Sarjana  Manajemen  Keuangan,  Universitas  Indonesia, 
Indonesia.

Surat Keputusan Direksi Perseroan.

Periode Jabatan

Berlaku sejak tanggal 4 Maret 2015 sampai dengan sekarang.

Riwayat Jabatan

2014 - 2015

2010 - 2014

2007 - 2010

GM Investor Relation, PT Telekomunikasi Selular.

Manager Investor Relation, PT Summarecon Agung Tbk.

Manager  Sekretaris  Perusahaan,  PT  Bakrieland 
Development Tbk.

2004 - 2007

Corporate Rating Analyst, PT Pemeringkat Efek Indonesia.

PELAKSANAAN KEGIATAN SEKRETARIS PERUSAHAAN

Sepanjang tahun 2020, Sekretaris Perusahaan Telkom telah menyelenggarakan kegiatan seperti yang didetailkan pada 

tabel berikut.

No.

Tanggal

Nama Kegiatan

Penyelenggara

Lokasi

Pelaksanaan Kegiatan Sekretaris Perusahaan Tahun 2020

1.

2.

27 November 2020

Pengiriman  Tanggapan  Tertulis  Telkom  terkait 
Draft Peraturan Waran Terstruktur

OJK

E-mail

11 Desember 2020

Dalam rangka Rule Making Rule Konsep Peraturan 
Bursa  Nomor  II-S  tentang  Perdagangan  Efek 
Bersifat Ekuitas Dalam Pemantauan Khusus dan 
Konsep  Perubahan  Peraturan  Bursa  Nomor  I-A 
tentang  Pencatatan  Saham  dan  Efek  Bersifat 
Ekuitas  Selain  Saham  yang  diterbitkan  oleh 
Perusahaan Tercatat

Bursa Efek 
Indonesia

Online Webinar

223

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANPENDIDIKAN DAN PELATIHAN SEKRETARIS PERUSAHAAN 

Dalam  rangka  pengembangan  kompetensi  Sekretaris  Perusahaan/Investor  Relations,  Perseroan  telah  melaksanakan 

pelatihan untuk unit Investor Relations pada tahun 2020, seperti yang disajikan pada tabel berikut.

Pendidikan dan Pelatihan yang Diikuti  Sekretaris Perusahaan/Investor Relations Tahun 2020

No.

Tanggal

Nama Kegiatan

Penyelenggara

Lokasi

1.

5 Mei 2020

Sosialisasi  POJK  15/2020  tentang  Rencana  dan 
Penyelenggaraan  RUPS  Perusahaan  Terbuka 
dan  POJK  16/2020  tentang  Pelaksanaan  RUPS 
Perusahaan Terbuka secara Elektronik

Bursa Efek Indonesia

2.

3.

3 Juli 2020

Reporting on Emission and Climate Risk

Bursa Efek Indonesia

9 Juli 2020

Reporting  on  Waste  with  Circular  Economy 
Perspective

Bursa Efek Indonesia

Online 
Webinar

Online 
Webinar

Online 
Webinar

4.

10 Juli 2020

The CFO’s Role in Sustainable Business

Sustainability  Accounting 
Standards Board (SASB)

Online 
Webinar

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

17 Juli 2020

Peluang  dan  Tantangan  Industri  dan  Dunia  Usaha 
pada Masa New Normal

Asosiasi  Emiten  Indonesia 
(AEI)

Online 
Webinar

21 Juli 2020

Sustainable Development Goals (SDG’s) Reporting Bursa Efek Indonesia

Online 
Webinar

24 Juli 2020

Addressing Investor Calls for Environmental, Social 
and Governance (ESG) Reporting and Assurance

Sustainability  Accounting 
Standards Board (SASB)

Online 
Webinar

29 Juli 2020

ASEAN  Corporate  Governance  Scorecard  (ACGS) 
Workshop

Bursa Efek Indonesia

4 Agustus 2020 Preparing  Sustainability  Report  Stakeholders 

Bursa Efek Indonesia

Engagement

11 Agustus 2020 Sosialisasi POJK 17/2020 tentang Transaksi Material 
dan Perubahan Kegiatan Usaha dan POJK 42/2020 
tentang  Transaksi  Afiliasi  dan  Transaksi  Benturan 
Kepentingan.

Bursa Efek Indonesia

Online 
Webinar

Online 
Webinar

Online 
Webinar

2 September 
2020

Increasing Capital Inflow through ESG Development 
(ESG Rating & Indices)

Bursa Efek Indonesia

Online 
Webinar

9 September 
2020

WHAM  (What  How  Able  to  Motivated)  dan  TPOQ 
(The Power of Question)

Telkom  Human  Capital 
Business Partner

Online 
Webinar

10 September 
2020

Conceptual  Framework  and  Rules  of  Procedure 
Public Comment Launch

Sustainability  Accounting 
Standards Board (SASB)

Online 
Webinar

29 September 
2020

Living the Grand Why Core Values AKHLAK

Telkom Corporate University 
Center dan ESQ Group

Online 
Webinar

15.

1 Oktober 2020

Introduction  of  Investor  Relations  and  Use  of 
Technology in Investor Relations

BNY Mellon

Online 
Webinar

224

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMOnline 
Webinar

Online 
Webinar

Online 
Webinar

No.

Tanggal

Nama Kegiatan

Penyelenggara

Lokasi

16.

8 Oktober 2020 Marketing and Investor Outreach

BNY Mellon

17.

8 Oktober 2020 ESG and Crisis Communication

BNY Mellon

18.

19.

20.

15 Oktober 
2020

23, 26, dan 27 
Oktober 2020

11 November 
2020

Marketing Intelligence and Strategic Presentation

BNY Mellon

TNT Coaching Top Talent

Focus  Group  Discussion  dalam  rangka  Dengar 
Pendapat atas Rancangan perubahan Surat Edaran 
Otoritas Jasa Keuangan (RSEOJK) tentang Bentuk 
dan  Isi  Laporan  Tahunan  Emiten  atau  Perusahaan 
Publik

Telkom Corporate University 
Center dan Hijrah Coach

Online 
Webinar

Otoritas Jasa Keuangan

Online 
Webinar

21.

11 Desember 
2020

Dasar  Fikih  dan  Proses  Seleksi  Saham  Syariah  di 
Indonesia

Bursa  Efek  Indonesia,  PT 
Kliring  Penjaminan  Efek 
Indonesia,  PT  Kustodian 
Sentral  Efek  Indonesia,  dan 
OJK

Online 
Webinar

225

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANUNIT AUDIT
INTERNAL

Telkom  memiliki  Unit  Audit  Internal  atau  Departemen 

5.  Melakukan review dan/atau audit atas laporan keuangan 

Internal  Audit  (IA)  yang  berfungsi  untuk  memberikan 

Perusahaan secara periodik;

pandangan  secara  independen  dan  objektif  terhadap 

6.  Melakukan pemeriksaan kepatuhan terhadap ketentuan 

kegiatan usaha Perusahaan. Internal Audit juga membantu 

peraturan dan perundang-undangan yang terkait;

Perusahaan  mencapai  tujuannya  melalui  pendekatan 

7.  Mengidentifikasi  alternatif  perbaikan  dan  peningkatan 

secara  sistematik  dan  disiplin  dalam  mengevaluasi  dan 

efisiensi  dan  efektivitas  penggunaan  sumber  daya  

meningkatkan efektivitas Manajemen Risiko, Pengendalian, 

dan dana;

dan  Penerapan  Tata  Kelola  Perusahaan  yang  Baik. 

8.  Membuat 

laporan  hasil  audit  dan  menyampaikan 

Keberadaan  Unit  Audit  Internal  diharapkan  berperan 

laporan  tersebut  kepada  Direktur  Utama  dan  Dewan 

untuk menambah nilai dan meningkatkan efektivitas serta 

Komisaris melalui, Ketua Komite Audit;

efisiensi operasi bisnis Telkom.

PEDOMAN/PIAGAM  AUDIT 
(INTERNAL AUDIT CHARTER)

INTERNAL 

9.  Memantau, menganalisis, dan melaporkan pelaksanaan 

tindak lanjut perbaikan yang telah disarankan;

10. Memberikan  saran  perbaikan  dan 

informasi  yang 

objektif  tentang  kegiatan  yang  diperiksa  pada  semua 

tingkat  Manajemen  Perseroan  dan  Perusahaan  

Telkom  memiliki  IA  Charter  yang  berpedoman  pada 

afiliasi Perseroan;

standar internasional dari Institute of Internal Auditor (IIA). 

11.  Memberikan 

konsultasi 

yang  dibutuhkan  oleh 

IA  Charter  tertuang  dalam  Keputusan  Direksi  No.  Tel.09/

Manajemen Perseroan dan Perusahaan afiliasi Perseroan 

PW000/UTA/COP-C0000000/2015  tanggal  12  Februari 

yang sifat cakupan penugasannya telah disepakati;

2015 perihal Internal Audit Charter, dan telah disetujui oleh 

12. Melakukan  kegiatan  sebagaimana  angka  2  sampai 

Direktur Utama maupun Komite Audit. IA Charter memuat 

dengan  angka  10  pada  Perusahaan  afiliasi  Perseroan 

kegiatan  IA  Telkom  yang  juga  memaparkan  visi,  misi, 

atas 

permintaan  Direktur  Utama 

Perseroan  

struktur, status, tugas, tanggung jawab, dan wewenang IA, 

(instruksi Manajemen);

serta persyaratan personil IA.

TUGAS  DAN  TANGGUNG  JAWAB  UNIT 
AUDIT INTERNAL

13. Bekerja  sama  dengan  Komite  Audit,  termasuk  di 

dalamnya  adalah  melakukan  monitoring 

tindak 

lanjut  atas  rekomendasi  hasil  pemeriksaan  yang 

berdampak signifikan dan melaporkan hasilnya kepada  

Komite Audit;

Tugas  dan  tanggung  jawab  Internal  Audit  berdasarkan 

14. Menyusun  metodologi  evaluasi  dan  program  untuk 

Piagam Internal Audit (Internal Audit Charter) yaitu:

meningkatkan  mutu  kegiatan  Internal  Audit  bekerja 

1.  Menyusun rencana Internal Audit Tahunan;

sama/koordinasi dengan Komite Audit;

2.  Melaksanakan  rencana  Internal  Audit  Tahunan  yang 

15. Melakukan  review  dan/atau  pemeriksaan  pendalaman 

telah dikonsultasikan kepada Komite Audit atau ditinjau 

atas  permintaan  Komite  Audit  dalam 

rangka 

oleh Komite Audit;

menindaklanjuti whistleblower dan/atau dugaan adanya 

3.  Menguji  dan  mengevaluasi  kecukupan  pelaksanaan 

kecurangan  (fraud)  pada  Perseroan  atau  Perusahaan 

pengendalian  internal  dan  sistem  manajemen  risiko 

afiliasinya,  dan  menyampaikan  hasil  pemeriksaan 

sesuai dengan kebijakan Perusahaan;

tersebut kepada Direktur Utama dan Komite Audit; dan

4.  Melakukan pemeriksaan dan penilaian atas efisiensi dan 

16. Melakukan 

pemeriksaan 

pendahuluan 

dengan  

efektivitas di bidang keuangan, akuntansi, operasional, 

tujuan tertentu.

sumber daya manusia, pemasaran, teknologi informasi, 

dan kegiatan lainnya;

226

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMPROFIL KEPALA UNIT AUDIT INTERNAL

Harry Suseno Hadisoebroto 

Pribadi

Lahir

: Bandung, 24 Juni 1966

Usia/Umur

: 54 Tahun

Kewarganegaraan

: Indonesia

Domisili

: Bandung, Indonesia

Riwayat Pendidikan

1990

1999

Dasar Penunjukan

Graduate Study: Civil Engineering (Ir.), Institut Teknologi 
Bandung, Indonesia.

Postgraduate  Study:  Engineering-Project  Management 
(MSc.), University of Manchester Institute of Science and 
Technology, Inggris.

Surat  Keputusan  Direksi  No.  1905/PS720/HCC-10/2015  tanggal  9  Juni  2015 
yang mulai berlaku sejak tanggal 1 Juli 2015 hingga saat ini. Berdasarkan surat 
keputusan tersebut, Kepala Unit Audit Internal diangkat langsung oleh Direktur 
Utama.

Periode Jabatan

1 Juli 2015 sampai dengan sekarang

Riwayat Jabatan

2015 - Sekarang 

SVP Internal Audit, PT Telkom Indonesia, Tbk.

2014 - 2015

2011 - 2014

2010 – 2011

2007 - 2009

SVP Internal Audit, PT Telekomunikasi Seluler.

VP Infrastructure & Supply Management Audit, PT Telkom 
Indonesia (Persero) Tbk.

AVP Infrastructure Audit, PT Telkom Indonesia (Persero) 
Tbk.

Deputy  General  Manager  Kandatel  Malang,  PT  Telkom 
Indonesia (Persero) Tbk.

STRUKTUR DAN KEDUDUKAN UNIT AUDIT INTERNAL

IA Telkom terdiri atas 87 orang karyawan, yang bertanggung jawab langsung kepada Direktur Utama. Unit Audit Internal 

dikepalai oleh Senior Vice President Internal Audit (SVP IA) yang diangkat dan diberhentikan oleh Direktur Utama atas 

persetujuan Dewan Komisaris. Masa  tugas SVP  IA paling lama 3 (tiga) tahun dan dapat diangkat kembali untuk satu 

periode berikutnya.

227

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANJika SVP IA tidak memenuhi persyaratan dan atau gagal atau tidak cakap menjalankan tugasnya, maka Direktur Utama 

dapat memberhentikan SVP IA tersebut dengan persetujuan Dewan Komisaris. Hal ini sejalan dengan Peraturan OJK No. 

56/POJK.04/2015 tentang “Pembentukan dan Pedoman Penyusunan Piagam Unit Audit Internal”. Hingga akhir tahun 

2020, bagan struktur organisasi IA Telkom dapat dilihat berikut ini.

SVP INTERNAL AUDIT

VP PLANNING & 

VP INFRASTRUCTURE 

DEVELOPMENT AUDIT

& OPERATION AUDIT

VP IT AUDIT

VP INTEGRATED & 

FINANCIAL AUDIT

AVP QUALITY 

ASSURANCE & SYSTEM 

DEVELOPMENT

AVP INFRASTRUCTURE 

AVP APPLICATION 

AVP ICOFR & RISK 

& SUPPLY AUDIT

TRANSACTION AUDIT

MANAGEMENT AUDIT

AVP RESOURCE & 

ADMINISTRATION

AVP SERVICE 

OPERATION & 

SUPPORT AUDIT

AVP IS OPERATION 

AUDIT

AVP FINANCIAL & 

ASSET MANAGEMENT 

AUDIT

AVP AUDIT PARTNER 1

AVP SERVICE 

AVP INFORMATION 

AVP A&A COMPLIANCE 

DELIVERY AUDIT

SECURITY AUDIT

AUDIT

AVP AUDIT PARTNER 2

AVP AUDIT PARTNER 3

POOL OF AUDITOR

PELAKSANAAN KEGIATAN UNIT AUDIT INTERNAL

IA  Telkom  setiap  tahun  membuat  Rencana  Kerja  yang  dituangkan  dalam  Program  Kerja  Audit  Tahunan  Departemen 

Internal  Audit.  Pada  tahun  2020,  IA  telah  melaksanakan  77  penugasan,  yang  mencakup  kegiatan  audit,  konsultasi, 

evaluasi, dan review. Uraian kegiatan IA Telkom sebagai berikut.

Sub Departemen

Audit

Konsultansi

Review

Evaluasi

Jumlah

Infrastructure & Operation Audit (IOA)

Integrated & Financial Audit (IFA)

Information & Technology Audit (ITA)

Total

8

8

11

27

14

5

8

27

-

17

-

17

-

6

-

6

22

36

19

77

228

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMKUALIFIKASI, SERTIFIKASI, DAN KOMPETENSI AUDIT INTERNAL

Per 31 Desember 2020, Karyawan di IA Telkom perlu memiliki berbagai sertifikasi. Sertifikasi tersebut dibutuhkan untuk 
melaksanakan  pekerjaan  dengan  terstandar  dan  agar  kualitas  pengawasan  internal  dapat  terjamin  berjalan  baik.  Per 
tanggal 31 Desember 2020, detail sertifikasi yang dimiliki oleh anggota Internal Audit Telkom adalah sebagai berikut.

No. Jenis Sertifikasi

Jumlah 
Sertifikasi

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

Certification in Risk Management Assurance (CRMA) 

Certified Accountant (CA)

Certified Data Center Specialist (CDCS)

Certified Data Center Prosessional (CDCP)

Certified Ethical Hacker (CEH)

Certified Fraud Examiner (CFE)

Certified Forensic Auditor (CFrA)

Certified Information Systems Auditor (CISA)

Certified Internal Auditor (CIA)

Certified IT Infrastructure Library

ISO (9000, 9001, 9002, 9003, 14001, 18001, 20000, 22301, 27001, 37001)

12. Qualified Internal Audit (QIA)

13.

14.

15.

16.

17.

18.

19.

Certified Associate in Project Management (CAPM)

Certified Behavior Consultant (CBC)

Certified Management Accountant (CMA)

Cisco Certified Network Associate (CCNA)

Cisco Certified Networking Profesional (CCNP)

Cisco Certified Internetwork Expert (CCIE)

Cisco Certified Design Associate (CCDA)

20. Essential Lisenced Trainer (ELT)

21.

International Financial Reporting Standards (IFRS)

22. Red Hat Certified System Administrator (RHCSA)

23. Certified Senior Account Manager (CSAM)

24.

25.

26.

Telkom Certified Customer Care Expert (TCCCE)

Telkom Certified Integrated Marketing Fundamental

Telkom Certified IP Fundamental (TCIF)

Jumlah

1

3

1

1

1

1

1

3

3

3

14

4

1

3

1

2

1

1

1

1

1

1

1

1

1

2

54

PENDIDIKAN DAN PELATIHAN AUDIT INTERNAL

Telkom  memahami  pentingnya  menjaga  kompetensi  anggota  unit  Internal  Audit.  Untuk  itu,  sepanjang  tahun  2020, 
Telkom  mengikutsertakan  para  anggota  unit  Internal  Audit  pada  berbagai  kegiatan  pendidikan  dan  pelatihan  yang 
diselenggarakan oleh Telkom CorpU, ACFE, ACT, IIA, ISACA, SPRINT, dan lain-lain yaitu sebagai berikut.

Program

Culture

Leadership

Business

Technical

Certification

Sharing Knowledge

Jumlah

Jumlah Peserta

Jumlah Hari

23

3

133

301

2

445

907

7

13

5

44

3

9

81

229

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANSISTEM PENGENDALIAN
INTERNAL

Sistem  Pengendalian  Internal  (SPI)  merupakan  suatu 

dengan  ketentuan  hukum  dan  peraturan  yang  berlaku, 

mekanisme pengawasan yang ditetapkan oleh manajemen 

baik  internal  maupun  eksternal.  Unit  yang  bertanggung 

Perusahaan  secara  berkesinambungan.  SPI  mencakup 

jawab  dalam  kepatuhan  terhadap  perundang-undangan 

keandalan 

laporan  keuangan,  ketersediaan 

laporan 

yaitu  unit  Legal  &  Compliance  di  bawah  Departemen 

keuangan yang lengkap dan tepat waktu, termasuk sampai 

Sekretaris  Perusahaan  (Corporate  Secretary).  Aktivitas 

pada pelaksanaan evaluasi atas pelaporan keuangan.

yang  dilakukan  antara  lain  legal  advisory,  legal  opinion, 

legal review, dan litigation.

Sesuai  ruang 

lingkup  SPI,  Telkom  selalu  berupaya 

memastikan penyusunan laporan keuangan konsolidasian 

Sesuai  dengan  COSO  Framework,  Telkom  menerapkan 

sesuai  dengan  Standar  Akuntansi  Keuangan  yang 

lima  komponen  pengendalian  internal  yang  saling  terikat 

ditetapkan  oleh  Ikatan  Akuntan  Indonesia  (IAI).  Dengan 

di semua tingkat dan unit bisnis Perusahaan, yaitu:

tercatatnya  Telkom  di  bursa  New  York,  Telkom  juga 

1. Lingkungan Pengendalian

memenuhi ketentuan SOX Section 404 yang mewajibkan 

a.  Demonstrates  commitment  to  integrity  and  ethical 

Telkom  untuk  membangun,  memelihara,  menguji,  dan 

values. 

mengungkapkan  efektivitas  pengendalian  internal  atas 

b.  Exercises oversight responsibility.

pelaporan keuangan. 

c.  Establishes structure, authority, and responsibility.

d.  Demonstrates commitment to competence.

Lebih jauh lagi, selain aspek keuangan, SPI juga bertujuan 

e.  Enforces accountability.

memberikan  jaminan  yang  memadai  akan  tercapainya 

efisiensi  dan  efektivitas  kegiatan  operasional,  serta 

2. Penilaian Risiko

kepatuhan terhadap regulasi. Pengendalian operasi dalam 

a.  Specifies relevant objectives 

kerangka SPI atas proses bisnis dilakukan sesuai aktivitas 

b.  Identifies and analyzes risk.

dengan  sistem  tata  kerja  yang  berlaku  di  masing-masing 

c.  Assesses fraud risk.

fungsi. Melalui SPI, Telkom memantau kepatuhan terhadap 

d.  Identifies and analyzes significant change.

berbagai  peraturan  dan  perundangan  yang  berlaku,  baik 

atas  peraturan  internal  yang  dikeluarkan  oleh  pejabat 

3. Aktivitas Pengendalian

Perusahaan maupun peraturan Pemerintah. 

a.  Selects and develops control activities.

Saat ini, Sistem Pengendalian Internal (SPI) Telkom berada 

technology.

di  bawah  pengawasan  Direktur  Utama  dan  Direktur 

c.  Deploys through policies and procedures.

b.  Selects  and  develops  general  controls  over 

Keuangan,  serta  dijalankan  oleh  Direksi,  manajemen, 

dan  para  personel  lainnya  secara  kolektif.  Penerapan 

4. Informasi dan Komunikasi

SPI  bertujuan  untuk  mendapatkan  kepercayaan  publik 

a.  Uses relevant information.

mengenai efektivitas pelaporan keuangan dan penyusunan 

b.  Communicates internally.

laporan keuangan konsolidasian. 

c.  Communicates externally.

KERANGKA (FRAMEWORK) PENGENDALIAN 
INTERNAL

5. Aktivitas Pemantauan

a.  Conducts ongoing and/or separate evaluations.

b.  Evaluates and communicates deficiencies.

Dalam pelaksanaannya SPI yang diterapkan Telkom sejalan 

dengan 

Internal  Control-Integrated  Framework  2013 

dari  The  Committee  of  Sponsoring  Organizations  of  the 

Treadway  Commission  (COSO).  Salah  satu  upaya  Telkom 

untuk  menjalankan  kerangka  tersebut  yaitu  komitmen 

untuk  selalu  memastikan  bahwa  kebijakan,  kepatuhan 

Perusahaan  dan  seluruh  aktivitas  bisnis  dilakukan  sesuai 

230

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMKelima  komponen  tersebut  telah  diterapkan  dan  diaplikasikan  ke  dalam  kebijakan-kebijakan  Telkom,  di  antaranya  

sebagai berikut:

Lingkungan Pengendalian

PENERAPAN PENGENDALIAN INTERNAL DI TELKOM

•  Telkom  berkomitmen  terhadap  integritas  dan  nilai-nilai  etis  dengan  membangun  dan  menetapkan  budaya  Perusahaan  sebagai  panduan 

bagi para pemegang peran utama dalam membangun pola kepemimpinan dan memperkuat sinergi organisasi, sebagai mesin pertumbuhan 

ekonomi,  akselerator  kesejahteraan  sosial,  penyedia  lapangan  kerja,  dan  penyedia  talenta  high  performing  culture.  Telkom  menjamin 

sustainability competitive growth berupa pencapaian kinerja unggul jangka panjang. Core Values AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, 

Loyal,  Adaptif,  dan  Kolaboratif)  merupakan  nilai  utama  sumber  daya  manusia  BUMN  yang  harus  diadopsi  oleh  TelkomGroup  agar  setiap 

sumber daya TelkomGroup mengetahui, mengimplementasikan, dan menginternalisasikan secara sungguh-sungguh, konsisten, dan konsekuen, 

sehingga melahirkan perilaku keseharian yang membentuk budaya kerja TelkomGroup yang selaras dengan Core Values BUMN.

•  Telkom  memastikan  efektivitas  penyelenggaraan  aktivitas  Internal  Audit  yang  dilaksanakan  dengan  mengimplementasikan  prasyarat  SOA 

302/404 dan dikelola dengan pendekatan risk based audit. Telkom juga memastikan terselenggaranya koordinasi dan kerja sama yang efektif 

dengan pihak internal maupun pihak eksternal, serta risiko bisnis pada seluruh aktivitas bisnis telah dikelola secara memadai dengan sistem 

internal control. 

•  Telkom  memiliki  Direktori  Kompetensi  yang  menetapkan  kebutuhan  kompetensi  Perusahaan.  Salah  satunya  yaitu  Stream  Finance  yang 

meliputi  kompetensi  Corporate  Finance  dengan  sub  area  kompetensi  Capital  Structure  dan  Working  Capital  Management  (Treasury 

Management).  Kemudian,  Accounting  dengan  sub  area  kompetensi  Financial  Accounting,  Management  Accounting  dan  Corporate  Tax. 

Kebijakan pengembangan kompetensi ditujukan untuk menciptakan karyawan yang unggul, berkualitas global, dan berdaya saing tinggi.

Penilaian Risiko

•  Telkom  memiliki  beberapa  pertimbangan  dalam  menyusun  kebijakan  akuntansi  seperti  Pernyataan  Standar  Akuntansi  Keuangan  (PSAK), 

Interpretasi  Pernyataan  Standar  Akuntansi  Keuangan  (ISAK),  International  Accounting  Standards  (IAS),  Undang-Undang  yang  terkait,  dan 

perubahan lingkungan internal yang berdampak.

•  Telkom memiliki prinsip asersi keuangan dalam perencanaan ICOFR yang diperhatikan dengan baik oleh semua karyawan yang terkait.

•  Telkom mengelola risiko Perusahaan yang muncul baik internal maupun eksternal dengan mekanisme yang telah ditentukan. 

•  Telkom juga menerapkan sistem pengendalian kebijakan anti fraud dan memiliki pencegahan potensi fraud.

Aktivitas Pengendalian

•  Telkom menetapkan BPO (Business Process Owner) dan AO (Application Owner) yang memiliki tugas dan tanggung jawab terkait ICOFR.

•  Kaidah penentuan risiko dan pengendalian internal mengacu pada kebijakan ICOFR yang terdiri dari segregation of duties, penentuan risiko, 

dan penentuan pengendalian internal.

•  Telkom memiliki pedoman penerapan sekuriti sistem informasi yang selaras dengan kebutuhan Perusahaan dan dapat dilaksanakan secara 

berkesinambungan.

Informasi dan Komunikasi

•  Telkom  memiliki  kebijakan  akuntansi  yang  diterapkan  berdasarkan  Standar  Akuntansi  Keuangan  di  Indonesia  dan  IFRS,  yang  diuraikan 

berdasarkan prinsip-prinsip akuntansi dan penerapan, termasuk informasi atau data yang terkait dalam proses dan pengungkapan pelaporan 

keuangan, serta mengatur tentang komponen laporan keuangan konsolidasian. 

•  Telkom  memiliki  kebijakan  teknologi  informasi  yang  memberikan  kerangka  acuan  bagi  setiap  proses  maupun  unit  yang  terkait  dengan 

penyelenggaraan  TI  Perusahaan  dalam  penyusunan  dan  penetapan  petunjuk  pelaksanaan  dan  prosedur.  Ruang  lingkup  peraturan  TI  di 

Perusahaan Telkom mencakup aspek TI governance dan TI management.

Aktivitas Pemantauan

•  Telkom memiliki Internal Audit Charter yang mencakup persyaratan auditor di unit Internal Audit, yaitu memiliki integritas dan perilaku yang 

profesional,  pengetahuan  tentang  risiko  dan  pengendalian  yang  penting  di  bidang  teknologi  informasi,  pengetahuan  tentang  peraturan 

perundang-undangan di bidang Pasar Modal.

•  CEO Telkom senantiasa meningkatkan awareness dari management terkait audit maupun change management dalam bentuk CEO Notes dan 

menetapkan Integrated Audit, serta membentuk Probis IFRS.

Untuk  meningkatkan  kualitas  Sistem  Pengendalian  Internal,  Telkom  rutin  melakukan  penilaian  terkait  penerapan  SPI 

dalam Perusahaan. Pada tahun 2020, Telkom telah melakukan penilaian atas pelaksanaan SPI. Proses penilaian ini sejalan 
dengan  Peraturan  Menteri  Badan  Usaha  Milik  Negara  Pasal  26  Ayat  2  Tahun  2011  mengenai  Penerapan  Tata  Kelola 

Perusahaan yang Baik (GCG) Pada BUMN.

Hasil penilaian SPI menyatakan bahwa efektivitas Sistem Pengendalian Internal Telkom adalah Efektif.

231

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANSISTEM MANAJEMEN
RISIKO

Telkom  menyadari  bahwa  Manajemen  Risiko  berperan 

Kerangka  utama  Manajemen  Risiko  di  Telkom  mengacu 

penting  dalam  menjamin 

terwujudnya  Tata  Kelola 

kepada  kerangka  dari  COSO  (COSO  ERM  Framework), 

Perusahaan  yang  Baik  (Good  Corporate  Governance/

yang mencakup 3 (tiga) komponen utama:

GCG)  di  lingkungan  bisnis  Telkom  dan  Anak  Perusahaan. 

1.  Penerapan  Manajemen  Risiko  Perusahaan  harus  dapat 

Manajemen  risiko  yang  berjalan  baik  mendukung  bisnis 

mendukung  tujuan  Perusahaan  dari  aspek-aspek 

telekomunikasi  dengan  cakupan  area  bisnis  yang  luas 

strategic, operational, reporting, dan compliance.

di  tengah  berbagai  risiko  usaha  terkait  transformasi 

2.  Manajemen Risiko Perusahaan diterapkan pada semua 

komunikasi di era digital. Oleh sebab itu, salah satu langkah 

tingkatan  organisasi,  yaitu  Enterprise  Level,  Divisi, 

penting Telkom untuk mencapai GCG yaitu dengan terus 

Business Unit, dan Subsidiary dalam Perusahaan.

menerapkan  dan  menyempurnakan  Sistem  Manajemen 

3.  Penerapan Manajemen Risiko Perusahaan terdiri dari 8 

Risiko secara berkesinambungan.

GAMBARAN  UMUM  MENGENAI  SISTEM 
MANAJEMEN RISIKO

(delapan) komponen proses yaitu:

a.  Pengembangan lingkungan internal.

b.  Penetapan tujuan (objective setting).

c.  Identifikasi kejadian (event identification).

d.  Penilaian risiko (risk assessment).

Peraturan  Menteri  BUMN  No.  1  Tahun  2011  mewajibkan 

e.  Penanganan risiko (risk response).

BUMN,  termasuk  Telkom  menerapkan  Manajemen  Risiko. 

f.  Aktivitas pengendalian (control activities).

Pelaksanaan Manajemen Risiko juga merupakan kewajiban 

g.  Informasi 

dan 

komunikasi 

(information/

Telkom  sebagai  Perusahaan  yang  terdaftar  di  Bursa 

communication).

Saham  New  York  (NYSE)  untuk  memenuhi  Sarbanes-

h.  Pemantauan (monitoring).

Oxley Act, khususnya article 302 dan 404. Seluruh regulasi 

dan  ketentuan  tersebut  menjadi  landasan  Telkom  untuk 

Referensi  dan  pedoman 

lain  yang  relevan  dengan 

menjalankan Manajemen Risiko, selain tentunya mengacu 

pada berbagai standar dan best practice yang ada.

penerapan Manajemen Risiko di Telkom, antara lain: 
1. ISO 31000
  Enterprise Risk Management sebagai pembanding dan 

Kebijakan  dan  Framework  Sistem  Manajemen 
Risiko

pelengkap implementasi.

2. ISO 27001

Terdapat dua pedoman yang menjadi landasan kebijakan 

Information  Security  Management  System  (ISMS) 

Manajemen Risiko Telkom. Pedoman pertama yaitu Peraturan 

sebagai  referensi  dalam  pengembangan  Manajemen 

Direksi No. PD.614.00/r.00/HK.200/COP-D0030000/2015 

Risiko  untuk  menjamin  keamanan  informasi  dalam  hal 

tanggal  30  September  2015  tentang  Manajemen  Risiko 

Confidentiality, Integrity, dan Availability.

Perusahaan 

(Telkom  Enterprise  Risk  Management). 

Yang  kedua  yaitu  Peraturan  Direktur  Keuangan  nomor 

PR.614.01/r.00/HK200/COP-D0030000/2016 

tentang 

3. ISO 22301
  Business  Continuity  Management  System  (BCMS) 

Pedoman  Implementasi  Manajemen  Risiko  Perusahaan  

sebagai referensi dalam upaya menjamin kelangsungan 

(Telkom Enterprise Risk Management).

bisnis.

4. ISO 20000

Information  Technology  Service  Management  (ITSM) 

sebagai referensi dalam menjamin layanan IT.

232

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOM 
 
Sertifikasi Profesi

Unit  Manajemen  Risiko  beranggotakan  para  profesional  yang  ahli  di  bidangnya.  Per  akhir  tahun  periode  pelaporan, 

terdapat 4 (empat) anggota unit Manajemen Risiko Telkom yang memiliki sertifikasi profesi terkait Manajemen Risiko, 

seperti yang disajikan dalam tabel berikut.

Sertifikasi Profesi Anggota Unit Manajemen Risiko Telkom per 31 Desember 2020

No.

Nama Anggota

Sertifikasi

Tahun Perolehan

Status

1

Jajat Sutarjat

Enterprise Risk & Governance 
(CERG)

2017

2.

Moh Ahmad

a. Enterprise Risk & Governance 

2017

(CERG)

b. Certified Risk Professional

3.

Agus Suprijanto

a. Certified Risk Associate

Rudi Sudiro 
Murbonegoro

b. Certified Risk Professional

a. Certified Risk Associate 

b. Certified Risk Professional

B Nicolaas Freddy

Certified Risk Professional

Tati Krisnayanti

Certified Risk Professional

Iswatoen Hasanah

Certified Risk Professional

Fivtina Merbelanty

Certified Risk Professional

4.

5

6

7

8

PROFIL KEPALA UNIT RISK MANAGEMENT

2020

2017

2020

2017

2020

2020

2020

2020

2020

Aktif/Sudah diperpanjang 
2019 s.d 2021

Aktif/Sudah diperpanjang 
2019 s.d 2021

Aktif

Aktif/Sudah diperpanjang

Aktif

Aktif/Sudah diperpanjang

Aktif

Aktif

Aktif

Aktif

Aktif

Jajat Sutarjat

Pribadi

Lahir

: Bandung, 27 Juni 1967

Usia/Umur

: 54 tahun

Kewarganegaraan

: Indonesia

Riwayat Pendidikan

1991

2003

Dasar Penunjukan

Sarjana Teknik Industri, Institut Teknologi Bandung, Indonesia.

Magister Manajemen Finansial, STMB Yayasan Pendidikan Telkom, Indonesia.

Surat Keputusan Direksi Telkom No. 781/PS 720/ HCB 105/2020 tanggal 27 Juli 2020 Tentang Mutasi Karyawan.

Periode Jabatan

1 Agustus 2020 sampai dengan sekarang.

Riwayat Jabatan

2020 - Sekarang

VP Governance & Risk Management.

2017 - 2020

2015 - 2017

2012 - 2014

2006 - 2012

Senior Principal Expert Risk and Process Assurance.  

VP Risk & Process Management.                              

VP Corporate Strategic Planning.                                     

AVP pada Corporate Strategic Planning.                       

233

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANStruktur Organisasi Pengelola Manajemen Risiko

Telkom telah membentuk unit Risk Management yang berada di dalam Departemen Corporate Secretary. Pengangkatan 

dan  pemberhentian  anggota  unit  Risk  Management  dilakukan  oleh  Direktur  Utama,  Direktur  HCM  atau  SGM  HCBP 

berdasarkan  Surat  Keputusan  Direktur  Utama,  Direktur  HCM  atau  SGM  HCBP.  Jumlah  pegawai  yang  berada  di  unit 

Manajemen Risiko saat ini sebanyak 9 orang. Pengelolaan fungsi Manajemen Risiko tersebut mengacu kepada Peraturan 

Direksi dan Peraturan Direktur Human Capital Management tahun 2020, dengan struktur sebagai berikut.

Direktur Utama

SVP Corporate 

Secretary

VP Governance & Risk 

Management

AVP Risk Strategic & 

AVP Risk Operation & 

Policy

Support

JENIS RISIKO DAN CARA PENGELOLAANNYA

Unit Risk Management yang didirikan oleh Telkom membantu Manajemen untuk mengidentifikasi risiko-risiko strategis 

terkait  proses  bisnis  yang  dijalankan  oleh  Telkom.  Beberapa  risiko  utama  yang  berpengaruh  terhadap  kegiatan  bisnis 

Telkom dapat dilihat pada tabel berikut.

Jenis Risiko

Risiko yang Dihadapi

Dampak Terhadap Telkom

Mitigasi/Pengelolaan Risiko

Tabel Risiko Telkom dan Pengelolaannya

1. Risiko–risiko yang terkait dengan Indonesia

Politik dan Sosial

Gangguan  stabilitas  politik 
dan  gejolak  sosial  atas  isu-
isu spesifik.

Berdampak  negatif  bagi 
bisnis,  operasi,  keadaan 
keuangan,  hasil  usaha,  dan 
prospek  serta  harga  pasar 
surat berharga.

a. Monitoring  pengaruh  gejolak 
terhadap 
politik 
operasional/

sosial 
gangguan 
layanan.

b. Pemeliharaan 

melalui  peningkatan 
safety & security.

kewaspadaan 
fungsi 

1. Berpengaruh 

pada 
bisnis, 
kondisi 
keuangan,  hasil  usaha 
maupun prospek usaha.

a. Monitoring  pengaruh  makro 
ekonomi 
terhadap  potensi 
peningkatan  beban  melalui 
program cost leadership.

2. Berdampak material dan 
merugikan  pada  bisnis, 
kondisi  keuangan,  hasil 
usaha  maupun  prospek 
usaha.

b. Mencari 

opportunity 
peningkatan  spending  APBN 
pemerintah 
sesuai 
(maritim, 
energi, 
transportasi, dsb).

wisata, 

fokus 

Makro Ekonomi

Perubahan aktivitas ekonomi 
global,  regional  ataupun  di 
Indonesia.

Fluktuasi nilai tukar Rupiah.

Peningkatan 
pinjaman.

suku  bunga 

Penurunan  peringkat  kredit 
Pemerintah atau Perusahaan.

234

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOM          
          
          
          
          
Jenis Risiko

Risiko yang Dihadapi

Dampak Terhadap Telkom

Mitigasi/Pengelolaan Risiko

a. Transfer  risiko  menggunakan 
asuransi 
untuk 
mengantisipasi  bencana  alam 
dan kebakaran.

aset 

b. Koordinasi  dengan  ASKALSI 
(Asosiasi  Kabel  Laut  Seluruh 
Indonesia)  untuk  pengamanan 
SKKL.

c. Preventive  &  corrective  action 
melalui  penyusunan  disaster 
recovery  plan  dan 
crisis 
management team.

Penggunaan konsultan hukum yang 
kompeten  dan  berpengalaman 
dengan  isu-isu  hukum  korporasi 
di  negara  lain  khususnya  Amerika 
Serikat.

Risiko Bencana

bumi, 
gunung 

ribut, 
Banjir,  petir,  angin 
tsunami, 
gempa 
berapi, 
letusan 
kebakaran, 
wabah, 
pemadaman 
kekeringan, 
listrik,  dan  peristiwa 
lain 
yang  berada  di  luar  kendali 
Telkom.

Mengganggu 
operasional 
bisnis  dan  memberikan 
dampak  negatif  terhadap 
kinerja 
dan 
keuntungan,  prospek  usaha 
serta  harga  pasar  surat 
berharga.

keuangan 

Menggangu 
operasional 
bisnis  dan  memberikan 
dampak  negatif  terhadap 
kinerja 
dan 
keuntungan,  prospek  usaha 
serta  harga  pasar  surat 
berharga.

keuangan 

Risiko lain

Standar 
keterbukaan 
informasi korporat Indonesia 
berbeda  signifikan  dengan 
yang  diterapkan  di  negara-
negara 
termasuk 
lain 
Amerika Serikat.

Perbedaan 
penetapan dividen.

peraturan 

Masalah  ketetapan  hukum 
di  Indonesia  dan  Amerika 
Serikat  termasuk  penerapan 
ketetapan hukum.

perbedaan 
Kemungkinan 
kepentingan 
Pemegang 
Saham  pengendali  dengan 
kepentingan  dari  Pemegang 
Saham lain.

2. Risiko-risiko terkait bisnis

Risiko 
Operasional

Kegagalan 
keberlanjutan 
jaringan, 
gateway 
Telkom 
operator lain.

sistem 
pada 
atau 

dalam 
operasi 
utama, 
jaringan 
jaringan 

Berdampak 
negatif 
terhadap  bisnis,  kondisi 
keuangan, hasil operasi dan 
prospek usaha.

a.

Implementasi  BCM,  BCP,  dan 
DRP.

b. Sertifikasi 

Integrated 
Management  System 
(IMS) 
untuk pengelolaan infrastruktur.

Ancaman  keamanan  fisik 
dan cyber, seperti pencurian, 
perusakan atau tindakan lain. 

Berpengaruh 
negatif 
terhadap  bisnis,  kondisi 
keuangan  dan  hasil  operasi 
secara material.

a. Peningkatan 

Preventive 
Action  berupa  Vulnerability 
Assessment  dan  Penetration 
Test secara periodik.

b. Monitor dan Identifikasi semua 
jenis serangan secara real time 
serta  memilih  dan  melakukan 
tindakan 
diperlukan 
yang 
segera.

c. Menyusun 

rekomendasi 
penanganan 
attack 
berdasarkan  analisis  historis 
incident.

cyber 

d. Koordinasi yang intensif pihak-
terkait  dengan 

pihak  yang 
penanganan cyber attack.

235

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAAN          
          
          
          
          
          
          
          
          
          
          
          
          
Jenis Risiko

Risiko yang Dihadapi

Dampak Terhadap Telkom

Mitigasi/Pengelolaan Risiko

Risiko 
internet.

terkait 

layanan 

Dapat menghadapi tuntutan 
hukum 
merusak 
dan 
reputasi.

Peningkatan  kehati-hatian  dalam 
penyusunan  kontrak  dengan  mitra 
penyedia konten.

pendapatan 
Kebocoran 
akibat kelemahan kapabilitas 
internal atau faktor eksternal. 

Berdampak  negatif  pada 
hasil usaha Telkom.

a. Akselerasi  waktu 

deteksi 
kebocoran  dan  pendapatan 
yang terindikasi fraud eksternal 
secara real time.

titik 

b. Monitoring 
kebocoran 
khususnya  pada 
billing. 

rawan 
pendapatan 
reject  call 

Teknologi baru.

Berdampak  negatif  pada 
daya saing.

Roadmap 
a. Penyusunan 
Teknologi 
dengan 
mempertimbangkan  teknologi 
potensi 
ke 
depan 
implementasi 
teknologi 
kompetitor.

dan 

b. Percepatan 

program 

IDN 
(Indonesia  Digital  Network) 
untuk  mendukung 
layanan 
masa depan.

Keterbatasan 
masa 
operasional,  kerusakan  atau 
kehancuran, penundaan atau 
kegagalan  peluncuran,  atau 
pencabutan lisensi Satelit.

Merugikan 
kondisi 
keuangan,  hasil  operasi 
dan 
untuk 
kemampuan 
memberikan layanan.

Risiko Keuangan

Risiko suku bunga.

Berakibat buruk pada bisnis, 
kondisi  keuangan  dan  hasil 
operasional.

a.

b.

c.

Perencanaan 
penggantian 
Satelit  yang  masa  operasi 
akan segera habis.

Asuransi operasi Satelit dalam 
masa aktif.

Asuransi  Manufacturing  dan 
Launching Satelit baru.

d. Membangun 

kesepahaman 
dengan  Regulator 
terkait 
pengoperasian  Satelit  oleh 
Telkom.

Kontrak swap suku bunga dari suku 
bunga mengambang menjadi suku 
bunga  tetap  atas  tenor  pinjaman 
tertentu.

Risiko  nilai  tukar  mata  uang 
asing.

Berdampak  negatif  pada 
kondisi keuangan atau hasil 
operasi.

Penempatan  deposito  berjangka 
dan  lindung  nilai  untuk  menutup 
risiko fluktuasi mata uang asing.

Keterbatasan 
belanja modal.

membiayai 

Risiko Hukum 
dan Kepatuhan

Hukuman/denda  oleh  KPPU 
terkait penetapan harga dan 
terjadi class action.

Berdampak 
merugikan 
secara  material  terhadap 
bisnis,  kondisi  keuangan, 
kinerja  operasional,  dan 
prospek usaha.

dan 

Menjaga 
meningkatkan 
performansi  Perusahaan  untuk 
kepercayaan  dari 
memperoleh 
lembaga/sumber 
pendanaan 
Nasional maupun Global.

Menurunkan 
pendapatan 
Telkom  dan  berdampak 
negatif pada bisnis, reputasi 
dan keuntungan.

Penguatan  Legal  Review  terhadap 
rencana  corporate  action  atau 
kontrak tertentu.

236

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOM          
          
          
          
          
          
          
          
          
          
          
Jenis Risiko

Risiko yang Dihadapi

Dampak Terhadap Telkom

Mitigasi/Pengelolaan Risiko

Risiko Regulasi

Perubahan 
regulasi 
Indonesia atau Internasional.

Berdampak terhadap bisnis, 
kondisi  keuangan,  kinerja 
operasional  dan  prospek 
usaha.

a.

rencana 
dampak 
Analisa 
regulasi 
industri 
terhadap 
secara  umum  dan  Telkom 
secara khusus.

Risiko Terkait 
dengan Bisnis 
Telekomunikasi 
Tetap dan Seluler

Kehilangan 
pelanggan 
sambungan  telepon  kabel 
dan pendapatan dari layanan 
suara telepon kabel.

Persaingan  layanan  internet 
(Fixed Broadband).

Persaingan layanan seluler.

Berpengaruh 
negatif 
secara  material  terhadap 
hasil  operasional,  kondisi 
keuangan  dan  prospek 
usaha Telkom.

Berdampak 
negatif 
terhadap  bisnis,  kondisi 
keuangan, 
kinerja 
operasional  dan  prospek 
usaha.

Berdampak 
negatif 
terhadap  bisnis,  kondisi 
kinerja 
keuangan, 
operasional  dan  prospek 
usaha.

b. Memberikan 

masukan 
agar  peraturan  yang  akan 
ditetapkan  memberi  manfaat 
positif  bagi  Perusahaan  dan 
industri.

a. Meningkatkan  QoS  –  Quality 
of  Service  pelanggan  telepon 
kabel.

b. Memberikan  Value  Added 

Service.

a.

b.

a.

persepsi 

Penguatan 
kualitas 
New Digital Life Style.

dan 
IndiHome  sebagai 

Percepatan 
infrastruktur 
broadband.

penggelaran 
layanan  fixed 

Percepatan 
infrastruktur layanan 4G.

penggelaran 

b. Meningkatkan  QoS  –  Quality 

of Service.

TINJAUAN ATAS EFEKTIVITAS SISTEM MANAJEMEN RISIKO

Sepanjang  tahun  2020,  penerapan  sistem  Manajemen  Risiko  Telkom  berjalan  efektif.  Sistem  yang  berjalan  dapat 

mengelola berbagai risiko bisnis Telkom guna mendukung setiap kebijakan dan proses di Telkom dan Anak Perusahaan. 

Telkom menggunakan sistem informasi Manajemen Risiko sebagai infrastruktur penunjang efektivitas sistem Manajemen 

Risiko, antara lain: 

1.  Generic  Tools  Enterprise  Risk  Management  Online  (ERM  Online)  yang  dipergunakan  oleh  seluruh  unit  untuk 

pengelolaan Risk Register.

2. Spesific Tools untuk tujuan pengelolaan risiko tertentu misalnya: 

a.  Aplikasi  Fraud  Management  System  (FRAMES)  yang  dipergunakan  untuk  sistem  deteksi  dini  potensi  

Customer Fraud.

b.  Aplikasi  i-Library  yang  dikelola  oleh  Divisi  Service  Operation  dan  dipergunakan  untuk  pengelolaan  sistem 

dokumentasi Integrated Management System.

c.  Aplikasi SMK 3 Online yang dikelola oleh Unit Security & Safety untuk pengelolaan dokumentasi Health and Safety.

237

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAAN          
          
          
          
          
Pada tahun 2020, Telkom telah melakukan proses evaluasi penilaian efektivitas Implementasi Manajemen Risiko, yaitu:

1.  Evaluasi/diskusi one-on-one dengan unit bisnis sesuai kebutuhan.

2.  Workshop sharing implementasi dan pengembangan ERM dengan Entitas Anak sesuai kebutuhan.

3.  Program Audit Implementasi Manajemen Risiko sesuai kebutuhan.

4.  Evaluasi dengan Komite Risiko, Kepatuhan, dan Revenue Assurance di tingkat Direksi sesuai kebutuhan.

5.  Evaluasi dengan Komite Evaluasi Monitoring Perencanaan dan Risiko (KEMPR) sesuai kebutuhan.

6.  Assessment Risk Maturity Level Penerapan Manajemen Risiko oleh Konsultan.

PELAKSANAAN KEGIATAN UNIT RISK MANAGEMENT

Pada tahun 2020, Unit Manajemen Risiko telah melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dalam mengelola berbagai 

risiko Perusahaan. Secara lebih rinci, tugas dan tanggung jawab yang telah terlaksana yaitu sebagai berikut:

1.  Mengelola Kebijakan Enterprise Risk Management.

2.  Memberikan advisory pengelolaan Manajemen Risiko di Unit dan Anak Perusahaan.

3.  Mengelola tools dan aplikasi sistem informasi pengelolaan risiko di Unit dan Anak Perusahaan (ERM Tools).

4.  Melakukan  assessment  risiko  Perencanaan  Perusahaan  Jangka  Panjang,  risiko  Perencanaan  Perusahaan  Jangka 

Pendek dan spesifik risk.

5.  Melakukan assessment risiko ICOFR.

6.  Melakukan assessment Fraud Risk Assessment Business Process.

7.  Melakukan risk review inisiatif bisnis baru (Organik dan In Organik) dan penyelesaian masalah bisnis.

8.  Memberikan advisory dan support renewal polis asuransi aset Telkom.

9.  Mengoordinasikan pengelolaan dan implementasi Business Continuity Management.

PENDIDIKAN DAN PELATIHAN UNIT MANAJEMEN RISIKO

Dalam  rangka  meningkatkan  kompetensi  dan  kualitas  unit  Manajemen  Risiko,  Telkom  mengikutsertakan  anggota  unit 

Manajemen  Risiko  pada  berbagai  pendidikan  dan  pelatihan.  Telkom  juga  rutin  melakukan  sosialisasi  dan  workshop  di 

lingkungan kantor, divisi, dan Anak Perusahaan mengenai Manajemen Risiko. Sosialisasi dan workshop tersebut bertujuan 

agar seluruh unit dalam Telkom memiliki pemahaman yang sama dalam penerapan Manajemen Risiko.

Berikut ini tabel yang menjelaskan kegiatan pelatihan Manajemen Risiko sepanjang tahun 2020.

Pelatihan Manajemen Risiko Tahun 2020

No.

Tanggal

Nama

Jenis Pelatihan

Lembaga 
Penyelenggara

1.

2.

3.

4-7 November 
2020

24-30 November 
2020

Pelatihan dan resertifikasi 
Certified Risk Management 
Association

Pelatihan dan resertifikasi 
Certified Risk Management 
Professional

11-19 November 
2020

Pelatihan ISO 22301:2019 
Business Continuity Management

Sertifikasi Risk Management TAP Kapital 

Indonesia

Sertifikasi Risk Management TAP Kapital 

Indonesia

Pelatihan Risk Management PT Sucofindo 

Prima 
Internasional

238

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMSISTEM PELAPORAN PELANGGARAN
(WHISTLEBLOWING SYSTEM)

Sejak  dibentuk  pada  tahun  2006  sampai  dengan  2020, 

Telkom  telah  memiliki  dan  menjalankan  sistem  pelaporan 

pelanggaran,  atau  yang  dikenal  dengan  Whistleblowing 

System  (WBS).  Mekanisme  ini  memungkinkan  seluruh 

individu di internal Telkom maupun pihak ketiga melaporkan 

pelanggaran,  kecurangan,  atau  bentuk  pelanggaran  etika 

lainnya  yang  terkait  dengan  Telkom.  Semua  individu  di 

seluruh  jenjang  kepegawaian  Telkom,  termasuk  Direksi, 

Dewan Komisaris, dan anggota-anggota Komite di bawah 

Dewan Komisaris berhak untuk memanfaatkan WBS. 

Saat ini, WBS dikelola oleh Komite Audit melalui keputusan 

Dewan  Komisaris  dan  diratifikasi  dengan  keputusan 

Direksi. Agar mekanisme tersebut dapat digunakan secara 

baik dan efektif, setiap tahun, Telkom melakukan sosialisasi 

WBS kepada karyawan.

MENYAMPAIKAN LAPORAN PELANGGARAN

Laporan atau pengaduan pelanggaran dapat disampaikan 

melalu website, e-mail, fax, atau surat dengan alamat:

PERLINDUNGAN BAGI PELAPOR

Telkom  menjamin  perlindungan  atas  identitas  pelapor 

yang memanfaatkan mekanisme WBS. Hal ini didasari oleh 

kebijakan internal berikut:

1.  Keputusan  Dewan  Komisaris  No.  08/KEP/DK/2016 

tanggal  8  Juni  2016  tentang  Kebijakan  Prosedur 

Penanganan 

Pengaduan 

(Whistleblower) 

PT 

Telkom 

Indonesia  (Persero)  Tbk  dan  Anak-Anak  

Perusahaan Terkonsolidasi.

2.  Peraturan 

Direksi 

No. 

PD.618.00/r.00/HK200/

COP-C0000000/2016 tanggal 21 Desember 2016.

3.  Keputusan  Dewan  Komisaris  No.  01/KEP/DK/2018 

tentang  Standard  Operating  Procedure  Whistleblower 

System  pada  Perusahaan  Perseroan  (Persero)  PT 

Telekomunikasi 

Indonesia,  Tbk  dan  Anak-Anak 

Perusahaan Terkonsolidasi.

Tindak lanjut atas setiap aduan atau laporan melalui WBS 

dilakukan  Telkom  dengan  mengedepankan  kerahasiaan 

dan  asas  praduga  tidak  bersalah.  Tujuannya  yaitu  untuk 

mendorong  para  pihak  memiliki  keberanian  dan  merasa 

aman  dalam  menyampaikan  laporan  pelanggaran  tanpa 

Komite Audit

ada rasa takut atau khawatir.

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk

PENANGANAN PENGADUAN

The Telkom Hub, Telkom Landmark Tower lantai 40 

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav 52, Jakarta Selatan, 

dibawah tanggung jawab Komite Audit. Pada praktiknya, 

Telkom  menjalankan  mekanisme  Whistleblowing  System 

12710

E-mail: whistleblower@telkom.co.id; 
ka301@telkom.co.id

Fax: +6221 80863540

Website: www.telkom.co.id

Pengaduan harus memenuhi syarat sebagai berikut: 

1.  Disampaikan melalui website, e-mail, fax atau surat. 

2.  Pengaduan 

yang  disampaikan 

terkait  dengan 

permasalahan  pengendalian 

internal, 

akuntansi, 

auditing,  pelanggaran  peraturan,  dugaan  kecurangan 

dan/atau dugaan korupsi, dan pelanggaran kode etik.

3.  Informasi  yang  dilaporkan  harus  didukung  dengan 

bukti-bukti yang cukup memadai dan dapat diandalkan 

sebagai  data  awal  untuk  melakukan  pemeriksaan  

lebih lanjut.

mekanisme  WBS  mengacu  pada  Peraturan  OJK  No.  55/

POJK.04/2015 dan Sarbanes-Oxley Act 2002 Section 301 

tentang Public Company Audit Committee. Seluruh laporan 

pengaduan  yang  ditangani  Komite  Audit  mencakup  

topik berikut:

1.  Akuntansi dan auditing.

2. Pelanggaran peraturan.

3. Kecurangan dan/atau dugaan korupsi.

4. Kode etik.

Untuk  memenuhi  laporan  pengaduan  yang  bertanggung 

jawab  dan  bukan  bersifat  fitnah  terhadap  seseorang, 

Telkom  menentukan  syarat  pengaduan  tertentu.  Agar 

laporan  dapat  segera  ditindaklanjuti,  perlu  dipastikan 

kebenaran  dan  ketepatan  informasi  dengan  didukung 

data-data  yang  cukup.  Beberapa  pengaduan  WBS  tidak 

dapat ditindaklanjuti karena data dan informasi yang tidak 
akurat dan tidak dapat diandalkan.

239

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANMEKANISME PENANGANAN PENGADUAN

Berikut ini diagram mekanisme pengaduan WBS Telkom.

U B I S

H R

S U B S I D I A R Y

K O M I T E
I N V E S T I G A S I

D I R U T

K O M I T E
A U D I T

K
e
t
e
r
a
n
g
a
n

:

K
E
K
D

:

K
o
m

i
t
e
E
t
i
k
a
d
a
n
K
e
p
a
t
u
h
a
n
&
D
i
s
i
p

l
i

n

G
a
b
u
n
g
a
n

K
E
K
D

Y
a

G
a
b
u
n
g
a
n
?

i

T
m

i

T
d
a
k

L
a
p
o
r
a
n
K
E
K
D

T
L
U
b
i
s

L
a
p
o
r
a
n
T
L

240

T
T
L
L
?
?

S
u
r
a
t

J
a
w
a
b
a
n

i

T
d
a
k

l

o
e
h
S
u
b
s
i
d
i
a
r
y

I
n
v
e
s
t
i
g
a
s
i

S
u
b
s
i
d
i
a
r
y

K
E
K
D

K
a
s
u
s

M
e
n
e
l
a
a
h

S
u
b
s
i
d
i
a
r
i
e
s
?

I
n
v
e
s
t
i
g
a
s
i

M
e
n
y
u
s
u

l

i

T
m

P
e
r
l
u
A
h

l
i
?

I
n
v
e
s
t
i
g
a
s
i

P
e
l
a
k
s
a
n
a
a
n

I
n
v
e
s
t
i
g
a
s
i

L
a
p
o
r
a
n
H
a
s
i
l

K
E
K
D
?

N
o
t
a
T
L

S
u
b
s
i
d
i
a
r
y

P
e
m
b
a
h
a
s
a
n
d

i

3

.

2

.

I

A
S
u
b
s
i
d
i
a
r
y

K
o
m

i
t
e
A
u
d
i
t

1
.

I

D
R
U
T
T
e
r
k
a
i
t

S
u
b
s
i
d
i
a
r
y
C
c
.

S
u
r
a
t
D
R
U
T
k
e

I

Y
a

Y
a

Y
a

T
L
G
a
b
u
n
g
a
n

i

T
d
a
k

A
u
d
i
t

L
a
p
o
r
a
n
H
a
s
i
l

L
a
p
o
r
a
n
K
E
K
D

Y
a

N
o
t
a
T
L

D
o
k
u
m
e
n
t
a
s
i

E
n
d

S
t
a
r
t

i

T
n
d
a
k
L
a
n
u
t

j

P
e
r
s
e
t
u
u
a
n

j

P
R
O
S
E
S
I

N
V
E
S
T
I
G
A
S
I

P
E
L
A
P
O
R
A
N
D
A
N
T
I
N
D
A
K
L
A
N
J
U
T

B
a
h
a
n
E
v
a
l
u
a
s
i

A
r
s
i
p

i

T
d
a
k

i

T
d
a
k

T
e
n
a
g
a

a
h

l
i

P
r
o
s
e
s
P
e
n
u
n
u
k
a
n

j

Y
a

T
e
n
a
g
a
A
h

l
i

C
C

T
L
?

Y
a

i

T
d
a
k

i

T
d
a
k

L
a
p
o
r
a
n
T
L

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOM 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PIHAK YANG MENGELOLA PENGADUAN

Pengelola mekanisme WBS Telkom terdiri dari beberapa pihak yaitu Whistleblower Protection Officer (WPO), Komite 

Audit, dan Komite Investigasi dengan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing.

Whistleblower Protection Officer (WPO) merupakan anggota Komite Audit yang bertugas untuk menangani pengaduan 

dengan melakukan hal-hal berikut: 

1.  Menerima pengaduan.

2.  Mengadministrasikan pengaduan.

3.  Memverifikasi awal apakah pengaduan sesuai dengan kriteria.

4.  Memonitor tindak lanjut pengaduan.

Komite Audit melalui Rapat menentukan keputusan berkaitan dengan:

1.  Persetujuan untuk ditindaklanjuti atau tidaknya pengaduan yang diterima.

2.  Persetujuan apakah pengaduan ditindaklanjuti ke pihak internal atau eksternal.

3.  Penilaian apakah tindak lanjut pengaduan sudah memadai atau tidak.

Internal Auditor berperan dalam:
1.  Melakukan pemeriksaan pendahuluan atas pengaduan yang diterima dari Komite Audit.

2.  Membuat laporan pemeriksaan pendahuluan dan menyampaikan ke Direktur Utama ditembuskan ke Komite Audit.

Komite Investigasi berperan dalam:

1.  Melakukan investigasi lanjutan atas pengaduan yang telah dilakukan pemeriksaan pendahuluan oleh Internal Auditor. 

2.  Membuat laporan hasil investigasi lanjutan dan menyampaikan ke Direktur Utama dan ditembuskan ke Komite Audit.

HASIL PENANGANAN PENGADUAN

Sepanjang  tahun  2020,  Telkom  menerima  48  pengaduan  melalui  mekanisme  WBS.  Dari  jumlah  tersebut,  sebanyak  1 

pengaduan layak untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kriteria dan prosedur WBS dan sebanyak 47 pengaduan merupakan 

pengaduan yang berhubungan dengan pelayanan. Pengaduan pelayanan tersebut telah diteruskan kepada Manajemen 

melalui unit Internal Audit untuk diinformasikan dan ditindaklanjuti bersama unit kerja terkait.

Deskripsi

Jumlah pengaduan

Memenuhi syarat

Tindak lanjut:

1. Mendalami dan mengkaji lebih lanjut 

pengaduan sesuai dengan kebijakan dan 
prosedur Perusahaan

2020

 48

1

1

Jumlah

2019

2018

44

5

5

24

5

5

Keterangan

Pengaduan yang diterima

Pengaduan yang layak 
ditindaklanjuti

241

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANKEBIJAKAN PELAPORAN KEPEMILIKAN SAHAM 
DIREKSI  DAN DEWAN KOMISARIS

Telkom mematuhi Peraturan OJK No. 11/POJK.04/2017 tentang Laporan Kepemilikan atau Setiap Perubahan Kepemilikan 

Saham Perusahaan Terbuka dengan mewajibkan setiap anggota Direksi dan Dewan Komisaris Telkom melaporkan secara 

berkala setiap perubahan kepemilikan saham langsung maupun tidak langsung melalui Board Manual Direksi dan Dewan 

Komisaris yang tercantum dalam Peraturan Bersama Dewan Komisaris dan Direksi Nomor: 08/KEP/DK/2020 dan Nomor: 

PD.620.00/r.00/HK200/COP-M4000000/2020  tentang  Panduan  Tata  Kerja  Dewan  Komisaris  dan  Direksi  (Board 

Manual) Perusahaan Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. Dalam Laporan Tahun Buku 2020, Telkom 

menyediakan  informasi  tentang  kepemilikan  saham  oleh  anggota  Direksi  dan  Dewan  Komisaris,  serta  perubahannya, 

pada bagian “Komposisi Pemegang Saham”.

PROGRAM KEPEMILIKAN SAHAM
KARYAWAN TELKOM

Telkom  memiliki  program  kepemilikan  saham  oleh  karyawan  dan/atau  Manajemen,  yang  disebut  Employee  Stock 

Ownership Program (ESOP) dan/atau Management Stock Ownership Program (MSOP). Program tersebut dimulai pada 

tahun  1995  pada  saat  Telkom  melakukan  Initial  Public  Offering  (IPO).  Kemudian  Telkom  melaksanakan  lagi  program 

kepemilikan saham pada tahun 2013.

Hingga akhir periode pelaporan, program tersebut belum diselenggarakan kembali oleh Telkom. Oleh karena itu, sepanjang 

tahun 2020 belum terdapat informasi terbaru terkait jumlah dan/atau opsi, jangka waktu pelaksanaan, persyaratan dan/

atau Manajemen yang berhak, dan harga pelaksanaan yang ditampilkan dalam laporan ini.

Tabel ESOP/MSOP Telkom per 31 Desember 2020

No.

Tanggal

Jumlah Karyawan

Jumlah Saham

Nilai Saham

1.

2.

14 November 1995

14 Juni 2013

43.218

24.993

116.666.475 lembar

59.811.400 lembar
(setara dengan 299.057.000 lembar 
saham setelah stock split)

Rp239 miliar

Rp661 miliar

242

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMPERKARA PENTING
YANG DIHADAPI

Pada tahun 2020, Telkom sebagai badan usaha menghadapi 76 perkara penting yang terdiri dari 33 perkara hukum pidana 

dan 43 perkara hukum perdata. Dari jumlah tersebut, total 43 perkara merupakan kelanjutan dari tahun sebelumnya dan 

33 dimulai pada tahun 2020. Terdapat 65 perkara yang belum selesai per akhir Desember 2020 dan prosesnya berlanjut 

hingga tahun yang akan datang. 

Rekapitulasi Perkara Gugatan Tahun 2018-2020

Permasalah Hukum 

Status

Dalam proses penyelesaian

Sudah memiliki kekuatan 
hukum tetap

Sub Total 

Total 

2020

2019

2018

Pidana

Perdata*

Pidana

Perdata

Pidana

Perdata

29

4

33

36

7

43

26

3

29

44

8

52

14

22

36

38

27

65

76

81

101

Keterangan:
* Merupakan gabungan antara Perkara Perdata dan Non Litigasi

Permasalahan hukum yang signifikan dan dihadapi Telkom dapat dilihat dalam tabel berikut.

Perkara Penting yang Dihadapi Telkom

Jenis 
Pengadilan

Pengadilan 
Tinggi  dan 
M a h ka m a h 
Agung

Pokok Perkara

Telkom menjadi 
Terbanding di Pengadilan 
Tinggi DKI Jakarta dengan 
dugaan adanya itikad 
tidak baik melakukan 
penghentian layanan 
transponder kepada  
PT Citra Sari Makmur  
(PT CSM)

Status Perkara

Risiko

Nilai 
Tuntutan

Pengaruhnya 
Terhadap Telkom 
dan Dampak 
Keuangan

Tidak ada Rp16 triliun

Tidak ada

Mahkamah Agung 
Republik Indonesia 
sudah mengeluarkan 
Putusan Kasasi yang inti 
amarnya ialah menolak 
permohonan kasasi dari 
Pemohon Kasasi

Selama  tahun  2020,  selain  perkara  penting  yang  dihadapi  Telkom,  tidak  ada  perkara  penting  perdata  atau  pidana 

yang  dihadapi  anggota  Dewan  Komisaris  dan  Direksi  Telkom,  baik  yang  masih  menjabat  maupun  yang  telah  

berakhir jabatannya.

243

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANINFORMASI TENTANG
SANKSI ADMINISTRATIF

Sepanjang  periode  Tahun  Buku  2020,  terdapat  beberapa  catatan  terkait  sanksi  administratif  yang  dikenakan  kepada 

Telkom, anggota Dewan Komisaris dan/atau Direksi oleh otoritas Pasar Modal dan otoritas lainnya. Sanksi administratif 

tersebut dapat dilihat pada tabel berikut.

Sanksi Administratif Tahun 2020

No.

1.

Pihak yang Diberi 
Sanksi

PT Telkom Indonesia 
(Persero) Tbk

Penjelasan Sanksi Administratif

Peringatan Tertulis I atas Keterlambatan 
menyampaikan 
atas 
Permintaan  Penjelasan  Bursa  Efek 
Indonesia

Tanggapan 

Otoritas Pemberi 
Sanksi

Dampak Keuangan

Bursa Efek Indonesia

Tidak ada

AKSES INFORMASI DAN DATA PERUSAHAAN 
KEPADA PUBLIK

Telkom  senantiasa  menyediakan  kemudahan  akses  informasi  dan  berupaya  menjalin  hubungan  baik  dengan  para 

pemangku kepentingan melalui berbagai pendekatan dan media. Hal tersebut dijalankan juga untuk memenuhi Peraturan 

OJK No. 31/POJK.04/2015 tentang Keterbukaan Atas Informasi dan Fakta Material oleh Emiten atau Perusahaan Publik. 

Hingga  akhir  periode  pelaporan,  Telkom  telah  melakukan  pendekatan  serta  menyelenggarakan  jalur  komunikasi  

sebagai berikut :

1.  Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)

RUPS  yang  dilaksanakan  menjadi  media  bagi  Telkom  untuk  menyampaikan  informasi  terkait  kinerja  Perusahaan 

kepada  para  Pemegang  Saham.  Dalam  RUPS,  para  Pemegang  Saham  dapat  berpartisipasi  dalam  pengambilan 

keputusan strategis demi kemajuan Perusahaan.

2.  Media
  Sepanjang  tahun  2020,  Telkom  membuat  news  release  dan  mengirimkan  kepada  media  massa  dalam  rangka 

menyebarluaskan informasi Perusahaan kepada para Stakeholder.

3.  Website
  Telkom  menyediakan  website  yang  tersedia  dalam  dua  bahasa  yaitu  Bahasa  Indonesia  dan  Inggris  dengan  laman 

www.telkom.co.id.  Para  pemangku  kepentingan  dapat  memperoleh  informasi  terkini  mengenai  profil,  praktik  Good 

Corporate  Governance,  pelaksanaan  program  CSR,  peluang  kerja  dan  pengembangan  karir,  serta  produk  Telkom. 

Laporan yang dapat diakses melalui laman tersebut antara lain laporan tahunan, laporan keuangan, dan laporan lain 

kepada para pemangku kepentingan.

4.  Pertemuan dengan Analis dan Investor
  Telkom senantiasa melakukan pertemuan baik dengan analis maupun investor. Pertemuan ini sebagai sarana Telkom 

untuk memberikan informasi mengenai kinerja maupun prospek Perusahaan sekaligus memberikan informasi terkini 

mengenai  industri  telekomunikasi  secara  umum.  Di  masa  pandemi  seperti  ini  pertemuan  dengan  analis  maupun 

investor dilakukan secara online.

244

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOM5.  Kontak Via E-Mail
  Fasilitas kontak Perusahaan yang dapat dimanfaatkan oleh para pemangku kepentingan yaitu melalui website Telkom 

dam e-mail. Khusus pelanggan dapat menggunakan alamat e-mail customercare@telkom.co.id, adapun e-mail untuk 

jalur komunikasi investor yaitu investor@telkom.co.id.

6.  Media Internal
  Telkom  memiliki  media  internal  yaitu  buletin  Intra  Telkom  sebagai  media  sarana  informasi,  edukasi,  dan  sosialisasi 

kepada seluruh karyawan.

7.  Media Sosial 
  Sesuai  dengan  semakin  berkembangnya  era  digital,  Telkom  menggunakan  beragam  media  sosial  yang  dapat 

menjangkau  para  pemangku  kepentingan  dan  masyarakat  luas.  Selain  itu  jalur  komunikasi  ini  juga  memudahkan 

Perusahaan untuk berkomunikasi dengan generasi milenial.

Media Sosial

Account

Twitter

Facebook

Instagram

Youtube

@TelkomIndonesia

Telkom Indonesia @telkomindonesia

Telkom Indonesia 
Official

Followers/Subscribers/Fans

135.227 Followers

450.221 Fans

445.764 Followers

13.467 Subscribers

245

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANKODE ETIK
PERUSAHAAN

PEMBERLAKUAN  PENERAPAN  KODE  ETIK  BAGI  DIREKSI,  DEWAN  KOMISARIS,  
DAN KARYAWAN

Penerapan kode etik di Telkom telah memenuhi ketentuan Surat Edaran OJK No. 32/SEOJK.04/2015 tentang Pedoman 

Tata Kelola Perusahaan Terbuka. Selain itu juga, penerapan kode etik Telkom sesuai dengan Sarbanes-Oxley Act (SOA) 

2002 section 406. Telkom memiliki kode etik yang ditetapkan melalui Peraturan Direksi No.PD.201.01/2014 tentang Etika 

Bisnis  di  Lingkungan  TelkomGroup  dan  Peraturan  Direktur  Human  Capital  Management  No.PR.209.05/r.01/HK250/

COP-A4000000/2020 tentang Disiplin Karyawan. 

Kode etik ini berlaku bagi seluruh level organisasi, termasuk anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris, dan keluarga 

besar  karyawan  Telkom.  Dalam  kode  etik  Telkom  tercantum  etika  usaha  untuk  lingkungan  eksternal  serta  etika  kerja 

karyawan untuk lingkungan internal. Etika usaha untuk lingkungan eksternal berhubungan dengan pelanggan, pemasok, 

kontraktor, serta pihak eksternal lainnya, sedangkan etika terhadap karyawan berlaku bagi sesama insan Telkom.

Selanjutnya, Telkom juga memiliki Board Manual yang berisi tugas dan tanggung jawab Direksi dan Dewan Komisaris serta 

kode etik yang wajib diikuti oleh seluruh Direksi dan Dewan Komisaris. Board Manual  tersebut disahkan melalui Peraturan 

Bersama  Dewan  Komisaris  dan  Direksi  No.  08/KEP/DK/2020  dan  No.PD.620.00/r.00/HK200/COP-M4000000/2020 

tanggal 18 Juni 2020.

Sejalan dengan penerapan kode etik, Telkom mewajibkan seluruh pihak internal termasuk Dewan Komisaris, Direksi, dan 

karyawan untuk menandatangani Pakta Integritas. Pakta Integritas ini berisi komitmen karyawan dan Direksi untuk tidak 

melanggar integritas dan kode etik yang ditetapkan, yang tercantum dalam Keputusan Direksi Nomor KD.36/HK290/

COP-D0053000/2009.

POKOK-POKOK KODE ETIK

Kode Etik Telkom yang diberlakukan antara lain mengatur hal-hal pokok mengenai:

1.  Etika Kerja Karyawan
  Berisi norma yang digunakan oleh seluruh karyawan dan pemimpin dalam bekerja sehari-hari.

2.  Etika Usaha
  Berisi  norma  yang  dianut  sebagai  acuan  Perusahaan,  Manajemen,  dan  karyawan  dalam  berhubungan  dengan 

lingkungan eksternal.

SOSIALISASI KODE ETIK DAN UPAYA PENEGAKANNYA

Pelanggaran kode etik akan melalui proses investigasi, kemudian akan berpotensi pada pemberian sanksi setelah melalui 

berbagai pertimbangan. Berikut adalah kode etik Telkom yang mengatur ketentuan terkait sanksi untuk masing-masing 

jenis pelanggaran.

No.

Hal Pokok

Jenis Pelanggaran

Sanksi

1.

Etika Kerja Karyawan

1.

Pelanggaran Ringan 

2. Pelanggaran Sedang

3. Pelanggaran Berat

Hukuman Disiplin Ringan

Hukuman Disiplin Sedang

Hukuman Disiplin Berat

2.

Etika Usaha

1.

Insider Trading

Keputusan Komite Integritas

2. Conflict of Interest

3. Windows dressing

Keputusan Komite Disiplin Karyawan

Keputusan Komite Integritas

4. Melakukan Gratifikasi

Keputusan Komite Disiplin Karyawan

246

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMUPAYA PENYEBARLUASAN KODE ETIK 

Dalam  rangka  sosialisasi  Kode  Etik  Telkom,  Manajemen  secara  rutin  mengirimkan  materi  informasi  mengenai  etika 
kepada  seluruh  insan  di  TelkomGroup.  Materi  tersebut  mencakup  topik  mengenai  GCG,  Etika  Bisnis,  Pakta  Integritas, 
Fraud, Manajemen Risiko, Pengendalian Internal (SOA), Whistleblowing, Pelarangan Gratifikasi, Tata Kelola TI, Keamanan 
Informasi, dan hal lain terkait dengan praktik Tata Kelola Perusahaan. Telkom konsisten dalam melakukan sosialisasi etika 
bisnis melalui berbagai media, termasuk juga melalui e-learning.

Selain  itu  upaya  penyebarluasan  kode  etik  ini  juga  dilakukan  melalui  kewajiban  setiap  karyawan  untuk  membuat 
pernyataan berupa Pakta Integritas yang ditandatangani dan wajib diikuti oleh karyawan setiap tahun selama mereka 
masih menjadi karyawan dari Telkom.

Pada tahun 2020, upaya penyebarluasan kode etik Telkom dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel Sosialisasi kode Etik Telkom Tahun 2020

Pendekatan

Jumlah Terjangkau/Partisipasi

E-learning

Tatap muka (pelatihan, forum komunikasi/workshop)

Materi sosialisasi melalui portal intranet

Semua karyawan

Semua karyawan

Semua karyawan

No.

1.

2.

3.

LAPORAN HASIL PENERAPAN KODE ETIK

Telkom mencatat jumlah pelanggaran kode etik tahun 2020 sebanyak 10 kasus, terdiri dari 22 orang pelaku. Jumlah ini 
mengalami  peningkatan  dari  tahun  sebelumnya  yaitu  2  kasus  terdiri  dari  18  orang  pelaku.  Secara  umum  tren  kualitas 
penerapan kode etik masih harus ditingkatkan, ditandai dengan peningkatan kasus di tahun 2020.

Tabel berikut ini menyajikan data mengenai bentuk pelanggaran kode etik, jumlah pelanggaran dan sanksi yang diberikan 
pada tahun 2020.

No.

Bentuk Pelanggaran Kode Etik

Jumlah Pelanggaran Kode 
Etik pada Tahun 2020

Sanksi yang Diberikan pada Tahun 2020

Penegakan Kode Etik Tahun 2020

1.

Penyalahgunaan barang/aset/
uang Perusahaan/wewenang-jabatan

6 kasus

2.

3.

Kemangkiran

Perkara Tindak Pidana 

2 kasus

2 kasus

Hukuman Disiplin:

Ringan

Sedang

Berat

: 2 Orang

: 5 Orang

: 8 Orang

Dalam Proses

: 3 Orang

Berhenti APS

: 2 Orang

Skorsing

Berhenti

: 1 Orang

: 1 Orang

247

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANBUDAYA
PERUSAHAAN

CORE VALUES AKHLAK

Pada  tahun  2020,  berdasarkan  Surat  Edaran  Menteri  BUMN  Nomor:  SE  7/MBU/07/2020  tanggal  1  Juli  2020  tentang  

Nilai-Nilai  Utama  (Core  Values)  Sumber  Daya  Manusia  Badan  Usaha  Milik  Negara,  setiap  Badan  Usaha  Milik  Negara 

(BUMN)  wajib  menerapkan  nilai-nilai  utama  yang  disebut  AKHLAK.  AKHLAK  didefinisikan  sebagai  nilai-nilai  Amanah, 

Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif yang mendasari perilaku insan BUMN.

Maka  dalam  rangka  menjawab  arahan  tersebut  dan  sejalan  dengan  Corporate  Strategy  Scenario  Telkom  2021-2025 

yang mengamanatkan Perusahaan untuk melakukan Align Ways of Working Under Digital Age, TelkomGroup sebagai 

salah  satu  BUMN  tentunya  berkomitmen  untuk  menerapkan  Core  Values  AKHLAK.  Salah  satu  bentuk  komitmen 

TelkomGroup dalam menerapkan Core Values AKHLAK adalah dengan dilakukannya ikrar dan komitmen oleh seluruh 

Direksi TelkomGroup untuk menjalankan AKHLAK dan menjadi role model bagi penerapannya pada saat Rapat Pimpinan 

TelkomGroup tanggal 23 Juli 2020 yang lalu. Ikrar dan komitmen ini juga diikuti oleh seluruh karyawan TelkomGroup. 

Selanjutnya  Perusahaan  juga  mengeluarkan  Peraturan  Direktur  Human  Capital  Management  terkait  penerapan  Core 

Values AKHLAK di TelkomGroup.

EVALUASI BUDAYA PERUSAHAAN

Telkom  melakukan  evaluasi  budaya  Perusahaan  menggunakan  pengukuran  AKHLAK  Culture  Health  Index  (ACHI) 

untuk mengetahui tingkat efektivitas implementasi budaya Perusahaan. Nilai diukur secara keseluruhan maupun secara 

spesifik yang mengarah pada internalisasi Core Values AKHLAK. Pengukuran ACHI yang dilaksanakan pada tahun 2020 

merupakan pengukuran nilai baseline dalam implementasi Core Values AKHLAK. Adapun hasil dari pengukuran ACHI 

sebagai baseline di 2020 berada dalam kategori cukup sehat.

PROGRAM AKTIVASI BUDAYA PERUSAHAAN

Dalam program aktivasi budaya Perusahaan, baik CEO TelkomGroup maupun pimpinan unit berperan sebagai role model 
yang merupakan penggerak utama dalam program tersebut. Dalam pelaksanaannya, pimpinan unit menunjuk Culture 

Agent untuk memastikan bahwa internalisasi budaya melalui partisipasi seluruh karyawan telah berjalan dengan baik. 

Jumlah Culture Agent saat ini adalah 1.977 orang, yang terdiri dari 1.357 orang yang berasal dari unit di Telkom, dan 620 

orang berasal dari Anak Perusahaan. Seorang Culture Agent harus mengikuti program Culture Agent on Boarding agar 

memiliki pemahaman dan pengetahuan mengenai budaya Perusahaan yang sama. Kemudian pimpinan unit akan dibantu 

oleh Culture Agent membentuk suatu wadah yang disebut Komunitas Provokasi Aktivasi Budaya (Kipas Budaya) untuk 

pelaksanaan aktivasi budaya di masing-masing unit.

248

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMCALENDAR OF CULTURE ACTION

Setiap  tahun  Perusahaan  menetapkan  tema  program  budaya  Perusahaan.  Untuk  tema  tahun  2020  adalah  Culture  to 

Commerce.  Tema  ini  sejalan  dan  mendukung  program  utama  Perusahaan  karena  kegiatan  budaya  Perusahaan  harus 

bersinergi dengan tujuan Perusahaan.

Tema tersebut merupakan landasan dalam penyusunan aktivitas budaya Perusahaan. Dengan adanya Calendar of Culture 

Action (COCA) yang menjadi referensi, akan mempermudah setiap unit untuk menyusun dan melaksanakan berbagai 

program  aktivasi  budaya,  karena  setiap  tahun  aktivitas  ini  disusun  secara  sistematis  dalam  COCA.  Aktivitas  budaya 

yang  dilaksanakan  harus  dapat  menanamkan  nilai-nilai  AKHLAK  ke  dalam  perilaku  sehari-hari  demi  meningkatkan  

kinerja Perusahaan.

Sepanjang tahun 2020, Telkom juga membangun budaya Core Value AKHLAK dimana didalamnya termasuk cara kerja 

dalam era digital melalui pelatihan virtual, yaitu:

1.  Pelatihan AKHLAK untuk khusus Top Leader TelkomGroup, sebanyak 2 batch.

2.  Pelatihan AKHLAK untuk Culture Agent dan Culture Booster, sebanyak 4 batch. 

3.  Pelatihan  AKHLAK  untuk  karyawan  TelkomGroup,  yang  diikuti  oleh  8.876  karyawan,  yang  juga  diikuti  oleh  421 

karyawan dari 108 BUMN. 

4.  Pelatihan Training for Trainer AKHLAK untuk Expert, sebanyak 1 batch.

5.  E-learning AKHLAK dan Telkom CODES, yang diikuti oleh 24.865 karyawan TelkomGroup.

MEMBANGUN BUDAYA DIGITAL

Telkom  berupaya  untuk  terus-menerus  melakukan  transformasi  digital  dengan  memperbaharui  program  budaya 

Perusahaan  dalam  rangka  mendorong  perubahan  pola  pikir,  perilaku,  kemampuan  dan  keahlian  berorientasi  digital 

dengan tolok ukur AKHLAK sebagai sistem nilai Perusahaan.

Telkom  memiliki  program  utama  dalam  pengembangan  budaya  digital,  yaitu  kegiatan  Hack  Idea  yang  telah  dimulai 

sejak tahun 2017. Hack Idea merupakan wadah pertukaran inovasi antar karyawan seperti design sprint, design thinking, 

eksperimen,  dan  kolaborasi.  Rangkaian  awal  kegiatan  melalui  Talent  Booster,  yaitu  pengembangan  pengetahuan  dan 

kemampuan  inovasi  baik  melalui  class  room  maupun  metode  pembelajaran  e-learning  kemudian  dilanjutkan  dengan 

penilaian inovasi yang dihasilkan. Untuk inovasi yang layak akan masuk ke tahap development dan dibimbing oleh mentor-

mentor  yang  berpengalaman  serta  difasilitasi  oleh  Perusahaan  dalam  program  Amoeba  yang  sudah  menghasilkan 

berbagai produk dan pengembangan proses bisnis internal berbasis digital.

Telkom sudah menggunakan berbagai digital tools pada proses bisnis Telkom, seperti corporate portal sebagai aplikasi 

operasional harian meliputi e-office, e-budgeting, file sharing, collaboration (Diarium), career & succession management 

(Ingenium), learning & knowledge management (Cognitium), dan lainnya.

249

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANTANGGUNG JAWAB 
SOSIAL 
PERUSAHAAN

252 Tata Kelola Tanggung Jawab Sosial

256

Bisnis Berintegritas, Hak Asasi Manusia, dan Praktik 
Berkeadilan

261

Tanggung Jawab Barang atau Jasa

267 Tanggung Jawab Sosial Bidang Ketenagakerjaan

276

Tanggung Jawab Sosial Bidang Pelibatan dan 
Pengembangan Masyarakat

281 Kepedulian Terhadap Lingkungan Hidup

TATA KELOLA
TANGGUNG JAWAB SOSIAL

Sebagai pelaku usaha terdepan di sektor industri telekomunikasi Indonesia, TelkomGroup juga menjalankan tanggung 

jawab  sosial  terhadap  para  Pemangku  Kepentingan.  Dengan  paradigma  “Telkom  ada  untuk  Indonesia,  tumbuh  dan 

berkembang bersama-sama masyarakat Indonesia”, Telkom percaya bahwa meningkatnya kesejahteraan para Pemangku 

Kepentingan, termasuk masyarakat, dan kelestarian lingkungan hidup akan berdampak pada keberlanjutan Perusahaan 

juga. Oleh karena itu, TelkomGroup berkomitmen menjalankan tanggung jawab sosial dengan menerapkan prinsip profit-

people-planet (“3P”) atau sering disebut juga environmental, social, and governance (“ESG”), serta berkontribusi pada 

Sustainable Development Goals (SDGs).

URAIAN TERKAIT KOMITMEN DAN KEBIJAKAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL

Komitmen TelkomGroup pada tanggung jawab sosial berlandaskan pada prinsip tata kelola Perusahaan yang baik (good 

corporate governance) atau GCG, serta kode etik Perusahaan yang wajib dipenuhi oleh seluruh insan Telkom dan Anak 

Perusahaan. Komitmen tersebut juga tertuang dalam berbagai kebijakan Telkom, salah satunya yaitu Peraturan Direksi 

No.PD.701.00/1.00/PR/000/COP-A3000000/2014  tanggal  14  Oktober  2014  tentang  Pengelolaan  Telkom  Corporate 

Social Responsibility (Telkom CSR).

Selanjutnya, Telkom sebagai badan usaha milik negara juga wajib menjalankan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan 

(PKBL)  sesuai  dengan  ketentuan  dari  Kementerian  Badan  Usaha  Milik  Negara  (Kemen  BUMN).  Hal  tersebut  tertuang 

dalam  revisi  terakhir  Peraturan  Menteri  Badan  Usaha  Milik  Negara  Republik  Indonesia  Nomor  PER-02/MBU/04/2020 

tentang  Perubahan  Ketiga  Atas  Peraturan  Menteri  Badan  Usaha  Milik  Negara  Nomor  PER-02/MBU/04/2020  tentang 
Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan Badan Usaha Milik Negara. Di dalam ketentuan tersebut, TelkomGroup 
wajib  menjalankan  berbagai  program  untuk  meningkatkan  sosial-ekonomi  dan  kesejahteraan  masyarakat  serta  

pelestarian alam. 

Saat ini, kebijakan pengelolaan PKBL, mengacu pada Peraturan Direksi No.PD.702.00/r.01/PR000/CDCA1040000/ 2017 

tanggal 19 Desember 2017 tentang pengelolaan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan. Pelaksanaannya secara 

teknis  diatur  dalam  Peraturan  Direktur  Human  Capital  Management  No.PR.702.01/r.01/PR000/CDC-A10400002018 

tanggal 26 Februari 2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Operasional Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan.

Perumusan lingkup tanggung jawab sosial Perusahaan saat ini dilakukan dengan memperhatikan konteks keberlanjutan 

TelkomGroup,  regulasi  terkait,  dan  standar  internasional.  Penerapan  tanggung  jawab  sosial  atau  corporate  social 

responsibility (CSR) Telkom terdiri dari Program Kemitraan, Program Bina Lingkungan, dan Program Corporate Social 

Responsibility  -  Public  Relations  (CSR-PR).  Pada  praktiknya,  Tanggung  Jawab  Sosial  (TJSL)  Telkom  memiliki  ruang 

lingkup pada berbagai aspek yang terkait dengan kegiatan operasinya serta memperhatikan harapan dan interest dari 

para  Pemangku  Kepentingan.  Beberapa  aspek  di  antaranya  yaitu  penghormatan  terhadap  hak  asasi  manusia  (HAM), 

isu  konsumen,  praktik  ketenagakerjaan,  pelestarian  lingkungan,  pemberdayaan  masyarakat,  serta  praktik  berkeadilan, 

seperti antikorupsi, persaingan usaha, dan hak kekayaan intelektual (HKI).

Lebih  jauh  lagi,  dengan  diterbitkannya  Peraturan  Presiden  No.59  tahun  2017  tentang  Pelaksanaan  Pencapaian  Tujuan 

Pembangunan  Berkelanjutan,  Indonesia  telah  menetapkan  Sustainable  Development  Goals  (SDGs)  sebagai  platform 

pembangunan  nasional.  Sejalan  dengan  itu,  pelaksanaan  tanggung  jawab  sosial  TelkomGroup  juga  bertujuan  untuk 

berkontribusi  pada  pembangunan  berkelanjutan  atau  Sustainable  Development  Goals  (SDGs).  Beberapa  aspek  SDGs 

tersebut yaitu kesehatan dan kesejahteraan, pendidikan yang berkualitas, kesetaraan gender, penggunaan energi bersih, 

ketenagakerjaan yang baik dan pertumbuhan ekonomi, pengembangan infrastruktur khususnya telekomunikasi digital, 

dan pemukiman perkotaan yang berkelanjutan.

252

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMRegulasi lainnya yang menjadi landasan tanggung jawab sosial TelkomGroup yaitu Peraturan OJK No.51/POJK.03/2017 

tentang  Penerapan  Keuangan  Berkelanjutan  bagi  Lembaga  Jasa  Keuangan,  Emiten,  dan  Perusahaan  Publik.  Sebagai 

Perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, Telkom wajib memenuhi ketentuan tersebut dan menjadikan POJK 

No.51/2017 sebagai salah satu landasan tanggung jawab sosial Perusahaan.

Dalam  melaksanakan  tanggung  jawab  sosial,  TelkomGroup  menghargai  dan  mempertimbangkan  harapan  Pemangku 

Kepentingan.  Pemangku  Kepentingan  Telkom  tersebut  yaitu  pelanggan,  karyawan,  pemegang  saham  dan  investor, 

Pemerintah Indonesia, mitra kerja, kreditur, masyarakat, dan media massa. TelkomGroup memiliki berbagai mekanisme dan 

pendekatan untuk melakukan pelibatan (engagement) dengan para pihak, seperti pelanggan, investor, dan Pemerintah, 

serta karyawan. Dengan menggunakan media sosial dan teknologi digital lainnya, Telkom menampung aspirasi berbagai 

pihak sebagai pertimbangan dalam menjalankan tanggung jawab sosial.

Lebih  jauh  lagi,  dalam  menjalankan  tanggung  jawab  sosial,  TelkomGroup  mematuhi  hukum  yang  berlaku  dan 

konsisten dengan norma-norma perilaku internasional. Salah satunya yaitu TelkomGroup menghormati HAM di dalam 

menjalankan  bisnisnya  sesuai  dengan  konvensi  HAM  internasional  dan  Undang-Undang  Hak  Asasi  Manusia.  Dalam 

aspek  ketenagakerjaan,  TelkomGroup  berupaya  memenuhi  kesehatan  dan  keselamatan  kerja  sesuai  dengan  standar 

internasional dan best practice di industri telekomunikasi.

Sepanjang  tahun  2020,  Telkom  terus  berupaya  mendorong  perilaku  bertanggung  jawab  sosial  pada  seluruh  bagian 

organisasi,  baik  unit,  fungsi,  dan  divisi  Perusahaan  induk  maupun  Anak  Perusahaan.  Hal  tersebut  dilakukan  dengan 

berbasiskan  pada  sosialisasi  kode  etik  Perusahaan  dan  pengembangan  budaya  Perusahaan  kepada  seluruh  insan 

TelkomGroup.

Organisasi  dan  pengorganisasian  inisiatif  tanggung  jawab  sosial  Perusahaan  oleh  Telkom  dilakukan  berdasarkan 

kebutuhan serta karakteristik industri. Saat ini, Telkom CSR terdiri dari Program Kemitraan, Program Bina Lingkungan, dan 

Program CSR-PR. PKBL menjadi kewenangan unit Community Development Center (CDC). Kemudian, Sub Departemen 

Corporate Communication berwenang untuk mengelola Program CSR-PR.

Dari  sisi  pembiayaan,  anggaran  tanggung  jawab  sosial  Telkom  berasal  dari  beban  operasional  yang  tercatat  sebagai 

anggaran TJSL sesuai Peraturan Direksi No.PD.701.00/2014 tanggal 14 Oktober 2014. Total dana yang telah dianggarkan 

dan direalisasikan untuk tahun 2020 dapat dilihat melalui tabel sebagai berikut:

Unit

Anggaran (Rp miliar) 

Realisasi (Rp miliar)

Sub Department Corporate Communication

Community Development Center (CDC)

50,76 

348,94

23,69

346,39

Jumlah anggaran tersebut mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp49,5 miliar untuk Sub Department 

Corporate Communication dan mengalami penurunan dari tahun 2019 untuk CDC yaitu sebesar Rp368,70 miliar. Terkait 

dengan  penanganan  COVID-19,  Telkom  telah  mengucurkan  dana  sebesar  Rp5,21  miliar  melalui  Unit  Sub  Departemen 
Corporate  Communication  dan  sebesar  Rp35,7  miliar  melalui  Unit  CDC,  yang  sebagian  besar  digunakan  untuk  alat 

pelindung  diri  (APD),  obat-obatan,  bantuan  alat  kesehatan,  jaringan  pengamanan  sosial,  paket  iftar  ramadhan,  paket 

bantuan anak yatim dan santri, serta aktivitas penanggulangan pandemi COVID-19.

253

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANURAIAN TERKAIT PERUMUSAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL

Guna  memenuhi  prinsip-prinsip  tanggung  jawab  sosial  dan  menjalankan  PKBL,  Telkom  melakukan  proses  perumusan 

program tanggung jawab sosial dan PKBL tersebut melalui diskusi internal yang melibatkan Unit CDC dan Sub Departemen 

Corporate  Communication.  Sejalan  dengan  identifikasi  isu-isu  penting  sosial,  ekonomi,  dan  lingkungan  hidup,  Telkom 

telah  melakukan  juga  identifikasi  terhadap  Pemangku  Kepentingan  penting  yang  terdampak  atau  berpengaruh  pada 

kegiatan operasi Perusahaan. 

Pendekatan  yang  dilakukan  dalam  mengenali  dan  merumuskan  tanggung  jawab  sosial  dan  Pemangku  Kepentingan 

utama  Perusahaan  yaitu  dengan  mengidentifikasi  dampak  prioritas  baik  secara  langsung  dan  tidak  langsung  atas 

aktivitas inti Perusahaan. Secara rutin, Telkom juga melakukan review terhadap seluruh regulasi, termasuk regulasi yang 

terkait dengan isu-isu tanggung jawab sosial.

Dengan mengacu pada standar internasional, seperti Global Reporting Initiative (GRI), Sustainability Accounting Standard 

Board (SASB), ISO 26000 Guidance for Social Responsibility, dan Sustainable Development Goals (SDGs), mekanisme 

perumusan isu-isu penting tanggung jawab sosial dilakukan Telkom melalui analisis internal dan diskusi terkait konteks 

keberlanjutan Perusahaan dan Pemangku Kepentingan. Telkom juga merumuskan berbagai risiko yang mungkin terjadi 

dari kegagalan tanggung jawab sosial Perusahaan. Selain itu, Telkom juga melakukan perumusan ekspektasi Pemangku 
Kepentingan tentang peran sosial Perusahaan.

URAIAN TERKAIT PERENCANAAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL

Strategi dan perencanaan strategi CSR Telkom mengacu pada hasil dari perumusan tanggung jawab sosial Telkom yang 

telah dilakukan sebelumnya. Telkom saat ini memiliki inisiatif tanggung jawab sosial yang menjadi panduan bagi Telkom 

untuk menurunkan dampak negatif dari berbagai keputusan dan kegiatan Perusahaan. Pada inisiatif CSR atau strategic 

SR tersebut, Telkom menunjukkan komitmennya untuk menciptakan manfaat bagi Perusahaan, Pemangku Kepentingan, 

dan pembangunan berkelanjutan. Dalam menyusun strategi CSR Telkom, pelibatan Pemangku Kepentingan dan analisis 

terhadap  konteks  keberlanjutan  TelkomGroup,  termasuk  mengacu  pada  regulasi  dan  standar  internasional  menjadi 

mekanisme dan pendekatan utama dalam menyusun inisiatif atau strategi CSR.

Berikut ini kerangka inisiatif tanggung jawab sosial Telkom dan Anak Perusahaan.

Inisiatif Tanggung Jawab Sosial TelkomGroup

Mekanisme 
dan 
Pendekatan

Topik dan Inisiatif

Sustainable in Business and Use of 
Technology
•  Environmental footprint & energy
•  Managing systemic risks
•  Product end of life and e-waste 

management

Protection of Data & Information
•  Data privacy & data security

Engagement with Customer
•  Customer satisfaction & loyalty

Employee Digital Professionalism & 
Development
•  Training & education
•  Occupational health & safety
•  Business process digitization

Digital Economy & Social Value
•  Economic impact
•  Social impact

Visi dan Misi 
Perusahaan
Standar 
Internasional
Regulasi

Pelibatan 
Pemangku 
Kepentingan 
Utama

Pelibatan 
secara 
strategis dan 
komprehensif 
dengan 
Pemangku 
Kepentingan 
utama:
•  Pelanggan
•  Karyawan
•  Pemegang 
saham dan 
investor
•  Pemerintah 
Indonesia
•  Mitra kerja
•  Kreditur
•  Masyarakat
•  Media massa

Dampak Penting Langsung dan Tidak Langsung

Penggunaan  perangkat  keras  dan  infrastruktur  teknologi  dapat 
berdampak  pada  lingkungan  serta  jejak  karbon  gas  rumah  kaca. 
Selain  itu  perangkat  keras  dan  infrastruktur  yang  tidak  digunakan 
lagi  berpotensi  menjadi  limbah  yang  merusak  lingkungan.  Oleh 
sebab itu, Telkom perlu mengelola dampak tersebut.

Perlindungan  data  dan 
informasi  merupakan  aspek  penting 
dalam  industri  telekomunikasi  digital,  khususnya  dalam  menjaga 
kepercayaan para pihak terhadap TelkomGroup.

Pelibatan  terhadap  pelanggan  perlu  dilakukan  oleh  Telkom  guna 
memastikan  kepuasan  dan  loyalitas  pelanggan.  Dengan  demikian, 
Telkom  akan  menjaga  stabilitas  pangsa  pasar  dan  pendapatan  
yang dimiliki.

Pengembangan  sumber  daya  manusia  yang  profesional  dan 
berbasiskan pada digitalisasi merupakan salah satu aspek penting 
bagi keberlanjutan TelkomGroup dalam rangka transformasi menuju 
digital telco kelas dunia.

Pemberdayaan  sosial  ekonomi  masyarakat,  khususnya  ekonomi 
digital,  merupakan  aspek  yang  penting  bagi  TelkomGroup  guna 
memastikan  keberlanjutan  Perusahaan.  TelkomGroup  diharapkan 
dapat  berperan  dalam  menstimulasi  perkembangan  dan 
pertumbuhan digital ekonomi.

254

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMURAIAN TERKAIT PELAKSANAAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL

Terdapat beberapa fungsi di Telkom yang saat ini berperan sebagai organisasi kerja yang mengelola koordinasi pelaksanaan 

CSR. Unit Community Development Center (CDC) mengelola Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan (PKBL), 

sedangkan Sub Departemen Corporate Communication program berwenang untuk mengelola Program CSR-PR.

Lebih jauh lagi, keterlibatan dan pelibatan Pemangku Kepentingan relevan dalam inisiatif CSR Perusahaan dilakukan secara 

strategis  dan  komprehensif.  Salah  satunya  yaitu  Telkom  melibatkan  pelanggan  dalam  menentukan  tingkat  kepuasan 

pelanggan melalui mekanisme survei. Kemudian, keterlibatan karyawan juga dilakukan dalam rangka mengembangkan 

dan menjalankan tanggung jawab sosial di bidang ketenagakerjaan, seperti terkait aspek kesehatan dan keselamatan 

kerja  dan  dalam  proses  penyusunan  Perjanjian  Kerja  Bersama  (PKB).  Masyarakat  sebagai  Pemangku  Kepentingan 

juga  dilibatkan  dalam  perencanaan  dan  pelaksanaan  program  pemberdayaan  masyarakat,  baik  melalui  program  bina 

lingkungan maupun program lainnya.

Komitmen Tanggung Jawab Sosial TelkomGroup

1.  Komitmen terhadap Pelanggan

a.  Memberikan  informasi  secara  jelas  dan  mudah  dimengerti  tentang  hak  dan  kewajiban  pelanggan  sebelum  akad/kontrak  berlangganan 

ditandatangani kedua belah pihak.

b.  Memenuhi hak-hak pelanggan dalam memberikan layanan sesuai dengan yang telah dijanjikan dalam Service Level Guarantee (SLG).

c.  Menyediakan dan mengelola media kontak pelanggan sehingga memudahkan pelanggan untuk menyampaikan keluhan, umpan balik serta 

mencari informasi tentang produk/jasa.

2.  Komitmen terhadap Mitra Kerja

a.  Memberikan peningkatan skill, kompetensi dan pelatihan tentang produk/jasa, prosedur layanan dan etika pelayanan kepada agen, reseller, 

instalatur, dan setter dalam rangka memberikan pengetahuan produk dan layanan sehingga dapat meningkatkan layanan kepada pelanggan.

b.  Proses pengadaan barang dan jasa dilakukan secara fair, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan dengan melibatkan calon pemasok/

rekanan yang memiliki reputasi dengan klasifikasi baik, sesuai peraturan perundangan yang berlaku serta prinsip GCG.

c.  Wajib melakukan seleksi dan evaluasi mitra kerja secara objektif.

3. Komitmen terhadap Kompetitor

a.  Usaha  untuk  mendapatkan  informasi  tentang  bisnis  kompetitor/pesaing  dilakukan  dengan  cara  yang  jujur  dan  didapatkan  dari  sumber  

yang sah.

b.  Dilarang mendapatkan informasi kompetitor dengan cara ilegal dan tidak etis, antara lain namun tidak terbatas pada spionase, penyadapan 

dan atau pencurian.

4.  Komitmen terhadap Sosial Masyarakat

a.  Membangun dan membina hubungan yang serasi dan harmonis serta memberi manfaat kepada masyarakat sekitar tempat usaha Perusahaan.

b.  Mendorong munculnya rasa ikut memiliki dari masyarakat terhadap Perusahaan dengan tujuan agar masyarakat ikut menjaga Perusahaan.

c.  Mengurangi  seminimal  mungkin  dampak  terhadap  lingkungan  hidup  antara  lain  namun  tidak  terbatas  pada  penggalian  jalur  kabel  dan 

penggunaan frekuensi.

5.  Komitmen terhadap Karyawan

a.  Menghindari praktik diskriminasi karyawan melalui:

•  Menghormati hak asasi karyawan serta hak dan kewajiban sesuai dengan kesepakatan dalam PKB.

•  Memberikan kesempatan yang sama tanpa membedakan umur, kelompok, suku, bangsa, dan agama, almamater dan gender.

•  Menghargai kebebasan beragama.

•  Memberikan perlakukan yang setara dan berkeadilan dalam hal ketenagakerjaan, pemberian benefit, dan kompensasi lainnya.

b.  Menjaga kesehatan, keamanan, keselamatan, dan kenyamanan lingkungan kerja melalui:

•  Memberikan jaminan kesehatan bagi karyawan dan keluarga.

•  Memberikan imbal jasa yang layak dan jaminan pensiun sesuai kemampuan Perusahaan.

•  Mewadahi aspirasi karyawan melalui serikat karyawan dan menjadikannya sebagai mitra dalam membangun bisnis.

•  Menyediakan lingkungan kerja yang nyaman.

255

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANBISNIS BERINTEGRITAS, HAK ASASI MANUSIA, 
DAN PRAKTIK BERKEADILAN

Di dalam berbisnis, TelkomGroup berupaya menjaga integritas yang berlandaskan pada penghargaan terhadap hak asasi 

manusia (HAM) dan melalui praktik bisnis yang berkeadilan. Beberapa ruang lingkup perwujudannya yaitu mencakup 

aspek  antikorupsi,  persaingan  yang  berkeadilan,  hak  kekayaan  intelektual  (HKI),  keterlibatan  politik,  serta  kepatuhan 

pada hukum dan regulasi.

URAIAN TERKAIT KOMITMEN DAN KEBIJAKAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PADA HAM 
DAN PRAKTIK BERKEADILAN

TelkomGroup menjalankan kegiatan usahanya dengan menghargai HAM  sesuai dengan norma internasional dan peraturan 

hukum yang berlaku. Aspek HAM terkait bisnis TelkomGroup antara lain hak dasar di tempat kerja, hak sosial ekonomi masyarakat, 

dan pemenuhan hak konsumen. Penerapannya dilakukan melalui berbagai kebijakan dan prosedur yang terintegrasi dalam 

operasional bisnis TelkomGroup.

Komitmen untuk menjalankan praktik bisnis yang berintegritas tertuang dalam Peraturan Direksi Nomor PD.201.01/r.00/PS150/

COP-B0400000/2014 tanggal 6 Mei 2014 tentang Etika Bisnis di Lingkungan TelkomGroup. Kebijakan tersebut mencakup 

berbagai  aspek,  termasuk  komitmen  TelkomGroup  untuk  menghindari  praktik  diskriminasi  karyawan,  dengan  memberikan 

kesempatan  untuk  menduduki  posisi  yang  sama  tanpa  membedakan  kelompok,  umur,  suku,  bangsa,  agama,  dan  gender. 

TelkomGroup  juga  berkomitmen  menjaga  kesehatan,  keamanan,  dan  kenyamanan  lingkungan  kerja,  serta  menjamin  hak 

asasi karyawan sebagai warga negara dalam berkumpul, berserikat, berorganisasi dan menyalurkan aspirasi politik dengan  

batasan tertentu.

Sejalan dengan itu, bentuk integritas TelkomGroup diwujudkan dalam penerapan antikorupsi. Komitmen tersebut tercermin 

pada Keputusan Direksi Nomor KD.43/HK290/COP-D0031000/2008 tanggal 2 Desember 2008 tentang Kebijakan Anti Fraud 

di Lingkungan Telkom, yang telah disetujui dan ditandatangani oleh Direksi sejak tanggal 2 Desember 2008. TelkomGroup juga 

menunjukkan komitmennya dengan diperolehnya sertifikat ISO 37001:2016 tentang sistem manajemen anti penyuapan pada 

Agustus 2020. 

Keseriusan TelkomGroup untuk menegakkan antikorupsi didukung oleh berbagai Peraturan Perusahaan, yaitu:

•  Keputusan Direksi Nomor KD.43/HK290/COP-D0031000/2008 tanggal 2 Desember 2008  tentang Kebijakan Anti Fraud 

di Lingkungan Telkom.

•  Keputusan Direksi Nomor KD.36/HK290/COP-D0053000/2009 tanggal 20 November 2009 tentang Pakta Integritas.

•  Peraturan Direksi Nomor PD.201.01/r.00/PS150/COP-B0400000/2014 tanggal 6 Mei 2014 tentang Etika Bisnis di Lingkungan 

TelkomGroup.

•  Peraturan Direktur Human Capital Management Nomor PR.209.04/r.00/PS000/COP-A4000000/2016 tanggal 26 Juli 2016 

tentang Pengendalian Gratifikasi.

•  Peraturan  Direktur  Human  Capital  Management  Nomor  PR.209.05/r.01/HK.250/COP-A4000000/2020  tentang  

Disiplin Karyawan.

Lebih jauh lagi, TelkomGroup menjaga integritas bisnisnya dengan berkomitmen untuk bebas dari konflik kepentingan serta 

tidak terpengaruh secara politik, baik pada skala lokal maupun nasional. TelkomGroup berkomitmen untuk tidak melakukan 

lobi dan kontribusi politik, serta tidak terlibat dalam arus politik di Indonesia. TelkomGroup dengan tegas melarang segala 

bentuk kegiatan yang berkaitan dengan kegiatan politik maupun  lobi-lobi politik yang dilakukan oleh Perusahaan maupun 

insan Telkom.

TelkomGroup melarang para karyawan untuk ikut serta dalam kampanye atau menjadi pelaksana kampanye pemilu. Hal ini 

sesuai dengan Peraturan Direktur Human Capital Management Nomor PR.209/01/r,00/HK200/COP-B0200000/2013 tanggal 

30 Agustus 2008 tentang Karyawan Telkom yang menjadi Anggota Partai Politik, Calon Pejabat Negara, Calon Anggota Dewan 

Perwakilan Daerah, atau Calon Anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Selain itu Telkom tidak pernah memberikan sumbangan 

dan bantuan lain termasuk penggunaan sarana dan prasarana yang dimiliki untuk kegiatan pemilu.

256

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMSelanjutnya,  dalam  rangka  menjaga  integritas  dan  meningkatkan  kepercayaan  para  Pemangku  Kepentingan,  praktik  bisnis 

TelkomGroup wajib dijalankan dalam kerangka hukum dan regulasi yang berlaku. Salah satu regulasi yang signifikan untuk 

dipatuhi TelkomGroup yaitu Undang-Undang No.5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak 

Sehat (“UU Persaingan Usaha”). Peraturan lainnya yang dipatuhi TelkomGroup yaitu Undang-Undang 28 tahun 2004  tentang 

Hak Cipta, yang mewajibkan TelkomGroup menghargai hak kekayaan intelektual atas teknologi dan inovasi yang digunakan 

dalam  operasinya.  Dengan  berbagai  upaya  tersebut,  TelkomGroup  berupaya  memastikan  praktik  bisnis  yang  berintegritas 

sepanjang periode pelaporan tahun 2020.

URAIAN TERKAIT PERUMUSAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PADA HAM DAN PRAKTIK 
BERKEADILAN

Telkom merumuskan tanggung jawab sosial Perusahaan terkait aspek HAM dan praktik operasi yang berkeadilan. Perumusan 

tersebut  mempertimbangkan  dampak  dan  isu  sosial,  ekonomi,  dan  lingkungan.  Due  diligence  terhadap  tanggung  jawab 

sosial Perusahaan tentang HAM dan operasi yang adil pada rantai nilai TelkomGroup tidak dilakukan secara khusus, namun 

terintegrasi di dalam berbagai kegiatan dan prosedur operasinya. 

Di  antaranya  yaitu  penerapan  proses  pengadaan  berbasiskan  digitalisasi  untuk  mencegah  insiden  korupsi.  Kemudian, 

implementasi lainnya yaitu proses evaluasi pada berbagai teknologi yang digunakan TelkomGroup untuk memastikan tidak 

adanya pelanggaran HAKI. TelkomGroup juga memiliki prosedur yang mendorong mitra kerja memiliki praktik ketenagakerjaan 

yang baik.

Selanjutnya,  dalam  mengenali  dan  merumuskan  tanggung  jawab  sosial  dan  Pemangku  Kepentingan  penting  Perusahaan 

tentang  operasi  yang  adil,  pendekatan  yang  dilakukan  Telkom  yaitu  mengidentifikasi  dampak  penting  langsung  atau  tidak 

langsung aktivitas dan keputusan Perusahaan. Di antaranya identifikasi terkait insiden korupsi, pelanggaran HAM, pelanggaran 

HAKI,  dan  tindakan  monopoli.  Telkom  juga  secara  rutin  melakukan  review  terhadap  seluruh  regulasi  terkait  isu-isu  operasi  

yang adil.

Isu-isu penting dan uraian singkat tentang isu-isu penting tanggung jawab sosial bidang operasi yang adil dan relevan dengan 

bisnis Perusahaan dapat dilihat pada tabel berikut.

Uraian Isu Penting, Risiko, dan Ekspektasi Pemangku Kepentingan Tanggung Jawab Sosial 
Bidang Operasi yang Adil

No.

Aspek

Isu Penting

Risiko

Ekspektasi Pemangku 
Kepentingan

1.

Hak Asasi 
Manusia (HAM)

Potensi pelanggaran HAM oleh 
TelkomGroup atau mitra, dalam 
ruang lingkup ketenagakerjaan atau 
terkait kemasyarakatan.

Tuntutan tenaga kerja atau 
masyarakat, yang berujung 
pada tuntutan hukum atau 
gangguan operasi.

Hak dasar di tempat 
kerja dan hak sosial 
ekonomi masyarakat 
terpenuhi.

2.

Antikorupsi

Potensi fraud atau gratifikasi pada 
proses pengadaan dan perijinan. 

Persaingan 
Usaha

Dugaan Pelanggaran persaingan 
usaha pada perkara Interkoneksi, IP 
Transit, dan pemblokiran Netflix.

Hak Kekayaan 
Intelektual 
(HKI)

Penggunaan teknologi yang 
tidak terdaftar HAKI dan tidak 
teridentifikasi penciptanya dapat 
terindikasi melanggar HAKI.

Kasus hukum yang berujung 
pada tuntutan pidana, hingga 
hilangnya kepercayaan 
masyarakat .

TelkomGroup bebas 
dari insiden korupsi.

Denda atau tuntutan dari 
Komisi Persaingan Usaha.

Praktik persaingan 
usaha yang sehat.

Tuntutan hukum dan denda 
jika terbukti melanggar HAKI.

Keterlibatan 
Politik

Kepatuhan 
pada Hukum 
dan Regulasi

Independensi TelkomGroup perlu 
dijaga dari kepentingan politik yang 
ingin mendapatkan keuntungan 
pihak tertentu.

Konflik kepentingan, 
berdampak pada kerugian 
finansial.

Peraturan yang ketat dan dinamis 
dalam industri telekomunikasi, 
seperti dalam penggunaan 
frekuensi, bea masuk impor 
teknologi, dan aspek lainnya.

Kasus hukum yang berujung 
pada tuntutan pidana, hingga 
hilangnya kepercayaan 
masyarakat.

3.

4.

5.

6.

Penghargaan atas 
HAKI, baik terhadap 
inovasi internal 
maupun eksternal.

Tidak terlibat dalam 
politik, bebas dari 
pengaruh politik dan 
konflik kepentingan.

Kepatuhan pada 
hukum dan regulasi.

257

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANURAIAN  TERKAIT  PERENCANAAN  ASPEK  HAM  DAN  PRAKTIK  OPERASI  YANG 
BERKEADILAN

Perencanaan tanggung jawab sosial dan praktik operasi yang berkeadilan bertujuan untuk menurunkan dampak negatif atas 

keputusan dan kegiatan Perusahaan dalam rantai nilainya. Selain itu, perencanaan inisiatif tanggung jawab sosial juga berupaya 

menciptakan manfaat bersama operasi yang adil bagi Pemangku Kepentingan dan Perusahaan, termasuk untuk meningkatkan 

produktivitas kerja.

Dalam proses perencanaan, TelkomGroup melibatkan Pemangku Kepentingan, seperti karyawan dan serikat pekerja dalam 

batas-batas yang diatur dalam peraturan perundang-undangan. TelkomGroup juga mendorong operasi yang berkeadilan pada 

rantai nilai Perusahaan, seperti mitra kerja. TelkomGroup memanfaatkan pengaruh Perusahaan untuk menjalankan praktik bisnis 

berintegritas, termasuk penghormatan HAM dan praktik bisnis yang berkeadilan. Salah satunya yaitu aspek ketenagakerjaan 

serta kesehatan dan keselamatan kerja yang wajib diperhatikan oleh mitra kerja. 

Secara khusus, TelkomGroup telah memiliki mekanisme dan prosedur menghadapi konflik terkait operasi yang berkeadilan. 

Mekanisme WBS menjadi salah satu mekanisme dan prosedur untuk melaporkan dan menyelesaikan pengaduan terkait dengan 

pelanggaran kode etik, termasuk di dalamnya pengaduan aspek HAM dan praktik operasi yang berkeadilan. Apabila terjadi 

keluhan yang berkaitan dengan produk dan layanan, konsumen dapat memberikan masukan kepada manajemen melalui email 
customercare@telkom.co.id.

Sesuai Peraturan Direksi Nomor PD.701.00/r.00/PR000/COP-A3000000/2014 tanggal 14 Oktober 2014 tentang Pengelolaan 

Telkom Corporate Social Responsibility, anggaran TJSL Telkom, termasuk yang terkait HAM dan praktik operasi berkeadilan 

berasal dari beban operasional yang tercatat sebagai anggaran TJSL. Total dana yang telah dianggarkan dan direalisasikan 

untuk tahun 2020 dapat dilihat dan telah diungkapkan dalam bagian Tata Kelola Tanggung Jawab Sosial Laporan Tahunan ini.

Rencana kegiatan untuk tahun 2020 serta target yang ditetapkan oleh manajemen antara lain:

1.  Telkom tanggap COVID-19, target salur 30% alokasi tersedia yaitu sebesar Rp37,5 miliar.

2. 

3. 

Internet untuk pendidikan, target 7 titik lokasi secara nasional.

Inkubasi sociodigipreneurship untuk pelajar dan mahasiswa, target partisipan sebanyak 3000 crowd talent.

URAIAN  TERKAIT  PELAKSANAAN  ASPEK  HAM  DAN  PRAKTIK  OPERASI  YANG 
BERKEADILAN

Telkom sangat mengapresiasi HAM yang diwujudkan dalam bentuk dukungan terhadap hak-hak dasar di tempat kerja. Pada 

pelaksanaannya, Telkom mendukung adanya SEKAR (Serikat Karyawan) sebagai wadah organisasi yang mewakili karyawan 

untuk negosiasi kolektif dengan manajemen, hasil negosiasi telah dituangkan dalam  PKB VIII yang berlaku selama 2 tahun 

dan akan berakhir tanggal 20 September  2021. Dukungan TelkomGroup terhadap serikat pekerja berdampak pada terjalinnya 

hubungan baik antara Perusahaan dengan karyawan, sehingga tidak terjadi tuntutan sepanjang tahun 2020. 

Pemenuhan HAM di lingkungan kerja TelkomGroup sepanjang tahun 2020 berjalan baik. Perusahaan menjalankan sejumlah 
kegiatan serta anggaran yang berkaitan dengan HAM antara lain kebebasan berserikat dan berkumpul, jam operasional bekerja, 

dan pekerja di bawah umur. Seluruh pihak berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, baik Direksi, Manajer, maupun karyawan.

258

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMSelanjutnya, terkait hak kekayaan intelektual (HKI), selama tahun 2020 Telkom mendaftarkan 26 HAKI yang terdiri dari merek dan 

hak cipta di Direktorat Jenderal Kekayaan lntelektual, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Upaya 

tersebut bertujuan untuk melindungi sekaligus memberikan penghargaan terhadap kreativitas hasil riset serta pengembangan 

produk dan layanan. Hak kekayaan intelektual yang didaftarkan pada tahun 2020 antara lain:

•  Merek  dagang  maupun  jasa  atas  produk  barang  dan  layanan  jasa  Perusahaan,  logo  dan  nama  Perusahaan,  serta  logo 

produk barang dan layanan jasa Perusahaan;

•  Hak cipta atas program-program komputer, riset, karya tulis, dan buku.

Sesuai dengan Peraturan Direksi Nomor PD.605.00/r.00/HK000/COO-D0030000/2011 tanggal 11 Juli 2011 tentang Pengelolaan 

Kekayaan Intelektual dan Hak Kekayaan Intelektual, untuk komersialisasi hak kekayaan intelektual yang dimiliki oleh Perusahaan 

dengan pihak lain (co-owner) harus dilakukan dengan adanya pengalihan kepemilikan HKI dengan seizin pemilik lainnya (co-

owner) atau harus dengan persetujuan pemilik lainnya (co-owner) dan/atau sepengetahuan pihak terkait.

Dalam  hal  pelaksanaan  upaya  antikorupsi,  Telkom  menerapkan  proses  pengadaan  dan  kemitraan  dengan  menggunakan 

aplikasi  sistem  e-auction  dalam  rangka  implementasi  terkait  Peraturan  Direktur  Keuangan  Nomor  PR  301.08/r.03/HK240/

COP-A00110000/2020  tanggal  19  Agustus  2020  tentang  Pedoman  Pelaksanaan  Pengadaan.  Hal  ini  dilakukan  untuk 

meminimalisasi kontak fisik dengan pemasok, sehingga tender berlangsung secara adil dan transparan karena proses dilakukan 

dengan menggunakan teknologi berbasis komputer. 

Telkom melakukan pemilihan pemasok dengan melalui tiga tahapan utama yaitu registrasi pemasok, seleksi pemasok, dan 

dilanjutkan dengan penetapan Eligible Bidder. Registrasi pemasok yaitu pemasok melakukan registrasi secara online melalui 

aplikasi Supply Management and Logistic Enhancement (“SMILE”). Seleksi pemasok merupakan proses assessment pemasok 

sesuai dengan klasifikasi usaha dan beberapa kriteria lain sehingga menghasilkan ranking dan short-list. Proses terakhir yaitu 

Eligible Bidder yaitu pemasok yang berhak atau akan dilibatkan untuk mengikuti proses procurement. Manfaat yang diperoleh 

dari  adanya  proses  elektronik  ini  antara  lain  kecepatan  proses  tender,  calon  peserta  tender  sesuai  dengan  persyaratan, 

kewajaran harga, dan transparansi.

Dalam  melakukan  proses  seleksi,  setiap  calon  pemasok  atau  kontraktor  wajib  berkomitmen  terhadap  aturan  di  bidang 

ketenagakerjaan/HAM, serta kesehatan dan keselamatan kerja. Selain itu Telkom juga melakukan penilaian atas kinerja pemasok 

terkait pemberian dukungan kepada Telkom untuk mencapai visi dan misi Perusahaan. Melalui proses tersebut diharapkan 

hubungan kerja sama Telkom dengan para pemasok akan semakin baik, berkelanjutan dan membawa manfaat yang optimal 

bagi Perusahaan.

Komitmen Telkom dalam antikorupsi dan fraud terhadap pihak eksternal yaitu vendor atau mitra tertuang dalam Peraturan 

Direktur Keuangan No. PR.301.08/r.03/HK240/COP-A00110000/2020 tanggal 19 Agustus 2020  tentang Pedoman Pelaksanaan 

Pengadaan. Dalam pelaksanaannya kami meminta kepada setiap vendor atau mitra untuk menandatangani pakta integritas 

yang menyatakan tidak akan melakukan praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), kolusi harga, dan konflik kepentingan.

Komitmen Telkom untuk mencegah korupsi juga tercermin pada inisiatif Telkom menjadi anggota asosiasi Kolaborasi Tunas 

Integritas dan Rembug Integritas Nasional (RIN). Inisiatif ini diinisiasi oleh para Tunas Integritas dan Pengelola Unit Pengendali 

Kepatuhan  dan  Gratifikasi  Kementerian  Lembaga  Organisasi  dan  Perusahaan  (KLOP).  Kegiatan  yang  dilakukan  antara  lain  

menjadi anggota aktif dalam beberapa event, menjadi narasumber, diskusi panel, serta objek benchmarking bagi KLOP dan 

Swasta Nasional dalam bidang pembangunan Etika Bisnis dan Integritas.

Sebagai  langkah  perbaikan,  Telkom  melakukan  review  dan  evaluasi  terhadap  berbagai  mekanisme,  inisiatif,  dan  kebijakan 

internal  terkait  antikorupsi.  Sejak  tahun  2020,  Telkom  menempatkan  1  (satu)  karyawannya  untuk  mengikuti  Sertifikasi  Ahli 

Pembangun Integritas (API LSP KPK BNSP) sekaligus memperoleh Sertifikat Assesor Ahli Pembangun Integritas dari LSP KPK 

dalam ajang Sertifikasi Ahli Pembangun Integritas yang diselenggarakan oleh LSP KPK – BNSP.

Dalam pelaksanaannya, Telkom melibatkan Direksi, manajemen, dan karyawan. Direksi melakukan review dan meningkatkan 

kredibilitas inisiatif tanggung jawab sosial. Melalui laporan keberlanjutan, Direksi mengawasi kinerja tanggung jawab sosial dan 
memberikan persetujuan atas laporan keberlanjutan.

259

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANSesuai dengan UU No.5 tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat (UU Anti Monopoli), dibentuk suatu 

badan yaitu Komite Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yang berfungsi sebagai pengawas anti monopoli di Indonesia. Komite ini berwenang 

menerapkan ketentuan UU Anti Monopoli. UU Anti Monopoli dan Peraturan Pemerintah No.57/2010 tanggal 20 Juli 2010 mengenai Penggabungan 

atau Peleburan Badan Usaha dan Pengambilalihan Saham Perusahaan yang Dapat Mengakibatkan Terjadinya Praktik Monopoli dan Persaingan 

Usaha Tidak Sehat.

Telkom menjunjung tinggi ketentuan perundangan dan peraturan tersebut. Telkom senantiasa melaksanakan praktik bisnis yang mengedepankan 

persaingan  sehat  serta  menghormati  peran  KPPU.  Telkom  juga  konsisten  mempraktikkan  bisnis  yang  mengedepankan  persaingan  sehat 

keunggulan  layanan,  kelengkapan  produk  dan  infrastruktur  pendukung  serta  efisiensi  operasional.  Sepanjang  tahun  2020,  terdapat  3  perkara 

persaingan usaha.

Pemblokiran Netflix

Status  pemeriksaan  KPPU  aktivitas  pemblokiran  layanan  Netflix  oleh  Telkom  dan  Telkomsel  telah  meningkat  dari  Penyelidikan  menjadi 

Pemeriksaan Lanjutan, dengan dugaan praktik diskriminasi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dan PT Telekomunikasi Seluler terhadap Netflix 

terkait Penyediaan Layanan Akses Internet Provider.

KPPU telah menyampaikan Laporan Dugaan Pelanggaran pada tanggal 24 September 2020, yang kemudian ditanggapi Telkom dan Telkomsel 

dengan  penyampaian  Tanggapan  atas  Laporan  Dugaan  Pelanggaran  pada  tanggal  15  Oktober  2020.  Adapun  KPPU  telah  menyampaikan 

Keputusan  Majelis  KPPU,  tanggal  3  November  2020,  tentang  Pemeriksaan,  dengan  jadwal  Pemeriksaan  Lanjutan  Pertama  yaitu  pada  tanggal 

10 Desember 2020. Pelaksanaan pemeriksaan telah berjalan dengan agenda terakhir yaitu Penyampaian Simpulan dari Investigator, Telkom, dan 

Telkomsel pada tanggal 18 Maret 2021.

IP Transit

Pada Agustus 2020, kami juga menerima panggilan pemeriksaan sebagai Terlapor dari KPPU sehubungan dengan penyelidikan Nomor: 07-164/

DH/KPPU.LID.L/II/2020,  terkait  dengan  dugaan  Praktik  Monopoli  Layanan  IP  Transit  yang  dilakukan  Telkom.  Pada  Agustus  2020,  kami  telah 

memberikan keterangan pada penyelidikan dimaksud sesuai permintaan KPPU. Setelah pemberian keterangan dimaksud, belum ada panggilan 

lagi yang disampaikan ke Telkom. 

Interkoneksi

Pada Juni 2020, kami juga menerima panggilan dari KPPU sehubungan dengan penyelidikan Nomor: 48/DH/KPPU.LID.I/XI/2020, terkait dugaan 

pelanggaran UU Anti Monopoli. Sehubungan dengan hal tersebut Telkom telah mengajukan surat penundaan, namun belum ada tindak lanjut 

atau panggilan kembali dari KPPU. 

260

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMTANGGUNG JAWAB
BARANG ATAU JASA

KOMITMEN  DAN  KEBIJAKAN  TANGGUNG  JAWAB  SOSIAL  PERUSAHAAN  TERKAIT 
KONSUMEN

TelkomGroup  memahami  pentingnya  menjaga  kepuasan  dan  loyalitas  pelanggan  untuk  keberlangsungan  Perusahaan.  Oleh 

karena  itu,  TelkomGroup  memiliki  etika  usaha  dan  kebijakan  yang  mengatur  tanggung  jawab  atas  barang  dan  jasa  yang 

diserahkan  kepada  pelanggan.  Komitmen  tersebut  telah  dituangkan  pada  Keputusan  Direksi  Nomor  PD.201.01/r.00/PS150/

COP-B0400000/2014 tanggal 6 Mei 2014 tentang Etika Bisnis di Lingkungan TelkomGroup. 

Beberapa pendekatan yang dilakukan TelkomGroup untuk memastikan kepuasan dan loyalitas pelanggan yaitu:

1.  Memberikan  informasi  secara  jelas  dan  mudah  dimengerti  tentang  hak  dan  kewajiban  pelanggan  sebelum  akad/kontrak 

berlangganan ditandatangani kedua belah pihak.

2.  Memenuhi 

hak-hak  pelanggan  dalam  memberikan 

layanan 

sesuai  dengan 

yang  dijanjikan  dalam  

Service Level Guarantee (SLG).

3.  Menyediakan  dan  mengelola  media  kontak  pelanggan  (loket  pengaduan,  telepon  pengaduan,  email,  dan  media  lainnya) 

sehingga memudahkan pelanggan untuk menyampaikan keluhan, feedback serta mencari informasi tentang produk/jasa.

PERUMUSAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL KEPADA KONSUMEN

Dalam merumuskan tanggung jawab sosial kepada konsumen, Telkom telah melakukan due diligence yang dilakukan secara 

internal  terhadap  tanggung  jawab  sosial  Perusahaan  bidang  konsumen.  Hal  tersebut  dilaksanakan  dengan  diskusi  bersama 

fungsi atau departemen terkait serta melibatkan konsultan independen. 

Telkom juga memiliki program Telkom Integrated Quality Assurance (TIQA) sebagai metode dan pendekatan untuk mengenali 

dan merumuskan tanggung jawab sosial dan Pemangku Kepentingan penting Perusahaan. Melalui TIQA, Telkom mengidentifikasi 

adanya dampak penting langsung atau tidak langsung aktivitas dan keputusan Perusahaan pada konsumen. TIQA juga bertujuan 

untuk  menjamin bahwa produk dan layanan yang ditawarkan tidak merugikan pelanggan, termasuk risiko pada kesehatan dan 

keselamatan. Dengan adanya program ini Telkom berupaya agar produk yang diciptakan maupun layanan yang diberikan tidak 

memberikan dampak negatif terhadap konsumen.

Selain  itu,  Telkom  juga  melakukan  review  terhadap  regulasi  terkait  isu  bidang  konsumen,  seperti  Undang-Undang  Nomor  8 

Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Beberapa isu-isu penting tanggung jawab sosial bidang konsumen dan relevan 

dengan bisnis Perusahaan antara lain terkait dengan kepuasan dan loyalitas pelanggan, pengalaman pelanggan, pengaduan 

konsumen,  serta  perlindungan  dan  kerahasiaan  data  pelanggan.  Isu  terkait  kesehatan  dan  keselamatan  pelanggan  memiliki 

relevansi yang rendah dalam konteks bisnis TelkomGroup.

Perumusan  tanggung  jawab  sosial  kepada  konsumen  juga  memperhatikan  risiko  terkait  bidang  konsumen,  baik  risiko  bagi 

Perusahaan maupun Pemangku Kepentingan. Ketidakpuasan pelanggan dapat berdampak negatif pada reputasi Perusahaan, 

dan selanjutnya dapat berisiko pada kinerja ekonomi TelkomGroup. Sejalan dengan itu, TelkomGroup juga menyadari adanya 

ekspektasi Pemangku Kepentingan tentang peran Perusahaan dalam penanganan isu-isu konsumen, antara lain mendengarkan 

dan menyelesaikan keluhan, serta mengembangkan produk dan layanan yang inovatif dan berkualitas.

Pelaksanaan  kegiatan  tanggung  jawab  sosial  di  bidang  konsumen  dapat  memberikan  manfaat  bersama  bagi  Pemangku 

Kepentingan, TelkomGroup, maupun pemegang saham. Dengan memberikan produk dan layanan yang baik, pelanggan dapat 

memanfaatkan produk dan layanan telekomunikasi digital secara efektif dan efisien dalam kegiatan sosial ekonomi sehari-hari. 

Upaya tersebut juga mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan sebagaimana dalam Peraturan Pemerintah No. 59 Tahun 

2017, khususnya terkait dengan penyediaan infrastruktur telekomunikasi oleh TelkomGroup yang juga memerhatikan kelompok 
masyarakat ekonomi menengah dan bawah.

261

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANRENCANA PROGRAM TANGGUNG JAWAB SOSIAL KEPADA KONSUMEN

Dalam  upaya  tetap  menjaga  kualitas  pelayanan  kepada  pelanggan,  TelkomGroup  memperbaharui  peraturan  pedoman 

pengelolaan Customer Experience (CX) TelkomGroup No.PR.169/r.00/HK200/COP-J0000000/2020 yang efektif digunakan 

sejak  23  Desember  2020.  Peraturan  ini  digunakan  sebagai  panduan  yang  mendalam  sebagai  tindak  lanjut  dari  Peraturan 

Perusahaan  tentang  Pengelolaan  Bisnis  Digital  TelkomGroup  yang  memberikan  pedoman  dalam  mengelola  Customer 

Experience di lingkungan TelkomGroup untuk mendukung pencapaian visi dan misi Perusahaan.

TelkomGroup telah merencanakan beberapa program selama tahun 2020 terkait tanggung jawab sosial kepada konsumen, 

antara lain:

1.  Promoting digital society empowerment, yaitu mendorong pemberdayaan masyarakat digital melalui perintisan digitalisasi 

edukasi  talenta  Indonesia  dan  digitalisasi  aspek  kehidupan  masyarakat,  melalui  penyelenggaraan  program  inkubasi 

sociodigipreneurship  untuk  pelajar  dan  mahasiswa,  penggelaran  infrastruktur  akses  internet  untuk  pendidikan,  dan 

peningkatan kualitas pendidikan dalam kegiatan pelatihan guru di bidang ICT (Indonesia Digital Learning).

2.  Knitting SME digitalization development, yaitu mewujudkan sinergi digitalisasi Usaha Mikro Kecil Menegah (UMKM) melalui 

pengembangan  digital  platform  untuk  UMK,  komersialisasi  produk  UMK  di  marketplace,  dan  pengembangan  kapasitas 

UMK  melalui  pemberian  pelatihan,  pendampingan,  bantuan  sertifikasi,  dan  keikutsertaan  pameran  mulai  dari  skala  lokal  

hingga internasional.  

Rencana program tanggung jawab sosial TelkomGroup pada intinya berupaya menurunkan dampak negatif pada konsumen 

serta menciptakan manfaat bersama bagi Pemangku Kepentingan dan Perusahaan. Salah satunya yaitu, saat ini, TelkomGroup 

telah memiliki  mekanisme dan prosedur kepuasan pelanggan serta pengaduan keluhan dan/atau konflik terkait konsumen.

Pada pelaksanaannya, TelkomGroup memastikan adanya pelibatan Pemangku Kepentingan dalam berbagai inisiatif CSR bidang 

konsumen. Hal tersebut dilakukan antara lain melalui customer gathering dan survei kepuasan pelanggan yang dilakukan setiap 

tahun. Lebih jauh lagi, TelkomGroup juga memanfaatkan pengaruh Perusahaan dalam melindungi konsumen, seperti mendorong 

pemasok dan mitra lainnya untuk mengutamakan kepuasan pelanggan di dalam kegiatan usahanya.

Anggaran  TJSL  Telkom  berasal  dari  beban  operasional  yang  tercatat  sebagai  anggaran  TJSL  sesuai  Peraturan  Direksi 

No.PD.701.00/2014 tanggal 14 Oktober 2014. Pada tahun 2020, biaya yang dikeluarkan Perusahaan terkait inisiatif CSR kepada 

konsumen yaitu Rp397,14 miliar, turun 5,03% dibandingkan Rp418,20 miliar dari tahun sebelumnya.

PELAKSANAAN PROGRAM TANGGUNG JAWAB SOSIAL KEPADA KONSUMEN

Sesuai  dengan  peraturan  pedoman  pengelolaan  Customer  Experience  (CX)  TelkomGroup  No.PR.169/r.00/HK200/

COP-J0000000/2020 yang tercantum pada Pasal 5 bahwa Customer Experience merupakan bagian yang sangat penting dalam 

menjalankan  pengelolaan  Perusahaan.  Hal  ini  khususnya  terkait  Perusahaan  yang  menyediakan  pelayanan  yang  berinteraksi 

langsung maupun tidak langsung kepada pelanggan. Customer Experience ini memberikan feedback dari empat elemen utama 

Perusahaan yaitu strategy, service development, customer relationship management, dan operation management.

Di  Telkom,  upaya  pelibatan  Direksi,  manajemen,  dan  karyawan  dalam  kegiatan  tanggung  jawab  sosial  kepada  konsumen 

dilakukan secara menyeluruh. Hal ini perlu dilakukan agar segenap insan Telkom dapat berkontribusi terhadap kepuasan dan 

loyalitas pelanggan sesuai tugas dan fungsinya masing-masing. Program layanan pelanggan hingga penyelesaian perselisihan 

pelanggan melibatkan manajemen dan karyawan. Direksi terlibat dalam mengawasi dan mengevaluasi kinerja tanggung jawab 

sosial terhadap konsumen, termasuk mengevaluasi laporan keberlanjutan.

Dalam melaksanakan program tanggung jawab sosial kepada konsumen, Telkom memastikan adanya keterlibatan dan/atau 

pelibatan Pemangku Kepentingan relevan dalam inisiatif CSR Perusahaan, terutama para pelanggan. Salah satunya yaitu melalui 

survei kepuasan pelanggan. Kegiatan lain yang dilakukan yaitu customer gathering dan penyediaan jalur pengaduan konsumen.

262

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMDi industri telekomunikasi digital, Telkom sangat memahami kebutuhan informasi yang akurat dan terbaru mengenai produk dan 

layanan Telkom dan Anak Perusahaan yang diinginkan oleh konsumen. Oleh karena itu, TelkomGroup menyediakan informasi 

berbagai produk dan layanan pada media berikut ini:

1.  Kemasan starter pack mobile.

2.  Website.

3.  Kegiatan promosi.

4.  Komunikasi pemasaran yang intensif.

Lebih jauh lagi, Telkom menyadari pentingnya posisi Perusahaan dalam melayani masyarakat sebagai konsumen. Oleh sebab itu, 

mekanisme atau prosedur pengaduan konsumen dapat dimanfaatkan jika terjadi ketidakpuasan atau konflik dengan konsumen. 

Apabila terjadi keluhan yang berkaitan dengan produk dan layanan, konsumen dapat memberikan masukan kepada manajemen 

melalui media berikut:

•  Aplikasi : myIndiHome.

•  Social Media : @IndiHome (Twitter), @IndiHome (Instagram), IndiHome (Facebook)

•  Sarana pengaduan via web chat di www.indihome.co.id

•  E-mail : customercare@telkom.co.id

•  Call Center : 147.

•  Plasa Telkom.

Khusus untuk pelanggan seluler, Telkom menyediakan call center “Caroline”, atau customer care online, yaitu:

•  188 (24 jam berbayar) untuk pelanggan pascabayar dan prabayar

•  0807-1811811 (tarif lokal PSTN) untuk skala nasional.

Selanjutnya, pengaduan oleh pelanggan korporat dapat disampaikan melalui:

•  0800-1-835566 dan e-mail: tele-am@telkom.co.id, dan social media @Smart_Bisnis (Twitter) serta Smartbisnis (Facebook) 

bagi pelanggan UMKM.

•  08001  Telkom  atau  08001035566  dan  e-mail:  c4@telkom.co.id,  dan  social  media  @TelkomSolution  (Twitter)  dan 

TelkomSolutionID (Facebook) bagi pelanggan korporat dan institusi Pemerintah.

KEGIATAN DAN CAPAIAN PROGRAM TANGGUNG JAWAB SOSIAL KEPADA KONSUMEN

Sesuai dengan dikeluarkannya peraturan pedoman pengelolaan Customer Experience (CX) TelkomGroup, ada lima pilar utama 

yang harus diterapkan untuk transformasi Customer Experience yaitu 1) CX Vision yaitu: “To be the one of the most Customer-

Centric companies in Indonesia”; 2) CX Metrics berupa NPS (Net Promoter Score); 3) CX Action berupa proses menemukenali 

customer painpoint dan root cause untuk ditindaklanjuti baik berupa action yang jangka pendek (fix the basic) maupun jangka 

panjang (create the WOW); 4) CX Enhancement yang meliputi 3 aspek perbaikan yaitu People, Process, dan System/Tools; dan 

5) CX Organization sebagai pilar dasar yang terdiri dari 3 elemen yaitu organisasi, budaya, dan mindset, serta komunikasi  baik 

untuk internal maupun eksternal Perusahaan. Framework Customer Experience Transformation ditetapkan oleh Perusahaan 

untuk membantu memudahkan terjadinya feedback antara Perusahaan dan pelanggan. Beberapa kebijakan ini dibuat oleh 

Perusahaan demi terciptanya interaksi maksimal antara pelanggan dengan Telkom.

Uraian Capaian inisiatif CSR bidang konsumen:

1.  Terdapat informasi berbagai capaian inisiatif CSR bidang pelibatan dan pengembangan masyarakat.

2.  Capaian memberikan gambaran manfaat untuk Pemangku Kepentingan.   

3.  Capaian memberikan gambaran manfaat untuk Perusahaan baik langsung atau tidak langsung sebagai bentuk tanggung 

jawab pelaksanaan CSR pada pemegang saham.

4.  Capaian memberikan gambaran manfaat langsung atau tidak langsung pada pembangunan berkelanjutan.

5.  Penghargaan di bidang pelibatan dan pengembangan masyarakat yang dimiliki.

263

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANSalah  satu  pengukuran  yang  dilakukan  Telkom  terkait  tanggung  jawab  sosial  kepada  konsumen  yaitu  kemampuan  untuk 

menangani gangguan agar tingkat kepuasan dan loyalitas pelanggan dapat dijaga dengan baik. Pada tahun 2020, kecepatan 

penanganan gangguan mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal tersebut terjadi karena penguatan Mean 

Time To Install (MTTI) dan Mean Time To Repair (MTTR) terus-menerus dilakukan dengan cara meningkatkan kapasitas teknisi 

dan  memperbaiki  proses  bisnis.  Telkom  melalui  entitas  anak,  Telkom  Akses,  meluncurkan  Telkom  Akses  Command  Center 

sebagai  pusat  pengelolaan  jaringan  akses  dengan  pengendalian  yang  terintegrasi  secara  digital.  Fasilitas  ini  juga  mampu 

mendeteksi  potensi  gangguan  secara  cepat  di  suatu  daerah  sehingga  dapat  segera  diperbaiki.  Tiket  prediktif  yang  dibuat 

secara  otomatis  akan  memerintahkan  teknisi  lapangan  untuk  melakukan  langkah  proaktif  ke  pelanggan.  Selanjutnya  agen 

melakukan tracking atas penyelesaian tiket gangguan yang dikerjakan oleh teknisi tersebut.

Berikut data  waktu rata-rata perbaikan gangguan MTTR dalam tiga tahun terakhir.

Mean Time To Repair (MTTR)  2018-2020

Uraian

Mean Time To Repair (MTTR)

2020

8,46

2019

Jam

 7,10

2018

 9,80

264

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMSepanjang tahun 2020, TelkomGroup berupaya untuk memperbaiki pengalaman pelanggan melalui umpan balik dan masukan 

dari pelanggan. Dalam melakukan perbaikan, TelkomGroup menetapkan dua cara penyelesaian. Pertama melalui perbaikan 

hal-hal yang sederhana secara cepat seperti perbaikan proses dan training. Cara kedua yaitu melalui perbaikan yang bersifat 

radikal dan menyeluruh meliputi berbagai aspek yaitu people, process, system, dan tools. 

Untuk memastikan bahwa perbaikan yang dilakukan sudah sesuai dengan permintaan pelanggan, TelkomGroup mengukur 

kemajuannya  dengan  menggunakan  metrik  pengukuran  Net  Promote  System  (NPS).  Selain  itu  juga  dengan  adanya  NPS, 

Perusahaan dapat mengetahui voice of customer secara update sebagai bahan masukan.  Selain itu, TelkomGroup melakukan 

tracking dan monitoring NPS melalui dua sistem, yaitu top-down NPS dan bottom-up NPS. Top-down NPS merupakan persepsi 

keseluruhan pelanggan mengenai TelkomGroup yang diukur oleh pihak eksternal. Bottom-up yaitu pengalaman pelanggan 

selama berinteraksi langsung dengan TelkomGroup yang diukur melalui survei internal. 

Skor NPS TelkomGroup secara keseluruhan telah meningkat 2 poin YoY (H2-2019 to H2-2020). Hal ini menunjukkan adanya 

peningkatan pengalaman pelanggan yang perlu terus ditingkatkan ke depannya.

Skor NPS TelkomGroup selama tahun 2019-2020, seperti tertera pada tabel berikut (satuan: poin NPS).

Skor NPS

Telkom

Kenaikan Point

Skor NPS TelkomGroup Tahun 2019-2020

2020

2019

2H 2020

1H 2020

2H 2019

1H 2019

45

2

43

0

 43

 2

41 

2

Selain NPS Top Down, Perusahaan juga tetap melaksanakan Customer Satisfaction and Loyalty Survey (CSLS) yang dapat 

menjawab indeks kepuasan, ketidakpuasan, dan loyalitas pelanggan melalui pendekatan Structural Equation Modeling (SEM). 

Melalui  pendekatan  SEM,  Perusahaan  dapat  dengan  mudah  menelusuri  faktor-faktor  teknis  maupun  non  teknis  yang  akan 

menjadi bahan perbaikan atau Opportunity for Improvement (OFI) dilihat dari dimensi Product, Price, Delivery System, Service 

Mindset, dan Relationship.

Sepanjang tahun 2020, TelkomGroup telah melakukan survei kepuasan dan loyalitas pelanggan dengan cakupan survei yaitu 

produk dan layanan segmen pelanggan consumer dan segmen pelanggan enterprise.

Terkait dengan kepuasan segmen pelanggan consumer, nilai CSI naik menjadi 88,72% dan nilai CLI naik menjadi 86,59%. Kenaikan 

hasil survei di level consumer terjadi karena perubahan perilaku masyarakat di masa pandemi, dimana segala aktivitas, belajar 

bekerja bermain bahkan berolahraga dilakukan di rumah, kebutuhan hiburan di rumah pun meningkat sehingga pelanggan 

existing cenderung semakin loyal terhadap layanan. 

Selanjutnya, pada segmen pelanggan enterprise, pada tahun 2020, survei yang dilakukan menunjukkan CSI sebesar 96,20%. 

Kemudian,  CLI  dan  CDI  mencapai  92,40%  dan  0,80%.  Jika  dibandingkan  tahun  sebelumnya,  hasil  survei  menunjukkan 
penurunan  namun  masih  dalam  batas  wajar.  Dimana  untuk  pelanggan  enterprise  masih  menginginkan  improvement  pada 

episode use dan get support TelkomGroup.

265

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANBerikut ini tabel yang menunjukkan hasil survei tiga tahun terakhir oleh TelkomGroup.

Survei Kepuasan dan Loyalitas Pelanggan TelkomGroup Tahun 2018-2020

Survei CSLS

Consumer

Customer Satisfaction Index (CSI)

Customer Loyalty Index (CLI)

Customer Dissatisfaction Index (CDI)

Enterprise

Customer Satisfaction Index (CSI)

Customer Loyalty Index (CLI)

Customer Dissatisfaction Index (CDI)

2020

88,72

86,59

0,44

96,20

92,40

0,80

2019

%

88,56

83,44

 1,04

 97,70

 95,36

 0,55

2018

 87,71

 82,84

2,17

 96,42

 94,53

 1,22

Sampai  dengan  akhir  tahun  2020,  Telkom  telah  memiliki  sertifikasi  dan  penghargaan  di  bidang  konsumen.  Sertifikasi  dan 
penghargaan yang diperoleh pada tahun 2020 yaitu IndiHome sebagai 1st Millennials Choice Brand for Internet Provide & TV 
Cable category dari Majalah Warta Ekonomi. Selain itu, Telkom memperoleh penghargaan Contact Center Service Excellent 147 

dari Majalah Marketing, dan One Stop Entertainment Media of the Year dari Marketeers Editor’s Choice Award.

TelkomGroup  juga  menerapkan  CX  Actions  dengan  mengidentifikasi  permasalahan  utama  yang  dialami  oleh  pelanggan 

sehingga  dapat  mengetahui  akar  permasalahan  dengan  baik  dan  dapat  menentukan  tindakan  penyelesaian  secara  tepat. 

Kebijakan ini dilakukan dengan menetapkan strategi “Fixed the Basic” dan “Create the Wow”. Setiap proses perbaikan secara 

kontinu dilakukan (continuous improvement) yang hasilnya sudah dapat terlihat dari berbagai penilaian di atas.

266

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMTANGGUNG JAWAB SOSIAL
BIDANG KETENAGAKERJAAN

KOMITMEN DAN KEBIJAKAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL BIDANG KETENAGAKERJAAN

TelkomGroup memahami pentingnya mengelola aspek ketenagakerjaan yang baik untuk mewujudkan visi menjadi Perusahaan 

digital  telco  kelas  dunia.  Komitmen  TelkomGroup  terhadap  aspek  ketenagakerjaan  diwujudkan  dalam  berbagai  hal,  salah 

satunya  yaitu  komitmen  untuk  memastikan  tidak  ada  diskriminasi  hak  dan  kewajiban  di  tempat  kerja,  seperti  diskriminasi 

terhadap suku, ras, agama, gender, dan kaum difabel. 

Hal ini sesuai dengan Keputusan Direksi Nomor PR.208.03/r.00/HK250/COP-B0020000/2012 tanggal 10 September 2012 

tentang Manajemen Karir. Berdasarkan keputusan ini baik laki-laki maupun perempuan dapat memegang posisi di berbagai 

level sesuai kompetensi dengan kriteria yang jelas, terukur, dan objektif. Berdasarkan Keputusan Direksi Nomor PR.204.03/r.02/

HK200/COP-J2000000/2015 tanggal 26 Juni 2015 tentang Sistem Rekrut, maka proses rekrutmen di Telkom dilaksanakan 

dengan asas terbuka objektif, efektif, dan efisien.

Pada praktiknya, TelkomGroup berkomitmen untuk menghormati hak pekerja atas fasilitas sosial khusus seperti hak untuk 

pekerja difabel, fasilitas untuk ibu menyusui, dan fasilitas sosial lainnya. TelkomGroup juga mendukung partisipasi kerja kaum 

perempuan, seperti pengaturan waktu bekerja yang fleksibel atau telecommuting. 

Komitmen  TelkomGroup  pada  tanggung  jawab  sosial  bidang  ketenagakerjaan  dijalankan  berlandaskan  pada  peraturan 

perundang-undangan dan regulasi yang berlaku serta Keputusan Direksi Nomor PD.201.01/r.00/PS150/COP-B0400000/2014 

tanggal  6  Mei  2014  tentang  Etika  Bisnis  di  Lingkungan  TelkomGroup.  Khusus  terkait  komitmen  terhadap  keselamatan, 

kesehatan, dan keamanan dalam lingkungan operasional, Telkom memiliki kebijakan yang tertuang dalam Keputusan Direksi 

tanggal 26 Oktober 2010 No.KD.37/UM400/COO-DOO3OOOO/2010 tentang Penetapan Kebijakan Pengelolaan Keamanan 

dan Keselamatan. Selain Surat Keputusan Direksi, Telkom menyatakan komitmennya dengan secara jelas menyatakan “Telkom 

wajib menyelenggarakan program keselamatan dan kesehatan kerja sesuai perundang-undangan yang berlaku” pada PKB 

VIII pasal 51.

Dalam hal remunerasi, Telkom mematuhi ketentuan regulasi Upah Minimum Provinsi (UMP) dan kebijakan internal yaitu:

1.   Keputusan Direksi Nomor KD.28/PS560/SDM-20/2004 tanggal 4 Juni 2004 tentang Sistem Remunerasi.

2.  Keputusan Direktur Human Capital Management Nomor PR.207.19/r.00/PS560/COP-J2000000/2015 tanggal 8 Desember 

2015 tentang Pengaturan Sistem dan Struktur Remunerasi.

Terkait  dengan  pengembangan  dan  pendidikan  karyawan,  TelkomGroup  berkomitmen  untuk  memberikan  kesempatan 

kepada karyawan tanpa diskriminasi untuk mengembangkan potensi diri secara maksimal sesuai dengan tugas dan tanggung 

jawabnya di Perusahaan. Komitmen tersebut tertuang dalam berbagai kebijakan, yaitu:

•  Keputusan Direktur Human Capital and General Affairs Nomor PR.206.03/r.00/HK250/COP-B0200000/2013 tanggal 12 

April 2013 tentang Pengembangan Kompetensi.

•  Keputusan  Direktur  Human  Capital  Management  Nomor  PR.207.09/r.00/HK200/COP-B02000000/2013  tanggal  21 

Desember 2013 tentang Tunjangan Pendidikan Atas Inisiatif Perusahaan.

•  Keputusan Direktur Human Capital Management Nomor PR.206.09/r.02/HK200/COP-J2000000/2015 tanggal 29 Juni 

2015 tentang Sistem Pengembangan Kepemimpinan TelkomGroup.

267

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANPERUMUSAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL BIDANG KETENAGAKERJAAN

Perumusan tanggung jawab sosial bidang ketenagakerjaan dilakukan melalui due diligence secara internal serta melakukan 

review terhadap seluruh regulasi terkait isu-isu bidang ketenagakerjaan. Melalui proses tersebut, Telkom juga mengenali dan 

merumuskan tanggung jawab sosial dan Pemangku Kepentingan penting Perusahaan bidang ketenagakerjaan. Pemangku 

Kepentingan yang dimaksud yaitu karyawan TelkomGroup, serikat pekerja, dan karyawan mitra yang bekerja di lingkungan 

TelkomGroup. Kemudian, Pemangku Kepentingan kunci lainnya yaitu Pemerintah Republik Indonesia, dalam hal ini Kementerian 

Ketenagakerjaan dan Dinas Tenaga Kerja setempat.

Lebih jauh lagi, perumusan tanggung jawab sosial bidang ketenagakerjaan memerhatikan dampak penting langsung atau 

tidak  langsung  aktivitas  dan  keputusan  Perusahaan  bidang  ketenagakerjaan  dengan  menekankan  pada    isu-isu  penting 

tanggung  jawab  sosial  bidang  ketenagakerjaan  dan  relevan  dengan  bisnis  Perusahaan.  TelkomGroup  juga  memerhatikan 

risiko terkait bidang ketenagakerjaan baik risiko bagi Perusahaan maupun Pemangku Kepentingan, termasuk juga ekspektasi 

Pemangku  Kepentingan  tentang  peran  Perusahaan  dalam  penanganan  isu-isu  ketenagakerjaan.  Risiko  yang  dapat  terjadi 

akibat ketidakkonsistenan penerapan tanggung jawab sosial bidang ketenagakerjaan antara lain menurunnya produktivitas 

karyawan dan menurunnya value Perusahaan di masyarakat.

Melalui  diskusi  internal,  Telkom  telah  merumuskan  inisiatif  tanggung  jawab  sosial  dengan  salah  satu  komponennya  yaitu 
employee  digital  professionalism  and  development.  Aspek  ketenagakerjaan  spesifik  yang  tercakup  di  dalamnya  yaitu 

kesehatan dan keselamatan karyawan, pengembangan karyawan, dan digitalisasi manajemen sumber daya manusia. Aspek 

ketenagakerjaan  umum  lainnya  yaitu  kesetaraan  gender,  kesetaraan  kesempatan  pendidikan  dan  pelatihan,  penggunaan 

tenaga kerja lokal, remunerasi, promosi, dan kebebasan berserikat.

268

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMPERENCANAAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL BIDANG KETENAGAKERJAAN

Target/rencana kegiatan TelkomGroup pada tahun 2020 yang ditetapkan manajemen untuk menjalankan tanggung jawab 

sosial bidang ketenagakerjaan yaitu:

1. 

Isu Gender 

  Seiring dengan inovasi dan transformasi pengelolaan sumber daya manusia di lingkungan BUMN, Telkom turut mendukung 

program  peningkatan  komposisi  peran  perempuan  dalam  jajaran  petinggi  Perusahaan  BUMN  yang  dicanangkan  oleh 

Menteri  BUMN.  Telkom  menargetkan  15%  talent  pool  Manajemen  Senior  diisi  oleh  perempuan,  dengan  menerapkan 

program pengembangan kepemimpinan untuk memunculkan talenta-talenta terbaik yang akan memajukan kinerja dan 

performa Perusahaan.

2.  Pendidikan dan Pelatihan 

  Perusahaan memberikan program pelatihan kepada seluruh  Karyawan dengan tujuan untuk membentuk sumber daya 

manusia  yang  profesional  dan  produktif,  sesuai  dengan  kebutuhan  bisnis  dan  operasional  Perusahaan.  Perusahaan 

menganggarkan minimal sebesar 1,5% dari Revenue Tahunan Unconsolidated berdasarkan Training Need Analysis (TNA) 
dan sesuai FU HCM Strategy. Pelatihan diberikan kepada setiap karyawan minimal 2 jenis pelatihan setiap tahun.

a.  Pendidikan:

Distribusi Strata Pendidikan

Distribusi Lokasi Pendidikan

Distribusi Strata per BP

92,2%

7,8%

S2

S3

64,4%

35,6%

VI

V

IV

III

II

Dalam 
Negeri

Luar 
Negeri

2

1

1

4

10

36

36

S2

S3

0

10

20

30

40

Keterangan:
Total karyawan yang melaksanakan pendidikan 90 orang

b.  Pelatihan

Jenis Pelatihan

Peserta

Program

Learning Hour

Pelatihan Sertifikasi

Pelatihan Leadership

Pelatihan Reguler

Teknis

Manajemen

Total

2.195

1.016

36.320

34.420

1.900

39.531

242

38

1.359

1.292

67

1.639

73.343

1.520

635.238

527.678

107.560

710.101

Keterangan:
Total peserta yang telah mengikuti training selama 2020 = 39.531 orang.
Total peserta yang mengikuti sertifikasi = 2.195 orang dimana terdapat 1.814 orang certified.

269

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAAN3. Tenaga Kerja Lokal  

  Sesuai dengan Petunjuk Pelaksanaan Recruitment Management v.01 yang dikeluarkan oleh VP Human Capital Development 

melalui nota dinas No C.Tel 330/PS 200/COP-A3000000, Telkom memberdayakan tenaga kerja lokal melalui program 

rekruitmen dengan sumber Regional Talent, bertujuan untuk mengisi posisi di regional tertentu.

  Telkom juga berpartisipasi di Program Perekrutan Bersama (PPB) BUMN, yaitu upaya Kementrian BUMN melalui FHCI 

untuk  mencari  dan  mendapatkan  serta  mengembangkan  kapabilitas  Talenta-Talenta  Terbaik  Bangsa  Indonesia  melalui 

sistem perekrutan yang lebih terbuka dan memberikan peluang yang sama bagi semua kalangan termasuk penyandang 

disabilitas dan putra daerah Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur 

untuk ditempatkan di daerah domisili masing-masing atau ditempatkan di seluruh wilayah kerja BUMN. Dari 493 formasi 

di seluruh BUMN, Telkom menerima sebanyak 22 karyawan yang sesuai dengan kebutuhan Perusahaan. 

4.  Remunerasi dan Promosi  

  Telkom menerapkan konsep Total Reward System yang terdiri dari: 

a.  Foundational Rewards (Monthly dan Non-Monthly), termasuk berbagai jenis fasilitas seperti tunjangan khusus daerah 

bencana  atau  konflik,  tunjangan  hari  raya,  fasilitas  kesehatan,  perumahan  dan  transportasi,  jaminan  sosial,  dan  

manfaat pensiun. 

b.  Career & Environment Reward (training, coaching/mentoring, scholarship, career opportunity, digital culture).

c.  Performance Based Reward (variable pay corporate/unit/individual) seperti insentif sales dan marketing, insentif, dan 

benefit lainnya.

  Kebijakan kompensasi dan benefit yang berlaku di Telkom sebagaimana tertuang dalam PKB yang di-review 3 tahun sekali. 

Kebijakan promosi dilaksanakan di Telkom secara objektif, jujur, dan transparan. Telkom membentuk Komite Karir yang 

memiliki tanggung jawab dalam melakukan evaluasi atas penilaian prestasi kerja, performansi, dan kompetensi karyawan 

dengan mempertimbangkan penilaian karakter, performansi, kompetensi, assessment, serta hal lainnya yang relevan.

5.  Kebebasan Berserikat  

  Telkom  Indonesia  adalah  sebuah  Perusahaan  yang  selalu  mengedepankan  prinsip-prinsip  dasar  di  Undang-Undang 

Dasar  Negara  Republik  Indonesia  Pasal  28E  ayat  (3),  yaitu  mengatur  tentang  kebebasan  berserikat,  berkumpul,  dan 

mengemukakan pendapat. Instrumen dasar kebebasan berserikat di Telkom Indonesia adalah adanya organisasi khusus 

Karyawan yang bernama Serikat Karyawan Telkom atau disingkat SEKAR Telkom. Berdiri pada 1 Maret 2000, dan telah 

dicatatkan  dalam  Surat  Keputusan  Menteri  Tenaga  Kerja  Indonesia  tanggal  1  Februari  2001,  SEKAR  Telkom  menjadi 

satu-satunya  organisasi  keserikatan  Karyawan  di  Telkom  Indonesia,  yang  berfungsi  sebagai  kontrol  manajemen  dalam 

melaksanakan setiap kebijakan kepada Karyawan. Memiliki total 7.321 (tujuh ribu tiga ratus dua puluh satu) anggota yang 

tersebar di seluruh wilayah kerja Telkom Indonesia, SEKAR Telkom menjadi mitra konstruktif dalam setiap penyusunan 

kebijakan yang berkaitan dengan kesejahteraan karyawan, dimana terbagi menjadi 9 (sembilan) daerah perwakilan dari 

keseluruhan  kantor  regional  Telkom  Indonesia.  PKB  yang  sekarang  telah  memasuki  edisi  ke  VIII  (delapan),  merupakan 

cerminan keseimbangan hubungan industrial yang terjadi di Telkom Indonesia. Telkom Indonesia menjadi bagian untuk 

selalu meningkatkan kapabilitas para pengurus SEKAR Telkom dengan mengadakan pelatihan hubungan industrial kepada 

seluruh pengurus dan pengelola human capital di setiap regional secara berkala.

  SEKAR Telkom pun telah memancangkan empat pilar peran kesejarahan sebagai haluan organisasi yaitu:

•  Sebagai wadah pemersatu karyawan;

•  Sebagai wadah aspirasi karyawan;

•  Sebagai mitra konstruktif manajemen;

•  Sebagai pengawal dan penegak Good Corporate Governance (Bersih, Transparan dan Profesional).

270

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOM6.  Kesehatan dan Keselamatan Karyawan  

  Tahun  2020  Perusahaan  menganggarkan  anggaran  kesehatan  dan  keselamatan  karyawan  di  masa  pandemi  sebesar 

Rp53,3 miliar (Sumber: Laporan Harian Satgas Corona Crisis Center 31 Des 2020) terdiri dari anggaran tanggap darurat, 

pelaksanaan rapid test, identifikasi kesehatan karyawan, pemulihan medis Yayasan Kesehatan, distribusi APD dan suplemen 

untuk  CSR,  Sales  Force  dan  Teknisi,  budget  komunikasi  dan  Public  Relation,  pencegahan  dan  penanganan  COVID-19, 

kegiatan operasional penanggulangan wabah COVID-19, chemical disinfektan, dan pendataan perimeter kantor Telkom.

  Perusahaan juga menganggarkan sebesar Rp3,0 miliar (Sumber : Laporan Harian Satgas Corona Crisis Center 31 Des 2020) 

untuk  pengelolaan  pengamanan,  kebersihan  gedung  dan  adaptasi  kebiasaan  baru  seperti    screening  masuk  (wastafel, 

thermal  gun,  form  rapid  test/declaration  form),  general  cleaning,  marka  social  distancing,  penyemprotan  desinfektan, 

pembersihan  AC,  APD,  masker,  baju  pelindung,  pengaturan  dan  kesehatan  personil  serta  pengawasan  selama  masa 

Pelaksanaan Perpanjangan PSBB Transisi di lingkungan Telkom.

Perencanaan tanggung jawab sosial bidang ketenagakerjaan TelkomGroup menekankan pada upaya menurunkan dampak 

operasional  Perusahaan  pada  ketenagakerjaan,  seperti  risiko  kecelakaan  kerja  dan  potensi  turnover  karyawan.  Selain  itu 

target  dan  rencana  tanggung  jawab  sosial  bidang  ketenagakerjaan  tersebut  juga  bertujuan  untuk  menciptakan  manfaat 

bersama bidang ketenagakerjaan bagi Perusahaan dan Pemangku Kepentingan, tidak hanya karyawan Perusahaan tetapi 

juga karyawan mitra dan Pemerintah serta masyarakat secara luas. 

Pelibatan Pemangku Kepentingan dalam berbagai kegiatan atau inisiatif CSR Perusahaan bidang ketenagakerjaan dilakukan 

secara  komprehensif.  TelkomGroup  melibatkan  serikat  pekerja  dan  dalam  pelaksanaan  tanggung  jawab  sosial.  Selain  itu, 

TelkomGroup memanfaatkan pengaruhnya untuk penerapan tanggung jawab sosial bidang ketenagakerjaan. Di antaranya 

yaitu  mendorong  pemasok  dan  mitra  kerja  untuk  turut  bertanggung  jawab  sosial  dan  mendukung  pemenuhan  hak  dan 

kewajiban tenaga kerja di lingkungan TelkomGroup.

Jika dibutuhkan, Telkom menyediakan mekanisme dan prosedur menghadapi keadaan darurat keselamatan kerja dan/atau 

konflik  terkait  bidang  ketenagakerjaan.  Tujuannya  yaitu  untuk  meminimalkan  ketidakpuasan  yang  dialami  para  karyawan 

dengan menyediakan layanan pengaduan yang dapat menjadi wadah aspirasi bagi karyawan.

Pengaduan masalah ketenagakerjaan dapat dilakukan melalui:
•  HR helpdesk, yaitu mekanisme pengaduan melalui web-in service, email-in service HR_helpdesk@telkom.co.id,  phone-in 

service nomor 1500305 dan chat-in melalui Whatsapp serta Telegram di nomor 08111-900-305.

•  HR Wiki, yaitu layanan search engine yang digunakan bagi karyawan untuk mencari informasi seputar ketenagakerjaan 

Telkom dan katalog kebijakan human capital Telkom.

•  Employee aspiration, yaitu adaptasi dari Employee Suggestion System (ESS) yang dapat dimanfaatkan karyawan untuk 

menyampaikan saran dan aspirasinya.

PELAKSANAAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL BIDANG KETENAGAKERJAAN

Dalam  pelaksanaan  tanggung  jawab  sosial  bidang  ketenagakerjaan,  TelkomGroup  memastikan  adanya  keterlibatan 

manajemen dalam melakukan review dan meningkatkan kredibilitas inisiatif dan laporan tanggung jawab sosial. Pelibatan 

Direksi, manajemen, dan karyawan TelkomGroup juga dilakukan secara menyeluruh dalam kegiatan tanggung jawab sosial 

tentang ketenagakerjaan.

Di sisi lain, TelkomGroup melakukan pelibatan Pemangku Kepentingan relevan dalam inisiatif CSR, seperti Dinas Tenaga Kerja 

setempat dan mitra kerja. Hal ini sejalan dengan pentingnya posisi Perusahaan dalam memberikan pengaruh kepada para 

Pemangku Kepentingan untuk saling bekerja sama dalam penerapan tanggung jawab sosial bidang ketenagakerjaan, salah 

satunya terkait aspek kesehatan dan keselamatan kerja.

271

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANCAPAIAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL BIDANG KETENAGARKERJAAN

NON DISKRIMINASI DAN KESETARAAN GENDER

Pada  tahun  2020,  Telkom  telah  merekrut  219  pria  dan  223  wanita.  Secara  garis  besar  jumlah  proporsi  karyawan  pria  dan 

wanita yang direkrut Perusahaan kurang lebih setara.

Tabel Jumlah Rekrutmen Karyawan Telkom Berdasarkan Gender Tahun 2018-2020

Uraian

Telkom

Jumlah

2020

2019

2018

Pria Wanita

Jumlah

Pria Wanita

Jumlah

Pria Wanita

Jumlah

219

219

223

223

442

442

256

256

231

231

487

487

349

349

212

212

561

561

Baik  pria  maupun  maupun  wanita  mendapat  kesempatan  yang  sama  untuk  menduduki  posisi  di  berbagai  level  sesuai 

kompetensinya.  Hal  ini  sesuai  dengan  Keputusan  Direksi  Nomor  PR.208.03/r.00/HK250/COP-B0020000/2012  tanggal 

10  September  2012  tentang  Manajemen  Karir,  dimana  pengambilan  keputusan  karir  harus  didasarkan  pada  kesamaan 

kesempatan (equal opportunity) dengan mengacu pada kriteria yang jelas, terukur, dan penilaian objektif.

Tabel Jumlah Karyawan Berdasarkan Gender dan Posisi Manajerial  per 31 Desember 2018-2020

Uraian

Band I

Band II

Band III

Jumlah

2020

2019

2018

Pria Wanita

Jumlah

Pria Wanita

Jumlah

Pria Wanita

Jumlah

122

564

1.914

2.600

7

65

600

672

129

629

2.514

 119

 604

 1.661

 9

 62

 128

 666

 144

 607

 368

 2.029

 2.010

3.272

 2.384

 439

 2.823

 2.761

 6

 58

 355

 419

 150

 665

 2.365

 3.180

Keterangan: 
BP I, II, III yang diisikan di atas merupakan Band Posisi untuk Karyawan Telkom saja.

Bagi  karyawan  wanita,  Telkom  memberikan  kebijakan  hak  cuti  tambahan  untuk  haid  dan  melahirkan.  Untuk  cuti  haid 

diberikan selama dua hari, pada hari pertama dan kedua di setiap bulan dengan tidak mengurangi hak cuti tahunan dengan 

menyertakan surat keterangan dokter, diatur di PKB VIII tahun 2019-2021 pasal 19 ayat (4). Kemudian, untuk cuti melahirkan 

diberikan untuk karyawan wanita yang sedang mengandung dan diberikan jatah cuti 3 (tiga) bulan yang dapat dilaksanakan 

1,5 (satu setengah) bulan sebelum melahirkan dan 1,5 (satu setengah) bulan sesudah melahirkan sesuai pasal 19 ayat (1) PKB 

VIII tahun 2019-2021. Untuk Karyawan pria dapat menggunakan Cuti dengan Alasan Penting selama 7 (tujuh) hari, dan dapat 

diperpanjang sesuai kebutuhan berdasarkan PKB VIII tahun 2019-2021 Pasal 18. Selain hak cuti tersebut, kepedulian Telkom 

terhadap karyawan wanita diwujudkan dengan menyediakan Ruang Laktasi dan Disability Care.

Selain  itu,  melanjutkan  MoU  antara  Kementerian  Tenaga  Kerja  dan  Kementerian  BUMN,  sejak  2014  TelkomGroup  telah 

memperkerjakan karyawan berkebutuhan khusus dan akan terus melanjutkan perekrutan. Perusahaan telah mengembangkan 

aplikasi  i-CHAT  yang  dapat  membantu  para  tuna  rungu  berkomunikasi.  Dalam  rangka  membangun  kompetisi  kerja  yang 

positif, Perusahaan juga memberikan penghargaan bagi para difabel yang menginspirasi dan berkontribusi pada lingkungan 

dan masyarakat (Gantari Award).

272

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMPENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Telkom berupaya untuk selalu meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan dan pelatihan bagi seluruh karyawan Telkom 

dan Anak Perusahaan. Selama tahun 2020, Telkom memberikan kesempatan pendidikan dan pelatihan bagi 8.293 pria dan 

6.853 wanita yang bekerja di Telkom. Jumlah itu secara umum mengalami kenaikan karena terjadi perubahan metode learning 

menjadi self-led learning yakni Telkom menyediakan knowledge repository berdasarkan kebutuhan bisnis.

Jumlah Karyawan Telkom berdasarkan Gender yang Mengikuti Program Pendidikan dan Pelatihan
Tahun 2018-2020

Uraian

Pelatihan Sertifikasi

Pelatihan Leadership 
Development Program

2020

2019

2018

Pria Wanita

Jumlah

Pria Wanita

Jumlah

Pria Wanita

Jumlah

1.179

614

481

344

1.660

958

 1.213

 1.215

 571

 637

 1.784

 1.140

 1.852

 1.048

 193

 426

 1.333

 1.474

Pelatihan Reguler

6.500

6.010

12.510

 5.869

 3.270

 9.139

 10.709

 1.766

 12.475

Jumlah

8.293

6.835

 15.128

 8.297

 4.478

 12.775

 12.897

 2.385

 15.282

REMUNERASI

Telkom menetapkan gaji terendah Perusahaan Telkom berada di atas UMP. Selain itu, tidak ada perbedaan gaji yang diterima 

antara karyawan pria dan wanita pada posisi yang sama. Persentase remunerasi pegawai tetap di tingkat terendah terhadap 

upah  minimum  regional  rata-rata  sebesar  173%.  Kemudian,  tidak  ada  perbedaan  ketentuan  antara  gaji  pria  dan  wanita 

karyawan Telkom.

Secara kompetitif, Telkom memberikan paket remunerasi di setiap jenjang jabatan, yang terdiri dari gaji bulanan, tunjangan 

serta macam-macam fasilitas antara lain pensiun, fasilitas kesehatan, fasilitas perumahan, dan lain-lain.

TURNOVER KARYAWAN

Rendahnya tingkat turnover karyawan dapat menjadi salah satu indikasi tingkat kepuasan karyawan yang baik. Oleh sebab itu, 

Telkom memantau tingkat turnover karyawan secara kontinu. 

Pada tahun 2020, tingkat turnover karyawan Telkom mencapai 17,92%, meningkat dibandingkan dengan tahun 2019 sebesar 

17,59%.  Sebagian besar karyawan yang meninggalkan Telkom disebabkan karena alasan pensiun.

Turnover  Karyawan Telkom Tahun 2018-2020

Uraian

2020

2019

2018

Jumlah karyawan Telkom (orang)

Jumlah perputaran karyawan

Atas permintaan sendiri

Menjadi pengurus partai politik

Menjadi Direksi BUMN/pejabat Pemerintah

Pelanggaran disiplin

Menikah dengan karyawan Telkom

Pensiun

Wafat

Persentase Turnover (%)

Keterangan: 
Penyajian kembali dengan memasukkan data pensiun & wafat.

9.745

1.746

25

 -

4

 -

 -

1.678

39

17,92

11.059

1.945

22

 -

9

 -

 -

1.849

65

17,59

 12.765

 1.919

 15

 -

 4

 -

 2

 1.832

 66

15,03

273

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANPROGRAM PENSIUN

Telkom  menetapkan  usia  pensiun  untuk  semua  karyawan  adalah  56  tahun.  Kami  memiliki  2  (dua)  skema  pensiun,  yang  

terdiri dari:

1. Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP).

2. Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP), yang berlaku untuk karyawan tetap (selain Direktur) pada atau setelah 1 Juli 2002.

Program Pensiun Manfaat Pasti diatur di dalam undang-undang pensiun Indonesia dan dikelola oleh Dana Pensiun Telkom 

(“Dapen”). Perusahaan memberikan kontribusi kepada Dapen untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 

dan 2019 masing-masing sebesar Rp205 miliar dan Rp233 miliar. Perusahaan tidak memberikan kontribusi kepada Dapen 

untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018.

Program Pensiun Iuran Pasti ini dikelola oleh Dana Pensiun Lembaga Keuangan (“DPLK”).  Sebagian dana untuk program 

pensiun tersebut ditanggung oleh karyawan, sedangkan sebagian lagi dibebankan kepada Perusahaan. Kontribusi Perusahaan 

kepada DPLK dihitung berdasarkan persentase tertentu dari gaji karyawan dimana untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 

Desember 2020, 2019 dan 2018 adalah masing-masing sebesar Rp41 miliar, Rp55 miliar dan Rp13 miliar. 

Dana yang Dikeluarkan Telkom untuk Program Pensiun Tahun 2018-2020

Program Pensiun

PPMP (Rp miliar)

PPIP (Rp miliar)

2020

205

41

2019

233

55

2018

-

13

KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

Telkom memiliki keyakinan bahwa kinerja kesehatan dan keselamatan kerja (K3) yang baik akan meningkatkan produktivitas 

karyawan.  Hal  tersebut  akan  meningkatkan  kinerja  operasional  dan  keuangan  Perusahaan.  Oleh  sebab  itu,  TelkomGroup 

berkomitmen  untuk  menerapkan  K3  sesuai  dengan  regulasi  dan  best  practice  di  industri  telekomunikasi,  serta  dijalankan 

dengan tata kelola Perusahaan yang baik. Di sisi lain, penerapan K3 juga menunjukkan komitmen terhadap tujuan pembangunan 

berkelanjutan (SDGs) khususnya tujuan ke-3: “Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan”. 

Per 31 Desember 2020, Telkom mampu mempertahankan zero accident. Hal ini merupakan salah satu pencapaian yang baik 

terkait Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) karyawan  di lingkungan Telkom. Pelaksanaan K3 bukan hanya dilaksanakan di 

perkantoran Telkom, namun juga di proyek yang dikerjakan Telkom K3 ini diterapkan dengan ketat.

Telkom  juga  melakukan  evaluasi  manajemen  K3  oleh  pihak  internal  dan  eksternal.  Peninjauan  yang  dilakukan  oleh  pihak 

internal antara lain oleh audit internal SMK3, dan peninjauan yang dilakukan oleh pihak eksternal dilakukan oleh PT Sucofindo 

yang mengacu pada standar Peraturan Pemerintah No. 50 tahun 2012. Standar ini digunakan di seluruh lingkungan kerja 

Telkom dan Anak Perusahaan serta mitra kerja yang berada di wilayah operasional TelkomGroup.

Salah satu bentuk pelaksanaan sistem manajemen K3 yang dilakukan oleh Telkom yaitu dengan melakukan simulasi tanggap 

darurat  dan  pertolongan  pertama  pada  kecelakaan  seperti  simulasi  banjir  Witel  Cirebon,  dan  simulasi  antisipasi  dampak 

COVID-19 di lingkungan Kantor GMP Japati. Telkom menciptakan aplikasi di Portal SAS untuk menjamin kesiapan keselamatan 

kerja pada para karyawan Telkom. TelkomGroup juga secara rutin melakukan fire drill, terutama di gedung kantor pusat dan 

cabang. Untuk memantapkan pemahaman mengenai K3, secara rutin TelkomGroup mengadakan seminar dan pelatihan K3.

Selama tahun 2020 Telkom menyelenggarakan beberapa pelatihan berkaitan dengan K3, meliputi pelatihan Ahli K3 Umum 

dan pelatihan Auditor Internal SMK3.

274

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMSelain itu, berbagai program yang dijalankan oleh TelkomGroup terkait keselamatan kerja di lingkungan operasional lapangan. 

Beberapa di antaranya yaitu:

1. Safety Talk.

2. Safety Observation Round (SOR).

3. Check List kesiapan Kerja Aman.

4. Management Visit.

5. HSE Patrol.

6. Pembuatan dan Pemasangan Rambu K3.

7. Rapat Tim K3.

Sepanjang  tahun  2020  terdapat  isu-isu  penting  terkait  keselamatan  dan  kesehatan  kerja    yang  relevan  dengan  bisnis 

TelkomGroup, antara lain antisipasi dan pencegahan dampak pandemi COVID-19 di lingkungan TelkomGroup.

SERTIFIKASI DAN PENGHARGAAN

Pada akhir periode tahun pelaporan 2020, TelkomGroup memiliki beberapa sertifikat terkait dengan ketenagakerjaan, dimana 

salah satunya TelkomGroup berhasil  lulus sertifikasi ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) pada tanggal 

10 Agustus 2020.

Selain  itu,  Telkom  juga  mendapatkan  berbagai  penghargaan  terkait  aspek  ketenagakerjaan  pada  tahun  2020,  antara  lain: 

penghargaan sebagai BUMN dengan pengelolaan gratifikasi terbaik kedua tahun 2020 di sektor BUMN pada Desember 2020 

di Hari Antikorupsi Dunia (HAKORDIA).

Telkom  juga  selalu  menjaga  hubungan  dengan  Pemangku  Kepentingan,  yaitu  salah  satunya  dengan  Kementerian 

Ketenagakerjaan dimana menjadi salah satu Perusahaan BUMN untuk pilot project di Kementerian Ketenagakerjaan dalam 

menyampaikan pengesahan oleh Direktur Jenderal Direktur Persyaratan Kerja terhadap Perjanjian Kerja Bersama VIII Tahun 

2019-2021 secara online melalui aplikasi terintegrasi di wajiblapor.kemenaker.go.id.

275

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANTANGGUNG JAWAB SOSIAL BIDANG PELIBATAN
DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT

KOMITMEN  DAN  KEBIJAKAN  TANGGUNG  JAWAB  SOSIAL  BIDANG  PELIBATAN  DAN 
PENGEMBANGAN MASYARAKAT

Pada prinsipnya, tanggung jawab sosial TelkomGroup di bidang pelibatan dan pengembangan masyarakat terkait erat 

dengan komitmen etika bisnis yang diatur dalam Keputusan Direksi Nomor PD.201.01/r.00/PS150/COP-B0400000/2014 

tanggal 6 Mei 2014 tentang Etika Bisnis di Lingkungan TelkomGroup. Inisiatif pelibatan dan pengembangan masyarakat 

TelkomGroup  juga  diatur  melalui  kerangka  Program  Kemitraan  dan  Bina  Lingkungan  (PKBL)  yang  wajib  dijalankan 

Perusahaan  sebagai  salah  satu  badan  usaha  milik  negara  (BUMN).  Hal  tersebut  tertuang  dalam  peraturan  Direksi 

No.  PD.701.00/r.00/PR.000/COP-A3000000/2014  (“PD.701.00/2014”)  tanggal  14  Oktober  2014  tentang  Pengelolaan 

Telkom  Corporate  Social  Responsibility  (Telkom  CSR).  Pelaksanaan  tanggung  jawab  sosial  di  bidang  pelibatan  dan 

pengembangan masyarakat dilaksanakan di bawah kerangka PKBL serta Telkom CSR PR (Corporate Social Responsibility 

Public Relations).

Strategi  dan  kebijakan  Telkom  CSR  PR  menjadi  kewenangan  dari  sub  Departemen  Corporate  Communication.  Di  sisi 

lain, PKBL menjadi kewenangan unit Community Development Center (CDC). Untuk pelaksanaan fungsi kebijakan dan 

operasional Telkom CSR diatur sebagai berikut :

1.   Penetapan  Kebijakan  Telkom  CSR  adalah  kewajiban  dari  Direktur  Utama  Telkom  dibantu  oleh  unit  CDC  dan  Sub 

Departemen Corporate Communication dalam pelaksanaan operasionalnya.

2.  Unit CDC dan Sub Departemen Corporate Communication dapat berkoordinasi dengan unit kerja dan entitas anak 

terkait dalam pelaksanaan kegiatan operasionalnya.

Secara konsisten, inisiatif pengembangan sosial ekonomi masyarakat TelkomGroup difokuskan pada dukungan terhadap 

kegiatan  usaha  berbasiskan  digitalisasi.  Hal  tersebut  penting  dalam  rangka  memberdayakan  potensi  ekonomi  digital 

Indonesia  secara  maksimal,  baik  melalui  berbagai  inisiatif  yang  bersifat  kegiatan  rutin  maupun  adhoc.  Di  sisi  lain, 

TelkomGroup juga melakukan pelibatan dan pemberdayaan masyarakat sekitar dengan menggandeng mitra kerja yang 

menggunakan  tenaga  kerja  lokal.  Ruang  lingkup  penggunaan  tenaga  kerja  lokal  tersebut  antara  lain  terkait  dengan 

operasional konstruksi dan pemeliharaan infrastruktur. 

Pada  tahun  2020,  akibat  terjadi  pandemi  COVID-19,  terganggunya  kegiatan  usaha  dan  aktivitas  masyarakat  akibat 

pandemi  tentunya  menjadi  perhatian  TelkomGroup.  Oleh  sebab  itu,  TelkomGroup  juga  menjalankan  berbagai  inisiatif 

tanggung  jawab  sosial  masyarakat  yang  terkait  dengan  penanganan  pandemi  dan  dukungan  terhadap  sistem  

kesehatan nasional. 

PERENCANAAN DAN PERUMUSAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL BIDANG PELIBATAN 
DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT

Program  CSR  bidang  pelibatan  dan  pengembangan  masyarakat  yang  dijalankan  TelkomGroup  mencerminkan  upaya 

untuk  meningkatkan  dampak  positif  sosial  Perusahaan  dan  membangun  modal  sosial  serta  kemandirian  masyarakat. 

Dalam  menjalankan  tanggung  jawab  sosial  tersebut,  TelkomGroup  berupaya  menciptakan  manfaat  bersama  bagi 

Pemangku Kepentingan, terutama startup dan wirausahawan digital, serta tentunya bagi Telkom dan Anak Perusahaan.

Pada praktiknya, TelkomGroup memastikan adanya pelibatan Pemangku Kepentingan (stakeholders engagement) dalam 

berbagai kegiatan pengembangan masyarakat oleh Perusahaan. Dalam konteks yang lebih komprehensif, TelkomGroup 

berupaya memanfaatkan pengaruh Perusahaan, khususnya terhadap Anak Perusahaan dan mitra, untuk berkolaborasi 

dalam kegiatan pelibatan dan pengembangan masyarakat. 

276

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMAnggaran inisiatif tanggung jawab sosial Telkom untuk pemberdayaan masyarakat berasal dari beban operasional yang 

tercatat sebagai anggaran TJSL sesuai Peraturan Direksi No.PD.701.00/2014 tanggal 14 Oktober 2014. Untuk menjalankan 

berbagai  kegiatan  tersebut,  biaya  yang  dianggarkan  terkait  CSR  bidang  pelibatan  dan  pengembangan  masyarakat 

yaitu sebesar Rp397,14 miliar pada tahun 2020. Jumlah tersebut lebih rendah 5,03% dibandingkan Rp418,20 miliar pada  

tahun sebelumnya.

Selanjutnya,  dalam  menghadapi  konflik  dengan  masyarakat,  TelkomGroup  menyediakan  mekanisme  dan  prosedur 

pengaduan bagi para Pemangku Kepentingan melalui email atau media sosial TelkomGroup. TelkomGroup juga bersikap 

terbuka  terhadap  kritik  dan  saran  dari  masyarakat  terkait  dengan  kegiatan  operasional  maupun  terkait  dampak 

lingkungan dan sosialnya. 

Jika terdapat keluhan, masyarakat bisa menghubungi 147 atau menggunakan aplikasi MyIndiHome, website IndiHome.

co.id/bantuan. Masyarakat juga dapat memanfaatkan Twitter @IndiHome atau email customercare@telkom.co.id, serta 

datang ke Plasa Telkom terdekat. Keluhan yang masuk akan ditindaklanjuti dan diselesaikan sesuai dengan Service Level 

Agreement (SLA) yang berbeda sesuai dengan permasalahannya.

Target/Rencana Kegiatan Tanggung Jawab Sosial Bidang Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat

BUMN untuk Indonesia: Telkom Tanggap COVID-19

Sesuai dengan arahan dari Kementerian BUMN, alokasi dana Program Bina Lingkungan untuk penanganan bencana (alam dan non alam) adalah 

sebesar 30% dari total anggaran Bina Lingkungan. Selain itu, terdapat penerapan kebijakan yang mendukung stimulus untuk Mitra Binaan melalui 

restrukturisasi  pinjaman  Program  Kemitraan  atau  penundaan  pembayaran  kewajiban  angsuran  pinjaman  Program  Kemitraan,  dalam  rangka 

mendukung pelaku usaha golongan ekonomi lemah yang terdampak penyebaran COVID-19.

Internet untuk Pendidikan

Sesuai  dengan  arahan  Presiden,  salah  satunya  yaitu  melanjutkan  pembangunan  infrastruktur  melalui  investasi  pembangunan  jaringan  internet 

untuk melayani daerah rural, maka Program TJSL Telkom menyelenggarakan bantuan akses internet gratis masyarakat untuk daerah kesulitan 

akses  internet  untuk    mendukung  proses  pembelajaran,  dengan  prioritas  daerah  3T  (Terdepan,  Terluar,  Tertinggal).  Bantuan  internet  berupa 

pemasangan akses internet, perangkat Wi-Fi, dan komputer, dengan target instalasi di 7 lokasi.

Inkubasi Sociodigipreneurship untuk Pelajar, Mahasiswa, dan Karyawan

Komitmen dan salah satu fokus TJSL Telkom adalah bidang pendidikan, dengan pemanfaatan kompetensi digital masyarakat dan Perusahaan, 

yang diharapkan dapat berkontribusi dalam memajukan pendidikan Indonesia dan merupakan investasi sosial Perusahaan bagi generasi bangsa 

ke depan. Program tersebut diwujudkan dalam inkubasi sociodigipreneurship bagi pelajar SMK (SMK Digi Social Fest), mahasiswa (Innovillage), 

dan karyawan (Ayo Bikin Nyata) sebagai wadah untuk menumbuhkan budaya inovasi pengembangan solusi digital yang mampu membawa solusi 

pada isu sosial masyarakat. Target jumlah partisipan yang terlibat dalam program inkubasi sociodigipreneurship ini adalah 1.500 crowd talent.

Program Digital Amoeba

Sesuai  dengan  roadmap  Program  Digital  Amoeba  (PDA),  tahun  2020  diharapkan  agar  Innovation  bisa  menjadi  business  as  usual  (BAU),  atau 

inovasi sudah menjadi keseharian operasional di TelkomGroup khususnya di kantor Regional. Untuk itu, PDA memiliki target mencetak tambahan 

120 digital talent baru dalam format inovator, memiliki 40 produk baru terinkubasi dan mencetak 10 produk exit sebagai bisnis baru. Pada tahun 

ini  pula  diharapkan  PDA  sudah  cukup  kuat  untuk  mendukung  pengembangan  digitalisasi  Indonesia  secara  umum  dan  BUMN  secara  khusus 

dengan brand “Amoeba for Indonesia”. Tidak hanya bahwa PDA sudah berhasil mengembangkan framework dan teknik-teknik inovasi berbasis 

intrapreneurial (inovasi dari karyawan, bukan pengusaha atau entrepreneur), namun juga produk-produk Amoeba dapat digunakan hingga level 

UMKM dan organisasi non-profit. 

Indigo Creative Nation

Di tahun 2020, Program Indigo Creative Nation ditargetkan dapat menginkubasi hingga 50 startup yang di dalamnya termasuk startup di bidang 

game melalui program Indigo Game Startup Incubation. Disamping berfungsi menyediakan sumber-sumber inovasi bagi pengembangan bisnis 

digital Perusahaan, Program Indigo juga diharapkan mampu membantu masyarakat yang ingin mengembangkan ide-ide bisnis digitalnya melalui 

program DILo Customer Validation.

277

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANPELAKSANAAN  TANGGUNG 
PENGEMBANGAN MASYARAKAT

JAWAB  SOSIAL  BIDANG  PELIBATAN  DAN 

Pelaksanaan  inisiatif  tanggung  jawab  sosial  TelkomGroup  dapat  dilihat  dari  kerangka  Program  Kemitraan  dan  Bina 

Lingkungan, yaitu BUMN untuk Negeri, maupun dalam kerangka inisiatif tanggung jawab sosial lainnya. TelkomGroup 

memastikan adanya keterlibatan manajemen, khususnya dalam melakukan review dan meningkatkan kredibilitas inisiatif 

pelaksanaan dan pelaporan CSR. Manajemen juga terlibat dalam pelaksanaan tanggung jawab sosial bidang pelibatan 

dan pengembangan masyarakat. 

Upaya  pelibatan  Direksi,  manajemen,  dan  karyawan  TelkomGroup  dalam  kegiatan  tanggung  jawab  sosial  bidang 

pengembangan  masyarakat  antara  lain  dilakukan  dalam  aspek  perencanaan,  persetujuan  anggaran,  dan  evaluasi 

pencapaian  inisiatif  tanggung  jawab  sosial.  Keterlibatan  dan/atau  pelibatan  Pemangku  Kepentingan  relevan  dalam 

inisiatif CSR TelkomGroup juga dilakukan melalui berbagai dialog dan kegiatan. Di antaranya yaitu dengan melibatkan 

para profesional dan praktisi C-level menjadi pembicara inspiratif pada berbagai kegiatan TelkomGroup.

CAPAIAN  TANGGUNG  JAWAB  SOSIAL  BIDANG  PELIBATAN  DAN  PENGEMBANGAN 
MASYARAKAT

Tanggung  jawab  sosial  bidang  pelibatan  dan  pengembangan  masyarakat  yang  dilakukan  TelkomGroup  memberikan 

manfaat bagi para Pemangku Kepentingan dan Perusahaan, baik langsung atau tidak langsung. Dampak yang terjadi 

di Pemangku Kepentingan, khususnya penerima manfaat program, yaitu kapabilitas yang meningkat, kemandirian yang 

semakin baik, serta kemampuan untuk mengembangkan bisnis digital yang lebih baik lagi.

Bagi TelkomGroup, capaian tanggung jawab sosial bidang pelibatan dan pengembangan masyarakat  merupakan bentuk 

komitmen tanggung jawab sosial Perusahaan terhadap pemegang saham serta kontribusi terhadap manfaat langsung 

atau tidak langsung pada pembangunan berkelanjutan.

Dalam hal pemberdayaan tenaga kerja lokal, per 31 Desember 2020, TelkomGroup mencatat jumlah tenaga kerja lokal 

yang bekerja di Telkom dan Anak Perusahaan sebanyak 25.123 orang. Terdapat 225 tenaga kerja asing yang dipekerjakan 

TelkomGroup karena memiliki kualifikasi yang dibutuhkan oleh Perusahaan. Mayoritas pemasok TelkomGroup berdomisili 

dan dimiliki anak bangsa, yaitu 852 pemasok lokal atau 98,95% dari total jumlah pemasok per 31 Desember 2020. Secara 

kontinu data pemasok tersebut tercatat dan terpantau pada aplikasi SMILE.

Selama tahun 2020, Telkom telah merealisasikan biaya sebesar Rp397,14 miliar untuk kegiatan tanggung jawab sosial 

termasuk di dalamnya ditujukan untuk pemberdayaan masyarakat dan investasi sosial. Dari total dana tersebut Rp221,66 

miliar atau 55,81% dialokasikan untuk Program Kemitraan dan Rp124,73 atau 31,40% dimanfaatkan untuk Program Bina 

Lingkungan dan sisanya digunakan dalam Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan.

Tabel Realisasi Dana Tanggung Jawab Sosial 2018-2020

Uraian

2020

2019

Rp (miliar)

2018

Program Kemitraan dan Bina Lingkungan

Program Kemitraan

Program Bina Lingkungan

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Total

346,39

 221,66

 124,73

 50,75

 397,14

 368,70

  253,44

 115,26

49,50

418,20

 385,86

 279,98

105,88

 39,80

 425,66

Program pemberdayaan masyarakat melalui program PKBL, akan dibahas lebih detail pada Bab Program Kemitraan dan 

Bina Lingkungan (PKBL) pada laporan tahunan ini.

278

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMCapaian Kegiatan Tanggung Jawab Sosial Bidang Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat

BUMN untuk Indonesia: Telkom Tanggap COVID-19

Selama tahun 2020, Program Bina Lingkungan Telkom telah menyalurkan bantuan senilai Rp37,5 miliar untuk  menanggulangi dampak COVID-19 

kepada masyarakat. Bantuan tersebut diwujudkan dalam bentuk bantuan baju APD (Alat Pelindung Diri), masker, sanitizer, disinfektan.  Selain itu, 

Telkom melakukan Program Jaring Pengamanan Sosial melalui pembagian sembako kepada Keluarga pra sejahtera dan sektor pekerja informal 

serta terkena PHK dengan pembelian ke UMKM/Mitra Binaan Telkom. Hal ini dilakukan sebagai salah satu langkah mengoptimalkan UKM/Mitra 

Binaan Telkom.

Internet untuk Pendidikan

Selama tahun 2020, Program Internet untuk Pendidikan diselenggarakan di 7 lokasi di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, Program ini 

merupakan  bagian  Telkom  dalam  mendukung  program  Pendidikan  dan  Pembelajaran  yang  inklusif  kepada  masyarakat  dengan  pemanfaatan  

teknologi digital. Selanjutnya, dilakukan edukasi kepada masyarakat untuk melakukan iuran gotong royong bulanan  apabila masa grace periode 

selesai. Hal ini merupakan langkah untuk memastikan keberlanjutan kemanfaatan bantuan.

Inkubasi Sociodigipreneurship untuk Pelajar, Mahasiswa, dan Karyawan

Selama tahun 2020, Telkom menyelenggarakan tiga jenis program inkubasi sociodigipreneurship untuk tiga segmen yang berbeda, yaitu SMK Digi 

Social Fest (segmen pelajar SMK), Innovillage (segmen mahasiswa), dan Program Ayo Bikin Nyata (segmen karyawan). Total jumlah partisipan 

yang terlibat program ini sebanyak 1.708 crowd talent, yang terdiri dari 358 siswa SMK, 900 mahasiswa, dan 450 karyawan.

Program Digital Amoeba

Sebagai suatu hasil kerja sama kuat antara Direktorat Digital Business dan Direktorat Human Capital Management, PDA di tahun 2020 berhasil 

mendorong inovasi, dan digital mindset serta culture, menjadi bagian dari operasional TelkomGroup terutama kantor Regional (menjadi BAU, atau 

business as usual). Pada tahun 2020, melalui aktifnya 7 AMA satellite di 7 Regional, PDA menyelenggarakan beberapa event, meliputi 2 event besar 

HackIdea #5 dengan pemenang 21 tim (produk) dan HackIdea #6 dengan pemenang 20 tim (produk), ditambahkan Finding Founder berupa 

penugasan dari berbagai unit sebanyak 6 tim (produk) dan spesifik dari Direktorat Wholesale & International Business sebanyak 8 tim (produk). 

Untuk itu, PDA berhasil menambahkan 55 produk baru yang diinkubasi dengan tambahan 170 talent baru. Pandemi COVID-19 mengundurkan 

banyak aktivitas, termasuk 20 tim hasil HackIdea #6 dengan 62 talent, harus diundur inkubasinya ke tahun 2021. Sejak tahun 2017, PDA memiliki 

7.680 talent sourcing untuk digital talent TelkomGroup (Talent), 226 produk Amoeba terinkubasi (Produk), dan 13 produk exit sebagai bisnis baru. 

Pendapatan yang berhasil dicatatkan pada tahun 2020 sebesar Rp55,4 miliar dengan internal cost-saving sebesar Rp 670,3 miliar (nilai dampak 

bisnis ini belum diaudit secara terinci dan bersifat indikatif dari unit bisnis yang mendapatkan benefit inovasi).

PDA berkontribusi dalam menciptakan produk digital tools dan pengembangan proses bisnis berbasis digital di internal TelkomGroup. Selain itu, 

PDA juga berkontribusi dalam pengembangan digitalisasi BUMN. Pada tanggal 30 Juli 2020, 3 produk inovasi Amoeba berhasil masuk sebagai 

finalis  ajang  BUMN  Milenial  Innovation  Summit  (2  diantaranya  yaitu  BIGBOX  dan  MANGOESPACE).  Ketiga  finalis  inovasi  tersebut  merupakan 

pengembangan  infrastruktur  dan  platform  big  data  yang  juga  mendukung  program  Kominfo  yaitu  Satu  Data  (BIGBOX),  pemberdayaan 

masyarakat 3T untuk bisa mendapatkan akses internet yang lebih baik (MANGOESPACE), dan platform pengelolaan bisnis di level UMKM yang juga 

mendukung program Kementerian BUMN yaitu Pasar Digital UMKM (PaDi UMKM). PDA memberikan sharing knowledge ke 10 organisasi pengelola 

inovasi  karyawan,  termasuk  Kementerian  Sekretariat  Negara  dan  Human  Initiative.  Pada  triwulan  ketiga  2020,  Indonesia  Telecommunication 

&  Digital  Research  Institute  (ITDRI)  dibentuk  dan  pengelolaan  PDA  dipindahkan  ke  ITDRI.  Hal  ini  membuat  PDA  akan  lebih  mengembangkan 

kemanfaatannya untuk sosial secara langsung maupun melalui jaringan kemitraannya terutama dengan seluruh BUMN. Amoeba akan menjadi 

brand  kunci  ITDRI  di  tahun  2021  khususnya  kepada  jaringan  pentahelix  yang  terdiri  dari  akademi,  bisnis,  government,  technology  provider  

dan komunitas.

Indigo Creative Nation

Pada tanggal 31 Desember 2020, 51 tim secara aktif memvalidasi produk baru dan proses baru, dengan 23 proyek sinergi yang ditujukan untuk 

pengembangan bisnis digital TelkomGroup yang lebih cepat dan tervalidasi. Sejak 2013, Indigo Creative Nation telah menginkubasi 183 startup. 

Per 31 Desember 2020, 110 startup telah mulai beroperasi secara komersial dan 23 startup telah menerima pendanaan dari investor dalam dan luar 

negeri. Sejumlah startup telah bersinergi dengan kami dalam menyediakan produk dan solusi digital seperti Tees.id, Privy.ID, Run System, Opsigo, 

Goers, Doclink, Tyranix, Habibi Garden, Muslimlife, Bahaso dan Verihubs. Disamping itu, melalui program DILo Customer Validation, Indigo telah 

membantu sebanyak 112 startup baru untuk memvalidasi ide bisnisnya melalui kegiatan mentorship yang intensif.

279

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANSelama  tahun  2020,  TelkomGroup  mendapat  penghargaan  di  bidang  tanggung  jawab  sosial  bidang  kemasyarakatan, 

antara lain:

No.

Bulan

Tanggal

Event

Penghargaan

CSR Program Awards 
2020

Excellence Corporate Social 
Responsibility Program in 2020

Top Corporate Social 
Responsibility of the 
year 2020

Special Achievement Of The 
Corporate’s Contribution To Social 
Responsibility In COVID-19 Handling 
Activities

Badan/Lembaga 
yang Memberikan

Iconomics

Infobrand.id

Teropong CSR Award 
(TCA) 2020

Gold Winner “Peduli UMKM dan 
Pengembangan Digital E-Learning”

Teropong Senayan

Anugrah Gatra Award 
2020

Inovasi dan Pengembangan Ekonomi 
UMKM

Gatra

September 

23

PKBL/CSR Awards 2020 Indonesia Best CSRxPKBL Award 

Warta Ekonomi

2020 “Prosperity, Humanity and 
Sustainability”

Oktober

22

November

27

La Tofi School of CSR 
Award

Gold Winner Peningkatan Mutu 
Pendidikan

The La Tofi School 
of CSR

HR Excellence Award 
2020

Gold Winner in HR Excellence CSR 
Strategy

Human Resource 
Online

Februari 

27

Juni

5

 Juli

Agustus 

15

27

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

Top  Corporate  Social  Responsibility  (CSR)  of  the  year  2020.  Penghargaan  tersebut  merupakan  pengakuan  atas 

keberhasilan Telkom dalam upaya yang terus-menerus menyeimbangkan aktivitas bisnisnya dengan mempertimbangkan 

konsep profit-people-planet.

280

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMKEPEDULIAN TERHADAP
LINGKUNGAN HIDUP

KOMITMEN DAN KEBIJAKAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL ASPEK LINGKUNGAN HIDUP

TelkomGroup  senantiasa  berupaya  meminimalkan  dampak  negatif  dari  kebijakan  dan  kegiatan  operasinya  terhadap 
lingkungan hidup. Hal ini sesuai dengan etika usaha Perusahaan yang tertuang pada kebijakan nomor PD.201.01/r.00/PS150/
COP-B0400000/2014 tanggal 6 Mei 2014 tentang Etika Bisnis di Lingkungan TelkomGroup. Komitmen pada tanggung 
jawab  sosial  Perusahaan  dalam  aspek  lingkungan  hidup  juga  dilakukan  dengan  menghargai  dan  mempertimbangkan 
harapan  Pemangku  Kepentingan,  serta  mematuhi  hukum  yang  berlaku  dan  konsisten  dengan  norma-norma  
perilaku internasional.

Pada praktiknya, Telkom mendorong perilaku bertanggung jawab sosial terhadap lingkungan hidup pada seluruh bagian 
organisasi, Anak Perusahaan, dan mitra kerja. Upaya tersebut diharapkan dapat berkontribusi terhadap pembangunan 
berkelanjutan, khususnya yang terkait dengan pengelolaan energi, air, dan limbah di lingkungan operasional TelkomGroup. 
Organisasi  dan  perorganisasian  inisiatif  tanggung  jawab  sosial  Perusahaan  dalam  aspek  lingkungan  hidup  dilakukan 
Telkom secara terintegrasi dengan inisiatif tanggung jawab sosial lainnya. Pelaksanaan tanggung jawab sosial di bidang 
lingkungan hidup dilaksanakan di bawah kerangka inisiatif tanggung jawab sosial Telkom.

Dari  sisi  anggaran,  pelaksanaan  tanggung  jawab  sosial  Telkom  untuk  bidang  lingkungan  hidup  didanai  dari  beberapa 
sumber  anggaran  sesuai  dengan  unit  pengelolanya.  Beberapa  di  antaranya  yaitu  berasal  dari  GSD/Telkom  Property 
(untuk  listrik  gedung  dan  STO  serta  BBM  kendaraan  operasional),  unit  Digital  Service  Operation  (untuk  BBM  STO), 
Telkomsel (untuk BTS), serta Telin dan Sigma (untuk data center).

PERUMUSAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL ASPEK LINGKUNGAN HIDUP

Telkom telah melakukan due diligence internal terhadap berbagai dampak dari keputusan dan kegiatan TelkomGroup 
pada Pemangku Kepentingan dan pembangunan berkelanjutan. Untuk setiap kegiatan operasional Perusahaan, Telkom 
juga telah melakukan review setiap kebijakan yang ditetapkan. Hal ini untuk menjamin minimalisasi dampak negatif yang 
ditimbulkan oleh kegiatan Perusahaan terhadap lingkungan hidup.

Pada  prinsipnya,  Telkom  dan  Anak  Perusahaan  selalu  mendukung  upaya  Pemerintah  untuk  memperbaiki  kondisi 
lingkungan  hidup,  termasuk  upaya  mitigasi  dan  adaptasi  perubahan  iklim.  Perusahaan  menyadari  bahwa  perubahan 
iklim  ekstrem  merupakan  rangkaian  dari  efek  rumah  kaca  yang  dapat  mempengaruhi  kegiatan  seluruh  manusia  dan 
membawa dampak terhadap seluruh entitas korporasi tidak terkecuali TelkomGroup. 

Potensi  risiko  perubahan  iklim  bagi  TelkomGroup  di  antaranya  cuaca  ekstrem  yang  dapat  menyebabkan  kerusakan 
jaringan dan infrastruktur telekomunikasi digital, yang pada akhirnya akan berdampak terhadap layanan konsumen dan 
keberlangsungan Perusahaan. Untuk pencegahannya, Telkom melakukan mitigasi terhadap dampak pemanasan global 
melalui pengurangan emisi karbon dan mendukung pelaksanaan kegiatan bisnis yang ramah lingkungan. 

Dalam mengenali dan merumuskan tanggung jawab sosial dan Pemangku Kepentingan penting di bidang lingkungan 
hidup,  Telkom  memiliki  inisiatif  sebagai  pendekatan  tanggung  jawab  sosial.  Mekanisme  dalam  merumuskan  isu-isu 
penting  tanggung  jawab  sosial  yaitu  melalui  diskusi  internal,  melakukan  review  terhadap  seluruh  regulasi  terkait  isu-
isu  tanggung  jawab  sosial,  dan  mempertimbangkan  berbagai  standar  internasional  pelaporan  tanggung  jawab  sosial, 
seperti yang diterbitkan oleh Global Reporting Initiative (GRI) dan Sustainability Accounting Standard Board (SASB).

Salah  satu  pilar  inisiatif  keberlanjutan  dalam  pelaksanaan  tanggung  jawab  sosial  di  bidang  lingkungan  hidup  yaitu 
“sustainable in business and use of technology”. Pilar tersebut mencakup aspek penggunaan energi dan pengelolaan 
dampak  lingkungan,  serta  pengelolaan  limbah  elektronik  pada  masa  akhir  pakai.  Seluruh  aspek  yang  tercakup  di 
dalamnya  mencerminkan  dampak  penting  langsung  atau  tidak  langsung  aktivitas  dan  keputusan  Perusahaan,  serta 
konteks  keberlanjutan  TelkomGroup.  Aspek  tersebut  juga  mencerminkan  risiko  yang  mungkin  terjadi  dari  kegagalan 
dalam menerapkan tanggung jawab sosial serta terkait erat dengan ekspektasi Pemangku Kepentingan tentang peran 
sosial Telkom.

Lebih jauh lagi, selain penggunaan energi yang besar untuk kegiatan operasinya, salah satu kegiatan utama Telkom yang 
berdampak terhadap lingkungan yaitu penggunaan material untuk perangkat serta infrakstruktur telekomunikasi di darat 
dan  di  laut.  Pembangunan  infrastruktur  yang  dimaksud  antara  lain  pemasangan  kabel  telekomunikasi  di  bawah  laut, 
pendirian menara Base Transceiver Station (BTS), dan instalasi infrastruktur lainnya. 

281

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANPERENCANAAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL ASPEK LINGKUNGAN HIDUP

Sepanjang tahun 2020, perencanaan tanggung jawab sosial Telkom dalam aspek lingkungan hidup yaitu:

1.  Pengelolaan STO

a.  Optimalisasi  kapasitas  genset  untuk  efisiensi  penggunaan  BBM  Solar  yang  mana  kapasitas  genset  disesuaikan 

dengan kapasitas beban.

b.  Optimalisasi sistem pengkondisian ruang perangkat untuk meningkatkan keandalan sistem pendingin dan efisiensi 

energi listrik.

c.  Revitalisasi perangkat obsolet dan tidak efisien dengan perangkat yang tingkat efisiensinya lebih besar dari 90%.

2.  Pengelolaan BTS

a.  Menghadirkan teknologi terdepan yang lebih hemat energi untuk mendukung kegiatan operasional.
b.  Penggunaan Base Transceiver Station (BTS) berbasis energi bersih atau ramah lingkungan.

3.  Pengelolaan Data Center Sigma

a.  Penghematan konsumsi sistem pendingin dengan melakukan adjustment setting temperature dan humidity pada 
unit perangkat pendingin. Target yang ingin dicapai adalah menjaga PUE (Power Usage Effectiveness) pada level 
average sampai dengan efisien.

4.  Pengelolaan Data Center Telin

a.  Penghematan penggunaan air melalui penggunaan talang air di rooftop untuk mengumpulkan air hujan yang akan 

diproses dan digunakan untuk konsumsi air di Jurong-3.

b.  Penggunaan  konsep  IoT  melalui  daya  sensor  untuk  elektronik  non-IT,  seperti  adjustment  otomatis  cahaya  yang 

dipengaruhi oleh waktu atau jam.

c.  Penggunaan teknologi Diesel Rotary Uninterruptible Power Supply (DRUPS) untuk sumber listrik cadangan (genset). 

Teknologi ini menggantikan penggunaan batteries dimana banyak menghasilkan efek kimia bagi lingkungan.

5.  Pengelolaan Gedung

a.  Penggunaan lampu LED dan cooling system management pada gedung kantor.
b.  Penggunaan  kaca  reflektif  dengan  ketebalan  6  mm  pada  sebagian  gedung  kantor,  sehingga  mengurangi  panas 

yang masuk.

c.  Menggunakan  skema  zoning  lighting,  yakni  membedakan  area  penyalaan  lighting  sesuai  kebutuhan  sehingga 

mampu menghemat energi.

d.  Menerapkan  jadwal  pengoperasian  penerangan  maupun  perangkat  otomatis  guna  menghemat  konsumsi  listrik 

tanpa mengganggu kenyamanan dan keamanan pengguna gedung.

e.  Penggunaan kumpulan kapasitor (capacitor bank) untuk mengoptimalkan penggunaan listrik.
f.  Mendidik karyawan melakukan penghematan energi.
g.  Penempatan papan peringatan dan stiker di berbagai lokasi yang strategis guna mengingatkan karyawan untuk 

menghemat listrik dan air.

h.  Biopori dan sumur resapan pada sebagian Gedung Telkom untuk pengendalian air hujan.

Pada praktiknya, perencanaan tanggung jawab sosial Telkom dalam aspek lingkungan hidup mencerminkan komitmen 
TelkomGroup  untuk  menurunkan  dampak  negatif  terhadap  lingkungan  hidup    dan  menunjukkan  upaya  menciptakan 
manfaat  bersama  inisiatif  bidang  lingkungan  hidup  bagi  Pemangku  Kepentingan  dan  Perusahaan.  Agar  berdampak 
maksimal, TelkomGroup memanfaatkan pengaruhnya untuk pencegahan, penurunan, dan perbaikan kualitas lingkungan 
hidup, di antaranya melakukan seleksi vendor atau mitra yang menawarkan perangkat dengan tingkat keandalan dan  
efisiensi tinggi.

Di  dalam  perencanaan,  Telkom  mengupayakan  adanya  pelibatan  Pemangku  Kepentingan  dalam  berbagai  kegiatan 
lingkungan hidup yang akan dilakukan Perusahaan. Salah satunya mitra penyedia teknologi yang lebih ramah lingkungan 
dan karyawan yang akan mengoperasikan berbagai infrastruktur dan teknologi di TelkomGroup.

Sesuai dengan konteks bisnisnya, aspek keberlanjutan TelkomGroup tidak terlalu relevan dan signifikan dengan insiden 
lingkungan, seperti ledakan atau tumpahan minyak, yang dapat menyebabkan keadaan darurat dan/atau konflik. Meski 
demikian,  dengan  mekanisme  dan  prosedur  yang  ada,  TelkomGroup  dapat  mempersiapkan  diri  untuk  menghadapi 
situasi tersebut. Jika terdapat keluhan dan saran terkait dengan lingkungan hidup, masyarakat dapat mengirimkan email 
melalui web www.telkom.co.id atau melalui media sosial Telkom.

282

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMPELAKSANAAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL ASPEK LINGKUNGAN HIDUP

TelkomGroup  melaksanakan  tanggung  jawab  sosial  di  bidang  lingkungan  hidup  secara  menyeluruh  dan  melibatkan 
Direksi, manajemen, dan karyawan serta Pemangku Kepentingan relevan, seperti pemasok atau mitra kerja. Manajemen 
dan  karyawan  dengan  didukung  Pemangku  Kepentingan  menjadi  pelaksana,  sedangkan  Direksi  terlibat  dalam 
memberikan arahan dan melakukan pengawasan serta melakukan review  kinerja dan pelaporan. Review yang dilakukan 
akan meningkatkan kredibilitas inisiatif kegiatan serta laporan tanggung jawab sosial.

Sepanjang tahun 2020, TelkomGroup secara konsisten menerapkan berbagai kebijakan untuk mengurangi dampak buruk 
terhadap lingkungan. Salah satunya yaitu penggunaan AC berteknologi inverter dan lampu LED, penggunaan kumpulan 
kapasitor  (capasitor  bank)  untuk  mengoptimalkan  penggunaan  listrik,  yang  telah  dilakukan  sejak  tahun  2010.  Selain 
itu  juga  TelkomGroup  mengedukasi  karyawan  untuk  melakukan  penghematan  energi.  Di  kantor  ditempatkan  papan 
peringatan dan stiker pada berbagai lokasi yang strategis guna mengingatkan karyawan untuk menghemat listrik dan 
air. Wilayah kerja menggunakan skema zoning lighting dan menggunakan kaca reflektif dengan ketebalan 6 mm pada 
sebagian gedung kantor untuk mengurangi panas yang masuk.

Terkait  operasional  STO,  Telkom  melakukan  optimalisasi  kapasitas  genset  disesuaikan  dengan  kapasitas  beban  untuk 
efisiensi konsumsi BBM Solar dan pengkondisian ruang perangkat untuk meningkatkan keandalan sistem pendinginan 
(AC) dan efisiensi energi listrik. Untuk pengelolaan data center, Telkomsigma melakukan penghematan konsumsi sistem 
pendingin  dengan  melakukan  adjustment  setting  temperature  dan  humidity  pada  unit  perangkat  pendingin  sehingga 
mampu  menjaga  PUE  (Power  Usage  Effectiveness)  di  level  1,8  pada  tahun  2020.  Data  center  Telin  di  Singapura  juga 
mengalami perbaikan nilai PUE dari 1,73 pada tahun 2019 menjadi 1,43 pada tahun 2020. Sedangkan dalam pengelolaan 
operasional  BTS,  Telkomsel  menghadirkan  teknologi  terdepan  untuk  mendukung  kegiatan  operasional  seperti 
penggunaan Base Transceiver Station (BTS) Go Green Fuel Cell.  Komitmen tersebut diwujudkan dengan pemanfaatan 
Fuel Cell melalui sumber energi berbahan bakar Hydro Plus (Campuran Methanol dan Air) dan Solarcell dengan sumber 
energi surya. Teknologi tersebut Telkomsel implementasikan di beberapa BTS yang ada di beberapa wilayah operasional.

Dalam melaksanakan kegiatan operasional, seperti pemasangan kabel telekomunikasi, pendirian menara Base Transceiver 
Station (BTS), Telkom selalu melakukan review terhadap dampak lingkungan yang akan terjadi. Telkom selalu mengikuti 
standar sesuai norma internasional dalam pembangunan. Perusahaan memahami pentingnya aspek lingkungan hidup 
untuk menghindari risiko turunnya citra di masyarakat jika lalai meminimalisasi dampak tersebut.

CAPAIAN INISIATIF TANGGUNG JAWAB SOSIAL BIDANG LINGKUNGAN HIDUP

Realisasi program tanggung jawab sosial di bidang lingkungan untuk tahun 2020 dipercaya dapat memberikan dampak 
yang positif bagi seluruh masyarakat. Upaya pengurangan konsumsi BBM dan listrik serta pengurangan emisi diharapkan 
dapat berkontribusi pada pengurangan dampak pada perubahan iklim.  Di sisi lain, melalui serangkaian program tanggung 
jawab sosial yang telah direalisasikan, TelkomGroup juga menerima manfaat positif baik secara langsung maupun tidak 
langsung, antara lain dalam hal efisiensi penggunaan sumber daya.

Dengan  menjalankan  tanggung  jawab  sosial  di  bidang  lingkungan  hidup,  TelkomGroup  berkomitmen  untuk 
memberikan  manfaat  pada  pembangunan  berkelanjutan  baik  secara  langsung  maupun  tidak  langsung.  Upaya  ini 
adalah  merupakan  upaya  mendukung  Peraturan  Pemerintah  No.59  Tahun  2017  terkait  dengan  pencapaian  tujuan  
pembangunan berkelanjutan. 

BUDAYA KERJA RAMAH LINGKUNGAN

Telkom  memahami  pentingnya  menciptakan  budaya  kerja  ramah  lingkungan  di  wilayah  kerja  operasional  korporat 
dan anak Perusahaan. Selain itu, mitra kerja yang menjalankan kegiatannya di wilayah operasi TelkomGroup juga perlu 
memahami dan turut mendukung budaya kerja tersebut. Salah satu upaya yang telah dilakukan Telkom yaitu melakukan 
sosialisasi  pola  hidup  ramah  lingkungan,  seperti  mengurangi  penggunaan  kemasan  plastik  minuman  dan  mengurangi 
plastik pada kegiatan yang diadakan.

Sejak tahun 2009, Telkom berupaya untuk membangun sistem pola hidup ramah lingkungan. Hal ini ditandai dengan 
adanya program “Bike to Work” sebagai salah satu kampanye untuk mengurangi emisi karbon. Selain itu TelkomGroup 
telah  menetapkan  beberapa  kebijakan  antara  lain  nota  dinas  online,  virtual  meeting,  shared  files,  online  survey,  dan 
manajemen sumber daya manusia berbasis IT. Di masa pandemi, TelkomGroup melakukan penetapan kebijakan Work 
from Home. Selain untuk kesehatan dan keamanan karyawan, kebijakan tersebut dapat berdampak positif bagi lingkungan 
hidup karena menurunkan sumber daya terpakai dan mengurangi emisi terbuang. 

283

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANDi internal, selama tahun 2020 diperkirakan terdapat 321.827 nota dinas online yang terbit. Dengan asumsi setiap nota 
dinas  setara  dengan  1  lembar  kertas  dan  ditujukan  kepada  2  orang  penerima,  Telkom  telah  melakukan  penghematan 
sebanyak 643.654 lembar atau 1.288 rim kertas.

TelkomGroup  terus  mengedukasi  pelanggan  dengan  menjalankan  tagihan  menjadi  paperless  melalui  email.  Selain  itu 
juga pelanggan dapat mengakses aplikasi MyIndiHome dan MyTelkomsel. Dari 8,0 juta pelanggan IndiHome dan 6,5 juta 
pelanggan seluler pasca bayar, Telkom dapat menghemat 147 juta lembar kertas (setara dengan 348 ribu rim kertas) 
dengan asumsi 1 lembar kertas tagihan per bulannya dalam 1 tahun.

TelkomGroup melalui Telkomsel juga mengajak masyarakat untuk menunjukkan komitmen dan memberikan aksi nyata 
untuk  mengurangi  penggunaan  plastik  sekaligus  mengurangi  sampah  plastik  melalui  gerakan  #BhayPlastik.  Gerakan 
sosial  yang  diadakan  sejak  Desember  2018  ini  bertujuan  untuk  menyebarkan  kesadaran  lingkungan,  khususnya  agar 
masyarakat dapat lebih bijak dalam menggunakan plastik.

KONSUMSI LISTRIK

Per akhir tahun 2020, TelkomGroup telah melakukan perhitungan konsumsi listrik yang mencakup jaringan tetap dan 
jaringan seluler, operasional gedung, serta data center. Total konsumsi energi tahun 2020 untuk ruang lingkup tersebut 
yaitu 2.313.300.900 kWh, naik 78.447.855 kWh atau 3,5% dari tahun sebelumnya. 

Terjadinya peningkatan konsumsi listrik disebabkan oleh kontribusi konsumsi listrik untuk jaringan seluler sejalan dengan 
penambahan jumlah BTS untuk memperkuat jaringan Telkomsel ke seluruh pelosok tanah air dan peningkatan jumlah 
client colocation atau kapasitas IT load dari pelanggan data center. Di sisi lain ada penurunan konsumsi listrik karena 
upgrade tipe perangkat di STO dengan tingkat efisiensi penggunaan listrik yang lebih tinggi serta penurunan konsumsi 
listrik terkait operasional gedung karena adanya pandemi COVID-19 yang menyebabkan penurunan aktivitas perkantoran. 
Berikut konsumsi listrik TelkomGroup selama tiga tahun terakhir.

Tabel Konsumsi Listrik TelkomGroup Tahun 2018-2020

Konsumsi Listrik

Jaringan Tetap (STO)

Operasional (Gedung)* 

Jaringan Seluler (BTS)

Data Center

Data Center Sigma

Data Center Telin di Hong Kong

Data Center Telin di Timor Leste

2020

2019**

2018**

Kilo Watt Hour (kWh)

287.927.905

 323.667.742

 338.596.501

71.981.976

80.916.935

 84.649.125

1.889.032.157

 1.776.077.129

 1.679.150.702

64.358.862

62.736.741

251.241

1.370.880

54.191.239

52.821.841

90.678

1.278.720

43.042.256

41.801.266

18.430

1.222.560

Total

2.313.300.900

2.234.853.045

2.145.438.584

*Gedung yang dikelola oleh Telkom Property.
**Disajikan kembali.

KONSUMSI BBM 

Selanjutnya,  melalui  penyediaan  kendaraan  “Employee  Shuttle  Bus  (EMSHUB)”  Telkom  turut  berkontribusi  terhadap 
penurunan tingkat kemacetan dan emisi di Kota Jakarta. Kehadiran EMSHUB didukung dengan fasilitas Satellite Office 
di Bogor, Tangerang dan Bekasi yang memungkinkan karyawan tetap bekerja ketika sedang high traffic. EMSHUB juga 
memiliki ruang rapat dan ruang kolaborasi yang dilengkapi dengan fasilitas video conference dan high speed internet 
sehingga dapat bekerja secara mobile dengan nyaman dan tetap produktif. Selain itu, Direksi TelkomGroup juga turut 
berpartisipasi mengurangi emisi dengan penggunaan electrical vehicle sejak tahun 2020.

284

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMLebih jauh lagi, konsumsi BBM digunakan TelkomGroup sebagian besar untuk keperluan kendaraan operasional, BTS, 
dan STO. Pada tahun 2020, terjadi penurunan konsumsi BBM sekitar 130.692 liter atau 0,9% karena penurunan konsumsi 
BBM untuk keperluan operasional STO turun sekitar 31,6% karena peningkatan tingkat kontinuitas catuan PLN sehingga 
jarang terjadi pemadaman dan rendahnya gap kapasitas genset dengan kapasitas beban. Efisiensi konsumsi BBM juga 
terlihat pada operasional BTS karena penggunaan teknologi yang hemat energi dan ramah lingkungan. Berikut konsumsi 
BBM TelkomGroup selama tiga tahun terakhir.

Konsumsi BBM TelkomGroup Tahun 2018-2020

Konsumsi BBM

Jaringan Tetap (STO)

Kendaraan Operasional*

Jaringan Seluler (BTS)

Data Center Sigma

Data Center Telin di Timor Leste

2020

2019**

Liter

2018**

1.082.622

2.100.567

9.979.993

18.215

9.000

 1.583.986

 1.463.650

N/A

 4.799.513

 10.246.811

± 12.000.000

16.642

10.000

27.230

12.000

Total

13.190.397

13.321.089

±16.838.743

*Kendaraan operasional yang dikelola Telkom Property.
**Disajikan kembali.

ENERGI RAMAH LINGKUNGAN

Untuk mereduksi emisi karbon, TelkomGroup saat ini telah menggunakan energi ramah lingkungan pada BTS. Pemanfaatan 
energi ramah lingkungan bukanlah hal baru bagi Telkomsel. Sebelumnya, Telkomsel juga telah memanfaatkan sumber 
energi  alternatif  yang  ramah  lingkungan  berupa  Fuel  Cell  dan  Solar  Cell  (tenaga  surya).  Pemanfaatan  energi  ramah 
lingkungan tersebut dapat kami wujudkan berkat riset berkesinambungan yang berlandaskan semangat mempertahankan 
dan meningkatkan pelayanan Telkomsel. 

Teknologi Fuel Cell dapat memproduksi energi listrik dengan gas buang berupa uap air (zero emission). Telkomsel sudah 
menggelar 216 BTS Go Green Fuel Cell dan 209 BTS Solar Cell di seluruh Indonesia. Penggunaan sumber energi alternatif 
ramah lingkungan ini juga turut menjadi bagian dari usaha Telkomsel memastikan ketersediaan jaringan broadband di 
seluruh penjuru negeri.

PENGELOLAAN DAN PEMAKAIAN AIR

Dalam  hal  konsumsi  air  bersih,  TelkomGroup  menggunakan  sumber  air  dari  Perusahaan  Daerah  Air  Minum  (PDAM). 
Penggunaan air mencakup pemenuhan kebutuhan domestik. Beberapa upaya efisiensi yang dilakukan yaitu menerapkan 
kebijakan  hemat  air,  menggunakan  keran-keran  otomatis  di  sebagian  gedung  Telkom  dan  pemanfaatan  sisa  air  dari 
perangkat pendingin (AC). Penghematan penggunaan air juga dilakukan melalui penggunaan talang air di rooftop untuk 
mengumpulkan air hujan yang akan diproses dan digunakan untuk konsumsi air di Jurong-3. Selain itu, sebagian Gedung 
Telkom  telah  memiliki  biopori  dan  sumur  resapan  untuk  pengendalian  air  hujan  dan  dipergunakan  kembali.  Berikut 
konsumsi air bersih TelkomGroup pada tahun 2018-2020.

Konsumsi Air Bersih TelkomGroup Tahun 2018-2020

Konsumsi Air

Operasional Kantor*

Total

2020

2019

m3

2018

1.588.177

1.588.177

 1.881.747

 1.881.747

 1.779.662

 1.779.662

* Penggunaan air untuk kebutuhan domestik di gedung yang di Kelola Telkom Property.

285

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANTOTAL KONSUMSI ENERGI DAN EMISI KARBON

Dari paparan konsumsi listrik on-grid dan BBM, maka total penggunaan energi Telkom tahun 2020 mencapai 8.753.352 
GJ dengan konsumsi listrik on-grid sebesar 8.327.883 GJ dan konsumsi BBM sebesar 425.469 GJ. Secara keseluruhan, 
penggunaan energi tersebut naik 278.196 GJ atau 3,2% dari penggunaan energi pada tahun periode pelaporan sebelumnya

Total Penggunaan Energi Tahun 2018-2020

Konsumsi Energi

Konsumsi Listrik*

Konsumsi BBM**

Jumlah Konsumsi Energi 

2020

2019

2018

8.327.883

425.469

8.753.352

Gigajoule (GJ)

8.045.471

429.685

8.475.156

7.723.579

543.150

8.266.729

* Sumber: https://www.convertunits.com/from/kWh/to/gigajoule.
** (1) Konversi liter ke petrol metric ton (Sumber: https://www.gowebtool.com/unit-conversion/volume/). 
   (2) Konversi gasoline (metric ton) ke gigajoule (Sumber: http://ideas24.asset4.thomsonreuters.com/ideas24/unit_converter.jsp).

Menurunkan  emisi  karbon  merupakan  salah  satu  upaya  Telkom  dan    Anak  Perusahaan  untuk  berkontribusi  terhadap 
lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan. Sejauh ini, TelkomGroup baru melakukan perhitungan emisi terbatas 
terhadap  pemakaian  energi  listrik  dan  BBM.  TelkomGroup  mencatat  terjadi  peningkatan  konsumsi  listrik  sebesar 
78.447.855  kWh  (setara  dengan  peningkatan  emisi  karbon  sebesar  27.140  ton  CO2eq)  pada  tahun  2020.  Sedangkan 
untuk konsumsi BBM, terjadi penurunan sekitar 130.692 liter (setara dengan penurunan emisi karbon sebesar 608 ton 
CO2eq) pada tahun 2020. Emisi karbon TelkomGroup dari penggunaan BBM dan listrik dapat dilihat pada tabel berikut.

Emisi Karbon TelkomGroup Tahun 2019-2020

Uraian

Satuan

2020

2019***

Emisi Karbon dari Konsumsi Listrik

Emisi Karbon dari Konsumsi BBM

Total Emisi Karbon

Peningkatan Emisi Karbon dari 
Konsumsi Listrik

Penurunan Emisi Karbon dari 
Konsumsi BBM

kgCO2/TJ
kgCO2/liter

ton CO2 eq

ton CO2 eq

Total Peningkatan Emisi Karbon

ton CO2 eq

*Emisi karbon scope 2 yang mencakup penggunaan listrik. 
**Emisi karbon scope 1 yang mencakup penggunaan BBM. 
***Disajikan kembali.

PENGOLAHAN LIMBAH

800.309.579

34.453.894

834.763.473

27.140

608

26.532

773.169.759

35.061.450

808.231.209

30.934

8.065

22.869

Pengelolaan  limbah  di  lingkungan  Telkom  dan  Anak  Perusahaan  disesuaikan  dengan  kegiatan  operasional.  Untuk 
pengelolaan limbah B3 dan non B3, limbah tersebut tidak termasuk e-waste. Untuk pembuangan limbah, TelkomGroup 
berkoordinasi dengan Dinas Kebersihan di Pemerintah setempat. Untuk material yang dapat didaur ulang seperti baterai 
bekas, kabel tembaga, dan material logam, prosesnya diserahkan kepada pihak ketiga. Perangkat dan peralatan yang 
sudah tua diganti dengan perangkat dan peralatan baru. Khusus untuk AC yang baru diharuskan tidak menggunakan 
gas Freon R6 atau Halon untuk mengurangi emisi gas karbon. Sepanjang tahun 2020 tidak terdapat tumpahan limbah 
yang membahayakan lingkungan. 

286

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMPENGELOLAAN PRODUK PADA MASA PAKAI BERAKHIR

Pengelolaan  limbah  elektronik  (e-waste)  menjadi  salah  satu  perhatian  TelkomGroup,  yang  sebagian  besar  berupa 
Customer Premises Equipment (CPE). CPE merupakan berbagai perangkat keras terkait penggunaan produk dan jasa 
yang dibutuhkan dan ditempatkan di tempat pelanggan. CPE antara lain mencakup perangkat keras IT seperti komputer, 
periferal, server, dan router. Perangkat keras lainnya yang berada di pelanggan yaitu modem dan IP-Set Top Box beserta 
remote control yang terdapat pada pelanggan IndiHome. Dalam hal pengadaan CPE, Telkom bekerja sama salah satunya 
dengan anak Perusahaan PT PINS. Pengadaan CPE dilakukan dalam tiga metode, yaitu, Sepenuhnya Pelanggan (Telkom 
sebagai pelaksana operasi dan pemeliharaan CPE), Sepenuhnya Telkom, dan Telkom dengan Pelanggan.

Untuk CPE yang menjadi tanggung jawab Telkom, penanganan CPE dibedakan sesuai dengan kondisi dan kegunaan. CPE 
yang masih dalam kondisi baik meskipun telah melampaui umur manfaat dapat digunakan sebagai back up seandainya 
terjadi gangguan, atau sebagai perangkat cadangan. CPE yang kondisinya tidak layak pakai akan disimpan di gudang 
dan menunggu keputusan manajemen untuk langkah berikutnya.

Berikut jumlah CPE yang ditarik oleh TelkomGroup selama tiga tahun terakhir.

Penarikan CPE dan Pengelolaannya Tahun 2018-2020

Jenis CPE

Satuan

Metode Pengolahan

2020

2019

2018

Router

Unit

Digunakan Kembali

100

100

50

MENGURANGI PENCETAKAN SIM CARD DAN VOUCHER FISIK

Selama  empat  tahun  terakhir  Pemerintah  memperketat  peredaran  SIM  card  dengan  mewajibkan  setiap  pelanggan 
telepon seluler melakukan registrasi sesuai dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informasi No. 12/2016. Hal tersebut 
berdampak pada menurunnya jumlah permintaan SIM card baru.

Sejalan  dengan  inisiatif  Go  Digital  Channel,  Telkom  menetapkan  kebijakan  untuk  mengganti  voucher  fisik  menjadi 
elektronik. Kebijakan ini diharapkan dapat menekan biaya cetak, logistik/penyimpanan, dan distribusi, serta mengurangi 
limbah  padat.  Masyarakat  bisa  mengakses  voucher  melalui  metode  pembayaran  digital  sehingga  meminimalisir  biaya 
pokok  pulsa  dan  mendukung  program  Go  Digital  Channel  Telkom  dengan  mendorong  pembelian  pulsa  melalui  Own 
Channel Telkomsel seperti LinkAja dan MyTelkomsel. Selama tahun 2020, penjualan voucher elektronik terhadap total 
penjualan voucher mencapai 52,7% untuk voucher Wifi.id dan 9% untuk voucher Telkomsel.

Untuk pencetakan voucher fisik, Telkomsel juga telah menggunakan bahan baku kartu SIM yang ramah lingkungan serta 
ukuran kartunya dioptimalkan dari 1in1 menjadi 2in1, sehingga ukuran kartu jadi lebih kecil. Dalam aspek lingkungan, hal ini 
berdampak langsung terhadap penurunan limbah padat yang berasal dari starter pack SIM card baru dan voucher fisik.

PENGADUAN MASALAH LINGKUNGAN

TelkomGroup berkomitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup dengan meminimalkan dampak negatif operasi 
terhadap lingkungan hidup. Jika terdapat keluhan mengenai lingkungan hidup, masyarakat dapat menyampaikan melalui 
email yang tertera di website www.telkom.co.id serta media sosial resmi Telkom. Sepanjang tahun 2020 tidak terdapat 
pengaduan lingkungan hidup dari masyarakat kepada Telkom dan Anak Perusahaan.

SERTIFIKASI DAN PENGHARGAAN DI BIDANG LINGKUNGAN HIDUP

Sertifikasi yang diperoleh Perusahaan berkaitan dengan capaian kegiatan tanggung jawab sosial di bidang lingkungan 
hidup antara lain:
1.  EMS ISO 14001:2015 dari British Standards Institution untuk Data Center Telkomsigma.
2. 

ISO 50001:2011 dan SS 564 Part-1:2013 dari TUV SUD untuk Telin-3 Data Center di Singapura.

Sedangkan  Penghargaan  Efisiensi  Energi  Nasional  (PEEN)  yang  biasanya  rutin  diselenggarakan,  untuk  tahun  2020 
ditiadakan karena adanya pandemi COVID-19.

287

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAAN 
PROGRAM 
KEMITRAAN DAN 
BINA LINGKUNGAN 
(PKBL)

290 Laporan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL)

LAPORAN PROGRAM KEMITRAAN DAN
BINA LINGKUNGAN (PKBL)

Bagi  Telkom,  Program  Kemitraan  dan  Program  Bina  Lingkungan  (PKBL)  menjadi  salah  satu  upaya  untuk  mengelola 

dampak dari kebijakan dan kegiatan operasional terhadap masyarakat dan lingkungan alam secara berkesinambungan. 

Program Kemitraan (PK) merupakan amanat Pemerintah untuk menyalurkan dana pinjaman kepada usaha mikro dan 

kecil serta meningkatkan kapasitas Mitra Binaan, sedangkan Program Bina Lingkungan (BL) merupakan pemberdayaan 

kondisi sosial masyarakat yang terdiri dari 7 (tujuh) objek bantuan, yaitu: 

1.  Bantuan korban bencana alam;

2.  Bantuan pendidikan;

3.  Bantuan peningkatan kesehatan;

4.  Bantuan pengembangan prasarana dan/atau sarana umum;

5.  Bantuan sarana ibadah;

6.  Bantuan pelestarianalam; dan

7.  Bantuan sosial kemasyarakatan dalam rangka pengentasan kemiskinan.

Digitalisasi Pengelolaan PKBL

Sejak  tahun  2016,  Telkom  mengimplementasikan  layanan  pengajuan  pinjaman  dana  PK  melalui  web  SmartBisnis, 

pembayaran  angsuran  melalui  virtual  account  bank  yaitu  Bank  Mandiri  dan  Bank  BNI.  Mulai  tahun  2017,  Telkom 

menerapkan perluasan metode pembayaran angsuran melalui virtual account, bersinergi dengan Anak Perusahaan yaitu 

PT Finnet Indonesia sebagai agregator payment point non-bank dan payment point, antara lain PT Pos Indonesia, PT 

Pegadaian, Alfamart dan Indomaret.

Pada tahun 2018, Telkom melakukan inovasi berupa Smart Survey dan SMS Reminder. Kemudian, sepanjang tahun 2019, 

Telkom  kembali  melakukan  berbagai  inovasi  dalam  hal  digitalisasi  proses  bisnis  PKBL,  termasuk  di  dalamnya  adalah 

Dashboard PKBL, sistem pencatatan transaksi kegiatan Bina Lingkungan di aplikasi FiNEC, dan Helpdesk PKBL. Semua 

upaya tersebut ditujukan untuk memberi kemudahan kepada para Mitra Binaan dalam membayar angsuran pinjaman 

serta  menjamin  transparansi  dan  akuntabilitas  dalam  pengelolaan  Program  Kemitraan  yang  telah  tersebar  hingga  ke 

daerah terluar, tertinggal dan terdepan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Selain itu, pada tahun 2020, Telkom melakukan digitalisasi terhadap layanan informasi yang dibutuhkan oleh Mitra Binaan 

melalui implementasi UKM Access. Aplikasi ini diperlukan guna mendukung komunikasi dan informasi antara pengelola 

dan Mitra Binaan yang transparan, serta adanya kontrol bersama terkait dengan angsuran Mitra Binaan.

DASAR HUKUM DAN KEBIJAKAN UMUM

Dasar  hukum  pelaksanaan  kegiatan  PKBL  telah  diatur  melalui  Undang-Undang  No.  19  tanggal  19  Juni  2003  tentang 

BUMN,  serta  serangkaian  Keputusan  Menteri  BUMN  yang  telah  beberapa  kali  diubah.  Perubahan  yang  terakhir  yaitu, 

Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor: PER-02/MBU/04/2020 tanggal 7 April 2020 tentang Perubahan 

Ketiga atas Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor: PER-09/MBU/07/2015 tentang Program Kemitraan dan 

Program Bina Lingkungan Badan Usaha Milik Negara. Dasar hukum lainnya yaitu Surat Menteri Badan Usaha Milik Negara 

Nomor: S-574/MBU/08/2019 tanggal 30 Agustus 2019 tentang Aspirasi Pemegang Saham untuk Penyusunan Rencana 

Kerja dan Anggaran Perusahaan tahun 2020.

Untuk  menjalankan  kewajiban  ini  Telkom  telah  merumuskan  pedoman  kebijakan  dan  operasional,  yakni  Peraturan 

Perusahaan Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Nomor: PR.702.01/r.01/PR000/CDC-A1040000/2018 

tanggal 26 Februari 2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Operasional Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan.

290

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMPARAMETER KEBERHASILAN

CSR (PKBL) Index

Tahun  2020,  Perseroan  melakukan  pengukuran  CSR  (PKBL)  Index  dengan  pencapaian  79,58%.  Pencapaian  tersebut 

menggambarkan bahwa kegiatan CSR yang dilakukan oleh Perseroan berada pada kategori baik atau level strong, dan 

memberi pengaruh positif terhadap citra Perusahaan. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, CSR (PKBL) Index 

tersebut meningkat dari 76,08% pada tahun 2019. Hal tersebut disebabkan karena adanya peningkatan persepsi mitra 

binaan/objek  bantuan  dan  masyarakat  sekitar  terhadap  program  CSR  Telkom,  khususnya  pada  dimensi  citizenship, 

governance, dan workplace.

Net Promotor Score - NPS

Dalam  mengukur  keberhasilan  tanggung  jawab  sosial  terhadap  masyarakat,  Telkom  menggunakan  pengukuran 

Net  Promotor  Score  (NPS).  Dengan  NPS,  Telkom  mengidentifikasi  motivasi  masyarakat  untuk  menganjurkan  atau 

mempromosikan  produk  dan  layanan  Telkom.  Hasil  pengukuran  NPS  tahun  2020  sebesar  47,35%  menunjukkan  nilai 

positif  dari  sudut  pandang  masyarakat  dalam  merekomendasikan  penggunaan  produk  Telkom.  Meski  demikian  hasil 

tersebut lebih tinggi dari tahun sebelumnya sebesar 25,23%.

Melihat kenaikan tersebut, hal ini mengindikasikan adanya motivasi masyarakat dalam menganjurkan atau mempromosikan 

produk dan layanan Telkom. Hasil pengukuran NPS tahun 2020 menunjukkan nilai positif dari sudut pandang masyarakat 

dalam merekomendasikan penggunaan produk Telkom.

Berikut ini tabel yang menyajikan NPS Telkom dalam tiga tahun terakhir.

Tabel NPS Telkom Tahun 2018-2020

Kriteria

2020

2019

%

2018

Promoters

Passive

Detractor

NPS

53,98

39,39

6,63

47,35

38,53

48,18

13,30

25,23

42,23

42,14

15,63

26,60

291

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAAN 
REALISASI PKBL

Program Kemitraan

Program  Kemitraan  merupakan  program  pemberdayaan  ekonomi  masyarakat  yang  memiliki  tujuan  utama  untuk 

meningkatkan  pendapatan  kegiatan  usaha  skala  mikro  dan  kecil  (Usaha  Mikro,  Kecil  dan  Menengah/UMKM)  melalui 

pemberian  dana  pinjaman  dengan  bunga  dan  jasa  administrasi  yang  rendah.  Pengelolaan  Program  Kemitraan 

yang  dijalankan  oleh  Telkom  juga  difokuskan  pada  digitalisasi.  Oleh  sebab  itu,  selain  memberikan  pinjaman,  Telkom 

memberikan pelatihan digital bagi Mitra Binaan serta mengikutsertakan Mitra Binaan pada pameran berskala nasional 

dan internasional.

Sepanjang  tahun  2020,  dana  Program  Kemitraan  yang  telah  disalurkan  Telkom  yaitu  sebesar  Rp221,66  miliar  kepada 

5.091 UMKM yang bergerak di sektor usaha industri, perdagangan, pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, jasa, 

dan lain-lain. Berikut ini data realisasi jumlah Mitra Binaan dan Penyaluran dana per sektor usaha dari tahun 2018 sampai 

dengan tahun 2020.

Tabel Penyaluran Dana Program Kemitraan dan Jumlah Mitra Binaan Telkom Tahun 2018-2020

No.

Sektor Usaha

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

Industri

Perdagangan

Pertanian

Peternakan

Perkebunan

Perikanan

Jasa

Lain-lain

BUMN Khusus

Sub Jumlah

Jumlah Mitra Binaan

Total Penyaluran
Rp miliar

2020

2019

2018

2020

2019

2018

 1.043

 2.795

 1.261

 2.872

 1.699

 4.028

 100

 168

 45

99

 807

 34

 -

 108

 144

 46

 116

 985

 10

 1

 125

 216

 80

 146

 1.184

 20

 -

 45,10

112,74 

4,46 

7,38

2,02

4,81

33,11 

0,93 

 46,34

 108,91

 4,53

 5,80

 1,80

 4,06

 38,28

 0,44

- 

 25,00

 53,86

 134,39

 4,17

 8,20

 2,71

 4,78

 43,06

 0,77

-

 5.091

 5.543

 7.498

210,55 

 235,16

 251,99

Dana Pembinaan Kemitraan

11,11 

 18,28

27,99

Jumlah

CAGR (%)

 5.091

 5.543

 7.498

221,66 

 253,44

 279,98

(8,15)

 (26,07)

 (10,39)

(12,53) 

 (9,48)

 (7,80)

Jumlah penerima dana Program Kemitraan tahun 2020 turun 8,15% dibanding tahun 2019, sedangkan jumlah dana yang 

disalurkan pada tahun 2020 mengalami penurunan sebesar 12,53%.

Peningkatan Kapasitas Mitra Binaan

Salah  satu  upaya  Telkom  dalam  peningkatan  Kapasitas  Mitra  Binaan  adalah  mengikutsertakan  pada  pameran 

Indocraft  2020  pada  11-15  Maret  2020  di  Cendrawasih  Hall,  Jakarta  Convention  Center  (JCC).  Dalam  pameran  ini 

dihadirkan berbagai produk batik dan craft yang menjadi produk andalan ekonomi kreatif Indonesia. Kondisi pandemi 

mentransformasi cara penyampaian program Pembinaan Kemitraan yang semula tatap muka menjadi berbasis digital, di 

antaranya webinar UKM Binaan Telkom untuk Membantu Meringankan Dampak COVID-19 Terhadap Kelangsungan Bisnis 

pada tanggal 13 Mei 2020 yang diikuti 650 Mitra Binaan.

292

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMEfektivitas Penyaluran Dana Program Kemitraan

Tahun  2020,  Telkom  menargetkan  efektivitas  penyaluran  dana  Program  Kemitraan  sebesar  90%  dari  dana  tersedia. 

Efektivitas  penyaluran  dana  Program  Kemitraan  mencapai  98,27%  dengan  skor  3.  Pencapaian  tersebut  tidak  jauh 

berbeda dalam tiga tahun terakhir.

Tabel Efektivitas Penyaluran Dana Program Kemitraan Telkom Tahun 2018-2020

Program Kemitraan

Jumlah Dana Disalurkan

Jumlah Dana Tersedia

Tingkat Efektivitas Penyaluran Dana

Skor Tingkat Efektivitas Penyaluran Dana

Satuan

Rp miliar

Rp miliar

%

2020

2019

2018

 221,66

225,58

98,27

 3

 253,44

 268,48

 94,40

 3

 279,98

 293,87

 95,27

 3

293

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANKolektibilitas Pengembalian Dana Program Kemitraan

Realisasi  kolektibilitas  pengembalian  dana  Program  Kemitraan  Telkom  tahun  2020  mencapai  74,03%  dengan  skor  3. 

Dengan target kolektibilitas sebesar 70%, pencapaian tersebut melebihi yang diharapkan. Kinerja tersebut juga relatif 

konstan dalam tiga tahun terakhir.

Tabel Kolektibilitas Pengembalian Dana Program Kemitraan Tahun 2018-2020

Kolektibilitas

Persentase Kolektibilitas

Nilai

Satuan

%

2020

2019

2018

 74,03

 3

 86,96

 3

88,85

 3

Efektivitas Penyaluran Dana Program Bina Lingkungan

Dalam menetapkan target tahun 2020, Telkom diharapkan dapat menyalurkan 100% dana Bina Lingkungan dari alokasi 

dana sebesar Rp124,74 miliar. Realisasi dana Program Bina Lingkungan tahun 2020 yaitu sebesar Rp124,73 miliar atau 

99,99% dari alokasi dana tahun tersebut. Pencapaian di 2020 ini terhitung naik dari tahun sebelumnya.

Tabel Efektivitas Penyaluran Dana Program Bina Lingkungan Telkom Tahun 2018-2020

Program Bina Lingkungan

Jumlah Dana Disalurkan 

Alokasi Dana Tersedia 

Tingkat Efektivitas Penyaluran Dana 

Satuan

Rp miliar

Rp miliar

%

2020

2019

2018

 124,73

 124,74

 99,99

 115,26

 118,93

 96,91

 105,88

 105,00

 100,84

294

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMALOKASI ANGGARAN PKBL

Sesuai regulasi Kementerian BUMN, alokasi anggaran Program Kemitraan dan Bina Lingkungan berasal dari anggaran 

yang  diperhitungan  sebagai  biaya  BUMN.  Total  anggaran  PKBL  turun  dari  Rp383,93  miliar  di  tahun  2019  menjadi 

Rp350,32  miliar  di  tahun  2020.  Pertimbangan  yang  mendasari  turunnya  dana  PKBL  yaitu  tidak  adanya  persetujuan 

tambahan alokasi anggaran Program Kemitraan dari Kementerian BUMN.

Tabel Alokasi Anggaran Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Telkom Tahun 2018-2020

No.

1.

2.

Jenis Program

Program Kemitraan

Program Bina Lingkungan

Jumlah Total

%

(14,88)

4,89

(8,75)

Perubahan

2020

2019

Rp miliar

2018

225,58

 124,74

 350,32

 265,00

 118,93

 383,93

300,00

105,00

405,00

295

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANLAMPIRAN

298

Lampiran 1  : Daftar Istilah

303 Lampiran 2 : Daftar Singkatan

307

Lampiran 3 : Referensi Silang Surat Edaran OJK
                      No. 30/SEOJK.04/2016

320 Lampiran 4 : Daftar Transaksi Afiliasi

LAMPIRAN 1:
DAFTAR ISTILAH

Istilah

2G

3G

Deskripsi

Singkatan untuk generasi kedua: berkaitan dengan penggunaan teknologi yang memberi 

pengguna ponsel fitur yang lebih baik dan memungkinkan orang mengirim pesan teks 

(SMS).

Istilah umum untuk teknologi telekomunikasi bergerak generasi ketiga. 3G menawarkan 

koneksi  berkecepatan  tinggi  bagi  telepon  seluler  dan  perangkat  komunikasi  bergerak 

lainnya, sehingga memungkinkan jalannya aplikasi video conference dan aplikasi lainnya 

yang membutuhkan konektivitas broadband ke jaringan internet.

4G/LTE

4G/LTE  adalah  teknologi  jaringan  internet  super  cepat  generasi  keempat  berbasis 

5G

ADS

AKHLAK

ARPU

Internet Protocol (IP) yang membuat proses transfer data jadi lebih cepat dan stabil.

Generasi  kelima  komunikasi  seluler  yang  menargetkan  kecepatan  data  tinggi,  latensi 

berkurang, penghematan energi, pengurangan biaya, kapasitas sistem yang lebih tinggi, 

dan konektivitas perangkat yang masif.

American  Depositary  Share  (juga  dikenal  sebagai  American  Depositary  Receipt,  atau 

“ADR”), sertifikat yang diperdagangkan di pasar sekuritas A.S. (seperti New York Stock 

Exchange) yang mewakili sejumlah saham asing. Setiap ADS kami mewakili 100 saham 

common stock.

Didefinisikan  sebagai  nilai-nilai  Amanah,  Kompeten,  Harmonis,  Loyal,  Adaptif,  dan 

Kolaboratif yang mendasari perilaku insan BUMN.

Average  Revenue  per  User,  ukuran  yang  digunakan  terutama  oleh  perusahaan 

telekomunikasi  dan  jaringan  yang  menyatakan  berapa  banyak  pendapatan  yang 

dihasilkan  oleh  pengguna  secara  rata-rata.  Ini  didefinisikan  sebagai  total  pendapatan 

dari layanan tertentu dibagi dengan jumlah pengguna layanan tersebut.

B2B 

Penjualan  produk  atau  jasa  yang  diberikan  oleh  satu  bisnis  dan  diperuntukan  untuk 

(Business-to-Business)

bisnis lainnya, bukan kepada konsumen.

B2C 

Bisnis  yang  melakukan  pelayanan  atau  penjualan  barang  atau  jasa  kepada  konsumen 

(Business-to-Customer)

perorangan atau grup secara langsung.

Backbone

Jaringan  telekomunikasi  utama  terdiri  dari  fasilitas  transmisi  dan  switching  yang 

menghubungkan  beberapa  node  akses  jaringan.  Tautan  transmisi  antara  node  dan 

fasilitas  switching  termasuk  microwave,  kabel  bawah  laut,  satelit,  serat  optik  dan 

teknologi transmisi lainnya.

Balanced Scorecard

Salah satu alat yang digunakan oleh manajer untuk mengukur kinerja suatu bisnis yang 

dilihat  dari  empat  perspektif.  Keempat  perspektif  itu  terdiri  dari  perspektif  keuangan, 

perspektif  pelanggan,  perspektif  proses  bisnis  internal,  serta  perspektif  pertumbuhan 

dan pembelajaran.

Kapasitas hubungan komunikasi.

Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, merupakan pendahulu OJK.

Market kapitalisasi terbesar.

Metode pensinyalan yang mencakup atau menangani rentang frekuensi (atau pita) yang 

relatif luas.

Base Transceiver Station, peralatan yang mentransmisikan dan menerima sinyal telepon 

radio ke dan dari sistem telekomunikasi lainnya.

Badan  Usaha  Milik  Negara  (State-Owned  Enterprise/SOE)  adalah  perusahaan  milik 
Pemerintah,  perusahaan  milik  negara,  badan  usaha  milik  negara,  perusahaan  milik 

negara,  perusahaan  milik  publik,  atau  parastatal  yang  merupakan  badan  hukum  yang 

dibentuk oleh Pemerintah untuk melakukan kegiatan komersial atas nama Pemerintah 

sebagai pemilik.

Bandwidth

Bapepam-LK

BigCap

Broadband

BTS

BUMN

298

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMIstilah

C2C 

Model  bisnis  di  mana  customer  atau  pelanggan  dapat  saling  menjual  dagangannya 

Deskripsi

(Customer-to-Customer)

kepada satu sama lain.

CFU

Customer Facing Unit, mirip dengan unit bisnis strategis, yang merupakan unit organisasi 

yang  berinteraksi  dengan  segmen  pelanggan  tertentu,  dengan  tanggung  jawab  untuk 

untung  dan  rugi  masing-masing,  dan  bertanggung  jawab  menyusun  kembali  anak 

perusahaan  dan  portofolio  bisnis  yang  relevan  dengan  segmen  bisnis  tertentu  yang 

menjadi tanggung jawabnya.

Common Stock

Saham Seri B kami memiliki nilai nominal Rp50 per saham.

CPE

Customer  Premises  Equipment,  setiap  handset,  penerima,  set-top  box  atau  peralatan 

lain  yang  digunakan  oleh  konsumen  layanan  nirkabel,  telepon  kabel  atau  broadband, 

yang merupakan properti dari operator jaringan dan terletak di lokasi pelanggan.

Cyber Attack

Cyber attack disengaja untuk eksploitasi sistem komputer, perusahaan yang bergantung 

pada  teknologi,  dan  jaringan.  Cyber  attack  menggunakan  kode  berbahaya  untuk 

mengubah  kode  komputer,  logika  atau  data,  yang  mengakibatkan  konsekuensi  yang 

mengganggu yang dapat membahayakan data dan menyebabkan cyber crimes, seperti 

pencurian informasi dan identitas.

Cyber Security

Upaya  untuk  melindungi  informasi  dari  serangan  dunia  maya.  Serangan  dunia  maya 

dalam  operasi  informasi  adalah  segala  bentuk  tindakan  sengaja  untuk  mengganggu 

kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan informasi.

DBPP

Defined Benefit Pension Plan/Program Pensiun Manfaat Pasti. Suatu jenis program pensiun 

di  mana  pemberi  kerja  menjanjikan  tunjangan  bulanan  tertentu  pada  masa  pensiun 

yang  telah  ditentukan  sebelumnya  dengan  formula  berdasarkan  riwayat  pendapatan 

karyawan,  masa  kerja  dan  usia  pekerja,  daripada  tergantung  pada  pengembalian 

investasi. Dianggap ‘didefinisikan’ dalam arti bahwa rumus untuk menghitung manfaat 

pensiun diketahui sebelumnya.

DCPP

Defined  Contribution  Pension  Plan/Program  Pensiun  Iuran  Pasti.  Suatu  jenis  program 

pensiun  di  mana  jumlah  kontribusi  tahunan  pemberi  kerja  ditentukan.  Akun  individual 

disiapkan  untuk  peserta  dan  tunjangan  didasarkan  pada  jumlah  yang  dikreditkan  ke 

akun-akun ini (melalui kontribusi majikan dan jika berlaku kontribusi karyawan) ditambah 

pendapatan  investasi  apa  pun  atas  uang  di  dalam  akun.  Hanya  kontribusi  majikan  ke 

akun yang dijamin, bukan manfaat di masa depan. Dalam program iuran pasti, manfaat 

masa depan berfluktuasi berdasarkan pendapatan investasi.

Proses  mengubah  informasi  non-digital  menjadi  digital.  Jika  sebuah  perusahaan 
menggunakan  informasi  digital  tersebut  untuk  meningkatkan  bisnis,  menghasilkan 
pendapatan, atau menyederhanakan beberapa proses bisnis, maka itu disebut digitalisasi. 
Hasil dari proses digitisasi dan digitalisasi disebut transformasi digital.

Digitisasi

e-Commerce

Electronic  Commerce,  pembelian  dan  penjualan  produk  atau  layanan  melalui  sistem 

elektronik seperti internet dan jaringan komputer lainnya.

e-Procurement

Electronic  procurement.  Proses  pengadaan  barang  dan  jasa  yang  dilakukan  secara 

online.

EBITDA

Laba usaha sebelum bunga, pajak, penyusutan dan amortisasi. EBITDA disesuaikan dan 

rasio-rasio terkait lainnya yang terdapat dalam Laporan Tahunan ini merupakan indikator 

tambahan atas kinerja dan likuiditas perusahaan yang merupakan ukuran keuangan yang 

Edutainment

Fiber Optic

tidak diatur dalam SAK.

Edukasi dan hiburan (entertainment).

Kabel yang menggunakan serat optik dan teknologi laser dimana pantulan cahaya yang 

mewakili data dikirim melalui filamen kaca yang tipis.

Gateway

Gateway adalah perangkat yang menjembatani jaringan berbasis paket (IP) dan jaringan 

berbasis sirkuit (PSTN).

299

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANIstilah

Gbps

GHz

GraPARI

GSM

Deskripsi

Gigabyte  per  second  adalah  rata-rata  jumlah  bits,  karakter,  atau  blok  per  unit  waktu 

yang bergerak antara perangkat dalam sistem pengiriman data. Biasanya diukur dalam 

kumpulan bit unit per detik atau byte per detik.

Gigahertz,  hertz  (simbol  Hz),  adalah  satuan  frekuensi  standar  internasional  yang 

didefinisikan sebagai jumlah siklus per detik dari fenomena periodik.

Jaringan pelayanan Telkomsel.

Global  System  for  Mobile  Telecommunication  yang  merupakan  standar  Eropa  untuk 

telepon seluler digital.

Homes Passed

Sambungan dengan akses ke jaringan suara telepon tetap, IPTV, dan layanan broadband.

IDD

International  Direct  Dialing,  layanan  yang  memungkinkan  pelanggan  melakukan 

panggilan  internasional  tanpa  bantuan  atau  intervensi  operator  dari  terminal  telepon 

apa pun.

Insider Trading

Perdagangan  saham  perusahaan  publik  atau  sekuritas  lain  (seperti  obligasi  atau  opsi 

saham)  oleh  individu  dengan  akses  ke  informasi  non  publik  tentang  perusahaan.  Di 

berbagai  negara,  beberapa  jenis  perdagangan  berdasarkan  informasi  orang  dalam 

adalah ilegal.

Interkoneksi

Tautan fisik jaringan operator dengan peralatan atau fasilitas yang bukan milik jaringan 

itu.

Intranet

Jaringan komputer berdasarkan protokol TCP/IP seperti internet, namun penggunaannya 

dibatasi atau ditutup dan hanya orang atau pengguna tertentu yang dapat masuk dan 

IP

IPO

IPTV

ISP

menggunakan jaringan intranet.

Internet Protocol, metode atau protokol yang dengannya data dikirim dari satu komputer 

ke komputer lainnya di internet.

Initial  Public  Offering  adalah  penjualan  saham  perdana  yang  diterbitkan  perusahaan 

kepada masyarakat.

Internet Protocol Television, sebuah sistem di mana layanan televisi dikirim menggunakan 

suite Internet Protocol melalui jaringan packet-switched seperti internet, alih-alih dikirim 

melalui format terestrial tradisional, sinyal satelit, dan televisi kabel.

Internet Service Provider adalah organisasi yang menyediakan akses internet.

Kabel Tetap/Fixed 

Jalur  kabel  atau  kabel  tetap  yang  menghubungkan  pelanggan  di  lokasi  tertentu  ke 

Wireline

Kartu SIM

pertukaran lokal, biasanya dengan nomor telepon individu.

Kartu  Subscriber  Identity  Module  adalah  sebuah  kartu  pintar  seukuran  prangko  yang 

ditaruh di telepon genggam yang menyimpan kunci pengenal jasa telekomunikasi.

Leased Line

Saluran transmisi telekomunikasi khusus yang menghubungkan satu titik tetap ke titik 

tetap lainnya, disewa dari operator untuk penggunaan eksklusif.

Mbps

Megabyte per second, ukuran kecepatan untuk transmisi sinyal digital dinyatakan dalam 

jutaan bit per detik.

Metro Ethernet

Jembatan  atau  hubungan  antara  lokasi  yang  terpisah  secara  geografis.  Jaringan  ini 

MHz

MidCap

menghubungkan pelanggan LAN di beberapa lokasi yang berbeda.

Megahertz, satuan ukuran frekuensi sama dengan satu juta siklus per detik.

Market kapitalisasi menengah.

Mobile Broadband

Istilah  pemasaran  untuk  akses  internet  nirkabel  melalui  modem  portable,  telepon 

bergerak, modem USB nirkabel atau perangkat bergerak lainnya.

Network Access Point

Fasilitas pertukaran jaringan publik tempat ISP terhubung dalam pengaturan peering.

300

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMIstilah

OJK

OTT

Deskripsi

Otoritas  Jasa  Keuangan,  penerus  Bapepam-LK,  adalah  lembaga  independen  dengan 

wewenang untuk mengatur dan mengawasi kegiatan jasa keuangan di sektor perbankan, 

sektor pasar modal serta sektor industri keuangan non-bank.

Over The Top, istilah umum yang biasa digunakan untuk merujuk pada pengiriman audio, 

video,  dan  media  lain  melalui  internet  tanpa  keterlibatan  operator  multi-sistem  dalam 

kontrol atau distribusi konten.

Pascabayar

Jenis layanan komunikasi dimana pelanggan dapat menggunakan layanan telekomunikasi 

terlebih dahulu kemudian baru membayarnya.

PoP

Point of Presence, jalur akses, lokasi atau fasilitas yang menghubungkan dan membantu 

perangkat lain membangun koneksi dengan internet, yang mungkin terdiri dari router, 

switch, server dan perangkat komunikasi data lainnya. Kami mengoperasikan dua point 

of presence, yaitu main dan primary point of presence. “Main point of presence” adalah 

jaringan  transportasi  utama  yang  berisi  kumpulan  trafik  pada  satu  negara.  “Primary 

point of presence” adalah kumpulan jaringan transportasi utama regional yang memiliki 

kemampuan menciptakan suatu layanan.

Jenis layanan komunikasi dimana pelanggan melakukan pembayaran terlebih dahulu di 
awal agar dapat menggunakan layanan telekomunikasi.

Pernyataan Standar Audit No. 62 (PSA 62) adalah pernyataan yang dikeluarkan oleh Ikatan 

Akuntansi  Indonesia  yang  menyebutkan  bahwa  dalam  melakukan  audit  atas  laporan 

keuangan entitas pemerintahan atau penerima lain bantuan keuangan pemerintah yang 

melakukan  penawaran  efek  melalui  pasar  modal,  auditor  wajib  mematuhi  ketentuan 

Undang-Undang Pasar Modal.

Public  Switched  Telephone  Network  yaitu  jaringan  telepon  yang  dioperasikan  dan 

dipelihara oleh Telkom.

Unit dalam perhitungan biaya telepon.

Prabayar

PSA 62

PSTN

Pulsa

Reverse Stock

Pemampatan  jumlah  lembar  saham  menjadi  jumlah  lembar  yang  lebih  sedikit  dengan 

RMJ

RUPS

menggunakan nilai nominal yang lebih tinggi per lembar sahamnya.

Regional  Metro  Junction  adalah  layanan  instalasi  jaringan  kabel  antara  kota  di  satu 

wilayah atau provinsi.

Rapat Umum Pemegang Saham, yang juga dapat berarti Rapat Umum Pemegang Saham 

Tahunan (“RUPST”) atau Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (“RUPSLB”).

Satellite Transponder

Peralatan relai radio yang tertanam dalam satelit yang menerima sinyal dari bumi dan 

menguatkan dan mengirimkan kembali sinyal ke bumi.

Self Assessment

Pedoman  yang  digunakan  sebagai  bentuk  akuntabilitas  atas  penilaian  kinerja  Dewan 

SKKL

SMS

SOA

Komisaris secara kolegial.

Sistem  Komunikasi  Kabel  Laut  adalah  kabel  yang  dibentangkan  di  bawah  laut  antara 

stasiun  yang  dibangun  di  daratan  untuk  menghantarkan  sinyal  telekomunikasi  melalui 

jalan bawah laut.

Short  Messaging  Service  atau  Layanan  Pesan  Pendek,  teknologi  yang  memungkinkan 

pertukaran pesan teks antara ponsel dan antara telepon nirkabel tidak bergerak.

Sarbanes-Oxley Act, diberlakukan pada tanggal 30 Juli 2002, juga dikenal sebagai Public 

Company Accounting Reform and Investor Protection Act dan Corporate and Auditing 

Accountability and Responsibility Act.

301

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANIstilah

Deskripsi

SOX Section 404

SOX  Section  404  (Sarbanes-Oxley  Act  Section  404)  mengamanatkan  bahwa  semua 

perusahaan  publik  harus  membuat  kontrol  dan  prosedur  internal  untuk  pelaporan 

keuangan dan harus mendokumentasikan, menguji dan memelihara kontrol dan prosedur 

tersebut untuk memastikan efektivitasnya.

Saham Dwiwarna

Saham  Seri  A  Dwiwarna  memiliki  nilai  nominal  Rp50  per  saham.  Saham  Dwiwarna 

dipegang oleh Pemerintah dan memberikan hak suara khusus dan hak veto atas hal-hal 

tertentu yang terkait dengan tata kelola perusahaan kami.

Stasiun Bumi/Earth 

Antena  dan  peralatan  terkait  yang  digunakan  untuk  menerima  atau  mengirim  sinyal 

Station

Stock Split

telekomunikasi melalui satelit.

Pemecahan 

jumlah  saham  menjadi 

jumlah 

lembar  yang 

lebih  banyak  dengan 

menggunakan nilai nominal yang lebih rendah per lembar sahamnya secara proposional.

Switching

Perangkat  elektronik,  listrik  atau  mekanis  yang  berfungsi  membuka  atau  menutup 

sirkuit, melengkapi atau menghentikan jalur listrik, atau memilih jalur atau sirkuit, yang 

digunakan untuk mengarahkan traffic di jaringan telekomunikasi.

Telepon Tidak Bergerak

Layanan telepon tidak bergerak kabel dan tidak bergerak nirkabel.

TPE

Cara normalisasi yang merujuk pada bandwith transponder sederhana mengenai berapa 

banyak transponder akan digunakan jika total bandwidth yang sama digunakan hanya 

36 Mt transponder (1 TPE = 36 MHz).

Treasury Stock

Saham perusahaan yang dibeli kembali dari peredaraan untuk sementara.

USO

VoIP

VPN

Universal Service Obligation, yaitu kewajiban pelayanan yang dibebankan oleh Pemerintah 

kepada  seluruh  penyelenggara  jasa  telekomunikasi  dalam  rangka  penyelenggaraan 

pelayanan publik di Indonesia.

Voice over Internet Protocol, sarana pengiriman informasi suara menggunakan IP.

Virtual  Private  Network,  koneksi  jaringan  pribadi  yang  aman,  dibangun  di  atas 

infrastruktur  yang  dapat  diakses  publik,  seperti  internet  atau  jaringan  telepon  umum. 

VPN biasanya menggunakan kombinasi enkripsi, sertifikat digital, otentikasi pengguna 

yang  kuat,  dan  kontrol  akses  untuk  mengamankan  lalu  lintas  yang  dibawanya.  VPN 

menyediakan konektivitas ke banyak mesin di belakang gateway atau firewall.

VSAT

Very Small Aperture Terminal, antena yang relatif kecil, biasanya berdiameter 1,5 hingga 

3,0 meter, ditempatkan di tempat pengguna dan digunakan untuk komunikasi dua arah 

oleh satelit.

Whistleblower

Istilah bagi karyawan, mantan karyawan atau pekerja, anggota dari suatu institusi atau 

organisasi yang melaporkan suatu tindakan yang dianggap melanggar ketentuan kepada 

pihak yang berwenang.

302

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMLAMPIRAN 2:
DAFTAR SINGKATAN

Kata Kunci

Deskripsi

Kata Kunci

Deskripsi

3T

A2P

AAG

AC

ACGS

ACHI

ADS

AEI

AKHLAK

AO

APCN-2

APD

ARPU

ASEAN

ATM

AUP

AVP

B2B

B2C

BAM

Terdepan, Terluar, Tertinggal

Application to Person

Asia-America Gateway

Air Conditioner

ASEAN Corporate Governance 
Scorecard

AKHLAK Culture Health Index

American Depositary Shares

Asosiasi Emiten Indonesia

Amanah Kompeten Harmonis Loyal 
Adaptif Kolaboratif

Application Owner

Asia Pacific Cable Network 2

Alat Pelindung Diri

Average Revenue Per Unit

Association of Southeast Asian 
Nations

Anjungan Tunai MandirI

Agreed Upon Procedure

Assistant Vice President

Business-to-Business

Business-to-Consumer

Business Account Manager

Bapepam-LK

Badan Pengawas Pasar Modal dan 
Lembaga Keuangan

BAU

BBM

BCM

BCP

Business as Usual

Bahan Bakar Minyak

Business Continuity Management

Business Continuity Plan

Beban LSA

Beban Long Service Award

BEI/IDX

Bursa Efek Indonesia atau Indonesia 
Stock Exchange

BL

BNSP

BOC

BOD

BPJS

BPK

BPO

BSCS

BSI

Bina Lingkungan

Badan Nasional Sertifikasi Profesi

Board of Commisioners

Board of Directors

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial

Badan Pemeriksa Keuangan

Business Process Outsourcing

Batam-Singapore Cable System 

British Standard Institution

BTS

BUMN

C2C

CAGR

CAPEX

CCTV

CDC

CDI

CDN

CEO

CFO

CLI

CLCS

COCA

CONS

COSO

Base Transceiver Station

Badan Usaha Milik Negara

Consumer-to-Consumer

Compound Annual Growth Rate

Capital Expenditure

Closed-Circuit Television

Community Development Center

Customer Dissatisfaction Index

Content Delivery Networks 

Chief Executive Officer

Chief Financial Officer

Customer Loyalty Index

Customer Satisfaction and Loyalty 
Survey

Calendar of Culture Action 

Consumer Service

Committee of Sponsoring 
Organizations of the Treadway 
Commission

COVID-19

Corona Virus Disease 19

CPaaS

CPE

CRM

CSI

CSLS

CSPA

CSR

CSR-PR

CSS

CX

CVC

DB

DBPP

DCPP

DER

DMCS

DR

Communication Platform as a Service

Customer Premises Equipment

Customer Relationship Management

Customer Satisfaction Index

Customer Satisfaction and Loyalty 
Survey

Conditional Sale and Purchase 
Agreement

Corporate Social Responsibility

Corporate Social Responsibility - 
Public Relations

Corporate Strategic Scenario

Customer Experience

Corporate Venture Capital

Digital Business

Defined Benefit Pension Plan/
Program Pensiun Manfaat Pasti

Defined Contribution Pension Plan/
Program Pensiun Iuran Pasti

Debt to Equity Ratio

Dumai-Malacca Cable System

Depositary Receipt

303

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANKata Kunci

Deskripsi

Kata Kunci

Deskripsi

HR

HR

HTS

IA

IAI

IAS

ICOFR

ICT

IDN

IFAS

IFRS

IGG

IIA

IICD

IMS

IoT

IPLC

IPO

ITDRI

ISAK

ISO

ISP

IT

Jo.

K3

KA

KAP

KEKD

KEMPR

KEU

KIPAS

KKN

DJP

DRP

DRUPS

DS

DSL

DTH

EBIS

Direktorat Jenderal Pajak

Disaster Recovery Plan

Diesel Rotary Uninterruptible Power 
Supply

Depositary Shares

Digital Subscriber Line

Direct To Home

Enterprise & Business Service

Edutainment

Education and Entertainment

EGM

EIG

Executive General Manager

Europe-India Gateway

EMSHUB

Employee Shuttle Bus

ERM

ESG

ESOP

ESS

EVP

EWR

EY

F&B

FHCI

Enterprise Risk Management

Environmental, Social, and 
Governance

Employee Stock Ownership Program

Employee Suggestion System

Employee Volunteer Program

Early Warning Report

Ernst & Young

Food and Beverage

Forum Human Capital Indonesia

FRAMES

Fraud Management System

FSA

Gbps

GCG

GCT

GHz

GRI

GRO

GSD

GSM

HKI

Future State Architecture

Gigabyte per second

Good Corporate Governance

Group Corporate Transformation

Gigahertz

Global Reporting Initiative

Graha Sarana Duta

Global System for Mobile Communi-
cation

Hak Kekayaan Intelektual

HAKORDIA

Hari Anti Korupsi Dunia 

HAM

HCGA

HCM

HD

HDC

HIS

Hak Asasi Manusia

Human Capital and General Affairs

Human Capital Management

High Definition

HyperScale Data Center

High Speed Internet

304

Government Relationship Officer

JaKaLaDeMa

Human Research

Human Resource

High Throughput Satellite 

Internal Audit

Ikatan Akuntan Indonesia

International Accounting Standards

Internal Control Over Financial Re-
porting

Information and Communications 
Technology

Indonesian Digital Network

Indonesian Financial Accounting 
Standards

International Financial Reporting 
Standard

Indonesia Global Gateway

Institute of Internal Auditor

Indonesian Institute for Corporate 
Directorship

Integrated Management System

Internet of Things

International Private Leased Circuit

Initial Public Offering

Indonesia Telecommunication and 
Digital Research Institute 

Interpretasi Standar Akuntansi 
Keuangan

International Organization for Stan-
dardization

Internet Service Provider

Information Technology

Jawa Kalimantan Sulawesi Denpasar 
Mataram

Juncto

Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Komite Audit

Kantor Akuntan Publik

Komite Etika dan Kepatuhan & 
Disiplin

Komite Evaluasi dan Monitoring 
Perencanaan dan Risiko

Keuangan

Komunitas Provokasi Aktivasi

Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMKata Kunci

Deskripsi

Kata Kunci

Deskripsi

Kementerian Lembaga Organisasi 
dan Perusahaan

Kontrak Manajemen

Komite Nominasi dan Remunerasi

Key Performance Indicator

OTT

OVP

PaDi

PANDI

Over The Top

Operational Vice President

Pasar Digital

Pengelola Nama Domain Internet 
Indonesia

Komisi Pemberantasan Korupsi

PATARA

Papua Utara

KLOP

KM

KNR

KPI

KPK

KPKU

KPPU

kWh

LED

LFH

LSE

LSP

LTI

Kriteria Penilaian Kinerja Unggul

Komisi Pengawasan Persaingan 
Usaha

KiloWatt Hour

Light Emitting Diode

Learn From Home

London Stock Exchange

Lembaga Sertifikasi Profesi

Long Term Incentive

LUMORI

Luwuk-Morowali-Kendari

M&A

MDI

MDM

MNO

MSOP

MTN

MTTI

MTTR

MVNO

MyTDS

NAP

NIB

NITS

NJOP

NKRI

NPS

NPWP

NSP

NYSE

OECD

OFI

OJK

OLO

Merger & Acquisition

Metra Digital Investama

Metra Digital Media

Mobile Network Operator

Management Stock Ownership 
Program

Medium Term Notes

Mean Time To Install

Mean Time To Repair

Mobile Virtual Network Operator

My Telkom Digital Solution 

Network Access Point

Nomor Induk Berusaha

Network IT & Solution 

Nilai Jual Objek Pajak 

Negara Kesatuan Republik Indonesia

Net Promotor Score

Nomor Pokok Wajib Pajak

Nada Sambung Pribadi

New York Stock Exchange

Organization for Economic Co-oper-
ation and Development

Opportunity for Improvement

Otoritas Jasa Keuangan

Other Licensed Operator

PAYU

PDA

PDAM

PDB

Pay As You Use

Program Digital Amoeba

Perusahaan Daerah Air Minum

Produk Domestik Bruto

PEFINDO

PT Pemeringkat Efek Indonesia

Perda

PHK

Pilkada

PK

PKB

PKBL

PN

POJK

PoP

POTS

PPB

PR

PPIP

PPMP

PSAK

PSBB

PSTE

PSTN

PUE

QMS

QoS 

RIN

RJPP

RKAP

ROA

ROE

Peraturan Daerah

Pemutusan Hubungan Kerja

Pemilihan Kepala Daerah 

Program Kemitraan

Perjanjian Kerja Bersama

Program Kemitraan dan Bina 
Lingkungan

Perusahaan Negara

Peraturan Otoritas Jasa Keuangan

Point of Presence

Plain Old Telephone Service

Program Perekrutan Bersama 

Public Relation

Program Pensiun Iuran Pasti

Program Pensiun Manfaat Pasti

Pernyataan Standar Akuntansi 
Keuangan

Pembatasan Sosial Berskala Besar

Penyelenggaraan Sistem dan 
Transaksi Elektronik 

Public Switched Telephone Network 
atau  jaringan telepon tetap

Power Usage Effectiveness

Quality Management System

Quality of Service

Rembug Integritas Nasional

Rencana Jangka Panjang Perusahaan

Rencana Kerja Anggaran dan 
Pendapatan

Return on Asset

Return on Equity

305

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANKata Kunci

Deskripsi

Kata Kunci

Deskripsi

RPP

RUPS

RUPST

SaaS

SAK

SAS

SASB

SD

SDG

SDM

Rancangan Peraturan Pemerintah

Rapat Umum Pemegang Saham

Rapat Umum Pemegang Saham 
Tahunan

Software as a Service 

Standar Akuntansi Keuangan

Security and Safety

Sustainability Accounting Standards 
Board

Standard Definition

Sustainable Development Goals

Sumber Daya Manusia

SEA-ME-WE 4

South East Asia-Middle East-Western 
Europe 4

SEA-ME-WE 5

South East Asia-Middle East-Western 
Europe 5

SEA-US

SEC

SEKAR

SEM

SEOJK

SFH

SGM

SIUP

SJC

SKKL

SLA

SLG

SLI

SMAP

SME

SMILE

SMK

SMK3/OHSAS

South East Asia-United States

Securities and Exchange Commission

Serikat Karyawan

Structural Equation Modeling

Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan

School From Home

Senior General Manager

Surat Izin Usaha Perdagangan

South East Asia-Japan 

Sistem Komunikasi Kabel Laut

Service Level Agreement 

Service Level Guarantee

Sambungan Langsung Internasional

Sistem Manajemen Anti Penyuapan

Small Medium Enterprise

Supply Management and Logistic 
Enhancement

Sekolah Menengah Kejuruan

Sistem Manajemen Keselamatan dan 
Kesehatan Kerja atau Occupational 
Health and Safety Assessment 
System

SMPCS

Sulawesi-Maluku-Papua Cable System

SOP

SOR

Standard Operating Procedures

Safety Observation Round

SOX

SP

SPBU

SPI

SPKN

SSO

STO

TAM

TDP

THR

TIOC

TIQA

TIS

TJSL

TKDN

TLK

TLKM

TNA

UKM

UMKM

UMP

USO

UU

VAR

VOD

VOD

VoIP

VP

VPN

WBS

WFH

WHO

WIB

WINS

WPO

Sarbanes Oxley Act

Strategic Portfolio

Stasiun Pengisian Bahan Bakar 
Umum

Sistem Pengendalian Internal

Standar Pemeriksaan Keuangan 
Negara

Shared Service Operation

Sentral Telepon Otomat

Tele Account Management 

Tanda Daftar Perusahaan

Tunjangan Hari Raya

Telkom Integrated Operation Center

Telkom Integrated Quality Assurance

Thailand-Indonesia-Singapore 

Tanggung Jawab Sosial

Tingkat Komponen Dalam Negeri

Kode Saham Telkom di New York 
Stock Exchange

Kode Saham Telkom di Bursa Efek 
Indonesia

Training Need Analysis 

Usaha Kecil Menengah

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah

Upah Minimum Provinsi

Universal Service Obligation

Undang-Undang

Value Added Reseller

Video on Demand

Voice Over Data

Voice over Internet Protocol

Vice President

Virtual Private Network

Whistleblowing System

Work From Home

World Health Organization

Wholesale and International Business

Wholesale and International Service

Whistleblower Protection Officer

306

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMLAMPIRAN 3:
REFERENSI SILANG SURAT EDARAN OJK  
No. 30/SEOJK.04/2016

I

1.

2.

3.

II

1.

a.

b.

2.

a.

KRITERIA

PENJELASAN

HALAMAN

BENTUK LAPORAN TAHUNAN

Laporan Tahunan disajikan dalam bentuk dokumen cetak dan salinan dokumen elektronik.

Laporan Tahunan disajikan dalam bentuk dokumen cetak, dicetak pada kertas yang berwarna 
terang, berkualitas baik, berukuran A4, dijilid, dan dapat diperbanyak dengan kualitas yang baik.

Laporan Tahunan yang disajikan dalam bentuk salinan dokumen elektronik merupakan Laporan 
Tahunan yang dikonversi dalam format pdf.

ISI LAPORAN TAHUNAN

Ketentuan Umum

Laporan 
Tahunan paling 
sedikit memuat 
informasi 
mengenai:

1)

2)

3)

4)

5)

6)

7)

8)

9)

ikhtisar data keuangan penting;

informasi saham (jika ada);

laporan Dewan Komisaris;

laporan Direksi;

profil Emiten atau Perusahaan Publik;

analisis dan pembahasan manajemen;

tata kelola Emiten atau Perusahaan Publik;

14-17

18-20

24-27

30-37

8-9

98-155

156-249

tanggung jawab sosial dan lingkungan Emiten atau Perusahaan Publik;

250-287

laporan keuangan tahunan yang telah diaudit; dan

10)

surat  pernyataan  anggota  Direksi  dan  anggota  Dewan  Komisaris 
tentang tanggung jawab atas Laporan Tahunan.

Laporan Tahunan dapat menyajikan informasi berupa gambar, grafik, tabel, dan/atau diagram 
dengan  mencantumkan  judul  dan/atau  keterangan  yang  jelas,  sehingga  mudah  dibaca  dan 
dipahami.

Uraian isi Laporan Tahunan

Ikhtisar Data 
Keuangan 
Penting

Ikhtisar Data Keuangan Penting memuat informasi keuangan yang disajikan 
dalam bentuk perbandingan selama 3 (tiga) tahun buku atau sejak memulai 
usahanya jika Emiten atau Perusahaan Publik tersebut menjalankan kegiatan 
usahanya kurang dari 3 (tiga) tahun, paling sedikit memuat:

334

40-41

√

1)

2)

3)

4)

5)

6)

7)

8)

9)

pendapatan/penjualan;

laba bruto;

laba (rugi);

jumlah  laba  (rugi)  yang  dapat  diatribusikan  kepada  pemilik  entitas 
induk dan kepentingan non pengendali;

14-17

total laba (rugi) komprehensif;

jumlah  laba  (rugi)  komprehensif  yang  dapat  diatribusikan  kepada 
pemilik entitas induk dan kepentingan non pengendali;

laba (rugi) per saham;

jumlah aset;

jumlah liabilitas;

307

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANKRITERIA

PENJELASAN

HALAMAN

10)

jumlah ekuitas;

11)

12)

13)

14)

15)

16)

17)

rasio laba (rugi) terhadap jumlah aset;

rasio laba (rugi) terhadap ekuitas;

rasio laba (rugi) terhadap pendapatan/penjualan;

rasio lancar;

rasio liabilitas terhadap ekuitas;

rasio liabilitas terhadap jumlah aset; dan

informasi  dan  rasio  keuangan  lainnya  yang  relevan  dengan  Emiten 
atau Perusahaan Publik dan jenis industrinya.

b.

Informasi Saham Informasi saham (jika ada) paling sedikit memuat:

1)

saham  yang  telah  diterbitkan  untuk  setiap  masa  triwulan  (jika  ada) 
yang disajikan dalam bentuk perbandingan selama 2 (dua) tahun buku 
terakhir, paling sedikit meliputi:

a)

b)

c)

jumlah saham yang beredar;

kapitalisasi  pasar  berdasarkan  harga  pada  Bursa  Efek  tempat 
saham dicatatkan;

harga  saham  tertinggi,  terendah,  dan  penutupan  berdasarkan 
harga pada Bursa Efek tempat saham dicatatkan; dan

d)

volume perdagangan pada Bursa Efek tempat saham dicatatkan;

2)

dalam  hal  terjadi  aksi  korporasi,  seperti  pemecahan  saham  (stock 
split),  penggabungan  saham  (reverse  stock),  dividen  saham, 
saham  bonus,  dan  perubahan  nilai  nominal  saham,  informasi  saham 
sebagaimana dimaksud pada angka 1) ditambahkan penjelasan paling 
sedikit mengenai:

a)

b)

c)

d)

tanggal pelaksanaan aksi korporasi;

rasio  pemecahan  saham  (stock  split),  penggabungan  saham 
(reverse  stock),  dividen  saham,  saham  bonus,  dan  perubahan 
nilai nominal saham;

jumlah saham beredar sebelum dan sesudah aksi korporasi; dan

harga saham sebelum dan sesudah aksi korporasi;

14-17

18-19

20

3)

4)

dalam  hal  terjadi  penghentian  sementara  perdagangan  saham 
(suspension),  dan/atau  penghapusan  pencatatan  saham  (delisting) 
dalam tahun buku, Emiten atau Perusahaan Publik menjelaskan alasan 
penghentian  sementara  perdagangan  saham  (suspension)  dan/atau 
penghapusan pencatatan saham (delisting) tersebut; dan

Tidak ada 
suspension/
delisting

dalam hal penghentian sementara perdagangan saham (suspension) 
dan/atau  penghapusan  pencatatan  saham  (delisting)  sebagaimana 
dimaksud  pada  angka  3)  masih  berlangsung  hingga  akhir  periode 
Laporan  Tahunan,  Emiten  atau  Perusahaan  Publik  menjelaskan 
tindakan yang dilakukan untuk menyelesaikan penghentian sementara 
perdagangan saham (suspension) dan/atau penghapusan pencatatan 
saham (delisting) tersebut.

Tidak ada 
suspension/
delisting

308

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMKRITERIA

PENJELASAN

HALAMAN

c.

Laporan Direksi

Laporan Direksi paling sedikit memuat:

d.

Laporan  Dewan 
Komisaris

e.

Profil 
Emiten 
atau  Perusahaan 
Publik

1)

uraian singkat mengenai kinerja Emiten atau Perusahaan Publik, paling 
sedikit meliputi:

a)

b)

strategi dan kebijakan strategis Emiten atau Perusahaan Publik;

perbandingan  antara  hasil  yang  dicapai  dengan  yang 
ditargetkan; dan

30-37

c)

kendala yang dihadapi Emiten atau Perusahaan Publik;

2)

3)

4)

gambaran tentang prospek usaha;

penerapan tata kelola Emiten atau Perusahaan Publik; dan

perubahan komposisi anggota Direksi dan alasan perubahannya (jika 
ada).

Laporan Dewan Komisaris paling sedikit memuat:

1)

2)

3)

4)

5)

penilaian terhadap kinerja Direksi mengenai pengelolaan Emiten atau 
Perusahaan Publik;

pengawasan terhadap implementasi strategi Emiten atau Perusahaan 
Publik;

pandangan atas prospek usaha Emiten atau Perusahaan Publik yang 
disusun oleh Direksi;

24-27

pandangan atas penerapan tata kelola Emiten atau Perusahaan Publik;

perubahan  komposisi  anggota  Dewan  Komisaris  dan  alasan 
perubahannya (jika ada); dan

6)

frekuensi dan cara pemberian nasihat kepada anggota Direksi.

Profil Emiten atau Perusahaan Publik paling sedikit memuat:

1)

2)

3)

4)

5)

6)

nama  Emiten  atau  Perusahaan  Publik  termasuk  apabila  terdapat 
perubahan  nama,  alasan  perubahan,  dan  tanggal  efektif  perubahan 
nama pada tahun buku;

akses  terhadap  Emiten  atau  Perusahaan  Publik  termasuk  kantor 
cabang  atau  kantor  perwakilan  yang  memungkinkan  masyarakat 
dapat  memperoleh  informasi  mengenai  Emiten  atau  Perusahaan 
Publik, meliputi:

a)

b)

c)

d)

e)

alamat;

nomor telepon;

nomor faksimile;

alamat surat elektronik; dan

alamat Situs Web;

riwayat singkat Emiten atau Perusahaan Publik;

visi dan misi Emiten atau Perusahaan Publik;

kegiatan usaha menurut anggaran dasar terakhir, kegiatan usaha yang 
dijalankan  pada  tahun  buku,  serta  jenis  barang  dan/atau  jasa  yang 
dihasilkan;

struktur  organisasi  Emiten  atau  Perusahaan  Publik  dalam  bentuk 
bagan, paling sedikit sampai dengan struktur 1 (satu) tingkat di bawah 
Direksi, disertai dengan nama dan jabatan;

8

8

46-47

44-45

48-49

56-57

309

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANKRITERIA

PENJELASAN

HALAMAN

7)

profil Direksi, paling sedikit memuat:

a)

b)

c)

d)

e)

f)

g)

h)

nama  dan  jabatan  yang  sesuai  dengan  tugas  dan  tanggung 
jawab;

foto terbaru;

usia;

kewarganegaraan;

riwayat pendidikan;

riwayat jabatan, meliputi informasi:

1.

2.

3.

dasar  hukum  penunjukan  sebagai  anggota  Direksi  pada 
Emiten atau Perusahaan Publik yang bersangkutan;

68-77

rangkap  jabatan,  baik  sebagai  anggota  Direksi,  anggota 
Dewan Komisaris, dan/atau anggota komite serta jabatan 
lainnya (jika ada); dan

pengalaman kerja beserta periode waktunya baik di dalam 
maupun di luar Emiten atau Perusahaan Publik;

pendidikan dan/atau pelatihan yang telah diikuti anggota Direksi 
dalam meningkatkan kompetensi dalam tahun buku (jika ada); dan

hubungan  afiliasi  dengan  anggota  Direksi  lainnya,  anggota 
Dewan  Komisaris,  dan  pemegang  saham  utama  (jika  ada) 
meliputi nama pihak yang terafiliasi;

8)

profil Dewan Komisaris, paling sedikit memuat:

a)

b)

c)

d)

e)

f)

g)

h)

i)

j)

nama;

foto terbaru;

usia;

kewarganegaraan;

riwayat pendidikan;

riwayat jabatan, meliputi informasi:

1.

2.

3.

4.

dasar  hukum  penunjukan  sebagai  anggota  Dewan 
Komisaris  yang  bukan  merupakan  Komisaris  Independen 
pada Emiten atau Perusahaan Publik yang bersangkutan;

dasar  hukum  penunjukan  pertama  kali  sebagai  anggota 
Dewan Komisaris yang merupakan Komisaris Independen 
pada Emiten atau Perusahaan Publik yang bersangkutan;

rangkap jabatan, baik sebagai anggota Dewan Komisaris, 
anggota  Direksi,  dan/atau  anggota  komite  serta  jabatan 
lainnya (jika ada); dan

58-67

pengalaman kerja beserta periode waktunya baik di dalam 
maupun di luar Emiten atau Perusahaan Publik;

pendidikan  dan/atau  pelatihan  yang  telah  diikuti  anggota 
Dewan Komisaris dalam meningkatkan kompetensi dalam tahun 
buku (jika ada);

hubungan Afiliasi dengan anggota Dewan Komisaris lainnya dan 
pemegang  saham  utama  (jika  ada)  meliputi  nama  pihak  yang 
terafiliasi; dan

pernyataan  independensi  Komisaris  Independen  dalam  hal 
Komisaris Independen telah menjabat lebih dari 2 (dua) periode 
(jika ada); dan

pendidikan  dan/atau  pelatihan  yang  telah  diikuti  anggota 
Dewan Komisaris dalam meningkatkan kompetensi dalam tahun 
buku (jika ada);

310

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMKRITERIA

PENJELASAN

HALAMAN

9)

10)

11)

dalam  hal  terdapat  perubahan  susunan  anggota  Direksi  dan/atau 
anggota  Dewan  Komisaris  yang  terjadi  setelah  tahun  buku  berakhir 
sampai dengan batas waktu penyampaian Laporan Tahunan, susunan 
yang  dicantumkan  dalam  Laporan  Tahunan  adalah  susunan  anggota 
Direksi  dan/atau  anggota  Dewan  Komisaris  yang  terakhir  dan 
sebelumnya;

58-77

jumlah  karyawan  dan  deskripsi  sebaran  tingkat  pendidikan  dan  usia 
karyawan dalam tahun buku;

78-82

nama pemegang saham dan persentase kepemilikan pada akhir tahun 
buku, yang terdiri dari:

a)

b)

c)

pemegang  saham  yang  memiliki  5%  (lima  persen)  atau  lebih 
saham Emiten atau Perusahaan Publik;

anggota  Direksi  dan  anggota  Dewan  Komisaris  yang  memiliki 
saham Emiten atau Perusahaan Publik; dan

83-85

kelompok  pemegang  saham  masyarakat,  yaitu  kelompok 
pemegang saham yang masing-masing memiliki kurang dari 5% 
(lima persen) saham Emiten atau Perusahaan Publik;

12)

jumlah pemegang saham dan persentase kepemilikan per akhir tahun 
buku berdasarkan klasifikasi:

13)

14)

15)

16)

17)

18)

19)

a)

b)

c)

d)

kepemilikan institusi lokal;

kepemilikan institusi asing;

kepemilikan individu lokal; dan

kepemilikan individu asing;

informasi mengenai pemegang saham utama dan pengendali Emiten 
atau  Perusahaan  Publik,  baik  langsung  maupun  tidak  langsung, 
sampai kepada pemilik individu, yang disajikan dalam bentuk skema 
atau bagan;

nama entitas anak, perusahaan asosiasi, perusahaan ventura bersama 
dimana  Emiten  atau  Perusahaan  Publik  memiliki  pengendalian 
bersama  entitas,  beserta  persentase  kepemilikan  saham,  bidang 
usaha,  total  aset,  dan  status  operasi  Emiten  atau  Perusahaan  Publik 
tersebut (jika ada);

Untuk  entitas  anak,  ditambahkan  informasi  mengenai  alamat  entitas 
anak tersebut;

kronologi pencatatan saham, jumlah saham, nilai nominal, dan harga 
penawaran dari awal pencatatan hingga akhir tahun buku serta nama 
Bursa Efek dimana saham Emiten atau Perusahaan Publik dicatatkan 
(jika ada);

kronologi pencatatan Efek lainnya selain Efek sebagaimana dimaksud 
pada  angka  15),  yang  paling  sedikit  memuat  nama  Efek,  tahun 
penerbitan, tanggal jatuh tempo, nilai penawaran, dan peringkat Efek 
(jika ada);

84

83

86-91

92-93

94-95

nama dan alamat lembaga dan/atau profesi penunjang pasar modal;

96-97

dalam hal terdapat profesi penunjang pasar modal yang memberikan 
jasa  secara  berkala  kepada  Emiten  atau  Perusahaan  Publik, 
diungkapkan  informasi  mengenai  jasa  yang  diberikan,  komisi  (fee), 
dan periode penugasan; dan

penghargaan  dan/atau  sertifikasi  yang  diterima  Emiten  atau 
Perusahaan Publik baik yang berskala nasional maupun internasional 
dalam tahun buku terakhir (jika ada), yang memuat:

a)

b)

c)

nama penghargaan dan/atau sertifikasi;

badan atau lembaga yang memberikan; dan

masa berlaku penghargaan dan/atau sertifikasi (jika ada).

96-97

50-55

311

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANPENJELASAN

HALAMAN

Analisis  dan  pembahasan  manajemen  memuat  analisis  dan  pembahasan 
mengenai 
lainnya  dengan 
penekanan pada perubahan material yang terjadi dalam tahun buku, yaitu 
paling sedikit memuat:

laporan  keuangan  dan 

informasi  penting 

1)

tinjauan  operasi  per  segmen  operasi  sesuai  dengan  jenis  industri 
Emiten atau Perusahaan Publik, paling sedikit mengenai:

a)

b)

c)

produksi, yang meliputi proses, kapasitas, dan perkembangannya;

103-119

pendapatan/penjualan; dan

profitabilitas;

2)

kinerja keuangan komprehensif yang mencakup perbandingan kinerja 
keuangan  dalam  2  (dua)  tahun  buku  terakhir,  penjelasan  tentang 
penyebab adanya perubahan dan dampak perubahan tersebut, paling 
sedikit mengenai:

a)

b)

c)

d)

aset lancar, aset tidak lancar, dan total aset;

liabilitas  jangka  pendek,  liabilitas  jangka  panjang,  dan  total 
liabilitas;

129-140

ekuitas;

pendapatan/penjualan,  beban, 
komprehensif lain, dan total laba (rugi) komprehensif; dan

(rugi),  penghasilan 

laba 

e)

arus kas;

3)

4)

5)

6)

kemampuan  membayar  utang  dengan  menyajikan  perhitungan  rasio 
yang relevan;

tingkat kolektibilitas piutang Emiten atau Perusahaan Publik dengan 
menyajikan perhitungan rasio yang relevan;

struktur  modal  (capital  structure)  dan  kebijakan  manajemen  atas 
struktur  modal  (capital  structure)  tersebut  disertai  dasar  penentuan 
kebijakan dimaksud;

bahasan mengenai ikatan yang material untuk investasi barang modal 
dengan penjelasan paling sedikit meliputi:

141

145

142

a)

b)

c)

d)

tujuan dari ikatan tersebut;

sumber dana yang diharapkan untuk memenuhi ikatan tersebut;

144

mata uang yang menjadi denominasi; dan

langkah  yang  direncanakan  Emiten  atau  Perusahaan  Publik 
untuk melindungi risiko dari posisi mata uang asing yang terkait;

7)

bahasan mengenai investasi barang modal yang direalisasikan dalam 
tahun buku terakhir, paling sedikit meliputi:

a)

b)

c)

jenis investasi barang modal;

tujuan investasi barang modal; dan

nilai investasi barang modal yang dikeluarkan;

informasi  dan  fakta  material  yang  terjadi  setelah  tanggal  laporan 
akuntan (jika ada);

143

146

prospek usaha dari Emiten atau Perusahaan Publik dikaitkan dengan 
kondisi industri, ekonomi secara umum dan pasar internasional disertai 
data pendukung kuantitatif dari sumber data yang layak dipercaya;

147-149

8)

9)

10) perbandingan  antara  target/proyeksi  pada  awal  tahun  buku  dengan 

hasil yang dicapai (realisasi), mengenai:

a)

b)

c)

d)

pendapatan/penjualan;

laba (rugi);

struktur modal (capital structure); atau

150

hal lainnya yang dianggap penting bagi Emiten atau Perusahaan 
Publik;

KRITERIA

f.

Analisis dan 
Pembahasan 
Manajemen

312

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMKRITERIA

PENJELASAN

HALAMAN

11)

target/proyeksi  yang  ingin  dicapai  Emiten  atau  Perusahaan  Publik 
untuk 1 (satu) tahun mendatang, mengenai:

a)

b)

c)

d)

e)

pendapatan/penjualan;

laba (rugi);

struktur modal (capital structure);

kebijakan dividen; atau

hal lainnya yang dianggap penting bagi Emiten atau Perusahaan 
Publik;

150

12)

13)

aspek pemasaran atas barang dan/atau jasa Emiten atau Perusahaan 
Publik, paling sedikit mengenai strategi pemasaran dan pangsa pasar;

120-128

uraian mengenai dividen selama 2 (dua) tahun buku terakhir (jika ada), 
paling sedikit:

a)

b)

c)

d)

kebijakan dividen;

tanggal  pembayaran  dividen  kas  dan/atau  tanggal  distribusi 
dividen non kas;

151

jumlah dividen per saham (kas dan/atau non kas); dan

jumlah dividen per tahun yang dibayar;

14)

realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum, dengan ketentuan:

a)

b)

dalam  hal  selama  tahun  buku,  Emiten  memiliki  kewajiban 
laporan  realisasi  penggunaan  dana,  maka 
menyampaikan 
diungkapkan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum 
secara kumulatif sampai dengan akhir tahun buku; dan

151

dalam hal terdapat perubahan penggunaan dana sebagaimana 
diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan tentang Laporan 
Realisasi  Penggunaan  Dana  Hasil  Penawaran  Umum,  maka 
Emiten menjelaskan perubahan tersebut;

15)

informasi material (jika ada), antara lain mengenai investasi, ekspansi, 
divestasi,  penggabungan/peleburan  usaha,  akuisisi,  restrukturisasi 
utang/modal,  transaksi  Afiliasi,  dan  transaksi  yang  mengandung 
benturan  kepentingan,  yang  terjadi  pada  tahun  buku,  antara  lain 
memuat:

a)

b)

c)

d)

e)

tanggal, nilai, dan objek transaksi;

nama pihak yang melakukan transaksi;

sifat hubungan Afiliasi (jika ada);

penjelasan mengenai kewajaran transaksi; dan

pemenuhan ketentuan terkait;

16)

17)

ketentuan  peraturan  perundang-undangan 

yang 
perubahan 
berpengaruh signifikan terhadap Emiten atau Perusahaan Publik dan 
dampaknya terhadap laporan keuangan (jika ada); dan

perubahan  kebijakan  akuntansi,  alasan  dan  dampaknya  terhadap 
laporan keuangan (jika ada).

152

153

154

313

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANg.

KRITERIA

Tata kelola 
Emiten atau 
Perusahaan 
Publik

PENJELASAN

HALAMAN

Tata  kelola  Emiten  atau  Perusahaan  Publik  paling  sedikit  memuat  uraian 
singkat mengenai:

1)

Direksi, mencakup antara lain:

a)

b)

c)

d)

e)

tugas dan tanggung jawab masing-masing anggota Direksi;

pernyataan  bahwa  Direksi  memiliki  pedoman  atau  piagam 
(charter) Direksi;

prosedur,  dasar  penetapan,  struktur,  dan  besarnya  remunerasi 
masing-masing  anggota  Direksi,  serta  hubungan  antara 
remunerasi dengan kinerja Emiten atau Perusahaan Publik;

kebijakan  dan  pelaksanaan  tentang  frekuensi  rapat  Direksi, 
termasuk rapat bersama Dewan Komisaris, dan tingkat kehadiran 
anggota Direksi dalam rapat tersebut;

informasi mengenai keputusan RUPS 1 (satu) tahun sebelumnya, 
meliputi:

1.

2.

keputusan RUPS yang direalisasikan pada tahun buku; dan

alasan  dalam  hal  terdapat  keputusan  yang  belum 
direalisasikan;

f)

informasi mengenai keputusan RUPS pada tahun buku, meliputi:

1.

2.

keputusan RUPS yang direalisasikan pada tahun buku; dan

alasan  dalam  hal  terdapat  keputusan  yang  belum 
direalisasikan; dan

g)

penilaian terhadap kinerja komite yang mendukung pelaksanaan 
tugas Direksi;

2)

Dewan Komisaris, mencakup antara lain:

a)

b)

c)

d)

e)

f)

g)

tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris;

pernyataan  bahwa  Dewan  Komisaris  memiliki  pedoman  atau 
piagam (charter) Dewan Komisaris;

prosedur,  dasar  penetapan,  struktur,  dan  besarnya  remunerasi 
masing-masing anggota Dewan Komisaris;

kebijakan  dan  pelaksanaan  tentang  frekuensi  rapat  Dewan 
Komisaris,  termasuk  rapat  bersama  Direksi,  dan  tingkat 
kehadiran anggota Dewan Komisaris dalam rapat tersebut;

kebijakan  Emiten  atau  Perusahaan  Publik  tentang  penilaian 
terhadap kinerja anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris 
dan pelaksanaannya, paling sedikit meliputi:

1.

2.

3.

prosedur pelaksanaan penilaian kinerja;

kriteria yang digunakan; dan

pihak yang melakukan penilaian;

penilaian terhadap kinerja komite yang mendukung pelaksanaan 
tugas Dewan Komisaris; dan

dalam hal Dewan Komisaris tidak membentuk Komite Nominasi 
dan Remunerasi, dimuat informasi paling sedikit mengenai:

1.

2.

alasan tidak dibentuknya komite; dan

prosedur nominasi dan remunerasi yang dilakukan dalam 
tahun buku;

166-175,
208-221

176-191

314

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMKRITERIA

PENJELASAN

HALAMAN

3)

Dewan Pengawas Syariah, bagi Emiten atau Perusahaan Publik yang 
menjalankan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah sebagaimana 
tertuang dalam anggaran dasar, paling sedikit memuat:

a)

b)

c)

nama;

tugas dan tanggung jawab Dewan Pengawas Syariah; dan

frekuensi  dan  cara  pemberian  nasihat  dan  saran  serta 
pengawasan  pemenuhan  Prinsip  Syariah  di  Pasar  Modal 
terhadap Emiten atau Perusahaan Publik;

Tidak 
relevan

4)

Komite Audit, mencakup antara lain:

a)

b)

c)

d)

e)

f)

g)

h)

i)

j)

nama dan jabatannya dalam keanggotaan komite;

usia;

kewarganegaraan;

riwayat pendidikan;

riwayat jabatan, meliputi informasi:

1.

2.

3.

dasar hukum penunjukan sebagai anggota komite;

rangkap jabatan, baik sebagai anggota Dewan Komisaris, 
anggota  Direksi,  dan/atau  anggota  komite  serta  jabatan 
lainnya (jika ada); dan

pengalaman kerja beserta periode waktunya baik di dalam 
maupun di luar Emiten atau Perusahaan Publik;

192-198

periode dan masa jabatan anggota Komite Audit;

pernyataan independensi Komite Audit;

kebijakan  dan  pelaksanaan  tentang  frekuensi  rapat  Komite 
Audit dan tingkat kehadiran anggota Komite Audit dalam rapat 
tersebut;

pendidikan  dan/atau  pelatihan  yang  telah  diikuti  dalam  tahun 
buku (jika ada); dan

pelaksanaan  kegiatan  Komite  Audit  pada  tahun  buku  sesuai 
dengan yang dicantumkan dalam pedoman atau piagam (char-
ter) Komite Audit;

5)

komite lain yang dimiliki Emiten atau Perusahaan Publik dalam rangka 
mendukung  fungsi  dan  tugas  Direksi  dan/atau  Dewan  Komisaris, 
seperti Komite Nominasi dan Remunerasi, mencakup antara lain:

a)

b)

c)

d)

e)

nama dan jabatannya dalam keanggotaan komite;

usia;

kewarganegaraan;

riwayat pendidikan;

riwayat jabatan, meliputi informasi:

1.

2.

3.

dasar hukum penunjukan sebagai anggota komite;

rangkap jabatan, baik sebagai anggota Dewan Komisaris, 
anggota  Direksi,  dan/atau  anggota  komite  serta  jabatan 
lainnya (jika ada); dan

pengalaman kerja beserta periode waktunya baik di dalam 
maupun di luar Emiten atau Perusahaan Publik;

199-207

315

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANKRITERIA

PENJELASAN

HALAMAN

f)

g)

h)

i)

j)

k)

periode dan masa jabatan anggota komite;

uraian tugas dan tanggung jawab;

pernyataan  bahwa  telah  memiliki  pedoman  atau  piagam 
(charter) komite;

pernyataan independensi komite;

199-207

kebijakan dan pelaksanaan tentang frekuensi rapat komite dan 
tingkat kehadiran anggota komite dalam rapat tersebut;

pendidikan  dan/atau  pelatihan  yang  telah  diikuti  dalam  tahun 
buku (jika ada); dan

l)

uraian singkat pelaksanaan kegiatan komite pada tahun buku;

6)

Sekretaris Perusahaan, mencakup antara lain:

a)

b)

c)

d)

e)

f)

nama;

domisili;

riwayat jabatan, meliputi informasi:

1.

2.

dasar  hukum  penunjukan  sebagai  Sekretaris  Perusahaan; 
dan

pengalaman kerja beserta periode waktunya baik di dalam 
maupun di luar Emiten atau Perusahaan Publik;

222-225

riwayat pendidikan;

pendidikan  dan/atau  pelatihan  yang  diikuti  dalam  tahun  buku; 
dan

uraian  singkat  pelaksanaan  tugas  Sekretaris  Perusahaan  pada 
tahun buku;

7)

Unit Audit Internal, mencakup antara lain:

a)

b)

c)

d)

e)

f)

g)

h)

nama kepala Unit Audit Internal;

riwayat jabatan, meliputi informasi:

1.

2.

dasar hukum penunjukan sebagai kepala Unit Audit Inter-
nal; dan

pengalaman kerja beserta periode waktunya baik di dalam 
maupun di luar Emiten atau Perusahaan Publik;

kualifikasi  atau  sertifikasi  sebagai  profesi  audit  internal  (jika 
ada);

226-229

pendidikan dan/atau pelatihan yang diikuti dalam tahun buku;

struktur dan kedudukan Unit Audit Internal;

uraian tugas dan tanggung jawab;

pernyataan  bahwa  telah  memiliki  pedoman  atau  piagam 
(charter) Unit Audit Internal; dan

uraian singkat pelaksanaan tugas Unit Audit Internal pada tahun 
buku;

8)

uraian  mengenai  sistem  pengendalian  internal  (internal  control) 
yang  diterapkan  oleh  Emiten  atau  Perusahaan  Publik,  paling  sedikit 
mengenai:

a)

pengendalian  keuangan  dan  operational,  serta  kepatuhan 
terhadap peraturan perundang-undangan lainnya; dan

230-231

b)

tinjauan atas efektivitas sistem pengendalian internal;

316

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMKRITERIA

PENJELASAN

HALAMAN

9)

sistem manajemen risiko yang diterapkan oleh Emiten atau Perusahaan 
Publik, paling sedikit mengenai:

a)

b)

c)

gambaran  umum  mengenai  sistem  manajemen  risiko  Emiten 
atau Perusahaan Publik;

232-238

jenis risiko dan cara pengelolaannya; dan

tinjauan  atas  efektivitas  sistem  manajemen  risiko  Emiten  atau 
Perusahaan Publik;

10) perkara  penting  yang  dihadapi  oleh  Emiten  atau  Perusahaan  Publik, 
entitas anak, anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris (jika ada), 
antara lain meliputi:

a)

b)

c)

pokok perkara/gugatan;

status penyelesaian perkara/gugatan; dan

pengaruhnya terhadap kondisi Emiten atau Perusahaan Publik;

11)

informasi tentang sanksi administratif yang dikenakan kepada Emiten 
atau  Perusahaan  Publik,  anggota  Dewan  Komisaris  dan  Direksi,  oleh 
otoritas pasar modal dan otoritas lainnya pada tahun buku (jika ada);

12)

informasi mengenai kode etik Emiten atau Perusahaan Publik meliputi:

243

244

a)

b)

c)

pokok-pokok kode etik;

bentuk sosialisasi kode etik dan upaya penegakannya; dan

246-247

pernyataan  bahwa  kode  etik  berlaku  bagi  anggota  Direksi, 
anggota  Dewan  Komisaris,  dan  karyawan  Emiten  atau 
Perusahaan Publik;

13)

14)

informasi mengenai budaya perusahaan (corporate culture) atau nilai-
nilai perusahaan (jika ada);

248-249

uraian mengenai program kepemilikan saham oleh karyawan dan/atau 
manajemen  yang  dilaksanakan  Emiten  atau  Perusahaan  Publik  (jika 
ada), antara lain mengenai:

a)

b)

c)

d)

jumlah saham dan/atau opsi;

jangka waktu pelaksanaan;

persyaratan karyawan dan/atau manajemen yang berhak; dan

harga pelaksanaan;

15)

uraian  mengenai  sistem  pelaporan  pelanggaran  (whistleblowing 
system)  di  Emiten  atau  Perusahaan  Publik  (jika  ada),  antara  lain 
meliputi:

a)

b)

c)

d)

e)

cara penyampaian laporan pelanggaran;

perlindungan bagi pelapor;

penanganan pengaduan;

pihak yang mengelola pengaduan; dan

hasil dari penanganan pengaduan, paling sedikit meliputi:

1.

2.

jumlah pengaduan yang masuk dan diproses dalam tahun 
buku; dan

tindak lanjut pengaduan;

242

239-241

317

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANKRITERIA

PENJELASAN

HALAMAN

h.

Tanggung 
Jawab Sosial 
dan Lingkungan 
Emiten atau 
Perusahaan 
Publik

16)

penerapan atas Pedoman Tata Kelola Perusahaan Terbuka bagi Emiten 
yang  menerbitkan  Efek  Bersifat  Ekuitas  atau  Perusahaan  Publik, 
meliputi:

a)

b)

pernyataan  mengenai  rekomendasi  yang  telah  dilaksanakan; 
dan/atau

159-163

penjelasan atas rekomendasi yang belum dilaksanakan, disertai 
alasan dan alternatif pelaksanaannya (jika ada).

1)

Informasi  mengenai  tanggung  jawab  sosial  dan  lingkungan  Emiten 
atau  Perusahaan  Publik  meliputi  kebijakan,  jenis  program,  dan  biaya 
yang dikeluarkan, antara lain terkait aspek:

a)

lingkungan hidup, antara lain:

1.

2.

3.

4.

penggunaan  material  dan  energi  yang  ramah  lingkungan 
dan dapat didaur ulang;

sistem pengolahan limbah Emiten atau Perusahaan Publik;

281-287

mekanisme pengaduan masalah lingkungan; dan

sertifikasi di bidang lingkungan yang dimiliki;

b)

praktik  ketenagakerjaan,  kesehatan,  dan  keselamatan  kerja, 
antara lain:

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

kesetaraan gender dan kesempatan kerja;

sarana dan keselamatan kerja;

tingkat perpindahan (turnover) karyawan;

tingkat kecelakaan kerja;

pendidikan dan/atau pelatihan;

remunerasi; dan

mekanisme pengaduan masalah ketenagakerjaan;

c)

pengembangan sosial dan kemasyarakatan, antara lain:

1.

2.

3.

4.

5.

penggunaan tenaga kerja lokal;

pemberdayaan masyarakat sekitar Emiten atau Perusahaan 
Publik  antara  lain  melalui  penggunaan  bahan  baku  yang 
dihasilkan oleh masyarakat atau pemberian edukasi;

perbaikan sarana dan prasarana sosial;

bentuk donasi lainnya; dan

komunikasi  mengenai  kebijakan  dan  prosedur  anti 
korupsi di Emiten atau Perusahaan Publik, serta pelatihan 
mengenai anti korupsi (jika ada);

267-275

276-280

318

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOMKRITERIA

PENJELASAN

HALAMAN

d)

tanggung jawab barang dan/atau jasa, antara lain:

1.

2.

3.

kesehatan dan keselamatan konsumen;

informasi barang dan/atau jasa; dan

261-266

sarana,  jumlah,  dan  penanggulangan  atas  pengaduan 
konsumen;

2)

3)

Dalam  hal  Emiten  atau  Perusahaan  Publik  menyajikan  informasi 
mengenai  tanggung  jawab  sosial  dan  lingkungan  sebagaimana 
dimaksud  pada  angka  1)  pada  laporan  tersendiri  seperti  laporan 
tanggung  jawab  sosial  dan  lingkungan  atau  laporan  keberlanjutan 
(sustainability  report),  Emiten  atau  Perusahaan  Publik  dikecualikan 
untuk  mengungkapkan  informasi  mengenai  tanggung  jawab  sosial 
dan lingkungan dalam Laporan Tahunan; dan

Laporan sebagaimana dimaksud pada angka 2) disampaikan kepada 
Otoritas  Jasa  Keuangan  bersamaan  dengan  penyampaian  Laporan 
Tahunan.

Laporan  keuangan  tahunan  yang  dimuat  dalam  Laporan  Tahunan  disusun 
sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di indonesia dan telah diaudit 
oleh Akuntan. Laporan keuangan dimaksud memuat pernyataan mengenai 
pertanggungjawaban  atas  laporan  keuangan  sebagaimana  diatur  dalam 
peraturan  perundang-undangan  di  sektor  Pasar  Modal  yang  mengatur 
mengenai  tanggung  jawab  Direksi  atas  laporan  keuangan  atau  peraturan 
perundang-undangan  di  sektor  Pasar  Modal  yang  mengatur  mengenai 
laporan berkala Perusahaan Efek dalam hal Emiten merupakan perusahaan 
efek; dan

Surat  pernyataan  anggota  Direksi  dan  anggota  Dewan  Komisaris  tentang 
tanggung  jawab  atas  Laporan  Tahunan  disusun  sesuai  dengan  format 
Surat Pernyataan Anggota Direksi dan Anggota Dewan Komisaris tentang 
Tanggung  Jawab  atas  Laporan  Tahunan  sebagaimana  tercantum  dalam 
Lampiran  yang  merupakan  bagian  tidak  terpisahkan  dari  Surat  Edaran 
Otoritas Jasa Keuangan ini.

-

-

334

40-41

i.

j.

Laporan 
Keuangan 
Tahunan yang 
Telah Diaudit

Surat Pernyataan 
Anggota Direksi 
dan Anggota 
Dewan Komisaris 
tentang 
Tanggung Jawab 
atas Laporan 
Tahunan

319

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAANLAMPIRAN 4:
DAFTAR TRANSAKSI AFILIASI

Penerima Jasa

Penerima Jasa

h
c
e
t
u
N

r
e
t
n
o
P

i

t
a
s
m
o
k
l
e
T

l

e
t
a
r
f
n
I

T
L
T

l

e
t
a
r
t
i

M

D
S
G

a
i
d
e
m
o
f
n
I

a
r
a
t
n
a
s
u
N

n

o

l

e

M

a

r

t

e

M

m

o

k

l

e

T

S

N

I

P

l

e

s

m

o

k

l

e

T

K

H

n

i

l

e

T

e

r

o

p

a

g

n

i

S

n

i

l

e

T

a

m

g

i

S

a

k

i

d

e

m

m

o

k

l

e

T

a

n

a

r

a

S

a

m

r

a

h

d

a

w

S

a

k

i

t

a

m

r

o

f

n

I

t

e

n

s

o

B

s

e

s

k

A

m

o

k

l

e

T

r

o

m

i

T

n

i

l

e

T

e

t

s

e

L

i

t

n

I

a

g

e

l

l

o

C

a

m

i

r

P

A

S

U

n

i

l

e

T

a

r

a

t

n

a

s

u

N

a

i

d

e

M

l

a

b

o

l

G

a

t

a

D

a

i

d

e

M

D

M

a

m

a

t

a

r

P

t

e

n

g

i

S

t

a

s

a

r

t

e

M

a

i

s

y

a

l

a

M

n

i

l

e

T

N

G

S

T

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

m
o
k
l
e
T

1

a
k
i
d
e
M
d
A

2

√

t
e
n
n
F

i

3

√

a
i
d
e
m
o
f
n
I

i
s
u
o
S

l

a
k
i
n
a
m
u
H

4

√

√

a
s
a
l
p
a
r
t
e
M

5

√

√

t
a
b
e
l
a
B

6

√

I

D
M

S
Y
G

8

√

7

√

√

t
e
n
a
r
t
e
M

9

√

√

Pemberi Jasa

Telkom

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

Jasa Sewa Link: 
Metroethernet, Astinet, 
VPN IP, DINACCESS

Jasa Training/Assessment

Jasa Advertising/Printing

Jasa e-ticketing

Jasa Management Service

Jasa Sarana Telekomunikasi 
dan Sarana Penunjang

Jasa Colocation/
Maintenance/Sarana 
Penunjang

Jasa Konten/PIB

Jasa I/C SLI 007

10.

Jasa ii 007 Signaling

11.

Jasa Incoming Domestik 
(Interkoneksi)

12.

Jasa PE2PE

13.

Jasa Sarana 
Telekomunikasi: CINOP, 
GRX dll.

14.

Jasa Pengelolaan Gedung

15.

Jasa Konten/PIB

16.

Jasa Sarana Telekomunikasi 
dan Sarana Penunjang 
WiFi.ID

AdMedika

1.

Jasa Health Service

Finnet

1.

2.

3.

4.

Jasa Layanan e-Payment/
Money

Jasa Collection

Jasa Fee Voucher Pulsa/ 
RITNAS

Jasa Injapati/VAS: Call 
Center, Calling Card, VAS

Infomedia Solusi Humanika

1.

2.

Jasa Outsourcing

Jasa Training/Assessment

320

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

n

i

l

e

T

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

  √

√

√

√

√

√

√

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOM 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
Pemberi Jasa

Telkom

1.

Jasa Sewa Link: 

Metroethernet, Astinet, 

VPN IP, DINACCESS

Jasa Training/Assessment

Jasa Advertising/Printing

Jasa e-ticketing

Jasa Management Service

Jasa Sarana Telekomunikasi 

dan Sarana Penunjang

7.

Jasa Colocation/

Maintenance/Sarana 

Penunjang

Jasa Konten/PIB

Jasa I/C SLI 007

10.

Jasa ii 007 Signaling

11.

Jasa Incoming Domestik 

(Interkoneksi)

12.

Jasa PE2PE

13.

Jasa Sarana 

Telekomunikasi: CINOP, 

GRX dll.

14.

Jasa Pengelolaan Gedung

15.

Jasa Konten/PIB

16.

Jasa Sarana Telekomunikasi 

dan Sarana Penunjang 

WiFi.ID

AdMedika

1.

Jasa Health Service

Finnet

1.

Jasa Layanan e-Payment/

Money

Jasa Collection

Jasa Fee Voucher Pulsa/ 

RITNAS

4.

Jasa Injapati/VAS: Call 

Center, Calling Card, VAS

Infomedia Solusi Humanika

Jasa Outsourcing

Jasa Training/Assessment

2.

3.

4.

5.

6.

8.

9.

2.

3.

1.

2.

√

√

√

√

m

o

k

l

e

T

1

a

k

i

d

e

M

d

A

2

√

t

e

n

n

i

F

3

√

t

a

b

e

l

a

B

6

√

a

i

d

e

m

o

f

n

I

i

s

u

l

o

S

a

k

i

n

a

m

u

H

4

√

√

a

s

a

l

p

a

r

t

e

M

5

√

√

8

√

7

√

√

t

e

n

a

r

t

e

M

9

√

√

Penerima Jasa

I

D

M

S

Y

G

h

c

e

t

u

N

r

e

t

n

i

o

P

l

e

t

a

r

f

n

I

T

L

T

l

e

t

a

r

t

i

M

D

S

G

a

i

d

e

m

o

f

n

I

a

r

a

t

n

a

s

u

N

t

a

s

m

o

k

l

e

T

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

l

n
o
e
M

a
r
t
e
M
m
o
k
l
e
T

S
N
I
P

l

e
s
m
o
k
l
e
T

n

i
l

e
T

K
H
n

i
l

e
T

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

e
r
o
p
a
g
n
S
n

i

i
l

e
T

24

Penerima Jasa

a
n
a
r
a
S

a
m
r
a
h
d
a
w
S

a
k
i
t
a
m
r
o
f
n
I

t
e
n
s
o
B

s
e
s
k
A
m
o
k
l
e
T

a
m
g
S

i

a
k
i
d
e
m
m
o
k
l
e
T

r
o
m
T
n

i

i
l

e
T

e
t
s
e
L

i
t
n
I

a
g
e

l
l

o
C

a
m

i
r
P

A
S
U
n

i
l

e
T

a
r
a
t
n
a
s
u
N
a
i
d
e
M

l

l
a
b
o
G
a
t
a
D

a
i
d
e
M
D
M

a
m
a
t
a
r
P
t
e
n
g
S

i

t
a
s
a
r
t
e
M

a
i
s
y
a
l
a
M
n

i
l

e
T

N
G
S
T

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

  √

√

321

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAAN 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
Pemberi Jasa

m
o
k
l
e
T

a
k
i
d
e
M
d
A

t
e
n
n
F

i

a
i
d
e
m
o
f
n
I

i
s
u
o
S

l

a
k
i
n
a
m
u
H

a
s
a
l
p
a
r
t
e
M

t
a
b
e
l
a
B

I

D
M

S
Y
G

t
e
n
a
r
t
e
M

h
c
e
t
u
N

r
e
t
n
o
P

i

t
a
s
m
o
k
l
e
T

l

e
t
a
r
f
n
I

T
L
T

l

e
t
a
r
t
i

M

D
S
G

a
i
d
e
m
o
f
n
I

a
r
a
t
n
a
s
u
N

n

o

l

e

M

a

r

t

e

M

m

o

k

l

e

T

S

N

I

P

n

i

l

e

T

l

e

s

m

o

k

l

e

T

e

r

o

p

a

g

n

i

S

n

i

l

e

T

a

m

g

i

S

a

k

i

d

e

m

m

o

k

l

e

T

a

n

a

r

a

S

a

m

r

a

h

d

a

w

S

a

k

i

t

a

m

r

o

f

n

I

t

e

n

s

o

B

s

e

s

k

A

m

o

k

l

e

T

r

o

m

i

T

n

i

l

e

T

e

t

s

e

L

i

t

n

I

a

g

e

l

l

o

C

a

m

i

r

P

A

S

U

n

i

l

e

T

a

r

a

t

n

a

s

u

N

a

i

d

e

M

l

a

b

o

l

G

a

t

a

D

a

i

d

e

M

D

M

a

m

a

t

a

r

P

t

e

n

g

i

S

t

a

s

a

r

t

e

M

a

i

s

y

a

l

a

M

n

i

l

e

T

N

G

S

T

Penerima Jasa

Penerima Jasa

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

Metraplasa

1.

2.

Jasa e-Commerce

Jasa Advertising/Printing

Balebat 

Jasa Advertising/Printing

Jasa Sarana Penunjang

1.

2.

MDI

1.

Jasa Inkubasi

Graha Yasa Selaras (GYS)

1.

Jasa Pengelolaan Gedung

MD Media

1.

2.

3.

Jasa Advertising/Printing

Jasa Management Service

Jasa SMS KA

4.

Jasa I/C SLI 007

Metranet

1.

2.

3.

4.

5.

Jasa Advertising/Printing

Jasa Colocation/ 
Maintenance/Sarana 
Penunjang

Jasa Lisensi/Aplikasi

Jasa Sarana Penunjang

Jasa Satellite Service & VAS

Nutech Integrasi

1.

2.

3.

4.

Jasa CPE Managed Device

Jasa Sarana Penunjang

Jasa Lisensi/Aplikasi

Jasa Layanan e-Payment/ 
Money

Pojok Celebes Mandiri
(Pointer)

1.

2.

Jasa e-Ticketing

Jasa Management Service

1

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

322

K

H

n

i

l

e

T

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOM 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
t

a

b

e

l

a

B

√

√

√

√

√

Metraplasa

Jasa e-Commerce

Jasa Advertising/Printing

Balebat 

Jasa Advertising/Printing

Jasa Sarana Penunjang

MDI

1.

Jasa Inkubasi

Graha Yasa Selaras (GYS)

1.

Jasa Pengelolaan Gedung

MD Media

Jasa Advertising/Printing

Jasa Management Service

Jasa SMS KA

4.

Jasa I/C SLI 007

Metranet

Jasa Colocation/ 

Maintenance/Sarana 

Penunjang

Jasa Lisensi/Aplikasi

Nutech Integrasi

Jasa CPE Managed Device

Jasa Sarana Penunjang

Jasa Lisensi/Aplikasi

Jasa Layanan e-Payment/ 

Money

Pojok Celebes Mandiri

(Pointer)

Jasa e-Ticketing

Jasa Management Service

1.

2.

1.

2.

1.

2.

3.

1.

2.

3.

4.

5.

1.

2.

3.

4.

1.

2.

1

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

Jasa Sarana Penunjang

√

Jasa Satellite Service & VAS

√

√

√

√

√

√

Pemberi Jasa

m

o

k

l

e

T

a

k

i

d

e

M

d

A

t

e

n

n

i

F

a

i

d

e

m

o

f

n

I

i

s

u

l

o

S

a

k

i

n

a

m

u

H

a

s

a

l

p

a

r

t

e

M

I

D

M

S

Y

G

t

e

n

a

r

t

e

M

h

c

e

t

u

N

r

e

t

n

i

o

P

t

a

s

m

o

k

l

e

T

l

e

t

a

r

f

n

I

T

L

T

l

e

t

a

r

t

i

M

D

S

G

a

i

d

e

m

o

f

n

I

a

r

a

t

n

a

s

u

N

l

n
o
e
M

a
r
t
e
M
m
o
k
l
e
T

S
N
I
P

l

e
s
m
o
k
l
e
T

n

i
l

e
T

K
H
n

i
l

e
T

e
r
o
p
a
g
n
S
n

i

i
l

e
T

a
m
g
S

i

a
k
i
d
e
m
m
o
k
l
e
T

a
n
a
r
a
S

a
m
r
a
h
d
a
w
S

a
k
i
t
a
m
r
o
f
n
I

t
e
n
s
o
B

s
e
s
k
A
m
o
k
l
e
T

r
o
m
T
n

i

i
l

e
T

e
t
s
e
L

i
t
n
I

a
g
e

l
l

o
C

a
m

i
r
P

A
S
U
n

i
l

e
T

a
r
a
t
n
a
s
u
N
a
i
d
e
M

l

l
a
b
o
G
a
t
a
D

a
i
d
e
M
D
M

a
m
a
t
a
r
P
t
e
n
g
S

i

t
a
s
a
r
t
e
M

a
i
s
y
a
l
a
M
n

i
l

e
T

N
G
S
T

Penerima Jasa

Penerima Jasa

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

√

√

√

√

Jasa Advertising/Printing

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

323

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAAN 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
Pemberi Jasa

m
o
k
l
e
T

a
k
i
d
e
M
d
A

t
e
n
n
F

i

a
i
d
e
m
o
f
n
I

i
s
u
o
S

l

a
k
i
n
a
m
u
H

a
s
a
l
p
a
r
t
e
M

t
a
b
e
l
a
B

I

D
M

S
Y
G

t
e
n
a
r
t
e
M

h
c
e
t
u
N

r
e
t
n
o
P

i

t
a
s
m
o
k
l
e
T

l

e
t
a
r
f
n
I

T
L
T

l

e
t
a
r
t
i

M

D
S
G

a
i
d
e
m
o
f
n
I

a
r
a
t
n
a
s
u
N

Penerima Jasa

n

o

l

e

M

a

r

t

e

M

m

o

k

l

e

T

S

N

I

P

l

e

s

m

o

k

l

e

T

n

i

l

e

T

K

H

n

i

l

e

T

e

r

o

p

a

g

n

i

S

n

i

l

e

T

Penerima Jasa

a

k

i

d

e

m

m

o

k

l

e

T

a

n

a

r

a

S

a

m

r

a

h

d

a

w

S

a

k

i

t

a

m

r

o

f

n

I

t

e

n

s

o

B

s

e

s

k

A

m

o

k

l

e

T

r

o

m

i

T

n

i

l

e

T

e

t

s

e

L

i

t

n

I

a

g

e

l

l

o

C

a

m

i

r

P

A

S

U

n

i

l

e

T

a

r

a

t

n

a

s

u

N

a

i

d

e

M

l

a

b

o

l

G

a

t

a

D

a

i

d

e

M

D

M

a

m

a

t

a

r

P

t

e

n

g

i

S

t

a

s

a

r

t

e

M

a

i

s

y

a

l

a

M

n

i

l

e

T

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

N

G

S

T

√

a

m

g

i

S

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

1

√

√

√

√

√

Telkomsat

1.

2.

3.

4.

Jasa Satellite Link/
Transponder/VISAT/Sirkuit

Jasa Manage Capacity 
Service

Jasa Management Service

Jasa Maintenance Service

Telkom Infra (Infratel)

1.

2.

3.

4.

5.

Jasa Manage Capacity 
Service

Jasa Instalasi Perangkat

Jasa Maintenance Service

Jasa Management Service

Jasa Sarana Penunjang

Telkom Landmark Tower (TLT)

1.

2.

3.

Jasa Pengelolaan Gedung

√

√

Jasa Sarana Penunjang

Jasa Penyewaan Gedung/ 
Tower

√

√

Mitratel

1.

2.

3.

4.

5.

Jasa Penyewaan Gedung/ 
Tower

Jasa Manage Capacity 
Service

Jasa Bantuan Teknis/ 
Investigation Survey

Jasa Instalasi Perangkat

Jasa Lease & Trade

Graha Sarana Duta (GSD)

1.

2.

3.

4.

Jasa Pengelolaan Gedung/
Site

Jasa Transport 
Management

Jasa Sarana Penunjang

Jasa Penyewaan Gedung/ 
Tower

5.

Jasa Konstruksi

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

324

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOM 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
Telkom Landmark Tower (TLT)

Jasa Pengelolaan Gedung

√

√

√

√

Telkomsat

1.

Jasa Satellite Link/

Transponder/VISAT/Sirkuit

2.

Jasa Manage Capacity 

Service

Jasa Management Service

Jasa Maintenance Service

Telkom Infra (Infratel)

1.

Jasa Manage Capacity 

Service

Jasa Instalasi Perangkat

Jasa Maintenance Service

Jasa Management Service

Jasa Sarana Penunjang

Mitratel

Jasa Sarana Penunjang

Jasa Penyewaan Gedung/ 

Tower

Jasa Penyewaan Gedung/ 

Tower

Service

Jasa Manage Capacity 

Jasa Bantuan Teknis/ 

Investigation Survey

Jasa Instalasi Perangkat

Jasa Lease & Trade

Graha Sarana Duta (GSD)

Site

2.

Jasa Transport 

Management

Jasa Sarana Penunjang

Jasa Penyewaan Gedung/ 

Tower

5.

Jasa Konstruksi

3.

4.

2.

3.

4.

5.

1.

2.

3.

1.

2.

3.

4.

5.

3.

4.

1

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

Pemberi Jasa

m

o

k

l

e

T

a

k

i

d

e

M

d

A

t

e

n

n

i

F

a

i

d

e

m

o

f

n

I

i

s

u

l

o

S

a

k

i

n

a

m

u

H

a

s

a

l

p

a

r

t

e

M

t

a

b

e

l

a

B

I

D

M

S

Y

G

t

e

n

a

r

t

e

M

h

c

e

t

u

N

r

e

t

n

i

o

P

t

a

s

m

o

k

l

e

T

l

e

t

a

r

f

n

I

T

L

T

l

e

t

a

r

t

i

M

D

S

G

a

i

d

e

m

o

f

n

I

a

r

a

t

n

a

s

u

N

l

n
o
e
M

a
r
t
e
M
m
o
k
l
e
T

S
N
I
P

l

e
s
m
o
k
l
e
T

n

i
l

e
T

K
H
n

i
l

e
T

e
r
o
p
a
g
n
S
n

i

i
l

e
T

a
m
g
S

i

a
k
i
d
e
m
m
o
k
l
e
T

a
n
a
r
a
S

a
m
r
a
h
d
a
w
S

a
k
i
t
a
m
r
o
f
n
I

t
e
n
s
o
B

s
e
s
k
A
m
o
k
l
e
T

r
o
m
T
n

i

i
l

e
T

e
t
s
e
L

i
t
n
I

a
g
e

l
l

o
C

a
m

i
r
P

A
S
U
n

i
l

e
T

a
r
a
t
n
a
s
u
N
a
i
d
e
M

l

l
a
b
o
G
a
t
a
D

a
i
d
e
M
D
M

a
m
a
t
a
r
P
t
e
n
g
S

i

t
a
s
a
r
t
e
M

a
i
s
y
a
l
a
M
n

i
l

e
T

N
G
S
T

Penerima Jasa

Penerima Jasa

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

1.

Jasa Pengelolaan Gedung/

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

325

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAAN 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
Pemberi Jasa

m
o
k
l
e
T

a
k
i
d
e
M
d
A

t
e
n
n
F

i

a
i
d
e
m
o
f
n
I

i
s
u
o
S

l

a
k
i
n
a
m
u
H

a
s
a
l
p
a
r
t
e
M

t
a
b
e
l
a
B

I

D
M

S
Y
G

t
e
n
a
r
t
e
M

h
c
e
t
u
N

r
e
t
n
o
P

i

t
a
s
m
o
k
l
e
T

l

e
t
a
r
f
n
I

T
L
T

l

e
t
a
r
t
i

M

D
S
G

a
i
d
e
m
o
f
n
I

a
r
a
t
n
a
s
u
N

n

o

l

e

M

a

r

t

e

M

m

o

k

l

e

T

n

i

l

e

T

K

H

n

i

l

e

T

e

r

o

p

a

g

n

i

S

n

i

l

e

T

a

m

g

i

S

a

k

i

d

e

m

m

o

k

l

e

T

a

n

a

r

a

S

a

m

r

a

h

d

a

w

S

a

k

i

t

a

m

r

o

f

n

I

t

e

n

s

o

B

r

o

m

i

T

n

i

l

e

T

e

t

s

e

L

i

t

n

I

a

g

e

l

l

o

C

a

m

i

r

P

A

S

U

n

i

l

e

T

a

r

a

t

n

a

s

u

N

a

i

d

e

M

l

a

b

o

l

G

a

t

a

D

a

i

d

e

M

D

M

a

m

a

t

a

r

P

t

e

n

g

i

S

t

a

s

a

r

t

e

M

a

i

s

y

a

l

a

M

n

i

l

e

T

N

G

S

T

Penerima Jasa

Penerima Jasa

1

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

Infomedia Nusantara

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

Jasa Call Center/Contact 
Center - Outsourcing

Jasa Outsourcing

Jasa Sarana Penunjang

Jasa Advertising/Printing

Jasa Pengelolaan Gedung/
Site

Jasa Management Service

Jasa Jaringan Akses

Melon Indonesia

1.

2.

Jasa Konten/PIB

Jasa Advertising/Printing

Telkom Metra

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

Jasa Konten/PIB

Jasa Satellite Service & VAS

Jasa Satellite Link/
Transponder/VISAT/Sirkuit

Jasa Sarana Telekomunikasi 
dan Sarana Penunjang

Jasa Advertising/Printing

Jasa CPE Managed 
Application

Jasa Penyewaaan Gedung/
Tower

Jasa Pengelolaan Gedung/
Site

9.

Jasa Sarana Penunjang

PINS

1.

2.

3.

4.

5.

6.

Jasa Fee Voucher Pulsa/ 
RITNAS

Jasa CPE Managed 
Network

Jasa CPE Managed 
Application

Jasa Maintenance Service

Jasa Sewa Sarana Kerja/ 
Seat Management

Jasa Pengelolaan Gedung/
Site

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

l

e

s

m

o

k

l

e

T

√

S

N

I

P

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

s

e

s

k

A

m

o

k

l

e

T

√

√

7.

Jasa CPE Managed Service

√

326

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOM 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
1

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

2.

3.

4.

5.

6.

7.

1.

2.

1.

2.

3.

5.

6.

1.

2.

3.

4.

5.

Infomedia Nusantara

1.

Jasa Call Center/Contact 

Center - Outsourcing

Jasa Outsourcing

Jasa Sarana Penunjang

Jasa Advertising/Printing

Jasa Pengelolaan Gedung/

Site

Jasa Management Service

Jasa Jaringan Akses

Melon Indonesia

Jasa Konten/PIB

Jasa Advertising/Printing

Telkom Metra

Jasa Konten/PIB

Jasa Satellite Service & VAS

Jasa Satellite Link/

Transponder/VISAT/Sirkuit

4.

Jasa Sarana Telekomunikasi 

dan Sarana Penunjang

Jasa Advertising/Printing

Jasa CPE Managed 

Application

7.

Jasa Penyewaaan Gedung/

Tower

Site

PINS

9.

Jasa Sarana Penunjang

Jasa Fee Voucher Pulsa/ 

RITNAS

Jasa CPE Managed 

Network

Jasa CPE Managed 

Application

Jasa Maintenance Service

Jasa Sewa Sarana Kerja/ 

Seat Management

6.

Jasa Pengelolaan Gedung/

Site

7.

Jasa CPE Managed Service

8.

Jasa Pengelolaan Gedung/

√

t

e

n

a

r

t

e

M

√

√

√

t

a

s

m

o

k

l

e

T

√

√

√

√

√

√

Pemberi Jasa

m

o

k

l

e

T

a

k

i

d

e

M

d

A

t

e

n

n

i

F

a

i

d

e

m

o

f

n

I

i

s

u

l

o

S

a

k

i

n

a

m

u

H

a

s

a

l

p

a

r

t

e

M

t

a

b

e

l

a

B

I

D

M

S

Y

G

h

c

e

t

u

N

r

e

t

n

i

o

P

l

e

t

a

r

f

n

I

T

L

T

l

e

t

a

r

t

i

M

D

S

G

a

i

d

e

m

o

f

n

I

a

r

a

t

n

a

s

u

N

l

n
o
e
M

a
r
t
e
M
m
o
k
l
e
T

S
N
I
P

l

e
s
m
o
k
l
e
T

n

i
l

e
T

K
H
n

i
l

e
T

e
r
o
p
a
g
n
S
n

i

i
l

e
T

a
m
g
S

i

a
k
i
d
e
m
m
o
k
l
e
T

a
n
a
r
a
S

a
m
r
a
h
d
a
w
S

a
k
i
t
a
m
r
o
f
n
I

t
e
n
s
o
B

s
e
s
k
A
m
o
k
l
e
T

r
o
m
T
n

i

i
l

e
T

e
t
s
e
L

i
t
n
I

a
g
e

l
l

o
C

a
m

i
r
P

A
S
U
n

i
l

e
T

a
r
a
t
n
a
s
u
N
a
i
d
e
M

l

l
a
b
o
G
a
t
a
D

a
i
d
e
M
D
M

a
m
a
t
a
r
P
t
e
n
g
S

i

t
a
s
a
r
t
e
M

a
i
s
y
a
l
a
M
n

i
l

e
T

N
G
S
T

Penerima Jasa

Penerima Jasa

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

327

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAAN 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
Penerima Jasa

Penerima Jasa

m
o
k
l
e
T

a
k
i
d
e
M
d
A

t
e
n
n
F

i

a
i
d
e
m
o
f
n
I

i
s
u
o
S

l

a
k
i
n
a
m
u
H

a
s
a
l
p
a
r
t
e
M

t
a
b
e
l
a
B

I

D
M

S
Y
G

1

2

3

4

5

6

7

8

t
e
n
a
r
t
e
M

9

√

h
c
e
t
u
N

r
e
t
n
o
P

i

t
a
s
m
o
k
l
e
T

l

e
t
a
r
f
n
I

T
L
T

l

e
t
a
r
t
i

M

D
S
G

a
i
d
e
m
o
f
n
I

a
r
a
t
n
a
s
u
N

n

o

l

e

M

a

r

t

e

M

m

o

k

l

e

T

S

N

I

P

l

e

s

m

o

k

l

e

T

n

i

l

e

T

K

H

n

i

l

e

T

e

r

o

p

a

g

n

i

S

n

i

l

e

T

a

m

g

i

S

a

k

i

d

e

m

m

o

k

l

e

T

a

n

a

r

a

S

a

m

r

a

h

d

a

w

S

a

k

i

t

a

m

r

o

f

n

I

t

e

n

s

o

B

s

e

s

k

A

m

o

k

l

e

T

r

o

m

i

T

n

i

l

e

T

e

t

s

e

L

i

t

n

I

a

g

e

l

l

o

C

a

m

i

r

P

A

S

U

n

i

l

e

T

a

r

a

t

n

a

s

u

N

a

i

d

e

M

l

a

b

o

l

G

a

t

a

D

a

i

d

e

M

D

M

a

m

a

t

a

r

P

t

e

n

g

i

S

t

a

s

a

r

t

e

M

a

i

s

y

a

l

a

M

n

i

l

e

T

N

G

S

T

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

Pemberi Jasa

8.

9.

Jasa Sarana Penunjang

Jasa CPE Managed Device

10.

Jasa Sewa Server

Telkomsel

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

Jasa I/C SLI 007

Jasa Incoming Domestik 
(Interkoneksi)

Jasa PE2PE

Jasa APP2P

Jasa Layanan IoT

Jasa Konten/PIB

Jasa SMS KA

Jasa Advertising/Printing

Jasa Injapati/VAS: Call 
Center, Calling Card, VAS

10.

Jasa Fee Voucher Pulsa/ 
RITNAS

11.

Jasa Inkubasi

12.

13.

14.

Telin

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

Jasa Sewa Link: 
Metroethernet, Astinet, 
VPN IP, DINACCESS

Jasa Penyewaan Gedung/ 
Tower

Jasa Colocation/
Maintenance/Sarana 
Penunjang

Jasa Layanan Internasional 
IPLC/SIMBOX

Jasa Satellite Link/
Transponder/VISAT/Sirkuit

Jasa Sarana Telekomunikasi 
dan Sarana Penunjang WiFi 
Roaming

Jasa Sarana Telekomunikasi 
dan Sarana Penunjang 
WiFi.ID

Jasa Hosting Service/CDN

Jasa Konten/PIB

Jasa Sewa Link: 
Metroethernet, Astinet, 
VPN IP, DINACCESS

328

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOM 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
t

e

n

a

r

t

e

M

9

√

√

√

√

√

√

√

8.

9.

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

1.

2.

3.

5.

6.

7.

Jasa Sarana Penunjang

Jasa CPE Managed Device

10.

Jasa Sewa Server

Telkomsel

Jasa I/C SLI 007

Jasa Incoming Domestik 

(Interkoneksi)

Jasa PE2PE

Jasa APP2P

Jasa Layanan IoT

Jasa Konten/PIB

Jasa SMS KA

Jasa Advertising/Printing

Jasa Injapati/VAS: Call 

Center, Calling Card, VAS

10.

Jasa Fee Voucher Pulsa/ 

RITNAS

11.

Jasa Inkubasi

12.

Jasa Sewa Link: 

Metroethernet, Astinet, 

VPN IP, DINACCESS

13.

Jasa Penyewaan Gedung/ 

Tower

14.

Jasa Colocation/

Maintenance/Sarana 

Penunjang

Telin

Jasa Layanan Internasional 

IPLC/SIMBOX

Jasa Satellite Link/

Transponder/VISAT/Sirkuit

Jasa Sarana Telekomunikasi 

dan Sarana Penunjang WiFi 

Roaming

4.

Jasa Sarana Telekomunikasi 

dan Sarana Penunjang 

WiFi.ID

Jasa Hosting Service/CDN

Jasa Konten/PIB

Jasa Sewa Link: 

Metroethernet, Astinet, 

VPN IP, DINACCESS

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

Pemberi Jasa

m

o

k

l

e

T

a

k

i

d

e

M

d

A

t

e

n

n

i

F

a

i

d

e

m

o

f

n

I

i

s

u

l

o

S

a

k

i

n

a

m

u

H

a

s

a

l

p

a

r

t

e

M

t

a

b

e

l

a

B

I

D

M

S

Y

G

h

c

e

t

u

N

r

e

t

n

i

o

P

t

a

s

m

o

k

l

e

T

l

e

t

a

r

f

n

I

T

L

T

l

e

t

a

r

t

i

M

D

S

G

a

i

d

e

m

o

f

n

I

a

r

a

t

n

a

s

u

N

l

n
o
e
M

a
r
t
e
M
m
o
k
l
e
T

S
N
I
P

l

e
s
m
o
k
l
e
T

n

i
l

e
T

K
H
n

i
l

e
T

e
r
o
p
a
g
n
S
n

i

i
l

e
T

a
m
g
S

i

a
k
i
d
e
m
m
o
k
l
e
T

a
n
a
r
a
S

a
m
r
a
h
d
a
w
S

a
k
i
t
a
m
r
o
f
n
I

t
e
n
s
o
B

s
e
s
k
A
m
o
k
l
e
T

r
o
m
T
n

i

i
l

e
T

e
t
s
e
L

i
t
n
I

a
g
e

l
l

o
C

a
m

i
r
P

A
S
U
n

i
l

e
T

a
r
a
t
n
a
s
u
N
a
i
d
e
M

l

l
a
b
o
G
a
t
a
D

a
i
d
e
M
D
M

a
m
a
t
a
r
P
t
e
n
g
S

i

t
a
s
a
r
t
e
M

a
i
s
y
a
l
a
M
n

i
l

e
T

N
G
S
T

Penerima Jasa

Penerima Jasa

1

2

3

4

5

6

7

8

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

329

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAAN 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
Penerima Jasa

Penerima Jasa

a
i
d
e
m
o
f
n
I

i
s
u
o
S

l

a
k
i
n
a
m
u
H

a
s
a
l
p
a
r
t
e
M

t
a
b
e
l
a
B

I

D
M

S
Y
G

t
e
n
a
r
t
e
M

h
c
e
t
u
N

r
e
t
n
o
P

i

t
a
s
m
o
k
l
e
T

l

e
t
a
r
f
n
I

T
L
T

l

e
t
a
r
t
i

M

D
S
G

a
i
d
e
m
o
f
n
I

a
r
a
t
n
a
s
u
N

n

o

l

e

M

a

r

t

e

M

m

o

k

l

e

T

S

N

I

P

l

e

s

m

o

k

l

e

T

n

i

l

e

T

K

H

n

i

l

e

T

e

r

o

p

a

g

n

i

S

n

i

l

e

T

a

m

g

i

S

a

k

i

d

e

m

m

o

k

l

e

T

a

n

a

r

a

S

a

m

r

a

h

d

a

w

S

a

k

i

t

a

m

r

o

f

n

I

t

e

n

s

o

B

s

e

s

k

A

m

o

k

l

e

T

r

o

m

i

T

n

i

l

e

T

e

t

s

e

L

i

t

n

I

a

g

e

l

l

o

C

a

m

i

r

P

A

S

U

n

i

l

e

T

a

r

a

t

n

a

s

u

N

a

i

d

e

M

l

a

b

o

l

G

a

t

a

D

a

i

d

e

M

D

M

a

m

a

t

a

r

P

t

e

n

g

i

S

t

a

s

a

r

t

e

M

a

i

s

y

a

l

a

M

n

i

l

e

T

N

G

S

T

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

a
k
i
d
e
M
d
A

2

t
e
n
n
F

i

3

√

Pemberi Jasa

m
o
k
l
e
T

1

√

√

√

√

√

√

√

√

√

Telin Hong Kong

1.

2.

3.

4.

5.

6.

Jasa I/C SLI 007

Jasa Satellite Link/
Transponder/VISAT/Sirkuit

Jasa Layanan IoT

Jasa Sarana Penunjang

Jasa Konten/PIB

Jasa Penyewaan Gedung/ 
Tower

7.

Jasa e-Commerce

Telin Singapore

1.

2.

Jasa I/C SLI 007

Jasa Sarana Penunjang

Sigma

1.

2.

3.

4.

5.

Jasa Colocation/
Maintenance/Sarana 
Penunjang

Jasa Sarana Penunjang

Jasa Lisensi/Aplikasi

Jasa Maintenance Service

Jasa Sewa Server

Telkomedika

1.

2.

Jasa Health Service

Jasa Penjualan Peralatan 
Kesehatan

Bosnet

1.

Jasa Management Service

Persada Sokka Tama

1.

Jasa Penyewaan Gedung/ 
Tower

Collega Inti Prima

1.

Jasa Lisensi/Aplikasi

Telin USA

1.

Jasa Bantuan Teknis/
Investigation Survey

330

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOM 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
7.

Jasa e-Commerce

√

1

√

√

√

√

√

√

√

√

√

1.

2.

3.

4.

5.

6.

1.

2.

2.

3.

4.

5.

1.

2.

Telin Hong Kong

Jasa I/C SLI 007

Jasa Satellite Link/

Transponder/VISAT/Sirkuit

Jasa Layanan IoT

Jasa Sarana Penunjang

Jasa Konten/PIB

Jasa Penyewaan Gedung/ 

Tower

Telin Singapore

Jasa I/C SLI 007

Jasa Sarana Penunjang

Sigma

1.

Jasa Colocation/

Maintenance/Sarana 

Penunjang

Jasa Sarana Penunjang

Jasa Lisensi/Aplikasi

Jasa Maintenance Service

Jasa Sewa Server

Telkomedika

Jasa Health Service

Jasa Penjualan Peralatan 

Kesehatan

Bosnet

1.

Jasa Management Service

Persada Sokka Tama

1.

Jasa Penyewaan Gedung/ 

Tower

Collega Inti Prima

1.

Jasa Lisensi/Aplikasi

Telin USA

1.

Jasa Bantuan Teknis/

Investigation Survey

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

Pemberi Jasa

a

i

d

e

m

o

f

n

I

i

s

u

l

o

S

a

k

i

n

a

m

u

H

a

s

a

l

p

a

r

t

e

M

t

a

b

e

l

a

B

I

D

M

S

Y

G

t

e

n

a

r

t

e

M

h

c

e

t

u

N

r

e

t

n

i

o

P

t

a

s

m

o

k

l

e

T

l

e

t

a

r

f

n

I

T

L

T

l

e

t

a

r

t

i

M

D

S

G

a

i

d

e

m

o

f

n

I

a

r

a

t

n

a

s

u

N

l

n
o
e
M

a
r
t
e
M
m
o
k
l
e
T

S
N
I
P

l

e
s
m
o
k
l
e
T

n

i
l

e
T

K
H
n

i
l

e
T

e
r
o
p
a
g
n
S
n

i

i
l

e
T

a
m
g
S

i

a
k
i
d
e
m
m
o
k
l
e
T

a
n
a
r
a
S

a
m
r
a
h
d
a
w
S

a
k
i
t
a
m
r
o
f
n
I

t
e
n
s
o
B

s
e
s
k
A
m
o
k
l
e
T

r
o
m
T
n

i

i
l

e
T

e
t
s
e
L

i
t
n
I

a
g
e

l
l

o
C

a
m

i
r
P

A
S
U
n

i
l

e
T

a
r
a
t
n
a
s
u
N
a
i
d
e
M

l

l
a
b
o
G
a
t
a
D

a
i
d
e
M
D
M

a
m
a
t
a
r
P
t
e
n
g
S

i

t
a
s
a
r
t
e
M

a
i
s
y
a
l
a
M
n

i
l

e
T

N
G
S
T

Penerima Jasa

Penerima Jasa

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

m

o

k

l

e

T

a

k

i

d

e

M

d

A

2

t

e

n

n

i

F

3

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

√

331

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAAN 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
n

i

l

e

T

√

a

m

g

i

S

√

√

√

√

√

√

√

√

Pemberi Jasa

m
o
k
l
e
T

a
k
i
d
e
M
d
A

t
e
n
n
F

i

a
i
d
e
m
o
f
n
I

i
s
u
o
S

l

a
k
i
n
a
m
u
H

a
s
a
l
p
a
r
t
e
M

t
a
b
e
l
a
B

I

D
M

S
Y
G

t
e
n
a
r
t
e
M

h
c
e
t
u
N

r
e
t
n
o
P

i

t
a
s
m
o
k
l
e
T

l

e
t
a
r
f
n
I

T
L
T

l

e
t
a
r
t
i

M

D
S
G

a
i
d
e
m
o
f
n
I

a
r
a
t
n
a
s
u
N

n

o

l

e

M

a

r

t

e

M

m

o

k

l

e

T

S

N

I

P

l

e

s

m

o

k

l

e

T

K

H

n

i

l

e

T

e

r

o

p

a

g

n

i

S

n

i

l

e

T

a

k

i

d

e

m

m

o

k

l

e

T

a

n

a

r

a

S

a

m

r

a

h

d

a

w

S

a

k

i

t

a

m

r

o

f

n

I

t

e

n

s

o

B

s

e

s

k

A

m

o

k

l

e

T

r

o

m

i

T

n

i

l

e

T

e

t

s

e

L

i

t

n

I

a

g

e

l

l

o

C

a

m

i

r

P

A

S

U

n

i

l

e

T

a

r

a

t

n

a

s

u

N

a

i

d

e

M

l

a

b

o

l

G

a

t

a

D

a

i

d

e

M

D

M

a

m

a

t

a

r

P

t

e

n

g

i

S

t

a

s

a

r

t

e

M

a

i

s

y

a

l

a

M

n

i

l

e

T

N

G

S

T

Penerima Jasa

Penerima Jasa

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

√

√

√

√

√

√

√

Media Nusantara Data Global

1.

Jasa Colocation/ 
Maintenance/Sarana 
Penunjang

2.

Jasa Layanan Data Center

Telkom Akses

1.

Jasa Jaringan Akses

Metrasys

1.

2.

Jasa Lisensi/Aplikasi

Jasa Colocation/
Maintenance/Sarana 
Penunjang

3.

Jasa Maintenance Service

Sigma Solusi Integrasi

1.

Jasa Colocation/ 
Maintenance/Sarana 
Penunjang

Metrasat

1.

Jasa Satellite Link/
Transponder/VISAT/Sirkuit

Telin Timor Leste

1.

Jasa I/C SLI 007

Sarana Swadharma Informatika

1.

Pendapatan Jasa 
Pemeliharaan dan 
Perawatan

Telin Malaysia

1.

Jasa I/C SLI 007

1

√

√

√

√

√

√

332

PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSITENTANG TELKOMANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMENHIGHLIGHTTELKOM 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
l

e

t

a

r

f

n

I

√

t

a

s

m

o

k

l

e

T

√

√

√

√

√

√

Media Nusantara Data Global

1.

Jasa Colocation/ 

Maintenance/Sarana 

Penunjang

2.

Jasa Layanan Data Center

Telkom Akses

Jasa Jaringan Akses

Metrasys

1.

1.

2.

Jasa Lisensi/Aplikasi

Jasa Colocation/

Maintenance/Sarana 

Penunjang

3.

Jasa Maintenance Service

Sigma Solusi Integrasi

1.

Jasa Colocation/ 

Maintenance/Sarana 

Penunjang

Metrasat

1.

Jasa Satellite Link/

Transponder/VISAT/Sirkuit

Telin Timor Leste

1.

Jasa I/C SLI 007

Sarana Swadharma Informatika

1.

Pendapatan Jasa 

Pemeliharaan dan 

Perawatan

Telin Malaysia

1.

Jasa I/C SLI 007

1

√

√

√

√

√

√

Pemberi Jasa

m

o

k

l

e

T

a

k

i

d

e

M

d

A

t

e

n

n

i

F

a

i

d

e

m

o

f

n

I

i

s

u

l

o

S

a

k

i

n

a

m

u

H

a

s

a

l

p

a

r

t

e

M

t

a

b

e

l

a

B

I

D

M

S

Y

G

t

e

n

a

r

t

e

M

h

c

e

t

u

N

r

e

t

n

i

o

P

T

L

T

l

e

t

a

r

t

i

M

D

S

G

a

i

d

e

m

o

f

n

I

a

r

a

t

n

a

s

u

N

l

n
o
e
M

a
r
t
e
M
m
o
k
l
e
T

S
N
I
P

l

e
s
m
o
k
l
e
T

n

i
l

e
T

K
H
n

i
l

e
T

e
r
o
p
a
g
n
S
n

i

i
l

e
T

a
m
g
S

i

a
k
i
d
e
m
m
o
k
l
e
T

a
n
a
r
a
S

a
m
r
a
h
d
a
w
S

a
k
i
t
a
m
r
o
f
n
I

t
e
n
s
o
B

s
e
s
k
A
m
o
k
l
e
T

r
o
m
T
n

i

i
l

e
T

e
t
s
e
L

i
t
n
I

a
g
e

l
l

o
C

a
m

i
r
P

A
S
U
n

i
l

e
T

a
r
a
t
n
a
s
u
N
a
i
d
e
M

l

l
a
b
o
G
a
t
a
D

a
i
d
e
M
D
M

a
m
a
t
a
r
P
t
e
n
g
S

i

t
a
s
a
r
t
e
M

a
i
s
y
a
l
a
M
n

i
l

e
T

N
G
S
T

Penerima Jasa

Penerima Jasa

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

√

√

√

√

√

√

√

√

√

333

LAPORAN TAHUNAN 2020LAMPIRANTANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANPROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL)LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIANTATA KELOLA PERUSAHAAN 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
LAPORAN KEUANGAN 
KONSOLIDASIAN

336 Laporan Keuangan Konsolidasian Auditan 2020 dan

Laporan Keuangan PKBL Auditan 2020

Halaman ini sengaja dikosongkan

Perusahaan Perseroan (Persero) 
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. dan entitas anaknya 

Laporan keuangan konsolidasian  
tanggal  31  Desember  2020  dan  untuk  tahun  yang  berakhir  pada 
tanggal tersebut beserta laporan auditor independen 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
TANGGAL 31 DESEMBER 2020  
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT 
BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN 

DAFTAR ISI 

Surat Pernyataan Direksi 

Laporan Auditor Independen 

Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 

Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian 

Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 

Laporan Arus Kas Konsolidasian 

Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasian 

Halaman   

1   

2   

3   

4   

5-139  

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

Catatan 

2020 

2019 

ASET 

ASET LANCAR 
Kas dan setara kas 
Aset keuangan lancar lainnya 
Piutang usaha 

Pihak berelasi 
Pihak ketiga 

Aset kontrak 
Piutang lain-lain 
Persediaan  
Biaya kontrak 
Pajak dibayar di muka 
Tagihan restitusi pajak 
Aset lancar lainnya 
Jumlah Aset Lancar 

ASET TIDAK LANCAR 
Aset kontrak 
Penyertaan jangka panjang pada instrumen keuangan 
Penyertaan jangka panjang pada entitas asosiasi 
Biaya kontrak 
Aset tetap  
Aset hak guna 
Aset takberwujud 
Aset pajak tangguhan - bersih 
Aset tidak lancar lainnya 
Jumlah Aset Tidak Lancar 
JUMLAH ASET 

LIABILITAS DAN EKUITAS 

LIABILITAS JANGKA PENDEK 
Utang usaha 

Pihak berelasi 
Pihak ketiga 
Liabilitas kontrak 
Utang lain-lain 
Utang pajak 
Beban yang masih harus dibayar 
Pendapatan diterima di muka - jangka pendek 
Deposit pada pelanggan 
Utang bank jangka pendek 
Pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun   
Liabilitas sewa yang jatuh tempo dalam satu tahun 
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 

LIABILITAS JANGKA PANJANG 
Liabilitas pajak tangguhan - bersih 
Pendapatan diterima di muka - jangka panjang 
Liabilitas kontrak 
Liabilitas diestimasi penghargaan masa kerja 
Liabilitas diestimasi manfaat pensiun dan imbalan 

pasca kerja lainnya 

Pinjaman jangka panjang dan pinjaman lainnya 
Liabilitas sewa 
Liabilitas lainnya 
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 
JUMLAH LIABILITAS 

EKUITAS 
Modal saham 
Tambahan modal disetor 
Komponen ekuitas lainnya 
Saldo laba 

Ditentukan penggunaannya 
Belum ditentukan penggunaanya 

Jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada: 

Pemilik entitas induk - bersih 
Kepentingan non-pengendali 

JUMLAH EKUITAS 
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 

3,33,38 
4,33,38 

5,33,38 
5 
6,33,38 
38 
7 
9 
28a 
28b 
8,33 

6,33,38 
10,38 
11 
9 
12,36 
13 
15 
28f 
14,28,33,38 

16,38 
33 

18a,33 
38 
28c 
17,33,38 

33 
19a,33,38 
19b,33,38 
13,38 

28f 

18b,33 
32 

31 
20,33,38 
13,38 

22 

23 

30 

21 

 20.589  
 1.303  

 1.644  
 9.695  
 1.036  
 214  
 983  
 454  
 3.170  
 854  
 6.561  
 46.503  

 203  
 4.045  
 192  
 1.254  
 160.923  
 18.566  
 6.846  
 3.578  
 4.833  
 200.440  
 246.943  

 928  
 16.071  
 7.834  
 578  
 2.713  
 14.265  
 -  
 2.024  
 9.934  
9.350 
5.396  
 69.093  

 561  
 -  
 1.004  
 1.254  

 12.976  
30.561  
10.221  
 384  
 56.961  
 126.054  

 4.953  
 2.711  
 374  

 15.337  
 79.152  

 102.527  
 18.362  
 120.889  
 246.943  

 18.242 
 554 

 1.792 
 10.005 
 - 
 292 
 585 
 - 
 2.569 
 992 
 6.691 
 41.722 

 - 
 1.053 
 1.210 
 - 
 156.973 
 - 
 6.446 
 2.898 
 10.906 
 179.486 
 221.208 

 819 
 13.078 
 - 
 449 
 3.431 
 13.736 
 7.352 
 1.289 
 8.705 
8.746 
764 
 58.369 

 1.230 
 803 
 - 
 1.066 

 8.078 
 32.293 
1.576 
 543 
 45.589 
 103.958 

 4.953 
 2.711 
 408 

 15.337 
 76.152 

 99.561 
 17.689 
 117.250 
 221.208 

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian integral dari laporan keuangan konsolidasian ini. 

1 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
     
     
     
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
  
  
 
  
 
 
 
  
  
  
  
  
  
 
 
 
 
  
  
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
  
  
  
  
  
 
 
 
 
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
  
 
  
 
 
 
  
  
 
 
 
  
  
  
 
  
 
 
 
 
 
 
  
  
  
 
  
 
 
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
  
 
  
 
 
 
  
  
  
 
  
 
 
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
 
  
 
 
 
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 

LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 

Tanggal 31 Desember 2020  

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

Catatan 

2020 

2019 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN 
untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2020  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

PENDAPATAN 

BIAYA DAN BEBAN 
Beban operasi, pemeliharaan, dan jasa telekomunikasi 
Beban penyusutan dan amortisasi 
Beban karyawan 
Beban interkoneksi 
Beban umum dan administrasi 
Beban pemasaran 
Rugi selisih kurs - bersih 
Penghasilan lain-lain - bersih 

LABA USAHA 

Penghasilan pendanaan 
Biaya pendanaan 
Rugi bersih entitas asosiasi 
Rugi penurunan nilai investasi 

LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 

(BEBAN) MANFAAT PAJAK PENGHASILAN 

Pajak kini 
Pajak tangguhan 

LABA TAHUN BERJALAN 

PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN 
Penghasilan komprehensif lain yang akan direklasifikasikan  

ke laba rugi pada periode berikutnya: 
Selisih kurs penjabaran laporan keuangan 
Perubahan bersih nilai wajar aset keuangan tersedia untuk dijual 
Bagian penghasilan komprehensif lain entitas asosiasi 
Penghasilan komprehensif lain yang tidak akan  

direklasifikasikan ke laba rugi pada periode berikutnya: 

Rugi aktuaria - bersih 
Rugi komprehensif lain - bersih 

JUMLAH LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN 

Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada: 

Pemilik entitas induk 
Kepentingan nonpengendali 

Jumlah laba komprehensif tahun berjalan yang dapat 

diatribusikan kepada: 
Pemilik entitas induk 
Kepentingan nonpengendali 

LABA PER SAHAM DASAR 

(dalam jumlah penuh) 
Laba bersih per saham 
Laba bersih per ADS (100 saham Seri B per ADS) 

Catatan 
24,33 

26,33 
12,13,15 
25 
33 
27,33 
33 

33 
33 
11 
11 

28d 

23 
23 
11 

31 

21 

29 

2020 

2019 

 136.462   

 135.567 

 (34.593)  
 (28.892)  
 (14.390)  
 (5.406)  
 (6.511)  
 (3.482)  
 (86)  
 403   

 43.505   

 799   
 (4.520)  
 (246)  
 (763)  

 (42.226) 
 (23.178) 
 (13.012) 
 (5.077) 
 (6.696) 
 (3.724) 
 (86) 
 826 

 42.394 

 1.092 
 (4.240) 
 (166) 
 (1.172) 

 38.775   

 37.908 

 (9.798)  
 586   
 (9.212)  

 (10.619) 
 303 
 (10.316) 

 29.563   

 27.592 

 15   
 3   
 1   

 (3.596)  
 (3.577)  

 (105) 
 6 
 16 

 (2.109) 
 (2.192) 

 25.986   

 25.400 

 20.804   
 8.759   
 29.563   

 17.595   
 8.391   
 25.986   

 18.663 
 8.929 
 27.592 

 16.624 
 8.776 
 25.400 

 210,01   
 21.000,94   

 188,40 
 18.839,68 

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian integral dari laporan keuangan konsolidasian ini. 

1 

2 

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian integral dari laporan keuangan konsolidasian ini. 

ASET 

ASET LANCAR 

Kas dan setara kas 

Aset keuangan lancar lainnya 

Piutang usaha 

Pihak berelasi 

Pihak ketiga 

Aset kontrak 

Piutang lain-lain 

Persediaan  

Biaya kontrak 

Pajak dibayar di muka 

Tagihan restitusi pajak 

Aset lancar lainnya 

Jumlah Aset Lancar 

ASET TIDAK LANCAR 

Aset kontrak 

Biaya kontrak 

Aset tetap  

Aset hak guna 

Aset takberwujud 

Aset pajak tangguhan - bersih 

Aset tidak lancar lainnya 

Jumlah Aset Tidak Lancar 

JUMLAH ASET 

LIABILITAS DAN EKUITAS 

LIABILITAS JANGKA PENDEK 

Utang usaha 

Pihak berelasi 

Pihak ketiga 

Liabilitas kontrak 

Utang lain-lain 

Utang pajak 

Penyertaan jangka panjang pada instrumen keuangan 

Penyertaan jangka panjang pada entitas asosiasi 

Beban yang masih harus dibayar 

Pendapatan diterima di muka - jangka pendek 

Deposit pada pelanggan 

Utang bank jangka pendek 

Pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun   

Liabilitas sewa yang jatuh tempo dalam satu tahun 

Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 

LIABILITAS JANGKA PANJANG 

Liabilitas pajak tangguhan - bersih 

Pendapatan diterima di muka - jangka panjang 

Liabilitas kontrak 

Liabilitas diestimasi penghargaan masa kerja 

Liabilitas diestimasi manfaat pensiun dan imbalan 

pasca kerja lainnya 

Pinjaman jangka panjang dan pinjaman lainnya 

Liabilitas sewa 

Liabilitas lainnya 

Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 

JUMLAH LIABILITAS 

EKUITAS 

Modal saham 

Tambahan modal disetor 

Komponen ekuitas lainnya 

Saldo laba 

Ditentukan penggunaannya 

Belum ditentukan penggunaanya 

Jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada: 

Pemilik entitas induk - bersih 

Kepentingan non-pengendali 

JUMLAH EKUITAS 

JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 

3,33,38 

4,33,38 

5,33,38 

6,33,38 

5 

38 

7 

9 

28a 

28b 

8,33 

6,33,38 

10,38 

12,36 

11 

9 

13 

15 

28f 

14,28,33,38 

16,38 

33 

18a,33 

38 

28c 

17,33,38 

33 

19a,33,38 

19b,33,38 

13,38 

18b,33 

28f 

32 

31 

20,33,38 

13,38 

22 

23 

30 

21 

 20.589  

 1.303  

 1.644  

 9.695  

 1.036  

 214  

 983  

 454  

 3.170  

 854  

 6.561  

 46.503  

 203  

 4.045  

 192  

 1.254  

 160.923  

 18.566  

 6.846  

 3.578  

 4.833  

 200.440  

 246.943  

 928  

 16.071  

 7.834  

 578  

 2.713  

 14.265  

 -  

 2.024  

 9.934  

9.350 

5.396  

 69.093  

 561  

 -  

 1.004  

 1.254  

 12.976  

30.561  

10.221  

 384  

 56.961  

 126.054  

 4.953  

 2.711  

 374  

 15.337  

 79.152  

 102.527  

 18.362  

 120.889  

 246.943  

 18.242 

 554 

 1.792 

 10.005 

 - 

 292 

 585 

 - 

 2.569 

 992 

 6.691 

 41.722 

 - 

 - 

 - 

 1.053 

 1.210 

 156.973 

 6.446 

 2.898 

 10.906 

 179.486 

 221.208 

 819 

 13.078 

 - 

 449 

 3.431 

 13.736 

 7.352 

 1.289 

 8.705 

8.746 

764 

 58.369 

 1.230 

 803 

 - 

 1.066 

 8.078 

 32.293 

1.576 

 543 

 45.589 

 103.958 

 4.953 

 2.711 

 408 

 15.337 

 76.152 

 99.561 

 17.689 

 117.250 

 221.208 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
     
     
     
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
  
  
 
  
 
 
 
  
  
  
  
  
  
 
 
 
 
  
  
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
  
  
  
  
  
 
 
 
 
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
  
 
  
 
 
 
  
  
 
 
 
  
  
  
 
  
 
 
 
 
 
 
  
  
  
 
  
 
 
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
  
 
  
 
 
 
  
  
  
 
  
 
 
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
 
  
 
 
 
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
  
  
  
  
  
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
    
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
    
 
 
 
    
 
 
 
    
 
 
  
  
  
 
  
  
 
 
  
  
 
  
 
  
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
    
 
 
 
  
  
 
 
 
 
    
 
 
 
    
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
    
 
 
    
 
 
 
  
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
  
 
 
 
 
C
a
t
a
t
a
n
a
t
a
s

l

a
p
o
r
a
n
k
e
u
a
n
g
a
n
k
o
n
s
o

l
i

d
a
s
a
n

i

t

e
r
l
a
m
p
i
r

m
e
r
u
p
a
k
a
n
b
a
g
a
n

i

3

i

t

n
e
g
r
a

l

d
a
r
i

l

a
p
o
r
a
n
k
e
u
a
n
g
a
n
k
o
n
s
o

l
i

d
a
s
a
n

i

i

n
i
.

S
a
l
d
o

,

3
1
D
e
s
e
m
b
e
r
2
0
2
0

4
.
9
5
3

2
.
7
1
1

i

i

D
v
d
e
n

k
a
s

L
a
b
a

t
a
h
u
n

b
e
r
j
a
a
n

l

R
u
g

i

k
o
m
p
r
e
h
e
n
s
i
f

l

i

a
n
-

b
e
r
s
h

i

R
u
g

i

k
o
m
p
r
e
h
e
n
s
i
f

l

i

a
n
-

b
e
r
s
h

i

i

i

D
v
d
e
n

k
a
s

L
a
b
a

t
a
h
u
n

b
e
r
j
a
a
n

l

S
a
l
d
o

,

1
J
a
n
u
a
r
i

2
0
2
0

P
e
n
y
e
s
u
a
a
n

i

k
e
p
e
n
t
i
n
g
a
n

n
o
n
p
e
n
g
e
n
d
a

l
i

S
a
l
d
o

,

3
1
D
e
s
e
m
b
e
r
2
0
1
9

D
a
m
p
a
k

p
e
n
e
r
a
p
a
n

s
t
a
n
d
a
r
a
k
u
n
t
a
n
s

i

b
a
r
u

2
1

3
0

2
1

S
a
l
d
o

,

1
J
a
n
u
a
r
i

2
0
1
9

T
r
a
n
s
a
k
s

i

e
n
t
i
t
a
s

s
e
p
e
n
g
e
n
d
a

l
i

S
e
t
o
r
a
n
m
o
d
a

l

d
a
r
i

k
e
p
e
n
t
i
n
g
a
n
n
o
n
p
e
g
e
n
d
a

l
i

P
e
n
a
m
b
a
h
a
n

s
e
t
o
r
a
n
m
o
d
a

l

a
n
a
k

p
e
r
u
s
a
h
a
a
n

U
r
a
i
a
n

C
a
t
a
t
a
n

4
.
9
5
3

4
.
9
5
3

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

S
a
h
a
m

M
o
d
a
l

4
.
9
5
3

2
.
7
1
1

2
.
7
1
1

-

2
.
4
5
5

2
5
6

-

-

-

-

-

-

-

-

-

m
o
d
a
l

d
i
s
e
t
o
r

T
a
m
b
a
h
a
n

3
7
4

1
8

-

-

-

3
5
6

(
5
2
)

4
0
8

(
9
9
)

-

-

-

-

-

l
a
i
n
n
y
a

e
k
u
i
t
a
s

K
o
m
p
o
n
e
n

5
0
7

p
e
n
g
g
u
n
a
a
n
n
y
a

D

i
t
e
n
t
u
k
a
n

p
e
n
g
g
u
n
a
a
n
n
y
a

B
e
l
u
m
d
i
t
e
n
t
u
k
a
n

S
a
l
d
o

l
a
b
a

l

J
u
m
a
h
b
e
r
s
h

i

n
o
n
p
e
n
g
e
n
d
a
l
i

K
e
p
e
n
t
i
n
g
a
n

e
k
u
i
t
a
s

J
u
m
l
a
h

1
5
.
3
3
7

1
5
.
3
3
7

1
5
.
3
3
7

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

7
9

.

1
5
2

2
0

.

8
0
4

(
1
5

.

2
6
2
)

(
3

.

2
2
7
)

7
6

.

8
3
7

-

7
6

.

1
5
2

1
8

.

6
6
3

(
1

.

9
4
0
)

(
1
6

.

2
2
9
)

6
8
5

-

-

-

1
0
2

.

5
2
7

2
0

.

8
0
4

(
1
5

.

2
6
2
)

(
3

.

2
0
9
)

1
0
0

.

1
9
4

-

9
9

.

5
6
1

1
8

.

6
6
3

(
2

.

0
3
9
)

(
1
6

.

2
2
9
)

6
3
3

2
5
6

-

-

1
8
.
3
6
2

8
.
7
5
9

(
7
.
7
7
8
)

(
3
6
8
)

1
7
.
7
2
8

2
1

1
7
.
6
8
9

8
.
9
2
9

(
9
.
6
1
8
)

(
1
5
3
)

3
9

7
0

5
9

9

1
2
0
.
8
8
9

2
9
.
5
6
3

(
2
3
.
0
4
0
)

(
3

.

5
7
7
)

1
1
7
.
9
2
2

2
1

1
1
7
.
2
5
0

2
7
.
5
9
2

(
2

.

1
9
2
)

(
2
5
.
8
4
7
)

6
7
2

2
6
5

5
9

7
0

1
5
.
3
3
7

7
5

.

6
5
8

9
8

.

9
1
0

1
8
.
3
9
3

1
1
7
.
3
0
3

(

A
n
g
k
a
d
a

l

a
m

t
a
b
e

l

i

d
n
y
a
t
a
k
a
n
d
a
l
a
m
m

i
l
i
a
r
a
n
R
u
p
i
a
h

,

k
e
c
u
a
l
i

i

d
n
y
a
t
a
k
a
n

l
a
i
n
)

u
n
t
u
k
T
a
h
u
n
y
a
n
g
B
e
r
a
k
h
i
r
p
a
d
a
T
a
n
g
g
a

l

3
1
D
e
s
e
m
b
e
r

2
0
2
0

D
i
a
t
r
i
b
u
s
i
k
a
n
k
e
p
a
d
a
p
e
m

i
l
i
k

e
n
t
i
t
a
s

i

n
d
u
k

L
A
P
O
R
A
N
P
E
R
U
B
A
H
A
N
E
K
U
T
A
S
K
O
N
S
O
L
D
A
S
A
N

I

I

I

P
T
T
E
L
E
K
O
M
U
N
K
A
S

I

I

I

N
D
O
N
E
S
A
T
b
k

I

.

I

D
A
N
E
N
T
T
A
S
A
N
A
K
N
Y
A

P
E
R
U
S
A
H
A
A
N
P
E
R
S
E
R
O
A
N

(

P
E
R
S
E
R
O

)

  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
    
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
      
 
 
 
 
 
 
 
 
      
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
3

C

a

t

a

t

a

n

a

t

a

s

l

a

p

o

r

a

n

k

e

u

a

n

g

a

n

k

o

n

s

o

l

i

d

a

s

i

a

n

t

e

r

l

a

m

p

i

r

m

e

r

u

p

a

k

a

n

b

a

g

i

a

n

i

n

t

e

g

r

a

l

d

a

r

i

l

a

p

o

r

a

n

k

e

u

a

n

g

a

n

k

o

n

s

o

l

i

d

a

s

i

a

n

i

n

i

.

D

i

v

i

d

e

n

k

a

s

L

a

b

a

t

a

h

u

n

b

e

r

j

a

l

a

n

S

a

l

d

o

,

3

1

D

e

s

e

m

b

e

r

2

0

2

0

R

u

g

i

k

o

m

p

r

e

h

e

n

s

i

f

l

a

i

n

-

b

e

r

s

i

h

S

a

l

d

o

,

1

J

a

n

u

a

r

i

2

0

2

0

P

e

n

y

e

s

u

a

i

a

n

k

e

p

e

n

t

i

n

g

a

n

n

o

n

p

e

n

g

e

n

d

a

l

i

D

i

v

i

d

e

n

k

a

s

L

a

b

a

t

a

h

u

n

b

e

r

j

a

l

a

n

S

a

l

d

o

,

3

1

D

e

s

e

m

b

e

r

2

0

1

9

R

u

g

i

k

o

m

p

r

e

h

e

n

s

i

f

l

a

i

n

-

b

e

r

s

i

h

D

a

m

p

a

k

p

e

n

e

r

a

p

a

n

s

t

a

n

d

a

r

a

k

u

n

t

a

n

s

i

b

a

r

u

S

a

l

d

o

,

1

J

a

n

u

a

r

i

2

0

1

9

T

r

a

n

s

a

k

s

i

e

n

t

i

t

a

s

s

e

p

e

n

g

e

n

d

a

l

i

S

e

t

o

r

a

n

m

o

d

a

l

d

a

r

i

k

e

p

e

n

t

i

n

g

a

n

n

o

n

p

e

g

e

n

d

a

l

i

P

e

n

a

m

b

a

h

a

n

s

e

t

o

r

a

n

m

o

d

a

l

a

n

a

k

p

e

r

u

s

a

h

a

a

n

2

1

3

0

2

1

U

r

a

i

a

n

C

a

t

a

t

a

n

D

i

a

t

r

i

b

u

s

i

k

a

n

k

e

p

a

d

a

p

e

m

i

l

i

k

e

n

t

i

t

a

s

i

n

d

u

k

S

a

l

d

o

l

a

b

a

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

S

a

h

a

m

M

o

d

a

l

4

.

9

5

3

m

o

d

a

l

d

i

s

e

t

o

r

T

a

m

b

a

h

a

n

2

.

4

5

5

2

5

6

l

a

i

n

n

y

a

e

k

u

i

t

a

s

K

o

m

p

o

n

e

n

5

0

7

4

.

9

5

3

2

.

7

1

1

1

5

.

3

3

7

4

.

9

5

3

2

.

7

1

1

1

5

.

3

3

7

4

.

9

5

3

2

.

7

1

1

1

5

.

3

3

7

7

6

.

8

3

7

1

0

0

.

1

9

4

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

3

7

4

1

8

3

5

6

(

5

2

)

4

0

8

(

9

9

)

-

-

-

-

-

-

-

-

p

e

n

g

g

u

n

a

a

n

n

y

a

p

e

n

g

g

u

n

a

a

n

n

y

a

J

u

m

l

a

h

b

e

r

s

i

h

n

o

n

p

e

n

g

e

n

d

a

l

i

D

i

t

e

n

t

u

k

a

n

B

e

l

u

m

d

i

t

e

n

t

u

k

a

n

K

e

p

e

n

t

i

n

g

a

n

e

k

u

i

t

a

s

J

u

m

l

a

h

1

5

.

3

3

7

7

5

.

6

5

8

9

8

.

9

1

0

1

8

.

3

9

3

1

1

7

.

3

0

3

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

7

9

.

1

5

2

2

0

.

8

0

4

(

1

5

.

2

6

2

)

(

3

.

2

2

7

)

7

6

.

1

5

2

1

8

.

6

6

3

(

1

.

9

4

0

)

(

1

6

.

2

2

9

)

6

8

5

-

-

-

-

1

0

2

.

5

2

7

2

0

.

8

0

4

(

1

5

.

2

6

2

)

(

3

.

2

0

9

)

-

9

9

.

5

6

1

1

8

.

6

6

3

(

2

.

0

3

9

)

(

1

6

.

2

2

9

)

6

3

3

2

5

6

-

-

1

8

.

3

6

2

8

.

7

5

9

(

7

.

7

7

8

)

(

3

6

8

)

1

7

.

7

2

8

2

1

1

7

.

6

8

9

8

.

9

2

9

(

9

.

6

1

8

)

(

1

5

3

)

3

9

7

0

5

9

9

1

2

0

.

8

8

9

2

9

.

5

6

3

(

2

3

.

0

4

0

)

(

3

.

5

7

7

)

1

1

7

.

9

2

2

2

1

1

1

7

.

2

5

0

2

7

.

5

9

2

(

2

.

1

9

2

)

(

2

5

.

8

4

7

)

6

7

2

2

6

5

5

9

7

0

(

A

n

g

k

a

d

a

l

a

m

t

a

b

e

l

d

i

n

y

a

t

a

k

a

n

d

a

l

a

m

m

i

l

i

a

r

a

n

R

u

p

i

a

h

,

k

e

c

u

a

l

i

d

i

n

y

a

t

a

k

a

n

l

a

i

n

)

u

n

t

u

k

T

a

h

u

n

y

a

n

g

B

e

r

a

k

h

i

r

p

a

d

a

T

a

n

g

g

a

l

3

1

D

e

s

e

m

b

e

r

2

0

2

0

L

A

P

O

R

A

N

P

E

R

U

B

A

H

A

N

E

K

U

I

T

A

S

K

O

N

S

O

L

I

D

A

S

I

A

N

P

T

T

E

L

E

K

O

M

U

N

I

K

A

S

I

I

N

D

O

N

E

S

I

A

T

b

k

.

D

A

N

E

N

T

I

T

A

S

A

N

A

K

N

Y

A

P

E

R

U

S

A

H

A

A

N

P

E

R

S

E

R

O

A

N

(

P

E

R

S

E

R

O

)

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN 
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2020 
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

Catatan 

2020 

2019 

ARUS KAS DARI KEGIATAN OPERASI 

Penerimaan kas dari pelanggan dan operator lain 
Penerimaan restitusi pajak 
Penerimaan dari pendapatan bunga 
Pembayaran kas untuk beban 
Pembayaran pajak penghasilan badan dan final 
Pembayaran kas kepada karyawan 
Pembayaran beban bunga 
Pembayaran sewa jangka pendek dan bernilai rendah 
Pembayaran pajak pertambahan nilai - bersih 
Penerimaan kas lainnya - bersih 

Arus kas bersih yang dihasilkan dari kegiatan operasi 

ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI 

Hasil dari penjualan aset tetap 
Hasil dari klaim asuransi 
Penerimaan dividen dari entitas asosiasi 
Pembelian aset tetap 
Penambahan penyertaan jangka panjang pada instrumen keuangan 
Pembelian aset takberwujud 
(Penempatan pada) hasil dari aset keuangan lancar lainnya - bersih 
Penambahan penyertaan jangka panjang pada entitas asosiasi 
Hasil dari pelepasan anak perusahaan 
Akuisisi bisnis setelah dikurangi kas yang diperoleh 

Arus kas bersih yang digunakan untuk kegiatan investasi 

ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN 
Pencairan utang bank dan pinjaman lainnya 
Pembayaran utang bank dan pinjaman lainnya 
Pembayaran dividen kas kepada pemegang saham 

Perusahaan 

Pembayaran dividen kas kepada pemegang saham  

nonpengendali entitas anak 
Pembayaran kewajiban sewa 
Penerimaan setoran modal pada entitas anak dari pemegang 

saham nonpengendali 

Arus kas bersih yang digunakan untuk kegiatan pendanaan 

KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS 

DAMPAK PERUBAHAN KURS TERHADAP KAS DAN 

SETARA KAS 

KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN 

KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN 

13 

12 
12 
10 
12,40 
11 
15,40 

10 

1d 

19,20 
19,20 

30 

21 
13 

3 

3 

133.610  
4.687  
806  
(40.533)  
(11.452)  
(11.057)  
(4.768)  
(3.731)  
(2.593)  
348  

65.317  

236  
234  
5  
(29.560)  
 (2.809)  
(2.538)  
(796)  
(28)  
-  
                                   -   

(35.256)  

24.469  
(24.380)  

(15.262)  

(7.778)  
(4.802)  

-  

(27.753)  

2.308  

39  

18.242  

20.589  

135.372 
1.446 
1.093 
(56.787) 
(10.348) 
(11.370) 
(4.358) 
- 
(861) 
762 

54.949 

1.496 
197 
11 
(35.131) 
(144) 
(2.008) 
1.147 
(588) 
395 
(1.166) 

(35.791) 

26.524 
(18.983) 

(16.229) 

(9.618) 
- 

59 

(18.247) 

911 

(108) 

17.439 

18.242 

4 

  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
    
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
      
 
 
 
 
 
 
 
 
      
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
  
 
  
 
  
 
  
  
 
  
 
  
 
 
   
   
 
  
 
 
   
   
 
   
   
  
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
 
  
 
 
   
   
 
   
   
  
  
 
   
   
  
 
   
   
  
 
 
   
   
 
  
 
 
   
   
 
 
 
 
   
   
 
  
 
 
   
   
 
   
   
 
  
 
 
   
   
  
 
 
   
   
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

1.  UMUM 

a.  Pendirian dan informasi umum 

    Perusahaan  Perseroan  (Persero)  PT  Telekomunikasi  Indonesia  Tbk.  (“Perusahaan”)  pada  mulanya 
merupakan bagian dari “Post en Telegraafdienst”, yang  dan beroperasi secara komersial pada tahun 1884 
berdasarkan Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda No. 7 tanggal 27 Maret 1884 dan diumumkan 
dalam Berita Negara Hindia Belanda No. 52 tanggal 3 April 1884.  

    Pada  tahun  1991,  berdasarkan  Peraturan  Pemerintah  No.  25  tahun  1991,  status  Perusahaan  diubah 
menjadi perseroan terbatas milik negara (“Persero”). Entitas induk terakhir Perusahaan adalah Pemerintah 
Republik Indonesia (“Pemerintah”) (Catatan 1c dan 22). 

Perusahaan didirikan berdasarkan akta notaris Imas Fatimah, S.H. No. 128 tanggal 24 September 1991. 
Akta  pendirian  tersebut  telah  disetujui  oleh  Menteri  Kehakiman  Republik  Indonesia  dengan  Surat 
Keputusan  No.  C2-6870.HT.01.01.Th.1991  tanggal  19  November  1991  dan  diumumkan  dalam  Berita 
Negara  Republik  Indonesia  No.  5  tanggal  17  Januari  1992,  Tambahan  No.  210.  Anggaran  Dasar 
Perusahaan  telah  beberapa  kali  diubah,  perubahan  terakhir  dilakukan  sehubungan  dengan  adanya 
kebutuhan  Perusahaan  untuk  menyesuaikan  kegiatan  usaha  berdasarkan  Klasifikasi  Baku  Lapangan 
Usaha Indonesia (“KBLI”) serta untuk meningkatkan fleksibilitas dan kemandirian Dewan Komisaris dalam 
memberikan  persetujuan  atas tindakan  Direksi  yang  harus mendapatkan  persetujuan  Dewan  Komisaris, 
sebagaimana  tertuang  dalam  Akta  Notaris  Ashoya  Ratam,  S.H.,  MKn.  No.  32  tanggal  21  Juni  2019. 
Perubahan telah diterima dan disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia 
(“Menkumham”) berdasarkan surat No. AHU-0032595.AH.01.02 tanggal 24 Juni 2019.  

Pada  tahun  2020,  Perusahaan,  sesuai  dengan  Anggaran  Dasar  mengubah  nama  Perusahaan  menjadi 
Perseroan  Terbatas  (Persero)  PT  Telekomunikasi  Indonesia  Tbk.  atau  disingkat  PT  Telkom  Indonesia 
(Persero) Tbk. di Bursa Efek Indonesia. 

Pada  Rapat  Umum  Pemegang  Saham  Tahunan  (“RUPST“)  Tahun  Buku  2019,  Perusahaan  melakukan 
perubahan  susunan  pengurus  Perusahaan,  sebagaimana  tertuang  dalam  Akta  Notaris  Ashoya  Ratam, 
S.H.,  Mkn.  No  12  tanggal  10  Juli  2020.  Perubahan  susunan  pengurus  telah  diterima  oleh  Menkumham 
berdasarkan surat AHU-AH.01.03-0291419 tanggal 16 Juli 2020. 

Sesuai  dengan  Pasal  3  Anggaran  Dasar  Perusahaan,  ruang  lingkup  kegiatan  Perusahaan  adalah 
menyelenggarakan  jaringan  dan  jasa  telekomunikasi  dan  informatika,  serta  optimalisasi  sumber  daya 
Perusahaan  untuk  menyediakan  barang  dan/atau 
tinggi  dan  kompetitif  untuk 
jasa  berkualitas 
laba  guna  meningkatkan  nilai  Perusahaan  dengan  menerapkan  prinsip 
mendapatkan/mengejar 
Perusahaan  Terbatas.  Untuk  mencapai tujuan  tersebut  di  atas,  Perusahaan  menjalankan  kegiatan  yang 
secara umum meliputi: 

i.    Usaha utama: 

(a)  Merencanakan,  membangun,  menyediakan,  mengembangkan,  mengoperasikan,  memasarkan 
atau menjual atau menyewakan, dan memelihara jaringan telekomunikasi dan informatika dalam 
arti yang luas dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundangan-undangan. 

(b)  Merencanakan,  mengembangkan,  menyediakan,  memasarkan/menjual,  dan  meningkatkan 
layanan  jasa  telekomunikasi  dan  informatika  dalam  arti  yang  luas  dengan  memperhatikan 
ketentuan peraturan perundang-undangan. 

(c)  Melakukan investasi termasuk  penyertaan modal pada perusahaan lainnya sejalan dengan dan 

untuk mencapai maksud dan tujuan Perusahaan. 

ii.   Usaha penunjang: 

(a)  Menyediakan  jasa  transaksi  pembayaran  dan  pengiriman  uang  melalui  jaringan  telekomunikasi 

dan informatika. 

(b)    Menjalankan  kegiatan  dan  usaha  lain  dalam  rangka  optimalisasi  sumber  daya  yang  dimiliki 
Perusahaan, yang antara lain pemanfaatan aset tetap dan aset bergerak, fasilitas sistem informasi, 
fasilitas pendidikan dan pelatihan, fasilitas pemeliharaan dan perbaikan. 

(c)  Bekerja sama dengan pihak lain dalam rangka optimalisasi sumber daya informatika, komunikasi 
atau teknologi yang dimiliki oleh pihak lain pelaku industri informatika, komunikasi dan teknologi, 
sejalan dengan dan untuk mencapai maksud dan tujuan Perusahaan. 

Kantor pusat Perusahaan berlokasi di Jalan Japati No. 1, Bandung, Jawa Barat.   

5 

 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 

Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

1.  UMUM 

a.  Pendirian dan informasi umum 

1.  UMUM (lanjutan) 

a.  Pendirian dan informasi umum (lanjutan) 

Perusahaan  memiliki  beberapa izin penyelenggaraan jaringan  dan/atau jasa dari Pemerintah yang 
berlaku  sampai  jangka  waktu  yang  tidak  terbatas  selama  Perusahaan  tunduk  pada  ketentuan 
perundang-undangan yang berlaku dan melaksanakan ketentuan sebagaimana tercantum dalam izin-
izin  tersebut.  Untuk  setiap  izin,  yang  diterbitkan  oleh  Menteri  Komunikasi  dan  Informatika 
(“Menkominfo”), evaluasi dilakukan setiap tahun dan evaluasi menyeluruh dilakukan setiap lima tahun. 
Perusahaan wajib menyampaikan laporan atas penyelenggaraan jaringan dan/atau jasa berdasarkan 
izin-izin  tersebut  diatas  setiap  tahun  kepada  Direktorat  Jenderal  Penyelenggaraan  Pos  dan 
Informatika (“DJPPI”) sebelumnya Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi (“DJPT”). 

Laporan tersebut meliputi beberapa informasi seperti kemajuan pengembangan jaringan, pencapaian 
standar kualitas jasa, jumlah pelanggan, pembayaran biaya atas hak penyelenggaraan, dan kontribusi 
pelayanan  universal,  sementara  untuk  Jasa  Internet  Teleponi  untuk  Keperluan  Publik,  Jasa 
Interkoneksi  Internet,  dan  Jasa  Akses  Internet  terdapat  tambahan  informasi  yang  dipersyaratkan 
seperti kinerja operasi, segmen pelanggan, lalu lintas, dan pendapatan kotor. 

Rincian izin-izin tersebut adalah sebagai berikut: 

No. Izin 

Jenis jasa 

Izin 
Izin penerbit uang elektronik     

Izin penyelenggaraan 
pengiriman uang  

Izin penyelenggaraan  jasa 
internet teleponi untuk 
keperluan publik 
Izin penyelenggaraan 

Izin Bank Indonesia 
   11/432/DSAP 
 Izin Bank Indonesia   
   11/23/bd/8 
 127/KEP/DJPPI/ 
   KOMINFO/3/2016 

839/KEP/M.KOMINFO/             

jaringan tetap  sambungan 
langsung jarak jauh 

05/2016 

Izin penyelenggaraan 

844/KEP/M.KOMINFO/    

jaringan tetap tertutup 

05/2016 

846/KEP/M.KOMINFO/   

05/2016 

Penerbit uang 
elektronik  
  Penyelenggaraan 

pengiriman uang  

  Jasa internet teleponi  
untuk keperluan 
publik 

Jaringan tetap 
sambungan 
langsung jarak jauh  

  Jaringan tetap 
tertutup 
Jaringan tetap 
sambungan 
internasional 

Tanggal 
penetapan/ 
perpanjangan 

3 Juli 2009 

5 Agustus 2009 

30 Maret 2016 

16 Mei 2016 

16 Mei 2016 

16 Mei 2016 

948/KEP/M.KOMINFO/ 

  Jaringan tetap 

31 Mei 2016 

05/2016 

lokal berbasis 
circuit switched 

 191/KEP/DJPPI/ 

  Jasa sistem 

31 Oktober 2016   

KOMINFO/10/2016 

komunikasi data 

Izin penyelenggaraan 
jaringan tetap 
sambungan 
internasional 

Izin penyelenggaraan 
jaringan tetap lokal 
berbasis circuit 
switched 

Izin penyelenggaraan  

jasa sistem 
komunikasi data 

    Perusahaan  Perseroan  (Persero)  PT  Telekomunikasi  Indonesia  Tbk.  (“Perusahaan”)  pada  mulanya 

merupakan bagian dari “Post en Telegraafdienst”, yang  dan beroperasi secara komersial pada tahun 1884 

berdasarkan Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda No. 7 tanggal 27 Maret 1884 dan diumumkan 

dalam Berita Negara Hindia Belanda No. 52 tanggal 3 April 1884.  

    Pada  tahun  1991,  berdasarkan  Peraturan  Pemerintah  No.  25  tahun  1991,  status  Perusahaan  diubah 

menjadi perseroan terbatas milik negara (“Persero”). Entitas induk terakhir Perusahaan adalah Pemerintah 

Republik Indonesia (“Pemerintah”) (Catatan 1c dan 22). 

Perusahaan didirikan berdasarkan akta notaris Imas Fatimah, S.H. No. 128 tanggal 24 September 1991. 

Akta  pendirian  tersebut  telah  disetujui  oleh  Menteri  Kehakiman  Republik  Indonesia  dengan  Surat 

Keputusan  No.  C2-6870.HT.01.01.Th.1991  tanggal  19  November  1991  dan  diumumkan  dalam  Berita 

Negara  Republik  Indonesia  No.  5  tanggal  17  Januari  1992,  Tambahan  No.  210.  Anggaran  Dasar 

Perusahaan  telah  beberapa  kali  diubah,  perubahan  terakhir  dilakukan  sehubungan  dengan  adanya 

kebutuhan  Perusahaan  untuk  menyesuaikan  kegiatan  usaha  berdasarkan  Klasifikasi  Baku  Lapangan 

Usaha Indonesia (“KBLI”) serta untuk meningkatkan fleksibilitas dan kemandirian Dewan Komisaris dalam 

memberikan  persetujuan  atas tindakan  Direksi  yang  harus mendapatkan  persetujuan  Dewan  Komisaris, 

sebagaimana  tertuang  dalam  Akta  Notaris  Ashoya  Ratam,  S.H.,  MKn.  No.  32  tanggal  21  Juni  2019. 

Perubahan telah diterima dan disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia 

(“Menkumham”) berdasarkan surat No. AHU-0032595.AH.01.02 tanggal 24 Juni 2019.  

Pada  tahun  2020,  Perusahaan,  sesuai  dengan  Anggaran  Dasar  mengubah  nama  Perusahaan  menjadi 

Perseroan  Terbatas  (Persero)  PT  Telekomunikasi  Indonesia  Tbk.  atau  disingkat  PT  Telkom  Indonesia 

(Persero) Tbk. di Bursa Efek Indonesia. 

Pada  Rapat  Umum  Pemegang  Saham  Tahunan  (“RUPST“)  Tahun  Buku  2019,  Perusahaan  melakukan 

perubahan  susunan  pengurus  Perusahaan,  sebagaimana  tertuang  dalam  Akta  Notaris  Ashoya  Ratam, 

S.H.,  Mkn.  No  12  tanggal  10  Juli  2020.  Perubahan  susunan  pengurus  telah  diterima  oleh  Menkumham 

berdasarkan surat AHU-AH.01.03-0291419 tanggal 16 Juli 2020. 

Sesuai  dengan  Pasal  3  Anggaran  Dasar  Perusahaan,  ruang  lingkup  kegiatan  Perusahaan  adalah 

menyelenggarakan  jaringan  dan  jasa  telekomunikasi  dan  informatika,  serta  optimalisasi  sumber  daya 

Perusahaan  untuk  menyediakan  barang  dan/atau 

jasa  berkualitas 

tinggi  dan  kompetitif  untuk 

mendapatkan/mengejar 

laba  guna  meningkatkan  nilai  Perusahaan  dengan  menerapkan  prinsip 

Perusahaan  Terbatas.  Untuk  mencapai tujuan  tersebut  di  atas,  Perusahaan  menjalankan  kegiatan  yang 

secara umum meliputi: 

i.    Usaha utama: 

(a)  Merencanakan,  membangun,  menyediakan,  mengembangkan,  mengoperasikan,  memasarkan 

atau menjual atau menyewakan, dan memelihara jaringan telekomunikasi dan informatika dalam 

arti yang luas dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundangan-undangan. 

(b)  Merencanakan,  mengembangkan,  menyediakan,  memasarkan/menjual,  dan  meningkatkan 

layanan  jasa  telekomunikasi  dan  informatika  dalam  arti  yang  luas  dengan  memperhatikan 

ketentuan peraturan perundang-undangan. 

(c)  Melakukan investasi termasuk  penyertaan modal pada perusahaan lainnya sejalan dengan dan 

untuk mencapai maksud dan tujuan Perusahaan. 

ii.   Usaha penunjang: 

dan informatika. 

(a)  Menyediakan  jasa  transaksi  pembayaran  dan  pengiriman  uang  melalui  jaringan  telekomunikasi 

(b)    Menjalankan  kegiatan  dan  usaha  lain  dalam  rangka  optimalisasi  sumber  daya  yang  dimiliki 

Perusahaan, yang antara lain pemanfaatan aset tetap dan aset bergerak, fasilitas sistem informasi, 

fasilitas pendidikan dan pelatihan, fasilitas pemeliharaan dan perbaikan. 

(c)  Bekerja sama dengan pihak lain dalam rangka optimalisasi sumber daya informatika, komunikasi 

atau teknologi yang dimiliki oleh pihak lain pelaku industri informatika, komunikasi dan teknologi, 

sejalan dengan dan untuk mencapai maksud dan tujuan Perusahaan. 

Kantor pusat Perusahaan berlokasi di Jalan Japati No. 1, Bandung, Jawa Barat.   

5 

6 

 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

1.  UMUM (lanjutan) 

a.  Pendirian dan informasi umum (lanjutan) 

Izin 

No. Izin 

Jenis jasa 

Tanggal 
penetapan/ 
perpanjangan 

Izin penyelenggaraan jasa 

2176/KEP/M.KOMINFO/ 

Jasa akses internet  

30 Desember 2016 

akses internet  

12/2016 

Izin penyelenggaraan jasa 
penyediaan konten 
Izin penyelenggaraan jasa 
interkoneksi internet  

1040/KEP/M.KOMINFO/ 
16/2017 1004/KEP/ 

Jasa penyediaan 

16 Mei 2017 

konten 

M.KOMINFO/2018  

 Jasa interkoneksi 

26 Desember 2018 

internet  

b.  Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit,  Corporate Secretary, Internal Audit, dan Karyawan  

i.  Dewan Komisaris dan Direksi 

Berdasarkan keputusan yang dibuat pada RUPST yang dinyatakan dalam Akta Notaris Ashoya 
Ratam,  S.H.,  M.Kn.  No.  12  tanggal  10  Juli  2020  dan  No.  133  tanggal  24  Mei  2019,  susunan 
Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 masing-
masing adalah sebagai berikut: 

vvv 

Komisaris Utama/ 
  Komisaris Independen 
Komisaris 
Komisaris 
Komisaris  
Komisaris 
Komisaris  
Komisaris Independen 
Komisaris Independen 
Komisaris Independen 
Direktur Utama 
Direktur Keuangan 
Direktur Digital Business 
Direktur Strategic Portfolio 
Direktur Enterprise and 

Business Service 

Direktur Wholesale and 
International Services 
Direktur Human Capital  

Management 
Direktur Network,  

Information Technology 
and Solution 

Direktur Consumer 

Service 

2020 

2019 

  Rhenald Kasali 

- 
- 
- 
Ismail 

Rhenald Kasali 
Alex Denni 
Rizal Mallarangeng 
Ahmad Fikri Assegaf 
Ismail 
Marcelino Rumambo Pandin   Marcelino Rumambo Pandin 
Marsudi Wahyu Kisworo 
Wawan Iriawan 
Chandra Arie Setiawan 
Ririek Adriansyah 
Heri Supriadi 
Muhammad Fajrin Rasyid 
Budi Setyawan Wijaya 

  Marsudi Wahyu Kisworo 
  Cahyana Ahmadjayadi 
  Margiyono Darsasumarja 
  Ririek Adriansyah 
  Harry Mozarta Zen 
  Faizal Rochmad Djoemadi 
  Achmad Sugiarto 

Edi Witjara 

  Bogi Witjaksono 

Dian Rachmawan 

  Edwin Aristiawan 

Afriwandi 

  Edi Witjara 

Herlan Wijanarko 

  Zulhelfi Abidin 

FM Venusiana R 

  Siti Choiriana 

7 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
                   
 
 
 
Tanggal 

penetapan/ 

perpanjangan 

Izin penyelenggaraan jasa 

2176/KEP/M.KOMINFO/ 

Jasa akses internet  

30 Desember 2016 

akses internet  

12/2016 

Izin penyelenggaraan jasa 

1040/KEP/M.KOMINFO/ 

Jasa penyediaan 

16 Mei 2017 

penyediaan konten 

16/2017 1004/KEP/ 

konten 

Izin penyelenggaraan jasa 

M.KOMINFO/2018  

 Jasa interkoneksi 

26 Desember 2018 

interkoneksi internet  

internet  

b.  Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit,  Corporate Secretary, Internal Audit, dan Karyawan  

i.  Dewan Komisaris dan Direksi 

Berdasarkan keputusan yang dibuat pada RUPST yang dinyatakan dalam Akta Notaris Ashoya 

Ratam,  S.H.,  M.Kn.  No.  12  tanggal  10  Juli  2020  dan  No.  133  tanggal  24  Mei  2019,  susunan 

Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 masing-

masing adalah sebagai berikut: 

vvv 

Komisaris Utama/ 

  Komisaris Independen 

Komisaris 

Komisaris 

Komisaris  

Komisaris 

Komisaris  

Komisaris Independen 

Komisaris Independen 

Komisaris Independen 

Direktur Utama 

Direktur Keuangan 

Direktur Digital Business 

Direktur Strategic Portfolio 

Direktur Enterprise and 

Business Service 

Direktur Wholesale and 

International Services 

Direktur Human Capital  

Management 

Direktur Network,  

Information Technology 

and Solution 

Direktur Consumer 

Service 

2020 

2019 

Rhenald Kasali 

Alex Denni 

Rizal Mallarangeng 

Ahmad Fikri Assegaf 

Ismail 

- 

- 

- 

Ismail 

Marcelino Rumambo Pandin   Marcelino Rumambo Pandin 

Marsudi Wahyu Kisworo 

  Marsudi Wahyu Kisworo 

Wawan Iriawan 

  Cahyana Ahmadjayadi 

Chandra Arie Setiawan 

  Margiyono Darsasumarja 

Ririek Adriansyah 

Heri Supriadi 

  Ririek Adriansyah 

  Harry Mozarta Zen 

Muhammad Fajrin Rasyid 

  Faizal Rochmad Djoemadi 

Budi Setyawan Wijaya 

  Achmad Sugiarto 

Edi Witjara 

  Bogi Witjaksono 

Dian Rachmawan 

  Edwin Aristiawan 

Afriwandi 

  Edi Witjara 

Herlan Wijanarko 

  Zulhelfi Abidin 

FM Venusiana R 

  Siti Choiriana 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 

Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

1.  UMUM (lanjutan) 

1.  UMUM (lanjutan) 

a.  Pendirian dan informasi umum (lanjutan) 

b.  Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit,  Corporate Secretary, Internal Audit,  dan Karyawan 

(lanjutan) 

Izin 

No. Izin 

Jenis jasa 

             ii.     Komite Audit, Corporate Secretary, dan Internal Audit 

Susunan  Komite  Audit,  Corporate  Secretary,  dan  Internal  Audit  Perusahaan  pada  tanggal  
31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut: 

Ketua 
Anggota 
Anggota 
Anggota 
Anggota 
Anggota 
Anggota 
Corporate Secretary 
Internal Audit 

2020 

Chandra Arie Setiawan 
Marsudi Wahyu Kisworo 
Wawan Iriawan 
Marcelino Rumambo Pandin 
Sarimin Mietra Sardi 
Ahmad Fikri Assegaf 
Emmanuel Bambang Suyitno 
Andi Setiawan 
Harry Suseno Hadisoebroto 

2019 

  Margiyono Darsasumarja 
  Tjatur Purwadi 

Ismail 

  Marcelino Rumambo Pandin 
  Sarimin Mietra Sardi 

- 
- 

  Andi Setiawan 
  Harry Suseno Hadisoebroto 

iii.  Karyawan 

Jumlah karyawan Perusahaan dan entitas anak (“Grup”) pada tanggal 31 Desember 2020 dan  
2019 masing-masing adalah 25.348 orang dan 24.272 orang. 

  Rhenald Kasali 

c. Penawaran umum efek Perusahaan 

Jumlah  saham  Perusahaan  sesaat  sebelum  penawaran  umum  perdana  (Initial  Public  Offering 
atau “IPO”) adalah 8.400.000.000, yang terdiri dari 8.399.999.999 saham Seri B dan 1 saham Seri A 
Dwiwarna yang seluruhnya dimiliki oleh Pemerintah. Pada tanggal 14 November 1995, Pemerintah 
menjual saham Perusahaan yang terdiri dari 933.333.000 saham baru Seri B dan 233.334.000 saham 
Seri  B  milik  Pemerintah  kepada  masyarakat  melalui  IPO  di  Bursa  Efek  Indonesia  (“BEI”),  dan 
penawaran dan pencatatan di Bursa Efek New York (“NYSE”) dan Bursa Efek London (“LSE”) atas 
700.000.000  saham  Seri B  milik  Pemerintah  dalam  bentuk  American  Depositary  Shares  (“ADS”). 
Terdapat 35.000.000 ADS dan masing-masing ADS mewakili 20 saham Seri B pada saat itu. 

Pada bulan Desember 1996, Pemerintah menjual saham Perusahaan sebanyak 388.000.000 saham 
Seri B dan selanjutnya pada tahun 1997, Pemerintah membagikan 2.670.300 saham Seri B sebagai 
insentif bagi para pemegang saham Perusahaan yang tidak menjual sahamnya selama satu tahun 
terhitung sejak tanggal IPO. Pada bulan Mei 1999, Pemerintah kembali menjual 898.000.000 saham 
Seri B. 

Untuk  memenuhi  ketentuan  Undang-Undang  No.  1  tahun  1995  tentang  Perseroan  Terbatas,  pada 
RUPST Perusahaan tanggal 16 April 1999, para pemegang saham Perusahaan memutuskan untuk 
meningkatkan  modal  ditempatkan  yang  berasal  dari  kapitalisasi  sebagian  tambahan  modal  disetor 
melalui  pembagian  saham  bonus  sejumlah  746.666.640  lembar  saham.  Pembagian  saham  bonus 
kepada  para  pemegang  saham  Perusahaan  dilakukan  pada  bulan  Agustus  1999.  
Pada tanggal 16 Agustus 2007, Undang-Undang No. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas telah 
diamandemen  dengan  dikeluarkannya  Undang-Undang  No.  40  tahun  2007  tentang  Perseroan 
Terbatas yang berlaku efektif pada tanggal yang sama. Pemberlakuan Undang-Undang No. 40 tahun 
2007 tidak berdampak terhadap penawaran umum efek  Perusahaan. Perusahaan telah memenuhi 
ketentuan Undang-Undang tersebut. 

Pada  bulan  Desember  2001,  Pemerintah  menjual  1.200.000.000  saham  atau  11,9%  dari  jumlah 
saham Seri B yang beredar. Pada bulan Juli 2002, Pemerintah kembali menjual 312.000.000 saham 
atau 3,1% dari jumlah saham Seri B yang beredar. 

7 

8 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
                   
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

1.  UMUM (lanjutan) 

c.  Penawaran umum efek Perusahaan (lanjutan) 

Berdasarkan  hasil  RUPST  Perusahaan  yang  dinyatakan  dalam  akta  notaris  A.  Partomuan  Pohan, 
S.H., LLM. No. 26 tanggal 30 Juli 2004, para pemegang saham Perusahaan menyetujui pemecahan 
saham  Perusahaan  untuk  Seri  A  Dwiwarna  dan  Seri  B  dari  1  menjadi  2.  Untuk  1 saham  Seri  A 
Dwiwarna  dengan  nilai  nominal  Rp500  dipecah  menjadi  1  saham  Seri  A  Dwiwarna  dengan  nilai 
nominal  Rp250  dan  1  saham  Seri  B  dengan  nilai  nominal  Rp250.  Jumlah  modal  saham  dasar 
Perusahaan  setelah   pemecahan  meningkat  dari  1  saham  Seri  A  Dwiwarna  dan  39.999.999.999 
saham  Seri  B  menjadi 1 saham  Seri  A  Dwiwarna  dan  79.999.999.999  saham  Seri  B,  dan  jumlah 
modal saham ditempatkan  Perusahaan  meningkat  dari  1  saham  Seri  A  Dwiwarna  dan 
10.079.999.639 saham Seri B menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dan 20.159.999.279 saham Seri B. 
Setelah pemecahan saham, setiap ADS mewakili 40 saham Seri B. 

Pada Rapat Umum Luar Biasa (“RUPSLB”) yang diselenggarakan pada tanggal 21 Desember 2005 
dan  RUPST  pada  tanggal  29  Juni  2007,  20  Juni  2008,  dan  19  Mei  2011,  para  pemegang  saham 
Perusahaan  menyetujui  masing-masing rencana tahap I, II, III,  dan IV program Perusahaan untuk 
membeli kembali saham Seri B yang telah diterbitkan. 

Selama  periode  21  Desember  2005  sampai  dengan  20  Juni  2007,  Perusahaan  telah  melakukan 
pembelian kembali 211.290.500 saham dari publik (program pembelian kembali saham tahap I). Pada 
tanggal 30 Juli 2013, Perusahaan telah menjual seluruh saham tersebut. 

Pada RUPST tanggal 19 April 2013, sebagaimana diaktakan dalam akta notaris Ashoya Ratam, SH, 
M.Kn.,  No.  38  tanggal  19  April  2013,  para  pemegang  saham  menyetujui  perubahan  rencana 
Perusahaan atas treasury stock yang diakuisisi dalam tahap III. 

Berdasarkan  keputusan  RUPST  Perusahaan  tanggal  19  April  2013  yang  dinyatakan  dalam  akta 
notaris  No.  38  tanggal  19  April  2013  oleh  Ashoya  Ratam,  S.H.,  MKn.,  para  pemegang  saham 
Perusahaan  menyetujui  pemecahan  saham  Perusahaan  untuk  Seri  A  Dwiwarna  dan  Seri  B  dari 
1 menjadi 5. Untuk 1 saham Seri A Dwiwarna dengan nilai nominal Rp250 dipecah menjadi 1 saham 
Seri A Dwiwarna dengan nilai nominal Rp50 dan 4 saham Seri B dengan nilai nominal Rp50. Jumlah 
modal saham dasar Perusahaan setelah pemecahan meningkat dari 1 saham Seri A Dwiwarna dan 
79.999.999.999 saham Seri B menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dan 399.999.999.999 saham Seri 
B.  Jumlah  modal  saham  ditempatkan  Perusahaan  meningkat  dari  1  saham  Seri  A  Dwiwarna  dan 
20.159.999.279  saham  Seri  B  menjadi  1  saham  Seri  A  Dwiwarna  dan  100.799.996.399  saham 
Seri  B.  Setelah  pemecahan  saham,  setiap  ADS  mewakili  200  saham  Seri  B.  Efektif  tanggal 
26 Oktober 2016, Perusahaan melakukan perubahan rasio Depositary Receipt dari 1 ADS mewakili 
200 saham Seri B menjadi 1 ADS mewakili 100 saham Seri B (Catatan 22). Informasi laba bersih per 
ADS pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lainnya konsolidasian telah disesuaikan 
dengan perubahan rasio ini. 

Pada tanggal 16  Mei dan 5 Juni  2014, Perusahaan telah melakukan pembatalan pencatatan pada 
Bursa Efek Tokyo (“TSE”) dan delisting pada LSE. 

Pada tanggal 31 Desember 2020, seluruh saham Seri B Perusahaan telah dicatatkan pada BEI dan 
38.393.803 ADS telah dicatatkan pada NYSE (Catatan 22). 

Pada tanggal 25 Juni 2010, Perusahaan menerbitkan obligasi Rupiah kedua masing-masing sebesar 
Rp1.005 miliar untuk Seri A yang berjangka waktu 5 (lima) tahun dan Rp1.995 miliar untuk Seri B yang 
berjangka waktu 10 (sepuluh) tahun dan dicatatkan di BEI (Catatan 20b.i).  

Pada tanggal 16 Juni 2015, Perusahaan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Telkom Tahap I Tahun 
2015  masing-masing  sebesar  Rp2.200  miliar  untuk  Seri  A  yang  berjangka  waktu  7  (tujuh)  tahun, 
Rp2.100 miliar untuk Seri B yang berjangka waktu 10 (sepuluh) tahun, Rp1.200 miliar untuk Seri C 
yang berjangka waktu 15 (lima belas) tahun dan Rp1.500 miliar untuk Seri D yang berjangka waktu 30 
(tiga puluh) tahun dan dicatatkan di BEI (Catatan 20b.i). 

Pada tanggal 21 Desember 2015, Perusahaan menjual sisa saham treasury tahap III. 

9 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 

Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

1.  UMUM (lanjutan) 

c.  Penawaran umum efek Perusahaan (lanjutan) 

1.  UMUM (lanjutan) 

c.  Penawaran umum efek Perusahaan (lanjutan) 

Berdasarkan  hasil  RUPST  Perusahaan  yang  dinyatakan  dalam  akta  notaris  A.  Partomuan  Pohan, 

S.H., LLM. No. 26 tanggal 30 Juli 2004, para pemegang saham Perusahaan menyetujui pemecahan 

saham  Perusahaan  untuk  Seri  A  Dwiwarna  dan  Seri  B  dari  1  menjadi  2.  Untuk  1 saham  Seri  A 

Dwiwarna  dengan  nilai  nominal  Rp500  dipecah  menjadi  1  saham  Seri  A  Dwiwarna  dengan  nilai 

nominal  Rp250  dan  1  saham  Seri  B  dengan  nilai  nominal  Rp250.  Jumlah  modal  saham  dasar 

Perusahaan  setelah   pemecahan  meningkat  dari  1  saham  Seri  A  Dwiwarna  dan  39.999.999.999 

saham  Seri  B  menjadi 1 saham  Seri  A  Dwiwarna  dan  79.999.999.999  saham  Seri  B,  dan  jumlah 

modal saham ditempatkan  Perusahaan  meningkat  dari  1  saham  Seri  A  Dwiwarna  dan 

10.079.999.639 saham Seri B menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dan 20.159.999.279 saham Seri B. 

Setelah pemecahan saham, setiap ADS mewakili 40 saham Seri B. 

Pada Rapat Umum Luar Biasa (“RUPSLB”) yang diselenggarakan pada tanggal 21 Desember 2005 

dan  RUPST  pada  tanggal  29  Juni  2007,  20  Juni  2008,  dan  19  Mei  2011,  para  pemegang  saham 

Perusahaan  menyetujui  masing-masing rencana tahap I, II, III,  dan IV program Perusahaan untuk 

membeli kembali saham Seri B yang telah diterbitkan. 

Selama  periode  21  Desember  2005  sampai  dengan  20  Juni  2007,  Perusahaan  telah  melakukan 

pembelian kembali 211.290.500 saham dari publik (program pembelian kembali saham tahap I). Pada 

tanggal 30 Juli 2013, Perusahaan telah menjual seluruh saham tersebut. 

Pada RUPST tanggal 19 April 2013, sebagaimana diaktakan dalam akta notaris Ashoya Ratam, SH, 

M.Kn.,  No.  38  tanggal  19  April  2013,  para  pemegang  saham  menyetujui  perubahan  rencana 

Perusahaan atas treasury stock yang diakuisisi dalam tahap III. 

Berdasarkan  keputusan  RUPST  Perusahaan  tanggal  19  April  2013  yang  dinyatakan  dalam  akta 

notaris  No.  38  tanggal  19  April  2013  oleh  Ashoya  Ratam,  S.H.,  MKn.,  para  pemegang  saham 

Perusahaan  menyetujui  pemecahan  saham  Perusahaan  untuk  Seri  A  Dwiwarna  dan  Seri  B  dari 

1 menjadi 5. Untuk 1 saham Seri A Dwiwarna dengan nilai nominal Rp250 dipecah menjadi 1 saham 

Seri A Dwiwarna dengan nilai nominal Rp50 dan 4 saham Seri B dengan nilai nominal Rp50. Jumlah 

modal saham dasar Perusahaan setelah pemecahan meningkat dari 1 saham Seri A Dwiwarna dan 

79.999.999.999 saham Seri B menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dan 399.999.999.999 saham Seri 

B.  Jumlah  modal  saham  ditempatkan  Perusahaan  meningkat  dari  1  saham  Seri  A  Dwiwarna  dan 

20.159.999.279  saham  Seri  B  menjadi  1  saham  Seri  A  Dwiwarna  dan  100.799.996.399  saham 

Seri  B.  Setelah  pemecahan  saham,  setiap  ADS  mewakili  200  saham  Seri  B.  Efektif  tanggal 

26 Oktober 2016, Perusahaan melakukan perubahan rasio Depositary Receipt dari 1 ADS mewakili 

200 saham Seri B menjadi 1 ADS mewakili 100 saham Seri B (Catatan 22). Informasi laba bersih per 

ADS pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lainnya konsolidasian telah disesuaikan 

dengan perubahan rasio ini. 

Pada tanggal 16  Mei dan 5 Juni  2014, Perusahaan telah melakukan pembatalan pencatatan pada 

Bursa Efek Tokyo (“TSE”) dan delisting pada LSE. 

Pada tanggal 31 Desember 2020, seluruh saham Seri B Perusahaan telah dicatatkan pada BEI dan 

38.393.803 ADS telah dicatatkan pada NYSE (Catatan 22). 

Pada tanggal 25 Juni 2010, Perusahaan menerbitkan obligasi Rupiah kedua masing-masing sebesar 

Rp1.005 miliar untuk Seri A yang berjangka waktu 5 (lima) tahun dan Rp1.995 miliar untuk Seri B yang 

berjangka waktu 10 (sepuluh) tahun dan dicatatkan di BEI (Catatan 20b.i).  

Pada tanggal 16 Juni 2015, Perusahaan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Telkom Tahap I Tahun 

2015  masing-masing  sebesar  Rp2.200  miliar  untuk  Seri  A  yang  berjangka  waktu  7  (tujuh)  tahun, 

Rp2.100 miliar untuk Seri B yang berjangka waktu 10 (sepuluh) tahun, Rp1.200 miliar untuk Seri C 

yang berjangka waktu 15 (lima belas) tahun dan Rp1.500 miliar untuk Seri D yang berjangka waktu 30 

(tiga puluh) tahun dan dicatatkan di BEI (Catatan 20b.i). 

Pada tanggal 21 Desember 2015, Perusahaan menjual sisa saham treasury tahap III. 

9 

Pada tanggal 29 Juni 2016, Perusahaan menjual saham treasuri tahap IV. 

Pada RUPST tanggal 27 April 2018 yang diaktakan dalam akta notaris Ashoya Ratam, S.H., M.Kn. 
No.  54,  para  pemegang  saham  menyetujui  pembatalan  1.737.779.800  saham  treasuri  dengan 
mengurangi modal saham Perseroan. 

d.  Entitas anak 

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, Perusahaan telah mengkonsolidasikan laporan keuangan 
semua  entitas  anak  yang  dimiliki  secara  langsung  maupun  tidak  langsung,  sebagai  berikut  
(Catatan 2b dan 2d):  

i.     Entitas anak dengan kepemilikan langsung: 

Entitas anak/ 
domisili 

Jenis usaha/tanggal 
pendirian atau akuisisi 
oleh Perusahaan 

PT Telekomunikasi  

  Telekomunikasi - operator 

Tahun 
dimulainya 
operasi 
     komersial      
1995 

Persentase kepemilikan*   

2020 

2019 

65  

65  

Jumlah aset sebelum 
eliminasi 

2020 

103.652 

2019 

82.730 

Selular   
(“Telkomsel”), 
Jakarta, Indonesia 

fasilitas telekomunikasi 
dan jasa telepon seluler  
menggunakan teknologi  
Global System for Mobile  
Communication (“GSM”)/ 
26 Mei 1995 

PT Dayamitra  

  Penyewaan menara 

1995 

100  

100  

25.368 

20.114 

Telekomunikasi 
(“Dayamitra”),  
Jakarta, Indonesia 

telekomunikasi dan jasa 
telekomunikasi lainnya/ 
17 Mei 2001 

PT Multimedia  
Nusantara  
(“Metra”), 
Jakarta, Indonesia 

Jasa jaringan telekomunikasi   

1998 

100  

100  

17.708 

16.478 

dan multimedia/ 
9 Mei 2003 

PT Telekomunikasi  

  Telekomunikasi/ 

1995 

100  

100  

12.187 

10.970 

Indonesia  
International 
(“TII”), 
Jakarta, Indonesia 

31 Juli 2003 

PT Graha Sarana  

  Penyewaan kantor dan  

1982 

100  

100  

6.163 

6.055 

Duta  
("GSD"), 
Jakarta, Indonesia 

manajemen gedung dan  
jasa pemeliharaan,  
konsultan sipil, dan  
pengembang/ 
25 April 2001 

PT Telkom 
Satelit 
Indonesia 
(“Telkomsat”), 
Jakarta, Indonesia 

  Telekomunikasi - 

1996 

100  

100   

4.484 

3.309 

menyediakan sistem  
komunikasi satelit, jasa  
dan sarana terkait/ 
28 September 1995 

PT Telkom Akses  

  Pembangunan, jasa dan  

2013 

100  

100  

4.154 

4.436 

(“Telkom Akses”),    
Jakarta, Indonesia 

perdagangan bidang  
telekomunikasi/ 
26 November 2012 

PT PINS Indonesia 

Jasa dan pembangunan  

1995 

100  

             100   

1.868 

2.995 

(“PINS”), 
Jakarta, Indonesia 

telekomunikasi/ 
15 Agustus 2002 

PT Metra-Net  

Jasa portal multimedia/ 

2009 

100  

100  

   1.320  

996 

(“Metra-Net”),  
Jakarta, Indonesia 

17 April 2009 

PT Infrastruktur  

  Pembangunan, jasa dan  

2014 

100  

100 

1.074 

1.706 

Telekomunikasi  
Indonesia 
(“Telkom Infratel”),   
 Jakarta, Indonesia   

perdagangan bidang  
telekomunikasi/ 
16 Januari 2014 

*Persentase kepemilikan sebesar 99,99% disajikan dengan pembulatan menjadi 100%. 

10 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
    
 
    
    
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

1.  UMUM (lanjutan) 

d.  Entitas anak (lanjutan) 

i.     Entitas anak dengan kepemilikan langsung (lanjutan): 

Entitas anak/ 
domisili 

PT Napsindo  
Primatel  
Internasional  
(“Napsindo”),  
Jakarta, Indonesia 

Jenis usaha/tanggal 
pendirian atau akuisisi 
oleh Perusahaan 

  Telekomunikasi -  
  menyediakan Network,  
Access Point (“NAP”),  
Voice Over Data (“VOD”),    
dan jasa terkait lainnya/ 
29 Desember 1998 

Tahun 
dimulainya  
    komersial     
1999;  
berhenti    
  beroperasi   
pada 
tanggal 
  13 Januari   
2006 

Persentase kepemilikan* 

2020 

2019 

Jumlah aset sebelum 
eliminasi 

2020 

2019 

60  

 60  

5  

 5 

                               *Persentase kepemilikan sebesar 99,99% disajikan dengan pembulatan menjadi 100%. 

ii.    Entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung: 

Tahun 
  dimulainya  
operasi 
  komersial 
1988 

Persentase kepemilikan* 

2020 

2019 

Jumlah aset sebelum 
 eliminasi 

2020 

2019 

100  

100  

6.031  

6.796 

Entitas anak/ 
domisili 

Jenis usaha/tanggal 
pendirian atau akuisisi 
oleh Perusahaan 

PT Sigma Cipta Caraka    Jasa teknologi informatika -   

(“Sigma”),  
Tangerang, Indonesia  

implementasi dan  
integrasi sistem,  
outsourcing, dan  
pemeliharaan lisensi  
piranti lunak/ 
1 Mei 1987 

PT Metra Digital  

Investama 
(“MDI”), 
Jakarta, Indonesia 

  Jasa perdagangan informasi   
dan teknologi multimedia,   
hiburan dan investasi/ 
8 Januari 2013 

Telekomunikasi 
Indonesia 
International Pte. Ltd.,  
("Telin Singapore"), 
Singapore 

  Telekomunikasi/ 

6 Desember 2007 

Telekomunikasi 
Indonesia 
International Ltd. 
("Telin Hong Kong"),   
Hong Kong  

  Telekomunikasi/ 

8 Desember 2010 

PT Infomedia  
Nusantara 
(“Infomedia”),  
Jakarta, Indonesia 

  Jasa data dan informasi -  
  menyediakan jasa  

informasi telekomunikasi    
dan jasa informasi  
lainnya dalam bentuk  

  media cetak dan  

elektronik, dan jasa 
call center/ 
22 September 1999 

PT Telkom Landmark 

Tower  
(“TLT”), 
Jakarta, Indonesia 

  Jasa pengembangan dan  
  manajemen properti/ 
1 Februari 2012 

2013 

100  

100  

3.461  

1.475 

2008 

100  

 100  

3.320  

3.635 

2010 

100  

 100  

2.652  

1.830 

1984 

100  

100  

2.390  

2.626 

2012 

55  

55  

2.204  

2.056 

PT Finnet Indonesia  

  Jasa teknologi informatika/   

2006 

60  

60  

1.371  

1.001 

(“Finnet”), 
Jakarta, Indonesia 

31 Oktober 2005 

                              *Persentase kepemilikan sebesar 99,99% disajikan dengan pembulatan menjadi 100%. 

11 

 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
    
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
 
 
 
 
   
   
 
 
 
 
 
   
   
 
 
 
 
 
 
   
   
 
 
 
 
 
   
   
 
   
 
 
 
 
 
   
   
 
   
 
 
 
 
 
 
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
   
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
 
 
 
 
 
 
 
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
 
 
   
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
   
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
2020 

2019 

1.146 

Entitas anak/ 
domisili 

100  

100  

1.115  

(“MD Media”), 
Jakarta, Indonesia 

Jumlah aset sebelum 
 eliminasi 

Persentase kepemilikan* 

2020 

2019 

Tahun 
  dimulainya  
operasi 
  komersial 
2013 

Jenis usaha/tanggal 
pendirian atau akuisisi   
oleh Perusahaan 
PT Metra Digital Media     Jasa layanan informasi  
dalam bentuk direktori  
khusus/ 
22 Januari 2013 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 

Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

1.  UMUM (lanjutan) 
 s 

d.  Entitas anak (lanjutan) 

ii.    Entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung (lanjutan): 

1.  UMUM (lanjutan) 

d.  Entitas anak (lanjutan) 

i.     Entitas anak dengan kepemilikan langsung (lanjutan): 

Entitas anak/ 

pendirian atau akuisisi 

dimulainya  

Persentase kepemilikan* 

eliminasi 

Jenis usaha/tanggal 

Tahun 

Jumlah aset sebelum 

oleh Perusahaan 

    komersial     

2020 

2019 

2020 

2019 

60  

 60  

5  

 5 

domisili 

PT Napsindo  

Primatel  

Internasional  

(“Napsindo”),  

  Telekomunikasi -  

  menyediakan Network,  

1999;  

berhenti    

Access Point (“NAP”),  

  beroperasi   

Voice Over Data (“VOD”),    

Jakarta, Indonesia 

dan jasa terkait lainnya/ 

29 Desember 1998 

  13 Januari   

pada 

tanggal 

2006 

                               *Persentase kepemilikan sebesar 99,99% disajikan dengan pembulatan menjadi 100%. 

ii.    Entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung: 

Jenis usaha/tanggal 

  dimulainya  

Tahun 

Jumlah aset sebelum 

Entitas anak/ 

pendirian atau akuisisi 

operasi 

Persentase kepemilikan* 

 eliminasi 

domisili 

oleh Perusahaan 

  komersial 

2020 

2019 

2020 

2019 

PT Sigma Cipta Caraka    Jasa teknologi informatika -   

1988 

100  

100  

6.031  

6.796 

PT Metra Digital  

  Jasa perdagangan informasi   

2013 

100  

100  

3.461  

1.475 

2008 

100  

 100  

3.320  

3.635 

2010 

100  

 100  

2.652  

1.830 

  Jasa data dan informasi -  

1984 

100  

100  

2.390  

2.626 

(“Sigma”),  

Tangerang, Indonesia  

implementasi dan  

integrasi sistem,  

outsourcing, dan  

pemeliharaan lisensi  

piranti lunak/ 

1 Mei 1987 

Investama 

(“MDI”), 

dan teknologi multimedia,   

hiburan dan investasi/ 

Jakarta, Indonesia 

8 Januari 2013 

Telekomunikasi 

Indonesia 

  Telekomunikasi/ 

6 Desember 2007 

International Pte. Ltd.,  

("Telin Singapore"), 

Singapore 

Telekomunikasi 

  Telekomunikasi/ 

Indonesia 

8 Desember 2010 

International Ltd. 

("Telin Hong Kong"),   

Hong Kong  

PT Infomedia  

Nusantara 

(“Infomedia”),  

Jakarta, Indonesia 

  menyediakan jasa  

informasi telekomunikasi    

dan jasa informasi  

lainnya dalam bentuk  

  media cetak dan  

elektronik, dan jasa 

call center/ 

22 September 1999 

Tower  

(“TLT”), 

Jakarta, Indonesia 

  manajemen properti/ 

1 Februari 2012 

(“Finnet”), 

Jakarta, Indonesia 

31 Oktober 2005 

PT Finnet Indonesia  

  Jasa teknologi informatika/   

2006 

60  

60  

1.371  

1.001 

                              *Persentase kepemilikan sebesar 99,99% disajikan dengan pembulatan menjadi 100%. 

PT Melon Indonesia 

  Jasa penjualan konten  

2010 

100  

100 

848 

578 

(“Melon”), 
Jakarta, Indonesia 

digital/ 
14 November 2016 

PT Persada Sokka 

Tama 
("PST"), 
Jakarta, Indonesia 

  Penyediaan sarana 

prasarana jaringan 
telekomunikasi/ 
     19 Februari 2019 

2008 

95  

95  

824  

870 

Telekomunikasi  
Indonesia  
International 
(“Telin TL”) S.A., 
Dili, Timor Leste 

TS Global 

Network Sdn. Bhd. 
(“TSGN”), 
Petaling Jaya, 
Malaysia 

  Telekomunikasi/ 

11 September 2012 

2012 

100  

100  

719  

706 

  Jasa satelit/ 
     14 Desember 2017 

1996 

70  

70  

669  

732 

PT Telkomsel Mitra  

Inovasi 
(“TMI”), 
Jakarta, Indonesia 

  Jasa konsultan manajemen  
     bisnis dan investasi 
     modal/ 
      18 Januari 2019 

PT Swadharma  

Sarana Informatika  
(“SSI”), 
 Jakarta, Indonesia 

  Jasa pengisian kas dan 
pemeliharaan ATM/ 
2 April 2018 

2019 

100  

100  

594  

569 

2001 

51  

51  

577  

520 

PT Administrasi  

  Jasa administrasi asuransi   

2002 

100  

100  

480  

395 

Medika 
(“Ad Medika”),  
Jakarta, Indonesia 

PT Nusantara Sukses  

Investasi 
(“NSI”), 
Jakarta, Indonesia 

kesehatan/ 
25 Februari 2010 

  Jasa dan perdagangan/ 
1 September 2014 

PT Graha Yasa Selaras    Jasa pariwisata/ 
27 April 2012 

(”GYS”), 
Jakarta, Indonesia 

2014 

100  

 100  

316  

272 

2012 

51  

51  

289  

288 

PT Telkom Landmark 

  Jasa pengembangan dan  

2012 

55  

55  

2.204  

2.056 

*Persentase kepemilikan sebesar 99,99% disajikan dengan pembulatan menjadi 100%. 

11 

12 

 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
    
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
 
 
 
 
   
   
 
 
 
 
 
   
   
 
 
 
 
 
 
   
   
 
 
 
 
 
   
   
 
   
 
 
 
 
 
   
   
 
   
 
 
 
 
 
 
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
   
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
 
 
 
 
 
 
 
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
 
 
   
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
   
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
    
 
  
 
 
 
 
 
    
 
  
 
 
   
 
 
 
    
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
 
 
   
 
    
 
  
 
   
 
    
 
  
 
 
   
   
 
    
 
  
 
 
 
 
 
 
 
    
 
  
 
 
 
 
 
 
    
 
  
 
   
 
 
 
    
 
  
 
   
 
 
 
  
  
  
 
 
  
 
 
 
 
    
 
  
 
 
 
   
 
    
 
  
 
 
 
 
 
 
    
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
 
 
   
 
    
 
  
 
 
 
 
    
 
  
 
 
 
 
 
 
  
  
 
 
   
 
 
 
    
 
  
 
 
 
 
 
 
 
    
 
  
 
 
 
 
 
    
 
  
 
   
 
 
 
    
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
 
 
 
 
 
 
    
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
  
 
   
 
 
 
 
 
  
  
 
 
   
 
 
 
 
 
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
   
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
    
 
  
 
 
 
 
 
 
 
    
 
  
 
 
 
 
 
 
    
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

1.  UMUM (lanjutan) 

d.  Entitas anak (lanjutan) 

ii.    Entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung (lanjutan): 

Entitas anak/ 
domisili 

PT Metraplasa  

(“Metraplasa”),  
Jakarta, Indonesia 

Jenis usaha/tanggal   
  pendirian atau akuisisi  
     oleh Perusahaan 
  Jasa jaringan & 
e-commerce/ 
9 April 2012 

Tahun 
dimulainya   
operasi 

Persentase kepemilikan* 

Jumlah aset sebelum 
 eliminasi 

     komersial 

2020 

2019 

2020 

2012 

60  

60  

260  

2019 

214 

PT Nutech Integrasi  

  Jasa penyedia sistem  

2001 

60  

60  

137  

177 

(“Nutech”),  
Jakarta, Indonesia 

integrator/ 
13 Desember 2017 

Telekomunikasi  
Indonesia  
International Inc.,  
(“Telkom USA”), 
Los Angeles, USA 

  Telekomunikasi/ 

11 Desember 2013 

Telekomunikasi  
Indonesia  
International Pty. Ltd.,   
(“Telkom Australia”),   
Sydney, Australia 

  Telekomunikasi/ 
9 Januari 2013 

Telekomunikasi  
Indonesia Intl  
(Malaysia) Sdn. Bhd. 
(”Telin Malaysia”), 
Malaysia 

  Telekomunikasi/ 
2 Juli 2013 

2014 

100  

100 

115 

89 

2013 

100  

 100  

88  

86 

2013 

70  

70  

39  

67 

PT Satelit Multimedia  

  Jasa satelit/ 

2013 

100  

100  

14  

 16 

Indonesia 
(“SMI”), 
Jakarta, Indonesia 

25 Maret 2013 

*Persentase kepemilikan sebesar 99,99% disajikan dengan pembulatan menjadi 100%. 

e.  Transaksi akuisisi pada entitas anak 

i.   Dayamitra 

     PST 

Pada  tanggal  19  Februari  2019,  Dayamitra  telah  mengakuisisi  95%  kepemilikan  langsung  
di  PST  dari  Rahina  Dewayani  dan  Rahayu  berdasarkan  Perjanjian  Jual  Beli  Saham  Bersyarat. 
Berdasarkan  perjanjian  tersebut,  Dayamitra  membeli  95%  kepemilikan  saham  PST  senilai 
Rp1.113 miliar dan wajib membeli sisa 5% kepemilikan  saham PST dalam waktu  maksimal 24 
bulan  sejak  8  Maret  2019,  dengan  harga  per  saham  yang  sama  dengan  akuisisi  95%  saham 
sebelumnya.  Sehubungan  dengan  kewajiban  tersebut,  pada  tanggal  31  Desember  2019 
Dayamitra mengakui kewajiban kepada pemilik saham sebelumnya sebesar Rp80 miliar. Sesuai 
dengan syarat dan ketentuan perjanjian, pada tanggal akuisisi, Dayamitra secara substansial telah 
memiliki 100% kepemilikan saham PST. Akuisisi ini dicatat sebagai kombinasi bisnis. 

PST  adalah  perusahaan  yang  bergerak  dalam  pengelolaan  sewa  menara.  Investasi  baru  ini 
diharapkan dapat memperkuat portofolio bisnis Perusahaan. 

13 

 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
    
    
    
    
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
   
 
 
 
  
  
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
   
 
 
 
  
 
 
  
 
 
   
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 

Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

1.  UMUM (lanjutan) 

d.  Entitas anak (lanjutan) 

ii.    Entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung (lanjutan): 

Jenis usaha/tanggal   

dimulainya   

Tahun 

Entitas anak/ 

  pendirian atau akuisisi  

operasi 

Persentase kepemilikan* 

domisili 

     oleh Perusahaan 

     komersial 

2020 

2019 

2020 

PT Metraplasa  

  Jasa jaringan & 

2012 

60  

60  

260  

2019 

214 

Jumlah aset sebelum 

 eliminasi 

1.  UMUM (lanjutan) 

e.  Transaksi akuisisi pada entitas anak (lanjutan) 

i.    Dayamitra (lanjutan) 

Akuisisi Menara Indosat 

Pada tanggal 14 Oktober 2019, Dayamitra menandatangani Sales Purchase Agreement ("SPA") 
dengan  PT  Indosat  Tbk.  ("Indosat")  terkait  pembelian  menara  milik  Indosat.  Hal-hal  yang 
ditetapkan dan disepakati secara simultan dengan SPA adalah sebagai berikut: 

 (a)  Pengalihan  kepemilikan  atas  2.100  menara 

telekomunikasi  (3.982 

tenant)  beserta 

perizinannya;  
 

PT Nutech Integrasi  

  Jasa penyedia sistem  

2001 

60  

60  

137  

177 

 (b)  Pengalihan sewa tanah untuk 1.731 lokasi yang sebelumnya disewa oleh Indosat ke pihak 

ketiga; 
 

 (c)   Penyewaan sewa tanah untuk 369 lokasi yang dimiliki oleh Indosat; dan 
 
 (d)  Pengalihan kontrak berserta detail pengguna dengan  3.982  penyewa kolokasi yang sudah 

ada di menara yang diakuisisi. 

Pada  tanggal  20  Desember  2019,  Dayamitra  dan  Indosat  telah  melakukan  penandatanganan 
Letter Agreement (Closing Memo), sebagai tindaklanjut SPA yang ditandatangani oleh Indosat dan 
Dayamitra senilai Rp4.443 miliar.  

Selain itu, disepakati juga penyewaan kembali oleh Indosat atas  masing-masing 1 slot di 2.100 
menara telekomunikasi yang diakuisisi oleh Dayamitra yang ditandai dengan penandatanganan 
Master Tower Lease Agreement (“MTLA”). Transaksi akuisisi ini diperlakukan sebagai transaksi 
akuisisi aset. 

Nilai wajar aset dan liabilitas teridentifikasi pada saat akuisisi untuk kedua transaksi di atas adalah 
sebagai berikut: 

Aset 
Aset lancar 
Aset tetap  
Aset tidak lancar 
Liabilitas 
Nilai buku aset neto 

Selisih nilai wajar dengan nilai buku aset tetap 
Hubungan pelanggan (aset takberwujud) 
Pajak tangguhan 

Nilai wajar aset bersih teridentifikasi yang diperoleh 
Nilai wajar imbalan yang dialihkan 
Goodwill  

ii.    Telkomsel 

Menara 
Indosat 

 Saham 
PST 

Total 

517 
3.453 
- 
- 
3.970 

- 
473 
- 

4.443 
4.443 
- 

146 
634 
91 
     (610) 
261 

398 
194 
(148) 

705 
1.172 
467 

663 
4.087 
91 
(610) 
4.231 

398 
667 
(148) 

5.148 
5.615 
467 

Berdasarkan  akta  notaris  Bonardo  Nasution,  S.H.  No.  12  tanggal  18  Januari  2019,  Telkomsel 
mendirikan anak perusahaan, TMI. Pada tanggal 18 Februari 2019, Telkomsel menyetorkan modal 
awal sebesar Rp550 miliar untuk 549.989 lembar saham dari keseluruhan 550.000 lembar saham 
TMI. 

TMI  bergerak  di  bidang  inovasi  dan  strategic  investment.  Investasi  baru  ini  diharapkan  dapat 
memperkuat  portofolio  bisnis  Perusahaan  dalam  rangka  bertransformasi  menjadi  perusahaan 
telekomunikasi digital. 

f.  Penyelesaian dan kewenangan penerbitan laporan keuangan konsolidasian 

Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan 
konsolidasian ini sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, yang telah disetujui dan 
diotorisasi untuk diterbitkan oleh Direksi Perusahaan pada tanggal 29 April 2021. 

13 

14 

Telekomunikasi  

  Telekomunikasi/ 

2014 

100  

100 

115 

89 

2013 

100  

 100  

88  

86 

2013 

70  

70  

39  

67 

(“Metraplasa”),  

Jakarta, Indonesia 

e-commerce/ 

9 April 2012 

(“Nutech”),  

integrator/ 

Jakarta, Indonesia 

13 Desember 2017 

Indonesia  

International Inc.,  

(“Telkom USA”), 

Los Angeles, USA 

11 Desember 2013 

Telekomunikasi  

Indonesia  

  Telekomunikasi/ 

9 Januari 2013 

International Pty. Ltd.,   

(“Telkom Australia”),   

Sydney, Australia 

Telekomunikasi  

Indonesia Intl  

  Telekomunikasi/ 

2 Juli 2013 

(Malaysia) Sdn. Bhd. 

(”Telin Malaysia”), 

Malaysia 

Indonesia 

(“SMI”), 

Jakarta, Indonesia 

25 Maret 2013 

PT Satelit Multimedia  

  Jasa satelit/ 

2013 

100  

100  

14  

 16 

*Persentase kepemilikan sebesar 99,99% disajikan dengan pembulatan menjadi 100%. 

e.  Transaksi akuisisi pada entitas anak 

i.   Dayamitra 

     PST 

Pada  tanggal  19  Februari  2019,  Dayamitra  telah  mengakuisisi  95%  kepemilikan  langsung  

di  PST  dari  Rahina  Dewayani  dan  Rahayu  berdasarkan  Perjanjian  Jual  Beli  Saham  Bersyarat. 

Berdasarkan  perjanjian  tersebut,  Dayamitra  membeli  95%  kepemilikan  saham  PST  senilai 

Rp1.113 miliar dan wajib membeli sisa 5% kepemilikan  saham PST dalam waktu  maksimal 24 

bulan  sejak  8  Maret  2019,  dengan  harga  per  saham  yang  sama  dengan  akuisisi  95%  saham 

sebelumnya.  Sehubungan  dengan  kewajiban  tersebut,  pada  tanggal  31  Desember  2019 

Dayamitra mengakui kewajiban kepada pemilik saham sebelumnya sebesar Rp80 miliar. Sesuai 

dengan syarat dan ketentuan perjanjian, pada tanggal akuisisi, Dayamitra secara substansial telah 

memiliki 100% kepemilikan saham PST. Akuisisi ini dicatat sebagai kombinasi bisnis. 

PST  adalah  perusahaan  yang  bergerak  dalam  pengelolaan  sewa  menara.  Investasi  baru  ini 

diharapkan dapat memperkuat portofolio bisnis Perusahaan. 

 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
    
    
    
    
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
   
 
 
 
  
  
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
   
 
 
 
  
 
 
  
 
 
   
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

2. 

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN  

Laporan  keuangan  konsolidasian  Grup  disusun  dan  disajikan  sesuai  dengan  Standar  Akuntansi 
Keuangan (“SAK”) di Indonesia yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) di 
Indonesia  dan  Interpretasi  Standar  Akuntansi  Keuangan  (“ISAK”)  di  Indonesia  yang  dikeluarkan  oleh 
Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia dan Peraturan Badan Pengawas Pasar 
Modal  dan  Lembaga  Keuangan  (Bapepam-LK)  No.  VIII.G.7  tentang  “Penyajian  dan  Pengungkapan 
Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik”, yang terlampir dalam surat KEP-347/BL/2012. 

a.  Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian 

Laporan  keuangan  konsolidasian,  kecuali  untuk  laporan  arus  kas  konsolidasian,  disusun  dengan 
dasar akrual. Laporan keuangan konsolidasian juga disusun dengan dasar harga perolehan, kecuali 
untuk akun tertentu yang diukur dengan menggunakan dasar seperti yang disebutkan dalam catatan 
yang relevan. 

Laporan  arus  kas  konsolidasian  disusun  dengan  menggunakan  metode  langsung  dan  menyajikan 
perubahan kas dan setara kas dari kegiatan operasi, investasi, dan pendanaan. 

Angka-angka  dalam  laporan  keuangan  konsolidasian  ini  disajikan  dalam  dan  dibulatkan  menjadi 
miliaran Rupiah (“Rp”) dan jutaan US$, kecuali dinyatakan lain. Untuk angka-angka dalam laporan 
keuangan konsolidasian ini yang masih mengandung nilai tetapi dibawah Rp1 miliar dan US$ 1 juta 
disajikan dengan angka nol. 

Standar akuntansi baru 

Pada  tanggal  1  Januari  2020,  Grup  menerapkan  pernyataan  standar  akuntansi  keuangan  dan 
interpretasi  standar  akuntansi  keuangan  baru  dan  revisi  yang  efektif  sejak  tanggal  tersebut. 
Perubahan kebijakan akuntansi Grup telah dibuat seperti yang disyaratkan, sesuai dengan ketentuan 
transisi dalam masing-masing standar dan interpretasi. 
i.  PSAK 71: Instrumen Keuangan 
ii.  PSAK 72: Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan 
iii.  PSAK 73: Sewa 

Perubahan standar akuntansi keuangan di atas dan dampaknya dijelaskan dalam Catatan 2ac.  

Penerapan  standar  dan  interpretasi  yang  baru  dan  direvisi  tidak  menghasilkan  perubahan  besar 
terhadap kebijakan akuntansi Grup dan tidak memiliki dampak material pada jumlah yang dilaporkan 
untuk tahun keuangan saat ini atau sebelumnya: 
i.  Amandemen PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan 
ii.  Amandemen PSAK 15: Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama 
iii.  Amandemen PSAK 25: Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan 
iv.  ISAK 36: Interpretasi atas Interaksi antara Ketentuan Mengenai Hak Atas Tanah dalam PSAK 16: 

Aset Tetap dan PSAK 73: Sewa. 

v.  Amandemen PSAK 55, PSAK 60, dan PSAK 71: Reformasi Acuan Suku Bunga 
vi.  Kerangka Konseptual Pelaporan Keuangan 

Standar akuntansi yang telah diterbitkan namun belum berlaku efektif 

Berlaku efektif 1 Januari 2021: 

i.  Amandemen PSAK 22: Kombinasi Bisnis 

Amandemen  ini  mengklarifikasi  definisi  bisnis  dengan  tujuan  untuk  membantu  entitas  dalam 
menentukan  apakah  suatu  transaksi  seharusnya  dicatat  sebagai  kombinasi  bisnis  atau  akuisisi 
aset.  

15 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 

Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

2. 

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN  

2. 

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)  

Laporan  keuangan  konsolidasian  Grup  disusun  dan  disajikan  sesuai  dengan  Standar  Akuntansi 

Keuangan (“SAK”) di Indonesia yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) di 

Indonesia  dan  Interpretasi  Standar  Akuntansi  Keuangan  (“ISAK”)  di  Indonesia  yang  dikeluarkan  oleh 

Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia dan Peraturan Badan Pengawas Pasar 

Modal  dan  Lembaga  Keuangan  (Bapepam-LK)  No.  VIII.G.7  tentang  “Penyajian  dan  Pengungkapan 

Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik”, yang terlampir dalam surat KEP-347/BL/2012. 

a.  Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian 

Laporan  keuangan  konsolidasian,  kecuali  untuk  laporan  arus  kas  konsolidasian,  disusun  dengan 

dasar akrual. Laporan keuangan konsolidasian juga disusun dengan dasar harga perolehan, kecuali 

untuk akun tertentu yang diukur dengan menggunakan dasar seperti yang disebutkan dalam catatan 

yang relevan. 

Laporan  arus  kas  konsolidasian  disusun  dengan  menggunakan  metode  langsung  dan  menyajikan 

perubahan kas dan setara kas dari kegiatan operasi, investasi, dan pendanaan. 

Angka-angka  dalam  laporan  keuangan  konsolidasian  ini  disajikan  dalam  dan  dibulatkan  menjadi 

miliaran Rupiah (“Rp”) dan jutaan US$, kecuali dinyatakan lain. Untuk angka-angka dalam laporan 

keuangan konsolidasian ini yang masih mengandung nilai tetapi dibawah Rp1 miliar dan US$ 1 juta 

disajikan dengan angka nol. 

Standar akuntansi baru 

Pada  tanggal  1  Januari  2020,  Grup  menerapkan  pernyataan  standar  akuntansi  keuangan  dan 

interpretasi  standar  akuntansi  keuangan  baru  dan  revisi  yang  efektif  sejak  tanggal  tersebut. 

Perubahan kebijakan akuntansi Grup telah dibuat seperti yang disyaratkan, sesuai dengan ketentuan 

transisi dalam masing-masing standar dan interpretasi. 

i.  PSAK 71: Instrumen Keuangan 

ii.  PSAK 72: Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan 

iii.  PSAK 73: Sewa 

Perubahan standar akuntansi keuangan di atas dan dampaknya dijelaskan dalam Catatan 2ac.  

Penerapan  standar  dan  interpretasi  yang  baru  dan  direvisi  tidak  menghasilkan  perubahan  besar 

terhadap kebijakan akuntansi Grup dan tidak memiliki dampak material pada jumlah yang dilaporkan 

untuk tahun keuangan saat ini atau sebelumnya: 

i.  Amandemen PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan 

ii.  Amandemen PSAK 15: Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama 

iii.  Amandemen PSAK 25: Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan 

iv.  ISAK 36: Interpretasi atas Interaksi antara Ketentuan Mengenai Hak Atas Tanah dalam PSAK 16: 

Aset Tetap dan PSAK 73: Sewa. 

v.  Amandemen PSAK 55, PSAK 60, dan PSAK 71: Reformasi Acuan Suku Bunga 

vi.  Kerangka Konseptual Pelaporan Keuangan 

Standar akuntansi yang telah diterbitkan namun belum berlaku efektif 

Berlaku efektif 1 Januari 2021: 

i.  Amandemen PSAK 22: Kombinasi Bisnis 

Amandemen  ini  mengklarifikasi  definisi  bisnis  dengan  tujuan  untuk  membantu  entitas  dalam 

menentukan  apakah  suatu  transaksi  seharusnya  dicatat  sebagai  kombinasi  bisnis  atau  akuisisi 

aset.  

a.  Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian (lanjutan) 

Standar akuntansi yang telah diterbitkan namun belum berlaku efektif (lanjutan) 

Berlaku efektif 1 Januari 2021 (lanjutan): 

ii.  Amandemen PSAK 55: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan  Pengukuran, Amandemen PSAK 

60: Instrumen Keuangan: Pengungkapan, dan Amandemen PSAK 71: Instrumen Keuangan 

iii.  Amandemen  PSAK  62:  Kontrak  Asuransi  dan  Amandemen  PSAK  73:  Sewa  tentang  Reformasi 

Acuan Suku Bunga - Tahap 2 
Amandemen ini mengatur reformasi acuan suku bunga-tahap 2 hanya berlaku untuk perubahan 
yang  disyaratkan  oleh  reformasi  acuan  suku  bunga  untuk  instrumen  keuangan  dan  hubungan 
lindung nilai.  

iv. Amandemen PSAK 73: Sewa tentang Konsesi Sewa terkait COVID-19 setelah 30 Juni 2021 
ini  mengatur  bahwa  penyewa  dapat  memilih  untuk 

Amandemen 
tidak  menilai  apakah  
konsesi sewa terkait COVID-19 merupakan suatu modifikasi sewa dan memberikan persyaratan 
yang harus dipenuhi agar cara praktis tersebut dapat diterapkan. Amandemen ini memperpanjang 
cakupan  periode  konsesi  sewa,  yang  merupakan  salah  satu  syarat  penerapan  cara  praktis, 
menjadi 30 Juni 2022. 

Berlaku efektif 1 Januari 2022: 

i.  Amandemen PSAK 22: Kombinasi Bisnis 

Amandemen  ini  mengatur  tentang  referensi  ke  Kerangka  Konseptual dengan  mengklarifikasi 
interaksi antara PSAK 22, PSAK 57, ISAK 30 dan Kerangka Konseptual Pelaporan Keuangan. 

ii.  Amandemen PSAK 57: Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi 

Amandemen  ini  mengklarifikasi  biaya  untuk  memenuhi  suatu  kontrak  dalam  kaitannya  dalam 
menentukan apakah suatu kontrak merupakan kontrak memberatkan. 

iii.  Amandemen PSAK 71: Instrumen Keuangan 

Amandemen  ini  mengklarifikasi  fee  (imbalan)  yang  diakui  oleh  peminjam  terkait  penghentian 
pengakuan liabilitas keuangan. 

iv.  Amandemen PSAK 73: Sewa 

Amandemen  ini  mengklarifikasi  mengklarifikasi pengukuran  oleh  penyewa  dan  pencatatan 
perubahan masa sewa terkait “perbaikan properti sewaan”. 

Berlaku efektif 1 Januari 2023: 

i.  Amandemen PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan 

Amandemen ini mengklarifikasi klasifikasi liabilitas sebagai jangka pendek atau jangka panjang. 

ii.  Amandemen PSAK 16: Aset Tetap 

Amandemen ini mengatur tentang perlakuan atas hasil sebelum penggunaan yang diintensikan.  

b.  Prinsip konsolidasi 

Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan  entitas anak dimana 
Perusahaan memiliki kendali. Pengendalian timbul ketika Grup terekspos atau memiliki hak atas imbal 
hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi 
imbal  hasil  tersebut  melalui  kekuasaannya  atas  investee.  Secara  spesifik,  Grup  mengendalikan 
investee jika dan hanya jika Grup memiliki kekuasaan atas investee, eksposur atau hak, atas imbal 
hasil  variabel  dari  keterlibatannya  dengan  investee,  dan  kemampuan  untuk  menggunakan 
kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi imbal hasil. 

15 

16 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

2. 

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)  

b.  Prinsip konsolidasi (lanjutan) 

Umumnya,  ada  dugaan  bahwa  mayoritas  hak  suara  menghasilkan  kontrol.  Untuk  mendukung 
anggapan ini bila Grup memiliki mayoritas atau kurang dari mayoritas hak suara atau hak serupa dari 
investee, Grup mempertimbangkan semua fakta dan keadaan yang relevan dalam menilai apakah ia 
memiliki kuasa atas investee, termasuk: 
i.  Pengaturan kontraktual dengan pemilik hak suara lainnya dari investee, 
ii. Hak yang timbul atas pengaturan kontraktual lain, dan 
iii. Hak suara dan hak suara potensial yang dimiliki Grup. 

Grup menilai kembali apakah Grup mengendalikan investee jika fakta dan keadaan mengindikasikan 
adanya perubahan terhadap satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian. Entitas anak dikonsolidasi 
sejak tanggal ketika Grup memperoleh  pengendalian secara efektif  dan  tidak  dikonsolidasikan lagi 
sejak  tanggal  Grup  kehilangan  pengendalian.  Aset,  liabilitas,  pendapatan,  dan  beban  entitas  anak 
yang  diperoleh  atau  dilepaskan  selama  periode  berjalan  dimasukkan  ke  dalam  laporan  posisi 
keuangan konsolidasian dan laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian sejak 
tanggal ketika Grup memperoleh pengendalian hingga tanggal sejak Grup kehilangan pengendalian. 

Laba  atau  rugi  dan  setiap  komponen  pendapatan  komprehensif  lain  diatribusikan  pada  pemilik 
Perusahaan dan pada kepentingan nonpengendali, meskipun hal ini akan mengakibatkan timbulnya 
saldo defisit pada kepentingan nonpengendali.  

Seluruh aset dan liabilitas, ekuitas, penghasilan dan beban dan arus kas atas transaksi antar Grup 
dieliminasi sepenuhnya pada saat konsolidasi. 

Saat Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak, maka Grup: 
•  menghentikan  pengakuan  aset  (termasuk  setiap  goodwill)  dan  liabilitas  entitas  anak  pada  nilai 

tercatatnya ketika pengendalian hilang; 

•  menghentikan  pengakuan  jumlah  tercatat  setiap  kepentingan  nonpengendali  pada  entitas  anak 

terdahulu pada tanggal hilangnya pengendalian; 

•  mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima (jika ada) dari transaksi, peristiwa atau keadaan 

yang mengakibatkan hilangnya pengendalian;  

•  mengakui  setiap  sisa  investasi  pada  entitas  anak  terdahulu  pada  nilai  wajarnya  pada  tanggal 

hilangnya pengendalian; 

•  mengakui setiap perbedaan yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian dalam laporan laba 

rugi konsolidasian yang dapat diatribusikan pada pemilik Perusahaan. 

c.  Transaksi dengan pihak berelasi 

Grup  mempunyai  transaksi  dengan  pihak  berelasi.  Definisi  pihak  berelasi  yang  digunakan  sesuai 
dengan  Peraturan  Bapepam-LK  No.  VIII.G.7  tentang  Penyajian  dan  Pengungkapan  Laporan 
terlampir  dalam  surat  keputusan  
Keuangan  Emiten  atau  Perusahaan  Publik,  yang 
No.KEP-347/BL/2012. Pihak-pihak yang dipertimbangkan sebagai pihak berelasi adalah orang atau 
entitas yang terkait dengan entitas yang menyiapkan laporan keuangannya. 

Berdasarkan  Peraturan  Bapepam-LK  No.  VIII.G.7  tersebut,  entitas  berelasi  dengan  pemerintah 
merupakan entitas yang dikendalikan, dikendalikan bersama, atau dipengaruhi secara signifikan oleh 
pemerintah.    Pemerintah  dalam  hal  ini  adalah  Menteri  Keuangan  atau  Pemerintah  Daerah  yang 
merupakan pemegang saham dari entitas. 

Personil manajemen kunci adalah orang-orang yang mempunyai kewenangan dan tanggung jawab 
untuk  merencanakan,  memimpin,  dan  mengendalikan  aktivitas  entitas,  secara  langsung  atau  tidak 
langsung, termasuk direktur (baik eksekutif maupun bukan eksekutif) dari Grup. Status pihak berelasi 
diperluas  sampai  dengan  manajemen  kunci  dari  entitas  anak  sampai  dengan  tingkatan  mereka 
mengarahkan operasi entitas anak dengan tingkat keterlibatan minimal dari manajemen Perusahaan. 

17 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 

Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

2. 

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)  

2. 

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)  

b.  Prinsip konsolidasi (lanjutan) 

d.  Kombinasi bisnis dan goodwill 

Umumnya,  ada  dugaan  bahwa  mayoritas  hak  suara  menghasilkan  kontrol.  Untuk  mendukung 

anggapan ini bila Grup memiliki mayoritas atau kurang dari mayoritas hak suara atau hak serupa dari 

investee, Grup mempertimbangkan semua fakta dan keadaan yang relevan dalam menilai apakah ia 

memiliki kuasa atas investee, termasuk: 

i.  Pengaturan kontraktual dengan pemilik hak suara lainnya dari investee, 

ii. Hak yang timbul atas pengaturan kontraktual lain, dan 

iii. Hak suara dan hak suara potensial yang dimiliki Grup. 

Grup menilai kembali apakah Grup mengendalikan investee jika fakta dan keadaan mengindikasikan 

adanya perubahan terhadap satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian. Entitas anak dikonsolidasi 

sejak tanggal ketika Grup memperoleh  pengendalian secara efektif  dan  tidak  dikonsolidasikan lagi 

sejak  tanggal  Grup  kehilangan  pengendalian.  Aset,  liabilitas,  pendapatan,  dan  beban  entitas  anak 

yang  diperoleh  atau  dilepaskan  selama  periode  berjalan  dimasukkan  ke  dalam  laporan  posisi 

keuangan konsolidasian dan laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian sejak 

tanggal ketika Grup memperoleh pengendalian hingga tanggal sejak Grup kehilangan pengendalian. 

Laba  atau  rugi  dan  setiap  komponen  pendapatan  komprehensif  lain  diatribusikan  pada  pemilik 

Perusahaan dan pada kepentingan nonpengendali, meskipun hal ini akan mengakibatkan timbulnya 

saldo defisit pada kepentingan nonpengendali.  

Seluruh aset dan liabilitas, ekuitas, penghasilan dan beban dan arus kas atas transaksi antar Grup 

dieliminasi sepenuhnya pada saat konsolidasi. 

Saat Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak, maka Grup: 

•  menghentikan  pengakuan  aset  (termasuk  setiap  goodwill)  dan  liabilitas  entitas  anak  pada  nilai 

tercatatnya ketika pengendalian hilang; 

•  menghentikan  pengakuan  jumlah  tercatat  setiap  kepentingan  nonpengendali  pada  entitas  anak 

terdahulu pada tanggal hilangnya pengendalian; 

•  mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima (jika ada) dari transaksi, peristiwa atau keadaan 

yang mengakibatkan hilangnya pengendalian;  

•  mengakui  setiap  sisa  investasi  pada  entitas  anak  terdahulu  pada  nilai  wajarnya  pada  tanggal 

hilangnya pengendalian; 

•  mengakui setiap perbedaan yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian dalam laporan laba 

rugi konsolidasian yang dapat diatribusikan pada pemilik Perusahaan. 

c.  Transaksi dengan pihak berelasi 

Grup  mempunyai  transaksi  dengan  pihak  berelasi.  Definisi  pihak  berelasi  yang  digunakan  sesuai 

dengan  Peraturan  Bapepam-LK  No.  VIII.G.7  tentang  Penyajian  dan  Pengungkapan  Laporan 

Keuangan  Emiten  atau  Perusahaan  Publik,  yang 

terlampir  dalam  surat  keputusan  

No.KEP-347/BL/2012. Pihak-pihak yang dipertimbangkan sebagai pihak berelasi adalah orang atau 

entitas yang terkait dengan entitas yang menyiapkan laporan keuangannya. 

Berdasarkan  Peraturan  Bapepam-LK  No.  VIII.G.7  tersebut,  entitas  berelasi  dengan  pemerintah 

merupakan entitas yang dikendalikan, dikendalikan bersama, atau dipengaruhi secara signifikan oleh 

pemerintah.    Pemerintah  dalam  hal  ini  adalah  Menteri  Keuangan  atau  Pemerintah  Daerah  yang 

merupakan pemegang saham dari entitas. 

Personil manajemen kunci adalah orang-orang yang mempunyai kewenangan dan tanggung jawab 

untuk  merencanakan,  memimpin,  dan  mengendalikan  aktivitas  entitas,  secara  langsung  atau  tidak 

langsung, termasuk direktur (baik eksekutif maupun bukan eksekutif) dari Grup. Status pihak berelasi 

diperluas  sampai  dengan  manajemen  kunci  dari  entitas  anak  sampai  dengan  tingkatan  mereka 

mengarahkan operasi entitas anak dengan tingkat keterlibatan minimal dari manajemen Perusahaan. 

Kombinasi  bisnis  dicatat  dengan  metode  akuisisi.  Imbalan  yang  dialihkan  diukur  sebesar  nilai 
wajarnya, yang merupakan agregat dari nilai wajar aset yang dialihkan, liabilitas yang diambil alih dan 
instrumen ekuitas yang diterbitkan sebagai pertukaran atas pengendalian dari pihak yang diakuisisi. 
Untuk setiap kombinasi bisnis, kepentingan nonpengendali diukur pada nilai wajar atau pada proporsi 
kepemilikan  nonpengendali  atas  aset  neto  teridentifikasi  dari  entitas  yang  diakuisisi.  Pilihan  dasar 
pengukuran dibuat berdasarkan basis tiap transaksi. Biaya terkait akuisisi dicatat sebagai beban pada 
saat timbulnya. Aset dan liabilitas yang teridentifikasi dari pihak yang diakuisisi diakui pada nilai wajar 
pada tanggal akuisisi. 

Goodwill  awalnya  diukur  pada  harga  perolehan,  yang  merupakan  selisih  lebih  dari  nilai  agregat 
imbalan yang dialihkan dan nilai yang diakui oleh kepentingan nonpengendali dan nilai kepentingan 
ekuitas yang dimiliki sebelumnya, atas jumlah neto dari aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas 
yang diambil alih. Jika nilai wajar dari jumlah neto aset yang diakuisisi melebihi nilai agregat imbalan 
yang dialihkan, Grup menilai kembali apakah semua aset yang diakuisisi dan liabilitas yang diambil 
alih sudah diidentifikasi dengan benar dan memeriksa prosedur yang digunakan untuk mengukur nilai 
yang harus diakui pada  tanggal akuisisi. Jika  hasil penilaian kembali tersebut masih menghasilkan 
selisih lebih atas nilai wajar dari aset neto diakuisisi atas nilai agregat imbalan yang dialihkan, maka 
keuntungan diakui pada laba atau rugi. 

Saat penentuan imbalan dari kombinasi bisnis termasuk imbalan kontinjensi, imbalan kontinjensi ini 
diukur pada nilai wajar saat tanggal akuisisi. Imbalan kontinjensi diklasifikasikan sebagai ekuitas atau 
liabilitas  keuangan.  Jumlah  yang  diklasifikasikan  sebagai  liabilitas  keuangan  selanjutnya  diukur 
kembali pada nilai wajar dimana perubahan pada nilai wajar tersebut diakui dalam laba rugi atau ketika 
penyesuaian dicatat diluar periode pengukuran. Perubahan pada nilai wajar imbalan kontinjensi yang 
memenuhi persyaratan sebagai penyesuaian  periode pengukuran, disesuaikan secara  retrospektif, 
dengan penyesuaian terkait terhadap goodwill. Penyesuaian periode pengukuran adalah penyesuaian 
yang  timbul  dari  informasi  tambahan  yang  didapat  selama  periode  pengukuran,  yang  tidak  boleh 
melebihi  satu  tahun  dari  tanggal  akusisi,  tentang  fakta  dan  kondisi  yang  ada  pada  saat  tanggal 
akuisisi. 

Jika  akuntansi  awal  untuk  kombinasi  bisnis  belum  selesai  pada  akhir  periode  pelaporan  saat 
kombinasi bisnis terjadi, maka Grup akan melaporkan jumlah sementara untuk pos-pos yang proses 
akuntansinya  belum  selesai  dalam  laporan  keuangan  konsolidasian.  Selama  periode  pengukuran, 
Grup  menyesuaikan  secara  retrospektif  jumlah  sementara  yang  diakui  pada  tanggal  akuisisi  untuk 
mencerminkan  informasi  baru  yang  diperoleh  tentang  fakta  dan  keadaan  yang  ada  pada  tanggal 
akuisisi  dan,  jika  diketahui,  telah  berdampak  pada  pengukuran  jumlah  yang  diakui  pada  tanggal 
tersebut. Periode pengukuran berakhir segera setelah Perusahaan menerima informasi yang dicari 
tentang  fakta  dan  keadaan  yang  ada  pada  tanggal  akuisisi  atau  mempelajari  bahwa  informasi 
tambahan  tidak  dapat  diperoleh.  Namun  demikian,  periode  pengukuran  tidak  boleh  melebihi  satu 
tahun dari tanggal akuisisi. 

Dalam suatu kombinasi bisnis yang dilakukan secara bertahap, pihak pengakuisisi mengukur kembali 
kepentingan ekuitas yang dimiliki sebelumnya pada pihak diakuisisi pada nilai wajar tanggal akuisisi 
dan mengakui keuntungan atau kerugian yang dihasilkan, jika ada, dalam laba rugi. 

Berdasarkan  PSAK  38  (Revisi  2012),  “Kombinasi  Bisnis  Entitas  Sepengendali”,  pengalihan  aset, 
liabilitas, saham, dan instrumen kepemilikan lain antara entitas sepengendali tidak akan menghasilkan 
suatu laba atau rugi bagi Perusahaan atau entitas individual yang berada dalam  Grup yang sama. 
Oleh karena transaksi restrukturisasi antara entitas sepengendali tidak mengubah substansi ekonomi 
atas kepemilikan aset, liabilitas, saham atau instrumen kepemilikan lain yang dipertukarkan, aset atau 
liabilitas yang dialihkan harus dicatat berdasarkan nilai buku yang menggunakan metode penyatuan 
kepentingan (pooling-of interests).  

17 

18 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

2. 

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)  

d.  Kombinasi bisnis dan goodwill (lanjutan) 

Dalam pelaksanaan metode penyatuan kepentingan, komponen-komponen laporan keuangan selama 
restrukturisasi  terjadi  disajikan  seolah-olah  restrukturisasi  tersebut  telah  terjadi  sejak  awal  periode 
penyajian paling awal. Selisih imbalan yang dibayar atau diterima dengan nilai buku historis terkait 
dengan  nilai  tercatat  dari  kepentingan  yang  diperoleh,  setelah  memperhitungkan  dampak  pajak 
penghasilan, diakui secara langsung di ekuitas dan disajikan sebagai “Tambahan Modal Disetor” pada 
bagian ekuitas di laporan posisi keuangan konsolidasian. 

Pada  saat  penerapan  awal  PSAK  38  (Revisi  2012),  seluruh  saldo  Selisih  Nilai  Transaksi 
Restrukturisasi  Entitas  Sepengendali  direklasifikasikan  ke  akun  “Tambahan  Modal  Disetor”  pada 
laporan posisi keuangan konsolidasian. 

e.  Kas dan setara kas 

Kas dan setara kas di laporan posisi keuangan  terdiri dari kas ditangan, kas dan bank, dan deposito 
jangka pendek yang sangat likuid dengan jangka waktu tiga bulan atau kurang, yang siap dikonversi 
menjadi  uang  tunai  dalam  jumlah  yang  diketahui  dan  memiliki  risiko  perubahan  nilai  yang  tidak 
signifikan. 

Untuk  tujuan  laporan  arus  kas  konsolidasian,  kas  dan  setara  kas  terdiri  kas  dan  deposito  jangka 
pendek,  sesuai  definisi  di  atas,  setelah  dikurangi  dengan  saldo  cerukan  bank  karena  dianggap 
sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pengelolaan kas Grup.   

Deposito yang jatuh temponya lebih dari tiga bulan tetapi tidak lebih dari satu tahun disajikan sebagai 
“Aset Keuangan Lancar Lainnya” pada laporan posisi keuangan konsolidasian (Catatan 2t).  

f.  Penyertaan pada entitas asosiasi 

Asosiasi adalah entitas dimana Grup (sebagai investor) memiliki pengaruh yang signifikan. Pengaruh 
signifikan adalah kekuasaan  untuk berpartisipasi dalam  keputusan terkait kebijakan keuangan dan 
operasional  investee, tapi tidak termasuk kendali atau kendali bersama  atas kebijakan operasional 
tersebut.  Pertimbangan  dalam  menentukan  pengaruh  signifikan  sama  dengan  pertimbangan  saat 
menentukan pengendalian atas entitas anak. Pertimbangan dalam menentukan pengaruh signifikan 
sama dengan pertimbangan saat menentukan pengendalian atas entitas anak. Kepemilikan 20% atau 
lebih  hak  suara  investee  (dimiliki  secara  langsung  atau  tidak  langsung  melalui  anak  perusahaan) 
dianggap  menimbulkan  pengaruh  signifikan,  kecuali  dapat  dijelaskan  secara  jelas  bahwa  tidak 
terdapat  pengaruh  signifikan.  Sebaliknya,  kepemilikan  kurang  dari  20%  hak  suara  dianggap  tidak 
menimbulkan  pengaruh  yang  signifikan,  kecuali  dapat  dibuktikan  dengan  jelas  bahwa  sebenarnya 
terdapat pengaruh signifikan. 

Adanya  pengaruh  signifikan  biasanya  akan  dibuktikan  dengan  satu  atau  beberapa  cara  sebagai 
berikut: 
i.  Keterwakilan dalam dewan direksi dan komisaris atau organ setara dari investee; 
ii.  Partisipasi  dalam  proses  pembuatan  kebijakan,  termasuk  partisipasi  dalam  pengambilan 

keputusan tentang dividen dan distribusi lainnya; 
iii.  Transaksi material diantara investor dan investee; 
iv.  Pertukaran personil manajerial; atau 
v.  Penyediaan informasi teknis penting. 

Grup menghitung investasi pada entitas asosiasi dengan menggunakan metode ekuitas. 

Berdasarkan  metode  ekuitas,  investasi  pada  entitas  asosiasi  pada  awalnya  diakui  sebesar  biaya 
perolehan. Jumlah tercatat investasi disesuaikan untuk mengakui perubahan dalam bagian investor 
atas aset neto entitas asosiasi sejak tanggal akuisisi.  Pada saat perolehan investasi, setiap selisih 
antara  biaya  perolehan  investasi  dengan  bagian  investor  atas  nilai  wajar  neto  aset  dan  liabilitas 
teridentifikasi dari entitas asosiasi dicatat dengan cara sebagai berikut: 
i.  Goodwill yang terkait dengan entitas asosiasi atau ventura bersama termasuk dalam nilai tercatat 
investasi  dan  tidak  diperkenankan  diamortisasi  ataupun  pengujian  penurunan  nilai  secara 
individu, dan   

ii.  Setiap selisih lebih bagian investor atas nilai wajar neto aset dan liabilitas teridentifikasi dari entitas 
asosiasi terhadap biaya perolehan investasi dimasukkan sebagai penghasilan dalam menentukan 
bagian investor atas laba rugi entitas asosiasi pada periode investasi diperoleh. 

19 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 

Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

2. 

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)  

2. 

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 

d.  Kombinasi bisnis dan goodwill (lanjutan) 

f.  Penyertaan pada entitas asosiasi (lanjutan) 

Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian mencerminkan bagian Grup atas 
hasil operasi entitas asosiasi. Setiap perubahan dalam penghasilan komprehensif lain entitas asosiasi 
akan disajikan sebagai bagian dari penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Selanjutnya, jika ada 
perubahan yang langsung diakui dalam ekuitas entitas asosiasi maka Grup mengakui bagiannya atas 
perubahan tersebut dalam laporan perubahan ekuitas konsolidasian. Laba dan rugi belum direalisasi 
yang berasal dari transaksi antara Grup dan entitas asosiasi dieliminasi sejumlah porsi kepemilikan 
atas entitas asosiasi. 

Grup  pada  setiap  akhir  periode  pelaporan  menentukan  apakah  terdapat  bukti  obyektif  bahwa 
penyertaan pada entitas asosiasi mengalami penurunan nilai. Apabila hal ini terjadi, Grup menghitung 
dan  mengakui  nilai  penurunan  sebagai  selisih  antara  nilai  investasi  di  entitas  asosiasi  yang  dapat 
terpulihkan dan nilai tercatatnya. 

Aset-aset  ini  termasuk  dalam  “Penyertaan  Jangka  Panjang  pada  Entitas  Asosiasi”  dalam  laporan 
posisi keuangan konsolidasian. 

Untuk  tujuan  pelaporan  investasi  tersebut  menggunakan  metode  ekuitas,  aset  dan  liabilitas  kedua 
perusahaan ini pada tanggal  laporan posisi keuangan  masing-masing dijabarkan ke  dalam Rupiah 
dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut, sedangkan pendapatan dan beban 
dijabarkan ke dalam Rupiah dengan menggunakan kurs rata-rata selama periode tersebut. Selisih 
kurs  akibat  penjabaran  diakui  dan  dilaporkan  sebagai  “Selisih  kurs  karena  penjabaran  laporan 
keuangan” pada bagian ekuitas di laporan posisi keuangan konsolidasian. 

f.  Penyertaan pada entitas asosiasi 

g.  Piutang usaha dan piutang lain-lain 

Piutang usaha dan piutang lain-lain pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan selanjutnya diukur 
pada  biaya  perolehan  diamortisasi,  dikurangi  provisi  penurunan  nilai  yang  dihitung  berdasarkan 
estimasi  kerugian  kredit  ekspektasian  seumur  hidup  pada  setiap  tanggal  pelaporan.  Grup  telah 
menetapkan metodologi perhitungan estimasi penyisihan tersebut berdasarkan pengalaman historis 
kredit tak tertagih yang kemudian disesuaikan dengan faktor-faktor perkiraan masa depan (forward-
looking)  khusus  terkait  pelanggan  dan  lingkungan  ekonomi.  Piutang  dihapuskan  pada  tahun 
ditetapkan tidak tertagih (Catatan 2t). 

h.  Persediaan 

Persediaan  terdiri  dari  komponen  mewakili  terminal  telepon,  kabel,  dan  suku  cadang  lainnya. 
Persediaan juga termasuk kartu Subscriber Identification Module  (“SIM”), pesawat telepon, modem 
wireless broadband, dan voucer prabayar yang dibebankan pada saat dijual. 

Persediaan diakui sebesar nilai yang lebih rendah antara harga perolehan dan nilai realisasi bersih. 
Nilai realisasi bersih ditentukan dengan mengestimasi harga jual, dikurangi estimasi biaya penjualan 
atau menentukan biaya penggantian yang berlaku.  

Harga perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang.  

Jumlah  penurunan  nilai  persediaan  di  bawah  biaya  perolehan  menjadi  nilai  realisasi  bersih  dan 
seluruh kerugian persediaan diakui sebagai beban pada periode terjadinya penurunan atau kerugian 
tersebut.  Setiap  pemulihan  kembali  penurunan  nilai  persediaan  karena  peningkatan  kembali  nilai 
realisasi bersih, diakui sebagai pengurangan terhadap jumlah  beban umum dan administrasi  pada 
periode terjadinya pemulihan tersebut. 

Provisi persediaan usang ditentukan berdasarkan estimasi penggunaan setiap jenis persediaan pada 
masa depan. 

i.  Beban dibayar di muka 

Beban dibayar di muka  diamortisasi sesuai masa manfaatnya dengan  menggunakan metode  garis 
lurus. 

20 

Dalam pelaksanaan metode penyatuan kepentingan, komponen-komponen laporan keuangan selama 

restrukturisasi  terjadi  disajikan  seolah-olah  restrukturisasi  tersebut  telah  terjadi  sejak  awal  periode 

penyajian paling awal. Selisih imbalan yang dibayar atau diterima dengan nilai buku historis terkait 

dengan  nilai  tercatat  dari  kepentingan  yang  diperoleh,  setelah  memperhitungkan  dampak  pajak 

penghasilan, diakui secara langsung di ekuitas dan disajikan sebagai “Tambahan Modal Disetor” pada 

bagian ekuitas di laporan posisi keuangan konsolidasian. 

Pada  saat  penerapan  awal  PSAK  38  (Revisi  2012),  seluruh  saldo  Selisih  Nilai  Transaksi 

Restrukturisasi  Entitas  Sepengendali  direklasifikasikan  ke  akun  “Tambahan  Modal  Disetor”  pada 

laporan posisi keuangan konsolidasian. 

e.  Kas dan setara kas 

Kas dan setara kas di laporan posisi keuangan  terdiri dari kas ditangan, kas dan bank, dan deposito 

jangka pendek yang sangat likuid dengan jangka waktu tiga bulan atau kurang, yang siap dikonversi 

menjadi  uang  tunai  dalam  jumlah  yang  diketahui  dan  memiliki  risiko  perubahan  nilai  yang  tidak 

signifikan. 

Untuk  tujuan  laporan  arus  kas  konsolidasian,  kas  dan  setara  kas  terdiri  kas  dan  deposito  jangka 

pendek,  sesuai  definisi  di  atas,  setelah  dikurangi  dengan  saldo  cerukan  bank  karena  dianggap 

sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pengelolaan kas Grup.   

Deposito yang jatuh temponya lebih dari tiga bulan tetapi tidak lebih dari satu tahun disajikan sebagai 

“Aset Keuangan Lancar Lainnya” pada laporan posisi keuangan konsolidasian (Catatan 2t).  

Asosiasi adalah entitas dimana Grup (sebagai investor) memiliki pengaruh yang signifikan. Pengaruh 

signifikan adalah kekuasaan  untuk berpartisipasi dalam  keputusan terkait kebijakan keuangan dan 

operasional  investee, tapi tidak termasuk kendali atau kendali bersama  atas kebijakan operasional 

tersebut.  Pertimbangan  dalam  menentukan  pengaruh  signifikan  sama  dengan  pertimbangan  saat 

menentukan pengendalian atas entitas anak. Pertimbangan dalam menentukan pengaruh signifikan 

sama dengan pertimbangan saat menentukan pengendalian atas entitas anak. Kepemilikan 20% atau 

lebih  hak  suara  investee  (dimiliki  secara  langsung  atau  tidak  langsung  melalui  anak  perusahaan) 

dianggap  menimbulkan  pengaruh  signifikan,  kecuali  dapat  dijelaskan  secara  jelas  bahwa  tidak 

terdapat  pengaruh  signifikan.  Sebaliknya,  kepemilikan  kurang  dari  20%  hak  suara  dianggap  tidak 

menimbulkan  pengaruh  yang  signifikan,  kecuali  dapat  dibuktikan  dengan  jelas  bahwa  sebenarnya 

terdapat pengaruh signifikan. 

berikut: 

Adanya  pengaruh  signifikan  biasanya  akan  dibuktikan  dengan  satu  atau  beberapa  cara  sebagai 

i.  Keterwakilan dalam dewan direksi dan komisaris atau organ setara dari investee; 

ii.  Partisipasi  dalam  proses  pembuatan  kebijakan,  termasuk  partisipasi  dalam  pengambilan 

keputusan tentang dividen dan distribusi lainnya; 

iii.  Transaksi material diantara investor dan investee; 

iv.  Pertukaran personil manajerial; atau 

v.  Penyediaan informasi teknis penting. 

Grup menghitung investasi pada entitas asosiasi dengan menggunakan metode ekuitas. 

Berdasarkan  metode  ekuitas,  investasi  pada  entitas  asosiasi  pada  awalnya  diakui  sebesar  biaya 

perolehan. Jumlah tercatat investasi disesuaikan untuk mengakui perubahan dalam bagian investor 

atas aset neto entitas asosiasi sejak tanggal akuisisi.  Pada saat perolehan investasi, setiap selisih 

antara  biaya  perolehan  investasi  dengan  bagian  investor  atas  nilai  wajar  neto  aset  dan  liabilitas 

teridentifikasi dari entitas asosiasi dicatat dengan cara sebagai berikut: 

i.  Goodwill yang terkait dengan entitas asosiasi atau ventura bersama termasuk dalam nilai tercatat 

investasi  dan  tidak  diperkenankan  diamortisasi  ataupun  pengujian  penurunan  nilai  secara 

individu, dan   

ii.  Setiap selisih lebih bagian investor atas nilai wajar neto aset dan liabilitas teridentifikasi dari entitas 

asosiasi terhadap biaya perolehan investasi dimasukkan sebagai penghasilan dalam menentukan 

bagian investor atas laba rugi entitas asosiasi pada periode investasi diperoleh. 

19 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

2. 

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)  

j.  Aset takberwujud 

Aset takberwujud terutama terdiri dari piranti lunak. Aset takberwujud diakui jika kemungkinan besar 
Grup  akan  memperoleh  manfaat  ekonomis  masa  depan  dari  aset  takberwujud  tersebut  dan  biaya 
perolehan aset tersebut dapat diukur secara andal. 

Aset  takberwujud  dicatat  berdasarkan  biaya  perolehan  dikurangi  akumulasi  amortisasi  dan  rugi 
penurunan nilai, apabila ada. Aset takberwujud diamortisasi selama estimasi masa manfaatnya. Grup 
mengestimasi  nilai  yang  dapat  diperoleh  kembali  dari  aset  takberwujud.  Apabila  nilai  tercatat  aset 
takberwujud melebihi estimasi nilai yang dapat diperoleh kembali, maka  nilai tercatat aset tersebut 
diturunkan menjadi sebesar estimasi jumlah terpulihkan. 

Aset  takberwujud,  kecuali  goodwill  diamortisasi  dengan  menggunakan  metode  garis  lurus 
berdasarkan estimasi masa manfaat aset takberwujud sebagai berikut: 

Piranti lunak 
Lisensi 
Aset takberwujud lainnya 

Tahun   
3-6 
3-20 
1-30 

Aset takberwujud dihentikan pengakuannya ketika aset tersebut dilepaskan atau ketika tidak terdapat 
lagi manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasan aset tersebut. 
Selisih dalam laporan antara nilai tercatat aset dengan  hasil neto yang diterima dari pelepasannya 
diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. 

k.  Aset tetap 

Aset  tetap  dinyatakan  pada  harga  perolehan  dikurangi  akumulasi  penyusutan  dan  rugi  penurunan 
nilai, jika ada. 

Biaya perolehan aset tetap terdiri dari: (a) harga perolehan, (b) setiap biaya yang dapat diatribusikan 
secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan, dan (c) estimasi awal 
biaya pembongkaran dan pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi aset tetap. Setiap bagian aset 
tetap yang memiliki harga  perolehan cukup signifikan  terhadap biaya perolehan seluruh aset tetap 
disusutkan secara terpisah. 

Aset tetap, kecuali tanah, disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan estimasi 
masa manfaat aset tetap sebagai berikut: 

Bangunan 
Renovasi bangunan sewa 
Peralatan sentral telepon 
Peralatan telegraf, teleks, dan komunikasi data 
Peralatan dan instalasi transmisi 
Satelit, stasiun bumi, dan peralatannya 
Jaringan kabel 
Catu daya 
Kendaraan 
Peralatan pengolahan data 
Peralatan telekomunikasi lainnya 
Peralatan kantor 
Aset Customer Premises Equipment (“CPE”) 
Peralatan lainnya 

21 

Tahun  
15-40   
2-15   
3-15   
5-15   
3-30   
3-20   
5-25   
3-20   
4-8 
3-20   
5 
2-5 
4-5 
2-5 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 

Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

2. 

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)  

2.  IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 

j.  Aset takberwujud 

k.  Aset tetap (lanjutan) 

Aset takberwujud terutama terdiri dari piranti lunak. Aset takberwujud diakui jika kemungkinan besar 

Grup  akan  memperoleh  manfaat  ekonomis  masa  depan  dari  aset  takberwujud  tersebut  dan  biaya 

perolehan aset tersebut dapat diukur secara andal. 

Aset  takberwujud  dicatat  berdasarkan  biaya  perolehan  dikurangi  akumulasi  amortisasi  dan  rugi 

penurunan nilai, apabila ada. Aset takberwujud diamortisasi selama estimasi masa manfaatnya. Grup 

mengestimasi  nilai  yang  dapat  diperoleh  kembali  dari  aset  takberwujud.  Apabila  nilai  tercatat  aset 

takberwujud melebihi estimasi nilai yang dapat diperoleh kembali, maka  nilai tercatat aset tersebut 

diturunkan menjadi sebesar estimasi jumlah terpulihkan. 

Aset  takberwujud,  kecuali  goodwill  diamortisasi  dengan  menggunakan  metode  garis  lurus 

berdasarkan estimasi masa manfaat aset takberwujud sebagai berikut: 

Piranti lunak 

Lisensi 

Aset takberwujud lainnya 

Aset takberwujud dihentikan pengakuannya ketika aset tersebut dilepaskan atau ketika tidak terdapat 

lagi manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasan aset tersebut. 

Selisih dalam laporan antara nilai tercatat aset dengan  hasil neto yang diterima dari pelepasannya 

diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. 

k.  Aset tetap 

nilai, jika ada. 

Aset  tetap  dinyatakan  pada  harga  perolehan  dikurangi  akumulasi  penyusutan  dan  rugi  penurunan 

Biaya perolehan aset tetap terdiri dari: (a) harga perolehan, (b) setiap biaya yang dapat diatribusikan 

secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan, dan (c) estimasi awal 

biaya pembongkaran dan pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi aset tetap. Setiap bagian aset 

tetap yang memiliki harga  perolehan cukup signifikan  terhadap biaya perolehan seluruh aset tetap 

disusutkan secara terpisah. 

Aset tetap, kecuali tanah, disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan estimasi 

masa manfaat aset tetap sebagai berikut: 

Bangunan 

Renovasi bangunan sewa 

Peralatan sentral telepon 

Peralatan telegraf, teleks, dan komunikasi data 

Peralatan dan instalasi transmisi 

Satelit, stasiun bumi, dan peralatannya 

Jaringan kabel 

Catu daya 

Kendaraan 

Peralatan pengolahan data 

Peralatan telekomunikasi lainnya 

Peralatan kantor 

Aset Customer Premises Equipment (“CPE”) 

Peralatan lainnya 

Tahun   

3-6 

3-20 

1-30 

Tahun  

15-40   

2-15   

3-15   

5-15   

3-30   

3-20   

5-25   

3-20   

4-8 

3-20   

5 

2-5 

4-5 

2-5 

Biaya signifikan sehubungan dengan renovasi bangunan sewa dikapitalisasi dan disusutkan selama 
masa sewa. 

Metode penyusutan,  umur manfaat dan nilai residu dari  suatu aset direviu paling tidak  setiap akhir 
tahun buku dan disesuaikan jika diperlukan. Berdasarkan reviu umur manfaat aset tetap khususnya 
beberapa  peralatan  produksi  mengalami  perubahan  dari  tahun  sebelumnya.  Nilai  residu  dari  aset 
adalah  estimasi jumlah yang  dapat diperoleh  Grup dari  pelepasan aset, setelah dikurangi estimasi 
biaya  pelepasan,  ketika  aset  telah  mencapai  umur  dan  kondisi  yang  diharapkan  pada  akhir  umur 
manfaatnya. 

Aset tetap yang diperoleh dalam pertukaran dengan aset non-moneter atau kombinasi aset moneter 
dan  non-moneter  diukur  pada  nilai  wajar  kecuali,  (i)  transaksi  pertukaran  tidak  memiliki  substansi 
komersial, atau (ii) nilai wajar aset yang diterima dan aset yang diserahkan tidak dapat diukur secara 
andal. 

Suku  cadang  utama  dan  suku  cadang  siap  pakai  yang  diperkirakan  dapat  digunakan  lebih  dari 
12 bulan dicatat sebagai bagian aset tetap. 

Ketika  aset  tetap  tidak  digunakan  lagi  atau  dijual,  maka  harga  perolehan  dan  akumulasi 
penyusutannya dikeluarkan dari laporan posisi keuangan konsolidasian dan laba atau rugi yang timbul 
dari  pelepasan  atau  penjualan  aset  tetap  diakui  dalam  laporan  laba  rugi  dan  penghasilan 
komprehensif lain konsolidasian.  

Piranti keras komputer tertentu tidak dapat dioperasikan tanpa ketersediaan piranti lunak komputer 
tertentu.  Dalam  kondisi  tersebut,  piranti  lunak  komputer  dicatat  sebagai  bagian  dari  piranti  keras 
komputer.  Jika  piranti  lunak  komputer  berdiri  sendiri  dari  piranti  keras  komputernya,  piranti  lunak 
komputer tersebut dicatat sebagai bagian dari aset takberwujud. 

Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif 
lain konsolidasian pada saat terjadinya. Pemugaran dan penambahan yang signifikan dikapitalisasi. 

Aset  dalam  pembangunan  diakui  sebesar  biaya  perolehan  hingga  pembangunan  selesai,  yang 
kemudian direklasifikasi  ke  akun aset tetap yang terkait. Selama masa pembangunan hingga  aset 
tetap  siap  untuk  digunakan/dijual,  biaya  pinjaman,  yang  termasuk  di  dalamnya  beban  bunga  dan 
selisih  kurs  yang  timbul  atas  pinjaman  yang  diperoleh  untuk  membiayai  pembangunan  aset, 
dikapitalisasi  secara  proporsional  terhadap  rata-rata  nilai  akumulasi  pengeluaran  selama  periode 
tersebut  sepanjang  aset  tetap  tersebut  memenuhi  definisi  aset  kualifikasian.  Kapitalisasi  biaya 
pinjaman dihentikan ketika pembangunan selesai dan aset tetap siap untuk digunakan atau dijual. 

l. 

 Sewa  

Kebijakan Akuntansi untuk Sewa yang diterapkan sejak 1 Januari 2020 

PSAK 73 menetapkan model komprehensif untuk mengidentifikasi perjanjian sewa dan perlakuannya 
dalam  laporan  keuangan  Penyewa  dan  Pesewa.  PSAK  73  memperkenalkan  model  pengendalian 
untuk identifikasi sewa, membedakan antara sewa dan kontrak layanan berdasarkan apakah ada aset 
identifikasi yang dikendalikan oleh pelanggan. 

Grup  menerapkan  PSAK  73  pada  1  Januari  2020  dengan  menggunakan  pendekatan  retrospektif 
modifikasi  dengan  mengakui  dampak  kumulatif  penerapan  awal  PSAK  73  sebagai  penyesuaian 
terhadap saldo awal ekuitas pada 1 Januari 2020. Dengan demikian data komparasi tahun 2019 tidak 
disajikan kembali dan disajikan sesuai standar sebelumnya dan interpretasi terkait. 

Grup menilai pada awal kontrak apakah suatu kontrak merupakan atau mengandung sewa, yaitu jika 
kontrak memiliki hak untuk mengendalikan penggunaan aset yang diidentifikasi untuk jangka waktu 
tertentu  dengan  imbalan  pertimbangan.  Jangka  waktu  sewa  tidak  dapat  dibatalkan  untuk  masing-
masing  kontrak,  kecuali  dalam  kasus  dimana  Grup  cukup  yakin  untuk  melaksanakan  opsi 
perpanjangan kontrak. 

21 

22 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

2. 

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)  

l.   Sewa (lanjutan) 

Kebijakan Akuntansi untuk Sewa yang diterapkan sejak 1 Januari 2020 (lanjutan) 

Grup  memilih tindakan praktis yang tersedia  berdasarkan pedoman transisi dalam PSAK 73, yang 
antara lain: 
•   penggunaan tingkat diskonto tunggal untuk portofolio sewa dengan karakteristik yang serupa; 
•   akuntansi untuk sewa operasi dengan sisa masa sewa kurang dari 12 bulan pada tanggal 1 Januari 

2020 sebagai sewa jangka pendek; 

•   pengecualian biaya langsung awal untuk pengukuran aset hak guna pada tanggal penerapan awal; 
•   penggunaan tinjauan ke belakang dalam menentukan masa sewa dimana kontrak berisi opsi untuk 

perpanjangan atau pemutusan masa sewa; 

•   menerapkan  PSAK 73 untuk sewa yang sebelumnya diidentifikasi berdasarkan  PSAK 30R, dan 
tidak menerapkan PSAK 73 untuk sewa yang sebelumnya tidak diidentifikasi berdasarkan standar 
ini; 

•   tidak memisahkan komponen non-sewa dari komponen sewa, dan sebagai konsekuensinya Grup 

menganggap seluruh kontrak sebagai sewa; dan 

•   untuk tidak mengakui liabilitas sewa dan aset hak guna untuk sewa dimana aset dasar adalah aset 
bernilai rendah (yaitu aset dasar dengan nilai maksimum US$5.000 atau Rp50 juta dalam kondisi 
baru). 

PSAK 73 juga mengizinkan Grup untuk melanjutkan penilaian sewa historis yang memungkinkan 
Grup  untuk  tidak  menilai  kembali  hasil  penilaian  Grup  sebelumnya  tentang  identifikasi  sewa, 
klasifikasi  sewa  dan  Grup  telah  memilih  untuk  membawa  saldo  penilaian  sewa  historis  dan 
mengandalkan penilaian yang telah dibuat berdasarkan PSAK 30 dan ISAK 8 dalam menentukan 
apakah suatu perjanjian merupakan sewa. penilaian yang telah di. Grup menerapkan definisi sewa 
dan panduan terkait yang ditetapkan dalam PSAK 73 untuk semua kontrak sewa yang dibuat atau 
dimodifikasi pada atau setelah 1 Januari 2020. 

i.  Grup sebagai lessee 

Grup menerapkan pendekatan pengakuan dan pengukuran tunggal untuk semua sewa, kecuali 
untuk sewa jangka pendek dan sewa aset bernilai rendah. Grup mengakui liabilitas sewa untuk 
melakukan pembayaran sewa dan aset hak guna yang mewakili hak untuk menggunakan aset 
yang mendasarinya. 

Grup mengakui aset hak guna pada tanggal dimulainya sewa. Aset hak guna diukur pada biaya 
perolehan, dikurangi akumulasi amortisasi dan rugi penurunan nilai, dan disesuaikan untuk setiap 
pengukuran kembali liabilitas sewa. Biaya aset hak guna termasuk jumlah liabilitas sewa yang 
diakui,  biaya  langsung  awal  yang  dikeluarkan,  biaya  restorasi  dan  pembayaran  sewa  yang 
dilakukan pada atau sebelum tanggal dimulainya dikurangi insentif sewa yang diterima. 

Aset hak guna diamortisasi dengan metode garis lurus  selama masa sewa yang lebih pendek 
dan estimasi masa manfaat dari aset, sebagai berikut: 

Bangunan 
Instalasi dan peralatan transmisi 
Catu daya 
Kendaraan 
Lain-lain 

Tahun 
15-40 
3-25 
3-20 
4-8 
2-25 

Jika kepemilikan aset sewaan dialihkan ke Grup pada akhir masa sewa atau biaya mencerminkan 
pelaksanaan  opsi  pembelian,  penyusutan  dihitung  menggunakan  taksiran  masa  manfaat 
ekonomis aset. Aset hak guna mengalami penurunan nilai sesuai dengan PSAK 48 Penurunan 
Nilai Aset. 

23 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
     
  
  
 
  
  
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 

Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

2. 

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)  

2. 

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)  

Kebijakan Akuntansi untuk Sewa yang diterapkan sejak 1 Januari 2020 (lanjutan) 

Kebijakan Akuntansi untuk Sewa yang diterapkan sejak 1 Januari 2020 (lanjutan) 

Grup  memilih tindakan praktis yang tersedia  berdasarkan pedoman transisi dalam PSAK 73, yang 

i.  Grup sebagai lessee (lanjutan) 

l.  Sewa (lanjutan) 

Liabilitas sewa 

Pada  tanggal  dimulainya  sewa,  Grup  mengakui  liabilitas  sewa  yang  diukur  pada  nilai  kini  dari 
pembayaran  sewa  yang  akan  dilakukan  selama  masa  sewa.  Pembayaran  sewa  termasuk 
pembayaran tetap (termasuk pembayaran tetap secara substansi) dikurangi piutang insentif sewa, 
pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau kurs, dan jumlah yang diharapkan 
akan  dibayarkan  berdasarkan  jaminan  nilai  residu.  Pembayaran  sewa  juga  termasuk  harga 
pelaksanaan opsi pembelian yang wajar  dipastikan akan dilakukan oleh Grup dan pembayaran 
penalti untuk mengakhiri sewa, jika jangka waktu sewa mencerminkan Grup yang melaksanakan 
opsi untuk mengakhiri. Pembayaran sewa variabel yang tidak bergantung pada indeks atau kurs 
diakui  sebagai  beban  pada  periode  di  mana  peristiwa  atau  kondisi  yang  memicu  pembayaran 
terjadi. 

Dalam menghitung  nilai sekarang dari pembayaran sewa, Grup menggunakan tingkat pinjaman 
tambahan pada tanggal dimulainya sewa karena tingkat suku bunga yang tersirat dalam sewa tidak 
dapat ditentukan dengan mudah. Setelah tanggal dimulainya, jumlah liabilitas sewa ditingkatkan  
untuk mencerminkan pertambahan bunga dan dikurangi untuk pembayaran sewa yang dilakukan. 
Selain  itu,  jumlah  tercatat  liabilitas  sewa  diukur  kembali  jika  ada  modifikasi,  perubahan  jangka 
waktu sewa, perubahan pembayaran sewa, atau perubahan dalam penilaian opsi untuk membeli 
aset yang mendasarinya. 

Sewa jangka pendek dengan jangka waktu kurang dari 12 bulan, berakhir dalam 12 bulan setelah 
1  Januari  2020  dan  sewa  bernilai  rendah,  serta  elemen-elemen  sewa  tersebut,  sebagian  atau 
seluruhnya tidak sesuai dengan prinsip-prinsip pengakuan yang ditetapkan oleh PSAK 73 akan 
diperlakukan sama dengan sewa operasi. Grup akan mengakui pembayaran sewa tersebut dengan 
dasar garis lurus selama masa sewa dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain 
konsolidasian. 

ii.  Grup sebagai lessor 

Berdasarkan PSAK 73, lessor terus mengklasifikasikan sewa sebagai sewa pembiayaan atau sewa 
operasi  dan  memperhitungkan  kedua  jenis  sewa  tersebut  secara  berbeda.  Sewa  dimana  Grup 
mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan suatu 
aset diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan, jika tidak maka akan diklasifikasikan sebagai sewa 
operasi. Klasifikasi sewa dibuat pada tanggal awal dan dinilai kembali hanya jika ada modifikasi 
sewa. 

Pada  tanggal  dimulainya,  Grup  mengakui  aset  yang  dimiliki  dalam  sewa  pembiayaan  dengan 
jumlah yang sama dengan investasi bersih dalam sewa dan menyajikannya sebagai piutang sewa 
pembiayaan.  Investasi  bersih  dalam  sewa  termasuk  pembayaran  tetap  (termasuk  pembayaran 
tetap  dalam  substansi)  dikurangi  piutang  insentif  sewa,  pembayaran  sewa  variabel  yang 
bergantung  pada  indeks  atau  kurs,  dan  jaminan  nilai  residu  yang  diberikan  kepada  lessor  oleh 
lessee. Pembayaran sewa juga termasuk harga pelaksanaan opsi pembelian yang wajar dipastikan 
akan  dilakukan  oleh  lessee  dan  pembayaran  penalti  untuk  mengakhiri  sewa,  jika  jangka  waktu 
sewa mencerminkan Grup yang menggunakan opsi untuk mengakhiri. 

Sebagaimana disyaratkan oleh PSAK 71, penyisihan kerugian kredit yang diharapkan telah diakui 
sebagai “Piutang Lain-lain”. 

Pendapatan sewa yang timbul dari sewa operasi dicatat secara garis lurus selama masa sewa dan 
dimasukkan dalam pendapatan dalam laporan laba rugi karena sifat operasinya. Biaya langsung 
awal yang dikeluarkan untuk menegosiasikan dan mengatur sewa operasi ditambahkan ke jumlah 
tercatat  dari  aset  tetap  dan  diakui  selama  masa  sewa  dengan  dasar  yang  sama  dengan 
pendapatan sewa. Sewa kontinjensi diakui sebagai pendapatan pada periode terjadinya. 

Jika suatu perjanjian mengandung komponen sewa dan non-sewa, Grup menerapkan pendapatan 
PSAK 72 dari kontrak dengan pelanggan untuk mengalokasikan pertimbangan dalam kontrak. 

24 

l.   Sewa (lanjutan) 

antara lain: 

•   penggunaan tingkat diskonto tunggal untuk portofolio sewa dengan karakteristik yang serupa; 

•   akuntansi untuk sewa operasi dengan sisa masa sewa kurang dari 12 bulan pada tanggal 1 Januari 

2020 sebagai sewa jangka pendek; 

•   pengecualian biaya langsung awal untuk pengukuran aset hak guna pada tanggal penerapan awal; 

•   penggunaan tinjauan ke belakang dalam menentukan masa sewa dimana kontrak berisi opsi untuk 

perpanjangan atau pemutusan masa sewa; 

•   menerapkan  PSAK 73 untuk sewa yang sebelumnya diidentifikasi berdasarkan  PSAK 30R, dan 

tidak menerapkan PSAK 73 untuk sewa yang sebelumnya tidak diidentifikasi berdasarkan standar 

•   tidak memisahkan komponen non-sewa dari komponen sewa, dan sebagai konsekuensinya Grup 

menganggap seluruh kontrak sebagai sewa; dan 

•   untuk tidak mengakui liabilitas sewa dan aset hak guna untuk sewa dimana aset dasar adalah aset 

bernilai rendah (yaitu aset dasar dengan nilai maksimum US$5.000 atau Rp50 juta dalam kondisi 

ini; 

baru). 

PSAK 73 juga mengizinkan Grup untuk melanjutkan penilaian sewa historis yang memungkinkan 

Grup  untuk  tidak  menilai  kembali  hasil  penilaian  Grup  sebelumnya  tentang  identifikasi  sewa, 

klasifikasi  sewa  dan  Grup  telah  memilih  untuk  membawa  saldo  penilaian  sewa  historis  dan 

mengandalkan penilaian yang telah dibuat berdasarkan PSAK 30 dan ISAK 8 dalam menentukan 

apakah suatu perjanjian merupakan sewa. penilaian yang telah di. Grup menerapkan definisi sewa 

dan panduan terkait yang ditetapkan dalam PSAK 73 untuk semua kontrak sewa yang dibuat atau 

dimodifikasi pada atau setelah 1 Januari 2020. 

i.  Grup sebagai lessee 

Grup menerapkan pendekatan pengakuan dan pengukuran tunggal untuk semua sewa, kecuali 

untuk sewa jangka pendek dan sewa aset bernilai rendah. Grup mengakui liabilitas sewa untuk 

melakukan pembayaran sewa dan aset hak guna yang mewakili hak untuk menggunakan aset 

yang mendasarinya. 

Grup mengakui aset hak guna pada tanggal dimulainya sewa. Aset hak guna diukur pada biaya 

perolehan, dikurangi akumulasi amortisasi dan rugi penurunan nilai, dan disesuaikan untuk setiap 

pengukuran kembali liabilitas sewa. Biaya aset hak guna termasuk jumlah liabilitas sewa yang 

diakui,  biaya  langsung  awal  yang  dikeluarkan,  biaya  restorasi  dan  pembayaran  sewa  yang 

dilakukan pada atau sebelum tanggal dimulainya dikurangi insentif sewa yang diterima. 

Aset hak guna diamortisasi dengan metode garis lurus  selama masa sewa yang lebih pendek 

dan estimasi masa manfaat dari aset, sebagai berikut: 

Instalasi dan peralatan transmisi 

Bangunan 

Catu daya 

Kendaraan 

Lain-lain 

Nilai Aset. 

Jika kepemilikan aset sewaan dialihkan ke Grup pada akhir masa sewa atau biaya mencerminkan 

pelaksanaan  opsi  pembelian,  penyusutan  dihitung  menggunakan  taksiran  masa  manfaat 

ekonomis aset. Aset hak guna mengalami penurunan nilai sesuai dengan PSAK 48 Penurunan 

Tahun 

15-40 

3-25 

3-20 

4-8 

2-25 

23 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
     
  
  
 
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

2. 

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 

l.   Sewa (lanjutan) 

Kebijakan Akuntansi untuk Sewa yang diterapkan hingga 31 Desember 2019 

i.  Sebagai lessee  

Suatu  sewa  diklasifikasikan  pada  tanggal  dimulainya  sebagai  sewa  pembiayaan  atau  sewa 
operasi.  Sewa  yang  mengalihkan  secara  substansial  seluruh  risiko  dan  manfaat  yang  terkait 
dengan kepemilikan saham ke Grup diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan. 

Sewa pembiayaan dikapitalisasi di awal periode sewa pada nilai wajar dari aset sewaan atau, jika 
lebih rendah, nilai kini dari pembayaran sewa minimum. Pembayaran sewa dibagi menjadi biaya 
keuangan dan biaya sewa. Biaya keuangan dialokasikan ke setiap periode selama periode sewa 
sehingga menghasilkan tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo liabilitas yang tersisa. 
Biaya keuangan tersebut diakui sebagai beban keuangan dalam laporan laba rugi. 

Grup tidak mengubah jumlah tercatat awal aset dan liabilitas yang diakui pada tanggal penerapan 
awal  untuk  sewa  yang  sebelumnya  diklasifikasikan  sebagai  sewa  pembiayaan  (sebagai  contoh 
aset hak guna dan liabilitas sewa sama dengan aset dan liabilitas sewa yang diakui berdasarkan 
PSAK 30R). Persyaratan PSAK 73 diterapkan untuk sewa ini mulai 1 Januari 2020. 

Aset sewaan disusutkan berdasarkan umur manfaatnya. Akan tetapi, jika tidak terdapat kepastian 
yang  memadai  bahwa  Grup  akan  memperoleh  kepemilikan  pada  akhir  masa  sewa,  aset  sewa 
pembiayaan  disusutkan penuh selama jangka waktu yang lebih pendek  antara masa sewa dan 
umur manfaatnya. 

Sewa operasi adalah sewa selain sewa pembiayaan. Pembayaran yang dibebankan dalam sewa 
operasi diakui sebagai beban dalam laba rugi dengan dasar garis lurus selama masa sewa. 

ii.  Sebagai lessor 

Sewa dimana Grup tidak mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat kepemilikan 
suatu  aset  diklasifikasikan  sebagai  sewa  operasi.  Biaya  langsung  awal  yang  dikeluarkan  untuk 
menegosiasikan dan mengatur sewa operasi ditambahkan ke nilai tercatat dari aset pendasar dan 
diakui selama masa sewa dengan dasar yang sama dengan pendapatan sewa. Sewa kontinjensi 
diakui  sebagai  pendapatan  pada  periode  dimana  pendapatan  tersebut  diperoleh.  Pendapatan 
sewa operasi disajikan dalam Pendapatan dari transaksi lessor (Catatan 2q). 

m.  Beban tangguhan - hak atas tanah 

Hak atas tanah termasuk biaya pengurusan legal hak atas tanah ketika tanah diperoleh pertama kali 
dicatat sebagai bagian dari aset tetap dan tidak diamortisasi. Biaya yang terjadi sehubungan dengan 
pengurusan  perpanjangan  atau  pembaruan  legal  hak  atas  tanah  ditangguhkan  dan  diamortisasi 
dengan metode garis lurus selama periode legal hak atas tanah atau umur ekonomis tanah, mana 
yang lebih pendek. 

n.  Utang usaha 

  Utang usaha adalah kewajiban membayar barang dan/atau jasa yang telah diterima dalam kegiatan 
usaha  normal  dari  pemasok.  Utang  usaha  diklasifikasikan  sebagai  liabilitas  jangka  pendek  jika 
pembayarannya jatuh tempo dalam waktu satu tahun atau kurang. Jika tidak, utang tersebut disajikan 
sebagai liabilitas jangka panjang. 

Utang usaha pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan 
diamortisasi dengan menggunakan metode bunga efektif. 

25 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 

Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

2. 

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 

2. 

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 

l.   Sewa (lanjutan) 

i.  Sebagai lessee  

Kebijakan Akuntansi untuk Sewa yang diterapkan hingga 31 Desember 2019 

Suatu  sewa  diklasifikasikan  pada  tanggal  dimulainya  sebagai  sewa  pembiayaan  atau  sewa 

operasi.  Sewa  yang  mengalihkan  secara  substansial  seluruh  risiko  dan  manfaat  yang  terkait 

dengan kepemilikan saham ke Grup diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan. 

Sewa pembiayaan dikapitalisasi di awal periode sewa pada nilai wajar dari aset sewaan atau, jika 

lebih rendah, nilai kini dari pembayaran sewa minimum. Pembayaran sewa dibagi menjadi biaya 

keuangan dan biaya sewa. Biaya keuangan dialokasikan ke setiap periode selama periode sewa 

sehingga menghasilkan tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo liabilitas yang tersisa. 

Biaya keuangan tersebut diakui sebagai beban keuangan dalam laporan laba rugi. 

Grup tidak mengubah jumlah tercatat awal aset dan liabilitas yang diakui pada tanggal penerapan 

awal  untuk  sewa  yang  sebelumnya  diklasifikasikan  sebagai  sewa  pembiayaan  (sebagai  contoh 

aset hak guna dan liabilitas sewa sama dengan aset dan liabilitas sewa yang diakui berdasarkan 

PSAK 30R). Persyaratan PSAK 73 diterapkan untuk sewa ini mulai 1 Januari 2020. 

Aset sewaan disusutkan berdasarkan umur manfaatnya. Akan tetapi, jika tidak terdapat kepastian 

yang  memadai  bahwa  Grup  akan  memperoleh  kepemilikan  pada  akhir  masa  sewa,  aset  sewa 

pembiayaan  disusutkan penuh selama jangka waktu yang lebih pendek  antara masa sewa dan 

umur manfaatnya. 

Sewa operasi adalah sewa selain sewa pembiayaan. Pembayaran yang dibebankan dalam sewa 

operasi diakui sebagai beban dalam laba rugi dengan dasar garis lurus selama masa sewa. 

ii.  Sebagai lessor 

Sewa dimana Grup tidak mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat kepemilikan 

suatu  aset  diklasifikasikan  sebagai  sewa  operasi.  Biaya  langsung  awal  yang  dikeluarkan  untuk 

menegosiasikan dan mengatur sewa operasi ditambahkan ke nilai tercatat dari aset pendasar dan 

diakui selama masa sewa dengan dasar yang sama dengan pendapatan sewa. Sewa kontinjensi 

diakui  sebagai  pendapatan  pada  periode  dimana  pendapatan  tersebut  diperoleh.  Pendapatan 

sewa operasi disajikan dalam Pendapatan dari transaksi lessor (Catatan 2q). 

m.  Beban tangguhan - hak atas tanah 

Hak atas tanah termasuk biaya pengurusan legal hak atas tanah ketika tanah diperoleh pertama kali 

dicatat sebagai bagian dari aset tetap dan tidak diamortisasi. Biaya yang terjadi sehubungan dengan 

pengurusan  perpanjangan  atau  pembaruan  legal  hak  atas  tanah  ditangguhkan  dan  diamortisasi 

dengan metode garis lurus selama periode legal hak atas tanah atau umur ekonomis tanah, mana 

yang lebih pendek. 

n.  Utang usaha 

  Utang usaha adalah kewajiban membayar barang dan/atau jasa yang telah diterima dalam kegiatan 

usaha  normal  dari  pemasok.  Utang  usaha  diklasifikasikan  sebagai  liabilitas  jangka  pendek  jika 

pembayarannya jatuh tempo dalam waktu satu tahun atau kurang. Jika tidak, utang tersebut disajikan 

sebagai liabilitas jangka panjang. 

Utang usaha pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan 

diamortisasi dengan menggunakan metode bunga efektif. 

25 

o.  Pinjaman 

Pada  saat  pengakuan  awal,  pinjaman  diakui  sebesar  nilai  wajar,  dikurangi  dengan  biaya-biaya 
transaksi  yang  terjadi.  Selanjutnya,  pinjaman  diukur  sebesar  biaya  perolehan  diamortisasi,  selisih 
antara penerimaan (dikurangi biaya transaksi) dan nilai pelunasan dicatat pada laporan laba rugi dan 
penghasilan komprehensif lain konsolidasian selama periode pinjaman dengan menggunakan metode 
bunga efektif. 

Biaya  yang  dibayar  untuk  memperoleh  fasilitas  pinjaman  diakui  sebagai  biaya  transaksi  pinjaman 
sepanjang  besar  kemungkinan  sebagian  atau  seluruh  fasilitas  akan  ditarik.  Dalam  hal  ini,  biaya 
ditangguhkan sampai  penarikan terjadi. Sepanjang tidak terdapat bukti bahwa besar kemungkinan 
sebagian atau seluruh fasilitas akan ditarik, biaya dikapitalisasi sebagai pembayaran di muka untuk 
jasa likuiditas dan diamortisasi selama periode fasilitas yang terkait. 

p.  Penjabaran valuta asing 

Mata  uang  fungsional  dan  mata  uang  pembukuan  Grup  adalah  Rupiah,  kecuali  Telekomunikasi 
Indonesia International Ltd., Hong Kong, Telekomunikasi Indonesia International Pte. Ltd., Singapura, 
Telekomunikasi Indonesia International Inc., USA, dan Telekomunikasi Indonesia International S.A., 
Timor Leste yang menggunakan mata uang Dolar A.S., Telekomunikasi Indonesia International Pty. 
Ltd.,  Australia  yang  menggunakan  mata  uang  Dolar  Australia,  TS  Global  Network  Sdn.  Bhd.,  dan 
Telekomunikasi Indonesia International Sdn. Bhd. yang menggunakan Ringgit Malaysia.  

Transaksi-transaksi dalam valuta asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan kurs yang berlaku pada 
saat  terjadinya  transaksi.  Pada  tanggal  laporan  posisi  keuangan  konsolidasian,  aset  dan  liabilitas 
moneter dalam valuta asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan menggunakan kurs beli dan jual yang 
diterbitkan oleh Reuters pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian dengan rincian sebagai 
berikut: 

Dolar A.S. (“US$”) 1 
Dolar Australia (“AU$”) 1 
Dolar Singapura (“SGD”) 1 
Dolar Taiwan Baru (“TWD”) 1 
Euro (“EUR”) 1 
Yen Jepang (“JPY”) 1 
Ringgit Malaysia (“MYR”) 1 
Pataca Makau (“MOP”) 1 
Dolar Hong Kong (“HKD”) 1 

2020 

2019 

Beli 

Jual 

Beli 

Jual 

14.040   
10.738   
10.591   
499,61   
17.209   
135,91   
3.477   
1.756   
1.811   

14.060   
10.756   
10.607   
500,46   
17.239   
136,15   
3.485   
1.761   
1.814   

13.880   
9.724   
10.312   
463,73   
15.559   
127,76   
3.390   
1.729   
1.782   

13.885 
9.729 
10.317 
464,65 
15.571 
127,82 
3.394 
1.731 
1.783 

Laba atau rugi selisih kurs yang timbul, baik yang telah maupun yang belum direalisasi, dikreditkan 
atau dibebankan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian periode 
berjalan,  kecuali  untuk  selisih  kurs  yang  timbul  dari  pinjaman  selama  pembangunan  suatu  aset 
tertentu yang memenuhi syarat untuk dikapitalisasi,  dimana  pinjaman  dapat diatribusikan terhadap 
pembangunan aset tersebut (Catatan 2k). 

q.  Pengakuan pendapatan dan beban 

Kebijakan akuntansi untuk pendapatan yang diterapkan sejak 1 Januari 2020 

Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan 

PSAK 72 menetapkan kerangka kerja yang komprehensif untuk menentukan bagaimana, kapan, dan 
berapa banyak pendapatan yang harus diakui. Standar ini menyediakan model lima langkah tunggal 
untuk  penentuan  dan  pengakuan  pendapatan  untuk  diterapkan  pada  semua  kontrak  dengan 
pelanggan. Standar ini juga  memberikan panduan spesifik yang mensyaratkan jenis biaya tertentu 
untuk  memperoleh  dan/atau  memenuhi  kontrak  yang  akan  dikapitalisasi  dan  diamortisasi  secara 
sistematis  yang  konsisten  dengan  pengalihan  kepada  pelanggan  barang  atau  jasa  yang  terkait 
dengan biaya yang dikapitalisasi. 

26 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

2. 

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 

q.  Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan) 

Kebijakan akuntansi untuk pendapatan yang diterapkan sejak 1 Januari 2020 (lanjutan) 

Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan (lanjutan) 

Grup mengadopsi PSAK 72 pada 1 Januari 2020 menggunakan metode retrospektif yang dimodifikasi 
dengan mengakui efek kumulatif dari awal penerapan PSAK 72 sebagai penyesuaian terhadap saldo 
awal ekuitas pada 1 Januari 2020. 

Grup telah memilih untuk menerapkan pendekatan praktis berikut pada tanggal transisi: 
(i)  Kontrak yang telah diselesaikan - Grup menerapkan PSAK 72 hanya untuk kontrak pelanggan 

yang belum selesai pada 1 Januari 2020; dan 

(ii)  Modifikasi kontrak - alih-alih menerapkan pendekatan retrospektif untuk mengukur efek kumulatif 
dari  modifikasi  kontrak  sejak  tiap  modifikasi  dilakukan;  Grup  mengumpulkan  efek  dari  semua 
modifikasi kontrak yang terjadi sebelum 1 Januari 2020 untuk: 
(a)  Mengidentifikasi kewajiban kinerja yang telah dan belum dilaksanakan; 
(b)  Menentukan harga transaksi dari kontrak modifikasian terbaru; dan 
(c)  Mengalokasikan harga transaksi untuk kewajiban kinerja yang telah dan belum dilaksanakan 

pada 1 Januari 2020. 

Selain itu, Grup juga memilih untuk menerapkan pendekatan praktis untuk tidak memperhitungkan 
dampak  komponen  pendanaan  ketika  periode  antara  pembayaran  untuk  barang  atau  jasa  yang 
dijanjikan dan pengiriman barang atau jasa tersebut kepada pelanggan kurang dari satu tahun, dalam 
mengadopsi PSAK 72. 

Di bawah ini adalah ringkasan kebijakan akuntansi pengakuan pendapatan Grup untuk setiap jenis 
pendapatan: 

i. Mobile 

Pendapatan  dari  mobile  terutama  terdiri  dari  pendapatan  dari  layanan  seluler  yang  antara  lain: 
layanan  telepon,  layanan  interkoneksi,  layanan  internet  dan  data,  dan  layanan  Short  Messaging 
Service  (“SMS”).  Layanan  tersebut  ditawarkan  secara  pascabayar  atau  prabayar,  dimana  yang 
untuk  prabayar,  penjualan  paket  perdana  (juga  dikenal  sebagai  kartu  SIM  dan  voucer  pengisian 
awal) dan voucer pengisian pulsa diakui pada awalnya sebagai liabilitas kontrak.  

Seluruh pendapatan layanan mobile diakui berdasarkan metode output, baik per penggunaan aktual 
atau estimasi unit yang digunakan (jika layanan dijual berdasarkan paket), karena pelanggan secara 
bersamaan menerima dan mengonsumsi manfaat yang disediakan oleh Grup. 

Untuk layanan yang dijual dalam paket bundel, total penerimaan dari pelanggan dialokasikan untuk 
kewajiban pelaksanaan berdasarkan harga jual yang berdiri sendiri untuk setiap produk dan/atau 
layanan. Grup mengestimasi harga jual yang berdiri sendiri menggunakan harga yang berlaku jika 
layanan tersebut dijual dengan basis yang berdiri sendiri. Sebagian besar paket yang dijual oleh 
Grup  hanya  mencakup  layanan  yang  pada  umumnya  terselesaikan  selama  periode  waktu  yang 
sama. Karena itu, pola pengakuan pendapatan umumnya tidak dipengaruhi oleh alokasi. 

Pembayaran yang diterima dialokasikan antara layanan telekomunikasi dan poin yang dikeluarkan, 
dimana  pembayaran  dialokasikan  ke  poin  yang  setara  dengan  nilai  wajarnya.  Nilai  wajar  poin 
ditentukan berdasarkan informasi historis terkait dengan tingkat penebusan poin penghargaan. Nilai 
wajar poin yang dikeluarkan ditangguhkan dan diakui sebagai pendapatan pada saat poin tersebut 
ditebus atau telah kedaluwarsa. 

27 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 

Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

2. 

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 

2.    IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 

q.  Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan) 

Kebijakan akuntansi untuk pendapatan yang diterapkan sejak 1 Januari 2020 (lanjutan) 

Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan (lanjutan) 

Grup mengadopsi PSAK 72 pada 1 Januari 2020 menggunakan metode retrospektif yang dimodifikasi 

dengan mengakui efek kumulatif dari awal penerapan PSAK 72 sebagai penyesuaian terhadap saldo 

awal ekuitas pada 1 Januari 2020. 

Grup telah memilih untuk menerapkan pendekatan praktis berikut pada tanggal transisi: 

(i)  Kontrak yang telah diselesaikan - Grup menerapkan PSAK 72 hanya untuk kontrak pelanggan 

yang belum selesai pada 1 Januari 2020; dan 

(ii)  Modifikasi kontrak - alih-alih menerapkan pendekatan retrospektif untuk mengukur efek kumulatif 

dari  modifikasi  kontrak  sejak  tiap  modifikasi  dilakukan;  Grup  mengumpulkan  efek  dari  semua 

modifikasi kontrak yang terjadi sebelum 1 Januari 2020 untuk: 

(a)  Mengidentifikasi kewajiban kinerja yang telah dan belum dilaksanakan; 

(b)  Menentukan harga transaksi dari kontrak modifikasian terbaru; dan 

(c)  Mengalokasikan harga transaksi untuk kewajiban kinerja yang telah dan belum dilaksanakan 

pada 1 Januari 2020. 

Selain itu, Grup juga memilih untuk menerapkan pendekatan praktis untuk tidak memperhitungkan 

dampak  komponen  pendanaan  ketika  periode  antara  pembayaran  untuk  barang  atau  jasa  yang 

dijanjikan dan pengiriman barang atau jasa tersebut kepada pelanggan kurang dari satu tahun, dalam 

Di bawah ini adalah ringkasan kebijakan akuntansi pengakuan pendapatan Grup untuk setiap jenis 

mengadopsi PSAK 72. 

pendapatan: 

i. Mobile 

Pendapatan  dari  mobile  terutama  terdiri  dari  pendapatan  dari  layanan  seluler  yang  antara  lain: 

layanan  telepon,  layanan  interkoneksi,  layanan  internet  dan  data,  dan  layanan  Short  Messaging 

Service  (“SMS”).  Layanan  tersebut  ditawarkan  secara  pascabayar  atau  prabayar,  dimana  yang 

untuk  prabayar,  penjualan  paket  perdana  (juga  dikenal  sebagai  kartu  SIM  dan  voucer  pengisian 

awal) dan voucer pengisian pulsa diakui pada awalnya sebagai liabilitas kontrak.  

Seluruh pendapatan layanan mobile diakui berdasarkan metode output, baik per penggunaan aktual 

atau estimasi unit yang digunakan (jika layanan dijual berdasarkan paket), karena pelanggan secara 

bersamaan menerima dan mengonsumsi manfaat yang disediakan oleh Grup. 

Untuk layanan yang dijual dalam paket bundel, total penerimaan dari pelanggan dialokasikan untuk 

kewajiban pelaksanaan berdasarkan harga jual yang berdiri sendiri untuk setiap produk dan/atau 

layanan. Grup mengestimasi harga jual yang berdiri sendiri menggunakan harga yang berlaku jika 

layanan tersebut dijual dengan basis yang berdiri sendiri. Sebagian besar paket yang dijual oleh 

Grup  hanya  mencakup  layanan  yang  pada  umumnya  terselesaikan  selama  periode  waktu  yang 

sama. Karena itu, pola pengakuan pendapatan umumnya tidak dipengaruhi oleh alokasi. 

Pembayaran yang diterima dialokasikan antara layanan telekomunikasi dan poin yang dikeluarkan, 

dimana  pembayaran  dialokasikan  ke  poin  yang  setara  dengan  nilai  wajarnya.  Nilai  wajar  poin 

ditentukan berdasarkan informasi historis terkait dengan tingkat penebusan poin penghargaan. Nilai 

wajar poin yang dikeluarkan ditangguhkan dan diakui sebagai pendapatan pada saat poin tersebut 

ditebus atau telah kedaluwarsa. 

q.  Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan) 

Kebijakan akuntansi untuk pendapatan yang diterapkan sejak 1 Januari 2020 (lanjutan) 

Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan (lanjutan) 

ii. Consumer 

Pendapatan  dari  consumer  terutama  terdiri  dari  pendapatan  telepon  tidak  bergerak  dan  layanan 
Indihome.  Pendapatan  dari  layanan  telepon  tidak  bergerak  berasal  dari  pelanggan  yang  hanya 
berlangganan  layanan  telepon  tidak  bergerak.  Sedangkan  pendapatan  dari  layanan  Indihome 
berasal  dari  pelanggan  yang  berlangganan  layanan  internet  atau  lebih  dari  satu  produk  ritel. 
Layanan tersebut ditawarkan berdasarkan pascabayar yang ditagih pada bulan berikutnya. Kontrak 
ditawarkan sebagai kontrak bulan ke bulan. 

Grup  memiliki  paket  layanan  bundel  bernama  "Indihome".  Dalam  paket  ini,  pelanggan  dapat  
berlangganan  kombinasi  layanan  consumer  (misalnya  telepon,  data  dan  internet,  serta  TV 
berbayar).  

Seluruh layanan  consumer  diakui  menggunakan  metode  output  berdasarkan penggunaan aktual 
pelanggan  atau  waktu  yang  telah  berlalu  ketika  pelanggan  secara  bersamaan  menerima  dan 
mengonsumsi manfaat yang diberikan oleh Grup. 

Pelanggan mungkin diharuskan membayar biaya di muka pada saat dimulainya kontrak. Biaya di 
muka dianggap sebagai hak material karena pelanggan tidak diharuskan membayar biaya di muka 
ketika pelanggan memperbarui layanan di luar periode kontrak asli. Grup menilai opsi pembaruan 
sebesar pembayaran yang diterima dari biaya di muka untuk layanan instalasi. Grup menangguhkan 
nilai tersebut dan mengakuinya sebagai pendapatan berdasarkan   metode garis lurus sepanjang 
taksiran jangka waktu hubungan dengan pelanggan. Grup memperkirakan jangka waktu hubungan 
dengan pelanggan berdasarkan informasi historis dan tren pelanggan serta memperbarui evaluasi 
tersebut setiap tahun. 

            iii. Enterprise 

Pendapatan  dari  pelanggan  enterprise  terutama  terdiri  dari  pendapatan  dari  penyediaan  jasa 
telepon, data dan internet, teknologi informasi, dan jasa lainnya (misal penjualan periferal, manage 
service,  call  center,  e-health,  e-payment,  dan  lain-lain).  Beberapa  kontrak  dengan  pelanggan 
perusahaan dengan spesifikasi sesuai pesanan pelanggan. 

Pendapatan  dari  pelanggan  enterprise  diakui  sepanjang  waktu  menggunakan  metode  output 
berdasarkan  penggunaan  aktual  atau  waktu  yang  telah  berlalu  jika  penyediaan  layanan  tidak 
tergantung  pada  penggunaan  (yaitu  menit  suara,  kilobyte  data,  dan  lain-lain),  kecuali  untuk 
penjualan barang yang diakui pada waktu tertentu, karena pelanggan secara bersamaan menerima 
dan mengonsumsi manfaat yang diberikan oleh Grup. Pendapatan untuk kewajiban kinerja yang 
dipenuhi  pada  waktu  tertentu  diakui  ketika  pengendalian  barang  dipindahkan  ke  pelanggan, 
biasanya ketika pelanggan memiliki fisik barang. 

Beberapa  perjanjian  dengan  pelanggan  enterprise  ditawarkan  sebagai  produk  bundel.  Untuk 
pengaturan  yang  dibundel,  produk  dan/atau  jasa  dalam  kontrak  dicatat  sebagai  kewajiban 
pelaksanaan tersendiri ketika secara terpisah dapat diidentifikasi dari janji-janji lain dalam kontrak 
dan  pelanggan  dapat  mengambil  manfaat  dari  produk/jasa  itu  sendiri.  Total  pembayaran 
dialokasikan untuk masing-masing kewajiban pelaksanaan yang berbeda yang telah dimasukkan 
dalam  kontrak,  berdasarkan  harga  jualnya  yang  berdiri  sendiri.  Harga  jual  yang  berdiri  sendiri 
ditentukan berdasarkan harga yang dapat diobservasi di mana produk dan/atau jasa individual dijual 
secara  terpisah,  disesuaikan  dengan  kondisi  pasar  dan  diskon  normal  yang  sesuai.  Atau,  ketika 
harga yang dapat diobservasi tidak tersedia, biaya yang diharapkan ditambah pendekatan margin 
digunakan untuk menentukan harga jual yang berdiri sendiri. 

27 

28 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

2.    IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 

q.  Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan) 

Kebijakan akuntansi untuk pendapatan yang diterapkan sejak 1 Januari 2020 (lanjutan) 

Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan (lanjutan) 

iii.  Enterprise (lanjutan) 

Kontrak tertentu dengan pelanggan enterprise dapat menimbulkan imbalan variabel karena harga 
kontrak tergantung pada peristiwa  di masa  mendatang  (misalnya kontrak berbasis penggunaan 
atau  kontrak  berbasis  bagi  hasil).  Dalam  memperkirakan  imbalan  variabel  ini,  Grup  diharuskan 
untuk  menggunakan  metode  nilai  yang  diharapkan  atau  metode  jumlah  yang  paling  mungkin 
berdasarkan metode yang lebih baik memprediksi jumlah pembayaran yang menjadi haknya. Grup 
menentukan  bahwa  metode  nilai  yang  paling  diharapkan  adalah  metode  yang  tepat  untuk 
digunakan  dalam  memperkirakan  imbalan  variabel  untuk  satu  kontrak  dengan  sejumlah  besar 
kemungkinan hasil. 

Sebelum memasukkan jumlah imbalan variabel dalam harga transaksi, Grup mempertimbangkan 
apakah jumlah imbalan variabel dibatasi. Grup menentukan bahwa taksiran imbalan variabel tidak 
dibatasi berdasarkan pengalaman historisnya, estimasi bisnis, dan kondisi ekonomi saat ini dan 
hanya  mencakup  imbalan  variabel  sepanjang  kemungkinan  besar  pembalikan  signifikan  dalam 
jumlah pendapatan kumulatif yang diakui tidak akan terjadi ketika ketidakpastian terkait dengan 
imbalan variabel selanjutnya diselesaikan. 

Ketika  pihak  lain  terlibat  dalam  menyediakan  produk  dan/atau  jasa  kepada  pelanggan,  Grup 
bertindak  sebagai  prinsipal  jika  Grup  mengendalikan  produk  dan/atau  jasa  yang  ditentukan 
sebelum produk dan/atau jasa tersebut ditransfer ke pelanggan. Pendapatan dicatat pada jumlah 
bersih yang diterima (jumlah yang dibayarkan oleh pelanggan dikurangi jumlah yang dibayarkan 
kepada pemasok), ketika, pada dasarnya, Grup telah bertindak sebagai agen dan mendapat komisi 
dari pemasok produk dan/atau jasa yang dijual. 

iv. Wholesale and International Business Services (“WIB”) 

Pendapatan  dari  WIB  terutama  terdiri  dari  jasa  interkoneksi  untuk  interkoneksi  panggilan 
pelanggan operator telekomunikasi lainnya ke pelanggan Grup (panggilan masuk) dan panggilan 
antara pelanggan operator telekomunikasi lainnya melalui jaringan Grup (transit) dan jasa jaringan 
dengan  operator  telekomunikasi  lainnya.  Semua  jasa  ini  diakui  berdasarkan  metode  output 
menggunakan basis traffic aktual yang tercatat untuk bulan tersebut. 

Biaya inkremental untuk mendapatkan/memenuhi kontrak dengan pelanggan 

Biaya inkremental untuk mendapatkan/memenuhi kontrak dengan pelanggan, yang pada dasarnya 
terdiri dari komisi penjualan dan biaya pemenuhan kontrak, pada awalnya diakui pada laporan posisi 
keuangan. Biaya-biaya ini kemudian diamortisasi secara sistematis yang konsisten dengan periode 
dan  pola  pengiriman  produk  atau  jasa  terkait  ke  pelanggan.  Biaya  yang  tidak  memenuhi  syarat 
sebagai  biaya  untuk  mendapatkan/memenuhi  kontrak  dengan  pelanggan  dibebankan  pada  saat 
terjadinya atau sesuai dengan standar terkait lainnya.  

Pendapatan dari transaksi lessor 

Pendapatan dari transaksi lessor terdiri dari pendapatan dari sewa menara telekomunikasi dan sewa 
lainnya. Pendapatan sewa diakui berdasarkan metode garis lurus selama masa sewa dan termasuk 
dalam pendapatan dalam laporan laba rugi karena sifat operasinya.  

29 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 

Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

2.    IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 

q.  Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan) 

Kebijakan akuntansi untuk pendapatan yang diterapkan sejak 1 Januari 2020 (lanjutan) 

q.  Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan) 

  Kebijakan akuntansi untuk pendapatan berlaku sampai dengan 31 Desember 2019 

i.  Pendapatan telepon selular 

Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan (lanjutan) 

iii.  Enterprise (lanjutan) 

Kontrak tertentu dengan pelanggan enterprise dapat menimbulkan imbalan variabel karena harga 

kontrak tergantung pada peristiwa  di masa  mendatang  (misalnya kontrak berbasis penggunaan 

atau  kontrak  berbasis  bagi  hasil).  Dalam  memperkirakan  imbalan  variabel  ini,  Grup  diharuskan 

untuk  menggunakan  metode  nilai  yang  diharapkan  atau  metode  jumlah  yang  paling  mungkin 

berdasarkan metode yang lebih baik memprediksi jumlah pembayaran yang menjadi haknya. Grup 

menentukan  bahwa  metode  nilai  yang  paling  diharapkan  adalah  metode  yang  tepat  untuk 

digunakan  dalam  memperkirakan  imbalan  variabel  untuk  satu  kontrak  dengan  sejumlah  besar 

kemungkinan hasil. 

Sebelum memasukkan jumlah imbalan variabel dalam harga transaksi, Grup mempertimbangkan 

apakah jumlah imbalan variabel dibatasi. Grup menentukan bahwa taksiran imbalan variabel tidak 

dibatasi berdasarkan pengalaman historisnya, estimasi bisnis, dan kondisi ekonomi saat ini dan 

hanya  mencakup  imbalan  variabel  sepanjang  kemungkinan  besar  pembalikan  signifikan  dalam 

jumlah pendapatan kumulatif yang diakui tidak akan terjadi ketika ketidakpastian terkait dengan 

imbalan variabel selanjutnya diselesaikan. 

Ketika  pihak  lain  terlibat  dalam  menyediakan  produk  dan/atau  jasa  kepada  pelanggan,  Grup 

bertindak  sebagai  prinsipal  jika  Grup  mengendalikan  produk  dan/atau  jasa  yang  ditentukan 

sebelum produk dan/atau jasa tersebut ditransfer ke pelanggan. Pendapatan dicatat pada jumlah 

bersih yang diterima (jumlah yang dibayarkan oleh pelanggan dikurangi jumlah yang dibayarkan 

kepada pemasok), ketika, pada dasarnya, Grup telah bertindak sebagai agen dan mendapat komisi 

dari pemasok produk dan/atau jasa yang dijual. 

iv. Wholesale and International Business Services (“WIB”) 

Pendapatan  dari  WIB  terutama  terdiri  dari  jasa  interkoneksi  untuk  interkoneksi  panggilan 

pelanggan operator telekomunikasi lainnya ke pelanggan Grup (panggilan masuk) dan panggilan 

antara pelanggan operator telekomunikasi lainnya melalui jaringan Grup (transit) dan jasa jaringan 

dengan  operator  telekomunikasi  lainnya.  Semua  jasa  ini  diakui  berdasarkan  metode  output 

menggunakan basis traffic aktual yang tercatat untuk bulan tersebut. 

Biaya inkremental untuk mendapatkan/memenuhi kontrak dengan pelanggan 

Biaya inkremental untuk mendapatkan/memenuhi kontrak dengan pelanggan, yang pada dasarnya 

terdiri dari komisi penjualan dan biaya pemenuhan kontrak, pada awalnya diakui pada laporan posisi 

keuangan. Biaya-biaya ini kemudian diamortisasi secara sistematis yang konsisten dengan periode 

dan  pola  pengiriman  produk  atau  jasa  terkait  ke  pelanggan.  Biaya  yang  tidak  memenuhi  syarat 

sebagai  biaya  untuk  mendapatkan/memenuhi  kontrak  dengan  pelanggan  dibebankan  pada  saat 

terjadinya atau sesuai dengan standar terkait lainnya.  

Pendapatan dari transaksi lessor 

Pendapatan dari transaksi lessor terdiri dari pendapatan dari sewa menara telekomunikasi dan sewa 

lainnya. Pendapatan sewa diakui berdasarkan metode garis lurus selama masa sewa dan termasuk 

dalam pendapatan dalam laporan laba rugi karena sifat operasinya.  

Pendapatan dari jasa pascabayar, yang terdiri dari pendapatan pemakaian dan biaya abonemen 
bulanan diakui sebagai berikut: 
(a)  Pendapatan  pulsa  dan  pemakaian  atas  jasa  nilai  tambah  diakui  berdasarkan  penggunaan 

pelanggan. 

(b)  Biaya abonemen bulanan diakui sebagai pendapatan pada saat pelanggan berlangganan. 

Pendapatan dari jasa prabayar, yang terdiri dari penjualan kartu perdana (yang berisi kartu SIM 
dan  voucer  perdana)  dan  voucer  isi  ulang  diakui  pertama  kali  sebagai  pendapatan  diterima  di 
muka dan diakui sebagai pendapatan berdasarkan jumlah panggilan yang berhasil dilakukan dan 
pemakaian jasa nilai tambah oleh pelanggan atau  pada saat sisa pulsa pada voucer prabayar 
telah habis masa berlakunya. 

ii.  Pendapatan sambungan telepon tidak bergerak 

Pendapatan dari pemakaian telepon diakui pada saat pelanggan memakai telepon tersebut. Biaya 
abonemen bulanan diakui sebagai pendapatan pada saat pelanggan berlangganan.  

Penerimaan dari instalasi sambungan telepon tidak bergerak ditangguhkan dan diakui sebagai 
pendapatan dengan dasar metode garis lurus sepanjang taksiran jangka waktu hubungan dengan 
pelanggan  berdasarkan  informasi  historis  dan  tren  pelanggan  serta  memperbarui  evaluasi 
tersebut setiap tahun. 

iii.  Pendapatan Indihome 

Pendapatan Indihome berasal dari pelanggan consumer yang berlangganan layanan internet atau 
lebih dari satu produk retail. Layanan tersebut ditawarkan berdasarkan pascabayar yang ditagih 
pada bulan berikutnya. Kontrak ditawarkan sebagai kontrak bulan ke bulan dan pendapatan diakui 
secara bulanan sesuai tagihan paket Indihome. 

Penerimaan  dari  instalasi  sambungan  Indihome  ditangguhkan  dan  diakui  sebagai  pendapatan 
dengan dasar metode garis lurus sepanjang taksiran jangka waktu hubungan dengan pelanggan 
berdasarkan informasi historis dan tren pelanggan serta memperbarui evaluasi tersebut setiap 
tahun. 

iv.  Pendapatan interkoneksi  

Pendapatan dari interkoneksi jaringan dengan penyelenggara telekomunikasi dalam negeri dan 
internasional  diakui  bulanan  berdasarkan  lalu  lintas  tercatat  aktual  untuk  bulan  tersebut. 
Pendapatan interkoneksi terdiri dari pendapatan yang berasal dari panggilan pelanggan operator 
lain  kepada  pelanggan  Grup  (incoming)  serta  panggilan  antar  pelanggan  operator  lain  yang 
melalui jaringan Grup (transit). 

v.  Pendapatan data, internet, dan jasa teknologi informatika 

Pendapatan  dari  komunikasi  data  dan  internet  diakui  berdasarkan  pemakaian,  yang  diukur 
berdasarkan jangka waktu pemakaian internet atau berdasarkan jumlah biaya tetap tergantung 
pengaturan dengan pelanggan. 

Pendapatan  dari  penjualan,  instalasi  dan  implementasi  piranti  lunak  dan  perangkat  keras 
komputer, jasa pemasangan jaringan data komputer, dan instalasi diakui pada saat penyerahan 
barang kepada pelanggan atau instalasi perangkat. 

  Pendapatan  dari  jasa  pengembangan  piranti  lunak  komputer  diakui  berdasarkan  metode 

persentase penyelesaian. 

29 

30 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

2. 

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 

q.  Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan) 

Kebijakan akuntansi untuk pendapatan berlaku sampai dengan 31 Desember 2019 (lanjutan) 

vi.  Pendapatan jaringan 

Pendapatan jaringan terdiri dari pendapatan sewa sirkit dan transponder satelit yang diakui pada 
periode saat jasa diberikan. 

vii.  Pendapatan lainnya 

Pendapatan  dari  penjualan  periferal  atau  perangkat  telekomunikasi  lainnya  diakui  pada  saat 
penyerahan kepada pelanggan. 

Pendapatan sewa menara telekomunikasi diakui sebagai pendapatan dengan dasar garis lurus 
selama masa sewa sesuai kesepakatan dengan pelanggan. 

Pendapatan jasa lainnya diakui pada saat jasa diserahkan kepada pelanggan. 

viii. Multiple-element arrangements 

Ketika dua atau lebih barang dan jasa yang menghasilkan pendapatan dijual sebagai satu unit 
penjualan, tiap barang atau jasa yang telah dikaji sebagai unit akuntansi terpisah dicatat secara 
terpisah.  Jumlah  pendapatan  dialokasikan  secara  terpisah  pada  tiap  barang  dan  jasa 
teridentifikasi  berdasarkan  nilai  wajar  masing-masing  barang  dan  jasa  tersebut  dan  kriteria 
pengakuan pendapatan yang tepat diterapkan pada tiap barang dan jasa sebagaimana dijelaskan 
di atas. 

ix.  Hubungan keagenan 

Pendapatan dalam hubungan keagenan dicatat sebesar jumlah tagihan bruto kepada pelanggan 
ketika  Grup  bertindak  sebagai  prinsipal  dalam  penjualan  barang  dan  jasa.  Pendapatan  dicatat 
sebesar jumlah bersih yang diperoleh (jumlah yang dibayarkan oleh pelanggan dikurangi jumlah 
yang  dibayarkan  kepada  pemasok)  ketika  secara  substansi  Grup  bertindak  sebagai  agen  dan 
memperoleh komisi dari pemasok atas penjualan barang dan jasa. 

x.  Program loyalitas pelanggan 

Grup melaksanakan program loyalitas pelanggan dimana pelanggan dapat mengumpulkan poin 
penghargaan  untuk  setiap  kelipatan  tertentu  atas  pemakaian  jasa  telekomunikasi.  Poin 
penghargaan dapat ditukarkan di masa depan dengan barang atau jasa secara gratis atau dengan 
potongan harga, sepanjang ketentuan program lainnya terpenuhi. 

Imbalan  yang  diterima  dialokasikan  antara  jasa  telekomunikasi  dan  poin  penghargaan  yang 
diberikan, dimana imbalan yang dialokasikan ke poin penghargaan adalah sebesar nilai wajarnya. 
Nilai wajar poin penghargaan ditentukan dengan menggunakan data historis tingkat penukaran 
poin  penghargaan  dari  program  sejenis.  Nilai  wajar  poin  penghargaan  yang  diberikan 
ditangguhkan  dan  diakui  sebagai  pendapatan  ketika  poin  penghargaan  tersebut  ditukar  oleh 
pelanggan atau telah habis masa berlakunya.  

xi.  Beban 

    Beban diakui pada saat terjadinya. 

r. 

Imbalan kerja 

i.  

Imbalan kerja jangka pendek 

Seluruh  imbalan  kerja  jangka  pendek  yang  terdiri  dari  gaji  dan  imbalan  terkait,  tunjangan  cuti, 
insentif,  dan imbalan kerja jangka pendek lain  diakui sebagai  biaya yang tidak didiskonto saat 
karyawan telah memberikan jasa kepada Grup. 

31 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 

Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

2. 

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 

2. 

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 

q.  Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan) 

r. 

Imbalan kerja (lanjutan) 

Kebijakan akuntansi untuk pendapatan berlaku sampai dengan 31 Desember 2019 (lanjutan) 

ii. 

Imbalan pasca kerja dan imbalan kerja jangka panjang lain 

Pendapatan jaringan terdiri dari pendapatan sewa sirkit dan transponder satelit yang diakui pada 

vi.  Pendapatan jaringan 

periode saat jasa diberikan. 

vii.  Pendapatan lainnya 

Pendapatan  dari  penjualan  periferal  atau  perangkat  telekomunikasi  lainnya  diakui  pada  saat 

penyerahan kepada pelanggan. 

Pendapatan sewa menara telekomunikasi diakui sebagai pendapatan dengan dasar garis lurus 

selama masa sewa sesuai kesepakatan dengan pelanggan. 

Pendapatan jasa lainnya diakui pada saat jasa diserahkan kepada pelanggan. 

viii. Multiple-element arrangements 

Ketika dua atau lebih barang dan jasa yang menghasilkan pendapatan dijual sebagai satu unit 

penjualan, tiap barang atau jasa yang telah dikaji sebagai unit akuntansi terpisah dicatat secara 

terpisah.  Jumlah  pendapatan  dialokasikan  secara  terpisah  pada  tiap  barang  dan  jasa 

teridentifikasi  berdasarkan  nilai  wajar  masing-masing  barang  dan  jasa  tersebut  dan  kriteria 

pengakuan pendapatan yang tepat diterapkan pada tiap barang dan jasa sebagaimana dijelaskan 

di atas. 

ix.  Hubungan keagenan 

Pendapatan dalam hubungan keagenan dicatat sebesar jumlah tagihan bruto kepada pelanggan 

ketika  Grup  bertindak  sebagai  prinsipal  dalam  penjualan  barang  dan  jasa.  Pendapatan  dicatat 

sebesar jumlah bersih yang diperoleh (jumlah yang dibayarkan oleh pelanggan dikurangi jumlah 

yang  dibayarkan  kepada  pemasok)  ketika  secara  substansi  Grup  bertindak  sebagai  agen  dan 

memperoleh komisi dari pemasok atas penjualan barang dan jasa. 

x.  Program loyalitas pelanggan 

Grup melaksanakan program loyalitas pelanggan dimana pelanggan dapat mengumpulkan poin 

penghargaan  untuk  setiap  kelipatan  tertentu  atas  pemakaian  jasa  telekomunikasi.  Poin 

penghargaan dapat ditukarkan di masa depan dengan barang atau jasa secara gratis atau dengan 

potongan harga, sepanjang ketentuan program lainnya terpenuhi. 

Imbalan  yang  diterima  dialokasikan  antara  jasa  telekomunikasi  dan  poin  penghargaan  yang 

diberikan, dimana imbalan yang dialokasikan ke poin penghargaan adalah sebesar nilai wajarnya. 

Nilai wajar poin penghargaan ditentukan dengan menggunakan data historis tingkat penukaran 

poin  penghargaan  dari  program  sejenis.  Nilai  wajar  poin  penghargaan  yang  diberikan 

ditangguhkan  dan  diakui  sebagai  pendapatan  ketika  poin  penghargaan  tersebut  ditukar  oleh 

pelanggan atau telah habis masa berlakunya.  

xi.  Beban 

    Beban diakui pada saat terjadinya. 

r. 

Imbalan kerja 

i.  

Imbalan kerja jangka pendek 

Seluruh  imbalan  kerja  jangka  pendek  yang  terdiri  dari  gaji  dan  imbalan  terkait,  tunjangan  cuti, 

insentif,  dan imbalan kerja jangka pendek lain  diakui sebagai  biaya yang tidak didiskonto saat 

karyawan telah memberikan jasa kepada Grup. 

Imbalan  pasca  kerja  terdiri  dari  program  pensiun  imbalan  pasti  yang  funded  dan  unfunded, 
program  pensiun  iuran  pasti,  imbalan  pasca  kerja  lainnya,  program  imbalan  kesehatan  pasca 
kerja  imbalan  pasti,  program  imbalan  kesehatan  kerja  iuran  pasti,  dan  kewajiban  berdasarkan 
undang-undang ketenagakerjaan. 

Imbalan kerja jangka panjang lain terdiri dari penghargaan masa kerja, cuti masa kerja, dan masa 
persiapan pensiun. 

Perhitungan biaya terkait dengan program imbalan pasca kerja dan imbalan kerja jangka panjang 
lain dilakukan oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode projected unit credit.     

Kewajiban bersih Perusahaan berkaitan dengan imbalan pasti pensiun dan imbalan kesehatan 
pasca  kerja  dihitung  sebesar  nilai  kini  dari  estimasi  imbalan  yang  akan  diperoleh  karyawan  di 
masa depan sehubungan dengan jasa di masa sekarang dan masa lalu, dikurangi dengan nilai 
wajar dari aset program. Nilai kini kewajiban imbalan pasti ditentukan dengan mendiskontokan 
estimasi arus kas keluar di masa depan dengan menggunakan tingkat bunga obligasi pemerintah, 
yang  didenominasi  dalam  mata  uang  dimana  manfaat  akan  dibayarkan  dan  yang  mempunyai 
jangka waktu sampai dengan jatuh tempo mendekati jangka waktu kewajiban imbalan pasca kerja 
terkait.  Obligasi  pemerintah  digunakan  karena  tidak  ada  pasar  aktif  untuk  obligasi  korporat 
berkualitas tinggi. 

Aset  program  adalah  aset  yang  dimiliki  oleh  program  pensiun  imbalan  pasti  dan  imbalan 
kesehatan pasca kerja serta polis asuransi yang memenuhi syarat. Aset ini diukur pada nilai wajar 
pada  akhir  periode  pelaporan.  Nilai  wajar  polis  asuransi  adalah  jumlah  yang  sama  dengan 
kewajiban yang terkait (dan dapat dikurangi jika jumlah yang dapat diterima dari polis asuransi 
tidak dapat diperoleh secara penuh). 

Pengukuran  kembali,  terdiri  dari  keuntungan  dan  kerugian  aktuarial,  dampak  batas  atas  aset 
(tidak  termasuk  jumlah  yang  dimasukkan  dalam  bunga  neto  atas  liabilitas  (aset)  imbalan  pasti 
neto) dan imbal hasil aset program (tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam bunga neto 
atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto) diakui pada ekuitas melalui penghasilan komprehensif lain 
di  periode  terjadinya.  Pengukuran  kembali  tidak  diklasifikasikan  ke  laba  rugi  di  periode 
selanjutnya. 

Biaya jasa lalu diakui di laba rugi pada tanggal yang lebih awal antara: 
(a)  ketika amandemen atau kurtailmen program terjadi; dan 
(b)  ketika Grup mengakui biaya restrukturisasi terkait. 

Bunga  neto  dihitung  dengan  mengalikan  liabilitas  (aset)  imbalan  pasti  neto  dengan  tingkat 
diskonto. 

Laba atau rugi kurtailmen diakui apabila terdapat komitmen untuk melakukan pengurangan jumlah 
karyawan dalam jumlah yang material yang ditanggung oleh suatu program atau apabila terdapat 
perubahan ketentuan-ketentuan pada suatu program imbalan pasti, dimana bagian yang material 
dari  jasa  yang  diberikan  karyawan  pada  masa  depan  tidak  lagi  memberikan  imbalan,  atau 
memberikan imbalan yang lebih rendah. 

Laba  atau  rugi  penyelesaian  diakui  apabila  terdapat  transaksi  yang  menghapuskan  semua 
kewajiban hukum atau konstruktif atas sebagian atau seluruh imbalan dalam program manfaat 
pasti (selain pembayaran imbalan sesuai dengan ketentuan program dan termasuk dalam asumsi 
aktuaria). 

Untuk  program  iuran  pasti,  Perusahaan  membayar  iuran  secara  rutin  yang  merupakan  biaya 
berkala bersih untuk periode iuran tersebut dan dicatat sebagai bagian dari beban karyawan ketika 
terutang. 

31 

32 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

2. 

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 

r. 

Imbalan kerja (lanjutan) 

iii.   Kompensasi berbasis saham  

Perusahaan  menjalankan  program  kompensasi  berbasis  saham  dengan  penyelesaian 
menggunakan  ekuitas.  Nilai  wajar  dari  jasa  karyawan  yang  dikompensasikan  dengan  saham 
Perusahaan  diakui  sebagai  beban  pada  laporan  laba  rugi  dan  penghasilan  komprehensif  lain 
konsolidasian  dan  mengkredit  akun  tambahan  modal  disetor  pada  tanggal  pemberian 
kompensasi. 

iv.  Pensiun dini (“Pendi”) 

Beban Pendi diakui pada saat Grup berkomitmen untuk membayar pesangon Pendi yang timbul 
sehubungan  dengan  tawaran  yang  diajukan  Grup  agar  karyawan  mengundurkan  diri  secara 
sukarela.  Grup  dianggap  berkomitmen  untuk  membayar  pesangon  Pendi  jika,  dan  hanya  jika, 
Grup telah memiliki rencana formal terinci yang tidak dapat dibatalkan. 

s.  Pajak  

Pajak Penghasilan (“PPh”) 

Pajak kini dan pajak tangguhan diakui sebagai penghasilan atau beban dalam laporan laba rugi dan 
penghasilan komprehensif lain konsolidasian, kecuali pajak penghasilan tersebut sehubungan dengan 
transaksi atau kejadian yang diakui secara langsung di ekuitas dimana pajak penghasilannya diakui 
secara langsung di ekuitas. 

Aset dan liabilitas pajak kini dihitung sebesar jumlah yang diperkirakan dapat diperoleh atau dibayar 
dengan  menggunakan  tarif  dan  ketentuan  pajak  yang  telah  ditetapkan  atau  secara  substantif 
ditetapkan pada setiap tanggal pelaporan. Manajemen secara periodik mengevaluasi perlakuan pajak 
yang diterapkan dalam Surat Pemberitahuan Tahunan (“SPT Tahunan”) sehubungan dengan situasi 
di mana aturan pajak yang berlaku membutuhkan interpretasi. Jika perlu, manajemen menentukan 
provisi berdasarkan jumlah yang diperkirakan akan dibayar kepada Otoritas Pajak. 

Pemeriksaan pajak 

Perubahan  terhadap  liabilitas  perpajakan  dicatat  pada  saat  diterimanya  Surat  Ketetapan  Pajak 
(“SKP”) atau  apabila dilakukan banding, ketika hasil banding sudah diputuskan. Jumlah tambahan 
pokok dan denda pajak yang ditetapkan dengan SKP diakui sebagai pendapatan atau beban dalam 
laba rugi periode berjalan, kecuali jika diajukan upaya penyelesaian selanjutnya. Jumlah tambahan 
pokok  pajak  dan  denda  yang  ditetapkan  dengan  SKP  ditangguhkan  pembebanannya  sepanjang 
memenuhi kriteria pengakuan aset.  

Pajak tangguhan 

Grup mengakui aset dan liabilitas pajak tangguhan untuk semua perbedaan temporer antara dasar 
pengenaan pajak aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya pada setiap tanggal pelaporan. Grup juga 
mengakui  aset  pajak  tangguhan  yang  berasal  dari  manfaat  pajak  pada  masa  depan,  seperti 
kompensasi  rugi  fiskal,  jika  kemungkinan  realisasi  manfaat  tersebut  di  masa  depan  cukup  besar 
(probable). Aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan diukur  dengan  menggunakan tarif 
pajak dan undang-undang pajak pada setiap tanggal  pelaporan yang diharapkan berlaku terhadap 
penghasilan kena pajak ketika aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan. 

Jumlah tercatat  aset pajak tangguhan direviu pada setiap tanggal pelaporan  dan  dikurangi apabila 
tidak lagi terdapat kemungkinan  besar bahwa laba kena pajak yang memadai akan tersedia  untuk 
mengkompensasi sebagian atau semua manfaat aset pajak tangguhan. Aset pajak tangguhan yang 
tidak diakui ditinjau ulang pada setiap tanggal pelaporan dan akan diakui apabila besar kemungkinan 
bahwa  laba  fiskal  pada  masa  yang  akan  datang  akan  tersedia  untuk  pemulihannya.  Pengurangan 
pajak yang berasal dari pembalikan aset pajak tangguhan dikecualikan dari estimasi laba kena pajak 
masa depan. 

33 

 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 

Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

2. 

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 

2. 

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 

s.  Pajak (lanjutan) 

Pajak tangguhan (lanjutan) 

Pajak tangguhan suatu transaksi diakui diluar laba rugi, oleh karena itu pajak tangguhan atas transaksi 
tersebut diakui dalam penghasilan komprehensif lain konsolidasian atau diakui langsung di ekuitas. 

Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan saling hapus di laporan posisi keuangan konsolidasian, 
jika dan hanya jika entitas memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling 
hapus  aset  dan  liabilitas  pajak  kini  dan  aset  dan  liabilitas  pajak  tangguhan  terkait  dengan  pajak 
penghasilan yang dikenakan oleh Otoritas Pajak yang sama atas entitas kena pajak yang sama atau 
entitas kena pajak yang berbeda yang memiliki intensi untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini 
dengan dasar neto, atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan, pada 
setiap  periode  masa  depan  di  mana  jumlah  signifikan  atas  aset  atau  liabilitas  pajak  tangguhan 
diharapkan untuk dipulihkan atau diselesaikan. 

Pajak pertambahan nilai (“PPN”) 

Pendapatan, beban-beban dan aset-aset diakui neto atas jumlah PPN kecuali: 
i. 

PPN yang muncul dari pembelian aset atau jasa yang tidak dapat dikreditkan oleh kantor pajak, 
yang dalam hal ini PPN diakui sebagai bagian dari biaya perolehan aset atau sebagai bagian 
dari item beban-beban yang diterapkan; dan 
Piutang dan utang yang disajikan termasuk dengan jumlah PPN. 

ii. 

Ketidakpastian dalam perlakuan pajak penghasilan 

Sesuai  dengan  ISAK  34:  Ketidakpastian  dalam  Perlakuan  Pajak  Penghasilan  yang  berlaku  efektif 
pada tanggal 1 Januari 2019, pengakuan dan pengukuran aset dan liabilitas pajak yang mengandung 
ketidakpastian  perlakuan  pajak  penghasilan  ditentukan  dengan  mempertimbangkan  apakah 
diperlakukan  secara  terpisah  atau  bersamaan,  penggunaan  asumsi  tentang  pemeriksaan  atas 
perlakuan  pajak  tidak  pasti  oleh  otoritas  perpajakan,  pertimbangan  apakah  besar  kemungkinan 
Otoritas Pajak akan menerima perlakuan pajak tidak pasti dan penilaian kembali pertimbangan atau 
estimasi yang disyaratkan jika terjadi perubahan fakta dan keadaan. 

Jika  penerimaan  perlakuan  pajak  dimungkinkan  oleh  Otoritas  Pajak,  pengukuran  tersebut  sejalan 
dengan  pengisian  pajak  penghasilan.  Jika  penerimaan  perlakuan  pajak  oleh  Otoritas  Pajak  tidak 
memungkinkan, Grup menggunakan jumlah pajak dengan menggunakan metode yang memberikan 
prediksi resolusi yang lebih baik (yaitu jumlah yang paling mungkin atau nilai yang diharapkan). 

Oleh  karena  itu,  manajemen  berkeyakinan  bahwa  interpretasi  tersebut  tidak  memiliki  dampak 
signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian. 

Pajak final 

Peraturan perpajakan Indonesia mengatur beberapa jenis penghasilan dikenakan pajak yang bersifat 
final. Pajak final yang dikenakan atas nilai bruto transaksi tetap dikenakan walaupun atas transaksi 
tersebut pelaku transaksi mengalami kerugian. 

Pajak  final  atas  jasa  konstruksi  dan  sewa  disajikan  sebagai  bagian  dari  “Penghasilan  (Beban)  
Lain-Lain - bersih”. 

33 

34 

r. 

Imbalan kerja (lanjutan) 

iii.   Kompensasi berbasis saham  

Perusahaan  menjalankan  program  kompensasi  berbasis  saham  dengan  penyelesaian 

menggunakan  ekuitas.  Nilai  wajar  dari  jasa  karyawan  yang  dikompensasikan  dengan  saham 

Perusahaan  diakui  sebagai  beban  pada  laporan  laba  rugi  dan  penghasilan  komprehensif  lain 

konsolidasian  dan  mengkredit  akun  tambahan  modal  disetor  pada  tanggal  pemberian 

Beban Pendi diakui pada saat Grup berkomitmen untuk membayar pesangon Pendi yang timbul 

sehubungan  dengan  tawaran  yang  diajukan  Grup  agar  karyawan  mengundurkan  diri  secara 

sukarela.  Grup  dianggap  berkomitmen  untuk  membayar  pesangon  Pendi  jika,  dan  hanya  jika, 

Grup telah memiliki rencana formal terinci yang tidak dapat dibatalkan. 

kompensasi. 

iv.  Pensiun dini (“Pendi”) 

s.  Pajak  

Pajak Penghasilan (“PPh”) 

Pajak kini dan pajak tangguhan diakui sebagai penghasilan atau beban dalam laporan laba rugi dan 

penghasilan komprehensif lain konsolidasian, kecuali pajak penghasilan tersebut sehubungan dengan 

transaksi atau kejadian yang diakui secara langsung di ekuitas dimana pajak penghasilannya diakui 

secara langsung di ekuitas. 

Aset dan liabilitas pajak kini dihitung sebesar jumlah yang diperkirakan dapat diperoleh atau dibayar 

dengan  menggunakan  tarif  dan  ketentuan  pajak  yang  telah  ditetapkan  atau  secara  substantif 

ditetapkan pada setiap tanggal pelaporan. Manajemen secara periodik mengevaluasi perlakuan pajak 

yang diterapkan dalam Surat Pemberitahuan Tahunan (“SPT Tahunan”) sehubungan dengan situasi 

di mana aturan pajak yang berlaku membutuhkan interpretasi. Jika perlu, manajemen menentukan 

provisi berdasarkan jumlah yang diperkirakan akan dibayar kepada Otoritas Pajak. 

Pemeriksaan pajak 

Perubahan  terhadap  liabilitas  perpajakan  dicatat  pada  saat  diterimanya  Surat  Ketetapan  Pajak 

(“SKP”) atau  apabila dilakukan banding, ketika hasil banding sudah diputuskan. Jumlah tambahan 

pokok dan denda pajak yang ditetapkan dengan SKP diakui sebagai pendapatan atau beban dalam 

laba rugi periode berjalan, kecuali jika diajukan upaya penyelesaian selanjutnya. Jumlah tambahan 

pokok  pajak  dan  denda  yang  ditetapkan  dengan  SKP  ditangguhkan  pembebanannya  sepanjang 

memenuhi kriteria pengakuan aset.  

Pajak tangguhan 

Grup mengakui aset dan liabilitas pajak tangguhan untuk semua perbedaan temporer antara dasar 

pengenaan pajak aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya pada setiap tanggal pelaporan. Grup juga 

mengakui  aset  pajak  tangguhan  yang  berasal  dari  manfaat  pajak  pada  masa  depan,  seperti 

kompensasi  rugi  fiskal,  jika  kemungkinan  realisasi  manfaat  tersebut  di  masa  depan  cukup  besar 

(probable). Aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan diukur  dengan  menggunakan tarif 

pajak dan undang-undang pajak pada setiap tanggal  pelaporan yang diharapkan berlaku terhadap 

penghasilan kena pajak ketika aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan. 

Jumlah tercatat  aset pajak tangguhan direviu pada setiap tanggal pelaporan  dan  dikurangi apabila 

tidak lagi terdapat kemungkinan  besar bahwa laba kena pajak yang memadai akan tersedia  untuk 

mengkompensasi sebagian atau semua manfaat aset pajak tangguhan. Aset pajak tangguhan yang 

tidak diakui ditinjau ulang pada setiap tanggal pelaporan dan akan diakui apabila besar kemungkinan 

bahwa  laba  fiskal  pada  masa  yang  akan  datang  akan  tersedia  untuk  pemulihannya.  Pengurangan 

pajak yang berasal dari pembalikan aset pajak tangguhan dikecualikan dari estimasi laba kena pajak 

masa depan. 

 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

2. 

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 

t. 

Instrumen keuangan  

Kebijakan akuntansi instrumen keuangan yang diterapkan sejak 1 Januari 2020 

Grup  mengklasifikasikan  instrumen  keuangan  menjadi  aset  keuangan  dan  liabilitas  keuangan. 
Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang menimbulkan aset keuangan pada satu entitas dan 
liabilitas  keuangan  atau  instrumen  ekuitas  pada  entitas  lain.  Grup  mengadopsi  PSAK  71  pada  1 
Januari 2020. 

i.  Aset keuangan 

Pengakuan dan pengukuran awal 

Aset  keuangan  diklasifikasikan  pada  saat  pengakuan  awal  dan  selanjutnya  diukur  pada  biaya 
perolehan diamortisasi, nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (“FVTOCI”), dan nilai 
wajar melalui laba rugi (“FVTPL”). 

Klasifikasi  aset  keuangan  pada  pengakuan  awal  tergantung  pada  karakteristik  arus  kas 
kontraktual  aset  keuangan  dan  model  bisnis  Grup  dalam  mengelola  aset  keuangan  tersebut. 
Kecuali untuk piutang usaha yang tidak memiliki komponen pendanaan yang  signifikan dan atau 
saat  Grup  menerapkan  panduan  praktis,  pada  saat  pengakuan  awal  Grup  mengukur  aset 
keuangan pada nilai wajarnya ditambah, dalam hal aset keuangan tidak diukur pada nilai wajar 
melalui laba rugi, biaya transaksi. Untuk piutang usaha yang tidak memiliki komponen pendanaan 
yang signifikan atau ketika Grup menerapkan panduan praktis, diukur pada harga transaksi yang 
telah ditentukan berdasarkan PSAK 72. 

Agar aset keuangan dapat diklasifikasikan dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai 
wajar melalui penghasilan komprehensif lain, aset keuangan harus memiliki arus kas yang semata 
dari  pembayaran  pokok  dan  bunga  dari  jumlah  pokok  terutang.  Pengujian  ini  dikenal  sebagai 
Solely Payment of Principal and Interest (SPPI) testing dan dilakukan pada tingkat instrumen. 

Model bisnis Grup dalam mengelola aset keuangan mengacu kepada bagaimana Grup mengelola 
aset keuangan untuk menghasilkan arus kas. Model bisnis  menentukan apakah arus kas akan 
dihasilkan dari perolehan arus kas kontraktual, menjual aset keuangan atau keduanya. 

Pembelian atau penjualan aset keuangan yang memerlukan penyerahan aset dalam kurun waktu 
yang  telah  ditetapkan  oleh  peraturan  atau  kebiasaan  yang  berlaku  di  pasar  (pembelian  yang 
lazim) diakui pada tanggal perdagangan, yaitu tanggal  Grup  berkomitmen  untuk membeli atau 
menjual aset tersebut. 

Pengukuran setelah pengakuan awal 

Untuk tujuan pengukuran setelah pengakuan awal, aset keuangan diklasifikasikan kedalam empat 
kategori: 

(a)  Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen utang) 

Grup mengukur aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut 
dipenuhi: 

•  Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan  

dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan 

•  Persyaratan  kontraktual  dari  aset  keuangan  yang  pada  tanggal  tertentu  meningkatkan 
arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang. 

Aset  keuangan  diukur  pada  biaya  perolehan  diamortisasi  setelah  pengakuan  awal  diukur 
menggunakan  metode  suku  bunga  efektif  dan  merupakan  subjek  penurunan  nilai. 
Keuntungan  dan  kerugian  diakui  pada  laba  rugi  saat  aset  dihentikan  pengakuannya, 
dimodifikasi atau mengalami penurunan nilai. Aset keuangan Grup pada kategori ini meliputi 
kas  dan  setara  kas,  aset  keuangan  lancar  lainnya,  piutang  usaha,  piutang  lain-lain,  aset 
kontrak, dan aset tidak lancar lainnya. 

(b)  Aset  keuangan  diukur  pada  nilai  wajar  melalui  penghasilan  komprehensif  lain  dengan  fitur 

reklasifikasi keuntungan dan kerugian kumulatif (instrumen utang)  

35 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 

Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

2. 

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 

2. 

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 

t. 

Instrumen keuangan  

Kebijakan akuntansi instrumen keuangan yang diterapkan sejak 1 Januari 2020 

t.  Instrumen keuangan (lanjutan) 

Kebijakan akuntansi instrumen keuangan yang diterapkan sejak 1 Januari 2020 (lanjutan) 

Grup  mengklasifikasikan  instrumen  keuangan  menjadi  aset  keuangan  dan  liabilitas  keuangan. 

Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang menimbulkan aset keuangan pada satu entitas dan 

liabilitas  keuangan  atau  instrumen  ekuitas  pada  entitas  lain.  Grup  mengadopsi  PSAK  71  pada  1 

i.  Aset keuangan (lanjutan) 

Pengukuran setelah pengakuan awal (lanjutan) 

Grup mengukur instrumen utang pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain jika 
kedua kondisi berikut dipenuhi: 
•  Aset  keuangan  dikelola  dalam  model  bisnis  yang  tujuannya  akan  terpenuhi  dengan 

mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset keuangan; dan 

•  Persyaratan  kontraktual  dari  aset  keuangan  tersebut  memberikan  hak  pada  tanggal 
tertentu atas arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok 
terutang. 

Untuk instrumen utang yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, 
pendapatan  bunga,  keuntungan  atau  kerugian  selisih  kurs,  dan  kerugian  penurunan  nilai 
diakui  pada  laba  rugi  dan  dihitung  dengan  cara  yang  sama  dengan  aset  keuangan  diukur 
pada biaya  perolehan diamortisasi. Perubahan  nilai wajar lainnya diakui pada  penghasilan 
komprehensif  lain.  Ketika  aset  keuangan  dihentikan  pengakuannya,  keuntungan  atau 
kerugian  kumulatif  yang  sebelumnya  diakui  dalam  pendapatan  komprehensif  lainnya 
direklasifikasi ke laba rugi. 

Grup tidak memiliki instrumen utang yang diklasifikasikan pada nilai wajar melalui penghasilan 
komprehensif  lain  dengan  fitur  reklasifikasi  keuntungan  dan  kerugian  kumulatif  per  
31 Desember 2020. 

(c)  Aset  keuangan  diukur  pada  nilai  wajar  melalui  penghasilan  komprehensif  lain  tanpa  fitur 
reklasifikasi  keuntungan  dan  kerugian  kumulatif  saat  penghentian  pengakuan  (instrumen 
ekuitas) 

Saat  pengakuan  awal,  Grup  dapat  membuat  pilihan  yang  tidak  dapat  dibatalkan  untuk 
menyajikan  dalam  penghasilan  komprehensif  lain  perubahan  nilai  wajar  investasi  dalam 
instrumen ekuitas yang  masuk  dalam  ruang lingkup PSAK 71 dan yang bukan merupakan 
instrumen ekuitas dimiliki untuk diperdagangkan. Pilihan ini dilakukan pada level instrumen 
per  instrumen.  Keuntungan  dan  kerugian  dari  aset  keuangan  ini  tidak  direklasifikasikan  ke 
laba rugi. Dividen diakui pada laba rugi ketika hak untuk menerima pembayaran dividen telah 
ditetapkan,  kecuali  dividen  secara  jelas  mewakili  bagian  terpulihkan  dari  biaya  investasi. 
Instrumen ekuitas yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain tidak 
terpengaruh pada persyaratan penurunan nilai.  

(d)  Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi 

Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi meliputi aset keuangan yang dikelola 
untuk diperdagangkan, aset keuangan yang pada saat awal ditetapkan untuk diukur pada nilai 
wajar  melalui  laba  rugi,  atau  aset  keuangan  yang  disyaratkan  untuk  diukur  pada  nilai 
wajarnya. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diperdagangkan jika 
perolehannya ditujukan untuk dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Derivatif, termasuk 
derivatif  melekat  yang  dipisahkan,  juga  diklasifikasikan  sebagai  diperdagangkan  kecuali 
derivatif sebagai instrumen lindung nilai yang ditetapkan dan efektif. Aset keuangan yang tidak 
memenuhi  SPPI  testing  diklasifikasikan  sebagai  diukur  pada  nilai  wajar  melalui  laba  rugi, 
terlepas  apapun  model  bisnisnya.  Terlepas  dari  kriteria  untuk  instrumen  utang  yang  akan 
diklasifikasikan pada biaya perolehan diamortisasi atau pada nilai wajar melalui penghasilan 
komprehensif  lain,  seperti  dijelaskan  di  atas,  instrumen  utang  dapat  ditetapkan  pada  nilai 
wajar melalui laba rugi pada pengakuan awal jika penerapan itu dapat menghilangkan, atau 
secara signifikan mengurangi, inkonsistensi pengukuran atau pengakuan. 

35 

36 

Januari 2020. 

i.  Aset keuangan 

Pengakuan dan pengukuran awal 

Aset  keuangan  diklasifikasikan  pada  saat  pengakuan  awal  dan  selanjutnya  diukur  pada  biaya 

perolehan diamortisasi, nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (“FVTOCI”), dan nilai 

wajar melalui laba rugi (“FVTPL”). 

Klasifikasi  aset  keuangan  pada  pengakuan  awal  tergantung  pada  karakteristik  arus  kas 

kontraktual  aset  keuangan  dan  model  bisnis  Grup  dalam  mengelola  aset  keuangan  tersebut. 

Kecuali untuk piutang usaha yang tidak memiliki komponen pendanaan yang  signifikan dan atau 

saat  Grup  menerapkan  panduan  praktis,  pada  saat  pengakuan  awal  Grup  mengukur  aset 

keuangan pada nilai wajarnya ditambah, dalam hal aset keuangan tidak diukur pada nilai wajar 

melalui laba rugi, biaya transaksi. Untuk piutang usaha yang tidak memiliki komponen pendanaan 

yang signifikan atau ketika Grup menerapkan panduan praktis, diukur pada harga transaksi yang 

telah ditentukan berdasarkan PSAK 72. 

Agar aset keuangan dapat diklasifikasikan dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai 

wajar melalui penghasilan komprehensif lain, aset keuangan harus memiliki arus kas yang semata 

dari  pembayaran  pokok  dan  bunga  dari  jumlah  pokok  terutang.  Pengujian  ini  dikenal  sebagai 

Solely Payment of Principal and Interest (SPPI) testing dan dilakukan pada tingkat instrumen. 

Model bisnis Grup dalam mengelola aset keuangan mengacu kepada bagaimana Grup mengelola 

aset keuangan untuk menghasilkan arus kas. Model bisnis  menentukan apakah arus kas akan 

dihasilkan dari perolehan arus kas kontraktual, menjual aset keuangan atau keduanya. 

Pembelian atau penjualan aset keuangan yang memerlukan penyerahan aset dalam kurun waktu 

yang  telah  ditetapkan  oleh  peraturan  atau  kebiasaan  yang  berlaku  di  pasar  (pembelian  yang 

lazim) diakui pada tanggal perdagangan, yaitu tanggal  Grup  berkomitmen  untuk membeli atau 

menjual aset tersebut. 

Pengukuran setelah pengakuan awal 

Untuk tujuan pengukuran setelah pengakuan awal, aset keuangan diklasifikasikan kedalam empat 

(a)  Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen utang) 

Grup mengukur aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut 

kategori: 

dipenuhi: 

•  Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan  

dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan 

•  Persyaratan  kontraktual  dari  aset  keuangan  yang  pada  tanggal  tertentu  meningkatkan 

arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang. 

Aset  keuangan  diukur  pada  biaya  perolehan  diamortisasi  setelah  pengakuan  awal  diukur 

menggunakan  metode  suku  bunga  efektif  dan  merupakan  subjek  penurunan  nilai. 

Keuntungan  dan  kerugian  diakui  pada  laba  rugi  saat  aset  dihentikan  pengakuannya, 

dimodifikasi atau mengalami penurunan nilai. Aset keuangan Grup pada kategori ini meliputi 

kas  dan  setara  kas,  aset  keuangan  lancar  lainnya,  piutang  usaha,  piutang  lain-lain,  aset 

kontrak, dan aset tidak lancar lainnya. 

(b)  Aset  keuangan  diukur  pada  nilai  wajar  melalui  penghasilan  komprehensif  lain  dengan  fitur 

reklasifikasi keuntungan dan kerugian kumulatif (instrumen utang)  

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

2.     IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 

t.  Instrumen keuangan (lanjutan) 

Kebijakan akuntansi instrumen keuangan yang diterapkan sejak 1 Januari 2020 (lanjutan) 

i.  Aset keuangan (lanjutan) 

Pengukuran setelah pengakuan awal (lanjutan) 

(d)  Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (lanjutan) 

Aset keuangan kategori ini pada laporan posisi keuangan diukur pada nilai wajarnya dimana 
keuntungan dan kerugian yang timbul sebagai hasil dari perubahan nilai wajar diakui dalam 
laporan laba rugi. Aset keuangan yang dimiliki untuk dijual diungkapkan sebagai bagian dalam 
catatan aset keuangan lancar, sementara itu yang lain diungkapkan dalam investasi jangka 
panjang dalam utang dan instrument ekuitas. 

Kerugian Kredit Ekspektasian ("ECL") 

Grup mengakui cadangan untuk kerugian kredit ekspektasian untuk seluruh instrumen utang yang 
tidak  diklasifikasikan  sebagai  diukur  pada  nilai  wajar  melalui  laba  rugi.  Kerugian  kredit 
ekspektasian didasarkan pada perbedaan antara arus kas kontraktual yang jatuh tempo sesuai 
dengan  kontrak  dan  seluruh  arus  kas  yang  diharapkan  akan  diterima  Grup,  didiskontokan 
menggunakan  perkiraan  suku  bunga  efektif  awal.  Arus  kas  yang  diharapkan  akan  diterima 
tersebut mencakup arus kas dari penjualan  agunan yang dimiliki atau perluasan kredit lainnya 
yang merupakan bagian integral dari persyaratan kontrak. 

Kerugian kredit ekspektasian diakui dalam dua tahap. Untuk risiko kredit atas instrumen keuangan 
yang  tidak  mengalami  peningkatan  secara  signifikan  sejak  pengakuan  awal,  pengukuran 
penyisihan  kerugian  dilakukan  sejumlah  kerugian  kredit  ekspektasian  dalam  12  bulan.    Untuk 
risiko  kredit  atas  instrumen  keuangan  yang  mengalami  peningkatan  secara  signifikan  sejak 
pengakuan awal, penyisihan kerugian dilakukan sepanjang umurnya. 

Untuk  piutang  usaha  dan  aset  kontrak,  Grup  menerapkan  panduan  praktis  dalam  menghitung 
kerugian kredit ekspektasian. Oleh karena itu, Grup tidak mengidentifikasi perubahan dalam risiko 
kredit,  melainkan  mengukur  penyisihan  kerugian  sejumlah  kerugian  kredit  ekspektasian 
sepanjang  umur.  Grup  telah  membentuk  model  provisi  yang  didasarkan  pada  data  historis 
kerugian kredit, disesuaikan dengan faktor-faktor perkiraan masa depan (forward-looking) yaitu 
kondisi pelanggan dan lingkungan ekonomi. 

Grup mempertimbangkan aset keuangan memenuhi definisi default ketika telah menunggak lebih 
dari 90 hari. Namun, dalam kasus-kasus tertentu, Grup juga dapat menganggap aset keuangan 
dalam keadaan  default ketika informasi internal atau eksternal menunjukkan bahwa Grup tidak 
mungkin menerima arus kas kontraktual secara penuh tanpa melakukan perluasan persyaratan 
kredit. Penghapusan piutang usaha dilakukan ketika kecil kemungkinan untuk memulihkan arus 
kas kontraktual, setelah semua upaya penagihan telah dilakukan dan telah sepenuhnya dilakukan 
penyisihan. 

ii.  Liabilitas keuangan 

Pengakuan dan pengukuran awal 

Liabilitas  keuangan  diklasifikasikan  pada  pengakuan  awal,  sebagai  liabilitas  keuangan  yang 
diukur  pada  nilai  wajar  melalui  laba  rugi,  pinjaman,  dan  hutang  atau  sebagai  derivatif  yang 
ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai dalam lindung nilai yang efektif, jika sesuai. 

Semua  liabilitas  keuangan  pada  awalnya  diakui  pada  nilai  wajar,  dan  untuk  pinjaman  sebesar 
pinjaman  yang  diterima  setelah  dikurangi  biaya  transaksi  yang  dapat  diatribusikan  secara 
langsung. 

37 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 

Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

2.     IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 

2.     IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 

t.  Instrumen keuangan (lanjutan) 

t.  Instrumen keuangan (lanjutan) 

Kebijakan akuntansi instrumen keuangan yang diterapkan sejak 1 Januari 2020 (lanjutan) 

Kebijakan akuntansi instrumen keuangan yang diterapkan sejak 1 Januari 2020 (lanjutan) 

i.  Aset keuangan (lanjutan) 

Pengukuran setelah pengakuan awal (lanjutan) 

(d)  Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (lanjutan) 

Aset keuangan kategori ini pada laporan posisi keuangan diukur pada nilai wajarnya dimana 

keuntungan dan kerugian yang timbul sebagai hasil dari perubahan nilai wajar diakui dalam 

laporan laba rugi. Aset keuangan yang dimiliki untuk dijual diungkapkan sebagai bagian dalam 

catatan aset keuangan lancar, sementara itu yang lain diungkapkan dalam investasi jangka 

panjang dalam utang dan instrument ekuitas. 

Kerugian Kredit Ekspektasian ("ECL") 

Grup mengakui cadangan untuk kerugian kredit ekspektasian untuk seluruh instrumen utang yang 

tidak  diklasifikasikan  sebagai  diukur  pada  nilai  wajar  melalui  laba  rugi.  Kerugian  kredit 

ekspektasian didasarkan pada perbedaan antara arus kas kontraktual yang jatuh tempo sesuai 

dengan  kontrak  dan  seluruh  arus  kas  yang  diharapkan  akan  diterima  Grup,  didiskontokan 

menggunakan  perkiraan  suku  bunga  efektif  awal.  Arus  kas  yang  diharapkan  akan  diterima 

tersebut mencakup arus kas dari penjualan  agunan yang dimiliki atau perluasan kredit lainnya 

yang merupakan bagian integral dari persyaratan kontrak. 

Kerugian kredit ekspektasian diakui dalam dua tahap. Untuk risiko kredit atas instrumen keuangan 

yang  tidak  mengalami  peningkatan  secara  signifikan  sejak  pengakuan  awal,  pengukuran 

penyisihan  kerugian  dilakukan  sejumlah  kerugian  kredit  ekspektasian  dalam  12  bulan.    Untuk 

risiko  kredit  atas  instrumen  keuangan  yang  mengalami  peningkatan  secara  signifikan  sejak 

pengakuan awal, penyisihan kerugian dilakukan sepanjang umurnya. 

Untuk  piutang  usaha  dan  aset  kontrak,  Grup  menerapkan  panduan  praktis  dalam  menghitung 

kerugian kredit ekspektasian. Oleh karena itu, Grup tidak mengidentifikasi perubahan dalam risiko 

kredit,  melainkan  mengukur  penyisihan  kerugian  sejumlah  kerugian  kredit  ekspektasian 

sepanjang  umur.  Grup  telah  membentuk  model  provisi  yang  didasarkan  pada  data  historis 

kerugian kredit, disesuaikan dengan faktor-faktor perkiraan masa depan (forward-looking) yaitu 

kondisi pelanggan dan lingkungan ekonomi. 

Grup mempertimbangkan aset keuangan memenuhi definisi default ketika telah menunggak lebih 

dari 90 hari. Namun, dalam kasus-kasus tertentu, Grup juga dapat menganggap aset keuangan 

dalam keadaan  default ketika informasi internal atau eksternal menunjukkan bahwa Grup tidak 

mungkin menerima arus kas kontraktual secara penuh tanpa melakukan perluasan persyaratan 

kredit. Penghapusan piutang usaha dilakukan ketika kecil kemungkinan untuk memulihkan arus 

kas kontraktual, setelah semua upaya penagihan telah dilakukan dan telah sepenuhnya dilakukan 

penyisihan. 

ii.  Liabilitas keuangan 

Pengakuan dan pengukuran awal 

Liabilitas  keuangan  diklasifikasikan  pada  pengakuan  awal,  sebagai  liabilitas  keuangan  yang 

diukur  pada  nilai  wajar  melalui  laba  rugi,  pinjaman,  dan  hutang  atau  sebagai  derivatif  yang 

ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai dalam lindung nilai yang efektif, jika sesuai. 

Semua  liabilitas  keuangan  pada  awalnya  diakui  pada  nilai  wajar,  dan  untuk  pinjaman  sebesar 

pinjaman  yang  diterima  setelah  dikurangi  biaya  transaksi  yang  dapat  diatribusikan  secara 

langsung. 

ii.  Liabilitas keuangan (lanjutan) 

Pengakuan dan pengukuran awal (lanjutan) 

Grup mengklasifikasikan liabilitas keuangannya sebagai (a) liabilitas keuangan diukur pada nilai 
wajar melalui laba rugi atau (b) liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi. 

Liabilitas keuangan Grup terdiri dari utang usaha, utang lain-lain, beban yang masih harus dibayar, 
pinjaman  dan  liabilitas  lainnya.  Pinjaman  termasuk  utang  bank  jangka  pendek,  pinjaman 
penerusan, obligasi dan wesel bayar, utang bank jangka panjang, dan utang sewa pembiayaan. 

Pengukuran setelah pengakuan awal 

Pengukuran liabilitas keuangan bergantung pada klasifikasinya sebagai berikut: 

(a)  Liabilitas keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi 

Liabilitas  keuangan  diukur  pada  nilai  wajar  melalui  laporan  laba  rugi  adalah  liabilitas 
keuangan  yang  diperdagangkan  dan  liabilitas  keuangan  yang  pada  saat  awal  ditetapkan 
untuk diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai 
liabilitas keuangan yang diperdagangkan jika perolehannya ditujukan untuk dijual atau dibeli 
kembali  dalam  waktu  dekat.  Kategori  ini  mencakup  juga  derivatif  yang  tidak  ditetapkan 
sebagai  instrumen  lindung  nilai.  Derivatif  melekat  yang  dipisahkan  juga  diklasifikasikan 
sebagai diperdagangkan kecuali derivatif sebagai instrumen lindung nilai yang ditetapkan dan 
efektif. Keuntungan dan kerugian yang timbul diakui dalam laporan laba rugi. 

Penentuan liabilitas keuangan untuk dapat ditetapkan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi 
ditentukan pada saat pengakuan awal, dan hanya jika kriteria-kriteria  yang terdapat dalam 
PSAK 71 terpenuhi. Grup tidak menetapkan liabilitas keuangan untuk diukur pada nilai wajar 
melalui laba rugi. 

(b)  Liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi 

Kategori ini  merupakan yang paling relevan bagi Grup.  Setelah pengakuan awal, pinjaman 
diukur  pada  biaya  perolehan  diamortisasi  menggunakan  metode  suku  bunga  efektif. 
Keuntungan  dan  kerugian  diakui  pada  laba  rugi  hingga  liabilitas  dihentikan  pengakuannya 
melalui proses amortisasi metode suku bunga efektif. Biaya perolehan diamortisasi dihitung 
dengan mempertimbangkan setiap diskon atau premi pada perolehan awal dan biaya yang 
merupakan bagian integral dari metode suku bunga efektif. Amortisasi metode suku bunga 
efektif  diakui  sebagai  biaya  pendanaan  pada  laporan  laba  rugi.  Kategori  ini  secara  umum 
berlaku untuk pinjaman. Informasi lebih lanjut dapat mengacu ke Catatan 20 Pinjaman Jangka 
Panjang dan Pinjaman Lainnya.  

iii.  Saling hapus instrumen keuangan 

Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan jumlah netonya dilaporkan pada laporan 
posisi keuangan konsolidasian ketika terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan 
saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan adanya niat untuk merealisasikan aset 
dan  menyelesaikan  liabilitas  secara  simultan.  Hak  saling  hapus  harus  tidak  kontinjen  atas 
peristiwa di masa depan dan harus dapat dipaksakan secara hukum terhadap seluruh keadaan 
sebagai berikut: 

(i)  situasi bisnis yang normal; 
(ii)  peristiwa default; dan 
(iii) peristiwa kepailitan atau kebangkrutan dari Grup dan seluruh pihak lawan. 

37 

38 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

2.     IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 

t.  Instrumen keuangan (lanjutan) 

Kebijakan akuntansi instrumen keuangan yang diterapkan sejak 1 Januari 2020 (lanjutan) 

iv.  Penghentian pengakuan instrumen keuangan 

Grup menghentikan pengakuan aset keuangan saat hak kontraktual atas arus kas yang berasal 
dari aset keuangan tersebut berakhir, atau saat seluruh resiko dan manfaat dari aset keuangan 
tersebut ditransfer secara substansial kepada pihak lain.  

Grup menghentikan pengakuan liabilitas keuangan saat kewajiban kontraktual untuk membayar 
dilepaskan, dibatalkan atau berakhir. 

v.  Akuntansi lindung nilai 

Grup tidak menerapkan akuntansi lindung nilai. 

Kebijakan akuntansi instrumen keuangan sampai dengan 31 Desember 2019 

Grup mengklasifikasikan instrumen keuangan dalam bentuk aset keuangan dan liabilitas keuangan. 
Aset dan liabilitas keuangan diakui pertama kali pada nilai wajar termasuk biaya transaksi. Aset dan 
liabilitas  keuangan  ini  selanjutnya  diukur  pada  nilai  wajar  atau  biaya  diamortisasi  menggunakan 
metode bunga efektif sesuai dengan klasifikasinya.  

i.  Aset keuangan 

Grup  mengklasifikasikan  aset  keuangannya  sebagai:  (i)  aset  keuangan  yang  diukur  pada  nilai 
wajar  melalui  laporan  laba  rugi,  (ii)  pinjaman  yang  diberikan  dan  piutang,  (iii)  aset  keuangan 
dimiliki hingga jatuh tempo, atau (iv) aset keuangan tersedia untuk dijual. Klasifikasi ini tergantung 
dari tujuan perolehan aset keuangan tersebut. Manajemen menentukan klasifikasi aset keuangan 
tersebut pada saat awal pengakuannya. 

Pembelian atau penjualan aset keuangan yang memerlukan penyerahan aset dalam kurun waktu 
yang  telah  ditetapkan  oleh  peraturan  atau  kebiasaan  yang  berlaku  di  pasar  (pembelian  yang 
lazim) diakui pada tanggal perdagangan, yaitu tanggal  Grup  berkomitmen untuk membeli atau 
menjual aset tersebut. 

Aset keuangan Grup termasuk kas dan setara kas, aset keuangan lancar lainnya, piutang usaha 
dan piutang lain-lain, aset keuangan tidak lancar lainnya dan penyertaan tersedia untuk dijual. 

(a)  Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi 

Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi termasuk aset keuangan yang 
diperdagangkan.  Aset  keuangan  diklasifikasikan  sebagai  aset  keuangan  yang 
diperdagangkan  jika  perolehannya  ditujukan  untuk  dijual  atau  dibeli  kembali  dalam  waktu 
dekat dan terdapat bukti adanya kecenderungan untuk mengambil keuntungan dalam jangka 
pendek. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar disajikan sebagai 
penghasilan  (beban)  lain-lain  pada  laporan  laba  rugi  dan  penghasilan    komprehensif  lain 
konsolidasian dalam periode timbulnya keuntungan atau kerugian tersebut. 

(b)    Pinjaman yang diberikan dan piutang 

Pinjaman  yang  diberikan  dan  piutang  adalah  aset  keuangan  non-derivatif  dengan 
pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif.  

Pinjaman  yang  diberikan  dan  piutang  meliputi,  antara  lain,  kas  dan  setara  kas,  aset 
keuangan lancar lainnya, piutang usaha dan piutang lain-lain, dan aset keuangan tidak lancar 
lainnya (piutang usaha jangka panjang dan kas yang dibatasi penggunaannya). 

Pinjaman yang diberikan dan piutang pada awalnya diakui pada nilai wajar termasuk biaya 
transaksi  dan  selanjutnya  diukur  pada  biaya  diamortisasi,  menggunakan  metode  bunga 
efektif. 

39 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 

Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

2.     IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 

2.    IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 

t.  Instrumen keuangan (lanjutan) 

t.  Instrumen keuangan (lanjutan) 

Kebijakan akuntansi instrumen keuangan yang diterapkan sejak 1 Januari 2020 (lanjutan) 

Kebijakan akuntansi instrumen keuangan sampai dengan 31 Desember 2019 

(c)  Aset keuangan dimiliki hingga jatuh tempo 

• 
• 

investasi yang pada saat pengakuan awal ditetapkan Grup sebagai aset keuangan yang 
diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi;  
investasi yang ditetapkan oleh Grup sebagai kelompok tersedia untuk dijual; dan 
investasi yang memenuhi definisi pinjaman yang diberikan dan piutang.  

Investasi  dalam kelompok  dimiliki hingga jatuh tempo adalah  aset keuangan  non-derivatif 
dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan jatuh temponya telah ditetapkan, serta 
manajemen  mempunyai  intensi  positif  dan  kemampuan  untuk  memiliki  aset  keuangan 
tersebut hingga jatuh tempo, kecuali: 
• 

iv.  Penghentian pengakuan instrumen keuangan 

Grup menghentikan pengakuan aset keuangan saat hak kontraktual atas arus kas yang berasal 

dari aset keuangan tersebut berakhir, atau saat seluruh resiko dan manfaat dari aset keuangan 

tersebut ditransfer secara substansial kepada pihak lain.  

Grup menghentikan pengakuan liabilitas keuangan saat kewajiban kontraktual untuk membayar 

dilepaskan, dibatalkan atau berakhir. 

v.  Akuntansi lindung nilai 

Grup tidak menerapkan akuntansi lindung nilai. 

Grup mengklasifikasikan instrumen keuangan dalam bentuk aset keuangan dan liabilitas keuangan. 

Aset dan liabilitas keuangan diakui pertama kali pada nilai wajar termasuk biaya transaksi. Aset dan 

liabilitas  keuangan  ini  selanjutnya  diukur  pada  nilai  wajar  atau  biaya  diamortisasi  menggunakan 

metode bunga efektif sesuai dengan klasifikasinya.  

i.  Aset keuangan 

Grup  mengklasifikasikan  aset  keuangannya  sebagai:  (i)  aset  keuangan  yang  diukur  pada  nilai 

wajar  melalui  laporan  laba  rugi,  (ii)  pinjaman  yang  diberikan  dan  piutang,  (iii)  aset  keuangan 

dimiliki hingga jatuh tempo, atau (iv) aset keuangan tersedia untuk dijual. Klasifikasi ini tergantung 

dari tujuan perolehan aset keuangan tersebut. Manajemen menentukan klasifikasi aset keuangan 

tersebut pada saat awal pengakuannya. 

Pembelian atau penjualan aset keuangan yang memerlukan penyerahan aset dalam kurun waktu 

yang  telah  ditetapkan  oleh  peraturan  atau  kebiasaan  yang  berlaku  di  pasar  (pembelian  yang 

lazim) diakui pada tanggal perdagangan, yaitu tanggal  Grup  berkomitmen untuk membeli atau 

menjual aset tersebut. 

Aset keuangan Grup termasuk kas dan setara kas, aset keuangan lancar lainnya, piutang usaha 

dan piutang lain-lain, aset keuangan tidak lancar lainnya dan penyertaan tersedia untuk dijual. 

(a)  Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi 

Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi termasuk aset keuangan yang 

diperdagangkan.  Aset  keuangan  diklasifikasikan  sebagai  aset  keuangan  yang 

diperdagangkan  jika  perolehannya  ditujukan  untuk  dijual  atau  dibeli  kembali  dalam  waktu 

dekat dan terdapat bukti adanya kecenderungan untuk mengambil keuntungan dalam jangka 

pendek. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar disajikan sebagai 

penghasilan  (beban)  lain-lain  pada  laporan  laba  rugi  dan  penghasilan    komprehensif  lain 

konsolidasian dalam periode timbulnya keuntungan atau kerugian tersebut. 

(b)    Pinjaman yang diberikan dan piutang 

Pinjaman  yang  diberikan  dan  piutang  adalah  aset  keuangan  non-derivatif  dengan 

pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif.  

Pinjaman  yang  diberikan  dan  piutang  meliputi,  antara  lain,  kas  dan  setara  kas,  aset 

keuangan lancar lainnya, piutang usaha dan piutang lain-lain, dan aset keuangan tidak lancar 

lainnya (piutang usaha jangka panjang dan kas yang dibatasi penggunaannya). 

Pinjaman yang diberikan dan piutang pada awalnya diakui pada nilai wajar termasuk biaya 

transaksi  dan  selanjutnya  diukur  pada  biaya  diamortisasi,  menggunakan  metode  bunga 

efektif. 

Kebijakan akuntansi instrumen keuangan sampai dengan 31 Desember 2019 

(d)  Aset keuangan tersedia untuk dijual 

Investasi  dalam  kelompok  tersedia  untuk  dijual  adalah  aset  keuangan  non-derivatif  yang 
ditujukan untuk dimiliki sampai periode yang tidak ditentukan, yang mana dapat dijual dalam 
rangka  pemenuhan  likuiditas  atau  perubahan  suku  bunga,  valuta  asing  atau  yang  tidak 
diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang, investasi yang diklasifikasikan 
dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo atau aset keuangan yang diukur pada nilai wajar 
melalui laporan laba rugi. Aset keuangan tersedia untuk dijual terdiri dari reksadana, obligasi 
korporasi  dan  negara,  dan  modal  saham  yang  dicatat  sebagai  “Aset  keuangan  lancar 
lainnya”  dan  “Penyertaan  jangka  panjang  pada  Entitas  Asosiasi”  di  dalam  laporan  posisi 
keuangan konsolidasian. 

Penyertaan pada efek yang tersedia untuk dijual (available-for-sale investment) dinyatakan 
sebesar nilai wajarnya. Laba atau rugi yang belum direalisasi atas efek yang tersedia untuk 
dijual tidak diakui sebagai pendapatan periode berjalan, dan dilaporkan sebagai komponen 
terpisah pada bagian ekuitas di laporan posisi keuangan konsolidasian hingga terealisasi. 
Laba atau rugi yang telah direalisasi atas efek yang tersedia untuk dijual dicatat pada laporan 
laba  rugi  dan  penghasilan  komprehensif  lain  konsolidasian,  dan  dihitung  berdasarkan 
metode identifikasi khusus.  

Penurunan nilai aset keuangan 

Grup  mendeteksi  penurunan  nilai  aset  keuangannya  apabila  terdapat  bukti  objektif  adanya 
peristiwa merugikan (“loss event”) yang menimbulkan pengaruh negatif terhadap arus kas masa 
depan  dari  suatu  aset  keuangan.  Penurunan  nilai  tersebut  diakui  apabila  loss  event  tersebut 
dapat diperkirakan secara andal telah terjadi. Kerugian yang diperkirakan akan timbul akibat dari 
peristiwa masa depan tidak boleh diakui, terlepas hal tersebut sangat mungkin terjadi. 

Untuk aset keuangan yang diukur pada biaya diamortisasi, Grup terlebih dahulu menilai apakah 
penurunan  nilai  terjadi  secara  individual  untuk  aset  keuangan  yang  secara  individu  memang 
signifikan, atau secara gabungan apabila aset keuangan tersebut secara individu tidak signifikan. 
Jika Grup tidak menemukan bukti yang objektif atas penurunan nilai aset keuangan yang dinilai 
secara individu, terlepas apakah signifikan maupun tidak, aset keuangan tersebut dimasukkan 
dalam kelompok aset keuangan dengan karakteristik risiko kredit serupa dan menilai penurunan 
nilai kelompok tersebut secara kolektif. Aset yang penurunan nilainya dinilai secara individual, dan 
untuk  itu  kerugian  penurunan  nilai  diakui  atau  tidak  diakui,  tidak  termasuk  dalam  penilaian 
penurunan nilai secara kolektif.   

Penurunan nilai aset keuangan yang diukur pada biaya diamortisasi diukur dari perbedaan antara 
nilai tercatat aset keuangan dengan nilai kini dari estimasi arus kas masa depan (diluar rugi kredit 
yang diperkirakan muncul di masa depan yang belum terjadi saat ini). Arus kas masa depan ini 
didiskontokan menggunakan suku bunga efektif awal dari aset keuangan tersebut. Nilai tercatat 
aset berkurang melalui penggunaan akun cadangan dan jumlah kerugian yang terjadi diakui pada 
laba rugi. 

39 

40 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

2.     IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 

t.  Instrumen keuangan (lanjutan) 

Kebijakan akuntansi instrumen keuangan sampai dengan 31 Desember 2019 (lanjutan) 

i.  Aset keuangan (lanjutan) 

Untuk aset keuangan tersedia untuk dijual, pada setiap tanggal pelaporan Grup menilai apakah 
terdapat bukti objektif bahwa suatu investasi atau grup investasi mengalami penurunan nilai. Jika 
penurunan  dalam  nilai  wajar  atas  aset  keuangan  tersedia  untuk  dijual  telah  diakui  dalam 
pendapatan  komprehensif  lain  konsolidasian  dan  terdapat  bukti  objektif  bahwa  aset  tersebut 
mengalami  penurunan  nilai,  maka  kerugian  kumulatif  yang  sebelumnya  telah  diakui  dalam 
pendapatan komprehensif lain konsolidasian diakui dalam laba rugi sebagai kerugian penurunan 
nilai.  Jumlah  kerugian  kumulatif  tersebut  merupakan  selisih  antara  biaya  perolehan  (setelah 
dikurangi pelunasan pokok dan amortisasi) dengan nilai wajar kini, dikurangi kerugian penurunan 
nilai aset keuangan yang sebelumnya telah diakui. 

ii.    Liabilitas keuangan  

Grup mengklasifikasikan liabilitas keuangannya sebagai (a) liabilitas keuangan yang diukur pada 
nilai  wajar  melalui  laporan  laba  rugi  atau  (b)  liabilitas  keuangan  yang  diukur  dengan  biaya 
perolehan diamortisasi. 

Liabilitas keuangan Grup terdiri dari utang usaha, utang lain-lain, beban yang masih harus dibayar, 
pinjaman,  dan  liabilitas  lainnya.  Pinjaman  termasuk  utang  bank  jangka  pendek,  pinjaman 
penerusan, obligasi dan wesel bayar, utang bank jangka panjang, dan utang sewa pembiayaan. 

(a)  Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi 

Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi adalah liabilitas 
keuangan  yang  diperdagangkan.  Liabilitas  keuangan  diklasifikasikan  sebagai  liabilitas 
keuangan yang diperdagangkan jika perolehannya ditujukan untuk dijual atau dibeli kembali 
dalam waktu dekat dan terdapat bukti adanya kecenderungan untuk mengambil keuntungan 
dalam jangka pendek.  

(b)  Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi 

Liabilitas keuangan yang tidak diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada 
nilai wajar melalui laporan laba rugi diklasifikasikan dalam kategori ini dan diukur pada biaya 
perolehan diamortisasi. Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi 
antara  lain  utang  usaha,  utang  lain-lain,  beban  yang  masih  harus  dibayar,  pinjaman,  dan 
liabilitas  lainnya.  Pinjaman  termasuk  utang  bank  jangka  pendek,  pinjaman  penerusan, 
obligasi dan wesel bayar, utang bank jangka panjang, dan utang sewa pembiayaan. 

iii.  Saling hapus instrumen keuangan 

Aset  keuangan  dan  liabilitas  keuangan  disaling  hapus  dan  jumlah  netonya  dilaporkan  pada 
laporan  posisi  keuangan  konsolidasian  ketika  terdapat  hak  yang  berkekuatan  hukum  untuk 
melakukan  saling  hapus  atas  jumlah  yang  telah  diakui  tersebut  dan  adanya  niat  untuk 
merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara simultan. Hak saling hapus harus tidak 
kontinjen  atas  peristiwa  di  masa  depan  dan  harus  dapat  dipaksakan  secara  hukum  terhadap 
seluruh keadaan sebagai berikut: 
(a)  situasi bisnis yang normal; 
(b)  peristiwa kegagalan; dan 
(c)  peristiwa kepailitan atau kebangkrutan dari Grup dan seluruh pihak lawan. 

41 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 

Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

2.     IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 

2.    IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 

t.  Instrumen keuangan (lanjutan) 

t.  Instrumen keuangan (lanjutan) 

Kebijakan akuntansi instrumen keuangan sampai dengan 31 Desember 2019 (lanjutan) 

Kebijakan akuntansi instrumen keuangan sampai dengan 31 Desember 2019 (lanjutan) 

i.  Aset keuangan (lanjutan) 

iv.  Pengukuran nilai wajar instrumen keuangan 

Untuk aset keuangan tersedia untuk dijual, pada setiap tanggal pelaporan Grup menilai apakah 

terdapat bukti objektif bahwa suatu investasi atau grup investasi mengalami penurunan nilai. Jika 

penurunan  dalam  nilai  wajar  atas  aset  keuangan  tersedia  untuk  dijual  telah  diakui  dalam 

pendapatan  komprehensif  lain  konsolidasian  dan  terdapat  bukti  objektif  bahwa  aset  tersebut 

mengalami  penurunan  nilai,  maka  kerugian  kumulatif  yang  sebelumnya  telah  diakui  dalam 

pendapatan komprehensif lain konsolidasian diakui dalam laba rugi sebagai kerugian penurunan 

nilai.  Jumlah  kerugian  kumulatif  tersebut  merupakan  selisih  antara  biaya  perolehan  (setelah 

dikurangi pelunasan pokok dan amortisasi) dengan nilai wajar kini, dikurangi kerugian penurunan 

nilai aset keuangan yang sebelumnya telah diakui. 

ii.    Liabilitas keuangan  

Grup mengklasifikasikan liabilitas keuangannya sebagai (a) liabilitas keuangan yang diukur pada 

nilai  wajar  melalui  laporan  laba  rugi  atau  (b)  liabilitas  keuangan  yang  diukur  dengan  biaya 

perolehan diamortisasi. 

Liabilitas keuangan Grup terdiri dari utang usaha, utang lain-lain, beban yang masih harus dibayar, 

pinjaman,  dan  liabilitas  lainnya.  Pinjaman  termasuk  utang  bank  jangka  pendek,  pinjaman 

penerusan, obligasi dan wesel bayar, utang bank jangka panjang, dan utang sewa pembiayaan. 

(a)  Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi 

Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi adalah liabilitas 

keuangan  yang  diperdagangkan.  Liabilitas  keuangan  diklasifikasikan  sebagai  liabilitas 

keuangan yang diperdagangkan jika perolehannya ditujukan untuk dijual atau dibeli kembali 

dalam waktu dekat dan terdapat bukti adanya kecenderungan untuk mengambil keuntungan 

dalam jangka pendek.  

(b)  Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi 

Liabilitas keuangan yang tidak diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada 

nilai wajar melalui laporan laba rugi diklasifikasikan dalam kategori ini dan diukur pada biaya 

perolehan diamortisasi. Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi 

antara  lain  utang  usaha,  utang  lain-lain,  beban  yang  masih  harus  dibayar,  pinjaman,  dan 

liabilitas  lainnya.  Pinjaman  termasuk  utang  bank  jangka  pendek,  pinjaman  penerusan, 

obligasi dan wesel bayar, utang bank jangka panjang, dan utang sewa pembiayaan. 

iii.  Saling hapus instrumen keuangan 

Aset  keuangan  dan  liabilitas  keuangan  disaling  hapus  dan  jumlah  netonya  dilaporkan  pada 

laporan  posisi  keuangan  konsolidasian  ketika  terdapat  hak  yang  berkekuatan  hukum  untuk 

melakukan  saling  hapus  atas  jumlah  yang  telah  diakui  tersebut  dan  adanya  niat  untuk 

merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara simultan. Hak saling hapus harus tidak 

kontinjen  atas  peristiwa  di  masa  depan  dan  harus  dapat  dipaksakan  secara  hukum  terhadap 

seluruh keadaan sebagai berikut: 

(a)  situasi bisnis yang normal; 

(b)  peristiwa kegagalan; dan 

(c)  peristiwa kepailitan atau kebangkrutan dari Grup dan seluruh pihak lawan. 

Nilai  wajar  adalah  suatu  jumlah  dimana  aset  dapat  ditukar  atau  liabilitas  dapat  diselesaikan 
dengan transaksi yang dilakukan secara wajar. 

Nilai  wajar  instrumen  keuangan  yang  diperdagangkan  dalam  pasar  aktif  pada  setiap  tanggal 
pelaporan  ditentukan  berdasarkan  referensi  harga  pasar  kuotasian,  tanpa  dikurangi  biaya 
transaksi. 

Untuk  instrumen  keuangan  yang  tidak  diperdagangkan  dalam  pasar  aktif,  nilai  wajarnya 
ditentukan berdasarkan teknik penilaian yang sesuai. Teknik penilaian tersebut meliputi transaksi 
pasar  wajar  terkini,  referensi  kepada  nilai  wajar  kini  instrumen  keuangan  lainnya  yang  secara 
substansi adalah serupa dan analisis arus kas diskonto atau model penilaian lainnya. 

v.   Penghentian pengakuan instrumen keuangan 

Grup menghentikan pengakuan aset keuangan saat hak kontraktual atas arus kas yang berasal 
dari aset keuangan tersebut berakhir, atau saat seluruh risiko dan manfaat dari aset keuangan 
tersebut ditransfer secara substansial kepada pihak lain.  

Grup menghentikan pengakuan liabilitas keuangan saat kewajiban kontraktual untuk membayar 
dilepaskan, dibatalkan atau berakhir. 

u.  Sukuk Ijarah 

Sukuk Ijarah yang diterbitkan oleh Grup diakui sebesar nilai nominal, disesuaikan dengan premium 
atau  diskonto  dan  biaya  transaksi  terkait.  Perbedaan  antara  nilai  tercatat  dan  nilai  nominal 
diamortisasi secara garis lurus selama jangka waktu sukuk dan diakui pada laporan laba rugi sebagai 
beban penerbitan sukuk.  

 Sukuk Ijarah, setelah disesuaikan dengan premium atau diskonto dan  biaya  transaksi yang belum 
diamortisasi, disajikan sebagai bagian dari liabilitas. 

v.  Modal saham yang diperoleh kembali 

Saham diperoleh kembali dicatat dengan menggunakan nilai perolehannya sebagai “Modal Saham 
yang  Diperoleh  Kembali”  dan  disajikan  sebagai  pengurang  modal  saham.  Harga  pokok  dari 
penjualan/pengalihan saham yang diperoleh kembali dicatat dengan menggunakan metode rata-rata 
tertimbang.  Modal  saham  diperoleh  kembali  yang  dialihkan  dalam  bentuk kepemilikan  saham 
karyawan  dicatat  sebesar  nilai  wajarnya.  Selisih  antara  harga  perolehan  kembali  dan  harga  jual 
kembali/nilai pengalihan saham dicatat sebagai "Tambahan Modal Disetor". 

w.  Dividen 

Pembagian  dividen  kepada  para  pemegang  saham  Perusahaan  diakui  sebagai  liabilitas  dalam 
laporan keuangan konsolidasian pada periode ketika dividen tersebut disetujui oleh para pemegang 
saham  Perusahaan.  Untuk  dividen  interim,  Perusahaan  mengakui  sebagai  liabilitas  berdasarkan 
keputusan Rapat Direksi dengan persetujuan Rapat Dewan Komisaris. 

41 

42 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

2.  IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 

x.     Laba per saham dan laba per ADS 

Laba  per  saham  dasar  dihitung  dengan  membagi  laba  periode  berjalan  yang  dapat  diatribusikan 
kepada pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar selama periode 
tersebut. Laba per ADS dihitung dengan mengalikan laba per saham dasar dengan 100, yaitu jumlah 
lembar saham per ADS. 

Perusahaan tidak memiliki instrumen keuangan yang berpotensi dilutif. 

y. 

Informasi segmen 

Informasi segmen Grup disajikan menurut segmen operasi yang telah diidentifikasi. Segmen operasi 
adalah suatu komponen dari entitas: 
i. 

yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang mana memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban 
(termasuk  pendapatan  dan  beban  terkait  dengan  transaksi  dengan  komponen  lain  dari  entitas 
yang sama); 

ii.  hasil  operasinya  direviu  secara  reguler  oleh  Pengambil  Keputusan  Operasional  (PKO)  Grup, 
misalnya Dewan Direksi untuk membuat keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada 
segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan 
tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan. 

iii. 

z.  Provisi 

Provisi diakui ketika Grup memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) 
sebagai  akibat  peristiwa  masa 
tersebut 
mengakibatkan  arus  keluar  sumber  daya  yang  mengandung  manfaat  ekonomi  dan  estimasi  yang 
andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat. 

lalu,  besar  kemungkinan  penyelesaian  kewajiban 

Provisi untuk kontrak yang memberatkan diakui ketika kontrak tersebut menjadi memberatkan sebesar 
mana yang lebih rendah antara biaya neto memenuhi kontrak dengan denda atau kompensasi yang 
dibayar jika tidak memenuhi kontrak. 

aa.  Penurunan nilai aset non-keuangan 

Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup menilai apakah terdapat indikasi suatu aset mengalami 
penurunan  nilai.  Jika  terdapat  indikasi  tersebut,  maka  jumlah  terpulihkan  diestimasi  untuk  aset 
individual.  Jika  tidak  mungkin  untuk  mengestimasi  jumlah  terpulihkan  aset  individual,  maka  Grup 
menentukan  jumlah  terpulihkan  dari  Unit  Penghasil  Kas  (“UPK”)  yang  mana  aset  tercakup 
(“aset UPK”). 

Jumlah terpulihkan dari suatu aset (baik aset individual maupun UPK) adalah jumlah yang lebih tinggi 
antara nilai wajarnya dikurangi biaya pelepasan dengan nilai pakainya. Jika nilai tercatat aset lebih 
besar daripada jumlah terpulihkannya, maka aset tersebut dianggap mengalami penurunan nilai dan 
nilai tercatat aset diturunkan nilai menjadi sebesar nilai terpulihkannya. Dalam menghitung nilai pakai, 
estimasi arus kas masa depan neto didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat diskonto 
sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas 
aset.  

Dalam  menentukan  nilai  wajar  dikurangi  biaya  untuk  menjual,  digunakan  harga  penawaran  pasar 
terakhir, jika tersedia. Jika tidak terdapat transaksi tersebut, Grup menggunakan model penilaian yang 
sesuai  untuk  menentukan  nilai  wajar  aset.  Perhitungan-perhitungan  ini  dikuatkan  oleh  penilaian 
berganda atau indikator nilai wajar lain yang tersedia. 

Rugi penurunan nilai dari operasi yang berkelanjutan dibebankan pada operasi berjalan dan disajikan 
sebagai  bagian  dari  “Penyusutan  dan  Amortisasi”  pada  laporan  laba  rugi  dan  penghasilan 
komprehensif lain konsolidasian. 

43 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 

Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

2.  IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 

2.  IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 

x.     Laba per saham dan laba per ADS 

Laba  per  saham  dasar  dihitung  dengan  membagi  laba  periode  berjalan  yang  dapat  diatribusikan 

kepada pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar selama periode 

tersebut. Laba per ADS dihitung dengan mengalikan laba per saham dasar dengan 100, yaitu jumlah 

lembar saham per ADS. 

y. 

Informasi segmen 

Perusahaan tidak memiliki instrumen keuangan yang berpotensi dilutif. 

Informasi segmen Grup disajikan menurut segmen operasi yang telah diidentifikasi. Segmen operasi 

adalah suatu komponen dari entitas: 

i. 

yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang mana memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban 

(termasuk  pendapatan  dan  beban  terkait  dengan  transaksi  dengan  komponen  lain  dari  entitas 

yang sama); 

ii.  hasil  operasinya  direviu  secara  reguler  oleh  Pengambil  Keputusan  Operasional  (PKO)  Grup, 

misalnya Dewan Direksi untuk membuat keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada 

segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan 

iii. 

tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan. 

z.  Provisi 

Provisi diakui ketika Grup memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) 

sebagai  akibat  peristiwa  masa 

lalu,  besar  kemungkinan  penyelesaian  kewajiban 

tersebut 

mengakibatkan  arus  keluar  sumber  daya  yang  mengandung  manfaat  ekonomi  dan  estimasi  yang 

andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat. 

Provisi untuk kontrak yang memberatkan diakui ketika kontrak tersebut menjadi memberatkan sebesar 

mana yang lebih rendah antara biaya neto memenuhi kontrak dengan denda atau kompensasi yang 

dibayar jika tidak memenuhi kontrak. 

aa.  Penurunan nilai aset non-keuangan 

Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup menilai apakah terdapat indikasi suatu aset mengalami 

penurunan  nilai.  Jika  terdapat  indikasi  tersebut,  maka  jumlah  terpulihkan  diestimasi  untuk  aset 

individual.  Jika  tidak  mungkin  untuk  mengestimasi  jumlah  terpulihkan  aset  individual,  maka  Grup 

menentukan  jumlah  terpulihkan  dari  Unit  Penghasil  Kas  (“UPK”)  yang  mana  aset  tercakup 

(“aset UPK”). 

Jumlah terpulihkan dari suatu aset (baik aset individual maupun UPK) adalah jumlah yang lebih tinggi 

antara nilai wajarnya dikurangi biaya pelepasan dengan nilai pakainya. Jika nilai tercatat aset lebih 

besar daripada jumlah terpulihkannya, maka aset tersebut dianggap mengalami penurunan nilai dan 

nilai tercatat aset diturunkan nilai menjadi sebesar nilai terpulihkannya. Dalam menghitung nilai pakai, 

estimasi arus kas masa depan neto didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat diskonto 

sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas 

aset.  

Dalam  menentukan  nilai  wajar  dikurangi  biaya  untuk  menjual,  digunakan  harga  penawaran  pasar 

terakhir, jika tersedia. Jika tidak terdapat transaksi tersebut, Grup menggunakan model penilaian yang 

sesuai  untuk  menentukan  nilai  wajar  aset.  Perhitungan-perhitungan  ini  dikuatkan  oleh  penilaian 

berganda atau indikator nilai wajar lain yang tersedia. 

Rugi penurunan nilai dari operasi yang berkelanjutan dibebankan pada operasi berjalan dan disajikan 

sebagai  bagian  dari  “Penyusutan  dan  Amortisasi”  pada  laporan  laba  rugi  dan  penghasilan 

komprehensif lain konsolidasian. 

aa.  Penurunan nilai aset non-keuangan (lanjutan) 

Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup menilai apakah terdapat indikasi bahwa rugi penurunan 
nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya, untuk aset selain goodwill, mungkin tidak ada lagi 
atau  mungkin  telah  menurun.  Jika  indikasi  dimaksud  ditemukan,  maka  jumlah  terpulihkan  aset 
tersebut diestimasi. Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya, untuk aset 
selain  goodwill,  dibalik  hanya  jika  terdapat  perubahan  asumsi-asumsi  yang  digunakan  untuk 
menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui. Pembalikan 
tersebut dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun jumlah 
tercatat yang telah ditentukan, neto setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi penurunan nilai 
yang telah diakui untuk aset tersebut pada periode sebelumnya. Pemulihan rugi penurunan nilai diakui 
dalam laba rugi konsolidasian. 

Penurunan nilai goodwill diuji setiap tahun dan ketika terdapat keadaan yang mengindikasikan adanya 
penurunan  nilai.  Penurunan  nilai  untuk  goodwill  ditentukan  dengan  menilai  jumlah  terpulihkan  dari 
UPK (atau kelompok UPK) yang mana goodwill tercakup. Jika nilai terpulihkan dari UPK lebih rendah 
dari nilai tercatatnya, maka rugi penurunan nilai diakui. Rugi penurunan nilai atas goodwill tidak dapat 
dipulihkan pada periode mendatang. 

ab.  Klasifikasi lancar dan tidak lancar 

Grup  menyajikan  aset  dan  liabilitas  dalam  laporan  posisi  keuangan  konsolidasian  berdasarkan 
klasifikasi lancar/tak lancar. Suatu aset disajikan lancar bila: 
i.  akan direalisasi, dijual atau dikonsumsi dalam siklus operasi normal, 
ii.  untuk diperdagangkan, 
iii.  akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau kas atau setara kas kecuali yang 
dibatasi penggunaannya atau akan digunakan untuk melunasi suatu liabilitas dalam paling lambat 
12 bulan setelah tanggal pelaporan. 

Aset yang tidak memenuhi kriteria di atas, diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar.  

Suatu liabilitas disajikan lancar bila: 
i.  akan dilunasi dalam siklus operasi normal, 
ii.  untuk diperdagangkan, 
iii.  akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau 
iv.  tidak  ada  hak  tanpa  syarat  untuk  menangguhkan  pelunasannya  dalam  paling  tidak  12  bulan 

setelah tanggal pelaporan. 

Liabilitas yang tidak memenuhi kriteria di atas, diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang.  

Aset dan liabilitas pajak tangguhan diklasifikasikan sebagai aset dan liabilitas tidak lancar. 

ac.  Perubahan kebijakan akuntansi dan pengungkapan 

PSAK 71 

Grup telah menerapkan PSAK 71 dengan pendekatan modifikasi retrospektif pada tanggal efektif yang 
disyaratkan,  1  Januari  2020.  Saldo  awal  2020  telah  disesuaikan,  tetapi  periode  sebelumnya  tidak 
disajikan kembali. Beberapa perubahan utama yang berdampak pada Grup meliputi: 

i.  Klasifikasi dan pengukuran 

Berdasarkan PSAK 71, Grup  mengklasifikasikan aset keuangan  berdasarkan biaya  perolehan 
diamortisasi, diukur melalui nilai wajar melalui laba rugi, dan diukur  dengan nilai wajar  melalui 
pendapatan komprehensif lainnya. Sebelumnya berdasarkan PSAK 55 (2013), diklasifikasikan 
sebagai  pinjaman  dan  piutang  yang  tersedia  untuk  dijual.  Klasifikasi  ini  didasarkan  pada  dua 
kriteria:  model  bisnis  Grup  untuk  mengelola  aset;  dan  apakah  arus  kas  kontraktual  instrumen 
hanya terkait pembayaran pokok dan bunga atas jumlah pokok terhutang. 

43 

44 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

2.  IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 

ac.  Perubahan kebijakan akuntansi dan pengungkapan (lanjutan) 

PSAK 71 (lanjutan) 

i. 

Klasifikasi dan pengukuran (lanjutan) 

Penilaian  model  bisnis  Grup  dilakukan  pada  tanggal  implementasi  awal,  1  Januari  2020,  dan 
kemudian  diterapkan  secara  retrospektif  pada  aset-aset  keuangan  yang  tidak  dihentikan 
pengakuannya sebelum 1 Januari 2020. Penilaian apakah arus kas kontraktual pada instrumen 
utang hanya atas pembayaran pokok dan bunga dilakukan berdasarkan fakta dan keadaan pada 
saat pengakuan awal aset. 

Persyaratan  klasifikasi  dan  pengukuran  PSAK  71  berdampak  pada  beberapa  aset  keuangan 
Grup yang tersedia untuk dijual karena harus diukur melalui nilai wajar melalui laba rugi karena 
arus  kas  kontraktual  instrumen  tidak  hanya  mewakili  pembayaran  pokok  dan  bunga.  Grup 
mengukur  pada  biaya  perolehan  diamortisasi  untuk  semua  aset  keuangan  yang  sebelumnya 
diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang berdasarkan PSAK 55 (2013). 

Tabel  di  bawah  ini  menggambarkan  klasifikasi  dan  pengukuran  aset  keuangan  berdasarkan 
PSAK 71 dan PSAK 55 pada tanggal aplikasi awal, 1 Januari 2020:  

 Pengukuran berdasarkan 
 kategori PSAK 55 
 Pinjaman yang diberikan dan piutang 
 Pinjaman yang diberikan dan piutang 
 Aset tersedia untuk dijual 
 Aset tersedia untuk dijual 
 Aset tersedia untuk dijual 

 Pengukuran berdasarkan 
 kategori PSAK 71 
 Biaya perolehan diamortisasi 
 Biaya perolehan diamortisasi 
 Nilai wajar melalui laba rugi 
 Nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain 
 Nilai wajar melalui laba rugi 

Kas dan setara kas 
Piutang usaha 
Obligasi konversi 
Instrumen utang 
Investasi pada ekuitas 

ii.  Penurunan Nilai 

Penerapan  PSAK  71  secara  fundamental  telah  mengubah  akuntansi  Grup  untuk  kerugian 
penurunan nilai atas aset keuangan dengan mengganti pendekatan penurunan nilai dalam PSAK 
55  (2013)  dengan  pendekatan  forward-looking  kerugian  kredit  ekspektasian.  PSAK  71 
mengharuskan Grup untuk mengakui penyisihan ECL untuk semua instrumen utang yang tidak 
dimiliki pada nilai wajar melalui laba rugi dan aset kontrak. 

PSAK 72 

Grup  telah  mengimlementasikan  PSAK  72  sejak  1  Januari  2020  menggunakan  pendekatan 
retrospektif  dimodifikasi,  yang  berarti  Grup  tidak  menyajikan  kembali  angka  perbandingan  tetapi 
penyesuaian terhadap jumlah tercatat pada tanggal transisi diakui dalam saldo awal dari saldo laba 
dan kepentingan non-pengendali. Beberapa perubahan utama yang berdampak pada Grup meliputi: 

i.  Berdasarkan PSAK 72, aset kontrak dan liabilitas kontrak disajikan terpisah pada laporan posisi 
keuangan  konsolidasian.  Sebelumnya,  aset  kontrak  dilaporkan  sebagai  piutang  usaha  dan 
liabilitas kontrak dilaporkan sebagai pendapatan diterima di muka. 

ii.  Biaya kontrak yang terdiri dari biaya untuk memperoleh dan memenuhi kontrak disajikan terpisah 
pada  laporan  posisi  keuangan  konsolidasian.  Sebelumnya,  biaya  kontrak  ini  dibebankan  pada 
saat terjadinya atau diamortisasi dengan dasar sistematis yang tidak konsisten dengan pengakuan 
pendapatan terkait. 

iii.  Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan yang diukur berdasarkan PSAK 72 disajikan secara 

terpisah dari pendapatan dari transaksi lessor. 

45 

 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
  
  
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 

Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

2.  IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 

ac.  Perubahan kebijakan akuntansi dan pengungkapan (lanjutan) 

PSAK 71 (lanjutan) 

i. 

Klasifikasi dan pengukuran (lanjutan) 

Penilaian  model  bisnis  Grup  dilakukan  pada  tanggal  implementasi  awal,  1  Januari  2020,  dan 

kemudian  diterapkan  secara  retrospektif  pada  aset-aset  keuangan  yang  tidak  dihentikan 

pengakuannya sebelum 1 Januari 2020. Penilaian apakah arus kas kontraktual pada instrumen 

utang hanya atas pembayaran pokok dan bunga dilakukan berdasarkan fakta dan keadaan pada 

saat pengakuan awal aset. 

Persyaratan  klasifikasi  dan  pengukuran  PSAK  71  berdampak  pada  beberapa  aset  keuangan 

Grup yang tersedia untuk dijual karena harus diukur melalui nilai wajar melalui laba rugi karena 

arus  kas  kontraktual  instrumen  tidak  hanya  mewakili  pembayaran  pokok  dan  bunga.  Grup 

mengukur  pada  biaya  perolehan  diamortisasi  untuk  semua  aset  keuangan  yang  sebelumnya 

diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang berdasarkan PSAK 55 (2013). 

Tabel  di  bawah  ini  menggambarkan  klasifikasi  dan  pengukuran  aset  keuangan  berdasarkan 

PSAK 71 dan PSAK 55 pada tanggal aplikasi awal, 1 Januari 2020:  

 Pengukuran berdasarkan 

 kategori PSAK 55 

 Pinjaman yang diberikan dan piutang 

 Pinjaman yang diberikan dan piutang 

 Aset tersedia untuk dijual 

 Aset tersedia untuk dijual 

 Aset tersedia untuk dijual 

 Pengukuran berdasarkan 

 kategori PSAK 71 

 Biaya perolehan diamortisasi 

 Biaya perolehan diamortisasi 

 Nilai wajar melalui laba rugi 

 Nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain 

 Nilai wajar melalui laba rugi 

Penerapan  PSAK  71  secara  fundamental  telah  mengubah  akuntansi  Grup  untuk  kerugian 

penurunan nilai atas aset keuangan dengan mengganti pendekatan penurunan nilai dalam PSAK 

55  (2013)  dengan  pendekatan  forward-looking  kerugian  kredit  ekspektasian.  PSAK  71 

mengharuskan Grup untuk mengakui penyisihan ECL untuk semua instrumen utang yang tidak 

dimiliki pada nilai wajar melalui laba rugi dan aset kontrak. 

Kas dan setara kas 

Piutang usaha 

Obligasi konversi 

Instrumen utang 

Investasi pada ekuitas 

ii.  Penurunan Nilai 

PSAK 72 

Grup  telah  mengimlementasikan  PSAK  72  sejak  1  Januari  2020  menggunakan  pendekatan 

retrospektif  dimodifikasi,  yang  berarti  Grup  tidak  menyajikan  kembali  angka  perbandingan  tetapi 

penyesuaian terhadap jumlah tercatat pada tanggal transisi diakui dalam saldo awal dari saldo laba 

dan kepentingan non-pengendali. Beberapa perubahan utama yang berdampak pada Grup meliputi: 

i.  Berdasarkan PSAK 72, aset kontrak dan liabilitas kontrak disajikan terpisah pada laporan posisi 

keuangan  konsolidasian.  Sebelumnya,  aset  kontrak  dilaporkan  sebagai  piutang  usaha  dan 

liabilitas kontrak dilaporkan sebagai pendapatan diterima di muka. 

ii.  Biaya kontrak yang terdiri dari biaya untuk memperoleh dan memenuhi kontrak disajikan terpisah 

pada  laporan  posisi  keuangan  konsolidasian.  Sebelumnya,  biaya  kontrak  ini  dibebankan  pada 

saat terjadinya atau diamortisasi dengan dasar sistematis yang tidak konsisten dengan pengakuan 

pendapatan terkait. 

iii.  Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan yang diukur berdasarkan PSAK 72 disajikan secara 

terpisah dari pendapatan dari transaksi lessor. 

2.    IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 

ac.  Perubahan kebijakan akuntansi dan pengungkapan (lanjutan) 

PSAK 72 (lanjutan) 

Pada tanggal  transisi PSAK 72, implementasi imbalan variabel  dan waktu pengakuan pendapatan 
menyebabkan Grup mengakui kenaikan laba ditahan sebesar pendapatan yang diakui atas kewajiban 
pelaksanaan yang telah diselesaikan berdasarkan PSAK 72, hal ini karena pendapatan yang diakui 
lebih besar dari standar sebelumnya. Grup mengakui aset kontrak sebagai hak Grup atas imbalan 
kewajiban  pelaksanaan  yang  telah  diselesaikan.  Aset  kontrak  selanjutnya  direklasifikasi  sebagai 
piutang usaha ketika seluruh kewajiban atas imbalan telah diselesaikan. 

Grup  juga  mengkapitalisasi  biaya  inkremental  untuk  memperoleh  dan  memenuhi  kontrak  dengan 
pelanggan.  Berbeda  dengan  standar  sebelumnya  yang  mengharuskan  Grup  untuk  mengeluarkan 
biaya-biaya ini pada saat terjadi, biaya kontrak dikapitalisasi dan diamortisasi secara konsisten seiring 
dengan penyerahan  barang atau jasa yang terkait dengan biaya kontrak. 

PSAK 73 

Grup  telah  menerapkan  PSAK  73  menggunakan  pendekatan  modifikasi  retrospektif  pada  tanggal 
efektif yang disyaratkan, 1 Januari 2020. Saldo pembukaan 2020 telah disesuaikan, tetapi periode 
sebelumnya  tidak  disajikan  kembali.  Beberapa  perubahan  utama  yang  berdampak  pada  Grup 
meliputi: 

i. 

Aset hak pakai dan liabilitas sewa 

Penerapan  PSAK  73  menghasilkan  pembayaran  sewa  minimum  Grup  di  masa  depan 
berdasarkan sewa operasi yang tidak dapat dibatalkan untuk diakui sebagai liabilitas sewa guna 
usaha dengan Aset hak guna ("ROU"). 

Liabilitas  sewa  diukur  pada  nilai  kini  dari  pembayaran  sewa  yang  tersisa,  didiskontokan 
menggunakan suku bunga pinjaman penyewa pada tanggal 1 Januari 2020. Rata-rata tertimbang 
suku bunga pinjaman penyewa yang diterapkan pada kewajiban sewa pada tanggal 1 Januari 
2020 adalah 7,33%. 

ii.  Subsewa 

Grup telah mereklasifikasi beberapa perjanjian subsewa sebagai sewa pembiayaan. Bagian dari 
aset hak guna yang merupakan kontrak subsewa dihentikan pengakuanya dan piutang subsewa 
diakui di laporan posisi keuangan ketika subsewa tersebut dimulai. 

45 

46 

 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
  
  
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

2.    IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 

ac.  Perubahan kebijakan akuntansi dan pengungkapan (lanjutan) 

Dampak penerapan PSAK 71, PSAK 72, dan PSAK 73 adalah sebagai berikut: 

Januari   

1 Januari 2020 

ASET 
Kas dan setara kas 
Piutang usaha  
Aset kontrak 
Piutang lain-lain  
Biaya kontrak 
Aset lancar lainnya 
Penyertaan jangka panjang pada instrumen keuangan 
Aset tetap  
Aset hak guna 
Aset pajak tangguhan - bersih 
Aset tidak lancar lainnya 

LIABILITAS 
Pendapatan diterima di muka  
Liabilitas kontrak 
Liabilitas pajak tangguhan - bersih 
Liabilitas sewa  

EKUITAS 
Komponen ekuitas lainnya 
Saldo laba belum ditentukan penggunaannya 
Kepentingan nonpengendali 

(1) 
(1.119) 
947 
(95) 
1.185 
(1.207) 
294 
(2.154) 
20.413 

(99)) 
(3.170) 
14.994 

8.155 
(8.224) 
7 
(14.260) 
(14.322) 

52 
(685) 
(39) 
(672) 

47 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
ASET 

Kas dan setara kas 

Piutang usaha  

Aset kontrak 

Piutang lain-lain  

Biaya kontrak 

Aset lancar lainnya 

Aset tetap  

Aset hak guna 

Penyertaan jangka panjang pada instrumen keuangan 

Aset pajak tangguhan - bersih 

Aset tidak lancar lainnya 

LIABILITAS 

Pendapatan diterima di muka  

Liabilitas kontrak 

Liabilitas pajak tangguhan - bersih 

Liabilitas sewa  

EKUITAS 

Komponen ekuitas lainnya 

Saldo laba belum ditentukan penggunaannya 

Kepentingan nonpengendali 

(1) 

(1.119) 

947 

(95) 

1.185 

(1.207) 

294 

(2.154) 

20.413 

(99)) 

(3.170) 

14.994 

8.155 

(8.224) 

7 

(14.260) 

(14.322) 

52 

(685) 

(39) 

(672) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 

Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

2.    IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 

ac.  Perubahan kebijakan akuntansi dan pengungkapan (lanjutan) 

Dampak penerapan PSAK 71, PSAK 72, dan PSAK 73 adalah sebagai berikut: 

Januari   

1 Januari 2020 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

2. 

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 

ac.  Perubahan kebijakan akuntansi dan pengungkapan (lanjutan) 

Dampak perubahan terhadap laporan keuangan periode berjalan adalah sebagai berikut: 

Standar baru 

Standar 
sebelumnya 

Penyesuaian 

LAPORAN POSISI KEUANGAN  

KONSOLIDASIAN 

ASET 
Kas dan setara kas 
Piutang usaha  
Aset kontrak 
Piutang lain-lain 
Biaya kontrak  
Aset lancar lainnya 
Penyertaan jangka panjang pada instrumen 

keuangan 
Aset tetap  
Aset hak guna 
Aset pajak tangguhan - bersih 
Aset kontrak - bagian tidak lancar 
Biaya kontrak - bagian tidak lancar 
Aset tidak lancar lainnya 
JUMLAH ASET 

LIABILITAS 
Beban yang masih harus dibayar 
Pendapatan diterima dimuka 
Liabilitas kontrak  
Liabilitas sewa yang jatuh tempo 

dalam satu tahun  

Liabilitas pajak tangguhan - bersih 
Pendapatan diterima di muka - jangka pendek 
Liabilitas kontrak  
Pinjaman jangka panjang dan pinjaman lainnya 
Liabilitas sewa 
JUMLAH LIABILITAS 

EKUITAS 
Komponen ekuitas lainnya 
Laba ditahan - belum ditentukan penggunaannya 
Kepentingan non-pengendali 
JUMLAH EKUITAS 

LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN 
KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN 

Beban operasi, pemeliharaan, dan jasa 

telekomunikasi 

Beban penyusutan dan amortisasi 
Beban umum dan administrasi 
Beban pemasaran 
Penghasilan lain – lain bersih 
Biaya pendanaan 
Pajak tangguhan 

Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan 

kepada : 
Pemilik entitas induk 
Kepentingan non-pengendali 

20.589 
11.339 
1.036 
214 
454 
6.561 

4.045 
160.923 
18.566 
3.578 
203 
1.254 
4.833 
233.595 

14.265 
- 
7.834 

5.396 
561 
- 
1.004 
30.561 
10.221 
69.842 

374 
79.152 
18.362 
97.888 

(34.593) 
(28.892) 
(6.511) 
(3.482) 
403 
(4.520) 
586 

20.589 
12.405 
- 
268 
- 
6.792 

3.820 
163.077 
- 
3.907 
- 
- 
8.003 
218.861 

14.627 
7.834 
- 

2.515 
580 
1.004 
- 
29.198 
- 
55.758 

349 
78.350 
18.539 
97.238 

(39.202) 
(24.523) 
(6.823) 
(4.233) 
744 
(3.624) 
793 

20.804 
8.759 

20.769 
8.936 

0 
(1.066) 
1.036 
(54) 
454 
(231) 

225 
(2.154) 
18.566 
                (329) 
203 
1.254 
(3.170) 
14.734 

(362) 
(7.834) 
7.834 

2.881 
(19) 
(1.004) 
1.004 
1.363 
10.221 
14.084 

25 
802 
(177) 
650 

4.609 
(4.369) 
312 
751 
(341) 
(896) 
(207) 

35 
(177) 

LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN 
Arus kas bersih yang dihasilkan dari kegiatan operasi 

Aset sewa jangka pendek dan bernilai rendah 

Arus kas bersih yan dihasilkan dari kegiatan pendanaan 

Pembayaran pokok atas liabilitas sewa 

(dalam miliaran rupiah) 

(3.731) 

(4.802) 

47 

48 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

2. 

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 

ad.   Pertimbangan, estimasi dan asumsi akuntansi yang penting 

Penyusunan  laporan  keuangan  konsolidasian  Grup  mengharuskan  manajemen  untuk  membuat 
keputusan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah pendapatan, beban, aset dan liabilitas 
yang dilaporkan, dan pengungkapan yang menyertainya, dan pengungkapan liabilitas kontinjensi, 
pada akhir periode pelaporan. 

Ketidakpastian  tentang  asumsi  dan  perkiraan  ini  dapat  menghasilkan  hasil  yang  memerlukan 
penyesuaian  material  terhadap  nilai  tercatat  aset  dan  liabilitas  yang  terpengaruh  pada  periode 
mendatang. 

i.  Pertimbangan 

Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi 
Grup yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan 
konsolidasian: 

Pajak penghasilan 

Ketidakpastian atas interpretasi dari peraturan pajak yang kompleks, perubahan peraturan pajak 
dan  jumlah  dan  timbulnya  penghasilan  kena  pajak  di  masa  depan,  dapat  menyebabkan 
penyesuaian di masa depan atas penghasilan dan beban pajak yang telah dicatat. Pertimbangan 
juga dilakukan dalam menentukan penyisihan atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi 
dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang kegiatan 
usaha normal. 

Grup mengakui liabilitas untuk area pemeriksaan pajak yang diantisipasi berdasarkan estimasi 
apakah tambahan pajak akan terutang. Jika hasil akhir pajak berbeda dengan jumlah yang sudah 
dicatat, selisihnya akan mempengaruhi aset dan liabilitas pajak kini dan tangguhan pada periode 
ditentukannya  hasil  pajak  tersebut.  Rincian  atas  sifat  dan  jumlah  tercatat  pajak  penghasilan 
diungkapkan pada Catatan 28. 

ii.  Estimasi dan asumsi 

Estimasi dan asumsi terus dievaluasi dan didasarkan kepada pengalaman historis dan  faktor-
faktor lain, termasuk ekspektasi peristiwa masa depan yang diyakini wajar berdasarkan kondisi 
yang ada. 

Grup membuat estimasi dan asumsi mengenai masa depan. Estimasi akuntansi yang dihasilkan, 
menurut  definisi,  jarang  yang  sama  dengan  hasil  aktualnya.  Estimasi  dan  asumsi  pada  saat 
tanggal pelaporan yang secara signifikan berisiko menyebabkan penyesuaian material terhadap 
jumlah tercatat aset dan liabilitas selama satu tahun laporan keuangan ke depan dipaparkan di 
bawah ini. 

(a) Imbalan pasca kerja 

Nilai kini kewajiban imbalan pasca kerja tergantung pada beberapa faktor yang ditentukan 
dengan  dasar  aktuaria  berdasarkan  beberapa  asumsi.  Asumsi  yang  digunakan  untuk 
menentukan  biaya  (penghasilan)  pensiun  neto  mencakup  tingkat  diskonto  dan  tingkat 
pengembalian investasi. Perubahan asumsi ini akan mempengaruhi jumlah tercatat liabilitas  
imbalan pasca kerja. 

49 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 

Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

2. 

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 

2. 

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 

ad.   Pertimbangan, estimasi dan asumsi akuntansi yang penting 

ad.  Pertimbangan, estimasi dan asumsi akuntansi yang penting (lanjutan) 

Penyusunan  laporan  keuangan  konsolidasian  Grup  mengharuskan  manajemen  untuk  membuat 

keputusan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah pendapatan, beban, aset dan liabilitas 

yang dilaporkan, dan pengungkapan yang menyertainya, dan pengungkapan liabilitas kontinjensi, 

pada akhir periode pelaporan. 

Ketidakpastian  tentang  asumsi  dan  perkiraan  ini  dapat  menghasilkan  hasil  yang  memerlukan 

penyesuaian  material  terhadap  nilai  tercatat  aset  dan  liabilitas  yang  terpengaruh  pada  periode 

Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi 

Grup yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan 

mendatang. 

i.  Pertimbangan 

konsolidasian: 

Pajak penghasilan 

Ketidakpastian atas interpretasi dari peraturan pajak yang kompleks, perubahan peraturan pajak 

dan  jumlah  dan  timbulnya  penghasilan  kena  pajak  di  masa  depan,  dapat  menyebabkan 

penyesuaian di masa depan atas penghasilan dan beban pajak yang telah dicatat. Pertimbangan 

juga dilakukan dalam menentukan penyisihan atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi 

dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang kegiatan 

usaha normal. 

Grup mengakui liabilitas untuk area pemeriksaan pajak yang diantisipasi berdasarkan estimasi 

apakah tambahan pajak akan terutang. Jika hasil akhir pajak berbeda dengan jumlah yang sudah 

dicatat, selisihnya akan mempengaruhi aset dan liabilitas pajak kini dan tangguhan pada periode 

ditentukannya  hasil  pajak  tersebut.  Rincian  atas  sifat  dan  jumlah  tercatat  pajak  penghasilan 

diungkapkan pada Catatan 28. 

ii.  Estimasi dan asumsi 

Estimasi dan asumsi terus dievaluasi dan didasarkan kepada pengalaman historis dan  faktor-

faktor lain, termasuk ekspektasi peristiwa masa depan yang diyakini wajar berdasarkan kondisi 

yang ada. 

Grup membuat estimasi dan asumsi mengenai masa depan. Estimasi akuntansi yang dihasilkan, 

menurut  definisi,  jarang  yang  sama  dengan  hasil  aktualnya.  Estimasi  dan  asumsi  pada  saat 

tanggal pelaporan yang secara signifikan berisiko menyebabkan penyesuaian material terhadap 

jumlah tercatat aset dan liabilitas selama satu tahun laporan keuangan ke depan dipaparkan di 

bawah ini. 

(a) Imbalan pasca kerja 

Nilai kini kewajiban imbalan pasca kerja tergantung pada beberapa faktor yang ditentukan 

dengan  dasar  aktuaria  berdasarkan  beberapa  asumsi.  Asumsi  yang  digunakan  untuk 

menentukan  biaya  (penghasilan)  pensiun  neto  mencakup  tingkat  diskonto  dan  tingkat 

pengembalian investasi. Perubahan asumsi ini akan mempengaruhi jumlah tercatat liabilitas  

imbalan pasca kerja. 

ii.  Estimasi dan asumsi (lanjutan) 

(a) 

Imbalan pasca kerja (lanjutan) 

Grup  menentukan  tingkat  diskonto  yang  sesuai  pada  akhir  periode  pelaporan.  Tingkat 
diskonto tersebut adalah tingkat suku bunga yang harus digunakan untuk menentukan nilai 
kini  dari  estimasi  arus  kas  keluar  masa  depan  yang  diharapkan  untuk  menyelesaikan 
kewajiban. Dalam menentukan tingkat suku bunga yang sesuai, Grup mempertimbangkan 
tingkat suku bunga obligasi pemerintah yang didenominasikan dalam mata uang imbalan 
yang akan dibayar dan memiliki jangka waktu yang serupa dengan jangka waktu liabilitas 
yang terkait. 

Jika  terdapat  peningkatan  peringkat  seperti  pada  obligasi  pemerintah  atau  penurunan 
tingkat bunga sebagai hasil dari peningkatan kondisi ekonomi, maka akan terdapat dampak 
material  terhadap  tingkat  diskonto  yang  digunakan  dalam  menentukan  kewajiban  pasca 
kerja.  

Asumsi  kunci  kewajiban  imbalan  pasca  kerja  lainnya  sebagian  ditentukan  berdasarkan 
kondisi pasar saat ini. Informasi tambahan diungkapkan pada Catatan 31 dan 32. 

(b)  Umur manfaat aset tetap 

Grup  mengestimasi  umur  manfaat  aset  tetap  berdasarkan  ekspektasi  penggunaan  aset 
oleh Grup dengan mempertimbangkan rencana strategi usaha, perkembangan teknologi di 
masa  depan,  dan  perilaku  pasar.  Estimasi  umur  manfaat  aset  tetap  adalah  berdasarkan 
pada penelaahan Grup secara kolektif terhadap praktik industri, evaluasi teknis internal, dan 
pengalaman untuk aset yang sejenis.  

Grup melakukan reviu atas estimasi umur manfaat sekurang-kurangnya setiap akhir periode 
pelaporan  dan  diperbarui  jika  ekspektasi  berbeda  dengan  estimasi  sebelumnya,  yang 
dikarenakan  adanya  perubahan  ekspektasi  daya  pakai  aset  akibat  pemakaian  dan 
kerusakan fisik, keusangan secara teknis atau komersial dan hukum atau pembatasan lain 
atas  penggunaan  aset.  Jumlah  beban  tercatat  setiap  tahun  akan  terpengaruh  oleh 
perubahan atas faktor-faktor dan situasi tersebut. Perubahan estimasi umur manfaat aset 
tetap merupakan perubahan estimasi akuntansi dan diakui secara prospektif dalam laporan 
laba rugi pada periode perubahan dan periode mendatang. 

Rincian atas sifat dan jumlah tercatat atas aset tetap diungkapkan pada Catatan 12. 

(c)  Menentukan  jangka  waktu  kontrak  dengan  opsi  perpanjangan  dan  penghentian  -  Grup 

sebagai lessee 

Grup  menentukan  jangka  waktu  sewa  sebagai  jangka  waktu  sewa  yang  tidak  dapat 
dibatalkan, bersama dengan periode yang dicakup oleh opsi untuk memperpanjang masa 
sewa  jika  dipastikan  akan  dilaksanakan,  atau  periode  yang  dicakup  oleh  opsi  untuk 
menghentikan masa sewa, jika cukup masuk akal untuk tidak dilakukan. 

Grup memiliki beberapa kontrak sewa yang mencakup opsi perpanjangan dan penghentian. 
Grup  menerapkan  pertimbangan  dalam  mengevaluasi  apakah  akan  menggunakan  opsi 
untuk  memperbarui  atau  menghentikan  sewa,  mempertimbangkan  semua  faktor  relevan 
yang  menciptakan  insentif  ekonomi  untuk  melakukan  perpanjangan  atau  penghentian. 
Setelah tanggal dimulainya sewa, Grup menilai kembali masa sewa jika ada peristiwa atau 
perubahan  signifikan  dalam  kendali  yang  mempengaruhi  kemampuan  untuk  melakukan 
atau tidak opsi perpanjangan atau penghentian. 

49 

50 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

2. 

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 

ad.  Pertimbangan, estimasi dan asumsi akuntansi yang penting (lanjutan) 

ii.  Estimasi dan asumsi (lanjutan) 

(d)  Kerugian kredit ekpektasian untuk aset keuangan 

Untuk  piutang  usaha  dan  aset  kontrak,  Grup  menerapkan  panduan  praktis  dalam 
menghitung  kerugian  kredit  ekspektasian.  Oleh  karena  itu,  Grup  tidak  mengidentifikasi 
perubahan  dalam  risiko  kredit,  melainkan  mengukur  penyisihan  kerugian  berdasarkan 
kerugian kredit ekpektasian sepanjang kepemilikan aset pada tanggal pelaporan. Grup telah 
membentuk matriks provisi yang didasarkan pada data historis kerugian kredit, disesuaikan 
dengan faktor-faktor perkiraan masa depan (forward-looking) khusus terkait pelanggan dan 
lingkungan ekonomi. 

Untuk  deposito  berjangka  dan  instrumen  utang  pada  nilai  wajar  melalui  pendapatan 
komprehensif lainnya, Grup menerapkan metode yang disederhanakan. Pada setiap tanggal 
pelaporan,  Grup  mengevaluasi  apakah  instrumen  utang  dianggap  memiliki  risiko  kredit 
rendah dengan menggunakan semua informasi yang tersedia tanpa biaya atau upaya yang 
berlebihan. Dalam melakukan evaluasi itu, Grup menilai kembali peringkat kredit eksternal 
dari instrumen utang. Selain itu, Grup menganggap bahwa telah terjadi peningkatan risiko 
kredit yang signifikan ketika pembayaran kontrak lebih dari 30 hari tunggakan. 

Grup  mengevaluasi  apakah  terdapat  bukti  obyektif  bahwa  piutang  usaha  mengalami 
penurunan  nilai pada setiap akhir periode  pelaporan. Provisi atas penurunan nilai piutang 
usaha  dan  piutang  lain-lain,  dihitung  berdasarkan  kondisi  terkini  dan  tingkat  ketertagihan 
historis  piutang  usaha.  Provisi  ini  disesuaikan  secara  berkala  untuk  mencerminkan  hasil 
aktual  dan  taksiran.  Rincian  atas  sifat  dan  jumlah  tercatat  provisi  penurunan  nilai  piutang 
diungkapkan pada Catatan 5. 

Terkait efek pandemi Covid-19, Grup tidak merubah definisi dari kenaikan risiko kredit yang 
signifikan maupun definisi gagal bayar. Grup juga mengamati perubahan dari keserupaan 
karakterisik risiko dari piutang usaha tertentu dengan mengevaluasi segmentasi portofolio 
pelangan, dimana pelanggan tersebut mungkin terlibat dalam industri bisnis, atau berlokasi 
di area, yang telah terpengaruh, atau lebih rentan terhadap pandemi. Grup telah mengkaji 
ulang model yang digunakan untuk menghitung kerugian kredit ekspektasian berdasarkan 
informasi  terkini  yang  wajar  dan  terdukung  untuk  lebih  mencerminkan  perubahan  kondisi 
saat  ini.  Metode  dan  pendekatan  akan  terus  dimonitor  dan  diperbaharui  jika  terdapat 
tambahan informasi yang wajar, terdukung, dan tersedia; termasuk informasi yang bersifat 
perkiraan masa depan (forward-looking) dan masukan lainnya. 

(e)  Pendapatan 

(i)  Pertimbangan penting dalam menentukan kewajiban pelaksanaan, waktu pengakuan 

pendapatan dan klasifikasi pendapatan 

Grup  menyediakan  jasa  teknologi  informatika  dengan  spesifikasi  sesuai  pesanan 
pelanggan.  Produk  sesuai  pesanan  pelanggan  terdiri  dari  berbagai  barang  dan/atau 
jasa yang dijual dalam satu rangkaian tidak terpisah untuk memberikan layanan solusi 
terintegrasi kepada pelanggan. Selain  produk sesuai  pesanan  pelanggan, Grup juga 
menyediakan beberapa produk standar sebagai bagian  dari solusi terintegrasi dalam 
kontrak  dengan  pelanggan.  Diperlukan  pertimbangan  yang  signifikan  dalam 
menentukan jumlah dan sifat kewajiban pelaksanaan yang dijanjikan kepada pelanggan 
dalam  kontrak  tersebut.  Jumlah  dan  sifat  kewajiban  pelaksanaan  akan  menentukan 
waktu pengakuan pendapatan untuk kontrak tersebut. 

51 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 

Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

2. 

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 

2. 

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 

ad.  Pertimbangan, estimasi dan asumsi akuntansi yang penting (lanjutan) 

ad.  Pertimbangan, estimasi dan asumsi akuntansi yang penting (lanjutan) 

ii.  Estimasi dan asumsi (lanjutan) 

(d)  Kerugian kredit ekpektasian untuk aset keuangan 

ii.  Estimasi dan asumsi (lanjutan) 

(e)    Pendapatan (lanjutan) 

Untuk  piutang  usaha  dan  aset  kontrak,  Grup  menerapkan  panduan  praktis  dalam 

menghitung  kerugian  kredit  ekspektasian.  Oleh  karena  itu,  Grup  tidak  mengidentifikasi 

perubahan  dalam  risiko  kredit,  melainkan  mengukur  penyisihan  kerugian  berdasarkan 

kerugian kredit ekpektasian sepanjang kepemilikan aset pada tanggal pelaporan. Grup telah 

membentuk matriks provisi yang didasarkan pada data historis kerugian kredit, disesuaikan 

dengan faktor-faktor perkiraan masa depan (forward-looking) khusus terkait pelanggan dan 

lingkungan ekonomi. 

Untuk  deposito  berjangka  dan  instrumen  utang  pada  nilai  wajar  melalui  pendapatan 

komprehensif lainnya, Grup menerapkan metode yang disederhanakan. Pada setiap tanggal 

pelaporan,  Grup  mengevaluasi  apakah  instrumen  utang  dianggap  memiliki  risiko  kredit 

rendah dengan menggunakan semua informasi yang tersedia tanpa biaya atau upaya yang 

berlebihan. Dalam melakukan evaluasi itu, Grup menilai kembali peringkat kredit eksternal 

dari instrumen utang. Selain itu, Grup menganggap bahwa telah terjadi peningkatan risiko 

kredit yang signifikan ketika pembayaran kontrak lebih dari 30 hari tunggakan. 

Grup  mengevaluasi  apakah  terdapat  bukti  obyektif  bahwa  piutang  usaha  mengalami 

penurunan  nilai pada setiap akhir periode  pelaporan. Provisi atas penurunan nilai piutang 

usaha  dan  piutang  lain-lain,  dihitung  berdasarkan  kondisi  terkini  dan  tingkat  ketertagihan 

historis  piutang  usaha.  Provisi  ini  disesuaikan  secara  berkala  untuk  mencerminkan  hasil 

aktual  dan  taksiran.  Rincian  atas  sifat  dan  jumlah  tercatat  provisi  penurunan  nilai  piutang 

diungkapkan pada Catatan 5. 

Terkait efek pandemi Covid-19, Grup tidak merubah definisi dari kenaikan risiko kredit yang 

signifikan maupun definisi gagal bayar. Grup juga mengamati perubahan dari keserupaan 

karakterisik risiko dari piutang usaha tertentu dengan mengevaluasi segmentasi portofolio 

pelangan, dimana pelanggan tersebut mungkin terlibat dalam industri bisnis, atau berlokasi 

di area, yang telah terpengaruh, atau lebih rentan terhadap pandemi. Grup telah mengkaji 

ulang model yang digunakan untuk menghitung kerugian kredit ekspektasian berdasarkan 

informasi  terkini  yang  wajar  dan  terdukung  untuk  lebih  mencerminkan  perubahan  kondisi 

saat  ini.  Metode  dan  pendekatan  akan  terus  dimonitor  dan  diperbaharui  jika  terdapat 

tambahan informasi yang wajar, terdukung, dan tersedia; termasuk informasi yang bersifat 

perkiraan masa depan (forward-looking) dan masukan lainnya. 

(e)  Pendapatan 

(i)  Pertimbangan penting dalam menentukan kewajiban pelaksanaan, waktu pengakuan 

pendapatan dan klasifikasi pendapatan 

Grup  menyediakan  jasa  teknologi  informatika  dengan  spesifikasi  sesuai  pesanan 

pelanggan.  Produk  sesuai  pesanan  pelanggan  terdiri  dari  berbagai  barang  dan/atau 

jasa yang dijual dalam satu rangkaian tidak terpisah untuk memberikan layanan solusi 

terintegrasi kepada pelanggan. Selain  produk sesuai  pesanan  pelanggan, Grup juga 

menyediakan beberapa produk standar sebagai bagian  dari solusi terintegrasi dalam 

kontrak  dengan  pelanggan.  Diperlukan  pertimbangan  yang  signifikan  dalam 

menentukan jumlah dan sifat kewajiban pelaksanaan yang dijanjikan kepada pelanggan 

dalam  kontrak  tersebut.  Jumlah  dan  sifat  kewajiban  pelaksanaan  akan  menentukan 

waktu pengakuan pendapatan untuk kontrak tersebut. 

(i)  Pertimbangan penting dalam menentukan kewajiban pelaksanaan, waktu pengakuan 

pendapatan dan klasifikasi pendapatan (lanjutan) 

Grup menelaah penentuan kewajiban pelaksanaan berdasarkan kontrak per kontrak. 
Ketika suatu kontrak yang terdiri dari beberapa barang dan / atau jasa dinilai memiliki 
satu  kewajiban  pelaksanaan,  Grup  menerapkan  metode  tunggal  untuk  mengukur 
tingkat  penyelesaian  kewajiban  pelaksanaan  berdasarkan  metode  pengukuran  yang 
paling  menggambarkan  ekonomi  kontrak,  yang  dalam  banyak  kasus  adalah 
berdasarkan waktu. 

Grup juga menyajikan klasifikasi pendapatan dengan menggunakan pendekatan yang 
konsisten. Ketika suatu kontrak yang terdiri dari beberapa barang dan/atau jasa dicatat 
sebagai  kewajiban  pelaksanaan  tersendiri,  Grup  menyajikan  kewajiban  pelaksanaan 
dalam komponen laporan keuangan yang paling mewakili layanan utama Grup, yaitu 
internet, komunikasi data, dan jasa teknologi informatika. 

(ii)  Pertimbangan penting dalam menentukan harga jual yang berdiri sendiri 

Grup  menyediakan  beragam  produk  yang  berkaitan  dengan  telekomunikasi  dan 
teknologi. Untuk menentukan harga jual yang berdiri sendiri untuk barang dan/atau jasa 
yang tidak dapat diamati, Grup menggunakan pendekatan margin biaya ditambah biaya 
yang diharapkan. Grup menentukan margin yang sesuai berdasarkan data historis.  

 (f)    Uji penurunan nilai aset tidak lancar dan goodwill 

Penerapan  metode  akuisisi  dalam  suatu  kombinasi  bisnis  mensyaratkan  penggunaan 
estimasi akuntansi secara ekstensif dalam mengalokasikan harga beli kepada  nilai pasar 
wajar aset dan liabilitas yang diakuisisi, termasuk aset takberwujud.  Akuisisi bisnis tertentu 
oleh Grup menimbulkan goodwill, yang tidak diamortisasi namun diuji bagi penurunan nilai 
setiap tahunnya dan setiap terdapat indikasi penurunan nilai.  

Walaupun  manajemen  berkeyakinan  bahwa  asumsi  yang  digunakan  adalah  tepat  dan 
memiliki dasar yang kuat, perubahan signifikan pada asumsi tersebut dapat mempengaruhi 
secara  material  evaluasi  atas  nilai  terpulihkan  dan  dapat  menimbulkan  penurunan  nilai 
sesuai PSAK 48: Penurunan Nilai Aset. 

51 

52 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

2. 

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 

ad.  Pertimbangan, estimasi dan asumsi akuntansi yang penting (lanjutan) 

ii.  Estimasi dan asumsi (lanjutan) 

(g)  Akuisisi (lanjutan) 

Grup mengevaluasi setiap transaksi akuisisi untuk menentukan akan diperlakukan sebagai 
akuisisi  aset  atau  kombinasi  bisnis.  Untuk  transaksi  yang  diperlakukan  sebagai  akuisisi 
aset, harga pembelian dialokasikan untuk aset yang diperoleh, tanpa pengakuan goodwill. 
Untuk akuisisi yang memenuhi definisi kombinasi bisnis, Grup menerapkan metode akuisisi 
akuntansi atas aset yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih dicatat pada nilai wajar 
pada tanggal akuisisi, dan hasil operasi disertakan dengan hasil Grup dari tanggal akuisisi 
masing-masing. 

Setiap  kelebihan  dari  harga  pembelian  dibayar  atas  jumlah  yang  diakui  untuk  aset  yang 
diperoleh  dan  liabilitas  diambil  alih  dicatat  sebagai  goodwill.  Grup  terus  mengevaluasi 
akuisisi yang diperhitungkan sebagai kombinasi bisnis untuk jangka waktu tidak melebihi 
satu tahun setelah tanggal akuisisi yang berlaku  dari setiap transaksi untuk menentukan 
apakah penyesuaian tambahan diperlukan untuk alokasi harga pembelian yang dibayarkan 
untuk  aset  yang  diperoleh  dan  liabilitas  yang  diambil  alih.  Nilai  wajar  dari  aset  yang 
diperoleh dan liabilitas yang diambil alih biasanya ditentukan dengan menggunakan salah 
satu  perkiraan  biaya  penggantian  atau  metode  penilaian  arus  kas  diskonto.  Ketika 
menentukan nilai wajar dari aset berwujud yang diperoleh, Grup memperkirakan biaya untuk 
mengganti aset dengan aset baru dengan mempertimbangkan faktor seperti umur, kondisi, 
dan  masa  manfaat  ekonomi  dari  aset.  Ketika  menentukan  nilai  wajar  dari  aset  tidak 
berwujud  yang  diperoleh,  Grup  memperkirakan  tingkat  diskonto  yang  berlaku  dan  waktu 
dan jumlah arus kas masa depan, termasuk tingkat dan persyaratan atas perpanjangan dan 
pengurangan. 

53 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 

Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

2. 

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 

3.  KAS DAN SETARA KAS  

ad.  Pertimbangan, estimasi dan asumsi akuntansi yang penting (lanjutan) 

ii.  Estimasi dan asumsi (lanjutan) 

(g)  Akuisisi (lanjutan) 

Grup mengevaluasi setiap transaksi akuisisi untuk menentukan akan diperlakukan sebagai 

akuisisi  aset  atau  kombinasi  bisnis.  Untuk  transaksi  yang  diperlakukan  sebagai  akuisisi 

aset, harga pembelian dialokasikan untuk aset yang diperoleh, tanpa pengakuan goodwill. 

Untuk akuisisi yang memenuhi definisi kombinasi bisnis, Grup menerapkan metode akuisisi 

akuntansi atas aset yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih dicatat pada nilai wajar 

pada tanggal akuisisi, dan hasil operasi disertakan dengan hasil Grup dari tanggal akuisisi 

masing-masing. 

Setiap  kelebihan  dari  harga  pembelian  dibayar  atas  jumlah  yang  diakui  untuk  aset  yang 

diperoleh  dan  liabilitas  diambil  alih  dicatat  sebagai  goodwill.  Grup  terus  mengevaluasi 

akuisisi yang diperhitungkan sebagai kombinasi bisnis untuk jangka waktu tidak melebihi 

satu tahun setelah tanggal akuisisi yang berlaku  dari setiap transaksi untuk menentukan 

apakah penyesuaian tambahan diperlukan untuk alokasi harga pembelian yang dibayarkan 

untuk  aset  yang  diperoleh  dan  liabilitas  yang  diambil  alih.  Nilai  wajar  dari  aset  yang 

diperoleh dan liabilitas yang diambil alih biasanya ditentukan dengan menggunakan salah 

satu  perkiraan  biaya  penggantian  atau  metode  penilaian  arus  kas  diskonto.  Ketika 

menentukan nilai wajar dari aset berwujud yang diperoleh, Grup memperkirakan biaya untuk 

mengganti aset dengan aset baru dengan mempertimbangkan faktor seperti umur, kondisi, 

dan  masa  manfaat  ekonomi  dari  aset.  Ketika  menentukan  nilai  wajar  dari  aset  tidak 

berwujud  yang  diperoleh,  Grup  memperkirakan  tingkat  diskonto  yang  berlaku  dan  waktu 

dan jumlah arus kas masa depan, termasuk tingkat dan persyaratan atas perpanjangan dan 

pengurangan. 

Kas 
Bank 

Pihak berelasi 

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (“Bank Mandiri”) 

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (“BNI”) 

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (“BRI”) 

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. ("BTN") 
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp75 miliar) 

Sub-jumlah 

Pihak ketiga 

PT Bank CIMB Niaga Tbk. (”Bank CIMB Niaga”) 

The Hongkong and Shanghai Banking  
Corporation Ltd. ("HSBC Hongkong") 

PT Bank HSBC Indonesia ("HSBC") 
PT Bank Pembangunan Daerah (“BPD”) 
PT Bank Permata Tbk. (“Bank Permata”) 

Standard Chartered Bank (“SCB”) 

Lain-lain (masing-masing di bawah Rp75 miliar) 

Sub-jumlah 

Jumlah bank 

Deposito berjangka 
Pihak berelasi 

BNI 

Bank Mandiri 

BRI 

BTN 

Sub-jumlah 

2020 
Saldo 

2019 
Saldo 

Mata uang 
asing 

Setara 
(dalam jutaan)    Rupiah 

Mata uang 
asing 
(dalam jutaan) 

Setara 
Rupiah 

-   

 19   

 -   
 8   
 2   
 1   
2   
0   
 -   
 5   
0   
 -   
 -   
0   
- 
 -   
0   
0   

 -   
0   
1   

 36   
 5   
 -   
 -   
 -   
 1   
 -   
 6   
 8   
 -   
 8   
 13   
42   
1   
0   
41   
 -   
 -   

 -   
 27   
 -   
 14   
 -   
 34   
 -   
 -   

 1.559   
 110   
 28   
0   
 3   
0   
 1.129   
 72   
0   
 -   
 312   
 6   
 43   
21   
0   
0   
3.283   

 1,576   
 1   
 4   

 504   
 10   
 218   
 155   
 81   
 12   
0   
 86   
 81   
 260   
 108   
 44   
21   
 15   
 5   
 5   
 -   
 -   
 3.186   

6.469   

 3.039   
 385   
 2.825   
 190   
 2.421   
 479   
 2.123   
 -   
11.462   

-   

 -   
9   
1   
1   
0   
0   
 -   
6   
0   
0   
 -   
3   
 -   
 -   
0   
 -   

 -   
0   
 -   

14   
6   
 -   
 -   
 -   
4   
 -   
11   
1   
 -   
8   
4   
27   
0   
1   
1   
0   
0   

 -   
32   
 -   
16   
0   
36   
 -   
4   

37 

 1.407 
122 
23 
0 
1 
0 
1.033 
86 
0 
0 
198 
44 
51 
20 
0 
 - 
2.985 

33 
0 
 - 

188 
10 
3 
 121 
335 
62 
0 
150 
7 
401 
113 
12 
13 
3 
17 
7 
1 
0 
 1.476 

4.461 

2.693 
450 
1.129 
215 
2.561 
500 
2.733 
49 
10.330 

Mata uang   
Rp 

Rp 
US$ 
EUR 
JPY 
HKD 
AU$ 
Rp 
US$ 
SGD 
EUR 
Rp 
US$ 
Rp 
Rp 
US$ 
SGD 

Rp 
US$ 
MYR 

US$ 
HKD 
Rp 
Rp 
Rp 
US$ 
Rp 
US$ 
SGD 
Rp 
US$ 
MYR 
TWD 
SGD 
EUR 
AU$ 
MOP 
HKD 

Rp 
US$ 
Rp 
US$ 
Rp 
US$ 
Rp 
US$ 

53 

54 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
 
 
 
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
 
 
 
  
  
  
 
 
 
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 
  
  
   
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
 
 
 
  
  
  
 
 
 
  
  
 
 
 
  
  
  
 
 
 
   
   
   
 
 
 
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
 
 
 
  
  
  
 
 
  
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

3.     KAS DAN SETARA KAS (lanjutan) 

2020 
Saldo 

2019 
Saldo 

Mata uang 
asing 
(dalam jutaan)   

Setara 
Rupiah 

Mata uang 
asing 
(dalam jutaan) 

Setara 
Rupiah 

Mata uang  

Deposito berjangka (lanjutan) 

Pihak ketiga 

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat 

 dan Banten Tbk (“BJB”) 

PT Bank Mega Tbk (“Bank Mega”) 

PT Bank Maybank Indonesia Tbk. ("Maybank") 

PT Bank Sinarmas Tbk. (“Bank Sinarmas”) 
PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk. ("BTPN") 
PT Bank Danamon Tbk. (“Bank Danamon”) 
PT Bank DBS Indonesia ("Bank DBS") 
PT Bank CIMB Niaga Tbk 
(“Bank CIMB Niaga”) 

Lain-lain (masing-masing di bawah Rp75 miliar) 

Sub-jumlah 

Jumlah deposito berjangka 
Penyisihan kerugian kredit ekspektasian 
Jumlah 

Rp 
US$ 
Rp 
US$ 
Rp 
US$ 
Rp 
Rp 
Rp 
Rp 

Rp 
US$ 
Rp 
US$ 
MYR 

 -   
 6   
 -   
 9   
 -   
 35   
 -   
 -   
 -   
 -   

 -   
 -   
 -   
 5   
 -   

 919   
 80   
 379   
 131   
 12   
 494   
 250   
 115   
 101   
 -   

 42   
 -   
 45   
 71   
 -   
2.639   

14.101   
(0)   
20.589   

-   
 -   
 -   
-   
0   
5   
0   
0   
0   
0   

-   
29   
0   
8   
9   

1,394 
 - 
400 
- 
14 
70 

1 
1 
29 

992 
398 
43 
42 
30 
3.414 

13.744 
 - 
18.242 

Tingkat bunga deposito berjangka per tahun adalah sebagai berikut: 

Rupiah 
Mata uang asing 

2020 
2,00% - 8,25% 
0,25% - 2,80% 

2019 
4,00% - 9,25% 
0,50% - 3,30% 

Pihak  berelasi  dimana  Grup  melakukan  penempatan  dananya  merupakan  bank  milik  negara.  Grup 
menempatkan  sebagian  besar  kas  dan  setara  kasnya  di  bank-bank  tersebut  karena  mereka  memiliki 
jaringan cabang yang luas di Indonesia dan dipertimbangkan sebagai bank yang sehat secara finansial 
karena dimiliki oleh negara. 

55 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
   
   
 
 
 
  
   
   
 
 
 
  
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
 
 
 
  
   
  
 
 
 
  
  
 
 
  
  
 
 
  
  
 
 
 
  
   
   
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 

Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

3.     KAS DAN SETARA KAS (lanjutan) 

4.  ASET KEUANGAN LANCAR LAINNYA 

2020 

Saldo 

Mata uang 

asing 

Mata uang  

(dalam jutaan)   

Setara 

Rupiah 

Mata uang 

asing 

(dalam jutaan) 

Setara 

Rupiah 

2020 
Saldo 

2019 
Saldo 

  Mata uang 

asing 

Mata uang    (dalam jutaan)   

Setara 
Rupiah 

  Mata uang 

asing 
 (dalam jutaan)  

Setara  
Rupiah 

Deposito berjangka 
Pihak berelasi 

BNI 

Bank Mandiri 

BRI 

BTN 
Sub jumlah 

Pihak ketiga 

SCB 
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp75 miliar) 

Jumlah deposito berjangka 

Rekening penampungan 

Jumlah rekening penampungan 

Reksa dana 

Pihak berelasi 
   PT Bahana TCW Investment Management 

          (“Bahana TCW”) 
Jumlah reksa dana 

Lainnya (masing-masing di bawah Rp75 miliar) 

Jumlah lainnya 

Jumlah 

Rp 
US$ 
Rp 
US$ 
Rp 
US$ 
US$ 

US$ 
Rp 
US$ 

Rp 
US$ 
MYR 

Rp 

US$ 
MYR 

-   
20   
-   
5   
-   
14   
9   

-   
-   
5   

-   
2   
-   

-  

2   
-   

-   
-   
-   
-   
-   
-   
-   

 8   
-   
 5   

 -   
1   
 6   

 -  

 -   
2   

60   
278   
180   
70   
120   
197   
126   
1.031   

-   
18   
71   
1.120   

47  
27   
-   
74   

77  
77   

32   
-   
32   

1.303   

- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 

111 
18 
71 
200 

142 
15 
19 
176 

71 
71 

102 
5 
107 

554 

Seluruh deposito berjangka di atas memiliki tanggal jatuh tempo lebih dari tiga bulan tetapi tidak lebih 
dari satu tahun, dengan tingkat bunga per tahun sebagai berikut: 

Rupiah 
Mata uang asing 

2020 
3,25% - 6,50% 
0,15% - 1,08% 

2019 
6,50% 
1,20% - 2,51% 

Deposito berjangka (lanjutan) 

Pihak ketiga 

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat 

 dan Banten Tbk (“BJB”) 

PT Bank Mega Tbk (“Bank Mega”) 

PT Bank Maybank Indonesia Tbk. ("Maybank") 

PT Bank Sinarmas Tbk. (“Bank Sinarmas”) 

PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk. ("BTPN") 

PT Bank Danamon Tbk. (“Bank Danamon”) 

PT Bank DBS Indonesia ("Bank DBS") 

PT Bank CIMB Niaga Tbk 

(“Bank CIMB Niaga”) 

Lain-lain (masing-masing di bawah Rp75 miliar) 

Sub-jumlah 

Jumlah deposito berjangka 

Penyisihan kerugian kredit ekspektasian 

Jumlah 

Rp 

US$ 

Rp 

US$ 

Rp 

US$ 

Rp 

Rp 

Rp 

Rp 

Rp 

US$ 

Rp 

US$ 

MYR 

 35   

 -   

 6   

 -   

 9   

 -   

 -   

 -   

 -   

 -   

 -   

 -   

 -   

 5   

 -   

 919   

 80   

 379   

 131   

 12   

 494   

 250   

 115   

 101   

 -   

 42   

 -   

 45   

 71   

 -   

2.639   

14.101   

(0)   

20.589   

2019 

Saldo 

-   

 -   

 -   

-   

0   

5   

0   

0   

0   

0   

-   

29   

0   

8   

9   

1,394 

 - 

400 

- 

14 

70 

1 

1 

29 

992 

398 

43 

42 

30 

3.414 

13.744 

 - 

18.242 

Tingkat bunga deposito berjangka per tahun adalah sebagai berikut: 

Rupiah 

Mata uang asing 

2020 

2,00% - 8,25% 

0,25% - 2,80% 

2019 

4,00% - 9,25% 

0,50% - 3,30% 

Pihak  berelasi  dimana  Grup  melakukan  penempatan  dananya  merupakan  bank  milik  negara.  Grup 

menempatkan  sebagian  besar  kas  dan  setara  kasnya  di  bank-bank  tersebut  karena  mereka  memiliki 

jaringan cabang yang luas di Indonesia dan dipertimbangkan sebagai bank yang sehat secara finansial 

karena dimiliki oleh negara. 

55 

56 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
   
   
 
 
 
  
   
   
 
 
 
  
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
 
 
 
  
   
  
 
 
 
  
  
 
 
  
  
 
 
  
  
 
 
 
  
   
   
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
 
 
 
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
 
 
 
   
   
   
 
 
 
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 
  
  
 
 
 
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
 
 
 
   
   
   
 
 
 
  
  
  
 
 
 
  
  
  
 
 
 
  
  
  
 
 
 
 
  
  
 
 
 
  
  
  
 
 
 
 
 
 
   
   
 
 
 
   
   
   
 
 
 
  
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

5.    PIUTANG USAHA 

Piutang  usaha  berhubungan  dengan 
non-retail. dengan rincian sebagai berikut: 

jasa  yang  diberikan  kepada  pelanggan 

retail  dan  

a.  Berdasarkan pelanggan 

(i)  Pihak berelasi 

2020 

2019 

BUMN 
Indonusa 
Indosat 
Lain-lain (masing-masing dibawah Rp75 miliar) 
Jumlah 
Penyisihan kerugian kredit ekspektasian 
Jumlah bersih 

 1.564  
 504  
 225  
 407  
 2.700  
 (1.056)  
 1.644  

(ii)  Pihak ketiga 

Pelanggan individual dan bisnis 
Penyelenggara jasa telekomunikasi 

internasional luar negeri 

Jumlah 
Penyisihan kerugian kredit ekspektasian 
Jumlah bersih 

b.  Berdasarkan umur 

(i)  Pihak berelasi 

Sampai dengan 3 bulan 
3 sampai dengan 6 bulan 
Lebih dari 6 bulan 
Jumlah 
Penyisihan kerugian kredit ekspektasian 
Jumlah bersih 

(ii)  Pihak ketiga 

Sampai dengan 3 bulan 
3 sampai dengan 6 bulan 
Lebih dari 6 bulan 
Jumlah 
Penyisihan kerugian kredit ekspektasian 
Jumlah bersih 

2020 

2019 

 15.095  

 1.904  
 16.999  
 (7.304)  
 9.695  

2020 

2019 

 1.356  
 253  
 1.091  
 2.700  
 (1.056)  
 1.644  

2020 

2019 

 8.762  
 1.021  
 7.216  
 16.999  
 (7.304)  
 9.695  

 1.604 
 494 
 150 
 459 
 2.707 
 (915) 
 1.792 

 13.710 

 1.583 
 15.293 
 (5.288) 
 10.005 

 1.563 
 237 
 907 
 2.707 
 (915) 
 1.792 

 9.270 
 1.077 
 4.946 
 15.293 
 (5.288) 
 10.005 

57 

 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Piutang  usaha  berhubungan  dengan 

jasa  yang  diberikan  kepada  pelanggan 

retail  dan  

non-retail. dengan rincian sebagai berikut: 

5.    PIUTANG USAHA 

a.  Berdasarkan pelanggan 

(i)  Pihak berelasi 

BUMN 

Indonusa 

Indosat 

Jumlah 

Lain-lain (masing-masing dibawah Rp75 miliar) 

Penyisihan kerugian kredit ekspektasian 

Jumlah bersih 

(ii)  Pihak ketiga 

Pelanggan individual dan bisnis 

Penyelenggara jasa telekomunikasi 

internasional luar negeri 

Penyisihan kerugian kredit ekspektasian 

Jumlah 

Jumlah bersih 

b.  Berdasarkan umur 

(i)  Pihak berelasi 

Sampai dengan 3 bulan 

3 sampai dengan 6 bulan 

Lebih dari 6 bulan 

Jumlah 

Penyisihan kerugian kredit ekspektasian 

Jumlah bersih 

(ii)  Pihak ketiga 

Sampai dengan 3 bulan 

3 sampai dengan 6 bulan 

Lebih dari 6 bulan 

Jumlah 

Penyisihan kerugian kredit ekspektasian 

Jumlah bersih 

2020 

2019 

 1.564  

 504  

 225  

 407  

 2.700  

 (1.056)  

 1.644  

 15.095  

 1.904  

 16.999  

 (7.304)  

 9.695  

 1.356  

 253  

 1.091  

 2.700  

 (1.056)  

 1.644  

 8.762  

 1.021  

 7.216  

 16.999  

 (7.304)  

 9.695  

2020 

2019 

2020 

2019 

2020 

2019 

 1.604 

 494 

 150 

 459 

 2.707 

 (915) 

 1.792 

 13.710 

 1.583 

 15.293 

 (5.288) 

 10.005 

 1.563 

 237 

 907 

 2.707 

 (915) 

 1.792 

 9.270 

 1.077 

 4.946 

 15.293 

 (5.288) 

 10.005 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 

Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

5.    PIUTANG USAHA (lanjutan) 

b.  Berdasarkan umur (lanjutan) 

(iii)  Umur total piutang usaha 

2020 

2019 

Sebelum 

  Penyisihan 
 kerugian kredit  kerugian kredit   Sebelum 

Tingkat 

penyisihan    ekspektasian    ekspektasian    penyisihan 

Belum jatuh tempo 
Jatuh tempo sampai dengan 3 bulan 
Jatuh tempo lebih dari 3 bulan sampai   

dengan 6 bulan 

Jatuh tempo lebih dari 6 bulan 
Jumlah 

 7.818  
 2.300  

 1.274  
 8.307  
 19.699  

 696  
 488  

 495  
 6.681  
 8.360    

8,9%  
21,2%  

38,9%  
80,4%  

  Penyisihan 
 kerugian kredit 
  ekspektasian 
 395 
 513 

 8.250  
 2.583  

 1.314  
 5.853  
 18.000  

 458 
 4.837 
 6.203 

Grup telah membentuk penyisihan kerugian kredit ekspektasian berdasarkan tingkat penurunan 
nilai  historis  secara  kolektif  dan  historis  kredit  para  pelanggan  secara  individual.  Grup  tidak 
membedakan piutang usaha pihak berelasi dan piutang usaha pihak ketiga dalam menilai jumlah 
yang jatuh tempo. Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, nilai tercatat piutang usaha Grup 
yang 
tidak  diturunkan  nilainya  masing-masing  sebesar  
Rp4.217 miliar dan Rp3.942 miliar. Manajemen telah menyimpulkan bahwa piutang usaha yang 
telah jatuh tempo tetapi tidak diturunkan nilainya, termasuk piutang usaha yang belum jatuh tempo 
dan  juga  tidak  diturunkan  nilainya,  adalah  terutang  dari  para  pelanggan  dengan  tingkat 
ketertagihan yang baik dan diharapkan dapat terpulihkan. 

tempo 

tetapi 

jatuh 

telah 

c.  Berdasarkan mata uang 

(i)  Pihak berelasi 

Rupiah 
Dolar A.S. 
Jumlah 
Penyisihan kerugian kredit ekspektasian 
Jumlah bersih 

(ii)  Pihak ketiga 

Rupiah 
Dolar A.S. 
Dolar Singapura 
Lain-lain (masing-masing dibawah Rp75 miliar) 
Jumlah 
Penyisihan kerugian kredit ekspektasian 
Jumlah bersih 

d.  Mutasi penyisihan kerugian kredit ekspektasian 

Saldo awal 
Penyesuaian atas penerapan awal PSAK 71 
Penyisihan yang diakui selama periode berjalan 
Penghapusbukuan piutang 
Saldo akhir 

2020 

2019 

 2.690  
 10  
 2.700  
 (1.056)  
 1.644  

 2.705 
 2 
 2.707 
 (915) 
 1.792 

2020 

2019 

 14.635  
 2.265  
 75  
 24  
 16.999  
 (7.304)  
 9.695  

 12.883 
 2.298 
 71 
 41 
 15.293 
 (5.288) 
 10.005 

2020 

2019 

 6.203  
 (14)  
 2.362  
 (191)  
 8.360  

 5.029 
 - 
 2.283 
 (1.109) 
 6.203 

Penghapusbukuan  piutang merupakan penghapusbukuan  piutang  usaha pihak berelasi dan pihak 
ketiga. 

Manajemen berpendapat bahwa saldo penyisihan kerugian kredit ekspektasian cukup untuk menutup 
kerugian atas tidak tertagihnya piutang. 

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, piutang usaha tertentu entitas anak masing-masing sebesar 
Rp3.432  miliar  Rp6.812  miliar 
telah  dijaminkan  dalam  beberapa  perjanjian  pinjaman  
(Catatan 19 dan 20c).  

57 

58 

 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
   
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
   
  
 
 
     
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

6.  ASET KONTRAK 

Aset kontrak 
Penyisihan kerugian kredit ekspektasian 
Jumlah bersih 
Jangka pendek 
Jangka panjang 

2020 

2019 

 1,351  
 (112)  
 1,239  
 (1,036)  
 203  

 - 
 - 
 - 
 - 
 - 

Manajemen  berpendapat  bahwa  saldo  penyisihan  kerugian  kredit  ekspektasian  cukup  untuk  menutup 
kerugian atas tidak tertagihnya aset kontrak. 

Lihat Catatan 33 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi. 

7.  PERSEDIAAN 

Komponen 
Kartu SIM dan voucer prabayar 
Lain-lain 
Jumlah 
Provisi atas persediaan usang 

Komponen 
Kartu SIM dan voucer prabayar 
Lain-lain 

Jumlah 
Jumlah bersih 

2020 

2019 

 560  
 265  
 226  
 1.051  

 (37)  
 (28)  
 (3)  
 (68)  
 983  

Mutasi provisi atas persediaan usang adalah sebagai berikut: 

Saldo awal 
Provisi yang diakui selama tahun berjalan 
Penghapusbukuan persediaan 
Saldo akhir 

2020 

2019 

 92 
 1 
 (25) 
 68 

 351 
 154 
 172 
 677 

 (62) 
 (28) 
 (2) 
 (92) 
 585 

 67 
 25 
- 
 92 

Manajemen  berpendapat  bahwa  saldo  provisi  atas  persediaan  usang  cukup  untuk  menutup  kerugian 
akibat dari penurunan nilai persediaan karena usang. 

Persediaan yang diakui sebagai beban dan termasuk dalam beban usaha operasi, pemeliharaan, dan 
jasa  telekomunikasi  pada  31  Desember  2020  dan  2019  masing-masing  sebesar  Rp544  miliar  dan  
Rp1.727 miliar (Catatan 26). 

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019,  persediaan tertentu entitas anak masing-masing sebesar 
Rp557 miliar dan Rp343 miliar telah dijaminkan dalam beberapa perjanjian pinjaman (Catatan 20c). 

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, modul (bagian dari aset tetap) dan komponen dengan nilai 
buku masing-masing sebesar Rp107 miliar dan Rp112 miliar, yang dimiliki oleh Grup telah diasuransikan 
terhadap  risiko  kebakaran,  pencurian,  dan  risiko  lain.  Total  nilai  pertanggungan  pada  tanggal  31 
Desember 2020 dan 2019 masing-masing sebesar Rp155 miliar. 

Manajemen  berkeyakinan  bahwa  nilai  pertanggungan  asuransi  tersebut  memadai  untuk  menutup 
kemungkinan kerugian atas persediaan yang muncul dari risiko yang ditanggung. 

59 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 

Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

8.  ASET LANCAR LAINNYA 

2020 

2019 

Rincian dari aset lancar lainnya adalah sebagai berikut: 

Izin penggunaan frekuensi 

dibayar di muka (Catatan 36c.i) 

Uang muka 
Sewa dibayar di muka 
Gaji dibayar di muka 
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp75 miliar) 
Jumlah 

2020 

2019 

 4.554  
 1.339  
 259  
 180  
 229  
 6.561  

 3.879 
 670 
 1.403 
 189 
 550 
 6.691 

Manajemen  berpendapat  bahwa  saldo  penyisihan  kerugian  kredit  ekspektasian  cukup  untuk  menutup 

kerugian atas tidak tertagihnya aset kontrak. 

Lihat Catatan 33 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi. 

2020 

2019 

9.  BIAYA KONTRAK 

Rincian dari biaya kontrak adalah sebagai berikut: 

Saldo, 31 Desember 2019 
Penyesuaian atas penerapan awal PSAK 72   
Jumlah 

Saldo, 1 Januari 2020 
Amortisasi selama periode berjalan 
Penambahan selama periode berjalan 
Saldo, 31 Desember 2020 
Jangka pendek 
Jangka panjang 

Biaya 
perolehan 
kontrak 

2020 
Biaya 
pemenuhan 
kontrak 

Jumlah 

 -   
 696   
 696   

 696  
 (150)  
 699  
 1.245  
 (193)  
 1.052  

 -   
 489   
 489   

 489  
 (368)  
 342  
 463  
 (261)  
 202   

 - 
 1.185 
 1.185 

 1.185 
 (518) 
 1.041 
 1.708 
 (454) 
 1.254 

6.  ASET KONTRAK 

Aset kontrak 

Jumlah bersih 

Jangka pendek 

Jangka panjang 

Penyisihan kerugian kredit ekspektasian 

7.  PERSEDIAAN 

Kartu SIM dan voucer prabayar 

Komponen 

Lain-lain 

Jumlah 

Provisi atas persediaan usang 

Komponen 

Kartu SIM dan voucer prabayar 

Lain-lain 

Jumlah 

Jumlah bersih 

 1,351  

 (112)  

 1,239  

 (1,036)  

 203  

 560  

 265  

 226  

 1.051  

 (37)  

 (28)  

 (3)  

 (68)  

 983  

 92 

 1 

 (25) 

 68 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 351 

 154 

 172 

 677 

 (62) 

 (28) 

 (2) 

 (92) 

 585 

 67 

 25 

- 

 92 

Mutasi provisi atas persediaan usang adalah sebagai berikut: 

2020 

2019 

Provisi yang diakui selama tahun berjalan 

Penghapusbukuan persediaan 

Saldo awal 

Saldo akhir 

Manajemen  berpendapat  bahwa  saldo  provisi  atas  persediaan  usang  cukup  untuk  menutup  kerugian 

akibat dari penurunan nilai persediaan karena usang. 

Persediaan yang diakui sebagai beban dan termasuk dalam beban usaha operasi, pemeliharaan, dan 

jasa  telekomunikasi  pada  31  Desember  2020  dan  2019  masing-masing  sebesar  Rp544  miliar  dan  

Rp1.727 miliar (Catatan 26). 

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019,  persediaan tertentu entitas anak masing-masing sebesar 

Rp557 miliar dan Rp343 miliar telah dijaminkan dalam beberapa perjanjian pinjaman (Catatan 20c). 

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, modul (bagian dari aset tetap) dan komponen dengan nilai 

buku masing-masing sebesar Rp107 miliar dan Rp112 miliar, yang dimiliki oleh Grup telah diasuransikan 

terhadap  risiko  kebakaran,  pencurian,  dan  risiko  lain.  Total  nilai  pertanggungan  pada  tanggal  31 

Desember 2020 dan 2019 masing-masing sebesar Rp155 miliar. 

Manajemen  berkeyakinan  bahwa  nilai  pertanggungan  asuransi  tersebut  memadai  untuk  menutup 

kemungkinan kerugian atas persediaan yang muncul dari risiko yang ditanggung. 

59 

60 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

10.  PENYERTAAN JANGKA PANJANG PADA INSTRUMEN KEUANGAN 

Obligasi konversi 

PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (“AKAB”) 
Lain-lain (masing-masing  
   di bawah Rp75 miliar) 
Jumlah obligasi konversi 
Investasi pada ekuitas 
Total 

2020 

2019 

 2.116  

 223  
 2.339  
 1.706  
 4.045  

 - 

 333 
 333 
720 
 1.053 

Pada tanggal 16 November 2020, Telkomsel mengadakan perjanjian AKAB untuk investasi dalam bentuk 
obligasi  konversi  tanpa  bunga  senilai  US$150  juta  (setara  dengan  Rp2.116  miliar  pada  tanggal  31 
Desember 2020), yang akan jatuh tempo pada tanggal 16 November 2023. Obligasi konversi tersebut 
akan jatuh tempo pada tanggal 16 November 2023. Investasi pada obligasi konversi ini diklasifikasikan 
sebagai FVTPL karena dimiliki oleh Telkomsel bukan untuk mengumpulkan arus kas kontraktual dan tidak 
semata-mata pembayaran pokok dan bunga atas jumlah pokok yang terhutang. 

Investasi  pada  ekuitas  termasuk  investasi  MDI  pada  beberapa  perusahaan  start-up  yang  bergerak  di 
bidang informasi dan teknologi. Penambahan investasi pada tahun berjalan oleh MDI berjumlah sebesar 
Rp783 miliar. Investasi pada ekuitas ini diklasifikasikan sebaga FVTPL. 

11.  PENYERTAAN JANGKA PANJANG PADA ENTITAS ASOSIASI 

Rincian penyertaan jangka panjang pada entitas asosiasi dengan metode ekuitas untuk tahun 2020: 

Persentase 
kepemilikan 

  Saldo awal 

Penambahan 
(pengurangan)   

Bagian laba 
(rugi) bersih 

  Dividen 

Bagian 
penghasilan 
komprehensif 
lain 

Penurunan 
nilai 

Saldo  
akhir 

2020 

Penyertaan jangka panjang  

pada entitias   
asosiasi: 
Jalina 
Finaryab 
Tiphonec 
Indonusad 
Lain-lain (masing-masing 
   di bawah Rp75 miliar)e 
Jumlah penyertaan jangka 

panjang pada entitas asosiasi  

33,00 
25,00 
24,00 
20,00 

 77 
 267 
 526 
 210 

 130 

 1.210 

 -   
 28   
 -   
 -   

 (33)  

 (5) 

 17 
 (209) 
 (41) 
 - 

 (13))   

 (246)  

 (5) 
 - 
 - 
 - 

 - 

 (5) 

(0) 
 1 
 - 
 - 

(0) 

 1 

 - 
 - 
 (485) 
 (210) 

 (68) 

 89 
 87 
 - 
 - 

 16 

 (763) 

 192 

Ringkasan  informasi  keuangan  investasi  Grup  yang  diperhitungkan  dengan  menggunakan  metode 
ekuitas untuk tahun 2020*: 

Laporan posisi keuangan 

Aset lancar 
Aset tidak lancar 
Liabilitas jangka pendek 
Liabilitas jangka panjang 
Ekuitas (defisit) 

Laporan laba rugi dan penghasilan  

komprehensif lainnya 
Pendapatan 
Beban operasional 
Penghasilan (beban) lain-lain 

 termasuk biaya pendanaan - bersih 
Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan 
Manfaat (beban) pajak penghasilan 
Laba (rugi) periode berjalan 
Laba (rugi) komprehensif lain 
Jumlah laba (rugi) komprehensif 

 periode berjalan 

Jalin 

Finarya 

Indonusa 

Lain-lain 

 187     
 194     
 (92)    
 (22)    
 267     

 277     
 (205)    

 (3)    
 69    
 (18)    
 51    
 (1)    

 50    

 3.160     
 169     
 (2.327)    
 (41)    
 961     

 133     
 (948)     

 69     
 (746)     
 2     
 (744)    
 4     

 565     
 331     
 (318)    
 (573)    
 5     

 783     
 (691)    

 (24)    
 68     
 (6)    
 62     
 7     

 (740)    

 69     

 972   
 4.516   
 (795)  
 (4.398)  
295  

 1.278   
 (1.035)  

 (92)  
 151)  
 (4)  
 147)  
 (27)  

120)  

* Ringkasan informasi keuangan Tiphone pada tanggal 31 Desember 2020 tidak tersedia.  

61 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
  
  
 
 
 
 
 
  
  
  
  
  
 
 
 
 
 
  
  
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
    
    
    
    
 
 
 
    
    
    
    
 
 
 
   
   
   
   
 
    
    
    
    
  
     
     
    
    
     
 
    
    
    
    
  
    
    
    
    
  
    
    
    
    
  
     
    
    
    
     
    
  
    
     
    
     
     
    
    
     
    
  
     
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 

Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

10.  PENYERTAAN JANGKA PANJANG PADA INSTRUMEN KEUANGAN 

11.  PENYERTAAN JANGKA PANJANG PADA ENTITAS ASOSIASI (lanjutan) 

Obligasi konversi 

PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (“AKAB”) 

Lain-lain (masing-masing  

   di bawah Rp75 miliar) 

Jumlah obligasi konversi 

Investasi pada ekuitas 

Total 

2020 

2019 

 2.116  

 223  

 2.339  

 1.706  

 4.045  

 - 

 333 

 333 

720 

 1.053 

Pada tanggal 16 November 2020, Telkomsel mengadakan perjanjian AKAB untuk investasi dalam bentuk 

obligasi  konversi  tanpa  bunga  senilai  US$150  juta  (setara  dengan  Rp2.116  miliar  pada  tanggal  31 

Desember 2020), yang akan jatuh tempo pada tanggal 16 November 2023. Obligasi konversi tersebut 

akan jatuh tempo pada tanggal 16 November 2023. Investasi pada obligasi konversi ini diklasifikasikan 

sebagai FVTPL karena dimiliki oleh Telkomsel bukan untuk mengumpulkan arus kas kontraktual dan tidak 

semata-mata pembayaran pokok dan bunga atas jumlah pokok yang terhutang. 

Investasi  pada  ekuitas  termasuk  investasi  MDI  pada  beberapa  perusahaan  start-up  yang  bergerak  di 

bidang informasi dan teknologi. Penambahan investasi pada tahun berjalan oleh MDI berjumlah sebesar 

Rp783 miliar. Investasi pada ekuitas ini diklasifikasikan sebaga FVTPL. 

11.  PENYERTAAN JANGKA PANJANG PADA ENTITAS ASOSIASI 

Rincian penyertaan jangka panjang pada entitas asosiasi dengan metode ekuitas untuk tahun 2020: 

Persentase 

kepemilikan 

  Saldo awal 

Penambahan 

(pengurangan)   

Bagian laba 

(rugi) bersih 

  Dividen 

Penurunan 

nilai 

Saldo  

akhir 

2020 

Bagian 

penghasilan 

komprehensif 

lain 

 77 

 267 

 526 

 210 

 130 

 1.210 

 -   

 28   

 -   

 -   

 (33)  

 (5) 

 17 

 (209) 

 (41) 

 - 

 (13))   

 (5) 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 (485) 

 (210) 

 (68) 

 89 

 87 

 - 

 - 

 16 

(0) 

 1 

 - 

 - 

(0) 

 1 

 (246)  

 (5) 

 (763) 

 192 

Ringkasan  informasi  keuangan  investasi  Grup  yang  diperhitungkan  dengan  menggunakan  metode 

Penyertaan jangka panjang  

pada entitias   

asosiasi: 

Jalina 

Finaryab 

Tiphonec 

Indonusad 

Lain-lain (masing-masing 

   di bawah Rp75 miliar)e 

Jumlah penyertaan jangka 

panjang pada entitas asosiasi  

33,00 

25,00 

24,00 

20,00 

ekuitas untuk tahun 2020*: 

Laporan posisi keuangan 

Aset lancar 

Aset tidak lancar 

Liabilitas jangka pendek 

Liabilitas jangka panjang 

Ekuitas (defisit) 

Laporan laba rugi dan penghasilan  

komprehensif lainnya 

Pendapatan 

Beban operasional 

Penghasilan (beban) lain-lain 

 termasuk biaya pendanaan - bersih 

Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan 

Manfaat (beban) pajak penghasilan 

Laba (rugi) periode berjalan 

Laba (rugi) komprehensif lain 

Jumlah laba (rugi) komprehensif 

 periode berjalan 

Jalin 

Finarya 

Indonusa 

Lain-lain 

 3.160     

 169     

 (2.327)    

 (41)    

 961     

 133     

 (948)     

 69     

 (746)     

 2     

 (744)    

 4     

 565     

 331     

 (318)    

 (573)    

 5     

 783     

 (691)    

 (24)    

 68     

 (6)    

 62     

 7     

 187     

 194     

 (92)    

 (22)    

 267     

 277     

 (205)    

 (3)    

 69    

 (18)    

 51    

 (1)    

 50    

 972   

 4.516   

 (795)  

 (4.398)  

295  

 1.278   

 (1.035)  

 (92)  

 151)  

 (4)  

 147)  

 (27)  

120)  

Rincian penyertaan jangka panjang pada entitas asosiasi dengan metode ekuitas untuk tahun 2019: 

Persentase 
kepemilikan 

  Saldo awal 

Penambahan 
(pengurangan)   

Bagian laba 
(rugi) bersih 

  Dividen 

Bagian 
penghasilan 
komprehensif 
lain 

Penurunan 
nilai 

Saldo  
akhir 

2019 

Penyertaan jangka panjang  

pada entitias   
asosiasi: 
Tiphonec 
Finaryab 
Indonusad 
Jalina 
Lain-lain (masing-masing 
   di bawah Rp75 miliar)e 
Jumlah penyertaan jangka 

panjang pada entitas asosiasi  

24,00 
26,58 
20,00 
33,00 

 1.602 
 - 
 210 
 - 

 141 

 1.953 

 -   
 484   
 -   
 70   

32)  

 586 

 88 
 (217) 
 - 
7 

 (11) 
 - 
 - 
 - 

 (44))   

 - 

 19 
 - 
 - 
(0) 

1) 

 (1.172) 
 - 
 - 
 - 

 -) 

 526 
 267 
 210 
 77 

 130 

 (166)  

 (11) 

 20 

 (1.172) 

 1.210 

Ringkasan  informasi  keuangan  investasi  Grup  yang  diperhitungkan  dengan  menggunakan  metode 
ekuitas untuk tahun 2019: 

Laporan posisi keuangan 

Aset lancar 
Aset tidak lancar 
Liabilitas jangka pendek 
Liabilitas jangka panjang 
Ekuitas (defisit) 

Laporan laba rugi dan penghasilan  

komprehensif lainnya 
Pendapatan 
Beban operasional 
Penghasilan (beban) lain-lain 

 termasuk biaya pendanaan - bersih 
Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan 
Manfaat (beban) pajak penghasilan 
Laba (rugi) periode berjalan 
Laba (rugi) komprehensif lain 
Jumlah laba (rugi) komprehensif 

 periode berjalan 

Tiphone 

Finarya 

Indonusa 

Jalin 

Lain-lain 

 8.165     
 778     
 (3.824)    
 (741)    
 4.378     

 2.382     
 132     
 (1.533)    
 (3)    
 978     

 495     
 253     
 (534)    
 (278)    
 (64)    

 100     
 222     
 (78)    
 (10)    
 234     

 1.056   
 4.326   
 (1.552)  
 (5.343)  
 (1.513)  

 28.442     
 (27.621)    

 (321)    
 500     
 (138)    
 362     
 77     

 38     
 (877)    

 17     
 (822)    
 1     
 (821)    
 -     

 794     
 (738)    

 205     
 (148)    

 1.205   
 (1.303)  

 1     
 57     
 (10)    
 47     
 (1)    

 (159)  
 2     
 59     
 (257)  
 (17)                        (48)  
 (305)  
 42     
 2   
(0)    

 439     

 (821)    

 46     

 42     

 (303)  

a  Jalin  sebelumnya  adalah  entitas  anak.  Pada  tanggal  19  Juni  2019  Grup  menjual  67%  kepemilikan  sahamnya  kepada  

PT Danareksa (Persero) (“Danareksa”) senilai Rp395 miliar. 

b  Pada tanggal 21 Januari 2019, Telkomsel mendirikan anak perusahaan PT Fintek Karya Nusantara (“Finarya”) dengan modal 
awal Rp25 miliar dan pada tanggal 22 Februari 2019 Telkomsel mengalihkan asetnya sebesar Rp 150 miliar.  Atas akuisisi ini 
Telkomsel  memperoleh  masing-masing  2.499  dan  14.974  lembar  saham  (kepemilikan  saham  100%).  Telkomsel  dengan  
PT Mandiri Capital Indonesia, PT BRI Ventura Indonesia, PT BNI Sekuritas, PT Jasamarga Tollroad Operator, PT Dana Tabungan 
dan Asuransi Pegawai Negeri (Persero), PT Pertamina Retail, PT Kereta Commuter Indonesia (“KCI”), PT Asuransi Jiwasraya 
(Persero), dan PT Danareksa Capital, menandatangani perjanjian pemegang saham pada tanggal 31 Juli 2019, 31 Oktober 2019, 
dan 31 Desember 2019 sehubungan dengan peningkatan modal ditempatkan dan disetor oleh masing-masing pemegang saham. 
Pada tanggal 31 Desember 2019, Telkomsel memiliki 48.530 lembar saham atau setara dengan 26,58% kepemilikan saham. 

 Pada tanggal 23 Oktober 2020, Finarya menerbitkan 13.632 saham seri B yang dimiliki oleh Grab LA Pte Ltd (“Grab”) sebesar 
11.237 lembar saham, PT BRI Ventura Indonesia sebesar 943 lembar saham, PT Mandiri Capital Indonesia sebesar 924 lembar 
saham dan Telkomsel sebesar 528 lembar saham. Investasi ini menurunkan kepemilikan Telkomsel di Finarya menjadi 25,00%. 
c  Tiphone  berdiri  pada  tanggal  25  Juni  2008  dengan  nama  PT  Tiphone  Mobile  Indonesia  Tbk.  Tiphone  bergerak  di  bidang 
perdagangan perangkat telekomunikasi berupa telepon seluler berikut suku cadang, aksesoris, pulsa serta jasa perbaikan dan 
penyediaan konten melalui anak perusahaan. Pada tanggal 18 September 2014, Perusahaan melalui PINS melakukan pembelian 
25% saham kepemilikan di Tiphone senilai Rp1.395 miliar, termasuk didalamnya aset tak berwujud dan goodwill masing-masing 
sebesar Rp188 miliar dan Rp647 miliar. Pada tahun 2020, Manajemen telah mengakui penurunan nilai penuh atas investasi pada 
Tiphone  mengingat  keraguan  atas  kelangsungan  bisnis,  kondisi  keuangan  dan  penangguhan  saham  yang  berlaku  efektif  
10  Juni  2020.  Manajemen  telah  memutuskan  untuk  membukukan  penyisihan  penuh  untuk  investasi  di  Tiphone  per  
31 Desember 2020. 

d  Indonusa  sebelumnya  adalah  entitas  anak.  Pada 

tahun  2013  Perusahaan  menjual  80%  kepemilikan  sahamnya.  
Pada  tanggal  14  Mei  2014,  berdasarkan  Surat  Sirkuler  Pemegang  Saham  Indonusa  yang  tercakup  dalam  akta  notaris  
No. 57 tanggal    23    April    2014   oleh   FX   Budi    Santoso    Isbandi, S.H.,  yang  disetujui oleh  Menkumham dalam  Surat 
No. AHU-02078.40.20.2014 tanggal 29 April 2014, pemegang saham Indonusa menyetujui atas peningkatan jumlah saham yang 
diterbitkan dan dibayar penuh sejumlah Rp80 miliar. Perusahaan telah menggunakan haknya atas saham yang diterbitkan dan 
melakukan  pengalihan  ke  Metra  sehingga  kepemilikan  Metra  atas  Indonusa  meningkat  menjadi  4,33%  dan  kepemilikan 
Perusahaan  atas  Indonusa  menjadi  15,67%.  Berdasarkan  penilaian  manajemen,  pada  tanggal  31  Desember  2020  terdapat 
penyisihan penurunan nilai investasi pada Indonusa. 

* Ringkasan informasi keuangan Tiphone pada tanggal 31 Desember 2020 tidak tersedia.  

2019 masing-masing adalah Rp228 miliar dan Rp480 miliar.  

 (740)    

 69     

e  Bagian kumulatif rugi atas investasi lain-lain yang tidak diakui hingga tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 

61 

62 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
  
  
 
 
 
 
 
  
  
  
  
  
 
 
 
 
 
  
  
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
    
    
    
    
 
 
 
    
    
    
    
 
 
 
   
   
   
   
 
    
    
    
    
  
     
     
    
    
     
 
    
    
    
    
  
    
    
    
    
  
    
    
    
    
  
     
    
    
    
     
    
  
    
     
    
     
     
    
    
     
    
  
     
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
  
  
 
 
 
 
 
  
  
  
  
  
 
 
 
 
 
  
  
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
    
    
    
    
 
 
 
    
    
    
    
 
 
   
   
   
   
 
    
    
    
    
  
 
    
    
    
    
  
    
    
    
    
  
    
    
    
    
  
    
    
    
    
  
    
    
    
    
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

12. ASET TETAP 

Harga perolehan: 
Aset tetap pemilikan langsung 

Tanah 
Bangunan 
Renovasi bangunan sewa 
Peralatan sentral telepon 
Peralatan telegraf, teleks dan  

komunikasi data 

Peralatan dan instalasi transmisi 
Satelit, stasiun bumi dan peralatannya 
Jaringan kabel 
Catu daya 
Peralatan pengolahan data 
Peralatan telekomunikasi lainnya 
Peralatan kantor 
Kendaraan 
Peralatan lainnya 
Aset dalam pembangunan 

Aset sewa pembiayaan 

Peralatan dan instalasi transmisi 
Peralatan pengolahan data 
Kendaraan 
Peralatan kantor 
Aset CPE 
Catu daya 
Aset PBH 
Jumlah 

31 Desember 
2019 

Dampak 
penerapan 
 PSAK 73 

1 Januari 
2020 

Penambahan   Pengurangan  

Reklasifikasi
/Translasi 

31 Desember 
2020 

 1.644 
 14.062 
 1.549 
 17.348 

 2.258 
 151.750 
 12.344 
 54.357 
 20.113 
 16.409 
 5.340 
 2.361 
 568 
 123 
 2.619 

 5.500 
 1 
 503 
 42 
 22 
 - 
 89 
 309.002 

 - 
 - 
 - 
 - 

 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 - 

 (5.500)   
 (1)   
 (503)   
 (42)   
 (22)   
 - 
 - 

 (6.068)   

 1.644 
 14.062 
 1.549 
 17.348 

 2.258 
 151.750 
 12.344 
 54.357 
 20.113 
 16.409 
 5.340 
 2.361 
 568 
 123 
 2.619 

 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 89 
 302.934 

 157 
 201   
 31 
 956 

 429 
 1.050 
 236 
 8.280 
 45 
 3 
 2.157 
 216 
 48 
 17 
 15.610 

 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 29.436 

 - 
 - 
 (192)   
 (1.921)   

 - 

 (3.825)   
 (2)   
 (68)   
 (311)   
 (703)   
 - 
 (354)   
 (104)   
 - 
 (8)   

 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 - 

 (7.488)   

 (1)   

 1.874 
 22 
 1.123 

 (675)   

 10.221 
 (2.155)   
 (1.773)   
 1.141 
 1.954 
 16 
 (98)   
 39 
 (72)   
 (15.697)   

 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 (89)   
 (4.170)   

 1.800 
 16.137 
 1.410 
 17.506 

 2.012 
 159.196 
 10.423 
 60.796 
 20.988 
 17.663 
 7.513 
 2.125 
 551 
 68 
 2.524 

 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 320.712 

31 Desember 
2019 

Dampak 
penerapan  
PSAK 73 

1 Januari 
2020 

Penambahan   Pengurangan  

Reklasifikasi
/Translasi 

31 Desember 
2020 

Akumulasi penyusutan dan penurunan nilai: 
Aset tetap pemilikan langsung 

Bangunan 
Renovasi bangunan sewa 
Peralatan sentral telepon 
Peralatan telegraf, teleks dan  

komunikasi data 

Peralatan dan instalasi transmisi 
Satelit, stasiun bumi dan peralatannya 
Jaringan kabel 
Catu daya 
Peralatan pengolahan data 
Peralatan telekomunikasi lainnya 
Peralatan kantor 
Kendaraan 
Peralatan lainnya 

Aset sewa pembiayaan 

Peralatan dan instalasi transmisi 
Peralatan pengolahan data 
Kendaraan 
Peralatan kantor 
Aset CPE 
Catu daya 
Aset PBH 
Jumlah 

Nilai buku bersih 

 4.113 
 1.091 
 11.976 

 1.580 
 79.993 
 5.809 
 14.171 
 13.596 
 11.977 
 1.766 
 1.678 
 210 
 66 

 3.734 
 1 
 115 
 44 
 20 
 - 
 89 
 152.029 
 156.973   

 - 
 - 
 - 

 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 - 

 (3.734)   
 (1)   
 (115)   
 (44)   
 (20)   
 - 
 - 

 (3.914)   

 4.113 
 1.091 
 11.976 

 1.580 
 79.993 
 5.809 
 14.171 
 13.596 
 11.977 
 1.766 
 1.678 
 210 
 66 

 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 89 
 148.115 

 739 
 158 
 1.569 

 - 
 11.463 
 900 
 2.509 
 1.512 
 1.522 
 1.120 
 375 
 74 
 2 

 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 21.943 

 - 
 (188)   
 (1.921)   

 - 

 (3.545)   
 (1)   
 (66)   
 (309)   
 (708)   
 - 
 (360)   
 (70)   
 - 

 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 - 

 (7.168)   

 20 
 - 
 (3)   

 2 
 80 
 (2.296)   
 (636)   
 (42)   
 (11)   
 (1)   
 (119)   
 15 
 (21)   

 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 (89)   
 (3.101)   

 4.872 
 1.061 
 11.621 

 1.582 
 87.991 
 4.412 
 15.978 
 14.757 
 12.780 
 2.885 
 1.574 
 229 
 47 

 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 159.789 
 160.923 

63 

 
 
 
 
 
   
   
   
   
   
   
 
 
 
 
 
  
  
 
 
   
 
 
 
 
 
  
    
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
   
   
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
   
   
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
 
 
 
 
  
  
 
 
  
  
 
 
 
 
  
  
 
 
 
 
 
 
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
    
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
   
   
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
   
   
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 

Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

12. ASET TETAP 

12.  ASET TETAP (lanjutan) 

31 Desember 

2019 

Dampak 

penerapan 

 PSAK 73 

1 Januari 

Reklasifikasi

31 Desember 

2020 

Penambahan   Pengurangan  

/Translasi 

2020 

Harga perolehan: 

Aset tetap pemilikan langsung 

Tanah 

Bangunan 

Renovasi bangunan sewa 

Peralatan sentral telepon 

Peralatan telegraf, teleks dan  

komunikasi data 

Peralatan dan instalasi transmisi 

Satelit, stasiun bumi dan peralatannya 

Jaringan kabel 

Catu daya 

Peralatan pengolahan data 

Peralatan telekomunikasi lainnya 

Peralatan kantor 

Kendaraan 

Peralatan lainnya 

Aset dalam pembangunan 

Aset sewa pembiayaan 

Peralatan dan instalasi transmisi 

Peralatan pengolahan data 

Kendaraan 

Peralatan kantor 

Aset CPE 

Catu daya 

Aset PBH 

Jumlah 

Akumulasi penyusutan dan penurunan nilai: 

Aset tetap pemilikan langsung 

Bangunan 

Renovasi bangunan sewa 

Peralatan sentral telepon 

Peralatan telegraf, teleks dan  

komunikasi data 

Peralatan dan instalasi transmisi 

Satelit, stasiun bumi dan peralatannya 

Jaringan kabel 

Catu daya 

Peralatan pengolahan data 

Peralatan telekomunikasi lainnya 

Peralatan kantor 

Kendaraan 

Peralatan lainnya 

Aset sewa pembiayaan 

Peralatan dan instalasi transmisi 

Peralatan pengolahan data 

Kendaraan 

Peralatan kantor 

Aset CPE 

Catu daya 

Aset PBH 

Jumlah 

Nilai buku bersih 

 1.644 

 14.062 

 1.549 

 17.348 

 2.258 

 151.750 

 12.344 

 54.357 

 20.113 

 16.409 

 5.340 

 2.361 

 568 

 123 

 2.619 

 5.500 

 1 

 503 

 42 

 22 

 - 

 89 

 4.113 

 1.091 

 11.976 

 1.580 

 79.993 

 5.809 

 14.171 

 13.596 

 11.977 

 1.766 

 1.678 

 210 

 66 

 3.734 

 1 

 115 

 44 

 20 

 - 

 89 

 152.029 

 156.973   

 309.002 

 (6.068)   

 302.934 

 29.436 

 (7.488)   

 (4.170)   

 320.712 

Dampak 

31 Desember 

penerapan  

1 Januari 

Reklasifikasi

31 Desember 

2019 

PSAK 73 

2020 

Penambahan   Pengurangan  

/Translasi 

2020 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 (5.500)   

 (1)   

 (503)   

 (42)   

 (22)   

 (3.734)   

 (1)   

 (115)   

 (44)   

 (20)   

 1.644 

 14.062 

 1.549 

 17.348 

 2.258 

 151.750 

 12.344 

 54.357 

 20.113 

 16.409 

 5.340 

 2.361 

 568 

 123 

 2.619 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 89 

 4.113 

 1.091 

 11.976 

 1.580 

 79.993 

 5.809 

 14.171 

 13.596 

 11.977 

 1.766 

 1.678 

 210 

 66 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 89 

 157 

 201   

 31 

 956 

 429 

 1.050 

 236 

 8.280 

 45 

 3 

 2.157 

 216 

 48 

 17 

 15.610 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 739 

 158 

 1.569 

 - 

 11.463 

 900 

 2.509 

 1.512 

 1.522 

 1.120 

 375 

 74 

 2 

 - 

 - 

 - 

 (192)   

 (1.921)   

 (3.825)   

 (2)   

 (68)   

 (311)   

 (703)   

 - 

 (354)   

 (104)   

 - 

 (8)   

 (188)   

 (1.921)   

 (3.545)   

 (1)   

 (66)   

 (309)   

 (708)   

 (360)   

 (70)   

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 (1)   

 1.874 

 22 

 1.123 

 (675)   

 10.221 

 (2.155)   

 (1.773)   

 1.141 

 1.954 

 16 

 (98)   

 39 

 (72)   

 (15.697)   

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 (89)   

 20 

 - 

 (3)   

 2 

 80 

 (2.296)   

 (636)   

 (42)   

 (11)   

 (1)   

 (119)   

 15 

 (21)   

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 1.800 

 16.137 

 1.410 

 17.506 

 2.012 

 159.196 

 10.423 

 60.796 

 20.988 

 17.663 

 7.513 

 2.125 

 551 

 68 

 2.524 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 4.872 

 1.061 

 11.621 

 1.582 

 87.991 

 4.412 

 15.978 

 14.757 

 12.780 

 2.885 

 1.574 

 229 

 47 

 (3.914)   

 148.115 

 21.943 

 (7.168)   

 (89)   

 (3.101)   

 159.789 

 160.923 

Harga perolehan: 
Aset tetap pemilikan langsung 
     Tanah 
     Bangunan 
     Renovasi bangunan sewa 
     Peralatan sentral telepon 
     Peralatan telegraf, teleks, dan  

     komunikasi data 

     Peralatan dan instalasi transmisi 
     Satelit, stasiun bumi, dan peralatannya 
     Jaringan kabel 
     Catu daya 
     Peralatan pengolahan data 
     Peralatan telekomunikasi lainnya 
     Peralatan kantor 
     Kendaraan 
     Peralatan lainnya 
     Aset dalam pembangunan 
Aset sewa pembiayaan 
     Peralatan dan instalasi transmisi 
     Peralatan pengolahan data 
     Kendaraan 
     Peralatan kantor 
     Aset CPE 
     Catu daya 
     Aset PBH 
     Jumlah 

1 Januari 2019 

Akuisisi 

Penambahan    Pengurangan 

Reklasifikasi/ 
Translasi 

31 Desember 
2019 

 1.626 
 11.833 
 1.375 
 15.291 

 1.586 
 141.408 
 11.972 
 45.451 
 17.864 
 14.265 
 3.423 
 2.142 
 641 
 94 
 4.876 

 5.603 
 1 
 578 
 16 
 22 
 125 
 252 
 280.444 

 6 
 12 
 - 
 - 

 - 
 686 
 - 
 - 
 - 
 10 
 - 
 7 
 - 
 - 
 81 

 - 
 - 
 1 
 - 
 - 
 - 
 - 
 803 

 16 
 779 
 37 
 1.228 

 675 
 6.768 
 108 
 8.197 
 793 
 709 
 1.904 
 208 
 99 
 57 
 14.923 

 - 
 - 
 54 
 30 
 - 
 - 
 - 
 36.585 

 - 
 (4)   
 (58)   
 (61)   

 - 

 (6.240)   
 (11)   
 (113)   
 (253)   
 (107)   
 - 
 (101)   
 (167)   
 - 
 (20)   

 (102)   
 - 
 (80)   
 (4)   
 - 
 - 
 - 

 (7.321)   

 (4)   

 1.442 
 195 
 890 

 (3)   

 9.128 
 275 
 822 
 1.709 
 1.532 
 13 
 105 

 (5)   
 (28)   
 (17.241)   

 (1)   
- 
 (50)   
- 
 - 
 (125)   
 (163)   
 (1.509)   

 1.644 
 14.062 
 1.549 
 17.348 

 2.258 
 151.750 
 12.344 
 54.357 
 20.113 
 16.409 
 5.340 
 2.361 
 568 
 123 
 2.619 

 5.500 
 1 
 503 
 42 
 22 
 - 
 89 
 309.002 

1 Januari 2019 

Akuisisi 

Penambahan    Pengurangan 

Reklasifikasi/ 
Translasi 

31 Desember 
2019 

Akumulasi penyusutan dan penurunan nilai: 
Aset tetap pemilikan langsung 
     Bangunan 
     Renovasi bangunan sewa 
     Peralatan sentral telepon 
     Peralatan telegraf, teleks, dan  

     komunikasi data 

     Peralatan dan instalasi transmisi 
     Satelit, stasiun bumi, dan peralatannya 
     Jaringan kabel 
     Catu daya 
     Peralatan pengolahan data 
     Peralatan telekomunikasi lainnya 
     Peralatan kantor 
     Kendaraan 
     Peralatan lainnya 
Aset sewa pembiayaan 
     Peralatan dan instalasi transmisi 
     Peralatan pengolahan data 
     Kendaraan 
     Peralatan kantor 
     Aset CPE 
     Catu daya 
     Aset PBH 
     Jumlah 
Nilai buku bersih 

a.  Laba dari penjualan aset tetap 

 3.405 
 949 
 10.550 

 1.320 
 74,247 
 5.005 
 12.185 
 12.316 
 10.747 
 1.029 
 1.312 
 281 
 75 

 3.241 
 1 
 126 
 70 
 20 
 73 
 244 
 137.196 
 143.248   

Hasil penjualan aset tetap 
Nilai buku bersih 
Laba dari pelepasan atau penjualan aset tetap 

b.  Lain-lain 

 - 
 - 
 - 

 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 - 

 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 - 

 726 
 198 
 1.488 

 260 
 11.059 
 818 
 2.349 
 1.454 
 1.304 
 737 
 383 
 72 
 1 

 587 
 - 
 72 
 3 
 - 
 - 
 - 
 21.511 

 (4)   
 (56)   
 (45)   

 - 

 (5.260)   
 (10)   
 (102)   
 (239)   
 (61)   
 - 
 (55)   
 (137)   
- 

 (94)   
 - 
 (58)   
 (3)   
 - 
 - 
 - 

 (6.124)   

 (14)   
 - 
 (17)   

 - 
 (53)   
 (4)   
 (261)   
 65 
 (13)   
 - 
 38 
 (6)   
 (10)   

 - 
 - 
 (25)   
 (26)   
 - 
 (73)   
 (155)   
 (554)   

 4.113 
 1.091 
 11.976 

 1.580 
 79.993 
 5.809 
 14.171 
 13.596 
 11.977 
 1.766 
 1.678 
 210 
 66 

 3.734 
 1 
 115 
 44 
 20 
-  
 89 
 152.029 
 156.973 

2020 

2019 

 236  
 (20)  
 216  

 1.496 
 (853) 
 643 

(i)  Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, UPK yang menghasilkan proyeksi arus kas masuk 
adalah sambungan nirkabel tidak bergerak, seluler, dan lainnya. Manajemen berpendapat bahwa 
tidak ada indikasi penurunan nilai aset dari UPK tersebut pada tanggal 31 Desember 2020 dan 
2019. 

(ii)  Bunga  pinjaman  yang  dikapitalisasi  ke  aset  dalam  pembangunan  sejumlah  Rp160  miliar  dan 
Rp99  miliar  masing-masing  untuk  tahun  yang  berakhir  pada  tanggal  31  Desember  2020  dan 
2019.  Tarif  kapitalisasi  yang  digunakan  untuk  menentukan  jumlah  biaya  pinjaman  yang  layak 
dikapitalisasi  berkisar  antara  6,25%-11%  dan  4,12%-11%  masing-masing  untuk  tahun  yang 
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019. 

63 

64 

 
 
 
 
 
   
   
   
   
   
   
 
 
 
 
 
  
  
 
 
   
 
 
 
 
 
  
    
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
   
   
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
   
   
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
 
 
 
 
  
  
 
 
  
  
 
 
 
 
  
  
 
 
 
 
 
 
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
    
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
   
   
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
   
   
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
   
   
   
 
 
 
 
 
 
 
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
   
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
   
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
  
  
 
 
  
  
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
   
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
   
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

12.  ASET TETAP (lanjutan) 

b.  Lain-lain (lanjutan) 

(iii)  Tidak  ada rugi selisih kurs yang dikapitalisasi ke aset  dalam  pembangunan untuk  tahun yang 

berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019. 

(iv)  Pada tahun 2020 dan 2019, Grup telah mendapat klaim asuransi atas aset tetap yang hilang dan 
rusak  masing-masing  sebesar Rp234 miliar dan Rp197  miliar dan dicatat sebagai bagian  dari 
“Penghasilan  Lain-Lain  -  bersih”  dalam  laporan  laba  rugi  dan  penghasilan  komprehensif  lain 
konsolidasian.  Pada  tahun  2020  dan  2019,  nilai  tercatat  aset  tetap  tersebut  masing-masing 
sebesar  Rp190  miliar  dan  Rp165  miliar,  telah  dibebankan  dalam  laporan  laba  rugi  dan 
penghasilan komprehensif lain konsolidasian. 

(v)  Pada tahun 2018, umur manfaat lisensi piranti lunak radio dan peralatan pengolahan data diubah 
masing-masing  dari  7  tahun  menjadi  10  tahun  dan  dari  3  tahun  menjadi  5  tahun.  Dampak 
tanggal  
pengurangan 
31 Desember 2020 dan 2019 adalah masing-masing sebesar Rp266 miliar dan Rp637 miliar.  

penyusutan 

berakhir 

beban 

tahun 

untuk 

pada 

yang 

Pada tahun 2020, umur manfaat menara Grup yang berada di Indonesia diubah dari 20 tahun 
menjadi  30  tahun.  Dampak  pengurangan  beban  penyusutan  untuk  tahun  yang  berakhir  pada 
tanggal 31 Desember 2020 adalah sebesar Rp160 miliar. Menara disajikan sebagai bagian dari 
peralatan dan instalasi transmisi. 

(vi)  Grup  memiliki  beberapa  bidang  tanah  yang  terletak  di  berbagai  daerah  di  Indonesia  dengan 
status  Hak  Guna  Bangunan  (“HGB”)  berjangka  waktu  10-50  tahun  yang  akan  habis  masa 
berlakunya  antara  tahun  2020  sampai  dengan  tahun  2070.  Manajemen  berkeyakinan  bahwa 
tidak akan terdapat kesulitan untuk memperpanjang hak atas tanah pada saat berakhirnya hak 
tersebut. 

(vii)  Pada tanggal 31 Desember 2020  dan 2019,  aset  tetap  milik Grup kecuali tanah, dengan nilai 
tercatat  bersih  masing-masing  sebesar  Rp159.454  miliar  dan  Rp150.891  miliar 
telah 
diasuransikan terhadap risiko kebakaran, pencurian, gempa bumi dan risiko lainnya, termasuk 
jumlah  keseluruhan  pertanggungan  masing-masing  sebesar  
gangguan  bisnis,  dengan 
Rp22.886 miliar  dan Rp18.190 miliar, US$Nihil dan US$74 juta,  HKD8 juta, SGD315 juta dan 
SGD269 juta, dan MYR39 juta dan first loss basis masing-masing sebesar Rp2.750 miliar dan 
Rp2.760 miliar. Manajemen berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan asuransi tersebut memadai 
untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan. 

(viii) Pada  tanggal  31  Desember  2020  dan  2019,  tingkat  persentase  penyelesaian  aset  dalam 
pembangunan  adalah  masing-masing  sekitar  61,19%  dan  32,39%  dari  nilai  kontrak  dengan 
perkiraan penyelesaian masing-masing sampai dengan Maret 2023 dan November 2021. Saldo 
aset  dalam  pembangunan  tersebut  terutama  terdiri  dari  bangunan,  peralatan  dan  instalasi 
transmisi,  jaringan  kabel  dan  catu  daya.  Manajemen  berkeyakinan  bahwa  tidak  terdapat 
hambatan yang dapat mempengaruhi penyelesaian aset dalam pembangunan. 

(ix)  Pada  tanggal  31  Desember  2020  dan  2019,  seluruh  aset  yang  dimiliki  Perusahaan  telah 
dijaminkan  dalam  perjanjian  obligasi  (Catatan  20b.i).  Aset  tetap  entitas  anak  tertentu  dengan 
biaya perolehan masing-masing sebesar Rp14.115 miliar dan Rp11.147 miliar telah dijaminkan 
dalam beberapa perjanjian pinjaman (Catatan 19, 20c dan 20d). 

(x)  Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, jumlah tercatat bruto dari setiap aset tetap Grup yang 
telah  disusutkan  secara  penuh  dan  masih  digunakan  adalah  masing-masing  sebesar  
Rp63.656 miliar dan Rp60.081 miliar. Grup saat ini sedang melakukan modernisasi aset jaringan 
untuk menggantikan aset tetap yang sudah disusutkan secara penuh. 

(xi)  Pada tahun 2020, nilai wajar tanah dan bangunan Grup, yang ditentukan berdasarkan Nilai Jual 
tanah  dan  bangunan  yang  bersangkutan  adalah  sebesar  

(“NJOP”) 

Objek  Pajak 
Rp41.984 miliar.  

65 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 

Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

12.  ASET TETAP (lanjutan) 

b.  Lain-lain (lanjutan) 

(iii)  Tidak  ada rugi selisih kurs yang dikapitalisasi ke aset  dalam  pembangunan untuk  tahun yang 

berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019. 

(iv)  Pada tahun 2020 dan 2019, Grup telah mendapat klaim asuransi atas aset tetap yang hilang dan 

rusak  masing-masing  sebesar Rp234 miliar dan  Rp197  miliar dan dicatat sebagai bagian  dari 

“Penghasilan  Lain-Lain  -  bersih”  dalam  laporan  laba  rugi  dan  penghasilan  komprehensif  lain 

konsolidasian.  Pada  tahun  2020  dan  2019,  nilai  tercatat  aset  tetap  tersebut  masing-masing 

sebesar  Rp190  miliar  dan  Rp165  miliar,  telah  dibebankan  dalam  laporan  laba  rugi  dan 

penghasilan komprehensif lain konsolidasian. 

(v)  Pada tahun 2018, umur manfaat lisensi piranti lunak radio dan peralatan pengolahan data diubah 

masing-masing  dari  7  tahun  menjadi  10  tahun  dan  dari  3  tahun  menjadi  5  tahun.  Dampak 

pengurangan 

beban 

penyusutan 

untuk 

tahun 

yang 

berakhir 

pada 

tanggal  

31 Desember 2020 dan 2019 adalah masing-masing sebesar Rp266 miliar dan Rp637 miliar.  

Pada tahun 2020, umur manfaat menara Grup yang berada di Indonesia diubah dari 20 tahun 

menjadi  30  tahun.  Dampak  pengurangan  beban  penyusutan  untuk  tahun  yang  berakhir  pada 

tanggal 31 Desember 2020 adalah sebesar Rp160 miliar. Menara disajikan sebagai bagian dari 

peralatan dan instalasi transmisi. 

(vi)  Grup  memiliki  beberapa  bidang  tanah  yang  terletak  di  berbagai  daerah  di  Indonesia  dengan 

status  Hak  Guna  Bangunan  (“HGB”)  berjangka  waktu  10-50  tahun  yang  akan  habis  masa 

berlakunya  antara  tahun  2020  sampai  dengan  tahun  2070.  Manajemen  berkeyakinan  bahwa 

tidak akan terdapat kesulitan untuk memperpanjang hak atas tanah pada saat berakhirnya hak 

tersebut. 

(vii)  Pada tanggal 31 Desember 2020  dan 2019,  aset  tetap  milik Grup kecuali tanah, dengan nilai 

tercatat  bersih  masing-masing  sebesar  Rp159.454  miliar  dan  Rp150.891  miliar 

telah 

diasuransikan terhadap risiko kebakaran, pencurian, gempa bumi dan risiko lainnya, termasuk 

gangguan  bisnis,  dengan 

jumlah  keseluruhan  pertanggungan  masing-masing  sebesar  

Rp22.886 miliar  dan Rp18.190 miliar, US$Nihil dan US$74 juta,  HKD8 juta, SGD315 juta dan 

SGD269 juta, dan MYR39 juta dan first loss basis masing-masing sebesar Rp2.750 miliar dan 

Rp2.760 miliar. Manajemen berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan asuransi tersebut memadai 

untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan. 

(viii) Pada  tanggal  31  Desember  2020  dan  2019,  tingkat  persentase  penyelesaian  aset  dalam 

pembangunan  adalah  masing-masing  sekitar  61,19%  dan  32,39%  dari  nilai  kontrak  dengan 

perkiraan penyelesaian masing-masing sampai dengan Maret 2023 dan November 2021. Saldo 

aset  dalam  pembangunan  tersebut  terutama  terdiri  dari  bangunan,  peralatan  dan  instalasi 

transmisi,  jaringan  kabel  dan  catu  daya.  Manajemen  berkeyakinan  bahwa  tidak  terdapat 

hambatan yang dapat mempengaruhi penyelesaian aset dalam pembangunan. 

(ix)  Pada  tanggal  31  Desember  2020  dan  2019,  seluruh  aset  yang  dimiliki  Perusahaan  telah 

dijaminkan  dalam  perjanjian  obligasi  (Catatan  20b.i).  Aset  tetap  entitas  anak  tertentu  dengan 

biaya perolehan masing-masing sebesar Rp14.115 miliar dan Rp11.147 miliar telah dijaminkan 

dalam beberapa perjanjian pinjaman (Catatan 19, 20c dan 20d). 

(x)  Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, jumlah tercatat bruto dari setiap aset tetap Grup yang 

telah  disusutkan  secara  penuh  dan  masih  digunakan  adalah  masing-masing  sebesar  

Rp63.656 miliar dan Rp60.081 miliar. Grup saat ini sedang melakukan modernisasi aset jaringan 

untuk menggantikan aset tetap yang sudah disusutkan secara penuh. 

(xi)  Pada tahun 2020, nilai wajar tanah dan bangunan Grup, yang ditentukan berdasarkan Nilai Jual 

Objek  Pajak 

(“NJOP”) 

tanah  dan  bangunan  yang  bersangkutan  adalah  sebesar  

Rp41.984 miliar.  

65 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

13.  ASET HAK-GUNA 

Grup menyewa beberapa aset termasuk tanah, bangunan, instalasi dan peralatan transmisi, catu daya, 
kendaraan, dan peralatan lainnya yang digunakan dalam operasinya, yang pada umumnya memiliki masa 
sewa antara 1 dan 33 tahun. 

Grup juga memiliki sewa tertentu dengan jangka waktu dua belas bulan atau kurang dan nilai sewa bernilai 
rendah. Grup menerapkan 'sewa jangka pendek' dan 'sewa aset bernilai rendah' sebagai pengecualian 
untuk sewa ini. Tidak ada kontrak sewa dengan pembayaran sewa variabel. Beban sewa jangka pendek 
sebesar Rp3.612 miliar dan sewa aset bernilai rendah sebesar Rp119 miliar dikeluarkan untuk periode 
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020. 

 Nilai tercatat aset hak guna yang diakui dan mutasi selama periode berjalan: 

31 Desember   
2019 

Dampak 
  penerapan PSAK 73   

  1 Januari 
2020 

  Penambahan    Pengurangan   

  Reklasifikasi/ 
translasi 

  31 Desember 
2020 

Harga perolehan: 
Tanah 
Bangunan 
Peralatan dan instalasi 

transmisi 
Catu daya 
Kendaraan 
Lain-lain  
Jumlah 

Akumulasi amortisasi 
Tanah 
Bangunan 
Peralatan dan instalasi 

transmisi 
Catu daya 
Kendaraan 
Lain-lain 
Jumlah 
Nilai buku bersih 

 - 
 - 

 - 
 - 
 - 
 - 
 - 

 - 
 - 

 - 
 - 
 - 
 - 
 -   
 -   

 3.777 
 639 

 14.873 
 544 
 540 
 45 
 20.418 

 3.777 
 639 

 14.873 
 544 
 540 
 45 
 20.418 

 - 
 - 

 - 
 - 
 - 
 - 
 -   

 - 
 - 

 - 
 - 
 - 
 - 
 -   

 1.407 
 132   

 1.872 
 97 
 138 
 1 
 3.647 

 (812)   
 (193)   

 (3.687)   
 (200)   
 (141)   
 (20)   

 (5.053)  

 (322) 
 (8) 

 (674) 
 - 
 (2) 
 (1) 
 (1.007) 

 49 
 4 

 527 
 - 
 - 
 1 
 581   

Nilai tercatat liabilitas sewa dan rincian mutasinya adalah sebagai berikut: 

Saldo, 31 Desember 2019 
Penyesuaian atas penerapan PSAK 73 
Saldo, 1 Januari 2020 
Penambahan 
Pengurangan 
Saldo, 31 Desember 2020 
Bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun 
Bagian jangka panjang  

Jatuh tempo pembayaran liabilitas sewa adalah sebagai berikut: 
- 
Tahun 
2021 
2022 
2023 
2024 
2025 
Selanjutnya 
Jumlah pembayaran sewa  
Bunga 
Nilai kini atas pembayaran sewa 
Akrualisasi bunga 
Jumlah liabilitas sewa 
Bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun  
Bagian jangka panjang 

66 

 1 
 (29) 

 1 
 - 
 - 
(16) 
 (43)   

 - 
 23 

 - 
 - 
 - 
 - 
 23   

 4.863 
 734 

 16.072 
 641 
 676 
 29 
 23.015 

 (763) 
 (166) 

 (3.160) 
 (200) 
 (141) 
 (19) 
 (4.449) 
 18.566 

2020 

 2.340 
 14.260 
 16.600 
 3.964 
 (4.947) 
 15.617 
 (5.396) 
 10.221 

2020 

6.096 
3.812 
2.887 
1.864 
1.288 
1.731 
17.678 
(2.139) 
15.539 
78 
15.617 
(5.396) 
10.221 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
     
 
     
 
  
 
  
 
  
 
  
 
  
 
  
 
  
 
  
 
  
 
  
 
  
 
 
  
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

14.   ASET TIDAK LANCAR LAINNYA  

Rincian dari aset tidak lancar lainnya adalah sebagai berikut: 

Tagihan restitusi pajak - setelah dikurangi 

bagian jangka pendek (Catatan 28b) 

Izin penggunaan frekuensi dibayar di muka - setelah 

dikurangi bagian jangka pendek (Catatan 8) 

Pajak dibayar di muka - setelah dikurangi 
bagian jangka pendek (Catatan 28a) 

Beban tangguhan 
Uang muka pembelian aset tetap 
Setoran jaminan 
Sewa dibayar di muka 
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp75 miliar) 
Jumlah 

15.  ASET TAKBERWUJUD  

Rincian aset takberwujud adalah sebagai berikut: 

2020 

2019 

1.382  

 1.237  

787  
 498  
 404  
 168  
-  
 357  
 4.833  

3.666 

 1.488 

678 
 570 
 481 
 210 
 3.170 
 643 
 10.906 

Nilai tercatat bruto: 

Saldo, 1 Januari 2020 
Penambahan 
Pengurangan 
Reklasifikasi/translasi 
Saldo, 31 Desember 2020 

Akumulasi amortisasi dan penurunan nilai: 

Saldo, 1 Januari 2020 
Beban amortisasi 
Penurunan nilai 
Pengurangan 
Reklasifikasi/translasi 
Saldo, 31 Desember 2020 

Nilai buku bersih 

Nilai tercatat bruto: 

Saldo, 1 Januari 2019 
Penambahan 
Akuisisi 
Pengurangan 
Reklasifikasi/translasi 
Saldo, 31 Desember 2019 

Akumulasi amortisasi dan penurunan nilai: 

Saldo, 1 Januari 2019 
Beban amortisasi 
Pengurangan 
Reklasifikasi/translasi 
Saldo, 31 Desember 2019 

Nilai buku bersih 

Goodwill 

  Piranti lunak   

Lisensi 

Aset 
takberwujud 
lainnya 

Jumlah 

 1.432 
 - 
 - 
 (4)   

 1.428 

 (29)   
 - 
 (104)   
 - 
 8 
 (125)   
 1.303 

 12.480 
 2.282 
 (166)   
 92 
 14.688 

 (8.400)   
 (1.545)   

 - 
 124 
 (42)   
 (9.863)   
 4.825 

 96 
 3 
 - 
 (5)   
 94 

 (93)   
 (9)   
 - 
 - 
 8 
 (94)   
 0 

 1.571 
3 
 (74)   
 (26)   

 1.474 

 (611)   
 (176)   
 - 
 - 
 31 
 (756)   
 718 

 15.579 
 2.288 
 (240) 
 57 
 17.684 

 (9.133) 
 (1.730) 
 (104) 
 124 
 5 
 (10.838) 
 6.846 

Goodwill 

  Piranti lunak   

Lisensi 

Aset 
takberwujud 
lainnya 

Jumlah 

 1.066 
 - 
 467 
 (104)   
 3 
 1.432 

 (29)   
 - 
 - 
 - 
 (29)   

 1.403 

 10.680 
 1.942 
 - 
 (166)   
 24 
 12.480 

 (6.896)   
 (1.165)   
 71 
 (410)   
 (8.400)   
 4.080 

 94 
 4 
 - 
 (12)   
 10 
 96 

 (81)   
 (357)   
 2 
 343 
 (93)   
 3 

 687 
 511 
 379 
 (14)   
 8 
 1.571 

 (489)   
 (145)   
 14 
 9 
 (611)   
 960 

 12.527 
 2.457 
 846 
 (296) 
 45 
 15.579 

 (7.495) 
 (1.667) 
 87 
 (58) 
 (9.133) 
 6.446 

67 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 

Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

14.   ASET TIDAK LANCAR LAINNYA  

Rincian dari aset tidak lancar lainnya adalah sebagai berikut: 

2020 

2019 

3.666 

 1.488 

678 

 570 

 481 

 210 

 3.170 

 643 

 10.906 

1.382  

 1.237  

787  

 498  

 404  

 168  

-  

 357  

 4.833  

 96 

 3 

 - 

 (5)   

 94 

 (93)   

 (9)   

 - 

 - 

 8 

 0 

 94 

 4 

 - 

 10 

 96 

 (12)   

 (81)   

 (357)   

 2 

 343 

 (93)   

 3 

Aset 

takberwujud 

lainnya 

 1.571 

3 

 (74)   

 (26)   

 1.474 

 (611)   

 (176)   

 - 

 - 

 31 

 15.579 

 2.288 

 (240) 

 57 

 17.684 

 (9.133) 

 (1.730) 

 (104) 

 124 

 5 

 (94)   

 (756)   

 (10.838) 

 718 

 6.846 

 1.571 

 15.579 

 687 

 511 

 379 

 (14)   

 8 

 (489)   

 (145)   

 14 

 9 

 (611)   

 960 

 12.527 

 2.457 

 846 

 (296) 

 45 

 (7.495) 

 (1.667) 

 87 

 (58) 

 (9.133) 

 6.446 

Tagihan restitusi pajak - setelah dikurangi 

bagian jangka pendek (Catatan 28b) 

Izin penggunaan frekuensi dibayar di muka - setelah 

dikurangi bagian jangka pendek (Catatan 8) 

Pajak dibayar di muka - setelah dikurangi 

bagian jangka pendek (Catatan 28a) 

Beban tangguhan 

Uang muka pembelian aset tetap 

Setoran jaminan 

Sewa dibayar di muka 

Jumlah 

Lain-lain (masing-masing di bawah Rp75 miliar) 

15.  ASET TAKBERWUJUD  

Rincian aset takberwujud adalah sebagai berikut: 

Akumulasi amortisasi dan penurunan nilai: 

Nilai tercatat bruto: 

Saldo, 1 Januari 2020 

Penambahan 

Pengurangan 

Reklasifikasi/translasi 

Saldo, 31 Desember 2020 

Saldo, 1 Januari 2020 

Beban amortisasi 

Penurunan nilai 

Pengurangan 

Reklasifikasi/translasi 

Saldo, 31 Desember 2020 

Nilai buku bersih 

Nilai tercatat bruto: 

Saldo, 1 Januari 2019 

Penambahan 

Akuisisi 

Pengurangan 

Reklasifikasi/translasi 

Saldo, 31 Desember 2019 

Saldo, 1 Januari 2019 

Beban amortisasi 

Pengurangan 

Reklasifikasi/translasi 

Saldo, 31 Desember 2019 

Nilai buku bersih 

Akumulasi amortisasi dan penurunan nilai: 

 12.480 

 2.282 

 (166)   

 92 

 14.688 

 (8.400)   

 (1.545)   

 - 

 124 

 (42)   

 (9.863)   

 4.825 

 10.680 

 1.942 

 - 

 (166)   

 24 

 12.480 

 (6.896)   

 (1.165)   

 71 

 (410)   

 (8.400)   

 4.080 

 1.432 

 - 

 - 

 (4)   

 1.428 

 (29)   

 (104)   

 - 

 - 

 8 

 (125)   

 1.303 

 1.066 

 - 

 467 

 (104)   

 3 

 1.432 

 (29)   

 - 

 - 

 - 

 (29)   

 1.403 

67 

Goodwill 

  Piranti lunak   

Lisensi 

Jumlah 

Aset 

takberwujud 

lainnya 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

15. ASET TAKBERWUJUD (lanjutan) 

(i)  Goodwill  timbul  dari  akuisisi  Sigma  (2008),  Admedika  (2010),  data  center  PT  Bina  Data  Mandiri 
(“BDM”)  (2012),  Contact  Centres  Australia  Pty.  Ltd.  (2014),  PT  Media  Nusantara  Data  Global 
(“MNDG”) (2015), Melon dan PT Griya Silkindo Drajatmoerni  (“GSDm”) (2016),  TSGN dan  Nutech 
(2017), SSI, CIP, dan Telin Malaysia (2018), dan PST (2019) (Catatan 1e).  

(ii) Pada  tanggal  31  Desember  2020,  goodwill  yang  mengalami  penurunan  nilai  adalah  goodwill  yang 
timbul dari akusisi Sigma, Contact Centres Australia Pty. Ltd., dan platform Tiketapasaja.com masing-
masing sebesar Rp88 miliar, Rp14 miliar, dan Rp2 miliar. Rugi penurunan nilai diakui sebagai bagian 
dari  “Penyusutan  dan  Amortisasi”  dalam  laporan  laba  rugi  dan  penghasilan  komprehensif  lain 
konsolidasian. Pada tanggal 31 Desember 2019, tidak terdapat penurunan nilai atas goodwill. 

(iii) Beban amortisasi diakui sebagai bagian dari “Penyusutan dan  Amortisasi” dalam laporan laba  rugi 
dan  penghasilan  komprehensif  lain  konsolidasian.  Sisa  periode  amortisasi  dari  aset  takberwujud  
piranti lunak untuk tahun yang berakhir pada  31 Desember 2020 dan 2019 adalah masing-masing  
1 - 6 tahun dan 1- 5 tahun. 

(iv) Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, jumlah tercatat bruto dari aset takberwujud yang telah 
diamortisasi  seluruhnya  dan  masih  digunakan  adalah  masing-masing  sebesar  Rp7.077  miliar  dan 
Rp5.526 miliar. 

Goodwill 

  Piranti lunak   

Lisensi 

Jumlah 

16.  UTANG USAHA 

Rincian utang usaha adalah sebagai berikut: 

Pihak berelasi 

Pembelian peralatan, barang, dan jasa 
Utang kepada penyelenggara telekomunikasi lainnya 

Sub-jumlah 

Pihak ketiga 

Pembelian peralatan, barang, dan jasa 
Utang kepada penyelenggara telekomunikasi lainnya 
Beban pemakaian frekuensi radio, beban hak  

penyelenggaraan, dan Kewajiban Pelayanan Universal ("KPU") 

Sub-jumlah 
Jumlah 

Utang usaha berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut: 

Rupiah 
Dolar A.S. 
Lain-lain 
Jumlah 

2020 

2019 

 678   
 250   
 928   

 11.953   
 2.914   

 1.204  
 16.071   
 16.999   

 683 
 136 
 819 

 10.634 
 1.070 

 1.374 
 13.078 
 13.897 

2020 

2019 

 14.895   
 2.012   
 92   
 16.999   

 12.027 
 1.823 
 47 
 13.897 

Syarat dan ketentuan atas kewajiban keuangan diatas: 
1. Utang usaha tidak dikenakan bunga dan secara umum diselesaikan dalam jangka waktu 1 tahun. 
2. Lihat Catatan 33 untuk rincian transaksi pihak berelasi. 
3. Lihat Catatan 38b.v untuk manajemen risiko likuiditas Grup. 

68 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
     
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
     
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

17.  BEBAN YANG MASIH HARUS DIBAYAR 

Rincian beban yang masih harus dibayar adalah sebagai berikut: 

Operasi, pemeliharaan, dan jasa telekomunikasi 
Gaji dan tunjangan 
Umum, administrasi, dan pemasaran 
Beban bunga dan administrasi bank 
Jumlah 

Lihat Catatan 33 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi. 

2020 

2019 

 8.455 
 3.399 
 2.255 
 156 
 14.265 

 8.450 
 2.412 
 2.658 
 216 
 13.736 

18.  LIABILITAS KONTRAK 

a.  Liabilitas kontrak jangka pendek 

Uang muka pelanggan Mobile 
Uang muka pelanggan Enterprise 
Uang muka pelanggan WIB 
Uang muka pelanggan Consumer 
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp75 miliar) 
Jumlah 

b.  Liabilitas kontrak jangka panjang 

Uang muka pelanggan Consumer 
Uang muka pelanggan WIB 
Uang muka pelanggan Enterprise 
Lain-lain 
Jumlah 

2020 

2019 

5.047  
1.884 
668 
111 
124 
7.834 

2020 

2019 

588 
345 
68 
3 
1.004 

 5.161 
 1.250 
 695 
76 
 170 
 7.352 

 389 
327 
83 
 4 
 803 

Saldo liabilitas kontrak pada tanggal 31 Desember 2019, disajikan sebagai pendapatan diterima di 
muka di laporan posisi keuangan konsolidasian. 

Lihat Catatan 33 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi. 

19.  UTANG  BANK  JANGKA  PENDEK  DAN  PINJAMAN  JANGKA  PANJANG  YANG  JATUH  TEMPO 

DALAM SATU TAHUN 

a.  Utang bank jangka pendek 

Kreditur 
Pihak berelasi 
Bank Mandiri 
BNI 
PT Bank BNI Syariah ("BNI Syariah") 

Sub-jumlah 
Pihak ketiga 

MUFG Bank, Ltd. ("MUFG Bank") 
HSBC 

Bank DBS 

PT Bank UOB Indonesia  

("UOB Indonesia") 

BTPN 
SCB 
Bank CIMB Niaga 
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp75 miliar)   

Sub-jumlah 
Jumlah 

Rp 
Rp 
Rp 

Rp 
Rp 
US$ 
Rp 
   US$ 

Rp 
  Rp 
Rp 
Rp 
Rp 
US$ 

69 

2020 
Saldo terutang 

2019 
Saldo terutang 

Mata uang 
asal 
(dalam jutaan)  

Setara 
Rupiah 

Mata uang 
asal 
(dalam jutaan)  

Setara 
Rupiah 

  Mata uang  

 -   
 -   
 -   

 -   
 -   
0   
 -   
 1   

 -   
 -   
 -   
 -   
 -   
5   

 2.900    
 897    
 -    
 3.797    

 2.611    
 2.304   
 4   
 573    
 13    

 200    
 110   
 100   
 78   
 73   
 71   
 6.137    
 9.934    

 -   
 -   
 -   

 -   
 -   
0   
 -   
 1   

 -   
 -   
 -   
 -   
 -   
 -   

 2.400 
 1.238 
 17 
 3.655 

 1.705 
 1.754 
 4 
 722 
 13 

 500 
- 
 150 
 78 
 124 
 - 
 5.050 
 8.705 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
   
 
   
 
   
 
   
  
  
  
  
  
  
  
     
  
  
  
     
     
     
     
   
  
  
 
 
 
 
 
  
  
 
  
 
 
 
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
     
  
  
  
     
  
  
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 

Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

19.  UTANG  BANK  JANGKA  PENDEK  DAN  PINJAMAN  JANGKA  PANJANG  YANG  JATUH  TEMPO 

2020 

2019 

DALAM SATU TAHUN (lanjutan) 

a.  Utang bank jangka pendek (lanjutan) 

 Beberapa  informasi  lain  yang  signifikan 
31 Desember 2020 adalah sebagai berikut: 

terkait  utang  bank  jangka  pendek  pada  tanggal  

Mandiri 

2019 - 2020 

BNI 

2014 - 2017 

2014 - 2020 

MUFG Bank 

2018 - 2020 

HSBC 
2018 
2018 
2018 - 2020 

DBS 

2016 
2016 

2018 

UOB Indonesia 

2016 

BTPN 
2020 

SCB 

2019 

Bank CIMB Niaga  

2013 

  Peminjam 

Mata 
Uang 

Total 
fasilitas 
(dalam miliar) 

Jatuh tempo 
fasilitas pinjaman   

Periode 
pembayaran 
bunga 

Tingkat suku bunga 
per tahun 

Jaminan** 

  Perusahaan, 
Finnet 

  Rp 

2.900   

28 April 2021 - 
21 November 2021 

  Bulanan,  
Kuartalan 

Tidak ada 

1 bulan  
JIBOR + 1,50% 
3 bulan  
JIBOR + 0,60% 

  Rp 

  Rp 

615   

1.455   

9 Januari 2021 - 
7 November 2021 
9 Januari 2021 -  
19 Desember 2021 

  Bulanan 

  Bulanan 

7,90% - 9,00%    Piutang usaha 
dan aset tetap 
  Piutang usaha 
dan aset tetap 

1 bulan JIBOR + 
2,20% - 2,50% 

  Rp 

2.660    22 Januari 2021 - 
27 September 2021 

  Bulanan 

1 bulan  
JIBOR + 0,70% 

Tidak ada 

  GSD, Sigmaa, 
TLT 
Telkom 
Infratel, 
Infomediab, 
Sigmah, 
Metranet 

  Perusahaan, 
Infomedia, 
Metra, GSD, 
Telkom 
Infratel 

600   
0,004   
2.850   

15 Juli 2021 
15 Juli 2021 
23 Januari 2021 -  
31 Desember 2021 -  

  Bulanan 
  Bulanan 
  Bulanan,  
Kuartalan 

Under BLR 8,75%    Piutang usaha 
Under BLR 9,13%    Piutang usaha 
Tidak ada 

1 bulan JIBOR + 
0,70% - 0,90% 
3 bulan  
JIBOR + 1,00% 

4   
0,02   

600   

13 Oktober 2021 
31 Juli 2021 

  Bulanan 
  Semesteran 

31 Juli 2021 

  Bulanan 

Finnetf    Rp 

500 

31 Maret 2021 

Bulanan 

PINS 

Rp 

250 

13 Maret 2021 

Kuartalan 

9,00%   

Tidak ada 
  Piutang usaha 

3,25% (US$), 
10,75% (Rp) 
1 bulan JIBOR + 
0,70% - 1,45% 

1 bulan 
JIBOR + 1,75%   

3 bulan 
JIBOR + 1,50%   

Tidak ada 

Tidak ada 

Tidak ada 

GSDg    Rp 

GSDh 

Rp 

150   

17 Januari 2021   

Bulanan 

  Cost of fund + 2,00%   

Tidak ada 

85 

1 Januari 2021 

Bulanan 

10,90% - 11,50% 

Piutang usaha 
dan aset tetap 

Sigmac,h    Rp 
Sigmac,h    US$ 
  Rp 

  Perusahaan, 
Sigma, 
Melon, Metra,  
MD Media, 
PINS, 
Metranet 

Nutech    Rp 
Sigmad,e    US$ 

  Rp 

Telkom 
Infratel, 
Infomedia 

*   Disajikan dalam mata uang asal. 
** Lihat Catatan 5 dan Catatan 12 untuk piutang usaha dan aset tetap yang dijaminkan. 
a   Berdasarkan amandemen terakhir tanggal 23 April 2019. 
b  Berdasarkan amandemen terakhir tanggal 28 Maret 2018 dan 6 Juli 2018. 
c   Berdasarkan amandemen terakhir tanggal 16 Juli 2018. 
d  Berdasarkan amandemen terakhir tanggal 5 Desember 2018. 
e  Fasilitas dalam mata uang Dolar A.S. Penarikan dapat dilakukan dalam mata uang Dolar A.S. dan Rupiah. 
f   Berdasarkan amandemen terakhir tanggal 11 Desember 2020. 
g  Berdasarkan amandemen terakhir tanggal 18 Januari 2019. 
h  Perpanjangan otomatis jika belum dilunasi. 

70 

17.  BEBAN YANG MASIH HARUS DIBAYAR 

Rincian beban yang masih harus dibayar adalah sebagai berikut: 

Operasi, pemeliharaan, dan jasa telekomunikasi 

Gaji dan tunjangan 

Umum, administrasi, dan pemasaran 

Beban bunga dan administrasi bank 

Jumlah 

Lihat Catatan 33 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi. 

18.  LIABILITAS KONTRAK 

a.  Liabilitas kontrak jangka pendek 

Uang muka pelanggan Mobile 

Uang muka pelanggan Enterprise 

Uang muka pelanggan WIB 

Uang muka pelanggan Consumer 

Lain-lain (masing-masing di bawah Rp75 miliar) 

Jumlah 

b.  Liabilitas kontrak jangka panjang 

Uang muka pelanggan Consumer 

Uang muka pelanggan WIB 

Uang muka pelanggan Enterprise 

Lain-lain 

Jumlah 

 8.455 

 3.399 

 2.255 

 156 

 14.265 

5.047  

1.884 

668 

111 

124 

7.834 

588 

345 

68 

3 

1.004 

2020 

2019 

2020 

2019 

 8.450 

 2.412 

 2.658 

 216 

 13.736 

 5.161 

 1.250 

 695 

76 

 170 

 7.352 

 389 

327 

83 

 4 

 803 

Saldo liabilitas kontrak pada tanggal 31 Desember 2019, disajikan sebagai pendapatan diterima di 

muka di laporan posisi keuangan konsolidasian. 

Lihat Catatan 33 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi. 

19.  UTANG  BANK  JANGKA  PENDEK  DAN  PINJAMAN  JANGKA  PANJANG  YANG  JATUH  TEMPO 

DALAM SATU TAHUN 

a.  Utang bank jangka pendek 

2020 

Saldo terutang 

2019 

Saldo terutang 

  Mata uang  

(dalam jutaan)  

Mata uang 

asal 

Setara 

Rupiah 

Mata uang 

asal 

(dalam jutaan)  

Setara 

Rupiah 

Kreditur 

Pihak berelasi 

Bank Mandiri 

BNI 

Sub-jumlah 

Pihak ketiga 

HSBC 

Bank DBS 

PT Bank BNI Syariah ("BNI Syariah") 

MUFG Bank, Ltd. ("MUFG Bank") 

PT Bank UOB Indonesia  

("UOB Indonesia") 

BTPN 

SCB 

Bank CIMB Niaga 

Sub-jumlah 

Jumlah 

Lain-lain (masing-masing di bawah Rp75 miliar)   

Rp 

Rp 

Rp 

Rp 

Rp 

US$ 

Rp 

   US$ 

Rp 

  Rp 

Rp 

Rp 

Rp 

US$ 

69 

 -   

 -   

 -   

 -   

 -   

0   

 -   

 1   

 -   

 -   

 -   

 -   

 -   

5   

 2.900    

 897    

 -    

 3.797    

 2.611    

 2.304   

 4   

 573    

 13    

 200    

 110   

 100   

 78   

 73   

 71   

 6.137    

 9.934    

 -   

 -   

 -   

 -   

 -   

0   

 -   

 1   

 -   

 -   

 -   

 -   

 -   

 -   

 2.400 

 1.238 

 17 

 3.655 

 1.705 

 1.754 

 4 

 722 

 13 

 500 

- 

 150 

 78 

 124 

 - 

 5.050 

 8.705 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
   
 
   
 
   
 
   
  
  
  
  
  
  
  
     
  
  
  
     
     
     
     
   
  
  
 
 
 
 
 
  
  
 
  
 
 
 
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
     
  
  
  
     
  
  
 
 
 
 
 
 
 
   
   
   
  
   
   
   
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
  
   
   
   
 
 
 
 
  
 
  
  
   
   
   
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
   
 
 
   
 
 
 
 
 
  
 
  
 
   
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
   
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
   
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
  
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
   
 
 
   
 
 
 
  
 
  
 
  
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

19.  UTANG  BANK  JANGKA  PENDEK  DAN  PINJAMAN  JANGKA  PANJANG  YANG  JATUH  TEMPO 

DALAM SATU TAHUN (lanjutan) 

a.  Utang bank jangka pendek (lanjutan) 

Pada  tanggal  27  Maret  2020,  Perusahaan,  Metra,  Infomedia,  dan  TII  menandatangani  perubahan 
perjanjian 
tanggal  
dengan  MUFG  Bank 
31 Desember 2020, fasilitas yang belum digunakan sebesar Rp230 miliar. 

sebesar  Rp600  miliar.  Pada 

kredit 

Pada tanggal 19 Agustus 2020, Perusahaan dan GSD menandatangani perubahan perjanjian kredit 
dengan  MUFG Bank sebesar Rp900 miliar. Pada tanggal 31 Desember  2020, fasilitas yang belum 
digunakan sebesar Rp19,1 miliar. 

Pada  tanggal  24  Agustus  2020,  Perusahaan,  Sigma,  dan  Melon  menandatangani  perubahan 
perjanjian kredit dengan HSBC sebesar Rp700 miliar. Pada tanggal 31 Desember 2020, fasilitas yang 
belum digunakan sebesar Rp19,5 miliar. 

Pada tanggal 27 Agustus 2020, Perusahaan menandatangani perjanjian kredit dengan Bank Permata 
dengan jumlah fasilitas sebesar Rp400 miliar. Pada tanggal 31 Desember 2020, semua fasilitas belum 
digunakan. 

tanggal  1  Oktober  2020,  Perusahaan, 

Infratel 
Pada 
menandatangani 
sebesar  
Rp1.560  miliar.  Pada  tanggal  31  Desember  2020,  fasilitas  yang  belum  digunakan  sebesar  
Rp200 miliar. 

Infomedia,  MD  Media,  dan  Telkom 

dengan  MUFG 

perubahan 

perjanjian 

kredit 

Bank 

Pada  tanggal  7  Oktober  2020,  Perusahaan,  Infomedia,  dan  Telkom  Infratel  menandatangani 
perubahan  perjanjian  kredit  dengan  Bank  DBS  sebesar  Rp1.000  miliar.  Pada 
tanggal  
31 Desember 2020, fasilitas yang belum digunakan sebesar Rp525 miliar. 

Pada tanggal 23 Oktober 2020, Perusahaan menandatangani perjanjian kredit dengan Bank of China 
dengan  jumlah  fasilitas  sebesar  Rp1.000  miliar.  Pada  tanggal  31  Desember  2020,  semua  fasilitas 
belum digunakan. 

Pada  tanggal  9  November  2020,  Perusahaan  menandatangani  perjanjian  kredit  dengan  Citibank 
dengan jumlah fasilitas sebesar Rp500 miliar. Pada tanggal 31 Desember 2020, semua fasilitas belum 
digunakan. 

Pada tanggal 16 November 2020, Perusahaan menandatangani perubahan perjanjian kredit dengan 
Bank  Mandiri  sebesar  Rp4.400  miliar.  Pada  tanggal  31  Desember  2020,  fasilitas  yang  belum 
digunakan sebesar Rp2.000 miliar. 

Pada  tanggal  27  November  2020,  Perusahaan  menandatangani  perjanjian  kredit  dengan  HSBC 
dengan jumlah fasilitas sebesar Rp500 miliar. Pada tanggal 31 Desember 2020, fasilitas yang belum 
digunakan sebesar Rp200 miliar. 

Pada  tanggal  28  Desember  2020,  Perusahaan,  Metra,  MD  Media,  Metranet  dan  Telkomsat 
menandatangani perubahan perjanjian kredit dengan HSBC sebesar Rp1.000 miliar. Pada tanggal 31 
Desember 2020, fasilitas yang belum digunakan sebesar Rp216 miliar. 

Sebagaimana dinyatakan dalam perjanjian, Grup diharuskan untuk menaati semua persyaratan atau 
batasan  seperti  adanya  batasan  bahwa  Perusahaan  harus  memiliki  kepemilikan  saham  mayoritas 
paling  sedikit  51%  terhadap  anak  perusahaan  dan  mempertahankan  rasio-rasio  keuangan.  Pada 
tanggal  31  Desember  2020,  Grup  telah  memenuhi  ketentuan  mengenai  rasio  keuangan  tersebut, 
kecuali  untuk  pinjaman  tertentu.  Pada  tanggal  31  Desember  2020,  Grup  telah  memperoleh 
persetujuan  (waiver)  dari  pemberi  pinjaman  untuk  tidak  mensyaratkan  pembayaran  sebagai 
konsekuensi  atas  pelanggaran  tersebut  untuk  Sigma,  Telkom  Infratel,  dan  PINS.  Waiver  dari  BNI, 
BCA, dan BTPN diterima masing-masing pada tanggal 28 Desember 2020, 29 Desember 2020, dan  
7 Januari 2021. 

Fasilitas utang bank yang diperoleh Grup digunakan untuk keperluan modal kerja. 

71 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 

Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

19.  UTANG  BANK  JANGKA  PENDEK  DAN  PINJAMAN  JANGKA  PANJANG  YANG  JATUH  TEMPO 

19.  UTANG  BANK  JANGKA  PENDEK  DAN  PINJAMAN  JANGKA  PANJANG  YANG  JATUH  TEMPO 

DALAM SATU TAHUN (lanjutan) 

a.  Utang bank jangka pendek (lanjutan) 

Pada  tanggal  27  Maret  2020,  Perusahaan,  Metra,  Infomedia,  dan  TII  menandatangani  perubahan 

perjanjian 

kredit 

dengan  MUFG  Bank 

sebesar  Rp600  miliar.  Pada 

tanggal  

31 Desember 2020, fasilitas yang belum digunakan sebesar Rp230 miliar. 

Pada tanggal 19 Agustus 2020, Perusahaan dan GSD menandatangani perubahan perjanjian kredit 

dengan  MUFG Bank sebesar Rp900 miliar. Pada tanggal 31 Desember  2020, fasilitas yang belum 

digunakan sebesar Rp19,1 miliar. 

Pada  tanggal  24  Agustus  2020,  Perusahaan,  Sigma,  dan  Melon  menandatangani  perubahan 

perjanjian kredit dengan HSBC sebesar Rp700 miliar. Pada tanggal 31 Desember 2020, fasilitas yang 

belum digunakan sebesar Rp19,5 miliar. 

Pada tanggal 27 Agustus 2020, Perusahaan menandatangani perjanjian kredit dengan Bank Permata 

dengan jumlah fasilitas sebesar Rp400 miliar. Pada tanggal 31 Desember 2020, semua fasilitas belum 

Pada 

tanggal  1  Oktober  2020,  Perusahaan, 

Infomedia,  MD  Media,  dan  Telkom 

Infratel 

menandatangani 

perubahan 

perjanjian 

kredit 

dengan  MUFG 

Bank 

sebesar  

Rp1.560  miliar.  Pada  tanggal  31  Desember  2020,  fasilitas  yang  belum  digunakan  sebesar  

Pada  tanggal  7  Oktober  2020,  Perusahaan,  Infomedia,  dan  Telkom  Infratel  menandatangani 

perubahan  perjanjian  kredit  dengan  Bank  DBS  sebesar  Rp1.000  miliar.  Pada 

tanggal  

31 Desember 2020, fasilitas yang belum digunakan sebesar Rp525 miliar. 

Pada tanggal 23 Oktober 2020, Perusahaan menandatangani perjanjian kredit dengan Bank of China 

dengan  jumlah  fasilitas  sebesar  Rp1.000  miliar.  Pada  tanggal  31  Desember  2020,  semua  fasilitas 

Pada  tanggal  9  November  2020,  Perusahaan  menandatangani  perjanjian  kredit  dengan  Citibank 

dengan jumlah fasilitas sebesar Rp500 miliar. Pada tanggal 31 Desember 2020, semua fasilitas belum 

digunakan. 

Rp200 miliar. 

belum digunakan. 

digunakan. 

Pada tanggal 16 November 2020, Perusahaan menandatangani perubahan perjanjian kredit dengan 

Bank  Mandiri  sebesar  Rp4.400  miliar.  Pada  tanggal  31  Desember  2020,  fasilitas  yang  belum 

digunakan sebesar Rp2.000 miliar. 

Pada  tanggal  27  November  2020,  Perusahaan  menandatangani  perjanjian  kredit  dengan  HSBC 

dengan jumlah fasilitas sebesar Rp500 miliar. Pada tanggal 31 Desember 2020, fasilitas yang belum 

digunakan sebesar Rp200 miliar. 

Pada  tanggal  28  Desember  2020,  Perusahaan,  Metra,  MD  Media,  Metranet  dan  Telkomsat 

menandatangani perubahan perjanjian kredit dengan HSBC sebesar Rp1.000 miliar. Pada tanggal 31 

Desember 2020, fasilitas yang belum digunakan sebesar Rp216 miliar. 

Sebagaimana dinyatakan dalam perjanjian, Grup diharuskan untuk menaati semua persyaratan atau 

batasan  seperti  adanya  batasan  bahwa  Perusahaan  harus  memiliki  kepemilikan  saham  mayoritas 

paling  sedikit  51%  terhadap  anak  perusahaan  dan  mempertahankan  rasio-rasio  keuangan.  Pada 

tanggal  31  Desember  2020,  Grup  telah  memenuhi  ketentuan  mengenai  rasio  keuangan  tersebut, 

kecuali  untuk  pinjaman  tertentu.  Pada  tanggal  31  Desember  2020,  Grup  telah  memperoleh 

persetujuan  (waiver)  dari  pemberi  pinjaman  untuk  tidak  mensyaratkan  pembayaran  sebagai 

konsekuensi  atas  pelanggaran  tersebut  untuk  Sigma,  Telkom  Infratel,  dan  PINS.  Waiver  dari  BNI, 

BCA, dan BTPN diterima masing-masing pada tanggal 28 Desember 2020, 29 Desember 2020, dan  

7 Januari 2021. 

Fasilitas utang bank yang diperoleh Grup digunakan untuk keperluan modal kerja. 

DALAM SATU TAHUN (lanjutan) 

b.  Pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun 

Pinjaman penerusan (two-step loans) 
Obligasi dan wesel bayar 
Utang bank 
Pinjaman lainnya 
Jumlah 

Catatan 
20a 
20b 
20c 
20d 

2020 

2019 

 184  
 478  
 7.648  
 1.040  
9.350  

 194 
 2.491 
 5.434 
 627 
8.746 

20.  PINJAMAN JANGKA PANJANG DAN PINJAMAN LAINNYA 

Pinjaman penerusan (two-step loans) 
Obligasi dan wesel bayar 
Utang bank 
Pinjaman lainnya 
Jumlah 

Catatan 
20a 
20b 
20c 
20d 

2020 

2019 

 384  
 6.991  
 20.581  
 2.605  
 30.561  

 542 
 7.467 
 21.171 
 3.113 
 32.293 

Jadwal pembayaran pokok utang pada tanggal 31 Desember 2020 adalah sebagai berikut: 

Catatan    Jumlah 

2022 

Pinjaman penerusan 
(two-step loans) 

Obligasi dan wesel bayar 
Utang bank 
Pinjaman lainnya 
Jumlah 

20a 
20b 
20c 
20d 

 384  
 6.991  
 20.581  
 2.605  
30.561  

 148  
 2.199  
 5.193  
 1.041  
8.581  

a.  Pinjaman penerusan (two-step loans) 

Tahun 
2023 

 131  
 -  
 4.831  
 1.052  
 6.014  

2024 

2025 

  Selanjutnya 

 105  
 -  
 4.210  
 512  
 4.827  

 -  
 2.097  
 2.993  
 -  
 5.090  

 - 
 2.695 
 3.354 
 - 
 6.049 

Pinjaman  penerusan  (two-step  loans)  adalah  pinjaman  tanpa  jaminan  yang  diperoleh  Pemerintah 
yang  kemudian  diteruskan  kepada  Perusahaan.  Pinjaman  yang  diperoleh  hingga  bulan  Juli  1994 
dicatat  dan  terutang  dalam  Rupiah  berdasarkan  kurs  pada  tanggal  penarikan  pinjaman.  Pinjaman 
yang  diperoleh  setelah  bulan  Juli  1994  terutang  dalam  mata  uang  asalnya  dan  keuntungan  atau 
kerugian selisih kurs yang terjadi ditanggung oleh Perusahaan. 

2020 
Saldo terutang 

2019 
Saldo terutang 

Kreditur 

  Mata uang    (dalam jutaan)   

   Mata uang 

asing 

      Mata uang 

Setara 
Rupiah  

asing 
    (dalam jutaan)   

Setara 
Rupiah  

Bank luar negeri 

Jumlah 
Bagian yang jatuh tempo 

dalam satu tahun (Catatan 19b) 

Bagian jangka panjang 

Kreditur 

Bank luar negeri 

Yen 
US$ 
Rp 

 3.072 
 4 
 - 

 3.839  
 9  
 -  

 418    
 59    
 91    
 568    

 (184)    
 384    

 491 
 120 
 125 
 736 

 (194) 
 542 

Mata uang 
Yen 
US$ 
Rp 

  Periode jadwal 
pembayaran 
Semesteran  
Semesteran  
Semesteran  

Pembayaran 
bunga 
Semesteran 
Semesteran 
Semesteran 

Tingkat bunga 
per tahun 

2,95% 
3,85% 
7,50% 

71 

72 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
   
   
   
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
   
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
   
 
   
  
 
   
   
  
 
 
   
  
 
 
 
 
 
 
   
 
  
  
 
 
  
  
 
 
  
  
 
      
  
 
 
   
  
 
 
 
 
 
   
 
 
 
      
  
 
 
   
  
      
  
 
 
   
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

20. PINJAMAN JANGKA PANJANG DAN PINJAMAN LAINNYA (lanjutan) 

a.  Pinjaman penerusan (two-step loans) (lanjutan) 

Pinjaman  tersebut  ditujukan  untuk  membiayai  pengembangan  infrastruktur  dan  sarana  penunjang 
telekomunikasi.  Pinjaman  ini  akan  dilunasi  dalam  angsuran  semesteran  dan  jatuh  tempo  pada 
berbagai tanggal sampai dengan tahun 2024. 

Sejak  2008,  Perusahaan  telah  menggunakan  seluruh  fasilitas  pinjaman  penerusan  dan  periode 
penarikan pinjaman penerusan tersebut telah berakhir.  

Perusahaan diharuskan untuk mempertahankan rasio-rasio keuangan sebagai berikut:  
a.  Rasio  projected  net  revenue  to  projected  debt  service  harus  melebihi  1,2:1  untuk  pinjaman 

penerusan yang berasal dari Bank Pembangunan Asia (“ADB”). 

b.  Pendanaan dari sumber internal (laba sebelum penyusutan dan biaya pendanaan) harus melebihi 
20% dari rata-rata jumlah pengeluaran barang modal tahunan untuk pinjaman penerusan yang 
berasal dari ADB. 

Pada tanggal 31 Desember 2020 Perusahaan telah memenuhi ketentuan rasio-rasio tersebut di atas. 

b.  Obligasi dan wesel bayar 

Obligasi dan wesel bayar 
Obligasi 
2010 

Seri B 

2015 

Seri A 
Seri B 
Seri C 
Seri D 

Wesel bayar jangka menengah  

(Medium term notes atau "MTN") 
MTN I Telkom Tahun 2018 

Seri B 
Seri C 

MTN Syariah Ijarah I Telkom  

Tahun 2018 

Seri B 
Seri C 

Jumlah 
Biaya perolehan pinjaman yang belum 

diamortisasi 

Jumlah 
Bagian yang akan jatuh tempo dalam  

satu tahun (catatan 19b) 

Bagian jangka panjang 

i.  Obligasi 

Tahun 2010 

Mata uang 

2020 
Saldo terutang   

2019 
Saldo terutang 

Rp 

Rp 
Rp 
Rp 
Rp 

Rp 
Rp 

Rp 
Rp 

 -   

 2,200   
 2,100   
 1,200   
 1,500   

 -  
 296  

 -  
 182  
 7,478  

 (9)  
 7,469  

 (478)  
 6,991  

 1,995 

 2,200 
 2,100 
 1,200 
 1,500 

 200 
 296 

 296 
 182 
 9,969 

 (11) 
 9,958 

 (2,491) 
 7,467 

Obligasi  
Seri B  

Pokok 
utang 

1.995 

Penerbit 
 Perusahaan  

Tempat 
pencatatan  
BEI 

Tanggal 
terbit 
  25 Juni 2010  

Jatuh 
tempo 
6 Juli 2020  

Periode 
pembayaran bunga  
Kuartalan 

Tingkat bunga 
per tahun 
10,20% 

Obligasi ini tidak dijaminkan dengan jaminan khusus tetapi dijamin dengan seluruh harta kekayaan 
Perusahaan baik barang bergerak maupun tidak bergerak, baik yang telah ada maupun yang akan 
ada  dikemudian  hari  (Catatan  12b.ix).  Bertindak  sebagai  penjamin  pelaksana  emisi  obligasi  ini 
adalah PT Bahana Sekuritas (“Bahana”), PT BRI Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas. 
Sedangkan bertindak sebagai Wali Amanat  adalah Bank CIMB Niaga. Berdasarkan Rapat Umum 
Pemegang Obligasi pada tanggal 26 September 2018, wali amanat obligasi berganti menjadi BTN. 

Perusahaan menerima hasil penerbitan obligasi ini pada tanggal 6 Juli 2010. 

73 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
     
     
   
  
  
  
     
   
 
  
  
  
  
  
  
  
  
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
  
     
  
     
 
 
 
 
 
 
  
     
  
     
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 

Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

20. PINJAMAN JANGKA PANJANG DAN PINJAMAN LAINNYA (lanjutan) 

20. PINJAMAN JANGKA PANJANG DAN PINJAMAN LAINNYA (lanjutan) 

a.  Pinjaman penerusan (two-step loans) (lanjutan) 

Pinjaman  tersebut  ditujukan  untuk  membiayai  pengembangan  infrastruktur  dan  sarana  penunjang 

telekomunikasi.  Pinjaman  ini  akan  dilunasi  dalam  angsuran  semesteran  dan  jatuh  tempo  pada 

berbagai tanggal sampai dengan tahun 2024. 

Sejak  2008,  Perusahaan  telah  menggunakan  seluruh  fasilitas  pinjaman  penerusan  dan  periode 

penarikan pinjaman penerusan tersebut telah berakhir.  

Perusahaan diharuskan untuk mempertahankan rasio-rasio keuangan sebagai berikut:  

a.  Rasio  projected  net  revenue  to  projected  debt  service  harus  melebihi  1,2:1  untuk  pinjaman 

penerusan yang berasal dari Bank Pembangunan Asia (“ADB”). 

b.  Pendanaan dari sumber internal (laba sebelum penyusutan dan biaya pendanaan) harus melebihi 

20% dari rata-rata jumlah pengeluaran barang modal tahunan untuk pinjaman penerusan yang 

berasal dari ADB. 

Pada tanggal 31 Desember 2020 Perusahaan telah memenuhi ketentuan rasio-rasio tersebut di atas. 

 b.  Obligasi dan wesel bayar (lanjutan) 

i.  Obligasi (lanjutan) 

Tahun 2010 (lanjutan) 

Dana  yang  diperoleh  dari  hasil  penawaran  umum  obligasi  setelah  dikurangi  biaya-biaya  emisi, 
seluruhnya akan dipergunakan untuk membiayai belanja modal yang meliputi: wave broadband (pita 
lebar,  softswitching,  datakom,  teknologi  informasi,  dan  lainnya),  infrastruktur  (backbone,  metro 
network,  regional  metro  junction,  internet  protocol,  dan  sistem  satelit)  dan  optimasi  legacy  dan 
fasilitas penunjang (fixed wireline dan wireless). 

Berdasarkan  Perjanjian  Perwaliamanatan,  Perusahaan  dipersyaratkan  untuk  menaati  semua 
pembatasan, termasuk mempertahankan rasio-rasio keuangan sebagai berikut: 
(a) Debt to equity tidak lebih dari 2:1. 
(b) EBITDA terhadap beban bunga tidak kurang dari 5:1. 
(c) Debt service coverage minimal sebesar 125%. 

Tanggal 
terbit 

Jatuh 
tempo 

Tempat 
pencatatan  
BEI 
BEI 
BEI 
BEI 

  23 Juni 2015   23 Juni 2022  
  23 Juni 2015   23 Juni 2025  
  23 Juni 2015   23 Juni 2030  
  23 Juni 2015   23 Juni 2045  

Periode 
pembayaran 
bunga 
Kuartalan  
Kuartalan  
Kuartalan  
Kuartalan  

Tingkat 
bunga per 
tahun 
9,93% 
10,25% 
10,60% 
11,00% 

Tahun 2015 

Obligasi 

Pokok 
utang 

Seri A 
Seri B 
Seri C 
Seri D 
Total 

2.200 
2.100 
1.200 
1.500 
7.000   

Penerbit 
 Perusahaan  
 Perusahaan  
 Perusahaan  
 Perusahaan  

b.  Obligasi dan wesel bayar 

Obligasi dan wesel bayar 

Obligasi 

2010 

2015 

Seri B 

Seri A 

Seri B 

Seri C 

Seri D 

Seri B 

Seri C 

Tahun 2018 

Seri B 

Seri C 

Jumlah 

diamortisasi 

Jumlah 

Wesel bayar jangka menengah  

(Medium term notes atau "MTN") 

MTN I Telkom Tahun 2018 

MTN Syariah Ijarah I Telkom  

Biaya perolehan pinjaman yang belum 

Bagian yang akan jatuh tempo dalam  

satu tahun (catatan 19b) 

Bagian jangka panjang 

i.  Obligasi 

Tahun 2010 

Mata uang 

Saldo terutang   

Saldo terutang 

2020 

2019 

Rp 

Rp 

Rp 

Rp 

Rp 

Rp 

Rp 

Rp 

Rp 

 -   

 2,200   

 2,100   

 1,200   

 1,500   

 -  

 296  

 -  

 182  

 7,478  

 (9)  

 7,469  

 (478)  

 6,991  

 1,995 

 2,200 

 2,100 

 1,200 

 1,500 

 200 

 296 

 296 

 182 

 9,969 

 (11) 

 9,958 

 (2,491) 

 7,467 

Obligasi  

Seri B  

Pokok 

utang 

Penerbit 

Tempat 

pencatatan  

Tanggal 

terbit 

Jatuh 

tempo 

Periode 

Tingkat bunga 

pembayaran bunga  

per tahun 

1.995 

 Perusahaan  

BEI 

  25 Juni 2010  

6 Juli 2020  

Kuartalan 

10,20% 

Obligasi ini tidak dijaminkan dengan jaminan khusus tetapi dijamin dengan seluruh harta kekayaan 

Perusahaan baik barang bergerak maupun tidak bergerak, baik yang telah ada maupun yang akan 

ada  dikemudian  hari  (Catatan  12b.ix).  Bertindak  sebagai  penjamin  pelaksana  emisi  obligasi  ini 

adalah PT Bahana Sekuritas (“Bahana”), PT BRI Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas. 

Sedangkan bertindak sebagai Wali Amanat  adalah Bank CIMB Niaga. Berdasarkan Rapat Umum 

Pemegang Obligasi pada tanggal 26 September 2018, wali amanat obligasi berganti menjadi BTN. 

Perusahaan menerima hasil penerbitan obligasi ini pada tanggal 6 Juli 2010. 

Obligasi  ini  tidak  dijamin  dengan  jaminan  khusus,  tetapi  dijamin  dengan  seluruh  harta  kekayaan 
Perusahaan baik berupa barang bergerak maupun tidak bergerak, baik yang telah ada maupun yang 
akan ada dikemudian hari (Catatan 12b.ix). Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi ini 
adalah Bahana, PT  BRI Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas 
Indonesia, Tbk. Sedangkan bertindak sebagai Wali Amanat adalah Bank Permata.  

Perusahaan menerima hasil penerbitan obligasi ini pada tanggal 23 Juni 2015. 

Dana  yang  diperoleh  dari  hasil  penawaran  umum  obligasi  setelah  dikurangi  biaya-biaya  emisi, 
seluruhnya  akan dipergunakan untuk pengembangan usaha: broadband, backbone, metro network, 
regional  metro  junction,  information  technology  application  and  support,  dan  akuisisi  beberapa 
perusahaan baik dalam lingkup domestik maupun internasional. 

Pada tanggal 31 Desember 2020, peringkat obligasi Perusahaan yang diberikan oleh Pefindo adalah 
idAAA (Triple A). 

Berdasarkan  Perjanjian  Perwaliamanatan,  Perusahaan  dipersyaratkan  untuk  menaati  semua 
pembatasan, termasuk mempertahankan rasio-rasio keuangan sebagai berikut: 
(a) Debt to equity tidak lebih dari 2:1. 
(b) EBITDA terhadap beban bunga tidak kurang dari 4:1. 
(c) Debt service coverage minimal sebesar 125%. 

Pada  tanggal  31  Desember  2020,  Perusahaan  telah  memenuhi  ketentuan  mengenai  rasio-rasio 
tersebut di atas. 

73 

74 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
     
     
   
  
  
  
     
   
 
  
  
  
  
  
  
  
  
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
  
     
  
     
 
 
 
 
 
 
  
     
  
     
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

20.  PINJAMAN JANGKA PANJANG DAN PINJAMAN LAINNYA (lanjutan) 

b.  Obligasi dan wesel bayar (lanjutan) 

ii.  Wesel bayar 

MTN I Telkom Tahun 2018 

Wesel 
bayar 

Seri A 
Seri B 
Seri C 

  Mata uang 

Pokok 
utang 

Tanggal 
terbit 

Jatuh 
tempo 

Rp 
Rp 
Rp 

262   4 September 2018    14 September 2019  
200   4 September 2018    4 September 2020  
296   4 September 2018    4 September 2021  
758    

Periode 

  Tingkat 
  pembayaran    bunga 

bunga 
Kuartalan 
Kuartalan 
Kuartalan 

  per tahun    Jaminan 
  7,25% 
  8,00% 
  8,35% 

  Seluruh aset 
  Seluruh aset 
  Seluruh aset 

Berdasarkan Perjanjian Penerbitan dan Agen Pemantauan Medium Term Notes (“MTN”) I Telkom 
Tahun  2018 yang dinyatakan dalam akta Notaris No.  24 tanggal  31 Agustus  2018  oleh Fathiah 
Helmi, S.H., Perusahaan menerbitkan MTN dengan keseluruhan nilai pokok MTN yaitu sebanyak-
banyaknya sebesar Rp758 miliar yang diterbitkan secara berseri.  

Bertindak sebagai Arranger atas MTN adalah Bahana, PT BNI Sekuritas, PT CGS-CIMB Sekuritas 
Indonesia, PT BRI Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas. BTN sebagai Agen Pemantau, 
dan  PT  Kustodian  Sentral  Efek  Indonesia  (“KSEI”)  bertindak  sebagai  Agen  Pembayaran  dan 
Kustodian. MTN tersebut diterbitkan tanpa melalui transaksi regular di bursa (private placement). 
Dana  yang  diperoleh  dari  MTN  tersebut  digunakan  untuk  pengembangan  jaringan  akses  dan 
backbone. 

Pada  tanggal  31  Desember  2020  peringkat  MTN  yang  diberikan  oleh  Pefindo  adalah  idAAA  
(Triple A). 

Berdasarkan perjanjian, Perusahaan dipersyaratkan menaati seluruh perjanjian dan pembatasan 
termasuk mempertahankan rasio-rasio keuangan sebagai berikut:   
(a) Debt to equity  tidak lebih dari 2:1.  
(b) EBITDA terhadap beban bunga tidak kurang dari 4:1.  
(c) Debt service coverage minimal sebesar 125%.  

Pada tanggal  31 Desember 2020, Perusahaan  telah memenuhi ketentuan mengenai rasio-rasio 
tersebut di atas. 

MTN Syariah Ijarah I Telkom Tahun 2018 

Wesel bayar  Mata uang  
Seri A 

Rp 

  Pokok 
utang 

Tanggal 
terbit 

Jatuh 
tempo 

  Periode 
imbalan 

264   4 September 2018   14 September 2019   Kuartalan   

  Cicilan 
imbalan 
  per tahun   
19 

Seri B 

Seri C 

Rp 

Rp 

296   4 September 2018   4 September 2020   Kuartalan   

182   4 September 2018   4 September 2021   Kuartalan   

742    

24 

15 

58   

Jaminan 

Hak manfaat  
obyek Ijarah 
Hak manfaat  
obyek Ijarah 
Hak manfaat  
obyek Ijarah 

Berdasarkan  Perjanjian  Penerbitan  dan  Agen  Pemantauan  MTN  Syariah  Ijarah  Telkom  Tahun 
2018 yang dinyatakan  dalam  akta Notaris No. 26  tanggal 31 Agustus 2018 oleh Fathiah Helmi, 
S.H., Perusahaan menerbitkan MTN Syariah Ijarah dengan keseluruhan nilai pokok MTN Syariah 
Ijarah yaitu sebanyak-banyaknya sebesar Rp742 miliar yang diterbitkan secara berseri. 

75 

 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
   
   
   
   
 
   
   
   
   
   
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
   
   
 
 
   
   
   
   
   
   
  
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 

Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

20.  PINJAMAN JANGKA PANJANG DAN PINJAMAN LAINNYA (lanjutan) 

20.   PINJAMAN JANGKA PANJANG DAN PINJAMAN LAINNYA (lanjutan) 

b.  Obligasi dan wesel bayar (lanjutan) 

ii.  Wesel bayar 

MTN I Telkom Tahun 2018 

Wesel 

bayar 

Seri A 

Seri B 

Seri C 

Rp 

Rp 

Rp 

  Mata uang 

Pokok 

utang 

Tanggal 

terbit 

Jatuh 

tempo 

262   4 September 2018    14 September 2019  

200   4 September 2018    4 September 2020  

296   4 September 2018    4 September 2021  

758    

Periode 

  Tingkat 

  pembayaran    bunga 

bunga 

  per tahun    Jaminan 

Kuartalan 

Kuartalan 

Kuartalan 

  7,25% 

  8,00% 

  8,35% 

  Seluruh aset 

  Seluruh aset 

  Seluruh aset 

Berdasarkan Perjanjian Penerbitan dan Agen Pemantauan Medium Term Notes (“MTN”) I Telkom 

Tahun  2018 yang dinyatakan dalam akta Notaris No.  24 tanggal  31 Agustus  2018  oleh Fathiah 

Helmi, S.H., Perusahaan menerbitkan MTN dengan keseluruhan nilai pokok MTN yaitu sebanyak-

banyaknya sebesar Rp758 miliar yang diterbitkan secara berseri.  

Bertindak sebagai Arranger atas MTN adalah Bahana, PT BNI Sekuritas, PT CGS-CIMB Sekuritas 

Indonesia, PT BRI Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas. BTN sebagai Agen Pemantau, 

dan  PT  Kustodian  Sentral  Efek  Indonesia  (“KSEI”)  bertindak  sebagai  Agen  Pembayaran  dan 

Kustodian. MTN tersebut diterbitkan tanpa melalui transaksi regular di bursa (private placement). 

Dana  yang  diperoleh  dari  MTN  tersebut  digunakan  untuk  pengembangan  jaringan  akses  dan 

Pada  tanggal  31  Desember  2020  peringkat  MTN  yang  diberikan  oleh  Pefindo  adalah  idAAA  

backbone. 

(Triple A). 

Berdasarkan perjanjian, Perusahaan dipersyaratkan menaati seluruh perjanjian dan pembatasan 

termasuk mempertahankan rasio-rasio keuangan sebagai berikut:   

(a) Debt to equity  tidak lebih dari 2:1.  

(b) EBITDA terhadap beban bunga tidak kurang dari 4:1.  

(c) Debt service coverage minimal sebesar 125%.  

Pada tanggal  31 Desember 2020, Perusahaan  telah memenuhi ketentuan mengenai rasio-rasio 

tersebut di atas. 

MTN Syariah Ijarah I Telkom Tahun 2018 

Wesel bayar  Mata uang  

utang 

  Pokok 

Tanggal 

terbit 

Jatuh 

tempo 

Seri A 

Seri B 

Seri C 

Rp 

Rp 

Rp 

264   4 September 2018   14 September 2019   Kuartalan   

296   4 September 2018   4 September 2020   Kuartalan   

182   4 September 2018   4 September 2021   Kuartalan   

  Cicilan 

  Periode 

imbalan 

imbalan 

  per tahun   

Jaminan 

19 

24 

15 

58   

Hak manfaat  

obyek Ijarah 

Hak manfaat  

obyek Ijarah 

Hak manfaat  

obyek Ijarah 

742    

Berdasarkan  Perjanjian  Penerbitan  dan  Agen  Pemantauan  MTN  Syariah  Ijarah  Telkom  Tahun 

2018 yang dinyatakan  dalam  akta Notaris No. 26  tanggal 31 Agustus 2018 oleh Fathiah Helmi, 

S.H., Perusahaan menerbitkan MTN Syariah Ijarah dengan keseluruhan nilai pokok MTN Syariah 

Ijarah yaitu sebanyak-banyaknya sebesar Rp742 miliar yang diterbitkan secara berseri. 

b.  Obligasi dan wesel bayar (lanjutan) 

ii.  Wesel bayar (lanjutan) 

MTN Syariah Ijarah I Telkom Tahun 2018 (lanjutan) 

Bertindak sebagai Arranger atas MTN adalah Bahana, PT BNI Sekuritas, PT CGS-CIMB Sekuritas 
Indonesia, PT BRI Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas. BTN sebagai Agen Pemantau, 
dan  KSEI  bertindak  sebagai  Agen  Pembayaran  dan  Kustodian.  MTN  Syariah  Ijarah  tersebut 
diterbitkan tanpa melalui transaksi regular di bursa (private placement). Dana yang diperoleh dari 
MTN Syariah Ijarah tersebut digunakan untuk pengembangan jaringan akses dan backbone. Objek 
Ijarah dari MTN Syariah Ijarah tersebut berupa jaringan telekomunikasi di wilayah D.I. Yogyakarta 
yaitu jaringan kabel, peralatan teknologi informasi,  dan alat-alat produksi layanan telekomunikasi 
lainnya. 

Pada  tanggal  31  Desember  2020,  peringkat  MTN  Syariah  Ijarah  yang  diberikan  oleh  Pefindo 
adalah idAAA Sy (Triple A Syariah). 

Berdasarkan perjanjian, Perusahaan dipersyaratkan menaati seluruh perjanjian dan pembatasan 
termasuk mempertahankan rasio-rasio keuangan sebagai berikut:   
(a) Debt to equity  tidak lebih dari 2:1.  
(b) EBITDA terhadap beban bunga tidak kurang dari 4:1.  
(c) Debt service coverage minimal sebesar 125%.  

Pada tanggal 31 Desember 2020, Perusahaan  telah memenuhi ketentuan mengenai rasio-rasio 
tersebut di atas. 

c.  Utang bank 

Kreditur 
Pihak berelasi 

BNI 
Bank Mandiri   
BRI 
BNI Syariah 

Sub-jumlah 
Pihak ketiga 

BCA 
MUFG Bank 

Bank Sindikasi 

Bank DBS 
Bank Permata 
UOB Singapore 
ANZ 
Bank CIMB Niaga 
HSBC 
BTPN 
PT Bank ICBC Indonesia ("ICBC") 
Citibank 
Bank of China 
UOB Indonesia 
Lain-lain (masing-masing dibawah Rp75 miliar) 

Sub-jumlah 
Jumlah 
Biaya perolehan pinjaman yang belum 

diamortisasi 

Utang bank yang jatuh tempo dalam satu 

tahun (catatan 19b) 
Bagian jangka panjang 

2020 
Saldo terutang 

2019 
Saldo terutang 

  Mata uang  

Mata uang 
asing 
(dalam jutaan)  

Setara 
Rupiah 

Mata uang 
asing 
(dalam jutaan)  

Setara 
Rupiah 

Rp 
Rp 
Rp 
Rp 

Rp 
Rp 
US$ 
Rp 
US$ 
Rp 
Rp 
US$ 
Rp 
Rp 
Rp 
Rp 
Rp 
Rp 
Rp 
Rp 
Rp 
MYR 

 -    
 -    
 -    
 -   

 -   
 -    
 -   
 -   
 30   
 -   
 -   
 31   
 -   
 -   
 -   
 -   
 -   
 -   
 -   
 -   
 -   
 12   

 7.958    
 6.203    
 2.822    
 43   
 17.026    

 3.145   
 2.596    
 -   
 1.326    
 427   
 1.378   
 757   
 437    
 374    
 307    
 214   
 173   
 113   
 -   
 -   
 -   
 -   
 41   
 11.288    
 28.314    

 (85)   
 28.229    

 (7.648)   
 20.581    

 -    
 -    
 -    
 -   

 -   
 -    
 8   
 -   
 37   
 -   
 -   
 40   
 -   
 -   
 -   
 -   
 -   
 -   
 -   
 -   
 -   
 19   

 5.898 
 7.611 
 1.758 
 52 
 15.319 

 1.665 
 2.981 
 108 
 1.250 
 514 
 770 
 - 
 556 
 440 
 439 
 500 
 537 
 159 
 500 
 500 
 357 
 9 
 66 
 11.351 
 26.670 

 (65) 
 26.605 

 (5.434) 
 21.171 

75 

76 

 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
   
   
   
   
 
   
   
   
   
   
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
   
   
 
 
   
   
   
   
   
   
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
     
 
     
     
     
     
 
 
   
 
   
 
   
 
   
 
   
  
  
  
  
  
  
 
 
  
     
     
     
  
     
     
     
     
   
  
  
  
  
 
 
 
  
  
 
 
 
  
  
  
  
 
  
  
  
  
  
 
 
  
 
  
  
 
 
 
 
 
 
  
  
 
  
  
  
     
     
     
  
     
     
     
 
 
 
 
 
 
 
 
   
  
     
     
     
 
  
     
     
     
 
 
 
 
 
 
 
 
   
  
     
     
     
  
     
     
     
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

20.  PINJAMAN JANGKA PANJANG DAN PINJAMAN LAINNYA (lanjutan) 

c.  Utang bank (lanjutan) 

Informasi  lain  yang  signifikan  terkait  utang  bank pada  tanggal  31  Desember  2020  adalah  sebagai 
berikut: 

  Peminjam 

Mata 
Uang  

Total 
fasilitas 
(dalam 
miliar)* 

Pembayaran 
periode 
berjalan 
(dalam miliar)*  

Jadwal 
pembayaran  

Periode 
pembayaran 
bunga 

Tingkat suku 

bunga per tahun   Jaminan** 

Perusahaan, 
GSD, 
TLT, Sigma, 
Dayamitra, 
Telkom 
Infratel 

Perusahaan, 
Balebat 

Perusahaan, 
GSD, 
Dayamitra, 
Telkomsela 

Perusahaan, 
Dayamitra, 
GSD 

Perusahaan, 
Metra, 
Dayamitra, 
Telkom 
Infratel, PST 

GSD, Metra, 
Dayamitra 

Perusahaan, 
GSD, 
Dayamitra 

BNI 

2018 

2013 - 2019 

Bank Mandiri 
2017 - 2018 

2017 - 2019 

BRI 

2017 - 2019 

BCA 

2017 - 2020 

MUFG Bank 
2016 - 2020 

Bank Sindikasi   
2015 - 2020 

2018 

DBS 

2016 

2017 - 2020 

Bank Permata 

2020 
2020 

UOB Singapore   

2016 

GSD    Rp   

 182   

 54    2018 - 2021   

Bulanan   

8,75%   

  Rp   

 9.752   

 1.197    2016 - 2033   

Bulanan, 
Kuartalan 

  1 bulan JIBOR + 
2,20% - 2,50%; 
3 bulan JIBOR + 
1,70% - 2,25% 

  Rp   

 680   

 133    2018 - 2024   

Bulanan, 
Kuartalan 

  8,50% - 9,00%   

  Rp   

 6.138   

 208    2019 - 2026   

Kuartalan    3 bulan JIBOR +  
0,60% - 1,85% 

Piutang 
usaha 
Piutang 
usaha, 
persediaan, 
aset 
tetap, dan 
seluruh aset 

Piutang 
usaha, 
persediaan, 
dan aset 
tetap 
Tidak ada 

  Rp   

 3.253   

 236    2019 - 2026   

  Rp   

 7.981   

 244    2017 - 2027   

Kuartalan    3 bulan JIBOR + 
1,70% - 2,00% 

  Aset tetap, 
dan seluruh 
aset 

Kuartalan    3 bulan JIBOR + 
1,50% - 2,25% 

  Aset tetap 

  Rp   

 3.700   

 618    2016 - 2027   

Kuartalan    3 bulan JIBOR + 
1,43% - 2,40% 

  Aset tetap 

  Rp   

 4.000   

 500    2016 - 2027   

Kuartalan    3 bulan JIBOR + 
2,00% - 2,75% 

TII    US$   

 0,09   

 0,007    2019 - 2025    Semesteran   

6 bulan 
LIBOR + 1,25% 

Nutech    Rp   

 6   

 1    2017 - 2021   

Bulanan   

10.00%   

  Aset tetap 
dan Seluruh 
aset 
Tidak ada 

Piutang 
usaha dan 
aset tetap 
  Aset tetap 

PINS, 
Dayamitra, 
Telkomsat 

  Rp   

 1.830   

 191    2018 - 2027   

Kuartalan    3 bulan JIBOR + 
1,50% - 2,45% 

Nutech    Rp   
Rp   

Dayamitra 

 7   
 750   

 0,7    2020 - 2027   
 -    2021 - 2027   

Bulanan   
Kuartalan   

TII    US$   

 0,049   

 0,009    2019 - 2024    Semesteran   

9.25%    Aset tetap 
  Aset tetap 

3 Bulan 
JIBOR + 1,50% 

6 bulan 
LIBOR + 1,25% 

Tidak ada 

77 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
  
   
  
   
 
 
 
 
 
  
 
  
  
  
 
  
  
 
 
 
 
 
  
 
  
  
 
 
 
  
  
 
 
 
 
 
  
 
  
  
 
 
 
  
  
 
 
 
  
 
  
  
 
 
 
  
  
 
 
 
  
 
  
  
 
 
 
  
  
 
 
  
 
  
  
 
 
 
  
  
 
 
 
 
 
  
 
  
  
 
 
 
  
  
 
 
 
 
  
 
  
 
  
 
 
  
  
 
 
 
 
  
 
  
  
 
 
 
  
  
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 

Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

20.  PINJAMAN JANGKA PANJANG DAN PINJAMAN LAINNYA (lanjutan) 

20.  PINJAMAN JANGKA PANJANG DAN PINJAMAN LAINNYA (lanjutan) 

c.  Utang bank (lanjutan) 

c.  Utang bank (lanjutan) 

Informasi  lain  yang  signifikan  terkait  utang  bank pada  tanggal  31  Desember  2020  adalah  sebagai 
berikut: 

  Peminjam 

Mata 
Uang 

Total fasilitas 
(dalam miliar)*   

Pembayaran 
periode 
berjalan  
(dalam miliar)* 

  Jadwal pembayaran   

Periode 
pembayaran 
bunga 

Tingkat suku 

bunga per tahun    Jaminan** 

(dalam miliar)*  

pembayaran  

bunga 

bunga per tahun   Jaminan** 

ANZ 

2015 - 2020 

GSD, PINS   

Rp 

 500 

66 

2020 - 2025 

  Kuartalan 

Bank CIMB  
Niaga 
2017 - 2019 

HSBC 
2020 

BTPN 

2017 - 2019 

ICBC 

2017 

GSD, Metra   

Rp 

 695 

125 

2018 - 2024 

  Kuartalan 

Telkomsat   

Rp 

Rp 

GSD, 
Metra, 
Dayamitra, 
TII 

214 

559 

- 

  31 Desember 2021 

  Tahunan 

97 

2018 - 2023 

  Kuartalan 

GSD   

Rp 

272 

45 

2017 - 2024 

  Kuartalan 

3 bulan JIBOR + 
1,40% - 2,00% 

  Aset tetap 

3 bulan JIBOR + 
1,425 - 1,50% 

  Tidak ada 

12 bulan  
JIBOR + 0,8% 

  Tidak ada 

3 bulan JIBOR + 
1,435% - 1,50% 

  Tidak ada 

3 bulan 
JIBOR + 2,36% 

Piutang 
usaha dan 
aset tetap 

*   Disajikan dalam mata uang asal 
**  Lihat Catatan 5, Catatan 7, dan Catatan 12 untuk piutang usaha, persediaan, dan aset tetap yang dijaminkan. 
a  Telkomsel tidak memberikan jaminan apa pun atas setiap pinjaman atau fasilitas kredit lainnya. Persyaratan dari berbagai 
pinjaman antara Telkomsel dengan krediturnya dan penyedia dana, mengharuskan ketaatan terhadap sejumlah jaminan dan 
larangan termasuk persyaratan keuangan dan lainnya, diantaranya pembatasan atas jumlah dividen dan bentuk distribusi 
laba lainnya yang dapat berdampak buruk pada kemampuan Telkomsel untuk memenuhi persyaratan dari fasilitas-fasilitas 
tersebut. Persyaratan dari perjanjian yang relevan juga meliputi klausul gagal bayar dan gagal bayar silang. Pada tanggal 
31 Desember 2020, Telkomsel memenuhi persyaratan tersebut di atas. 

Pada tanggal 13 Maret 2015, Perusahaan, GSD, Metra, dan Infomedia menandatangani perjanjian 
kredit dengan BTPN, MUFG Bank, ANZ, dan bank sindikasi (BCA dan BNI) dengan jumlah fasilitas 
masing-masing sebesar Rp750 miliar, Rp750 miliar, Rp500 miliar, dan Rp3.000 miliar. Berdasarkan 
amandemen  pada  tanggal  2  Agustus  2016,  Dayamitra  dan  Telkom  Akses  dimasukkan  sebagai 
peminjam  ke  perjanjian  fasilitas  kredit  BTPN  dan  MUFG  Bank,  serta  mengecualikan  GSD  dari 
perjanjian tersebut. Berdasarkan amandemen terakhir pada tanggal 13 Maret 2017, PINS dimasukkan 
sebagai salah satu peminjam dalam perjanjian fasilitas kredit ANZ. Pada tahun 2017, PINS melakukan 
penarikan fasilitas kredit sebesar Rp200 miliar.  

Pada  tanggal  24  Maret  2017,  Perusahaan,  Dayamitra,  Sigma,  GSD,  dan  TII  menandatangani 
perjanjian kredit dengan BRI, BNI, dan Bank Mandiri dengan jumlah fasilitas masing-masing sebesar 
Rp1.000 miliar, Rp2.005 miliar, dan Rp1.500 miliar.  

Pada  tanggal  30  Maret  2017,  Perusahaan,  GSD,  Metra,  Dayamitra,  PINS,  dan  Telkomsat 
menandatangani  perjanjian kredit dengan  MUFG Bank,  BTPN, Bank DBS, Bank CIMB Niaga, dan 
BCA,  dengan  jumlah  fasilitas  masing-masing  sebesar  Rp400  miliar,  Rp400  miliar,  Rp850  miliar,  
Rp495 miliar, dan Rp850 miliar. Berdasarkan amandemen pada tanggal 29 Juni 2017, BCA setuju 
Telkom Infratel menggantikan PINS selaku debitur yang dapat melakukan penarikan kredit.  

Informasi  lain  yang  signifikan  terkait  utang  bank pada  tanggal  31  Desember  2020  adalah  sebagai 

berikut: 

BNI 

2018 

  Peminjam 

Mata 

Uang  

Total 

fasilitas 

(dalam 

miliar)* 

Pembayaran 

periode 

berjalan 

Periode 

Jadwal 

pembayaran 

Tingkat suku 

GSD    Rp   

 182   

 54    2018 - 2021   

Bulanan   

8,75%   

2013 - 2019 

Perusahaan, 

  Rp   

 9.752   

 1.197    2016 - 2033   

Bulanan, 

  1 bulan JIBOR + 

Kuartalan 

2,20% - 2,50%; 

3 bulan JIBOR + 

persediaan, 

1,70% - 2,25% 

aset 

Bank Mandiri 

2017 - 2018 

Perusahaan, 

  Rp   

 680   

 133    2018 - 2024   

Bulanan, 

  8,50% - 9,00%   

Kuartalan 

Piutang 

usaha 

Piutang 

usaha, 

tetap, dan 

seluruh aset 

Piutang 

usaha, 

persediaan, 

dan aset 

tetap 

2017 - 2019 

Perusahaan, 

  Rp   

 6.138   

 208    2019 - 2026   

Kuartalan    3 bulan JIBOR +  

Tidak ada 

0,60% - 1,85% 

2017 - 2019 

Perusahaan, 

  Rp   

 3.253   

 236    2019 - 2026   

Kuartalan    3 bulan JIBOR + 

  Aset tetap, 

2017 - 2020 

Perusahaan, 

  Rp   

 7.981   

 244    2017 - 2027   

Kuartalan    3 bulan JIBOR + 

  Aset tetap 

GSD, Metra, 

  Rp   

 3.700   

 618    2016 - 2027   

Kuartalan    3 bulan JIBOR + 

  Aset tetap 

2015 - 2020 

Perusahaan, 

  Rp   

 4.000   

 500    2016 - 2027   

Kuartalan    3 bulan JIBOR + 

  Aset tetap 

TII    US$   

 0,09   

 0,007    2019 - 2025    Semesteran   

6 bulan 

Tidak ada 

Nutech    Rp   

 6   

 1    2017 - 2021   

Bulanan   

10.00%   

2017 - 2020 

PINS, 

  Rp   

 1.830   

 191    2018 - 2027   

Kuartalan    3 bulan JIBOR + 

  Aset tetap 

Nutech    Rp   

Dayamitra 

Rp   

 7   

 750   

 0,7    2020 - 2027   

 -    2021 - 2027   

Bulanan   

Kuartalan   

9.25%    Aset tetap 

3 Bulan 

  Aset tetap 

TII    US$   

 0,049   

 0,009    2019 - 2024    Semesteran   

6 bulan 

Tidak ada 

1,70% - 2,00% 

dan seluruh 

aset 

1,50% - 2,25% 

1,43% - 2,40% 

2,00% - 2,75% 

dan Seluruh 

aset 

LIBOR + 1,25% 

Piutang 

usaha dan 

aset tetap 

1,50% - 2,45% 

JIBOR + 1,50% 

LIBOR + 1,25% 

GSD, 

TLT, Sigma, 

Dayamitra, 

Telkom 

Infratel 

Balebat 

GSD, 

Dayamitra, 

Telkomsela 

Dayamitra, 

GSD 

Metra, 

Dayamitra, 

Telkom 

Infratel, PST 

Dayamitra 

GSD, 

Dayamitra 

Dayamitra, 

Telkomsat 

BRI 

BCA 

MUFG Bank 

2016 - 2020 

Bank Sindikasi   

2018 

DBS 

2016 

Bank Permata 

2020 

2020 

2016 

UOB Singapore   

77 

78 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
  
   
  
   
 
 
 
 
 
  
 
  
  
  
 
  
  
 
 
 
 
 
  
 
  
  
 
 
 
  
  
 
 
 
 
 
  
 
  
  
 
 
 
  
  
 
 
 
  
 
  
  
 
 
 
  
  
 
 
 
  
 
  
  
 
 
 
  
  
 
 
  
 
  
  
 
 
 
  
  
 
 
 
 
 
  
 
  
  
 
 
 
  
  
 
 
 
 
  
 
  
 
  
 
 
  
  
 
 
 
 
  
 
  
  
 
 
 
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
   
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
  
 
   
 
 
 
 
 
  
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
   
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
   
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
   
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
   
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
   
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
   
 
  
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

20.  PINJAMAN JANGKA PANJANG DAN PINJAMAN LAINNYA (lanjutan) 

c.  Utang bank (lanjutan) 

Pada tanggal 26 Februari 2018, Perusahaan dan TII menandatangani perjanjian kredit dengan Bank 
Mandiri dengan jumlah fasilitas Perusahaan sebesar Rp775 miliar.  

Pada tanggal 27 Maret 2018 dan 23 Mei 2019, Perusahaan dan Dayamitra menandatangani perjanjian 
kredit dengan MUFG Bank dan BRI, dengan jumlah fasilitas masing-masing sebesar Rp800 miliar,  
dan Rp200 miliar.  

Pada tanggal 15 Januari 2019,  Perusahaan, Infomedia, TII, Telkom Infratel, Telkomsat, dan Sigma 
menandatangani perjanjian kredit dengan BTPN dengan jumlah fasilitas sebesar Rp628 miliar. Pada 
tanggal 31 Desember 2020, fasilitas yang tidak digunakan dari BTPN sebesar Rp538 miliar. 

Pada  tanggal  19  Juni  2019,  Perusahaan  dan  Dayamitra  menandatangani  perjanjian  dengan  BNI 
dengan  jumlah  fasilitas  masing-masing  sebesar  Rp2.160  miliar  dan  Rp840  miliar.  Pada  tanggal  
31 Desember 2020, semua fasilitas sudah digunakan. 

Pada tanggal 18 Agustus 2020, Perusahaan menandatangani perjanjian kredit dengan BCA dengan 
jumlah  fasilitas  sebesar  Rp4.000  miliar.  Pada  tanggal  31  Desember  2020,  fasilitas  yang  belum 
digunakan dari BCA sebesar Rp2.500 miliar. 

Pada  tanggal  16  November  2020,  Perusahaan,  Dayamitra,  dan  GSD  menandatangani  perubahan 
perjanjian  dengan  Bank  Mandiri  dengan  jumlah  fasilitas  masing-masing  sebesar  Rp1.400  miliar, 
Rp1.113 miliar, dan Rp200 miliar. Pada tanggal 31 Desember 2020, fasilitas yang belum digunakan 
dari Bank Mandiri sebesar Rp136,1 miliar. 

Pada  tanggal  4  Desember  2020,  Perusahaan  dan  Admedika  menandatangani  perjanjian  kredit 
dengan BTPN dengan jumlah fasilitas masing-masing sebesar Rp1.500. Pada tanggal 31 Desember 
2020, semua fasilitas belum digunakan. 

Pada  tanggal  11  Desember  2020,  Perusahaan,  PINS,  dan  GSD  menandatangani  perubahan 
perjanjian  kredit  dengan  Bank  CIMB  Niaga  dengan  jumlah  fasilitas  masing-masing  sebesar  
Rp500 miliar, Rp300 miliar, dan Rp200 miliar. Pada tanggal 31 Desember 2020, fasilitas yang belum 
digunakan dari Bank CIMB Niaga sebesar Rp908 miliar. 

Sebagaimana dinyatakan dalam perjanjian, Grup diharuskan untuk menaati semua persyaratan atau 
batasan  seperti  adanya  pembatasan  pembagian  dividen,  pembatasan  perolehan  utang  baru, 
termasuk  mempertahankan  rasio-rasio  keuangan.  Pada  tanggal  31  Desember  2020,  Grup  telah 
memenuhi  ketentuan  mengenai  rasio  keuangan  tersebut,  kecuali  untuk  pinjaman  tertentu. 
Pada tanggal 31 Desember 2020, Grup telah memperoleh persetujuan (waiver) dari pemberi pinjaman 
atas  tidak  terpenuhinya  rasio-rasio  keuangan  untuk  posisi  keuangan,  Sigma,  Telkom  Infratel,  dan 
GSD. Waiver dari BNI, HSBC, BCA, Bank Mandiri, dan ICBC masing-masing diterima pada tanggal 
28 Desember 2020, 29 Desember 2020, dan 31 Desember 2020. 

Fasilitas utang bank yang diperoleh Grup tersebut digunakan untuk keperluan pengembangan bisnis 
usaha. 

79 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 

Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

20.  PINJAMAN JANGKA PANJANG DAN PINJAMAN LAINNYA (lanjutan) 

20.  PINJAMAN JANGKA PANJANG DAN PINJAMAN LAINNYA (lanjutan) 

c.  Utang bank (lanjutan) 

d.  Pinjaman lainnya 

Pada tanggal 26 Februari 2018, Perusahaan dan TII menandatangani perjanjian kredit dengan Bank 

Mandiri dengan jumlah fasilitas Perusahaan sebesar Rp775 miliar.  

Pada tanggal 27 Maret 2018 dan 23 Mei 2019, Perusahaan dan Dayamitra menandatangani perjanjian 

kredit dengan MUFG Bank dan BRI, dengan jumlah fasilitas masing-masing sebesar Rp800 miliar,  

dan Rp200 miliar.  

Pada tanggal 15 Januari 2019,  Perusahaan, Infomedia, TII, Telkom Infratel, Telkomsat, dan Sigma 

menandatangani perjanjian kredit dengan BTPN dengan jumlah fasilitas sebesar Rp628 miliar. Pada 

tanggal 31 Desember 2020, fasilitas yang tidak digunakan dari BTPN sebesar Rp538 miliar. 

Pada  tanggal  19  Juni  2019,  Perusahaan  dan  Dayamitra  menandatangani  perjanjian  dengan  BNI 

dengan  jumlah  fasilitas  masing-masing  sebesar  Rp2.160  miliar  dan  Rp840  miliar.  Pada  tanggal  

31 Desember 2020, semua fasilitas sudah digunakan. 

Pada tanggal 18 Agustus 2020, Perusahaan menandatangani perjanjian kredit dengan BCA dengan 

jumlah  fasilitas  sebesar  Rp4.000  miliar.  Pada  tanggal  31  Desember  2020,  fasilitas  yang  belum 

digunakan dari BCA sebesar Rp2.500 miliar. 

Pada  tanggal  16  November  2020,  Perusahaan,  Dayamitra,  dan  GSD  menandatangani  perubahan 

perjanjian  dengan  Bank  Mandiri  dengan  jumlah  fasilitas  masing-masing  sebesar  Rp1.400  miliar, 

Rp1.113 miliar, dan Rp200 miliar. Pada tanggal 31 Desember 2020, fasilitas yang belum digunakan 

dari Bank Mandiri sebesar Rp136,1 miliar. 

Pada  tanggal  4  Desember  2020,  Perusahaan  dan  Admedika  menandatangani  perjanjian  kredit 

dengan BTPN dengan jumlah fasilitas masing-masing sebesar Rp1.500. Pada tanggal 31 Desember 

2020, semua fasilitas belum digunakan. 

Pada  tanggal  11  Desember  2020,  Perusahaan,  PINS,  dan  GSD  menandatangani  perubahan 

perjanjian  kredit  dengan  Bank  CIMB  Niaga  dengan  jumlah  fasilitas  masing-masing  sebesar  

Rp500 miliar, Rp300 miliar, dan Rp200 miliar. Pada tanggal 31 Desember 2020, fasilitas yang belum 

digunakan dari Bank CIMB Niaga sebesar Rp908 miliar. 

Sebagaimana dinyatakan dalam perjanjian, Grup diharuskan untuk menaati semua persyaratan atau 

batasan  seperti  adanya  pembatasan  pembagian  dividen,  pembatasan  perolehan  utang  baru, 

termasuk  mempertahankan  rasio-rasio  keuangan.  Pada  tanggal  31  Desember  2020,  Grup  telah 

memenuhi  ketentuan  mengenai  rasio  keuangan  tersebut,  kecuali  untuk  pinjaman  tertentu. 

Pada tanggal 31 Desember 2020, Grup telah memperoleh persetujuan (waiver) dari pemberi pinjaman 

atas  tidak  terpenuhinya  rasio-rasio  keuangan  untuk  posisi  keuangan,  Sigma,  Telkom  Infratel,  dan 

GSD. Waiver dari BNI, HSBC, BCA, Bank Mandiri, dan ICBC masing-masing diterima pada tanggal 

28 Desember 2020, 29 Desember 2020, dan 31 Desember 2020. 

Fasilitas utang bank yang diperoleh Grup tersebut digunakan untuk keperluan pengembangan bisnis 

usaha. 

  Mata uang   
Rp 

Kreditur 
PT Sarana Multi Infrastruktur 
Biaya perolehan pinjaman yang belum 

diamortisasi 

Jumlah 
Bagian yang akan jatuh tempo dalam satu 

tahun (catatan 19b) 

Bagian jangka panjang 

Saldo terutang 

2020 

2019 

 3.652  

 (7)  
 3.645  

 (1.040)  
 2.605  

 3.748 

(8) 
 3.740 

(627) 
 3.113 

Informasi lain yang signifikan terkait pinjaman lainnya pada tanggal 31 Desember 2020 adalah sebagai 
berikut: 

  Peminjam   

Mata 
Uang 

Total fasilitas 
(dalam miliar) 

Pembayaran 
periode berjalan 
(dalam miliar) 

Jadwal 
pembayaran 

Tingkat suku 
bunga per tahun 

  Jaminan 

PT Sarana Multi  
Infrastruktur 
14 November 2018   Perusahaan  

Rp 

29 Maret 2019 

  Perusahaan  

Rp 

12 Oktober 2016 

  Dayamitra   

Rp 

29 Maret 2017 

  Dayamitra   

Rp 

29 Maret 2019 

  Telkomsat   

Rp 

 1.000   

 2.836   

 700   

 600   

 164   

 220   

 350   

 100   

 514   

 11   

Semesteran 
(2019 - 2023) 
Kuartalan 
(2020 - 2024) 
Semesteran 
(2018-2024) 
Semesteran 
(2018-2024) 
Semesteran 
(2020-2024) 

3 bulan 
JIBOR + 1,75% 
8.49%   

Tidak ada 

Tidak ada 

3 bulan 
JIBOR + 1,85% 
3 bulan 
JIBOR + 1,85% 
8,49%   

Aset tetap 

Aset tetap 

Tidak ada 

Berdasarkan  perjanjian  tersebut,  Perusahaan,  Dayamitra,  dan  Telkomsat  diharuskan  memenuhi 
beberapa  persyaratan  dan  ketentuan,  diantaranya  mempertahankan  rasio-rasio  keuangan  sebagai 
berikut: 

(a)  Debt to equity tidak lebih dari 2:1, kecuali Dayamitra tidak lebih dari 5:1 
(b)  Net Debt to EBITDA tidak lebih dari 4:1. 
(c)  Debt service coverage minimal 125%, kecuali Dayamitra minimal 100% 

Pada tanggal 31 Desember 2020, Perusahaan, Dayamitra, dan Telkomsat telah memenuhi ketentuan 
mengenai rasio-rasio tersebut di atas. 

Pada  tanggal  15  Juni  2020,  Perusahaan,  Telkomsat,  dan  Telkom  Infratel  menandatangani 
amandemen perjanjian kredit dengan PT Sarana Multi Infrastruktur dengan jumlah fasilitas masing-
masing sebesar Rp2.836 miliar, Rp164 miliar, dan RpNil. Pada tanggal 31 Desember 2020, fasilitas 
yang tidak digunakan dari PT Sarana Multi Infrastruktur sebesar Rp106 miliar. 

21. KEPENTINGAN NONPENGENDALI 

Rincian kepentingan nonpengendali adalah sebagai berikut: 

Kepentingan nonpengendali atas aset bersih entitas anak: 

Telkomsel 
GSD 
Metra 
TII 
Jumlah 

2020 

2019 

17.879 
232 
135 
116 
18.362 

17.221 
230 
130 
108 
17.689 

79 

80 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
     
 
     
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
   
 
 
   
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
   
   
   
 
  
 
 
  
 
   
   
   
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

21.  KEPENTINGAN NONPENGENDALI (lanjutan) 

Kepentingan nonpengendali atas laba (rugi) 

tahun berjalan entitas anak: 
Telkomsel 
Metra 
TII 
GSD 
Jumlah 

2020 

2019 

8.771 
(2) 
3 
(13) 
8.759 

9.029 
(53) 
(5) 
(42) 
8.929 

Entitas anak dengan kepemilikan nonpengendali yang material 

Pada  tanggal  31  Desember  2020  dan  2019,  kepemilikan  kepentingan  nonpengendali  yang  dianggap 
material oleh Perusahaan adalah kepemilikan kepentingan nonpengendali atas Telkomsel sebesar 35% 
(Catatan 1d).  

Ringkasan informasi keuangan Telkomsel dibawah ini disajikan berdasarkan nilai sebelum eliminasi saldo 
dan transaksi antar perusahaan. 

Ringkasan laporan posisi keuangan 

Aset lancar 
Aset tidak lancar 
Liabilitas jangka pendek 
Liabilitas jangka panjang 
Jumlah ekuitas 
Yang dapat diatribusikan kepada: 

Pemilik entitas induk 
Kepentingan nonpengendali 

Ringkasan laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain 

Pendapatan 
Beban operasi 
Pendapatan (beban) lain-lain - bersih 
Laba sebelum pajak penghasilan 
Beban pajak penghasilan - bersih 
Laba tahun berjalan dari operasi yang masih berlanjut 
Penghasilan (rugi) komprehensif lain - bersih 
Jumlah laba komprehensif tahun berjalan 

Diatribusikan kepada kepentingan nonpengendali 
Dividen yang dibayar kepada kepentingan nonpengendali 

Ringkasan laporan arus kas 

Kegiatan operasi 
Kegiatan investasi 
Kegiatan pendanaan 
Kenaikan bersih kas dan setara kas 

2020 

2019 

19.488 
84.164 
(28.997)   
(23.568)   
51.087 

33.208 
17.879 

18.657 
64.073 
(20.892) 
(12.629) 
49.209 

31.988 
17.221 

2020 

2019 

87.103 
(55.894)   
341 
31.550 
(6.488)   
25.062 
(1.054)   
24.008 

8.771 
7.725 

91.088 
(56.097) 
(389) 
34.602 
(8.803) 
25.799 
(424) 
25.375 

9.029 
8.490 

2020 

2019 

39.758 
(10.923)   
(28.277)   
558 

41.515 
(13.448) 
(25.943) 
2.124 

81 

 
 
 
 
 
 
   
 
   
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
    
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 

Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

21.  KEPENTINGAN NONPENGENDALI (lanjutan) 

22.  MODAL SAHAM 

Kepentingan nonpengendali atas laba (rugi) 

tahun berjalan entitas anak: 

Telkomsel 

Metra 

TII 

GSD 

Jumlah 

2020 

2019 

8.771 

(2) 

3 

(13) 

8.759 

9.029 

(53) 

(5) 

(42) 

8.929 

Entitas anak dengan kepemilikan nonpengendali yang material 

Pada  tanggal  31  Desember  2020  dan  2019,  kepemilikan  kepentingan  nonpengendali  yang  dianggap 

material oleh Perusahaan adalah kepemilikan kepentingan nonpengendali atas Telkomsel sebesar 35% 

(Catatan 1d).  

Ringkasan informasi keuangan Telkomsel dibawah ini disajikan berdasarkan nilai sebelum eliminasi saldo 

Ringkasan laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain 

2020 

2019 

dan transaksi antar perusahaan. 

Ringkasan laporan posisi keuangan 

Aset lancar 

Aset tidak lancar 

Liabilitas jangka pendek 

Liabilitas jangka panjang 

Jumlah ekuitas 

Yang dapat diatribusikan kepada: 

Pemilik entitas induk 

Kepentingan nonpengendali 

Pendapatan 

Beban operasi 

Pendapatan (beban) lain-lain - bersih 

Laba sebelum pajak penghasilan 

Beban pajak penghasilan - bersih 

Laba tahun berjalan dari operasi yang masih berlanjut 

Penghasilan (rugi) komprehensif lain - bersih 

Jumlah laba komprehensif tahun berjalan 

Diatribusikan kepada kepentingan nonpengendali 

Dividen yang dibayar kepada kepentingan nonpengendali 

Ringkasan laporan arus kas 

Kegiatan operasi 

Kegiatan investasi 

Kegiatan pendanaan 

Kenaikan bersih kas dan setara kas 

2020 

2019 

19.488 

84.164 

(28.997)   

(23.568)   

51.087 

33.208 

17.879 

87.103 

(55.894)   

341 

31.550 

(6.488)   

25.062 

(1.054)   

24.008 

8.771 

7.725 

39.758 

(10.923)   

(28.277)   

558 

18.657 

64.073 

(20.892) 

(12.629) 

49.209 

31.988 

17.221 

91.088 

(56.097) 

(389) 

34.602 

(8.803) 

25.799 

(424) 

25.375 

9.029 

8.490 

41.515 

(13.448) 

(25.943) 

2.124 

2020 

2019 

Keterangan 
Saham seri A Dwiwarna 

Pemerintah 
Saham seri B 
Pemerintah 
The Bank of New York Mellon Corporation* 
Direksi (Catatan 1b): 
Ririek Adriansyah 
Budi Setyawan Wijaya 
Dian Rachmawan 
Afriwandi 
Herlan Wijanarko 
Edi Witjara 

Masyarakat (masing-masing dibawah 5%) 

Jumlah 

Keterangan 
Saham Seri A Dwiwarna 

Pemerintah 
Saham Seri B 
Pemerintah 
The Bank of New York Mellon Corporation* 
Direksi (Catatan 1b): 
Ririek Adriansyah 
Harry Mozarta Zen 
Faizal Rochmad Djoemadi 
Bogi Witjaksono 
Edi Witjara 
Siti Choiriana 

Masyarakat (masing-masing dibawah 5%) 

Jumlah 

Jumlah saham 

2020 

Persentase 
kepemilikan 

Jumlah modal 
disetor 

1  

51.602.353.559   
3.839.380.280   

1,156.955   
275.000   
120.222   
42.500   
42.500   
32.500   
43.618.813.083   
99.062.216.600   

Jumlah saham 

 1  

 51.602.353.559   
 4.601.837.380   

 1.156.955   
 474.692   
 126.800   
 55.000   
 32.500   
 540   
 42.856.179.173   
99.062.216.600   

0   

52,09   
3,88   

0   
0   
0   
0   
0   
0   
44,03   
100,00   

0 

2.580 
192 

0 
0 
0 
0 
0 
0 
2.181 
4.953 

2019 
Persentase 
kepemilikan 

Jumlah modal 
disetor 

0   

52,09   
4,65   

0   
0   
0   
0   
0   
0   
43,26   
100,00   

0 

 2.580 
 230 

0 
0 
0 
0 
0 
0 
 2.143 
4.953 

* The Bank of New York Mellon Corporation bertindak sebagai lembaga penyimpanan untuk saham ADS Perusahaan. 

Perusahaan hanya menerbitkan 1 saham Seri A Dwiwarna yang dimiliki oleh Pemerintah dan tidak dapat 
dialihkan  kepada  siapapun,  dan  mempunyai  hak  veto  dalam  RUPS  Perusahaan  berkaitan  dengan 
pengangkatan dan penggantian Dewan Komisaris dan Direksi, penerbitan saham baru, serta perubahan 
Anggaran Dasar Perusahaan. 

23.   KOMPONEN EKUITAS LAINNYA   

Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan 
Selisih transaksi perubahan ekuitas entitas asosiasi 
Laba belum direalisasi atas kepemilikan efek   
  yang tersedia untuk dijual 
Selisih transaksi akuisi kepemilikan kepentingan  
   nonpengendali pada entitas anak 
Komponen ekuitas lainnya 
Jumlah 

2020 

2019 

583  
386  

5  

(637 ) 
37 
374 

568 
386 

54 

(637) 
37 
408 

81 

82 

 
 
 
 
 
 
   
 
   
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
    
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
 
 
 
 
  
 
 
 
 
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
 
 
  
  
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

24.  PENDAPATAN 

2020 

Mobile 

  Consumer 

Enterprise 

WIB 

Lain-lain 

Pendapatan telepon 
Pendapatan Interkoneksi 
Pendapatan data, internet, dan  
jasa teknologi informatika 
Internet dan data seluler 
Internet, komunikasi data, dan  
jasa teknologi informatika 

SMS 
Lain-lain 

Jumlah pendapatan data, internet, 
dan jasa teknologi informatika 

Pendapatan jaringan 
Pendapatan Indihome 
Layanan lainnya 

Manage service dan terminal 
Call center service 
E-health 
E-payment 
Penjualan periferal 
Lain-lain 

Jumlah layanan lainnya 
Jumlah pendapatan dari 

kontrak dengan pelanggan 
Pendapatan dari transaksi lessor 
Jumlah pendapatan 
Penyesuaian dan eliminasi 
Pendapatan eksternal sesuai yang disajikan   

di segmen operasi 

19.427  
410  

59.502  

-  
4.377  
-  

63.879  
4  
-  

-  
-  
-  
-  
-  
-  
-  

83.720  
-  
83.720  
-  

83.720  

1.065   
-   

-   

10   
-   
42   

52   
-   
19.827   

-   
-   
-   
-   
-   
51   
51 

20.995   
-   
20.995   
(38)  

845 
- 

- 

8.069 
440 
939 

9.448  
766 
2.387 

1.291 
775 
549 
475 
0 
1.187 
4.277 

17.723 
- 
17.723  
6 

20.957   

17.729  

273  
7.276  

-  

1.665  
-  
632  

2.297  
919  
-  

1  
70  
-  
-  
-  
393  
464 

11.229  
2.277  
13.506  
(5)  

13.501  

-  
-  

-  

-  
-  
140  

140  
-  
-  

-  
-  
-  
24  
-  
354  
378 

518  
-  
518  
(299)  

219  

2019 

Mobile 

  Consumer 

Enterprise 

WIB 

Lain-lain 

Pendapatan telepon 
Pendapatan Interkoneksi 
Pendapatan data, internet, dan  
jasa teknologi informatika 
Internet dan data seluler 
Internet, komunikasi data, dan  
jasa teknologi informatika 

SMS 
Lain-lain 

Jumlah pendapatan data, internet, 
dan jasa teknologi informatika 

Pendapatan jaringan 
Pendapatan Indihome 
Layanan lainnya 

Manage service dan terminal 
Sewa menara telekomunikasi 
Penjualan periferal 
Call center service 
E-payment 
E-health 
Lain-lain 

Jumlah layanan lainnya 
Jumlah pendapatan 
Penyesuaian dan eliminasi 
Pendapatan eksternal sesuai yang disajikan  

di segmen operasi 

24.978  
576  

55.675  

-  
6.664  
-  

62.339  
4  
-  

-  
-  
-  
-  
-  
-  
-  
-  
87.897  
-  

87.897  

1.541  
-  

-  

31  
-  
-  

31  
1  
16.083  

-  
-  
-  
-  
-  
-  
67  
67  
17.723  
(17)  

1.172  
-  

-  

7.656  
399  
558  

8.613  
917  
2.242  

1.731  
-  
1.109  
651  
453  
523  
1.293  
5.760  
18.704  
(3)  

287   
5.710   

-   

1.340   
-   
380   

1.720   
926   
-   

1   
1.239   
-   
149   
-   
-   
580   
1.969   
10.612   
(3)  

17.706  

18.701  

10.609  

-  
-  

-  

-  
-  
85  

85  
-  
-  

-  
-  
-  
-  
113  
-  
433  
546  
631  
(434)  

197  

  Pendapatan konsolidasian 
21.610 
7.686 

59.502 

9.744 
4.817 
1.753 

75.816 
1.689 
22.214 

1.292 
845 
549 
499 
0 
1.985 
5.170 

134.185 
2.277 
136.462 

  Pendapatan konsolidasian 
27.978 
6.286 

55.675 

9.027 
7.063 
1.023 

72.788 
1.848 
18.325 

1.732 
1.239 
1.109 
800 
566 
523 
2.373 
8.342 
135.567 

Manajemen  mengharapkan  bahwa  sebagian  besar  transaksi  yang  dialokasikan  untuk  kontrak  yang 
belum diselesaikan pada tanggal 31 Desember 2020 akan diakui sebagai pendapatan selama periode-
periode pelaporan berikutnya. Kewajiban pelaksanaan yang belum terpenuhi pada tanggal 31 Desember 
2020, bagian yang diharapkan dapat direalisasi dalam satu tahun adalah sebesar Rp8.070 miliar dan 
bagian yang lebih dari satu tahun adalah sebesar Rp9.585 miliar. 

Grup menandatangani beberapa perjanjian sewa menyewa yang tidak dapat dibatalkan sebagai lessor. 
Perjanjian tersebut meliputi sewa jaringan, peralatan telekomunikasi serta tanah dan bangunan. Sewa 
ini memiliki jangka waktu antara 1 hingga 10 tahun. Semua sewa termasuk klausul untuk memungkinkan 
revisi atas biaya sewa setiap tahun sesuai dengan kondisi pasar yang berlaku. Penyewa juga diharuskan 
untuk memberikan jaminan nilai residu pada properti yang disewa.  

Tidak ada pendapatan dari pelanggan utama yang melebihi 10% dari total pendapatan untuk tahun yang 
berakhir pada 31 Desember 2020. 

Lihat Catatan 33 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi. 

83 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
 
 
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
 
 
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 

Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

24.  PENDAPATAN 

2020 

Mobile 

  Consumer 

Enterprise 

WIB 

Lain-lain 

  Pendapatan konsolidasian 

1.065   

845 

Pendapatan eksternal sesuai yang disajikan   

di segmen operasi 

83.720  

20.957   

17.729  

83.720  

83.720  

20.995   

-   

20.995   

(38)  

2019 

Mobile 

  Consumer 

Enterprise 

WIB 

Lain-lain 

  Pendapatan konsolidasian 

1.541  

1.172  

Pendapatan telepon 

Pendapatan Interkoneksi 

Pendapatan data, internet, dan  

jasa teknologi informatika 

Internet dan data seluler 

Internet, komunikasi data, dan  

jasa teknologi informatika 

SMS 

Lain-lain 

Jumlah pendapatan data, internet, 

dan jasa teknologi informatika 

Pendapatan jaringan 

Pendapatan Indihome 

Layanan lainnya 

Manage service dan terminal 

Call center service 

E-health 

E-payment 

Penjualan periferal 

Lain-lain 

Jumlah layanan lainnya 

Jumlah pendapatan dari 

kontrak dengan pelanggan 

Pendapatan dari transaksi lessor 

Jumlah pendapatan 

Penyesuaian dan eliminasi 

Pendapatan telepon 

Pendapatan Interkoneksi 

Pendapatan data, internet, dan  

jasa teknologi informatika 

Internet dan data seluler 

Internet, komunikasi data, dan  

jasa teknologi informatika 

SMS 

Lain-lain 

Jumlah pendapatan data, internet, 

dan jasa teknologi informatika 

Pendapatan jaringan 

Pendapatan Indihome 

Layanan lainnya 

Manage service dan terminal 

Sewa menara telekomunikasi 

Penjualan periferal 

Call center service 

E-payment 

E-health 

Lain-lain 

Jumlah layanan lainnya 

Jumlah pendapatan 

Penyesuaian dan eliminasi 

19.427  

410  

59.502  

4.377  

-  

-  

63.879  

4  

-  

-  

-  

-  

-  

-  

-  

-  

-  

-  

4  

-  

-  

-  

-  

-  

-  

-  

-  

-  

-  

24.978  

576  

55.675  

6.664  

-  

-  

62.339  

87.897  

- 

- 

8.069 

440 

939 

9.448  

766 

2.387 

1.291 

775 

549 

475 

0 

1.187 

4.277 

17.723 

17.723  

- 

6 

-  

-  

7.656  

399  

558  

8.613  

917  

2.242  

1.731  

-  

1.109  

651  

453  

523  

1.293  

5.760  

18.704  

(3)  

273  

7.276  

-  

1.665  

-  

632  

2.297  

919  

-  

1  

70  

-  

-  

-  

393  

464 

11.229  

2.277  

13.506  

(5)  

13.501  

287   

5.710   

-   

1.340   

-   

380   

1.720   

926   

-   

1   

-   

-   

-   

1.239   

149   

580   

1.969   

10.612   

(3)  

-  

-  

-  

-  

-  

-  

-  

-  

-  

-  

140  

140  

24  

-  

354  

378 

518  

-  

518  

(299)  

219  

85  

85  

-  

-  

-  

-  

-  

-  

-  

-  

-  

-  

-  

-  

113  

433  

546  

631  

(434)  

197  

21.610 

7.686 

59.502 

9.744 

4.817 

1.753 

75.816 

1.689 

22.214 

1.292 

845 

549 

499 

0 

1.985 

5.170 

134.185 

2.277 

136.462 

27.978 

6.286 

55.675 

9.027 

7.063 

1.023 

72.788 

1.848 

18.325 

1.732 

1.239 

1.109 

800 

566 

523 

2.373 

8.342 

135.567 

Pendapatan eksternal sesuai yang disajikan  

di segmen operasi 

87.897  

17.706  

18.701  

10.609  

Manajemen  mengharapkan  bahwa  sebagian  besar  transaksi  yang  dialokasikan  untuk  kontrak  yang 

belum diselesaikan pada tanggal 31 Desember 2020 akan diakui sebagai pendapatan selama periode-

periode pelaporan berikutnya. Kewajiban pelaksanaan yang belum terpenuhi pada tanggal 31 Desember 

2020, bagian yang diharapkan dapat direalisasi dalam satu tahun adalah sebesar Rp8.070 miliar dan 

bagian yang lebih dari satu tahun adalah sebesar Rp9.585 miliar. 

Grup menandatangani beberapa perjanjian sewa menyewa yang tidak dapat dibatalkan sebagai lessor. 

Perjanjian tersebut meliputi sewa jaringan, peralatan telekomunikasi serta tanah dan bangunan. Sewa 

ini memiliki jangka waktu antara 1 hingga 10 tahun. Semua sewa termasuk klausul untuk memungkinkan 

revisi atas biaya sewa setiap tahun sesuai dengan kondisi pasar yang berlaku. Penyewa juga diharuskan 

untuk memberikan jaminan nilai residu pada properti yang disewa.  

Tidak ada pendapatan dari pelanggan utama yang melebihi 10% dari total pendapatan untuk tahun yang 

berakhir pada 31 Desember 2020. 

Lihat Catatan 33 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi. 

-   

-   

10   

-   

42   

52   

-   

-   

-   

-   

-   

-   

51   

51 

19.827   

-  

-  

31  

-  

-  

31  

1  

-  

-  

-  

-  

-  

-  

16.083  

67  

67  

17.723  

(17)  

83 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

25.  BEBAN KARYAWAN 

Rincian dari beban karyawan adalah sebagai berikut: 

Gaji dan tunjangan 
Cuti, insentif, dan tunjangan lainnya 
Beban pensiun berkala, bersih (Catatan 31) 
Beban penghargaan masa kerja (Catatan 32) 
Beban pensiun berdasarkan 

Undang-Undang Ketenagakerjaan (Catatan 31) 

Beban imbalan kesehatan pasca kerja  

berkala, bersih (Catatan 31) 

Beban imbalan pasca kerja lainnya (Catatan 31) 
Beban imbalan tunjangan masa kerja (Catatan 31) 
Lain-lain  
Jumlah 

2020 

2019 

8.272  
4.321  
804  
290  

258  

253  
81  
53  
58  
14.390   

Lihat Catatan 33 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi. 

26.   BEBAN OPERASI, PEMELIHARAAN, DAN JASA TELEKOMUNIKASI 

Rincian dari beban operasi, pemeliharaan, dan jasa telekomunikasi adalah sebagai berikut: 

2020 

2019 

Operasi dan pemeliharaan 
Beban pemakaian frekuensi radio (Catatan 36c.i) 
Sewa sirkit dan CPE 
Beban hak penyelenggaraan dan KPU 
Listrik, gas, dan air 
Manajemen proyek 
Beban pokok penjualan kartu SIM dan  

voucer (Catatan 7) 

Asuransi 
Sewa kendaraan dan fasilitas pendukung 
Beban pokok penjualan periferal (Catatan 7) 
Sewa menara 
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp75 miliar) 
Jumlah 

19.930  
5.930  
3.371  
2.411  
946  
538  

487  
378  
343  
57  
17  
185  
34.593  

Lihat Catatan 33 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi. 

27.  BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI 

Rincian dari beban umum dan administrasi adalah sebagai berikut: 

Penyisihan kerugian kredit ekspektasian 
Beban umum 
Jasa profesional 
Pelatihan, pendidikan, dan rekrutmen 
Perjalanan 
Sumbangan sosial 
Beban penagihan 
Rapat 
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp75 miliar) 
Jumlah 

Lihat Catatan 33 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi. 

84 

2020 

2019 

2.267   
1.805   
981   
308   
275   
223   
193  
184  
275   
6.511   

7.945 
3.538 
840 
290 

136 

167 
33 
- 
63 
13.012 

24.410 
5.736 
4.793 
2.370 
1.102 
463 

618 
246 
466 
1.109 
641 
272 
42.226 

2.283 
1.653 
793 
461 
410 
200 
176 
276 
444 
6.696 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
 
 
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
 
 
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
     
  
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

28.  PERPAJAKAN 

a.  Pajak dibayar di muka 

Perusahaan: 
    PPh 

PPh Badan 

      Pasal 22 - Pembelian barang 
      Pasal 23 - Penyerahan jasa 
    PPN 
Entitas anak: 
    PPh  
      PPh Badan 
      Pasal 4 (2) - Pajak final 
      Pasal 23 - Penyerahan jasa 
    PPN 
Jumlah pajak dibayar di muka 
Bagian jangka pendek 
Bagian jangka panjang (Catatan 14) 

b.  Tagihan restitusi pajak 

Perusahaan: 
    PPh Badan 
    PPN 
Entitas anak: 
    PPh  

    PPh Badan 
    Pasal 23 - Penyerahan jasa 

    PPN 
Jumlah tagihan restitusi pajak 
Bagian jangka pendek 
Bagian jangka panjang (Catatan 14) 

2020 

2019 

363  
2  
124  
787  

420  
6  
-  
2.255  
3.957   
                   (3.170)  
787   

- 
 6 
 90 
 678 

- 
 13 
 2 
 2.458 
 3.247 
 (2.569) 
 678 

2020 

2019 

102  
428  

933  
17  
756  
2.236  
(854)  
1.382  

406 
2.046 

992 
44 
1.170 
4.658 
(992) 
3.666 

85 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
     
     
   
  
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
     
  
 
  
 
  
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 

Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

28.  PERPAJAKAN 

a.  Pajak dibayar di muka 

      Pasal 22 - Pembelian barang 

      Pasal 23 - Penyerahan jasa 

Perusahaan: 

    PPh 

PPh Badan 

    PPN 

Entitas anak: 

    PPh  

      PPh Badan 

      Pasal 4 (2) - Pajak final 

      Pasal 23 - Penyerahan jasa 

    PPN 

Jumlah pajak dibayar di muka 

Bagian jangka pendek 

Bagian jangka panjang (Catatan 14) 

b.  Tagihan restitusi pajak 

Perusahaan: 

    PPh Badan 

    PPN 

Entitas anak: 

    PPh  

    PPh Badan 

    PPN 

    Pasal 23 - Penyerahan jasa 

Jumlah tagihan restitusi pajak 

Bagian jangka pendek 

Bagian jangka panjang (Catatan 14) 

2020 

2019 

                   (3.170)  

2020 

2019 

363  

2  

124  

787  

420  

6  

-  

2.255  

3.957   

787   

102  

428  

933  

17  

756  

2.236  

(854)  

1.382  

- 

 6 

 90 

 678 

- 

 13 

 2 

 2.458 

 3.247 

 (2.569) 

 678 

406 

2.046 

992 

44 

1.170 

4.658 

(992) 

3.666 

28.  PERPAJAKAN (lanjutan) 

c.  Utang pajak 

Perusahaan: 
  PPh 

  Pasal 4 (2) - Pajak final 
  Pasal 21 - PPh pribadi 
  Pasal 22 - Pembelian barang 
  Pasal 23 - Penyerahan jasa 
  Pasal 25 - Angsuran PPh Badan 
  Pasal 26 - PPh Wajib Pajak Luar Negeri 
  Pasal 29 - PPh Badan 

  PPN atas Pemungutan Pajak ("WAPU") 

Entitas anak: 
  PPh 

  Pasal 4 (2) - Pajak final 
  Pasal 21 - PPh pribadi 
  Pasal 22 - Pembelian barang 
  Pasal 23 - Penyerahan jasa 
  Pasal 25 - Angsuran PPh Badan 
  Pasal 26 - PPh Wajib Pajak Luar Negeri 
  Pasal 29 - PPh Badan 

  PPN 

Jumlah utang pajak 

2020 

2019 

53   
119   
5   
21   
-  
7   
814  
490   
1.509   

136   
176   
4   
55   
3  
7  
474  
349   
1.204   
2.713   

d.  Komponen beban (manfaat) pajak penghasilan konsolidasian adalah sebagai berikut: 

2020 

2019 

Kini 

 Perusahaan 
 Entitas anak 

Tangguhan 

 Perusahaan 
 Entitas anak 

Beban pajak penghasilan bersih 

1.976  
7.822  
9.798   

                            10   
(596)  
(586)   
9.212   

43 
101 
7 
38 
6 
9 
1.059 
487 
1.750 

153 
108 
3 
80 
7 
5 
473 
852 
1.681 
3.431 

1.272 
9.347 
10.619 

(82) 
(221) 
(303) 
10.316 

85 

86 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
     
     
   
  
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
     
  
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
     
  
 
  
 
 
   
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
     
      
   
 
   
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

28.  PERPAJAKAN (lanjutan) 

d.  Komponen beban (manfaat) pajak penghasilan konsolidasian adalah sebagai berikut (lanjutan): 

Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak  penghasilan  dengan estimasi laba kena pajak untuk  tahun 
yang berakhir pada 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut: 

Laba sebelum pajak penghasilan konsolidasian 
Penambahan kembali eliminasi konsolidasian 
Laba konsolidasian sebelum pajak penghasilan  

dan eliminasi 

Dikurangi: laba entitas anak sebelum pajak penghasilan  
Laba sebelum pajak penghasilan sebelum dikurangi 
pajak penghasilan atas pajak final - Perusahaan 

Dikurangi: penghasilan yang telah dikenakan pajak final 
Laba sebelum pajak penghasilan setelah dikurangi 

penghasilan atas pajak final - Perusahaan 

Perbedaan temporer: 
Provisi penurunan nilai piutang  
Provisi imbalan karyawan 
Hak atas tanah, aset takberwujud, dan lainnya 
Pendapatan instalasi tangguhan 
Beban pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya  

berkala bersih 

Perbedaan nilai buku aset tetap menurut akuntansi 

dan pajak 

Beban yang masih harus dibayar dan provisi  

persediaan usang 
Sewa pembiayaan 
Kapitalisasi biaya kontrak 
Jumlah perbedaan temporer - bersih 
Perbedaan tetap: 
Imbalan karyawan 
Sumbangan 
Beban imbalan kesehatan pasca kerja berkala bersih 
Beban untuk mendapatkan pendapatan obyek  

PPh final 

Bagian laba bersih entitas asosiasi dan entitas anak 
Pendapatan lain-lain dari hasil pemeriksaan pajak 
Lain-lain 
Jumlah perbedaan tetap - bersih 
Penghasilan kena pajak - Perusahaan 
Beban pajak penghasilan kini 
Beban pajak penghasilan final 
Beban pajak penghasilan kini atas pemeriksaan pajak 
Jumlah beban pajak penghasilan kini - Perusahaan 
Beban pajak penghasilan kini - entitas anak 
Jumlah beban pajak penghasilan kini 

2020 

2019 

38.775  
25.861  

64.636  
(40.285)  

24.351  
(395)  

23.956  

37.908 
23.555 

61.463 
(41.390) 

20.073 
(515) 

19.558 

916  
314  
29  
234  

641 
                            74 
48 
2 

(110)  

                      (348) 

(576)  

27  
6  
155  
995  

145  
204  
253  

(309) 

(20) 
                          (7) 

- 
81 

225 
212 
167 

125  
(15.432)  
(157)  
51  
(14.811)  
10.140  
1.927  
48  
1  
1.976  
7.822  
9.798  

133 
(13.911) 
(483) 
                            25 
(13.632) 
6.007 
1.201 
70 
1 
1.272 
9.347 
10.619 

87 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
     
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 

Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

28.  PERPAJAKAN (lanjutan) 

28.  PERPAJAKAN (lanjutan) 

d.  Komponen beban (manfaat) pajak penghasilan konsolidasian adalah sebagai berikut (lanjutan): 

Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak  penghasilan  dengan estimasi laba kena pajak untuk  tahun 

yang berakhir pada 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut: 

d.  Komponen beban (manfaat) pajak penghasilan konsolidasian adalah sebagai berikut (lanjutan): 

Rekonsiliasi  antara  pajak  penghasilan  yang  dihitung  dengan  menggunakan  tarif  pajak  perusahaan 
19% (2020) dan 20% (2019) terhadap laba sebelum pajak penghasilan setelah dikurang pendapatan 
yang  dikenakan  pajak  final  dan  beban  pajak  bersih  pada  laporan  laba  rugi  dan  penghasilan 
komprehensif lain konsolidasian adalah sebagai berikut: 

2020 

2019 

2020 

2019 

Laba sebelum pajak penghasilan konsolidasian 
Dikurangi: pendapatan yang dikenakan  

pajak final – bersih konsolidasian 

Beban pajak penghasilan dihitung pada tarif  

Perusahaan  

Perbedaan pada tarif pajak entitas anak 
Beban yang tidak dapat dikurangkan untuk tujuan  

perpajakan 

Beban pajak penghasilan final 
Perubahan tarif pajak (Perppu No. 1 Tahun 2020) 
Pajak tangguhan yang tidak diakui 
Lain-lain 
Beban pajak penghasilan bersih 

38.775  

(1.675)  
37.100  

7.049  
906  

473  
51  
210  
201  
322  
9.212   

37.908 

(1.138) 
36.770 

7.354 
1.557 

764 
73 
- 
323 
245 
10.316 

Undang-Undang  Pajak  No.  36  tahun  2008  menerapkan  peraturan  di  bawah  Peraturan  Pemerintah 
(“PP”) No. 56/2015 mengenai pemberian pengurangan tarif pajak sebesar 5% dari tarif pajak tertinggi 
kepada perusahaan yang sahamnya tercatat dan diperdagangkan di BEI dengan jumlah paling sedikit 
40% dari jumlah seluruh saham yang disetor perusahaan dan saham tersebut dimiliki paling sedikit 
oleh 300 pemegang saham, dimana kepemilikan masing-masing tidak boleh melebihi 5%. Ketentuan 
tersebut harus dipenuhi oleh perusahaan yang mencatatkan sahamnya di bursa dalam waktu paling 
singkat 183 hari kalender dalam jangka waktu satu tahun fiskal. Perusahaan telah memenuhi seluruh 
kriteria yang dipersyaratkan, sehingga untuk perhitungan pajak kini dan tangguhan untuk tahun yang 
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019, Perusahaan menurunkan tarif pajak sebesar 5%. 

Pada bulan Maret 2020, Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang 
No.1/2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan 
Pandemi  Corona  Virus  Disease  2019  (COVID-19)  dan/atau  dalam  Rangka  Menghadapi  Ancaman 
yang  Membahayakan  Perekonomian  Nasional  dan/atau  Stabilitas  Sistem  Keuangan,  yang  telah 
ditetapkan menjadi Undang-Undang No.2/2020, yang  antara lain  mengatur penyesuaian tarif  pajak 
penghasilan wajib pajak badan dalam negeri dan  bentuk usaha tetap, menjadi 22% untuk tahun pajak 
2020  dan  2021,  dan  20%  untuk  tahun  pajak  2022.  Selanjutnya,  Pemerintah  menerbitkan  PP  No. 
30/2020  tentang  Penurunan  Tarif  PPh  Bagi  Wajib  Pajak  Dalam  Negeri  yang  Berbentuk  Perseroan 
Terbuka, yang mengatur  pemberian tarif pajak sebesar  3% lebih rendah   untuk wajib  pajak dalam 
negeri  berbentuk  perseroan  terbuka  yang  sahamnya  tercatat  dan  diperdagangkan  di  BEI  dengan 
jumlah paling sedikit 40% dari jumlah seluruh saham yang disetor perusahaan dan saham tersebut 
dimiliki  paling  sedikit  oleh  300  pemegang  saham,  dimana  kepemilikan  masing-masing  tidak  boleh 
melebihi 5%. Ketentuan tersebut harus dipenuhi oleh perusahaan yang mencatatkan sahamnya di 
bursa  dalam  waktu  paling  singkat  183  hari  kalender  dalam  jangka  waktu  satu  tahun  fiskal,  dan 
pemenuhan  persyaratan  sebagaimana  dimaksud  dilakukan  oleh  Wajib  Pajak  Perseroan  Terbuka 
dengan  menyampaikan  laporan  kepada  Direktorat  Jenderal  Pajak.  Perusahaan  telah  memenuhi 
seluruh kriteria yang telah dipersyaratkan, sehingga untuk perhitungan  beban pajak kini  dan pajak 
tangguhan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020, Perusahaan menurunkan tarif 
pajak sebesar 3%. 

Perusahaan menerapkan tarif pajak sebesar 19% dan 20% untuk tahun yang berakhir pada tanggal 
31 Desember 2020 dan 2019. Entitas anak menerapkan tarif pajak sebesar 22% dan 25% untuk tahun 
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019. 

87 

88 

Laba sebelum pajak penghasilan konsolidasian 

Penambahan kembali eliminasi konsolidasian 

Laba konsolidasian sebelum pajak penghasilan  

dan eliminasi 

Dikurangi: laba entitas anak sebelum pajak penghasilan  

Laba sebelum pajak penghasilan sebelum dikurangi 

pajak penghasilan atas pajak final - Perusahaan 

Dikurangi: penghasilan yang telah dikenakan pajak final 

Laba sebelum pajak penghasilan setelah dikurangi 

penghasilan atas pajak final - Perusahaan 

Perbedaan temporer: 

Provisi penurunan nilai piutang  

Provisi imbalan karyawan 

Hak atas tanah, aset takberwujud, dan lainnya 

Pendapatan instalasi tangguhan 

Beban pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya  

Perbedaan nilai buku aset tetap menurut akuntansi 

berkala bersih 

dan pajak 

Beban yang masih harus dibayar dan provisi  

persediaan usang 

Sewa pembiayaan 

Kapitalisasi biaya kontrak 

Jumlah perbedaan temporer - bersih 

Perbedaan tetap: 

Imbalan karyawan 

Sumbangan 

Beban imbalan kesehatan pasca kerja berkala bersih 

Beban untuk mendapatkan pendapatan obyek  

PPh final 

Lain-lain 

Bagian laba bersih entitas asosiasi dan entitas anak 

Pendapatan lain-lain dari hasil pemeriksaan pajak 

Jumlah perbedaan tetap - bersih 

Penghasilan kena pajak - Perusahaan 

Beban pajak penghasilan kini 

Beban pajak penghasilan final 

Beban pajak penghasilan kini atas pemeriksaan pajak 

Jumlah beban pajak penghasilan kini - Perusahaan 

Beban pajak penghasilan kini - entitas anak 

Jumlah beban pajak penghasilan kini 

38.775  

25.861  

64.636  

(40.285)  

24.351  

(395)  

23.956  

916  

314  

29  

234  

(576)  

27  

6  

155  

995  

145  

204  

253  

125  

(15.432)  

(157)  

51  

(14.811)  

10.140  

1.927  

48  

1  

1.976  

7.822  

9.798  

37.908 

23.555 

61.463 

(41.390) 

20.073 

(515) 

19.558 

641 

48 

2 

(309) 

(20) 

- 

81 

225 

212 

167 

133 

(13.911) 

(483) 

(13.632) 

6.007 

1.201 

70 

1 

1.272 

9.347 

10.619 

                            74 

(110)  

                      (348) 

                          (7) 

                            25 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
     
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
     
  
 
 
 
  
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

28.  PERPAJAKAN (lanjutan) 

d.  Komponen beban (manfaat) pajak penghasilan konsolidasian adalah sebagai berikut (lanjutan): 

Perusahaan akan menyampaikan perhitungan penghasilan kena pajak dan beban pajak penghasilan 
kini  di  atas  dalam  SPT  Tahunan  PPh  Badan  untuk  tahun  fiskal  2020  kepada  Otoritas  Pajak  dan 
dilaporkan berdasarkan peraturan yang berlaku.  

e.  Pemeriksaan pajak 

(i)  Perusahaan 

PPh dan PPN Tahun 2011 

Pada tanggal 21 Oktober 2014, Perusahaan menerima SKPKB dari Otoritas Pajak untuk tahun 
pajak  2011.  Berdasarkan  SKPKB  tersebut,  Perusahaan  menerima  SKPKB  PPN  masa  pajak 
Januari  s.d.  Desember  2011  senilai  Rp182,5  miliar  (termasuk  denda  Rp60  miliar)  dan  SKPKB 
PPh Badan senilai Rp2,8 miliar (termasuk denda Rp929 juta). Bagian yang telah diterima senilai 
Rp4,7 miliar (termasuk denda Rp2 miliar) atas SKPKB PPN telah dibebankan pada laporan laba 
rugi  dan  penghasilan  komprehensif  lain  konsolidasian  tahun  2014.  Sedangkan  atas  PPN 
interkoneksi  international  incoming  call  senilai  Rp177,9  miliar  (termasuk  denda  Rp58  miliar) 
dicatat sebagai tagihan restitusi pajak.  

Pada tanggal 7 Januari 2015, Perusahaan telah mengajukan keberatan. Atas keberatan tersebut, 
pada tanggal 20 Oktober 2015, Otoritas Pajak telah menerbitkan putusan penolakan keberatan. 
Sebagai tanggapan atas putusan keberatan tersebut, pada tanggal 20 Januari 2016, Perusahaan 
mengajukan banding kepada Pengadilan Pajak atas penolakan keberatan terhadap pemeriksaan 
atas PPN interkoneksi international incoming call.  

Pada  tanggal  4  dan  5  April  2017,  Pengadilan  Pajak  menerbitkan  putusan  tertanggal  20  Maret 
2017 atas proses banding terkait PPN interkoneksi international incoming call. Dalam putusannya, 
dinyatakan bahwa transaksi atas PPN interkoneksi international incoming call adalah penyerahan 
jasa kena pajak dan dikategorikan sebagai ekspor jasa kena pajak dan terutang PPN sebesar 0% 
dan mengabulkan seluruh permohonan Perusahaan untuk masa pajak Januari dan September 
s.d. Desember 2011 senilai Rp73,9 miliar. Pengadilan Pajak menolak banding yang diajukan oleh 
Perusahaan  untuk  masa  pajak  Februari  s.d.  Agustus  2011  senilai  Rp104  miliar,  dikarenakan 
Perusahan dianggap tidak memenuhi ketentuan formal. Atas putusan penolakan tersebut, pada 
tanggal 19 dan 21 Juni 2017, Perusahaan mengajukan memori peninjauan kembali. Pada bulan 
Mei 2017, Perusahaan menerima pengembalian atas  restitusi pajak untuk  masa pajak Januari 
dan September s.d. Desember 2011 senilai Rp73,9 miliar yang dikompensasi dengan STP 2013 
dan 2014 masing-masing senilai Rp59,9 miliar dan Rp14 miliar.  

Pada  bulan  Mei  s.d.  September  dan  November  2019,  Perusahaan  telah  menerima  putusan 
Mahkamah Agung yang diputuskan pada bulan Maret, April, Mei, Juli, Agustus, dan September 
2019, dimana Mahkamah Agung mengabulkan permohonan peninjauan kembali Perusahaan atas 
masa pajak Februari, Maret, dan Mei s.d. Agustus 2011, serta menolak permohonan peninjauan 
kembali  Otoritas  Pajak  atas  masa  pajak  Januari  dan  September  s.d.  Desember  2011.  Pada 
tanggal 21 Agustus 2019, Perusahaan menerima pengembalian atas restitusi pajak untuk masa 
pajak Maret, Mei, dan Juni 2011 senilai Rp44 miliar. Atas putusan masa pajak April 2011 yang 
diputuskan  pada  bulan  April  2019,  Mahkamah  Agung  mengabulkan  permohonan  peninjauan 
kembali Perusahaan dan putusan tersebut sudah diunggah melalui laman Mahkamah Agung.  

Pada tanggal 24 Januari dan 31 Maret 2020, Perusahaan menerima pengembalian atas restitusi 
pajak  untuk  masa  pajak  Februari,  Agustus,  April,  dan  Juli  2011  senilai  Rp59  miliar.  Dengan 
demikian,  Perusahaan  telah  menerima  seluruh  putusan  yang  berkekuatan  hukum  tetap  dari 
Mahkamah Agung serta telah menerima seluruh pengembalian atas restitusi pajak untuk seluruh 
masa pajak tahun 2011. 

89 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 

Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

28.  PERPAJAKAN (lanjutan) 

d.  Komponen beban (manfaat) pajak penghasilan konsolidasian adalah sebagai berikut (lanjutan): 

Perusahaan akan menyampaikan perhitungan penghasilan kena pajak dan beban pajak penghasilan 

kini  di  atas  dalam  SPT  Tahunan  PPh  Badan  untuk  tahun  fiskal  2020  kepada  Otoritas  Pajak  dan 

dilaporkan berdasarkan peraturan yang berlaku.  

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

28.  PERPAJAKAN (lanjutan) 

e.  Pemeriksaan pajak (lanjutan) 

(i)  Perusahaan (lanjutan) 

PPh dan PPN Tahun 2012 

e.  Pemeriksaan pajak 

(i)  Perusahaan 

PPh dan PPN Tahun 2011 

Pada tanggal 21 Oktober 2014, Perusahaan menerima SKPKB dari Otoritas Pajak untuk tahun 

pajak  2011.  Berdasarkan  SKPKB  tersebut,  Perusahaan  menerima  SKPKB  PPN  masa  pajak 

Januari  s.d.  Desember  2011  senilai  Rp182,5  miliar  (termasuk  denda  Rp60  miliar)  dan  SKPKB 

PPh Badan senilai Rp2,8 miliar (termasuk denda Rp929 juta). Bagian yang telah diterima senilai 

Rp4,7 miliar (termasuk denda Rp2 miliar) atas SKPKB PPN telah dibebankan pada laporan laba 

rugi  dan  penghasilan  komprehensif  lain  konsolidasian  tahun  2014.  Sedangkan  atas  PPN 

interkoneksi  international  incoming  call  senilai  Rp177,9  miliar  (termasuk  denda  Rp58  miliar) 

dicatat sebagai tagihan restitusi pajak.  

Pada tanggal 7 Januari 2015, Perusahaan telah mengajukan keberatan. Atas keberatan tersebut, 

pada tanggal 20 Oktober 2015, Otoritas Pajak telah menerbitkan putusan penolakan keberatan. 

Sebagai tanggapan atas putusan keberatan tersebut, pada tanggal 20 Januari 2016, Perusahaan 

mengajukan banding kepada Pengadilan Pajak atas penolakan keberatan terhadap pemeriksaan 

atas PPN interkoneksi international incoming call.  

Pada  tanggal  4  dan  5  April  2017,  Pengadilan  Pajak  menerbitkan  putusan  tertanggal  20  Maret 

2017 atas proses banding terkait PPN interkoneksi international incoming call. Dalam putusannya, 

dinyatakan bahwa transaksi atas PPN interkoneksi international incoming call adalah penyerahan 

jasa kena pajak dan dikategorikan sebagai ekspor jasa kena pajak dan terutang PPN sebesar 0% 

dan mengabulkan seluruh permohonan Perusahaan untuk masa pajak Januari dan September 

s.d. Desember 2011 senilai Rp73,9 miliar. Pengadilan Pajak menolak banding yang diajukan oleh 

Perusahaan  untuk  masa  pajak  Februari  s.d.  Agustus  2011  senilai  Rp104  miliar,  dikarenakan 

Perusahan dianggap tidak memenuhi ketentuan formal. Atas putusan penolakan tersebut, pada 

tanggal 19 dan 21 Juni 2017, Perusahaan mengajukan memori peninjauan kembali. Pada bulan 

Mei 2017, Perusahaan menerima pengembalian atas  restitusi pajak untuk  masa pajak Januari 

dan September s.d. Desember 2011 senilai Rp73,9 miliar yang dikompensasi dengan STP 2013 

dan 2014 masing-masing senilai Rp59,9 miliar dan Rp14 miliar.  

Pada  bulan  Mei  s.d.  September  dan  November  2019,  Perusahaan  telah  menerima  putusan 

Mahkamah Agung yang diputuskan pada bulan Maret, April, Mei, Juli, Agustus, dan September 

2019, dimana Mahkamah Agung mengabulkan permohonan peninjauan kembali Perusahaan atas 

masa pajak Februari, Maret, dan Mei s.d. Agustus 2011, serta menolak permohonan peninjauan 

kembali  Otoritas  Pajak  atas  masa  pajak  Januari  dan  September  s.d.  Desember  2011.  Pada 

tanggal 21 Agustus 2019, Perusahaan menerima pengembalian atas restitusi pajak untuk masa 

pajak Maret, Mei, dan Juni 2011 senilai Rp44 miliar. Atas putusan masa pajak April 2011 yang 

diputuskan  pada  bulan  April  2019,  Mahkamah  Agung  mengabulkan  permohonan  peninjauan 

kembali Perusahaan dan putusan tersebut sudah diunggah melalui laman Mahkamah Agung.  

Pada tanggal 24 Januari dan 31 Maret 2020, Perusahaan menerima pengembalian atas restitusi 

pajak  untuk  masa  pajak  Februari,  Agustus,  April,  dan  Juli  2011  senilai  Rp59  miliar.  Dengan 

demikian,  Perusahaan  telah  menerima  seluruh  putusan  yang  berkekuatan  hukum  tetap  dari 

Mahkamah Agung serta telah menerima seluruh pengembalian atas restitusi pajak untuk seluruh 

masa pajak tahun 2011. 

Pada  tanggal  3  Mei  2016,  Otoritas  Pajak  menerbitkan  Surat  Pemberitahuan  Pemeriksaan 
Lapangan masa pajak Januari s.d. Desember 2012. Pada tanggal 3 November 2016,  Otoritas 
Pajak menerbitkan SKPKB PPh Badan senilai Rp991,6 miliar (termasuk denda Rp321,6 miliar), 
SKPKB  PPN  senilai  Rp467  miliar  (termasuk  denda  Rp153,5  miliar),  SKPKB    PPN  atas 
Pemanfaatan Jasa Kena Pajak (“JKP”) dari Luar Daerah Pabean senilai Rp1,2 miliar (termasuk 
denda  Rp392  juta),  SKPKB  PPN  WAPU  senilai  Rp57  miliar  (termasuk  denda  Rp18,5  miliar), 
tagihan pajak PPN senilai Rp37,5 miliar, SKPKB PPh Pasal 21 senilai Rp16,2 miliar (termasuk 
denda Rp5,3 miliar), SKPKB PPh Final Pasal 21 senilai Rp1,2 miliar (termasuk denda Rp407 juta), 
SKPKB PPh Pasal 23 senilai Rp63,5 miliar (termasuk denda Rp20,6 miliar), SKPKB PPh Pasal  
4  (2)  senilai  Rp25  miliar  (termasuk  denda  Rp8,1  miliar),  dan  SKPKB  PPh  Pasal  26  senilai  
Rp197,6 miliar (termasuk denda Rp64 miliar). Perusahaan telah menyetujui senilai Rp35,2 miliar 
terkait perhitungan kembali pengkreditan pajak masukan atas penyelenggaraan jasa interkoneksi 
international  incoming  call,  Rp613,3  juta  atas  Pajak  Penghasilan,  dan  Rp311,5  juta  atas  PPh 
Pasal 26 dan telah diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian 
tahun 2016. Pada tanggal 16 November 2016, Perusahaan telah mengajukan keberatan atas hasil 
pemeriksaan lainnya. 

Pada tanggal 1 Maret 2017 dan 9 Mei 2017, Perusahaan menerima surat keputusan dari Otoritas 
Pajak atas kurang bayar PPN Jasa Luar Negeri senilai Rp1,8 juta (termasuk denda Rp0,6 juta) 
dan kurang bayar PPN WAPU senilai Rp4,4 miliar (termasuk denda Rp1,4 miliar). Atas keputusan 
keberatan tersebut, Perusahaan menerima keputusan tersebut. Pada tanggal 19 Oktober 2017, 
Otoritas Pajak menerbitkan surat keputusan keberatan yang diajukan oleh Perusahaan dimana 
Otoritas Pajak telah mengurangi kurang bayar atas PPh Badan dan menambah kurang bayar atas 
PPh Pasal 21, PPh Pasal 21 Final, PPh Pasal 23, PPh Pasal 4 (2) dan PPh Pasal 26 dengan 
rincian kurang bayar Pajak Pasal 21 senilai Rp20,7 miliar (termasuk denda Rp6,7 miliar), kurang 
bayar PPh Pasal 21 Final senilai Rp23,8 miliar (termasuk denda Rp7,7 miliar), kurang bayar PPh 
Pasal 23 senilai Rp115,7 miliar (termasuk denda Rp37,5 miliar), kurang bayar PPh Pasal 4 (2) 
senilai  Rp25  miliar  (termasuk  denda  Rp8,1miliar),  kurang  bayar  PPh  Pasal  26  senilai  
Rp197,6  miliar  (termasuk denda Rp64,1 miliar), dan kurang bayar PPh Badan senilai Rp496,4 
miliar  (termasuk  denda  Rp161  miliar).  Pada  tanggal  30  dan  31  Oktober  2017,  Otoritas  pajak 
menerbitkan surat keputusan atas keberatan yang diajukan oleh Perusahaan untuk PPN masa 
pajak Januari s.d. Desember 2012 dimana Direktorat Jenderal Pajak  telah menambahkan dan 
mengurangi  jumlah  kurang  bayar  yang  masih  harus  dibayar  oleh  Perusahaan  senilai  Rp429,3 
miliar (termasuk denda Rp141,2 miliar).  

Atas  keputusan  keberatan  tersebut,  pada  tanggal  17  dan  26  Januari  2018,  Perusahaan 
mengajukan banding dan telah menempuh serangkaian sidang banding. Pada bulan September 
2018,  Otoritas Pajak  menerbitkan surat keputusan (pembetulan) atas  keberatan yang diajukan 
oleh Perusahaan, dimana Otoritas Pajak telah mengurangi jumlah kurang bayar atas PPN untuk 
masa pajak Maret, April, September, dan Desember 2012 senilai Rp9,9 miliar (termasuk denda 
Rp3,2 miliar). Sehingga, sampai dengan 31 Desember 2018, kurang bayar atas PPN untuk masa 
pajak Januari s.d. Desember 2012 senilai Rp419,4 miliar (termasuk denda Rp138 miliar). 

Pada  tanggal  16  Desember  2019,  Perusahaan  menerima  putusan  dari  Pengadilan  Pajak  atas 
sengketa  pajak  atas  semua  jenis  pajak  tahun  2012.  Pengadilan  Pajak  mengabulkan  sebagian 
permohonan banding yang diajukan Perusahaan terkait pajak penghasilan sehingga jumlah pajak 
yang masih harus dibayar untuk PPh Pasal 21 senilai Rp52,4 juta (termasuk denda Rp17 juta), 
PPh  Pasal  23  senilai  Rp1,4  miliar  (termasuk  denda  Rp0,4  miliar),  PPh  Pasal  26  senilai  
Rp802,6 juta (termasuk denda Rp260,3 juta), dan PPh Pasal 4 (2) senilai Rp1,3 juta (termasuk 
denda  Rp0,4  juta).  Untuk  permohonan  banding  atas  PPh  Pasal  21  Final,  Pengadilan  Pajak 
mengabulkan  seluruh permohonan Perusahaan. jumlah  pajak yang masih harus  dibayar untuk 
PPh Badan senilai Rp29,6 miliar (termasuk denda Rp9,6 miliar) dan PPN senilai Rp51,1 miliar 
(termasuk denda Rp17,5 miliar). 

89 

90 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

28.  PERPAJAKAN (lanjutan) 

e.  Pemeriksaan pajak (lanjutan) 

(i)  Perusahaan (lanjutan) 

PPh dan PPN Tahun 2012 (lanjutan) 

Selanjutnya, Pengadilan Pajak mengabulkan sebagian permohonan banding terkait PPh Badan 
dan  PPN  yang  diajukan  Perusahaan,  sehingga  Perusahaan  telah  menerima  seluruh  Salinan 
Putusan Banding tersebut di atas dan setuju untuk membayar kurang bayar atas PPh Pasal 21, 
PPh Pasal 23, PPh Pasal 26, PPh Pasal 4 (2), PPh Badan, dan PPN. 

Pada bulan Februari 2020, Perusahaan  menerima  pengembalian kelebihan pembayaran pajak 
atas  PPN  Masa  Desember  2012  senilai  Rp115,7  miliar,  dimana  senilai  Rp46,8  miliar 
dikompensasikan ke SKPKB PPN masa Januari s.d. November 2012. 

Pada  bulan  April  2020,  Perusahaan  mengajukan    permohonan  pengurangan  atau  pembatalan 
Surat  Tagihan  Pajak  (“STP“)  atas  PPN  Masa  Januari  s.d.  Desember  2012.  Perusahaan 
mengajukan permohonan pengurangan STP dengan melakukan perhitungan ulang berdasarkan 
hasil Putusan Banding, sehingga nilai SPT yang semula Rp37,5 miliar menjadi Rp5,8 miliar. Pada 
bulan Juni 2020, Perusahaan menerima keputusan atas permohonan tersebut. Pada bulan Juli 
2020,  Perusahaan  menerima  realisasi  pengembalian  tersebut  senilai  Rp31,7  miliar,  namun 
sejumlah Rp20,9 juta dikompensasikan ke utang pajak STP PPh Pasal 21 yang diterbitkan oleh 
beberapa Kantor Pelayanan Pajak Cabang.  

Pada tanggal 6 Juli 2020, Perusahaan menerima  pemberitahuan dari Pengadilan Pajak bahwa 
Direktorat Jenderal Pajak mengajukan Peninjauan Kembali untuk seluruh Putusan Banding atas 
seluruh  sengketa  pajak  tahun  2012.  Pada  tanggal  30  Juli  2020,  Perusahaan  telah  merespon 
dengan  mengirimkan  Kontra  Memori  Peninjauan  Kembali  untuk  seluruh  sengketa  pajak  tahun 
2012.  

Sampai  dengan  bulan  Desember  2020,  Mahkamah  Agung  telah  mengumumkan  hasil  putusan 
atas proses peninjauan kembali terhadap seluruh sengketa PPh Withholding Tax, PPh Badan dan 
sebagian  sengketa  PPN  atas  masa  pajak  Januari  s.d.  Desember  2012.  Dalam  hasil  putusan 
tersebut, Mahkamah Agung menolak seluruh peninjauan kembali yang diajukan oleh DJP kecuali 
atas sengketa PPh Pasal 21 diberikan putusan N.O (Niet Ontvankelijke Verklaard) dan atas PPN 
Masa Januari, Maret, Mei, dan Oktober 2012 belum diterima putusannya. 

Sampai  dengan  tanggal  penerbitan  laporan  keuangan  konsolidasian  ini,  dari  seluruh  perkara 
Peninjauan Kembali di Mahkamah Agung untuk  seluruh  jenis Pajak Tahun 2012, selain empat 
perkara  berkenaan  dengan  jenis  pajak  PPN  masa  pajak  Januari  dan  Mei  2012  yang  telah 
diuraikan  pada paragraf di atas yang  belum  diterima putusannya, Perusahaan telah menerima 
seluruh putusan yang berkekuatan hukum tetap dari Mahkamah Agung. 

PPh dan PPN Tahun 2015 

Pada tanggal 23 Agustus 2016, Otoritas Pajak menerbitkan Surat Pemberitahuan Pemeriksaan 
Lapangan masa pajak Januari s.d. Desember 2015.  

Pada  tanggal  25  April  2017,  Otoritas  Pajak  menerbitkan  Surat  Ketetapan  Pajak  Lebih  Bayar 
(“SKPLB”)  PPh  Badan  senilai  Rp147  miliar,  SKPKB  PPN  senilai  Rp13  miliar  (termasuk  denda  
Rp4,1 miliar), SKPKB PPN WAPU senilai Rp6 miliar (termasuk denda Rp1,5 miliar), dan SKPKB 
PPN  atas  Pemanfaatan  JKP  dari  Luar  Daerah  Pabean  senilai  Rp55,3  miliar  (termasuk  denda  
Rp16,8 miliar). Perusahaan juga menerima STP atas PPN senilai Rp34 miliar, PPN WAPU senilai  
Rp7  miliar,  dan  PPN  atas  Pemanfaatan  JKP  dari  Luar  Daerah  Pabean  senilai  Rp8  miliar. 
Perusahaan setuju untuk menerima putusan pemeriksaan senilai Rp17 miliar atas PPh Badan, 
mengalihkan  perhitungan  pajak  atas  realisasi  ganti  rugi  migrasi  Flexi  senilai  Rp42  miliar  yang 
sebelumnya dilaporkan pada SPT PPh Badan tahun 2015 ke SPT PPh Badan tahun 2016. 

91 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 

Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

28.  PERPAJAKAN (lanjutan) 

e.  Pemeriksaan pajak (lanjutan) 

(i)  Perusahaan (lanjutan) 

PPh dan PPN Tahun 2012 (lanjutan) 

28.  PERPAJAKAN (lanjutan) 

e.  Pemeriksaan pajak (lanjutan) 

(i)  Perusahaan (lanjutan) 

PPh dan PPN Tahun 2015 (lanjutan) 

Selanjutnya, Pengadilan Pajak mengabulkan sebagian permohonan banding terkait PPh Badan 

dan  PPN  yang  diajukan  Perusahaan,  sehingga  Perusahaan  telah  menerima  seluruh  Salinan 

Putusan Banding tersebut di atas dan setuju untuk membayar kurang bayar atas PPh Pasal 21, 

PPh Pasal 23, PPh Pasal 26, PPh Pasal 4 (2), PPh Badan, dan PPN. 

Pada bulan Februari 2020, Perusahaan  menerima  pengembalian kelebihan pembayaran pajak 

atas  PPN  Masa  Desember  2012  senilai  Rp115,7  miliar,  dimana  senilai  Rp46,8  miliar 

dikompensasikan ke SKPKB PPN masa Januari s.d. November 2012. 

Pada  bulan  April  2020,  Perusahaan  mengajukan    permohonan  pengurangan  atau  pembatalan 

Surat  Tagihan  Pajak  (“STP“)  atas  PPN  Masa  Januari  s.d.  Desember  2012.  Perusahaan 

mengajukan permohonan pengurangan STP dengan melakukan perhitungan ulang berdasarkan 

hasil Putusan Banding, sehingga nilai SPT yang semula Rp37,5 miliar menjadi Rp5,8 miliar. Pada 

bulan Juni 2020, Perusahaan menerima keputusan atas permohonan tersebut. Pada bulan Juli 

2020,  Perusahaan  menerima  realisasi  pengembalian  tersebut  senilai  Rp31,7  miliar,  namun 

sejumlah Rp20,9 juta dikompensasikan ke utang pajak STP PPh Pasal 21 yang diterbitkan oleh 

beberapa Kantor Pelayanan Pajak Cabang.  

Pada tanggal 6 Juli 2020, Perusahaan menerima  pemberitahuan dari Pengadilan Pajak bahwa 

Direktorat Jenderal Pajak mengajukan Peninjauan Kembali untuk seluruh Putusan Banding atas 

seluruh  sengketa  pajak  tahun  2012.  Pada  tanggal  30  Juli  2020,  Perusahaan  telah  merespon 

dengan  mengirimkan  Kontra  Memori  Peninjauan  Kembali  untuk  seluruh  sengketa  pajak  tahun 

2012.  

Sampai  dengan  bulan  Desember  2020,  Mahkamah  Agung  telah  mengumumkan  hasil  putusan 

atas proses peninjauan kembali terhadap seluruh sengketa PPh Withholding Tax, PPh Badan dan 

sebagian  sengketa  PPN  atas  masa  pajak  Januari  s.d.  Desember  2012.  Dalam  hasil  putusan 

tersebut, Mahkamah Agung menolak seluruh peninjauan kembali yang diajukan oleh DJP kecuali 

atas sengketa PPh Pasal 21 diberikan putusan N.O (Niet Ontvankelijke Verklaard) dan atas PPN 

Masa Januari, Maret, Mei, dan Oktober 2012 belum diterima putusannya. 

Sampai  dengan  tanggal  penerbitan  laporan  keuangan  konsolidasian  ini,  dari  seluruh  perkara 

Peninjauan Kembali di Mahkamah Agung untuk  seluruh  jenis Pajak Tahun 2012, selain empat 

perkara  berkenaan  dengan  jenis  pajak  PPN  masa  pajak  Januari  dan  Mei  2012  yang  telah 

diuraikan  pada paragraf di atas yang  belum  diterima putusannya, Perusahaan telah menerima 

seluruh putusan yang berkekuatan hukum tetap dari Mahkamah Agung. 

PPh dan PPN Tahun 2015 

Pada tanggal 23 Agustus 2016, Otoritas Pajak menerbitkan Surat Pemberitahuan Pemeriksaan 

Lapangan masa pajak Januari s.d. Desember 2015.  

Pada  tanggal  25  April  2017,  Otoritas  Pajak  menerbitkan  Surat  Ketetapan  Pajak  Lebih  Bayar 

(“SKPLB”)  PPh  Badan  senilai  Rp147  miliar,  SKPKB  PPN  senilai  Rp13  miliar  (termasuk  denda  

Rp4,1 miliar), SKPKB PPN WAPU senilai Rp6 miliar (termasuk denda Rp1,5 miliar), dan SKPKB 

PPN  atas  Pemanfaatan  JKP  dari  Luar  Daerah  Pabean  senilai  Rp55,3  miliar  (termasuk  denda  

Rp16,8 miliar). Perusahaan juga menerima STP atas PPN senilai Rp34 miliar, PPN WAPU senilai  

Rp7  miliar,  dan  PPN  atas  Pemanfaatan  JKP  dari  Luar  Daerah  Pabean  senilai  Rp8  miliar. 

Perusahaan setuju untuk menerima putusan pemeriksaan senilai Rp17 miliar atas PPh Badan, 

mengalihkan  perhitungan  pajak  atas  realisasi  ganti  rugi  migrasi  Flexi  senilai  Rp42  miliar  yang 

sebelumnya dilaporkan pada SPT PPh Badan tahun 2015 ke SPT PPh Badan tahun 2016. 

Perusahaan juga menerima ketetapan kurang bayar PPN, kurang bayar PPN WAPU, serta STP 
PPN WAPU senilai Rp26 miliar. Bagian yang telah diterima telah dibebankan pada laporan laba 
rugi dan komprehensif lain konsolidasian tahun  2017.  Pada tanggal 24 Juli  2017, Perusahaan 
mengajukan Surat Keberatan kepada Direktorat Jenderal Pajak atas SKPLB PPh Badan dengan 
keberatan senilai Rp210,5 miliar dan PPN atas pemanfaatan JKP dari Luar Daerah Pabean senilai  
Rp55 miliar. 

Pada tanggal  3 dan 22 Mei 2018, Otoritas Pajak menerbitkan surat keputusan keberatan atas 
SKPLB PPN atas pemanfaatan JKP dari Luar Daerah Pabean yang mengurangkan jumlah pajak 
yang  masih  harus  dibayar  senilai  Rp54,6  miliar  dan  mengabulkan  seluruh  keberatan  yang 
diajukan Perusahaan. Perusahaan telah menyetujui hasil proses keberatan dari Otoritas Pajak 
atas SKPLB PPN atas pemanfaatan JKP dari Luar Daerah Pabean senilai Rp793 juta dan telah 
diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian tahun 2018. Pada 
tanggal 18 Juli 2018, Otoritas Pajak menerbitkan Surat Keputusan Keberatan atas SKPLB PPh 
Badan  yang  menambah  jumlah  pajak  yang  masih  harus  diterima  senilai  Rp76  miliar.  Atas 
keputusan keberatan tersebut, pada tanggal 10 Oktober 2018, Perusahaan mengajukan banding.  

Pada tanggal 8 Juli 2020, Perusahaan menerima  putusan banding dari Pengadilan Pajak  atas 
sengketa PPh Badan tahun 2015. Pengadilan Pajak mengabulkan sebagian permohonan banding 
yang  diajukan  Perusahaan.  Pada 
tanggal  9  September  2020,  Perusahaan  menerima 
pengembalian  atas  restitusi  tambahan  lebih  bayar  PPh  Badan  hasil  putusan  banding  senilai 
Rp90,9 miliar. 

Pada  tanggal  26  Oktober  2020,  Perusahaan  menerima  pemberitahuan  dari  Pengadilan  Pajak 
bahwa  Direktorat  Jenderal  Pajak  mengajukan  Peninjauan  Kembali  terhadap  Putusan  Banding 
atas sengketa PPh Badan tahun 2015. Pada tanggal 2 Desember 2020, Perusahaan mengajukan 
kontra  memori  peninjauan  kembali  sebagai  jawaban  atas  permohonan  peninjauan  kembali 
tersebut.  Sampai  dengan  tanggal  penerbitan  laporan  keuangan  ini,  Perusahaan  masih  belum 
menerima hasil Putusan Mahkamah Agung atas permohonan peninjauan kembali DJP tersebut.  
Dengan demikian untuk seluruh kewajiban pajak tahun 2015 selain jenis pajak PPh Badan dapat 
dianggap  final  dan  berkekuatan  hukum  tetap  karena  pada  saat  penerbitan  laporan  keuangan 
konsolidasian ini kewajiban pajak tahun 2015 tersebut telah melewati masa daluwarsa penetapan 
pajak sebagaimana ketentuan perundangan-undangan perpajakan. 

PPh dan PPN Tahun 2016 

Pada tanggal 25 Agustus 2017, Otoritas Pajak menerbitkan Surat Pemberitahuan Pemeriksaan 
Lapangan masa pajak Januari s.d. Desember 2016. 

Pada tanggal 7 Juni 2018, Otoritas Pajak menerbitkan SKPLB PPh Badan senilai Rp15,3 miliar, 
SKPKB PPh Pasal 26 senilai Rp556,7 juta (termasuk denda Rp180,5 juta) dan SKPLB PPN senilai 
Rp922,7 miliar. Perusahaan setuju untuk menerima putusan pemeriksa atas PPh Badan senilai 
Rp15,3 miliar dan saldo tersisa senilai Rp99,1 miliar telah dibebankan sebagai pajak kini atas 
pemeriksaan  pajak,  kurang  bayar  PPh  Pasal  26  senilai  Rp557  juta,  kredit  pajak  PPN  senilai 
Rp10,5  milliar,  STP  PPN  WAPU  senilai  Rp7,1  miliar,  PPN  atas  pemberian  cuma-cuma  senilai 
Rp7,3 miliar, PPN atas pengalihan aset senilai Rp1,2 miliar, dan STP PPN senilai Rp1,7 miliar. 
Bagian  yang  telah  diterima  telah  dibebankan  pada  laporan  laba  rugi  dan  komprehensif  lain 
konsolidasian  tahun  2018.  Pada  bulan  Juli  2018,  Perusahaan  menerima  restitusi  pajak  senilai 
Rp882,7  miliar dan untuk sisa saldo senilai Rp39,9 miliar telah dikompensasikan ke STP PPN 
senilai Rp31,9 miliar, PPN WAPU senilai Rp7,1 miliar, PPh Pasal 23 senilai Rp556 juta, dan PPh 
Pasal  21  senilai  Rp300  juta.  Atas  surat  ketetapan  tersebut,  pada  tanggal  31  Agustus  2018, 
Perusahaan  mengajukan  keberatan  atas  pengenaan  PPN  terkait  interkoneksi  international 
incoming call senilai Rp151,7 miliar dan STP PPN senilai Rp30,3 miliar 

91 

92 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

28.  PERPAJAKAN (lanjutan) 

e.  Pemeriksaan pajak (lanjutan) 

(i)  Perusahaan (lanjutan) 

PPh dan PPN Tahun 2016 (lanjutan) 

Pada tanggal 11 Maret dan 27 Mei 2019, Otoritas Pajak menerbitkan surat putusan atas keberatan 
Perusahaan, dimana Otoritas Pajak mengabulkan semua keberatan Perusahaan dan menambah 
jumlah  kelebihan  bayar  untuk  masa  pajak  Januari  s.d.  Desember  2016.  Pada  bulan  April  dan  
Juli 2019, Perusahaan menerima restitusi pajak senilai Rp151,7 miliar dan senilai Rp1,9 juta telah 
dikompensasikan ke PPh Pasal 21 untuk beberapa masa pajak. Dengan demikian untuk seluruh 
kewajiban pajak tahun 2016 telah dianggap final dan berkekuatan hukum tetap. 

PPh dan PPN Tahun 2017 

Pada tanggal 6 November 2018, Otoritas Pajak menerbitkan Surat Pemberitahuan Pemeriksaan 
Lapangan masa pajak Januari s.d. Desember 2017.  

Pada tanggal 13 dan 14 November 2019, Otoritas Pajak menerbitkan SKPLB PPh Badan senilai 
Rp294,4 miliar dari pengajuan lebih bayar senilai Rp294,5 miliar, SKPLB PPN senilai Rp746,9 
miliar  dari  pengajuan  lebih  bayar  senilai  Rp748,3  miliar,  dan  SKPKB  PPh  Pasal  21  senilai  
Rp1,8 miliar (termasuk denda Rp0,5 miliar). Perusahaan setuju atas koreksi pajak senilai Rp1,5 
miliar  yang  terdiri  atas  PPh  Badan  senilai  Rp0,1  miliar  dan  PPN  Masukan  yang  tidak  dapat 
dikreditkan senilai Rp1,4 miliar. Selanjutnya, Perusahaan menerima STP dan SKPKB atas PPN 
WAPU masing-masing senilai Rp1,2 miliar dan Rp957 juta (termasuk denda Rp0,3 miliar). Pada 
tanggal 14 November 2019,  Otoritas Pajak menerbitkan Surat Ketetapan Pajak Nihil  (“SKPN”) 
untuk PPN atas Pemanfaatan JKP dari Luar Daerah Pabean, PPh Pasal 21 Final, PPh Pasal 22, 
PPh Pasal 26, dan PPh Pasal 4 (2).  

Pada tanggal 23 dan 24 Januari 2020, Perusahaan telah menerima restitusi PPN senilai Rp746,9 
miliar serta PPh Badan senilai Rp292,3 miliar dan senilai Rp2,1 miliar telah dikompensasikan ke 
SKPKB  dan STP PPN WAPU. Dengan demikian untuk seluruh kewajiban pajak tahun 2016 telah 
dianggap final dan berkekuatan hukum tetap. 

PPh tahun 2018 

Pada tanggal 17 Februari  2020, Otoritas Pajak menerbitkan Surat Pemberitahuan Pemeriksaan 
Lapangan masa pajak Januari s.d. Desember 2018. Pada tanggal 25 Februari 2020, Perusahaan 
telah menerima pengembalian pendahuluan atas restitusi PPN masa pajak Januari s.d Desember 
2018 senilai Rp979,1 miliar dan senilai Rp30,3 miliar dikompensasikan ke SKPKB PPh Badan 
dan  pajak  penghasilan  tahun  pajak  2012.  Pada  tanggal  16  Desember  2020,  Perusahaan 
menerima SKP dan STP atas hasil pemeriksaan all taxes tahun 2018. Direktorat Jenderal Pajak 
menerbitkan SKPLB PPh Badan senilai Rp101,5 miliar, SKPKB PPh Pasal 21 senilai Rp1,9 miliar 
(termasuk denda Rp573,9 juta), SKPKB PPh Pasal 23 senilai Rp4 juta (termasuk denda Rp1,2 
juta) dan SKPLB PPN Masa Januari s.d. Agustus dan Oktober s.d Desember senilai Rp85,3 miliar. 
Selain  itu,  Direktorat  Jenderal  Pajak  juga  menerbitkan  SKPKB  PPN  Masa  September  senilai 
Rp240,5  miliar  (termasuk  denda  Rp59,5  miliar),  SKPKB  PPN  WAPU  senilai  Rp15,17  miliar 
(termasuk denda Rp4,6 miliar) dan STP PPN WAPU senilai Rp1,2 miliar. Perusahaan setuju untuk 
menerima koreksi pajak pemeriksa atas PPh Badan senilai Rp1,1 miliar, kurang bayar PPh Pasal 
21  senilai  Rp1,9  miliar,  kurang  bayar  PPh  23  senilai  Rp4  juta,  kredit  pajak  PPN  senilai  Rp4,8 
milliar, STP PPN WAPU senilai Rp1,2 miliar, kurang bayar PPN WAPU senilai Rp15,17 miliar. 
Koreksi yang telah disetujui telah dibebankan pada laporan laba rugi tahun 2020. 

Perusahaan  tidak  menyetujui  koreksi  pemeriksa  pajak  yang  mengenakan  PPN  atas  transaksi 
penyerahan komponen space segment aset dalam konstruktif (ADK) Satelit Merah Putih kepada 
Telkomsat dan akan mengajukan upaya hukum Keberatan. Sampai dengan tanggal penerbitan 
laporan  keuangan  konsolidasian  ini,  Perusahaan  telah  menerima  seluruh  pengembalian 
kelebihan pajak atas PPh Badan dan PPN. 

93 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 

Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

28.  PERPAJAKAN (lanjutan) 

e.  Pemeriksaan pajak (lanjutan) 

(i)  Perusahaan (lanjutan) 

PPh dan PPN Tahun 2016 (lanjutan) 

28.  PERPAJAKAN (lanjutan) 

e.  Pemeriksaan pajak (lanjutan) 

(ii)  Telkomsel  

PPh dan PPN Tahun 2011 

Pada  tanggal  15  Februari  2016,  Telkomsel  mengajukan  banding  kepada  Otoritas  Pajak  atas 
kurang bayar PPh Badan senilai Rp250 miliar (termasuk denda Rp81,1 miliar). Selanjutnya, pada 
tanggal  17  Maret  2016,  Telkomsel  juga  mengajukan  banding  kepada  Pengadilan  Pajak  atas 
kurang bayar PPN senilai Rp1,2 miliar (termasuk denda Rp392 juta).  

Pada  tanggal  6  Februari  2017,  Telkomsel  menerima  putusan  dari  Pengadilan  Pajak  atas  PPN 
senilai Rp1,2 miliar yang mendukung Telkomsel. Selanjutnya, Telkomsel menerima restitusi pajak 
di  bulan  Maret  dan  Juni  2017.  Pada  tanggal  2  Maret  2017,  Telkomsel  menerima  putusan  dari 
Pengadilan Pajak atas kurang bayar PPh Badan yang menerima sebagian dari banding Telkomsel 
senilai  Rp247,6  miliar  dan  mencatatnya  sebagai  tagihan  restitusi  pajak.  Pada  tanggal  
31 Agustus 2017, Telkomsel menerima restitusi pajak. Di bulan Juli dan Oktober 2017, Telkomsel 
menerima  pemberitahuan  dari  Mahkamah  Agung  bahwa  Otoritas  Pajak  mengajukan  memori 
peninjauan kembali atas kurang bayar PPh Badan dan PPN masing-masing senilai Rp62 miliar 
dan Rp1,2 miliar. Atas hal ini, Telkomsel mengajukan kontra memori peninjauan kembali di bulan 
Agustus dan November 2017.  

Sampai  dengan  tanggal  31  Desember  2019,  Telkomsel  telah  menerima  keputusan  resmi  dari 
Mahkamah Agung secara parsial, dimana Mahkamah Agung menolak permintaan Otoritas Pajak 
berkaitan  dengan  PPN  senilai  Rp1,1  miliar.  Pada  tanggal  17  Oktober  2019,  Perusahaan  telah 
mengajukan surat kepada Pengadilan Pajak untuk meminta sisa putusan resmi terkait PPN tahun 
2011 yang telah diumumkan oleh SC dimenangkan oleh Telkomsel. 

Pada  bulan  Oktober  2019,  Telkomsel  telah  menerima  keputusan  resmi  dari  Mahkamah  Agung 
yang menolak permintaan Otoritas Pajak atas PPh Badan senilai Rp62 miliar.  Pada tanggal 24 
Januari 2020, Telkomsel telah menerima sisa keputusan resmi dari MA yang menolak permintaan 
Otoritas Pajak terkait PPN tahun 2011 sebesar Rp0,1 miliar. 

Pada tanggal 11 Maret dan 27 Mei 2019, Otoritas Pajak menerbitkan surat putusan atas keberatan 

Perusahaan, dimana Otoritas Pajak mengabulkan semua keberatan Perusahaan dan menambah 

jumlah  kelebihan  bayar  untuk  masa  pajak  Januari  s.d.  Desember  2016.  Pada  bulan  April  dan  

Juli 2019, Perusahaan menerima restitusi pajak senilai Rp151,7 miliar dan senilai Rp1,9 juta telah 

dikompensasikan ke PPh Pasal 21 untuk beberapa masa pajak. Dengan demikian untuk seluruh 

kewajiban pajak tahun 2016 telah dianggap final dan berkekuatan hukum tetap. 

PPh dan PPN Tahun 2017 

Pada tanggal 6 November 2018, Otoritas Pajak menerbitkan Surat Pemberitahuan Pemeriksaan 

Lapangan masa pajak Januari s.d. Desember 2017.  

Pada tanggal 13 dan 14 November 2019, Otoritas Pajak menerbitkan SKPLB PPh Badan senilai 

Rp294,4 miliar dari pengajuan lebih bayar senilai Rp294,5 miliar, SKPLB PPN senilai Rp746,9 

miliar  dari  pengajuan  lebih  bayar  senilai  Rp748,3  miliar,  dan  SKPKB  PPh  Pasal  21  senilai  

Rp1,8 miliar (termasuk denda Rp0,5 miliar). Perusahaan setuju atas koreksi pajak senilai Rp1,5 

miliar  yang  terdiri  atas  PPh  Badan  senilai  Rp0,1  miliar  dan  PPN  Masukan  yang  tidak  dapat 

dikreditkan senilai Rp1,4 miliar. Selanjutnya, Perusahaan menerima STP dan SKPKB atas PPN 

WAPU masing-masing senilai Rp1,2 miliar dan Rp957 juta (termasuk denda Rp0,3 miliar). Pada 

tanggal 14 November 2019,  Otoritas Pajak menerbitkan Surat Ketetapan Pajak Nihil  (“SKPN”) 

untuk PPN atas Pemanfaatan JKP dari Luar Daerah Pabean, PPh Pasal 21 Final, PPh Pasal 22, 

PPh Pasal 26, dan PPh Pasal 4 (2).  

Pada tanggal 23 dan 24 Januari 2020, Perusahaan telah menerima restitusi PPN senilai Rp746,9 

miliar serta PPh Badan senilai Rp292,3 miliar dan senilai Rp2,1 miliar telah dikompensasikan ke 

SKPKB  dan STP PPN WAPU. Dengan demikian untuk seluruh kewajiban pajak tahun 2016 telah 

dianggap final dan berkekuatan hukum tetap. 

PPh tahun 2018 

Pada tanggal 17 Februari  2020, Otoritas Pajak menerbitkan Surat Pemberitahuan Pemeriksaan 

Lapangan masa pajak Januari s.d. Desember 2018. Pada tanggal 25 Februari 2020, Perusahaan 

telah menerima pengembalian pendahuluan atas restitusi PPN masa pajak Januari s.d Desember 

2018 senilai Rp979,1 miliar dan senilai Rp30,3 miliar dikompensasikan ke SKPKB PPh Badan 

dan  pajak  penghasilan  tahun  pajak  2012.  Pada  tanggal  16  Desember  2020,  Perusahaan 

menerima SKP dan STP atas hasil pemeriksaan all taxes tahun 2018. Direktorat Jenderal Pajak 

menerbitkan SKPLB PPh Badan senilai Rp101,5 miliar, SKPKB PPh Pasal 21 senilai Rp1,9 miliar 

(termasuk denda Rp573,9 juta), SKPKB PPh Pasal 23 senilai Rp4 juta (termasuk denda Rp1,2 

juta) dan SKPLB PPN Masa Januari s.d. Agustus dan Oktober s.d Desember senilai Rp85,3 miliar. 

Selain  itu,  Direktorat  Jenderal  Pajak  juga  menerbitkan  SKPKB  PPN  Masa  September  senilai 

Rp240,5  miliar  (termasuk  denda  Rp59,5  miliar),  SKPKB  PPN  WAPU  senilai  Rp15,17  miliar 

(termasuk denda Rp4,6 miliar) dan STP PPN WAPU senilai Rp1,2 miliar. Perusahaan setuju untuk 

menerima koreksi pajak pemeriksa atas PPh Badan senilai Rp1,1 miliar, kurang bayar PPh Pasal 

21  senilai  Rp1,9  miliar,  kurang  bayar  PPh  23  senilai  Rp4  juta,  kredit  pajak  PPN  senilai  Rp4,8 

milliar, STP PPN WAPU senilai Rp1,2 miliar, kurang bayar PPN WAPU senilai Rp15,17 miliar. 

Koreksi yang telah disetujui telah dibebankan pada laporan laba rugi tahun 2020. 

Perusahaan  tidak  menyetujui  koreksi  pemeriksa  pajak  yang  mengenakan  PPN  atas  transaksi 

penyerahan komponen space segment aset dalam konstruktif (ADK) Satelit Merah Putih kepada 

Telkomsat dan akan mengajukan upaya hukum Keberatan. Sampai dengan tanggal penerbitan 

laporan  keuangan  konsolidasian  ini,  Perusahaan  telah  menerima  seluruh  pengembalian 

kelebihan pajak atas PPh Badan dan PPN. 

93 

94 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

28.  PERPAJAKAN (lanjutan) 

e.  Pemeriksaan pajak (lanjutan) 

(ii)  Telkomsel (lanjutan) 

PPh dan PPN Tahun 2014 

Pada tanggal 31 Mei 2019, Telkomsel menerima SKPKB dan STP untuk tahun fiskal 2014 senilai 
Rp150,6  miliar  (termasuk  denda  Rp54,6  miliar).  Telkomsel  menerima  atas  bagian  senilai  
Rp16,5 miliar dan telah dilakukan pembayaran pada tanggal 27 Juni 2019 dan dicatat sebagai 
beban lain-lain. Pada tanggal 20 Agustus 2019, Telkomsel telah membayar sebesar Rp99,1 miliar 
dan  mencatat  sebagai  tagihan  restitusi  pajak.  Selanjutnya  pada  tanggal  23  Agustus  2019, 
Telkomsel mengajukan keberatan kepada Otoritas Pajak senilai Rp134,1 miliar.  

Pada  tanggal  15  Juli  dan  22  Juli  2020,  Telkomsel  menerima  surat  keputusan  keberatan  dari 
Otoritas Pajak yang menerima sebesar Rp27,2 miliar dan menolak keberatan sebesar Rp106,8 
miliar.  Pada  tanggal  27  Agustus  2020,  Telkomsel  menerima  sebagian  restitusi  pajak  sebesar 
Rp27,2 miliar. 

Pada tanggal 28 September 2020, Telkomsel mengajukan banding ke Pengadilan Pajak atas PPh 
Badan,  pajak  penghasilan,  dan  PPN  tahun  2014.  Sampai  dengan  tanggal  persetujuan  dan 
otorisasi untuk penerbitan laporan keuangan ini, pengajuan banding masih dalam proses. 

PPh dan PPN Tahun 2015 

Pada  tanggal  1  Agustus  2019,  Telkomsel  menerima  SKPKB  dan  STP  untuk  tahun  fiskal  2015 
senilai Rp384,8 miliar (termasuk denda Rp128,6 miliar)  dan telah dibayar  penuh pada tanggal  
28 Agustus 2019. Atas nilai tagihan sebesar Rp34,6 miliar dibebankan pada laporan laba rugi dan 
penghasilan komprehensif lainnya dan saldo tersisa senilai Rp350,2 miliar dicatat sebagai tagihan 
restitusi  pajak.  Pada  tanggal  24  September  2019,  Telkomsel  mengajukan  keberatan  kepada 
Otoritas Pajak senilai Rp350,2 miliar.  

Pada tanggal 13 Juli 2020, Telkomsel menerima surat keputusan keberatan dari Otoritas Pajak 
yang menolak semua keberatan Perusahaan. 

Pada tanggal 28 September 2020, Perusahaan mengajukan banding ke Pengadilan Pajak atas 
PPh Badan, pajak penghasilan, dan PPN tahun 2015. Sampai dengan tanggal persetujuan dan 
otorisasi untuk penerbitan laporan keuangan ini, pengajuan banding masih dalam proses. 

PPh dan PPN Tahun 2018 

Pada  tanggal  20  Februari  2020,  Telkomsel  menerima  surat  perintah  pemeriksaan  pajak  untuk 
tahun  pajak  2018.  Sampai  dengan  tanggal  penerbitan  laporan  keuangan  konsolidasian  ini, 
pemeriksaan pajak masih dalam proses. 

95 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 

Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

28.  PERPAJAKAN (lanjutan) 

e.  Pemeriksaan pajak (lanjutan) 

(ii)  Telkomsel (lanjutan) 

PPh dan PPN Tahun 2014 

Pada tanggal 31 Mei 2019, Telkomsel menerima SKPKB dan STP untuk tahun fiskal 2014 senilai 

Rp150,6  miliar  (termasuk  denda  Rp54,6  miliar).  Telkomsel  menerima  atas  bagian  senilai  

Rp16,5 miliar dan telah dilakukan pembayaran pada tanggal 27 Juni 2019 dan dicatat sebagai 

beban lain-lain. Pada tanggal 20 Agustus 2019, Telkomsel telah membayar sebesar Rp99,1 miliar 

dan  mencatat  sebagai  tagihan  restitusi  pajak.  Selanjutnya  pada  tanggal  23  Agustus  2019, 

Telkomsel mengajukan keberatan kepada Otoritas Pajak senilai Rp134,1 miliar.  

Pada  tanggal  15  Juli  dan  22  Juli  2020,  Telkomsel  menerima  surat  keputusan  keberatan  dari 

Otoritas Pajak yang menerima sebesar Rp27,2 miliar dan menolak keberatan sebesar Rp106,8 

miliar.  Pada  tanggal  27  Agustus  2020,  Telkomsel  menerima  sebagian  restitusi  pajak  sebesar 

Rp27,2 miliar. 

Pada tanggal 28 September 2020, Telkomsel mengajukan banding ke Pengadilan Pajak atas PPh 

Badan,  pajak  penghasilan,  dan  PPN  tahun  2014.  Sampai  dengan  tanggal  persetujuan  dan 

otorisasi untuk penerbitan laporan keuangan ini, pengajuan banding masih dalam proses. 

PPh dan PPN Tahun 2015 

Pada  tanggal  1  Agustus  2019,  Telkomsel  menerima  SKPKB  dan  STP  untuk  tahun  fiskal  2015 

senilai Rp384,8 miliar (termasuk denda Rp128,6 miliar)  dan telah dibayar  penuh pada tanggal  

28 Agustus 2019. Atas nilai tagihan sebesar Rp34,6 miliar dibebankan pada laporan laba rugi dan 

penghasilan komprehensif lainnya dan saldo tersisa senilai Rp350,2 miliar dicatat sebagai tagihan 

restitusi  pajak.  Pada  tanggal  24  September  2019,  Telkomsel  mengajukan  keberatan  kepada 

Otoritas Pajak senilai Rp350,2 miliar.  

Pada tanggal 13 Juli 2020, Telkomsel menerima surat keputusan keberatan dari Otoritas Pajak 

yang menolak semua keberatan Perusahaan. 

Pada tanggal 28 September 2020, Perusahaan mengajukan banding ke Pengadilan Pajak atas 

PPh Badan, pajak penghasilan, dan PPN tahun 2015. Sampai dengan tanggal persetujuan dan 

otorisasi untuk penerbitan laporan keuangan ini, pengajuan banding masih dalam proses. 

PPh dan PPN Tahun 2018 

Pada  tanggal  20  Februari  2020,  Telkomsel  menerima  surat  perintah  pemeriksaan  pajak  untuk 

tahun  pajak  2018.  Sampai  dengan  tanggal  penerbitan  laporan  keuangan  konsolidasian  ini, 

pemeriksaan pajak masih dalam proses. 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

28.  PERPAJAKAN (lanjutan) 

f.  Aset dan liabilitas pajak tangguhan 

Rincian aset dan liabilitas pajak tangguhan Grup adalah sebagai berikut: 

  Dampak 
31 Desember   penerapan    Perubahan  
  standar baru   tarif pajak   

2019 

  (Dibebankan)   Dikreditkan ke  
  Dikreditkan ke   penghasilan   Dibebankan ke  

laporan laba    komprehensif   ekuitas dan    31 Desember 

rugi 

lainnya 

  reklasifikasi   

2020 

Perusahaan 
Aset pajak tangguhan: 
Provisi penurunan nilai piutang 
Beban pensiun dan beban imbalan pasca 

kerja lainnya berkala-bersih 

Perbedaan nilai buku aset tetap menurut 

akuntansi dan pajak 
Provisi imbalan karyawan 
Pendapatan instalasi tangguhan 
Hak atas tanah, aset takberwujud, dan 

lainnya 

Beban yang masih harus dibayar  dan provisi 

persediaan usang 

Jumlah aset pajak tangguhan 
Liabilitas pajak tangguhan: 
Penilaian investasi jangka panjang 
Sewa pembiayaan 
Kapitalisasi biaya kontrak 
Jumlah liabilitas pajak tangguhan 

Telkomsel 
Aset pajak tangguhan: 
Provisi imbalan karyawan 
Provisi penurunan nilai piutang 
Liabilitas kontrak 
Instrumen keuangan lainnya 
Jumlah aset pajak tangguhan 
Liabilitas pajak tangguhan: 
Sewa pembiayaan 
Perbedaan nilai buku aset tetap menurut 

akuntansi dan pajak 

Amortisasi lisensi 
Biaya kontrak 
Instrumen keuangan lainnya 
Jumlah liabilitas pajak tangguhan 

Aset pajak tangguhan Perusahaan - bersih 
Aset / (liabilitas) pajak tangguhan 

Telkomsel - bersih 

Aset pajak tangguhan entitas anak 

lainnya - bersih 

Liabilitas pajak tangguhan 

entitas anak lainnya - bersih 
Aset pajak tangguhan - bersih 
Liabilitas pajak tangguhan - bersih 

 760   

 837   

 427   
 230   
 92   

 19   

 75   
 2.440   

 (11)  
 (5)  
 -   
 (16)  

 865   
 259   
 -   
 -   
 1.124   

 16 

 (126)   

 174 

- 

- 
- 
- 

- 

 - 
 16 

- 
- 
 (135)   
 (135)   

- 
 44 
 9 
 191 
 244 

 (158)   

 32 
 (12)   
 (17)   

 (1)   

 (8)   
 (290)   

 1 
 1 
 15 
 17 

 (186)   
 (59)   
 (1)   
 (109)   
 (355)   

 (21)   

 (45)   
 59 
 44 

 5 

 5 
 221 

 10 
 1 
 30 
 41 

 102 
 38 
 (8)   

 493 
 625 

 (1.099)  

 1.100 

- 

- 

 (557)  
 (151)  
 -   
 -   
 (1.807)  

 (1.290)   

- 
 (27)   
 (5)   
 (222)   

 446 
 31 
 3   
- 
 480 

 2.424   

 (119)  

 (273)  

 (683)  

 474   

 (547)  
 2.215   
 (547)  

 22 

 125 

 (2)  

 (57)  

 7 
 (99)   
 7 

 (6)   
 (205)   
 (6)   

 (122)   
 (4)   
 24 
 (65)   
 (167)   

 262   

 458 

 102   

 (26)   
 822 
 (26)   

- 

 546 

- 
- 

- 

- 
 546 

- 
- 
 - 
 - 

 298 
- 
- 
- 
 298 

- 

- 
- 
- 
- 
- 

 546 

 298 

 4 

 11 
 848 
 11 

 -   

 -   

 -   
 -   

 -   

 -   
 -   

 -   
 -   
 -   
 -   

 -   
 -   
 -   
 -   
 -   

 -   

 -   
 -   
 -   
 -   
 -   

 -   

 -   

 (3)  

 -   
 (3)  
 -   

 824 

 1.204 

 414 
 277 
 119 

 23 

 72 
 2.933 

- 
 (3) 
 (90) 
 (93) 

 1.079 
 282 
- 
 575 
 1.936 

 1 

 (1.523) 
 (124) 
- 
 (70) 
 (1.716) 

 2.840 

 220 

 518 

 (561) 
 3.578 
 (561) 

95 

96 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
   
   
   
   
 
 
   
   
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
      
 
    
    
     
  
   
    
 
    
    
     
  
   
 
 
 
  
   
   
   
   
  
 
 
 
  
   
   
   
   
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
  
  
   
   
   
   
  
 
 
 
 
  
   
   
   
   
  
 
 
 
 
 
 
 
    
   
   
   
   
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
   
   
   
 
    
 
   
   
   
   
 
    
    
   
   
   
   
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
    
   
   
   
   
  
 
 
 
 
 
  
   
   
   
   
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
   
   
 
    
 
  
   
   
   
   
  
 
 
 
 
 
 
   
   
   
   
 
    
 
  
   
   
   
   
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

28. PERPAJAKAN (lanjutan) 

f.  Aset dan liabilitas pajak tangguhan (lanjutan) 

31 Desember   
2018 

(Dibebankan) 
dikreditkan ke 
laporan laba 
rugi 

  Dibebankan ke 
penghasilan  
komprehensif 
lainnya 

  Dibebankan ke  
  ekuitas dan   
reklasifikasi   

31 Desember 
2019 

Perusahaan 

Aset pajak tangguhan: 
Beban pensiun dan beban imbalan pasca  

kerja lainnya berkala-bersih  
Provisi penurunan nilai piutang 
Perbedaan nilai buku aset tetap menurut 

akuntansi dan pajak 
Provisi imbalan karyawan 
Pendapatan instalasi tangguhan 
Beban yang masih harus dibayar dan provisi  

persediaan usang 

Hak atas tanah, aset takberwujud, dan  
   lainnya 
Jumlah aset pajak tangguhan 
Liabilitas pajak tangguhan: 
Sewa pembiayaan 
Penilaian investasi jangka panjang 
Jumlah liabilitas pajak tangguhan 
Jumlah aset pajak tangguhan 

Perusahaan - bersih 
Aset pajak tangguhan  

entitas anak lainnya - bersih 

Aset pajak tangguhan - bersih 
Telkomsel 

Aset pajak tangguhan: 
Provisi imbalan karyawan 
Provisi penurunan nilai piutang 
Jumlah aset pajak tangguhan 
Liabilitas pajak tangguhan: 
Sewa pembiayaan 
Perbedaan nilai buku aset tetap menurut  

akuntansi dan pajak 

Amortisasi lisensi 
Jumlah liabilitas pajak tangguhan 
Liabilitas pajak tangguhan  

Telkomsel - bersih 

Liabilitas pajak tangguhan  

entitas anak lainnya - bersih 
Liabilitas pajak tangguhan - bersih 

663  
(70)  
632                                128   

420  
215  
92  

79  

7  
15  
0  

(4)  

244  
-  

-  
-  
-  

-  

-  
-  

-  
-  
-  

-  

837 
760 

427 
230 
92 

75 

                      9                                 10                                  -                         -  
-  
86   

244  

2.110  

(1)  
(11)  
(12)  

                                -   
(4)  
(4)  

2.098  

406  
2.504  

641  
270  
911  

(896)  

82  

152  
234  

83  
(11)  
72  

(203)  

-  
-  
-  

244  

10  
254  

141  
-  
141  

-  

-  
-  
-  

-  

(94)  
(94)  

-  
-  
-  

-  

(616)                                 68  
(33)  
(118)  
(168)  
(1.630)  

-                      (9)  
-  
-  
(9)  
-  

(719)  

(96)  

141                       (9)  

(533)                                165  
(1.252)                                  69  

16  
157  

(195)  
(204)  

                    19 
2.440 

(5) 
(11) 
(16) 

2.424 

474 
2.898 

865 
259 
1.124 

(1.099) 

(557) 
(151) 
(1.807) 

(683) 

(547) 
(1.230) 

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, jumlah agregat perbedaan temporer yang terkait dengan 
investasi pada entitas anak dan entitas  asosiasi  atas liabilitas pajak tangguhan yang belum diakui 
adalah masing-masing sebesar Rp32.550 miliar dan Rp29.731 miliar. 

   Realisasi dari aset pajak tangguhan tergantung kepada kemampuan Grup dalam menghasilkan laba 
fiskal  di  masa  depan.  Meskipun  tidak  ada  jaminan  atas  realisasi  tersebut,  Grup  yakin  bahwa 
kemungkinan besar aset pajak tangguhan tersebut akan terealisasi melalui pengurangan atas laba 
fiskal  masa  depan  ketika  perbedaan  temporer  terpulihkan.  Jumlah  aset  pajak  tangguhan  tersebut 
diperkirakan dapat terealisasi, namun bisa berkurang jika laba fiskal di masa depan lebih kecil dari 
pada yang diestimasikan. 

g.   Administrasi 

 Sejak  tahun  2008  s.d.  2019,  secara  berturut-turut  Perusahaan  berhak  memperoleh  insentif 
pengurangan  tarif  pajak  sebesar  5%  karena  telah  memenuhi  persyaratan  sesuai  dengan 
PP No. 81 tahun 2007 sebagaimana telah diubah dengan PP No. 77 tahun 2013 dan diubah terakhir 
dengan  PP  No.  56  tahun  2015,  serta  PMK  No.  238/PMK.03/2008.  Selanjutnya  Perusahaan  juga 
berhak  memperoleh  insentif  pengurangan  tarif  pajak  sebesar  3%  karena  memenuhi  persyaratan 
sesuai dengan PP No.30/2020. Berdasarkan hal tersebut untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 
Desember 2020 dan 2019, Perusahaan menghitung pajak tangguhannya dengan menggunakan tarif 
19% dan 20%. 

97 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
      
      
      
      
   
   
     
     
     
   
  
  
  
  
 
  
  
  
  
 
  
  
  
  
 
  
  
  
  
 
  
  
  
  
 
  
  
  
  
 
  
  
  
  
 
  
  
  
  
 
  
  
  
  
 
  
  
  
  
 
  
  
  
  
 
  
  
  
  
 
  
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 

Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

28. PERPAJAKAN (lanjutan) 

f.  Aset dan liabilitas pajak tangguhan (lanjutan) 

28.  PERPAJAKAN (lanjutan) 

g.  Administrasi (lanjutan) 

31 Desember   

2018 

(Dibebankan) 

dikreditkan ke 

laporan laba 

rugi 

  Dibebankan ke 

penghasilan  

  Dibebankan ke  

komprehensif 

  ekuitas dan   

31 Desember 

lainnya 

reklasifikasi   

2019 

632                                128   

Undang-Undang  Perpajakan  yang  berlaku  di  Indonesia  mengatur  bahwa  Perusahaan  dan  entitas 
anaknya dalam negeri menghitung, menetapkan dan membayar sendiri besarnya jumlah pajak yang 
terutang  secara  individu.  Berdasarkan  peraturan  perundang-undangan  yang  berlaku,  Direktorat 
Jenderal Pajak (“DJP”)  dapat menetapkan atau mengubah jumlah pajak terutang dalam jangka waktu 
tertentu. Untuk tahun pajak 2007 dan sebelumnya, jangka waktu tersebut adalah sepuluh tahun sejak 
saat  terutangnya  pajak  tetapi  tidak  lebih  dari  tahun  2013,  sedangkan  untuk  tahun  pajak  2008  dan 
seterusnya, jangka waktunya adalah lima tahun sejak saat terutangnya pajak. 

Indonesia 

tanggal  6  Juni  2012  sebagaimana 

telah  menetapkan  Peraturan  Menteri  Keuangan  
Menteri  Keuangan  Republik 
No.  85/PMK.03/2012 
telah  diubah  oleh  PMK  
No.  136/PMK.03/2012  tanggal  16  Agustus  2012  tentang  penunjukan  BUMN  untuk  memungut, 
menyetor, dan melaporkan PPN atau PPN dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (“PPnBM”) yang 
berlaku  efektif  pada  1  Juli  2012  dan  Peraturan  Menteri  Keuangan  No.  224/PMK.011/2012  tanggal  
26  Desember  2012  tentang  penunjukan  kembali  BUMN  sebagai  pemungut  PPh  Pasal  22 
sebagaimana  telah  diubah  terakhir  dengan  PMK  No.  34/PMK.010/2017  tanggal  1  Maret  2017. 
Perusahaan telah melakukan pemungutan, penyetoran  dan pelaporan PPN dan PPnBM serta PPh 
Pasal 22 sesuai dengan peraturan tersebut. 

Pada bulan Mei 2019, Perusahaan ditetapkan sebagai PKP Berisiko Rendah melalui Keputusan DJP 
No.KEP-00080/WPJ.19/KP.04/2019. 
Keuangan  
No.  39/PMK.03/2018  tanggal  12  April  2018  sebagaimana  telah  diubah  terakhir  dengan  PMK  
No.  117/PMK.03/2019  tanggal  6  Agustus  2019,  maka  Perusahaan  dapat  diberikan  pengembalian 
pendahuluan  kelebihan  pembayaran  pajak  sebagaimana  dimaksud  dalam  peraturan  perundang-
undangan di bidang perpajakan. 

Peraturan  Menteri 

dengan 

Sesuai 

Pada masa pandemi COVID-19, Pemerintah senantiasa melakukan update terhadap peraturan yang 
mengatur  insentif  perpajakan.  Pada  bulan  Juli  2020,  Menteri  Keuangan  Republik  Indonesia 
menetapkan Peraturan Menteri Keuangan No. 86/PMK.03/2020 (“PMK-86/2020”) tanggal 16 Juli 2020 
tentang Insentif Pajak untuk Wajib Pajak Terdampak Pandemi Corona Virus Disease  2019. Dalam 
PMK-86/2020, Pemerintah melakukan perluasan Kode Lapangan Usaha  (“KLU”) Wajib Pajak yang 
berhak  memanfaatkan  insentif  perpajakan  dan  memperpanjang  periode  insentif  sampai  dengan 
Desember 2020. Berdasarkan daftar KLU dalam lampiran PMK-86/2020, KLU Perusahaan termasuk 
sebagai penerima insentif PPh 21 Karyawan Ditanggung Pemerintah (DTP). Dengan demikian, sejak 
masa pajak Juli s.d. Desember 2020, Perusahaan menerapkan PPh 21 karyawan DTP atas karyawan 
yang memenuhi ketentuan dan persyaratan sebagaimana diatur dalam PMK-86/2020. 

29.  LABA PER SAHAM DASAR 

Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada 
pemilik entitas induk sebesar Rp20.804 miliar dan Rp18.663 miliar dengan jumlah rata-rata tertimbang 
saham yang beredar sejumlah 99.062.216.600 masing-masing untuk tahun yang berakhir pada tanggal 
31 Desember 2020 dan 2019. Jumlah rata-rata tertimbang juga memperhitungkan rata-rata tertimbang 
atas  dampak  transaksi  modal  saham  yang  diperoleh  kembali  dalam  perubahan  transaksi  pembelian 
saham kembali selama tahun berjalan. 

Laba per saham dasar masing-masing sejumlah Rp210,01 dan Rp188,40 (dalam jumlah penuh) untuk 
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019. 

Perusahaan tidak memiliki instrumen keuangan yang berpotensi dilutif  untuk tahun yang berakhir pada 
tanggal 31 Desember 2020 dan 2019. 

97 

98 

   lainnya 

                      9                                 10                                  -                         -  

                    19 

86   

244  

                                -   

Perusahaan 

Aset pajak tangguhan: 

Beban pensiun dan beban imbalan pasca  

kerja lainnya berkala-bersih  

Provisi penurunan nilai piutang 

Perbedaan nilai buku aset tetap menurut 

akuntansi dan pajak 

Provisi imbalan karyawan 

Pendapatan instalasi tangguhan 

Beban yang masih harus dibayar dan provisi  

persediaan usang 

Hak atas tanah, aset takberwujud, dan  

Jumlah aset pajak tangguhan 

Liabilitas pajak tangguhan: 

Sewa pembiayaan 

Penilaian investasi jangka panjang 

Jumlah liabilitas pajak tangguhan 

Jumlah aset pajak tangguhan 

Perusahaan - bersih 

Aset pajak tangguhan  

entitas anak lainnya - bersih 

Aset pajak tangguhan - bersih 

Telkomsel 

Aset pajak tangguhan: 

Provisi imbalan karyawan 

Provisi penurunan nilai piutang 

Jumlah aset pajak tangguhan 

Liabilitas pajak tangguhan: 

Sewa pembiayaan 

akuntansi dan pajak 

Amortisasi lisensi 

Jumlah liabilitas pajak tangguhan 

Liabilitas pajak tangguhan  

Telkomsel - bersih 

Liabilitas pajak tangguhan  

entitas anak lainnya - bersih 

Liabilitas pajak tangguhan - bersih 

Perbedaan nilai buku aset tetap menurut  

663  

420  

215  

92  

79  

2.110  

(1)  

(11)  

(12)  

2.098  

406  

2.504  

641  

270  

911  

(896)  

(118)  

(1.630)  

(719)  

(70)  

7  

15  

0  

(4)  

(4)  

(4)  

82  

152  

234  

83  

(11)  

72  

(203)  

(33)  

(168)  

(96)  

244  

-  

-  

-  

-  

-  

-  

-  

-  

244  

10  

254  

141  

-  

141  

-  

-  

-  

16  

157  

-  

-  

-  

-  

-  

-  

-  

-  

-  

-  

-  

-  

-  

-  

-  

(94)  

(94)  

-  

(9)  

(195)  

(204)  

837 

760 

427 

230 

92 

75 

2.440 

(5) 

(11) 

(16) 

2.424 

474 

2.898 

865 

259 

1.124 

(1.099) 

(557) 

(151) 

(1.807) 

(683) 

(547) 

(1.230) 

(616)                                 68  

-                      (9)  

(533)                                165  

(1.252)                                  69  

141                       (9)  

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, jumlah agregat perbedaan temporer yang terkait dengan 

investasi pada entitas anak dan entitas  asosiasi  atas liabilitas pajak tangguhan yang belum diakui 

adalah masing-masing sebesar Rp32.550 miliar dan Rp29.731 miliar. 

   Realisasi dari aset pajak tangguhan tergantung kepada kemampuan Grup dalam menghasilkan laba 

fiskal  di  masa  depan.  Meskipun  tidak  ada  jaminan  atas  realisasi  tersebut,  Grup  yakin  bahwa 

kemungkinan besar aset pajak tangguhan tersebut akan terealisasi melalui pengurangan atas laba 

fiskal  masa  depan  ketika  perbedaan  temporer  terpulihkan.  Jumlah  aset  pajak  tangguhan  tersebut 

diperkirakan dapat terealisasi, namun bisa berkurang jika laba fiskal di masa depan lebih kecil dari 

pada yang diestimasikan. 

g.   Administrasi 

 Sejak  tahun  2008  s.d.  2019,  secara  berturut-turut  Perusahaan  berhak  memperoleh  insentif 

pengurangan  tarif  pajak  sebesar  5%  karena  telah  memenuhi  persyaratan  sesuai  dengan 

PP No. 81 tahun 2007 sebagaimana telah diubah dengan PP No. 77 tahun 2013 dan diubah terakhir 

dengan  PP  No.  56  tahun  2015,  serta  PMK  No.  238/PMK.03/2008.  Selanjutnya  Perusahaan  juga 

berhak  memperoleh  insentif  pengurangan  tarif  pajak  sebesar  3%  karena  memenuhi  persyaratan 

sesuai dengan PP No.30/2020. Berdasarkan hal tersebut untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 

Desember 2020 dan 2019, Perusahaan menghitung pajak tangguhannya dengan menggunakan tarif 

19% dan 20%. 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
      
      
      
      
   
   
     
     
     
   
  
  
  
  
 
  
  
  
  
 
  
  
  
  
 
  
  
  
  
 
  
  
  
  
 
  
  
  
  
 
  
  
  
  
 
  
  
  
  
 
  
  
  
  
 
  
  
  
  
 
  
  
  
  
 
  
  
  
  
 
  
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

30.  DIVIDEN KAS DAN CADANGAN UMUM 

Berdasarkan hasil RUPST Perusahaan yang dinyatakan dalam akta notaris Ashoya Ratam, S.H., MKn. 
No. 133 tertanggal 24 Mei 2019, para pemegang saham Perusahaan menyetujui pembagian dividen kas 
dan dividen kas spesial untuk tahun buku 2018 masing-masing sebesar Rp10.819 miliar (Rp109,22 per 
lembar saham) dan Rp5.410 miliar (Rp54,61 per lembar saham). 

Berdasarkan hasil RUPST Perusahaan yang dinyatakan dalam akta notaris Ashoya Ratam, S.H., MKn. 
No. 31 tertanggal 19 Juni 2020, para pemegang saham Perusahaan menyetujui pembagian dividen kas 
dan dividen kas spesial untuk tahun buku 2019 masing-masing sebesar Rp11.197 miliar (Rp113,04 per 
lembar saham) dan Rp4.065 miliar (Rp41,03 per lembar saham). 

Berdasarkan Undang-Undang Perseroan Terbatas, Perusahaan diharuskan untuk membuat penyisihan 
cadangan wajib hingga sekurang-kurangnya 20% dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh. 

Saldo laba dicadangkan Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 masing-masing adalah 
sebesar Rp15.337 miliar. 

31.  PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA 

Rincian liabilitas manfaat pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya  adalah sebagai berikut: 

Catatan  

2020 

2019 

Liabilitas diestimasi manfaat pensiun dan  

imbalan pasca kerja lainnya 
Pensiun 

Perusahaan - funded 

Manfaat pasti 

Perusahaan - unfunded 
Telkomsel 
Lainnya 

Liabilitas diestimasi manfaat pensiun 
Imbalan kesehatan pasca kerja 
Imbalan pasca kerja lainnya 
Imbalan tunjangan masa kerja 
Kewajiban pensiun berdasarkan Undang- 

Undang Ketenagakerjaan 

Jumlah 

31a.i.a  
31a.i.a.i  
31a.i.b  
31a.ii   

31b 
31c 
31d 

31e 

 5.557  
 962  
 3.852  
1  
 10.372  
 1.407  
 367  
 53  

 777  
 12.976  

 2.338 
 1.479 
 2.209 
0 
 6.026 
 996 
 366 
 - 

 690 
 8.078 

Beban  manfaat  pensiun  yang  diakui  pada  laporan  laba  rugi  dan  penghasilan  komprehensif  lain 
konsolidasian adalah sebagai berikut: 

Catatan   

2020 

2019 

Beban pensiun 

Perusahaan - funded 

Manfaat pasti 
Manfaat tambahan 
Perusahaan - unfunded 
Telkomsel 
Lainnya 

Beban pensiun berkala, bersih 
Beban imbalan kesehatan pasca kerja  

berkala, bersih 

Beban imbalan pasca kerja lainnya 
Beban imbalan tunjangan masa kerja 
Beban pensiun berdasarkan Undang-Undang 

Ketenagakerjaan 

Jumlah 

31a.i.a  
31a.i.a.i  
31a.i.a.ii  
31a.i.b  
31a.ii   

25 

25,31b  
25,31c  
25,31d  

25,31e  

99 

 545  
0  
 117  
 142  
0 
 804  

 253  
 81  
 53  

 258  
 1.449  

 362 
 1 
 163 
 314 
0 
 840 

 167 
 33 
 - 

 136 
 1.176 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 

Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

30.  DIVIDEN KAS DAN CADANGAN UMUM 

31.  PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) 

Berdasarkan hasil RUPST Perusahaan yang dinyatakan dalam akta notaris Ashoya Ratam, S.H., MKn. 

No. 133 tertanggal 24 Mei 2019, para pemegang saham Perusahaan menyetujui pembagian dividen kas 

dan dividen kas spesial untuk tahun buku 2018 masing-masing sebesar Rp10.819 miliar (Rp109,22 per 

lembar saham) dan Rp5.410 miliar (Rp54,61 per lembar saham). 

Berdasarkan hasil RUPST Perusahaan yang dinyatakan dalam akta notaris Ashoya Ratam, S.H., MKn. 

No. 31 tertanggal 19 Juni 2020, para pemegang saham Perusahaan menyetujui pembagian dividen kas 

dan dividen kas spesial untuk tahun buku 2019 masing-masing sebesar Rp11.197 miliar (Rp113,04 per 

lembar saham) dan Rp4.065 miliar (Rp41,03 per lembar saham). 

Berdasarkan Undang-Undang Perseroan Terbatas, Perusahaan diharuskan untuk membuat penyisihan 

cadangan wajib hingga sekurang-kurangnya 20% dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh. 

Saldo laba dicadangkan Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 masing-masing adalah 

sebesar Rp15.337 miliar. 

31.  PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA 

Rincian liabilitas manfaat pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya  adalah sebagai berikut: 

Catatan  

2020 

2019 

Liabilitas diestimasi manfaat pensiun dan  

imbalan pasca kerja lainnya 

Pensiun 

Perusahaan - funded 

Manfaat pasti 

Perusahaan - unfunded 

Telkomsel 

Lainnya 

Liabilitas diestimasi manfaat pensiun 

Imbalan kesehatan pasca kerja 

Imbalan pasca kerja lainnya 

Imbalan tunjangan masa kerja 

Kewajiban pensiun berdasarkan Undang- 

Undang Ketenagakerjaan 

Jumlah 

Beban pensiun 

Perusahaan - funded 

Manfaat pasti 

Manfaat tambahan 

Perusahaan - unfunded 

Telkomsel 

Lainnya 

Beban pensiun berkala, bersih 

Beban imbalan kesehatan pasca kerja  

berkala, bersih 

Beban imbalan pasca kerja lainnya 

Beban imbalan tunjangan masa kerja 

Beban pensiun berdasarkan Undang-Undang 

Ketenagakerjaan 

Jumlah 

31a.i.a  

31a.i.a.i  

31a.i.b  

31a.ii   

31b 

31c 

31d 

31e 

31a.i.a  

31a.i.a.i  

31a.i.a.ii  

31a.i.b  

31a.ii   

25 

25,31b  

25,31c  

25,31d  

25,31e  

 5.557  

 962  

 3.852  

1  

 10.372  

 1.407  

 367  

 53  

 777  

 12.976  

 545  

0  

 117  

 142  

0 

 804  

 253  

 81  

 53  

 258  

 1.449  

 2.338 

 1.479 

 2.209 

0 

 6.026 

 996 

 366 

 - 

 690 

 8.078 

 362 

 1 

 163 

 314 

0 

 840 

 167 

 33 

 - 

 136 

 1.176 

Beban  manfaat  pensiun  yang  diakui  pada  laporan  laba  rugi  dan  penghasilan  komprehensif  lain 

konsolidasian adalah sebagai berikut: 

Catatan   

2020 

2019 

Beban  manfaat  pensiun  yang  diakui  pada  laporan  laba  rugi  dan  penghasilan  komprehensif  lain 
konsolidasian adalah sebagai berikut (lanjutan): 

Jumlah yang diakui pada penghasilan komprehensif lainnya adalah sebagai berikut: 

Laba (rugi) aktuaria program manfaat pasti 

Catatan 

2020 

2019 

Perusahaan - funded 

Manfaat pasti 
Manfaat tambahan 
Perusahaan - unfunded 
Telkomsel 
Lainnya 

Beban imbalan kesehatan pasca kerja 
Beban imbalan pasca kerja lainnya 
Beban pensiun berdasarkan Undang-Undang 

Ketenagakerjaan 

Sub-jumlah 
Pajak tangguhan dengan tarif pajak yang 

berlaku 

Laba (rugi) aktuaria program manfaat pasti - 

bersih 

31a.i.a   
31a.i.a.i   
31a.i.a.ii   
31a.i.b   
31a.ii 

31b 
31c 

31e 

28f 

 (2.942)  
0  
 89  
 (1.554)  
0  
 (158)  
 (15)  

 125  
 (4.455)  

 859  

 (3.596)  

 (1.116) 
 7 
 (94) 
 (561) 
0 
 (634) 
 (15) 

 (107) 
 (2.520) 

 411 

 (2.109) 

a.  Beban manfaat pensiun 

i.  Perusahaan 

a. Funded 

i.  Manfaat pasti 

Perusahaan  menyelenggarakan  program  pensiun  manfaat  pasti  bagi  karyawan  tetap  yang 
mulai  bekerja  sebelum  1  Juli  2002.  Program  pensiun  ini  diatur  didalam  undang-undang 
pensiun  Indonesia  dan  dikelola  oleh  Dana  Pensiun  Telkom  (“Dapen”).  Pengelolaan  Dana 
Pensiun  sesuai dengan Peraturan Dana Pensiun dan Arahan Investasi yang ditetapkan oleh 
Pendiri dilaksanakan oleh Dewan Pengurus. Dewan Pengurus diawasi oleh Dewan Pengawas 
yang terdiri dari perwakilan Perusahaan dan peserta. 

Manfaat pensiun yang dibayar dihitung berdasarkan gaji pokok pada saat mulai pensiun dan 
masa  kerja  karyawan.  Karyawan  yang  ikut  serta  dalam  program  pensiun  ini  membayar 
kontribusi  18%  (sebelum  Maret  2003:  8,4%)  dari  gaji  pokok  ke  dana  pensiun.  Perusahaan 
tanggal  
memberikan  kontribusi  kepada  Dapen  untuk 
31 Desember 2020 dan 2019 adalah masing-masing sebesar Rp205 miliar dan Rp233 miliar. 

tahun  yang  berakhir  pada 

Risiko yang terekspos pada program manfaat pasti adalah risiko seperti volatilitas aset dan 
perubahan  imbal  hasil  obligasi.  Liabilitas  program  dihitung  menggunakan  tingkat  diskonto 
yang merujuk kepada tingkat imbal hasil obligasi pemerintah, jika imbal hasil aset program 
lebih  rendah,  maka  akan  menghasilkan  defisit  program.  Penurunan  imbal  hasil  obligasi 
pemerintah akan meningkatkan liabilitas program, walaupun hal ini akan saling hapus secara 
sebagian dengan kenaikan dari nilai obligasi program yang dimiliki. Perusahaan memastikan 
bahwa posisi investasi telah diatur dalam kerangka asset-liability matching (“ALM”) yang telah 
dibentuk untuk mencapai hasil jangka panjang yang sejalan dengan liabilitas pada program 
pensiun imbalan pasti. Dalam kerangka ALM, tujuan Perusahaan adalah untuk menyesuaikan 
aset-aset  dan  liabilitas  pensiun  dengan  berinvestasi  pada  portofolio  yang  terdiversifikasi 
dengan  baik  dalam  menghasilkan 
tingkat  pengembalian  yang  optimal,  dengan 
mempertimbangkan  tingkat  risikonya.  Investasi  pada  program  telah  terdiversifikasi  dengan 
baik,  sehingga  kinerja  buruk  satu  investasi  tidak  akan  memberikan  dampak  material  bagi 
seluruh kelompok aset. 

99 

100 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

31.  PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) 

a.  Beban manfaat pensiun (lanjutan) 

i.  Perusahaan (lanjutan) 

a. Funded (lanjutan) 

i.  Manfaat pasti (lanjutan) 

Tabel berikut ini menyajikan perubahan liabilitas manfaat pensiun, perubahan aset program 
pensiun, status pendanaan program pensiun, dan jumlah bersih yang diakui dalam laporan  
posisi  keuangan  konsolidasian  pada  tanggal  31  Desember  2020  dan  2019  untuk  program 
pensiun manfaat pasti: 

Perubahan liabilitas manfaat pensiun 

Liabilitas manfaat pensiun pada awal tahun 
Dibebankan pada laba rugi: 

Beban jasa 
Beban bunga 

Kontribusi peserta program pensiun 
Rugi aktuaria yang diakui pada 

penghasilan komprehensif lainnya 

Pembayaran pensiun 
Beban tambahan manfaat kesejahteraan 
Pembayaran oleh Perusahaan 

Liabilitas manfaat pensiun pada akhir tahun 

Perubahan aset program pensiun 

Nilai wajar aset program pensiun pada awal tahun   
Pendapatan bunga 
Pengembalian aset program pensiun 

(setelah dikurangi nilai yang termasuk  
dalam beban bunga bersih) 

Kontribusi pemberi kerja 
Kontribusi peserta program pensiun 
Pembayaran pensiun 
Beban administrasi program 
Nilai wajar aset program pensiun  

pada akhir tahun 

Liabilitas diestimasi manfaat pensiun pada 

akhir tahun 

2020 

2019 

 22.061  

 20.121 

 260  
 1.544  
 27  

 2.741   
 (1.530)   
 80   
 (80)   
 25.103  

 259 
 1.599 
 33 

 1.514 
 (1.465) 
 - 
 - 
 22.061 

 19.723  
 1.383  

 19.064 
 1.524 

 (201)   
 205   
 27   
 (1.530)   
 (61)   

 398 
 233 
 32 
 (1.465) 
 (63) 

 19.546  

 19.723 

 5.557  

 2.338 

101 

 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
  
    
  
  
    
  
  
  
  
    
  
  
  
  
  
 
  
    
  
    
  
  
    
  
    
  
  
  
  
  
  
    
  
  
    
  
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 

Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

31.  PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) 

31.  PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) 

a.  Beban manfaat pensiun (lanjutan) 

i.  Perusahaan (lanjutan) 

a. Funded (lanjutan) 

i.  Manfaat pasti (lanjutan) 

a.  Beban manfaat pensiun (lanjutan) 

i.   Perusahaan (lanjutan) 

a. Funded (lanjutan) 

i.  Manfaat pasti (lanjutan) 

Tabel berikut ini menyajikan perubahan liabilitas manfaat pensiun, perubahan aset program 

pensiun, status pendanaan program pensiun, dan jumlah bersih yang diakui dalam laporan  

posisi  keuangan  konsolidasian  pada  tanggal  31  Desember  2020  dan  2019  untuk  program 

pensiun manfaat pasti: 

Perubahan liabilitas manfaat pensiun 

Liabilitas manfaat pensiun pada awal tahun 

Dibebankan pada laba rugi: 

Beban jasa 

Beban bunga 

Kontribusi peserta program pensiun 

Rugi aktuaria yang diakui pada 

penghasilan komprehensif lainnya 

Pembayaran pensiun 

Beban tambahan manfaat kesejahteraan 

Pembayaran oleh Perusahaan 

Liabilitas manfaat pensiun pada akhir tahun 

Perubahan aset program pensiun 

Nilai wajar aset program pensiun pada awal tahun   

Pendapatan bunga 

Pengembalian aset program pensiun 

(setelah dikurangi nilai yang termasuk  

dalam beban bunga bersih) 

Kontribusi pemberi kerja 

Kontribusi peserta program pensiun 

Pembayaran pensiun 

Beban administrasi program 

Nilai wajar aset program pensiun  

pada akhir tahun 

Liabilitas diestimasi manfaat pensiun pada 

akhir tahun 

2020 

2019 

 22.061  

 20.121 

 260  

 1.544  

 27  

 2.741   

 (1.530)   

 80   

 (80)   

 25.103  

 259 

 1.599 

 33 

 1.514 

 (1.465) 

 - 

 - 

 22.061 

 19.723  

 1.383  

 19.064 

 1.524 

 (201)   

 205   

 27   

 (1.530)   

 (61)   

 398 

 233 

 32 

 (1.465) 

 (63) 

 19.546  

 19.723 

 5.557  

 2.338 

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, aset program terdiri dari: 

Kas dan setara kas 
Instrumen ekuitas: 

2020 

2019 

Harga kuotasian   Tidak memiliki   Harga kuotasian   Tidak memiliki 
 harga kuotasian 
 harga kuotasian   di pasar aktif 
 - 
 521 
 - 

di pasar aktif 
 426 

Keuangan 
Infrastruktur, peralatan dan transportasi 
Perdagangan, jasa dan investasi 
Konstruksi, properti dan real estate 
Industri dasar dan bahan kimia 
Tambang 
Agrikultur 
Barang konsumen 
Industri lainnya 

Reksadana berbasis saham 
Instrumen keuangan pendapatan tetap: 

Obligasi korporasi 
Obligasi pemerintah 
Reksadana 

Saham non publik: 

Penempatan langsung 
Properti 
Lainnya 

Jumlah 

 2.340 
 540 
 336 
 303 
 290 
 229 
 62 
 21 
 246 
 678 

 - 
 6.821 
 181 

 - 
 - 
 - 
 12.473  

 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 - 

 6.208 
 - 
 - 

 342 
 185 
 338 
 7.073  

 1.735 
 540 
 395 
 210 
 135 
 159 
 70 
 1.085 
 292 
 1.027 

 - 
 6.493 
 85 

 - 
 - 
 - 
 12.747  

 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 - 

 6.077 
 - 
 - 

 374 
 186 
 339 
 6.976 

Aset program pensiun termasuk didalamnya saham Seri B yang dikeluarkan oleh Perusahaan 
dengan  nilai  wajar  Rp338  miliar  dan  Rp346  miliar,  yang  mewakili  1,73%  dan  1,75%  
dari  total  aset  program  pada  tanggal  31  Desember  2020  dan  2019,  dan  obligasi  yang 
dikeluarkan  oleh  Perusahaan  dengan  nilai  wajar  masing-masing  senilai  Rp352  miliar  dan 
Rp341  miliar  mewakili  masing-masing  1,80%  dan  1,73%  dari  total  aset  per  tanggal  
31 Desember 2020 dan 2019. 

Perkiraan  pengembalian  ditentukan  berdasarkan  ekspektasi  pasar  untuk  pengembalian 
keseluruhan  masa  liabilitas  dengan  mempertimbangkan  perpaduan  portofolio  dari  aset 
program. Hasil aktual aset program adalah  Rp1.121 miliar dan Rp1.858 miliar masing-masing 
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019. Berdasarkan Peraturan 
Perusahaan yang diterbitkan tanggal 14 Januari 2014 mengenai kebijakan pendanaan Dapen, 
Perusahaan tidak akan memberikan kontribusi ke Dapen bila Rasio Kecukupan Pendanaan 
(RKD)  Dapen  diatas  105%.  Berdasarkan 
tanggal  
31  Desember  2020,  RKD  Dapen  dibawah  105%  sehingga  Perusahaan  akan  memberikan 
kontribusi pemberi kerja ke program pensiun manfaat pasti di tahun 2021. 

laporan  keuangan  Dapen  pada 

Pada  tahun  2020,  Perusahaan  memberikan  manfaat  kesejahteraan  tambahan  kepada 
Pensiunan  dan  penerima  manfaat  pensiun  dari  peserta  yang  memasuki  masa  pensiun 
sebelum 30 Juni 2002 dengan total sebesar Rp80 miliar. 

101 

102 

 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
  
    
  
  
    
  
  
  
  
    
  
  
  
  
  
 
  
    
  
    
  
  
    
  
    
  
  
  
  
  
  
    
  
  
    
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
   
 
 
 
 
 
 
 
   
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

31.  PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) 

a.  Beban manfaat pensiun (lanjutan) 

i.  Perusahaan (lanjutan) 

a. Funded (lanjutan) 

i.  Manfaat pasti (lanjutan) 

Perubahan  liabilitas  diestimasi  manfaat  pensiun  untuk  tahun  yang  berakhir  pada  tanggal  
31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut: 

Liabilitas diestimasi manfaat pensiun 

(beban manfaat pensiun dibayar di muka) pada    
awal tahun 

Beban pensiun berkala bersih 
Kontribusi pemberi kerja 
Rugi aktuaria yang diakui pada 

penghasilan komprehensif lainnya 
Pengembalian aset program pensiun 

(setelah dikurangi nilai yang termasuk dalam 
beban bunga bersih) 

Pembayaran manfaat oleh Perusahaan 
Liabilitas diestimasi manfaat pensiun pada 

akhir tahun 

2020 

2019 

 2.338 
 562 
 (205) 

 2.741 

 201 
 (80) 

 5.557  

 1.057 
 398 
 (233) 

 1.514 

 (398) 
 - 

 2.338 

Komponen  beban  pensiun  berkala  bersih  untuk  tahun  yang  berakhir  pada  tanggal  
31 Desember 2020 dan 2019 sebagai berikut: 

2020 

2019 

Beban jasa 
Beban administrasi program 
Beban bunga bersih 
Beban tambahan manfaat kesejahteraan 
Beban pensiun berkala bersih 
Dibebankan kepada entitas anak berdasarkan 

perjanjian 

Beban pensiun berkala bersih dikurangi 

jumlah yang dibebankan kepada entitas anak   

 260  
 61  
 161  
 80  
 562  

 (17) 

 545  

 259 
 63 
 76 
 - 
 398 

 (36) 

 362 

 Jumlah yang diakui pada penghasilan komprehensif lainnya untuk tahun yang berakhir pada 
tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut: 

Rugi aktuaria yang diakui pada 

tahun berjalan: 
Penyesuaian atas pengalaman 
Perubahan asumsi finansial 
Perubahan asumsi demografik 

Pengembalian aset program pensiun (setelah 
dikurangi nilai yang termasuk dalam beban 
bunga bersih) 
Jumlah bersih 

2020 

2019 

 356  
 2.190  
 195  

 201  
 2.942  

 (677) 
 1.952 
 239 

 (398) 
 1.116 

103 

 
 
 
 
 
 
 
  
 
   
 
 
 
  
 
  
  
 
  
 
  
 
  
 
  
 
  
 
 
 
  
 
  
 
 
 
  
 
 
 
  
 
  
 
  
  
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
  
  
  
  
  
  
  
 
  
 
  
  
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
  
    
  
    
  
  
  
  
    
  
    
  
  
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 

Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

31.  PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) 

31.  PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) 

a.  Beban manfaat pensiun (lanjutan) 

i.  Perusahaan (lanjutan) 

a. Funded (lanjutan) 

i.  Manfaat pasti (lanjutan) 

Perubahan  liabilitas  diestimasi  manfaat  pensiun  untuk  tahun  yang  berakhir  pada  tanggal  

31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut: 

2020 

2019 

Komponen  beban  pensiun  berkala  bersih  untuk  tahun  yang  berakhir  pada  tanggal  

31 Desember 2020 dan 2019 sebagai berikut: 

2020 

2019 

Liabilitas diestimasi manfaat pensiun 

(beban manfaat pensiun dibayar di muka) pada    

awal tahun 

Beban pensiun berkala bersih 

Kontribusi pemberi kerja 

Rugi aktuaria yang diakui pada 

penghasilan komprehensif lainnya 

Pengembalian aset program pensiun 

(setelah dikurangi nilai yang termasuk dalam 

beban bunga bersih) 

Pembayaran manfaat oleh Perusahaan 

Liabilitas diestimasi manfaat pensiun pada 

akhir tahun 

Beban jasa 

Beban administrasi program 

Beban bunga bersih 

Beban tambahan manfaat kesejahteraan 

Beban pensiun berkala bersih 

Dibebankan kepada entitas anak berdasarkan 

perjanjian 

Beban pensiun berkala bersih dikurangi 

jumlah yang dibebankan kepada entitas anak   

Rugi aktuaria yang diakui pada 

tahun berjalan: 

Penyesuaian atas pengalaman 

Perubahan asumsi finansial 

Perubahan asumsi demografik 

Pengembalian aset program pensiun (setelah 

dikurangi nilai yang termasuk dalam beban 

bunga bersih) 

Jumlah bersih 

 2.338 

 562 

 (205) 

 2.741 

 201 

 (80) 

 5.557  

 260  

 61  

 161  

 80  

 562  

 (17) 

 545  

 356  

 2.190  

 195  

 201  

 2.942  

 1.057 

 398 

 (233) 

 1.514 

 (398) 

 - 

 2.338 

 259 

 63 

 76 

 - 

 398 

 (36) 

 362 

 (677) 

 1.952 

 239 

 (398) 

 1.116 

 Jumlah yang diakui pada penghasilan komprehensif lainnya untuk tahun yang berakhir pada 

tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut: 

2020 

2019 

a.  Beban manfaat pensiun (lanjutan) 

i.  Perusahaan (lanjutan) 

a. Funded (lanjutan) 

i.  Manfaat pasti (lanjutan) 

Penilaian  aktuaria  atas  program  pensiun  manfaat  pasti  dilakukan  berdasarkan  perhitungan 
pada  tanggal  31  Desember  2020  dan  2019,  pada  laporan  masing-masing  tertanggal 
8 April 2021 dan 20 April 2020 yang dilakukan oleh PT Towers Watson Purbajaga (“TWP”), 
aktuaris independen yang berasosiasi dengan Willis Towers Watson (“WTW”) (dahulu Towers 
Watson).  Asumsi  dasar  aktuaria  yang  digunakan  oleh  aktuaris  independen  pada  tanggal  
31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut: 

Tingkat diskonto 
Tingkat kenaikan kompensasi 
Tabel tingkat kematian di Indonesia 

ii.  Manfaat tambahan 

2020 

2019 

6,50% 
8,00% 
2019 

7,25% 
8,00% 
2011 

Berdasarkan Peraturan Perusahaan yang diterbitkan tanggal 7 Juni 2017 tentang Peraturan 
Dana Pensiun dari Dapen, Perusahaan membentuk dana manfaat tambahan yang bersumber 
dari  hasil  pengembangan  program  pensiun  paling  banyak  10%,  dengan  ketentuan  Rasio 
Kecukupan Dana (“RKD”) diatas 105% dan tingkat pengembalian investasi diatas suku bunga 
aktuaria untuk pendanaan.  

Aset program untuk manfaat tambahan telah disisihkan sejak 2018 sesuai persetujuan Dewan 
Pengawas.  Pada  tanggal  31  Desember  2020,  kewajiban  manfaat  tambahan  telah  dilunasi 
sepenuhnya kepada penerima pension dan tidak  ada kewajiban tambahan yang disisihkan 
karena  persyaratan  pengakuan  manfaat  tambahan  sebagaimana  tersebut  di  atas  belum 
terpenuhi. 

b. Unfunded  

Perusahaan menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti tanpa pendanaan dan program     
pensiun iuran pasti untuk karyawannya. 

Program  pensiun  iuran  pasti  diselenggarakan  bagi  karyawan  tetap  yang  mulai  bekerja  pada 
atau setelah tanggal 1 Juli 2002. Program ini dikelola oleh Dana Pensiun Lembaga Keuangan 
(“DPLK”). Kontribusi Perusahaan kepada DPLK dihitung berdasarkan persentase tertentu dari 
gaji karyawan dimana untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 
adalah masing-masing sebesar Rp41 miliar dan Rp55 miliar. 

Sejak tahun 2007, Perusahaan memberlakukan manfaat pensiun berdasarkan penyeragaman 
bagi peserta sebelum 20 April 1992 dan peserta sejak 20 April 1992 yang mulai diterapkan bagi 
karyawan yang akan pensiun terhitung sejak 1 Februari 2009. Pada tahun 2010, Perusahaan 
menggantikan penyeragaman dengan Manfaat Pensiun Sekaligus (“MPS”). MPS diberikan bagi 
karyawan yang telah mencapai usia pensiun, kematian, atau cacat sejak 1 Februari 2009. 

Perusahaan  juga  menyelenggarakan  manfaat  bagi  karyawan  yang  akan  memasuki  masa 
persiapan pensiun, dimana karyawan tidak aktif selama periode 6 bulan sebelum mencapai usia 
pensiun yakni 56 tahun yang disebut dengan Masa Persiapan Pensiun (“MPP”). Selama periode 
tersebut, karyawan tetap menerima manfaat-manfaat yang diselenggarakan bagi pegawai aktif, 
diantaranya termasuk, namun tidak terbatas pada gaji regular, kesehatan, cuti besar, bonus, 
dan  manfaat-manfaat  lainnya.  Mulai  tanggal  1  April  2012,  karyawan  harus  mengajukan 
permohonan MPP terlebih dahulu dan tanpa permohonan maka dianggap tetap akan bekerja 
sampai dengan masa pensiun. 

103 

104 

 
 
 
 
 
 
 
  
 
   
 
 
 
  
 
  
  
 
  
 
  
 
  
 
  
 
  
 
 
 
  
 
  
 
 
 
  
 
 
 
  
 
  
 
  
  
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
  
  
  
  
  
  
  
 
  
 
  
  
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
  
    
  
    
  
  
  
  
    
  
    
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

31.  PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) 

a.  Beban manfaat pensiun (lanjutan) 

i.  Perusahaan (lanjutan) 

b.  Unfunded (lanjutan) 

Tabel  berikut  ini  menyajikan  perubahan  liabilitas  program  pensiun  manfaat  pasti  tanpa 
pendanaan  MPS dan  MPP untuk  tahun yang berakhir  pada tanggal  31 Desember  2020 dan 
2019: 

Liabilitas diestimasi manfaat pensiun tanpa 

pendanaan pada awal tahun 

Dibebankan pada laba rugi: 

Beban jasa 
Beban bunga bersih 

(Laba) rugi aktuaria diakui pada penghasilan 

komprehensif lainnya 

Pembayaran manfaat oleh pemberi kerja 
Liabilitas diestimasi manfaat pensiun tanpa 

pendanaan pada akhir tahun 

2020 

2019 

 1.479 

 1.830 

 28 
 89 

 (89)   
 (545)   

 29 
 134 

 94 
 (608) 

 962  

 1.479 

Komponen biaya manfaat pensiun untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 
dan 2019 adalah sebagai berikut: 

Beban jasa 
Beban bunga bersih 
Jumlah beban manfaat pensiun 

2020 

2019 

 28  
 89  
 117  

 29 
 134 
 163 

Jumlah yang diakui pada penghasilan komprehensif lainnya untuk  tahun yang berakhir  pada 
tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut: 

(Laba) rugi aktuaria yang diakui pada tahun berjalan:    

Penyesuaian atas pengalaman 
Perubahan asumsi demografik 
Perubahan asumsi finansial 

Jumlah bersih 

2020 

2019 

 (32)  
 (99)  
 42  
 (89)  

 12 
 37 
 45 
 94 

Penilaian  aktuaria  atas  program  pensiun  manfaat  pasti  dilakukan  berdasarkan  perhitungan 
pada  tanggal  31  Desember  2020  dan  2019,  pada  laporan  masing-masing  tertanggal 
8 April 2021 dan 20 April 2020 yang dilakukan oleh TWP, aktuaris independen yang berasosiasi 
dengan WTW. Asumsi dasar aktuaria yang digunakan oleh aktuaris independen pada tanggal 
31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut: 

Tingkat diskonto 
Tingkat kenaikan kompensasi  
Tabel tingkat kematian di Indonesia 

2020 

5,25%-6,50% 
6,10%-8,00% 
2019 

2019 

6,50%-7,25% 
6,10%-8,00% 
2011 

105 

 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
    
 
 
 
 
 
    
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
    
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
  
  
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
  
  
  
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
a.  Beban manfaat pensiun (lanjutan) 

i.  Perusahaan (lanjutan) 

b.  Unfunded (lanjutan) 

Tabel  berikut  ini  menyajikan  perubahan  liabilitas  program  pensiun  manfaat  pasti  tanpa 

pendanaan  MPS dan  MPP untuk  tahun yang berakhir  pada tanggal  31 Desember  2020 dan 

2019: 

Liabilitas diestimasi manfaat pensiun tanpa 

pendanaan pada awal tahun 

Dibebankan pada laba rugi: 

Beban jasa 

Beban bunga bersih 

(Laba) rugi aktuaria diakui pada penghasilan 

komprehensif lainnya 

Pembayaran manfaat oleh pemberi kerja 

Liabilitas diestimasi manfaat pensiun tanpa 

pendanaan pada akhir tahun 

2020 

2019 

 1.479 

 1.830 

 28 

 89 

 (89)   

 (545)   

 29 

 134 

 94 

 (608) 

 962  

 1.479 

2020 

2019 

 28  

 89  

 117  

 (32)  

 (99)  

 42  

 (89)  

 29 

 134 

 163 

 12 

 37 

 45 

 94 

Komponen biaya manfaat pensiun untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 

dan 2019 adalah sebagai berikut: 

Beban jasa 

Beban bunga bersih 

Jumlah beban manfaat pensiun 

Penyesuaian atas pengalaman 

Perubahan asumsi demografik 

Perubahan asumsi finansial 

Jumlah bersih 

Jumlah yang diakui pada penghasilan komprehensif lainnya untuk  tahun yang berakhir  pada 

tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut: 

(Laba) rugi aktuaria yang diakui pada tahun berjalan:    

2020 

2019 

Penilaian  aktuaria  atas  program  pensiun  manfaat  pasti  dilakukan  berdasarkan  perhitungan 

pada  tanggal  31  Desember  2020  dan  2019,  pada  laporan  masing-masing  tertanggal 

8 April 2021 dan 20 April 2020 yang dilakukan oleh TWP, aktuaris independen yang berasosiasi 

dengan WTW. Asumsi dasar aktuaria yang digunakan oleh aktuaris independen pada tanggal 

31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut: 

Tingkat diskonto 

Tingkat kenaikan kompensasi  

Tabel tingkat kematian di Indonesia 

2020 

5,25%-6,50% 

6,10%-8,00% 

2019 

2019 

6,50%-7,25% 

6,10%-8,00% 

2011 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 

Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

31.  PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) 

31.  PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) 

a.  Beban manfaat pensiun (lanjutan) 

 ii.   Telkomsel 

Telkomsel  menyelenggarakan  program  pensiun  imbalan  pasti  bagi  karyawannya.  Berdasarkan 
program  ini,  karyawan  berhak  atas  imbalan  pensiun  yang  ditentukan  berdasarkan  gaji  pokok 
terakhir atau gaji bersih yang diterima (tidak termasuk tunjangan fungsional) dan masa kerjanya. 
Program  pensiun  tersebut  dikelola  oleh  PT  Asuransi  Jiwasraya  (Persero)  (“Jiwasraya”), 
perusahaan  asuransi  jiwa  milik  negara,  melalui  suatu  kontrak  asuransi  anuitas.  Hingga  tahun 
2004,  karyawan  berkontribusi  pada  program  ini  sebesar  5%  dari  gaji  pokok  bulanan  mereka, 
sementara  Telkomsel  menanggung  sisa  besaran  kontribusi  yang  diharuskan  menurut  program 
tersebut.  Sejak  tahun  2005,  Telkomsel  telah  menanggung  sepenuhnya  besaran  kontribusi 
tersebut. 

Pada tahun 2020, kondisi keuangan Jiwasraya yang kurang menguntungkan telah memengaruhi 
secara  negatif  kemampuannya  untuk  memenuhi  kewajibannya  kepada  Telkomsel.  Sebagai 
akibatnya,  Jiwasraya  dan  Telkomsel  menyepakati  untuk  merestrukturisasi  program  pensiun 
Telkomsel melalui penghentian program yang ada dan menetapkan suatu program baru dengan 
nilai imbalan yang dijamin sebesar Rp799 miliar pada tanggal 31 Desember 2020. 

Sebagai  bagian  dari  program  restrukturiasasi  Jiwasraya,  Indonesia  Financial  Group  (“IFG”) 
didirikan  oleh  Pemerintah  Indonesia  untuk  melakukan,  antara  lain,  pengambilalihan  program-
program  Jiwasraya  dengan  pelanggannya.  Setelah  IFG  beroperasi,  imbalan  baru  yang  dijamin 
tersebut di atas akan dialihkan kepada IFG oleh Jiwasraya dan dikelola dalam bentuk saving plan 
yang diperuntukkan khusus untuk mendanai imbalan pascakerja Telkomsel. 

Jumlah kontribusi Telkomsel kepada Jiwasraya untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 
31 Desember 2020 dan 2019 masing-masing sebesar Rp53 miliar dan Rp207 miliar. 

ini  menyajikan  perubahan 

Tabel  berikut 
liabilitas  manfaat  pensiun,  perubahan  aset  
program pensiun, status pendanaan program pensiun, dan nilai bersih yang tercatat pada laporan 
posisi keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 
2019 untuk program pensiun manfaat pasti: 

2020 

2019 

Perubahan liabilitas manfaat pensiun 

Liabilitas manfaat pensiun pada awal tahun 
Dibebankan pada laba rugi: 

Beban jasa 
Beban bunga 

Rugi aktuaria yang diakui pada 

penghasilan komprehensif lainnya 

Pembayaran pensiun 
Beban jasa akhir 

Liabilitas manfaat pensiun pada akhir tahun 

Perubahan aset program pensiun 

Nilai wajar aset program pensiun pada awal tahun 
Pendapatan bunga 
Pengembalian aset program pensiun 

(setelah dikurangi nilai yang termasuk  
dalam beban bunga bersih) 

Kontribusi pemberi kerja 
Pembayaran pensiun 
Kerugian atas penyelesaian 
Nilai  wajar  aset  program  pensiun  pada  akhir 
tahun 

Liabilitas diestimasi manfaat pensiun pada 

akhir tahun 

 3.738 

 245 
 278 

 1.585 
 (50) 
 (1.145) 
 4.651  

 1.529 
 104 

 31 
 53 
 (50) 
 (868) 

 799  

 3.852  

 2.734 

 187 
 224 

 614 
 (21) 
 - 
 3.738 

 1.193 
 97 

 53 
 207 
 (21) 
 - 

 1.529 

 2.209 

105 

106 

 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
    
 
 
 
 
 
    
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
    
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
  
  
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
  
  
  
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
  
 
  
 
  
 
 
 
  
 
  
 
  
 
 
 
  
 
  
 
  
 
  
 
  
  
 
  
  
 
  
 
  
 
  
 
 
 
  
 
 
 
  
 
  
 
  
 
  
 
  
  
  
 
  
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

31.  PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) 

a.  Beban manfaat pensiun (lanjutan) 

 ii.   Telkomsel (lanjutan) 

Perubahan  liabilitas  diestimasi  manfaat  pensiun  untuk  tahun  yang  berakhir  pada  tanggal  
31 Desember 2020 dan 2019: 

2020 

2019 

Liabilitas diestimasi manfaat pensiun pada awal tahun   
Beban manfaat pensiun 
Rugi aktuaria yang diakui pada penghasilan 

komprehensif lainnya 

Pengembalian aset program pensiun 

(setelah dikurangi nilai yang termasuk dalam 
beban bunga bersih) 
Kontribusi pemberi kerja 
Liabilitas diestimasi manfaat pensiun 

pada akhir tahun 

 2.209 
 142 

 1.585 

 (31) 
 (53) 

 3.852  

 1.541 
 314 

 614 

 (53) 
 (207) 

 2.209 

Komponen  biaya  manfaat  pensiun  untuk 
31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut: 

tahun 

yang  berakhir  pada 

tanggal  

Beban jasa 
Beban bunga bersih 
Jumlah beban manfaat pensiun 

2020 

2019 

 (33)  
 175  
 142  

 187 
 127 
 314 

Jumlah  yang  diakui  pada  penghasilan  komprehensif  lainnya  untuk  tahun  yang  berakhir  pada 
tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut: 

Rugi aktuaria yang diakui pada 

tahun berjalan: 

   Penyesuaian atas pengalaman 
   Perubahan asumsi finansial 

Perubahan demografis 

Pengembalian aset program pensiun (setelah 
dikurangi nilai yang termasuk dalam beban 
bunga bersih) 
Jumlah bersih 

2020 

2019 

 190  
 1.082  
 313  

(31)  
 1.554  

 115 
 499 
 - 

 (53) 
 561 

Penilaian aktuaria atas program pensiun manfaat pasti dilakukan berdasarkan perhitungan  pada 
tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 dengan laporan tertanggal masing-masing 3 Maret 2021 
dan 28 Februari 2020 yang dilakukan oleh TWP, aktuaris independen yang berasosiasi dengan 
WTW.  Asumsi  dasar  aktuaria  yang  digunakan  oleh  aktuaris  independen  pada  tanggal  
31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut: 

Tingkat diskonto 
Tingkat kenaikan kompensasi  
Tabel tingkat kematian di Indonesia 

2020 

2019 

6,50%   
8,00%   
2019   

7,50% 
8,00% 
2011 

107 

 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
  
 
 
 
  
 
  
 
 
 
  
 
 
 
  
 
  
 
  
  
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
  
  
  
 
   
 
 
 
 
   
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 

Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

31.  PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) 

31.  PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) 

a.  Beban manfaat pensiun (lanjutan) 

 ii.   Telkomsel (lanjutan) 

Perubahan  liabilitas  diestimasi  manfaat  pensiun  untuk  tahun  yang  berakhir  pada  tanggal  

31 Desember 2020 dan 2019: 

2020 

2019 

Liabilitas diestimasi manfaat pensiun pada awal tahun   

Beban manfaat pensiun 

Rugi aktuaria yang diakui pada penghasilan 

komprehensif lainnya 

Pengembalian aset program pensiun 

(setelah dikurangi nilai yang termasuk dalam 

beban bunga bersih) 

Kontribusi pemberi kerja 

Liabilitas diestimasi manfaat pensiun 

pada akhir tahun 

 2.209 

 142 

 1.585 

 (31) 

 (53) 

 3.852  

 (33)  

 175  

 142  

 190  

 1.082  

 313  

(31)  

 1.554  

 1.541 

 314 

 614 

 (53) 

 (207) 

 2.209 

 187 

 127 

 314 

 115 

 499 

 - 

 (53) 

 561 

Komponen  biaya  manfaat  pensiun  untuk 

tahun 

yang  berakhir  pada 

tanggal  

31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut: 

2020 

2019 

Beban jasa 

Beban bunga bersih 

Jumlah beban manfaat pensiun 

Jumlah  yang  diakui  pada  penghasilan  komprehensif  lainnya  untuk  tahun  yang  berakhir  pada 

tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut: 

2020 

2019 

Rugi aktuaria yang diakui pada 

tahun berjalan: 

   Penyesuaian atas pengalaman 

   Perubahan asumsi finansial 

Perubahan demografis 

Pengembalian aset program pensiun (setelah 

dikurangi nilai yang termasuk dalam beban 

bunga bersih) 

Jumlah bersih 

Penilaian aktuaria atas program pensiun manfaat pasti dilakukan berdasarkan perhitungan  pada 

tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 dengan laporan tertanggal masing-masing 3 Maret 2021 

dan 28 Februari 2020 yang dilakukan oleh TWP, aktuaris independen yang berasosiasi dengan 

WTW.  Asumsi  dasar  aktuaria  yang  digunakan  oleh  aktuaris  independen  pada  tanggal  

31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut: 

Tingkat diskonto 

Tingkat kenaikan kompensasi  

Tabel tingkat kematian di Indonesia 

2020 

2019 

6,50%   

8,00%   

2019   

7,50% 

8,00% 

2011 

b.  Imbalan kesehatan pasca kerja 

Perusahaan menyelenggarakan program imbalan kesehatan pasca kerja untuk semua karyawannya 
yang sudah bekerja sebelum tanggal 1 November 1995 dengan masa kerja 20 tahun atau lebih pada 
saat pensiun, dan anggota keluarganya yang memenuhi syarat. Ketentuan untuk masa kerja  selama 
20 tahun ini tidak berlaku bagi karyawan yang memasuki masa pensiun sebelum tanggal 3 Juni 1995. 
Program  ini  tidak  berlaku  bagi  karyawan  yang  mulai  bekerja  pada  Perusahaan  sejak  tanggal 
1 November  1995.  Program  jaminan  kesehatan  pasca  kerja  tersebut  dikelola  oleh  Yayasan 
Kesehatan Telkom (“Yakes Telkom”). 

Program imbalan kesehatan pasca kerja iuran pasti diselenggarakan bagi karyawan tetap yang mulai 
bekerja pada atau setelah tanggal 1 November 1995 atau karyawan dengan masa kerja kurang dari 
20 tahun  pada saat pensiun. Perusahaan tidak memberikan kontribusi ke Yakes untuk  tahun yang 
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019. 

Tabel  berikut  ini  menyajikan  perubahan  liabilitas  imbalan  kesehatan  pasca  kerja,  perubahan  aset 
program imbalan kesehatan pasca kerja, status pendanaan program imbalan kesehatan pasca kerja, 
dan  jumlah  bersih  yang  diakui  dalam  laporan  posisi  keuangan  konsolidasian  pada  tanggal 
31 Desember 2020 dan 2019: 

2020 

2019 

Perubahan liabilitas imbalan kesehatan pasca kerja 

Liabilitas diestimasi imbalan kesehatan pasca kerja pada 

awal tahun 

Dibebankan pada laba rugi: 

Beban bunga 

Rugi aktuaria yang diakui pada penghasilan 

komprehensif lainnya 

Pembayaran imbalan kesehatan pasca kerja 

Liabilitas diestimasi imbalan kesehatan pasca kerja pada    

akhir tahun 

Perubahan aset program 

Nilai wajar aset program pada awal tahun 
Pendapatan bunga 
Pengembalian aset program (setelah dikurangi nilai 

 yang termasuk dalam beban bunga bersih) 
Pembayaran imbalan kesehatan pasca kerja 
Beban administrasi program 

Nilai wajar aset program pada akhir tahun 
Liabilitas diestimasi imbalan kesehatan pasca kerja pada    

akhir tahun 

 13.823 

 1.083 

 96 
 (559) 

 14.443  

 12.827 
 1.004 

 (62) 
 (559) 
 (174) 
 13.036  

 1.407  

 12.423 

 1.062 

 905 
 (567) 

 13.823 

 12.228 
 1.045 

 271 
 (567) 
 (150) 
 12.827 

 996 

107 

108 

 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
  
 
 
 
  
 
  
 
 
 
  
 
 
 
  
 
  
 
  
  
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
  
  
  
 
   
 
 
 
 
   
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
    
 
 
 
   
 
   
  
 
   
  
 
   
 
   
 
 
 
   
 
   
 
 
 
   
 
   
 
  
 
   
   
  
 
   
 
   
 
   
 
 
 
   
 
   
 
   
 
   
  
 
   
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

31.  PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) 

b.  Imbalan kesehatan pasca kerja (lanjutan) 

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, aset program terdiri dari: 

2020 

2019 

Kas dan setara kas 
Saham publik: 

Industri keuangan 
Manufaktur dan konsumen 
Infrastruktur dan telekomunikasi 
Konstruksi 
Grosir 
Tambang 

Industri lainnya: 

Jasa 
Bioteknologi dan industri farmasi 
Agrikultur 
Lainnya 

Reksadana berbasis ekuitas 
Instrumen keuangan pendapatan tetap:   

Reksadana pendapatan tetap 

Saham non-publik: 

Penempatan privat 

Jumlah 

Harga kuotasian    Tidak memiliki    Harga kuotasian    Tidak memiliki 
  harga kuotasian 
  harga kuotasian    di pasar aktif 
 - 
 -  

di pasar aktif 

 563  

 745  

 1.191  
 799  
 344  
 219  
 218  
 199  

 99  
 96  
 45  
 1  
 519  

 8.239  

 -  
 12.714  

 -  
 -  
 -  
 -  
 -  
 -  

 -  
 -  
 -  
 -  
 -  

 -  

 322  
 322  

 954  
 706  
 317  
 181  
 159  
 117  

 75  
 96  
 49  
 3  
 1.202  

 8.071  

 -  
 12.493  

 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 - 

 - 
 - 
 - 
 - 
 - 

 - 

 334 
 334 

Aset program Yakes juga termasuk saham Seri B yang  diterbitkan Perusahaan dengan nilai wajar 
sebesar  Rp246  miliar  dan  Rp222  miliar  yang  merupakan  1,88%  dan  1,73%  dari  keseluruhan  aset 
program masing-masing pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019. 

Perkiraan pengembalian ditentukan berdasarkan ekspektasi pasar untuk pengembalian keseluruhan 
masa liabilitas dengan mempertimbangkan perpaduan portofolio dari aset program. Hasil aktual aset 
program  adalah  Rp768  miliar  dan  Rp1.166  miliar  masing-masing  untuk  tahun  yang  berakhir  pada 
tanggal 31 Desember 2020 dan 2019. 

Perubahan liabilitas diestimasi imbalan kesehatan pasca kerja untuk tahun yang berakhir pada tanggal 
31 Desember 2020 dan 2019: 

Liabilitas diestimasi imbalan kesehatan pasca kerja pada    

awal tahun 

Beban imbalan kesehatan pasca kerja berkala 
Rugi aktuaria yang diakui di penghasilan 

komprehensif lainnya 

Pengembalian aset program (setelah dikurangi nilai yang   

termasuk dalam beban bunga bersih) 

Liabilitas diestimasi imbalan kesehatan pasca kerja    

pada akhir tahun 

2020 

2019 

 996 
 253 

 96 

 62 

 1.407  

 195 
 167 

 905 

 (271) 

 996 

Komponen  beban  imbalan  kesehatan  pasca  kerja  berkala  bersih  untuk  tahun  yang  berakhir  pada 
tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut: 

Beban administrasi program 
Beban bunga bersih 
Jumlah beban imbalan kesehatan pasca kerja 

2020 

2019 

 174  
 79  
 253  

 150 
 17 
 167 

109 

 
 
 
 
 
 
 
   
   
   
 
 
 
 
 
 
    
 
 
 
 
    
 
 
 
    
 
 
    
 
    
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
  
 
  
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
  
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
  
  
  
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 

Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

31.  PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) 

31.  PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) 

b.  Imbalan kesehatan pasca kerja (lanjutan) 

Jumlah yang diakui pada penghasilan komprehensif lainnya untuk tahun yang berakhir pada tanggal 
31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut: 

Rugi aktuaria yang diakui pada 

tahun berjalan: 
Penyesuaian atas pengalaman 
Perubahan asumsi finansial 
Perubahan asumsi demografik 

Pengembalian aset program pensiun (setelah 

dikurangi nilai yang termasuk dalam beban bunga 
bersih) 

Jumlah bersih 

2020 

2019 

 (1.680)  
 1.800  
 (24)  

 62 
 158  

 810 
 1.190 
 (1.095) 

 (271) 
 634 

tanggal  31  Desember  2020  dan  2019  pada 

Penilaian aktuaria untuk program imbalan kesehatan pasca kerja dilakukan berdasarkan perhitungan 
tertanggal  
pada 
8  April  2021  dan  20  April  2020  yang  dilakukan  oleh  TWP,  aktuaris  independen  yang  berasosiasi 
dengan  WTW.  Asumsi  dasar  aktuaria  yang  digunakan  oleh  aktuaris  independen  pada  tanggal  
31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut: 

laporan  masing-masing 

Tingkat diskonto 
Tingkat pertumbuhan beban kesehatan untuk tahun depan 
Tingkat tren beban kesehatan 
Tahun tingkat tren beban kesehatan tercapai 
Tabel tingkat kematian di Indonesia 

6,75%  
7,00%  
7,00%  
2020  
2019  

8,00% 
7,00% 
7,00% 
2019 
2011 

2020 

2019 

c.  Imbalan pasca kerja lainnya 

Perusahaan memberikan imbalan pasca kerja lainnya dalam bentuk uang tunai yang dibayarkan pada 
saat karyawan pensiun atau saat pemutusan hubungan kerja atau meninggal dunia. Imbalan pasca 
kerja  lainnya  tersebut  adalah  Biaya  Fasilitas  Perumahan  Terakhir  (“BFPT”)  dan  Biaya  Perjalanan 
Pensiun dan Purnabhakti (“BPP”) dan Pesangon Meninggal Dunia (“Pesangon MD”). Pesangon MD 
diberikan kepada karyawan yang meninggal dunia dengan besaran sebanyak 12 kali gaji terakhir. 

Perubahan liabilitas diestimasi imbalan pasca kerja lainnya untuk tahun yang berakhir pada tanggal  
31 Desember 2020 dan 2019:  

2020 

2019 

Liabilitas diestimasi imbalan pasca kerja lainnya  

pada awal tahun 

Dibebankan pada laba rugi: 

Beban jasa kini 
Beban bunga bersih 
Beban jasa lalu - amandemen program 

Rugi aktuaria yang diakui pada penghasilan  

komprehensif lainnya 

Pembayaran manfaat oleh Perusahaan 
Liabilitas diestimasi imbalan pasca kerja lainnya  

pada akhir tahun 

 366  

 4  
 19  
 58  

 15  
 (95) 

 367  

 419 

 4 
 29 
 - 

 15 
 (101) 

 366 

109 

110 

b.  Imbalan kesehatan pasca kerja (lanjutan) 

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, aset program terdiri dari: 

2020 

2019 

Harga kuotasian    Tidak memiliki    Harga kuotasian    Tidak memiliki 

di pasar aktif 

  harga kuotasian    di pasar aktif 

  harga kuotasian 

Kas dan setara kas 

Saham publik: 

Industri keuangan 

Manufaktur dan konsumen 

Infrastruktur dan telekomunikasi 

Konstruksi 

Grosir 

Tambang 

Industri lainnya: 

Jasa 

Agrikultur 

Lainnya 

Bioteknologi dan industri farmasi 

Reksadana berbasis ekuitas 

Instrumen keuangan pendapatan tetap:   

Reksadana pendapatan tetap 

Saham non-publik: 

Penempatan privat 

Jumlah 

 745  

 1.191  

 799  

 344  

 219  

 218  

 199  

 99  

 96  

 45  

 1  

 519  

 8.239  

 -  

 12.714  

 -  

 -  

 -  

 -  

 -  

 -  

 -  

 -  

 -  

 -  

 -  

 -  

 -  

 322  

 322  

 563  

 954  

 706  

 317  

 181  

 159  

 117  

 75  

 96  

 49  

 3  

 1.202  

 8.071  

 -  

 12.493  

Aset program Yakes juga termasuk saham Seri B yang  diterbitkan Perusahaan dengan nilai wajar 

sebesar  Rp246  miliar  dan  Rp222  miliar  yang  merupakan  1,88%  dan  1,73%  dari  keseluruhan  aset 

program masing-masing pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019. 

Perkiraan pengembalian ditentukan berdasarkan ekspektasi pasar untuk pengembalian keseluruhan 

masa liabilitas dengan mempertimbangkan perpaduan portofolio dari aset program. Hasil aktual aset 

program  adalah  Rp768  miliar  dan  Rp1.166  miliar  masing-masing  untuk  tahun  yang  berakhir  pada 

tanggal 31 Desember 2020 dan 2019. 

Perubahan liabilitas diestimasi imbalan kesehatan pasca kerja untuk tahun yang berakhir pada tanggal 

31 Desember 2020 dan 2019: 

2020 

2019 

Liabilitas diestimasi imbalan kesehatan pasca kerja pada    

awal tahun 

Beban imbalan kesehatan pasca kerja berkala 

Rugi aktuaria yang diakui di penghasilan 

komprehensif lainnya 

Pengembalian aset program (setelah dikurangi nilai yang   

termasuk dalam beban bunga bersih) 

Liabilitas diestimasi imbalan kesehatan pasca kerja    

pada akhir tahun 

Komponen  beban  imbalan  kesehatan  pasca  kerja  berkala  bersih  untuk  tahun  yang  berakhir  pada 

tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut: 

2020 

2019 

Beban administrasi program 

Beban bunga bersih 

Jumlah beban imbalan kesehatan pasca kerja 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 - 

 334 

 334 

 195 

 167 

 905 

 (271) 

 996 

 150 

 17 

 167 

 996 

 253 

 96 

 62 

 1.407  

 174  

 79  

 253  

 
 
 
 
 
 
 
   
   
   
 
 
 
 
 
 
    
 
 
 
 
    
 
 
 
    
 
 
    
 
    
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
  
 
  
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
  
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
   
 
   
  
 
   
  
 
   
   
   
   
  
 
   
 
   
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
  
 
  
  
  
 
  
  
  
  
  
 
  
  
 
  
  
   
  
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

31.  PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) 

c.  Imbalan pasca kerja lainnya (lanjutan) 

Komponen  beban  imbalan  pasca  kerja  lainnya  untuk 
31 Desember 2020 dan 2019: 

tahun  yang  berakhir  pada 

tanggal  

Beban jasa 
Beban bunga bersih 
Beban jasa lalu 
Jumlah beban imbalan pasca kerja lainnya 

2020 

2019 

 4  
 19  
 58  
 81  

 4 
 29 
 - 
 33 

Jumlah yang diakui pada penghasilan komprehensif lainnya untuk tahun yang berakhir pada tanggal 
31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut: 

Rugi aktuaria yang diakui pada 

tahun berjalan: 
Penyesuaian atas pengalaman 
Perubahan asumsi demografik 
Perubahan asumsi finansial 

Jumlah bersih 

2020 

2019 

 (18)  
 16  
 17  
 15  

 (25) 
 20 
 20 
 15 

tanggal  31  Desember  2020  dan  2019,  pada 

Penilaian  aktuaria  untuk  program  imbalan  pasca  kerja  lainnya  dilakukan  berdasarkan  perhitungan  
tertanggal  
pada 
8  April  2020  dan  20  April  2020  yang  dilakukan  oleh  TWP,  aktuaris  independen  yang  berasosiasi 
dengan  WTW.  Asumsi  dasar  aktuaria  yang  digunakan  oleh  aktuaris  independen  pada  tanggal  
31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut: 

laporan  masing-masing 

Tingkat diskonto 
Tabel tingkat kematian di Indonesia 

d.  Imbalan khusus masa kerja 

2020 

2019 

5,00%  
2019  

6,25% 
2011 

Perusahaan memberikan Tunjangan Khusus Masa Kerja kepada karyawan dengan kriteria karyawan 
yang  diangkat  sebelum  1  Juli  2002  dan  memiliki  masa  kerja  lebih  dari  30  tahun  serta  berakhir 
hubungan kerja setelah 19 September 2019. Jumlah kewajiban dan beban imbalan khusus masa kerja 
pada  tanggal  31  Desember  2020  dan  tahun  yang  berakhir  pada  tanggal  tersebut  masing-masing 
sebesar Rp53 miliar. 

e.  Kewajiban pensiun berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan 

Berdasarkan  Undang-Undang  No.  13  tahun  2003  mengenai  Ketenagakerjaan,  Perusahaan  dan 
entitas  anak  diharuskan  untuk  memberikan  manfaat  pensiun  minimum,  jika  belum  dipenuhi  oleh 
program  pensiun  yang  diselenggarakan,  kepada  para  karyawannya  yang  mencapai  usia  pensiun. 
Jumlah tercatat kewajiban tambahan ini pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 masing-masing 
sebesar  Rp777  miliar  dan  Rp690  miliar.  Beban  pensiun  yang  dibebankan  adalah  sebesar  
Rp258  miliar  dan  Rp136  miliar  masing-masing  untuk  tahun  yang  berakhir  pada  tanggal  
31  Desember  2020  dan  2019  (Catatan  25).  (Laba)  rugi  aktuaria  yang  diakui  pada  penghasilan 
komprehensif lainnya adalah sebesar Rp(125) miliar  dan Rp107 miliar masing-masing untuk tahun 
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019. 

111 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
   
  
 
   
  
 
   
   
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 

Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

31.  PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) 

31.  PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) 

c.  Imbalan pasca kerja lainnya (lanjutan) 

f.   Profil jatuh tempo atas liabilitas manfaat pasti 

Komponen  beban  imbalan  pasca  kerja  lainnya  untuk 

tahun  yang  berakhir  pada 

tanggal  

31 Desember 2020 dan 2019: 

Waktu  perkiraan  pembayaran  manfaat  dan  rata-rata  tertimbang  durasi  atas  liabilitas  manfaat  pasti 
untuk 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut (dalam miliaran Rupiah): 

Perkiraan pembayaran manfaat 

Perusahaan 

Funded 

Manfaat 
pasti 

  Manfaat 
tambahan 

  Unfunded 

  Telkomsel 

Imbalan  
  kesehatan 
  pasca kerja   

Imbalan 
  pasca kerja 
lainnya 

 18.913 
 21.775 
 19.869 
 14.599 
 3.278 
 378 
 23 
- 

- 
- 
- 
-   
- 
- 
- 
- 

 1.061 
 94 
 77 
 20 
- 
- 
- 
- 

 3.795 
 10.620  
 8.203 
 1.035 
- 
- 
- 
- 

 5.649 
 6.778 
 5.575 
 2.479 
 398 
 6 
- 
- 

 417 
 102 
 78 
 4 
- 
- 
- 
- 

10,48 tahun 

  10,48 tahun    5,76 tahun 

  11,00 tahun    15,14 tahun 

  7,21 tahun 

 18.392 
 21.855 
 20.154 
 15.351 
 4.265 
 468 
 32 
0 

- 
- 
- 
-   
- 
- 
- 
- 

 1.587 
 125 
 52 
 18 
- 
- 
- 
- 

 3.486 
 9.420  
 7.150 
 1.267 
- 
- 
- 
- 

 6.064 
 8.001 
 7.501 
 4.123 
 958 
 42 
0 
- 

 418 
 68 
 38 
 3 
- 
- 
- 
- 

10,16 tahun 

  10,16 tahun    4,69 tahun 

  10,44 tahun    13,34 tahun 

  3,65 tahun 

Jangka waktu 

31 Desember 2020 
Dalam 10 tahun kedepan 
Dalam 10-20 tahun 
Dalam 20-30 tahun 
Dalam 30-40 tahun 
Dalam 40-50 tahun 
Dalam 50-60 tahun 
Dalam 60-70 tahun 
Dalam 70-80 tahun 

Rata-rata tertimbang 
durasi atas liabilitas 
manfaat pasti 

31 Desember 2019 
Dalam 10 tahun kedepan 
Dalam 10-20 tahun 
Dalam 20-30 tahun 
Dalam 30-40 tahun 
Dalam 40-50 tahun 
Dalam 50-60 tahun 
Dalam 60-70 tahun 
Dalam 70-80 tahun 

Rata-rata tertimbang 
durasi atas liabilitas 
manfaat pasti 

g.  Analisis sensitivitas 

Perubahan  1%  pada 
tahun 2020 dan 2019 atas liabilitas manfaat pasti sebagai berikut: 

tingkat  diskonto  dan 

tingkat  gaji  akan  memberikan  dampak  pada  

Sensitivitas 
31 Desember 2020 
Didanai: 

Manfaat pasti 

Tidak didanai 
Telkomsel 
Imbalan kesehatan pasca kerja 
Imbalan pasca kerja lainnya 

31 Desember 2019 
Didanai: 

Manfaat pasti 

Tidak didanai 
Telkomsel 
Imbalan kesehatan pasca kerja 
Imbalan pasca kerja lainnya 

Tingkat diskonto 
Peningkatan 1%    Penurunan 1% 
Jumlah peningkatan (penurunan) 

Tingkat gaji 

  Peningkatan 1%    Penurunan 1% 
Jumlah peningkatan (penurunan) 

 2.754 
 28 
 507 
 2.339 
 17 

 2.416 
 33 
 777 
 1.888 
 13 

 1.733 
 30 
 494 
 2.248 
 - 

 257 
 34 
 390 
 2.030 
 - 

 (1.547) 
 (39) 
 (463) 
 (1.844) 
 - 

 (275) 
 (43) 
 (366) 
 (1.689) 
 - 

 (2.305)   
 (36)   
 (471)   
 (1.807)   
 (15)   

 (1.952)   
 (40)   
 (686)   
 (1.551)   
 (12)   

112 

2020 

2019 

 4  

 19  

 58  

 81  

 (18)  

 16  

 17  

 15  

 4 

 29 

 - 

 33 

 (25) 

 20 

 20 

 15 

2020 

2019 

5,00%  

2019  

6,25% 

2011 

Jumlah yang diakui pada penghasilan komprehensif lainnya untuk tahun yang berakhir pada tanggal 

31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut: 

2020 

2019 

Beban jasa 

Beban bunga bersih 

Beban jasa lalu 

Jumlah beban imbalan pasca kerja lainnya 

Rugi aktuaria yang diakui pada 

tahun berjalan: 

Penyesuaian atas pengalaman 

Perubahan asumsi demografik 

Perubahan asumsi finansial 

Jumlah bersih 

Penilaian  aktuaria  untuk  program  imbalan  pasca  kerja  lainnya  dilakukan  berdasarkan  perhitungan  

pada 

tanggal  31  Desember  2020  dan  2019,  pada 

laporan  masing-masing 

tertanggal  

8  April  2020  dan  20  April  2020  yang  dilakukan  oleh  TWP,  aktuaris  independen  yang  berasosiasi 

dengan  WTW.  Asumsi  dasar  aktuaria  yang  digunakan  oleh  aktuaris  independen  pada  tanggal  

31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut: 

Tingkat diskonto 

Tabel tingkat kematian di Indonesia 

d.  Imbalan khusus masa kerja 

Perusahaan memberikan Tunjangan Khusus Masa Kerja kepada karyawan dengan kriteria karyawan 

yang  diangkat  sebelum  1  Juli  2002  dan  memiliki  masa  kerja  lebih  dari  30  tahun  serta  berakhir 

hubungan kerja setelah 19 September 2019. Jumlah kewajiban dan beban imbalan khusus masa kerja 

pada  tanggal  31  Desember  2020  dan  tahun  yang  berakhir  pada  tanggal  tersebut  masing-masing 

sebesar Rp53 miliar. 

e.  Kewajiban pensiun berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan 

Berdasarkan  Undang-Undang  No.  13  tahun  2003  mengenai  Ketenagakerjaan,  Perusahaan  dan 

entitas  anak  diharuskan  untuk  memberikan  manfaat  pensiun  minimum,  jika  belum  dipenuhi  oleh 

program  pensiun  yang  diselenggarakan,  kepada  para  karyawannya  yang  mencapai  usia  pensiun. 

Jumlah tercatat kewajiban tambahan ini pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 masing-masing 

sebesar  Rp777  miliar  dan  Rp690  miliar.  Beban  pensiun  yang  dibebankan  adalah  sebesar  

Rp258  miliar  dan  Rp136  miliar  masing-masing  untuk  tahun  yang  berakhir  pada  tanggal  

31  Desember  2020  dan  2019  (Catatan  25).  (Laba)  rugi  aktuaria  yang  diakui  pada  penghasilan 

komprehensif lainnya adalah sebesar Rp(125) miliar  dan Rp107 miliar masing-masing untuk tahun 

yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019. 

111 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
   
  
 
   
  
 
   
   
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
   
   
 
 
 
   
 
 
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
   
   
 
 
 
   
 
 
   
   
 
 
 
   
 
 
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
   
   
 
 
 
   
 
 
   
   
 
 
 
   
 
 
   
   
 
 
 
 
 
   
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
   
 
   
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
   
 
   
 
 
   
 
   
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

31.  PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) 

g.  Analisis sensitivitas (lanjutan) 

Analisis  sensitivitas  dilakukan  dengan  menggunakan  metode  yang  mengekstrapolasi  dampak  atas 
liabilitas manfaat pasti sebagai akibat perubahan atas asumsi utama yang muncul pada akhir periode 
pelaporan. 

Hasil  sensitivitas  tersebut  diatas  menentukan  dampak  secara  individu  atas  liabilitas  manfaat  pasti 
masing-masing program pada  akhir  tahun. Dalam kenyataannya, setiap program  bergantung pada 
beberapa hal lain eksternal yang dapat menyebabkan liabilitas manfaat pasti bergerak baik searah 
maupun berlawanan, dan sensitivitas setiap program dapat berubah secara bervariasi dari waktu ke 
waktu. 

Tidak terdapat perubahan metode dan asumsi yang digunakan dalam menghitung analisis sensitivitas 
dari periode sebelumnya. 

32.  PENGHARGAAN MASA KERJA (“LONG SERVICE AWARDS” atau “LSA”)  

Telkomsel  dan  Telkomsat memberikan penghargaan dalam bentuk uang tunai atau sejumlah hari cuti 
tertentu  kepada  karyawan  yang  telah  memenuhi  syarat  masa  kerja  tertentu,  termasuk  LSA  dan  Long 
Service  Leaves  (“LSL”).  LSA  diberikan  saat  karyawan  mencapai  kelipatan  tahun  tertentu  atau  saat 
pemutusan hubungan kerja. LSL dalam bentuk sejumlah hari cuti atau uang tunai, tergantung persetujuan 
manajemen, diberikan kepada karyawan yang memenuhi syarat masa kerja dan dengan usia minimum 
tertentu. 

 Liabilitas yang timbul sehubungan dengan penghargaan ini ditentukan berdasarkan perhitungan aktuaria 
dengan menggunakan metode Projected Unit Credit, sebesar Rp1.254 miliar dan Rp1.066 miliar masing-
masing  pada  tanggal  31  Desember  2020  dan  2019.  Manfaat  yang  dibebankan  masing-masing  untuk 
tahun  yang  berakhir  pada  tanggal  31  Desember  2020  dan  2019  adalah  sebesar  Rp290  miliar  
(Catatan 25). 

33.  TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI 

a.  Hubungan dan sifat saldo akun/transaksi dengan pihak berelasi 

  Rincian  hubungan  dan  sifat  akun/transaksi  dengan  pihak  berelasi  yang  signifikan  adalah  sebagai 

berikut: 

Pihak Berelasi 
Pemerintah 

Menteri Keuangan 

BUMN 

Indosat 

Hubungan 

Pemegang saham utama 

Entitas sepengendali 

Entitas sepengendali 

Sifat Saldo Akun/ Transaksi 
Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa 
telekomunikasi lainnya, biaya pendanaan, dan 
investasi pada instrumen keuangan 

Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa 

telekomunikasi lainnya, beban operasi, dan 
pembelian aset tetap 

Pendapatan interkoneksi, pendapatan sewa jaringan, 
pendapatan atas penggunaan satelit transponder, 
beban interkoneksi, beban penggunaan fasilitas 
telekomunikasi, beban operasional dan 
pemeliharaan, dan beban atas penggunaan data 
jaringan sistem komunikasi 

PT Pertamina (Persero) 

Entitas sepengendali 

Pendapatan jasa internet dan data, dan 

(“Pertamina”) 
Bank milik negara 
Bank Mandiri 

Entitas sepengendali 
Entitas sepengendali 

BNI 

Entitas sepengendali 

pendapatan jasa telekomunikasi lainnya 
Penghasilan pendanaan dan biaya pendanaan 
Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa 
telekomunikasi lainnya, penghasilan pendanaan, 
dan biaya pendanaan 

Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa 
telekomunikasi lainnya, penghasilan pendanaan, 
dan biaya pendanaan 

113 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 

Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

31.  PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) 

33.  TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan) 

g.  Analisis sensitivitas (lanjutan) 

a.  Hubungan dan sifat saldo akun/transaksi dengan pihak berelasi (lanjutan) 

Analisis  sensitivitas  dilakukan  dengan  menggunakan  metode  yang  mengekstrapolasi  dampak  atas 

liabilitas manfaat pasti sebagai akibat perubahan atas asumsi utama yang muncul pada akhir periode 

Rincian  hubungan  dan  sifat  akun/transaksi  dengan  pihak  berelasi  yang  signifikan  adalah  sebagai 
berikut (lanjutan): 

Hasil  sensitivitas  tersebut  diatas  menentukan  dampak  secara  individu  atas  liabilitas  manfaat  pasti 

masing-masing program pada  akhir  tahun. Dalam kenyataannya, setiap program  bergantung pada 

beberapa hal lain eksternal yang dapat menyebabkan liabilitas manfaat pasti bergerak baik searah 

maupun berlawanan, dan sensitivitas setiap program dapat berubah secara bervariasi dari waktu ke 

Tidak terdapat perubahan metode dan asumsi yang digunakan dalam menghitung analisis sensitivitas 

dari periode sebelumnya. 

32.  PENGHARGAAN MASA KERJA (“LONG SERVICE AWARDS” atau “LSA”)  

Telkomsel  dan  Telkomsat memberikan penghargaan dalam bentuk uang tunai atau sejumlah hari cuti 

tertentu  kepada  karyawan  yang  telah  memenuhi  syarat  masa  kerja  tertentu,  termasuk  LSA  dan  Long 

Service  Leaves  (“LSL”).  LSA  diberikan  saat  karyawan  mencapai  kelipatan  tahun  tertentu  atau  saat 

pemutusan hubungan kerja. LSL dalam bentuk sejumlah hari cuti atau uang tunai, tergantung persetujuan 

manajemen, diberikan kepada karyawan yang memenuhi syarat masa kerja dan dengan usia minimum 

 Liabilitas yang timbul sehubungan dengan penghargaan ini ditentukan berdasarkan perhitungan aktuaria 

dengan menggunakan metode Projected Unit Credit, sebesar Rp1.254 miliar dan Rp1.066 miliar masing-

masing  pada  tanggal  31  Desember  2020  dan  2019.  Manfaat  yang  dibebankan  masing-masing  untuk 

tahun  yang  berakhir  pada  tanggal  31  Desember  2020  dan  2019  adalah  sebesar  Rp290  miliar  

pelaporan. 

waktu. 

tertentu. 

(Catatan 25). 

33.  TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI 

a.  Hubungan dan sifat saldo akun/transaksi dengan pihak berelasi 

berikut: 

Pihak Berelasi 

Pemerintah 

Menteri Keuangan 

BUMN 

Indosat 

Entitas sepengendali 

Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa 

Entitas sepengendali 

telekomunikasi lainnya, biaya pendanaan, dan 

investasi pada instrumen keuangan 

telekomunikasi lainnya, beban operasi, dan 

pembelian aset tetap 

Pendapatan interkoneksi, pendapatan sewa jaringan, 

pendapatan atas penggunaan satelit transponder, 

beban interkoneksi, beban penggunaan fasilitas 

telekomunikasi, beban operasional dan 

pemeliharaan, dan beban atas penggunaan data 

jaringan sistem komunikasi 

Pendapatan jasa internet dan data, dan 

pendapatan jasa telekomunikasi lainnya 

Penghasilan pendanaan dan biaya pendanaan 

Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa 

telekomunikasi lainnya, penghasilan pendanaan, 

dan biaya pendanaan 

Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa 

telekomunikasi lainnya, penghasilan pendanaan, 

dan biaya pendanaan 

PT Pertamina (Persero) 

Entitas sepengendali 

(“Pertamina”) 

Bank milik negara 

Bank Mandiri 

Entitas sepengendali 

Entitas sepengendali 

BNI 

Entitas sepengendali 

Pihak Berelasi 
BRI 

Hubungan 

Entitas sepengendali 

BTN 

Entitas sepengendali 

Sifat Saldo Akun/ Transaksi 
Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa 
telekomunikasi lainnya, penghasilan pendanaan, 
dan biaya pendanaan 

Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa 

PT Pegadaian (Persero) 

Entitas sepengendali 

(“Pegadaian”) 

PT Kimia Farma (Persero) 

Entitas sepengendali 

(“Kimia Farma”) 

PT Taspen (Persero) (“Taspen”)  

Entitas sepengendali 

PT Garuda Indonesia (Persero) 

Entitas sepengendali 

(“Garuda Indonesia”) 
PT Kereta Api Indonesia 

(Persero) (“KAI”) 

Entitas sepengendali 

PT Pos Indonesia (Persero) 

Entitas sepengendali 

(“Pos Indonesia”) 

PT Asuransi Jasa Indonesia 

Entitas sepengendali 

(“Jasindo”) 

PT Perusahaan Listrik Negara 

Entitas sepengendali 

(“PLN”) 

Bahana TCW 
PT Sarana Multi Infrastruktur 
Tiphone 
Indonusa 
Finarya 
Teltranet 
Yakes 

 Entitas sepengendali 
Entitas sepengendali 
Entitas asosiasi 
Entitas asosiasi 
Entitas asosiasi 
Entitas asosiasi 
Entitas berelasi lainnya 

telekomunikasi lainnya, dan penghasilan 
pendanaan 

Pendapatan jasa internet dan data, dan 

pendapatan jasa telekomunikasi lainnya 

Pendapatan jasa internet dan data, dan 

pendapatan jasa telekomunikasi lainnya 

Pendapatan jasa internet dan data, dan 

pendapatan jasa telekomunikasi lainnya 

Pendapatan jasa internet dan data, dan 

pendapatan jasa telekomunikasi lainnya 

Pendapatan jasa internet dan data, dan 

pendapatan jasa telekomunikasi lainnya 

Pendapatan jasa internet dan data, dan 

pendapatan jasa telekomunikasi lainnya 
Beban asuransi aset tetap, beban asuransi 

kecelakaan diri 

Pendapatan jasa internet dan data, dan 
   pendapatan jasa telekomunikasi lainnya, dan beban 

listrik 

Aset keuangan tersedia untuk dijual dan obligasi 
Pinjaman lainnya, biaya pendanaan 

  Distribusi kartu SIM dan voucer prabayar 
  Beban TV berbayar 
  Beban pemasaran 
  Beban CPE, jasa sistem komunikasi 

Pendapatan  jasa  internet  dan  data,  pendapatan  jasa 

telekomunikasi lainnya, beban pengobatan 

Koperasi Pegawai Telkom 

Entitas berelasi lainnya 

Pembelian aset tetap, pembangunan dan 

  Rincian  hubungan  dan  sifat  akun/transaksi  dengan  pihak  berelasi  yang  signifikan  adalah  sebagai 

(“Kopegtel”) 

Hubungan 

Sifat Saldo Akun/ Transaksi 

Pemegang saham utama 

Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa 

Koperasi Pegawai Telkomsel 

Entitas berelasi lainnya 

(“Kisel”) 

instalasi, beban sewa bangunan, beban sewa 
mobil, pembelian mobil, pembelian barang dan jasa 
pembangunan, beban jasa pemeliharaan dan 
kebersihan, dan bagi hasil pendapatan PBH 

Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa 
telekomunikasi lainnya, beban sewa mobil, beban 
pencetakan dan pendistribusian tagihan pelanggan, 
beban jasa penagihan, beban jasa-jasa lainnya, 
distribusi kartu SIM dan voucer prabayar, dan 
pembelian aset tetap 

PT Graha Informatika Nusantara 

Entitas berelasi lainnya 

Pendapatan jasa jaringan, beban operasi dan 

(“Gratika”) 

Direksi 
Komisaris 

Personil manajemen kunci 
Personil pengawas 

pemeliharaan, pembelian aset tetap dan jasa 
konstruksi, dan distribusi kartu SIM dan voucer 
prabayar 
  Gaji dan fasilitas 
  Gaji dan fasilitas 

Jumlah saldo dari piutang dan utang usaha pada akhir tahun bebas dari bunga dan penyelesaiannya 
akan terjadi dalam bentuk kas. Tidak ada jaminan yang disediakan atau diterima untuk setiap piutang 
dan utang usaha dengan pihak berelasi. Pada tanggal 31 Desember 2020, Grup mencatat kerugian 
penurunan  nilai  piutang  usaha  dari  pihak  berelasi  sebesar  Rp141  miliar.  Penilaian  ini  dilakukan  di 
setiap tahun dengan menilai status masa kini dari piutang yang ada dan historis penagihan piutang 
yang lalu. 

113 

114 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

33.  TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan) 

b.  Transaksi yang signifikan dengan pihak berelasi  

PENDAPATAN 

Pemegang saham utama 

Pemerintah 

Entitas sepengendali 

Indosat 
BRI 
BNI 
Pertamina 
Bank Mandiri 
Pegadaian 
BTN 
Kimia Farma 
Pos Indonesia 
Garuda Indonesia 
Taspen 
PLN 
KAI 
Lain-lain (masing-masing 
   di bawah Rp75 miliar) 

Sub-jumlah 
Entitas berelasi lainnya 
   Yakes 
   Lain-lain (masing-masing 
   di bawah Rp75 miliar) 

Sub-jumlah 
Entitas asosiasi 

Jumlah 

BEBAN 

Entitas sepengendali 

PLN 
Indosat 
Jasindo 
Lain-lain (masing-masing 
   di bawah Rp75 miliar) 

Sub-jumlah 
Entitas berelasi lainnya 

Kopegtel 
Kisel 
Yakes 
Lain-lain 
   di bawah Rp75 miliar) 

Sub-jumlah 
Entitas asosiasi 

Indonusa 
Finarya 
Teltranet 
Lain-lain (masing-masing 
   di bawah Rp75 miliar) 

Sub-jumlah 

Jumlah 

Penghasilan pendanaan 
Entitas sepengendali 
Bank milik negara 

Lain-lain    

Jumlah 

2020 
     % terhadap jumlah      
pendapatan 

Jumlah 

2019 
     % terhadap jumlah 

Jumlah 

pendapatan 

 184  

 1.034  
 580  
 547  
 406  
 191  
 178  
 162  
 122  
 115  
 115  
 108  
 107  
 92  

 770  
 4.527  

133  

86  
219  
 47  
 4.977  

0,13   

0,76  
0,43   
0,40   
0,30   
0,14   
0,13   
0,12   
0,09   
0,08   
0,08   
0,08   
0,08   
0,07   

0,56   
3,32   

0,10   

0,06  
0,16  
0,03   
3,64   

 101  

 860  
 619  
 578  
 196  
 204  
 229  
 258  
 161  
 216  
 112  
 298  
 41  
 144  

 947  
 4.863  

21   

84  
105  
 75  
 5.144  

 0,07 

 0,63 
 0,46 
 0,43 
 0,14 
 0,15 
 0,17 
 0,19 
 0,12 
 0,16 
 0,08 
 0,22 
 0,03 
 0,11 

 0,70 
3,59 

0,02 

0,06 
0,08 
0,06 
3,80 

2020 

2019 

Jumlah 

  % terhadap jumlah   
beban 

Jumlah 

  % terhadap jumlah 
beban 

 2.859   
 563   
 255   

 191   
 3.868   

 1.072   
 464   
 125   

 121   
 1.782   

 432   
 198   
 122   

 53   
 805   
 6.455   

3,07  
0,60  
0,27  

0,20  
 4,14  

 1,15  
 0,50  
 0,13  

 0,13  
 1,91  

 0,46  
 0,21  
 0,13  

 0,06  
 0,86  
 6,91  

 2.434  
 676  
 267  

 147  
 3.524  

 1.049  
 818  
 133  

 1.275  
 3.275  

 437  
 -  
 173  

 79  
 689  
 7.488  

 2,59 
 0,72 
 0,28 

 0,16 
 3,75 

 1,12 
 0,87 
 0,14 

 1,36 
 3,49 

 0,47 
 - 
 0,18 

 0,08 
 0,73 
 7,97 

2020 

  % terhadap jumlah   
penghasilan  
pendanaan 

2019 

  % terhadap jumlah 
penghasilan  
pendanaan 

Jumlah 

Jumlah 

70,59   
-   
 70,59   

 743   
 10   
 753   

68,04 
0,92 
 68,96 

 564  
 -  
 564  

115 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
     
      
      
   
  
   
     
   
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
 
   
  
   
 
  
  
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
     
     
     
   
  
  
  
 
   
  
  
 
 
    
    
 
   
   
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
   
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
    
    
    
   
    
  
    
   
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 

Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

33.  TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan) 

b.  Transaksi yang signifikan dengan pihak berelasi  

2020 

2019 

     % terhadap jumlah      

     % terhadap jumlah 

Jumlah 

pendapatan 

Jumlah 

pendapatan 

PENDAPATAN 

Pemegang saham utama 

Pemerintah 

Entitas sepengendali 

Indosat 

BRI 

BNI 

Pertamina 

Bank Mandiri 

Pegadaian 

BTN 

Kimia Farma 

Pos Indonesia 

Garuda Indonesia 

Taspen 

PLN 

KAI 

Lain-lain (masing-masing 

   di bawah Rp75 miliar) 

Sub-jumlah 

Entitas berelasi lainnya 

   Yakes 

   Lain-lain (masing-masing 

   di bawah Rp75 miliar) 

Sub-jumlah 

Entitas asosiasi 

Jumlah 

BEBAN 

Entitas sepengendali 

Lain-lain (masing-masing 

   di bawah Rp75 miliar) 

Sub-jumlah 

Entitas berelasi lainnya 

PLN 

Indosat 

Jasindo 

Kopegtel 

Kisel 

Yakes 

Lain-lain 

   di bawah Rp75 miliar) 

Sub-jumlah 

Entitas asosiasi 

Indonusa 

Finarya 

Teltranet 

Lain-lain (masing-masing 

   di bawah Rp75 miliar) 

Sub-jumlah 

Jumlah 

Penghasilan pendanaan 

Entitas sepengendali 

Bank milik negara 

Lain-lain    

Jumlah 

2020 

2019 

  % terhadap jumlah   

  % terhadap jumlah 

Jumlah 

beban 

Jumlah 

beban 

0,13  

0,76  

0,43  

0,40  

0,30  

0,14  

0,13  

0,12  

0,09  

0,08  

0,08  

0,08  

0,08  

0,07  

0,56  

3,32  

0,10  

0,06  

0,16  

0,03  

3,64  

3,07  

0,60  

0,27  

0,20  

 4,14  

 1,15  

 0,50  

 0,13  

 0,13  

 1,91  

 0,46  

 0,21  

 0,13  

 0,06  

 0,86  

 6,91  

 101  

 860  

 619  

 578  

 196  

 204  

 229  

 258  

 161  

 216  

 112  

 298  

 41  

 144  

 947  

 4.863  

21   

84  

105  

 75  

 5.144  

 2.434  

 676  

 267  

 147  

 3.524  

 1.049  

 818  

 133  

 1.275  

 3.275  

 437  

 -  

 173  

 79  

 689  

 7.488  

 0,07 

 0,63 

 0,46 

 0,43 

 0,14 

 0,15 

 0,17 

 0,19 

 0,12 

 0,16 

 0,08 

 0,22 

 0,03 

 0,11 

 0,70 

3,59 

0,02 

0,06 

0,08 

0,06 

3,80 

 2,59 

 0,72 

 0,28 

 0,16 

 3,75 

 1,12 

 0,87 

 0,14 

 1,36 

 3,49 

 0,47 

 - 

 0,18 

 0,08 

 0,73 

 7,97 

2020 

  % terhadap jumlah   

penghasilan  

pendanaan 

Jumlah 

Jumlah 

2019 

  % terhadap jumlah 

penghasilan  

pendanaan 

70,59   

-   

 70,59   

 743   

 10   

 753   

68,04 

0,92 

 68,96 

 184  

 1.034  

 580  

 547  

 406  

 191  

 178  

 162  

 122  

 115  

 115  

 108  

 107  

 92  

 770  

 4.527  

133  

86  

219  

 47  

 4.977  

 2.859   

 563   

 255   

 191   

 3.868   

 1.072   

 464   

 125   

 121   

 1.782   

 432   

 198   

 122   

 53   

 805   

 6.455   

 564  

 -  

 564  

115 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

33.  TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan) 

b.  Transaksi yang signifikan dengan pihak berelasi (lanjutan) 

Biaya pendanaan 

Pemegang saham utama 

Pemerintah 

Entitas sepengendali 
Bank milik negara 
Sarana Multi Infrastruktur 

Jumlah 

Pembelian aset tetap 
Entitas sepengendali 
Entitas berelasi lainnya 
   Kopegtel 

Lain-lain (masing-masing 

      di bawah Rp75 miliar) 
Sub-jumlah 

Jumlah 

Distribusi kartu SIM dan 

voucer 
Entitas berelasi lainnya 

Kisel 
Gratika 
Sub-jumlah 
Entitas asosiasi 

Tiphone 

Jumlah 

2020 
      % terhadap jumlah       

Jumlah 

  biaya pendanaan 

Jumlah 

2019 
     % terhadap jumlah 
  biaya pendanaan 

 25  

 1.163  
 313  
 1.501  

0,55  

25,73  
6,92  
33,20  

 33  

 1.332  
 263  
 1.628  

0,78 

31,42 
6,20 
38,40 

2020 
      % terhadap jumlah       
pembelian 

Jumlah 

2019 
     % terhadap jumlah 

Jumlah 

pembelian 

 57  

 161  

 121  
 282  
 339  

 0,19  

 0,55  

 0,41  
 0,96  
 1,15  

 69  

 158  

 115  
 273  
 342  

 0,19 

 0,44 

 0,32 
 0,76 
 0,95 

2020 
      % terhadap jumlah       
pendapatan 

Jumlah 

2019 

     % terhadap jumlah 

Jumlah 

pendapatan 

 5.825  
 436  
 6.261  

 1.766  
 8.027  

4,27  
0,32  
 4,59  

1,29  
 5,88  

 5.077   
 563   
 5.640  

 5.927   
 11.567   

3,75 
0,42 
 4,17 

4,37 
 8,54 

      c.    Saldo akun dengan pihak berelasi  

31 Desember 2020 

Jumlah 

      % terhadap jumlah       
aset 

31 Desember 2019 

     % terhadap jumlah 

Jumlah 

aset 

Kas dan setara kas 
   (Catatan 3) 
Aset keuangan lancar lainnya 
   (Catatan 4) 
Piutang usaha - bersih 
   (Catatan 5) 

Aset kontrak 

Pemegang saham utama 

Pemerintah 

Entitas sepengendali 

Taspen 
Lain-lain (masing-masing 

         di bawah Rp75 miliar) 

Sub-jumlah 
Entitas asosiasi 
Entitas berelasi lainnya 

Jumlah 

Aset lancar lainnya 
Aset tidak lancar lainnya  

 14.745   

 1.108   

 1.644   

 49   

165   

376   
 541   
1   
 8   
 599   

 209   
 29   

116 

5,97  

0,45  

0,67  

0,02  

0,07  

0,15  
0,22  
0,00  
0,00  
0,24   

0,08  
0,01  

 13.315  

 71  

 1.792  

 -  

 -  

-  
 -  
-  
 -  
 -  

6,02 

0,03 

0,81 

- 

- 

- 
- 
- 
- 
- 

 111  
 31  

0,05 
0,01 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
     
      
      
   
  
   
     
   
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
 
   
  
   
 
  
  
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
     
     
     
   
  
  
  
 
   
  
  
 
 
    
    
 
   
   
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
   
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
    
    
    
   
    
  
    
   
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
     
     
     
   
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
     
     
     
   
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
     
     
     
   
  
  
  
 
     
     
     
   
     
     
     
   
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
     
     
     
   
     
     
                                                                                                                  
  
   
 
 
 
  
 
 
 
   
  
  
 
 
   
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

33.  TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan) 

       c.   Saldo akun dengan pihak berelasi (lanjutan) 

31 Desember 2020 

Jumlah 

     % terhadap jumlah      
liabilitas 

31 Desember 2019 

     % terhadap jumlah 

Jumlah 

liabilitas 

Utang usaha (Catatan 16) 
Pemegang saham utama 

Menteri Keuangan 
Entitas sepengendali 

BUMN 
Indosat 
Lain-lain    
Sub-jumlah 
Entitas berelasi lainnya 

Kopegtel 
Lain-lain (masing-masing 
   di bawah Rp75 miliar) 

Sub-jumlah 

Jumlah 

Beban yang masih harus 

dibayar  
Pemegang saham utama 

Pemerintah 

Entitas sepengendali 

BUMN 
Bank milik negara 

      Lain-lain 
Sub-jumlah 
Entitas berelasi lainnya 

Jumlah 
 64 
Liabilitas kontrak 

Pemegang saham utama 

Pemerintah 

Entitas sepengendali 

BUMN 
      Lain-lain 
Sub-jumlah 
Entitas asosiasi 
Entitas berelasi lainnya 

Jumlah 

 1  

 337  
 31  
 17  
 385   

 307  

 235  
 542   
 928   

 4  

 98  
 40  
6  
 144  
 77  
 225  

 97  

350  
3  
 353  
1  
 5  
 456  

0,00  

0,27  
0,02  
0,01  
0,30   

0,24  

0,19  
0,43   
0,73   

0,00  

0,08  
0,03  
0,00  
0,11  
0,06  
0,17   

0,08  

0,28  
0,00  
0,28  
0,00  
0,00  
0,36   

 5  

 206  
 68  
 -  
 274   

 269  

 271  
 540   
 819   

 6  

 88  
 75  
-  
 163  
 203  
 372  

 64  

 198  
1  
 199  
3  
 5  
 271  

Deposit pada pelanggan 

 19   

0,02   

 25   

Utang bank jangka pendek 

(Catatan 19) 

Pinjaman penerusan 

(Catatan 20a) 

Utang bank jangka panjang 

(Catatan 20c) 
Pinjaman lainnya 
(Catatan 20d) 

 3.797  

 568  

 17.026  

 3.645  

3,01  

0,45  

13,51  

2,89  

 3.655   

 736   

 15.319   

 3.740   

d.  Perjanjian signifikan dengan pihak berelasi  

i.  Pemerintah 

Perusahaan memperoleh pinjaman penerusan dari Pemerintah (Catatan 20a). 

117 

0,00 

0,20 
0,07 
 - 
0,27 

0,26 

0,26 
0,52 
0,79 

0,01 

0,09 
0,07 
- 
0,16 
0,19 
0,36 

0,06 

0,19 
0,00 
0,19 
0,00 
0,00 
0,25 

0,03 

3,52 

0,71 

14,74 

3,60 

 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
     
     
     
   
     
     
     
   
 
 
 
  
   
  
   
 
 
 
  
 
  
 
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
     
     
     
   
  
  
  
 
     
     
                                                                                                                  
  
   
 
 
 
    
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
     
     
     
   
     
     
                                                                                                                  
  
   
 
 
 
    
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
33.  TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan) 

       c.   Saldo akun dengan pihak berelasi (lanjutan) 

31 Desember 2020 

31 Desember 2019 

     % terhadap jumlah      

     % terhadap jumlah 

Jumlah 

liabilitas 

Jumlah 

liabilitas 

Utang usaha (Catatan 16) 

Pemegang saham utama 

Menteri Keuangan 

Entitas sepengendali 

BUMN 

Indosat 

Lain-lain    

Sub-jumlah 

Entitas berelasi lainnya 

Kopegtel 

Lain-lain (masing-masing 

   di bawah Rp75 miliar) 

Sub-jumlah 

Jumlah 

Beban yang masih harus 

dibayar  

Pemegang saham utama 

Pemerintah 

Entitas sepengendali 

BUMN 

Bank milik negara 

      Lain-lain 

Sub-jumlah 

Entitas berelasi lainnya 

Jumlah 

 64 

Liabilitas kontrak 

Pemegang saham utama 

Pemerintah 

Entitas sepengendali 

BUMN 

      Lain-lain 

Sub-jumlah 

Entitas asosiasi 

Entitas berelasi lainnya 

Jumlah 

Utang bank jangka pendek 

(Catatan 19) 

Pinjaman penerusan 

(Catatan 20a) 

Utang bank jangka panjang 

(Catatan 20c) 

Pinjaman lainnya 

(Catatan 20d) 

 1  

 337  

 31  

 17  

 385   

 307  

 235  

 542   

 928   

 4  

 98  

 40  

6  

 144  

 77  

 225  

 97  

350  

3  

 353  

1  

 5  

 456  

 3.797  

 568  

 17.026  

 3.645  

0,00  

0,27  

0,02  

0,01  

0,30   

0,24  

0,19  

0,43   

0,73   

0,00  

0,08  

0,03  

0,00  

0,11  

0,06  

0,17   

0,08  

0,28  

0,00  

0,28  

0,00  

0,00  

0,36   

3,01  

0,45  

13,51  

2,89  

 5  

 206  

 68  

 -  

 274   

 269  

 271  

 540   

 819   

 6  

 88  

 75  

-  

 163  

 203  

 372  

 64  

 198  

1  

 199  

3  

 5  

 271  

 3.655   

 736   

 15.319   

 3.740   

0,00 

0,20 

0,07 

 - 

0,27 

0,26 

0,26 

0,52 

0,79 

0,01 

0,09 

0,07 

- 

0,16 

0,19 

0,36 

0,06 

0,19 

0,00 

0,19 

0,00 

0,00 

0,25 

0,03 

3,52 

0,71 

14,74 

3,60 

Deposit pada pelanggan 

 19   

0,02   

 25   

d.  Perjanjian signifikan dengan pihak berelasi  

i.  Pemerintah 

Perusahaan memperoleh pinjaman penerusan dari Pemerintah (Catatan 20a). 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 

Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

33.  TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan) 

d.  Perjanjian signifikan dengan pihak berelasi (lanjutan) 

ii.  Indosat  

Perusahaan  mengadakan  perjanjian  dengan 
telekomunikasi internasional kepada masyarakat. 

Indosat  untuk  menyelenggarakan 

jasa 

Perusahaan  juga  mengadakan  perjanjian  interkoneksi  dengan  Indosat  antara  jaringan  telepon 
tidak bergerak (“Public Switched Telephone Network” atau “PSTN”) milik Perusahaan dan jaringan 
telekomunikasi bergerak selular GSM milik Indosat dalam rangka penyelenggaraan jasa Indosat 
Multimedia Mobile serta penyelesaian hak dan liabilitas interkoneksi terkait. 

juga  mengadakan  perjanjian  dengan 

jaringan 
Perusahaan 
telekomunikasi  bergerak  selular  GSM  milik 
Indosat  dengan  PSTN  Perusahaan,  yang 
memungkinkan  pelanggan  masing-masing  perusahaan  untuk  melakukan  panggilan  domestik 
antara  jaringan  telekomunikasi  bergerak  selular  GSM  milik  Indosat  dan  jaringan  tidak  bergerak 
Perusahaan,  serta  memungkinkan  pelanggan  Indosat  untuk  mengakses  jasa  SLI  Perusahaan 
dengan menekan “007”. 

Indosat  untuk 

interkoneksi 

Perusahaan selama ini menangani pembuatan kuitansi tagihan dan melakukan penagihan kepada 
pelanggan  untuk  Indosat.  Indosat  secara  bertahap  akan  mengambil  alih  kegiatan  tersebut  dan 
melakukan  sendiri  penerbitan  kuitansi  tagihan  dan  melakukan  penagihan  secara  langsung. 
Perusahaan menerima kompensasi dari Indosat yang dihitung sebesar 1% dari jumlah yang ditagih 
oleh Perusahaan terhitung sejak tanggal  1 Januari 1995, ditambah  dengan beban pemrosesan 
tagihan  yang  ditetapkan  sebesar  jumlah  tertentu  untuk  setiap  data  (record).  Pada  tanggal  
11 Desember 2008, Perusahaan dan Indosat sepakat untuk memberlakukan tarif biaya layanan 
SLI,  besaran  tarif  tersebut  telah  memperhitungkan  besaran  kompensasi  penerbitan  kuitansi 
tagihan dan penagihan. Kesepakatan ini berlaku efektif di tahun berjalan dan berlaku selanjutnya 
sampai ada Berita Acara Kesepakatan baru. 

Pada  tanggal  18  Desember  2017,  Perusahaan  dan  Indosat  menandatangani  amandemen  atas 
perjanjian  kerja  sama  interkoneksi  untuk  jaringan  tidak  bergerak  (lokal,  Sambungan  Langsung 
Jarak Jauh (“SLJJ”), dan internasional) dan jaringan bergerak dalam rangka implementasi liabilitas 
tarif berbasis biaya berdasarkan Peraturan Menkominfo No. 8 tahun 2006. Amandemen ini berlaku 
efektif mulai 1 Januari 2018. 

Telkomsel 
telekomunikasi internasional kepada pelanggan jaringan bergerak selular GSM. 

juga  mengadakan  perjanjian  dengan 

Indosat  untuk  menyelenggarakan 

jasa 

Perusahaan  menyediakan  layanan  sirkit  langganan  kepada  Indosat  dan  entitas  anaknya,  yaitu 
PT Indosat Mega Media dan PT Aplikanusa Lintasarta (“Lintasarta”). Saluran ini dapat digunakan 
perusahaan-perusahaan  tersebut  untuk  hubungan  telepon,  telegraf,  data,  teleks,  faksimili,  atau 
jasa telekomunikasi lainnya. 

Pada tanggal 14 Oktober 2019, Dayamitra menandatangani SPA dengan Indosat terkait pembelian 
menara  milik  Indosat.  Selain  itu,  disepakati  juga  penyewaan  kembali  oleh  Indosat  atas  menara 
telekomunikasi  yang  diakuisisi  oleh  Dayamitra  yang  ditandai  dengan  penandatanganan  MTLA 
(Catatan 1e). 

iii.  Lain-lain 

Kisel adalah koperasi yang didirikan oleh karyawan Telkomsel, bergerak dalam jasa penyewaan 
kendaraan, percetakan dan distribusi tagihan pelanggan, penagihan, dan jasa-jasa lainnya yang 
bermanfaat bagi Telkomsel. Telkomsel juga mengadakan perjanjian penjualan dengan Kisel untuk 
distribusi kartu SIM dan voucer pulsa isi ulang. 

117 

118 

 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
     
     
     
   
     
     
     
   
 
 
 
  
   
  
   
 
 
 
  
 
  
 
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
     
     
     
   
  
  
  
 
     
     
                                                                                                                  
  
   
 
 
 
    
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
     
     
     
   
     
     
                                                                                                                  
  
   
 
 
 
    
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

33.  TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan) 

e.  Remunerasi personil manajemen kunci dan pengawas  

Personil  manajemen  kunci  adalah  Direksi  Perusahaan  dan  personil  pengawas  adalah  Dewan 
Komisaris. 

Perusahaan  memberikan  remunerasi  dalam  bentuk  honor  dan  fasilitas  untuk  keperluan  tugas 
operasional  Dewan  Komisaris  dan  imbalan  kerja  jangka  pendek  berupa  gaji  dan  fasilitas  untuk 
keperluan tugas operasional Direksi. Jumlah tunjangan tersebut adalah sebagai berikut: 

Direksi 
Dewan Komisaris 

2020 
     % terhadap jumlah      
beban 

Jumlah 

2019 
     % terhadap jumlah 

Jumlah 

beban 

 263  
 108  

0,28%  
0,12%  

 270  
 123  

0,29% 
0,13% 

Jumlah yang disajikan pada tabel diatas adalah jumlah yang diakui sebagai beban selama periode 
laporan keuangan. 

34.  SEGMEN OPERASI 

Grup  memiliki  empat  segmen  utama  yang  dilaporkan,  yaitu  mobile,  consumer,  enterprise,  dan  
WIB.  Segmen  mobile  menyediakan  produk  mobile  voice,  SMS,  value  added  service,  dan  mobile 
broadband. Segmen consumer menyediakan jasa Indihome (terdiri dari jasa telepon tidak bergerak, TV 
berbayar, dan internet), dan jasa telekomunikasi lainnya yang diberikan kepada pelanggan perumahan. 
Segmen enterprise menyediakan solusi end-to-end ke pelanggan korporat dan institusional. Segmen WIB 
menyediakan jasa interkoneksi, sewa sirkit, satelit, VSAT, broadband access, teknologi informasi, data 
dan  jasa  internet  yang  diberikan  ke  operator  telekomunikasi  lainnya  dan  pelanggan  internasional. 
Segmen lain-lain merupakan segmen digital services yang tidak memenuhi persyaratan pengungkapan 
dari laporan segmen ini. Tidak terdapat segmen operasi yang digabungkan dalam menentukan laporan 
segmen. 

Manajemen  memantau  hasil  operasi  unit  bisnis  secara  terpisah  untuk  tujuan  pengambilan  keputusan 
tentang alokasi sumber daya dan menilai kinerja. Kinerja segmen dinilai berdasarkan laba atau rugi usaha 
segmen yang diukur sesuai dengan laba atau rugi usaha dalam laporan keuangan konsolidasian. Namun 
demikian,  kegiatan  pendanaan  dan  pajak  penghasilan  tidak  dievaluasi  secara  terpisah  dan  tidak 
dialokasikan ke segmen operasi. 

Pendapatan dan beban segmen meliputi juga transaksi antar segmen operasi dan dinilai sebesar nilai 
yang dipercaya manajemen untuk merepresentasikan nilai pasar. 

Hasil segmen 
Pendapatan 

Pendapatan eksternal 
Pendapatan antar segmen 
Jumlah pendapatan segmen 
Beban segmen 
Hasil segmen 
Informasi lain 
Pembelian barang modal 
Penyusutan dan amortisasi 
Provisi diakui selama 
 periode berjalan 

Mobile 

  Consumer    Enterprise 

  WIB 

  Lain-lain 

Total 
segmen 

Penyesuaian 
dan Eliminasi   

Jumlah 
konsolidasian 

2020 

 83.720   
 3.297   
 87.017   
 (54.051)  
 32.966   

 20.957   
 1.148   
 22.105   
 (17.544)  
 4.561   

 17.729   
 18.591   
 36.320   
 (36.864)  
 (544)  

 13.501   
 16.139   
 29.640   
 (23.143)  
 6.497   

 219   
 1.550   
 1.769   
 (1.662)  
 107   

 136.126   
 40.725   
 176.851   
 (133.264)  
 43.587   

 336   
 (40.725)  
 (40.389)  
 40.307   
 (82)   

 136.462 
 - 
 136.462 
 (92.957) 
 43.505 

 (9.520)  
 (16.945)  

 (9.770)  
 (3.925)  

 (5.178)  
 (3.208)  

 (4.587)  
 (4.750)  

 (12)  
 (21)  

 (29.067)  
 (28.849)  

 (369)  
 (43)  

 (29.436) 
 (28.892) 

 (83)  

 (511)  

 (1.390)  

 (267)  

 (8)  

 (2.259)  

 (8)  

 (2.267) 

119 

 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
  
  
  
 
 
 
  
  
  
  
  
  
 
 
 
  
  
  
  
  
  
  
 
  
  
  
  
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 

Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

33.  TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan) 

e.  Remunerasi personil manajemen kunci dan pengawas  

Personil  manajemen  kunci  adalah  Direksi  Perusahaan  dan  personil  pengawas  adalah  Dewan 

Komisaris. 

Perusahaan  memberikan  remunerasi  dalam  bentuk  honor  dan  fasilitas  untuk  keperluan  tugas 

operasional  Dewan  Komisaris  dan  imbalan  kerja  jangka  pendek  berupa  gaji  dan  fasilitas  untuk 

keperluan tugas operasional Direksi. Jumlah tunjangan tersebut adalah sebagai berikut: 

2020 

2019 

     % terhadap jumlah      

     % terhadap jumlah 

Jumlah 

beban 

Jumlah 

beban 

 263  

 108  

0,28%  

0,12%  

 270  

 123  

0,29% 

0,13% 

Direksi 

Dewan Komisaris 

laporan keuangan. 

34.  SEGMEN OPERASI 

Grup  memiliki  empat  segmen  utama  yang  dilaporkan,  yaitu  mobile,  consumer,  enterprise,  dan  

WIB.  Segmen  mobile  menyediakan  produk  mobile  voice,  SMS,  value  added  service,  dan  mobile 

broadband. Segmen consumer menyediakan jasa Indihome (terdiri dari jasa telepon tidak bergerak, TV 

berbayar, dan internet), dan jasa telekomunikasi lainnya yang diberikan kepada pelanggan perumahan. 

Segmen enterprise menyediakan solusi end-to-end ke pelanggan korporat dan institusional. Segmen WIB 

menyediakan jasa interkoneksi, sewa sirkit, satelit, VSAT, broadband access, teknologi informasi, data 

dan  jasa  internet  yang  diberikan  ke  operator  telekomunikasi  lainnya  dan  pelanggan  internasional. 

Segmen lain-lain merupakan segmen digital services yang tidak memenuhi persyaratan pengungkapan 

dari laporan segmen ini. Tidak terdapat segmen operasi yang digabungkan dalam menentukan laporan 

segmen. 

Manajemen  memantau  hasil  operasi  unit  bisnis  secara  terpisah  untuk  tujuan  pengambilan  keputusan 

tentang alokasi sumber daya dan menilai kinerja. Kinerja segmen dinilai berdasarkan laba atau rugi usaha 

segmen yang diukur sesuai dengan laba atau rugi usaha dalam laporan keuangan konsolidasian. Namun 

demikian,  kegiatan  pendanaan  dan  pajak  penghasilan  tidak  dievaluasi  secara  terpisah  dan  tidak 

dialokasikan ke segmen operasi. 

yang dipercaya manajemen untuk merepresentasikan nilai pasar. 

Mobile 

  Consumer    Enterprise 

  WIB 

  Lain-lain 

Total 

segmen 

Penyesuaian 

dan Eliminasi   

Jumlah 

konsolidasian 

2020 

 83.720   

 3.297   

 87.017   

 (54.051)  

 32.966   

 20.957   

 1.148   

 22.105   

 (17.544)  

 4.561   

 17.729   

 18.591   

 36.320   

 13.501   

 16.139   

 29.640   

 (36.864)  

 (23.143)  

 (544)  

 6.497   

 219   

 1.550   

 1.769   

 (1.662)  

 107   

 136.126   

 40.725   

 176.851   

 (133.264)  

 43.587   

 336   

 136.462 

 (40.725)  

 (40.389)  

 40.307   

 (82)   

 - 

 136.462 

 (92.957) 

 43.505 

Pembelian barang modal 

Penyusutan dan amortisasi 

 (9.520)  

 (16.945)  

 (9.770)  

 (3.925)  

 (5.178)  

 (3.208)  

 (4.587)  

 (4.750)  

 (12)  

 (21)  

 (29.067)  

 (28.849)  

 (369)  

 (43)  

 (29.436) 

 (28.892) 

 (83)  

 (511)  

 (1.390)  

 (267)  

 (8)  

 (2.259)  

 (8)  

 (2.267) 

Hasil segmen 

Pendapatan 

Pendapatan eksternal 

Pendapatan antar segmen 

Jumlah pendapatan segmen 

Beban segmen 

Hasil segmen 

Informasi lain 

Provisi diakui selama 

 periode berjalan 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

34.  SEGMEN OPERASI (lanjutan) 

Hasil segmen 
Pendapatan 

Pendapatan eksternal 
Pendapatan antar segmen 
Jumlah pendapatan segmen 
Beban segmen 
Hasil segmen 
Informasi lain 
Pembelian barang modal 
Penyusutan dan amortisasi 
Provisi diakui selama 
 periode berjalan 

Mobile 

  Consumer 

 Enterprise   

WIB 

  Lain-lain 

 Total segmen  

Penyesuaian 
dan 
Eliminasi 

Jumlah 
konsolidasian 

2019 

87.897   
3.163   
91.060   
(56.864)  
34.196   

17.706   
786   
18.492   
(15.904)   
  2.588   

18.701   
16,834   
35.535   
(36.768)  
(1.233)   

10.609   
16.265   
26.874   
(21.111)  
5.763   

197   
1.289   
1.486   
(1.546)  
(60)  

135.110   
38.337   
173.447   
(132.193)  
41.254   

457   
(38.337)  
(37.880)  
39.020   
1.140  

135.567 
- 
135.567 
(93.173) 
42.394 

(11.963)  
(13.829)  

(10.581)  
(3.438)   

(5.614)  
(2.737)  

(7.907)  
(3.262)  

(21)  
(21)  

(36.086)  
(23.287)  

(499)  
109   

(36.585) 
(23.178) 

(521)  

(665)   

(973)  

(121)  

(13)  

(2.293)  

10    

(2.283) 

Jumlah yang disajikan pada tabel diatas adalah jumlah yang diakui sebagai beban selama periode 

Penyesuaian dan eliminasi: 

Hasil segmen 
Rugi usaha unit bisnis 
Eliminasi dan penyesuaian lainnya 
Laba usaha konsolidasi 

Informasi geografis: 

Informasi pendapatan di bawah berdasarkan lokasi unit bisnis. 

Pendapatan eksternal 

 Indonesia 
 Luar negeri 

Jumlah 

2020 

2019 

43.587 
(627) 
545 
43.505 

41.254 
(599) 
1.739 
42.394 

2020 

2019 

130.097 
6.365 
136.462  

130.989 
4.578 
135.567 

Aset operasional tidak lancar untuk tujuan segmen ini terdiri dari aset tetap dan aset takberwujud. 

Pendapatan dan beban segmen meliputi juga transaksi antar segmen operasi dan dinilai sebesar nilai 

Aset operasional tidak lancar 

Indonesia 
Luar negeri 

Jumlah 

tabel 

2020 

2019 

164.188 
3.581 
167.769  

159.811 
3.608 
163.419 

119 

120 

 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
  
  
  
 
 
 
  
  
  
  
  
  
 
 
 
  
  
  
  
  
  
  
 
  
  
  
  
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
  
  
  
 
 
 
  
  
  
  
  
  
 
 
 
  
   
  
  
  
  
  
 
  
   
  
  
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

35.  TARIF JASA TELEKOMUNIKASI 

Berdasarkan UU No. 36 tahun 1999 dan Peraturan Pemerintah No. 52 tahun 2000, tarif penyelenggaraan 
jaringan dan/atau jasa telekomunikasi ditetapkan oleh penyelenggara berdasarkan jenis tarif, struktur, 
dan dengan mengacu pada formula batasan tarif jasa telekomunikasi yang ditetapkan oleh Pemerintah.  

a.  Tarif telepon tidak bergerak 

Pemerintah  telah  mengeluarkan  formula  penyesuaian  tarif  baru  yang  diatur  dalam  Peraturan 
Menkominfo  No. 15/PER/M.KOMINFO/4/2008  tanggal 30 April 2008 tentang “Tata Cara Penetapan 
Tarif  Jasa  Teleponi  Dasar  yang  Disalurkan  melalui  Jaringan  Tetap”.  Peraturan  ini  menggantikan 
peraturan sebelumnya No. 09/PER/M.KOMINFO/02/2006. 

Berdasarkan  peraturan  tersebut,  struktur  tarif  jasa  teleponi  dasar  yang  disalurkan  melalui  jaringan 
tetap terdiri dari: 
i.  Biaya aktivasi 
ii.  Biaya berlangganan  
iii.  Biaya penggunaan 
iv. Biaya fasilitas tambahan. 

b.  Tarif telepon selular 

7 

April 

tanggal 

Pada 
Peraturan  Menkominfo  
No.  09/PER/M.KOMINFO/04/2008  tentang  ”Tata  Cara  Penetapan  Tarif  Jasa  Telekomunikasi  yang 
Disalurkan  melalui  Jaringan  Bergerak  Selular”  yang  memberikan  pedoman  untuk  menentukan  tarif 
selular dengan formula yang terdiri dari unsur biaya elemen jaringan dan biaya aktivitas layanan retail. 
Peraturan ini menggantikan peraturan sebelumnya No. 12/PER/M.KOMINFO/02/2006.  

2008,  Menkominfo  menerbitkan 

Berdasarkan  Peraturan  Menkominfo  No.  09/PER/M.KOMINFO/04/2008  tanggal  7  April  2008,  jenis 
tarif  penyelenggaraan jasa telekomunikasi yang disalurkan melalui jaringan  bergerak selular  dapat 
terdiri dari: 
i.  Tarif jasa teleponi dasar 
ii.  Tarif jelajah, dan/atau  
iii.  Tarif jasa multimedia, 
dengan struktur tarif sebagai berikut: 
i.  Biaya aktivasi 
ii.  Biaya berlangganan bulanan 
iii.  Biaya penggunaan 
iv. Biaya fasilitas tambahan. 

c.  Tarif interkoneksi 

Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (“BRTI”), dalam suratnya No. 262/BRTI/XII/2011 tanggal 
12  Desember  2011,  memutuskan  untuk  mengubah  tarif  interkoneksi  SMS  menjadi  berbasis  biaya 
dengan tarif maksimal sebesar Rp23 per SMS efektif sejak tanggal 1 Juni 2012 dan berlaku untuk 
seluruh operator penyelenggara telekomunikasi. 

121 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 

Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

35.  TARIF JASA TELEKOMUNIKASI 

Berdasarkan UU No. 36 tahun 1999 dan Peraturan Pemerintah No. 52 tahun 2000, tarif penyelenggaraan 

jaringan dan/atau jasa telekomunikasi ditetapkan oleh penyelenggara berdasarkan jenis tarif, struktur, 

dan dengan mengacu pada formula batasan tarif jasa telekomunikasi yang ditetapkan oleh Pemerintah.  

a.  Tarif telepon tidak bergerak 

Pemerintah  telah  mengeluarkan  formula  penyesuaian  tarif  baru  yang  diatur  dalam  Peraturan 

Menkominfo  No. 15/PER/M.KOMINFO/4/2008  tanggal 30 April 2008 tentang “Tata Cara Penetapan 

Tarif  Jasa  Teleponi  Dasar  yang  Disalurkan  melalui  Jaringan  Tetap”.  Peraturan  ini  menggantikan 

peraturan sebelumnya No. 09/PER/M.KOMINFO/02/2006. 

Berdasarkan  peraturan  tersebut,  struktur  tarif  jasa  teleponi  dasar  yang  disalurkan  melalui  jaringan 

Pada 

tanggal 

7 

April 

2008,  Menkominfo  menerbitkan 

Peraturan  Menkominfo  

No.  09/PER/M.KOMINFO/04/2008  tentang  ”Tata  Cara  Penetapan  Tarif  Jasa  Telekomunikasi  yang 

Disalurkan  melalui  Jaringan  Bergerak  Selular”  yang  memberikan  pedoman  untuk  menentukan  tarif 

selular dengan formula yang terdiri dari unsur biaya elemen jaringan dan biaya aktivitas layanan retail. 

Peraturan ini menggantikan peraturan sebelumnya No. 12/PER/M.KOMINFO/02/2006.  

Berdasarkan  Peraturan  Menkominfo  No.  09/PER/M.KOMINFO/04/2008  tanggal  7  April  2008,  jenis 

tarif  penyelenggaraan jasa telekomunikasi yang disalurkan melalui jaringan  bergerak selular  dapat 

tetap terdiri dari: 

i.  Biaya aktivasi 

ii.  Biaya berlangganan  

iii.  Biaya penggunaan 

iv. Biaya fasilitas tambahan. 

b.  Tarif telepon selular 

terdiri dari: 

i.  Tarif jasa teleponi dasar 

ii.  Tarif jelajah, dan/atau  

iii.  Tarif jasa multimedia, 

dengan struktur tarif sebagai berikut: 

i.  Biaya aktivasi 

ii.  Biaya berlangganan bulanan 

iii.  Biaya penggunaan 

iv. Biaya fasilitas tambahan. 

c.  Tarif interkoneksi 

Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (“BRTI”), dalam suratnya No. 262/BRTI/XII/2011 tanggal 

12  Desember  2011,  memutuskan  untuk  mengubah  tarif  interkoneksi  SMS  menjadi  berbasis  biaya 

dengan tarif maksimal sebesar Rp23 per SMS efektif sejak tanggal 1 Juni 2012 dan berlaku untuk 

seluruh operator penyelenggara telekomunikasi. 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

35.   TARIF JASA TELEKOMUNIKASI (lanjutan) 

c.  Tarif interkoneksi (lanjutan) 

surat 

Direktur 

Jenderal 

Informatika 
Berdasarkan 
No. 118/KOMINFO/DJPPI/PI.02.04/01/2014 
tanggal  30  Januari  2014,  Direktur  Jenderal 
Penyelenggaraan Pos dan Informatika memutuskan untuk menerapkan tarif interkoneksi baru yang 
berlaku efektif sejak 1 Februari 2014 sampai dengan 31 Desember 2016 dan dapat dievaluasi setiap 
tahun  oleh  BRTI.  Sebagai  tindak  lanjut,  Perusahaan  dan  Telkomsel  diminta  untuk  menyampaikan 
usulan Dokumen Penawaran Interkoneksi (“DPI”) kepada BRTI untuk dievaluasi.  

Penyelenggaraan 

Pos 

dan 

tanggal  10  Maret  2014  dan 
Selanjutnya,  BRTI  melalui  suratnya  No.  60/BRTI/III/2014 
No. 125/BRTI/IV/2014 tanggal 24 April 2014 menyetujui revisi DPI Telkomsel dan Perusahaan terkait 
tarif  interkoneksi.  Melalui  surat  tersebut,  BRTI  juga  menyetujui  perubahan  tarif  interkoneksi  SMS 
menjadi Rp24 per SMS. 

Pada 
tanggal  18  Januari  2017,  BRTI  melalui  suratnya  No.  20/BRTI/DPI/I/2017  dan 
No. 21/BRTI/DPI/I/2017, memutuskan untuk tetap memberlakukan tarif interkoneksi sesuai dengan 
DPI Perusahaan dan Telkomsel tahun 2014 sampai dengan tarif interkoneksi yang baru ditetapkan. 

d.  Tarif sewa jaringan 

Melalui  Peraturan  Menkominfo  No.  03/PER/M.KOMINFO/1/2007  tanggal  26  Januari  2007  tentang 
“Sewa  Jaringan”,  Pemerintah  mengatur  bentuk  penyediaan,  jenis,  struktur  tarif,  dan  formula  tarif 
layanan  untuk  sewa  jaringan.  Sebagai  tindak  lanjut  dari  Peraturan  Menkominfo  tersebut,  maka 
Pemerintah  mengeluarkan  Keputusan  Direktur 
No. 115 Tahun 2008 tanggal 24 Maret 2008 tentang “Persetujuan terhadap Dokumen Jenis Layanan 
Sewa Jaringan, Besaran Tarif Sewa Jaringan, Kapasitas Tersedia Layanan Sewa Jaringan, Kualitas 
Layanan  Sewa  Jaringan,  dan  Prosedur  Penyediaan  Layanan  Sewa  Jaringan  Tahun  2008  Milik 
Penyelenggara Dominan Layanan Sewa Jaringan”, sebagai persetujuan atas usulan Perusahaan. 

Jenderal  Pos 

dan 

Telekomunikasi                 

e.  Tarif jasa lainnya 

 Tarif sewa satelit, jasa teleponi, dan multimedia lainnya ditentukan oleh penyedia layanan dengan 
memperhitungkan berbagai pengeluaran  dan  harga pasar. Pemerintah hanya  menetapkan formula 
tarif untuk layanan teleponi dasar. Tidak ada aturan untuk tarif atas jasa-jasa lainnya.  

121 

122 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

36.  IKATAN DAN PERJANJIAN SIGNIFIKAN 

a.  Pembelian barang modal 

Pada  tanggal  31  Desember  2020,  jumlah  ikatan  pembelian  barang  modal  berdasarkan  kontrak, 
terutama  sehubungan  dengan  pengadaan  dan  instalasi  untuk  keperluan  data,  internet,  dan  jasa 
teknologi dan informatika, selular, peralatan transmisi, dan jaringan kabel adalah sebagai berikut: 

Mata uang 

Jumlah dalam mata uang 
asing (dalam jutaan) 

Setara Rupiah 

Rupiah 
Dolar A.S. 
HKD 
Jumlah 

- 
66,05 
0,24  

9.798 
929 
0 
10.727 

Jumlah di atas termasuk perjanjian-perjanjian signifikan berikut: 

(i)  Perusahaan 

Pihak yang terkait dengan kontrak 

Tanggal perjanjian awal 

Perusahaan, TII dan NEC Corporation 

12 Mei 2016 

Perusahaan dan PT ZTE Indonesia 

24 September 2020 

Perusahaan dan PT NEC Indonesia 

13 Oktober 2020 

Perusahaan  dan  PT  Huawei  Tech 
Investment 

Perusahaan  dan  PT  Datacomm 
Diangraha 

Perusahaan  dan  PT  Huawei  Tech 
Investment 

11 November 2020 

12 November 2020 

18 November 2020 

Perusahaan  dan  PT  Huawei  Tech 
Investment 

7 Desember 2020 

Perusahaan  dan  PT  Huawei  Tech 
Investment 

11 Desember 2020 

Perusahaan  dan  PT  Lancs  Arche 
Consumma          

Perusahaan  dan  PT  Lintas  Teknologi 
Indonesia 

Perusahaan  dan  PT  Pembangunan 
Perumahan    

22 Desember 2020 

29 Desember 2020 

30 Desember 2020 

Bagian yang signifikan dari perjanjian 
Perjanjian  Pengadaan  dan  Pemasangan 
Sistem  Komunikasi  Kabel  Laut  (“SKKL”) 
Indonesia Global Gateway 
Perjanjian  Pengadaan  dan  Pemasangan 
OLT Platform ZTE          
Perjanjian  Pengadaan  dan  Pemasangan 
Ekspan ISP SKKL Platform NEC 
Perjanjian  Pengadaan  dan  Pemasangan 
Metro  Ethernet,  BRAS,  PCEF  dan  PE 
Transit Platform Huawei - Metro Ethernet 
Perjanjian  Pengadaan  dan  Pemasangan 
Ekspan Metro Ethernet Platform Nokia-ALU 
Perjanjian  Pengadaan  dan  Pemasangan 
Metro-E,  BRAS,  PCEF,  dan  PE  Transit 
Platform Huawei - BRAS, PCEF 
Perjanjian  Pengadaan  dan  Pemasangan 
DWDM dan OTN Platform Huawei - NARU 
POP 
Perjanjian  Pengadaan  dan  Pemasangan 
DWDM  dan  OTN  Platform  Huawei  -  OTN 
SCN 
Perjanjian  Pengadaan  dan  Pemasangan 
DWDM  Platform  Infinera  –  NARU  dan 
Recovery 
Perjanjian  Pengadaan  dan  Pemasangan 
DWDM Platform Nokia 
Perjanjian  Pengadaan  Pembangunan 
Konstruksi  Gedung  Hyperscale  Data 
Center 

123 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 

Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

36.  IKATAN DAN PERJANJIAN SIGNIFIKAN (lanjutan) 

a.  Pembelian barang modal (lanjutan) 

(ii)  Telkomsel 

Pihak yang terkait dengan kontrak 
Telkomsel,  Amdocs  Software  Solutions 
dan  
Limited 
PT Application Solutions 

Company, 

Liability 

Tanggal perjanjian awal 

8 Februari 2010 

Telkomsel dan PT Application Solutions 

8 Februari 2010 

Telkomsel  dan  PT  Huawei  Tech 
Investment 

Telkomsel,  Wipro  Limited,  dan  PT  WT 
Indonesia 

25 Maret 2013 

23 April 2013 

Telkomsel dan PT Ericsson Indonesia 

22 Oktober 2013 

Support 

Technical 

Bagian yang signifikan dari perjanjian 
Perjanjian  Online  Charging  System  (“OCS”) 
and  Service  Control  Points  (“SCP”)  System 
Solution Development 
Perjanjian 
untuk 
Menyediakan  Jasa  technical  support  untuk 
OCS dan SCP 
Perjanjian  untuk  Dukungan  Teknik  (TSA) 
untuk  Pengadaan  Gateway  GPRS  Support 
Node (“GGSN”) Service Complex 
Perjanjian  Pengembangan  dan  Pengadaan 
OSDSS Solution 
Perjanjian  Pengadaan  GGSN  Service 
Complex Rollout 

Telkomsel,  PT  NSNI,  NSN  Oy,  
PT Huawei Tech Investment, dan PT ZTE 
Indonesia 
Telkomsel, 
PT  Dimension  Data 
Indonesia,  dan  PT  Huawei  Tech 
Investment 

1 Februari 2018 

Perjanjian  Pengadaan  Ultimate  Radio 
Network Infrastructure ROA dan TSA 

1 April 2018 

Perjanjian  Pengadaan  Mobile  Network 
Router Infrastructure 

Perusahaan  dan  PT  Huawei  Tech 

18 November 2020 

Metro-E,  BRAS,  PCEF,  dan  PE  Transit 

(iii)  TII 

Telkomsel,  PT  Nokia  Solutions  and 
Networks Indonesia, dan NSN Oy. 

17 April 2008 
24 Mei 2019 

Telkomsel,  PT  Sigma  Solusi  Integrasi, 
Oracle Corporation, dan  PT Phincon 

5 Juli 2019 

Telkomsel,  PT  Ericsson  Indonesia,  dan 
Ericsson AB 

17 April 2008 
16 September 2019 

Core 

Rollout, 

Network 

Perjanjian Pengadaan Combined 2G and 3G 
CS 
telah 
diamandemen  menjadi  CS  Core  System 
ROA dan TSA 
Perjanjian  untuk  Development  and  Rollout 
Agreement  ("DRA")  dan  Dukungan  Teknik 
pada  Customer    Relationship  Management 
("CRM") Solution System Integrator 
Perjanjian Pengadaan Combined 2G and 3G 
telah  diamandemen 
CS  Core  Network, 
menjadi CS Core System ROA dan TSA 

Pihak yang terkait dengan kontrak 
Telin  Hongkong  dan  Measat  Global 
Berhad 
Telkom 
Pacific Century Cyberwork 

International  Jakarta  dan 

Tanggal perjanjian awal 

Bagian yang signifikan dari perjanjian 

4 Mei 2016 

Pengadaan Jasa Sewa Transponder 

12 September 2019 

Pengadaan Barang dan Jasa Pacific Light 
Cable Network (“PLCN”) Cable System 

b.  Perjanjian pinjaman dan fasilitas kredit lainnya 

(i)  Pada  tanggal  31  Desember  2020  Perusahaan  memiliki  fasilitas  bank  garansi  untuk  jaminan 
penawaran (tender bond), pelaksanaan (performance bond), pemeliharaan (maintenance bond), 
setoran jaminan, dan uang muka (advance payment bond) berbagai proyek Perusahaan, dengan 
rincian sebagai berikut: 

36.  IKATAN DAN PERJANJIAN SIGNIFIKAN 

a.  Pembelian barang modal 

Pada  tanggal  31  Desember  2020,  jumlah  ikatan  pembelian  barang  modal  berdasarkan  kontrak, 

terutama  sehubungan  dengan  pengadaan  dan  instalasi  untuk  keperluan  data,  internet,  dan  jasa 

teknologi dan informatika, selular, peralatan transmisi, dan jaringan kabel adalah sebagai berikut: 

Mata uang 

Jumlah dalam mata uang 

asing (dalam jutaan) 

Setara Rupiah 

- 

66,05 

0,24  

9.798 

929 

0 

10.727 

Jumlah di atas termasuk perjanjian-perjanjian signifikan berikut: 

Rupiah 

Dolar A.S. 

HKD 

Jumlah 

(i)  Perusahaan 

Investment 

Diangraha 

Investment 

Investment 

Investment 

Pihak yang terkait dengan kontrak 

Tanggal perjanjian awal 

Bagian yang signifikan dari perjanjian 

Perusahaan, TII dan NEC Corporation 

12 Mei 2016 

Perusahaan dan PT ZTE Indonesia 

24 September 2020 

Perusahaan dan PT NEC Indonesia 

13 Oktober 2020 

Perusahaan  dan  PT  Huawei  Tech 

11 November 2020 

Metro  Ethernet,  BRAS,  PCEF  dan  PE 

Perusahaan  dan  PT  Datacomm 

12 November 2020 

Perjanjian  Pengadaan  dan  Pemasangan 

Sistem  Komunikasi  Kabel  Laut  (“SKKL”) 

Indonesia Global Gateway 

Perjanjian  Pengadaan  dan  Pemasangan 

OLT Platform ZTE          

Perjanjian  Pengadaan  dan  Pemasangan 

Ekspan ISP SKKL Platform NEC 

Perjanjian  Pengadaan  dan  Pemasangan 

Transit Platform Huawei - Metro Ethernet 

Perjanjian  Pengadaan  dan  Pemasangan 

Ekspan Metro Ethernet Platform Nokia-ALU 

Perjanjian  Pengadaan  dan  Pemasangan 

Platform Huawei - BRAS, PCEF 

Perjanjian  Pengadaan  dan  Pemasangan 

DWDM dan OTN Platform Huawei - NARU 

Perusahaan  dan  PT  Huawei  Tech 

7 Desember 2020 

Perusahaan  dan  PT  Huawei  Tech 

11 Desember 2020 

Perjanjian  Pengadaan  dan  Pemasangan 

DWDM  dan  OTN  Platform  Huawei  -  OTN 

Perusahaan  dan  PT  Lancs  Arche 

Consumma          

Perusahaan  dan  PT  Lintas  Teknologi 

Indonesia 

Perusahaan  dan  PT  Pembangunan 

Perumahan    

22 Desember 2020 

DWDM  Platform  Infinera  –  NARU  dan 

Perjanjian  Pengadaan  dan  Pemasangan 

29 Desember 2020 

Recovery 

Perjanjian  Pengadaan  dan  Pemasangan 

DWDM Platform Nokia 

Perjanjian  Pengadaan  Pembangunan 

30 Desember 2020 

Konstruksi  Gedung  Hyperscale  Data 

POP 

SCN 

Center 

Kreditur 
BRI 
BNI 
Bank Mandiri 
Jumlah 

Jumlah fasilitas 

Akhir periode 
fasilitas 
14 Maret 2022 
31 Maret 2021 

 500   
 500   
 500    23 Desember 2021 

 1.500    

  Mata uang asal 

Rp 
Rp 
Rp 

  Fasilitas yang digunakan 
172 
368 
256 
796 

(ii)  Pada  tanggal  31  Desember  2020,  Telkomsel  memiliki  fasilitas  bank  garansi  untuk  berbagai 

macam proyek sebagai berikut: 

Kreditur 
BRI 
BNI 
BCA 
Jumlah 

Jumlah fasilitas 

Akhir periode 
fasilitas 

  Mata uang asal 

 1.000    25 September 2022    
 2.100    11 Desember 2021 

 150   
 3.250    

15 Juli 2021 

Rp 
Rp 
Rp 

  Fasilitas yang digunakan 
590 
1.094 
- 
1.684 

Fasilitas bank garansi dengan BRI dan BNI sebagian besar untuk performance bond dan surety 
bond of radio frequency (Catatan 36c.i) 

123 

124 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
  
  
  
  
  
  
  
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
  
  
  
  
  
  
   
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

36.  IKATAN DAN PERJANJIAN SIGNIFIKAN (lanjutan) 

b.  Perjanjian pinjaman dan fasilitas kredit lainnya (lanjutan) 

 (iii)  TII memiliki fasilitas bank garansi sebesar US$15 juta atau setara dengan Rp211 miliar dari Bank 
Mandiri  dan  telah  diperbaharui  sesuai  dengan  adendum  IX  (kesembilan)  pada  tanggal  
23  Desember  2020  dengan  batas  kredit  maksimum  sebesar  US$25  juta  atau  setara  dengan  
tanggal  
Rp373  miliar.  Fasilitas 
31 Desember 2020, TII belum menggunakan fasilitas bank garansi tersebut. 

tanggal  23  Desember  2021.  Pada 

ini  berakhir  pada 

c.  Lainnya 

(i)  Penggunaan frekuensi radio 

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 80 tanggal 2 November 2015, yang 
menggantikan  Peraturan  Pemerintah  No.  76  tanggal  15  Desember  2010,  Telkomsel  harus 
membayar  biaya  penggunaan  frekuensi  radio  tahunan  untuk  pita  frekuensi  800  Megahertz 
(“MHz”),  900  MHz,  dan  1800  MHz  ditentukan  menggunakan  formula  yang  ditetapkan  dalam 
Peraturan. 

Sebagai  penerapan  atas  Peraturan  Pemerintah  tersebut,  Perusahaan  dan  Telkomsel  telah 
membayar biaya penggunaan frekuensi radio tahunan sejak 2010. 

Berdasarkan Surat Keputusan No. 018/TEL.01.02/2019 Tahun 2019 tanggal 11 Juni 2019 dari 
Menkominfo  yang  menggantikan  Surat  Keputusan  No.  1987  Tahun  2017 
tanggal 
15 November 2017,  Menkominfo memberikan wewenang kepada Telkomsel untuk: 
1.  Layanan telekomunikasi bergerak dengan pita frekuensi radio di 800 MHz, 900 MHz, 1800 

MHz, 2,1 GHz, dan 2,3 GHz; dan 

2.  Layanan telekomunikasi dasar. 

pada  Surat  Keputusan  Menkominfo  No. 

Mengacu 
268/KEP/M.KOMINFO/9/2009, 
No.  191  Tahun  2013,  No.  509  Tahun  2016,  No.  1896  Tahun  2017  dan  No.  806  Tahun  2019, 
Telkomsel diharuskan, antara lain untuk: 
1.  Membayar  iuran  tahunan  Biaya  Hak  Penyelenggara  (“BHP”)  yang  dihitung  berdasarkan 
formula tertentu selama jangka waktu lisensi (10 tahun) sebagaimana ditetapkan dalam Surat 
Keputusan.  BHP  terutang  pada  saat  diterimanya  Surat  Pemberitahuan  Pembayaran  dari 
DJPPI. Iuran tahunan BHP terutang sampai dengan berakhirnya periode lisensi. 

2.  Mengeluarkan setiap tahunnya performance bond sebesar Rp20 miliar untuk pita frekuensi 
2,1 GHz dan surety bond sebesar Rp1,03 triliun untuk pita frekuensi 2,3 GHz (Catatan 36b.ii). 

(ii)   Pembayaran sewa minimum masa depan sewa operasi 

Grup menandatangani beberapa perjanjian sewa menyewa dengan pihak ketiga maupun pihak 
berelasi  yang  tidak  dapat  dibatalkan.  Perjanjian  tersebut  meliputi  sewa  jaringan,  peralatan 
telekomunikasi  serta  tanah  dan  bangunan  dengan  jangka  waktu  bervariasi  berkisar  1  sampai 
dengan 10 tahun yang akan berakhir bervariasi antara tahun 2021 hingga 2030. Periode sewa 
menyewa dapat diperpanjang berdasarkan perjanjian oleh kedua belah pihak. 

Jumlah pembayaran dan penerimaan sewa minimum di masa yang akan datang untuk perjanjian 
sewa operasi pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:  

Kurang dari 1 tahun 
1-5 tahun 
Lebih dari 5 tahun 

Jumlah 

2020 

2019 

 2.012  
 5.909  
 4.378  

 12.299  

 1.722 
 4.446 
2.358 

 8.526 

125 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 

Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

36.  IKATAN DAN PERJANJIAN SIGNIFIKAN (lanjutan) 

b.  Perjanjian pinjaman dan fasilitas kredit lainnya (lanjutan) 

 (iii)  TII memiliki fasilitas bank garansi sebesar US$15 juta atau setara dengan Rp211 miliar dari Bank 

Mandiri  dan  telah  diperbaharui  sesuai  dengan  adendum  IX  (kesembilan)  pada  tanggal  

23  Desember  2020  dengan  batas  kredit  maksimum  sebesar  US$25  juta  atau  setara  dengan  

Rp373  miliar.  Fasilitas 

ini  berakhir  pada 

tanggal  23  Desember  2021.  Pada 

tanggal  

31 Desember 2020, TII belum menggunakan fasilitas bank garansi tersebut. 

c.  Lainnya 

(i)  Penggunaan frekuensi radio 

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 80 tanggal 2 November 2015, yang 

menggantikan  Peraturan  Pemerintah  No.  76  tanggal  15  Desember  2010,  Telkomsel  harus 

membayar  biaya  penggunaan  frekuensi  radio  tahunan  untuk  pita  frekuensi  800  Megahertz 

(“MHz”),  900  MHz,  dan  1800  MHz  ditentukan  menggunakan  formula  yang  ditetapkan  dalam 

Peraturan. 

Sebagai  penerapan  atas  Peraturan  Pemerintah  tersebut,  Perusahaan  dan  Telkomsel  telah 

membayar biaya penggunaan frekuensi radio tahunan sejak 2010. 

Berdasarkan Surat Keputusan No. 018/TEL.01.02/2019 Tahun 2019 tanggal 11 Juni 2019 dari 

Menkominfo  yang  menggantikan  Surat  Keputusan  No.  1987  Tahun  2017 

tanggal 

15 November 2017,  Menkominfo memberikan wewenang kepada Telkomsel untuk: 

1.  Layanan telekomunikasi bergerak dengan pita frekuensi radio di 800 MHz, 900 MHz, 1800 

MHz, 2,1 GHz, dan 2,3 GHz; dan 

2.  Layanan telekomunikasi dasar. 

Mengacu 

pada  Surat  Keputusan  Menkominfo  No. 

268/KEP/M.KOMINFO/9/2009, 

No.  191  Tahun  2013,  No.  509  Tahun  2016,  No.  1896  Tahun  2017  dan  No.  806  Tahun  2019, 

Telkomsel diharuskan, antara lain untuk: 

1.  Membayar  iuran  tahunan  Biaya  Hak  Penyelenggara  (“BHP”)  yang  dihitung  berdasarkan 

formula tertentu selama jangka waktu lisensi (10 tahun) sebagaimana ditetapkan dalam Surat 

Keputusan.  BHP  terutang  pada  saat  diterimanya  Surat  Pemberitahuan  Pembayaran  dari 

DJPPI. Iuran tahunan BHP terutang sampai dengan berakhirnya periode lisensi. 

2.  Mengeluarkan setiap tahunnya performance bond sebesar Rp20 miliar untuk pita frekuensi 

2,1 GHz dan surety bond sebesar Rp1,03 triliun untuk pita frekuensi 2,3 GHz (Catatan 36b.ii). 

(ii)   Pembayaran sewa minimum masa depan sewa operasi 

Grup menandatangani beberapa perjanjian sewa menyewa dengan pihak ketiga maupun pihak 

berelasi  yang  tidak  dapat  dibatalkan.  Perjanjian  tersebut  meliputi  sewa  jaringan,  peralatan 

telekomunikasi  serta  tanah  dan  bangunan  dengan  jangka  waktu  bervariasi  berkisar  1  sampai 

dengan 10 tahun yang akan berakhir bervariasi antara tahun 2021 hingga 2030. Periode sewa 

menyewa dapat diperpanjang berdasarkan perjanjian oleh kedua belah pihak. 

Jumlah pembayaran dan penerimaan sewa minimum di masa yang akan datang untuk perjanjian 

sewa operasi pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:  

Kurang dari 1 tahun 

1-5 tahun 

Lebih dari 5 tahun 

Jumlah 

2020 

2019 

 2.012  

 5.909  

 4.378  

 12.299  

 1.722 

 4.446 

2.358 

 8.526 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

36.  IKATAN DAN PERJANJIAN SIGNIFIKAN (lanjutan) 

c.  Lainnya (lanjutan) 

 (iii)  KPU  

Menkominfo  menerbitkan  Peraturan  Menkominfo  No.  17  Tahun  2016 
tanggal 
26 September 2016 yang menggantikan Surat Keputusan Menkominfo  No. 45 Tahun 2012 dan 
peraturan-peraturan  sebelumnya  yang  terkait  kebijakan  program  KPU.  Peraturan  tersebut 
mengharuskan penyelenggara telekomunikasi untuk memberikan kontribusi sebesar 1,25% dari 
pendapatan  kotor  penyelenggaraan  telekomunikasi  (dengan  mempertimbangkan  piutang  tidak 
tertagih  dari  penyelenggaraan  telekomunikasi  dan/atau  beban  interkoneksi  dan/atau  beban 
ketersambungan  dan/atau  pendapatan  yang  tidak  diperhitungkan  sebagai  pendapatan  kotor 
penyelenggara telekomunikasi) untuk pengembangan KPU.  

Selanjutnya, Peraturan Menkominfo No. 17 tahun 2016 tanggal 26 September 2016 digantikan 
dengan Peraturan Menkominfo No. 19 tahun 2016 yang berlaku pada tanggal 4 November 2016. 
Peraturan  tersebut  menetapkan  bahwa  kontribusi  pengembangan  KPU  berlaku  efektif  untuk 
tahun 2016 dan seterusnya.   

Berdasarkan  Peraturan  Menkominfo  No.  25  tahun  2015  tanggal  30  Juni  2015,  dalam  hal 
penyediaan akses dan layanan telekomunikasi  di daerah pedesaan  (Program KPU), penyedia 
dipilih melalui proses seleksi oleh Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan  Telekomunikasi 
dan 
dan  
Informatika 
(“BTIP”)  yang  ditetapkan  berdasarkan  Keputusan  Menkominfo  
Informatika  Pedesaan 
No.  18/PER/M.KOMINFO/11/2010 
tanggal  19  November  2010.  Berdasarkan  Peraturan 
Menkominfo  No.  3  tahun  2018  tanggal  23  Mei  2018,  BPPPTI  berganti  nama  menjadi  Badan 
Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (“BAKTI”). Berikutnya, Peraturan Menkominfo No. 25 
tahun 2015 digantikan dengan Peraturan Menkominfo No. 10 tahun 2018. 

(“BPPPTI”).  BPPPTI  menggantikan  Balai  Telekomunikasi 

Pada  tanggal  27  Desember  2011,  Telkomsel  (atas  nama  Konsorsium  Telkomsel,  konsorsium 
yang  dibentuk  dengan  Dayamitra  pada  9  Desember  2011)  ditunjuk  oleh  BPPPTI  
sebagai  penyedia  Program  KPU  di  daerah  perbatasan  untuk 
semua  paket  
(paket 1 - 13) dengan total harga sebesar Rp830 miliar. Pada tanggal tersebut, Telkomsel juga 
ditunjuk  oleh  BPPPTI  sebagai  penyedia  Program  KPU  (Upgrading)  “Desa  Pinter”  atau  “Desa 
Punya Internet” untuk paket 1, 2, dan 3 dengan total harga sebesar Rp261 miliar. 

Pada  tahun  2015,  program  tersebut  dihentikan.  Pada  Januari  2016,  Telkomsel    mengajukan 
klaim arbitrase ke BANI terkait penyelesaian dari sisa piutang atas penyelenggaraan program 
tersebut. 

22 

Juni 

tanggal 

Pada 
keputusan  BANI  
2017,  Telkomsel  menerima 
No.  792/1/ARB-BANI/2016  yang  menginstruksikan  BPPPTI  untuk  membayar  kompensasi 
laporan  keuangan 
kepada  Telkomsel  sebesar  Rp217  miliar,  dan  sampai  penerbitan 
konsolidasian  ini  Telkomsel  telah  menerima  pembayaran  dari  BAKTI  sebesar  Rp91  miliar 
(sebelum pajak) di tahun 2019 dan tidak ada pembayaran tambahan selama tahun 2020. 

surat 

(iv)  Investasi di AKAB 

Untuk mempercepat pengembangan bisnis telekomunikasi digital memerlukan kemitraan, sinergi 
dan kolaborasi dengan perusahaan-perusahaan digital, Telkomsel melakukan investasi di AKAB 
yang merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalam penerbitan aplikasi (perangkat lunak) 
berbasis  telepon  seluler  dengan  merek  dagang  Gojek  (“Platform  Gojek”)  (Catatan  11).  Pada 
tanggal  16  November  2020,  AKAB  dan  Telkomsel  melakukan  kolaborasi  strategis  dengan 
menetapkan  syarat-syarat  dan  ketentuan-ketentuan  sebagaimana  dimaksud  dalam  beberapa 
dokumen perjanjian antara lain: 
1. Collaboration Agreement/Perjanjian Kolaborasi;  
2. Loan Agreement/Perjanjian Pinjaman;  
3. Option Agreement/Perjanjian Opsi;  
4. Conversion Side Letter; dan  
5. Investment Term Sheet. 

125 

126 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

37.  ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM VALUTA ASING 

Saldo aset dan liabilitas moneter dalam valuta asing adalah sebagai berikut: 

31 Desember 2020 

Dolar A.S. 

  Setara Rupiah 
(dalam jutaan)   (dalam jutaan)   (dalam jutaan)   (dalam miliaran) 

  Yen Jepang 

  Lain-lain* 

Aset 
Kas dan setara kas 
Aset keuangan lancar lainnya 
Piutang usaha 
   Pihak berelasi 
   Pihak ketiga 
Piutang lain-lain 
Aset lancar lainnya 
Aset tidak lancar lainnya 
Jumlah aset 
Liabilitas 
Utang usaha 
   Pihak berelasi 
   Pihak ketiga 
Utang lain-lain 
Biaya yang masih harus dibayar 
Pinjaman bank jangka pendek 
Uang muka pelanggan 
Pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun 
Pinjaman jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang jatuh 
   tempo dalam satu tahun 
Liabilitas lainnya 
Jumlah liabilitas 
Aset (liabilitas) bersih 

 193,91  
 57,08  

 0,73  
 160,56  
 0,38  
 -  
 114,37  
 527,03  

 (0,02)  
 (142,68)  
 (3,58)  
 (52,23)  
 (6,17)  
 (0,17)  
 (25,07)  

 (47,54)  
 (12,49)  
 (289,95)  
 237,08  

 0,68  
 -  

 -  
 -  
 -  
 -  
 59,99  
 60,67  

 -  
 (21,54)  
 -  
 (10,43)  
 -  
 -  
 (767,90)  

 (2.303,69)  
 -  
 (3.103,56)  
 (3.042,89)  

 15,34  
 -  

 0,03  
 7,15  
 0,15  
 -  
 9,37  
 32,04  

 -  
 (6,28)  
 (2,07)  
 (1,52)  
 -  
 -  
 (20,66)  

 (6,49)  
 -  
 (37,02)  
 (4,98)  

31 Desember 2019 

 2.947 
802 

 10 
 2.364 
 8 
 - 
 1.747 
 7.878 

 (0) 
 (2.104) 
 (79) 
 (759) 
 (87) 
 (2) 
 (746) 

 (1.073) 
 (176) 
 (5.026) 
 2.852 

Dolar A.S. 

  Setara Rupiah 
(dalam jutaan)   (dalam jutaan)   (dalam jutaan)   (dalam miliaran) 

  Yen Jepang 

  Lain-lain* 

Aset 
Kas dan setara kas 
Aset keuangan lancar lainnya 
Piutang usaha 
   Pihak berelasi 
   Pihak ketiga 
Piutang lain-lain 
Aset lancar lainnya 
Aset tidak lancar lainnya 
Jumlah aset 
Liabilitas 
Utang usaha 
   Pihak berelasi 
   Pihak ketiga 
Utang lain-lain 
Biaya yang masih harus dibayar 
Utang bank jangka pendek 
Uang muka pelanggan 
Pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun 
Pinjaman jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang jatuh 
   tempo dalam satu tahun 
Liabilitas lainnya 
Jumlah liabilitas 
Aset (liabilitas) bersih 

 178,66  
 14,18  

 0,12  
 165,16  
 0,31  
 -  
 63,29  
 421,72  

 (0,08)  
 (131,14)  
 (4,17)  
 (46,57)  
 (1,19)  
 (0,23)  
 (22,31)  

 (71,12)  
 (13,94)  
 (290,75)  
 130,97  

 1,18  
 -  

 -  
 -  
 -  
 -  
 49,15  
 50,33  

-  
 (4,25)  
-  
 (152,56)  
 -  
 -  
 (767,90)  

 (3.071,59)  
 -  
 (3.996,30)  
 (3.945,97)  

 9,42  
 1,74  

 -  
 8,96  
 0,05  
 0,89  
 12,28  
 33,34  

-  
 (5,23)  
 (13,92)  
 (2,02)  
 -  
 -  
 (4,36)  

 (0,38)  
 (0,01)  
 (25,92)  
 7,42  

 2.612 
 221 

 2 
 2.409 
 5 
 12 
 1.044 
 6.305 

 (1) 
 (1.869) 
 (251) 
 (691) 
 (16) 
 (3) 
 (469) 

 (1.386) 
 (194) 
 (4.880) 
 1.425 

*Aset  dan  liabilitas  dalam  mata  uang  asing  disajikan  dalam  setara  Dolar  A.S.  dengan  menggunakan  kurs  beli  dan  jual  yang  diterbitkan  oleh  Reuters  pada  akhir  periode   
pelaporan. 

Aktivitas Grup memiliki kemungkinan terhadap berbagai risiko keuangan termasuk dampak perubahan 
harga pasar surat utang dan efek, nilai tukar mata uang asing, dan tingkat bunga. 

Jika  Grup  melaporkan  aset  dan  liabilitas  dalam  mata  uang  asing  pada  tanggal  31  Desember  2020 
menggunakan  kurs  tanggal  29  April  2021,  keuntungan  selisih  kurs  yang  belum  terealisasi  sebesar  
Rp103 miliar. 

127 

 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
 
 
 
 
  
  
  
  
   
  
 
  
  
  
 
  
  
  
  
  
  
 
 
 
 
  
  
 
 
 
  
  
  
 
 
 
 
  
  
  
  
   
  
 
  
  
  
 
  
  
  
  
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 

Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

37.  ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM VALUTA ASING 

38. 

INSTRUMEN KEUANGAN 

Saldo aset dan liabilitas moneter dalam valuta asing adalah sebagai berikut: 

a.  Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan 

Dolar A.S. 

  Yen Jepang 

  Lain-lain* 

  Setara Rupiah 

(dalam jutaan)   (dalam jutaan)   (dalam jutaan)   (dalam miliaran) 

31 Desember 2020 

i.  Klasifikasi 

(a)  Aset keuangan 

Pinjaman yang diberikan dan piutang 

Kas dan setara kas 
Piutang usaha dan lain-lain, bersih 
Aset keuangan lancar lainnya 
Aset keuangan tidak lancar lainnya 
Aset keuangan tersedia untuk dijual 

Penyertaan tersedia untuk dijual 

Biaya perolehan diamortisasi 

Kas dan setara kas 
Aset keuangan lancar lainnya 
Piutang usaha, bersih 
Piutang lain-lain, bersih 
Aset kontrak 
Aset tidak lancar lainnya 

Nilai wajar melalui laporan laba rugi 

Penyertaan jangka panjang pada instrumen keuangan 
Aset keuangan lancar lainnya 

Jumlah aset keuangan 

Dolar A.S. 

  Yen Jepang 

  Lain-lain* 

  Setara Rupiah 

(dalam jutaan)   (dalam jutaan)   (dalam jutaan)   (dalam miliaran) 

31 Desember 2019 

(b)  Liabilitas keuangan 

Liabilitas keuangan yang diukur pada 

biaya perolehan diamortisasi 
Utang usaha dan utang lain-lain 
Beban yang masih harus dibayar 
Utang bank jangka pendek 
Pinjaman penerusan (two-step loans) 
Obligasi dan wesel bayar 
Utang bank jangka panjang 
Utang sewa pembiayaan 
Kewajiban sewa 
Pinjaman lainnya 

Liabilitas lainnya 
Jumlah liabilitas keuangan 

2020 

2019 

 -  
 -  
 -  
 -  

 -  

 20.589  
 1.194  
 11.339  
 214  
 1.239  
 215  

 4.045  
 109  
 38.944  

 18.242 
 12.089 
 483 
 258 

 1.124 

 - 
 - 
 - 
 - 
 - 
 - 

 - 
 - 
 32.196 

2020 

2019 

 17.577  
 14.265  
 9.934  
 568  
 7.469  
 28.229  
 -  
 15.617  
 3.645  
 169  
 97.473  

 14.346 
 13.736 
 8.705 
 736 
 9.958 
 26.605 
 2.340 
 - 
 3.740 
 194 
 80.360 

Pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun 

Pinjaman jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang jatuh 

Aset 

Kas dan setara kas 

Aset keuangan lancar lainnya 

Piutang usaha 

   Pihak berelasi 

   Pihak ketiga 

Piutang lain-lain 

Aset lancar lainnya 

Aset tidak lancar lainnya 

Jumlah aset 

Liabilitas 

Utang usaha 

   Pihak berelasi 

   Pihak ketiga 

Utang lain-lain 

Biaya yang masih harus dibayar 

Pinjaman bank jangka pendek 

Uang muka pelanggan 

   tempo dalam satu tahun 

Liabilitas lainnya 

Jumlah liabilitas 

Aset (liabilitas) bersih 

Aset 

Kas dan setara kas 

Aset keuangan lancar lainnya 

Piutang usaha 

   Pihak berelasi 

   Pihak ketiga 

Piutang lain-lain 

Aset lancar lainnya 

Aset tidak lancar lainnya 

Jumlah aset 

Liabilitas 

Utang usaha 

   Pihak berelasi 

   Pihak ketiga 

Utang lain-lain 

Biaya yang masih harus dibayar 

Utang bank jangka pendek 

Uang muka pelanggan 

   tempo dalam satu tahun 

Liabilitas lainnya 

Jumlah liabilitas 

Aset (liabilitas) bersih 

pelaporan. 

 (767,90)  

 (20,66)  

 (2.303,69)  

 (3.103,56)  

 (3.042,89)  

 (6,49)  

 -  

 (37,02)  

 (4,98)  

 193,91  

 57,08  

 0,73  

 160,56  

 0,38  

 -  

 114,37  

 527,03  

 (0,02)  

 (142,68)  

 (3,58)  

 (52,23)  

 (6,17)  

 (0,17)  

 (25,07)  

 (47,54)  

 (12,49)  

 (289,95)  

 237,08  

 178,66  

 14,18  

 0,12  

 165,16  

 0,31  

 -  

 63,29  

 421,72  

 (0,08)  

 (131,14)  

 (4,17)  

 (46,57)  

 (1,19)  

 (0,23)  

 (22,31)  

 (71,12)  

 (13,94)  

 (290,75)  

 130,97  

 0,68  

 59,99  

 60,67  

 (21,54)  

 (10,43)  

 -  

 -  

 -  

 -  

 -  

 -  

 -  

 -  

 -  

 -  

 -  

 -  

 -  

 -  

 -  

-  

-  

 -  

 -  

 -  

 1,18  

 49,15  

 50,33  

 (4,25)  

 (152,56)  

 (3.071,59)  

 (3.996,30)  

 (3.945,97)  

 15,34  

 -  

 0,03  

 7,15  

 0,15  

 -  

 9,37  

 32,04  

 -  

 (6,28)  

 (2,07)  

 (1,52)  

 -  

 -  

 9,42  

 1,74  

 -  

 8,96  

 0,05  

 0,89  

 12,28  

 33,34  

-  

 (5,23)  

 (13,92)  

 (2,02)  

 -  

 -  

 (0,38)  

 (0,01)  

 (25,92)  

 7,42  

 2.947 

802 

 10 

 2.364 

 8 

 - 

 1.747 

 7.878 

 (0) 

 (2.104) 

 (79) 

 (759) 

 (87) 

 (2) 

 (746) 

 (1.073) 

 (176) 

 (5.026) 

 2.852 

 2.612 

 221 

 2 

 2.409 

 5 

 12 

 1.044 

 6.305 

 (1) 

 (1.869) 

 (251) 

 (691) 

 (16) 

 (3) 

 (469) 

 (1.386) 

 (194) 

 (4.880) 

 1.425 

Pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun 

Pinjaman jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang jatuh 

 (767,90)  

 (4,36)  

*Aset  dan  liabilitas  dalam  mata  uang  asing  disajikan  dalam  setara  Dolar  A.S.  dengan  menggunakan  kurs  beli  dan  jual  yang  diterbitkan  oleh  Reuters  pada  akhir  periode   

Aktivitas Grup memiliki kemungkinan terhadap berbagai risiko keuangan termasuk dampak perubahan 

harga pasar surat utang dan efek, nilai tukar mata uang asing, dan tingkat bunga. 

Jika  Grup  melaporkan  aset  dan  liabilitas  dalam  mata  uang  asing  pada  tanggal  31  Desember  2020 

menggunakan  kurs  tanggal  29  April  2021,  keuntungan  selisih  kurs  yang  belum  terealisasi  sebesar  

Rp103 miliar. 

127 

128 

 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
 
 
 
 
  
  
  
  
   
  
 
  
  
  
 
  
  
  
  
  
  
 
 
 
 
  
  
 
 
 
  
  
  
 
 
 
 
  
  
  
  
   
  
 
  
  
  
 
  
  
  
  
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
   
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
   
 
   
 
 
 
 
 
   
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

38.  INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan) 

a.  Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) 

ii.  Nilai wajar  

Tabel dibawah ini menggambarkan perbandingan nilai buku dan nilai wajar instrumen keuangan 
Perusahaan, selain dari itu nilai wajar instrumen keuangan dipertimbangkan mendekati nilai buku 
sebagai hasil dari pendiskontoan yang tidak signifikan: 

2020 
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar 
Aset keuangan lancar lainnya 
Penyertaan jangka panjang pada instrumen keuangan 
Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya 

perolehan yang diamortisasi 
Pinjaman: 

Pinjaman penerusan (two-step loans) 
Obligasi dan wesel bayar 
Utang bank jangka panjang 
Kewajiban sewa 
Pinjaman lainnya 

Liabilitas lainnya 

Jumlah 

  Jumlah nilai   
tercatat 

  Nilai wajar   

 109   
 4.045   

 109  
 4.045  

 568   
 7.469   
 28.229   
 15.617   
 3.645   
 169   
 59.851   

 575  
 8.503  
 28.301  
 15.617  
 3.631  
 169  
 60.950  

Pengukuran nilai wajar pada tanggal pelaporan 
menggunakan 

Harga pasar aset 
atau liabilitas 
sejenis pada 
pasar aktif 
(level 1) 

Input 
  signifikan    
  yang dapat   
  diobservasi   
(level 2) 

Input signifikan 
yang tidak  
dapat 
diobservasi 
(level 3) 

 77  
 -  

 -  
 2.115  

 32 
 1.930 

 -  
 8.017  
 -  
 -  
 -  
 -  
 8.094  

 -  
 -  
 -  
 -  
 -  
 -  
 2.115  

 575 
 486 
 28.301 
 15.617 
 3.631 
 169 
 50.741 

2019 
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar 
Penyertaan tersedia untuk dijual 
Liabilitas keuangan yang nilai wajarnya 

disajikan 
Pinjaman: 

Pinjaman penerusan (two-step loans) 
Obligasi dan wesel bayar 
Utang bank jangka panjang 
Utang sewa pembiayaan 
Pinjaman lainnya 

Liabilitas lainnya 

Jumlah 

Pengukuran nilai wajar pada tanggal pelaporan 
menggunakan 

Harga pasar aset 
atau liabilitas 
sejenis pada 
pasar aktif 
(level 1) 

Input 
  signifikan    
  yang dapat   
  diobservasi   
(level 2) 

Input signifikan 
yang tidak  
dapat 
diobservasi 
(level 3) 

  Jumlah nilai   
tercatat 

  Nilai wajar   

 1.124   

 1.124  

 71  

 736   
 9.958   
 26.605   
 2.340   
 3.740   
 194   
 44.697   

 759  
 10.897  
 26.537  
 2.340  
 3.709  
 194  
 45.560  

 -  
 9.906  
 -  
 -  
 -  
 -  
 9.977  

 -  

 -  
 -  
 -  
 -  
 -  
 -  
 -  

 1.053 

 759 
 991 
 26.537 
 2.340 
 3.709 
 194 
 35.583 

Keuntungan atas pengukuran nilai wajar yang diakui pada laba rugi dan penghasilan komprehensif 
lain konsolidasian tahun 2020 senilai Rp128 miliar. Tidak ada perpindahan antar hirarki nilai wajar 
selama tahun 2020. 

Rekonsiliasi saldo awal dan akhir untuk investasi yang nilai wajarnya diukur dengan input signifikan 
yang tidak dapat diobservasi (level 3) pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah: 

2020 

2019 

Saldo awal 
Penyesuaian saldo awal PSAK 71 
Laba yang diakui dalam laporan laba rugi  

dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian   

Pembelian/penambahan 
Penjualan/pengurangan 
Saldo akhir 

 1.053  
 294  

 128  
 711  
(224)  
 1.962  

 734 
 - 

 3 
 390 
(74) 
 1.053 

129 

 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
   
 
 
 
 
   
 
 
 
 
   
 
 
   
 
 
 
 
   
 
 
   
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
   
 
 
 
   
 
 
 
 
   
 
 
   
 
 
 
 
   
 
 
   
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 

Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

38.  INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan) 

a.  Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) 

ii.  Nilai wajar (lanjutan) 

Analisis sensitivitas 

Tabel  dibawah  ini  mengikhtisarkan  informasi  kuantitatif  atas  input  signifikan  yang  tidak  dapat 
diobservasi yang digunakan pada pengukuran nilai wajar level 3: 

Industri 

  Teknik valuasi 

Input 
signifikan yang 
tidak dapat 
diobervasi 

Rentang (rata-
rata tertimbang)   

Sensitivitas atas input nilai 
wajar 

Investasi anak perusahaan 
Investasi ekuitas tidak terdaftar - 
teknologi 

  Backsolve method   Volatility 

30% - 120% 

  Kenaikan 

(penurunan)  sebesar 
10%  pada  percentage  of  volatility 
akan  menghasilkan 
kenaikan 
(penurunan)  sebesar  Rp32  miliar 
pada nilai investasi 

Exit timing 

1 - 6 Tahun 

  Kenaikan 

(penurunan)  pada  1 
akan 
tahun 
exit 
menghasilkan 
kenaikan 
(penurunan)  sebesar  Rp30  miliar 
pada nilai investasi 

timing 

  Multiple and OPM    Volatility 

40% - 80% 

  Kenaikan 

(penurunan)  sebesar 
10%  pada  percentage  of  volatility 
akan  menghasilkan 
kenaikan 
(penurunan)  sebesar  Rp5  miliar 
pada nilai investasi 

  Exit timing 

1 - 6 Tahun 

  Kenaikan 

(penurunan)  pada  1 
akan 
tahun 
exit 
menghasilkan 
kenaikan 
(penurunan)  sebesar  Rp6  miliar 
pada nilai investasi 

timing 

  Equity 

value/revenue 
multiple 

8,1x - 10,1x 

  Kenaikan  sebesar  1x  atas  equity 
value/revenue  multiple 
akan 
menghasilkan  kenaikan  sebesar 
Rp2 miliar pada nilai investasi 

38.  INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan) 

a.  Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) 

ii.  Nilai wajar  

Tabel dibawah ini menggambarkan perbandingan nilai buku dan nilai wajar instrumen keuangan 

Perusahaan, selain dari itu nilai wajar instrumen keuangan dipertimbangkan mendekati nilai buku 

sebagai hasil dari pendiskontoan yang tidak signifikan: 

2020 

Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar 

Aset keuangan lancar lainnya 

Penyertaan jangka panjang pada instrumen keuangan 

Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya 

perolehan yang diamortisasi 

Pinjaman: 

Pinjaman penerusan (two-step loans) 

Obligasi dan wesel bayar 

Utang bank jangka panjang 

Kewajiban sewa 

Pinjaman lainnya 

Liabilitas lainnya 

Jumlah 

  Jumlah nilai   

tercatat 

  Nilai wajar   

 109   

 4.045   

 109  

 4.045  

 568   

 7.469   

 28.229   

 15.617   

 3.645   

 169   

 59.851   

 575  

 8.503  

 28.301  

 15.617  

 3.631  

 169  

 60.950  

Pengukuran nilai wajar pada tanggal pelaporan 

menggunakan 

Harga pasar aset 

Input 

Input signifikan 

atau liabilitas 

sejenis pada 

pasar aktif 

(level 1) 

  signifikan    

  yang dapat   

  diobservasi   

(level 2) 

yang tidak  

dapat 

diobservasi 

(level 3) 

 77  

 -  

 -  

 2.115  

 32 

 1.930 

 8.017  

 -  

 -  

 -  

 -  

 -  

 8.094  

 2.115  

 575 

 486 

 28.301 

 15.617 

 3.631 

 169 

 50.741 

2019 

Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar 

Penyertaan tersedia untuk dijual 

Liabilitas keuangan yang nilai wajarnya 

disajikan 

Pinjaman: 

Pinjaman penerusan (two-step loans) 

Obligasi dan wesel bayar 

Utang bank jangka panjang 

Utang sewa pembiayaan 

Pinjaman lainnya 

Liabilitas lainnya 

Jumlah 

Pengukuran nilai wajar pada tanggal pelaporan 

menggunakan 

Harga pasar aset 

Input 

Input signifikan 

atau liabilitas 

sejenis pada 

pasar aktif 

(level 1) 

  signifikan    

  yang dapat   

  diobservasi   

(level 2) 

yang tidak  

dapat 

diobservasi 

(level 3) 

  Jumlah nilai   

tercatat 

  Nilai wajar   

 1.124   

 1.124  

 71  

 1.053 

 736   

 9.958   

 26.605   

 2.340   

 3.740   

 194   

 759  

 10.897  

 26.537  

 2.340  

 3.709  

 194  

 44.697   

 45.560  

 9.906  

 -  

 -  

 -  

 -  

 -  

 9.977  

 759 

 991 

 26.537 

 2.340 

 3.709 

 194 

 35.583 

Keuntungan atas pengukuran nilai wajar yang diakui pada laba rugi dan penghasilan komprehensif 

lain konsolidasian tahun 2020 senilai Rp128 miliar. Tidak ada perpindahan antar hirarki nilai wajar 

selama tahun 2020. 

Rekonsiliasi saldo awal dan akhir untuk investasi yang nilai wajarnya diukur dengan input signifikan 

yang tidak dapat diobservasi (level 3) pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah: 

2020 

2019 

Saldo awal 

Penyesuaian saldo awal PSAK 71 

Laba yang diakui dalam laporan laba rugi  

dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian   

Pembelian/penambahan 

Penjualan/pengurangan 

Saldo akhir 

 1.053  

 294  

 128  

 711  

(224)  

 1.962  

 734 

 - 

 3 

 390 

(74) 

 1.053 

 -  

 -  

 -  

 -  

 -  

 -  

 -  

 -  

 -  

 -  

 -  

 -  

 -  

 -  

  Terminal growth 

2,00% - 4,00% 

rate 

  Kenaikan (penurunan) sebesar 1% 
pada  terminal  growth  rate  akan 
menghasilkan 
kenaikan 
(penurunan)  sebesar  Rp1  miliar 
pada nilai investasi 

Investasi ekuitas tidak terdaftar - 
telekomunikasi 

  Discounted cash 

  WACC 

flow 

  3,40% - 17,00%    Kenaikan 

pada  WACC 

(penurunan)  sebesar 
akan 
0,5% 
menghasilkan 
kenaikan 
(penurunan)  sebesar  Rp17  miliar 
pada nilai investasi 

  Terminal growth 

rate 

-2,60% - 5,10%    Kenaikan (penurunan) sebesar 1% 
pada  terminal  growth  rate  akan 
menghasilkan 
kenaikan 
(penurunan)  sebesar  Rp16  miliar 
pada nilai investasi 

129 

130 

  10,60% - 12,60%    Kenaikan (penurunan) sebesar 1% 
pada  percentage  of  WACC  akan 
menghasilkan 
kenaikan 
(penurunan)  sebesar  Rp2  miliar 
pada nilai investasi 

Investasi ekuitas tidak terdaftar - 
lembaga pemeringkat kredit 

Average Cost of 
Capital 
("WACC") 

  Discounted cash 

  Weighted 

flow 

 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
   
 
 
 
 
   
 
 
 
 
   
 
 
   
 
 
 
 
   
 
 
   
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
   
 
 
 
   
 
 
 
 
   
 
 
   
 
 
 
 
   
 
 
   
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
   
   
 
 
   
   
 
 
   
 
 
   
   
 
 
   
 
   
 
 
 
   
   
 
 
   
 
 
 
   
   
 
 
   
 
   
 
 
   
   
 
 
   
 
   
 
 
   
   
 
 
   
 
   
   
 
 
   
 
   
 
 
   
   
 
 
   
 
   
   
 
 
   
 
   
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

38.  INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan) 

a.  Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) 

ii.  Nilai wajar (lanjutan) 

Industri 

Teknik valuasi 

Input signifikan 
yang tidak dapat 
diobervasi 

Rentang (rata-
rata tertimbang)   

Sensitivitas atas input nilai 
wajar 

Obligasi konversi 
Investasi ekuitas tidak terdaftar - 
teknologi 

  Backsolve method 

 Volatility 

60% - 80% 

Exit timing 

1 - 3 tahun 

  Multiple and OPM 

 Probability of 
qualified financing 

0% - 100% 

  CN with Conversion 
discount 

 Probability of 
qualified financing 

0% - 100% 

  Kenaikan (penurunan) sebesar 
10%  pada  percentage  of 
volatility  akan  menghasilkan 
kenaikan (penurunan) sebesar 
Rp0 miliar pada nilai investasi 

  Kenaikan  (penurunan)  pada  1 
akan 
tahun 
exit 
menghasilkan 
kenaikan 
(penurunan) 
sebesar  Rp0 
miliar pada nilai investasi 

timing 

  Kenaikan (penurunan) sebesar 
50%  pada  probability  of 
akan 
qualified 
menghasilkan 
kenaikan 
sebesar  Rp4 
(penurunan) 
miliar pada nilai investasi 

financing 

  Kenaikan (penurunan) sebesar 
50%  pada  probability  of 
qualified 
akan 
kenaikan 
menghasilkan 
(penurunan)  sebesar  Rp19 
miliar pada nilai investasi 

financing 

iii. Pengukuran nilai wajar  

Nilai  wajar  adalah  jumlah  suatu  aset  dapat  ditukarkan,  atau  suatu  liabilitas  dapat  diselesaikan, 
antara berbagai pihak secara arm’s length transaction. 

Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan jangka pendek dengan jatuh tempo satu tahun atau kurang 
(kas  dan  setara  kas,  piutang  usaha,  piutang  lain-lain,  aset  lancar  lainnya,  utang  usaha,  utang  
lain-lain, beban yang masih harus dibayar, dan utang bank jangka pendek), dan aset tidak lancar 
lainnya  dipertimbangkan  mendekati  nilai  bukunya  sebagai  hasil  dari  pendiskontoan  yang  tidak 
signifikan. 

Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan jangka panjang (aset tidak lancar lainnya (piutang jangka 
panjang  dan  kas  dibatasi  penggunaannya)  dan  liabilitas  tidak  lancar  lainnya)  dipertimbangkan 
mendekati nilai bukunya sebagai hasil dari pendiskontoan yang tidak signifikan. 

Grup menentukan pengukuran nilai wajar untuk tujuan pelaporan dari tiap kelas aset dan liabilitas 
keuangan berdasarkan metode dan asumsi sebagai berikut: 
(a)  Nilai  wajar  pada  laporan  laba  rugi,  terdiri  dari  saham,  reksadana,  obligasi  korporasi  dan 
Pemerintah, dan obligasi konversi. Saham dan reksadana yang aktif diperdagangkan di pasar 
dinyatakan  pada  nilai  wajarnya  dengan  menggunakan  kuotasi  harga  pasar  atau  jika  tidak 
dikuotasi,  ditentukan  menggunakan  teknik  penilaian.  Nilai  wajar  dari  obligasi  konversi 
ditentukan  dengan  menggunakan  teknik  penilaian.  Obligasi  korporasi  dan  Pemerintah 
dinyatakan  pada  nilai  wajar  dengan  referensi  harga  dari  surat  berharga  yang  sejenis  pada 
tanggal pelaporan. 

(b)  Nilai wajar liabilitas keuangan jangka panjang diestimasikan dengan mendiskontokan arus kas 
kontraktual masa depan dari tiap liabilitas pada tingkat suku bunga yang ditawarkan kepada 
Grup untuk liabilitas sejenis yang jatuh temponya bisa diperbandingkan oleh para pelaku bank 
Grup, kecuali untuk obligasi yang didasarkan pada harga pasar. 

Estimasi nilai wajar bersifat judgmental dan melibatkan batasan-batasan yang beragam, termasuk: 
(a)  Nilai wajar disajikan tidak mempertimbangkan dampak fluktuasi mata uang di masa depan. 
(b)  Estimasi  nilai  wajar  tidak  selalu  mengindikasikan  nilai  yang  Grup  akan  catat  pada  saat 

pelepasan/penghentian aset dan liabilitas keuangan. 

131 

 
 
 
 
 
   
  
   
   
 
 
 
   
  
 
 
   
 
 
   
  
 
 
   
 
 
 
 
 
 
   
  
 
 
   
 
 
 
   
  
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 

Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

38.  INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan) 

a.  Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) 

38.  INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan) 

b.  Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan 

ii.  Nilai wajar (lanjutan) 

Obligasi konversi 

teknologi 

Industri 

Teknik valuasi 

diobervasi 

rata tertimbang)   

wajar 

Input signifikan 

yang tidak dapat 

Rentang (rata-

Sensitivitas atas input nilai 

Investasi ekuitas tidak terdaftar - 

  Backsolve method 

 Volatility 

60% - 80% 

  Kenaikan (penurunan) sebesar 

Exit timing 

1 - 3 tahun 

  Kenaikan  (penurunan)  pada  1 

  Multiple and OPM 

 Probability of 

0% - 100% 

  Kenaikan (penurunan) sebesar 

qualified financing 

  CN with Conversion 

 Probability of 

0% - 100% 

  Kenaikan (penurunan) sebesar 

discount 

qualified financing 

10%  pada  percentage  of 

volatility  akan  menghasilkan 

kenaikan (penurunan) sebesar 

Rp0 miliar pada nilai investasi 

tahun 

exit 

timing 

akan 

menghasilkan 

kenaikan 

(penurunan) 

sebesar  Rp0 

miliar pada nilai investasi 

50%  pada  probability  of 

qualified 

financing 

akan 

menghasilkan 

kenaikan 

(penurunan) 

sebesar  Rp4 

miliar pada nilai investasi 

50%  pada  probability  of 

qualified 

financing 

akan 

menghasilkan 

kenaikan 

(penurunan)  sebesar  Rp19 

miliar pada nilai investasi 

iii. Pengukuran nilai wajar  

Nilai  wajar  adalah  jumlah  suatu  aset  dapat  ditukarkan,  atau  suatu  liabilitas  dapat  diselesaikan, 

antara berbagai pihak secara arm’s length transaction. 

Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan jangka pendek dengan jatuh tempo satu tahun atau kurang 

(kas  dan  setara  kas,  piutang  usaha,  piutang  lain-lain,  aset  lancar  lainnya,  utang  usaha,  utang  

lain-lain, beban yang masih harus dibayar, dan utang bank jangka pendek), dan aset tidak lancar 

lainnya  dipertimbangkan  mendekati  nilai  bukunya  sebagai  hasil  dari  pendiskontoan  yang  tidak 

signifikan. 

Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan jangka panjang (aset tidak lancar lainnya (piutang jangka 

panjang  dan  kas  dibatasi  penggunaannya)  dan  liabilitas  tidak  lancar  lainnya)  dipertimbangkan 

mendekati nilai bukunya sebagai hasil dari pendiskontoan yang tidak signifikan. 

Grup menentukan pengukuran nilai wajar untuk tujuan pelaporan dari tiap kelas aset dan liabilitas 

keuangan berdasarkan metode dan asumsi sebagai berikut: 

(a)  Nilai  wajar  pada  laporan  laba  rugi,  terdiri  dari  saham,  reksadana,  obligasi  korporasi  dan 

Pemerintah, dan obligasi konversi. Saham dan reksadana yang aktif diperdagangkan di pasar 

dinyatakan  pada  nilai  wajarnya  dengan  menggunakan  kuotasi  harga  pasar  atau  jika  tidak 

dikuotasi,  ditentukan  menggunakan  teknik  penilaian.  Nilai  wajar  dari  obligasi  konversi 

ditentukan  dengan  menggunakan  teknik  penilaian.  Obligasi  korporasi  dan  Pemerintah 

dinyatakan  pada  nilai  wajar  dengan  referensi  harga  dari  surat  berharga  yang  sejenis  pada 

tanggal pelaporan. 

(b)  Nilai wajar liabilitas keuangan jangka panjang diestimasikan dengan mendiskontokan arus kas 

kontraktual masa depan dari tiap liabilitas pada tingkat suku bunga yang ditawarkan kepada 

Grup untuk liabilitas sejenis yang jatuh temponya bisa diperbandingkan oleh para pelaku bank 

Grup, kecuali untuk obligasi yang didasarkan pada harga pasar. 

Estimasi nilai wajar bersifat judgmental dan melibatkan batasan-batasan yang beragam, termasuk: 

(a)  Nilai wajar disajikan tidak mempertimbangkan dampak fluktuasi mata uang di masa depan. 

(b)  Estimasi  nilai  wajar  tidak  selalu  mengindikasikan  nilai  yang  Grup  akan  catat  pada  saat 

pelepasan/penghentian aset dan liabilitas keuangan. 

Aktivitas Grup  mengandung berbagai macam risiko keuangan, seperti risiko pasar (termasuk risiko 
nilai tukar mata uang asing, risiko harga pasar, dan risiko tingkat suku bunga), risiko kredit, dan risiko 
likuiditas.  Secara  keseluruhan,  program  manajemen  risiko  keuangan  Grup  bertujuan  untuk 
meminimalkan kerugian atas nilai aset dan liabilitas yang dapat timbul dari pergerakan nilai tukar mata 
uang  asing  dan  pergerakan  tingkat  suku  bunga.  Manajemen  mempunyai  kebijakan  tertulis  untuk 
manajemen  risiko  valuta  asing  yang  sebagian  besar  melalui  penempatan  deposito  berjangka  dan 
lindung nilai untuk mengantisipasi risiko fluktuasi valuta asing untuk jangka waktu 3 sampai dengan 
12 bulan. 

Fungsi  manajemen  risiko  keuangan  dijalankan  oleh  unit  Corporate  Finance  di  bawah  kebijakan-
kebijakan  yang  disetujui  oleh  Direksi.  Unit  Corporate  Finance  mengidentifikasi,  mengevaluasi,  dan 
melakukan aktivitas lindung nilai risiko-risiko keuangan.  

i.  Risiko nilai tukar mata uang asing 

Grup rentan terhadap risiko nilai tukar mata uang asing atas transaksi penjualan, pembelian, dan 
pinjaman yang didenominasi dalam mata uang asing. Transaksi yang didenominasi dalam mata 
uang asing terutama dalam Dolar A.S. dan Yen Jepang. Eksposur risiko nilai tukar mata uang 
asing Grup tidak material. 

Risiko  kenaikan  nilai  tukar  mata  uang  asing  terhadap  liabilitas  Grup  diharapkan  dapat  saling 
hapus dengan dampak  dari nilai tukar atas deposito berjangka  dan piutang  dalam mata  uang 
asing yang ditetapkan minimal 25% dari liabilitas jangka pendek dalam mata  uang asing yang 
terutang. 

Tabel di bawah ini menggambarkan eksposur aset dan liabilitas keuangan Grup terhadap risiko 
nilai tukar mata uang: 

2020 

2019 

Dolar A,S, 
(dalam miliar) 

Yen Jepang 
(dalam miliar) 

Dolar A,S, 
(dalam miliar) 

Yen Jepang 
(dalam miliar) 

Aset keuangan  
Liabilitas keuangan 
Eksposur bersih 

 0,52  
 (0,29)  
 0,23   

 0,06  
 (3,10)  
 (3,04)  

 0,42  
 (0,29)  
 0,13   

 0,05 
 (4,00) 
 (3,95) 

Analisis sensitivitas 

Penguatan Dolar A.S. dan Yen Jepang, sebagaimana diindikasikan di bawah, terhadap Rupiah 
pada  31  Desember  2020  akan  menurunkan  ekuitas  dan  laba  atau  rugi  sebesar  jumlah  yang 
ditunjukkan di bawah. Analisis ini didasarkan pada varian nilai tukar mata uang asing yang Grup 
pertimbangkan sebagai sangat mungkin terjadi pada tanggal pelaporan. Analisis mengasumsikan 
bahwa seluruh variabel lain, pada khususnya tingkat bunga, tidak berubah. 

31 Desember 2020 
Dolar A.S. (penguatan 1%) 
Yen Jepang (penguatan 5%) 

 Ekuitas/ laba (rugi) 

 33 
 (21) 

Pelemahan  Dolar  A.S.  dan  Yen  Jepang  terhadap  Rupiah  pada  31  Desember  2020  akan 
mempunyai dampak yang setara tetapi berlawanan terhadap jumlah yang ditunjukkan di atas, 
pada dasar seluruh variabel lain tidak berubah. 

ii.   Risiko harga pasar 

Grup rentan terhadap perubahan dalam harga pasar atas utang dan ekuitas terkait aset keuangan 
yang  diukur  pada  nilai  wajar  melalui  laba  rugi.  Keuntungan  dan  kerugian  yang  timbul  dari 
perubahan nilai wajar pada aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi diakui 
pada laporan laba rugi dan pendapatan komprehensif lainnya. 

131 

132 

 
 
 
 
 
   
  
   
   
 
 
 
   
  
 
 
   
 
 
   
  
 
 
   
 
 
 
 
 
 
   
  
 
 
   
 
 
 
   
  
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
   
  
 
 
  
  
 
  
  
  
 
  
  
 
 
  
  
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

38.  INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan) 

b.  Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan (lanjutan) 

ii.   Risiko harga pasar (lanjutan) 

Kinerja aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi Grup dimonitor secara 
berkala,  bersama  dengan  penilaian  secara  teratur  mengenai  keterkaitannya  dengan  rencana 
strategis jangka panjang Grup. 

Pada  tanggal  31  Desember  2020,  manajemen  mempertimbangkan  risiko  harga  untuk  aset 
keuangan  yang  diukur  dengan  nilai  wajar  melalui  laba  rugi  adalah  tidak  material  dalam  hal 
dampak yang mungkin terjadi pada laba rugi dan total ekuitas dari perubahan dalam nilai wajar 
yang sangat mungkin terjadi. 

iii.   Risiko tingkat suku bunga 

Pergerakan tingkat suku bunga diawasi  untuk meminimalisasi dampak negatif terhadap posisi 
keuangan.  Pinjaman  dalam  berbagai  tingkat  suku  bunga  menyebabkan  Grup  terpapar  risiko 
tingkat  suku  bunga  (Catatan 19  dan  20).  Untuk  mengukur  risiko  pasar  atas  pergerakan  suku 
bunga, Grup melakukan analisis pada pergerakan marjin suku bunga dan pada profil jatuh tempo 
aset dan liabilitas keuangan berdasarkan jadwal perubahan suku bunga.  

Pada tanggal pelaporan, profil risiko tingkat bunga pinjaman yang dikenakan bunga milik Grup 
adalah sebagai berikut: 

Pinjaman bunga tetap 
Pinjaman bunga mengambang 

2020 

2019 

(27.474)   
(37.988)   

(23.001) 
(29.083) 

Analisis sensitivitas untuk pinjaman bunga mengambang 

Pada  31  Desember  2020,  penurunan  (kenaikan)  25  poin  dasar  pada  tingkat  bunga  pinjaman 
bunga  mengambang akan menaikan  (menurunkan) ekuitas dan laba atau rugi masing-masing 
sebesar Rp95 miliar. Analisis mengasumsikan bahwa seluruh variabel lain, pada khususnya nilai 
tukar mata uang asing, tidak berubah. 

iv.  Risiko kredit 

Tabel di bawah ini menggambarkan eksposur maksimum risiko kredit atas aset keuangan Grup: 

Kas dan setara kas 
Aset keuangan lancar lainnya 
Piutang usaha, bersih 
Piutang lain-lain, bersih 
Aset kontrak 
Aset tidak lancar lainnya 
Jumlah 

2020 

2019 

 20.589  
 1.303  
 11.339  
 214  
 1.239  
 215  
 34.899  

 18.242 
 554 
 12.089 
- 
 - 
 258 
 31.143 

Grup rentan terhadap risiko kredit terutama dari piutang usaha dan piutang lain-lain. Risiko kredit 
dikendalikan dengan pengawasan terus menerus atas saldo dan penagihan. Risiko kredit yang 
berasal dari saldo bank dan institusi keuangan dikelola oleh Grup melalui Unit Corporate Finance 
sesuai dengan kebijakan tertulis dari Grup.  

Grup menempatkan sebagian besar kas dan setara kasnya di bank milik pemerintah karena bank 
milik  pemerintah  memiliki  jaringan  cabang  terluas  di  Indonesia  dan  dipertimbangkan  sebagai 
bank  terpercaya.  Oleh  karena  itu,  penempatan  ini  bertujuan  untuk  meminimalisasi  kerugian 
secara finansial yang berasal dari potensi kegagalan dalam pembayaran dari bank dan institusi 
keuangan.  

133 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 

Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

38.  INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan) 

38.  INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan) 

b.  Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan (lanjutan) 

b.  Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan (lanjutan) 

ii.   Risiko harga pasar (lanjutan) 

iv.  Risiko kredit (lanjutan) 

Kinerja aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi Grup dimonitor secara 

berkala,  bersama  dengan  penilaian  secara  teratur  mengenai  keterkaitannya  dengan  rencana 

strategis jangka panjang Grup. 

Pada  tanggal  31  Desember  2020,  manajemen  mempertimbangkan  risiko  harga  untuk  aset 

keuangan  yang  diukur  dengan  nilai  wajar  melalui  laba  rugi  adalah  tidak  material  dalam  hal 

dampak yang mungkin terjadi pada laba rugi dan total ekuitas dari perubahan dalam nilai wajar 

yang sangat mungkin terjadi. 

iii.   Risiko tingkat suku bunga 

Pergerakan tingkat suku bunga diawasi  untuk meminimalisasi dampak negatif terhadap posisi 

keuangan.  Pinjaman  dalam  berbagai  tingkat  suku  bunga  menyebabkan  Grup  terpapar  risiko 

tingkat  suku  bunga  (Catatan 19  dan  20).  Untuk  mengukur  risiko  pasar  atas  pergerakan  suku 

bunga, Grup melakukan analisis pada pergerakan marjin suku bunga dan pada profil jatuh tempo 

aset dan liabilitas keuangan berdasarkan jadwal perubahan suku bunga.  

Pada tanggal pelaporan, profil risiko tingkat bunga pinjaman yang dikenakan bunga milik Grup 

adalah sebagai berikut: 

Pinjaman bunga tetap 

Pinjaman bunga mengambang 

2020 

2019 

(27.474)   

(37.988)   

(23.001) 

(29.083) 

Analisis sensitivitas untuk pinjaman bunga mengambang 

Pada  31  Desember  2020,  penurunan  (kenaikan)  25  poin  dasar  pada  tingkat  bunga  pinjaman 

bunga  mengambang akan menaikan  (menurunkan) ekuitas dan laba atau rugi masing-masing 

sebesar Rp95 miliar. Analisis mengasumsikan bahwa seluruh variabel lain, pada khususnya nilai 

tukar mata uang asing, tidak berubah. 

iv.  Risiko kredit 

Tabel di bawah ini menggambarkan eksposur maksimum risiko kredit atas aset keuangan Grup: 

Kas dan setara kas 

Aset keuangan lancar lainnya 

Piutang usaha, bersih 

Piutang lain-lain, bersih 

Aset kontrak 

Aset tidak lancar lainnya 

Jumlah 

2020 

2019 

 20.589  

 1.303  

 11.339  

 214  

 1.239  

 215  

 34.899  

 18.242 

 554 

 12.089 

- 

 - 

 258 

 31.143 

Grup rentan terhadap risiko kredit terutama dari piutang usaha dan piutang lain-lain. Risiko kredit 

dikendalikan dengan pengawasan terus menerus atas saldo dan penagihan. Risiko kredit yang 

berasal dari saldo bank dan institusi keuangan dikelola oleh Grup melalui Unit Corporate Finance 

sesuai dengan kebijakan tertulis dari Grup.  

Grup menempatkan sebagian besar kas dan setara kasnya di bank milik pemerintah karena bank 

milik  pemerintah  memiliki  jaringan  cabang  terluas  di  Indonesia  dan  dipertimbangkan  sebagai 

bank  terpercaya.  Oleh  karena  itu,  penempatan  ini  bertujuan  untuk  meminimalisasi  kerugian 

secara finansial yang berasal dari potensi kegagalan dalam pembayaran dari bank dan institusi 

keuangan.  

Risiko  kredit  pelanggan  dikelola  dengan  memantau  saldo  piutang  dan  penagihannya  secara 
berkala. Piutang usaha dan piutang lain-lain tidak memiliki suatu konsentrasi utama risiko kredit 
dimana  tidak  ada  saldo  piutang  pelanggan  yang  melebihi  4,36%  dari  piutang  usaha  dan  
piutang lain-lain pada tanggal 31 Desember 2020. 

Manajemen yakin akan kemampuannya untuk mengawasi dan mempertahankan eksposur risiko 
kredit  yang  minimal,  dimana  Grup  telah  menyediakan  provisi  yang  memadai  untuk  menutupi 
kerugian yang timbul dari piutang yang tidak tertagih berdasarkan data kerugian historis. 

v.  Risiko likuiditas 

Risiko  likuiditas  timbul  apabila  Grup  mengalami  kesulitan  untuk  memenuhi  liabilitas  keuangan 
ketika liabilitas keuangan tersebut jatuh tempo.  

Manajemen  risiko  likuiditas  berarti  menjaga  kecukupan  saldo  kas  dalam  upaya  pemenuhan 
liabilitas keuangan Grup. Grup secara terus menerus melakukan analisis untuk mengawasi rasio-
rasio likuiditas  laporan posisi keuangan, seperti antara lain: rasio lancar dan rasio  debt equity 
terhadap persyaratan-persyaratan yang diharuskan perjanjian utang. 

Berikut  adalah  analisis  jatuh  tempo  liabilitas  keuangan  Grup  berdasarkan  pembayaran 
kontraktual yang tidak didiskontokan: 

2020 
Utang usaha dan lain-lain 
Beban yang masih harus dibayar 
Pinjaman 

Pinjaman penerusan 
(two-step loans) 

Obligasi dan wesel bayar 
Utang bank 
Pinjaman lainnya 
Kewajiban sewa 

Liabilitas lainnya 
Jumlah 

2019 
Utang usaha dan lain-lain 
Beban yang masih harus dibayar 
Pinjaman 

Pinjaman penerusan 
(two-step loans) 

Obligasi dan wesel bayar 
Utang bank 
Pinjaman lainnya 
Utang sewa pembiayaan 

Liabilitas lainnya 
Jumlah 

Nilai buku    Arus kas   

tercatat 

  wajib 

2021 

2022 

2023 

2024 

  2025 dan 
 selanjutnya 

 17.577   
 14.265   

(17.577) 
(14.265) 

 (17.577)  
 (14.265)  

 -   
 -   

 -   
 -   

 -   
 -   

 - 
 - 

 568   
 7.469   
 38.163   
 3.645   
 15.617   
 169   

(609)  
(14.052)  
(42.782)  
(4.164)  
(17.678)  
(199)  
 97.473   (111.326)  

(204)  
(1.231)  
(19.097)  
(1.291)  
(6.096)  
(11)  
(59.772)  

(160)  
(2.817)  
(6.289)  
(1.210)  
(3.812)  
(47)  
(14.335)  

(138)  
(507)  
(5.637)  
(1.138)  
(2.887)  
(47)  
(10.354)  

(107)  
(507)  
(4.745)  
(525)  
(1.864)  
(47)  
(7.795)  

 - 
(8.990) 
(7.014) 
 - 
(3.019) 
(47) 
(19.070) 

Nilai buku    Arus kas   

tercatat 

  wajib 

2020 

2021 

2022 

2023 

  2024 dan 
 selanjutnya 

 14.346   
 13.736  

(14.346) 
(13.736) 

 (14.346)  
 (13.736)  

 -   
 -  

 -   
 -  

 -   
 -  

 - 
 - 

 736  
 9.958  
 35.310  
 3.740  
 2.340  
 194  
 80.360  

(804)  
(17.454)  
(40.732)  
(4.534)  
(2.713)  
(223)  
(94.542) 

(222)  
(3.402)  
(15.956)  
(926)  
(936)  
(12)  
 (49.536)  

(196)  
(1.231)  
(8.495)  
(1.082)  
(785)  
(52)  
(11.841)  

(154)  
(2.817)  
(4.435)  
(1.010)  
(607)  
(53)  
(9.076)  

(132)  
(507)  
(6.417)  
(948)  
(255)  
(53)  
(8.312)  

(100) 
(9.497) 
(5.429) 
(568) 
(130) 
(53) 
(15.777) 

Perbedaan antara nilai buku tercatat dengan arus kas wajib merupakan nilai bunga. Nilai bunga 
dari  pinjaman  mengambang  ditentukan  berdasarkan  tingkat  suku  bunga  efektif  pada  tanggal 
pelaporan. 

133 

134 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
  
  
  
  
 
 
  
  
 
 
  
 
  
 
 
  
  
 
 
  
 
 
 
  
  
  
  
  
  
 
 
  
  
  
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
  
  
  
 
  
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

39.  MANAJEMEN MODAL 

Struktur modal Grup adalah sebagai berikut: 

Utang jangka pendek 
Uang jangka panjang 
Total utang 
Ekuitas yang dapat diatribusikan 

kepada pemilik 

Jumlah 

2020 

2019 

Jumlah 

Bagian 

Jumlah 

Bagian 

 9.934  
 55.528  
 65.462  

 102.527  
 167.989  

5,91%  
33,06%  
38,97%  

61,03%  
100,00%  

 8.705  
 43.379  
 52.084  

 99.561  
 151.645  

5,74% 
28,61% 
34,35% 

65,65% 
100,00% 

Tujuan Grup dalam pengelolaan permodalan adalah untuk mempertahankan kelangsungan usaha Grup 
guna memberikan imbal hasil kepada pemegang saham dan manfaat kepada pemegang kepentingan 
lainnya serta menjaga struktur modal yang optimal untuk mengurangi biaya modal. 

Secara  berkala,  Grup  melakukan  penilaian  utang  untuk  menilai  kemungkinan  pembiayaan  kembali 
kewajiban yang ada dengan yang baru yang memiliki biaya yang lebih efisien yang akan mengarahkan 
pada  biaya  utang  yang  lebih  optimal.  Dalam  kasus  kas  menganggur  dengan  kesempatan  investasi 
terbatas,  Grup  akan  mempertimbangkan  membeli  kembali  saham-sahamnya  atau  membayar  dividen 
kepada para pemegang sahamnya. 

Sebagai  tambahan  untuk  patuh  kepada  pembatasan-pembatasan  utang,  Grup  juga  menjaga  struktur 
modalnya pada tingkat yang diyakini tidak akan membahayakan peringkat kredit dan yang hampir setara 
dengan pesaingnya. 

Rasio utang terhadap ekuitas (perbandingan utang dengan bunga bersih terhadap total ekuitas) adalah 
rasio yang dimonitor oleh manajemen untuk mengevaluasi struktur modal Grup dan mengkaji efektifitas 
utang Grup.  Grup  memonitor tingkat utangnya untuk  meyakinkan bahwa rasio utang terhadap ekuitas 
sesuai  atau  dibawah  rasio  yang  ditetapkan  dalam  pinjaman  kontraktual  dan  bahwa  rasio  tersebut 
sebanding atau lebih baik daripada entitas industri telekomunikasi lain dalam area regional. 

Rasio utang terhadap ekuitas Grup pada 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut: 

Jumlah utang dengan bunga 

Dikurangi: kas dan setara kas 
Utang bersih 
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik 
Rasio utang bersih terhadap ekuitas 

2020 

2019 

 65.462  

 (20.589)  
 44.873  
 102.527  
43,77%  

 52.084 

 (18.242) 
 33.842 
 99.561 
33,99% 

Sebagaimana disajikan dalam Catatan 20, Grup dipersyaratkan untuk memelihara rasio utang terhadap 
ekuitas dan rasio debt service coverage tertentu oleh pemberi pinjaman. Untuk tahun yang berakhir pada 
tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, Grup sudah memenuhi beberapa persyaratan modal yang telah 
diberlakukan  secara  eksternal  dengan  pengecualian  untuk  beberapa  entitas  tertentu  di  dalam  Grup 
(Catatan 20). 

135 

 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 

Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

39.  MANAJEMEN MODAL 

Struktur modal Grup adalah sebagai berikut: 

Utang jangka pendek 

Uang jangka panjang 

Total utang 

kepada pemilik 

Jumlah 

Ekuitas yang dapat diatribusikan 

2020 

2019 

Jumlah 

Bagian 

Jumlah 

Bagian 

 9.934  

 55.528  

 65.462  

 102.527  

 167.989  

5,91%  

33,06%  

38,97%  

61,03%  

100,00%  

 8.705  

 43.379  

 52.084  

 99.561  

 151.645  

5,74% 

28,61% 

34,35% 

65,65% 

100,00% 

Tujuan Grup dalam pengelolaan permodalan adalah untuk mempertahankan kelangsungan usaha Grup 

guna memberikan imbal hasil kepada pemegang saham dan manfaat kepada pemegang kepentingan 

lainnya serta menjaga struktur modal yang optimal untuk mengurangi biaya modal. 

Secara  berkala,  Grup  melakukan  penilaian  utang  untuk  menilai  kemungkinan  pembiayaan  kembali 

kewajiban yang ada dengan yang baru yang memiliki biaya yang lebih efisien yang akan mengarahkan 

pada  biaya  utang  yang  lebih  optimal.  Dalam  kasus  kas  menganggur  dengan  kesempatan  investasi 

terbatas,  Grup  akan  mempertimbangkan  membeli  kembali  saham-sahamnya  atau  membayar  dividen 

kepada para pemegang sahamnya. 

Sebagai  tambahan  untuk  patuh  kepada  pembatasan-pembatasan  utang,  Grup  juga  menjaga  struktur 

modalnya pada tingkat yang diyakini tidak akan membahayakan peringkat kredit dan yang hampir setara 

dengan pesaingnya. 

Rasio utang terhadap ekuitas (perbandingan utang dengan bunga bersih terhadap total ekuitas) adalah 

rasio yang dimonitor oleh manajemen untuk mengevaluasi struktur modal Grup dan mengkaji efektifitas 

utang Grup.  Grup  memonitor tingkat utangnya untuk  meyakinkan bahwa rasio utang terhadap ekuitas 

sesuai  atau  dibawah  rasio  yang  ditetapkan  dalam  pinjaman  kontraktual  dan  bahwa  rasio  tersebut 

sebanding atau lebih baik daripada entitas industri telekomunikasi lain dalam area regional. 

Rasio utang terhadap ekuitas Grup pada 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut: 

Jumlah utang dengan bunga 

Dikurangi: kas dan setara kas 

Utang bersih 

Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik 

Rasio utang bersih terhadap ekuitas 

2020 

2019 

 65.462  

 (20.589)  

 44.873  

 102.527  

43,77%  

 52.084 

 (18.242) 

 33.842 

 99.561 

33,99% 

Sebagaimana disajikan dalam Catatan 20, Grup dipersyaratkan untuk memelihara rasio utang terhadap 

ekuitas dan rasio debt service coverage tertentu oleh pemberi pinjaman. Untuk tahun yang berakhir pada 

tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, Grup sudah memenuhi beberapa persyaratan modal yang telah 

diberlakukan  secara  eksternal  dengan  pengecualian  untuk  beberapa  entitas  tertentu  di  dalam  Grup 

(Catatan 20). 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

40.  INFORMASI TAMBAHAN ARUS KAS 

a.  Aktivitas non-kas investasi untuk  tahun yang berakhir pada  tanggal 31 Desember  2020 dan 2019 

adalah sebagai berikut: 

Penambahan aset tetap melalui: 

Utang usaha 
Kapitalisasi bunga 
Sewa pembiayaan 

Penambahan aset hak-guna melalui kewajiban sewa 

Penambahan aset takberwujud melalui: 

Utang usaha 

2020 

2019 

5.175  
160  
-  

3.964  

341  

 5.459 
 99 
 84 

- 

 684 

b.  Perubahan dalam kenaikan liabilitas dari kegiatan pendanaan adalah sebagai berikut: 

Perubahan nontunai 

1 Januari 
2020 

  Arus kas 

Implemen
tasi 
standar 
baru 

8.705  

1.252 

-   

736  
9.958  
26.605  
3.740  
2.340  
-  

(203)   
(2.491)   
1.627 

(96)   
-   
(4.802)   

-   
-   
-   
-   
-   
14.260   

Perubahan 
valuta asing    Sewa baru   
-   

(25)   

Perubahan 
lainnya 

31 Desember 
2020 

2   

9.934 

35   
-   
17   
-   
-   
-   

-   
-   
-   
-   
-   
3.964   

-   
2   
(20)  
1   
(2.340)  
2.195   

568 
7.469 
28.229 
3.645 
- 
15.617 

52.084  

(4.713)   

14.260   

27   

3.964   

(160)   

65.462 

Utang bank jangka pendek 
Pinjaman penerusan 
(two step loan) 

Obligasi dan wesel bayar 
Utang bank jangka panjang 
Pinjaman lainnya 
Utang sewa pembiayaan 
Kewajiban sewa 
Jumlah liabilitas dari 
aktivitas pendanaan 

1. 

REKLASIFIKASI 

41.  PERISTIWA SETELAH TANGGAL LAPORAN POSISI KEUANGAN 

a.  Pada  tanggal  2  Februari  2021,  Pemerintah  mengundangkan  dan  memberlakukan  Peraturan 
Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021 (PP 35/2021) untuk melaksanakan ketentuan Pasal 81 dan Pasal 
185 (b) UU No. 11/2020 mengenai Cipta Kerja yang bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja 
yang seluas-luasnya. 

PP 35/2021  mengatur mengenai perjanjian kerja waktu  tertentu (karyawan tidak tetap),  alih  daya, 
waktu  kerja,  waktu  istirahat  dan  pemutusan  hubungan  kerja,  yang  dapat  mempengaruhi  manfaat 
imbalan minimum yang harus diberikan kepada karyawan. 

Pada  tanggal  laporan  keuangan  konsolidasian  diotorisasi,  Grup  masih  mengevaluasi  dampak 
potensial  penerapan  peraturan  pelaksana  PP  35/2021,  termasuk  dampaknya  pada  laporan 
keuangan konsolidasian Grup untuk periode pelaporan berikutnya.  

b.  Pada  tanggal  3  Februari  2021,  Dayamitra  melakukan  pembelian  saham  PST  sebanyak  134.999 
saham  dari  Ibu  Rahina  Dewayani  senilai  Rp58  miliar  sehingga  kepemilikan  Dayamitra  atas  PST 
berubah menjadi 99,99%. 

c.  Berdasarkan  Keputusan  Dewan  Komisaris  Perusahaan  No.02/KEP/DK/2021  tanggal  26  Februari 

2021, susunan keanggotaan komite audit Perusahaan berubah menjadi sebagai berikut: 

Komisaris Independen   
Komisaris Independen   
Komisaris Independen   
Komisaris 
Komisaris 
Financial Expert 

Chandra Arie Setiawan 
Marsudi Wahyu Kisworo 
Wawan Iriawan 
Marcelino Rumambo Pandin 
Ahmad Fikri Assegaf 
Emmanuel Bambang Suyitno 

135 

136 

 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
   
  
  
  
  
 
 
 
   
   
  
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

41.  PERISTIWA SETELAH TANGGAL LAPORAN POSISI KEUANGAN (lanjutan) 

d.  Di  bulan  Februari,  Maret,  dan  April  2021,  Grup  melakukan  pelunasan  dan  penarikan  fasilitas 

pinjaman, sebagai berikut: 

i.  Pada tanggal 25 dan 26 Februari 2021, Dayamitra melakukan penarikan pinjaman dari BCA, 
Bank  Mandiri,  Bank  Permata,  dan  Sindikasi  Bank  Mandiri  dan  BNI  masing-masing  sebesar 
Rp1.750 miliar, Rp1.600 miliar, Rp500 miliar, dan Rp424 miliar. 

ii.  Pada  tanggal  8  Maret  2021,  Perusahaan  melakukan  penarikan  pinjaman  dari  BCA,  Bank 
Mandiri,  Bank  of  China,  dan  HSBC  masing-masing  sebesar  Rp500  miliar,  Rp2.000  miliar, 
Rp1.000 miliar (yang telah dilunasi pada tanggal 8 April 2021), dan Rp500 miliar. 

iii.  Pada tanggal 17 Maret 2021, Telkomsel melakukan pelunasan pinjaman kepada Bank Mandiri 
sebesar  Rp2.000  miliar  dan  pada  tanggal  31  Maret  2021,  Telkomsel  melakukan  penarikan 
sebesar Rp1.000 miliar. 

iv.  Pada tanggal 23 dan 29 April 2021, Telkomsel  melakukan penarikan pinjaman dari MUFG Bank 

dan BNI masing – masing sebesar Rp1.500 miliar dan Rp1.150 miliar. 

42.  RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA PSAK DAN INTERNATIONAL 

FINANCIAL REPORTING STANDARDS (“IFRS”) 

Dibawah ini disajikan ikhtisar perbedaan signifikan antara PSAK dan IFRS untuk tahun 2020. 

Dampak perbedaan antara PSAK dan IFRS atas pos-pos dalam Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 
tanggal 31 Desember 2020 adalah sebagai berikut: 

Referensi    PSAK 

  REKONSILIASI   

IFRS 

ASET 

Piutang usaha  
    Pihak berelasi  
    Pihak ketiga  
Aset lancar lainnya 
Jumlah Aset Lancar 

Aset tetap 
Aset hak guna 
Aset pajak tangguhan - bersih 
Aset tidak lancar lainnya 
Jumlah Aset Tidak Lancar 

JUMLAH ASET 

LIABILITAS DAN EKUITAS 

Utang usaha 
   Pihak berelasi  
   Pihak ketiga  
Liabilitas sewa yang jatuh tempo dalam satu tahun 
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 

Liabilitas pajak tangguhan - bersih  
Liabilitas sewa 
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 

JUMLAH LIABILITAS 

EKUITAS 
Tambahan modal disetor 
Komponen ekuitas lainnya 
Saldo laba 
Jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada 

pemilik entitas induk - bersih 

kepentingan non-pengendali 
JUMLAH EKUITAS 

b 
b 

a 
a,d 
d 

b 
b 
d 

d 
d 

c 

c 

d 
d 

 1.644  
 9.695  
 6.561  
 46.503  

 160.923  
 18.566  
 3.578  
 4.833  
 200.440  

 699  
 (699)  
 25  
 26  

 2.343 
 8.996 
 6.586 
 46.529 

 (1.800)  
 538  
 165  
 1  
 (1.096)  

 159.123 
 19.104 
 3.743 
 4.834 
 199.344 

 246.943  

 (1.070)  

 245.873 

 928  
 16.071  
 5.396  
 69.093  

 561  
 10.221  
 56.961  

 1.229  
 (1.229)  
 (591)  
 (593)  

 46  
 (149)  
 (102)  

 2.157 
 14.842 
 4.805 
 68.500 

 607 
 10.072 
 56.859 

 126.054  

 (695)  

 125.359 

 2.711  
 374  
 94.489  

   102.527  
 18.362  
 120.889  

 (734)  
 (138)  
 719  

 1.977 
 236 
 95.208 

 (153)  
 (222)  
 (375)  

 102.374 
 18.140 
 120.514 

JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 

 246.943  

 (1.070)  

 245.873 

137 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
   
 
 
   
   
   
 
   
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
   
 
 
 
 
   
   
   
 
   
   
   
 
 
   
   
   
 
   
   
   
 
 
 
 
 
 
 
   
   
   
 
 
 
 
 
 
   
   
   
 
 
 
 
   
   
   
 
   
   
   
 
 
 
 
 
   
   
   
 
 
 
 
 
   
   
   
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 

Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

41.  PERISTIWA SETELAH TANGGAL LAPORAN POSISI KEUANGAN (lanjutan) 

42.  RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA PSAK DAN INTERNATIONAL FINANCIAL 

d.  Di  bulan  Februari,  Maret,  dan  April  2021,  Grup  melakukan  pelunasan  dan  penarikan  fasilitas 

pinjaman, sebagai berikut: 

i.  Pada tanggal 25 dan 26 Februari 2021, Dayamitra melakukan penarikan pinjaman dari BCA, 

Bank  Mandiri,  Bank  Permata,  dan  Sindikasi  Bank  Mandiri  dan  BNI  masing-masing  sebesar 

Rp1.750 miliar, Rp1.600 miliar, Rp500 miliar, dan Rp424 miliar. 

ii.  Pada  tanggal  8  Maret  2021,  Perusahaan  melakukan  penarikan  pinjaman  dari  BCA,  Bank 

Mandiri,  Bank  of  China,  dan  HSBC  masing-masing  sebesar  Rp500  miliar,  Rp2.000  miliar, 

Rp1.000 miliar (yang telah dilunasi pada tanggal 8 April 2021), dan Rp500 miliar. 

iii.  Pada tanggal 17 Maret 2021, Telkomsel melakukan pelunasan pinjaman kepada Bank Mandiri 

sebesar  Rp2.000  miliar  dan  pada  tanggal  31  Maret  2021,  Telkomsel  melakukan  penarikan 

sebesar Rp1.000 miliar. 

iv.  Pada tanggal 23 dan 29 April 2021, Telkomsel  melakukan penarikan pinjaman dari MUFG Bank 

dan BNI masing – masing sebesar Rp1.500 miliar dan Rp1.150 miliar. 

42.  RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA PSAK DAN INTERNATIONAL 

FINANCIAL REPORTING STANDARDS (“IFRS”) 

Dibawah ini disajikan ikhtisar perbedaan signifikan antara PSAK dan IFRS untuk tahun 2020. 

Dampak perbedaan antara PSAK dan IFRS atas pos-pos dalam Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 

tanggal 31 Desember 2020 adalah sebagai berikut: 

Referensi    PSAK 

  REKONSILIASI   

IFRS 

ASET 

Piutang usaha  

    Pihak berelasi  

    Pihak ketiga  

Aset lancar lainnya 

Jumlah Aset Lancar 

Aset tetap 

Aset hak guna 

Aset pajak tangguhan - bersih 

Aset tidak lancar lainnya 

Jumlah Aset Tidak Lancar 

JUMLAH ASET 

LIABILITAS DAN EKUITAS 

Utang usaha 

   Pihak berelasi  

   Pihak ketiga  

Liabilitas sewa yang jatuh tempo dalam satu tahun 

Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 

Liabilitas pajak tangguhan - bersih  

Liabilitas sewa 

Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 

JUMLAH LIABILITAS 

EKUITAS 

Tambahan modal disetor 

Komponen ekuitas lainnya 

Saldo laba 

pemilik entitas induk - bersih 

kepentingan non-pengendali 

JUMLAH EKUITAS 

Jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada 

 246.943  

 (1.070)  

 245.873 

b 

b 

a 

a,d 

d 

b 

b 

d 

d 

d 

c 

c 

d 

d 

 1.644  

 9.695  

 6.561  

 46.503  

 160.923  

 18.566  

 3.578  

 4.833  

 200.440  

 928  

 16.071  

 5.396  

 69.093  

 561  

 10.221  

 56.961  

 2.711  

 374  

 94.489  

   102.527  

 18.362  

 120.889  

 699  

 (699)  

 25  

 26  

 2.343 

 8.996 

 6.586 

 46.529 

 (1.800)  

 159.123 

 538  

 165  

 1  

 19.104 

 3.743 

 4.834 

 (1.096)  

 199.344 

 1.229  

 (1.229)  

 (591)  

 (593)  

 46  

 (149)  

 (102)  

 2.157 

 14.842 

 4.805 

 68.500 

 607 

 10.072 

 56.859 

 (734)  

 (138)  

 719  

 1.977 

 236 

 95.208 

 (153)  

 (222)  

 (375)  

 102.374 

 18.140 

 120.514 

 126.054  

 (695)  

 125.359 

JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 

 246.943  

 (1.070)  

 245.873 

REPORTING STANDARDS (“IFRS”) (lanjutan) 

Dampak perbedaan atas pos-pos Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian 
untuk  tahun  yang  berakhir  pada  tanggal  31  Desember  2020  antara  PSAK  dan  IFRS  adalah  sebagai 
berikut: 

A, 

PENDAPATAN 

Referensi  

PSAK 

  REKONSILIASI   

IFRS 

 136.462  

 (15)  

 136.447 

Beban operasi, pemeliharaan, dan jasa telekomunikasi 
Beban penyusutan dan amortisasi 
Beban umum dan administrasi 
Penghasilan lain-lain - bersih 
LABA USAHA 

d 
a,d 
d 
d 

 (34.593)  
 (28.892)  
 (6.511)  
 403  
 43.505  

 18  
 (33)  
 (53)  
 536  
 453  

 (34.575) 
 (28.925) 
 (6.564) 
 939 
 43.958 

Biaya pendanaan 

d 

 (4.520)  

 (82)  

 (4.602) 

LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 

BEBAN (MANFAAT) PAJAK PENGHASILAN 

LABA TAHUN BERJALAN 

Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada: 
    Pemilik entitas induk 
    Kepentingan nonpengendali 

LABA PER SAHAM DASAR 

(dalam jumlah penuh) 
Laba bersih per saham 
Laba bersih per ADS (100 saham Seri B per ADS) 

a.  Hak atas tanah 

 38.775  

 (9.212)  

 29.563  

 20.804  
 8.759  
 29.563  

 372  

 39.147 

 (45)  

 (9.257) 

 327  

 29.890 

 248  
 79  
 327  

 21.052 
 8.838 
 29.890 

 210,01  
  21.000,94  

 2,50  

 212,51 
 250,35    21.251,29 

Berdasarkan  PSAK,  hak  atas  tanah  dicatat  sebagai  bagian  dari  aset  tetap  dan  tidak  diamortisasi 
kecuali terdapat bukti yang mengindikasikan bahwa perpanjangan atau pembaruan hak atas tanah 
kemungkinan besar atau pasti tidak diperoleh. Biaya pengurusan perpanjangan atau pembaruan legal 
hak atas tanah diakui sebagai aset takberwujud dan diamortisasi sepanjang umur hukum hak atau 
umur ekonomis tanah, mana yang lebih pendek. 

Berdasarkan IFRS, hak atas tanah dicatat sebagai sewa pembiayaan dan disajikan sebagai bagian 
dari aset hak-guna. Hak atas tanah diamortisasi selama masa sewa. 

b.  Transaksi dengan pihak berelasi 

Berdasarkan  Peraturan  Bapepam-LK  No  VIII.G.7  tentang  Penyajian  dan  Pengungkapan  Laporan 
Keuangan Emiten, atau Perusahaan Publik, entitas berelasi dengan pemerintah merupakan entitas 
yang  dikendalikan,  dikendalikan  bersama  atau  dipengaruhi  oleh  suatu  pemerintahan.  Pemerintah 
dalam hal ini adalah Menteri Keuangan atau Pemerintah Daerah yang merupakan pemegang saham 
dari entitas.  

IFRS,  entitas  berelasi  dengan  pemerintah  adalah  entitas  yang  dikendalikan, 
Berdasarkan 
dikendalikan bersama, atau dipengaruhi oleh suatu pemerintahan. Pemerintah dalam hal ini mengacu 
pada pemerintah, instansi pemerintah dan lembaga sejenis baik lokal, nasional, maupun internasional. 

c.  Selisih transaksi restrukturisasi entitas sepengendali 

Menurut  PSAK,  selisih  transaksi  restrukturisasi  entitas  sepengendali  masuk  ke  dalam  kelompok 
tambahan modal disetor di ekuitas. Sementara menurut IFRS, selisih transaksi restrukturisasi entitas 
sepengendali masuk ke dalam kelompok laba ditahan. 

137 

138 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
   
 
 
   
   
   
 
   
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
   
 
 
 
 
   
   
   
 
   
   
   
 
 
   
   
   
 
   
   
   
 
 
 
 
 
 
 
   
   
   
 
 
 
 
 
 
   
   
   
 
 
 
 
   
   
   
 
   
   
   
 
 
 
 
 
   
   
   
 
 
 
 
 
   
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
   
 
 
 
   
   
   
 
 
 
 
   
   
   
 
 
 
 
   
   
   
 
 
 
 
   
   
   
 
   
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
   
   
   
 
  
   
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 
Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

42.  RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA PSAK DAN INTERNATIONAL FINANCIAL 

REPORTING STANDARDS (“IFRS”) (lanjutan) 

d.  Perbedaan waktu penerapan standar akuntansi 

Grup  menerapkan  PSAK  72  Pendapatan  dari  Kontrak  dengan  Pelanggan,  PSAK  71  Instrumen 
Keuangan,  dan  PSAK  73  Sewa  mulai  tanggal  1  Januari  2020.  Penerapan  tersebut  setara  dengan 
standar akuntansi IFRS 15 Revenue from Contracts with Customer dan IFRS 9 Financial Instruments 
yang berlaku efektif dan diimplementasikan oleh Grup mulai tanggal 1 Januari 2018 sedangkan IFRS 
16  Leases  diimplementasikan  mulai  tanggal  1  Januari  2019.  Perbedaan  waktu  penerapan  standar 
akuntansi menyebabkan perbedaan dibeberapa akun pada laporan keuangan konsolidasian.  

139 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA 

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 

Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut  

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 

42.  RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA PSAK DAN INTERNATIONAL FINANCIAL 

REPORTING STANDARDS (“IFRS”) (lanjutan) 

d.  Perbedaan waktu penerapan standar akuntansi 

Grup  menerapkan  PSAK  72  Pendapatan  dari  Kontrak  dengan  Pelanggan,  PSAK  71  Instrumen 

Keuangan,  dan  PSAK  73  Sewa  mulai  tanggal  1  Januari  2020.  Penerapan  tersebut  setara  dengan 

standar akuntansi IFRS 15 Revenue from Contracts with Customer dan IFRS 9 Financial Instruments 

yang berlaku efektif dan diimplementasikan oleh Grup mulai tanggal 1 Januari 2018 sedangkan IFRS 

16  Leases  diimplementasikan  mulai  tanggal  1  Januari  2019.  Perbedaan  waktu  penerapan  standar 

akuntansi menyebabkan perbedaan dibeberapa akun pada laporan keuangan konsolidasian.  

Perusahaan Perseroan (Persero) 
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk 
Pusat Pengelolaan Program Kemitraan dan 
Program Bina Lingkungan 
(Community Development Center) 

Laporan keuangan tanggal 31 Desember 2020 
dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut 
beserta laporan auditor independen/ 
Financial statements as of December 31, 2020 
for the year then ended 
with independent auditors’ report 

139 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
The original financial statements included herein are in                 

the Indonesian language. 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk 
PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 
DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 
(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 
LAPORAN KEUANGAN 
TANGGAL 31 DESEMBER 2020 
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 
PADA TANGGAL TERSEBUT 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk 
PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 
DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 
(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 
FINANCIAL STATEMENTS 
AS OF DECEMBER 31, 2020 
AND FOR PERIOD THEN ENDED 

Daftar Isi 

Table of Contents 

Halaman/ 
Page 

Surat Pernyataan SGM CDC 

Laporan Auditor Independen 

SGM CDC’s Statement 

Independent Auditors’ Report 

Laporan Posisi Keuangan .............................................  

Laporan Aktivitas ..........................................................  

Laporan Arus Kas .........................................................  

1 

2 

3 

 ................................ Statement of Financial Position 

 ..............................................Statement of Activities 

 ......................................... Statement of Cash Flows 

Catatan Atas Laporan Keuangan ..................................   4 - 26   ............................ Notes to the Financial Statements 

    ************************ 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
The original financial statements included herein are in                 

the Indonesian language. 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk 

PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 

PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 

DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 

(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 

LAPORAN KEUANGAN 

TANGGAL 31 DESEMBER 2020 

DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 

PADA TANGGAL TERSEBUT 

DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 

(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 

FINANCIAL STATEMENTS 

AS OF DECEMBER 31, 2020 

AND FOR PERIOD THEN ENDED 

Daftar Isi 

Table of Contents 

Surat Pernyataan SGM CDC 

Laporan Auditor Independen 

SGM CDC’s Statement 

Independent Auditors’ Report 

Laporan Posisi Keuangan .............................................  

 ................................ Statement of Financial Position 

Laporan Aktivitas ..........................................................  

 ..............................................Statement of Activities 

Laporan Arus Kas .........................................................  

 ......................................... Statement of Cash Flows 

Catatan Atas Laporan Keuangan ..................................   4 - 26   ............................ Notes to the Financial Statements 

Halaman/ 

Page 

1 

2 

3 

    ************************ 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
The original financial statements included herein are in                  

the Indonesian language. 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 
PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 
DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 
(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 
LAPORAN POSISI KEUANGAN 
31 DESEMBER 2020 
(Disajikan dalam Rupiah) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 
PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 
DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 
(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 
STATEMENT OF FINANCIAL POSITION 
DECEMBER 31, 2020 
(Expressed in Rupiah) 

31 Desember 2020/  
December 31, 2020  

  Catatan/ 
  Notes 

   31 Desember 2019/  
   December 31, 2019 

ASET   

Kas dan Setara Kas 
Pinjaman kepada Mitra Binaan setelah  
  dikurangi penyisihan kerugian 
  penurunan nilai sebesar 
  Rp124.569.408.120 

 3.912.670.057  

2b,4 

 14.525.142.171  

(2019: Rp81.795.878.437)               

 277.175.265.130 

   2c,2d, 5 

  369.443.464.198 

Pinjaman Bermasalah 
  setelah dikurangi penyisihan 
  penurunan nilai sebesar 
  Rp248.580.056.427 

(2019: Rp191.854.175.051) 

-  

    2f, 6 

                               -   

ASSETS 

Cash and Cash Equivalents 
Loans to Foster Partners 

net of allowance for 
impairment losses of 
Rp124,569,408,120 
(2019: Rp81,795,878,437) 

Troubled Loans 

               net of allowance for   
 impairment losses of  
Rp248,580,056,427 
      (2019: Rp191,854,175,051) 

JUMLAH ASET 

281.087.935.187  

383.968.606.369  

TOTAL ASSETS 

LIABIL ITAS DAN ASET NETO 

LIABILITAS  

LIABILITIES AND NET ASSETS 

LIABILITIES 

Utang dan Liabilitas Lancar  
  Lainnya 
Biaya yang Masih Harus Dibayar                       541.750.000           2g,7                                          -                               Accrued Expenses 
Overpayment of Installments 
2h,8 
Kelebihan Pembayaran Angsuran 

         381.445.366     

Payables and Other 

Current Liabilities 

1.032.569.993  

 159.279.004  

 374.821.274  

         2i 

JUMLAH LIABILITAS 

1.075.850.278  

         1.414.015.359   

TOTAL LIABILITIES 

ASET NETO 

     NET ASSETS 

Aset Neto Tidak Terikat 

     280.012.084.909           2j,9 

      382.554.591.010  

Unrestricted Net Assets 

JUMLAH ASET NETO 

280.012.084.909  

                            382.554.591.010  

TOTAL NET ASSETS 

JUMLAH LIABILITAS DAN 
ASET NETO  

281.087.935.187  

     383.968.606.369   

  TOTAL LIABILITIES AND  
NET ASSETS 

Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan 
bagian integral dari laporan keuangan  

The accompanying notes form an integral part of these 
financial statements  

1 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
     
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 

PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 

PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 

DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 

(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 

LAPORAN POSISI KEUANGAN 

31 DESEMBER 2020 

(Disajikan dalam Rupiah) 

DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 

(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 

STATEMENT OF FINANCIAL POSITION 

DECEMBER 31, 2020 

(Expressed in Rupiah) 

31 Desember 2020/  

  Catatan/ 

   31 Desember 2019/  

December 31, 2020  

  Notes 

   December 31, 2019 

Kas dan Setara Kas 

 3.912.670.057  

2b,4 

 14.525.142.171  

(2019: Rp81.795.878.437)               

 277.175.265.130 

   2c,2d, 5 

  369.443.464.198 

(2019: Rp81,795,878,437) 

JUMLAH ASET 

281.087.935.187  

383.968.606.369  

TOTAL ASSETS 

-  

    2f, 6 

                               -   

      (2019: Rp191,854,175,051) 

ASET   

Pinjaman kepada Mitra Binaan setelah  

  dikurangi penyisihan kerugian 

  penurunan nilai sebesar 

  Rp124.569.408.120 

Pinjaman Bermasalah 

  setelah dikurangi penyisihan 

  penurunan nilai sebesar 

  Rp248.580.056.427 

(2019: Rp191.854.175.051) 

LIABIL ITAS DAN ASET NETO 

LIABILITAS  

Utang dan Liabilitas Lancar  

  Lainnya 

ASSETS 

Cash and Cash Equivalents 

Loans to Foster Partners 

net of allowance for 

impairment losses of 

Rp124,569,408,120 

Troubled Loans 

               net of allowance for   

 impairment losses of  

Rp248,580,056,427 

LIABILITIES AND NET ASSETS 

LIABILITIES 

Payables and Other 

Current Liabilities 

Biaya yang Masih Harus Dibayar                       541.750.000           2g,7                                          -                               Accrued Expenses 

Kelebihan Pembayaran Angsuran 

 159.279.004  

2h,8 

1.032.569.993  

Overpayment of Installments 

 374.821.274  

         2i 

         381.445.366     

JUMLAH LIABILITAS 

1.075.850.278  

         1.414.015.359   

TOTAL LIABILITIES 

ASET NETO 

     NET ASSETS 

Aset Neto Tidak Terikat 

     280.012.084.909           2j,9 

      382.554.591.010  

Unrestricted Net Assets 

JUMLAH ASET NETO 

280.012.084.909  

                            382.554.591.010  

TOTAL NET ASSETS 

JUMLAH LIABILITAS DAN 

ASET NETO  

281.087.935.187  

     383.968.606.369   

  TOTAL LIABILITIES AND  

NET ASSETS 

The original financial statements included herein are in                  

the Indonesian language. 

The original financial statements included herein are in                  

the Indonesian language. 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 
PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 
DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 
(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 
LAPORAN AKTIVITAS 
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 
31 Desember 2020 
(Disajikan dalam Rupiah) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 
PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 
DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 
(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 
STATEMENT OF ACTIVITIES 
For the year ended  
December 31, 2020 
(Expressed in Rupiah) 

  Tahun yang Berakhir pada 
     tanggal 31 Desember/  
     Year ended December 31 

2020 

  Catatan/ 
  Notes 

2019 

PERUBAHAN ASET NETO 
TIDAK TERIKAT 
PENDAPATAN 
Pendapatan Jasa Administrasi 
  Pinjaman 
Pendapatan Bunga: 
  Program Kemitraan 
Pendapatan Lain - lain 

8.080.049.220  

        10 

          7.285.283.764     

462.292.664  
873.199.261  

        11 
12 

622.454.405  
2.779.678  

CHANGES IN UNRESTRICTED 
NET ASSETS 
REVENUE 
Loan Administration Service 

    Income 
Interest Income on: 

Partnership Program 

Other Income 

JUMLAH PENDAPATAN 

           9.415.541.145                                      7.910.517.847                             TOTAL REVENUE 

BEBAN 

(Pemulihan) Kerugian Penyisihan 
  Penurunan Nilai Pinjaman, neto 
Dana Pembinaan Kemitraan 
Pelimpahan Dana ke BUMN 
  Penyalur Lainnya 

99.499.411.059  
          11.111.980.420  

5d 
        14 

      (15.513.383.232) 
 18.281.336.771  

-  

13,17 

25.000.000.000  

Penyaluran Dana Bina Lingkungan 
Beban Lainnya 

-  
1.346.655.767  

15a 
16 

 7.356.888.116  
- 

EXPENSES 

(Recovery) Allowance for  

Impairment of Loans, net 
Fostering Partnership Funds 
Fund transferred to  

      Other Foster SOE 
Community Development 
                       Funds Distribution 
Other Expenses 

JUMLAH BEBAN 

111.958.047.246  

35.124.841.655  

TOTAL EXPENSES 

(102.542.506.101)   

(27.214.323.808)  

 DECREASE IN 
UNRESTRICTED NET ASSETS 
FOR THE YEAR 

-  

-  

RESTRICTED NET ASSETS 
FOR THE YEAR 

PENURUNAN 
ASET NETO TIDAK TERIKAT 
TAHUN BERJALAN 

ASET NETO TERIKAT 
TAHUN BERJALAN 

PENURUNAN ASET NETO 
TAHUN BERJALAN 

ASET NETO AWAL TAHUN 

382.554.591.010 

409.768.914.818 

(102.542.506.101)   

(27.214.323.808)  

 DECREASE IN NET ASSETS  
FOR THE YEAR 

NET ASSETS 
AT BEGINNING OF YEAR 

ASET NETO AKHIR TAHUN 

280.012.084.909 

      382.554.591.010   NET ASSETS AT END OF YEAR 

Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan 

The accompanying notes form an integral part of these 

bagian integral dari laporan keuangan  

financial statements  

Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan 
bagian integral dari laporan keuangan  

The accompanying notes form an integral part of these 
financial statements  

1 

2 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
     
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
        
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
   
  
 
 
 
 
  
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
  
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
  
 
   
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
   
 
    
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
 
 
The original financial statements included herein are in                  

the Indonesian language. 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 
PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 
DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 
(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 
LAPORAN ARUS KAS 
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 
31 Desember 2020 
(Disajikan dalam Rupiah) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 
PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 
DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 
(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 
STATEMENT OF CASH FLOWS 
For the year ended  
December 31, 2020 
(Expressed in Rupiah) 

   Tahun yang Berakhir pada 
     tanggal 31 Desember/  
     Year ended December 31, 

2020   

  2019 

AKTIVITAS OPERASI 
Penurunan aset neto tahun berjalan 

  (102.542.506.101)   

(27.214.323.808)   

OPERATING ACTIVITIES 
Decrease in net assets for the year 

Penyesuaian 
Penambahan (Pemulihan) Penyisihan 
  Penurunan Nilai Pinjaman, neto 
Kelebihan Pembayaran Angsuran yang Diakui  
  sebagai Pendapatan Lain-lain 

  99.499.411.059  

(15.513.383.232)    Allowance for Impairment of Loans, net 

(873.290.989) 

-            

Recognized as Other Income 

Overpayment of Installments 

Adjustments 
Addition/(Recovery of)  

Perubahan aset dan liabilitas 
Pinjaman kepada Mitra Binaan 
Kelebihan Pembayaran Angsuran 
Utang dan Liabilitas Lancar Lainnya 
Biaya yang Masih Harus Dibayar 

KAS NETO DIGUNAKAN UNTUK 
AKTIVITAS OPERASI 

     (7.231.211.991) 

39.154.823.503   
-            (502.796.398)    
      (1.468.116.359)   
-    

 (6.624.092) 
541.750.000  

Changes in asset and liability 
Loans to Fosters Partners 
       Overpayment of Installments 
 Payables and Other Current Liabilities 
Accrued Expenses 

   (10.612.472.114)    

(5.543.796.294)   

NET CASH FLOWS USED TO  

OPERATING ACTIVITIES 

PENURUNAN 
KAS DAN SETARA KAS 

   (10.612.472.114) 

DECREASE IN  
     (5.543.796.294)                 CASH AND CASH EQUIVALENTS 

KAS DAN SETARA KAS PADA 
AWAL TAHUN 

KAS DAN SETARA KAS PADA 
AKHIR TAHUN 

     14.525.142.171  

     20.068.938.465    

3.912.670.057  

14.525.142.171   

CASH AND CASH EQUIVALENTS 
AT BEGINNING OF YEAR 

CASH AND CASH EQUIVALENTS 
AT END OF YEAR 

Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan 
bagian integral dari laporan keuangan  

The accompanying notes form an integral part of these 
financial statements  

3 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
  
 
    
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
    
 
 
 
  
 
    
 
 
  
 
    
 
 
 
 
  
 
    
 
 
    
          
 
 
 
  
 
    
 
 
 
     
 
 
       
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
  
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
  
 
   
 
 
 
 
  
 
    
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
  
 
    
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 

PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 

PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 

DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 

(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 

LAPORAN ARUS KAS 

Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 

31 Desember 2020 

(Disajikan dalam Rupiah) 

DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 

(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 

STATEMENT OF CASH FLOWS 

For the year ended  

December 31, 2020 

(Expressed in Rupiah) 

   Tahun yang Berakhir pada 

     tanggal 31 Desember/  

     Year ended December 31, 

2020   

  2019 

AKTIVITAS OPERASI 

Penurunan aset neto tahun berjalan 

  (102.542.506.101)   

(27.214.323.808)   

Decrease in net assets for the year 

Penyesuaian 

Penambahan (Pemulihan) Penyisihan 

  Penurunan Nilai Pinjaman, neto 

Kelebihan Pembayaran Angsuran yang Diakui  

  sebagai Pendapatan Lain-lain 

(873.290.989) 

-            

Recognized as Other Income 

  99.499.411.059  

(15.513.383.232)    Allowance for Impairment of Loans, net 

OPERATING ACTIVITIES 

Adjustments 

Addition/(Recovery of)  

Overpayment of Installments 

Perubahan aset dan liabilitas 

Pinjaman kepada Mitra Binaan 

Kelebihan Pembayaran Angsuran 

Utang dan Liabilitas Lancar Lainnya 

Biaya yang Masih Harus Dibayar 

KAS NETO DIGUNAKAN UNTUK 

AKTIVITAS OPERASI 

PENURUNAN 

KAS DAN SETARA KAS 

KAS DAN SETARA KAS PADA 

AWAL TAHUN 

KAS DAN SETARA KAS PADA 

AKHIR TAHUN 

     (7.231.211.991) 

39.154.823.503   

-            (502.796.398)    

Changes in asset and liability 

Loans to Fosters Partners 

       Overpayment of Installments 

 (6.624.092) 

      (1.468.116.359)   

 Payables and Other Current Liabilities 

541.750.000  

-    

Accrued Expenses 

   (10.612.472.114)    

(5.543.796.294)   

NET CASH FLOWS USED TO  

OPERATING ACTIVITIES 

DECREASE IN  

   (10.612.472.114) 

     (5.543.796.294)                 CASH AND CASH EQUIVALENTS 

     14.525.142.171  

     20.068.938.465    

3.912.670.057  

14.525.142.171   

CASH AND CASH EQUIVALENTS 

AT BEGINNING OF YEAR 

CASH AND CASH EQUIVALENTS 

AT END OF YEAR 

The original financial statements included herein are in                  

the Indonesian language. 

The original financial statements included herein are in       

the Indonesian language. 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 
PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 
DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 
(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 
31 Desember 2020 dan Tahun yang 
Berakhir pada Tanggal tersebut 
(Disajikan dalam Rupiah) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 
PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 
DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 
(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 
As of December 31, 2020 and 
for the Year then Ended 
(Expressed in Rupiah) 

1. 

INFORMASI  MENGENAI  UNIT  COMMUNITY 
DEVELOPMENT CENTER  

1. 

INFORMATION 
DEVELOPMENT CENTER UNIT 

OF 

COMMUNITY  

a.  Pendirian 

dan 

Informasi 

Umum

a.  Establishment and General Information 

Pusat 

Perseroan 

Lingkungan 

Indonesia  Tbk 

Pusat  Pengelolaan  Program  Kemitraan  dan 
Program  Bina 
(Community 
Development  Center)  (“CDC”)  didirikan  oleh 
(Persero) 
Perusahaan 
(BUMN 
PT Telekomunikasi 
Pembina)  melalui  Keputusan  Direksi  No. 61/ 
PS150/  CTG-10/  2003  tentang  Pembentukan 
Organisasi 
Program 
Kemitraan  dan  Program  Bina  Lingkungan 
(Community  Development  Center).  Keputusan 
telah  berubah  beberapa  kali. 
Direksi 
ini 
Keputusan  Direksi 
terakhir  kali  diubah 
ini 
melalui Keputusan Direksi No. KD. 12/ PS150/ 
COP-B0030000/2008  tanggal  5  Februari  2008 
tentang  Organisasi  Pusat  Pengelolaan 
Program  Kemitraan  dan  Program  Bina 
Lingkungan (Community Development Center). 

Pengelola 

Perseroan 

Lingkungan 

Pusat  Pengelolaan  Program  Kemitraan  dan 
Program  Bina 
(Community 
Development Center) (“CDC”) was established 
by 
(Persero) 
Perusahaan 
Indonesia  Tbk  (“Foster 
PT Telekomunikasi 
SOE”)  based  on  Decree  of  the  Directors 
No. 61/PS150/CTG-10/2003 
regarding 
Establishment  of  Organization  of  Pusat 
Pengelolaan Program Kemitraan dan Program 
Bina  Lingkungan  (Community  Development 
Center). This Decree of the Directors has been 
ammended 
latest 
amendment was under Decree of the Directors 
No. KD. 12/PS150/COPB0030000/ 2008 dated 
February  5,  2008  regarding  Organization  of 
Pusat  Pengelolaan  Program  Kemitraan  dan 
Program  Bina 
(Community 
Development Center). 

times.  The 

Lingkungan 

several 

implementasi  dari 
CDC  didirikan  sebagai 
Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara 
(“BUMN”)  No.  KEP-236/  MBU/  2003  tanggal                
17  Juni  2003  tentang  Program  Kemitraan 
BUMN  dan  Usaha  Kecil  dan  Program  Bina 
Lingkungan.  Keputusan  Menteri  BUMN 
tersebut  didasarkan  pada  Undang-Undang 
Republik Indonesia No. 19 Tahun 2003 tentang 
penyisihan 
laba  untuk  pembinaan  usaha 
kecil/koperasi serta pembinaan masyarakat. 

CDC  was  established  as  an  implementation 
from  the  Decree  of  Minister  of  State-Owned 
Enterprises  (“SOE”)  No.  KEP-236/MBU/2003 
dated  June  17,  2003 
regarding  SOE’s 
Partnership  Program  and  Small  Enterprises 
and  Community  Development  Program.  The 
Decree of Minister SOE was based on The Law 
of  Republic  of  Indonesia  No.  19  Tahun  2003 
regarding  allowance  from  profit  to  develop 
small/cooperative  business  and  community 
development. 

Sebagai 

Perseroan 

Pada  tanggal  27  April  2007,  Kementerian 
BUMN  memberlakukan  PER-05/MBU/2007 
menggantikan  Keputusan  Menteri  BUMN 
No. KEP-236/MBU/2003. 
bentuk  
implementasi  dari  PER-05/MBU/2007,  Direksi 
(Persero) 
Perusahaan 
PT Telekomunikasi 
Tbk 
mengeluarkan  Keputusan  Direksi  No.  KD.  30/ 
PR000/ COP - B0030000/ 2007 tanggal 6 Juni 
2007 tentang  Pengelolaan  Program  Kemitraan 
dan  Program  Bina  Lingkungan  yang  kemudian 
diubah  dengan  Keputusan  Direksi  No.  KD.21/ 
PR000/  COP-B0030000/2010  tanggal  19  April 
2010 tentang  Pengelolaan  Program  Kemitraan 
dan Program Bina Lingkungan. 

Indonesia 

Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan 

The accompanying notes form an integral part of these 

bagian integral dari laporan keuangan  

financial statements  

3 

4 

Indonesia 

Telekomunikasi 
Decree 

On April 27, 2007, Ministry of SOE issued PER-
05/MBU/2007  replaced  the  Decree  of  Minister 
of  SOE  No.  KEP-236/MBU/2003.  As  an 
implementation  of  PER-05/MBU/2007, 
the 
Directors  of  Perusahaan  Perseroan  (Persero) 
PT 
issued 
of 
No. KD. 30/PR000/COP-B0030000/2007 dated 
regarding  Management  of 
June  6,  2007 
Partnership 
Community 
Development Program which then is amended 
No. 
by 
of 
dated 
KD.21/PR0000/COP-B0030000/2010 
April  19,  2010  regarding  Management  of 
Partnership 
Community 
Program 
Development Program. 

Directors 

Program 

Decree 

and 

and 

the 

the 

Tbk                     
Directors                              

 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
  
 
    
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
    
 
 
 
  
 
    
 
 
  
 
    
 
 
 
 
  
 
    
 
 
    
          
 
 
 
  
 
    
 
 
 
     
 
 
       
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
  
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
  
 
   
 
 
 
 
  
 
    
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
  
 
    
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
The original financial statements included herein are in       

the Indonesian language. 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 
PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 
DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 
(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 
31 Desember 2020 dan Tahun yang 
Berakhir pada Tanggal tersebut 
(Disajikan dalam Rupiah) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 
PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 
DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 
(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 
As of December 31, 2020 and 
for the Year then Ended 
(Expressed in Rupiah) 

1. 

INFORMASI  MENGENAI  UNIT  COMMUNITY 
DEVELOPMENT CENTER (lanjutan) 

1. 

INFORMATION 
DEVELOPMENT CENTER UNIT (continued) 

OF 

COMMUNITY  

a.  Pendirian  dan  Informasi  Umum  (lanjutan)

  a.  Establishment  and  General 

Information 

(continued) 

pada 

perubahan 

PER-05/MBU/2007  telah  diubah  beberapa  kali 
termasuk 
10  September  2013,  Kementerian  BUMN 
mengeluarkan  PER-08/MBU/2013 
tentang 
perubahan  keempat  atas  Peraturan  Menteri 
BUMN No. PER-05/MBU/2007 tentang Program 
Kemitraan  BUMN  dengan  Usaha  Kecil  dan 
Program Bina Lingkungan. Pada tanggal 22 Mei 
2015,  Kementerian  BUMN  telah  menerbitkan 
Peraturan  Menteri  BUMN  No:  PER-
07/MBU/05/2015  tentang  Program  Kemitraan 
Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil 
dan  Program  Bina  Lingkungan  sebagai 
pengganti PER-05/MBU/2007. 

tanggal                                      

the 

PER-05/MBU/2007 

for 
PER-05/MBU/2007  has  been  amended 
several  times  including  the  amendment  on 
September  10,  2013,  Minister  of  SOE  issued 
PER-08/MBU/2013 
fourth 
regarding 
amendment  of  regulation  of  Ministry  of  SOE               
No. 
SOE 
Partnership  Program  with  Small  Business  and 
Community Development Program. On May 22, 
2015,  Minister  of  SOE 
SOE 
PER-07/MBU/2015 
No: 
Partnership  Program  with  Small  Business  and 
Community  Development  Program 
replaced 
PER-05/MBU/2007. 

issued 
regarding 

regarding 

regulation                     

Pada tanggal 3 Juli 2015, Kementerian BUMN 
menetapkan  Peraturan  Menteri  BUMN                    
No:  PER-09/MBU/07/2015  menggantikan 
Peraturan  Menteri  BUMN  No:  PER-
07/MBU/05/2015.  

On  July  3,  2015,  Ministry  of  SOE  issued              
PER-09/MBU/07/2015  replaced  the  Decree  of 
Minister of SOE No. PER-07/MBU/2015.  

Pada tanggal 19 Desember 2016, Kementerian 
BUMN  memberlakukan  PER-03/MBU/12/2016 
sebagai  Perubahan  Pertama 
terhadap 
Peraturan  Menteri  BUMN  No:  PER-
09/MBU/07/2015. 

Pada tanggal 5 Juli 2017, Kementerian BUMN 
memberlakukan 
PER-02/MBU/07/2017 
sebagai  Perubahan  kedua  atas  Peraturan 
Menteri BUMN No: PER-09/MBU/07/2015. 

Pada tanggal 2 April 2020, Kementerian BUMN 
memberlakukan PER-02/MBU/04/2020 sebagai 
Perubahan  ketiga  atas  Peraturan  Menteri 
BUMN No: PER-09/MBU/07/2015. 

On December 19, 2016 Ministry of SOE issued 
PER-03/MBU/12/2016 
the 
Amendments  to  Regulation  of  Ministry  of  SOE 
No: PER-09/MBU/07/2015.  

regarding 

On  July  5,  2017  Ministry  of  SOE 
PER-02/MBU/07/2017 as second amendment of 
Regulation 
Ministry 
No: PER-09/MBU/07/2015. 

of 

issued                    

SOE                                        

On  April  2,  2020  Ministry  of  SOE  issued                    
PER-02/MBU/04/2020  as  third  amendment  of 
Ministry 
Regulation 
No: PER-09/MBU/07/2015. 

of 

SOE                                        

(Persero)                        

Perseroan 

CDC  Pusat  berdomisili  di  Kantor  Pusat 
Perusahaan 
PT  Telekomunikasi  Indonesia  Tbk  (“Telkom”), 
Jl  Jend  Gatot  Subroto  Kav  52  Jakarta. 
Community  Development (“CD”)  Regional dan 
CD  Witel berdomisili  di  Kantor  Divisi  Regional 
(“Divre”)  dan  Kantor  Wilayah  (“Witel”)  Telkom 
yang tersebar di seluruh Indonesia. 

Perseroan 

Perusahaan 

Head office of CDC is domiciled in Head office 
(Persero) 
of 
PT Telekomunikasi  Indonesia  Tbk  (“Telkom”), 
Jend Gatot Subroto Kav 52 Jakarta. Community 
Development  (“CD”)  Regional  and  CD  Witel  is 
domiciled  in  Regional  Division  Office  (“Divre”) 
and Witel Office (“Witel”)  Telkom  which  spread 
all over Indonesia. 

5 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
The original financial statements included herein are in       

the Indonesian language. 

The original financial statements included herein are in       

the Indonesian language. 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 

PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 

PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 

DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 

(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 

31 Desember 2020 dan Tahun yang 

Berakhir pada Tanggal tersebut 

(Disajikan dalam Rupiah) 

DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 

(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 

As of December 31, 2020 and 

for the Year then Ended 

(Expressed in Rupiah) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 
PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 
DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 
(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 
31 Desember 2020 dan Tahun yang 
Berakhir pada Tanggal tersebut 
(Disajikan dalam Rupiah) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 
PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 
DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 
(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 
As of December 31, 2020 and 
for the Year then Ended 
(Expressed in Rupiah) 

1. 

INFORMASI  MENGENAI  UNIT  COMMUNITY 

1. 

INFORMATION 

OF 

COMMUNITY  

DEVELOPMENT CENTER (lanjutan) 

DEVELOPMENT CENTER UNIT (continued) 

1.  INFORMASI  MENGENAI  UNIT  COMMUNITY 

1. 

DEVELOPMENT CENTER (lanjutan) 

INFORMATION 
DEVELOPMENT CENTER UNIT (continued) 

OF 

COMMUNITY  

a.  Pendirian  dan  Informasi  Umum  (lanjutan)

  a.  Establishment  and  General 

Information 

(continued) 

PER-05/MBU/2007  telah  diubah  beberapa  kali 

PER-05/MBU/2007  has  been  amended 

for 

termasuk 

perubahan 

pada 

tanggal                                      

several  times  including  the  amendment  on 

Pada tanggal 3 Juli 2015, Kementerian BUMN 

On  July  3,  2015,  Ministry  of  SOE  issued              

menetapkan  Peraturan  Menteri  BUMN                    

PER-09/MBU/07/2015  replaced  the  Decree  of 

Minister of SOE No. PER-07/MBU/2015.  

10  September  2013,  Kementerian  BUMN 

mengeluarkan  PER-08/MBU/2013 

tentang 

perubahan  keempat  atas  Peraturan  Menteri 

BUMN No. PER-05/MBU/2007 tentang Program 

Kemitraan  BUMN  dengan  Usaha  Kecil  dan 

Program Bina Lingkungan. Pada tanggal 22 Mei 

2015,  Kementerian  BUMN  telah  menerbitkan 

Peraturan  Menteri  BUMN  No:  PER-

07/MBU/05/2015  tentang  Program  Kemitraan 

Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil 

dan  Program  Bina  Lingkungan  sebagai 

pengganti PER-05/MBU/2007. 

No:  PER-09/MBU/07/2015  menggantikan 

Peraturan  Menteri  BUMN  No:  PER-

07/MBU/05/2015.  

Pada tanggal 19 Desember 2016, Kementerian 

BUMN  memberlakukan  PER-03/MBU/12/2016 

sebagai  Perubahan  Pertama 

terhadap 

Peraturan  Menteri  BUMN  No:  PER-

09/MBU/07/2015. 

Pada tanggal 5 Juli 2017, Kementerian BUMN 

memberlakukan 

PER-02/MBU/07/2017 

sebagai  Perubahan  kedua  atas  Peraturan 

Menteri BUMN No: PER-09/MBU/07/2015. 

Pada tanggal 2 April 2020, Kementerian BUMN 

memberlakukan PER-02/MBU/04/2020 sebagai 

Perubahan  ketiga  atas  Peraturan  Menteri 

BUMN No: PER-09/MBU/07/2015. 

September  10,  2013,  Minister  of  SOE  issued 

PER-08/MBU/2013 

regarding 

the 

fourth 

amendment  of  regulation  of  Ministry  of  SOE               

No. 

PER-05/MBU/2007 

regarding 

SOE 

Partnership  Program  with  Small  Business  and 

Community Development Program. On May 22, 

2015,  Minister  of  SOE 

issued 

regulation                     

No: 

PER-07/MBU/2015 

regarding 

SOE 

Partnership  Program  with  Small  Business  and 

Community  Development  Program 

replaced 

PER-05/MBU/2007. 

On December 19, 2016 Ministry of SOE issued 

PER-03/MBU/12/2016 

regarding 

the 

Amendments  to  Regulation  of  Ministry  of  SOE 

No: PER-09/MBU/07/2015.  

On  July  5,  2017  Ministry  of  SOE 

issued                    

PER-02/MBU/07/2017 as second amendment of 

Ministry 

Regulation 

No: PER-09/MBU/07/2015. 

of 

SOE                                        

On  April  2,  2020  Ministry  of  SOE  issued                    

PER-02/MBU/04/2020  as  third  amendment  of 

Ministry 

Regulation 

No: PER-09/MBU/07/2015. 

of 

SOE                                        

CDC  Pusat  berdomisili  di  Kantor  Pusat 

Head office of CDC is domiciled in Head office 

Perusahaan 

Perseroan 

(Persero)                        

of 

Perusahaan 

Perseroan 

(Persero) 

PT  Telekomunikasi  Indonesia  Tbk  (“Telkom”), 

Jl  Jend  Gatot  Subroto  Kav  52  Jakarta. 

Community  Development (“CD”)  Regional dan 

CD  Witel berdomisili  di  Kantor  Divisi  Regional 

(“Divre”)  dan  Kantor  Wilayah  (“Witel”)  Telkom 

yang tersebar di seluruh Indonesia. 

PT Telekomunikasi  Indonesia  Tbk  (“Telkom”), 

Jend Gatot Subroto Kav 52 Jakarta. Community 

Development  (“CD”)  Regional  and  CD  Witel  is 

domiciled  in  Regional  Division  Office  (“Divre”) 

and Witel Office (“Witel”)  Telkom  which  spread 

all over Indonesia. 

b.  Kegiatan Utama 

b.  Primary Activities 

Kegiatan  utama  yang  dilakukan  CDC  dalam 
kemitraan  dan  program  bina 
program 
lingkungan (“PKBL”) meliputi kegiatan sebagai 
berikut:

1)  Penyaluran 

dana 
membiayai  modal 
pembelian  aktiva 
meningkatkan produksi dan penjualan. 

pinjaman 
untuk 
kerja  dan  atau 
tetap  dalam  rangka 

2)  Penyaluran  dana  pinjaman 

tambahan 
untuk  membiayai  kebutuhan  dana  dalam 
pelaksanaan kegiatan usaha Mitra Binaan 
yang bersifat jangka pendek dalam rangka 
memenuhi  pesanan  dari  rekanan  usaha 
Mitra Binaan. 

3)  Pemberian bantuan dana bina lingkungan 
yang  digunakan  untuk 
tujuan  yang 
memberikan manfaat  kepada masyarakat 
di  wilayah  usaha  dalam  bentuk  bantuan 
untuk: 
a.  Korban bencana alam 
b.  Pendidikan dan/atau pelatihan 
c.  Peningkatan kesehatan 
d.  Pengembangan  prasarana  dan/atau 

sarana umum 
e.  Sarana ibadah 
f.  Pelestarian alam 
g.  Sosial kemasyarakatan dalam rangka 

pengentasan kemiskinan 

The  primary  activities  of  CDC  in  Partnership 
and  Community  Development 
Program 
Program 
following 
(“PKBL”) 
activities: 

include 

the 

1)  Distribution  of  funds  to  finance  working 
capital loans and or purchase of fixed assets 
to increase production and sales. 

2)  Additional  loans  distribution  to  finance  the 
short-term  funding  requirements  for  the 
operations  of  the  Foster  Partners  to  fulfill 
orders  from  the  business  partner  of  the 
Foster Partners. 

3)  Community  development  donation  funds  is 
used 
the 
community  in  the  areas  of  business  in  the 
form of assistance for: 

for  purposes 

that  benefit 

a.  Natural disaster victims 
b.  Education and/or training 
c.  Health improvement 
d.  Developments  of  infrastructure  and/or 

public facilities 
e.  Places of worship 
f.  Nature conservation 
g.  Civil  society 
alleviation 

in  order 

for  poverty 

4)  Pelaporan kegiatan PKBL. 

4)  Reporting of PKBL activities. 

c.  Sumber Dana 

c.  Funding Resources 

Sumber  dana  CDC  adalah  berasal  dari 
anggaran  yang  diperhitungkan  sebagai  biaya 
Perusahaan 
PT  Telekomunikasi  Indonesia  Tbk  sebagai 
BUMN Pembina dan hasil pengembangan dana 
program. 

Perseroan 

(Persero)                         

Source of CDC’s funding is derived from budget 
which has been decided as part of Perusahaan 
(Persero)  PT  Telekomunikasi 
Perseroan 
Indonesia  Tbk  expenses  as  Fosters  SOE  and 
fund development program. 

5 

6 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
The original financial statements included herein are in       

the Indonesian language. 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 
PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 
DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 
(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 
31 Desember 2020 dan Tahun yang 
Berakhir pada Tanggal tersebut 
(Disajikan dalam Rupiah) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 
PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 
DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 
(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 
As of December 31, 2020 and 
for the Year then Ended 
(Expressed in Rupiah) 

1.  INFORMASI  MENGENAI  UNIT  COMMUNITY 

1. 

DEVELOPMENT CENTER (lanjutan) 

INFORMATION 
DEVELOPMENT CENTER UNIT (continued) 

OF 

COMMUNITY  

d.  Susunan Pengelola 

d.  Management Structure 

Susunan  Pengelola  CDC  pada 
31  Desember  2020  dan  2019  adalah  sebagai 
berikut: 

tanggal                   

Management Structure of CDC as of December 
31, 2020 and 2019 is as follows: 

  Senior General Manager     

Hery Susanto 

 Sindhu Aryanto                                      Senior General Manager 

31 Desember/ December 31 

2020 

2019 

  Pengelola Fungsi Dukungan: 
  Senior Manager Perencanaan dan   
    Pengendalian 
  Senior Manager Keuangan  
  Senior Manager 
    Program Kemitraan 
  Senior Manager 

        M. Wahyudi   

M. Wahyudi      

    Haris Widjanarko       Haris Widjanarko    

   Romles Simanjuntak  Romles Simanjuntak         

Supporting Management: 
  Senior Manager of Planning and 

Controlling 

Senior Manager of Finance 
Senior Manager of  

Partnership Program 

    Senior Manager of Community 

  Program Bina Lingkungan  

Suharsono  

Hery Susanto                                Development Program                                                                                                                                                            

Berdasarkan  KD.21/PR000/COP-B0030000/ 
2010 tentang Pengelolaan Program Kemitraan 
dan Program Bina Lingkungan yang kemudian 
diubah  dengan  PD.702.00/r.00/PR000/  CDC- 
A1040000/2015  tanggal  10  Desember  2015 
tentang  Pengelolaan  Program  Kemitraan  dan 
Program  Bina  Lingkungan,  CDC  di  supervisi 
oleh  Direktur  Human  Capital  Management 
(HCM).  Pada  tanggal  31  Desember  2020  dan 
2019,  Direktur  HCM  masing-masing  adalah 
Bapak Afriwandi dan Bapak Edi Witjara. 

Jumlah  pengelola  untuk  tahun  yang  berakhir 
pada  tanggal  31  Desember  2020  dan  2019 
adalah sebagai berikut: 

Based  on  KD.21/PR000/COP-B0030000/2010 
regarding Management of Partnership Program 
and  Community  Development  Program  which 
was amended by PD.702.00/r.00/PR000/ CDC- 
A1040000/2015  tanggal  10  Desember  2015 
regarding Management of Partnership Program 
and Community Development Program, CDC is 
supervised  by  the  Director  of  Human  Capital 
Management (HCM). As of December 31, 2020 
and 2019, the Director of HCM is Mr. Afriwandi 
and Mr. Edi Witjara. 

Number  of  employees  as  of  December  31, 
2020 and 2019 is as follows: 

31 Desember/ December 31, 

2020 

2019 

CDC Pusat 

24  

26    

   CDC Corporate 

Seluruh  pegawai  adalah  pegawai  yang 
memperoleh  gaji  dan  manfaat  lainnya  dari 
BUMN Pembina sehingga masalah penerapan 
Imbalan Kerja (PSAK No. 24) dilaksanakan dan 
menjadi beban Telkom. 

Pemotongan  dan  penyetoran  atas  pajak 
penghasilan  pasal  21  atas  pegawai  BUMN 
Pembina  yang  ditempatkan  di  CDC  dilakukan 
oleh BUMN Pembina. 

All employees are employees who earn salaries 
and other benefits from Foster SOE so that the 
implementation  of  Employee  Benefits  (PSAK 
No.  24)  is  implemented  by  and  charged  to 
Telkom. 

Witholding  and  payment 
tax 
Article 21  of  Foster  SOE  employee  who  is 
assigned at CDC are performed by Foster SOE. 

income 

for 

e.  Otorisasi Penerbitan Laporan Keuangan 

e.  Authorization  of  the  Issuance  of  Financial 

telah  diselesaikan  dan 
Laporan  keuangan 
disahkan untuk diterbitkan oleh Pengelola CDC 
pada posisi tanggal 23 Februari 2021. 

Statement 
The  financial  statements  were  completed  and 
authorized for  issuance  by  CDC  Management 
on February 23, 2021. 

7 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
                                                                                       
 
 
 
 
 
 
   
  
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
   
  
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
   
 
       
  
  
 
    
   
 
 
  
 
 
 
   
 
   
 
 
   
  
 
    
   
 
 
   
 
 
 
   
 
   
 
       
  
   
    
   
 
 
   
 
   
 
 
 
   
 
   
 
                                  
 
    
 
 
 
 
  
    
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
  
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
   
  
 
 
 
 
 
 
 
   
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
The original financial statements included herein are in       

the Indonesian language. 

The original financial statements included herein are in       

the Indonesian language. 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 

PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 

PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 

DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 

(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 

31 Desember 2020 dan Tahun yang 

Berakhir pada Tanggal tersebut 

(Disajikan dalam Rupiah) 

DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 

(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 

As of December 31, 2020 and 

for the Year then Ended 

(Expressed in Rupiah) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 
PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 
DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 
(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 
31 Desember 2020 dan Tahun yang 
Berakhir pada Tanggal tersebut 
(Disajikan dalam Rupiah) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 
PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 
DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 
(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 
As of December 31, 2020 and 
for the Year then Ended 
(Expressed in Rupiah) 

1.  INFORMASI  MENGENAI  UNIT  COMMUNITY 

1. 

INFORMATION 

OF 

COMMUNITY  

DEVELOPMENT CENTER (lanjutan) 

DEVELOPMENT CENTER UNIT (continued) 

2.  IKHTISAR  KEBIJAKAN  AKUNTANSI  YANG 

2.  SUMMARY  OF  SIGNIFICANT  ACCOUNTING 

SIGNIFIKAN 

POLICIES 

Kebijakan akuntansi signifikan dan diterapkan dalam 
menyusun  laporan  keuangan  untuk  Tahun  yang 
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 
adalah sebagai berikut: 

 The  significant  accounting  principles  which  are 
applied  consistently  in  the  preparation  of  the 
financial statements for period ended December 31, 
2020 and 2019 are as follows: 

a.     Dasar Penyusunan Laporan Keuangan  

a.  Basis of Preparation of Financial Statements 

Laporan  keuangan  disusun  berdasarkan 
Standar  Akuntansi  Keuangan  Entitas  Tanpa 
Akuntabilitas  Publik 
(SAK  ETAP)  yang 
diterbitkan  oleh  Dewan  Standar  Akuntansi 
Keuangan - Ikatan Akuntan Indonesia. 

   The  financial  statement  is  prepared  based  on 
Non  -  Publicly  Accountable  Entities  Financial 
Accounting  Standards  (SAK  ETAP)  that  was 
issued  by  The  Financial  Accounting  Standard 
Board - Indonesian Institute of accountants. 

Hery Susanto                                Development Program                                                                                                                                                            

BUMN                                 

Letter                             

Menteri 

Penerapan  SAK  ETAP  atas  penyusunan 
laporan  keuangan  didasarkan  pada  Surat 
Edaran 
No:  SE-02/MBU/Wk/2012  tanggal  23  Februari 
2012  tentang  Penetapan  Pedoman  Akuntansi 
Program Kemitraan dan Bina Lingkungan yang 
berlaku mulai tahun 2012.  

Negara 

  The 

in 

of  SOE  Circular 

implementation  of  SAK  ETAP 

the 
preparation  of the financial statement  is  based 
on  Minister 
No:  SE-02/MBU/Wk/2012  dated  February  23, 
2012  regarding  Determination  Guidance  of 
Accounting  Standard  for  Partnership  Program 
and Community Development that starting from 
2012. 

Laporan  keuangan  disusun  dengan  dasar 
akrual,  kecuali  untuk  beberapa  akun  tertentu 
yang  disusun  berdasarkan  pengukuran  lain 
sebagaimana  diuraikan  dalam 
kebijakan 
akuntansi terkait. 

Laporan  arus  kas  yang  disajikan  dengan 
menggunakan  metode 
langsung, 
menyajikan  penerimaan  dan  pengeluaran  kas 
dan  setara  kas  yang  diklasifikasikan ke dalam 
aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. 

tidak 

    The  financial  statements  are  prepared  on  the 
accrual  basis,  except  for  certain  accounts  that 
are  prepared  based  on other measurement  as 
explained in related accounting policy. 

The  statements  of  cash  flows  are  presented 
using  the  indirect  method,  presenting  cash 
receipt and payment and cash equivalents that 
are  classified  into  operating,  investing  and 
financing activities. 

Tahun  buku  CDC  adalah  1  Januari 
31 Desember. 

-                         

The financial reporting period of CDC is January 
1 - December 31. 

Mata  uang  yang  digunakan  pada  laporan 
keuangan adalah Rupiah yang juga merupakan 
mata uang fungsionalnya. 

in 

  Amounts 

the 

financial  statements  are 
presented  in  Rupiah  which  also  represents  its 
functional currency. 

b.  Kas dan Setara Kas

b.  Cash and Cash Equivalents 

Kas  dan  setara kas  terdiri  atas  kas  dan  bank, 
dan  semua  deposito  berjangka  yang  tidak 
dibatasi  penggunaannya,  yang  jatuh  tempo 
dalam  tiga  bulan  atau  kurang  sejak  tanggal 
penempatan. 

  Cash  and cash  equivalents  consist  of cash  on 
hand  and  in  banks,  and  unrestricted  time 
deposits with maturities of three months or less 
since placement date. 

7 

8 

d.  Susunan Pengelola 

d.  Management Structure 

Susunan  Pengelola  CDC  pada 

tanggal                   

Management Structure of CDC as of December 

31  Desember  2020  dan  2019  adalah  sebagai 

31, 2020 and 2019 is as follows: 

berikut: 

31 Desember/ December 31 

2020 

2019 

Hery Susanto 

 Sindhu Aryanto                                      Senior General Manager 

  Senior Manager Perencanaan dan   

        M. Wahyudi   

M. Wahyudi      

  Senior Manager of Planning and 

  Senior General Manager     

  Pengelola Fungsi Dukungan: 

    Pengendalian 

  Senior Manager 

    Program Kemitraan 

  Senior Manager 

  Senior Manager Keuangan  

    Haris Widjanarko       Haris Widjanarko    

   Romles Simanjuntak  Romles Simanjuntak         

Supporting Management: 

Controlling 

Senior Manager of Finance 

Senior Manager of  

Partnership Program 

    Senior Manager of Community 

  Program Bina Lingkungan  

Suharsono  

Berdasarkan  KD.21/PR000/COP-B0030000/ 

2010 tentang Pengelolaan Program Kemitraan 

dan Program Bina Lingkungan yang kemudian 

diubah  dengan  PD.702.00/r.00/PR000/  CDC- 

A1040000/2015  tanggal  10  Desember  2015 

tentang  Pengelolaan  Program  Kemitraan  dan 

Program  Bina  Lingkungan,  CDC  di  supervisi 

oleh  Direktur  Human  Capital  Management 

(HCM).  Pada  tanggal  31  Desember  2020  dan 

2019,  Direktur  HCM  masing-masing  adalah 

Bapak Afriwandi dan Bapak Edi Witjara. 

Jumlah  pengelola  untuk  tahun  yang  berakhir 

pada  tanggal  31  Desember  2020  dan  2019 

adalah sebagai berikut: 

Based  on  KD.21/PR000/COP-B0030000/2010 

regarding Management of Partnership Program 

and  Community  Development  Program  which 

was amended by PD.702.00/r.00/PR000/ CDC- 

A1040000/2015  tanggal  10  Desember  2015 

regarding Management of Partnership Program 

and Community Development Program, CDC is 

supervised  by  the  Director  of  Human  Capital 

Management (HCM). As of December 31, 2020 

and 2019, the Director of HCM is Mr. Afriwandi 

and Mr. Edi Witjara. 

Number  of  employees  as  of  December  31, 

2020 and 2019 is as follows: 

31 Desember/ December 31, 

2020 

2019 

CDC Pusat 

24  

26    

   CDC Corporate 

Seluruh  pegawai  adalah  pegawai  yang 

memperoleh  gaji  dan  manfaat  lainnya  dari 

BUMN Pembina sehingga masalah penerapan 

Imbalan Kerja (PSAK No. 24) dilaksanakan dan 

menjadi beban Telkom. 

Pemotongan  dan  penyetoran  atas  pajak 

penghasilan  pasal  21  atas  pegawai  BUMN 

Pembina  yang  ditempatkan  di  CDC  dilakukan 

oleh BUMN Pembina. 

All employees are employees who earn salaries 

and other benefits from Foster SOE so that the 

implementation  of  Employee  Benefits  (PSAK 

No.  24)  is  implemented  by  and  charged  to 

Telkom. 

Witholding  and  payment 

for 

income 

tax 

Article 21  of  Foster  SOE  employee  who  is 

assigned at CDC are performed by Foster SOE. 

e.  Otorisasi Penerbitan Laporan Keuangan 

e.  Authorization  of  the  Issuance  of  Financial 

Laporan  keuangan 

telah  diselesaikan  dan 

disahkan untuk diterbitkan oleh Pengelola CDC 

pada posisi tanggal 23 Februari 2021. 

Statement 

The  financial  statements  were  completed  and 

authorized for  issuance  by  CDC  Management 

on February 23, 2021. 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
                                                                                       
 
 
 
 
 
 
   
  
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
   
  
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
   
 
       
  
  
 
    
   
 
 
  
 
 
 
   
 
   
 
 
   
  
 
    
   
 
 
   
 
 
 
   
 
   
 
       
  
   
    
   
 
 
   
 
   
 
 
 
   
 
   
 
                                  
 
    
 
 
 
 
  
    
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
  
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
   
  
 
 
 
 
 
 
 
   
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
The original financial statements included herein are in       

the Indonesian language. 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 
PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 
DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 
(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 
31 Desember 2020 dan Tahun yang 
Berakhir pada Tanggal tersebut 
(Disajikan dalam Rupiah) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 
PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 
DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 
(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 
As of December 31, 2020 and 
for the Year then Ended 
(Expressed in Rupiah) 

2.  IKHTISAR  KEBIJAKAN  AKUNTANSI  YANG 

2.  SUMMARY  OF  SIGNIFICANT  ACCOUNTING 

SIGNIFIKAN (lanjutan) 

POLICIES (continued) 

c.  Pinjaman 

c.  Loans 

Pinjaman  pada  awalnya  diakui  sebesar  nilai 
wajar  dan  selanjutnya  diukur  pada  biaya 
perolehan  diamortisasi,  setelah  dikurangi 
penyisihan 
nilai.  Penyisihan 
penurunan nilai dibentuk berdasarkan evaluasi 
Pengurus  terhadap  tingkat  ketertagihan  saldo 
pinjaman. 

penurunan 

Pinjaman  kepada  BUMN  Pembina  Lain  atau 
Lembaga  Penyalur  merupakan pinjaman  yang 
diberikan  kepada  unit  PKBL  atau  Lembaga 
Penyalur  sebagai  bentuk  sinergi  antar  unit 
PKBL. 

Pinjaman kepada mitra binaan dicatat sebagai 
pinjaman  sebesar  pokok  pinjaman  yang 
diberikan dan jasa administrasi pinjaman yang 
telah  jatuh  tempo  sesuai  dengan  kontrak. 
Pendapatan jasa administrasi pinjaman dicatat 
sebagai  pinjaman  kepada  mitra  binaan  dan 
pendapatan secara akrual untuk pinjaman yang 
berkualitas lancar dan kurang lancar. 

Pinjaman  kepada  mitra  binaan  dan  BUMN 
Pembina Lain atau Lembaga Penyalur disajikan 
dalam laporan posisi keuangan pada kelompok 
aset  lancar  sebesar  jumlah  yang  diharapkan 
dapat  ditagih  dari  mitra  binaan  walaupun 
pengembalian  pinjaman  yang  disepakati  akan 
diterima melebihi satu tahun setelah akhir tahun 
pelaporan. 

Loans  are  initially  measured  based  on  fair 
subsequently  measured  at 
values  and 
amortized cost, after deducted by allowance for 
losses.  The 
impairment 
for 
impairment 
is  based  on  Management’s 
evaluation on the collectability of these loans. 

allowance 

Loans  to  Other  Foster  SOE  or  Distribution 
Partners represents loans given to PKBL unit or 
Distributing  Partners  as  synergy  form  among 
PKBL units. 

Loans  to  foster  partners  are  recognized  in  the 
amount  of  principal  and  administration  service 
income  earned  as  agreed  in  the  contract. 
Administration  service  income  are  recorded  as 
loan  to  foster  partners  and  as  revenues  on 
accrual basis for loans classified as current and 
substandard loans. 

Loans to foster partners and Other Foster SOE 
or  Distributing  Partners  are  presented 
in 
statement of financial position as a current asset 
at  its  realizable  value  although  the  agreed 
repayment of loans may be more than one year 
after reporting period. 

Penggolongan  kualitas  pinjaman  ditetapkan 
sebagai berikut: 
i. 

tepat  waktu  atau 
pembayaran 

Lancar  adalah  pembayaran  angsuran 
pokok  dan  jasa  administrasi  pinjaman 
terjadi 
dilakukan 
keterlambatan 
angsuran 
pokok  dan/atau  jasa  administrasi  yaitu 
selambat-lambatnya  30  (tiga  puluh)  hari 
tempo  pembayaran 
dari 
angsuran,  sesuai  dengan  perjanjian  yang 
telah disepakati 

tanggal 

jatuh 

its 

loans  based  on 

The  classification  of 
collectability are as follows: 
i.  Current represents principal installment and 
administration  service  income  payment  are 
paid  on  time  or  those  late  payments  of 
maximum 30 (thirty) days from the payment 
due date as agreed with the agreement. 

9 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
The original financial statements included herein are in       

the Indonesian language. 

The original financial statements included herein are in       

the Indonesian language. 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 

PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 

PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 

DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 

(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 

31 Desember 2020 dan Tahun yang 

Berakhir pada Tanggal tersebut 

(Disajikan dalam Rupiah) 

DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 

(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 

As of December 31, 2020 and 

for the Year then Ended 

(Expressed in Rupiah) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 
PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 
DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 
(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 
31 Desember 2020 dan Tahun yang 
Berakhir pada Tanggal tersebut 
(Disajikan dalam Rupiah) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 
PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 
DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 
(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 
As of December 31, 2020 and 
for the Year then Ended 
(Expressed in Rupiah) 

2.  IKHTISAR  KEBIJAKAN  AKUNTANSI  YANG 

2.  SUMMARY  OF  SIGNIFICANT  ACCOUNTING 

2.  IKHTISAR  KEBIJAKAN  AKUNTANSI  YANG 

2.  SUMMARY  OF  SIGNIFICANT  ACCOUNTING 

SIGNIFIKAN (lanjutan) 

POLICIES (continued) 

c.  Pinjaman 

c.  Loans 

SIGNIFIKAN (lanjutan) 

c.  Pinjaman (lanjutan) 

POLICIES (continued) 

c.  Loans (continued) 

Penggolongan  kualitas  pinjaman  ditetapkan 
sebagai berikut: (lanjutan) 

The  classification  of 
collectability are as follows: (continued) 

loans  based  on 

its 

ii.  Kurang 

Lancar 

apabila 

pembayaran 

terjadi 
keterlambatan 
angsuran 
pokok dan/atau jasa administrasi pinjaman 
yang telah melampaui 30 (tiga puluh) hari 
dan  belum  melampaui  180 
(seratus 
delapan  puluh)  hari  dari  tanggal  jatuh 
tempo  pembayaran  angsuran  sesuai 
dengan perjanjian yang telah disepakati. 

iii.  Diragukan  apabila  terjadi  keterlambatan 
pembayaran  angsuran  pokok  dan/atau 
jasa  administrasi  pinjaman  yang 
telah 
melampaui  180  (seratus  delapan  puluh) 
hari dan belum melampaui 270 (dua ratus 
tujuh  puluh)  hari  dari  tanggal  jatuh  tempo 
pembayaran  angsuran  sesuai  dengan 
perjanjian yang telah disepakati. 

iv.  Macet  apabila 

keterlambatan 
terjadi 
pembayaran  angsuran  pokok  dan/atau 
jasa  administrasi  pinjaman  yang 
telah 
melampaui 270 (dua ratus tujuh puluh) hari 
tempo  pembayaran 
dari 
angsuran  sesuai  dengan  perjanjian  yang 
telah disepakati. 

tanggal 

jatuh 

administration 

ii.  Substandard  when  late  payment  of  principal 
and/or 
income 
payment are between 30 (thirty) days and 180 
(one  hundred  and  eighty)  days  from  the 
payment due date of installment as agreed in 
the agreement. 

service 

iii. Doubtful  when  late  payment  of  principal 
and/or  administration 
income 
payment are between 180 (one hundred and 
eighty)  days  and  270  (two  hundred  and 
seventy) days from the payment due date of 
installment as agreed in the agreement. 

service 

iv. Loss when late payment of principal and/ or 
administration service income payment over 
270  (two  hundred  and  seventy)  days  from 
the  payment  due  date  of  installment  as 
agreed in the agreement. 

d.  Penyisihan Penurunan Nilai Pinjaman 

d.  Allowance for Impairment of Loans  

Penyisihan  pinjaman  merupakan  penyisihan 
atas  pinjaman  yang  mungkin  tidak  tertagih. 
Penyisihan  penurunan  nilai  pinjaman  dibentuk 
berdasarkan taksiran Pengelola CDC terhadap 
tingkat ketertagihan saldo pinjaman. 

signifikan 

jumlahnya 

CDC pertama kali menentukan apakah terdapat 
bukti  objektif  mengenai  penurunan  nilai  secara 
individual atas pinjaman yang signifikan secara 
individual atau secara kolektif untuk penerimaan 
secara 
tidak 
yang 
individual. Jika CDC menentukan tidak terdapat 
bukti  objektif  mengenai  penurunan  nilai  atas 
aset  keuangan  yang  dinilai  secara  individual, 
terlepas aset keuangan tersebut signifikan atau 
tidak, maka CDC memasukkan piutang tersebut 
ke  dalam  kelompok  pinjaman  yang  memiliki 
karakteristik  risiko  kredit  yang  sejenis  dan 
menilai  penurunan  nilai  kelompok 
tersebut 
secara kolektif. 

  Allowance  for  impairment  of  loans  represents 
allowance for doubtful loans. This allowance is 
calculated  based  on  the  Management’s  CDC 
estimation of their collectability.  

  CDC firstly determines whether there is objective 
evidence that there is impairment, individually for 
significant loans or collectively for loans which are 
insignificant.  If  CDC  decides  that  there  is  no 
objective  evidence  of 
impairment, 
loans  are  significant  or 
regardless 
those 
insignificant,  CDC  classifies 
loans  as 
these 
having  similar  credit  risk  characteristics  and 
determining the impairment collectively. 

individual 

9 

10 

Loans  are  initially  measured  based  on  fair 

values  and 

subsequently  measured  at 

amortized cost, after deducted by allowance for 

impairment 

impairment 

losses.  The 

allowance 

for 

is  based  on  Management’s 

evaluation on the collectability of these loans. 

Loans  to  Other  Foster  SOE  or  Distribution 

Partners represents loans given to PKBL unit or 

Distributing  Partners  as  synergy  form  among 

PKBL units. 

Loans  to  foster  partners  are  recognized  in  the 

amount  of  principal  and  administration  service 

income  earned  as  agreed  in  the  contract. 

Administration  service  income  are  recorded  as 

loan  to  foster  partners  and  as  revenues  on 

accrual basis for loans classified as current and 

substandard loans. 

Loans to foster partners and Other Foster SOE 

or  Distributing  Partners  are  presented 

in 

statement of financial position as a current asset 

at  its  realizable  value  although  the  agreed 

repayment of loans may be more than one year 

after reporting period. 

Pinjaman  pada  awalnya  diakui  sebesar  nilai 

wajar  dan  selanjutnya  diukur  pada  biaya 

perolehan  diamortisasi,  setelah  dikurangi 

penyisihan 

penurunan 

nilai.  Penyisihan 

penurunan nilai dibentuk berdasarkan evaluasi 

Pengurus  terhadap  tingkat  ketertagihan  saldo 

pinjaman. 

Pinjaman  kepada  BUMN  Pembina  Lain  atau 

Lembaga  Penyalur  merupakan pinjaman  yang 

diberikan  kepada  unit  PKBL  atau  Lembaga 

Penyalur  sebagai  bentuk  sinergi  antar  unit 

PKBL. 

Pinjaman kepada mitra binaan dicatat sebagai 

pinjaman  sebesar  pokok  pinjaman  yang 

diberikan dan jasa administrasi pinjaman yang 

telah  jatuh  tempo  sesuai  dengan  kontrak. 

Pendapatan jasa administrasi pinjaman dicatat 

sebagai  pinjaman  kepada  mitra  binaan  dan 

pendapatan secara akrual untuk pinjaman yang 

berkualitas lancar dan kurang lancar. 

Pinjaman  kepada  mitra  binaan  dan  BUMN 

Pembina Lain atau Lembaga Penyalur disajikan 

dalam laporan posisi keuangan pada kelompok 

aset  lancar  sebesar  jumlah  yang  diharapkan 

dapat  ditagih  dari  mitra  binaan  walaupun 

pengembalian  pinjaman  yang  disepakati  akan 

diterima melebihi satu tahun setelah akhir tahun 

pelaporan. 

sebagai berikut: 

pokok  dan  jasa  administrasi  pinjaman 

dilakukan 

tepat  waktu  atau 

terjadi 

keterlambatan 

pembayaran 

angsuran 

pokok  dan/atau  jasa  administrasi  yaitu 

selambat-lambatnya  30  (tiga  puluh)  hari 

dari 

tanggal 

jatuh 

tempo  pembayaran 

angsuran,  sesuai  dengan  perjanjian  yang 

telah disepakati 

Penggolongan  kualitas  pinjaman  ditetapkan 

The  classification  of 

loans  based  on 

its 

i. 

Lancar  adalah  pembayaran  angsuran 

i.  Current represents principal installment and 

collectability are as follows: 

administration  service  income  payment  are 

paid  on  time  or  those  late  payments  of 

maximum 30 (thirty) days from the payment 

due date as agreed with the agreement. 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
The original financial statements included herein are in       

the Indonesian language. 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 
PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 
DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 
(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 
31 Desember 2020 dan Tahun yang 
Berakhir pada Tanggal tersebut 
(Disajikan dalam Rupiah) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 
PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 
DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 
(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 
As of December 31, 2020 and 
for the Year then Ended 
(Expressed in Rupiah) 

2.  IKHTISAR  KEBIJAKAN  AKUNTANSI  YANG 

2.  SUMMARY  OF  SIGNIFICANT  ACCOUNTING 

SIGNIFIKAN (lanjutan) 

POLICIES (continued) 

d.  Penyisihan  Penurunan  Nilai  Pinjaman 

d.  Allowance 

for 

Impairment  of  Loans 

(lanjutan)

(continued) 

Penyisihan  pinjaman  dihitung  berdasarkan 
estimasi kerugian yang tidak dapat ditagih yaitu 
secara kolektif berdasarkan prosentase tertentu 
tingkat  ketertagihan  (collection)  data  historis 
yang  ada  (minimal  2 tahun).  Pinjaman  yang 
penurunan nilainya di nilai secara individual dan 
untuk itu kerugian penurunan nilai diakui, tidak 
termasuk  dalam  penilaian  penurunan  nilai 
secara kolektif. 

  Allowance for impairment of loans is calculated 
based  on  estimated  uncollectible  loss,  which 
collectively  based  on  specific  percentage  of 
available historical collectability rate (2 years of 
historical  data  at  minimum).  Loans  which  are 
impaired  individually  and  of  that  losses  are 
recognized,  are  not  included  in  the  collective 
impairment evaluation. 

e.  Aset Tetap Tidak Berfungsi 

e.  Fixed Assets Not in Use 

Aset tetap diakui berdasarkan harga perolehan 
dikurangi  akumulasi  penyusutan  dan 
rugi 
penurunan nilai. Aset tetap disusutkan dengan 
menggunakan metode garis lurus berdasarkan 
estimasi masa manfaat aset tetap dengan tarif 
penyusutan sebagai berikut: 

Fixed  asset  are  recognized  at  their  historical 
costs  less  accumulated  depreciation  and  loss 
from  impairment.  Fixed  assets  are depreciated 
using  straight-line  method  based  on 
the 
estimated  useful  life  and  depreciation  rate  as 
follow: 

Jenis Aset 

Komputer 
Inventaris kantor 

  Tarif Penyusutan/ 
  Depreciation Rate 

  Masa Manfaat/ 
Useful Life 

50%  
50%  

2    
2    

Asset type 

Computers 
Office equipment 

Aset  tetap  yang  sudah  tidak  dapat  digunakan 
atau dioperasikan karena rusak atau sebab lain 
diklasifikasikan  sebagai  aset 
tidak 
berfungsi. 

tetap 

Seluruh  aset  tetap  dalam  kondisi  tidak  dapat 
digunakan.  Dengan  demikian,  aset 
tetap 
tersebut  diklasifikasikan  ke  dalam  aset  tetap 
tidak berfungsi. 

Fixed  assets  that  cannot  be  used  or  operated 
due to damaged or other reasons are classified 
as fixed assets not in use. 

All fixed assets are not in use. Therefore, such 
fixed assets classified as fixed assets not in use. 

Pada  tanggal  31  Desember  2020,  nilai  buku 
bersih aset tetap adalah nihil. 

  As  of  December  31,  2020,  net  book  value  of 

fixed assets were zero. 

  Terkait dengan aset tetap tidak berfungsi yang 
nilai  bukunya telah  nihil tersebut  di  atas,  SGM 
CDC telah mengirim Surat kepada Kementerian 
BUMN  dengan  No:  Tel.243/  KU710/  CDC  - 
A1000000/2012 tanggal                     19 November 
2012,  perihal  Permohonan  Ijin  Penghapusan 
Aset Tetap Unit PKBL Telkom tersebut. Namun 
demikian sampai dengan tanggal penyelesaian 
laporan  keuangan  belum  diperoleh 
izin 
penghapusan tersebut.  

In  relation  to  fixed  assets  not  in  use  with  zero 
book  value,  SGM  CDC  has  submitted  a  Letter 
No: Tel. 243/KU710/CDC-A1000000/2012 dated 
November  19,  2012  to  the  Ministry  of  SOE 
requesting 
to  write-off  PKBL 
Telkom  Unit’s  fixed  assets.  However,  until  the 
completion date  of  the financial  statements,  an 
approval has not been received. 

for  Approval 

11 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
    
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
The original financial statements included herein are in       

the Indonesian language. 

The original financial statements included herein are in       

the Indonesian language. 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 

PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 

PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 

DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 

(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 

31 Desember 2020 dan Tahun yang 

Berakhir pada Tanggal tersebut 

(Disajikan dalam Rupiah) 

DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 

(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 

As of December 31, 2020 and 

for the Year then Ended 

(Expressed in Rupiah) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 
PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 
DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 
(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 
31 Desember 2020 dan Tahun yang 
Berakhir pada Tanggal tersebut 
(Disajikan dalam Rupiah) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 
PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 
DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 
(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 
As of December 31, 2020 and 
for the Year then Ended 
(Expressed in Rupiah) 

2.  IKHTISAR  KEBIJAKAN  AKUNTANSI  YANG 

2.  SUMMARY  OF  SIGNIFICANT  ACCOUNTING 

2.  IKHTISAR  KEBIJAKAN  AKUNTANSI  YANG 

2.  SUMMARY  OF  SIGNIFICANT  ACCOUNTING 

SIGNIFIKAN (lanjutan) 

POLICIES (continued) 

SIGNIFIKAN (lanjutan) 

POLICIES (continued) 

d.  Penyisihan  Penurunan  Nilai  Pinjaman 

d.  Allowance 

for 

Impairment  of  Loans 

(lanjutan)

(continued) 

f.  Pinjaman Bermasalah 

f.  Troubled Loans 

Penyisihan  pinjaman  dihitung  berdasarkan 

estimasi kerugian yang tidak dapat ditagih yaitu 

secara kolektif berdasarkan prosentase tertentu 

tingkat  ketertagihan  (collection)  data  historis 

yang  ada  (minimal  2 tahun).  Pinjaman  yang 

penurunan nilainya di nilai secara individual dan 

untuk itu kerugian penurunan nilai diakui, tidak 

termasuk  dalam  penilaian  penurunan  nilai 

secara kolektif. 

  Allowance for impairment of loans is calculated 

based  on  estimated  uncollectible  loss,  which 

collectively  based  on  specific  percentage  of 

available historical collectability rate (2 years of 

historical  data  at  minimum).  Loans  which  are 

impaired  individually  and  of  that  losses  are 

recognized,  are  not  included  in  the  collective 

impairment evaluation. 

e.  Aset Tetap Tidak Berfungsi 

e.  Fixed Assets Not in Use 

Aset tetap diakui berdasarkan harga perolehan 

dikurangi  akumulasi  penyusutan  dan 

rugi 

penurunan nilai. Aset tetap disusutkan dengan 

menggunakan metode garis lurus berdasarkan 

estimasi masa manfaat aset tetap dengan tarif 

penyusutan sebagai berikut: 

Fixed  asset  are  recognized  at  their  historical 

costs  less  accumulated  depreciation  and  loss 

from  impairment.  Fixed  assets  are depreciated 

using  straight-line  method  based  on 

the 

estimated  useful  life  and  depreciation  rate  as 

follow: 

Jenis Aset 

Komputer 

Inventaris kantor 

  Tarif Penyusutan/ 

  Masa Manfaat/ 

  Depreciation Rate 

Useful Life 

50%  

50%  

2    

2    

Asset type 

Computers 

Office equipment 

Pada  tanggal  31  Desember  2020,  nilai  buku 

  As  of  December  31,  2020,  net  book  value  of 

bersih aset tetap adalah nihil. 

fixed assets were zero. 

Aset  tetap  yang  sudah  tidak  dapat  digunakan 

atau dioperasikan karena rusak atau sebab lain 

diklasifikasikan  sebagai  aset 

tetap 

tidak 

berfungsi. 

Seluruh  aset  tetap  dalam  kondisi  tidak  dapat 

digunakan.  Dengan  demikian,  aset 

tetap 

tersebut  diklasifikasikan  ke  dalam  aset  tetap 

tidak berfungsi. 

  Terkait dengan aset tetap tidak berfungsi yang 

nilai  bukunya telah  nihil tersebut  di  atas,  SGM 

CDC telah mengirim Surat kepada Kementerian 

BUMN  dengan  No:  Tel.243/  KU710/  CDC  - 

A1000000/2012 tanggal                     19 November 

2012,  perihal  Permohonan  Ijin  Penghapusan 

Aset Tetap Unit PKBL Telkom tersebut. Namun 

demikian sampai dengan tanggal penyelesaian 

laporan  keuangan  belum  diperoleh 

izin 

penghapusan tersebut.  

Fixed  assets  that  cannot  be  used  or  operated 

due to damaged or other reasons are classified 

as fixed assets not in use. 

All fixed assets are not in use. Therefore, such 

fixed assets classified as fixed assets not in use. 

In  relation  to  fixed  assets  not  in  use  with  zero 

book  value,  SGM  CDC  has  submitted  a  Letter 

No: Tel. 243/KU710/CDC-A1000000/2012 dated 

November  19,  2012  to  the  Ministry  of  SOE 

requesting 

for  Approval 

to  write-off  PKBL 

Telkom  Unit’s  fixed  assets.  However,  until  the 

completion date  of  the financial  statements,  an 

approval has not been received. 

Pinjaman  bermasalah  merupakan  pinjaman 
macet  yang  telah  diupayakan  pemulihannya 
dengan  penjadwalan  kembali  (rescheduling) 
persyaratan 
peninjauan 
dan 
(reconditioning),  namun 
terpulihkan. 
Pinjaman  bermasalah  disajikan  sebesar  nilai 
pokok  pinjaman  dengan  besarnya  alokasi 
penyisihan  sebesar  100%  dari saldo  pinjaman 
bermasalah. 

kembali 

tidak 

cara 

Tata 
bermasalah  mengacu 
Menteri. 

penghapusbukuan 

pinjaman 
kepada  Peraturan 

Troubled loans represent loss loans which has 
been attempted to be recovered by rescheduling 
and  reconditioning  but  cannot  be  recovered. 
Troubled  loans  will  be  represented  at  loans 
principal  value  with  100%  of  troubled  loans 
balance. 

The  procedures  to  write-off  the  troubled  loans 
adhere to Regulation of Ministry. 

g.  Beban Akrual 

g.  Accrued Expenses 

Beban akrual adalah beban yang masih harus 
dibayar  CDC  yang  timbul  karena  diterimanya 
jasa namun belum dibayar. 

  Accrued  expenses  are  expenses  that  must  be 
paid  by  CDC  which  occur  due  to  service 
received but no payment was made. 

h.  Kelebihan Pembayaran Angsuran 

h.  Overpayment of Installments 

Kelebihan  pembayaran  angsuran  adalah 
penerimaan  angsuran  yang  melebihi  saldo 
pinjaman  kepada  mitra  binaan.  Kelebihan 
pembayaran  angsuran  diakui  dan  disajikan 
sebagai liabilitas pada saat setoran diterima.  

Kelebihan  pembayaran  angsuran  setiap  Mitra 
Binaan  sampai  dengan  nilai  Rp100.000  diakui 
sebagai  Pendapatan 
Lain-lain  Program 
Kemitraan,  sesuai  dengan  Peraturan  Direktur 
HCM  Nomor:  PR.702.01/r.00/  PR000/  CDC-
A1040000/  2018  tanggal  26  Februari  2018 
tentang  Pedoman  Pelaksanaan  Operasional 
Program  Kemitraan  dan  Program  Bina 
Lingkungan.  

of 

installments 

Overpayment 
represents 
repayment from  foster  partners  which  exceeds 
is 
loans  balance.  This  overpayment 
its 
recognized and  presented  as  liability  when  the 
installment is received.  

Overpayment  of  installment  from  each  Foster 
Partners to maximum  amount  of  Rp100,000  is 
recognized  as  Partnership  Program  Other 
Income,  based  on  Decree  of  HCM’s  Director 
Number: 
PR.702.01/r.00/PR000/CDC-
A1040000/2018  dated  on  February  26,  2018 
regarding Operational Guidelines of Partnership 
Program 
and  Community  Development 
Program. 

i.  Utang dan Liabilitas Lancar Lainnya 

i.   Payables and Other Current Liabilities 

Utang  dan  liabilitas  lancar  lainnya  diakui  pada 
saat  terjadinya  transaksi  atau  saat  perjanjian 
kontrak dan dicatat sebesar nilai transaksi atau 
perjanjian kontrak. 

  Payables  and  other  current 

liabilities  are 
recognized  when  transactions  occur  or  when 
contract  are  completed  and  recognized  based 
on transaction amount or contracts. 

11 

12 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
    
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
The original financial statements included herein are in       

the Indonesian language. 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 
PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 
DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 
(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 
31 Desember 2020 dan Tahun yang 
Berakhir pada Tanggal tersebut 
(Disajikan dalam Rupiah) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 
PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 
DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 
(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 
As of December 31, 2020 and 
for the Year then Ended 
(Expressed in Rupiah) 

2.  IKHTISAR  KEBIJAKAN  AKUNTANSI  YANG 

2.  SUMMARY  OF  SIGNIFICANT  ACCOUNTING 

SIGNIFIKAN (lanjutan) 

j.  Aset Neto 

POLICIES (continued) 

j.  Net Assets 

Aset  neto  diklasifikasikan  menjadi  aset  bersih 
terikat dan aset bersih tidak terikat. Aset bersih 
terikat  adalah  aset  yang  penggunaannya 
dibatasi  untuk  program  tertentu  yang  tidak 
dapat  digunakan  untuk  kegiatan  lainnya.  Aset 
terikat  adalah  aset  yang 
bersih 
penggunaannya  tidak  dibatasi  untuk  tujuan 
tertentu. 

tidak 

  Net  assets  are  classified  into  restricted  net 
assets  and  unrestricted  net  assets.  Restricted 
net  assets  represent  assets  that  can  only  be 
utilized  limited  to  spesific  program  purpose. 
Unrestricted  net  assets  represent  assets  that 
can be utilized without being limited for specific 
purposes. 

k.  Pendapatan dan Beban 

k.  Revenue and Expense 

Pendapatan Jasa Administrasi Pinjaman 

   Loan Administration Service Income 

Pendapatan jasa  administrasi  pinjaman diukur 
dan dicatat sebesar nilai yang telah jatuh tempo 
sesuai dengan kontrak untuk pinjaman dengan 
status lancar dan kurang lancar. 

Administration service income is measured and 
recognized as incurred as stated in the contract 
for current and substandard loans. 

Pendapatan bunga 

Interest income 

Pendapatan  bunga  diakui  secara  akrual. 
Pendapatan bunga diukur dan dicatat sebesar 
nilai yang telah ditentukan. 

Interest income is recognized based on accrual 
is  measured  and 
basis. 
recorded 
amount 
stipulated 
determined. 

income 
on 

Interest 

based 

Beban 

Expense 

Beban diakui pada saat terjadinya. 

Expense is recognised as incurred. 

Pelimpahan dana ke BUMN Penyalur lain diakui 
pada saat terjadi penyerahan dana tersebut. 

transferred 

Fund 
reconized when the funds are transferred. 

to  other  Foster  SOE 

is 

Dana  pembinaan  kemitraan  diakui  saat 
pembayaran dana tersebut. 

Fostering  partnership  funds  are  recognized 
when the funds are distributed. 

l.  Perpajakan

l.  Taxation 

Pajak yang muncul dari seluruh transaksi yang 
terjadi  di  CDC  menjadi  beban  CDC  dan 
dilaporkan atas nama BUMN Pembina. 

Tax transactions in relation to CDC are charged 
to CDC and reported by Foster SOE. 

13 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
The original financial statements included herein are in       

the Indonesian language. 

The original financial statements included herein are in       

the Indonesian language. 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 

PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 

PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 

DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 

(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 

31 Desember 2020 dan Tahun yang 

Berakhir pada Tanggal tersebut 

(Disajikan dalam Rupiah) 

DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 

(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 

As of December 31, 2020 and 

for the Year then Ended 

(Expressed in Rupiah) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 
PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 
DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 
(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 
31 Desember 2020 dan Tahun yang 
Berakhir pada Tanggal tersebut 
(Disajikan dalam Rupiah) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 
PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 
DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 
(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 
As of December 31, 2020 and 
for the Year then Ended 
(Expressed in Rupiah) 

2.  IKHTISAR  KEBIJAKAN  AKUNTANSI  YANG 

2.  SUMMARY  OF  SIGNIFICANT  ACCOUNTING 

3.  PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI 

3.  ACCOUNTING JUDGEMENTS, ESTIMATION, 

SIGNIFIKAN (lanjutan) 

j.  Aset Neto 

POLICIES (continued) 

j.  Net Assets 

DAN ASUMSI 

a.  Pertimbangan  

AND ASSUMPTION 

a.  Judgements 

Aset  neto  diklasifikasikan  menjadi  aset  bersih 

terikat dan aset bersih tidak terikat. Aset bersih 

terikat  adalah  aset  yang  penggunaannya 

dibatasi  untuk  program  tertentu  yang  tidak 

dapat  digunakan  untuk  kegiatan  lainnya.  Aset 

bersih 

tidak 

terikat  adalah  aset  yang 

penggunaannya  tidak  dibatasi  untuk  tujuan 

tertentu. 

  Net  assets  are  classified  into  restricted  net 

assets  and  unrestricted  net  assets.  Restricted 

net  assets  represent  assets  that  can  only  be 

utilized  limited  to  spesific  program  purpose. 

Unrestricted  net  assets  represent  assets  that 

can be utilized without being limited for specific 

purposes. 

Penentuan mata uang fungsional 

The determination of functional currency 

Mata  uang fungsional  CDC  adalah mata uang 
dari  lingkungan  ekonomi  primer  di  mana  CDC 
beroperasi.  Mata  uang  tersebut  adalah  mata 
uang  yang  mempengaruhi  pendapatan  dan 
jasa  yang  diberikan.  CDC 
beban  dari 
menentukan  bahwa  mata  uang  fungsionalnya 
adalah Rupiah. 

CDC’s  functional  currency  is  currencies  from 
premier  economic  environment  where  CDC 
operates. The related currency is currency that 
gives influence to revenues and expenses from 
services  given.  CDC  determines  that  their 
functional currency is Rupiah. 

k.  Pendapatan dan Beban 

k.  Revenue and Expense 

Penyisihan penurunan nilai pinjaman 

Allowance for impairment of loans 

Pendapatan Jasa Administrasi Pinjaman 

   Loan Administration Service Income 

Pendapatan jasa  administrasi  pinjaman diukur 

dan dicatat sebesar nilai yang telah jatuh tempo 

sesuai dengan kontrak untuk pinjaman dengan 

status lancar dan kurang lancar. 

Administration service income is measured and 

recognized as incurred as stated in the contract 

for current and substandard loans. 

Pendapatan bunga 

Interest income 

Pendapatan  bunga  diakui  secara  akrual. 

Pendapatan bunga diukur dan dicatat sebesar 

nilai yang telah ditentukan. 

Interest income is recognized based on accrual 

basis. 

Interest 

income 

is  measured  and 

recorded 

based 

on 

stipulated 

amount 

Beban 

determined. 

Expense 

Beban diakui pada saat terjadinya. 

Expense is recognised as incurred. 

Pelimpahan dana ke BUMN Penyalur lain diakui 

pada saat terjadi penyerahan dana tersebut. 

Fund 

transferred 

to  other  Foster  SOE 

is 

reconized when the funds are transferred. 

Dana  pembinaan  kemitraan  diakui  saat 

Fostering  partnership  funds  are  recognized 

pembayaran dana tersebut. 

when the funds are distributed. 

l.  Perpajakan

l.  Taxation 

Pajak yang muncul dari seluruh transaksi yang 

terjadi  di  CDC  menjadi  beban  CDC  dan 

dilaporkan atas nama BUMN Pembina. 

Tax transactions in relation to CDC are charged 

to CDC and reported by Foster SOE. 

Apabila  terdapat  bukti  objektif  bahwa  rugi 
penurunan  nilai  telah  terjadi  atas  pinjaman, 
CDC  mengestimasi  penyisihan 
kerugian 
penurunan  nilai  pinjaman  yang  secara  khusus 
tidak 
diidentifikasi 
tertagih.  Tingkat  penyisihan  ditelaah  oleh 
Pengelola  berdasarkan 
faktor-faktor  yang 
mempengaruhi  tingkat  tertagihnya  pinjaman 
tersebut. 

kemungkinan 

terdapat 

If there is objective evidence that losses because 
of  impairment  has  incurred  on  loans,  CDC 
estimates  an  allowance  for  impairment  loss  of 
those 
as 
specifically 
uncollectible.  The  allowance  examined  by 
Management  based  several  factors  influencing 
of loans collectability. 

identified 

loans 

CDC menggunakan pertimbangan berdasarkan 
fakta dan situasi yang tersedia, termasuk tetapi 
tidak  terbatas  pada,  jangka  waktu  hubungan 
CDC  dengan  mitra  binaan  dan  status  kualitas 
pinjaman pelanggan (Catatan 5 dan 6). 

  CDC uses judgements based on available facts 
and  situations,  including  but  not  limited  to, 
CDC’s period of relationship with foster partners 
and foster partner’s loans quality status (Notes 
5 and 6). 

b.  Estimasi dan Asumsi 

b.  Estimations and Assumptions 

Penyisihan penurunan nilai pinjaman 

Allowance for impairment of loans 

terbaik  yang 

CDC menggunakan pertimbangan berdasarkan 
fakta-fakta 
tersedia  untuk 
mengakui penyisihan secara individu atas mitra 
binaan dan lembaga penyalur terhadap jumlah 
yang jatuh tempo untuk menurunkan pinjaman 
individu jumlah yang diharapkan dapat ditagih. 
Pencadangan  secara  individu  ini  ditelaah  jika 
terdapat  informasi  tambahan  yang  diterima 
yang 
yang 
diestimasikan. 

mempengaruhi 

jumlah 

CDC  uses  judgement  based  on  best  facts 
available  to  recognize  individual  allowance  for 
foster  partners  and  distributing  partners  to 
adjust  the  individual  loans  to  its  realizable 
amount.  This 
individual  allowance  will  be 
assessed  if  there  is  additional  information 
received which affect the estimated amount. 

13 

14 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
The original financial statements included herein are in       

the Indonesian language. 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 
PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 
DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 
(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 
31 Desember 2020 dan Tahun yang 
Berakhir pada Tanggal tersebut 
(Disajikan dalam Rupiah) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 
PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 
DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 
(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 
As of December 31, 2020 and 
for the Year then Ended 
(Expressed in Rupiah) 

3.  PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN 

3.  ACCOUNTING  JUDGEMENTS,  ESTIMATION, 

ASUMSI (lanjutan) 

AND ASSUMPTION (continued) 

b.  Estimasi dan Asumsi (lanjutan) 

b.  Estimations and Assumptions (continued) 

Penyisihan penurunan nilai pinjaman (lanjutan) 

Allowance for impairment of loans (continued) 

MB, 

yang 

CDC  juga  melakukan  penilaian  penyisihan 
penurunan nilai secara kolektif terhadap risiko 
pinjaman 
dikelompokkan 
berdasarkan karakteristik pinjaman yang sama, 
tidak  diidentifikasi  secara 
yang  meskipun 
spesifik  memerlukan 
tertentu, 
memiliki  risiko  tidak  tertagih  yang  lebih  besar 
dibandingkan dengan pinjaman yang diberikan 
kepada MB lainnya. Penyisihan penurunan nilai 
pinjaman  dihitung  berdasarkan  kajian  nilai 
terkini  dan  historis  tingkat  ketertagihan  dari 
pinjaman. 

cadangan 

risks, 

loan’s 

regardless 

the  allowance 

CDC  also  assesses 
for 
impairment  loss  collectively,  grouped  by  the 
requires 
same 
individually identified of allowance, have higher 
uncollectible risk compare to loans provided to 
other foster partners. Allowance for impairment 
of loan is measured based on the evaluation of 
current  value  and  historical  rate  of 
loan 
collectability.  

Penyisihan  pinjaman  dihitung  berdasarkan 
estimasi kerugian yang tidak dapat ditagih yaitu 
secara kolektif berdasarkan prosentase tertentu 
tingkat  ketertagihan  (collection)  data  historis 
yang  ada  (minimal  2  tahun).  Penyisihan  ini 
disesuaikan 
untuk 
mencerminkan  hasil  aktual  dan  estimasi 
(Catatan 5 dan 6). 

berkala 

secara 

Allowance for impairment of loans is recognized 
based on the estimation of uncollectible amount, 
which  is  done  collectively  based  on  a  specific 
percentage  of  the  two-year-minimum  historical 
rate  of  loans  collectability.  This  allowance  is 
adjusted periodically to reflect actual result and 
estimation (Notes 5 dan 6). 

4.  KAS DAN SETARA KAS

4.  CASH AND CASH EQUIVALENTS 

31 Desember/ December 31 

2020 

2019 

Program Kemitraan 

  Kas di Bank:  

  PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 

1.996.214.760  

2.703.357.258    

  PT Bank Negara Indonesia (Persero)  

Partnership Program 
Cash in Banks: 
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 

  Tbk 

Deposito: 

1.916.455.297  

3.821.784.913  

  PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 

3.912.670.057       6.525.142.171  

  PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 

-  

8.000.000.000    

  Jumlah Kas dan Setara Kas 

  Program Kemitraan 

3.912.670.057  

     14.525.142.171    

Partnership Program 

Time deposit: 
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 

   Total Cash and Cash Equivalents 

  Jumlah Kas dan Setara Kas  

3.912.670.057  

     14.525.142.171    

Total Cash and Cash Equivalents 

Tingkat  suku  bunga  atas  deposito  berjangka  pada 
selama tahun 2020 mulai dari 3,5% sampai dengan 
4,8% per tahun (2019: 3,5% sampai dengan 4,1%).

Time  deposit’s  interest  rate  during  2020  ranged 
from 3.5% to 4.8% per annum (2019: 3.5% to 4.1%). 

15 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
  
 
    
 
 
 
  
 
    
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
    
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
The original financial statements included herein are in       

the Indonesian language. 

The original financial statements included herein are in       

the Indonesian language. 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 

PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 

PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 

DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 

(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 

31 Desember 2020 dan Tahun yang 

Berakhir pada Tanggal tersebut 

(Disajikan dalam Rupiah) 

DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 

(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 

As of December 31, 2020 and 

for the Year then Ended 

(Expressed in Rupiah) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 
PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 
DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 
(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 
31 Desember 2020 dan Tahun yang 
Berakhir pada Tanggal tersebut 
(Disajikan dalam Rupiah) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 
PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 
DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 
(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 
As of December 31, 2020 and 
for the Year then Ended 
(Expressed in Rupiah) 

3.  PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN 

3.  ACCOUNTING  JUDGEMENTS,  ESTIMATION, 

5.  PINJAMAN KEPADA MITRA BINAAN 

  5.  LOANS TO FOSTER PARTNERS  

ASUMSI (lanjutan) 

AND ASSUMPTION (continued) 

b.  Estimasi dan Asumsi (lanjutan) 

b.  Estimations and Assumptions (continued) 

CD Regional

Regional  

a.  Pinjaman kepada Mitra Binaan berdasarkan 

a.  Loans  to  Foster  Partners  Classified  by  CD 

  Pinjaman kepada Mitra Binaan 

CD Regional I Sumatera 
CD Regional II DKI Jakarta & Banten 
CD Regional III Jabar 
CD Regional IV Jateng & DIY 
CD Regional V Jatim & Madura 
CD Regional VI Kalimantan 
CD Regional VII Kawasan Timur  

31 Desember/ December 31 

2020 

2019 

Loans to Foster Partners 

     94.133.867.110                                   CD Regional I Sumatera 
  84.840.824.168  
     65.092.351.944               CD Regional II DKI Jakarta & Banten 
  56.961.318.251  
  59.395.805.722    
CD Regional III Jabar 
  44.067.804.013  
  52.225.803.679  
     58.432.087.426                           CD Regional IV Jateng & DIY 
  81.752.873.633         84.582.079.769                         CD Regional V Jatim & Madura 
  CD Regional VI Kalimantan 
                     CD Regional VII Kawasan Timur 

     47.509.629.418    

44.381.654.684   

Indonesia 

37.514.394.822  

  42.093.521.246    

      Indonesia 

Jumlah  
  401.744.673.250   
Penyisihan Penurunan Nilai Pinjaman   (124.569.408.120) 

   451.239.342.635                                                                  Total 
  Allowance for Impairment of Loans 
    (81.795.878.437) 

Jumlah Pinjaman kepada 
 Mitra Binaan - Neto 

  277.175.265.130  

   369.443.464.198              Total Loans to Foster Partners - Net 

b.  Pinjaman  kepada  Mitra  Binaan  Menurut 

b.  Loans  to  Foster  Partners  Classified  by 

Sektor 

Sector 

31 Desember/ December 31 

2020 

2019 

 Perdagangan                                           216.890.916.720        243.346.572.720    
   90.754.215.186    
 Industri 
   75.272.002.871    
 Jasa  
   15.890.754.771    
 Peternakan 
     9.605.724.611    
 Perikanan 
     9.123.029.711    
 Pertanian 
     6.077.781.024    
 Perkebunan 
     1.169.261.741    
 Lainnya 

   84.237.218.737 
   63.632.414.976 
13.669.410.010 
  8.593.061.166 
  8.525.182.431 
  4.941.012.019 
  1.255.457.191 

Trading 
Industry 
Service 
Farming 
Fishing 
Agriculture 
Plantation 
Others 

Penyisihan penurunan nilai pinjaman (lanjutan) 

Allowance for impairment of loans (continued) 

CDC  juga  melakukan  penilaian  penyisihan 

penurunan nilai secara kolektif terhadap risiko 

pinjaman 

MB, 

yang 

dikelompokkan 

berdasarkan karakteristik pinjaman yang sama, 

yang  meskipun 

tidak  diidentifikasi  secara 

spesifik  memerlukan 

cadangan 

tertentu, 

memiliki  risiko  tidak  tertagih  yang  lebih  besar 

dibandingkan dengan pinjaman yang diberikan 

kepada MB lainnya. Penyisihan penurunan nilai 

pinjaman  dihitung  berdasarkan  kajian  nilai 

terkini  dan  historis  tingkat  ketertagihan  dari 

pinjaman. 

Penyisihan  pinjaman  dihitung  berdasarkan 

estimasi kerugian yang tidak dapat ditagih yaitu 

secara kolektif berdasarkan prosentase tertentu 

tingkat  ketertagihan  (collection)  data  historis 

yang  ada  (minimal  2  tahun).  Penyisihan  ini 

disesuaikan 

secara 

berkala 

untuk 

mencerminkan  hasil  aktual  dan  estimasi 

(Catatan 5 dan 6). 

CDC  also  assesses 

the  allowance 

for 

impairment  loss  collectively,  grouped  by  the 

same 

loan’s 

risks, 

regardless 

requires 

individually identified of allowance, have higher 

uncollectible risk compare to loans provided to 

other foster partners. Allowance for impairment 

of loan is measured based on the evaluation of 

current  value  and  historical  rate  of 

loan 

collectability.  

Allowance for impairment of loans is recognized 

based on the estimation of uncollectible amount, 

which  is  done  collectively  based  on  a  specific 

percentage  of  the  two-year-minimum  historical 

rate  of  loans  collectability.  This  allowance  is 

adjusted periodically to reflect actual result and 

estimation (Notes 5 dan 6). 

4.  KAS DAN SETARA KAS

4.  CASH AND CASH EQUIVALENTS 

31 Desember/ December 31 

2020 

2019 

Program Kemitraan 

  Kas di Bank:  

  PT Bank Negara Indonesia (Persero)  

  Tbk 

Deposito: 

  PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 

1.996.214.760  

2.703.357.258    

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 

1.916.455.297  

3.821.784.913  

  PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 

3.912.670.057       6.525.142.171  

Time deposit: 

  PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 

-  

8.000.000.000    

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 

  Jumlah Kas dan Setara Kas 

  Program Kemitraan 

3.912.670.057  

     14.525.142.171    

Partnership Program 

   Total Cash and Cash Equivalents 

Partnership Program 

Cash in Banks: 

  Jumlah Kas dan Setara Kas  

3.912.670.057  

     14.525.142.171    

Total Cash and Cash Equivalents 

Tingkat  suku  bunga  atas  deposito  berjangka  pada 

selama tahun 2020 mulai dari 3,5% sampai dengan 

4,8% per tahun (2019: 3,5% sampai dengan 4,1%).

Time  deposit’s  interest  rate  during  2020  ranged 

from 3.5% to 4.8% per annum (2019: 3.5% to 4.1%). 

Jumlah Pinjaman kepada 
  Mitra Binaan - Neto 

   277.175.265.130  

  369.443.464.198     

Total Loans to Foster Partners - Net 

  Manajemen berpendapat bahwa saldo penyisihan 
penurunan  nilai  pinjaman  cukup  untuk  menutup 
kerugian atas tidak tertagihnya pinjaman. 

the  balance  of 
Management  believes 
allowance for impairment of loans is adequate to 
cover losses from the uncollectible loans. 

that 

15 

16 

Jumlah 
Penyisihan Penurunan Nilai Pinjaman   (124.569.408.120) 

  401.744.673.250       451.239.342.635                                                              Total 

   (81.795.878.437)                   Allowance for Impairment of Loans 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
  
 
    
 
 
 
  
 
    
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
    
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
    
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
The original financial statements included herein are in       

the Indonesian language. 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 
PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 
DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 
(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 
31 Desember 2020 dan Tahun yang 
Berakhir pada Tanggal tersebut 
(Disajikan dalam Rupiah) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 
PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 
DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 
(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 
As of December 31, 2020 and 
for the Year then Ended 
(Expressed in Rupiah) 

5.  PINJAMAN  KEPADA  MITRA  BINAAN  (lanjutan)

  5.  LOANS TO FOSTER PARTNERS (continued) 

b.  Pinjaman  kepada  Mitra  Binaan  Menurut 

b.  Loans  to  Foster  Partners  Classified  by 

Sektor (lanjutan) 

Sector (continued) 

Termasuk  di  dalam  saldo  pinjaman  kepada 
Mitra binaan adalah saldo pinjaman tambahan. 
Pinjaman 
untuk 
membiayai  kebutuhan  dana  pelaksanaan 
kegiatan  usaha  mitra  binaan  yang  bersifat 
jangka pendek.  

disalurkan 

tambahan 

Included in loans to foster partner is balance of 
are 
loans.  Additional 
additional 
distributed  to  finance  the  short-term  funding 
requirements for the business operations.  

loans 

c.  Pendapatan  Jasa  Administrasi  Pinjaman

c.  Loans Administration Service Income  

jasa 

administrasi 

Sejak  tahun  buku  2008  besarnya  prosentase 
pinjaman 
pendapatan 
program kemitraan terhitung berdasarkan pada 
ketentuan pasal 12 ayat (2) Peraturan Menteri 
BUMN No: PER-05/MBU/2007 tanggal 17 April 
2007  sebesar  6%  per 
tahun  dari  pokok 
pinjaman. 

       Since  2008,  the  percentage  of  administration 
service income of loans for partnership program 
was  based  on  the  Decree  on  article  12  (2)  of 
The 
of 
No:  PER-05/MBU/2007  dated  April  17,  2007, 
which is 6% per annum from the principal of the 
loan. 

Regulation 

SOE 

Ministry                                

Berdasarkan  PER-09/MBU/07/2015 
yang 
efektif  tanggal  3  Juli  2015,  besarnya  jasa 
administrasi  pinjaman  ditetapkan  sebesar  6% 
per tahun dari saldo pinjaman awal tahun. 

       Based on  PER-09/MBU/07/2015  dated  July  3, 
2015,  administration  service 
income  was 
determined by 6% per annum from the opening 
balance of the loans. 

Setelah  pemberlakuan  PER-02/MBU/07/2017 
yang efektif tanggal 5 Juli 2017, besarnya jasa 
administrasi  pinjaman  ditetapkan  sebesar  3% 
per tahun dari saldo pinjaman awal tahun. 

       Based on  PER-02/MBU/07/2017  dated  July  5, 
2017,  administration  service 
income  was 
determined by 3% per annum from the opening 
balance of the loans. 

d.  Penyisihan  Penurunan  Nilai  Pinjaman 

       d.  Allowance for Impairment of Loans to Foster 

Kepada Mitra Binaan 

Partners 

Mutasi  penyisihan  penurunan  nilai  pinjaman 
adalah sebagai berikut: 

Movement of allowance for impairment of loans 
is as follow: 

31 Desember/ December 31 

2020 

2019 

  Saldo Awal 

Penambahan (Pembalikan) - neto   
Reklasifikasi sebagai  

  81.795.878.437  
  99.499.411.059  

   148.890.837.074    
    (15.513.383.232)      

Beginning Balance 
Additional (Reversal) - net 

  Pinjaman Bermasalah 

  (56.725.881.376) 

    (51.581.575.405)   

Reclassification to Troubled Loans 

Saldo Akhir 

  124.569.408.120   

  81.795.878.437  

Ending balance   

17 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
The original financial statements included herein are in       

the Indonesian language. 

The original financial statements included herein are in       

the Indonesian language. 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 

PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 

PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 

DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 

(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 

31 Desember 2020 dan Tahun yang 

Berakhir pada Tanggal tersebut 

(Disajikan dalam Rupiah) 

DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 

(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 

As of December 31, 2020 and 

for the Year then Ended 

(Expressed in Rupiah) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 
PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 
DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 
(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 
31 Desember 2020 dan Tahun yang 
Berakhir pada Tanggal tersebut 
(Disajikan dalam Rupiah) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 
PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 
DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 
(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 
As of December 31, 2020 and 
for the Year then Ended 
(Expressed in Rupiah) 

5.  PINJAMAN  KEPADA  MITRA  BINAAN  (lanjutan)

  5.  LOANS TO FOSTER PARTNERS (continued) 

5.  PINJAMAN  KEPADA  MITRA  BINAAN  (lanjutan)

  5.  LOANS TO FOSTER PARTNERS (continued) 

b.  Pinjaman  kepada  Mitra  Binaan  Menurut 

b.  Loans  to  Foster  Partners  Classified  by 

d.  Penyisihan  Pinjaman  Kepada  Mitra  Binaan 

       d.  Allowance for Impairment of Loans to Foster 

Sektor (lanjutan) 

Sector (continued) 

Termasuk  di  dalam  saldo  pinjaman  kepada 

Mitra binaan adalah saldo pinjaman tambahan. 

Pinjaman 

tambahan 

disalurkan 

untuk 

membiayai  kebutuhan  dana  pelaksanaan 

kegiatan  usaha  mitra  binaan  yang  bersifat 

jangka pendek.  

Included in loans to foster partner is balance of 

additional 

loans.  Additional 

loans 

are 

distributed  to  finance  the  short-term  funding 

requirements for the business operations.  

(lanjutan) 

Kualitas Pinjaman 

Mitra Binaan 

Dinilai secara kolektif 

Partners (continued) 

 31 Desember 2020/ December 31, 2020 

Umur Pinjaman 
(dari jatuh tempo)/ 
Loan’s Aging 
(from maturity date) 

 Saldo Pinjaman/   
Loan’s 
Balance 

% 
  Penyisihan/ 
  Allowance 

% 

  Akumulasi 
  Penyisihan/ 
  Accumulated 
  Allowance 

Beban 

    (Pemulihan) 
  Penyisihan/ 

Expense 
(Recovery) 
  Allowance 

_ 

Loans Quality 

_ 

Foster Partners 

Collective assessment 

c.  Pendapatan  Jasa  Administrasi  Pinjaman

c.  Loans Administration Service Income  

Lancar   

< 30 hari/ < 30 days 

  242.567.718.768  

0.46%  

1.120.480.240   

  (1.844.519.857)  

Current 

Sejak  tahun  buku  2008  besarnya  prosentase 

pendapatan 

jasa 

administrasi 

pinjaman 

program kemitraan terhitung berdasarkan pada 

ketentuan pasal 12 ayat (2) Peraturan Menteri 

BUMN No: PER-05/MBU/2007 tanggal 17 April 

2007  sebesar  6%  per 

tahun  dari  pokok 

pinjaman. 

       Since  2008,  the  percentage  of  administration 

service income of loans for partnership program 

was  based  on  the  Decree  on  article  12  (2)  of 

The 

Regulation 

of 

SOE 

Ministry                                

No:  PER-05/MBU/2007  dated  April  17,  2007, 

which is 6% per annum from the principal of the 

loan. 

Berdasarkan  PER-09/MBU/07/2015 

yang 

efektif  tanggal  3  Juli  2015,  besarnya  jasa 

administrasi  pinjaman  ditetapkan  sebesar  6% 

per tahun dari saldo pinjaman awal tahun. 

       Based on  PER-09/MBU/07/2015  dated  July  3, 

2015,  administration  service 

income  was 

determined by 6% per annum from the opening 

balance of the loans. 

Setelah  pemberlakuan  PER-02/MBU/07/2017 

yang efektif tanggal 5 Juli 2017, besarnya jasa 

administrasi  pinjaman  ditetapkan  sebesar  3% 

per tahun dari saldo pinjaman awal tahun. 

       Based on  PER-02/MBU/07/2017  dated  July  5, 

2017,  administration  service 

income  was 

determined by 3% per annum from the opening 

balance of the loans. 

d.  Penyisihan  Penurunan  Nilai  Pinjaman 

       d.  Allowance for Impairment of Loans to Foster 

Kepada Mitra Binaan 

adalah sebagai berikut: 

Partners 

is as follow: 

Mutasi  penyisihan  penurunan  nilai  pinjaman 

Movement of allowance for impairment of loans 

31 Desember/ December 31 

2020 

2019 

  Saldo Awal 

  81.795.878.437  

   148.890.837.074    

Penambahan (Pembalikan) - neto   

  99.499.411.059  

    (15.513.383.232)      

Beginning Balance 

Additional (Reversal) - net 

Reklasifikasi sebagai  

  Pinjaman Bermasalah 

  (56.725.881.376) 

    (51.581.575.405)   

Reclassification to Troubled Loans 

Saldo Akhir 

  124.569.408.120   

  81.795.878.437  

Ending balance   

Kurang lancar 

Diragukan 

Macet 

Sub jumlah 

Bermasalah 
  Mitra Binaan 

BUMN Pembina lain/ 

Lembaga Penyalur 

Sub jumlah 

Dinilai secara individual 

Mitra Binaan Pinjaman Tambahan  

Lancar      

Kurang Lancar 

Macet 

> 30 hari ≤ 180 hari 
> 30 days < 180 days 

> 180 hari ≤ 270 hari 
 > 180 days < 270 days 

    31.746.551.034   

3.08%  

         976.768.134            (1.747.308.827)  

Substandard 

5.161.111.818  

11.59%  

598.212.616   

  (1.433.308.614)  

Doubtful 

> 270 hari/ > 270 days 

  121.677.085.250  

100,00%  

  121.677.085.250           47.702.231.981                                                        Loss 

  401.152.466.870  

         124.372.546.240   

    42.677.094.683                                                   Sub total 

  239.332.900.244  

               100,00%  

  239.332.900.244   

    56.755.881.376     

Troubled 

Foster Partner 
Other Foster SOE/ 

       9.247.156.183                     100,00%  

      9.247.156.183                (30.000.000)                                 Distributing Partners 

   248.580.056.427   

         248.580.056.427           56.725.881.376  

Sub total 

                385.001.000                           0% 

-   

           10.343.500  

                    0% 

                            -   

Individual assessment 

   Additional Loans Foster Partners 

-  

-  

Current 

Substandard

          196.861.880  

             100,00%     

        196.861.880   

           96.435.000                                                        Loss 

Sub jumlah                                                                                                               592.206.380                                                  196.861.880                96.435.000  

Jumlah 

  650.324.729.677  

  373.149.464.547   

    99.499.411.059    

Sub total 

Total 

 31 Desember 2019/ December 31, 2019 

Umur Pinjaman 
(dari jatuh tempo)/ 
Loan’s Aging 
(from maturity date) 

 Saldo Pinjaman/   
Loan’s 
Balance 

% 
  Penyisihan/ 
  Allowance 

% 

  Akumulasi 
  Penyisihan/ 
  Accumulated 
  Allowance 

Beban 

    (Pemulihan) 
  Penyisihan/ 

Expense 
(Recovery) 
  Allowance 

_ 

Loans Quality 

_ 

Foster Partners 

Collective assessment 

Kualitas Pinjaman 

Mitra Binaan 

Dinilai secara kolektif 

Lancar   

< 30 hari/ < 30 days 

  296.500.009.746  

1,00%  

2.965.000.097   

71.510.921  

Current 

Kurang lancar 

Diragukan 

Macet 

Sub jumlah 

Bermasalah 
  Mitra Binaan 

BUMN Pembina lain/ 

Lembaga Penyalur 

Sub jumlah 

Dinilai secara individual 

Mitra Binaan Pinjaman Tambahan  

Macet 

Jumlah 

    58.582.300.244   

4,65%  

2.724.076.961   

(1.059.476.314) 

Substandard 

> 30 hari ≤ 180 hari 
> 30 days < 180 days 

> 180 hari ≤ 270 hari 
 > 180 days < 270 days 

  22.081.752.496  

9,20%  

2.031.521.230   

(1.590.001.211) 

> 270 hari/ > 270 days 

 73.974.853.269  

100,00%  

  73.974.853.269   

  (64.617.418.913) 

  451.138.915.755  

    81.695.451.557   

   (67.195.385.517) 

  182.577.018.868  

100,00%  

  182.577.018.868   

  51.581.575.405  

Doubtful 

Loss 

Sub total 

Troubled 

Foster Partner 
Other Foster SOE/ 

9.277.156.183  

100,00%  

9.277.156.183   

-  

Distributing Partners 

  191.854.175.051  

  191.854.175.051   

  51.581.575.405  

Sub total 

100.426.880  

100,00%  

100.426.880   

100.426.880  

  643.093.517.686  

  273.650.053.488   

  (15.513.383.232)  

Loss 

Total 

Individual assessment 

   Additional Loans Foster Partners 

17 

18 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
  
 
   
 
  
 
   
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
  
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
  
 
 
   
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
  
   
  
 
 
 
 
 
  
  
   
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
  
   
 
 
 
  
 
  
 
  
   
  
 
 
 
 
 
   
 
   
 
   
 
   
 
   
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
  
 
  
 
   
 
  
 
 
 
  
 
  
 
  
 
   
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
   
 
   
 
   
 
   
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
   
 
   
 
   
 
   
 
 
 
 
  
 
  
 
  
 
   
 
  
 
 
  
 
 
 
  
 
  
 
  
 
   
 
  
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
   
 
   
 
   
 
   
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
   
 
   
 
   
 
   
 
 
 
 
 
  
 
  
 
  
 
   
 
  
 
 
  
 
  
 
  
 
   
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
  
  
                  
 
 
 
   
 
  
 
  
       
   
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
   
 
   
 
   
 
   
 
 
 
 
 
 
  
 
   
 
   
 
   
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
   
 
   
 
   
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
  
 
   
 
  
 
   
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
  
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
  
 
 
   
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
  
   
  
 
 
 
 
 
  
  
   
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
  
   
 
 
 
  
 
  
 
  
   
  
 
 
 
 
 
   
 
   
 
   
 
   
 
   
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
  
 
  
 
   
 
  
 
 
 
  
 
  
 
  
 
   
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
   
 
   
 
   
 
   
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
   
 
   
 
   
 
   
 
 
 
 
  
 
  
 
  
 
   
 
  
 
 
  
 
 
 
 
  
 
  
 
  
 
   
 
  
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
   
 
   
 
   
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
   
 
   
 
   
 
   
 
 
 
 
 
  
 
  
 
  
 
   
 
  
 
 
  
 
  
 
  
 
   
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
  
 
   
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
   
 
   
 
   
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
   
 
   
 
   
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
The original financial statements included herein are in       

the Indonesian language. 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 
PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 
DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 
(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 
31 Desember 2020 dan Tahun yang 
Berakhir pada Tanggal tersebut 
(Disajikan dalam Rupiah) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 
PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 
DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 
(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 
As of December 31, 2020 and 
for the Year then Ended 
(Expressed in Rupiah) 

6.  PINJAMAN BERMASALAH

6.  TROUBLED LOANS 

  Pinjaman  Kepada  Mitra  Binaan  Menurut  CD 

Regional  

Loans  to  Foster  Partners  Classified  by  CD 
Regional 

  Pinjaman  mitra  binaan  bermasalah  pada  tanggal                

  Troubled 

loans 

from 

foster  partners  as  at                   

31  Desember  2020  dan  2019  berdasarkan  CD 
Regional adalah sebagai berikut: 

December 31, 2020 and 2019 by CD Regional is as 
follows: 

31 Desember/ December 31 

2020 

2019 

CD Regional I Sumatera 
  CD Regional I Sumatera                                    56.665.331.533  
  34.588.827.034  
  CD Regional II DKI Jakarta & Banten 
CD Regional II DKI Jakarta & Banten 
  35.951.001.265         20.671.242.000                                        CD Regional III Jabar 
  CD Regional III Jabar 
  17.677.306.351  
  CD Regional IV Jateng & DIY 
 CD Regional IV Jateng & DIY 
  40.422.853.543         34.429.501.218                          CD Regional V Jatim & Madura 
  CD Regional V Jatim & Madura 
     19.052.401.856                               CD Regional VI Kalimantan 
  CD Regional VI Kalimantan 
  23.557.180.196  
CD Area VII Kawasan Timur 
  CD Regional VII Kawasan Timur  

  44.059.404.648    
  27.498.005.456    

  12.793.846.304    

Indonesia 

  30.470.400.322  

     24.072.617.386    

Indonesia 

  CD Corporate 

  PT Sang Hyang Seri (Persero)  

(“SHS”) 

  Baitul Mal Wal Tamwil  

(“BMT Hidayah”) 

  239.332.900.244  

    182.577.018.868 

7.627.387.468  

7.657.387.468    

1.619.768.715  

1.619.768.715    

9.247.156.183  

9.277.156.183  

       PT Sang Hyang Seri (Persero) 

CD Corporate 

 (“SHS”) 

Baitul Mal Wal Tamwil 

(“BMT Hidayah”) 

  Jumlah 
  Penyisihan Pinjaman Bermasalah 

  248.580.056.427  
( 248.580.056.427) 

  191.854.175.051    
Total 
  (191.854.175.051)  Allowance for Impairment of Troubled Loans 

  Jumlah Pinjaman Bermasalah-Neto 

-  

-    

Troubled Loans Distribution-Net 

CDC  telah  mengajukan  surat   usulan   permohonan  
No:  Tel.04/KU000/  CDC-A1000000/2021 
28  Januari  2021  kepada  Kementerian  BUMN  untuk 
Penghapusan  Piutang  Bermasalah  sampai  dengan  
31 Desember 2020 sebesar Rp248.580.056.427. 

tanggal                  

CDC has submited a letter No. Tel.04/KU 000/CDC-
A1000000/2021 on January 28, 2021 to Ministry of 
SOE  to  propose  writen  off  of  troubled  loans 
amounting to Rp248,580,056,427. 

7.  BIAYA YANG HARUS DIBAYAR 

7.  ACCRUED EXPENSES 

Biaya yang harus dibayar merupakan transaksi untuk 
pelaksanaan  survei  Corporate  Social  Responsibility 
(CSR)  Index  tahun  2020  ke  PT  Enciety    Binakarya 
Cemerlang. Pada tanggal 8 Februari 2021, CDC telah 
menyelesaikan pembayaran transaksi tersebut. 

Accrued expense represents transactions for 2020’s 
Corporate Social Responsibility (CSR) Index survey 
to PT Enciety Binakarya Cemerlang. Subsequently, 
CDC  has  settled  the  payment  for  the  accrual  in 
February 8, 2021. 

8.  KELEBIHAN PEMBAYARAN ANGSURAN 

8.  OVERPAYMENT OF INSTALLMENTS 

   31 Desember/ December 31 

2020 

2019 

  Saldo Awal 

      1.032.569.993  

(Pengembalian kepada mitra binaan)    

  Penambahan - neto 
  Pengakuan sebagai Pendapatan lain-lain 

(91.728) 
 (873.199.261) 

 1.535.366.391    

(502.796.398)   

Beginning Balance 
(Refund to foster partners) 
 Additional - net 
-                            Recognized as Other Income 

  Saldo Akhir 

159.279.004  

1.032.569.993   

Ending Balance 

19 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
    
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
    
 
 
 
  
 
    
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
    
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
    
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
The original financial statements included herein are in       

the Indonesian language. 

The original financial statements included herein are in       

the Indonesian language. 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 

PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 

PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 

DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 

(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 

31 Desember 2020 dan Tahun yang 

Berakhir pada Tanggal tersebut 

(Disajikan dalam Rupiah) 

DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 

(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 

As of December 31, 2020 and 

for the Year then Ended 

(Expressed in Rupiah) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 
PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 
DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 
(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 
31 Desember 2020 dan Tahun yang 
Berakhir pada Tanggal tersebut 
(Disajikan dalam Rupiah) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 
PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 
DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 
(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 
As of December 31, 2020 and 
for the Year then Ended 
(Expressed in Rupiah) 

6.  PINJAMAN BERMASALAH

6.  TROUBLED LOANS 

9.  ASET NETO 

9.  NET ASSETS 

  Pinjaman  Kepada  Mitra  Binaan  Menurut  CD 

Loans  to  Foster  Partners  Classified  by  CD 

Regional  

Regional 

  Pinjaman  mitra  binaan  bermasalah  pada  tanggal                

  Troubled 

loans 

from 

foster  partners  as  at                   

31  Desember  2020  dan  2019  berdasarkan  CD 

December 31, 2020 and 2019 by CD Regional is as 

Regional adalah sebagai berikut: 

follows: 

   31 Desember/ December 31 

2020 

2019 

 Aset Neto Tidak Terikat 
 Aset Neto Terikat 

  280.012.084.909  
                           -   

  382.554.591.010  
- 

  Unrestricted Net Assets 
Restricted Net Assets 

 Jumlah 

  280.012.084.909  

  382.554.591.010    

Total 

Mutasi Aset Neto 

Movement of Net Assets 

   31 Desember/ December 31 

2020 

2019 

 Aset Neto Tidak Terikat 

Unrestricted Net Assets 

 Aset Neto Tidak Terikat - Awal Tahun 
 Penurunan Aset Neto Tidak Terikat 

   382.554.591.010 
  (102.542.506.101)      (27.214.323.808)   

  409.768.914.818   Unrestricted Net Assets - Beginning of Year 
Decrease in Unrestricted Net Assets  

 Aset Neto Tidak Terikat - Akhir Tahun  

   280.012.084.909 

   382.554.591.010  

Unrestricted Net Asset - End of Year 

10. PENDAPATAN JASA ADMINISTRASI PINJAMAN  

10.  LOANS ADMINISTRATION SERVICE INCOME 

Tahun yang Berakhir pada 
     Tanggal 31 Desember/ 
       Year ended December 31 

2020 

2019 

CD Regional I Sumatera 
CD Regional II DKI Jakarta & Banten 
CD Regional III Jabar 
CD Regional IV Jateng & DIY 
CD Regional V Jatim & Madura 
CD Regional VI Kalimantan 
CD Regional VII Kawasan Timur Indonesia  

       1.473.195.716  
   1.683.421.184  
       1.106.726.237    
   1.263.669.995  
          773.876.259  
618.739.417  
1.147.115.364       
1.008.970.000  
1.600.130.080           1.356.352.174  
 1.002.471.277  
  880.437.038  
764.501.903  

CD Regional I Sumatera 
CD Regional II DKI Jakarta & Banten 
CD Regional III Jabar 
CD Regional IV Jateng & DIY 
CD Regional V Jatim & Madura 
CD Regional VI Kalimantan 
          685.726.340   CD Regional VII Kawasan Timur Indonesia 

Jumlah 

8.080.049.220  

7.285.283.764    

Total 

7.  BIAYA YANG HARUS DIBAYAR 

7.  ACCRUED EXPENSES 

11.  PENDAPATAN BUNGA 

11.  INTEREST INCOME 

Tahun yang Berakhir pada 
     Tanggal 31 Desember/ 
       Year ended December 31 

2020 

2019 

  Program Kemitraan 
  Jasa Giro 
  Deposito 

  Jumlah Pendapatan Bunga  
Program Kemitraan 

Program Bina Lingkungan 
  Jasa Giro 

  Jumlah Pendapatan Bunga 

Program Bina Lingkungan 

315.674.490  
146.618.174  

          581.695.157  
            22.103.836  

462.292.664  

          603.798.993    

Partnership Program 
Current Account  
Deposits  

Total Interest Income from 
Partnership Program  

-  

-  

18.655.412    

Community Development Program 

Current Account 

18.655.412     Community Development Program 

Total Interest Income from 

  Saldo Akhir 

159.279.004  

1.032.569.993   

Ending Balance 

Jumlah Pendapatan Bunga 

462.292.664  

          622.454.405                                     Total Interest Income 

19 

20 

31 Desember/ December 31 

2020 

2019 

  CD Regional I Sumatera                                    56.665.331.533  

  44.059.404.648    

CD Regional I Sumatera 

  CD Regional II DKI Jakarta & Banten 

  34.588.827.034  

  27.498.005.456    

CD Regional II DKI Jakarta & Banten 

  CD Regional III Jabar 

  CD Regional IV Jateng & DIY 

  CD Regional V Jatim & Madura 

  CD Regional VI Kalimantan 

  CD Regional VII Kawasan Timur  

  35.951.001.265         20.671.242.000                                        CD Regional III Jabar 

  17.677.306.351  

  12.793.846.304    

 CD Regional IV Jateng & DIY 

  40.422.853.543         34.429.501.218                          CD Regional V Jatim & Madura 

  23.557.180.196  

     19.052.401.856                               CD Regional VI Kalimantan 

CD Area VII Kawasan Timur 

Indonesia 

Indonesia 

  30.470.400.322  

     24.072.617.386    

  239.332.900.244  

    182.577.018.868 

  CD Corporate 

  PT Sang Hyang Seri (Persero)  

(“SHS”) 

  Baitul Mal Wal Tamwil  

(“BMT Hidayah”) 

7.627.387.468  

7.657.387.468    

1.619.768.715  

1.619.768.715    

9.247.156.183  

9.277.156.183  

       PT Sang Hyang Seri (Persero) 

CD Corporate 

 (“SHS”) 

Baitul Mal Wal Tamwil 

(“BMT Hidayah”) 

  Jumlah 

  248.580.056.427  

  191.854.175.051    

Total 

  Penyisihan Pinjaman Bermasalah 

( 248.580.056.427) 

  (191.854.175.051)  Allowance for Impairment of Troubled Loans 

  Jumlah Pinjaman Bermasalah-Neto 

-  

-    

Troubled Loans Distribution-Net 

CDC  telah  mengajukan  surat   usulan   permohonan  

No:  Tel.04/KU000/  CDC-A1000000/2021 

tanggal                  

28  Januari  2021  kepada  Kementerian  BUMN  untuk 

Penghapusan  Piutang  Bermasalah  sampai  dengan  

31 Desember 2020 sebesar Rp248.580.056.427. 

CDC has submited a letter No. Tel.04/KU 000/CDC-

A1000000/2021 on January 28, 2021 to Ministry of 

SOE  to  propose  writen  off  of  troubled  loans 

amounting to Rp248,580,056,427. 

Biaya yang harus dibayar merupakan transaksi untuk 

pelaksanaan  survei  Corporate  Social  Responsibility 

(CSR)  Index  tahun  2020  ke  PT  Enciety    Binakarya 

Cemerlang. Pada tanggal 8 Februari 2021, CDC telah 

menyelesaikan pembayaran transaksi tersebut. 

Accrued expense represents transactions for 2020’s 

Corporate Social Responsibility (CSR) Index survey 

to PT Enciety Binakarya Cemerlang. Subsequently, 

CDC  has  settled  the  payment  for  the  accrual  in 

February 8, 2021. 

8.  KELEBIHAN PEMBAYARAN ANGSURAN 

8.  OVERPAYMENT OF INSTALLMENTS 

   31 Desember/ December 31 

2020 

2019 

  Saldo Awal 

(Pengembalian kepada mitra binaan)    

  Penambahan - neto 

      1.032.569.993  

 1.535.366.391    

(91.728) 

(502.796.398)   

Beginning Balance 

(Refund to foster partners) 

 Additional - net 

  Pengakuan sebagai Pendapatan lain-lain 

 (873.199.261) 

-                            Recognized as Other Income 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
    
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
    
 
 
 
  
 
    
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
    
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
    
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
  
 
 
    
   
 
 
 
  
 
 
 
   
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
  
 
  
   
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
  
 
    
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
The original financial statements included herein are in       

the Indonesian language. 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 
PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 
DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 
(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 
31 Desember 2020 dan Tahun yang 
Berakhir pada Tanggal tersebut 
(Disajikan dalam Rupiah) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 
PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 
DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 
(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 
As of December 31, 2020 and 
for the Year then Ended 
(Expressed in Rupiah) 

12.  PENDAPATAN LAIN-LAIN 

12.  OTHER INCOME 

lain-lain  merupakan 

Pendapatan 
kelebihan 
angsuran  yang  sudah  lebih  dari  1  tahun  namun 
belum  terdapat  klaim  pengembalian  dari  mitra 
binaan sebesar Rp873 juta. 

Other  income  represents  overpayment  of  loans 
installments  over  than  1  year  which  has  no 
restitution  claim  yet  by  foster  partners  of  Rp873 
million. 

13.  PELIMPAHAN  DANA  KE  BUMN  PENYALUR 

13.  FUND  TRANSFERRED  TO  OTHER  SOE 

LAINNYA

PARTNER

Berdasarkan  Peraturan  Menteri  BUMN  Nomor                         
PER-02/MBU/7/2017  tanggal  5  Juli  2017,  BUMN 
Pembina dapat memberikan pinjaman tanpa bunga 
atau  hibah  dana  program  kemitraan  untuk 
pengembangan  ekonomi  mikro  dan  kecil  melalui 
BUMN  Khusus  yang  ditetapkan  oleh  Kementerian 
BUMN.  

Based  on  Minister  of  SOE  Decree  Number                      
PER-02/MBU/7/2017  dated  July  5,  2017,  Foster 
SOE may  provide non -  interest  bearing  loans  or 
grant of fostering partnership fund for small micro 
and  enterprises  development,  through  a  Special 
SOE which will be appointed by Ministry of SOE.  

tanggal                 

Melalui  Surat  No:  S-822/MBU/12/2018 
13  Desember  2018,  Menteri  BUMN  menetapkan      
PT  Permodalan  Nasional  Madani  (PNM)  sebagai 
BUMN  Khusus  untuk  menyalurkan  pinjaman 
program  kemitraan.  Besaran  dana  program 
kemitraan 
PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk sebesar 
Rp25  milyar  telah  dibayarkan  di  bulan  September 
2019. 

dikontribusikan 

yang 

Through  the  letter  No:  S-822/MBU/12/2018  dated 
December 13, 2018, Minister of SOE has appointed 
PT Permodalan Nasional Madani (PNM) as a Special 
BUMN  to  distribute  the  partnership  program  loans. 
The  partnership  program  fund  contribution  amount 
from  PT  Telekomunikasi  Indonesia  (Persero)  Tbk 
amounting  to  Rp25  billion  has  been  transferred  in 
September 2019.  

oleh                                   

  14.  DANA PEMBINAAN KEMITRAAN 

14.  FOSTERING PARTNERSHIP FUNDS 

Tahun yang Berakhir pada 
     Tanggal 31 Desember/ 
       Year ended December 31 

2020 

2019 

  Pengembangan 
  Pelatihan 
  Pameran/Promosi 

  Jumlah 

6.253.758.839  
3.044.783.102  
1.813.438.479  

8.747.490.486    
4.221.730.201    
5.312.116.084    

 Developments 

Trainings            

   Exhibition/ Promotions  

  11.111.980.420  

  18.281.336.771  

Total   

21 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
                 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
The original financial statements included herein are in       

the Indonesian language. 

The original financial statements included herein are in       

the Indonesian language. 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 

PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 

PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 

DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 

(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 

31 Desember 2020 dan Tahun yang 

Berakhir pada Tanggal tersebut 

(Disajikan dalam Rupiah) 

DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 

(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 

As of December 31, 2020 and 

for the Year then Ended 

(Expressed in Rupiah) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 
PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 
DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 
(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 
31 Desember 2020 dan Tahun yang 
Berakhir pada Tanggal tersebut 
(Disajikan dalam Rupiah) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 
PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 
DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 
(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 
As of December 31, 2020 and 
for the Year then Ended 
(Expressed in Rupiah) 

12.  PENDAPATAN LAIN-LAIN 

12.  OTHER INCOME 

15.  PENYALURAN DANA BINA LINGKUNGAN 

15.  COMMUNITY 

DEVELOPMENT 

FUNDS 

DISTRIBUTION 

Penyaluran bantuan Program Bina Lingkungan tahun 
2019  menggunakan  sisa  dana  Program  Bina 
Lingkungan  di  tahun  sebelumnya  dan  pemberian 
bantuan melalui BUMN Pembina.  

  The  distribution  of  2019’s  Community  Development 
Programs  used  the  remaining  fund  from  prior  year’s 
Community  Development  Program  and  distribution 
through Foster SOE. 

a.  Penyaluran  bantuan  menggunakan  sisa  dana 
Program Bina Lingkungan tahun sebelumnya  

a.  Donation  distribution  using  prior  year’s 

Community Development Program 

Tahun yang Berakhir pada 
     Tanggal 31 Desember/ 
       Year ended December 31 

2020 

2019 

                           -            2.093.442.796                                  Education and/or Training 
           Improvement for Facility and/or 

      2.090.439.947                                               Public Facility  
                           -   
                           -   
      1.330.375.000                                                  Religion Facility 
                           -            1.143.573.962                                     Nature Disaster Victims  
                           -               386.400.000                                             Poverty Alleviation 
Healthcare Improvement  
Natural Preservation  

                           -                 14.190.000                                 

                               -               298.466.411             

                           -            7.356.888.116     

Total Community Development 

 Programs 

  Pendidikan dan/atau Pelatihan 
  Pengembangan Prasarana 

dan/ atau Sarana Umum 

  Sarana Ibadah 
  Korban Bencana Alam 
  Pengentasan Kemiskinan 
  Peningkatan Kesehatan 
  Pelestarian Alam 

Jumlah Program Bantuan 
   Bina Lingkungan 

b.  Pemberian 

Program 
bantuan 
Lingkungan melalui BUMN Pembina 

Bina 

b.  The  donation  of  Community  Development 

Programs through Foster SOE 

Pendapatan 

lain-lain  merupakan 

kelebihan 

angsuran  yang  sudah  lebih  dari  1  tahun  namun 

belum  terdapat  klaim  pengembalian  dari  mitra 

binaan sebesar Rp873 juta. 

Other  income  represents  overpayment  of  loans 

installments  over  than  1  year  which  has  no 

restitution  claim  yet  by  foster  partners  of  Rp873 

13.  PELIMPAHAN  DANA  KE  BUMN  PENYALUR 

13.  FUND  TRANSFERRED  TO  OTHER  SOE 

LAINNYA

million. 

PARTNER

Berdasarkan  Peraturan  Menteri  BUMN  Nomor                         

Based  on  Minister  of  SOE  Decree  Number                      

PER-02/MBU/7/2017  tanggal  5  Juli  2017,  BUMN 

Pembina dapat memberikan pinjaman tanpa bunga 

atau  hibah  dana  program  kemitraan  untuk 

pengembangan  ekonomi  mikro  dan  kecil  melalui 

BUMN  Khusus  yang  ditetapkan  oleh  Kementerian 

BUMN.  

PER-02/MBU/7/2017  dated  July  5,  2017,  Foster 

SOE may  provide non -  interest  bearing  loans  or 

grant of fostering partnership fund for small micro 

and  enterprises  development,  through  a  Special 

SOE which will be appointed by Ministry of SOE.  

Melalui  Surat  No:  S-822/MBU/12/2018 

tanggal                 

Through  the  letter  No:  S-822/MBU/12/2018  dated 

13  Desember  2018,  Menteri  BUMN  menetapkan      

PT  Permodalan  Nasional  Madani  (PNM)  sebagai 

BUMN  Khusus  untuk  menyalurkan  pinjaman 

program  kemitraan.  Besaran  dana  program 

December 13, 2018, Minister of SOE has appointed 

PT Permodalan Nasional Madani (PNM) as a Special 

BUMN  to  distribute  the  partnership  program  loans. 

The  partnership  program  fund  contribution  amount 

kemitraan 

yang 

dikontribusikan 

oleh                                   

from  PT  Telekomunikasi  Indonesia  (Persero)  Tbk 

PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk sebesar 

Rp25  milyar  telah  dibayarkan  di  bulan  September 

amounting  to  Rp25  billion  has  been  transferred  in 

September 2019.  

2019. 

  14.  DANA PEMBINAAN KEMITRAAN 

14.  FOSTERING PARTNERSHIP FUNDS 

Tahun yang Berakhir pada 

     Tanggal 31 Desember/ 

       Year ended December 31 

2020 

2019 

  Pengembangan 

  Pelatihan 

  Pameran/Promosi 

  Jumlah 

6.253.758.839  

3.044.783.102  

1.813.438.479  

8.747.490.486    

4.221.730.201    

5.312.116.084    

 Developments 

Trainings            

   Exhibition/ Promotions  

  11.111.980.420  

  18.281.336.771  

Total   

Selama tahun 2020 dan 2019, CDC atas nama 
dan  untuk  kepentingan  Grup  Telkom,  telah 
melakukan  penyaluran  dana  program  bina 
lingkungan 
kegiatan. 
Penyaluran program bina lingkungan yang tidak 
termasuk  ke  dalam  laporan  keuangan  CDC 
adalah sebagai berikut:  

During 2020 and 2019, CDC on behalf of and for 
the  benefit  of  Telkom  Group  has  distributed 
community  development  programs  donation 
funds. Community  development  distribution 
which  are  not  included  in  the  CDC’s  financial 
statements are as follows:  

berbagai 

untuk 

Tahun yang Berakhir pada 
     Tanggal 31 Desember/ 
       Year ended December 31 

2020 

2019 

  Korban Bencana Alam 
  Pengembangan Prasarana 
   dan/ atau Sarana Umum 
  Pendidikan dan/atau Pelatihan 
  Sarana Ibadah 
  Pengentasan Kemiskinan 
  Peningkatan Kesehatan 
  Pelestarian Alam 

  53.506.008.329  

       4.436.530.078                                    Nature Disaster Victims  
Improvement for Facility and/or 

  26.564.130.638         57.918.523.853                                              Public Facility  
  19.350.802.441  
  17.430.899.000  
6.785.633.980  

     15.393.322.512                                Education and/or Training  
     19.347.371.330                                  
  Religion Facility  
       8.729.041.510                                           Poverty Alleviation 
970.495.000            1.200.971.800                                 Healthcare Improvement  
          879.695.364                                        Natural Preservation  
128.800.000  

  Jumlah Program Bantuan 
Bina Lingkungan 

  124.736.769.388  

Total Community Development 
  107.905.456.447                                                         Programs 

21 

22 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
                 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
     
 
 
 
   
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
   
 
 
 
 
 
  
 
    
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
    
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
   
 
 
 
 
  
 
    
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
The original financial statements included herein are in       

the Indonesian language. 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 
PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 
DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 
(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 
31 Desember 2020 dan Tahun yang 
Berakhir pada Tanggal tersebut 
(Disajikan dalam Rupiah) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 
PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 
DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 
(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 
As of December 31, 2020 and 
for the Year then Ended 
(Expressed in Rupiah) 

16.  BEBAN LAINNYA  

16.  OTHER EXPENSES 

Beban lainnya merupakan beban penghapusan jasa 
administrasi untuk  pinjaman yang  sudah  dilakukan 
proses  reconditioning  dan  dari  pinjaman  yang 
pelunasannya dipercepat oleh MB. 

  Other expenses represent expenses from writen off 
of  administration  service  income  of  reconditioning 
loans  and  accelerated  loan  payment  by  foster 
partners. 

17.  TRANSAKSI  DAN  SALDO  DENGAN  PIHAK 

17.  TRANSACTIONS  AND  BALANCES  WITH 

BERELASI 

RELATED PARTIES 

Hubungan  dan  sifat  saldo  akun/  transaksi  dengan 
pihak - pihak berelasi adalah sebagai berikut: 

The  relationship  and  nature  of  account  balances/ 
transactions with related parties were as follows: 

(cid:3)

(cid:3)

` 

Hubungan/ 
Relation 

Pihak-pihak berelasi/ 
Related parties 

Transaksi/ 
Transactions 

   BUMN Pembina/ Foster SOE 

  PT Telekomunikasi Indonesia  

Pengalokasian pendapatan program 

(Persero) Tbk. 

  Perusahaan dibawah entitas 

  PT Infomedia Nusantara 

  PT Telekomunikasi Indonesia Tbk/ 

  Entity under common control of 

  PT Telekomunikasi Indonesia Tbk 

Perusahaan dibawah entitas 

PT Finnet Indonesia  

bina lingkungan/ Income 
allocation for community 
development program   

Penyedia jasa pelatihan mitra binaan/   
Foster partner training provider 

Penyedia jasa virtual account/  
Provider of virtual accounts 

     PT Telekomunikasi Indonesia Tbk/   

Entity under common control of 
  PT Telekomunikasi Indonesia Tbk 

  Perusahaan dibawah entitas 
     PT Telekomunikasi Indonesia Tbk/   

Entity under common control of 
  PT Telekomunikasi Indonesia Tbk 

  Perusahaan dibawah entitas 
     sepengendali oleh Pemerintah/ 
Entity under common control of 

the Government 

Perusahaan dibawah entitas 

     sepengendali oleh Pemerintah/ 
Entity under common control of 

the Government 

Perusahaan dibawah entitas 

     sepengendali oleh Pemerintah/ 
  Entity under common control of 

the Government 

  PT Infomedia Solusi Humanika 

Penyedia jasa tenaga kerja /  
Provider of outsourcing 

  PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.  

 Jasa perbankan/ Banking services 

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. 

      Jasa perbankan/ Banking services 

PT Sang Hyang Seri (Persero) 

BUMN Penyalur lain/  
Other Foster SOE 

Perusahaan dibawah entitas 

PT Permodalan Nasional Madani (Persero) 

     sepengendali oleh Pemerintah/ 
  Entity under common control of 

the Government 

BUMN Penyalur lain/  
Other Foster SOE 

23 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
    
 
 
 
 
    
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
     
 
 
 
 
 
    
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
    
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
    
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
    
 
The original financial statements included herein are in       

the Indonesian language. 

The original financial statements included herein are in       

the Indonesian language. 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 

PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 

PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 

DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 

(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 

31 Desember 2020 dan Tahun yang 

Berakhir pada Tanggal tersebut 

(Disajikan dalam Rupiah) 

DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 

(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 

As of December 31, 2020 and 

for the Year then Ended 

(Expressed in Rupiah) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 
PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 
DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 
(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 
31 Desember 2020 dan Tahun yang 
Berakhir pada Tanggal tersebut 
(Disajikan dalam Rupiah) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 
PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 
DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 
(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 
As of December 31, 2020 and 
for the Year then Ended 
(Expressed in Rupiah) 

16.  BEBAN LAINNYA  

16.  OTHER EXPENSES 

Beban lainnya merupakan beban penghapusan jasa 

administrasi untuk  pinjaman yang  sudah  dilakukan 

proses  reconditioning  dan  dari  pinjaman  yang 

pelunasannya dipercepat oleh MB. 

  Other expenses represent expenses from writen off 

of  administration  service  income  of  reconditioning 

loans  and  accelerated  loan  payment  by  foster 

partners. 

17.  TRANSAKSI  DAN  SALDO  DENGAN  PIHAK 

17.  TRANSACTIONS  AND  BALANCES  WITH 

BERELASI 

RELATED PARTIES 

Hubungan  dan  sifat  saldo  akun/  transaksi  dengan 

pihak - pihak berelasi adalah sebagai berikut: 

The  relationship  and  nature  of  account  balances/ 

transactions with related parties were as follows: 

(cid:3)

(cid:3)

` 

Hubungan/ 

Relation 

Pihak-pihak berelasi/ 

Related parties 

Transaksi/ 

Transactions 

   BUMN Pembina/ Foster SOE 

  PT Telekomunikasi Indonesia  

Pengalokasian pendapatan program 

(Persero) Tbk. 

  Perusahaan dibawah entitas 

  PT Infomedia Nusantara 

  PT Telekomunikasi Indonesia Tbk/ 

  Entity under common control of 

  PT Telekomunikasi Indonesia Tbk 

Perusahaan dibawah entitas 

PT Finnet Indonesia  

     PT Telekomunikasi Indonesia Tbk/   

Entity under common control of 

  PT Telekomunikasi Indonesia Tbk 

  Perusahaan dibawah entitas 

  PT Infomedia Solusi Humanika 

     PT Telekomunikasi Indonesia Tbk/   

Entity under common control of 

  PT Telekomunikasi Indonesia Tbk 

bina lingkungan/ Income 

allocation for community 

development program   

Penyedia jasa pelatihan mitra binaan/   

Foster partner training provider 

Penyedia jasa virtual account/  

Provider of virtual accounts 

Penyedia jasa tenaga kerja /  

Provider of outsourcing 

  Perusahaan dibawah entitas 

     sepengendali oleh Pemerintah/ 

Entity under common control of 

the Government 

Perusahaan dibawah entitas 

     sepengendali oleh Pemerintah/ 

Entity under common control of 

the Government 

Perusahaan dibawah entitas 

     sepengendali oleh Pemerintah/ 

  Entity under common control of 

the Government 

Perusahaan dibawah entitas 

     sepengendali oleh Pemerintah/ 

  Entity under common control of 

the Government 

  PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.  

 Jasa perbankan/ Banking services 

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. 

      Jasa perbankan/ Banking services 

PT Sang Hyang Seri (Persero) 

BUMN Penyalur lain/  

Other Foster SOE 

PT Permodalan Nasional Madani (Persero) 

BUMN Penyalur lain/  

Other Foster SOE 

17.  TRANSAKSI  DAN  SALDO  DENGAN  PIHAK 

17.  TRANSACTIONS  AND  BALANCES  WITH 

BERELASI (lanjutan) 

RELATED PARTIES (continued) 

Rincian saldo dan transaksi signifikan dengan pihak 
- pihak berelasi adalah sebagai berikut: 

The details of balances and significant transactions 
with related parties are as follows: 

  Aset   
  Kas dan Setara Kas (Catatan 4) 
  Program Kemitraan 
  Kas di bank 
    PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. 
    PT Bank Negara Indonesia 
(Persero) Tbk. 

  Deposito: 
    PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. 

  Pinjaman kepada BUMN Pembina 
    Lain atau Lembaga Penyalur  

(Catatan 6) 

    PT Sang Hyang Seri (Persero) 
    Penyisihan pinjaman bermasalah 

31 Desember/ 31 Desember 
December 31/ December 31 

2020 

2019 

1.996.214.760  

2.703.357.258    

1.916.455.297  

3.821.784.913    

Assets 
Cash and Cash Equivalents (Note 4) 
Partnership Program 
Cash in banks 

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. 
PT Bank Negara Indonesia 

(Persero) Tbk. 

Time deposit 

-  

8.000.000.000    

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. 

3.912.670.057  

  14.525.142.171 

      7.627.387.468   

       7.657.387.468    

Loans to Other Foster SOE 
or Distributing Partners 
(Note 6) 
     PT Sang Hyang Seri (Persero) 
    Allowance for impairment of 

(7.627.387.468) 

(7.657.387.468)     

troubled loans 

  Jumlah pinjaman 

-  

-                                                        Total loans  

  Jumlah aset pada pihak berelasi 

3.912.670.057  

     14.525.142.171                           Total assets in related parties 

  Jumlah aset 

  281.087.935.187  

  383.968.606.369    

Total assets 

  Sebagai prosentase terhadap 

jumlah aset 

                  1,39%   

3,78%    

As percentage to total assets 

23 

24 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
    
 
 
 
 
    
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
     
 
 
 
 
 
    
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
    
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
    
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
    
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
   
 
 
 
 
      
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
  
 
    
 
 
  
 
    
 
 
  
 
    
 
 
  
 
    
 
 
 
 
 
  
 
    
   
  
 
 
 
 
 
  
 
    
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
 
   
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
   
  
 
 
 
  
 
    
 
 
  
 
  
 
   
 
 
  
 
  
 
 
 
 
  
 
  
 
   
  
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
 
   
 
 
 
 
   
 
 
 
 
  
 
 
 
   
   
  
 
 
 
 
  
 
 
 
   
 
 
The original financial statements included herein are in       

the Indonesian language. 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 
PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 
DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 
(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 
31 Desember 2020 dan Tahun yang 
Berakhir pada Tanggal tersebut 
(Disajikan dalam Rupiah) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 
PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 
DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 
(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 
As of December 31, 2020 and 
for the Year then Ended 
(Expressed in Rupiah) 

17.  TRANSAKSI  DAN  SALDO  DENGAN  PIHAK 

17.  TRANSACTIONS  AND  BALANCES  WITH 

BERELASI (lanjutan) 

RELATED PARTIES (continued) 

Rincian saldo dan transaksi signifikan dengan pihak 
- pihak berelasi adalah sebagai berikut: (lanjutan) 

The details of balances and significant transactions 
with related parties are as follows: (continued) 

    Pendapatan 
  Program Kemitraan 
  Pendapatan Bunga Deposito 
       PT Bank Negara Indonesia  

(Persero) Tbk. 

    PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. 

  Pendapatan Jasa Giro 

    PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. 
    PT Bank Negara Indonesia 

(Persero) Tbk. 

  Jumlah pendapatan bunga deposito 

  dan jasa giro 

  Program Bina Lingkungan 

  Pendapatan Jasa Giro 

  PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. 

  Jumlah pendapatan bunga deposito 

  dan jasa giro 

Tahun yang Berakhir pada 
     Tanggal 31 Desember/ 
       Year ended December 31 

2020 

2019 

Revenues 
Partnership Program 
Interest from Time Deposits 

    PT Bank Negara Indonesia 
           84.120.548                                 -                                            (Persero) Tbk.    
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. 

            22.103.836    

  62.497.626  

251.637.880  

          375.743.025    

Interest from Current Account 

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. 
PT Bank Negara Indonesia 

64.036.610  

          205.952.132    

(Persero) Tbk. 

462.292.664  

          603.798.993 

 Total interest from deposit  
and current account 

Community Development Program 

-  

-  

18.655.412    

Interest from Current Account 

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. 

18.655.412    

deposit and current account  

Total interest from 

  Jumlah pendapatan dari pihak berelasi 

462.292.664  

622.454.405    

Total revenues from related parties 

  Jumlah pendapatan 

9.415.541.145  

7.910.517.847    

Total revenue 

  Sebagai prosentase terhadap 

jumlah pendapatan 

    Beban 
  Program Kemitraan 
  Dana pembinaan kemitraan 

4,91%  

7,87%    

As percentage to total revenue 

Expenses 
Partnership Program 
Fostering Partnership Funds 

  PT Infomedia Solusi Humanika  

4.076.691.696      

6.271.673.322         

  PT Infomedia Solusi Humanika 

  Pelimpahan dana ke BUMN Pembina Lain  

  PT Permodalan Nasional Madani 

-  

  25.000.000.000    

PT Permodalan Nasional Madani 

Fund transferred to Other Foster SOE 

  Jumlah beban ke pihak berelasi  

4.076.691.696       31.271.673.322         

  Total expenses to related parties 

  Jumlah beban 

  111.958.047.246  

     35.124.841.655    

Total expenses 

  Sebagai prosentase terhadap jumlah beban  

3,64%  

89,03%    

As percentage to total expenses 

25 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
    
 
 
  
 
    
 
 
 
  
 
       
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
    
 
 
 
 
 
 
  
 
    
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
    
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
    
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
    
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
    
 
 
  
 
    
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
    
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
  
 
    
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
The original financial statements included herein are in       

the Indonesian language. 

The original financial statements included herein are in       

the Indonesian language. 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 

PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 

PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 

DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 

(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 

31 Desember 2020 dan Tahun yang 

Berakhir pada Tanggal tersebut 

(Disajikan dalam Rupiah) 

DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 

(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 

As of December 31, 2020 and 

for the Year then Ended 

(Expressed in Rupiah) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 
PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 
DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 
(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 
31 Desember 2020 dan Tahun yang 
Berakhir pada Tanggal tersebut 
(Disajikan dalam Rupiah) 

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) 
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 
PUSAT PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN 
DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN 
(COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER) 
As of December 31, 2020 and 
for the Year then Ended 
(Expressed in Rupiah) 

17.  TRANSAKSI  DAN  SALDO  DENGAN  PIHAK 

17.  TRANSACTIONS  AND  BALANCES  WITH 

18.  LAPORAN ARUS KAS - METODE LANGSUNG  

18.  STATEMENT  OF  CASH  FLOWS 

-  DIRECT 

BERELASI (lanjutan) 

RELATED PARTIES (continued) 

Rincian saldo dan transaksi signifikan dengan pihak 

- pihak berelasi adalah sebagai berikut: (lanjutan) 

The details of balances and significant transactions 

with related parties are as follows: (continued) 

(Persero) Tbk. 

           84.120.548                                 -                                            (Persero) Tbk.    

    PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. 

  62.497.626  

            22.103.836    

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. 

    Pendapatan 

  Program Kemitraan 

  Pendapatan Bunga Deposito 

       PT Bank Negara Indonesia  

  Pendapatan Jasa Giro 

    PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. 

    PT Bank Negara Indonesia 

(Persero) Tbk. 

  Jumlah pendapatan bunga deposito 

  dan jasa giro 

  Program Bina Lingkungan 

  Pendapatan Jasa Giro 

  PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. 

  Jumlah pendapatan bunga deposito 

  dan jasa giro 

  Sebagai prosentase terhadap 

jumlah pendapatan 

    Beban 

  Program Kemitraan 

  Dana pembinaan kemitraan 

  PT Infomedia Solusi Humanika  

Tahun yang Berakhir pada 

     Tanggal 31 Desember/ 

       Year ended December 31 

2020 

2019 

251.637.880  

          375.743.025    

64.036.610  

          205.952.132    

(Persero) Tbk. 

462.292.664  

          603.798.993 

Revenues 

Partnership Program 

Interest from Time Deposits 

    PT Bank Negara Indonesia 

Interest from Current Account 

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. 

PT Bank Negara Indonesia 

 Total interest from deposit  

and current account 

Community Development Program 

-  

-  

18.655.412    

Interest from Current Account 

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. 

18.655.412    

deposit and current account  

Total interest from 

4,91%  

7,87%    

As percentage to total revenue 

4.076.691.696      

6.271.673.322         

  PT Infomedia Solusi Humanika 

Expenses 

Partnership Program 

Fostering Partnership Funds 

  Jumlah pendapatan dari pihak berelasi 

462.292.664  

622.454.405    

Total revenues from related parties 

  Jumlah pendapatan 

9.415.541.145  

7.910.517.847    

Total revenue 

  Pelimpahan dana ke BUMN Pembina Lain  

  PT Permodalan Nasional Madani 

-  

  25.000.000.000    

PT Permodalan Nasional Madani 

Fund transferred to Other Foster SOE 

  Jumlah beban ke pihak berelasi  

4.076.691.696       31.271.673.322         

  Total expenses to related parties 

  Jumlah beban 

  111.958.047.246  

     35.124.841.655    

Total expenses 

  Sebagai prosentase terhadap jumlah beban  

3,64%  

89,03%    

As percentage to total expenses 

METHOD  

Tahun yang Berakhir pada 
     Tanggal 31 Desember/ 
       Year ended December 31 

2020 

2019 

  203.187.942.264  
       (381.445.366) 

  248.928.418.211  

(1.406.516.359)   

      7.873.757.048  
          462.292.664  
 (210.557.308.000) 
   (11.111.980.420) 

       7.285.283.764  

622.454.405    

  (210.159.750.000)     
    (18.281.336.771)   

OPERATING ACTIVITIES 
   Loans Repayments from Foster Partners 
 Payable Payment 
Receipt from 

Loans Administration Service  

Interest Income 
Fund transferred to Other Foster SOE 
Fostering Partnership Funds 
Refund of Overpayment Installment  

to Foster Partners 

          (85.730.304) 
-  
-  

(175.461.428)   
(25.000.000.000)   

Loans Distribution to Foster Partners 
(7.356.888.116)    Community Development Fund Distribution 

  AKTIVITAS OPERASI 
  Pengembalian Pinjaman dari Mitra Binaan 
  Pembayaran Utang 
  Penerimaan Jasa Administrasi 

Pinjaman 
  Pendapatan Bunga  
  Penyaluran Pinjaman ke Mitra Binaan 
  Dana Pembinaan Kemitraan 
  Pengembalian Kelebihan Angsuran  

ke Mitra Binaan 

  Pelimpahan Dana kepada BUMN Lain 
  Penyaluran Bina Lingkungan 

KAS NETO DIGUNAKAN UNTUK 

  AKTIVITAS OPERASI 

(10.612.472.114) 

NET CASH FLOWS  
           (5.543.796.294)              USED TO OPERATING ACTIVITIES 

PENURUNAN 
KAS DAN SETARA KAS 

DECREASE IN  
  (10.612.472.114)        (5.543.796.294)                CASH AND CASH EQUIVALENTS 

KAS DAN SETARA KAS PADA 
AWAL TAHUN 

  14.525.142.171  

                                               CASH AND CASH EQUIVALENTS 
  20.068.938.465    
AT BEGINNING OF YEAR 

KAS DAN SETARA KAS PADA 
AKHIR TAHUN 

3.912.670.057  

  14.525.142.171    

                CASH AND CASH EQUIVALENTS  
AT END OF YEAR 

25 

26 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
    
 
 
  
 
    
 
 
 
  
 
       
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
    
 
 
 
 
 
 
  
 
    
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
    
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
    
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
    
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
    
 
 
  
 
    
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
    
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
  
 
    
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
  
 
 
   
 
   
 
  
 
  
 
 
 
   
   
 
 
   
 
 
   
 
   
 
   
 
  
 
    
 
 
   
   
 
 
   
 
 
 
   
 
 
 
 
   
 
   
 
  
 
 
 
   
 
 
 
  
 
    
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
  
 
    
    
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
LEMBAR UMPAN BALIK LAPORAN TAHUNAN 2020
PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK

Terima kasih atas kesediaan Anda untuk membaca Laporan Tahunan 2020 ini. Sebagai bagian dari upaya untuk 
menyempurnakan isi pelaporan tahun berikutnya. kami mengharapkan kiranya Anda berkenan memberikan masukan 
dengan menjawab beberapa pertanyaan di bawah ini.

PERTANYAAN

1.  Menurut Anda, Laporan Tahunan ini telah memberikan informasi bermanfaat mengenai berbagai aktivitas yang telah 

dilaksanakan oleh PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.

SS

S

RR

TS

STS

2.  Menurut  Anda,  materi  dalam  pelaporan  ini  termasuk  data  dan  informasi  yang  disajikan  mudah  dimengerti  dan 

dipahami.

SS

S

RR

TS

STS

3.  Menurut  Anda,  materi  dalam  pelaporan  ini  termasuk  data  dan  informasi  yang  disajikan  sudah  cukup  lengkap, 

mencakup  semua isu keberlanjutan.

SS

S

RR

TS

STS

4.  Menurut Anda, materi dalam pelaporan ini termasuk data dan informasi yang disajikan dapat diandalkan untuk

pengambilan keputusan.

SS

S

RR

TS

STS

Keterangan:

SS: Sangat Setuju 

S: Setuju

RR: Rata-rata

TS: Tidak Setuju

STS: Sangat Tidak Setuju

5.  Menurut Anda, informasi apa saja yang telah disampaikan dalam pelaporan ini dan dirasakan bermanfaat?

a. …………………………………………………………………………………………………………………...........…………………………………….............................………………
b. …………………………………………………………………………………………………………………...........…………………………………….............................………………
c. …………………………………………………………………………………………………………………...........…………………………………….............................………………

6.  Menurut Anda, informasi apa saja yang telah disampaikan dalam pelaporan ini dan dirasakan kurang berguna?

a. …………………………………………………………………………………………………………………...........…………………………………….............................………………
b. …………………………………………………………………………………………………………………...........…………………………………….............................………………
c. …………………………………………………………………………………………………………………...........…………………………………….............................………………

7.  Menurut Anda, bagaimana dengan tampilan pelaporan ini baik dari isi, desain dan tata letak serta foto-foto yang 

disertakan?
a. …………………………………………………………………………………………………………………...........…………………………………….............................………………
b. …………………………………………………………………………………………………………………...........…………………………………….............................………………
c. …………………………………………………………………………………………………………………...........…………………………………….............................………………
8.  Menurut Anda, informasi apa saja yang dirasakan kurang dan harus dilengkapi dalam Laporan Tahunan mendatang?
a. …………………………………………………………………………………………………………………...........…………………………………….............................………………
b. …………………………………………………………………………………………………………………...........…………………………………….............................………………
c. …………………………………………………………………………………………………………………...........…………………………………….............................………………

Profil Anda 
Nama Lengkap 
Umur dan Jenis Kelamin 
Lembaga/Perusahaan 
Jenis Lembaga/Perusahaan 

: . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
: . . . . . . . . . . .Thn L / P (coret yang tidak perlu)
: . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
: 

Pengembalian formulir dan hal-hal lain terkait Laporan Tahunan 2020 dapat disampaikan kepada:

Pemerintah
LSM

Industri
Masyarakat

Media
Lain-lain

Investor Relations 
The Telkom Hub, Telkom Landmark Tower Lantai 39
Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 52, Jakarta 12710
Telepon  : (62 21) 521 5109
Fax  
E-mail  
Website  : www.telkom.co.id

: (62 21) 522 0500
: investor@telkom.co.id

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
TIM PRODUKSI LAPORAN TAHUNAN
Melakukan pekerjaan yang baik, tidak selalu tentang inovasi yang mengesankan. 
Kadang-kadang hanya tentang melakukan sesuatu dengan dedikasi sederhana.

Terima kasih untuk kontribusi terbaiknya!

NARASUMBER

Abdul Ghony

Abdul Haris Asri

Aditia Henri Narendra

Aditya Ferry Sanjaya

Adriani

Afifudin

Agung Kertioso

Agung Nugroho

Agung Prasetyo Budi

Elysabeth Damayanti

Mohammad Satria Utama

Wibowo Sigit Sudjendro

Ema Eviatin

Endang Trisia

Era Azura

Fadjrul Falah

Fahmi Khaudzi

Fauzan Feizal

Fenny Linting

Fikri Ahmadi

Muhamad Patria Narotama Widjaja

Widhiowati

Muhamad Wahyudi

Widuri Meintari Kusumawati

Muhammad Arief Setiawan

Winda Susliani

Muhammad Ramli

Yanti Lestari

Muryani

Yantito Simanjuntak

Nadifa Amalia Gunadi Putri

Yerry Fandi Eka Yuniar Fianto, Mm

Nova Yuanita

Novangga Ilmawan

Agung Sutanto Adi Susetyo

Fitriansyah Nasution

Novriwan

Agus Purwanto

Agus Windarto

Franciscus Xaverius Ari Wibowo

Novy Kartikayanti

Fridh Zurriady Ridwan

Nurcholis Feri Ahmadi

Agustinus Budi Wibowo

Gandung Pratidhina

Pradipta Wismaya Alby

Ahmad Zamri

Ahmed Yasser

Akhmad Aryandi

Ambar Permana

Anang Supriadi

Ananto Dwi Nugroho

Andri Herawan Sasoko

Anggia Permatasari

Anggoro Kurniawan

Githa Kharismawati

Puspo Hendriadi

H. Mohamad Rahmat Yusuf

Putranto

Hanna Laila

Hany Ghina Laudza

Haris Widjanarko

Harry Muksit

Hatta Perdana

Hazim Ahmadi

Putri Irmawati Yuniasari

Putriana Rahmatika

R. Rifa Herdian

Rachmad Kartikahadi

Raden Achmad Faisal

Raden Bagus Prabangkara

Hendra Gunawan

Raden Dekki Krismasasono

Antonius Dwi Ananto

Hendra Marta Mulyana

Ardi Desento

Arieyanto

Aris Sofyan Lutfianto

Asep Taryaman

Bagas Satyaparahatma

Bagaskoro Rizky Pradana

Bayu Aji Wijaya

Benyamin Lunaera Gavur

Bima Aryo Putro

Bonny Spencer

Buddy Restiady

Budi Wahyudi

Burhanuddin

Chintia Febrianti Soepardi

Cholis Safrudin

Daniel Syafril

Decky Yusub

Dendi Feriandi

Desi Ariani

Dessy Sandra

Didi Muharwoko

Didit Dwiantoro

Dinoor Susatyo

Diyah Santi Indrawati

Dudung Durachman ST

Dwi Fitri Parmania

Dwi Handayani

Sang Kompiang Muliartawan

COPYWRITER

Indrama Yusuf Muda Purba

Indri Sonwaskito

Ismanto

Iwan Safari

Setio Nuranto

Shera Aulia

Sigit Adi Pramono

Sinai Handayani

Jarot Widyatmoko

Sindu Yuwana, IR. MM

Hendri Purnaratman

Hepta Yuniarita

Hery Saepul Azis

I Wayan Sukerata

Ida Arsiyanti

Ida Widayani

Imam Rijanto

Imam Suhadi

Julius Romedly

Junike Laura

Karno Budiono

Kenny Nazar

Lesmin Nainggolan

M. Rivai Tadjudin

Malikoeswari S

Raden Riharso

Ratri Natarini

Ratri Taluningtias

Riffa Rufaida

Rizkya Laila Nursyahbani

Rohmat Nugroho

Romles Simanjuntak

Ryan Vamondo

Sonny Komara

Sri Saptadi

Steffi Susyati Fransiska Hutasoit

Suharsono

Sukma Nandini

Sumarno

Sutan Alhamsyahbana Haqiqie

Taufik Hendra Lukmana

Mario Holasan Lubis

Teuku M Marsya

Maya Putri Arini

Teuku Rifqi Adelu Barchia

Melani Muchlis Moechtar

Tri Ariyanti

Melinda Teja Astuti

Meylia Candrawati

Mochadjir

Moh Ahmad

Trisa Gunawan

Utami Saritidar

Valian Kusumawardhana

Wahyu Winarto, MM

Deden Miftah Puspaningrat

Kurnia Rimadani

Yota Yoedi Goestinnenda

Yuddy Aryadi

Yudha Bestari

Yusfi Ardiansyah

Zakariah

Zita Hapsari

TIM PENYUSUN

Adinda Syifaurrohmah

Andi Setiawan

Anisa Ayu Artati

Asshifa Dania

Dewi

Erni Ambarsari

Filda Trya Winalda

Hendra Priatna

Heti Triaswati

Joko Susilo

Mohammad Izzatullah

Reza Ramadhan

Rizki Utami

Thalia Isavani

PT Desain Nindya Amarta 
(DNA Komunika) 
www.dnakomunika.com

PT Aicon Global Indonesia

COPYWRITER

PT Desain Nindya Amarta 
(DNA Komunika) 
www.dnakomunika.com

PRINTING

PT Desain Nindya Amarta 
(DNA Komunika) 
www.dnakomunika.com

PHOTOGRAPHY

Unit Corporate Communication 
TelkomGroup

Komunitas Fotografi TelkomGroup 
(KFT)

Mike Marcus Photography